P. 1
Skripsi

Skripsi

|Views: 134|Likes:
Published by ywka
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA SISWA KELAS VIII SMP BHAKTI PRAJA GEBOG KUDUS TAHUN PELAJARAN 2006/2007 PADA MATERI POKOK SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA SISWA KELAS VIII SMP BHAKTI PRAJA GEBOG KUDUS TAHUN PELAJARAN 2006/2007 PADA MATERI POKOK SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

More info:

Published by: ywka on Jul 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/31/2015

pdf

text

original

Sections

  • A. Latar Belakang Masalah
  • B. Permasalahan
  • C. Tujuan Penelitian
  • D. Manfaat Penelitian
  • E. Sistematika Penulisan Skripsi
  • A. Pembelajaran Aktif-Efektif
  • B. Model Pembelajaran Berbasis Masalah
  • C. Materi Pembelajaran
  • D. Kerangka Berpikir
  • E. Hipotesis Tindakan
  • A. Lokasi Penelitian
  • B. Subjek penelitian
  • C. Prosedur penelitian
  • D. Rincian prosedur penelitian
  • E. Jenis dan Metode Pengumpulan data
  • F. Indikator Kinerja
  • A. Hasil Penelitian dan Pembahasan Siklus 1
  • B. Hasil Penelitian dan Pembahasan Siklus 2
  • A. Simpulan
  • B. Saran
  • DAFTAR PUSTAKA

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA SISWA KELAS VIII SMP BHAKTI PRAJA GEBOG KUDUS TAHUN PELAJARAN

2006/2007 PADA MATERI POKOK SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

SKRIPSI

Diajukan dalam Rangka Penyelesaian Studi Strata 1 untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh : Nama NIM Prodi Jurusan : : : : Rumijati 4101906147 Pendidikan Matematika Matematika

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

i

PENGESAHAN SKRIPSI
Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Siswa Kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus Tahun Pelajaran 2006/2007 Pada Materi Pokok Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Melalui Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal Panitia Ujian Ketua, Sekretaris, : Senin : 13 Agustus 2007

Drs Kasmadi Imam S, M.S NIP. 130781011 Pembimbing Utama,

Drs Supriyono, M.Si NIP. 130815345 Ketua Penguji,

Drs Zaenuri M, SE, M.Si, Akt NIP. 131785185 Pembimbing Pendamping,

Dra Emi Pujiastuti, M.Pd NIP. 131862201 Anggota Penguji,

Drs Kartono, M.Si NIP. 130815346

Drs Zaenuri M, SE, M.Si, Akt NIP. 131785185 Anggota Penguji

Drs Kartono, M.Si NIP. 130815346

ii

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa isi skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis dirujuk dalam skripsi ini dan disebutkan dalam Daftar Pustaka.

Semarang, Agustus 2007

Nama : Rumijati NIM : 4101906147

iii

serta dukungannya selama ini. dan keponakan-keponakanku yang senantiasa memberi semangat di setiap langkahku. Kakak. doa. adik. Dosen-dosenku yang telah membimbing dan mendidikku selama ini. Keluarga besar SMP Bhakti Praja Gebog yang selalu membuatku tersenyum. Teman-teman seperjuangan Pendidikan Matematika S-1 2006 yang selalu kompak dalam suasana suka dan duka. maka tak kan ada sesuatupun yang akan tertunda” “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan” “Dibalik satu kejadian pasti ada hikmah yang terkandung di dalamnya” “Pengalaman adalah guru yang paling baik” Karya ini kupersembahkan untuk : Suami tercinta yang selalu memberiku semangat dan motivasi. iv . Orang tuaku yang telah memberikan curahan kasih sayang.MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto “Jika Allah menghendaki sesuatu.

Saran yang dapat diajukan adalah model pembelajaran berbasis masalah sebaiknya dilaksanakan oleh guru mata pelajaran matematika kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII dan aktivitas siswa pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel. kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran yang diambil dari lembar observasi.00. sehingga nilai rata-rata ulangan harian masih dibawah 6. untuk itu perlu diterapkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita yang salah satunya adalah model pembelajaran berbasis masalah. persentase aktivitas siswa 70%. Adapun data tentang nilai rata-rata kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel untuk tahun 2003.00 serta minimal 75% siswa terlibat secara aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi : hasil belajar siswa yang diambil dari pemberian soal tes pada akhir siklus.54 .26 . Dari penelitian ini diperoleh simpulan bahwa melalui implementasi model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII A SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 dan aktivitas siswa pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel.9%.8%.65 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 77. Di SMP Bhakti Praja Gebog Kudus masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami matematika. Hasil penelitian siklus 2 diperoleh rata-rata hasil belajar 7. dan evaluasirefleksi. v . pengamatan. serta tanggapan siswa secara umum merasa senang. aktivitas siswa dalam pembelajaran yang diambil dari lembar observasi. yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan.6%. persentase kemampuan guru 90..9%. dan 2005 berturut-turut adalah 5. termasuk dalam menyelesaikan soal cerita pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel. implementasi tindakan. serta tanggapan siswa secara umum merasa senang. Hasil penelitian siklus 1 menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa 5. persentase aktivitas siswa 78. 2004.81 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 51.ABSTRAK Model pembelajaran sangat mempengaruhi tinggi rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada suatu materi pokok tertentu. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 dan aktivitas siswa pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel dapat ditingkatkan melalui implementasi model pembelajaran berbasis masalah? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 dan aktivitas siswa pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel melalui implementasi model pembelajaran berbasis masalah. dan data tentang tanggapan siswa terhadap pembelajaran yang diambil dari setiap akhir pertemuan. 5. persentase kemampuan guru 85.95%. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. dan 5. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel ditunjukkan dengan sekurang-kurangnya 75% siswa telah tuntas belajar dan rata-rata nilai ulangan hariannya minimal 6.65. Di samping itu materi pokok yang berhubungan dengan masalah sehari-hari ini terasa sulit dipahami oleh siswa.

Supriyono. vi .Si.Si Rektor Universitas Negeri Semarang. 2. Zaenuri Mastur. Drs. M. Nurkaromah Dwidayati. Dra. Kasmadi Imam S. Segenap sivitas akademika di Jurusan Matematika FMIPA Unnes. M. 7. Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan studi strata 1 guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. 4. M. H. Drs.S. Drs Kartono.Si. 6. 5. Untuk itu penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada: 1. Dr.KATA PENGANTAR Dengan mengucap syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya. Sudijono Sastroatmodjo. Akt. Drs. sehingga penulis dapat melaksanakan dan menyelesaikan Skripsi yang berjudul Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Siswa Kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus Tahun Pelajaran 2006/2007 Pada Materi Pokok Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Melalui Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah. Pembimbing pendamping yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan skripsi ini. Ketua Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang.. Dosen Wali yang telah memberikan bimbingan dan motivasi dalam penyusunan skripsi ini. M. M. SE. Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang. 3. Prof. bantuan serta dukungan dari berbagai pihak. Pembimbing utama yang telah banyak memberikan bimbingan dan motivasi dalam penyusunan skripsi ini. M. Penyusunan Skripsi ini dapat terwujud karena adanya bimbingan.Si.Si.

guru matematika yang telah memberikan bantuan dalam penelitian. 13. Kartono R. Dan orang-orang yang telah memberikan inspirasi baik disengaja maupun tidak.8. materiil maupun spirituil hingga penyusunan skripsi ini berjalan dengan lancar. Penulis menyadari apa yang telah disusun dan disampaikan masih jauh dari sempurna dan banyak kekurangannya. semangat dan bantuan dalam penyusunan skripsi ini. 9. 12. serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan baik langsung maupun tidak langsung. Teman-teman seperjuangan Pendidikan Matematika S-1 Trans 2006 atas kebersamaan dan dukungannya selama ini. Untuk itu dengan segala kerendahan hati penulis akan menerima segala kritik dan saran demi kesempurnaan skripsi ini. 10. Agustus 2007 Penulis vii . Keluarga besar SMP Bhakti Praja Gebog yang senantiasa memberikan dukungan. Kepala Sekolah SMP Bhakti Praja Gebog yang telah memberikan ijin penelitian.. Hadi Saptana. dukungan dan do’anya. Besar harapan kami semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan dapat memberi sumbangan informasi bagi para pembaca. 11. BA. Semarang. Seluruh anggota keluarga atas curahan kasih sayang.

..... HALAMAN PENGESAHAN ....................................................9 C..... Sistematika Penulisan Skripsi........ KATA PENGANTAR ........................................................ Tujuan Penelitian....................... Materi Pembelajaran................................8 B..6 BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN A.........................................................................................................................................5 D..........................................................................................14 D............. ABSTRAK ............... Latar Belakang Masalah.......................................................................30 i ii iii iv v vi vii viii viii ................. Model Pembelajaran Berbasis Masalah...................................................................................................................................................................................... Pembelajaran Aktif-Efektif.29 E........................................................................................................................... HALAMAN PERNYATAAN......................... DAFTAR LAMPIRAN..4 C.......... MOTTO DAN PERSEMBAHAN......................................... BAB I PENDAHULUAN A................1 B.................. Permasalahan ..........DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .................................... Kerangka Berpikir............................................................................. Hipotesis Tindakan.............................................................................................................................................................................................................................................. DAFTAR ISI .................. Manfaat Penelitian.............................................5 E.......................................

.......... Indikator Kinerja..............................72 ix .....................................................................70 DAFTAR PUSTAKA...........................31 D..................................................................................................31 E.......................................................................................................................................BAB III METODE PENELITIAN A... Jenis dan Metode Pengumpulan Data................................... Hasil Penelitian dan Pembahasan Siklus 1............................ Saran.............................. ............................................................................................31 C................................. Lokasi Penelitian ........................ Prosedur Penelitian...............................31 B....... Rincian Prosedur Penelitian .............48 B.......45 F...................... Simpulan........70 B........................................................................................................................................................................................................ Hasil Penelitian dan Pembahasan Siklus 2.........71 LAMPIRAN-LAMPIRAN..58 BAB V PENUTUP A.... Subjek Penelitian.....46 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.........

.................75 Lampiran 5 Lembar Observasi untuk Siswa..............90 Lampiran 15 Hasil Observasi Siswa Siklus 1 pertemuan 2...........77 Lampiran 7 L K S 1 – 1...........................................................93 Lampiran 18 Analisis Hasil Evaluasi Akhir Siklus 1............................................................74 Lampiran 4 Lembar Pengamatan untuk guru ..84 Lampiran 10 Kunci Jawaban L K S 1 – 2.............................................................................................................................................................................100 Lampiran 21 Kunci Jawaban L K S 2 – 1.........................86 Lampiran 12 Soal Evaluasi Akhir Siklus 1...................................................91 Lampiran 16 Hasil Pengamatan Guru Siklus 1 pertemuan 1.85 Lampiran 11 Kisi-kisi Soal Evaluasi Akhir Siklus 1................88 Lampiran 13 Kunci Jawaban Soal Evaluasi Akhir Siklus 1...89 Lampiran 14 Hasil Observasi Siswa Siklus 1 pertemuan 1....................................................................92 Lampiran 17 Hasil Pengamatan Guru Siklus 1 pertemuan 2...................................................................94 Lampiran 19 Rencana Pembelajaran Siklus 2..................................................................................73 Lampiran 3 Daftar Kelompok Siklus 2..........................................................103 x ....................76 Lampiran 6 Rencana Pembelajaran Siklus 1...............................................................................................................83 Lampiran 9 L K S 1 – 2.............................................................................................................................82 Lampiran 8 Kunci Jawaban L K S 1 – 1..................95 Lampiran 20 L K S 2 – 1...................................................................................................................................................................................................................................................................................................101 Lampiran 22 L K S 2 – 2............................................................................................DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 Daftar Nama Siswa Kelas VIII A......................................................................72 Lampiran 2 Daftar Kelompok Siklus 1...............

........112 Lampiran 32 Dokumentasi Penelitian Siklus 1.........114 xi ............................................104 Lampiran 24 Kisi-kisi Soal Evaluasi Akhir Siklus 2.............................................................108 Lampiran 28 Hasil Observasi Siswa Siklus 2 pertemuan 2......................................................................................................111 Lampiran 31 Analisis Hasil Evaluasi Akhir Siklus 2..........................107 Lampiran 27 Hasil Observasi Siswa Siklus 2 pertemuan 1.....................................................................................................113 Lampiran 33 Dokumentasi Penelitian Siklus 2.......109 Lampiran 29 Hasil Pengamatan Guru Siklus 2 pertemuan 1.................................................105 Lampiran 25 Soal Evaluasi Akhir Siklus 2.......................................110 Lampiran 30 Hasil Pengamatan Guru Siklus 2 pertemuan 2..........................................................Lampiran 23 Kunci Jawaban L K S 2 – 2..........106 Lampiran 26 Kunci Jawaban Soal Evaluasi Akhir Siklus 2...........................................................

LAMPIRAN-LAMPIRAN xii .

Setelah hasil seleksi SMP negeri diumumkan. walau merupakan satu-satunya SMP swasta di kecamatan Gebog. mengajarkan konsep matematika. hal ini dikarenakan kurangnya minat siswa terhadap pelajaran matematika sehingga tidak sedikit dari mereka yang menganggap bahwa matematika adalah ilmu yang sulit dan tidak menarik.BAB I PENDAHULUAN A. latar belakang ekonomi orangtua kebanyakan buruh pabrik. siswa yang tidak diterima baru mendaftar di SMP Bhakti Praja Gebog. dengan motivasi orangtua yang kurang mendukung. karena suatu pembelajaran akan efektif jika metode pembelajaran yang digunakan sesuai dengan kondisi dan kemampuan siswa. Latar Belakang Masalah SMP Bhakti Praja bukanlah pilihan pertama dari lulusan SD/MI di sekitar Gebog. sehingga proses belajar mengajar di SMP Bhakti Praja Gebog. terutama pada mata pelajaran matematika yang bagi sebagian siswa adalah pelajaran yang kurang menarik terasa berat. Masalah menonjol yang dihadapi oleh pendidikan matematika adalah pada umumnya hasil belajar siswa yang kurang memuaskan. cara membangkitkan motivasi siswa. cara 1 . Di samping menguasai metode pembelajarannya seorang guru juga harus menguasai teknik menerangkan. Hal inilah yang perlu mendapat perhatian khusus dari guru selaku pendidik untuk menemukan metode pengajaran yang tepat dan sesuai dengan materi dan bahan yang diberikan kepada siswa. Dengan demikian input SMP Bhakti Praja Gebog adalah saringan atau sisa dari anak-anak terpilih.

Oleh karena itu para pendidik matematika perlu memahami dan mengembangkan berbagai metode. Tujuannya antara lain agar dapat menyusun program pengajaran yang dapat membangkitkan motivasi siswa agar mereka belajar dengan antusias. mengingat metode pembelajaran yang selama ini digunakan oleh guru matematika yang kebanyakan didominasi oleh guru itu sendiri. Adapun data tentang nilai rata-rata kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel untuk 3 tahun terakhir disajikan pada tabel 1.00 serta kurang dari 75% siswa yang terlibat aktif ketika proses pembelajaran berlangsung. Indikatornya siswa kurang mampu menyelesaikan soal-soal tentang sistem persamaan linear dua variabel apalagi bila disajikan dalam soal cerita.2 menggunakan alat bantu dan teknik mengevaluasi seberapa jauh proses belajar mengajar dalam kelas telah tercapai. Materi pokok yang berkaitan dengan masalah sehari-hari ini terasa sulit dipahami siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog. . akibatnya lebih dari 75% siswa belum tuntas belajar dan rata-rata nilai ulangan harian kurang dari 6. Lebih daripada itu agar siswa merasa benar-benar ikut ambil bagian dan berperan aktif dalam proses kegiatan belajar-mengajar. Sistem persamaan linear dua variabel adalah salah satu materi pokok matematika di kelas VIII. keterampilan dan strategi dalam mengajarkan matematika.

65 Sumber : SMP Bhakti Praja Gebog. 2. kurang menerapkan pembelajaran aktif-efektif dan minimnya bimbingan guru dalam mengatasi kesulitan siswa. Sarana : dari segi sarana masih minim media pembelajaran matematika. Untuk itu guru harus mampu menemukan metode yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. 2. Tahun Pelajaran 2003/2004 2004/2005 2005/2006 Nilai rata-rata 5. lemah dalam berhitung. Adapun penyebabnya antara lain : 1. kesadaran belajar rendah. Salah satu model pembelajaran yang diharapkan mampu mengatasinya adalah model pembelajaran berbasis masalah.3 Tabel 1 . Model pembelajaran berbasis masalah dipilih sebagai salah satu alternatif karena model ini merupakan pendekatan pengajaran yang . kurangnya motivasi dari orangtua. Nilai rata-rata hasil belajar No 1. PBM : pelaksanaan PBM masih monoton dan membosankan. 4. terbatasnya prasarana yang berkaitan dengan mata pelajaran matematika. 3. Siswa : dari segi siswa masih malas belajar. 3. Guru : dari segi guru kurang memberi motivasi. 2006 Dari data tersebut jelas terlihat bahwa hasil belajar siswa pada materi sistem persamaan linear dua variabel khususnya dalam sub materi menyelesaikan soal cerita masih tergolong rendah.26 5.54 5.

kegiatan pengembangan model pembelajaran berbasis masalah dalam materi pokok sistem persamaan linear dua variabel amatlah strategis. B. Selain itu. berperan sebagai penyaji masalah. maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut. penyelidikan autentik. dan menghasilkan karya dan peragaan.4 menggunakan masalah-masalah dunia nyata sebagai konteks bagi peserta didik untuk belajar berpikir kritis dan terampil memecahkan. seiring dengan implementasi KBK. Ciri-ciri utama pembelajaran berbasis masalah meliputi suatu pengajuan pertanyaan atau masalah. Permasalahan Berdasarkan latar belakang di atas. Guru dalam model pembelajaran berbasis masalah. motivasi dan dorongan yang dapat meningkatkan pertumbuhan inkuiri dan intelektual siswa. sehingga kreativitas guru dapat ditingkatkan. Apakah kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 dan aktivitas siswa pada materi pokok sistem persamaan linear dua . Dalam hal ini guru berperan sebagai pemberi rangsangan. pembimbing kegiatan siswa dan penentu arah belajar mereka. serta ketersediaan berbagai fasilitas yang dimiliki secara terbatas dapat ditingkatkan. membantu siswa memecahkan masalah dan menjadi salah satu sumber belajar siswa. fasilitator. kerjasama. memusatkan pada keterkaitan antar disiplin. guru memberikan dukungan. serta mendapatkan pengetahuan dan konsep-konsep dasar. Di samping itu.

c. b. 2. Melatih siswa aktif dalam belajar. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Bagi Guru a. Meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus Tahun Pelajaran 2006/2007 pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel. Bagi Siswa a. Sebagai umpan balik untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja . Menambah rasa percaya diri siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika dan terlatih dalam pengelolaan kelompok. 1. D. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 dan aktivitas siswa pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel melalui implementasi model pembelajaran berbasis masalah.5 variabel dapat ditingkatkan melalui implementasi model pembelajaran berbasis masalah ? C. d. berdiskusi dengan kelompok dan menghargai pendapat orang lain. Meningkatkan sikap positif siswa untuk berpikir kritis dan tanggap dalam pemecahan masalah.

Bagian awal terdiri dari halaman judul. motto dan persembahan. kata pengantar. lembar pengesahan. Mendidik siswa untuk lebih berkonsentrasi dalam menerima materi pelajaran d.6 Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel. 3. landasan teori dan hipotesis tindakan. Sebagai masukan dalam meningkatkan prestasi siswa dan mutu sekolah. dan bagian akhir. b. E. daftar isi. Memperbaiki kinerja guru dalam pelaksanaan KBK. bagian inti. Bagian inti skripsi terdiri dari lima bab yaitu pendahuluan. . abstrak. dan daftar lampiran. Bagi Sekolah a. serta penutup. 2. metode penelitian. c. yaitu bagian awal. hasil penelitian dan pembahasan. b. Sistematika Penulisan Skripsi Secara garis besar skripsi ini dibagi dalam tiga bagian. Sebagai pertimbangan untuk menyelesaikan masalah pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kualitas siswa-siswanya. Adapun sistematika penulisan skripsi tersebut adalah sebagai berikut. Lebih terampil dalam menggunakan metode mengajar yang bervariatif. 1.

materi pembelajaran sistem persamaan linear dua variabel. Bab V berisi penutup yang berupa simpulan dan saran. model pembelajaran berbasis masalah. rincian prosedur penelitian. Bab II berisi landasan teori dan hipotesis tindakan yang merupakan kajian teori untuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan dalam hipotesis tindakan yang akan diuji pada penelitian ini. dan sistematika penulisan skripsi. subjek penelitian. tujuan penelitian. kerangka berpikir. permasalahan. manfaat penelitian. dan hipotesis tindakan Bab III berisi metode penelitian yang membahas tentang lokasi penelitian. 3. Bagian akhir skripsi berupa daftar pustaka yaitu daftar buku-buku sumber yang digunakan dalam penelitian ini dan lampiran-lampiran. Bab IV berisi hasil penelitian dan pembahasan yang menguraikan tentang hasil penelitian siklus I dan II serta pembahasannya. jenis dan metode pengumpulan data. . prosedur penelitian. Uraian dimulai dengan pembelajaran aktif-efektif.7 Bab I berisi pendahuluan yang membahas tentang latar belakang masalah. serta indikator kinerja.

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. Yang dimaksud ke”aktif”an siswa di dalam proses belajar mengajar adalah keaktifan fisik dan mental yang 8 . Dalam hal ini peran guru sangatlah vital untuk mensukseskan pengelolaan pembelajaran matematika. Pembelajaran Aktif-Efektif Menyadari pentingnya matematika bagi perkembangan IPTEK dan budaya manusia. para ahli pendidikan matematika. Rancangan yang telah dihasilkan dari kolaborasi para pakar tersebut antara lain : tersusunnya kurikulum pendidikan matematika. para pakar matematika. Namun perlu disadari pula bahwa pembelajaran yang optimal sangat tergantung pada pelaksanaan real atau hidup di dalam proses belajar mengajar sehari-hari di kelas atau sangat tergantung pada apa yang dilakukan oleh guru dan siswa di kelas. desain media pendukung. bukubuku referensi/penunjang untuk melaksanakan pendidikan di kelas. sehingga pembelajaran aktif-efektif tercapai. dan lain sebagainya. para praktisi pendidikan di lapangan dan masyarakat yang peduli akan pendidikan. bahu membahu memikirkan dan merancang perkembangan pendidikan. yang kesemuanya merupakan perangkat rencana tertulis untuk diterapkan di dalam proses belajar mengajar dengan harapan dapat mengoptimalkan pembelajaran. Pembelajaran aktif adalah pembelajaran dimana siswa lebih berpartisipasi aktif sehingga kegiatan siswa dalam belajar jauh lebih dominan daripada kegitan guru dalam mengajar.

Oleh karena itu kebanyakan penelitian belakangan ini meneliti tentang pembelajaran “efektif” untuk matematika berpusat pada pengajaran yang meningkatkan keaktifan siswa. . Banyak peneliti berpendapat bahwa pembelajaran aktif merupakan syarat bagi pembelajaran efektif. Pembelajaran berbasis masalah tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa. agar efektif. B. sehingga sebagian besar waktu digunakan untuk kegiatan intelektual dan emosional siswa. penyelidikan autentik. kerjasama. memusatkan pada keterkaitan antar disiplin. serta mendapatkan pengetahuan dan konsep-konsep dasar (Depdiknas. dan menghasilkan karya dan peragaan (Depdiknas. 2004:27) Ciri-ciri utama pembelajaran berbasis masalah meliputi suatu pengajuan pertanyaan atau masalah. Pada prinsipnya. 2004:21). Ada beberapa pendekatan pembelajaran yang memudahkan atau yang dapat menghasilkan pembelajaran yang efektif. untuk pemantauan kesiapan siswa dan untuk pemeriksaan pemahaman siswa.9 berbentuk pemusatan-pemusatan perhatian terhadap apa yang diajarkan oleh guru disertai perenungan dan penerapan dalam bentuk penyelesaian soal. salah satunya adalah pembelajaran matematika dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah. pembelajaran perlu dilakukan tanpa atau sedikit saja waktu yang digunakan untuk ceramah. Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pembelajaran berbasis masalah merupakan pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah-masalah dunia nyata sebagai konteks bagi peserta didik untuk belajar berpikir kritis dan terampil memecahkan.

Guru mendorong siswa untuk Membimbing mengumpulkan informasi yang sesuai. Pada model pembelajaran berbasis masalah terdapat lima tahap utama dimulai dengan tahap memperkenalkan siswa dengan suatu masalah dan diakhiri dengan tahap penyajian dan analisis hasil kerja sama. mengevaluasi proses terhadap penyelidikan mereka dan pemecahan masalah proses-proses yang mereka gunakan. (b) belajar peranan orang dewasa yang autentik. Tabel 2 : Langkah-langkah Model Pembelajaran Berbasis Masalah Fase keIndikator Orientasi siswa kepada masalah Aktifitas/Kegiatan Guru Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. video. 1. menjelaskan logistik yang dibutuhkan. 3. Guru membantu siswa untuk Menganalisis dan melakukan refleksi atau evaluasi 5. Selanjutnya kelima langkah dari model pembelajaran berbasis masalah dapat dilihat pada tabel 2 berikut. dan menyajikan hasil karya model serta membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya. dan (c) menjadi pebelajar yang mandiri. 2004:22) . siswa untuk belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya Mengembangkan dan 4. untuk maupun kelompok mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Sumber : Ibrahim dan Nur (Depdiknas. Guru membantu siswa mendefinisikan Mengorganisasikan dan mengorganisasikan tugas belajar 2. yang sesuai seperti laporan. memotivasi siswa terlibat pada aktifitas pemecahan masalah yang dipilihnya. penyelidikan individual melaksanakan eksperimen.10 Pembelajaran berbasis masalah bertujuan untuk (a) membantu siswa mengembangkan keterampilan berfikir dan ketrampilan pemecahan masalah.

Tugas-tugas perencanaan Karena hakekat interaktifnya. dan membantu siswa menjadi pebelajar yang mandiri. b. dan tidak terdefinisikan secara ketat. dan konsisten dengan tujuan kurikulum.11 Dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Situasi masalah yang baik seharusnya autentik. c. memungkinkan kerjasama. mengandung teka-teki. pembelajaran seperti berbasis halnya masalah membutuhkan banyak perencanaan. model-model pembelajaran yang berpusat pada siswa lainnya. 1. Merancang situasi masalah Beberapa guru dalam pembelajaran berbasis masalah lebih suka siswa suatu keleluasaan dalam memilih masalah untuk diselidiki karena cara ini meningkatkan motivasi siswa. Organisasi sumber daya dan rencana logistik Dalam pembelajaran berbasis masalah siswa dimungkinkan bekerja dengan beragam material dan peralatan. dan . memahami peran orang dewasa. a. Penetapan tujuan Pertama kali adalah mendeskripsikan bagaimana pembelajaran berbasis masalah direncanakan untuk membantu mencapai tujuan-tujuan seperti ketrampilan menyelidiki. bermakna bagi siswa.

Orientasi siswa pada masalah Siswa perlu memahami bahwa tujuan pembelajaran berbasis masalah adalah tidak untuk memperoleh informasi baru dalam jumlah besar tapi untuk melakukan penyelidikan terhadap masalah-masalah penting dan untuk menjadi pebelajar yang mandiri. 2.12 pelaksanaannya dapat dilakukan di dalam kelas. dapat juga di perpustakaan atau laboratorium. . Mengorganisasikan siswa untuk belajar Pada model pembelajaran berbasis masalah dibutuhkan pengembangan ketrampilan kerjasama diantara siswa dan saling membantu untuk menyelidiki masalah secara bersama. Berkenaan dengan hal tersebut siswa memerlukan bantuan guru untuk merencanakan penyelidikan dan tugas-tugas pelaporan. Oleh karena itu tugas mengorganisasikan sumber daya dan merencanakan kebutuhan untuk penyelidikan siswa haruslah menjadi tugas perencanaan yang utama bagi guru yang menerapkan model pembelajaran berbasis masalah. b. bahkan dapat pula dilakukan di luar sekolah. Cara yang baik untuk menyajikan masalah untuk sebuah pelajaran dalam pembelajaran berbasis masalah adalah dengan menggunakan kejadian yang mencengangkan yang menimbulkan misteri dan suatu keinginan untuk memecahkan masalah. Tugas interaktif a.

siswa diberi pertanyaan yang membuat mereka memikirkan masalah dan jenis informasi yang dibutuhkan untuk pemecahan masalah. pada tingkat pengalaman. Membantu penyelidikan mandiri dan kelompok 1) Guru membantu siswa dalam pengumpulan informasi dari berbagai sumber. dari siswa yang kurang. kelompok ketrampilan didasarkan siswa. Siswa diajarkan menjadi penyelidik yang aktif dan dapat menggunakan metode yang sesuai untuk masalah yang dihadapinya. dan siswa dengan kemampuan yang tinggi atau bisa juga pembentukan kematangan.13 Pembentukan kelompok terdiri dari 4 atau 5 siswa yang dipilih langsung oleh guru dengan memperhatikan heterogenitas siswanya. 2) Guru mendorong pertukaran ide secara bebas dan penerimaan sepenuhnya ide-ide itu merupakan hal penting sekali dalam tahap penyelidikan pembelajaran berbasis masalah. Selain itu diajarkan etika penyelidikan yang benar. Selama tahap penyelidikan guru memberi bantuan yang dibutuhkan tanpa mengganggu siswa. c. . siswa yang sedang. kekompakan (kohesivitas). intensitas minat dan latar belakang.

dan ketrampilan penyelidikan yang mereka gunakan. C. Pada pembelajaran berbasis masalah perhatian pembelajaran tidak pada perolehan pengetahuan deklaratif. Pengertian Persamaan Linear Dua Variabel a. Teknik penilaian dan evaluasi yang sesuai dengan model pembelajaran berbasis masalah adalah menilai pekerjaan yang dihasilkan oleh siswa yang merupakan hasil penyelidikan mereka. asesmen autentik. model-model fisik. . Materi Pembelajaran 1. Analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah Tugas guru pada tahap akhir pembelajaran berbasis masalah adalah membantu siswa menganalisis dan mengevaluasi proses berfikir mereka sendiri. dan videotape. Oleh karena itu tugas penilaian tidak cukup bila penilaiannya hanya dengan kertas dan pensil (paper and pencils test). poster.14 3) Puncak proyek-proyek pembelajaran berbasis masalah adalah penciptaan dan peragaan artifak seperti laporan. Adapun prosedur-prosedur yang telah disebutkan tersebut dinamakan asesmen kinerja. d. dan portofolio. Persamaan adalah kalimat terbuka yang mengandung hubungan sama dengan (=). Tugas (asesmen) dan evaluasi yang sesuai untuk model pembelajaran berbasis masalah terutama terdiri dari menemukan prosedur penilaian alternatif yang dapat digunakan untuk mengukur pekerjaan siswa. Misalnya dengan asesmen kinerja dan peragaan hasil.

Persamaan linear dua variabel adalah persamaan linear dengan dua variabel yang berbeda dimana masing-masing pangkatnya paling tinggi satu. Oleh karena itu. maka banyaknya apel juga berubah. Jeruk Apel 1 9 2 … 3 … 4 … … 5 … 4 … 3 8 … 9 … Persamaan yang menggambarkan berapa buah jeruk dan apel masingmasing yang dibeli Adit adalah : x + y = 10 x mewakili banyaknya jeruk y mewakili banyaknya apel banyaknya buah yang dibeli Jika Adit mengubah banyaknya jeruk yang dibeli. Persamaan linear adalah persamaan dimana pangkat dari variabel/peubahnya paling tinggi satu. Berapa banyaknya masing-masing buah apel dan buah jeruk yang mungkin dibeli oleh Adit? Jawab : Lengkapilah tabel berikut yang menunjukkan kemungkinan jawabannya. Banyaknya kedua buah tersebut bervariasi. persamaan tersebut memuat dua variabel yaitu . Dia merencanakan membeli sebanyak 10 buah.15 b. Contoh 1 Adit bermaksud membeli buah jeruk dan buah apel. c. Demikian juga sebaliknya.

Bentuk persamaan x + y = 10 dinamakan persamaan linear dua variabel. Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Sistem persamaan linear adalah dua persamaan atau lebih yang variabel-variabelnya sama. 2a – 5b = 10 2.16 x dan y . 5m + 7n = 35 b. . Penyelesaian sistem persamaan linear disebut juga dengan akar-akar sistem persamaan linear. Penyelesaian sistem persamaan linear adalah pasangan berurutan bilangan yang memenuhi semua persamaan dalam sistem tersebut. yaitu dinyatakan dalam bentuk x + y – 10 = 0. p = 3q – 6 c. dan variabel y pun dapat y = 10 – x . variabel x dapat dinyatakan dalam variabel y . Disebut dua variabel karena persamaan tersebut mengandung dua variabel. Hal ini menunjukkan jika nilai x berubah maka nilai y juga berubah dan sebaliknya. Perlu ditekankan di sini bahwa variabel tidak harus x dan y . yaitu x = 10 – y . Perhatikan dua persamaan linear dua variabel berikut ini. Beberapa contoh persamaan linear dua variabel antara lain : a. Dari persamaan linear dua variabel x + y = 10. Atau bisa juga dinyatakan dalam variabel x . yaitu x dan y . Disebut linear karena variabel-variabelnya berpangkat paling tinggi satu dan grafik himpunan penyelesaiannya pada himpunan bilangan real berupa garis lurus.

2) artinya x = 3 dan disubstitusikan ke kedua persamaan tersebut. Usaha untuk mencari dan pengganti-pengganti x y yang memenuhi kedua persamaan itu dinamakan mencari penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel. x + y = 5 → 3 + 2 = 5 (benar) y = 2.2) memenuhi kedua persamaan tersebut. maka (3. kedua angka ini dan 2 x – y = 4 → 2(3) – 2 = 6 – 2 = 4 (benar) Ternyata (3. Pada sistem persamaan linear 2 x + 3 y = 8 dan 4 x – 5 y = – 6. x dan y disebut variabel. . Artinya penyelesaian untuk sistem persamaan linear di atas adalah x = 3 dan y = 2.2) adalah penyelesaian sistem persamaan linear tersebut. dan angka di depan y yaitu 3 dan – 5 disebut koefisien y .17 x + y =5 dan 2 x – y = 4 dengan x . Kedua nilai untuk x dan y tersebut harus disubstitusikan bersama-sama sehingga memenuhi kedua persamaan tersebut.2) adalah penyelesaian dari sistem persamaan linear x + y = 5 dan 2 x – y = 4. y ∈ R. Jawab : Pasangan berurutan (3. Contoh 2 Nyatakan apakah pasangan berurutan (3. sedangkan 8 dan – 6 disebut konstanta. angka di depan x yaitu 2 dan 4 disebut koefisien x .

Metode Grafik. 1) Gambarlah grafik dari masing-masing kedua persamaan pada satu bidang koordinat Cartesius. Metode Grafik Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel menggunakan metode grafik dapat dilaksanakan sebagai berikut. atau d. Jawab : 1) Menggambar grafik (i) x + y = 5 dan (ii) 2 x – y = 4 pada bidang koordinat. y ∈ R dengan metode grafik. b. Metode Substitusi. Oleh karena x dan y adalah variabel . c. Metode campuran ( Eliminasi dan Substitusi) Penjelasan : a. 2) Tentukan titik potong kedua grafik tersebut (jika ada). Metode Eliminasi.18 Dalam mencari himpunan penyelesaian suatu sistem persamaan linear ada 4 metode yang dapat dilakukan (dalam hal ini yang dibicarakan adalah sistem persamaan linear dua variabel) yaitu : a. Contoh 3 Tentukan himpunan penyelesaian dari x + y = 5 dan 2 x – y = 4 dimana x . 3) Titik potong kedua grafik inilah yang merupakan penyelesaian dari sistem persamaan linear dua variabel tersebut.

0) untuk persamaan (i) dan garis lurus yang melalui (0. (satu petak mewakili satu satuan). Cara yang dipakai disini adalah dengan mencari titik potong dengan kedua sumbu. dalam menggambar grafik pada bidang koordinat ada beberapa cara. .– 4) 2 0 (2. (i) x + y = 5 x 0 5 (0.19 pada himpunan bilangan real.5) 5 0 (5.0) y Koordinat titik potong (ii) 2 x – y = 4 x 0 –4 (0. digambar garis lurus yang melalui titik (0.0) y Koordinat titik potong Dengan bantuan tabel yang sudah dibuat.5) dan (5.– 4) dan (2.0) untuk persamaan (ii) pada satu bidang koordinat seperti berikut ini. maka grafik persamaan (i) dan (ii) merupakan garis lurus.

2). .20 Y 5 2x – y = 4 (3.2)}. sehingga akan kesulitan menentukan titik potongnya atau mungkin berpotongan tapi tidak terjangkau dalam bidang koordinat. Kelemahan dari metode grafik adalah apabila titik potong kedua garisnya bukan bilangan bulat. 3) Himpunan penyelesaian dari x + y = 5 dan 2 x – y = 4 adalah {(3. maka metode grafik ini jarang digunakan.2) 2 0 2 3 5 x + y =5 X –4 2) Menentukan koordinat titik potong antara garis (i) dan garis (ii). Dari gambar di atas terlihat koordinat titik potongnya yaitu titik (3.

2) Setelah koefisien x dari kedua persamaan linear itu sama.21 b. 4) Demikian juga untuk memperoleh nilai x yang diperoleh dengan cara mengeliminer y . 1) Samakan terlebih dahulu koefisien x dari kedua persamaan linear dalam sistem persamaan linear dua variabel (bila koefisiennya belum sama). dengan cara eliminasi pada penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel (misal variabelnya x dan y ) dapat dilakukan dengan mengeliminer x y dan dengan mengeliminer untuk mendapatkan mendapatkan x . 3) Hasil pengurangan atau penjumlahan dari langkah 2) di atas akan diperoleh nilai y . maka langkah selanjutnya : a) bila tanda koefisien x itu sama. menggunakan langkah-langkah seperti pada menghilangkan x seperti di atas. Metode Eliminasi Eliminasi atau eliminer artinya menghilangkan. maka kedua persamaan linear tersebut dijumlahkan guna mengeliminer x . . y untuk Untuk mengeliminer x guna mendapatkan y dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut. b) bila tanda koefisien x itu berbeda. dengan cara dikalikan dengan koefisien pasangan yang akan disamakan. maka kedua persamaan linear tersebut dikurangkan guna mengeliminer x .

sehingga menjadi : (i) x + y = 5 (ii) 2 x – y = 4 × 2 ⇒ 2 x + 2 y = 10 × 1 ⇒ 2x – y = ⇔ ⇔ 3 y = 4 6 _ y = 2 . Jawab : Langkah 1 : Menghilangkan x Persamaan (i) x + y = 5 Persamaan (ii) 2 x – y = 4 Karena koefisien x belum sama maka harus disamakan dulu dengan cara persamaan (i) dikalikan dengan 2 dan persamaan (ii) dikalikan dengan 1. (i) x + y = 5 (ii) 2 x – y = 4 × 2 ⇒ 2 x + 2 y = 10 × 1 ⇒ 2x – y = 4 Langkah 2 : Karena tanda koefisien x sama maka operasinya dikurangkan. y ∈ R dengan metode eliminasi.22 Contoh 4 Tentukan himpunan penyelesaian dari x + y = 5 dan 2 x – y = 4 dimana x . sehingga menjadi berikut ini.

Cara ini mudah digunakan jika salah satu dari koefisien x atau adalah 1 (jika variabelnya x dan y ). Contoh 5 Tentukan himpunan penyelesaian dari x + y = 5 dan 2 x – y = 4 dimana x . jadi langsung dioperasikan. y ∈ R dengan metode substitusi. (i) x + y = 5 (ii) 2 x – y = 4 ⇔ 3x ⇔ x + =9 =3 Jadi HP dari x + y = 5 dan 2 x – y = 4 adalah {(3. Metode Substitusi Substitusi artinya mengganti atau memasukkan ke tempatnya.23 Menghilangkan y Persamaan (i) x + y = 5 Persamaan (ii) 2 x – y = 4 Karena koefisien y sudah sama (abaikan tanda) maka tidak perlu y . c. y .2)}. Jadi menyelesaikan suatu sistem persamaan dengan metode substitusi artinya menyelesaikan suatu persamaan dengan cara mengganti salah satu variabel dari persamaan (i) ke persamaan (ii) atau sebaliknya. dan karena menyamakan koefisien tanda dari koefisien y berbeda maka operasinya dijumlahkan.

Misalnya yang ditentukan nilai x dalam y . sehingga menjadi : 2x – y = 4 ⇔ 2(– y + 5) – y = 4 ⇔ – 2 y + 10 – y = 4 . Langkah 2 : Tentukan besarnya x dalam y atau y dalam x . maka (i) x + y = 5 ⇔ x = – y + 5 ……… (iii) Langkah 3 : Perhatikan persamaan (ii) 2 x – y = 4 Gantilah x pada persamaan (ii) dengan “ – y + 5 “ dari persamaan (i). atau salah satu dari dua persamaan tersebut yang koefisien x atau y adalah 1 (jika ada). misalnya diambil persamaan (i) yaitu x + y = 5 karena koefisien x atau y adalah 1. artinya dari dua persamaan tersebut dipilih koefisien x atau y yang paling kecil.24 Jawab : Persamaan (i) x + y = 5 Persamaan (ii) 2 x – y = 4 Langkah 1 : Pilihlah salah satu dari dua persamaan yang paling sederhana. dari contoh di atas.

. Penyelesaian suatu sistem persamaan dengan cara campuran/gabungan biasanya dieliminasi terlebih dahulu salah satu variabel yang ada sehingga diperoleh nilai pengganti dari salah satu satu variabel. Metode Campuran Metode campuran di sini maksudnya campuran/gabungan antara eliminasi dan substitusi. Nilai pengganti tersebut baru disubstitusikan ke salah satu persamaan (biasanya dipilih persamaan yang koefisiennya kecil atau sederhana) untuk mendapatkan nilai pengganti variabel yang lain.2)}. Contoh 6 Tentukan himpunan penyelesaian dari x + y = 5 dan 2 x – y = 4 dimana x . artinya disubstitusi dulu baru dieliminasi.25 ⇔ –3y ⇔ –3y ⇔ Langkah 4 : Substitusikan = 4 – 10 = –6 = 2 y y = 2 ke persamaan (iii) sehingga menjadi x = – y + 5 ⇔ ⇔ x = –2 + 5 x = 3 Langkah 5 : Setelah ditemukan nilai x dan y . d. Atau sebaliknya. y ∈ R dengan metode campuran. baru ditentukan himpunan penyelesaiannya. Jadi Himpunan Penyelesaiannya adalah {(3.

26 Jawab : Langkah 1 : Sebelumnya gunakan cara eliminasi Menghilangkan y (i) x + y = 5 (ii) 2 x – y = 4 ⇔ 3x ⇔ x + =9 =3 Langkah 2 : Untuk menentukan pengganti variabel y . sehingga diperoleh : ⇔ x + y = 5 = 5 = 2 ⇔ 3 + y ⇔ y Langkah 3 : Menentukan HP dari x + y = 5 dan 2 x – y = 4 Jadi himpunan penyelesaiannya adalah {(3. 3.2)}. Memisalkan apa yang ditanyakan pada soal. Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan sistem persamaan linear Untuk menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dapat ditempuh langkah-langkah berikut ini. maka nilai x = 3 disubstitusikan ke salah satu persamaan. . misal disubstitusikan ke persamaan (i). a.

Contoh 7 Suatu persegipanjang. c.27 b. Menyusun model matematika dalam bentuk sistem persaman linear dua variabel. Kalimat soal Kelilingnya 80 cm Kalimat matematika K = 2 (panjang +lebar) 80 = 2 ( x + y ) Lebarnya 10 cm kurang dari panjangnya lebar = panjang – 10 y = x – 10 . (catatan : variabel pemisalan tidak harus x dan y ). Langkah 2 : Menerjemahkan kalimat soal menjadi kalimat matematika dengan memasukkan variabel-variabel yang dimisalkan. d. Menganalisis soal dan menerjemahkan bahasa soal ke dalam bahasa matematika dengan cara memasukkan variabel-variabel yang telah dimisalkan. Menyelesaikan sistem persamaan tersebut. Jawab : Langkah 1 : Memisalkan yang ditanyakan yaitu panjang = x cm dan lebar = y cm. e. kelilingnya 80 cm dan lebarnya 10 cm kurang dari panjangnya. Tentukan panjang dan lebarnya. Dari penyelesaian sistem persamaan ditransfer ke permasalahan yang sebenarnya.

Persamaan (ii) disubstitusikan ke persamaan (i). . maka diperoleh : 2( x + y ) ⇔ ⇔ ⇔ ⇔ ⇔ ⇔ ⇔ ⇔ = 80 = x – 10 2 [ x + ( x – 10)] = 80 2 ( x + x – 10) 2 (2 x – 10) 4 x – 20 4x 4x x = 80 = 80 = 80 = 80 + 20 = 100 = 100 : 4 = 25 x Untuk x = 25 disubstitusikan ke persamaan (ii).28 Langkah 3 : Sistem persamaannya adalah : Persamaan (i) 2 ( x + y ) = 80 Persamaan (ii) y Langkah 4 : Menyelesaikan sistem persamaan. menjadi : y ⇔ ⇔ = x – 10 = 25 – 10 = 15 y y Langkah 5 : Mengembalikan ke kalimat soal. Jadi panjangnya adalah 25 cm dan lebarnya 10 cm.

seringkali siswa menggunakan bermacam-macam ketrampilan. Kepasifan siswa dalam kegitan pembelajaran cenderung membuat siswa jenuh dan bosan yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi hasil belajarnya. Dalam model pengajaran ini guru memandu siswa menguraikan rencana pemecahan masalah menjadi tahap-tahap kegiatan. Guru menciptakan suasana kelas yang fleksibel dan berorientasi pada upaya penyelidikan oleh siswa.29 D. Istilah model pengajaran meliputi pendekatan suatu model pengajaran yang luas dan menyeluruh. sehingga aktivitas siswa tidak begitu diperhatikan. Pada model pembelajaran berbasis masalah dimulai dengan menyajikan permasalahan nyata yang penyelesaiannya membutuhkan kerjasama diantara siswa-siswi. Di sini guru hampir mendominasi seluruh kegiatan pembelajaran sedang siswa hanya memperhatikan dan membuat catatan seperlunya. Ketika guru sedang menerapkan model pengajaran tersebut. prosedur pemecahan masalah. Contohnya pada model pembelajaran berbasis masalah. dan berpikir kritis. . guru memberi contoh mengenai penggunaan keterampilan dan strategi yang dibutuhkan supaya tugas-tugas tersebut dapat diselesaikan. Kerangka Berpikir Pembelajaran yang biasa dilakukan oleh guru selama ini tidak banyak memberikan hasil yang memuaskan dalam hal peningkatan prestasi belajar. hal ini dikarenakan sebagian besar kegiatan pembelajaran berpusat pada guru dan komunikasi yang terjadi adalah satu arah yaitu dari guru kepada siswa. kelompok-kelompok kecil siswa bekerja sama memecahkan suatu masalah yang telah disepakati oleh siswa dan guru.

giat belajar dan tidak beranggapan soal-soal pada materi pokok sistem persamaan linear dua varibael khususnya soal cerita sulit. dan juga komunikasi siswa yang diperoleh dari kerja kelompok dapat menghapus perbedaan antara siswa pandai dengan siswa yang kurang pandai sehingga keengganan untuk saling bertanya dapat berkurang yang pada akhirnya siswa akan selalu ingat apa yang dipelajarinya dan bisa mengerjakan soal dengan baik dan benar. maka hipotesis tindakan penelitian ini adalah kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 dan aktivitas siswa pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel dapat ditingkatkan melalui implementasi model pembelajaran berbasis masalah. sehingga hasil belajar akan meningkat. melalui model pembelajaran dengan berbasis masalah diharapkan siswa akan lebih termotivasi. E. Hipotesis Tindakan Berdasarkan tinjauan kepustakaan dan kerangka berpikir di atas. .30 Dengan demikian.

observasi. pelaksanaan tindakan. Prosedur penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus.BAB III METODE PENELITIAN A. dan evaluasi refleksi. Prosedur penelitian tindakan yang ditempuh ini merupakan suatu siklus yang mencakup 4 tahap yaitu perencanaan. serta dua orang guru yaitu seorang guru mata pelajaran matematika di kelas itu (mahasiswa peneliti) dan seorang guru pengamat. Perencanaan a. Rincian prosedur penelitian Siklus 1 1. C. Subjek penelitian Subjek penelitian adalah semua siswa kelas VIII A SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 yang berjumlah 27 siswa yang terdiri dari 15 siswa putra dan 12 siswa putri dengan latar belakang ekonomi orang tua menengah ke bawah serta kemampuan dan kemauan anak untuk belajar yang rendah. D. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah SMP Bhakti Praja Gebog Kudus yang beralamat di jalan PR Sukun Gebog Kudus 59354. Guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan materi membuat model matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan 31 . B.

g. Pada pertemuan ini. c. Menyusun dan menyiapkan lembar observasi untuk guru ( lampiran 4 ) . 2) Soal evaluasi lengkap dengan kisi-kisi dan pedoman penilaiannya ( lampiran 11 s.32 dengan sistem persamaan linear dua variabel sesuai model pembelajaran berbasis masalah ( lampiran 6 ). e. 2. f.d lampiran 13). Menyiapkan prasarana yang diperlukan dalam penyampaian materi pelajaran. Mengelompokkan siswa sejumlah 27 anak dalam 6 kelompok berdasarkan pilihan guru yang masing-masing kelompok beranggotakan campuran siswa laki-laki dan perempuan dimana setiap kelompok dipimpin oleh satu ketua kelompok ( lampiran 2 ).d lampiran 10 ) . Menyusun dan menyiapkan lembar observasi untuk siswa (lampiran 5 ). Meminta siswa membuat tanggapan tentang pelajaran pada hari itu di setiap pertemuan. Membuat alat evaluasi 1) Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan materi membuat model matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel ( lampiran 7 s. guru menyampaikan materi mengenai membuat model . d. b. Pelaksanaan tindakan Pertemuan 1 Pertemuan pertama pada siklus 1 dilaksanakan pada hari Senin tanggal 4 Desember 2006 dengan alokasi waktu 2 x 40 menit.

Pendahuluan 1) Guru membuka pelajaran dan mengecek kehadiran siswa 2) Guru memberikan apersepsi Guru mengingatkan kembali tentang kejadian sehari-hari yang berkaitan dengan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel 3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menginformasikan model pembelajaran yang akan dilakukan b. Kegiatan inti 1) Guru mengajukan masalah yang berkaitan dengan kejadian seharihari dan membahasnya bersama-sama siswa melalui tanya jawab 2) Guru membagi siswa ke dalam kelompok yang sudah dibentuk dan membagikan LKS kepada tiap kelompok untuk didiskusikan bersama anggota kelompok 3) Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya sendiri tentang cara menyelesaikan masalah tersebut . Semuanya dilaksanakan melalui model pembelajaran berbasis masalah sebagai berikut. a.33 matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel. yang diawali dengan penyampaian materi dilanjutkan dengan pemberian LKS yang harus diselesaikan oleh siswa secara berkelompok yang diakhiri dengan pemberian soal-soal untuk dikerjakan di rumah sebagai bahan pendalaman bagi siswa.

34 4) Guru membimbing/mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesuai. menemukan penjelasan dan pemecahan masalah dari masalah tersebut. 5) Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam kelompoknya 6) Guru memilih secara acak kelompok I – VI untuk mempresentasikan hasil diskusinya yang masing-masing kelompok diwakili oleh satu orang siswa 7) Guru membimbing dan mengamati siswa dalam menyampaikan hasil diskusinya 8) Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi bila terjadi perbedaan pendapat 9) Guru bersama siswa membahas kembali hasil diskusi kelompok yang presentasi c. Penutup 1) Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari 2) Guru memberikan soal untuk dikerjakan di rumah sebagai bahan pendalaman materi 3) Guru meminta siswa untuk menuliskan kesan pelajaran pada hari ini terhadap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah .

a. guru menyampaikan kelanjutan materi mengenai membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel. Kegiatan inti 1) Guru mengajukan masalah yang berkaitan dengan kejadian seharihari dan membahasnya bersama-sama siswa melalui tanya jawab 2) Guru membagi siswa ke dalam kelompok yang sudah dibentuk dan membagikan kartu soal kepada tiap kelompok untuk didiskusikan bersama anggota kelompok . Pendahuluan 1) Guru membuka pelajaran dan mengecek kehadiran siswa 2) Guru memberikan apersepsi Guru mengingatkan kembali tentang kejadian sehari-hari yang berkaitan dengan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel 3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menginformasikan model pembelajaran yang akan dilakukan b.35 Pertemuan 2 Pertemuan kedua pada siklus 1 dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 5 Desember 2006 dengan alokasi waktu 2 x 40 menit. Semuanya dilaksanakan melalui model pembelajaran berbasis masalah sebagai berikut. Pada pertemuan ini. yang diawali dengan penyampaian materi dilanjutkan dengan pemberian kartu soal yang harus diselesaikan oleh siswa secara berkelompok yang diakhiri dengan pemberian soal-soal untuk dikerjakan di rumah sebagai bahan pendalaman bagi siswa.

menemukan penjelasan dan pemecahan masalah dari masalah tersebut 5) Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam kelompoknya 6) Guru memilih secara acak kelompok I – VI untuk mempresentasikan hasil diskusinya yang masing-masing kelompok diwakili oleh satu orang siswa 7) Guru membimbing dan mengamati siswa dalam menyampaikan hasil diskusinya 8) Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi bila terjadi perbedaan pendapat 9) Guru bersama siswa membahas kembali hasil diskusi kelompok yang presentasi c. Penutup 1) Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari 2) Guru memberikan soal untuk dikerjakan di rumah sebagai bahan pendalaman materi 3) Guru meminta siswa untuk menuliskan kesan pelajaran pada hari ini terhadap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah .36 3) Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya sendiri tentang cara menyelesaikan masalah tersebut 4) Guru membimbing/mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesuai.

Refleksi ini dilakukan dengan kerjasama antara guru dan mahasiswa peneliti. Pengamatan terhadap siswa yang meliputi aspek keaktifan. memotivasi siswa. Siswa Pada siklus 1 ini siswa belum terbiasa dengan model pembelajaran berbasis masalah. Berikut ini adalah hasil evaluasi refleksi yang ditinjau dari : a. mengorganisir siswa. aspek yang diamati antara lain: a. yang kemudian hasilnya digunakan sebagai acuan dalam menentukan tindakan selanjutnya dalam siklus 2. Evaluasi Refleksi Refleksi pada siklus 1 dilakukan setelah tahap implementasi dan observasi selesai. Observasi Pengamatan dilakukan pada saat pelaksanaan pembelajaran berlangsung yang dilakukan oleh observer. sedangkan keberanian siswa dalam menyajikan temuannya bernilai rendah karena memang satu . keberanian menyajikan temuannya. membantu siswa memecahkan masalah (lampiran 16 dan lampiran 17) 4.37 3. b. Refleksi pada siklus 1 meliputi hasil observasi dan hasil tes evaluasi akhir siklus 1 (lampiran 18) yang digunakan untuk menarik kesimpulan apakah penelitian yang dilakukan sudah mencapai indikator yang ditetapkan. kekompakan kerja kelompok ( lampiran 14 dan lampiran 15 ). Pengamatan terhadap guru yang meliputi kemampuan guru dalam mengajukan masalah. sehingga keaktifan siswa dalam berdiskusi dan mengajukan pendapat masih kurang.

Perencanaan a. Guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan materi menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya sesuai model pembelajaran berbasis masalah ( lampiran 19 ).38 kelompok hanya diwakili satu orang saja. Siklus 2 1. b. Menyiapkan prasarana yang diperlukan dalam penyampaian materi pelajaran. Mengelompokkan siswa sejumlah 27 anak dalam 6 kelompok berdasarkan permintaan siswa yaitu kelompok berdasarkan jenis kelamin yang masing-masing dipimpin oleh satu ketua kelompok ( lampiran 3 ). akibatnya yang terjadi guru masih kurang mengena dalam menyampaikan motivasi pada saat diskusi berlangsung sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Bimbingan guru dalam berdiskusi kurang merata/maksimal sehingga ada beberapa siswa yang tidak terlibat aktif dalam berdiskusi. c. b. Tetapi tanggapan secara umum siswa senang dengan model pembelajaran ini. bahkan cenderung bermain dan berbicara dengan temannya. . Guru Pada siklus 1 guru belum terbiasa melakukan pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah.

d lampiran 26 ). yang diawali dengan penyampaian materi dilanjutkan dengan pemberian LKS yang harus diselesaikan oleh siswa secara berkelompok yang diakhiri dengan pemberian soal-soal untuk dikerjakan di rumah sebagai bahan pendalaman bagi siswa.39 d. Pelaksanaan tindakan Pertemuan 1 Pertemuan pertama pada siklus 2 dilaksanakan pada hari Senin tanggal 11 Desember 2006 dengan alokasi waktu 2 x 40 menit. Membuat alat evaluasi 1) Lembar Kerja Siswa (LKS) materi menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya ( lampiran 20 s. Pada pertemuan ini. Menyusun dan menyiapkan lembar observasi untuk siswa (lampiran 5). g.d lampiran 23 ). guru menyampaikan materi mengenai menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel. e. Menyusun dan menyiapkan lembar observasi untuk guru ( lampiran 4 ). Meminta siswa membuat tanggapan tentang pelajaran pada hari itu di setiap pertemuan. Pendahuluan 1) Guru membuka pelajaran dan mengecek kehadiran siswa . 2) Soal evaluasi lengkap dengan kisi-kisi dan pedoman penilaiannya (lampiran 24 s. Semuanya dilaksanakan melalui model pembelajaran berbasis masalah sebagai berikut. a. f. 2.

eliminasi. menemukan penjelasan dan pemecahan masalah dari masalah tersebut 5) Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam kelompoknya 6) Guru memberikan motivasi kepada siswa pada saat pembelajaran berlangsung sehingga siswa lebih aktif .40 2) Guru memberikan apersepsi Guru mengingatkan kembali tentang cara-cara menyelesaikan SPLDV (grafik. dan campuran) serta cara membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel 3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menginformasikan model pembelajaran yang akan dilakukan b. Kegiatan inti 1) Guru mengajukan masalah yang berkaitan dengan kejadian seharihari dan membahasnya bersama-sama siswa melalui tanya jawab 2) Guru membagi siswa ke dalam kelompok yang sudah dibentuk dan membagikan LKS kepada tiap kelompok untuk didiskusikan bersama anggota kelompok 3) Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya sendiri tentang cara menyelesaikan masalah tersebut 4) Guru membimbing/mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesuai. substitusi.

Pada .41 7) Guru membimbing semua kelompok secara merata/maksimal sehingga semua kesulitan kelompok dalam menyelesaikan soal dapat terbantu 8) Guru memilih secara acak kelompok I – VI untuk mempresentasikan hasil diskusinya yang masing-masing kelompok diwakili oleh satu orang siswa 9) Guru membimbing dan mengamati siswa dalam menyampaikan hasil diskusinya 10) Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi bila terjadi perbedaan pendapat 11) Guru bersama siswa membahas kembali hasil diskusi kelompok yang presentasi c. Penutup 1) Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari 2) Guru memberikan soal untuk dikerjakan di rumah sebagai bahan pendalaman materi 3) Guru meminta siswa untuk menuliskan kesan pelajaran pada hari ini terhadap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah Pertemuan 2 Pertemuan kedua pada siklus 2 dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 12 Desember 2006 dengan alokasi waktu 2 x 40 menit.

substitusi. Semuanya dilaksanakan melalui model pembelajaran berbasis masalah sebagai berikut. eliminasi.42 pertemuan ini. Pendahuluan 1) Guru membuka pelajaran dan mengecek kehadiran siswa 2) Guru memberikan apersepsi Guru mengingatkan kembali tentang cara-cara menyelesaikan SPLDV (grafik. a. dan campuran) serta cara membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel 3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menginformasikan model pembelajaran yang akan dilakukan b. yang diawali dengan penyampaian materi dilanjutkan dengan pemberian LKS yang harus diselesaikan oleh siswa secara berkelompok yang diakhiri dengan pemberian soal-soal untuk dikerjakan di rumah sebagai bahan pendalaman bagi siswa. guru menyampaikan materi mengenai menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel. Kegiatan inti 1) Guru mengajukan masalah yang berkaitan dengan kejadian seharihari dan membahasnya bersama-sama siswa melalui tanya jawab 2) Guru membagi siswa ke dalam kelompok yang sudah dibentuk dan membagikan LKS kepada tiap kelompok untuk didiskusikan bersama anggota kelompok .

43 3) Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya sendiri tentang cara menyelesaikan masalah tersebut 4) Guru membimbing/mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesuai. Penutup 1) Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari . menemukan penjelasan dan pemecahan masalah dari masalah tersebut 5) Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam kelompoknya 6) Guru memberikan motivasi kepada siswa pada saat pembelajaran berlangsung sehingga siswa lebih aktif 7) Guru membimbing semua kelompok secara merata/maksimal sehingga semua kesulitan kelompok dalam menyelesaikan soal dapat terbantu 8) Guru memilih secara acak kelompok I – VI untuk mempresentasikan hasil diskusinya yang masing-masing kelompok diwakili oleh satu orang siswa 9) Guru membimbing dan mengamati siswa dalam menyampaikan hasil diskusinya 10) Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi bila terjadi perbedaan pendapat 11) Guru bersama siswa membahas kembali hasil diskusi kelompok yang presentasi c.

Berikut ini adalah hasil evaluasi refleksi yang ditinjau dari : a. kekompakan kerja kelompok (lampiran 27 dan lampiran 28). aspek yang diamati antara lain: a.44 2) Guru memberikan soal untuk dikerjakan di rumah sebagai bahan pendalaman materi 3) Guru meminta siswa untuk menuliskan kesan pelajaran pada hari ini terhadap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah 3. Evaluasi Refleksi Refleksi pada siklus 2 dilakukan setelah tahap implementasi dan observasi selesai. Pengamatan terhadap guru yang meliputi kemampuan guru dalam mengajukan masalah. Pengamatan terhadap siswa yang meliputi aspek keaktifan. mengorganisir siswa. Siswa Pada siklus 2 ini siswa sudah terbiasa dengan model pembelajaran berbasis masalah. keberanian menyajikan temuannya. Refleksi pada siklus 2 meliputi hasil observasi dan hasil tes evaluasi akhir siklus 2 (lampiran 31) yang digunakan untuk menarik kesimpulan apakah penelitian yang dilakukan sudah mencapai indikator yang ditetapkan. b. 4. memotivasi siswa. membantu siswa memecahkan masalah (lampiran 29 dan lampiran 30). sehingga keaktifan siswa dalam berdiskusi dan . Observasi Pengamatan dilakukan pada saat pelaksanaan pembelajaran berlangsung yang dilakukan oleh observer.

sedangkan keberanian siswa dalam menyajikan temuannya masih tetap bernilai rendah karena memang satu kelompok hanya diwakili satu orang saja. jadi penelitian ini cukup sampai siklus 2 saja E. Tanggapan secara umum siswa senang dengan model pembelajaran ini.45 mengajukan pendapat sudah baik. Guru Pada siklus 2 guru sudah terbiasa melakukan pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah. Dari hasil observasi terhadap siswa dan dari hasil evaluasi akhir siklus 2 ternyata sudah mencapai indikator yang ditetapkan. Bimbingan guru dalam berdiskusi sudah merata/maksimal sehingga beberapa siswa yang tadinya tidak terlibat aktif dalam berdiskusi bahkan cenderung bermain dan berbicara dengan temannya sudah berkurang. apalagi kelompok ini kelompok berdasar jenis kelamin. walaupun begitu tetap ada yang masih bergurau sendiri apalagi kelompok ini kelompok berdasar jenis kelamin terutama kelompok laki-laki. akibatnya guru sudah mengena dalam menyampaikan motivasi pada saat diskusi berlangsung sehingga siswa banyak yang aktif dalam pembelajaran. Jenis dan Metode Pengumpulan data 1. b. Jenis data Data yang akan diperoleh adalah data kuantitatif dan data kualitatif yang terdiri dari : . walaupun begitu tetap ada kelompok yang masih belum maksimal terutama kelompok lali-laki.

2. Data tentang aktivitas siswa dalam pembelajaran diambil dengan menggunakan lembar observasi untuk siswa. b. Tes evaluasi. c. d. c. c. Lembar Pengamatan (observasi) untuk siswa. Data hasil belajar siswa dalam kemampuan menyelesaikan soal cerita pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel.46 a. Alat Pengumpul Data a. b. Data tentang aktivitas siswa dalam pembelajaran. 3. Indikator Kinerja Sebagai tolok ukur keberhasilan pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dapat dilihat jika : . Metode Pengumpulan Data a. Data tentang kemampuan guru dalam kegiatan pembelajaran. Lembar Pengamatan (observasi) untuk guru. d. Tanggapan/ kesan-kesan siswa terhadap pembelajaran. F. d. Data tentang tanggapan (kesan-kesan) siswa terhadap pembelajaran dengan model berbasis masalah yang diambil di setiap akhir pertemuan. Data tentang kemampuan guru dalam pembelajaran diambil dengan menggunakan lembar observasi untuk guru. Data tentang tanggapan/kesan-kesan siswa terhadap pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah. b. Data tentang hasil belajar siswa diambil dengan cara memberikan tes evaluasi di setiap akhir siklus.

47 Kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII A SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel melalui implementasi model pembelajaran berbasis masalah. .00 serta minimal 75% siswa terlibat secara aktif selama proses pembelajaran berlangsung. ditunjukkan dengan sekurang-kurangnya 75% siswa telah tuntas belajar dan rata-rata nilai ulangan hariannya minimal 6.

Berdasarkan pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran siklus 1 diperoleh persentase aktivitas siswa pada pertemuan 1 sebesar 64.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil evaluasi siswa pada akhir siklus 1 diperoleh rata-rata 5.4% ( 2 anak tidak masuk) dan pada pertemuan 2 sebesar 75.9 b. seperti terlihat dalam tabel berikut.4% dan pada pertemuan 2 sebesar 87. Pada saat tes akhir semua anak masuk.81 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 51.81 % ketuntasan Belajar 51. Siklus Siklus 1 Rata-rata 5.9% sebanyak 14 siswa yang tuntas belajar dan 13 siswa yang tidak tuntas belajar.5%. 48 . Berdasarkan lembar observasi untuk guru diperoleh kemampuan guru dalam pembelajaran pada pertemuan 1 sebesar 84. Tabel 3. Hasil dari persentase aktivitas siswa dan kemampuan guru siklus 1 disajikan pada tabel 4 berikut.6% (2 anak tidak masuk). c. Hasil Penelitian dan Pembahasan Siklus 1 1. sehingga kalau dirata-rata persentase aktivitas siswa 70%. Hasil Penelitian Siklus 1 a. Rata-rata nilai evaluasi akhir dan % ketuntasan belajar siswa.

6 % Kemampuan guru 84. 2. Waktu Pertemuan 1 Pertemuan 2 Aktivitas siswa 64. Pembahasan Siklus 1 Siklus 1 merupakan pembelajaran dengan materi membuat model matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel. No 1. 2.4 % 75. Tabel 5. 3. 3 anak merasa tidak senang.4 % 87.49 Tabel 4 : Persentase aktivitas siswa dan kemampuan guru siklus 1. serta 2 anak merasa biasa-biasa saja (2 anak tidak masuk).5 % Keterangan 2 anak absen 2 anak absen d. dan 1 anak merasa biasa-biasa saja ( 2 anak tidak masuk) dan pada pertemuan 2 adalah 20 anak merasa senang. Berdasarkan tanggapan siswa terhadap pembelajaran dengan model berbasis masalah pada pertemuan 1 adalah 22 anak merasa senang. No 1. . terlihat seperti tabel 5 berikut. Senang Tidak senang Biasa-biasa saja Tidak hadir Jumlah Perasaan Pertemuan 1 22 anak 2 anak 1 anak 2 anak 27 anak Pertemuan 2 20 anak 3 anak 2 anak 2 anak 27 anak 2. Tanggapan umum siswa terhadap pembelajaran pada siklus 1. 2 anak merasa tidak senang.

5% pada pertemuan 2. ini terlihat dari anggota kelompok yang saling melempar untuk mengajukan ke depan. untuk itu diharapkan pada pertemuan berikutnya guru lebih sering memberikan penghargaan atas prestasi siswa.50 Berdasarkan hasil pengamatan dan refleksi pada siklus 1 diperoleh bahwa pengelolaan pembelajaran yang dilakukan guru termasuk dalam kriteria baik yaitu 84. diharapkan pada pertemuan berikutnya guru lebih memotivasi siswa sehingga siswa lebih aktif dalam pembelajaran. Penguatan yang berupa penghargaan atas prestasi siswa dapat memotivasi siswa untuk lebih giat lagi dalam belajar. hal ini dikarenakan siswa akan lebih termotivasi karena mereka merasa prestasi mereka dihargai. Di samping itu guru hendaknya memberikan bimbingan dan informasi bagaimana cara presentasi di depan kelas sehingga siswa akan lebih baik dalam menyajikan hasil diskusinya dengan baik.4% pada pertemuan 1 dan 87. diharapkan pada pertemuan selanjutnya guru lebih mendorong siswa untuk menemukan sendiri pemecahan masalahnya. Guru kurang memberikan motivasi pada saat diskusi berlangsung. para siswa justru berlomba untuk tidak maju. Bimbingan individu juga kurang sehingga ada siswa yang tidak aktif dalam . Bimbingan yang diberikan guru pada saat diskusi kurang merata sehingga kalau ada kelompok yang anggotanya kurang berani bertanya maka kelompok ini akan ketinggalan dalam menyelesaikan soal LKS dengan baik. Secara umum beberapa hal yang perlu diperbaiki oleh guru yaitu guru kurang mengena dalam menyampaikan motivasi.

yaitu perjenis kelamin dengan tidak mengesampingkan aturan yang ada. ada juga yang masih bersifat egois. Dari tanggapan yang masuk ada beberapa anak yang menggantungkan jawabannya pada siswa putri.6% pada pertemuan 2. akibatnya jawaban soal tidak terselesaikan dengan baik. Kegiatan diskusi kelompok pada siklus 1 ini belum seperti yang diharapkan karena belum semua anggota kelompok ikut aktif dalam menyelesaikan soal LKS dan masih adanya dominasi siswa yang lebih pandai (ketua kelompok). Ada angapan dari siswa kalau menjawab salah akan kena sanksi dan juga takut atau malu kalau diolokolok sama teman. Secara umum siswa menghendaki adanya perubahan kelompok yaitu kelompok yang sejenis kelamin. akibatnya ada beberapa kelompok yang kurang begitu baik dalam hal kerjasama. Dari sini nanti pada saat siklus 2 akan ada perubahan anggota kelompok. Hal ini terjadi karena siswa belum terbiasa beradaptasi dengan model pembelajaran berbasis masalah yang digunakan. di samping itu siswa merasa belum berani untuk mengungkapkan pendapatnya walaupun mereka telah diberi kesempatan. Pada siklus 1 ini pembagian kelompok dibuat merata oleh guru dengan anggota kelompok campuran jenis kelamin. Pada umumnya siswa belum terbiasa untuk bekerja sama dengan lawan jenis. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap siswa diperoleh aktivitas siswa dalam pembelajaran sebesar 64. juga ada yang malu-malu untuk berdiskusi dengan lawan jenis. salah satu .51 diskusi karena merasa tidak mendapat perhatian dari guru. Hal ini perlu mendapat perhatian dari guru.4% pada pertemuan 1 dan 75.

“Saya akan memberikan kamu 2 kantung jagung untuk setiap 3 karung garam. dan ia mengatakan “Saudaraku mau memberimu 6 karung garam untuk setiap 1 ekor kambing yang kamu miliki. Pada pelaksanaan pembelajaran pertemuan 1 siklus 1 kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal belum begitu baik.” “Saya tidak punya ayam”. Kemudian ia menjumpai Haris dan bercerita kepadanya. Keluarga Ahmad memerlukan jagung. Soal Ahmad hidup di desa Rahtawu (salah satu desa terpencil di Kudus) dengan keluarganya. Hasil pekerjaan LKS kelompok belum begitu sempurna.52 caranya guru dapat lebih memberikan motivasi kepada siswa agar lebih aktif lagi dalam pembelajaran. Berikut contoh kesalahan yang terjadi dalam penyelesaian LKS kelompok 2. Saya akan memberimu 1 karung garam untuk setiap 2 ekor ayam. Mula-mula ia ketemu harun yang mengatakan “Saya hanya menukar sekarung garam untuk beberapa ekor ayam.” pikir Ahmad. Jadi saya tidak dapat menukarnya dengan Harun. ada beberapa kelompok yang masih belum dapat menyelesaikan soal dengan benar.” Ahmad . maka ia akan memasarkannya dengan 2 ekor kambing dan 1 biri-biri yang dimilikinya untuk ditukar dengan beberapa karung jagung. pikir Ahmad. Ia akan menukarkan 3 ekor ayam untuk setiap ekor biri-biri. Kemudian ia menjumpai Rani.” Ternyata “Itu juga tidak dapat membantu saya.

maka : . Apa yang dapat ia kerjakan? Bantulah Ahmad. karung jagung. 3 ekor ayam = 1 biri-biri 6 karung garam = 1 ekor kambing Ahmad menukarkan 2 ekor kambing : 6 x 2 = 12 karung garam Jadi Ahmad punya 12 karung garam Ahmad menukarkan 1 biri-biri : 3 x 1 = 3 ekor ayam Jadi Ahmad punya 3 ekor ayam Ahmad menukarkan 12 karung garam : 12 = 4 x 2 = 8 karung jagung Jadi Ahmad punya 8 karung jagung Ahmad menukarkan 3 ekor ayam : 1 karung garam Jadi Ahmad punya 1 karung garam Jadi jumlahnya 8 karung jagung Jawaban yang benar adalah Dibuat dulu persamaannya berikut ini.53 semakin bingung. 1 karung garam = 2 ekor ayam 2 karung jagung = 3 karung garam 3 ekor ayam = 1 biri-biri 6 karung garam = 1 ekor kambing Ahmad memiliki 2 ekor kambing dan 1 biri-biri.. perlihatkan apa yang dapat Ahmad kerjakan! Jawaban Kelompok 2 Ahmad 2 kambing + 1 biri-biri = ……….

proses diskusi yang kurang aktif. hal ini kemungkinan dikarenakan siswa merasa kurang percaya diri untuk mengemukakan pendapatnya walaupun telah diberi kesempatan.5 karung garam 12 + 1. Proses diskusi pada siklus 1 ini dapat dikatakan belum sepenuhnya berhasil. Di samping itu.54 2 ekor kambing = 12 karung garam 1 biri-biri = 3 ekor ayam = 1. perwakilan kelompok yang ditunjuk untuk mempresentasikan hasil diskusinya masih terlihat canggung dan kurang percaya diri. Ini dapat dilihat sebagian besar kelompok mengandalkan siswa yang lebih pandai (pada umumnya . hal ini dikarenakan mereka belum terbiasa untuk menyajikan hasil diskusinya di depan kelas.5 = 13. pada saat kelompok yang ditunjuk melakukan presentasi tidak banyak kelompok yang mau menanggapi hasil diskusinya. Pada siklus 1 ini.5 karung garam = 9 karung jagung Jadi dari 2 ekor kambing dan 1 biri-biri milik Ahmad dapat ditukar dengan 9 karung jagung. hal ini terlihat dari kurang aktifnya semua anggota kelompok dalam menyelesaikan soal LKS dan masih adanya dominasi siswa yang lebih pandai (ketua kelompok) dan juga karena masih canggung dengan kelompok yang anggotanya campur dengan lawan jenis . Tapi begitu guru mengkaji ulang jawabannya para siswa mau berkomentar walaupun dengan koor. dan kurangnya motivasi serta bimbingan yang diberikan oleh guru. Hal ini dikarenakan kemampuan siswa yang belum begitu baik.

Hal ini dikarenakan siswa kurang memahami kalimat pada soal dan kurang menguasai rumusrumus pada bangun datar. Kelilingnya 84 meter dan panjang halamannya 8 meter lebihnya dari lebar. Jawaban siswa Misal panjang = x lebar = y Keliling = s x s x s Maka x + y = 84 x + y =8 . belum begitu sempurna. Hal ini terlihat dari tidak ada satupun siswa yang mampu mengerjakan semua soal dengan benar. Sebagian besar siswa melakukan kesalahan pengerjaan soal pada nomor 5. Soal Halaman sekolahku berbentuk persegipanjang. Dalam hal ini guru harus lebih aktif membimbing dan mengarahkan siswa sehingga siswa merasa tertarik untuk aktif dalam pembelajaran.55 anak putri) untuk menyelesaikan soal. Berikut adalah contoh kesalahan pengerjaan soal tes akhir siklus 1 pada nomor 5 yang dilakukan oleh siswa yang bernama Irene Nova Damayanti. Buatlah model matematikanya. Kemampuan siswa dalam menyelesaikan tes akhir siklus 1 ini.

Hari Senin tanggal 4 Desember 2006 aku pergi sekolah. (ii) Dari tanggapan secara umum siswa yang merasa senang pada pertemuan 2 menurun dibandingkan pada pertemuan 1 karena ada anak-anak yang tadinya senang menjadi tidak senang atau merasa biasa-biasa saja karena tidak terjadi kekompakan pada kelompoknya atau bahkan merasa ada anggota kelompoknya yang egois.56 Jawaban yang benar Misal panjang = x lebar = y Keliling = K Maka K = 2(p + l) 84 = 2( x + y )……. meskipun teman aku ada yang tidak mau mengerjakan. ketika jam ke-5 dan ke-6 aku sangat senang karena aku mengerjakan soal matematika dengan cara berdiskusi. tapi sejak mulai sekarang aku ingin sekali setiap hari ada pelajaran matematika dan aku ingin belajar matematika dengan teratur dan setiap hari. Aku sangat merasa senang sekali dengan pelajaran matematika. . Berikut ini beberapa tanggapan/kesan-kesan dari siswa yang menarik : a. supaya nilai matematikaku naik.. Mungkin dan memang dulu aku paling sebel kalau pelajaran matematika.(i) x = 8 + y …….

kami disuruh membuat kelompok.9% dan keaktifan siswa 70% . sudah sekian ya. kalau bisa setiap pelajaran matematika tolong diadakan kerja kelompok seperti ini. c. yang bergantian mengerjakan soal tidak seperti biasanya mengerjakan sendiri dan kalau ada yang tidak bisa selalu tidak aku kerjakan tapi setelah berkelompok yang aku tidak bisa dikerjakan bersama-sama. Kami mengerjakan soal yang diberikan guru kami tapi tim kami tidak kompak. tidak menyenangkan/menyedihkan. Kelompok saya terdiri 4 orang. lalu dibawa ke kantor untuk dipotong rambutnya. Karena indikator keberhasilan belum tercapai. kami mengerjakan sendiri-sendiri dan isinya beda-beda. maka siklus 2 perlu dilaksanakan dengan perubahan-perubahan sesuai evaluasi-refleksi agar kemampuan siswa dan aktivitas siswa dapat lebih baik sesuai dengan indikator yang diharapkan.81 dengan persentase ketuntasan belajar baru mencapai 51. Di pelajaran ini juga ada guru lain. d. Hari ini ada pelajaran matematika pada jam ke-5. Kesan yang paling menarik ialah dengan adanya kerja kelompok ini kami sangat bahagia karena bisa saling bertukar pikiran. kelompok kami sangat ribut kami tidak mengerjakan kelompok. 2 laki-laki dan 2 perempuan.57 b. saya kira ingin memeriksa siswa yang rambutnya panjang. Pengalamanku hari ini sama aja atau biasa-biasa aja sama seperti biasanya. . Berdasarkan tes akhir siklus 1 diperoleh rata-rata nilai sebesar 5. Tapi pelajaran matematika hari ini aku bisa cukup santai karena banyak.

Tabel 7 : Persentase aktivitas siswa dan kemampuan guru siklus 2. atau kalau dirata-rata persentase aktivitas siswa 78. Siklus Siklus 2 Rata-rata 7. Hasil evaluasi siswa pada akhir siklus 2 diperoleh rata-rata 7.9%.8% (2 anak tidak masuk) dan pada pertemuan 2 sebesar 80% (2 anak tidak masuk). Berdasarkan lembar observasi untuk guru diperoleh kemampuan guru dalam pembelajaran pada pertemuan 1 sebesar 90.6 % 90. c.8 % 80 % Kemampuan guru 90.6% dan pada pertemuan 2 juga sebesar 90. Waktu Pertemuan 1 Pertemuan 2 Aktivitas siswa 77.8 b.65 % ketuntasan Belajar 77.6 % Keterangan 2 anak absen 2 anak absen . Hasil Penelitian dan Pembahasan Siklus 2 1.8% sebanyak 21 siswa yang tuntas belajar dan 6 siswa yang tidak tuntas belajar.65 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 77. seperti terlihat dalam tabel 6 berikut. Rata-rata nilai evaluasi akhir dan % ketuntasan belajar siswa.6%. Berdasarkan pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran siklus 2 diperoleh persentase aktivitas siswa pada pertemuan 1 sebesar 77. Hasil dari persentase aktivitas siswa dan kemampuan guru siklus 2 disajikan pada tabel 7 berikut. Tabel 6. Hasil Penelitian Siklus 2 a.58 B.

00. Tabel 8. Tanggapan umum siswa terhadap pembelajaran pada siklus 2. Dari hasil evaluasi akhir siklus 2 diperoleh rata-rata nilai sebesar 7.8% sebanyak 21 siswa dari 27 siswa (semua anak masuk). yang terlihat seperti diagram berikut. No 1. 2.65 dan persentase siswa yang tuntas belajar sebesar 77. 2 anak merasa tidak senang dan 3 anak merasa biasa-biasa saja (2 anak tidak masuk). terlihat seperti tabel 8 berikut. Senang Tidak senang Biasa-biasa saja Tidak hadir Jumlah Perasaan Pertemuan 1 20 anak 3 anak 2 anak 2 anak 27 anak Pertemuan 2 20 anak 2 anak 3 anak 2 anak 27 anak 2. . Pembahasan Siklus 2 Siklus 2 merupakan pembelajaran dengan materi menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya. 3. 3 anak merasa tidak senang dan 2 anak merasa biasa-biasa saja (2 anak tidak masuk) dan pertemuan 2 adalah 20 anak merasa senang. Berdasarkan tanggapan siswa terhadap pembelajaran dengan model berbasis masalah pada pertemuan 1 adalah 20 anak merasa senang.59 d. Dengan melihat hasil ini berarti ada peningkatan kemampuan dari siklus 1 ke siklus 2 sesuai dengan indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu sekurang-kurangnya 75 % siswa telah tuntas belajar dengan rata-rata nilai ulangan hariannya minimal 6.

dengan adanya kelompok sejenis .60 Grafik Rata-Rata Nilai Evaluasi Akhir Siswa 8 6 4 2 0 Siklus 1 Siklus 2 Rata-Rata Nilai Grafik Ketuntasan Belajar Siswa 25 20 5 Tuntas 0 5 0 Siklus 1 Siklus 2 Belum Tuntas Selanjutnya dari hasil refleksi pada pengamatan selama berlangsungnya siklus 2 diperoleh kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah sebesar 90. meskipun demikian masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki guru yaitu pemberian motivasi untuk menyelesaikan sendiri masalahnya dengan kelompok terutama pada kelompok laki-laki.6% pada pertemuan 1 dan pada pertemuan 2 juga 90.6%.

kelompok putri lebih unggul karena lebih tekun.61 kelamin.8% dan pada pertemuan 2 sebesar 80%. Grafik Persentase Aktivitas Siswa 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Siklus 1 Siklus 2 Pertemuan 1 Pertemuan 2 Grafik Persentase Kemampuan Guru 92 90 88 86 84 82 80 Siklus 1 Siklus 2 Pertemuan 1 Pertemuan 2 . Dengan demikian ada peningkatan aktivitas siswa dari siklus 1 ke siklus 2 sesuai dengan indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu minimal 75 % siswa terlibat secara aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Pengamatan terhadap siswa pada pembelajaran siklus 2 ini menunjukkan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran pada pertemuan 1 sebesar 77. sehingga siswa akan merasa tertarik dan terdorong untuk ikut aktif dalam pembelajaran.9%. yang terlihat seperti diagram berikut. atau kalau dirata-rata 78.

sehingga tidak ada rasa canggung lagi untuk berdiskusi. meskipun masih dengan koor. Sebagian kelompok lain mulai menanggapi kelompok yang presentasi jika terdapat perbedaan pendapat. kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal LKS belum begitu sempurna.62 Kegiatan diskusi pada pada siklus 2 sudah berjalan dengan baik karena sesuai dengan harapan anak untuk mengelompok perjenis kelamin. jadi anggota kelompok tidak hanya mengandalkan ketua kelompok saja tapi yang lainya ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan soal dan mengemukakan pendapat. Demikian halnya pada saat presentasi kelompok. Dominasi siswa yang lebih pandai yang terjadi pada siklus 1 mulai berkurang pada siklus 2 ini. Sebagian besar kelompok sudah . walaupun masih ada yang malu-malu. ada beberapa kelompok yang masih belum betul dalam pengerjaan soal LKS. hal ini terlihat dengan adanya pembagian tugas dalam kelompok yang secara tidak langsung mengurangi dominasi ketua kelompok. Jadi semua anggota kelompok turut berperan aktif dalam menyelesaikan soal dalam LKS tanpa menggantungkan pada ketua kelompok. sebagian besar anggota kelompok aktif dalam kegiatan diskusi walau ada beberapa siswa yang tidak ikut melibatkan dirinya dalam diskusi. Pada siklus 2 ini. perwakilan siswa yang presentasi sudah tidak terlihat canggung dan sudah lebih percaya diri dalam menyampaikan hasil diskusinya. Proses diskusi dalam siklus 2 ini mulai berjalan dengan baik.

Tentukan masing-masing banyak tiket kelas I dan kelas II yang terjual! Jawaban kelompok 6 Misal banyak tiket kelas I yang terjual = x Banyak tiket kelas II yang terjual = y Maka (i) x + y = 2000 (ii) 5000 x + 3000 y = 7600000 Menghilangkan x x + y = 2000 x 5000 ⇒ 5000 x + 5000 y = 10000000 ⇒ 5000 x + 3000 y = 7600000 – 8000 y = 2400000 ⇔ ⇔ 5000 x + 3000 y = 7600000 x 1 y = 2400000 : 10000 y = 240 x + y = 2000 ⇔ x + 240 y = 2000 ⇔ x = 2000 – 240 ⇔ x = 1760 .000.000 dan kelas II adalah Rp 3. Berikut contoh kesalahan yang terjadi dalam penyelesaian LKS kelompok 6. Soal nomor 2 Harga tiket masuk pertandingan sepak bola kelas I adalah Rp 5. Jika tiket yang terjual sebanyak 2000 lembar dan hasil penjualan tiket Rp 7.000.600.63 memahami materi dan tugas yang diberikan tapi kebanyakan masih kurang teliti dalam menghitung.

Untuk itu guru harus lebih sering mengingatkan dan membimbing siswa agar lebih teliti dan hati-hati. . tapi masih kurang teliti dalam menghitung.64 Jawaban yang benar adalah Misal banyak tiket kelas I yang terjual = x Banyak tiket kelas II yang terjual = y Maka (i) x + y = 2000 (ii) 5000 x + 3000 y = 7600000 Menghilangkan x x + y = 2000 x 5000 ⇒ 5000 x + 5000 y = 10000000 x 1 ⇒ 5000 x + 3000 y = 7600000 – 2000 y = 2400000 ⇔ y = 2400000 : 2000 ⇔ y = 1200 5000 x + 3000 y = 7600000 x + y = 2000 ⇔ x + 1200 = 2000 ⇔ x = 2000 – 1200 ⇔ x = 800 Jadi banyak tiket kelas I yang terjual adalah 800 lembar dan banyak tiket kelas II yang terjual adalah 1200 lembar. Dari hasil pekerjaan siswa. dapat disimpulkan bahwa sebenarnya siswa sudah dapat memahami materi.

65 Pada pengerjaan soal tes akhir siklus 2. Berikut contoh kesalahan yang terjadi dalam pengerjaan soal tes akhir siklus 2 yang dilakukan oleh Diwanda Okky Pangesta pada soal nomor 1.000 Rp 90. walaupun masih ada beberapa siswa yang salah dalam penghitungan dan analisa soal tapi kemampuan siswa pada pembelajaran siklus 2 ini jauh lebih baik dari pembelajaran siklus 1. kemampuan siswa sudah baik hal ini terlihat dari sebagian besar siswa mengerjakan soal dengan baik dan benar.000 Tentukan harga masing-masing satu kaleng roti dan satu cermin oval! Jawaban siswa Misal harga 1 kaleng roti = x harga 1 cermin oval = y Maka (i) 3 x + 1 y = 110000 (ii) 1 x + 3 y = 90000 . Soal Perhatikan gambar berikut! Rp 110.

66

Menghilangkan x 3 x + 1 y = 110000 x 1 ⇒ 3 x + 1 y = 110000 1 x + 3 y = 90000 x 3 ⇒ 3 x + 9 y = 270000 – – 8 y = 83000 ⇔ ⇔ 3 x ⇔ 3x ⇔ 3x ⇔ ⇔ ⇔ +1y = 110000

y = 83000 : 8 y y = 13750

+ 1(1375) = 110000 + 83000 3x 3x
x

= 110000 = 110000 – 83000 = 37000 : 5 = 61400

Jadi harga 1 buah kaleng roti = 13750 harga 1 buah cermin oval = 61400 Jawaban yang benar adalah Misal harga 1 kaleng roti = x

harga 1 cermin oval oval = y Maka (i) 3 x + 1 y = 110000 (ii) 1 x + 3 y = 90000

67

Menghilangkan x 3 x + 1 y = 110000 x 1 ⇒ 3 x + 1 y = 110000 1 x + 3 y = 90000 x 3 ⇒ 3 x + 9 y = 270000 – – 8 y = – 160000 ⇔ y ⇔ 3 x +1 y = 110000 = – 160000 : – 8 = 20000

y

⇔ 3 x + 1(20000) = 110000 ⇔ 3 x + 20000 ⇔ ⇔ ⇔ ⇔ 3x 3x
x
x

= 110000 = 110000 – 20000 = 90000 = 90000 : 3 = 30000

Jadi harga 1 buah kaleng roti = Rp 30.000 harga 1 buah cermin oval = Rp 20.000 Dari tanggapan secara umum siswa yang merasa tidak senang pada pertemuan 2 menurun dibandingkan pada pertemuan 1 karena ada anak-anak yang tadinya tidak senang menjadi senang atau tetap merasa biasa-biasa saja karena merasa dapat bekerja sama dengan teman kelompoknya, apalagi kelompok ini homogen sesuai keinginan siswa, tetapi ada siswa yang justru merasa tidak senang dengan kelompok ini karena tidak kompak.

68

Berikut tanggapan/kesan-kesan yang menarik dari siswa : a. Pelajaran hari ini sangat menyenangkan karena diganti dengan kelompok baru yaitu laki-laki dan laki-laki, kalau kelompok dulu tidak enak karena kalau sama perempuan saya diejek. b. Hari ini aku merasa senang karena kelompokku sejenis, aku senang dengan kelompokku yang sekarang daripada yang kemarin. Kemarin itu sudah campuran dan nggak mau kerjasama paling kerjasama cuma sebagian yang sebagian diam dan kelompok sekarang lucu. c. Hari ini dibuat kelompok baru. Kelompok ini sangat tidak menyenangkan karena saya harus menulis dan memikirkan pelajaran matematika. Dari hasil evaluasi akhir siklus 2 diperoleh rata-rata nilai sebesar 7,65 dan persentase siswa yang tuntas belajar sebesar 77,8% sebanyak 21 siswa dari 27 siswa (semua anak masuk) sedangkan aktivitas siswa 78,9 % , hasil ini sudah memenuhi indikator yang ditetapkan . Sesuai dengan ciri-ciri utama dan tujuan pembelajaran berbasis masalah ternyata peserta didik dapat belajar berpikir kritis dan terampil memecahkan masalah serta mendapatkan pengetahuan dan konsep-konsep dasar sehingga indikator keberhasilan yang diharapkan dapat tercapai pada akhir siklus 2. Dengan demikian hipotesis tindakan dan indikator keberhasilan dapat dicapai sehingga tidak perlu dilakukan pelaksanaan siklus berikutnya. Berdasarkan hasil tes akhir pada siklus 2 dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 77,8% dengan rata-rata 7,65 serta lebih dari 75% siswa aktif

.69 mengikuti pembelajaran maka dapat disimpulkan dengan melalui implementasi model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 dan aktivitas siswa pada materi pokok Sistem Persamaan Linear Dua Variabel .

8 %.BAB V PENUTUP A. B. Model pembelajaran berbasis masalah sebaiknya dilaksanakan oleh guru matematika kelas VIII SMP Bhakti Praja Gebog Kudus untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII dan aktivitas siswa pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel. Model pembelajaran berbasis masalah sebaiknya dilaksanakan oleh semua guru SMP Bhakti Praja Gebog Kudus untuk meningkatkan prestasi siswa dan mutu sekolah. Pada akhir siklus 2 diperoleh rata-rata hasil belajar 7. Simpulan Dari hasil penelitian tindakan kelas ini diperoleh simpulan bahwa melalui implementasi model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas VIII A SMP Bhakti Praja Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 dan aktivitas siswa pada materi pokok sistem persamaan linear dua variabel.9 %. Saran 1. serta persentase aktivitas siswa 78. 2.65 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 77. 70 .

2004. 5 September. Semarang. Petunjuk Praktis Penelitian Tindakan Kelas untuk Penyusunan Skripsi Bahan Perkuliahan Prodi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 1999. 2001.71 DAFTAR PUSTAKA Agustiningsih Tri Lestari. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Menyelesaikan Soal-Soal Pada Pokok Bahasan Sistem Persamaan Linear Dengan Dua Variabel Di Kelas VIII D SMP N 1 Jepara Tahun Pelajaran 2005/2006 Melalui Model Cooperative Learning Tipe STAD. Pembelajaran Matematika Aktif-Efektif. Haditjahjono. 2003. Disajikan dalam Pelatihan Guru Sekolah Jauh Mata Pelajaran Matematika. Erman. Semarang: Universitas Negeri Semarang. Materi Pelatihan Terintegrasi Buku 3. BPG Semarang. Kurikulum 2004. Sistem Persamaan Linear dengan 2 Peubah. 2005. Semarang. Disajikan dalam Penataran Guru SLTP Swasta Mata Pelajaran Matematika Provinsi Jawa Tengah. Suyitno. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Pelajaran Matematika Kelas VIII.2004. Departemen Pendidikan Nasional. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Erry. . Makalah Seminar. Makalah Seminar.. dkk. Amin. 22 Desember. Jakarta. Suherman. 2006. Departemen Pendidikan Nasional. Mulyadi. BPG Semarang.

25. 17. 16. 22. 20. 24. 14. 2. 5. 11. 23. 15. 19. 9. 7.72 Lampiran 1 DAFTAR NAMA SISWA KELAS VIII A SMP BHAKTI PRAJA GEBOG TAHUN PELAJARAN 2006/2007 NO 1. 10. 13. NAMA Adi Faishol Khabib Aditia Nugroho Ahmad Harnowo Andi Arifin Ari Yohan Puja Kusuma Bagus Noor Rokhman Debbi Susanti Didik Siswanto Diwanda Okky Pangesta Dyah Permatasari Eko Budi Santoso Firman Ardyanto Fatkhul Huda Irene Nova Damayanti Isna Noviana Jannatun Munawaroh Kasriati Miftakhul Khabibi Muhammad Lutfi Sutanto Muhammad Rizal Qirotul Insyaroh Resti Arisanti Indah Pertiwi Sri Harini Wani Sofa Yulia Arisanti Zahrotus Sa’adah Bayu Prasetyo L/P L L L L L L P L L P L L L P P P P L L L P P P P P P L Jumlah siswa 27 orang dengan rincian 15 lakilaki dan 12 perempuan KETERANGAN . 21. 26. 4. 6. 8. 12. 18. 27. 3.

73 Lampiran 2 DAFTAR KELOMPOK SIKLUS I ( kelompok campuran ) Kelompok I 1. Aditia Nugroho 5. Yulia Arisanti 2. Sri Harini 3. Zahrotus Sa’adah 3. Kasriati 3. Irene Nova Damayanti 3. Diwanda Okky Pangesta 4. Bayu Prasetyo Kelompok V 1. Resti Arisanti Indah Pertiwi 3. Bagus Noor Rokhman 5. Dyah Permatasari 2. Wani Sofa 2. Adi Faishol Khabib 4. Ari Yohan Puja Kusuma 4. Ahmad Harnowo 4. Andi Arifin 4. Muhammad Rizal Keterangan : Pembagian kelompok berdasarkan pilihan guru . Jannatun Munawaroh 3. Muhammad Lutfi Sutanto Kelompok VI 1. Debbi Susanti 2. Qirotul Insyaroh 2. Didik Siswanto 5. Isna Noviana 2. Firman Ardyanto Kelompok II 1. Fatkhul Huda Kelompok IV 1. Eko Budi santoso 4. Miftakhul Khabibi Kelompok III 1.

Fatkhul Huda 3. Diwanda Okky P 4. Qirotul Insyaroh 3. Firman Ardyanto 3. Miftakhul Khabibi 5. Wani Sofa 3. Bagus Noor R Kelompok II 1. Didik Siswanto 5. Bayu Prastyo Kelompok III 1. Eko Budi santoso 2. Andi Arifin 3. Ahmad Harnowo 5. Dyah Permatasari 2. Lutfi Sutanto 2. Resti Arisanti IP . Sri Harini 4. Isna Noviana 4. Yulia Arisanti 2. Rizal 4. Muh. Jannatun Munawaroh Kelompok V 1. Kasriati Kelompok VI 1.74 Lampiran 3 DAFTAR KELOMPOK SIKLUS 2 ( kelompok perjenis kelamin ) Kelompok I 1. Aditia Nugroho Keterangan : Pembagian kelompok berdasarkan tanggapan siswa di siklus 1 dengan tidak mengabaikan aturan yang ada Kelompok IV 1. Irene Nova D 2. Debbi Susanti 4. Muh. Zahrotus Sa’adah 3. Ari Yohan Puja Kusuma 4. Adhi faishol Khabib 2.

Guru membantu siswa mengkaji ulang proses/hasil pemecahan masalah pada fase 1 sampai fase 4 D = nilai 1 Fase 3 Fase 4 Fase 5 Ket : A = nilai 4 B = nilai 3 C = nilai 2 ∑ perolehan nilai x 100% Kemampuan guru = ∑ nilai maks Kudus. Guru mengajukan masalah yang ada di LKS dan meminta siswa mempelajari masalah tersebut.menemukan penjelasan dan pemecahan masalah yang diberikan pada fase 1 2. Desember 2006 Observer Hadi saptana . Guru membimbing/mengamati siswa dalam menyimpulkan hasil pemecahan masalah yang diberikan pada fase 1 2. Fase 2 Mengorganisir siswa untuk belajar 1. Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam kelompoknya Mengembangkan dan menyajikan hasil pemecahan masalah 1. tanggal : Petunjuk : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√) pada kolom yang sesuai! Skala nilai Tahap Aktivitas A B C D Mengorientasikan siswa pada masalah Fase 1 1.Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya tentang cara menyelesaikan masalah tersebut Membantu siswa memecahkan masalah 1.Guru membimbing / mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesuai.75 Lampiran 4 LEMBAR PENGAMATAN PEMBELAJARAN UNTUK GURU Hari. Guru membagi siswa ke dalam kelompok dengan 4 – 5 siswa/kelompok 2. Guru mendorong siswa menyajikan hasil pemecahan masalah dan membimbing bila menemui kesulitan Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 1.

Kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran Keaktifan siswa dalam mengajukan pertanyaan Keaktifan siswa mengamati penjelasan guru Keaktifan siswa dalam berdiskusi Keberanian siswa dalam menyajikan temuannya Kekompakan kerja kekompok Keaktifan siswa dalam belajar kelompok Keaktifan siswa dalam mengajukan pendapat Respon siswa terhadap pelajaran secara umum Keterangan : A = 1 – 6 siswa bernilai 1 B = 7 – 12 siswa bernilai 2 C = 13 – 18 siswa bernilai 3 D = 19 – 24 siswa bernilai 4 E = 25 – 27 siswa bernilai 5 Keaktifan siswa = ∑ skor perolehan ∑ skor maksimal x 100% Kudus. tanggal sesuai! NO. 6. 2. 8. 5. 3. 7. 9. Aspek yang diamati Skala Penilaian A B C D E : Petunjuk : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√) pada kolom yang 1. Desember 2006 Observer Hadi Saptana .76 Lampiran 5 LEMBAR OBSERVASI SISWA DALAM KELOMPOK Hari. 4.

diskusi. penemuan terbimbing dan pemberian tugas : SMP : Matematika : VIII/Satu : Aljabar : 4 X 40 menit (2 pertemuan) Pendekatan : Pendekatan kontekstual Pertemuan pertama 1. Pendahuluan a. Kompetensi Dasar Membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel 2. Guru membuka pelajaran dan mengecek kehadiran siswa b. Kegiatan Belajar Mengajar Model Metode : Pembelajaran berdasarkan masalah : Ceramah. Benda nyata C. Guru memberikan apersepsi . Kelengkapan 1.77 Lampiran 6 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS 1 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Aspek Alokasi waktu A. Buku Siswa / LKS 2. 1. Indikator Membuat model matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel B.

Kegiatan inti Fase 1 : Mengorientasikan siswa pada masalah a. menemukan penjelasan dan pemecahan masalah dari fase 1 e. Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam kelompoknya Fase 4 : Mengembangkan dan menyajikan hasil pemecahan masalah f. Guru membagi siswa ke dalam kelompok yang sudah dibentuk dan membagikan LKS kepada tiap kelompok untuk didiskusikan bersama anggota kelompok c.78 Guru mengingatkan kembali tentang kejadian sehari-hari yang berkaitan dengan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel c. Guru membimbing/mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesuai. Guru mengajukan masalah yang berkaitan dengan kejadian sehari-hari dan membahasnya bersama-sama siswa melalui tanya jawab Fase 2 : Mengorganisir siswa untuk belajar b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menginformasikan pembelajaran yang akan dilakukan 2. Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya sendiri tentang cara menyelesaikan masalah tersebut Fase 3 : Membantu siswa memecahkan masalah d. Guru memilih secara acak kelompok I – VI untuk mempresentasikan hasil diskusinya yang masing-masing kelompok diwakili oleh satu orang siswa g. Guru membimbing dan mengamati siswa dalam menyampaikan hasil diskusinya model .

Guru memberikan soal untuk dikerjakan di rumah sebagai bahan pendalaman materi c. Guru bersama siswa membahas kembali hasil diskusi kelompok yang presentasi 3. Pendahuluan a. Guru memberikan apersepsi Guru mengingatkan kembali tentang kejadian sehari-hari yang berkaitan dengan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel c.79 h. Guru mengajukan masalah yang berkaitan dengan kejadian sehari-hari dan membahasnya bersama-sama siswa melalui tanya jawab . Penutup a. Kegiatan inti Fase 1 : Mengorientasikan siswa pada masalah a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menginformasikan model pembelajaran yang akan dilakukan 2. Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari b. Guru meminta siswa untuk menuliskan kesan pelajaran pada hari itu sebagai refleksi siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah Pertemuan kedua 1. Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi bila terjadi perbedaan pendapat Fase 5 : Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah i. Guru membuka pelajaran dan mengecek kehadiran siswa b.

Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya sendiri tentang cara menyelesaikan masalah tersebut Fase 3 : Membantu siswa memecahkan masalah d. Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi bila terjadi perbedaan pendapat Fase 5 : Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah i. Penutup a. Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam kelompoknya Fase 4 : Mengembangkan dan menyajikan hasil pemecahan masalah f. Guru membimbing dan mengamati siswa dalam menyampaikan hasil diskusinya h. menemukan penjelasan dan pemecahan masalah dari fase 1 e. Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari . Guru membagi siswa ke dalam kelompok yang sudah dibentuk dan membagikan kartu soal kepada tiap kelompok untuk didiskusikan bersama anggota kelompok c. Guru membimbing/mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesuai. Guru memilih secara acak kelompok I – VI untuk mempresentasikan hasil diskusinya yang masing-masing kelompok diwakili oleh satu orang siswa g. Guru bersama siswa membahas kembali hasil diskusi kelompok yang presentasi 3.80 Fase 2 : Mengorganisir siswa untuk belajar b.

BA Rumijati . Desember 2006 Mengetahui Kepala sekolah Guru mata pelajaran Kartono R. Kudus. Guru memberikan soal untuk dikerjakan di rumah sebagai bahan pendalaman materi c..000 2. Penilaian Tehnik : Tes Bentuk instrumen : Tertulis Contoh Instrumen : Buatlah model matematika dari soal cerita berikut. Jumlah dua bilangan cacah adalah 30 dan selisih kedua bilangan itu adalah 6.81 b. Guru meminta siswa untuk menuliskan kesan pelajaran pada hari ini sebagai refleksi siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah D. Harga 2 buah baju dan 3 kaos adalah Rp 175. 1.000 sedangkan harga 5 buah baju dan kaos yang sama adalah Rp 275.

Jadi saya tidak dapat menukarnya dengan Harun. dan ia mengatakan “Saudaraku mau memberimu 6 karung garam untuk setiap 1 ekor kambing yang kamu miliki. Mula-mula ia ketemu Harun yang mengatakan “Saya hanya menukar sekarung garam untuk beberapa ekor ayam.” pikir Ahmad. Ia akan menukarkan 3 ekor ayam untuk setiap ekor biri-biri. “Saya akan memberikan kamu 2 kantung jagung untuk setiap 3 karung garam.” “Saya tidak punya ayam”.82 Lampiran 7 LEMBAR KERJA SISWA 1 – 1 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Aspek Alokasi waktu Kompetensi Dasar : Membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel Indikator : Membuat model matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel Petunjuk pengerjaan soal : Diskusikan permasalahan berikut dengan kelompokmu. perlihatkan apa yang dapat Ahmad kerjakan! : SMP : Matematika : VIII/Satu : Aljabar : 15 menit . Apa yang dapat ia kerjakan? Bantulah Ahmad. Kemudian ia menjumpai Haris dan bercerita kepadanya.” Ternyata “Itu juga tidak dapat membantu saya. Saya akan memberimu 1 karung garam untuk setiap 2 ekor ayam. pikir Ahmad.” Ahmad semakin bingung. kemudian sajikan hasil diskusimu di papan tulis! Soal : Ahmad hidup di desa Rahtawu (salah satu desa terpencil di Kudus) dengan keluarganya. Kemudian ia menjumpai Rani. maka ia akan memasarkannya dengan 2 ekor kambing dan 1 biri-biri yang dimilikinya untuk ditukar dengan beberapa karung jagung. Keluarga Ahmad memerlukan jagung.

5 = 13.5 karung garam = 9 karung jagung Jadi dari 2 ekor kambing dan 1 biri-biri milik Ahmad dapat ditukar dengan 9 karung jagung. 1 karung garam = 2 ekor ayam 2 karung jagung = 3 karung garam 3 ekor ayam = 1 biri-biri 6 karung garam = 1 ekor kambing Ahmad memiliki 2 ekor kambing dan 1 biri-biri.83 Lampiran 8 KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA 1 – 1 Jawab : Dibuat dulu persamaannya berikut ini.5 karung garam 12 + 1. maka : 2 ekor kambing = 12 karung garam 1 biri-biri = 3 ekor ayam = 1. .

750.000 Hasil penjualan karcis pada pertandingan tersebut sebesar Rp 25. sedangkan jumlah kakinya ada 60 buah. Jumlah kepala kambing dan ayam ada 22 buah. Harga karcis per lembar untuk kelas A adalah Rp 50.000 dan untuk kelas B adalah Rp 35.84 Lampiran 9 LEMBAR KERJA SISWA 1 – 2 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Aspek Alokasi waktu Kompetensi Dasar : Membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel Indikator : Membuat model matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel Petunjuk : Ada 3 kartu soal dimana setiap kartu masing-masing banyaknya 2 buah . setiap kelompok memilih secara acak satu dari enam kartu soal.000. kemudian sajikan hasilnya di papan tulis! Kartu Soal 1 : Kakekku memelihara kambing dan ayam. Buatlah model matematikanya! Kartu Soal 2 : Bilangan 279 akan dinyatakan sebagai penjumlahan dua bilangan A dan B. Buat model matematikanya! Kartu Soal 3 : Suatu pertandingan tenis lapangan dihadiri oleh 620 orang. Diskusikan permasalahan yang ada pada kartu soal yang kamu dapatkan dengan kelompokmu. Jika A dibagi 4 dan B dibagi 7 maka jumlahnya menjadi 57. Buatlah model matematikanya! : SMP : Matematika : VIII/Satu : Aljabar : 15 menit .

85 Lampiran 10 \ KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA 1 – 2 Kartu soal 1 : Misal banyaknya kambing = x banyaknya ayam = y Maka x + y = 22 4 x + 2 y = 60 Kartu Soal 2 : Misal bilangan I = A bilangan II = B Maka A + B = 279 A B + = 57 4 7 Kartu Soal 3 : Misal banyak tiket kelas A yang terjual = m Banyak tiket kelas B yang terjual = n Maka A + B = 620 50000 A + 35000 B = 25750000 .

Diminta membuat ∑ SOAL 5 buah 3 Uraian 4 Uraian . Diminta membuat model matematikanya Diberikan harga tiket pertandingan sepak bola pada 2 kelas yang berbeda dan banyaknya tiket yang terjual serta uang yang didapat. Diminta membuat model matematikanya Diberikan jenis tunggakan dari 2 siswa dan jumlanya masing-masing tunggakan.86 Lampiran 11 KISI-KISI SOAL EVALUASI AKHIR SIKLUS 1 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Aspek Jumlah/bentuk soal KOMPETENSI DASAR Membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel INDIKATOR KD Membuat model matematika dari masalah seharihari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel 2 Uraian : SMP : Matematika : VIII/Satu : Aljabar : 5 / uraian NO SOAL 1 BENTUK SOAL Uraian INDIKATOR SOAL Diberikan penjumlahan dua bilangan cacah dan selisihnya. Diminta membuat model matematikanya Diberikan 2 paket buah-buahan lengkap dengan harga masingmasing paket.

Diminta membuat model matematikanya .87 model matematikanya 5 Uraian Diberikan ukuran halaman sekolah yang berbentuk persegipanjang yang diketahui keliling dan panjang yang dinyatakan dalam lebar.

Jumlah dua bilangan cacah adalah 23 dan selisihnya adalah 7. Halaman sekolahku berbentuk persegipanjang. Buatlah model matematikanya! 3. Jika banyaknya tiket yang terjual 2000 lembar dan hasil penjualan tiket Rp 11. Buatlah model matematikanya! . Tunggakan uang sekolahku yang terdiri dari 3 bulan uang komite dan biaya ulangan semesteran Rp 110.000. Buatlah model matematikanya! 4.000 dan paket B yang terdiri dari 3 buah jeruk dan 4 buah apel adalah Rp 10. Buatlah model matematikanya! 5.88 Lampiran 12 SOAL EVALUASI AKHIR SIKLUS 1 Petunjuk : Kerjakan soal berikut dengan jelas dan benar ! 1.000. Di sebuah toko buah harga paket A yang terdiri dari 5 buah jeruk dan 5 buah apel adalah Rp 14. Kelilingnya 84 meter dan panjang halamannya 8 meter lebihnya dari lebar.000. Harga tiket masuk pertandingan sepak bola kelas I Rp 7.000 sedangkan tunggakan teman sebangkuku yang terdiri dari 2 bulan uang komite dan biaya ulangan semesteran adalah Rp 80.000. Buatlah model matematikanya! 2.000 dan harga tiket masuk kelas II Rp 5.500.

. (5) catatan : variabel tidak harus x dan y Nilai akhir = ∑ perolehan skor 5 ....89 Lampiran 13 KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN SOAL EVALUASI AKHIR SIKLUS I 1. ..... (5) = 84 = y + 8 ……………………………………. (5) Maka x + y = 2000 = 11500000 …………………………… (5) 7000 x + 5000 y 3...(5) Maka 3 x + y = 110000 2 x + y = 80000 ………………………………………….. Misal uang komite/bulan = x uang ulangan semesteran = y ………………………………. Misal panjang persegipanjang = x lebar persegipanjang Maka 2 x + 2 y x = y …………………………………... Misal harga 1 buah jeruk = x harga 1 buah apel = y …………………………………………... Misal banyak tiket yang terjual kelas I = x banyak tiket yang terjual kelas II = y ………………………... (5) Maka 5 x + 5 y 3 x +4y = 14000 = 10000………………………………………… (5) 4.. Misal bilangan pertama = x bilangan kedua = y dengan x > y ………………………… (5) Maka x + y = 23 x – y = 7 ……………………………………… (5) 2....(5) 5..

4% Keaktifan siswa = 45 Kudus. 5. 9. 6. tanggal : Senin. 4. 4 Desember 2006 Petunjuk : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√) pada kolom yang sesuai! Skala Penilaian NO. Kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran Keaktifan siswa dalam mengajukan pertanyaan Keaktifan siswa mengamati penjelasan guru Keaktifan siswa dalam berdiskusi Keberanian siswa dalam menyajikan temuannya Kekompakan kerja kekompok Keaktifan siswa dalam belajar kelompok Keaktifan siswa dalam mengajukan pendapat Respon siswa terhadap pelajaran secara umum Jumlah skor perolehan = 29 Jumlah skor maksimal = 45 Keterangan : A = 1 – 6 siswa bernilai 1 B = 7 – 12 siswa bernilai 2 C = 13 – 18 siswa bernilai 3 D = 19 – 24 siswa bernilai 4 E = 25 – 27 siswa bernilai 5 29 x 100% = 64. 2.90 Lampiran 14 HASIL OBSERVASI SISWA DALAM KELOMPOK SIKLUS 1 PERTEMUAN 1 Hari. 7. 3. 4 Desember 2006 Observer Hadi Saptana √ √ √ √ √ √ √ √ √ . 8. Aspek yang diamati A B C D E 1.

5 Desember 2006 Observer Hadi Saptana √ √ √ √ √ √ √ √ √ .6% Keaktifan siswa = 45 Kudus. 9. Kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran Keaktifan siswa dalam mengajukan pertanyaan Keaktifan siswa mengamati penjelasan guru Keaktifan siswa dalam berdiskusi Keberanian siswa dalam menyajikan temuannya Kekompakan kerja kekompok Keaktifan siswa dalam belajar kelompok Keaktifan siswa dalam mengajukan pendapat Respon siswa terhadap pelajaran secara umum Jumlah skor perolehan = 34 Jumlah skor maksimal = 45 Keterangan : A = 1 – 6 siswa bernilai 1 B = 7 – 12 siswa bernilai 2 C = 13 – 18 siswa bernilai 3 D = 19 – 24 siswa bernilai 4 E = 25 – 27 siswa bernilai 5 34 x 100% = 75. Aspek yang diamati A B C D E 1. 5. 8. 6. 3. tanggal : Selasa. 5 Desember 2006 Petunjuk : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√) pada kolom yang sesuai! Skala Penilaian NO.91 Lampiran 15 HASIL OBSERVASI SISWA DALAM KELOMPOK SIKLUS 1 PERTEMUAN 2 Hari. 7. 4. 2.

92 Lampiran 16 HASIL PENGAMATAN PEMBELAJARAN UNTUK GURU SIKLUS 1 PERTEMUAN 1 Hari.4% 32 Kudus. 4 Desember 2006 Petunjuk : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√) pada kolom yang sesuai! Skala nilai Tahap Aktivitas A B C D Fase 1 Mengorientasikan siswa pada masalah 1. Guru membantu siswa mengkaji ulang proses/hasil √ pemecahan masalah pada fase 1 sampai fase 4 Ket : A = nilai 4 B = nilai 3 C = nilai 2 D = nilai 1 Kemampuan guru = 27 x 100% = 84. 4 Desember 2006 Observer Hadi saptana . Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam kelompoknya Mengembangkan dan menyajikan hasil pemecahan masalah 1. tanggal : Senin. Fase 2 Mengorganisir siswa untuk belajar 1. Guru membimbing/mengamati siswa dalam menyimpulkan hasil pemecahan masalah yang diberikan pada fase 1 2. Guru mengajukan masalah yang ada di LKS dan √ meminta siswa mempelajari masalah tersebut.Guru membimbing / mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesuai. Guru membagi siswa ke dalam kelompok dengan √ 4 – 5 siswa/kelompok 2.Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya tentang cara menyelesaikan masalah tersebut Membantu siswa memecahkan masalah 1.menemukan penjelasan dan pemecahan masalah yang diberikan pada fase 1 2. Guru mendorong siswa menyajikan hasil pemecahan masalah dan membimbing bila menemui kesulitan √ Fase 3 √ √ Fase 4 √ √ Fase 5 Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 1.

Guru membimbing/mengamati siswa dalam menyimpulkan hasil pemecahan masalah yang diberikan pada fase 1 2. 5 Desember 2006 Petunjuk : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√) pada kolom yang sesuai! Skala nilai Tahap Aktivitas A B C D Mengorientasikan siswa pada masalah Fase 1 1.menemukan penjelasan dan pemecahan masalah yang diberikan pada fase 1 2. Guru membantu siswa mengkaji ulang proses/hasil √ pemecahan masalah pada fase 1 sampai fase 4 Ket : A = nilai 4 B = nilai 3 C = nilai 2 D = nilai 1 Fase 5 Kemampuan guru = 28 x 100% = 87.Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya tentang cara menyelesaikan masalah tersebut Membantu siswa memecahkan masalah 1.5% 32 Kudus.93 Lampiran 17 HASIL PENGAMATAN PEMBELAJARAN UNTUK GURU SIKLUS 1 PERTEMUAN 2 Hari. Guru mendorong siswa menyajikan hasil pemecahan masalah dan membimbing bila menemui kesulitan √ Fase 3 √ Fase 4 √ √ Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 1. Fase 2 Mengorganisir siswa untuk belajar √ 1.Guru membimbing / mendorong siswa √ mengumpulkan informasi yang sesuai. Guru mengajukan masalah yang ada di LKS dan √ meminta siswa mempelajari masalah tersebut. tanggal : Selasa. Guru membagi siswa ke dalam kelompok dengan 4 – 5 siswa/kelompok 2. Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam kelompoknya Mengembangkan dan menyajikan hasil pemecahan masalah 1. 5 Desember 2006 Observer Hadi saptana .

94

Lampiran 18 ANALISIS HASIL EVALUASI AKHIR SIKLUS I Mata Pelajaran Kompetensi Dasar Kelas/semester Jumlah/bentuk soal Banyak peserta Waktu no soal skor maks : : : : : : Matematika 2.2 Membuat model matematika VIII/Satu 5/Uraian 27 siswa 40 menit

No

1

Perolehan skor 2 3 4

5 10 4 4 2 4 4 2 5 4 4 6 4 4 4 5 6 5 4 2 6 4 6 6 6 4 5 5 4


skor 33 32 42 23 37 18 35 18 19 46 21 21 32 30 30 32 26 20 35 26 39 29 36 26 32 26 21

Nilai 6,6 6,4 8,4 4,6 7,4 3,6 7,0 3,6 3,8 9,2 4,2 4,2 6,4 6,0 6,0 6,4 5,2 4,0 7,0 5,2 7,8 5,8 7,2 5,2 6,4 5,2 4,2

Tuntas Belajar ya √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ tdk

10 10 10 10 Nama 01. Adi Faishol Khabib 10 4 7 8 02. Aditia Nugroho 10 2 6 10 03. Ahmad Harnowo 10 10 10 10 04. Andi Arifin 3 2 6 8 05. Ari Yohan Puja K 10 6 7 10 06. Bagus Noor R 4 2 2 8 07. Debbi Susanti 10 8 4 8 08. Didik Siswanto 3 2 1 8 09. Diwanda Okky P 4 2 3 6 10. Dyah Permatasari 10 10 10 10 11. Eko Budi Santoso 4 2 5 6 12. Firman Ardyanto 4 2 3 8 13. Fatkhul Huda 10 6 6 8 14. Irene Nova D 4 5 10 6 15. Isna Noviana 5 6 3 10 16. Janatun Munawaroh 4 6 9 8 17. Kasriati 4 6 2 10 18. Miftakhul Khabibi 4 2 4 8 19. Muh. Lutfi Sutanto 9 4 8 8 20. Muh. Rizal 4 2 8 8 21. Qirotul Insyaroh 10 6 7 10 22. Resti Arisanti IP 6 6 1 10 23. Sri Harini 10 8 4 8 24. Wani Sofa 4 6 4 8 25. Yulia Arisanti 10 4 7 6 26. Zahrotussa’adah 4 6 3 8 27. Bayu Prasetyo 4 2 3 8 Siswa tuntas belajar apabila nilainya minimal 6,0 Persentase tuntas belajar = Rata – rata = 5,81 14 x 100% = 51,9% 27

95

Lampiran 19 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS 2 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Aspek Alokasi waktu A. 1. Kompetensi Dasar Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya. 2. Indikator Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya B. Kelengkapan 1. Buku Siswa / LKS 2. Benda nyata C. Kegiatan Belajar Mengajar Model Metode : Pembelajaran berdasarkan masalah : Ceramah, diskusi, penemuan terbimbing dan pemberian tugas : SMP : Matematika : VIII/Satu : Aljabar : 4 X 40 menit (2 pertemuan)

Pendekatan : Pendekatan kontekstual Pertemuan pertama 1. Pendahuluan a. Guru membuka pelajaran dan mengecek kehadiran siswa b. Guru memberikan apersepsi Guru mengingatkan kembali tentang cara-cara menyelesaikan SPLDV (grafik, eliminasi, substitusi, dan campuran) serta cara membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

96

c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menginformasikan model pembelajaran yang akan dilakukan 2. Kegiatan inti Fase 1 a. Guru mengajukan masalah yang berkaitan dengan kejadian sehari-hari dan membahasnya bersama-sama siswa melalui tanya jawab Fase 2 b. Guru membagi siswa ke dalam kelompok yang sudah dibentuk dan membagikan LKS kepada tiap kelompok untuk didiskusikan bersama anggota kelompok c. Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya sendiri tentang cara menyelesaikan masalah tersebut Fase 3 d. Guru membimbing/mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesuai, menemukan penjelasan dan pemecahan masalah dari fase 1 e. Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam kelompoknya f. Guru memberikan motivasi kepada siswa pada saat pembelajaran berlangsung sehingga siswa lebih aktif g. Guru membimbing semua kelompok secara merata sehingga semua kesulitan kelompok dalam menyelesaikan soal dapat terbantu Fase 4 h. Guru memilih secara acak kelompok I – VI untuk mempresentasikan hasil diskusinya yang masing-masing kelompok diwakili oleh satu orang siswa

Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi bila terjadi perbedaan pendapat Fase 5 k. eliminasi. Pendahuluan a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menginformasikan model pembelajaran yang akan dilakukan . Guru membimbing dan mengamati siswa dalam menyampaikan hasil diskusinya j. Penutup a. substitusi. Guru memberikan apersepsi Guru mengingatkan kembali tentang cara-cara menyelesaikan SPLDV (grafik. Guru meminta siswa untuk menuliskan kesan pelajaran pada hari ini sebagai refleksi siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah Pertemuan kedua 1. Guru bersama siswa membahas kembali hasil diskusi kelompok yang presentasi 3. Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari b. Guru membuka pelajaran dan mengecek kehadiran siswa b. Guru memberikan soal untuk dikerjakan di rumah sebagai bahan pendalaman materi c.97 i. dan campuran) serta cara membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel c.

menemukan penjelasan dan pemecahan masalah dari fase 1 e. Guru membimbing semua kelompok secara merata sehingga semua kesulitan kelompok dalam menyelesaikan soal dapat terbantu Fase 4 h. Guru memilih secara acak kelompok I – VI untuk mempresentasikan hasil diskusinya yang masing-masing kelompok diwakili oleh satu orang siswa i. Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam kelompoknya f.98 2. Guru membimbing/mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesuai. Guru mengajukan masalah yang berkaitan dengan kejadian sehari-hari dan membahasnya bersama-sama siswa melalui tanya jawab Fase 2 b. Guru membimbing dan mengamati siswa dalam menyampaikan hasil diskusinya . Guru membagi siswa ke dalam kelompok yang sudah dibentuk dan membagikan LKS kepada tiap kelompok untuk didiskusikan bersama anggota kelompok c. Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya sendiri tentang cara menyelesaikan masalah tersebut Fase 3 d. Kegiatan inti Fase 1 a. Guru memberikan motivasi kepada siswa pada saat pembelajaran berlangsung sehingga siswa lebih aktif g.

Guru memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi bila terjadi perbedaan pendapat Fase 5 k. Desember 2006 Mengetahui Kepala sekolah Guru mata pelajaran Kartono R.99 j. Guru bersama siswa membahas kembali hasil diskusi kelompok yang presentasi 3. Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari b. Berapa harga 1 kg rambutan dan 1 buah durian masing-masing ? Kudus. Penutup a. BA Rumijati .000 sedangkan kakak membeli 5 kg rambutan dan 3 buah durian yang sama seharga Rp 30.. Guru meminta siswa untuk menuliskan kesan pelajaran pada hari ini sebagai refleksi siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah D.000. Penilaian Tehnik : Tes Bentuk instrumen : Tertulis Contoh Instrumen : Ibu membeli 3 kg rambutan dan 5 buah durian adalah Rp 34. Guru memberikan soal untuk dikerjakan di rumah sebagai bahan pendalaman materi c.

100 Lampiran 20 LEMBAR KERJA SISWA 2 – 1 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Aspek Alokasi waktu Kompetensi Dasar : Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya Indikator : Menyelesaikan model matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya Petunjuk : Kerjakan soal berikut dengan cara yang kalian suka secara berkelompok! 1. Jumlah dua bilangan cacah adalah 23 sedangkan selisihnya adalah 7. Tentukan hasil kali kedua bilangan tersebut! 2. Tentukan banyaknya tiket yang terjual dari masing-masing kelas! : SMP : Matematika : VIII/Satu : Aljabar : 20 menit .000. Jika banyaknya tiket yang terjual 2000 lembar dan hasil penjualan tiket seluruhnya adalah Rp 7.000.000 sedangkan harga tiket masuk kelas II adalah Rp 3. Harga tiket masuk pertandingan sepak bola kelas I adalah Rp 5.600.

101 Lampiran 21 KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA 2 – 1 1.000 sedangkan harga tiket masuk kelas II adalah Rp 3. Jumlah dua bilangan cacah adalah 23 sedangkan selisihnya adalah 7.000.600. Jika banyaknya tiket yang terjual 2000 lembar dan hasil penjualan tiket seluruhnya adalah Rp 7. Harga tiket masuk pertandingan sepak bola kelas I adalah Rp 5. Tentukan hasil kali kedua bilangan tersebut! Jawab : Misal bilangan I = a bilangan II = b Maka ( i ) a + b = 23 ( ii ) a – b = 7 Menghilangkan a a + b = 23 a – b = 7 2a a = 30 = 15 + Menghilangkan b a + b = 23 a – b = 7 2 b = 16 b = 8 = 15 x 8 = 120 2.000. Tentukan banyaknya tiket yang terjual dari masing-masing kelas! Jawab : Misal banyak tiket kelas I yang terjual = a banyak tiket kelas II yang terjual = b Maka ( i ) a + b = 2000 ( ii ) 5000 a + 3000 b = 7600000 ( i ) a + b = 2000 ⇔ a – Jadi hasil kali kedua bilangan tersebut adalah = a x b = 2000 – b ……… (iii) .

102 (iii) masuk (ii) 5000 a + 3000 b = 7600000 ⇔ 5000 (2000 – b) + 3000 b = 7600000 ⇔ 10000000 – 5000 b + 3000 b = 7600000 ⇔ 10000000 – 2000 b ⇔ 2000 b ⇔ 2000 b ⇔ ⇔ = 7600000 = 10000000 – 7600000 = 2400000 = 2400000 : 2000 = 1200 …….. (iv) b b a + b = 2000 = 2000 – 1200 = 800 (iv) masuk (i) ⇔ a + 1200 = 2000 ⇔ a ⇔ a Jadi banyak tiket kelas I yang terjual 800 lembar dan banyak tiket kelas II yang terjual 1200 lembar. .

103

Lampiran 22 LEMBAR KERJA SISWA 2 – 2 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Aspek Alokasi waktu Kompetensi Dasar : Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya Indikator : Menyelesaikan model matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya Soal : Perhatikan gambar berikut! : SMP : Matematika : VIII/Satu : Aljabar : 20 menit

Tentukan masing-masing harga batu baterai kecil dan batu baterai besar!

104

Lampiran 23 KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA 2 – 2 Soal :

Tentukan masing-masing harga batu baterai kecil dan batu baterai besar! Jawab : Misal harga satu baterai kecil = x harga satu baterai besar = y maka 3 x + 3 y = 10500 5 x + 6 y = 20000 (Penyelesaian terserah siswa mau dengan cara apa) Jadi harga satu baterai kecil = Rp 1.000 harga satu baterai besar = Rp 2.500

105

Lampiran 24 KISI-KISI SOAL EVALUASI AKHIR SIKLUS 2 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Aspek Jumlah/bentuk soal KOMPETENSI DASAR Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya INDIKATOR KD Menyelesaikan model matematika dari masalah seharihari yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya 2 Uraian : SMP : Matematika : VIII/Satu : Aljabar : 3 / uraian NO SOAL 1 BENTUK SOAL Uraian INDIKATOR SOAL Diberikan 2 gambar (paket) yang tiap paketnya terdiri dari beberapa buku dan pen yang dilengkapi dengan harga masingmasing paket. Diminta harga masing-masing buku dan pen Diberikan 2 gambar (paket) yang masingmasing paket terdiri dari beberapa kaleng dan cermin oval lengkap dengan harga masing-masing paket. Diminta harga masing-masing kaleng dan cermin oval Diberikan 2 gambar (paket) yang masingmasing terdiri dari beberapa kalkulator dan kado lengkap dengan harga masingmasing paket Diminta harga masing-masing kalkulator dan kado


SOAL 3 buah

3

Uraian

Perhatikan gambar berikut! Tentukan masing-masing harga 1 kaleng dan 1 cermin oval! 2. Perhatikan gambar berikut! Tentukan masing-masing harga 1 kalkulator dan 1 kado! 3.106 Lampiran 25 SOAL EVALUASI AKHIR SIKLUS 2 Kerjakan soal berikut dengan jelas dan benar ! 1. Perhatikan gambar berikut! Tentukan masing-masing harga 1 buku dan 1 pen! .

...(5) Cara penyelesaian bebas ……………………………………………..000………………………………..(30) Nilai akhir = jumlah perolehan skor : 9 .. Misal harga 1 kalkulator = x harga 1 kado maka 2 x + 3 y 4 x + y = y ………………………………………... (5) = 135000 = 100000………………………………………...(5) Cara penyelesaian bebas ……………………………………………..(15) Jadi harga 1 buku Rp 20...000 harga 1 kado Rp 40....(5) Jumlah………………….(15) Jadi harga 1 kalkulator Rp 90. (5) Jumlah…………………. (5) = 300000 = 400000………………………………………..000 harga 1 cermin Rp 20. Misal harga 1 kaleng = x harga 1 cermin = y …………………………………………….Misal harga 1 buku = x harga 1 pen = y maka 3 x + 5 y 2 x +4y …………………………………………..(30) 3...107 Lampiran 26 KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN SOAL EVALUASI AKHIR SIKLUS 2 1.000 …………………………………. (5) Jumlah………………….000 harga 1 pen Rp 15. (5) Cara penyelesaian bebas …………………………………………….000………………………………………........(15) Jadi harga 1 kaleng Rp 30.(30) 2......(5) maka 3 x + y x +3y = 110000 = 90000……………………………………….

2. 7. 4. 9. 3. 8. 6. tanggal : Senin. 11 Desember 2006 Petunjuk : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√) pada kolom yang sesuai! Skala Penilaian NO. 11 Desember 2006 Observer Hadi Saptana √ √ √ √ √ √ √ √ √ . Kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran Keaktifan siswa dalam mengajukan pertanyaan Keaktifan siswa mengamati penjelasan guru Keaktifan siswa dalam berdiskusi Keberanian siswa dalam menyajikan temuannya Kekompakan kerja kekompok Keaktifan siswa dalam belajar kelompok Keaktifan siswa dalam mengajukan pendapat Respon siswa terhadap pelajaran secara umum Jumlah skor perolehan = 35 Jumlah skor maksimal = 45 Keterangan : A = 1 – 6 siswa bernilai 1 B = 7 – 12 siswa bernilai 2 C = 13 – 18 siswa bernilai 3 D = 19 – 24 siswa bernilai 4 E = 25 – 27 siswa bernilai 5 35 Keaktifan siswa = x 100% = 77. 5.108 Lampiran 27 HASIL OBSERVASI SISWA DALAM KELOMPOK SIKLUS 2 PERTEMUAN 1 Hari. Aspek yang diamati A B C D E 1.8% 45 Kudus.

Aspek yang diamati A B C D E 1. 8. tanggal : Selasa.109 Lampiran 28 HASIL OBSERVASI SISWA DALAM KELOMPOK SIKLUS 2 PERTEMUAN 2 Hari. Kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran Keaktifan siswa dalam mengajukan pertanyaan Keaktifan siswa mengamati penjelasan guru Keaktifan siswa dalam berdiskusi Keberanian siswa dalam menyajikan temuannya Kekompakan kerja kekompok Keaktifan siswa dalam belajar kelompok Keaktifan siswa dalam mengajukan pendapat Respon siswa terhadap pelajaran secara umum Jumlah skor perolehan = 36 Jumlah skor maksimal = 45 Keterangan : A = 1 – 6 siswa bernilai 1 B = 7 – 12 siswa bernilai 2 C = 13 – 18 siswa bernilai 3 D = 19 – 24 siswa bernilai 4 E = 25 – 27 siswa bernilai 5 36 Keaktifan siswa = x 100% = 80% 45 Kudus. 6. 5. 12 Desember 2006 Observer Hadi Saptana √ √ √ √ √ √ √ √ √ . 9. 4. 2. 7. 3. 12 Desember 2006 Petunjuk : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√) pada kolom yang sesuai! Skala Penilaian NO.

menemukan penjelasan dan pemecahan masalah yang diberikan pada fase 1 2.6% 32 Kudus. 11 Desember 2006 Observer Hadi saptana . Guru membantu siswa mengkaji ulang proses/hasil √ pemecahan masalah pada fase 1 sampai fase 4 Ket : A = nilai 4 B = nilai 3 C = nilai 2 D = nilai 1 Fase 5 Kemampuan guru = 29 x 100% = 90. Guru membimbing/mengamati siswa dalam menyimpulkan hasil pemecahan masalah yang diberikan pada fase 1 2. tanggal : Senin. Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam √ kelompoknya Mengembangkan dan menyajikan hasil pemecahan masalah 1. Fase 2 Mengorganisir siswa untuk belajar √ 1.110 Lampiran 29 HASIL PENGAMATAN PEMBELAJARAN UNTUK GURU SIKLUS 2 PERTEMUAN 1 Hari. Guru mendorong siswa menyajikan hasil pemecahan masalah dan membimbing bila menemui kesulitan √ Fase 3 Fase 4 √ √ Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 1. 11 Desember 2006 Petunjuk : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√) pada kolom yang sesuai! Skala nilai Tahap Aktivitas A B C D Mengorientasikan siswa pada masalah Fase 1 1.Guru membimbing / mendorong siswa √ mengumpulkan informasi yang sesuai.Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya tentang cara menyelesaikan masalah tersebut Membantu siswa memecahkan masalah 1. Guru mengajukan masalah yang ada di LKS dan √ meminta siswa mempelajari masalah tersebut. Guru membagi siswa ke dalam kelompok dengan 4 – 5 siswa/kelompok 2.

12 Desember 2006 Petunjuk : Berilah penilaian anda dengan memberikan tanda cek (√) pada kolom yang sesuai! Skala nilai Tahap Aktivitas A B C D Mengorientasikan siswa pada masalah Fase 1 1. Guru membagi siswa ke dalam kelompok dengan 4 – 5 siswa/kelompok 2. 12 Desember 2006 Observer Hadi saptana . Guru membantu siswa mengkaji ulang proses/hasil √ pemecahan masalah pada fase 1 sampai fase 4 Ket : A = nilai 4 B = nilai 3 C = nilai 2 D = nilai 1 Fase 5 Kemampuan guru = 29 x 100% = 90. Guru mendorong dialog/diskusi antar teman dalam √ kelompoknya Mengembangkan dan menyajikan hasil pemecahan masalah 1.Guru meminta siswa mengemukakan ide kelompoknya tentang cara menyelesaikan masalah tersebut Membantu siswa memecahkan masalah 1.6% 32 Kudus.menemukan penjelasan dan pemecahan masalah yang diberikan pada fase 1 2. Fase 2 Mengorganisir siswa untuk belajar √ 1. Guru mendorong siswa menyajikan hasil pemecahan masalah dan membimbing bila menemui kesulitan √ Fase 3 Fase 4 √ √ Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 1.111 Lampiran 30 HASIL PENGAMATAN PEMBELAJARAN UNTUK GURU SIKLUS 2 PERTEMUAN 2 Hari. Guru membimbing/mengamati siswa dalam menyimpulkan hasil pemecahan masalah yang diberikan pada fase 1 2. Guru mengajukan masalah yang ada di LKS dan √ meminta siswa mempelajari masalah tersebut.Guru membimbing / mendorong siswa √ mengumpulkan informasi yang sesuai. tanggal : Selasa.

9 6. Isna Noviana 15 30 25 16. Yulia Arisanti 30 30 30 26. Wani Sofa 15 30 15 25.3 Menyelesaikan model matematika VIII/Satu 3/Uraian 27 siswa 40 menit Tuntas Belajar Ya 80 80 80 60 80 50 70 50 50 90 60 50 80 75 70 70 55 50 80 65 80 80 90 60 90 60 50 8. Muh. Resti Arisanti IP 30 30 20 23. Miftakhul Khabibi 10 30 10 19.0 6. Rizal 10 30 25 21.2 8.6 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Tdk No Nama no soal skor maks Perolehan skor 1 2 3 ∑ skor Nilai 30 30 30 1. Sri Harini 30 30 30 24.8 % 27 Rata – rata = 7.65 .9 8.7 10.7 5.8 6.6 8.1 5.6 10.112 Lampiran 31 ANALISIS HASIL EVALUASI AKHIR SIKLUS 2 Mata Pelajaran Kompetensi Dasar Kelas/semester Jumlah/bentuk soal Banyak peserta Waktu : : : : : : Matematika 2. Firman Ardyanto 10 30 10 13.8 7. Eko Budi Santoso 15 30 15 12.0 6.7 8.8 5. Fatkhul Huda 30 30 20 14. Irene Nova D 15 30 30 15. Debbi Susanti 30 30 10 8. Ahmad Harnowo 30 30 20 4.9 8. Andi Arifin 10 30 20 5. Dyah Permatasari 30 30 30 11.6 5. Kasriati 15 30 10 18. Adi Faishol Khabib 30 30 20 2.0 6. Muh. Bagus Noor R 10 30 10 7. Bayu Prasetyo 10 30 10 Siswa tuntas belajar apabila nilainya minimal 6.9 5. Zahrotussa’adah 15 30 15 27. Ari Yohan Puja K 30 30 20 6.6 8. Diwanda Okky P 10 30 10 10.0 21 Persentase tuntas belajar = x 100% = 77. Aditia Nugroho 30 30 20 3.9 8.9 8. Janatun Munawaroh 15 30 25 17.3 7.9 7.9 10. Qirotul Insyaroh 30 30 20 22. Lutfi Sutanto 25 30 25 20.6 7.7 5. Didik Siswanto 10 30 10 9.

113 Lampiran 32 Dokumentasi Penelitian Siklus 1 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menginformasikan model pembelajaran yang akan dilakukan Siswa sedang berdiskusi sesuai dengan kelompoknya (kelompok campuran) Guru membimbing siswa dalam berdiskusi dengan kelompoknya Salah satu perwakilan kelompok sedang mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas .

siswa lebih percaya diri dalam berdiskusi Guru sedang membimbing dan mendorong siswa dalam berdiskusi kelompok Salah satu perwakilan kelompok sedang menyajikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas .114 Lampiran 33 Dokumentasi Penelitian Siklus 2 Siswa sedang asyik berdiskusi kelompok sesuai pilihan anak (berjenis kelamin sama) Dengan kelompok yang berjenis kelamin sama.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->