P. 1
Materi Sistem Koloid

Materi Sistem Koloid

|Views: 80|Likes:
Published by Fritz Pratama

More info:

Published by: Fritz Pratama on Jul 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2013

pdf

text

original

MATERI SISTEM KOLOID

TUJUAN : menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan sehari hari.

A. SISTEM KOLOID

Contoh : Buih Sabun . baik dilihat dari mikroskop biasa ♦ Ukuran partikel : 1 nm – 100 nm ( 10-7.10-5 cm ) biasa. SUSPENSI ♦ Bersifat heterogen ♦ Terdiri dari 2 fase ♦ Ukuran partikel : > 100 nm ( > 10-5 cm ) biasa / ultra . Cat . Contoh : Tinta . jika dilihat dari mikroskop PENGELOMPOKAN SISTEM KOLOID Berdasarkan fase terdispersi dan medium pendispersi yang menyusun koloid . Contoh : Susu . maka sistem koloid dibagi 8 jenis. yakni : 1. KOLOID ♦ Tampak homogen ♦ Terdiri dari 2 fase ♦ Stabil ( tidak memisah jika didiamkan ) ♦ Dapat disaring jika dengan kertas saring ultra ♦ Heterogen. LARUTAN ♦ Bersifat homogen ♦ Terdiri dari 1 fase ♦ Ukuran partikel : < 1 nm / < 10-7 cm / ultra. Mutiara . Emulsi 6. Krim Kocok. Opal. Contoh : Gelas Berwarna . Contoh : Jell . . Debu. Santan . Sol Emas. Contoh : Karet Busa . Intan Hitam. Buih 8. yaitu : 1. Batu Apung. 3. Dispersi dibedakan menjadi 3 macam berdasarkan ukuran partikelnya . Sol Padat 4. Buih Padat ( Padat → Gas ) ( Padat → Cair ) ( Padat → Padat ) ( Cair → Gas ) ( Cair → Cair ) ( Cair → Padat ) ( Gas → Cair ) ( Gas → Padat ) Contoh : Asap .Dispersi = penyebaran secara merata dari suatu zat ke dalam zat lain. Awan. Contoh : Kabut . 2. Aerosol Cair 5. Minyak Ikan. Aerosol Padat 2. jika dilihat dari mikroskop ♦ Stabil ( tidak memisah jika didiamkan ) ♦ Tidak dapat di saring ♦ Homogen. Emulsi Padat 7. Sol 3. ♦ Tidak stabil ( mudah memisah ) ♦ Dapat di saring ♦ Heterogen .

2. tetapi tidak selalu begitu. koloid liofob = koloid yang partikel pendispersinya tidak menarik medium pendispersinya . Koloid Pelindung Adalah sistem koloid yang ditambahkan pada sistem koloid lain agar diperoleh koloid yang stabil.diakibatkan oleh tabrakan antar partikel koloid dengan medium pendispersinya dari segala arah . ( hidrofil ) B. 1827 ) Gerak lurus tak beraturan / zig zag dari partikel koloid dalam medium pendispersinya. 3. Penampilan koloid umumnya keruh . Elektroforesis Pergerakan partikel koloid di bawah pengaruh medan listrik 5.sedangkan absorpsi adalah penyerapan yang terjadi di seluruh bagian zat ( penyerapan air olek kapur ) 4. Dialisis Proses penghilangan ion ion penggangu kestabilan koloid dengan menggunakan selaput. A .( hidrofob ) . Efek Tyndall ( John Tyndall . Macam macam sifat koloid antara lain : 1. Beberapa larutan koloid tampak bening dan sukar dibedakan dari larutan sejati. 7. Gerak Brown ( Robert Brown . 8. Koagulasi Penggumpalan partikel koloid yang terjadi karena kerusakan stabilitas sistem koloid / karena penggabungan partikel koloid yang berbeda muatan. 1820 ) Adalah peristiwa penghamburan cahaya oleh partikel partikel partikel koloid. Adsorpsi Koloid Peristiwa penyerapan suatu molekul atau ion pada permukaan suatu zat ( penyerapan air pada arang aktif). Kolid Liofil Dan Koloid Liofob Berdasarkan besar kecilnya daya adsorpsi terhadap medium pendispersi. Digunakan untuk membedakan sistem koloid dan larutan sejati.koloid liofil = koloid yang partikel pendispersinya menarik medium pendispersinya.SIFAT SIFAT KOLOID koloid mempunyai sifat sifat yang khas. 6.

Reaksi Penggaraman d. Contoh : agar agar ditambah air c. Cara Peptiasi Adalah penambahan ion sejenis ( zat pemeptiasi ) kedalam endapan . yaitu dengan meloncatkan bunga api listrik kedalam elektrolit ( medium pendispersi ) dan sebagia elektroda digunakan logam yang akan dibuat sol. Dispersi Yaitu dengan cara mengubah partikel kasar ( suspensi ) menjadi partikel koloid . atau dengan cara menghaluskan / memperkecil partikel suspensi menjadi partikel koloid. 1. Reaksi Redoks ( reaksi yang disertai dengan perubahan bilangan oksidasi ) Contoh : pembuatan sol belerang dan sol emas b. Reaksi Hidrolisis ( reaksi pembentukan koloid dengan menggunakan pereaksi air ) c.pembuatan koloid dengan cara kondensasi dapat dilakukan dengan cara : a. . sehingga partikel pecah menjadi koloid.cara dispersi dapat dilakukan dengan : a. Kondensasi Yaitu dengan cara menggabungkan atau menggumaplkan molekul atau ion dari larutan sejati menjadi partikel koloid. Cara Mekanik Dilakukan dengan proses menggerus / menggililng partikel kasar hingga diperoleh partikel koloid . Cara Busur Bredig Digunakan untuk membuat sol logam. Penjenuhan Larutan / Penggantian Pelarut 2. Reaksi Pertukaran / Pengenceran e.PEMBUATAN KOLOID Pembuatan koloid dapat dilakukan dengan cara menggabungakan molekul atau ion dari larutan ( kondensasi ). b. Contoh : pembuatan cat dan tinta .

jika ukuran sebuah partikel < 10-5 cm. Hidrofob : mengikat molekul lemak dari kotoran pakaian. ♦molekul detergen. ( non polar ) . ♦ molekul sabun Hidrofob : tidak dapat mengikat molekul air karena bersifat non polar. Hiudrofil : dapat mengikat molekul air karena sama sama bersifat polar. maka dapat dilihat dengan mata.d. Cara Homogenisasi Digunakan untuk membuat emulsi dangan mesin homogenisasi ( homogenizer ) Contoh : pembuatan susu krim *Mengapa gula dapat larut dalam air ? Partikel gula membentuk suatu larutan yang jernih sehingga molekul gula tidak dapat dipisahkan dalam air dan juga ukurannya pun kurang dari 10-7 cm.sedangkan air susu mempunyai ukuran partikel 10-7 sampai 10-5 cm yamg mana air susu tersebut mengalami fase terdispersi artinya tidak terlihat dengan mata dan tidak dapat melewati saringan ultra .

ammonium dll. magnesium . kalsium . Emulsi : zat cair yang larut dalam zat cair . Gula 3. Busa padat : zat padat yang terdispersi dalam zat padat. ♦ percobaan 1 Mencampurkan paraffin cair . ♦ percobaan 2 Putih telur dikocok cepat sampai putih telur tersebut mengeluarkan busa . Dan juga melarutkan H2O dengan borax.Zat zat pengurai selai : 1. Asam buah buahan 4. Asap zt padat terdispersi dalam zat gas Aerosol . Air Sol : zat padat yang terlarut dalam air. ( partikel dalam air terserap dan terjadi penggumpalan ) Lumpur sungai bersifat koloid ( atomnya bermuatan listrik ) Mengandung kalium . Aerosol cair : zat cair yang terdispersi dalam zat gas. Di dalam busa putih telur tersebut terdapat zat gas / udara yang terdispersi dalam zat cair. Air sungai bersifat koloid Bercampur dengan tawas di dalam air mengalami hidrolisis. Pectin : asam amino yang terdapat dalam buah buahan 2. malam dan asam stearat. Aerosol padat : zat padat yang terdispersi dalam zat gas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->