P. 1
Nikah Siri

Nikah Siri

|Views: 89|Likes:
Published by Agus Munandar

More info:

Published by: Agus Munandar on Jul 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/15/2012

pdf

text

original

Nikah Siri Dari Dua Sudut Pandang Berbeda

Taufik Hidayat, SH.
Keabadian ikatan pernikahan merupakan tujuan dasar aqad nikah dalam Islam. Janji yang diikrarkan setelah aqad berlaku untuk selamanya, sepanjang hayat manusia. Supaya suami dan isteri secara bersama-sama dapat mewujudkan sebuah mahligai rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Namun disisilain, Islam tidak melarang dan malah memberikan hak agar seseorang memiliki isteri lebih dari satu (poligami) asal sesuai dengan hokum dan hal itu dilakukan bukan hanya menuruti hawa nafsu. Namun di Indonesia tidak serta merta hak itu dapat diwujudkan karena harus ada persetujuan dari isteri yang ada sebelum dapat izin dari pengadilan (UU No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan). Namun, hal itu tidak menghilangkan ketentuan syariat Islam bahwa poligami tanpa persetujuan isteri yang ada dan tanpa izin pengadilan adalah tetap sah apabila pernikahan tersebut memenuhi rukun nikah sebagaimana yang ditentukan oleh syariat Islam (disebut nikah siri) dengan catatan bahwa isteri yang telah ada itu tidak lebih dari 4 (empat) orang. Aktifitas nikah siri atau nikah diluar Kantor Urusan Agama (KUA), hingga kini masih sering terjadi. Dalam Islam, Nikah siri sah secara syariat sepanjang syarat-syarat dan ketentuannya dipenuhi. Namun, dalam terminology fiqih nikah siri tidak ada. Apa yang dikenal masyarakat adalah kawin siri, dikenal sebagai pernikahan yang tidak tercatat dan sembunyi-sembunyi. Padahal, sebenarnya tidak demikian. Pemaknaan nikah siri di Indonesia adalah nikah siri tidak tercatat (secara hukum) tapi tetap diketahui oleh kedua keluarga, ada saksinya dan ada penghulunya. Jadi, bukan kawin diam-diam, kalau pun disalahkan, pelakunya yang salah karena kegiatan tersebut bisa merugikan pihak lain. Misalnya, ketika mengurus pension janda, maka isteri yang tidak tercatat (syarat administratif) tidak bisa mendapatkan pension janda itu, demikian pula bagi seorang anak dari pernikahan siri (begitu juga ibunya selaku isteri sah menurut hukum Islam) yang ingin menjadi ahli waris, maka ia tidak akan dapat menjadi ahli waris tanpa terlebih dulu mengajukan itsbat nikah ke Pengadilan Agama (Mahkamah Syar’iyah kalau di Aceh). Pengertian nikah siri yang dipahami oleh masyarakat ada dua macam, yaitu (1) Pernikahan yang dilakukan tanpa wali yang sah ataupun saksi. (2) Pernikahan yang dilakukan dengan adanya wali dan terpenuh isyarat-syarat lainnya tetapi tidak tercatat di KUA setempat. Pernikahan yang dilakukan secara siri tanpa diketahui oleh pihak wali perempuan, maka pernikahan seperti ini batil dan tidak sah. Hal ini berdasarkan hadist yang diriwayatkan Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan lain-lain dari Aisyah ra, beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda “perempuan manasaja yang dinikahi tanpa izin walinya, maka nikahnya bathil-

beliau mengatakannya tiga kali.”
Hal lain yang wajib diperhatikan oleh orang yang hendak menjalankan nikah siri hendaklah ia berlaku adil terhadap para isterinya dalam menggilir jatah menginap dan memiliki kemampuan dalam memberikan nafkah. Jangan sampai melakukan nikah siri karena mengikuti dorongan nafsu syahwat saja. Selanjutnya, pernikahan yang hanya memenuhi prosedur keagamaan, ada rukun dan lengkap syaratnya, tapi dirahasiakan, dengan tidak melaporkannya ke KUA. Biasanya nikah siri dilaksanakan karena kedua belah pihak belum siap meresmikannya, namun dipihak lain untuk menjaga agar tidak terjadi kecelakaan atau terjerumus kepada hal-hal yang dilarang agama. Sah tidaknya nikah siri secara agama, tergantung kepada sejauh manasyarat-syarat nikah terpenuhi yaitu adanya wali, minimal dua saksi, adanya mahar dan ijab qabul. Secara hokum positif, nikah siri tidak legal karena tidak tercatat dalam catatan resmi pemerintah. Hal ini dikarenakan, siapapun warga Negara Indonesia yang menikah harus mendaftarkan pernikahan itu ke KUA atau Kantor Catatan Sipil, untuk mendapatkan Surat atau Akta Nikah. Jika terjadi persoalan-persoalan yang menyangkut hokum sipil, pelaku nikah siri tidak berhak mendapatkan/menyelesaikan masalahnya melalui lembaga-lembaga hukum yang ada, karena pernikahannya tidak terdaftar.

Bagaimana sebenarnya pandangan Islam tentang Nikah Siri ? Siri secara etimologi berarti sesuatu yang tersembunyi, rahasia, pelan-pelan. (Ibnu al Mandhur, Lisan al Arab : 4/ 356). Kadang Siri juga diartikan zina atau melakukan hubungan seksual, sebagaimana dalam firman Allah swt :

“Tetapi janganlah kamu membuat perjanjian untuk berzina (atau melakukan hubungan seksual) dengan mereka. “ (QS Al Baqarah : 235 ) Sirran pada ayat di atas menurut pendapat sebagian ulama berarti : berzina atau melakukan hubungan seksual. Pendapat ini dipilih Jabir bin Zaid, Hasan Bashri, Qatadah, AnNakh’i, Ad Dhohak, Imam Syafi’i dan Imam Thobari. (Tafsir al Qurtubi : 3/126). Pendapat ini dikuatkan dengan salah satu syi’ir yang disebutkan oleh Imru al Qais : ‫با ة ز مت أ‬ ‫ب ت أن ني ي م ب‬ ‫أح‬ ‫أم ثا ى‬ “Basbasah hari ini mengklaim bahwa aku sudah tua dan orang sepertiku ini tidak bisa lagi melakukan hubungan seksual dengan baik.“ Saat ini, nikah Siri dalam pandangan masyarakat mempunyai tiga pengertian : Pengertian Pertama : Nikah Siri adalah pernikahan yang dilakukan secara sembunyi–sembunyi tanpa wali dan saksi. Inilah pengertian yang pernah diungkap oleh Imam Syafi’i di dalam kitab Al Umm 5/ 23, ‫ما أخ ب ن ا‬ ‫م بن ا م أ ى ق ال زبي أب ي‬ ‫ل يه ي‬ ‫ل‬ ‫ن ا ذ ف قال م أ‬ ‫أ يز‬ ‫مت ف يه ق مت نت‬ “Dari Malik dari Abi Zubair berkata bahwa suatu hari Umar dilapori tentang pernikahan yang tidak disaksikan, kecuali seorang laki-laki dan seorang perempuan, maka beliau berkata : “Ini adalah nikah sirri, dan saya tidak membolehkannya, kalau saya mengetahuinya, niscaya akan saya rajam (pelakunya). “

hukumnya sah dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Pengertian Ketiga : Nikah Siri adalah pernikahan yang dilakukan dengan adanya wali dan dua orang saksi yang adil serta adanya ijab qabul. Begitu juga kedua saksi wajib diberikan sangsi jika memang sengaja untuk merahasiakan pernikahan kedua mempelai tersebut. Dalilnya adalah hadist Aisyah ra. d. al Mughni : 7/ 435. maka tidak ada syarat untuk diumumkan.Atsar di atas dikuatkan dengan hadist Abu Hurairah ra : ‫لم ل يه هللا ص لى ن بي أ‬ ‫ن ى‬ ‫ن ا‬ “Bahwa nabi Muhammad saw melarang nikah siri. Ini pendapat mayoritas ulama. Begitu juga pengumuman pernikahan yang disertai dengan tabuhan rebana biasanya dilakukan setelah selesai akad. di antaranya adalah Umar bin Khattab. Bahkan ulama Malikiyah mengharuskan suaminya untuk segera menceraikan istrinya. sebagaimana akad jual beli. Dar Ibnu al Jauzi . (Al Qarrafi. Syekh al Utsaimin. di antaranya adalah : a. hanya saja pernikahan ini tidak dicatatkan dalam lembaga pencatatan Negara. Hadits ini disahihkan oleh Ibnu Hazm di dalam (alMuhalla : 9/465). tanpa perlu lagi diumumkan kepada khayalak ramai. sehingga tidak mungkin dimasukkan dalam syarat-syarat pernikahan. Beirut. Pertanyaannya adalah kenapa negara memberikan sanksi kepada para pelaku nikah siri dalam katagori ketiga ini? Apakah syarat sah pernikahan harus dicatatkan Bagaimana status lembaga kepada pencatatan pernikahan lembaga dalam kaca mata pencatatan? syari’at? . Faktor biaya. Imam Ahmad (Ibnu Qudamah. dan pukullah rebana untuk mengumumkannya. seseorang tidak mencatatkan pernikahannya kepada lembaga resmi. adakanlah di masjid. asy-Syarh al-Mumti’ ’ala Zaad al Mustamti’. Bagaimana hukum nikah siri dalam bentuk ketiga ini? Pertama : Menurut kaca mata syariat. nikah siri dalam katagori ini. al Mughni. Pengertian Kedua : Nikah Siri adalah pernikahan yang dihadiri oleh wali dan dua orang saksi. Pendapat ini dipegang oleh Malikiyah dan sebagian dari ulama madzhab Hanabilah (Ibnu Qudamah. Faktor tempat kerja atau sekolah. yaitu masyarakat sudah terlanjur memberikan stigma negatif kepada setiap yang menikah lebih dari satu. yaitu aturan tempat kerjanya atau kantornya atau sekolahnya tidak membolehkan menikah selama dia bekerja atau menikah lebih dari satu istri. karena syarat-syarat dan rukun pernikahan sudah terpenuhi. Para ulama berbeda pendapat tentang hukum nikah seperti ini : Pendapat pertama : menyatakan bahwa nikah seperti ini hukumnya sah tapi makruh. bahwasanya Rasulullah saw bersabda : ‫ن ا ،أ لن‬ ‫عل‬ ‫م ا ،ف ي‬ ‫ب‬ ‫ل يه‬ ‫با‬ “ Umumkanlah nikah. Sya’bi. “ (HR an Nasai dan al Hakim dan beliau mensahihkannya serta dihasankan yang lain). Ad Dzakhirah. Imam Syafi’I. : 7/ 434-435). maka untuk menghindari stigma negatif tersebut. Kedua : namun. 1994. cet : pertama : 4/ 401) Mereka berdalil dengan apa yang diriwayatkan oleh Muhammad bin Hatib al Jumahi. menurut kaca mata hukum positif di Indonesia dengan merujuk pada RUU Pernikahan di atas. Pendapat Kedua : menyatakan bahwa nikah seperti ini hukumnya tidak sah. bahwa Rasulullah saw bersabda : ‫ب ي نا‬ ‫ل ا‬ “Tidak sah suatu pernikahan. bahkan mereka menyatakan wajib ditegakkan had kepada kedua mempelai jika mereka terbukti sudah melakukan hubungan seksual. adapun rawi-raiwi lainnya semuanya tsiqat (terpecaya) (Ibnu Haitami. Muhammad al Hajji. yaitu sebagian masyarakat khususnya yang ekonomi mereka menengah ke bawah merasa tidak mampu membayar administrasi pencatatan yang kadang membengkak dua kali lipat dari biaya resmi. Selain itu. Urwah. Diriwayatkan dari Aisyah ra. Hadits di atas menunjukkan bahwa suatu pernikahan jika telah dihadiri wali dan dua orang saksi dianggap sah. 1428." ( HR Tirmidzi. Pertama : 12/ 95). “ ( HR at Tabrani di dalam al Ausath dari Muhammad bin Abdus Shomad bin Abu al Jirah yang belum pernah disinggung oleh para ulama. Imam Abu Hanifah. Ibnu Majah ) Imam Tirmidzi berkata : Ini merupakan hadits gharib hasan pada bab ini. Faktor-faktor lain yang memaksa seseorang untuk tidak mencatatkan pernikahannya. atau membatalkan pernikahan tersebut. Nafi’. cet. maka nikah siri semacam ini dikenakan sanksi hukum. b. kenapa sebagian masyarakat melakukan pernikahan dalam bentuk ini? Apa yang mendorong mereka untuk tidak mencatatkan pernikahan mereka ke lembaga pencatatan resmi? Ada beberapa alasan yang bisa diungkap di sini. bahwasanya Rasulullah saw bersabda: ‫ح م ح ل بي فصل‬ ‫ص ت‬ “Pembeda antara yang halal (pernikahan) dan yang haram (perzinaan) adalah gendang rebana dan suara. Daar al Kitab al Arabi. Faktor sosial. Adapun perintah untuk mengumumkan yang terdapat di dalam beberapa hadist menunjukkan anjuran dan bukan suatu kewajiban. Majma’ az-Zawaid wal Manbau al Fawaid (4/62) hadist 8057) Pernikahan Siri dalam bentuk yang pertama ini hukumnya tidak sah. Pertanyaannya. dalam hal ini adalah KUA. mereka juga mengatakan bahwa pernikahan adalah sebuah akad mu’awadhah (akad timbal balik yang saling menguntungkan). tetapi saksi-saksi tersebut tidak boleh mengumumkannya kepada khayalak ramai. kecuali dengan wali dan dua saksi yang adil“ (HR Daruqutni dan al Baihaqi). Beirut. tahqiq : DR. c. Dar al Gharb al Islami.

Ketentuan semacam ini didasarkan pada sebuah hadits yang dituturkan dari sahabat Abu Musa ra. padahal dia mampu dan sanggup berbuat adil. serta merupakan sunah Rasulullah saw. dalam ini. mungkin saja belum ada lembaga pemerintahan yang secara khusus menangani pencatatan masalah pernikahan. Oleh karenanya. dan negara berhak memberikan sangsi kepada orang-orang yang melanggarnya. Pertama. sehingga diharapkan bisa meminimalisir adanya kejahatan. yakni pernikahan tanpa wali. pada dasarnya negara berhak untuk membuat peraturan agar setiap orang yang menikah. secara umum negara berhak membuat aturan-aturan yang mengarah kepada maslahat umum. Hal itu dimaksudkan agar setiap pernikahan yang dilangsungkan antara kedua mempelai mempunyai kekuatan hukum. serta telah mengumumkan perang terhadap ajaran Islam. Imam Asy Syaukani. jika keadaannya demikian. Dar al Kutub al Ilmiyah.” [HR yang lima kecuali Imam An Nasaaiy. Maka. Memberikan keringanan biaya bagi masyarakat yang tidak mampu. Namun. Nailul Authar VI: 230 hadits ke 2648]. 1993. maka mestinya negara tidak mempersulit proses pencatatan pernikahan tersebut. maka rancangan undang-undang tersebut telah merambah kepada hal-hal yang bukan wewenangnya. beriring dengan perkembangan zaman dan permasalahan masyarakat semakin kompleks. selama mereka bertanggung jawab terhadap anak dan istri mereka. Dan memang pernikahan bukanlah urusan negara tetapi merupakan hak setiap individu. segera melaporkan kepada lembaga pencatatan pernikahan. khususnya jika terdapat indikasiindikasi yang mengarah kepada pelarangan orang yang ingin menikah lebih dari satu. karena dianggap belum diperlukan. Cet. Hal itu. al Asybah wa An-Nadhair. hlm : 121) Maka. Tidak mempersulit orang-orang yang hendak menikah lebih dari satu. bahwasanya Rasulullah saw bersabda. Hal itu sesuai dengan kaidah fiqhiyah yang berbunyi : “Kebijaksanaan pemimpin harus mengarah kepada maslahat masyarakat. ‫ال نكاح إال بىلي‬ “Tidak sah suatu pernikahan tanpa seorang wali. penipuan atau kekerasan di dalam rumah tangga. ternyata tidak ditemukan riwayat bahwa pemerintahan Islam memberikan sangsi kepada orang yang menikah dan belum melaporkan kepada negara. Wallahu A’lam. Membuka pelayanan pada hari-hari di mana banyak diselenggarakan acara pernikahan. Bierut.“ (As Suyuti. . Hukum Pernikahan Tanpa Wali Adapun mengenai fakta pertama. Tetapi jika ada tujuan-tujuan lain yang tersembunyi dan tidak diungkap. maka diperlukan penertiban-penertiban terhadap hubungan antarindividu di dalam masyarakat. dan secara tidak langsung memberikan jalan bagi perzinahan dan prostitusi yang semakin hari semakin marak di -negeri Indonesia ini. lihat. jika memang tujuan pencatatan pernikahan adalah untuk melindungi hak-hak kaum wanita dan anak-anak serta untuk kemaslahatan kaum muslimin secara umum. di antaranya adalah mengambil langkah-langkah sebagai berikut : a.Kalau kita menengok sejarah Islam pada masa lalu. dengan dalih bekerja di luar jam kantor. bukan malah meminta bayaran lebih. b. dan melarang sesuatu yang halal. maka tentunya peraturan tersebut harus diwaspadai. sesungguhnya Islam telah melarang seorang wanita menikah tanpa wali. yang biasanya wanita dan anak-anak menjadi korban utamanya. c.

dan keputusan mengenai bentuk dan kadar sanksinya diserahkan sepenuhnya kepada seorang qadliy (hakim). Pelakunya telah melakukan maksiyat kepada Allah swt. Nailul Authar VI: 231 hadits ke 2649) Berdasarkan hadits-hadits di atas dapatlah disimpulkan bahwa pernikahan tanpa wali adalah pernikahan batil. Sebab. malaikat-Nya. Oleh karena itu. karena alamnya dan banyaknya teks Al-Qur'an dan hadits yang terlibat. [HR yang lima kecuali Imam An Nasaaiy. kenabian Muhammad SAW. Tetapi semua dari kita telah diperintahkan untuk menghidupkan syariah dalam kehidupan kita. seperti juga halnya dengan jenis pengetahuan kedua. bukan sekedar ’tidak sempurna’ sebagaimana pendapat sebagian ahli fikih. Di sini. dalam ketaatan kepada . bahwasanya Rasulullah saw bersabda: ‫ال تزوج المرأة المرأة ال تزوج نفسها فإن الزانية هي التي تزوج نفسها‬ ”Seorang wanita tidak boleh menikahkan wanita lainnya. menjauhi maksiat. kitab. pernikahannya batil. MAZHAB TANPA MAZHAB Kata Mazhab berasal dari makna kata Arab "pergi" atau "mengambil sebagai cara". فنكاحها باطل‬ “Wanita mana pun yang menikah tanpa mendapat izin walinya.bersama-sama dengan banyak ulama generasi pertama yang datang setelah mereka. Abu Hurayrah ra juga meriwayatkan sebuah hadits. dan sebagainya. masing-masing dari kita memiliki tiga jenis pengetahuan. atau Ahmad . Setiap muslim dapat mengambil prinsip-prinsip umum. Seorang wanita juga tidak berhak menikahkan dirinya sendiri. Nailul Authar VI: 230 hadits ke 2649]. mazhab mewakili seluruh pemikiran ulama dari Imam mujtahid tertentu. kata ”laa” pada hadits menunjukkan pengertian ‘tidak sah’. Jenis pertama adalah pengetahuan umum ajaran keimanan Islam dalam kesatuan Allah. Seorang hakim boleh menetapkan sanksi penjara. Imam Asy Syaukaniy. fiqh ini hanya merupakan bagian dari agama. Untuk pengetahuan agama. Hanya saja. Malik.Berdasarkan dalalah al-iqtidla’. dan lain sebagainya kepada pelaku pernikahan tanpa wali. bahwasanya Rasulullah saw pernah bersabda: ‫أيما امرأة نكحت بغير إذن وليها فنكاحها باطل. nabi. pengasingan. kasus pernikahan tanpa wali dimasukkan ke dalam bab ta’zir. pernikahannya batil”. (HR Ibn Majah dan Ad Daruquthniy. Syafi'i. seperti Abu Hanifah. Para imam mujtahid dengan demikian berperan sebagai penjelas. sesungguhnya wanita pezina itu adalah (seorang wanita) yang menikahkan dirinya sendiri”. Semua dari kita mungkin mendapatkan pengetahuan ini langsung dari Alquran dan hadis. maka pernikahannya batil. Lihat. Dalam arti yang lebih luas. dari Alquran dan hadis. yang mengoperasionalkan Alquran dan sunah dalam putusan syariah khusus dalam kehidupan kita yang secara kolektif dikenal sebagai fiqh atau "yurisprudensi". Sehubungan dengan din atau "agama" kita. dan mengacu pada pemilihan mujtahid dalam kaitannya dengan sejumlah kemungkinan penafsiran dalam menurunkan hukum Allah dari teks utama Qur'an dan hadis pada pertanyaan tertentu. Jenis ketiga dari pengetahuan agama adalah tentang pemahaman spesifik mengenai perintah dan larangan ilahi tertentu yang membentuk syariah. syariat belum menetapkan bentuk dan kadar sanksi bagi orang-orang yang terlibat dalam pernikahan tanpa wali. Lihat. dan seterusnya. orang-orang berbeda dalam kapasitas ilmiah untuk memahami dan menyimpulkan penetapan dari syariah. bekerjasama dengan orang lain dalam pekerjaan baik. yang menguji bukti-bukti mereka dan menyempurnakan dan meningkatkan pekerjaan mereka. Makna semacam ini dipertegas dan diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra. فنكاحها باطل . Imam Asy Syaukaniy. yang membentuk dan yang paling penting dari bagian terbesar agamanya. dan berhak mendapatkan sanksi di dunia. yaitu prinsip-prinsip umum etika Islam untuk berbuat baik.

Sementara panggilan untuk kembali ke Qur'an dan sunnah adalah slogan yang menarik. apalagi peperangan di dalam tubuh umat Islam. Kalau ada seorang bernama MasPaijo. mobil-mobil di stand dealer tidak ada yang seperti itu. telah disampaikan kepada kita melalui ulama Islam. Dari setiap bagian dari mereka. mas Paimin. dan merakit banyak bagian dari produk akhir. dari pabrik-pabrik dengan pembagian kerja antara mereka yang menguji. karena jika kita masing-masing secara pribadi bertanggung jawab untuk mengevaluasi semua teks utama yang berkaitan dengan setiap pertanyaan. Demikian juga dengan syariah. Orang seperti itu tidak benar-benar tahu apa yang dia inginkan. dan untuk hal ini Muslim terdiri dari dua jenis.maka tanyakanlah kepada orang-orang yang diberi pengetahuan. Ayat-ayat ini dan dan hadis-hadis lainnya mewajibkan orang beriman yang tidak berada pada level istinbat atau menurunkan langsung aturan yang berasal dari Alquran dan hadis untuk bertanya dan mengikuti seseorang dalam beberapa ketentuan hukum tersebut kepada mereka yang berada di level ini. dan master lain dari ilmu hukum Islam. mufasir Al Qur'an. manfaat dari mereka.bukanlah Volkswagen atau Rolls-Royce atau Chevrolet . yang sisanya dapat memperoleh pengetahuan agama dan menegur orang-orang mereka ketika mereka kembali. adalah seperti mengganti dari sesuatu yang telah diuji dan terbukti kepada sesuatu yang tentatif (belum diuji dan terbukti). itulah sebabnya Allah berfirman dalam surat al-Taubah. dalam lima puluh tahun. dan masa depan.tetapi hanya "mobil. "Bila mereka merujuknya kepada Nabi dan orang-orang yang memiliki kapasitas di antara mereka lalu orang yang tugasnya menemukan akan tahu permasalahannya"(Qur'an 4:83). Tidak sulit untuk melihat mengapa Allah mengharuskan kita untuk mengikuti para ahli. yang disebut istinbat dalam bahasa Arab.bersama dengan para ulama tradisional setelah mereka. Kenyataannya sebenarnya tidak demikian. Penggambaran yang absurd tentang mazhab ini terjadi karena keawaman dan kekurangan informasi yang benar tentang hakikat mahzab fiqih. yang lebih kompleks daripada mobil karena berhubungan dengan alam tindakan manusia dan berbagai macam interpretasi teks-teks suci. Jadi pertanyaannya bukanlah apakah harus atau tidak untuk kita mengambil din dari ulama. merujuk kepada mereka yang memiliki kapasitas untuk menarik kesimpulan langsung dari bukti-bukti. dan hanya bisa menunjukkan bahwa produk canggih berasal dari sistem produksi yang canggih. Slogan-slogan yang kita dengar saat ini tentang "mengikuti Alquran dan sunah bukannya mengikuti mahzab" telah beredar luas. sekarang. Ini sama saja dengan merongsokkan Mercedes untuk dijadikan go-kart. Pentingnya Bermazhab Banyak orang salah sangka bahwa adanya mazhab fiqih itu berarti sama dengan perpecahan.. tetapi tersedia berdasarkan merk. melainkan. murni dan sederhana". ahli hadis. bagi para pengikut syekh kontemporer yang tidak berada pada level pendahulu mereka (tidak seperti yang mereka klaim). pengumpul literatur. Untuk meninggalkan buah dari penelitian ini. dan akan meninggalkan mencari nafkah atau meninggalkan satu kebaikan dalam din. Alasan mengapa mahzab ada. yang mengikuti di setiap sekolah mereka dan mengevaluasi dan meningkatkan pekerjaan mereka . mengapa tidak sebagian saja pergi. yaitu mereka yang dapat melakukan ini sendiri. mas Tugirin dan mas Wakijan bersikap yang anti . Semua orang setuju bahwa kita harus mengikuti Qur'an dan sunnah Nabi SAW. bahkan ada yang sampai anti mazhab. Mazhab-mazhab fiqih itu bukan representasi dari perpecahan atau pereseteruan. jika Anda tidak tahu" (QS. memproduksi. dalam konteks jihad: "Tidak semua orang beriman harus pergi untuk berperang. panggilan untuk meninggalkan usaha cendekiawan Islam selama berabad-abad dalam menemukan dan mengejawantahkan perintah Al-Qur'an dan sunnah kasus per-kasus secara rinci. seumur hidup belajar tidak akan cukup untuk itu. jawaban berbasis pengetahuan untuk pertanyaan Muslim tentang bagaimana menaati Allah.Allah. Inilah sebabnya mengapa membuang ulama monumental dari mahzab dalam mengoperasionalkan Qur'an dan sunnah untuk mengadopsi pemahaman seorang syekh kontemporer bukan hanya pendapat yang salah. dari ulama yang mana? Dan ini adalah alasan kita telah bermahzab dalam Islam: karena keunggulan dan superioritas keulamaan imam mujtahid . pada kenyataannya ini merupakan suatu kemunduran besar. adanya mazhab itu memang merupakan kebutuhan asasi untuk bisa kembali kepada Al-Quan dan As-Sunnah. dan dalam Surat An-Nisa. dan mereka yang harus melakukannya dengan cara lain. adalah bahwa mereka melayani ribuan suara. Ini adalah kewajaran dari upaya-upaya kolektif manusia untuk menghasilkan sesuatu yang jauh lebih baik daripada kita sendiri bisa menghasilkan dari awal. ". di mana ungkapan orang dari mereka yang bertugas itu adalah untuk menemukannya. sebagaimana berpecah umat lain dalam sekte-sekte. mengungkapkan kata-kata" alladhina yastanbitunahu minhum". Sebaliknya. Muslim telah menyadari bahwa mengikuti mazhab adalah sarana untuk mengikuti ulama super yang tidak hanya memiliki pengetahuan yang komprehensif dari teks Al-Qur'an dan hadits yang berkaitan dengan setiap masalah di mana dia memberi penilaian. Retorika mengikuti 'syariah tanpa mengikuti mazhab tertentu' adalah seperti seseorang datang ke dealer mobil untuk membeli mobil. apakah hadis atau Al Qur'an. masa lalu. sesuai dengan firman Allah di Surat al-Nahl. bahwa mungkin mereka dapat mengambil peringatan" (Qur'an 9:122). sebuah upaya interdisipliner yang sangat canggih oleh mujtahid. tapi mereka juga hidup di zaman milenium yang lebih dekat kepada Nabi SAW dan para sahabat. yaitu dengan mengikuti Imam mujtahid. atau bahkan seribu tahun. ketika taqwa atau "takut pada Allah" adalah norma-baik yang kondisinya sangat jauh berbeda dengan ulama yang ada saat ini. 16:43). Salesman mungkin bisa maklum dan sedikit terrsenyum. Intinya adalah bahwa Nabi Saw tidak lagi hidup untuk mengajar kita secara pribadi. bahkan jika diberi mesin peleburan logam dan alatalat produksi.telah memenuhi uji penyelidikan ilmiah dan telah memenangkan kepercayaan diri dari pemikiran dan praktek Muslim pada semua abad kebesaran Islam. dan segala sesuatu yang kita miliki dari dia. Sehingga ada dari sebagian umat Islam yang menjauhkan diri dari bermazhab. yaitu mereka adalah imam mujtahid. tetapi bersikeras tidak memakai merek yang telah dikenal luas . syariah Islam.

Sebab di belakang masing-masing sistem operasi itu pasti berkumpul para maniak dan geek yang bekerja 24 jam untuk kesempurnaan sistem operasinya. asalkan dia mampu meng-istimbath (menyimpulkan) sendiri setiap detail ayat Al-Quran dan As-sunnah. baik Windows. Mac Os atau sistem operasi lain yang telah tersedia. yang tentunya tidak terlalu praktis. akan menjadi sangat lebih praktis kalau kita memanfaaatkan yang sudah ada saja. Tapi yang jelas. Buat apa merepotkan diri bikin sistem operasi. Tidak mungkin seseorang menggunakan komputer tanpa sistem operasi. manusia hanya bicara dengan mesin. pada hakikatnya sedang bermazhab. AtTugiriniyah dan Al-Wakijaniyah. maka adanya mazhab-mazhab itu ibarat seseorang dalam berkomputer. Kalau ada orang yang agak eksentrik dan bertekad tidak mau pakai Windows. Semua orang bermazhab. sebenarnya mereka masing-masing sudah menciptakan sebuah mazhab baru. yaitu mazhab Al-Paijoiyah. Sebab yang namanya mazhab itu adalah sebuah sikap dan cara seseorang dalam memahami teks Al-Quran dan As-Sunnah. Namun dia tentu perlu membuat sendiri sistem operasi itu. di mana setiap orang pastimemerlukan sistem operasi (OS). rasanya terlalu mengada-ada kalau harus membuat dulu sistem operasi sendiri. Tentu masing-masingnya punya kelebihan dan kekurangan. lalu apa salahnya sistem operasi yang sudah tersedia di pasaran. Setiap orang yang berupaya untuk memahami kedua sumber ajaran Islam itu. .Apalagi buat orang-orang kebanyakan. Mac OS atau yang lainnya. Linux. Walhasil. tentu saja dia berhak sepenuhnya untuk bersikap demikian. Linux. maka minimal dia mengacu kepada mazhab dirinya sendiri. baik dia sadari atau tanpa disadarinya. Bahkan seorang programer level advance sekalipun belum tentu mau bersusah payah melakukannya. Kalau kita buat sedikit perumpamaan dengan dunia komputer. Bolehkah Mendirikan Mazhab Sendiri? Jawabnya tentu saja boleh. sebab tanpa sistem operasi. Al-Paiminiyah. Kalau tidak mengacu kepada mazhab orang lain yang sudah ada.mazhab dan mengatakan hanya akan menggunakan Al-Quran dan AsSunnah saja. tidak ada di dunia ini orang yang tidak bermazhab. Adanya beragam sistem operasi di dunia komputer menjadi hal yang mutlak bagi setiap user.

Al-`Izz bin Abdissalam dan lainnya. Di dalamnya telah berkumpul ratusan bahwa ribuan ulama ahli level tertinggi yang pernah dimiliki umat Islam. Demikian juga dengan beragam ulama besar lainnya sepertiAl-Mawardi. www. An-Nawawi. Namun seorang yang tingkat keilmuwannya sudah mendalam semacam AlImam al-Ghazali rahimahullah sekalipun tetap mengacu kepada salah satu mazhab yang ada. Beliau tetap bermazhab meski sudah pandai mengistimbath hukum sendiri. mereka bekerja siang malam untuk menghasilakn sistem fiqih Islami yang siap pakai serta user friendly. yaitu mazhab As-Syafi`iyah. lalu suatu saat merumuskan mazhab baru dalam fiqih Islami. Akan tetapi boleh saja kalau ada dari putera puteri Islam yang secara khusus belajar syariah hingga ke level yang jauh lebih dalam lagi. yang hasilnya belum tentu lebih baik.kampussyariah. Meninggalkan mazhab-mazhab itu sama saja bikin kerjaan baru.Demikian juga dengan ke-4 mazhab yang ada.com .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->