Sejarah dan Perkembangan Gerontologi

Sari Agustine, S. Ked. (406067153)

BAB I SEJARAH DAN PERKEMBANGAN GERONTOLOGI TUJUAN BELAJAR TUJUAN KOGNITIF Setelah membaca bab ini dengan seksama, maka anda sudah akan dapat : 1. Mengetahui sejarah singkat Gerontologi 1.1. Menceritakan kembali inti sejarah umum Gerontologi 1.2. Menceritakan kembali inti sejarah Gerontologi di Indonesia 2. Mengetahui luasnya bidang Gerontologi 2.1. Menyatakan kembali definisi Gerontologi 2.2. Menyebutkan berbagai ilmu pengetahuan yang menunjang perkembangan Gerontologi 2.3. Menyebutkan berbagai bidang subspesialisasi dan bidang lain yang penting dalam Gerontologi TUJUAN AFEKTIF Setelah membaca ini dengan penuh perhatian, maka penulis mengharapkan anda sudah akan dapat : 1. Menghargai peranan para pelopor ilmu Gerontologi 1.1. Membaca lebih lanjut sejarah Gerontologi 2. Menunjukkan perhatian kepada peranan Gerontologi dalam dunia kedokteran 2.1. Menggambarkan beberapa peranan Gerontologi

Kepaniteraan Gerontologi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan, Cibubur Periode 10 September 2007 - 13 Oktober 2007

1

Setiap keluarga pada saat itu rata-rata akan mempunyai 2 orang anak. sosial. Tujuan geriatri / gerontologi adalah mewujudkan healthy aging tersebut dengan jalan melaksanakan P4 di bidang kesehatan. Celular Tissue Anatomical Organ Healthy Aging Environment “Healhy Aging” dan Faktor-faktornya (Boedhi-Darmojo. Menua merupakan suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki / mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Constantinides. pencegahan penyakit (preventive). pengobatan penyakit (curative). Umur harapan hidup (life expectancy) pada saat itu akan berada di atas usia 70 tahun. yaitu peningkatan mutu kesehatan (promotion). 1991) Kepaniteraan Gerontologi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan. perilaku. India dan Amerika Serikat. 1994) Life-Style Model Masalah lanjut usia akan dihadapi oleh setiap insan dan akan berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks karena : 1. sehingga populasi lanjut usia di Indonesia tidak saja akan melebihi jumlah balita tetapi dapat menduduki peringkat ke-empat di dunia setelah RRC. hukum.13 Oktober 2007 2 . Tujuan hidup manusia adalah menjadi tua tapi tetap sehat (healthy aging). dan pemulihan kesehatan (rehabilitation). karena sampai setengah abad yang lalu ilmu ini memang belum dikenal. dengan perkembangannya yang cukup baik. Dengan mengembangkan kerangka model seperti di atas. Sistem pensiun atau tunjangan kesehatan yang memadai sampai saat ini masih belum dipikirkan secara mendasar. Banyak teori yang diajukan dan belum dapat memuaskan semua pihak. ekonomi. 2. S. Demikian juga Indonesia sebagai suatu negara berkembang. Gerontologi adalah ilmu yang mempelajari segala aspek yang berhubungan dengan masalah lanjut usia atau dapat pula diartikan sebagai suatu pendekatan ilmiah dari berbagai aspek proses penuaan ditinjau dari segi kesehatan. PENDAHULUAN Salah satu tolak ukur kemajuan suatu bangsa seringkali dilihat dari umur harapan hidup penduduknya.Sejarah dan Perkembangan Gerontologi Sari Agustine. Hal ini semua merupakan gambaran yang terjadi pada seluruh negara di dunia berkat adanya kemajuan teknologi dan kondisi sosio-ekonomi yang dialaminya. 1994). (406067153) I. Ked. diproyeksikan angka harapan hidupnya dapat mencapai lebih dari 70 tahun pada tahun 2020 yang akan datang. Sehingga muncul pertanyaan : siapakah yang dapat diharapkan dan mau menjadi care provider bagi mereka? Males alone with children others witk spouse + children Females alone with children others witk spouse + children with spouse Indonesian living arrangements with spouse (Boedhi-Darmojo et al. padahal angka kesakitan dan kemiskinan pada lanjut usia tentunya akan meningkat. lingkungan dan lain-lain. Cibubur Periode 10 September 2007 . 3. Ilmu pengetahuan dan teknologi masih ditantang untuk menerangkan penyebab orang menjadi tua. Perkembangan ilmu ini tidak dapat dipisahkan dari kemajuan ilmu dan teknologi. jelaslah peranan dan sasaran kerja promosi dan prevensi di bidang geriatri. Yang jelas ialah bahwa proses menua merupakan kombinasi berbagai faktor yang saling berkaitan. Para lansia akan menghadapi kedaan dimana semua anak mereka harus bekerja dan berkarier.

5. Saat itulah terjadi suatu gerakan dunia untuk mengingatkan agar jangan sampai dunia mengalami kekurangan pangan bagi penduduk-penduduk baru dan diproklamirkan suatu gerakan berencana internasional yang disebut family planning program. Pada akhir abad yang lalu disinyalir umur lansia semakin banyak. Di Indonesia. kini populasi lansia rata-rata 7. ilmu geriatri praktis mempelajari aspek kedokteran klinis dan tidak terlampau banyak membicarakan aspek preventif 5. Psycho-gerontology 4. sosial budaya. 6. Dan diharapkan lembaga-lembaga lainnya akan turut berperan serta dalam usaha ini. karena jumlah lansia wanita akan melebihi jumlah prianya (karena umur harapan hidup wanita memang lebih tinggi). pembinaan. Permasalahan potensial yang akan terjadi tidak hanya ditimbulkan oleh faktor kependudukan. maka penyakit-penyakit tadi dapat ditekan. oleh sebab itu sejak 60 tahun yang lalu ada paradigma kesehatan baru yang disebut dengan epidemiological shift. Norma masyarakat juga akan bergeser dan mengarah pada kehidupan yang egosentris. yaitu membuat lansia dan keluarganya sejahtera. Socio-gerontology 3. jadi dalam keluarga tersebut bisa memiliki 10 orang anak bahkan lebih sehingga jumlah penduduk menjadi tidak terkontrol. Terbatasnya kemampuan dalam memanfaatkan dan mendayagunakan sumber-sumber yang ada. efektif dan efisien dengan tujuan akhirnya. 8. dimana jumlah lansia dengan permasalahannya akan jauh lebih besar. Perkembangan ilmu kesehatan yang berkaitan dengan lansia juga tumbuh lebih cepat. (406067153) Masalah globalisasi akan menuntut perkembangan keluarga yang tadinya berintikan nilai tradisional / keluarga guyub beralih dan cenderung berkembang menjadi keluarga individual / patembayan. Di lain pihak. kekurangan gizi dan menurunnya status kesehatan lingkungan sehingga umur harapan hidup sangat rendah. kesehatan. 4. II. DEMOGRAFI LANJUT USIA Transisi Demografi Pada pertemuan di Madrid. Terbatasnya hubungan dan komunikasi lanjut usia dan lingkungannya dan penurunan kesempatan dan produktivitas kerja.13 Oktober 2007 3 . berkembangnya ilmu kesehatan lingkungan serta keberhasilan program keluarga berencana menyebabkan meningkatnya angka harapan hidup dan tentunya dibarengi konsekuensi lainnya yang lebih kompleks. Masalah gender akan berkembang menjadi topik besar. ekonomi. Proses biologik pada usia lanjut 2. kuratif dan rehabilitatif. Belum lagi sering terjadi saling mempengaruhi antar berbagai faktor yang disebutkan tadi.Sejarah dan Perkembangan Gerontologi Sari Agustine. Karena itu diperlukan suatu program-program yang lebih terarah dan hanya bisa dimulai bila institusi-institusi mulai memberikan perhatian. Setelah Ilmu Kesehatan Masyarakat dikembangkan. Ada negara-negara yang mempunyai jumlah lansia diatas 10% dan disebut dengan Aging Populated Countries. Medical-gerontology yang mencakup aspek preventif. Maka kira-kira 30 tahun lalu terjadi suatu pergeseran baru dalam kesehatan yang disebut dengan demographical shift. dan lain sebagainya. Semua pihak hendaknya mengantisipasi hal ini dan mempersiapkan diri menghadapi permasalahan yang sangat kompleks yang akan timbul. Beberapa produk hukum telah dikembangkan dan yang terbaru adalah Undang-Undang Republik Indonesia nomor 13 tahun 1998 tentang kesejahteraan lanjut usia. Dengan demikian iklim yang tercipta perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh pihak yang berkiprah dalam pembangunan lanjut usia. Pada saat itulah WHO mengatakan bahwa milenium ini ditandai dengan apa yang disebut dengan gerontological shift. Produk hukum tersebut dapat dijadikan pedoman guna memperbaiki kinerja para pelaksana sehingga diperoleh kegiatan yang lebih terarah. Di Indonesia gerakan family planning program ternyata cukup berhasil. akan tetapi juga disebabkan oleh faktor biologis. WHO mengungkapkan bahwa semasa abad yang lalu telah terjadi perubahan-perubahan besar sebelum perang dunia pertama. 7. Terberantasnya penyakit infeksi yang disebabkan kuman dan parasit. Sementara itu. psikologis dan perilaku. kelompok yang melayani lansia umumnya terdiri dari para wanita. Kepaniteraan Gerontologi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan.5% dari jumlah total penduduk dan dalam waktu 20 tahun lagi jumlah lansia Indonesia akan melebihi balita. Terbatasnya aksebilitas lansia sehingga mobilitas menjadi sangat terbatas. Anthropo-gerontology. bahkan global. dimana hampir semua Negara-negara di seluruh dunia tercekam oleh penyakit-penyakit menular. Masalah lainnya pun berkembang cepat sehingga sampai saat ini dikenal berbagai cabang ilmu seperti : 1. sedangkan kelompok wanita tua lebih bercirikan kekurangmampuan/ kemiskinan. kurangnya ketrampilan yang dimiliki dibandingkan dengan kelompok pria dan ketidakberdayaan. pelayanan serta jaringan kerjasama tingkat lokal. perawatan. hampir semua penduduk dunia berkembang biak dengan jumlah anak-anak kecil yang dilahirkan tanpa suatu program khusus. Ked. regional. lebih serius dan lebih kompleks. karena penyakit lanjut usia memiliki karakteristik tertentu yang jarang didapatkan pada masa anak dan dewasa muda. nasional. Cibubur Periode 10 September 2007 . hukum dan etika. Lalu berkembang suatu masa dimana sejak perang dunia kedua. S. terpadu.

37 18. distribution of the elderly and proportion of ageing in Indonesia’s provinces.50 2.91 5.558 2.83 1. (406067153) Population distribution.37 6.52 3.333 425.23 1.30 5.511 180.349.81 0.178.058 266.697 35. S.74 15.002 230.72 4.80 0.78 1.612 8.879 28.62 4.16 0.415.121 1.227.533 3.642 3.052 141.59 1.01 2.860 297.622 3.26 0.552 32.872 6.82 11.13 Oktober 2007 4 .430 1.72 2.40 4.89 1.20 Kepaniteraan Gerontologi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan.380.824 154.311.45 1.57 1.875.565 27.930 131.812 73.25 4.580 2.196 Distribution 1.777.02 7.050 79.00 3.37 0.386.269 321.64 2.07 5.24 1.267.53 2.131.55 1.105 64.032 2.296 6.703.73 2.74 4.26 3.561 2.42 1.486.83 1.018.77 0.844 132.05 1.690 3. Ked.24 6.999.99 8.46 6.595 10.231.95 3.596.264 55.59 19.32 5. 1990 Province Aceh Sumatra Utara Sumatra Barat Riau Jambi Bengkulu Sumatra Selatan Lampung Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah Yogyakarta Jawa Timur Bali NTB NTT Timor Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Total population 3.90 19.75 Number of elderly 181.09 4.50 Proportion of ageing 5.278.61 4.74 3.788 2.50 1.750 2.912.788 747.04 1.734 285.82 0.91 1.015.980.792 6.62 18.393 291.277.959 2.326 3.88 1.93 4.595.975 204.13 3.09 3.04 7.30 4.12 1.36 4.477.20 7.610 2.620 533.890 56.31 6.Sejarah dan Perkembangan Gerontologi Sari Agustine.095 56.997 1.70 0.61 1.79 2.17 0.65 3.536 1. Cibubur Periode 10 September 2007 .38 0.82 123.606 Distribution 1.251.411 1.515.395.

107 179. (406067153) Maluku Irian Jaya Indonesia 1.747 11. ekonomi dan sosial sehingga diperlukan upaya khusus yang bersifat promotif.723 1.7 tahun pada tahun 1968 menjadi 61. kuratif dan rehabilitatif agar para lanjut usia tetap dapat mandiri dan tidak menjadi beban bagi dirinya maupun keluarga dan masyarakat. S. spiritual. Keadaan ini belum berbahaya. Ked.852. Struktur masyarakat Indonesia berubah dari masyarakat / populasi “muda” (1971) enjadi populasi yang lebih “tua” pada tahun 2020. makin banyak ia mengalami permasalahan terutama fisik. Cibubur Periode 10 September 2007 .00 95. Secara alami proses manjadi tua menyebabkan para lansia mengalami kemunduran fisik dan mental.13 Oktober 2007 5 .275.00 5. timbul regenerasi yang bisa membawa akibat negatif. antara lain :  Tahap I Timbul kesenjangan antar generasi (generation gap).630. dengan kata lain perhatian dan prioritas untuk penyakit-penyakit dewasa dan lanjut usia akan lebih dibutuhkan.84 0. Pergeseran ini menuntut perubahan dalam strategi pelayanan kesehatan.557 0. dan sebaliknya kaum muda menjadi relatif lebih sedikit.26 100. sehingga tidak mau digeser. Piramida penduduk Indonesia berubah bentuk dengan basis lebar (fertilitas tinggi) menjadi piramida berbentuk bawang yang menunjukan rendahnya fertilitas dan mortalitas. sedangkan kaum lansia acuh. Pada tahun 2005 jumlah lanjut usia diramalkan akan menjadi 19 juta (8.  Tahap II Karena makin tebalnya lapisan lansia dan makin meningkatnya tingkat kesehatan. karena kaum muda secara lebih dinamis mengikuti kemajuan teknologi canggih. Diproyeksikan usia harapan hidup penduduk Indonesia akan semakin meningkat.mereka pun masih mampu mengimbangi kaum muda dan menghendaki tetap pada jabatannya. tetap tertinggal dan membiarkan kaum muda berjalan terus. Proses ini berlangsung beberapa tahap. Salah satu konsekuensinya yang perlu diantisipasi sejak dini adalah meningkatnya baik jumlah maupun persentasi penduduk lansia.91 100.3 juta atau 6.3 tahun pada tahun 1992. Makin lanjut usia seseorang.Sejarah dan Perkembangan Gerontologi Sari Agustine. Pada tahun 1990 penduduk berusia 60 tahun ke atas sudah mencapai 11. Perubahan struktur ini juga akan mempengaruhi rasio ketergantungan (Dependency Ratio). Dengan kata lain.34% pada tahun 2020. namun penyakit-penyakit anak dan balita masih juga belum diselesaikan (beban ganda). 1992 Seperti diketahui bahwa Indonesia saat ini sedang berada dalam transisi demografi dengan persentasi lansia diproyeksikan menjadi 11.194 27. mental. preventif. Salah satu diantaranya adalah meningkatnya usia harapan hidup dari 45.5%) dan pada tahun 2010 akan melebihi jumlah balita. Kebijakan makro pun akan banyak mengalami pergeseran.14 1. Pada saat inilah timbul tekanan pada generasi Kepaniteraan Gerontologi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan.82 6.243.29 Sumber : Central Bureau Statistic. Dengan demikian lapisan kaum lansia dalam struktur demografi Indonesia menjadi makin tebal. Keberhasilan pembangunan akan meningkatkan derajat kesehatan penduduk yang ditandai dengan menurunnya tingkat kelahiran dan kematian serta diikuti oleh semakin luasnya cakupan dan meningkatnya mutu pelayanan kesehatan dan gizi rakyat telah mendorong terjadinya pergeseran berbagai paramater demografi ke arah yang lebih baik.386 1.4 % dari jumlah penduduk dan akan terus meningkat.03 0. Keadaan ini mempunyai implikasi yang besar pada kebijakan makro di berbagai sektor pembangunan.

3.543 (5.121 (6. Pengaruh Proses Industrialisasi Di negara-negara maju ternyata kualitas hidup dapat ditingkatkan dengan cepat berkat industrialisasi.96%) 9.778.209.934 (4.321 (9.5 tahun 67. bahwa dengan adanya industrialisasi maka penggunaan teknologi modern dapat lebih dimanfaatkan demi peningkatan derajat hidup. maka polusi ini akan berpengaruh buruk pada lingkungannya dan terutama yang akan terkena lebih dahulu dampaknya ialah anak-anak dan orang lanjut usia (WHO. menciptakan lapangan kerja/kegiatan bagi lanjut usia yang tidak bertentangan dengan kebutuhan kaum muda. ditandai dengan timbulnya konflik anyar generasi (generation conflict). Besar dan Proporsi Penduduk Lanjut Usia ( The Relative Weight of Elderly) Angka 10% merupakan tanda transisi struktur penduduk muda ke arah tua. Tahapan Indonesia saat ini adalah tahap I dan mulai memasuki tahap II dengan timbulnya isu peningkatan usia pensiun.709 (7.88%) 4.60%) 12.1 tahun Jumlah 7. sehingga memerlukan pengaturan dan pengawasan yang baik.515 (5. Usia Median (Median Age) Membagi sama penduduk usia muda dan tua.609 (5.998. Para lansia tersebut pada sore / malam hari dapat dijemput pulang ke rumah kembali.612. Data Kependudukan: Proyeksi Lanjut Usia di Indonesia Tahun 1988 1990 1995 2000 2010 2020 Usia Harapan Hidup (UHH) 52. S. Untuk mencegah proses regenerasi menuju keadaan yang berbahaya. urbanisasi juga terjadi. Cibubur Periode 10 September 2007 .588 (6.999 (5.298.793. 2.879 Perkotaan 1. sedangkan anak-anak harus bersekolah. Jadi perkembangan industri disini bisa berpengaruh positif. Indeks Penuaan (The Ageing Index) Rasio penduduk lanjut usia terhadap penduduk usia kurang dari 15 tahun.880 (7.952 Pedesaan 6. Seorang nenek atau kakek haruslah sendirian di rumah.767.107927 Kepaniteraan Gerontologi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan. Pada era industrialisasi.Sejarah dan Perkembangan Gerontologi Sari Agustine.77%) 28. Dalam keadaan ini para lansia yang jumlahnya makin banyak merasa makin kuat dan terus-menerus menekan generasi di bawahnya.173 (7.3%.97%) 13. Bila tidak. Dengan kata lain.829 (8. maka antara lain harus dilaksanakan hal-hal sebagai berikut : 1. Ini merupakan keadaan yang berbahaya.6 tahun 64. (406067153) muda (generation pressure) yang lebih berbahaya dari keadaan tahap I.75%) 8.29%) 15.568.13 Oktober 2007 6 . Hal ini umpamanya terjadi di Jepang yang pada tahun 1955 masih mempunyai persentase orang-orang usia lanjut sebesar 5.76%) 7.973.97%) 23. 4. Di Indonesia hal ini praktis belum dikembangkan.545.42%) 4.3% pada tahun 2000. maka justru disini perlu adanya apa yang disebut “day care center” atau “day hospital” untuk pengawasan. tetapi bila tidak diawasi dengan baik juga dapat memberi dampak negatif terhadap golongan penduduk berusia lanjut. sehingga menambah kepadatan penduduk kota dan segala macam problemanya.2 tahun 59.  Tahap III Adalah yang paling berbahaya.452.29%) 13.45%) 12. Dengan adanya industrialisasi.baik suami maupun istri harus bekerja. pada tahun 1975 telah meningkat menjadi 8.380.213 (6.992. Tetapi perkembangan industri membawa serta pula kontaminasi lingkungan dan gangguan kelestarian lingkungan hidup.552 (9.027.271.43%) 9.8 tahun 63.714. Masalah akan timbul bila mereka sudah lemah dan sakit-sakitan. Selain itu industrialisasi juga membawa pikiran-pikiran yang lebih materialistik dan dapat mendesak budaya tradisional yang baik. sedangkan generasi muda bereaksi dan melawan tekanan-tekanan tersebut sehingga timbul konflik yang berkepanjangan dan sulit diatasi dengan segera. menyelenggarakan program pensiun secara terpadu dan merata 2. Ked.232 (9.83%) 17. Penuaan Penduduk Tua ( The Ageing of the Elderly Population) Proporsi penduduk lansia diatas 75 tahun dibanding lanjut usia diatas. yang secara langsung atau tak langsung akan mempengaruhi perkembangan geriatri (gerontologi) pada umumnya. Indikator Demografi Berbagai indikator demografi yang lazim dipakai adalah sebagai berikut : 1. 1974).58%) 15.6% dan menjadi 14. rehabilitasi dan lain sebagainya.4 tahun 71.822.

32 37. Pada tahun 1939 edisi pertama dari “Problems of Aging” yang ditulis oleh Cowdry menandai awal era modern dalam penelitian seputar masalah penuaan.14 31.74 42. Era modern dalam riset mengenai masalah penuaan terjadi pada abad ke-20. banyak studi yang difokuskan seputar masalah panjang umur.20 42. Sebuah monograf yang ditulis oleh Joseph Freeman menampilkan sebuah kilas balik yang menakjubkan yang beisi catatan sejarah mengenai riset seputar masalah penuaan yang dilakukan lebih dari 2500 tahun yang lalu. dibawah ini akan dijabarkan perkembangan gerontologi khususnya di Indonesia dan kongres atau pertemuan internasional yang memberi pengaruh pada perkembangan gerontologi di Indonesia. tahun 2002 5.20%) (11. Di USA terutama pada tahun 1940. Dia berdiskusi mengenai umur harapan hidup.13 2010 8. Periode Gerontologi modern dimulai sekitar tahun 1950.8 11. New York.2 6. dan umur maksimal dari berbagai spesies.15 1980 5.7 ♀ 4. 1992 Ananta and Anwar. Ia memperkenalkan konsep bahwa proses penuaan disebabkan absorpsi toksin yang berasal dari bakteri usus.08 2000 6.23 Sumber : Central Bureau of Statistic.51%) Sumber data : Badan Pusat Statistik.9 7. teori penuaan. pada tahun 1908.0 Sumber : United Nations.97 46. 1994 Total 86.5 4.1 20. S. 1983. Grup pertama menjelaskan bahwa proses menua terjadi karena adanya fenomena “wear and tear”. World Demographic Estimates and Projections 1950-2020.9 ♂ 21.34%) (11.13 Oktober 2007 7 .3 2025 ♀ 10.3 Indonesia 5.27 1990 6. Secara garis besar. gravitasi dan lain-lain.02 53.32 61.83 III.7 2050 ♀ 18. Secara kronologis.82 73. Beberapa penelitian pada zaman itu telah memperkenalkan kita pada teori-teori penuaan. Cibubur Periode 10 September 2007 . Sebagai contoh.2 1995 ♀ 6.11 2020 10. SEJARAH GERONTOLOGI Studi mengenai proses penuaan telah dikenal jauh dalam sejarah. 1971-2020 Year Elderly Young people 1971 4.Wanita (The Sex Composition of the Elderly Population) Persentase penduduk lansia di Asia Tenggara dan di Indonesia Negara/ Kawasan Asia Tenggara 1970 ♂ 5. 6 23.20 2005 7. Ketika itu studi yang telah bersifat sistematik menjelaskan perubahan yang terjadi pada proses menua. Dependency ratio in Indonesia.84 79.17 49.Sejarah dan Perkembangan Gerontologi Sari Agustine. teori penuaan dapat dibagi menjadi 2 grup utama.74 34. Kurun Waktu 1965-1974 Kepaniteraan Gerontologi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan.83 61. Ked. ditinjau secara fisiologi. biokimia dan morfologi seluler yang terjadi. Tujuannya adalah untuk memperpanjang umur harapan hidup manusia. sinar kosmis. 1974.87 46. (406067153) (11. Angka Ketergantungan Penduduk Lanjut Usia ( The Aged Dependency Ratio) Jumlah penduduk lanjut usia terhadap 100 penduduk usia kerja yang berusia 15-59 tahun. Dalam sebuah literatur kuno.69 82. Pada zaman Renaissance. tercantum bahwa Aristoteles mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar proses menua.0 ♂ 13. sebagai contoh misalnya toksin. Kemudian Galen dan Roger Bacon turut memberikan kontribusi berupa literatur-literatur yang topiknya seputar masalah penuaan.51 1995 6.93 54.87 2015 8.09 67. Komposisi Penduduk Lanjut Usia Pria .1988 6.3 13. Francis Bacon menulis sebuah tulisan berjudul “History of Life and Death”.84 41. Kelompok lainnya berpendapat bahwa penuaan dipengaruhi oleh lingkungan. Elie Metchnikoff menerima penghargaan nobel atas kontribusinya yang sangat besar dalam bidang biologi dan penelitian tentang penuaan.9 ♂ 7.

agar nyata bahwa mereka dihargai dan dihormati. Kepaniteraan Gerontologi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan. Cibubur Periode 10 September 2007 . • Pencanangan Hari Lanjut Usia Nasional (1996) Melalui melalui berbagai pendekatan terbentuklah suatu Kelompok Kerja Tetap di lingkup Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat yang selain mengkoordinasikan beberapa kementrerian / departemen yang terkait. Agar Indonesia juga memutuskan ditentukannya Hari Lanjut Usia Nasional. beberapa peserta yang berasal dari Indonesia telah mengambil prakarsa di bidang ini dan sesampainya di Indonesia mulai menyebarkan informasi seluas mungkin seputar permasalahan lanjut usia. Universitas Indonesia dan Universitas Trisakti menggelar simposium yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan masalah tersebut dan berupaya memecahkan problema yang kompleks tersebut. yang tanggal-tanggalnya sudah disesuaikan pada pemerintah sebagai alternatif. Ked.Sejarah dan Perkembangan Gerontologi Sari Agustine. 6 tahun 1974 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial dan Undang-undang No. diantaranya Undang-undang No. dan mempunyai tema khusus bagi lanjut usia di Indonesia. UN-ESCAP (united Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific) perwakilan PBB untuk regio Asia Pasifik. Panitia Nasional tersebut antara lain bertugas mempersiapkan bahan untuk mendukung terlaksananya pencanangan Hari Lanjut Usia Nasional oleh presiden. dan suuatu saat PERGERI juga diakui sebagai anggota Forum Organisasi Profersi di Indonesia / FOPI. telah dibentuk Panitia Nasional Pelembagaan Lanjut Usia dalam Kehidupan Bangsa. (406067153) Kesejahteraan sosial lanjut usia selama kurun waktu 1965-1974 dilaksanakan berdasarkan berdasarkan ketentuan Undangundang No. sehingga saat ini nama PERGERI mulai dikenal baik di lingkungan pemerintahan maupun dalam kalangan ilmu pengetahuan. Setelah tahun 1974 telah dikeluarkan perundangundangan lannya yang materinya terkait dengan kesejahteraan sosial lanjut usia baik secara langsung maupun tak langsung. • Terbentuknya PERGERI (1984) Beberapa tokoh masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Diperingatinya Hari Lanjut Usia secara rutin diharapkan akan membantu meresapkan ke dalam budaya kita bahwa masalah lanjut usia adalah masalah nasional yang tidak bisa dihindarkan oleh siapa pun dan menyangkut semua pihak. Demikian pula di tingkat regional. Agar Indonesia juga setiap tahun dapat menyelenggarakan kegiatan yang dapat dikordinasikan dengan departemen terkait secara bergilir. Dengan adanya aktivitas PERGERI saat itu. Suatu saat diputuskan bahwa Indonesia memang layak mempunyai Hari Lanjut Usia Nasional yang dicanangkan oleh presiden pada tanggal 29 Mei 1996 di Semarang. hubungan dengan instansi pemerintah maupun LSM lain mulai digarap. menyiapkan konsep-konsep dasar untuk bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan yang mendukung kehidupan bagi lanjut usia dalam tatanan pembangunan nasional dan menyiapkan pola umum dan standar-standar yang berkaitan dengan pelembagaan lansia dalam kehidupan bangsa. Melalui Surat Keputusan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat No.10 tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sejahtera. 4 tahun 1965 tentang Pemberian Bantuan Bagi Orang Jompo. 15/KEP/MENKO/KESRA/IX/1994.13 Oktober 2007 8 .Dengan meningkatnya lanjut usia dituntut adanya upaya yang lebih proporsional dalam meningkatkan kesejahteraan lanjut usia yang tidak saja kesejahteraan sosial sebagaimana diamanatkan dalam UU No. antara lain : 1. Dengan didirikannya PERGERI yang diakui sebagai satu-satunya organisasi yang mewakili Indonesia dalam International Association of Gerontology / IAG. S. Peraturan perundang-undangan diperlukan untuk memberi hak fundamental kepada Lanjut Usia sebagai imbalan dari perjuangan mereka setelah bertahun-tahun mengabdi masyarakat. 2. Agar Indonesia memiliki kelompok kerja / team-work yang secara konsisten memikirkan masalah kesejahteraan lansia di Indonesia. 4 tahun 1965 tetapi juga pelayanan kesejahteraan lanjut usia dalam arti luas. Pra WAA II • World Assembly on Ageing (1982) Sejak PBB menggelar World Assembly on Ageing pada tahun 1982 di Wina dan mengingatkan semua negara bahwa masalah lanjut usia akan menjadi masalah besar. 3. para pakar dapat menemukan wadah dalam menyalurkan pendapat dan aspirasinya. Untuk itu dipergunakan adanya pola umum agar upaya pelembagaan lanjut usia dalam kehidupan bangsa yang menyangkut berbagai sektor mengacu pada pedoman yang sama. juga menampung beberapa anggota masyarakat baik dari PERGERI. bukan dikasihani. Kemudian didirikannya Perhimpunan Gerontologi Indonesia (PERGERI) pada tahun 1984 yang merupakan salah satu organisasi tertua di Indonesia yang mulai merintis dan melangkah di bidang ini. PWRI maupun wakil cerdik pandai dari kalangan universitas dan di dalam kerjasamanya mereka menghasilkan beberapa butir kesepakatan.

yakni: Social Position of Older Persons (kedudukan lanjut usia dalam masyarakat) : 1. •Penetapan Hari Kebangkitan Lansia RI (2000) Kepaniteraan Gerontologi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan. Merumuskan kebijaksanaan dan menetapkan pedoman umum baik yang berkenaan dengan perencanaan program/kegiatan maupun pelaksanaan secara terpadu dan terkordinasi. Ternyata perkembangan menjadi lebih cepat sehingga pada tahun 1998 itu pun telah dicantumkan dalam “GBHN” baru yang disahkan pada bulan Maret 1998 dan sebelum demisioner. S. tenaga dan aspirasinya secara tepat demi kemajuan/perkembangan sosio-ekonomi negara masing-masing. Social Service and the Community (pelayanan sosial dan masyarakat) •International Year of Older Persons / IYOP (1999) Dalam memperingati Hari Lanjut Usia Internasional pada tanggal 1 Oktober 1998. pemantauan dan pengendalian sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk itu dibutuhkan sarana infrastruktur yang baru dalam menghadapi kebutuhan sosial. Tugas LKLU : memberikan sumbangan. Deklarasi dicetuskan pada akhir Regional Meeting On A Plan Of Action On Ageing For Asia And The Pacific yang diselanggarakan di Macao . 3. dimana menteri sosial saat itu mengisyaratkan agar PERGERI mengambil prakarsa untuk membentuk Badan Nasional untuk dijadikan counter part pemerintah yang nantinya menjadi cikal bakal National Council on Ageing. juga diselenggarakan pertemuan satu hari penuh yang diprakarsai oleh NGO Comittee on Ageing dan bekerjasama dengan UN programme on Ageing serta UN Departement of Public Information. Older Persons and the Family (kedudukan lanjut usia dalam keluarga) 2. medik. pemikiran dan masukan kepada pemerintah untuk perumusan dan penetapan kebijaksanaan upaya pelembagaan lanjut usia dalam kehidupan bangsa. Menteri Sosial Dra. Untuk itu. Peringatan dan Acara Tahun Lanjut Usia Internasional ini akan berlangsung sampai akhir Desember 1999. Cibubur Periode 10 September 2007 .13 Oktober 2007 9 . maintenance an Employment (jaminan hari tua / jaminan sosial. Health and Nutrition (masalah kesehatan dan gizi) Housing and Transportation (masalah perumahan dan transportasi) 3. Inten Suweno masih sempat mengukuhkan didirikannya Lembaga Kesejahteraan Lanjut Usia / LKLU (dikukuhkan pada tanggal 24 Februari 1998). organisasi sosial. Melakukan pemasyarakatan. 2. Income Security. sehingga mereka dapat menyumbangkan pengetahuan. selain tema yang dikumandangkan berjudul “Towards A Society Of All Ages” di markas PBB di New York. Fungsi LKLU : 1. UN-ESCAP (United Nations Economic and Social Commission For Asia and the Pacific) berhasil mencetuskan deklarasi Macao tentang lanjut usia di Asia dan Pasifik. dalam rangka keterpaduan perumusan dan penetapan kebijaksanaan. plan of action yang dilahirkan pada regional meeting tersebut diarahkan pada tujuh masalah besar yang dihadapi pada lanjut usia. Ked. finansial serta emosional bagi penduduk yang sedang mengalami pergeseran demografik tersebut. Dalam kesempatan itu. • Pencetusan Deklarasi Macao oleh UN-ESCAP (1998) Di kawasan Asia Pasifik. LSM. 28 September . Older Person and the Market (lanjut usia sebagai konsumen) 4. (406067153) • Musyawarah Nasional II PERGERI dan cikal bakal berdirinya LKLU (1997) Selanjutnya kegiatan terus bergulir sampai PERGERI menyelenggarakan musyawarah nasionalnya yang kedua pada bulan Desember tahun 1997. pemeliharaan serta penyaluran kegiatannya) 5.Sejarah dan Perkembangan Gerontologi Sari Agustine. Upaya yang telah dirintis selama ini akan bermuara pada satu tujuan utama yaitu tindakan preventif maupun promotif agar lanjut usia masih dapat tetap produktif. Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan telah mencanangkan International Year of Older Persons (IYOP). Menyelenggarakan koordinasi dengan berbagai instansi terkait. UN-ESCAP berhasil meyakinkan pemerintah di daerah Asia Pasifik bahwa masalah lanjut usia merupakan masalah aktual yang harus diselesaikan secara bersamaan.1 Oktober 1998.

KJ. lebih serius dan lebih kompleks. oleh karena itu diharapkan supaya sikap masyarakat.13 Oktober 2007 10 . Program Healthy Ageing dikemukakan dalam forum gerontologi di Valencia. tentunya juga para lansia boleh tetap berperan serta dalam pembangunan dan mempunyai hak sebagai warga negara yang penuh. umur harapan hidup. Kepaniteraan Gerontologi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan. Perlu diketahui juga bahwa lansia itu berhak untuk hidup lebih lama dengan rasa aman dan bermartabat.5% dari jumlah total penduduk dan dalam waktu 20 tahun lagi jumlah lansia Indonesia akan melebihi balita. Spanyol pada tanggal 8-12 April 2002 yang membahas masalah lansia dengan lebih serius kemudian menghasilkan Deklarasi Madrid. Isi deklarasi Madrid yang utama yaitu peran lanjut usia dalam pembangunan harus dimaksimalkan dan tentunya peran tersebut hanya mungkin dimaksimalkan kalau derajat kesehatan dan kesejahteraannya juga ditingkatkan. Program bagi lanjut usia ini berisi halhal sebagai berikut : 1. Di sisi lain jumlah penduduk lanjut usia semakin bertambah. kebijakan pemerintah. Pada saat itulah WHO mengatakan bahwa millenium ini ditandai dengan apa yang disebut dengan Gerontological Shift. maupun perilaku masyarakat harus diubah sehingga bisa muncul persepsi bahwa orang tua bukannya harus disingkirkan tapi harus diupayakan. Sumber daya manusia 5.Sejarah dan Perkembangan Gerontologi Sari Agustine. Maka kira-kira 30 tahun lalu terjadi suatu pergeseran baru dalam kesehatan yang disebut dengan Demographical Shift. Kemudian adanya usaha dari UN-ESCAP yaitu pengajuan proposal kepada PBB agar memiliki organisasi di bawah sekjen untuk Lansia dan tiap negara diharapkan mengembangkan pengamanan sosial bagi lansia. (406067153) Di Indonesia telah ditetapkan hari Kebangkitan Lansia RI yaitu pada 20 Mei 2000. masalah gender (perbedaan jenis kelamin) dan distribusi lansia regional. Hal ini setidaknya merupakan hasil positif karena peningkatan pelayanan kesehatan dari pemerintah yang diperlihatkan dari meningkatnya usia harapan hidup. Ph. Di dalam Mukadimah deklarasi Madrid diungkapkan bahwa potensi para lansia harus dapat dimaksimalkan agar bisa disumbangkan kepada masyarakat dan negaranya. kekurangan gizi. Sp. Lalu berkembang suatu masa dimana setelah perang dunia II hampir semua penduduk dunia berkembang biak dengan jumlah anakanak kecil yang dilahirkan tanpa suatu program khusus. Hal-hal yang perlu diantisipasi 4. digandeng bersama-sama untuk ikut serta dalam pembangunan. Dalam proyeksi tersebut terlihat bahwa jumlah penduduk balita akan semakin berkurang. Di Indonesia. WHO mengungkapkan bahwa semasa abad yang lalu telah terjadi perubahan-perubahan besar pertama sebelum perang dunia. Tony Setiabudi. kini populasi lansia rata-rata 7. Ada negara-negara yang mempunyai jumlah lansia diatas 10% dan disebut dengan Aging Populated Countries.D. Proyeksi populasi Indonesia telah dibuat oleh pemerintah Indonesia dari tahun 1971-2020. Karena itu diperlukan suatu program-program yang lebih terarah dan hanya bisa dimulai bila institusi-institusi mulai memberikan perhatian. Hal ini disebabkan oleh keberhasilan program KB. Pada akhir abad yang lalu disinyalir umur lansia semakin banyak.Aspek demografi Aspek demografi adalah hal-hal yang menyangkut masalah kependudukan. Spanyol (2002) Setelah pertemuan IAG diadakan kongres WAA II di Madrid. Saat itulah terjadi suatu gerakan dunia untuk mengingatkan agar jangan sampai dunia mengalami kekurangan pangan bagi penduduk baru dan diproklamirkan suatu gerakan berencana internasional yang disebut family planning program. Setelah IKM (Ilmu Kesehatan Masyarakat) dikembangkan maka penyakit-penyakit tadi itu bisa ditekan. 2. Di Indonesia gerakan family planning program ternyata cukup berhasil. •Pertemuan Gerontologi di Valencia (2002) Pertemuan gerontologi di Valencia tahun 2002 yang diprakarsai oleh IAG (International Association of Gerontology). Dan diharapkan adanya lembaga untuk Lansia yang diresmikan oleh Presiden. Kedua hal tersebut hanya mungkin dilaksanakan apabila disertai partisipasi dari masyarakat itu sendiri. Spanyol. Pada pertemuan di Madrid. antara lain: proyeksi populasi penduduk. 10 orang anak dan bahkan lebih sehingga jumlah penduduk ini tidak terkontrol. Cibubur Periode 10 September 2007 . Indonesia diwakili oleh Dr. Masalah dalam negeri Indonesia • Kongres WAA II di Madrid. Jadi dalam keluarga itu bisa memiliki 5 orang anak. dimana jumlah lansia dengan permasalahannya akan jauh lebih besar. Aspek nasional-regional-global 3. dimana hampir semua negara-negara di dunia tercekam oleh penyakit-penyakit menular sehingga umur harapan hidup sangat rendah misalnya karena infeksi. S. Dan diharapkan lembaga-lembaga lainnya akan turut berperan serta dalam usaha ini. Ked. kesehatan lingkungan turun dan penyakit-penyakit parasiter. oleh sebab itu sejak 60 tahun lalu ada paradigma kesehatan baru yang disebut dengan epidemiological shift.

peningkatan dukungan masyarakat bagi kesejahteraan lanjut usia. Cibubur Periode 10 September 2007 . Di dalam klub ini. maka wanita yang berusia 40 tahun keatas harus disiapkan untuk melayani orang tuanya. Secara singkat.13 tahun 1998. tema yang ingin dibahas dan disampaikan pada WAA II adalah: Peningkatan partisipasi lanjut usia dalam pembangunan. Undang-undang No. Puskesmas. lengkap. Panti Tresna Werdha. Pelayanan Tingkat Dasar Pelayanan diselenggarakan oleh berbagai instansi dan swasta serta organisasi masyarakat. Kegiatan Pelayanan Lanjut Usia di Indonesia Landasan hukum : • • • • • • Undang-undang No. Rumah sakit yang memiliki : Poliklinik Geriatri / Gerontologi. Pemberikan pelayanan berlandaskan pada filosofi dan nilai budaya masyarakat Indonesia yang berasas Three Generation in One Roof yang mengandung arti yaitu adanya pertautan yang bernuansa antar 3 generasi.25 tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional Pembangunan Sosial Budaya. sehingga hampir semua panti werdha wanita lebih banyak tetapi di negara miskin karena wanita praktis tidak mendapat pendidikan yang tinggi maka kehidupannya terpuruk karena kemiskinan dan kurangnya pendidikan. Keputusan Menteri Sosial No. Akan tetapi di Singapore terjadi suatu proses perubahan yang besar seperti halnya di Jepang dimana para wanita mulai masuk ke karir sehingga merasa lebih mandiri dan tidak butuh dukungan siapa-siapa lagi. praktek dokter gigi. keluarga yang mempunyai lanjut usia. balai pengobatan dan klinik.social-ekonomi secara bersama-sama Posyandu Lansia Day Care Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa PUSAKA Dana Sehat Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) b.13 Oktober 2007 11 .Sejarah dan Perkembangan Gerontologi Sari Agustine.15/KEP/IX/1994 tentang Panitia Nasional Pelembagaan Lanjut Usia dalam Kehidupan Bangsa.22 tahun 2000 tentang Pemerintahan Daerah. perlindungan dan jaminan sosial bagi lanjut usia. para lansia yang sehat mandiri dapat mengadakan berbagai kegiatan fisik. bidang Keputusan Menkokesra No. Tahun 2000-2004.13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Pelayanan Tingkat Masyarakat Pelayanan yang ditujukan kepada Lanjut Usia. rohani. unit rehabilitasi. laboratorium. Undang-undang No. ruang rawat. mengamanaykan bahwa pemerintah dan masyarakat berkewajiban memberikan pelayanan sosial kepada lanjut usia. Ked. sedang. c. Undang-undang No. Ternyata general issues tidak berhenti sampai disitu. yaitu : a. mereka masih diperlukan dalam perkembangan masyarakat secara menyeluruh Hal penting lainnya general issues sangat luar biasa karena pertama-tama dinilai bahwa lansia khususnya di negara miskin harapan hidup perempuannya lebih banyak dari laki-laki. Balai Kesehatan Masyarakat. orang tua dan kakek / nenek. Pusat Pelayanan dan Perawatan Lanjut Usia. Rencana Pertemuan Internasional yang Berkaitan dengan Perkembangan Gerontologi di Indonesia • World Congress Rio de Janeiro 2005 dan Paris 2009 (Korea mencalonkan diri sebagai tempat pertemuan selanjutnya untuk tahun 2013) • CIGP 2006 akan diadakan di Indonesia. perluasan akses dan kemudahan layanan kesehatan bagi lanjut usia serta mempertimbangkan pembentukan komisi nasional lanjut usia. Sarana pelayanan kesehatan yang dipergunakan untuk melayani Lanjut Usia digolongkan dalam berbagai tingkatan. dan paripurna : 1. Day Kepaniteraan Gerontologi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan. organisasi profesi dan yayasan seperti: praktek dokter.10/HUK/1998 tentang Lembaga Kesejahteraan Lanjut Usia Sesuai Undang-undang No. (406067153) Kondisi lansia perlu dimaksimalkan karena lansia merasa masih menjadi “orang” jika mereka merasa ikut berpartisipasi aktif. kelompok lanjut usia atau kelompok masyarakat seperti : • • • • • • • • Karang Werdha Adalah suatu perkumpulan/paguyuban dari para lansia yang biasanya berasal dari satu lingkungan hunian. Pelayanan Rujukan Tingkat I dan Tingkat II Pelayanan yang diberikan dapat bersifat sederhana. yaitu: anak. para tenaga yang melayani lansia dengan caregivers dimanapun di dunia dilakukan oleh kelompok-kelompok wanita.6 Tahun 1974 tentang Ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial. S. Caregivers adalah yang mereka yang berusia 40 tahun keatas dan kebanyakan wanita.

mental spiritual. serta sosial. Sasana Tresna Werdha Sasana Tresna Werdha adalah suatu institusi hunian bersama dari para lansia yang secara fisik/kesehatan masih mandiri. Kebutuhan harian dari para penghuni biasanya disediakan pengurus panti. pelayanan sosial. angka kematian (mortalitas) serta permasalahan lanjut usia semakin menurun. Sejak saat itu perkembangan gerontologi di Indonesia menjadi pesat. berkesinambungan dalam rangka meningkatkan martabaat dan kesejahteraan para lanjut usia. pencanangan Hari Lanjut Usia Nasional pada tanggal 29 Mei 1996. Cibubur Periode 10 September 2007 . akan tetapi (terutama) memiliki keterbatasan di bidang sosial / ekonomi. Berbagai pertemuan Internasional diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan para lansia dan menghasilkan beberapa kesepakatan internasional yang bertujuan menyamakan dan membangun persepsi pelayanan lanjut usia yang terorganisir. (406067153) Hospital. KESIMPULAN Populasi lanjut usia di seluruh dunia dalam waktu dekat ini akan meningkat jumlahnya dengan pesat. 5. hukum dan bidang-bidang lainnya. Hal ini akan menunjang tercapainya mutu kehidupan lanjut usia yang sehat secara fisik. IV. Rumah Sakit Jiwa Rumah Sakit Khusus (lainnya) 4.13 Oktober 2007 12 . World Assembly on Ageing yang digelar oleh PBB pada tahun 1982 di Wina mengingatkan semua negara bahwa masalah lanjut usia akan menjadi masalah besar. 3. terpadu. 2.Sejarah dan Perkembangan Gerontologi Sari Agustine. Instalasi Gawat Darurat. psikis. S. diharapkan angka kesakitan (morbiditas). Unit Gawat Darurat. ketenagakerjaan. sehingga cepat atau lambat akam merupakan masalah bila penanggulangannya tidak dipersiapkan dari sekarang. dikukuhkannya Lembaga Kesehatan Lanjut Usia serta didirikannya pusat-pusat pelayanan lanjut usia dan organisasi-organisasi yang melayani lanjut usia. Bangsal Akut. sebagai bukti adalah dengan didirikannya PERGERI pada tahun 1984. Hospitium Melalui pelayanan kesehatan yang dikerjakan terpadu dengan pelayanan keperawatan. Ked. Diselenggarakan oleh pemerintah atau swasta. Kepaniteraan Gerontologi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan.

Jakarta : Departemen Sosial Republik Indonesia.html 9. Jakarta : Gramedia. Jakarta : Balai Penerbit FKUI.un. Sistem Informasi Pelayanan Sosial pada Lanjut Usia. 2002 4. Ked. 1996 3. Tony Setiabudhi. http://www. Sp.alcoa.html Kepaniteraan Gerontologi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan.un. Ph. KJ.ca/e/iyop/undecl.Sejarah dan Perkembangan Gerontologi Sari Agustine.org/esa/socdev/iyop.org/esa/socdev/iyop/iyoppop. http://www.un. KJ. Boedhi Darmojo R. 6.13 Oktober 2007 13 . Panduan Gerontologi – Tinjauan dari Berbagai Aspek. Ph. Cibubur Periode 10 September 2007 . (406067153) DAFTAR PUSTAKA 1. Sp. Indonesian View.html 8. http://www.org/esa/socdev/ageing/waa/a-conf-197-9b. Dr. Edisi 1. Buku Ajar Geriatri. Tony Setiabudhi. : Departemen Sosial Republik Indonesia.D. Perkembangan Lanjut Usia dalam Kehidupan Bangsa. 2005 5. 18-21 Oktober 2004.D. Presented at the UN-ESCAP’s regional Seminar on Aging. S. Jakarta. Dr.html 7. 1999 2. http://www.

Panti Tresna Werdha. Menua merupakan suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki/mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fingsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Constantinides. hukum. Kepaniteraan Gerontologi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Sasana Tresna Werdha Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan. Rumah Sakit Jiwa. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM)). serta didirikannya pusat-pusat pelayanan lanjut usia dan organisasi-organisasi yang memberikan pelayanan kelapa lansia. Sasana Tresna Werdha. berkembangnya ilmu kesehatan serta keberhasilan program KB menyebabkan peningkatan usia harapan hidup sehingga populasi lanjut usia tumbuh dengan cepat.13 Oktober 2007 14 . Saat ini dikenal beberapa cabang ilmu gerontologi. S. Dana Sehat. yaitu: peningkatan mutu kesehatan (promotion). Hal tersebut telah diingatkan kepada semaua negara melalui World Assembly on Aging yang digealr oleh PBB tahun 1982 di Wina. Cibubur Periode 10 September 2007 . Balai Kesehatan Masyarakat. • Menciptakan lapangan kerja/kegiatan bagi lansia yang tidak bertentengan dengan kebutuhan para kaum muda. Banyaknya penyakit infeksi yang diberantas. socio-gerontology. Ked. ekonomi. Hospitium). Tujuan dari gerontologi adalah mewujudkan healthy aging dengan cara melaksanakan P-4 di bidang kesehatan.dll. yaitu : • Pelayanan tingkat masyarakat (Karang Werdha. yaitu : proses biologik pada usia lanjut. Sarana pelayanan kesehatan yang dipergunakan untuk melayani lansia digolongkan dalam berbagai tingkatan. psycho-gerontology. • Pelayanan rujukan tingkat I dan II (Rumah Sakit. Day Care. perilaku. (406067153) RANGKUMAN SEJARAH GERONTOLOGI Salah satu tolak ukur kemajuan suatu bangsa seringkali dilihat dari usia harapan hidup penduduknya. Piramida penduduk Indonesia berubah bentuk dari “basis lebar” (fertilitas tinggi) menjadi piramida berbentuk “bawang” yang menunjukkan rendahnya fertilitas dan mortalitas. dan arthro-gerontology. pencegahan penyakit (preventive). medical-gerontology. pengobatan penyakit (curative). dikukuhkannya Lembaga Kesehatan Lanjut Usia.Sejarah dan Perkembangan Gerontologi Sari Agustine. Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa. harus dilaksanakan hal-hal sebagai berikut : • Menyelenggarakan program pensiun secara terpadu dan merata. Bila tidak dipersiapkan penanggulangannya dari sekarang maka hal ini akan menjadi suatu masalah yang besar. pencanangan Hari Lanjut Usia Nasional pada tanggal 29 Mei 1996. sosial. 1994). atau dapat diartikan sebagai suatu bentuk pendekatan ilmiah dari berbagai aspek proses penuaan yang ditinjau dari segi kesehatan. lingkungan. Pusat Pelayanan dan Perawatan Lansia). • Pelayanan tingkat dasar (Praktek Dokter. Posyandu Lansia. Struktur masyarakat Indonesia berubah dari populasi “muda” (1971) menjadi populasi yang lebih “tua” pada tahun 2020. Sejak saat itu perkembangan gerontologi di Indonesia maju pesat melaui didirikannya Perhimpunan Gerontologi Indonesia (PERGERI) tahun 1984. dan pemulihan kesehatan (rehabilitation). Gerontologi adalah ilmu yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan lanjut usia dan permasalahannya.Untuk mencegah proses regenerasi menuju keadaan yang berbahaya.