Pengertian dan Karakteristik Jasa B.

Pengertian dan Karakteristik Jasa Pengertian jasa menurut pendapat para ahli antara lain : 1. Menurut Kotler (2000:428) “Jasa ialah setiap tindakan atau unjuk kerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak lain yang secara prinsip tidak berwujud dan menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Produksinya bisa dan bisa juga tidak terikat pada suatu produk.” 2. Menurut Zeithaml dan Bitner dalam Hurriyati (2005:28) ”Jasa pada dasarnya adalah seluruh aktivitas ekonomi dengan output selain produk dalam pengertian fisik, dikonsumsi dan diproduksi pada saat bersamaan, memberikan nilai tambah dan secara prinsip tidak berwujud (intangible) bagi pembeli pertamanya.” Berdasarkan pengertian jasa di atas, Tjiptono (2004:18) mengutarakan ada lima karakteristik utama jasa bagi pembeli pertamanya. 1. Intangibility (tidak berwujud) Jasa bebeda dengan barang. Bila barang merupakan suatu objek, alat, atau benda; maka jasa adalah suatu perbuatan, tindakan, pengalaman, proses, kinerja (performance), atau usaha. Oleh sebab itu, jasa tidak dapat dilihat, dirasa, dicium, didengar, atau diraba sebelum dibeli dan dikonsumsi. Bagi para pelanggan, ketidakpastian dalam pembelian jasa relatif tinggi karena terbatasnya search qualities, yakni karakteristik fisik yang dapat dievaluasi pembeli sebelum pembelian dilakukan. Untuk jasa, kualitas apa dan bagaimana yang akan diteriman konsumen, umumnya tidak diketahui sebelum jasa bersangkutan dikonsumsi. 2. Inseparability (tidak dapat dipisahkan) Barang biasa diproduksi, kemudian dijual, lalu dikonsumsi. Sedangkan jasa umumnya dijual terlebih dahulu, baru kemudian diproduksi dan dikonsumsi pada waktu dan tempat yang sama. 3. Variability / Heterogeneity (berubah-ubah) Jasa bersifat variabel karena merupakan nonstandarized output, artinya banyak variasi bentuk, kualitas, dan jenis tergantung kepada siapa, kapan dan dimana jasa tersebut diproduksi. Hal ini dikarenakan jasa melibatkan unsur manusia dalam proses produksi dan konsumsinya yang cenderung tidak bisa diprediksi dan cenderung tidak konsisten dalam hal sikap dan perilakunya. 4. Perishability (tidak tahan lama) Jasa tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan. Kursi pesawat yang kosong, kamar hotel yang tidak dihuni, atau kapasitas jalur telepon yang tidak dimanfaatkan akan berlalu atau hilang begitu saja karena tidak bisa disimpan. 5. Lack of Ownership Lack of ownership merupakan perbedaan dasar antara jasa dan barang. Pada pembelian barang, konsumen memiliki hak penuh atas penggunaan dan manfaat produk yang dibelinya. Mereka bisa mengkonsumsi, menyimpan atau menjualnya. Di lain pihak, pada pembelian jasa, pelanggan mungkin hanya memiliki akses personel atas suatu jasa untuk jangka waktu terbatas (misalnya kamar hotel, bioskop, jasa penerbagan san pendidikan).

Perbedaan Karakteristik Jasa Dibandingkan Produk Manufaktur: Implikasinya Terhadap Strategi Komunikasi Jasa

I. PENDAHULUAN Perusahaan yang menjalankan pemasaran modern membutuhkan lebih dari hanya sekedar mengembangkan produk dengan kualitas yang baik, ataupun memberikan harga yang menarik serta terjangkau oleh pelanggan sasaran (target market). Namun banyak aspek yang harus dipikirkan oleh perusahaan agar dapat bertahan dan memenangkan persaingan. Untuk itu perusahaan dituntut mampu menetapkan strategi pemasaran yang tepat, terutama berkaitan dengan pengimplementasian strategi bauran pemasaran. Strategi bauran pemasaran (marketing mix strategy) pada perusahaan manufaktur secara tradisional dilaksanakan dengan menetapkan 4P meliputi Product, Price, Place dan Promotion sedangkan pada perusahaan jasa bauran pemasaran / service marketing strategy modern dilakukan melalui 8P yaitu Product, Place (cyberspace and Time), Price, Promotion, Process, Productivity and Quality, People, Physical evidence yang merupakan pengembangan dari 4P tradisional. (Lovelock & Wright, 2002). Implementasi service marketing mix strategy tersebut tidak cukup tanpa diikuti oleh pergeseran paradigma pemasaran dari transactional menuju relationshi,p dimana pada akhirnya akan membawa implikasi yang sangat besar pula bagi perubahan objective / tujuan dari perusahaan jasa maupun manufaktur dewasa ini. Melalui pengembangan paradigma relationship, konsumen dipahami sebagai sentral dan bukan sebagai obyek, dengan demikian diharapkan akan tercipta suatu transaksi pembelian yang diikat dalam hubungan kemitraan (relasi) agar tercipta rebuying atau pembelian ulang. Untuk membina hubungan kemitraan atau relasi yang baik diperlukan komunikasi yang baik pula dengan pelanggan sasaran maupun pelanggan potensial. Dengan demikian setiap perusahaan, baik manufaktur maupun jasa tidak dapat menghindarkan diri dari peran sebagai komunikator dan promotor. Sebagai komunikator atau promotor perusahaan harus menyampaikan informasi secara efektif terutama berkaitan dengan penyampaian benefit atau manfaat produk atau jasa secara jelas, tepat sasaran maupun tepat intensitasnya. Perusahaan manufaktur modern perlu suatu sistem komunikasi pemasaran yang kompleks, demikian juga dengan perusahaan jasa. Komunikasi pemasaran antara perusahaan jasa dengan konsumennya dapat dilakukan dengan banyak cara, bahkan dengan cara yang sangat kreatif dibandingkan mengkomunikasikan produk manufaktur. Hal ini harus menjadi fokus perhatian utama, mengingat benefit dari jasa yang ditawarkan tidak bisa langsung dilihat oleh calon konsumennya. Alat komunikasi juga merupakan faktor yang sangat menentukan, karena alat komunikasi dapat menentukan pula bagaimana respon dari konsumen terhadap apa yang diinformasikan oleh perusahaan jasa. Perusahaan jasa dalam menjalankan peran sebagai komunikator mempunyai beberapa tugas, yaitu menginformasikan sekaligus memberikan wawasan pada konsumen tentang organisasi/perusahaan serta merek dan manfaat yang dapat diberikan, membujuk konsumen potensial untuk memanfaatkan jasa sebagai penyelesaian yang terbaik dari kebutuhan konsumen dibandingkan dengan pesaing, mengingatkan konsumen akan kemampuan perusahaan jasa maupun motivasi perusahaan tersebut serta memperbaiki hubungan pelanggan dengan menawarkan pengetahuan yang lebih banyak untuk mengoptimalkan penggunaan jasa tersebut. Kotler, 2000) Melihat begitu pentingnya peran komunikasi dalam perusahaan jasa, perlu direncanakan dengan matang strategi komunikasi yang tepat. Kesalahan fatal yang sering kali dilakukan oleh

Ketidakberwujudan dari tampilan jasa Pemahaman terhadap kenyataan bahwa jasa adalah kinerja atau proses dan bukan merupakan obyek adalah langkah awal untuk lebih memahami jasa itu sendiri. 1998. yaitu berangkat dari pemahanan bahwa karakteristik jasa berbeda dengan karakteristik produk manufaktur. Untuk itu pembahasan kali ini lebih ditekankan pada pelurusan pandangan yang salah tersebut. maka spesifikasi serta manufaktur yang tepat mengenai keseragaman kualitas sangat sulit untuk ditentukan (Parasuraman et all.perusahaan jasa adalah membuat strategi komunikasi yang sama dengan perusahaan manufaktur. Untuk itu dibutuhkan suatu obyek yang dapat digunakan untuk mengingat wujud fisik jasa tersebut yaitu phisical . 1990) Mengingat jasa tidak berbentuk atau berwujud. Terdapat enam perbedaan antara produk manufaktur dan jasa yaitu . hal ini harus benar-benar dipahami sebagai dasar strategi komunikasi itu sendiri. PERBEDAAN KARAKTERISTIK PRODUK DAN JASA : IMPLIKASI TERHADAP STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN JASA Mengembangkan strategi komunikasi pemasaran yang berbeda untuk mengkomunikasikan jasa (yang menawarkan produk tidak berwujud) adalah berbeda dengan strategi komunikasi untuk mengkomunikasikan produk manufaktur. II. Jasa lebih merupakan kinerja atau prestasi dan pengalaman dari bentuk obyek.) Beberapa perbedaan antara jasa dan produk manufaktur mempunyai implikasi yang sangat penting dalam komunikasi pemasaran jasa tersebut. (Kathleen Mortimer & Brian P. hal ini terutama untuk klasifikasi jasa yang sangat sedikit berhubungan dengan peralatan atau equipment . Dengan demikian diperlukan strategi pemasaran maupun strategi komunikasi yang berbeda dengan produk manufaktur. maka konsumen tidak mungkin melihat tampilan secara fisik ataupun mengambil contoh dengan menyentuh. Dengan demikian muncul kesulitan dalam mengkomunikasikan jasa. melihat. mencicipi. Ketidakberwujudan dari tampilan jasa Keterlibatan konsumen dalam proses produksi jasa Evaluasi terhadap jasa sangat sulit dilakukan oleh konsumen Kebutuhan untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan Pentingnya kontak secara personal dengan konsumen Kecilnya peran perantara. mendengar atau membaui suatu jasa pada saat dibeli.

Hal ini terjadi. ( Howard. Dengan demikian marketer jasa juga harus bertindak sebagai edukator. Permasalahan sering kali muncul. tentunya dikaitkan pula dengan kemungkinan biaya tenaga kerja yang dapat diturunkan ataupun dioptimalkan. Dimana inovasi ini. Meskipun konsumen sangat mengenal karakteristik dari jasa yang mereka konsumsi. 1981) Sebagai contoh simbol kangguru dipakai sebagai Phisical symbol perusahaan penerbangan Australia. 1989 ) Evaluasi terhadap Jasa sangat sulit dilakukan oleh konsumen.( Willim R & Leonard. mengingat komunikasi dengan konsumen sulit untuk dilakukan disebabkan oleh terbatasnya peluang atau kesempatan untuk melakukan kontak langsung dengan konsumen . namun merupakan hal yang sulit untuk melakukan evaluasi terhadap kualitas dari jasa Terutama untuk perusahaan jasa dengan kontak konsumen yang rendah ( low contact services) sulit sekali melakukan evaluasi terhadap kualitas jasa. Dorongan untuk meningkatkan produktivitas pada perusahaan jasa seringkali dikaitkan dengan inovasi teknologi. apabila peningkatan produktivitas ini tidak diimbangi oleh usaha-usaha untuk mempertahankan kualitas jasa. Untuk itu faktor manusia (people) masih memegang peranan yang cukup besar dalam jasa. 2000). Konsumen terbantu secara fisik mengingat keberadaan perusahaan penerbangan Australia tersebut melalui simbol kangguru.1989). (Leg and Barker. Dengan demikian komunikasi dari mulut ke mulut tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian informasi tentang benefit atau manfaat jasa. dapat disiasati . Kebutuhan untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan. (Brown James And Chekitan. menuntut perusahaan jasa memberikan layanan tambahan berupa pelatihan ataupun pemberian informasi yang lengkap tentang teknologi yang digunakan dalam proses jasa tersebut. Kebutuhan untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan berkaitan dengan demand management strategies yaitu bagaimana strategi perusahaan dalam mengelola atau mengatur aktivitas yang dapat meningkatkan permintaan pada saat peak periods ataupun memperpanjang kondisi high periods. 1997). 1992) karena mereka berperan pula dalam transfer pengetahuan tentang jasa itu sendiri. Untuk itu. Bentuk jasa yang mengharuskan konsumen aktif dalam proses transfer jasa yang dilengkapi dengan penggunaan teknologi. Permintaan rendah pada peak periods merupakan masalah serius pada industri jasa terutama yang mempunyai biaya tetap atau fixed cost tinggi seperti hotel. Dengan demikian komunikasi tidak cukup dilakukan melalui penyampaian benefit atau manfaat jasa. Banyak peluang yang bisa dioptimalkan oleh marketer untuk dapat melaksanakan strategi ini misalnya dengan memberikan discount harga. tetapi harus ditumbuhkan unsur edukasi dalam komunikasi tersebut sehingga benefit atau manfaat yang diharapkan dari jasa tersebut benarbenar sesuai dengan ekspektasi dari konsumen jasa. 1989). Maister. Proses word of mouth akan semakin terpercaya bila berupa komentar konsumen yang telah mengkonsumsi atau mengalami proses jasa (service delivery) jasa tersebut (David H. (Davis et all.symbol. Keterlibatan konsumen dalam proses produksi jasa. tapi lebih lagi dapat digunakan untuk membentuk persepsi konsumen yang baik dan kuat tentang jasa tersebut. Peranan iklan dalam menilai kualitas jasa dapat dioptimalkan dengan melakukan word of mouth ( Haywood.

Mengingat karyawan dapat intens memanfaatkan waktu dalam proses transfer jasa untuk mengkomunikasikan benefit atau manfaat jasa. Dengan demikian komunikasi sangat berperan dalam menginformasikan penetapan strategi discount dengan tujuan menyeimbangkan penawaran dan permintaan jasa. asuransi tetap membutuhkan agen-agen untuk menjadi perantara dalam memasarkan jasa mereka. STRATEGI KOMUNIKASI JASA : IMPLEMENTASI BAURAN KOMUNIKASI JASA (MARKETING COMMUNICATIONS MIX SERVICE) Bauran Komunikasi jasa memiliki komponen yang lebih luas dan lengkap dibandingkan dengan bauran komunikasi produk manufaktur. Hal ini mendukung konsep bahwa jasa memang berbeda dengan produk manufaktur. Untuk itu banyak perusahaan yang mengupayakan agar proses jasa lebih tangible (berwujud) dan lebih personalised (personal). dua elemen tambahan dalam bauran komunikasi jasa tersebut mengarah pada usaha untuk memperkecil dampak negatif karakteristik jasa. Intermediaries atau perantara seperti retail/pengecer sering mempunyai peran yang cukup penting dalam mempromosikan produk manufaktur pada konsumen dan sekaligus memberikan informasi tentang karakteristik produk manufaktur. Pada jenis jasa dimana kontak dengan pelanggan sangat besar (High contact services). Namun demikian. Terlihat dari adanya 2 elemen tambahan dalam bauran komunikasi jasa jika dibandingkan dengan bauran komunikasi produk manufaktur. bukan dengan tujuan penuruan kualitas jasa itu sendiri. III.dengan menawarkan discount harga maupun penawaran service tambahan misalnya . terdapat peran perantara yang sangat minimal. gratis penggunaan fasilitas hotel. tentunya disertai upaya untuk membentuk persepsi yang baik terhadap kualitas jasa yang diberikan. sarapan pagi dll agar akumulasi konsumen pada high periods dapat disebar untuk mengisi kekosongan demand konsumen pada low periods hal ini sama artinya dengan memperpanjang kondisi high periods atau peak periods dari jasa tersebut. karyawan yang berhubungan langsung dengan konsumen merupakan sentral dari proses transfer jasa (service delivery). Jasa memiliki keterbatasan yang bersumber dari karakteristik jasa yang berbeda dengan produk manufaktur terutama dalam tangibility (keberwujudan). Oleh sebab itu. beberapa perusahaan jasa seperti jasa angkutan (travel). Pentingnya kontak secara personal dengan konsumen. khususnya karakteristik jasa berupa keterbatasan dalam tangibility . Tambahan elemen tersebut adalah instructional material dan corporate design.2002).Pada perusahaan jasa dengan kontak konsumen tinggi (high contact services). Kecilnya peran perantara. (Tabel 1). karyawan dapat bertindak sebagai pelengkap dari usaha-usaha promosi perusahaan. Tetapi jasa tidak dapat disamakan dengan produk manufaktur karena perusahan jasa akan langsung menjual pada pelanggan. Berarti dalam jasa. Oleh karena peran perantara hampir tidak ada dalam jasa. Perusahaan jasa dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok yaitu : high contact services dan low contact services (lovelock. diperlukan komunikasi lebih intensif untuk menginformasikan benefit dan value dari jasa tersebut.

hal ini dilakukan pula pada perusahaan produk manufaktur. terlihat bahwa bauran komunikasi jasa mempunyai elemen yang lebih kompleks dibandingkan bauran komunikasi produk manufaktur yang pada umumnya hanya terdiri personal selling. pemasar tetap membutuhkan pemahaman tentang pasar sasaran yang dituju (target market). Christopher & Wright. sedangkan instructional material dan corporate design diperlukan sebagai elemen penting dalam bauran komunikasi jasa mengingat sifat dan karakteristik jasa yang membutuhkan bentuk komunikasi yang dapat menonjolkan keberwujudan jasa (tangibilizing) jasa tersebut. Principles Service Marketing and Management. Berdasarkan tabel 1 di atas. Sedangkan elemen–elemen komunikasi yang dipilih akan berbeda tergantung beberapa hal dibawah ini yaitu. 2002. Pearson Education. New Jersey. dan publisitas. Bauran komunikasi jasa ditunjukkan dalam tabel 1 Tabel 1 Bauran Komunikasi Jasa Personal Advertising Sales Publicity Instructional Materials Web Sites Corporate Design Signage Communications Selling Broadcast Promotion Sampling Press Customer Service Training Word of mouth (Other customers) Print Coupons Releases Press Manuals Conferences Interior Design Internet Outdoor Discounts Sign-up Rebates Special Brochures Vehicles Events Trade Shows VideoEquipment Exhi-bitions Audiocassettes Sponsorship Software/ CD-ROM Voice Mail Stationery Retail Display Gifts Cinema/Theater Prize Promotions Telemarketing Direct Mail Uniforms Sumber : Lovelock. Proses tangibilizing jasa atau proses menambah keberwujudan jasa. . sales promotion. dapat dilakukan dengan bantuan dua elemen komunikasi ini. Dalam pengimplementasian bauran komunikasi jasa (service communications mix). advertising. Lauren.(keberwujudan). Second Edition .

service personnel and equepment and facilities (Lovelock & Wright. Menarik perhatian dari konsumen melalui penekanan pada simbol yang nyata: untuk membuat jasa yang tidak nyata menjadi lebih nyata. elemen yang efektif membantu tujuan ini adalah advertising maupun personal selling. Sedangkan Low contact services : service that require minimal or no direct contact between customers and the service organization (Lovelock & Wright . misalnya perusahaan asuransi menggunakan simbol payung (sebagai alat perlindungan ) dan dapat dipilih bauran komunikasi : instructional material dan corporate design sebagai pilihan yang efektif mencapai tujuan tersebut. spa. Klasifikasi Jasa. contoh jasa dengan klasifikasi ini adalah jasa service mobil.a. Dengan demikian untuk klasifikasi jasa low contact services dibutuhkan elemen bauran komunikasi yang lebih menonjolkan keberwujudan jasa seperti instructional material maupun corporate design. High contanct services : service that involve significant interaction among customers. jasa konsultasi manajemen.Tujuan Komunikasi. 2002) dapat diartikan sebagai klasifikasi jasa yang mempunyai interaksi yang signifikan atau intensitas tinggi terhadap pelanggan. Beberapa tujuan komunikasi dapat ditetapkan sebagai berikut : Menciptakan kesadaran mengenai penawaran baru. Klasifikasi jasa yang membutuhkan kontak pelanggan dengan intensitas tinggi memungkinkan adanya interaksi yang cukup dengan pelanggannya. b. jasa restoran ataupun katering. Komunikasi intens diarahkan untuk memperkenalkan jasa baru.(tangible). Hal sebaliknya terjadi pada klasifikasi jasa low contact services . Pemasar mempunyai tujuan yang berbeda dalam mengkomunikasikan jasanya. peralatan dan fasilitas pendukung proses jasa. Meningkatkan customer repeat order . Perusahaan atau marketer dapat melakukan komunikasi dengan penekanan pada simbol. termasuk penampilan dari karyawan dan barang berwujud lainnya yang mendukung. Masing-masing tujuan komunikasi membutuhkan implementasi bauran komunikasi yang berbeda. tagihan dan kartu nama) yang dapat dikategorikan dalam instructional material. Untuk itu perlu dipikirkan penggunaan bauran komunikasi yang berbeda untuk setiap klasifikasi jasa diatas sehingga tujuan dari komunikasi pemasaran jasa dapat tercapai. termasuk didalamnya lingkungan fisik dari fasilitas jasa. dengan demikian membuka kesempatan front liner services mengkomunikasikan value/benefit dari jasa tersebut . Jasa dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok yaitu high contact services dan low contact services.2002) dapat diartikan klasifikasi jasa yang membutuhkan kontak pelanggan dengan intensitas yang rendah. seperti (alat tulis/stationari. . Menciptakan citra perusahaan yang kuat : Satu cara untuk menciptakan suatu citra adalah dengan mengelola bukti. contoh jasa dengan klasifikasi ini adalah jasa salon.

Jika konsumen tidak dibekali dengan aspek edukasi yang baik. Klasifikasi jasa ini mengharuskan konsumen mandiri dalam services delivery atau proses jasa. Hal ini penting. Strategi komunikasi pemasaran jasa atau disebut juga dengan bauran komunikasi jasa (service promotion mix) lebih kompleks dibandingkan dengan bauran promosi produk manufaktur. corporate design. PENUTUP Karakteristik jasa yang berbeda dengan karakteristik produk manufaktur menyebab perbedaan yang cukup nyata dalam perencanaan. Sebagai contoh jasa asuransi. maupun nilai kesehatan). hal ini sedikit disinggung dalam tulisan diatas dan akan coba diperjelas dalam bahasan ini. yaitu jasa yang melibatkan equipment. (terutama jika jasa dengan resiko tinggi. dan value jasa tanpa menonjolkan aspek persuasi di dalamnya. terlebih pada strategi komunikasi jasa. benefit. bahkan upaya untuk menjadikan jasa egual atau sama persis dengan produk manufaktur menyebabkan kesalahan fatal dalam penentuan strategi komunikasi jasa. dimana ciri khas yang menjadi perhatian dan fokus strategi komunikasi jasa adalah kemampuan perusahaan untuk menyampaikan benefit jasa tersebut secara utuh melalui instruction manual. ASPEK EDUKASI DALAM STRATEGI KOMUNIKASI JASA. Intensitas kebutuhan terhadap edukasi sangat dirasakan oleh jasa dengan klasifikasi low contact services. dengan tidak dapat melepaskan . mengingat seringkali karakteristik jasa mempunyai implikasi negatif terhadap pelaksanaan strategi pemasaran khususnya komunikasi jasa . Dalam implementasinya. kekhawatiran bahwa konsumen akan tidak terpenuhi ekspektasinya setelah mereka merasakan benefit jasa tersebut dimungkinkan terjadi. Edukasi merupakan aspek yang penting dalam komunikasi jasa. lebih pada proses pembekalan pengetahuan bagi konsumen tentang proses jasa. Perancangan instruction manual maupun corporate design yang handal memungkinkan proses komunikasi jasa dapat berjalan dengan baik dan meminimalkan negatif effect dari karakteristik jasa itu sendiri. marketer harus menjunjung unsur obyektifitas yang tinggi dalam mengkomunikasikan benefit dari jasa tersebut sehingga arpek edukasi benar-benar dapat terwujud melalui proses pemikiran secara rasional dari konsumen jasa tersebut. implementasi maupun penanganan strategi komunikasi jasa itu sendiri. bukan berarti strategi komunikasi jasa harus disamakan dengan strategi komunikasi produk manufaktur. pilihan terhadap bauran komunikasi jasa yang dipakai akan tergantung pada : klasifikasi jasa dan tujuan komunikasi jasa . Edukasi dalam komunikasi jasa. sukar sekali mengkomunikasikan benefit jasa asuransi tanpa melakukan edukasi terhadap pentingnya manfaat asuransi bagi manusia moderen yang seringkali dihadapkan pada berbagai resiko dalam menjalankan aktivitas dan kehidupannya. tentunya dengan dorongan komunikasi pemasaran yang efektif terutama personal communication. V. Keinginan untuk menambah keberwujudan / tangibilizing jasa penting untuk dilakukan. Kurangnya pemahaman terhadap karakteristik jasa tersebut. Namun sekali lagi. karena dalam proses edukasi. IV.Sebagai akibat dari kepuasan yang dirasakan oleh pelanggan dimungkinkan terjadi pengulangan pemesanan.

agar lebih mudah dalam mempertemukan ekspektasi konsumen dengan benefit maupun value yang ditawarkan oleh perusahaan jasa.unsur edukasi dalam komunikasi. .

Kemudian bervariasi. yaitu intangible atau tidak terlihat. yaitu : 1. Setelah itu jasa akan hilang. Namun dalam pemasaran jasa yang sebagian besar berhubngan langsung dengan manusia sehingga membuat perbedaan atas hasil kepuasan pelanggan. Kedua adalah jasa yang menghadirkan klien. contohnya adalah perusahaan jasa travel yang menjual jasa transportasi disertai produk tambahan misalnya makanan yag disajikan dengan merek tertentu. Berbeda halnya dengan produk yang dapat dimiliki setelah transaksi terjadi. contohnya penjualan produk komputer dimana pelanggan membutuhkan instaasi atau servis komputer yang sudah dibelinya. Beberapa hal berikut merupakan karakteristik dari jasa. Penawaran barang berwujud disertai jasa.Definisi jasa Pengetian Jasa Jasa adalah semua tindakan atau kegiatan yang dapat tawarkan oleh satu pihak kepada pihak lainnya yang tidak berwujud dan tidak menyebabkan kepemilikan apapun. contohnya adalah jasa pencucian mobil yang menggunakan tenaga orang juga mesin. contohnya adalah penawaran makan direstaurant dimana pelanggan memesan makan disertai dengan kebutuhan pelayanan yang memuaskan. karena jasa hanya ada ketika proses transaksi antara penyedia jasa dan pelanggan berlangsung. Penawaran Jasa murni. antara jasa yang disediakan dengan penyedia jasa. Strategi Pemasaran Perusahan Jasa salah satunya dapat dilihat dari bauran pemasaran yaitu product. dalam hal ini adalah standar nilai dari suatu jasa terhadap pelanggan adalah berbeda-beda. dalam arti bahwa penjualan jasa tidak dapat dilakukan tanpa kehadiran klien. Sifat dan klasifikasi Jasa Penawaran jasa dibedakan dalam lima kategori. shampo. 3. Dan yang terakhir adalah Jasa yang berbeda dalam tujuan dan kepemilikannya. Untuk itu pemasaran jasa perlu memperhatikan unsur lainnya yaitu people. dimana porsi antara produk dan jasanya seimbang. physical evidence dan process. misalnya saja jasa cukur rambut. contohnya adalah akan brbeda pelayanan antara dokter pribadi dan dokter umum ditinjau dari kekhususan pelayanannya. Campuran. Tidak terpisahkan. price. contohnya adalah sabun. ketiga adalah jasa yang memiliki porsi berbeda-beda dalam penjualannya sesuai dengan kebutuhan. Jasa Utama disertai barang tambahan. 2. contoh yang sering ditemui adalah pelayanan jasa cukur rambut ( salon kecantikan ). Dari physical evidence yang telah terbentuk memungkinkan untuk peningkatan jumlah pelanggan yang ingin menggunakan jasa layanan yang sama. 4. Kualitas jasa atau layanan merupakan tingkat kesenjangan antara harapan atau keinginan pelanggan dengan persepsi atau performansi yang telah mereka rasakan. Selain itu Jasa dapat dibedakan dalam empat kategori. . Pelayanan yang baik dari penyedia jasa ( people ) akan membentuk suatu physical evidence pada pelanggan akibat process pemberian jasa yang dilakukan sangat baik. place atau distribution dan promotion sangat membantu dalam pemasaran suatu produk. pertama berbasis orang / peralatan. Penawaran barang berwujud murni. Dan yang terakhir adalah Mudah lenyap. 5.

Kesenjangan terjadi antara spesifikasi mutu dengan cara penyampaian jasa 4. Teknologi ini sangat membantu sektor jasa untuk mengelola bisnisnya secara efisien sesuai dengan semangat cost cutting. Untuk menghindari kegagalan dalam penyampaian jasa. pemerintah dan sosial budaya. sehingga karyawan menjadi ujung tombak keberhasilan jasa. globalisasi. ekonomi. pelayanan jasa. Kesenjangan terjadi antara persepsi manajemen dan spesifikasi mutu jasa. pengurangan biaya. Kesenjangan yang terjadi antara jasa yng dialami dengan jasa yang diharapkan (persepsi konsumen). Definisi Pemasaran Jasa Jasa yang berbeda dengan good (produk) karena secara kasat mata tidak dapat dilihat menimbulkan berbagai permasalahan dalam mengembangkan strategi pemasaran. diantaranya sebagai berikut : 1. inseparability (tidak dapat dipisahkan antara produksi dan konsumsi). Tetapi dengan perkembangan . Selain itu meningkatnya sektor jasa juga dipicu beberapa faktor pendorong yaitu: meningkatnya tuntutan konsumen terhadap kualitas. people based (sangat tergantung pada kinerja karyawan) dan contact customer (hubungan dengan konsumen secara langsung). Perkembangan sektor jasa kedepan akan menunjukkan pertumbuhan signifikan karena adanya perkembangan teknologi internet. 3. digitalisasi dan komunikasi sehingga jarak bukan merupakan kendala karena komunikasi dan informasi dapat dijalin melalui click mouse. Diantara faktor lingkungan tersebut. Kesenjangan terjadi antara harapan konsumen dan persepsi manajemen. maka perkembangan teknologi (informasi dan komunikasi) oleh banyak kalangan dikatakan sebagai faktor lingkungan yang paling banyak mempengaruhi sektor jasa. perlu diperhatikan kesenjangan-kesenjangan yang mungkin terjadi. Selain kesenjangan ternyata perubahan faktor lingkungan juga mempengaruhi perkembangan sektor jasa. Karakteristik unik yang dimiliki oleh jasa memiliki esensi utama yaitu perlunya keterlibatan secara langsung karyawan dalam delivery process. Ada enam karakteristik jasa yang perlu diperhatikan oleh penyedia jasa yaitu intangibility (tidak nampak). teknologiinovasi. Seperti yang dikemukakan oleh Kotler bahwa jasa merupakan setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain. peningkatan produksi dan berkembangnya organisasi Nirlaba. Contoh. pesaing.Mengelola Mutu Jasa Terdapat suatu strategi yang dapat ditempuh dalam memenangkan persaingan dengan pesaing usaha yaitu dengan cara menyampaikan layanan yang bermutu tinggi secara konsisten dibanding para pesaing dan lebih tinggi daripada harapan pelanggan. antara lain adalah:konsumen. 2. pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. padahal pasien menginginkan pelayanan perawat yang baik. manajemen rumah sakit menganggap pasien menginginkan menu makanan yang disajikan enak. Perishability (tidak dapat disimpan). Heteroginity (bervariasi). konsumen internal. Kesenjangan terjadi antara penyampaian jasa dan komunikasi internal. 5.

Oleh karena sangat penting artinya bagi perusahaan untuk mengetahui harapan pelanggan dalam penyampaian pelayanan berkualitas. Sampai dimana perusahaan dapat memenuhi harapan pelanggan akan berpengaruh terhadap persepsi kualitas jasa. not as a number. keputusan pembelian dan keputusan sesudah pembelian. Harapan konsumen terdiri dari dua tingkatan yaitu harapan tertinggi (desired . Proses keputusan konsumen tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Penyesuaian terhadap budaya ini menjadi sangat penting karena munculnya peluang pasar di era globalisasi. pencarian informasi. Perilaku konsumen dapat dipengaruhi oleh faktor budaya. Untuk memperkuat segmentasi pasar. Oleh karena itu perusahaan jasa perlu mengembangkan satu positioning yang membedakan tawarannya (offering) kepada pasarnya. Misalnya: bisnis perbankan pada saat ini menggunakan ATM (Anjungan Tunai Mandiri) untuk membantu konsumen melakukan self service berbagai keperluan yang berkaitan dengan keuangan mereka. Perilaku Pelanggan dalam Jasa Keputusan konsumen memilih atau membeli jasa sangat tergantung pada bagaimana penyedia jasa dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh dalam setiap tahapan proses keputusan konsumen. Untuk ini penyedia jasa harus memperhatikan dan mulai melakukan penyesuaian terhadap perbedaan budaya across border market Segmentasi dan Target Pasar Treat as individual. evaluasi alternatif. Dengan kata lain perlakukan konsumen dengan cara baik dan benar sehingga dapat memenuhi kebutuhan dengan baik. Harapan Konsumen Terhadap Jasa Memahami harapan konsumen menjadi salah satu kunci keberhasilan bagi penyedia jasa. Jika harapan tidak sesuai. tetapi melalui berbagai tahapan yang dimulai dari pengenalan kebutuhan. Harapan sering dinyatakan sebagai titik acuan (point of reference) Perbandingan antara apa yang dirasakan dengan yang diharapkan. vJika demikian maka penyedia jasa harus mulai memperhatikan arti penting segmentasi dalam upaya memikat hati konsumen melalui pemenuhan kebutuhan secara baik. maka profit dan keuntungan tinggal soal waktu. maka konsumen akan kecewa dan kemungkinan pindah ke produk jasa pesaing. itu merupakan kata hati pelanggan dimanapun. Jika itu dapat dilakukan penyedia jasa maka hati pelanggan akan menjadi terpikat. Positioning dan Differensiasi Produk Jasa Banyak perusahaan jasa mengenalkan satu atau beberapa diferensiasi namun gagal karena positioningnya kurang kuat. perlu dilakukan targeting untuk dapat membidik kelompok konsumen yang lebih spesifik.teknologi ketergantungan terhadap karyawan dapat dieliminasi dan direct customer contact yang sangat costly dapat dikurangi.

training dan pelatihan. Di antara tingkatan itu ada zona toleransi yaitu konsumen mau menerima variasi dan heteoginitas produk jasa. Penentuan produk jasa dapat dikaitkan dengan konsep . yaitu dengan melihat 3 (tiga) komponen yang dapat menjadi pertimbangan yaitu biaya. memperhatikan pengaruh dari langkah awal kualitas pelayanan dan investas dan menawarkan pekerjaan berdasarkan data untuk pelayanan utama yang baik dan pelayanan sederhana yang benar. keinginan dan harapan konsumen. melibatkan pengetahuan tentang apa yang dilakukan pada banyak bidang seperti tekhnologi. sehingga dapat memenuhi kebutuhan. Peningkatan Kualitas Jasa Melalui Sistem Informasi Pelanggan-Riset Pemasaran Sistem informasi kualitas pelayanan membantu perusahaan meningkatkan penyampaian kualitas jasa yang optimal. Strategi mana yang dipilih sangat tergantung pada situasi masingmasing perusahaan. mengidentifikasikan prioritas perbaikan pelayanan dan memberikan pedoman dalam mengambil keputusan alokasi sumber daya. Dengan mengembangkan sistem informasi kualitas pelayanan yang efektif maka perusahaan dapat memperoleh manfaat yaitu: mendorong dan memungkinkan manajemen untuk menyatukan suara-suara konsumen dalam membuat keputusan. Selain itu penyedia jasa dapat memilih alternatif strategi produk jasa yaitu: melakukan penetrasi pasar. assurance. menemukan prioritas pelayanan konsumen. Untuk mengukur seberapa jauh konsumen dapat merasakan kualitas jasa maka Parasuraman dan Zeithalm. seleksi pegawai. Keunggulan suatu produk jasa tergantung keunikan serta kualitas yang diperlihatkan oleh jasa tersebut. sistem pelayanan. pengembangan produk jasa dan diverifikasi. sehingga dapat menghasilkan produk jasa yang mampu memberikan solusi bagi pelanggan. Strategi Harga Jasa Penentuan harga produk jasa harus melihat dari perspektif konsumen dan pasar. dan sistem penggajian.service) dan harapan minimum (adequacy service). Jasa secara spesifikasi harus market oriented serta memperhatikan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Persepsi Pelanggan Terhadap Jasa vAspek intangibility yang menyebabkan produk jasa hanya dapat dirasakan telah menyebabkan kualitas pelayanan (service quality) sangat menentukan. untuk dapat menghasilkan total offering secara optimal. Dengan mengembangkan jasa-jasa pendukung suatu produk jasa akan mempunyai keunggulan bersaing sebagai senjata untuk survive. empati. tangible dan responsiveness. Sistem ini membantu memperbaiki pelayanan dalam organisasi sangat komplek. nilai dan kompetisi. mengemukakan 5 dimensi yaitu reliability. Produk Jasa Konsep produk jasa harus dilihat sebagai suatu bundle of activities antara produk jasa inti dan jasa-jasa pendukung. pengembangan pasar. Bagi penyedia jasa yang akan melakukan diversifikasi harus memanfaatkan teknologi dan melakukan inovasi.

khususnya pada industri yang bergerak dibidang teknologi. PR (public relation). tetapi juga sangat bermanfaat untuk mempengaruhi dan membujuk konsumen untuk membeli jasa perusahaan dibanding pesaing. promosi penjualan (sales promotion). elastisitas dan struktur biaya. Pemilihan saluran distribusi yang dapat digunakan perusahaan jasa adalah: agen penjualan. dimana jasa berubah dengan sangat cepat.net value. Sedangkan tahap implementasi terdiri dari beberapa langkah . Peran perantara dalam hal ini menjadi penting tidak hanya berkaitan dengan keputusan pemilihan channel (saluran) yang digunakan tetapi juga keputusan mengenai pemilihan lokasi dimana perusahaan harus beroperasi. Ada 3 (tiga) faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan harga yaitu persaingan. Untuk melakukan kegiatan promosi ini dengan optimal perusahaan jasa dapat menggunakan bauran promosi yang terdiri dari periklanan (advertising). Fleksibilitas ini diperlukan untuk mempercepat proses. Perusahaan Dagang Untuk mempercepat pengembangan jasa baru maka proses linier dimana antar tahapan berjalan saling berurutan menjadi tidak efisien. pengembangan konsep dan evaluasi dan analisis bisnis. franchise dan agen pembelian. informasi dari mulut ke mulut (word of mouth). konsumen didatangi penyedia jasa atau ada mediator (kepanjangan tangan) antara penyedia jasa dan konsumen. Penyedia jasa dapat memilih banyak alternatif dalam menentukan harga yang tepat sesuai dengan produk jasa yang ditawarkan. Dalam penentuan lokasi ada tiga pertimbangan penting yang harus diperhatikan perusahaan jasa yaitu: konsumen mendatangi penyedia jasa. semakin besar manfaat yang dirasakan dibanding biaya yang dikeluarkan akan dinilai konsumen sebagai positif value. agen/broker. Banyak perusahaan memutuskan untuk mempercepat pengembangan jasa baru dengan cara mengembangkan produk jasa secara fleksibel dimana tahapan dilakukan secara fleksibel. Penjualan Langsung (personal selling). strategi pengembangan jasa baru. Promosi dan Edukasi Promosi pemasaran berperan bagi perusahaan jasa tidak hanya sekedar memberikan informasi penting mengenai produk jasa yang ditawarkan perusahaan. penerapan ide. Perantara Pemasaran Salah satu faktor penentu keberhasilan perusahaan jasa adalah bagaimana delivery proses produk jasanya dapat berjalan secara efektif. dan publikasi. Pada tahap front end planning ada beberapa langkah yang dapat dipergunakan yaitu strategi pengembangan bisnis. Pemasaran Langsung (direct marketing). Tahapan pengembangan jasa baru dapat dilihat pada tahapan berikut Pada pengembangan jasa baru ada dua tahapan inti yaitu perencanaan (front end planning) dan tahap implementasi.

Penyajian Jasa Keberhasilan penyedia jasa dalam penyajian jasa sangat tergantung pada peran beberapa pihak seperti karyawan. berperan memfasilitasi unjuk kerja atau tindakan-tindakan individual maupun interdependen dari orang-orang yang berada di lingkungan servicescape.yaitu: pengembangan jasa dan pelayanan. . yaitu konsumen dan karyawan.1:15am — godam64 A. harga. dapat membedakan perusahaan jasa dari pesaing serta menjadi tanda dari segmen pasar mana yang dituju. Dengan pihak perantara hubungan baik dapat dikembangkan dengan pembagian tugas dan tanggung jawab dan pembagian keuntungan yang jelas. konsumen dan perantara. place. Bukti Fisik Jasa (Phisical Evidence) Bukti jasa dapat dibagi menjadi tiga yaitu yaitu orang (people). Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga . Harga adalah suatu nilai tukar dari produk barang maupun jasa yang dinyatakan dalam satuan moneter. Definisi/Pengertian Harga. Ketiga elemen ini berkaitan dan saling mendukung keberhasil dalam menciptakan image kualitas jasa. sebagai paket dari jasa yang ditawarkan dalam suatu cara yang berbeda dengan cara menawarkan barang. price. 09/05/2008 . Definisi / Pengertian Harga (Price) Harga merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam pemasaran suatu produk karena harga adalah satu dari empat bauran pemasaran / marketing mix (4P = product. Bukti fisik berperan penting bagi penyedia jasa dalam membantu sosialiasi. Tanda-tanda bukti fisik yang harus diberikan penyedia jasa juga dapat memberikan kesempatan untuk memberikan pesan-pesan yang kuat dan konsisten berkenaan dengan karatkteristik jasa dan apa ingin ditampilkan atau dicapai kepada segmen pasar sasaran. promotion / produk. promosi). Selain people dan process. proses (process) dan bukti fisik (physical evidence). komersialisasi dan evaluasi. maka peran bukti fisik jasa menjadi penting untuk mengeliminasi aspek intangibility (ketidak nampakan) karena pelanggan seringkali melihat pada petunjuk-petunjuk yang bersifat tangibles dalam bentuk bukti fisik (phisical evidence). test pasar. distribusi.Manajemen Pemasaran Fri. mengurangi konflik dan motivasi. Dengan pihak konsumen penyedia jasa harus dapat memanfaatkan mereka sebagai co-production tanpa membebani konsumen. Membina hubungan baik dengan karyawan dapat dilakukan dengan meningkatkan kompensasi. Untuk itu perusahaan harus dapat membina hubungan (relationship) yang baik atas dasar prinsip winwin situation untuk mendorong dan mengoptimalkan kinerja mereka.

Menguasai Pangsa Pasar Dengan menetapkan harga rendah dibandingkan produk pesaing. 3. C. pembelian bahan baku. Contoh : untuk gaji/upah karyawan. Cara / Teknik / Metode Penetapan Harga Produk 1. biaya transportasi. dan lain-lain.Presentation Transcript . Menetapkan harga terlalu tinggi akan menyebabkan penjualan akan menurun. 5. Mempertahankan perusahaan Dari marjin keuntungan yang didapat perusahaan akan digunakan untuk biaya operasional perusahaan. 2. dan lain sebagainya. persaingan. Tujuan Penetapan Harga 1. Pendekatan Permintaan dan Penawaran (supply demand approach) Dari tingkat permintaan dan penawaran yang ada ditentukan harga keseimbangan (equilibrium price) dengan cara mencari harga yang mampu dibayar konsumen dan harga yang diterima produsen sehingga terbentuk jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan. namun jika harga terlalu rendah akan mengurangi keuntungan yang dapat diperoleh organisasi perusahaan. Pendekatan Biaya (cost oriented approach) Menentukan harga dengan cara menghitung biaya yang dikeluarkan produsen dengan tingkat keuntungan yang diinginkan baik dengan markup pricing dan break even analysis. STRATEGI PROMOSI I . tagihan air bawah tanah. Menggapai ROI (Return on Investment) Perusahaan pasti menginginkan balik modal dari investasi yang ditanam pada perusahaan sehingga penetapan harga yang tepat akan mempercepat tercapainya modal kembali / roi. Mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya Dengan menetapkan harga yang kompetitif maka perusahaan akan mendulang untung yang optimal. dapat mengalihkan perhatian konsumen dari produk kompetitor yang ada di pasaran. Mempertahankan status quo Ketika perusahaan memiliki pasar tersendiri. 3. sosial budaya. untuk bayar tagihan listrik. B. 4. maka perlu adanya pengaturan harga yang tepat agar dapat tetap mempertahankan pangsa pasar yang ada. 2.Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dari penjualan produknya baik berupa barang maupun jasa. Pendekatan Pasar (market approach) Merumuskan harga untuk produk yang dipasarkan dengan cara menghitung variabel-variabel yang mempengaruhi pasar dan harga seperti situasi dan kondisi politik.

strategi penentuan harga. dan strategi distribusi)  Promosi akan mempercepat penyampaian strategi pemasaran kepada konsumen. 1996 3. Empat metode promosi sbb :  Iklan  Penjualan perorangan  Promosi penjualan  Hubungan masyarakat o Beberapa metode tsb dapat digunakan tersendiri maupun bersamaan tergantung target pasar yang dikehendakinya.  Diferensiasi produk tidak akan dikenal baik oleh konsumen jika tidak dipromosikan. BPFE UGM. 6. LATAR BELAKANG & TUJUAN (lanjutan) o Promosi adalah tindakan menginformasikan atau mengigatkan pelanggan mengenai suatu produk/merek tertentu.  Bagaimana cara menyalurkan produk tersebut kepada konsumen.  Strategi discount tidak akan diketahui oleh konsumen tanpa promosi.  Bagaimana mengatasi kondisi persaingan Indriyo Gitosudarmo. VIIa STRATEGI PROMOSI TEGUH WIYONO BUDI PRASETYO STMIK AKAKOM YOGYAKARTA 2. Pengantar Bisnis.  Bagaimana cara promosi/mengkomunikasikan produk tersebut kepada konsumen. Tanpa promosi maka strategi ini akan sulit untuk sampai kepada konsumen. BAURAN PROMOSI (PROMOTION MIX) o Bauran metode promosi yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan penerimaan produk-produknya. o IKLAN ( Advertising ) o Presentasi penjualan yang bersifat non personal yang dikomunikasikan dalam bentuk media atau non media dengan tujuan untuk mempengaruhi sejumlah besar pelanggan. 5.  Perhitungan berapa banyak kebutuhan akan produk tersebut. . o Hakikat fungsi pemasaran secara luas :  Perumusan jenis produk yang diinginkan konsumen. 2007 4.1.  Seberapa tinggi harga harus ditetapkan sehingga cocok dengan kondisi konsumennya.. Promosi Meningkatnya permintaan akan barang dan jasa Meningkatnya penjualan Meningkatnya laba Meningkatnya Nilai Promosi dengan dampak positif yang diharapkan Jeff Madura. LATAR BELAKANG o Promosi adalah bagian dari rangkaian kegiatan pemasaran. LATAR BELAKANG & TUJUAN (lanjutan) o Promosi digunakan untuk mendukung berbagai strategi pemasaran lainnya (strategi produk. Introduction To Business.  Produk berkualitas diberi harga wajar akan sulit laku apabila tidak dipromosikan sehingga konsumen tahu keberadaannya.

Internasional Internet Lokal. BENTUK-BENTUK IKLAN : Lokal. misi lingkungan. Internasional E-mail Nasional. Untuk itu sebelum Anda memulai sebuha usaha. (misal dikemas dalam layanan masyarakat. pilih terlebih dahulu tempat usaha yang paling .  Iklan pengingat ( reminder advertising ) : mengingatkan keberadaan produk kepada pelanggan. Nasional Telemarketing Lokal. adanya pemilihan lokasi usaha yang strategis menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan pemasaran dari sebuah usaha. 2007 7. 8. Jenis iklan yang dimanfaatkan :  Iklan industri ( industry advertising ) : Presentasi penjualan nonpersonal mengenai produk industri tertentu :  Kelompok industri / asosiasi perindustrian mengiklankan produk-produknya untuk meningkatkan permintaan produkproduk dalam industri tersebut. minum susu. Semakin strategis lokasi usaha yang dipilih. dll) 9.o Beberapa alasan memanfaatkan iklan :  Meningkatkan citra merek produk tertentu  Iklan merek (strategi iklan komparatif dan iklan pengingat)  Meningkatkan citra lembaga  Iklan Institusional  Meningkatkan citra industri  Iklan Industri Jeff Madura. Nasional Khusus (media khusus) Lokal Transportasi Lokal Luar ruangan Lokal. Nasional Televisi Lokal Radio Nasional Majalah Lokal Surat Kabar AREA YANG MENJADI TARGET BENTUK-BENTUK IKLAN Strategi pemilihan tempat usaha Dalam strategi pemasaran. Begitu juga sebaliknya. Nasional Surat langsung Nasional. Beberapa alasan memanfaatkan iklan (lanjutan) o Meningkatkan citra Industri.  Iklan ditampilkan untuk pencitraan perusahaan secara keseluruhan tanpa memusatkan pada produk tertentu. Jenis iklan yang dimanfaatkan :  Iklan institusional ( institutional advertising ) : Presentasi penjualan nonpersonal mengenai sebuah lembaga. Introduction To Business. dll) 10. Beberapa alasan memanfaatkan iklan (lanjutan) o Meningkatkan citra lembaga. Jenis iklan yang dimanfaatkan :  Iklan merek ( brand advertising ) : Presentasi penjualan nonpersonal mengenai merek tertentu. semakin tinggi pula tingkat penjualan dan berpengaruh terhadap kesuksesan sebuah usaha. jika lokasi usaha yang dipilih tidak strategis maka penjualan pun juga tidak akan terlalu bagus. Beberapa alasan memanfaatkan iklan (lanjutan) o Meningkatkan citra merek produk. (misal iklan hidup sehat dengan mencuci tangan. strategi yang umumnya digunakan :  Iklan komparatif ( comparative advertising ) : membujuk pelanggan untuk membeli produk tertentu dengan mendemonstrasikan keunggulan merek tersebut melalui perbandingan dengan merek lainnya.

Sesuaikan dana dengan lokasi usaha yang akan dipilih Biasanya lokasi usaha yang ada di keramaian seperti mall. Anda bisa mengurangi resiko pencurian maupun perusakan yang bisa terjadi pada usaha yang ada di lokasi kurang aman. dengan lokasi usaha yang di pilih. Sedangkan bila ingin menawarkan produk dengan harga yang relative murah. Perhatikan pula akses menuju lokasi usaha Usahakan pilih lokasi yang mudah di akses oleh para konsumen. maka semakin besar pula potensi pasar sebuah usaha. Untuk itu sesuaikan dana yang Anda miliki. Untuk daerah yang dilalui pejalan kaki. 2. 6. Mereka tidak akan ragu meninggalkan kendaraan mereka di tempat parkir. bisa mencoba usaha bengkel yang lebih dibutuhkan. Tingkat keamanan yang mendukung Lokasi usaha yang aman juga menambah kenyamanan para konsumen. sebaiknya lokasi ini dihindari. omset yang diperoleh akan sangat jauh berbeda. dibandingkan memperhatikan kualitas produk yang dijual. 8. atau mall yang selalu ramai pengunjung. 1. Sebab. sehingga para konsumen lebih tertarik datang ke lokasi yang terdapat berbagai macam usaha. Banyaknya usaha yang menduukung lokasi tersebut Semakin banyak usaha yang ada di sekitar lokasi. Besar pendapatan masyarakat sekitar lokasi Besar pendapatan masyarakat yang ada di sekitar lokasi juga mampu mempengaruhi usaha yang akan Anda bangun. Sedangkan untuk lokasi yang banyak dilalui kendaraan bermotor. Memperhatikan tingkat keramaian lalu lang kendaraan yang lewat Perhatikan trafik lalu lalang kendaraan atau pejalan kaki yang lewat. 5. atau di pinggir jalan yang strategis harga sewanya lebih mahal dibandingkan lokasi usaha yang kurang strategis. Sesuaikan jenis usaha Anda dengan para konsumen yang lalu lalang di lokasi tersebut. tingkat pendapatan masyarakat juga akan berpengaruh terhadap daya beli konsumen. Jangan memilih lokasi yang harga sewanya mahal. karena hal ini juga mempengaruhi jenis usaha yang cocok di daeah tersebut. Berikut beberapa faktor yang sebaiknya Anda perhatikan. Dengan lingkungan yang aman. sebagai bahan pertimbangan strategi memilih lokasi usaha. sebaiknya pilih lokasi yang daya belinya cukup tinggi ( misalnya di kota – kota besar ). 3. Tingkat kepadatan penduduk sekitar lokasi Usahakan memilih lokasi usaha yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi. Agar konsumen yang tidak memiliki kendaraan pribadi juga bisa menjangkau lokasi usaha Anda. Karena konsumen di daerah tersebut lebih mementingkan harga murah. . Lakukan riset dan bandingkan beberapa pilihan tempat sebelum akhirnya Anda menentukan lokasi yang paling strategis bagi usaha Anda. Pilih lokasi usaha yang tingkat kompetisinya rendah Jika di lokasi tersebut sudah banyak usaha yang sejenis dengan usaha Anda.tepat untuk pemasaran usaha Anda. Namun jika Anda yakin karena posisinya yang sangat strategis. Jika memungkinkan. 4. tidak akan jadi masalah jika Anda memilih lokasi usaha yang daya beli masyaratnya kurang untuk. 7. Anda harus siap bersaing dengan menciptakan inovasi baru yang dapat membedakan usaha Anda dengan usaha lain yang sejenis. pilih lokasi usaha yang dilalui transportasi umum. Jika Anda ingin menjalankan usaha dengan produk yang harganya sedikit tinggi. Semakin tinggi kepadatan penduduk di suatu lokasi. usaha toko kelontong atau usaha minuman dingin cocok untuk dibangun di daerah tersebut. Coba saja bandingkan pendapatan usaha yang lokasinya di daerah pedesaan dengan usaha yang berada di daerah perkotaan. tetapi ternyata tidak ramai pengunjung. dan bisa meninkmati pelayanan usaha Anda dengan merasa nyaman. maka konsumen yang datang ke lokasi tersebut juga semakin ramai. Karena di lokasi tersebut terdapat berbagai macam usaha yang menyediakan produk yang berbeda pula. Misalnya saja lokasi pasar.

Dengan kata lain positioning adalah suatu tindakan atau langkahlangkah dari produsen untuk mendesain citra perusahaan dan penawaran nilai dimana konsumen didalam suatu segmen tertentu mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu segmen tertentu. Maknanya. mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu perusahaan. Dari definisi diatas terkandung pengertian bahwa positioning berorientasi pada pikiran atau persepsi konsumen. perusahaan apa pun sebaiknya mampu menciptakan suatu posisi yang mempertimbangkan tidak hanya kekuatan dan kelemahan perusahaan sendiri. mencari ‘posisi’ di dalam pasar. hal ini karena pikiran manusia juga memiliki tempat bagi setiap keping informasi yang telah dipilih untuk disimpan. agar konsumen merasa nyaman berkunjung ke lokasi usaha Anda. Untuk itu jaga kebersihan lingkungan sekitar Anda. Mereka akan merasa ragu untuk membeli produk Anda. dibandingkan dengan pesaingnya Sedangkan menurut Cravens (1991:255). setelah melakukan analisis pasar dan analisis pesaing dalam suatu analisis internal perusahaan(total situation analysis). Sehingga dengan demikian konsumen segmen memahami dan menghargai apa yang dilakukan perusahaan dalam kaitannya dengan para pesaingnya. Jadi positioning adalah usaha untuk menemukan suatu celah di benak konsumen agar konsumen mempunyai image yang khusus terhadap produk atau merk produk atau bahkan terhadap perusahaan. terjadi ledakan barang. Alasannya dunia sekarang ini dilanda over komunikasi. ancangan dasar ‘positioning’tidak lagi sekadar menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dengan yang lain. Apa itu Positioning (Pengertian Positioning) Positioning adalah tindakan perusahaan untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat tercipta kesan tertentu diingatan konsumen. . perhatikan kebersihan lokasi usaha Konsumen tidak akan mengunjungi sebuah toko. agar dapat berhasil dalam suatu masyarakat yang over komunikasi. maupun iklan. Itulah sebabnya. Menurut Kotler (1997: 262): “Positioning is the act of designing the company’s offer so that it occupies a distinct and value placed in the target customer mind”. tetapi memanfaatkan dengan cerdik apa yang ada di dalam pikiran dan mengkaitkan hubungan-hubungan yang telah ada. perusahaan itu harus menyeleksi dan kemudian mencari perbedaan lebih lanjut melalui perbedaan-perbedaan tersendiri.keputusan pemilihan target pasar merupakan titik vokal dari strategi pemasaran itu sendiri dan menjadi dasar dalam menentukan tujuan dan pengembangan strategi positioning. strategi positioning merupakan faktor utama dalam meningkatkan kekuatan posisi pasar perusahaan di suatu pasar tertentu dibanding pesaing-pesaingnya. Jika posisi perusahaan itu sendiri dekat dengan pesaing lainnya. Akibatnya pikiran para prospek menjadi ajang pertempuran. Peran Positioning Dalam Strategi Pemasaran Menurut Craven (1991:270)bahwa positioning memegang peran yang sangat besar dalam strategi pemasaran. warung ataupun sebuah outlet yang berada di lingkungan kotor atau kumuh.media.9. Oleh karena itu. langkah ini dilakukan setelah menentukan strategi segmentasi yang dipakai. Dan yang ke-9 adalah. Bagi perusahaan tindakan untuk meneliti atau mengindentifikasi posisi pesaing dan memutuskan untuk mengambil posisi setaraf dengan posisi pesaing atau mencari kesempatan dalam pasar. Oleh karena itu. tetapi juga kekuatan dan kelemahan pesaingnya dalam pikiran prospeknya.

seperti ukuran. To gain a strong product positioning. tapi justru pikiran itu sendiri. antara lain: 1. Product Positioning Dalam proses positioning selalu dimulai product positioning. satu hal pokok yang perlu dilakukan dalam usaha ‘memaku mati’pesan di dalam pikiran seseorang adalah sama sekali bukan yang berhubungan dengan pesannya. Pikiran yang bersih adalah pikiran yang belum dipoles oleh merk lain. Rumusan positioning yang dikemukakan Kenna(1985:37) menjelaskan perusahaan sewaktu akan melakukan product positioning perlu mempertimbangkan 4 (empat) hal kunci utama. Perusahaan harus mau bereksperimen dengan tipe produk baru. saluran distribusi atau sasaran konsumennya. kemudian memperhatikan reaksi pasar. yang juga mengemukakan definisi product positioning sebagai berikut: “The positioning process should begin with the product themselves. sebagai tempat menyaring. adapun uraiannya sebagai berikut: 1. a company must differentiate its product from all other products on the market. Perusahaan harus mentargetkan produknya pada segmen pasar tertentu misalnya pada segmen masyarakat atas. menerima atau menolak informasi yang ditawarkannya. seperti trend teknologi. lama keberadaannya. . pada waktu yang tepat di dalam pikiran seseorang. kualitas. dan ekonomi. apalagi pesaingnya tidak tinggal diam melakukan reposisi. The goal is to give theproduct a unique position in the market place. Apabila ternyata pikiran konsumen telah terbentuk.” Dari definisi diatas mengandung pengertian bahwa proses positioning harus dimulai dengan produk itu sendiri. harga. Perusahaan perlu mengkutitrend dan dinamika pasar. Product Positioning Strategy Product positioning sangat berhubungan dengan segmentasi pasar karena penempatan produk tersebut ditujukan melayani target market tertentu. Konkritnya.). pengertian strategi product positioning sebagai suatu strategi yang digunakan untuk menanamkan suatu citra produk di benak konsumen sehingga produk tersebut terlihat menonjol dibandingkan dengan produk pesaing. Oleh karena itu. Perusahaan harus memfokuskan pada posisi teknologi dan kualitas. Kembali Kotler (1997:265)menjelaskan beberapa cara product positioning yang dapat dilakukan pemasar dalam memasarkan produk kepada konsumen yang dituju. 3. biasanya produsen lain mengalami kesulitan untuk merubahnya. Jika pemakai menyarankan perubahan maka perusahaan harus menyesuaikan strateginya. 2.Sementara itu. Sehingga peranan positioning merupakan sistem yang terorganisir dalam upaya menemukan suatu hal yang tepat. Pendapat ini dikemukakan oleh Regis Mc Kenna (1985: 37). menengah atau bawah. Penentuan posisi menurut atribut Ini terjadi bila suatu perusahaan memposisikan dengan menonjolkan atribut produk yang lebih unggul dibanding pesaingnya. pikiran konsumen sering dianologikan sebagai benteng terakhir pertahanan melawan riuhnya komunlkasi. sosial. Karena lebih baik menjadi ikan besar dalam kolam kecil daripada menjadi ikan kecil di kolam besar (it's better to big fish in a little pond. 4. Fokus utamanya adalah bagaimana caranya sehingga konsumen mempunyai persepsi yang sama dengan yang diharapkan produsen tentang produk yang ditawarkan. persaingan. disebut sebagai The Golden Rules of Product. dan seterusnya. Untuk mencapai product positioning yang kuat suatu perusahaan perlu melakukan diferensiasi dalam banyak faktor yaitu: teknologi. Misalnya Disneyland dapat mengiklankan din sebagai taman hiburan terbesar di dunia.

seperti hidup di jamankeemasan koboi Old West. misal: Japanese Deer Park memposisikan diri untuk wisatawan yang hanya ingin memperoleh hiburan singkat. 7. 5. baik dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Dengan kata lain pasar sasaran lebih ditujukan pada sebuah atau lebih komunitas. Misalnya Knotts Berry Farm memposisikan diri sebagai taman hiburan untuk orang-orang yang mencari pengalaman fantasi. Misalnya Busch Gardens dapat memposisikan din sebagai nilai terbaik untuk harga (dibandingkan penentuan posisi seperti kualitas tinggi/harga tinggi atau harga termurah. . Penentuan posisi menurut pesaing Disini produk secara keseluruhan menonjolkan nama mereknya secara utuh dan diposisiskan lebih baik daripada pesaing. Misalnya: Lion Country Safari dapat beriklan memilk lebih banyak macam binatang jika dibandingkan dengan Japanese Deer Park. 4. Penentuan posisi menurut pemakai Ini berarti memposisikan produk sebagai yang terbaik untuk sejumlah kelompok pemakai. 3. Penentuan posisi menurut penggunaan atau penerapan Seperangkat nilai-nilai penggunaan atau penerapan inilah yang digunakan sebagai unsur yang ditonjolkan dibandingkan pesaingnya. Misalnya Magic Mountain dapat mengiklankan diri sebagai taman hiburan untuk ‘pencari tantangan’.Penentuan posisi menurut kategori produk Disini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu kategori produk. Penentuan posisi harga atau kualitas Disini produk diposisikan sebagai menawarkan nilai terbaik. Misalnya: Marineland of the Pacific dapat memposisikan diri bukan sebagai ‘taman rekreasi’ tapi sebagai ‘lembaga pendidikan’. 6. Penentuan posisi menurut manfaat Dalam pengertian ini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu manfaat tertentu.2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful