P. 1
biologi molekuler

biologi molekuler

|Views: 89|Likes:
Published by Ellanora Raditya

More info:

Published by: Ellanora Raditya on Jul 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/27/2013

pdf

text

original

Sejarah biologi molekuler Setiap organisme memiliki fenotip yang berbeda.

Fenotip adalah semua yang dapat terlihat dari suatu organisme seperti ukuran tubuh, warna kulit, warna rambut dan lain-lain. Ilmu genetika klasik menyebutkan bahwa gen mengontrol penurunan fenotip dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ilmu biokimia menunjukkan bahwa dalam satu generasi, protein memiliki pengaruh dalam penetuan fenotip. Dalam waktu yang panjang, hubungan antara gen dan protein merupakan sebuah misteri, sampai kemudian ditemukan bahwa gen mengandung kode yang berisi instruksi untuk mensintesis protein. Prinsip penting dalam biologi molekuler adalah informasi hereditas (penurunan sifat) diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya dalam bentuk kode genetik. Memehami bagaimana kode tersebut menentukan bentuk suatu kehidupan adalah tujuan dari biologi molekuler. Fenotip

Genetika klasik (1900an)

Biokimia (1900an)

Gen

Protein

Biologi molekuler

Selama kurang lebih satu setengah abad, penelitian tentang gen meletakkan dasar bahwa gen adalah unit dasar dari penurunan sifat. Berdasarkan model klasik dari gen, dinyatakan bahwa: 1. Gen berpengaruh dalam hereditas sebagai partikel bebas 2. Gen berada dalam bentuk susunan linear dalam kromosom dan berada dalam posisi yang stabil 3. Gen-gen berekombinasi sebagai unit diskrit 4. Gen-gen dapat bermutasi untuk membentuk suatu bentuk baru yang stabil Dari pernyataan-pernyataan tersebut gen dapat digambarkan sebagai suatu partikel yang tersususun dalam kromosom seperti untaian manik-manik yang terangkai dalam suatu tali.

yaitu: rRNA yaitu ribosomal RNA yang membentuk ribosom dan merupakan struktur yang berperan dalam sintesis protein tRNA yaitu transfer RNA yang berperan dalam transfer molekul-molekul asam amino dari sitoplasma ke tempat lain yang sesuai untuk membentuk rantai polipeptida selama proses sintesis protein mRNA yaitu messenger RNA yang membawa instruksi-instruksi spesifik untuk membangun protein spesifik. ditemukan suatu materi fibrous dari hasil ekstraksi sel hewan dan sel tumbuhan. sedangkan mRNA adalah spesifik dalam arti jenis mRNA yang berbeda dibutuhkan untuk tiap jenis protein. Pada 1883 Mulder meyatakan bahwa materi tersebut adalah protein. Menemukan. . Pada awal abad ke 19. RNA melekul dibagi menjadi beberapa kategori yang berbeda.Pemahaman tentang dasar molekuler kehidupan dimulai dengan kemajuan di bidang biokimia. Reaksi tersebut ternyata dikatalisis oleh enzim. Pada awal abad keduapuluh ahli kimia dapat mensintesis beberapa senyawa organik dan dapat menunjukkan bahwa reaksi organik yang kompleks dapat dilakukan di luar sel hidup. Berikut adalah beberapa penemuan penting yang memicu perkembangan ilmu biologi molekuler: 1928 ditemukan bahwa faktor hereditas dapat diteruskan dari suatu sel bakteri ke sel bakteri lain melalui ekstrak kimia yang disebut sebagai faktor transforming yang diperoleh dari bakteri lain. 1944 ditemukan bahwa faktor transforming adalah DNA 1950 dikemukakan teori stuktrur tetranukleotida dari DNA 1953 ditemukan bahwa struktur DNA adalah double helix. Baik rRNA maupun tRNA adalah kelompok molekul generik dalam arti terlibat dalam sintesis tiap jenis protein. Memahami struktur dan kimia dari protein 2. Sentral dogma Informasi yang terkode dalam DNA (deoxyribonucleic acid) akan menentukan sintesis molekul RNA (ribonucleic acid) yang berbeda. Kamudian lahirlah ilmu biokimia yang didefinisikan untuk: 1. menginventarisasi dan memahami enzim dan reaksi-reaksi biokimia yang dikatalisis oleh enzim. suatu kelas dari protein.

2. DNA mensintesis protein melalui beberapa proses. Kemudian dilanjutkan dengan proses translasi yang menghasilkan polipeptida dengan susunan asam amino yang spesifik sesuai dengan sekuens atau susunan nukleotida pada RNA. Nukleotida 5’ terletak di sisi kirim nukleotida yang terletak di tengah ditempatkan di bagian atas dan nukleotida 3’ diletakkan di sepanjang sisi kanan. Sebagai contoh kodon 5'AUG3' dideterminasikan sebagai berikut: 1.Seluruh sistem bekerja berulang-ulang membentuk siklus dalam arti protein tertentu juga dibutuhkan untuk sintesis RNA dan DNA. Kode instruksi yang digunakan oleh mRNA dalam sintesis protein merupakan kode universal yang sama pada semua mahluk hidup di bumi. Lihat pada entries di sepanjang sisi kiri tabel untuk mencari blok horizontal yang berhubungan dengan 16 kodon yang memiliki A pada posisi 5’. Kamus untuk mRNA menjadi asam amino Terdapat 64 kodon mRNA yang berbeda dan asam amino serta stop signal yang dikodekan. Pertama DNA dikopi menjadi mRNA melalui proses transkripsi. Lihat entries di sepanjang atas tabel untuk mencari blok vertikal yang memiliki gugus U .

000 gen yang terkode dalam 3.3 milyar pasangan basa DNA dan tersimpan dalam 23 kromosom. Untuk mencapai tujuan tersebut harus dilakukan seluruh sekuens DNA manusia dan memahami . Cari perpotongan di antara kedua blok tersebut yang memiliki A pada 5’ dan U di bagian tengah. 4. Akan ditemukan “met” yang menunjukkan bahwa kodon 5'AUG3' kodon yang mengkode asam amino adalah methionine.000 sampai 100. Ibu akan memberikan 22 autosom dan satu kromosom X dan ayah akan memberikan 22 autosom dan kromosom X atau Y. Genom manusia diperkirakan terdiri dari 50. Cari entries di sepanjang sisi kanan tabel untuk menjari satu kodon yang mengandung A pada 5’. Tujuan dari proyek genom manusia adalah mempelajari urutan spesifik dari ke 3. The Human Genome Project Pada proses konsepsi manusia normal akan menerima 23 kromosom dari masing-masing orang tuanya berupa 22 autosom dan satu kromosom seks. U di bagian tengah dan G di posisi 3’.3.3 milyar pasang basa dan mengidentifikasi serta mengetahui seluruh gen yang dikode oleh DNA.

Kesalahan pengkopian pada gen untuk beta hemoglobin (HBB) dapat menyebabkan penyakit sickle cell anemia. Untuk memperoleh seluruh sekuens genom manusia merupakan sebuah tantangan yang besar. Banyak penyakit pada manusia diketahui berkaitan dengan gen-gen tertentu. . Jumlah seluruh sekuens manusia yang telah diketahui hingga saat ini adalah kurang dari sepertiga fragment sepanjang 60 mil tadi.3 gigabytes pada komputer. sehingga masih merupakan suatu pekerjaan besar.seluruh sekuens tersebut yang setara dengan database sebesar 3. Kerusakan pada gen dapat diasosiasikan sebagai kode error pada file atau sistem. Bila sekuens DNA dari satu sel sperma manusia diketikkan pada pita berjenis ten-pitch. maka pita tersebut akan membentang sepanjang kurang lebih 60 mil.

makin tinggi konsentrasi Mn2+ makin tinggi laju error selama sintesis DNA. antara 15 sampai 100 μl dalam tabung bervolume 0. Reaksi tersebut hanya dibutuhkan bila DNA polimerase membutuhkan suhu tinggi untuk aktivasinya. Taq polimerase memiliki temperatur optimum 7580°C. terdiri dari reaksi pemanasan hingga suhu 94-96°C selama 1-9 menit. membutuhkan temperatur 50-65°C selama 20 – 40 menit sehingga primer dapat melekat pada rantai tunggal DNA. yaitu: • DNA templete. umumnya berupa Mg2+ namun dapat juga digunakan Mn2+ sebagai medium bagi mutagenesisi DNA. sesuai dengan temperatur yang dibutuhkan oleh masing-masing reaksi. • Langkah elongasi.Teknik dalam Biologi molekuler PCR (polymerase chain reaction) PCR digunakan untuk mengamplifikasi sebuah wilayah spesifik dari sebuah untai DNA. Reaksi PCR umumnya berlangsung dalam volume sangat kecil. bagian dari gen atau non-coding sekuens. • Kation divalen. • Langkah denaturasi. Ikatan hidrogen DNADNA yang stabil hanya terjadi bila sekues primer sangat cocok dengan sekuens templete. • Deoxynucleoside triphosphates (dNTP). • Langkah annealing. membutuhkan pemanaasan pada suhu 94-98°C selama 20-30 detik.5 ml dalam sebuah thermal cycler. Proses tersebut menyebabkan lelehnya DNA templete dan primer dengan pemutusan ikatan hidrogen diantara rantai ganda DNA sehingga akan menghasilkan dua rantai tunggal DNA. sehinga terjadi ikatan antara fosfat grup pada 5’ dari dNTP dengan ujung 3’ grup hidroksil dari untai DNA yang . Sekuens tersebut bisa berupa gen tunggal. Proses PCR membutuhkan beberapa komponen dan reagen. yaitu bagian DNA yang mengandung target atau daerah DNA yang ingin diamplifikasi • Satu atau beberapa primer yang merupakan komplemen dari DNA target pada ujung 5’ (five prime) dan ujung 3” (three prime) • DNA polimerase seperti Taq polimerase atau polimerase lain yang memiliki temperatur optimum 70 C. walaupun beberapa teknik dapat melakukan amplifikasi pada suatu hingga 40 kb. yaitu larutan yang membuat lingkungan kimia optimum dan stabil bagi aktivitas polimerase. membutuhkan temperatur yang tergantung pada DNA polimerase yang digunakan. Thermal cycler memungkinkan terjadinya proses pemanasan dan pendinginan secara bergantian.2 – 0. • Larutan Buffer. Pada umumnya metode PCR akan mengamplifikasi fragmen DNA hingga 10 kilo pasang basa (kb). Polimerase akan melekat pada primer-templete hibrid dan sintesis DNA akan dimulai. yaitu building blocks tempat DNA polimerase mensintesis sebuah rantai DNA baru. magnesium atau mangan. Reaksi yang berlangsung adalah sebagai berikut: • Langkah inisialisasi. Pada proses ini DNA polimerase akan mensintesis rantai DNA baru yang komplementer dengan rantai DNA templete dengan penambahan dNTP yang berkomplemen dengan templete pada arah 5’ ke 3’.

Pada temperatur optimum DNA polimerase akan menghasilkan ribuan basang basa dalam satu menit. DNA virus juga dapat diamplifikasi dengan PCR oleh karena itu PCR dapat diaplikasikan dalam keperluan diagnostik. Elongasi akhir. Primer yang digunakan harus sangat spesifik untuk target DNA berupa sekues dari genom virus. Sensitivitas yang tinggi dari PCR memungkinkan deteksi virus segera setelah terjadi infeksi bahkan sebelum penyakit timbul. oleh karena itu PCR sangat bermanfaat dalam analisis forensik.• • terbentuk. mummi dari Mesir dan identifikasi kerangka dari Tsar Rusia. Tehnik PCR telah digunakan untuk menganalisis DNA dari mammoth yang berumur ribuan tahun. Dengan barang bukti sampel DNA yang sangat terbatas dapat dilakukan analisis dan penelusuran. Real-time PCR merupakan alat yang digunakan untuk melakukan kuntifikasi terhadap DNA dengan menghitung akumulasi dari produk DNA setelah melalui satu siklus amplifikasi PCR. PCR juga dapat digunakan untuk mendeteksi infeksi virus. yang kemudian diaplikasikan untuk menentukan tingkat ekspresi gen. Finalisasi. Metode PCR kuantitatif dapat mengestimasi jumlah sekuens yang terdapat pada sample. Oleh karena itu deteksi infeksi secara dini akan memudahkan untuk melakukan treatment pengobatan. pada suhu 4-15°C untuk mengakhiri seluruh rangkaian reaksi. . Jumlah virus pada pasien juga dapat dikuantifikasi dengan teknologi PCR. Aplikasi PCR PCR dapat mengamplifikasi sekuens DNA target sehingga dapat digunakan untuk menganalisis sampel DNA dalam jumlah yang sangat kecil. Waktu elongasi tergantung pada DNA polimerase yang digunakan dan panjang fragmen DNA yang akan diamplfikasi. umumnya berlangsung pada suhu 70-74°C selama 5 – 15 menit setelah siklus PCR untuk meyakinkan bahwa seluruh rantai tunggal DNA telah seluruhnya dielongasi. PCR juga dapat digunakan untuk menganalisis sampel DNA yang telah berumur ribuan tahun.

Prinsip dari elektroforesisi adalah memanfaatkan electromotive force untuk menggerakkan molekul melalui matriks gel. Pada umumnya gel adalah polimer dengan komposisi dan porositi yang dipilih berdasarkan berat dan komposisi target yang akan dianalisa. . ribonucleic acid atau molekul protein menggunakan arus listrik pada metriks berupa gel. maka molekul akan bergerak melalui matriks dengan laju yang berbeda. Ketika akan memisahkan asam nukleat berukuran besar (lebih dari beberapa ratus basa) matrik yang digunakan adalah agarose murni. RNA atau oligonukleotida) gel yang digunakan umumnya terdiri dari beberapa konsentrasi akrilamida yang berbeda sehinga menghasilkan poliakrilamida dengan ukuran mesh yang berbeda. Dengan menempatkan molekul pada sumur di gel dan memberikan aliran arus listrik.Gel electrophoresis Gel elektroforesis adalah tehnik pemisahan deoxyribonucleic acid. Ketika akan dilakukan pemisahan protein atau asam nukleat (DNA.

2. Dapat berdiferensiasi menjadi 3 lapisan germinal: ektoderm. Hal itu disebabkan karena potensi stem cell yang sangat menjanjikan untuk terapiberbagai penyakit sehingga menimbulkan harapan baru dalam pengobatan berbagai penyakit. Kemampuan untuk memperbaharui atau meregenerasi dirinya sendiri (selfregenerate/self-renew). sel otot jantung. mesoderm. Dapat berdiferensiasi menjadi banyak jenis sel. Totipotent. Dalam hal ini stem cell mampu berkembang menjadi berbagai jenis sel matang. sel pankreas. Yang termasuk dalam stem cell totipotent adalah zigot (telur yang telah dibuahi). Kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi sel lain (differentiate). Dapat berdiferensiasi menjadi semua jenis sel. misalnya sel saraf. Dalam hal ini stem cell dapat membuat salinan sel yang persis sama dengan dirinya melalui pembelahan sel. Stem cell adalah sel yang tidak/belum terspesialisasi yang mempunyai 2 sifat: 1. Pluripotent. jenis dan sifat stem cell. sel otot rangka. dan endoderm. dan potensi pemakaiannya untuk berbagai penyakit. tapi tidak dapat menjadi jaringan ekstraembryonik seperti plasenta dan tali pusat. dan lain-lain. Yang termasuk stem cell pluripotent adalah embryonic stem cells. Misalnya: hematopoietic stem cells. stem cell dibagi menjadi: 1. 2. Berdasarkan kemampuan berdiferensiasi. . 3.APLIKASI TEKNIK BIOLOGI MOLEKULER DI BIDANG KESEHATAN : Potensi Aplikasinya Stem Cell (sel Induk) dalam Ilmu Kedokteran Minat terhadap stem cell atau sel induk jelas meningkat dalam beberapa dekade terakhir ini. Multipotent. Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai definisi stem cell.

adult stem cell juga dapat berdiferensiasi menjadi sel jaringan lain. Fetus. Jaringan lain pada dewasa seperti pada: susunan saraf pusat adiposit (jaringan lemak) otot rangka pankreas Adult stem cell mempunyai sifat plastis.4. dan sebagainya. Stem cell dari darah talipusat merupakan jenis hematopoietic stem cell. 3. Diambil dari darah plasenta dan tali pusat segera setelah bayi lahir. Stem cell darah tali pusat. Untuk masa depan hal ini mungkin dapat mengurangi kontroversi etis terhadap embryonic stem cell. antara lain dari: Sumsum tulang. Yaitu pada tahap sesaat setelah sperma bertemu dengan sel telur 2. kira-kira hari ke-5 pasca pembuahan). Embryonic stem cell. 4. Berdasarkan sumbernya. Misalnya: neural stem cell dapat berubah menjadi sel darah. artinya selain berdiferensiasi menjadi sel yang sesuai dengan jaringan asalnya. atau stromal stem cell dari sumsum tulang dapat berubah menjadi sel otot jantung. Tapi berbeda dengan non-stem cell. 5. Diambil dari inner cell mass dari suatu blastocyst (embrio yang terdiri dari 50 � 150 sel. sehingga dapat terus hidup dan bertumbuh. stem cell dibagi menjadi: 1. Fetus dapat diperoleh dari klinik aborsi. Hanya dapat menghasilkan 1 jenis sel. . Embryonic stem cell biasanya didapatkan dari sisa embrio yang tidak dipakai pada IVF (in vitro fertilization). Unipotent. dan ada yang menggolongkan jenis stem cell ini ke dalam adult stem cell. Adult stem cell. Zygote. stem cell unipoten mempunyai sifat dapat memperbaharui atau meregenerasi diri (self-regenerate/self-renew) Stem cell ditemukan dalam berbagai jaringan tubuh. Tapi saat ini telah dikembangkan teknik pengambilan embryonic stem cell yang tidak membahayakan embrio tersebut. Diambil dari jaringan dewasa.

baik sel normal maupun sel kanker. Oleh karena stem cell dapat hidup di luar organ tubuh manusia misalnya di cawan petri. yaitu untuk mengetahui efek obat terhadap berbagai jaringan Terapi sel berupa replacement therapy. Stem cell yang telah dimanipulasi tersebut dapat ditransplantasi kembali masuk ke dalam organ tubuh untuk menangani penyakit-penyakit tertentu. maka pemberian pada terapi gen tidak perlu dilakukan berulang-ulang. dan selanjutnya dapat dilacak jejaknya apakah stem cell ini berhasil mengekspresikan gen tertentu dalam tubuh pasien. maka dapat dilakukan manipulasi terhadap stem cell itu tanpa mengganggu organ tubuh manusia. sehingga transgen tersebut dapat menetap di berbagai macam sel. Mengetahui proses biologis.Peran Stem Cell Dalam Riset 1. Stem cell (dalam hal ini hematopoietic stem cell) digunakan sebagai alat pembawa transgen ke dalam tubuh pasien. selain itu hematopoietic stem cell juga dapat berdiferensiasi menjadi bermacam-macam sel. Ada 3 golongan penyakit yang dapat diatasi oleh stem cell: . Melalui stem cell dapat dipelajari nasib sel. Penemuan dan pengembangan obat baru. yaitu perkembangan organisme dan perkembangan kanker. Terapi gen. Dan karena stem cell mempunyai sifat self-renewing.

Dapat bermigrasi ke jaringan target dan dapat berintegrasi ke dalam jaringan dan berinteraksi dengan jaringan sekitarnya Stem Cell untuk Diabetes Pada diabetes. Pada keadaan ini stem cell setelah dimanipulasi dapat ditransplantasi ke dalam tubuh pasien agar stem cell tersebut dapat berdiferensiasi menjadi sel-sel organ tertentu yang menggantikan sel-sel yang telah rusak atau mati akibat penyakit degeneratif. hematopoietic stem cell dikeluarkan dari dalam tubuh untuk dimurnikan dari sel imun matur. Prinsip terapi stem cell pada keganasan sama dengan penyakit autoimun. di Kanada. transplantasi stem cell dapat dilakukan tanpa organ donor yang sesuai. Stem cell tersebut dapat diperoleh dari pasien itu sendiri. Dalam hal ini terapi stem cell sangat berguna. 4. kira-kira 10 tahun yang lalu. padahal makin besar steroid yang dibutuhkan. penyakit Parkinson. berhasil membuat protokol transplantasi sel .Penyakit autoimun. bersirkulasi dan bermigrasi ke sumsum tulang untuk berdiferensiasi menjadi sel imun matur sehingga sistem imun tubuh kembali seperti semula. 2. Setelah diinduksi oleh growth factor agar hematopoietic stem cell banyak dilepaskan dari sumsum tulang ke darah tepi. Misalnya pada luka bakar luas. Hal ini terjadi karena reaksi penolakannya besar sehingga diperlukan sejumlah besar steroid. Lalu tubuh diberi agen sitotoksik atau terapi radiasi untuk membunuh sel-sel imun matur yang tidak mengenal self antigen (dianggap sebagai foreign antigen). Pada penyakit degeneratif seperti stroke. Dalam hal ini transplantasi sel pulau Langerhans diharapkan dapat memenuhi kebutuhan insulin. Hal ini telah dijelaskan dalam penjelasan mengenai terapi gen di atas. makin besar pula kebutuhan metabolik pada sel penghasil insulin. hanya 8% transplantasi sel pulau Langerhans yang berhasil. artritis reumatoid dan diabetes tipe 1. Penyakit keganasan. Pada awalnya. Setelah itu hematopoietic stem cell dimasukkan kembali ke tubuh. Mempunyai kapasitas proliferasi yang besar sehingga dapat diperoleh sel dalam jumlah besar dari sumber yang terbatas. Misalnya pada lupus. Namun. Hematopoietic stem cell yang diperoleh baik dari sumsum tulang atau darah tali pusat telah lama dipakai dalam terapi leukemia dan penyakit darah lainnya. jaringan kulit yang tersisa tidak cukup untuk menutupi lesi luka bakar yang luas. terdapat beberapa kerusakan atau kematian sel-sel tertentu sehingga bermanifestasi klinis sebagai suatu penyakit. Ada beberapa alasan mengapa stem cell merupakan calon yang bagus dalam cell-based therapy: 1. 3. Berbeda dengan transplantasi organ yang membutuhkan organ donor yang sesuai (match). terjadi kekurangan insulin atau kurangnya kepekaan terhadap insulin. Artinya transplantasi dapat bersifat autolog sehingga menghindari potensi rejeksi. Mudah dimanipulasi untuk mengganti gen yang sudah tidak berfungsi lagi melalui metode transfer gen. penyakit Alzheimer. Penyakit degeneratif. baru-baru ini penelitian yang dilakukan oleh James Shapiro dkk.

Terdapat pemulihan fungsional pada kelompok yang ditransplantasi stem cell dari darah tali pusat dibandingkan dengan kelompok kontrol dan tampak stem cell dari darah tali pusat bermigrasi masuk ke otak. dan dari embryonic stem cell. Stem Cell untuk Stroke Dahulu dianggap bahwa sekali terjadi kematian sel pada stroke.pulau Langerhans dalam jumlah banyak dengan metode imunosupresi yang berbeda dengan yang sebelumnya. memberikan transplantasi bone marrowmononuclear cells autolog yang diinjeksikan pada miokard yang lemah dengan panduan electromechanicalmapping pada 14 pasien gagal jantung iskemik kronik berat. Penelitian dengan menggunakan mesenchymal stem cell (MSC) dari sumsum tulang autolog yang diberikan intravena pada 30 penderita stroke juga memperbaiki outcome yang dinilai dari parameter Barthel Index dan modified Rankin Scale . Stem Cell untuk Penyakit Jantung Penelitian terkini memberikan bukti awal bahwa adult stem cells dan embryonic stem cell dapat menggantikan sel otot jantung yang rusak dan memberikan pembuluh darah baru. Ada pengurangan volume lesi sebanyak 40% dan adanya kemampuan kembali ke 70% fungsi normal.Single-photon emission computed tomography myocardial perfusion scintigraphy menunjukkan penurunan defek yang signifikan dan perbaikan fungsi sistolik ventrikel kiri global pada pasien yang diterapi. Pada penelitian tersebut. sehingga dapat menggantikan injeksi insulin secara permanen. Penelitian-penelitian yang sudah dilakukan untuk diabetes ini mengambil sumber stem cell dari kadaver. Beberapa penelitian dengan menggunakan stem cell dari darah tali pusat manusia yang diberikan intravena kepada tikus yang arteri serebri medianya dioklusi menunjukkan hasil yang menggembirakan. maka akan menimbulkan kecacatan tetap karena sel otak tidak mempunyai kemampuan regenerasi. mencangkok mononuclearbone marrow cell autolog ke dalam arteri yang menimbulkan infark pada saat PTCA 6 hari setelah infark miokard akut. dan perfusi miokard menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. masih dibutuhkan penelitian untuk menemukan cara membuat kondisi yang optimal dalam produksi insulin. Tapi anggapan berubah setelah para pakar mengetahui adanya plastisitas pada sel-sel otak dan pengetahuan mengenai stem cell yang berkembang pesat belakangan ini. kontraktilitas area infark. Strauer dkk. fetus. Selanjutnya. Sepuluh pasien yang diberi stem cell area infarknya menjadi lebih kecil dan indeks volume stroke. left ventricular end-systolic volume. 100% pasien yang diterapi transplantasi sel pulau Langerhans pankreas tidak memerlukan injeksi insulin lagi dan gula darahnya tetap normal setahun setelah transplantasi. Perin dkk.

Sumber : Robert J. Wikipedia . Stem cells. Robbins Molecular Biology Fundamentals. Stem cell information.php Stem Cell. Johns Hopkins University The Stem Cells. Reeve Irvine Research Center http://www.org/wiki/Stem_cell .reeve. Anatomy.wikipedia.http://en.edu/anatomy/stemcells. The Official National Institute of Health Resource for Stem cell Research.uci.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->