P. 1
7 Unsur kebudayaan

7 Unsur kebudayaan

|Views: 1,762|Likes:

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Andreas Bagus Pamungkas on Jul 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2013

pdf

text

original

Nama lengkap : Provinsi Sumatera Barat Ibukota : Padang Berdiri : 3 Juli 1958 Dasar hukum : UU No. 61/1958 Luas : 49.

778 km2  Suku : Minangkabau, Tanjung Kato, Panyali, Caniago, Sikumbang, Gusci, Mentawai Bahasa daerah : Minangkabau, Mandailing, Mentawai, Jawa, Tionghoa Rumah adat : Rrumah Gadang atau Rumah Bagonjong Lagu daerah : Kampuang nan Jauh di Mato, Dayung Palinggam, Ayam Den Lapeh, Barek Solok  Alat musik: Gendang Melayu, Saluang Kesenian : Tari Piring, Tari Payung Senjata adat : Karih (Keris) Komoditas utama dan industri : Batu bara, Karet, Kelapa, Cengkeh, Lada, Padi, Kayu, Ikan, Marmer
 

Senjata tradisional Sumatera Barat adalah Keris. Keris biasanya dipakai oleh kaum laki-laki dan diletakkan di sebelah depan, dan umumnya dipakai oleh para penghulu terutama dalam setiap acara resmi ada terutama dalam acara malewa gala atau pengukuhan gelar, selain itu juga biasa dipakai oleh para mempelai pria dalam acara majlis perkawinan yang masyarakat setempat menyebutnya baralek. Berbagai jenis senjata juga pernah digunakan seperti tombak, pednag panjang, panah, mpitsu dan sebagainya.

Dalam dunia kuliner, Sumatera Barat terkenal dengan masakan Padang dan restoran Padang . Masakan Padang terkenal dengan citarasa yang pedas, serta dapat ditemukan hampir di seluruh penjuru Nusantara , bahkan sampai ke luar negeri.  Beberapa contoh makanan dari Sumatera Barat yang sangat populer adalah Rendang, Sate Padang, Dendeng Balado, Itiak Lado Mudo, Soto Padang, dan Bubur Kampiun.

Rumah gadang merupakan rumah adat Minangkabau. Rumah gadang ini mempunyai ciri-ciri yang sangat khas. Bentuk dasarnya adalah balok segi empat yang mengembang ke atas. Garis melintangnya melengkung tajam dan landai dengan bagian tengah lebih rendah. Lengkung atap rumahnya sangat tajam seperti tanduk kerbau, sedangkan lengkung badan dan rumah landai seperti badan kapal. Atap rumahnya terbuat dari ijuk. Bentuk atap yang melengkung dan runcing ke atas itu disebut gonjong. Karena atapnya membentuk gonjong, maka rumah gadang disebut juga rumah bagonjong.

Bentuk atap rumah gadang yang seperti tanduk kerbau sering dihubungkan dengan cerita Tambo Alam Minangkabau. Cerita tersebut tentang kemenangan orang Minang dalam peristiwa adu kerbau melawan orang Jawa. Bentuk-bentuk menyerupai tanduk kerbau sangat umum digunakan orang Minangkabau, baik sebagai simbol atau pada perhiasan. Salah satunya pada pakaian adat, yaitu tingkuluak tanduak (tengkuluk tanduk) untuk Bundo Kanduang.

Keindahan busana marapulai dan anak daro beserta atribut yang melengkapi kedua mempelai minang tidak perlu diragukan lagi. Taburan aura keemasan menyelimuti keseluruhan penampilan mempelai dengan sulaman emas pada baju kedua pengantin dan kain songket bertabur emas yang berornamen khas. Pakaian pengantin berwarna hitam yang dilengkapi tanduk belenggek merupakan pakaian khas bundo kanduang yang menunjukan derajat kebangsawanan suatu keluarga. Baju kurung panjang dan kain sarung balapak merupakan busana anak daro pada umumnya. Yang membedakan adalah hiasan pada kepala dan aksesoris pendukung lainnya Busana pengantin yang disediakan Pelaminan Buchyar merupakan pakaian pengantin adat Minangkabau asli. Busana pengantin ini tersedia dalam warna adat Minangkabau yaitu merah, hitam dan kuning karena warna tersebut sarat simbolik bagi masyarakat minang. Pada setiap ritual adat, warna ini selalu ada, baik dalam ornamen ataupun busananya. Selain menyediakan sunting yang secara umum di gunakan untuk melengkapi kecantikan mempelai wanita diseluruh Sumatra Barat, Pelaminan Buchyar menyediakan Tanduk belenggek dan tengkuluk talakuang yang khas Minangkabau. Tanduk Belenggek ini terdiri dari 2 tingkat, yang pertama merupakan tanduk dari kain bersulam benang emas yang diatasnya dihias dengan tanduk emas atau dikenal dengan tengkuluk ameh.

Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 98% penduduk Sumatera Barat, yang kebanyakan pemeluknya adalah orang Minangkabau. Selain itu ada juga yang beragama Kristen terutama di kepulauan Mentawai sekitar 1,6%, Buddha sekitar 0,26%, dan Hindu sekitar 0,01%, yang dianut oleh penduduk bukan orang Minangkabau.  Berbagai tempat ibadah yang dapat dijumpai di setiap kabupaten dan kota di Sumatera Barat didominasi oleh masjid dan musala. Masjid terbesar adalah Masjid Raya Sumatera Barat di kota Padang yang saat ini pembangunannya masih dalam tahap penyelesaian. Sedangkan masjid tertua di antaranya adalah Masjid Raya Ganting di kota Padang dan Masjid Tu Kayu Jao di kabupaten Solok. Arsitektur khas Minangkabau mendominasi baik bentuk masjid maupun musala. Seperti masjid Raya Sumatera Barat yang memiliki bangunan berbentuk gonjong, dihiasi ukiran Minang sekaligus kaligrafi, dan tidak memiliki kubah. Ada juga masjid dengan atap yang terdiri dari 3 sampai 5 lapis yang makin ke atas makin kecil dan sedikit cekung seperti Masjid Tuo Kayu Jao.

Masyarakat Minangkabau menganut garis keturunan matrilineal (garis keturunan ibu). Keturunan keluarga dalam masyarakat Minangkabau terdiri atas tiga macam kesatuan kekerabatan yaitu : paruik, kampuang dan suku. Kepentingan suatu keluarga diurus oleh laki-laki dewasa dari keluarga tersebut yang bertindak sebagai niniek mamak. Jodoh harus dipilih dari luar suku (eksogami). Dalam adat diharapkan adanya perkawinan dengan anak perempuan mamaknya. Perkawinan tidak mengenal mas kawin, tetapi mengenal uang jemputan yaitu pemberian sejumlah uang dan barang kepada keluarga mempelai lakilaki. Sesudah upacara perkawinan mempelai tinggal di rumah istrinya (matrilokal).

1.Seni Bangunan : rumah adat Gadang berbentuk rumah panggung yang memanjang terbagi : biliek sebagai ruang tidur, didieh sebagai ruang tamu, anjueng sebagai tempat tamu terhormat. Ciri utama rumah gadang terletak pada bentuk lengkung atapnya yang disebut gonjong yang artinya tanduk berbentuk rebung (tunas bambu). 2.Seni Tari :tarian terkenal lilin, payung, serampang dua belas. 3.Seni Alat Musik : -Saluang terbuat dari bamboo semacam seruling -Talempong alat music terdiri dari bilah-bilah kayu atau kuningan sebanyak Sembilan atau dua belas buah yang diletakkan pada wadah yang berbentuk perahu. -Talempong Pacik seperti gong kecil

Bahasa yang digunakan dalam keseharian ialah bahasa daerah yaitu Bahasa Minangkabau yang memiliki beberapa dialek, seperti dialek Bukittinggi, dialek Pariaman, dialek Pesisir Selatan, dan dialek Payakumbuh. Di daerah Pasaman dan Pasaman Barat yang berbatasan dengan Sumatera Utara, dituturkan juga Bahasa Batak dan Bahasa Melayu dialek Mandailing. Sementara itu di daerah kepulauan Mentawai digunakan Bahasa Mentawai.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->