Dokumen Lelang BAB VI SPESIFIKASI TEKNIS

6.1 DATA PROYEK Nama Kegiatan : Pengadaan Pompa, Pembangunan Rumah Pompa Rumah Jaga Ruang Generator Set dan Pintu Air Beserta Kelengkapannya Paket Kegiatan : Pembangunan Rumah Pompa Saluran Kedung Asem Lokasi : Kota Surabaya Pemilik Proyek : Pemerintah Kota Surabaya Dinas Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Sumber Dana : APBD 2007 (Pendapatan Daerah) 6.1.1 LINGKUP PEKERJAAN Pembangunan Rumah Pompa Saluran Kedung Asem • Pekerjaan Persiapan • Pembangunan Rumah Pompa • Pembangunan Rumah Jaga • Pembuatan saluran drainase dan perlengkapannya • Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal • Pembangunan Rumah Genset • Pengadaan Pemasangan Pompa Banjir 6.1.2 RENCANA KERJA Dalam waktu selambat-lambatnya 3 hari dari saat penunjukan pemenang, kontraktor harus mengajukan sebuah rencana kerja atau action plan tertulis lengkap dengan gambargambar pendukung metode kerja, sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan seperti yang disebutkan dalam dokumen tender, menjelaskan secara terperinci urusan pekerjaan dan cara melaksanakan pekerjaan tersebut hal-hal khusus bila diperlukan, persiapanpersiapannya, peralatan, pekerjaan sementara yang ada sejauhmana hal tersebut mencakup lingkup dari pekerjaannya dan harus mendapatkan persetujuan dari Direksi, pengawas dan pihak-pihak atau instansi yang terkait dengan kelangsungan proyek tersebut di atas. 6.1.3 TEMPAT KERJA Bilamana diperlukan tempat kerja dan tempat kerja tersebut di luar daerah pengawasan proyek, dimana harus membayar sewa/dikeluarkan biaya ganti rugi, maka Kontraktor

harus menyelesaikannya tanpa membebani Direksi dengan pembiayaan tambahan. 6.1.4 TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor wajib memeriksa kekuatan kontruksi yang akan dilaksanakan dan harus mengkonsultasikan dengan Konsultan Perencanaan dan Konsultan Pengawas. Segala sesuatu kerusakan yang timbul akibat kelalaian Kontraktor karena tidak melaksanakan pemeriksaan kekuatan maka akibat yang ditimbulkan menjadi tanggung jawab Kontraktor. Pada Keadaan apapun, dimana pekerjaan-pekerjaan yang SP-1

Dokumen Lelang dilaksanakan telah mendapat persetujuan Direksi lapangan tidak berarti membebaskan Kontraktor atas tanggung jawab pada pekerjaan sesuai dengan isi kontrak. 6.1.5 TENAGA KERJA Tenaga-tenaga kerja yang digunakan hendaknya dari tenaga-tenaga yang ahli/terlatih dan berpengalaman pada bidangnya dan dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik sesuai dengan ketentuan /petunjuk Direksi Lapangan. 6.1.6 SATUAN UKURAN Semua satuan ukuran yang disebutkan dalam spesifikasi ini serta yang digunakan di dakam pekerjaan adalah standart meter dan kilogram. Bila disebut satu ton, yang dimaksud adalah satu ton yang bernilai 1000 kilogram 6.1.7 PERINTAH UNTUK PELAKSANAAN Bila Kontraktor tidak berada di tempat pekerjaan dimana Direksi bermaksud untuk memberikan petunjuk-petunjuk, maka petunjuk-petunjuk itu harus diturut dan dilaksanakan oleh Pelaksana atau orang-orang yang ditunjuk untuk itu oleh Kontraktor. Orang-orang atau pelaksana tersebut harus mengerti bahasa yang dipakai oleh Direksi atau Kontraktor akan menyediakan penterjemah khusus untuk keperluan tersebut. 6.1.8 PEKERJAAN DAN BAHAN BAHAN YANG TERMASUK DIDALAM HARGA SATUAN. Pekerjaan dan bahan bahan yang diperlukan sesuai dengan macam-macamnya seperti yang disebutkan artikel artikel dalam spesifikasi ini, gambar rencana petunjuk tambahan ataupun petunjuk petunjuk Direksi dilapangan harus tercakup dalam pembiayaan untuk tenaga kerja, harga bahan, organisasi kerja, biaya tak terduga, keuntungan, biaya biaya

penggantian sewa / pemakaian tanah pada pihak ketiga, atau kerusakan atas milik seseorang, kerja lain yang disebut dalam spesifikasi ini untuk kesempurnaan hasil kerja dimana tidak ada mata pembiayaan khusus pengairan air darurat selama pelaksanaan kerja, pembongkaran, peralatan bahan peledak serta alat alatnya, penempatan bahan bahan sesuai dengan petunjuk perlindungan, perkuatan pengaturan as saluran dan tenaga ahli untuk keperluan ini, perumahan dan pembiayaan lainyang biasaanya diperlukan guna menyelesaikan pekerjaan sebaik baiknya. 6.1.9 LAPORAN. a. Kontraktor diharuskan membuat bahan laporan berkala kemajuan pekerjaan untuk setiap satu minggu kegiatan dengan mengisi formulir evaluasi kemajuan pekerjaan sesuai dengan petunjuk Direksi. Ringkasan laporan tersebut harus mencantumkan keadaan cuaca jumlah pengerahan tenaga kerja, tenaga pengawas, dan pelaksana. Alat alat yang dipergunakan, jumlah bahan bahan bangunan lokasi pekerjaan kemajuan fisik dari pekerjaan yang telah selesai, masalah-masalah yang timbul dilapangan serta pemecahannya dan rencana kerja minggu berikutnya. b. Laporan kemajuan pekerjaan harus diserahkan oleh kontraktor pada setiap akhir pekan untuk dievaluasi. SP-2

Dokumen Lelang c. Laporan lain seperti laporan harian dan lain lain sesuai dengan uraian dalam syarat syarat umum kontrak. 6.1.10 GAMBAR–GAMBAR DAN UKURAN a. Gambar-gambar yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan adalah: - Gambar yang termasuk dalam dokumen tender - Gambar perubahan yang disetujui Direksi - Gambar lain yang disediakan dan disetujui Direksi b. Kalkir asli dari gambar-gambar proyek disimpan Laporan kemajuan pekerjaan harus diserahkan oleh kontraktor pada setiap akhir pekan untuk dievaluasi. c. Kontraktor diharuskan menyimpan satu set cetak biru dikantor lapangan untuk dipergunakan setiap saat apabila diperlukan. d. Gambar gambar pelaksanaan (shop Drawing) dan detailnya harus mendapat persetujuan direksi sebelum dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. e. Pada penyerahan terakhir pekerjaan yakni sesudah selesainya masa pemeliharaan harus disertai Gambar hasil pelaksanaan (as built drawing). f. Semua ukuran dinyatakan dalam system metrik. 6.1.11 WILAYAH KERJA a. Secara umum Kontraktor dilarang menimbun atau menempatkan bahan-bahan

kekuatan dan sifat-sifat penting lainnya dari bahan tersebut. 6. Di dalam pelaksanaan pekerjaan. Apabila diperlukan. maka Direksi berwenang untuk menolak bahan tersebut dan mengharuskan Kontraktor untuk menyingkirkannya dan di ganti dengan bahan-bahan yang sesuai dengan contoh yang telah diperiksa terdahulu. baik dalam hal mutu. Kontraktor harus menunjukkan contoh dan bahan bersangkutan kepada Direksi untuk diperiksa dan diteliti mengenai jenis. berat. berat maupun kekuatannya. c. Untuk bahan-bahan yang mutunya mudah berdasarkan standart internasional. Semua bahan yang disimpan di lokasi proyek harus diletakkan dan dilindungi .1. mutu. distributor yang menjual atau pabrik yang memproduksi bahan yang bersangkutan. Kontraktor harus berkoordinasi dengan instansi yang terkait sehubungan dengan jaringan utilitas yang ada. Hasil pekerjaan dan mutu termasuk bahanbahan yang terpakai harus diterima dan disetujui Direksi. b. g. e. Untuk bahan bahan yang mutunya belum diatur dalam peraturan standar maupun ketentuan dalam spesifikasi teknis. harus mendapat perstujuan dari Direksi sebelum dipergunakan. Semua bahan yang dipergunakan harus memenuhi persyaratan yang tercantum dalam peraturan standar yang berlaku di Indonesia. c. d. Semua bahan yang dipergunakan untuk melaksanakan setiap jenis pekerjaan harus terdiri dari kualitas tinggi sesuai dengan yang tercantum dalam syarat-syarat kualitas bahan masing-masing bagian pekerjaan. maka bahan bangunan harus didatangkan dari gudang Kontraktor atau Leveransir setiap hari dengan jumlah yang cukup untuk pekerjaan satu hari. f. Direksi dapat meminta copy atau tembusan dari perintah pembelian (faktur) yang dipesan Kontraktor kepadsa leveransir atau distributor pembelian bahan-bahan yang akan dipakai. b. Apabila tidak terdapat tempat kosong yang sesuai untuk menimbun atau menyimpan bahan-bahan bangunan di sekitar lokasi proyek. Sebelum bahan-bahan yang dipesan dikirim ke lokasi proyek. Apabila diperlukan Direksi dapat meminta Kontraktor untuk menunjukkan sertifikat SP-3 Dokumen Lelang tes dari agen. Standar peraturan yang berlaku adalah edisi terakhir. Apabila bahan-bahan yang dikirim ke lokasi proyek ternyata tidak sesuai dengan contoh yang ditunjukkan.12 BAHAN-BAHAN DAN MUTU PEKERJAAN a. jenis.bangunan di tepi jalan umum karena jalan umum tidak termasuk wilayah kerja Kontraktor kecuali ada pertimbangan khusus dan perstujuan dari Direksi.

maka Kontraktor diharuskan membuat bangunan atau tanggul sementara dan menyediakan pompa air berkapasitas cukup beserta alat Bantu dan pelengkapnya untuk menjamin hal tersebut pada dasar galian. Hujan lebat yang mengakibatkan genangan pada galian tidak dianggap Force Majeure dan perbaikan atas kerusakan yang terjadi adalah beban Kontraktor. Apabila pada keadaan tertentu Direksi memandang perlu untuk melaksanakan pekerjaan pada kondisi tanah yang kering. Dalam hal ini pelaksanaan pekerjaan menuntut kemajuan pekerjaan yang cepat dan Direksi dapat menginstruksikan untuk menambah pompa-pompa agar dasar galian tetap dalam keadaan kering.sedemikian rupa sehingga tidak dapat terjadi kontaminasi atau mengalami proses lainnya yang dapat mengakibatnya rusaknya atau menurunnya mutu bahan-bahan tersebut. e. f. Dalam melaksanakan tugasnya ahli tersebut mempunyai wewenang untuk mewakili Direksi dalam menguji dan menilai bahanbahan yang diajukan Kontraktor. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku Kontraktor dilarang menyimpan bahan-bahan berbahaya seperti minyak. j. b. h. Kondisi muka air tanah yang tinggi dan jenis tanah yang kurang kedap air dapat menyebabkan derasnya rembesan air tanah ke dalam galian. Dalam hal ini semua biaya perbaikan ditanggung Kontraktor. Air hujan yang mengalir ke dalam galian yang mengakibatkan kerusakan pondasi yang masih dalam pelaksanaan termasuk resiko kontraktor. baik di lokasi proyek maupun digudang leveransir atau di lokasi pabrik atau produsen. Penggunaan bahan-bahan dalam pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti pedoman atau petunjuk dari pabrik yang memproduksinya. Kelalaian kontraktor dalam menyediakan pompa dan bangunan sementara lainnya yang dapat mengakibatkan rusaknya konstruksi yang telah dibuat adalah tanggung jawab kontraktor sepenuhnya. d.13 PELAKSANAAN PEKERJAAN DALAM KEADAAN KERING a. 6. gas dan bahan kimia sedemikian rupa sehingga keselamatan orang dan keamanan lingkungan sekitarnya dapat dijamin. SP-4 Dokumen Lelang c. Kelalaian dalam hal ini merupakan tanggung jawab Kontraktor. Direksi berhak menunjuk seorang ahli dalam memeriksa mutu bahan-bahan yang diajukan oleh Kontraktor. cairan laiinnya yang mudah terbakar. dasar pondasi dan permukaan tanah lainnya adalah beban Kontraktor. Direksi dapat menginstruksikan Kontraktor untuk membuat saluran atau sudetan sementara untuk mengalirkan air hujan agar pekerjaan dapat tetap dilaksanakan . i.1.

Perbaikan talud serta akibat menjadi tanggung jawab Kontraktor. i.14 PEMBONGKARAN STRUKTUR YANG ADA Pekerjaan ini harus mencakup pembongkaran. goronggorong memerlukan pembongkaran lantai. Untuk pembuatan pasangan talud (plengsengan) pada saluran-saluran yang sudah ada. h.15 KEWAJIBAN KONTRAKTOR UNTUK MATERIAL YANG DISELAMATKAN DAN STRUKTURAL YANG ADA Bila pelebaran. maka Kontraktor harus menimbun kembali saluran dan sudetan sementara seperti keadaan semula. baik keseluruhan ataupun sebagian. Pekerjaan harus juga meliputi pemindahan yang memenuhi syarat dari material bongkaran dalam pasal ini. perpanjangan atau peningkatan lain terhadap suatu jembatan.dalam keadaan kering. batu pinggir. pengangkutan.1. tidak mudah rusak akibat kikisan air. dan pemindahannya dari saluran. g. yang meliputi baik pembuangan atau penyelamatan penanganan. harus dibuat baik kembali atas biaya . gorong-gorong tembok kepada dan apron. Perlu koordinasi antar Kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan guna mengendalikan aliran air di saluran. penyimpanan dan pengamanan terhadap kerusakan dari material yang ditentukan oleh Direksi. Persetujuan Direksi seperti tersebut pada butir (gambar) tidak mengurangi tanggung jawab Kontraktor. Setiap kerusakan atau kehilangan dari bagian yang diselamatkan yang sementara dibongkar atau setiap kerusakan pada bagian struktur yang akan dipertahankan yang SP-5 Dokumen Lelang disebabkan oleh keteledoran Kontraktor. Apabila pekerjaan telah dianggap selesai. Sebelum pelaksanaan pembuatan tanggul dimulai. 6.1. Tanggul/kisdam harus dibuat cukup kuat. Kontraktor diharuskan membuat tanggul (kisdam) sepanjang talud dengan ukuran dan Kontraktor yang disetujui oleh Direksi. gelagar. pintu air atau bagian struktur lainnya pembongkaran tersebut harus dilaksanakan tanpa menimbulkan kerusakan pada bagian struktur yang akan dipertahankan. tembok kepala. 6. Kontraktor harus mengajukan gambar detail talud beserta spesifikasi bahan yang akan digunakan untuk mendapatkan persetujuan Direksi. tembok bangunan dan stuktur lain yang diperlukan untuk dibongkar untuk memungkinkan pembangunan atau perpanjangan atau perbaikan dari stuktur yang akan dibongkar. jika sewaktu-waktu talud mengalami kerusakan.

pihak Kontraktor harus menyampaikan kepada Konsultan Pengawas mengenai metode/ cara pembongkaran yang akan dilakukan. 2. bahan bongkaran harus segera dikeluarkan dari ruang dan ditempatkan diluar pada tempat yang sesuai. SP-6 . Hal ini dimaksudkan untuk menghindari bahaya yang ditimbulkan oleh adanya pembongkaran dan menghindari terjadinya kerusakan pada bagian-bagian bangunan yang secara arsitektural masih dipertahankan. kusen yang lama serta bagian-bagian lain yang ditujukan dalam gambar. karena material pembongkaran ini merupakan asset negara. Pembongkaran ini meliputi pembongkaran dinding bata. Untuk pembongkaran pasangan dinding bata. Jenis peralatan yang digunakan. Jaringan-jaringan listrik. 6. debu dll terhadap lingkungan sekitarnya. 6. Tidak ada material bongkaran yang menjadi milik Kontraktor.16 PENGATURAN PEMBUANGAN SISA-SISA Kontraktor harus melakukan seluruh pengaturan yang diperlukan dengan pemilik tanah dan memikul seluruh biaya untuk memperoleh lokasi yang sesuai untuk pembuangan material sisa dan untuk penyimpanan dari material yang diselamatkan.17 PROSEDUR PEMBONGKARAN a. Sebelum melakukan pembongkaran. hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya gangguan-gangguan pada jaringan secara keseluruhan. b. Material hasil bongkaran harus ditempatkan pada tempat yang aman. 4.1. Lingkup Pekerjaan 1. 3.Kontraktor. 2.1. Seluruh material yang diselamatkan harus disimpan sebagaimana diminta oleh Direksi. dalam arti tidak menggangu aktifitas serta aman terhadap pencurian.18. Pekerjaan pembongkaran disini meliputi seluruh pekerjaan pembongkaran terhadap bahan-bahan yang sudah tidak berfungsi maupun guna melakukan rehabilitasi terhadap ruang yang bersangkutan. Pembongkaran yang dilakukan harus memperhatikan kaidah-kaidah structural dan arsitektur juga pengaruh suara.1. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Pembongkaran diusahakan seminimal mungkin timbulnya suara dan debu yang dapat mengganggu lengkungan sekitarnya. 5. PEMINDAHAN DARI MATERIAL BONGKARAN a. pipa-pipa air harus diamankan terlebih dahulu sebelum dilakukan pembongkaran. 7. 5. Seluruh material yang diselamatkan tetap merupakan milik dari pemilik yang sah sebelum pekerjaan pembongkaran dilakukan. 6.

6.2.2. c. toleransi salah tutup. daerah kerja harus dibersihkan dari pepohonan.2. sisa-sisa bangunan.2 Pengukuran Kembali a. serta areal diratakan dan dirapikan kembali.1 Jaringan Titik Tetap a. Setelah pelaksanaan pekerjaan selesai semua. . sampah. akar-akar pohon. lokasi areal pekerjaan juga harus dibersihkan dari sisa-sisa semua material yang tidak terpakai . Apabila ada perubahan akan ditentukan/disesuaikan dengan kondisi lapangan setempat bersama Direksi. Kontraktor harus membuat jaringan patok titik tetap local yang disahkan Direksi lapangan dan Perencana. semak belukar.2. b. Semua elevasi yang ditunjukkan dan tercantum dalam gambar adalah elevasi yang dikaitkan dengan ketinggian patok titik tetap seperti yang dijelaskan pada butir di atas. 6. 6. Apabila timbul keragu-raguan dari pihak Kontraktor dalam menginterpretasikan angka-angka elevasi dalam gambar. d. baik dari jenisnya maupun kondisinya. Cara pengukuran ketetapan hasil pengukuran. c. dan pembuatan serta pemasangan patok Bantu akan ditentukan oleh Direksi.2 PEKERJAAN PERSIAPAN 6. maka hal ini harus dilaporkan kepada Direksi untuk diminta penjelasannya. b. Seluruh material dan sampah yang tidak ditetapkan untuk dipertahankan atau diselamatkan dapat dibakar atau jika tidak dibuang seperti yang disetujui oleh Direksi. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. Alat-alat ukur yang dipergunakan harus dalam keadaan berfungsi baik dan sebelum pekerjaan dimulai semua alat ukur yang akan dipakai harus mendapat persetujuan Direksi. Referensi Elevasi ditetapkan berdasarkan patok BPN atau elevasi yang ditetapkan Direksi lapangan dan perencana.2.2 PENGUKURAN 6.2.Dokumen Lelang b. Patok titik tetap yang dipergunakan sebagai referensi dalam proyek ini tercantum dalam gambar-gambar rencana atau ditunjukkan oleh Direksi di lapangan.1 Pembersih Lapangan Sebelum pekerjaan mulai dilaksanakan. dan semua material tersebut harus dibuang dari areal lokasi pekerjaan sesuai dengan petunjuk Direksi pekerjaan.

maka Direksi akan memutuskan hal itu.e. Sebelum pekerjaan dimulai. i. SP-7 Dokumen Lelang f. Pekerjaan dapat dihentikan beberapa saat oleh Direksi bila dipandang perlu untuk mengadakan penelitian kelurusan maupun level dari bagian-bagian pekerjaan. semua bantuan diperlukan Direksi dalam pengadaan pengecekan leveling tersebut. Apabila terdapat perbedaan antara elevasi yang tercantum dalam gambar dengan hasil pengukuran ulang. j. Kontraktor bersama-sama dengan Direksi harus secara bersama-sama mengambil peil permukaan dan sounding areal kerja dan menyetujui semua kekhususan terhadap mana semua pekerjaan didasarkan. Sudut. koordinat. serta letak patokpatok harus dibuat gambarnya dan dilaporkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Kebenaran dari hail laporan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor. g. Hasil pengukuran kembali harus sudah diserahkan disetujui oleh Direksi selambatlambatnya 10 hari setelah tanggal SPK. h.2. Hasil pengukuran lengkap mengenai peil elevasi. f. Kontraktor harus menggerakkan personil teknisnya untuk melakukan survey dan membuat laporan mengenai kondisi fisik lapangan khususnya lokasi rencana konstruksi apakah terdapat ketidaksesuaian. d.3 Pekerjaan Pengukuran dan Survey Lapangan a. yang e. b. 6. bila akan mengadakan leveling pada semua bagian daripada pekerjaan. Kontraktor harus menyediakan alat-alat ukur selama pekerjaan berlangsung berikut ahli ukur yang berpengalaman sehingga apabila dianggap perlu setiap saat siap mengadakan pengukuran ulang. maka pengukuran ulang menjadi tanggung jawab Kontraktor. Kontraktor harus menyediakan dan merawat stasion survey yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan dan harus mebongkarnya setelah pekerjaan selesai. Pengukuran titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat optik dan sudah ditera kebenarannya/dikalibrasi. g. c.2. Jika menurut pendapat Direksi kemajuan Kontraktor tidak memuaskan untuk menyelesaikan pekerjaan survey ini tepat pada waktunya atau dalam hal Kontraktor . Apabila terdapat kesalahan dalam pengukuran kembali. Kontraktor harus menyediakan atas biaya Kontraktor. Kontraktor harus membuat peil/titik-titik tanda (bench mark) permanen di tiap-tiap bagian pekerjaan dan peil ukuran ini harus diberi pelindung dan dirawat selama berlangsungnya pekerjaan agar tidak berubah. Kontraktor harus memberitahu Direksi sekurang-kurangnya 24 jam dimuka.

peralatan dari tanah milik Pemerintah. tidak mudah rusak dan tidak bergerak serta harus dijaga agar tidak rusak/hilang selama pelaksanaan pekerjaan. Bauwplank bangunan harus dibuat sejajar dengan dinding tepi bangunan sejarak tertentu diluar galian pondasi.3 Pematokan dan Bouwplank a. Patok dan bauwplank harus dibuat kokoh. d. Elevasi yang tercantum dalam bauwplank dan patok akan menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan baik dalam penentuan dimensi.4 Mobilisasi a. ketinggian maupun as bangunan atau konstruksi lainnya. Pekerjaan harus termasuk pula pekerjaan demobilisasi dari daerah kerja yang dilaksanakan oleh pihak Kontraktor pada akhir kontrak. dan pihak Kontraktor diharuskan untuk melaksanakan pekerjaan perbaikan dan penyempurnaan pada daerah kerja. e. sehingga kondisinya sama . c. termasuk Kontraktor. Pembanguan dan pemeliharaan pangkalan. Mobilisasi dan pemasangan peralatan yang didasarkan atas peralatan yang diserahkan dalam penawaran dari suatu lokasi tertentu atau dari pelabuhan bongkar di Indonesia ke tempat yang digunakan sesuai ketentuan Kontrak. Direksi dapat menunjuk stafnya sendiri atau pihak lain untuk mengerjakan survey lapangan dan membebankan seluruh biayanya kepada Kontraktor. Kontraktor harus melaksanakan pematokan dan pemasangan bouwplank sesuai petunjuk Direksi. Bauwplank harus dibuat tegak lurus sumbu saluran dan harus dibuat selebar pondasi saluran. Peralatan ini akan tetap menjadi milik kontraktor setelah pekerjaan pembangunan proyek selesai. Pengadaan dan pemeliharaan peralatan lapangan seperti tercantum spesifikasi ini. 6. SP-8 Dokumen Lelang b. termasuk membongkar kembali seluruh instalasi-instalasi. Bangunan ini akan tetap menjadi milik Kontraktor setelah pekerjaan pembangunan proyek selesai. Pembelian atau sewa atas tanah guna keperluan pangkalan Kontraktor dan kegiatan-kegiatan pelaksanaan. Kegiatan Mobilisasi Kegiatan Mobilisasi meliputi hal sebagai berikut : 1. 6. tempat tinggal. gudang-gudang dan sebagainya.tidak memulai pekerjaan atau melakukan pekerjaan tidak dengan standar yang ditentukan.2. 2.2. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai. bengkel-bengkel.

5 Kantor Lapangan/ Ruangan Direksi SP-9 Dokumen Lelang a. b. Tempat kosong untuk parkir kendaraan proyek harus disediakan di sekitar kantor lapangan. Lokasi untuk membangun gudang dan kantor lapangan akan ditentukan oleh Direksi. Kontraktor harus menyiapkan gambar rencana dari gudang dan kantor lapangan tersebut. Pada saat pelaksanaan pekerjaan dinyatakan selesai. c. ternyata pelaksanaan mobilisasi tidak lancar sesuai program mobilisasi yan telah disepakati bersama. e. Penyediaan dan pengerjaan hal-hal yang tersebut pada artikel ini tidak akan mendapat pembiayaan tersendiri tetapi kesemuanya harus sudah termasuk dalam pembiayaan menurut Kontrak pada mata pembiayaan sewa Direksi Keet. d. alat pemadam api dan kotak pertolongan pertama. 6. kantor lapangan beserta perlengkapnnya. i. g. gudang dan kantor lapangan harus diongkar oleh Kontraktor atas biaya sendiri dan semua peralatan dan perlengkapan tetap menjadi milik Kontraktor. Ukuran dan bentuk gudang. Atas petunjuk yang diberikan. Waktu Mobilisasi Mobilisasi dari seluruh mata pekerjaan diatas harus diselesaikan dalam jangka waktu pekerjaan. maka dalam hal ini Direksi berhak untuk menempuh kebijaksanaan yaitu mengeluarkan berita acara pembayaran pendahuluan. dengan nilai pembayaran untuk mobilisasi diambil setingi-tingginya 70 % dari ketentuan di atas. transportasi. Syarat-syarat minimum yang harus dipenuhi untuk pembuatan gudang dan kantor lapagan adalah penyediaan sarana sanitasi air bersih. Kontraktor harus menyediakan kantor lapangan untuk dipergunakan oleh Direksi selama pelaksanaan pekerjaan. alat komunikasi serta gudang untuk menyimpan bahan dan peralatannya.dengan keadaan sebelum pekerjaan dimulai. Dalam hal dimana pihak Kontraktor tidak menyelesaikan mobilisasi sesuai dengan batas waktu yang ditentukan atau kalau menurut pendapat Direksi. sambungan listrik. b. Bangunan untuk kantor Direksi yang diuraikan dalam pasal diatas akan dibayar secara . kebersihan dan keamanan gudang dan kantor lapangan merupakan tanggung jawab Kontraktor. Sisanya akan ditahan dan berita acara pembayarannya baru dikeluarkan setelah Pihak Kontraktor berhasil menyelesaikan sisa bagian pekerjaan mobilisasi dalam jangka waktu Masa Pelaksanaan. f. h. Pemeliharaan.2.

Dalam hal ini Kontraktor diharuskan mendapatkan pengarahan dan pedoman dari instansi setempat yang berwenang yaitu Polisi Lalu Lintas dan Dinas Perhubungan. Lalu Lintas Proyek 1. b. sejauh pekerjaannya mempengaruhi kelancaran lalu lintas umum. Kontraktor harus menyediakan generator sebagai daya listrik secukupnya. gorong-gorong yang diakibatkan oleh lalu lintas proyek dibebankan pada Kontraktor dan harus disetujui Direksi. Pengalihan Arus Lalu Lintas Umum dan Pembuatan Jalan Darurat Kontraktor diharuskan membuat rencana khusus untuk setiap sub proyek sehubungan dengan pengaturan lalu lintas dalam menunjang kelangsungan pekerjaan. k. termasuk dapat melindungi material yang tersimpan. jembatan. Bangunan tersebut harus dapat dijamin agar didalamnya bebas dari air hujan dan sinar matahari. Penggunaan jalan dan jembatan umum harus diatur sedemikian rupa agar gangguan lalu lintas dan kerusakan yang timbul sebagai akibatnya dijaga sekecil mungkin.6 Pengaturan Lalu Lintas a. 2. Kontraktor bertanggung jawab atas semua biaya pengadaan fasilitas tersebut pada butir a dan b.2. j.harga unit price untuk sewa direksi keet. guna kebutuhan penerangan proyek dan keperluan pelaksanaan pekerjaan. o. 6. untuk keperluan pekerja selama pekerjaan berlangsung. Kontraktor wajib membuat urinoir dan WC termasuk instalasi. pengadaan. Kontraktor harus mengisi perabotan maupun perlengkapan lain di ruang Direksi keet atas usulan Kontraktor dan persetujuan Direksi. dimana harus dianggap bahwa pembayaran dilaksanakan secara penuh baik untuk pekerjaan pembangunan. Kontraktor harus membuat septictank berikut resapannya untuk membuang air kotor dari urionir dan WC. Kontraktor harus membuat bangunan Direksi keet serta gudang bahan yang luas dan bentuknya akan ditentukan kemudian. n. m. Pelaksanaan . pembersihan maupun pekerjaan pembongkaran bangunan setelah selesai penanganan pekerjaan. langsung di lapangan. l. alkali dan bahan-bahan organis atau bahan lain yang dapat merusak pelaksanaan pekerjaan. garam. pelayanan. Kontraktor harus menyediakan sendiri sumber air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak. Dalam melaksanakan pekerjaannya Kontraktor diharuskan mematuhi dan mentaati ketentuan dan peraturan lalu lintas umum yang berlaku. Perbaikan kerusakan terhadap jalan. Lokasinya akan ditentukan kemudian oleh Direksi. SP-10 Dokumen Lelang p.

Apabila Direksi memandang perlu. Apabila pekerjaan telah dinyatakan selesai oleh Direksi. maka Kontraktor diharuskan meminta pengawalan dari instansi yang berwenang. memasang dan menempatkan ramburambu lalu lintas sementara pada lokasi dan posisi penting termasuk rintanganrintangan di sekitar lokasi proyek. Apabila dalam rangka pekerjaan penggalian saluran baru atau penggantian . Kontraktor diharuskan menyingkirkan semua rambu-rambu dan rintangan-rintangan sementara yang tidak diperlukan lagi yang selama pelaksanaan dipergunakan untuk pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek. SP-11 Dokumen Lelang e. Pengangkutan alat-alat berat ke lokasi proyek harus diatur sedemikian rupa agar beban total dari kendaraan yang mengangkut alat-alat berat tersebut tidak melampaui kapasitas jalan/jembatan yang dilalui. 2. Pengaturan Pemindahan Jaringan Pipa dan Kabel/Utilitas eksisting 1. Ketentuan yang sama juga berlaku untuk pengangkutan bahanbahan konstruksi. Untuk itu alat-alat serta yang dimaksud harus diuraikan menjadi beberapa bagian untuk kemudian diangkut beberapa kali. Biaya penggantian dan perbaikan atas kerusakan terhadap pipa dan kabel yang masih berfungsi sebagai akibat dari kelalaian Kontraktor dalam melaksanakan pekerjaannya adalah menjadi beban Kontraktor sepenuhnya. c.pekerjaan yang menuntut dialihkannya arus lalu lintas umum untuk sementara waktu harus mendapat persetujuan Direksi dan dengan seijin Polisi Lalu Lintas dan Dinas Perhubungan. Pengaturan Pengangkutan Alat-alat Bantu dan Bahan Konstruksi 1. 3. Semua pipa dan kabel yang termasuk dalam kategori (d) diatas dan yang sudah tidak berfungsi lagi serta jalurnya melintasi dan menghalangi aliran air dalam saluran harus disingkirkan atau dipotong sesuai petunjuk Direksi. pipa gas. 2. Yang termasuk dalam istilah pipa dan kabel/Utilitas eksisting adalah pipa distribusi air bersih PDAM. membuat. 4. d. mudah dimengerti oleh setiap pengendara kendaraan dan pada setiap cuaca gelap dan malam hari harus diberi penerangan. Rambu-rambu Sementara Kontraktor diharuskan menyediakan. kabel listrik. Penempatannya yang harus dengan persetujuan polisi lalu lintas atau instansi lain yang berwenang. Bentuk dan ukuran huruf serta susunan kalimat pada rambu dan rintangan harus jelas. dan kabel TELKOM yang pemasangan jaringannya di atas maupun tertanam dan di bawah permukaan tanah.

Dimensi bangunan pelengkap . Ukuran. akan menjadi acuan dan dasar pembuatan gambar-gambar selama waktu pelaksanaan sampai selesai pekerjaan. 5. Direksi berhak menunjuk seorang ahli yang akan memberi pengarahan dan mengawasi semua pekerjaan instansi dalam rangka pemindahan dan pengalihan jalur atau lintasan pipa dan kabel.8 Gambar-gambar yang harus Dipersiapkan oleh Kontraktor. Hal-hal lain sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan. Data dan hasil pengukuran awal oleh Kontraktor yang telah disyahkan dan disetujui oleh Direksi pekerjaan tersebut.1 Umum Pelaksanaan pengukuran awal oleh Kontraktor yang dilaksanakan sejak diterimanya Surat Perintah Mulai Kerja dari Pemilik pekerjaan. Gambar-gambar hasil pengukuran awal tersebut diatas. 6.memperdalam dasar saluran lama ditemui lintasan pipa dan kabel yang masih berfungsi. Elevasi muka tanah asli dan masing-masing dikerjakan . serta yang harus dibayar oleh Pemilik pekerjaan. Bentuk tiap jenis bangunan yang akan dikerjakan . harus bisa memberikan secara jelas hal-hal yang berkaitan dengan rencana pelaksanaan pekerjaan yang meliputi antara lain : . maka Direksi dan Kontraktor menghubungi instansi yang mengelola jaringan tersebut untuk menentukan biaya pemindahan jalur pipa dan kabel yang dimaksud untuk dialihkan di bawah dasar saluran rencana.2. akan merupakan dasar pokok kesepakatan bersama antara Kontraktor dan Pemilik pekerjaan untuk menghitung volume dari masing-masing jenis pekerjaan yang harus dan telah dilaksanakan oleh Kontraktor. Rencana garis galian pondasi .7 Papan Nama Proyek Kontraktor harus membuat dan memasang papan nama proyek di lokasi yang ditunjuk Direksi. .8.2. 6. 6. Semua gambar yang dipersiapkan oleh Kontraktor.2. Jenis serta komposisi material yang dipergunakan SP-12 Dokumen Lelang . bentuk dan susunan kata-kata dan warna akan ditentukan Direksi. dimaksud untuk mendapatkan gambaran kondisi lapangan sesungguhnya dibandingkan dengan gambar yang diterima oleh Kontraktor dan Pemilik Pekerjaan.

As Built Drawing Semua gambar tersebut di atas. maka Kontraktor harus konsultasi dan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Pemilik Pekerjaan atau Direksi. “Construction Drawing” atau “Working Drawing” yang dipersiapkan oleh Kontraktor tersebut. Kontraktor wajib membuat copy “Construction Drawing” atau “Working Drawing” sebanyak minimal 5 (lima) copy dengan distribusi dua copy untuk Direksi pekerjaan dan pengawas. satu copy untuk arsip Kontraktor dan satu copy serta gambar lainnya harus . Atas dasar persetujuan pemilik pekerjaan. sehingga perlu dan harus dicantumkan antara lain : .Adapun gambar-gambar yang harus dipersiapkan oleh Kontraktor meliputi antara lain : .8. harus bisa memberikan satu gambaran rancang bangun yang akan dilaksanakan pada kondisi nyata lapangan. dipakai sebagai dasar dan acuan perhitungan volume awal saat akan dimulainya pelaksanaan pekerjaan atau “Mutual Check” pada kondisi pelaksanaan 0%. apabila sudah mendapat persetujuan dan disyahkan oleh Pemilik pekerjaan. Garis elevasi muka tanah asli hasil pengukuran awal .2 Construction Drawing atau Working Drawing Construction Drawing atau Working Drawing adalah gambar rencana bangunan yang telah disesuaikan dengan kondisi lapangan sesungguhnya dan telah disetujui dan disyahkan oleh Pemilik pekerjaan. Elevasi posisi dan kedudukan bangunan Jenis dan komposisi material yang akan dipakai dan lain-lain “Construction Drawing” atau “Working Drawing” yang disyahkan oleh Pemilik pekerjaan. disetujui dan disyahkan Pemilik pekerjaan adalah yang mengikat pada kondisi awal pelaksanaan pekerjaan. jenis serta komposisi jenis material dan rencana elevasi posisi dan kedudukan dari masing-masing jenis bangunan yang tergambar pada Construction Drawing atau Working Drawing harus mengacu dan didasarkan pada Design Drawing yang diberikan oleh Pemilik pekerjaan. maka kondisi terakhir rancang bangun yang telah disepakati bersama. elevasi posisi dan kedudukan bangunan. Semua dimensi bangunan. dan merupakan dasar serta acuan utama bagi Kontraktor pada pelaksanaan pekerjaan. Dimensi rencana bangunan . elevasi posisi dan kedudukan bangunan. Construction Drawing atau Working Drawing . jika ada penyesuaian dimensi.2. sehingga mengakibatkan perlu adanya penyesuaian dimensi. Shop Drawing . baru bisa dipakai sebagai pedoman pelaksanaan pekerjaan dan acuan dasar perhitungan volume pekerjaan sesungguhnya. 6. Apabila karena kondisi dan situasi lapangan yang sesungguhnya.

6. Untuk kondisi “Engineering Adjustment”. Pembuatan Working Drawing dan Perhitungan Mutual Check harus sudah selesai dan disetujui oleh Direksi dan Pemilik selambat-lambatnya 2 minggu setelah tanggal SPK. Material yang akan dipakai serta spesifikasinya .diserahkan kepada Pemilik pekerjaan. List komponen unit bangunan yang memuat : . Sedang pada kondisi perubahan desain “Revised Design”. diperiksa. dan untuk selanjutnya disyahkan oleh Pemilik Proyek.3 “Shop Drawing” Kontraktor harus membuat shop Drawing untuk setiap bangunan yang akan dikerjakan. dikoreksi apabila perlu. Shop Drawing harus dilengkapi gambar detail meliputi ukuran lahan dan lain-lain. dimungkinkan adanya penyesuaian pelaksanaan karena kondisi lapangan “Engineering Adjustment” atau perubahan desain “Revised Design” semuanya bisa mengakibatkan perubahan volume pelaksanaan pekerjaan menjadi bertambah atau kurang. Bentuk unit bangunan serta dimensinya . Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pembuatan “Construction Drawing” atau Working Drawing” termasuk penggandaannya sebanyak 5 (lima) copy. Gambar unit bangunan atau “Shop Drawing” tersebut harus secara lengkap memuat : .8. SP-13 Dokumen Lelang Selama waktu pelaksanaan pekerjaan dari waktu ke waktu. Pemilik Pekerjaan secara resmi akan memberikan gambar perubahan desain yang telah disyahkan oleh Pemilik Pekerjaan kepada Kontraktor secara administratif dalam bentuk “Variation Order”. tidak diperlukan adanya gambar baru yang disyahkan oleh Pemilik Pekerjaan. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. harus diserahkan kepada Pemilik Pekerjaan. “Shop Drawing” yang disiapkan oleh Kontraktor tersebut.2. namun Kontraktor wajib memberikan laporan tertulis serta sketsa penyesuaian guna mendapatkan persetujuan dari Direksi Pekerjaan dan tembusan kepada Pemilik pekerjaan.

Jumlah komponen unit bangunan dan lain-lain. . dan Kontraktor telah melakukan pengukuran ulang akhir pekerjaan. Garis elevasi muka tanah yang sekarang ada . Semua mengacu dan didasarkan pada gambar purna bangun yang telah disyahkan oleh Pemilik Pekerjaan. Kontraktor wajib membuat copy “Shop Drawing” sebanyak minimum 5 (lima) copy. Elevasi posisi dan kedudukan masing-masing bangunan yang telah dikerjakan . Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pembuatan “Shop Drawing” termasuk penggandaannya sebanyak 5 (lima) copy. Gambar purna bangun yang telah selesai tersebut harus diserahkan Kontraktor kepada Direksi pekerjaan untuk diperiksa dan disetujui. 6. harus lengkap berisi antara lain: . Gambar purna bangun atau “As Built Drawing” tersebut. satu copy untuk arsip Kontraktor dan satu copy serta gambar aslinya harus diserahkan kepada Pemilik Pekerjaan. selanjutnya diserahkan kepada Pemilik pekerjaan guna mendapatkan pengesahan dari Pemilik Pekerjaan. tebal komponen unit bangunan b. berikut pekerjaan tambah atau kurang berdasarkan “Variasi Order” yang diberikan oleh Pemilik Pekerjaan. Dimensi dan masing-masing bangunan yang telah dikerjakan . Gambar dan list pekerjaan pembuatan dan pemasangan tulangan konstruksi termasuk dalam kategori “Shop Drawing”. dengan distribusi dua copy untuk Direksi Pekerjaan dan pengawas. lebar. Perhitungan volume akhir dari pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh Kontraktor atau yang “mutual check” volume pekerjaan 100 %.2. Berat persatuan komponen unit bangunan dan lain-lain c. Jenis material dan komposisi yang telah dipergunakan. dan merupakan volume akhir yang akan dibayar oleh Pemilik pekerjaan kepada Kontraktor.a. satu copy dipasang di barak kerja.4 As Built Drawing SP-14 Dokumen Lelang Setelah semua pekerjaan selesai dilaksanakan sesuai gambar pelaksanaan. sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor.8. maka Kontraktor diwajibkan membuat gambar purna bangun atau “As Built Drawing”. serta sudah harus diperhitungan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. Panjang.

sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor.5 Administrasi Proyek Kontraktor wajib menyediakan dan membuat kelengkapan administrasi lapangan berupa buku tamu. buku lapangan bahan. kebutuhan sumberdaya dan peralatan dan harus mendapat persetujuan dari Pengawas dan Direksi.8. Photo dokumentasi kegiatan pelaksanaan pekerjaan tersebut. selama masa pelaksanaan pekerjaan dan pada akibat pelaksanaan pekerjaan. rencana kerja.1 Photo Dokumentasi Sejak awal akan mulai melaksanakan pekerjaan. dengan distribusi dua copy untuk Direksi Pekerjaan dan pengawas. Sebelum memulai aktifitas Kontraktor diwajibkan untuk membuat jadwal atau schedule. Kontraktor diwajibkan membuat dokumentasi kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang diwujudkan dalam bentuk photo dokumentasi. Photo dokumentasi dilaksanakan pengambilannya dari tiga titik tetap yang berbeda atau sesuai dengan pengarahaan Direksi pekerjaan.Kontraktor wajib membuat copy “As Built Drawing” sebanyak 5 (lima) copy.3. Kontraktor wajib membuat harian. material. As Built Drawing harus sudah diserahkan dan disetujui oleh Direksi selambat-lambatnya bersamaan dengan STT-1. 6. harus bisa memberikan gambaran secara lengkap dan menyeluruh mengenai kegiatan pelaksanaan pekerjaan sejak dari awal sampai akhir pelaksanaan pekerjaan. 6. sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. alat dan perkerja. Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pembuatan “As Built Drawing” termasuk penggandaannya sebanyak 5 (lima) copy.2. dan sudah harus bisa memberikan .3 SARANA PENUNJANG PEKERJAAN SP-15 Dokumen Lelang 6. metode kerja. catatan harian cuaca dan lain-lain yang diperlukan untuk kelengkapan administrasi. laporan mingguan dan laporan bulanan lengkap dengan data penunjangnya dan foto dokumentasi sebagaimana tercantum dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat Proyek. kebutuhan material. sehingga secara kronologi bisa merupakan satu gambaran tujuan yang akan dicapai oleh kegiatan tersebut. 3 (tiga) serta gambar aslinya harus diserahkan kepada Pemilik Pekerjaan termasuk data dan perhitungan hasil pengukuran akhir sebagai pendukungnya.

mengangkut bahan material yang akan dipakai. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. disamping cetakan ukuran kartu pos sebanyak 4 (empat) copy. Saat kegiatan pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 75 % . ditata menurut urutan photo dokumentasi yang diserahkan. dan akan ditentukan oleh Direksi pekerjaan. dan pemeriksaan berkala Direksi pekerjaan atau Pemberi Pekerjaan serta keperluan lainnya. Semua biaya yang timbul akibat pembuatan photo dokumemntasi tersebut sepenuhnya menjadi beban dan tanggung jawab Kontraktor. Saat kegiatan pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 25 % .3. Kontraktor diwajibkan menyiapkan atau membuat jalan kerja yang layak guna kegiatan tersebut diatas untuk menunjang dan memperlancar pelaksanaan pekerjaan. Pada saat pengambilan photo dokumentasi akhir pelaksanaan pekerjaan. pelaksanaan pengambilannya dilakukan pada kondisi tahap kegiatan pelaksanaan pekerjaan : . dan transportasi pembuangan bahan material tidak terpakai keluar lokasi pekerjaan.gambaran secara garis besar kegiatan pelaksanaan seluruh pekerjaan. Kontraktor berkewajiban memelihara jalan kerja agar selalu layak dilalui sehingga tidak menimbulkan dampak SP-16 . sedangkan pengambilan photo dokumentasinya dari 1 (satu) titik lain yang berbeda lokasi. 6.2 Jalan Kerja Untuk menuu ke lokasi pekerjaan. Kontraktor juga harus menyerahkan negatif film. Saat awal sebelum mulai kegiatan pelaksanaan pekerjaan 0 % . Saat selesai pelaksanaan pekerjaan atau prestasi 100 % Photo dokumetasi tersebut. Pada saat penyerahan photo dokumentasi. Saat kegiatan pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 50 % . Di samping dokumentasi utama tersebut. selanjutnya harus dicetak ukuran kartu pos masing-masing rangkap 5 (lima) dengan distribusi 1 (satu) copy dipasang di barak kerja dan 4 (empat) copy lainnya ditata rapi pada album photo dan diserahkan kepada Pemilik pekerjaan. atas permintaan Direksi pekerjaan Kontraktor bisa melaksanakan pengambilan photo dokumentasi kegiatan pelaksanaan pekerjaan lainnya yang dianggap berguna dan cukup mempunyai nilai penting untuk didokumentasikan. Dari waktu ke waktu selama pelaksanaan pekerjaan. Photo dokumentasi tersebut. diberi bingkai. Kontraktor juga diwajibkan menyerahkan tambahan 3 (tiga) copy ukuran 11 R.

juga termasuk menjadi tanggung jawab Kontraktor dari segi pemeliharaannya. Kontraktor diwajibkan mengeringkan atau membebaskan areal pekerjaan yang akan dipakai sebagai kedudukan konstruksi dari genangan air atau pengaruh air. bahan material yang dipakai peralatan yang dipergunakan.3 Pengeringan atau “Coffering dan Dewatering” Pada bagian-bagian tertentu dari jenis pekerjaan yang dilaksanakan. Untuk pekerjaan-pekerjaan menurut sifatnya dipandang oleh Pemilik Pekerjaan tidak diperlukan adanya jalan kerja khusus maka semua biaya yang timbul akibat pekerjaan sarana jalan kerja ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. Pada jenis pekerjaan yang dipandang oleh Pemilik Pekerjaan memerlukan adanya konstruksi pengertian sifatnya khusus dan memerlukan penanganan tersendiri. sedangkan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan. bebas dari genangan ataupun rembesan air. diperhitungkan dalam satuan (unit) M’ untuk pekerjaan “coferring” atau “kisdam” dan Lump sum untuk pekerjaan “dewatering”. termasuk sistem drainase lingkungan pekerjaan. juga yang secara langsung terpengaruh adanya jalan kerja. 6. areal pekerjaan kadang-kadang suatu saat tidak bisa bebas sama sekali dari adanya air. maka perhitugan volume dan pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan pengeringan tersebut diatas.Dokumen Lelang lingkungan negatif pada masyarakat di sekitarnya maupun masyarakat lain yang juga memerlukan dan melewati jalan kerja tersebut. Pekerjaan pengeringan yang dimaksud di sini adalah. Untuk pekerjaan-pekerjaan menurut sifatnya dipandang oleh Pemilik Pekerjaan diperlukan adanya sistem pengeringan khusus maka semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pengeringan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban kerja kontraktor.3. “Overhead” dan keuntungan Kontraktor. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. Pada keadaan ini. Kelancaran fungsi drainase lingkungan di sepanjang jalan kerja. sehingga tidak menimbulkan dampak yang negatif terutama pada masyarakat dan lingkungan setempat. . semua lokasi yang akan dipakai sebagai kedudukan bangunan harus dijaga agar tetap kering. karena bisa menyebabkan turunnya kualitas pekerjaan akibat pengaruh air tersebut. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analiasa harga satuan pekerjaan. sudah harus meliputi upah tenaga. Pada prinsipnya selama masa pelaksanaan pekerjaan.

6. Bahan galian yang didapatkan dari tempat galian tidak menckupi bagi keperluan .4. sesuai dengan spesifikasi. penghamparan dan pemadatan material timbunan yang diperlukan. Semua galian akan dilaksanakan dengan batasan dan sesuai kebutuhan yang diperlihatkan pada pasal-pasal dari spesifikasi ini berkenaan dengan masalah pengendalian air. Pekerjaan urugan dan galian harus benar-benar rata menurut gambar-gambar potongan memanjang dan potongan melintang dengan permukaan dan kemiringan yang rapi dan benar-benar rata dan teratur. Bila tidak langsung digunakan penyimpangan bahan galian yang akan digunakan tidak diperbolehkan diletakkan di jalan.1 Umum Yang dimaksud dengan pekerjaan tanah adalah semua pekerjaan persiapan lapangan. semua rumput tanaman dan semua bahan-bahan yang merusak harus dibuang sebelum bahan urugan diletakkan pada tempatnya. Semua bahan-bahan yang lemah atau mudah rusak harus diganti denga bahan-bahan yang baik seperti syarat yang ditetapkan oleh Direksi. pengeringan (bila diperlukan). Kontraktor tidak diperkenankan menghamburkan atau dengan kata lain membuang material galian yang berguna.4 PEKERJAAN TANAH 6. kemiringan. Tidak diperbolehkan menebang pohon tanpa ijin dari Direksi dan Instansi yang terkait. potongan melintang yang sesuai dalam gambar dengan tambahan yang diijinkan untuk ketebalan plesteran dan pasangan batu dimana perlu kemiringan dan bentuk saluran drainase sedemikian rupa sehingga mempunyai penampilan seragam yang rapi pada penyelesaiannya dan harus disetujui oleh Direksi. Material galian untuk memenuhi kebutuhan bahan tambahan disimpan untuk penggunaan berikutnya atau ditempatkan sebagai bahan timbunan segera setelah penggaliannya dengan persetujuan Direksi. galian semua jenis material apapun yang ditemui penanganan. pengupasan muka tanah. Apabila tidak disebutkan lain. Batu besar yang tidak diperkenankan untuk material timbunan dapat disimpan/dicadangkan bagi keperluan pasang batu. perlindungan terhadap daerah di sekitarnya. timbunan tanah pada alur dan elevasi sesuai yang ditunjukkan pada gambar. Penggunaan semua material galian untuk keperluan tertentu ditentukan oleh Direksi. pembuangan semua material sisa galian. SP-17 Dokumen Lelang Seluruh area yang termasuk dalam batas batas pekerjaan tanah akan dikerjakan dalam jalur. urugan kembali. tingkatan dan elevasi.

Juga waktu berpengaruh terhadap perubahan lapisan bawah tanah atau muka air pada lokasi pengeboran. Kontraktor bertanggung jawab terhadap pengaturan dan pembayaran semua bahan galian termasuk bahan lempung dan bahan yang dipilih sesuai persetujuan Direksi. Kontraktor harus memperbaiki semua tanggung jawab bagi pengurangan dan kesimpulan yang dibuat olehnya yang menyangkut kondisi material/bahan yang akan digali.4. 6. pada Direksi dapat digunakan sebagai panduan/patokan bagi kondisi permukaan dan di bawah permukaan tanah dalam proyek ini. Direksi tidak akan bertanggung SP-18 Dokumen Lelang jawab atas kehilangan/kerugian yang diderita Kontraktor sebagai akibat perbedaanperbedaan kondisi yang digambarkan oleh kesimpulan Kontraktor tersebut. Lokasi bahan galian yang telah digali harus diperbaiki sedemikian rupa untuk menghilangkan kemiringan tanah yang tajam dan tidak stabil atau hal lain yang kurang baik dan berbahaya. kesulitan yang dihadapi.penimbunan maka dapt diperoleh tambahan galian dari daerah bahan galian lain yang telah disetujui Direksi. Luas dan kedalaman galiam masih dalam batas area yang telah disetujui Direksi. menjaga galian yang diperlukan dan pekerjaan akibat kondisi lapisan di bawah tanah di lokasi pekerjaan. percobaan atau laporan-laporan dan kondisi nyata yang ditemui selama . contohcontoh. Kondisi tanah pada lokasi lainnya mungkin berbeda dengan kondisi pada lokasi pengeboran. pengeringan.2 Penyelidikan Lapangan Data penyelidikan tanah yang relevan (jika ada). pikiran atau kesimpulan yang dimaksud dalam laporan penyelidikan tanah yang tersedia. Direksi tidak menjamin pernyataan. Data pengeboran dan informasi yang berkaitan (jika tersedia) memberi gambaran kondisi di bawah permukaan tanah hanya pada lokasi dan waktu tertentu.

6. atau menyebabkan gangguan atau mengancam umum.3 Ijin Kerja Sebelum pekerjaan yang diperlukan untuk semua pekerjaan galian yang akan dilaksanakan harus mendapat ijin kerja dari Direksi maupun instansi terkait.5 Pengendalian Air Kontraktor harus menyediakan. kecuali diperintahkan lain oleh Direksi.4.4. 6.4 Penurapan dan Perlindungan Galian yang terlampau curam dan diperkirakan tidak stabil sehingga membahayakan para pekerja atau untuk menghindari kerusakan pekerjaan dari longsoran tanah. Kerusakan yang ditimbulkan diperbaiki atas biaya Kontraktor. memasang dan mengoperasikan semua peralatan yang diperlukan untuk menjaga galian bebas dari air/genangan selama pelaksanaan konstruksi dan harus membuang air hingga tidak menimbulkan kerusakan terhadap benda-benda di sekitarnya.pelaksanaan pekerjaan. Uraian SP-19 . 6. lebar galian dapat diperbesar untuk memberi tempat bagi pelaksanaan penurapan. Kontraktor harus melengkapi gambar yang memperlihatkan detail dari penurapan yang diusulkan akan digunakan bersama dengan smua perhitungan dilakukan oleh tenaga ahli yang mampu sebelum pekerjaan penggalian dimulai. meletakkan dan meindahkan kembali peralatan penurapan. Untuk penggalian di bawah air. 6. Bila diperlukan. perlu dilakukan penurapan. Kontraktor harus melengkapi. “Interceptor Drain” perlu untuk menjaga air permukaan jangan sampai masuk ke lubang galian konstruksi.4. Tanggul akan sangat baik digunakan mencegah kerusakan akibat erosi selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi.6 Pekerjaan Galian a.4. Kontraktor harus mengusahakan melaksanakan pengeringan di sekitar lokasi galian dengan metoda yang harus diusulkan oleh Kontraktor dan harus mendapatkan persetujuan dari Direksi. pelindungan dan peralatannya. Ijin yang diberikan tidak berarti membebaskan Kontraktor dari kewajiban dan tanggung jawab sesuai kontrak. Gambar yang telah disetujui dan perusahannya yang menurut pendapat Direksi dianggap perlu demi keamanan personil dan atau pekerjaan akan dikembalikan pada Kontraktor untuk dilaksanakan. Pekerjaan penggalian tidak boleh dimulai tanpa seijin Direksi.

dan tembok penahan dan harus memperoleh persetujuan direksi sebelum melaksanakan pekerjaan galian yang dimaksudkan untuk dilindungi oleh struktur yang diusulkan tersebut. c. Permukaan galian yang telah selesai yang terbuka terhadap aliran air permukaan harus cukup rata dan harus memiliki cukup kemiringan untuk menjamin drainase yang bebas dari permukaan ini tanpa terjadi ganguan. formasi atau pondasi selesai. gambar perincian potongan melintang atau memanjang yang menunjukkan kondisi awal daripada tanah sebelum operasi pembabatan dan penggarukan dilakukan. harus dirug kembali dengan timbunan pilihan atau lapis pondasi agregat seperti yang diperintahkan oleh Direksi. Kontraktor harus menyerahkan kepada direksi. Pekerjaan ini harus mencakup penggalian. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi gambar perincian dari seluruh struktur sementara yang diusulkannya atau yang diperintahkan untuk digunakan seperti skor. pembuangan tanah atau meterial lain bila ada dari tempat kerja atau sekitarnya yang perlu untuk penyelesaian yang memuaskan dari pekerjaan dalam kontrak ini. arah dan formasi sesudah galian tidak boleh bervariasi dari yang ditentukan lebih dari 2 cm dari tiap titik. Daerah dimana digali lebih atau daerah retak atau lepas. cofferdam. Prosedur Penggalian SP-20 . 3. ketinggian penampang yang ditunjukkan dalam gambar atau yang diperintahkan oleh Direksi. turap. sebelum memulai pekerjaan. d. e. Bahan landasan atau material lain tidak boleh dipasang sebelum kedalaman galian disetujui oleh direksi. dan untuk pembentukan secara umum dari tempat kerja sesuai dengan spesifikasi ini dan yang memenuhi garis. Perbaikan dari Pekerjaan Galian yang tidak Memuaskan Pekerjaan galian yang tidak memenuhi toleransi yang diberikan. Material yang berlebihan harus dibuang dengan menggali lebih lanjut 2. 2.Dokumen Lelang 1. pembuangan material yang tidak terpakai atau humus. Pelaporan dan Pencatatan 1. 2. Toleransi Dimensi 1. Kelandaian akhir. Setelah masing-masing galian untuk tanah dasar. 2. harus diperbaiki oleh Kontraktor sebagai berikut : 1. Kontraktor harus memberitahu direksi. Pekerjaan ini umumnya diiperlukan untuk pembuatan pondasi. Untuk setiap pekerjaan galian. b.

atau setiap material . Kontraktor harus menempatkan pengawas keamanan pada tempat kerja yang tugasnya hanya memonitor kemajuan dan keamanan. Material galian yang mengandung tanah organis tinggi. Pada setiap saat peralatan galian cadangan serta perlengkapan P3K harus tersedia di tempat kerja galian. f. Pompa agar siap di tempat kerja setiap saat untuk menjamin tak ada gangguan dalam prosedur pengeringan dengan pompa. Kontraktor harus menjaga setiap saat suatu lereng yang stabil yang mampu menahan pekerjaan sekitarnya.Dokumen Lelang Penggalian harus dilaksanakan hingga garis ketinggian dan elevasi yang ditentukan dalam gambar atau ditunjukkan oleh Direksi dan harus mencakup pembuangan seluruh material dalam bentuk apapun yang dijumpai termasuk tanah. g. h. beton dan lain-lain. batu. Kontraktor harus menahan atau menyangga struktur di sekitarnya yang jika tidak dilakukan dapat menjadi tidak stabil atau rusak oleh pekerjaan galian itu. Bila diperlukan. perlengkapan dan buruh untuk pengeringan. Seluruh tepi galian terbuka harus diiberi penghalang yang cukup untukmencegah pekerja atau orang lain terjatuh ke dalamnya dan setiap galian terbuka pada badan malam hari dengan drum dicat putih atau lampu kuning sesuai dengan ketentuan direksi. Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan pekerjaan galian. 2. Setiap material galian yang berlebih untuk kebutuhan timbunan. 4. Pekerjaan galian harus dilakukan dengan seminimal mungkin gangguan terhadap material dibawah dan di luar batas galian. Pada setiap saat dimana kedalaman galian melebihi ketinggian di atas kepala. Selama masa pekerjaan galian. sejumlah besar akar atau benda tertumbuhan yang lain dan tanah yang komprensif yang menurut Direksi akan menyulitkan pemadatan dari material atau yang mengakibatkan kerusakan atau penurunan yang tidak dikehendaki harus diklasifikasikan tidak memenuhi untuk digunakan sebagai timbunan dalam pekerjaan permanen. batu bata. Jaminan Keselamatan Pekerjaan Galian 1. penggalian saluran air dan pembangunan saluran sementara. tembok ujung dan cofferdam. Penggunaan dan Pembuangan Material Galian Seluruh material yang dapat dipakai yang digali dalam batas-batas dan cakupan proyek dimana memungkinkan harus digunakan secara efektif untuk formasi timbunan atau urugan kembali maupun lime treatment. Kondisi Tempat Kerja Seluruh galian harus dijaga agar bebas dari air dan Kontraktor harus menyediakan seluruh material yang diperlukan. 3. padas.

Umum Semua pengurugan dan timbunan tanah. Alat berat tidak boleh beroperasi dalam jarak 1 m dari bangunan dan “vibrating rollers” dalam jarak 1. SP-21 Dokumen Lelang i.4. Pembuangan Material Pekerjaan Sementara dan Perapian Tempat Bekas Galian 1. Timbunan/Urugan Timbunan tidak boleh diletakkan hingga galian yang telah dilakukan dan pekerjaan pondasi yang telah diselesaikan diperiksa disetujui Direksi.yang tidak disetujui oleh direksi teknik sebagai bahan timbunan harus dibuang dan diratakan dalam lapis yang tipis oleh Kontraktor di luar tempat kerja sesuai petunjuk direksi. 6. jenis dan kapasitas sesuai dengan yang diminta dan telah disetujui Direksi. Penggunaan peralatan bagi pelaksanaan penimbunan dan pengurugan kembali sehingga dapat memperoleh hasil pemadatan sesuai dengan spesifikasi. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk seluruh pengaturan dan biaya untuk pembuangan material yang berlebih atau tidak memenuhi syarat. Distribusi bahan di seluruh bagian lapisan harus seragam dan penimbunan harus bebas dari tonjolan. Penimbunan diletakkan mendatar lapis demi lapis yang dipadatkan dengan menggunakan peralatan tetapi dengan ketebalan pada maksimum 200 mm. b.7 Urugan dan Timbunan Tanah a. harus dilakukan di tempat kering yang disetujui direksi. Melindungi semua daerah kerja dari kerusakan yang diakibatkan oleh air atau dengan cara lain membuat sistem drainase yang baik untuk menjaga jangan sampai air berada di atas tanah urugan dan daerah pengurugan. Material galian yang sementara waktu diijinkan untuk ditempatkan dalam saluran air harus dibuang seluruhnya setelah pekerjaan selesai sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu saluran air. termasuk pengangkutan dan perolehan ijin dari pemilik tanah di mana pembuangan dilakukan. Pembongkaran harus dilakukan sedemikian sehingga tidak mengganggu atau merusak struktur atau formasi yang telah selesai. seluruh struktur sementara seperti cofferdam atau skor dan turap harus dibongkor oleh Kontraktor setelah selesai pekerjaan struktur permanen atau pekerjaan lain untuk mana galian telah dilakukan. Pemadatan timbunan dengan tenaga manusia dan juga dengan tenaga mesin harus dengan ketebalan pada maksimum 200 mm. 2.5 m dari bangunan. Terkecuali diperintahkan oleh Direksi. cekungan dan alur-alur atau lapisan material yang berbeda .

d. c. Kontraktor harus mengatur waktu untuk pelaksanaan percobaan setelah memperoleh ijin. Bila lapisan teratas (dari lapisan sebelumnya) dan timbunan yang dipadatkan atau tanah pondasi menjadi kering atau basah untuk memperoleh ikatan yang baik perlu dilakukan penorehan dan pelembaban dengan menggunakan pencaran air untuk memperoleh kadar air yang baik bagi peletakan lapisan selanjutnya. Pemadatan Pelaksanaan semua penimbunan tidak kurang 90 % dari maksimum dry density. Alternatif lain percobaan 11 dari BS 1377 dapat digunakan sebagai pengganti ASTM 1557 Selama pelaksanaan pekerjaan. dimana. Semua timbunan harus dilembabkan sebesar 2 % dari angka optimum dan kemudian SP-22 Dokumen Lelang dipadatkan. Kontraktor di bawah pengawasan Direksi. Biaya semua percobaan pemadatan dan percobaan lainnya yang disebutkan di atas di tanggung Kontraktor. akan melaksanakan beberapa percobaan sesuai yang diperlukan untuk meneliti material. Pada muka dipuncak semua timbunan tanah harus diberi kemiringan tidak kurang dari 2% untuk mendapatkan drainase yang efektif. Prosedur Pengujian Pemadatan Metode percobaan untuk timbunan tanah yang akan dipadatkan harus mempunyai kepadatan kering lebih besar atau sama dengan persentase yang ditentukan oleh ASTM D1557. menentukan kadar air dan menentukan kerapatan urugan di tempat. Metode ini akan digunakan pada urugan yang dipadatkan. Distribusi kelembaban yang seragam dapat diperoleh dengan metode yang telah disetujui olehh Direksi bagi pemadatan lapisan. Metode C. dan harus melakukan penggalian dan . Pengujian dilakukan oleh Kontraktor atau laboratorium menyelidikan yang diusulkan Kontraktor dan telah disetujui kapan. sesuai yang diperintahkan Direksi. Test ini dilakukan Kontraktor dan akan digunakan untuk menguji urugan sesuai kebutuhan spesifikasi. untuk pemadatan dengan lapisan berikutnya perlu dilakukan torehan sejajar sumbu penimbunan hingga kedalaman tidak kurang dari 75 mm sebelum dilapisi dengan lapisan selanjutnya. urugan dengan timbunan tanah dan untuk mengatur pemadatan relative (Relative Compaction) pada kadar air yang optimum dari tanah urugan yang dipadatkan. Permukaan dari timbunan tanah harus dengan kemiringan 2 % hingga dapat berfungsi sebagai drainase. untuk menentukan karakteristik pemadatan. urugan dengan timbunan tanah dan tanah dasar. Bila permukaan lapisan menjadi terlalu keras atau halus. walau tidak diperlihatkan/ditunjukkan dalam gambar.susunan atau gradasi dengan material di sekitarnya.

Kontraktor harus menyediakan lokasi buangan akhir untuk sisa tanah hasil galian yang tidak terpakai. Pemadatan urugan tidak boleh kurang dari 90% maksimum dry density.9 Kelebihan Galian dan Pembuangan Sisa Galian SP-23 Dokumen Lelang Semua bahan hasil dari galian yang berlebihan yang dianggap perlu oleh Direksi harus dipindahkan/dibuang dari lokasi pekerjaan dan biaya untuk itu ditanggung oleh kontraktor. bahan dan tenaga kerja keperluan pekerjaan ini. dan tidak mudah pecah.4. Material untuk pengurugan dibawah dalam keadaan mempunyai kelembaban 2 % dari kondisi optimum. 6. Menggenangi dengan air atau menggunakan pancaran air tidak boleh dilakukan kecuali bila telah disetujui Direksi.5 PEKERJAAN PONDASI BATU KALI 6.pengurugan sesuai yang diperlukan bagi pengambilan contoh dan pengujian. atau gorong-gorong harus terdiri dari bahan kerikil yang halus bebas dari lumpur.5. pasir dan air sebagaimana yang disyaratkan pada pekerjaan beton. Bahan berupa batu kali yang mempunyai kualitas baik. 2.2 Syarat-Syarat Bahan 1. tidak porus. Bahan-bahan ini juga yang berada di tempat lainnya.4. harus dilakukan dengan penyiraman air untuk kemudian dipadatkan dengan lapis demi lapis tidak boleh dari 200 mm tebal. diluar lokasi pekerjaan atau sesuai petunjuk Direksi. semua urugan pada jarak 2 m dari tembok dan pangkal box culvert. Pekerjaan ini meliputi pemasangan pondasi batu kali dengan bahan yang tersebut dalam persyaratan ini. bila tidak praktis dipadatkan dengan roller.1 Lingkup Pekerjaan 1. . 6.8 Pengurugan kembali Pada Bangunan-bangunan dan Pada Pekerjaan Pasangan Batu Apabila tidak disebutkan pada gambar atau tidak disyaratkan khusus. berat dari alat pemadatan tidak boleh kurang dari 20 kg dan tidak boleh lebih dari 150 gr/cm2 luas permukaan alat pemadat. Bahan seperti semen. Pertambahan ketinggian timbunan harus seragam pada semua sisi bangunan. 6. 2. Pekerjaan meliputi pengadaan alat. Pengisian timbunan yang berdekatan dengan bangunan-bangunan dilatakan dengan cara sedemikian rupa sehingga dapat mencegah kerusakan terhadap bangunan.5. 6.

lubang suling-suling berdiameter 50mm harus ditempatkan pada jarak antara bak horizontal maupun vertikal tidak lebih dari masing-masing 1000 mm dan 500 mm. maka celahcelah kecil harus diisi dengan pasir dengan cara pasir-pasir yang disebar diatas pasangan aanstampeng disiram dengan air agar pasir dapat masuk kecelah-celah batu.5.5. maka metode pembentukan lubang suling-suling harus didasarkan atas persetujuan dari Direksi. Dalam pemasangannya antara batu kali tidak boleh ada yang bersentuhan satu sama lain. 6.5 Pekerjaan Akhir Pasangan Batu . Pemasangannya dipasang secara zig-zag. • Di belakang pipa-pipa suling harus diberi serat/filter dari ijuk atau serabut kelapa untuk mencegah agar tanah/pasar tidak masuk ke dalam pipa-pipa suling. Pemasangan pondasi batu kali mengunakan campuran 1Pc : 5 Ps atau sesuai dengan RAB. .3 Syarat-Syarat Pelaksanaan 1. Sambungan dari sisi muka batu harus dikerjakan hampir rata dengan permukaan pekerjaan. Dasar galian bebas dari lumpur. • Terkecuali disyaratkan atau diperintahkan oleh Direksi. 7. Hal ini dilakukan untuk menghindari dasar galian menjadi lumpur akibat dari injakan-injakan para pekerja. 3. tinggi pondasi yang mana dari ukuran yang salah akan mempengaruhi kemampuan daya dukung pondasi tersebut. Agar pasangan aanstampeng mempunyai ikatan yang baik tidak goyah. lurus dan pada bagian luar diusahakan menggunakan penampang yang baik hingga menghasilkan tampak pondasi yang rapi. Maka harus dibuat dewatering dengan jalan membuat lubang pemompaan. 5. Aanstamping segera dipasang setelah dilakukan galian tanpa menunggu galian selesai seluruhnya. Ukuran pondasi batu kali harus sesuai dengan gambar. 2. 4. baik itu ukuran lebar dengan dasar. tetapi tidak menutupi batu sewaktu pekerjaan dilaksanakan. 6. 6.5. 8.00 m pada arah dipasang 1 suling-suling sedang pada arah vertikal dipasang 2 suling-suling. Pemasangan harus baik. sehingga ikatan antara batu kali menjadi baik. Apabila muka air tanah cukup tinggi. sehingga dasar galian selalu terendam oleh air. Aanstamping dipasang dalam posisi berdiri rapat dan ditumbuk padat.6.4 Pembuatan lubang suling-suling • Bila lubang suling-suling diperlukan untuk membentuk suatu tembok atau tembok bangunan lainnya. SP-24 Dokumen Lelang • Lubang suling-suling yang pertama harus dipasang 400mm dari atas dasar saluran. Pada setiap jarak 2. • Lubang suling-suling harus dibentuk agar miring terkecuali diperintahkan lain oleh Direksi.

kontraktor harus memberikan contoh kepada pengawas atau Direksi untuk mendapatkan persetujuan.5. 6..6. Segala kerugian yang ditimbulkan akibat hal tersebut di atas adalah menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya. Pelaksanaan pemancangan Alat pemancang termasuk alat pemukul tiang pancang disiapkan oleh kontraktor. Apabila kontraktor tidak menggunakan alat pemancang dengan hammer. Yang diukur pada diameter gelam adalah diameter gelam pada bagian yang keras. semua permukaan pasangan batu yang dialiri air difinishing dengan plesteran semen sesuai dengan gambar bestek yang ada.00m.6 Pekerjaan Trucuk Kayu Gelam a. Bilamana ditunjukkan dalam gambar rencana. Trucuk gelam dipancangkan apabila gelam dalam keadaan baik. Apabila dari hasil pemancangan tersebut di atas menurut Direksi hasilnya meragukan misalnya tiang trucuk miring. Apabila pemancang tidak bisa terbenam seluruhnya (belum sesuai dengan gambar rencana) maka drop hammer diganti dengan yang lebih berat sehingga kedalaman tiang trucuk dapat dipancangkan sesuai dengan gambar rencana. maka kontraktor mengajukan alat pemancang dan metode pelaksanaannya untuk mendapat persetujuan pengawas dan Direksi.50 m. 6. Terkecuali disyaratkan lain. bagian puncak horizontal dari seluruh pasangan batu harus dikerjakan akhir dengan tambahan dari lapis aduk setebal 15mm yang dikerjakan ke permukaan yang merata dengan kemiringan yang akan menjamin perlindungan terhadap air hujan dan dengan sudut yang dibulatkan. tidak cacat yang dapat mengurangi kekokohan pekerjaan. Gambar tersebut diajukan ke Pengawas dan Direksi untuk mendapatkan persetujuaan. Kontraktor harus membuat gambar metode pelaksanaan pemancangan berserta peralatan dan kapasitasnya. b. lurus dan tidak lapuk dengan ukuran diameter ujung 10 cm dan 12 cm bagian pangkalnya serta panjang 2. Bahan material gelam Dalam hal penyediaan kayu gelam. dalam keadaan masih segar. pecah dan sebagainya maka kontraktor harus SP-25 Dokumen Lelang mencabut ting trucuk tersebut dan diharuskan melakukan pemancangan ulang.6 PEKERJAAN BETON 6. Lapisan tersebut harus dimasukkan kedalam dimensi yang disyaratkan dari struktur. Bahan berkualitas baik. Alat pemancang dengan drop hammer kapasitas 125 kg dengan ketinggian jatuh minimal 3.1 Umum .

Tabel 5. ASTM dan AASHTO. yakni perencanaan.ACI. bangunan kolam olak. Kontraktor harus mengajukan desain campurannya untuk setiap jenis pekerjaan .a. maka mutu beton yang dipakai adalah sebagai berikut: K. Uraian Pekerjaan ini terdiri dari pembuatan semua struktur beton termasuk beton tak bertulang. Ukuran Nominal Agregat Mutu beton struktur fc’ (Mpa) Ukuran nominal agregat (mm) Karakteristik dalam kg/cm2 pengujian pada saat pelaksanaan K 600 20 600 K 350 20 350 K 225 20 225 d. bangunan rumah jaga dan rumah pompa. Standar-standar yang dipakai Pada setiap tahapan pekerjaan beton. Mutu beton Jenis mutu beton yang akan digunakan pada masing-masing bagian pekerjaan yang tercantum dalam gambar rencana harus sesuai dengan uraian dalam spesidfikasi teknis ini atau sesuai dengan petunjuk Direksi.6. c. maka harus ada keterlibatan dari pihak terkait lain yang menangani pekerjaan Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC) di lapangan beban biaya kontraktor. Pengajuan 1. SP-26 Dokumen Lelang 2. yang selanjutnya disingkat dengan PBI. dan konstruksi rumah genset dan pondasi genset. Kontraktor harus mengajukan contoh semua bahan yang hendak digunakan dengan data pengujian yang harus memenuhi spesifikasi.225 Digunakan untuk bangunan apron. Untuk menjaga mutu beton yang dibuat.1. b. Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam PBI. pelaksanaan dan pemeliharaannya berlaku ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam peraturan beton bertulang indonesia. maka dipakai standar SKSNI-T15. beton bertulang dan bagian beton dari struktur yang tercantum dalam gambar rencana atau sebagaimana diperintahkan oleh Direksi. Jika tidak ditentukan.

f. Pembetulan pekerjaan yang kurang memuaskan 1. Kontraktor harus memberitahu Direksi secara tertulis paling tidak 24 jam sebelum memulai untuk mencampur atau mengecor beton. Pembetulan dari pekerjaan beton yang tidak memenuhi kriteria toleransi yang dirinci dalam spesifikasi. Kontraktor harus mengajukan gambar dari semua perancah yang akan digunakan. Lengas nisbi dari udara kurang dari 40 % c. Hujan atau bila udara penuh debu (tercemar) d. 5. Sebagai tambahan. Kontraktor harus mengajukan secara tertulis hasil seluruh pengajian pengendalian kualitas yang terinci dengan segera setelah tersedia atau ia di minta oleh Direksi. harus meminta petunjuk Direksi yang meliputi : -Perubahan dalam perbandingan campuran untuk sisa pekerjaan. 6. 3. Pengujian tambahan tersebut harus atas biaya sendiri dari Kontraktor. maka Direksi dapat meminta Kontraktor untuk melaksanakan pengujian tambahan yang diperlukan untuk menjamin bahwa suatu penilaian yang cukup baik mengenai kualitas pekerjaan dapat dibuat. atau tidak memenuhi persyaratan sifat campuran yang dirinci dalam spesifikasi. -Penguatan atau pembuangan seluruh dan penggantian bagian pekerjaan yang dianggap kurang memuaskan -Tambahan pada cacat-cacat kecil 2. 7 hari dan 28 hari berturut-turut setelah tanggal pencampurannya. Kondisi Pekerjaan Kontraktor harus menjaga suhu dari semua bahan-bahan terutama agregat kasar pada tingkatan yang serendah mungkin dan harus menjaga suhu dari beton di bawah 30°C pada waktu pengecoran. maka Kontraktor tidak akan mengecor beton apabila : a. Persetujuan tersebut tidak akan membebaskan kontraktor dari tanggung jawabnya pada setiap struktur. e. atau hasil akhir permukaan yang tidak memuaskan. mendiskusikan metode kontruksi dan program kerjanya serta memperoleh persetujuan sebelum memasang setiap perancah atau memulai pekerjaan beton lainnya.pengecoran beton. Hasil pengujian kuat tekan 3 hari. Dalam hal adanya perselisihan mengenai kualitas pekerjaan beton atau setiap keraguan mengenai kelayakan data pengujian yang tersedia.2 Persyaratan Bahan . Kecepatan penguapan melebihi 1. 4. Kondisi lapangan yang tidak memungkinkan atau tidak ada persetujuan Direksi untuk mengecor.0 kg/m2/jam b.6.

Kecuali jika diperintahkan lain oleh Direksi. Bahan yang ditolak harus segera dikeluarkan dari lapangan paling lambat dalam waktu 1 x 24 jam.SP-27 Dokumen Lelang Secara umum.1988). Kontraktor harus menyediakan contoh dari setiap pengiriman semen yang telah diserahkan ke tempat kerja kepada Direksi yang diperlukan untuk pengujian. 5. Semen yang telah disimpan lebih dari 40 (empat puluh) hari dan semen yang menurut penilaian Direksi kualitasnya meragukan tidak boleh digunakan dalam pekerjaan. Semua semen yang boleh digunakan adalah Semen Portland type-1 yang ditentukan dalam SII 0013-81 atau Standart Umum Bahan Bangunan Indonesia 1986 dan harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam standart tersebut. Semen 1. semua bahan yang dipakai untuk pekerjaan beton harus memenuhi ketentuan yang tercantum pada bagian 2 bab 3 dari PEDOMAN BETON 1988 (SKBI-1. semen tersebut harus segera digunakan. 4. maka hanya produk dari satu pabrik (Satu merk) untuk setiap jenis semen Portland yang boleh digunakan untuk pekerjaan beton. 7. Semen yang dikirimkan ke lokasi pekerjaan dalam drum atau kantong oleh pemasok (supplier) atau pabrik harus disimpan di dalam drum atau kantong tersebut telah dibuka. Direkksi harus menolak semen tersebut dan Kontraktor harus segera menyingkirkannya dari tempat pekerjaan. Bila menurut penilaian Direksi semen tersebut berbungkah atau berbongkol. 8.453. 3. Kecuali diijinkan lain oleh Direksi. 2. Semen yang diterima dalam kantong-kantong yang masih tersegel dan tidak pecah. Bila ada . kecuali ditentukan lain secara khusus dalam spesifikasi ini. 6. Jenis semen yang berbeda harus disimpan di tempat yang terpisah dan diberi tanda yang jelas. a. Segera setelah sampai di lokasi pekerjaan semen harus disimpan di tempat penyimpangan yang telah direncanakan sesuai dengan tujuannya atau ditempat kering yang bebas dari pengaruh cuaca buruk serta mempunyai sistem ventilasi yang baik dan lantai tempat penyimpanan terletak lebih tinggi 450 mm dari permukaan tanah dan 20 cm dari dinding serta fasilitas lain untuk mencegah penyerapan terhadap kelembaban. keterangan hasil pengujian dari pabrik harus disertakan bersama setiap pengiriman semen untuk menjamin mutu semen sesuai standart.

Gradasi agregat kasar dan halus sesuai dengan persyaratan yang diberikan dalam tabel berikut : Tabel 5. b.3 1.36 1.15 2 1½ 1 ¾ ½ 3/8 4 8 16 .2. Spesifikasi Analisa Saringan Agregat Ukuran ayakan standar Persentase berat yang lolos Mm Inch Agregat Halus Agregat Pilihan Agregat Kasar 50 37 25 19 13 10 4.18 0. Secara umum.6.75 2.keterbatasan ruang untuk penyimpanan semen dilokasi pekerjaan. Agregat SP-28 Dokumen Lelang 1. semen harus disimpan di pusat lokasi proyek dan dapat didistribusikan sesuai kebutuhan masing-masing pekerjaan. agregat harus memenuhi ketentuan dan persyaratan dari SII 00520-80 dan persyaratan yang ditentukan dalam spesifikasi ini. Bila tidak tercakup dalam SII 00520-80 maka agregat harus memenuhi ketentuan ASTM C33 2.

50 100 ----100 95 –100 45 –80 10 –30 2 -10 100 95 –100 35 –70 10 –30 0–5 ----100 90 –100 25 –60 0 – 10 0–5 ---100 90–100 20 –55 0 – 10 0–5 ----100 90–100 40–70 0 – 15 0–5 – -- .

tajam dan bentuknya relatif kubus. Kontraktor harus memberi jaminan kepada Direksi.Setiap timbunan agregat harus mampu mengalirkan air (lolos air) 9. Gradasi dari agregat kasar secara keseluruhan harus dapat menghasilkan mutu beton yang dikehendaki. Jumlah total lempung dan lumpur di dalam pasair alam tidak boleh melebihi ketentuan yang ada dalam ACI dan ASTM. Agregat harus bebas dari bahan-bahan organic seperti dirinci dalam AASHTO 6. Agregat kasar harus berupa koral/batu pecah yang mempunyai susunan gradasi yang baik. 12. dari masing-masing agregat yang diusulkan akan digunakan untuk mendapatkan persetujuan Direksi dan harus disimpan di lapangan untuk digunakan sebagai patokan (acuan) 8. Kontraktor harus memastikan bahwa agregat kasar dicurahkan. sesuai dengan dimensi struktur dan kerapatan tulangan dimana adukan akan dicor. padat dan mempunyai daya kerja yang baik dengan semen dan air dalam proporsi campuran yang akan dipakai. Pengambilan contoh dan pengujian agregat harus dilakukan memenuhi ketentuan yang sesuai dengan bagian-bagian dalam ASTM.3. keras porous. disimpan dan dipindahkan dari tempat penyimpanan dengan cara sedemikian sehingga tidak menyebabkan pemisahan. 4. Pasir yang digunakan harus benar-benar pasir cor bukan pasir laut. Sebelum pekerjaan adukan contoh dimulai. Agregat kasar harus dipilih sedemikian rupa seingga ukuran partikel terbesar tidak lebih besar daripada ¾ dari jarak minimum antara batang tulangan atau perbatasan lainnya dalam jarak di mana pekerjaan beton harus ditempatkan. 11. Kontraktor harus menyiapkan cara-cara penimbunan agregat pada setiap tempat dimana pekerjaan pembetonan dilakukan sedemikian : -Ukuran nominal dan agregat kasar dan agregat halus harus ditempatkan terpisah setiap waktu -Pengotoran terhadap agregat yang disebabkan oleh tanah dan benda-benda lainnya dapat dihindarkan setiap waktu SP-29 Dokumen Lelang . 5. 10. bahwa agregat yang akan dipasok tidak akan meningkatkan reaksi alkali dengan semen. ukuran yang lebih besar dari 38 mm untuk penggunaannya harus mendapat persetujuan dari Direksi. 7. . Kontraktor harus menyerahkan contoh sebanyak 50 kg. Agregat kasar mempunyai ukuran butir di antara 5 sampai dengan 20 mm.

Semua agregat harus disimpan di tempat bersih yang keras permukannya dan dicegah supaya tidak terjadi percampuran dengan material/bahan lain dan terkotori. minyak dan bahan organis yang merugikan. Agregat halus basah tidak boleh digunakan sampai menurut pendapat Direksi agregat tersebut telah kering hingga memenuhi kadar air yang tetap dan SP-30 Dokumen Lelang seragam. Sifat Agregat Beton Sifat Pengujian AASHTO Batas Maksimum yang diijinkan .Bahan-bahan yang lolos ayakan 200 T11 3 % 1% 18.Persentase gumpalan tanah liat dan partikel yang dapat pecah dalam agregat T112 0. Bila keadaan tempat/lokasi kerja terbatas bagi penyimpanan agregat. Bila diperlukan untuk memenuhi ketentuan dalam pasal ini. Tabel 5.25% . lumpur. 16.Kehilangan akibat penentuan kualitas dengan Sodium Sulfat setelah 5 putran T104 10% 12% .3. Dalam hal adanya perubahan sumber darimana agregat tersebut disuplai.6. Gradasi dari agregat halus harus menghasilkan mutu beton yang dikehendaki. Kontraktor harus melindungi gundukan/timbunan dari pengaruh cuaca buruk. setiap saat dalam laboratorium yang diakui. 15.5 % 0. maka Kontraktor diwajibkan untuk memberitahu kepada Direksi. berbentuk tajam dan keras. Direksi dapat meminta pada Kontraktor untuk mengadakan test kualitas dari agregat-agregat tersebut dari tempat penimbunan yang ditunjuk oleh Direksi. 14.Kehilangan akibat abrasi pada 500 putaran dengan Mesin Los Angeles T96 40 % . 17. agregat harus disimpan di pusat lokasi kerja dan akan didistribusikan setiap hari sesuai dengan kebutuhan masing-masing jenis pekerjaan denga cara sedemikian rupa . Agregat kasar dan agregat halus harus selalu bersih dari gumpalan tanah liat. Agregat halus mempunyai modulus kehalusan butir antara 2 sampai dengan 32 jika diselidiki dengan saringan standar.13.

persyaratan mengenai campuran beton baik mengenai perencanaan campuran dan pengendalian mutu harus memenuhi ketentuan yang tercantum pada bagian 3 bab 4 dari PEDOMAN BETON 1988 (SKBI – 1. gula atau zat organic yang dapat memenuhi persyaratan ASTM atau PBI. 6. Air yang digunakan dalam mencampur. merawat.1. Metode penggunaan dan jumlah bahan tambahan yang digunakan harus seijin dan disetujui Direksi.1 Rencana Campuran Beton Pada saat dimulainya pekerjaan Kontraktor harus membuat adukan untuk setiap mutu beton yang tercantum pada tabel 6.3 Pencampuran Bahan Secara umum. Air 1. c.1988) 6.2. Agregat harus dihitung berdasarkan berat. Air dengan kualitas sebagai air nimum dapat digunakan tanpa pengujian 3. demikian pula bila beton dengan kelas tersendiri.1 yang akan digunakan dalam pelaksanaan pembangunan dan detail rencana campuran harus dimasukkan untuk disetujui Direksi. kecuali ditentukan lain secara khusus dalam spesifikasi ini. Setiap rencana campuran harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1. d. garam. Agregat Bahan tambahan adalah bahan yang ditambahkan/dicampur bersama bahan beton selama pengadukan dengan maksud memperbaiki sifat-sifat campuran beton. Kombinasi mutu agregat harus menerus. Kecuali diijinkan atau diperintahkan oleh Direksi.1. Beton yang meliputi berbagai kelas/mutu yang menggunakan bahan tambahan harus direncanakan dan dibuat adukan contoh tersendiri dan disetujui Direksi. 2. atas biaya Kontraktor.3.4.6.53. Kontraktor tidak diperkenankan mempergunakan admixture. SP-31 . Tetapi persetujuan ini tidak mengurangi tanggung jawab Kontraktor untuk menghasilkan beton dengan kekuatan dan “kemudahan pengerjaan” sesuai dengan ketentuan. basa. asam alkali. Direksi berhak mengharuskan Kontraktor memeriksa air yang dipakai di laboratorium bahan yang diakui dan sah.6. Bahan tambahan yang mengandung calcium khlorida tidak boleh digunakan denga alasan apapun.sehingga terhindar dari pengotoran dan pemisahan terhadap agregat. Agregat terdiri dari “fine aggregate”/butiran halus dan “coarse aggregate”/butiran kasar dengan ukuran maksimum ditentukan dalam tanel 6. atau penggunakan lain yang direncanakan harus bersih dan bebas dari setiap zat-zat yang merugikan seperti minyak.

Silinder harus dibuat. agreget dan air ditentukan dengan teliti berdasarkan berat sesuai dengan campuran/adukan yang disetujui Direkksi (atau adukan yang diperbaiki setelah tes pendahuluan) dan analisa ayakan harus dibuat dengan metode yang diuraikan dalam ASTM dan atau ACI.Dokumen Lelang 2.6. 6. Untuk beton yang menggunakan semen yang berbeda dengan Portland Cement atau bahan tambahan yang diakui. Kontraktor harus menyiapkan suatu percobaan campuran dari setiap mutu beton dengan dihadiri/diketahui oleh Direksi.85 dan tidak lebih besar dari 0.92. cara pemadatan. Faktor pemadatan dari setiap kelompok contoh adukan. disiram. Campuran harus dibuat agar dapat menghasilkan silinder beton dengan karakteristik kekuatan pada umur 28 hari setelah pengecoran tidak lebih kecil dari kekuatan yang ditentukan pada tabel 6.6. jenis konstruksi yang bersangkutan dan kerapatan dari tulangan. kekuatannya tidak boleh kurang dari pada yang tercantum dalam tabel 6. harus ditentukan dengan segera setelah pengadukan dengan menggunakan metode yang diuraikan dalam ASTM dan atau ACI dan tidak boleh melebihi dari batas yang tercantum dalam butir spesofikasi ini. pemadatan ditentukan dengan metode yang diuraikan dalam ACI dan ASTM harus tidak kurang dari 0.3.2 Workability (Kelecakan Beton) 1. Kekentalan (konsistensi) adukan beton harus disesuaikan dengan cara transport. 6.1. Kekentalan tersebut dapat tergantung pada berbagai hal. jenis ukuran butir dari agregat serta penggunaan bahan-bahan pembantu.1. Jika nilai rata-rata kekuatan dari 9 siliner diuji setelah berumur 28 hari kurang adari kekuatan contoh adukan yang .1. transportasi dan pemadatan beton yang bersangkutan dalam pekerjaan. Setiap campuran tidak boleh kurang dari 0. disimpan dan diuji 28 hari setelah pembuatan sesuai dengan metode yang diuraikan dalam ASTM dan atau ACI. nilai faktor air semen. Kontraktor harus membuat 3 kelompok contoh adukan secara terpisah untuk setiap adukan dan 3 (tiga) “silinder uji tekan” (150 x 300 mm) akan dibuat dari setiap adukan dengan disaksikan oleh Direksi.3 Contoh Campuran Beton Segera setelah Direksi menyetujui rencana campuran beton untuk setiap jenis mutu beton struktur dan selama atau setelah pelaksanaan tes pendahuluan. 2. Proporsi dari semen.1.3. diangkut dan dipadatkan dengan metode yang diusulkan akan digunakan Kontraktor dalam penanganan. bagi agregat halus dan dari setiap ukuran nominal agreghat kasar. antara lain jumlah dan jenis semen. Untuk beton bertulang. Tetapi campuran tersebut harus disetujui terlebih dahulu oleh Direksi. Kemudahan pengerjaan setiap mutu beton harus sedemikian rupa sehingga pemadatan dengan hasil yang memuaskan dapat diperoleh bila beton dicor dan divibrasi dan tidak memisah bila ditangani.5 M3 beton. Percobaan campuran akan dicampur dalam waktu yang bersamaan dan ditangani oleh alat yang sama seperti yang diusulkan Kontraktor untuk digunakan dalam pekerjaan.

Kontraktor harus memperhatikan ketentuan terdahulu dan juga memperhatikan batasanbatasan lain pada rasio air/semen yang diperlihatkan pada gambar atau yang dinyatakan/disebutkan sesuai penggunaan beton pada bagian tertentu pekerjaan.4 Pengadukan Beton a. 6. Metode pelaksanaan tersebut harus diajukan paling lambat 7 hari sebelum pengecoran untuk mendapatkan persetujuan Direksi.sebelum Kontraktor menggunakan kotak pengukuran volume dalam pekerjaannya.tertera pada tabel 6. Alat petunjuk berat akan dengan mudah dapat dilihat dan diawasi dari .6. Pada saat menghitung ukuran dari kotak pengukur agregat halus harus diberi kelonggaran yang berguna untuk melebarnya agregat halus sehubungan dengan adanya kandungan kadar air yang ada pada timbunan pasir di lokasi pekerjaan. Untuk beton dengan mutu diatas.1. Pengukuran Berat Bahan Untuk Beton Semua semen yang digunakan untuk membuat beton harus diukur beratnya dengan menggunakan alat timbangan yang disetujui atau membuat ukuran setiap pengadukan beton.3. Fasilitas mesin pengukur harus mempunyai alat pengontrol dan pengukur bahan yang akurat baik secara satu pekerjaan satu maupun secara kumulatif serta dapat dilakukan pengaturan segera oleh operator tingkat menengah (semi skilled operator) agar supaya dapat dibuat campuran yang bervariasi. Kotak pengukur volume harus dibuat dengan konstruksi yang baik dari bahan kayu atau baja serta mempunyai volume/isi yang tetap dari bermacam-macam agregat untuk satu adukan dari suatu campuran. hal tersebut harus mendapat persetujuan Direksi yang menyangkut ukuran dan bentuk kotak tersebut. SP-32 Dokumen Lelang Selanjutnya.1 Kontraktor harus merubah adukan serta membuat contoh adukan dan silinder selanjutnya.4 Batasan Rasio Campuran Air/Semen Dalam merencanakan dan menentukan adukan beton untuk digunakan dalam pekerjaan. Kotak tersebut harus mempunyai dasar yang tertutup dan harus ditandai dengan jelas agregat yang mana yang digunakan.6. untuk kemudahan dalam pekerjaan pengecoran maka Kontraktor harus mengajukan metode pelaksanaan pengecoran yang dianggap paling efisien menurut Kontraktor berkaitan dengan besarnya volume beton dan berkaitan dengan luas areal yang tersedia di lapangan. agregat halus dan sejumlah agregat kasar harus diukur beratnya tersendiri atau secara kumulatif dengan menggunakan pengukur berat mesin pengaduk. jumlah kantong semen atau jumlah drum semen yang diperlukan. 6.

b. Pada permulaan pekerjaan. Jumlah pengambilan dari setiap mutu beton yang dituang dalam satu hari harus diambil tidak kurang dari satu kali. Satu pengambilan contoh mewakili suatu volume rata-rata yang tidak lebih dari 20 m3 atau 5 truk mixer atau 1 batch (dipilih yang volumenya terkecil). 3. dan akan mengatur jumlah air yang ditambahkan ke setiap adukan untuk menjaga rasio air/semen dari adukan selalu tetap. Bila bahan pencampur tambahan boleh digunakan harus diukur secara terpisah dengan alat pembubuh (dispenser) yang telah dikalibrasi dan harus dimasukkan ke dalam adukan bersama airt. pembuatan dan perawatan benda uji harus sesuai ketentuan ASTM C31 dan diuji berdasarkan ASTM C39 di laboratorium yang berwenang dan disetujui oleh Direksi. jika ada) ke dalam suatu campuran yang berwarna seragam dan melepaskan campuran tanpa pemisahan. c. 2. Kontraktor harus memperhitungkan kandungan air dalam angregat bila menentukan jumlah air yang ditambhakan ke setiap campuran. pengadukan pertama hanya terdiri dari setengah bagian dari jumlah normal agregat kasar untuk mengganti pelekatan bahan lain pada drum. Keadaan kadar air asli agregat harus ditentukan sebelum dimulainya pengadukan setiap harinya dan pada periode tertentu dalam 1 hari pengadukan bila diperlukan. Pada setiap kali pengambilan contoh beton harus dibuat empat pasang spesimen silinder yang dites sebagai berikut : . Dalam waktu-waktu tertentu sesuai perintah Direksi. alat pengukur air dan pembubuh bahan campuran tambahan. Kontraktor harus menyediakan alat pengukur berat container dan peralatan yang diperlukan untuk pengujian ketepatan alat penimbang berat. Semua pengaduk dan mesin pengaduk harus dijaga agar bebas kerak beton dan harus dibersihkan sebelum pengadukan dmulai.tempat pengisian atau pengosongan corong curah. semen dan air (termasuk bahan campuran tambahan. Yang dimaksud dengan kekuatan beton disyaratkan (fc’) adalah hasil test tekan silinder f 150 mm x H 300 mm pada umur beton 28 hari. Pengambilan contoh beton harus sesuai dengan ketentuan dari PBI 89 dan ASTM C172. Pengadukan Beton SP-33 Dokumen Lelang Beton harus diaduk dalam alat pengaduk mekanis atau beton molen yang mampu mengkombinasikan agregat. Pengawasan Mutu Beton 1. Pengawas berhak meminta setiap saat pada Kontraktor untuk membuat benda uji berupa silinder dari adukan beton yang dibuat. dengan pengaduk yang bersih.

Konstruksi beton yang berisikan kayu atau benda lain Semua pekerjaan yang dianggap cacat tersebut pada dasarnya harus dibongkar dan diganti dengan yang baru. 5. pengawas mempunyai wewenang untuk menolak konstruksi beton yang cacat seperti berikut : SP-34 Dokumen Lelang -Konstruksi beton kropos -Konstruksi beton tidak sesuai dengan bentuk yang direncanakan atau posisinya tidak sesuai dengan gambar. biaya ditanggung oleh Kontraktor pelaksana. .Tidak satu pun sari hasil uji tekan mempunyai nilai rata-rata kuat tekan 2 buah spesimen silinder dari contoh beton yang sama (atau 1 pasang spesimen). Pengujian tambahan yang diminta oleh pengawas mengenai mutu beton dengan metode Destructive test atau pub non-destrucctive test. . baik untuk perencanaan maupun pelaksanaannya ditanggung oleh Kontraktor sepenuhnya. Laporan uji tekan harus diserahkan kepada pengawas satu hari sesudah selesai pengujian. Meskipun hasil pengujian benda-benda uji memuaskan.82S) .Konstruksi yang tidak tegak lurus atau tidak rata seperti yang direncanakan . Evaluasi hasil uji tekan umur 28 hari dilakukan berdasarkan ketentuan sebagai berikut : -Nilai rata-rata dari semua pasangan hasil uji berturut-turut yang masingmasing terdiri dari tempat hasil uji kuat tekan tidak kurang dari (fc’ + 0. 7. maka bagian pekerjaan tersebut harus diperkuat dengan suatu metode yang mana seluruh biaya untuk itu. kecuali Direksi menyetujui untuk diadakan perbaikan atau perkuatan dan cacat yang ditimbulkan tersebut. Apabila dalam pelaksanaan nanti kedapatan bahwa hasil uji tekan gagal memenuhi syarat spesifikasi dan telah pula dilakukan penyelidikan lain dan hasilnya gagal pula.-1 pasang dites pada umur 3 hari -1 pasang dites pada umur 7 hari -2 pasang dites pada umur 28 hari 4. 6.

permukaan tersebut harus di-sand blasted untuk memperlihatkan agregat. 6. Kontraktor harus memperhatikan bahwa permukaan telah disiapkan dan dibersihkan sebelum pengecoran disetujui oleh Direksi. persyaratan mengenai pelaksanaan pembetonan yang meliputi pengadukan. perawatan. a.5 Persyaratan Pelaksanaan Secara umum. 3. Jika umurnya lebih dari 3 hari atau sudah terlalu keras.53. Permukaan siar beton yang sudah dicor harus dibersihkan seliruhnya dari bendabenda asing atau serpihan-serpihan. 5. sparing dan lain-lain harus memenuhi ketentuan yang tercantum pada bagian 1 bab 5 dan bab 6 dari PEDOMAN BETON 1988 (SKBI 1. pengecoran. Pemadatan dan penggetaran harus dilakukan pada permukaan lama dan ke sudut-sudut cetakan beton. Jika beton kurang dari 3 hari umurnya.1988). Semua cetakan beton dan penopang-penopangnya harus didisain oleh kontraktor . penanganan. 2.6. permukan tersebut harus disiapkan dengan pencucian dan penyikatan seluruhnya. karena adanya kerusakan alat atau alasan lain yang tak terduga. penulangan. tanpa memperhatikan jam-jam makan. bekeisting. kecuali ditentukan lain secara khusus dalam spesifikasi ini. Bekisting harus SP-35 Dokumen Lelang diperiksa lagi dan dikencangkan. Semua siar-siar konstruksi dalam beton harus dibentuk rata harizontal atau vertikal. maka beton yang sudah dicor harus di pecah kembali dan disingkirkan sehingga dicapai lokasi yang cocok untuk siar kontruksi sebagaimana yang disetujui oleh Direksi. harus disediakan penopang tegak lurus pada garis tegangan-tegangan utama tetapi jika lokasinya dekat tumpuan suatu plat atau balok. atau di tempat lain yang dianggap berbahaya oleh Direrksi. b. Pembuatan Bekisting 1. Pengecoran beton harus dilaksanakan secara terus menerus dari satu siar ke siar berikutnya.6. 4. jika perlu bekisting dibor guna melewati penulangan. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi jadwal secara detil rencana pembetonan semua bagian pekerjaan. siar konstruksi.4. pengangkutan. siar-siar tersebut harus berakhir pada bekisting yang kokoh dan tunjang dengan baik. maka dianggap terdapat siar kontruksi. Jika diperlukan siar kontruksi di tempat yang lain dari pada yang telah disetujui. Bila pekerjaan pengecoran ditunda sampai beton yang sudah dicor mulai mengeras. Siar-siar Konstruksi 1.

2. Bila ada bagian beton yang sempit dan mempunyai kedalaman yang sangat besar. maka cetakan khusus untuk balok dan plat beton harus dibuat cembung ke atas setinggi besarnya lendutan yang akan terjadi. 11. Lubang-lubang ini harus ditutup dengan rapi sebelum pengecoran.dan diserahkan kepada Direksi berupa gambar dan perhitungan untuk mendapat persetujuan. gerakan-gerakan dan getaran yang membahayakan akibat tekanan dan adukan beton cair atau padat. Jarak maksimum tiang-tiang penyangga harus diatur oleh kontraktor demi keamanan struktur yang akan dicor. SP-36 Dokumen Lelang . Penampatannya harus didisain sehingga tidak ada bagian yang tertanam lebih dekat dengan permukaan beton dari pada selimut betonnya untuk melindungi baja tulangan di lokasi tersebut. 8. tetapi berpijak diatas balok kayu rata atau lantai kerja dengan kokoh. Cetakan harus benar-benar lurus. Semua tiang-tiang penyangga tidak boleh ditempatkan langsung diatas tanah. 4. Penggunaan pengikat (batang tarik) yang ditanam dalam betan diperkenakan setelah mendapat persetujuan dari Direksi. Untuk menghindari dan menjaga lendutan. Semua sambungan harus ditutup rapat untuk menghindari kebocoran air semen dan dibuat sedemikian sehingga permukaan beton yang kelihatan (exposed surface) lurus. harus dibuat lubang-lubang pada sisi-sisi cetakan di posisi yang disetujui Direksi untuk memungkinkan penuangan dan pemadatan beton yang memadai. 5. Kontraktor diwajibkan untuk memasang beton deking agar tulangan tidak menempel pada permukaan bekisting. 12. 9. 3. Gambar dan perhitungan tersebut hendaknya diserahkan minimal 7 (tujuh) hari sebelum bekisting mulai dikerjakan. ketebalan dari beton deking tersebut harus disesuaikan dengan selimut beton yang diperlukan yang ditunjukkan dalam gambar kerja. Semua lubang bekas batang pengikat harus diisi dengan beton atau spesi dengan cara yang disetujui Direksi dan harus tidak berbekas pada permukaan beton. 10. Bekisting harus dibuat sedemikian sehingga pembongkarannya dapat mudah dilakukan tanpa membahayakan konstruksi. 7. rata dan kokoh. rata dan kokoh sehingga cukup untuk menahan defleksi. 6. Cetakan harus mempunyai lubang-lubang sementara yang kegunaannya untuk membuang kotoran. Apabila pemasangan bekeisting tidak sesuai dengan ketentuan atau dianggap kurang baik maka Direksi berhak menyuruh membongkar dan memperbaiki dengan biaya ditanggung oleh Kontraktor.

semua permukaan cetakan harus bersih dari segala sesuatu yang dapat mengurangi mutu beton dan kekuatannya. ataupun serpiham-serpihan kayu. 14. Sebelum digunakan lagi semua cetakan harus dibersihkan. keputusan Direksi dalam hal perpaikan yang diperlukan harus dilakukan segera. Pembongkaran Bekisting 1. Kerusakan-kerusakan kecil mungkin dapat diperbaiki dengan mengisi plester/spesi sesuai kebijaksanaan Direksi. Jika noda timbul setelah pembongkaran bekisting. permukaan harus rata/halus dan padat. jangan sampai merusak betonnya sendiri. Permukaan beton yang tidak rata dan ketidak teraturan yang lambat laun harus digosok dengan Carbo rundum dan air setelah beton dipelihara dengan baik. dimana perlu. 2. Kerusakan pada Permukaan Bekisting Pembuatan bekisting dan pembetonan harus sedemikian sehingga tidak diperlukan lagi perbaikan. 15. setiap kerusakan yang timbul akibat pembongkaran dan pemukulan cetakan dan penopangnya. d. Persetujuan ini tidak membebaskan Kontraktor dari tanggung jawabnya. pelunturan warna permukaan dari kerusakan kecil lain dapat disikat dengan karung/kain kasar segera setelah bekisting dilepas: 2. lubang gelembung. Semua permukaan beton harus benar-benar halus. Tidak ada cetakan yang boleh dibuka sebelum disetujui oleh Direksi. Kerusakan yang seperti ini dan kerusakan lain harus diperbaiki dengan cara yang disetujui Direksi yang mungkin termasuk penggunaan “epoxyt resin” yang cocok. c.13. terutama kotoran-kotoran yang menempel. Pembongkaran bekisting dilaksanakan dengan hati-hati. Sebelum pengecoran dilaksanakan. dipotong membentuk “devetail” yang teratur paling sedikit dengan kedalaman 75 mm dan diisi kembali dengan beton diatas tulangan kawat baja dan mengikat pada “dovetail” . Bahan yang rusak tidak diijinkan digunakan. dan lain-lainnya. Permukaan dalam cetakan harus disemprot dengan menggunakan air bertekanan serta udara (kompresor) untuk dikumpulkan di suatu tempat dan selanjutnya diambil dan dibuang. Tindakan tersebut termasuk (tetapi tidak dibatasi) dalam: 1. Kontraktor wajib memperbaiki dengan biayanya sendiri. kawat sisa pemotongan. Minyak untuk cetakan dapat dipakai tetapi hatus diperhatikan cara pelaksanaan harus benar-benar rapi untuk menghindari percikan pada permukaan siar konstruksi atau baja tulangan. Sirip. atau pembongkaran dapat dilaksanakan sesuai kekuatan beton berdasarkan hasil pengujian. Setiap permukaan yang bersisik harus dibersihkan dan lubang-lubang udara di permukaan diisi dengan campuran spesi 1 : 1 ½. Pembongkaran dilakukan dimana bahan konstruksi bagian tersebut harus dapat memikul berat sendiri dan beban-beban pelaksanaan. Semua bahan cetakan harus dirawat dengan baik.

Beton tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan cetakan. maka kontraktor harus mengusulkan dalam waktu 7 hari sebelum pelaksanaan melalui gambar shop drawing. Kontraktor harus melaporkan dan meminta petunjuk dari Direksi. Segregasi dalam beton yang disebabkan jatuh bebas dari tempat yang cukup tinggi. Sparingsparing harus dipasang kuat sehingga tidak bergeser/ berubah kedudukannya selama pengecoran.e. dan persiapan betul-betul telah memadai. reruntuhan atau bahan lepas yang lainya. Baja tulangan harus bersih dari semua kotoran atau zat pelapis yang dapat mengurangi lekatan dengan beton. Permukaan bekisting dan bahan-bahan yang menyerap pada tempat-tempat yang akan dicor harus dibasahi dengan merata namun tidak berlebihan. kontraktor wajib meminta ijin tertulis dan pihak Direksi untuk memulai pengecoran tersebut. Sebelum pengecoran dimulai. terhadap sistem struktur/penulangan yang ada. dikordinasikan dengan pekerjaan instalasi listrik dan drainase. Beton yang akan dicor harus diusahakan agar pengangkutannya ke tempat posisi terahkir sependek mungkin dan dengan alat yang dapat melindungi dari pengaruh kontaminasi atau segregasi. 6. Beton hanya boleh dicor pada waktu Direksi atau Wakilnya yang ditunjuk serta pengawas kontraktor yang setara ada ditempat kerja. 4. Paling lama 2 jam setelah waktu pengadukan pertama kali. beton harus sudah dituang seluruhnya. Untuk pemasangan sparing-sparing harus dihindari pemotong pembesian. Jika pemasangan sparing ini dirasa akan menimbulkan masalah. penopang dan pengikat dan lain-lain selesai dikerjakan. 2. Kontraktor harus memperhatikan letak/jarak/sudut untuk setiap penghentian pengecoran yang akan masih berlanjut. Kontraktor harus memperhatikan sebelum pengecoran. pemasangan instalasi-instalasi yang harus ditanam. Sebelum pengecoran dimulai permukaan-permukaan yang berhubungan dengan pengecoran harus disetujui oleh Direksi. Segera sebelum pengecoran beton. semua permukaan cetakan harus bersih dari air yang tergenang. 5. atau bertumpuk dengan baja tulangan-tulangan. 3. terutama yang menyangkut pipa-pipa sparing yang tertanam dalam beton. tidak . ukuran dan letak baja tulangan sesuai dengan gambar pelaksanaan. Tempat penempatan sparing-sparing sesuai dengan gambar kerja dan bila tidak disebutkan. atau sudut yang terlalu besar. Sparing pipa harus dilindungi sehingga tidak terisi adukan beton. Pengecoran Beton SP-37 Dokumen Lelang 1.

Apabila setelah cetakan dibongkar ternyata terdapat bagian-bagian beton yang kropos atau cacat lainya maka perbaikan hanya dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Direksi mengenai cara pengisian atau penambahan dan penutupan lainnya. 14. Dasar kotak tidak boleh dibuka sampai kotak tersebut terletak dengan baik di atas tempat pengecoran. Kontraktor wajib mengatur campuran beton yang sesuai dan kecepatan penuangan beton untuk menghindari segregasi.45. Jadwal waktu pengecoran harus diatur sedemikian sehingga tidak ada permukaan beton yang dibiarkan lebih dari 30 menit sebelum pengecoran berikutnya. Dalam pemadatan setiap lapisan pada beton. beton tidak boleh dicor dalam air yang mengalir dan juga tidak boleh jatuh melalui air. 9. Kalau diperkirakan segregasi mungkin terjadi.dapat diterima. 11. kecuali dilakukan dalam tempat yang terlindung. 15. Jika ketidak sempurnaan tersebut tidak dapat diperbaiki untuk menghasilkan permukaan beton yang diharapkan. SP-38 Dokumen Lelang 8. 10. Jumlah semen pada adukan rasio semen/air dalam adukan tidak melebihi 0. Beton hanya dapat dicor dengan menggunakan kotak kedap air dengan dasar yang terbuka atau corong pipa cor (tremie) dari jenis yang disetujui Direksi. Toleransi Dimensional . Tukang besi harus selalu berada di lokasi pengecoran untuk sewaktu-waktu membetulkan posisi dari baja tulangan. Pengguaan concrete pump dapat dilakukan degan seijin Direksi. Semua resiko yang terjadi sebagai akibat pekerjaan tersebut dan biaya perbaikan kembali merupakan tanggung jawab kontraktor. kepala vibrator harus dapat menembus dan menggetarkan kembali beton pada bagian atas dari lapisan yang terletak di bawahnya. Beton hanya boleh dicor dalam air dengan ijin tertulis dari Direksi dan dimana menurut anggapan Direksi tidak praktis untuk mengecor di tempat kering. Lamanya penggetaran tidak boleh menyebabkan terpisahnya bahan beton dengan airnya. Pengecoran beton tidak diperkenakan selama hujan deras. kontraktor harus mempersiapkan tremie atau alat lain yang cocok untuk mengontrol jatuhnya campuran beton 7. 12. kerusakan pada baja tulangan. cetakan dan sebagainya. maka harus dibongkar atau diganti dengan pembetonan kembali. 13. dan ujung corong pipa cor harus selalu tetap di bawah permukaan adukan beton yang baru dicor.

ikatan/sambungan yang longgar dan kerusakan pada bahan bekisting dan harus diuji dengan plat lurus (straight template) bagi permukaan dasar atau peralatan yang sesuai bagi permukaan yang melengkung. Plat pengukur SP-39 Dokumen Lelang tersebut mempunyai panjang 3 m untuk permukaan tanpa bekisting dan 1.5 m untuk permukaan dengan bekisting. kecuali bila toleransi dinyatakan berbeda oleh spesifikasi atau diperlihatkan dalam gambar. kolom + 10 mm Kolom dinding atau antara tembok kepala -Toleransi menurut bentuk : Siku-siku (perbedaan panjang/diagonal) 10 mm Kelurusan atau busur (penyimpangan dari 12 mm Garis yang dimaksud) untuk panjang sampai 13m Kelurusan atau busur untuk panjang 3m-6m 15 mm Kelurusan atau busur untuk panjang lebih 20 mm Besar dari 6 m -Toleransi menurut posisi (dari titik rujukan) : Posisi rencana dari kolom pracetak +10 mm Posisi rencana dari permukaan horizontal +10 mm Posisi rencana dari permukaan vertical +10 mm .1. Kekarasan tidak seragam mencakup. Pada tabel 6. Ketidakteraturan permukaan dikategorikan sebagai kekasaran/ “abrupt” atau tidak rata/ “gradual”. Toleransi kelurusan dan selimut beton -Toleransi menurut ukuran Panjang keseluruhan sampai dengan 6 m + 5 mm Panjang keseluruhan melebihi 6 m + 15 mm Panjang balok. b.5 di bawah ini. pelat lantai atas.1. tetapi tidak terbatas pada cetakan dan sirip yang disebabkan perletakan bekisting yang salah.a.5 jalur dan ketinggian/“liners and level” dan dimensi/ “dimension” berarti jalur dan ketinggian serta dimensi potongan melintang yang diperlihatkan pada gambar. Toleransi permukaan beton permukaan beton dari berbagai macam mutu baik dengan bekisting atau tanpa bekisting yang ditentukan pada butir di atas harus sesuai dengan toleransi yang diperlihatkan pada tabel 6.

SP-40 Dokumen Lelang Dimana permukaan beton yang halus ditentukan. lapis buih beton harus dihilangkan dari permukaan beton kelas U1 dan agregat diperlihatkan ketika beton masih berwarna hijau. beton yang berlebih segera disingkirkan setelah pemadatan. Finishing kelas U2 harus terus menerus seragam atau sisi yang tajam. finishing kelas U1 merupakan finishing kelas pertama bagi finishing kelas U2 dan U3 dan untuk muka beton yang halus. U3 atau bonded Concrete) tidak boleh terganggu dengan cara apapun setelah mulai terjadi perkerasan dan selama periode pemeliharaan. Bila mutu finishing tidak ditentukan beton dianggap termasuk finishing kelas U2.-Toleransi menurut kedudukan tegak : Penyimpangan ketegangan untuk kolom dan +10 mm dan dinding -Toleransi menurut ketinggian : Puncak beton penutup dibawah pondasi +10 mm Puncak beton penutup dibawah pelat injak +10 mm Puncak kolom. Macam Finishing Permukaan Beton tanpa Cetakan Finishing pada permukaan beton tanpa bekisting dikategorikan atas U1. “Spaded” atau “bonded concrete” atau finishing khusus lainnya yang mungkin ditentukan secara khusus. permukaan beton harus diratakan kemudian disapu dengan . Dimana “broom finish” diperlukan. Pada pembetonan dengan singkup permukaan harus bebas dari lubang/celah dan harus diusahakan seragam bentuknya dengan menggunakan singkup seperti halnya pada waktu pengecoran. yang mana (kecuali jika telah diganti menjadi kelas U2.Toleransi untuk selimut beton di atas baja tulangan : Selimut beton sampai dengan 3 cm + 5 mm Selimut beton dari 3 cm – 5 cm + 10 mm Selimut beton dari 5 cm – 10 cm + 10 mm 16. tembok kepala dan balok +10 mm melintang Puncak pelat lantai +10 mm -Toleransi menurut Kedudukan dasar : 10 mm dalam ukuran panjang horizontal 4 m .U3. U2.

6. Toleransi Maximum Finishing Permukaan Beton tanpa Cetakan Toleransi Maximum (mm) Mutu finishing Jalur dan ketinggian Kekerasan Ketidak kasaran Dimensi U1 U2 Pasal 3. Tabel 5. Beton dikerjakan tidak lebih dari keperluan untuk menghasilkan permukaan yang seragam bebas bekas perataan.4. Pengaci harus dilakukan setelah beton mulai keras atau telah cukup keras. Finishing kelas U2 dilakukan dengan menggunakan penggaci kayu.5.arah yang sama dengan menggunakan sapu yang kaku.e.1.16 U3 F1 F2 F3 +12 +6 +6 +12 +6 +3 6 3 3 6 6 3 +6 +3 +3 +6 +6 +3 +12 -6 +12 -6 +6 .

Untuk bahan rangka penguat dan tiang penyangga dari kayu Borneo super dengan ukuran disesuaikan menurut keperluan. bebas dari kerusakan yang dapat dilihat dari bentuk permukaannya. harus dilapis dengan menggunakanpanel dari material/bahan yang tidak berkarat dengan permukaan yang harus tanpa cacat seperti plywood yang diamplas papan fiber (“hard compressed fibre board”) disusun dalam pola yang telah disetujui dan dipakukan ke bagian bekisting. lembaran metal atau bahan lain yang sesuai untuk mencegah hilangnya adukan encer semen bila divibrasi. Besi yang ditempa dan panel besi tidak boleh digunakan. papan atau plywood ataui panel dari metal yang diatur dalam pola yang seragam yang telah disetujui. Dapat juga menggunakan scaffolding dari baja. Bila mutu finishing tidak ditentukan semua bagian luar beton (external concrete) harus difinishing dengan mutu F2. Bahan dan Mutu Finishing Untuk Beton dengan Cetakan -Finishing untuk permukaan beton yang dicetak diklasifikasikan sebagai F1. -Bahan release agent/mould oil dapat dipakai merk Trikosal produk Gruneau atau lainnya yang sejenis dengan kegunaan untuk memudahkan pelepasan/pembongkaran cetakan. F2. sebagai hasil dari pekerjaan yang dilakukan. Permukaan harus diaci dengan tekanan yangsama dan tidak meninggalkan bekas alat pengaci. f. Lihat detail untuk finising permukaan beton dengan bekisting.Finising kelas U3 harus dilakukan dengan alat pengaci dari besi. bekisting untuk finishing F3. dan F3 atau jenis finishing lainnya yang ditentukan. Bekisting untuk finishing F1 SP-41 Dokumen Lelang harus dibuat dari kayu. Pengacian dengan cara ini belum boleh dilakukan sampai lapiasan air telah hilang dan beton cukup keras untuk mencegah timbulnya lapis buih beton ke permukaan. 17. bagian luar beton yang berada dalam tanah difinishing dengan mutu F2. Bekisting untuk finishing F2. Beton Ready Mix . harus diberi permukaan plat besi tempa. -Untuk bahan cetakan beton adalah dari jenis kayu lembaran/multiplek dengan tebal 18 mm dari kualitas terbaik.

Kontraktor harus mengatur agar Direksi dapat memeriksa alat pembuat beton ready mix bilamana diperlukan. 8. dikirim bersama pengemudi truk dan diparaf oleh pencatat waktu yang bertanggung jawab ditempat pengadukan (batching plant). Sama sekali tidak diperkenankan penambahan air pada waktu pengecoran.1. Beton Ready Mix harus berasal dari suatu sumber yang disetujui oleh Direksi dan harus memenuhi persyaratan yang diuraikan pada bagian ini. Beton harus sudah dituang dan dipadatkan pada posisi akhirnya dalam waktu 2 . Kontraktor harus memiliki data-data dari pemasok ready mix yang menunjukkan bahwa ketentuan-ketentuan dalam spesifikasi ini telah dipenuhi oleh pem.asok yang bersangkutan. 5. Beton harus diangkut dengan truk mixer yang terus menerus berputar dengan kecepatan sesuai ketentuan dari pabrik. Kontraktor bertanggung jawab untuk mengusahakan agar beton memenuhi persyaratan dari spesifikasi ini termasuk pengendalian mutu. Di lapangan harus dibuat catatan meliputi hal-hal berikut ini: -Waktu kedatangan truk mixer -Waktu pengadukan dan penambahan air di batching plant -Waktu ketika beton dicorkan -Mutu beton atau kekuatan yang ditentukan dan ukuran agregat maksimum -Posisi di mana beton dicor SP-42 Dokumen Lelang -Identifikasi silinder uji yang diambil dari truk tersebut -Slump (faktor kompaksi) 9. Proporsi campuran bahan-bahan dari setiap mixer harus terus didata. Jika salah satu dari persyaratan dalam spesifikasi ini tidak dipenuhi oleh pemasok. 2. Direksi dapat menarik kembali persetujuannya dan mengharuskan kontraktor mengganti pemasok 3. Kontraktor harus meyediakan di lapangan satu mixer drum dengan kapasitas minimum 12m3 dan menjaganya agar tetap dalam kondisi jalan untuk dipakai bila terjadi gangguan dalam pemasokan ready mix. Pada dokumen pengiriman harus dicantumkan wakyu pengadukan dan penambahan air. 7. 6. Penambahan air setelah keluar dari tempat pengadukan harus di bawah pengawasan Direksi. 4. Kontraktor juga harus meyediakan juga material yang memadai untuk dipakai dengan mixer cadangan tersebut.

maka beton setelah pengecoran pada hari-hari pertama harus disiram. 6.4. Seluruh permukaan beton harus dilindungi selama proses pengerasan terhadap sinar matahari dan hembusan angin kering. Bata yang dipakai harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut. 2. Kualitas bata yang disyaratkan harus mempunyai tekan ultimate min 100 kg/cm2 sesuai dengan ketentuaan pasal 81 dari AV 1984. -Harus satu ukuran dan satu kualitas (kalau ada perbedaan tidak boleh lebih besar dari 3mm) -Penyerahan di tempat pekerjaan hanya diijinkan maksimum 5% yang patah. tanpa cacat atau mengandung kotoran.jam setelah semen bercampur dengan air kecuali disetujui oleh Direksi. g.7 PEKERJAAN PASANGAN DINDING BATA 6. ditutuip dengan karung basah atau digenangi dengan air selama paling sedikit 2 minggu secara terus menerus. 10. runcing. Perawatan (Curing) 1. 6. -Pembakaran matang/dibakar dengan kayu -Warna merata (merah merata) -Sisi dengan permukaan rata. dengan ukuran nominal 6 cm x 11 cm x 24 cm yang dibakar dengan baik.1988. Meskipun ukuran bata yang biasaa diperoleh di suatu daerah mungkin berbeda dengan ukuran tersebut di atas harus diusahakan supaya tidak terlalu menyimpang dari ukuranukuran tersebut. bersudut runcing dan rata. Hal lain diluar ketentuan di atas kasus mengikuti ketentuan yang ada dalam PBI 1971 NI-2 atau SKBJ-1. Semua permukaan beton yang terlihat harus diambil tindakan sebagai berikut: Sebelum beton mulai mengeras. tegak lurus. Tidak diperkenakan menaruh bahan-bahan diatas kontruksi beton yang baru dicor (dalam tahap pengeringan) atau mempergunakannya sebagai jalan mengangkut bahan-bahan. -Keras dan tidak mudah patah. (secara laboratoris) Apabila bata yang .7.2 Persyaratan Bahan Bata harus baya biasaa dari tanah liat.7.53.1 Ruang Lingkup Pekerjaan Pekerjaan pasangan batu bata ini meliputi pekerjaan dinding bangunan dan seluruh detail yang disebutkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas. -Kualitas baik.

didatangkan tidak sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada. Pencampuran spesi harus menggunakan beton molen. 7. dan pemborong harus memasang piket (uitzet). Adukan Semua dinding mulai dari ujung atas balok pondasi beton sampai 20 cm di atas lantai dasar yang harus dibuat dari adukan trasram 1 Pc : 3 Ps. 6 – 20. 4. Dinding harus dipasang (uitzet) dan didirikan menurut masing-masing ukuran ketebalan dan ketinggian yang disyaratkan seperti yang ditunjukkan pada gambar. Dalam pemasangan tembok tidak boleh meneruskan di suatu bagian lebih dari satu meter tingginya. 5. 6. harus diberi perlindungan dengan . Dalam mendirikan dinding yang kena udara luar. begel . b. Pelaksanaan 1. 2. Sambungan antara pasangan dinding dengan kolam yang telah dicor sebelumnya harus menggunakan key system ukuran reng 2/3. Untuk dinding toilet memakai adukan trasram 1 Pc : 3 Ps sampai ketinggian 150 cm dari lantai. 10. Adapun Syaratsyarat bahan dan pelaksanaannya seperti pada pasal beton. serta diikuti dengan cor kolom praktis. Untuk dinding-dinding lain dipakai adukan jenis 1 Pc :5 Ps. Bidang dinding batu bata tebal ½ batu yang luasnya maksimal 9 m2 harus ditambahkan kolom praktis 12/12 dan balok praktis 12/15 dengan tulangan 4 . 8.7.3 SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN a. Setelah terpasang. lubang-lubang dan sebagainya dengan alat uitzet yang disetujui. Pelubangan akibat pemasangan perancah pada pasangan bata sama sekali tidak diperkenankan. SP-43 Dokumen Lelang 6. Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah lebih dari dua secara berurutan. 3. maka pihak pemborong wajib mengeluarkan material tersebut dari site minimal 1 x 24 jam. naat / siar-siar harus dikeruk sedalam 1 cm dan dibersihkan dengan sapu lidi dan setelah kering permukaan pasangan disiram air. Sebelum digunakan batu bata harus direndam air hingga jenuh. Blok-blok atau bata dipasang dengan adukan pengikat sambungan 10 mm didasari dengan baik dan sambungan-sambungan yang terus lurus dan rata sehingga terjadi lubang-lubang pada pasangan yang dapat mempengaruhi kekuatan dinding. (tidak dengan anchorage system) Tahap perawatan 9.

kecuali ditentukan lain.8. Pasangan dinding bata yang akan diplester harus bersih dari kotoran dan harus dibasahi dahulu agar air semen dalam adukan spesi tidak terserap oleh pasangan yang mengakibatkan plesteran tersebut tidak dapat melekat dengan baik.8. 6. dibuat naat (tali air) dengan lebar minimal 7 mm dalam 5 mm. 7.2 Persyaratan Bahan Bahan plesteran berupa portland cement. 3.3 Syarat-Syarat Pelaksanaan 1. 6. 5. SP-44 Dokumen Lelang 6. Plesteran halus (acian) digunakan campuran air dengan semen sampai mendapat campuran yang homogen. Pasir pasang harus diayak terlebih dahulu dengan mata ayakan seperti yang disyaratkan. Khusus untuk permukaan beton yang akan diplester: • Seluruh bagian permukaan beton yang akan diplester harus dibuat kasar . Kelembaban plesteran haraus tetap dijaga sehingga pengringan berlangsung wajar tidak terlalu tiba-tiba. Dinding tembok yang dipasang dalam cuaca yang panas harus dibasahi terus menerus selama paling sedikit 7 hari setelah didirikan. Ketebalan plesteran yang melebihi 2 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan memperkuat daya lekat plesteran. Tebal plesteran 1. 6. Pertemuan plesteran yang bertemu dengan jenis pekerjaan lain (kosen dan lain sebagainya). 8. Semua pasangan yang dilaksanakan degan adukan 1 Pc : 3 Ps harus diplester dengan plesteran 1 Pc : 5 Ps. 4. pasir dan air yang sesuai dengan pasal pekerjaan Beton. Acian dilaksanakan sesudah plesteran berumur 8 hari (kering betul). 2.5 cm dengan hasil ketebalan dinding 15 cm atau sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar.1 Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan meliputi plesteran pada semua dinding batu bata bagian luar maupun bagian dalam bangunanan serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar termasuk plesteran beton. dengan jalan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan mnelindungi dari terik matahari secara langsung dengan bahan penutup yang bisa mencegah penyerapan air secara cepat. Semua plesteran pada beton harus menggunakan 1 Pc :3 Ps.8.8 PEKERJAAN PLESTERAN 6.penutup bagian atas tembok bila sewaktu-waktu turun hujan 10.

Permukaan rabat beton dibuat alur-alur supaya tidak terjadi retak akibat penyusutan beton (shrinkage). kecuali pada rabat beton keliling bangunan dibuat dengan kemiringan tertentu sesuai yang ditunjukakan pada gambar. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. Pekerjaan rabat beton ini terdiri dari campuran 1 Pc : 21/2 Ps : 5 kr. Termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan.10 PEKERJAAN CAT DINDING DAN LANGIT-LANGIT BETON EXPOSED 6. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik.2 Persyaratan Bahan Bahan-bahan yang disyaratkan disini seperti semen. dengan jarak lebih kurang 5 cm dengan kedalaman 0.9. 2. Pekerjaan rabat beton pada pondasi terucuk. maka sebelum pasangan dilaksanakan terlebih dahulu lapisan dibawahnya harus sudah dikerjakan dengan sempurna (telah dipadatkan sesuai persyaratan). hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik. rata permukaannya dan mempunyai daya dukung yang maksimal. minyak. bahan-bahan. 6. Permukaan rabat ini dibuat rata/waterpass. Tebal lapisan rabat beton ini dibuat sesuai yang disebutkan dalam gambar.1 Lingkup Pekerjaan 1.9 PEKERJAAN RABAT BETON 6. • Pasir pasang harus diayak terlebih dahulu dengan mata ayakan yang disyaratkan. penyediaan tenaga kerja. Pengecatan dinding dilakukan pada bagian luar dalam serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjukan dalam gambar. 6. 2. 5. dll • Plesteran beton menggunakan adukan kedap air 1 Pc : 3 Ps. 6.2 Syarat-Syarat Bahan .10. SP-45 Dokumen Lelang 6. Pekerjaan rabat beton dilakukan langsung diatas tanah.3 Syarat-Syarat Pelaksanaan 1.9.1 Lingkup Pekerjaan 1. 3.5 cm. Bahan-bahan yang akan dipakai sebelum digunakan terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan pengawas. 2. 6.10.• Permukaan beton yang akan diplester harus bebas dari kotoran. di bawah apron saluran dan kolam rolak serta detail yang disambutkan dalam gambar. kerikil dan air yang merupakan bahan dasar pembuatan rabat seperti yang disyaratkan pada pekerjaan beton. pasir.9. peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. 6. 4.

6. 3. Kontraktor harus bertanggung jawab atas kesempurnaan dalam mengerjakan dan perawatan / keberhasilan pekerjaan sampai penyerahan pekerjaan.11. 6. Permukaan bidang yang akan dicat harus betul-betul rata. SP-46 Dokumen Lelang 5. tidak terdapat noda-noda pada permukaan pengecatan. lubang dan pecah-pecah. 4. Pengecatan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari konsultan pengawas serta pekerjaan intalasi yang tertanam didalam dinding sudah selesai dengan sempurna. 7. kusen . Termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan. Contoh bahan yang digunakan harus lengkap dengan lebel pabrik pembuatnya. 2. 6. dipakai sebagai standar untuk pemeriksaan/penerimaan bahan yang dikirim oleh kontraktor ketempat pekerjaan. Seluruh bidang pengecatan diplamur dahulu sebelum dilapisi dengan cat dasar. 8. 10. 3. tidak terdapat cacat-cacat seperti retak-retak. 11. sehingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik.1 Lingkup Pekerjaan 1. Harus dihindari terjadinya kerusakan akibat pekerjaan lain. warna dan pola textur merata. 12. Hasil pengerjaan harus baik. Pengendalian seluruh pekerjaan ini. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. penyediaan tenaga kerja. harus memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. seperti list plafond. kontraktor memperbaiki tanpa adanya biaya tambahan. 2. bahan plamur dari produk yang sama dengan cat yang digunakan. lemak. Semua bahan yang digunakan adalah cat cathylac atau yang setara. sehingga cat yang dihasilkan tercapai mutu yang sempurna.3 Syarat-Syarat Pelaksanaan 1. Plesteran harus betul-betul kering bila akan dilakukan pekerjaan pengecatan 2. minyak dan kotoran-kotoran lain yang dapat merusak atau mengurangi mutu pengecatan. Bidang pengecatan harus bebas dari debu. Kontraktor harus menggunakan tenaga-tenaga yang terampil / berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut.11 PEKERJAAN PENGECATAN 6. Pekerjaan pengecatan ini dilakukan pada permukaan kayu. 9. Contoh bahan yang telah disetujui. Bila terjadi ketidak sempurnaan dalam pengerjaan.10.1. Warna cat yang digunakan akan ditentukan kemudian. Percobaan-percobaan bahan dan warna harus dilakukan oleh kontraktor untuk mendapat persetujuan dari konsultan pengawasan sebelum pekerjaan dimulai dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan oleh pabrik pembuatnya.

Bidang pegecatan dilapis dengan cat dasar kemudian diplamur dan digosok sampai permukaannya menjadi halus dan rata.11.3 Syarat-Syarat Pelaksanaan a. Semua bahan cat yang digunakan adalah cat produk EMCO atau produk lain yang setara. Permukaan bidang yang akan dicat harus betul-betul rata. Warna cat untuk masing-masing pekerjaan akan ditentukan kemudian. 11. Pekerjaan Cat-catan Besi . daun pintu. 2. Contoh bahan yang disetujui. lemak. 8. lubang dan pecah-pecah. Kontraktor harus bertanggung jawab atas kesempurnaan dalam mengerjakan dan perawatan / keberhasilan pekerjaan sampai penyerahan pekerjaan. SP-47 Dokumen Lelang 2. Pekerjaan Cat-catan Kayu 1. 6. warna dan pola textur merata . Cat dasar menggunakan meni cap pedang untuk kayu dan sing cromate untuk bahan besi.pintu dan jendela. 4. Hasil pengerjaan harus baik.11. Pekerjaan pengecatan rilling dan tangga besi. tidak terdapat cacatcacat seperti retak-retak. minyak dan kotoran-kotoran lain yang dapat merusak atau mengurangi mutu pengecatan. 7.2 Persyaratan Bahan 1. 3. 10. Bidang pengecatan harus bebas dari debu. Contoh bahan yang digunakan harus lengkap dengan lebel pabrik pembuatnya. sehingga cat yang dihasilkan tercapai mutu yang sempurna. Bila terjadi ketidak sempurnaan dalam pengerjaan. 3. 5. Pengecatan selanjutnya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dari konsultan pengawas. Harus dihindari terjadinya kerusakan akibat pekerjaanlain. 6. b. Percobaan-percobaan bahan dan warna harus dilakukan oleh kontraktor untuk mendapat persetujuan dari konsultan pengawasan sebelum pekerjaan dimulai dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan oleh pabrik pembuatnya. 9. 3. Kontraktor harus menggunakan tenaga-tenaga yang terampil/ berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. 6. tidak terdapat nodanoda pada permukaan pengecatan. dipakai sebagai dasar sebagai pemeriksaan / penerimaan bahan yang dikirim oleh kontraktor ketempat pekerjaan. kontraktor memperbaiki tanpa adanya biaya tambahan. serta seluruh detail yang disebutkan / ditunjukan dalam gambar.

Pekerjaan yang dimaksud disini adalah penyediaan bahan-bahan. Pekerjaan pengunci dan penggantung (finish hardwere) . 4. Cat finisihing besi dipakai merk EMCO dengan pengecatan sebanyak 3 kali.1. dicat dengan cat dasar dari bahan Zinkchromate. 6. Pemborong wajib menyerahkan contoh bahan dan peralatan bantu yang akan dipasang disetujui oleh Pengawas/Direksi atau ahli yang ditunjuk sebelum bagian pekerjaan tersebut dilaksanakan. JENDELA. Setelah seluruh permukaan bersih / bebas dari karat. 6. tenaga dan peralatan-peralatan yang diperlukan agar seluruh bahan-bahan finishing dapat dipasang. agar dapat mengetahui apabila ada hal-hal yang mungkin mengganggu bila timbul sebelum bagian pekerjaan itu dilaksanakan. 3. 2. Pemborong bertanggung jawab sepenuhnya atas bahan dan perlengkapan bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan. kerusakan dan kekurangan sempurnaan dalam tanggung jawab Pemborong. 2. 2. diuji dan siap dipakai dengan kualitas bahan dan kualitas pekerjaan dan pemasangan yang terbaik sesuai dengan gambar-gambar dan spesifikasi yang telah ditentukan dalam perencanaan ini. detail maupun penjelasan teknisnya. SP-48 Dokumen Lelang 3. Kontraktor harus mempelajari dan memahami kondisi tempat yang ada. 4. PINTU.12 PEKERJAAN KUSEN.12. Pekerjaan kosen. PERLENGKAPAN KUNCI DAN PENGGANTUNG 6. maka Pemborong wajib menanyakan/mengkonsultasikan masalah tersebut dengan Pengawas/Direksi. Pembersihan karat dengan amplas atau sikat baja sampai betul-betul bersih. 5.1. alat-alat dan bahan-bahan yang berhubungan dengan pekerjaan kayu (kasar dan halus) dalam hubungannya dengan gambar dan spesifikasi. pintu & jendela kayu b. Pekerjaan yang berhubungan : a. Bagian permukaan besi yang akan dicat harus bebas dari karat / kotoran. kekurangan dan pula kesalahan pada gambar rencana. Bahan atau peralatan yang akan digunakan dan tidak disebutkan dalam spesifikasi ini hanya diperbolehkan apabila disetujui secara tertulis oleh Pengawas/Direksi. Apabila Pemborong menjumpai adanya ketidak jelasan.1 Hal-Hal Umum 1. Meliputi penyediaan secara lengkap akan tenaga.1Lingkup Pekerjaan 1.12. 6.

Kayu kasar diketam.12. Jenis Kayu Jenis kayu yang dipakai sesuai dengan macam-macam pekerjaan yang dimaksud. Kualitas Semua kayu untuk jenis yang ditentukan harus dari kualitas yang baik. 2.6. SP-49 Dokumen Lelang Ukuran-ukuran nominal telah disebutkan untuk kayu yang sudah dikerjakan. harus digunakan jenis yang ditentukan untuk pekerjaan yang sebanding.4Permukaan Luar 1.3Ukuran Semua ukuran didalam gambar adalah ukuran kayu dipasaran dengan ukuran jadi (finish) maksimum diserut 5 mm. . atau jika tidak. Semua kayu untuk pekerjaan kayu kasar dibiarkan bekas gergajiannya kecuali ditentukan untuk dihaluskan. 6. Kelembaban Kelembaban kayu yang dipakai pada pekerjaan kayu halus.1.12. Untuk pemakaian-pemakaian khusus yang tidak tercantum dalam daftar.2Kualitas Dan Jenis Kayu 1. maka potongan pengurangan (kekurangan) sebanyak 3 mm diperbolehkan untuk tiap permukaan yang sudah dikerjakan. 6. tidak ada getah. Kelembaban tersebut harus konstan sampai dengan bangunan selesai. kelembabannya harus kurang dari 15 % dan untuk pekerjaan kayu kasar kelembabannya harus kurang dari 20 %. Contoh-contoh harus dikirimkan terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan Pengawas lapangan. bekas dimakan bubuk dan cacat-cacat lainnya.1.1. dikerjakan dengan mesin menurut ukuranukuran dan bentuk yang tertera dalam gambar. Semua permukaan kayu yang akan kelihatan permukaannya harus dikerjakan dengan halus kecuali jika ada penentuan lain. 3. dibor. yaitu ukuran kayu setelah selesai dikerjakan dan terpasang. susut pinggir-pinggirnya. mata kayu yang lepas atau mati.12. 2. celah.

Bahan dari kayu kelas I tebal tidak kurang dari 4 cm kering ukuran slimar 4/12 cm dengan kwalitas terbaik.2. mulus dan keras yang dapat dipakai. 6. 6. cylinder.12. Untuk permukaan yang akan dipelitur/Teak oil. 2. 3. Bahan perekat digunakan lem kayu yang bermutu baik merk Aica Aibon atau merk lain yang setara. 2.3. Kunci pintu (lockcase. sponing dan lain-lain pekerjaan yang dipergunakan untuk penyambungan kayu dengan baik. 4.12. handle. Jika terdapat mata kayu yang mulut dan keras pada salah satu permukaan yang akan dicat dan mata kayu tersebut diameternya tidak lebih dari 4 mm (empat milimeter) serta tidak memenuhi lebih dari setengah permukaan kayu.12. membuat.12. maka kayu itu dapat dipakai.1.5Pengawetan/Perlindungan Kayu Untuk kusen pintu/jendela dan lisplank kayu pengawetan dengan meni kemudian di cat finish. hanya mata kayu yang kecil (tidak lebih dari dua milimeter).2. Pemborong harus melaksanakan semua pekerjaan-pekerjaan seperti : mempasak.6Pembuatan 1. menyetal (memasang). Pemborong juga harus melakukan segala pekerjaan-pekerjaan yangdiperlukan untuk konstruksi semua rangka-rangka.1Pengendalian Pekerjaan NI – 3 – 1970 NI – 5 – 1961 SII –0404 – 80 Persyaratan teknis dan gambar-gambar 6. back plat) dengan 2 kali putaran merk SES. SP-50 .1. Engsel pintu menggunakan engsel kupu-kupu dengan peredam nilon merk ARCH Japan warna kuning emas. membuat lidah-lidah. lubang pasak. 6.12.2Syarat-Syarat Bahan 1. lapis-lapis dan sebagainya dan pasanganpasangan serta penyangga pada bangunan.2 PEKERJAAN DAUN PINTU PANEL 6. 4.

jendela-jendela.3. 6. 3. 6. berbentuk siku-siku satu sama lain sisi-sisinya. Pintu-pintu. Kunci-kunci.3.3 PEKERJAAN KOSEN 6.12.2Penyempurnaan (Finishing) 1. pada kunci dan kunci penggantung dan diatas rel tidak boleh melebihi 5 mm.2.4 PEKERJAAN PEMASANGAN KACA 6. alat dan tenaga kerja untuk pemasangan kacakaca . Harus diperhatikan semua sambungan siku/sudut untuk rangka kayu dan penguatnya dengan memperhatikan/menjaga kerapian terutama untuk bidangbidang yang tampak tidak ada lubang-lubang atau cacat-cacat bekas penyetelan. Kosen kayu tersebut dari bahan kayu jati kualitas baik ukuran 6/15 tanpa ada cacat pada empat bagian sisi permukaannya.1Persyaratan Umum 1. Engsel pintu dipasang minimum sebanyak 3 buah 3. Tiap daun jendela harus berukuran pas sekali dengan kosennya dengan diperhitungkan untuk tebal cat dan kemungkinan pengembangan atau mengkerut kayu. Kosen-kosen yang kokoh harus dibuat dari rangka-rangka dengan pasak dan 1 lubang sedemikian rupa hingga diperoleh rangka yang mulus dan kaku.12.3Syarat-Syarat Pelaksanaan 1. Semua kayu yang dipakai harus rata. 6. lurus dan diserut halus. 2.12. pengadaan bahan. 6. 2. tidak ada bekas-bekas mesin dan selesai siap untuk dicat atau penyelesaian lainnya. dan kosen-kosen harus betul-betul persegi dan datar.1Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan.12.3.3Memasang Dan Menggantung Pintu Dan Jendela 1. 7. Engsel atas dipasang tidak lebih dari 28 cm (as) dari atas pintu 4. Kosen-kosen tersebut harus diberi angker-angker baja 12 mm minimal 6 (enam) buah tiap pemasangan kosen pintu dan 4 (empat) untuk kosen jendela.12. Permukaan yang bersentuhan dengan adukan tembok harus dicat meni alkali atau cat meni besi. Engsel bawah dipasang tidak lebih dari 35 cm (as) dari muka pintu 5. engsel-engsel dan sebagainya harus tepat pada kedudukannya.12.12. Permukaan-permukaan yang kelihatan harus lurus. Engsel antara dipasang ditengah kedua engsel atas dan bawah 6. Semua kunci tanam terpasang kuat dalam rangka daun pintu dipasang setinggi 90 cm dari muka lantai.4. rongga pada rangka vertikal.Dokumen Lelang 6. 2. 2.

grendel dan grendel tanam termasuk perlengkapan lain yang berhubungan dengan pekerjaan ini.4.12.3Pemasangan Kaca Pada Kusen Kayu 1. Dempul untuk memasang kaca ke kosen-kosen kayu menggunakan merk pedang atau yang setara. lalu dipasang dan dikukuhkan memakai dempul kaca dan alat –alat kayu dan dipaku dengan sekrup kuningan. SP-51 Dokumen Lelang 6. 2. plesteran.5 PEKERJAAN KUNCI-KUNCI DAN ALAT PENGGANTUNG 6.1Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan meliputi penyediaan bahan. dua kali putar Type : 21058 E 99 Warna : Gold .2Syarat-Syarat Bahan 1. Alur kayu harus dibersihkan dan dicat dengan lapis cat minyak sebelum kacanya dipasang. 2. 5. roda waktu memoles atau percikan las.5. dengan kelonggaran sedikit. Kaca harus dipotong menurut ukuran kosen. 3. hak angin. engsel. 4. door stop. door closer. Setelah selesai dipasang.12.4. Dan yang retak.12. pecah atau gores-gores harus diganti. Semua pekerjaan terpasang harus dilindungi dari pengaruh pekerjaan lain seperti cipratan cat. alat dan tenaga kerja untuk pekerjaan ini.12. Kunci tanam Merk : SES. 6.jendela. Pekerjaan meliputi pemasangan kunci. kaca dibersihkan.5.2Bahan a.12. 6. Kaca dari pabrik yang disetujui dan yang tebalnya seperti disebut dalam gambar atau syarat dan spesifikasi khusus. 6. Kaca harus dipotong menurut panjang yang dikehendaki dengan memberi longgar sedikit lalu dimasukkan ke dalam jalur kosen yang sebelumnya sudah di beri dempul kaca. Daun-daun kaca tersebut harus dipasang dengan kokoh memakai list kayu yang keras.

3. 7.13. Bahan yang digunakan merk Roman atau setara. Untuk lantai menggunakan keramik ukuran 30 x 30 cm sedang plint lantai menggunakan keramik ukuran 10 x 30 cm. Meletakan ukuran pemasangan sesuai pola pada gambar dengan cara mengambil garis-garis yang menyeluruh. 4.13. Adapun syarat-syarat semen. Membasahi permukaan lantai dasar sampai tidak menuntut adanya penyerapan air lagi. SP-52 Dokumen Lelang 6. 2. sedikitnya dalam waktu 15 menit atau baru diangkat sesaat akan dapasang. dan air harus memenuhi ketentuan ada pekerjaan beton. Hak Angin Merk : Alpha Warna : Natural d. Warna akan ditentukan kemudian. 6. 5. Keramik dipasang pada adaukan perekat dengan campuran 1 Pc : 4 Ps. Pemasangan lantai keramik dilakukan setelah pekerjaan lantai dasar selesai dengan baik dan sempurna serta disetujui oleh konsultan pengawas.13. pasir. Keramik yang dipasang harus dalam keadaan baik. Warna yang tidak seragam akan ditolak. 2.b. Engsel pintu/jendela Merk : Arch Type : No. 6.2 Persyaratan Bahan 1.1 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan lantai keramik dan plint keramik ini dilakukan pada seluruh finishing lantai sesuai yang disebutkan / ditunjukan dalam detail gambar.3 Syarat-Syarat Pelaksanaan 1. tidak cacat dan tidak bernoda serta mempunyai warna yang seragam.888 Warna : Gold c. tidak retak. Hal ini untuk menghindari adanya udara . Tebal adukan perekat rata-rata 2 cm dan tidak kurang dari 1 cm. Meletakan ukuran ini harus mendapatkan persetujuan dari Direksi / pengawas sebelum mulai pemasangan. untuk masing-masing warna harus seragam.13 EKERJAAN LANTAI KERAMIK DAN FLOOR HARDERNER 6. Grendel Tanam Merk : Alpha Warna : Natural 6. Pembasahan bahan keramik yang akan digunakan dengan meredam seluruh bidang keramik. Adukan perekat harus merata seluruh permukaan keramik.

-Untuk permukaan yang luas digunakan mesin trowel untuk mengatasi kecepatan pengikat oval dari beton tersebut (Initial set). . . Bahan Floor herdener dipakai untuk memperkuat permukaan lantai beton terhadap benturan dan kemudahan pembersihan. -Pekerjaan floor hardener biasa dilaksankan setelah kandungan air di permukaan lantai beton tersebut mulai mengering. dimasukkan ke dalam naat tersebut begitu rupa hingga seluruh naat terisi penuh dengan baik. permukaan lantai beton harus segera diratakan. yaitu setelah dilakukan pengecoran. b. 6.13. dan dilaksanakan sesuai dengan rekomendasi dari produsen dan perlu memperoleh persetujuan tertulis dari konsultan pengawas. -Taburkan lebih dulu 2/3 bagian perm2 bahan tersebut.13. Sambungan / naat diisi adukan PC dan air dengan warna yang sesuai dengan warna keramik yang dipasang. hingga merata ke permukaan lantai. Pelaksanaan : -Metode pelaksanaan digunakan metode Monolitic system. tenaga dan peralatan untuk pekerjaan waterproofing.yang terperangkap didalam spesi. Merk yang digunakan atas persetujuan Direksi. 2. Sambungan-sambungan antara keramik/naat harus lurus dan mempunyai lebar 3mm. Pekerjaan ini harus dikerjakan oleh tenaga yang telah berpengalaman untuk pekerjaan waterproofing.5 Pekerjaan Waterproofing a. 10.Kemudian taburkan 1/3 bagian perm2 sisanya lalu digosok agar diperoleh kepadatan yang optimal. 6. Menyediakan bahan. Pemotongan unit-unit keramik harus menggunakan alat pemotong khusus.4 Lantai Floor Hardener a. kemudian digosok untuk memperoleh permukaan yang halus dan rata. 8. Pemakaian bahan floor hardener harus minimal 3 kg/m2 (Medium duty). Lingkup Pekerjaan Dan Ketentuan Umum 1. SP-53 Dokumen Lelang -Setelah selesai pekerjaan floor hardener tersebut dua jam kemudian disiram dengan cairan curing compound untuk mencegah penguapan kandungan air beton. 9. yang dapat berakibat keretakan pada permukaannya.

1 Standard . 4. Pelaksanaan waterproofing baru dimulai pada tahap paling akhir dari pekerjaan paket ini. sampai hasil pengujian tidak menujukkan adanya tanda-tanda kebocoran.1. Pekerjaan waterproofing di laksanakan pada atap beton. 5. Pemasangan lapisan kedap air ini hanya boleh dilakukan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Direksi/Pengawas. Tanda pengujian harus dibuktikan secara tertulis dan disetujui oleh Direksi / Konsultan pengawas. Setelah dilakukan coating khususnya pada bagian atap. yaitu setelah pekerjaan – pekerjaan lain yang berkaitan selesai. 6. c.14 SPESIFIKASI PEKERJAAN PLUMBING 6. selama 24 jam secara terus menerus.3. d. Merek diajukan atas persetujuan Direksi. Bahan Jenis Bahan kedap air yang dipakai adalah water proofing type komponen polymer modified membranes. 3. harus tetap dilakukan. Dan harus mengikuti petunjuk pabrik pembuatnya. Syarat-Syarat Pelaksanaan 1. SP-54 Dokumen Lelang 6.14. Permukaan beton yang akan di waterproofing (coating) harus bebas dari kotoran. Ketinggian air pada waktu akhir pengujian tidak boleh kurang dari ketinggian daripada saat awal pengujian. Pengujian 1. air serta bahan-bahan lain yang dapat mempengaruhi kelekatan coating terhadap beton. 2. 2. Pengujian dilakukan dengan cara menggenangi air pada bagian yang di waterproofing tersebut setinggi minimal 10 cm. Yaitu harus tidak boleh ada tanda-tanda adanya kebocoran pada bagian yang diuji tersebut. Screed yang dibuat harus rata dan kemiringannya harus memperhatikan arah pembuangan air hujan yang menuju ketalang pembuangan.14. Pekerjaan pengulangan / perbaikan. 3. coating tersebut harus dilindungi dengan screed tebal 3 cm dengan campuran spesi 1 Pc : 5 Ps. Pemeriksaan dilakukan juga pada bagian bawah dan samping yang diberi waterproofing. b.1 SPESIFIKASI UMUM 6. 4. Apabila tanda-tanda kebocoran masih terlihat pekerjaan pelapisan harus dilindungi pada tempat yang diidentifikasikan sebagai sumber kebocoran.

terutama. meliputi pengadaan. pemasangan dan pengujian sistem pemipaan air bersih berserta perlengkapannya harus sesuai dengan gambar rencana. meliputi : a. PPI Pedoman Plambing Indonesia b. Pekerjaan instalasi air bersih 2. 3. Umum Spesifikasi ini merupakan spesifikasi teknis mengenai pekerjaan supply air bersih. Prosedur pekerjaan pemasangan pipa instalasi air bersih harus seijin / disaksikan Direksi lapangan. Pengadaan.3.2 Testing dan Pengujian 1. 3. Pengujian terhadap kebocoran harus dilakukan. Bahan pipa yang dipakai untuk instalasi air bersih adalah pipa galvanused iron pipes (GIP) Class Medium. 3. Uraian Pekerjaan 3. NFPA 14 Standard for the Instaliation of standpipe and Hose systems d. Kontraktor diwajibkan menyelenggarakan testing serta pengujian terhadap keseluruhan instalasi plumbing sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang dipersyaratkan oleh standard-standard tersebut di atas serta diketahui / disetujui oleh Instansi-instansi setempat yang berwenang. SP-55 .Standard yang dipergunakan adalah edisi terakhir dari pada : a.14.1. Pekerjaan Instalasi Air Bersih 1.2. 6. 3.1. 2. pemasangan dan pengujian secara sempurna dan terpadu sehingga merupakan sistem supply air bersih yang baik. 2. Lingkup Pekerjaan Pemasangan pipa distribusi dari PDAM ke kran-kran dalam bangunan lengkap dengan sambungan-sambungan dan perlengkapan yang diperlukan.14. Peraturan Dinas Keselamatan Kerja Depnaker e. elbow harus terbuat dari bahan yang sama dengan pipa air bersih. Peraturan PDAM tentang Instansi air minum 6. SII Standard Industri Indonesia c. terhadap sistem instalasi air kotor. Pekerjaan saluran air kotor Penjelasan Persyaratan Teknis Pekerjaan Mekanikal A. disamping itu semua fitting.4. Pengujian hidrostatik dilaksanakan terhadap sistem instalasi air bersih. Persyaratan pemipaan air bersih. Tugas yang harus dikerjakan oleh kontraktor. 3.2 SPESIFIKASI TEKNIS Lingkup Pekerjaan 1.

Toyo atau setara. 3. d.5. c. b. penyambungan dengan ulir ini terlebih dahulu harus dilapisi red lead cement. Pelaksanaan pemasangannya harus menyesuaikan kondisi lapangan dan kontraktor harus membuat shop drawing dengan persetujuan Direksi Lapangan. Ulir harus dibersihkan dari jeramijerami bekas pembuatan ulir. Setelah semua pipa dan perlengkapannya terpasang harus diuji dengan tekanan hydrostatik sebesar 7 bar (7 kg/cm”) selama 6 (enam) jam terus menerus tanpa terjadi penurunan tekanan. kemudian melaksanakan pengujian berhasil dengan baik. Untuk pipa-pipa yang menembus atap. Apabila terjadi kegagalan dalam pengujian. Pipa dipasang lurus. Peralatan dan biaya pengujian harus disediakan oleh Kontraktor. Valve-valve produksi kitz. Pengujian harus dilakukan dengan disaksikan oleh Direksi lapangan. Perubahan arah pipa harus dilaksanakan dengan fitting pembantu (elbow). Jalur pipa sesuai dengan gambar rencana. Pekerjaan Saluran air Kotor 1.6. d. c. kontraktor diwajibkan menyediakan flashing yang terbuat dari timbel (lead) dengan ukuran dan ketebalan yang memadai. 3. Material/Bahan Yang Dipakai a. . Pengujian pemipaan harus dilaksanakan sebelum pipa tertutup dengan tanah (untuk pipa diluar gedung) atau tertutup plesteran/dinding (untuk pipa didalam gedung). dan untuk pipa tegak lurus benar-benar vertikal.Dokumen Lelang b. Pipa GIP Medium berserta perlengkapannya produksi Rajin. e. memakai pintalan atau pita merupakan sambungan yang kedap udara maupun kedap air. Sambungan pipa pada umumnya dipergunakan sambungan ulir (screwed). c. B. b. PPI atau setara dengan diameter sesuai gambar. Testing a. e. Kontraktor harus memperbaiki bagian-bagian yang rusak dan kekurangan-kekurangan yang ada. Umum Spesifikasi ini merupakan spesifikasi teknis mengenai pekerjaan instalasi air kotor. begitu pula dengan percabangan harus dengan tee atau crosstee sesuai kebutuhan. pembengkokan pipa tidak diperkenankan. Material yang dipakai harus mendapatkan persetujuan Direksi Lapangan.

2. Lingkup Pekerjaan a. Saluran pembuangan dari bak cuci, meja laboratorium ke sumur resapan b. Saluran pembuangan dari wastafel ke saluran keliling bangunan. SP-56

Dokumen Lelang 3. Uraian Pekerjaan 3.1. Tugas yang harus dikerjakan oleh kontraktor, meliputi pengadaan, pemasangan dan pengujian secara sempurna dan terpadu, sehingga merupakan sistim saluran air kotor yang baik. 3.2. Pengadaan, pemasangan dan pengujian sistim saluran air kotor berseta perlengkapannya harus sesuai dengan gambar rencana. 3.3. Prosedur pekerjaan pemasangan saluran air kotor harus seijin / disaksikan Direksi Lapangan. 4. Persyaratan Saluran Air Kotor a. Sambungan pipa PVC harus menggunakan lem PVC, dan dibesihkan dulu pipa PVC nya, sebelum dilaksanakan penyambungan. b. Untuk memudahkan pemeliharaan dikemudian hari, semua fitting TY yang dilengkapi dengan Clean Out (seperti pada gambar rencana), Pada dasarnya harus ditarik ke atas, sampai permukaan lantai (finishing floor level), diakhiri dengan mempergunakan Clean Out. Jika terdapat kesulitan dalam pelaksanannya, karena kondisi lapangan, kontraktor bisa mengajukan alternatif lain dengan persetujuan Direksi Lapangan. c. Untuk menghindari kebocoran, disetiap lubang dimana menembus lantai beton atau dinding harus diberi bahan waterproofing untuk semua ujung pipa harus diberi “Cap” yang tidak memungkinkan adanya kebocoran. 5. Material / Bahan Yang Dipakai a. Pipa PVC Class AW (Standard JISK 6742) dengan diameter sesuai gambar rencana, produksi Maspion, Rucika atau setara dengan persetujuan Direksi Lapangan. b. Fitting-fitting untuk penyambungan terbuat dari bahan dan produksi yang sama. c. Floor drain bak cuci meja laboratorium dari bahan stainlees steel, produksi san-Ei atau setara dengan persetujuan Direksi Lapangan. 6. Pengujian a. Pengujian dari seluruh sistem saluran air kotor ini dilakukan setelah pemasangan selesai dan dilaksanakan sesuai dengan petunjuk Direksi Lapangan. b. Kontraktor harus meyediakan alat-alat yang diperlukan untuk keperluan

pengujian tersebut dan segala biaya menjadi tanggung-jawab kontraktor. 6.15 SPESIFIKASI PEKERJAAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL 6.15.1 Gambaran Umum Kontraktor harus meyediakan semua tenaga, bahan dan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan sementara maupun pekerjaan-pekerjaan permanen lainnya. Kontraktor harus melaksanakan seluruh pekerjaan dan memeliharanya tepat sesuai dengan spesifikasi teknik dan gambar, serta seperti yang diperintahkan oleh Owner. SP-57

Dokumen Lelang 6.15.1.1 Skope Kontrak Pekerjaan Pekerjaan yang akan dilaksanakan menurut kontrak ini adalah pekerjaan pengadaan & pemasangan Pompa dan Motor di Rumah Pompa di Bozem Wonorejo. a. Pekerjaan Mekanikal. b. Pekarjaan Elektrikal & Kontrol. 6.15.1.2 Gambar Kontrak Gambar-gambar yang terlampir pada dokumen pelelangan sebagai gambar referensi untuk pelaksanaan pengadaan dan pemasangan Pompa dan Motor di Rumah Pompa : No No Drawing Description 1 ME sheet 1-4 Ass Pompa & Motor 2 ME sheet 2-4 lay out instalasi Listrik 3 ME sheet 3-4 Single Line Diagram 4 ME sheet 4-4 Wiring diagram 6.15.1.3 Gambar-Gambar Pelaksanaan Pemborong / kontraktor harus menggunakan gambar-gambar kontrak sebagai dasar untuk pelaksanaan pemasangan peralatan. Pemborong/kontraktor harus membuat gambar detail untuk mendukung pelaksanaan. Pemborong/kontraktor harus memgukur ulang posisi lubang baut dan dimensi pipa saluran untuk menunjang kelancaran proses fabrikasi dan ereksi.

6.15.1.4 Metode Pelaksanaan Pihak kontraktor harus melampirkan Metode Pelaksanaan pada waktu mengajukan penawaran .

6.15.1.5 Hak Untuk Merubah Disain, Gambar Dan Material a. Bilamana tidak ada kesesuaian gambar dengan pelaksanaan dilapangan karena situasi tempat atau tidak kesesuaian dimensi, Owner berhak mengadakan perubahan bilamana dianggap perlu. b. Bilamana tidak ada kesesuaian material dengan gambar referensi karena sukar dicari dipasarkan, Owner berhak mengadakan perubahan bilamana dianggap perlu. 6.15.2 SPESIFIKASI TEKNIK (MEKANIKAL) 6.15.2.1 Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan meliputi Perbaikan dan Intalasi a. Instalasi Pompa Sludge b. Ereksi Pompa, System Perpipaan, Valve dan Base Plate c. Ereksi sistim transmisi pompa dan motor d. Consumable Material Consumable material seperti kawat las, oxygen, acetylene, dan cat menjadi scope kontraktor e. Handling Material Kerusakan material pada saat handling sepenuhnya tanggung jawab kontraktor SP-58

Dokumen Lelang 6.15.2.2 Persyaratan Teknik Spesifikasi Material a. Plat dan besi profil yang dipergunakan sesuai dengan standard ASTM A-36 b. Baut & Mur yang dipergunakan untuk pekerjaan ini adalah baut jenis Hight Strength bolt-ASTM A 325 grade 5 c. Welding electrode yang dipergunakan dari jenis AWS (American Welding Standard) LH. 7018 d. Material untuk Valves, Check Valves, Flange dan Fitting memakai standar JIS 10K e. Semua baut pengikat atau assembly dari material stainlees steel atau tahan koropsi dan disetujui pihak owner f. Pengecatan dengan menggunakan cat yang direkomendasi owner atau sejenis. Pekerjaan Fabrikasi. a. Pekerjaan pemasangan peralatan harus sesuai dengan gambardari pihak konsultan.

harus menggunakan perlengkapan scaffolding yang memenuhi syarat untuk keselamatan kerja. serta digrenda pada bekas potongannya. diharuskan memakai temporary Jig & Fixture sewaktu melakukan pekerjaan penyambungan dengan las. Setiap hasil test/pengujian harus mendapat persetujuan dari pihak konsultan. Setiap peralatan/komponen yang ada mekanismenya (pompa. d. Setiap ada ketidak sesuaian antara pengetasan dengan desain. valve dan transmisi) perlu dilakukan pengetasan. Porousity. Pemasangan sambungan pipa. Penggunaan alat angka (Crane. Cracking. Penetrasi las harus tembus kedalam dan setelah selesai harus dibersihkan dengan sikat kawat atau gerinda kemudiaan dilanjutkan pengelasan berikutnya. Mobil Crane. Pemasangan support pipa harus sesuai dengan refensi dari pihak konsultan. e. Cacat pengelasan yang dimaksud : Scatter. Pengelasan harus dilakukan hati-hati agar didapatkan permukaan las yang halus dan tidak dapat cacat dalam pengelasan serta tidak terjadi pengelasan ulang. SP-59 Dokumen Lelang Pengetesan a. d. c. Sebelum dilakukan pengelasan.b. Plat harus betul-betul lurus (alignment) dan pada setiap ujung yang akan dalas dibersihkan dahulu dengan sikat kawat atau gerinda. Bagi pekerjaan pemasangan struktur yang memerlukan penggunaan scaffolding. b. Penyambungan pipa yang menggunakan flange harus menggunakan seal/gasket yang sesuai. c. Untuk menjamin kelurusan. Pemasangan pipa antara satu dan lainnya harus lurus (level). untuk menjamin bahwa peralatan tersebut bisa dioperasikan sesuai dengan desain. valve perlu diuji kebocorannya. c. Pengelasan a. Slag inclusion dll. ketepatan ukuran dan bentuk dari hasil pekerjaan. b. Ukuran electode las yang dipakai harus sesuai dengan ketebalan material yang dilas. Pekerjaan pemotongan dan perlubangan harus dikerjakan dengan mesin pemotong dan bor. d. h. kontraktor harus . g. f. Winches dan lain-lain) sebelumnya harus dilakukan pengujian sesuai dengan kapasitas angkat sebelum dipergunakan.

melakukan konsultasi dengan pihak konsultan. Pekerjaan Pengecatan a. Sebelum pengecatan dilakukan, material harus dibersihkan dengan sand Blasting dan dapat persetujuan pihak owner. b. Pekerjaan pengecatan dilakukan dengan memakai cat untuk lapisan akhir, kecuali ditempat yang cat dasarnya rusak atau terkelupas karena pengrjaan las dsb. Harus dilakukan perbaikan dengan pengecatan dasar terlebih dahulu sebelum pengecatan lapisan akhir. c. Sebelum dilakukan pengecatan permukaan besi harus bersih dan bebas dari segala bentuk karat, minyak (grease) dan kotoran lainnya. d. Warna cat sesuai dengan rekomendasi owner. e. Pengecatan lapisan akhir harus dilakukan 2 kali sampai rata. f. Setelah pekerjaan pemasangan selesai pihak kontraktor harus membersihkan tempat lokasi kerja tersebut. 6.15.3 SPESIFIKASI TEKNIK ELEKTRIKAL 6.15.3.1 Lingkup Pekerjaan. Pekerjaan elektrikal terdiri dari pekerjaan instalasi dan pengadaan peralatan.Pekerjaan instalasi Elektrikal yang dilaksanakan adalah : 1. Pekerjaan Instalasi Listrik Gedung 2. Pekerjaan Instalasi Listrik Tenaga 6.15.3.2 Pengadaan Peralatan Listrik 1. Cable Tray, Supports & Columns 2. Panel Box & Push Button Box 3. Electrical Cable & Bus Bar 4. Lampu 5. Electrical Bulk Materials 6.15.3.3 Pengadaan & Pemasangan Peralatan Kontrol 1. Control Cable 2. Push Button 3. Control Bulk Materials 6.15.3.4 Ijin Kerja Instalatir/Kontraktor Instalasi/sub kontraktor yang akan mengerjakan pekerjaan elektrikal ini diharuskan: SP-60

Dokumen Lelang a. Mempunyai surat ijin kerja :

• Instalatir listrik (SIKA) tahun kerja yang berlaku dengan pas. Instalatir kelas C. • Dari Departemen tenga kerja b. Mempunyai Tanda Lulus Prakualifikasi (Tanda Daftar Rekanan) untuk tahun kerja yang berlaku, sesuai dengan KEPPRES No.29 Tahun 1984. c. Sudah berpengalaman dan dapat menujukkan Surat Kemampuan pengalaman kerja dalam mengerjakan pekerjaan yang sejenis. 6.15.3.5 Standard Dan Normalisasi Semua Pekerjaan Elektrikal yang dilaksanakan dalam proyek ini harus memenuhi /mematuhi Persyaratan Standard dari Instalasi yang berwenang untuk itu : • Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 1987 • Standard Konstruksi/Normalisasi PLN • Peraturan-peraturan PLN/jawatan Keselamatan Kerja Setampat • Peraturan Dinas Keselamatan Kerja DEPNAKER • Standard / Normalisasi 6.15.4 PELAKSANAAN KERJA a. Semua pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik oleh tenaga ahli yang sudah berpengalaman. b. Pelaksana yang dianggap tidak cukup ahli / perpengalaman oleh Direksi / pengawas lapangan, harus segera diganti dengan orang lain setelah mendapat persetujuan Direksi / pengawas lapangan. c. Untuk penyelenggaraan pelaksanaan pekerjaan lapangan kontraktor harus meyediakan Direksi keet yang berfungsi sebagai Site Office dan gudang peralatan / material. Direksi Keet boleh menggunakan bangunan yang sudah ada (dipinjam / disewa) atau membuat bangunan temporer. d. Kontraktor harus menempatkan seorang Supervisor yang ahli, berpengalaman dan profesional untuk masing-masing bidang yang bertanggung jawab untuk menjadi supervisi, management proyek. e. Tenaga kerja harus berpengalaman dan ahli dibidangnya, bila tidak berpengalaman & ahli harus diganti. Bila tidak dihiraukan pengawas akan mengalami tindakan untuk mengatasi permasalahan yang ada. f. Segala sesuatu yang diperlukan guna kesempurnaan pekerjaan harus, dilengkapi sesuai permintaan pengawas dengan biaya dibebankan kepada kontraktor. 6.15.5 BAHAN / MATERIAL DAN PERALATAN a. Bahan / material dan peralatan yang digunakan pada pekerjaan ini harus disediakan oleh kontraktor dan harus dalam keadaan baru, tanpa cacat. b. Semua bahan atau material dan peralatan yang akan digunakan diusahakan produksi dalam negeri, sejauh mana bahan / material tersebut masih memenuhi persyaratan teknis dan standard yang ditentukan oleh proyek ini. c. Kontraktor diwajibkan menyerahkan contoh bahan / barang yang disebut dalam lingkup pekerjaan kepada Direksi / Pengawas lapangan untuk mendaoat

persetujuan sebelum dipasang. Apabila hal tersebut tidak memungkinkan, minimal SP-61

Dokumen Lelang brosur spesifikasi teknis harus ditunjukan dan disetujui oleh /Direksi pengawas lapangan. d. Kontraktor harus membuat tempat penyimpanan bahan / material serta peralatan kerja (gudang) agar rapi dan aman dan memudahkan pemeriksaan. e. Jikabahan / material dan peralatan kerja tersebut harus melewati jalan umum, Kontraktor harus menjaga ketertiban dan kelancaran serta mengganggu lalu lintas. f. Direksi berhak menambah peralatan yang dipergunakan atau menolak peralatan yang tidak memenuhi syarat. g. Bila pelaksanaan pekerjaan telah selesai, maka kontraktor harus segera mengeluarkan atau memindahkan peralatan tersebut. Kerusakan akibat penggunaan peralatan kerja tersebut harus diperbaiki kembali atas beban biaya kontraktor. h. Semua material yang terbuat dari besi (Armatur) dan pipa yang dipergunakan untuk kontruksi, penyangga, penggantung dan lain-lain harus diproses sebagai berikut : -Disikat dengan sikat kawat / dibersihkan hingga mengkilat dan bebas dari karat. -Dicat dasar / meni anti karat (Zincromate) kualitas baik 2 kali. -Dicat ahkir dengan cat berkualitas baik 2 kali warna yang akan ditentukan kemudian / sesuai dengan penggunaan. Kecuali material yang terbuat kemudian dari plastik, satinless steel dan alumunium tidak perlu dicat, cukup dibersihkan saja. 6.15.6 SISTEM KOORDINASI a. Kontraktor elektrikal harus mengkoordinasikan pekerjaannya dengan pekerjaan kontraktor lain (struktur & arsitektur) untuk menghindari pekerjaan pembongkaran / pekerjaan ulang dan gangguan yang dapat memperlambat jalannya pekerjaan. b. Untuk memudahkan komunikasi teknis, kontraktor harus menempatkan seorang atau lebih pemimpin lapangan berpengalaman. Dapat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, serta mewakili kontraktor, menerima perintah dan petunjuk Direksi / pengawasan lapangan dan segera melaksanakannya bila diperlukan. Pengawas lapangan dan segera melaksanakannya bila diperlukan.

Pembobokan tembok. Pembobokan hanya dapat dilaksanakan setelah mendapat ijin tertulis dari Direksi/pengawas. 6. d. PENGELASAN DAN PENGEBORAN a. dinding dan sebagainya yang dilakukan dalam rangka pemasangan instalasiini maupun pengembaliannya seperti keadaan semula adalah termasuk pekerjaan pemborong instalasi ini. menjadi tanggung jawab pemborong.15.7 PEMBOBOKAN. Misalnya : • Jadwal Waktu pelaksanaan • Kegiatan pelaksanaan • Prestasi kegiatan fisik • Catatan perintah / petunjuk Direksi / pengawas lapangan yang disampaikan secara lisan maupun tertulis. • Dan kegiatan pekerjaan yang dianggap perlu.15. 6. Gudang. harus diatur sedemikian rupa agar memudahkan .15. b. kantor.9 KEBERSIHAN. masin dan alat-alat kerja yang disimpan ditempat kerja (gudang lapangan). Foto-foto yang mengambarkan kemajuan pelaksanaan pekerjaan hendaknya dibuat berdasarkan petunjuk dari Direksi dan minimal dilakukan SP-62 Dokumen Lelang sebanyak 4 (empat) kali setiap peristiwa selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan. Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung pekerjaan berlangsung. harus selalu dalam keadaan bersih. pengeboran dan sebagainya pada kontruksi Bangunan hanya dapat dilaksanakan setelah memperoleh ijin/persetujuan tertulis dari Direksi/Pengawas. minimal ukuran postcard dan disusun dalam album. KETERTIBAN DAN KEAMANAN a. c. Penimbunan / penyimpanan barang. Kehilangan yang diakibatkan oleh kelalaian penjagaan atas barang-barang tersebut diatas. b.c. dibuat berwarna. Kontraktor juga harus membuat dokumentasi pekerjaan yang berupa foto-foto pelaksanaan pekerjaan.8 PENJAGAAN Pemborong wajib mengadakan penjagaan dengan baik serta terus menurus selama berlangsungnya pekerjaan atas bahan peralatan. 6. Kontraktor diwajibkan membuat laporan berkala (harian / mingguan) yang memberikan gambaran tentang kegiatan proyek. bahan dan peralatan baik dalam gudang maupun diluar (halaman). los kerja dan tempat pekerjaan sekitar bangunan. lantai. Pengelas.

-Pengukuran Tahanan Isolasi dan Pertanahan. Semua bahan yang kurang baik atau pemasangan yang kurang sempurna yang diketahui pada saat pemeriksaan/pengujiaan harus segera diganti dengan yang baru/disempurnakan sampai dapat berfungsi dengan baik dan sesuai Standard Uji yang ada. c. e. Pengujian ini antara lain berupa : -Pemeriksaan Visual. Guna semua keamanan pekerjaan.15. -Pemeriksaan pekerjaan Sambungan: Mekanis dan Listrik. 6. Penjagaan keamanan termasuk juga penanggulangan terhadap bahaya kebakaran yang mungkin terjadi. antara lain : tidak akan menyebabkan gangguan lalu lintas umum. c. Kontraktor harus memperhatikan hubungan dengan lingkungan proyek.10 KECELAKAAN DAN PETI PPPK a.15. d. d. b. SP-63 Dokumen Lelang 6. Peraturan-peraturan yang lain ketertiban akan dikeluarkan oleh Direksi pada waktu pelaksanaan. Pengujian ini dilaksanakan dibawah pengawasan Direksi/pengawas lapangan yang ditunjuk jadwal pelaksanan pengujian dapat diatur seminggu sebelumnya atau atas persetujuan bersama. Peti PPPK dengan isinya yang selalu lengkap.11 PENGUJIAN/TESTING a. tidak akan menganggu ketenangan penduduk/masyarakat disekitarnya dan tidak akan mengganggu pekerjaan dari Rekanan lain.jalannya pemeriksaan dan tidak mengganggu pekerjaan dari bagian lain. Untuk mengetahui bahwa semua pekerjaan yang telah dilaksanakan dapat berfungsi baik dan telah sesuai dengan persyaratan teknis yang dimana. serta melaporkan kejadian tersebut kepada instansi dan Departemen yang bersangkutan/berwenang (dalam hal ini polisi dan Departemen Tenaga kerja) dan mempertanggung jawabkan sesuai dengan perayuran yang berlaku. maka pemborong diwajibkan segera mengambil segala tindakan guna kepentingan si korban atau para korban. Jika terjadi kecelakaan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. maka kontraktor diwajibkan menguji seluruh pekerjaannya dengan standard uji masingmasing yang telah ditetapkan dalam peraturan/spesifikasi peralatan. guna keperluan pertolongan pertama harus selalu ada di tempat pekerjaan. b. kontraktor harus menempatkan petugas keamanan secukupnya disekitar proyak. f. . peralatan dan bahan/material di proyak.

Hal-hal lain yang menyangkut pelaksanaan lapangan tetapi belum disebutkan dalam peraturan ini. SP-64 Dokumen Lelang 6. Salama masa Garansi ini semua perlengkapan. h. pemasangan perlengkapan dan bahan yang telah dipasang oleh kontraktor harus digaransi selama 12 (dua belas) bulan sejak masa penyerahan pertama. bahan dan pengerjaan yang kurang baik/rusak (yang bukan disebabkan oleh salah pakai.15.16 ERSYARATAN TEKNIS PEKERJAAN ELEKTRIKAL 6. akan ditentukan lebih lanjut oleh Direksi/pengawas lapangan. pengawas dan pemilik proyek. g. Semua pekerjaan. maka kontraktor harus menyediakan Sumber Daya Listrik sendiri berupa Genset 3 phase dengan kapasitas yang memadai. DEPNAKER). Bagian-bagian yang termasuk dalam pekerjaan ini. i.15. yang secara teknis tidak dapat dipisahkan/diabaikan/dihilangkan. salah operasi) harus secepatnya diganti atau diperbaiki atas tanggungan kontraktor. Hasil Test harus dicatat dan ditanda tangani bersama oleh kontraktor. tetap harus dilaksanakan tersebut berfungsi dengan baik. Peralatan Test tersebut harus disediakan oleh kontraktor. 6. -Semua hasil pengujian harus dicatat dan ditanda tangani bersama. f.16. e.12 GARANSI a.1 Persyaratan Teknis Pelaksanaan Dan Penyelesaian Pekerjaan Instalasi Listrik Lingkup Pekerjaan . Kontraktor diharuskan membuat Jadwal dan Prosedur pelaksanaan / Test yang akan dilakukan. b. 6. Hasil Test ini baru dianggap sah/baik apabila telah disetujui/disyahkan oleh Instansi yang berwenang (PLN. Bila dalam pengujian berbeban ternyata tidak disediakan Sumber Daya Listrik.-Pengujian dengan beban dalam keadaan bertegangan dan beban penuh selama 3 malam berturut-turut (selama 36 jam). Semua peralatan Test harus dalam keadaan baik dan memenuhi Standard persyaratan Test yang ditentukan.13 LAIN-LAIN a. tetapi belum disebutkan dalam bestek/gambar. b. Semua biaya yang diperlukan untuk pengujian ini menjadi tanggung jawab pihak kontraktor.

Lampu TL 2 x 36 Watt. TKO lengkap f. Kecuali dalam keadaan dimana tidak ada pilihan lain. Kotak kontak 1 phase dan kotak kontak 3 phase sesuai gambar c. gancu dsb). Pengetesan seluruh Pekerjaan Instalasi sesuai persyaratan instalasi sampai dinyatakan baik oleh Instansi setempat (PLN) secara tertulis dan diterima dengan baik oleh Pengawas/Pemilik Proyek. Jalur alternatif agar dipilih route yang aman/terlindung atau sedikit mungkin adanya bahaya kerusakan yang dapat minimpa saluran kabel tersebut. Kontraktor diwajibkan mempelajari gambar Lay-Out saluran kabel tersebut terhadap situasi lapangan. atau setara. Kabel yang digunakan harus Rekomendask dari LMK dengan Standard merk : JEMBO. b. Saklar tunggal & saklar ganda d. c. Alternatif ini diusahakan tidak menimbulkan kerja tambah.2 Pemasangan Jaringan Kabel Feeder Jenis Kabel a. Instalasi baru e. Kontraktor harus membuat gambar Shop Drawing untuk disetujui Pengawas/Pemilik sebelum melaksanakan pekerjaan tersebut.Yang termasuk dalam lingkup pekerjaan Instalasi listrik meliputi Pekerjaan Instalasi Listrik Gedung Meliputi pengadaan dan pemasangan : a. b. SUPREME. klem dll) yang diperlukan untuk kesempurnaan pekerjaan ini. Kabel yang digunakan untuk jaringan Distribusi Tegangan Rendah adalah jenis dalam pipa PVC High Impact dengan dimensi sesuai gambar.16. c. 6. Komponen listrik lampu TL 36 watt dan lampu mercury sesuai gambar. kontraktor harus mengganti kabel tersebut tanpa adanya . Bila terjadi kerusakan pada kabel existing karena terkena peralatan gali (pacul. Semua material penunjang (Penggantung. Kabel yang melintas jalan mobil harus dilindungi dengan pipa PVC AW berdiameter sesuai jumlah kabel yang ada. b. Pemasangan dan Teknis Pelaksanaan a. tanpa cacat dan bila perlu harus ada surat keterangan dari distributor/pabrik. Anda diperlukan adanya perubahan jalur karena alas an teknis. Kabel ditaman langsung didalam tanah dikedalaman 80 cm dari permukaan tanah kecuali yang melintas jalan mobel harus ditanam 100 cm dari permukaan tanah sesuai gambar. penumpu. d. Panel-panel listrik baru lengkap dengan komponen pengamannya. Kabel harus dalam keadaan baru. Untuk galian kabel yang melalui jalur kabel existing /lama harus dikerjakan dengan exktra hati-hati.

Sedikit belokan kabel harus diperhitungkan bahwa radius belokan minimum r = 15 D. Kontraktor diwajibkan memasang sepatu kebel pada ujung kabel yang akan disambungkan ke panel / peralatan.tambahan biaya. dimana D adalah diameter kabel. phasa pround dan netral ground. j. i. kecuali memang ada pekerjaan penyambungan kabel. SP-65 Dokumen Lelang e. b. Semua kabel yang masuk ke dalam bangunan tidak boleh di tanam langsung di lantai harus melalui kabel trench / got kabel atau pipa sparing dengan ukuran yang sesuai dengan jumlah besar kabel. Pengetasan a. Setiap ujung saluran harus diberi kelebihan panjang /sling secukupnya untuk mengantisipasi adanya kemungkinan perubahan tempat/ pergeseran paralatan/ panel. Pengetesan dilakukan antara masing-masing inti kabelnya dengan mantel pelindungnya phasa-phasa. Cara pemasangan kabel sesuai gambar yaitu : diberi pelindung alas pasir 10 cm bagian bawah dan diatas kabel. h. Sepatu kabel yang dipergunakan harus sesuai dengan besarnya kabel dan harus yang berkualitas baik. standard merk GAE atau setara. k.000 volt untuk kabel Tegangan rendah. g. c. f. Penyambungan / Termination a. diberi pelindung batu bata merah atau plat beton sesuai gambar/ keperluannya. Setiap saluran kabel harus ditest Tahanan Isolasinya dengan mengunakan alat MEGGER 10. phasa-netral. Pengurusan ijin instalasi listrik kepada instansi yang berwenang (PLN) merupakan Pekerjaan dan Tanggung Jawab dari Kontraktor. kecuali dipersyaratkan lain. Hasil pengetesan tahanan isolasi yang diminta adalah minimum 100 Mega Ohm untuk tegangan menengah dan minimum 5 Mega Ohm untuk kabel tegangan rendah.000 volt untuk kabel Tegangan Menengah dan MEGGER 1. termasuk biaya perawatan pekerja yang mengalami / kecelakaan hingga sembuh benar. Tidak diperkenankan melakukan penyambungan di dalam tanah ditengah perjalanan kecuali apabila panjang kabel/ saluran melebihi standard panjang yang telah ditentukan oleh pabrik. misalnya sambungan baut tanpa kabel sepatu. Apabila terpaksa dilakukan penyambungan karena saluran lebih panjang dari standard panjang pabrik maka system/ cara penyambungan harus dibicarakan dengan pengawas untuk mendapatkan persetujuan. . b.

Pemasangan sepatu kabel yang diperunakan tang press atau secra hidrolis.Kelas : 600 / 1000 V .Ukuran : minimum 2. di atas. PP. CLIPSAL atau yang digunakan disyaratkan yang sudah direkomender oleh LMK.5 mm2. 6.Inti : Tembaga . PAC. Penyambungan kabel ke terminal panel / peralatan di semua bangunan adalah tangung jawab konraktor. bila diperlukan kontraktor harus dapat menunjukan bukti .3 PEMASANGAN KABEL & SALURAN KABEL DI DALAM BANGUNAN Semua kabel tegangan rendah yang digunakan adalah kabel yang sudah direkomendasi oleh LMK dengan merk : Jembo. e. Kode warna harus mengikuti ketentuan PUIL 1987 -Phase R/L 1 : Merah -Phase R/L 2 : Kuning -Phase R/L 3 : Hitam -Netral N : Biru -Grounding PE : Kuning-Hijau Warna kabel yang mengikat (harus ada) adalah biru (untuk netral) dan pada kuning/hijau (untuk ground). cukup kuaterat sesuai dengan model terminal peralatan yang terpasang. d. Sambungan harus dilaksanakan dengan baik.5 mm2 kecuali untuk kabel kontrol dan motor-motor ukuran kecil digunakan 1. Supreme : .c. Pipa PVC HI merk EGA. Bila warna tersebut tidak ada maka pada ujung-ujung kabel harus diberi isolasi dengan warna yang bersesuaian seperti butir 3.b. Kabel NYY digunakan untuk instalasi dari masing-masing panel DP ke panel-panel pembagi (SDP) dan dari panel pembagi (SDP) ke masing-masing panel beban (PL.16.Isolasi : PVC SP-66 Dokumen Lelang . dll) dengan dimensi sesuai gambar. Kabel NYM didalam pipa PVC HI diameter ¾” digunakan untuk instalasi dari panel ke beban penerangan atau peralatan /kotak kontrak.

serta diberi lapisan akhir berwarna putih pengecatan dengan cara “Stove Enamelled / Bake Enamelled” (cat bakar) SP-67 Dokumen Lelang • Kontruksi armature harus kuat dan kokoh serta dibuat sedemikian rupa agar dapat dibuka / dilepas untuk perbaikan / penggantian komponen yang berada didalamnya. • Armature terbuat dari plat baja putih dengan ketebalan 0.7 mm. Semua penyambungan kabel pada kotak sambung menggunakan sambungan puntir dengan lasdop tidak boleh menggunakan isolasi. Ujung kabel yang dipasang pada terminal kabel harus diberi pelindung (sealing end). Seluruh armature harus lengkap dengan rangka dudukan / gantungan. Ballast .rekomendasi tersebut. • Reflektor terbuat dari plat baja putih dengan ketebalan 0. Armature TL jenis TKO (surface Mounted) • Armature merupakan jenis open type. Untuk penyambungan ke beban penerangan digunakan kabel NYM dalam pipa PVC flexible dengan merk EGA. Klem dibuat dari bahan plat logam digalvanis ayau alumunium. 6. dilapisi dengan cat dasar. Clipsal. Pasangan kabel NYM dalam pipa PVC HI pada jarak maksimum 100 cm harus diberi klam.16. dengan reilector. Komponen-komponen untuk lampu TL antara lain : 1. b.4 SPESIFIKASI PERALATAN ARMATURE LAMPU a. Armature dan reflector harus dilengkapi dengan sekrup. Clipsal atau yang setara. pemasangan dengan menggunakan paku tidak dibenarkan. pemasangan pada tembok harus menggunakan vicher dan sekrup. Standart merk lasdop 3M. • Pemasangan Out-Bouw / Surface / Permukaan menempel plafond. Lucolite. Legrand atau setara. agar dapat dilepas pada waktu memerlukan perbaikan.7 mm. • Merk : Artolite. Philips atau sederajat. Pembuatan harus dengan mesin peralatan lampu Built-in dan dengan penyempurnaan cat power coating.

melainkan harus dipasang pada cable trays yang tersedia atau dilekatkan langsung pada bagian bawah dari plat dan.5 micro farad) 4. mempunyai temperatur kerja rendah. c. yang terbuat dari bahan yang sejenis dengan pipa conduit yang ukuran-ukurannya sesuai dengan ukuran dan jumlah kabel yang . GE. terbuat dari high quality white polycarbonate. Rated tegangan 220 watt untuk TL 18 watt dan 2. Pemasangan instalasi lampu dan peralatan tidak dibenarkan membebani kerangka ceilling yang ada. Merk :Philips. rumahan dari bahan polystar. SP-68 Dokumen Lelang e.25 s/d 4. atau yang setara. noiseless. 0.16. Xdoos. 6. dengan sistim rotary lock. sehingga kemungkinan timbulnya perselingan lintasan antara intalasi yang berlebihan dapat dihindarkan. 3. d. Starter switch. atau sederajat. terminal dan tube fitting. dengan menggunakan klem dan concrete fastener yang sesuai. 2. dengan luas penampang penghantar sekurangkurangnya 2. apabila pipa konduit. b. Fitting/Lamp Holder dan stater holder (sockets) Material dari white plastic polycarbonate dengan proteksi Uncorosive dan Touchproof. Kontraktor diwajibkan mengkoordinasikan rencana kerjanya dengan disiplin lainnya. Rating stater disesuaikan dengan rating lampu TL.5 watt untuk TL 36 watt. dsb).95 (kapasitas 3. sekali-kali penggunaan paku sangat dilarang dalam pengerjaan ini. splicing dan lain sebagainya harus dilaksanakan dalam junction boxes (Tdoos. Untuk lampu TL dengan dua lampu disusun/digunakan “twin lamp ballast” (anti Stroboscopic). Lamp holder dan stater holder anti vibrator contact. Jarak pemasangan klem-klem pengikat pipa conduit tidak diperkenankan melebihi 80 cm.f.Ballast harus leak proof. Merk : Philips.5 mm2 dan pipa conduit PVC HI dengan diameter sekurang-kurangnya ¾”.5 PEMASANGAN LAMPU & PERALATAN a. Kontraktor diwajibkan menambah jumlah klem yang ada. Seluruh instalasi pekerjaan lampu dan peralatan pada dasarnya dilaksanakan dengan menggunakan kabel jenis NYM. Pekerjaan pencabangan. Starter Starter untuk lampu Fluorescent mempunyai reability tinggi. Schwabe. Ballast harus dilengkapi dengan connection terminal. Merk Philips. GE atau yang setara. Capacitor Yang digunakan harus kapasitor yang dapat menghasilkan p.

KOTAK KONTAK 1 PHASE & KOTAK KONRAK 3 PHASE a. f.Clipsal atau yang sederajat dengan kemampuan minimum 10A. Untuk pemasangan armature lampu jenis (surface mounted). Sakelar yang digunakan pada instalasi ini berstandard merk M. Kotak tempat sakelar dan kotak kontak terbuat dari logam besi yang digalvanis dengan standard merk MK. Sakelar dipasang setinggi 150 cm dari lantai dengan pasangan terpendam (InBouw) rata dengan permukaan plesteran dinding atau didalam partisi dengan konstruksi tersendiri/khusus. f. c. Kabel penghantar yang menghubungkan fixtures lampu dengan instalasi yang ada. tidak boleh goyang/miring sesuai petunjuk pengawas. Semua pekerjaan perbaikan bekas bobokan dilaksanakan oleh Kontraktor Bangunan yang beban biayanya menjadi tanggung jawab ddari Kontraktor listrik. Kotak Kontak 1 phase dipasang setinggi 30 cm dari lantai/sesuai permintaan user (disesuaikan dengan alat) dengan pasangan terpendam (In-Bouw) rata dengan permukaan plester dinding atau didalam partisi dengan konstruksi khusus sesuai petunjuk pengawas. harus dilindungi dengan menggunakan flexible conduit yang terbuat dari bahan (dan memiliki ukuran) yang sama dengan pipa conduit yang dipakai. Kotak Kontak 1 phase dipasang setinggi 150 cm dari lantai atau disesuaikan dengan kondisi ruang dan peralatan terpasang dengan pasangan menempel dinding (out-bouw) dan harus terpasang kuat.6 SAKELAR.16. g. Kotak Kontak 1 phase yang digunakan pada Instalasi ini berstandard merk MK.ada. b. tidak dibenarkan dipasang pada plafond secara langsung.K. SP-69 . Kotak Kontak yang dipergunakan adalah jenis out-bouw/pasangan menempel dinding dengan menggunakan Out-Bouw doos yang terbuat dari bahan yang sama dengan kotak kontaknya. Kotak kontak 3 phase yang dipakai pada Instalasi ini berstandard merk ABB. i. (dapat dengan menggunakan insulation tape). BALS atau sesuai persetujuan pengawas/pemilik proyek dengan kemampuan minimum 16A. Untuk membedakan instalasi lampu dan peralatan dengan instalasi yang lain pipa conduit yang terpasang harus diberi tanda (label) berwarna pada setiap jarak 2 meter. h. harus dipasang pada rangka plafond yang diperkuat dengan konstruksi tambahan (bisa plafond yang di cat meni 2 kali) yang sesuai atau dengan menggunakan hanger/penggantung. d. 6. Pemasangan kotak kontak pada doosnya menggunakan sekrup. Clipsal atau sederajat dengan kemampuan minimum 16A. Penggunaan insulation tape sama sekali diperbolehkan. e. g. Clipsal atau sederajat. Warna tanda/label yang dipakai harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pengawas.

16. pemasangan pada kayu/meja harus menggunakan sekrup. Untuk kotak kontak yang dipasang untuk daerah basah harus memakai type tertutup (water Proof Type) k. e. b. terbuat dari plat baja. 6.7. Kotak kontak 3 phase harus mempunyai terminal pentanahan (3P + N + PE) tegangan 415 V. 6.7. Sebelum di cat. baut terminal harus dilas penuh pada rangka panel.5 mm (untuk badan panel) dan 2 mm untuk pintu panel. i. Untuk masuk dan keluarnya kabel ke dan dari panel menggunakan wartel mur sesuai ukuran kabel. Semua bagian peralatan yang bertegangan harus mempunyai jarak yang cukup denga bagaian peralatan yang lain. kecuali Bus-bar PE yang ukurannya lebih kecil dan disesuaikan kawat tanahnya. Panel dipasang pada dinding dengan menggunakan Dynabolt 8 mm. Pintu panel harus dihubungkan dengan rangka panel menggunakan kawat tembaga Flexible (NYMHY 1 x 6 mm2) untuk pentanahan pintu panel. Panel-panel listrik baru adalah jenis In-door/out door type.2 Bus-bar/Rel Tembaga a. Semua pemasangan out-bouw doos dan kotak kontak 3 phase pada dinding harus menggunakan vischer dan sekrup. Rangka konstruksi ditutup dengan plat baja pada sisinya tebal 1. c. g. Penggunaan paku pada pekerjaan ini sangat dilarang. Kotak kontak 1 phase harus mempunyai terminal pentanahan (P + N + PE) tegangan 415 V. h. menempel dinding. Apabila perlu harus diberi tambahan isolator untuk menghindari adanya hubung singkat. konstruksi ini disesuaikan dengan peralatan/komponen yang terpasang. SP-70 . d.5 kali kapasitas/kemampuan pengaman utamanya. Dimensi dan kemampuan rel dapat dilihat pada gambar. Panel harus dilengkapi mur-baut untuk terminal pentanahan. j.Dokumen Lelang h.1 Konstruksi Panel a. Untuk type out-door ditambahkan konstruksi yang dibentuk sedemikian rupa sehingga air hujan tidak dapat masuk.16. panel termasuk rangkanya harus dibersihkan dari karat.16. Panel dicat dengan cat dasar (meni) tahan karat 2 kali cat akhir dari jenis cat bakar 2 kali yang tahan gores. bila perlu digunakan bahan kimia penghilang karat (RUST REMOVER). f. Bus-bar terbuat dari tembaga dengan kemurnian tinggi dengan kemampuan arus minimum 1. ukuran mur-baut 3/8”.7 PANEL LISTRIK PENERANGAN DAN PERALATAN 6.

Elektroda pentanahan menggunakan “Elektroda Pipa” dengan pipa galfanis 1” dan kawat BC penampang 50 mm2 yang ditanam sedalam minimal 3 (tiga) meter hingga dicapai tahanan pentanahan minimal 5 ohm.8 SISTEM PENTANAHAN a. b. c.16. b.Dokumen Lelang b. Semua Bus-bar (5 buah) harus dicat dengan warna sesuai ketentuan PUIL pasal 701 : -Fasa ke 1 L1/r Merah -Fasa ke 2 L2/s Kuning -Fasa ke 3 L3/t Hitam -Netral N-Biru -Penghantar PE-Hijau/Kuning -Pembumian c.16. Control unit version 3 (C. Standard Merk : MF. SIEMENS dan AEG. Pengaman saluran keluar dan masuk (MCCB/MCB) harus dari pabrik yang sama dengan ranting arus seperti tertera pada gambar diagram. d. cat pada bagian rangka yang menempel Bus-bar pertanahan harus dihilangkan.7.3 Peralatan dan Komponen Panel a. Peralatan pengaman/Circuit Breaker (MCCB/MCB) yang dipasang pada Base Plate atau plat dasar yang terpasang kuat pada rangka panel. Gambar diagram panel harus dibundel rapi dalam sampul plastik atau dilaminating. Sistem pentanahan panel listrik yang digunakan pada instalasi ini adalah sistem PNP (Pentanahan Netrak Pengaman). Setiap pintu panel harus disediakan tempat untuk menyimpan gambar/diagram panel. Untuk memudahkan pengenalan distribusi beban pada setiap MCCB/MCB dan peralatan penting yang lain harus diberi nama/nomor saluran yang dapat dibaca dengan jelas/mudah. Monitoring and Protection Equitment (MPE) 6. Bus-bar untuk pertanahan/penghantar pembumian/ di klem dengan baik ke rangka panel. Tahanan isolasi terhadap Body/rangka minimum 50 M ohm. 6. Kapsitas Bank Otomatis h. ABB. e.-3) i. f.U. d. Soft Starter g. . Semua Bus-bar harus dipotong harus ditopang pada rangka konstruksi dengan menggunakan penyangga atau dijepit partinax pada beberapa tempat sehingga konstruksi Bus-bar cukup kuat dan tidak lentur/bergetar. Untuk panel distribusi harus dilengkapi dengan peralatan ukur dan meter ukur type “Moving Iron Type” dengan ukuran 96 x 96 mm dan peralatan lain misalnya : Lampu Indikator dan Minifuse. sesuai aturan yang digunakan pada PUIL 1987.

Pengetesan juga dilakukan pada Grounding Existing untuk mengetahui apakah tahanan pentanahan grounding tersebut masih baik/memenuhi syarat atau tidak. dll) minimal sejauh 5 meter.16.16. h. Penampang kawat pentanahan dari masing-masing panel dapat dilihat pada gambar masing-masing panel.9 TESTING DAN COMMISIONING a. Jaminan instalasi & material instalasi menjadi tanggung jawab Kontraktor. -Pemeriksaan Visual -Pemeriksaan sambungan listrik maupun mekanis -Pengukuran tahanan isolasi dan tahanan pentanahan -Pengujian dalam keadaan berbeban b. f. SP-71 Dokumen Lelang d. 6. diteliti dan diuji dengan baik sebelum diserahkan dan pelaksanaannya harus menyertakan pengawas dan bila perlu dengan petugas dari instansi terkait yang berwenang.10 JAMINAN DAN MASA PEMELIHARAAN a. Seluruh sistem dan Pekerjaan instalasi harus diperiksa. 6. MCFA.11 LAIN-LAIN . c. Sesudah seluruh instalasi terpasang seluruhnya harus diadakan pengujian dan pemeriksaan instalasi secara keseluruhan. Saluran pentanahan dari elektroda pentanahan sampai kebadan harus dilindungi dengan pipa PVC HI ¾” atau pipa PVC AW ¾”. b. Titik pentanahan panel ini harus dipisahkan dengan system pentanahan penangkal petir dan peralatan lain (peralatan kontrol. Dalam masa pemeliharaan apabila ditemukan instalasi yang rudak atau berfungsi kurang baik maka Pemborong harus segera memperbaiki atau mengganti peralatan tersebut sampai dapat berfungsi dengan baik. Sebelum melaksanakan pengujian Kontraktor harus merencanakan jadwal pemeriksaan & pengujian untuk mendapatkan persetujuan dari pengawas. c. PABX. Masa pemeliharaan untuk seluruh pekerjaan instalasi listrik ditetapkan selama 4 bulan setelah barang diserahkan kepada Pemilik /Pengawas. Saluran ini tidak boleh ada sambungan hanya diperbolehkan pada terminal yang disediakan dengan menggunakan sambungan mur baut dan sepatu kabel yang sesuai. e. Macam pemeriksaan dan pengujian. d.c. Penyambungan sipanel harus pada rek pentanahan atau mur baut yang telah di las ke badan panel.16. Bila perlu elektroda pentanahan untuk badan peralatan dan panel harus dipisahkan penanamannya sejauh minimum 3 meter satu dengan yang lain. g. 6.

25 m3/det -Total Head : H = 15 meter -Standard Pengujian pompa : ISO 2548 -Efficiency : Minimum 65 % -Material propeller/impeller : Cast Iron (ASTM A 48. 6. walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini.17 PERSYARATAN TEKNIS PELAKSANAAN DAN PENYELESAIAN PEKERJAAN INSTALASI POMPA DRAINAGE PENGENDALIAN BANJIR 6.17.17.2 Spesifikasi Teknik Pompa Spesifikasi teknik masing-masing pompa seperti yang diuraikan sebagai bertikut : 6.1 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi Pengadaan & Pemasangan Instalasi Pompa berikut kelengkapannya dan alat bantu yang diperlukan. sehingga instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan tanpa tambahan biaya. Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan. Pompa Lumpur dengan kapasitas 250 l/detik. Pompa Banjir dengan kapasitas 1500 l/detik. 2.2. total Head 15 m. 6. Jenis dari Pompa-pompa yang akan diadakan harus dari jenis Submersible untuk aplikasi penanggulangan dan pengendalian banjir dan pernah teruji beroperasi dengan baik dan pernah terpasang di Indonesia dengan kapasitas minimum sama dengan atau lebih besar dari pompa yang akan diadakan. harus disediakan oleh Kontraktor.410) -Konstruksi Pemasangan : Automatic Discharge Connector . CL 30) -Material poros pompa : Stainless steel (ASTM A 276. total Head 7 m. CL 30) -Material bodi pompa : Cast Iron (ASTM A 48.17. SP-72 Dokumen Lelang b. Pompa-pompa tersebut diadakan dan dipasang pada rumah pompa sebagai berikut 1. Kontraktor harus memintakan ijin-ijin yang mungkin diperlukan untuk menjalankan instalasi yang dinyatakan dalam spesifikasi ini atas tanggungan sendiri kepada berwenang yang terkait dengan pekerjaan ini (PLN. DEPNAKER).a.1 Pompa Lumpur -Type : Submersible Sludge Pump -Kapasitas : Q=15 m3/min atau Q=0.

380 Volt. CL 30) Pipa buang : -Diameter : 300 mm -Tebal pipa : 9 mm -Coating : Cat anti karat (Bituminous 300 micron) Panel Control: -Jenis : Free Standing (berdiri) -Tebal Plat : 2 mm -Tebal panel : 800 mm -Finishing : anti karat Power Coating RAL 7032 dicat dengan warna yang ditentukan oleh pengawas.Elektromotor : -Type : Totally Enclosed Submersible -Service Factor : 1. 65 Kw. 3 phase -Kabel submersible : min.15 -Standard Desaign : NEMA-Desaign B -Insulation class : F -Efficiency : Minimum 90% -IP : 68 -Daya/tegangan : max. 10 m -Sistem Proteksi : -Sensor thermal protector jenis bi-metal -Sensor Seal Leakage jenis elektroda SP-73 Dokumen Lelang -Lapisan pelindung : Cat tahan karat (Epoxy Coafing) -Material bodi pompa : Cast Iron (ASTM A 48. -Fungsi Kontrol : Masing-masing kontrol Panel harus dapat mengontrol pompa-pompa yang terpasang . 50 Hz.

1 -Pasangan panel : Pasangan panel sedemikian rupa sehingga setiap peralatan dalam penel dengan mudah masih dapat dijangkau.17. 380 Vollt.Service Factor : 1. -Kapasitas : Q=90 m3/min atau Q=1. -Rubber bush with grommet. tergantung daripada macam/Type Panel. CL 30) -Material poros pompa : Stainless Steel (ASTM A 276. Elektromotor: -Type : Totally Enclosed Submersible .2 Spesifikasi Pompa Banjir a.Standard Design : NEMA-Design B .Daya Tegangan : 130 KW.50 m3/det. -Sistim Pendingin : Pendinginan dilakukan dengan cara mendinginkan selubung motor dengan menggunakan air yang lewat pada saat pompa . -Total Haed : H= 7 Meter -Standar Pengujian : ISO 2548 -Efisiensi : min 80 % -Material Propeller/impeller : Aluminium Bronze (ASTM B 148. 6. 410) b. 3 Phase.Kabel Submersibel : -Type RNCT -Triple compression sealing.10 SP-74 Dokumen Lelang .Insulation Class : F -IP : 68 . .17.2. bila dibutuhkan tambahan atas/ pondasi/ penumpu/ penggantung maka Pemborong harus menyediakan dan memasangnya sekalipun tidak tertera dalam gambar.seperti yang disebutkan dalam item 3. Pompa -Type : Submersible Drainage Pump.78) -Material bodi pompa : Cast iron (ASTM A 48.

Lapisan Pelindung : Cat tahan karat (epoxy coating) . Pipa Kolom. Kondisi Desain a. Pompa yang dipasok harus merupakan pompa baru dan bukan pompa bekas yang telah diperbaharui (re-build).beroperasi. CL 30) C.17. (Seperti yang terlihat dalam gambar) -Diameter Pipa Kolom : 1100 mm -Diameter Pipa Buang : 900 mm -Tebal Pipa : 12 mm -Elbow/bend : 2 X45° -Coating : Cat anti karat (Bituminus tebal 300 micron) Jenis pompa air yang harus diadakan/dipasok adalah jenis pompa air celup (submersible pump). . tahan terhadap lingkungan yang korosif dan tahan terhadap gesekan material yang halus seperti lumpur. dimana dalam pengoperasiannya keseluruhan bagian dari unit pompa tersebut akan terendam didalam air.17. Secara terperinci spesifikasi pompa yang disyaratkan adalah : SP-75 Dokumen Lelang 1. Kapasitas pekerjaan-unit pompa : seperti yang diuraikan dalam item 3. Total Head pompa yang diperlukan : seperti yang diuraikan dalam item 3. oleh karena itu material konstruksi dari pompa harus terbuat dari jenis material yang tahan terhadap pengerusakkan yang disebabkan oleh zat-zat yang terkandung dalam air.1 b. Sisi Hisap (suction side) .1 c. Elevasi muka air (Seperti yang Terlihat dalam gambar) 1.Material bodi motor : Cast iron (ASTM A48.Sistem Proteks : -Sensor Thermai Protector Type PT-100 -Sensor Seai Leakage type elektroda -Sensor Moisture Type elektroda -Sensor Bearing temperature PT-100 .

Propeler/Impeler Bahan untuk bagian propeler/impeler harus terbuat dari bahan yang ulet dan tahan korosif. Desain dari pompa yang akan dipasok harus mempunyai efisiensi yang terbaik (maksimum) pada kondisi titik kerja (duty point) dari pompa tersebut. 198 atau dengan grade yang lebih tinggi. 4. dengan perkataan lain harus terbuat dari Aluminium Bronze dengan spesifikasi komposisi materialnya setara ASTM AB148. SP-76 Dokumen Lelang .1 m. Penawar harus membuat dan menyajikan perhitungan rugi-rugi (head loss) dan daya yang dibutuhkan untuk pompa yang ditawarkan tersebut menggunakan formula “Darcy” dengan asumsi kehilangan tinggi pada screen sebesar 0. Perhitungan Head dan Power Pompa Total head adalah hasil penjumlahan antara “Static Head” dan “Total Head Loss” yang terjadi.-HWL : ………… m PP -NWL : ………… m PP -LWL : ………… m PP 2. Celah antara propeler/impeler dengan selubung pompa pada bagian sisi hisap harus memiliki ketelitian yang tinggi yang dimaksudkan agar dengan presisinya celah tersebut dapat diharapkan efisiensi pompa menjadi lebih baik. Ketentuan Material Pompa Selubung pompa (Pump Body) Bahan untuk selubung pompa harus terbuat dari bahan besi cor (cast iron) dengan spesifikasi komposisi dari meterialnya stara ASTM A48 CL30 atau dengan kelas (grade) yang lebih tinggi serta harus mempunyai permukaan cor yang sempurna atau telah melalui proses dengan mesin (maching) pada bagian dalamnya sehingga kerja pompa dan efisiensinya menjadi baik. 3. Hasil pengecoran tersebut harus bebas dari keropos dan retak serta cacat yang lain akibat dari proses pengecoran dan machining tersebut. Sisi Buang (Discharge side) -HWL : ………… m PP -NWL : ………… m PP -LWL : ………… m PP 2.

Tingkat ketelitian poros baik terhadap propeler/impeler atau terhadap bantalan dudukan harus cukup tinggi sehingga ketidakseimbangan (unbalance) pada saat pompa dioperasikan (poros berputar) dapat dihindari.Spesifikasi teknis propeler/impeler -Material : Aluminium Bronze ASTM AB148.Sensor panas (thermal) pada tiap fasanya -Sensor kebocoran seal (Seal leakage) -Sensor kelembaban (Moisture) -Bearing Sensor . Sistem Proteksi : .958 -Jumlah Baling-baling : 4 buah -Free Passege : 100 mm 5. atau untuk bahan stainless steel gradenya setara dengan ASTM A276. 50 Hz Sistem Pendingin :Pendinginan dilakukan dengan cara mendinginkan selubung motor (motor casing) dengan menggunakan air yang lewat pada saat pompa beroperasi. atau dengan perkataan lain merupakan satu bentuk kesatuan antara poros untuk propeler/impeler dengan motor.15 Design Standard : NEMA-Design B. 3 fasa. Elektromotor Penggerak pompa (pump driven) menggunakan elektromotor type “submerged electromotor” dengan spesifikasi sebagai berikut : Type : “Totally enclosed sumersible type” Insulation Class : F Service Factor : 1. 410 atau SUS 410. Bahan poros pompa harus terbuat dari bahan yang tahan korotif serta mampu menahan torsi motor penggerak dengan propeler/impeler pompa sesuai dengan tegangan kerja tanpa adanya defleksi yang dapat mengakibatkan poros menjadi rusak atau terpuntir. IP68 Tegangan : 380 Volt. Standard poros yang digunakan harus terbuat dari baja tahan karat atau grade yang lebih tinggi. 6. Poros Pompa Poros Pompa harus menyatu dengann motor penggeraknya.

17.1.Material Casing : Cast Iron : ASTM A48. Ketebalan dari plat baja yang akan dipakai untuk membuat kolom pipa tidak boleh kurang dari 12 mm Diameter dalam dari pipa kolom untuk pompa kap 1500 l/detik adalah 1100 mm.17. Dengan daya motor yang tidak lebih dari seperti yang dijelaskan di item 3.1. Pipa Kolom Material harus terbuat dari steel plate setara ASTM A36 dengan dilapisi cat dari bahan coal tar epoxy coating pada bagian permukannya. 8. CL30 Lapisan pelindung : Cat tahan karat (epoxy coating) SP-77 Dokumen Lelang Kabel Elektromotor Kabel pada elektromotor menggunakan jenis “Submersible Cable” dengan spesifikasi sebagai berikut : Type : RNCT Kind of Insulation : F Kind of sealing of lead cable : Triple compression sealing Type of Installation : Rubber bush with Grommet 7. Spesifikasi Teknis Panel Kontrol Panel kontrol pompa yang terpasang pada tiap-tiap lokasi harus dapat mengoperasikan semua pompa yang terpasang pada masing-masing rumah pompa seperti yang dijelaskan dalam item 3. . Dilengkapi stopper guard pada bagian sole plate. Konstruksi pipa kolom adalah rolled steel fabricated dengan discharge elbow mempunyai bentuk lengkunga yang baik (smooth) pada bagian dalam sehingga diharapkan dapat mengurangi nilai dari kerugian.

Cara Otomatis (Automatic mode) • Seluruh pompa beroperasi dan berhenti secara otomatis tergantung dari batas ketinggian air dalam kolam hisap (suction folder) . Panel kontrol dilengkapi dengan unit pengendali (control unit) gangguan yang minimal dapat mendeteksi gangguan-gangguan sebagai berikut : -Beban terlalu rendah dan beban lebih (underload/overload) -Tegangan terlalu rendah dan beban lebih (undervolt/overvolt) -Arus tidak seimbang (current unbalance) -Putaran motor terbalik (phase sequence) -Gangguan pembumian (ground failure) -Tahanan isolasi motor (isolation resistance) -Kapasitor Bank otomatis Panel kontrol dilengkapi dengan peralatan pemantau dan pengaman gangguan pada pompa (monitoring and protection equipment) yang dapat menerima sinyal gangguan dari peralatan deteksi (sensor) gangguan yang dimiliki oleh masingmasing pompa celup yaitu sebagai berikut : -Sensor Temperatur Stator yang merupakan jenis PT-100O -Sensor Temperatur Bearing yang merupakan jenis PT-100O -Sensor kebocoran yang merupakan jenis Floating Switch -Sensor Kelembaban yang merupakan jenis elektroda SP-78 Dokumen Lelang Panel kontrol pompa ini harus dilengkapi dengan perlengkapan yang dapat melakukan beberapa macam cara mengoperasikan (operation mode) untuk kedua pompa tersebut yaitu : .Seluruh pompa pada saat akan dioperasikan (start) harus menggunakan peralatan “Soft Starter” yang terpasang didalam panel kontrol.Cara manual (Manual mode) • Masing-masing pompa dapat dioperasikan atau dihentikan hanya dengan .

akan tetapi kerjanya masih tergantung dari batas ketinggian air pada kolam hisap. .Cara darurat (by-pass/emergency mode) • Masing-masing pompa dapat dioperasikan atau dihentikan hanya dengan cara menekan tombol On-Off. . Pada bagian sisi luar dari panel kontrol pompa ini minimal harus dilengkapi dengan peralatan monitoring lainnya antara lain : • Ampere meter untuk masing-masing phase dari sumber daya • Ampere meter untuk masing-masing pompa • Voltmeter.cara menekan tombol On-Off. SP-79 Dokumen Lelang 2. Kilowatt meter dan Frekuensi meter • Indikator penunjuk ketinggian permukaan air (water level indicator) • Indikator penunjuk gangguan (Alarm indicator) • Indikator penunjuk kerja pompa (Pump indicator) • Saklar pemilih model operasi (operation mode selctor switch) • Tombol Start dan stop pompa • Tombol Stop untuk sirine gangguan (horn) • Tombol untuk pengujian lampu indicator (test light) • Tombol untuk pengujian sirine gangguan (test horn) • Tombol “reset” gangguan. akan tetapi kerjanya tidak tergantung dari batas ketinggian air pada kolam hisap. Gambar-gambar pemasangan instalasi secara detail harus dibuat oleh Kontraktor sebelum melaksanakan pekerjaan pemasangan pipa. dan apabila perlu harus melakukan pembobokan/penambalan tanpa biaya tambahan. Kontraktor bertanggung jawab atas ukuran (dimensi) dan lokasi lubang-lubang tersebut. Pekerjaan Pemasangan Pompa 1. Kelengkapan lain dari panel kontrol pompa yang harus disertakan pada saat memasok panel kontrol ini adalah : • Sensor ketinggian permukaan air berbentuk batang yang terbuat dari bahan logam anti karat (stainless steel) dan dipasang pada kolam hisap lengkap dengan pipa pelindung terhadap kotoran atau sampah. Hal ini harus diketahui dengan tepat letak/ukuran lubang pada dinding dan lantai yang diperlukan untuk lewatnya pipa-pipa. 9.

6. Pipa-pipa tidak boleh menembus kolom.17. 5. Kontraktor tertanggung jawab atas ukuran (dimensi) dan apabila perlu Kontraktor harus melakukan pembaikan-perbaikan/penyempurnaan-penyempurnaan tanpa biaya tambahan. SP-80 Dokumen Lelang .3 Pekerjaan Pemasangan a. Testing dan Commisioning a. b. 10. Pompa harus dipasang sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh pabrik.17. Peralatan yang disuplai harus ditest oleh Petugas Pabrik/ agen dengan prosedur/ketentuan test yang sudah baku. c. c. dengan melengkapi gambar-gambar shop drawing yang telah disetujui terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas atau Direksi. Kontraktor harus merencanakn jadwal pemeriksaan dan pengujian untuk mendapat persetujuan dari konsultan pengawas atau Direksi.3. tanpa mendapat ijin tertulis dari Konsultan pengawas atau Direksi. maka Kontraktor harus mengganti bagian atau bahan yang rusak. Peralatan yang disuplai ini harus disertai dengan test certificate yang asli dari pabrik pembuat dan surat keterangan lain yang mendukung pengesahan barang dari pabrik pembuat. d. 6. Kontraktor berkewajiban mengajukan ijin pelaksanaan pekerjaan pemasangan sebelum pekerjaan dilaksanakan. Gambar-gambar pemasangan instalasi secara detail harus dibuat oleh Kontraktor sebelum melaksanakan pekerjaan pemasangan. Seluruh biaya untuk pengujian tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor. diteliti dan diuji dengan baik sebelum diserahkan dan pelaksanaanya harus menyertakan pengawas dan bila perlu dengan petugas dari instansi terkait yang berwenang. atau balok. b. c. 4. dengan melengkapi gambar-gambar shop drawing yang telah disetujui terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas atau Direksi. Seluruh sistem dan pekerjaan intalasi harus diperiksa. Seluruh sistem pemipaan harus diuji dan tidak boleh ada kebocoran. tersebut tanpa dipungut biaya dan pengujian dilakukan lagi sampai berhasil dengan baik. Sebelum melaksanakan pengujian. b. kepala kolom. Apabila pada waktu pemeriksaan atau pengujian ternyata ada kerusakan atau kegagalan dari bagian instalasi. Kontraktor berkewajiban mengajukan ijin pemasangan pompa driange dan instalasinya sebelum pekerjaan dilaksanakan.4 Pemeriksaan dan Pengujian a. Surat keterangan dari luar pabrik tidak diakui kebenarannya.

g. 6. b.17. Kontraktor harus memintakan ijin-ijin yang mungkin diperlukan untuk menjalankan instalasi yang dinyatakan dalam spesifikasi ini atas tanggungan/biaya Kontraktor kepada instansi berwenang yang terkait dengan Pekerjaan ini. b. c.d. Sertifikat garansi dari pabrik pembuatnya 3. sehingga instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan tanpa tambahan biaya. Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan. 6. Pelatihan untuk teknisi dilaksanakan oleh Kontraktor dan dilaksanakan sejak mulai pemasangan peralatan. d. Kontraktor diwajibkan membuat atau menyerahkan : 1. Pihak Pemilik proyek harus sudah menyiapkan petugas/teknisi yang akan dilatih untuk keperluan ini.6 Lain-lain a. Sertifikat uji dari pabrik pembuatnya (Factory Teest Certificate) 2. Buku petunjuk untuk pengoperasian dan pemeliharaan selanjutnya.17.5 Jaminan dan Masa Pemeliharaan a. Pemilik harus dibebaskan dari segala bentuk pembayaran akibat segala kerusakan pada pemakaian normal untuk waktu 1 tahun setelah pengesahan penyerahan pekerjaan. Sesudah pengujian selesai Kontraktor diwajibkan mengadakan pelatihan untuk petugas pengelola yang ditunjuk sampai petugas tersebut dianggap cukup mahir menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Masa pemeliharaan untuk seluruh Pekerjaan instalasi dan pemasangan ditetapkan selama 4 tahun setelah barang diserahkan kepada Pemilik/Pengawas dan disesuaikan dengan masa pemeliharaan pekerjaan Sipil/arsitektur. Peralatan yang disuplai harus diserahkan dalam kondisi baik. Certificate Country of Origin 4. SP-81 Dokumen Lelang . Jaminan/garansi peralataan yang disuplai Kontraktor diatur dalam perjanjian tersendiri antara Kontraktor dan Pemilik. Dalam masa pemeliharaan apabila ditemukan instalasi yang rusak atau berfungsi kurang baik maka Kontraktor harus segera memperbaiki atau mengganti peralatan tersebut sampai dapat berfungsi dengan baik. e. e. walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini. harus disediakan oleh Kontraktor. f. Pelatihan secara keseluruhan sistem akan dilaksanakan bila pekerjaan instalasi telah selesai dikerjakan dan ditest. Jaminan pekerjaan instalasi dan peralatan yang disuplai Kontraktor termasuk material instalasi/pemipaan menjadi tanggung jawab Kontraktor. baru tanpa cacat dan garansi penuh.

Spesifikasi Standard Genset Secara umum Genset harus di lengkapi peralatan sebagai berikut : a.17. Lenght Sesuai jarak kolom 5. Uraian 1. Kapasitas 5 ton 2. 3 Phase dan 50 Hz. Genset yang di supply akan berfungsi sebagai “CONTINUOUS POWER” 2. Travelling Manual Manual 6.17. Spesifikasi teknik overhead crane adalah sebagai berikut : No. Span 4 m 4. Hight Water Temperatur dan Over Speed . Span dan panjang untuk travelling disesuaikan dengan ukuran rumah pompa. Output Rating Generator harus dapat mensupply dalam kondisi normal untuk 380 atau 220 Volt. Lift b. Engine “ Technical Details “ Generator meliputi spesifikasi sebagai berikut : • Governor Governor harus sesuai dengan standard ISO 3046.7 Manual Overhead Travelling Crane Pekerjaan ini meliputi pengadaan dan pemasangan satu (1) unit manual overhead travelling crane di rumah pompa dengan kapasitas pengangkatan minimal 5 ton dengan jenis Single Girder. Type Sesuai jarak kolom 6.6. b. -Pengamanan otomatis untuk Low Oil Pressure.8 Genset 1. class A1 ( P 135-P275 E electronic gavernor class A1) • Sistem Elektrikal -Electrical starting 12/24 Volt DC (baik 650 KVA maupun 15 KVA). Operasional a. Lift 5 m 3. Umum Pekerjaan ini meliputi pengadaan dan pemasangan Genset dengan Out put daya 650 KVA dan 15 KVA.

f. Sistem Filtrasi Mesin Sistem filtrasi mesin ini meliputi. Kelengkapan Yang Harus Terpasang (Mounting Arrangement) D Base Frame D Coupling D Anti Vibration Mounting Pads D Safety Guard . Radiator Pendingin Radiator atau Kipas pendingin untuk mesin dengan suhu sampai dengan 50 oC (122F) SP-82 Dokumen Lelang d. Sistem Pembuangan Udara/Exhaust System Apabila diperlukan Exhaust Fan harus di sediakan. Alternator Screen Protected dengan ketahanan standard IP 22 dan self Regulating Brussless Alternator yang secara keseluruhan berhubungan dengan kumparan kawat sesuai ICOA 1 Colling System and Sealed For Life Bearing.c. filter Udara. UTE 51100. Filter Oil dan Full Flow Tube Oil Filter. Thf & Tif Factor D Radio Inter Ference: Seperti yang ditentukan dalam persyaratan BS.1 VDE 0530. NEMA MG 1. -Axial type starter motor -High Capacity Maintenance -Free Lead Starting Battery -Battery Raok harus di pasang pada Frame Genset -Heavy Duty Interconnecting Cable With Terminations g. Semua filter harus dapat di lepas dan di ganti dengan yang baru. 22 D Regulator Voltase Otomatis D Wave From Distortion. D Sistem Insulansi: Sistem Insulansi adalah Class H D Karakter Elektrikal: Dengan karakter elektrikal harus sesuai dengan BS 5000 Bagian 99 IEC 34.800 dan VDE Class G dan N h. e. Sistem Elektrikal Sistem Elektrikal dalam Genset ini harus meliputi: -Buttery 12/24 Volt yang dilengkapi dengan Buttery Charging Alternator. kapasitasnya harus disesuaikan dengan faktor panas yang di timbulkan oleh Genset.

Full Feed dan Return Line Ke Mesin dan diberi tutup untuk pengurasan tangki. Controls -Start/ Stop Key Switch -Volmeter Phase Selector Switch -Ammeter Phase Selector Switch Emergency Stop Button -Lamp Test Button . Shutdown Protection Devices With Indicators Untuk : -Hight Coolant Temperature -Low Oil Pressure . j.i. Tangki bahan bakar tersebut harus terpasang dalam Base Freme genset dan harus dilengkapi dengan Indikator Volume bahan bakar. DC and WIRRING LOOMS D CIRCUIT BREAKER Circuit Breaker harus terpasang didalam kotak baja dan harus anti getar dengan ketahanan diatas 1250 Amps. Sistem Pengontrolan (Control System) D Kontrol Panel Key Start Panel harus dipasang dengan diberi perlindungan getaran dari mesin.Volmeter -Ammeter -Frequency meter -Hour Run meter -Coolant Temperature Gange -Battery Condition Volt meter . Instruments . Penutup pengisian bahan bakar harus dilengkapi dengan katup udara (Breater). Kontrol Panel harus terdiri kelengkapan-kelengkapan sebagai berikut: SP-83 Dokumen Lelang . . Sistem Catu Bahan Bakar (Fuel System) Tangki bahan bakar dengan kapasitas minimum untuk 8 jam operasional secara menerus.

Standart Qualitas Peralatan yang terpasang harus sesuai dengan standard sebagai berikut: BS 4999. Testing Setelah dilakukan pemasangan. Factory Test Supplier harus dapat memberikan hasil test pabrik untuk Genset yang di supply berupa “TEST CERTIFICATE” yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat.k.22. p. 9001 o. l. BS 5514. VDE 0530. Material dan peralatan yang akan dipasang harus dalam keadaan baru. SP-84 Dokumen Lelang Dalam pengujian / Testing Genset harus dapat bekerja dan Intergrasi pompa dan kontrol panel yang terpasang. belum pernah dipakai dan telah disetujui direksi. n. BS 5000. Jaminan Supplier harus dapat memberikan jaminan untuk Genset selama 12 bulan atau 1500 jam dari di mulainya tanggal Commissioning. Genset harus dapat di test dengan menggunakan beban nyata dengan tahapan-tahapan sesuai dengan persetujuan dari Pimpinan Proyek DPP Banjir Surabaya. Contoh : Bahan. IEC 34. NEMA MG-1.5 : 1 . m. No. brosur dan gambar kerja (shop drawing) harus diserahkan kepada pengawas/Direksi sebelum jadwal pemasangan.50 (153) 5 Bore/Stroke : mm (in) 128/142 6 Compression Ratio 16. Buku Petunjuk Genset yang di supply harus di lengkapi dengan buku petunjuk untuk operasi dan perawatan lengkap dengan Circuit Wiring diagram dan Commisioning / Fault Finding. Proteksi Peralatan Semua peralatan. tidak cacat. baja atau komponent lain harus diberi perlindungan anti karat atau Coating. Data Teknis 1 Engine Model : 2 Alternator Model : 3 Number of Cylinder 8 in V 4 Cubic Capacity (Litres (cu. FG WILSON yang diakui oleh ISO. in) 2.

Uraian Pekerjaan 3.8 (171) 21 Dimension & Weight : 22 Length : mm (in) 23 Width : mm (in) 24 Height : mm (in) 25 Dry Weight : Kg (lbs) 6. Umum Spesifikasi ini merupakan spesifikasi teknis mengenai pekerjaan sound proofing.3) 13 Fuel Consumption : 1/hr (Usg/hr) 65 (197) 14 Fuel Consumption : 1/hr (Usg/hr) 15 Heat Rejection to Exhaust System : kW (Btu/min) 26. 3. Prosedur pekerjaan pemasangan sound proofing harus seijin/ disaksikan Direksi Lapangan.sec 7.1.9) 20 Exhaust Gas Flow : M3/min (cfm) 4.61 (56. Tugas yang harus dikerjakan oleh kontraktor. . meliputi pengadaan.1 11 Oil Lube Capacity : Liter (US Gal) 12/18 12 Fuel Tank Capacity : Liter (US Gal) 145 (38.5 16 Heat Rejection to Cooling System : kW (Btu/min) 16 Total Radiated Heat : kW (Btu/min) 12. pemasangan dan pengujian secara sempurna dan terpadu sehingga merupakan sistem kedap suara (sound proofing).7 10 Piston Speed : m. pemasangan dan pengujian sistem kedap suara beserta perlengkapannya harus sesuai dengan gambar rencana.17. 3.9 Pekerjaan Sound Proofing 1. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini dikerjakan pada rumah genset sebagai penahan/ peredam getaran suara dari mesin genset.3. 2.2. SP-85 Dokumen Lelang 3.1 (688) 17 Exhaust Temperature : oC (oF) 650 (1202) 18 Cooling Air Flow : M3/min (cfm) 720 (2542) 19 Combustion Air Flow : M3/min (cfm) 1. Pengadaan.7 Aspiration Natural 8 Frequency 50 Hz 9 Engine Speed 1500 Rpm Maximum Continuous Power at-Flywheel : kW hp) 27.

b. berat 210 gram/m2. Kawat ayam (wiremesh) dimensi max 5 cm x 5 cm diberi kayu list jarak 1 m arah vertical dan harizontal.4. f. Spesifikasi Pekerjaan Sound Proofing a.21 mm. c. pengecatan dengan menggunakan cat yang direkomendasi owner. e. dimensi min 24 inch. Rockwool ketebalan (thickness) min 3 cm dengan density 80 kg/cm3. Aluminium foil ketebalan (thickness) 0. SP-86 . Ventilator menggunakan type cyclone (rotary turbin ventilator) bahan aluminium oxide dan shaf stainless steel. d. Jalusi terbuat dari besi UNP 10 sebagai frame dan sirip dari besi plat lebar 100 mm dan tebal 3 mm. Pembungkus Silencer diberi rockwool ketebalan (thickness) 5 cm kemudian dibungkus aluminium foil dan diikat dengan kawat wiremesh 1 cm x 1 cm.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful