DAFTAR PUSTAKA

Arifin, L. (2008). Teknik Akupresur pada persalinan http : // Keperawatan Maternitas.blogspot.com/2008/04/Teknik-akupresur-pada-nyeri-persalinan.htm diperoleh tanggal 22 November 2009 Bobak , L. (2004). Keperawatan Maternitas. Jakarta : EGC

Chapman, V. (2006). Asuhan Kebidanan : Persalinan dan Kelahiran. Jakarta : EGC

Danuatmaja, B., dan Meiliasari, M. (2004). Persalinan Normal Tanpa Rasa Sakit. Jakarta : Puspa Swara

Gadysa, G. (2009). Persepsi ibu tentang metode massage http://luluvikar.wordpress.com/ 2009/08/26/persepsi-ibu-tentang-metode-massage. diperoleh tanggal 22 November 2009

Hidayat, A., dan Hidayat, M. (2008). Keterampilan Dasar Praktik Klinik untuk Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika

Henderson, C. (2006). Buku Ajar Konsep Kebidanan (Essential Midwifery). Jakarta : EGC

Indiarti, M. (2009). Panduan Lengkap Kehamilan, Persalinan dan Perawatan Bayi.

J. Jakata : Salemba Medika Patree.. Ilmu Kebidanan. (2008). Saunders Co Mander.. Philadelphia : WB. Jakarta : PT.v. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Skripsi. Mekanisme nyeri persalinan http://idmgarut wordpress. S. dan Keppler. (2008). S. (2009). Metodologi Penelitian Kesehatan. P. Walley. Jakarta : EGC Notoadmodjo. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo Universitas Sumatera Utara Simkin. (2007). Kinney..Jogyakarta : Diglossia Media Imdgarut. Jakarta: EGC Prawirohardjo. (2002).com/ 2009/02/02/mekanisme-nyeri-pada-persalinan . R. Maternal child nursing. Panduan Praktis Bagi Calon Ibu : Kehamilan dan Persalinan. Bhuana Ilmu Populer . b. A. (2005). Tesis. (2003). Nyeri Persalinan. Buku Ajar Kebidanaan Komunitas. et al. Jakarta : Rineka Cipta Nursalam. dan Instrumen Penelitian Keperawatan. walsh. Diperoleh tanggal 18 November 2009 MC. (2002).l.

Nyeri. S.. P. (2001). (2009).co. Jakarta : EGC Suddarth.. Buku Saku Persalinan.. (2005). J. J. dan Ismael. R. (2008).html diperoleh pada tanggal 17 Desember 2009 Universitas Sumatera Utara 1 BAB I PENDAHULUAN .Sastroasmoro.cc/2009/02/pain-nyeri. S. dan Priest. Jakarta : CV Sagung Seto Simkin. Jakarta: EGC Wibowo. http://www. Kelas Antenatal Edisi 2. Brunner.. dan Ancheta.fisioska. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinik Edisi ke-3. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah. Jakarta : EGC Schott. (2002). R.

persalinannya lebih lama dan nyeri. 1997). simple. massage. Persalinan adalah saat yang sangat dinanti-nantikan ibu hamil untuk dapat marasakan kebahagiaan melihat dan memeluk bayinya. baik secara farmakologi maupun nonfarmakologi. guided imagery.A. tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin. Berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan nyeri pada persalinan. lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam. karena ibu dapat mengontrol perasaannya dan kekuatannya. musik. pergerakan dan perubahan posisi. efektif dan tanpa efek yang merugikan (Burns & Blamey. Tetapi persalinan juga disertai rasa nyeri yang membuat kebahagiaan yang didambakan diliputi oleh rasa takut dan cemas. Penelitian yang . Manajemen nyeri secara farmakologi lebih efektif dibanding dengan metode nonfarmakologi. Relaksasi. Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu). Metode nonfarmakologi juga dapat meningkatkan kepuasan selama persalinan. Sedangkan metode nonfarmakologi lebih murah. terapi panas/dingin. teknik pernapasan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pada masyarakat primitif. aromaterapi merupakan beberapa teknik nonfarmakologi yang dapat meningkatkan kenyamanan ibu saat bersalin dan mempunyai Universitas Sumatera Utara 2 pengaruh pada koping yang efektif terhadap pengalaman persalinan. 2002 ). Latar belakang Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologis yang normal. Cook & Wilcox. 1994. akupresur. sedangkan masyarakat yang telah maju 7-14% bersalin tanpa rasa nyeri dan sebagian besar (90%) persalinan disertai rasa nyeri (Prawirohardjo. namun metode farmakologi lebih mahal. hidroterapi. dan berpotensi mempunyai efek yang kurang baik.

nyeri persalinan yang lama menyebabkan hiperventilasi dengan frekuensi pernafasan 60-70 kali per menit sehingga menurunkan kadar PaCO2 ibu dan peningkatan pH. Universitas Sumatera Utara . relaksasi. nyeri juga meyebabkan aktivitas uterus yang tidak terkoordinasi yang akan mengakibatkan persalinan lama. Nyeri yang lama dan tidak tertahankan akan menyebabkan meningkatnya tekanan sistol sehingga berpotensi terhadap adanya syok kardiogenik (Zulkarnain. penurunan Heart Rate / Central nervus system (CNS) dan peningkatan suhu tubuh ibu yang dapat menyebabkan perubahan pada janin (Mander. sedangkan obat-obat tersebut memberikan efek samping yang merugikan yang meliput i fetal hipoksia. 2003). 2008). akupresur dan massage merupakan teknik yang paling efektif menurunkan nyeri saat persalinan (Arifin. resiko depresi pernapasan neonatus. Secara objektif sebagaimana telah dilakukan penelitian oleh Niven dan Gijsbern pada tahun 1984 didapatkan bahwa nyeri persalinan jauh melebihi keadaan penyakit. Nyeri persalinan yang tidak tertahankan mendorong ibu bersalin menggunakan obat penawar nyeri seperti analgetik dan sedativa (Ridolfi dan Franzen. Semua wanita mengalami nyeri selama persalinan. yang akhirnya dapat mengancam kehidupan janin dan ibu (Mander 2003). 2001). Bagaimanapun nyeri harus diatasi. 2003). menggunakan 10 metode nonfarmakologi yang dilakukan pada sample 46 orang didapatkan bahwa teknik pernapasan. Apabila kadar PaCO2 ibu rendah.dilakukan oleh Sylvia T seorang mahasiswa asal Amerika Serikat pada tahun 2001. maka kadar PaCO2 janin juga rendah sehingga menyebabkan deselerasi lambat denyut jantung janin. hal ini merupakan proses fisiologis. Browridge (1995) meyatakan bahwa nyeri yang menyertai kontraksi uterus mempengaruhi mekanisme fungsional yang menyebabkan respon stress fisiologis.

dan biasanya yang paling sering dilakukan untuk Universitas Sumatera Utara .. Studi yang dilakukan oleh National Birthday Trust terhadap 1000 wanita menunjukkan bahwa 90% wanita merasakan manfaat relaksasi dan pijatan untuk meredakan nyeri (Findley dan Chamberlain. dan waktu persalinan lebih pendek secara bermakna (Field et. akupuntur dan yoga (Gadysa. penurunan nyeri punggung.1999).. Bidan mempunyai andil yang sangat besar dalam mengurangi nyeri nonfarmakologi. 2009). 2002).3 Salah satu metode yang sangat efektif dalam menanggulanginya adalah dengan massage yang merupakan salah satu metode nonfarmakologi yang dilakukan untuk mengurangi nyeri persalinan. Dasar teori massage adalah teori gate control yang dikemukakan oleh Melzak dan Wall (dalam Depertemen Kesehatan Republik Indonesia. khususnya ibu primigravida. Wanita yang mendapat pijatan selama persalinan mengalami penurunan kecemasan. 1999). massage. Dua studi skala kecil menunjukkan bahwa pijatan dapat memberikan manfaat bagi wanita hamil dan wanita bersalin. relaksasi. 1997) (Schott dan Priest. aroma terapi. Teori ini menjelaskan tentang dua macam serabut syaraf berdiameter kecil dan serabut berdiameter besar yang mempunyai fungsi berbeda. Wanita yang mendapat pijatan secara teratur selama kehamilan mengalami penurunan kecemasan. Kelompok yang mendapat pijatan juga memiliki lebih sedikit komplikasi pada persalinan dan memiliki lebih sedikit kadar hormon stres (Field et al. dan dapat tidur lebih nyenyak dibandingkan wanita yang tidak mendapat pijatan. hipnotis. Nyeri persalinan merupakan masalah yang sangat mencemaskan bagi ibu inpartu. Intervensi yang termasuk dalam pendekatan nonfarmakologi adalah analgesia psikologis yang dilakukan sejak awal kehamilan. pengurangan nyeri. stimulasi kuteneus. 1997).

4 mengurangi rasa nyeri adalah dengan metode massage. apakah ada pengaruh metode massage terhadap pengurangan intensitas nyeri pada persalinan kala I? Universitas Sumatera Utara . atau penekanannya tidak tepat pada daerah secrum. Untuk itu peneliti tertarik untuk meneliti apakah ada pengaruh massage terhadap pengurangan rasa nyeri pada persalinan dengan melakukan salah satu metode massage. Tetapi kadang kala metode massage yang dilakukan tidak pada tempatnya sehingga hasilnya tidak efisien. Perumusan Masalah Adapun perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu. sehingga peneliti mengambil judul “Pengaruh Metode Massage Terhadap Pengurangan Intensitas Nyeri pada Persalinan kala I di Klinik Bersalin Fatimah Ali I Marindal Medan pada Tahun 2010”. keluarga pasien maupun pasien itu sendiri. baik oleh petugas kesehatan. Salah satu contohnya pada pelaksanaan teknik deep back massage. Selain alasan yang di atas adapun alasan peneliti mengambil judul ini adalah untuk mengurangi penggunaan metode farmakologi yang menurut teori yang telah dijelaskan di atas bahwa obat-obat tersebut memiliki efek samping yang membahayakan bagi ibu dan janin. dimana seharusnya penekanan dilakukan tepat pada daerah secrum dengan telapak tangan dan posisi ibu dalam keadaan berbaring miring tetapi kadang kala penatalaksanaan tidak sesuai sehingga nyeri yang dirasakan oleh pasien tidak berkurang. Begitu juga dengan metode massage yang lain. Hal ini mungkin diakibatkan oleh posisi ibu tidak dalam keadaan berbaring miring. Hal ini tidak dilakukan satu kali saja tetapi harus berulang kali. B.

Bagi Pendidikan Kebidanan Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan data dasar untuk penelitian selanjutnya mengenai pengaruh massage terhadap pengurangan intensitas nyeri pada persalinan kala I 3. Tujuan Khusus a. 2. D. Tujuan umum Mengidentifikasi pengaruh metode massage terhadap pengurangan intensitas nyeri pada persalinan kala I. Tujuan Penelitian 1. . 2. b. Bagi Praktek Kebidanan Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai alternatif teknik nonfarmakologi yang mudah untuk dilakukan tanpa efek yang membahayakan dalam memberikan intervensi dan asuhan kebidanan pada ibu selama persalinan kala I. Mengidentifikasi pengaruh metode massage Abdominal Lifting terhadap pengurangan intensitas nyeri pada persalinan kala I. Mamfaat Penelitian 1. Mengidentifikasi pengaruh metode massage Effleurage terhadap pengurangan intensitas nyeri pada persalinan kala I. Bagi Peneliti Hasil ini diharapkan dapat menambah wawasan/pengetahuan peneliti tentang pengaruh massage terhadap pengurangan intensitas nyeri pada persalinan kala I.5 C.

simple. teknik pernapasan. karena ibu dapat mengontrol perasaannya dan kekuatannya. dan berpotensi mempunyai efek yang kurang baik. terapi panas/dingin. hidroterapi. persalinannya lebih lama dan nyeri. baik secara farmakologi maupun nonfarmakologi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pada masyarakat primitif. namun metode farmakologi lebih mahal. efektif dan tanpa efek yang merugikan (Burns & Blamey. Metode nonfarmakologi juga dapat meningkatkan kepuasan selama persalinan. Relaksasi. Tetapi persalinan juga disertai rasa nyeri yang membuat kebahagiaan yang didambakan diliputi oleh rasa takut dan cemas. lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam. Sedangkan metode nonfarmakologi lebih murah. . Cook & Wilcox. massage. tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin. Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu).Universitas Sumatera Utara 1 BAB I PENDAHULUAN A. Manajemen nyeri secara farmakologi lebih efektif dibanding dengan metode nonfarmakologi. 1997). pergerakan dan perubahan posisi. Latar belakang Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologis yang normal. 2002 ). sedangkan masyarakat yang telah maju 7-14% bersalin tanpa rasa nyeri dan sebagian besar (90%) persalinan disertai rasa nyeri (Prawirohardjo. Persalinan adalah saat yang sangat dinanti-nantikan ibu hamil untuk dapat marasakan kebahagiaan melihat dan memeluk bayinya. Berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan nyeri pada persalinan. 1994.

maka kadar PaCO2 janin juga rendah sehingga menyebabkan deselerasi lambat denyut jantung janin. aromaterapi merupakan beberapa teknik nonfarmakologi yang dapat meningkatkan kenyamanan ibu saat bersalin dan mempunyai Universitas Sumatera Utara 2 pengaruh pada koping yang efektif terhadap pengalaman persalinan. akupresur. Semua wanita mengalami nyeri selama persalinan. menggunakan 10 metode nonfarmakologi yang dilakukan pada sample 46 orang didapatkan bahwa teknik pernapasan. nyeri persalinan yang lama menyebabkan hiperventilasi dengan frekuensi pernafasan 60-70 kali per menit sehingga menurunkan kadar PaCO2 ibu dan peningkatan pH. . hal ini merupakan proses fisiologis. guided imagery. Nyeri persalinan yang tidak tertahankan mendorong ibu bersalin menggunakan obat penawar nyeri seperti analgetik dan sedativa (Ridolfi dan Franzen. Apabila kadar PaCO2 ibu rendah. Bagaimanapun nyeri harus diatasi. Nyeri yang lama dan tidak tertahankan akan menyebabkan meningkatnya tekanan sistol sehingga berpotensi terhadap adanya syok kardiogenik (Zulkarnain. akupresur dan massage merupakan teknik yang paling efektif menurunkan nyeri saat persalinan (Arifin.musik. Penelitian yang dilakukan oleh Sylvia T seorang mahasiswa asal Amerika Serikat pada tahun 2001. Browridge (1995) meyatakan bahwa nyeri yang menyertai kontraksi uterus mempengaruhi mekanisme fungsional yang menyebabkan respon stress fisiologis. relaksasi. 2008). nyeri juga meyebabkan aktivitas uterus yang tidak terkoordinasi yang akan mengakibatkan persalinan lama. 2003). yang akhirnya dapat mengancam kehidupan janin dan ibu (Mander 2003). Secara objektif sebagaimana telah dilakukan penelitian oleh Niven dan Gijsbern pada tahun 1984 didapatkan bahwa nyeri persalinan jauh melebihi keadaan penyakit.

massage. aroma terapi. 2003).2001). Wanita yang mendapat pijatan secara teratur selama kehamilan mengalami penurunan kecemasan. sedangkan obat-obat tersebut memberikan efek samping yang merugikan yang meliput i fetal hipoksia. dan dapat tidur lebih nyenyak dibandingkan wanita yang tidak mendapat pijatan. hipnotis. penurunan Heart Rate / Central nervus system (CNS) dan peningkatan suhu tubuh ibu yang dapat menyebabkan perubahan pada janin (Mander. Teori ini menjelaskan tentang dua macam serabut syaraf berdiameter kecil dan serabut berdiameter besar yang mempunyai fungsi berbeda. penurunan nyeri punggung. akupuntur dan yoga (Gadysa. Dua studi skala kecil menunjukkan bahwa pijatan dapat memberikan manfaat bagi wanita hamil dan wanita bersalin. 2009). resiko depresi pernapasan neonatus. Bidan mempunyai andil yang sangat besar dalam mengurangi nyeri nonfarmakologi. stimulasi kuteneus. Universitas Sumatera Utara 3 Salah satu metode yang sangat efektif dalam menanggulanginya adalah dengan massage yang merupakan salah satu metode nonfarmakologi yang dilakukan untuk mengurangi nyeri persalinan. Intervensi yang termasuk dalam pendekatan nonfarmakologi adalah analgesia psikologis yang dilakukan sejak awal kehamilan. Kelompok yang mendapat pijatan juga memiliki lebih sedikit komplikasi pada persalinan dan memiliki lebih sedikit kadar hormon stres . 1997). relaksasi.1999). Studi yang dilakukan oleh National Birthday Trust terhadap 1000 wanita menunjukkan bahwa 90% wanita merasakan manfaat relaksasi dan pijatan untuk meredakan nyeri (Findley dan Chamberlain. Dasar teori massage adalah teori gate control yang dikemukakan oleh Melzak dan Wall (dalam Depertemen Kesehatan Republik Indonesia.

khususnya ibu primigravida. Nyeri persalinan merupakan masalah yang sangat mencemaskan bagi ibu inpartu. Begitu juga dengan metode massage yang lain. Tetapi kadang kala metode massage yang dilakukan tidak pada tempatnya sehingga hasilnya tidak efisien.. sehingga peneliti mengambil judul “Pengaruh Metode Massage Terhadap Pengurangan Intensitas Nyeri pada Persalinan kala I di Klinik Bersalin Fatimah Ali I Marindal Medan pada Tahun 2010”. Hal ini mungkin diakibatkan oleh posisi ibu tidak dalam keadaan berbaring miring. 2002). 1997) (Schott dan Priest. 1999). baik oleh petugas kesehatan. Selain alasan yang di atas adapun alasan peneliti mengambil judul ini adalah untuk mengurangi penggunaan metode farmakologi yang menurut teori yang telah dijelaskan di atas bahwa obat-obat tersebut memiliki efek samping yang membahayakan bagi ibu dan janin.(Field et al. atau penekanannya tidak tepat pada daerah secrum. pengurangan nyeri. Salah satu contohnya pada pelaksanaan teknik deep back massage. dan waktu persalinan lebih pendek secara bermakna (Field et. Hal ini tidak dilakukan satu kali saja tetapi harus berulang kali. . dan biasanya yang paling sering dilakukan untuk Universitas Sumatera Utara 4 mengurangi rasa nyeri adalah dengan metode massage. keluarga pasien maupun pasien itu sendiri. Untuk itu peneliti tertarik untuk meneliti apakah ada pengaruh massage terhadap pengurangan rasa nyeri pada persalinan dengan melakukan salah satu metode massage. dimana seharusnya penekanan dilakukan tepat pada daerah secrum dengan telapak tangan dan posisi ibu dalam keadaan berbaring miring tetapi kadang kala penatalaksanaan tidak sesuai sehingga nyeri yang dirasakan oleh pasien tidak berkurang.. Wanita yang mendapat pijatan selama persalinan mengalami penurunan kecemasan.

2. Mamfaat Penelitian 1. Bagi Pendidikan Kebidanan Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan data dasar . Bagi Praktek Kebidanan Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai alternatif teknik nonfarmakologi yang mudah untuk dilakukan tanpa efek yang membahayakan dalam memberikan intervensi dan asuhan kebidanan pada ibu selama persalinan kala I. Tujuan Khusus a. Perumusan Masalah Adapun perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu. Mengidentifikasi pengaruh metode massage Effleurage terhadap pengurangan intensitas nyeri pada persalinan kala I. 2. Mengidentifikasi pengaruh metode massage Abdominal Lifting terhadap pengurangan intensitas nyeri pada persalinan kala I. Tujuan Penelitian 1. Tujuan umum Mengidentifikasi pengaruh metode massage terhadap pengurangan intensitas nyeri pada persalinan kala I. D.B. apakah ada pengaruh metode massage terhadap pengurangan intensitas nyeri pada persalinan kala I? Universitas Sumatera Utara 5 C. b.

untuk penelitian selanjutnya mengenai pengaruh massage terhadap pengurangan intensitas nyeri pada persalinan kala I 3. Bagi Peneliti Hasil ini diharapkan dapat menambah wawasan/pengetahuan peneliti tentang pengaruh massage terhadap pengurangan intensitas nyeri pada persalinan kala atera Utara .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful