BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Udara merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia, karena tanpa udara kita tidak bisa bernapas. Namun, dengan semakin meningkatnya pembangunan di sektor industri, semakin tinggi pula tingkat pencemaran udara. Pencemaran udara terjadi karena adanya bahan kontaminasi di atmosfer akibat aktivitas manusia. Pencemaran udara selain menyebabkan penyakit pada manusia, seperti saluran pernapasan juga bisa sampai menyebabkan kanker yang mengancam langsung kelangsungan makhluk hidup dan sekitarnya. Beberapa unsur pencemar kembali ke bumi melalui proses deposisi asam yang dapat menyebabkan sifat korosif pada bangunan, tanaman, dan hutan. Selain itu, unsur pencemar juga menyebabkan sungai dan danau menjadi suatu lingkungan yang berbahaya bagi makhluk hidup yang disekitarnya karena pH yang rendah. Hujan asam dapat berdampak negatif terhadap ekosistem perairan dan terestrial antara lain keasaman air bawah tanah, keasaman tanah dan air permukaan. Dampak yang diberikan dapat secara langsung memberikan perubahan terhadap lingkungan. Dengan adanya perubahan lingkungan, yaitu perubahan lingkungan menjadi suasana asam serta kejenuhan asam nitrat dan asam sulfat akan mengakibatkan gangguan kesehatan terhadap manusia. Efek atau gangguan kesehatan yang ditimbulkan dari menghirup polutan tersebut adalah gangguan kerja saluran pernapasan. Dari permasalahan di atas dapat diketahui bahwa hujan asam tidak hanya mengakibatkan dampak terhadap lingkungan namun juga kesehatan, maka selayaknya kita mengetahui akan pengertian, proses, penyebab, dampak, dan penanganan yang lebih jelas mengenai hujan asam. Oleh karena itu, disusunlah makalah dengan judul ”Hujan Asam”.

1.2 Tujuan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memahami dan mengetahui lebih dalam tentang fenomena lingkungan yakni hujan asam sehingga kedepannya tidak mengalami kekeliruan dalam upaya pengendalian terhadap dampak buruk yang akan terjadi bagi kelangsungan hidup.

1

rawan pangan pun kemudian bisa menjadi ancaman yang serius apabila hujan asam benar-benar terjadi di Yogyakarta. di antaranya kemungkinan terjadi hujan asam. Hal tersebut juga terjadi di Amerika Utara. Hal ini diketahui dari buku karya Robert Boyle pada tahun 1960 dengan judul “A General History of the Air“. Hujan asam dapat pula terjadi di daerah perbukitan yang terkena angin yang membawa udara yang mengandung asam. namun jika kondisi lingkungan dan kualitas udara tidak dijaga. Walau sampai sekarang belum pernah terjadi hujan asam di Yogyakarta. Buku tersebut menggambarkan fenomena hujan asam sebagai “nitrous or salino-sulforus spiris“. Selain itu.1 Sejarah Hujan Asam Fenomena hujan asam mulai dikenal sejak akhir abad 17. Sejak saat itulah dimulai berbagai usaha penaggulangannya. Di Yogyakarta fenomena alam itu diperkirakan akan terjadi 10 tahun mendatang. Saat ini. Selanjutnya revolusi industri di Eropa yang dimulai sekitar awal abad ke 18 memaksa penggunaan bahan bakar batubara dan minyak sebagai sumber utama energi untuk mesin-mesin.BAB II PEMBAHASAN 2. di Yogyakarta terdapat sekitar satu juta sepeda motor dan sekitar 200. NOX dan HCl meningkat. disamping pabrik karena bahan bakar yang digunakan yaitu premium masih belum bebas dari timbal. Kendaraan bermotor menjadi salah satu penyumbang polutan. Daerah Yogyakarta sudah rawan dengan hujan asam.2 Daerah yang Diperkirakan Bisa Terjadi Hujan Asam Hujan Asam bisa terjadi di daerah perkotaan karena adanya pencemaran udara dari lalu lintas yang berat dan daerah yang langsung terkena udara yang tercemar dari pabrik. Smith menjelaskan fenomena hujan pada bukunya yang berjudul “Air and Rain: The Beginnings of Chemical Technology”. Sebagai akibatnya. Deposisi kering biasanya terjadi di tempat dekat sumber pencemaran. sebuah daerah industri di Inggris bagian utara. kemungkinan hujan tersebut bisa terjadi sepuluh tahun mendatang (Anonim. Istilah hujan asam pertama kali digunakan oleh Robert Angus Smith pada tahun 1872 saat menguraikan keadaan di Manchester. pada masa itu pula banyak hutan-hutan di bagian Eropa dan Amerika yang rusak. 2009). 2. Padahal biasanya precursor hanya berasal dari gas-gas gunung berapi dan kebakaran hutan (Anonim. karena tanaman akan mati. tingkat emisi precursor (faktor penyebab) dari hujan asam yakni gas-gas SO2. 2009). Masalah hujan asam dalam skala yang cukup besar pertama terjadi pada tahun 1960-an ketika sebuah danau di Skandinavia meningkat keasamannya hingga mengakibatkan berkurangnya populasi ikan. baik melalui bidang ilmu pengetahuan maupun teknis (Anonim. 2009). semakin memburuknya kualitas udara dari tahun ke tahun sehingga berdampak buruk. selain 2 .000 unit mobil yang memiliki pertumbuhan lima hingga 10 persen setiap tahun.

dan materi partikulat tersuspensi (SPM). yakni partikulat (PM10). 2009). Jika turun hujan dari awan tadi. Oleh karena itu. 2. Hujan secara alami bersifat asam karena karbon dioksida (CO 2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah. Deposisi basah ialah turunnya asam dalam bentuk hujan. Asam itu tercuci atau wash out. jumlah kendaraan bermotor. upaya untuk meredam polusi udara di Yogyakarta dilakukan dengan bantuan teknologi yaitu pengoperasian stasiun pemantauan kualitas udara ambien otomatis yang akan memantau lima parameter indeks standar pencemaran udara (ISPU). Ini dapat terjadi pada daerah perkotaan karena pencemaran udara akibat kendaraan maupun asap pabrik. Selain itu deposisi kering juga dapat terjadi di daerah perbukitan yang terkena angin yang membawa udara yang mengandung asam. Nitrogen dioksida (NO2). Deposisi jenis ini dapat terjadi sangat jauh dari sumber pencemaran. dan polusi industri. sulfur oksida (SOX). peningkatan kadar polutan berbahaya terus bertambah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hujan pada dasarnya memiliki tingkat keasaman berkisar pH 5. menyebabkan kadar gas SOx di udara meningkat yang apabila bereaksi dengan uap air akan membentuk asam sulfit dan asam sulfat. Tetapi istilah hujan asam tidaklah tepat. Bila dibiarkan terus-menerus.4 Penyebab terjadinya Hujan Asam Pemakaian batu bara sebagai bahan bakar pada beberapa kegiatan industri yang terjadi di beberapa Negara Eropa Barat dan Amerika. Asam-asam ini yang kemudian turun ke bumi bersama-sama dengan jatuhnya hujan dan terjadilah yang dikenal dengan 3 . maka air hujan yang turun bersifat asam. nitrogen oksida (NOX).3 Pengertian Hujan Asam Istilah hujan asam pertama kali diperkenalkan oleh Angus Smith ketika ia menulis tentang polusi industri di Inggris. Tingkat polusi udara di Jawa Barat diklaim tertinggi di Indonesia. Deposisi kering ialah peristiwa terkenanya benda dan makhluk hidup oleh asam yang ada dalam udara. karbon monoksida (CO). Deposisi asam ada dua jenis.menurunnya kesehatan manusia. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang. apabila hujan terkontaminasi dengan gas belerang yang bereaksi serta bercampur di atmosphere sehingga tingkat keasaman lebih rendah dari pH 5. dan ozon (O3) (Anonim. 2. yang benar adalah deposisi asam. Hal ini terjadi apabila asap di dalam udara larut di dalam butir-butir air di awan. selain menurunkan kualitas hidup masyarakat. disebut dengan hujan asam. Deposisi asam dapat pula terjadi karena hujan turun melalui udara yang mengandung asam sehingga asam itu terlarut ke dalam air hujan dan turun ke bumi. sulfur dioksida (SO2). Penyebabnya adalah pertambahan jumlah penduduk. Hujan disebut asam bila keasaman air di bawah 5. Biasanya deposisi jenis ini terjadi dekat dari sumber pencemaran. Pada tahun 2010.6. bisa juga menimbulkan hujan asam yang dampaknya lebih berbahaya. Kadar gas berbahaya semakin meningkat di Jawa Barat yaitu karbon dioksida (CO 2). yaitu deposisi kering dan deposisi basah.

mudah bereaksi benda-benda lain yang mengakibatkan kerusakan. 2. 2009) Asam-asam tersebut berasal dari faktor penyebab hujan asam dari kegiatan manusia seperti emisi pembakaran batubara dan minyak bumi. Gas SO3 mudah bereaksi dengan uap air yang ada di udara untuk membentuk asam sulfat atau H2SO4. Gas belerang atau SOx terdiri atas gas SO2 dan SO3 yang keduanya mempunyai sifat berbeda. danau. atau butiran-butiran cairan (aerosol). lahan pertanian. serta emisi dari kendaraan bermotor serta kegiatan alam seperti letusan gunung berapi. Gas SO2 berbau tajam dan tidak mudah terbakar. Namun 4 . ataupun jatuh bersama angin (Sumahamijaya. ZnS. dan Cu2S. HgS. sehingga yang dominan adalah gas SO2.5 Proses Terjadinya Hujan Asam Hujan asam disebabkan oleh belerang yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil ditambah nitrogen di udara. salju. kabut. Asam sulfat sangat reaktif. Proses ini menghilangkan belerang dari kandungan logam karena belerang merupakan pengotor logam. seperti proses pengkaratan dan proses kimiawi lainnya. Pada poses peleburan logam sulfida logam diubah menjadi oksida logam. Sumber pencemaran SO x yang kedua adalah proses industri. sedangkan SO3 bersifat sangat reaktif. Zat-zat tersebut kemudian berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air membentuk asam sulfat serta asam nitrat yang mudah. Belerang dalam batubara berupa mineral besi pirits atau FeS2 dan dapat pula berbentuk mineral logam sulfida lainnya seperti PbS. embun. penyebaran SO x juga tergantung dari keadaan meteorologi dan geografi setempat.acid rain atau hujan asam. CuFeS2. sungai.3-1 ppm. Sumber utama pencemaran SO x yaitu barasal dari pembakaran stasioner (generator listrik dan mesin-mesin) yang memakai bahan batubara. Selain terbentuk oksida logam terbentuk pula logamnya secara langsung. hutan. Selain itu. atau bangunan melalui tetes hujan. Reaksi-reaksi yang terjadi cukup banyak dan kompleks. Kemudian asam sulfat dan asam nitrat yang ada di atmosfer baik sebagai gas maupun cair terdeposisikan ke tanah. Sehingga dapat dipahami bahwa pada proses industri besi dan baja akan banyak menghasilkan gas SO x yang dapat menyebar kelingkungan sekitar. Gas buangan hasil pembakaran umumnya mengandung gas SO2 lebih banyak dari pada gas SO3. Konsentrasi gas SO2 di udara akan mulai terdeteksi oleh indera manusia dan tercium baunya dengan konsentrasinya berkisar antara 0. Dalam proses industri besi dan baja (tanur logam) banyak dihasilkan SOx karena mineral-mineral logam banyak terikat dalam bentuk sulfida. yang kemudian bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Hujan asam sangat merugikan karena dapat merusak tanaman maupun kesuburan tanah. Kelembapan udara akan mempngaruhi kecepatan perubahan SO x menjadi asam sulfit maupun asam sulfat yang akan berkumpul bersama awan yang akhirnya jatuh sebagai hujan asam. Reaksi pembentukan asam di atmosfer dari faktor penyebab hujan asamnya melalui reaksi katalitis dan photokimia.

6 Dampak terjadinya Hujan Asam Beberapa Dampak Hujan Asam terhadap Danau.  Tumbuhan dan hewan Hujan asam yang larut bersama nutrisi di dalam tanah akan menghilangkan kandungan tersebut sebelum pohon-pohon dapat menggunakannya untuk tumbuh. Dengan demikian pertumbuhan akar dan mikoriza terhambat sedangkan daunpun 5 . Sehingga apabila nutrisi ini dimakan oleh tumbuhan akan menghambat pertumbuhan dan mempercepat daun berguguran.demikian gas SO2 akan bertemu dengan oksigen yang ada di udara dan kemudian membentuk gas SO3 melalui reaksi sebagai berikut: 2SO2 + O2 (udara) ------> 2SO3 Gas SO2 juga dapat membentuk garam sulfat apabila bertemu dengan oksida logam. Jenis Plankton dan invertebrate merupakan mahkluk yang paling pertama mati akibat pengaruh pengasaman selain itu lebih dari 75 % dari spesies ikan akan hilang. yaitu melalui proses kimiawi berikut ini: 4MgO + 4SO2 -----> 3MgSO4 + MgS Udara yang mengandung uap air akan bereaksi dengan gas SO2 sehingga membentuk asam sulfit melalui reaksi berikut: SO2 + H2O -----> H2SO3 (asam sulfit) Udara yang mengandung uap air juga bereaksi dengan gas SO3 membentuk asam sulfat: SO3 + H2O -----> H2SO4 (asam sulfat) (Wardhana. yang akan bercampur di dalam nutrisi. Seperti halnya danau. kekeringan dan mati. selebihnya pohon-pohon akan terserang penyakit. Tidak semua danau yang terkena hujan asam akan menjadi pengasaman karena ditemukan jenis batuan dan tanah yang dapat membantu menetralkan keasaman dibeberapa danau. Hutan juga mempunyai kemampuan untuk menetralisir hujan asam dengan jenis batuan dan tanah yang dapat mengurangi tingkat keasaman. Pencemaran udara telah menghambat fotosintesis dan immobilisasi hasil fotosintesis dengan pembentukan metabolit sekunder yang potensial beracun. karena hasil fotosintesis tertahan di tajuk. 2004) 2. Sebagai akibatnya akan kekurangan energi. Serta akan melepaskan zat kimia beracun seperti aluminium. Sebaliknya tajuk mengakumulasikan zat yang potensial beracun tersebut. Tumbuhan. Hewan dan Manusia diantaranya:  Danau Kelebihan zat asam pada danau akan mengakibatkan sedikitnya species yang bertahan. Ini disebabkan oleh pengaruh rantai makanan. yang secara signifikan berdampak pada keberlangsungan suatu ekosistem.

Kekurangan magnesium disebabkan oleh pencucian magnesium dari tanah karena pH yang rendah dan kerusakan daun meyebabkan pencucian magnesium di daun. jika hal ini terjadi dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan kematian tumbuhan tersebut. meninggalkan kristal pada batuan yang telah menguap. Hal ini jelas akan menyebabkan kepunahan spesies. 2. Ancaman serius juga dapat terjadi pada bangunan tua serta monument termasuk candi dan patung.  Bahan Bakar Dengan kandungan Belerang Rendah 6 . Sebagaimana tumbuhan. Kadar SO2 yang tinggi di hutan menyebabkan noda putih atau coklat pada permukaan daun. Spesies hewan tanah yang mikroskopis akan langsung mati saat pH tanah meningkat karena sifat hewan mikroskopis adalah sangat spesifik dan rentan terhadap perubahan lingkungan yang ekstrim. Akar yang halus akan mengalami nekrosis sehingga penyerapan hara dan air terhambat. Hal ini menyebabkan pohon kekurangan air dan hara serta akhirnya mati.7 Upaya Pengendalian Hujan Asam Usaha untuk mengendalikan hujan asam ialah menggunakan bahan bakar yang mengandung sedikit zat pencemar. pasir besi. Berbagai penyakit juga akan terjadi pada hewan karena kulitnya terkena air dengan keasaman tinggi. batu pada dinding beton serta logam. menghindari terbentuknya zat pencemar saat terjadinya pembakaran. hewan juga memiliki ambang toleransi terhadap hujan asam. Hanya tumbuhan tertentu yang dapat bertahan hidup pada daerah tersebut. sulphur dioxide yang dihasilkan oleh hujan asam juga dapat bereaksi secara kimia didalam udara. Sedangkan magnesium merupakan salah satu nutrisi essensial bagi tanaman. Spesies hewan yang lain juga akan terancam karena jumlah produsen (tumbuhan) semakin sedikit.menjadi rontok. marmer. Penurunan pH tanah akibat deposisi asam atau hujan asam juga menyebabkan terlepasnya aluminium dari tanah dan menimbulkan keracunan. hal ini akan berakibat pada hilangnya beberapa spesies. dari analisis daun yang terkena deposisi asam menunjukkan kadar magnesium yang rendah. Hujan asam dapat merusak batuan sebab akan melarutkan kalsium karbonat. yang mana partikel halus ini akan mengikat dalam paru-paru yang akan menyebabkan penyakit pernapasan. Pohon menjadi lemah dan mudah terserang penyakit dan hama.  Manusia Berdasarkan hasil penelitian. Menurut Soemarmoto (1992). Selain itu juga dapat mempertinggi resiko terkena kanker kulit karena senyawa sulfat dan nitrat mengalami kontak langsung dengan kulit.  Pengkaratan Hujan asam dapat mempercepat proses pengkaratan dari beberapa material seperti batu kapur. 2011). dengan terbentuknya partikel halus sulfat. Seperti halnya sifat kristal semakin banyak akan merusak batuan (Anonim. menangkap zat pencemar dari gas buangan dan penghematan energi. Ini juga berarti bahwa keragaman hayati tamanan juga semakin menurun.

Misalnya pembakaran metanol menghasilkan dua sampai lima kali formaldehide daripada pembakaran bensin. Akan tetapi penggantian jenis bahan bakar ini harus dilakukan dengan hati-hati. jika tidak akan menimbulkan masalah yang lain.  Mengurangi kandungan Belerang sebelum Pembakaran Kadar belarang dalam bahan bakar dapat dikurangi dengan menggunakan teknologi tertentu. Asam sulfat selanjutnya direaksikan dengan Ca(OH)2 sehingga diperoleh hasil pemisahan berupa gipsum (gypsum). Gas buang dari cerobong dimasukkan ke dalam fasilitas FGD. Dengan teknologi ini. etanol dan hidrogen. Prinsip teknologi ini ialah untuk mengikat SO2 di dalam gas limbah di cerobong asap dengan absorben. yang disebut scubbing. Penggunaan gas alam akan mengurangi emisi zat pembentuk asam. Teknologi yang sudah banyak dipakai ialah fle gas desulfurization (FGD). misalnya batubara. Caranya dengan menginjeksikan kapur dalam dapur pembakaran dan suhu pembakaran diturunkan dengan alat pembakar khusus. Hasil samping proses FGD disebut gipsum sintetis karena memiliki senyawa kimia yang sama dengan gipsum alam. 2009). Minyak bumi merupakan sumber bahan bakar dengan kandungan belerang tinggi. Usaha lain yaitu dengan menggunakan bahan bakar non-belerang misalnya metanol. Zat ini mempunyai sifat karsinogenik yaitu pemicu kanker. Dalam proses produksi. serta mengurangi kadar belerang yang berupa pirit yaitu belerang dalam bentuk besi sulfide sampai 50-90 (Anonim.  Setelah Pembakaran Zat pencemar juga dapat dikurangi dengan gas ilmiah hasil pembakaran. Salah satu teknologi ialah lime injection in multiple burners (LIMB). Kerugian dari cara ini ialah terbentuknya limbah. batubara biasanya dicuci untuk membersihkan batubara dari pasir. Ke dalam alat ini kemudian disemprotkan udara sehingga SO2 dalam gas buang teroksidasi oleh oksigen menjadi SO3. Pemisahan polutan dapat dilakukan menggunakan penyerap batu kapur atau Ca(OH) 2. akan tetapi kebocoran gas ini dapat menambah emisi metan. sehingga SO3 bereaksi dengan air (H2O) membentuk asam sulfat (H2SO4).  Pengendalian Pencemaran Selama Pembakaran Beberapa teknologi untuk mengurangi emisi SO2 dan NOx pada waktu pembakaran telah dikembangkan. Cara lain ialah dengan menggunakan amonia sebagai zat pengikatnya sehingga limbah yang dihasilkan 7 . Penurunan suhu mengakibatkan penurunan pembentukan NOx baik dari nitrogen yang ada dalam bahan bakar maupun dari nitrogen udara. emisi SO2 dapat dikurangi sampai 80% dan NOx 50%.Kandungan belerang dalam bahan bakar bervariasi. Akan tetapi limbah dapat pula diubah menjadi gipsum yang dapat digunakan dalam berbagai industri. tanah dan kotoran lain. Gas buang yang keluar dari sistem FGD sudah terbebas dari oksida sulfur. Dengan cara ini 70-95% SO2 yang terbentuk dapat diikat. Gas buang selanjutnya “didinginkan” dengan air. Kapur akan bereaksi dengan belerang dan membentuk gipsum yaitu kalsium sulfat dihidrat.

sehingga menjadi dorongan ekonomi untuk mengurangi cemaran udara. teknologi yang berpotensi mengeluarkan emisi hendaknya diganti dengan teknologi yang lebih baik dan bersifat ramah lingkungan. 8 . dan pembatasan akses sehingga dengan peraturan tersebut masyarakat mulai berpikir ulang jika ingin memiliki atau menggunakan kendaraan pribadi. Menyemprotkan kapur agar menetralkan hujan asam karena kapur bersifat basa. UU mengenai kadar pencemar yang dipebolehkan Undang-undang yang mengatur hal ini yaitu Undang-Undang Republik Indonesia No. 4 Thn 1982 tentang Ketentuan-Ketentua Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.  Mengaplikasikan prinsip 3R (Reuse. Recycle. Tidak membuang sampah sembarangan dan menanam pohon (reboisasi). Pada UU ini telah ditetapkan kadar pecemar yang diperbolehkan di dalam udara di disekitar pabrik.  Menata kembali kawasan industri. Memperbanyak taman kota. 2. 2004). misal untuk bahan bangunan. Reduce) Prinsip ini dijadikan landasan saat memproduksi suatu barang. gipsum yang dihasilkan melalui proses FGD ternyata juga memiliki nilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.  Pajak untuk keluaran cemaran Pajak ditetapkan berdasarkan jumlah keluaran cemaran.dapat dipergunakan sebagi pupuk.  Kendaraan yang masih diperbolehkan digunakan.8 Upaya Pencegahan Hujan Asam Selain itu ada berbagai cara untuk dapat mencegah terjadinya kerusakan lingkungan akibat hujan asam antara lain :      Tidak berlebihan menggunakan kendaraan yang mengeluarkan polusi. Hal ini telah diatur dalam UU RI No. Pemerintah membuat beberapa kebijakan baru misalnya mengenai tahun pembuatan kendaraan yang masih diperbolehkan untuk digunakan. Hal ini juga berkaitan dengan perubahan gaya hidup. Mengurangi emisi gas buang (penggunaan pengubah katalik/catalyc converter). Selain dapat mengurangi sumber polutan penyebab hujan asam. Teknologi yang digunakan juga harus diperhatikan. dimana produk harus dapat digunakan kembali atau dapat didaur ulang sehingga jumlah sampah atau limbah yang dihasilkan dapat dikurangi.4 thn 1982 bab VI pasal 20 dan bab VII pasal 22 (Wardhana.  System izin Pemasangan dan dijalakannya peralatan yang menghasilkan cemaran hanya diizinkan setelah ditunjukkan bahwa cemaran yang dihasilkan oleh peralatan dari suatu industri telah memenuhi standar baku yang telah dietatapkan.

9 . 3. 3. Untuk itu perlu dilakukan penanggulangn dengan menggunakan bahan bakar dengan kandungan belerang rendah. serta mengaplikasikan prinsip 3R (Reuse. Recycle.BAB III PENUTUP 3. Pemerintah dan masyarakat harus lebih perhatian dan peduli terhadap masalah-masalah lingkungan sekitar. 2. lebih dikendalikan lagi agar pencemaran udara bisa berkurang. pengunaan teknologi pengurang emisi SO2. Pemerintah menerapkan system izin tentang peralatan yang digunakan oleh industri. Upaya penanggulangan dan pencegahan tersebut adalah untuk menjaga kelangsungan hidup. terutama batu bara. Upaya pencegahan hujan asam perlu diterapkan agar menghidari terjadinya hujan asam di beberapa daerah yang diperkirakan terjadi maupun tidak.1 Kesimpulan Hujan asam merupakan suatu masalah lingkungan yang perlu diperhatikan oleh manusia. Reduce). Hujan asam terjadi akibat terkontaminasinya uap air di atmosfer dengan gas SO x sehingga merusak lingkungan dan kesehatan manusia. Penggunaan bahan bakar fosil.2 Saran Saran-saran yang dapat penyusun sampaikan antara lain: 1.

2009. et al.forumkami. Hujan Asam Menghancurkan Bumi. Morris. http://majaakrimagazine. 2009.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Hujan Asam Mencegah Global Warming. 2004. Yogyakarta: Andi Yogyakarta 10 . http://www. Inra.com [diakses tanggal 23 Februari 2011] Neiburger. 2009. Wisnu Area. Bandung: ITB Sumahamijaya.com [diakses tanggal 23 Februari 2011] Anonim.sercontent.com [diakses tanggal 23 Februari 2011 Wardhana. Yogyakarta Rawan Hujan Asam. Dampak Pencemaran Lingkungan.1982. http://webache.google. Memahami Lingkungan Atmosfir Kita.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful