P. 1
vasodilatasi

vasodilatasi

|Views: 775|Likes:
Published by Dewi Aryani

More info:

Published by: Dewi Aryani on Jul 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2013

pdf

text

original

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.

1 Tekanan Darah

2.1.1 Pengertian Tekanan Darah Tekanan darah adalah tekanan di dalam pembuluh darah ketika jantung memompakan keseluruh tubuh. Umumnya semakin rendah tekanan darah, semakin sehat anda untuk jangka panjang (kecuali dalam kondisi tertentu ketika tekanan darah sangat rendah merupakan bagian suatu penyakit).5) Darah mengambil oksigen dari dalam paru-paru. Darah yang mengandung oksigen ini memasuki jantung dan kemudian dipompakan keseluruh bagian tubuh melalui pembuluh darah yang disebut arteri. Pembuluh darah yang lebih besar bercabang-cabang menjadi pembuluh-pembuluh darah yang lebih kecil hingga berukuran mikroskopik, yang akhirnya membentuk jaringan yang terdiri dari pembuluh-pembuluh darah yang sangat kecil yang disebut kapiler. Jaringan ini mengalirkan darah ke sel-sel tubuh dan menghantarkan oksigen untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan demi kelangsungan hidup. Kemudian darah yang tidak beroksigen kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena, dan dipompa kembali ke paru-paru untuk mengambil oksigen lagi. Saat jantung berdetak, otot jantung berkontraksi untuk memompakan darah ke seluruh tubuh. Tekanan tertinggi berkontraksi dikenal sebagai tekanan sistolik. Kemudian otot jantung rileks sebelum kontraksi berikutnya, dan tekanan ini paling rendah, yang dikenal sebagai tekanan diastolik. Tekanan sistolik dan diastolik ini diukur ketika Anda memeriksakan tekanan darah.

Universitas Sumatera Utara

jika kurang dari nilai normal. pengendorannya adalah diastol atrial. Kontraksi dari kedua atrium terdiri serentak dan disebut sistol atrial. Jika melebihi nilai normal. Serupa dengan itu kontraksi dan pengendoran ventrikel disebut juga sistol dan diastol ventrikel. Meskipun ventrikel kanan juga memompa volume darah yang sama. yaitu kontraksi atau sistol dan pengendoran atau diastol. secara umum ditetapkan. sedangkan kontraksi ventrikel lebih lama dan lebih kuat. orang tersebut menderita tekanan darah tinggi/hipertensi.Tekanan sistolik dan diastolik bervariasi untuk tiap individu. Besarnya geseran yang ditimbulkan oleh cairan terhadap dinding tabung yang dilaluinya.2 Faktor yang Mempertahankan Tekanan Darah a) Kekuatan memompa jantung Gerakan jantung terdiri atas dua jenis. dan angka 80 disebut tekanan diastolik.1.5) 2. orang tersebut menderita tekanan darah rendah/hipotensi. Namun. tekanan darah normal untuk orang dewasa ( tahun) adalah ≥18 120/80. angka 120 disebut tekanan sistolik. Tekanan darah seseorang dapat lebih atau kurang dari batasan normal. b) Viskositas (kekentalan) darah Viskositas disebabkan oleh protein plasma dan oleh jumlah sel darah yang berada di dalam aliran darah. Makin pekat Universitas Sumatera Utara . berbeda-beda sesuai dengan viskositas cairan. Setiap perubahan pada kedua faktor ini akan merubah tekanan darah. Dan yang dari ventrikel kiri adalah yang terkuat karena harus mendorong darah ke seluruh tubuh untuk mempertahankan tekanan darah arteri sistemik. Sebaliknya. tetapi tugasnya hanya mengirimkannya ke sekitar paru-paru dimana tekanannya jauh lebih rendah. Kontraksi kedua atrium pendek.

sel-sel otak menjadi kurang aktif karena sel-sel ini tidak mendapatkan cukup oksigen dan glukose yang biasanya tersedia. d) Tahapan tepi (resistensi perifer) Ini adalah tahanan yang dikeluarkan oleh geseran darah yang mengalir dalam pembuluh. Dan turunnya tekanan terbesar terjadi pada tempat ini.6) Universitas Sumatera Utara . e) Keadaan pembuluh darah kecil pada kulit Arteri-arteri kecil di kulit akan mengalami dilatasi (melebar) kalau kena panas dan mengadakan kontraksi (mengecil) apabila kena dingin. Arteriol juga menghaluskan denyutan yang keluar dari tekanan darah sehingga denyutan tidak kelihatan di dalam kapiler dan vena. Apabila tekanan darah turun. sehingga bekerja seperti termostat yang mempertahankan suhu tubuh agar tetap normal. Tahanan utama pada aliran darah dalam sistem sirkulasi besar berada di dalam arteriol. c) Elastisitas dinding pembuluh darah Di dalam arteri tekanan lebih besar dari yang ada dalam vena sebab otot yang membungkus arteri lebih elastis daripada yang ada pada vena. tekanan darah akan turun. Kalau arteri-arteri kecil ini mangalami dilatasi.cairan makin besar kekuatan yang diperlukan untuk mendorongnya melalui pembuluh. oleh karena itu panas akan menurukan tekanan darah.

bagian dari alat yang disebut sphygmomanometer. baik dilakukan oleh dokter. di lengan dan memompanya dengan menggunakan sebuah pompa tangan kecil untuk menghentikan sebentar aliran darah di lengan. Orang yang memeriksa tekanan darah akan melilitkan semacam manset karet. hal ini tidak dapat dilakukan secara mudah karena menggunakan jarum. gambaran tekanan yang akurat saat darah sedang dipompakan dapat diperoleh dengan pendekatan yang kurang invasif. Tekanan darah tiap orang sangat bervariasi. Namun.3 Pengukuran Tekanan Darah Kebanyakan orang memeriksakan tekanan darahnya paling sedikit sekali seumur hidupnya. Aliran Universitas Sumatera Utara . Ketika manset dipompa sampai pada tekanan di antara tekanan sistolik dan diastolik. Biasanya seseorang diminta untuk duduk dan pada lengan akan dililitkan manset karet.2. darah dalam arteri mengalir dengan cepat pada tiap detak jantung. Jadi cobalah untuk serileks mungkin ketika dilakukan pengukuran. bidan ataupun sendiri dengan menggunakan alat khusus. kira-kira sama tingginya dengan jantung pasien. Meskipun metode yang ideal adalah mengukur tekanan darah di dalam arteri. Pasien harus benarbenar rileks dan lengan akan bertopang pada siku yang diletakkan di atas meja. Stetoskop di tempelkan pada arteri tepat di bawah manset tersebut untuk mendengarkan suara saat manset dikempiskan secara perlahan-lahan dan darah mengalir kembali ke lengan. Tekanan darah akan dapat meningkat jika seseorang merasa cemas atau stres.1. Karena gerakan mengangkat tangan dapat menghasilkan pengukuran yang tidak tepat.

4 Tekanan Darah Rendah Tekanan darah rendah adalah kondisi abnormal dimana tekanan darah seseorang jauh lebih dari pada biasanya. Universitas Sumatera Utara . Suara yang di dengar melalui stetoskop ditimbulkan oleh pergolakan darah di dalam arteri di depan engsel siku (denyut pada lengan atas). sehingga terjadi penurunan tekanan darah. yang merupakan tinggi merkuri yang dapat dipompa dalam tabung kaca. jika kita berdiri dari posisi duduk atau berbaring.inilah yang menimbulkan suara. Sebuah pengukur merkuri yang ditempelkan di manset tersebut membuat ke dua tekanan tersebut dapat diukur dan dicatat. Seharusnya pembuluh darah berespon terhadap gravitasi dengan kontraksi (menyempit). Hilangnya suara berkaitan dengan tekanan darah diastolik yang terjadi ketika jantung rileks. yang pertama kali menggunakan cara ini pada tahun 1905. otak.1. Yang dapat menyebabkan gejala pusing/tidak bisa berpikir secara jernih atau bergerak dengan mantap (light headedness). aliran darah ke jantung. Tekanan dalam manset ketika terdengar pertama kali berkaitan dengan tekanan darah sistolik. dan disebut suara Korotkoff sebagai penghargaan kepada dokter tentara Rusia Nicholas Korotkoff. dan dengan demikian dapat meningkatkan tekanan darah. ”Hipotensi ortostatik” berarti bahwa pembuluh darah tidak disesuaikan diri terhadap posisi berdiri. Penyebab tekanan darah rendah antara lain ”hipotensi ortostatik”. Tekanan dalam manset tersebut diukur dengan satuan milimeter merkuri (mmHg).5) 2. dan organ vital lainnya tidak cukup. Jika tekanan darah terlampau rendah.

Pembuluh darah mirip dengan tabung karet yang mengalirkan darah terus menerus ke manapun dibutuhkan. pingsan (stres emosional. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah tekanan darah meningkat adalah dengan mengukurnya menggunakan alat pengukur tekanan darah. takut.1. sehingga darah berpindah ke pembuluh kulit. etherosklerosis (pengerasan dinding arteri). Arteri. perubahan irama jantung.5 Tekanan Darah Tinggi Ukuran tekanan darah merupakan peramal harapan hidup yang sangat akurat : semakin tinggi tekanan darah akan semakin besar resikonya.7) 2.Penyebab ”hipotensi orostatik” meliputi: penyakit sistem saraf. seperti neuropati. yang mengalirkan darah ke luar dari jantung. Jika Universitas Sumatera Utara . Bahkan mereka yang memiliki tekanan darah rata-rata pada suatu populasi memiliki resiko menderita penyakit jantung yang agak lebih besar daripada mereka yang memiliki tekanan darah yang lebih rendah. Hipertensi disebut sebagai ’pembunuh bisu’ karena biasanya tidak menimbulkan gejala-gejala sampai pada tahap lanjut penyakit. perdarahan di dalam tubuh. Karena itu sulit sekali untuk mencari definisi hipertensi yang sederhana. anafilaksis (reaksi alergi yang menancam jiwa). dimana kerusakan saraf mengganggu refleks yang mengontrol tekanan darah. Penyebab tekanan darah rendah lainnya adalah dehidrasi (kekurangan cairan). rasa tidak aman/nyeri). sehingga memicu dehidrasi. harus menahan tekanan yang tinggi ketika darah dipompakan ke luar. gagal jantung. serangan jantung. penyakit kencing manis. kehamilan. irama jantung yang tidak teratur. istirahat di tempat tidur dalam waktu yang lama . donor darah. reaksi tubuh terhadap panas. kehilangan darah.

Kecepatan gerakan. pembuluh darah tersebut menjadi rusak. Tubuh manusia selalu menghasilkan panas sebagai akibat dari proses pembakaran zat makanan dengan oksigen (metabolisme). Suhu radiasi. Jika arteri menjadi terlalu sempit.2. Jika jantung atau otak yang terkena dampaknya. Tekanan panas (heat stress) adalah beban iklim kerja yang diterima oleh tubuh manusia. Kelembaban udara. dan bagian tubuh yang bergantung pada arteri tersebut untuk mendapatkan darah mengalami kekurangan darah dan oksigen yang dibutuhkan. Kombinasi keempat faktor itu dihubungkan dengan produksi panas oleh tubuh disebut tekanan panas. seperti pada hipertensi yang tidak diobati.tekanan darah lebih tinggi daripada biasanya selama bertahun-tahun. Hal ini dikenal sebagai arteriosklerosis. Apabila proses pengeluaran panas tubuh selalu saling terjadi pertukaran panas. darah tidak dapat melaluinya dengan benar.1 Definisi Tekanan Panas Menurut Suma’mur (1996) cuaca kerja adalah kombinasi dari: a. Suhu udara. yang dapat menyebabkan penyumbatan total pada areteri sehingga bagian tubuh yang dilayaninya menjadi mati. b. c. bagian yang mati disebut infark. Lapisan pada arteri dapat menjadi kasar dan tebal. proses pertukaan (pemindahan) panas ini tergantung dari suhu lingkungan (iklim kerja). Ketika arteri menyempit terjadi peningkatan kecenderungan darah membeku (trombosis).8) Universitas Sumatera Utara . dan d.5) 2.2 Tekanan Panas 2. dan pada akhirnya menimbulkan penyempitan sehingga menjadi kurang lentur daripada sebelumnya.

Tergantung dari suhu udara dan kecepatan angin. Hal itu adalah dimaksudkan untuk mengetahui pengendalian panas secara fisiologi dan fisika. konveksi memainkan peranan dalam pertukaran panas. Konveksi Konveksi adalah pertukaran panas dari badan dengan lingkungan melalui kontak udara dengan tubuh. evaporasi. Oleh karenanya. ada suatu pertukaran panas yang tetap dari panas antara tubuh dan sekelilingnya. Udara adalah penghantar panas yang kurang baik. tetapi dengan kontak dengan tubuh dapat terjadi pertukaran panas dengan tubuh. apabila benda-benda sekitar lebih dingin suhunya dan dapat menambah panas kepada tubuh. konveksi. Konduksi Konduksi ialah pertukaran panas diantara tubuh dan benda-benda sekitar dengan melalui sentuhan atau kontak. radiasi. Konveksi dapat mengurangi atau menambah panas kepada tubuh manusia.2. manakala benda-benda sekitar lebih panas dari pada manusia. Tubuh tersebut menggunakan panas ini untuk menjaga temperatur inti/utama agar tetap konstan dan mengurangi keluarnya panas yang berlebihan pada sekeliling di luar tubuh. 1. 2.2 Pertukaran Panas Tubuh manusia merubah energi kimia menjadi energi mekanis dan panas. Konduksi dapat menghilangkan panas dari tubuh. Grandjean (1986) dalam Nurmianto (2004) membagi proses fisika tersebut menjadi empat bagian yaitu konduksi.2.3) Universitas Sumatera Utara .

Pada emperatur sekeliling di atas 250C. dan keluarnya keringat adalah merupakan satu-satunya mekanisme yang ada. Akan tetapi jika temperatur sekeliling melebihi batas ambang kenyamanan maka kulit akan merefleksikannya berupa proses keluarnya keringat yang disertai dengan hilangnya panas. tetapi di pihak yang lain akan mendinginkan kulit dengan proses konveksi. Faktor yang diduga penting adalah aliran udara sekeliling yang disatukan pihak akan meningkatkan gradient tekanan uap keringat. Dari segi hilangnya panas karena proses penguapan keringat akan meningkat secara drastis setelah dicapai temperatur krisis tertentu.3. 4. Radiasi panas Tubuh manusia yang panas menurut Grandjean (1986) dalam Nurmianto (2004) akan meradiasikan gelombang elektomagnetik dengan panjang gelombang yang relatif panjang. Selanjutnya proses hilangnya panas yang dikarenakan penguapan keringat tersebut tergantung dari luasan kulit yang bersangkutan dan juga pada perbedaan tekanan uap keringat yang berada antara udara dan kulit. Evaporsi keringat Hilangnya panas dengan proses keluarnya keringat terjadi karena keringat di bagian kulit tersebut menguap/evaporasi. Pada kondisi yang normal setiap orang akan menguapkan sebanyak satu liter perhari. kulit manusia mampu untuk kehilangan panas melalui proses konveksi atau radiasi. yang diabsorbsi oleh benda lain dan dikonversikan lagi dalam bentuk Universitas Sumatera Utara . yang nantinya akan menurunkan jumlah penguapan keringat. Berarti akan kehilangan 600 kcal atau sekitar satu seperempat dari total panas yang hilang perharinya.

B (untuk bekerja dengan sinar matahari ) = 0. sehingga tubuh manusia akan kehilangan sejumlah panas radiant dalam aktivitasnya sehari-hari. Indeks suhu basah dan bola.B ( untuk pekerjaan tanpa penyinaran sinar matahari ) = 0. Universitas Sumatera Utara .S.2 x suhu bola + 0. Namun tetap ada kekurangannya yaitu tidak diperhitungkannya panas hasil metabolisme.1 x suhu kering. I.2.7 x suhu basah + 0.S. Hal itu tidak tergantung sama sekali pada medium material tertentu untuk mentransmisikannya. Suhu effectif.panas. Suhu effektif. kelembaban dan aliran udara. 2. dibuatlah Skala Suhu Effektif Dekoreksi. (= wet bulb-globe temperatura index). yaitu indeks sensori dari tingkat panas yang dialami oleh seseorang tanpa baju dan kerja enteng dalam berbagai kombinasi suhu.B. yaitu rumus-rumus sebagai berikut : I. Hal itu terganung sekali pada perbedaan temperatur diantara kulit dan medium yang berdekatan dengan kult. permukaan objek yang ada di sekeliling biasanya lebih dingin dari kulit tubuh manusia. 2. kelembaban dan kecepatan aliran udara.B. Kelemahan penggunaan suhu effektif ialah tidak memperhitungkan dan panas metabolisme tubuh sendiri. Radiasi panas banyak dipengaruhi oleh temperatur.7 x suhu basah + 0. Untuk menyempurnakan pemakaian suhu effektif dengan memperhatikan panas radiasi.3 x suhu bola. Di negara-negara klim tropis.3 Parameter Tekanan Panas Terdapat beberapa cara untuk menetapkan besarnya tekanan panas sebagai berikut3) : 1.

4 31. serta berakimatisasi terhadap panas.0 29.0 30.0 Sumber : Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja No : Kep-51/ MEN/ 1999. Indeks kecepatan keluar keringat selama 4 jam ( = predicated-4-hour sweetrate disingkat P4SR).2 ISBB (0C) Beban Kerja Sedang 26. ISBB adalah parameter untuk menilai tingkat iklim kerja yang merupakan hasil perhitungan suhu udara kering.4 32. dan suhu bola dan ditetapkan pengaturan waktu kerja dengan metode ISBB. diperlukan pengukuran-pengukuran suhu Universitas Sumatera Utara . kelembaban dan kecepatan gerakan udara serta panas radasi. yaitu banyaknya keringat keluar selama 4 jam. sebagai akibat kombinasi suhu.0 25. Indeks Belding-Hatch. Tabel 1. suhu basah alami.6 31. dihubungkan dengan kemampuan berkeringat dari orang standard yaitu seseorang muda dengan tinggi 170 cm dan berat 154 pond. efek pendinginan dari penguapan keringat adalah terpenting untuk keseimbangan termis.Menurut Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja No: Kep-51/ MEN/ 1999 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di tempat kerja. Belding-Hacth mendasarkan indeksnya atas perbandingan banyaknya keringat yang diperlukan untuk mengimbangi panas dan kapasitas maksimal tubuh untuk berkeringat. 4. dalam keadaan sehat dan memiliki kesegaran jasmani.9 30. Maka dari itu. Dapat pula dikoreksi dengan pakaian dan tingkat kegiatan pekerjaan-pekerjaan. Untuk menentukan indeks tersebut. 3.9 27. Pengaturan Waktu Kerja dengan ISBB Pengaturan Waktu Kerja Waktu Kerja Bekerja terus menerus (8 jam/hari) 75 % kerja 50 % kerja 25 % kerja Waktu Istirahat 25 % istirahat 50 % istirahat 75 % istirahat Ringan 30.1 Berat 25.7 28. Dalam lingkungan panas.

kecepatan aliran udara. Menurut Pulat (1992) dalam Tarwaka (2004) bahwa reaksi fisiologis tubuh ( heat strain) oleh karena peningkatan temperatur udara di luar comfort zone adalah sebagai berikut : 1.kering dan basah. Temperatut kulit meningkat 4. Pada kehilangan caran tubuh < 1.5 % gejalanya tidak nampak. Secara lebih rinci gangguan kesehatan akibat pemaparan suhu lingkungan panas yang berlebihan dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Heat rash. 2. Suhu inti tubuh pada awalnya turun kemudian meningkat. sering melakukan istirahat curian.2. Gangguan perilaku dan performansi kerja seperti. Pada kondisi demikian pekerja perlu beistiraat pada tempat yang lebih sejuk dan menggunakan bedak dan penghilang keringat.4 Pengaruh Fisiologis Akibat Tekanan Panas Tekanan panas memerlukan upaya tambahan pada anggota tubuh untuk memelihara keseimbangan panas. Keadaan seperti biang keringat/ keringat buntat. terjadinya kelelahan. dll. 2. gatal kulit akibat kondisi kulit terus basah. 3. Universitas Sumatera Utara . Vasodilatasi 2. Denyut jantung meningkat 3. produksi panas akibat kegiatan dalam pekerjaan. kelelahan muncul lebih awal dan mulut mulai kering. suhu globetermometer. Dehidrasi. Dehidrasi adalah suatu kehilangan cairan tubuh yang berlebihan yang disebabkan baik oleh penggantian cairan yang tidak cukup maupun karena gangguan kesehatan.

Heat cramps.2) 7. Merupakan kejang-kejang otot tubuh (tangan dan kaki) akibat keluarnya keringat yang menyebabkan hilangnya garam natrium dari tubuh yang kemungkinan besar disebabkan karena minum terlalu banyak dengan sedikit garam natrium. Keadaan ini disebabkan karena aliran darah ke otak tidak cukup karena sebagian besar aliran darah dibawa ke permukaan kulit atau perifer yang disebabkan karena pemaparan suhu tinggi. Gejala mulut kering. kurang berkeringat (biasanya). dan sangat lelah. dan keterjadiannya sulit diprediksi. Heat syncope atau fainting. Gangguan ini biasanya banyak dialami oleh pekerja yang belum beraklimatisasi terhadap suhu udara panas. juga sangat bervariasi dan sulit memprediksinya. Heat stroke. terjadi bila sistem pengaturan tubuh gagal dan temperatur tubuh meningkat sampai tingkat kritis. lemah. yang keduanya turut memberi pengaruh terhadap heat stroke. hilang kesadaran. sawan.4. Heat stroke adalah keadaan darurat medis. Kondisi ini disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor. Keadaan ini terjadi apabila tubuh kehilangan terlalu banyak cairan dan atau kehilangan garam. Universitas Sumatera Utara . 5. 6. perilaku irasional. Heat exhaustion. Tanda dan gejala utama dari heat stroke adalah bingung. Meningkatnya temperatur metabolik akibat kombinasi beban kerja dan beban panas lingkungan. sangat haus. kulit panas dan keringat dan temperatur tubuh sangat tinggi.

Nadi kerja : adalah selisih antara denyut nadi istirahat dan denyut nadi kerja. 2. Hari kedua kerja. Denyut nadi kerja : adalah rerata denyut nadi selama bekerja 3.2. 3. Denyut nadi istirahat : adalah rerata denyut nadi sebelum pekerjaan dimulai 2. Beban kerja ringan : 100 – 200 kilo kalori/jam Beban kerja sedang : >200 – 350 kilo kalori/jam Beba kerja berat : >350 – 500 kilo kalori/jam Universitas Sumatera Utara . denyut jantung menurun. Berdasarkan keputusan Menteri Tenaga Kerja NO : 51 tahun 1999 menetapkan kategori beban kerja menurut kebutuhan kalori sebagai berikut : 1.5 Aklimatisasi Aklimatisasi adalah suatu proses adaptasi fisiologis yang ditandai oleh pengeluaran keringat yang meningkat. dan suhu tubuh menurun.8) 2. Hari pertama masuk kerja. beban kerja dan lama kerja di tambah 10 % (=60 %). Hari ketika kerja dan seterusnya hingga hari ke enam pembebanan fisik dan lama bekerja akan mencapai 100 %. 3. Untuk menimbulkan aklimatisasi.3 Penilaian Beban Kerja Fisik Menurut Grandjean (1993) dalam Tarwaka (2004) denyut nadi untuk mnegestimasi indeks beban kerja fisik terdiri dari beberapa jenis yaitu : 1. pembebanan fisik dan lama bekerja usahakan tidak melebihi 50 % dari beban lama bekerja yang sebenarnya. faktor pembebanan dan lama kerja peru diperhatikan dengan cara sebagai berikut : 1. Aklimatisasi dapat pula menghilang ketika orang yang bersangkutan tidak masuk kerja selama seminggu berturut-turut.2. Proses ini biasanya memerlukan waktu 7-10 hari. 2.

dan lain-lain. kerja malam. suhu radiasi). Lingkungan kerja yang dapat memberikan tambahan kepada pekerja adalah : Lingkungan kerja fisik seperti . menurut Manuaba (2000) dalam Tarwaka (2004) bahwa secara umum hubungan antara beban kerja dan kapasitas kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor yang sangat kompleks. sistem kerja. intensitas kebisingan. kecepatan rambat udara. 3. baik faktor eksternal maupun faktor internal. organisasi dan lingkungan kerja. sarana informasi termasuk displai dan kontrol. Ketiga aspek ini sering disebut sebagai stresor antara lain : 1. tata ruang tempat kerja. sikap kerja. cara angkat angkut. vibrasi dan tekanan udara. kompleksitas pekerjaan atau tingkat emosi pekerja. Universitas Sumatera Utara . pelimpahan tugas dan wewenang. Organisasi kerja yang dapat mempengaruhi beban kerja seperti. kerja bergilir. yang termasuk beban kerja eksternal adalah tugas (task) itu sendiri. beban yang diangkat-angkut. intensitas penerangan. sistem pengupahan. model struktur organisasi.Faktor yang mempengaruhi beban kerja. musik kerja. tanggung jawab terhadap pekerjaan dan lain-lain. alat bantu kerja. waktu istirahat. mikroklimat (suhu udara ambien. Sedangkan tugas-tugas yang bersifat mental seperti. stasiun kerja. kondisi atau medan kerja. Tugas-tugas (tasks) yang dilakukan baik yang bersifat fisik seperti. lamanya waktu kerja. 2. alur kerja dan lainnya. alat dan sarana kerja. Beban kerja oleh faktor Eksternal adalah beban kerja yang berasal dari luar tubuh pekerja. kelembaban udara.

pekerja dengan atasan. Semakin berat badan kerja akan semakin banyak energi yang diperlkan atau dikonsumsi. kondisi kesehatan. Reaksi tubuh tersebut dikenal sebagai strain. Karena itu strain secara subjektif erat dengan harapan keinginan kepuasan dan penilaan subjektif lainnya. kepuasan. Secara ringkas faktor internal meliputi : a. debu.). persepsi. hubungan antara pekerja dengan pekerja. Berat ringannya strain dapat dinilai baik secara objektif maupun subjektif. - Lingkungan kerja psikologis seperti . Faktor psikis (motivasi. Faktor somatis (jenis kelamin. Penilaian secara objektif yaitu melalui perubahan reaksi fisiologis. yaitu metode penilaian langsung dan metode tidak langsung. gas-gas pencemar udara. Sedangkan penilaian subjekif dapat dilakukan mealui perubahan reaksi psikologis dan perubahan prilaku. pekerja dengan keluarga dan pekerja dengan lingkungan sosial yang berdampak kepada performansi kerja di tempat kerja. status gizi) b. pemilihan dan penempatan tenaga kerja. Meskipun metode dengan menggunakan asupan oksigen Universitas Sumatera Utara . keinginan. dan lainlain. kepercayaan. umur.- Lingkunan kerja kimiawi seperti. Beban kerja oleh faktor internal adalah yang berasal dari dalam tubuh itu sendiri sebagai akibat adanya reaksi dari beban kerja eksternal. Menurut Astrand (1977) dan Rodahl (1989) dalam Tarwaka (2004) bahwa penilaian beban kerja fisik dapat dilakukan dengan metode secara objektif. Metode pengukuran langsung yaitu dengan mengukur energi yang dikeluarkan (energy expenditure) melalui asupan oksigen selama bekerja. uap logam fume dalam udara dan lain-lain. ukuran tubuh.

suhu tubuh dan denyut jantung menurut Christensen (1991) dapat dilihat pada : Tabel 2. Kategori berat ringannya beban kerja didasarkan pada metabolisme.0 – 2.lebih akurat. Lebih lanjut Christensen (1991) dan Grandjean (1993) dalam Tarwaka (2004) menjelaskan behwa salah satu pendekatan untuk mengetahui berat ringannya beban kerja adalah dengan menghitung nadi kerja. Kategori Beban Kerja Berdasarkan Metabolisme. kecuali dalam keadaan emosi dan vasodilatasi.0 – 1. Kesehatan Kerja dan Produktivitas Tarwaka (2004) Universitas Sumatera Utara .5 37. konsumsi oksigen. namun hanya dapat mengukur waktu untuk waktu kerja yang singkat dan diperlukan peralatan yang cukup mahal.5 – 39.0 11 – 20 20 – 31 31 – 43 43 – 56 60 – 100 37.5 2.5 – 2.0 – 38. Respirasi.5 38.0 1.5 – 4. respirasi.0 38. Suhu Tubuh dan Denyut Jantung Kategori Beban Konsumsi Ventilasi Paru Suhu Rektal Denyut Kerja Oksigen (l/mm) Ringan Sedang Berat Sangat Berat Sangat berat sekali 0. Kemudian Kronz (1996) mengemukakan bahwa denyut jantung adalah suatu alat estimasi laju metabolisme yang baik. kapasitas ventilasi paru dan suhu tubuh mempunyai hubungan yang linier dengan konsumsi oksigen atau pekerjaan yang dilakukan.5 – 1.5 1. Sedangkan metode pengukuran tidak langsung adalah dengan menghitung denyut nadi selama kerja.0 >39 (l/mm) (0C) Jantung (denyut/min) 75 – 100 100 – 125 125 – 150 150 – 175 >175 Sumber : Ergonomy untuk Keselamatan.5 – 38.0 2.

Sebagian lainnya karena mereka cenderung mengkonsumsi garam yang lebih banyak. Penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah seorang anak lebih mendekati tekanan darah orang tuanya Universitas Sumatera Utara . Hal ini sebagian disebabkan karena tubuh orang yang memiliki berat badan yang berlebih harus bekerja lebih keras untuk membakar kelebihan kalori yang mereka konsumsi. Hal ini kemudian menyebabkan arteriol berkontraksi pada dan menyempit pada lingkar dalamnya. Faktor resiko yang dapat dihindari antara lain : obesitas. konsumsi garam berlebih. kopi dan alkohol. Mereka yang memiliki berat badan berlebihan cenderung memiliki tekanan darah yang lebih tinggi daripada mereka yang kurus. maka kemungkinan anaknya akan menyandangnya juga. Jika kedua orang tua menyandang tekanan darah tinggi ataupun rendah.4 Faktor Resiko Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya perubahan tekanan darah terdiri dari faktor resiko yang dapat dihindari dan faktor resiko yang tidak dapat dihindari. Kadar sodium yang tinggi ini memudahkan masuknya kalsium ke dalam sel-sel tersebut. Konsumsi garam yang tinggi selama bertahun-tahun dapat meningkatkan tekanan darah karena meningkatkan kadar sodium dalam sel-sel otot halus pada dinding arteriol.2) 2. Sedangkan faktor resiko yang tidak dapat dihindari antara lain : Faktor genetik.Berat ringannya beban kerja yang diterima oleh seorang tenaga kerja dapat digunakan untuk menentukan berapa lama seorang tenaga kerja dapat melakukan aktivitas pekerjaannya sesuai dengan kemampuan atau kapasitas kerja yang bersangkutan. merokok.

5 Kerangka Konsep TKBM Karakteristik Tenaga Kerja Bongkar Muat o Umur o Pendidikan o Lama Kerja o Status Gizi Tekanan Darah Pekerja Sebelum Bekerja Beban Kerja Tekanan Panas Tekanan Darah Pekerja Sesudah Bekerja Universitas Sumatera Utara . Hal ini menunjukkan bahwa gen yang diturunkan.4) 2. dan bukan hanya faktor lingkungan yang berperan besar dalam menentukan tekanan darah.dibandingkan dengan anak adopsi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->