LAPORAN PRAKTIKUM GOLOGI TEKNIK

ACARA: UJI PENETRASI SONDIR

DISUSUN OLEH: Ivada Pratama Dewi L2L 008 037

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG NOVEMBER 2010

LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Praktikum Geologi Teknik Acara : Uji Penetrasi Sondir yang disusun oleh praktikan Ivada Pratama Dewi untuk memenuhi persyaratan tugas praktikum mata kuliah Geologi Teknik telah diperiksa dan disahkan pada :

Hari Tanggal Waktu

: Jum’at : 12 November 2010 :

Semarang,

November 2010

Asisten,

Praktikan,

Ali Albab NIM L2L 007 002

Ivada Pratama Dewi NIM L2L 008 037

2

....................... 5 Bab I Pendahuluan 1..................................................................................2 Diagram Alir ............................. 14 3.............................................. 2 Daftar Isi .DAFTAR ISI Lembar Pengesahan ............................................................................................. 6 Bab II Dasar Teori ...........................................................................................................................................1 Maksud .... 6 1................................... 24 3 ............................................................ 7 Bab III Metodologi 3................................................................. 23 Daftar Pustaka ................................................................................................ 20 Bab VI Kesimpulan ..................................................................................................................................................................................................2 Tujuan .......................... .................................. 4 Daftar Tabel ........................................... 14 Bab IV Pengolahan Data ..................... 16 Bab V Pembahasan .....1 Alat dan Bahan ............... 3 Daftar Gambar ..................................

...............1. 9 Gambar 2................................DAFTAR GAMBAR Gambar 2.......2 Uji sondir di lapangan ..... 11 4 ......3 Contoh grafik sondir .... 7 Gambar 2................ Alat penetrasi konus / sondir ...........................................................

................................. 1948 ) ..... 12 Tabel 2.2 Kepadatan lapisan tanah berdasarkan hasil sondir ( Terzaghi dan Peck....DAFTAR TABEL Tabel 2......................... 1984 ) ..................1 Konsistensi tanah lempung berdasarkan hasil sondir ( Terzaghi dan Peck............... 13 5 ........................

1.1.3 Membuat grafik hubungan nilai perlawanan konus ( conus resistance ) dari jumlah hambatan lekat ( total friction ) terhadap kedalaman.2 Tujuan 1.1 Mengetahui kegunaan uji penetrasi sondir dalam penyelidikan geologi teknik.1 Maksud 1.1 Mengetahui nilai perlawanan konus dan hambatan lekat dari uji penetrasi sondir bikonus ( Dutch Cone Penetrometer ).1.1. 1.2 Mengetahui hubungan empiris antara nilai perlawanan konus terhadap sifat geologi teknik tanah / batuan.3 Mengetahui tata guna lahan yang sesuai berdasarkan sifat geoteknik lapisan tanahnya. 1. 1.2. friction ratio dan total friction dari data lapangan sondir bikonus.2.2 Menghitung harga local friction. 6 . 1.BAB I PENDAHULUAN 1.2.

Gambar 2. S.1981. kita dapat menentukan dalamnya berbagai lapisan tanah yang berbeda dan mendapatkan indikasi tentang kekuatannya. juga disebut Dutch deep sounding apparatus. yaitu suatu alat statis yang berasal dari negeri Belanda. metode percobaan di lapangan yang umum dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan di lapangan adalah percobaan penetrasi atau penetration test yang menggunakan alat penetrometer. Cara penggunaan alat tersebut ialah dengan jalan menekan atau memutar stang – stang yang mempunyai ujung khusus ke dalam tanah.1.BAB II DASAR TEORI Berdasarkan Sosrodarsono. Penetrometer statis di Indonesia yang dipakai secara luas hanyalah alat sondir ( Dutch Penetrometer ). Alat penetrasi konus / sondir 7 . Penyelidikan semacam ini disebut percobaan penetrasi dan alat yang dipakai disebut penetrometer statis ( sondir ).

yaitu alat khusus yang dapat melakukan penetrasi ke dalam tanah. Pada posisi ini secara otomatis 8 . stang – stang dan casing luarnya saja.2. jadi di sini baik nilai konus maupun hambatan pelekat dapat diukur bersama – sama. Kemudian hanya dengan menekan casing luarnya saja. Besarnya cone yang digunakan dapat berubah – ubah tergantung kebutuhannya atau jenis tanah tersebut.1 Tipe Peralatan Sondir Peralatan sondir yang digunakan adalah mata sondir.1 Konus biasa (mantel konus. Caranya dengan menekan stang dalam yang menekan konus ke bawah dan dalam keadaan ini hanya nilai konus yang diukur. Setelah pengukuran dilakukan. Seluruh bagian tabung luar dalam keadaan statis ( diam ). Bila konus telah ditekan ke bawah sedalam 4 cm maka dengan sendirinya akan mengkait friction sleeve dan ikut membawanya ke bawah bersama – sama sedalam 4 cm juga. Jadi secara otomatis akan mengembalikan konus tersebut pada posisi yang siap untuk pengukuran berikutnya.2. 2. konus biasa atau tunggal dank onus ganda atau bikonus.1.1. konus. 2. konus. standart type ) Pada tipe standar yang diukur hanya perlawanan ujung ( nilai konus ) yang dilakukan dengan hanya menekan stang bagian dalamnya saja. Gaya yang dibutuhkan untuk menekan kerucut ke bawah dibaca alat pengukur ( gauge ). Bikonus ( friction sleeve atau adhesion jacket type ) Pada tipe bikonus yang diukur adalah baik nilai bikonus maupun hambatan pelekat. friction sleeve dan stang – stang keseluruhannya akan tertekan ke bawah sampai titik kedalaman dimana akan dilakukan pembacaan berikutnya. Untuk bikonus yang biasa digunakan adalah Dutch Cone Penetrometer jenis ini dengan kapasitas maksimu = 250 kg/cm2.

Gambar 2. 9 . Dapat digunakan menentukan daya dukung tanah dengan baik d. Pembacaan dilakukan setiap 20 cm. f. Cukup ekonomis b. Dapat membantu menentukan posisi atau kedalaman pada pemboran. sehingga hasil uji sondir bisa diverifikasi atau dibandingkan dengan uji lainnya. Apabila contoh tanah pada boring tidak bisa diambil ( tanah lunak / pasir ) c.2 Kelebihan dan Kelemahan Sondir Keuntungan dalam mempergunakan alat sondir ini adalah : a.kedudukan konus dan friction sleeve seperti : kedudukan semula dan siap untuk percobaan berikutnya.2 Uji sondir di lapangan 2. Adanya korelasi empiris semakin handal e. Dalam prakteknya uji sondir sangat dianjurkan didampingi dengan uji lainnya baik uji lapangan maupun uji laboratorium.

c. Perlawanan penetrasi konus adalah perlawanan tanah terhadap ujung konus yang dinyatakan dalam gaya per satuan luas. Friction Ratio ( FR ) dan Total Friction ( TF ) seperti pada rumus ( Sosrodarsono. antara lain : a. Jika terdapat batuan lepas bisa memberikan indikasi lapisan keras yang salah dan tidak dapat mengetahui jenis tanah secara langsung. Jika alat tidak lurus dank onus tidak bekerja dengan baik maka hasil yang diperoleh bisa meragukan.Menurut Sosrodarsono. 1981 ) : 1. b. Jenis metode sondir dapat dilakukan dengan suatu perhitungan dalam penentuan suatu nilai Local Friction ( LF ). Cleef friction / hambatan lekat ( HL ) HL = qt = qc + f Keterangan : qc : perlawanan penetrasi konus / conus resistance ( kg/cm2 ) f : gaya friksi tanah terhadap selubung konus ( kg/cm2 ) 10 . d. S.3 Tujuan Uji Penetrasi Sondir Tes sondir dimaksudkan untuk mengetahu perlawanan penetrasi konus / qc dan hambatan lekat / clef friction ( F ). Dapat dengan cepat menentukan lapisan keras dan diperkirakan perbedaan lapisan serta cukup baik untuk digunakan pada lapisan yang berbutir halus. Dengan rumus empiris hasilnya dapat digunakan untuk menhitung daya dukung tiang. sondir atau Cone Penetration Test memiliki kelebihan dan kekurangan. Hambatan lekat adalah perlawanan geser tanah terhadap mantel bikonus dalam gaya per satuan luas. 1981. 2.

Total Friction ( kumulatif ) = HL + LF sebelumnya : 20 cm BAB IV PENGOLAHAN DATA Gambar 2. Jika terlihat grafik yang berbentuk zig – zag maka jenis tanah terebut lebih condong ke jenis tanah pasir.3 Contoh grafik sondir Hasil grafik yang dihasilkan pada cone penetration test dapat berupa grafik yang berbentuk zig – zag pada kedalaman tertentu dan ada grafik yang lebih lembut pada kedalaman tertentu. tetapi jika grafik lebih membentuk garis 11 .qt : jumlah perlawanan ( kg/cm2 ) faktor alat : luas konus standart ( 10 cm ) tahap pembacaan Local Friction = Friction Ratio = Grafik yang dibuat antara lain : perlawanan penetrasi konus ( qc ) pada setiap kedalaman dan jumlah hambatan pelekat / total friction ( TF ) pada setiap kedalaman. hal ini menggambarkan jenis tanah yang ada pada kedalaman tersebut.

dapat ditentukan tingkat kekerasan relatifnya.1 Konsistensi tanah lempung berdasarkan hasil sondir 12 .0 6.5 3.yang lebih lembut hal ini menunjukkan pada kedalaman tersebut jenis tanah lebih cenderung ke jenis tanah lempung.5 4. Pada tanah berbutir halus ( lempung – lanau ). 2.0 4. 1984 ) Friction Ratio ( FR ) % 3.4 Hubungan Empiris Kekuatan Tanah Berdasarkan Uju Penetrasi Sondir Harga perlawanan konus hasil uji penetrasi sondir pada lapisan tanah / batuan dapat dihubungkan secara empiris dengan kekuatannya. hal ini disebabkan karena partikel pada pasir lebih besar daripada lempung.0 6. Sedangkan pada tanah berbutir kasar ( pasir – gravel ) dapat ditentukan tingkat kepadatan relatifnya. Konsistensi Conus Resistance ( qc ) Kg/cm2 Sangat lunak / very soft Lunak / soft Teguh / firm Kaku / Stiff Sangat kaku / very stiff Keras / hard <5 5 – 10 10 -35 30 – 60 60 – 120 >120 ( Terzaghi dan Peck.0 Tabel 2.

0 2. 1948 ) 13 .2 Kepadatan lapisan tanah berdasarkan hasil sondir ( Terzaghi dan Peck.0 Tabel 2.0 4.0 Sangat Lepas ( very loose ) Lepas / Loose Setengah Lepas / medium Padat / dense Sangat padat / very dense <20 20 – 40 40 – 120 120 – 200 >200 2.Konsistensi Conus Resistance ( qc ) Kg/cm2 Friction Ratio ( FR ) % 2.0 4.

Seperangkat pipa sondir dengan panjang masing – masing 1 m e.d 5MPa atau untuk tanah keras 0 s.2 Cara Kerja 1. meteran dan oli g. 14 . Manometer 2 buah dengan kapasitas 60 dan 250 kg/cm2. Kunci pipa.d 2MPa dan 0 s. Mesin sondir kekuatan sedang ( 2. Waterpass tukang 3. b) Masukkan 4 buah angker kedalam tanah sesuai letak rangka pembeban. dan bila kurang tambahkan oli serta cegah terjadinya gelembung udara dalam sistem. sehingga pembeban berdiri vertikal d) Pasang manometer untuk tanah lunak 0 s.5 ton ) b. Persiapan sebelum pengujian a) Siapkan lubang sedalam 65 cm untuk penusukan pertama. Konus atau bikonus d. sehingga penekan hidraulik berada tepat di atasnya. h) Sambungkan konus ganda dengan batang dalam dan batang dorong serta kepala pipa dorong.1 Alat dan Bahan a. linggis.d 5MPa dan 0 s. c) Setel rangka pembeban.BAB III METODOLOGI 3. c. g) Pasang balok-balok penjepit pada jangkar dan kencangkan dengan memutar baut pengencang. 2 buah angker dengan perlengkapannya termasuk besi kanal f. f) Tempatkan rangka pembeban.d 20 MPa e) Periksa sistem hidraulik dengan menekan piston hidraulik menggunakan kunci piston.

Perhitungan dan pembuatan grafik a) Perhitungan formulir 1 b) Pembuatan grafik hasil uji sondir 5. b) Dorong / tarik kunci pengatur pada kedudukan siap tekan. Lanjutkan pengujian pada kedalaman 20cm berikutnya. d) Pada tiap interval 20 cm lakukan penekanan batang dalam dengan menarik kunci pengatur. sehingga gigi penekan dan penekan hidraulik bergerak turun dan menekan pipa luar sampai mencapai kedalaman 20 cm sesuai interval pengujian. c) Baca jumlah perlawanan geser dan perlawanan konus pada penekan batang sedalam ± 4 cm yang ke-dua dan catat pada formulir 4.d 20 mm/s). 15 . Prosedur pengujian (penekanan pipa dorong) a) Dirikan batang dalam dan pipa dorong di bawah penekan hidraulik pada kedudukan yang tepat. sehingga penekan hidraulik menekan batang dalam saja. Prosedur pengujian (penekanan batang dalam) a) Baca perlawanan konus pada penekan batang dalam sedalam kira-kira 4 cm pertama b) catat pada formulir.2. c) Putar engkol searah jarum jam (kecepatan 10 s. sehingga penekan hidraulik hanya akan menekan pipa dorong. 3.

00 124.00 7.00 15.30 0.00 6.00 9.00 198.00 10.60 0.00 8.00 8.00 0.00 18.00 6.20 0.20 0.00 192.00 4.00 4.30 0.00 1.60 0.40 3.00 9.00 8.00 6.50 15.1 Hasil Uji Sondir Lokasi : Gedung A Titik Depth m 0.60 4.00 54.00 6.00 10.80 2.00 4.80 4.00 8.00 15.30 0.00 3.00 9.00 8.00 6.00 6.00 186.00 8.00 168.00 0.40 0.00 0.00 8.80 1.00 6.00 9.00 5.00 5.00 7.00 104.40 1.00 14.00 5.00 4.40 0.20 3.20 Tanggal : 18 Mei 2010 :S–A qc qc + f HL LF kg/cm² kg/cm² kg/cm² kg/cm² 0.67 7.00 14.00 10.00 3.00 5.00 0.00 5.00 12.00 96.00 8.00 8.00 0.40 0.00 0.00 5.00 7.00 10.00 10.00 82.00 2.00 17.00 9.50 TF kg/cm 0.70 1.00 2.00 0.00 3.00 4.40 0.00 3.00 8.00 6.00 0.00 2.00 7.00 3.20 0.67 6.20 0.00 19.00 6.00 158.30 0.78 8.60 3.00 6.00 8.00 9.00 60.00 3.00 0.00 0.40 0.00 5.70 0.BAB IV PENGOLAHAN DATA 4.00 5.00 8.00 68.00 0.00 10.00 11.00 150.20 0.00 112.30 0.00 0.30 0.83 20.00 5.00 9.00 10.50 0.00 142.80 5.80 3.50 4.00 24.00 0.00 6.20 0.00 0.40 2.71 2.00 116.20 1.20 0.00 4.30 FR % 0.00 5.00 136.00 7.00 120.00 6.00 4.00 5.00 180.00 12.40 0.00 16.00 3.00 4.00 5.00 0.00 14.00 4.40 0.60 1.00 10.00 64.00 5.00 0.40 4.00 130.00 4.00 16 .00 0.00 6.00 6.20 4.00 5.20 2.00 12.70 0.00 16.00 30.60 2.

33 15.70 0.00 4.40 8.00 22.00 6.00 2.00 760.79 4.87 204.00 3.00 6.00 304.00 7.20 9.00 316.00 36.00 27.00 368.00 6.30 0.80 8.00 4.00 216.07 7.10 1.40 7.33 6.50 5.00 10.30 0.00 3.67 6.00 7.60 0.00 5.00 250.00 20.00 187.90 0.20 10.40 11.00 3.00 13.00 131.00 3.00 15.00 232.50 2.00 68.20 0.20 0.60 10.35 0.30 0.00 101.60 7.40 10.40 1.40 6.80 9.40 2.00 6.48 3.00 12.10 1.00 8.00 3.40 5.5.00 6.00 482.00 6.80 6.00 276.00 790.00 20.80 5.20 0.00 27.00 8.30 0.00 22.00 4.00 282.30 0.80 10.00 268.20 0.00 40.00 2.00 4.00 29.00 384.00 4.80 1.00 16.00 30.00 0.00 10.00 6.00 21.09 5.00 15.00 17 .00 272.70 1.40 0.00 264.30 0.00 18.60 3.00 350.60 5.00 5.00 258.00 6.00 31.00 430.44 4.00 14.00 9.20 7.80 7.20 1.00 5.20 0.00 4.00 24.00 290.00 0.00 576.58 3.00 7.00 48.00 226.00 8.00 6.00 10.00 23.00 108.00 3.00 7.20 6.00 6.00 5.00 5.00 27.40 9.00 3.00 14.36 4.80 11.00 4.00 16.00 452.50 10.00 43.60 8.00 11.00 91.00 22.00 7.00 18.00 236.00 21.00 6.14 5.00 32.00 4.00 172.00 6.00 3.00 330.00 38.00 4.00 210.00 5.55 4.00 4.30 0.50 4.60 6.00 6.20 0.00 10.00 254.00 6.00 406.00 222.09 3.00 67.00 4.20 0.30 3.00 4.20 11.00 530.60 9.50 3.00 155.00 10.00 2.00 22.00 244.00 31.00 2.40 0.00 4.00 652.67 7.00 30.67 10.00 6.00 6.00 6.00 76.38 4.00 11.20 8.30 0.00 12.00 46.00 39.00 93.

50 03.00 06.abu Pasir halus abu .05 02.4.00 03.00 07.00 13.2 Data Pemboran Proyek Lokasi : Perencanaan Gedung A : Gedung A No.00 12.00 14.50 09.50 01.00 01.00 06.00 01.00 01. Lubang : BH.00 03.50 09.00 12.50 02.00 03.00 Panjang (m) 01.00 Sampai (jam) KEMAJUAN Kemajuan (m) 00.00 01.00 13.00 13.50 01.50 00.abu MATABOR Tipe Diameter KETERANGAN (mm) 73 73 73 73 73 73 73 73 12.00 18 .A Tanggal : 11 Mei 2009 WAKTU Dari (jam) 08.00 Total (m) 01.00 07.00 CORE Deskripsi Tanah penutup Pasir kelempungan abu-abu Lempung kepasiran coklat Lempung kepasiran coklat Lempung hitam Lempung hitam Pasir sedang abu-abu Pasir halus abu .

4.3 Grafik Hasil Uji Sondir dan Korelasinya dengan Data Pemboran 19 .

Dengan mengetahui nilai penetrasi konus dan hambatan lekat. Perlawanan penetrasi konus adalah perlawanan tanah terhadap ujung konus yang dinyatakan dalam gaya per satuan luas. karena pada nilai qc tersebut. Selain itu juga dapat menentukan pondasi yang akan dipilih dan letak pondasi bangunan. sehingga tidak dikhawatirkan terjadi penurunan. stang alat ini ditekan ke dalam tanah dan kemudian perlawanan tanah terhadap ujung sondir (tahanan ujung) dan gesekan pada silimur silinder diukur. Uji sondir ini bertujuan untuk mengetahui perlawanan penetrasi konus / qc dan hambatan lekat / clef friction ( F ). 20 . Dalam uji sondir. Sondir itu sendiri adalah alat berbentuk silindris dengan ujungnya berupa konus.BAB V PEMBAHASAN Pada praktikum geologi teknik kali ini adalah melakukan uji sondir. kita dapat menentukan dalamnya berbagai lapisan tanah yang berbeda dan mendapatkan indikasi tentang kekuatannya sehingga kita dapat mengetahui kelayakan tanah dalam perencanaan pembangunan sebuah gedung. Hambatan lekat adalah perlawanan geser tanah terhadap mantel bikonus dalam gaya per satuan luas. memiliki konsistensi tanah yang keras. Namun pada praktikum kali ini tidak dilakukan uji secara langsung tetapi hanya melakukan perhitungan data yang telah ada. Dalam membangun sebuah gedung. untuk dapat ditancapkan pondasi yang aman dari penurunan maka uji sondir yang dilakukan hingga mendapat nilai qc diatas 120 kg/cm2.

dengan kepadatan lapisan sangat lepas. Dari kedalaman 0 meter sampai 8. friction ratio. lapisan dengan kedalaman 6meter hingga 9meter memiliki tanah jenis lempung. Lapisan dibawahnya dengan kedalaman 3 meter hingga 6 meter.2 Korelasi Hasil Uji Sondir dengan Data Pemboran Berdasarkan data pemboran. hambatan lekat. Sedangkan pada kedalaman 8.5. sedangkan berdasarkan grafik qc hasil perhitungan. didapatkan nilai resistensi konus. hal tersebut menunjukkan bahwa lapisan dengan kedalaman ini adalah jenis tanah lempung. local friction dan total friction yang bervariasi.4 meter didapatkan nilai qc=0 hingga qc=10 sehingga disimpulkan konsistensi tanah lempung pada kedalaman tersebut sangat lunak hingga lunak. lapisan tanah teratas adalah tanah penutup. maka disimpulkan konsistensi tanah lempung pada kedalaman ini yaitu teguh hingga keras dengan kepadatan lapisan lepas hingga padat. lapisan atas hingga kedalaman 3 meter grafik menunjukkan bentuk zig-zag yang menandakan bahwa lapisan ini terdapat jenis tanah pasir. grafik qc menunjukkan bentuk yang cukup halus (smooth). pada 21 .60 meter didapatkan nilai qc= 12 hingga qc= 172. dapat berupa pasir kelempungan. 5. Hal ini sesuai dengan data pemboran yang menerangkan bahwa pada kedalaman 3 meter hingga 6 meter memiliki lapisan lempung pasiran.1 Hasil pengolahan data Berdasarkan pengolahan data pada perencanaan pembangunan gedung A.6 meter hingga kedalaman 11. kedalaman 6 Kemudian meter lempungpasiran. Sedangkan berdasarkan data pemboran. Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan yang dapat terlihat melalui grafik. yang diikuti pada didapat dibawahnya kedalaman 3 dengan meter pasir hingga kelempungan.

6 meter kepadatan tanah menunjukkan tanah lepas. hal ini berkaitan dengan kelemahan uji sondir yaitu jika terdapat batuan lepas bisa meberikan indikasi lapisan keras yang salah dan tidak dapat mengetahui jenis tanah secara langsung.6 meter hingga 11. Kemudian pada kedalaman 9meter hingga 11. 5. Inilah yang menjadi kelemahan uji sondir. sehingga jenis tanah pada kedalaman ini bukan jenis tanah pasir.3 Rekomendasi Berdasarkan uji sondir perencanaan pembangunan gedung A ini.6meter data pemboran menunjukkan lapisan terdiri dari pasir. grafik tidak menunjukkan bentuk zig-zag. sedangkan berdasarkan grafik. tetapi pada kedalaman setelahnya. karena pada kedalaman ini.kedalaman tersebut grafik menunjukkan bentuk yang hamper lurus dan cukup halus. pada kedalaman 6meter hingga 10. Pada kedalaman 10. titik aman untuk dibuat pondasi bangunan yaitu pada kedalaman sekitar 11 meter. hal ini dapat memberikan kesimpulan bahwa data pemboran sesuai dengan hasil perhitungan uji sondir.6 meter grafik terlihat berbentuk zig – zag. Hal ini berbeda dengan data pemboran yang menunjukkan lapisan ini memiliki litologi pasir. memiliki nilai konsistensi dan kepadatan tanah yang aman dari penurunan saat dibangun pondasi. 22 .

23 .4 Berdasarkan uji sondir yang telah dilakukan. sangat kaku hingga keras. 6. 6. lunak.1 Nilai perlawanan konus pada lokasi perencanaan pembangunan gedung A bervariasi. pondasi tiang yang aman untuk pembangunan gedung A ini sebaiknya tempatkan pada kedalaman 11. 6.6meter. kaku.2 Nilai kepadatan lapisan tanah juga bervariasi mulai dari sangat lepas hingga padat. teguh. mulai dari sangat lunak.3 Hasil perhitungan dan grafik dengan data pemboran memiliki korelasi yang hampir sama.BAB VI KESIMPULAN 6.

Endarto.DAFTAR PUSTAKA Asisten Geologi Teknik. Pengantar Geologi Dasar. 2007.GEOTEKNIK_dan_GEOMEKANIK. 2005. Penerbit LPP dan Percetakan UNS : Surakarta. Tanah dan Batuan.com/2010/05/24/apa-uji-sondir-itu/ 24 .com/search=manfaat_geologi_teknik_. Rachwibowo.google. .com/search=manfaat_g eologi_teknik _. Panduan Praktikum Geologi Teknik. Danang.Zufialdi_Zakaria. Yogyakarta. Teknik Geologi Universitas Diponegoro : Semarang Chabibie. UGM.Browsing. Buku Panduan Praktikum Geomorfologi.2009. Abdurrahman. Prakosa. www. Material Kulit Bumi Mineral. Semarang: Laboratorium Geomorfologi UNDIP Anonim.www.google.dkk.2_Desember_2009 Febri_Hirnawan.2_D esember_2009 http://ronymedia..wordpress. 1999.2009.Geotechnic_Hydrology.

25 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful