KONSEP DASAR KEDARURATAN PSIKIATRI

BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Psikiatri dipenuhi oleh fenomenologi dan penelitian fenomena mental. Dokter psikiatri harus belajar untuk menguasai observasi yang teliti dan penjelasan yang mengungkapkan keterampilan termasuk belajar bahasa baru. Bagian bahasa didalam psikiatri termasuk pengenalan dan definisi tanda dan gejala perilaku dan emosional. Kegawatdaruratan Psikiatrik merupakan aplikasi klinis dari psikiatrik pada kondisi darurat. Kondisi ini menuntut intervensi psikiatriks seperti percobaan bunuh diri, penyalahgunaan obat, depresi, penyakit kejiwaan, kekerasan atau perubahan lainnya pada perilaku. Pelayanan kegawatdaruratan psikiatrik dilakukan oleh para profesional di bidang kedokteran, ilmu perawatan, psikologi dan pekerja sosial. Permintaan untuk layanan kegawatdaruratan psikiatrik dengan cepat meningkat di seluruh dunia sejak tahun 1960-an, terutama di perkotaan. Penatalaksanaan pada pasien kegawatdaruratan psikiatrik sangat kompleks. Para profesional yang bekerja pada pelayanan kegawatdaruratan psikiatrik umumnya beresiko tinggi mendapatkan kekerasan akibat keadaan mental pasien mereka. Pasien biasanya datang atas kemauan pribadi mereka, dianjurkan oleh petugas kesehatan lainnya, atau tanpa disengaja. Penatalaksanaan pasien yang menuntut intervensi psikiatrik pada umumnya meliputi stabilisasi krisis dari masalah hidup pasien yang bisa meliputi gejala atau kekacauan mental baik sifatnya kronis ataupun akut. B. Tujuan Penyusunan a. Tujuan umum Adapun tujuan umum dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui gambaran umum tentang keperawatan gawat darurat psikiatri serta mampu berperan sebagai perawat jiwa baik di Rumah Sakit atau di komunitas. b. Tujuan khusus Setelah menyusun makalah ini diharapkan 1. Memenuhi tugas keperawatan Gadar Psikiatri 2. Untuk memperdalam pengetahuan dalam keperawatan Gadar Psikiatri 3. Teman-teman mahasiswa mampu menjelaskan pengertian keperawatan Gadar Psikiatri

Teman-teman mahasiswa mampu menjelaskan faktor penyebab diadakannya keperawatan Gadar Psikiatri 5. tujuan penyusunan. Teman-teman mahasiswa mampu menjelaskan tanda dan gejala withdrawal 9. pendekatan. . Keperawatan Kegawat Daruratan (emergency Nursing) Adalah bagian dari keperawatan dimana perawat memberikan asuhan kepada klien yang sedang mengalami keadaan yang mengancam kehidupan karena sakit atau kecelakaan. Teman-teman mahasiswa mampu menjelaskan tanda dan gejala bunuh diri 6. Sistematika Penulisan Dalam menyusun makalah ini. pelayanan keperawatan. peran dan fungsi perawat. ciri-ciri/ karakteristik jiwa sehat dan sakit.4. Teman-teman mahasiswa mampu menjelaskan dasar hukum yang melatarbelakangi keperawatan Gadar Psikiatri 10. neurosis dan NAPZA C. Teman-teman mahasiswa mampu menjelaskan tanda dan gejala gaduh/gelisah 8. perkembangan pelayanan keperawatan jiwa psikiatri. Teman-teman mahasiswa mampu menyebutkan adta mengenai psikosis. faktor penyebab gangguan jiwa. dan perkembangan keperawatan jiwa di Indonesia. penyusunannya dibagi menjadi 3 bab dengan urutan sebagai berikut : Bab1 : Pendahuluan meliputi latar belakang masalah. Bab 2 : Tinjauan teoritik terdiri dari konsep dasar mengenai jiwa terdiri dari definisi. dan sistematika penulisan. perkembangan keperawatan kesehatan jiwa. Bab 3 : Penutup berisi kesimpulan materi. Pengertian Rangkaian kegiatan praktik keperawatan kegawatdaruratan yang diberikan oleh perawat yang kompeten untuk memberikan asuhan keperawatan di ruang gawat darurat. tanda dan gejala. BAB II KONSEP DASAR KEDARURATAN PSIKIATRI A. Teman-teman mahasiswa mampu menjelaskan tanda dan gejala prilaku kekerasan 7.

menemukan solusi alternatif yang sesuai untuk pasien. primer. tindakan medis dan pelayanan memadai yang diperlukan agar didapat pemulihan yang baik dari penyakit atau cedera akut yang ditindak secara gawat darurat. Tempat rujukan layanan kegawatdaruratan psikiatrik biasanya dikenal sebagai Psychiatric Emergency Service. psikologi. Kemampuan dokter untuk mengidentifikasi dan menangani kondisi ini sangatlah penting. Keperawatan Gawat Darurat adalah pelayanan profesional yg didasarkan pada ilmu keperawatan gawat darurat & tehnik keperawatan gawat darurat berbentuk pelayanan biopsiko-sosio. Diperlukan mekanisme pembayaran penggantian atas pelayanan gratis. Tenaga kesehatan terdiri dari berbagai disiplin. ilmu perawatan. bukan penduduk setempat atau orang asing. adil dan tulus atas pelayanan kesehatan yang diberikannya. Di dalam lingkungan yang terlindungi. Semua pasien harus mendapat pengobatan. Kegawatdaruratan psikiatrik ada untuk mengidentifikasi dan menangani kondisi ini. Semua petugas medis harus diberi kompensasi yang adekuat. merupakan rangkaian dari upaya penanggulangan pasien dengan gawat darurat yang terorganisir Kondisi pada keadaan kegawatdaruratan psikiatrik meliputi percobaan bunuh diri. yang menyediakan perawatan segera bagi pasien selama 24 jam.spiritual yang komprehensif ditujukan pada semua kelompok usia yang sedang mengalami masalah kesehatan yang bersifat urgen . Untuk fasilitas. spesialistik serta kronik. dan perubahan tingkah laku yang cepat dan signifikan. hingga tenaga dan sarana tetap tejaga untuk setiap pelayanan. atau unit gawat darurat. akut dan kritis akibat trauma. kekerasan. Ini termasuk mekanisme kompensasi atas penderita yang tidak memiliki asuransi. ketergantungan obat. proses kehidupan ataupun bencana. bangsal jiwa. pencegahan. dan karya sosial di samping psikiater.Unit Gawat Darurat Adalah tempat/unit di RS yang memiliki tim kerja dengan kemampuan khusus & peralatan yang memberikan pelayan pasien gawat darurat. mencakup kedokteran. serta beberapa kondisi medis lainnya yang mematikan dan muncul dengan gejala psikiatriks umum. Psychiatric Emergency Care Centres. B. Perawatan GD harus dilakukan tanpa memikirkan kemampuan pasien untuk membayar. intoksikasi alkohol. kadang dirawat inap di rumah sakit jiwa. adanya delusi. pelayanan kegawatdaruratan psikiatrik diberikan untuk memperoleh suatu kejelasan diagnostik. serangan panik. dan untuk . Semua masyarakat berhak mendapat perawatan kesehatan gawat darurat. depresi akut. atau Comprehensive Psychiatric Emergency Programs. Faktor Penyebab Gadar Psikiatri Kondisi Kedaruratan Adalah suatu kondisi dimana terjadi gangguan integritas fisiologis atau psikologis secara mendadak.

1993). Kehilangan lainnya yang bisa menandakan bunuh diri termasuk hilangnya keyakinan beragama dan hilangnya ketertarikan pada seseorang atau pada aktivitas yang sebelumnya dinikmati. putus dengan pacar atau kehilangan pekerjaan. luka atau nyeri (Rawlin dan Heacock. gejala atau ucapan verbal ingin bunuh diri.memberikan penanganan pada pasien dalam jangka waktu tertentu.org. seperti pekerjaan rumah tangga. Bicara mengenai kematian: Bicara tentang keinginan menghilang. insomnia dan jenis gangguan tidur lainnya bisa menjadi tanda-tanda dan gejala bunuh diri. Perilaku bunuh diri atau destruktif diri langsung terjadi terus menerus dan intensif pada diri kehidupan seseorang. melompat. C. keterlambatan atau ketidakteraturan menstruasi. Perubahan kepribadian: seseorang mungkin memperlihatkan tanda-tanda kelelahan. memberikan perawatan jangka pendek. 3. Perilaku yang tampak adalah berlebihan. semuanya bisa mengarah pada pemikiran bunuh diri atau percobaan bunuh diri. Bahkan diagnosis tepatnya merupakan suatu prioritas sekunder dibandingkan dengan intervensi pada keadaan kritis. Bunuh diri Bunuh diri adalah tindakan agresif yang merusak diri sendiri dan dapat mengakhiri kehidupan. perceraian. menembak diri sendiri atau ungkapan membahayakan diri. Dikutip dari situs kesehatan mental epigee. 6. 7. menggunakan layanan manajemen keadaan darurat untuk mencegah krisis lebih lanjut. memberikan pengawasan selama 24 jam . Perilaku bunuh diri yang tampak pada seseorang disebabkan karena stress yang tinggi dan kegagalan mekanisme koping yang digunakan dalam mengatasi masalah (Keliat. mengerahkan tim untuk menyelesaikan intervensi pada tempat kediaman pasien. 5. Baru saja kehilangan: kematian. memberikan peringatan pada pasien rawat inap dan pasien rawat jalan. Fungsi pelayanan kegawatdaruratan psikiatrik adalah menilai permasalahan pasien. Perubahan pola tidur: tidur berlebihan. 2. 4. dan menyediakan pelayanan konseling lewat telepon. Tanda dan Gejala Awal pada 1. Berkurangnya ketertarikan seksual: perubahan seperti ini bisa mencakup impotensi. keraguan atau kecemasan yang tidak biasa. Perubahan lain bisa termasuk penambahan atau penurunan berat badan. berikut ini adalah tanda-tanda bunuh diri yang mungkin terjadi: 1. sekolah atau kegiatan sehari-hari. Perubahan perilaku: kurangnya konsentrasi dalam bekerja. . Perubahan kebiasaan makan: kehilangan nafsu makan atau bertambahnya nafsu makan. 1993).

Ketakutan atau kehilangan kendali: seseorang khawatir akan kehilangan jiwanya dan khawatir membahayakan dirinya atau orang lain. 9. Sering tampak klien diikat secara tidak manusiawi disertai bentakan dan pengawalan oleh sejumlah Perilaku Perilaku bertujuan 1993 sebagai kekerasan kekerasan untuk respon Depkes. Sering pula tampak klien memaksakan kehendak : merampas makanan. Wawancara . Observasi: • • Muka merah. Kurangnya harapan akan masa depan: tanda bunuh diri lainnya adalah seseorang merasa bahwa tidak ada harapan untuk masa depan dan segala hal tidak akan pernah bertambah baik. emosional. Pengertian Perilaku kekerasan merupakan suatu bentuk ekspresi kemarahan yang tidak sesuai dimana seseorang melakukan tindakan-tindakan yang dapat membahayakan/mencederai diri sendiri. otot tegang.8. minder atau membenci diri sendiri. merupakan secara fisik merupakan kebutuhan suatu maupun perasaan yang melukai terhadap psikologis (Berkowitz. hiperaktivitas. 2005 ). belanja berlebihan. kegelisahan dan kelesuan. 1997 ). memiliki riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol. nada suara yang tinggi. orang. berdebat. Dapat dilakukan pengkajian dengan cara: 1. 2. anggota adalah atau perilaku agresif seseorang Marah keluarga individu yang bahkan dapat membahayakan bentuk jengkel tidak perilaku yang polisi. 10. Beberapa tanda bunuh diri lainnya meliputi pernah mencoba bunuh diri. dalam 2000). kecemasan. Pada pengkajian awal dapat diketahui alasan utama klien masuk kerumah sakit adalah perilaku kekerasan di rumah. yang timbul yang diri sendiri baik secar fisik. pandangan tajam. memukul jika tidak senang 2. Harga diri rendah: gejala bunuh diri ini bisa diperlihatkan melalui emosi seperti malu. Perilaku kekerasan Umumnya klien dengan Perilaku Kekerasan dibawa dengan paksa ke Rumah sakit Jiwa. terpenuhi dirasakan sebagai ancaman ( Stuart dan Sunden. dan atau sexua litas ( Nanda. orang lain bahkan dapat merusak lingkungan.

global atau temuan lobus fantolis. rasa terganggu. b. Membawa senjata atau benda lain yang dapat digunakan sebagai senjata b. Gangguan kepribadian (kekerasan. l. lebih jarang pada temuan lobus temporalis (kontroversial). Intelektual : mendominasi. tanda-tanda marah yang dirasakan klien. marah (dendam). d. Penyakit otak. Episode manik tertentu. sarkasme. Tanda ancaman kekerasan (Kaplan and Sadock. jengkel. e. nafas pendek. (misalnya : garpu. ejekan dan humor. c. Spiritual : kemahakuasaan. Kegembiraan katatonik. Diarahkan pada penyebab marah. asbak). tidak aman. h. penyalahgunaan obat dan tekanan darah. Nada suara tinggi k. keringat. penolakan. c. pengasingan. Tindakan kekerasan belum lama. kebajikan/kebenaran diri. Pandangan tajam d. kreativitas terhambat. Fisik : muka merah. g. Ancaman verbal atau fisik. keraguan. Ciri paranoid pada pasien psikotik. termasuk kekerasan terhadap barang milik. tidak bermoral. kekerasan. kebejatan. . penyerangan. d.• a. perasaan marah. Muka merah Otot tegang Berdebat b. Episode depresif teragitasi tertentu. Sosial : menarik diri. berdebat. Halusinasi dengar dengan perilaku dengan kekerasan tetapi tidak semua pasien berada pada resiko tinggi. Intoksikasi alkohol atau zat lain. atau diskontrol implus). j. sakit fisik. Gambaran klinis menurut Stuart dan Sundeen (1995) adalah sebagai berikut: a. meremehkan. f. e. c. 1997) adalah: a. e. i. bawel. pandangan tajam. Keliat (2002) mengemukakan bahwa tanda -tanda marah adalah sebagai berikut : Emosi : tidak adekuat. Agitasi psikomator progresif.

Beringas i. Gaduh/Gelisah Tanda dan gejala pada pasien yang mengalami gaduh gelisah diantaranya: a. Direktorat Jendral Pelayanan Kesehatan Departemen Kesehatan RI (1994) adalah sebagai berikut : b.f. c. Pasif agresif 1) Sikap suka menghambat 2) Bermalas-malasan 3) Bermuka masam 4) Keras kepala dan pendendam b. Mondar-mandir c. Marah-marah f. Gejala agresif yang terbuka (tingkah laku agresif) 1) Suka membantah 2) Menolak sikap penjelasan 3) Bicara kasar 4) Cenderung menuntut secara terus-menerus 5) Hiperaktivitas 6) Bertingkah laku kasar disertai kekerasan 3. Loncat-loncat e. a. Agresif h. Berteriak-teriak d. Curiga +++ g. Gembira +++ k. Agitasi j. Mengungkapkan secara verbal a. Gelisah b. Kadang memaksakan kehendak Gejala yang muncul : Stress Menentang Gambaran klinis menurut Direktorat Kesehatan Jiwa. Bernyanyi +++ .

159b/1988 tentang Rumah Sakit. Tentunya upaya . walaupun dalam UU No.29/2004 tentang Praktik Kedokteran.23/1992 tentang Kesehatan tidak disebutkan istilah pelayanan gawat darurat namun secara tersirat upaya penyelenggaraan pelayanan tersebut sebenamya merupakan hak setiap orang untuk memperoleh derajat kesehatan yang optimal (pasal 4) Selanjutnya pasal 7 mengatur bahwa “Pemerintah bertugas menyelenggarakan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyarakat” termasuk fakir miskin. Sulit berkomunikasi p. Tidak tidur beberapa hari o. Dll 4. dan Peraturan Menteri Kesehatan No. Lesu-lemas e. Dasar Hukum Pelayanan Kedaruratan Psikiatri Penaturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pelayanan gawat darurat adalah UU No 23/1992 tentang Kesehatan. Selanjutnya. pelayanan gawat darurat berbeda dengan pelayanan non-gawat darurat karena memiliki karakteristik khusus. kram perut. Mengganggu orang lain n. di mana seorang dokter wajib melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan. Bicara kacau m. Nafsu makan hilang b. Ansietas.l.585/1989 tentang Persetujuan Tindakan Medis. ‘Craving’ D. orang terlantar dan kurang mampu. Withdrawal Tanda dan gejala pada orang yang withdrawal diantaranya: a. Tremor. Peraturan Menteri Kesehatan No. gelisah c. arthralgia d. Beberapa isu khusus dalam pelayanan gawat darurat membutuhkan pengaturan hukum yang khusus dan akan menimbulkan hubungan hukum yang berbeda dengan keadaan bukan gawat darurat. Ketentuan tentang pemberian pertolongan dalam keadaan darurat telah tegas diatur dalam pasal 5l UUNo. Mialgia. Dipandang dan segi hukum dan medikolegal. kejang f.

Pengaturan kewenangan tenaga kesehatan dalam melakukan tindakan medik diatur dalam pasal 50 UUNo. khususnya tindakan medis yang memelakukanngandung risiko. Ketentuan tersebut dimaksudkan untuk melindungi masyarakat dari tindakan seseorang yang tidak mempunyai keahlian dan kewenangan untuk melakukan pengobatan/perawatan. Rumah sakit di Indonesia memiliki kewajiban untuk menyelenggarakan pelayanan gawat darurat 24 jam sehari sebagai salah satu persyaratan ijin rumah sakit.ini menyangkut pula pelayanan gawat darurat. yang harus dilanjutkan dengan pengaturan yang spesifik untuk pelayanan gawat darurat fase pra-rumah sakit Bentuk peraturan tersebut seyogyanya adalah peraturan pemerintah karena menyangkut berbagai instansi di luar sektor kesehatan.159b/1988 tentang Rumah Sakit.23/1992 tentang Kesehatan yang merumuskan bahwa “tenaga kesehatan bertugas menyelenggarakan atau melakukan kegiatan kesehatan sesuai dengan bidang keahlian .23/1992 tentang Kesehatan sebagai berikut: tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan”. Dalam penanggulangan pasien gawat darurat dikenal pelayanan fase pra-rumah sakit dan fase rumah sakit. Dalam pelayanan gawat darurat tidak diperkenankan untuk meminta uang muka sebagai persyaratan pemberian pelayanan.23/1992 tentang Kesehatan. Melihat ketentuan tersebut nampak bahwa profesi kesehatan memerlukan kompetensi tertentu dan kewenangan khusus karena tindakan yang dilakukan mengandung risiko yang tidak kecil. Pengaturan tindakan medis secara umum dalam UU No. Secara umum ketentuan yang dapat dipakai sebagai landasan hukum adalah pasal 7 UU No. sehingga akibat yang dapat merugikan atau membahayakan terhadap kesehatan pasien dapat dihindari. baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat (swasta). di mana dalam pasal 23 telah disebutkan kewajiban rumah sakit untuk menyelenggarakan pelayanan gawat darurat selama 24 jam per hari Untuk fase pra-rumah sakit belum ada pengaturan yang spesifik. Pengertian tenaga kesehatan diatur dalam pasal 1 butir 3 UU No. Pengaturan pelayanan gawat darurat untuk fase rumah sakit telah terdapat dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.23/1992 tentang Kesehatan dapat dilihat dalam pasal 32 ayat (4) yang menyatakan bahwa “pelaksanaan pengobatan dan atau perawatan berdasarkan ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu “.

Menurut The American Hospital Association (AHA) pengertian gawat darurat adalah. bila pihak pasien menggugat tenaga kesehatan karena diduga terdapat kekeliruan dalam penegakan diagnosis atau pemberian terapi maka pihak pasien harus membuktikan bahwa hanya kekeliruan itulah yang menjadi penyebab kerugiannya/cacat (proximate cause). Jika tindakan fase pra-rumah sakit dilaksanakan oleh tenaga terampil yang telah mendapat pendidikan khusus di bidang kedokteran gawat darurat dan yang memang tugasnya di bidang ini (misainya petugas 118).dan atau kewenangan tenaga kesehatan yang bersangkutan”. Adakalanya pasien untuk menempatkan dirinya dalam keadaan gawat Dalam hal pertanggungjawaban hukum. karena masyarakat melakukan hal itu dengan sukarela dan dengan itikad yang baik. Jadi. maka tanggungjawab hukumnya tidak berbeda dengan tenaga kesehatan di rumah sakit. his family. tepat atau tidaknya tindakan tenaga kesehatan perlu dibandingkan dengan tenaga kesehatan yang berkuamelakukanlifikasi sama. An emergency is any condition that in the opinion of the patient. pada pada situasi dan kondisi yang sama pula. di mana pada dasarnya setiap dokter memiliki kewenangan untuk melakukan berbagai tindakan medik termasuk tindakan spesifik dalam keadaan gawat darurat. or whoever assumes the responsibility of bringing the patient to the hospital-remelakukanquires immediate medical attention. Pengaturan di atas menyangkut pelayanan gawat darurat pada fase di rumah sakit. Bila tuduhan kelalaian tersebut dilamelakukankukan dalam situasi gawat darurat maka perlu dipertimbangkan faktor kondisi dan situasi saat peristiwa tersebut terjadi. Pelayanan gawat darurat fase pra-rumah sakit umumnya tindakan pertolongan pertama dilakukan oleh masyarakat awam baik yang tidak terlatih maupun yang teriatih di bidang medis. This condition continues until a determination has been made by a health care professional that the patient’s life or well-being is not threatened. Selain itu mereka tidak dapat disebut sebagai tenaga kesehatan karena pekerjaan utamanya bukan di bidang kesehatan. . Hal-hal yang disoroti hukum dalam pelayanan gawat darurat dapat meliputi hubungan hukum dalam pelayanan gawat darurat dan pembiayaan pelayanan gawat darurat Karena secara yuridis keadaan gawat darurat cenderung menimbulkan privilege tertentu bagi tenaga kesehatan maka perlu ditegaskan pengertian gawat darurat. Dalam hal itu ketentuan perihal kewenangan untuk melakukan tindakan medis dalam undang-undang kesehatan seperti di atas tidak akan diterapkan. Penentuan ada tidaknya kelalaian dilakukan dengan membandingkan keterampilan tindakannya dengan tenaga yang serupa. Dalam hal pertolongan tersebut dilakukan oleh tenaga kesehatan maka yang bersangkutan harus menemelakukanrapkan standar profesi sesuai dengan situasi (gawat darurat) saat itu.

Berdasarkan ini. Pengenalan dan intervensi dini berupa obat dan psikososial sangat penting karena semakin lama ia tidak diobati. Usia remaja dan dewasa muda memang berisiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stresor.Setiap tindakan medis harus mendapatkan persetujuan dari pasien (informed consent). Suatu kunjungan pasien yang menderita suatu gangguan mental yang kronis dapat menandakan perubahan dalam lifestyle dari individu atau suatu pergeseran kondisi medis. cukup dengan istirahat ringkas dan mengembalikan pasien kepada orang yang menangani kasus mereka dan/atau memberikan lagi pengobatan psikiatrik yang diperlukan. Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri. Kondisi seperti itu dapat disiapkan untuk diagnosis dengan memperoleh riwayat psikopatologi pasien. perolehan neuroimages. 75% Penderita skizofrenia mulai mengidapnya pada usia 16-25 tahun. maka lembar persetujuan tersebut harus disimpan dalam berkas rekam medis. melakukan suatu pengujian status mental. dan memperoleh pengujian neurofisiologi lain. Pertimbangan ini dapat berperan dalam perencanaan perawatan. Data American Psychiatric Association (APA) tahun 1995 menyebutkan 1% populasi penduduk dunia menderita skizofrenia. Dalam hal persetujuan tersbut dapat diperoleh dalam bentuk tertulis. kemungkinan kambuh semakin sering dan resistensi terhadap upaya terapi semakin kuat.23/1992 tentang Kesehatan pasal 53 ayat 2 dan Peraturan Menteri Kesehatan No.585/1989 tentang Persetujuan Tindakan Medis. Seseorang yang mengalami gejala skizofrenia sebaiknya segera dibawa ke psikiater dan psikolog. Pelayanan kegawatdaruratan psikiatrik tidak akan mampu menyediakan penanganan jangka panjang untuk pasien jenis ini. E. Data Tentang Psikosis Skizofrenia adalah suatu gangguan psikosis fungsional berupa gangguan mental berulang yang ditandai dengan gejala-gejala psikotik yang khas dan oleh kemunduran fungsi sosial. tidak perLu persetujuan dari siapapun (pasal 11 Peraturan Menteri Kesehatan No. Pasien dengan gejala psikosis sering ditemukan di bagian kegawatdaruratan psikiatrik. dan perawatan diri. Hal itu telah diatur sebagai hak pasien dalam UU No. Seseorang dapat juga sedang menderita psikosis akut. pelaksanaan pengujian psikologis.585/1989). tenaga kesehatan dapat memperoleh suatu diagnosa . Dalam keadaan gawat darurat di mana harus segera dilakukan tindakan medis pada pasien yang tidak sadar dan tidak didampingi pasien. fungsi kerja. Menentukan sumber psikosis dapat menjadi sulit. Kadang pasien masuk ke dalam status psikosis setelah sebelumnya putus dari perawatan yang direncanakan.

asal psikosis akut dapat sukar ditentukan karena keadaan mental dari pasien. Meskipun dalam Kedokteran. sebagian besar golongan Narkotika. Maraknya penyalahgunaan NAPZA tidak hanya dikota-kota besar saja. Gangguan ini ditandai oleh kecemasan sebagai gejala utama dengan daya tilikan (insight) serta daya menilai realitasnya yang baik. Data Tentang NAPZA Masalah penyalahgunaan Narkotika. dan peran serta masyarakat secara aktif yang dilaksanakan secara berkesinambungan. ia akan mandi berkali-kali dalam satu hari dengan alasan tidak puas-puas untuk mandi. secara kualitas perilaku orang neurosis tetap baik. Dari data yang ada. G.diferensial dan menyiapkan pasien untuk perawatan. namun bagi orang neurosis obsesive untuk mandi. mulai dari tingkat sosial ekonomi menengah bawah sampai tingkat sosial ekonomi atas. Hampir separuhnya merupakan gangguan yang ada sejak masa mudanya. namun secara kuantitas perilakunya menjadi irrasional. penyalahgunaan NAPZA paling banyak berumur antara 15–24 tahun. akan berakibat sangat merugikan bagi individu maupun masyarakat luas khususnya generasi muda. Sering sukar untuk mengenali gangguan ini pada lanjut usia (lansia) karena disangka sebagai gejala ketuaan. Psikotropika dan Zat Adiktif lainya (NAPZA) atau istilah yang populer dikenal masyarakat sebagai NARKOBA (Narkotika dan Bahan/ Obat berbahanya) merupakan masalah yang sangat kompleks. Gangguan neurosis pada lanjut usia (lansia) berhubungan erat dengan masalah psikososial dalam memasuki tahap lanjut usia (lansia). sedangkan separuhnya lagi adalah gangguan yang didapatkannya pada masa memasuki lanjut usia (lansia). multisektor. Seperti pertimbangan penanganan pasien lainnya. tapi sudah sampai ke kota-kota kecil diseluruh wilayah Republik Indonesia. Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) masih bermanfaat bagi pengobatan. yang memerlukan upaya penanggulangan secara komprehensif dengan melibatkan kerja sama multidispliner. Sebagai contoh : mandi adalah hal yang biasa dilakukan oleh orang normal sehari 2 kali. namun bila disalahgunakan atau digunakan tidak menurut indikasi medis atau standar pengobatan terlebih lagi bila disertai peredaran dijalur ilegal. Kepribadiannya tetap utuh. Data Tentang Neurosis Gangguan neurosis dialami sekitar 10-20% kelompok lanjut usia (lansia). F. . konsekuen dan konsisten.

Jawa Timur.com/Lifestyle/Kesehatan/tahukah-anda-tanda-tanda-jika-orang-ingin-bunuhdiriKaplan dan Sadock.Tampaknya generasi muda adalah sasaran strategis perdagangan gelap NAPZA.com/2006/12/falsafah-dasar-kegawatdaruratan/trackback/ http://www. Jilid 1 dan 2. Bali ternyata pengetahuan petugas puskesmas mengenai masalah NAPZA sangat minim sekali serta masih kurangnya buku yang dapat dijadikan pedoman. 1998.lintasberita. Jakarta: Bina Rupa Aksara. Edisi 7. . Dari hasil identifikasi masalah NAPZA dilapangan melalui diskusi kelompok terarah yang dilakukan Direktorat Kesehatan Jiwa Masyarakat bekerja sama dengan Direktorat Promosi Kesehatan – Ditjen Kesehatan Masyarakat Depkes-Kesos RI dengan petugas-petugas puskesmas di beberapa propinsi yaitu DKI Jakarta. Jawa Barat. Surabaya : Airlangga University Press. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Sinopsis Psikiatri. BAB III PENUTUP DAFTAR PUSTAKA http://astaqauliyah. Banten. 1997. Sektor kesehatan memegang peranan penting dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan NAPZA. Oleh karena itu kita semua perlu mewaspadai bahaya dan pengaruhnya terhadap ancaman kelangsungan pembinaan generasi muda. Maramis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful