PERATURAN PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA NOMOR

1 TAHUN 2006 TENTANG PELAKSANAAN MAGANG UNTUK CALON ADVOKAT

DEWAN PIMPINAN NASIONAL PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA

Menimbang:

a. Bahwa dalam rangka implementasi Peraturan Perhimpunan Advokat Indonesia Nomor 1 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Magang untuk Calon Advokat dirasakan perlunya bagi Perhimpunan Advokat Indonesia untuk menerbitkan izin sementara praktik Advokat bagi Calon Advokat yang menjalani magang; b. Bahwa pemberian izin sementara praktik Advokat bagi Calon Advokat dimaksudkan agar dalam masa magang yang dijalani mereka dapat melakukan praktik profesi Advokat secara terbatas, sehingga ketika selesai menjalani masa magang tersebut sudah memiliki cukup pengalaman praktik profesi Advokat; c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu untuk mengubah ketentuan dalam Peraturan Perhimpunan Advokat Indonesia Nomor 1 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Magang untuk Calon Advokat. 1. Undang-Undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4282); 2. Peraturan Perhimpunan Advokat Indonesia Nomor 1 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Magang untuk Calon Advokat.

Mengingat:

Memperhatikan: Keputusan Rapat Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia pada tanggal 21 September 2006.

dengan syarat bahwa di dalam surat kuasa tersebut. dengan menyisipkan 5 (lima) pasal di antara Pasal 7 dan Pasal 8. Pasal 7C. Calon Advokat hanya dapat berpraktik sebagai asisten dari Advokat Pendamping. terdapat Advokat Pendamping. Masa magang sebagaimana dimaksud ayat (1) berakhir pada saat Calon Advokat telah menjalani magang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun terus-menerus pada Kantor Advokat serta menyelesaikan Laporan Sidang sebagaimana dimaksud Pasal 6 ayat (1) Peraturan Nomor 1 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Magang (1) (2) (3) (1) (2) . berikut peraturan pelaksanaannya. dan Pasal 7E. Calon Advokat pemegang Izin Sementara tidak dapat menjalankan praktik Advokat atas namanya sendiri. yang berbunyi sebagai berikut: “Pasal 7A PERADI akan mengeluarkan Izin Sementara Praktik Advokat (“Izin Sementara”) kepada Calon Advokat segera setelah diterimanya Laporan Penerimaan Calon Advokat Magang yang memenuhi semua persyaratan yang diwajibkan sebagaimana diatur dalam Peraturan Perhimpunan Advokat Indonesia Nomor 1 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Magang untuk Calon Advokat. yakni Pasal 7A. Calon Advokat pemegang Izin Sementara dapat diikutsertakan di dalam surat kuasa.MEMUTUSKAN Menetapkan: PERATURAN PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG PELAKSANAAN MAGANG UNTUK CALON ADVOKAT Pasal I Mengubah ketentuan dalam Peraturan Perhimpunan Advokat Indonesia Nomor 1 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Magang untuk Calon Advokat. Pasal 7D. Pasal 7B Untuk kepentingan magang. Pasal 7C Izin Sementara berlaku selama Calon Advokat menjalani masa magang. Pasal 7B.

Pasal II Peraturan ini disebut juga “Peraturan Perubahan Pertama Peraturan Magang”. DR.untuk Calon Advokat. Harry Ponto. S. atau jika Calon Advokat tidak lagi menjalani masa magang di Kantor Advokat.M. Pasal 7D Selama menjalani masa magang.H. Pasal 7E PERADI berwenang untuk mencabut Izin Sementara apabila dalam penggunaannya tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan ini. Sekretaris Jenderal . 17 Oktober 2006 Dewan Pimpinan Nasional Ttd. Jakarta. Calon Advokat pemegang Izin Sementara wajib berpedoman pada Kode Etik Advokat Indonesia dan peraturan PERADI lainnya. M.. Ketua Umum Ttd. S.M. LL. Pasal III Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditandatangani. Otto Hasibuan.H..