P. 1
Pengertian Induksi Dan Orientasi

Pengertian Induksi Dan Orientasi

|Views: 3,846|Likes:
Published by Arum Prasetyaning

More info:

Published by: Arum Prasetyaning on Jul 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2013

pdf

text

original

Bab 1 Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Setelah proses seleksi dan rekrutmen selesai dilakukan, kegiatan perencanaan Sumber Daya Manusia tidak berhenti sampai dari situ. Proses selanjutnya yang harus dilakukan perusahaan adalah memberikan program induksi dan orientasi kepada tenaga kerja baru yang telah lolos pada tahap seleksi dan rekrutmen. Induksi dan orientasi merupakan tahap pengenalan tenaga kerja pada perusahaan atau jabatan baru yang akan ditempatinya. Setiap orang yang berada di lingkungan baru pasti akan memerlukan adaptasi untuk menghindari terjadinya kejutan kebudayaan yang dapat menghambat untuk bertahan pada lingkungan baru tersebut. Begitu juga karyawan yang dihadapkan pada lingkungan pekerjaan yang baru. Mereka yang dapat beradaptasi dengan baik akan lebih mudah bertahan dalam lingkungan yang baru, sedangkan karyawan yang tidak dapat menyesuaikan diri akan merasa tidak nyaman sehingga mudah untuk memilih pekerjaan yang lain.. Untuk mendapatkan manfaat yang diharapkan dalam proses induksi dan orientasi, perusahaan harus mampu merancang program induksi dan orientasi yang efektif. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kegagalan yang tidak hanya pada proses induksi dan orientasi, tetapi juga berdampak pada tahap

perencanaan Sumber Daya Manusia lainnya, yaitu seleksi dan rekrutmen. Kegagalan tersebut dapat dilihat dari banyaknya pegawai baru yang keluar.

1

Sehingga perusahaan kehilangan banyak tenaga kerja yang telah direkrut dan memerlukan perekrutan kembali untuk mendapatkan tenaga kerja baru. Oleh karena itu, kematangan dalam perencanaan dan pelaksanaan proses induksi dan orientasi sangat penting dalam keberhasilan tenaga kerja baru untuk beradaptasi dengan lingkungan kerjanya sehingga dapat mencapai produktivitas yang maksimal.

1.2 Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud induksi dan orientasi? 2. Apa tujuan induksi dan orientasi? 3. Bagaimana prosedur induksi dan orientasi? 4. Bagaimana Kontribusi lingkungan kerja terhadap efektivitas induksi dan orientasi? 5. Bagaimana pengaruh faktor imitasi dan sugesti dalam induksi dan orientasi? 6. Bagaimana tindak lanjut dari proses orientasi? 7. Bagaimana evaluasi terhadap induksi dan orientasi?

1.3

Tujuan 1. Mengetahui apa yang dimaksud induksi dan orientasi. 2. Mengetahui tujuan induksi dan orientasi. 3. Mengetahui bagaimana prosedur induksi dan orientasi. 4. Mengetahui kontribusi lingkungan kerja terhadap efektivitas induksi dan orientasi.

2

5. Mengetahui pengaruh faktor imitasi dan sugesti dalam induksi dan orientasi. 6. Mengetahui tindak lanjut program orientasi. 7. Mengetahui evaluasi program orientasi.

3

(pengakraban dan penyesuaian dengan situasi atau lingkungan). Familiarization with and adaptation to a situation or an environment. mempelajari ketentuan/peraturan perusahaan. 1995: 239 2. selanjutnya diadakan kegiatan orientasi. 1994: 230231 4 . Setelah diadakan kegiatan induksi. Cascio. Dalam prosedur ini. mandor. pekerja baru juga diperkenalkan dengan atasan. Orientasi didefinisikan: 1. yakni sebagai berikut.Bab 2 Kajian Pustaka 2. penyelianya dan anggota kelompok kerja yang akan menjadi teman sekerjanya. Di dalamnya meliputi tenaga kerja baru dalam mengisi formulir keterangan untuk daftar pembayaran gaji/upah/honorarium. diberitahu dimana mereka harus bekerja. The activities involved introducing new employees to the organization and their work units. (aktivitas yang melibatkan pengenalan karyawan baru kepada organisasi dan unit kerja mereka) Descenzo & Robbins.1 Definisi Induksi Dan Orientasi Induksi merupakan kegiatan untuk memperkenalkan tenaga kerja baru dengan tugas dan pekerjaan. para penyelia. Ada beberapa pengertian orientasi menurut para ahli. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. dan tenaga kerja yang sudah ada. Induksi menunjukkan prosedur formal. Tingkat formalitas dalam proses induksi tenaga kerja semakin meningkat sehubungan dengan makin meluasnya ekspansi perusahaan.

2.3. Bagi tenaga kerja baru yang telah memperoleh surat penempatan tugas. kebijakan dan peraturan organisasi yang bersangkutan. orientasi merupakan proses untuk mengetahui dan mengenal tempat kerjanya dalam totalitas hubungan pekerjaan. dan karyawan lain) Wether & Davis. serta tempat mereka dalam tim kerja. and other employees. 19:251 Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa orientasi adalah pengenalan dan adaptasi terhadap suatu situasi atau lingkungan. kebijakan organisasi. Induksi dan orientasi merupakan dua kegiatan yang dilaksanakan dengan maksud yang sama. induksi dan orientasi terhadap tanaga kerja baru merupakan kegiatan penting dan harus dilaksanakan. it’s policies. organisasi. Sukses tidaknya tenaga kerja yang bersangkutan melaksanakan tanggung jawab dalam bidang tugas dan pekerjaan yang diberikan kepadanya dipengaruhi oleh induksi dan orientasi yang tepat. Dalam praktik. yaitu memperkenalkan tenaga kerja baru dengan tenaga kerja yang lain atau manajemen seluruh hierarki perusahaan. orientasi sering hanya berupa indoktrinasi terhadap filosofi. Familiarize employes with their role. (mengakrabkan karyawan dengan peran. Kegiatan ini dipandang penting oleh manajemen karena banyak nilai tambahnya. their organization. Orientasi dilakukan untuk mengembangkan hubungan tenaga kerja baru dengan tenaga kerja lain dan pekerjaan di perusahaan. Oleh karena itu.2 Tujuan Induksi Dan Orientasi Tujuan yang diharapkan bagi pelaksanaan program induksi dan orientasi adalah tenaga kerja baru terus menerus dapat menyesuaikan diri sehingga 5 .

baik yang tertulis maupun tidak tertulis. kebijakan dan ketentuan yang tidak mereka ketahui. Rincian tujuan yang diharapkan dari pelaksanaan induksi dan orientasi tenaga kerja yang ingin dicapai perusahaan antara lain sebagai berikut: 1. Memperkenalkan tenaga kerja dengan ruang lingkup perusahaan beserta kegiatannya. Dengan ini tenaga kerja yang berangkutan dapat menghindari rintangan atau tindakan hukum yang mungkin terjadi akibat pelanggaran terhadap peraturan. Menghindari kemungkinan timbulnya kekacauan yang dihdapi tenaga kerja baru atas tugas dan pekerjaan baru yang diserahkan kepadanya. Memberi kesempatan kepada tenaga kerja baru menanyakan kesulitan tentang tugas dan tanggung jawab mereka. Menghemat waktu dan tenaga bagi tenaga kerja baru dengan memberitahukan kepada mereka kemana harus minta keterangan atau mendapat batuan dalam menyelesaikan kesulitan yang mungkin mereka hadapi. 4. kebijaksanaan. 5. 6. Memberi informasi yang dipandang penting tentang peraturan. Memberi peringatan kepada tenaga kerja baru bahwa mereka adalah salah satu unsur yang dipandang penting bagi perusahaan tempat mereka bekerja. 6 . 2.hubungan antar tenaga kerja yang berangkutan denganperusahaan menjadi harmonis. 3. dan ketentuan perusahaan.

Berikut adalah tahapan proses induksi dan orientasi: 1. untuk mengadakan wawancara yang efektif tidak semudah yang diharapkan. serta berada dalam situasi yang biasa (tanpa tekanan). dapat menyampaikan dan menerima suatu maksud tertentu. Pertemuan diri adalah cara yang paling lazim dan efektif. Wawancara Penyuluhan Pendahuluan Wawancara menghendaki komunikasi langsung antara tenaga kerja dengan penyelia langsung (pihak yang diberi tanggung jawab dalam induksi dan orientasi tenaga kerja yang bersangkutan). Wawancara penyuluhan pendahuluan terhadap tenaga kerja baru tersebut dapat memberikan penjelasan mengenai keterangan yang dianggap belum jelas. Kegiatan wawancara penyuluhan pendahuluan yang dilakukan antara tenaga kerja baru yang mengalami induksi dan orientasi dengan para penyelia (manajemen langsung pada hierarki di atasnya) dilakukan sebaik mungkin. Akan tetapi. Hal tersebut karena mudah terlihat dari luar dan dapat terjadi hubungan yang lancar antara kedua belah pihak. Keduanya harus menggunakan alat wawancara (bahasa) dengan pengertian yang sama.2. selanjutnya diarahkan sesuai dengan pekerjaan yang sebenarnya. sehingga para tenaga kerja baru merasa betah dan senang bekerja di perusahaan. 7 .3 Prosedur Induksi Dan Orientasi Pelaksanaan induksi dan orientasi menggunakan prosedur tertentu. Kelihatannya wawancara penyuluhan pendahuluan mudah dijalankan. Prosedur tersebut merupakan urutan kegiatan yang harus dilalui dalam pelaksanaan induksi dan orientasi bagi tenaga kerja baru.

2. maupun kegiatan ketenagakerjaan lainnya. prosedur selanjutnya adalah menunjukkan tempat-tempat pada lingkungan perusahaan yang ada hubungannya dengan ruang lingkup serta prosedur penyelesaian tugas dan pekerjaan yang akan diberikan kepadanya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan sikap keramahan dan ketegasan para penyelia dalam memberikan induksi dan orientasi. 3) Kemungkinan pengembangan. dan promosi. 2) Struktur ketenagakerjaan dalam perusahaan termasuk pemberitahuan tentang atasan langsung yang menilai pekerjaan maupun yang memberikan pembinaan kariernya di masa yang akan datang. Penunjukan harus diikuti dengan kunjungan ke tempattempat tersebut. Dalam proses ini sebaiknya peserta induksi dan orientasi diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan mengenai hal-hal yang belum jelas maupun saran yang mereka pandang perlu.Lingkup kegiatannya meliputi: 1) Pemberian keterangan kepada tenaga kerja yang besangkutan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan tugas dan pekerjaan yang akan diberikan kepadanya. Pendekatan psikologis akan sangat membantu pencapaian tujuan induksi dan orientasi dan pengembangan tenaga kerja terwujud. mutasi. Penunjukan Tempat-Tempat Tertentu Setelah tenaga kerja diberi wawancara penyuluhan pendahuluan. sehingga apabila ada kekurangjelasan dalam pemberian 8 .

Tempat kerja bagi tenaga kerja yang bersangkutan beserta segala saranadan prasarana sebagai penunjang dalam penyelesaian tugas dan pekerjaan yang diberikan kepadanya. Pengadaan Pertemuan Kelas Seringkali jumlah tenaga kerja yang harus diberikan induksi dan orientasi jumlahnya tidak sedikit. Ini pelaksanaan tugas dan pekerjaanyang diberikan 9 . d. serta sebagai media untuk meningkatkan kualitas kerja mereka.informasi dapat dibantu dengan kegiatan peninjauan langsung pada tempat yang dituju. f. Penunjukan tempat-tempat tertentu meliputi: a. 3. Sehingga kemungkinan untuk diadakan penyeliaan maupun wawancara pertemuan diri dengan masing-masing tenaga kerja perlu alokasi waktu yang tidak sedikit. b. Tempat-tempat lain yang ada hubungannya dengan tenaga kerja yang bersangkutan untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan yang diberikan kepadanya. e. c. Ruang pimpinan (atasan langsung) sebagai tempat konsultasi masalah pekerjaan dan tempat melaporkan mengenai pelaksanaan dan hasil kepadanya. Ruang perpustakaan tempat menggali berbagai informasi mengenai ruang lingkup tugas dan pekerjaannya. Tempat-tempat kerja dan jumlah tenaga kerja yang menjadi bawahannya. khususnya bagi tenaga kerja yang akan menduduki jabatan tertentu. Ruang istirahat dan tempat beribadah tertentu sesuai dengan agama masing-masing.

Biasanya penyampaian informasi ini dibantu dengan media dan alat peraga. Hubungan vertikal dan horizontal pada struktur organisasi juga hal yang tidak kalah penting untuk disampaikan. kebijakan. b. dan ketentuan perusahaan. Peraturan.belum termasuk pengerahan jumlah calon penyelia yang akan mengadakan penyeliaan langsung kepada tenaga kerja yang berangkutan. Struktur organisasi perusahaan dari tingkat paling atas sampai dengan tingkat bawah. serta segala peraturan mengenai ketenagakerjaan dari pemerintah. Apabila terjadi hal demikian. Informasi yang harus disampaikan kepada peserta induksi dan orientasi dalam pertemuan kelas. antara lain: a. baik gambar maupun bagan tentang organisasi beserta ruang lingkup kegiatannya. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. sanksi terhadap 10 . Jenis keluaran produksi yang dikelarkan perusahaan masa lampau dan sekarang beserta kemungkinan peningkatan kualitas keluaran produksi di masa yang akan datang. termasuk para tenaga operasional perusahaan. kode etik dalam bekerja. prosedur yang paling tepat adalah mengadakan pertemuan kelas dengan tenaga kerja yang mengikuti program induksi dan orientasi. c. Sejarah singkat mengenai perusahaan sejak berdiri sampai dengan tahapan ekspansi yang pernah dilakukan. e. d. Informasi umum tentang segala hal yang berhubungan dengan ketenagakerjaan.

f. Tanggung batasannya. sebaiknya peserta induksi dan orientasi diberi kesempatan mengajukan pertanyaan mengenai hal-hal yang belum jelas maupun saran yang mereka anggap perlu. Pada kesempatan ini tenaga kerja diberi beberapa informasi tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kemajuan dirinya maupun perusahaan. Hal yang perlu disampaikan antara lain: 1) Kondisi kerja yang teratur 2) Sistem saran 3) Pemberian pinnjaman perusahaan 4) Asuransi 5) Pensiun 6) Kompensasi 7) Hari libur 8) Kegiatan ekstra di luar pekerjaan 9) Tempat penyimpanan akomodasi perusahaan 10) Pelayanan medis 11) Kemungkinan pengembangan tenaga kerja Dalam pertemuan kelas. jawab tenaga kerja yang bersangkutan beserta g. Keramahtamahan dan ketegasan para penyelia dalam kesempatan tersebut mendukung keberhasilan proses induksi dan orientasi.pelanggaran disiplin. komunikasi antara tenaga kerja maupun dengan pihak luar. Oleh karena itu pendekatan 11 . dan sebagainya. pengaman dalam bekerja. Kemajuan dalam bekerja demi kelangsungan perusahaan.

5. Percobaan Pelaksanaan Tugas Dan Pekerjaan Setelah dilakukan hal tersebut diatas. Apabila di kemudian hari tenaga kerja yang bersangkutan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas dan pekerjaan yang diberikan kepadanya.psikologis akan sangat membantu pencapaian tujuan induksi dan orientasi sehingga upaya pengembangan tenaga kerja dapat terwujud. dapat ditanyakan kepada pekerja lama tanpa merasa canggung. karena makin lama makin jauh dari kesalahan. prosedur berikutnya adalah percobaan pelaksanaan tugas dan pekerjaan yang akan diberikan kepada tenaga kerja baru dengan bimbingan penyelia. Penyelia sekaligus melakukan tindakan perbaikan jika tenaga kerja melakukan kesalahan dalam melakanakan tugas dan pekerjaannya. Prosedur ini dilakukan dengan jalan membawa tenaga kerja ke tempat tenaga kerja lama bekerja di seluruh lingkungan perusahaan. Tenaga kerja pun benar- 12 . takut dan malu karena belum kenal. 4. Tantangan bagi manajemen seluruh hierarki perusahaan adalah mewujudkan hubungan yang harmonis antara tenaga kerja yang lama dengan tenaga kerja baru dalam proses induksi dan orientasi. Harapan dari proses ini adalah tumbuhnya rasa percaya diri para tenaga kerja setelah menyelesaikan tugasnya. Bimbingan dan peyeliaan sebaiknya semakin sedikit intensitasnya dari hari ke hari. Pengenalan dengan Tenaga Kerja yang Lama Jalinan kekeluargaaan yang harmonis mungkin akan banyak membantu kelancaran pencapaian tujuan yang diharapkan perusahaan.

Kesan tersebut dapat positif dan negatif. tetapi hampir oleh seluruh manajemen pada hierarki perusahaan. Lingkungan kerja yang harmonis akan membawa beberapa keuntungan bagi perusahaan. sampai dengan manajemen puncak memiliki harapan sama. sehingga hal ini dapat mempengaruhi keluaran produksi kerja perusahaan. antara lain timbulnya moral dan disiplin kerja yang baik dari para tenaga kerja. 2. Penyampaian informasi tentang hal yang bersifat umum oleh manajemen puncak. Karena bagi siapapun. manajemen hierarki pertama. tetapi juga seluruh tenaga kerja dalam perusahaan. Lingkunga kerja yang harmonis sebenarnya bukan hanya menjadi harapan harapan para menajemen saja. Lingkungan kerja berpengaruh besar terhadap efektivitas induksi dan orientasi.4 Kontribusi Lingkungan Kerja Terhadap Efektivitas Induksi Dan Orientasi Pada semua hierarki manajemen dalam perusahaan jenis apapun pasti berusaha agar dalam perusahaannya tercipta iklim kerja yang harmonis.benar siap melaksanakan tugas dan pekerjaan sehari-hari tanpa bimbingan dan penyeliaan induksi dan orientasi. situasi pertama seringkali memberikan kepada yang bersangkutan. informasi tentang hal yang bersifat khusus oleh penyelia pekerjaan atau wakilnya dan pendalaman hal bersidat lanjutan disampaikan oleh manajemen tenaga kerja mupun penyelia langsung yang menjadi atasan langsung tenaga kerja bersangkutan. manajemen menengah. Dari tingkatan pekerja operasional. Apalagi 13 . Pelaksanaan kelima prosedur tersebut tidak hanya dibimbing oleh penyelia saja.

Meciptakan lingkungan kerja yang harmonis bukan hal yang mudah. Gagasan baru ini kemudian diimitasi dan desebarkan kepada orang banyak. Sehingga banyak pihak dalam perusahaan yang terlibat dalam proses induksi dan orientasi. seperti kondisi politik. Pada faktor intern. kebijakan pemerintah yang menyangkut dunia usaha. garis besar kehidupan ditentukan oleh dua macam kejadian utama. 14 . dan yang kedua proses imitasi dari gagasan tersebut oleh orang banyak. masyarakat sekitar. Lingkungan kerja yang harmonis dipengaruhi oleh faktor intern dan ekstern perusahaan. perusahaan tempat mereka bekerja mungkin memberi suasana baru bagi dirinya yang akan mambawa pengaruh terhadap keberhasilan tugas dan pekerjaannya. Jadi. Sedangkan faktor ekstern. tenaga kerja structural dan sebagainya. Lingkungan kerja baru yang harmonis akan mempengaruhi lancarnya pelaksanaan program induksi dan orientasi sekaligus efektivitasnya tercapai. misalnya kebijakan yang diambil manajemen puncak. tetapi juga seluruh tenaga kerja pada semua tingkatan perusahaan. Pertama.bagi tenaga kerja baru. timbulnya gagasan baru (invention) yang dirumuskan seseorang berbakat tinggi. Ini bukan hanya menjadi tanggung jawab manajemen puncak. Oleh karena itu. Gelombang imitasi dapat menimbulkan gagasan baru yang selanjutnya dirumuskan seseorang. analisis situasi. baik ekstern maupun intern menjadi tantangan bagi perusahaan. Bahkan semua pergaulan antar menusia hanya berdasrkan pada proses imitasi saja.5 Faktor Imitasi dan Sugesti dalam Induksi dan Orientasi Gabriel Trade pernah mengungkapkan bahwa interaksi atau hubungan sosial berkisar pada proses imitasi. dan sebagainya. 2.

dan mengikuti perilaku orang lain. Dapat dikatakan sugesti ini dapat mempengaruhi pandangan dan sikap orang lain. dan selanjutnya menimbulkan gagasan baru pula. khususnya untuk menyeleksi segala gerak dan perilaku serta perbuatan yang kurang menunjang produktivitas kerja. Dengan demikian. terdapat berbagai macam perilaku. yaitu tenaga kerja lama dapat meniru dan terpengaruh oleh tenaga kerja baru.kemudian menimbulkan imitasi pula. tenaga kerja baru akan banyak mencontoh. Dalam hubungan social. faktor lain yang memegang peranan penting dalam kelangsungan hubungan social. dan mengikuti segala gerak. sikap. sehingga dapat disimpulkan imitasi merupakan faktot utama dalam perkembangan seseorang. Peniruan dan pencontohan ini mungkin disadari atau tanpa disadari oleh tenaga kerja baru yang mengikuti program induksi dan orientasi. perilaku. yaitu gejala sugesti. Pembelajaran yang paling sederhana dan mudah adalah dengan menirukan perilaku dan perbuatan yang dilakukan orang lain. bahkan mungkin cenderung pada kegiatan inefiiensi dan inefektivitas. meniru. etika kerja dan cara komunikasi tenaga kerja lama. Hal tersebut dapat menjadi tantangan bagi para penyelia program induksi dan orientasi. Faktor imitasi dan sugesti membawa peran penting. pengetahuan serta tutur kata yang berbada dari setiap tenaga kerja. khususnya bagi tenaga kerja baru. 15 . namun juga dapat terjadi sebailknya. Proses imitasi ini tidak hanya terjadi oleh tenaga kerja baru kepada tenaga kerja lama. Sugesti adalah pandangan atau sikap yang dapat diberikan kepada orang lain di luarnya. selain faktor imitasi. meniru. Imitasi merupakan proses saling mencontoh. Dalam proses induksi dan orientasi yang diikuti oleh tenaga kerja.

pendekatan psikologis dalam membina moral dan disiplin kerja. gerak dan perbuatan dalam menyelesaikan tugas dan pekerjaan dalam kondisi positif. Apabila sewaktu-waktu dilaksanakan program induksi dan orientasi bagi tenaga kerja baru. tenaga kerja lama siap untuk diikuti. maka karyawan baru akan terdorong untuk melakukan hal yang sama. dicontoh.Perilaku. baik lama maupun baru mutlak diperlukan. gerak.dengan pembinaan tersebut diharapkan tercipta iklim dan kondisi kerja yang harmonis. proses imitasinya tak semudah meniru dan mencontoh hal-hal yang negatif. Contohnya. Hal ini tak berbeda dengan tindakan dan kegiatan di luar perusahaan. Pengaruh Imitasi Pendekatan Psikologis Induksi dan Orientasi Identifikasi Pengaruh terhadap Tenaga Kerja terhadap Karakteristik Lingkungan Pengaruh Sugesti Pendekatan Lingkungan Kerja Gambar 1: Peran faktor imitasi dan sugesti dalam induksi dan orientasi 16 . gerak. dan perbuatan dalam penyelesaian tugas dan pekerjaan pada perusahaan yang negatif sering dilakukan tenaga kerja lama. dan perbuatan positif yang dilakukan tenaga kerja lama. Sebaliknya. dan ditiru segala perilaku. jika karyawan lama sering datang terlambat. Oleh karena itu. biasanya lebih mudah ditiru dan dicontoh tenaga kerja baru. perilaku.

Kesalahan terbesar yang kerapkali dilakukan setelah orientasi adalah mengacuhkan karyawan baru. Banyak karyawan baru tidak nyaman menemui pengawasnya atau staf departemen sumber daya manusia. pasti ada kekurangan dan kelemahan yang perlu diperbaiki. Daftar cek dijadikan umpan balik yang digunakan untuk membantu departemen sumber daya manusia dalam mengidentifikasi bagian program yang dinilai penting. Program orientasi sebaiknya dikaji setiap tahun. Dalam melengkapi tindak lanjut orientasi. Departemen sumber daya manusia menggunakan pertemuan tidak terjadwal atau meminta daftar cek sederhana berisi kritik karyawan terhadap kelemahan orientasi yang telah dilakukan. Kelemahan diasumsikan sebagai topik di mana karyawan membutuhkan informasi lebih tentang hal dimaksud. hal penting harus dikaji ulang antar sesama karyawan atau sekelompok kecil karyawan untuk memastikan bahwa hal penting tersebut tidak terlewatkan. karena itu dibutuhkan tindak lanjut formal dan sistematis. 2.2.6 Tindak Lanjut Orientasi Tindak lanjut dibutuhkan karena sering karyawan baru enggan mengakui bahwa mereka melupakan apa yang telah diberitahukan pada saat orientasi. Untuk meningkatkan hasil 17 .7 Evaluasi Program Orientasi Dalam setiap program yang dilaksanakan. Meskipun daftar cek dapat menjadi efektif. namun pertemuan antar karyawan dan pengawas adalah bagian penting dari tindak lanjut orientasi. yakni untuk melihat apakah program berhasil dijalankan dan dapat membuat kemajuan di masa yang akan datang.

antara lain disksi dengan karyawan baru setelah melewati masa satu tahun. 18 . umpan balik yang komprehensif dibutuhkan dari setiap individu yang terlibat dan ikut serta dalam program orientasi. wawancara dengan karyawan dan pengawas yang dipilih secara acak dan menyebarkan kuesioner.orientasi. Umpan balik dapat dihasilkan dengan beberapa cara.

anggota organisasi dan suasana kerja di semua lingkungan perusahaan 2. Materi : i) Sejarah perusahaan ii) Visi misi perusahaan iii) Struktur organisasi iv) Proses Bisnis v) Peraturan Perusahaan (termasuk peraturan kepegawaian) 19 . Calon karyawan belajar secara aktif merasakan perusahaan sebagai sebuah pengalaman. 3. Pendekatan: Pembelajaran aktif dan eksperiental. bukan perusahaan sebagai yang tertulis 4. Orientasi dilakukan apabila perusahaan melakukan penerimaan karyawan baru sekurang‐kurangnya 2 orang. Bentuk orientasi adalah Office Tour. HRD berperan sebagai pemandu mengajak calon karyawan berkeliling ke seluruh lingkungan perusahaan 5. Tujuan : Mengenalkan calon karyawan pada budaya perusahaan.Bab 3 Contoh Aplikatif Studi Kasus Berikut adalah desain program induksi dan orientasi yang digunakan pada suatu perusahaan: Panduan Progam Orientasi 1.

Aktivitas: 20 .

No Sesi Waktu Aktivitas Peserta diminta memilih satu orang sebagai partner (bisa diacak atau tidak) Peserta saling berkenalan dengan partnernya mengikuti panduan pertanyaan berikut ini i. Apa satu kata yang melukiskan keunikan diri anda? iii. Bisakah anda ceritakan bagaimana anda mulai bekerja di tempat ini? Apa harapan anda? ii. Apa konstribusi terbaik yang ingin anda berikan pada perusahaan ini? 1 Perkenalan 45 menit e. Peserta memperkenalkan partnernya kepada seluruh anggota keluarga berdasarkan cerita yang telah didapatkan g. Fasilitator menjelaskan bahwa mereka akan menjadi sebuah "keluarga" yang senasib bersama‐ sama mengikuti program orientasi dan induksi e. Fasilitator menjelaskan tujuan dan susunan acara program orientasi 21 . Keluarga menentukan nama keluarga dengan ketentuan satu kata atau frase yang melukiskan kesamaan diantara mereka h. Peserta diminta membentuk sebuah keluarga yang terdiri dari 2 ‐ 6 orang atau 2 ‐ 3 pasangan f.

visi misi. Fasilitator memberi penugasan kepada karyawan terkait sejarah perusahaan. struktur dan alur bisnis Fasilitator mengajak peserta berkeliling kantor sambil memberi penjelasan Logo ‐‐ Sejarah 3 Office Tour 1 jam Direktur ‐‐ Visi Misi Manajer ‐‐ Struktur dan Alur bisnis Fasilitator meminta peserta untuk menjawab penugasan melalui sharing antar peserta 22 .2 Orientasi 5 menit f.

No Sesi Waktu Aktivitas 1. Fasilitator menutup aktivitas orientasi dengan 5 Closing 5 menit simbolisasi perayaan bergabungnya mereka dalam perusahaan 23 . Fasilitator menjelaskan mengenai peraturan HRD Peraturan 4 HRD 30 menit yang berlaku di perusahaan 2. Fasilitator menjelaskan mekanisme induksi selama masa percobaan 3.

Bentuk induksi a.Panduan Program Induksi 1. Atasan langsung akan memberikan umpan balik dan memberikan informasi tambahan mengenai workflow dan ketentuan‐ketentuan lain. 3. The Great Story Calon karyawan diminta untuk menggali kejadian atau kisah yang memanifestasikan budaya perusahaan. Hasil penggalian dirupakan dalam paperwork dan di ceritakan dalam forum The Great Story yang difasilitasi oleh HRD. Tujuan: Melibatkan karyawan masa percobaan dalam pekerjaan dan terlibat sebagai bagian perusahaan 2. The Great Workflow Calon karyawan diminta membuat workflow dari pekerjaan yang ditanganinya. Calon karyawan aktif melakukan penggalian terhadap fokus pembelajaran yang ditetapkan oleh perusahaan. Karyawan baru diharuskan mengikuti sesi The Great Story dan The Workflow sekurang‐kurangnya 3 kali selama masa percobaan 4. Pendekatan: Pembelajaran aktif dan eksperiental. Workflow dirupakan dalam bentuk paperwork dan diceritakan kepada atasan langsung atau manajer yang bersangkutan. Mekanisme ini bertujuan mengembangkan kompetensi kekeluargaan (IU) b. Mekanisme ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi Anda mau 24 .

The Great Workflow 25 . Penugasan a.pasti bisa (AO) 5. The Great Story b. Waktu Pelaksanaan Sesi The Great Story diadakan tiga minggu sekali setelah masa orientasi dilaksanakan sampai berakhir masa percobaan karyawan yang bersangkutan Sesi The Great WorkFlow diadakan tiga minggu sekali setelah masa orientasi dilaksanakan sampai berakhir masa percobaan karyawan yang bersangkutan 6.

.

Fokus perbincangan adalah menjawab pertanyaan berikut ini: Sesi Pertama a. Disarankan perbincangan dilakukan pada saat makan siang atau waktu lain di luar jam kerja 4. Apa kejadian yang melukiskan kebersamaan dalam perusahaan ini? Bagaimana ceritanya? c. Apa tantangan tugas terberat yang pernah anda atau tim anda selesaikan selama bekerja di perusahaan ini? Apa tips‐tips anda untuk menjaga dan mengembangkan semangat ketika kita berada dibawah tekanan? Sesi Kedua a. Reporter bekerja dengan cara meminta waktu untuk berbincang‐ bincang dengan karyawan lama antara 3 ‐ 5 orang untuk mempelajari kebiasaan positif di perusahaan ini 3. Bagaimana cerita awal mula sang karyawan tersebut mulai bekerja di perusahaan ini? Apa harapan terhadap perusahaan ini diawal bekerja? b. Bagaimana cerita awal mula sang karyawan tersebut mulai bekerja di 27 .Panduan Penugasan The Great Story 1. Karyawan ditugaskan untuk berperan sebagai seorang reporter yang menggali cerita‐cerita hebat yang terjadi di perusahaan ini 2.

para reporter 28 . Seringkali kita saling menyalahkan satu sama lain. Apa ide cemerlang yang pernah anda usulkan dan diterima oleh perusahaan? Bagaimana sebuah ide cemerlang dapat diterima di perusahaan ini? 6. Bagaimana cerita awal mula sang karyawan tersebut mulai bekerja di perusahaan ini? Apa harapan terhadap perusahaan ini diawal bekerja? b. Cerita‐cerita inspiratif. Cerita dituliskan dari sudut pandang orang pertama. Bagaimana bekerja secara profesional di perusahaan ini? Bisakah di ceritakan contoh nyata yang anda alami? c.perusahaan ini? Apa harapan terhadap perusahaan ini diawal bekerja? b. Satu keluarga membuat satu majalah dinding. ii. Bisakah anda ceritakan kejadian dalam tim atau departemen anda ketika orang‐orang berorientasi pada solusi. bukan saling menyalahkan? Apa faktor kepemimpinan yang membuat hal itu terjadi? c. Hampir setiap hari kita menghadapi persoalan. Mind Map yang melukiskan keseluruhan inspirasi. Laporan dibuat dalam format majalah dinding yang terdiri dari: i. Oleh karena itu. Format Pelaporan a. Bisakah anda ceritakan kejadian ketika anda berbesar hati menerima masukan atau kritik dari rekan kerja atau bawahan? Bagaimana cara kita bisa berpikiran terbuka? Sesi ketiga a. b.

Bentuk laporan: a. 3. informasi harga dll ii. proses. aturan kerja. yang terdiri dari: a. keputusan. input. output. seperti aktivitas. 2. dll iii. seperti perintah kerja. Kejadian yang dicatat beserta dampaknya b.disarankan sharing temuan mereka dalam satu keluarga pada saat makan siang atau di luar jam kerja Panduan Penugasan The Great Workflow 1. Catatan proses bisnis atau pekerjaan dalam bentuk bagan alur i. Usulan perbaikan. manual. Karyawan diperbolehkan mengajukan usulan proses bisnis atau pekerjaan yang sekiranya bisa meningkatkan kualitas dan/atau efisiensi. Karyawan ditugaskan mencatat proses bisnis atau pekerjaan pada posisinya yang dilakukan setiap harinya. Usulan perbaikan beserta dampak positifnya Analisis 29 . seperti keadaan atau barang yang dihasilkan beserta kriteria keberhasilannya b.

Dalam aktivitas ini. Salah satu kelebihannya adalah metode ini tidak monoton karena melibatkan peran aktif pegawai lama dan baru. yaitu mengembangkan metode induksi dan orientasi menjadi efektif dan dapat mencapai tujuannya. karyawan baru ngobrol melalui pengajuan pertanyaan yang ada dalam panduan. Karyawan senior akan 30 . Bisa dibilang desain tersebut inovatif. karyawan baru diberi panduan yang berisi 3-4 pertanyaan untuk setiap sesi. mendengarkan lebih dari 20 menit tidak efektif. Selama makan siang ini.Contoh di atas adalah salah satu desain atau model induksi dan orientasi pada suatu organisasi. pegawai lama dan baru dituntut untuk saling berinteraksi dan bekerja sama. Harapannya. Desain yang pertama yaitu sebuah aktivitas yang disebut sebagai the great story. agar karyawan baru tahu dan bisa menyesuaikan dengan keadaan perusahaan. Dalam banyak riset. Karyawan baru diminta untuk membuat janji makan siang dengan karyawan senior baik didepartemen sendiri maupun departemen lain. Materi yang diserap hanya sampai 30% dari yang disampaikan. Kebanyakan model induksi dan orientasi pada organisasi atau perusahaan memberikan materi kepada karyawan baru yang sifatnya komunikasi satu arah. Karyawan baru hanya sebagai pendengar yang pasif tanpa dapat memberikan umpan balik pada kegiatan tersebut. Konsep yang diterapkan pada program induksi dan orientasi tersebut berbeda dengan metode yang ada pada teori maupun yang biasanya diselenggarakan perusahaan pada umumnya. Pertanyaan yang diberikan adalah disusun untuk menggali pengalaman terbaik karyawan senior terkait dengan sebuah nilai budaya. Dapat dilihat dari aktivitas-aktivitas pada panduan program.

Karyawan baru bertanya dan mendengarkan kisah-kisah yang menakjubkan tentang perusahaan yang baru mereka masuki. mereka akan menyampaikan hasil itu kepada atasan langsung mereka. tetapi juga mengintervensi karyawan senior. Selanjutnya. karyawan baru fokus pada proses bisnis dalam depatermen mereka. Menciptakan proses imitasi dan sugesti. Setelah itu. tetapi juga relasi personal yang positif pula. Mereka berkolaborasi membangun citra positif perusahaan dari dialog yang telah dilakukan. memilih yang terbaik dan menceritakan dengan penuh rasa bangga. Relasi yang terbangun tidak hanya relasi kerja. Hal demikian juga dapat terjadi 31 . Sehingga. atasan langsung dapat umpan balik. Karyawan baru paham pekerjaan. Dalam aktivitas ini. yaitu pegawai lama dapat memengaruhi pegawai baru tentang budaya organisasi pada perusahaan. Manfaat dari aktivitas-aktivitas tersebut antara lain dapat merekatkan hubungan dan meminimalisir batas/gap antar kedua belah pihak yang berbeda generasi itu. makan siang menjadi proses dialog mengenai pengalaman terbaik tentang nilai-nilai budaya organisasi atau perusahaan yang ingin dilestarikan. Karyawan baru melakukan wawancara dengan beberapa orang untuk menyusun alur kerja yang dilakukan dalam departemen mereka. karyawan baru dilibatkan dalam the great workplace. karyawan baru dan karyawan senior terlibat dalam proses emosional yang positif. atasan langsung bisa mengkonfirmasi pemahaman karyawan baru sekaligus mendapatkan masukan proses bisnis yang terjadi di unit kerjanya. Sehingga. Program orientasi karyawan tidak hanya mengintervensi karyawan baru. serta pegawai baru dapat meniru atau mengambil contoh dari pegawai lama.mengingat berbagai pengalaman. Pada titik itu.

Sehingga didapatkan pertukaran informasi antara kedua belah pihak. 32 . harapan dari desain induksi dan orientasi tersebut adalah dapat menjadikan program induksi dan orientasi efektif dan efisien. pegawai baru dapat menyerap apa yang ingin disampaikan perusahaan tanpa melalui proses yang membosankan.pada proses imitasi. sehingga. pegawai baru dapat melakukan meniru ilmu yang dimiliki pegawai lama atau sebaliknya.

3. 33 . 2. 5. dan ketentuan yang berlaku dalam perusahaan. 6. Menghindarkan kemungkinan timbulnya kekacauan yang dihadapi tenaga kerj baru ata tugas dan pekerjaan yang diberikan kepadanya. Memperkenalkan tenaga kerja baru dengan ruang lingkup perusahaan beserta kegiatannya. serta tenaga kerja yang sudah ada. Member kesempatan kepada tenaga kerja baru dalam menanyakan segala sesuatu yang berhubungan dengan tugas dan pekerjaannya. para penyelia. Tujuan induksi dan orientasi. Memberi pengertian kepada tenaga kerja baru bahwa mereka merupakan salah suatu unsur penting dalam perusahaan. Orientasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan tenaga kerja baru dalam mengembangkan pengertian tentang hubungannya dengan tenaag kerja lain serta dengan tugas dan pekerjaan dalam perusahaan. kebijakan. Menghemat waktu dan tenaga bagi tenaga kerja baru dengan memberitahukan ke mana mereka harus berkonsultasi. Meemberi informasi tantang peraturan.Bab 4 Kesimpulan Induksi adalah suatu kegiatan untuk memperkenalkan tenaga kerja baru dengan tugas dan pekerjaannya. antara lain untuk: 1. 4.

3. Pengadaan pertemuan kelas. Saran http://bukik. Karenanya bagi tenaga kerja yang baru. Bandung: refika Aditama 34 . Lingkungan kerja memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap efektivitas induksi dan orientasi.files.2010. Penunjukkan tempat-tempat tertentu. Pengenalan terhadap tenaga kerja lama.wordpress. Percobaan pelaksanaan tugas dan pekerjaan. 4.Prosedur induksi dan orientasi meliputi: 1. siituasi dan kondisi pertama kali akan berkesan kepada yang bersangkutan. Wawancara penyuluhan pendahuluan.pdf Sedarmayati. baik kesan positif maupun negatif.com/2010/05/panduan-program-induksi-bukikcom1. 2.manajemen sumber daya manusia. 5.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->