P. 1
Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Menjadi Arang

Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Menjadi Arang

|Views: 388|Likes:
Published by Andik Irawan
Uploaded from Google Docs
Uploaded from Google Docs

More info:

Published by: Andik Irawan on Jul 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/06/2014

pdf

text

original

"

PROGRAM

KREA TIVITAS MABASISW A

"

JUDUL PROGRAM

PEMANFAAT AN LIMBAH"SEKAM P ADI MENJADI ARANG AKTIF SEBAGAI ADSORBEN "

BIDANG KEGIATAN PKM-GT

:

Diusulkan oleh: Ahsan Abduh Andi Sihotang
Sa bila Putri Dian F34052023 (2005) F34070049 (2007)

INSTITUT PERT ANIAN BOGOR BOGOR

2009

~::_ .. ~
.

HALAMAN PENGESAHAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA I. J udul Kegiatan

".

: Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Menjadi
Arang Aktif Sebagai Adsorben

2. Bidang Kegiatan

: ( ) PKM-AI (-.J ) PKM-GT
: Ahsan Abduh Andi Sihotang : F34052023 : Teknologi Industri Pertanian : lnstitut Pertanian Bogor .

3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap

....

b.

NIM
Jurusan

c.
d
e.

Universitas Alamat Rumah dan No.TelplHP
.

: J1. 'Raya Dramaga RTIRW
011001 _ 085781391375

f. Alamat e-mail
4. Anggota Pelaksana KegiatanlPenulis

: ahsan_andi@yahoo.com : 1 orang
: Prof. Dr. Ir. Nastiti Siswi

5. Dosen Pembimbing .
a
NamaLengkap

dan Gelar

Indrasti
.~~.

I'
Menyetujui

b. NIP c. Alamat Rumah dan No. TelplHP

: 13i 841 749

: Jl. Palem Raya Il No. 1,Taman Yasmin V Bogor,
081802998545

Bogor, 6 April 20.0.9

Kepala Departemen Teknologi Industri

Ketua Pelaksana Kegiatan

~J

Pertanian

Prof. Dr. Ir. Nastiti Siswi Indrasti NIP. 131 841 749

Ahsan Abduh Andi.S NlM.F34052023 Dosen Pendamping

II

KATAPENGANTAR
Segala puji bagi Allah S.W.T. yang telah mengizinkan penulis menyelesaikan karya tulis ini, Shalawat dan salam semoga tercurah Rasulullah S.A W yang segala perilakunya menjadi model bagi seluruh muslim di dunia, untuk pada umat .

.•
s;

- ----------Juga

Karya tulis ini disusun untuk diajukan pada "Program Kreatifitas Mahasiswa - Gagasan Tertulis" yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional, Direktomt Jenderal Pendidikan Tinggi. Karya tulis ini berjudul "Pemanfaatan Limbah Sekam Padi menjadi Arang Aktif sebagai Adsorben" Saat ini Indonesia telah kembali menjadi negara yang mampu memenuhi kebutuhan konsumsi bemsnya sendiri. Namun, produksi beras yang cukup tinggi fuengnasil}{an IirnOM sekliDl yang-tidaK--terman:raatKan~Ole1i-karenai~·---·-----penulis bermaksud menuangkan gagasannya untuk memanfaatkan limbah sekam menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Salah satu pemanfaatan nilai tambah dari sekam ini adalah pembuatan arang aktif untuk adsorben. Harapan penulis adalah 'bahwa gagasan ini dapat diaplikasikan secara luas pada ranah industri maupun rumah tangga di Indonesia Selama penyelesaian karya tulis ini penulis rnenyadari begitu banyak bantuan yangdiberikan oleh berbagai pihak beropa materi maupun non materi. Oleh karena itu penulis ingin menyampaikan rasa terimakasih kepada Ibu Nastiti Siswi Indrasti selaku dosen pembimbing, serta keluarga tercinta di rumah yang doanya selalu terasa mengalir di tiap aktivitas yang penulis lakukan, serta semua pihak yang mendukung penulisan ini Tiada yang sempurna di dunia ini selain Allah S.W.T. Penulis sangat menyadari betapa banyak kesalahan dan kekurangan yang mungkin ada pada tulisan ini oleh karena itu kritik dan saran dari rekan-rekan sekalian sangat diharapkan, Tiada harapan utama dari penulisan ini selain sebuah tekad yang mengharu biro dalarn hati ini untuk melihat sebuah Indonesia bam yang lebih baik dan bermartabat serta kebaikan dari Allah S.W.T.

-.---

~.

Bogor, 6 April 2008. >

Penulis

..
]]J

DAFfARISI

'\

Halaman Judul Lembar Pengesahan Kata Pengantar Daftar lsi Daftar Tabel Daftar Gambar Ringkasan I. PENDAHULUAN
II. LATAR BELAKANG

i

ii iii iv ········· V
vi

...

,

vii : : : 1
3

2.1 Sekam 2.2 Arang Aktif

3 3 6 7 7 l0 13 15 15 15
:

m. METODE

PENULISAN

VI. ANALISIS DAN SINTESIS 4. 1 Potensi Limbah Sekam sebagai Arang Aktif.. 4.2 Pengolahan Limbah Sekam menjadi Arang Aktif 4.3 Pemanfaatan Arang.Aktif sebagai Adsorben V. PENUTUP 5.1 KesimpuJan 5.2 Saran Daftar Pustaka Daftar Riwayat Hidup

16 18

IV

DAFfAR TABEL

Tabel L Susunan Dasar Atom Karbon Aktif..

5


..... 'i\ ..\

"

....

.•

v

;

DAFfAR GAMBAR

••
Gambar 1. Susunan dasar atom karbon aktif.. Gambar 2. Berbagai produk dari padi
Gambar 3. Industri pengolahan sekam

5 7
9

..

;

'

..

VI

RlNGKASAN
Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di duma. Sebagian besar penduduk Indonesia mengonsumsi beras sebagai makanan pokok. Indonesia tercatat sebagai negara pengkonsumsi beras tertinggi di dunia. Setiap tahun konsumsi beras oleh masyarakat Indonesia mencapai 139 kilogram per kapita. Konsumsi beras yang sangat tinggi oleh masyarakat Indonesia mengakibatkan produksi beras yang harus dihasilkan juga tinggi untuk menutupi kebutuhan domestik. Beberapa tabun belakangan, produksi pad! Indonesia terus meningkat dan tepatnya tabun ini Indonesia kembali menjadi negara yang mampu swasembada beras, Indonesia pun telah memberi kontribusi 30 persen terhadap produksi beras ASEAN. Produksi padi akan menghasilkan limbah yang disebut dengan sekam. Dari 100 kg tanaman padi kering hanya diperoleb 28,9 kg beras dengan 55,6 kg dan 8,9 kg sekam serta 3,6 kg bekatul. Sekam sebagai Iimbah penggi pad! jumlahnya mencapai 20-23% dari gabah. Jika produksi gabah kering (GKO) menurut press release Badan Pusat Statistik 1 November 2005 54 juta ton maka jumlah sekam yang dihasilkan lebih dari 10,8 juta ton. .

sekitar jerami lingan .giling. sekitar

Selama ini, pemanfaatan limbah sekam eli Indonesia sangat terbatas pada produk-produk yang tidak bemilai ekonomi tinggi, antara lain sebagai media tanaman hias, pembakaran bata merah, alas pada petelur, dan keperluan lokal yang masih sangat sedikit, Bahkan di tempat-tempat penggilingan pa.di pembuangan sekam keringseringkali menjadi masalah. Cara yang biasa dipergunakan untuk membuang sekam aclalah membakamya di tempat terbuka (di sawah-sawah). Hal ini akan mengakibatkan pencemaran lingkungan emisi gas hasil pembakaran yang dihasilkan Bila sekam dimasukkan ke dalam tanah sawah, tanah menjadi "chlorotic" yang mengganggu pertumbuhan padi sehingga akan menurunkan produktivitas padi. Pemanfaatan sekam selama ini dihadapkan pada beberapa kenda1a. Kendala tersebut diantaranya, sifat sekam yang kamba (bulky), abrasif, dan sifat kandungan seratnya yang tidak dapat diolah menjadi produk pakan maupun kertas. Maka dari itu, diperlukan teknik pengolahan limbah sekam padi yang tepat, untuk mengatasi berbagai hal tersebut. Salah satu pemanfaatan limbah sekam yang menggunakan aplikasi teknologi untuk meningkatkan nilai tambahnya adalah pembuatan arang aktif. Menurut Thorbun dalam Anonim (1987), selain sebagai bahan bakar, sekam dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif (arang aktit), kertas karbon, batu baterai dan lain-lain. Arang aktif merupakan senyawa karbon amorph, yang dapat dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon atau dari arang yang diperlakukan

'.,.

VII

dengan cara khusus untuk mendapatkan permukaan yang lebih luas. Luas pennukaan arang aktif berkisar antara 300-3500 m2/gram dan ini berhubungan dengan struktur pori internal yang menyebabkan arang aktif mempunyai sifat sebagai adsorben. Arang aktif dapat mengadsorpsi gasdan senyawa-senyawa kirnia tertentu atau memiliki sifat adsorpsi yang selektif, tergantung pada besar atau volume pori-pori dan luas permukaan. Daya serap arang aktif sangat hew, yaitu 25-1000% terhadap berat arang aktif. Pembuatan arang aktif terdiri dari dua tahap utama, yaitu proses karbonasi bahan baku dan proses aktifasi bahan terkarbonasi pada temperatur tinggi. Proses karbonasi adalah proses penguraian selulosa organik menjadi unsur karbon dan pengeluaran unsur-unsur non karbon yang berlangsung pada suhu 600-700oC (Kienle, 1986). Proses aktifasi merupakan proses untuk menghilangkan hidrokarbon yang " melapisi pennukaan arang sehingga dapat meningkatkan porositas arang (Cooney, 1980 dan Guerrero et af, 1970). Proses aktifasi arang dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu proses aktifasi gas dan proses aktifasi kimia, Pemanfaatan sekam padi menjadi arang aktif sebagai adsorben diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada limbah sekam, dan dapat diaplikasikan dalam pemurnian gas, pengolahan LNG, katalisator, industri ohat dan makanan, minuman ringan, minuman keras, pembersih air, pembersih air buangan, penambakan udang dan benur, pelarut, pengolahan pulp, pupuk, emas, minyak, dan lain-lain Karya tulis ini diangkat berdasarkan pennasalahan yang ada eli masyarakat, melalui studi Iiteratur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pennasalahan limbah sekam yang ada di masyarakat kernudian dianalisis potensi dan aplikasinya, sehingga dapat disintesis solusinya menjadi arang aktif sebagai adsorben.
;

i

".

Gagasan tertulis ini diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat khususnya petani untuk penanganan limbah sekam. Rekomendasi dari penuJis mengenai ide ini adaJah adanya peneJitian lebih lanjut mengenai karakteristik arang aktif dari sekam sehingga aplikasinya sebagai adsorben dapat lebih spesifik.

i

Vlll

I.PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan terbesar di dunia. Sebagian salah satu negara dengan. tingkat konsumsi beras besar penduduk Indonesia mengkonsumsi beras

sebagai makanan pokok. Konsumsi beras Indonesia yang tinggi menuntut tingkat produksi beras yang besar pula Dengan produksi padi Indonesia sebanyak 54 juta ton pada tahun 2005, maka pengolahan padi menjadi heras akan mengbasiJkan jumlah limbah sekam lebih dari 10,8 juta ton. . Namun, pemanfaatan sekam memang masih sangat terbatas, antara lain bata merah, alas pada petelur, dan

sebagai media tanaman bias, pembakaran

keperluan lokal yang masih sangat sedikit karena sifatnya yang kamba (bulky), abrasif, dan sifat kandungan seratnya yang tidak dapat di~lah menjadi produk pakan maupun kertas. Maka dari itu, diperlukan teknik pengolahan
i

lirnbah sekam padi yang

tepat, yaitu dengan mengolah sekam padi menjadi arang aktif Arang aktif adalah arang yang sudah diaktifkan, dengan demikian daya adsorpsinya tinggi. Arang aktifbersifat praktis, selain itu arang aktifmemiliki mempunyai baik dengan proses terbuka dan non-voluminus dan

aktifasi gas maupun proses aktifasi kirnia sehingga pori-porinya

fungsi sebagai adsorben, sehingga memheri luas permukaan per

nilai tambah yang tinggi pada limbah sekam padi. Adsorben adalah suatu zat yang daya adsorpsi selektif, berpori (mempunyai

'.

satuan Massa yang besar) dan mempunyai daya ikat yang kuat terhadap zat yang

akan dipisahkan secara fisik atau kimia.
Adsorben arang aktif dari Iimbah sekam padi ini akan diaplikasikan dalam berbagai keperluan, diantaranya pemurnian gas, pengolahan LNG. katalisator, air, industri obat dan makanan, minuman ringan, minuman keras, pembersih pupuk, emas, dan minyak.

pembersih air buangan, penambakan udang dan benur, pelarut, pengolahan pulp,

2

1.2 Perumusan Masalab

Perumusan masaJah ini yang menjadi fokus tulisan ini adaJah : 1. Limbah sekam yang selama

ini belum tennanfaatkan
padi dapat berfungsi

temyata

memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi arang aktif.

2.

Arang aktif

dari limbah

sekam

sebagai

adsorben dan diaplikasikan secara luas pada berbagai bidang. 1.3 Tujuan Tujuan penuJisan karya tulis ilmiah ini adaJahuntuk mempelajari prospek limbah sekam padi menjadi arang aktif sebagai adsorben. 1.4 Manraat Manfaat penuJisan karya
.

tulis

ilmiah yang

iru

ditujukan

kepada besar

pemerintah, industri, masyarakat, dalam pemanfaatan

dan. individu "....

memiliki

peran

limbah sekam padi yang selama ini tidak tersentuh dan

mencemari linglrungan. I. Bagi pemerintah
i

tulisan

1Dl

dapat menjadi masukan dalam mengambil

kebijakan terkait dengan pemanfaatan Limbah sekam padi yang selama ini tidak termanfaatkan dikembangkan 2. Bagi industri, pengembangan sekam menjadi arang aktif dapat berfungsi namun memiliki nilai ekonomi yang. tinggi jika

sebagai adsorben. Adsorben memiliki manfaat yang luas pada berbagai bidang. 3. Bagi masyarakat, khususnya petani pengembangan sekam menjadi arang

aktif dapat memberikan nilai tambah bagi limbah sekam yang selama ini tidak temanfaatkan. 4. Bagi individu, tuJisan ini dibarapkan dapat menumbuhkan semangat untuk menemukan ide-ide kreatif yang aplikatif berkaitan dengan

pemanfaatan limbah sekam padi.

n, TELAAH

2.1 Sekam

PUSTAKA

Sekam padi sebagian kecil masih dimanfaatkan untuk kepentingan rumah tangga,seperti bahan bakar memasak, membakar batu bam, genteng, atau tembikar (Roesmarkam, et al., 2000). Lirnbah sekarn ini belurn dimanfaatkan. bahan secara .

maksirnal padahal rnerupakan agroindustri, sebagai

baku yang dapat dikembangkan
sebagai

dalam

karena tersedia dalam jumlah banyak serta murah. Di samping sekam dapat juga dimanfaatkan bahan baku

bahan bakar,

pembuatan karbon aktif, kertas karbon, batu baterai dan lain-lain (Thorbun, 1982; Anonim,1987). Sekam padi merupakan lapisan keras yang meliputi kariopsis yang terdiri

cbm dua belahan

yangdisebut

lemma dan palea yang saling bertautan. Pada proses

penggilingan beras sekarn akan terpisah dari butir beras dan menjadi bahan sisa atau limbah penggilingan.

Dari proses penggiJingan padi biasanya diperoleb sekam sekitar 20-30%,
dedak antara 8- 12% danberas giling antara 50-63,5% data bobot awal gabah. Sekarn dengan persentase linglrungan. Menurut Suharno (1979). ditinjau dari data komposisi kimiawi, sekam mengandung protein kasar beberapa unsur kimia penting seperti kadar air sebesar 9,02%, yang tinggi tersebut dapat menimbulkan problem

3,03%, lemak 1,18%, serat kasar 35,68%, abu 17,17%, dan

karbohidrat dasar 33,71%. Sedangkan komposisi kimia sekam padi menurut DTC ITB yaitu karbon (zat arang) 1,33%, hidrogen 1,54%, oksigen : 33,64% dan silika 16,98%.

2.2 Arang Aktif
Arang adalah suatu bahan padat berpori yang merupakan hasil pembakaran bahan yang mengandung karbon (Djatmiko, 1985). Sedangkan arang aktif adalah arang yang diaktitkan dengan cara perenclaman dalam bahan kimia

atau dengan cara mengalirkan uap panas ke dalarn bahan sehingga pori bahan

4

menjadi lebih terbuka dengan luas pennukaan

berkisar antara 300 sampai 2000 luas berdarnpak pada semakin

m2/g. Permukaan

arang aktif yang semakin

tingginya daya serap bahan terhadap gas atau cairan (Kirk dan Othrner, 1964). Arang aktif adalah padatan arnorf yang mempunyai luas permukaan dan jumlah pori yang sangat banyak (Baker et al., 1997). Arang aktif adalah karbon non grafit yang pori-porinya telah mengalami proses pengembangan kemampuan

i

untuk menyerap gas dan uap dari campuran gas dan zat-zat yang tidak terlarut atau terdispersi dalarn eairan mela1ui aktifasi (Jankowska et al., 1991). Bahan baku untuk pembuatan organik padat yang mengandung arang aktif adalah segala jenis bahan

karbon 1erutama bahan yang berpori. Oleh

karena sifat permukaannya yang luas, maka arang aktif banyak digunakan sebagai penyerap dan pemutih. Aktifasi arang menggunakan uap air atau bahan kimia akan menghasilkan arang aktif yang mempunyai luas permukaan dan jumlah pori yang sangat banyak
;

(Baker et al., 1997). Menurut Pari (1996), arang aktif adalah karbon yang mampu mengadsorbsi anion, kation, dan molekul dalarn bentuk senyawa organik dan

anorganik, baik sebagai lamtan maupun gas, serta mempunyai sifat penyerapan yang selektif, yaitu lebih menyukai bahan-bahan non polar dari pada bahan polar. Menurut Hassler (1974), arang aktif bersifat higroskopis, tidak berbau, tidak berasa, tidak lamt dalam air, basa, asam, dan pelarut organik serta tidak rusak karena perubahan pH, suhu atau komposisi limbah. Oleh Baker (1997), struktur arang aktif digambarkan sebagai jaringan

heksagonal berpilin dari lapisan datar karbon yang tidak sempurna, dihubungkan seeara silang oleh grup jembatan aJifatik. Luas permukaan, dimensi dan distribusi arang aktif tergantung dari bahan baku, kondisi karbonasi dan proses aktifasi.

5

;


Garnbar I. 'Susunan dasar atom karbon aktif Swnber: Yoshizawa (1999) Setyaningsih fungsinya • yaitu : 1. Arang Penjerap Gas (Gas Adsorben Carbon) Arang ini digunakan untuk menjerap kotoran atau cemaran berupa gas. Karbon jenis ini dapat ditemukan pada karbon tempurung kelapa, tempurung kelapa sawit, batu bara dan kayu kerns dengan berat jenis tinggi. 2. Arang Fasa Cair (Liquid-Phase Carbon) Arang jenis ini digunakan (1995) membedakan arang aktif menjadi dua berdasarkan

untuk menjerap kotoran/zat yang tidak: diinginkan
.

dari cairan atau larutan. Arangjenis ini berasaJ dari batu bam danselulosa.

Kualitas arang aktif ditentukan oleh sifat fisiko kimia terutama daya serap terhadap larutan dan gas. Standar kualitas arang aktifterdapat

pada Tabell.

Tabell.

Standar Kualitas Arang AktifMenurut
Uraian

SNI 06-3730-95
Syarat Kualitas

Butiran Males 15 Maks4,5 Maks 2,5 0 Min 750 Min 80

Serbuk Maks25 Maks 15 Maks 10 0 Min 750 Min 65

Kadar zat terbang (%) Kadar air (%) Kadar abu (%)
Bagian tak mengarang Daya serap terhadap 12 (mg/g) Karbon aktif mumi (%) Daya serap terhadap benzen (%) Daya serap terhadap biro metilen (mg/g) Bobot jenis curah (g/ml) Lolosmesh Jarak mesh (%) Kekerasan (%) (Sumber: SNI 06-3730-199)

Min25
Min 60 0,45-0,55

Min 120 0,3-0,35 Min 90

90 80

-

m. METODE

3.1 Penentuan Gagasan

PENULISAN

Karya tulis ini mengangkat gagasan mengenai potensi pemanfaatan limbah sekam menjadi arang aktif sebagai adsorben.

3.2 Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penulisan ini adalah data sekunder yang berasal dari literatur-literatur yang ada seperti buku, artikel, internet, dan tulisan
""

lain yang terkait dengan topik pembahasan. Surnber jumal utama berasal dari situs www.sciencedirect.com. www. wiley. com, dan www.springer.com.

3.3 Metode Pengolahan
;

Pengolahan data dan informasi yang diperoleh dilakukan dengan pendekatan

kualitatif deskriptif. Proses penyelesaian masalah yang ada dilakukan dengan cara

mengidentifikasi menentukan

masalah,

menganalisis

sumber penyebab masalah,

kemudian

solusi pemecahan

masalah dengan studi komparatif

terhadap data

yang digunakan.

3.4 Penarikan Kesimpulan dan Saran
Tahap akhir penulisan ini adalah penarikan kesimpulan dari pembahasan, sehingga dapat menghasilkan saran-saran yang diperlukan berkaitan dengan

permasalahan yang ada.

I

IV. ANALISIS DAN SINTESIS

4.1

Potensi Limbah Sekam sebagai Arang Aktif
Padi (Oryza sativa) sebagai penghasil Graminae yang telah lama dibudidayakan sekarn tennasuk anggota famili di Indonesia. Padi merupakan jenis

serealia atau biji-bijian yang menjadi komoditas pangan pokok (staple food) di Indonesia. Maka dari itu, tanaman yang kaya akan karbohidrat ini menghasilkan pangan tertinggi dibandingkan jenis serelia lainnya Konsumsi beras (produk

.olahan dari padi) di Indonesia merupakan yang tertinggi di duma, setiap tahunnya konsumsi beras Indonesia" mencapai 139 kilogram per kapita. Jumlah konsumsi beras ini pun makin meningkat daritahun bahwa laju permintaanberas Pada tahun 2007, Indonesia ke taboo. Kasryno ( 2001) mencatat

di Indonesia, naik 2,3 % per memproduksi

taboo.

57,16 juta ton beras dengan

produktivitas 4,71 t~n per hektar, yang artinya 32 % total keseluruhan produksi
=

beras ASEAN yang berjumJah 182,29 juta ton dengan produktivitas 3,98 ton per hektar. Jumlah ini hanya kalah dari Vietnam yang dapat memproduksi 35,79 juta

ton dengan produktivitas 4,98 ton per hektar. Sebelum dapat dikonsumsi, padi memerlukan proses pengolahan terebih

dahulu. Padi akan diolah dan menghasilkan

gabah dan sekam, Gabah sebagai

penghasil beras, mengandung 20823% sekam, ~8% bekatul, dan sisanya beras. Gambar di bawah ini akan memperlihatkan padi kering.
JERAMI (55,6 kg)

berbagai hasil dari 100 kg tanaman

SEKAM
(8,9 kg)

BEKATUL (3.6 k,g)

BERAS
(28,9 kg)

HlLANG (3,0 kg)

Gambar 2. Berbagai produk dari padi,

8

:

Sekam (dedak kasar) atau biasa disebut kulit gabah mengandung selulosa, 30% lignin, dan 20% abu Sekam, pada proses pengolahan

40% padi,

biasanya dianggap limbah dan dibuang dengan cara dibakar ditempat terbuka. Padahal, jika produksi gabah kering giling (GKG) menurut press release Badan Pusat Statistik 1 November 2005 mencapai sekitar 54 juta ton maka ak:an

dihasilkan jumlah sekam yang lebih dari 10,8 juta ton. Karena jumlahnya yang
ii

besar tersebut, maka pemanfaatan sekam harus diperhatikan. Selama ini, pemanfaatan sekam masih sangat terbatas dan hampir tidak

memiliki nilai ekonomi, misalnya media tanaman bias, pembakaran bata merah, alas pada petelur, dan keperluan lokal lainnya. Problema yang biasa dihadapi dalam usaha penggunaan sekam untuk tujuan komersil antara lain adalah: 1. Biaya transportasi dan biaya penyimpanan yang tinggi karena sekam

bersifat bulky (low bulk density) 2. Sangat abrasive (kasar-kasar) disebabkan oleh jaringan selulosa-silika, dan
:

cepat merusak mesin penggiling. 3. Tidak dapat dipergunakan untuk makanan ternak karena mengandung

silica yang tinggi dan karenanya tidak mempunyai nilai makanan, 4. Tidak: dapat dipergunakan untuk: bahan pembuat kertas karena kandungan alphaselulosanya rendah dan serat selulosanya pendek-pendek.

Padahal, ·sekam dapat diolah menjadi berbagai macam produk untuk beragam industri. yaitu sebagai bahan baku pada industri kimia, terutama kandungan zat kimia furfural yang dapat digunakan sebagai bahan baku dalam berbagai industri kimia, sebagai bahan baku pada industri bahan bangunan, terutama kandungan yang dapat digunakan untuk campuran pada pembuatan semen

silika (Si02)

portland. bahan isolasi, husk-board dan campuran pada industri bata merah, serta sebagai sumber energi panas pada berbagai keperluan manusia, kadar selulosa yang cukup tinggi dapat memberikan pernbakaran yang rnerata dan stabil. Gambar dibawah ini akan menjelaskan berbagai industri yang -dapat dibangun dari

pengolahan sekam .

9

:

Industri Pengolahan

Konsumen


Furfural Industri Kimia
Na-silikat

Industri
Gelas

Abu

Semen Hydraulic

Bahan Bangunan Bahan Bangunan

Semen
Portland Hitmn

SEKAM
Bahan reinfor-

cingkaret
:

Industri
Karet Bahan Bangunan

Husk Board


Pemakaian
lain

Abrasive Adsorben "Pressing Aid"

Rumah Tangga Berbagai industri

...

Industri Makanan Rumah Tangga

.;

Lain-lain Gambar 3. Industri pengolahan sekarn.

Pemanfaatan
dalam skala luas, pengolahan

limbah sekam sebagai adsorben, merupakan diantaranya dapat diaplikasikan dalam

pemanfaatan

pemumian minuman

gas,

LNG, katalisator,

industri obat dan makanan,

ringan,

minuman keras, pembersih air, pembersih air buangan, penambakan udang dan benur, pelarut, pengoJahan pulp, pupuk, emas, rninyak, dan lain-lain. Untuk pemanfaatan limbah sekam padi menjadi adsorben, sekam hams sekam padi

diolah terlebih dahulu menjadi arang aktif. Melalui pengolahan

10 .
.

I

menjadi arang aktif, berbagai kendala pemanfaatan sekam yang telah disebutkan .

, diatas dapat diatasi. Pertama, karena bentuk arang aktif yang sederhana, praktis, serta tidak voluminus, sehingga tidak bersifat kamba (bulky). Kemudian, adanya
I produk

bernilai tambah yang dihasilkan dari sekam padi, mengingat sifat seratnya,

serta keterbatasannya dalam produksi pakan dan kertas.

4.2

Pengolaban Limbah Sekam menjadi Arang Aktif
Arang adalah suatu bahan padat yang berpori-pori dan merupakan basil pembakaran dari bahan yang menganudung porinya masih tertutup dengan hidrokarbon,

unsur C. Sebagian besar dari poriter dan senyawa organik lain dan

komponennya terdiri darifued carbon, abu, air, nitrogen dan sulfur. Bermacam-macam arang yang penting dalam industry di antaranya arang

aktif, carbon black; lamp black dan baked carbon. Menurut Gotz (1953), Arang aktif adalah arang yang sudah· diaktifkan sehingga.pori-porinya terbuka dan

dengan demikian daya adsorbsinya tinggi. Arang aktif mempunyai bentuk amorf yang terdiri dari plat-plat datar, disusun oleh atom-atom C yang terikat secara

kovalen da1am suatu kisi heksagon.

Plat-plat

itu bertumpuk

satu sarna lain

membentuk kristal-kristal dengan sisa-sisa hidrokarbon yang tertinggaJ pada permukaannya, pennukaan besar. Arang aktif dapat dibuat dari berbagai bahan yang mengandung karbon baik yang berasal dari tumbuhan, binatang dan barang tambang. Bahan-bahan tersebut antara lain kayu, serbuk gergaj ian kayu, batu bam, tempurung kelapa, tempurung biji-bijian, sekam padi, tulang binatang dan lain-lain (pari, 1996). Arang yang baik mutunya adaIah arang yang mempunyai tinggi dan kadar abu serta hidrogen rendah. Menurut kadar karbon (1985), Dengan menghilangkan hidrokarbon

pada permukaan

tersebut,

akan menjadi Iebih luas sehingga daya adsorbsinya

menjadi Iebih

Djatmiko

berdasarkan basil analisa, arang dari sekam memiliki kadar nitrogen 0.38%, kadar air 1.5%, kadar abu 3.2%, kadar karbon (dry basis) 99.7%. serta kandungan hidrogen 1.7%. Jika dibandingkan dengan SNI 06-3730-95, maka arang aktif dari sekam memenuhi persyaratan untuk dibuat menjadi arang aktif.

11

;

Melalui pengolahan sekam padi menjadi arang aktif, selain memberikan nilai tambah bagi limbah sekarn, juga dapat mengatasi berbagai permasalahan yang disebabkan oleh limbah sekam tersebut. Selain itu, pemanfaatan arang aktif dapat digunakan pada berbagai bidang. Arang aktif digunakan sebagai bahan

penyerap, pembersih atau pemumi dan sebagai katalisator dalam jumlah keeil. Secara garis besar arang aktif dapat digunakan dalam industri pangan dan non pangan. Pemanfaatan pada pemurnian arang aktif dalam industri pangan contohnya adaIah gula, perbaikan wama dan flavor dari

minyak, pemurnian

makanan, minuman beralkohol serta penghilang bau daIam air minum. Sedangkan

pada industry non pangan, arang aktif banyak digunakan daIam industri kimia dan
farmasi sebagai pemumi dan katalis daIam reaksi. Pembuatan arang aktif terdiri dari dua tahap utama, yaitu proses karbonasi bahan.baku danproses-akufasi bahan terkarbonasi pada temperatur tinggi. Proses

karbonasi adalah proses penguraian selulosa organik menjadi unsur karbon dan
pengeluaran unsur-unsur non karbon yang berlangsung pada suhu 600-7000C (Kienle, 1986).

Proses aktifasi merupakan proses untuk menghilangkan hidrokarbon yang melapisi permukaan arang sehinggadapat meningkatkan porositas arang (Cooney.

1980 dan Guerrero et al., 1970). Proses aktifasi arang dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu proses aktifasi gas dan proses. aktifasi kimia. Untuk menaikkan aktifitas daya adsorbsi arang, banyak digunakan bahan kimia. Bahan kirnia yang baik menurut Kirk dan Othmer (1963) adalah Ca(DHh. CaCh, Ca2(po4h,

cyanida, HND3• H3P04, NaOH, Na2S04. S02. Pembuatan arang aktifmenurut

zecn, Na2S03

dan lain-lain,

Sudradjat (1970) adaIah sebagai berikut:

1. Penghancuran
Mula-mula bahan baku dihancurkan. Bahan baku dimasukkan ke daIam

hammer mill dan digiling untuk mendapatkan ukuran 1040 mesh. Partikel yang terlalu besar dapat menyebabkan kurang meratanya pengarangan, Sebaliknya jika terlalu kecil maka kemungkinan hilangnya bagian arang akan lebih besar.
;.

12

;

2. Perendaman Setelah penghancuran selesai, kemudian partikel-partikel

direndam daJam
larutan

bahan kimia selama 12-15 jam. Bahan kimia yang baik digunakan.adalah eaCh dan ZnChjenuh. 3. Pengarangan Setelah perendaman selesai kemudian ditiriskan.

Setelah ditiriskan dilakukan pengarangan pada suhu 500°C. Pengarangan dianggap selesai setelah tidak terbentuk asap lagi. 4. Pencucian

Setelah selesai pengarangan kemudian dilakukan pencucian dengan air
destilata. Pencucian dihentikan bila filtrat telah netral. 5. Pengeringan Setelah selesai pencucian kemudian arang tersebut dikeringkan pada suhu 110 C. Sifat arang yang dihasilkan tergantung dari bahan yang digunakan. Bahan yang mengandung menjernihkan air. Dengah mengaktifkan arang berarti menghiJangkan zat-zat yang menutupi selulosa menghasilkan arang yang lunak dan cocok untuk o

pori-pori. pada permukaan arang. Hidrokarbon pada permukaan dapat dihilangkan dengan oksidasi dengan oksidator yang sangat lemah (C02 atau uap air) supaya atom C yang lain tidak turut teroksidasi. Selain itu dapat juga dilakukan proses dehidrasi dengan garam-garam seperti ZnCh, CaC12 dan sebagainya Unsurdan

unsur mineral akan masuk di antara plat-plat heksagon dari kristalit-kristalit memisahkan permukaan-permukaan • yang mula-mula

tertutup, sehingga jumlah

permukaan yang aktif bertambah besar.
Bahan.baku yang dipanaskan

akan mengaJami distilasi air, kemudian
H20, CO2 dan akhirnya terjadi Pengarangan

terjadi pemecahan dan pelepasan sebagianbesar reaksi eksotennis yang menandai

mulainya proses pengarangan.

dianggap sempurna apabila tidak terjadi lagi asap. Mutu arang aktif yang diperoleh tergantung dari luas pennukaan dan isi

kapiler untuk setiap unit, berat, luas melintang dari kapiler, ukuran partikel, sifat kimia dari permukaan, bahan dasar untuk pembuatan arang, cara pengaktifan dan sebagainya.

13

4.3 Pemanfaatan

Arang Aktif sebagai Adsorben arang aktif dari sekam padi sebagai adsorben, didasarkan

Pemanfaatan

pada kriteria tertentu, yaitu suatu zat yang dapat digunakan sebagai adsorben untuk tujuan pemisahan bila mempunyai daya adsorpsi seJektif, berpori

(mempunyai luas pennukaan per satuan Massa yang besar) dan mempunyai daya ikat yang kuat terhadap Pembesaran adsorben. zat yang akan dipisahkan dapat secara fisik atau kimia pengecilan partikel

luas permukaan
Akan tetapi, dalam

dilakukan

dengan

berbagai

pemakaian,

ukuran partikel

harus

memenuhi syarat lain, seperti tidak boleh terbawa serta dalam aliran fasa geraknya (fluida). Adsorbsi adalah suatu proses dimana suatu partikel "menempel"

pada

suatu permukaan akibat dari adanya "perbedaan" muatan lemah diantara kedua benda (gaya Van der Waals), sehingga akhimya akan terbentuk suatu lapisantipis partikel-pertikel halus pada permukaan tersebut. Absorpsi merupakan suatu proses di.mana suatu partikel terperangkap kedalam struktur suatu media dan seolah-olah

menjadi bagian dari keseluruhan media tersebut. Proses adsorbsi pada arang aktif terjadi melalui tiga tahap dasar yaitu zat terjerap pada arang bagian luar kemudian zat menuju pori-pori arang, dan terakhir zatterjerap pada dinding bagian dalam arang. peristiwa adsorbsi meliputi molekul adsorbat berdifusi

Mekanisme

melalui suatu lapisan batas ke pennukaan luar adsorben (disebut difusi ekst~rnal). Sebagian ada yang teradsorbsi di permukaan luar namun sebagian besar terdifusi

..

lanjut ke dalam pori-pori

adsorben

(disebut

difusi internal).

Bila kapasitas

adsorbsi masih sangat besar, sebagian akan teradsorbsi dan terikat dipermukaan, namun bila permukaan sudah jenuh atau mendekati jenuh dengan adsorbat, dapat terjadi dua kemungkinan. Pertama, terbentuk lapisan adsorbsi kedua dan

seterusnya di atas adsorbat yang telah terikat dipermukaan. adsorbsi multi layer. Kedua,

Gejala ini disebut

tidak terbentuk. lapisan kedua dan seterusnya

sehingga adsorbat yang belum teradsorbsi berdifusi keluar pori dan kembali ke arus fluida.

14

Ada dua metode adsorpsi yaitu adsorpsi secara fisik (physiosorption) adsorpsi secara kimia (chemisorption).

dan

Kedua metode ini terjadi bila molekul-

molekul cIalam fase cair diikat pada pennukaan suatu fuse padat sebagai akibat

dari gaya tarik-menarik pada pennukaan
dan Moressi, 1978). Menurut Anonim
.

padatan (adsorben), merigatasi energi

kinetik dari mole1cul-molekul kontaminan dalam eairan (adsorbat) (Cheremisinoff

(1982) adsorpsi

seeara fisik adalah
.

adsorpsi

yang

reversibel dengan interaksi lemah, energi untuk adsorpsi secara fisik besamya kurang dari 63-84 kj/mot. Sedangkan dalam adsorpsi secara k:imia interaksi antara adsorben dan adsorbatny~ lebih kuat karen a terjadi reaksi antara permukaan adsorben dengan adsorbatnya, energi untuk adsorpsi seeara kimia biasanya lebih besar dari 84-126 kllmot. Menurut Cookson (1978), beberapa> faktor .. yang .., merilpengaruhi . ". antara lain ialah : a. Sifat fisika dan kimia adsorben, yaitu luas pennukaan, komposisi kimia. b. Sifat fisika dan kimia adsorbat, yaitu antara lain ukuran molekul, polaritas molekul, komposisi kimia. c. Konsentrasi adsorbat dalam fase cair (tarutan). d. Sifat fase cair, seperti pH dan temperatur. e. Lamanya proses adsorpsi tersebut berlangsung, Suatu zat dapat digunakan sebagai adsorben untuk tujuan pemisahan bila mempunyai daya adsorbsi selektif, berpori (mempunyai luas pennukaan ukuran pori-pori,

adsorpsi

persatuan massa yang besar) dan mempunyai daya ikat yang kuat terhadap zat yang hendak dipisahkan seeara fisik ataupun kimia. Perbesaran luas pennukaan dapat dilakukan dengan pengecilan partikel adsorben, Pengecilan ukuran tidak boleh terJalu keeil karena dapat menyebabkan adsorben terbawa oleh aliran

fluida. Pada umwnnya arang yang terbentuk dihaneurkan sampai berukuran 0,30,5 em (Setyaningsih, 1995).

v. PENUTUP
5.1 KesimpuJan Sekam sebagai limbah penggilingan padi memiliki potensi untuk diolah menjadi arang aktif. Gabah sebagai basil olaban beras mengandung sekitar 2023% sekam. Dengan produksi gabah kering sebesar 54 juta ton pada tabun 2005,
akan dihasilkan lebih dari 10,8 juta ton sekam sebagai limbah. Selama ini limbah

sekam belum dapat tennanfaatkan secara optimal karena bersifat bulky, abrasive,
. .

kandungan aJphaselulosanya yang rendah. Limbah sekam padi ini berpotensi untuk dapat dimanfaatkan sebagai arang aktif karena niemiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi, kadar karbon yang tinggi serta kadar abu dan hydrogen yang rendah. Berdasarkanhasil .. memiliki kadar ~.~(dr.Ybasis)
ini memenuhi persy~tan

.

analisa Djatmiko (1985), arang aktif dari sekam 99.7%. kadar abu 3.2%. hidrogen 1.7%. Nilai
standar arang aktif dari SNI.

Pembuatan arang aktif terdiri dari dua tahap utama, yaitu proses karbonasi
bahan baku dan proses aktifasi bahan terkarbonasi pada temperatur tinggi.

Pemanfaatan arang aktif dari sekam padi sebagai adsorben, didasarkan pada kriteria tertentu.yaitu mempunyai daya adsorpsi selektif, herpori dan mempunyai fisik atau kimia. daya ikat yang kuat terhadap zat.yang akan dipisahkan se~

Pemanfaatan sekam padi menjadi arang aktif sebagai adsorben diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada limbah sekam, dan dapat diaplikasikan secara luas dalam hebagai bidang. Aplikasi dalam skala industtri rnisalnya dalam pemurnian gas, pengolahan LNG. katalisator, industri obat dan makanan, minuman ringan, minuman keras, pembersih air, pembersih air buangan, penambakan udang dan benur, pelarut, pengolahan pulp, pupuk, emas, minyak, dan lain-lain. 5.2 Saran Rekomendasi dari penulis mengenai ide ini adaJah adanya penelitian lebih lanjut mengenai karakteristik arang aktif dari sekam sehingga apJikasinya sebagai adsorben dapat lebih spesifik dan tepat arab.

17

.-

Pari, G. 1996. Pembuatan dan Kualitas Arang Aktif dari Kayu Sengon (Paraserianthes fa/cataria) sebagai Bahan Adsorben. Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol.l4 NO.7: 274 ·289.

Roesmarkam, S.",Purnomo, dan Sutrisno, 0.,2000, Pengkajian Sistem Usaha; Berbasis
Padi (SUTRA) di Kecamatan Paktsaji Kabupaten Malang: Kendala dan Prospek Pengembangannya. Buletin Tehnologi dan Infonnasi Pertanian, 3(1): 6·12. Setyaningsih, H. 1995. Pengolahan Limbah Batik dengan Proses Kimia dan Adsorpsi Karbon aktif Tesis. Program Pascasatjana, Universitas Indonesia, Jakarta. SNI. 1995. SNI 06·3730·1995 : Arang AktifTeknis. Dewan Standarisasi Jakarta. Sudjana. 1994. Desain dan Analisis Eksperimen. Edisi : T Arsito. Nasional, Ill. Bandung

Sudradiat, P dan Tjipto Utomo. 1970. Pembuatan Karbon Aktif. Hasil Penelitian Lembaga Kimia Nasional. Lembaga Ilmu Pengetahuan Industri Bandung. Thorbun, C., 1982. Rice Husks as Fuel. PT Tekton Books, Development Center - Bandung Institute of Technology (DTC-ITB), Bandung. Technology"

Yoshizawa, N., Yoshio Yamada dan Minoru Shiraishi. 1999. Structural Characterization of Carbon Materials with A Low Crystallinity Using Modified Methods for Data Analysis. Report of The National Institute for Resources and Environment No. 26 February .

DAFfARRIWAYAT

HIDUP

1. Ketua Pelaksana Kegiatan
Nama Tempat/Tanggal Lahir Agama
NRP

: Ahsan Abduh Andi Sihotang : Ujung Pandang, 28 Juni 1988 : Islam : F34052023 : Teknologi Industri Pertanian/ Teknologi Pertanian

-,

,

Departemenl Fakultas Universitas No. Telepon Email Alamat Karya tuJis

: Institut Pertanian Bogor
: 0857813913 75/(0251) 621043 " : ahsan_andi@yahoo.com

: J1. Raya Dramaga Rt 0111 No.89 Bogor Jawa Barat

1. Susu jagung sebagai Alternatif Minuman Kesehatan Kaya Karbohidrat dan Protein, tabun 2007 2. Pemanfaatan Ubi Jalar Putih dan Ikan Teri sebagai Bahan Substitusi Parsial Tepung Terigu dalam Pembuatan Biskuit Kaya Protein tahun 2007

Penghargaan:

I. Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan tabun
2007 oleh Dikti 2. 1st Runner Up Young Entrepreuner Award 2007 Bisnis Indonesia

2. Anggota Pelaksana Kegiatan
Nama Tempat/fanggal Agama
NRP

: Sabila Putri Dian Lahir : Jakarta. 29 Maret 1990 : Islam : F34070049 : Teknologi Industri Pertanianl Teknologi Pertanian : Institut Pertanian Bogor : 0856 92474344

Departemenl Fakultas Universitas No. Telepon

Email ~ Alamat

: sabila __pd@yahoo.com : GR 29 No. 35, Bintaro Jaya, Tangerang

Karya tulis 1. Global warming and staple food security in social-economy and politics 2. 3. Pemanfaatan Serat Daun Nanas (Ananas Comosus) sebagai bahan baku kertas Coconut Oil Based Biodiesel Development: The Power of Local

Resources to Support National Energy Sustainabili~

Penghargaan 1. Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan tahun 2009 oleh Dikti

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->