Modul 1 Praktikum Pengolahan Informasi Wicara Perekaman dan Pengeditan

MODU

PROSES PEREKAMAN DAN PENGEDITAN SINYAL WICARA

TUJUAN Mahasiswa mampu melakukan proses perekaman dan pengeditan sinyal wicara dengan menggunakan perangkat lunak.

II.

DASAR TEORI 2.1. Pembangkitan Sinyal Wicara pada Manusia Speech (wicara) dihasilkan dari sebuah kerjasama antara (dengan vocal cords menghasilkan sebuah ) dan lungs (paru-paru), glottis

articulation tract (mouth/mulut dan nose cavity/rongga hidung). voiced sounds (suara ucapan), paru-paru lungs menekan udara bergetar, menginterupt udara melalui

Gambar 1 menunjukkan penampang melintang dari organ wicara manusia. Untuk melalui epiglottis, vocal cords aliran udara dan menghassilkan sebuah gelombang tekanan quasi-periodic.

Gambar 1. Organ wicara manusia

Tri Budi Santoso, Miftahul Huda

1

suara sinyal wicara monotonous tetapi dalam kasus normal sebuah perubahan permanen pada frekuensi terjadi. Variasi frekuensi pitch dapat dilihat seperti pada Gambar 2b. Ketika kita berbicara dengan sebuah frekuensi pitch impulses dan frekuensi sinyal pitch frequency atau fundamental frequency.Modul 1 Praktikum Pengolahan Informasi Wicara Perekaman dan Pengeditan Impuls tekanan pada umumnya disebut sebagai tekanan adalah dalam Gambar 2a sederetan impuls (fungsi tekanan suara) dihasikan oleh suara. dan untuk suara tertentu (nasals) juga merangsang nasal cavity (rongga hidung). formant frequencies . yang disebut perubahan besar. Sederetan impulse yang sama Variasi pada frekuensi pitch Gambar 2. akan menimbulkan radiasi sebuah gelombang suara yang mana merupakan sinyal wicara. Sederetan impuls dan pitch pada sinyal wicara Impuls pitch merangsang udara di dalam mulut. Ketika rongga beresonansi. Ini merupakan bagian dari sinyal voice (suara) yang mendefinisikan melody (melodi wicara). Kedua rongga beraksi sebagai resonators dengan karacteristik frekuensi resonansi masing-masing. vocal cords Di untuk sebuah speech pitch konstan. Pada saat rongga mulut dapat mengalami .

kita mampu untuk menghasilkan beragam pola ucapan suara yang berbeda. Miftahul Huda 2 . Tri Budi Santoso.

Proses produksi suara 2. Miftahul Huda 3 . exitasi pada unvoiced sounds (suara tak vocal tract lebih menyerupai noise (derau).2. Bentuk Sinyal Wicara dalam Domain Waktu Sinyal wicara merupakan sinyal yang bervariasi lambat sebagai fungsi waktu. dan /f/. Tetapi bilamana diamati dalam durasi yang lebih panjang (> 1/5 detik) karakteristik sinyalnya berubah untuk merefleksikan suara ucapan yang keluar dari pembicara. pembangkitan ucapan /a/ pembangkitan ucapan /f/ Gambar 3. Untuk sementara perbedaan bentuk dan posisi pada organ articulation diabaikan saja.Modul 1 Praktikum Pengolahan Informasi Wicara Perekaman dan Pengeditan Di dalam kasus terucap). dalam hal ini ketika diamati pada durasi yang sangat pendek (5 sampai 100 mili detik) karakteristiknya masih stasioner. Tri Budi Santoso. Gambar 3 menampilkan proses produksi suara-suara /a/.

Kita menggunakan terminologi sinyal analog untuk menyebutnya. Untuk memperoleh bentuk sinyal waktu diskrit. Contoh sinyal wicara ucapan “Selamat Datang” Salah satu cara dalam menyajikan sebuah sinyal wicara adalah dengan menampilkannya dalam tiga kondisi dasar.3. sinyal waktu kontinyu harus dirubah menjadi bentuk waktu diskrit dan dilanjutkan dengan proses digitalisasi. Miftahul Huda 4 . Untuk proses komputasi. sinyal waktu kontinyu harus di-sampel. 2. dan yang ketiga adalah secara periodik sehingga silence (S) atau keadaan tenang dimana unvoice (U) dimana voiced (V) dimana vocal cord tidak bervibrasi vocal cord menggerakkan udara ke kerongkongan melalui mekanisme akustik sampai keluar mulut dan menghasilkan sinyal wicara. Proses Sampling Perhatikan sinyal sinus berikut ini: x( t ) = A c os ( ωt +φ) Sinyal tersebut merupakan (1) juga seringkali contoh sinyal waktu kontinyu. Tri Budi Santoso.Modul 1 Praktikum Pengolahan Informasi Wicara V US Perekaman dan Pengeditan Gambar 4. berfibrasi. yaitu sinyal wicara tidak diproduksi.

informasi N bit kode digital Sample & Quantization EncodingHold Gambar 7 .Modul 1 Praktikum Pengolahan Informasi Wicara Perekaman dan Pengeditan x(t) C-to-D Gambar 5. Miftahul Huda = i ∑ sin( = 1 2 π (3) ) f it 5 . Rangkaian Sampling Rangkaian sampling diatas merupakan sebuah ujung tombak dari sebuah analog to digital conversion (ADC). Blok diagram konversi sinyal kontinyu menjadi sinyal diskrit Ts = 1/fs x[n] = x[nTs] Sekuen x[n] didapakan setelah proses perubahan dari continues to discrete (C-to-D). Kondisi realnya secara hardware adalah menggunakan rangkaian sampling seperti Gambar 6 berikut ini. misalnya untuk sinyal wiacara memungkinkan untuk memiliki frekuensi dari 20 sampai 4000 Hz. maka sinyal informasi tersebut bisa dituliskan sebagai: i max tx )( Tri Budi Santoso. fs=1/Ts Sinyal input Sinyal output Gambar 6. Blok diagram rangkaian ADC Persyaratan frekuensi sampling menurut teorema melebihi 2 kali frekuensi sinyal yang di sample. fs > 2x f i (2) Shannon harus sama dengan atau Jika sinyal informasi yang kita sample memiliki komponen frekuensi beragam.

fs=1/Ts yang juga dikenal sebagai (4) sampling rate Nyquist rate. Sebelum memulai praktikum.Modul 1 Praktikum Pengolahan Informasi Wicara Perekaman dan Pengeditan Dan persyaratan untuk frekuensi smpling menjadi: fs > 2x fimax Frekuensi sampling seringkali dikatakan dengan terminology jumlah sample yang diambil setiap detik.1. . . apakah seluruh perangkat multimedia sudah terintegrasi dengan PC. speaker aktif dan digantikan dengan head set microphone. Penataan perangkat percobaan recording dan editing PC yang digunakan harus dilengkapi dengan peralatan multimedia seperti sound card. PERANGKAT YANG DIPERLUKAN 1 (satu) buah PC Multimedia lengkap sound card dan microphone Satu perangkat lunak Matlab IV. LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN 4. yaitu III. Penataan Perangkat Sebelum melakukan percobaan siswa harus melakukan penataan seperti pada Gambar berikut ini. sebaiknya dites dulu. Untuk microphone dan speaker aktif bias juga lengkap. Microphone Sound Card PC Multimedia Matlab Speaker Gambar 8.

Tri Budi Santoso. Miftahul Huda 6 .

y2=y1(1:10000). Coba tampilkan sebagian saja dari seluruh sinyal. dan lanjtukan dengan langkah berikut ini.'aiueo.’a.wav') Untuk mengetahui apakah proses perekaman yang telah dilakukan berhasil. Tambahkan juga pada program bagaimana cara memainkan file *. y = wavrecord(5. dan coba perhatikan dengan seksama durasi sinyal hasil dari proses perekaman tersebut. Fs. t=length(y1).3.Fs. Fs = 8000.wav hasil perekaman. Siapkan microphone dan perangkat multimedia. caranya adalah sebagai berikut: y1=wavread('aiueo.0*Fs. dan jangan lupa dihasilkan. Proses Pengeditan untuk Pemisah Vokal Apabila telah selesai berdiskusi dengan teman terdekat.Fs. Tampilkan dengan perintah plot. Buka file hasil rekaman “ aiueo. Untuk itu ikuti langkah berikut ini. coba aktifkan kembali Matlab. 'double'). mengujinya dengan melalui gambar dan mendengarkan suara yang Lakukan hal yang sama untuk vocal ’i’. ’u’.wav’). Kalau mengalami kesulitan buka kembali catatan tentang Matlab Audio yang ada di bagian lain pada buku ini. Semuanya juga harus . Buat program berikut ini untuk melakukan recording dengan Matlab clear all. cobalah untuk membuat perintah tambahan pada program diatas sehingga bisa membaca file *. plot(y2) Sekarang coba buat program yang hanya membuat tampilan untuk vokal ’a’ saja. 4.wav”.Modul 1 Praktikum Pengolahan Informasi Wicara 4. ’e’ dan ’o’. wavwrite(y1. Aktifkan Matlab.2 Perekaman dengan Matlab Perekaman dan Pengeditan Praktikum Pengolahan Informasi Wicara dengan langkah pertama adalah melakukan proses recording (perekaman) suara.wav yang sudah direkam.wav. wavwrite(y. Simpan ke dalam suatu file a. seperti pada pertemuan pertama saat mengenal Matlab Audio.wav').

Tri Budi Santoso.disimpan dalam bentuk file *.wav. Miftahul Huda 7 .

sampling Fs=7000. 24000. dan voice. perhatikan apa yang terjadi. 6000. Amati Lakukan hal yang sama. . dengan nilai Fs = 14000. Dari hasil percobaan yang telah dilakukan. dan 5000. Perubahan Nilai Sampling Perekaman dan Pengeditan Coba panggil kembali file hasil perekaman dengan cara sebagai berikut. Sampling Rate terhadap suara aiuoe. ANALISA DATA DAN TUGAS Untuk grafik “ beri tanda mana yang termasuk katagori unvoice.4. 44000 Hz. coba silence. y=wavread('aiueo.Modul 1 Praktikum Pengolahan Informasi Wicara 4. Coba rubah dengan menurunkan nilai kejadian apa yang dapat diamati pada sinyal suara tsb. coba buat catatan tentang durasi perekaman masing-masing vokal yang telah dilakukan. clear all.Fs) Rubah nilai frekuensi sampling menjadi Fs=10000. Berikan catatan nilai magnitudo tertinggi pada masing-masing vokal yang telah direkam.wav') wavplay(y. Fs = 8000. 16000. Berikan analisa terhadap perubahan nilai yang dihasilkan.wav”.

Miftahul Huda 8 .Tri Budi Santoso.