P. 1
Transformasi Lorentz

Transformasi Lorentz

|Views: 424|Likes:
Published by Matludin Djuplek
Berdasarkan cara penyelesaian contoh 1.2. No.5 dengan menggunakan transformasi Galileo persamaan (1-4), yaitu : = 0,8 c + 0,7 c = 1,5 c, maka transformasi Lorentz mengatakan diperlukan suatu transformasi baru agar senantiasa berlaku bahwa pada kerangka acuan apasaja, kelajuan cahaya dalam vakum adalah c.
Berdasarkan cara penyelesaian contoh 1.2. No.5 dengan menggunakan transformasi Galileo persamaan (1-4), yaitu : = 0,8 c + 0,7 c = 1,5 c, maka transformasi Lorentz mengatakan diperlukan suatu transformasi baru agar senantiasa berlaku bahwa pada kerangka acuan apasaja, kelajuan cahaya dalam vakum adalah c.

More info:

Published by: Matludin Djuplek on Jul 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2014

pdf

text

original

1.1.

TRANSFORMASI LORENTZ
Berdasarkan cara penyelesaian contoh 1.2. No.5 dengan menggunakan transformasi Galileo persamaan (1-4), yaitu : u x  u 1  v = 0,8 c + 0,7 c = 1,5 c, x maka transformasi Lorentz mengatakan diperlukan suatu transformasi baru agar senantiasa berlaku bahwa pada kerangka acuan apasaja, kelajuan cahaya dalam vakum adalah c. Kekeliruan transformasi Galileo adalah karena menganggap selang waktu pada kerangka acuan S1 sama dengan selang waktu pada kerangka acuan S, yaitu (t = t1). Pada transformasi Lorentz selang waktu tersebut tidak sama, berarti (t  t1). Oleh karena itu tranformasi Lorentz mengandung suatu faktor pembanding k yang disebut tetapan transformasi. Transformasi Lorentz dapat dibagi kepada dua bahagian, yaitu : a. Transformasi Lorentz untuk koordinat b. Transformasi Lorentz untuk kecepatan c. Transformasi Lorentz untuk selang waktu a. TRANSFORMASI LORENTZ UNTUK KOORDINAT Transformasi Lorentz untuk koordinat ditulis dalam bentuk persamaan x1 = k (x - v t) y = y1 z = z1

(1-11)

Sedangkan transformasi Lorentz kebalikannya berbentuk x = k (x1 + v t1) y = y1 z = z1 (1-12) x = k (x1 + v t1) ct = k (ct1 + v t1) ct = k ( c + v ) t1 ct t1  ..................................(A) k(c  v) Kemudian dari persamaan (1-11), yaitu x1 = k (x - v t) ct1= k ( ct – v t ) Dari persamaan (1-12) , yaitu

ct1 = k ( c – v ) t k ( c- v) t ..............................(B) t1  c Dengan menyamakan persamaan (A) dan (B) diperoleh
ct k ( c- v) t  k(c  v) c

k

1 1 v2 c2

(1-13)

Dengan demikian transformasi Lorentz berubah bentuk menjadi

x1 
(1-14)

xvt 1 v2 c2

y = y1 z = z1 Sedangkan transformasi Lorentz kebalikan adalah

x
(1-15)

x 1  vt1 1 v2 c2

y = y1 z = z1

b. TRANSFORMASI LORENTZ UNTUK SELANG WAKTU Bentuk persamaan (1-15) dapat dirubah menjadi

v2  vt1 c2 .....................................................................(C) x1  x 1 

Dengan menyamakan persamaan (1-14) dan (C) diperoleh persamaan untuk t1, yaitu

(1-16)

vx c2 t1  v2 1 2 c t

Dengan cara yang sama tetapi mengeliminir nilai x diperoleh persamaan untuk t, yaitu

(1-17)

vx1 c2 t v2 1 2 c t1 

c. TRANSFORMASI LORENTZ UNTUK KECEPATAN Persamaan (1-15) dibagi dengan persamaan (1-17) sehingga menghasilkan
x x 1  vt 1  ………………………………….(D) t vx 1 1 t  2 c 1 Kalikan setiap suku dalam ruas kanan persamaan (D) dengan faktor 1 , t 1 x x kemudian misalkan  v x dan 1  v1 , sehingga diperoleh Transformasi x t t Lorentz untuk kecepatan, yaitu

(1-18)

vx 

v1  v x v v1 1 2x c

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->