P. 1
Fatwa Haram ESQ

Fatwa Haram ESQ

|Views: 38|Likes:

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: Suryadin Abu Abdillah on Jul 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2012

pdf

text

original

Mufti Malaysia Fatwakan ESQ Sesat

Rabu, 07 Jul 2010-www.voa-islam.com

Sebuah fatwa dari Mufti wilayah persekutuan Malaysia telah menimbulkan kehebohan di
beberapa milis Islam Indonesia. Karena apa? Karena fatwa yang Mufti Malaysia
sampaikan tersebut akan sangat berimplikasi dengan sebuah lembaga training sumber
daya manusia yang ada di Indonesia yang bernama ESQ.
ESQ yang berpusat di menara 165 jalan TB Simatupang Jakarta selatan dan digawangi
oleh Ary Ginanjar Agustian, telah berhasil mentraining puluhan ribu orang dengan
konsep keseimbangan antara Emosi, Spiritual dan intelektual.
Dari penjelasan tentang ESQ sendiri dijabarkan bahwa ESQ adalah pelatihan sumber
daya manusia yang bertujuan untuk membentuk nilai moral dan karakter manusia,
melalui penggabungan 3 potensi yang ada di manusia yaitu kecerdasan intelektual,
emosional dan spiritual.
Selama ketiga potensi manusia tersebut terpisah dan tidak didayagunakan dengan baik
dan maksimal maka menurut kajian ESQ manusia akan terjadi krisis moral dan split
personality. Dan lebih buruk lagi manusia yang tidak dapat mendayagunakan ketiga
potensi itu maka manusia tersebut akan kehilangan makna hidup serta jati dirinya. Begitu
kutipan yang menjelaskan apa itu ESQ secara singkat.
Namun bagi mufti Malaysia ajaran yang dipopulerkan oleh Ary Ginanjar ini adalah
ajaran sesat dan harus dihindari. Melalui kajian, akhirnya mereka memutuskan bahwa
ajaran ESQ yang mengusung ide 7 Budi Utama dan bercita-cita akan menuju Indonesia
Emas pada tahun 2020 ini, difatwakan sesat berdasarkan sebuah fatwa tertanggal 10 Juni
2010.
Dalam fatwanya Mufti wilayah persekutuan Malaysia menjelaskan alasan kesesatan ESQ
Ary Ginanjar, berikut ringkasan fatwanya:
• ESQ mendukung paham liberalisme yang menafsirkan nash-nash agama (al-quran
dan sunnah) secara bebas.
• ESQ menuduh para Nabi mencapai kebenaran melalui pengalaman dan pencarian
dan ini bertentangan dengan aqidah Islam tentang Nabi dan Rasul.
• ESQ mencampuradukkan ajaran spritual bukan Islam dengan ajaran spiritual
Islam.
• ESQ menekankan konsep 'suara hati' sebagai rujukan utama dalam menentukan
baik atau buruknya sebuah perbuatan.
• ESQ menjadikan logika sebagai sumber rujukan utama.
• ESQ mengingkari mukjizat karena dianggap tidak dapat diterima akal.
• ESQ menyamakan bacaan Al-fatiha sebanyak 17 kali dalam shalat dengan ajaran
Bushido Jepang yang berlatar belakang ajaran Buddha.
• ESQ menafsirkan kalimat syahadat dengan "triple one".
Demikian ringkasan singkat fatwa Mufti wilayah persekutuan Malaysia yang
ditandatangani oleh Datuk Hj. Wan Zahidi bin Wan Teh yang merupakan mufti resmi
wilayah persekutuan Malaysia.
Sebenarnya beberapa waktu lalu telah ada yang menuduh ESQ sesat di Indonesia. Pada
sebuah sesi tanya jawab dalam sebuah acara dari salah satu radio di Bekasi, seorang
ustadz yang mengisi acara tersebut ditanya oleh pendengar yang meminta tanggapan
ustadz tersebut tentang training ESQ. Dengan sangat mengejutkan sang ustadz tersebut
membeberkan kesesatan ESQ menurut yang ia pahami dan poin-poin yang ia anggap
sesat itu agak mirip dengan apa yang difatwakan oleh mufti Malaysia ini.
Untuk mendonload fatwa lengkapnya bisa diklik alamat ini,
http://www.muftiwp.gov.my/pmwp/profail_jabatan_files/fatwa_esq.pdf
Sampai berita ini diturunkan dari situs-situs ESQ belum ada tanggapan terkait fatwa
Mufti Malaysia ini yang menyesatkan ajaran ESQ.(fq)






Inilah Fatwa Mufti Malaysia tentang
Kesesatan ESQ Ary Ginanjar


Rabu, 07 Jul 2010 - www.voa-islam.com

Fatwa Berkenaan Dengan Kursus ESQ Leadership Training Dan Fahaman Yang
Seumpama Dengannya
(a) Ajaran, pegangan dan fahaman yang dibawa oleh ESQ Leadership Training anjuran
Ary Ginanjar Agustian dan apa-apa ajaran yang seumpama dengannya adalah
menyeleweng daripada ajaran Islam kerana mengandungi ajaran-ajaran yang boleh
merosakkan akidah dan syariah Islam. Ciri-ciri penyelewengan tersebut adalah seperti
yang berikut:
(i) mendukung fahaman liberalisme iaitu memahami atau mentafsir nas-nas agama (Al-
Quran dan as-Sunnah) secara bebas, dan fahaman pluralisme-agama iaitu fahaman yang
mengajarkan semua agama adalah sama dan benar. Kedua-dua fahaman ini adalah sesat
dan boleh membawa kepada kekufuran.
(ii) mendakwa bahawa para Nabi mencapai kebenaran melalui pengalaman dan
pencarian. Ini bercanggah dengan akidah Islam tentang Nabi dan Rasul. Menurut akidah
Ahli Sunnah Wal Jamaah, kenabian dan kerasulan adalah pilihan Allah SWT
semata-mata (Al-Isthifaiyyah), dan bukan sesuatu yang boleh diusahakan (Al-Kasbiyyah),
(iii) mencampuradukkan ajaran kerohanian bukan Islam dengan ajaran Islam. "SQ"
adalah hasil penemuan seorang Yahudi, Danah Zohar, manakala "God Spot" adalah hasil
kajian seorang Hindu VS Ramachandran. Kedua-dua penemuan ini disahkan dengan ayat
Al-Quran (AI-Hajj ayat 46).
...ESQ mencampuradukkan ajaran kerohanian bukan Islam dengan ajaran Islam...
(iv) menekankan konsep "suara hati" atau "conscience" sebagai sumber rujukan utama
dalam menentukan baik dan buruk sesuatu perbuatan. Konsep suara hati adalah ajaran
paling suci dalam agama Kristian. The Oxford Dictionary of World Religion menyebut:
"In the main forms of Christianity, conscience is the absolutely inviolable and sacrosanct
centre of the person as human as responsible for her or his decisions". Konsep suara hati
juga merupakan ajaran agama Hindu seperti yang dijelaskan oleh Swami Vivekananda:
"The Atman is the Holy Ghost of the Biblical Trinity, and the purpose of all religions is to
make men heard 'the still small voice' within them". Menurut Imam Abu Al-Abbas,
pendapat demikian adalah zindiq dan kufur.
(v) menjadikan logika sebagai sumber rujukan utama. Ini bertentangan dengan akidah
Islam yang menetapkan bahawa Al-Quran dan as-Sunnah sebagai sumber rujukan utama.
(vi) Mengingkari mukjizat dan menganggapnya tidak dapat diterima oleh akal dan tidak
sesuai dengan zaman sekarang yang serba logik. Mengingkari mukjizat adalah kufur
dengan ijmak ulama kerana ia bermakna mengingkari nas-nas Al-Quran dan Hadits
Mutawatir yang mensabitkan mukjizat bagi para Nabi AS.
...ESQ kufur karena mMengingkari mukjizat dan menganggapnya tidak dapat diterima
oleh akal...
(vii) menggunakan Kod 19 rekaan Rasyad Khalifah untuk menafsir Al-Quran. Rasyad
Khalifah mengaku dirinya sebagai rasul dan membawa agama baru yang dinamakan
"submission." Teori Kod 19 dianggap lebih tinggi daripada Al-Quran kerana mengikut
teori ini, ayat-ayat Al-Quran perlu dibuang atau ditambah bagi menyesuaikan dengan
Kod 19.
(viii) menyamakan bacaan Al-Fatihah sebanyak 17 kali sehari oleh orang Islam dengan
amalan Bushido oleh orang Jepun yang berteraskan ajaran Buddha.
(ix) mendakwa bahawa kekuatan luar biasa seperti mukjizat boleh berlaku melalui rumus
Zero Mind Process (ZMP). Dengan rumus ZMP ini, ESQ mengiaskan bahawa mukjizat
Nabi Musa AS diselamatkan daripada Firaun boleh juga berlaku kepada orang lain seperti
yang berlaku kepada juruterbang Kapten Abdul Razak. Kefahaman mukjizat seperti ini
merupakan ajaran a.aama Hindu seperti yan.g diterangkan oleh Swami Vivekananda:
'When Jesus healed, they called it a miracle". What is a miracle? A supernatural even
says the dictionary. "Applied Raja Yoga", says the Yogi. "Just because you don't
understand it, you call it a miracle. We know what it's about. It's natural to its".
...ESQ menafsirkan makna kalimat syahadat dengan "triple one" yang digunakan oleh
Kristian untuk menghuraikan Konsep Trinity...
(x) menafsirkan makna kalimat syahadat dengan "triple one". Ini adalah tafsiran bid’ah
dan sesat. Dalam konteks akidah, "triple one" digunakan oleh Kristian untuk
menghuraikan Konsep Trinity. Buku "Christianity For Dummies", ketika menguraikan
konsep ini menyatakan: "The Trinity: How 1 + 1 + 1 Equals 1. Christianity says that
God is Trinity - one God expressed in three beings. The term trinity means:
"three-oneness.”
(b) Mana-mana orang hendaklah menjauhi ajaran, pegangan dan fahaman sebagaimana
yang. dinyatakan dalam perenggan (a).
Bertarikh 10 Jan 2010
[PMWP/100/20 Klt. 2; PN(PU
2
)530/VI]
Datuk Hj. Wan Zahidi bin Wan Teh
Mufti Wilayah-Wilayah Persekutuan
Sumber: http://www.muftiwp.gov.my/pmwp/profail_jabatan_files/fatwa_esq.pdf




ESQ Ary Ginanjar Difatwa Sesat Karena
Merusak Aqidah dan Menghina Nabi


Rabu, 07 Jul 2010- www.voa-islam.com

JAKARTA (voa-islam.com) – Dinilai banyak yang bertentangan dengan ajaran agama
Islam, Emotional and Spiritual Quotient (ESQ) milik Ary Ginanjar Agustian difatwa
sesat oleh Mufti Malaysia.
Fatwa Mufti Malaysia itu ditandatangani oleh Mufti wilayah persekutuan Malaysia,
Datuk Hj. Wan Zahidi bin Wan Teh tanggal 10 Juni 2010, dan dirilis dalam situs resmi
pemerintah Malaysia www.muftiwp.gov.my, Rabu (7/7/2010). Oleh Mufti Malaysia,
ESQ dianggap ajaran yang dapat merusak akidah serta syariah Islam.
Ciri-cirinya, menurut Mufti Malaysia adalah, ESQ mendukung paham liberalisme karena
menafsirkan Al-Quran dan As-Sunnah secara bebas. ESQ mengajarkan bahwa pada
dasarnya ajaran seluruh agama adalah benar dan sama.
...ESQ mendukung paham liberalisme karena menafsirkan Al-Quran dan As-Sunnah
secara bebas...
ESQ juga dianggap menuduh para Nabi mencapai kebenaran melalui pengalaman dan
pencarian. Ini sangat bertentangan dengan akidah Islam soal Nabi dan Rasul.
ESQ dituduh telah mencampuradukan ajaran kerohanian bukan Islam dengan ajaran
Islam. Mufti juga melihat jika ESQ menekankan konsep ‘suara hati’ sebagai rujukan
utama dalam menentukan baik buruk suatu perbuatan.
...ESQ juga dianggap salah karena telah menjadikan logika sebagai rujukan, bukannya
Al-Quran dan Hadits...
ESQ juga dianggap salah karena telah menjadikan logika sebagai rujukan, bukannya Al-
Quran dan Hadits. ESQ juga dianggap mengingkari mukjizat karena bertentangan dengan
keadaan zaman sekarang yang serba logik, dan tidak dapat diterima akal.
ESQ dinilai salah karena menggunakan kode 19 rekaan dari Rasyad Khalifah untuk
menafsirkan Al-Quran. Rasyad Khalifah mengaku sebagai rasul dan membawa agama
baru yang dinamakan ‘submission’. Teori ini bahkan dipandang lebih tinggi dibanding
Al-Quran.
...ESQ menyamakan bacaan Al-Fatihah sebanyak 17 kali oleh orang Islam dengan ajaran
Bushido Jepang. Ini adalah tafsiran sesat...
ESQ menyamakan bacaan Al-Fatihah sebanyak 17 kali oleh orang Islam dengan ajaran
Bushido Jepang. ESQ dianggap telah menafsirkan makna kalimat syahadat dengan “triple
one”. Menurut Mufti, itu adalah tafsiran sesat.
Dalam laman facebook yang dibuat oleh pengikut ajaran Ary, salah seorang juga sempat
menanyakan soal fatwa Mufti ini. Account dengan nama ‘FKA ESQ 165 - Samarinda
Kukar’ tersebut meminta tanggapan dari pengikut yang lain terkait fatwa Mufti.
...ESQ juga dianggap menuduh para Nabi mencapai kebenaran melalui pengalaman dan
pencarian. Ini sangat bertentangan dengan akidah Islam soal Nabi dan Rasul...
Hingga kini Ary Ginanjar belum bisa dihubungi. Dia masih berada di luar negeri.
Sedangkan sekretarisnya, Susi, tidak mau mengomentari fatwa ini. Dalam situs resmi
ESQ juga belum ada tanggapan terkait fatwa Mufti Malaysia yang menyesatkan ajaran
ESQ.
Sebenarnya beberapa waktu lalu telah ada yang menilai ESQ sesat di Indonesia. Pada
sebuah sesi tanya jawab dalam sebuah acara dari salah satu radio di Bekasi, seorang
ustadz yang mengisi acara tersebut ditanya oleh pendengar yang meminta tanggapan
ustadz tersebut tentang training ESQ. Dengan sangat mengejutkan sang ustadz tersebut
membeberkan kesesatan ESQ menurut yang ia pahami dan poin-poin yang ia anggap
sesat itu agak mirip dengan apa yang difatwakan oleh mufti Malaysia ini. [taz]




27 Penyimpangan ESQ Ary Ginanjar Versi
nahimunkar.com


Kamis, 08 Jul 2010- www.voa-islam.com

KRISIS multi dimensi yang menimpa bangsa tercinta, bangsa Indonesia yang belum
kunjung reda, dan bahkan makin melilit kuat menjerat rakyat kecil tanpa ada rasa belas
kasih, serta membuat angka kemiskinan anak bangsa makin membesar, adalah akibat
ulah tangan para pengelola yang tidak bertanggung-jawab. Keseimbangan yang
merupakan ciri khas hukum penciptaan Allah diobrak-abrik oleh para pengelola bangsa
yang buta mata hatinya.
Berbagai upaya dilakukan oleh berbagai komponen bangsa, baik secara kolektif, krusial
dan rumit.
Di antara sekian upaya yang dilakukan itu adalah apa yang dilakukan oleh Ary Ginanjar
Agustian dengan ESQ Model-nya yang fenomenal. ESQ Model ini sudah tidak asing bagi
masyarakat kita, bahkan buku monumental Ary yang berjudul “Rahasia Sukses
Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual” sudah terjual lebih dari 150.000
eksemplar dan sudah dicetak lebih dari 20 kali!
…Di balik berbagai kebaikan yang terdapat pada ESQ Model, terdapat pula sisi
negatifnya…
Ada sisi kebaikan yang terdapat di dalam ESQ Model ini, di antaranya adalah:
1. Menumbuhkan kesadaran akan eksistensi para peserta di muka bumi ini sebagai
Khalifah (wakil Allah).
2. ESQ mampu menggugah nurani para peserta training dan mengenalkan wujud Allah
Subhanahu Wa Ta’ala kepada mereka, kebesaran, keagungan, keperkasaan dan
kemahapemurahan-Nya.
3. ESQ mampu menghidupkan kembali cahaya nurani para peserta training yang selama
ini padam.
4. ESQ mampu mengasah spiritualitas para peserta.
Hal itu tampak jelas dari pengakuan banyak mantan peserta training yang selama ini
merasa hati (spiritualitas)nya kering kerontang.
Namun, di balik berbagai kebaikan yang terdapat pada ESQ Model, terdapat pula sisi
negatifnya, bahkan boleh dikata sudah menyangkut permasalahan yang sangat prinsip.
Di antara sisi negatif yang harus segera dihindari itu adalah sebagai berikut:
1. Ary Ginanjar yang mencetuskan model ESQ Training ini tidak mau mengatakan kalau
ESQ Model yang diasuhnya sebagai lembaga dakwah atau sebagai kegiatan dakwah,
padahal training yang diselenggarakan tidak lepas dari ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-
hadits Nabi Shallallahu alaihi wasallam, bahkan ada kutipan-kutipan perkataan shahabat
nabi Shallallahu alaihi wasallam. Kenyataan ini ternyata berlawanan dengan yang tertera
di dalam buku saku ESQ Model yang dibagikan kepada peserta secara gratis, sebagai
berikut “Tiada hari tanpa dakwah” yang kemudian dikutip pula ayat al-Qur’an 125 dari
Surat al-Nahl.
…Ary Ginanjar tidak mau menyebut ESQ yang diasuhnya sebagai kegiatan dakwah,
padahal trainingnya tidak lepas dari ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi. Dan buku
saku ESQ Model yang dibagikan kepada peserta tertera label “Tiada hari tanpa dakwah

Di sela-sela trainingnya di hadapan para peserta dan pada saat emosi dan spiritual para
peserta tersentuh Ary mengatakan ‘ini bukan sekedar training!’. Ia ucapkan lebih dari
sekali.
Namun hal ini tidak masalah, apakah ESQ Model itu disebut lembaga dakwah atau
bukan, akan tetapi jujur itu lebih baik ! Atau memang ada sesuatu hal yang terselubung di
balik ESQ Model ini. Wallahu a‘lam.
2. Setiap suasana emosi dan ektasi, dzikir dan doa selalu diiringi dengan lantunan musik
lembut, dengan maksud agar bisa mencapai pada titik alpha, tutur Ary. Bahkan dentuman
suara musik yang selalu mengawali acara training pun sampai membuat jantung terasa
sakit, sehingga tidak mungkin acara-acara seperti ini diselenggarakan di masjid-masjid. Ia
memang pantas kalau diselenggarakan di hotel-hotel? Cara-cara seperti ini merupakan
kebiasaan dan sunnah kaum Nasrani yang kita dilarang oleh Rasulullah Shallallahu alaihi
wasallam mengikutinya.
Dalam kaidah ushul disebutkan: “tujuan tidak boleh menghalalkan segala cara.”
…Cara-cara seperti ini merupakan kebiasaan kaum Nasrani yang kita dilarang oleh
Rasulullah untuk mengikutinya. Kaidah ushul disebutkan, tujuan tidak boleh
menghalalkan segala cara…
3. Bershalawat sambil nyanyi pun dilakukan, bahkan Haddad Alawi yang berfaham
Syi’ah yang sangat anti bershalawat kepada para shahabat Nabi menjadi bintang tamu.
Dalam shalawatnya Alwi tidak pernah menyebut para shahabat Nabi.
4. Shalawat sambil menyanyi pun dianggap sebagai pengamalan terhadap perintah
bershalawat kepada nabi yang tertera di dalam surah Al-Ahzab.
5. Shalawat kepada nabi Shallallahu alaihi wasallam itu artinya memohon kepada Allah,
berdoa kepada- Nya agar rahmat, kedudukan yang mulia di sisi- Nya dianugerahkan
kepada Nabi Muhammad, Shallallahu alaihi wasallam. Oleh karena shalawat adalah doa,
maka doa harus dilakukan sebagai mana doa lainnya, bukan dengan bernyanyi…..! Para
sahabat Nabi Shallallahu alaihi wasallam, para tabi‘in dan para pemuka imam Mazhab
yang empat yang sudah tidak diragukan kecintaan mereka kepada nabi Shallallahu alaihi
wasallam tidak pernah bershalawat dengan cara bernyanyi.
…Dalam training ESQ ini, zikir Lâ ilâha illalloh bersama sambil geleng-geleng kepala
dengan suara nyaring pun dilakukan dan dipimpin oleh Ary sendiri…
6. Nuansa sufistik pun sangat kental dalam training ESQ ini, zikir Lâ ilâha illalloh
bersama sambil geleng-geleng kepala dengan suara nyaring pun dilakukan dan dipimpin
oleh Ary sendiri.
7. Tafsir batiniy terhadap rukun iman dan rukun Islam pun sangat kental, terutama dalam
menafsirkan surat al-Fatihah dan ritual haji, sebagaimana akan disebutkan di bawah.
8. Ketika peserta sudah berada dalam kondisi tersentuh spiritualitasnya mereka disuruh
sujud dan minta ampun dan ada juga yang bertakbir histeris. Sujud apa ini? Tidak jelas,
sehabis sujud kadang diselingi dengan teriyakan yel-yel ESQ, Mars ESQ atau senam
erobic atau lainnya.
9. Untuk menambah suasana histeris, petugas menghampiri peserta yang histeris
menangis dan memperdengarkannya kepada khalayak melalui pengeras suara! Harus
seperti inikah melatih dan mengasah ESQ para peserta?
10. Tafsir sufi (batiniy, isyaariy) terhadap surat Al-Fatihah pun terjadi, seperti ihdinas
shirâthal mustaqîm (Ihdinâs dengan H besar, yang harus dibunyikan dari dalam perut
diartikan “menunjukkan kesungguhan dalam beraksi” dan ayat-ayat sebelum dan
sesudahnya diartikan secara paksa agar sesuai dengan jiwa managemen perusahaan.
11. Demikian pula tafsir terhadap ritual haji. Bahkan tiga hari pertama dari training
terkesan diartikan sebagai prosesi wuquf, yang dalam ESQ training berwujud ZMP,
sedangkan hari keempat sebagai prosesi thawaf dan sa‘i. Thawaf dan Sa‘i diartikan
sebagai simbol kerja keras (total action).
Yang lebih nyeleneh lagi adalah pada hari keempat ada simulasi sa‘i dan thawaf yang
tidak hanya sekedar simulasi, melainkan benar-benar harus dirasakan seperti melontar
jumroh, sa‘i dan thawaf di Ka‘bah yang harus dilakukan dengan ikhlas dan dengan niat
yang sebenarnya .
Melontar diartikan membuang sifat-sifat buruk yang ada pada diri, dan yang dilempari
pun adalah gambar makhluk yang menyeramkan (setan) yang telah disediakan panitia,
berikut batu kerikil imitasinya. Sa‘i dan thawaf diartikan sebagai simbol kerja keras (total
action). Seusai Sa’i di tempat training, maka peserta harus melakukan thawaf di tempat
yang sama dengan mengelilingi Ka‘bah buatan. Ini benar-benar ajaran sufi yang
menyimpang.
12. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam tidak pernah mengajarkan hal-hal seperti itu
kepada para shahabatnya. Bahkan, Umar bin Khatthab, Radhiyallahu anhu (yang selalu
mendapat ilham) pada saat melaksanakan ibadah haji di masa ke-Khalifah-annya tidak
pernah mempunyai pemahaman seperti itu. Malah saat beliau akan mengecup Hajar
Aswad beliau berkata: Hai Hajar Aswad, aku tahu bahwa kamu tidak bisa memberi
manfaat dan tidak pula dapat mendatangkan madharat. Kalau saja bukan karena aku telah
melihat Rasulullah mengecupmu niscaya aku tidak akan mengecupmu.
13. Sebelum mereka melakukan ibadah haji pun sudah “total action”, bahkan
mengerahkan semua kemampuan dalam beramal dengan semangat ikhlas dan ihsan sudah
mereka sadari sebagai tuntutan tauhid dan ketulusan mengabdi kepada Allah SWT, jauh
sebelum mereka mengenal ibadah haji.
14. Dengan empat hari itu terkesan bahwa ajaran Islam sudah lengkap dan sempurna,
maka ayat 3 surat Al-Ma’idah pun dibacakan sebagai tanda sempurnanya ajarannya.
Dengan demikian ESQ Training mengesankan bahwa Islam ala ESQ itulah cerminan
Islam sejati. Kesan ini pun lebih nampak lagi dengan dibuatnya kartu alumni bagi para
peserta yang telah mengikuti training selama 4 hari, yang dengan kartu itu peserta dapat
mengechas kembali iman mereka, sekalipun beberapa alumni sedang ‘ngechas’ yang
kami wawancarai mengatakan “kami tidak menangis seperti waktu dulu saat training,
karena tidak ada yang baru lagi bagi kami”.
…Bagi Ary Ginanjar, sumber utama kebenaran adalah suara hati. Kebenaran ‘Suara hati’
bagi Ary di atas kebenaran al-Qur’an dan hadits Nabi Shallallahu alaihi wasallam…
15. Bagi Ary, sumber utama kebenaran adalah suara hati. Kebenaran ‘Suara hati’ bagi
Ary di atas kebenaran al-Qur’an dan hadits Nabi Shallallahu alaihi wasallam. Berikut
ungkapnya: “Pergunakanlah suara hati anda yang terdalam sebagai sumber kebenaran,
…..” Lebih lanjut ia mengatakan: “…., dan ayat-ayat Al Qur’an sebagai dasar berpijak
(legitimasi). Dan yang terpenting adalah legitimasi suara hati anda sendiri, sebagai nara
sumber kebenaran sejati” (Lihat: Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan
Spiritual, hal. Liv).
Suara hati dalam bahasa kaum sufi sering disebut dengan Dzauq (rasa hati) yang pada
prinsipnya sama, yaitu sumber kebenaran sejati. Maka tidak heran kalau dari mulut
mereka kita dengar ungkapan “haddatsanii robbii ‘an nafsii” (Tuhan ku
menginformasikan kepada ku melalui jiwa ku). Juga ungkapan: “kalian belajar kepada
orang yang sudah mati, sedangkan kami belajar langsung kepada Yang Maha Hidup”.
16. Keyakinan Ary yang lebih rancu dan sangat berbahaya lagi adalah ungkapannya
bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dalam kepribadiannya sebagai
Rasul yang sekaligus sebagai pemimpin abadi sangat mengandalkan logika dan suara
hati. Berikut ungkapannya: “Itulah tanda bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi
wasallam merupakan nabi penutup, atau yang terakhir, yang begitu mengandalkan logika
dan suara hati,…….” (Lihat buku Rahasia Sukses …. ESQ, hal. 100).
Padahal kita kaum muslimin meyakini bahwa Nabi Shallallahu alaihi wasallam selalu
bersandar kepada wahyu ilahi yang diturunkan melalui Jibril. Wahyu ilahi bukan suara
hati!
…Bisakah Ary membedakan suara Tuhan dengan suara setan? Saya khawatir akan
muncul Mirza Ghulam Ahmad abad baru lagi! Apa lagi Ary mulai dan sering
mengutarakan hal-hal ganjil, seperti melihat cahaya yang ia yakini Allah, dan merasa ada
hembusan angin malaikat di wajahnya…
17. Bisakah Ary membedakan mana suara Tuhan dan mana suara syetan! Saya khawatir
akan muncul Mirza Ghulam Ahmad abad 21 dan Lia Aminuddin baru lagi! Apa lagi Ary
mulai dan sering mengutarakan hal-hal ganjil, seperti melihat cahaya yang ia yakini
Allah, dan merasa ada hantaman angin di wajahnya sehabis memberikan materi
trainingnya, yang ia yakini hembusan angin malaikat! Subhanallah!!
18. Misteri Graha 165. Adalah graha yang dirancang untuk pusat Training ESQ. Setelah
uji kelayakan tanah, ternyata tanah ini serupa kwalitasnya dengan tanah di Mekkah, maka
Graha ESQ merupakan satu- satunya bangunan pencakar langit di Ibu kota yang
dibangun tidak menggunakan pondasi pancang. Hal ini dianggap sebagai ‘karomah’ bagi
Ary dan ESQ-nya.
Sample tanahnya pun dibuat cindera mata yang dipersembahkan kepada salah seorang
tokoh di antar peserta training.
Graha ini pun dalam rencananya dilengkapi dengan satu ruang samedi (pertapaan) khusus
bagi para alumni ESQ yang terletak di paling puncak bangunan. Ia bukan mushalla dan
bukan juga masjid. Sebab mushalla sudah di sediakan di lantai bawah. Hal ini
diungkapkan oleh Ary sendiri pada saat mengenalkan program pembangunan Graha 165
guna mendapatkan dukungan dana dari para peserta.
Dalam Islam tidak ada semedi atau pertapaan. Bahkan, apa yang pernah dilakukan Nabi
Shallallahu alaihi wasallam di gua Hira’ sebelum diangkat menjadi Nabi, beliau tidak
pernah menganjurkannya kepada umatnya dan tidak pernah pula dilakukan oleh seorang
pun di antara shahabatnya. Islam hanya mengajarkan i‘tikaf yang hanya bisa dilakukan di
masjid-masjid.
…ayat al-Qur’an sering diartikan tidak pada tempat atau maksud yang sesungguhnya, hal
ini banyak terdapat di dalam buku monumentalnya…
19. Ayat-ayat al-Qur’an sering diartikan tidak pada tempat atau maksud yang
sesungguhnya, hal ini banyak terdapat di dalam buku monumentalnya. Seperti ayat QS 40
Surat al-Mu’minun, ayat 17, “Hari ini setiap orang mendapat balasan menurut
usahanya. Hari ini tiada kezaliman. Allah sungguh cepat membuat perhitungan.”
Ary jadikan ayat ini sebagai legitimasi terhadap hadiah yang diberikan kepada seorang
karyawan berinisial “DS” oleh atasannya yang di luar dugaan sebelumnya, karena telah
melakukan suatu pekerjaan tanpa mengharapkan sesuatu apapun. (Lihat kisahnya pada
halaman 52 dari buku ESQ). Padahal ayat di atas berkenaan dengan pembalasan Allah di
hari akhirat kelak, yaitu pada yaumul hisab.
20. Model ESQ yang dicetus oleh Ary nampaknya menganut faham pluralisme agama.
Hal itu tampak dari ungkapan salah seorang Profesor UI yang menjadi salah satu petinggi
ESQ dalam sambutannya pada acara penutupan training. Bahkan, Prof Dr Komaruddin
Hidayat yang menganut faham pluralis pun digandeng dan ditetapkan sebagai salah satu
anggota sidang redaksi Majalah Nebula-nya ESQ yang dipimpin oleh Ary.
Faham pluralisme agama sudah difatwakan haram oleh majlis Ulama Indonesia tahun
lalu, bahkan para ulama-ulama Islam sebelumnya menegaskan bahwa orang yang
meyakini agama selain Islam benar adalah murtad.
…Model ESQ Ary Ginanjar menganut faham pluralisme agama. Faham pluralisme
agama sudah difatwakan haram oleh majlis Ulama Indonesia…
21. Bagi para peserta yang selama ini belum pernah menangis karena takut kepada Allah,
dan belum pernah merenungkan ayat-ayat al Qur’an dan ayat-ayat kauniyah, ESQ
Training adalah segala-galanya. Bahkan akan berkesimpulan “ESQ Training” adalah
jalan hidupnya. Dan bagi yang sudah pergi haji bersama group “ESQ Training” pun akan
timbul rasa bahwa tidak sempurna bila tidak beribadah haji bersama group “ESQ
Training”.
Tidak begitu halnya bagi orang yang sudah biasa dekat kepada Allah dan mengenal
keagungan, kebesaran dan rahmat-Nya, ESQ Training itu biasa-biasa saja. Bahkan, bagi
orang yang pernah tafaqquh fiddin dengan benar yang bersumber kepada al-Qur’an dan
Sunnah secara komprehensif dan integral, ESQ Training perlu diluruskan.
22. Pengkultusan terhadap Ary dan ESQ-nya kini mulai kental terasa, dan jika tidak
segera diwaspadai dan Ary tidak siap diberi nasihat dan selalu bersikap ZMP yang
didengungkannya, maka tidak mustahil kalau “ESQ Training” akan menjadi agama baru
bagi bangsa Indonesia. Apa lagi Ary dengan ESQ-nya mendapat respon dari pemerintah,
bahkan mereka yang ikut dalam training pun bukan sembarang orang, melainkan para
petinggi negara!
…Ary tidak siap diberi nasihat dan selalu bersikap ZMP yang didengungkannya, maka
tidak mustahil kalau “ESQ Training” akan menjadi agama baru bagi bangsa Indonesia.
Apa lagi Ary dengan ESQ-nya mendapat respon dari pemerintah…
23. Dalam mengartikan al-Asma’ul Husna dan dalam upaya merefleksikannya di dalam
dunia bisnis dan leadership banyak disalahartikan dan dipaksakan agar sesuai dengan
keinginan Ary.
Seperti nama “al-aakhir” diartikan Allah bersifat visioner, dan akhlaq yang harus diambil
adalah manusia harus memiliki visi.
Al-jaami’ yang berarti Maha Penghimpun, Ary merefleksikannya dalam arti keharusan
“kerjasama”. Dan masih banyak lagi nama-nama Allah lainnya yang disalahartikan. Di
dalam menanamkan asma’ul Husna ini Ary mengutip hadits palsu yang sering dipakai
oleh kaum sufi untuk menanamkan ajarannya, yaitu: takhallquu biakhlaaqil-llah
(berakhlaqlah dengan akhlaq-akhlaq Allah).
Al-Matin: akhlaq yang harus diambil adalah sikap selalu berdisiplin. Kalau al-
mutakkabbir yang ditiru atau diambil apanya ? Atau diartikan Yang Maha Pembesar, lalu
kita berupaya ingin menjadi orang- orang pembesar?
Kalau al-hamiid apa direfleksikan kepada upaya keras agar kita menjadi orang terpuji
seperti Dia, sehingga pujian mengarah kepada kita? Lalu kalau Allah adalah al-Khaliq,
maka yang ditiru adalah sifat berkreasinya! Sehingga ketika memahami al-asma’ul husna
terdapat pemahaman yang kontradiksi antara merefleksikan nama-nama Allah tersebut
pada diri kita, sehingga kita berbuat (bersikap dan bertindak) seperti Allah (sebagai
subject), dengan merefleksikannya pada diri kita sehingga kita menjadi object. Seperti
pada al-jaami‘ dan al-Khaliq. Sebaiknya saudara Ary tidak memaksakan ayat, hadits atau
pun nama Allah agar bisa sesuai dengan kehendak dirinya. Bacalah buku-buku para
ulama berkenaan dengan masalah ini, lalu hayatilah!
Dalam masalah ini, kadang apa yang ditulis oleh Ary dalam bukunya, berbeda dengan
yang ia sampaikan saat training.
…apa yang ditulis oleh Ary dalam bukunya, berbeda dengan yang ia sampaikan saat
training…
24. Rukun iman juga mengalami tafsiran pemaksaan dari Ary, agar ESQ Training nya
bisa dikatakan berdasarkan rukun iman (Mental Building). Untuk itu, rukun iman hanya
dipahami dengan pemahaman-pemahaman yang bisa diarahkan menjadi sebagai prinsip-
prinsip leadership, tidak komprehensif. Demikian pula rukun Islam yang diartikan
sebagai landasan ketangguhan pribadi. Syahadat rasul terkesan hanya shalawat nya
sebagai bukti cinta kepada Rasul, bukan bagaimana menjadikan sunnahnya sebagai
pegangan dan pedoman. Yang diambil hanya yang berkaitan dengan keleadershipannya
saja.
25. Rujukan dan sandaran Ary dalam penulisan bukunya adalah buku-buku yang
bermasalah, seperti buku Sejarah Kehidupan Nabi yang ditulis oleh M. Haikal, juga
tulisan Ali Syariati yang menganut faham syi‘ah.
…Rujukan dan sandaran Ary dalam penulisan bukunya adalah buku-buku yang
bermasalah…
26. Hadits-hadits palsu yang biasa menjadi rujukan kaum sufi pun dijadikan sandaran
ESQ Model-nya Ary, baik dalam buku yang pertama maupun dalam buku yang kedua.
Sebut saja misalnya hadits palsu: Apabila engkau mengenal siapa dirimu, maka engkau
mengenal siapa tuhannya, yang dalam terjemah letterlijknya sebagai berikut: Barangsiapa
mengenal dirinya, maka ia telah mengenal tuhannya.
Hadits palsu ini telah menyeret kepada faham manunggaling kawulo gusti (ittihaad,
menyatu dengan Tuhan) dalam kalangan kaum sufi, dan ini pun terjadi dalam faham Ary.
Setelah ia mengutip tulisan Ali Syari‘ati yang mengandung faham ittihad, Ary kemudian
menyempurnakannya dengan apa yang ia sebut “untaian kata mutiara Syamsi Thabriz”
yang berbunyi sebagai berikut: “Ka‘bah adalah pusat dunia. Semua wajah menghadap ke
Ka‘bah. Tengoklah. Lihat! Setiap orang menyembah jiwa masing-masing”.
Faham sesat inilah yang dianut oleh al-Hallaj dan Syeikh Siti Jenar, yang aromanya
sangat kental di dalam ESQ Model-nya Ary.
27. Begitu pula atsar-atsar palsu banyak dimuat dalam bukunya, seperti atsar (ucapan
shahabat nabi atau tabi‘in), seperti atsar yang dinisbatkannya kepada Umar bin Khatthab,
Radhiyallahu anhu berikut: Hatiku telah melihat Tuhanku karena hijab (tirai) telah
terangkat oleh taqwa. Barangsiapa yang telah terangkat hijab (tirai) antara dirinya dengan
Allah, maka jadi jelaslah di dalam hatinya akan gambaran kerajaan bumi dan kerajaan
langit”. (Lihat Buku Saku ESQ).
…Dalam kutipan-kutipan Ary sama sekali tidak bersandar kepada rujukan-rujukan
primer, melainkan mengekor kepada tokoh-tokoh sufi dan orang-orang yang tidak jelas
keislamannya….
Dalam kutipan-kutipan seperti ini Ary sama sekali tidak bersandar kepada rujukan-
rujukan primer, melainkan mengekor kepada tokoh-tokoh sufi dan orang-orang yang
tidak jelas keislamannya.
Maklum, Ary bukan seorang pakar dalam ilmu Agama, melainkan seorang pebisnis tulen.
Tetapi ia berani berbicara tentang masalah agama, bahkan dalam hal-hal yang sangat
prinsip dalam agama. Semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua. Amin.
Masih banyak lagi catatan-catatan yang seharusnya dituangkan di sini untuk dijadikan
bahan kajian dan kritikan yang membangun, bukan untuk menyudutkan atau
mencemarkan nama baik Ary Ginanjar.
Buku “Rahasia Sukses…… ESQ” karya Ary yang diberi pengantar oleh sejumlah tokoh
itu banyak memuat kejanggalan dan hadits-hadits palsu, menempatkan ayat-ayat al-
Qur’an bukan pada tempatnya, harus dikaji ulang dan dikritisi secara objektif, sebagai
wujud tawaashaw bil haqq.
…Sebaiknya, setiap para alumni Training ESQ Model-nya Ary jangan menutup diri
untuk belajar Islam lebih jauh, dan jangan mengultuskan ESQ Model-nya Ary…
Sebaiknya, setiap para alumni Training ESQ Model-nya Ary jangan menutup diri untuk
belajar Islam lebih jauh, dan jangan mengultuskan ESQ Model-nya Ary. Anda hendaknya
tahu dan menyadari bahwa kelezatan spiritual yang anda rasakan dalam training ESQ itu
sama sekali tidak menunjukkan kebenaran ESQ Model, sebab hal seperti bisa anda
temukan di semua kelompok faham, bahkan di semua agama dan berbagai aliran
kepercayaan!
Nabi Muhammad, Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya telah menghayati
sedalam-dalamnya ajaran Islam, sampai pada tingkat ihsan yang paling tinggi, maka
bercerminlah kepada mereka, dan cermin itu ada di dalam sunnah Rasulullah Muhammad
Shallallahu alaihi wasallam. [taz]
Amin Djamaluddin: Ajaran ESQ Ary
Ginanjar tentang Asma Allah Jelas
Menyimpang


Jum'at, 09 Jul 2010- www.voa-islam.com

RAMAINYA kontroversi ESQ Model Ary Ginanjar Agustian setelah difatwa sesat oleh
Mufti Malaysia, tak luput dari perhatian H Amin Djamaluddin. Pengurus Majelis Ulama
Indonesia (MUI) Pusat ini memang telah menjadi rujukan informasi berbagai aliran dan
paham sesat di Indonesia. Hampir setiap aliran sesat yang merebak di nusantara, Aminlah
yang menjadi saksi ketika kasusnya disidang di pengadilan.
Bulan lalu, tepatnya 1 Juni 2010 tokoh bersahaja yang akrab disapa Pak Amin menjadi
saksi ahli dalam sidang penodaan agama yang dilakukan oleh aliran sesat Surga Eden
Cirebon, Jawa Barat. Aliran Surga Eden yang dipimpin oleh Nabi Palsu Tantowi ini
divonis sesat karena ajarannya menyimpang dari Islam, antara lain: pimpinannya, Ahmad
Tantowi mengaku sebagai Tuhan semesta alam yang menjanjikan surga bagi pengikut
wanitanya dengan satu syarat: mau ML (bersetubuh) dengannya. Sebagai tuhan sekte,
Tantowi melarang pengikutnya mengamalkan syariat agama Islam, seperti shalat lima
waktu, puasa ramadhan, dan mengaji Al-Qur’an.
Ditemui wartawan voa-islam.com, Kamis malam (8/7/2010) di kantor Lembaga
Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI)
kawasan Tambak, Jakarta Pusat, pakar dan pemerhati aliran sesat ini bicara blak-blakan
tentang ESQ. Dengan bahasa yang gamblang, tanpa tedeng aling-aling, Pak Amin yang
juga pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Pusat ini menyatakan
penyimpangan ajaran ESQ Ary Ginanjar dalam buku resmi ESQ. Berikut petikan
wawancaranya:
Bagaimana tanggapan Pak Amin tentang kontroversi ESQ Ary Ginanjar.
Bagi saya, setelah membaca buku “Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan
Spiritual ESQ” yang ditulis oleh Ary Ginanjar, pemahaman tentang Asmaul Husna itu
jelas sangat menyimpang.
Sebab dalam ayat itu kan disebutkan “walillahil asmaa`ul Husna fad’uuhu bihaa.” Begitu
perintah Allah dalam Al-Qur'an. Terjemahan Depag disebutkan, “Hanya milik Allah
asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu.”
Di situ ada kata “hanya.” Asmaul Husna itu hanya milik Allah. Kita diperintahkan
“fad’uhu biha” bermohonlah kepadanya
dengan menyebut Asmaul Husna itu, yaitu berdoa dengan menyeru: Ya Allah, ya
Rahman, ya Ghaffar, dan seterusnya.
Tapi Asmaul Husna dalam buku ESQ diartikan menyimpang. Misalnya “Al-Majid”
diartikan saya bersifat mulia. “Al-Majid”nya Allah diartikan Ary Ginanjar dengan makna
“saya bersifat mulia.” Mengaku sebagai orang yang mulia itu adalah sifat yang angkuh
dan sombong. Kalau orang lain yang menilai kita mulia, itu ndak masalah. Tapi kalau
kita sendiri yang mengaku mulia, ini kan pengakuan yang angkuh dan sombong.
Contoh lainnya, Asmaul Husna “Huwal awwalu wal-akhir” diartikan menjadi “saya
bersikap selalu menjadi orang pertama dan terakhir.” Ayat “Huwal awwalu wal-akhir”
itu disamakan dengan kita.
Tidak bisa manusia masuk menyerupai asma Allah, kekuasaan Allah, kebesaran Allah,
dan Rahman Rahimnya Allah. Tidak bisa! Jangan dibandingkan manusia dengan Allah.
Apa sih artinya manusia, kok dibandingkan dengan kebesarannya Allah?
Apa saja yang dinilai menyimpang dalam buku ESQ tersebut?
Menurut saya, kesalahan yang paling mendasar dalam buku ESQ ini adalah
penyimpangan makna Asmaul Husna, karena ini adalah kunci dan inti buku ini. Dalam
buku ini, masalah Asmaul Husna merupakan kesimpulan akhir.
Asmaul Husna “Al-Muqsith” diartikan saya adil dalam menghukum. Bagaimana
mungkin menyamakan keadilan Allah dengan keadilan manusia?
Ini adalah penyimpangan yang ingin menyaingi Allah SWT. Sama kayak HMA Bijak
Bestari yang dulu sering tampil di televisi tiap Sabtu mengobati orang. Bijak Bestari
mengaku dirinya tuhan tertinggi di atas Allahu Akbar. Allahu Akbar setingkat di bawah
dia. Hampir sama ESQ dengan HMA Bijak Bestari.
...kesalahan yang paling mendasar dalam buku ESQ ini adalah penyimpangan makna
Asmaul Husna. Ini adalah penyimpangan yang ingin menyaingi Allah SWT...
Bagaimana dengan doktrin ESQ Ary Ginanjar yang menjadikan suara hati sebagai
sumber utama kebenaran?
Dalam buku tersebut Ary Ginanjar menulis imbauan: “Pergunakanlah suara hati anda
yang terdalam sebagai sumber kebenaran, yang merupakan karunia Tuhan” (Rahasia
Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ, hal. liv).
Ini tidak benar. Tidak ada ukuran kebenaran dengan suara hati. Manusia tidak bisa
menemukan kebenaran kalau mengikuti suara hati. Karena kebenaran itu hanya dari
Allah dan Rasul-Nya. Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 147 Allah menyatakan: “Al-
haqqu min robbika.” Kebenaran itu hanya dari Allah. Jadi tidak ada jaminan kebenaran
berdasarkan suara hati.
Apa sih artinya suara hati? Kebenaran menurut Islam, sumbernya adalah qolalloh dan
qola rosululloh (apa kata Allah dan Rasulnya, red.). Jangan jadikan suara hati sebagai
sumber kebenaran, karena setan bisa mengendalikan hati.
Apa ukurannya, rumusannya apa kalau suara hati dijadikan kebenaran? Karena suara hati
setiap orang itu berbeda-beda. Jangan coba-coba jadikan suara hati sebagai sumber
kebenaran!
...ESQ tidak benar. Manusia tidak bisa menemukan kebenaran kalau mengikuti suara hati.
Karena kebenaran itu hanya dari Allah dan Rasul-Nya. Jadi tidak ada jaminan kebenaran
berdasarkan suara hati...
Tapi menurut Ary Ginanjar, Nabi Muhammad adalah pemimpin yang
mengandalkan logika dan suara hati.
Tidak benar! Rasulullah itu bertindak sesuai dengan petunjuk dan wahyu Allah.
Rasulullah itu tidak menggunakan suara hati, tapi dibimbing wahyu.
Rasulullah pernah memakai sepatu (khuf). Ketika bersuci, Rasulullah mengusap bagian
atas sepatu. Padahal menurut logika, seharusnya yang diusap (dibersihkan) adalah bagian
bawah sepatu, karena yang kotor adalah bagian bawah sepatu. Makanya dalam hadits Ali
radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
“Seandainya agama itu dengan akal niscaya yang lebih pantas diusap adalah bagian
bawah khuf daripada bagian atasnya. Sungguh aku melihat Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam mengusap di atas kedua khufnya.”
Agama adalah wahyu, bukan logika dan suara hati. Logika dan suara hati setiap manusia
itu tidak sama.
...Agama adalah wahyu, bukan logika dan suara hati. Logika dan suara hati setiap
manusia itu tidak sama...
Bagaimana dengan klaim Ary Ginanjar bahwa mukjizat Nabi itu tidak bisa
diterima dengan akal?
Masuk akal atau tidak, mukjizat Nabi itu harus kita terima dengan iman. Karena mukjizat
itu memang tidak bisa diterima oleh akal. Tapi iman bisa menerimanya. Jangan menolak
mukjizat meskipun akal tidak bisa menerimanya.
Makanya kayak aliran Isa Bugis yang menolak mukjizat karena dianggap tidak sesuai
dengan akal pikiran.
...Jangan menolak mukjizat meskipun akal tidak bisa menerimanya, kayak aliran Isa
Bugis yang menolak mukjizat karena dianggap tidak sesuai dengan akal pikiran...
Apa sikap Pak Amin terhadap para tokoh Islam yang mendukung ESQ?
Saya akan temui MUI dan Dewan Dakwah yang mendukung ESQ Ary Ginanjar. Juga
kepada orang Depag yang membela ESQ akan saya temui, akan saya jelaskan masalah
ini.
Ini menegakkan aqidah. Ini bukan soal Malaysia atau Indonesia, tapi masalah aqidah.
Masalah aqidah tidak terbatas wilayah negara. Orang kok diajak supaya menjadi seperti
sifatnya Allah, ini tidak benar.
Asma Allah “Al-Majid” diartikan Ary Ginanjar dengan makna “saya bersifat mulia.”
Hanya iblis saja yang punya prinsip “ana khairun minhum” (aku lebih baik, red.) itu.
Karena ini masalah akidah, siapapun yang bertanya akan saya jelaskan bahwa ESQ ini
menyimpang.
...Hanya iblis saja yang punya prinsip “ana khairun minhum” (aku lebih baik)...
Apa imbauan Pak Amin untuk ESQ Ary Ginanjar?
Saya berharap agar dia kembali kepada kebenaran, mudah-mudahan dalam hal ini hanya
khilaf karena kurangnya pemahaman tentang agama. Mudah-mudahan sadar kembali
kepada kebenaran, dan mau mengakui kesalahannya. Namanya manusia itu bisa saja
salah. Kita bukan cari ribut, tapi kalau dia tetap bertahan, ya akan jadi masalah nanti.
Rujuklah kepada al-haqq. [taz, zak/voa-islam.com]




Kamis, 15 Jul 2010- www.voa-islam.com
Paduan Suara Lagu 'Asma' Para Pembela
ESQ Ary Ginanjar
Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Ada masalah prinsip dalam buku ESQ karya Ary Ginanjar yang dipersoalkan orang,
menyangkut Allah Ta'ala dan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Buku
berjudul “Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual” itu banyak
digugat, baik oleh Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia maupun banyak artikel yang
beredar di Indonesia seperti di website nahimunkar.com atau buku “Rekayasa
Pembusukan Islam.”
Ketika berbicara mengenai Allah Ta'ala (dalam hal ini di antaranya asmaul husna) dan
menyifati Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, seandainya tidak ada yang
mempersoalkannya pun mesti harus berdasarkan dalil (ayat ataupun hadits yang shahih)
dan pemahaman yang benar. Itu semua hanya dapat dilakukan oleh yang berilmu, dalam
hal ini tentang Allah dan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.
...Ada masalah prinsip dalam buku ESQ karya Ary Ginanjar yang dipersoalkan orang,
menyangkut Allah Ta'ala dan Nabi Muhammad...
Bila tanpa ilmu, maka walau benar, maka tetap dinilai salah, sebab memasuki satu
perkara tanpa lewat pintunya. Sehingga, di sini untuk menilai Ary Ginanjar, perlu

dibuktikan: apakah dia membawa dalil-dalil yang shahih dan pemahaman yang shahih.
Juga apakah dia ahli (memiliki ilmu) tentang yang dia kemukakan dan dipersoalkan oleh
Mufti dan lainnya itu.
Lantas seandainya dia sudah terbukti bahwa memang punya dalil, dan juga punya ilmu
tentang itu, masih pula perlu dinilai, apakah pemahamannya tentang dalil itu benar?
Setelah itu dilihat pula apakah memang pemakaiannya juga benar.
Sangat disayangkan, banyak tokoh yang mendukung Ary Ginanjar tanpa dalil yang jelas.
Padahal dalam kasus ESQ ini sangat memerlukan dalil dan pemahaman
yang benar ini. Janganlah disikapi dengan gegabah
ala koor (paduan suara) lagu “ASMA” (Jawa: asal mangap).
Bagi yang ahli dan mengerti serta tahu siapa gurunya, dan seperti apa pemahaman
gurunya, sebenarnya untuk menilai Ary Ginanjar akan lebih dapat tahu dengan nyata,
karena gurunya yang di Bali, mendiang Habib Adnan juga ada buku-buku tulisannya
yang dapat dikaji pula beberapa masalah yang ada di dalamnya.
Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Hajaiz Ahmad

Kontroversi Fatwa Haram ESQ, Malaysia
Belajar Di Indonesia

Kamis, 15 Jul 2010- www.voa-islam.com

PUTRAJAYA (Berita SuaraMedia) - Setelah sempat menjadi perbincangan hangat dan
kontroversi di Malaysia karena fatwa haram terhadap ESQ yang dikeluarkan Mufti
Wilayah Persekutuan, sejumlah ulama lain kembali mengeluarkan keputusan baru.
Berbeda dengan fatwa sebelumnya, mereka mengeluarkan keputusan tentang halalnya
ESQ.

Majlis Mudzakarah Fatwa Nasional Malaysia memutuskan pelatihan manajemen diri
ESQ tetap diperbolehkan dilanjutkan di Malaysia. Keputusan tersebut dibacakan Ketua
Majlis Mudzakarah Fatwa Nasional Abdul Shukor Husin dalan jumpa pers di Jabatan
Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) di Putrajaya.

Menurut Abdul Shukor, Jakim telah membentuk lembaga khusus untuk memantau ESQ
sebelum mengeluarkan fatwa halal tersebut. Fatwa halal ESQ ini, lanjut dia, antara lain
didasari pertimbangan sikap terbuka ESQ yang mendatangi langsung JAKIM untuk
menjelaskan isu-isu yang dianggap meragukan, seperti isu 'suara hati' dan angka '165'.

Bahkan untuk mengetahui lebih jauh muatan materi ESQ, beberapa Mufti Malaysia pergi
ke Indonesia untuk mengikuti secara langsung training manajemen diri yang digagas oleh
Ary Ginanjar tersebut.
"Ada 8 orang Mufti dari 14 Mufti yang ada di Malaysia telah mengikuti pelatihan ESQ.
Bahkan untuk lebih mengetahui ESQ lebih dalam, beberapa Mufti mengikuti pelatihan
ESQ langsung di Indonesia," ujarnya.

Atas pertimbangan itulah, Majelis Mudzakarah Fatwa Nasional Malaysia memutuskan
ESQ boleh tetap dilaksanakan di Malaysia. Apalagi karena pelaksanaan ESQ ini juga
akan diawasi Dewan Syariah yang telah dibentuk ESQ.

Tidak hanya itu, bahkan Abdul Shukor mengungkapkan, fatwa ini diambil setelah
Majelis Mudzakarah Fatwa Nasional mengadakan tujuh kali pertemuan untuk membahas
masalah ESQ sejak April 2009 hingga yang terakhir 16 Juni 2010.

Keputusan halal ini berlaku untuk 13 Mufti kecuali Mufti wilayah Persekutuan yang
meliputi Kuala Lumpur, Putrajaya dan Labuan yang telah mengharamkan ESQ.

Di Malaysia, Mufti merupakan pemuka agama Islam tertinggi di tingkat provinsi. Ada 14
Mufti yang mewakili 14 provinsi di Malaysia. Mufti Wilayah Persekutuan yang meliputi
Kuala Lumpur, Putra Jaya dan Labuan adalah yang mengharamkan ESQ. Fatwa tersebut
keluar pada 10 Juni lalu.

Fatwa haram itu diteken Datuk Hj. Wan Zahidi Bin Wan Teh yang menganggap
Emotional and Spiritual Quotient (ESQ) milik Ary Ginanjar Agustian melenceng dari
ajaran-ajaran agama Islam. Dia beralasan, ESQ "Leadership Training" yang diajarkan
Ary melenceng dari ajaran Islam dan mengandung ajaran-ajaran yang bisa merusak
akidah dan syariah Islam. Penyelewengan itu, menurut Mufti Wilayah Persekutuan -
seperti yang diberitakan dalam situs muftiwp.gov.my- karena ajaran Ary mengandung
faham liberalisme di mana ia menerjemahkan nas-nas Al-Quran secara bebas serta juga
mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan benar.
Kini, Majelis Fatwa Kebangsaan Malaysia untuk agama Islam menyatakan, pelatihan
ESQ yang didirikan Ary Ginanjar Agustian, tidak melanggar akidah dan syariah Islam
sehingga kegiatan ESQ Leadership Center dapat diteruskan di Malaysia, kecuali wilayah
Kuala Lumpur, Putrajaya dan Labuan.

"Kami majelis muzakarah telah mengadakan rapat sebanyak tujuh kali, mulai dari April
2009 hingga 16 Juni 2010 membahas salah satunya adalah penilaian terhadap kegiatan
ESQ di Malaysia," kata Ketua Majelis Fatwa Kebangsaan Malaysia, Dr Abdul Shukor
Husin di Kualalumpur.

Dalam rapat itu, majelis fatwa mengundang 14 mufti (ulama) negara bagian dan para ahli
di bidang agama Islam, serta para pengurus ESQ termasuk Ary Ginanjar untuk
memberikan penjelasan mengenai isu-isu yang dituduhkan.

"Kami berbicara terbuka, Ary Ginanjar dan pengurus lainnya juga menjelaskan
semuanya. Kami dapat terima penjelasan mereka," katanya didampingi beberapa
pengurus Majelis Fatwa Kebangsaan Malaysia.

"Atas permintaan kami, ESQ telah mengangkat juga Dewan Syariah untuk memantau
kegiatan dan pelatihan ESQ agar tidak menyimpangkan akidah dan syariah. Dewan
Syariah ini diketuai oleh Mustafa Abd Rahman, mantan Ketua Jakim (Jabatan Kemajuan
Islam Malaysia) dan para mantan mufti negara bagian serta akademisi yang ahli dalam
pengajian Islam," katanya.

"Kita semua tahu reputasi mantan Ketua Jakim Mustafa Abd Rahman yang mengeluarkan
fatwa mengharamkan kegiatan Darul Arqam," kata Dr Abdul Shukor Husin.

Delapan mufti mengikuti kegiatan ESQ, bahkan beberapa diantaranya mengikuti latihan
di Indonesia untuk menilai apakah pelatihan di Indonesia sama dengan di Malaysia.

"Ternyata delapan mufti itu menyatakan, kegiatan ESQ positif dan tidak menyimpang
dari akidah dan syariah Islam," kata dia.

Dukungan Majelis Fatwa Malaysia kepada ESQ juga didasarkan karena pelatihan ESQ
telah berkembang pesat hingga ke beberapa negara muslim seperti Brunei, Arab Saudi
dan negara nonmuslim seperti Singapura, Belanda, Australia dan Amerika.

Para peserta training merupakan pemuka agama Islam, politisi, akademisi dan para
profesional hingga para artis.

"Saya baca di koran kemarin, ternyata artis terkenal Erra Fazira ikut pelatihan ESQ dan
menyatakan sangat bermanfaat bagi dirinya sendiri," katanya.

Sebelumnya, dalam rapat Majelis Fatwa Kebangsaan terakhir pada 16 Juni 2010, 13
mufti mendukung kegiatan ESQ dan hanya satu mufti menolak, yakni Mufti Wilayah
Persekutuan.

"Usai rapat tanggal 16 Juni 2010, Mufti Wilayah Persekutuan mengeluarkan fatwa bahwa
kegiatan ESQ melanggar akidah dan syariah Islam. Kami menghormati keputusan itu,
walaupun tidak etis, seharusnya menunggu terlebih dulu keputusan Majelis Fatwa
Kebangsaan barulah memberikan tanggapan," kata Abdul Shukor. (fn/dt/ant)
www.suaramedia.com

Semua artikel berita diatas di kutip dari www.voa-islam.com
Ary Ginanjar Bantah ESQ Sesat,
Betulkah ?
Ahad, 18 Jul 2010
JAKARTA (Arrahmah.com) - Bertempat di ESQ Leadership Center, Pondok Pinang,
Jakarta, Sabtu (17/7), Ary Ginanjar membantah ESQ sesat. Selesaikah masalahnya ?
Di hadapan puluhan media Islam, Ary Ginanjar memberikan penjelasan tentang apa dan
bagaimana ESQ, serta membantah tuduhan sesatnya ESQ oleh mufti Malaysia, serta
beberapa tuduhan sesat lainnya yang berkembang. Dialog dan tanya jawab berlangsung
seru hingga menjelang magrib. Apakah jumpa pers dan dialog ini dapat dianggap cukup
untuk membantah bahwa ESQ sesat?
Tuduhan Sesat di Usia 10 Tahun Perjalanan ESQ
Ary Ginanjar pimpinan sekaligus pemilik ESQ Training Center akhirnya angkat bicara. Hal
ini terkait dengan difatwa sesatnya ESQ oleh mufti wilayah persekutuan Malaysia,
tertanggal 10 Juni 2010. Datuk Hj. Wan Zahidi Wan Teh, mufti resmi wilayah persekutuan
Malaysia memuat 10 point kesesatan ESQ yang kini telah tersebar luas di masyarakat.
Membantah tuduhan mufti Malaysia ini Ary Ginanjar mengatakan :
“Tuduhan yang didakwakan pihak Malaysia lebih mengarah pada tudingan bahwa ESQ
dinilai liberal dan cenderung pluralis. Itu yang tidak benar. Dan salah satu buktinya,
semua wilayah di Malaysia akhirnya mendukung setelah kami jelaskan. Satu-satunya yang
melarang tersebut adalah mufti yang belum pernah sama sekali mengundang diskusi
ataupun mendengarkan penjelasan kami,”.
Dalam kesempatan jumpa pers tersebut Ary Ginanjar juga membagikan dokumen
Penjelasan ESQ Leadership Center Mengenai: Pelarangan Training ESQ oleh Mufti Wilayah
Persekutuan di Malaysia. Dalam dokumen tersebut terdapat jawaban atas dakwaan fatwa
mufti wilayah persekutuan Malaysia yang menghebohkan tersebut.
Ary Ginanjar juga menceritakan perjalanan ESQ yang sudah 10 tahun berkiprah dan
menghasilkan ribuan alumni dari pelbagai kalangan tersebut. Sayangnya, di usia ke-10
tahun itulah ESQ dianggap sesat. Ary Ginanjar mengatakan :
“Kami sudah sepuluh tahun menggelar ESQ. Kalau memang ada masalah, seharusnya dari
dulu sudah ada masalah. Yang di training juga dari beragam masyarakat. Sepanjang
sepuluh tahun tersebut para ulama dan kiyai pimpinan pondok pesantren yang ikut
training dan melihat itu hingga saat ini tidak ada masalah. Ini menjadi masalah karena
Malaysia yang belum tahu training menerka-nerka hal tersebut,”.
Betulkah demikian ? Mengapa baru 10 tahun berkiprah baru ESQ dianggap sesat ? Apakah
sebelum mufti wilayah persekutuan Malaysia belum ada seorang Ustadz pun yang
memberikan fatwa sesat terhadap Ary Ginanjar dan ESQnya ?
Klarifikasi & Uji Shahih Materi ESQ
Setelah break sholat ashar, jumpa pers dan dialog antara media-media Islam dengan ESQ
pimpinan Ary Ginanjar kembali berlanjut. Kali ini masuk ke sesi tanya jawab dan klarifikasi
tuduhan sesat ESQ. Dalam kesempatan pertama, ditanyakan apakah Ary Ginanjar dan
ESQ sudah klarifikasi, mengundang, dan menjawab tuduhan sesat yang dialamatkan
kepadanya dari ulama-ulama di Indonesia, seperti dari Ustadz Hartono Ahmad Jaiz.
Ustadz Hartono Ahmad Jaiz dalam situsnya nahimunkar.com mencatat ada 27
penyimpangan ESQ Ary Ginanjar. Ustadz Hajaiz yang dikenal concern meneliti aliran dan
faham sesat ini mengungkapkan dalam kutipan-kutipannya Ary sama sekali tidak
bersandar kepada rujukan-rujukan primer, melainkan mengekor kepada tokoh-tokoh sufi
dan orang-orang yang tidak jelas keislamannya. Maklum, Ary bukan seorang pakar dalam
ilmu Agama, melainkan seorang pebisnis tulen. Tetapi ia berani berbicara tentang masalah
agama, bahkan dalam hal-hal yang sangat prinsip dalam agama.
Menjawab pertanyaan ini, Ary Ginanjar mengatakan bersedia dan mau diskusi dengan
para ulama yang telah memfatwa sesat ESQ. Ary Ginanjar juga mengatakan bahwa
dirinya telah diskusi dengan Ustadz Amin Djamaluddin dan bersedia merevisi beberapa
tulisan di dalam bukunya yang dianggap menyimpang.
Sebelumnya, Ustadz Amin Djamaluddin, pakar dan pemerhati aliran sesat di Lembaga
Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI), secara blak-blakan dalam sebuah wawancara
mengatakan kesesatan ESQ. Berikut sebagian kutipannya :
“Bagi saya, setelah membaca buku “Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan
Spiritual ESQ” yang ditulis oleh Ary Ginanjar, pemahaman tentang Asmaul Husna itu jelas
sangat menyimpang.
Sebab dalam ayat itu kan disebutkan “walillahil asmaa’ul Husna fad’uuhu bihaa.” Begitu
perintah Allah dalam Al-Qur’an. Terjemahan Depag disebutkan, “Hanya milik Allah asmaa-
ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu.”
Di situ ada kata “hanya.” Asmaul Husna itu hanya milik Allah. Kita diperintahkan “fad’uhu
biha” bermohonlah kepadanya dengan menyebut Asmaul Husna itu, yaitu berdoa dengan
menyeru: Ya Allah, ya Rahman, ya Ghaffar, dan seterusnya.
Tapi Asmaul Husna dalam buku ESQ diartikan menyimpang. Misalnya “Al-Majid” diartikan
saya bersifat mulia. “Al-Majid”nya Allah diartikan Ary Ginanjar dengan makna “saya
bersifat mulia.” Mengaku sebagai orang yang mulia itu adalah sifat yang angkuh dan
sombong. Kalau orang lain yang menilai kita mulia, itu ndakmasalah. Tapi kalau kita
sendiri yang mengaku mulia, ini kan pengakuan yang angkuh dan sombong.
Contoh lainnya, Asmaul Husna “Huwal awwalu wal-akhir” diartikan menjadi “saya bersikap
selalu menjadi orang pertama dan terakhir.” Ayat “Huwal awwalu wal-akhir” itu
disamakan dengan kita.
Tidak bisa manusia masuk menyerupai asma Allah, kekuasaan Allah, kebesaran Allah, dan
Rahman Rahimnya Allah. Tidak bisa! Jangan dibandingkan manusia dengan Allah. Apa sih
artinya manusia, kok dibandingkan dengan kebesarannya Allah?
Dalam dialog dan tanya jawab tersebut juga terungkap bahwa sebenarnya pada tahun
2006, Ustadz Farid Okbah, pimpinan Pondok Pesantren Al Islam, Bekasi, telah
memberikan penilaian terhadap penyimpangan-penyimpangan ESQ dan disampaikan oleh
beliau di Radio Dakta, Bekasi. Ustadz Farid Okbah dapat memberikan penilaian terhadap
penyimpangan ESQ karena beliau sendiri pernah ikut langsung training tersebut dan
sudah pernah secara tertulis menyampaikan hal tersebut kepada ESQ. Namun, hingga
saat ini tidak pernah ada tanggapan dari ESQ.
Terhadap hal ini, Ary Ginanjar mengaku bersedia untuk bersilaturrahmi menemui Ustadz
Farid Okbah mendiskusikan dan membahas permasalahan agar tuntas. Sementara itu,
Ustadz Hajaiz agak keberatan dan pesimis bertemu dengan ESQ karena dianggap tidak
bisa berlaku jujur. Hal ini sebagaimana SMS beliau kepada salah seorang rekan di media
Islam.
“Dengan Pak Amin Djamaluddin yang sudah 3 kali saja masih diklaim bahwa hanya
persoalan redaksional. Padahal kata Pak Amin, bukan soal redaksional tapi masalah
aqidah! Dengan Pak Amin (Usdtadz Amin Djamaluddin) yang duduk di lembaga saja bisa
diplintir apalagi dengan saya yang perorangan, “, ujar Beliau.
Kebenaran Tetap Kebenaran, Meski Hanya Seorang Diri!
Dalam kesempatan jumpa pers dan dialog dengan media-media Islam tersebut, Ary
Ginanjar juga menegaskan bahwa ESQ (Emotional and Spiritual Quotient) yang ia ajarkan
merupakan salah satu metode pendidikan karakter, bukan merupakan lembaga agama
ataupun bukan lembaga dakwah.
Ary menjelaskan, ESQ miliknya merupakan salah satu metode training SDM (sumber daya
manusia) serta manajemen yang juga menambahkan unsur spiritualitas. Unsur
spiritualitas tersebut yang membuat ESQ berbeda. Akan tetapi, ia meyakinkan bahwa
metode spiritualitas yang mereka lakukan tidaklah sesat.
Terhadap masalah sesat dan tidak sesatnya ESQ ini, memang akhirnya membutuhkan
klarifikasi dan uji shahih materi, dan tidak cukup hanya dengan jumpa pers dan tanya
jawab singkat, lalu selesai dan dijustifikasi bahwa ESQ tidak sesat. Karena dibutuhkan
pembahasan dan perincian satu persatu materi-materi training ESQ oleh yang memang
benar-benar ahlinya.
Karena dalam training-training ESQ, Ary Ginanjar jelas-jelas membawa-bawa agama,
bahkan mengutip ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits yang sayangnya menurut penafsirannya
sendiri, atau berdasarkan penafsiran yang lemah bahkan menyimpang.
Ustadz Hajaiz secara khusus menanggapi hal ini dalam situs nahimunkar.com, sebagai
berikut :
“Ketika berbicara mengenai Allah Ta’ala (dalam hal ini di antaranya asmaul husna) dan
mensifati Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, seandainya tidak ada yang
mempersoalkannya pun mesti harus berdasarkan dalil (ayat ataupun hadits yang shahih)
dan pemahaman yang benar. Itu semua hanya dapat dilakukan oleh yang berilmu, dalam
hal ini tentang Allah dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bila tanpa ilmu,
maka walau benar, maka tetap dinilai salah, sebab memasuki satu perkara tanpa lewat
pintunya. Sehingga, di sini untuk menilai Ary Ginanjar, perlu dibuktikan: apakah dia
membawa dalil-dalil yang shahih dan pemahaman yang shahih. juga apakah dia ahli
(memiliki ilmu) tentang yang dia kemukakan dan dipersoalkan oleh Mufti dan lainnya itu.
Lantas seandainya dia sudah terbukti bahwa memang punya dalil, dan juga punya ilmu
tentang itu, masih pula perlu dinilai, apakah pemahamannya tentang dalil itu benar.
setelah itu dilihat pula apakah memang pemakaiannya juga benar.
Bagi yang ahli dan mengerti serta tahu siapa gurunya, dan seperti apa pemahaman
gurunya, sebenarnya untuk menilai Ary Ginanjar akan lebih dapat tahu dengan nyata,
karena gurunya yang di Bali, mendiang Habib Adnan juga ada buku-buku tulisannya yang
dapat dikaji pula beberapa masalah yang ada di dalamnya.
Sangat disayangkan, banyak tokoh yang mendukung Ary Ginanjar tanpa dalil yang jelas.
Bahkan (maaf) terkesan seperti orang di dalam kakus, ketika orang di luar kakus
menyatakan bahwa isi dalam kakus itu bau, kemudian buru-buru orang dalam kakus
bilang, sama sekali tidak bau.
Maaf, kalau perkataan ini kurang pas, ini sekadar mengingatkan adanya kasus yang
sebenarnya memerlukan dalil dan pemahaman yang benar namun disikapi dengan suara
semacam koor nyanyian asma (asal mangap). Maaf.”
Justifikasi tergesa untuk tidak menfatwa ESQ sesat memang terasa, sebelum dilakukan
klarifikasi dan ujih shahih materi secara mendalam. Jawatan Fatwa Kebangsaan Malaysia
(14/7) menyatakan pelatihan yang dilakukan oleh ESQ boleh tetap berjalan, sebagaimana
dilansir oleh Republika (15/7).
Dalam dokumen Penjelasan ESQ Leadership Center juga disertakan dukungan dari
beberapa lembaga keagamaan di Indonesia, seperti Menteri Agama, NU, Muhammadiyyah,
bahkan dari kepolisian. Hal ini sempat disindir oleh salah seorang perwakilan media Islam
yang hadir dengan peryataan apakah ESQ berusaha mengumpulkan sebanyak-banyaknya
dukungan agar tidak dianggap sesat, meski harus menghalalkan segala cara untuk
mendapat rekomendasi tersebut. Tentu saja, peryataan itu dibantah oleh Ary Ginanjar dan
mengatakan bahwa hak masing-masing lembaga keagamaan untuk menolak atau
menerima ESQ.
Hal ini akhirnya mengungkap sebuah fakta bahwa Surat Rekomendasi Dewan Dakwah
Islamiyyah Indonesia (DDII) Pusat yang dimuat di Republika (13/7) di halaman 25, tidak
sah mewakili sikap resmi DDII. Ustadz Syuhada Bahri, Ketua Umum DDII pada hari Jum’at
(17/7) membantah telah mengeluarkan surat rekomendasi yang mendukung ESQ Ary
Ginanjar.
Sebelum magrib, acara jumpa pers dan tanya jawab antara ESQ dan media-media Islam
diakhiri. Banyak hal belum terjawab secara tuntas. Beberapa media Islam menawarkan
kepada Ary Ginanjar dan ESQ agar kembali berdialog dan terus mengklarifikasi seluruh
materi-materi training ESQ, baik secara formal maupun non formal. Media-media Islam
berjanji dan bersedia untuk memfasilitasi dan memediasi Ary Ginanjar dengan beberapa
Ustadz yang secara kritis telah membedah ESQ. Semua ini demi menjaga kemurnian
aqidah Islam, kemaslahatan ummat, dan melakukan tugas amar ma’ruf nahi munkar
media-media Islam. Bukankah secara tegas telah disampaikan dalam sebuah hadits
dimana Sahabat Abdullah bin Mas’ud r.a. pernah berkata :
“Tetaplah bersama Jama’ah (kebenaran) meskipun jika kamu seorang diri.”
Wallahu’alam bis showab!
(M Fachry/arrahmah.com)
Sumber: voa-islam.com/lintasberita/arrahmah



NASEHAT BUAT BAPAK ARY GINANJAR
July 19, 2010 1:43 am (nahimunkar.com)
»,=¸'ا ¸-=¸'ا -ا »--
NASEHAT BUAT BAPAK ARY GINANJAR
Mukaddimah
Dalam rangka melaksanakan perintah Allah untuk saling menasehati dengan
kebenaran dan kesabaran (¸--''- ا,-ا,- و ¸=''- ا,-ا,- ), maka saya sebagai
saudara muslim tergugah untuk memberikan nasehat kepada Bapak Ary Ginanjar, barangkali
memberikan manfaat. Ini saya lakukan, setidaknya, karena tiga hal.
Pertama, saya mencintainya karena Allah.
Kedua, karena saya sudah menyaksikan baik lewat kumpulan vcd maupun pelatihan
ESQ yang ke-46 dengan regristrasi nomor 166. Maka, tanggung jawab orang yang
mengetahui berbeda dengan orang yang tidak mengetahui.
Ketiga, bahwa saya tidak ada kepentingan apapun selain menyampaikan kebenaran
agar Bapak Ary terhindar dari ancaman surat Al-Ahzab ayat 66 – 68 karena mengajarkan
yang salah dan diikuti oleh orang banyak, meskipun bapak menyatakan bahwa ini training
manajemen, bukan agama. Namun, isi training ini lebih menonjol sisi agamanya. Allah
menyebutkan dalam surat Yunus ayat 32 “Adakah setelah kebenaran kecuali kesesatan?”
Semoga saja, nasehat yang keluar dari hati akan masuk ke hati.
Penilaian Umum
A. HAL-HAL YANG POSITIF
Setelah menyaksikan secara langsung pelatihan ESQ ke-46 di Hotel Melia, Kuningan yang
diikuti oleh 650 peserta dan dibuka oleh menteri Sugiharto serta diramaikan oleh
alumnus-alumnus berbobot ESQ seperti AM. Fatwa, saya melihat ada sejumlah kelebihan
pelatihan ESQ. Yaitu:
1. Penampilan menarik.
2. Situasi dibuat sedemikian rupa sehingga betul-betul mendukung.
3. Multimedia bagus.
4. Kerja sama tim yang rapi dan kompak.
5. Selingan humor dan olahraga.
6. Menampilkan hasil penelitian ilmiah.
7. Banyak memakai istilah bahasa Inggris.
8. Ary Ginanjar tampil all out.
9. Cerita-cerita yang memukau.
10. Pemberian hadiah memotivasi.
11. Banyak diikuti oleh kalangan elitis yang belum tersentuh pengajian.
12. Menampilkan pengalaman-pengalaman pribadi atau orang lain seperti kapten Abdul
Razak.
13. Insya Allah ini akan berkembang tapi perlu disempurnakan.
B. HAL-HAL YANG NEGATIF PERLU DIPERBAIKI
Agar objektif dan jujur saya terpaksa mengemukakan hal-hal yang saya pandang negatif
agar diperbaiki.
1. Dalam masalah akidah.
a. Meyakini Allah terdapat dalam hati.
Seperti mengemukakan riwayat Umar yang telah melihat Tuhan dengan
hatinya.
Koreksi: riwayat ini tidak benar. Tetapi yang benar adalah Aisyah bertanya
kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apakah beliau melihat Tuhan di
sidratul muntaha. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Cahaya,
bagaimana aku melihatnya?”
Terdapat pendapat Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam melihat Tuhan dengan mata hatinya. Demikian keyakinan
ahlus sunnah.
b. Berkali-kali Pak Ary Ginanjar menyebut hadits:
ُª´-َ ر َ فَ ¸َ= ْ-َ-َ· ُªَ-ْ-َ- َ فَ ¸َ= ْ¸َ-
“Siapa yang mengetahui dirinya, maka dia mengenal Tuhannya.”
Koreksi: Kalimat di atas bukanlah hadits, melainkan ucapan Saad bin Muadz
(lihat kitab ª--='ا --'--'ا karangan Imam Shahawi ٍ). Sementara Abu
Nuaim dalam kitabnya ج ª,'='ا 10 / ص . ٢٠٨ mengatakan bahwa ucapan itu
adalah kata-kata Sahal Attasturi. Ibnul Qayyim dalam kitabnya --ا,-'ا hal 290
telah menjelaskan maknanya. Maaf, berbahaya berbicara mengatas namakan
Nabi, padahal beliau tidak mengatakannya. Rasulullah bersabda:
َ''َ- َ ل'َ· ْ¸َ- ِ ر'´-'ا َ ¸ِ- ُ -َ -َ·ْ-َ- اْ,ُ-ِ`َ,ْ'َ· ُªْ'ُ·َ أ ْ» ) ª,'= ¸--- )
“Siapa yang mengatakan sesuatu yang saya tidak mengatakannya, maka
hendaknya dia menempati tempat duduknya dalam api neraka.” (HR
Muttafaqun alaihi).
c. Pak Ary sangat menekankan Asmaul Husna untuk diikuti dan berpegang kepada
ungkapan
ِ-ا ِ ق'َ'ْ=َ 'ِ- اْ,ُ-´'َ=َ-
“Berakhlaklah dengan akhlak Allah.”
Koreksi: tekanan Al-Qur’an adalah agar kita berakhlak seperti Nabi
Muhammad. Allah berfirman:
ٍ »,ِ=َ= ٍ ¸ُ'ُ= _َ'َ·َ' َ =´-ِ إَ و ( »'-'ا : ٤ )
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”
(Al-Qalam:4)
Sedang terhadap asmaul husna, Allah memerintahkan untuk berdoa
dengannya.
'َ+ِ- ُ -,ُ=ْد'َ· _َ-ْ-ُ=ْ'ا ُ ء'َ-ْ-َ 'ْ'ا ِª´'ِ'َ و ( فا¸=`ا : ١٨٠ )
“Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan
menyebut asmaa-ul husna itu…” (Al-A’raf: 180)
Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut Al-ismul A’dham
(Nama yang paling agung) seperti dalam beberapa riwayat.
d. Kajian tauhid hanya menekankan kepada tauhid rububiyah yang menekankan
kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui ciptaan-Nya (ª,-,آ ت',ا )
yang sebenarnya Allah hanya menuntut memahaminya saja agar lebih dekat
kepada Allah dan menyampaikan ayat-ayat qur’aniyah (ª,-ا¸· ت',ا) sebagai
pendukung. Padahal Allah menekankan ayat-ayat qur’aniyah untuk diikuti
secara total. Dan misi utama para nabi justru pada tauhid uluhiyah atau tauhid
ibadah (QS. An-Nahl: 36)
Dan jangan lupa sebanyak 84 surat turun di Mekah untuk menekankan tauhid
selama 13 tahun tidak mungkin akan difahami dalam 4 hari dengan cara-cara
yang tidak sesuai dengan perintah Allah seperti larangan tepuk tangan (QS.
Al-Anfal: 35) dan larangan musik-musik seperti (QS. Al-mukminun: 3)
Beliau bersumpah seandainya mereka siap untuk dimatikan sekarang dan
masuk neraka. Jangan nantang Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
ketika bersumpah Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya.
Dan lain-lain kesalahan akidah (saya sertakan beberapa makalah barangkali
bermanfaat).
Yang lebih fatal lagi, Bapak menyebut bahwa Allah menciptakan alam semesta
ini untukmu wahai Muhammad. Ini adalah bertentangan dengan Al-Qur’an
surat Adz-Dzariyat ayat 56. Dan, kalaupun itu ada yang menyebut hadits
ternyata itu palsu. Dan keyakinan harus didasarkan kepada Al-Qur’an dan
sunnah yang shahih.
Dan masih banyak kesalahan lain yang belum saya sebutkan. Wallahu A’lam.
Bekasi, 29 April 2006
Farid Achmad Okbah, M.A.


Di antara Dampak Fatwa Haram dan
Sesatnya ESQ Ary Ginanjar
July 21, 2010 1:33 am (nahimunkar.com)
Di antara Dampak Fatwa Haram dan Sesatnya ESQ Ary Ginanjar
Keluarnya fatwa dari Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia –yang mengharamkan ikut ESQ Ary
Ginanjar karena sesat dan banyak menyimpang dari Islam– disikapi dengan aneka reaksi oleh
pihak yang terkena fatwa ataupun pembela-pembelanya.
Ada yang membela dengan beraninya menggunakan kop surat dan cap dari lembaga tempat
mereka berada, dan ada yang memaki-maki Mufti sampai mengatakannya bodoh segala,
lewat sebuah mailing list yang kemudian banyak ditanggapi orang. Entah seberapa kepintaran
si pemaki itu belum diketahui secara umum, namun makiannya sudah.
Kepada para wartawan pun (dari Majalah Sabili dan lainnya) pihak yang terkena fatwa itu
mengundang ke kantor ESQ dan di antaranya membekali sebundel berkas yang berisi
dukungan-dukungan terhadap ESQ. Setelah itu ada wartawan yang rasan-rasan, kenapa ya
rata-rata dari bundel surat-surat dukungan, baik dari Malaysia maupun Indonesia itu tidak ada
capnya? Bahkan yang ada capnya (stempelnya) hanya dari dua lembaga, NU (Nahdlatul
Ulama) yang ditandatangani Hasyim Muzadi tahun 2009, dan DDII. Namun yang dari DDII
(Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia) kemudian ada surat resmi dari ketua umumnya Syuhada
Bahri dan Sekjennya Abdul Wahid Alwi, Jum’at 17 Juli 2010 bahwa tidak pernah membuat
surat resmi berisi dukungan terhadap ESQ Ary Ginanjar. Bantahan DDII itu kemudian
diiklankan di Koran Republika, Selasa 20 Juli 2010, halaman 6, sebesar seperempat halaman
koran.
Kalau dilihat dari segi persuratan, surat Din Syamsuddin yang Ketua Umum Muhammadiyah
pun tidak ada capnya, bahkan tidak ada nomor suratnya. Seorang wartawan yang mengecek
ke temannya di dalam (Muhammadiyah), katanya tidak pernah membuat surat resmi seperti
itu pula.
Dari sisi lain, dengan keluarnya fatwa dari seorang Mufti di Malaysia itu walau dikecam-kecam
sampai dianggap bodoh oleh orang yang mengaku pernah ikut ESQ, namun tampaknya fatwa
itu besar juga dampaknya. Di antaranya, sikap sombong pihak ESQ yang selama ini cuwek
ketika dinasihati dan tidak menggubrisnya, kemudian kini tampak tergopoh-gopoh dan
mengatakan mau bersilaturahim kepada yang menasihati namun dicuwekin itu.
Sejatinya, nasehat itu sudah ditulis dan dipidatokan di satu radio di Bekasi Jawa Barat dan
kemudian rekaman suaranya disiarkan lewat situs alislamu.com tahun 2006 namun baru
setelah ada fatwa dari Malaysia itu lah sikap tergopoh-gopoh dari pihak ESQ terlihat. Nasehat
yang dimakasud adalah yang ketika kasus ESQ ini mencuat kemudian di muat di situs
nahimunkar.com berjudul NASEHAT BUAT BAPAK ARY GINANJAR.




Akhirnya Ary Ginanjar Akui Kekeliruan
ESQ

Selasa, 27 Jul 2010

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Di tengah gonjang-ganjing status “keabsanan” ESQ Ary Ginanjar setelah difatwa sesat
oleh Mufti Malaysia, alhamdulillah, di Bekasi Jawa Barat terjadi dialog dari hati ke hati
antara seorang alumnus training ESQ, Ustadz Farid Achmad Okbah MA dengan pendiri
ESQ, Bapak Dr Ary Ginanjar Agustian. Dialog diadakan pada hari selasa 20 Juli 2010
pukul 18.30 - 20.00 WIB di Meeting Room Radio DAKTA Jl. KH. Agus Salim Bekasi.
Saya adalah salah satu saksi mata pertemuan antara Bapak Dr. Ary Ginanjar Agustian
dengan Ustadz Farid Ahmad Oqbah, MA (Direktur Islamic Center Al-Islam Bekasi dan
narasumber Kajian Aqidah Radio Dakta 107 FM Bekasi). Pertemuan ini terkait
penjelasan atas beberapa koreksi Ustadz Farid terhadap ESQ yang dimuat di berbagai
media, antara lain voa-islam.com (baca: Nasihat Alumnus ESQ untuk Ary Ginanjar
Agustian).
Ustadz Farid Okbah berani mengoreksi beberapa ajaran ESQ Ary Ginanjar, karena beliau
telah mengikuti pelatihan ESQ tahun 2006 silam. Ust Farid sendiri adalah alumni ESQ
ke-46.
Dalam pertemuan itu sangat jelas dan terang Bapak Ary Ginanjar menerima semua
koreksi Ustadz Farid dan berjanji akan memperbaiki kekeliruan-kekeliruannya. Di
samping memang Pak Ary sendiri sangat kooperatif, terbuka dan jujur menerima semua
masukan Ustadz Farid. Perlu dicatat bahwa hampir semua nasihat dan koreksi Ustadz
Farid sama persis dengan Fatwa Ulama Persekutuan Malasyia yang menyesatkan ajaran
ESQ. Dan itu tidak dibantah sedikit pun oleh Pak Ary. (Adalah urusan Allah yang tahu
apakah Pak Ary menerimanya atau tidak)
Sebelumnya kita tahu betul bahwa Bapak Ary Ginanjar menolak semua dakwaan bahkan
cenderung membenturkan ulama dengan ulama. Sementara Majelis Fatwa Mudzakarah
Malasyia yang mendukung ESQ pun tetap dengan syarat ESQ memperbetul
(memperbaiki) kekeliruan yang sudah terjadi. (Karena kebenaran tidak bisa dikalahkan
dengan banyaknya jumlah yang mayoritas).
Sementara itu, Ust Farid memandang bagaimanapun juga ESQ adalah aset umat yang
sangat berharga yang harus dijaga dan didukung namun tetap harus dikoreksi jika
terdapat kekeliruannya di dalamnya, sebagai kewajiban saudara muslim terhadap muslim
lainnya agar sama-sama selamat dunia akhirat.
...Ary Ginanjar dengan besar hati mengakui kekeliruannya. Ia menegaskan bahwa dari
awal ESQ sangat komitmen terhadap Al-Qur'an dan As-Sunnah. Hanya beliau menyadari
ada kekeliruan dalam memahami tafsir dan syarah keduanya....
Ustadz Farid Okbah juga sangat menyayangkan pembelaan membuta KH Said Agil
Siradj dan Prof Dr Din Syamsuddin terhadap ESQ. Sementara Bapak Ary Ginanjar
sendiri dengan besar hati mengakui kekeliruannya. Pak Ary menegaskan bahwa dari awal
ESQ sangat komitmen terhadap Al-Qur'an dan As-Sunnah dan akan terus berpegang
teguh kepada keduanya. Hanya beliau menyadari ada kekeliruan dalam memahami tafsir
dan syarah keduanya.
Pertemuan di atas berjalan penuh dengan nuansa kekeluargaan, akrab, hangat dan cair.
Salut buat Pak Ary yang bersedia mendatangi Ulama untuk meminta taushiah, dan
mengakui kekeliruannya. Semoga urusan umat ini semakin melancarkan perjuangan
Da'wah ilallah. Perbaiki Bangkit, maju dan berkibarlah ESQ dengan semangat li’ilai
kalimatillah. Amien.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Wildan Hasan (Penyiar Radio Dakta 107 FM Bekasi)
Pusdiklat Dewan Da’wah Kp. Bulu Setiamekar Tambun Bekasi 17510
HP. 0813 8665 7822




Semoga dengan pengakuan salah dari owner Training ESQ, bisa menjadi pembelajaran
untuk segera berbenah dari kesalahanya.Umat juga akan semakin hati-hati, tidak
gampang sembarang mengikuti sebuah ritualitas yang belum tentu merujuk ke Islam yang
benar bersumber AlQuran dan Sunnah.
Wallahu’alam



You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->