P. 1
JENIS PENELITIAN

JENIS PENELITIAN

|Views: 27|Likes:

More info:

Published by: DhieLa Nauval Bakhabazy on Jul 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2012

pdf

text

original

JENIS - JENIS PENELITIAN

Disusun untuk Melengkapi Tugas Mata Kuliah Metode Penelitian Agribisnis

Oleh :

DALILAH ( 709.3.1.0367 )

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS WIRARAJA SUMENEP 2012

JENIS - JENIS PENELITIAN Penelitian merupakan usaha untuk memperoleh fakta-fakta atau mengembangkan prinsip-prinsip pengujian kebenaran dengan cara mengumpulkan, mencatat dan menganalisa data yang dikerjakan dengan sistematis berdasarkan ilmu pengetahuan dan metode ilmiah. Penelitian dapat bersifat pasif, yaitu hanya ingin memperoleh gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan, dan aktif, yaitu ingin memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesa. Berikut beberapa jenis penelitian :  Penelitian Kuantitatif Penelitian kuantitatif adalah suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan bentuk data yang dapat dihitung (numerik) dan analisis statistik dengan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan tersebut berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.  Penelitian Kualitatif Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistickontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Tujuan utama penelitian kualitatif adalah untuk memahami fenomena atau gejala sosial dengan lebih menitikberatkan pada gambaran yang lengkap tentang fenomena yang dikaji daripada memerincinya menjadi variabel-variabel yang saling terkait. Harapannya ialah diperoleh pemahaman yang mendalam tentang fenomena untuk selanjutnya dihasilkan sebuah teori. Karena tujuannya berbeda dengan penelitian kuantitatif, maka prosedur perolehan data dan jenis penelitian kualitatif juga berbeda. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistic yang penuh keotentikan. Setidaknya ada delapan jenis penelitian kualitatif, yakni etnografi (ethnography), studi kasus (case studies), studi dokumen/teks (document studies),

observasi alami (natural observation), wawancara terpusat (focused interviews), fenomenologi (phenomenology), grounded theory, studi sejarah (historical research).  Penelitian Eksperimental Penelitian eksperimen digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan (Sugiono : 2010). Menurut Solso & MacLin (2002), penelitian eksperimen adalah suatu penelitian yang di dalamnya ditemukan minimal satu variabel yang dimanipulasi untuk mempelajari hubungan sebab-akibat. Oleh karena itu, penelitian eksperimen erat kaitanya dalam menguji suatu hipotesis dalam rangka mencari pengaruh, hubungan, maupun perbedaan perubahan terhadap kelompok yang dikenakan perlakuan.  Penelitian Korasional Penelitian korelasi atau korelasional adalah suatu penelitian untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan anatara dua variabel atau lebih tanpan ada upaya untuk mempengaruhi variabel tersbut sehingga tidak terdapat manipulasi variabel (Faenkel dan Walllen, 200 : 328). Jenis penelitian ini biasanya memlibatkan ukuran statistik / tingkat hubungan yang disebut dengan korelasi (Mc Millan dan Schumacher dalam Syamsuddin dan Vismaia, 2009 :25). Penelitian korasioal menggunakan instrumen untukmenentukan apakah, dan untuk tingkat apa, terdapat hubungan anatar dua variabel atau lebih yang dapat dikuantitatifkan.  Penelitian Deskriptif Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Fenomena tersebut bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya (Sukmadinata, 2006:72). Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu, misalnya kondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, proses yang sedang berlangsung, akibat atau efek yang terjadi, atau tentang kecendrungan yang tengah berlangsung. Fenomena disajikan secara apa adanya hasil penelitiannya diuraikan secara jelas dan gamblang tanpa manipulasi oleh karena itu penelitian ini tidak adanya suatu hipotesis tetapi adalah pertanyaan penelitian. Analisis deskriptif dapat menggunakan analisis distribusi frekuensi yaitu

menyimpulkan berdasarkan hasil rata-rata. Hasil penelitian deskriptif sering digunakan, atau dilanjutkan dengan melakukan penelitian analitik. Jenis penelitian yang termasuk dalam kategori deskriptif adalah studi kasus dan penelitian survey.  Penelitian Studi Kasus Studi kasus merupakan rancangan penelitian yang mencakup pengkajian satu unit penelitian secara intensif, misalnya satu pasien, keluarga, kelompok, komunitas atau institusi. Meskipun jumlah subjek cenderung sedikit, jumlah variabel yang diteliti sangat luas. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui semua variabel yang berhubungan dengan masalah penelitian. Penggalian data dapat melalui kuisioner, wawancara, observasi maupun data dokumen. Deskripsi dari studi kasus tergantung dari keadaan kasus tetapi tetap mempertimbangkan waktu. Keuntungan yang paling besar dari desain ini adalah pengkajian secara rinci meskipun jumlah dari responden sedikit, sehingga akan didapatkan gambaran satu unit subyek secara jelas. Misalnya, studi kasus tentang asuhan keperawatan pasien dengan typoid di RS. Peneliti akan mengkaji variabel yang sangat luas dari kasus diatas mulai dari menemukan masalah bio-psiko-sosio-spiritual. 

Penelitian Survey Penelitian survey adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data yang pokok (Singarimbun, 1998). Survei merupakan studi yang bersifat kuantitatif yang digunakan untuk meneliti gejala suatu kelompok atau perilaku individu. Survey adalah suatu desain yang digunaan untuk penyelidikan informasi yang berhubungan dengan prevalensi, distribusi dan hubungan antar variabel dalam suatu popilasi. Pada survey tidak ada intervensi, survey mengumpulkan informasi dari tindakan seseorang, pengetahuan, kemauan, pendapat, perilaku, dan nilai. Penggalian data dapat melalui kuisioner, wawancara, observasi maupun data dokumen. Penggalian data melalui kuisioner dapat dilakukan tanya jawab langsung atau melalui telepon, sms, e-mail maupun dengan penyebaran kuisioner melalui surat. Wawancara dapat dilakukan juga melalui telepon, video conference maupun tatap muka langsung. Keuntungan dari survey ini adalah dapat memperoleh berbagai informasi serta hasil dapat dipergunkan untuk tujuan lain. Akan tetapi informasi yang didapat sering kali cenderung bersifat superfisial. Oleh karena itu pada penelitian survey akan lebih baik jika dilaksanakan analisa secara bertahap. Pada umumnya survei menggunakan kuesioner sebagai alat pengambil data. Survei menganut aturan pendekatan kuantitatif, yaitu semakin sampel besar, semakin hasilnya

mencerminkan populasi. Penelitian survey dapat digunakan untuk maksud penjajakan (eksploratif), menguraikan (deskriptif), penjelasan (eksplanatory) yaitu untuk menjelaskan hubungan kausal dan pengujian hipotesa, evaluasi, prediksi atau meramalkan kejadian tertentu di masa yang akan datang, penelitian operational dan pengembangan indikaor-indikator sosial.  Penelitian Pengaruh Penelitian ini ditujukan untuk menguji variabel independen terhadap variabel dependen. Karakteristik desain pengaruh adalah sebagai berikut: 1. Variable independent menentukan intensitas variabel dependen. 2. Dapat dijelaskan mekanisme perubahannya, tetapi bukan sebagai penyebab (causation). 3. Jenis desain yang dipergunakan adalah eksperimental yaitu a. True Expeimental (satu kelompok tidak dilakukan intervensi) b. Quasy Experimental (satu kelompok dilakukan intervensi sesuai dengan metode yang dikehendaki, kelompok lainnya dilakukan seperti biasanya) c. Pre-Experimental: post only; pre-post. (satu kelompok dilakukan intervensi X dan kelompok lain dilakukan intervensi Y). 

Penelitian Pengembangan Kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan

pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsipprinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah. Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan. 

Penelitian Kausal-Komparatif Penelitian komparasi atau perbedaan adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk membedakan atau membandingkan hasil penelitian antara dua kelompok penelitian. Ada dua hal kelompok penelitian yaitu dua kelompok penelitian yang berbeda dan tidak saling berhubungan dan dua kelompok penelitian yang saling berhubungan. Analisis yang digunakan adalah:

1. Analisis T. Test, Analisis Wilcoson atau mc nemar analisa ini digunakan untuk uji beda dua kelompok untuk data interval , rasio, dua kelompok yang berbeda tidak saling berhubungan (independent-sampel T test). 2. Analisis Paired t test, Jika dua kelompok mempunyai anggota yang sama dan mempunyai korelasi maka dipergunakan uji sampel berpasangan. Tujuan dari penelitian kausal-komparatif adalah untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat dengan cara berdasar atas pengamatan terhadap akibat yang ada dan mencari kembali faktor yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu. Hal ini berlainan dengan metode eksperimental yang mengumpulkan datanya pada waktu kini dalam kondisi yang dikontrol.  Penelitian Berdasarkan Hasil/Alasan yang Diperoleh : 1. Basic research (penelitian dasar), mempunyai alasan intelektual, dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan. 2. Applied reseach (penelitian terapan), mempunyai alasan praktis, keinginan untuk mengetahui, bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, efektif, efisien.  Penelitian Berdasarkan Bidang yang Diteliti : 1. Penelitian sosial, khusus meneliti bidang sosial, ekonomi, pendidikan, hukum. 2. Penelitian eksakta, khusus meneliti bidang eksakta: kimia, fisika, teknik, dsb.  Penelitian Berdasarkan Tempat Penelitian : 1. Field research (penelitian lapangan), langsung di lapangan. 2. Library research (penelitian kepustakaan), dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian sebelumnya. 3. Laboratory research (penelitian laboratorium), dilaksanakan pada tempat tertentu/laboratorium, biasanya bersifat eksperimen atau percobaan.  Penelitian Berdasarkan Teknik yang Digunakan : 1. Survey research (penelitian survei), tidak melakukan perubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti. 2. Experimen research (penelitian percobaan), dilakukan perubahan (ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti.

Penelitian Berdasarkan Keilmiahan : 1. Penelitian ilmiah Menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (mengemukakan pokok-pokok pikiran, menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah/meyakinkan). Ada dua kriteria dalam menentukan kadar mutu ilmiah suatu penelitian yaitu: a. Kemampuan memberikan pengertian yang jelas tentang masalah yang diteliti. b. Kemampuan untuk meramalkan sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai apabila data yang sama ditemukan di tempat/waktu lain. Ciri-ciri penelitian ilmiah adalah: 1. Purposiveness, fokus tujuan yang jelas. 2. Rigor, teliti, memiliki dasar teori dan disain metodologi yang baik. 3. Testibility, prosedur pengujian hipotesis jelas. 4. Replicability, pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang sejenis. 5. Objectivity, berdasarkan fakta dari data aktual : tidak subjektif dan emosional. 6. Generalizability, semakin luas lingkup penggunaan hasilnya semakin berguna. 7. Precision, mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat. 8. Parsimony, penelitiannya. 2. Penelitian non ilmiah (tidak menggunakan metode atau kaidah-kaidah ilmiah) Berdasarkan spesialisasi bidang ilmu garapannya : Bisnis (akunting, keuangan, manajemen, pemasaran), Komunikasi (massa, bisnis, kehumasan, periklanan), Hukum (perdata, pidana, tatanegara, Internasional), Pertanian (agribisnis, agronomi, budidaya tanaman, hama tanaman), Teknik, Ekonomi (mikro, makro, pembangunan), dan lain-lain. kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->