BAB VII DEMOKRASI INDONESIA

A. Pendahuluan Bahan pembelajaran dalam kurikulum Pendidikan Tinggi Umum tahun 2005 yang mengacu pada prinsip-prinsip pengembangan kurikulum berbasis kompetensi. Sesuai dengan fungsin PKn untuk mengajak mahasiswa dalam memudahkan menguasai materi pembelajaran, sehingga dapat tercipta suasana KBM yang menarik, dinamis, mahasiswa mampu belajar mandiri yang akhirnya memahami dan menguasai pembelajaran secara tuntas (Mastery Learning). kompetensi Pembelajaran Hasil belajar yang akan dicapai setelah menguasi Bab V adalah Mahasiswa dapat mengerti, memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi serta dapat mengembangkan sikap demokratis dalam kehidupannya sehari-hari, kelak setelah menamatkan pendidikannya dari perguruan tinggi umum dapat memiliki keterampilan yang dilandasi oleh jiwa sportif dan demokratis

B. Konsep demokrasi dan Prinsip Demokrasi 1. Arti dan Makna Demokrasi Demokrasi berasal dari kata Yunani demos dan kratos. Demos artinya rakyat, kratos berarti pemerintahan. Jadi, demokrasi, artinya pemerintahan rakyat, yaitu Di dalam The Advancced Learner”s Dictionary of Current English (Hornby, dkk : 261) dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan democracy adalah : “(1) country with principles of government in which all adult citizens share through their ellected representatatives; (2) country with government which encourages and allows rights of citizenship such as freedom of speech, religion, opinion, and association, the assertion of rule of law, majority rule, accompanied by respect for the rights of minorities. (3) society in which there is treatment of each other by citizens as equals”. 161 pemerintahan yang rakyatnya memegang peranan yang sangat menentukan.

Dari kutipan pengertian tersebut tampak bahwa kata demokrasi merujuk kepada konsep kehidupan negara atau masyarakat dimana warga negara dewasa turut berpartisipasi dalam pemerintahan melalui wakilnya yang dipilih; pemerintahannya mendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara, beragama, berpendapat, berserikat, menegakkan rule of law, adanya pemerintahan mayoritas yang menghormati hak-hak kelompok minoritas; dan masyarakat yang warganegaranya saling memberi peluang yang sama. Istilah demokrasi, pertama kali dipakai di Yunani kuno, khususnya di kota Athena, untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku disana. Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. Dalam rapat itu diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijaksanaan pemerintah yang akan dilaksanakan dan segala permasalahan mengenai kemasyarakatan. Karena rakyat itu serta secara langsung, pemerintah itu disebut pemerintahan demokrasi langsung. Pemerintahan demokrasi langsung di Indonesia dapat kita lihat di dalam pemerintahan desa. Kepala desa atau lurah dipilih langsung oleh rakyat desa itu sendiri. Pemilihan kepala desa itu dilakukan secara sederhana sekali. Para calon menggunakan tanda gambar hasil pertanian, seperti padi atau pisang. Rakyat memberikan suara kepada calon masing-masing, yang dipilih dengan memasukkan lidi ke dalam tabung bambu milik calon yang dipilihnya. Calon yang memiliki lidi terbanyaklah yang terpilih menjadi kepala desa. Di samping memilih kepala desa, pada hari-hari tertentu warga desa dikumpulkan oleh kepala desa di balai desa untuk membicarakan masalah yang menyangkut kepentingan bersama. Peristiwa semacam ini dikenal dengan nama musyawarah desa. Dalam perjalanan sejarah, kota-kota terus berkembang dan penduduknya pun tersu bertambah sehingga demokrasi langsung tidak lagi diterapkan karena : a. b. c. Tempat yang dapat menampung seluruh warga kota yang jumlahnya besar tidak mungkin disediakan. Musyawarah yang baik dengan jumlah peserta yang besar tidak mungkin dilaksanakan. Hasil persetujuan secara bulat atau mufakat tidak mungkin tercapai karena sulitnya memungut suara dari semua peserta yang hadir. 162

Bagi negara-negara besar yang penduduknya berjuta-juta, yang tempat tinggalnya bertebaran di beberapa daerah atau kepulauan, penerapan demokrasi langsung juga mengalami kesukaran. untuk memudahkan pelaksanaannya setiap penduduk dalam jumlah tertentu memilih wakilnya untuk duduk dalam suatu badan perwakilan. Wakilwakil rakyat yang duduk dalam badan perwakilan inilah yang kemudian menjalankan demokrasi. Rakyat tetap merupakan pemegang kekuasaan tertinggi. Hal ini disebut demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan. Bagi negara-negara modern, demokrasi tidak langsung dilaksanakan karena halhal berikut. a. b. c. Penduduk yang selalu bertambah sehingga suatu musyawarah pada suatu tempat tidak mungkin dilakukan. Masalah yang dihadapi oleh suatu pemerintah makin rumit dan tidak sederhana lagi seperti yang dihadapi oleh pemerintah desa yang tradisional. Setiap warga negara mempunyai kesibukan sendiri-sendiri di dalam mendosens kehidupannya sehingga masalah pemerintahan cukup diserahkan kepada orang yang berminat dan mempunyai keahlian di bidang pemerintahan negara. Istilah demokrasi yang berarti pemerintah rakyat itu, sesudah zaman Yunani Kuno, tidak disebut lagi. Baru setelah meletusnya Revolusi Amerika dan Revolusi Perancis, istilah demokrasi muncul kembali sebagai lawan sistem pemerintahan yang absolut (monarki mutlak), yang menguasai pemerintahan di dunia Barat sebelumnya. Di dalam kenyataannya, demokrasi dalam arti sistem pemerintahan yang baru ini mempunyai arti yang luas sebagai berikut. a. Mula-mula demokrasi berarti politik yang mencakup pengertian tentang pengakuan hak-hak asasi manusia, seperti hak kemerdekaan pers, hak berapat, serta hak memilih dan dipilih untuk bedan-badan perwakilan. b. Kemudian, digunakan istilah demokrasi dalam arti luas, yang selain meliputi sistem politik, juga mencakup sistem ekonomi dan sistem sosial. Dengan demikian, demokrasi dalam arti luas, selain mencakup pengertian demokrasi pemerintahan, juga meliputi demokrasi ekonomi dan sosial. Namun pengertian 163

a. Pengakuan hakikat dan martabat manusia. Pragmatisme. sehingga Anda akan lebih jelas dimana kedudukan demokrasi langsung/tidak langsung. Kerjasama dan mufakat. Jenis-jenis Demokrasi Pada kegiatan belajar 2 Anda akan diperkenalkan lebih jauh tentang jenis-jenis demokrasi. Ekonomi dan politik. Dalam demokrasi ini dijalankan oleh rakyat melalui wakil rakyat yang dipilihnya melalui Pemilu. demokrasi Pancasila. dan seterusnya.demokrasi yang paling banyak dibahas dari dahulu sampai sekarang ialah demokrasi pemerintahan. Pengakuan partisipasi di dalam pemerintahan. Demokrasi berdasarkan cara menyampaikan pendapat terbagi kedalam : 1) Demokrasi langsung. Sebagai suatu sistem sosial kenegaraan. dan Nilai-nilai toleransi. Landasan pokok atau gagasan dasar suatu pemerintah demokrasi ialah pengakuan hakikat manusia. tindakan Pemerintah untuk melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama. Pembatasan pemerintahan secara konstitusional . a. dalam demokrasi langsung rakyat diikutsertakan dalam proses pengambilan keputusan untuk menjalankan kebijakan pemerintahan. Jaminan Hak Asasi Manusia. Misalnya. Proses hukum yang wajar. Pluralisme Sosial.” 2. Kekuasaan mayoritas. Pemerintah berdasarkan persetujuan dari yang diperintah. yaitu bahwa pada dasarnya manusia itu mempunyai kemampuan yang sama dalam hubungannya antara yang satu dan yang lain. Persamaan di depan hukum. misalnya. Rakyat memilih wakilnya untuk membuat keputusan politik 164 . dapat ditarik dua buah asas pokok sebagai berikut. b. 2) Demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan. yakni “Kedaulatan Rakyat. Berdasarkan gagasan dasar itu. Hak-hak minoritas. USIS (1995:6) mengintisarikan demokrasi sebagai sistem yang memiliki 11 (sebelas) pilar atau soko guru. pemilihan wakil-wakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara bebas dan rahasia. Pemilihan yang bebas dan jujur.

Jika dalam waktu tertentu tidak ada permintaan dari rakyat. (c) Referendum konsultatif Referendum ini hanya sebatas meminta persetujuan saja. karena rakyat tidak mengerti permasalahannya. Jadi referendum ini dilaksanakan untuk meminta persetujuan rakyat terhadap hal yang dianggap sangan penting atau mendasar. Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan referendum? Yah. Referendum dibagi menjadi tiga macam : (a) referendum wajib Referendum ini dilakukan ketika ada perubahan atau pembentukan norma penting dan mendasar dalam UUD (Konstitusi) atau UU yang sangat politis. Rancangan Undang-undang itu dapat menjadi undang-undang yang bersifat tetap. UUD atau UU tersebut yang telah dibuat oleh lembaga perwakilan rakyat dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan rakyat melalui pemungutan suara terbanyak. pemerintah meminta pertimbangan pada ahli bidang tertentu yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. sejumlah rakyat mengusulkan diadakan referendum. Demokrasi ini merupakan campuran anatara demokrasi langsung dengan demokrasi perwakilan. b.Aspirasi rakyat disalurkan melalui wakil-wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan rakyat. tetapi wakil rakyat dalam menjalankan tugasnya diawasi rakyat melalui referendum dan inisiatif rakyat. Demokrasi ini antara lain dijalankan di Swiss. (b) referendum tidak wajib Referendum ini dilaksanakan jika dalam waktu tertentu setelah rancangan undang-undang diumumkan. Rakyat memilih wakilnya untuk duduk didalam lembaga perwakilan rakyat. 3) Demokrasi perwakilan dengan sistem pengawasan langsung dari rakyat . Referendum adalah pemungutan suara untuk mengetahui kehendak rakyat secara langsung. Demokrasi berdasarkan titik perhatian atau prioritasnya terdiri dari : 1) Demokrasi formal 165 .

Demokrasi ini berupaya menciptakan kesejahteraan seluruh rakyat dengan menempatkan persamaan derajat dan hak setiap orang. Pemerintah bertindak atas dasar konstitusi (hukum dasar) 2) Demokrasi rakyat atau demokrasi proletar Demokrasi ini bertujuan menyejahterakan rakyat. 3) Demokrasi Campuran Demokrasi ini meruapakan campuran dari kedua demokrasi tersebut di atas. demokrasi dibagi dalam : 1) Demokrasi liberal Demokrasi ini memberikan kebebasan yang luas pada individu. Negara yang dibentuk tidak mengenal perebedaan kelas. Tindakan sewenangwenang pemerintah terhadap warganya dihindari. Berdasarkan Prinsip Idiologi. sehingga demokrasi ini disebut juga demokrasi liberal. Meneteri bertanggung jawab pada DPR Program kebijaksanaan kabinet dosesuaikan dengan tujuan politik anggota parlemen. d. Campur tangan pemerintah diminimalkan bahkan ditolak. persamaan dalam hukum. 166 Semua warga negara mempunyai .Demokrasi ini secara hukum menempatkan semua orang dalam kedudukan yang sama dalam bidang politik. sehingga persamaan bidang politik tidak menjadi prioritas. Kedudukan kepala negara sebagai simbolm Tidak dapat diganggu gugat. Individu diberi kebebasan yang luas. Demokrasi semacam ini dikembangkan di negara sosialiskomunis. antara lain . c. Berdasarkan wewenang dan hubungan antar alat kelengkapan negara 1) Demokrasi sistem parlementer Ciri-ciri pemerintahan parlementer. politik. (a) (b) (c) (d) DPR lebih kuat dari pemerintah. tanpa mengurangi kesenjangan ekonomi. 2) Demokrasi Material Demokrasi material memandang manusia mempunyai kesamaan dalam bidang sosial-ekonomi.

Menteri tidak bertanggung jawab kepada DPR melainkan kepada presiden. pengertian pokok itu telah mengalami banyak perubahan. Presiden mempunyai kekuasaan mengangkat dan memberhentikan menteri. dan tidak dapat saling membubarkan. Presiden dan DPR mempunyai kedudukan yang sama sebagai lembaga negara.Dapatkah Anda mencari contoh negara mana yang menganuk demokrasi parlementer ? 2) Demokrasi sistem pemisahan / pembagian kekuasaan (presidensial) Ciri-ciri pemerintahan yang menggunakan sistem presidensial adalah sebagai berikut : (a) (b) (c) (d) (e) Negara dikepalai presiden Kekuasaan eksekutif presiden diajlankan berdasarkan kedaulatan yang dipilih dari dan oleh rakyat melalui badan perwakilan. sosial. demokrasi dibagi dalam : (a) demokrasi liberal (b) demokrasi rakyat atau demokrasi proletar Berdasarkan wewenang dan hubungan antar alat kelengkapan negara (a) demokrasi sistem parlementer (b) demokrasi sistem pemisahan / pembagian kekuasaan (presidensial) 3. pengertian pokok demokrasi ialah adanya jaminan hak-hak asasi manusia dan partisipasi rakyat. terutama karena faktor politik. (c) Demokrasi Campuran Berdasarkan Prinsip Idiologi. Nilai-nilai Demokrasi Sebenarnya. dan 167 . Dari uraian diatas dapat kita simpulan: 1) Demokrasi berdasarkan cara menyampaikan pendapat terbagi kedalam : (a) Demokrasi langsung (b) Demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan (c) Demokrasi perwakilan dengan sistem pengawasan langsung dari rakyat 2) Demokrasi berdasarkan titik perhatian atau prioritasnya terdiri dari : 3) 4) (a) Demokrasi formal (b) Demokrasi Material . dalam pertumbuhannya. ekonomi. Akan tetapi.

berikut akan kita bahas bahwa demokrasi didasari oleh beberapa nilai (value). Menyelesaikana perselisihan dengan damai dan secara melembaga Menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dan dalam suatu masyarakat yang sedang berubah. c. Di dalam sistem pemerintahan ini. Di dunia barat. sulitlah dikatakan bahwa pemerintah itu adalah suatu pemerintahan demokrasi. dengan catatan tentu saja tidak berarti bahwa setiap masyarakat demokratis semua nilai-nilai ini.kebudayaan. Menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur d. Mayo telah mencoba untuk memerinci nilai-nilai ini. Oleh karena itu. Misalnya. Sebagai akibat demokrasi liberal ini. yaitu : a. lahirlah sistem-sistem pemerintahan yang liberal. b. bentuk demokrasi negara yang satu akan berbeda dengan bentuk demokrasi negara yang lain dan bentuk demokrasi itu pada suatu masa akan berbeda dari bentuk demokrasi pada satu masa yang lain. demokrasi berkembang di dalam suatu sistem masyarakat yang liberal (bebas. merdeka). yang menjunjung hak-hak asasi manusia setinggi-tingginya. Atas dasar itu. Dengan demikian. peranan dan campur tangan pemerintah tidak terlalu banyak di dalam kehidupan masyarakat. Suatu negara dapat memberikan isi dan sifat kepada demokrasi yang berbeda dari isi dan sifat demokrasi di negara lain. Pengakuan hak-hak asasi manusia sebagai penghargaan terhadap martabat manusia dengan tidak melupakan kepentingan umum. Henry B. Adanya partisipasi dan dukungan rakyat kepada pemerintah. bentuk demokrasi pada masa sekarang berbeda dari bentuk demokrasi pada masa UUD RIS tahun 1949 dan masa UUD Sementara tahun 1950. lahirlah suatu bentuk demokrasi yang dinamakan demokrasi liberal. Yang paling utama dalam menentukan berlakunya sistem demokrasi di suatu negara ialah ada atau tidaknya asas-asas demokrasi pada sistem itu. sistem pemerintahan yang liberal ini mendapat dukungan penuh dari rakyat. Membatasi pemakaian kekekarasan sampai minimum 168 . aspirasi dan budaya politik masingmasing. Jika dukungan rakyat tidak ada. bahkan kadang-kadang di atas kepentingan umum. Berikut adalah nilai-nilai yang diuatarakan Henry B Mayo : a. melainkan tergantung kepada perkembangan sejarah. karena sistem ini sesuai dengan aspirasi rakyat di dunia Barat. b.

e. Kedaulatan ada ditangan rakyat. Suatu organisasi politik yang mencakup satu atau lebih partai politik. Pers dan media massa yang bebas untuk menyatak pendapat. b. Sistem Peradilan yang bebas untuk menjamin hak-hak azasi dan mempertahankan keadilan. Dewan ini harus mempunyai fungsi pengawasan terhadap pemerintah tentu saja pengawasan yang konstruktif (kritik membangun) dan sesuai normatif (aturan yanag berlaku) c. kepentingan bersama lebih penting daripada kepentingan individu tau golongan. bahwa untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi perlu diselenggarakan beberapa lembaga sebagai berikut : a. segala sesuatu yang dijalankan pemerintah adalah untuk kepentingan rakyat. Kebebasan individu dibatasi oleh kepentingan bersama. Coba Anda jelaskan bagaimana pelaksanaan nilai-nilai demokrasi di Indonesia ? Coba simak uraian berikut ! Keunggulan Demokrasi Sebagaimana telah diuraikan ciri-ciri demokrasi antara lain : a. d. Pemerintahan yang bertanggung jawab Suatu dewan perwakilan rakyat yanag mewakili golongan-golongan dan kepentingan-kepentingan dalam masyarakat yang dipilih melalui pemilihan umum secara bebas dan rahasia. Keputusan diambil berdasarkan suara rakyat atau kehendak rakyat. lembaga perwakilan rakyat mempunyai kedudukan penting dalam sistem kekuasaan negara. kekuasaan merupakan amanat rakyat. Parpol ini menjalin hubungan yang rutin dan berkesinambungan antara rakyat dengan pemerintah. 169 . Mengakui dan menganggap wajar adanya keanekaragaman f.e. Menjamin tegaknya keadilan Dengan demikian. c. b. d.

ketersediaan dan keterbukaan informasi. persamaan di depan hukum. bukan untuk kepentingan rakyat. mengindahkan tata krama politik. 3. Partisipasi rakyat . tidak ada peraturan yang benar-benar dapat dipatuhi. kesempatan pendidikan yang sama. coba bandingkan dengan bentuk pemerintahan berikut: Oligarki adalah sistem pemerintahan yang dijalanjan oleh segelintir orang untuk kepentingan orang banyak. yaitu: 1. 2. Diktator ialah kekuasaan yang terpusat pada seseorang yang berkuasa mutlak (otoriter) Pelaksanaan demokrasi Di Indonesia Beberapa criteria yang harus dimiliki dalam suatu negara yang benar-benar meenggunakan demokrasi sebagai system pemerintahannya. 6. 4. Partisipasi rakyat dalam pemerntahan dibatasi atau bahkan ditiadakan dengan dihapusnya lembaga perwakilan rakyat dan keputusannnya tertinggi ada pada tangan segelintir orang tersebut. 5. Mobokrasi adalah pemerintahan yang dikuasai oleh kelompok orang untuk kepentingan kelompok yang berkuasa. Setiap individu bebas menentukan kehendaknya sendirisendiri tanpa aturan yang jelas. Anarki adalah pemerintahan yang kekuasaannya tidak jelas. namun dalam perjalanan kenegaraan kita melihat perkembangan demokrasi sebagai berikut: 170 . Biasanya mobokrasi dipimpin oleh sekelompok orang yang mempunyai motivasi yang sama. dan lain-lain.. Sejak awal Indonesia menyatakan dirinya demokrasi yang dapat terlihat dalam konstitusi negara. 7. distribusi pendapatan secara adil.Setelah Anda menyimak ciri dari demokrasi dan nilai-nilai demokrasi sebagaimana telah diuraikan.

UUD RIS 1949 dan UUD Sementara 1950. Demokrasi terpimpin yang menggantikan demokrasi parlementer di dalam banyak aspek menyimpang dari demokrasi konstitusional dan lebih menonjolkan aspek demokrasi rakyat serta dominasi Presiden. Keadaan ini disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut: 1) Indonesia 2) Akibat silih bergantinya kabinet. Ketatapan MPRS No. ekonomi. pelaksanaan demokrasi ditandai dengan pemerintahan yang kurang stabil. III/1963 yang mengangkat Presiden Soekarno seumur hidup semakin memberi peluang melakukan penyimpangan dan penumpukan kekuasaan di tangannya. bahkan kurangnya kestabilan dalam bidang politik. . sosial maupun Hankam. Demokrasi ini berlangsung di dalam negara menggunakan UUD 1945. kekuasaan politik yang sebenarnya hidup dalam masyarakat.a. namun sekaligus menjadi inceran kesempatan pihak komunis mempengaruhi kekuasaan Presiden. 5) Konstituante yang bertugas membentuk UUD yang baru ternyata gagal Atas dasar hal tersebut diatas maka Presiden menyatakan bahwa mengakibatkan keadaan ketatanegaraan yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa serta keselamatan negara. maka Presiden mengeluarkan Dekrit pada tanggal 5 Juli 1959. namun banyak golongan-golongan di daerah-daerah belum terwakili di DPR. Membubarkan Konstituante Menetapkan berlakunya kembali UUD 1945 dan tidak berlaku lagi UUD 1950. Isi dekrit tersebut adalah sebsagai berikut: i. 171 Makin berkuasanya modal-modal raksasa terhadap perekonomian ii. Pemilu tahun 1955 dalam kenyataannya tidak dapat memenuhi harapan masyarakat. maka Pemerintah tidak mampu menyalurkan dinamika masyarakat ke arah pembangunan terutama pembangunan bidang ekonomi. 3) 4) Sistim liberal berdasarkan UUS 1950 mengakibatkan jatuh bangun Pemilu 1955 ternyata mencerminkan dalam DPR perimbangan sehingga pemerintah tidak stabil. Demokrasi Masa Orde Lama ( 1959-1965) Demokrasi parlementer menonjolkan peranan parlemen serta partai politik.

g) Hak budget DPR tidak berjalan karena pemerintah tidak mengajukan RUU APBN untuk mendapatkan persetujuan DPR sebelum berlakunya tahun anggaran yang bersangkutan. maka DPR dibubarkan tahun 1960. Justru bertentangan dengan Pancasila. d) Lembaga-lembaga negara. fasisme dan komunisme. MPR No. Demokrasi Terpimpin adalah suatu faham demokrasi yang tidak didasarkan atas faham liberalisme. tetapi suatu faham demokrasi yang didasarkan kepada keinginan-keinginan luhur bangsa Indonesia. yang berlaku adalah keinginan dan ambisi politik pemimpin sendiri.ii. f) Melalui ketetapan MPRS No. b) Membentuk MPRS yang anggotanya diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. DPA. Dasar pemikiran supaya tidak terulang lagi peristiwa di masa lampau. sosialisme-nasional. MA. pelaksanaan demokrasi Terpimpin itu dalam menyimak dari arti yang sebenarnya.III/MPRS/1963. e) Mengangkat Presiden seumur hidup melalui Ketetapan MPRS No. c) Membentuk DPA dan MA dengan penetapan Presiden dan anggotanya diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. DPR-GR. Dibentuknya MPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. seperti yang disebutkan diatas dipimpin sendiri oleh Presiden. maka pada waktu itu Presiden Sukarno sebagai Kepala Eksekutif menerapkan demokrasi Terpimpin. I/MPRS/1963 Manifesto politik dari Presiden dijadikan GBHN. Karena DPR tidak menyetujui rancangan APBN yang diajukan Presiden. h) Menteri-menteri diperbolehkan menjabat sebagai Ketua MPRS. seperti yang tercantum dalam Pembukaan UU 1945 yang menuju kepada suatu tujuan masyarakat adil an makmur yang penuh dengan kebahagian material dan spritual sesuai dengan cita-cita Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Kebijaksanaan yang menyimpang dari UUD 1945 dalam bidang politik adalah: a) Pembubaran DPR hasil pemilu tahun 1955 melalui Penetapan Presiden No. II/MPRS/1963 tan Tap. MPRS dan DPR-GR seharusnya menjadi lembaga perwakilan rakyat yang 172 .4 tahun 1960 dengan dibentuk Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) yang anggotanya diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. Namun.

tidak dibatasi oleh nilai-nilai yang bersifat lokal. Muhammat Hatta menyatakan demokrasi “asli” yang ada dalam budaya Indonesia. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konsep demokrasi justru bernilai dan cita-cita masyarakat beradab karena ia bersifat universal. Sebagai puncak peristiwa adalah meletuskan Gerakan 30 september 1965 (G30S/PKI). Pada awalnya Sukarno sebagai Presiden mengkritik demokrasi yang dijalan dengan sistem parlementer adalah demokrasi ala Barat .. Oleh sebab itu demokrasi Indonesia harus bersumber dari rakyat Indonesia sendiri dengan menyebut “gotong royong”. dimulailah pemerintahan baru yang dikenal dengan Orde Baru. Orde Baru mengambil tugas utamanya penciptaan ketertiban politik dan kemantapan ekonomi. PKI sedang berusaha untuk menancapkan kekuasaannya dengan membangun komunis internasional dengan RRC. yaitu nilai Barat atau nilai “asli” suatu bangsa. Terbukti dibukanya hubungan poros Jakarta-Peking. Demokrasi Pancasila Orde Baru (1965-1998) Berakhirnya pemerintahan Sukarno dalam Orde lama. Oleh sebab itu Orde Baru segera mengambil jarak dengan kelompok-kelompok yang kuat orientasi ideologisnya. Ideologi Pancasila pada saat itu dirancang oleh PKI dengan menggantinya ideology Manipol Usdek serta konsep Nasakom.tugasnya mengawasi jalannya pemerintahan. yaitu suatu tatanan kehidupan masyarakat dan pemerintahan yang menuntut dilaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni daan konsekwen . malah sebaliknya harus tunduk kepada kebijaksanaan Presiden. b. Suharto segera menyusun birokrasi yang mendukung kebijaksanaannya. . hanya terbatas dengan lingkup masyarakat desa. namun kegiatan seluas negara Indonesia ini tidak cukup nilai-nilai budaya demokrasi desa dengan istilah “berembuk tau musyawarah”. Tetapi harus dilengkapi dengan nilai-nilai demokrasi Barat yang liberal. Diciptakan ABRI yang loyal dibawah 173 . usahanya untuk mengganti ideologi Pancasila dengan ideoologi Marxis. Kenyataan dalam ketatanegaraan Indonesia Demokrasi Parlementer yang di sebut Bung Karno sebagai demokrasi Barat yang bersifat liberal itu jauh lebih demokrastis daripada demokrasi terpimpin yang dianggap “asli” dan sesuai dengan “kperibadian Indonesia”. karena nya tidak sesuai dengan budaya Indonesia.

seperti kasus Bank Duta. Susunan dan Kedudukan anggota MPR/DPR 2. Pada tahun 1980 melalui rekayasa lahirlah kebulatan tekad rakyat Indonesia yang mengangkat Presiden Suharto sebagai Bapak Pembangunan.II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila (P-4). Akan tetapi dalam hal sistem dan kebijakan politik cenderung otoriter dan monopolistic sebagai pelanjut dari rejim Orde Lama. Tahun 1983 pemerintah mengajukan satu paket yang terdiri 5 Undang-undang Politik tentang: 1.. Orde Baru bertolak belakang dengan Orde Lama dalam hal kebijakan ekonomi. MPR No. Referendum 174 . Kepartaian dan Golkar 4. Penyimpangan serta skandal raksasa di bidang ekonomi. tetapi kemudian membuka praktek monopoli. Pemeintah menganut kebijakan ekonomi campuran sehingga ekonomi nasional meningkat rata-rata 7 persen dari tahun 1969 – 1980an. korupsi dan kolusi yang berskala massif antara penguasa dengan pengusaha. Menurut Didik Rachbini pada tahun 1993 sekitar 1 persen penduduk memperoleh 80 persen pendapat nasional sedangkan 99 persen penduduk di tingkat bawah dan menengah menerima 20 persen (Mochtar Pabotinggi. 1995:28-29) Sidang umum MPR tahun 1973 menetapkan Tap. Semua lembaga negara baik supra maupun infra struktur ditentukan kepemimpinan atas dasar loyalitas kepadanya.MPR No. Dalam konsiderannya disebutkan Pembangunan Berkesinambungan.komandonya. Penyelenggaraan pembangunan sebagai ideologi menggunakan Trilogi Pembangunan sebagai nilai instrumentalnya. Organisasi Masyarakat 5. Sidang Umum MPR tahun 1978 menetapkan Tap.IV/MPR/1973 tentang GBHN dalam BAB III menetapkan Pola Umum Pembangunan Jangka Panjang 25-30 tahun. Bapindo dll. Pemilihan Umum 3. Konsentrasi kekuasaan di tangan pemerintah yang memungkinkan oposisi tidak dapat melakukan kontrol. Pemerintah Orde Baru mendirikan lembaga BP-7 yang ditugasi mensosialisasikan P-4 kepada seluruh masyarakat dengan medota indotrinasi dengan sebutan metoda objektif praktis.

Namun. Butir-butir P-4 mendidik secara halus ketaatan individu kepada kekuasaan dan tidak ada butir yang mencantumkan kewajiban Negara terhadap rakyatnya. Pengamalan Pancasila dengan membentuk citra pembanguan sebagai ideologi. Presiden Suharto mengemukakan gagasannya mengenai penerapan asas tunggal Pancasila atas partai-partai politik. yaitu: a) b) c) Orde Baru dibawah pimpinan Suharto secara ekslisit tidak mengakui 1 Juni sebagai lahirnya Pancasila. Perubahan kondisi yang mengglobal mempengaruhi sikap masyarakat dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang menimbulkan sifat individualistic sehingga terbentuk masyarakat marginal dan konglomerasi yang terpusat pada kelompok tertentu yang berdasarkan ekonomi kapitalis dengan dalih kebebasan. 39-40). Namun dengan adanya pidato Presiden Suharto tersebut ada dorongan dengan menjadikan Pancasila sebagai satu175 . sehingga rekayasa mendukung Bapak Pembangunan melalui kebulatan tekad rakyat. bahwa Sukarno mengharapkan agar Pancasila dijadikan dasar filosofis negara Indonesia.Kelima paket Undang-undang itu disetujui oleh DPR dengan tujuannya menjaga terpeliharanya kekuasan dan menjaga kelanjutan pembangunan. tiap golongan hendaknya menerima anjuran filosofis ini dengan catatan bahwa tiap golongan berhak memperjuangkan aspirasinya masing-masing dalam mengisi kemerdekaan (Tim. Asas Tunggal Pancasila Dalam pidato kenegaraan di depan DPR-RI tanggal 16 Agustus 1982. LIP FISIP-UI. Tujuan menyeragamkan asas partai-partai politik adalah untuk mengurangi seminimal mungkin potensi konflik idiologis yang terkandung dalam partai-partai politik. 1998. Sesungguhnya gagasan ini bukan gagasan baru karena tahun 1966-67 sudah terdengar gagasan untuk mengasastunggalkan partai-partai politik. Pada kenyataannya Orde Baru telah jauh menyimpang dengan perjuangannya semula. Berbeda dengan gagasan Bung Karno dalam pidatonya tanggal 1 Juni 1945.3/1975 tentang Partai Politik dan Golongan Karya. dengan tidak adanya keharusan mencantumkan Pancasila sebagai satu-satunya asas. tampaknya keadaan belum memungkinkan. Pola seperti ini masih terlihat dalam UU No.

Oleh sebab itu tuntutan kearah demokrasitasi pemerintahan Orde Baru antara lain. (4) Berkurangnya kepercayaan rakyat kepada DPR karena lemahnya posisinya bila berhadapan dengan pemerintah. seperti hak interpelasi. kepemimpinan politik yang bersemangat kerakyatan. Asas tunggal Pancasila menurut Deliar Noer berarti mengingkari kebhinnekaan masyarakat yang memang berkembang menurut keyakinan masing-masing.3/1975 dengan UU No. tetapi secara terselubung sebenarnya hanya ada satu partai. penghargaan terhadap formalisme dan hukum. yang harus dicantumkan dalam anggaran dasar partai politik. pengebirian partai-partai politik. Hal ini berarti pencantuman asas lain yang sesuai dengan aspirasi. Dalam penjelasan undang-undang itu disebutkan bahwa pengertian asas meliputi juga pengertian “dasar”. antaralain dominannya peranan militer. (1) Beratnya persyaratan DPR menggunakan hak-haknya. mogok buruh. Perbedaan partai hanya dalam bentuk program saja. ciri khas dan karakteristik partai politik tidak diperkenalkan lagi. massa mengambang.satunya asas. Usaha-usaha melemahkan kekuasaan DPR itu dapat terlihat pada.3/1985. campur tangan pemerintah dalam urusan partai politik. dapat dilihat dari ciri-cirinya. Kekuasaan pemerintah yang kuat sehingga melemahkan kedudukan DPR sebagai pengontrol kekuasan Persdien. “pedoman pokok”. keterbukaan sistem politik. meskipun secara formal ada tiga partai. partai politik yang tumbuh dari bawah. angket dll. Sistem politik Orde Baru jauh dari demokratis. monolitisasi ideologi negara dan inkorporasi lembaga non-pemerintah. (5) pertengahan tahun 1980an sampai akhir Orde Baru semakin semaraknya demonstrasi. masyarakat sipil yang tanggab dan bertanggung jawab dan dukungan dari keukatan asing serta pemihakan kepada golongan mayoritas. budaya politik partisipatif-egalitarian. (2) ancaman “Recall” yang membayang-bayangi anggota DPR yang bersuara vokal. rakyat yang cerdas/terdidikdan kepedulian sosial. sekalipun cara-cara ini dilarang oleh pemerintah Orde Baru melalui undang-undang. Akhirnya keinginan Presiden Suharto itu terpenuhi dengan merubah UU No. birokratisasi dan sentralisasi pembuatan keputusan politik. Bahkan asas tunggal Pancasula cenderung kearah sistem partai tunggal. unjuk rasa sebagai upaya menyuarakan berbagai kepentingan dalam masyarakat. “landasan”. namun 176 . (3) penyaringan tokoh-tokoh vokal dalam LPU melalui “LITSUS” yang dikuasi pemerintah. Keyakinan ini biasanya berumber dari agama atau dari fahaman lain.

seperti tidak menerima asas “jurdil”. (6) peraturan tata tertip DPR mengikat DPR untuk berfungsi. Fungsi DPR yang lemah juga disebabkan oleh: (1) mengangkat sebahagian anggota DPR dari ABRI sebagai pendukung setia pemerintah Orde Baru. (2) Pemilu dilaksanakan oleh pemrintah dengan memberi keuntungan kepada Golkar.sebagai pertanda kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan Orde Baru. pada saat mana PDI lebih menampakan sebagao oposisi kepada pemerintah. (3) pada hasil pemilu protes “PPP dan PDI” dapat direndam . hari “H” tidak libur sehingga birokrasi digiring masuk Golkar. (9) asas tunggal Pancasila berakibat sempitnya ruang gerak berbeda pendapat dalam wadah politik. seperti 177 . (4) mengontrol partai politik (PPP dan PDI) dengan tujuan agar partai itu di pimpin oleh orang-orang yang dekat dengan pemerintah. pemerintah Orde Baru menyatakan bahwa tujuan pemilu pada prakteknya adalah untuk mempertahankan rezim “status quo” sehingga pemilu memiliki makna: (1) legitimasi terhadap kepemimpinan Orde Baru dibawah pimpinan Suharto. pemilu memiliki indikasi kecurangan yang sangat mendalam sebagai usaha pembenaran konsep pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Kuatnya kekuatasan presiden. yang pada akhirnya mengundang campur tangan pemerintah dalam konflik intern. (3) memperkokoh dukungan ABRI dan Birokrasi kepada Golkar secara berlebihan. (2) mengontrol Golkar dengan jalan memberi hak “veto” kepada “Dewan Pembina” yang diketuai oleh Presiden Suharto. (5) melaksanakan konsep “massa mengambvang” sehingga anggota DPR lebih menyuarakan kepentingan partainya (DPPnya) di bandingkan kepentingan masyarakat. Dalam hal pelaksanaan Pemilu Orde Baru. pada akhirnya hilangnya oposisi politik Islam terhadap penguasa. (7) potensi parpol (PPP dan PDI) terkuras kepada penyelesaian konflik. sehingga mampu memenangkan setiapkali pemilu.an “subversif” serta ancaman cabut SIUPP bagi media massa. mencurigai ulama-ulama Islam atas kesetiannya kepada Pancasila. (8) dalam Pemilu tahun 1977 dan 1982 pemerintah melemahkan PPP dengan isu-isu Negara Islam dan Komando Jihat. (10) isu-isu terlibatnya G30S/PKI sebagai pemukul oleh pemerintah terhadap tokoh-tokoh PDI pada tahun 1990an. sehingga lembaga-lembaga yang “neben” dengannya dapat secara tidak langsung dipengaruhi oleg kekuasaan Presiden. (11) pengontrolan pemerintahan terhadap hak-hak rakyat melalui ancam.

25/1999). (2) memberikan kebebasan berserikat. independensi pegawai negeri. Sekalipun kabinet Presiden Habibie telah di beri nama “Kabinet Reformasi”. hari pencoblosan “hari libur”. Beberapa perobahan yang telah dilakukan oleh Kabinet Habibie sesuai dengan tuntutan reformasi antaralain: (1) membenaskan tahanan politik. sekalipun sudah banyak melakukan perobahan-perobahan. yang bermakna bahwa desentralisasi. (3)adanya kebenasan pers dan media masa. dekonsentralisasi dan tugas perbantuan tidak lain adalah bertujuan untuk melaksanakan pembangunan yang telah di tetapkan dalam GBHN (REPELITA). d. (5) memberikan peranan yang luas kerpada DPR untuk mengimbangi kekuasaan pemerintah. (4) mengeluarkan undang-undang Otonomi Daerah dan perimbangan keuangan antara pemerintah Pusat dan Daerah (UU NO. (6) melaksanakan pemilu yang luber dan “jurdil” tahun 1999 dengan penyelenggaraannya adalah oleh partai-partai (ketuanya dari partai) dan pemerintah. di beri hak berdemonstrasi. seperti ketua-ketua lembaga tinggi negara dipilih oleh DPR. pendaftaran warga negara bersifat aktif. 22/1999 dan UU No. menjadi kesan bahwa pemerintah yang berlaku sekarang adalah suatu pergantian pemerintahan dan bukan sebagai pergantian rezim 178 . Demokrasi Masa reformasi Setelah berakhirnya pemerintah Suharto tahun 1998. berpolitik. seperti berdirinya partaipartai secara mudah dan menghidupkan kembali asas kemajemukan partai. namun pemerintahan reformis belum dapat diwujudkan. unjuk rasa dll. (7) melaksanakan jajak pendapat di TimTim (30 Agustus 1999) sebagai tuntutan masyarakat internasional dan demokratisasi. dengan mencabut lembaga SIUPP . Otonomi daerah yang sangat kurang.pengangkatan ketua-ketua MA. Namun demikian tuntutan reformasi belum sepenuhnya terwujud oleh pemerintahan reformasi Habibie dengan alasan: (a) terlalu jauh dan dalam penyimbangan Orde Baru sehingga tidaklah mampu bagi pemerintahan Habibie memenuhi tututan kaum reformis. berkumpul. Indonesia sedang berusaha menuju kepada sistem politik yang demokratis dengan melakukan reformasi struktural yang mendukung berkembangnya pemerintahan demokrasi. DPA dan BPK oleh Presiden.

contoh pasal 7 UUD 1945. DPA yang tidak efisian dan membebani keuangan negara. 1959:410). Sehingga pemerintahan Habibie lebih tepat sebagai pemerintahan transisi – menuju pemerintahan reformis.yang diinginkan agar agenda reformasi dapat terlaksana dengan baik. seperti Presiden telah mengakumulasikan kekuasaan sebesar-besarnya. (d) terlalu percaya pada semangat orang (penyelenggara). Gagasan ini banyak disuarakan oleh hampir semua pakar politik dan hukum tata negara. Kelemahan UUD 1945 adalah : (a) tidak ada mekanisme “Check and Balances”. Sesuatu hal yang sangat penting dibicarakan adalah “amandenat” UUD 1945. (c) adanya pasal-pasal yang multitafsir. (2) UUD 1945 selalu melahirkan pemerintahan otoriter. seperti terlihat dalam penjelasan UUD 1945 :… yang sangat penting … semangat …” penyelenggara negara… “ Beberapa usulan “amandement” UUD 1945 (Moh. Beberapa pertimbangan kenapa UUD 1945 harus diadakan perubahan atau “amandement” atl: (1) UUD 1945 dimaksudkan untuk sementara (Yamin. Hasil pemilu terbukti di menangkan oleh orang-orang yang masih/pernah terlibat dalam rezim Orba secara langsung. seperti tidak memuat secara ketat substansi HAM dan Pembatasan penguasa negara. Tututan reformasi akan di harapkan dari pemerintahan yang “legitimet” setelah SU MPR 1999 (Oktober). khususnya selama Orde Baru menjadi pembenar kehendak perintah. Mahfud: 1999) atl: (1) kenanggotaan MPR yang terdiri atas perwakilan politik dan territorial dan menghapuskan perwakilan golongan. karena belum terbentuk landasan struktural secara menyeluruh. (c) Ketergesa-gesaan persiapan pemilu di mana partai-partai belum cukup melakukan konsolidasi (khususnya partai baru). Akibatnya produk hukum. dengan menumbuhkan figur Presiden yang diktatorial. (b) Terlalu banyaknya atribusi kewenangan. tafsir yang diterima sebagai kebenaran adalah yang dikehendaki oleh Presiden . Apakah ini suatu pertana reformasi hanyalah tuntutan dari segolongan kecil dari masyarakat Indonesia ? atau kalangan tertentu saja ? prediksi hasil pemilu 1999 akan melahirkan pemerintah unutk sistem politik transisi. (2) hak konfirmasi penetapan UU secara sepihak 179 . Partaipartai reformis tidak mendapat dukungan luas dari para pemilih. Mahkamah Agung harus di perbekali hak menguji UU (Judicial Review). (3) UUD 1945 kurang memenuhi syarat sebagai aturan main politik yang memadai atau konstitusionalisme. (b) waktu yang sangat singkat tidaklah cukup memberi perbandingan antara pemerintah Orba dengan reformasi.

(5) Pembubaran DPA dan memperdayakan BPK. Faktor-faktor penyebab terjadinya berbagai masalah tersebut dapat diidentifikasi sebagai berikut: 180 . Tap. c. Ketetapan MPR No.XVI/MPR/1998 tentang Politik Ekonomi dalam Rangka Demokrasi Ekomomi. MPR No.Tap. Sekalipun MPR telah mengeluarkan ketetapannya. Tap. XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas KKN. maka MPR telah mengeluarkan ketetapannya antara lain: a. MPR No.X/MPR/1998 tentang Pokok-pokok Reformasi Pembanguan Dalam Rangka Penyelamatan dan Normalisasi Kehidupan Nasional sebagai Haluan Negara. (4) pemandirian dan perluasan hak mahkamah Agung.untuk DPR.XVIII/MPR/1998 tentang pencabutan P-4 dan Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara. MPR No. f. Maka oleh sebab itu MPR melalui Ketatapan No. Ketapan MPR No. sebagai alternatif pembentukan Mahkamah Konstitusi. Untuk menyelamatkan negara dari kehancuran. XIII/MPR/1998 tentang Pembatasan Masa Jabatan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. sehingga merumitkan bagi pemerintah transisi atau pemerintah era reformasi untuk keluar dari permasalahan tersebut. Dengan itu perlu menghilangkan tugas tumpang tindih lembaga pegawasan dalam eksekutif. (3) pembatasan masa jabatan Presiden (sudah dilakukan oleh MPR Reformasi) . VIII/MPR/1998 tentang pencabutan ketetapan MPR tentang referendum. namun permasalahan yang ditinggalkan oleh pemerintahan Orde Baru bukanlah sedikit. d.V/MPR/2000 telah mengeluarkan ketetapan tentang Pemantapan Persatuan dan Kesatuan Nasional. seperti BPKP. MPR melalui ketetapan tersebut telah mengidentifikasi masalah yang telah menyebabkan terjadinya krisis yang sangat luas. Penyimpangan kehidupan bernegara era Orde baru sampai kepada puncaknya dengan muncul Krisis Moneter yang berakibat jatuhnya Suharto yang telah berkuasa selama 32 tahun. e. MPR No.XVII/MPR/1998 tentang HAM Tap MPR No. b. Tap.

Hal itu kemudian melahirkan krisis akhlak dan moral yang berupa ketidakadilan . dan pelanggaran hak asasi manusia. Perilaku ekonomi yang berlangsung dengan praktek korupsi . dan nepotisme. Nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya bangsa tidak dijadikan sumber etika dalam berbangsa dan bernegara oleh sebagian masyarakat. Pemerintah yang sentralistis telah menimbulkan kesenjangan dan ketidakadilan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sehingga timbul konflik vertical dan tuntutan untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. serta kesenjangan sosial ekonomi yang semakin melebar.kolusi. h. pertumpahan darah dan dendam antara kelompok masyarakat terjadi sebagai akibat dari proses demokrasi yang tidak berjalan dengan baik. serta berpihak pada sekelompok pengusaha besar. penggangguran dan kemiskinan yang semakin meningkat. Sistem politik yang otoriter tidak dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang mampu menyerap aspirasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. g. utang besar yang harus dipikul oleh negara. 181 . yaitu persamaan hak warga negara dihadapan hukum. telah menyebabkan krisis ekonomi yang berkepanjangan . b. f. Peralihan kekuasaan yang sering menimbulkan konflik.a. kesetaraan dan keadilan. kebudayaan. Konflik sosial budaya telah terjadi karena kemajemukan suku . c. Pancasila sebagai ideologi negara ditafsirkan secara sepihak oleh penguasa dan telah disalah gunakan untuk mempertahankan kekuasaan. Hukum telah menjadi alat kekuasaan dan pelasanaannya telah diselewengkan sedemikian rupa sehingga bertentangan dengan prinsip keadilan . pelanggaran hukum . i. Berlangsungnya pemerintahan yang telah mengabaikan proses demokrasi menyebabkan rakyat tidak dapat menyelurkan aspirasi politiknya sehingga terjadi gejolak politik yang bermuara pada gerakan reformasi yang menuntut kebebasan. dan agama yang tidak dikelola dengan baik dan adil oleh pemerintah maupun masyarakat. Hal itu semakin diperburuk oleh pihak pengusaha yang menghidupkan kembali cara-cara menyelenggarakan pemerintahan yang feodalistik dan paternalistik sehingga menimbulkan konflik horizontal yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa d. e.

Pelaksanaan peran sosial politik dalam Dwi Fungsi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dan disalahgunakannya ABRI sebagai alat kekuasaan pada masa Orde Baru telah menyebabkan terjadinya penyimpangan peran Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang mengakibatkan tidak berkembangnya kehidupan demokrasi. Setelah pemilihan umum 2004 pembangunan nasional berdasarkan kepada program yang telah disampaikan oleh Presiden / wakil presiden terpilih yang ditawarkan kepada rakyat dalam kampanye pemilihan Presiden. Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Presiden hasil Pemilu tahun 1999 dengan Kabinet Persatuan Nasional. namun Presiden Abdurrahman Wahid diperhentikan oleh MPR karena melanggar haluan negara. Propenas tersebut meliputi berbagai bidang. melainkan dengan nama Program Pembangunan Nasional (Propenas). C. berlaku untuk tahun 2000-2004. Inilah konsekwensi pemilihan presiden secara langsung. Pendidikan Demokrasi 182 . tetapi jika tidak diwaspadai. serta terbatasnya pengawasan oleh masyarakat dan media massa pada masa lampau. dapat memberi dampak negatif terhadap kehidupan berbangsa. Habibie dengan Kabinet Reformasi Pembangunan. l.j. kepercayaan masyarakat kepada penyelenggara negara menjadi berkurang. Pada masa era global ini pembangunan nasional dilaksanakan tidak lagi seperti Orde Baru yang dikenal dengan nama Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). Akibatnya. telah tiga kali pergantian Presiden. telah menjadikan transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah untuk menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab tidak terlaksana. kemudian digantikan oleh Presiden Megawati dengan Kabinet Gotong Royong. k. Propenas yang telah disusun oleh Bappenas. sosial dan budaya dapat memberikan keuntungan bagi bangsa Indonesia. Globalisasi dalam kehidupan politik. Penyalahgunaan kekuasaan sebagai akibat dari lemahnya fungsi pengawasan oleh internal pemerintah dan lembaga perwakilan rakyat. ekonomi. Pada masa Era Global. sehingga dengan terpilohnya presiden berarti rakyat telah menyetujui program Presiden terpilih sebagai program pembangunan nasional. yaitu Presiden B.J.

Memfasilitasi warga negara untuk dapat melakukan kajian konseptual dan operasional secara cermat. langsung dapat dirasakan hasilnya. Memfasilitasi warga negara untuk memperoleh dan memanfaatkan kesempatan berpartisipasi serta cerdas dan bertanggung jawab dalam praksis kehidupan demokrasi di 183 . Sehingga memiliki wawasan yang luas dan memadai. 2) Pendidikan demokrasi secara informal yaitu pendidikan yang melewati tahap pergaulan di rumah maupun masyarakat. sebagai bentuk aplikasi nilai berdemokrasi sebagai hasil interaksi terhadap lingkungan sekitarnya. Pendidikan forma biasanya dilakukan di sekolah atau di perguruan tinggi. b. presentasi. dan bertanggung jawab terhadap berbagai cita-cita. nilai. diskusi timbal balik. studi kasus untuk memberikan gambaran kepada siswa agar supaya mempunyai kemampuan untuk cinta negara dan bangsa. Pendidikan Demokrasi dibagi atas tiga bagian: 1) Pendidikan demokrasi secara formal yaitu pendidikan yang melewati tatap muka. instrumentasi praksis demokrasi guna mendapatkan keyakinan dalam melakukan pengambilan keputusan indivudual dan atau kelompok dalam kehidupannya sehari-hari serta berargumentasi atas keputusannya itu. Misi Pendidikan Demokrasi Memfasilitasi warga negara untuk mendapatkan berbagai akses kepada dan menggunakan secara cerdas berbagai sumber informasi tentang demokrasi dalam teori dan praktek untuk berbagai konteks kehidupan. prinsip. 3) Pendidikan nonformal yaitu pendidikan melewati tahap di luar lingkungan masyarakat lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable maupun parameter yang signifikan terhadap pembentukan jiwa seseorang. konsep. pedagogis dan soaial cultural untuk membangun citacita. sikap dan keterampilan demokrasi dalam diri warga negara melalui pengalaman hidup dan berkehidupan demokrasi dalamberbagai konteks. Visi Pendidikan Demokrasi Sebagai wahana substantis. c.a.

Proses semacam ini mempunyai implikasi yang sangat signifikan terhadap cara berdemokrasi yang baik dan benar dengan memperhatikan kaidah-kaidah maupun asas dalam berdemokrasi masyarakat. seperti mengeluarkan pendapat. Dalam pemilihan umum diharapkan wakil-wakil yang dipilih benar-benar mewakili aspirasi. dilaksanakanlah pemilihan umum.lingkungannya. masalah sosial. berserikat. Untuk itu sudah menjadi keharusan bagi pemerintahan demokrasi untuk melaksanakan pemilihan umum dalam waktu-waktu yang telah ditentukan. sehingga sasaran yang akan dicapai adalah mengajak warga negara. Pemilihan umum adalah suatu cara memilih wakil-wakil rakyat yang akan duduk di lembaga perwkilan rakyat serta salah satu pelayanan hak-hak asasi warga negara dalam bidang politik. berkumpul. yaitu: 184 . Pemilihan Umum di Indonesia Dalam negara demokrasi modern atau demokrasi tidak langsung. aksi sosial. memilih. kondisi serta keinginan dari rakyat yang memilihnya. sumber belajar berupa kajian interdisipliner. terutama mahaswiswa pada umumnya untuk melaksanakan pendidikan ini secara baik dan benar. Maka oleh sebab itu dalam ilmu politik secara teortis dikenal cara atau sistem memilih wakil rakyat supaya mewakil rakyat yang memilihnya. Terdapat dua cara atau sistem pemilihan umum. Merujuk dari visi dan misi. Untuk menentukan siapakah yang berwenang mewakili rakyat. dll. Rangkuman Pendidikan demokrasi merupakan suatu proses untuk melaksanakan demokrasi yang benar. yang menjalankan kedaulatan itu adalah wakil-wakil rakyat yang ditentukan sendiri oleh rakyat. strategi dasar pendidikan demokrasi yang dikembangkan strategi pemanfaatan aneka media. serta memonitor dan mempengaruhi kebijakan publik. keragaman.

biasanya dinamakan Sistem Proporsional) Sistem Distrik Sistem distrik merupakan sistem pemilu yang paling tua dan didasarkan kepada kesatuan geografis. 2) Sistem ini lebih cenderung kearah koalisi partai-partai karena kursi yang diperebutkan dalam satu daerah/distrik hanya satu. b. Disini sistem distrik secara alamiah mendorong partai-parti untuk berkoalisi mulai dari menghadapi pemilu. Wakil tersebut lebih condong utnuk memperjuangkan kepentingan distrik. melalui stembus accoord. Namun sistem distrik juga dapat dilaksankan pada suatu negara yang menganut sistem multi partai . Ssistem distrik sering dipakai dalam negara yang mempunyai sistem dwipartai. namun demikian wakil tersebut juga terikat dengan partainya karena dia dipilih oleh rakyat menggunakan fasilitas partainya. maka wakil yang terpilih dapat dikenal oleh penduduk distrik itu. malah dapat melakukan penyederhanaan partai secara alamiah tanpa paksaan. biasanya disebut Sistem Distrik) Multi-member constituency (satu daerah pemilihan memilih beberapa wakil.a. sehingga tidak perlu diadakan koalisi dengan partai lain. bahkan di Inggris dan Aerika Serikat sistem ini menunjang bertahannya sistem dwipartai. sepetti di Malaysia. sehingga hubungannya dengan penduduk distrik lebih erat. sepertti untuk kampanye dll. sehingga mendukung stabilitas nasional 185 . 4) Lebih mudah bagi suatu partai untuk mrncapai kedudukan mayoritas dalam parlimen. Sistem distrik mempunyai beberapa keuntungan: 1) kerana kecilnya distrik. Sehingga mendorong partai menonjolakan kerja sama dari perbedaan. Single-member constituency (satu daerah pemilihan memilih satu wakil. dimana satu kesatuan geografis mempunyai satu wakil di parlemen. 3) Fragmentasi partai atau kecenderungan untuk membentuk partai baru dapat terbendung. seperti Inggris serta bekas jajahannya seperti india. wakil tersebut lebih independen terhadap partinya karena rakyat lebih memberikan pertimbangan untuk memilih wakil tersebut karena faktor integritas pribadi sang wakil. setidak-tidaknya menjelang pemilu. malaysia dan Amerika.

di mana setiap partai mengajukan daftar calon dan si pemilih memilih satu partai dengan semua calon yang diajukan oleh partai itu untuk bermcamam-macam kursi yang sedang diperebutkan. Kurang refresentatif. seperti Sistem Daftar (List System). yaitu: a. Untuk keperluan itu ini ditentukan suatu perimbanagn. Umumnya kurang efektif bagi suatu masyarakat heterogen. d. di amna partai yang kalah dalam suatu distrik kehilangan suara yang telah mendukungnya. apalagi kalau sejumlah partai yang ikut dalam setiap distrik. b. karena jumlah kursi partai dalam parlemen sesuai dengan jumlah suara yang diperolehnya dari masyarakat dalam pemilu. khusus di daerah pemilihan. maka akan banyak jumlah suara yang hilang. Ssistem proporsional ini sering dikombinasikkan dengan beberapa prosedur lain . dengan demikian suara tersebut tidak diperhitungkan lagi. 2) Sistem ini dianggap representatif . Ssistem proporsional mempunyai beberapa keuntungan: 1) Sistem proporsional dianggap lebih demokratis dalam arti lebih egalitarian karena asas one man one vote dilaksankan secara penuh tanpa ada suara yang hilang. c. Sistem Proporsional Sistem perwakilan proporsional adalah persentase kursi di DPR di bagi kepada tiap-tiap partai politik. Ada kecenderungan si wakil lebih mementingkan kepentingan daerah pemilihnya ketimbang kepentingan nasional. yaitu: 186 . Di samping segi-segi politif atau keuntungan tersebut . sistem proporsional juga mempunyai kelemahan. sehingga dianggap kurang adil oelh partai atau golongan yang dirugikan. apalagi golongan tersebut terpencar dalam beberapa distrik.000 penduduk.5) Sistem ini sederhana dan mudah serta murah untuk dilaksanakan Di samping keuntungan dari sistem distrik ini terdapat juga beberapa kelemahannya. Jadi jumlah kursi yang diperoleh suatu golongan atau partai adalah sesuai dengan jumlah suara yang diperolehnya dalam masyarakat. misalnya 1 (satu wakil) : 400. Kurang memperhatikan adanya partai-partai kecil dan golongan minoritas. sesuai dengan jumlah suara yang diperolehnya dalam pemilihan umum.

e. Bahkan ada kecenderungan paratai bukan diletakan kepada landasan ideologi atau asas. jika terjadi konflik intern partai anggota yang kecewa cenderung membentuk partai baru. Basis wilayah 2. b. Hanya satu daerah pemilih 2. mempermudah fragmentasi partai (pembentukan partai baru). peranan partai lebih menonjol ketimbang kepribadian sang wakil.. Karena banyaknya partai yang bersaing. Lebih dari satu daerah pemilihan 1. Pada zaman Orde Baru sistem ini dapat digunakan oleh pimpinan partai untuk merecall anggotanya yang vokal atau tidak sejalan dengan haluan partai di parlemen. Jumlah daerah pemilihan sedikit Jumlah daerah pemilihan banyak 1. Bahkan ada kecenderungan wakil rakyat lebih menjaga kepentingan dewan pimpinan atau partainya daripaeda kepentingan rakyat. karena pimpinan meenentukan orang-orang yang akan dicalon menjadi wakil rakyat. Di Indonesia banyak kritikan pada sistem ini dengan sebut rakyat seperti memilih “kucing dalam karung”. Asal wakil bebas 2. sehingga pelunag untuk bersatu kurang. sehingga ada kecenderungan untuk memperbanyak jumlah partai. d. karena saat pemiliha uum yang lebih menonjol adalah partainya dan wilayah pemili9han sangat besar (sebesaar propinsi). seperti di Indonesia setelah reformasi 1998.a. Wakil yang dipilih renggang ikatannya dengan warga yang telah memilihnya. Ada ketentuan domisili 187 . Siostem ini memberikan peranan atau kekuasaan yang sangat kuat kepada pimpinan partai. sehingtga sulit bagi suatu partai untuk meraih mayoritas (50%=1) dalam parlemen. Sistem ini lebih memperbesar perbedaan yang ada dibandingkan dengan kerja sama. Perbandingan Sistem Proporsional dan Distrik Murni Sistem Unsur 1. tetepi kepentingan untuk memperebutkan jabatan atau kursi di parlemen. Daerah Pemilihan Proporsional Murni 1. Apalagi di alam kebebasan berpolitik sangat terbuka maka jumlah partai tidak dibendung. Wakil Distrik Murni 1. artinya rakyat hanaya memilih tanda gambar peserta pemilu tetapi siapa wakil yang dipilih kurang diketehui rakyat pemilih. Ukuran besar 2.Basis penduduk Ukuran kecil 3. c.

pemerintahan 2. 5. Menguntungkan partai kecil 2. desentralisasi Pemilu pertama sejak kemerdekaan indonesia dilaksanakan pada tahun 1955 pada masa pemerintahan Parlementer untuk memilih anggota DPR dan Badan Konstituante. mayoritas mutlak 1. Suara 4. Sumber: LIPI Pemilihan Umum Pertama 1955 Cenderung multi partai Kekuasaan wakil Organisasi partai setingkat desa Bersifat Otonom Sistem 1. NU dan PKI. Partai 1. Diawasi oleh pemilih 5. ada yang hilang 2. Hubungan melalui partai dengan pemilih 3. Kekuasaan wakil kecil terhadap kepada 6. Mengarah pemerintahan koalisi Sentralisasi besar jawab sampai 4. Merugikan partai kecil 2. Organisasi pelaksana 6. yaitu Masyumi. tidak ada yang hilang 2. Organisasi partai setingkat desa Bersifat otonom kepada 1. namun terdapat empat partai terbesar yang hampir menguasai kursi yang seimbang. Bertanggung jawab kepada pemilih 1. mayoritas sederhana 1. Pengawasan pemilih kuat 4. Cenderung bi-partai terhadap 3. PNI. Hubungan dengan pemilih langsung atau melalui partai 4. Kurang/tidak dikenal 5. Puluhan partai politik telah mengikuti pemilu. tidak mengarah kepada pemerintahan koalisi 2. Dicalonkan oleh pemilioh atau partai 7. Pengawasan pemilih kurang 7. Keempat partai tersebu telah melambang masyarakat plural Indonesia dengan penampilan ideologi yang bertentangan. Bertanggung partai 3.3. 3. 4. Dicalonkan oleh partai 6. sehingga proses menemukan kesepakatan dalam badan Konstituante 188 .

Majjelis Syuro Muslimin Nasional Indonesia 10. PPPRI 17. yaitu seperlima dari jumlah anggota DPR. 1977. Pemilu Orde Baru tidak semua anggota DPR di pilih. untuk itu Golkar harus dimenangkan dengan pelbagai cara dalam setiap kali pemilihan umum Orde Baru. Ikatan Pendukung Indonesia 21. Soedjono Prawiro Soedarmo 28. Pemilu masa Orde Baru tidak berjalan secara konpotitif karena pemerintah berkeinginan stabilatas politik dengan dukungan mayoritas DPR/MPR. 1992. PRD 18.mengalamai kegagalan dan akhirnya hasil pemilu yang dianggap paling bersih dan jujur serta demokratis kurang mampu menghasilkan keputusan di Konstituante. Partai (PNI) 2. Partai Khatolik 8. PIR Wongsonegoro 22. sebahagian dianggat dari ABRI dan Non-ABRI. Permai 23. Baperki 19. Nahdatul Ulama (NU) Partai Komunis Indonesia (PKI) Partai Serikat Islam Indonesia 6. AKUI 9. Agar pemerintah yang 189 . PRI 16. Golkar mendapat mayoritas mutlak. Partai Islam Perti 13. Acoma 27. 1987. GPPS 20. Peserta Pemilu 1955 (28 Partai) 1. barulah pada masa demokrasi Pancasila Orde Baru tahun 1971 dilaksanakan pemilu kembali dengan peserta 10 Orsospol. 1982. 1997) Pada masa demokrasi terpimpin Indonesia tidak melaksanakan pemilu. (PSII) Partai Kristen Indonesia Kemerdekaan (IPKI) 12. Partai Hazairin 26. Persatuan Daya 25. namun setelah asas tunggal Pancasila diterapkan hanya dari golongan ABRI saja diangkat. Partai Murba Indonesia (Masyumi) 3. Partai Buruh 15. PRN 14. PPTI Pemilu Orde Baru (1971. Pemilihan umum adalah pemindahan hak dari setiap warga negara kepada kelompok yang akan memerintah atas nama kekuasaan dari rakyat. Sistem pemilu yang digunakan adalah sistem proporsional dengan stelsel daftar (Perwakilan berimbang dengan stelsel daftar). Partai R. PRIM (Parkindo) 7. Garindra 24. Partai Sosialis Indonesia (PSI) 11.

Sesuatu yang bersifat pribadi tentu tidak ingin diketahui oleh orang lain. pemilihan menyangkut hak-hak yang sangat pribadi. yaitu: Langsung. pembrontakan dan lain-lain. orang gila dan lain-lain atas pertimbangan tertentu tidak diberi hak untuk memilih dalam pemilihan umum. e. Sementara di DPR terjadi pertentangan pendapat tentang undang-undang politik yang menentapkan format politik Orde Baru. mengerti apa dan untuk apa pemilihan umum.berkuasa itu betul-betul menjalankan kekuasaannya sesuai dengan hati nurani rakyat. melainkan pada umumnya atau mayoritas. maka kemungkinan kesetiaannya kepada pemerintah berkurang dan akan menimbulkan gejala-gejala yang kurang menyenangkan dalam masyarakat. yaitu warga negara yang sudah berhak memilih dapat ecara langsung memilih partai atau kelompok peserta pemilihan umum tanpa perantara. Maka oleh sebab itu anak-anak. maka pelaksanaaan pemilihan umum harus berpedoman kepada asas-asas yang telah disepakati bersama. maka seseorang tidak boleh dipaksa dan ditekan untuk memilih sesuatu. Setelah Pemilu tahun 1971 terjadi penyederhanaan partai politik (PPP. Jujur dan adil. Pada umumnya diberbagai negara menerapkan beberapa asas pemilihan umum. Bebas. Sedangkan Golkar terdapat perebutan pengaruh di antara faksi yang ada. d. seperti petugas pemilihan umum harus jujur dan bersikap adil kepada semua peserta pemilihan umum. Secara bertahap pemerintah Orde Baru telah kuat dengan itu 190 . c. agar pilihan seseorang itu betul-betul sesuai dengan keinginannya. untuk itu apa yang menjadi pilihan seseorang tidak siapapun yang mengetahuinya. asas ini lebih ditujukan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam menyelenggarakan pemilihan umum. Umum. Apabila para pemilih dalam pemilihan umum dipaksa. seperti kerusuhan. a.PDI dan Golkar) berakibat PPP dan PDI memulai konflik internnya. artinya penyerahan hak yang disimbolkan dengan menusuk atau mengundi harus dilandasi oleh pemikiran dan segala konsekwensinya. Jadi tidak seluruh warga negara berhak ikut dalam pemilihan umum. Rahasia. b.

(1) Beratnbya persyaratan DPR menggunakan hak-haknya. (7) potensi parpol (PPP dan PDI) terkuras kepada penyelesaian konflik. mencurigai ulama-ulama Islam atas kesetiannya kepada Pancasila. (2) mengontrol Golkar dengan jalan memberi hak “veto” kepada “Dewan Pembina” yang diketuai oleh Presiden Suharto. (3) memperkokoh dukungan ABRI dan Birokrasi kepada Golkar secara berlebihan. yang pada akhirnya mengundang campur tangan pemerintah dalam konflik intern. (4) mengontrol partai politik (PPP dan PDI) dengan tujuan agar partai itu di pimpin oleh orang-orang yang dekat dengan pemerintah. (5) pertengahan tahun 1980an sampai akhir Orde Baru semakin semaraknya demonstrasi. Pancasila dinyatakan sebagai “asas tunggal” dengan berakibat di larang menggunakan ideologi lain. mogok buruh.dikeluarkannya undang-undang partai politik. (9) asas tunggal Pancasila berakibat sempitnya ruang gerak 191 . Usaha-usaha melemahkan kekuasaan DPR itu dapat terlihat pada. sehingga mampu memenangkan setiapkali pemilu. Dengan itu pimpinan partai telah mulai tergantung kepada pemerintah dan tokoh vokal telah tersingkir. namun sebagai pertnada kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan Orde Baru. pada akhirnya hilangnya oposisi politik Islam terhadap penguasa. Fungsi DPR yang lemah juga disebabkan oleh: (1) mengangkat sebahagian anggota DPR dari ABRI sebagai pendukung setia pemerintah Orde Baru. (5) melaksanakan konsep “massa mengambvang” sehingga anggota DPR lebih menyuarakan kepentingan partainya (DPPnya) di bandingkan kepentingan masyarakat. sekalipun cara-cara ini dilarang oleh pemerintah Orde Baru melalui undang-undang. (6) peraturan tata tertip DPR mengikat DPR untuk berfungsi. (3) penyaringan tokoh-tokoh vokal dalam LPU melalui “LITSUS” yang dikuasi pemerintah. (8) dalam Pemilu tahun 1977 dan 1982 pemerintah melemahkan PPP dengan isu-isu Negara Islam dan Komando Jihat. Pemilu dan Susuduk DPR/D. Kekuasaan pemerintah yang kuat sehingga melemahkan kedudukan DPR sebagai pengontrol kekuasan Persdien. (2) ancaman “Recall” yang membayang-bayangi anggota DPR yang bersuara vokal. seperti hak interpelasi. (4) Berkurangnya kepercayaan rakyat kepada DPR karena lemahnya posisinya bila berhadapan dengan pemerintah. angket dll. unjuk rasa sebagai upaya menyuarakan berbagai kepentingan dalam masyarakat.

ahir legislatif yang lebih dekat dengan rakyat.  Sistem pemilu proporsional telah mengorientasikan para anggota legislatif menjadi wakil partai. Peserta pemilu 1971 Golongan Karya (Golkar) Partai Nasional Indonesia (PNI) Nahdatul Ulama (NU) Partai Katolik Partai Murba Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) Partai Kristen Indonesia (Parkindo) Partai Muslimin Indonesia (Parmusi) Partai Islam Perti 1. Dalam hal pelaksanaan Pemilu Orde Baru. (3) pada hasil pemilu protes “PPP dan PDI” dapat direndam . pemerintah Orde Baru menyatakan bahwa tujuan pemilu pada prakteknya adalah untuk mempertahankan rezim “status quo” sehingga pemilu memiliki makna: (1) legitimasi terhadap kepemimpinan Orde Baru dibawah pimpinan Suharto. jika sistem proporsional diganti dengan sistem distrik maka akan l. Peserta Pemilu 1977. (10) isu-isu terlibatnya G30S/PKI sebagai pemukul oleh pemerintah terhadap tokoh-tokoh PDI pada tahun 1990an. (2) Pemilu dilaksanakan oleh pemrintah dengan memberi keuntungan kepada Golkar. 3. hari “H” tidak libur sehingga birokrasi digiring masuk Golkar.berbeda pendapat dalam wadah politik. (11) pengontrolan pemerintahan terhadap hak-hak rakyat melalui ancam. Golongan Karya (Golkar) bercirikan kekaryaan Wacana politik akhir tahun 1990an menuntut kearah perubahan sistem pemilu dengan mengemukakan empat preposisi (Eep Saefullah Fatah 1997:27) sebagai berikut:  sistem pemilu proporsional telah melahirkan legislatif yang berjarak dengan rakyat. Partai Demokrasi Indonesia (PDI) berscirikan kebangsaan. pemilu memiliki indikasi kecurangan yang sangat mendalam sebagai usaha pembenaran konsep pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. pada saat mana PDI lebih menampakan sebagao oposisi kepada pemerintah.an “subversif” serta ancaman cabut SIUPP bagi media massa. sistem distrik akan mengorientasikan para anggota legislatif menjadi wakil rakyat. 192 .1997 Partai Persatuan pembangunan (PPP) (bersirikan Islam) 2. seperti tidak menerima asas “jurdil”.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 5. Elit-elit politik yang opportunis nampak lebih cenderung mendukung sistem proporsional. 9. 7. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 4. 4. Partai Bulan Bintang (PBB) Partai Peserta Pemilu 2004 (28 Partai). Partai Golkar 3. 6. Partai Golkar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Demokrat (PD) Partai Amanta Nasional (PAN) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Partai Bintang Reformasi (PBR) Partai Damai Sejahtera (PDS) 193 . Namun setelah reformasi bergulis tahun 1998 ada kecenderungan perpolitikan Indonesia tidak mau merubah sistem pemilu ke sisten distrik. yang memiliki suara pemilih terbanyak hádala: 1. hal tersebut wajar karena akan banyak tokoh politik kabitan yang kualitasnya di pertanyakan akan tersingkir saat pemilu. keinginan ini telah diterima pada pemilu tahun 2004. maka perubahan sistem pemilu dari proporsional ke distrik di anggap merupakan sebuah jalan perubahan politik secara demokratisasi. 2. rasional dan tranparansi. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) 2. 5. Perubahan sistem pemilu dari proporsional ke distrik akan melahirkan legislatif masa depan yang kuat dan fungsional dalam menjalankan fungsinya sebagai pengontol eksekutif  Atas dasar tiga pertimbangan itu. 3. Peserta Pemilu 1999 (48 Partai) Partai yang memiliki suara terbanyak antara lain: 1. 8. Inilah dilema politik Indonesia ke arah demokratisasi yang mana kurang didukung oleh kualitas insan politik yang otonom. Partai Amanta Nasional (PAN) 6.

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 6. Partai Barisan Nasional (Barnas) 7. Partai Amanat Nasional (PAN) 10. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) 3. Partai Demokrat 32. 7. Partai Republika Nusantara 22. Bandingkan pelaksanaan demokrasi jaman orde lama. orde baru dan reformasi! Jelaskan perubahan apa sajakah yang sudah dicapai dalam era reformasi ? Jelaskan aspek-aspek apa saja yang terkandung dalam demokrasi Pancasila! Jelaskan hubungan antara demokrasi dengan civil society! Bagaimanakah perbuatan (sikap) yang mencerminkan pelaksanaan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan kampus? Kiata menengenal dua sistem pemilu. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia PKPI) 8. Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) 21. 4. Partai Damai Sejahtera 26. Partai Patriot 31. 3. Partai Matahari Bangsa (PMB) 19. Partai kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) D. 5. Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) 5. Partai Casi Demokrasi Indonesia (PKDI) 33. Partai Golkar 24. Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB) 11. Partau Kedaulatan 12. Partai penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) 20. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 14. Partai Demokrasi Pembarua(PDP) 17. Partai Pemuda Indonesia (PPI) 15. Partai Indonesia Sejahtera (PIS) 34. Partai Bulan Bintang (PBB) 28.10. Jelaskan pengertian demokrasi ? 2. Partai Persatuan Pembangunan 25. Partai Nasional Benteng Kekaryatan (PNBK) Indonesia 27. Partai demokrasi Indonesia – Perjuangan (PDIP) 29. Partai Bintang Reformasi (PBR) 30. Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) 2. Apakah kelebihan dan kelemahan masing-masing sistem itu. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia 4. yaitu: 1. adalah 34 partai. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 9. Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) 18. Partai Persatuan Daerah (PPD) 13. bagamanakah kemungkinan penerapan sistem pemilu yang cocok dengamn kondisi Indonesia ? Jelaskanlah pendapat anda! 194 . 6. Partai Pelopor 23. Partai Bulan Bintang (PBB) Peserta Pemilu 2009. Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme 16. Latihan Jawablah pertanyaan berikut ini! 1.

amandemen terakhir UU 31/2002. tentang Partai Politik UU 12/2003. Hans.. DPD UU 22/2003. Jakarta Burns. 2005. Yogyakarta. Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Kelsen. tentang Pemilu DPR. tentang Susunan kedudukan MPR. Elly M. James Mc-Gregor. Jakarta. General Theory of Law and State. 1985. Yuridis Konstitusional.DPRD. Suatu tinjauan Filosofis. Jakarta Suny Ismail. University of California. Dikti. 1966. Solo. Supremasi Hukum dan Prinsip Demokrasi di Indonesia. Harris Soche. Gramedia Pustaka Utama. David.DAFTAR PUSTAKA Betham. Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi. Dasar-dasar Ilmu Politik. or. Kanisius. 2003. Mekanisme Demokrasi Pancasila. 2000. Santiaji Pancasila. Demokrasi. Penerbit PT. Yogyakarta Budiardjo. USA Darji Darmodihardjo. Government By the People. Jakarta Perundangan : UUD 1945. Setiadi. Pemilu Presiden. Miriam. PT Hanindita. 1949. disampaikan pada Suscadoswar 2005. Winataputra. 195 . Udin S. Jakarta Syahrial Syarbaini. Gramedia Pustaka Utama. Pendidikan Kewarganegaraan.D. DPR. Pabelan. 1968. Historis. Ph. 1995. 2002. Lembaga Pembinaan Hukum Nasional. DPD dan DPRD UU 23 / 2003. 1986.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful