P. 1
Teknologi Informasi Dan Dasar Komputer

Teknologi Informasi Dan Dasar Komputer

|Views: 1,177|Likes:
Untuk Mahasiswa Informatika Dan Komputer tingkat Awal
Untuk Mahasiswa Informatika Dan Komputer tingkat Awal

More info:

Published by: Fakkar Robbi Radhian on Jul 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/30/2013

pdf

text

original

Sections

TEKNOLOGI INFORMASI DAN DASAR DASAR KOMPUTER

Fakkar Robbi Radhian

(L2F008034)

)

TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS DIPONEGORO 2012
1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Komputer Komputer pada dasarnya adalah suatu peralatan elektronik yang dapat menerima input, mengolah input, memberikan informasi, menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer, dapat menyimpan program dan hasil pengolahan, serta bekerja secara otomatis. Tujuan pokok dari sistem komputer adalah mengolah data untuk menghasilkan informasi sehingga perlu didukung oleh elemen-elemen yang terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan brainware. Perangkat keras adalah peralatan komputer itu sendiri, perangkat lunak adalah program yang berisi perintahperintah untuk melakukan proses tertentu, dan brainware adalah manusia yang terlibat di dalam mengoperasikan serta mengatur system komputer. Ketiga elemen sistem komputer tersebut harus saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan. Perangkat keras tanpa perangkat lunak tidak akan berarti apa-apa, hanya berupa benda mati. Kedua perangkat keras dan lunak juga tidak dapat berfungsi bila tidak ada manusia yang mengoperasikannya. Struktur komputer dapat didefinisikan sebagai cara-cara dari tiap komponen saling terkait. Struktur sebuah komputer secara sederhana, dapat digambarkan dalam diagram blok pada gambar di bawah ini.
DATA BUS INPUT DEVICE

I/O PORTS

CONTROL BUS

CPU CU + ALU

CONTROL BUS

Memori

RAM

OUTPUT DEVICE

ADRESS BUS Gambar 1.1 Struktur Kerja Komputer

2

Fungsi komputer didefinisikan sebagai operasi masing-masing komponen sabagai bagian dari struktur. Adapun fungsi dari masing-masing komponen dalam struktur di atas adalah sebagai berikut. 1. Input Device Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukkan data atau peritah ke dalam komputer, misalnya keyboard, mouse, scanner, light pen, gamepad, dan sebagainya. 2. Output Device Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi menampilkan keluaran sebagai hasi pengolahan data, misalnya printer, monitor, plotter. Keluaran dapat berupa hard-copy (ke kertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa suara. 3. I/O Ports Bagian ini digunakan untuk menerima ataupun mengirim data ke luar system. Peralatan input dan output di atas terhubung melalui port ini. Port ini dapat dilihat melalui berbagai koneksi yang terhubung ke mainboard komputer kita. 4. CPU (Central Proccessing Unit) CPU merupakan otak system komputer, dan memiliki dua bagian fungsi operasional, yaitu: ALU (Arithmetical Logical Unit) sebagai pusat pengolah data, dan CU (Control Unit) sebagai pengontrol kerja komputer. 5. Memori Memori terbagi atas dua bagian yaitu memori internal dan memori eksternal. Memori internal berupa RAM (Random Access Memory) yang berfungsi untuk menyimpan program yang kita olah untuk sementara waktu, dan ROM (Read Only Memory) yaitu memori yang hanya bisa dibaca dan berguna sebagai penyedia informasi pada saat komputer pertama kali dinyalakan. 6. Data Bus Adalah jalur-jalu perpindahan data antar modul dalam sistem komputer. Karena pada suatu saat tertentu masing-masing saluran hanya dapat membawa 1 bit data, maka jumlah saluran menentukan jumlah bit yang dapat ditransfer oada suatu saat.

3

Lebar data bus ini menentukan kinerja system secara keseluruhan. Sifatnya bidirectional, artinya CPU dapat membaca dan menerima data melalui data bus ini. Data bus biasanya terdiri atas 8, 16, 32, atau 64 jalur paralel. 7. Address Bus Digunakan untuk menandakan lokasi sumber atapun tujuan pada proses transfer data. Pada jalur ini, CPu akan mengirimkan alamat memori yang akan ditulis atau dibaca. Address bus biasanya terdiri atas 16, 20, 24, atau 32 jalur paralel. 8. Control Bus Control Bus digunakan untuk mengontrol penggunaan serta akses ke Data Bus dan Address Buss. Terdiri atas 4 sampai 10 jalur paralel. 1.2 Sistem Operasi Sistem Operasi atau operating system adalah sekumpulan perintah atau instruksi dari program-program yang berfungsi sebagai interface antara brainware dengan hardware, dalam mengatur semua pengoperasian dasar komputer. Semua program lain memerlukan sistem operasi untuk bekerja. Tanpa adanya sistem operasi, komputer hanya akan menjadi tumpukan hardware yang tidak berguna. Dalam dunia komputer ada banyak Sistem operasi yang tekah dikembangkan, diantaranya adalah UNIX, GNU/Linux, Microsoft Windows, SUN Solaris, dan BSD. Masing-masing system operasi tersebut mempunyai cirri dan cara tersendiri dalam memanagemen hardware. Windows merupakan sistem Microsoft yang bekerja dengan basis GUI. Di dalam dunia Windows terdapat beberapa versi antara lain mulai dari versi windows 1.0, 2.0, 3.0, 3.11 sampai dengan windows 95 dan 98,windows me, windows xp serta versi windows server. Dan yang terbaru adalah windows vista. Windows merupakan sistem operasi berbasis GUI (Graphical User Interface). Karena berbasis GUI, maka pengoperasiannya menjadi lebih mudah daripada sistem operasi berbasis CUI (Character User Interface). Ada banyak versi Windows, mulai dari Windows 1.0, Windows 2.0, Windows 3.0, Windows 3.11 sampai Windows 95 dan 98, Windows ME, Windows XP, serta

4

yang terbaru, Windows Vista, yang digunakan untuk komputer desktop. Selain itu, ada pula Windows 2000 server dan 2003 server untuk keperluan server. Sistem operasi Windows pertama kali diciptakan oleh Microsoft pada tahun 1985 sebagai bagian dari upaya untuk mengaplikasikan interface grafis sebagaimana yang dimiliki oleh Macintosh pada IBM-PC. Kala itu, Windows tidak lebih dari sebuah graphical tools yang tampil nyaris seadanya. Windows versi pertama ini memang tidak terlalu sukses. Namun demikian, inilah tonggak awal penggunaan Graphical User Interface (GUI) pada mesin-mesin PC. Windows nyaris tidak mengalami perkembangan berarti hingga mencapai versi 3.0. Saat itu, sepertinya Windows sudah menemukan bentuknya yang pas. Perlahan tapi pasti Windows 3.1 diikuti oleh saudaranya Windows for Workgroups yang dirilis tahun 1992 mulai menggebrak. Seiring dengan semakin meluasnya penggunaan mesin kelas 386 keatas yang dilengkapi dengan hard disk, program-program berbasis Windows mulai dapat diterima pasar dan perlahan-lahan menggantikan software berbasis DOS yang semula mendominasi. Kala itu, Windows sebenarnya lebih mirip sebuah graphical tools yang berjalan diatas sistem DOS ketimbang sebuah OS yang berdiri sendiri. Atas pertimbangan itulah, maka sekitar tahun 1994 Microsoft memperkenalkan OS Windows NT kepada publik. Dari segi teknologi, NT merupakan sebuah terobosan dengan sistem kerja 32 bit murni dan setumpuk kelebihan lainnya, termasuk kemampuan untuk berdiri sendiri sebagai sebuah OS tanpa bergantung kepada MS-DOS. Sayangnya, kebutuhan hardware yang tergolong mewah untuk ukuran saat itu (processor sekelas 486, 16 MB RAM dan hingga ratusan MB spasi hard disk untuk instalasi) menyebabkan sistem operasi ini dianggap haya cocok untuk dipasang pada komputer sekelas server dengan beban kerja yang besar. Pertengahan tahun 1995, Bill Gates, boss Microsoft, meluncurkan Microsoft Windows 95. Kali ini produk barunya yang dikembangkan dengan nama sandi CHICAGO--ini digembar-gemborkan memiliki sejumlah kelebihan dibanding para pendahulunya. Kinerja 32 bit, preemptive multitasking, multithreading, kemampuan menangani hardware secara plug-and-play, GUI yang lebih cantik, dan kemampuan untuk langsung masuk ke modus grafis saat booting merupakan jurus pamungkas Microsoft untuk menggaet pembeli.

5

Windows 95 pun laku keras bak kacang goreng. Kebutuhan hardware yang kurang lebih setara dengan NT tidak lagi menjadi masalah karena turunnya harga peripheral komputer, utamanya RAM, ditambah dengan semakin meluasnya penggunaan harddisk berkapasitas 1 GB keatas, membuat produk yang satu ini tidak terlalu sulit untuk menembus pasar. Windows 95 mendominasi komputer-komputer desktop hingga tahun 1997, ketika Microsoft mengeluarkan versi perbaikan yang berjuluk Windows 95/OSR2. Salah satu fasilitas pamungkas yang ditawarkan dalam rilis ini adalah penggunaan sistem FAT32 (32 bit File Alocation Table) yang mampu mengoptimalkan struktur perekaman file pada harddisk berkapasitas besar (640MB keatas). Era internet diantisipasi Microsoft dengan memaketkan secara built-in browser Microsoft Internet Explorer 3.0 beserta Microsoft Mail & News pada produk ini. Tak ayal langkah yang diambil Microsoft ini sempat mengundang protes dari para pengembang software browser seperti Netscape. Apa mau dikata, Microsoft tetap bertahan pada keputusannya. Mudah ditebak, Microsoft akhirnya merajai sebagian besar pasar untuk software browser hingga saat ini. Hanya berselang setahun setelah Windows 95/OSR2 diluncurkan, Microsoft kembali merilis Windows versi terbarunya, yang kali ini dinamai Windows 98. Tidak banyak kelebihan yang ditawarkan dibanding para pendahulunya. Windows 98 Memaket Internet Explorer 4.0 dan software Outlook Express untuk menggantikan MS Mail & News pada versi sebelumnya serta memperkenalkan sistem manajemen file yang terintegrasi dengan browser internet sehingga memudahkan penggunanya untuk bekerja dalam jaringan. Tidak ketinggalan pula perbaikan interface. Dua tahun berlalu semenjak Windows 98 diluncurkan Microsoft kembali mengambil langkah dengan merilis Windows 2000 yang kelak akan menggantikan Windows NT sebagai sistem operasi untuk server dan pengguna kelas high-end. Bagi pengguna rumahan alias home user, tersedia Windows Me (Millenium Edition) yang tidak lain adalah pengembangan dari versi Windows 98. Banyak hal yang ditawarkan Microsoft untuk pengguna Me. Selain kemasan berupa tampilan yang lebih menarik, sistem ini juga memaket Internet Explorer dan Microsoft Outlook Express 5.5. Dalam rilis kali ini, Microsoft juga banyak memberi perhatian pada aplikasi Multimedia, bisa dilihat dari disertakannya paket-paket program semacam Windows Movie Maker dan DVD Player, serta peningkatan

6

fasilitas yang cukup signifikan pada Windows Media Player. Secara teknis, Windows Me membuat terobosan dengan melepaskan dukungan kompatibilitas untuk DOS dan aplikasi-aplikasinya. Akibatnya pengguna Windows tidak lagi dapat booting melalui prompt DOS (di versi-versi sebelumnya dapat dilakukan dengan menekan [F8] saat booting, dilanjutkan dengan memilih opsi "Start with MS-DOS Mode"). Tapi tentu saja semua itu ada konsekuensinya. Windows Me mewajibkan pengguna memiliki processor setara Pentium 166 dan RAM minimal 32 MB untuk dapat menjalankannya. Tentunya ini bukan persyaratan yang kelewat berat bagi para user di negara maju mengingat harga hardware yang terus terjun bebas. Sayang kita di Indonesia hanya bisa menelan ludah. Kurs USD yang melonjak ke level yang nyaris tidak masuk akal membuat banyak pengguna PC di Indonesia yang harus puas menggunakan PC dengan konfigurasi hardware seadanya. Setelah itu Microsoft mengeluarkan versi Windows selanjutnya: Windows Xp (eXPerience). Jelas banyak kelebihan yang ditawarkan dibandingkan dengan para pendahulunya. Windows Xp dipaket dengan interface yang berbeda; lebih familiar bagi pengguna awam sekalipun, juga integrasi dengan internet yang semakin baik, dan tidak ketinggalan fasilitas multimedia yang bagus. Untuk menikmati segudang kelebihan yang ditawarkan Microsoft lewat Windows Xp nya itu, tentu harus dengan modal perangkat keras minimal Pentium II/Celeron 350 MHz dengan RAM 64 MB (direkomendasikan 128 MB).

Gambar 1.2 Desktop Windows XP

7

Baru-baru ini Windows mengeluarkan versi terbarunya yakni Windows Vista. Microsoft sendiri mengeluarkan dua seri windows Vista ini yakni Windows Vista Home Basic dan Windows Vista Home Premium. Khusus versi Home Premium ini dilengkapi dengan fitur hiburan yang memiliki kemampuan untuk merekam acara televisi live. Vista sendiri membutuhkan memori yang lebih besar dan graphics card yang lebih powerful daripada XP. Dan terakhir, Microsoft telah meluncurkan versi terbaru dari Windows Vista yakni Windows Vista Beta 2. Ada dua kategori spesifikasi perangkat keras untuk Vista, yaitu 'Vista Capable PC' dan 'Vista Premium Ready PC'. Untuk edisi 'Vista Capable', pengguna tak perlu melakukan banyak upgrade untuk bisa hijrah ke Vista. Minimal, untuk 'Vista Capable', pengguna wajib prosesor minimal 800MHz, RAM 512MB video card serta hard drive 20GB. Agar bisa menikmati fitur user interface terbaru Vista yang dijuluki "Aero", konsumen butuh hardware yang lebih powerful yakni prosesor 1GHz, hard drive 40GB dan RAM 1GB. Selain itu, pengguna setidaknya harus memiliki kartu grafis DirectX 9 dengan video RAM 128MB. Video memory 256MB juga dibutuhkan untuk menghasilkan resolusi yang lebih tinggi. Sementara untuk kategori "Premium Ready", setidaknya PC pengguna harus dilengkapi dengan prosesor 1 GHz 32-bit (x86) atau 64-bit (x64), memory 1GB, DVD-ROM drive, audio output, hard drive 40GB dengan free space 15GB dan kemampuan akses Internet. Microsoft juga memperkenalkan situs Get Ready bagi pelanggan yang tertarik memakai Vista. Di sini pengguna bisa men-download Vista Upgrade Advisor beta untuk membantu konsumen memutuskan edisi Vista mana yang mereka butuh, dan apakah pengguna butuh meng-upgrade hardware-nya. 1.3 Disk Operating System DOS (Disk Operating System) dikeluarkan tahun 1981 seiring diperkenalkannya Personal Computer. DOS adalah sistem operasi dengan basis tampilan karakter teks (CUI/Character User Interface). DOS memiliki keunggulan, yaitu hanya membutuhkan tempat penyimpanan dan memori komputer yang sedikit dibandingkan OS yang berbasis grafis. Beberapa operasi pada DOS, yaitu MD, CD, CD.., DATE, CLS, DIR, TIME, VER, dan TREE. Perintah-perintah tersebut termasuk DOS internal command karena seluruh perintah-perintah tersebut telah tersimpan dalam memori komputer pada saat punya dan DirectX 9 yang capable dengan

8

pembacaan DOS selesai. Internal command adalah perintah-perintah yang telah dimasukkan ke dalam COMMAND.COM (interpreter perintah DOS), sehingga dapat langsung dieksekusi oleh kernel DOS, di mana saja. External command adalah perintah-perintah yang tidak dimasukkan ke dalam COMMAND.COM, dan membutuhkan sebuah berkas yang dapat dieksekusi (berupa program DOS) yang harus terdapat dalam direktori aktif.

1.4 Komponen-Komponen Dalam Personal Computer (PC) 1.4.1.1 PSU

Gambar 1.3 Screenshoot Power Supply Unit Di menu ini kita diberikan penjelasan mengenai power supply serta bagaimana cara instalasi power supply pada komputer. Power Supply adalah sebuah perangkat yang ada di dalam CPU yang berfungsi untuk menyalurkan arus listrik ke berbagai peralatan computer. Yang berfungsi untuk mengubah tegangan listrik (AC 220/230/240 V, 110/120 V) agar bisa digunakan oleh computer (DC 3,3 V, 5 V, 12 V). Power Supply bertugas untuk menyalurkan arus listrik ke berbagai komponen komputer. Besarnya listrik yang mampu ditangani power supply ditentukan oleh dayanya dan dihitung dengan satuan Watt.

Contoh: Informasi Produk

9

PSU kapasitas 1050Watt keluaran corsair ini di desain elegan dari bahan-bahan pilihan dengan fungsional, stabilitas dan ketahanan yang baik. Dilengkapi lampu LED berwarna pada kipasnya menambah keunikan PSU ini. Selain itu PSU ini mampu mendukung banyak komponen internal komputer saat ini. Pilihan tepat bagi para gamer yang membutuhkan spesifikasi tinggi dengan dukungan tenaga listrik yang sesuai.

Berat Pengiriman Harga

: 3 kg : Rp. 530.000

Gambar 1.4 Corsair CMPSU-1050HX Corsair CMPSU-1050HX Professional Series Modular Power Supply - 1050W, 80 Plus Silver, SLI Ready, Active PFC, Single +12V Rail

10

1.4.1.2 Motherboard

Gambar 1.5 Screenshoot Motherboard Motherboard adalah papan sirkuit tempat berbagai komponen elektronik saling terhubung seperti pada PC. Fungsi motherboard sendiri adalah pusat pengendali yang mengatur kerja dari semua komponen yang terpasang. Mengatur pemberian daya listrik pada setiap komponen PC. Lalu lintas data semuanya diatur oleh motherboard, mulai dari peranti penyimpanan ( hardisk, CD – ROM ), peranti masukan data ( keyboard,mouse,scanner ) atau printer untuk mencetak. Contoh: Mainboard ASUS Rampage III Black

Gambar 1.6 Mainboard ASUS ASUS P7P55D-E DELUXE

11

Informasi Produk

Socket LGA1156, Intel P55, DDR3 Dual Channel, 2x PCI-e 16x 2.0, SATA III, USB 3.0, FireEire, Audio

1.4.1.3 RAM

Gambar 1.7 RAM RAM yang merupakan singkatan dari Random Access Memory adalah sebuah perangkat keras komputer yang berfungsi menyimpan berbagai data dan instruksi program. Berbeda dengan tape magnetik atau disk yang mengakses data secara berurutan, isi dari RAM dapat diakses secara random atau tidak mengacu pada pengaturan letak data. Data di dalam RAM bersifat sementara, dengan kata lain data yang tersimpan akan hilang jika komputer dimatikan atau catu daya yang terhubung kepadanya dicabut. RAM biasa juga disebut sebagai memori utama (main memory), memori primer (primary memory), memori internal (internal memory), penyimpanan utama (primary storage), memory stick, atau RAM stick. Bahkan terkadang orang hanya menyebutnya sebagai memori meskipun ada jenis memori lain yang terpasang di komputer. RAM merupakan salah satu jenis memori internal yang mendukung kecepatan prosesor dalam mengolah data dan instruksi. Dengan menggunakan tambahan RAM ke dalam komputer dapat menghasilkan pengaruh positif pada kinerja dan kecepatan komputer, meskipun RAM sebenarnya tidak menentukan kecepatan komputer.

12

Modul memori RAM yang umum diperdagangkan berkapasitas 128 MB, 256 MB, 512 MB, 1 GB, 2 GB, dan 4 GB. Jenis – jenis RAM diantaranya :

Gambar 1.8 DRAM • DRAM (Dynamic Random Access Memory) DRAM adalah jenis RAM yang menyimpan setiap bit data yang terpisah dalam kapasitor dalam satu sirkuit terpadu. Data yang terkandung di dalamnya harus disegarkan secara berkala oleh CPU agar tidak hilang. Hal ini membuatnya sangat dinamis dibandingkan dengan memori lainnya. Dalam strukturnya, DRAM hanya memerlukan satu transistor dan kapasitor per bit, sehingga memiliki kepadatan sangat tinggi.

Gambar 1.9 SRAM • SRAM (Static Random Access Memory) SRAM adalah jenis RAM (sejenis memori semikonduktor) yang tidak menggunakan kapasitor. Hal ini mengakibatkan SRAM tidak perlu lagi disegarkan secara berkala seperti halnya dengan DRAM. Ini juga sekaligus membuatnya memiliki kecepatan lebih tinggi dari DRAM. Berdasarkan fungsinya terbagi menjadi Asynchronous dan Synchronous.

13

Gambar 1.10 EDORAM • EDORAM (Extended Data Out Random Accses Memory) EDORAM adalah jenis RAM yang dapat menyimpan dan mengambil isi memori secara bersamaan, sehingga kecepatan baca tulisnya pun menjadi lebih cepat. Umumnya digunakan pada PC terdahulu sebagai pengganti Fast Page Memory (FPM) RAM.

Gambar 1.11 SDRAM • SDRAM (Synchronous Dynamic Random Acces Memory) SDRAM adalah jenis RAM dinamis yang kemampuan kecepatannya lebih cepat dari pada EDORAM dan kepingannya terdiri dari 168 pin. RAM ini disinkronisasi oleh clock sistem dan cocok untuk sistem dengan bus yang memiliki kecepatan sampai 100 MHz.

Gambar 1.12 Screenshoot RDRAM • RDRAM (Rambus Dynamic Random Acces Memory)

14

RDRAM adalah salah satu tipe dari RAM dinamis sinkron yang diproduksi oleh Rambus Corporation menggunakan Bus Speed sebesar 800 MHz tetapi memiliki jalur data yang sempit (8 bit). RDRAM memiliki memory controller yang canggih sehingga tidak semua motherboard bisa mendukungnya.

Contoh: CORSAIR Dominator (CMP8GX3M2A1600C9)

Gambar 1.13 CORSAIR Dominator (CMP8GX3M2A1600C9) Spesifikasi: 2x 4GB DDR3 PC-12800 Ultimate Performance,DRR3 1600MHz 1.4.1.4 Adapter Card

Gambar 1.14 Screenshoot Adapter Card 15

Ada berbagai adapter card yang dapat diinstall pada motherboard. Adapter card adalah, suatu kartu yang digunakan untuk menyesuaikan dan menambah fitur dari suatu komputer. Kemampuan dari alat ini macam-macam, diantaranya untuk berkomunikasi dengan perangkat lain, memutar video (graphic card), menciptakan bunyi (sound card), mengirim dan menerima fax, komunikasi tanpa kabel serta berbagai oparasi lainnya. Video adapter (graphic card) berfungsi untuk mengolah data yang diproses oleh komputer untuk ditampilkan ke monitor. Video Card biasanya dipasang pada slot AGP atau slot PCI – Express untuk model – model Video Card terbaru. Contoh:

Wireless card TPLink TL-WN727N Gambar 1.15 TPLink TL-WN727N

TPLink TL-WN727N ini digunakan untuk menangkap signal radio WiFi (Hotspot Zone) dalam jangkauan tertentu yang dihubungkan ke komputer desktop (PC) dengan koneksi PCI Express(x1). WiFi adapter ini memiliki kecepatan data transfer mencapai 150Mbps dengan kompabilitas sinyal 802.11 b/g/n dan dilengkapi teknologi CCA™ untuk menghindari konflik antar sinyal yang ada sehingga akan didapat koneksi wireless yang lebih cepat dan stabil. Dilengkapi juga fitur QSS untuk pengaturan dan keamanan jaringan dengan cara yang cepat dan mudah.

No Produk Berat Pengiriman Harga

: 081603 : 1 kg : Rp. 125.000

16

Adopts AlignTM Technology, 150Mbps Wireless Transmission Rate, CCA Technology Automatically Avoids Channel Conflicts, Provides PCI Express Interface, Advanced Secure Connection with WPA/WPA2 Encryption, Supports QSS Function, Supports Roaming Technology, Seamlessly Compatible with 802.11n/b/g Devices.

1.4.1.5 Internal Drive

Gambar 1.16 Screenshoot Internal Drive Menu Internal Drive berisi informasi mengenai drive yang terpasang pada bagian dalam komputer serta cara instalasinya. Contoh dari Internal Drives adalah Hard Disk Drive. Hard disk merupakan salah satu media penyimpan data pada komputer yang terdiri dari kumpulan piringan magnetis yang keras dan berputar, serta komponen-komponen elektronik lainnya. Hard disk menggunakan piringan datar yang disebut dengan platter, yang pada kedua sisinya dilapisi dengan suatu material yang dirancang agar bisa menyimpan informasi secara magnetis. Platterplatter tersebut disusun dengan melubangi tengahnya dan disusun pada suatu

17

spindle. Biasanya dalam sebuah hard disk memiliki lebih dari 1 buah platter agar kapasitas hard disk menjadi lebih besar. Contoh: SAMSUNG HDD SATA

SAMSUNG HDD SATA 1TB, 7200RPM, 32MB Cache, SATA II, 3.5"

Detail Specifications Class Interface Rotational Speed Buffer Size Harga Hard Drive Internal SATA II 7200 RPM 32 MB Rp 492,000

18

1.4.1.6 Drive external Bays

Gambar 1.17 Screenshoot Drive in External Bays

Drive in External Bays berisikan penjelasan mengenai drive yang terlihat pada bagian luar komputer. Salah satu contoh dari Drive External Bays adalah optical disk drive. Optical Devices adalah perangkat penyimpanan yang menggunakan alat baca/tulis berupa optik. Media penyimpanannya berupa piringan CD/ DVD. Biasanya interface datanya melalui kabel IDE, namun ada juga yang sudah dikonversi menjadi USB pada external optical drive. Macam – macam optical drive diantaranya : • CD-ROM CD-ROM adalah perangkat optik yang hanya dapat digunakan untuk membaca CD saja. Perangkatnya berisi optik, motor, tray,dan case. Pemilihan CD-ROM ini berdasarkan kecepatan bacanya. mampu melakukan pembacaan hingga 56x. • CD-RW CD-RW adalah perangkat yang mampu melakukan pembacaan dan penulisan terhadap CD. Artinya kita dapat menyimpan data kedalam sbuah CD blank. CD-RW biasanya memiliki 3 variable yaitu write/rewrite/read. Misal CDRW 52x/32x/52x berarti perangkat tersebut memiliki kemampuan tulis 52x, kemampuan menulis ulang/menindih 32x, dan kemampuan baca 52x. 19 Pada zaman dahulu CDROM

hanya memiliki keccepatan baca 1x, 2x, 4x, 12x, namun kini CD-ROM telah

DVD-ROM DVD-ROM adalah perangkat optik yang mampu membaca CD dan DVD.

Bedanya dengan CD adalah DVD berisi data lebih banyak, yaitu + 4,5 GB. Kecepatan baca DVD hingga kini masih 16x, namun DVD-ROM mampu membaca CD hingga 52x. • DVD-Combo DVD-Combo adalah perangkat yang memiliki gabungan fungsi 2 macam perangkat yaitu DVD-ROM dan CD-RW. Kemampuannya yaitu dapat membaca CD dan DVD, serta mampu menulis pada keping CD. • DVD-RW DVD-RW merupakan Perangkat yang dapat melakukan pembacaan DVD dan CD serta mampu melakukan penulisan pada CD dan DVD. penulisan DVD hingga kini masih 16X saja. • DVD- Blu-Ray DVD-Blu-Ray merupakan DVD yang tercanggih saat ini. Perangkat ini dapat melakukan penulisan, pembacaan, pada CD dan DVD dengan teknologi laser Blu-Ray. Kecepatan Penulisan DVD hinga kini telah di atas 16x. Kecepatan

Contoh: Lite-On iHBS212-08 12X Internal Blu-Ray Writer

Gambar 1.18 Screenshoot Lite-On iHBS212-08 12X Internal Blu-Ray Write

20

Lite-On iHBS212-08 12X Internal Blu-Ray Writer - BD-R SL 12X, BD-R DL 8X, BD-RE SL/DL 2X, DVD±R 16X, DVD-RAM 12X, DVD+RW 8X, DVD-RW 6X, CDR/RW 48X, LightScribe, Black 1.4.1.7 Internal Cable

Gambar 1.19 Screenshoot Internal Cable Internal Cable merupakan kelompok kabel – kabel yang pemasangannya dilakukan di bagian dalam komputer. Internal Cable berfungsi untuk menghubungkan perangkat – perangkat yang terletak di bagian dalam CPU seperti hard disk drive, floppy disk drive, dan optical drive, ke motherboard dan power supply. Salah satu contoh dari internal cable adalah PATA (Paralel ATA) Cable. PATA Cable berfungsi sebagai kabel data yang menghubungkan drive berjenis ATA dengan motherboard. Kabel ini memiliki pin berjumlah 40 pin. Tiap pin nya ada yang memiliki 1 konduktor (40 konduktor) atau 2 konduktor (80 konduktor). Perbedaannya 80 konduktor lebih keras permukaannya dari pada 40 konduktor. Dari segi kualitas transfer data pun 80 konduktor yang memiliki keunggulan dan tehitung cepat. Kabel ini ada 3 bagian, yang pertama di tancapkan ke motherboard, dan 2 lainnya ditancapkan ke drive.Yang harus diperhatikan ketika memasang PATA Cable 21

adalah posisi konektor PATA yang tidak berlubang harus pas dengan socket drivenya.

Contoh: SATA Power Cables

Power Cables Gambar 1.20 SATA Power Cables SAP/6: SAP/12: 6" 12" Serial Serial ATA ATA Power Power cables cables Gold Gold flash flash on on contacts contacts

SAP/18: 18" Serial ATA Power cables Gold flash on contacts Converts from 15 pin SATA to 4 pin Molex (Standard PC connection)

1.4.1.8 External cables

22

Gambar 1.21 Screenshoot External Cable

External Cable merupakan kelompok kabel – kabel yang pemasangannya dilakukan di bagian luar komputer. External Cable merupakan kabel yang berfungsi untuk menghubungkan perangkat – perangkat yang terletak di bagian luar CPU seperti mouse, keyboard, monitor, dsb, ke CPU. Biasanya external cable dipasang pada bagian back panel dari komputer. Salah satu contoh dari external cable adalah Ethernet Cable. Kabel ini memiliki fungsi untuk menghubungkan komputer satu ke komputer / perangkat jaringan (hub, switch, dsb) lainnya sehingga membentuk jaringan komputer. Jenis – jenis Ethernet Cable ada bermacam – macam seperti Twisted Pair (STP dan UTP), Coaxial cable dan Fiber Optik. Kabel Twisted Pair merupakan jenis kabel yang paling banyak digunakan. Kabel ini berisi empat pasang (pair) kabel yang tiap pair-nya dipilin (twisted) atau disusun spiral atau saling berlilitan . Keempat pasang kabel (delapan kabel) yang menjadi isi kabel berupa kabel tembaga tunggal yang berisolator . Agar kabel twisted pair ini dapat ditancapkan ke NIC pada komputer, dibutuhkan suatu connector RJ (Registered Jack) - 45. Contoh: kabel Monitor

Gambar 1.22 Screenshoot Kabel Monitor Informasi Produk

Kabel ini berfungsi untuk menghubungkan secara langsung sumber listrik AC baik langsung dari terminal PLN atau melewati stabilizer (stavolt) ke CPU

23

komputer desktop (PC) atau ke monitor LCD/CRT komputer. Kabel ini juga dapat digunakan untuk menghubungkan perangkat Uninterruptible Power Supply (UPS) ke sumber listrik terminal PLN.

No Produk Berat Pengiriman Harga

: 140316 : 1 kg : Rp. 25.000 Alnect Care Warranty 3 Hari

Dimension (WHD) Length : Approx. 1.8m Standard Warranty 3 Hari Manufacturer website

24

1.5 Komunikasi Data Komunikasi data adalah merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara komputerkomputer dan piranti-piranti yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui media komunikasi data. Data berarti informasi yang disajikan oleh isyarat digital. Komunikasi data merupakan baguan vital dari suatu masyarakat informasi karena sistem ini menyediakan infrastruktur yang memungkinkan komputerkomputer dapat berkomunikasi satu sama lain.

1.5.1 Komponen Komunikasi Data • Pengirim, adalah piranti yang mengirimkan data • Penerima, adalah piranti yang menerima data • Data, adalah informasi yang akan dipindahkan • Media pengiriman, adalah media atau saluran yang digunakan untuk mengirimkan data • Protokol, adalah aturan-aturan yang berfungsi untuk menyelaraskan hubungan.

Gambar. Komunikasi data 2. Perbedaan Sinyal/Isyarat Analog Dengan Digital 2.1 Sinyal Analog Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dua parameter/karakteristik terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah amplitude dan frekuensi. Isyarat analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus, mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua bentuk isyarat analog. Hal ini didasarkan kenyataan bahwa berdasarkan analisis fourier, suatu 25

sinyal analog dapat diperoleh dari perpaduan sejumlah gelombang sinus. Dengan menggunakan sinyal analog, maka jangkauan transmisi data dapat mencapai jarak yang jauh, tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise. Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phase. • Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog. • Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik. • Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu.

Gambar. Sinyal Analog

2.2 Sinyal Digital Sinyal digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalamiperubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau,tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat. Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital.

26

Gambar. Sinyal Digital 3. Protokol Protokol adalah sebuah aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi yang ada dalam sebuah jaringan komputer, misalnya mengirim pesan, data, informasi dan fungsi lain yang harus dipenuhi oleh sisi pengirim dan sisi penerima agar komunikasi dapat berlangsung dengan benar, walaupun sistem yang ada dalam jaringan tersebut berbeda sama sekali. Protokol ini mengurusi perbedaan format data pada kedua sistem hingga pada masalah koneksi listrik. Standar protokol yang terkenal yaitu OSI (Open System Interconnecting) yang ditentukan oleh ISO (International Standart Organization).

3.1 Komponen Protokol 1. Aturan atau prosedur • Mengatur pembentukan/pemutusan hubungan • Mengatur proses transfer data 2. Format atau bentuk • representasi pesan

27

3.2 Fungsi Protokol Secara umum fungsi dari protokol adalah untuk menghubungkan sisi pengirim dan sisi penerima dalam berkomunikasi serta dalam bertukar informasi agar dapat berjalan dengan baik dan benar. Sedangkan fungsi protokol secara detail dapat dijelaskan berikut: • Fragmentasi dan reassembly Fungsi dari fragmentasi dan reasembly adalah membagi informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data pada saat sisi pengirim mengirimkan informasi dan setelah diterima maka sisi penerima akan menggabungkan lagi menjadi paket informasi yang lengkap. • Encaptulation Fungsi dari encaptulation adalah melengkapi informasi yang dikirimkan dengan address, kode-kode koreksi dan lain-lain. • Connection control Fungsi dari Connection control adalah membangun hubungan (connection) komunikasi dari sisi pengirim dan sisi penerima, dimana dalam membangun hubungan ini juga termasuk dalam hal pengiriman data dan mengakhiri hubungan. • Flow control Berfungsi sebagai pengatur perjalanan datadari sisi pengirim ke sisi penerima. • Error control Dalam pengiriman data tak lepas dari kesalahan, baik itu dalam proses pengiriman maupun pada waktu data itu diterima. Fungsi dari error control adalah mengontrol terjadinya kesalahan yang terjadi pada waktu data dikirimkan.

3.3 Susunan Protokol Protokol jaringan disusun oleh dalam bentuk lapisan-lapisan (layer). Hal ini mengandung arti supaya jaringan yang dibuat nantinya tidak menjadi rumit. Di dalam layer ini, jumlah, nama, isi dan fungsi setiap layer berbeda-beda. Akan

28

tetapi tujuan dari setiap layer ini adalah memberi layanan ke layer yang ada di atasnya. Susunan dari layer ini menunjukkan tahapan dalam melakukan komunikasi. Antara setiap layer yang berdekatan terdapat sebuah interface. Interface ini menentukan layanan layer yang di bawah kepada layer yang di atasnya. Pada saat merencanakan sebah jaringan, hendaknya memperhatikan bagaimana menentukan interface yang tepat yang akan ditempatkan di antara dua layer yang bersangkutan 2. Presentation Layer: rutin standard me-presentasi-kan data. • Negosiasi sintaksis untuk transfer • Transformasi representasi data 3. Session Layer: membagi presentasi data ke dalam babak-babak (sesi) • Kontrol dialog dan sinkronisasi • Hubungan antara aplikasi yang berkomunikasi 4. Transport Layer: • Transfer pesan (message) ujung-ke-ujung • Manajemen koneksi • Kontrol kesalahan • Fragmentasi • Kontrol aliran 5. Network Layer: Pengalamatan dan pengiriman paket data. • Routing • Pengalamatan secara lojik • setup dan clearing (pembentukan dan pemutusan) 6. Data-link Layer: pengiriman data melintasi jaringan fisik. • Penyusunan frame • Transparansi data • Kontrol kesalahan (error-detection) • Kontrol aliran (flow) 7. Physical Layer: karakteristik perangkat keras yang mentransmisikan sinyal data.

29

4. Router, Bridge dan Repeater 4.1 Router Router adalah merupakan piranti yang menghubungkan dua buah jaringan yang berbeda tipe maupun protokol. Dengan router dapat dimungkinkan untuk : • Menghubungkan sejumlah jaringan yang memiliki topologi dan protokol yang berbeda. • Menghubungkan jaringan pada suatu lokasi dengan jaringan pada lokasi yang lain. • Membagi suatu jaringan berukuran besar menjadi jaringan-jaringan yang lebih kecil dan mudag untuk dikelola. • Memungkinkan jaringan dihubungkan ke internet dan informasi yang tersedia dapat diakses oleh siapa saja. • Mencari jalan terefisien untuk mengirimkan data ke tujuan. • Melindungi jaringan dari pemakai-pemakai yang tidak berhak dengan cara membatasi akses terhadap data-data yang tidak berhak untuk diakses.

Gambar. Fungsi Router

30

4.2 Bridge Bridge adalah jenis perangkat yang diperlukan jika dua buah jaringan bertipe sama (ataupun bertopologi berbeda) tetapi dikehendaki agar lalu lintas lokal masing-masing jaringan tidak saling mempengaruhi jaringan yang lainnya. Bridge memiliki sifat yang tidak mengubah isi maupun bentuk frame yang diterimanya, disamping itu bridge memiliki buffer yang cukup untuk menghadapi ketidaksesuaian kecepatan pengiriman dan penerimaan data.

Gambar. Fungsi Bridge pada jaringan

Adapun alasan menggunakan bridge adalah sebagai berikut : • Keterbatasan jaringan, hal ini terkait erat dengan jumlah maksimum stasiun, panjang maksimum segmen, dan bentang jaringan • Kehandalan dan keamanan lalu lintas data, bridge dapat menyaring lalu lintas data antar dua segmen jaringan • Semakin besar jaringan, performa atau unjuk kerja semakin menurun • Bila dua sistem pada tempat yang berjauhan disambungkan, penggunaan bridge dengan saluran komunikasi jarak jauh jauh lebih masuk akal dibandingkan dengan menghubungkan langsung dua sistem tersebut

4.3 Repeater Repeater adalah piranti yang berfungsi untuk memperbaiki dan memperkuat sinyal atau isyarat yang melewatinya, Dua sub jaringan yang dilewatkan pada repeater memiliki protokol yang sama untuk semua lapisan. Repeater juga berfungsi untuk

31

memperbesar batasan panjang satu segmen. Sehingga dapat digunakan untuk memperpanjang jangkauan jaringan

Gambar. Fungsi Repeater

32

BAB II DASAR - DASAR SISTEM OPERASI

2.1 Sistem operasi Sistem operasi (bahasa Inggris: operating system ; OS) adalah seperangkat program yang mengelola sumber daya perangkat keras komputer, dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak. Sistem operasi adalah jenis yang paling penting dari perangkat lunak sistem dalam sistem komputer. Tanpa sistem operasi, pengguna tidak dapat menjalankan program aplikasi pada komputer mereka, kecuali program aplikasi booting. Sistem operasi mempunyai penjadwalan yang sistematis mencakup perhitungan penggunaan memori, pemrosesan data, penyimpanan data, dan sumber daya lainnya. Untuk fungsi-fungsi perangkat keras seperti sebagai masukan dan keluaran dan alokasi memori, sistem operasi bertindak sebagai perantara antara program aplikasi dan perangkat keras komputer,[1][2] meskipun kode aplikasi biasanya dieksekusi langsung oleh perangkat keras dan seringkali akan menghubungi OS atau terputus oleh itu. Sistem operasi yang ditemukan pada hampir semua perangkat yang berisi komputer-dari ponsel dan konsol permainan video untuk superkomputer dan server web. Contoh sistem operasi modern adalah Linux, Android, iOS, Mac OS X, dan Microsoft Windows.[3] 2.2 Pendahuluan Biasanya, istilah Sistem Operasi sering ditujukan kepada semua perangkat lunak yang masuk dalam satu paket dengan sistem komputer sebelum aplikasi-aplikasi perangkat lunak terinstal. Sistem operasi adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan perangkat lunak aplikasi seperti program-program pengolah kata dan peramban web. 33

Secara umum, Sistem Operasi adalah perangkat lunak pada lapisan pertama yang ditempatkan pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan booting. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti untuk software-software itu. Layanan inti tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, penjadwalan tugas schedule task, dan antar-muka user GUI/CLI. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugastugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan "kernel" suatu Sistem Operasi. Kalau sistem komputer terbagi dalam lapisan-lapisan, maka Sistem Operasi adalah penghubung antara lapisan hardware dengan lapisan software. Sistem Operasi melakukan semua tugas-tugas penting dalam komputer, dan menjamin aplikasi-aplikasi yang berbeda dapat berjalan secara bersamaan dengan lancar. Sistem Operasi menjamin aplikasi lainnya dapat menggunakan memori, melakukan input dan output terhadap peralatan lain, dan memiliki akses kepada sistem berkas. Apabila beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan, maka Sistem Operasi mengatur schedule yang tepat, sehingga sedapat mungkin semua proses yang berjalan mendapatkan waktu yang cukup untuk menggunakan prosesor (CPU) serta tidak saling mengganggu. Dalam banyak kasus, Sistem Operasi menyediakan suatu pustaka dari fungsi-fungsi standar, dimana aplikasi lain dapat memanggil fungsi-fungsi itu, sehingga dalam setiap pembuatan program baru, tidak perlu membuat fungsifungsi tersebut dari awal. Sistem Operasi secara umum terdiri dari beberapa bagian:
• • •

Mekanisme Boot, yaitu meletakkan kernel ke dalam memory Kernel, yaitu inti dari sebuah Sistem Operasi Command Interpreter atau shell, yang bertugas membaca input dari pengguna

34

Pustaka-pustaka, yaitu yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh aplikasi lain

Driver untuk berinteraksi dengan hardware eksternal, sekaligus untuk mengontrolnya.

Sebagian Sistem Operasi hanya mengizinkan satu aplikasi saja yang berjalan pada satu waktu (misalnya DOS), tetapi sebagian besar Sistem Operasi baru mengizinkan beberapa aplikasi berjalan secara simultan pada waktu yang bersamaan. Sistem Operasi seperti ini disebut sebagai Multi-tasking Operating System (misalnya keluarga sistem operasi UNIX). Beberapa Sistem Operasi berukuran sangat besar dan kompleks, serta inputnya tergantung kepada input pengguna, sedangkan Sistem Operasi lainnya sangat kecil dan dibuat dengan asumsi bekerja tanpa intervensi manusia sama sekali. Tipe yang pertama sering disebut sebagai Desktop OS, sedangkan tipe kedua adalah Real-Time OS, contohnya adalah Windows, Linux, Free BSD, Solaris, palm, symbian, dan sebagainya. 2.3 Layanan inti umum Seiring dengan berkembangnya Sistem Operasi, semakin banyak lagi layanan yang menjadi layanan inti umum. Kini, sebuah OS mungkin perlu menyediakan layanan jaringan dan koneksi internet, yang dulunya tidak menjadi layanan inti umum. Sistem Operasi juga perlu untuk menjaga kerusakan sistem komputer dari gangguan program perusak yang berasal dari komputer lainnya, seperti virus. Daftar layanan inti umum akan terus bertambah. Program saling berkomunikasi antara satu dengan lainnya dengan Antarmuka Pemrograman Aplikasi, Application Programming Interface atau disingkat dengan API. Dengan API inilah program aplikasi dapat berkomunikasi dengan Sistem Operasi. Sebagaimana manusia berkomunikasi dengan komputer melalui Antarmuka User, program juga berkomunikasi dengan program lainnya melalui API.

35

Walaupun demikian API sebuah komputer tidaklah berpengaruh sepenuhnya pada program-program yang dijalankan diatas platform operasi tersebut. Contohnya bila program yang dibuat untuk windows 3.1 bila dijalankan pada windows 95 dan generasi setelahnya akan terlihat perbedaan yang mencolok antara program tersebut dengan program yang lain. 2.4 Sistem Operasi saat ini Sistem operasi-sistem operasi utama yang digunakan komputer umum (termasuk PC, komputer personal) terbagi menjadi 3 kelompok besar: 1. Keluarga Microsoft Windows - yang antara lain terdiri dari Windows Desktop Environment (versi 1.x hingga versi 3.x), Windows 9x (Windows 95, 98, dan Windows ME), dan Windows NT (Windows NT 3.x, Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows Server 2008, Windows 7 (Seven) yang dirilis pada tahun 2009, dan Windows 8 yang akan dirilis pada tahun 2012 atau lebih lambat)). 2. Keluarga Unix yang menggunakan antarmuka sistem operasi POSIX, seperti SCO UNIX, keluarga BSD (Berkeley Software Distribution), GNU/Linux, MacOS/X (berbasis kernel BSD yang dimodifikasi, dan dikenal dengan nama Darwin) dan GNU/Hurd. 3. Mac OS, adalah sistem operasi untuk komputer keluaran Apple yang biasa disebut Mac atau Macintosh. Sistem operasi yang terbaru adalah Mac OS X versi 10.6 (Snow Leopard). Musim panas 2011 direncanakan peluncuran versi 10.7 (Lion). Sedangkan komputer Mainframe, dan Super komputer menggunakan banyak sekali sistem operasi yang berbeda-beda, umumnya merupakan turunan dari sistem operasi UNIX yang dikembangkan oleh vendor seperti IBM AIX, HP/UX, dll.

36

2.5 Proses Installasi Operating System Untuk dapat melakukan instalasi sistem operasi melalui media CD/DVD, entah itu OS WINDOWS ataupun LINUX, tahapan pertama yang perlu anda lakukan adalah mengatur boot priority agar CD/DVD ROM anda ada pada urutan pertama, kenapa…?? karena defaultnya saat melakukan booting , komputer anda melakukan loading file-file yang ada didalam hard disk. Agar komputer anda bisa me-load file-file instalasi yang ada di dalam master CD/DVD Sistem Operasi anda, maka anda perlu mensetting boot priority (prioritas booting), agar CD/DVD ROM anda berada di urutan pertama yang di load, setelah itu baru hard disk. kalo nggak di atur gitu ya sampe jaman firaun naek odong-odong pun komputer anda bakal me-load hardisk terus menerus. Agar komputer anda bisa melakukan loading dari CD/DVD instalasi, ikuti langkah berikut ini : 1. Restart komputer anda dan masuk kedalam sistem BIOS, caranya tergantung motherboard anda masing-masing, (biasanya dengan cara menekan tombol F1, F2, DEL, ESC, atau F10). Biasanya informasi tentang cara masuk ke sistem BIOS ini tertera pada POST screen saat komputer anda booting.

37

2. Setelah kita masuk ke BIOS setup akses lah menu untuk mengatur boot priority anda, letak menu ini berbeda-beda tergantung jenis BIOS atau motherboard yang anda gunakan (baca buku manual motherboard anda), intinya masuklah ke menu yang mengandung kata-kata “boot”, kemudian lihat di sana pasti ada tercantum urutan bootingnya (biasanya ada kata-kata boot priority, atau first device, first boot, boot squance). Contoh2 : Untuk setting BIOS award menu untuk mengatur boot priority tersebut dapat anda temukan di advance BIOS feature

Atau terkadang dapat anda temukan menu “boot” tersendiri, sehingga anda bisa langsung mengaksesnya dari sana.

38

Atau Bagi anda pengguna pabrikan Dell , mungkin akan menemukan settingan Boot priority (boot sequence) seperti gambar dibawah ini:

3. Atur prioritas bootingnya agar CD-room anda ada pada urutan pertama (paling atas) pada boot priority/first device/first boot/boot sequence. Dengan demikian maka optical drive (CD/DVD/Blue-Ray) anda lah yang akan lebih dulu di boot.

39

4. Jika sudah, tekan F10, pilih yes (Y) dan komputer anda akan restart. 5. Bagi anda yang memiliki tampilan BIOS yang berbeda anda bisa menyesuaikannya sendiri, baca kembali buku manual motherboard anda, apa ?? buku manualnya udah di makan tikus…??? ya terpaksa anda cari sendiri informasinya lewat internet ya, atau bisa konsultasikan langsung ke saya di forum 2.5.1 Quick Boot Untuk Motherboard pabrikan modern sudah menyediakan fitur quick boot, jadi anda tidak perlu melakukan setting pada BIOS hanya untuk melakukan booting lewat CD/DVD, yang anda lakukan cukup menekan tombol F12 saat POST screen muncul atau sebelum boot screen ditampilkan. Tombol yang harus anda tekan mungkin saja berbeda pada milik anda, sekali lagi semua itu tergantung dari jenis BIOS dan motherboard anda, walaupun demikian anda bisa mendapatkan informasi tentang tombol mana yang harus anda tekan untuk melakukan quick boot pada post screen, gambar 2.7 merupakan POST screen komputer saya, disana terdapat informasi bahwa saya harus menekan tombol F12 untuk mengakses boot menu (quick boot), setelah anda berhasil mengakses quick boot atau boot menu , anda tinggal pilih device mana yang akan anda booting, untuk keperluan instalasi sistem operasi pilihlah menu CD/DVD drive, gunakan tombol arrow keyboard anda untuk menggeser ke atas atau kebawah menu, selanjutnya tekan enter. Dan anda akan booting melalalui CD/DVD drive.

40

Keuntungan menggunakan quick boot ini adalah anda dapat secara cepat mengakses boot menu tanpa masuk ke BIOS setup, selain itu ini hanya berlaku untuk satu sesi saja, jadi saat restart komputer berikutnya komputer anda akan kembali melakukan booting lewat hard disk. Hal ini berbeda dengan saat anda melakukan setting boot priority melalui BIOS setup, karena settingnya bersifat permanen, artinya anda harus mengembalikannya secara manual jika anda ingin kembali meletakan hard disk pada urutan pertama boot priority. Fitur ini tidak terdapat pada semua jenis motherboard, untuk itu sekali lagi periksa buku manual motherboard anda apakah fitur ini tersedia atau tidak
maka berikut adalah langkah-langkah Cara Install Windows 7 + Gambar, Ikuti Step by Step dengan baik.
1.

Siapkan DVD Windows 7 untuk Menginstall. Tetapi catat dulu SN windows 7 nya, kalau tidak punya lihat di sini [ Serial Number Windows 7 Lengkap ].

2.

Atur agar komputer Booting dari DVD, Pengaturan dapat dilakukan lewat BIOS (Basic Input Output System), Caranya Tekan Delete atau F2 pada Keyboard saat komputer baru dinyalakan. Pilih Settingan Booting kemudian Pilih DVD Room

41

jadi urutan Pertama dengan cara menekan tombol F6. Simpan konfigurasi BIOS dengan cara menekan F10.
3. 4. 5.

Masukkan DVD Instalasi Windows 7. Tekan tombol Apa saja jika muncul tulisan Boot from CD or DVD_. Maka muncul tampilan seperti dibawah ini.

Selanjutnya muncul tampilan seperti di bawah, Klik Next.

Klik Install Now.

Beri tanda Cek pada "I accept the..." dan Klik Next.

42

Pilih dan Klik yang Custom (advanced).

Pilih partisi yang akan dipakai untuk menginstal Windows 7, contoh di bawah Harddisk belum di bagi kedalam beberapa partisi, jika ingin membagi kedalam beberapa partisi sebelum proses instalasi pilih Drive Options (advanced) disitu kita bisa membuat, menghapus dan meresize partisi. Bagi saja Partisi untuk C dan D. Tapi kalau kamu tidak mengerti Klik Next saja karena pembagian partisi bisa dilakukan setelah proses instalasi selesai.

43

Proses Istalasi akan berjalan. Untuk mengisi waktu persiapkan saja Kopi + Rokok, heheheee,,,,,

Setelah proses Install di atas selesai Komputer akan otomatis Restart sendiri. kumudian muncul seperti dibawah.

Ketikkan Nama User dan Nama Komputer anda, lalu Klik Next.

44

Kalau perlu isi Password untuk keamanan Komputer anda. Jika tidak Klik saja Next.

Masukkan Serial Number Windows 7 (Product key) yang sudah di catat di awal tadi. Hapus Centang pada Automatically activate..... setelah selesai Klik Next.

Selanjutnya Settingan apakah windows 7 update Otomatis atau tidak. Kalau saya sih memilih Use recommended Settings karena nanti bisa juga Mematikan Update Windows 7 setelah Install nya selesai.

45

Kemudian masuk ke Settingan Time Zone, Pilih yang ada tulisan di Jakarta (Khsus Indonesia), lalu Klik Next.

Maka proses Instalasi telah selesai, sekarang tinggal Meginstall Driver komputer dan Program-program lainnya.

2.6 Proses Prosesor mengeksekusi program-program komputer. Prosesor adalah sebuah chip dalam sistem komputer yang menjalankan instruksi-instruksi program komputer. Dalam setiap detiknya prosesor dapat menjalankan jutaan instruksi.

46

Program adalah sederetan instruksi yang diberikan kepada suatu komputer. Sedangkan proses adalah suatu bagian dari program yang berada pada status tertentu dalam rangkaian eksekusinya. Di dalam bahasan Sistem Operasi, kita lebih sering membahas proses dibandingkan dengan program. Pada Sistem Operasi modern, pada saat tertentu tidak seluruh program dimuat dalam memori, tetapi hanya satu bagian saja dari program tersebut. Sedangkan bagian lain dari program tersebut tetap beristirahat di media penyimpan disk. Hanya pada saat dibutuhkan saja, bagian dari program tersebut dimuat di memori dan dieksekusi oleh prosesor. Hal ini sangat menghemat pemakaian memori. Beberapa sistem hanya menjalankan satu proses tunggal dalam satu waktu, sedangkan yang lainnya menjalankan multi-proses dalam satu waktu. Padahal sebagian besar sistem komputer hanya memiliki satu prosesor, dan sebuah prosesor hanya dapat menjalankan satu instruksi dalam satu waktu. Maka bagaimana sebuah sistem prosesor tunggal dapat menjalankan multiproses? Sesungguhnya pada granularity yang sangat kecil, prosesor hanya menjalankan satu proses dalam satu waktu, kemudian secara cepat ia berpindah menjalankan proses lainnya, dan seterusnya. Sehingga bagi penglihatan dan perasaan pengguna manusia, seakan-akan prosesor menjalankan beberapa proses secara bersamaan. Setiap proses dalam sebuah sistem operasi mendapatkan sebuah PCB (Process Control Block) yang memuat informasi tentang proses tersebut, yaitu: sebuah tanda pengenal proses (Process ID) yang unik dan menjadi nomor identitas, status proses, prioritas eksekusi proses dan informasi lokasi proses dalam memori. Prioritas proses merupakan suatu nilai atau besaran yang menunjukkan seberapa sering proses harus dijalankan oleh prosesor. Proses yang memiliki prioritas lebih tinggi, akan dijalankan lebih sering atau dieksekusi lebih dulu dibandingkan dengan proses yang berprioritas lebih rendah. Suatu sistem operasi dapat saja menentukan semua proses dengan prioritas yang sama, sehingga setiap proses memiliki kesempatan yang sama. Suatu sistem operasi dapat juga mengubah nilai prioritas proses tertentu, agar

47

proses tersebut akan dapat memiliki kesempatan lebih besar pada eksekusi berikutnya (misalnya: pada proses yang sudah sangat terlalu lama menunggu eksekusi, sistem operasi menaikkan nilai prioritasnya). 2.7 Status Proses Jenis status yang mungkin dapat disematkan pada suatu proses pada setiap sistem operasi dapat berbeda-beda. Tetapi paling tidak ada 3 macam status yang umum, yaitu: 1. Ready, yaitu status dimana proses siap untuk dieksekusi pada giliran berikutnya 2. Running, yaitu status dimana saat ini proses sedang dieksekusi oleh prosesor 3. Blocked, yaitu status dimana proses tidak dapat dijalankan pada saat prosesor siap/bebas 2.8 Sejarah Open Source OS
Linux merupakan sebuah sistem operasi free software dan open source. Free software yang dimaksudkan adalah freedom software bukannya software free dalam arti gratis meskipun hampir semua free software-nya gratis. Konsep free software pada mulanya muncul dari seorang hacker bernama Richard Stallman. Pada tahun 1985 Stallman mendirikan Free Software Foundation untuk mendukung proyek GNU (GNU’s Not Unix). Proyek ini bertujuan untuk menciptakan sebuah sistem operasi andal yang sepenuhnya gratis. Menurut Stallman, sebuah free software harus memperbolehkan pengguna untuk menggunakan software tersebut untuk tujuan apapun, memodifikasi program untuk kepentingannya, mendistribusikan kembali software sehingga komunitas bisa memperoleh manfaat dari software tersebut. Untuk mengatur lisensi tentang free software, Stallman melalui Free Software Foundation menciptakan GPL (General Public License). Setelah bekerja bertahun-tahun, kernel dari sistem operasi GNU ini belum juga jadi. Pada tahun 1992, Linus Trovalds dari Finlandia dengan bantuan programmer seluruh dunia mengembangkan kernel yang disebut Linux. Kernel Linux ini

48

dikembangkan berdasarkan MINIX, sebuah clone kecil dari UNIX untuk tujuan pendidikan. Akhirnya kernel ini yang digunakan oleh GNU untuk sistem operasi mereka sehingga sistem operasi ini lahir dengan nama GNU/Linux. Pada tahun 1969, Ken Thompson dan Dennis Ritchie (juga adalah developer bahasa C), para peneliti di AT&T Bell Laboratorium Amerika, membuat sistem operasi UNIX, cikal bakal dari Linux. UNIX mendapatkan perhatian besar karena merupakan sistem operasi pertama yang dibuat bukan oleh hardware maker. Selain itu juga karena seluruh source code-nya dibuat dengan bahasa C, sehingga mempermudah pemindahannya ke berbagai platform. Dalam waktu singkat UNIX berkembang secara pesat dan terpecah dalam dua aliran: UNIX yang dikembangkan oleh Universitas Berkeley dan yang dikembangkan oleh AT&T. Setelah itu mulai banyak perusahaan yang melibatkan diri, dan terjadilah persaingan yang melibatkan banyak perusahaan untuk memegang kontrol dalam bidang sistem operasi. Persaingan ini menyebabkan perlu adanya standarisasi. Dari sini lahirlah proyek POSIX yang dimotori oleh IEEE (The Institute of Electrical and Electronics Engineers) yang bertujuan untuk menetapkan spesifikasi standar UNIX. Akan tetapi, standarisasi ini tidak meredakan persaingan. Sejak saat itu, muncul berbagai macam jenis UNIX. Salah satu diantaranya adalah MINIX yang dibuat oleh A. S. Tanenbaum untuk tujuan pendidikan. Source code MINIX inilah yang oleh Linus Torvalds, seorang mahasiswa Universitas Helsinki pada waktu itu, kemudian dijadikan sebagai referensi untuk membuat sistem operasi baru yang gratis dan yang source codenya bisa diakses oleh umum. Sistem operasi ini kemudian diberi nama Linux. Dalam membangun Linux, Linus menggunakan tool-tool dari Free Foundation Software yang berlisensi GNU. Kemudian untuk menjadikan Linux sebuah sistem operasi yang utuh, dia memasukkan program-program yang juga berlisensi GNU. Awalnya Linus membuat Linux sendiri sebagai hobi, karena ia ingin menjalankan sistem operasi semacam UNIX dalam komputer 386-nya. Dari hasil kerjanya lahirlah Linux versi 0.01, yang sebenarnya masih belum bisa disebut sebuah sistem operasi. Setelah mengalami perbaikan, jadilah Linux versi 0.02, yang notabene adalah Linux resmi versi pertama yang diumumkan pada publik. Linus mengumumkan source code Linux pada tanggal 5 Oktober 1991. Saat itu Linux sudah dapat menjalankan shell bash, gcc compiler, GNU make, GNU sed, compress dll. Proyek

49

Linux ini mendapatkan perhatian dari para programer di seluruh dunia yang kemudian turut berpartisipasi membangun Linux. Perkembangan Linux berlangsung dengan sangat pesat hingga saat ini. Versi terbaru dari kernel Linux dapat anda check pada Saat ini hanya pembangunan kernel Linux saja yang masih dikontrol oleh Linus sendiri. Sedangkan bagian lain dari sistem operasi Linux telah dikembangkan oleh banyak pihak. Oleh karenanya sekarang kita dapat melihat berbagai macam distro (distribusi, jenis) Linux yang jumlahnya ratusan jenis. Salah satu distro yang terkenal adalah RedHat. Selain itu ada juga distribusi Slackware dan Debian yang memiliki ciri khasnya masing-masing. Linux juga diadaptasi ke banyak bahasa seperti misalnya Linux Trustix Merdeka di Indonesia, Vine Linux di Jepang, RedFlag Linux di Cina, dan lain-lain. Linux adalah sistem operasi yang didefinisikan oleh banyak orang sebagai sistem yang menyerupai UNIX. Linux berbeda dengan UNIX yang lainnya. Namun, perbedaan itu terletak pada kekhususan yang dikembangkan oleh Linux. Saat ini Linux cenderung lebih banyak bergerak di bidang ke-userfriendly-an dan ke-easy-touse-an seperti yang biasa kita peroleh pada Windows. Linux bersifat open source. Source code dari aplikasi-aplikasi pembentuk sistem dan aplikasi-aplikasi lainnya diberikan secara bebas sehingga orang lain dapat melakukan modifikasi-modifikasi atau pengembangan-pengembangan yang sifatnya customize. Oleh karena itu, banyak individu dan organisasi yang mengembangkan Linux sesuai dengan keinginannya yang mengakibatkan muncul banyak distribusi Linux. Untuk membedakan sistem yang satu dengan sistem yang lain, kita harus melihat versi kernelnya dan tujan dari dibuatnya sistem itu. Sebuah sistem yang terinstall Linux bisa dikaakan berbeda jika versi kernelnya dan fungsi sistem itu berbeda. Yang satu menggunakan kernel versi 2.2.10 sebagai workstation sedangkan yang satu lagi menggunakan kernel 2.0.36 sebagai server web, mail, dan ftp. Dapat dikatakan bahwa seseorang mampu membuat beberapa komputer bersistem operasi dengan distribusi Linux yang berbeda dengan hasil sama. Artinya, terserah kita akan menggunakan distribusi apa saja. Karena kalau kita menginginkan komputer itu menjadi sesuatu yang khusus, aplikasi yang kita pasang pada sistem Linux kita tidak tergantung dengan distribusi. Namun, lebih tergantung pada versi kernel, jenis compiler, dan library yang digunakan.

50

Beberapa faktor yang membedakan antara distribusi adalah cara instalasi, tujuan pembuatan (fokus sebagai server/workstation, bisa di-install di partisi yang sama dengan Windows, bisa langsung diakses dari Windows), versi kernel yang digunakan, dan aplikasi-aplikasi yang sudah termasuk dalam paket (misalnya, Open Linux menyediakan StarOffice dan NetWare, Slackware hanya memberikan aplikasi-aplikasi standar, dan Mandrake biasanya aplikasi sebagai workstation lebih banyak dibandingkan RedHat). Dari sekian banyak pertimbangan dalam memilih Linux, sebaiknya dipilih distribusi yang di-release paling terakhir.

2.9 Linux Kernel
Kernel adalah inti dari sebuah sistem operasi. Kernel berjalan pertama kali pada saat komputer dihidupkan dan berhenti terakhir kali ketika komputer dimatikan. Kernel berfungsi untuk mengatur kerja sistem operasi secara keseluruhan, seperti manajemen proses dan alokasi memori. Pada dasarnya jika kita menyebut tentang sistem operasi kita mengacu pada kernel. Salah satu kelebihan Linux adalah kita bisa meng-update kernel. Kernel Linux dalam pengembangannya dibagi menjadi dua, yaitu: 1. Stable Version Kernel yang sudah masuk kategori ini adalah kernel yang sudah stabil, telah menjalani pengujian dansiap digunakan bagi user. Salah satu cirinya adalah bilangan genap. Misalnya 2.2.0 atau 2.4.0 atau 2.4.18. 2. Development Version Kernel yang masuk kategori ini adalah kernel yang masih dalam pengembangan. Walaupun memiliki fasilitas dan fitur-fitur terbaru, kestabilannya belum terjamin.Ciri-ciri kernel ini adalah bilangan ganjil. Misalnya 2.3.0 atau 2.5.0 atau 2.5.3. 2.10 Linux File System Pada Linux semua adalah file, termasuk directory dan device di komputer. Harddisk, soundcard, CD ROM, mouse, printer adalah file di Linux. Ada beberapa macam file di Linux, seperti regular file, directory, block special file, dan character special file.

51

Linux adalah sistem operasi yang bersifat case sensitive. Jadi, “Linux”, “linux”, “LINUX” adalah tiga kata yang berbeda. Kita bisa mempunyai tiga file dengan nama tersebut pada satu directory yang sama. 2.10.1Perintah pada Linux Perintah-perintah di Linux kita ketikkan di shell. Shell menyediakan interface dan akses ke lingkungan Linux. Shell menerima perintah dari user dan menginterpretasikannya ke sistem Linux. Perintah di Linux mempunyai format sebagai berikut:
<perintah> <option> <objek> misal ls –l /home

Pada perintah ini ls adalah perintah untuk melisting isi direktori. Kemudian option-nya yaitu –l untuk menampilkan dalam format long dan objek yang dikenai perintah yaitu /home. Berikut ini daftar perintah-perintah di Linux: • ls (untuk mendaftarkan isi sebuah direktori) • mkdir (untuk membuat direktori baru) • rmdir (untuk menghapus direktori) • rm (untuk menghapus file) • cd (untuk berpindah antar direktori) • touch (untuk membuat file kosong) • cp (untuk meng-copy sebuah file atau direktori) • mv (untuk memindahkan file) • find (untuk mencari sebuah file atau direktori) • vi (untuk mengedit file) • more (untuk melihat isi file dalam bentuk teks) • gred (untuk menyaring masukan dan menampilkan baris yang hanya mengandung pola yang ditentukan)

2.10.2 Sistem Administrator Untuk menjalankan fungsi-fungsi sistem administrator, kita harus login sebagai root, karena hanya root-lah yang mempunyai kekuasaan tertinggi dalam sistem Linux.

52

Bila ada pengguna lain yang ingin menggunakan komputer misalkan saja dalam jaringan, maka digunakan perintah adduser <nama_login>. Tiap-tiap file atau direktori memiliki permission, yang terlihat apabila kita menggunakan ls –l, contoh: drwxr-xr-x 3 root root 4096 Oct 2 04:35 dataku

drwxr-xr-x adalah kode permission file. Karakter pertama d menunjukkan bahwa objek tersebut adalah sebuah direktori. Kemungkinan lainnya adalah l yaitu link, dan */- yang berarti file. Tiga karakter selanjutnya adalah permission untuk pemilik file, r untuk baca, w untuk tulis, x untuk execute. Tiga karakter kedua adalah permission untuk grup dan tiga karakter terakhir adalah permission untuk pengguna yang lain. 2.10.3 Perbedaan Windows dan Linux

Sebagai SO server, Linux dirancang untuk tidak sering dimatikan dalam pengoperasiannya. Pencegahan memory leak di Linux mendapat porsi perhatian yang lebih besar dibanding pada Windows. Artinya, ketersediaan porsi memori yang bisa digunakan boleh berkurang pada Windows karena toh dalam waktu tidak lama sistem akan dijalankan mulai dari awal lagi. Windows berkembang dari dunia komputer mikro yang serba personal. Karena khusus untuk kebutuhan desktop, Windows sangat memfokuskan diri pada kesederhanaan penggunaan, pendekatan pada sisi end user. Linux berkembang dari dunia Unix dengan segala persoalan multi-tasking dan multi-usernya. Dengan kata lain, Linux dirancang dengan karakteristik server atau workstation high-end. Linux juga dikembangkan dengan kemampuan jaringan cukup tinggi dan sejak awal hidupnya sudah berusaha untuk berjalan pada berbagai arsitektur komputer, sehingga Linux tidak menjadikan kebutuhan desktop sebagai tujuan besar.
Jika dilihat dari sisi HAKI, SO Windows dan kebanyakan program-program aplikasinya, kepemilikan lisensi (rata-rata berharga $200 USD) merupakan sarat mutlak untuk penggunannya.

53

Sementara Linux dan program-program aplikasinya dilain pihak berlisensi gratis dan justru mendorong para penggunanya untuk menyebarluaskan perangkat lunak tersebut. Windows tidak menyediakan banyak program setelah diinstal. Kalaupun ada mungkin hanya Internet Explorer, Media Player, Notepad, dan beberapa program kecil lainnya.Sekalipun Linux juga sebagai SO, setelah diinstal, akan ditemui banyak program dari hampir semua kategori program seperti Office Suite, Multimedia (Sound, Video, Graphics), Internet (Browser, Email, Chat, Downloader, Messenger, Torrent, News), 3D, Games, Utility, dll. Windows unggul untuk aplikasi Office-nya. Diakui bahwa Microsoft Office termasuk tool yang sangat enak untuk bekerja di PC seperti menyiapkan presentasi, tulisan, laporan, agenda dll. Linux unggul dalam aplikasi Webserver, proxy server, firewall, mail server, Samba dll. Pada aplikasi server umumnya X-Windows tidak lagi digunakan di Linux, oleh karena itu Linux biasanya lebih hemat resources (memory & harddisk) di bandingkan Windows. Sementara komunitas Linux juga berusaha keras untuk mengejar ketinggalannya dalam aplikasi Office-nya dengan mengembangkan StarOffice yang dimotori oleh Sun Microsystems agar dapat digunakan secara cumacuma di atas Linux. Berbeda dengan program Windows yang sudah siap pakai, di Linux ada kalanya perlu menyunting file secara manual melalui command line. Tetapi dengan adanya PCLINUX Control Center, konfigurasi sistem bisa dilakukan dengan mudah. PCLINUX memiliki deteksi perangkat keras yang baik sehingga hampir semuanya berjalan secara otomatis. Dan hampir semua program di PCLINUX disertai dengan konfigurasi yang juga sudah siap pakai. Tidak seperti kemudahan yang ditemui di Windows, terkadang suatu hardware tidak bisa bekerja di Linux. Hal ini bisa terjadi karena pembuat hardware tidak menyediakan driver versi Linux. Untungnya, belakangan ini cukup banyak vendor yang sudah memberikan dukungan driver Linux. Dan pengenalan Linux akan hardware semakin lama semakin meningkat sehingga mulai jarang terdengar permasalahan hardware di Linux.

54

Apabila kita tekan tombol Crtl-Alt-Del pada saat sistem menjalankan Windows akan terlihat sejumlah proses yang sedang berjalan. Kalau dihitung dari 10 dan pengguna biasa bisa mengenali sebagian besar proses-proses ini. Bila kita kirim perintah ps ax pada sistem Linux akan terlihat keterangan bahwa ada lebih dari 20 proses sedang berjalan. Mereka yang tidak mendalami sistem operasi tidak akan bisa mengenali sebagian besar dari proses-proses tersebut.
Windows menggunakan FAT dan NTFS. Windows tidak membedakan penggunaan nama file dengan huruf besar dan huruf kecil (case insensitive). Windows mengenal juga istilah drive untuk device dan partisi. Windows memiliki MyComputer sebagai root, yang didalamnya terdapat berbagai drive dan device. Windows juga tidak bisa membaca file sistem Linux (tanpa memanfaatkan program terpisah). Di sistem file, ekstensi nama file di Windows memiliki peranan penting. Sementara Linux menggunakan ext2, ext3, reiserfs, xfs, jfs dan lain sebagainya. Linux dapat membaca dan menulis ke FAT32, dan dapat membaca dan menulis NTFS (eksperimental dan memanfaatkan proyek terpisah). Linux membedakan penggunaan huruf besar dan kecil dalam berbagai aspek penggunaan sistem operasi. Di Linux, istilah drive tidak digunakan. Yang digunakan adalah direktori biasa. Apabila dibandingkan dengan Windows, Linux mengenal direktori root (disimbolkan dengan /), yang didalamnya terdapat berbagai direktori dan device. Di Linux, ekstensi nama file tidak memiliki peranan penting.

Sebagai SO personal workstation, Windows akan sering dimatikan apabila ditinggalkan pemiliknya untuk menghemat listrik karena tidak akan ada orang lain yang akan menggunakan komputer itu. Sistem Linux dirancang untuk bisa digunakan bersama-sama oleh banyak orang. Karena itu perlindungan berkas dan proses-proses milik seseorang terhadap orang lain menjadi porsi besar dari perhatian perancangnya. Pada sistem Linux (dan Windows NT/2000/XP) identifikasi user sangat menentukan hak akses pengguna. Karena itu akan banyak ditemui pengguna Linux yang bekerja dengan user root (nama super user di dunia Unix).

55

Karena sistem Windows biasanya digunakan orang tertentu saja, maka sistem proteksi berkas-berkas di komputer tidak menjadi perhatian utama dalam perancangan Windows. Kapanpun pengguna Windows bisa menghapus, mengganti nama, memindah lokasi direktori file apapun yang ada di sistem. Login bukanlah keharusan bagi pengguna Windows 9x. Dengan cancel login prompt, bisa didapatkan hak akses segalanya.
Meskipun sama-sama sebagai sistem operasi (SO) komputer, Linux dan Windows memiliki perbedaan dalam banyak hal. Karena merupakan dua dunia yang berbeda, maka hampir semuanya bisa berbeda. Software yang didesain khusus untuk Windows tidak akan berjalan pada Linux, demikian juga sebaliknya. Dibandingkan dengan Windows 95/98/ME, Linux jauh lebih stabil. Namun jika mengikuti petunjuk sistemnya dengan baik, Windows XP juga cukup stabil.Unix dan Linux mempunyai sifat multi-user. Linux menjalankan aplikasi secara berbeda dengan Windows. Ketika suatu aplikasi terkunci, Anda dapat mematikannya dengan mudah. Cukup menekan kombinasi tombol Ctrl + Esc, dan dapat memilih aplikasi (atau proses) mana yang bermasalah. Dan jika sistem grafis yang terkunci, bisa berpindah ke command-prompt (dengan menekan Ctrl+Alt+F1) dan membunuh proses software secara manual. Juga tersedia pilihan untuk merestart desktop saja dengan menekan Ctrl+Alt+Backspace. Ini berarti tidak harus melakukan reboot sekalipun sistem Linux sedang mengalami masalah. Windows hanya mengenal satu distribusi yaitu Microsoft. Sementara, Linux mengenal banyak distribusi yang merupakan kumpulan kernel Linux, pustaka pustaka sistem, dan software - software yang dibungkus dengan prosedur tertentu. Yang membedakan antar distribusi bisa saja pada semua bagian tersebut (kernel yang berbeda versi dan pengaturan, software dan pustaka yang berbeda), termasuk prosedur pemaketannya.

Di satu pihak, Windows dalam perkembangannya menyatu dengan garis produksi server NT menjadi Windows 2000 dan kemudian Windows XP. Di lain pihak, masyarakat opensource terus mengembangan user interface grafis untuk meningkatkan kenyamanan Linux untuk penggunaan sebagai workstation pribadi. Sejak kemunculan Windows 2000 dan perkembangan user interface

56

grafis di Linux, mulai bisa dilihat kesetaraan Windows dan Linux yakni sistem operasi untuk server dan juga untuk workstation.
Migrasi pengguna dari Windows ke Linux dan sebaliknya tidak dapat terjadi secara spontan karena faktor kebiasaan yang sulit ditinggalkan. Selama penggunaan Windows dan program-program aplikasinya tidak terhalang oleh keharusan membayar lisensi, pengguna Windows tidak akan banyak beralih ke Linux. Kesuksesan Linux di Indonesia meraih perhatian dari pengguna komputer bergantung pada hak yang berwajib dalam mengkampanyekan penghormatan pada hak atas kekayaan intelektual.
Tabel 2.1 Perbandingan Software untuk Windows dan Linux
Software Untuk Windows Untuk Linux Tampilan & Penggunaan Pengetikan (Administrasi) OpenOffice 2.0 MP3 Player Web Browser WinAmp Internet Explorer, Firefox, XMMS Firefox, Opera Mozilla, Opera Email Client Outlook Thunderbird Instant Messenger VOIP Downloader PDF Reader Rekam CD Gambar Teks Desain Grafis Skype Getright, DAP Acrobat Reader Nero ACDSee, IrfanView Notepad Adobe Photoshop, Skype D4X Acrobat Reader Nerolinux EOG Gedit The GIMP, Sama Mirip Sama Mirip Mirip Mirip Mirip Yahoo Messenger Yahoo Messenger Sama Express, Thunderbird Sama Mozilla, Sama Sama Microsoft Office, OpenOffice 2.0 Sama

CorelDraw

Linux Draw

Tabel 2.2 Perbedaan Windows dan Linux no 1 Perbedaan

Windows

Linux

Awal Perkembangannya.

Berkembang dari Berkembang dari dunia UNIX dengan dunia Mikro yang segala personal multitasking dan serba personal. multiusernya. Linux dirancang

57

dengan

karakteristik

server

atau

workstation high end.
2

Hak Kekayaan Intelektual

Atas Lisensi mutlak menggunakannya.

Berlisensi

gratis

dan

mendorong

merupakan syarat penggunanya untuk menyebarluaskan perangkat lunak tersebut.

3

Kelengkapan Program

Tidak menyediakan banyak setelah seperti Explorer, Player, Notepad,dll. diinstal., Internet Media

Akan banyak ditemui setelah diinstal, seperti : Office Suite,Multimedia, program Internet,3D,Games, Utility.

4

Konfigurasi sistem

Sudah siap pakai

Perlu menyunting file secara manual melalui command prompt.

5

Dukungan Perangkat keras

Banyak yang

vendor Kesulitan ditemukan untuk masalah hardware,sebagian hardware tidak dapat bekerja untuk sistem operasi

menyediakan pendukung sistem operasi windows.
6

hardware sebagai Linux

Manajemen Proses

Sejumlah akan berjalan kita

proses Bila kita mengirim pesan ps ax akan terlihat terlihat puluhan proses berjalan. ketika menekan

Ctrl+Alt+Del.
7

Sistem File

Menggunakan FAT NTFS.Tidak membedakan

Menggunakan dan ext2,ext3,reiserfs,xfs,ifs.Membedakan penggunaan huruf besar dan kecil.

58

penggunaan huruf besar atau kecil.
8

Waktu Pengoperasian

Akan dimatikan pengguna

sering Dirancang untuk digunakan bersamaoleh sama. untuk

menghemat listrik.
9

Proteksi Sistem

Proteksi berkas terlalu

berkas- Sistem operasi windows tidak akan tidak berjalan di sini.

diperhatikan dalam perancangan windows.
10

Menangani Crash

Stabil.Apabila dimatikan dengan mudah menekan Ctrl+Esc. dengan

Merestart

komputer

dengan

cara

terjadi crash dapat menekan Ctrl+Alt+Backspace.

11

Sistem Distribusi

Hanya

mengenal Mengenal banyak distribusi yang

satu distibusi,yaitu merupakan kumpulan Kernel Linux. Microsoft.

BAB III

ARSITEKTUR & ORGANISASI KOMPUTER

3.1 Arsitektur & Organisasi Komputer

59

Arsitekture komputer berkaitan dengan atribute-atribute yang nampak bagi programmer

Set Instruksi, jumlah bit yang digunakan untuk penyajian data, mekanisme I/O, teknik pengalamantan (addressing techniques). Contoh: apakah tersedia instruksi untuk perkalian?

Organisasi komputer berkaitan dengan unit-unit operasional dan interkoneksinya yang merealisasikan spesifikasi arsitektural

Control signals, interfaces, memory technology. Contoh: Apakah instruksi perkalian diimplementasikan secara hardware, berulang?
Arsitektur bertahan lama, organisasi menyesuaikan perkembangan teknologi

ataukah

dikerjakan

dengan

penambahan

secara

• Semua Intel famili x86 memiliki arsitektur dasar yang sama • Famili IBM System/370 memiliki arsitektur dasar yang sama • Memberikan compatibilitas instruksi level mesin
R

At least backwards

• Organisasi antar versi memiliki perbedaan

3.2. Struktur & Fungsi Strukture adalah bagaimana masing-masing komponen saling berhubungan satu sama lain Fungsi merupakan operasi dari masing-masing komponen sebagai bagian dari struktur

3.2.1 FUNGSI Semua komputer memiliki 4 fungsi:

Pemindahan data - Data movement
60

Penyimpanan data - Data storage Pengolahan data - Data processing Kendali – Control

Gambar 3.1. Komputer dilihat dari sudut pandang Fungsi.

a. Fungsi – Pemindahan data Contoh: dari keyboard ke layar monitor

Gambar 3.2. Fungsi – Pemindahan data

b. Fungsi – Penyimpanan data Contoh: download dari internet

61

Gambar 3.3. Fungsi – Penyimpanan data

c. Fungsi – Pengolahan data Contoh: updating bank statement

Gambar 3.4. Fungsi – Pengolahan data

d. Fungsi – Pengolahan data Contoh: pencetakan bank statement

Gambar 3.5. Fungsi – Pengolahan data

62

3.2.2. STRUKTUR

Gambar 3.6. Strukture Komputer - Top Level

Gambar 3.7. Strukture CPU

63

Gambar 3.8. Strukture - Control Unit

3.3 Evolusi dan Kinerja Komputer 3.3.1. ENIAC Electronic Numerical Integrator And Computer Eckert and Mauchly University of Pennsylvania Tabel Lintasan peluru Mulai dibuat 1943 Selesai 1946 Terlambat untuk digunakan dlm PD-II Dipakai sampai 1955 3.3.2. ENIAC - details Menggunakan sistem Decimal (bukan binary) Memiliki 20 accumulator untuk 10 digits Diprogram secara manual melalui sakelar Berisi 18,000 vacuum tubes Berat 30 tons Luas 15,000 square feet Daya 140 kW Kecepatan: 5,000 penambahan per detik 64

3.3.3. Von Neumann/Turing Konsep: Stored Program Computer Main memory: menyimpan program dan data ALU: mengerjakan operasi data biner Control unit: interpretasi instruksi dari memory dan meng-eksekusi Peratan Input/output dikendailkan oleh control unit Princeton Institute for Advanced Studies

IAS

Gambar 3.9. Structure Mesin von Nuemann

3.3.4. IAS - details Kapasitas memori: 1000 x 40 bit words

Menggunakan sistem bilangan Biner Panjang instruksi 20 bit ( 1 word = 2 instruksi )
Register-register dalam CPU

MBR (Memory Buffer Register) MAR (Memory Address Register) IR (Instruction Register) IBR (Instruction Buffer Register) PC (Program Counter) AC (Accumulator) MQ (Multiplier Quotient)
65

Gambar 3.10. Structure detail IAS

3.3.5. Komputer Komersial 1947 - Eckert-Mauchly Computer Corporation

• UNIVAC I (Universal Automatic Computer) • Untuk kalkulasi sensus 1950 oleh US Bureau of Census
Menjadi divisi dari Sperry-Rand Corporation UNIVAC II dipasarkan akhir th. 1950-an

• Lebih cepat • Kapasitas memori lebih besar
3.3.6. IBM Pabrik peralatan Punched-card 1953 – IBM-701

• Komputer pertama IBM (stored program computer) • Untuk keperluan aplikasi Scientific
1955 – IBM- 702

• Untuk applikasi bisnis
Merupakan awal dari seri 700/7000 yang membuat IBM menjadi pabrik komputer yang dominan

66

3.3.7. Transistor Menggantikan vacuum tubes Lebih kecil Lebih murah Disipasi panas sedikit Merupakan komponen Solid State Dibuat dari Silicon (Sand) Ditemukan pada th 1947 di laboratorium Bell Oleh William Shockley dkk. 3.3.8. Komputer berbasisTransistor Mesin generasi II NCR & RCA menghasilkan small transistor machines IBM 7000 DEC - 1957

• Membuat PDP-1
3.3.9. Microelectronics Secara harafiah berarti “electronika kecil” Sebuah computer dibuat dari gerbang logika (gate), sel memori dan interkoneksi Sejumlah gate dikemas dalam satu keping semikonduktor silicon wafer 3.3.10. Generasi Komputer 1946-1957 : Vacuum tube 1958-1964 : Transistor 1965-1971 : SSI - Small scale integration

Up to 100 devices on a chip
1971 : MSI - Medium scale integration (

100-3,000 devices on a chip
1971-1977 : LSI - Large scale integration

3,000 - 100,000 devices on a chip

67

1978-

: VLSI - Very large scale integration

100,000 - 100,000,000 devices on a chip
Ultra large scale integration

Over 100,000,000 devices on a chip
3.3.11. Moore’s Law Gordon Moore - cofounder of Intel Meningkatkan kerapatan komponen dalam chip Jumlah transistors/chip meningkat 2 x lipat per tahun Sejak 1970 pengembangan agak lambat

Jumlah transistors 2 x lipat setiap 18 bulan
Harga suatu chip tetap / hampir tidak berubah Kerapatan tinggi berarti jalur pendek, menghasilkan kinerja yang meningkat Ukuran semakin kecil, flexibilitas meningkat Daya listrik lebih hemat, panas menurun Sambungan sedikit berarti semakin handal / reliable

Gambar 3.11. Jumlah Transistor dalam CPU

68

3.3.12. IBM seri 360 1964 Pengganti seri 7000 (tidak kompatibel) Rancangan awal suatu “keluarga” komputer

• • • • • •

Memiliki set instruksi yang sama atau identik Menggunakan O/S yang sama atau identik Kecepatan meningkat Jumlah I/O ports bertambah (i.e. terminal tambah banyak) Kapasitas memori bertambah Harga meningkat

3.3.13. DEC PDP-8 1964 Minicomputer pertama Tidak mengharuskan ruangan ber-AC Ukurannya kecil Harga $16,000

$100k+ untuk IBM 360
Embedded applications & OEM Menggunakan BUS STRUCTURE

Gambar 3.12. Struktur Bus pada DEC - PDP-8

3.3.14. Memori Semiconductor 1970 Fairchild Ukuran kecil ( sebesar 1 sel core memory)

69

Dapat menyimpan 256 bits Non-destructive read Lebih cepat dari core memory Kapasitas meningkat 2 x lipat setiap tahun 3.3.15. Intel 1971 - 4004

• Microprocessor pertama, CPU dalam 1 chip, 4 bit
1972 - 8008

• 8 bit, Digunakan untuk aplikasi khusus
1974 - 8080

• Microprocessor general purpose yang pertama dari Intel
1978 - 8086, 80286 1985 - 80386 1989 - 80486 3.3.16. Meningkatkan kecepatan Pipelining On board cache On board L1 & L2 cache Branch prediction Data flow analysis Speculative execution 3.3.17. Performance Mismatch Kecepatan Processor meningkat Kapasitas memory meningkat Kecepatan memory tertinggal dari prosesor

70

Gambar 3.13. DRAM and Processor Characteristics

Gambar 3.14. Trends in DRAM use

3.3.18. Solusi Meningkatkan jumlah bit per akses Mengubah interface DRAM

• Cache

71

Mengurangi frekuensicy akses memory

• Cache yg lebih kompleks dan cache on chip
Meningkatkan bandwidth interkoneksi

• Bus kecepatan tinggi - High speed buses • Hierarchy of buses
3.3.19. Pentium CISC Menggunakan teknik-teknik superscalar Eksekusi instruksi secara parallel P6 : menggunakan:

• Brach prediction • Data flow analisys • Specultive execution
P7 : menggunakan teknologi berbasis RISC 3.3.20. PowerPC Sistem RISC superscalar Hasil kerjasama IBM – Motorolla - Apple Diturunkan dari arsitektur POWER (IBM RS/6000) Keluarga PowerPC:

• 601: 32-bit • 603: low-end desktop dan komputer portabel • 604: desktop dan low-end user • 620: 64-bit penuh, high-end user

72

3.4 Bus Sistem 3.4.1. Konsep Program Pemrograman (hardware) merupakan proses penghu-bungan operasi aritmatik dan logik pada data tertentu Hardwired program tidak flexibel General purpose hardware dapat mengerjakan berbagai macam tugas tergantung sinyal kendali yang diberikan Daripada melakukan re-wiring, Lebih baik menambah-kan sinyal-sinyal kendali yang baru 3.4.2. Program Adalah suatu deretan langkah-langkah Pada setiap langkah, dikerjakan suatu operasi arithmetic atau logical Pada setiap operasi, diperlukan sejumlah sinyal kendali tertentu 3.4.3. Fungsi Control Unit Untuk setiap operasi disediakan kode yang unik berbagai komponen logik pada konfigurasi yang diinginkan untuk membentuk

• Contoh: ADD, MOVE
Bagian hardware tertentu menerima kode tersebut kemudian menghasilkan sinyal-sinyal kendali Jadilah komputer! 3.4.4. Komponen yang diperlukan Control Unit (CU) dan Arithmetic and Logic Unit (ALU) membentuk Central Processing Unit (CPU) Data dan instruksi harus diberikan ke sistem dan dikeluarkan dari sistem

• Input/output
Diperlukan tempat untuk menyimpan sementara kode instruksi dan hasil operasi.

73

• Main memory

Gambar 3.15. Komponen Komputer: Top Level View

3.4.5. Siklus Instruksi Two steps:

• Fetch • Execute

Gambar 3.16. Siklus Instruksi

74

3.4.6. Fetch Cycle

• Program Counter (PC) berisi address instruksi berikutnya yang akan diambil • Processor mengambil instruksi dari memory pada lokasi yang ditunjuk oleh PC • Naikkan PC Kecuali ada perintah tertentu • Instruksi dimasukkan ke Instruction Register (IR) • Processor meng-interpret dan melakukan tindakan yang diperluka

3.4.7. Execute Cycle • Processor-memory

Transfer data antara CPU dengan main memory
• Processor I/O

Transfer data antara CPU dengan I/O module
• Data processing

Operasi arithmetic dan logical pada data tertentu
• Control

Mengubah urutan operasi Contoh: jump
• Kombinasi diatas

75

Gambar 3.17. Contoh Eksekusi Program

Gambar 3.18. Diagram Keadaan Siklus Instruksi

76

3.4.8. Interrupt • Suatu mekanisme yang disediakan bagi modul-modul lain (mis. I/O) untuk dapat meng-interupsi operasi normal CPU • Program

Misal: overflow, division by zero
• Timer

Dihasilkan oleh internal processor timer Digunakan dalam pre-emptive multi-tasking
• I/O

dari I/O controller
• Hardware failure

Misal: memory parity error

Gambar 3.19. Program Flow Control

77

3.4.9. Siklus Interupsi • • Ditambahkan ke instruction cycle Processor memeriksa adanya interrupt

Diberitahukan lewat interrupt signal
• • Jika tidak ada interrupt, fetch next instruction Jika ada interrupt:

Tunda eksekusi dari program saat itu Simpan context Set PC ke awal address dari routine interrupt handler Proses interrupt Kembalikan context dan lanjutkan program yang terhenti.

Gambar 3.20. Diagram keadaan Siklus Instruksi dengan Interrupt

78

3.4.10. Multiple Interrupts Disable interrupts

• Processor akan mengabaikan interrupt berikutnya • Interrupts tetap akan diperiksa setelah interrupt ynag pertama selesai dilayani • Interrupts ditangani dalam urutan sesuai datangnya
Define priorities

• Low priority interrupts dapat di interrupt oleh higher priority interrupts • Setelah higher priority interrupt selesai dilayani, akan kembali ke interrupt sebelumnya.

Gambar 3.21. Multiple Interrupts – Sequential

79

Gambar 3.22. Multiple Interrupts - Nested

3.4.11. Sambungan Semua unit harus tersambung Unit yang beda memiliki sambungan yang beda

• Memory • Input/Output • CPU

3.4.12. Sambungan Memori Menerima dan mengirim data Menerima addresses Menerima sinyal kendali

• Read • Write • Timing

80

3.4.13. Sambungan Input/Output Serupa dengan sambungan memori Output

• Menerima data dari computer • Mengirimkan data ke peripheral
Input

• Menerima data dari peripheral • Mengirimkan data ke computer

3.4.14. Sambungan Input/Output Menerima sinyal kendali dari computer Mengirimkan sinyal kendali ke peripherals

• Contoh: spin disk
Menerima address dari computer

• Contoh: nomor port
Mengirimkan sinyal interrupt

3.4.15. CPU Connection Membaca instruksi dan data Menuliskan data (setelah diproses) Mengirimkan sinyal kendali ke unit-unit lain Menerima (& menanggapi) interrupt

3.4.16. Bus Ada beberapa kemungkinan interkoneksi sistem Yang biasa dipakai: Single Bus dan multiple BUS PC: Control/Address/Data bus DEC-PDP: Unibus

a. Pengertian Bus Jalur komunikasi yang menghubungkan beberapa device 81

Biasanya menggunakan cara broadcast Seringkali dikelompokkan

• Satu bus berisi sejumlah kanal (jalur) • Contoh bus data 32-bit berisi 32 jalur
Jalur sumber tegangan biasanya tidak diperlihatkan

b. Data Bus Membawa data

• Tidak dibedakan antara “data” dan “instruksi”
Lebar jalur menentukan performance

• 8, 16, 32, 64 bit

c. Address bus Menentukan asal atau tujuan dari data Misalkan CPU perlu membaca instruksi (data) dari memori pada lokasi tertentu Lebar jalur menentukan kapasitas memori maksimum dari sistem

• Contoh 8080 memiliki

16 bit address bus maka ruang

memori maksimum adalah 64k

d. Control Bus Informasi kendali dan timing

• Sinyal read/write memory (MRD/MWR) • Interrupt request (IRQ) • Clock signals (CK)

82

Gambar 3.23. Skema Interkoneksi Bus

e. Bentuk Fisik Bagaimana bentuk fisik bus?

• Jalur-jalur parallel PCB • Ribbon cables • Strip connectors pada mother boards
R

contoh PCI

• Kumpulan kabel

3.4.17. Problem pada Single Bus Banyak devices pada bus tunggal menyebabkan:

• Propagation delays
R

Jalur data yg panjang berarti memerlukan koordinasi pemkaian shg berpengaruh pada performance

R

If aggregate data transfer approaches bus capacity Kebanyakan sistem menggunakan multiple bus

83

Gambar 3.24. Bus Traditional (ISA) (menggunakan cache)

Gambar 3.25. High Performance Bus

84

3.4.18. Jenis Bus Dedicated

• Jalur data & address terpisah
Multiplexed

• Jalur bersama • Address dan data pada saat yg beda • Keuntungan – jalur sedikit • Kerugian
R R

Kendali lebih komplek Mempengaruhi performance

3.4.19. Arbitrasi Bus Beberapa modul mengendalikan bus contoh CPU dan DMA controller Setiap saat hanya satu modul yg mengendalikan Arbitrasi bisa secara centralised atau distributed

3.4.20. Arbitrasi Centralised Ada satu hardware device yg mengendalikan akses bus

• Bus Controller • Arbitrer
Bisa berupa bagian dari CPU atau terpisah

3.4.21. Arbitrasi Distributed Setiap module dapat meng-klaim bus Setiap modules memiliki Control logic

3.4.22. Timing Koordinasi event pada bus Synchronous

85

• Event ditentukan oleh sinyal clock • Control Bus termasuk jalur clock • Siklus bus ( bus cycle) transmisi 1 ke 0 • Semua devices dpt membaca jakur clock • Biasanya sinkronisasi terjadi pada tepi naik (leading edge) • Suatu event biasanya dimualai pada awal siklus

Gambar 3.26. Synchronous Timing Diagram

Gambar 3.27. Asynchronous Timing Diagram

3.4.23. Bus PCI Peripheral Component Interconnection

86

Dikeluarkan oleh Intel sebagai public domain 32 atau 64 bit 50 Jalur

3.4.24. Jalur pada Bus PCI (yg harus) Jalur System

clock and reset
Address & Data

32 jalur multiplex address/data Jalur validasi
Interface Control Arbitrasi

Not shared Direct connection to PCI bus arbiter
Error lines

3.4.25. Jalur Bus PCI (Optional) Interrupt lines

Not shared
Cache support 64-bit Bus Extension

Additional 32 lines Time multiplexed 2 lines to enable devices to agree to use 64-bit transfer
JTAG/Boundary Scan

For

testing

procedures

3.4.26. Command pada PCI Transaksi antara initiator (master) dg target

87

Master pegang kendali bus Master menentukan jenis transaksi

• Misal I/O read/write
Fase Address Fase Data

Gambar 3.28. PCI Read Timing Diagram

Gambar 3.29. PCI Bus Arbitration

BAB IV PENGENALAN JARINGAN KOMPUTER

88

4.1 Area Jaringan 4.2.1 LAN (Local Area Network) Sebuah LAN, adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah perkantoran di sebuah gedung, atau sebuah sekolah, dan biasanya tidak jauh dari sekitar 1 km persegi. Beberapa model konfigurasi LAN, satu komputer biasanya di jadikan sebuah file server. Yang mana digunakan untuk menyimpan perangkat lunak (software) yang mengatur aktifitas jaringan, ataupun sebagai perangkat lunak yang dapat digunakan oleh komputerkomputer yang terhubung ke dalam network. Komputer-komputer yang terhubung ke dalam jaringan (network) itu biasanya disebut dengan workstation. Biasanya kemampuan workstation lebih di bawah dari file server dan mempunyai aplikasi lain di dalam harddisknya selain aplikasi untuk jaringan. Kebanyakan LAN menggunakan media kabel untuk

menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lainnya.

4.2.2 MAN (Metropolitan Area Network) Sebuah MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar wilayah dalam satu propinsi. Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan-jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar, sebagai contoh yaitu : jaringan Bank dimana beberapa kantor cabang sebuah Bank di dalam sebuah kota besar dihubungkan antara satu dengan lainnya. Misalnya Bank BNI yang ada di seluruh wilayah Ujung Pandang atau Surabaya.

4.2.3 WAN (Wide Area Network) Wide Area Networks (WAN) adalah jaringan yang lingkupnya biasanya sudah menggunakan sarana Satelit ataupun kabel bawah laut

89

sebagai contoh keseluruhan jaringan BANK BNI yang ada di Indonesia ataupun yang ada di Negara-negara lain. Menggunakan sarana WAN, Sebuah Bank yang ada di Bandung bisa menghubungi kantor cabangnya yang ada di Hongkong, hanya dalam beberapa menit. Biasanya WAN agak rumit dan sangat kompleks, menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN ke dalam Komunikasi Global seperti Internet. Tapi bagaimanapun juga antara LAN, MAN dan WAN tidak banyak berbeda dalam beberapa hal, hanya lingkup areanya saja yang berbeda satu diantara yang lainnya.

4.3 Topologi Jaringan 4.3.1 Topologi Bus Pada topologi ini semua sentral dihubungkan secara langsung pada medium transmisi dengan konfigurasi yang disebut Bus. Transmisi sinyal dari suatu sentral tidak dialirkan secara bersamaan dalam dua arah. Hal ini berbeda sekali dengan yang terjadi pada topologi jaringan mesh atau bintang, yang pada kedua sistem tersebut dapat dilakukan komunikasi atau interkoneksi antar sentral secara bersamaan. topologi jaringan bus tidak umum digunakan untuk interkoneksi antar sentral, tetapi biasanya digunakan pada sistem jaringan komputer.

Gambar 4.1. Topologi Bus

4.3.2 Topologi Ring Untuk membentuk jaringan cincin, setiap sentral harus dihubungkan seri satu dengan yang lain dan hubungan ini akan 90

membentuk loop tertutup. Dalam sistem ini setiap sentral harus dirancang agar dapat berinteraksi dengan sentral yang berdekatan maupun berjauhan. Dengan demikian kemampuan melakukan switching ke berbagai arah sentral. Keuntungan dari topologi jaringan ini antara lain : tingkat kerumitan jaringan rendah (sederhana), juga bila ada gangguan atau kerusakan pada suatu sentral maka aliran trafik dapat dilewatkan pada arah lain dalam sistem.

Gambar 4.2 Topologi Ring

4.3.3 Topologi Star Dalam topologi jaringan bintang, salah satu sentral dibuat sebagai sentral pusat. Bila dibandingkan dengan sistem mesh, sistem ini mempunyai tingkat kerumitan jaringan yang lebih sederhana sehingga sistem menjadi lebih ekonomis, tetapi beban yang dipikul sentral pusat cukup berat. Dengan demikian kemungkinan tingkat kerusakan atau gangguan dari sentral ini lebih besar.

Gambar 4.3 Topologi Star

4.3.4 Topologi Mesh Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh

91

adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.

Gambar 4.4. Topologi Mesh

4.4

Peralatan Jaringan

4.4.1 NIC (Network Interface Card) Network Interface Card (kartu jaringan) adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai penghubung dari komputer ke sebuah jaringan komputer. Fungsi utama dari kartu jaringan adalah mengjinkan komputer untuk berkomunikasi dalam jaringan. Ia melakukan hal ini dengan mengirim/menerima dan mengotrol traffic dengan komputer atau peralatan lain yang ada pada jaringan. Saat mengirim, kartu jaringan mengkonvert data dari parallel ke serial, mengencode dan mengkompresinya, dan kemudian menempatkannya pada kawat dalam bentuk sinyal listrik atau optic. Proses ini terjadi sebaliknya pada saat menerima. Kartu jarigan mentranslate sinyal listrik yang diterimanya menjadi bit-bit yang bisa dibaca oleh komputer. Jenis NIC yang beredar, terbagi menjadi dua jenis, yakni NIC yang bersifat fisik, dan NIC yang bersifat logis. Contoh NIC yang bersifat fisik adalah NIC Ethernet, Token Ring, dan lainnya; sementara NIC yang bersifat logis adalah loopback adapter dan Dial-up Adapter. Disebut juga sebagai Network Adapter. Setiap jenis NIC diberi nomor alamat yang disebut sebagai MAC address, yang dapat bersifat statis atau dapat diubah oleh pengguna.

92

NIC fisik umumnya berupa kartu yang dapat ditancapkan ke dalam sebuah slot dalam motherboard komputer, yang dapat berupa kartu dengan bus ISA, bus PCI, bus EISA, bus MCA, atau bus PCI Express. Selain berupa kartu-kartu yang ditancapkan ke dalam motherboard, NIC fisik juga dapat berupa kartu eksternal yang berupa kartu dengan bus USB, PCMCIA, bus serial, bus paralel atau Express Card, sehingga meningkatkan mobilitas (bagi pengguna yang mobile). Kartu NIC Fisik terbagi menjadi dua jenis, yakni: • Kartu NIC dengan media jaringan yang spesifik (Media-specific NIC): yang membedakan kartu NIC menjadi beberapa jenis berdasarkan media jaringan yang digunakan. Contohnya adalah NIC Ethernet, yang dapat berupa Twisted-Pair (UTP atau STP), Thinnet, atau Thicknet, atau bahkan tanpa kabel (Wireless Ethernet). • Kartu NIC dengan arsitektur jaringan yang spesifik (architecturespecific NIC): yang membedakan kartu NIC menjadi beberapa jenis, sesuai dengan arsitektur jaringan yang digunakan. Contohnya adalah Ethernet, Token Ring, serta FDDI (Fiber Distributed Data Interface), yang kesemuanya itu menggunakan NIC yang berbeda-beda. Kartu NIC Ethernet dapat berupa Ethernet 10 Megabit/detik, 100 Megabit/detik, 1 Gigabit/detik atau 10 Gigabit/detik. Tugas NIC adalah untuk mengubah aliran data paralel dalam bus komputer menjadi bentuk data serial sehingga dapat ditransmisikan di atas media jaringan. Media yang umum digunakan, antara lain adalah kabel UTP Category 5 atau Enhanced Category 5 (Cat5e), kabel fiber-optic, atau radio (jika memang tanpa kabel). Komputer dapat berkomunikasi dengan NIC dengan menggunakan beberapa metode, yakni I/O yang dipetakan ke memori, Direct Memory Access (DMA), atau memory yang digunakan bersama-sama. Sebuah aliran data paralel akan dikirimkan kepada kartu NIC dan disimpan terlebih dahulu di dalam memori dalam kartu sebelum dipaketkan menjadi beberapa frame berbeda-beda, sebelum akhirnya dapat ditransmisikan

93

melalui media jaringan. Proses pembuatan frame ini, akan menambahkan header dan trailer terhadap data yang hendak dikirimkan, yang mengandung alamat, pensinyalan, atau informasi pengecekan kesalahan. Frame-frame tersebut akan kemudian diubah menjadi pulsa-pulsa elekronik (voltase, khusus untuk kabel tembaga), pulsa-pulsa cahaya yang dimodulasikan (khusus untuk kabel fiber-optic), atau gelombang mikro (jika menggunakan radio/jaringan tanpa kabel). NIC yang berada dalam pihak penerima akan memproses sinyal yang diperoleh dalam bentuk terbalik, dan mengubah sinyal-sinyal tersebut ke dalam aliran bit (untuk menjadi frame jaringan) dan mengubah bit-bit tersebut menjadi aliran data paralel dalam bus komputer penerima. Beberapa fungsi tersebut dapat dimiliki oleh NIC secara langsung, diinstalasikan di dalam firmware, atau dalam bentuk perangkat lunak yang diinstalasikan dalam sistem operasi. NIC logis merupakan jenis NIC yang tidak ada secara fisik dan menggunakan sepenuhnya perangkat lunak yang diinstalasikan di atas sistem operasi dan bekerja seolah-olah dirinya adalah sebuah NIC. Contoh dari perangkat NIC logis adalah loopback adapter (dalam sistem operasi Windows, harus diinstalasikan secara manual atau dalam sistem operasi keluarga UNIX, terinstalasi secara default, dengan nama interface lo) dan Dial-up adapter (yang menjadikan modem sebagai sebuah alat jaringan dalam sistem operasi Windows). Kartu NIC logis ini dibuat dengan menggunakan teknik emulasi.

4.4.2 Hub Sebuah Konsentrator/Hub adalah sebuah perangkat yang menyatukan kabel-kabel network dari tiap-tiap workstation, server atau perangkat lain. Dalam topologi Bintang, kabel twisted pair datang dari sebuah workstation masuk kedalam hub. Hub mempunyai banyak slot concentrator yang mana dapat dipasang menurut nomor port dari card yang dituju.

94

Gambar 4.5. Hub

4.4.3 Switch Switch Layer 2 Switch Layer 2 bekerja pada Ethernet MAC (Media Access Control) sublayer. Metode kerja switch adalah Cut through, yaitu menentukan route paket yang diterima langsung ke alamat port tujuan. Tentu saja hal ini akan meningkatkan throughput koneksi dan mengurangi latency pengiriman paket. Cara kerjanya adalah, ketika sebuah bagian paket diterima, langsung route dan pengiriman dilakukan ke alamat tujuan. Proses ini tidak dilakukan dengan cara mengumpulkan terlebih dahulu seluruh paket, baru kemudian dikirim. Jika koneksi tujuan sedang digunakan, switch akan menampung paket data yang diterima tsb pada buffer. Dan paket data akan dikirim dari buffer jika koneksi tujuan telah kosong. Potensi terjadinya network overhead dapat terjadi ketika network digunakan pada aplikasi yang bersifat mem-broadcast paket data, misalnya network games. Switching dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini, melalui pembatasan jalur spt telah diterangkan di atas (lihat juga posting sebelumnya). Adapula layer2 yang dapat diatur pembatasan distribusi paket broadcast ini. Salah satu contoh aplikasi switch layer 2 adalah pada sebuah server yang menangani berbagai workstation, biasanya menggunakan beberapa network interface card (NIC) yang diatur segmentasinya berdasarkan

95

aplikasi jaringannya, misalnya per departemen. Sebagai alternatif lain, cara seperti ini dapat dilakukan pula dengan lebih mudah dan efektif dengan menggunakan switching hub.

Switch Layer 3 Switch Layer 3 atau IP switching yang diperkenalkan tahun 1997 adalah teknologi Ethernet switching yang menggunakan informasi IP address untuk menyeleksi dan menentukan jejak data dalam network. Packet switching throughput dapat mencapai jutaan paket per detik (pps.) Secara hardware, router biasa mengandalkan kemampuan

mikroprosesor dari mesin yang digunakan. Sedangkan switch layer 3 menggunakan application-specific integrated circuit (ASIC) yang dapat menghasilkan thoroughput lebih tinggi. Untuk mencapai unjuk kerja maksimum, selain penggunaan Layer 3 switching juga diperlukan faktor lain yaitu route processing dan intelligent network.

4.4.4 Router Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI. Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam

96

beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring. Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan. Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni: • static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang diset secara manual oleh para administrator jaringan. • dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dab membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya. 4.4.5Media Transmisi

97

4.4.6 Kabel koaksial

Gambar 4.6 Kabel Koaksial

Kabel coaxial terdiri dari : • • • sebuah konduktor tembaga lapisan pembungkus dengan sebuah “kawat ground”. sebuah lapisan paling luar. Penggunaan Kabel Coaxial Kabel coaxial terkadang digunakan untuk topologi bus, tetapi beberapa produk LAN sudah tidak mendukung koneksi kabel coaxial.

Protokol Ethernet LAN yang dikembangkan menggunakan kabel coaxial: 10Base5 / Kabel “Thicknet” : • • • adalah sebuah kabel coaxial RG/U-8. merupakan kabel “original” Ethernet. tidak digunakan lagi untuk LAN modern. 10Base2 / Kabel “Thinnet”: • • • adalah sebuah kabel coaxial RG/U-58. mempunyai diameter yang lebih kecil dari “Thicknet”. menggantikan “Thicknet”.

4.4.7 Kabel UTP

98

Gambar 4.7. Kabel UTP

Kabel “Unshielded twisted pair” (UTP) digunakan untuk LAN dan sistem telepon. Kabel UTP terdiri dari empat pasang warna konduktor tembaga yang setiap pasangnya berpilin. Pembungkus kabel memproteksi dan menyediakan jalur bagi tiap pasang kawat. Kabel UTP terhubung ke perangkat melalui konektor modular 8 pin yang disebut konektor RJ-45. Semua protokol LAN dapat beroperasi melalui kabel UTP. Kebanyakan perangkat LAN dilengkapi dengan RJ-45.

Kategori

UTP

Terdapat 5 kategori (level) untuk kabel UTP. Kategori ini mendukung sinyal suara berkecepatan rendah (low-speed voice) dan sinyal LAN berkecepatan tinggi. Kategori 5 UTP direkomendasikan sebagai kategori minimum untuk instalasi LAN dan cocok untuk topologi star. Tabel berikut menunjukkan masing-masing kategori : Kategori Cat 1 Cat 2 Cat 3 Cat 4 Cat 5 Performansi (MHz) 1 4 10 20 100 Penggunaan Voice, Mainframe, Dumb Terminal 4 MB Token Ring 10MB Ethernet 16 MB Token Ring 100 Ethernet

4.4.8 Kabel STP

99

Gambar 4. 8. Kabel STP

“Shielded twisted pair” adalah jenis kabel telepon yang digunakan dalam beberapa bisnis instalasi. Terdapat pembungkus tambahan untuk tiap pasangan kabel (”twisted pair”).Kabel STP juga digunakan untuk jaringan Data, digunakan pada jaringan Token-Ring IBM. Pembungkusnya dapat memberikan proteksi yang lebih baik terhadap interferensi EMI.

Kelemahan

kabel

STP

Kabel STP mempunyai beberapa kelemahan : • • Attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi. Pada frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak dapat

mengkompensasi timbulnya “crosstalk” dan sinyal “noise”. • Harganya cukup mahal.

4.4.9 Fiber Optik

Gambar 4.9. Fiber optik

Kabel Fiber Optik adalah teknologi kabel terbaru. Terbuat dari glas optik. Di tengah-tengah kabel terdapat filamen glas, yang disebut “core”, dan di kelilingi lapisan “cladding”, “buffer coating”, material penguat, dan pelindung luar.Informasi ditransmisikan menggunakan gelombang cahaya dengan cara mengkonversi sinyal listrik menjadi gelombang cahaya. Transmitter yang banyak digunakan adalah LED atau Laser.

Kelebihan

menggunakan

kabel

Fiber

Optik

Kabel Fiber Optik mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya :

100

• • •

Kapasitas bandwidth yang besar (gigabit per detik). Jarak transmisi yang lebih jauh ( 2 sampai lebih dari 60 kilometer). Kebal terhadap interferensi elektromagnetik. Kabel Fiber Optik banyak digunakan pada jaringan WAN untuk

komunikasi suara dan data. Kendala utama penggunaan kabel fiber optik di LAN adalah perangkat elektroniknya yang masih mahal. Sedangkan harga kabel Fiber Optiknya sendiri sebanding dengan kabel LAN UTP. 4.5 Cisco packet Tracer Cisco Packet Tracer adalah program e-learning buatan Cisco yang akan mensimulasi jaringan komputer yang sebelumnya telah di design dan dikonfigurasi oleh pengguna. Simulasi workstation, server, router dan perangkat jaringan lainnya dibuat sangat mirip dengan aslinya. Sehingga kita bisa belajar jaringan komputer melalui simulasi program ini saja, tidak perlu biaya mahal untuk membeli komputer yang banyak untuk melakukan rekayasa yang kita inginkan. Tentu ini sangat menghemat biaya. Selain itu, dengan Cisco Packet Tracer, kita dapat mempelajari seluk beluk jaringan yang standar, tapi sangat mendalam. Bahkan isi PDU pada sebuah paket pada interval waktu tertentu bisa kita lihat dan pelajari, hal yang susah untuk dilakukan dengan menggunakan perangkat jaringan asli sekalipun.

4.5.1 Logical View 4.5.1.1. Membuat jaringan sederhana dengan HUB

101

1. Buat 2 komputer dan 1 HUB beserta kabelnya(copper straight). 2. klik PC0 kemudian pilih config>isi IP 192.168.1.1 dan Subnet Mask akan terisi sendiri. 3. klik PC1 kemudian pilih config>isi IP 192.168.1.2 dan Subnet Mask akan terisi sendiri 4. Klik simulation lalu edit filters>hapus semua tanda>klik pada ARP danH.323 . 5. Klik gambar amplop kuning dan klik di masing-masing komputer. 6. Atur waktu dan klik auto capture/play. Masalah penggunaannya, kapan kita menggunakan cross, dan kapan kita menggunakan straight, perhatikan keterangan dibawah ini

102

1. Straight akan digunakan untuk menghubungkan device-device yang berbeda, misal : a. PC – Hub b. PC – Switch c. Router – Hub d. Router – Switch 2. Sedangkan Cross digunakan untuk menghubungkan device-device yang sama, misal : a. Komputer – Komputer b. Switch – Hub c. Switch – Switch d. Router – Router e. Router – PC 3. Untuk Router – PC juga bisa digunakan kabel rollover. 4. Nah, jika kita kesulitan menentukan kita harus menggunakan kabel (b) straight atau (c) crossover, maka gunakanlah bantuan kabel (a), dia akan mengotomatisasi penggunaan kabel yang benar yang sesuai dengan kebutuhan.

4.5.1.2 Mengetes Jaringan dengan Ping(Melakukan Ping) 1. Buatlah rangkaian dengan switch.

103

2. Isikan IP dan subnet mask pada laptop (192.168.1.1)dan PC(192.168.1.2). 3. Kemudian klik laptop>pilih desktop>pilih command prompt. 4. Ketik ping PC(192.168.1.2) dan klik play maka hasilnya seperti ini bila sukses.

4.5..1.3 Membuat jaringan nirkabel sederhana Input 2 PC dari icon Costum made device dan sebuah sebuah wireless device tunggu beberapa saat hingga menyambung secara otomatis seperti pada gambar.

104

1. Double-klik PC0 sehingga muncul jendela properties PC0. 2. Matikan device pada PC0 dengan cara menekan tombol power . 3. Setelah device PC0 dimatikan, ganti module (network interface) default Fast-Ethernet (kabel) menjadi module untuk menerima sinyal wireless (nirkabel) bernama Linksys-WMP300N. Pada gambar 7, lokasi module ditandai dengan kotak warna hijau. Caranya dengan melakukan drag n drop. Setelah module telah dibuang, pada list modules sebelah kiri, drag n drop Linksys-WMP300N menuju tempat module sebelumnya terpasang. Sehingga network interface PC0 sekarang adalah WLAN Card, dan siap untuk menerima paket di jaringan pada medium wireless. 4. Masih di jendela properties PC0, Lanjutkan ke tab Config. Pada menu sebelah kiri bagian Interface, klik Wireless. Cari field bertuliskan IP Configuration dan pada radio button, pilih Static. Isikan IP address untuk PC0 menjadi 192.168.123.1 subnet mask 255.255.255.0.

105

5. Lakukan hal yang sama untuk worstation PC1 tetapi dengan IP address berbeda. Untuk contoh kali ini isikan dengan 192.168. 1.191 .

4.5.1.4 Membuat sever http pada jaringan

1. Lakukan konfigurasi IP address pada PC0. 2. Lakukan konfigurasi IP address pada Server0. Langkah-langkah mengkonfigurasi IP address untuk tipe Server-PT pada Cisco Packet Tracer sama dengan workstationnya (PC-PT). 3. Double-klik Server0 sehingga jendela properti Server0 muncul. Pindahkan ke tab Config. Pada menu kiri bagian Services, pilih HTTP. Pastikan radio button service HTTP pada pilihan On. Anda juga bisa mengubah halaman

106

homepage Server0, dengan cara mengubah script HTML yang ada sesuka anda. Ilustrasi konfigurasi bisa dilihat di gambar ini.

4.5.1. 5 MELAKUKAN BROWSING HTTP Double-klik PC0 sehingga muncul jendela properties PC0. Pilih tab Desktop. Pada daftar menu, pilih Web Browser. Ketika jendela web browser muncul, ketikkan IP address Server0/Server HTTP (192.168.123.2) di field URL. Sesaat setelah itu akan dihasilkan tampilan halaman web pada Server0 di web browser PC0.

107

4.5.1.6 Membuat sistem DNS pada jaringan

1. Lakukan konfigurasi IP (statik) sebagai berikut: a. Pada Server0: IP Address 192.168.1.1 Subnet Mask 255.255.255.0 b. Pada Server1: IP Address 192.168.1.2 Subnet Mask 255.255.255.0 c. Pada PC0: IP Address 192.168.1.3 Subnet Mask 255.255.255.0 DNS Server 192.168.1.2 2. Aktifkan layanan HTTP pada Server0. Langkah-langkahnya sama seperti pembuatan http. 3. Double-klik Server1 hingga muncul jendela properties Server1. Pindahkan tab ke tab Config. Pada menu Services, pilih DNS. Pastikan service DNS

108

pada radio button adalah On. Pada field domain name isi dengan nama domain tertentu. Misalnya: Ahmad Siddik Prayogi. Pada field IP address isi dengan IP address Server0/HTTP Server (192.168.1.1). Setelah itu klik Add untuk memasukkannya ke dalam host record DNS Server. Gambar memperlihatkan konfigurasi yang telah dilakukan.

4.5.1.7 Membuat server DHCP pada jaringan

Persiapan simulasi server DHCP dalam contoh ini adalah dengan menggunakan 5 buah workstation, 1 switch, dan 1 server.

109

1. Double-klik Server3. Pilih tab Config. Pada menu Interface, pilih FastEthernet. Pada bagian IP Configuration, isikan dengan IP address server, dalam contoh ini 192.168.1.1 subnet mask 255.255.255.0.

2. Masih di jendela properties Server3 pada menu Services, pilih DHCP. Pastikan service DHCP On. Isikan blok IP address yang akan diberikan* IP oleh DHCP Server.

110

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang akan memberikan konfigurasi secara dinamis/automatis terhadap host. Salah satunya untuk konfig IP Address secara otomatis. 4.5.1.8 Melakukan Request DCHP

1. Double-klik PC0 hingga muncul jendela properties PC0. Pilih tab Desktop. Pada menu yang ada, pilih menu IP Configuration.

2. Pastikan pilihan radio button pada pilihan DHCP. 3. Setelah konfigurasi selesai, silahkan mengecek konfigurasi IP pada PC0 yang sebelumnya telah di-set ke DHCP. Hasil akhir bisa dilihat pada gambar 19 di bawah ini. Terlihat IP address yang diberikan oleh DHCP Server adalah 192.168.123.19 lengkap dengan subnetnya 255.255.255.0. 4. Lakukan hal yang sama terhadap PC1, PC2, PC3, dan PC4. 4.5.2 Device Device adalah perangkat pada cisco acket tracer yang berfungsi sebaga simulasi peralatan dan perlengkapan dalam struktur pembuatan jarinagn network.

4.5.2.1 router Router adalah sebuah alat untuk mengartikan informasi dari suatu jaringan ke jaringan lain. Hampir sama dengan bridge, namun sedikit agak pintar. Karena,

111

touter akan mencari jalur yang terbaik untuk mengirimkan sebuah pesan yang berdasarkan alamat tujuan dan alamat asal.

4.5.2.2 Switcher Switcher adalah sebuah alat jaringan yang melakukan bridging transparan. Penghubung segimentasi banyak jaringan

4.5.2.3 Physical Switcher View 112

Physical switcher view adalah tampilan fisik dari aplikasi cisco tracer yang adapt diganti dengan tab logical view.

Ini adalah tampilan awal Physica Switcher view tanpa adanya tambahan apa-apa

Ini adalah tampilan setelah halaman awal dimasukkan sebuag main city.

113

Ini adalah tampilan akhir ketika masuk ke dalam main city di mana telah tejadi instalansi jaringan yang telah di rancang pada logical view di dalam kota tersebut

4.6 Alamat IP 4.6.1 IPv4 Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 4 adalah 192.168.0.3. Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Dalam beberapa buku referensi, format bentuknya adalah

114

w.x.y.z. Karena setiap oktet berukuran 8-bit, maka nilainya berkisar antara 0 hingga 255 (meskipun begitu, terdapat beberapa pengecualian nilai). Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni: Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada. Dalam banyak kasus, sebuah alamat network identifier adalah sama dengan segmen jaringan fisik dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router IP. Meskipun demikian, ada beberapa kasus di mana beberapa jaringan logis terdapat di dalam sebuah segmen jaringan fisik yang sama dengan menggunakan sebuah praktek yang disebut sebagai multinetting. Semua sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network identifier yang sama. Network identifier juga harus bersifat unik dalam sebuah internetwork. Jika semua node di dalam jaringan logis yang sama tidak dikonfigurasikan dengan menggunakan network identifier yang sama, maka terjadilah masalah yang disebut dengan routing error. Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255. Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server atau sistem lainnya yang berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan. Nilai host identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier/segmen jaringan di mana ia berada. Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut: Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah

internetwork IP. Alamat unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.

115

Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone. one everyone. Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many. many. Dalam RFC 791, alamat IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, 791, dilihat dari octet pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam d oktet pertama (utamanya adalah bit bit-bit awal/high-order bit), tapi untuk order lebih mudah mengingatnya, akan lebih cepat diingat dengan menggunakan representasi desimal.

4.6.2 Class A Alamat-alamat kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. alamat Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan t nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya untuk melengkapi oktet pertama— berikutnya—untuk pertama akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan kelas A mengizinkan memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk

116

mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan. 4.6.3 Class B Alamat-alamat kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya. 4.6.4 Class C Alamat IP kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya. 4.6.5 Class D Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, sehingga berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas mengenal alamat ini, lihat pada bagian Alamat Multicast IPv4. 4.6.6 Ipv6 Alamat IP versi 6 (sering disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia.

117

Contoh

alamat

IP

versi

6

adalah

21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A. Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), alamat IPv6 memiliki panjang 128-bit. IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja. IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total alamat yang mungkin hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing. Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis. Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration. Seperti halnya IPv4 yang menggunakan bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai alamat jaringan sementara bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat host, dalam IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan Format Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah Format Prefix. Pengalamatan IPv6 didefinisikan dalam RFC 2373. Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Karenanya, format notasi yang

118

digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colon-hexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format. Berikut ini adalah contoh alamat IPv6 dalam bentuk bilangan biner:

001000011101101000000000110100110000000000000000001011110011 101100000010101010100000000011111111111111100010100010011100 01011010

Untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk notasi colonhexadecimal format, angka-angka biner di atas harus dibagi ke dalam 8 buah blok berukuran 16-bit :

0010000111011010 0010111100111011

0000000011010011 0000001010101010

0000000000000000 0000000011111111

1111111000101000 1001110001011010 Lalu, setiap blok berukuran 16-bit tersebut harus dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal dan setiap bilangan heksadesimal tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda titik dua. Hasil konversinya adalah sebagai berikut:

21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A

4.6.7 Network Utility 4.6.8 Ping Ping (singkatan dari Packet Internet Groper) adalah sebuah program utilitas yang digunakan untuk memeriksa konektivitas jaringan berbasis teknologi Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP). Dengan menggunakan utilitas ini, dapat diuji apakah sebuah komputer terhubung dengan komputer lainnya. Hal ini dilakukan dengan cara mengirim sebuah paket kepada alamat IP yang hendak diujicoba konektivitasnya dan menunggu respons darinya. Nama "ping" berasal dari

119

sonar sebuah kapal selam yang sedang aktif, yang sering mengeluarkan bunyi ping ketika menemukan sebuah objek.

Gambar 4. 10 Screenshot dari tampilan file ping pada linux

120

Gambar 4. 11 Screenshot dari tampilan file ping pada windows

Apabila utilitas ping menunjukkan hasil yang positif maka kedua komputer tersebut saling terhubung di dalam sebuah jaringan. Hasil statistik keadaan koneksi ditampilkan dibagian akhir. Kualitas koneksi dapat dilihat dari besarnya waktu pergi-pulang (roundtrip) dan besarnya jumlah paket yang hilang (packet loss). Semakin kecil kedua angka tersebut, semakin bagus kualitas koneksinya. 4.6.9 Traceroute

Traceroute adalah perintah untuk menunjukkan rute yang dilewati
paket untuk mencapai tujuan. Ini dilakukan dengan mengirim pesan Internet Control Massage Protokokl (ICMP) Echo Request Ke tujuan dengan nilai Time to Live yang semakin meningkat. Rute yang ditampilkan adalah daftar interface router (yang paling dekat dengan host) yang terdapat pada jalur antara host dan tujuan.

121

Gambar 4.12 Screenshoot hasil traceroute pada linux

Gambar 4.13 Screenshoot hasil traceroute pada windows

4.7 Iptraf Iptraf adalah tools yang digunakan untuk mengukur trafik jaringan adalah berupa TCP maupun UDP. Pada system operasi linux iptraf mempunyai tampilan berupa console/CLI. Iptraf juga berfungsi untuk memonitor jaringan yang menghasilkan berbagai statistik termasuk info TCP, UDP counts, ICMP dan informasi OSPF, Ethernet memuat info, node statistik, IP checksum error, dan lain lain-lain.

122

4.8 TCP Dump TCPdump merupakan tools yang berfungsi merekam, mengcapture, membaca atau mendumping paket yang sedang ditransmisikan melalui jalur TCP. TCPdump diciptakan untuk menolong programer ataupun administrator dalam menganalisa dan troubleshooting aplikasi networking. Walaupun demikian, karena kemampuanya yang dapat melihat paket yang sedang ditransmisikan. TCPdump bisa digunakan untuk bertahan dan juga bisa digunakan untuk menyerang, Utility ini juga seringkali digunakan oleh para cracker untuk melaksanakan perkerjaannya, karena TCPdump bisa mengcapture atau mensniff semua paket yang diterima oleh network interface. Contoh dari program utility ini yang sering kita dengar yaitu wireshark, wireshare mampu merekam semua aktifitas transmisi paker jalur TCP maupun UDP dengan berbagai pilihan network interface, selain itu dapat melihat beberapa paket yang sudah terenskripsi sekalipun.

4.9 Praktek Crimping Pada crimping kali ini kabel yang digunakan adalah kabel twisted pair jenis unshielded twisted pair (UTP) dengan category 5 yaitu mampu mentransmisikan data hingga 100 megabit per second. Konektor yang digunakan adalah konektor RJ-45 yang mempunyai 8 slot kabel . Alat yang digunakan adalah tang crimping yang mempunyai sembilan penjepit yaitu delapan berfungsi untuk menjepit delapan kabel berwarna pada UTP dan satu penjepit lagi berfungsi untuk menjepit kabel yang masih

terbungkus dan telah masuk kedalam konektor. Hal ini berguna untuk membuat kabel tidak mudah untuk lepas dari konektor dan mencegah agar kabel kecil berwarna tetap terbungkus oleh shield sehingga tidak mudah putus. Dan terakhir untuk melihat apakah pemasangan kabel ke konektor sudah baik maka digunakan kabel tester. Kabel tester juga digunakan untuk melihat tipe pemasangan kabel apakah dengan tipe straight atau tipe cross.

123

Dari 8 kabel (4 pair) UTP kabel, yang terpakai sebetulnya hanya 4 kabel (dua pair). dua kabel untuk TX atau transfer data dan dua kabel untuk RX atau menerima data. Walaupun hanya empat kabel yang terpakai, kita tidak boleh sembarangan mengambil kabel mana saja yang akan dipakai. Kabel yang dipakai haruslah dua pair atau dua pasang. Tanda kabel satu pasang adalah kabel tersebut saling melilit dan memiliki warna / stripe yang sama. Menurut standar TIA/EIA-568-B pasangan kabel yang dipakai adalah pasangan orange-orange putih danhijau-

hijauputih.Sementara pin yang dipakai dari delapan pin yang dimiliki RJ45 yang terpakai adalah Pin nomor 1-2-3-6 sementara nomor 4-5-7-8 tidak terpakai untuk transfer dan receive data.

4.10 Tipe straight Kabel straight adalah istilah untuk kabel yang menggunakan standar yang sama pada kedua ujung kabel nya, bisa EIA/TIA 568A atau EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabel. Sederhananya, urutan warna pada kedua ujung kabel sama. Pada kabel straight, pin 1 di salah satu ujung kabel terhubung ke pin 1 pada ujung lainnya, pin 2 terhubung ke pin 2 di ujung lainnya, dan seterusnya. Jadi, ketika PC mengirim data pada pin 1 dan 2 lewat kabel straight ke switch, switch menerima data pada pin 1 dan 2. Nah, karena pin 1 dan 2 pada switch tidak akan digunakan untuk mengirim data sebagaimana halnya pin 1 dan 2 pada PC, maka switch

menggunakan pin 3 dan 6 untuk mengirim data ke PC, karena PC menerima data pada pin 3 dan 6. Berikut ini merupakan gambaran penyusunan kabel straight.

124

Gambar 4. 14 Susunan kabel UTP Straight

Pada gambar diatas terlihat bahwa yang dipakai hanyalah pin nomer 1,2,3, dan 6. Pin 1 dan 2 pada ujung A sebagai pengirim dan sebaliknya pada ujung B pin 1 dan 2 digunakan sebagai penerima. Hal yang sama juga terjadi pada pin 3 dan 6 pada kedua ujung, yaitu ujung A sebagai penerima dan ujung B sebagai pengirim (pin 3 dan 6). 4.11 Tipe cross Crossover / cross cable adalah kabel yang secara manual maping signal output pada satu konektor ke input di konektor yang satu nya lagi atau TX + dari satu konektor di Maping ke RX + di konektor yang lain dan TX - di konektor yang satu ke RX - di konektor yang lain. Cross cable biasa dipakai untuk koneksi dari PC to PC / PC to Router, Pokoknya semua koneksi dari alat yang biasanya koneksi melalui switch atau hub tetapi dipasang secara langsung. Berbeda dengan tipe straight, inti dari pemasangan tipe cross adalah mempunyai urutan warna pada pin yang berbeda pada kedua ujung. Untuk urutan warna standart yaitu orange putih, orange, hijau putih, biru, biru putih, hijau, cokelat putih dan cokelat. Maka apabila salah satu ujung menggunakan urutan tersebut maka ujung yang satu harus menukar urutan

125

pin yaitu pin 1 di tukar dengan pin 3 dan pin 2 ditukar dengan pin 6. Berikut ini merupakan gambar dari urutan pemasangan kabel tipe cross.

Gambar 4.15 Gambar urutan kabel tipe cross

4.12 Langkah kerja crimping Berikut ini adalah langkah kerja untuk melakukan crimping pada adalah praktikum jaringan komputer 1. Siapkan semua peralatan terutama kabel, konektor RJ-45 dan Crimping . kab 45 tool. 2. Kupas bagian luar kabel (pembungkus kabel kabel kecil) kira kabel-kabel kira-kira sepanjang 1 cm dengan menggunakan pengupas kabel yang biasanya pengupas ada pada crimp tool (bagian seperti dua buah silet saling berhadapan itu untuk mengupas) 3. Susun kabel sesuai dengan keperluan. Untuk konektor pertama selalu susun dengan susunan standar untuk Straight atau T568A. Apabila merasa kurang nyaman dengan susunan kabel coba tarik sedikit semua kabel yang telah dikupas sementara tangan yang satu lagi memegang bagian kabel yang tidak terkupas. Kemudian susun kembali dengan cara memelintir dan membuka lilitan pasangan kabel. 4. Rapihkan susunan kabel dengan cara menekan bagian yang dekat sunan dengan pembungkus kabel supaya susunan kabel terlihat rata.

126

5. Potong ujung-ujung kabel yang tidak rata dengan pemotong kabel (bagian yang hanya memiliki satu buah pisau dan satu bagian lagi datar pada crimp tool adalah pemotong kabel) sampai rapih. Usahakan jarak antara pembungkus kabel sampai ujung kabel tidak lebih dari 1cm. 6. Dengan tetap menekan perbatasan antara kabel yang terbungkus dan kabel yang tidak terbungkus, coba masukan kabel ke konektor RJ-45 sampai ujung-ujung kabel terlihat dibagian depan konektor RJ-45. Kalau masih belum coba terus ditekan sambil dipastikan posisi kabel tidak berubah. 7. Setelah anda yakin posisi kabel tidak berubah dan kabel sudah masuk dengan baik ke konektor RJ-45 selanjutnya masukan konektor RJ-45 tersebut ke crimpt tool untuk di pres. Ketika konektor dalam kondisi didalam crimp tool pastikan kembali kabel sudah sepenuhnya menyentuh bagian dapet RJ-45 dengan cara mendorong kabel kedalam RJ-45. Pastikan juga bahwa bagian pembungkus kabel sebagian masuk kedalam konektor RJ-45. 8. Kemudian tekan crimp tool sekuat tenaga supaya semua pin RJ-45 masuk dan menembus pelindung kabel UTP yang kecil. Apabila kurang kuat menekan kemungkinan kabel UTP tidak tersobek oleh pin RJ-45 sehingga kabel tersebut tidak konek. Dan apabila pembungkus bagian luar tidak masuk kedalam konektor RJ-45, apabila kabel tersebut sering digerak-gerakan, kemungkinan besar posisi kabel akan bergesar dan bahkan copot. 9. Lakukan langkah-langkah diatas untuk ujung kabel yang satu nya lagi. 10.Apabila anda yakin sudah memasang kabel UTP ke RJ-45 dengan kuat selanjutnya adalah test dengan menggunakan LAN tester apabila ada. 4.12 Konfigurasi IP address Pada percobaan selanjutnya yaitu tentang IP address akan dibahas cara untuk melihat ip address pada sebuah network card, pemberian ip

127

address pada sebuah interface,serta mengubah ip address. System operasi yang digunakan pada percobaan ini ialah ubuntu 8.10. oleh karena itu perintah-perintah yang dipakai adalah perintah-perintah pada command line interface pada system operasi tersebut.

4.13 Melihat ip address dengan ifconfig Untuk melihat alamat ip yang ada pada setiap interface makan digunakan perintah ifconfig. Berikut ini merupakan format penulisan ifconfig contoh: labkom10@labkom10:/home/labkom10#if config berikut ini merupakan screenshot dari tampilan ifconfig

128

Gambar 4.16 Screenshot dari tampilan ifconfig pada linux

Gambar di atas merupakan keadaan menjalankan perintah ifconfig pada saat komputer tidak terkoneksi ke jaringan. terdapat dua informasi interface pada saat perintah ifconfig dijalankan, yang pertama adalah informasi eth0 dan yang kedua adalah lo, eth0 adalah interface pertama yang tertanam pada komputer tersebut. Sedangkan lo merupakan local loopback pada komputer tersebut. Meskipun tidak terkoneksi ke jaringan (kabel tidak menancap pada network card, akan tetapi perintsah ifconfig masih bisa menampilkan informasi berupa MAC address interface tersebut yaitu hwaddr00:1a:92:74:50:11 Gambar di atas menunjukkan interface tersebut belum terhubung ke jaringan karena belum terdapat ip address di dalamnya. 129

4.14 Pemberian alamat ip Untuk perberian alamat ip perintah dasar yang digunakan masih tetap sama yaitu menggunakan ifoconfig, hanya saja dalam kasus ini di tambahkan informasi-informasi lain setelah perintah tersebut.format penulisan pemberian alamat ip adalah sebagai berikut: Ifconfig nama_interface address netmask mask Contoh: root@labkom10:/home/labkom10#ifconfig netmask 255.255.255.0 berikut ini merupakan screenshot dari contoh diatas eth0 10.10.10.2

Gambar 4.17 Screenshot dari tampilan setting IP pada linux

130

Gambar 4.18 Screenshot dari tampilan setting IP pada windows

Pada gambar diatas terlihat bahwa ip address sudah berhasil di pasang pada interface eth0, dengan ip address : 10.10.10.2, broadcast 10.10.10.255, netmask :255.255.255.0, dengan ini secara otomatis interface eth0 sudah bisa berkomunikasi dengan interface yang mempunyai network yang sama yaitu yang berada di network 10.31.12.0/24. Disini terlihat bahwa interface tidak dapat berkomunikasi dengan ip address yang berada diluar networknya, terlebih lagi berkomukasi dengan ip address jaringan public seperti milik google.com. hal ini disebabkan karena belum adanya routing, gateway, dan DNS Server

4.15 Konfigurasi defaut gateway Untuk pemberian default gateway perintah dasar yang digunakan adalah menggunakan route add default gateway, Contoh :

131

root@labkom10:/home/labkom10# route add default gw 10.10.10.1

Gambar 4.19 Screenshot dari tampilan konfigurasi default gateway

Dengan perintah route kita dapat memeriksa hasil dari perintah tersebut akan terlihat, pada baris kedua di routing table default 10.10.10.1 dengan genmask 0.0.0.0.

4.16 Konfigurasi DNS Server Perintah untuk menambahkan DNS server melalui terminal dengan mengedit file resolv.conf yaitu file yang menampung alamat dns untuk computer . Contoh : root@labkom10:/home/labkom10# sudo gedit /etc/resolv.conf Jika perintah dieksekusi maka akan membuka file resolv.conf

Gambar 4.20 Screenshot dari tampilan file resolv.conf

132

Konfigurasi awalnya tidak terdapat nameserver, maka untuk menambahkan DNS cukup dengan mengetikkan nameserver [DNS] . kemudian file tersebut disimpan dan ditutup. Maka secara otomatis computer tersebutterhubung dengan jaringan luar ( internet ).

4.1 Ping, Traceroute, IPScanner dan Tcpdump 4.1.1 Ping Ping (singkatan dari Packet Internet Groper) adalah sebuah program utilitas yang digunakan untuk memeriksa konektivitas jaringan berbasis teknologi Transmission Control Protocol/Internet

Protocol (TCP/IP). Dengan menggunakan utilitas ini, dapat diuji apakah
sebuah komputer terhubung dengan komputer lainnya. Hal ini dilakukan dengan cara mengirim sebuah paket kepada alamat IP yang hendak diujicoba konektivitasnya dan menunggu respons darinya. Nama "ping" berasal dari sonar sebuah kapal selam yang sedang aktif, yang sering mengeluarkan bunyi ping ketika menemukan sebuah objek.

Gambar 4. 21 Screenshot dari tampilan file ping pada linux

133

Gambar 4. 22 Screenshot dari tampilan file ping pada windows

Apabila utilitas ping menunjukkan hasil yang positif maka kedua komputer tersebut saling terhubung di dalam sebuah jaringan. Hasil statistik keadaan koneksi ditampilkan dibagian akhir. Kualitas koneksi dapat dilihat dari besarnya waktu pergi-pulang (roundtrip) dan besarnya jumlah paket yang hilang (packet loss). Semakin kecil kedua angka tersebut, semakin bagus kualitas koneksinya.

4.1.2 Traceroute

Traceroute (mtr) adalah perintah untuk menunjukkan rute yang
dilewati paket untuk mencapai tujuan. Ini dilakukan dengan mengirim pesan Internet Control Massage Protokokl (ICMP) Echo Request Ke tujuan dengan nilai Time to Live yang semakin meningkat. Rute yang ditampilkan adalah daftar interface router (yang paling dekat dengan host) yang terdapat pada jalur antara host dan tujuan.

134

Gambar 4.23 Screenshoot hasil traceroute pada linux

Gambar 4.24 Screenshoot hasil traceroute pada windows

4.1.3

Tcpdump Tcpdump merupakan perintah untuk menampilkan traffic jaringan kita. Berikut adalah contohnya. contohny Contoh : root@labkom10:/home/labkom10# tpcdump

135

Gambar 4.25 Screenshot dari tampilan tcpdump

Dari gambar di atas dapat terlihat bahwa terdapat aktifitas jaringan labkom10, yang sebelumnya melakukan aktifitas ping ke computer tersebut ( labkom10). Dapat dilihat ternyata aktifitas Tcpdump melakukan sniffing pada gate away, yaitu terlihat proses ARP yang melakukan proses pelaporan traffic pada computer ini. Sehingga semua aktifitas terlihat. dapat

136

Gambar 4.26 Screenshot dari tampilan tcpdump

Dan dari gambar di atas terlihat aktifitas komputer yang tertangkap oleh proses tcpdump yaitu komputer bang ipul yang ditandai oleh lingkaran merah.

4.1.4

IPScanner Pada kali ini menggunakan program SoftPerfect Network Scanner. Program ini tidak perlu di install dan dapat langsung dijalankan. Dengan program ini kita dapat terlihat komputer mana saja yang terkoneksi ke dalam jaringan beserta informasi IP address dan Host Name yang digunakan. Seperti yang dapat dilihat dalam gambar berikut :

137

Gambar 4.27 Screenshot IPScanner

Maka dapat diketahui bahwa dalam jaringan yang kita gunaka dalam range IP 10.10.10.0 hingga 10.10.10.255 terdapat 2 komputer yang terkoneksi yaitu IP address 10.10.10.2 dan 10.10.10.3. Jaringan wireless umumnya terkait dengan jaringan telekomunikasi yang interkoneksinya dilaksanakan antara node tanpa menggunakan kabel. Jaringan telekomunikasi wireless pada umumnya dilaksanakan dengan beberapa jenis sistem transmisi informasi yang menggunakan gelombang electromagnetic, seperti gelombang radio, untuk operator dan pelaksanaan ini biasanya terjadi pada tingkat fisik atau "lapisan" dari jaringan. Jenis jaringan wireless: 1. Wireless PAN
Wireless Personal Area Network (WPAN) adalah jenis jaringan wireless yang interkoneksinya perangkat dengan daerah yang relatif kecil, umumnya dalam menjangkau perorangan. Misalnya, Bluetooth menyediakan WPAN untuk interconnecting headset untuk sebuah laptop. ZigBee juga mendukung aplikasi WPAN.

138

2. Wireless MAN Wireless Metropolitan Area Network adalah jenis jaringan wireless yang menghubungkan beberapa wireless LAN. WiMAX adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan ke wireless MAN dan tercakup dalam IEEE 802.16d/802.16e. 3. Perangkat jaringan mobile Dalam beberapa dekade dengan perkembangan ponsel cerdas, jaringan telepon selular telah digunakan untuk membawa data dalam komputer selain percakapan telepon: Global System for Mobile Communications (GSM): Jaringan GSM dibagi menjadi tiga sistem utama: sistem yang berpindah, sistem base station, dan sistem operasi. Sel telepon terhubung ke sistem basestation yang kemudian menghubungkan ke stasiun operasi, yang kemudian menghubungkan beralih ke stasiun di mana panggilan yang ditransfer ke mana ia harus pergi. GSM adalah standar yang paling umum dan digunakan untuk mayoritas ponsel. Personal Communications Service (PCS): PCS adalah band radio yang dapat digunakan oleh ponsel di Amerika Utara. Sprint terjadi menjadi operator pertama untuk mendirikan sebuah PCS. D-AMPS: D-AMPS adalah singkatan dari Digital Advanced Mobile Phone Service, merupakan versi upgrade dari AMPS yang bertahap sedang keluar karena kemajuan teknologi. Jaringan GSM yang lebih baru yang menggantikan sistem yang lama. 4. Wireless LAN Wireless Local Area Network (WLAN) merupakan alternatif wireless ke komputer Local Area Network (LAN) yang menggunakan radio sebagai pengganti kabel untuk mengirimkan data bolak-balik antara komputer dalam sebuah daerah kecil seperti rumah, kantor, atau sekolah. wireless LAN berada di bawah standar IEEE 802.11.

139

Wi-Fi: Wi-Fi adalah jaringan wireless yang umum digunakan di sistem komputer untuk mengaktifkan koneksi ke internet atau perangkat lain yang memiliki fungsi Wi-Fi. Wi-Fi siaran gelombang radio yang dapat diterima oleh Wi-Fi receivers terpasang ke berbagai komputer atau ponsel.

Fixed Wireless Data: Menerapkan point-to-point antara komputer atau jaringan di dua lokasi, sering menggunakan microwave atau sinar laser yang jalurnya saling berhadapan. Hal ini sering digunakan di kota-kota untuk menghubungkan jaringan di dua atau lebih bangunan tanpa kabel fisik pada bangunan yang sama. Jenis wireless LAN

Peer-to-peer Peer-to-Peer atau ad-hoc wireless LAN Sebuah jaringan ad-hoc adalah jaringan di mana stasiun berkomunikasi hanya untuk point to point (P2P). Menggunakan Independent Basic Service Set (IBSS). Jaringan peer-to-peer (P2P) memungkinkan perangkat wireless secara langsung berkomunikasi satu sama lain. Perangkat wireless di dalam jangkauan satu sama lainnya dapat menemukan dan berkomunikasi secara langsung tanpa melibatkan pusat access point. Metode ini biasanya digunakan oleh dua komputer, sehingga mereka dapat terhubung ke satu sama lain untuk membentuk sebuah jaringan. Jika kekuatan sinyal meter digunakan dalam situasi ini, tidak dapat membaca kekuatan akurat dan dapat hilang, karena mencatat kekuatan sinyal yang kuat, yang mungkin dimiliki perangkat yang paling dekat komputer. 802,11 menentukan spesifikasi lapisan fisik (PHY) dan MAC (Media Access Control) layer. Namun, tidak seperti kebanyakan spesifikasi IEEE lainnya, termasuk tiga 802,11 alternatif PHY standar: menyebarkan operasi inframerah di 1 Mbit/s; frekuensi-hopping

140

spektrum tersebar di operasi 1 Mbit/s atau 2 Mbit/s, dan langsung menyebar urutan operasi pada spektrum 1 Mbit/s atau 2 Mbit/s. Satu 802,11 standar MAC didasarkan pada CSMA / CA (Carrier Sense Multiple Access dengan Collision Avoidance). 802,11 spesifikasi yang mencakup ketentuan-ketentuan yang dirancang untuk meminimalkan collisions. 802,11 yang memiliki dua mode operasi dasar: ad hoc memungkinkan mode peer-to-peer antara mobile unit. Infrastruktur mode mobile unit berkomunikasi melalui jalur akses yang berfungsi sebagai bridge ke infrasturktur jaringan kabel yang lebih umum disebut aplikasi wireless LAN. Sejak wireless menggunakan komunikasi yang lebih terbuka untuk media komunikasi dibandingkan dengan kabel LAN, desain 802,11 juga disertakan bersama mekanisme kunci enkripsi: Wired equivalent privacy (WEP), Wi-Fi Protected Access (WPA, WPA2), untuk memastikan keamanan jaringan wireless komputer.

Bridge Bridge dapat digunakan untuk menghubungkan jaringan, biasanya dari berbagai jenis. Wireless Ethernet bridge memungkinkan koneksi pada perangkat jaringan kabel Ethernet ke jaringan wireless.

Wireless distribution system Wireless Distribution System adalah sistem yang

memungkinkan wireless access point terinterkoneksi dalam jaringan IEEE 802.11. Memungkinkan jaringan wireless yang akan diperluas menggunakan beberapa jalur akses tanpa perlu untuk menghubungkan kabel backbone. Keuntungan dari WDS untuk solusi lainnya adalah menyediakan alamat MAC klien di antara akses poin. Jalur utama base station biasanya terhubung dengan kabel Ethernet. Jalur base relay station jauh antara stasiun, antara client wireless atau lainnya ke salah satu relay station utama atau ke base relay station. Jalur base far station menerima koneksi wireless dari

141

client dan dilewatkan ke relay station. Koneksi antara "client" dibuat dengan menggunakan alamat MAC dengan menentukan IP. Semua base station pada Wireless Distribution System harus dikonfigurasi untuk menggunakan saluran radio yang sama, dan berbagai kunci WEP atau WPA kunci jika digunakan. Semuanya dapat dikonfigurasi untuk tanda pengenal set layanan yang berbeda. WDS juga mewajibkan setiap sbase station dikonfigurasi untuk meneruskan koneksi kepada orang lain dalam sistem. WDS juga dapat disebut sebagai mode repeater karena merupakan bridge dan menerima client wireless pada saat yang sama. Perlu dicatat, bahwa throughput dalam metode ini adalah halved untuk semua client yang terhubung secara wireless.

Desain konfigurasi wireless

Point to point

Gambar 4.28 Point to point

PTP link adalah cara yang sangat baik untuk membuat koneksi antara dua lokasi dan mencapai tingkat kecepatan transfer data yang tinggi. Konfigurasi ini adalah cara yang ideal untuk menghubungkan dua kantor. Konfigurasi ini sangat berguna jika anda harus membuat link backbone dari beberapa radio yang jalur aksesnya jauh ke sumber utama Internet. Untuk membuat sambungan seperti itu biasa digunakan frekuensi 5 GHz dan 2,4 GHz. 142

Nstreme dan Nstreme2

Gambar 4.29 Nstreme dan Nstreme2

Nstreme adalah protocol wireless Mikrotik untuk mendapatkan kinerja yang sangat baik. Wireless pada umumnya untuk data waktu penundaan perjalanan pada jarak yang panjang akan terasa lama, dengan nstreme maka hal ini dapat diatasi. Nstreme 2 berjalan lebih jauh baik dengan menggunakan dua kartu wireless untuk mengirimkan dan satu untuk menerima.

Gambar 4.30 Gambar Nstreme2

143

WDS WDS (Wireless Distribution System) adalah cara terbaik untuk interkoneksi banyak access point dan memungkinkan pengguna untuk berpindah tanpa mendapatkan terputus dari jaringan. Sistem ini dapat mencakup wilayah luas dan memungkinkan pengguna untuk

memindahkan besar jarak untuk sementara masih on-line. Sistem ini memungkinkan paket untuk berpindah dari satu wireless AP (Access Point) ke yang lain, sama seperti jika APS adalah port pada wired ethernet switch. APS harus menggunakan standar yang sama (802.11a, 802.11b atau 802.11g) dan bekerja pada frekuensi yang sama dalam rangka untuk menyambung satu sama lain.

4.2 Cisco IOS

Cisco IOS adalah sistem operasi yang digunakan oleh cisco router (Internetworking Operating System), berfungsi untuk mengatur dan mengkonfigurasi cisco router. Seperti sistem operasi DOS atau UNIX untuk komputer, Cisco IOS menggunakan perintah baris (command line) untuk menjalankan suatu perintah. Cisco IOS mempunyai kemampuan :

• • •

Dasar routing dan fungsi switching Akses ke jaringan dijamin keamanannya Beroperasi di skala jaringan

4.2.1

Konfigurasi Mula

Konfigurasi mula (start-up configuration) adalah suatu file yang berguna untuk menentukan bagaimana Cisco router diatur pada saat boot. Umumnya Cisco router dilengkapi dengan tiga cara untuk membuat konfigurasi mula, yaitu :

Dengan Auto install, router mendapatkan konfigurasi mula dari TCP/IP host yang sudah tersedia pada jaringan WAN.

Dengan menggunakan fasilitas “System Configuration Dialog”, yang 144

secara otomatis dijalankan jika router tidak menemukan jaringan WAN atau belum tersedia.

Dengan menggunakan perintah-perintah Cisco Command Line Interface (CLI).

4.2.2

Level Akses di Cisco IOS

IOS menyediakan perintah atau service interpreter yang dikenal sebagai command executive (EXEC). Setelah setiap perintah dimasukkan,

exec akan memvalidasi dan mengeksekusi perintah tersebut. Sebagai fitur
keamanan software cisco IOS membagi mode exec menjadi dua tingkatan akses. Tingkatan tersebut adalah mode user exec dan mode priveledge exec. Mode privelege exec dikenal juga dengan mode enable. Berikut adalah fitur dari mode user exec dan mode privelege exec :

Mode user exec mengijinkan hanya sebatas perintah monitoring saja. Ini adalah mode yang hanya akan menampilkan. User exec tidak dapat mengijinkan perintah yang dapat merubah konfigurasi router. Mode

user exec ditandai dengan prompt ">". •
Mode privelege exec akan mengakses semua perintah-perintah router. Mode ini dapat dikonfigurasi dengan membubuhkan password dari

user sebelum mengaksesnya. Untuk tambahan keamanan, dapat juga
dikonfigurasi dengan sebuah ID user. Priviliege exec hanya mengijinkan user yang memiliki izin akses untuk mengakses router. Perintah-perintah konfigurasi dan menejemen yang dibutuhkan

administrator jaringan ada di tingkatan privelege exec. Global
konfigurasi mode dan semua mode konfigurasi hanya dapat dicapai dari privelege mode. Mode privelege exec ditandai dengan prompt "#". Untuk akses ke level privileged EXEC mode, user yang berada pada level user EXEC harus mengetikkan perintah enable pada prompt >, jika password yang dimasukkan benar, maka prompt akan berubah menjadi #. Ini menunjukkan bahwa user sekarang berada pada level

145

privileged EXEC. Pada saat dimasukkan perintah ?, maka akan tampil
perintah-perintah apa saja yang boleh dilakukan pada saat itu.

4.2.3 Routing Routing adalah proses dimana suatu item dapat sampai ke tujuan dari satu lokasi ke lokasi lain. Beberapa contoh item yang dapat di-routing : mail, telepon call, dan data. Di dalam jaringan, Router adalah perangkat yang digunakan untuk melakukan routing trafik. Router atau perangkat-perangkat lain yang dapat melakukan fungsi routing, membutuhkan informasi sebagai berikut :

Alamat Tujuan/Destination Address – Tujuan atau alamat item yang akan dirouting

Mengenal sumber informasi – Dari mana sumber (router lain) yang dapat dipelajari oleh router dan memberikan jalur sampai ke tujuan.

Menemukan rute – Rute atau jalur mana yang mungkin diambil sampai ke tujuan.

Pemilihan rute – Rute yang terbaik yang diambil untuk sampai ke tujuan.

Menjaga informasi routing – Suatu cara untuk menjaga jalur sampai ke tujuan yang sudah diketahui dan paling sering dilalui.

4.2.3.1 Tabel Routing Sebuah router mempelajari informasi routing dari mana sumber dan tujuannya yang kemudian ditempatkan pada tabel routing. Router akan berpatokan pada tabel ini, untuk memberitahu port yang akan digunakan untuk meneruskan paket ke alamat tujuan.

146

Gambar 4.31 Langkah Pembuatan Tabel Routing Tahap Pertama

Jika jaringan tujuan, terhubung langsung (directly connected) di router, Router sudah langsung mengetahui port yang harus digunakan untuk meneruskan paket.

Gambar 4.32 Langkah Pembuatan Tabel Routing Tahap Kedua

Jika jaringan tujuan tidak terhubung langsung di badan router, Router harus mempelajari rute terbaik yang akan digunakan untuk meneruskan paket. Informasi ini dapat dipelajari dengan cara : 1. 2. Manual oleh “network administrator” Pengumpulan informasi melalui proses dinamik dalam jaringan.

147

4.2.3.2 Mengenal Rute Statik dan Dinamik Ada dua cara untuk memberitahu router bagaimana cara meneruskan paket ke jaringan yang tidak terhubung langsung (not directly connected) di badan router.

Dua metode untuk mempelajari rute melalui jaringan adalah : Rute Statik – Rute yang dipelajari oleh router ketika seorang administrator membentuk rute secara manual. Administrator harus memperbarui atau meng”update” rute statik ini secara manual ketika terjadi perubahan topologi antar jaringan (internetwork). Rute Dinamik – Rute secara Dinamik dipelajari oleh router setelah seorang administrator mengkonfigurasi sebuah protokol routing yang membantu menentukan rute. Tidak seperti rute Statik, pada rute Dinamik, sekali seorang administrator jaringan mengaktifkan rute Dinamik, maka rute akan diketahui dan diupdate secara otomatis oleh sebuah proses routing ketika terjadi perubahan topologi jaringan yang diterima dari “internetwork”.

4.3 Static Routing

Mengkonfigurasi rute statik adalah dengan memasukkan tabel routing secara manual. Tidak terjadi perubahan dinamik dalam tabel ini, selama jalur/rute aktif. Perintah ip route digunakan untuk mengkonfigurasi sebuah rute statik dalam mode konfigurasi global

148

BAB V KONSEP DASAR PEMROGRAMAN BAHASA C

5.1 Flowchart

Flowchart adalah penyajian yang sistematis tentang proses dan logika dari kegiatan penanganan informasi atau penggambaran secara grafik dari langkahlangkah dan urut-urutan prosedur dari suatu program. Flowchart menolong analis dan programmer untuk memecahkan masalah kedalam segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif-alternatif lain dalam pengoperasian System flowchart adalah urutan proses dalam system dengan menunjukkan alat media input, output serta jenis media penyimpanan dalam proses pengolahan data. Program flowchart adalah suatu bagan dengan simbol-simbol tertentu yang menggambarkan urutan proses secara mendetail dan hubungan antara suatu proses (instruksi) dengan proses lainnya dalam suatu program PEDOMAN-PEDOMAN DALAM MEMBUAT FLOWCHART Jika seorang analis dan programmer akan membuat flowchart, ada beberapa petunjuk yang harus diperhatikan, seperti : 1. Flowchart digambarkan dari halaman atas ke bawah dan dari kiri ke kanan. 2. Aktivitas yang digambarkan harus didefinisikan secara hati-hati dan definisi ini harus dapat dimengerti oleh pembacanya. 3. Kapan aktivitas dimulai dan berakhir harus ditentukan secara jelas. 4. Setiap langkah dari aktivitas harus diuraikan dengan menggunakan deskripsi kata kerja, misalkan Melakukan penggandaan diri. 5. Setiap langkah dari aktivitas harus berada pada urutan yang benar. 6. Lingkup dan range dari aktifitas yang sedang digambarkan harus ditelusuri dengan hati-hati. Percabangan-percabangan yang memotong aktivitas yang sedang digambarkan tidak perlu digambarkan pada flowchart yang sama. Simbol konektor harus digunakan dan percabangannya diletakan pada halaman yang terpisah atau hilangkan seluruhnya bila percabangannya tidak berkaitan dengan sistem. 7. Gunakan simbol-simbol flowchart yang standar.

149

Simbol-Simbol Flowchart

150

Contoh: Buatlah algoritma untuk menghitung sisa bagi antara bilangan dengan 2, apakah sisa ataukah tidak sisa,jika sisa maka maka cetak genap jika tidak sisa maka cetak ganjil.

Gambar Flowchartnya:

151

5.2 Pengenalan Bahasa C

Pada era tahun 1950 –1960, kecepatan komputer sangat rendah dan disertai juga dengan keterbatasan dari media penyimpan, sehingga tentunya berakibat juga dengan keterbatasan dalam penulisan program-program komputer. Namun di era saat ini, dengan kecepatan komputer yang cukup handal demikian juga ketersediaan dari media penyimpan yang cukup handal dan besar, serta didukung juga dengan perkembangan bahasa pemrograman yang ada sehingga kita dapat dengan mudah membuat suatu program. Permasalahan yang timbul dalam pembuatan program tersebut adalah bagaimana kita dapat memahaminya, sehingga apabila terdapat perubahan yang akan dilakukan kita dapat memperbaikinya secara mudah. Hal ini tentu saja harus kita perhatikan terutama apabila kita melihat dari biaya yang harus dikeluarkan dalam pembuatan program tersebut. Istilah Pemrograman Terstruktur (Structured Programming) mengacu dari suatu kumpulan tehnik yang dikemukan oleh Edsger Dijkstra. Dengan teknik ini akan meningkatkan produktivitas programmer, dengan mengurangi waktu yang dibutuhkan dalam penulisan (write), pengujian (test), penelusuran kesalahan (debug) dan pemeliharan (maintain) suatu program. Pada pembahasan berikut ini kita akan melihat bagaimana tehnik ini yang pendekatan yang dilakukan secara modular, dapat membantu kita dalam membangun suatu program. Dan bahasa C adalah bahasa terstruktur.

5.3.1 Sejarah C

Akar dari bahasa C adalah bahasa BCPL yang dikembangkan oleh

Martin Richards pada tahun 1967. Kemudian berdasar pada bahasa BCPL ini Ken Thompson yang bekerja di Bell Telephone Laboratories (Bell Labs)
mengembangkan bahasa B pada tahun 1970. Saat itu bahasa B telah berhasil diimplementasikan di komputer DEC PDP-7 dengan operating system (OS) UNIX. Pada tahun 1972, peneliti lain di Bell Labs bernama Dennis Ritchie menyempurnakannya menjadi bahasa C. Pada tahun 1978, Dennis Ritchie

152

bersama dengan Brian Kernighan mempublikasikan buku yang kemudian menjadi legenda dalam sejarah perkembangan bahasa C, yang berjudul The C

Programming Language. Buku ini diterbitkan oleh Prentice Hall, dan pada
saat ini telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa di dunia. Boleh dikatakan bahwa buku ini adalah buku yang paling banyak direfer orang dan dijadikan buku panduan tentang pemrograman bahasa C sampai saat ini. Teknik dan gaya penulisan bahasa C yang merefer kepada buku ini kemudian terkenal dengan sebutan K&R C atau Classic C atau Common C. Seiring dengan berkembang pesatnya bahasa C, banyak vendor

mengembangkan kompiler C menurut versi masing-masing. Hal ini menggerakkan ANSI (American National Standards Institute) pada tahun 1983 untuk membuat suatu komite yang kemudian diberi nama X3J11, yang betujuan untuk membuat definisi standar bahasa C yang lebih modern dan komprehensif, dengan memperbaiki syntax dan grammar bahasa C. Usaha ini berhasil diselesaikan 5 tahun kemudian, yaitu ditandai dengan lahirnya standar ANSI untuk bahasa C yang kemudian terkenal dengan sebutan ANSI

C pada tahun 1988.

5.3.2 Kelebihan dan kekurangan Bahasa C Bahasa C memiliki beberapa kelebihan, yaitu:

o o

Tersedia di hampir semua jenis komputer Kode bersifat portable dan flexible untuk komputer Program C yang kita tulis untuk satu jenis platform, bisa kita kompile

dan jalankan di platform lain dengan tanpa ataupun hanya sedikit perubahan. Ini bisa diwujudkan dengan adanya standarisasi ANSI untuk C. Dengan menguasai bahasa C, kita bisa menulis dan mengembangkan berbagai jenis program mulai dari operating system, word processor, graphic processor, spreadsheets, ataupun kompiler untuk suatu bahasa pemrograman.

o

Bahasa C hanya menyediakan sedikit kata kunci

153

Kata kunci di sini adalah merupakan fungsi ataupun kata dasar yang disediakan ole kompiler suatu bahasa pemrograman. Hal ini membawa pengaruh semakin mudahnya kita menulis program dengan C. Pengaruh lain dari sedikitnya kata kunci ini adalah proses eksekusi program C yang sangat cepat. C hanya menyediakan 32 kata kunci.

o o o o o o

Proses executable lebih cepat Dukungan pustaka banyak Bahasa yang terstruktur Termasuk bahasa tingkat menengah Ungkapan sistem eksplisit Pengecekan sistem secara parsial dinamis

Bahasa C memiliki beberapa kekurangan, yaitu:

o

Banyak

operator

dan

fleksibilitas

penulisan

program

kadang

membingungkan pemakai

o o o

Bagi pemula pada umumnya akan kesulitan menggunakan pointer Kekuatan sistem lemah Keamanan sistem tidak aman

5.3.3 MinGW sebagai Editor Bahasa C MinGW merupakan kependekan dari Minimalist GNU For Windows. MinGW berisi rangkaian tools dari GNU yang di port ke Windows. Termasuk di dalamnya adalah GCC (dukungan bahasa pemrograman lengkap) yang bisa digunakan untuk membuat atau editor bahasa C.

154

Gambar 5.1 Screenshot MinGW Developer Studio

5.3.4 Penulisan dalam Bahasa C Program bahasa C adalah suatu program terdiri dari satu atau lebih fungsifungsi. Fungsi utama dan harus ada pada program C yang kita buat adalah fungsi main(). Fungsi main() ini adalah fungsi pertama yang akan diproses pada saat program di kompile dan dijalankan, sehingga bisa disebut sebagai fungsi yang mengontrol fungsi-fungsi lain. Karena struktur program terdiri dari fungsi-fungsi lain sebagai program bagian (subroutine), maka bahasa C biasa disebut sebagai bahasa pemrograman terstruktur. Cara penulisan fungsi pada program bahasa C adalah dengan memberi nama fungsi dan kemudian dibuka dengan kurang kurawal buka ({) dan ditutup dengan kurung kurawal tutup (}). Fungsi-fungsi lain selain fungsi utama bisa dituliskan setelah atau sebelum fungsi utama dengan deskripsi prototype fungsi pada bagian awal program. Bisa juga dituliskan pada file lain yang apabila kita ingin memakai atau memanggil fungsi dalam file lain tersebut, kita harus menuliskan header filenya, dengan preprocessor directive #include. File ini disebut file pustaka (library file).

155

Fungsi main memiliki return value int atau void. Fungsi main dapat dideklarasikan dengan beberapa bentuk sebagai berikut: 1. main() /* main dideklarasikan dengan nilai kembalian int */ 2. void main() /*main dideklarasikan dengan nilai kembalian void */ 3. int main() /* main dideklarasikan dengan nilai kembalian int */ 4. void main ( int argc, char * argv[] ) Berfungsi untuk mengambil argumen baris perintah (command line argument) yang diberikan kepada program. Pada baris pertama kita menggunakan #include <stdio.h> yang berfungsi memberi tahu kompiler C untuk menggunakan file library stdio.h. File ini telah disediakan oleh C yang berfungsi untuk melakukan proses input output yang standar (stdio berasal dari kata standard input output). Sehingga jika program C yang Anda buat melakukan suatu proses input dan output maka Anda harus melakukan hal ini. Kemudian bagian utama dari program di atas adalah blok fungsi main. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, setiap program C harus memiliki fungsi yang bernama main. Di dalam fungsi main, kita menuliskan printf (“Like Elvis, C is
everywhere”);. Printf() merupakan fungsi yang berfungsi untuk mencetak tulisan ke

layar. Semua statement yang dituliskan pada program C harus diakhiri dengan karakter semi colon (‘;’).

156

5.4 Struktur Dasar Bahasa C 5.4.1 Tipe Data Tipe data berfungsi untuk mempresentasikan jenis dari sebuah nilai yang terdapat dalam program. Kesalahan dalam menyebutkan tipe data akan menyebabkan program yang kita buat tidak dapat dijalankan. Pada bahasa C terdapat berbagai tipe data, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

Tabel 5.1 Macam-macam tipe data

Tipe data unsigned char char unsigned int short int unsigned short int unsigned long long float double long double enum void

Jenis Karakter Karakter Bilangan bulat Bilangan bulat Bilangan bulat Bilangan bulat Bilangan bulat Bilangan bulat Bil. pecahan Bil. pecahan Bil. pecahan Enumerated

Size 8 bits (1 byte) 8 bits 32 bits (4 bytes) 16 bits 16 bits 32 bits 32 bits 32 bits 32 bits 64 bits (8 bytes) 64 bits 32 bits

Range 0 .. 255 -128 .. 127 0 .. 4294967295 -32.768 .. 32.767 0 .. 65535 -2147483648 .. 2147483647 0 .. 4294967295 -2147483648 .. 2147483648 3,4 * 10-38 .. 3,4 * 10+38 1,7 * 10-308 .. 1,7 * 10+308 1,7 * 10-308 .. 1,7 * 10+308 -2147483648 .. 2147483647

157

5.4.2 Konstanta dan Karakter Escape Konstanta merupakan suatu nilai yang tidak dapat diubah selama proses program berlangsung. Konstanta nilainya selalu tetap. Konstanta harus didefinisikan terlebih dahulu di awal program. Konstanta dapat bernilai integer, pecahan, karakter, dan string. Penulisan konstanta mempunyai aturan tersendiri, sesuai dengan tipe masingmasing.

Konstanta karakter rnisalnya ditulis dengan diawali dan diakhiri dengan tanda petik tunggal, contohnya : W dan x@'.

Konstanta integer ditulis dengan tanda mengandung pemisah ribuan dan tak mengandung bagian pecahan, contohnya : -1 dan 32 7 67.

Konstanta real {float dan double) bisa mengandung pecahan (dengan tanda berupa titik) dan nilainya bisa ditulis dalam bentuk eksponensial (menggunakan tanda e), contohnya : 27 . 5f (untuk tipe float) atau 27.5 (untuk tipe double) dan 2 . ie + 5 (maksudnya 2,1 x 105).

Konstanta string merupakan deretan karakter yang diawali dan diakhiri dengan tanda petik-ganda ('"), contohnya :"Pemrograman Dasar C". Rentetan lepas (escape sequence) adalah representasi karakter spasi putih.

Karakter spasi putih adalah karakter tak tergetak yang terdiri dari spasi, tad, linefeed, karakter baris baru, form-feed, tab vertical, dan cariege return. Rentetan lepas dibentuk dari kombimasi anntara gadis miring kiri atau backslash\ dengan karakter lain. Rentetan lepas diberikan dalam tabel di bawah ini.

158

Tabel 5.2 Rentetan lepas

Rentetan Lepas \a \b \f \n \r \t \v \’ \“ \/ \ddd \xddd \0

Karakter Alert (bell) Backspace Form-feed Baris baru Carriage return Tab Daftar Tab Vertikal Kutip tunggal Kutip Ganda Backslash Notasi Delapan Notasi Enambelas nihil

5.4.3 Variabel Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu di dalam proses program. Berbeda dengan konstanta yang nilainya selalu tetap, nilai dari suatu variable bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan. Pengenal harus diawali dengan huruf (A. . Z, a. . z) atau karakter garis bawah ( _ ). Selanjutnya dapat berupa huruf, digit (0 . . 9) atau karakter garis bawah atau tanda dollar ($). Panjang pengenal boleh lebih dari 31 karakter, tetapi hanya 31 karakter pertama yang akan dianggap berarti. Pengenal tidak boleh menggunakan nama yang tergolong sebagai kata-kata cadangan (reserved words) seperti int, if, while dan sebagainya. Variabel yang akan digunakan haruslah didefinisikan terlebih dahulu. Bentuk umum penulisan variabel adalah :
Tipe daftar-variabel;

159

Pada pendeklarasian varibel, daftar-variabel dapat berupa sebuah variabel atau beberapa variabel yang dipisahkan dengan koma. Contoh:
int var_bulatl; float var_pecahanl, var_pecahan2;

5.4.4 Deklarasi Deklarasi diperlukan bila kita akan menggunakan pengenal (identifier) dalam program. Identifier dapat berupa variabel, konstanta, dan fungsi. • Deklarasi Variabel Int x //deklarasi variable x dengan tipe data integer char y //deklarasi variable y dengan tipe data karakter • Deklarasi Konstanta #define PHI 3.14 #define nim “L2F008010” • Deklarasi Fungsi Tipe_fungsi nama_fungsi(parameter_fungsi); float luas_lingkaran(int jari); 5.4.5 Operator Operator adalah karakter atau kumpulan karakter yang digunakan untuk memanipulasi variabel. Karakter atau kumpulan karakter ini dikenali secara spesifik oleh compiler sehingga variabel yang diubah-ubah nilainya (operand) akan dikenai operasi sesuai dengan definisi operasi yang dimiliki oleh operator tadi. a. Operator Hitung Ada 5 operator hitung pada C , yaitu : 1. 2. Pengurangan Penambahan (-) (+)

160

3. 4. 5. b. Operator Relasi

Perkalian Pembagian Modulo

(.* ) (/) (%)

Operasi relasi menilai relasi antara dua operan dan memberikan hasil benar (dalam C bernilai 1) atau salah (dalam C bernilai 0). Macam-macam operator relasi adalah sebagai berikut.
Tabel 5.3 Macam-macam operator relasi Operator < > == <= >= != & ^ | && || Lebih kecil dari Lebih besar dari Sama dengan Lebih kecil dari atau sama dengan Lebih besar dari atau sama dengan Tidak sama dengan Bit demi bit AND Bit demi bit AND Bit demi bit OR Logic AND Logic Deskripsi

c.

Presedensi Operator Mengacu pada prioritas yang diberikan kepada setiap operator untuk memperlakukan operasi terhadap ekspresi-ekspresi.
Tabel 8.4 Macam-macam operator Operator () [] * → ! ~ ++ Deskripsi Pemanggilan fungsi Elemen larik (array) Anggota struktur data Pointer ke anggota struktur data Logik not One’s component Negasi Penaikkan Kanan ke kiri Arah Operasi Kiri ke kanan

161

-& * (type) sizeof * / % + << >> < <= > >= == != & ^ | && || ?; = *=,/=,%=,+= -=,<<=,>>=,&= ^=,|=

Penurunan Alamat dari Harga dari Typecast operator Nilai dalam byte Pengalian Pembagian Sisa (modul) Penambahan Pengurangan Geser kiri kiri Geser kanan Lebih kecil dari Lebih kecil sama dengan Lebih besar Lebih besar sama dengan Kesamaan Tidak sama dengan Bit demi bit AND Bit demi bit AND Bit demi bit OR Logic AND Logic Kondisional Penenmpatan Operasi gabungan Kiri ke kanan Kanan ke kiri Kiri ke kanan Kiri ke kanan Kiri ke kanan Kiri ke kanan Kiri ke kanan Kiri ke kanan

Koma

Kiri ke kanan

5.4.6 Reserved Word Reserved word tidak boleh digunakan dalam penamaan identifier (variabel, nama fungsi, dan lainnya) karena merupakan perintah-perintah dalam bahasa C. Daftar reserved word adalah sebagai berikut.
*asm auto default do for goto *pascal register switch typedef

162

break case *cdecl char const continue

double else enum extern *far float

*huge if int *interrupt long *near

return short signed sizeof static struct

union unsigned void volatile while

5.4.7 Komentar Program Komentar program hanya diperlukan untuk memudahkan pembacaan dan pemahaman suatu program (untuk keperluan dokumentasi program). Dalam bahasa C digunakan pembatas /* dan */ atau menggunakan tanda // untuk komentar yang hanya terdiri dari satu baris. Komentar program tidak akan ikut diproses dalam program (akan diabaikan).

5.5 Input dan Output 5.5.1 Memasukkan Data 5.5.1.1 scanf() Fungsi pustaka scanf() digunakan untuk menginput data berupa data numerik, karakter dan string secara terformat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian fungsi scanf() adalah sebagai berikut. o o o Fungsi scanf() memakai penentu format Fungsi scanf() memberi pergantian baris secara otomatis Variabelnya harus menggunakan operator alamat (&)

5.5.1.2

Kode Penentu Format Format data adalah suatu kombinasi tanda – tanda khusus berupa karakter

yang dipakai untuk mengatur bentuk data tampilan. Format data dipakai

163

disesuaikan dengan jenis dan tampilan. Beberapa kode penentu format data yang ada adalah sebagai berikut.
Tabel 5.5 Macam-macam format data FORMAT DATA

Bentuk Tampilan Data

%c %d %e %f

Karakter tunggal (single character ) Bilangan bulat desimal (decimal integer) Bilangan bernotasi ilmiah Bilangan berjenis pecahan bertitik (floating point number)

%g

Pilihan tampilan yang terpendek di antara bentuk %e atau %f

%i %n

Bilangan bulat desimal ( sama dengan %d ) Digunakan untuk menyimpan banyak karakter yang ditampilkan oleh perintah printf() ke dalam suatu petunjuk jenis integer

%o %p %s %u %x %%

Notasi bilangan oktal Tampilan pointer Tampilan deretan karakter (string) Bilangan desimal tak tertanda (unsigned) Notasi bilangan hexadesimal Tampilan tanda %

5.5.1.3 getch() dan getche() Fungsi getch() dan getche() digunakan untuk membaca data karakter. Jika menggunakan fungsi getch() karakter yang dimasukkan tidak akan ditampilkan

164

pada layar, sering digunakan sebagai inputan password. Sedangkan pada getche() karakter yang dimasukkan akan ditampilkan pada layar. 5.5.2 Menampilkan Data 5.5.2.1 Printf(), puts() dan putchar() Menggunakan fungsi printf(), puts(), dan putchar(), akan lebih ditekankan pada penggunaan printf(). Contoh penggunaan escape character :
printf(“\n tulisan ini ada di baris kedua”);

5.3.2.2 Pengaturan Penampilan Data Aturan penampilan:
printf(“%f”, argument); Mengatur tampilan bilangan float printf(“%m.nf”, argument); m n : menyatakan panjang range : menyatakan jumlah digit di belakang koma

argument: nilai atau variabel yang akan ditampilkan

5.5.2.3

Menampilkan Data ke Printer Untuk menampilkan data ke printer dapat menggunakan fungsi fprintf(),

fputs() dan fputc(). Fungsi fprintf() digunakan untuk mencetak semua jenis tipe data ke printer dan secara otomatis memberikan efek perpindahan baris. Fungsi fputs() digunakan untuk mencetak tipe data string ke printer. Fungsi fputc() digunakan untuk mencetak tipe data karakter ke printer 5. 6 Penyeleksian Kondisi Penyeleksian kondisi digunakan untuk mengarahkan perjalanan suatu proses. Penyeleksian kondisi dapat diibaratkan sebagai katup atau kran yang mengatur jalannya air. Bila katup terbuka maka air akan mengalir dan sebaliknya bila katup tertutup air tidak akan mengalir atau akan mengalir melalui tempat lain. 5.6.1 Struktur Kondisi ”if..”

165

Struktur if dibentuk dari pernyataan if dan sering digunakan untuk menyeleksi suatu kondisi tunggal. Bila proses yang diseleksi terpenuhi atau bernilai benar, maka pernyataan yang ada di dalam blok if akan diproses dan dikerjakan. Bentuk umum struktur kondisi if adalah: if(kondisi) pernyataan; Contoh:
If ( a = i) { Printf(”satu”); Printf(”ganjil”); }

5.6.2 Struktur Kondisi ”if..else” Dalam struktur kondisi if.....else minimal terdapat dua pernyataan. Jika kondisi yang diperiksa bernilai benar atau terpenuhi maka pernyataan pertama yang dilaksanakan dan jika kondisi yang diperiksa bernilai salah maka pernyataan yang kedua yang dilaksanakan. Bentuk umumnya adalah sebagai berikut :
if(kondisi) pernyataan-1 else pernyataan-2

Contoh:
#include <stdio.h> #include <conio.h> int main() { int nilai;

166

printf("Nilai Mahasiswa : "); scanf("%d",&nilai); if(nilai > 60) printf("Mahasiswa tersebut Lulus\n"); else printf("Mahasiswa tersebut tidak lulus\n"); return 0; }

5.6.3 Struktur Kondisi “switch....case....default…” Struktur kondisi switch....case....default digunakan untuk penyeleksian kondisi dengan kemungkinan yang terjadi cukup banyak. Struktur ini akan melaksanakan salah satu dari beberapa pernyataan ‘case’ tergantung nilai kondisi yang ada di dalam switch. Selanjutnya proses diteruskan hingga ditemukan pernyataan ‘break’. Jika tidak ada nilai pada case yang sesuai dengan nilai kondisi, maka proses akan diteruskan kepada pernyataan yang ada di bawah ‘default’. Contoh:
#include <stdio.h> #include <conio.h> int main( { char nilai[1]; printf("Masukkan Nilai Mahasiswa : A/B/C/D/E\n"); scanf("%s",&nilai); switch(*nilai)

167

{ case'A': printf("Predikat Mahasiswa Ini Sempurna"); break; case'B': printf("Predikat Mahasiswa Ini Baik"); break; case'C': printf("Predikat Mahasiswa Ini Cukup"); break; case'D': printf("Predikat Mahasiswa Ini Kurang"); break; case'E': printf("Predikat Mahasiswa Ini Gagal"); break; default:printf("Nilai yang Anda Masukkan Salah"); } return 0; }

5.7

Perulangan Dalam bahasa C tersedia suatu fasilitas yang digunakan untuk melakukan proses yang berulang-ulang sebanyak keinginan kita. Misalnya saja, bila kita ingin menginput dan mencetak bilangan dari 1 sampai 100 bahkan 1000, tentunya kita akan merasa kesulitan. Namun dengan struktur perulangan proses, kita tidak perlu menuliskan perintah sampai 100 atau 1000 kali, cukup dengan beberapa perintah saja.

168

5.7.1 Struktur Perulangan ”while” Perulangan WHILE banyak digunakan pada program yang terstruktur. Perulangan ini banyak digunakan bila jumlah perulangannya belum diketahui. Proses perulangan akan terus berlanjut selama kondisinya bernilai benar (true) dan akan berhenti bila kondisinya bernilai salah.
#include<stdio.h> #include<conio.h> void main() { int x; x=1; while(x<=10) { printf(“%d BAHASA C\n”, x); x++; } getch(); }

5.7.2 Struktur Perulangan ”do..while” Pada proses perulangan dengan while, seleksi berada di while yang letaknya di atas sementara pada perulangan do....while, seleksi while berada di bawah batas perulangan. Dengan menggunakan struktur do…while sekurang-kurangnya akan terjadi satu kali perulangan. Contoh:
#include<stdio.h> #include<conio.h> void main()

169

{ do { x++; }

int x;

printf(“$d BAHASA C\n”, x);

while(x<=10); getch();}

5.7.3 Struktur Perulangan “for“ Struktur perulangan for biasa digunakan untuk mengulang suatu proses yang telah diketahui jumlah perulangannya. Dari segi penulisannya, struktur perulangan for tampaknya lebih efisien karena susunannya lebih simpel dan sederhana. Bentuk umum perulangan for adalah sebagai berikut :
for(inisialisasi; syarat; penambahan) pernyataan;

Keterangan : • Inisialisasi : pernyataan untuk menyatakan keadaan awal dari variabel kontrol. • syarat : ekspresi relasi yang menyatakan kondisi untuk keluar dari perulangan. • penambahan Contoh:
#include<stdio.h> #include<conio.h> int main() { int x;

: pengatur perubahan nilai variabel kontrol.

for (x=1;x<=10;x++) { printf(“%d Bahasa C\n”,x);}

170

getch(); }

5.8 Fungsi Bahasa C terdiri dari satu fungsi utama yaitu main () dan beberapa fungsi tambahan yang dapat dipanggil untuk mempermudah proses eksekusi. Penulisan fungsi (function) di luar struktur main () ditujukan untuk memisahkan proses utama dan proses tambahan sehingga jika terjadi perulangan (looping) tidak mempersulit komputasi di sekitar main () karena pada saat fungsi di akses, maka hanya di sekitar fungsi itulah proses komputasi berjalan. Selain itu fungsi dalam bahasa C juga memungkinkan membentuk fungsi di dalam fungsi. Seperti halnya main (), fungsi juga memiliki sintaks untuk hasil kembalian kosong (void) dan hasil kembalian berupa nilai. Sebagai contoh :
void Tulis10Kali (void) ; maka nilai keluaran yang dikembalikan ke sistem

operasi setelah file selesai di eksekusi adalah kosong atau tidak ada kembalian. Berbeda dengan : int HitungLuasLingkaran (int x) ; yaitu nilai keluaran yang dikembalikan ke sistem operasi adalah berupa nilai bertipe data integer. Fungsi jenis ini sering digunakan untuk proses penghitungan. Pendeklarasian Fungsi (fungsi bernilai balik yang banyak digunakan di praktikum ini) adalah sebagai berikut.

tipe_data NamaFungsi (parameter1, parameter2, ….) { statemen_yang_akan_dieksekusi; … return nilai_balik }

Penggunaan return merupakan fungsi dengan nilai balik tertentu yang nantinya dipakai untuk proses lain di dalam fungsi utama. 5.8.1 Fungsi dengan parameter

171

Parameter di dalam fungsi merupakan suatu variable untuk menampung nilai yang akan dikirimkan (dipakai) di dalam fungsi, parameter itu sendiri terdapat dua parameter yaitu, parameter formal dan actual. Parameter formal adalah parameter yang terdapat di dalam pendefinisian fungsi, sedangkan parameter actual adalah parameter yang terdapat saat pemanggilan fungsi. Sebagai contoh :
Int TambahSatu (int x) { return ++x }

Maka int x merupakan parameter formal, yaitu sebagai penampung variable yang dimasukan oleh main ().
Int main (void) { int a = 10, hasil; hasil = TambahSatu (a) return 0; }

Pada main (), a yang dideklarasikan sebagai integer dan bernilai 10 dimasukan/disimpan sebagai variable mula-mula atau inputan untuk fungsi TambahSatu. Dalam bahasa C inputan a (bernilai integer) di main dapat di samakan (subtitusi) dengan nilai x (bernilai integer) di fungsi. Sehingga int a sebenarnya (aktual). 5.8.2. Parameter Pass by Value Pada parameter Pass by Value terjadi proses penyalinan (copy) dari parameter formal ke parameter aktual hal ini menyebabkan variable di dalam fungsi tidak berpengaruh dengan variable di luar fungsi. Contoh:
#include <stdio.h> void TambahSatu (int x) { x++

int x.

Seperti namanya dalam fungsi, int x merupakan formalitas dari int a yaitu nilai

172

printf (“Nilai di dalam fungsi : %d\n, x); } Int main (void) { int Bilangan; printf (“masukan sebuah bilangan bulat : “); scanf (“%d”, &Bilangan); /*menampilkan nilai awal*/ printf (“\nNilai awal : %d\n, Bilangan ); /*memanggil fungsi tambah satu dengan parameter aktual “Bilangan”*/ TambahSatu (Bilangan); /*menampilkan nilai akhir*/ printf (“Nilai akhir : %d\n”, Bilangan); return 0; }

Dari program di atas misalnya dimasukan nilai 10 sebagai input akan dihasilkan :
Masukan sebuah bilangan : 10 Nilai awal : 10 Nilai di dalam fungsi : 11 Nilai akhir : 10

Dari contoh diatas dapat dilihat bahwa nilai akhir tidak terpengaruh nilai yang dihasilkan oleh fungsi. karena secara logika nilai yang digunakan untuk fungsi berbeda dengan nilai pada Nilai_akhir (menampilkan nilai akhir) yang masih mengacu pada Bilangan pada nilai awal. Hal ini disebabkan variable yang tidak saling berhubungan dan menempati alamat memori yang berbeda. 5.8.3. Parameter Pass by Reference

173

Pada pass by reference variabel yang digunakan dalam fungsi dimasukan ke dalam suatu alamat memori tertentu. Sehingga variable dalam fungsi tersebut digunakan untuk proses proses selanjutnya atau fungsi fungsi selanjutnya. Perubahan nilai di dalam fungsi, akan berpengaruh pada proses lainya, hal ini dikarenakan acuan untuk proses selanjutnya adalah nilai dari alamat tertentu yang dihasilkan oleh proses fungsi tersebut. Contoh:
#include <stdio.h> void TambahSatu (*int x) { (*x)++ /*penggunaan “*” sebagai penujuk alamat “x”*/ printf (“Nilai di dalam fungsi : %d\n, *x); } Int main (void) { int Bilangan; printf (“masukan sebuah bilangan bulat : “); scanf (“%d”, &Bilangan);

/*menampilkan nilai awal*/ printf (“\nNilai awal : %d\n, Bilangan );

/*memanggil fungsi tambah satu dengan mengirimkan alamat variabel “Bilangan”*/ TambahSatu (&Bilangan); /*terdapat penunjuk alamat “&”*/

/*menampilkan nilai akhir*/ printf (“Nilai akhir : %d\n”, Bilangan); return 0; }

174

Dari program diatas dihasilkan
Masukan sebuah bilangan : 10 Nilai awal : 10 Nilai di dalam fungsi : 11 Nilai akhir : 11

Terlihat bahwa nilai akhir adalah sama dengan nilai fungsi, hal ini akan terus berlaku yaitu nilai Bilangan yang baru adalah 11 yang disimpan pada alamat tertentu (x) sampai nilai tersebut diganti oleh proses lain. Penggunaan pointer (*) di dalam fungsi maupun main, merupakan proses penujukan alamat hal yang sama juga digunakan dalam proses pemanggilan file (operasi file). 5.8.4. Prototipe Fungsi Secara default sebuah fungsi di dalam bahasa C dideklarasikan/ditulis sebelum fungsi main. Namun bahasa C memungkinkan pembentukan fungsi setelah fungsi main. Hal ini dilakukan dengan syarat bahwa fungsi tersebut sudah didefinisikan (judulnya) sebelum fungsi main ditulis hal inilah yang disebut dengan prototipe fungsi. Penulisan prototipe fungsi adalah sebagai berikut.
float mengukur_suhu (float suhu); /*contoh prototipe*/ int main (void) { statemen…statemen } Float mengukur suhu (float suhu) { /*implementasi dari prototype diatas*/ statemen…statemen }

Karena prototype merupakan sebuah statemen maka harus diakhiri tanda semicolon.

175

5.9.

Array (Larik) Array adalah suatu variable yang merepresentasikan daftar (list) atau kumpulan data yang memiliki tipe data sama. Setiap data yang terdapat dalam array tersebut menempati alamat memori yang berbeda yang disebut dengan elemen array. Array bisa dikatakan memiliki dimensi, baik satu, dua ataupun tiga, atau bisa lebih. Hal ini tergantung pada representasi data yang dimilikinya, array dimensi satu mewakili suatu bentuk vector, array dimensi dua mewakili suatu matriks atau tabe, dan array berdimensi tiga mewakili bentuk ruang. Contoh reprentasi array dalam tabel :

NIlai ke-1

Nilai ke-2

Nilai ke-N

Nilai elemen array

Alamat ke-1

Alamat ke-2

Alamat ke-N

Alamat elemen array

0

1

N-1

Indeks elemen array

5.9.1

Pendeklarasian Array Deklarasi array didahului oleh jenis tipe data dari array yang akan

dikehendaki, kemudian nama variabelnya. Sedangkan jumlah elemennya dituliskan dalam tanda “[ ]”. Bentuk umunya adalah sebagai berikut : tipe_data nama_array [banyak elemen] cnth : int A [100]; maka akan membentuk nilai indeks array sejumlah 100 buah, dari 0-99.

176

5.9. 2

Kegunaan arrray Kegunaan array antara lain untuk mengurangi proses pengulangan tanpa

harus menuliskan semua kode untuk menjalankan program. Dalam hal ini array menggunakan operator pengulangan sebagai pendekelarasian. Contoh adalah sebagai berikut : Pada cara biasa penulisan beberapa output maka kode harus diulang seperti penggunaan printf yang berulang untuk menuliskan output dengan tipe data yang sama secara berurutan. Hal tersebut akan menjadi sulit jika ouput dan input yang dikehendaki lebih dari 5 (misal 100). Untuk mengantisipasi kesulitan tersebut maka digunakan array. :
#include <stdio.h> #define MAX 5 /*mendekalrasikan konstanta global yaitu nilai maximum = 5*/ int main () { float A [MAX]; /*bentuk array dengan tipe data float dengan nama A dan dengan range MAX yaitu sebanyak 5*/ float jumlah = 0, rata-rata; (deklarasi variable jumlah(bernilai 0) dan rata-rata berupa float) int j; /*Memasukan nilai ke dalam elemen array*/ printf (“Memasukan nilai : \n”); for (j=0; j<MAX; j++) { printf (“A [%d] = “, j); /*memasukan elemen array ke A

(A1,A2,…,A5), dengan j sebagai pembatas atau alamat ke] scanf (“%f”, &A[j]); /*memasukan nilai dari printf ke memori j*/ jumlah = A[j] +A[j] /*menjumlahkan elemen array pertama ke elemen array selanjutnya*/ } /*melakukan proses penghitungan*/

177

rata-rata = jumlah / MAX (membagi nilai di dalam jumlah ke dengan nilai MAX = 5) o o } printf (“\nNilai rata-rata = %.2f”, rata-rata); /*Mengambil nilai dari rata-rata); return 0;

Pada sintaks diatas maka hasilnya adalah 5 nilai dengan tipe data yang sama dan rata-ratanya. 5.10 Struct (Struktur) Struktur merupakan sekumpulan variable yang mungkin terdiri dari beberapa tipe data berbeda dan dikelompokan dalam satu nama untuk kemudian diakses oleh program. Tipe data yang dimaksud adalah tipe data dasar termasuk tipe data bentukan seperti array, pointer, dan juga struktur lain yang telah didefinisikan sebelumnya. Dalam beberapa bahasa pemrograman lain (misalnya Pascal), struktur sering disebut dengan istilah rekaman (record). Kehadiran struktur akan sangat membantu untuk menyederhanakan masalah dalam pengaturan data yang realtif kompleks, karena dalam struktur kita diizinkan untuk mengelompokan data-data yang saling berhubungan tersebut ke dalam suatu entitas yang terpisah. Dalam program-program besar, pendefinisian struktur biasanya dilakukan dalam unit atau file tersendiri secara terpisah. Berikut contoh program untuk mendeklarasikan struktur.
#include <stdio.h> /*Mendefinisikan struktur TITIK sekaligus mendeklarasikan variable T1*/ struct TITIK { int x; int y; } T1; /*T1 merupakan variable global*/ int main (void) { /*Mendeklarasikan struktur T2*/ struct TITIK T2;

178

/*Struktur T2 merupakan variable lokal di dalam main, dengan menggunakan ketentuan dari struct TITIK, dalam hal ini terdapat 2 struct dengan struktur yang sama namun variable yang berbeda*/

/*Membaca nilai x dan y untuk struktur T1*/ printf (“Menentukan koordinat T1 : \n”); printf (“Nilai x = “); scanf (“%d”, &T1.x); printf (“Nilai y = “); scanf (“%d”, &T1.y);

/*Membaca nilai x dan y untuk struktur T2*/ printf (“Menentukan koordinat T2 : \n”); printf (“Nilai x = “); scanf (“%d”, &T2.x); printf (“Nilai y = “); scanf (“%d”, &T2.y); /*Menampilkan nilai yang terdapat pada struktur*/ printf (“\nT1 (%d,%d) \n”, T1.x, T1.y); printf (“\nT2 (%d,%d) \n”, T2.x, T2.y);

return 0; }

Dari program diatas akan didapat : Menentukan koordinat T1:
Nilai x = 2 Nilai y = 3

Menentukan Nilai koordinat T2:

179

Nilai x = 4 Nilai y = 5 T1 (2,3) T2 (4,5)

Hal yang perlu diperhatikan dalam struktur adalah pendeklarasian struct tersebut nama, tipe data, dan variabel untuk menampung tipe data yang didefinisikan di dalam struct tersebut. 5.11 Operasi File Berbeda dengan tiga sub bab sebelumnya yang nilai kembalianya atau hasilnya hanya disimpan di memori utama (RAM), Operasi File merupakan sebuah operasi yang melibatkan memori eksternal (Hard Disk) sehingga hasil yang didapatkan setelah program di eksekusi adalah sebuah file yang nantinya tersimpan di Hard Disk tersebut. Bahasa C telah menyediakan sebuah struktur yang digunakan untuk keperluan pengaksesan sebuah file, yaitu struktur FILE yang dedeklarasikan dalam file header <stdio.h>. Struktur tersebut akan menyimpan informasi-informasi dari file yang akan diakses, misalnya seperti lokasi (path), ukuran (dalam satuan byte), data-data yang terkandung di dalamnya serta informasi lainya. Cara pertama yang harus dilakukan adalah mendeklarasikan pointer (penunjuk) yang akan menunjuk ke struktur FILE. Pointer semacam ini dinamakan pointer file. Berikut ini bentuk umum dari pendeklarasian pointer ke file yang dimaksud di atas.
FILE *nama_pointer_ke_file

Sebagai contoh adalah pendeklarasian pointer dengan nama pf untuk menunjuk ke struktur FILE, maka sintaksnya adalah sbeagai berikut.
FILE *pf

Dengan demikian kita dapat menggunakan pointer pf untuk mendapatkan informasi-informasi dari file yang akan kita akses di dalam program. 5.11.1 Mode dalam Operasi File

180

Untuk

menguhubungkan

sebuah

file maka terlebih dahulu

harus

dideklarasikan penghubung file yaitu fungsi fopen() untuk membuka file dan fclose()yang keduanya terdapat dalam header <stdio.h>. Berikut prototipe dari pemanggilan file tersebut :
FILE *fopen (char_*namafile, char_*mode)

Fungsi ini akan mengembalikan pinter ke file apabila proses yang dilakukan berjalan dengan benar. Sebaliknya, apabila gagal, maka fungsi akan mengembalikan nilai NULL. Berikut ini beberapa factor yang menyebabkan terjadinya kesalahan dalam proses pembukaan file. Nama file yang diisikan tidak valid, misalnya nama file mengandung spasi ataupun tanda lain. Membuka file dari disk yang belum disiapkan, misalnya disk belum terformat. Membuka file yang tidak terdapat di dalam direktori yang dimaksudkan. Membuka file yang belum terbuat untuk proses pembacaan (mode “r”) Parameter namafile di atas digunakan untk menunjukan nama file yang akan dibuka di dalam program. Sedangkan parameter mode digunakan untuk menetukan mode atau aksi yang akan dilakukan setelah file dibuka. Adapun mode-mode yang telah didefinisikan untuk fopen dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 5.6 Mode fopen dalam operasi file

Mode

Keterangan File dibuka untuk proses pembacaan (reading). Apabila file belum ada maka proses gagal dan fungsi fopen () akan mengembalikan nilai NULL. File dibuka untuk proses penulisan (writing). Apabila file belum ada maka file

r

w

akan dibuat. Sebaliknya apabila, file yang didefinisikan sudah ada, maka file tersebut akan dihapus, selanjutnya akan dibuat file baru (dengan data kosong).

a

File akan dibuka untuk proses penambahan data (appending). Apabila file

181

belum ada maka file akan dibuat. Sebaliknya apabila file telah ada maka data yang dimasukan ke dalam file akan ditambahkan pada bagian akhir dari data lama (end of file) File dibuka untuk proses pembacaan dan penulisan. Apabila file belum ada r+ maka file akan dibuat. Sebaliknya, apabila file telah ada, maka data baru akan ditambhkan di bagian awal, yaitu dengan melakukan penimpaan (overwriting) terhadap data yang sebelumnya telah ada. File dibuka untuk proses penulisan dan pembacaan. Apabila file belum ada w+ maka file akan dibuat. Apabila file telah ada makan file tersebut akan ditimpa (overwriten) dengan file baru. File dibuka untuk proses pembacaan dan penambahan data. Apabila file a+ belum ada maka file akan dibuat. Sebaliknya apabila file telah ada maka data yang dimasukan ke dalam file akan ditambahkan pada bagian akhir dari data lama (end of file).

5.11.2 Deskripsi Sintaks Operasi File Berikut contoh program Operasi File, yaitu operasi membuka dan menutup dengan mode “r” (pembacaan):
#include <stdio.h> #include <stlib.h> /*untuk menggunakan fungsi exit*/

int main void () { /*Mendeklarasikan pointer ke file dengan nama pf*/ file *pf char karakter; /*Variabel bantu untuk menampung data dari file*/

/*Membuka file dan menampungnya dalam pointer pf*/ pf = fopen (“D:/COBA.TXT”, “r”);

182

/*Mengecek apakah file tersebut dapat dibuka atau tidak*/ If (pf != NULL) { /*Apabila berhasil*/ /*selama data masih ada*/

while (karakter = getc (pf) != EOF) { printf (“%c”, karakter); } } else { /*apabila gagal*/

printf (“Kesalahan : File COBA.TXT tidak dapat dibuka”); exit (EXIT_FAILURE); } return 0; } /*keluar program dengan nilai 1*/

Program diatas akan membuka file dengan nama COBA.TXT dengan mode r yaitu jika file ada akan dibaca dan dimasukan ke dalam console (program saat running) sedangkan jika tidak ada file atau file tidak terdeteksi, maka akan pembcaan file akan gagal, program akan mengembalikan nilai 1 dan proses pembacaan akan di interupsi dengan fungsi exit. 5.11.3 Fungsi-Fungsi dalam Operasi File Berikut fungsi fungsi yang digunakan dalam operasi file :

1.

Fungsi getch () Fungsi getch merupakan sebuah proses pembacaan karakter dan menempatkan karakter di dalam file ke dalam console. Fungsi tersebut hampir sama dengan fungsi getchar, perbedaanya jika pada getchar adalah membaca input (berupa karakter) dari keyboard ke dalam program saat running. Sedangkan getc membaca karakter dari dalam file dan memasukanya dalam running program. Contoh deklarasi getc adalah sebagai berikut :

183

int getc (FILE *fp);

2.

Fungsi fgets () Fungsi ini digunakan untuk membaca suatu baris data yang terdapat di dalam file. Adapun prototipenya adalah sebagai berikut :
char fgets (char str, int n, FILE *fp);

3.

Fungsi fscanf () Fungsi fscanf hampir sama dengan scanf (), yaitu mengambil data dengan format tertentu. Perbedaanya fungsi fscanf dilakukan terhadap file sedangkan scanf dilakukan terhadap data yang dimasukan atau dibaca dari keyboard. Prototipe dari fungsi scanf () adalah sebagai berikut:
int fscanf (FILE *fp, char *format, …);

4.

Fungsi putc ()

Fungsi putc merupakan kebalikan dari fungsi getc (), yaitu digunakan untuk menuliskan sebuah karakter ke dalam file. Prototipe fungsi ini adalah sebagai berikut.
int putc (int c, FILE *fp);

5.

Fungsi fputs ()

Fungsi fputs merupakan kebalikan dari fgets, yaitu untuk melakukan penulisan atau memasukan satu buah baris data ke dalam file. Adapun prototype fputs () adalah sebagai berikut.
int fputs (char *str, FILE *fp)

6.

Fungsi fprintf () menuliskan data dengan format tertentu ke dalam file. Prototipenya adalah sebagai berikut.

Fungsi fprintf merupakan kebalikan dari fscanf (). Fungsi ini digunakan untuk

184

int fprintf (FILE *fp, char *format, …);

7.

Fungsi rename ()

Fungsi ini berguna untuk mengubah nama file dari dalam program. Protipe fungsi ini adalah sebagai berikut :
int rename (const char *oldname, const char *newname );

8.

Fungsi remove ()

Fungsi ini berguna untuk menghapus file. Contoh programnya adalah sebagai berikut.

#include <stdio.h> int main void () { int status; status = remove (“D/PROG/TEST.TXT”);

if (status == 0) { printf (“File telah terhapus”); } else { printf (“Proses penghapusan file gagal”); } return 0; }

Fungsi rename dan remove merupakan fungsi dalam manajemen file, berbeda dengan fungsi fungsi sebelumnya fungsi ini tidak membutuhkan pointer ke file yang akan dituju. Fungsi ini hanya mendeteksi nama file kemudian dimenej, apakah akan diganti dengan nama tertentu ataupun membuangnya. Sehingga proses ini juga berlaku untuk memenej folder.

185

186

BAB VI SISTEM BASIS DATA

6.1 Basis Data basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi. Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis. Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama

187

antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel. Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika

konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut. Basis data atau database, berasal dari kata basis dan data, adapun pengertian dari kedua pengertian tersebut adalah sebagai berikut : Basis : dapat diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang atau berkumpul. Data : representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan), barang, hewan peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya. Dari kedua pengertian tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian dari Basis Data adalah Kumpulan file / table yang saling berelasi (berhubungan) yang disimpan dalam media penyimpanan eletronik. Dapat dikatakan pengertian lain dari basis data adalah koleksi terpadu dari data yang saling berkaitan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi suatu enterprise (dunia usaha). Dari pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan pada masing – masing table / file didalam database berfungsi untuk menampung / menyimpan data – data, dimana masing – masing data yang ada pada table / file tersebut saling berhubungan dengan satu sama lainnya. Tujuan dari dibentuknya basis data pada suatu perusahaan pada dasarnya adalah kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan kembali data.

188

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 1.1, terlihat bahwa pada gambar diatas itu bukan basis data melainkan lemari arsip, dimana pada setiap rak dalam lemari tersebut dapat menyimpan dokumen – dokumen manual yang terdiri dari lembaran – lembaran kertas. Masalah yang dihadapi pada lemari arsip adalah kelambatan dalam menelusuri data – data yang ada pada lemari arsip tersebut, misalkan kita ingin mencari arsip untuk pegawai tertentu dihasilkan dengan lambat dikarenakan petugas harus mencari lembaran – lembaran yang ada pada dokumen tersebut dan ini sangat menyita waktu. Sedangkan kalau kita bicara basis data, maka seluruh data – data disimpan dalam basis data pada masing – masing table / file sesuai dengan fungsinya, sehingga kita dengan mudah dapat melakukan penelusuran data yang diinginkan hal ini akan mengakibatkan pada kecepatan atas informasi yang disajikan.

Gambar 6.1. Lemari Arsip dan Basis Data

189

Didalam suatu media penyimpanan (hard disk misalnya), kita dapat menempatkan lebih dari 1 (satu) basis data dan tidak semua bentuk penyimpanan data secara elektronik dikatakan basis data, karena kita bisa menyimpan dokumen berisi data dalam file teks (dengan program pengolahan kata), spread sheet, dan lainnya. Yang ditonjolkan dalam basis data adalah pengaturan / pemilahan / pengelompokan / pengorganisasian data yang akan disimpan sesuai dengan fungsi / jenisnya. Hal tersebut bisa berbentuk sejumlah file / table terpisah atau dalam bentuk pendefinisian kolom / field data dalam setiap file / table tersebut.

6.2. Hirarki Data Hirarki data dalam dikelompokkan menjadi 3 (tiga) buah yaitu file, record dan elemen data, untuk lebih jelaskan dapat dilihat pada gambar 1.2. berikut ini.

Gambar 6.2. Hirarki Data

Pengertian dari gambar tersebut diatas adalah sebagai berikut : • Elemen Data / Field / Atribut adalah satuan data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna. Pada data Mahasiswa, field / 190

atribut datanya Database dapat berupa : nim, nama_m, tpt_lhr_m, tgl_lhr_m, alm_m dan dan atribut lainnya yang menyangkut mahasiswa tersebut. Istilah lain elemen data adalah medan / field, kolom, item, dan atribut. Istilah yang umum dipakai adalah field, atribut atau kolom.

Rekaman / Record / Baris adalah gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait. Contohnya adalah nim, nama_m, tpt_lhr_m, tgl_lhr_m, alm_m an atribut lainnya dari seorang Mahasiswa dapat dihimpun dalam sebuah record / baris.

Berkas / File / Table adalah kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang atribut / field sama, namun berbeda isi datanya. Dalam basis data relasional, berkas mewakili komponen yang disebut Table atau Relasi. Sedangkan pengertian Data value (nilai atau isi data) adalah data aktual atau informasi yang disimpan pada setiap field / atribut. Field nama_m menunjukkan tempat dimana informasi nama mahasiswa disimpan, sedangkan isi datanya adalah Mulyani,Ahmad Sofyan dan lain sebagainya. Berikut ini dapat diberikan illustrasi dari pengertian ketiga pengertian file, field, record dan data value (isi data ).
Mahasiswa nama table / file\

191

Record

/

baris

Atribut

/

field

:

nim,nama_m,tpt_lhr_m,tgl_lhr_m,j_kelamin,alm_m,kota_m,aama_m dan kode_jur Data value / Isi data : Pada record pertama : 01031417 adalah isi data untuk kolom nim, Mulyanti untuk kolom nama_m dan seterusnya
Gambar 6.3. Contoh file, field, record dan data value

Pada contoh diatas yang merupakan table / file adalah Mahasiswa, yang merupakan field adalah nim,nama_m,tpt_lhr_m,tgl_lhr_m,j_kelamin, alm_m, kota_m, aama_m dan kode_jur, sedangkan untuk isi data pada record pertama adalah 01031417 (nim), Mulyanti (nama_m) dan seterusnya. Pada tabel mahasiswa tersebut misalkan jumlah mahasiswanya adalah 2000 untuk berbagai jurusan, maka jumlah recordnya adalah 2000 juga dan kita dapat melakukan manipulasi data pada tabel tersebut yaitu insert, update dan delete. 6.3. Sistem Basis Data Sistem basis data dapat diartikan sebagai kumpulan file / table yang saling berhubungan (dalam sebuah basis data di sebuah sistem komputer), dan sekumpulan program (DBMS / Database Management System) yang memungkinkan beberapa user (pemakai), dan / atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi file (table) tersebut. Komponen – komponen utama dari sebuah sistem basis data adalah sebagai berikut : 1). Perangkat keras (hardware) 2). Sistem operasi (operating system) 3). Basis data (database) 4). Sistem (aplikasi/perangkat lunak) pengelola basis data (DBMS)

192

5). Pemakai (user) 6). Aplikasi (perangkat lunak) lain (bersifat optional) Pada gambar 5.3. sistem basis data dapat dilihat bahwa basis data pada intinya adalah disimpan pada media penyimpanan elektronik (hardisk), sedangkan database adalah terdiri dari beberapa file / table yang saling berelasi (berhubungan). Basis data tersebut dikelola oleh DBMS (database management system) dan database tersebut dapat dimanfaatkan oleh beberapa user (pemakai) yang dapat melakukan manipulasi pada database. Tidak semua user dapat melakukan manipulasi data didalam database, hal ini diatur sesuai dengan hak aksesnya dari masing – masing user tersebut.

Gambar 6.4. Sistem Basis Data

193

6.4 Query Pengertian dan Kegunaan Query Jika anda telah membuat tabel-tabel dan telah memasukkan banyak data dalam tabel tersebut, suatu ketika Anda menginginkan untuk mengetahui/mencari data tertentu. Hal ini dapat anda lakukan dengan membuka tabel, menelusuri data satu per satu, lalu membuat tabel baru untuk menyimpannya. Akan tetapi cara seperti ini sangat tidak efisien. Untuk kebutuhan tersebut, akan jauh lebih mudah jika anda menggunakan queryuntuk memenuhi permintaan data kita Pada dasarnya, query adalah merupakan bahasa untuk melakukan manipulasi terhadap database, yang telah distandarkan dan lebih dikenal dengan nama Structured Query Language (SQL). Query dibedakan menjadi 2, yaitu 1. Untuk membuat/mendefinisikan obyek-obyek database seperti membuat tabel, relasi dan sebagainya. Biasanya disebut dengan Data Definition Language (DDL) 2. Untuk memanipulasi data, yang biasanya dikenal dengan Data Manipulation Language (DML). Manipulasi data bisa berupa: a. Menambah, mengubah atau menghapus data. b. Pengambilan informasi yang diperlukan dari database, yang mana datanya diambil dari tabel maupun dari query sebelumnya

6.3.1. Perangkat Keras Perangkat keras yang biasanya terdapat dalam sistem basis data adalah sebagai berikut: 1). Komputer (satu untuk yang stand-alone atau lebih dari satu untuk sistem jaringan). 2). Memori sekunder yang on-line (harddisk). 3). Memori sekunder yang off-line (tape) untuk keperluan backup data. 4). Media / perangkat komunikasi (untuk sistem jaringan).

194

6.3.3. Basis Data Sebuah sistem basis data dapat memiliki beberapa basis data. Setiap basis data dapat memiliki sejumlah objek basis data (seperti file/table, store procedure, indeks, dan lainya). Disamping berisi / menyimpan data, setiap basis data juga mengandung / menyimpan definisi struktur (baik untuk basis data maupun objekobjeknya secara detail). . 6.3.4. Pemakai (Users) Ada beberapa jenis / tipe pemakai pada sistem basis data, berdasarkan cara mereka berinteraksi pada basis data, diantaranya adalah: Programmer Aplikasi Adalah pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui DML (data manipulation language), yang disertakan dalam program yang ditulis dalam bahasa pemrograman induk (seperti pascal, cobol, clipper, foxpro, dan lainnya).

User Mahir (casual user) Adalah pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program. Mereka menyatakan query (untuk akses data), dengan bahasa query yang telah disediakan oleh suatu DBMS. User Umum (End User) Adalah pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu program aplikasi permanen, yang telah ditulis / disediakan sebelumnya. User Khusus (Specialized User) Adalah pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional untuk keperluan khusus, seperti untuk aplikasi AI, Sistem Pakar, Pengolahan Citra, dan lainnyal, yang bisa saja mengakses basis data dengan / tanpa DBMS.

195

Untuk sebuah sistem basis data yang stand-alone, maka pada suatu saat hanya ada satu pemakai, sedangkan untuk jaringan pada suatu saat ada banyak pemakai yang dapat berhubungan (menggunakan) basis data yang sama. Pilihan untuk stand-alone atau jaringan (multiuser) tergantung pada (ditentukan oleh) kebutuhan pemakai, perangkat keras yang tersedia, sistem operasi yang digunakan, serta DBMS yang dipilih.

6.3.5. Aplikasi (perangkat lunak) lain Aplikasi lain ini bersifat optional, ada tidaknya tergantung pada kebutuhan kita. DBMS yang kita gunakan lebih berperan dalam pengorganisasian data dalam basis data, sementara bagi pemakai basis data (khususnya yang menjadi end user) dapat disediakan program khusus untuk melakukan pengisian, pengubahan dan pengambilan data. 6.4. Sistem Manajemen Basis Data (DBMS)
DBMS adalah koleksi terpadu dari program-program (sistem perangkat lunak) yang digunakan untuk mendefinisikan, menciptakan, mengakses dan merawat database (basis data). Tujuannya adalah menyediakan lingkungan yang mudah dan aman untuk penggunaan dan perawatan database. Contoh daripada DBMS adalah Ms-Access, MS Sql Server dan Oracle.

6.5 MySQL
• MySQL termasuk ke dalam Relational Database Management System (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis di bawah lisensi GPL (General Public License) • MySQL merupakan turunan dari konsep database SQL (Structured Query Languange) untuk pemilihan /seleksi dan pemasukan data yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. Keistimewaan MySQL • Portability : berjalan stabil pada berbagai sistem operasi (Windows,Linux, Mac OS, Solaris dsb) • Open Source : didistribusikan secara open source (gratis)

196

Multiuser : dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik

Performance Tuning : memiliki kecepatan yang baik dalam menangani query sederhana.

Column Types : memiliki tipe kolom yang kompleks, seperti : signed/unsigned integer, float, double, char, varchar, blob, time, datetime, timestamp, year, set serta enum

Command dan Functions : memiliki olpertor dan fungsi secara penuh yang mendukkung perintah SELECT dan WHERE dalam query

Keistimewaan MySQL • Mengaktifkan direktory MySQL

c:\>MYSQL • Mengatur password root

mysql>MYSQLADMIN –UROOT PASSWORD nama password; • Membuat, mengaktifkan dan melihat database

mysql>CREATE DATABASE nama_database; mysql>USE nama_database; mysql>SHOW DATABASES; • Membuat, mengetahui struktur dan melihat tabel

mysql>CREATE TABLE nama_table (nama_field type_field(panjang_field), ) ; mysql>DESCRIBE nama_table; mysql>SHOW TABLES; • Mengisikan data ke dalam tabel

mysql>INSERT INTO nama_tabel VALUE(data1a,data1b,…..);

197

Menampilkan data untuk semua kolom

mysql>SELECT * FROM nama_table; • Menampilkan data untuk kolom tertentu

mysql>SELECT field1,field2 FROM nama_table; • Menampilkan data dengan menghindari pengulang-an data pada kolom yang diinginkan mysql>SELECT DISTINCT field1 FROM nama_table; • Menampilkan data dengan mengurutkannya secara Ascending atau Descending

mysql>SELECT field1,field2 FROM nama_table ORDER BY field3; • Menampilkan data dengan penyaringan

mysql>SELECT * FROM nama_table WHERE field1 = Item_data; mysql>SELECT * FROM nama_table WHERE field1 < item_data; mysql>SELECT * FROM nama_table WHERE field1 BETWEEN item_data1 AND item_data2; • mysql> Mengetahui jumlah nilai pada suatu kolom (SUM)

mysql> SELECT SUM(field1) FROM nama_tabel ; • Mengetahui jumlah nilai rata-rata pada suatu kolom (AVG)

mysql> SELECT AVG(field1) FROM nama_tabel ; • Mengetahui nilai maksimal/minimal pada suatu kolom (MAX/MIN)

mysql> SELECT MAX(field1) FROM nama_tabel ; mysql> SELECT MIN(field1) FROM nama_tabel ; • Mengetahui jumlah record yang tidak bernilai kosong pada suatu tabel (COUNT)

mysql> SELECT COUNT(*) FROM nama_tabel ; • Melihat gabungan dua tabel

198

mysql> SELECT nama_tabel1.field1a, nama_tabel1.field1b, nama_tabel2.field2a, nama_tabel2.field2b FROM nama_tabel1,nama_tabel2 WHERE nama_tabel1.field3a, nama_tabel2.field3b ; SELECT * FROM nama_table WHERE field1 LIKE %keyword’;

6.5.1 Fungsi-fungsi MySQL yang dapat diakses PHP
• Mysql_connect : untuk membuat hubungan ke database MySQL yang terdapat pada suatu host mysql_connect(host,nama_pemakai,password); Contoh : $id_mysql= mysql_connect(“localhost”,”php”,”pinguin”); • Mysql_close : untuk menutup hubungan ke database MySQL

mysql_close(pengenal_hubungan); Contoh : mysql_close($id_mysql”); • Mysql_select_db : untuk memilih database MySQL (seperti USE)

mysql_select_db(database, pengenal_hubungan); Contoh : mysql_select_db(“bukualmt”,$id_mysql); • Mysql_query : untuk mengeksekusi permintaan tehradap tabel

mysql_query(permintaan, pengenal_hubungan); Contoh : mysql_query(SELECT * FROM kota”,,$id_mysql); • Mysql_db_query : untuk menjalankan suatgu permintaan terhdap suatu database

mysql_db_query(database, permintaan,pengenal_hubungan); Contoh : mysql_db_query(“bukualmt”,”SELECT * FROM kota”,$id_mysql);

199

BAB VII PENGGUNAAN INTERNET

7.1 Internet

Internet adalah sebuah jaringan raksasa yang terdiri dari kumpulan jaringan-jaringan yang lebih kecil yang dihubungkan menggunakan protocol TCP/IP. Dengan menggunakan internet batas jarak dan waktu bukan menjadi suatu masalah lagi. Dalam Internet kita bisa mendapat berbagai pelayanan seperti World Wide Web, search engine, mailing, IRC (Internet Relay Chat) dan masih banyak lagi. Untuk dapat menggunakan internet harus menggunakan sejenis komputer, modem atau jenis komunikasi lain, dan yang paling penting terdaftar pada sebuah ISP (Internet Service Provider).

ISP PC Modem

Internet

Gambar 7.1 Satu contoh koneksi typical ke internet

Pengalamatan sebuah situs di Internet menggunakan system yang dikenal dengan DNS (Domain Name System). Beberapa jenis domain yang

200

ada di Internet antara lain : .com, .org, .net, atau bila itu berada di sebuah Negara bisa .co.id, ac.at, .or.ca, .go.jp, .net.fr, .sch.es, .web.tw dll. Web domain yang diperoleh seteleh mendaftar terlebih dahulu ke penyedia domain atau dikenal juga dengan Hosting. Untuk hosting dengan akhiran .id bisa ke situs IDNIC. Internet dikirimkan melalui protokol HTTP (Hyper teks transfer protokol). Halaman halaman internet ini dibuat dalam bentuk bahasa HTML (hyper teks markup language). Dalam perkembangannya, sekarang ini banyakbahasa yang dikembangkan untuk internet seperti ASP (active server pages), PHP,JSP(java server pages), yang kesemuanya bekerja disisi server, yang dikirimkan ke clientadalah hasil pengolahannya saja.Aplikasi buku tamudan forum diskusi banyakmemanfaatkan teknologi ini. Selain server side ada juga bahasa internet yang bekerjaClient side, artinya scriptdikirimkan ke client dan dikomputasi ke client juga, sehingga hasilnyalebih lambat daripada bahasa server side contohnya adalah java script, vb scribt dan lainnya. Istilah internet merupakan singkatan dari interconnection Networking. Internet adalah jaringan komputer yang saling terhubung ke seluruh dunia tanpa mengenal batas teritorial, hukum dan budaya. Secara fisik dianalogikan sebagai jaring laba-laba (The Web) yang menyelimuti bola dunia dan terdiri dari titik-titik (node) yang saling berhubungan. Sejarah intenet dimulai pada 1969 ketika Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana caranya

menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.

201

Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program email yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, icon @juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan "at" atau "pada". Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan ARPANET. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex. Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link. Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET. Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal 202

dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000 lebih. Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau World Wide Web. Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator 1.0. Internet mempunyai beberapa fasilitas/kemampuan pokok, seperti: • World Wide Web yang biasa digunakan untuk mengambil,

memformat,dan menampilkan informasi. • Electronic Mail disingkat e-mail yang digunakan sebagai surat elektronik yang dikirimkan melalui internet. • Telnet yang memungkinkan kita bisa menggunakan komputer untuk berhubungan dengan komputer orang lain dan mencari atau mengambil informasi yang ada di komputer tersebut. • File Transfer Protocol disingkat FTP yang banyak digunakan untuk mengirim data atau file dari satu komputer ke komputer lain.

203

• Gopher adalah sistem dimana pemakai dapat mengakses informasi dengan menggunakan hirarki menu. • Chat Groups/Internet Relay Chat (IRC) adalah forum dimana pemakai dapat saling berdiskusi atau berbincang-bincang dengan pemakai lain. • Newsgroup, kelompok diskusi di electronic bulletin boards. • Mailling List, kelompok diskusi yang menggunakan e-mail sebagai sarana utama.

7.1.1 Browser Untuk menggunakan layanan world wide web, dibutuhkan browser untuk membuka halaman web. Ada banyak browser, misalnya Internet Explorer, Mozilla, Opera, dan Safari. Browser ini bekerja dengan menerjemakan bahasa HTML sesuai dengan format yang kita lihat. 7.1.2 Search Engine Salah satu manfaat dari internet yang terkenal adalah tempat yang tidak terbatas untuk mendapatkan informasi tentang apapun. Untuk medapatkan sebuah informasi kita dapat mengunakan search engine. Contoh search engine yang terkenal diantaranya Internet Explorer, Mozila, Konqueror, Opera, Lynk, Safari, Google Chrome, dan Operator Untuk memulai melakukan pencarian, ketikkan kata kunci yang berhubungan dengan apa yang ita cari. Untuk mencari informasi tentang komputer, tentu saja ketik kata kunci “komputer” di search engine. Setelah itu kita dapat menekan tombol search. Kemudian, setelah daftar hasil pencarian ditampilkan, kita bisa memilih situs mana saja yang ingin kita kunjungi dengan cara meng-klik links yang ada.

204

7.1.3 Email Salah satu kegunaan e-mail yang sangat penting di internet adalah keberadaan mailling list (milis). Melalui milis kita dapat mengirimka e-mail ke banyak orang yang memiliki minat yang sama (biasanya untuk berdiskusi) melalui alamat email milis. Jadi, e-mail yang kita kirimkan melaui alamat mailing list akan dikirimkan ke seluruh anggota yang terdaftar di miling list tersebut. Sangat praktis untuk sarana diskusi di internet, walaupun tidak real time seperti IRC. Selain untuk berkirim surat (text) e-mail juga dapat digunakan mengirim file lain melalui attachment, adnad bisa melampirkan gambar, atau file apapun pada surat anda, asal besarnya ttidak melebihi batas yang ditentukan oleh penyedia layanan e-mail. 7.1.4 Internet Relay Chat Salah satu layanan di internet yang banyak digunakan adalah IRC. Dengan IRC kita bisa berhubungan secara langsung dengan orang-orang yang lokasinya berjauhan dengan kita. IRC saat ini tidak hanya tersedia dalam layanan teks, bahkan sekarang ada yang menggunakan suara (voice chat) tentu saja dengan kualitas suara yang jauh dibawah telepon interlokal. Aplikasi untuk chating ada banyak, contohnya mIRC, lcq,Yahoo! Mesenger, MSN Mesenger, yang berjalan di lingkungan Windows sementara untuk Linux kit mengenal X-Chat, Ksirc, Gaim, Bicth-X dan banyak lagi yang lain. 7.2 Web server dan Virtual Web Server Penggambaran yang tepat untuk virtual web server adalah seolah-olah kita memiliki banyak webserver dengan domain atau subdomain yang berbeda. Padahal domain-domain tersebut terletak dalam 1 (satu) buah server. Web server adalah software yang menjadi tulang belakang dari word wide web(www) 205

Contoh: NCSA, CERN, Plexus, APACHE 7.3 FTP FTP adalah free FTP daemon yang didistribusikan di bawah lisensi GNU Public. FTP merupakan aplikasi FTP server yang terkenal akan kehandalannya. FTP adalah FTP server yang dibuat untuk Unix dan keluarga unix, seperti Linux, OpenBSD, FreeBSD, atau yang lainnya, dan tidak mendukung sistem operasi Windows. 7.4 NFS Network File System atau sistem berkas jaringan adalah sekumpulan protokol yang digunakan untuk mengakses beberapa sistem berkas melalui jaringan. Bisa dikatakan juga bahwa NFS merupakan sebuah implementasi dan spesifikasi dari sebuah perangkat lunak untuk mengakses remote file melalui jaringan LAN atau WAN. Beberapa manfaat NFS diantaranya ialah : Lokal workstations menggunakan ruang disk lebih kecil karena telah menggunakan data yang disimpan pada mesin tunggal dan tetap dapat diakses oleh yang lainnya melalui jaringan. Pemakai tidak harus membagi direktori home pada setiap mesin di jaringan. Direktori home dapat di set up pada NFS server dan tersedia melalui jaringan. Perangkat penyimpanan seperti floppy disk, CDROM drives, dan ZIP drives dapat digunakan oleh mesin lainnya. Ini mengurangi jumlah media drives seluruhnya pada jaringan. NFS umumnya menggunakan protokol Remote Procedure Call (RPC) yang berjalan di atas UDP dan membuka port UDP dengan port number 2049 untuk komunikasi antara klien dan server di dalam jaringan.

206

Proses-proses pada RPC : Rpc.mod : proses ini menerima permintaan mount (pengaktifan device/directori) dan melakukan proses verifikasi system file yang dieksport. Proses ini dijalankan secara otomatis oleh service NFS dan tidak membutuhkan konfigurasi dari user. Rpc.nfsd : ini adalah proses utama NFS server yang bekerja pada kernel Linux untuk memenuhi kebutuhan NFS client Rpc.lockd : merupakan proses tambahan yang mengijinkan NFS client untuk mengunci file pada server Rpc.statd : proses ini menjalankan Network Status Moniton (NSM) yaitu protocol RPC yang memberikan pesan kepada NFS client pada saat NFS server dijalankan ulan (restart). Proses ini dijalankan secara otomatis oleh service NFSdan tidak membutuhkan konfigurasi dari user. Rpc.rquotad : proses ini menyediakan informasi kuota pemakai (user quota) untuk remote user. Proses ini dijalankan secara otomatis oleh service NFS dan tidak membutuhkan konfigurasi dari user. 7.5 Samba Samba, merupakan aplikasi yang memungkinkan komputer dengan sistem operasi Linux untuk berbagi file dan direktori dengan komputer yang berbasis sistem operasi lainya. Samba dibuat sebagai file sharing. Samba dapat berfungsi sebagai Master Browser, baik Local Master Browser maupun Domain Master Browser. Samba juga dapat berfungsi sebagai Primary Domain Controller. 7.5.1 Proxy Server http_port

207

directive ini berguna untuk menunjukkan ke port berapa proxy server harus mendengarkan permintaan dari pengguna, isi http_port dengan bilangan integer sesuai dengan keinginan anda (misal 8080) asalkan tidak bentrok dengan well known ports dari server anda atau gunakan default yang ada (3128). Kegunaan directive ini dapat ditunjukkan oleh contoh sebagai berikut : pada browser pengguna kita set option proxy server untuk http adalah 167.205.154.22 port 8080, ini berarti request http akan dialamatkan ke proxy server 167.205.154.22 pada port 8080, apabila proxy server tersebut telah diset untuk mendengarkan permintaan pengguna pada port 8080 maka permintaan dari pengguna tersebut akan dilayani. icp_port directive ini berguna untuk menunjukkan port bahwa proxy server yang anda buat harus mendengar (listen) pada permintaan dari proxy server (apabila dalam network anda telah dibuat suatu hirarki caching) yang menyampaikan permintaannya melalui protokol ICP (Internet Cache Protocol). Di sini anda dapat menggunakan default yang sudah ada (3130) atau bilangan integer sesuai dengan keinginan anda asalkan tidak bentrok dengan well known ports yang sudah ada. Apabila hanya ada satu server cache saja dalam network anda maka option ini dapat tidak digunakan. local_domain isi directive ini dengan domain dari network anda, misal EE.ITB.ac.id, sehingga apabila ada permintaan data dimana tujuan masih terletak satu domain dengan proxy server anda, maka data akan diminta langsung ke server tujuan. cache_ftp_program Secara default directive ini di comment (berarti di-ignore oleh Squid ketika pertama kali dieksekusi). Sebaiknya directive ini digunakan (diuncomment).. Directive ini digunakan untuk menjukkan letak program ftpget,

208

yang digunakan sebagai proxy untuk protokol FTP. Ubah letak sesuai dengan letak ftpget di server anda.

7.5.1.1 Squid Squid adalah sebuah daemon yang digunakan sebagai proxy server dan web cache. Squid memiliki banyak jenis penggunaan, mulai dari mempercepat server web dengan melakukan caching permintaan yang berulang-ulang, caching DNS, caching situs web, dan caching pencarian komputer di dalam jaringan untuk sekelompok komputer yang menggunakan sumber daya jaringan yang sama, hingga pada membantu keamanan dengan cara melakukan penyaringan (filter) lalu lintas. Meskipun seringnya digunakan untuk protokol HTTP dan FTP, Squid juga menawarkan dukungan terbatas untuk beberapa protokol lainnya termasuk Transport Layer Security (TLS), Secure Socket Layer (SSL), Internet Gopher, dan HTTPS. Versi Squid 3.1 mencakup dukungan protokol IPv6 dan Internet Content Adaptation Protocol (ICAP). Squid pada awalnya dikembangkan oleh Duane Wessels sebagai "Harvest object cache", yang merupakan bagian dari proyek Harvest yang dikembangkan di University of Colorado at Boulder. Pekerjaan selanjutnya dilakukan hingga selesai di University of California, San Diego dan didanai melalui National Science Foundation. Squid kini hampir secara eksklusif dikembangkan dengan cara usaha sukarela. Squid umumnya didesain untuk berjalan di atas sistem operasi mirip UNIX, meski Squid juga bisa berjalan di atas sistem operasi Windows. Karena dirilis di bawah lisensi GNU General Public License, maka Squid merupakan perangkat lunak bebas. Caching merupakan sebuah cara untuk menyimpan objek-objek Internet yang diminta (seperti halnya data halaman web) yang bisa diakses

209

melalui HTTP, FTP dan Gopher di dalam sebuah sistem yang lebih dekat dengan situs yang memintanya. Beberapa penjelajah web dapat menggunakan cache Squid lokal untuk sebagai server proxy HTTP, sehingga dapat mengurangi waktu akses dan juga tentu saja konsumsi bandwidth. Hal ini sering berguna bagi para penyedia layanan Internet untuk meningkatkan kecepatan kepada para pelanggannya, dan LAN yang membagi saluran Internet. Karena memang bentuknya sebagai proxy (ia berlaku sebagaimana layaknya klien, sesuai dengan permintaan klien), web cache bisa menyediakan anonimitas dan keamanan. Tapi, web cache juga bisa menjadi masalah yang signifikan bila melihat maslah privasi, karena memang ia dapat mencatat banyak data, termasuk URL yang diminta oleh klien, kapan hal itu terjadi, nama dan versi penjelajah web yang digunakan klien serta sistem operasinya, dan dari mana ia mengakses situs itu. Selanjutnya, sebuah program klien (sebagai contoh adalah penjelajah web) bisa menentukan secara ekplisit proxy server yang digunakan bila memang hendak menggunakan proxy (umumnya bagi para pelanggan ISP) atau bisa juga menggunakan proxy tanpa konfigurasi ekstra, yang sering disebut sebagai "Transparent Caching", di mana semua permintaan HTTP ke jaringan luar akan diolah oleh proxy server dan semua respons disimpan di dalam cache. Kasus kedua umumnya dilakukan di dalam perusahaan dan korporasi (semua klien berada di dalam LAN yang sama) dan sering memiliki masalah privasi yang disebutkan di atas. Squid memiliki banyak fitur yang bisa membantu melakukan koneksi secara anonim, seperti memodifikasi atau mematikan beberapa field header tertentu dalam sebuah permintaan HTTP yang diajukan oleh klien. Saat itu terpenuhi, apa yang akan dilakukan oleh Squid adalah tergantung orang yang menangani komputer yang menjalankan Squid. Orang yang meminta halaman web melalui sebuah jaringan yang secara transparan yang menggunakan biasanya tidak mengetahui bahwa informasi semua permintaan HTTP yang mereka ajukan dicatat oleh Squid.

210

7.5.1.2 ACL (Access Control List) Berikut ini adalah control list yang akan digunakan untuk mengatur control memperbolehkan acess dari ACL, control list tersebut antara lain : http icp_access http_access

memperbolehkan peer untuk mengirimkan icp untuk menquery object miss_access

memperbolehkan klien meminta object yang belum ada (miss) didalam cache object permintaan yang ditangani never langsung ke yang diminta klien tidak perlu disimpan ke no_cache hardisk

always_direct server origin direct

permintaan yang ditangani secara tidak langsung ke server origin. Sebagai contoh diberikan sintaks konfigurasi ACL seperti dibawah ini : #bagian ACL ACL ACL ACL ACL ACL ACL #bagian http_access http_access http_access http_access http_access localnet localkomp isp allsrc alldst other domainku src srcdomain control deny allow allow allow deny dst src dst src ACL 192.168.100.0/24 127.0.0.1/255.255.255.255 202.59.206.65/30 0.0.0.0/0.0.0.0 0.0.0.0/0 10.10.11.11/32 .jatara.net list other localnet lokalkomp domainku allsrc

211

always_direct always_direct deny alldst

allow

isp

Pada konsep sintaks konfigurasi squid adalah bahwa sesuatu yang telah dieksekusi pada baris yang lebih atas maka dia tidak dieksekusi lagi dibaris yang paling bawah, walaupun dalam parameter ACL yang dibawah tersebut dia juga termasuk, untuk lebih jelasnya, jika ada IP Address 192.168.100.0/24 maka IP Address yang berkisar dari 192.168.100.1 – 192.168.100.254 (ACL localnet) telah diijinkan untuk mengakses http yang ditunjukkan oleh http_access allow localnet, dan dibawahnya ada ACL allsrc yang itu adalah mencakup semua daftar IP Address dan ACL itu tidak diperbolehkan mengakses http, yaitu http_access_deny allsrc, tapi karena pada ACL localnet dia telah dieksekusi untuk sebagai IP Address yang boleh mengakses, maka walaupun dibaris bwahnya di dieksekusi lagi, itu tidak akan berpengaruh,hal-hal seperti itu digunakan untuk seorang administrator cache server untuk melakukan pengontrolan agar tidak akan terlalu detail melakukan pengaturan jika baris atas dan bawah sama-sama saling mempengaruhi. 7.5.2 DNS Server Untuk beroperasinya sebuah jaringan komputer internet, sebetulnya pengalamatan sebuah komputer dilakukan menggunakan angka yang dikenal sebagai Internet Protocol (IP) Address yang terdiri dari 32 bit. Tentunya akan sukar bagi manusia/user untuk mengingat sekian juta komputer di seluruh Internet. Untuk itu dikembangkan penamaan mesin yang lebih manusiawi menggunakan konsep Domain Name System (DNS). Pada tulisan ini kami akan mencoba menjelaskan cara mensetup DNS Server di mesin dengan OS LINUX. Kemampuan ini akan sangat dibutuhkan bila sebuah institusi /perusahaan ingin mempunyai nama hostname sendiri di Internet. Domain Name System adalah salah satu jenis sistem yang melayani permintaan pemetaan ip address ke fqdn ( fully qualified domain name ) dan dari fqdn ke ip address. fqdn lebih mudah untuk diingat oleh manusia dari 212

pada ip address. sebagai contoh, sebuah komputer memiliki ip address 167.205.22.114 dan memiliki fqdn “nic.itb.ac.id”. nama “nic.itb.ac.id” tentunya lebih mudah diingat daripada nomor ip address di atas. apalagi setelah lahirnya konsep ip version 6yang memiliki 6 segment untuk setiap komputer sehingga nomor ip address menjadi semakin panjang dan lebih sulit untuk diingat. selain itu, dns juga menyediakan layanan mail routing, informasi mengenai hardware, sistem operasi yang dijalankan, dan aplikasi jaringan yang ditangani oleh host tersebut. Pada sistem operasi LINUX, DNS diimplementasikan dengan menggunakan software Berkeley Internet Name Domain (BIND). BIND ini memiliki dua sisi, yaitu sisi client dan sisi server. Sisi client disebut resolver. Resolver ini bertugas membangkitkan pertanyaan mengenai informasi domain name yang dikirimkan kepada sisi server. Sisi server BIND ini adalah sebuah daemon yang disebut named. Ia yang akan menjawab query-query dari resolver yang diberikan kepadanya. Pada saat BIND dijalankan, ia memiliki 4 modus operasi, yaitu : Resolver-only Komputer hanya membangkitkan query informasi domain name kepada sebuah DNS server dan tidak menjalankan fungsi DNS server. Caching-only Komputer menjalankan fungsi name server tetapi tidak memiliki database DNS server. Ia hanya mempelajari jawaban-jawaban query yang diberikan oleh remote DNS server dan menyimpannya dalam memory. Datadata dalam memory tersebut akan digunakan untuk menjawab query selanjutnya yang diberikan kepadanya. Primary server

213

Komputer menjalankan fungsi name server berdasarkan database yang dimilikinya. Database ini dibangun oleh administrator DNS. Server ini menjadi authoritative source bagi domain tertentu.

Secondary server Komputer menjalankan fungsi name server berdasarkan database yang diambil dari primary server. Proses pengambilan file database ini sering disebut zone file transfer. Ia juga menjadi authoritative source bagi domain tersebut. 7.5.3 SSH Menurut RFC (Request For Comment) dari Secure Shell (SSH). Secure Shell adalah program yang melakukan loging terhadap komputer lain dalam jaringan, mengeksekusi perintah lewat mesin secara remote, dan memindahkan file dari satu mesin ke mesin lainnya. Algoritma enkripsi yang didukung oleh SSH di antaranya BlowFish (BRUCE SCHNEIER), Triple DES (Pengembangan dari DES oleh IBM), IDEA (The International Data Encryption Algorithm), dan RSA (The RivestShamir-Adelman). Dengan berbagai metode enkripsi yang didukung oleh SSH, Anda dapat menggantinya secara cepat jika salah satu algoritma yang Anda terapkan mengalami gangguan. Pada tahun 1995, Tatu Ylonen, peneliti dari Helsinki University of Technology, Finlandia, mendesign suatu protokol keamanan yang bisa mengamankan dari teknik password sniffing. Keberhasilan SSH

menggantikan protokol rlogin, TELNET, dan rsh. Dimana protocol-protokol tersebut tidak memberikan fasilitas keamanan authentikasi dan kerahasiaan data. Ylonen mempublikasikan protokol ini secara freeware pada juli 1995.

214

Pada Desember 1995, Ylonen mendirikan SSH Communications Security yang digunakan untuk memasarkan dan mendevelop SSH, dan SSH berkembang menjadi protokol proprietary. Pada 1996, SSH-1 mengalami revisi menjadi SSH-2 dengan menggunakan algoritma yang lebih aman. Pada tahun 1999, beberapa komunitas menginginkan adanya versi SSH yang berbasis open source, sehingga dibentuk yang namanya OpenSSH. SSH (Secured Shell) merupakan protokol standar yang aman untuk remote control jaringan computer dan transfer data antar jaringan komputer. Ssh menggantikan fungsi telnet, rcp, rlogin yang masih menggunakan plain text system dengan teknik enkripsi. Ssh menyediakan tool server daemon dan client untuk memfasilitasi keamanan, enkripsi remote control dan operasi file transfer. Ssh biasa digunakan untuk melakukan remote login dan menjalankan perintah pada komputer remote, tetapi ssh server juga dapat digunakan sebagai tunel jaringan, melakukan penerusan pada port TCP, dan koneksi X11. Selain itu dapat juga digunakan untuk mentransfer suatu file dengan protokol SFTP atau SCP. SSH server bekerja pada port 22.

215

BAB VIII MEMORI INTERNAL

8.1 Memory Internal Memory Internal adalah Memory yang dapat diakses secara langsung oleh prosesor. Memori internal memiliki fungsi sebagai pengingat. Dalam hal ini yang disimpan di dalam memori utama dapat berupa data atau program. Secara lebih rinci, fungsi dari memori utama adalah : Menyimpan data yang berasal dari peranti masukan sampai data dikirim ke ALU (Arithmetic and Logic Unit) untuk diproses Menyimpan daya hasil pemrosesan ALU sebelum dikirimkan ke peranti keluaran Menampung program/instruksi yang berasal dari peranti masukan atau dari peranti pengingat sekunder. 8.2 Jenis - Jenis Memory Internal ROM (Read Only Memory) : Merupakan perangkat keras pada komputer berupa chip memori semikonduktor yang isinya hanya dapat dibaca. Jenis memori ini datanya hanya bisa dibaca dan tidak bisa ditulis secara berulang-ulang. Memori ini berjenis non-volatile, artinya data yang disimpan tidak mudah menguap (hilang) walaupun catu dayanya dimatikan. Karena itu memori ini biasa digunakan untuk menyimpan program utama dari suatu sistem. ROM pada komputer disediakan oleh vendor komputer dan berisi program atau data.Di dalam PC, ROM biasa disebut BIOS (Basic Input/Output System) atau ROM-BIOS. Instruksi dalam BIOS inilah yang akan dijalankan oleh mikroprosesor ketika komputer mulai dihidupkan.

216

Sampai sekarang dikenal beberapa jenis ROM yang pernah beredar dan terpasang pada komputer, antara lain PROM :

PROM (Progammable Read-Only-Memory) : Jika isi ROM ditentukan oleh vendor, PROM dijual dalam keadaan kosong dan kemudian dapat diisi dengan program oleh pemakai. Setelah diisi dengan program, isi PROM tak bisa dihapus. EPROM (Erasable Programmable Read-Only-Memory) : Berbeda dengan PROM, isi EPROM dapat dihapus setelah diprogram. Penghapusan dilakukan dengan menggunakan sinar ultraviolet.

EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read-Only0Memory) : EEPROM dapat menyimpan data secara permanen, tetapi isinya masih bisa dihapus secara elektris melalui program. Salah satu jenis EEPROM adalah Flash Memory. Flash Memory biasa digunakan pada kamera digital, konsol video game, dan cip BIOS.

8.3 RAM (Random Access Memory) RAM (Random Access Memory): Merupakan jenis memori yang isinya dapat diganti-ganti selama komputer sihidupkan dan sebagai suatu penyimpanan data yang dapat dibaca atau ditulis dan dapat dilakukan secara berulang-ulang dengan data yang berbeda-beda. Jenis memori ini merupakan jenis volatile (mudah menguap), yaitu data yang tersimpan akan hilang jika catu dayanya dimatikan. Karena alasan tersebut, maka program utama tidak pernah disimpan di RAM. Random artinya data yang disimpan pada RAM dapat diakses secara acak. Modul memori RAM yang umum diperdagangkan berkapasitas 128 MB, 256 MB, 512 MB, 1 GB, 2 GB, dan 4 GB. RAM dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu jenis Statik dan Dinamik. RAM static menyimpan satu bit informasi dalam sebuah flip-flop. RAM statik biasanya digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang tidak memerlukan kapasitas memori RAM yang besar. RAM dinamik menyimpan satu bit informasi data sebagai muatan. RAM dinamik menggunakan kapasitansi gerbang substrat sebuah transistor MOS sebagai sel memori elementer. Untuk

217

menjaga agar data yang tersimpan RAM dinamik tetap utuh, data tersebut harus disegarkan kembali dengan cara membaca dan menulis ulang data tersebut ke memori. RAM dinamik ini digunakan untuk aplikasi yang memerlukan RAM dengan kapasitas besar, misalnya dalam sebuah komputer pribadi (PC).

8.4 Jenis - Jenis RAM

Gambar 8.1 DDR 2 & 3 RAM

DRAM (Dynamic Random Access Memory) adalah jenis RAM yang menyimpan setiap bit data yang terpisah dalam kapasitor dalam satu sirkuit terpadu. Data yang terkandung di dalamnya harus disegarkan secara berkala oleh CPU agar tidak hilang. Hal ini membuatnya sangat dinamis dibandingkan dengan memori lainnya. Dalam strukturnya, DRAM hanya memerlukan satu transistor dan kapasitor per bit, sehingga memiliki kepadatan sangat tinggi.

SRAM (Static Random Access Memory) adalah jenis RAM (sejenis memori semikonduktor) yang tidak menggunakan kapasitor. Hal ini

218

mengakibatkan SRAM tidak perlu lagi disegarkan secara berkala seperti halnya dengan DRAM. Ini juga sekaligus membuatnya memiliki kecepatan lebih tinggi dari DRAM. Berdasarkan fungsinya terbagi menjadi Asynchronous dan Synchronous.

EDORAM (Extended Data Out Random Accses Memory) adalah jenis RAM yang dapat menyimpan dan mengambil isi memori secara bersamaan, sehingga kecepatan baca tulisnya pun menjadi lebih cepat. Umumnya digunakan pada PC terdahulu sebagai pengganti Fast Page Memory (FPM) RAM. Seperti FPM DRAM, EDO RAM memiliki kecepatan maksimal 50MHz EDO RAM uga harus membutuhkan L2 Cache untuk membuat semuanya berjalan dengan cepat, namun jika user tidak memilikinya, maka EDO RAM akan berjalan jauh lebih lambat.

FPM RAM (Fast Page Mode DRAM) adalah model DRAM paling lama. Masalah yang sering muncul dari FPM DRAM adalah kecepatan transfernya yang lambat yakni maksimum 50MHz.

SDRAM (Synchronous Dynamic Random Acces Memory). SDRAM bukanlah sebuah ekstensi dari seri EDO RAM yang lama, namun merupakan tipe baru dari DRAM. SDRAM mulai berjalan dengan kecepatan transfer 66MHz, sementara mode halaman DRAM dan EDO yang lebih lama akan berjalan di maksimal 50MHz. SDRAM sekarang ini dapat berjalan dengan kecepatan 133MHz (PC133), dan bakan hingga 180MHz atau lebih tinggi. Untuk mempercepat kinerja processor, maka RAM generasi baru seperti DDR dan RDRAM biasanya dapat mendukung performa yang lebih baik.

DDR (Double Data Rate SDRAM). DDR pada dasarnya memiliki kecepatan transfer dua kali lipat daripada SDRAM. DDR akan beroperasi di 333MHz, dengan pengoperasian sebenarnya 166MHz * 2 (aka PC333 / PC2700) atau 133MHz*2 (PC266 / PC2100). DDR RAM juga kompatibel dengan SDRAM secara fisik, namun menggunakan bus parallel yang sama, sehingga membuat implemnetasi lebih mudah dibandingkan RDRAM, yang merupakan teknologi berbeda.

219

RDRAM (Rambus Dynamic Random Acces Memory) adalah salah satu tipe dari RAM dinamis sinkron yang diproduksi oleh Rambus Corporation menggunakan Bus Speed sebesar 800 MHz tetapi memiliki jalur data yang sempit (8 bit). RDRAM memiliki memory controller yang canggih sehingga tidak semua motherboard bisa mendukungnya. Contoh produk yang memakainya adalah 3dfx seri Voodoo4. RDRAM merupakan teknologi memory serial yang datang dengan tiga pilihan, yakni PC600, PC700, dan PC800. PC800 RDRAM didesain dengan double maximum kecepatan transfer daripada PC100 SDRAM, namun memiliki latensi tinggi. RDRAM memiliki multi channel, seperti pada motherboard Pentium 4, yang dapat menawarkan fungsi memori paling bagus, terutama ketika dipasangkan dengan memory PC1066 RDRAM.

220

BAB IX MEMORI EXTERNAL

9.1 Memory Eksternal Memory Eksternal adalah memori tambahan yang berfungsi untuk menyimpan data atau program. Dengan kata lain memory ini termasuk perangkat keras untuk melakukan operasi penulisan, pembacaan dan penyimpanan data, di luar memori utama. Contoh: Hardisk, Flash Disk maupun Floppy Disk. Pada dasarnya konsep dasar memori eksternal adalah Menyimpan data bersifat tetap (non volatile), baik pada saat komputer aktif atau tidak. Memori eksternal mempunyai dua fungsi utama yaitu sebagai penyimpan permanen untuk membantu fungsi RAM dan yang untuk mendapatkan memori murah yang berkapasitas tinggi bagi penggunaan jangka panjang.

9.2 Jenis - Jenis Memory Eksternal 9.2.1 Berdasarkan Karakteristik Bahan

Punched Card atau kartu berlubang : Merupakan kartu kecil berisi lubang-lubang yang menggambarkan berbagai instruksi atau data. Kartu ini dibaca melalui puch card reader yang sudah tidak digunakan lagi sejak tahun 1979. 221

Magnetic disk : Magnetic Disk merupakan disk yang terbuat dari bahan yang bersifat magnetik, Contoh : floppy dan harddisk.

Optical Disk : Optical disk terbuat dari bahan-bahan optik, seperti dari resin (polycarbonate) dan dilapisipermukaan yang sangat reflektif seperti alumunium. Contoh : CD dan DVD

Magnetic Tape : Sedangkan magnetik tape, terbuat dari bahan yang bersifat magnetik tetapi berbentuk pita, seperti halnya pita kaset tape recorder.

Gambar 9.1 : Hardisk ATA dan SATA

Perbedaan Harddisk ATA dan SATA 1. ATA Kebanyakan type drive yang digunakan oleh para pengguna komputer adalah tipe ATA (dikenal dengan IDE drive). Tipe ATA di buat berdasarkan standart tahun 1986 dengan menggunakan 16 bit paralel dan terus berkembang dengan penambahan kecepatan transfer dan ukuran sebuah disk. Standart terakhir

222

adalah ATA-7 yang dikenalkan pertama kali pada tahun 2001 oleh komite T13(komite yang bertanggung jawab menentukan standart ATA). Tipe ATA-7 memiliki data transfer sebesar 133 MB/sec. kemudian selama tahun 2000 ditentukan standar untuk paralel ATA yang memiliki data rate sebesar 133 MB/sec, tapi paralel ATA terdapat banyak masalah hal singnal timin, EMI(electromognetic interference) dan intergitas data. Kemudian para industri berusaha menyelesaikan masalah yang di timbulkan oleh paralel ATA dan di buat standar baru yang di sebut Serial ATA (SATA) ATA (Advanced Technology Attachment) menggunakan 16 bit paralel digunakan untuk mengontrol peralatan komputer, dan telah di pakai selama 18 tahun lebih sebagai standar. Perbedaan SATA dan ATA yang paling mudah adalah kabel data dan power yang berbeda. Standar ATA, seperti 200GB Western Digital Model, mempunyai dua inch kabel ribbon dengan 40 pin koneksi data dan membutuhkan 5V untuk setiap pin dari 4 pin connection. Sedangkan SATA seperti 120 GB western Digital Model mempunyai lebar setengah inci, 7 connector data connection sehingga lebih tipis dan mudah untuk mengatur kebel datanya. Kabel data SATA mempunyai panjang maksimal 1 meter (39.37 inci) lebih panjang dari ATA yang hanya 18 inci.

2. SATA SATA dengan 15 pin kabel power dengan 250 mV, tampaknya memerlukan daya lebih banyak di bandingkan dengan 4 pin ATA, tapi dalam kenyataanya sama saja. Dan kemampuan SATA yang paling bagus adalah tercapainya maximum bandwith yang mungkin yaitu sebesar 150 MB/sec. Keuntungan lainya dari SATA adalah SATA di buat dengan kemampuan hotswap sehinga dapat mematikan dan menyalakan tanpa melakukan shut down pada sistem komputer. Sedangkan dalam harga, drive SATA lebih mahal sedikit di bandingkan drive ATA , kesimpulanya SATA lebih memiliki keuntungan dibandingkan ATA dalam connector, tenaga, dan yang paling penting performanya. Sekarang standar ATA telah mulai di tinggalkan dan produsen memilih standart SATA.

223

BAB X INPUT/OUTPUT

10.1 INPUT

Alat masukan (input device), adalah alat yang digunakan untuk menerima masukan yangg dapat berupa masukan data ataupun masukan program. Beberapa alat masukan mempunyai fungsi ganda, yaitu, sebagai alat masukan dan sekaligus sebagai alat keluaran (ouput) untuk menampilkan hasil. Alat I/O demikian disebut terminal Alat masukan dapat digolongkan ke dalam beberapa golongan yaitu : 10.1.1 Keyboard Merupakan alat input yang paling umum dan banyak digunakan. Beberapa alat input yang menggunakan keyboard untuk memasukkan input adalah : • Visual display terminal (VDT) disebut juga dengan nama Visual display unit display) • Financial transaction terminal, digunakan untuk transaksi yang berhubungan dengan keuangan. Salah satu aplikasinya yaitu untuk Electronic Fund Transfer (EFT) dengan menggunakan ATM terdiri dari keyboard dan visual display (tampilan

224

Point of sale terminal (POS), biasanya digunakan di swalayan. POS terminal merupakan perkembangan dari cash register yang dapat dihubungkan dengan komputer untuk tujuan pengendalian persediaan (inventory control) dan penjadwalan pemesanan kembali barang yang akan dipesan. Alat tambahan pada POS Terminal meliputi OCR Tag Reader atau Bar code reader

10.1.2 Pointing device. Yang termasuk dalam peralatan pointing device adalah: • • mouse touch screen, layar monitor yang akan mengaktifkan program bila layarnya disentuh dengan tangan • Light Pen, merupakan menyentuh layar monitor dengan pena. Posisi sentuhan di layar akan lebih tepat dan teliti • Digitizer Graphic Tablet, digunakan untuk membuat grafik atau gambar dengan cara menghubungkan dua buah titik di graphic tablet dengan alat yang menyerupai pen 10.1.3 Scanner. Alat masukan scanner dapat berupa : • magnetic Ink character recognition (MICR), alat pembaca pengenal karakter tinta magnetik, banyak digunakan di bank-bank amerika untuk transaksi cek. Dibutuhkan tinta magnetik yg khusus supaya bisa dibaca oleh alatnya • • Reader. Optical Data reader, dapat berupa Optical Character Recognition (OCR) Reader, OCR Tag Reader (banyak dipergunakan di toko-toko serba ada untuk membaca label data barang yang dijual yang dicetak dengan bentuk (font) karakter OCR), Bar Code Reader, Optical Mark Recognition (OMR) Reader (banyak digunakan untuk penilaian test (test scoring). Jawaban dari tes yang diberikan dijawab di kertas mark sense form (dengan pensil 2B). OMR juga banyak digunakan untuk

225

membaca hasil dari daftar pertanyaan (Questionarries), registrasi mahasiswa dsb) 10.1.4 Sensor, Merupakan alat yang mampu secara langsung menangkap data kejadian fisik. Data analog dikumpulkan oleh alat sensor dan dimasukan ke pengubah AD/DC yang selanjutnya diproses oleh komputer. Kamera Digital merupakan salah satu sensor yang dipakai untuk menangkap objek yg selanjutnya diproses dengan komputer. Camera Recorder (Camcorder) merupakan sensor untuk menangkap objek yang bergerak

10.1.5 Voice recognizer, Biasa disebut Speech Recognizer yaitu alat untuk membuat komputer mengerti omongan manusia.

10.2

Alat Keluaran (Output Device) Ouput yang dihasilkan dari pengolahan data dapat digolongkan ke dalam 3 bentuk tulisan (huruf, kata, angka, karakter dan simbol- simbol khusus), image (grafik atau gambar) maupun suara (musik atau omongan) Alat keluaran juga dapat berbentuk • Hard copy device Merupakan alat keluaran yg digunakan untuk mencetak tulisan, grafik atau gambar pada media pencetak. Alat hard copy device yang umum dipergunakan adalah printer. Jenis-jenis printer meliputi dot matrix, inkjet printer dan laser. Selain itu juga dikenal Plotter, alat cetak yang mempunyai kemampuan mencetak grafik atau gambar dengan baik, biasanya menggunakan pen plotter • Soft Copy Device Merupakan alat yg digunakan untuk menampilkan tulisan, image dan suara pada media soft (lunak) yg berupa sinyal elektronik. Contoh soft

226

copy device adalah video display (monitor), flat panel display (Liquid Crystal Dispaly), dan speaker. • Alat Simpanan Luar Main memory di dalam alat pemroses merupakan simpanan yg kapasitasnya tidak begitu besar dan umumnya bersifat Volatile (Volatile : informasi yg dikandungnya akan hilang bila aliran listrik terputus). Selain itu terdapat juga Direct Access Storage Device (DASD) (Merupakan alat penyimpan pengaksesan langsung), contohnya floppy disk, harddisk, dan removable disk.

10.3

Klasifikasi Umum Perangkat I/O Pendapat orang-orang mengenai I/O berbeda-beda. Seorang insinyur mungkin akan memandang perangkat keras I/O sebagai kumpulan chip-chip, kabel-kabel, catu daya, dan komponen fisik lainnya yang membangun perangkat keras ini. Seorang programmer akan memandangnya sebagai antarmuka yang disediakan oleh perangkat lunak atau perintah yang diterima perangkat keras, fungsi yang dikerjakannya, dan error yang ditimbulkan. Perangkat I/O dapat dibagi secara umum menjadi dua kategori, yaitu: perangkat blok (block devices), dan perangkat karakter (character devices). Perangkat blok menyimpan informasi dalam sebuah blok yang ukurannya tertentu, dan memiliki alamat masing-masing. Umumnya blok berukuran antara 512 bytes sampai 32.768 bytes. Keuntungan dari perangkat blok ini ialah mampu membaca atau menulis setiap blok secara independen. Disk merupakan contoh perangkat blok yang paling banyak digunakan. Tipe lain perangkat I/O ialah perangkat karakter. Perangkat karakter mengirim atau menerima sebarisan karakter, tanpa menghiraukan struktur blok. Tipe ini tidak memiliki alamat, dan tidak memiliki kemampuan mencari (seek). Printer dan antarmuka jaringan merupakan contoh perangkat jenis ini.

227

Pembagian ini tidaklah sempurna. Beberapa perangkat tidak memenuhi kriteria tersebut. Contohnya: clock yang tidak memiliki alamat dan juga tidak mengirim dan menerima barisan karakter. Yang ia lakukan hanya menimbulkan interupsi dalam jangka waktu tertentu. 10.4 Jenis-jenis Perangkat I/O Secara umum, terdapat beberapa jenis perangkat I/O, seperti perangkat penyimpanan (disk, tape), perangkat transmisi (network card, modem), dan perangkat antarmuka dengan pengguna (screen, keyboard, mouse). Perangkat tersebut dikendalikan oleh instruksi I/O. Alamat-alamat yang dimiliki oleh perangkat akan digunakan oleh direct I/O instruction dan memory-mapped I/O. Beberapa konsep yang umum digunakan ialah port, bus (daisy chain/shared direct access), dan pengendali (host adapter). Port ialah koneksi yang digunakan oleh perangkat untuk berkomunikasi dengan mesin. Bus ialah koneksi yang menghubungkan beberapa perangkat menggunakan kabel-kabel. Pengendali ialah alat-alat elektronik yang berfungsi untuk mengoperasikan port, bus, dan perangkat. Langkah yang ditentukan untuk perangkat ialah command-ready, busy, dan error. Host mengeset command-ready ketika perintah telah siap untuk dieksekusi oleh pengendali. Pengendali mengeset busy ketika sedang mengerjakan sesuatu, dan men-clear busy ketika telah siap untuk menerima perintah selanjutnya. Error diset ketika terjadi kesalahan.

228

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->