TEKNOLOGI PENANGKARAN BENIH PADI Pendahuluan Kegiatan agribisnis meliputi tiga sub sistem, yaitu subsistem pra produksi

, produksi, dan pemasaran. Dalam subsistem pra produksi, ketersediaan benih/ bibit merupakan prioritas yang perlu diperhatikan, karena keberhasilan agribisnis akan bergantung pada penyediaan sarana produksi, di antaranya benih bermutu. Benih bermutu adalah benih yang baik dan bermutu tinggi yang menjamin pertanaman bagus dan hasil panen tinggi. Saat ini, benih bermutu dicerminkan oleh keseragaman biji, daya tumbuh, dan tingkat kemurnian yang tinggi. Untuk menghasilkan benih padi bermutu (bersertifikat) minimum memperhatikan dua prinsip penting, yaitu prinsip genetis dan agronomis. Prinsip genetis adalah pengendalian mutu benih internal yang dilaksanakan produsen benih agar tidak terjadi kemunduran genetiknya. Sebaliknya prinsip agronomis adalah tindakan budidaya secara benar agar dapat menghasilkan benih bermutu tinggi, baik kualitas maupun kuantitas (mutu fisik dan mutu fisiologis benih) Teknologi produksi benih 1. Pemilihan lokasi Padi merupakan tanaman yang melakukan penyerbukan sendiri dan kemungkinan untuk terjadinya penyerbukan silang sangat kecil (< 0,4 %). Namun demikian, isolasi benih perlu dilakukan dari pertanaman padi lain yaitu minimal 3 meter, atau berbunga tidak bersamaan dengan selisih waktu sekitar 30 hari dari padi konsumsi. Disamping itu lokasi perbenihan harus memiliki kriteria sebagai berikut : a. Lahan hendaknya bekas jenis tanaman lain atau diberakan. b. Pada lahan bekas tanaman padi, varietas yang ditanam adalah sama dengan varietas yang ditanam sebelumnya. c. Ketinggian lahan disesuaikan dengan daya adaptasi varietas tanaman d. Lahan relatif subur dengan pH 5,4 – 6, dan memiliki lapisan olah sedalam 30 cm agar sawah tidak lekas kering. e. Lahan persemaian terhindar dari cahaya lampu pada saat malam hari. 2. Pemilihan varietas dan asal benih Varietas yang diperbanyak disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, kesesuaian lahan, umur tanaman, dan ketahanan terhadap hama penyakit. Benih sumber yang digunakan berasal dari kelas yang sebih tinggi. Untuk menghasilkan benih dasar (FS) digunakan benih penjenis (BS), untuk menghasilkan benih pokok (SS) digunakan benih dasar, sedangkan untuk menghasilkan benih sebar (ES)digunakan benih pokok. Produksi benih dapat dilakukan pada musim hujan maupun pada musim kemarau asal kan air cukup tersedia. Untuk memudahkan prosesing hasil, lebih menguntgungkan bila usaha perbenihan dilakukan pada musim kemarau. 3. Persemaian a. Tempat persemaian dibuat seluas 5% dari luas lahan produksi benih, sebelum diolah lahan persemaian diairi terlebih dahulu dan keesok harinya lahan dicangkul dan dibuat bedengan dengan ketinggian 15-20 cm, jarak antar bedengan selebar 30 cm. b. Sebelum disebar benih dengan kadar air 11-12 % dimasukan kedalam karung kemudian direndam dalam kolam atau air yang mengalir selama 24 jam untuk mematahkan dormansi. c. Selanjutnya benih diperam ditempat teduh selama 24 jam untuk memacu perkecambahan.
1

Agar tanaman padi dapat tumbuh optimal lahan diolah sebaik mungkin untuk mendapatkan struktur tanahdengan kedalaman lumpur 15 -30 cm. d. persemaian disemprot dengan insektisida atau fungisida anjuran. 6. Lahan tidak diairi selama 5-6 hari atau sampai permukaan tanah retak-retak selama dua hari. Mulai fase keluar bunga sampai 10 hari sesudahnya.Benih disebar secara merata dilahan persemaian pada keadan macak-macak (berlumpur) e. + 100 gr sp-36 + 60 gr KCL untuk setiap 10 2 m biberikan 5 hari setelah sebar. Penyulaman Tanaman yang mati atau tumbuh tidak normal diganti dengan tanaman yang sehat. Untuk meindunngi serangan persemaian dari hama penyakit. Penggenangan ke IV diikutu pengaruan ke II sambil meratakan permukaan tanah 5. sebagai berikut: a. penyulaman. Penyiapan lahan Penanaman padi untuk produksi benih dilakukan dilahan sawah. Sedangkan untuk perbanyakan benih pokok (SS) dari benih dasar (FS) dan beih sebar (ES) dari benih pokopk (SS) di tanam 2-3 batang per lubang. lahan terus digenangi sekitar 10 cm. f. 5:1dengan tujuan untuk mempermudah seleksi tanam yang tumbuh menyimpang. serta pengendalian hama dan penyakit. . 4. Penggenangan II selama 2-3 hari di ikuti pembajakan ke II c. Penggenangan III selama 2-3 hari di ikuti penggaruan ke I d. Pemupukan Pemupuka dilakukan sama saeperti produksi untuk konsumsi. c. lahan dalam kondisi macak-macak b. Pengairan Pengairan dilakukan secara berseling (intermiten) dengan cara sebagai berikut: a. 1-3 batang per rumpun. Bibit umur < 21 hari dengan kondisi sehat ditanam. 2 d. g. Pemeliharaan Kegiatan pemeliharaan meliputi pemupukan. kemudian diairi kembali setinggi 5-10 cm. Secara ber angsur-angsur lahan diairi 2-5 cm hingga tanaman ber umur 10 hst. jenis jumlah (dosis) dan cara pemberian pupuk mengacu pada rekomendasi pemupukan pada padi sawah daerah setempat. d. Penyiangan Penyiangan (pengendalian gulma) dilakukan secara manual dengan membuang gulma dan tanamanpengganggu lain sebanyak dua kali yaitu pada umur 15 dan 35 hari setelah tanam (hst) Peyiangan dapat pula dilakukan secara kimiawi dengan menggunakan herbisida. Lahan persemaian diusahakan agar selalu macak-macak sehingga bibit berumur 14-18 hari. Pengaturan jarak tanam dan tanam a. Sesuai dengan anjuran BPSB jarak tanan bibuat mengikuti jarak tanam jajar legowo 2: 1. Untuk perbanyakan benih dasar (FS) dari benioh penjenis (BS) bibit ditanam satu batang perlubang tanam. Penyulaman dilakukan pada tanaman ber umur 4-10 hari setelah tanam (hst). Sewaktu tanam bibit. Campurkan pupuk 200 gr urea. c. c. penyiangan. Pngenangan I selama 3-4 hari di ikuti pembajakan I b. b. b. 4:1. a. pengairan.

bentuk dan letak daun bendera. Saat yang tepat untuk panen adalah bila sebagian besar (90%) malai telah kuning. 3401 tahun XLI. dan lokasi produksi) . serta warna gabah. dan membuang tanaman lain. Pada fase berbunga (lebih kurang 50-60 hst) seleksi didasarkan pada tinggi tanaman.e. serta tinggi tanamanyang berbeda denngan tanaman aslinya yang dibuang. bentuk dan tinggi tanaman. Gunakan peralatan panen (thresher) dan pengeringan (lantai jemur. campuran varietas lain. Pastikan bahwa areal yang akan dipanen tidak ada sisa malai yang tertinggal di pertanaman yang dibuang saat rouging. Tanaman yang memiliki bentuk dan posisi daun bendera . 2011. Pengendalian hama penyakit mengikuti cara pengendalian terpadu (PHT) yang meliputi pengelolaan varietas. rumpun tanaman harus dibuang. Panen Setelah pemeriksaan tanaman terakhir dan dinyatakan memenuhi syarat (lulus) oleh BPSB. penggerek batang. Sejak 10 hari sebelum panen sampai saat panen. Selama produksi dilapangan tanaman diseleksi minimal tiga kali yaitu : a. tinggi tanaman. e. Bila memakai karung sebaiknya menggunakan karung yang masih baru.ain didasarkan pada umur tanaman. buku-buku gabah sebelah atas berwarna kuning serta batang mulai kering. Rouging (seleksi) Roguingin adalah membuang tipe simpang. Calon benih kemudian dimasukkan ke karung dan diberi label (nama varietas. b. Dalam pemanen sebaiknya Dua baris tanaman yang paling pinggir dipanen terpisah dan tidak digunakan sebagai calon benih. tanaman yang menunjukan warna dan bentuk batang.edisi 13-19 april 2011 no. 7. c. wereng coklat dan penyakit hawar daun (kresek). mesin pengering) yang bersih agar tidak menjadi sumber kontaminasi. Pengendalian hama dan penyakit a. tanggal panen. tanaman siap untuk dipanen. Hama dan penyakit utama yang biasa menyerang padi adalah hama tikus. yakni jika populasi hama melampawi batas ambang kendali. Pada fase vegetative (umur 30 hari) seleksi didasarkan pada warna. Daftar Pustaka Siti nurjanah. serta bentuk dan warna gabah yang berbeda. gabah telah kuning (kadar air sekitar 17-23%) dan beras. lahan dikeringkan untuk mempercepat dan meratakan pemasakan gabah dan memudahkan panen. Tanaman yang terinfeksi oleh stemborer atau penyakit tanaman lainnya seperti tungro juga harus dibuang. Panen sebaiknya dilakukan per varietas. 8. terutama rouging terakhir (satu minggu sebelum panen). Sinartani mimbar penyuluhan. bentuk gabah. b. Teknologi produksi benih padi varietas unggul. Saat menjelang panen atau 80 % malai telah kuning (± 100 hst)yang antara . bentuk dan warna bunga serta keseragaman saat berbunga. c. 3 . pengelolaan budidaya dan pengelolaan biologis. Bila memiliki posisi dan warna bunga yang berbeda dengan tanaman aslinya. Penggunaan bahan kimia (pestisida) hanya diberikan pada kondisi yang tepat. tanaman tersebut harus dibuang.

Dengan demikian keunggulanvarietas baru tersebut dapat dinikmati oleh petani. Penangkar Benih Padi Bermutu. Namundemikian. Penggunaan VUB pada skala luas sangat ditentukan olehkemampuan industri benih untuk memproduksi dan mendistribusikanbenih bermutu (pembawa potensi genetik yang dikembangkan olehpara pemulia tanaman) melalui proses sertifkasi sebagai sarana yangmampu menjamin keaslian (genuine. Demi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pembinaan penangkar ini diarahkansecara terintegrasi dengan SL-PTT pengawalan menggunakanmedia tercetak.Dalam rekapitulasi Rencana Usaha Bersama PUAP di Jawa Barattercatat tanaman pangan sangat mendominasi yaitu sekitar 34% dandari yang 34% tanaman pangan mayoritasnya adalah tanaman padi. oleh karena itu perbaikan perbenihan tanaman harusmampu menjamin tersedianya benih bermutu secara memadaidan berkesinambungan. Termasuk didalamnya bahwa perbenihantanaman adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan pengadaan. 2009. Untuk mencapaihasil yang optimal petani penangkar yang sudah dibina. PENDAHULUAN Jawa Barat merupakan sentra produksi padi utama di Indonesiapenggunaan benih bermutu dari varietas unggul telah berkontribusisecara nyata terhadap peningkatan produksi sehingga Indonesiamampu mencapai swasembada beras pada tahun 1984.Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk menjaminketersediaan benih bermutu dari varietas unggul padi di Jawa Baratadalah melalui pengembangan penangkaran benih.Anonim. Petunjuk teknis penangkaran benih padi.pengelolaan dan peredaran benih tanaman. 4 . Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian 2009 KA PENGA R TA NTA Benih tanaman merupakan salah satu sarana budidaya tanamanyang mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam upayapeningkatan produksi dan mutu budidaya hasil tanaman yangpada akhirnya peningkatan pendapatan petani dan kesejahteraanmasyarakat. untuk dapatdijadikan sebagai pedoman dalam melakukan penangkaran benihyang bermutu. 2002. dampak penggunaan varietas unggul terhadap peningkatanproduksi dan mutu produk hanya akan terasa bila varietas unggultersebut ditanam dalam skala luas. makadisusunlah Petunjuk Teknis Penangkaran Benih Padi. Informasi Ringkas Bank Pengetahuan Padi Indonesia 2009 Iskandar Ishaq. authentic ) varietas unggul sampai ke petani secara efektif dan efsien. tetapdilakukan pembinaan secara berkesinambungan sambil mencaricalon-calon penangkar lainnya.

khususnya padi bertujuan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan benih bermutu secara berkekelanjutan. Tanah diolah secara sempurna yaitu dibajak I. Untuk menekan pertumbuhan gulma. subsistemproduksi dan distribusi benih. penilaian dan pelepasan varietas.memperkecil resiko kehilangan hasil.kesuburan lahan dan varietas yang ditanam. Kebutuhan benih untuk 1 ha areal pertanaman adalah 10-20 kg. Bibit ditanam pada kedalaman 1-2 cm. namun tanpa pembuatan bedengan. Untuk memproduksi benih kelas FS ( Foundation Seed /Benih Dasar/BD) atau Label Putih. sedangkan untuk memproduksi benih kelas SS (Stock Seed /Benih Pokok/BP) atau Label Ungu. digenangi selama2 hari dan dikeringkan lagi selama 7 hari. benih direndam selama 24 jam. dengan1 bibit per lubang. Penyiapan Lahan Persiapan lahan untuk pertanaman mirip dengan lahan untuk persemaian. maka benih sumbernya haruslahbenih padi kelas BS (Breeder Seed /Benih Penjenis/BS) atau LabelKuning.5-1 kg benih per 20 m2 lahan. merangsang pertumbuhan akar. 3. benih yang tenggelam menunjukkanbenih yang baik. lalu dibajak II. Diharapkan melaluikegiatan tersebut kebutuhan petani akan benih bermutu dari varietasunggul dapat dipenuhi oleh petani penangkar benih setempat TUJUAN Memproduksi benih sumber dan/atau benih sebar padi varietasunggul KELUARAN Diperoleh benih sumber dan/atau benih sebar padi varietasunggul PROSEDUR Benih sumber yang akan digunakan untuk pertanaman produksibenih haruslah satu kelas lebih tinggi dari kelas benih yang akandiproduksi. Sebelum disebar. nantinya digunakanuntuk menyulam. SDM dan sarana-prasarana). Bibit yang ditanam sebaiknya memiliki umurfsiologi yang sama (dicirikan oleh jumlah daun yang sama. Sisa bibit yang telahdicabut diletakkan di bagian pinggir petakan. digenangi selama 2hari.kemudian diperam selama 24 jam. lahan yang telah diratakandisemprot dengan herbisida pra-tumbuh dan dibiarkan selama 7-10hari atau sesuai dengan anjuran. lalu dikeringkan selama 7 hari. Setelah ditanam. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam rangka menjaminketersediaan benih bermutu dari varietas unggul padi di Jawa Baratadalah melalui pengembangan penangkaran benih padi yangterintegrasi dengan program Peningkatan Produksi Beras Nasional(P2BN) dan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu Padi Inbrida (SLPTT Padi Inbrida). Persemaian dipupuk dengan Urea. air irigasi dibiarkan macak-macak (1-3 cm )selama 7-10 hari 4. Perlakuan benih bertujuan untuk mencegah hamapada stadia awal perkecambahan. memelihara dan memperbaikikualitas benih Tabur benih yang telah mulai berkecambah dengan kerapatan25-50 g/m2 atau 0. Untuk daerah endemik hama penggerek batang gunakanperlakuan benih (seed treatment ) dengan menggunakan insektisida Fipronil 50 ST. Terakhir tanah digaru untuk melumpurkan dan meratakan tanah. 2. Hal ini dapat dilakukan denganmengoptimalkan seluruh rangkaian sistem perbenihan yang terdiriatas subsistem penelitian. Penyulaman dilakukan pada 7 hari setelah tanam(HST) dengan bibit dari varietas dan umur yang sama. subsistem pengawasan mutu dansertifkasi serta subsistem penunjang (kelembagaan. Jarak tanam dapat menggunakan sistem tegel (20 x 20 cm atau25 x 25 cm atau 27x27 cm) dan/atau sistem legowo-2 (20x10x40 cmatau 25x12.5x50 cm atau 27x13. Penanaman Penanaman dilakukan pada saat bibit berumur 15-21 hari. Pemeliharaan • Pemupukan 5 .Pembangunan perbenihan tanaman pangan. SP-36. 1. dan KCl masing-masing sebanyak 15 g/m2. Pemilahan dan Perlakuan Benih Pemilahan benih padi sebelum disemai/ditebar dapat dilakukandengan perendaman benih ke dalam larutan garam 3% atau direndamdalam larutan ZA (225 g ZA/l air). misal 2atau 3 daun/batang). maka benih sumbernya boleh benih FS atau boleh juga BS dan untuk memproduksi benih kelas ES(Extension Seed /Benih Sebar/BR) benih sumbernya boleh benih kelasSS atau FS.5x50 cm) tergantung tinggi tempat.

Pemberian pupuk K. Paederus dan Coccinella) dan kepik Cyrtorhinus. takaran pupuk dianjurkan lebih rendah4. Pengendalian OPT Hama dan penyakit merupakan faktor penting yang menyebabkan suatu varietas tidak mampu menghasilkan varietas seperti yang diharapkan. Pemupukan dengan menggunakan BWD dan analisa tanah adalah sebagai berikut: Pupuk dasar sebanyak 50-75 kg Urea/ha sebelum 14 HST mulai 25-28 HST lakukan pengukuran dengan menggunakan BWD sampai umur50 HST dengan selang waktu 7-10 hari sekali. seluruhnya diberikan bersamaan dengan pemberian pupuk dasar dan bila takaran pupuk K tinggi (> 100 kg KCl/ha) maka 50%diaplikasikan sebagai pupuk dasar dan sisanya saat primordial bunga. menggunakan landak atau gasrok. = jumlah predator per 20 rumpun tanaman c. Penyiangan dilakukan paling sedikit dua atautiga kali tergantung pada keadaan gulma. Apabila pemupukan dengan cara tersebut di atas tidak memungkinkan. maka berikan Urea sebanyak : • 50-75 kg/ha untuk daerah musim/hasil rendah • 75-100 kg/ha untuk daerah musim hasil tinggi • 100 kg/ha untuk padi tipe baru (PTB).Kesuburan tanah beragam antar lokasi karena perbedaan sifat dan kimianya. takaran pupuk hendaknya disesuaikan dengan kondisilahan setempat. Hasil pengamatan kemudiandijabarkan ke dalam rumus berikut: A – (5B + 2C) = D (jumlah wereng terkoreksi) 20 a. = jumlah kepik Cyrtorhinus per 20 rumpun tanaman 6 . Penyiangan Penyiangan dilakukan secara intensif agar tanaman tidak terganggu oleh gulma.0.kg/ha) 3. Pupuk susulan I (4 MST): 33 % urea (40-80 kg/ha) + 50% KCl (50-75. Hak ini dimaksudkan agar pupuk yang diberikanhanya diserap oleh tanaman padi. takarannya disesuaikandengan ketersediaan P dan K dalam tanah. predator (labalaba. yaitu :  Hindari pengembangan di daerah endemis hama dan penyakit terutama daerah endemis wereng coklat dan penyakit tungro. Teknik pemupukan lainnya pada lahan sawah dapat pulamenggunakan perangkat uji tanah sawah (PUTS) dan program PuPsvers. Pupuk dasar (saat tanam): 33% urea (40-80 kg/ha)+100% SP36 (100-120 kg/ha). maka dapat digunakan anjuran umum pemupukansebagai berikut: 120-240 kg urea. takaran dan waktu pemberiannya disesuaikan dengankebutuhan tanaman dengan menggunakan teknologi Bagan Warna Daun (BWD).Agar efsien. 100-120 kg SP36. karena gulma sudah dikendalikan. dengan waktu pemberian sebagai berikut: 1.daripada musim kemarau. berikan 50 kg Urea/ha. 2. terapkan PHT dengan monitoring keberadaan tungro dan kepadatan populasi wereng hijau secara intensif. Hama wereng coklat dan penyakit tungro merupakan hama dan penyakit yang paling utama saat ini. 1. Pupuk susulan II (7 MST): 33% urea ( 40-80 kg/ha) + 50 % KCl (50-75 kg/ha) 4. Pada musim hujan.  Pengamatan populasi wereng coklat dilakukan pada 20 rumpun tanaman secara diagonal. Bila pengembangan dilakukan di daerah endemis hama dan penyakit. Untuk itu di dalam pengembangan atau pertanaman produksi benih supaya berhasil beberapa hal yang harus diperhatikan. Pemberian pupuk P seluruhnya diberikan bersamaan dengan pemberian pupuk dasar Urea. Sedangkan untuk pupuk urea.Opionea. = jumlah wereng coklat + wereng punggung putih per 20rumpun tanaman b. pengukuran pada daunPTB berada pada skala 4 atau kurang. bila takarannya rendah. dan 100-150 kg KCl per hektar. Hitung jumlah wereng coklat + wereng punggung putih. Bila pada fase antara keluar malai sampai 10% berbunga. Penyiangan dapat dilakukan sebelum pemupukan susulanpertama atau kedua. Pengendalian hama dan penyakit harus dilakukan secara terpadu. Perhatikan juga serangan tikus sejak dini dan monitor penerbangan ngengat penggerek batang. Untuk pupuk SP36 dan KCI. Dengan demikian kemampuan tanah untuk menyediakan hara bagi tanaman juga berbeda-beda. Bila hasil pengukuran dibawah 4. Pemupukandimaksudkan untuk menambah penyediaan hara sehingga mencukupikebutuhan tanaman untuk tumbuh dan berproduksi dengan baik.

Selain itu. Roguing dilakukan untuk membuang rumpun-rumpun tanaman yang ciri-ciri morfologisnya menyimpang dari ciri-ciri varietas tanaman yang diproduksi benihnya.50 g imidakloprid /ha untuk menghambat penularan. Penggunaan insektisida didasarkan pada jumlah wereng terkoreksi dan umur tanaman. sedangkan fpronil dan imidakloprid untuk wereng coklat generasi 1. oleh karena itu Roguing perlu dilakukan dengan benar dan dimulai mulai fase vegetatif sampai akhirpertanaman.a/ha atau 0. 5. Tabel 1.pertanaman petak pembanding (pertanaman check plot ) dengan menggunakan benih autentik sangat disarankan. Pertanaman ini digunakan sebagai referensi/acuan di dalam melakukan Roguing dengan cara memperhatikan karakteristik tanaman dalam berbagai fase pertumbuhan sebagaimana yang tercantum dalam Tabel 1. maka pertanaman dalam situasi terancam tungro.Karakteristik tanaman yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan kemurnian genetik varietas 7 . Apabilatidak mampu mengamati populasi dan tanaman terinfeksi dipesemaian.5 g b. etofenproks dan karbofuran.Aplikasi insektisida dilakukan apabila terdapat lima gejala dari 10. tiametoksan. Langkah yang perlu diambil adalah aplikasi antifidan dengan bahan aktif imidakloprid dan atau tiametoksan. amati gejala tungro saat tanaman berumur 3 MST.2. maka insektisidatidak perlu diaplikasikan.  Monitoring terhadap penyakit tungro dilakukan dengan mengadakan pengamatan terhadap hama wereng hijau di pesemaian dengan cara menjaring serangga sebanyak 10 ayunan untuk mengevaluasi populasi wereng hijau. juga diadakan uji yodium dari 20 daun padi yang diambil dari lahan yang sedang dievaluasi.000 rumpun tanaman saat berumur 2 MST atau dua gejala dari 1. yaitu apabila :  Wereng terkoreksi (nilai D) lebih dari lima ekor pada saat tanaman berumur kurang dari 40 HST. Insektisida buprofezin dapat digunakan untuk pengendalian wereng coklat populasi generasi 1 atau2. Jika hasil perkalian antara jumlah wereng hijau dan persentase daun terinfeksi sama atau lebih dari 75. Di pesemaian atau saat tanaman berumur1 MST gunakan tiametoksan dengan dosis 2. atau lebih dari 20 ekorpada saat tanaman berumur 40 HST.3 dan 4. Insektisida yang dapat digunakan antara lain imidakloprid.  Insektisida yang manjur mengendalikan hama wereng coklat dan wereng punggung putih diantaranya adalah fpronil dan imidakloprid. tetapi pengamatan tetap perlu dilanjutkan. Seleksi/Roguing Salah satu syarat dari benih bermutu adalah memiliki tingkat kemurnian genetik yang tinggi. Untuk tujuan tersebut.000 rumpun tanaman saat berumur 3 MST.  Bila nilai wereng terkoreksi kurang dari lima ekor pada saat•tanaman berumur di bawah 40 HST. atau kurang dari 20 ekorpada saat tanaman berumur di atas 40 HST.