BAB II MIKRO LINGUISTIK

A. Tujuan Pembelajaran Pada bab II ini pembelajar dapat menjelaskan struktur dasar fonologi, struktur dasar morfologi, struktur dasar sintaksis, strktur dasar semantis,karakteristik setiap aliran, seperti aliran tradisional, struktural, aliran fungsional, tranformasi generatif, serta dapat mengungkapkan secara tulis dan atau lisan. B. Uraian Materi 1. Fonologi a. Pengertian dan Pendekatan Fonetik 1) Pengertian Fonetik Fonetik adalah studi tentang bunyi-bunyi ujar (Samsuri, 1981:91). 2) Pendekatan Fonetik Pendekatan fonetik ada 3 cara yaitu a) auditoris, b) akustis, dan c) artikulatoris. a) Auditoris Auditoris adalah penyelidikan mengenai kemungkinan bunyi-bunyi ditanggapi oleh alat pendengar/telinga ketika bunyi-bunyi bahasa itu dikumandangkan oleh pembicara. Karena cara ini sangat bersifat subjektif, orang yang berkepentingan merasa tidak mantap dan sukar dipertanggungjawabkan sebagai hasil penelitian ilmiah. Di samping itu, buku-buku yang menguraikan mengenai fonetik auditoris Itu sedikit sekali, dan keahlian yang dituntut sebenarnya adalah keahlian dalam ilmu kedokteran b) Akustis Dengan cara pendekatan akustis kita berusaha mempelajari bagaimana arus bunyi yang telah keluar dari rongga mulut atau rongga hidung atau kedua-duanya sipembicara merupakan gelombang-gelombang bunyi ujaran. Penyelidikan cara ini memerlukan pengetahuan ilmu-ilmu pasti karena bunyi-bunyi harus dideskripsikan dengan tanda-tanda angka atau rumus-rumus matematis. Kecuali kurang praktis, tidak semua ahli bahasa dapat menggunakan cara ini dan pada hakikatnya hanya bunyibunyi yang berupa gelombang-gelombang di uadara. Untuk itu, bagaimana mengucapkannya tidak dapat dilukiskan, yang dapat dilukiskan mungkin besarnya amplitudu getaran ketika terlepas mulamula dari pita suara, maka hasil penyelidikan itu masih diragukan dalam terapannya. Selain itu, cara ini memerlukan biaya yang tidak sedikit. Contoh: Apabila kita memetik gitar, maka tali gitas akan bergetar dan terjadilah bunyi yang dapat kita dengar. c) Artikulatoris/Organik Pendekatan artikulatoris adalah menyelidiki bagaimana bunyi-bunyi bahasa itu dihasilkan oleh alat-alat (organ) si pembicara (organs of speech). Cara ketiga ini yang memang mudah, praktis, dan dapat diberikan bukti-bukti datanya sehingga setiap orang dapat menerapkannya. Hampir semua gerakan alat-alat ucap itu dapat kita periksa, dari paruparu, sekat rongga dada, tenggorokan, lidah, dan sampai bibir. Pekerjaan-pekerjaan alat-alat yang statis hampir semua dapat kita ‘rasakan’. Cara pendekatan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

93

Penutur pendengar

Alat-alat bicara sistem

getaran-getaran udara Yang dihasilkan

telinga dari auditoris

b. Proses Penghasilan Bunyi Bahasa Pada umumnya bunyi dihasilkan dengan menghembuskan udara keluar dari paru-paru melalui rongga mulut dan atau rongga hidung. Macam-macam alat ucap secara garis besar seperti berikut: 1) Artikulator ialah alat-alat yang mudah/dapat bergerak (bersifat dinamis), pada umumnya terdapat di bagian lidah dan bibir bawah. 2) Titik artikulasi ialah alat-alat yang tidak/ sukar bergerak (bersifat statis). Di samping itu, masih ada lagi yang merupakan keharusan ialah arus udara yang dialirkan keluar dari paru-paru. Contoh penghasilan bunyi bahasa: Dalam menghasilkan bunyi [c] misalnya dapat kita lihat kerjasama antara ketiga faktor tersebut di atas. Mula-mula udara mengalir dari paru-paru, sementara itu, ujung lidah (apex) bergerak menyentuh langit-langit keras akibatnya udara terhalang. Ujung lidah sebagai artikulator, sedangkan langitlangit keras sebagai titik artikulasi.

Posisi pita suara:

a terbuka lebar

b terbuka agak lebar

c terbuka sedikit

d tertutup sama sekali

Keterangan gambar: (a) Posisi untuk bernafas secara normal; (tidak menghasilkan bunyi bahasa), (b) Posisi yang menghasilkan bunyi tak bersuara, (c) Posisi yang menghasilkan bunyi bersuara, (d) Posisi yang mengawali atau mengakhiri bunyi hamzah(glottal stop).

94

c. Klasifikasi Bunyi-bunyi Bahasa Fona pada hakikatnya dapat digolongkan menjadi 2 yaitu fona segmental dan fona suprasegmental (prosodi). Masing-masing dapat dijelaskan seperti berikut. 1) Fona Segmetal Fona segmental ialah fona yang jelas warnanya, artinya batas artikulasinya dapat dianalisis satu dengan yang lain, sehingga secara relatif dapat digolongkan menjadi 2, yaitu: (a) Vokoid ialah fona segmental yang pada umumnya tidak mendapat halangan ketika difonasikan dan bersuara. (b) Kontoid ialah fona-fona segmental yang umumnya mendapat halangan baik penutupan maupun penyempitan pada artikulasi tertentu ketika dihasilkan atau difonasikan dan sebagaian bersuara, sebagian lagi tansuara. 2) Fona Supra segmental Fona supra segmental ialah fona yang sukar dikenal warnanya, hanya dapat dianalisis kualitasnya melalui fonasi fona-fona segmental; artinya fona-fona supra segmental itu hanya ada bersama-sama dengan fonasi fona-fona segmental. Oleh karena itu, fona supra segmental tidak mungkin dapat dianalisis terlepas dari fona-fona segmental. Fona supra segmental dapat dirinci atas: a) Tekanan(stress) b) Panjang(length) c) Nada(pitch) d) Jeda(juncture) e) Intonasi terminal(terminal intonation). (akan dibicarakan lebih lanjut pada bagian lain). d. Fona Segmental Fona segmental adalah fona yang apabila diartikulasikan mudah diartikulasikan. 1) Klasifikasi Vokoid Untuk membuat klasifikasi, kita memakai kriteria yang sangat umum, yaitu posisi lidah, aktivitas lidah, dan bentuk bibir. a) Menurut posisi lidah: (1) Vokoid tinggi: [i, I, u, U]. (2) Vokoid sedang: [E, e, o, ]. (3) Vokid rendah: [a, A, ]. b) Menurut akyivitas bagian lidah: (1) Vokoid depan : [i, I, E, ] (2) Vokoid pusat : [e, a, A, ] (3) Vokoid belakang: [u, U, o, ]. c) Menurut bentuk bibir: (1) Vokoid bundar : [u, U, o, ] (2) Vokoid tanbundar: [i, I, e, E, a, ]. 2) Klasifikasi Kontoid a) Cara artikulasi a) Berdasarkan cara artikulasi, kontoid dapat digolongkan seperti berikut. (1) Kontoid plosif/hambat yaitu kontoid yang terjadi dengan jalan alat ucap tertutup sama sekali pada suatu tempat sehingga udara

95

tertahan, dan ketika halangan itu dilepaskan keluarlah udara tersebut dengan tiba-tiba diiringi semacam letupan. (2) Konotid eksplosif: apabila disudahi semacam letupan. Contoh: [p,b] (3) Kontoid implosif: apabila disudahi dengan tidak ada letupan. Contoh: [k, t, d, g, ?] (4) Kontoid afrikat: yaitu kontoid yang terjadi dengan mula-mula tertutup alat ucap seluruhnya seperti pada posisi kontoid plosif, kemudian halangan itu terlepas dengan diiringi semacam friksi (bunyi geser). Contoh : [c, j] pada kata <cara, dan jalan>. (5) Kontoid frekatif: ialah kontoid yang terjadi dengan penyempitan jalan ucap pada suatu tempat sehingga arus udara masih dapat keluar melalui mulut dengan menimbulkan semacam friksi. Contoh: [f,v,x,G,h] pada kata <fanta, volume, khabar, ghoib, hati>. (6) Kontoid spiran ialah kontoid yang terjadi dengan penyempitan jalan ucap pada suatu tempat dan mendapat halangan semacam pengadukan, sementara itu terdengar bunyi desis. Contoh: [s,S,z,Z] pada kata-kata <sedar, syarat, zaman, measure(Inggris)>. (7) Kontoid nasal: ialah kontoid yang terjadi dengan tertutupnya pada suatu tempat, sedangkan velum merendah, sehingga arus udara keluar melalui rongga hidung dan rongga mulut. Contoh: [m, n, n, n] pada kata-kata <makan, nona, nyonya, singa>. (8) Kontoid lateral: ialah kontoid yang terjadi dengan tertutupnya sama sekali lajur tengah, sehingga arus udara masih dapat keluar melalui kiri kanan lidah. Contoh: [l] pada kata <lidah>. (9) Kontoid trill: ialah kontoid yang terjadi dengan bergetarnya apex (ujung lidah) yang mendekati alveulum ketika arus udara terhembus keluar melaluinya. Contoh: [r] pada kata <radar>. (10) Kontoid flaps: ialah kontoid yang terjadi getaran apex sekali. Contoh: [r] pada kata-kata <very, better, metter>. (11) Semi vokal: ialah kontoid yang terjadi dengan penyempitan pada suatu tempat dalam jalur ucap seperti artikulasi [i,u], kemudian meluncur pada suatu tempat yang lain sehingga arus udara masih dapat keluar melalui mulut diiringi semacam bunyi luncur. Contoh: [W,Y] pada kata <warung, yang>. b) Berdasarkan titik artikulasi Berdasarkan titik artikulasi, kontoid-kontoid dapat digolonggolongkan menjadi seperti berikut. (1) Kontoid labial ialah kontoid yang dihasilkan dengan labium sebagai titik artikulasinya yang disentuh bibir bawah. Contoh: [p,b,m,w] pada kata-kata <papa, babi, mama, warga>. (2) Kontoid dental ialah kontoid yang dihasilkan dengan gigi atas sebagai titik artikulasi yang ditekan/ dikenai apex. Untuk selanjutnya cara mengungkapkan seperti kontoid labial dan dental. Contoh: [f,v] pada kata-kata [fantasi, fafourit, volume]. (3) Kontoid interdental Contoh: [t,d,] pada kata-kata <terang, damar(Jw)>. (4) Kontoid alveolum 96

Contoh: [t,d] pada kata <puthu, thukul ‘sejenis makanan, tumbuh’, medhi ‘pasir’ (Jw)>. (5) Kontoid palatal Contoh: [c,j,n,y,S] pada kata-kata <cari, jarang, nyata, yang, syirik]. (6) Kontoid velar ialah kontoid yang dihasilkan dengan velum sebagai titik artikulasi tempat didekati dorsum. Contoh: [k,g,x,n] pada kata-kata <ksrsng, guna, khabar, arang>. (7) Kontoid faringal ialah kontoid yang terjadi dengan farinx sebagai titik artikulasi, atau radix tertarik ke arah farinx. Contoh:[ ] pada kata maklum. (8) Kontoid glotal (glottal stop) Contoh: [?] pada kata-kata <anak, jarak>. c) Berdasarkan artikulator Berdasarkan artikulator kontoid dapat digolongkan seperti berikut. (1) Kontoid labial ialah kontoid yang dengan labium(bibir bawah) sebagai artikulator yang terkatup bibir atas atau menekan gigi atas. Contoh: [p,b,m,f,v,w] seperti pada kata-kata yang sudah dicontohkan kontoid labial di atas. (2) Kontoid apikal Contoh: [t,d,t,d,c,n,l,r,r]. (3) Kontoid laminal Contoh: [c,j,s,S,z,Z]. (4) Kontoid dorsal Contoh: [k,g,x,n,G]. (5) Kontoid radikal Contoh: [ ] pada kata arab <‘adat>. d) Berdasarkan artikulator dan titik artkulasi Berdasarkan artikulator dan titik artukulasinya kontoid-kontoid dapat dibagi seperti berikut. (1) Kontoid bilabial ialah kontoid yang dengan labium (bibir bawah) sebagai artikulator yang menyentuh bibir atas sebagai titik artikulasinya. Contoh: [p,b,m,w]. (2) Kontoid labiodental Contoh: [f,w]. (3) Kontoid apiko-interdental Contoh: [t,d]. (4) Kontoid apiko-alveolar Contoh: [t,d,n]. (5) Kontoid palatal Contoh: [t,d,j,,ny/n,y,s,S]. (6) Kontoid velum Contoh: [k,g,x,n/ng]. (7) Kontoid radix-faringal Contoh: [ ]. (8) Kontoid glotal/hamzah/glottal stop Contoh: [ /’]. (9) Kontoid laringal Contoh: [h] pada kata-kata <hambar, hembus>. e) Kondisi pita suara 97

Fona Suprasegmental Fona suprasegmental atau fona prosodi tidak semudah fona segmental cara mencatatnya.p.c. yang terjadi mungkin kontoid atau vokoid.c. Dalam tuturan(utterances) keseluruhan atau rangkaian nada merupakan tangga suara atau tangga nada(pitch level).Z.Berdasarkan kondisi pita suara kontoid dapat dibedakan seperti berikut. Dalam lukisan prosodi sering juga tangga nada itu ditandai dengan angka: 98 .t.u.v.w]. karena dipergunakan selaku komponen yang membedakan makna.d. ‘ : untuk menandai tekanan yang sekunder “ : untuk menandai tekanan yang primer Contoh: ‘green “house ‘white “house Panjang pendek/length Panjang pendek ialah ciri prosodi yang merupakan perpanjangan suatu fona.. f) Berdasarkan jalan yang diikuti arus ujaran ketika keluar dari rongga ujaran.l. (1) Kontoid oral Contoh: [a. Tanda diakretik yang digunakan seperti berikut.f. aduh ‘jauh sekali’ [?adu:h] assalam [?assala:m]. kontoid dibedakan seperti berikut.o. Untuk itu.t.h.. (1) Kontoid suara Contoh: [b.g. Untuk melukiskan fona-fona prosodi itu biasanya dipergunakan berbagai-bagai tanda diakretik Tandanya terbatas sekali. seperti bahasa Cina. Nada tersebut ditulis di atas silabel atau fona yang harus diucapkan dengan disertai pitch.g.?]. Pitch itu biasanya dilukiskan dengan: [ /] : nada naik [ \] : nada menurun [ .j.f.n(ny).z. Fona-fona supra segmental itu digolong-golongkan menjadi: 1) Tekanan/stress 2) Panjang pendek/length 3) Nada/pitch 4) Juncture 5) Intonasi terminal/terminal intonation.j.k.n.d.x.r. 2) Nada/pitch Nada atau pitch ialah naik turunnya suara ketika sederetan fon-fona difonasikan. (2) Kontoid tansuara Contoh: [p. e. lebih banyak berhubungan dengan pembicaraan fonem.b.Z].] : nada mendatar [ V ] : nada turun naik [ /\]: nada naik turun.w.s. Dalam beberapa bahasa tertentu.d.h.t.S.v.z.s.k.n(ng)]. terutama ciri-ciri prosodi yang kontras-kontras. Contoh: ‘adoh’ [?adoh] .?. dan lain-lain pitch itu tinggi frekuensinya. 1) Tekanan/stress Bermacam-macam cara untuk melukiskan tekanan tersebut. Korea.S.d. (2) Kontoid nasal Contoh: [m.x..

yaitu dengan cara substitusi(komutasi). Biasanya sesudah intonasi terminal menyusullah kesenyapan akhir dan awal. Panjang atau pendeknya atau lama sebentarnya perhentian itu relatif sekali. 99 . atau mudahnya dapat dikatakan bahwa jeda yang terdapat antarsuku kata. f. 2) Tugas fonemik a) Fonemik itu berusaha menyelidiki serta menentukan fonem-fonem yang terdapat pada bahasa/bahasa-bahasa yang menjadi objek penelitian itu(membuat invetaris sistem bunyi). Jeda luar dapat dibagi menjadi 3 macam: [ / ] . a) Jeda dalam (internal juncture) adah jeda yang terdapat dalam perkataan selaku batas silabel. atau jeda yang terdapat dalam kata.a) b) c) d) Angka 1 : untuk Angka 2 : untuk Angka 3 : untuk Angka 4 : untuk pitch terendah pitch yang lebih tinggi pitch yang lebih tinggi lagi pitch yang paling tinggi. b) Jeda luar (external juncture) ialah jeda yang terdapat di antara unsur-unsur frasa. Tanda yang dipakai adalah: [  ] : untuk mendatar [ --^] : untuk menaik yang ditaruh sesudah jeda silang rangkap. 1985:61). bahkan dalam struktur hampir tak dapat dibedakan adanya bermacam-macam jeda. 3) Jeda/juncture Jeda adalah batas atau perhentian antara satuan-satuan fona. Contoh: # ?a + yah // su + dah / da + tan / ta +di / pa + gi # c) Intonasi terminal (terminal intonation) Intonasi terminal ialah lagu penghabisan satuan tutur pada setiap yang disebut kalimat. jika kata itu terdiri atas paling sedikit dua silabel diberi tanda [+]. Metode yang dipakai untuk keperluan tersebut biasanya sangat sederhana. Contoh: [mi + lI?] [ki + ta]. Temponya mungkin pendek atau panjang(lama). jeda tunggal [ // ] : jeda rangkap [ # ] : jeda silang rangkap. [ --v ] : untuk menurun Contoh: [# ?a +dI? // se + dan / me + na + nIs #--V ] Kadang-kadang juga diletakkan pada bagian jeda silang : [ #> ] : untuk mendatar [ # ] : untuk menaik [ # ] : untuk menurun. Pendeknya atau lama sebentarnya perhentian itu relatif sekali.phoneme) sering didefinisikan sebagai kesatuan bunyi yang terkecil dalam sebuah bahasa yang dapat membedakan makna (Prawirasumantri. Fonem dan Tugas Fonem 1) Pengertian Fonem Fonem (inggris. Oleh ahli-ahli bahasa biasanya dilukiskan adanya dua macam jeda. Kedua macam tersebut dapat dipakai dalam transkripsi fonetis.

Sama halnya dengan kata berumah dan berjalan masing-masing terdiri atas dua bentuk bermakna. Kata sepeda sebagai bentuk ulangnya. Demikian pula kata rumah-rumah dan jalan-jalan masing-masing terdiri atas dua bentuk bermakna. d) Fonemik itu berusaha menyusun perumusan distribusi fonem tiap bahasa yang menjadi objek penelitian. Hal ini terbukti apabila katakata tersebut dianalisis atau diuraikan ke dalam bentuk yang bermakna. 2. (2) Anak / dukun beranak. Sama halnya dengan kata rumah dan jalan: kata bersepeda terdiri atas dua bentuk bermakna. b) Prosodi sebagai ciri distingtif Contoh: (1) Anak dukun / beranak. yang biasa disebut kata akan nyata bahwa strukturnya berbeda-beda. Pengertian Morfologi dan Satuan-satuan Gramatik 1) Pengertian Morfologi Perhatikan contoh-contoh berikut berdasarkan unsur-unsur pembentuknya. Sistem distingtif ditentukan oleh oposisi. lama telah mencoba mengemukakan cara itu dengan mempergunakan sepuluh pasang minimal kata yang mirip paling sedikit mengandung sebuah fonem masing-masing yang berbeda. jalan.serta rumah. e) 1) Ciri Distingtif a) Oposisi: /t/ vs /d/ /s/ vs /c/. a) sepeda b) Rumah c) jalan bersepeda berumah berjalan sepeda-sepeda perumahan berjalan-jalan sepeda motor rumah-rumah jalan-jalan rumah-rumahan menjalani rumah sakit menjalankan Kalau kita perhatikan contoh-contoh di atas. c) Fonemik mencoba menemukan sistem dalam materi fonem-fonem dengan ciri-ciri distingtifnya. Usaha itu merupakan percobaan/pengujian gabungan fonem-fonem. paar: baar paar: aar baar: aar ‘kelamin’ : ‘ gelombang’ pot : bot pot : ot dst. Morfologi a. ‘belanga’ : ‘tulang’ pier : bier pier : ier ‘cacing’ : ‘bir’ peer : beer peer : eer ‘buah pir’: ‘beruang’ pal : bal pal : al ‘tetap’ : ‘pesta’ paard : bard paard: aard ‘kuda’ : ‘jenggot’ pak : bak pak : ak ‘pak’ : ‘bak’ pest : best pest : est ‘sampar’: ‘terbaik’. Ciri-ciri distingtif itu mengandung fungsi dapat membedakan sesuatu fonem dengan fonem yang lain. yaitu ber. yaitu ber.dan sepeda. misalnya <tari> vs <cari>.Ahli-ahli fonemik (fonologi) Belanda. yakni rumah dan jalan sebegai bentuk dasarnya dan 100 . b) Fonemik berusaha memnetukan sifat-sifat atau ciri-ciri distingtif fonemfonem. Kata sepeda terdiri atas satu bentuk bermakna tidak dapat diuraikan menjadi lebih dari satu bentuk yang masih mengandung makna.

Contoh. Sama halnya dengan kata rumah sakit yang terdiri atas rumah dan sakit. bersepeda. yang terdiri dari satuan ber-. kota. meng-. ke. atau disingkat satuan. Kata berpakaian misalnya. Pada garis besarnya morfologi membicarakan: 1) morfem-morfem yang terdapat dalam sebuah bahasa. dan 4) penjenisan kata. ia meng-. ternyata bahwa ada satuan-satuan yang berulang-ulang dapat kita dengar. baik arti leksikal. 101 . berbeda dengan bersepeda. bersepeda ke luar kota. Satuan-satuan ber-. maupun kompleks yang menjadi dasar bentukan bagi bentuk yang lebih besar. yakni sepeda dan motor. Kata sepeda motor terdiri atas dua bentuk bermakna. bersepeda ke luar kota. baik tunggal.rumah serta jalan sebagai bentuk ulangannya. a) Bentuk Tunggal dan Bentuk Kompleks Satuan sepeda dibandingkan dengan bersepeda. masing-masing merupakan bentuk tunggal. terbentuk dari bentuk dasar pakaian dengan efiks ber-. beli. “Ia membeli sepeda baru”. Satuan-satuan yang mengandung makna. maupun makna gramatikal seperti bentuk-bentuk di atas. ia membeli sepeda. yang terdiri dari satuan ia. baru. sepeda. sepeda. yakni rumah sebagai bentuk dasarnya dan rumah sebagai bentuk ulangnya. dan baru. yang sebenarnya terdiri dari satuan ber. selanjutnya kata pakaian terbentuk dari unsur dasar pakai dengan afks – an. sedangkan satuan yang terdiri dari satuan-satuan yang lebih kecil disebut bentuk kompleks. ternyata ada perbedaannya. “Ia membeli sepeda baru”. Bentuk dasar ialah bentuk. bersepeda ke luar kota. serta –an sebagai imbuhan. disebut satuan gramatik. bersepeda ke luar kota. 1985). misalnya sepeda.menjadi berpakaian.dan sepeda. Kata perjalanan terdiri atas per-an dan jalan. Perbedaannya ialah satuan-satuan sepeda tidak mempunyai satuan yang lebih kecil lagi. beli. luar. bersepeda. sedangkan satuan-satuan bersepeda. dan berbeda pula dengan satuan “Ia membeli sepeda baru”. 3) fungsi proses pembentukan kata. Satuan gramatik yang tidak terdiri dari satuan yang lebih kecil disebut bentuk tunggal. Misalnya kata berpakaian terbentuk dari bentuk asal pakai mendapat imbuhan afiks –an menjadi pakaian. luar. b) Bentuk Bebas dan Bentuk Terikat Bentuk bebas adalah bentuk yang dapat berdiri sendiri dalam tuturan biasa dan memilki sifat dapat dilekati bentuk-bentuk atau afiks lain. Kata rumah-rumahan terdiri atas 3 bentuk. Bentuk terikat adalah bentuk yang memilki makna gramatikal dan melekat pada bentuk dasar. ke. kemudian mendapat imbuhan afiks ber. dan sebagainya. c) Bentuk Asal dan Bentuk Dasar Bentuk asal ialah satuan yang paling kecil yang menjadi asal suatu kata kompleks.bentuk terikat dan sepeda bentuk bebas. ber. 1985:25). 2) proses pembentukan kata. kota. 2) Satuan Gramatik a) Pengrtian Satuan Gramatik Jika kita mendengar tuturan seseorang atau tuturan seorang informan dengan seksama. Begitu pula pada bentuk-bentuk yang lain(Prawirasumantri. Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa morfologi ialah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk bentuk kata. merupakan bentuk kompleks (Ramlan.

(7) Memiliki kesanggupan untuk melekat pada bentuk-bentuk dasar yang lain. 3) sufiks. proses pengulangan. (6) Fungsi afiksa untuk mmbentuk kata kompleks. a) Afiksasi Afiks adalah imbuhan yang dibubuhkan pada bentuk dasar yang memiliki kesanggupan melekat pada bentuk-bentuk lain untuk membentuk kata kompleks. b) Pengulangan 102 . Contoh: berpakaian pakaian berU pakai U -an U berperikemanusiaan Perikemanusian Kemanusiaan berU peri U ke-an U manusia U 3) Proses Morfologis Proses morfologis ialah proses pembentukan kata-kata dari satuan lain yang merupakan dasarnya. (2) Makna afiks secara relatif tidak tetap. Bahasa Indonesia terdapat tiga proses morfologis ialah proses pembubuhan afiks. (4) Tidak pernah bertindak sebagai bentuk dasar. afiks dapat dibedakan atas: 1) prefiks. Unsur langsung adalah unsur yang langsung membentuk kata kompleks. dan 4) simulfiks (konfiks). dan proses pemajemukan (Ramlan 1985 46-49). (3) Tidak mempunyai makna leksikal. 2) infiks.d) Unsur dan Unsur Langsung Unsur adalah bentuk-bentuk atau nsur-unsur yang membentuk kata kompleks. Ciri-ciri afiks: (1) Berupa bentuk terikat. (5) Secara gramtis terikt. Berhubungan dengan posisinya.

Kata majemuk dengan unsur unik adalh bentuk yang di dalam kombinasi satu-satunya dengan bentuk lain. (c) Menyatakan makna ‘melakukan seperti pada bntuk dasarnya’. membaca. Misalnya: rumah makan. (d) Menyatakan makna ‘dalam keadaan’ pada kata menyendiri. beran. Contoh: menepi.’ Contoh: melebar.. (3) Mengulang berbareng dengan afiks. Afiks pembentuk adjektival ialah se-nya. Prinsip-prinsip penentuan kata ulang: (1) Terdapatnya kata dasar yang diulang. di-. bermain. Ciri-ciri kata majemuk: (1) Di antara unsur-unsurnya tidak bisa disisipi unsur lain. bersembahyang. -i.. dan lain-lain. orang tua (3) Gabungan unsurunsurnya membentuk makna baru. peng-an. berbahagia. ke-an. tua bangka... Macam-macam kata ulang: (1) Mengulang seluruh bentuk dasarnya. Afiks pembentuk nominal peng-. (2) Afiks ber(a) Bermakna ‘melakukan perbuatan . ke-an. bernyanyi. berdagang. meluas. per-. -kan. (4) Perulangan merupakan proses penutup. -an. 103 . menggulai. per-an. (2) Unsur-unsurnya tidak bisa diputarbalikkan. (3) Perulangan itu tidak mengubah kelas kata.. baik dengan variasi fonem maupun tidak... Contoh: menulis. Afiks pembentuk numeraial yaitu se-.Proses pengulangan adalah pengulangan bentuk dasar atau satuan gramatik. meresmikan. (c) Bermakna ‘kumpulan yang terdiri dari .. (4) Mengulang dengan variasi fonem. infiks. (2) Terdapatnya pertalian yang relevan antara bentuk ulang itu dengan kata dasarnya. mencetak. (2) Mengulang sebagian bentuk dasarnya. c) Pemajemukan Kata majemuk ialah gabungan unsur-unsur yang membentuk kata baru. Misalnya. meninggi. berpadu. ber-. rumah sakit. berlima. ter-.’. (b) Menyatakan makna ‘menjadi . bersedih. bertiga. menyempit. d) Fungsi Afiks Afiks pembentuk verbal antara lain: meng-.’ Contoh: berangkat. e) Makna afiks (1) Makna afiks meng(a) Menyatakan perbuatan aktif transitif. Contoh: tua renta. memukul. baik sebagian atau seluruhnya. merokok. membatu. sunyi senyap. Hasil pengulangan itu disebut kata ulang. misalnya kacamata. Contoh: berdua. (b) Bermakna ‘dalam keadaan’ Contoh: bergembira. mengecil.

Contoh: setibamu. (rumah) kedelapan. (b) Bermakna ‘alat untuk meng---‘ Contoh: pemtong. (3) Afiks diBermakna ‘suatu perbuatan pasif’. perkuda. 104 . tertanam. penguat. terhukum. terpandai. berwibawa. (e) Bermakna ‘mempunyai . Contoh: se-Indonesia. (7) Afiks se(a) Bermakna ‘satu’. (e) Bermakna ‘paling –‘. ketiga (pasang). berpemimpin. Contoh: terbangun. (c) Bermakna ‘sama... (d) Bermakna ‘dapat di-‘. penjahit. pengarang. sekembalinya. Contoh: pengeras. terindah. (c) Bermakna ‘ketiba-tibaan’. Contoh: tertinggi. sebuah. terjatuh. sehebat. terduduk. (4) Afiks ter(a) Bermakna ‘aspek benefaktif’. seisi kampung. (d) Bermakna ‘setelah’. peramah. berladang. pemanis. Contoh: berayah. Contoh: berbaju. dilarikan. terjepit. (8) Afiks ke(a) Bermakna ‘kumpulan yang terdiri dari . (b) Bermakna ‘seluruh’. (c) Bermakna ‘yang memiliki sifat . terbaca. terbesar. (b) Bermakna ‘urutan’. Contoh: segunung. (d) Bermakna ‘kausatif’. seperti’. serumah. berumah.’.. tertusuk.. terjahit. tersentuh. penakut. pemalu. Contoh: pemalas. penghalus. pencipta. pendingin.. Contoh: terbagi. terlihat.’. pemukul.. (5) Afiks peng(a) Bermakna ‘yang (pekerjaannya) meng---‘. semeter. Contoh: kedua(orang). membelikan. pencukur. pemancar. tertutup. sepulangku. dikemasi.’. pertinggi. sebulan. bersepeda. membawakan.. diresmikan. Contoh: membacakan. Contoh: (pegawai) kedua. terselami. Contoh: diambil. perdua.. Contoh: pembaca. (6) Afiks perBermakna ‘kausatif’ Contoh: perbesar. (9) Afiks –kan (a) Bermakna ‘benefaktif’. periang. (meja) keempat. terduga. tersinggung.’. dibangun.. membuatkan. pembela. pendiam. sehari. Contoh: terbawa. (b) Bermakna ketidaksengajaan’. tercetak. berpakaian.. bersuara. pengangkut. sekecil. terlihat. perlima. terluas. Contoh: sekarung. Contoh: ternilai.(d) Bermakna ‘melakukan perbuatan . terperosok. pertuan.

(12)Afiks –wan (a) Bermakna ‘0rang yang ahli’. menerbangkan. garisan. ilmuwan. pengertian. Contoh: kelurahan. Contoh: kebaikan.. Contoh: mengotori. kecamatan. pendapatan. pengajuan. karangan. Contoh: (majalah) mingguan. (10)Afiks –i (a) Bermakna ‘berulang-ulang meng---‘. melempari. penulisan. menyampuli. (e) Bermakna ‘temapt/daerah’. Contoh: penyajian. rohaniwan. menulisi. kedinginan. Contoh: negarawan. memanasi. (b) Bermakna ‘cara meng---‘. keduniaan. 105 . (c) Bermakna ‘satuan yang terdiri dari’. Contoh: menduduki. membuangi. literan. Contoh: pembacaan. Contoh: meteran. mengguntingi. mengatapi. Contoh: mendudukan. sosiawan. Contoh: ratusan.’. kemanusiaan. kelaparan. (d) Bermakna ‘beberapa’. kegembiraan. kiloan. kesinambungan.. kemasukan. tulisan. (b)Bermakna ‘orang yang/orang yang memiliki sifat’. mencabuti. kewanitaan. menanami. (c)Bermakna ‘hasil perbuatan/apa-apa yang di ---‘’ Contoh: pendengaran.. Contoh: kehewanan. pengiriman. mendatangi. pengadaan. (11)Afiks –an (a) Bermakna ‘alat untuk meng---/hasil meng---‘. kecurian. pengaturan. jutaan.(b) Bermakna ‘kausatif’. penglihatan. (e) Bermakna ‘sekitar’. kedengaran. Contoh: 50-an. pembelian. meninjui. kesultanan. Contoh: timbangan. (b) bermakna ‘tiap-tiap’. (d) Bermakna ‘dalam keadaan tertimpa’. (b) Bermakna ‘ hal-hal yang berhubungan dengan’. (c) Bermakna ‘dapat di---‘. memberangkatkan. Contoh: menggarami. (14). ratusan. Contoh: kelihatan. (cacatan) harian. (tiga) bulanan. ribuan. 80-an.Afiks peng-an (a) Bermakna ‘hal meng---‘. (c) Bermakna ‘kausatif’. 90-an. ribuan. (13) Afiks ke-an (a) Bermakna ‘suatu abstraksi/hal’. relawan. keberangkatan. (a) Bermakna ‘memberi . usahawan. ketahuan. menggulai. tatabahasawan. Contoh: cendekiawan. memerahi. Contoh: kehujanan. (b) Bermakna ‘objeknya menyatakan tempat’. kerajaan. Contoh: mengambili. membasahi.

tanda pisah (-). S–P–O : Rani mendapat hadiah. sedangkan yang lain sepadan dengan jeda. persekutuan. (e)Bermakna ‘ tempat meng---‘. setinggi-tingginya. b. pembuangan. beterbangan. kalimat diucapkan diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut. Contoh: peristrahatan. atau tanda seru (!). berpapasan. pengasingan. persyaratan. 106 . tanya dan seru melambangkan kesenyapan. Contoh: berdatangan. pernafasan. Tanda titik. tanya. (c) Bermakna ‘saling’. semesntara itu. berkirim-kiriman. perkemahan. bermunculan. pengungsian. S–P–K : Kami tinggal di Jakarta. Dalam wujud tulisan berhuruf latin. persekolahan. dalam wujud lisan atau tulisan. Contoh: persahabatan. sepadan dengan intonasi akhir. perindustrian. Contoh: pendengaran. Contoh: pergedungan. pertapaan. (16) Afiks ber-an (a) Bermakna ‘banyak pelaku’. dan seru. di dalamnya disertakan pula berbagai tanda baca seperti koma(. perairan. titik dua(. Batasan Kalimat Kalimat adalah satuan bahasa terkecil. (15) Afiks per-an (a) Bermakna perihal ‘. peralatan. Contoh: pengadilan. Dalam wujud lisan. bergoyangan. (e) Bermakna ‘berbagai-bagai’. Contoh: perbekalan. (17) Afiks se-nya Afiks se-nya bermakna ‘superlatif’. penglihatan. Contoh: bersentuhan.). (b) Bermakna ‘pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang’. perkotaan. dan diakhiri dengan intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan ataupun asimilasi bunyi ataupun proses fonologis lainnya. berlompatan. 1) 2) 3) 4) Pola Kalimat Dasar S-P : Orang itu sedang tidur. sekuat-kuatnya. yang mengungkapkan pikiran yang utuh. (d) Bermakna ‘daerah’. Contoh: berloncatan.(d)Bermakna ‘alat yang digunakan untuk meng---‘. perkapalan. perbukitan. kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik(. S – P – Pel : Pancasila merupakan dasar negara kita. Contoh: sepenuh-penuhnya. Spasi yang mengikuti tanda titik. Contoh: 1) Hai Min! 2) Hai. persembunyian. pertokoan. bergulingan. Sintaksis a. 3) Parmin akan bermain ke Simpanglima. Contoh: perkampungan. (c) Bermakna ‘tempat ber---‘. (b) Bermakna ‘hal/hasil ber---‘. 3. tanda tanya(?). perhentian. dan spasi. disela jeda. bergantungan.).

Contoh: (1) Ida sedang mencarikan adikknya pekerjaan. 6) S – P – O – K : Dian mengambil air minum di dapur. 2) Kalimat Berpredikat a) Kalimat Taktransitif Kalimat yang tak berobjek dan takberpelengkap hanya memiliki dua unsur fungsi wajib. urutan katanya adalah subjek-predikat. c. 107 . Contoh kalimat lain berketerangan dan berpelengkap: (1) Guntur selalu naik sepeda ke sekolah. b) Kalimat Ekatransitif Kalimat yang berobjek dan tidak berpelengkap mempunyai tiga unsur wajib. Jenis Kalimat 1) Kalimat Tunggal Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri atas satu klausa. d) Kalimat pasif Contoh: (1) Tugas itu harus mereka selesaikan. yakni subjek. Contoh: (1) Pemerintah akan memasok semua kebutuhan Lebaran. Hal itu berarti konstituen untuk setiap kalimat adalah satu subejk dan satu predikat. Pada umumnya. yakni subjek dan predikat. (f) Kalimat Berpredikat Nominal Contoh: (1) Ini adalah masalah keluarga mereka sendiri. objek. E) Kalimat Berpredikat Adjektival Contoh: (1) Alasan para pengunjuk rasa agak aneh. dan objek. dan pelengkap yang dinamakan verba dwitransitif. Contoh: (1) Padinya menguning. predikat . c) Kalimat Dwitransitif Verba transitif dalam bahasa Indonesia yang secara semantis mengungkapkan hubungan 3 maujud. 7) S – P – O – Pel – K : Dian mengambilkan adiknya air minum di dapur.5) S – P – O – Pel : Dian mengambilkan adiknya air minum. Maujud itu maing-maing subjek. (2) Buku itu sudah dibacanya/dia baca. Contoh: (a) Mereka akan membentuk kelompok belajar. (2) Dia menugaskan pekerjaan itu kepada saya. Predikat dalam kelompok verba ekatransitif adalah verba yang digolongkan dalam kelompok verba ekatransitif.

Ibu hanya mengangguk – angguk. maupun . melainkan.. lalu. tetapi.. serta.. (2) Hubungan Syarat 108 1) ... maupun. (b) Kami harus pergi sebelum dia datang. Konjugtor yang dipakai seperti : dan. Contoh : .. anak itu kembali ke orang tuanya. tidak / bukan sekedar.. (2) Apa kabar? Kalimat Majemuk Kalimat majemuk adalah kalimat yang mempunyai minimal dau klausa. atau berbohong untuk menyenangkan hati orang tuanya. tidak / bukan hanya. (h) Kalimat Tak lengkap Contoh: (1) Assalaamu’alaikum. b) Kalimat Majemuk Bertingkat Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih yang kedudukannya tidak sejajar.. setara perlawanan.Jangankan disuruh melawan membantahpun dia tidak berani (3) Setara Memilih Konjugtor yang dipakai adalah atau. sedangkan. kemudian... dan air matanya terus mengalir. tatkala. sementara.. ketika. . sedangkan. (b) Setelah dua tahun berpisah.. kemudian. sedari. Contoh : (a) Aku tidak mengarti akan hal itu ketika aku masih anak anak. lalu. yakni: Kalimat majamuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Contoh : . padahal. tetapi. padahal. baik. a) Kalimat majemuk setara Kalimat majamuk setara adalah kalimat yang memiliki dau klausa atau labeh dan kedudukannya sejajar / sederajat. tidak / bukan saja. dll. (2) Setara Perlawanan Konjugtor yang dipakai adalah tetapi. dan setara memilih. melainkan. Kalimat majemuk ada dua macam. Contoh : (a) Pengurus KUD harus berwibawa.. sewaktu. jangankan. bukan. baik. (1) Hubungan Waktu Konjugtor yang dipakai adalah sejak. (1) Setara Penambahan Konjugtor yang dipakai adalah dan.... Beberapa macam hubungan sematis pada kalimat majemuk bertingkat seperti berikut. dan namun... atau. tidak . Contoh : .Dia harus mengatakan yang benar sesuai dengan keyakinannya. sambil.(g) Kalimat Berpredikat Numeral Contoh: -Uangnya banyak sekali. dan tidak sombong. Kalimat majamuk setara ada tiga macam yang pertama setara menambah.

(8) Hubungan Hasil Konjugtor yang digunakan seperti sehingga. karena. asal (kan). (5) Hubungan Konsensif Konjugtor yang dipakai adalah A. (b) Saya sengaja tinggal di kota kecil agar dapat mengetahui kehidupan disana. sekiranya. (4) Hubungan Tujuan Konjugtor yang dipakai adalah agar. bilamana. andai kata.maka.. (10) Hubungan Komplementasi Konjugtor yang dipakai adalah bahwa. b. (b) walaupun/meskipun hatinya sangat sedih. bagaikan. andaikan. dia tidak pernah menangis di hadapanku. untuk. akibat. laksana. dari (pada). kalau – kalau. biar. sampai. (b) Sudah dau hari dia tidak masuk jangan – jangan dia sakit. saya tentu senang sekali menceritakanya. Contoh : (a) Seandainya para anggota kelompok menerima norma itu.. (9) Hubungan Alat Konjugtor yang dipakai adalah dengan dan tanpa.. sekalipun. kalau.L walau (pun). Contoh : (a) Jika Anda mau mendengarkannya. Frasa 1) Pengertian Frasa Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang tidak melebihi batas fungsi. supaya. (6) Hubungan Perbandingan Konjugtor yang dipakai adalah seperti.Konjugtor yang dipakai adalah jika (lau). Contoh: a) gedung sekolah itu b) di halaman 109 . Contoh : (a) Kami pergi biar dia bisa bebas berbuat sesukanya. Contoh : (a) Dia akan pergi sekalipun/biarpun kami mencoba menahannya. ibarat. (b) Hatiku bertambah ciut apabila/bilamana aku teringat bahwa akulah yang tertua (3) Hubungan Pengandaian Konjugtor yang dipakai adalah seandainya. apabila.. meski (pun). kalimat langsung. oleh karena. selesailah seluruh permasalahan. sehingga (sampai). (11) Hubungan Perbandingan Konjugtor yang dipakai lebih/kurang. jangan – jangan. (12) Hubungan Oktatif Konjugtor yang dipakai adalah semoga/ moga – moga/ mudah – mudahan. sebagaimana (7) Hubungan Penyebaban Konjugtor yang dipakai seperti sebab.

2) endosentrik koordinatif. Contoh : a) Indonesia. b) Tipe 2 terdapat pada kata onomatope. 3) Rencana itu tidak berjalan. b) Bapak SBY.Frasa ada dua macam yaitu frasa endosentrik dan frasa eksosentrik. Frasa Eksosentrik Frasa Eksosentrik adalah frasa yang tidak mempunyai distribusi / kelas kata yang sama dengan unsur – unsurnya. Frasa endosentrik ada 3 macam.. kata itu mempunyai makna yang berbeda-beda. meja’ dan lainlain. 2) Rapat sedang berjalan. (terlaksana.. . b. segolongan benda disebut ‘buku. seperti kata makan. dan 3) endosentrik apositif. (berlangsung). Semantik a. 110 .. anak Pak Sastro. Presiden RI.. Penunjukan Fungsi kata ialah untuk menunjuk atau menyebut sesuatu (benda. yang memiliki seperangkat ciri pembeda yang sama. Tipe-tipe Penunjukan/Penyebutan a) Penyebutan 1 terhadap segolongan benda dll. dll. . Contoh : a) di perpustakaan b) ke sekolah 4. jumlah) yang bersifat luar bahasa. Pengertian Makna dan Arti Kata ` Di dalam kalimat. kursi. tanah airku.... Contoh: (a) Buku baru (c) Ahmad. a) Frasa Endosentrik Atributif Frasa Endosentrik Atributif adalah farsa yang salah satu unsurnya menjadi pusat dan yang lain menjadi bawahan. hal. sifat atau keadaan. Contoh : (1) buku baru (2) pembangunan lima tahun b) Frasa Endosentrik koordinatif Frasa Endosentrik koordinatif adalah frasa yang unsur – unsurnya memiliki kedudukan / kelas kata yang sejajar. dilaksanakan). ii. i. Contoh : (1) ayah ibu (2)bembinaan dan pengembangan c) Frasa Endosentrik Apositif Frasa Endosentrik Apositif adalah frasa yang salah satu bagiannya yang unsur – unsurnya bisa saling menggantikan. Kedua macam itu diuraikan seperti berikut ini. kata-kata emotif ekspresif dan kata-kata fonestem (kata yang mengandung gugus bunyi tertentu i. (berputar). (bergerak dari satu posisi ke posisi lain dengan kaki). Misalnya. 2) Frasa Endosentrik Frasa endosentrik adalah frasa yang mempunyai distribusi atau kelas kata yang sama dengan semua unsur atau salah satu unsurnya. 4) Sumbunya tidak berjalan. perbuatan/peristiwa. yakni 1) endosentrik atributif. . misalnya: 1) Saya berjalan seorang diri.

geping banget. /bapaqe?/ (Banyumas). Misalnya. 3. Tipe 7 penyebutan didasarkan atas bahan yang dipakai untuk sesuatu benda. Tipe arti afektif ialah yang mencerminkan perasaan pribadi si pembicara termasuk sikapnya yang diajak bicara.Bernyawa . Misalnya. ‘Hari ini saya akan ke Solo’. Misalnya. Metode Analisis Komponen Yang dimaksud metode analisis komponen ialah mengurai arti konsep suatu kata ke dalam ciri-ciri semantik dari sebuah kata. Tipe 6 penyebutan didasarkan atas penemu atau pabrik pembuatnya. kata rumah meja. Misalnya. Tipe Arti Tipe arti konsep. Misalnya Aminah. Misalnya si Gendut. Misalnya. den baguse. bambu runcing. (2) pemfokusan.Keluaran sekolah bidan e. Tipe arti tematik ialah tipe arti yang menggambarkan pembicara mengorganisasikan amanatnya dalam bentuk: (1) pengurutan. atau terhadap sesuatu yang dibicarakan. Kata ‘pendusta’. Misalnya. 4. ada 5 macam. Tipe arti reflektif ialah arti yang menimbulkan penggandaan arti. kata cantik.Dewasa . pating grandul (Jw). ‘Aku ini binatang jalang’. kata goni. filip.Benda . dan tampan. . jambu bangkok. ‘Dhuh Gusti!’’. 5. Djarum (rokok). volt. 111 d. 2. diberi partikel. itiritir(Jw). a) b) c) menyarankan aspek semantis tertentu. Misalnya. Tipe 3 terdapat pada nama diri. kata cecak. Misalnya.Berjenis kelamin perampuan . Misalnya. Sinonim Sinonim ialah dua kata atau lebih yeng mempunyai arti leksikal yang lebih kurang sama. Tipe 5 penyebutan berdasarkan salah satu sifatny yang paling menonjol. Tipe ari konotatif ialah tipe arti yang bersif tertentuat tambahan. Boxy. yang dipentingkan di muka ‘Kemarin saya akan pergi ke Solo’. dll. ‘Sayalah yang akan pergi ke Solo’. Tipe arti kolokatif ialah tipe arti yang dimiliki oleh kata tertentu yang cenderung bervalensi/bergabung dengan kata lain tertentu. dengan tekanan primer. Misalnya. 1. Tipe 4 menyebut sebagian mewakili keseluruhan. Misalnya. kata sapi benggala. gepeng geping . Tipe arti stilistika ialah arti yang terdapat pada suatu ujaran tertentu yang mencerminkan lingkungan dan status sosial dari pemakaianya. Penerapan metode analisis komponen misalnya kata bidan: . PSSI dikalahkan Bahrain 9:1. Misalnya.Manusia . Tipe arti ini terutama terdapat pada kata kebanyakan bahasa yang bersifat satu dibanding satu. Tipe 8 penyebutan didasarkan atas nama tempat asal. dan (3) penekanan. cerdas.c) d) e) f) g) h) c. Tipe arti asosiatif.

pembeli dan penjual. Antonim Antonim ialah hal berlawanan atau bertentangan arti leksikalnya. Misalnya.Berdasarkan keanggotaan kategori. Misalnya. Misalnya. kata priduksi dan hasil. 2) Wujud berbalikan . misalnya. kata pohong dan bodin. lebih kecil. 2) Sinonim terjadi karena adanya kata-kata serapan atau dari bahasa asing. Misalnya. g. pelik. Misalnya. Misalnya besar dan kecil. 2) Homonim. 4) Perbedaan di antaranya ditentukan oleh terdapatnya kadar afektif (di samping arti konsepnya) pada salah satu dari kata-kata bersinonim. kata mata pada mata bisul. tua >< muda. Misalnya kata rumah. 5) Bersinonim yang dapat diperbedakan berdasarkan kolokasinya(aspek semantik kata yang terdapat di sekitarnya. a) Menghasilkan sesuatu dengan dicetak (buku. pria >< wanita. Homofon 1) Polisemi Polisemi ialah sebuah kata yang mempunyai banyak makna. adverbia. dan yang dimaksudkan bola yang masuk ke gawang. uang) b) Meluluskan (mencetak sarjana) c) Memasukkan (mencetak sarjana) d) Menghasilkan (mencetak penganggur) e) Menghasilkan/memperoleh dengan mudah (mencetak uang(untuk dokter). Misalnya. istri dan bini. 3) Tipe komplementer ialah perangkat kata-kata yang arti leksisinya saling melengkapi. dan untuk alat perang. f. Homonim. kata cantik yang dimaksudkan orangnya. preposisi. Misalnya. 3) Karena perbedaan laras. sulit. kedokteran. Ada 3 tipe sinonim: 1) Antonim dipakai untuk menunjuk tipe ‘keberlawanan arti’ yang dapat dipertatarkan (anggota-anggotanya dapat dibedakan tingkat-tingkatnya. Homograf. kata mencetak bermakna. adjektiva. suami dan istri. verba. rumit. militer. Misalnya. Misalnya. Faktor yang menyebabkan timbulnya polisemi: a) Pergeseran pemakaian. kata gagah dipakai untuk orang. d) Pengaruh dari bahasa asing. sinonim terdapat pad lingkup kelas: nomina. kecil. dan Homofon Homonim Homograf Homofon Sama tulisan sama tulisan beda tulisan Sama bunyi beda bunyi sama bunyi Beda arti beda arti beda arti 112 . Homograf. numeralia. pronomina. yang dapat dipertatarkan sangat besar. c) Pemakaian kiasan. agak kecil. Ingg badan legislatif. lebih besar. mata jaum. wisma. Misalnya. dll. kata operasi. gubug. konjungsi. untuk polisi. Macam-macam tipe sinonim: 1) Kata-kata yang bersinobim termasuk dialek yang berbeda-beda. b) Pemakaian khas di lingkungan masyarakat tertentu. agak besar. sangat kecil. kata parlement (Prcs berbicara. Polisemi. kata sukar. mata sapi.

h.  rumput-rumputan Perubahan Makna Beberapa gejala perubahan makna dan faktor penyebabnya: 1) Bersifat referensial ialah arti konsep kata itu benar-benar telah berubah sehingga akibatnya referennya juga berubah. mencatut uang negara.pemakaian lain mencatut keuntungan. 3) Akibat dari perubahan lingkungan pemakainya. makna lain bagian dari fakultas tertentu. Misalnya. 4) Akibat dari perubahan asosiasi Misalnya. 113 . hasta tangan 2) Memakai kata pungut atau kata ambilan dari bahasa asing sebagai kata Puisi Puisi lama puisi modern Gurindam talibun syair pantun konvensional serius mbeling 3) Membentuk kata jadian yang berpola D-D-an Rumput i. Misalnya. b) berjenis kelamin perempuan. d) yang melahirkan aku. c) dewasa. Ciri semantiknya: a) Kata benda golongan manusia. Hiponim Hiponim itu yang menunjukkan relasi antarkata yang bersifat atas bawah atau relasi penggolongan dengan anggota-anggota yang menjadingolongannya atau bawahannya. kata catut dipakai di perbengkelan. kata jurusan. kata ibu pada mulanya menunjuk seorang istri ayah. Misalnya. Jw masih ada makna yang lain misalnya. kata bujangga  Sansekerta berarti ular  Jawa kuno berarti sarjana. dan e) istri ayahku. kaum cerdik pandai. Contoh lain kata amplop. Jawa baru dan Ind berarti sastrawan. kementrian perhubungan adalah transportasi. 2) Karena perluasan atau pembatasan makna. ahli pikir dll. Cara mendapatkan penggolongan: 1) Memakai salah satu hioponim sebagai kata penggolong ! Tangan Lengan penggolong.

Aliran Linguistik a. Misalnya. Misalnya. manis. Aliran Tradisional Aliran atau tata bahasa tradisional mempunyai ciri pembeda sebagai berikut: 1) Tidak ada pengenalan akan perbedaan-perbedaan antara bahasa ujaran dan bahasa tulisan. Berdasar konsep-konsepnya. jenis ini diciptakan berdasarkan pengalihan tanggapan. d) Metafora sinestesis. Kelima hal itu akan diuraikan secara berurutan di bawah ini. kerbau kamu. seperti (1) sinkronik vs diakronik. kata bintang pada bintang pelajar. kata mata. Yang merupakan rangkaian kuliahnya antara tahun 1906-1911. pahit. 5. yang berupa dikotomi-dikotomi. objek-objek tertentu diberi nama: matahari. selain itu indera pendengaran. i. 3) Menghakimi penggunaan bahasa dengan vonis benar-salah. c) Metafora yang timbul karena perpindahan pengalaman dari konkret ke abstrak atau sebaliknya. Misalnya. serta dibicarakan manfaat tidaknya. (2) la langue vs la parole. Kesan umum didapat bahwa buku itu mempunyai sejumlah pandangan yang bahkan sampai sekarang masih tetap penting untuk diketahui. anjing kamu. de Saussure disebut sebagai bapak linguistik modern. Metafora Metafora adalah salah satu wujud daya kreatif bahasa di dalam penerapan makna. kata babi kamu. 6) Akibat perubahan jenis kata dan fungsi. mata air. kata berenang dalam berenang itu menyehatkan badan. b) Mtfr kehewanan yaitu metafora yang bersumber pada kehewanan. 4) Memberikan pemerian atau memutuskan persoalan kebahasaan seringkali melibatkan logika. dan (5) bentuk vs substansi. Misalnya. Aliran Struktural Kontinental Aliran struktural Continental dipelopori oleh Ferdinand de Saussure dengan bukunya “Cours de Linguistique Generale” (1916) (=Inggris: Course in General Linguistics) (Indonesia: Pengantar Linguistik Umum). b. 2) Pemerian bahasa berdasarkan/memakai patokan-patokan bahasa Latin. ii. Macam-macam metafora: a) Antromorphomis (Ynn: Antronus (manusia) dan Morona (bentuk) yaitu jenis metafora yang dinamai berdasarkan nama-nama bagian tubuh manusia. kata terang indera penglihatan. kata hangat (perasaan ke pendengaran). (6) Memberikan pemerian bahasa dengan berdasarkan pada satu bentuk bahasa yang s angat disukainya yaitu bahasa tulisan baku (standardised written form) (7) Menurunkan definisi yang mengaburkan. (3) signifikan vs signifié. dan ia berenang di laut. yaitu pengalihan dari tanggapan berdasarkan inderapenglihatan ke pendengaran. 114 . 5) Cenderung menggandrungi atau bahkan mempertahankan penemuanpenemuan terdahulu.5) Akibat perpinbahan tanggapan dari indera yang satu ke indera yang lain (sinestesis). dikaji. atau sebaliknya.misalnya. mata bisul. (4) paradigmatik vs sintagmatik. bintang radio. Miswalnya. j.

Makna ini adalah abstraksi dari sesuatu yang ada di dunia luar bahasa (extra linguistic word). Sebaliknya. 4) Sintagmatik dan Paradigmatik Manfred Bierwisch (1871. dapat dikatakan bahwa studi ini bersifat vertikal. tuturan. dan semua ini menghasilkan konsep rumah di benak kita. sebenarnya yang lebih penting ialah bahwa tanda bahasa itu mempunyai dua sisi.m. dua sisi itu biasa diberi nama bentuk dan isi (= arti). merupakan karyanya yang 115 c. kalau kita perhatikan bentuk-bentuk: rumah rumahnya merumahkan. yang tidak dapat menciptakan atau mengubahnya. misalnya bahasa Inggris. sedangkan parole berarti logat. 3) Signifiant dan Signifié Jika dalam Cours Saussure mementingkan hubungan (antara urutan bunyi dan konsepnya) sebagai tanda bahasa. Perhatian ditujukan pada bahasa sejaman yang diujarkan oleh pembaca. dapat dikatakan bersifat horisontal. Buku itu terdiri atas 600 halaman. ucapan. Judul buku itu sama dengan judul buku Sapir yang diterbitkan 12 tahun sebelumnya. khonas = waktu. Sekarang. jadi. Kalau kita mengucapkan rumah terdengar pada kita rentetan bunyi [r. sebagaimana dimanisfetasikan dalam kenyataan psiko-psikologi dan sosial dari tindak-tindak bahasa secara khusus. Diakronis diartikan subdisiplin linguisitk yang menyelidiki perkembangan suatu bahasa dari masa ke masa. Apa yang kita dengar itu adalah signifiantnya. 1988) mengatakan “syntagmatic relations specify the combination of element into complex form and sentences paradigmatic relations are the relations between the element of the language system”. masa). Misalnya menyelidiki perkembangan bahasa Indonesia (dulu disebut bahasa Melayu) yang dimulai dengan adanya prasasti di Kedukan Bukit sampai kini. terbitlah karya besar Blommfield yang berjudul “Language”. Biarpun bagi kami langue ternyata terdapat pada tingkatan yan glebih abstrak dari pada parole. 19-20 dalam Pateda. terbayangkan jendelanya. dan sebagainya. hubungan seperti itulah yang disebut hubungan paradigmatik. Aliran Strukturalisme Amerika Tahun 1933. kalau kita berkata Rumah si-Ali akan dijual kita melihat bentuk rumah yang dihubungkan dengan bentuk lain yang berbentuk suatu keutuhan. . Ata yang diucapkan sebagai rumah adalah bentuk yang mengandung arti ‘rumah’. yaitu signifiant dan signifié. Langue adalah bagian sosial bahasa. pintunya. 2) Langue dan Parole Saussure memakai istilah Perancis langue dan parole untuk membedakan bahasa sebagai sistem yang bersifat sosial dan bahasa sebagai ujaran yang bersifat perseorangan. dan langue yang bersifat abstrak.h] yang kalau ditulis menjadi rumah. di luar pemakai perseorangan. Jadi. Dengan demikian. dan sebagainya Kita melihat hubungan antara rumah dan bentuk-bentuk di bawahnya. atapnya.1) Sinkronik vs Diakronik Linguistik sinkronik mempelajari bahasa tanpa memersoalkan urutan waktu. Keduanya itu dihubungkan: parole adalah aspek perseorangan bahasa. Indonesia. Langue adalah bahasa tertentu. Hubungan itulah yang disebut hubungan sintagmatik. sedangkan parrole bersifat konkrit.a. Kata diakronis (Yunani: dia = melalui.u.

paling besar. R dan T adalah “peristiwa praktis” yang seakan-akan tinggal di luar bahasa. hal itu merupakan rangsangan pengganti bahasa (r) yang menyebabkan dia memberi tanggapan praktis (T). dan ia pun terpengaruh olehnya. Ada 4 cara menurut Bloomfield menyusun bentuk (form): 1) order (urutan). Ita slept. seperti kata verba (verbs). Dan dinamakan morfologi. Bloomfield sangat dipengaruhi oleh ilmu jiwa (behaviourisme). Bentuk gramatikal yang terkecil disebut juga tagmene. .T. seperti: -ess dalam duke + ess –duchess. isinya padat. dalam bentuk bahasa tercakup kelas-kelas dan bagian-bagian kelas. adjektiva (adjectives). dalam Soejono. sedangkan taxeme itu merupakan satuan bentuk yang terkecil. . yang merupakan ciri khas Aliran 116 d.P.do not >< don’t. --kalimat berita.John >< John? 3) phonetic modification (modifikasi fonetik). Suatu ciri sederhana tatanan gramatikal merupakan ciri gramatikal atau taxeme. 1987: 14). dan sebagainya. Pandangannya tentang penggunaan bahasa (the use of language) dirumuskannya dengan rumus “Rangsangan dan Tanggapan”. (2) Construction (konstruksi). Bagi pendengar. lion + ess –lioness. sehingga sampai sekarang buku itu tetap tidak tersaingi. dan sebagainya. Konstruksi ini dinamakan Syntax kalau tidak terdapat bentuk terikat di antara konstituennya. (3) Substitution (substitusi). apabila konstituennya terdiri bentuk terikat. -. . 4) selection (memberikan satu faktor makna oleh karena bentuk yang berbeda memberikan makna yang berbeda pula). 2) modulation (penggunaan fonem sekunder). salah seorang pelopor ilmu jiwa behaviorisme. ia menyatakan syarat-syarat yang harus dipenuhi oelh metode ilmiah yang dapat dibatas dengan merujuk ke acuan behaviorisme. kita tidak dapat memisahkan diri dari dua orang tokohnya. r --. seperti berikut: (1) Sentence type (tipe kalimat). yakni Roman Jakobson dan Andre Martinet. Weiss. nomina. kalimat tanya. Taxeme itu terjadi dalam susunan gramatikal yang konvensional yang dinamakan juga tactic form (bentuk taktik). Dengan demikian.t . Gagasan fungsi bahasa. – Ali memukul Badu >< Badu memukul Ali. Contoh: pronouns (kata ganti). yang digambarkan dengan formula R --. Begitu terpengaruhnya pada pandangan behaviorisme itu sehingga di dalam esei-esei yang ditulisnya untuk “International Encyclopedia of Unified Science”. contoh: John ran. Bentuk taktik beserta makna yang dikandungnya itulah yang dinamakan bentuk gramatikal (grammatical form). 1) Roman Jakobson Roman Jakobson adalah seorang ahli waris yang sangat penting dari Aliran Praha. Akibatnya pengaruh yang merusak jiwanya itulah sehingga ia mengubah dasar pikiran yang dituangkan dalam bukunya yang pertama “An Introduction to Linguistic Science” (1914) dan menyesuaikannya dengan pandangan mekanistik penganut behaviorisme. Berikut ini akan disajikan kedua tokoh itu dengan gagasan mereka. Maksudnya: Suatu rangsangan ini merupakan pengganti bahasa-bahasa (t). Ia sangat mengagumi A. apabila bentuk gramar itu merupakan suatu bentuk penggantian konvensional terhadap satu kelas dari bentuk lain. Aliran Fungsional Dalam pembicaraan tentang ilmu bahasa fungsional. Bentuk gramar dikelompokkannya menjadi tiga kelas. t dan r adalah peristiwa-peristiwa bahasa (Samsuri. -.

beraspirasi lawan lax. Hal yang baru. deformasi vocal tract yang lebih besar lawan yang lebih kecil. konsonan velar dan palatal lawan konsonan labial. ada lawan tidak adanya hamabtan pada sistem vokal.Praha. (3) Kompak lawan tersebar: konsentrasi energi yang tinggi lawan yang rendah di dalam wilayah spektrum pusat yang relatif sempit. ada lawan tidak adanya getaran periodik selaput suara. tak beraspirasi. konsonan dan likuida lawan vokal dan luncuran. vocal tract yang dapat berbentuk tanduk lawan yang berbentuk resonator Helmholtz (rongga luas dengan membuka tempat leher dilekatkan). ada lawan tidak adanya forman tambahan. Ada lawan tidak adanya eksitasi tunggal atau primer pada glotis dan celah bebas melalui sistem vokal. (2) Konsonantal lawan non-konsonantal: energi keseluruhan yang rendah lawan yang tinggi. hambat dan afrikat lawan kontinuan. Vokal dan likuida lawan konsonan dan luncuran. (1) Vokalik lawan non-vokalik: ada lawan tidak adanya struktur forman yang dibatasi secara tajam. lenis. tense. fortis. Ada dua belas ciri oposisi dwimatra yang diperkenalkan oleh Jakobson. ialah oposisi dwimatra yang dapat dipakai untuk menganalisis semua sistem fonologi yang dikenal. di samping identifikasi dari akustik ciri distingtif. 117 . tetapi ia juga memasukkan fungsi aktivitas bahasa itu sendiri. vokal terbuka lawan vokal tertutup. menempati kedudukan penting karya-karya Jakobson. Jakobson tidak hanya memasukkan unsur-unsur yang istimewa. bersuara lawan tak bersuara. (7) Discontinuous [interupted] lawan continuant: jeda yang diikuti dan atau didahului oleh penyebaran energi pada sebuah daerah frekuensi yang luas (sebagai ledakan atau transisi yang cepat dari forman lokal) lawan tidak adanya perubahan mendadak di antara bunyi dan jeda semacam itu. (5) Bersuara lawan tak bersuara: ada lawan tidak adanya eksitasi frekuensi rendah yang periodik. forward flanged lawan backward flanged. pengantar lawan eksklusi dari resonator nasal. (6) Nasal lawan oral: besar lawan sempitnya frekuensi daerah penyebaran energi. nasal lawan oral. penyebaran energi yang besar lawan yang kecil dalam spektrum dan waktu. Oposisi dwimatra itu secara hipotetik menampilkan kesemestaan bahasa. Kedua belas oposisi ini dapat dikelompokkan dalam ciri sonoritas (sembilan yang pertama). yang sana dengan ciri tekanan dan kuantitas. (4) Tenseness lawan lexness: energi tinggi lawan energi rendah. Kedua belas ciri oposisi dwimatra itu sebagai berikut. ada lawan tidak adanya penutupan yang cepat dan atau pembukaan artikulasi vokal atau dari satu detak atau lebih.

konsonan velar. ada lawan tidak adanya hambatan dalam rongga mulut. Sebuah fonem yang dimasukkan ke dalam sebuah kelompok korelasi akan lebih mantap daripada fonem yang tidak dimasukkan ke dalam kelompok korelatif. sintaksis. maka vokal itu akan berupa vokal i. Satu label sudah karena ciri ini tidak pernah berfungsi distingtif dalam konteks fonemik yang sama. Jika sebuah bahasa mempunyai hanya mempunyai tiga buah vokal. sibilan. Integrasi yang lengkap akan menghasilkan sebuah sistem yang sempurna dengan jumlah fonem maksimum 2) 118 . (12)Sharp lawan plain: ada lawan tidak adanya gerakan ke atas dari komponen frekuensi yang lebih atas. celah yang sempit lawan celah yang lebar. labian lawan konsonan palatal dan dental. . u. afrikat lawan hambat. Pada tahun 1946.likuida getar dan detak lawan likuida kontinuan. Martinet mempunyai minat yang beragam dalam dunia ilmu bahasa. interdental. linguistik umum. palatalisasi lawan bukan palatalisasi. velarisasi. fonologi diakronik. ada lawan tidak adanya faringgalisasi. berujung kasar lawan berujung halus. (11)Flat lawan plain: ada lawan tidak adanya giliran menurun atau melemah dari beberapa komponen dengan frekuensi yang lebih tinggi. E. dan bukan berupa vokal e. vokal depan lawan vokal belakang. atau i. konstruktif. labian lawan konsonan palatal dan dental. Andre Martinet Tokoh yang tidak boleh dilupakan dalam meneruskan aliran fungsional ialah Andre Martinet. fonologi harus menafsirkan fakta fonetik yang merupakan data dasar dan bukan sekedar realisasi abstrak dari sistem yang berbeda. Persyaratan kehematan sintagmatik (untuk mewakili gugus konsonan dari unsur-unsur oleh unsur unik yang baru) dan kehematan paradigmatik (untuk mewakili sebuah unsur dengan sebuah gugus konsonan yang tidak ada dari unsur yang muncul dalam temuan) adalah oposisi paradigmatik. konsonan velar. (8) Nyaring lawan merdu: intensitas suara yang tinggi lawan yang rendah. e. Sebuah kekosongan dalam sebuah pola mungkin saja dapat diisi oleh sebuah fonem yang baru. (9) Yang dicek lawan yang tak dicek: jumlah pelepasan energi yang tinggi lawan yang rendah. Kuliahnya itu diberi judul Phonology as Functional Phonetics. konstriksi pinggiran lawan konstriksi pusat. ia memberikan kuliah fonologi di London. celah sempit lawan celah lebar. velar. (10) Grave lawan akut: konsentrasi energi yang rendah lawan yang tinggi dalam spektrum. vokal depan lawan vokal belakang. Bagi Martinet. retrofleksi. yang saling menunjang: fonologi deskriptif. a. konstriksi pinggiran lawan konstriksi pusat. dan a. labiodental. uvular lawan bilabial. dan sebagainyaAnalisis fonem ke dalam ciri distingtif menunjukkan adanya korelasi. dan pembundaran bibir.

yakni keluar dari Bloomfidian. terdiri dari sejumlah elemen dasar dan mempunyai struktur. Struktur dalam merupakan abstraksi dari apa yang didengar atau dilihat. Tiap kalimat yang dihasilkan oleh alat bicara manusia menampakkan diri secar bersama-sama yang terdiri dari struktur dalam (deep structure) dan struktur luar (surface srtucture). Chomsky melihat bahwa pendekatan yang duipergunakan oleh Bloomfield dan pengikut-pengikutnya yakni pendekatan IC perlu disempurnakan. Kemampuan seseorang bergantung kepada: 1) Tingkat pendidikan 2) Pengalaman 3) Kesigapan menambah kosa kata. Hal ini disebut aspek kreatif bahasa. Chomsky adalah seorang guru besar linguistikdi MIT (Massachusetts Intsitut of Technologi). Struktur luar berwujud apa yang kita dengar atau apa yang kita lihat kalau tertulis. sebenarnya hal itu merupakan komplemen logisnya. tiap manusia menggunakan bahasa yang tercermindalam kalimat-kalimat. dan sintaksis belumlah merupakan prosedur untuk mencapai telaah linguistik berupa deskripsi kaidah bahasa secara menyeluruh. Martinet juga menerapkan pandangan fungsionalnya dalam sintaksis.yang dibangun dengan sejumlah minimum ciri distingtif. Chomsky menjadi sangat terkenal dengan bukunya yang berjudul Syntactic Structure (1957). Dengan munculnya buku ini. fonetik. Hal ini disebut disebut prosedur rekursif (recirsive prosedure). di dalamnya menampakkan pendirian yang tegas. Kemampuan-kemampuan inilah yang merupakan objek tata bahasa generatif. Untuk menghasilkan kalimat tersebut. sebaliknya. Pilihan label fungsional. Tiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda untuk menghasilkan kalimat. Pandangan struktural tidak dapat diperbaharui dengan pandangan fungsional. Harris. Sistem ini tidak dapat ditambah lagi dan tidak akan ada alasan untuk mengubahnya. Tiap kalimat yang lahir bagaimanapun bentuknya. fonemik. morfologi. alih-alih struktural. dan bagaimana ia harus menampilkan (performence) apa yang diinginkannya dalam wujud bahasa.maupun mendengar(kan). Dikatakannya bahwa hasil tingkatan-tingkatan telaah linguistik seperti. baik dengan jalan membaca. d.Aliran Transformasi Tokoh aliran transformasi adalah Noam Comsky. Martinet juga menggarisbawahi bahwa sintaksis dan juga fungsi merupakan makna sentral. 1988:40-41). manusia harus memiliki kompetensi (competence) tentang bahasa. menunjukkan bahwa aspek fungsional adalah aspek yang paling ditonjolkan dan tidak harus dikaji dengan mengesampingkan yang lain. bagi Martinet. Belakangan. dan mensintesiskan teorinya dalam eksposisi yang lengkap dan seimbang dalam: Elements of Linguistics dan A Functional View of Language. revolusi ilmiah dalam bidang linguistik.S. Tiap kalimay yang lahir barangkali akan muncul lagi pada situasi yang lain. 119 . timbul fase linguistik baru. Buku yang kedua berjudul Aspect of the Theory of Sintax (1965). Teorinya terkenal dengan nama tata bahasa transformasional generatif (Transformational Generative Grammar) atau tata bahasa trasnformasi atau tata bahasa generatif (Pateda. yang merupakan murid Z. Menurut teori ini.

Komponen sintaksis merupakan pusat. C. a) Sintaksis. isalnya yang dikemukakan oleh Jerrold J. dan (3) hemat.M.Uhlenbeck (seorang guru besar linguistik di Universitas Leiden. Kritik yang sama dikemukakan pula oleh E. Latihan Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. dan c) Fonologi. Meskipun pada tahun 1964 teori Chomsky belum berumur 10 tahun. Belanda) dalam bukunya yang berjudul Critical Comment on Transformational Generative Grammar. 4. b) Semantik. Perbedaan buku pertama dengan buku kedua ialah: a) Buku pertama terdiri atas: (1) Phrase strukture (2) Transformasi (3) Morfofonemik. dan b) Istilah yang dipakai jangan harus didasarkan pada satu bahasa saja.Pastal (1964). dalam buku yang berjudul An Interprete Theory of Linguistic Deskription. (2) tuntas. b) Buku kedua struktur tersebut pada buku I diubah menjadi: (1) Nomor satu dan dua masuk bidang sintaksis yang terdiri dari (a) pola kalimat dasar. dalam arti komponen inilah yang menentukan arti kalimat dan komponen ini pulalah yang menggambarkan aspek kreativitas bahasa. Mereka mengusulkan integrasi teori sintaksis transformasi generatif Chomsky dengan teori semantik Katz dan Jerry A. setiap tata bahasa harus memenuhi dua syarat.Katz dan Paul M. Buku kedua tulisan Chomsky tersirat pengertian bahwa menyusun tata bahasa harus: (1) sederhana. Menurut Chomsky. 6. Dengan tegas Chomsky mengemukakan bahwa tata bahasa setiap bahasa harus terdiri dari tiap komponen. yakni. itulah yang menjadi tugas tata bahasa. 3. yakni: a) Kalimat yang dihasilkan haruslah kalimat yang berfungsi dalam ujaran. 120 . 2. dan (b) transformasi (2) Fonologi (3) Semantik. Sebutkan pendekatan fonetik ! Sebutkan klasifikasi fona-fona (bunyi-bunyi) bahasa ! Sebutakan klasifikasi kontoid ! Sebutkan ciri-ciri distingtif ! Apa sajakah garis besar bidang morfologi ? Sebutkan macam-macam afiksasi ! Amatilah kalimat berikut ! Para pelaut menangkap ikan. 7.Bagaimana kita menggambarkan kemampuan si pemakai bahasa untuk menghasilkan dan mengerti makna kalimat yang tak terbatas jumlahnya itu. telah banyak dikemukakan kritik terhadap teori ini. 5.Fodor. tetapi harus beersifat sejagat (universal).

(2) la langue vs la parole. 3.O . 4. terus mengalir: frasa endosentrik atributif d. Makna adalah arti kata yang sudah bersifat tertentu. sedangkan arti sudah bersifat tertentu. Sebutrkan konsep dasar buku Aspect of The Theory of Sintax ! D. a. Sebutrkan konsep dasar buku Sintactic Structure ! 15.P . Sebutkan secara garis besar konsep Ferdinand de Saussure ! 14. gubuk. hanya mengangguk-angguk: frasa endosentrik atributif b. 3) artikulator. 2) proses pembentukan kata. Apa sajakah analisis fungsi pada kalimat di atas ? 9. 2) akustis. (3) signifikan vs signifié. rumah.S1 . E. Pendekatan fonetik ada 3 macam yaitu: 1) auditoris. 1) Prefiks per.P1. 14. 12. dan 5) penjenisan kata. 10. 3) fungsi proses pembentukan kata. dan (5) bentuk vs substansi. dan artikulatoris. 2) Buku Aspect of The Theory of Syntax berisi: (1) Nomor satu dan dua masuk bidang sintaksis yang terdiri dari (a) pola kalimat dasar. dan air matanya terus mengalir di pipi. 8.Pel . Rangkuman 121 . Klasifikasi kontoid ada 6 macam yaitu: 1) cara artikulasi. Klasifikasi fona ada 2 macam yaitu: 1) fona segmental. 9. wisma. (1) sinkronik vs diakronik. Buatlah kalimat dengan pola S . 8 di atas ? 10. Garis bidang morfologi yaitu: 1) morfem yang terdapat dalam sebuah bahasa. 6. (4) paradigmatik vs sintagmatik. Apa sajakah nama frasa pada kalimat no. Amatilah kalimat berikut ! Ibu hanya mengangguk-angguk. istana. 7. Analisis fungsi: S .P . di pipi: frasa eksosentrik. 13. Kunci Jawaban 1. Jelaskan perbedaan pengertian makna dan arti ! 12.pada pelaut berfungsi nominalisasi dan bermakna ‘orang yang pekerjaannya me-‘ 2) Prefiks berfungsi verbalisasi dan bermakna ‘melakukan aktivitas . dan 6) jalan yang diikuti arus ujaran ketika keluar dari rongga ujaran. Afiksasi meliputi: 1) prefiks. 5. 3) sufiks. Dian mengambilkan adiknya air minum di dapur. 11. Ciri distingtif ada 2 macam yaitu: 1) oposisi. dan 2) prosodi.‘. 5) kondisi pita suara. 2. 2) titik artukulasi. Berilah contoh sinonim lingkup nomina ! 13. dan 2) fina suprasegmental. Perbedaan buku pertama dengan buku kedua ialah: 1) Buku Sintactic Strcture berisi: (1) Phrase strukture (2) Transformasi (3) Morfofonemik. air matanya: frasa endosentrik atributif c. dan 4) konfiks. dan (b) transformasi (2) Fonologi (3) Semantik. 2) infiks.K ! 11. 4) makna proses pembentukan kata. atau dengan kata satu berdanding satu. 4) titik artikulasi dan artikulator.Apa sajakah fungsi dan makna afiksasi pada kalimat di atas ! 8.

3) nada/pitch. 11) hubungan perbandingan. per-an. dan 2) fina suprasegmental. 2)aktivitas lidah. 2) proses pembentukan kata. 3) fungsi proses pembentukan kata. 7) hubungan penyebaban. 3) hubungan pengandaian. Afiksasi meliputi: 1) prefiks. ber-an. dan 2) prosodi. 8) hubungan hasil. dan 3) artikulatoris. bentuk bebasa dan bentuk terikat. 4)Juncture. 9) hubungan alat. 2) endosentrik koordinatif. infiks. 5) kondisi pita suara. ter-. -kan. Untuk klasifikasi vokoid. Ciri distingtif ada 2 macam yaitu: 1) oposisi. dan 4) unsur dan unsur langsung. Pola kalimat dasar: 1)S . Makna afiks bergantung pada konteks kalimat. 122 . Frasa ada dua macam yaitu frasa endosentrik dan frasa eksosentrik. ke-an. 4) titik artikulasi dan artikulator.phoneme) sering didefinisikan sebagai kesatuan bunyi yang terkecil dalam sebuah bahasa yang dapat membedakan makna. Jenis kalimat meliputi jenis kalimat tunggal dan kalimat majemuk.Pendekatan fonetik ada 3 macam yaitu: 1) auditoris. Kalimat majemuk dibedakan kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat kalimat majemuk setara meliputi: 1) setara penambahan. 4) hubungan tujuan. 2) pengulangan. Afiks pembentuk nominal seperti peng-. Garis bidang morfologi yaitu: 1) morfem yang terdapat dalam sebuah bahasa. Kalimat majemuk bertingkat mencakupi: 1) hubungan waktu. 10) S – P – O – Pel – K : Dian mengambilkan adiknya air minum di dapur. 5) S – P – O : Rani mendapat hadiah. Tugas fenemik: 1) Fonemik itu berusaha menyelidiki serta menentukan fonem-fonem yang terdapat pada bahasa/bahasa-bahasa yang menjadi objek penelitian itu(membuat invetaris sistem bunyi). peng-an. yang mengungkapkan pikiran yang utuh. dan 6) jalan yang diikuti arus ujaran ketika keluar dari rongga ujaran. per-. Afiks pembentuk numeraial yaitu se-. 2) akustis. 3) sufiks. dan 12) hubungan oktatif. 3) artikulator. 6) hubungan perbandingan. dan 5) penjenisan kata. dan 4) konfiks. kita memakai kriteria yang sangat umum. -an. 2) panjang pendek/length. 7) S – P – K : Kami tinggal di Jakarta. Fungsi afiks adalah pembentuk verbal antara lain: meng-. ber-. 10) hubungan komplementasi. 3) bentuk asala dan bentuk dasar. dan 3) bentuk bibir. Proses morfologis meliputi: 1) afiksasi. 8) S – P – O – Pel : Dian mengambilkan adiknya air minum.P : Orang itu sedang tidur. 6) S – P – Pel : Pancasila merupakan dasar negara kita. dan setara memilih. 2) hubungan syarat. Klasifikasi fona ada 2 macam yaitu: 1) fona segmental. -i. 4) makna proses pembentukan kata. Afiks pembentuk adjektival ialah se-nya. ke-an. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil. dalam wujud lisan atau tulisan. Klasifikasi kontoid ada 6 macam yaitu: 1) cara artikulasi. dan 2) fonemik berusaha menentukan sifat-sifat atau ciri-ciri distingtif fonemfonem. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang tidak melebihi batas fungsi. 2) titik artukulasi. 2) setara perlawanan. Satuan satuan gramatik meliputi: 1) bentuk tunggal dan bentuk kompleks. dan 5) intonasi terminal/terminal intonation. 3) endosentrik apositif. Fona-fona supra segmental itu digolong-golongkan menjadi: 1) tekanan/stress. dan 3) pemajemukan. Fonem (inggris. di-. 5) hubungan konsesif. 9) S – P – O – K : Dian mengambil air minum di dapur. 2) infiks. Frasa endosentrik ada 3 macam yaitu: 1) endosentrik atributif. yaitu posisi 1) lidah.

S. dikaji. serta dibicarakan manfaat tidaknya. (2) la langue vs la parole. 4) Memberikan pemerian atau memutuskan persoalan kebahasaan seringkali melibatkan logika. 2) tipe arti. sintaksis. Dalam pembicaraan tentang ilmu bahasa fungsional. ialah oposisi dwimatra yang dapat dipakai untuk menganalisis semua sistem fonologi yang dikenal. di samping identifikasi dari akustik ciri distingtif. yang saling menunjang: fonologi deskriptif. Oposisi dwimatra itu secara hipotetik menampilkan kesemestaan bahasa. menempati kedudukan penting karya-karya Jakobson. namun dengan alat apa dan bagaimana itu sebenarnya tidak terlalu hakiki). 3) Menghakimi penggunaan bahasa dengan vonis benar-salah. dan (5) bentuk vs substansi. Chomsky adalah seorang guru besar linguistikdi MIT (Massachusetts Intsitut of Technologi). Aliran atau tata bahasa tradisional mempunyai ciri pembeda sebagai berikut: 1)Tidak ada pengenalan akan perbedaan-perbedaan antara bahasa ujaran dan bahasa tulisan.Makna adalah arti kata yang sudah berfifat tertentu. 3) metode analisis komponen. (3) signifikan vs signifié. dikaji. Tokoh yang meneruskan aliran fungsional ialah Andre Martinet. dan (5) bentuk vs substansi. linguistik umum. (4) paradigmatik vs sintagmatik. dan (b) transformasi 2) Fonologi 3) Semantik. 2) Pemerian bahasa berdasarkan/memakai patokan-patokan bahasa Latin. 6) polisemi. seperti (1) sinkronik vs diakronik. yang merupakan murid Z. Gagasan fungsi bahasa. 7) hiponim. homofon. Jakobson tidak hanya memasukkan unsurunsur yang istimewa. (4) paradigmatik vs sintagmatik. Tokoh aliran transformasi adalah Noam Comsky. Martinet mempunyai minat yang beragam dalam dunia ilmu bahasa. serta dibicarakan manfaat tidaknya. dan 7) Menurunkan definisi yang mengaburkan. yang merupakan ciri khas Aliran Praha. Kesan umum Ferdinand de Saussure didapat bahwa buku Course de Linguistique Generale mempunyai sejumlah pandangan yang bahkan sampai sekarang masih tetap penting untuk diketahui. Kata itu mempunyai arti yang bersifat tetap (bergerak dari suatu posisi ke posisi lain. Kesan umum didapat bahwa buku itu mempunyai sejumlah pandangan yang bahkan sampai sekarang masih tetap penting untuk diketahui. 123 . seperti (1) sinkronik vs diakronik. Roman Jakobson adalah seorang ahli waris yang sangat penting dari Aliran Praha. Buku pertama ‘Sintactic Strcture’ berisi: 1) Phrase strukture 2) Transformasi 3) Morfofonemik. kita tidak dapat memisahkan diri dari dua orang tokohnya. 8) perubahan makna. dan 9) metafora. Berikut ini akan disajikan kedua tokoh itu dengan gagasan mereka. homograf. 6) Memberikan pemerian bahasa dengan berdasarkan pada satu bentuk bahasa yang sangat disukainya yaitu bahasa tulisan baku (standardised written form). 5) Cenderung menggandrungi atau bahkan mempertahankan penemuan-penemuan terdahulu. 4) sinonim. Harris. yang berupa dikotomi-dikotomi. pada umumnya dengan anggota badan tertentu. (3) signifikan vs signifié. Hal yang baru. yakni Roman Jakobson dan Andre Martinet. 5) antonim. Buku kedua ‘Aspect of The Theory of Syntax’ berisi: 1) Nomor satu dan dua masuk bidang sintaksis yang terdiri dari (a) pola kalimat dasar. (2) la langue vs la parole.homonim. yaitu yang terdapat di dalam konteks kalimat tertentu atau di dalam konteks situasi tertentu. fonologi diakronik. Misalnya kata ‘berjalan’ . Pembicaraan semantik mencakupi: 1) penunjukan. tetapi ia juga memasukkan fungsi aktivitas bahasa itu sendiri. yang berupa dikotomi-dikotomi.

__________. Jakarta: Erlangga. Dasar-dasar Linguistik Umum. Parera. Pengantar Linguistik dalam Fonologi dan Proses Penguasaan Fonemis. Kamus Linguistik. Bernard. Gorys. Fonetik. Ende: Nusan Indah. Pengantar Linguistik bidan Fonetik dan Fonemik. Tata Bahasa Indonesia. Marsono. Hasan. 1975. Djoko. Ilmu Bahasa Indonesia : Sintaksis. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.2000. Sulaiman. Semantik 1 dan 2. Keraf. Semantik. Trager. Yogyakarta: Gadjah Mada Univerty Press. 1984. Djajasudarma. D. Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia II Morfologi. 124 . Alwi. 1978. 1993. Analisis Bahasa. M. Pengantar Linguistik Umum. 1993. 1942. Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia. Yogyakarta : CV. 1985. Samsuri. Yogyakarta: Swadaya. Harimurti.Ramlan. Yogyakarta: IKIP Yogyakarta. 1988. ------------. Surakarta: Universitas Sebelas Maret. ------------. 1978. Syaf E.F. Semantik Leksikal I dan II. Terjemahan. Karyono. -----------. Outline of Linguistics. Pengantar Linguistik I. Bloch.1981. Jakarta:: Pusat Pembinaan dan Pengambangan Bahasa. 1987.Edi. 1983. 1978. Morfologi Suatu Rinjauan Deskriptif. Sutan Takdir. Kentjono. Yogyakarta: UP Karyono. T. 1984. Saussure. Jakarta : Balai Pustaka. Amerika: Baltimore. Ssubroto. Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia I Sintaksis. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. 1990. 1986. 1988. Jos Daniel. de Ferdinand. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga. ------------. Jakarta: Gramedia. Jakarta: Dian Rakyat. and George L. Daftar Pustaka Alisyahbana. 1973. Kridalaksana. Bandung: PT Eresco. Jakarta: Fakultas Sastra Indonesia. Ende: Nusa Indah.Fatimah.

maka subdisiplin linguistik makro itu pun menjadi sangat banyak.1. Tuntutan kebutuhan dalam kehidupan dewasa ini telah menyebabkan perlunya dilakukan kajian bersama antara dua disiplin ilmu atau lebih. filsafat bahasa. Berbeda dengan kajian secara internal yang terutama hanya menyusun atau teori linguistik “murni”. antropolinguistik. linguistik juga sudah mempunyai subdisiplin atau cabang-cabang berkenaan dengan adanya hubungan disiplin itu dengan masalah-masalah lain. di antaranya kita dapati subdisiplin sosiolinguistik. sehingga linguistik berkembang dengan sangat pesat.1. Sedangkan linguistik adalah ilmu yang mempelajari tentang bahasa atau ilmu yang menjadikan bahasa sebagai objek kajiannya.1. sangat luas. dan sangat mendalam. bahkan mungkin tidak akan dapat melakukan kajian secara eksternal tersebut. Pencabangan itu diadakan karena objek yang menjadi kajian disiplin ilmu itu sangat luas karena perkembangan dunia ilmu. dialektologi. Sosiolinguistik Sosiolinguistik merupakan gabungan antara disiplin sosiologi dan disiplin linguistik. hasilnya dapat digunakan untuk memecahkan dan mengatasi masalah-masalah yang ada di dalam kehidupan praktis kemasyarakatan.BAB III LINGUISTIK MAKRO 3. Linguistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya. Dengan demikian dapat 125 . 3. seni. seseorang tentu akan mendapat kesulitan. Tanpa pemahaman yang cukup mengenai kajian internal.3 Mendeskripsikan konsep pragmatik 3. Pembicaraan linguistik makro pada kesempatan ini akan difokuskan pada sosiolinguistik. Sebagai ilmu. pragmatik. Karena banyaknya masalah yang terdapat di luar bahasa. dan sebagainya. stilistika.1. Faktor eksternal tersebut seperti: faktor sosial. psikolinguistik. psikolinguistik. juga bersifat terapan. neurolinguistik. dan pragmatik.2. dan sebagainya. etnolinguistik. Dalam hal ini.1. Pada kesempatan ini hanya akan dibahas seputar linguistik makro. tentu saja sebelum seseorang terjun dalam kegiatan kajian eksternal yang antardisiplin itu. Dengan mempelajari lembaga-lembaga sosial dan segala masalah sosial dalam suatu masyarakat akan diketahui cara-cara manusia menyesuaikan diri dengan lingkungannya. etnis. Untuk memahami sosiolinguistik lebih lanjut. dan cara menempatkan diri di dalam masyarakat. Kajian linguistik yang bersifat antardisiplin ini selain untuk merumuskan kaidahkaidah teoretis antardisiplin.2 Mendeskripsikan konsep psikolinguistik 3. Tujuan Pembelajaran Tujuan mempelajari materi ini adalah: 3. filologi. Artinya. dua bidang ilmu empiris yang mempunyai kaitan yang erat. Berdasarkan objek kajiannya.1 Mendeskripsikan konsep sosiolinguistik 3. cara bersosialisasi. Sedangkan linguistik makro menyelidiki bahasa dalam hubungannya dengan faktor-faktor di luar bahasa atau faktor eksternal. psikologi.2. Paparan Materi Dewasa ini penyelidikan tentang bahasa dengan berbagai aspeknya dilakukan orang dengan sangat intensif. perlu dipahami terlebih dahulu batasan sosiologi dan batasan linguistik. dia terlebih dahulu harus menggeluti kajian internal linguistik itu. yaitu: (a) linguistik mikro (mikrolinguistik) dan (b) linguistik makro (makrolinguistik). subdisiplin linguistik dapat dibedakan atas dua. Sosiologi berusaha mengetahui terjadinya masyarakat berlangsung dan tetap ada.

Oleh sebab itu. Sifatsifat khas yang disebabkan oleh faktor fisik. 1) Variasi Bahasa dari Segi Penutur (a) Idiolek Idiolek adalah sifat-sifat khusus (karakteristik) pemakaian bahasa perseorangan. atau dialek regional. seperti: umur. keadaan sosial ekonomi. pendidikan. Variasi ini menyangkut semua masalah pribadi para penuturnya. dan kelas sosial penuturnya disebut dialek sosial atau sosiolek. bahasa Jawa dialek Surabaya. antara lain: segi penutur. jenis kelamin. dan mengenai masalah apa. Misal: bahasa Jawa dialek Banyumas. Yang paling dominan adalah “warna” suara. Berdasarkan hal tersebut kita bisa melihat perbedaan variasi bahasa yang digunakan seorang penutur atau mitra tutur. atau dialek areal. kapan. pilihan kata. segi pemakaian. Atau dengan kata lain. kita sudah dapat mengenalinya. gigi. tetapi juga merupakan gejala sosial. hanya dengan mendengar suara tanpa melihat orangnya. tingkat ekonomi. dan sebagainya. Adapun wujud variasi bahasa itu dapat ditinjau dari bermacam-macam segi. Variasi Bahasa Di dalam masyarakat. intelegensi. dan sebagainya. temperamen. tingkat pendidikan. misal: siapa berbicara dengan bahasa apa. yaitu: a) variasi bahasa dan b) peristiwa kontak bahasa. sikap mentalnya. Baik faktor fisik maupun faktor psikis mengakibatkan sifat khas pula dalam tuturannya. dan sebagainya dan (b) faktor situasional. umur. kepada siapa. golongan. Perbedaan latar belakang asal daerah atau kelas sosial penutur seperti itu menimbulkan variasi dalam pemakaian bahasanya. 126 . Variasi bahasa yaitu bentuk-bentuk bagian atau varian dalam bahasa yang masing-masing memiliki pola-pola yang menyerupai pola umum bahasa induknya (Poedjosoedarmo. Ia merupakan anggota dari kelompok sosialnya. dan sebagainya). Pembahasan di bidang sosiolinguistik ini akan dibatasi pada dua hal. Sedangkan sifat-sifat psikis biasanya disebabkan antara lain: perbedaan watak. gaya bahasa. 1976:2). rongga mulut. segi keformalan. bahasa dan pemakaian bahasanya tidak diamati secara individual. Sebagai gejala sosial. bahasa tidak saja dipandang sebagai gejala individual. Variasi yang timbul karena perbedaan asal daerah penuturnya disebut dialek geografis. bahasa dan pemakaian bahasa tidak hanya ditentukan oleh faktor-faktor linguistik. Setiap penutur mempunyai sifat-sifat khas yang tidak dimiliki oleh penutur yang lain. misal: status sosial. bahasa Jawa dialek Yogyakarta-Surakarta. tingkat kebangsawanan. Variasi yang disebabkan oleh perbedaan status. seseorang tidak lagi dipandang sebagai individu yang terpisah dari yang lain. maka timbullah variasi bahasa. misalnya karena perbedaan bentuk atau kualitas alat-alat tutur (bibir. rongga hidung. selaput suara. A. maupun yang lain. dan lainnya. susunan kalimat. di mana. Idiolek dapat berkenaan pula dengan “warna” suara.disimpulkan bahwa sosiolinguistik adalah bidang ilmu antardisiplin yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan pemakaian bahasa di dalam masyarakat. tetapi juga oleh faktor-faktor nonlinguistik. lidah. dan segi sarana. (b) Dialek Sekelompok penutur merupakan anggota masyarakat dari daerah tertentu atau khas sosial tertentu. tetapi selalu dihubungkan dengan kegiatannya di dalam masyarakat. Berikut penjelasan masing-masing segi. pekerjaan. Adanya faktor-faktor sosial dan faktor-faktor situasional yang mempengaruhi pemakaian bahasa. jika kita cukup akrab dengan seseorang. jenis kelamin. Sifat-sifat khas seperti itu disebabkan karena faktor fisik maupun faktor psikis. yaitu: (a) faktor sosial.

Sebab seseorang mungkin lebih tinggi status sosialnya terhadap mitra tuturnya. dalam kelompok perbengkelan. seperti: roda gila. vulgar. variasi ini digunakan oleh kalangan tertentu yang sangat terbatas. dan tidak boleh diketahui oleh kalangan di luar kelompok itu. maka masalah ketepatan pemilihan variasi sesuai dengan status sosialnya ini menjadi cukup rumit dalam pemakaian bahasa tersebut. Basilek adalah variasi sosial yang dianggap kurang bergengsi. tape dalam arti ‘mangsa yang empuk’. Kosakata yang digunakan dalam slang itu selalu berubah-ubah. Sehubungan dengan variasi bahasa yang berkenaan dengan status. dan kelas sosial para penuturnya. Ditambah dengan adanya semacam “kode etik” untuk tidak menyebut dirinya dengan tingkat bahasa tinggi. prof (untuk profesor). kolokial. dipoles. Sebagai contoh: bahasa bagongan yaitu variasi bahasa Jawa yang khusus digunakan oleh para bangsawan kraton Jawa. sebab para remaja di daerah yang pernah ke Jakarta merasa bangga bisa berbicara dalam dialek Jakarta. Ungkapan yang digunakan seringkali tidak dapat dipahami oleh masyarakat umum atau masyarakat di luar kelompoknya. tidak tepat pula jika disebut bahasa “kampungan” atau bahasa kelas golongan bawah. variasi yang digunakan tahun 50-an. daun dalam arti ‘uang’. tetapi seringkali tidak mudah. tetapi lebih muda usianya. dan variasi yang digunakan pada masa kini. Atau mungkin lebih tua usianya. Umpamanya. variasi bahasa Indonesia pada masa tahun 30-an. ndak ada (untuk tidak ada). Undak-usuk ini menyebabkan penutur dari masyarakat tutur tersebut perlu mengetahui lebih dahulu kedudukan tingkat sosialnya terhadap mitra tuturnya. Jargon adalah variasi sosial yang digunakan secara terbatas oleh kelompokkelompok sosial tertentu. gemuk dalam arti ‘mangsa besar’. Argot adalah variasi sosial yang digunakan secara terbatas pada profesi-profesi tertentu dan bersifat rahasia. bukan bahasa tulis. jargon. dan ken. dan lain sebagainya. Umpamanya. golongan. dibalans. slang. Adakalanya mudah. Artinya. Di dalam masyarakat tutur yang masih mengenal tingkat-tingkat kebangsawanan dapat kita lihat variasi bahasa yang berkenaan dengan tingkat-tingkat kebangsawanan itu. argon. Slang adalah variasi sosial yang bersifat khusus dan rahasia. yang disebut dengan undak-usuk (bahasa Jawa) atau sor singgih (bahasa Bali). Kolokial berarti bahasa percakapan. kacamata dalam arti ‘polisi’. atau bahkan dianggap rendah. ungkapanungkapan tersebut tidak bersifat rahasia. basilek. biasanya orang mengemukakan variasi bahasa yang disebut akrolek.Variasi bahasa yang digunakan oleh kelompok sosial pada masa tertentu disebut dialek temporal atau kronolek. bahasa Perancis dialek kota Paris dianggap lebih tinggi derajatnya daripada dialek-dialek Perancis lainnya. Kolokial adalah variasi sosial yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Slang bersifat temporal dan lebih umum digunakan oleh kaum muda. Pada zaman Romawi sampai zaman pertengahan bahasa-bahasa di Eropa dianggap sebagai bahasa vulgar sebab pada waktu itu para golongan intelek menggunakan bahasa Latin dalam segala kegiatan mereka. Namun. Bahasa prokem dapat dikategorikan sebagai slang. Akrolek adalah variasi sosial yang dianggap lebih tinggi atau lebih bergengsi daripada variasi sosial lainnya. 127 . dewasa ini tampaknya dialek Jakarta cenderung semakin bergengsi sebagai salah satu ciri kota metropolitan. sebab yang penting adalah konteks dalam pemkaiannya. dices. Vulgar adalah variasi sosial yang ciri-cirinya tampak pemakaian bahasa oleh mereka yang kurang terpelajar. Bisa dicontohkan: bahasa Inggris yang digunakan oleh para cowboy dan kuli tambang. dan sebagainya. bahsa Jawa “krama ndesa”. dalam dunia kejahatan pernah digunakan ungkapan seperti barang dalam arti ‘mangsa’. Bentuk-bentuk kolokial seperti: dok (untuk dokter). atau dari kalangan mereka yang tidak berpendidikan. tetapi lebih muda menurut hierarkhi perkerabatannya. didongkrak. Umapamanya. dan yang lain. Letak kekhususan argot adalah pada kosakata.

Ragam resmi adalah variasi bahasa yang digunakan dalam pidato kenegaraan. Adanya ragam lisan dan ragam tulis ini didasarkan pada kenyataan bahwa bahasa lisan dan bahasa tulis memiliki struktur yang tidak sama. Bisa kita perhatikan berbagai jenis tulisan dalam surat kabar. dan sebagainya. akta notaris. pertanian. Atau. atau tingkat keformalan. berolah raga. 3) Variasi dari Segi Keformalan Berdasarkan tingkat keformalan. Dapat dikatakan. Ciri yang tampak dalam variasi ini adalah dalam bidang kosakata. Ragam santai adalah variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tidak resmi untuk berbincang-bincang dengan keluarga atau teman karib pada waktu istirahat. buku-buku pelajaran. Masing-masing jenis tulisan itu menggunakan pengungkapan bahasa yang berbeda sesuai dengan sifat-sifat khas kebutuhan pemakaiannya. Disebut ragam beku karena pola dan kaidahnya sudah ditetapkan secara mantap dan tidak boleh diubah. Pola dan kaidah ragam resmi sudah ditetapkan secara mantap sebagai suatu standar. 4) Variasi dari Segi Sarana Variasi bahasa dari segi sarana dapat dibedakan adanya ragam lisan dan ragam tulis. ragam usaha (konsultatif). 2) Variasi Bahasa dari Segi Pemakaian Variasi bahasa berkenaan dengan pemakaian. Wujud ragam usaha berada di antara ragam formal dan ragam informal atau santai. militer. pendek-pendek. penuh dengan kepura-puraan.Yang dimaksud dengan ken adalah variasi sosial tertentu yang bernada memelas. bahasa tajuk lain dengan bahasa pojok. tata cara pengambilan sumpah. ragam resmi (formal). bahasa iklan berbeda dengan bahasa tajuk. surat-menyurat dinas. register adalah variasi bahasa yang disebabkan oleh sifat-sifat khas kebutuhan pemakaiannya. ceramah keagamaan. bahasa pojok lain pula dengan bahasa artikel. Variasi ini biasanya dibicarakan berdasarkan bidang penggunaan. atau register. dan sebagainya. Ragam akrab adalah variasi bahasa yang biasa digunakan oleh penutur dengan mitra tutur yang hubungannya sudah akrab. yang digunakan dalam situasi-situasi khidmat dan upacara-upacara resmi (upacara kenegaraan. dan sarana penggunaan. Dalam penyampaian informasi secara lisan dibantu oleh unsur-unsur nonsegmental (nada suara. variasi bahasa dapat dibagi atas lima. gerak128 . dibuat merengek-rengek. dan dengan artikulasi yang sering tidak jelas. Ragam ini ditandai dengan penggunaan bahasa yang tidak lengkap. Variasi bahasa berdasarkan fungsi lazim disebut register. yakni bentuk kata atau ujaran yang dipendekkan. Ragam santai ini banyak menggunakan bentuk alergo. khotbah. Variasi bahasa berdasarkan bidang pemakaian menyangkut bahasa itu digunakan untuk keperluan atau bidang tertentu (sastra. atau fungsinya disebut fungsiolek. Ragam resmi ini pada dasarnya sama dengan ragam bahasa baku yang digunakan dalam situasi resmi dan bukan dalam situasi tidak resmi. gaya. Pemakaian bahasa berita lain dengan bahasa iklan. ragam. berekreasi. Kosakatanya banyak dipenuhi unsur leksikal dialek atau bahasa daerah. Ragam usaha adalah variasi bahasa yang lazim digunakan dalam pembicaraan biasa di sekolah dan rapat-rapat atau pembicaraan yang berorientasi kepada hasil atau produksi. kitab undang-undang. rapat dinas. jurnalistik. atau penggunaannya. ragam santai (casual). dan lain-lain). dan sebagainya. dan ragam akrab (intimate). Biasanya digunakan oleh para pengemis. Ragam beku adalah variasi bahasa yang paling formal. yaitu: ragam beku (frozen). dan surat-surat keputusan). ragam usaha ini adalah ragam bahasa yang paling operasional.

maka antara keduanya tampak adanya hubungan timbal-balik yang mewarnai sifat masyarakat tuturnya. Bahkan bahasa sebagai alat untuk menegakkan kelompok dan alat untuk menunjukkan identitas kelompok. Sebagai contoh keadaan demikian adalah yang terjadi di Montreal (Kanada). tetapi masing-masing bahasa mempunyai fungsi atau peranannya sendirisendiri dalam konteks sosialnya. di mana pun pembicaraan itu berlangsung. diglosia. Dalam hubungan ini. Kepada siapapun mereka berbicara. Di sana bahasa Inggris dan bahasa Perancis dipergunakan secara berdampingan dan sejajar karena hampir seluruh anggota masyarakat di daerah itu mengenal keduanya secara baik. yakni: (a) masyarakat tutur yang diglosik dan dwibahasawan ialah masyarakat tutur yang secara keseluruhan menggunakan dua bahasa sebagai alat komunikasinya. Karena baik kedwibahasaan maupun diglosia pada hakikatnya adalah peristiwa yang menyangkut pemakaian dua bahasa yang dipergunakan oleh seseorang atau sekelompok orang di dalam suatu masyarakat. 1) Kedwibahasaan Kedwibahasaan (bilingualisme) diartikan sebagai penggunaan dua bahasa oleh seorang penutur dalam pergaulannya dengan orang lain secara bergantian. pengertian diglosia ini pun mengalami perkembangan. sedangkan kemampuan untuk menggunakan dua bahasa disebut kedwibahasawanan (bilingualisme). B. tetapi kedua bahasa itu tidak mempunyai peranan sendiri-sendiri di dalam masyarakat pemakai bahasa. tetapi juga alat komunikasi antarkelompok. Oleh karena itu. dan pergeseran bahasa. integrasi. dan dalam situasi bagaimana pun terjadi pembicaraan itu. digunakan oleh para pekerja kasar) dan bahasa 129 . Hal itu dimungkinkan karena peristiwa sejarah yang menjadikan daerah itu diduduki secara bersama oleh para imigran yang berasal dari Inggris dan Perancis. dalam menggunakan ragam tulis. sedangkan dalam ragam tulis hal-hal yang disebutkan tadi tidak ada. dan sejumlah gejala-gejala fisik lainnya). Hal ini tampak dari pernyataan Fishman (1975:73) yang mengemukakan bahwa diglosia dipergunakan untuk menyebut suatu masyarakat yang mengenal dua bahasa (lebih) untuk berkomunikasi di antara anggotanya. alih kode. tetapi di dalam masyarakat tersebut kedua bahasa itu dipergunakan dengan fungsinya masing-masing. Orang yang dapat menggunakan dua bahasa itu disebut dwibahasawan (bilingual). kedua bahasa itu dapat dipergunakan. Pemilihan bahasa yang akan dipergunakan bergantung kepada kemampuan pembicara dan pendengarnya. Contoh: di Paraguay dipergunakan dua bahasa. 2) Diglosia Diglosia adalah keadaan dua bahasa dipergunakan dalam masyarakat yang sama. Peristiwa Kontak Bahasa Peristiwa-peristiwa kebahasaan yang mungkin terjadi sebagai akibat adanya kontak bahasa antara lain: kedwibahasaan. Ciri utama kedwibahasaan menurut Wolff (1974:5) adalah dipergunakannya dua bahasa atau lebih oleh seorang atau sekelompok orang. tentang masalah apa pun yang dibicarakan. Untuk dapat menggunakan dua bahasa tentunya seseorang harus menguasai kedua bahasa itu. interferensi. Oksaar (1972:478) berpendapat bahwa tidak cukup membatasi kedwibahasaan hanya sebagai milik individu. Kedwibahasaan harus diperlakukan juga sebagai milik kelompok sebab bahasa tidak terbatas sebagai alat penghubung antarindividu. Seperti halnya kedwibahasaan.gerik anggota tubuh. yaitu bahasa Guarani (bahasa penduduk asli. usahakan kalimat-kalimat yang disusun dapat dipahami oleh pembaca secara mudah. campur kode. Fishman (1975:7-88) menyebut empat jenis masyarakat tutur yang menunjukkan adanya hubungan seperti itu.

(c) masyarakat tutur yang dwibahasawan tetapi takdiglosik terdapat di dalam masyarakat yang menggunakan dua bahasa sebagai alat komunikasinya. teknologi. yaitu: (a) alih kode intern yaitu alih kode yang terjadi antarbahasa-bahasa daerah dalam satu bahasa nasional. ya rok. agak langka. yaitu Kalau yang ini berapa Bu? dan Itu lima puluh ribu merupakan contoh alih kode. Dua masyarakat tersebut tidak pernah berinteraksi dan mereka tidak pernah membentuk satu masyarakat tutur.Spanyol (bahasa peninggalan penjajahan. varian kelas sosial. Dua kalimat terakhir dari dialog di atas. 3. kepada siapa pun. Pembeli : Daster. perekonomian. Contoh: di Eropa sebelum Perang Dunia I terdapat dua masyarakat tutur. sedangkan kedua bahasa itu tidak menunjukkan fungsi-fungsi tertentu dalam penggunaannya. Dalam praktiknya mungkin saja dalam suatu peristiwa tutur terjadi alih kode intern dan alih kode ekstern secara beruntun. (b) masyarakat tutur yang diglosik tetapi takdwibahasawan ditandai dengan adanya dua (lebih) masyarakat yang secara politis. dan atau religius dipersatukan ke dalam suatu kesatuan yang fungsional. Kedua bahasa itu dikenal baik oleh separoh penduduk negara itu dan dipergunakan sebagai alat komunikasi. (d) masyarakat tutur yang takdwibahasawan dan takdiglosik. Sebelumnya. antara pembeli dan penjual menggunakan bahasa Jawa. Ini berarti. dan dalam situasi bagaimana pun. Sebagai contoh adalah masyarakat tutur di Montreal (Kanada). Sebagai contoh peristiwa alih kode dapat diperhatikan dialog antara pembeli dan penjual yang berlatar belakang budaya Jawa berikut ini. ragam. digunakan dalam lingkungan pendidikan. Di dalam suatu kode terdapat berbagai kemungkinan varian (varian resional. pemerintahan. “Ya daster. meskipun perbedaan sosio-kultural tetap memisahkannya. maka peristiwa alih kode mungkin berwujud alih varian. alih gaya. Pembeli : Kalau yang ini berapa Bu? Penjual : Itu lima puluh ribu. apabila fungsi kontekstual dan situasi relevansialnya dinilai oleh penutur cocok untuk melakukan. alih ragam. ekonomis. keagamaan. yaitu masyarakat orang elite Eropa yang biasa menggunakan bahasa “tinggi” dan masyarakat kebanyakan menggunakan bahasa yang lain. antardialek-dialek dalam satu bahasa daerah. “Itu empat puluh ribu”. dan tidak begitu jelas. atau antarbeberapa ragam dan gaya yang terdapat dalam satu dialek dan (b) alih kode ekstern yaitu alih kode yang terjadi antara bahasa asli dengan bahasa asing. ya rok”. 130 . to iki? “Ini daster ya?” Penjual : Ya daster. di mana pun. Alih Kode Alih kode adalah peristiwa peralihan dari kode yang satu ke kode yang lain. Soewito (1983:69) membedakan adanya dua macam alih kode. kemudian si pembeli beralih kode ke bahasa Indonesia dan penjual pun mengimbanginya. Pembeli : Pinten niki? “Berapa ini?” Penjual : Niku sekawan dasa ewu. gaya ataupun register). masyarakat yang seperti ini hanya sedikit. atau alih register. keduanya dapat dipakai untuk keperluan apa pun. dan hal-hal lain yang bersifat resmi).

Alih kode merupakan peristiwa kebahasaan yang disebabkan oleh faktor-faktor luar bahasa, terutama faktor-faktor yang sifatnya sosio-situasional. Beberapa faktor yang merupakan penyebab terjadinya alih kode antara lain: (a) Pembicara atau penutur (O1) Seorang penutur kadang-kadang dengan sadar berusaha beralih kode terhadap mitra tutur karena suatu maksud. (b) Pendengar atau mitra tutur (O2) Setiap penutur pada umumnya ingin mengimbangi bahasa yang dipergunakan oleh mitra tuturnya. (c) Hadirnya orang ketiga (O3) Dua orang yang berasal dari kelompok etnik yang sama pada umumnya saling berinteraksi dengan bahasa kelompok etniknya. Tetapi jika kemudian hadir orang ketiga dalam pembicaraan itu dan orang itu berbeda latar kebahasaannya, biasanya dua orang tadi beralih kode ke bahasa yang dikuasai oleh ketiganya. (d) Pokok pembicaraan Pokok pembicaraan merupakan faktor yang termasuk dominan dalam menentukan terjadinya alih kode. (e) Untuk membangkitkan rasa humor Alih kode untuk membangkitkan rasa humor ini bisa dicontohkan: pada kegiatan belajar yang mulai lesu, guru menyegarkan suasana dengan memunculkan humor; pada saat rapat, untuk mengurangi ketegangan yang mulai timbul pimpinan rapat menghadirkan humor; dan lain sebagainya. (f) Untuk sekadar gengsi. Seorang penutur kadang beralih kode hanya untuk sekadar gengsi. Padahal baik faktor sosio-situasional sebenarnya tidak mengharuskan dia untuk beralih kode. 4) Campur Kode Thelander (1976:103) menyatakan apabila dalam suatu tuturan terjadi percampuran atau kombinasi antara variasi-variasi yang berbeda di dalam satu klausa yang sama, maka peristiwa itu disebut campur kode. Seperti halnya alih kode, campur kode juga dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: a) campur kode intern dan b) campur kode ekstern. Latar belakang terjadinya campur kode pada dasarnya dapat dikategorikan menjadi dua tipe, yaitu: a) tipe yang berlatar belakang pada sikap dan b) tipe yang berlatar belakang kebahasaan. Atas dasar latar belakang sikap dan kebahasaan yang saling bergantung dan bertumpang tindih seperti itu dapat diidentifikasi beberapa alasan atau penyebab terjadinya campur kode, yaitu: (a) identifikasi peranan, (b) identifikasi ragam, dan (c) keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan. Berdasarkan unsur-unsur kebahasaan yang terlibat di dalamnya, campur kode dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain: (a) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud kata Contoh: Mangka seringkali sok ada kata-kata seolah-olah bahasa daerah itu kurang penting. (b) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud frasa Contoh: Karena saya sudah kadhung apik dengan dia, ya tak teken saja. (c) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud bentuk baster Contoh: Hendaknya segera diadakan hutanisasi kembali. (d) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud pengulangan kata Contoh: Sejak tadi hanya tonya-tanya saja kerjamu! (e) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud ungkapan atau idiom Contoh: Hindari cara kerja alon-alon waton kelakon. 131

(f) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud klausa Contoh: Pemimpin yang bijaksana selalu bertindak ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. 5) Interferensi Interferensi dianggap sebagai gejala tutur, hanya terjadi pada dwibahasawan dan peristiwanya dianggap sebagai penyimpangan. Interferensi dianggap sebagai sesuatu yang tidak perlu terjadi karena unsur-unsur serapan itu sebenarnya sudah ada padanannya (persamaannya) dalam bahasa penyerap, sehingga cepat atau lambat sesuai dengan perkembangan bahasa penyerap, diharapkan makin berkurang atau sampai batas paling minim. Dalam proses interferensi terdapat tiga unsur mengambil peranan, yaitu: (a) bahasa sumber (bahasa donor), (b) bahasa penyerap (resipien), dan (c) unsur serapan (importasi). Dalam peristiwa kontak bahasa mungkin sekali pada suatu peristiwa suatu bahasa merupakan bahasa donor, sedangkan pada peristiwa lain bahasa tersebut merupakan bahasa penyerap. Saling serap merupakan peristiwa umum dalam kontak bahasa. Interferensi dapat terjadi dalam semua tataran kebahasaan, yaitu: (a) fonologi, contoh: mBandung, nJepara, nDeli, dan sebagainya (b) morfologi, contoh: kemahalan, sungguhan, ketabrak, dan sebagainya. (c) sintaksis, contoh: Rumahnya ayahnya Vian bagus sendiri di kampung ini merupakan terjemahan kalimat bahasa Jawa Omahe bapake Vian apik dhewe neng kampung iki. (d) semantik, contoh: sarat yang berarti ‘penuh’ sering dipertukarkan dengan syarat yang berarti ‘ketentuan’. 6) Integrasi Integrasi terjadi apabila unsur serapan dari suatu bahasa telah dapat menyesuaikan diri dengan sistem bahasa penyerapnya, sehingga pemakaiannya telah menjadi umum karena tidak lagi terasa keasingannya. Contoh: istilah yang berasal dari bahasa Belanda seperti: voorloper, zuursak, dan chauffeur berturut-turut dalam bahasa Indonesia menjadi pelopor, sirsak, dan sopir. Haugen (1972:477) menafsirkan integrasi sebagai kebiasaan memakai materi dari suatu bahasa ke dalam bahasa yang lain. Kebiasaan yang telah menjadi umum seperti itu terjadi karena unsur tersebut telah terserap dalam waktu yang cukup lama atau belum lama waktu terserapnya tetapi sangat diperlukan karena belum ada padanannya dalam bahasa yang bersangkutan. Proses penyesuaiannya biasanya tidak terjadi sekaligus. Sebelum unsur serapan itu benar-benar berintegrasi dalam bahasa penyerapnya, biasanya terjadi beberapa bentuk ganda sebagai akibat perbedaan tuturan perseorangan baik secara fonemik maupun secara morfemik. Penyerapan unsur asing dalam rangka pengembangan bahasa Indonesia bukan hanya melalui penyerapan kata asing itu yang disertai dengan penyesuaian lafal dan ejaan, tetapi banyak pula dilakukan dengan cara: (a) Penerjemahan langsung yaitu kosakata itu dicarikan padanannya dalam bahasa Indonesia. Contoh: airport menjadi bandar udara, paardekracht menjadi tenaga kuda, dan lain sebagainya. (b) Penerjemahan konsep yaitu kosakata asing itu diteliti baik-baik konsepnya lalu dicarikan kosakata bahasa Indonesia yang konsepnya dekat dengan kosakata asing tersebut. Contoh: begroting post menjadi mata anggaran, network menjadi jaringan, dan lain sebagainya. 7) Pergeseran Bahasa Pergeseran bahasa (language shift) menyangkut masalah penggunaan bahasa oleh seorang penutur atau sekelompok penutur yang bisa terjadi sebagai akibat perpindahan dari satu masyarakat tutur ke masyarakat tutur lain. Pendatang atau 132

kelompok pendatang ini untuk keperluan komunikasi mau tidak mau harus menyesuaikan diri dengan menanggalkan bahasanya sendiri, kemudian menggunakan bahasa masyarakat tutur setempat. Pergeseran bahasa biasanya terjadi di negara, atau daerah, atau wilayah yang memberi harapan untuk kehidupan sosial ekonomi yang lebih baik, sehingga mengundang imigran atau transmigran untuk mendatanginya. 3.2.2 Psikolinguistik Psikolinguistik merupakan gabungan disiplin psikologi dan linguistk, yakni dua bidang ilmu yang berbeda, yang masing-masing berdiri sendiri, dengan prosedur dan metode yang berlainan. Namun, keduanya sama-sama meneliti bahasa sebagai objek formalnya. Hanya objek materialnya yang berbeda. Objek psikologi adalah gejala jiwa dan objek linguistik adalah bahasa. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa objek psikolinguistik adalah bahasa juga, tetapi bahasa yang berproses dalam jiwa manusia yang tercermin dalam gejala jiwa. Dengan kata lain, bahasa yang dilihat dari aspekaspek psikologis. Psikolinguistik mencoba menguraikan proses-proses psikologi yang berlangsung jika seseorang mengucapkan kalimat-kalimat yang didengarnya pada waktu berkomunikasi dan kemampuan berbahasa itu diperoleh oleh manusia. Lebih lanjut Hartley (1982:16) menyatakan bahwa psikolinguistik membahas hubungan bahasa dengan otak dalam memproses dan menghasilkan ujaran-ujaran dalam pemerolehan bahasa. Orang yang sedang marah akan lain perwujudan bahasa yang digunakan dengan orang yang sedang bergembira. Titik berat psikolinguistik adalah bahasa, bukan gejala jiwa. Dengan mencoba menganalisis objek linguistik dan objek psikologi serta titik berat kajian psikolinguistik dapat ditarik simpulan bahwa ruang lingkup psikolinguistik mencoba memerikan bahasa dilihat dari aspek-aspek psikologi dan hal-hal yang dapat dipikirkan oleh manusia. Topik-topik penting yang akan dipaparkan pada kesempatan ini adalah: a) proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran, b) pemerolehan bahasa, dan c) gangguan berbahasa. B. Proses Bahasa dalam Komunikasi dan Pikiran Bahasa yang digunakan dalam proses komunikasi sebenarnya melalui suatu proses yang disebut proses bahasa. Proses bahasa itu dapat dibagi atas tiga bagian, yakni: 1) proses ketika masih berada di dalam jati diri seseorang, 2) berada di lingkungan, dan 3) berada di dalam jati diri pendengar.
proses pada pembicara proses pada lingkungan proses pada pendengar

Dalam kaitan dengan proses bahasa, Moulton (dalam Pateda, 1990:28) mengemukakan sebelas tahap yang dilalui oleh bunyi bahasa dari pembicara kepada pendengar. Tahapan tersebut adalah: (1) membuat kode semantis, (2) membuat kode gramatikal, (3) membuat kode fonologis, (4) perintah otak, (5) gerakan alat ucap, (6) bunyi berupa getaran, 133

(7) perubahan gerakan melalui telinga pendengar, (8) getaran diteruskan ke otak, (9) pemecahan kode fonologis, (10) pemecahan kode gramatikal, dan (11) pemecahan kode semantis. Dari sebelas tahap tersebut, hanya dua tahap yang dapat dihayati wujudnya, yakni tahap (5) dan tahap (6). Tahap-tahap lain berada di dalam jati diri pembicara atau pendengar. Dikaitkan dengan kajian psikolinguistik, maka proses (1)-(4) dan (7)(11) termasuk lingkupan kajian psikolinguistik. Proses yang terjadi berlangsung dengan cepat, otomatis, dan sempurna. Kata-kata yang memuat konsep pesan pembicara keluar dengan cepat seolah-olah tanpa dipikir lagi. Perhatikan orang yang sedang berpidato atau memberikan ceramah tanpa teks. Dalam hubungan seperti ini sangat diperlukan pengetahuan pembicara tentang: (a) sejumlah kosa-kata dengan makna dan penggunaannya, (b) kaidah bahasa yang digunakan, (c) situasi yang mempengaruhi, (d) keadaan pembicara, dan (e) saling mengerti antara pembicara dengan pendengar. B. Pemerolehan Bahasa Pemerolehan bahasa (language acquisition) adalah proses yang berlangsung di dalam otak seorang kanak-kanak ketika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya. Pemerolehan bahasa biasanya dibedakan dari pembelajaran bahasa (language learning). Pembelajaran bahasa berkaitan dengan proses-proses yang terjadi pada waktu seorang kanak-kanak mempelajari bahasa kedua, setelah dia memperoleh bahasa pertamanya. Berkaitan dengan pemerolehan bahasa dan pembelajaran bahasa akan diuraikan hal-hal sebagai berikut: 1) teori pemerolehan bahasa, 2) tahap-tahap pemerolehan bahasa (B1), dan 3) pembelajaran bahasa (B2). 1) Teori Pemerolehan Bahasa Terdapat tiga teori pemerolehan bahasa, yaitu: (a) teori behavioristik, (b) teori nativistik, dan (c) teori kognitif. Menurut pandangan kaum behavioristik (kaum empiris), tidak ada struktur linguistik yang dibawa anak sejak lahir. Anak yang lahir dianggap kosong dari bahasa, anak yang lahir tidak membawa kapasitas atau potensi bahasa. Pengetahuan dan keterampilan berbahasa diperoleh melalui pengalaman dan proses belajar. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Skinner bahwa anak-anak memperoleh bahasa melalui hubungan dengan lingkungan, dalam hal ini dengan cara meniru. Bagi kaum nativistis, proses pemerolehan bahasa bukan karena hasil proses belajar, tetapi karena sejak anak lahir ia telah memiliki sejumlah kapasitas atau potensi yang akan berkembang sesuai dengan proses kematangan intelektualnya. Chomsky, pelopor kaum nativistis beranggapan bahwa setiap anak yang lahir telah dibekali dengan perangkat pemerolehan bahasa atau language acquisition device (LAD). Teori kognitif yang dipelopori oleh Jean Piaget menekankan hasil kerja mental, hasil pekerjaan yang nonbehavioris. Proses-proses mental dibayangkan sebagai yang secara kualitatif berbeda dari tingkah laku yang dapat diobservasi. Titik awal teori kognitif adalah anggapan terhadap kapasitas kognitif anak dalam menemukan struktur di dalam bahasa yang ia dengar di sekelilingnya.Baik pemahaman dan produksi serta komprehensi bahasa pada anak dipandang sebagai hasil proses kognitif yang secara terus-menerus berkembang dan berubah. Jadi, stimulus merupakan masukan bagi anak yang kemudian berproses dalam otak. Pada otak ini terjadi mekanisme internal yang diatur oleh pengatur kognitif yang kemudian keluar sebagai hasil pengolahan kognitif tadi.

134

2) Tahap-tahap Pemerolehan Bahasa (B1) Ada sebagian ahli membagi tahap pemerolehan bahasa ke dalam tahap pralinguistik dan tahap linguistik. Tahap pralinguistik yakni berupa keluarnya bunyibunyi seperti tangisan dan rengekan yang dikendalikan oleh rangsangan yakni respon otomatis anak pada rangsangan lapar, sakit, keinginan untuk digendong, dan perasaan senang. Pada tahap linguistik terdiri dari: (a) Tahap pengocehan (babbling stage), kira-kira anak berumur enam bulan. Ia mulai meraban (mengoceh), ia mulai mengucapkan sejumlah besar bunyi ujar yang sebagian besar tidak bermakna dan sebagian kecil menyerupai kata atau penggalan kata yang bermakna hanya karena kebetulan saja. (b) Tahap satu kata, satu frasa (holophrastic stage), kira-kira anak berumur satu tahun. Anak mulai menggunakan serangkaian bunyi berulang-ulang untuk makna yang sama. Pada tahap ini satu kata yang diucapkan anak itu merupakan satu konsep yang lengkap. (c) Tahap dua kata, satu frasa, kira-kira umur dua tahun. Seorang anak mulai mengucapkan ujaran-ujaran yang terdiri dari dua kata. Dalam tahap ini anak menggunakan rangkaian dari ucapan satu kata dengan intonasi seakan-akan ada dua ucapan. (d) Tahap “menyerupai telegram”. Jika seorang anak sudah mampu menggunakan lebih dari dua kata maka jumlah kata yang dipakai dapat tiga, empat, bahkan lebih. 3) Pembelajaran Bahasa (B2) Terdapat dua cara dalam pembelajaran bahasa, yaitu: (a) Pembelajaran B2 yang terpimpin. Ini berarti pembelajaran B2 yang diajarkan kepada pelajar dengan meyajikan materi yang sudah direncanakan, yakni tanpa latihan yang terlalu ketat dan dengan penuh kesalahan dari pihak si pelajar. Ciriciri pembelajaran B2 ini adalah bahwa materi bergantung pada kriteria yang ditentukan oleh guru dan strategi-strategi yang dipakai oleh seorang guru juga sesuai dengan yang dianggap cocok bagi siswanya. (b) Pembelajaran B2 secara alamiah (spontan). Cara ini dapat kita perhatikan dalam komunikasi sehari-hari dan bebas dari pengajaran atau pimpinan guru. Pembelajaran seperti ini tidak ada keseragaman dalam caranya sebab individu belajar B2 dengan cara sendiri. C. Gangguan Berbahasa Gangguan berbahasa itu dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu: 1) gangguan berbicara, 2) gangguan berbahasa, dan 3) gangguan berpikir. 1) Gangguan Berbicara Gangguan berbicara ini dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu: (a) gangguan mekanisme berbicara, (b) gangguan akibat multifaktorial, dan (c) gangguan psikogenik. Gangguan mekanisme berbicara adalah suatu proses produksi ucapan oleh kegiatan terpadu dari pita suara, lidah, otot-otot yang membentuk rongga mulut serta kerongkongan, dan paru-paru. Maka gangguan berbicara berdasarkan mekanismenya dapat dirinci menjadi gangguan berbicara akibat kelainan: (1) pada paru-paru (pulmonal), (2) pada pita suara (laringal), (3) pada lidah (lingual), dan (4) pada rongga mulut dan kerongkongan (resonantal). Gangguan akibat multifaktorial bisa menyebabkan terjadinya gangguan berbicara. Gangguan bicara yang bisa terjadi antara lain: (1) berbicara serampangan adalah berbicara dengan cepat sekali, dengan artikulasi yang rusak, ditambah dengan “menelan” sejumlah suku kata, sehingga yang diucapkan sukar dipahami; (2) berbicara propulsif, biasanya terdapat pada para penderita penyakit parkinson (kerusakan pada 135

Namun mereka masih memiliki curah verbal meskipun hal itu tidak dipahami oleh dirinya sendiri maupun orang lain. (1) berbicara manja. tetapi banyak berdialog dengan diri sendiri. dapat kita temukan pula gangguan berbahasa akibat lingkungan sosial. (c) depresif. Artinya. (c) Afasia motorik transkortikal terjadi karena terganggunya hubungan antara daerah Broca dan Wernicke. tetapi juga tidak dapat berkomunikasi secara visual maupun isyarat. 3) Gangguan Berpikir Gangguan pikiran dapat berupa hal-hal berikut. Selain tiga macam gangguan berbahasa yang telah disebut di atas. (2) berbicara kemayu. Keterasingannya bisa disebabkan karena diperlakukan dengan sengaja (sebagai eksperimen) bisa juga karena hidup bukan dalam alam lingkungan manusia. hubungan langsung antara pengertian dan ekspresi bahasa terganggu. Penyebab terjadinya afasia sensorik adalah akibat adanya kerusakan pada lesikortikal di daerah Wernicke pada hemisferium yang dominan. yaitu: (a) Afasia motorik kortikal. yaitu tidak dapat mengeluarkan isi pikiran dengan menggunakan perkataan. sedang ekspresivisual (bahasa tulis dan bahasa isyarat) masih bisa dilakukan.2. kehilangan gairah hidup. Mungkin lebih tepat disebut sebagai variasi cara berbicara yang normal. namun ekspresi verbal tidak bisa sama sekali. dan cenderung mengakhirinya. yaitu afasia motorik dan afasia sensorik. (b) sisofrenik. Gangguan berbicara psikogenik ini sebenarnya tidak bisa disebut sebagai suatu gangguan berbicara. Ini berarti. perubahan perilaku. (a) pikun. dan ekspresi visual pun berjalan normal. dan (3) berbicara mutis. menyalahi dan mengutuk diri sendiri. tetapi merupakan ungkapan gangguan di bidang mental.otak yang menyebabkan otot menjadi gemetar. terasingnya seorang anak manusia yang aspek biologis bahasanya normal dari lingkungan manusia. Penderita afasia sensorik ini kehilangan pengertian bahasa lisan maupun bahasa tulis. yakni tentang satuan kebahasaan itu digunakan di dalam komunikasi. penderita gangguan mutisme bukan hanya tidak dapat berkomunikasi secara verbal. masih dapat mengutarakan perkataan yang singkat dan tepat. Ini berarti. 3. Gangguan bicara psikogenik ini antara lain. untuk menulis. melainkan dipelihara oleh binatang serigala atau binatang lain. 136 . kaku. tu. curah verbal dicoraki oleh topik yang menyedihkan. yaitu hilangnya kemampuan untuk mengutarakan isi pikiran dengan menggunakan perkataan. (b) Afasia motorik subkortikal. Kerusakan pada daerah tersebut dan sekitarnya menyebabkan terjadinya gangguan bahasa yang disebut afasia. tu. dan (4) berbicara latah. Terdapat dua jenis afasia. daerah Broca dan Wernicke harus berfungsi baik. Pengetian bahasa verbal dan visual tidak terganggu. (3) berbicara gagap. tetapi masih bisa mengeluarkan perkataan dengan cara membeo. Contoh: kata pensil disebut dengan tu. Penderita afasia motorik kortikal masih bisa mengerti bahasa lisan dan bahasa tulis. tidak mampu menikmati kehidupan. dan lemah). tetapi masih mungkin menggunakan perkataan substitusinya. seperti: perubahan kepribadian.3 Pragmatik Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal. Terdapat tiga macam afasia motorik. dan kemunduran dalam segala macam fungsi intelektual. berbicara terus-menerus. 2) Gangguan Berbahasa Untuk dapat berbahasa diperlukan kemampuan mengeluarkan kata-kata.

137 . yaitu: (a) bagian ekspresi yang dapat mendukung kejelasan maksud yang disebut koteks dan (b) situasi yang berhubungan dengan suatu kejadian yang lazim disebut konteks saja. dan sarana. Misal: maksud ekspresi. “Terima kasih. waktu dan tempat bertutur. topik. dan tuturan sebagai produk tindak verbal. Konteks dan Situasi Tutur 1) Konteks Konteks adalah sesuatu yang menjadi sarana untuk memperjelas suatu maksud (Rustono. Hymes (dalam Rustono. latar belakang sosial ekonomi. A. 2) Situasi Tutur Situasi tutur adalah situasi yang melahirkan tuturan (Rustono. serta waktu dan tempat pengutaraannya.1999:20). yaitu: penutur dan mitra tutur. (1998:421) koteks terdiri atas unsur-unsur seperti: situasi. 1999:22) mengemukakan bahwa ciri-ciri konteks mencakup delapan hal. waktu. selamat jalan” yang terpasang di ujung gang jelas karena didukung oleh ekspresi sebelumnya “Jalan pelan-pelan. dan lain-lain. saluran atau media. (c) Tujuan tuturan Bentuk-bentuk tuturan yang diutarakan oleh penutur dilatarbelakangi oleh maksud dan tujuan tertentu. Di dalam pragmatik berbicara merupakan aktivitas yang berorientasi pada tujuan. kode. topik tuturan. Dalam hubungan ini bentuk-bentuk tuturan yang bermacam-macam dapat digunakan untuk menyatakan maksud yang sama. konteks pada hakikatnya adalah semua latar belakang pengetahuan yang dipahami bersama oleh penutur dan mitra tutur. berbagai maksud dapat diutarakan dengan tuturan yang sama. Menurut Leech (1983:13-15) situasi tutur mencakup lima komponen. (e) Tuturan Tuturan yang digunakan di dalam rangka pragmatik. tindak tutur sebagai bentuk tindakan atau aktivitas. Di dalam komunikasi tidak ada tuturan tanpa situasi tutur. yaitu: penutur. tingkat keakraban. (d) Tindak tutur Pragmatik berhubungan dengan tindak verbal yang terjadi dalam situasi tertentu. bentuk amanat. tujuan tuturan. seperti yang dikemukakan dalam kriteria keempat merupakan bentuk dari tindak tutur. amanat atau pesan. Tuturan merupakan akibat. dan peristiwa (kejadian). dan c) prinsip percakapan. 1999:26). Pembicaraan dalam bagian pragmatik ini akan dibatasi seputar: a) konteks dan situasi tutur. konteks tuturan. mitra tutur. sedangkan situasi tutur merupakan sebab. Aspek-aspek yang berkaitan dengan penutur dan mitra tutur adalah umur. banyak anak kecil” yang dipasang di mulut gang. adegan. Tuturan sebagai entitas yang konkret jelas penutur dan mitra tuturnya. tempat. peristiwa. pendengar. (a) Penutur dan mitra tutur Konsep penutur dan mitra tutur ini juga mencakup penulis dan pembaca jika tuturan yang bersangkutan dikomunikasikan dengan media tulisan. Makna yang dikaji dalam pragmatik bersifat triadis. jenis kelamin. Dalam hubungan ini pragmatik menangani bahasa dalam tingkatannya yang lebih konkret dibanding dengan tatabahasa. Menurut Alwi et al. pembicara. Di dalam koteks. kode. Oleh karenanya. Terdapat dua sarana. (b) Konteks tuturan Di dalam pragmatik. Atau sebaliknya. tuturan yang dihasilkan merupakan bentuk dari tindak verbal. ekspresi yang mendukung kejelasan suatu maksud tuturan itu dapat mendahuluinya dapat pula menyertainya.Pragmatik bisa dikatakan mempelajari makna secara eksternal atau makna yang terikat konteks. b) tindak tutur dan jenis-jenisnya.

Tuturan “Udara panas” yang mengacu kepada makna udara atau hawa panas. Tindak tutur lokusi paling mudah untuk diidentifikasi karena pengidentifikasiannya cenderung dapat dilakukan tanpa menyertakan konteks tuturan atau tanpa mengaitkan maksud tertentu. harfiah. 138 . dan (c) tindak perlokusi. Tindak lokusi adalah tindak tutur untuk menyatakan sesuatu. c) Prosedur itu harus dilaksanakan oleh para peserta secara benar. Tindak tutur yang pengutaraannya dimaksudkan untuk mempengaruhi mitra tutur disebut dengan tindak perlokusi. (b) direktif atau impositif. direktif. Tindak tutur ini disebut sebagai the act of saying something. Tuturan “Semarang ibukota Jawa Tengah” merupakan tuturan konstatif karena kebenaran tuturan itu. 1999:32). Tuturan “Sayur ini enak meskipun kurang asin” yang dimaksudkan untuk meminta diambilkan garam merupakan tuturan ilokusi. d) Prosedur itu harus dilaksanakan oleh para peserta secara lengkap. Kesahihan tuturan performatif bergantung kepada pemenuhan persyaratan kesahihan. Tuturan “Saya mohon maaf atas keterlambatan saya ini” merupakan contoh tuturan performatif. tanpa dimaksudkan untuk meminta kipas angin dijalankan atau jendela dibuka merupakan tuturan lokusi. Komisif. b) Orang-orang dan peristiwa tertentu di dalam kasus tertentu harus berkelayakan atau yang patut melaksanakan prosedur itu. dan Deklarasi Tindak tutur yang terhitung jumlahnya dapat diklasifikasikan menjadi lima jenis. yaitu: (a) tindak lokusi. Tuturan konstatif adalah tuturan yang menyatakan sesuatu yang kebenarannya dapat diuji benar atau salah dengan menggunakan pengetahuan tentang dunia. ilokusi. Tuturan performatif tidak dapat dikatakan bahwa tuturan itu salah atau benar. lawan dingin. ekspresif. Terhadap tuturan performatif dapat dinyatakan sahih atau tidak. Sebagai contoh. tuturan “Ada hantu” mempunyai daya pengaruh untuk menakut-nakuti. dan perlokusi. tidak langsung. yaitu: (a) representatif atau asertif. Ekspresif. dan Perlokusi Berkenaan dengan tuturan. Jenis-jenis tindak tutur antara lain: 1) konstatif dan performatif. yaitu konstatif dan performatif. Sebuah tuturan yang diutarakan oleh seseorang seringkali mempunyai daya pengaruh atau efek bagi yang mendengarnya. Tindak ilokusi disebut the act of doing something. (b) tindak perlokusi. 1) Konstatif dan Performatif Tuturan yang bermodus deklaratif dibedakan menjadi dua. 3) Representatif. (c) ekspresif atau evaluatif. (d) komisif. Tindak Tutur dan Jenis-jenisnya Tindak tutur adalah kegiatan melakukan tindakan mengujarkan tuturan (Rustono. Searle (1969:23-24) mengemukan tiga jenis tindakan yang bisa diwujudkan seorang penutur. Direktif. 2) lokusi. Tuturan yang mengandung maksud dan fungsi atau daya tuturan adalah tindak tutur ilokusi. Tindak tutur ini sering disebut the act of affecting someone. dan tidak harfiah. Tuturan performatif adalah tuturan yang pengutaraannya digunakan untuk melakukan sesuatu. Empat syarat kesahihan itu adalah: a) Harus ada prosedur konvensional yang mempunyai efek konvensional dan prosedur itu harus mencakupi pengujaran kata-kata tertentu oleh orang-orang tertentu pada peristiwa tertentu.B. Bila diamati konsep lokusi adalah konsep yang berkaitan dengan proposisi kalimat. komisif. dan (e) deklarasi atau isbati. Efek atau daya pengaruh ini dapat secara sengaja atau tidak disengaja dikreasikan oleh penuturnya. Ilokusi. dan deklarasi. 3) representatif. 2) Lokusi. 4) langsung. dan vernakuler dan seremonial.

Tuturan imperatif “Makan hati!”. Bapak maafkan kesalahanmu”. mengakui. menyalahkan. mengkritik. Dengan demikian. Contoh tuturan jenis ini antara lain: ”Jangan naik ke meja itu. Di samping itu. Tuturan “Mahasiswa yang membayar angsuran kedua sudah 90%”. Tindak tutur komisif adalah tindak tutur yang mengikat penuturnya untuk melaksanakan sesuatu yang disebutkan di dalam tuturannya. “Jika kau tidak datang ke pesta pernikahanku. menyebutkan. dan menyanjung. Tuturan “Pemuda itu tinggi hati” yang diujarkan penutur untuk 139 . kesaksian. Bila hal itu terjadi. mengizinkan. mengangkat. kami akan menunaikan ibadah haji. aku tidak akan berteman lagi denganmu”. Tuturan-tuturan yang termasuk jenis tindak tutur direktif adalah: memaksa. membatalkan. yang diujarkan seorang kakak kepada adiknya yang sedang makan dan di atas meja tersedia hati ayam digoreng merupakan tindak harfiah. Contohnya: “Saya berjanji akan mengasuh anak ini dengan ikhlas dan baik”. dan berkaul. tindak tutur yang terbentuk adalah tindak tutur langsung. mengeluh. tuturan interogatif untuk bertanya. dan “Jika ada rezeki. Tuturan seperti “Obat ayahmu sudah habis”. dan memaafkan termasuk jenis tindak tutur deklarasi. Nak” termasuk tuturan memuji. Hal itu terjadi karena maksud yang diekspresikan dengan tuturan deklaratif itu bermaksud memerintah. jika dituturkan oleh seorang ibu kepada anaknya. menuntut. dan “Sebentar lagi kita berangkat ke Parangtritis” termasuk tuturan reprentatif. mengucapkan terima kasih. keadaan. memohon. yaitu tindak tutur langsung dan tindak tuturtidak langsung. mengucapkan selamat. dan sebagainya) yang baru. Harfiah. Tuturan “Kegiatanmu hari ini sangat bermanfaat. Tindak tutur ekspresif adalah tindak tutur yang diujarkan penutur dimaksudkan sebagai evaluasi tentang hal yang disebutkan di dalam tuturan itu. memberi aba-aba. Yang termasuk ke dalam jenis tindak tutur ini adalah tuturan-tuturan menyatakan.Tindak tutur representatif adalah tindak tutur yang mengikat penuturnya akan kebenaran atas sesuatu yang diujarkan. Tidak Langsung. tetapi gaji tetap tidak mencukupi kebutuhan hidup” termasuk tuturan mengeluh. “Silakan jika ingin mengambil bunga itu”. untuk berbicara secara sopan. memerintah. “Mana barang yang kau janjikan kemarin?”. “Di kota inilah dia dilahirkan”. melarang. meminta. menyatakan kesanggupan. menyarankan. Tindak tutur harfiah adalah tindak tutur yang maksudnya sama dengan makna kata-kata yang menyusunnya. kita dapat membedakan dua jenis tindak tutur. dan sebagainya. menagih. Tindak tutur deklarasi adalah tindak tutur yang dimaksudkan penuturnya untuk menciptakan hal (status. mengancam. melaporkan. menyuruh. Selain itu. mendesak. tindak tutur dapat dibedakan menjadi tindak tutur harfiah dan tindak tutur tidak harfiah. terbentuklah tindak tutur tidak langsung. memberikan. memutuskan. mengampuni. mengajak. dan menantang. menunjukkan. dan sebagainya. Tuturan “Sudah bekerja keras. menggolongkan. Dik!”. Tuturan-tuturan dengan maksud mengesahkan. Tuturan yang termasuk jenis tindak tutur komisif adalah berjanji. dan “Lebih baik Anda pulang sekarang” adalah tuturan direktif. Yang termasuk jenis tindak tutur ini adalah tuturan-tuturan memuji. tuturan itu dapat merupakan pengungkapan secara tidak langsung. bersumpah. mengabulkan. Tuturan “Ambilkan sendok di meja itu!”. dan berspekulasi. 4) Langsung. dan Tidak Harfiah Sebuah tuturan yang bermodus deklaratif difungsikan secara konvensional untuk mengatakan sesuatu. perintah dapat diutarakan dengan kalimat berita atau kalimat tanya agar orang yang diperintah tidak merasa diperintah. dan tuturan imperatif untuk menyuruh atau mengajak atau memohon. Tindak tutur direktif adalah tindak tutur yang dilakukan oleh penutur dengan maksud agar mitra tutur melakukan tindakan yang disebutkan di dalam tuturan itu. sedangkan tindak tutur tidak harfiah adalah tindak tutur yang maksudnya tidak sama dengan makna kata-kata yang menyusunnya.

yakni: a) maksim kuantitas. ya!” cara tersebut sering dilakukan oleh orang tua kalau anaknya meminta barang-barang mainan yang mahal jika berbelanja di toko. tidak kabur. hubungan implikasionalnya dapat diterangkan. Untuk jelasnya perhatikan wacana berikut ini. yaitu vernakuler dan seremonial. A : Siapa namamu? B : Tania. Tuturan “Peringatan Pertempuran Lima Hari diselenggarakan di pelataran Tugu Muda”. Maksim kuantitas menghendaki setiap peserta tutur memberikan kontribusi yang secukupnya atau sebanyak yang dibutuhkan oleh mitra tuturnya. serta runtut. Maksim kualitas mewajibkan setiap peserta percakapan mengatakan hal yang sebenarnya. A : Rumahmu di mana? B : Semarang. Tuturan cukup memadai tentang pelaksanaan peringatan itu. Tindak tutur vernakuler adalah tindak tutur yang dapat dilakukan oleh setiap anggota masyarakat tutur. putri bapak Sudiro” sebagai contoh tindak tutur seremonial. Sebagai contoh adalah tuturan “Nanti kalau masuk Java Super Mall jangan lewat di tempat b-o-n-e-k-a. 5) Vernakuler dan Seremonial Berdasar sudut pandang kelayakan pelakunya. tepatnya di Tembalang. Hafidz dapat membuat inferensi pukul berapa ketika itu. tidak taksa. terdapat dua jenis tindak tutur. Contoh di atas mengisyaratkan bahwa kontribusi peserta tindak tutur relevansinya tidak selalu terletak pada makna ujarannya. tetapi jika dicermati. tetapi memungkinkan pula pada apa yang diimplikasikan ujaran itu. c) maksim relevansi. Dik? Hazza : Tukang koran baru saja lewat Kak. Saudara saya nikahkan dengan Saudari Jenaka Amalia. Jawaban Hazza pada contoh di atas sepintas tidak berhubungan. Maksim relevansi mengharuskan setiap peserta tutur memberi kontribusi yang relevan dengan masalah pembicaraan. Contoh tuturan vernakuler misalnya: “Terima kasih kepercayaan yang sudah diberikan kepada anak saya”. Dengan maksim ini seorang penutur juga diharuskan menafsirkan kata-kata yang digunakan mitra tuturnya secara taksa berdasarkan konteks-konteks pemakaiannya. dan tidak berlebih-lebihan. Hafidz : Pukul berapa sekarang. dan d) maksim pelaksanaan.mengungkapkan pemuda yang tidak mudah bergaul merupakan tindak tutur tidak harfiah. setiap penutur harus mematuhi empat maksim. 140 . sedangkan tindak tutur seremonial adalah tindak tutur yang dilakukan oleh orang yang berkelayakan untuk hal yang dituturkannya. Kontribusi peserta percakapan hendaknya didasarkan pada bukti-bukti yang memadai. Grice (1957:45-47) mengemukakan bahwa dalam rangka melaksanakan prinsip kerja sama. Dengan memperhatikan tukang koran mengantar surat kabar kepada mereka. Maksim pelaksanaan mengharuskan setiap peserta tutur bicara secara langsung. Tindak menikahkan orang “Dengan ini. Sebagai contoh dapat diperhatikan wacana berikut ini. C. Prinsip Percakapan Yang akan diuraikan dalam prinsip percakapan dala prinsip percakapan antara lain: 1) prinsip kerjasama dan 2) prinsip kesopanan 1) Prinsip Kerjasama Terdapat prinsip kerjasama yang harus dilakukan penutur dan mitra tutur agar proses komunikasi iu berjalan lancar. b) maksim kualitas. B memberikan kontribusi yang secara kuantitas memadai atau mencukupi pada setiap tahapan komunikasi.

Tuturan yang diutarakan secara tidak langsung lazimnya lebih sopan dibandingkan dengan tuturan yang diutarakan secara langsung. Maksim ini menggariskan setiap peserta tutur untuk meminimalkan kerugian orang lain. saya kira biasa-biasa saja. Tuturan (6) dan (8) di bawah ini dipandang kurang sopan jika dibandingkan dengan (7) dan (9) berikut. Perhatikan contoh berikut. Maksim kemurahhatian menuntut setiap peserta tutur untuk memaksimalkan rasa hormat kepada orang lain dan meminimalkan rasa tidak hormat kepada orang lain. Maksim penerimaan diutarakan dengan kalimat komisif dan impositif. semakin besar pula keinginan orang itu untuk bersikap sopan kepada mitra tuturnya. (d) maksim kerendahhatian. Maksim kerendahan hati berpusat pada diri sendiri. Maksim kerendahhatian juga diungkapkan dengan kalimat ekspresif dan asertif. Aqil : Tidak. Prinsip kesopanan memiliki sejumlah maksim. Rahma : Betapa pandainya dirimu. (8) Saya akan datang ke rumahmu untuk makan siang. Sebagai contoh dapat diperhatikan tuturan berikut. Perhatikan contoh berikut ini. (b) maksim kemurahhatian.2) Prinsip Kesopanan Sebagai retorika interpersonal pragmatik membutuhkan prinsip kesopanan. (7) Saya akan meminjami uang kepada Anda. dan (f) maksim kesimpatian. biasa-biasa saja. Maksim kebijaksanaan diungkapkan dengan tuturan impositif dan komisif. Alif : Permainanmu sangat bagus. Alif bersikap sopan karena berusaha memaksimalkan keuntungan mitra tuturnya dan Aqil juga berusaha meminimalkan penghargaan kepada diri sendiri. (e) maksim kecocokan. tetapi blocking pemainnya masih banyak kekurangan. (9) Saya akan mengundangmu ke rumah untuk makan malam. Maksim kerendahhatian menuntut setiap peserta tutur untuk memaksimalkan ketidakhormatan pada diri sendiri dan meminimalkan rasa hormat pada diri sendiri. Memet : Drama itu bagus. Maksim kecocokan juga diungkapkan dengan kalimat ekspresif dan asertif. (6) Anda harus meminjami saya uang. Dengan penggunaan kalimat ekspresif dan asertif ini jelaslah bahwa tidak hanya dalam meyuruh dan menawarkan sesuatu seseorang harus berlaku sopan. 141 . atau memaksimalkan keuntungan bagi orang lain. semakin panjang tuturan seorang. (1) Datang ke rumah saya! (tidak sopan) (2) Datanglah ke rumah saya! (3) Silakan datang ke rumah saya! (4) Sudilah kiranya datang ke rumah saya! (5) Kalau tidak keberatan. tetapi dalam mengungkapkan perasaan dan menyatakan pendapat ia tetap diwajibkan demikian. sudilah kiranya datang ke rumah saya! (sopan) Dapat dikatakan. Maksim kesimpatian ini mengharuskan setiap peserta tutur untuk memaksimalkan rasa simpati dan meminimalkan rasa antipati kepada mitra tutur. Maksim kecocokan menggariskan setiap penutur dan mitra tutur untuk memaksimalkan kecocokan di antara mereka dan meminimalkan ketidakcocokan di antara mereka. Maksim kemurahhatian diutarakan dengan kalimat ekspresif dan kalimat asertif. (c) maksim penerimaan. Maksim ini mewajibkan setiap peserta tutur untuk memaksimalkan kerugian bagi diri sendiri dan meminimalkan keuntungan diri sendiri. yaitu: (a) maksim kebijaksanaan. Dapat dicermati contoh berikut ini. ya? Mamat : Ya. Rahmi : Ah tidak. Itu hanya kebetulan. Maksim kesimpatian juga diungkapkan dengan kalimat ekspresif dan asertif. Untuk jelasnya dapat diperhatikan wacana berikut.

Dengan kata lain. diglosia. dan vernakuler dan c) Prinsip percakapan.1 Apakah yang bisa dipelajari dalam studi sosiolinguistik? 3. tindak tutur sebagai bentuk tindakan atau aktivitas. antara lain: segi penutur. dan gangguan berbahasa. Psikolinguistik merupakan gabungan disiplin psikologi dan linguistk. pemerolehan bahasa. ekspresif. dan tidak harfiah. Konteks meliputi dua sarana.3 Studi pragmatik mengurai permasalahan apa saja! 142 . Oh. Pembicaraan dalam bagian pragmatik ini dibatasi seputar: a) Konteks dan situasi tutur.7 Perhatikan prinsip percakapan yang terjadi di sekelilingmu! 3.3. antara lain: kedwibahasaan. Kartini . b) Tindak tutur dan jenis-jenisnya.3. dan tuturan sebagai produk tindak verbal.2 Jelaskan permasalahan yang dapat diuraikan dalam studi psikolinguistik! 3. Yang diuraikan dalam prinsip percakapan dalam prinsip percakapan adalah prinsip kerjasama dan prinsip kesopanan 3. Jenis-jenis tindak tutur antara lain: (i) konstatif dan performatif. Objek psikologi adalah gejala jiwa dan objek linguistik adalah bahasa. segi keformalan. Pragmatik bisa dikatakan mempelajari makna secara eksternal atau makna yang terikat konteks. komisif. Topik-topik penting yang dipaparkan di bagian psikolinguistik adalah proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran.3 Latihan-latihan 3. integrasi.3. (ii) lokusi.3. (iii) representatif. ilokusi. Makna yang dikaji dalam pragmatik bersifat triadis. yaitu: bagian ekspresi yang dapat mendukung kejelasan maksud yang disebut koteks dan situasi yang berhubungan dengan suatu kejadian yang lazim disebut konteks saja. tetapi bahasa yang berproses dalam jiwa manusia yang tercermin dalam gejala jiwa. konteks tuturan.6 Perhatikan berbagai tindak tutur yang terjadi di sekelilingmu! 3.5.1 Cermatilah pemakaian variasi bahasa yang terdapat di sekitarmu! 3. Situasi tutur meliputi: penutur dan mitra tutur.5.5.4 Amatilah pemerolehan bahasa pertama dan pembelajaran bahasa yang terjadi di sekitarmu! 3.3 Amatilah proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran yang terjadi di sekitarmu! 3. tujuan tuturan. Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa objek psikolinguistik adalah bahasa juga.5 Amatilah gangguan berbahasa yang terjadi di sekitarmu! 3. ya. dan deklarasi.3. dan perlokusi. 3. alih kode. yaitu: a) Variasi bahasa. dan segi sarana. Aku baru dengar sekarang. b) Peristiwa kontak bahasa. Pembahasan di bidang sosiolinguistik ini difokuskan pada dua hal. bahasa yang dilihat dari aspek-aspek psikologis.3. tidak langsung. interferensi. yang dapat ditinjau dari bermacam-macam segi. harfiah.5 Evaluasi 3.2 Cermatilah peristiwa kontak bahasa yang terdapat di sekitarmu! 3.Kartika : Bibiku sudah satu minggu ini dipanggil Allah. direktif. yakni tentang satuan kebahasaan itu digunakan di dalam komunikasi. segi pemakaian. (iv) langsung.3. dan pergeseran bahasa.4 Rangkuman Sosiolinguistik sebagai bidang ilmu antardisiplin (disiplin sosiologi dan disiplin linguistik) yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan pemakaian bahasa di dalam masyarakat. aku turut berduka cita. campur kode.

6. Yang diuraikan dalam prinsip percakapan dalam prinsip percakapan adalah prinsip kerjasama dan prinsip kesopanan DAFTAR PUSTAKA Chaer. harfiah. tindak tutur sebagai bentuk tindakan atau aktivitas.A. ekspresif.6. Psikolinguistik: Kajian Teoretik. Rowley Massachusetts: Newbury House Publisher. Jakarta: PT. yaitu: a) Variasi bahasa. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. California: Stanford University Press. Linguistik Umum. dan tuturan sebagai produk tindak verbal. Rineka Cipta. b) Tindak tutur dan jenis-jenisnya.2 Psikolinguistik merupakan gabungan disiplin psikologi dan linguistk. “Dialect. Rineka Cipta. Topik-topik penting yang dipaparkan di bagian psikolinguistik adalah proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran. Chaer. direktif. Objek psikologi adalah gejala jiwa dan objek linguistik adalah bahasa. dan perlokusi. alih kode. New York: Longman. 143 . Leech.3. Chaer. b) Peristiwa kontak bahasa. Jenis-jenis tindak tutur antara lain: (i) konstatif dan performatif. interferensi. 1995. Kentjono. yakni tentang satuan kebahasaan itu digunakan di dalam komunikasi. (iii) representatif. Jakarta: Fakultas Sastra UI Press. Principles of Pragmatics. Language. 1983. segi keformalan. campur kode. Psikolinguistik: Suatu Pengantar. 1982. 3. New York: Academic Press. Abdul. H. tetapi bahasa yang berproses dalam jiwa manusia yang tercermin dalam gejala jiwa. Haugen. Pembahasan di bidang sosiolinguistik ini difokuskan pada dua hal. Dasar-dasar Linguistik Umum.6 Kunci jawaban 3.6. Anthony F.P. dan tidak harfiah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa objek psikolinguistik adalah bahasa juga. Pembicaraan dalam bagian pragmatik ini dibatasi seputar: a) Konteks dan situasi tutur.1 Sosiolinguistik sebagai bidang ilmu antardisiplin (disiplin sosiologi dan disiplin linguistik) mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan pemakaian bahasa di dalam masyarakat.N. integrasi. yaitu: bagian ekspresi yang dapat mendukung kejelasan maksud yang disebut koteks dan situasi yang berhubungan dengan suatu kejadian yang lazim disebut konteks saja. J. dan pergeseran bahasa. tidak langsung. antara lain: segi penutur. 1975. Situasi tutur meliputi: penutur dan mitra tutur. Jakarta: PT. Sri Utari Subyakto. Gramedia Pustaka Utama. 2003. Fishman. komisif. Grice. diglosia. (ii) lokusi. Djoko. dan segi sarana. 1994. London: The Macmillan Press. konteks tuturan. 1984. 1975. Syntax and Semantics. segi pemakaian. tujuan tuturan. Abdul. Abdul & Leonie Agustina. Jakarta: Rineka Cipta. G. Linguistics for Language Learners. Logic and Conversation. A Brief Introduction. pemerolehan bahasa. Hartley. Sosiolinguistics. 1992. Nababan. Speech Act. ilokusi. E. Konteks meliputi dua sarana. 3. antara lain: kedwibahasaan.3 Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal. dan deklarasi. Nation” dalam The Ecology of Language. Dengan kata lain. dan vernakuler dan c) Prinsip percakapan. (iv) langsung. bahasa yang dilihat dari aspek-aspek psikologis. yang dapat ditinjau dari bermacam-macam segi. dan gangguan berbahasa. Essays by Einar Haugen. Jakarta: PT.

Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. IKIP Semarang Press. “Bilingualisme dan Diglosia”. 1974. E. S. 1972. Dewa Putu. 1990. Aspek-aspek Psikolinguistik. Poedjosoedarmo. Wijana.Oksaar. Suwito. Surakarta: FKSS-IKIP Surakarta. Bahan Ceramah dan Diskusi. 1983. Yogyakarta: Sabda. 2004. I. “Analisa Variasi Bahasa” dalam Penataran Dialektologi. Flores: Nusa Indah. Mouton: The Hague Paris. Rustono. J. 144 . Pokok-pokok Pragmatik. 1996. Mansur. 1976. Dasar-dasar Pragmatik. 1999. “Bilingualism” dalam Current Trends in Linguistics. Sosiolinguistik. Sumarsono & Paina Partana. Pateda. Surakarta: Fakultas Sastra UNS Press. Yogyakarta: Andi Offset. Wolff. Sosiolinguistik: Teori dan Problema. Semarang: CV.

karya sastra dimungkinkan untuk dimaknai secara jamak dan beragam. memberi petunjuk. Menjelaskan cara membaca puisi dengan memperhatikan lafaL. Hakikat karya sastra Sastra berasal dari bahasa Sansekerta: sas yang berarti mengarah-kan. dan ekspresi 2. dan drama” ini diharapkan para peserta dapat: 1. karya sastra justru sebaliknya. di dalam karya sastra justru dipilih kata-kata yang bermakna konotasi Genre atau kategori sastra dapat dibedakan menjadi: 1) Puisi 2) Prosa 145 . Dalam bahasa Belanda terdapat istilah letterkunde (dari litteratura) dan literatuur. Pendapat lain menyatakan bahwa sastra adalah karya dengan medium bahasa dan mengandung unsur keindahan. bersifat poliinterpretasi. Jika karya ilmiah bersifat monointerpretasi. Dichtung berarti tulisan yang bersifat rekaan dan memiliki nilai estetik. Menjelaskan penyusunan puisi dengan meilih dan makna kata yang tepat. Karya sastra dapat dilawankan dengan karya ilmiah. Menjelaskan penyusunan puisi dengan mempertimbangkan rima berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan 5. Schrifftum berarti segala suatu yang tertulis. Sastra berarti alat untuk mengajar. berdasarkan kutip[an puisi yang disajikan 9. Menjelaskan penyusunan rima dan isi puisi yang tepat berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan 11. PROSA. berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan 6. berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan 8. mengajar. Menjelaskan pesan puisi dengan tepat. Jika pilihan kata di dalam karya ilmiah bermakna denotasi. Artinya. DAN DRAMA Setelah proses pelatihan materi “Prosa. litterature (Perancis). 1984: 22-23). Menjelaskan pantun dengan rima yang tepat dengan pantun yang dirumpangkan A. berdasarkan kutipan puisi yang disajikan 3. Menjelaskan penyusunan kembali puisi dengan isi yang tepat berdasarkan kutipan puisi yang larik-lariknya diacak 10. Litteratura merupakan terjemahan dari grammatika (Yunani). Dalam bahasa Jerman terdapat istilah schrifftum dan dichtung. Menjelaskan penyusunan puisi dengan mempertimbangkan majas yang tepat. Menurut Teeuw dalam kebudayaan Barat terdapat literatur (Inggris). berdasarkan kutipan puisi yang disajikan 7. litteratura. Menjelaskan pantun dengan tepat berdasarkan isi atau sampiran pantun yang disajikan 12. intonasi. serta akhiran tra yang bermakna menunjukkan alat atau sarana. Menjelaskan tema puisi dengan tepat. Litteratura dan grammatika berdasarkan kata littera dan gramma yang berarti huruf atau tulisan. literatur (Jerman). Kesemuanya berasal dari bahasa Latin. Menjelaskan penentuan makna puisi dengan tepat. Literatuur mencakup kepustakaan atau acuan buku ilmiah.BAB IV PUISI. Menjelaskan pencitraan dengan tepat.berdasarkan kutipan puisi yang disajikan 4. Puisi. Leterkunde berarti sastra (Teeuw.

Struktur fisik puisi Adapun struktur fisik puisi sebagai berikut. yaitu kata-kata yang mengungkapkan pengalaman indrawi. Huruf kapital. Karena puisi adalah karya sastra dengan sedikit. Perhatikan puisi “Penjual Celana” karya Joko Pinurbo. Puisi tidak harus dimulai ari tepi kiri dan habis di tepi kanan.. Meskipun singkat dan padat.... Diksi dari puisi “penjual celana” karya Joko Pinurbo diantaranya mentang-mentang dan Anda (sombong) c.... penggunaan dialek. penggunaan register (ragam bahasa tertentu oleh kelompok/profesi tertentu). yaitu imaji suara (auditif). “Anda dari kampung ya? Ejeknya ketika aku sibuk Mencoba-coba berbagai celana dan tidak juga membelinya .. biasanya memperhatikan adanya persajakan atau persamaan bunyi. Pemilihan katakata dalam puisi erat kaitannya dengan makna. Berikut disampaikan hal-hal yang berkaitan dengan puisi. B. penyimpangan sintaksis. terutama persamaan bunyi di akhir baris.... tampilan.. Puisi 1. pendengaran. dan urutan kata.. keselarasan bunyi.. perwajahan yang terdapat dalam puisi tulis. dan penyimpangan grafologis (penggunaan kapital hingga titik). Geoffrey (dalam Waluyo.... bukan berarti puisi tidak kaya makna.. Hakikat puisi Puisi merupakan karya sastra dengan menggunakan bahasa yang dipadatkan. Dengan pilihan kata atau yang biasa disebut diksi puisi justru menyampaikan sesuatu dengan lebih bertenaga.penjual celana itu tiba-tiba sombong dan pura-pura lupa sama aku. a. Penjual Celana . dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil).. penyimpangan semantis. Perwajahan puisi (tipografi). dipenggal erpakan suatu penampilan yang menundukng makna sebuah puisi. imaji penglihatan (visual). yaitu bentuk puisi. Pencitraan. 2... penyimpangan historis (penggunaan kata-kata kuno).. misalnya. Pecintraan dapat dibagi menjadi tiga....... seperti penglihatan. huruf kecil. dipersingkat..... yaitu pemilihan kata-kata... 19987:68-69) menjelaskan bahwa bahasa puisi mengalami 9 (sembilan) aspek penyimpangan.... dan perabaan. maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. akume nangispa gipa gidi pinggir ka l i b. bersambung.. penyimpangan fonologis.. yaitu penyimpangan leksikal.... 146 ..... mentang-mentang pakai celana serdadu.. Diksi..3) Drama Ketiga hal tersebut akan diuraikan secara lebih rinci di bawah ini.

dan (3) pengulangan kata/ungkapan. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora. persamaan awal. litotes. 147 . Perhatikan contoh puisi Sapardi Djoko Damono ADA POHON BERNAFAS ada pohon bernafas jauh dalam diri kita di setiap helaanya seratus burung pulang mendengar cericit anak-anaknya ada pohon bernafas jauh dalam diri kita di setiap hembusannya seratus warna bunga berhamburan menyambut godaan cahaya Pencitraan puisi “ada pohon bernafas” yang pertama adalah pencitraan penglihatan (melihat pohon bernafas). d. persamaan akhir.... ritme. dan akhir baris puisi. satire. Pohon-pohon sembahyang seiring semilir angin Bersujud bersama padi-padi yang merunduk Merenungi bumi. hingga paradoks. medengar. Kedua pencitraan pendengaran (mendengar cericit anak-anaknya).... simile. Lalu hujan tumpah Mengalir dalam gemuruh Dzikir: Siapakah yang berkhalwat sepanjang malam Mendaki bukit-bukit kekekalan? Kilat menyambar-nyambar Suara cengkerik mengusik tahajud batu karang f. Bahasa figuratif disebut juga majas. klimaks. pars pro toto. 187:92). baik di awal. Perhatikan puisi “Negeri Kadal” karya Sosiawa Leak berikut: Negeri kadal Negri kami negri kadal negri yang tidak pernah sepi dari juluran lidah menjelma dasi.. Langit terbelah oleh salak anjing Yang bertakbir pada dingin. panji-panji hingga janji-jani . Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. repetisi. 1986:128). Kata kongkret “salju” melambangkan beku atau dingin. Rawa-rawa melambangkan tempat berair tetapi kotor.. dan metrum. yaitu menyangkut rima. tengah.. Rima mencakup (1) onomatope (tiruan terhadap bunyi)..... Bahasa figuratif menyebabkan puisi memancarkan kaya makna (Waluyo. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi. asonansi. sinekdoke. e. antiklimaks. ironi. totem pro parte. Perhatikan puisi “Kasidah Hujan” karya Acep Zamzam Noor sebagai berikut: Dan gerimis pun khusyuk Bertasbih pada sunyi. anafora. (2) bentuk intern pola bunyi (aliterasi. dan merasakan seperti apa yang dialami penyair. repetisi bunyi (kata (Waluyo. yaitu bahasa berkias yang dapat menimbulkan konotasi tertentu (Soedjito. 1987:83). Mengguyur rumput-rumput Yang menari. Kata kongkret “rawa-rawa” berarti sebuah tempat yang berisi air... Versifikasi. eufemisme. antitesis.. yaitu kata denotatif yang memungkinkan munculnya imaji. personifikasi. Bahasa figuratif/majas. alusio. Kata kongkret.Pencitraan dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat.. pleonasme.

bait. Kasih sayang itu bisa diwujudkan terhadap orang tua. b. dan hal-hal lain yang berkembang dan muncul pada saat teks muncul dan berkembang. yaitu sikap atau situas yang muncul dalam sebuah teks. tanda baca. politik. atau seolah bertanya kepada pembaca untuk memecahkan masalah. Nada juga dapat terlihat sombong. sahabat. Rasa (feeling).Ritma merupakan tinggi rendah. Aku ngin mencintaimu dengan sederhana : Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada. takut ‘98 Mahasiswa takut pada dosen Dosen takut pada dekan Dekan takut pada rektor Rektor takut pada menteri Menteri takut pada presiden Presiden takut pada mahasiswa c. Nada (tone). Pengungkapan tema dan rasa berkaitan dengan latar belakang sosial. Sebagaimana telah disebut di atas. Perhatikan puisi berikut: Aku Ingin Aku ngin mencintaimu dengan sederhana : Dengan kata yang tak sempat diucapkan Kayu kepada api yang menjadikannya abu. baik makna kata. keras lemahnya bunyi. Tema/makna (sense). atau malah menyerahkan penyelesaian masalah kepada pembaca. maupun keseluruhan. menganggap bodoh. Ritma sangat menonjol dalam pembacaan puisi. Struktur batin puisi Struktur batin puisi dapat dijelaskan sebagai berikut. medium sastra adalah bahasa. a. titik. mendikte.kekasih bahkan yang laing utama adalah cinta dengan Tuhan. Perhatikan puisi dengan judul “Doa” karya Taufik Ismail berikut: 148 . koma. Perhatikan puisi berjudul “takut ’66. Tema dari puisi yang berjudul “Aku Ingin” karya Sapardi Djoko adalah kasih sayang. termasuk puisi. yaitu sikap teks terhadap pembacanya. bahkan menganggap tinggi pembaca. saudara. takut ’98 karya Taufik Ismail berikut: Takut ’66. termasuk juga tipografinya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Bahkan. Perhatikan puisi “Gurindam enam” karya Taufik Ismail berikut ini: Gurindam enam Ketika serakah mencapai daun tomat Datang banjir ke kawasan kuasa camat Ketika serakah menggapai daun kelapa Datang gempa mengguncang kabupaten kita 3. Karenanya puisi harus bermakna. ekonomi. panjang pendek. Teks misalnya dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui. baris.

dan persajakannya. Tujuan tersebut dapat ditelusur dalam teks puisi. Aku Cinta Padamu”. Aku cinta padamu” adalah hakikat manusia adalah untuk mengabdi dan beribadah kepada Tuhan. Tuhan. pantun dan karmina. misalnya mantra. bait. talibun. Perhatikan puisi Rendra yang berjudul “Tuhan. 4. Pesan yang disampaikan penyair terhadap pembaca adalah taat terhadap perintah Tuhan. puisi yang masih memperhatikan jumlah baris. dan syair. aku cinta padamu Amanat dari puisi yang berjudul “Tuhan. sextet. terzina. Amanat/tujuan/maksud (itention) Ada tujuan yang mendorong penyair menciptakan puisi. seloka. gurindam. septima. stanza atau oktaf. Jenis – jenis puisi Berdasarkan kemunculannya dapat dibagi 2 kategori. quint.Doa Tuhan kami Telah nista kami dalam dosa bersama Bertahun membangun kultus ini Dalam pikiran yang ganda Dan menutupi hati nurani Ampunilah kami Ampunilah Kami d. Termasuk dalam kategori di sini adalah distichon. sesuatu yang hendak disampaikan oleh penyair. serta soneta. 149 . Inilah yang dinamakan amanat. yaitu : a. quatrain. Yang termasuk puisi lama. puisi lama Puisi lama adalah puisi yang masih sangat terikat bentuknya. Aku Cinta Padamu Aku lemas Tapi berdaya Aku tidak sambat rasa sakit atau gatal Aku pengin makan tajin Aku tidak pernah sesak nafas Tapi tubuhku tidak memuaskan untuk punya posisi yang ideal dan wajar Aku pengin membersihkan tubuhku dari racun kimiawi Aku ingin kembali pada jalan alam Aku ingin meningkatkan pengabdian kepada Allah Tuhan. bidal.

Lafal adalah kejelasan atas pengucapan suku kata. Membaca Puisi Hal-hal yang perlu diperhatkan dalam membaca puisi adalah lafal. Intonasi dapat dicapai melalui volume. atau kalimat. Soal Latihan TUSUK GIGI Soni Farid Maulana ada suara hutan menjerit dari sebuah tusuk gigi di hadapanku tanah berumput keong lumpur yang mati melayangkan ingatanku akan berbagai suku yang tumpur disapu banjir. Ekspresi dicapai melalui lafal. kata. mimik. bait. aturan keterikatan itu tidaklah terlalu dominan. disikat zaman kolonial yang bengis. dan ekspresi. sekali lagi tidak seketat puisi lama. baris. Lafal dapat disebut juga dengan artikulasi. Ekspresi adalah bagaimana secara keseluruhan puisi disampaikan kepada publik. puisi baru Puisi baru adalah puisi yang masih memperhatikan adanya persajakan. dan tempo. nada. 6. Intonasi adalah tekanan atas kata atau kalimat dari teks puisi yang hendak dibacakan. intonasi. Namun. dan gesture atau gerak tubuh. Kadang jumlah suku kata. Atau. Perhatikan puisi “Solitude” karya Sutardji Calzoum Bachri berikut: Solitude Yang paling mawar Yang paling duri Yang paling sayap Yang paling bumi Yang paling pisau Yang paling risau Yang paling nacap Yang paling dekap Samping yang paling Kau! 5.Perhatikan pantun berikut: Burung merpati bertengger di pagar Bercericau menyanyi lagu merdu Menjadi anak mesti belajar Agar kelak beroleh ilmu b. maupun persajakan masih diperhatikan. 150 . kata. namun tidak seketat puisi lama. intonasi.

yaitu apa yang disebut cerita rakyat. puisi relatif lebih pendek dibandingkan prosa. Pengertian tidak terlalu terikat dapat dibandingkan dengan puisi yang lebih dominan dengan keterikatan bentuknya. maupun cerita pelipur lara. Menjelaskan penyusunan kembali alur cerpen dengan urutan yang tepat berdasrkan kutipan cerpen yang kalimat-kalimatnya diacak 9. legenda. C. dan dongeng. Menjelaskan pesan cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 8. dikenal 2 macam sastra. Pengertian Prosa Prosa adalah karangan yang bentuknya tidak terlalu terikat. b. Menjelaskan cerpen dengan latar yang tepat berdasarkan kutipan cerpen yang dirumpangkan 10. Di dalam prosa. Berdasarkan sejarah Sastra Indonesia. Analisislah puisi “Tusuk Gigi” karya Sony Farid Maulana tersebut. roman. Termasuk di dalamnya. Menjelaskan cara melengkapi dongeng dengan latar dengan latar yangh tepat berdasarkann kutipan dongeng yang dirumpangkan 13. Puisi. Menjelaskan alur cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 7. Dilihat dari jumlah halaman. cerita jenaka. persajakan akhir lebih cenderung tidak diperhatikan. Sastra baru mencakup cerita pendek. Prosa Setelah proses pelatihan materi “Prosa. Menjelaskan watak tokoh dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 4. misalnya adanya persamaan bunyi di akhir baris. Menjelaskan sudut pandang cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 6. dan drama” ini diharapkan para peserta dapat: 1. dan novel. yaitu sastra lama dan sastra baru. Bagaimana cara membacakan puisi tersebut. Menjelaskan kembali dongeng dengan urutan yang tepat berdasarkan kutipan dongeng yang kalimat-kalimatnya diacak 12. Menjelaskan cara bercerita dalam novel dan cerpen dengan menjelaskan kutipan yang disediakan 2. Sastra lama meliputi mitos.cacing-cacing menyuburkan pepohonan tapi hutan demi hutan lenyap sudah dengan gergaji kiranya bikin beragam hewan mengungsi ke dalam buku catatan biologi atau ke dalam buku cerita kanak-kanak yang dibaca sambil tiduran a. Menjelaskan latar cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 5. 151 . Menjelaskan tokoh cerpen dengan tepat berdasarkan cerpen yang dirumpangkan 11. Menjelaskan tema cerpen atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 3. Menjelaskan tokoh dongeng dengan tepat berdasarkan dongeng yang dirumpangkan 1.

Di Eropa. tidak dianggap suci oleh yang empunya cerita. tokoh manusia kadang dengan sifat luar biasa. Dongeng juga berisi cerita peri. lelucon dan anekdot. Termasuk bagian unsur intrinsik adalah tema. Menurut H. 1967: 116-120). dan selalu mengancam binatang kecil (Fang. Unsur luar itu misalnya: ekonomi. yaitu persoalan yang paling menonjol. Sedangkan rubah termasuk binatang buas. dan lain-lain. politik. Amanat merupakan ajaran moral atau pesan yang disampaikan pengarang di dalam karya sastra. c. Saad (via Esten. dongeng biasa. alur. Dua. latar. Dongeng. Tiga. Tujuan Kancil baik karena menyelesaikan perselesihan dan menyelamatkan binatang kecil dari ancaman binatang besar. sedang Shahnon Ahmad 152 . kejam. yaitu dongeng yang diulang-dulang. latar bukan di dunia. Prosa Baru Kehadiran sebuah cerita rekaan tidak dapat dilepaskan dari unsur intrinsik dan ekstrinsik. Bascom (melalui Dananjaya. Legenda. dan hanya dengan kecerdasan otaknya ia dapat hidup di hutan belantara. yaitu tokohnya binatang. dDongeng be-rumus. bahkan sindiran. Fabel adalah dongeng binatang yang mengandung ajaran moral (Rahayu. 1971: 27). karya yang berciri: tidak dianggap benar-benar terjadi dan tidak terikat oleh waktu dan tempat. Dongeng bertujuan untuk hiburan. Unsur ekstrinsik ialah unsur luar yang turut mempengaruhi kehadiran cerita rekaan. dan pusat pengisahan (Saad dalam Lukman Ali. baik yang terungkap maupan yang tidak (Sudjiman. Faktor intrinsik meliputi tokoh. 1991: 7-13). b. tetapi kadang berisi ajaran moral. b. Menurut Anti Aarne dan Stith Thompson dongeng dibagi 4 jenis. 1990: 78). Sudjiman (1988: 57) membedakan antara tema dengan amanat. Prosa Lama Prosa cerita rakyat menurut William R. dan waktu belum terlalu lama. sosial. dan waktu sangat lampau. dianggap suci oleh yang empunya cerita. Pelanduk merupakan binatang yang kecil. Tema Tema merupakan gagasan atau pikiran utama di dalam karya. latar di dunia.2. Satu. a. Faktor intrinsik ialah faktor yang membangun cerita rekaan dari dalam. dari dirinya sendiri. Mite. cerita pelanduk dibandingan dengan cerita rubah. Grimes menggunakan istilah partisipan. dan persoalan yang paling banyak membutuhkan waktu penceritaan. 1991) dibagi menjadi: a. Klinkert ada perbedaan di keduanya itu.C. 1984: 92) mengajukan tiga cara untuk menentukan tema cerita. Tokoh dan Penokohan Tokoh ialah pelaku rekaan yang mengalami peristiwa atau berkelakuan di pelbagai peristiwa. Empat. Fabel berciri: membuat binatang kecil/lemah/lambat jadi menang serta memberi suatu binatang suatu peranan penting dan menjadi cerdik. tokoh para dewa atau 1/2 dewa. lemah. karya yang berciri: dianggap benar-benar terjadi. 3. karya yang berciri: dianggap benar-benar terjadi. dongeng binatang. persoalan yang paling banyak menimbulkan konflik.

misalnya bangunan atau nama daerah. Alur dan Pengaluran Alur ialah peralihan dari satu keadaan ke keaadan yang lain (Luxemburg. tokoh yang paling banyak berhubungan dengan tokoh lain. puncak. Lebih lanjut Saad mengemukakan bahwa alur cerita memiliki bagian-bagian: awal. tokoh bawahan. Waktu cerita berhubungannya dengan latar. Hudson (via Sudjiman. Disebut cara dramatik manakala pembaca mesti menyimpulkan sendiri bagaimana sifat sang tokoh. Tokoh andalan adalah tokoh yang dekat dengan tokoh utama. Tokoh tambahan ialah tokoh yang tidak memegang peranan sama sekali di dalam sebuah cerita (Sudjiman. tikaian. 1987: 79) dibedakan antara alur lurus dan alur tak lurus. 1990: 44. kapan terjadinya suatu 153 . termasuk bahasa. mencakup tokoh andalan dan tokoh tambahan. Alur lurus merupakan alur yang kronologis. Disebut alur longgar jika terjadi percabangan cerita. cara hidup. adat-istiadat. 1988: 34). Terdapat dua jenis tokoh. membedakannya menjadi latar sosial dan latar material. Disebut rapat jika keterkaitan jalan cerita sangat erat. terserah bagaimana imajinasi pembaca menangkap kemungkinan yang ada (Sudjiman. Perlu dibedakan antara waktu cerita dan waktu penceritaan. tokoh yang paling banyak memerlukan waktu penceritaan. dibedakan alur tunggal dan alur ganda. mencakup tokoh protagonis serta antagonis. Tokoh utama merupakan tokoh yang memegang peran pimpinan dalam sebuah cerita (Sudjiman. Pengaluran adalah cara menampilkan alur. Alur ganda jika jumlah alur lebih dari satu. klimaks. Tokoh biasanya berwujud manusia. tapi kehadirannya diperlukan untuk menunjang dan mendukung tokoh utama. Alur tunggal jika jumlah alur hanya satu. d. c. leraian. Disebut tertutup jika keputusan terhadap sesuatu sudah ditunjukkan oleh sang pengarang. Dari segi kuantitas/jumlah. Alur rapat berkaitan dengan alur tunggal. 1990: 64-79). Akhir cerita ada dua yaitu tertutup dan terbuka. Alur renggang berkaitan dengan alur ganda. Disebut analitik kalau pengarang menyebut watak dan perangai sang tokoh secara langsung apa adanya atau secara tersurat. rumitan. suasana terjadinya peristiwa. Penokohan secara umum ada dua cara yaitu analitik dan dramatik. dan selesaian. Menurut urutan waktu (Prihatmi. dan dua. 1990: 79). 1986 : 150). Latar sosial ialah gambaran keadaan masyarakat. dan tokoh utama dapat juga dilihat dari judul cerita. 1990: 80). leraian. Antagonis merupakan penentang utama/tokoh lawan.dengan istilah watak (Sudjiman. Menurut Grimes (via Sudjiman 1988: 19). rumitan. 1984: 93). Alur tak lurus yaitu alur yang urutan waktunya tak kronologis.Alur adalah sambung-sinambungnya peristiwa berdasarkan hukum sebab akibat (Saad dalam Lukman Ali. Menurut kualitasnya. yaitu: satu. Latar material adalah wujud suatu tempat secara fisik. Protagonis merupakan tokoh yang baik dan biasanya menarik simpati pembaca. Alur tersebut di atas oleh Prihatmi (1987) disederhana-kan menjadi awalan. Untuk menentukan tokoh utama ada empat cara (Saad dalam Esten. Disebut terbuka jika akhir cerita diserahkan kepada pembaca. ruang. 48). acuan yang berkait dengan waktu. Latar dan Pelataran Latar adalah segala petunjuk. tokoh sentral/utama. yaitu tokoh yang paling banyak berhubungan dengan tema. Cara menampilkan tokoh biasanya disebut penokohan. keterangan. alur dibedakan menjadi rapat dan renggang/ degresi. 1967: 120). dan akhir cerita. tokoh bawahan adalah tokoh yang kurang begitu penting kedudukannya dalam cerita.

Membaca Cerpen Sebagaimana membaca puisi. Sudut Pandang bermula dari sudut pencerita dengan kisahannya. D. intonasi. drama dibangun oleh beberapa unsur yang saling berkaitan. Sebagai naskah yang utuh. Menjelaskan alur drama. Stamina karena jumlah halaman cerpen yang lebih banyak tersebut. Drama Setelah proses pelatihan materi “Prosa. nada. dan ekspresi. berdasarkan dialog yang disajikan 1. Pusat pengisahan bermula dari tokoh mana yang disoroti. ekspresi. II. Pusat Pengisahan Menurut Wellek (1990: 292-294) pusat pengisahan adalah bagaimana pengarang menyampaikan ceritanya kepada pembaca. Menjelaskan lakuan drama. Menjelaskan cara memerankan drama dengan memperhatikan lafal. pengarang sebagai pencerita serba tahu. Intonasi dapat dicapai melalui volume. dan lakuan 2. dan tempo. Ekspresi adalah bagaimana secara keseluruhan puisi disampaikan kepada publik. atau kalimat. sudut pandang mental. Biasanya. 1988: 103-104). Jika pelukisan latar tidak sesuai dengan kondisi psikologis tokoh dinamakan latar kontras (Sudjiman. Ekspresi dicapai melalui lafal. bagaimana pilihan pengarang atas cara orang I. beradasarkan kutipan dialog drama yang disajikan 4. dalam pendekatan materi cerita dari sisi waktu dan ruang. Menjelaskan pesan drama. kata. Intonasi adalah tekanan atas kata atau kalimat dari teks puisi yang hendak dibacakan. Menjelaskan latar drama. dan gesture atau gerak tubuh. dalam membaca cerita pendek juga diperlukan stamina dan variasi. intonasi. 1988: 46). e. berdasarkan kutipan dialog drama yang disajikan 3. yaitu bagaimana pengarang memposisikan diri. tokoh bawahan (author observant). Menjelaskan tema drama. Variasi diperlukan agar publik tidak bosan dan jenuh dengan pembacaan kita. bagaimana pengarang memposisikan dalam sisi perasan dan sikap. Pelataran adalah cara menampilkan latar. Waktu penceritaan berkaitan dengan waktu/halaman yang dibutuhkan pengarang dalam menceritakan sesuatu (Sudjiman. Oleh karena itu. dan impersonal (author omniscient). berdasarkan ilsutrasi yang disajikan 7. berdasarkan kutipan yang disajikan 6. mimik. Puisi. Lafal adalah kejelasan atas pengucapan suku kata. Hakikat drama Drama adalah karya sastra yang dominan dengan dialog dan diniatkan untuk dipentaskan. dinamakan latar serasi. yaitu tokoh utama (author participant). Menjelaskan cara menyusun dialog drama dengan tepat. Harry Shaw menyarankan bahwa point of view mencakup (via Sudjiman. hal-hal yang perlu diperhatkan dalam membaca cerpen adalah lafal. atau III. Lafal dapat disebut juga dengan artikulasi. dan drama” ini diharapkan para peserta dapat: 1. yaitu: 154 . intonasi. dan sudut pandang pribadi. 1988: 76): sudut pandang fisik. bedasarkan kutipan yang disajikan 5. cerita pendek lebih panjang dibandingkan puisi. Jika pelukisan latar sesuai dengan kondisi psikologis tokoh. 3.peristiwa dalam cerita. dalam sudut pandang pribadi dijelaskan lebih lanjut. Masih oleh Shaw. Menurut Sudjiman (1988: 78) antara sudut pandang (point of view) dan pusat pengisahan berbeda.

Semua sekarang setuju Uu masuk jurusan sejarah. pikiran tokoh. sayang. konflikasi (masalah baru). antiklimaks). IBU membangunkan UU.INT.. dan ditutup dengan ending (keputusan). c karakter kepribadian tokoh yang dapat terlihat dari tindakan. amanat lebih bersifat moral. Perhatikan kutipan naskah drama Aa Ii Uu karya Arifin C Noer (1994: 55) : 10. f alur/ plot. resolusi (pemecahan masalah). Selain itu. jurusan apa pun asal Uu memang punya cita-cita. informasi juga diberikan melalui petunjuk pemanggungan. Dimulai dengan pemaparan (perkenalan awal tokoh dan penokohan). Senang sekali dia. IBU : Uu! Uu! Bangun. IBU : Iya. Perhatikan kutipan Aa Ii Uu karya Arifin C Noer (1994: 8) berikut: Shot-shot pendek ini sekaligus sebagai latarbelakang KREDIT TAITEL *Beberapa shot yang melukiskan murid-murid esmea sedang ujian penghabisan. Teks ini mungkin terdapat di dalam dialog (intradialog) dan mungkin pula terdapat di luar dialog (ekstradialog). Shot-shot tersebut akan dibalut dengan sebuah nyanyian yang segera liriknya akan disusulkan.d. KAMAR UU. RUMAH RUSTAM. sayang! UU : (jaga) Ogah! Uu tetap mau jurusan sejarah. SIANG Pintu itu terbuka dan buru-buru IBU mendekati UU yang masih mengigau ditempat tidurnya. krisis (pertentangan mencapai titik puncak–klimak s. UU lulus. e amanat yaitu pesan yang hendak disampaikan penulis dari sebuah cerita. Yang penting adegan tersebut harus merupakan adegan sekolahan yang mulus hening namun menyimpan banyak harapan. *Beberapa shot ketika mereka ketika membaca pengumuman hasil ujian. adanya masalah (konflik). Di antaranya adalah UU. Contoh: Aa Ii Uu karya Arifin C Noer (1994: 8) Lalu Ibu melangkah ke pintu IBU UU IBU UU IBU : Kamu bilang apa tadi? Ahli sejarah? : Mama tidak suda? : Kalau kerja nanti di kantor apa? : Yang pasti bukan di kantor dagang seperti papa : Nanti sulit cari kerja. UU : Papa? 155 . yaitu ide pokok yang dalam sebuah cerita.a dialog Dialog merupakan ucapan tokoh tertentu yang kemudian disusul oleh ucapan tokoh yang lain. Tema berifat umum. d tema. yaitu jalan cerita. b Petunjuk pemanggungan Petunjuk pemanggungan adalah teks sampingan yang memberikan petunjuk berbagai aspek pemanggungan.

3. dan ekspresi yang mencakup volume. IBU : Kalau mama juga antar makanan? UU menggelengkan kepalanya. Oleh karena itu. Teknik menulis naskah drama Berbeda dengan puisi dan cerita pendek. Sutardji. Calzoum Bachri. O Amuk Kapak. 2003. Mama akan sekuat tenaga juga meyakinkan mereka bahwa kamu berhak mewujudkan impian kamu. properti. tata lampu. Zainuddin. Jakarta: Erlangga. serta musik. 1991. Liaw Yock. intonasi. 1991. tatacahaya. nada. Hal-hal yang perlu diperhitungkan oleh seorang penulis drama adalah panggung. Perhatikan kutipan naskah drama Aa Ii Uu karya Arifin C Noer (1994: 116) 05. 1983. Kesemuanya akan mempengaruhi keberhasilan sebuah pentas. INT. pemeran. Jakarta : Horison Dananjaya. properti. make up. termasuk juga penonton. Kesemua yang berkaitan dengan bagaimana cara memanggungkan teks tersebut atau petunjuk tentang hal itu tertulis dalam teks samping. 2. RUMAH RUSMAN. Putu. dan gesture atau gerak tubuh. Di dalam sebuah pentas drama pemeran atau pemain perlu memahami kostum. dan waktu cerita. Fang. Jakarta: Tangga Mustika Alam. Melakonkan Drama Pada saat dipentaskan. Jakarta: Grafiti. MALAM IBU : Kamu tidak sendirian. seoerang penulis teks drama harus memperhitungkan bagaimana kira-kira teks tersebut apabila dipentaskan. KAMAR. James. Ende Flores: Nusa Indah. Bimbingan Apresiasi Puisi. suasana. Fananie. Foklor Indonesia: Ilmu Gosip. Jilid 1. IBU : Mama juga tidak boleh masuk? UU : (Sebentar) Kalau Mama boleh. Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik. 1982. Dan SELESAI. terdapat unsur-unsur yang juga perlu dipertimbangkan yaitu panggung. Telaah Sastra.IBU : Semua! UU : Ma! IBU : Sayang! Lalu mereka berpelukan. dan lain-lain. U. UU : Pokoknya Uu akan mencunci diri dalam kamar dan mogok makan. Effendi.Donegeng. tata lampu. Selain lafal. teks drama memiliki kemungkinan untuk dipentaskan. Jika di dalam puisi dan prosa dipergunakan istilah membaca. g latar/ setting. S. Surakarta: Muhamadiyah University Press. 156 . properti. kostum. yaitu tempat. di dalam drama dipergunakan istilah melakonkan drama atau memerankan lakuan. tetap diperlukan mimik. Apresiasi Puisi dan Prosa. musik. Daftar pustaka Arya. dan novel. blocking. 1982. dan tempo.

et. Taufik. Ende. Sudjiman. Memahami Cerita Rekaan. Jakarta: Yayasan Indonesia Leak. Flores: Nusa Indah 1994. 2003. Anatomi Sastra. Tata Nilai dan Eksegesis. Guntur H. Jilid 2. Wellek & Warren A. Yogyakarta: Hanindita. Arifin C. 1992. Bandung: Remaja Rosda Karya. Ende. Mido. Panuti. Terjemahan Dick Hartoko. Flores: Nusa Indah. Suyitno. Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik. Jakarta: Erlangga. AA II UU. Tjahjono Libertus. 157 . Malu (aku) Jadi orang Indonesia. Noer. Ismail. Sastra Indonesia: Pengantar Teori dan Apresiasi. Tarigan. Cerita Rekaan dan Seluk Beluknya. Dunia Bogam-Bola. 1986. 1992.Jogjakarta:Indonesia Tera Luxemburg. Teori Kesusastraan. Semi Atar M. Bandung: Rosda Karya. Sosiawan. T. Jakarta: Balai Pustaka. Prinsip-prinsip Dasar Sastra.al. 1994. Surakarta: UNS. 1982. 1982. Frans. Jakarta: Gramedia. Pengantar Ilmu Sastra. Waluyo. 1986. 2007. Diindonesiakan Melami Budianta)._______. 1986. Jakarta: Gramedia. Herman. 1993. 1986. Bandung: Angkasa. Pengkajian Prosa Fiksi. 1986.

158 .

Menjelaskan cara menulis kritik dan esai. keindahan dalam isi dan ungkapannya. Kegiatan untuk memberi pertimbangan baik buruk karya sastra dengan memberikan alasan-alasan mengenai isi dan bentuknya. kitab ilmupengetahuan.klasifikasi. keartistikan.puisi untuk apresiasi. gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari). dan drama. kritikus akan menetapkan penggolongan. 1997: 2). kata kritikos bergeser menjadi `kritikus`. Konsep Dasar Kritik Sastra Dalam bahasa Indonesia. Di bawah ini terdapat beberapapengertian kritik sastra. yang artinya orang yang melakukan kritik sastra. a. b. 2. HB. Dari beberapa rumusan di atas dapat disimpulkan bahwa kritik sastra merupakan kegiatan menghakimi.karena berasal dari kata krinein yang berarti menghakimi. Menjelaskan cara memilih tulisan kritik yang bahasanya santun.Kata Kritikos yang berarti hakim karya sastra.kitab primbon (berisi ramalan. Paparan Materi 1. hitungan). B. Abrams menerangkan bahwa kritik sastra merupakan cabang ilmu yang berurusan dengan perumusan. Jassin bahwa kritik kesusastraan ialah pertimbangan baikatau buruk sesuatu hasilkesusastraan dengan memberikan alasan-alasan mengenai isi dan bentuknya. (5) tulisan.Tujuan Pembelajaran (Kompetensi yang ingin dicapai) 1. huruf (Dep Pend dan Keb. Dari hal tersebut sebetulnya tidak perlu dicari arti setepat-tepatnya dari kata sastra maupun kesusastraan.BAB V KRITIK SASTRA A. Dari beberapa pendapat di atas terdapat dua istilah yang dipakai oleh para ahli dalam menggunakan kata sastra dan kesusastraan.(3) kitab suci Hindu. Ini dikuatkan oleh M. Kalau dicermati dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa kata `sastra` berarti (1) bahasa (kata-kata. Rachmat Djoko Pradopo menyebutkan bahwa kritik sastra ialah pertimbangan baik buruk karya sastra.memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keaslian. sedang kata kriterion bergeser menjadi `kriteria`. c. Rene Wellek memaparkan bahwa kritik sastra berasal dari krites yang dalam bahasa Yunanikuno berarti hakim. Membaca penggalan cerpen. klasifikasi. 4. Adapun Yudiono (1990: 21) Mengemukakan bahwa kesusastraan diartikan sebagai karya kesenian yang diwujudkan dengan bahasa sebagai gubahan prosa dan puisi yang indah-indah.Saleh Saad (melalui Yudiono. Pada saat inikata `kritikus` bergeser menjadi `kritisi`. penerangan. dan penilaian karyakarya sastra. Dapat menjelaskan konsep dasar. kritik dan apresiasi sastra dalam puisi. menguraikan atau memecah-mecah sebuah karya 159 . (2) karya tulis yang jika dibandingkan dengan tulisan lain. penerangan. karena kedua kata tersebut memiliki arti hampir sama. prosa. 1994: 884). Namun untuk keseragaman istilah dalam tulisan ini dipergunakan kritik sastra. 1990: 21) bahwa untuk sementara tidak ada keberatan terhadap istilah kritik sastra yang dipakai berdampingan dengan istilah kritik kesusastraan dalam arti yang sama. 3. dalam melakukan kritik terhadap sebuah karya sastra. dan penilaian karya-karya sastra. perumusan. jenis kritik sastra. Jadi. d. (4) pustaka. Kritik sastra artinya bidang studi sastra yang membicarakan karya sastra secara langsung (Prihatmi.

2. Adapun sejarah sastra adalah bidang ilmu sastra yang membicarakan perkembangan sastra sejak awal timbulnya sampai pada masa sekarang. Ini diperlukan ketika akan memberi penilaian tentang bentuk-bentuk karya sastra. pengalaman mendapatkan keindahan dalam karya sastra). Dengan sejarah sastra inilah orang dapat melihat timbultenggelamnya suatu jenis karya sastra (genre) tertentu. karena masyarakat itu menganggap atau mengakui bahwa kritik sastra bermanfaat. latar belakang sastra. Perlu diketahui bahwa teori sastra adalah bidang ilmu sastra yang membicarakan tentang konsep-konsep sastra. Kritik sastra merupakan salah satu bidang ilmu sastra. Adapun pertimbanganpertimbangan tersebut meliputi persamaan tema. sebab ketika orang akan menggolong-golongkan ke dalam periode tertentu terdapat pertimbangan-pertimbangan. Hasil kritik sastra dapat dilakukan secara terbuka dan dimuat di media massa. Kritik sastra tidak dapat juga lepas dari teori sastra. dan drama. bagaimana aliran yang satu mati digantikan dengan aliran yang lain. (2) teori sastra. jenis-jenis sastra. Adapun ilmu sastra atau studi sastra meliputi (1) kritik sastra. Hal tersebut membutuhkan teori sastra. Sejarah sastra dapat menjalankan tugasnya apabila didukung oleh adanya teori sastra.1987: 12). Sebaliknya sejarah sastra dapat membantu teori sastra. gaya. Dengan bekerja seperti ituorang akhirnya dapat memberi penilaian bagaimana kelebihan-kelebihannya dan cacat-cacatnya atau kekurangankekurangannya dengan memberikan alasan atau komentar-komentar yang dapat dipertanggungjawabkan. misalnya tentang prosa.sastra ke dalam unsur-unsur pembentuknya atau norma-normanya disertai tafsiran. secara objektif seorang kritikus dapat mengungkapkan nilai karya sastra yang telah dihayati dan dipahami. 160 . sehingga dapat bermanfaat bagi peminat sastra karena pembaca pemula mendapatkan panduan dalam memberikan penilaian terhadap karya sastra. sebab untuk menyusun teori tentang angkatan. kritikus dapat meyakinkan dengan menerapkan ukuran-ukuran yang objektif. Seorang kritikus memerlukan kecakapan untuk dapat mengungkapkan kembali pengalaman leterer dari karya sastra yang dikritiknya. persamaan ujud. Fungsi Kritik Sastra Telah dijelaskan di atas bahwa kritik sastra merupakan sebuah proses untuk memberikan penilaian terhadap karya sastra yang disertai dengan memberikan penafsiran terlebih dahulu. hakekat sastra. pengalaman berdialog secara langsung dengan karya sastra. Dalam mengadakan kritik sastra. kritikus akan memaparkan kembali pengalaman-pengalaman literer (pengalaman penghayatan. yang memerlukan keterlibatan langsung seseorang terhadap karya sastra. puisi. dan prinsip-prinsip dalampenilaian dalam karya sastra. Ketiga bidang studi sastra tersebut sangat erat berkaitan dan saling melengkapi. Dengan demikian dalam memberikan kritikan terhadap karya sastra. (3) sejarah sastra. tentang aliran orang tidak dapat lepas dari pandangan orang terhadap perkembangan sastra secara menyeluruh. Seseorang dapat memberi penilaian terhadap karya sastra perlu bantuan teori sastra. prinsip-prinsip sastra. Selain itu juga tentang isi dalam karya sastra.bagaimana suatu gaya pada waktu tertentu dapat merupakan suatu mode (Baribin. latar belakang. dan aliran-aliran tertentu. susunan dalam karya sastra. Hal tersebut dapat membiasakan masyarakat sastra menaruh perhatian terhadap tulisan-tulisan kritik sastra. Pada kritik sastra pun sejarah sastra memberi bantuan ketika seseorang akan menentukan keaslian sebuah karya sastra.

alam. Kritikinduktif meneliti karya sastra secara objektif. g. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan bagipenyusunan sejarah sastra. 1987: 31). Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan bagi penyusunan atau pengembangan teori sastra. 1) Kritik Yudisial (Judicial Criticism) Kritik sastra yang berusaha menganalisis dan menerangkan efek-efek karya sastra berdasarkan pokoknya atau temanya.yaitu penerapan teori-teori kritik pada karya sastra. Ini dapat berfungsi sebagai jembatan antara pengarang dengan pembaca. b. Memelihara dan menyelamatkan pengalaman manusiawi serta menjalinkannya menjadi suatu proses perkembangan susunan-susunan atau struktur yang bermakna. dan kriteria-kriteria untuk menilai karya sastra agar dapat diterapkan pada pembahasan karya sastra. b. serta gayanya.teknik. Memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul dalam diri pembaca setelah menikmati suatu karya satra. f.1990: 26) menyatakan bahwa fungsi kritik sastra adalah: a. 3) Kritik Impressionistik kritik sastra yang berusaha menggambarkan dengan kata-kata sifat-sifat yang terasa dalam bagian-bagian khusus atau dalam sebuah karya sastra dan menyatakan tanggapan-tanggapan (impressi)kritikus yang ditimbulkan secara langsung oleh karya sastra. kritik sastra dapat digolongkan menjadi 3 jenis. dan pembaca (Abrams melalui Prihatmi. Jenis Kritik Satra a. e. (Baribin. yaitu kritik sastra dalam bidang teori. 3. Menurut pendekatan.dan mendasarkan pertimbangan-pertimbangan individual kritikus atas dasar srandar-standar umum tentang kehebatan dan keluarbiasaan karya sastra. Untuk mengukuhkan nilai-nilai manusiawi dan dasar-dasar masyarakat berbudaya. Menurut Pelaksanaannya. (Abrams melalui Prihatmi.organisasinya. 2) Kritik Induktif (Inductive Criticism) kritik sastra yang menguraikan bagianbagian karya sastra berdasarkan fenomena-fenomena yang ada secara objektif. Sementara Andre Harjana (melalui Yudiono. tanpa menggunakan standar-standar yang tetap yang berasaldari luar dirinya. 1997: 4). Membiasakan masyarakat sastra untuk menaruh perhatian terhadap tulisantulisan kritik sastra. c. sehingga pengarang yang memanfaatnkan kritik sastra akan dapat mengembangkan atau meningkatkan mutu hasil karyanya. 1997: 4) 1) Kritik Objektif 161 . d. Memberikan sumbangan pendapat atau pertimbangan kepada pengarang tentang karyanya. atau teori tentang kritik sastra. Yudiono (1990: 24-27) mengungkapkan bahwa fungsi kritik sastra: a. 2) Kritik Terapan atau kritikpraktek.Bagaimana dengan fungsi kritik sastra. sastrawan. Menurut Bentuknya ada 2 jenis kritik sastra 1) Kritik teoritik (theoritical criticism). c. berisi prinsip-prinsip kritik sastra sebagai dasar pertimbangan dan penafsiran. b. Mendidik pembaca untuk menghargai karya sastra yang bernilai. Memberi penilaian atas baik atau buruknya suatu karya sastra. digunakan rumusan dari Abrams ada 4 pendekatan yaitu karya sastra.

Unsur kegunaan itulah yang dipakaioleh kritikus untukmengadakan penilaian terhadapkarya sastra. Dengan demikian karya sastra yang baik ditentukan oleh fungsi karya sastra tersebut dalam kehidupan. tersusun atas bagian-bagian yang saling terjalin sangat erat. 5. 4) Kritik Pragmatik ”Pragmatik” artinya berguna atau bermanfaat.Kritik ini menganggap karya sastra sebagai sesuatu yang otonom.Dalam hubungannya dengan karya sastra. 2) Kritik Ekspresif Kritik ini bertolak dari keyakinan bahwa karya sastra adalah ekspresi jiwa sastrawan.keseimbangan atas unsur-unsur pembentuknya. 3) Kritik Mimetik ”Mimetik” berasal dari bahasa Yunani mimesis yang artinya: peniruan. bebas dari sekitarnya. Sastrawan secara sadar atau tidak sadar tertuang dalam karyanya. Karya sastra dapat dipakai sebagai alat untukmencapai tujuan tertentu. ide pengarang tertuang dalam karyanya. Prosa. Kritik dan Apresiasi Sastra dalam Puisi. Kritik ini terlepas dari pengarang maupun dunia sekitarnya. dan Drama a.Karya sastra dapat dianggap sebagaialat untuk memahami keadaan jiwa pengarangnya. maka yang ditiru adalah alam atau kehidupan. Karya sastra hanya dinilai atas unsur-unsur yang membentuknya. memandang kita lama-lama. Horatius pernah mengatakan bahwa karya sastra itu berfungsi dulce et utile yang artinya menyenangkan dan berguna. Dapat diungkapkan pula bahwa karya sastra merupakan tiruan atau pembayangan dunia kehidupan nyata. maka karya sastra harus berguna atau bermanfaat pada pembaca. Yang dilakukan kritikus adalah memberi penilaian atas kriteria intrinsik. Dengan demikian kriteria keberhasilan karya sastra adalah ketetapan atau kebenaran dalam meniru alam atau kehidupan. 162 . mandiri. Pertemuan Goenawan Mohamad Meniti tasbih malam pelan-pelan Dan burung kedasih menggaris gelap de kejauhan kemudian adalah pesona: wajah-Nya tersandar ke kaca jendela memandang kita. Kriteria yang digunakan untuk menilai keberhasilan karya sastra yaitu terletak apakah jiwa pengarang. Karya sastra dianggap sebagai sebuah keseluruhan yang mencukupi dirinya. Seorang kritikus seolah dapat berdialog langsung dengan pengarangnya melalui karya sastra. Karya sastra dipandang sebagai pernyataan batin pengarangnya. kompleksitas. misalnya dari lingkungan sosial-budaya jamannya. Karena orientasinya pada alam atau kehidupan.

karena itu cara satu-satunya untuk menyembuhkan adalah dengan menghalaukan makhluk yang merugikan kesehatan itu. Blora. pipinya selalu menonjol oleh susur tembakau yang ada dalam mulutnya. kadang-kadang menyalak. Ditinjau dari sudut tertentu cara pengobatan Mbah Danu adalah rasional. Tuban. Nah mengingau dengan mata tertutup. Routenya adalah Lasem. Dia tembusi badan Nah dengan pandang membara sambil mengelilingkan susur besar di dalam mulutnya. bahwa satu saat kemudian Nah akan menjelma jadi macan gadungan. Mbah Danu sedang turne. Sapu lidi datang. anak-anak dan perempuan-perempuan serumah dan tetangga-tetangga yang bertandang semua lari terbirit-birit seolah-olah percaya. jadi sudah hampir pulang. dan kalau sudah mengaum.Wajahnya pucat seperti kain mori. Keadaannya makin lama makin payah. ketika Nah tengah mengeong-ngeong seperti kucing kasmaran. 163 . Nah tidak mengeong lagi sekarang. karena pak Jaksa mempunyai 60 pohon kelapa di pekarangannya. Ukurannya istimewa besar. dan kembali ke Rembang.kemudian bongkotnya yang garis tengahnya kira-kira 10 cm itu dia ayunkan ke atas dan dia pukulkan sekuat tenaga ke pantat Nah yang terbaring miring. bahwa orang sakit itu `didiami` oleh roh-roh jahat. gadis pelayan pada keluarga Pak Jaksa (pensiunan) telah sebulan sakit demam.kulitnya liat seperti belulang. Kini ia disinyalir sudah ada di Blora. Dan benar. Kemudian ia mencengkeram lengan Nah dan menyeretnya dari tikarnya ke lantai. Padangan. Bojonegoro. ”Ambilkan sapu lidi!” perintah Mbah Danu dengan sikap Srikandi wayang orang. Dan kini tinggallah cinta memancar-mancar dari sunyi kaca jendela b. kadang-kadang meringkik seperti kuda. Cepu. Jatirogo. ”Ngeoooong” keluar dari mulut Nah mendirikan bulu-bulu di kulit penonton. Di Rembang di sekitar tahun tiga puluhan ia lebih terkenal daripada pendeta Osborn pada pertengahan tahun 1954 di Jakarta karena prestasinya menyembuhkan orangorang sakit secara gaib. mulutnya berbuih dan ia mengeluarkan bunyi-bunyi binatang.Demikianlah bunyi telah diturunkan dan demikianlah Nabi telah dititahkan dan demikian pula manusia dikirimke bumi yang terbentang. ”Mampus engkau sekarang!” seru Mbah Danu bengis dan sapulidi terus menerus menghantam pantat Nah dengan irama rhumba. dari sorga yang telah ditutupkan. Mbah Danu Nugroho Notosusanto Wajahnya kasar-kasar seperti tengkorak. buih di mulutnya meleleh ke bawah membasahi bantalnya yang kumal seperti tempat duduk Jeep militer yang sudah tua. berkaok-kaok. Titik pangkalnya adalah suatu anggapan yang logis. Menurut kabar yang cepatnya tersiar hampir seperti berita radio. Mbah Danu memegang sapu lidi itu pada ujungnya yang lunak. Matanya kelihatan putihnya saja. Pamotan. mengeong. Si Nah. melainkan mengaum seperti singa sirkus yang marah. Sebagian hadirin mau lari. jalannya tegak seperti seorang maharani yang angkuh. Segenap hadirin melotot matanya dan megar kupingnya melihat dan mendengar pukulan dahsyat itu. Mbah Danu datang membawa koper besi yang sama antiknya dengan yang punya. Mbah Danu menegaskan.

Peluhnya bercucuran dan menguyubkan pakaiannya. sesuai dengan tradisi. Setelah sudah.” Sebagai pengeras perkataan yang terakhir. Seperempat jam Mbah Danu meraba-raba pasiennya. aduuuuh!” pekik Nah seperti manusia biasa. Selama 5 menit ia mondar-mandir di atas badan Nah sampai napas si sakit seperti ububan pandai besi bunyinya. ”Minggat! Minggat! Ayo minggat!!” jerit Mbah Danu senyaring-nyaringnya sambil memukul dengan tangan kanan dan menggenggam susur di tangan kiri. mengalami tantangan ketika Mr Salyo Kunto. aduh. Pintu ditutup dan ia kembali kepada pasiennya.” Dan di hadapan mata hadirin. Nah yang tadi sudah seperti setengah mati duduk bersandar pada dinding dan tersenyum sepertiorang bangun tidur. Sikap Mbah Danu sekaligus berubah. Gerak-geriknya persis seperti Batari Durga yang menari di atas mayat manusia. kemudia ia melepaskannya dan tegapada lututnya.” katanya tenang. segera menyuruh panggil Mbah Danu. Setelah itu berdiri dan keluar untuk meminum kopinya. Prabawa Mbah Danu di rumah pak Jaksa yang jadi sebagian prabawanya di daerah yang terentang dari Kudus sampai Tuban. kuda atau singa. sambil menggelitik si sakit pada tempat-tempat yang penuh rasa geli. salah seorang menantu pak Jaksa. ”Aduuuuuh! Aduh. ia tegak sekalilagi serta memukulkan sapu lidi itu sedemikian kerasnya ke badan Nah. Dan mula-mula Nah menggelepar-gelepar. akhirnya kegelian seperti perawan yang sehat.” kata Mbah Danu lebih jauh sambil membaringkan dan menyelimuti Nah dengan penuh kasih sayang. bahwa ia manusia Nah. 164 .” katanya dengan suara mineur yang lembut. Sebentar ia memijit-mijit kepala Nah. ”Aku bukannya berbicara denganmu. bersama istrinya mengunjungi mertuannya. Dengan gerakan-gerakan tangkas pakaian si sakit dibukannya dan kemudia seperti orang kegila-gilaan ia meremas-remas seluruh badan Nah. ”Ha! Hampir modar engkau sekarang!” seru Mbah Danu dengan ganas sambil melangkah maju dan menginjak tubuh Nah dengan kedua kakinya. ia melentangkan badan Nah yang keringatnya membuat lantai mengkilat basah dan mukannya kini merah padam. Beberapa hari sesuadah kedatangannya. Bu Jaksa. Kemudian deraannya menghujam pula pada pantat Nah yang kini sadar.”Minggat! Ayo minggat!” teriak Mbah Danu dengan amat murka dan dengan tendangan jitu Nah ditengkurapkannya. Air ludahnya memercik merah ke lantai dan badan Nah dalam setengah lingkaran yang radiusnya 1 1/2 meter. kemudia memercikkan ludah sedikit dari mulutnya pada dahi si sakit. ”Aduh biyuuuuung! Aduh biyuuuuung!!” tangisnya mengaung. bukan kucing. Nah. Nah. ”Minggat! Minggat! Minggat!” suara Mbah Danu menggelora sampai tetangga-tetangga dan pelintas-pelintas mengalir masuk ke rumah itu untuk menyelidiki sebab-sebab suara ngeri yang mereka dengar. anjing. ”Aku mengusir setan-setan di dalam badanmu. Nyonya Salyo sakit kepala dan pegel-pegel tubuhnya. sehingga ia sakit dan rebah ke lantai dan mengerang. ”Salah hamba apa kok disuruh minggat dan dihajar?” tanya Nah sambil menangis dan ia mencoba merangkak. ”Engkau telah sembuh. dari Bonang sampai Randublatung. Mbah Danu berdiri dan memberi isyarat supaya para penonton yang tak berkepentingan mengundurkan diri. ”Tidur saja dulu sampai besok. ”Setan-setan sudah alri dari badanmu. Kedua lengannya diacung-acungkan untuk mempertahankan keseimbangan.

tetapi. ”Ya.Sehingga yang beraksi tangan di stetoskop. Denga keras Mbah Danu diperintahkannya keluar dari kamar seperti Mbah Danu mengusir setan-setan dari tubuh-tubuh orang sakit.Ia memberi resep kinine. agar supaya waktu menelan pil si sakit diawasi sungguh-sungguh. terjadi. Mr.agar supaya Mbah Danu dipanggil. tahu benar apa sebabnya. Pada waktu-waktu lainnya kedaulatan Mbah Danu tetaputuh. Mbah Danu tak diijinkan menginjak lantai rumah itu kalau menantu akademikus Pak Jaksa itu datang. ”Malaria. Mbah Danu datang sendiri.dan denga lega Nyonya Salyo bersendawa. Perang dingin kini mencair jadi gugatan-gugatan lisan yang pedas meskipun tak ditujukan secara langsung. bahwa pijatan itu bisa merusakkan rahimmu!”. Raden Ayu. Pak Dokter pulang. meskipun tak langsung berhadap-hadapan. dan perhubungan antara mertua dan menantu jadi tegang. Sayo mengundurkan diri ke dalam kamar tamu. sangat kebetulan Dokter Umar Chattab lebih awal datangnya daripada Mbah Danuyang tidak punya mobil. yang pada masa itu satu-satunya obat yang mujarab untuk malaria.Untung hal itu terjadi paling kerap hanya dua kali dalam setahun. Clash ke-2 antara Mbah Danu dan Mr. sakit keras. ”Engkau tahu bukan.Dokter Umar.”O. sehingga angin berlomba-lomba keluar dari atas dan dari bawah dengan berletusan. Soal ini jadi perkara kehormatan baginya. Salyo masuk ke kamar dari jalan-jalan ke tepi pantai. Pak Jaksa dan Bu Jaksa dan tetangga-tetangga yang dekat. Setelah memberi petujuk-petunjuk lain tentang makan dan rawatan si sakit. Keadaan Mbok Rah makin lama makin buruk dan malamnya lagi ia mati. Pak Jaksa dan Bu Jaksa tanpa pikir panjang segera menyuruh panggil Mbah Danu ketika Mbok Rah sudah mulai mengingau. justru menantu Pak Jaksa yang berpendidikan tinggi itu berkunjung ke Rambang. Sebagai akibat insiden itu. Mr.” Dokter Umar Chattab pulang dengan tidak mengubah ketetapannya.” Dan Mbah Danu mulai berpraktek. Salyo memanggil Dokter Umar Chattab.” jawab Nyonya Salyo mendahului suaminya. 165 .” diagnose Dokter Umar Chattab di kamar Mbok Rah yang gelap. sebagaimana juga di dalam politik ia dipandang dengan marah oleh kedua pihak yang bertentangan. Kemudia Mbah Danu melakukan kombinasi kedua pijetan itu. akan saya usir. Namun ia tetap mempertahankan politik bebas yang pasif itu. ”Saya sendiri yang memberikan pil-pil itu kepada Mbok Rah. Nyonya Salyo dengan susah payah bisa tetap tinggl netral. Hanya saja ia berpesan. sehingga terbenam sama sakali dan si pasien mencetuskan bunyi yang sukar dilukiskan.Justru ketika itu Mr. Kemudian perut Nyonya Salyo ditekannya dengan kedua telapak tangannya sehingga angin keluar dari bawah dengan bunyi meletup. ketika Mbok Rah. Kemudian istrinya dimarahinya. Pertama kali ibu jarinya kedua-duanya ditekannya ke dalam daging perut Nyonya Salyo. Salyo dengan penuh pertimbangan meminta datang Dokter Umar Chattab.” kata Mbah Danu setelah mendengarkan gejala-gejala penyakit dari mulut Nyonya Salyo sendiri. Asbaknya penuh dengan putung sigaret. punggung dan tengkuk mendapat giliran.Tetapi sebagai jawaban. ”Kininenya sudah Tuan berikan sebagai yang saya tetapkan?” tanyanya. ”Coba buka baju saja. Penyakit Mbok Rah makin lama makin keras.Setelah itu.bukan tangan dan air ludah Mbah Danu. ada sedikit angin jahat bersarang di dalam. Salyo.Dengan tak dipanggil. Kualat Mbah Danu! Dan mereka mendesak. Dokter Umar Chattab heran. Suatu kesalahan bagi Mbah Danu. pelayan Pak Jaksa yang setengah umur. sedangkan Mr.

’kali. Kang. Saya sudah nggak inget lagi. tambah menyesak dada oleh asap kemenyan. ”Inna li`llahi wa inna illahi raji`un.” kata Nyonya Salyo.Ia menghela nafas panjang dan melemparkan pandang terakhirkepada bale-bale tempat semalam jenazah terbaring. orang tidak tahu ditanya. : Sembarangan. Dan juga mereka melihat pil kinine membukit di lantai di bawah bale-bale Mbok Rah.kali. Pada jam 7 orang-orang masuk ke kamar jenazah dan mengangkatnya keluar. Luar biasa. bangun. mengapa ia meninggal?!!” seru Mr. Mbah Danu. Gubuk Djumini dan Turkan di mana ya? : Di sini. Ke mana mereka semua sekarang? : Sudah pada mati. Salyo dengan gairah sambil memeluk bahu istrinya yang tidak menjawab. bisa jadi begini. (MENCUBIT ROIMA) : Aduh.”Kita telah berbuat sebaik mungkin. bangun. : Ya. Suatu sosok tubuh muncul di ambang pintu.Nyonya Salyo yang mendampingi suami di kamar itu di dalam hatinya cenderung kepada ayah-bundanya. ”Mengapa Jeng. forever. (SAMBIL MEMULAS BIBIRNYA DENGAN LIPSTIK) . gubuk kita dulu ada di sini. Salyo membuka jendela lebar-lebar. Mau ngorok sampai jam berapa? Memangnya ini hotel? (BERKEMAS-KEMAS) : Sudah siang? Masa? ”Idiih.” kata Nyonya Salyo menghibur suaminya. Tibal sudah lewat. ”Kita tak bisa menjawab kepada nonsen itu bukan!” katanya lagi. Di situ ada kali. Apa sih? : Sudah siang. Kalau tidak salah. Kita pergi sekarang sebelum diusir satpam. Dengan sangat tiba-tiba ia terpekik dan telunjuknya diacungkannya ke sudut kamar. yang diinget Cuma Tibal. Kang. 166 . jembatan dan di sana gubuk Tarsih. Matanya membara Mr. KENCING DI SITU) : Kok di situ? : Di mana lagi? : Sudah? Kita pergi? : Tunggu. . sehingga sinar matahari pagi masuk dengan gelombang besar. Salyo dan nyonya ikut menyaksikan pengambilamn jenazah dari dalam kamar tempat ia dan Dokter Umar Chattab menderita kekalahan terhadap mertuanya dan Mbah Danu. (KE MONUMEN. dibilangi. Nyonya Salyo dan Mbah Danu menengok. Salyo merasa tengkuknya dingin.Hawa di dalam kamar itu pengab. persiapan-persiapan untuk penguburan dimulai. Ketika fajar menyingsing. tetapi merasa harus solider terhadap kekecewaan suaminya. : Terang. ROIMA MASIH NGOROK JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI : Sudah siang. Riantiarno (1 adegan) TIGA DI BANGKU-BANGKU PLAZA MONUMEN JULINI BANGUN TIDUR. Ditinggal pergi lima tahun.Mr. Matanya terbelalak lebar-lebar. Onley abang. : Idiih cemburu. c. Drama Opera Kecoa karya N. Mr. Ke mana? : Kencing dulu. Yang ada sekarang Cuma abang.

Wajahnya pucat seperti kain mori`. Dalam mengungkapkan ceritanya pengarang kurang memberi gambaran yang jelas tentang latar cerita. pengarang terlalu cepat menyelesaikan ceritanya. Hanya dapat diketahui bahwa ceritanya terjadi di Jawa Tengah. 1).dengan gaya bahasa seperti ini. Rembang`. Pamotan. MAKIN BANYAK DAN MAKIN BANYAK). Pada peristiwa di rumah PakJaksa. yang pembaca dapat membayangkan kasar seperti tengkorak. Ini rupanya yang membuat cerita menjadi menarik. Satpam. Jatirogo. Padangan. (MEREKA PERGI. Dilihat dari gaya bahasanya. Bojonegoro. Cepu.pengarang juga hanya menyebut nama kota yaitu Rembang. Antiklimaks tidak terlihat. Tuban. terkesan terburu-buru. BERLARI. Dilihat dari alur cerita. memandang kita lama-lama 167 . tuh. kulitnya liat seperti belulang. Pengarang hanya menyebut nama kota untuk tempat-tempat peristiwanya seperti `Lasem. malah mogok. Dengan menggunakan gaya perbandingan. Wajah Nah yang pucat digambarkan oleh pengarang seperti kain mori. Seperti kutipan ` menantu Pak Jaksa yang berpendidikan tinggi itu berkunjung ke Rambang. apa kata Julini. kulitnya yang seperti belulang kasar liat. pembaca dapat membayangkan bagaimana bantal nah yang digambarkan oleh pengarang seperti tempat duduk Jeep militer yang sudah tua. Cerita terkonsentrasi pada bagian rumitan. sampai pada cara Mbah Danu berjalan digambarkan oleh pengarang seperti seorang maharani yang angkuh.karena kota Rembang berada di Jawa Tengah. ANEHNYA PELUIT MALAH SEMAKIN BANYAK. sehingga ketika cerita selesai membuat pembaca terkejut. jalannya tegak seperti seorang maharani yang angkuh` Untuk menggambarkan tokoh Mbah Danu pengarang menggunakan gaya perbandingan. pembaca dapat membayangkan bagaimana sosok Mbah Danu.(DUA SATPAM MUNCUL DI KEJAUHAN. LANGSUNG MEMBUNYIKAN PELUITNYA) JULINI : Tuh. 2) Kritik Ekspresif puisi Pertemuan karya Goenawan Mohamad Pada puisi ini penyair rupanya ingin mengungkapkan bahwa dirinya merasa telah bertemu dengan Tuhan ini dinyatakan dalam bait pertama Meniti tasbih malam pelan-pelan Dan burung kedasih menggaris gelap de kejauhan kemudian adalah pesona: wajah-Nya tersandar ke kaca jendela memandang kita. Mbah Danu yang memiliki wajah yang kasar. rupanya pengarang senang menggunakan gaya perbandingan. Demikian pula ketika pengarang menggambarkan keadaan bantal Nah dan wajah nah yang pucat ` buih di mulutnya meleleh ke bawah membasahi bantalnya yang kumal seperti tempat duduk Jeep militer yang sudah tua. Seperti pada ` Wajahnya kasar-kasar seperti tengkorak. Ayo.` Hal ini mengakibatkan pembaca kurang dapat membayangkan gambaran yang jelas tentang latar dalamceritanya. Kritik Objektif terhadap cerpen Mbah Danu karya Nugroho Notosusanto. pipinya selalu menonjol oleh susur tembakau yang ada dalam mulutnya. Sudah dibilangi supaya pergi dari tadi. Blora.

1987: 10). pengapresiasian. Tetapikedua aktivitas tersebut dilihat dari segi graduasi dan intensitas prilaku yang dibebankan terhadapkarya sastra.Pada kutipan di atas dapat dimaknai bahwa penyair dalam malam ketika ia sedang berzikir pada waktu malam hari ia merasa bahwa Tuhan ada bersana dengan dirinya.sikap terhadap soal yang dibicarakan. di gubuk-gubuk. Diungkapkan oleh Semi (1993: 15-16) bahwa esai sastra adalah suatu tulisan yang merupakan laporan hasil eksplorasi atau pengungkapan penulis tentang karya sastra yang sifatnya lebih banyak menekankan aspek sensasi dan kekaguman penelaah tentang hasil bacaannya atau hasil penjelajahannya. rasa cemburu. Mereka sering menjadi sasaran satpam ketika satpam melakukan rasia. Mereka menginginkan rasa aman juga. H. Riantiarno Apabila diperhatikan drama di atas. Ini menunjukkan bahwa pengarang telah mampu memotret keadaan sepasang gelandangan yang hidup di kolong jembatan. Kritik Sastra dan Esai Sastra Sering orang sulit membedakan antara kritik dan esai. Dalam esai terlihat keinginan. Pemirsa diajak untuk berempati terhadap kehidupan gelandangan yang sebetulnya sama seperti kehidupan yang normal. pengarang rupanya mengangkat masalah gelandangan yang sering dikejar-kejar oleh satpam. Ini memang merupakan gambaran kehidupan gelandangan yang dicoba oleh pengarang untuk diangkat ke dalam karyanya. Ada beberapa pendapat tentang esai sastra. a. penganalisisan. 168 .strukturnya. kadang-kadang terhadap keseluruhan dalam sebuah karya sastra. Cinta Tuhan terhadap dirimya dirasakan penyair bahwa Tuhan telah mengirimkan nabi untuknya yang datang dari surga.apa saja yang dibicarakan tentang karya sastra boleh dinamakan esai sastra. Kritik Mimetik Drama Opera Kecoa Karya N. jadi bersifat pribadi. Sebenarnya. rasa kekhawatiran. Ini terungkap pada wajah-Nya tersandar ke kaca jendela memandang kita.tidak tersusun secara teratur tetapi seperti dipetik dari bermacam-macam jalan kehidupan. Terdapat keindahan yang luar biasa ketika dapat merasakan adanya pertemuan dengan Tuhan. serta aspek kepengarangannya.aktivitas penyusunannya. Lebih lanjut diungkapkan bahwa esai memiliki persamaan dengan kritik sastra yaitu pada aktivitas dalam aspek penghayatan. Kenikmatan bersama dengan Tuhan diungkapkan sebagai sebuah pesona. Seperti pada baris dan demikianlah Nabi telah dititahkan dan demikian pula manusia dikirimke bumi yang terbentang. Dalam esai yang utama bukanlah pokok persoalan melainkan bayangan kepribadian dari pengarang yang simpatik dan menarik. Kedua istilah itu sebenarnya hanya dipakai untuk memberikan komentar atau reaksi mental terhadap sebuah karya sastra yang dibaca. dan penilaian juga dilakukan. memandang kita lama-lama. Esai tidak memecahkan persoalan tetapi melukiskan persoalan dalamkarya sastra (Baribin. Mereka memiliki cinta.B Jassin berpendapat bahwa esai membicarakan bermacam ragam. dari sorga 3). Sementara Arief Budiman berpendapat esai adalah karangan yang sedang panjangnya yang membahas persoalan secara mudah dan sepintas lalu dalam bentukprosa. Seperti ketika Julini mengajak Roima segera meninggalkan tempatnya.

dan penilaian karya-karya sastra. Dengan bekerja seperti itu orang akhirnya dapat memberi penilaian bagaimana kelebihan-kelebihannya dan cacat-cacatnya atau kekurangan-kekurangannya dengan memberikan alasan atau komentar-komentar yang dapat dipertanggungjawabkan. Rangkuman Kritik sastra merupakan kegiatan menghakimi. Buatlah kritik mimetik terhadap cerpen Mbah Danu karya Nugroho Notosusanto 2. Tugas dan tanggung jawab kritikus sebenarnya diarahkan kepada upaya memfungsikan kritik sastra itu sendiri. klasifikasi.Lebih dari itu. Kritik sastra yang disusun atas dasar keinginan untuk memperbaiki mutu karya sastra dan mutukhalayakpembaca. Cara Meyusun Kriti Sastra Agar dapat menyusun kritik sastra dengan baik. Jadi.baik bagi sastrawan.penikmat sastra. Membiasakan masyarakat sastra untuk menaruh perhatian terhadap tulisan-tulisan kritik sastra. Fungsi kritik sastra adalah : Memberi penilaian atas baik atau buruknya suatu karya sastra. Ini dapat berfungsi sebagai jembatan antara pengarang dengan pembaca. Buatlah kritik Objektif terhadap puisi Pertemuan karya Gunawan Muhamad 3. Memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul dalam diri pembaca setelah menikmati suatu karya satra. Kritikus juga harus mampu membuktikan bahwa kritik yang dilakukannya mampu memberikan sumbangan yang baik terhadap pembinaan dan pengembangan sastra. Riantiarno D. b.yang akhirnya dapat memberikan faedah yang besar. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan bagipenyusunan 169 .maupun bagi kritikus itu sendiri. kritikus akan menetapkan penggolongan. Tanggung jawab profesional pengkritik agar peranan kritik sastra dapat berkembang dan tumbuh subur di tengah-tengah lingkungannya. C. menguraikan atau memecahmecah sebuah karya sastra ke dalam unsur-unsur pembentuknya atau normanormanya disertai tafsiran. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan bagi penyusunan atau pengembangan teori sastra. Kegiatan untuk memberi pertimbangan baik buruk karya sastra dengan memberikan alasan-alasan mengenai isi dan bentuknya. Mendidik pembaca untuk menghargai karya sastra yang bernilai. Kritik sastra yang dilahirkan oleh pengritik yang mempunyai rasa tanggung jawab moral dan intelektual disebabkan ia mempunyai minat membaca dan menekuni sastra dan ilmu sastra Berguna tidaknya sebuah kritik sastra akhirnya berpulang dari tanggung jawab kritikus.b.upaya pengembangan metode kritik kritik dan pendekatan kritik secara terus menerus perlu pula dilakukan. Buatlah kritik pragmatik terhadap cerpen Mbah Danu karya Nugroho Notosusanto 4. Buatlah kritik ekspresif terhadap drama Opera Keoa karya N. penerangan. dalam melakukan kritik terhadap sebuah karya sastra. Latihan-Latihan 1. Kritik sastra yang disusun atas dasar pendekatan dan metode kerja yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan c. terutama dalam menemukan konsep-konsep kritik sastra yang sesuai dengan hakikat sastranusantara. dan agar kritik sastra mampu menjalankan fungsinya dengan baik tentu kritikus diminta pertanggungjawaban atas tugasnya sebagai pengkritik. Adapun Semi (1993: 17) mengungkapkan kritik sastra dapat menjalankan fungsinya dengan baik adalah: a. perumusan.

maka yang ditiru adalah alam atau kehidupan. Tugas dan tanggung jawab kritikus sebenarnya diarahkan kepada upaya memfungsikan kritik sastra itu sendiri. Menurut Bentuknya ada 2 jenis kritik sastra yaitu (1) Kritik teoritik (theoritical criticism).sejarah sastra. disusun atas dasar pendekatan dan metode kerja yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Perbedaan antara kritik dan esai sebenarnya hanya dipakai untuk memberikan komentar atau reaksi mental terhadap sebuah karya sastra yang dibaca. jelaskan. Agar dapat menyusun kritik sastra dengan baik. pengritik mempunyai rasa tanggung jawab moral dan intelektual disebabkan ia mempunyai minat membaca dan menekuni sastra dan ilmu sastra Berguna tidaknya sebuah kritik sastra akhirnya berpulang dari tanggung jawab kritikus. digunakan rumusan dari Abrams ada 4 pendekatan yaitu (1) Kritik Objektif yang menganggap karya sastra sebagai sesuatu yang otonom. Jelaskan perbedaan antara kritik sastra dan esai. Dengan demikian kriteria keberhasilan karya sastra adalah ketetapan atau kebenaran dalam meniru alam atau kehidupan. 4. serta aspek kepengarangannya. 2. Berdasarkan pendekatannya kritik sastra dibedakan atas apa saja. mandiri. E. (2) Kritik Ekspresif yang bertolak dari keyakinan bahwa karya sastra adalah ekspresi jiwa sastrawan. bebas dari sekitarnya. atau teori tentang kritik sastra. jelaskan. (2) Kritik Induktif (Inductive Criticism) kritik sastra yang menguraikan bagian-bagian karya sastra berdasarkan fenomena-fenomena yang ada secara objektif. (4)Kritik Pragmatik kritik ini menganggap bahwa karya sastra harus berguna atau bermanfaat pada pembaca. Jelaskan yang dimaksud dengan kritik sastra. Menurut pendekatan. Adapun menurut pelaksanaannya. Berdasarkan bentuknya kritik sastra dibedakan atas apa saja. 5. Kritikus juga harus mampu membuktikan bahwa kritik yang dilakukannya mampu memberikan sumbangan yang baik terhadap pembinaan dan pengembangan sastra. Jelaskan fungsi kritik sastra. Evaluasi 1. sehingga pengarang yang memanfaatnkan kritik sastra akan dapat mengembangkan atau meningkatkan mutu hasil karyanya.aktivitas penyusunannya. (3) Kritik Impressionistik kritik sastra yang berusaha menggambarkan dengan kata-kata sifat-sifat yang terasa dalam bagian-bagian khusus atau dalam sebuah karya sastra dan menyatakan tanggapan-tanggapan (impressi) kritikus. 3. strukturnya. Kritik sastra dapat menjalankan fungsinya dengan baik jika kritik sastra yang disusun atas dasar keinginan untuk memperbaiki mutu karya sastra dan mutuk halayak pembaca. Tetapi kedua aktivitas tersebut dilihat dari segi graduasi dan intensitas prilaku yang dibebankan terhadapkarya sastra. (2) Kritik Terapan atau kritikpraktek. F.Memberikan sumbangan pendapat atau pertimbangan kepada pengarang tentang karyanya. Kunci Jawaban 170 .yaitu penerapan teori-teori kritik pada karya sastra. dan agar kritik sastra mampu menjalankan fungsinya dengan baik tentu kritikus diminta pertanggungjawaban atas tugasnya sebagai pengkritik.(1) Kritik Yudisial (Judicial Criticism) Kritik sastra yang berusaha menganalisis dan menerangkan efek-efek karya sastra berdasarkan pokoknya atau temanya. yaitu kritik sastra dalam bidang teori. kritik sastra dapat digolongkan menjadi 3 jenis. (3) Kritik Mimetik yang orientasinya pada alam atau kehidupan.

Nugroho. Bandung: Angkasa. Kritik sastra dapat juga berfungsi sebagai jembatan antara pengarang dengan pembaca. Kritik sastra merupakan kegiatan menghakimi. 1992. Atar. Fungsi kritik sastra adalah : Memberi penilaian atas baik atau buruknya suatu karya sastra. 2.Daftar Pustaka Baribin. 4. 1990. 5. Kritik dan Penilaian Sastra. 1993. M. (4)Kritik Pragmatik kritik ini menganggap bahwa karya sastra harus berguna atau bermanfaat pada pembaca. Ahmad Tohari: Karya dan Dunianya.Jakarta: Gramedia 171 . (3) Kritik Mimetik yang orientasinya pada alam atau kehidupan kriteria keberhasilan karya sastra adalah ketetapan atau kebenaran dalam meniru alam atau kehidupan. Raminah. Semarang: IKIP Semarang. 3. 1991. Bandung: Angkasa. Teori Kesusastraan (diindonesiakan oleh Melani Budianta). dan penilaian terhadap karya-karya sastra. __________2003.1. rene & Austin Warren. G. Kritik Sastra Sebuah Pengantar. Pendekatan dalamkritik sastra adalah (1) Kritik Objektif yang menganggap karya sastra sebagai sesuatu yang otonom.1995. Metode Penelitian Sastra. serta aspek kepengarangannya. (2) Kritik Ekspresif yang bertolak dari keyakinan bahwa karya sastra adalah ekspresi jiwa sastrawan. Telaah Kritik Ssatra Indonesia. Notosusanto.yaitu penerapan teori-teori kritik pada karya sastra. yaitu kritik sastra dalam bidang teori. Wellek. Memberikan sumbangan pendapat atau pertimbangan kepada pengarang tentang karyanya. Yudiono Ks. atau teori tentang kritik sastra. aktivitas penyusunannya. penerangan. Tiga kota. Asmarandana. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan untuk penyusunan atau pengembangan teori sastra. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan penyusunan sejarah sastra. (2) Kritik Terapan atau kritikpraktek. Hardjana. Jakarta: Balai Pustaka. agar pembaca dapat menghargai karya sastra yang bernilai sehingga masyarakat sastra menaruh perhatian terhadap tulisan-tulisan kritik sastra. Andre. Mohamad. Jakarta: PT Gramedia. 1990. Goenawan. Menurut Bentuknya ada 2 jenis kritik sastra yaitu (1) Kritik teoritik (theoritical criticism). klasifikasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. sehingga pengarang yang memanfaatnkan kritik sastra akan dapat mengembangkan atau meningkatkan mutu hasil karyanya. Semi. strukturnya. Perbedaan antara kritik dan esai sebenarnya hanya terletak pada cara memberikan komentar atau reaksi mental terhadap sebuah karya sastra yang dibaca. perumusan. 1987.

172 .

173 .

dalam memahami variasi bahasa. 5. 2007:39). kantor. variasi dialek. baik anak kecil maupun orang dewasa melakukan kegiatan mendengarkan maupun menyimak. tempat ibadah. tetapi terkadang seseorang kurang terampil dalam kegiatan berbicara. 35% untuk berbicara. semantik. karena komunikasi merupakan bagian integral dari sistem dan tatanan kehidupan sosial manusia atau masyarakat. mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali di malam hari. Hakikat keterampilan menyimak Banyak orang memaknai kata listen atau mendengar seadanya. Setiap hari manusia. 6. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti materi berbicara-menyimak. maupun di sekolah. Aktivitas komunikasi terjadi pada setiap aspek kehidupan. menentukan kalimat pembuka dan penutup pada pidato yang benar. 1990:8). Sepanjang waktu manusia melakukan aktivitas komunikasi yang meliputi kegiatan berbicara dan menyimak. mengajukan pertanyaan yang cocok untuk wawancara. pasar. berkisar 75% sampai 90% dari kegiatan kita. 174 . masyarakat. PAPARAN MATERI Kehidupan manusia tidak lepas dari kegiatan komunikasi. Menurut Jiwanta (dalam Suprapto. Unsur yang sangat penting dan fundamental dalam semua interaksi adalah keterampilan untuk memahami apa yang dikatakan atau diucapkan oleh orang lain atau pembicara (Ahmadi. Terkadang seseorang menjadi terampil baik dalam bahasa pertama maupun bahasa kedua. 10% untuk membaca. menerapkan komponen-komponen yang harus dipatuhi dalam berpidato. 3. 1990:7). memberikan jawaban dengan benar pada saat wawancara sebagai seorang narasumber 4. dan sintaksis suatu bahasa (Ahmadi. dan 50% untuk menyimak/mendengarkan. KETERAMPILAN MENYIMAK a.BAB VI KETERAMPILAN BERBICARA-MENYIMAK A. menyimak” (Maggio. maka perserta PLPG diharapkan dapat: 1. Menerapkan komponen-komponen yang harus dipatuhi dalam berdiskusi. 2. Waktu yang digunakan dalam proses komunikasi 5% digunakan untuk menulis. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya komunikasi dalam kehidupan seharihari. B. menjelaskan konsep dasar dalam kegiatan menyimak dan berbicara. baik di lingkungan keluarga. 2006:2) presentase waktu yang digunakan dalam proses komunikasi sangat besar. 1. melainkan suatu proses aktif dalam mengkonstruksi pesan dari suatu bunyi yang diketahui orang sebagai sebagai potensi fonologi. The American Heritage Dictionary mengatakan bahwa listen berarti “melakukan upaya mendengarkan sesuatu” dan ”memperhatikan. dan stuktur bahasa. Di manapun mereka berada selalu melakukan kegiatan tersebut. Keterampilan menyimak bukan merupakan suatu proses yang pasif. namun definisi kamus bisa saja berbeda dengan apa yang dimaknai orang.

-Lilian EichlerKeterampilan menyimak dalam kegiatan belajar mengajar Kegiatan menyimak dapat dilakukan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu mendengarkan merupakan perilaku aktif. 175 . 1990:8) menyimak dalam pembelajaran dibagi menjadi beberapa tahap. memahami apa yang didengar. bukan pasif. mendengarkan memahami mengingat Pendengar yang baik tentunya akan mengambil bagian dari percakapan. Dalam kegiatan belajar mengajar menyimak. dan mengajukan pertanyaan agar pembicaraan mengalir dengan hangat. Tak sedikit pun ia lepas dari perhatiannya”. Menurut Wilga M. Kegiatan tersebut terdiri dari serangkaian kegiatan mendengarkan. Rivers (dalam Ahmadi. 1) Identifikasi Siswa mempersepsi bunyi dan frase dengan mengidentifikasi secara langsung terhadap arti. Orang harus benar-benar memberi perhatian kepada lawan bicara. Memperhatikan orang yang sedang berbicara merupakan upaya untuk menyimak. ingat bahwa menyimak lebih dari sekadar membiarkan orang lain berbicara. pola kegiatan pembelajaran dapat diberlakukan aktivitas menyimak. mengomentari apa yang dikatakan. menawarkan gagasan. “Tidak cukup hanya berdiam diri ketika lawan bicara Anda sedang berbicara. Matanya menunjukkan sorot tertarik dan senang. Ia tanggap. tanpa dituntut mendemonstrasikan pemahaman melalui penggunaan bahasa secara aktif. memahami. b. itu bukan mendengar dalam arti yang sebenarnya. 3) Identifikasi dan seleksi terarah dengan retensi pendek c. Ada beberapa hal yang dapat diperhatikan untuk menjadi pendengar yang baik.Menyimak yang baik Apabila seseorang ingin menjadi pembicara yang baik. sesekali mengajukan pertanyaan. dan mengingat. Pendengar yang baik dapat memancing yang terbaik dari orang lain. 2) Identifikasi dan seleksi tanpa retensi Siswa mendengarkan untuk kesenangan memahami dan menyarikan sekuen arti.

Hakikat keterampilan berbicara Keterampilan berbicara pada hakikatnya merupakan keterampilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak. jujur. 1) Mengatasi rasa malu Yang harus dilakukan dalam berbicara dengan sejumlah orang adalah membuat mereka mudah melakukannya. Bisa juga siswa dilibatkan dalam aktivitas yang meminta pengingatan kembali tentang materi pelajaran yang telah dipelajari sebelumnya. b. KETERAMPILAN BERBICARA a. tujuan keterampilan berbicara mencakup beberapa hal. melaporkan (to inform). ketegangan. Keterampilan berbicara juga didasari oleh kepercayaan diri untuk berbicara secara wajar. menghibur (to entertain). 1) Mudah dan lancar atau fasih berbicara 2) Kejelasan berbicara 3) Bertanggung jawab 4) Membentuk pendengar yang kritis. Orang yang diajak 176 . perasaan. 1990:18).1981:15). benar. Dalam kegiatan berbicara kelengkapan vokal seseorang merupakan prasyarat alamiah yang dapat memproduksi suatu ragam yang luas dari artikulasi. maka seorang pembicara harus memahami makna segala sesuatu yang ingin dikomunikasikan. seperti rasa malu. berbicara mempunyai tiga maksud umum. Tujuan keterampilan berbicara Tujuan utama berbicara adalah berkomunikasi. Kunci sukses dalam keterampilan berbicara Menurut King (2008:15). Menurut Fowler (dalam Ahmadi. rendah diri. Pembicara merasa yakin tidak dapat mengatasi hal tersebut (Rogers. Sementara itu. Menurut Tarigan (1981:16). Berbicara merupakan cara untuk mengkomunikasikan gagasan sesuai dengan kebutuhan pendengar atau penyimak (Mulgrave melalui Tarigan. kebutuhan. meyakinkan (to persuade). dan lagu kalimat. c. berbicara itu lebih daripada sekadar pengucapan bunyi atau kata-kata. kesenyapan. Agar dapat menyampaikan pikiran secara efektif. dan bertanggung jawab dengan melenyapkan problem kejiwaan. 4) Identifikasi dan seleksi dengan retensi yang meminta waktu panjang. mengajak. dan berat lidah (Ahmadi. Berbicara dengan orang yang tidak dikenal bisa saja menimbulkan suasana yang tidak nyaman. 1990:19). nada. tekanan. 2. Siswa mendemonstrasikan pemahamannya atau menggunakan bahan ajar yang telah dipahami setelah mengalami kegiatan mendengarkan secara tuntas. yaitu: 1) memberitahukan. 2) menjamu.Siswa diberi beberapa indikator lebih dahulu tentang hal-hal yang didengar atau disimak. mendesak. bahkan suasanya menjadi beku dan kurang besahabat. Dengan demikian. Melalui sejumlah penelitian ditunjukkan bahwa rasa takut untuk berbicara di depan publik kemungkinan terkait dengan rasa takut untuk dipermalukan akibat konfrontasi di depan publik. Siswa mendemontrasikan pemahaman secara langsung dan dengan cara yang aktif. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berbicara dengan siapa saja. dan keinginan kepada orang lain. 2003:198). dan 3) membujuk.

3) Pertanyaan yang harus dihindari Hindari pertanyaan ya/tidak. Secara umum gunakan kebijaksanaan. karena tinggal sedikit hal-hal tabu yang tersisa. bahasa tubuh akan menjadi bentuk komunikasi yang sangat efektif. 6) Adakah tabu-tabu lain Sekarang tidak perlu terlalu memikirkan hal-hal yang ditabukan.” 5) Bahasa tubuh Louze Nizer pernah mengatakan: “kalau kau silangkan tanganmu di dada. Hal ini dapat digunakan untuk mengatasi kekhawatiran. dan prestasi-prestasi mereka. Oleh karena itu menjadi pembicara yang baik juga harus kaya informasi dan relevansi. Dari sifatnya. tidak nyaman. Ajarkanlah mereka membicarakan diri mereka.berbicara akan semakin menikmati percakapan jika mereka tahu bahwa si pembicara menikmati pembicaraan. Jika ingin belajar banyak maka seseorang harus melakukan sesuatu dan mendengarkan apa yang disampaikan atau dibicarakan orang lain. Ada hukum bahasa tubuh yang dapat diikuti agar percakapan berhasil “buatlah kontak mata”. mempertahankan kontak mata yang baik tidak sekadar di awal dan akhir kata. Pertanyaan tersebut merupakan musuh percakapan yang hangat. dan menutup diri. mereka mungkin akan bereaksi seperti: 1) Tidak yakin terhadap pendapat mereka dalam satu masalah penting 2) Memikirkan hal-hal yang bertentangan 3) Merasa yakin bahwa pendapat mereka salah 4) Merasa sedang dikritik atau dicemooh 5) Merasa dirinya seorang penipu yang akan dibeberkan di muka umum 177 . Orang-orang yang merasa tidak berhak untuk menyatakan perasaan. Menjadi pembicara yang baik karena si pembicara dapat mengatasi kekhawatiran. Jika dibuat-buat akan tampak seperti bukan aslinya (palsu). jangan mengandaikan bahwa orang yang diajak berbicara merasa enak dengan salah satu hal yang tabu. mengatakan: “Agar diperhatikan. berarti kau merasa kikuk. Kata tabu jarang sekali terdengar lagi. “Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang membuat orang lain senang menjawabnya. sebagaimana pada generasi sebelumnya. Dale Carnegie dalam bukunya How to win Friends dan Influence People. kemungkinan besar takut bicara di depan publik. Dale menambahkan. topik-topik di sekitar kita dapat digunakan untuk membuka atau memulai pembicaraan. tetapi selama berbicara dan mendengarkan akan membuat seseorang menjadi pembicara yang hebat di mana pun ia berada. perhatikanlah”. 4) Hukum pertama percakapan Hukum pertama percakapan adalah dengarkanlah. atau merasa tidak berhak untuk membuat kesalahan. Saat melakukan presentasi. pertanyaan seperti itu menghasilkan jawaban yang hanya berupa satu kata atau dua kata sehingga suasana percakapan menjadi monoton dan membosankan. 2) Memulai Di manapun kita berada. Jika terjadi secara alami. yang telah terjual lima belas juta eksemplar.” Bahasa tubuh merupakan bagian alami dari percakapan dan komunikasi.

komunikator sebagai narasumber dengan mudah dapat mengontrol apa yang diucapkan atau disampaikan. Dalam kegiatan berbicara..pertanyaan penting dan valid. 2005:13-14). dorongan). Interviewer mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Akhiri dengan cukup mengatakan. atau gerakan yang bersifat merendah atau menghina diri sendiri (Rogers. Seorang pewawancara sebaiknya mengambil sikap sejajar dengan narasumbernya. narasumber atau informan. Menurut Suprapto (2006). Pada saat yang sama interviewer mengadakan evaluasi dan penegasan (menyatakan kembali isi jawaban interviewer dengan kata-kata lain). atau bahkan menggeser arah pembicaraan. 178 . pewawancara dapat menanyakan pertanyaan. pewawancara sebaiknya tidak menanggapi dengan emosi juga.”. Jika guru tersebut dapat berkomunikasi dan dapat tampil dengan baik. “Oke. 2003:209). tetapi komunikator tidak dapat mengontrol apa yang didengarkan atau sedang dipikirkan oleh audiens. WAWANCARA a. kita berbeda pandangan mengenai soal yang satu ini. meminta keterangan atau penjelasan. Pengertian Interview atau wawancara adalah suatu percakapan yang diarahkan pada suatu masalah tertentu. sedangkan pihak kedua berfungsi sebagai pemberi informasi (Information supplyer). mengingat-ingat dan mencatat jawaban-jawaban. Dengan berada pada posisi yang sejajar. Persoalannya kemudian apakah bla…bla…. Lalu lanjutkan ke pertanyaan yang lain. sepanjang pewawancara siap dengan pengetahuan yang mendalam tentang topik yang dibahas. maka pesan atau materi yang disampaikan akan diterima oleh peserta didik. Proses interview melibatkan 2 (dua) pihak dengan peran yang berbeda. yang menempatkan dua orang atau lebih berhadap-hadapan secara fisik (Kartono. jika narasumber tampak mulai emosi. Pihak pertama berfungsi sebagai penanya.1980: 171). pewawancara tidak perlu mendebatnya secara berkepanjangan. Jika mengajukan argumen dan kemudian argumen itu disalahkan narasumber.6) Membuat pernyataan negatif. pewawancara. 3. Jenis pertanyaan dalam wawancara Pertanyaan dibedakan menjadi dua (Maggio. sambil menilai jawaban dari narasumber. disebut pula sebagai interviewer. Hak ini juga dimiliki oleh pendengar atau penonton yang posisinya diwakili oleh pewawancara (Stokkink melalui Fadli. 2005:14). b. Adu argumentasi juga dianjurkan dalam sebuah wawancara. 2007:56). Di samping itu dia juga menggali keterangan-keterangan lebih lanjut dan berusaha melakukan “probing” (rangsangan. Selain itu. Jika seorang guru sedang mengajar di kelas maka guru tersebut yang menentukan apa yang harus atau tidak harus disampaikan. melainkan tetap menunjukkan ketenangan (Fadli. 1) Pertanyaan terbuka Pertanyaan terbuka digunakan untuk memancing jawaban yang lebih kompleks. Namun demikian. Seorang pewawancara harus bersikap santun/hormat serta tidak memojokkan narasumber. pada umumnya komunikasi dikontrol oleh komunikator. harus dijaga agar adu argumentasi tidak mengarah ke “debat kusir”. ini merupakan proses tanya jawab lisan. serta meminta jawaban yang jujur.

” 6) “Apa maksud Anda?” 4. Selain itu jika pertanyaan yang bersifat agresif. where: di mana. “Lalu apa?” Pertanyaan tertutup bisa juga digunakan untuk cepat-cepat mengakhiri pembicaraan dan segera pergi meninggalkan lawan bicara atau informan. benar. Secara umum dalam setiap pembicaraan apapun.Maka membuat narasumber banyak bicara adalah kewajiban pewawancara. 2) Jangan mengajukan pertanyaan jika tidak benar-benar ingin mendapatkan jawaban yang jujur Contoh: “Apa yang harus saya lakukan?” “Bagaimana menurut Anda pendapat saya selama rapat tadi?” “Bersediakah Anda menjadi guru pengganti selama saya tugas ke luar kota?” c. Bisa juga orang yang berpikir literal akan memberikan jawaban satu kata (ya. penyajian informasi untuk membangkitkan kepedulian pendengar. dapat dijawab dengan berbagai hal yaitu berdiam diri. atau kasar. when: kapan.Pada dasarnya dalam membuat pertanyaan terbuka dapat dimulai dengan beberapa kata tanya yaitu 5 W + 1 H (who: siapa. PIDATO a. Contoh: 1) “Kalau tidak keberatan. Di dalam menyusun pertanyaan tertutup dapat dimulai dengan: a) “Apakah Anda…. mengapa Anda menanyakan hal itu?” 2) “Apakah Anda perlu tahu?” 3) “Maaf. 2) Pertanyaan tertutup Pertanyaan tertutup digunakan untuk memancing jawaban satu kata. Pertanyaan saja tidak akan menghasilkan pergantian giliran dalam pembicaraan. Pengertian Pidato adalah pengekspresian ide / gagasan. saya tidak memiliki hak untuk menjawab pertanyaan itu. tidak. menyinggung. menatap kosong. what: apa.” 4) “Maaf. memohon diri untuk pergi.” Pertanyaan tertutup menghasilkan sepotong informasi kecil yang cenderung menghentikan pembicaraan.” b) “Sudahkan Anda…. “Titik”. seimbangkan pertanyaan dengan jawaban. itu bersifat pribadi bagi saya. atau how: bagaimana). atau salah). Ada juga orang yang awalnya mengajukan pertanyaan tertutup. apabila pertanyaan tersebut retorik. Menjawab pertanyaan Kegiatan wawancara dilakukan untuk menggali informasi dan menemukan jawaban atas pertanyaan yang ada. itu bukan informasi yang bisa saya berikan. agar melakukan pendalaman dan 179 .” 5) “Maaf. Sebagai narasumber atau informan bisa saja tidak diharuskan untuk menjawab suatu pertanyaan. Kunci dalam kegiatan wawancara atau hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat wawancara berlangsung. dan bisa mengembangkan dengan cukup lama. bisa juga dengan jawaban ya atau tidak. Perlu diingat bahwa narasumber memiliki hak untuk sedikit bicara atau pelit ngomong. “Selesai”. 1) jangan menjawab pertanyaan sendiri. why: mengapa.

pembicara dengan bebas berbicara dan bebas pula memilih kata-katanya sendiri. Berpidato dengan metode ini sering menjemukan dan tidak menarik. yang sekaligus menjadi urutan bagi uraian itu. c. 180 . kemudian dihafal kata demi kata. sehingga ia tidak bebas menatap pendengarnya. Teknik pidato Menurut Effendi (2006:64-65). Mengorganisasikan suatu pidato bagaikan membangun sebuah jembatan.. 1) Metode menghafal Pidato yang disampaikan dengan metode ini dipersiapkan dan ditulis secara lengkap terlebih dulu. 4) Metode ekstemporan (tanpa persiapan naskah) Uraian yang akan dibawakan dengan metode ini direncanakan dengan cermat dan dibuat catatan-catatan penting. 2) Memberi suatu pemahaman atau informasi pada orang lain. yang masing-masing memiliki peran dan fungsinya sendiri. dan mengeluarkan kata-kata tanpa menghayati maknanya. 3) Metode naskah Metode ini sering dipakai dalam pidato resmi atau pidato televise dan radio. namun ada juga yang tidak. Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut dan dapat mempengaruhi audiens. Ada jalan masuk. b. Komponen pidato meliputi penyaji. rentang jembatan dan jalan keluar . pendengar. Tujuan pidato Di dalam berpidato umumnya orang melakukan satu atau beberapa hal berikut ini. materi yang disajikan. Metode ini sifatnya agak kaku. ketika seseorang akan naik mimbar untuk berpidato. Metode ini juga sering menyulitkan pembicara untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan reaksi pendengar ketika menyampaikan uraiannya (Arsyad dan Mukti U. Pembicara harus dapat member tekanan dan variasi suara untuk menghidupkan pembicaraannya. Ada kecenderungan untuk berbicara cepat-cepat karena khawatir lupa. Teknik atau metode dalam membawakan suatu pidato di depan umum. feedback/umpan balik. ia dapat melakukannya dengan dua cara yaitu pidato tanpa naskah dan pidato dengan naskah. terjadi seolah-olah tidak ada hubungan antara pembicara dengan pendengar. 1) Mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti kemauan kita dengan suka rela. dan moderator. Ada pembicara yang berhasil dengan metode ini. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik/umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik. sebab bila tidak atau kurang melakukan latihan yang cukup.S. Biasanya dalam keadaan darurat tak terduga banyak menggunakan teknik serta merta. 2) Metode serta merta (impromptu) Metode ini dilakukan berdasarkan kebutuhan sesaat. 1988: 65). Mata dan perhatian pembicara selalu terfokus ke naskah. Dalam penyampaiannya. Pembicara membawakan pidato tanpa persiapan sama sekali dan hanya mengandalkan pengalaman dan pengetahuannya.tindak lanjut. 3) Membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur sehingga orang lain senang dan puas dengan ucapan yang kita sampaikan.

tetapi banyak pembicara pemula membuat kesalahan dengan mengambil pokok bahasan yang tidak sepenuhnya dipahami. Penguasaan materi atau topik yang baik akan memperlancar penyampaian materi pidato. Mencari pokok bahasan yang dipahami sangat penting sebelum berpidato. berdiri. tidak minum minuman keras. Hal tersebut dapat teratasi dengan salah satu cara yaitu pelatihan dilakukan tahap demi tahap untuk mengurangi masalah yang ada dalam diri pembicara. banyak makan sayur.d. Agar memiliki kemampuan berpidato yang baik diperlukan persiapan yang sebaik-baiknya dan latihan secara teratur. mengatur keseimbangan. e. gugup. bahwa dirinya tidak abadi. Akibatnya adalah hal-hal sebagai berikut. “tetapi. “apakah saya benar-benar akan hidup lebih lama?” “Tidak. dan jauhi wanita. Cara Mengawali Pidato Pembicara yang belum berpengalaman dan tidak terlatih mungkin merasa kesulitan untuk mengawali pidato. tidak merokok. kunci pertama untuk menjadi pembicara yang sukses adalah “bicarakanlah hal yang Anda pahami”. Bagi orang yang sudah biasa berpidato di hadapan massa. Dia berkata pada dokter. Audiens tertarik dan antusias untuk mendengarkan uraian atau topik 181 . Hal penting dalam pendahuluan pidato adalah membangkitkan perhatian. atau bisa saja terbata-bata menyampaikan isi pidato. pria itu sadar. Atau bahkan bisa menceritakan sebuah lelucon atau anekdot yang lucu. 1) Audiens merasa bosan karena lebih banyak tahu daripada orator 2) Orator tidak merasa yakin dengan pokok bahasannya. 2003:56-58) . Selain itu juga perlu melakukan latihan duduk. berjalan.” tanya pria muda itu. Hal tersebut karena topik pidato yang dikuasai pembicara sangat menentukan sukses tidaknya suatu pidato. apa yang harus saya lakukan?” Dokter itu berkata. tiba-tiba terserang penyakit yang sangat serius. “Dokter. jangan tidur terlambat. dan latihan memantapkan diri. Hal ini begitu jelas. saya bersedia melakukan apa saja. namun bagi pemula. Kunci sukses dalam pidato Beberapa orang masih takut berpidato. Menurut King (2008:156). lambat berbicara.” jawab sang dokter. Pengalaman tersebut membuatnya terguncang. asal saya bisa panjang umur. mempersiapkan pidato dan melakukan latihan mungkin tidak diperlukan lagi. tengah. meskipun sudah berkali-kali melakukannya. Katakan dokter. penuh keraguan. Contoh anekdot Seorang pria muda yang tidak pernah sakit sepanjang hidupnya. cerita pendek tetapi lengkap yang memiliki bagian awal. dan akhir. hidupmu akan terasa jauh lebih lama”. sehingga ia tidak yakin pula dalam bersikap.” “Kalau saya melakukan itu. (Rogers. Bisa saja pembicara terlalu cepat berbicara. Cara berlatih yang baik agar pembicara bisa mengawali pidato dengan penuh percaya diri adalah dengan latihan menceritakan sebuah cerita sederhana. suara kurang keras hampir tidak terdengar sampai audiens belakang. karena untuk pertama kalinya. hal itu sangat diperlukan. “Bangun pagi.

Berikutnya. cerita atau pokok-pokok yang 182 f. Dalam berpidato. Dalam berpidato dan berkomunikasi. lancar. menjawab pertanyaan pendengar bertujuan untuk menambah keragaman penyampaian materi. pendapat ahli. karena efek yang timbul (negatif) sulit untuk dihilangkan. Setelah pidato berlangsung. berbagai cara dapat dilakukan untuk memikat perhatian audiens. 1) Ada pembicara yang tidak menyukai sesi tanya jawab Pembicara kurang menyukai sesi tanya jawab karena: a) Pendengar mengajukan pertanyaan sulit b) Pembicara tidak dapat menjawab pertanyaan pendengar c) Sedikit pengetahuan d) Kurang memahami materi yang disampaikan 2) Ada pembicara yang menyukai sesi tanya jawab. tutup mulut sebentar. . ilustrasi. Sebelum mengakhiri pidato. Menurut Effendi (2006:66). Cara mengakhiri pidato Akhiri pidato dengan cara yang memikat. Begitu semua perhatian terfokus kepada pembicara. Langkah-langkah pidato Dalam berpidato terdapat langkah–langkah penting yang harus dilakukan agar hasilnya maksimal. sasaran memahami. Selain itu. berhenti sejenak. turun mimbar tanpa kehormatan”. Pidato berakhir dengan sangat memikat.yang akan disampaikan. h. Pidato sebagai bagian dari komunikasi harus hati-hati. ingat motto: “Naik mimbar tanpa persiapan. Biarkan suasana hening. dan meyakinkan. Pidato dikatakan berhasil jika terpenuhinya tujuan/komponen pidato. Semua memperhatikan. Tanya jawab juga memberikan pendengar kesempatan yang terbatas untuk ikut berpartisipasi. mengerti pesan dan akhirnya mengubah sikap dan perilaku sesuai dengan tujuan komunikasi. Dalam menjawab pertanyaan pendengar. Berdiam diri. Pertanyaan yang diajukan pendengar dalam sebuah sesi tanya jawab bisa ditanggapi seorang pembicara melalui dua sudut pandang. yang penting “how”. lakukan pengakhiran dengan menyimpulkan pidato. g. 1) Mengemukakan kutipan (ayat suci al-Quran. Menjawab Pertanyaan Menurut Rogers (2003). Menunggu dengan expresi wajah yang kebingungan. lanjutkan pidato. tampilkan diri dan gagasan dengan tenang. Langkah–langkah tersebut di antaranya: 1) Meneliti masalah a) Menentukan maksud pidato b) Menganalisis pendengar dan suasana c) Memilih dan menyempitkan pokok permasalahan yang telah diangkat 2) Menyusun naskah pidato a) Mengumpulkan bahan Penyusunan dan pengumpulan data diusahakan seakurat mungkin yaitu sesuai fakta. kata-kata tokoh) 2) Mengajukan pertanyaan 3) Menyajikan ilustrasi 4) Memberikan fakta yang mengejutkan 5) Menyajikan hal yang mengandung rasa manusiawi 6) Mengetengahkan pengalaman yang ganjil Cara tersebut harus disesuaikan dengan tema pidato dan diselaraskan dengan latar belakang audiens.

Jenis diskusi Berdasarkan situasi. Tiga langkah di atas harus dilakukan dengan urut. agar pada waktnya nanti dapat melakukan pidato dengan lancar. tujuan. Hakikat diskusi Diskusi merupakan kegiatan sekelompok orang yang setidak-tidaknya terdiri dari beberapa orang. b) Membuat kerangka (out line) Seorang pembicara harus menentukan pokok–pokok pemasalahan. DISKUSI a. b. (4) Penutup (simpulan. diskusi dibedakan menjadi dua. harapan. Dalam hal menguraikan isi pidato. langkah. dll) c) Menguraikan isi pidato Langkah terbaik dalam berpidato tergantung pada pembawaan dan kesanggupan setiap orang yang bersangkutan serta suasana yang ada pada waktu itu. Kerangka pidato memang harus disusun secara terperinci supaya menimbulkan keyakinan tentang kesatuan koherensinya. 5.kongkrit untuk mengembangkan pidato agar lebih maksimal. Penyusun pidato sebaiknya banyak bertanya kepada pihak–pihak yang menyetahui persoalan tersebut. seorang membicara dapat membiasakan diri dan menemukan cara yang tepat. d) Menguasai isi pidato secara terperinci e) Latihan Moral 3) Latihan Sebelum menyampaikan suatu uraian di hadapan umum hendaknya pembicara terlebih dahulu melakukan latihan membaca naskah. rencana. pesan. Dengan melakukan latihan. sehingga dapat memberikan hasil yang makimal. Prinsip diskusi yang baik dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya dalam pertemuan. Karena pertemuan tersebut pada hakikatnya ditujukan untuk mengambil keputusan. yaitu 1) pidato bebas dengan sekali-kali melihat kerangka yang sudah disusun untuk menjamin keteraturan dan tidak terdapat ide-ide yang terlangkahi. sasaran. terutama dalam situasi saling berhadapan atau tatap muka. sehingga dapat merencanakan kerangka pidatonya secara terperinci. terdapat terdapat dua cara yang sering digunakan. dll. 1) Diskusi tertutup Diskusi tertutup atau pertemuan tertutup merupakan suatu pertemuan yang semua pesertanya ikut aktif mengambil bagian. Pada hakikatnya proses diskusi mengarah kepada pembicaraan suatu masalah secara tuntas oleh dua orang atau lebih. 2) menggarap pidato tersebut dengan disusun kata-kata secara lengkap dan terperinci selanjutnya tinggal dibacakan saja. Kerangka susunan pidato/skema susunan suatu pidato yang baik : (1) Pembukaan dengan salam pembuka (2) Pendahuluan yang sedikit menggambarkan isi (3) Isi atau materi pidato secara sistematis : maksud. salam penutup. 183 . Pengetahuan pembicara beserta semua bahan– bahan tersebut akan memungkinkan pembicara berbicara dengan baik.

tanya jawab atau diskusi. yaitu berupa dialog. Diskusi kelompok merupakan proses diskusi dalam semua situasi kelompok. Dalam ceramah terdapat komunikasi dua arah antara pembicara dan pendengar. karena merupakan jenis dasar diskusi tertutup. mulai dari hanya dua orang sampai sepuluh orang. Diskusi terbuka juga disebut diskusi umum. g) Diskusi kelompok Diskusi kelompok adalah tukar menukar informasi.termasuk ketua pertemuan tanpa kehadiran pendengar dalam bentuk apapun. sosial atau lainnya di depan sidang penonton atau pendengar. Menurut Zelko (1984). pertemuan komisi dan wawancara hampir selalu mempunyai sifat pribadi. Jumlah peserta yang berpartisipasi dalam pertemuan seperti ini biasanya berbeda-beda. Sementara itu. politik. b) Simposium Simposium merupakan variasi dari panel. e) Ceramah Ceramah adalah suatu cara penyampaian keterangan atau informasi atau uraian suatu pokok persoalan secara lisan. 2) Diskusi terbuka Diskusi terbuka atau pertemuan terbuka merupakan pertemuan yang terdiri dari orang-orang tertentu yang berbicara atau ikut dalam diskusi yang diadakan di hadapan peserta dalam jumlah bayak. para pendengar atau partisipan mengambil bagian dalam diskusi. Masalah yang dibahas dalam seminar mempunyai ruang lingkup yang terbatas dan tertentu. disangkal oleh pihak lain yang disebut penyangkal (pihak/kelompok kontra). c) Seminar Seminar merupakan suatu pertemuan yang bersifat ilmiah untuk membahas masalah tertentu dengan prasaran serta tanggapan melalui suatu diskusi untuk mendapatkan keputusan bersama mengenai masalah tersebut. 184 . f) Forum Forum merupakan pertemuan umum atau ceramah yang melibatkan para peserta untuk mendiskusikan masalah. d) Debat Debat adalah adu argumentasi untuk menentukan baik tidaknya suatu usul tertentu yang didukung oleh satu pihak yang disebut pendukung (pihak/kelompok pro) dan ditolak. dan gagasam di antara semua anggota kelpmpok. tiga orang atau lebih yang dianggap ahli menyampaikan pandanganpandangan yang berbeda mengenai suatu pokok pembicaraan. Jenis diskusi tertutup meliputi: a) Konferensi b) Komisi c) Wawancara Konferensi. pendapat. jenis diskusi terbuka meliputi: a) Panel Panel merupakan suatu kelompok yang terdiri dari tiga sampai enam orang ahli yang ditunjuk untuk mengemukakan pandangannya dari berbagai segi mengenai suatu masalah. Dalam suatu symposium. Kegiatan tersebut antara pembicara dengan pendengar duduk terpisah.

Moderator memiliki beberapa tugas. Komponen-komponen diskusi Komponen-komponen yang harus ada dalam kegitan diskusi. objektivitas serta bersedia musyawarah. langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam perencanaan diskusi: 1) Tentukan sifat pertemuan dan sifat kelompok 2) Tentukan jenis diskusi yang terbaik 3) Pilih dan rumuskan masalah yang akan dibahas 4) Pilih peserta dan informasikan segera 5) Adakan pertemuan dengan peserta 6) Siapkan fasilitas yang diperlukan 7) Pelajari masalah yang diacarakan 8) Persiapkan suatu kegiatan diskusi bagi seluruh program 9) Siapkan materi yang akan disampaikan 10) Pertimbangkan pengumuman apa yang diperlukan d. 1) Masalah atau materi yang akan dibahas 2) Ketua Ketua berfungsi sebagai pemimpin diskusi yang tidak berhak dan tidak boleh berpihak atau memperlihatkan apa sebenarnya pendiriannya. Peranan ketua yang terutama adalah memimpin dan merangsang diskusi menurut rencana yang sudah dipersiapkan dan sesuai dengan pola. 3) Moderator Di dalam kegiatan diskusi. Perencanaa kegiatan diskusi Menurut Zelko (1984). Sikap dan mentalitas peserta harus menandai diri dengan keterbukaan jiwa. dan tidak menyakiti hati. a) Membuka diskusi b) Menjelaskan tatatertib diskusi c) Mengemukakan masalah yang akan didiskusikan d) Mengarahkan dan mengendalikan jalannya diskusi e) Menampung gagasan yang di kekemukakan peserta diskusi f) Menyimpulkan /merumuskan hasil diskusi g) Membaca hasil perumusan simpulan hasil dari diskusi yang di lakukan h) Menutup diskusi 4) Peserta Peserta diskusi adalah individu maupun juga bagian dari kelompok.c. disertai argumentasi yang logis dan meyakinkan. 1984). sopan. Peserta diksusi mempunyai komunikasi dengan sesama anggota. Pendapat bisa disampaikan dengan cara berdiri atau sambil duduk dan sebelumnya memperkenalkan diri terlebih dahulu (Zelko. diperlukan seorang moderator. Setiap peserta harus berlapang dada dalam menerima hasil diskusi. Peserta diskusi berbicara atau menyampaikan pendapat dengan menyesuaikan situasi diskusi. 185 . maka tidak boleh menolak secara kasar sehingga keberatan pada peserta lain disampaikan dengan kata-kata yang halus. Jika peserta diskusi kurang sependapat dengan pendapat peserta lain.

inti. Dalam berpidato dan berkomunikasi. melainkan suatu proses yang aktif dalam mengkonstruksi pesan dari suatu bunyi yang diketahui sebagai potensi fonologi. bahkan suasanya menjadi beku dan kurang besahabat. Memperhatikan orang yang sedang berbicara merupakan upaya untuk menyimak. Sejumlah penelitian ditunjukkan bahwa rasa takut untuk berbicara di depan public kemungkinan terkait dengan rasa takut untuk dipermalukan akibat konfrontasi di depan publik. turun mimbar tanpa kehormatan”. Kegiatan tersebut terdiri dari serangkaian kegiatan mendengarkan. dimana pewawancara bermaksud memperoleh persepsi. perasaan. Mengapa narasumber harus menyampaikan jawaban denga benar ketika wawancara! c. mengerti pesan dan akhirnya mengubah sikap dan perilaku sesuai dengan tujuan komunikasi juga salah satu faktor penunjang keberhasilan dalam kegiatan pidato. dan sintaksis. Dalam berpidato.C. dan mengingat Wawancara (interview) merupakan suatu kegiatan tanya jawab dengan tatap muka (face to face) antara pewawancara (interviewer) dengan yang diwawancarai (interviewer) tentang masalah yang diteliti. Praktik a. RANGKUMAN Keterampilan menyimak bukan merupakan suatu proses yang pasif. ingat bahwa mengingat lebih sekadar dari membiarkan orang lain berbicara. yang penting “how”. semantik. Apabila seseorang ingin menjadi pembicara yang baik. audiens memahami. maka hasilnya pun dipengaruhi oleh karakteristik pribadi pewawancara. dan penutup dengan memilih salah satu tema berikut ini: 1) Pendidikan 2) Pembelajaran Bahasa Indonesia 3) Ujian Nasional 4) PLPG 2. Tes tertulis Jawablah secara singkat dan jelas dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar! a. Keterampilan berbicara merupakan ketermapilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak. bukan pasif. kebutuhan. 186 . karena efek yang timbul (negatif) sulit untuk dihilangkan. Karena wawancara itu dirancang oleh pewawancara. Simulasikan kegiatan wawancara mengenai pembelajaran bahasa Indonesia antara siswa dengan guru bahasa Indonesia! D. memahami. Bagaimanakah konsep dasar menyimak dan berbicara! b. Oleh karena itu mendengarkan merupakan perilaku aktif. ingat motto: “Naik mimbar tanpa persiapan. Buatlah naskah pidato yang terdiri dari pembuka. Setelah pidato berlangsung. Pidato sebagai bagian dari komunikasi harus hati-hati. dan keinginan kepada orang lain Berbicara dengan orang yang tidak dikenal bisa saja menimbulkan suasana yang tidak nyaman. LATIHAN 1. Jelaskan komponen-komponen dalam diskusi! d. Sampaikan naskah pidato yang sudah Anda buat di depan peserta PLPG! b. Pidato dikatakan berhasil jika terpenuhi semua komponen pidato. sikap dan pola pikir dari yang diwawancarai yang relevan dengan masalah yang diteliti.

5 5 5 5 2. dan sintaksis. Jika narasumber menyampaikan jawaban dengan tidak benar maka dapat dimintai pertanggungjawabannya 3 Komponen-komponen dalam diskusi a. isi.E. KUNCI JAWABAN 1. Jawaban salah skor 2 Skor maksimal secara keseluruhan 25 Skor minimal secara keseluruhan adalah 10 N= Skor maksimal x4 N = 100 skor 2. Jawaban benar skor 5 2. Praktik 187 . Moderator d. kebutuhan. dan penutup Keterangan: 1. Ketua c. Tes tertulis Soal Jawaban nomor 1 Konsep dasar menyimak adalah Keterampilan menyimak bukan merupakan suatu proses yang pasif. Jawaban kurang benar skor 3 4. melainkan suatu proses yang aktif dalam mengkonstruksi pesan dari suatu bunyi yang diketahui sebagai potensi fonologi.5 2. semantik. pendahuluan. Peserta 4 Naskah pidato sesuai dengan tema yang memuat. dan keinginan kepada orang lain. Konsep keterampilan berbicara merupakan ketermapilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak. Jawaban mendekaati benar skor 4 3. Masalah/materi b. 2 Narasumber harus menyampaikan jawaban dengan benar kepada interviewer karena jawaban tersebut merupakan data atau informasi yang sangat dibutuhkan oleh interviewer sebagai kebenaran atas apa yang ditanyakan. perasaan.

2008. Mukhsin.1988. Jakarta: Gunung Jati. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktik. Seni Berbicara: Kepada Siapa Saja. Arsyad. Maidar G. Tommy. 2006. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Harold P. King. Natalie. 2003. Henry Guntur. Suprapto. Panduan untuk Talk Show. 1981. 2006. DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. Terampil Wawancara. 2007. Bandung:Nuansa Cendekia. Di Mana Saja. Fadli. Jakarta: PT Gramedia Roger. dan Mukti U. Teknik Diskusi dan Rapat Modern. Berani Bicara di Depan Publik. Sukses Berbicara dengan Siapa Saja. 1984.S. Larry. Kapan Saja. Yogyakarta: Media Pressindo. Zelko. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Onong Uchjana. Jakarta: Erlangga. Jakarta: Gramedia. Maggio. 2005. Bandung: Angkasa. Pengantar Teori Komunikasi. Rosalie. Strategi Belajar Mengajar: Keterampilan Berbahasa dan Apresiasi Sastra. Malang: YA3. 1990. Tarigan. R. Jakarta: PT Gramedia PT Pustaka Utama.Lebar penilaian praktik Kriteria penilaian: sangat baik =5 baik =4 cukup =3 kurang =2 No 1 2 Nama vokal Kriteria penilaian sikap ekspresi Isi (pidato/ wawancara) Total skor F. Effendy. 188 .

189 .

Menjelaskan konsep-konsep dasar dalam keterampilan membaca dan menulis. Menerapkan penulisan karya ilmiah. apapun medianya. Apa artinya kalimat itu. Semua informasi bisa kita baca. Menerapkan penggunaan EYD. 4. dan/atau puisi menjadi narasi. gitar. Membaca apa saja. Bagaimana dengan di Indonesia ? Keterampilan membaca memang amat diperlukan oleh siapa pun yang mulai memasuki dunia informasi melalui media tulis. sebagai suatu keterampilan berbahasa. Kita bisa membuat satu artikel bahkan dari sebuah buku yang kita baca. karya tulis apapun yang dihasilkan tanpa bekal membaca sebelumnya. Menjelaskan variasi bahasa untuk menunjang pembelajaran keterampilan berbahasa. Paling gampang. dan menyusun bahasa surat yang baik dan benar. Menulis adalah membaca. komponen surat resmi. tetapi yakinlah. Tidak ada cara lain untuk mahir membaca selain latihan dan latihan. 7. dan grafik secara benar. Konsep-konsep dasar dalam keterampilan membaca dan menulis Indikator : 1. Oleh sebab itu.BAB VII KETERAMPILAN MEMBACA . Menjelaskan konsep paragraf. maka ia harus dilatih sebagaimana kita bermain piano. atau mengayuh sepeda. jenis paragraf. penulisan kutipan. B. tidak saja untuk meraih keberhasilan selama bersekolah melainkan juga sepanjang hayatnya. “menulis adalah membaca”? Artinya. maka perserta PLPG diharapkan dapat: 1. ia tidak akan pernah bernas. Membaca adalah keterampilan. Menjelaskan penulisan slogan. lahirlah timbangan atau resensi buku. Ini berarti bahwa keterampilan tersebut perlu dimiliki setiap orang. baik dengan media buku maupun media lain. Di negara-negara maju kegiatan membaca telah membudaya dan merupakan bagian serta kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Membaca jangan terbatas dan tersandera pada buku semata. syarat-syarat paragraf. Sering ide dilahirkan selepas kita membaca buku. 3. ia akan terasa hambar tanpa garam yang sama sekali tidak menerbitkan selera untuk dibaca. diagram. dan penulisan Daftar Pustaka. Menulis adalah membaca. termasuk jaringan yang semakin maju. 6. Menerapkan cara membaca tabel. Ibarat beras. dan penanda hubungan antarparagraf. membaca memerlukan pelatihan dan strategi khusus guna memperoleh hasil yang optimal dari apa yang kita inginkan. konsep surat tidak resmi (pribadi) dan komponen surat tidak resmi. Memahami konsep dasar membaca. Ibarat makanan.KETERAMPILAN MENULIS A. 2. 9. membaca dan membaca. Menyusun kalimat efektif. Sebab dengan membaca. Karena membaca sebuah keterampilan. yakni sesuatu yang kita anggap penting dan menarik. 5. 8. kita punya bekal referensi yang memadai. Menjelaskan konsep surat resmi (dinas). kita tidak bisa menulis tanpa membaca! Barangkali kita bisa menulis tanpa membaca. tulisan yang kita hasilkan bakal terasa hampa. Menjelaskan cara mengubah teks wawancara/dialog. denah. 10. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti materi berbicara-menyimak. 2) memahami konsep dasar menulis Membaca merupakan keterampilan dasar. 190 .

Membaca dan menulis merupakan satu kesatuan yang sulit dipisahkan. maka menulis adalah proses menyajikan kembali khazanah tersebut kepada masyarakat luas. Membaca membuat Anda mampu menganalisa. wawasan. Di luar apa yang pernah dia miliki sebelumnya. penelitian atau buku yang dihasilkan suatu bangsa berbanding lurus dengan kemajuan budaya baca pada bangsa tersebut. Membaca memperluas wawasan b. Dengan demikian. a. dan melihat benang merah dari sebuah persoalan j. Seseorang harus memiliki wawasan terlebih dahulu sebelum terampil dalam membaginya kepada orang lain. Kita lebih senang mengobrol ke sana ke mari daripada membaca dan menulis. Manfaat Membaca bagi Keterampilan Menulis Begitu besar manfaat membaca untuk mengasah keterampilan menulis seseorang. Membaca membantu melihat sudut pandang yang berbeda c. waktu terus berjalan. Seseorang harus memiliki sesuatu terlebih dahulu sebelum bisa memberikan kepada orang lain. membaca adalah kuncinya. melihat wawasan yang ada dan menjadikannya sebagai khazanah pribadi.Buku adalah jendela dunia. Anda seolah-olah bisa berkelana ke sejarah masa lalu dan melihat apa yang terjadi dalam waktu singkat. yakni lewat aktivitas membaca. bisa jadi penyebabnya karena terlalu sedikit stok informasi yang Anda miliki sebelumnya. Anda tidak perlu menghabiskan 10 tahun lamanya seperti yang telah dijalani sang penulis. Anda bisa menggabungkan sebuah khazanah dengan khazanah yang sudah dimiliki sebelumnya. Membaca menjadikan otak dan pikiran Anda aktif f. Dengan demikian membaca mau tidak mau adalah proses yang harus dijalani oleh orang yang berkeinginan untuk bisa menulis. Itu mengapa jumlah karya ilmiah. Membaca membuat ide Anda melimpah e. banyak sumber pustaka yang masih dapat kit abaca dan gali. dan pengalaman melebihi usia Anda. pilihan kalimat. Membaca akan menambah pengetahuan. Memang di era globa ini buku bukan satu-satunya sumber ilmu. Membaca memperkaya kosa kata. tapi tidak banyak pengetahuan baru yang bisa diserap. Anda harus menambah stok tersebut agar proses menulis menjadi lancar. Membaca merangsang terbentuknya informasi baru di sistem daya ingat yang siap dipanggil kapan saja g. Membaca membuat jalan pikiran Anda menjadi lebih lentur h. Membaca membantu Anda belajar teknik menulis yang dipakai oleh orang yang lebih berpengalaman d. Jika selama ini Anda kesulitan menulis dan selalu berhenti pada kalimat atau paragraf pertama. Hubungan Membaca dan Menulis Jika membaca adalah proses membuka jendela dunia. Membaca sebuah buku selama beberapa jam yang berisi pengalaman seseorang selama 10 tahun akan membuat Anda mendapatkan pengalaman yang sama dalam waktu yang jauh lebih singkat. Berikut manfaat membaca bagi keterampilan menulis. Masyarakat Indonesia harus diakui masih sangat kuat dalam tradisi berbicara. 2. Masyarakat yang kuat dalam tradisi membaca akan memiliki kekuatan pula dalam tradisi menulis. Anda hanya bisa membuka jendela dunia dengan membukanya. dan cara penyajian yang bisa Anda pakai dalam menulis i. Membaca membuat Anda punya bahan yang banyak untuk menuliskannya kembali 191 . menghubungkan informasi yang terserak. Sangat sulit bagi seseorang untuk menulis sesuatu yang di luar dirinya. 1.

Rajin Membaca. keterampilan menulis Anda akan meningkat dengan sendirinya. Bukan soal bagaimana jalan kehidupan yang harus kita tempuh. Dengan kebiasaan tersebut. dsb. Anda punya amunisi kata dan kalimat yang siap dituliskan. Motivasi ini dilandasi sejauh mana kita menginginkan perbaikan dalam hidup. Jika banyak pembaca yang bertanya. Kita justru bersyukur jika tidak melewati fase hidup yang begitu berat seperti dialami mereka. 4. Anda bisa melatih keterampilan menulis. Inilah kontribusi yang bisa Anda berikan untuk menjadikan bangsa ini lebih maju. merupakan variasi bahasa yang bersifat perseorangan. bagaimana caranya agar saya bisa menulis dengan baik? Maka jawaban sederhana saya adalah rajin-rajinlah membaca. susunan kalimat. gaya bahasa. kita harus berani keluar dari kebiasaan dan tidak terkungkung dengan apa yang ada saat ini adalah salah satu hal yang harus dipenuhi untuk menghasilkan suatu produk tulisan yang layak disebut sebagai tulisan kreatif. Dalam hal variasi bahasa ini ada dua pandangan. Yang paling dominan adalah warna suara. Itulah yang dilakoni Shakespeare dan Khalil Gibran hingga mengantarkannya menjadi penulis terkenal. Variasi Bahasa Variasi Bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen. Variasi dari Segi Penutur Pertama. Kedua pandangan ini dapat saja diterima ataupun ditolak. tetapi disini membedakannya agak sulit. Tak kalah penting. Lewat kebiasaan membaca. 192 . kita dapat mengenali suara seseorang yang kita kenal hanya dengan mendengar suara tersebut Idiolek melalui karya tulis pun juga bisa. idiolek. Seorang penulis kreatif akan sukses jika memiliki semangat atau motivasi sejauh mana menginginkan hal-hal baru dan melakukan perubahan. Idiolek ini berkenaan dengan “warna” suara. Berikut ini akan dibicarakan variasi-variasi bahasa tersebut. Anda pun akan punya pikiran yang lebih jernih dan sehat. Setiap orang mempunyai idiolek masing-masing. Jadi variasi bahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa. Anda punya kacamata yang mampu melihat berbagai sudut pandang. Yang jelas. Tidak mudah menyerah. C. variasi itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa itu. Keduanya harus menjalani kehidupan yang kurang mengenakan terlebih dahulu. variasi bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam. dimulai dari segi penutur ataupun dari segi penggunanya.3. Namun Halliday membedakan variasi bahasa berdasarkan pemakai (dialek) dan pemakaian (register). jawabannya adalah tidak. Pertama. Membangun Tradisi Membaca dan Menulis Sudah saatnya membangun kembali tradisi membaca dan menulis. pilihan kata. 1. William Shakespeare. Hanya sedikit nama yang layak disebut sebagai penulis besar. Kedua. Aktif Menulis Begitu banyak contoh di sekitar kita yang menunjukkan bagaimana orang yang gemar membaca cenderung memiliki keterampilan menulis yang baik. Sebut saja Khalil Gibran. variasi bahasa itu dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya keragaman sosial dan fungsi kegiatan didalam masyarakat sosial. selalu memiliki solusi alternatif dan menghasil ide-ide terobosan dalam mengembangkan tulisannya. Tapi bagaimana kita memandang dan memanfaatkan setiap momen yang telah kita lewati untuk menjadi sebuah karya.

Variasi dari Segi Keformalan Menurut Martin Joos. ataupun pembicaraan yang berorientasi kepada hasil atau produksi. Misalnya. ragam akrab (intimate). Ragam resmi adalah variasi bahasa yang digunakan dalam pidato kenegaraan. atau tingkat keformalan dan sarana penggunaan. buku pelajaran. 2. dsb. akte notaris. seperti usia. pelayaran. Catatlah pokok-pokok isi wawancara. pendidikan. ragam atau register. dsb. yaitu variasi bahasa yang berkenaan dengan status. Sehubungan dengan variasi bahasa yang berkenaan dengan tingkat. variasi bahasa Indonesia pada masa tahun tiga puluhan. Ragam akrab adalah variasi bahasa yang biasa digunakan oleh para penutur yang hubngannya sudah akrab. pertanian. Ragam santai adalah variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tidak resmi untuk berbincang-bincang dangan keluarga atau teman pada waktu beristirahat. jurnalistik. Dalam sosiolinguistik variasi inilah yang menyangkut semua masalah pribadi penuturnya. variasi bahasa dibagi menjadi lima macam gaya (ragam). Narasi merupakan bentuk karangan pengisahan suatu cerita atau kejadian. 3. lima puluhan. golongan. ragam resmi (formal). dalam khotbah. ragam usaha (konsultatif). atau teman karib. Wujud ragam ini berada diantara ragam formal dan ragam informal atau santai. bidang sastra. Bidang studi yang mempelajari tentang variasi bahasa ini adalah dialektologi. yaitu variasi bahasa yang digunakan oleh kelompok sosial pada masa tertentu. Variasi bahasa berdasarkan bidang pemakaian ini adalah menyangkut bahasa itu digunakan untuk keperluan atau bidang apa. Agar Anda dapat menarasikan teks wawancara dengan baik. D. dsb. yaitu variasi bahasa dari sekelompok penutur yang jumlahnya relatif. gaya. Ragam beku adalah variasi bahasa yang paling formal. Misalnya. ataupun saat ini. seks. yang digunakan dalam situasi khidmat dan upacara resmi. Variasi dari Segi Pemakaian Variasi bahasa berkenaan dengan penggunanya. dialek. 2. Variasi dari Segi Sarana Variasi bahasa dapat pula dilihat dari segi sarana atau jalur yang digunakan. berekreasi. teks wawancara perlu diubah dalam bentuk narasi. berolahraga. kronolek atau dialek temporal. militer. Untuk menceritakan atau menyampaikan kembali hasil wawancara kepada orang lain. sosiolek atau dialek sosial. Variasi ini biasanya dibicarakan berdasarkan bidang penggunaan. golongan dan kelas sosial para penuturnya. rapat dinas. seperti antar anggota keluarga. yang berada di suatu tempat atau area tertentu. 1. Ragam usaha adalah variasi bahasa yang lazim digunakan pembicaraan biasa di sekolah. dan kelas sosial para penuturnya disenut dengan prokem. Mengubah Teks Wawancara menjadi Narasi Teks wawancara merupakan bentuk penyajian informasi berupa tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. pendidikan. 193 . yaitu ragam beku (frozen). ragam santai (casual). Ragam ini menggunakan bahasa yang tidak lengkap dengan artikulasi yang tidak jelas. yakni bentuk ujaran yang dipendekkan. Ragam ini banyak menggunakan bentuk alegro. Dalam hal ini dapat disebut adanya ragam lisan dan tulis atau juga ragam dalam berbahasa dengan menggunakan sarana atau alat tertentu. Sebagai contoh.Kedua. lakukan langkah-langkah berikut. misalnya bertelepon atau bertelegraf. ceramah. Bacalah teks wawancara dengan cermat. Ketiga. pemakainya atau fungsinya disebut fungsiolek. sumpah. pekerjaan. keadaan sosial ekonomi. undang-undang. Keempat. status. 4. dsb. rapat-rapat. dsb.

5 cm.” Wartawan : “Berapa lama Adik mempersiapkannya? Pelajar : “Yah. Ukuran buah sekitar 1. Tidak bertanda petik.” Pelajar : “Terima kasih. Intonasi mendatar dan menurun pada bagian akhir kalimat. 4. 5. 8 – 12 bulan setelah penelitian bibit anggur tersebut sudah diupayakan perbanyakannya. Hanya berbentuk kalimat berita.rata hasilnya hanya mencapai tujuh kg. Pak? Narasumber : Menggembirakan! Sembilan belas tahun yang lalu anggur Australia telah diuji coba di kebun Banjarsari.83 – 2. 2. supaya. Masih ingatkah Anda tentang materi wawancara? Anda akan berlatih mengubah teks wawancara menjadi teks narasi. atau perintah. Narasikan isi wawancara dengan mengembangkan pokok-pokok isi.53 cm dengan kulit cukup tebal. Berkata lugas misalnya bahwa.. 1. 5. Dapatkah Anda mengubah teks wawancara menjadi bentuk narasi? Bagaimana cara mengubah teks wawancara menjadi bentuk naratif? Perlu dicermati lagi bahwa wawancara biasanya berupa kalimat langsung. Rasanya manis. 1. Buatlah pengantar ke arah isi wawancara. Masih ingatkah kalian ciri-ciri kalimat langsung dan tak langsung? Perhatikan keterangan berikut ini! Ciri kalimat langsung sebagai berikut. Lengkapilah narasi dengan bagian penutup. Pada umur 2 tahun mampu memproduksi buah kira-kira 9. tanya. 4.” Teks wawancara tersebut jika diubah menjadi narasi akan menjadi seperti berikut ini ! Seorang pelajar telah berhasil menjadi juara pertama Lomba Mengarang. Ciri kalimat tak langsung sebagai berikut.. Jika dinarasikan maka Anda harus mengubah kalimat tersebut menjadi kalimat tak langsung. 5. sebab. Tidak berkata lugas. untuk. Probolinggo. Kalimat yang diberi tanda petik bisa berbentuk kalimat berita. Ini lebih tinggi dibanding produksi anggur Probolinggo dan Bali. Teks wawancara di atas dapat kita ubah menjadi narasi sebagai berikut.. Bibit anggur itu sekarang sudah bisa didapat di mana pun.3. kira-kira 1 tahun. Hal itu berarti teks yang berupa tanya jawab antara penanya dan narasumber diubah menjadi bentuk tulisan atau teks cerita. Kata ganti orang pada bagian kalimat yang dikutip. segar dengan aroma harum. Bertanda petik (“.99 kg per pohon per musim. yang pada umur sama rata. 194 . 3. Contoh: Perhatikan contoh menarasikan wawancara berikut ini! Wartawan : “Wah hebat! Adik telah berhasil menjadi juara pertama Lomba Mengarang. Jawa Timur. Panjang tandannya sekitar 17. Contoh lain Penanya : Bagaimana perkembangan anggur Australia saat ini. Kata ganti orang pada bagian kalimat yang dikutip tetap.”) 2. Persiapan yang dibutuhkan untuk mengikuti lomba tersebut selama 1 tahun.. 4. Intonasi bagian yang dikutip lebih tinggi daripada bagian lain 3.

Probolinggo. grafik. Ubahlah teks wawancara tersebut menjadi bentuk narasi dengan memerhatikan langkah-langkah penyajiannya! 2. Umumnya grafik digunakan untuk membandingkan jumlah data. digunakan pula untuk menunjukkan fluktuasi suatu perkembangan jumlah. seperti gambar. Bagan merupakan gambar rancangan/skema/alat peraga grafis untuk menyajikan data agar memudahkan penafsiran. Pertemuan antara setiap titik X dan Y membentuk baris-baris dan kolomkolom. grafik garis. Carilah contoh teks wawancara bentuk lain kemudian jawablah pertanyaan berikut. mudah. Grafik memungkinkan penyampaian informasi yang kompleks secara lebih mudah. bibit anggur Australia ini sudah diupayakan perbanyakannya. 1. Diagram merupakan gambaran (buram. panjang tandannya sekitar 17. dan efektif. Tabel merupakan alat bantu visual yang berfungsi menjelaskan suatu fakta atau informasi secara singkat. jelas.53 cm dengan kulit cukup tebal. Grafik adalah lukisan pasang surut atau naik turunnya suatu keadaan. grafik merupakan media visual yang sering digunakan untuk memperjelas suatu bacaan. Sekitar sembilan belas tahun yang lalu anggur Australia telah diuji coba di kebun Banjarsari. Biasanya fakta atau informasi itu hanya berupa nama dan bilangan yang tersusun dalam urutan kolom dan baris. atau lebih. Bentuknya berupa kolom-kolom dan baris-baris. matriks. Macamnya ada grafik batang.5 cm. Matriks adalah tabel yang disusun dalam lajur dan jajaran sehingga butirbutir uraian yang diisikan dapat dibaca dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan. Diagram. Adapun informasi nonverbal adalah informasi yang disajikan dengan bentuk visual. Delapan sampai dua belas bulan setelah penelitian di kebun Banjarsari. grafik lingkaran. misalnya dalam rentang waktu lima tahun.Perkembangan anggur Australia saat ini sungguh menggembirakan. Tabel adalah daftar berisi ikhtisar sejumlah data atau informasi. Grafik merupakan gambar yang terdiri atas garis dan titik-titik koordinat. Probolinggo. yakni garis koordinat X yang berposisi horisontal dan garis koordinat Y yang vertikal. anggur Australia mampu memproduksi buah kira-kira 9. Media ini dapat memberikan gambaran suatu informasi secara jelas. Pada umur dua tahun. Seperti halnya tabel. Anggur tersebut rasanya manis dan segar dengan aroma yang harum. Bagan adalah gambaran secara analisis yang digunakan untuk membantu memperjelas proses kerja. sketsa) untuk memperlihatkan atau menerangkan sesuatu. 195 .99 kg per pohon per musim. Jumlah ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan produksi anggur Probolinggo dan anggur Bali. sepuluh tahun. menarik. yang pada umur sama rata-rata hanya menghasilkan 7 kg saja. Dalam grafik terdapat dua jenis garis koordinat.83 – 2. enam tahun. Informasi verbal adalah informasi yang disampaikan dengan kata-kata. bagan. Menjelaskan Cara Membaca Tabel. Jika anggur ini berubah. Tabel adalah daftar berisi ikhtisar dari sejumlah fakta dan informasi. dan tabel. Ukuran buahnya sekitar 1. Sajian informasi yang menggunakan tabel lebih mudah dibaca dan disimpulkan. perbandingan serta naik turunnya suatu jumlah data akan lebih jelas. Jawa Timur. Bibit anggur Australia ini sekarang sudah bisa didapat di kebun buah di mana pun. dan Denah secara Benar. Grafik. Selain itu. Dengan grafik. dan lebih menarik daripada kata-kata. Tukarlah hasil pekerjaan Anda dengan teman untuk disunting! E. Peta adalah gambar yang menunjukkan letak suatu tempat Langkah membaca tabel dan grafik. diagram.

2. contoh: memberikan contoh agar mudah dipahami. Bacalah keterangan yang ada di atas. Jenis paragraf .1. dan kelengkapan. 5. 6. kronologi: mempunyai catatan waktu yang jelas. misalnya di mana. Eksposisi: menguraikan sesuatu sejelas-jelasnya agar pembaca mudah mengertidan jelas. Keterangan itu merupakan kunci penjelasan tentang data yang disampaikan. sedangkan kata penghubung antar kalimat di awal kalimat 196 . Diagram. 3. kalimat pengembang atau kalimat penjelas. deduktif: ide pokok di awal paragraf 2. 7. 2. Persuasi: berisi ajakan untuk merubah pendapat pembaca agar sama denganpenulis. Anda cukup mengubah judulnya menjadi pertanyaan. campuran: ide pokok di awal dan akhir paragraph 4. berapa perkembangannya. di bawah atau di sisinya. dan Denah masing-masing satu buah. fungsional: mempunyai kegunaan tertentu untuk sang penulis. Keterangan itu. Grafik. Ajukan pertanyaan tentang tujuan tabel dan grafik itu. perbandingan: membandingkan sesuatu untuk menemukan perbedaan a t a u persamaan. induktif: ide pokok di akhir paragraf 3. yaitu kepaduan. Bacalah tabel dan grafik secara menyeluruh. Jawaban pertanyaan tersebut diharapkan ada dalam tabel dan grafik yang Anda hadapi. Jenis Paragraf. Dalam paragraf terdapat tiga persyaratan agar paragraf menjadi padu. Membaca judul merupakan kegiatan penting untuk memahami isi pesannya. atau angka-angka. ineratif: ide pokok di tengah paragraf. secara lahiriah unsur paragraf itu berupa: kalimat topik atau kalimat utama. Paragraf. yaitu)yang tepat agar gampang dimengerti. ialah. Resapilah isi judul tabel dan grafik yang Anda hadapi. 3. Paragraf adalah bagian karagan yang terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran. Syarat-syarat Paragraf. kesatuan. kausal: menunjukkan hubungan sebab-akibat dalam suatu kejadian. 4. Kata penghubung antar klausa biasanya terletak di tengah-tengah kalimat. antar kalimat. Argumentasi: berisi fakta yang tidak untuk persuasif melainkan hanyamenegaskan pendapat penulis. dan Penanda Hubungan antarparagraf Paragraf adalah kesatuan pikiran yang mengungkapkan ide pokok yang berbentuk dalam rangkaian kalimat yang berkaitan dengan bentuk (kohesi) dan makna (koherensi). Definisi: menjelaskan sesuatu dengan jelas dengan konjungsi (adalah. Bacalah judulnya karena judul ini memberikan ringkasan yang padat tentang informasi yang akan disampaikan. Caranya mudah. dan kalimat penegas Bentuk paragraf . dan antar paragraf. 4. Narasi: menceritakan suatu kejadian berdasarkan kronologi. informasi apa yang Anda perlukan. Penanda Hubungan antarparagraf Kata penghubung adalah kata tugas yang menghubungkan antar klausa. karena judul memberikan ringkasan yang padat tentang informasi yang akan disampaikan. dan seterusnya. 1. Apabila sebuah paragraf deskriptif atau naratif. Pola pengembangan paragraf. dapatkan keterangannya dalam informasi yang disajikan di sana dengan selalu mengingat tujuan Anda. Pelatihan: Carilah Tabel. spasial: menulis yang berhubungan dengan tempat tertentu danmenggambarkannya. kemudian bacalah dengan benar sesuai langkah di atas! F. seberapa banyak. misalnya dalam bentuk urutan tahun. 1. persentase. Deskripsi: menggambarkan suatu kejadian dengan kata-kata yang merangsangindra agar realistis.

misalnya: atau. misalnya sebelumnya dan sesudahnya. Biasanya bagian yang kedua menduduki posisi yang lebih penting daripada yang pertama. kalau. Bila anak kalimat ditandai oleh konjungsi sebab. baik.(setelah tanda titik. guna. frasa. induk kalimat merupakan akibatnya. bilamana. ketika.. 2. Kata-kata konjungsi temporal berikut ini menjelaskan hubungan yang tidak sederajat. sebab itu. bagaikan.. hingga.atau.. dan kata penghubung antarparagraf letaknya di awal paragraf. 5.. 8. klausa. umpama. padahal. sedangkan peristiwanya dinyatakan dalam induk kalimat. 6. seakan-akan. Macam-macam kata penghubung dan fungsinya : 1. Kata Penghubung Aditif (gabungan) Kata Penghubung aditif (gabungan) adalah konjungsi koordinatif yang berfungsi menggabungkan dua kata. Kata kata yang sering dipakai dalam konjungsi ini adalah sebagai. dan bilamana. atau. sesudah.. atau tindakan. dan tatkala. tanda seru. sambil.. atau tanda tanya). misalnya : apabila. Kata Penghubung Temporal (waktu) Kata penghubung temporal menjelaskan hubungan waktu antara dua hal atau peristiwa. 197 . setelah. 7.. seperti. 9. untuk. sebagaimana. Kata Penghubung Syarat (kondisional) Konjungsi syarat menjelaskan bahwa suatu hal dapat terjadi bila syarat-syarat yang disebutkan itu dipenuhi. semwnjak. dan namun. Kata kata yang menyatakan hubungan ini adalah jika. bagai. sementara.. sejak. Kata Penghubung Perbandingan Kata penghubung perbandingan berfungsi menghubungkan dua hal dengan cara membandingkan kedua hal itu.. seraya. Kata Penghubung Final (tujuan) Konjungsi tujuan adalah semacam konjungsi modalitas yang menjelaskan maksud dan tujuan suatu penistiwa. sedangkan. waktu. jikalau. meskipun. Kata-kata yang termasuk dalam konjungsi ini adalah walaupun. Kata-kata yang dipakai untuk menyatakan hubungan sebab adalah sebab. apabila. dan entah. 4. Kata-kata yang dipakai untuk menandai konjungsi akibat adalah sehingga. dan akibatnya. sampai. asalkan. lagi. dan karena itu. dan agar. Kata-kata yang biasa dipakai untuk menyatakan hubungan ini adalah : supaya. misalnya : dan. Kata Penghubung Pertentangan Kata penghubung pertentangan merupakan konjungsi koordinatif yang menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat dengan mempententangkan kedua bagian tersebut. sampai. Kata Penghubung Disjungtif (pilihan) Kata penghubung pilihan merupakan konjungsi koordinatif yang menghubungkan dua unsur yang sederajat dengan memilih salah satu dari dua hal atau lebih.. 3.baik.. Kata Penghubung Sebab (kausal) Konjungsi sebab menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi karena suatu sebab tertentu. 10. karena. misalnya : tetapi. Dalam hal ini anak kalimat ditandai konjungsi yang menyatakan akibat. dan serta. sebelum. melainkan. lagi pula. Kata Penghubung Akibat (konsekutif) Konjungsi akibat menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi akibat suatu hal yang lain. Kata Penghubung Tak Bersyarat Kata penghubung tak bersyarat menjelaskan bahwa suatu hal dapat terjadi tanpa perlu ada syarat-syarat yang dipenuhi. maupun. sebaliknya. demi. akan tetapi. dan biarpun. sedari. Sementana konjungsi berikut ini menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat. ibarat. bila. selama.. atau kalimat dalam kedudukan yang sederajat. dan daripada.entah.

Kata-kata yang ada dalam konjungsi ini adalah misalnya. Kata Penghubung Situasi Kata penghubung situasi menjelaskan suatu perbuatan terjadi atau berlangsung dalam keadaan tertentu. 14.... predikat.. dan asal. yang pokok. umpama. kian . dan sambil.. Kata Penghubung Korelatif Konjungsi korelatif menghubungkan dua bagian kalimat yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga yang satu langsung mempenganuhi yang lain atau yang satu melengkapi yang lain. Kata-kata yang dipakai dalam konjungsi ini adalah sedang.. Kata Penghubung Penegas (menguatkan atau intensifikasi) Konjungsi ini berfungsi untuk menegaskan atau meningkas suatu bagian kalimat yang telah disebut sebelumnya. biarpun. Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek.. sementara penolakan dinyatakan dalam anak kalimat yang didahului oleh konjungsi seperti. ringkasnya. yaitu. misalnya.. serta unsurunsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal. Kata-kata yang tenmasuk dalam konjungsi ini adalah bahkan. 18. dan terutama. dan penekanan.. 12. G. Dapat juga dikatakan bahwa kedua kalimat mempunyai hubungan timbal-balik. yakni.. Contoh kata dalam konjungsi ini adalah bahwa. kesejajaran. kian. Contoh kata-kata konjungsi ini adalah yang penting. apalagi. 1. .. walaupun.bertambah . 15. Kalimat efektif memiliki subyek. Kata Penghubung Penjelas (penetap) Konjungsi penjelas berfungsi menghubungkan bagian kalimat terdahulu dengan perinciannya. kehematan. kendatipun. Kata-kata yang termasuk dalam konjungsi ini adalah mula-mula. Kata Penghubung Penanda Kata penghubung ini menyatakan penandaan terhadap sesuatu hal.. tidak hanya… …. ... kesatuan gagasan. Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis serta dapat diterima maksud dan tujuannya seperti yang di maksud penulis /pembicara.tetapi juga. sedangkan. sedemikian rupa. biar. umpama. Ciri-ciri kalimat efektif: (memiliki).. bertambah . paling utama. Konjungsi lain yang masih merupakan konjungsi penanda yaitu konjungsi penanda pengutamaan. Ciri bahwa unsur itu 198 . Termasuk di dalam konjungsi hal-hal yang menyatakan rincian. misalnya kecuali.. semakin. dan kemudian. 17. Kata Penghubung Urutan Konjungsi ini menyatakan urutan sesuatu hal. Kata Penghubung Pembenaran (konsesif) Konjungsi pembenaran adalah konjungsi subondinatif yang menghubungkan dua hal dengan cara membenarkan atau mengakui suatu hal. melainkan keterangan. Pembenanan dinyatakan dalam klausa utama (induk kalimat). meskipun. dan sekalipun. . dan contoh.. Kata Penghubung Pembatasan Kata penghubung ini menyatakan pembatasan terhadap sesuatu hal atau dalam batas-batas mana perbuatan dapat dikerjakan. selain.. sementara menolak hal yang lain yang ditandai oleh konjungsi tadi. .11. padahal. Contoh: Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum. 13. Kata-kata yang yang menyatakan konjungsi ini adalah semakin …. serta kelogisan.. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek. sungguhpun. sehingga. 16. KESATUAN GAGASAN. lalu. baik.. dan maupun. dan akhirnya.

Contoh : 1. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan 2. • Menggunakan partikel. yakni menggunakan imbuhan di-. 2. yakni imbuhan me-. 3. Contoh: Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan. Kata-kata yang berlebih. tetapi total dan menyeluruh. Contoh: Bunga-bunga mawar. Kalimat tersebut harus diubah misalnya . Kalimat efektif harus mudah dipahami. Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial. Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu. Dalam kata mawar. penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel – lah. Kalimat efektif memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. dan melati sangat disukainya.merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan). anyelir. Kalimat itu harus diubah : 1. sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-. Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Anak itu tidak malas. Contoh : Dalam membina hubungan antara suami istri. Pada kesempatan lain. dan melati sangat disukainya. antara orang tua dan anak. tetapi rajin. Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan. Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan. PENEKANAN. Yang satu menggunakan predikat aktif. Caranya: • Mengubah posisi dalam kalimat. -pun. 199 . Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal. yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan. 4. KEHEMATAN.anyelir. KELOGISAN. 3. Contoh : Waktu dan tempat saya persilakan. bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di. Contoh : 1. 2. yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat. Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain 2. Pada kalimat efektif kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan. 5. • Menggunakan pertentangan. antara guru dan murid. Contoh : 1. diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya. yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting. Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya. 2. antara pemerintah dan rakyat.anyelir. dan –kah.dan melati terkandung makna bunga. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat. Kami pun turut dalam kegiatan itu.pula. KESEJAJARAN. Kalimat yang benar adalah: Mawar. kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini. Bisakah dia menyelesaikannya? • Menggunakan repetisi.

Itu kata Muhammad Yamin puluhan tahun yang silam. b. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Menimbang : a. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. 200 . bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a. perlu disempurnakan kembali. swasta. Dalam musyawarah itu menghasilkan lima ketetapan. Berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud. Wajah kebudayaan suatu bangsa memang terlihat dari praktik kebahasaan seluruh warganya. saya persilakan untuk naik ke podium. 2.Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. pendidikan. perlu disempurnakan kembali. 4. bahwa sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat. dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987. Penggunaan EYD Bahasa menunjukkan bangsa. H. 3. PELATIHAN Ubahlah kalimat-kalimat di bawah ini menjadi kalimat efektif! 1. Kegagalan proyek itu karena perancangan yang tidak mantap 5. Yaitu tenun ikat yang khas Timor Timur.Bapak penceramah. Para siswa-siswa diharuskan hadir di sekolah. dan pengantar merupakan perjuangan tersendiri dalam perjalanan sejarah kita. tiada bahasa hilanglah bangsa. dinyatakan tidak berlaku. Seluruh siswa-siswa diharapkan harus mengikuti kerja bakti. Sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987. dalam permendiknas tersebut dipergunakan bagi instansi pemerintah. penting untuk selalu menyegarkan dan meningkatkan kemampuan berbahasa kita. Maka lahirlah Permendiknas no. Oleh karena itu. Tidak aneh apabila upaya untuk memiliki bahasa sendiri yang mampu mempersatukan seluruh bangsa dan menjadi media komunikasi. 46 Thun 2009 Tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL.

NIP196108281987031003 Naskah Lengkap EYD sesuai Permendiknas no. Ada dua bentuk artikel ilmiah. Tugas. TTD BAMBANG SUDIBYO Salinan sesuai dengan aslinya. Jika dalam artikel konseptual 201 . Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.Penulisan Karya Ilmiah. S. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301).Mengingat : 1. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu. DFM. swasta. I. Perbedaan kedua jenis artikel tersebut terletak pada bagian isi. Pasal 2 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. 2. (2) Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Juli 2009 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL.H. dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. 46 tahun 2009 bisa di download pada Permendiknas no. yaitu artikel konseptual--artikel yang diangkat dari gagasan atau ide penulis—dan artikel penelitian–artikel yang diangkat dari hasil penelitan. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 77/M Tahun 2007. Pasal 1 (1) Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Dr. sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini.. Artikel ilmiah adalah karya ilmiah yang dikhususkan untuk diterbitkan di jurnal ilmiah. Artikel Ilmiah Artikel ilmiah merupakan salah satu bentuk karya ilmiah.H. dipergunakan bagi instansi pemerintah. 46 tahun 2009. Fungsi. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN. Penulisan Kutipan. 3. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 2008. Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. Kepala Biro Hukum dan Organisasi. Pasal 3 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.. dinyatakan tidak berlaku. M. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Andi Pangerang Moenta. dan Penulisan Daftar Pustaka 1. Susunan Organisasi.

permasalahan. metodologi penelitian. batang tubuh. sehingga secara proporsional bagian tengahlah yang paling panjang uraiannya. dan penutup--untuk artikel ilmiah yang bersifat konseptual). dan bagian akhir. Kata kunci biasanya diambil dari kata 202 . permasalahan. Dengan penganalogian tersebut kita sudah mendapat gambaran seberapa besar uraian masing-masing bagian dalam karya ilmiah. (2) berupa pernyataan. Dengan membaca abstrak orang akan tahu isi secara singkat karya ilmiah tersebut. H. bagian awal dapat dianalogikan sebagai kepala. hasil dan pembahasan. ada pula yang tidak. ada yang membedakannya dengan ringkasan. Dalam bahasa yang sederhana ketiga bagian tersebut dapat juga disebut dengan istilah bagian awal. Abstrak adalah ringkasan tulisan. serta simpulan –untuk artikel ilmiah dari hasil penelitian—dan harus ada latar belakang. Jelas berarti hanya memiliki satu maksud atau tidak dapat ditafsirkan lain. Mencerminkan isi karangan berarti apa yang akan diuraiakan dalam artikel tersebut sudah dapat diraba dari judulnya. Imam Bulpiri. Pada umumnya abstrak disajikan dalam satu paragraf dengan menggunakan tidak lebih dari 200 kata. keseluruh nama harus dicantumkan. ada orang yang menyamakan kedua istilah tersebut. maka untuk ringkasan bisa sampai pada 500 kata. Istilah lain yang biasanya disamakan dengan abstrak atau ringkasan adalah sari. misalnya. dalam artikel penelitian antara bagian pendahuluan dan bagian penutup terdapat bagian landasan teoretis. Penekanan isi abstrak ada pada hasil pembahasan. Bagian pengenalan artikel ilmiah terdiri atas judul. bagian tengah sebagai tubuh. dan bagian akhir sebagai kaki. jika abstrak biasanya tidak lebih dari 200 kata. Jika ketiga bagian tersebut dianalogikan dengan tubuh manusia. Pangkat. dari pendahuluan sampai penutup (ada alasan. dan kata kunci. bergantung kepada gaya selingkung jurnalnya. dan hasil dan pembahasan. Sementara itu. dan (4) mencerminkan jenis artikel ilmiah. Kata kunci adalah kata-kata atau istilah yang dianggap penting dan mutlak harus diketahui pembaca dalam sebuah artikel ilmiah. Ada beberapa model penulisan baris kepemilikan. Ada dua jenis bagian pengenalan. pembahasan. dalam artikel ilmiah cukup kita tulis Imam Bulpiri.. Syarat judul karya ilmiah adalah (1) mencerminkan isi karangan. bagian tengah. Judul adalah identitas tulisan yang utama. nama penulis. M. (dan kawan-kawan). Bagian pengenalan berisi hal-hal yang bersifat informatif. (3) jelas. Untuk istilah abstrak. Berupa pernyataan berarti judul tidak boleh berupa kalimat—harus berupa frasa atau klausa—dan tidak boleh berupa pertanyaan. dan kepustakaan. kedudukan. Jika penulis bernama Drs. kajian pustaka. yaitu yang bersifat umum–ada pada semua jenis karya ilmiah—dan yang bersifat khusus--hanya dimiliki jenis karya ilmiah tertentu. Abstrak diartikan lebih pendek daripada ringkasan. akan menjadi tidak logis jika uraian pada bagian pengenalan atau awal lebih panjang daripada bagian batang tubuh atau tengah. Pola dasar artikel ilmiah secara umum paling sedikit berisikan bagian-bagian yang sudah baku. kedudukan. Oleh karena itu.antara bagian pendahuluan dan bagian penutup hanya berisi isi artikel–yang bisa terdiri atas beberapa subbab. metode. dalam arti tidak boleh diganti dengan dkk. abstrak. Dalam hitungan angka. Nama penulis sering disebut baris kepemilikan. Demikian juga dengan karya ilmiah. Jika nama penulis lebih dari satu. Akan menjadi tidak logis jika tubuh manusia lebih kecil daripada kepala atau kakinya.. dan gelar dapat dicantumkan dalam catatan kaki atau lampiran–jika ada biografi pengarang. dalam abstrak harus tercakupi seluruh bagian isi karangan. Penulisan nama penulis hendaknya dilakukan dengan menanggalkan pangkat. Ada nama penulis yang disertai instansi. Inti karya ilmiah ada pada bagian batang tubuh atau bagian tengah. yaitu bagian pengenalan. dan gelar akademik.Sc. Mencerminkan jenis artikel ilmiah artinya melalui judul tersebut pembaca akan dengan mudah mengetahui artikel tersebut sebagai artikel penelitian atau artikel konseptual.

bagian isi berisi konsep-konsep dan bahasan masalah Bagian penutup biasanya berupa simpulan dan saran (untuk artikel penelitian) dan simpulan atau penekanan (untuk artikel konseptual). Bagian paling akhir dalam artikel ilmiah adalah bagian kepustakaan. dalam artikel ilmiah tidak ada. Meskipun demikian. dibunuh dengan senjata tajam. tidak menutup kemungkinan kata kunci kita ambil dari isi karangan. Ragam undang-undang disebut juga ragam hukum. bagian isi berupa landasan teori. dan demokratis. Untuk artikel konseptual. terutama perbedaan antara artikel konseptual dan artikel penelitian. atau pada hal-hal yang berkaitan dengan hukum. Untuk artikel penelitian. kemasukan benda tumpul. metodologi. misalnya. dan sebagainya. Ragam hukum mempunyai ciri khusus pada pemakaian istilah dan komposisinya. Konsideran dalam surat keputusan. dan bagian penutup. terutama karya sastra. Bahasa Karya Ilmiah Populer Selain laporan penelitian. memutuskan. ragam bahasa ilmiah. baik isi maupun teknik penulisannya harus mengikuti ketentuan yang berlaku secara ketat. yaitu ragam bahasa hukum (undang-undang). dan bagian hasil dan pembahasan berisi hasil kajian masalah yang diangkat. maka kita bisa mendefinisikannya sebagai karangan yang isinya ilmiah tetapi teknik penulisannya tidak mengikuti kaidah yang berlaku. Batang tubuh adalah isi artikel ilmiah yang sebenarnya. sedangkan karya ilmiah populer tidak. dan alat penghibur. sampai menetapkan susunannya selalu tetap. Karena fungsi media massa sebagai media informasi. bagian metodologi berisi pendekatan yang digunakan. Dalam kehidupan sehari-hari ragam ini jarang sekali digunakan. Bahasa Indonesia mengenal empat ragam bahasa. Jika dalam jenis karya ilmiah lain masih memungkinkan ada lampiran. metode. maka dapat dijelaskan bahwa karya ilmiah itu menggunakan ragam bahasa ilmiah. maka ragam bahasa jurnalistik setidaknya harus mempunyai ciri komunikatif. dan artikel ilmiah. sederhana. 203 . Bagian pendahuluan setidaknya berisi latar belakang masalah dan rumusan masalah. buku terjemahan. dan hasil dan pembahasan. Ragam jurnalistik adalah ragam bahasa yang dipakai dalam dunia jurnalistik. Secara umum bagian batang tubuh terbagi menjadi tiga. Kekhususan-kekhususan tersebut dapat dilihat. Karya ilmiah populer merupakan karangan yang berada di antara karya ilmiah dan karya nonilmiah. alat pendidikan. misalnya dirumahkan. sasaran. mengingat. Ragam ini biasa dipakai dalam undang-undang. Landasan teori berisi teori-teori atau konsep-konsep yang dipergunakan dalam membahas masalah. berikut disajikan contoh sistematika kedua jenis artikel tersebut. Bagian isi berisi persoalan-persoalan inti atau materi inti yang ingin disajikan. Jika disempitkan kaitannya dengan penggunaan bahasa. baik isi maupun teknik penulisannya (bahasa) bebas. dinamis. serta langkah-langkah analisis data. Karena karya ilmiah populer berada di tengah-tengah keduanya. makalah.atau istilah yang terdapad dalam judul. 2. yaitu bagian pendahuluan. buku. kontrol sosial. yaitu bahasa Indonesia yang digunakan pada kalangan hukum atau pada undang-undang. Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang artikel ilmiah. Jumlah kata kunci biasanya berkisar antara 3 dan 5. Dalam lapangan kepolisian kita juga mengenal sebutan-sebutan khusus yang tidak lazim digunakan dalam bahasa sehari-hari. peraturan-peraturan. Keempat ragam tersebut diuraikan berikut ini. Bagian ini berisi daftar pustaka yang digunakan. pada surat keputusan. Dalam karya ilmiah. Dalam karya nonilmiah. bagian isi. ragam bahasa jurnalistik. dan ragam bahasa sastra. populasi dan sampel. dari menimbang. karya pengembangan profesi guru juga dapat berbentuk karya ilmiah populer. diktat. tidak boleh diubah dan tidak boleh dikurangi atau ditambah.

Ciri demokratis berarti mengikuti konsensus umum dan tidak menghidupkan kembali feodalisme. seperti aturan ejaan. Dikatakan ciri utama karena ciri-ciri yang lain harus mengacu pada ciri komunikatif. yakni kebebasan menggunakan bahasa untuk mencapai keindahan. Bahasa jurnalistik harus bersifat sederhana. penyimpangan dari kaidah bahasa Indonesia diperbolehkan. kalimat. dinamis. Penggunaan kata-kata yang masih terasa feodal dalam bahasa jurnalistik juga dikatakan tidak demokratis. Ragam inilah yang disebut dengan ragam baku. dan demokratis. kata-kata teknis harus diikuti penjelasan maknanya. Oleh karena itu secara umum bahasa sastra selalu disebut bahasa yang indah. Ragam ilmiah adalah ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Dalam bahasa Indonesia kebakuan bahasa dibarometeri oleh Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). kita tidak perlu memaksakan menggunakan kata sangkil dan mangkus untuk menggantikannya. dan kedemokratisan ini harus mendukung fungsi komunikatif. Ragam sastra mempunyai ciri khusus dengan adanya licencia poetica. Hal ini berarti makna kata bujang yang berarti laki-laki yang belum menikah tidak berlaku secara umum untuk seluruh masyarakat Indonesia. Penyebutan Yang Mulia. Kata-kata yang tidak lazim atau kata-kata yang sangat asing seyogyanya tidak dipergunakan. maka dalam prinsip jurnalistik penggunaan bahasa yang demikian harus dihindarkan. Pendek kata. Ciri dinamis berarti bahasa jurnalistik harus menggunakan kata-kata yang hidup di tengah-tengah masyarakat. maka penyimpangan tersebut diperbolehkan. Selain kata bujang. Misalnya pengguaan kata-kata atau istilah-istilah daerah. dalam bahasa Indonesia mempunyai makna seorang laki-laki yang belum menikah. kedinamisan. Kita bisa memakai kata Anda untuk seorang presiden. Ragam sastra adalah bahasa yang digunakan dalam penulisan karya sastra. Namun kesederhanaan. untuk hal yang sama kita juga memiliki kata lajang. Prinsip licencia poetica adalah memperbolehkan pemakai bahasa menyimpang atau menyalahi kaidah bahasa demi 204 . Bahkan kadang-kadang untuk mewujudkan ciri komunikatif ini bahasa jurnalistik tidak menaati kaidah bahasa Indonesia yang benar. atau penggunaannya. namun bahasa tersebut tidak komunikatif. kita juga bisa menggunakannya untuk seorang pengemis. Kata lajang dalam hal ini lebih demokratis daripada kata bujang. Kalimat yang dinamis dalam bahasa jurnalistik adalah kalimat-kalimat yang mampu memberikan semangat dan sesuai dengan situasi masyarakat pembacanya. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Sebagai contoh sederhana jika kata efektif dan efisien sudah diterima masyarakat. Tata Bentukan Istilah. Sepanjang penyimpangan itu ditujukan untuk lebih komunikatif. Kata Anda berlaku untuk siapa saja tanpa membedakan pangkat dan derajat. Ragam ini ditandai dengan adanya ketentuan-ketentuan baku. prinsip efektif dan efisien adalah prinsip utama yang ada dalam bahasa jurnalistik. dan sebagainya merupakan wujud kata-kata zaman feodal. Ciri ini merupakan ciri utama bahasa jurnalistik karena fungsi utama media massa memang memberikan informasi. Seandainya kita memakai bahasa yang sederhana dan demokratis. Dalam kondisi demikian. kami haturkan. Hal ini harus dlakukan agar pembaca dapat memahami kata-kata tersebut. misalnya. Dalam tradisi jurnalistik kita sekarang kata Anda yang merupakan cerminan kata yang demokratis. misalnya. karena di daerah Sumatra Utara kata bujang berarti pembantu. Dalam kasus-kasus tertentu kata-kata daerah akan lebih komunikatif untuk daerah tertentu tersebut dibandingkan dengan kata-kata bahasa Indonesia. Kata bujang. Apabila memang diperlukan.Ciri Komunikatif berarti mudah dipahami dan tidak menimbulkan salah tafsir kalau dibaca. dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Dalam bahasa sehari-hari sederhana sama artinya dengan prinsip singkat dan padat. Ciri sederhana berarti tidak menggunakan kata-kata yang bersifat teknis dan tidak menggunakan kalimat yang berbelit-belit atau berbunga-bunga.

dampak hasil penelitian pendidikan selama ini kurang maksimal dimanfaatkan. misalnya. Pemilihan topik haruslah didasarkan pada kebutuhan yang dirasakan langsung oleh pelaku proses belajar-mengajar. penyebarluasannya kurang maksimal. Dilihat dari bahasanya. Dalam kondisi seperti itu. penulis boleh menggunakan kalimat yang tidak lengkap. kiranya sangat diperlukan jenis penelitian yang dilakukan oleh pihak dalam—pelaksana pembelajaran--dan langsung dapat diterapkan hasilnya. sekali lagi. pada akhirnya hanya menumpuk di almari dan tidak dapat dimanfaatkan oleh sekolah secara langsung. yaitu perencanaan (planning). lebih cair. bergantung kepada jenis featurenya. pemilihan topik PTK menjadi amat penting karena kesalahan pemilihan topik akan berakibat pada tidak dapatnya hasil penelitian tersebut dimanfaatkan secara maksimal. dan lebih enak dibaca jika dibandingkan dengan bahasa yang biasa digunakan dalam laporan penelitian atau artikel ilmiah.Topik semacam ini pastilah berangkat dari kondisi riil yang ada di kelas atau sekolah. dan evaluasi (evaluation). esai menggunakan bahasa sastra. biasanya artikel menggunakan bahasa jurnalistik. Atas dasar konsep semacam itu. Feature pengetahuan banyak menggunakan ragam jurnalistik. Inilah bedanya dengan karya ilmiah populer. Bentuk karya ilmiah populer antara lain artikel. dan sebagainya. bahasa daerah. kata-kata yang tidak baku. Istilah ini merupakan terjemahan dari action research yang dipakai kali pertama oleh Kurt Lewin (1946). dan feature menggunakan keduanya. PTK merupakan salah satu jenis penelitian tindakan. yaitu komponen kompetensi siswa dan komponen tindakan yang akan dilakukan. yaitu dalam proses belajar-mengajar di kelas. Dalam lingkup yang lebih kecil. Memilih Topik PTK Salah satu pendekatan pemecahan berbagai masalah dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan adalah pemanfaatan penelitian pendidikan. 3. yaitu sebuah penelitian yang dilakukan oleh para guru untuk memperbaiki proses belajar mengajar yang dilaksanakan di dalam kelas atau untuk meningkatkan kualitas hasil penmbelajaran. dan feature. Penelitian tentang pembelajaran yang ada memang cukup banyak. Dengan adanya perbedaan penggunaan bahasa tersebut. Lewin menggunakan istilah tersebut untuk menyebut suatu kegiatan yang terdiri atas tiga langkah. Penelitian-penelitian itu kebanyakan dilakukan oleh perguruan tinggi dan hasilnya berupa laporan penelitian yang berhenti di Lembaga Penelitain masing-masing perguruan tinggi. Karya ilmiah populer justru lebih banyak menggunakan ragam jurnalistik atau ragam sastra. Penentuan topik PTK pada prinsipnya 205 . namun feature human interest lebih banyak menggunakan ragam sastra. terlihat bahwa bahasa karya ilmiah populer lebih mudah dipahami. Hasil penelitian yang barangkali bagus-bagus itu. membalik susunan kata atau struktur kalimat. Penelitian pendidikan ini diharapkan dapat memberikan masukan tentang persoalan-persoalan yang berkaitan dengan masalah pendidikan dan alternatif pemecahannya. Penelitian tindakan adalah penelitian partisipatori kolaboratif yang berawal dari klarifikasi beberapa masalah yang menarik perhatian dan dirasakan bersama oleh suatu kelompok. tindakan (action). Dalam penggunaan licentia poetica ini.keindahan karyanya. Topik PTK terdiri atas dua komponen. Penyebabnya adalah (1) penelitian pendidikan itu dilakukan oleh pakar atau peneliti dari luar dan (2) penyebarluasan hasil penelitian ke kalangan praktisi pendidikan memakan waktu yang sangat panjang. Dari keempat ragam tersebut yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah adalah ragam ilmiah. Model penelitian demikian inilah yang kemudian melahirkan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Namun. Namun. esai. hal yang sama juga terjadi.

Dalam praktiknya kita dapat menggabungkan dua tindakan atau lebih untuk memperbaiki atau meningkatkan sebuah kompetensi. keterampilan siswa. Kita tidak boleh mengada-ada. Jika di sekolah kita tidak memiliki VCD. dalam arti mampu kita laksanakan. Namun. seperti pilek dan batuk. Sebagai contoh. Metode diskusi kelompok atau pemberian pekerjaan rumah. misalnya. atau cara mengevaluasi. kita dapat memfokuskan pada kemampuan berpidato. motivasi. Komponen tindakan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki atau meningkatkan kompetensi dapat berupa model pembelajaran. karena lebih spesifik. seperti berpidato. merupakan tindakan yang biasa atau tidak istimewa karena guru sudah biasa menggunakan. Topik keterampilan berbicara. dalam pelajaran Bahasa Indonesia ada empat keterampilan berbahasa yang menjadi tujuan pembelajaran. tentu kita tidak perlu membawa anak tersebut ke dokter. dan menulis. Artinya. dan berdebat. media. Dengan demikian. teknik. Kita juga harus mampu memilih kompetensi yang permasalahannya memang benar-benar membutuhkan penelitian tindakan. Keterampilan berbicara pun dapat dibagi menjadi beberapa jenis kemampuan. saya kira semua guru mampu melaksanakannya. perlu juga dipertimbangkan kemungkinan penggunaan tindakan tersebut. juga harus bersifat fisibel. tentu akan menjadi mustahil kita menggunakan CD. dan sikap siswa yang diangkat sebagai topik haruslah spesifik. Berbeda dengan kemampuan berpidato. metode. tentu akan sulit kita tingkatkan melalui satu penelitian tindakan kelas. dan sikap siswa. Misalnya saja untuk memperbaiki atau meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa. Jika kita memilih kompetensi berbicara. Cara paling mudah untuk memilih kompetensi yang spesifik adalah dengan mengambil satu kompetensi dasar saja. dan perilaku siswa. keterampilan. atau paling tidak agak istimewa karena tidak biasa digunakan dalam proses belajar mengajar sehari-hari. misalnya. Selain spesifik. membaca. berdiskusi. harus kita bedakan benar mana yang cukup kita selesaikan di kelas dan mana yang harus kita selesaikan dengan penelitian tindakan kelas. dapat kita tingkatkan melalui satu penelitian tindakan kelas. kita dapat menggunakan metode karya wisata dan teknik evaluasi secara langsung. dalam arti menganggap sebuah kompetensi bermasalah padahal sesungguhnya tidak ada masalah. Syarat tindakan yang dapat kita pilih untuk memperbaiki atau meningkatkan kompetensi siswa selain harus istimewa. kita harus benar-benar memahami perlu tidaknya di bawa ke dokter. Demikian juga dengan keterampilan dan sikap. yaitu mendengarkan. misalnya. Namun. Komponen kompetensi dapat mencakupi pengetahuan siswa. Termasuk dalam sikap siswa adalah minat. merupakan tindakan yang istimewa. pendekatan. berbicara. yang di dalamnya ternyata terdiri atas beberapa jenis kemampuan. penggunaan CD atau penggunaan metode karya wisata. misalnya. Ibarat anak yang sakit. cukup kita belikan obat di apotek. maka topik yang kita pilih tersebut tergolong ke dalam topik yang tidak spesifik. kompetensi yang kita pilih juga harus bersifat problematik. Demikian juga dengan masalah kompetensi siswa. Ketidakspesifikan topik yang kita pilih akan berakibat pada kesulitan dalam meningkatkan kompetensi yang kita pilih tersebut. Setelah syarat istimewa kita peroleh.merupakan penentuan kompetensi yang akan diperbaiki atau ditingkatkan dan tindakan yang digunakan untuk memperbaiki atau meningkatkan kompetensi tersebut. Masalah pengetahuan. Untuk memilih kompetensi yang spesifik. dalam arti tidak biasa dilakukan oleh guru. Pengetahuan yang dapat diangkat ke dalam topik ada bermacam-macam. Inti tindakan adalah sesuatu yang dilakukan atau yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran sehingga kompetensi yang diteliti dapat menjadi lebih baik. dalam arti tidak cukup kalau hanya diperbaiki melalui proses belajar-mengajar sehari-hari. Apabila anak itu terkena penyakit ringan. Untuk memilih topik seperti ini syarat yang perlu diperhatikan adalah spesifik. syarat keterjangkauan 206 . kompetensi itu memang benar-benar memunculkan masalah dan membutuhkan perbaikan atau peningkatan. untuk karya wisata.

dan (3) meningkatkan minat siswa dalam pelajaran bahasa Inggris dengan mendatangkan native speaker merupakan contoh topik yang memenuhi syarat. juga dilihat dari sisi sekolah. (2) memperoleh penghargaan atau tanda jasa. yang berlaku sejak 10 November 2009. (2) publikasi ilmiah. tanggung jawab. seperti membimbing sisiwa dalam praktik kerja. dalam contoh (2) tindakan yang dilakukan tidak berhubungan dengan kompetensi. Unsur penunjang adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas guru. dan mengikuti pengembangan penyusunan standar. dan sejenisnya. Yang tergolong dalam unsur utama adalah (1) pendidikan. Pengembangan diri guru meliputi kegiatan keikutsertaan dalam pendidikan dan pelatihan serta kegiatan kolektif guru untuk meningkatkan kompetensinya. tugas. syarat tindakan yang dapat kita pilih haruslah tindakan yang sesuai dengan kompetensi yang akan kita perbaiki atau akan kita tingkatkan. soal. (3) Guru Madya. menemukan/menciptakan karya seni. Oleh karena itu. yaitu (1) Guru Pertama. (2) Guru Muda. dan (3) meningkatkan hasil belajar IPS dengan pemberian pekerjaan rumah merupakan contoh topik yang tidak baik. Dengan syarat-syarat tersebut kita akan dapat menilai bahwa topik (1) meningkatkan kemampuan menulis puisi dengan metode karya wisata. (2) mengubah perilaku siswa dalam pembelajaran olah raga dengan metode pemberian tugas. yaitu (1) pengembangan diri. dan 3) menghasilkan karya inovatif. (2) pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. 4. membuat/memodifikasi alat pelajaran/peraga/praktikum. dan sejenisnya. dan menjadi tutor/pelatih/instruktur. (2) meningkatkan kemampuan berpidato sengan evaluasi langsung. pedoman. Karya Ilmiah dalam Permenpan Nomor 16 Tahun 2009 Berkaitan dengan jabatan fungsional dan angka kreditnya bagi guru. dan dalam contoh (3) kompetensinya tidak spesifik dan tindakannya tidak istimewa.tersebut. mengarahkan. dan (4) Guru Utama. menjadi anggota organisasi profesi/kepramukaan. Namun. Guru 207 . buku pengayaan. dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik. Apa yang baru dalam Kepmenpan ini dibandingkan dengan keputusan terdahulu? Unsur kegiatan yang dinilai dalam memberikan angka kredit terdiri atas unsur utama dan unsur penunjang. yang terdiri atas (1) memperoleh gelar/ijazah yang tidak sesuai dengan bidang yang diampunya. Pengembangan keprofesian berkelanjutan meliputi tiga kegiatan. Kegiatan kolektif guru dapat berupa lokakarya. Selain itu. dan pedoman guru. Dalam Kepmen ini jenjang jabatan dan pangkat guru terbagi menjadi empat. Adapun topik (1) meningkatkan kemampuan mengarang dengan metode diskusi kelompok. menilai. dan (3) melaksanakan kegiatan yang menunjang tugas guru. Mengapa tidak baik? Karena dalam contoh (1) selain antara kompetensi dan tindakannya tidak selaras juga karena cakupan kompetensinya tidak spesifik. mengajar. Pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. membimbing. Jabatan fungsional guru adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup. seminar. Kepmenpan itu dirasa sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan profesi dan tuntutan kompetensi guru. Publikasi ilmiah meliputi publikasi ilmiah atas hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal dan publikasi buku teks pelajaran. selain dilihat dari sisi guru. menjadi tim penilai angka kredit. dan (3) pengembangan keprofesian berkelanjutan. dasar yang kita gunakan selama ini adalah Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Karya inovatif meliputi menemukan teknologi tepat guna. melatih.

(4) buku pelajaran. Guru Madya memiliki jabatan fungsional Pembina dengan golongan ruang IV/a. dan paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. ensiklopedi. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya. ada pula yang menggunakan pola konvensional atau catatan kaki (footnote). laporan. Kutipan. koran. buku. yakni langsung dan tidak langsung. (8) modul/diktat. Catatan Tubuh 1. Kutipan Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang penulis. dan paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. Kutipan adalah gagasan. Lalu. yaitu (1) laporan penelitian. Dari III/c ke III/d dibutuhkan paling sedikit 6 (enam) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. internet. Sekarang Anda akan mempelajari pencantuman kutipan dengan pola Harvard. Catatan Kaki. 5. (3) buku teks. dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Guru Muda memiliki jabatan fungsional Penata dengan golongan ruang III/c dan Penata Tingkat I dengan golongan ruang III/d. majalah. Ada dua cara dalam mengutip. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. dan sumber lainnya. Penulisan Kutipan Berikut disajikan Tata Cara & Aturan Penulisan Kutipan pada karya tulis ilmiah. Dari III/d ke IV/a dibutuhkan paling sedikit 8 (delapan) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. artinya kalimatkalimat tidak ada yang diubah. ataupun 208 . Dari IV/d ke IV/e dibutuhkan paling sedikit 20 (dua puluh) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif dan paling sedikit 5 (lima) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. (2) makalah. bentuk karya ilmiah apa saja yang dapat digunakan oleh guru sebagai publikasi ilmiah yang sesuai dengan Permenpan tersebut? Ada beberapa jenis karya ilmiah. dan Pembina Utama Muda dengan golongan ruang IV/c. Untuk kenaikan pangkat dari golongan ruang III/a ke golongan ruang III/b dibutuhkan paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. baik yang terdapat dalam buku. Dari IV/c ke IV/d dibutuhkan paling sedikit 14 (empat belas) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. majalah. (5) buku pedoman. namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut.Pertama memiliki jabatan fungsional Penata Muda dengan golongan ruang III/a dan Penata Muda Tingkat I dengan golongan ruang III/b. Gagasan itu bisa diambil dari kamus. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Dari IV/a ke IV/b atau dari IV/b ke IV/c dibutuhkan paling sedikit 12 (dua belas) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. artikel. pendapat yang diambil dari berbagai sumber. (7) artikel populer. tahun terbit. dan paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. dan paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. Dari III/b ke III/c dibutuhkan paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. dan paling sedikit 5 (lima) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. (6) artikel ilmiah. Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang. Penulisan sumber kutipan ada yang menggunakan pola Harvard. Guru Utama memiliki jabatan fungsional Pembina Utama Madya dengan golongan ruang IV/d dan Pembina Utama dengan golongan ruang IV/e. ide. Pembina Tingkat I dengan golongan ruang IV/b. dan (9) karya terjemahan. dan lain sebagainya. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya.

b. tidak mengadakan perubahan sama sekali. penulis harus menggunakan catatan kaki untuk menuliskan referensinya. Namun. 3. Artinya. b. Sumber Kutipan (Referensi) Salah satu karakter utama tulisan ilmiah adalah referensial. ataupun pidato. lalu di bagian bawah halaman tersebut (bagian kaki halaman) terdapat keterangan nomor indeks yang menjelaskan sumber kutipan tersebut. sekaligus menunjukkan kejujuran intelektual dengan mencantumkan sumber kutipan (referensi) yang digunakan. Catatan tubuh (bodynote). kutipan berfungsi untuk menunjang/mendukung pendapat tersebut. dilakukan apabila penulis mencantumkan nomor indeks di akhir sebuah kutipan. seorang penulis sebaiknya tidak melakukan pengutipan yang terlalu panjang. 2. sesuai teks asli. maka seluruh referensi dari awal hingga akhir tulisan harus menggunakan bodynote. majalah. Dalam praktik penulisan.berasal dari ucapan seorang tokoh. ketika sebuah tulisan menggunakan bodynote. menunjukkan bahwa argumen-argumen yang diajukan dilandasi oleh teori atau konsep tertentu. susunan kalimat sesuai dengan gaya bahasa penulis sendiri. Terdapat dua model pencantuman referensi: a. kesimpulan. jika seorang penulis menggunakan catatan kaki. Sebuah tulisan ilmiah harus menggunakan salah satu jenis penulisan referensi tersebut. Kutipan langsung. Menyatakan penghargaan kepada penulis yang dikutip (etika hak cipta intelektual). yaitu: Teknik Menggunakan Catatan Kaki Catatan kaki mempunyai kelebihan dibandingkan dengan catatan tubuh. kalimat demi kalimat. Kutipan tidak langsung. penulis jangan sampai menyusun tulisan yang hanya berisi kumpulan kutipan. Terdapat dua jenis kutipan: a. ceramah. Selain itu. 209 . atau koran) yang digunakan. Kutipan juga bisa diambil dari pernyataan lisan dalam sebuah wawancara. sejak awal hingga akhir tulisan. serta harus konsisten dengan jenis tersebut. setelah kutipan itu harus dicantumkan sumber kutipan (buku. Namun. hingga pembaca lupa bahwa apa yang dibacanya adalah kutipan. baik dari buku. misalkan sampai satu halaman atau lebih. majalah. Kutipan digunakan untuk mendukung argumentasi penulis. ataupun wawancara. apabila penulis mengambil pendapat orang lain secara lengkap kata demi kata. Kerangka karangan. pencantuman sumber kutipan ini mempunyai fungsi sebagai: 1. setiap kali penulis mengutip pendapat orang lain. 2. Menyusun pembuktian (etika kejujuran dan keterbukaan ilmiah). Kutipan dilakukan seperlunya saja sehingga tidak merusak alur tulisan. apabila penulis mengambil pendapat orang lain dengan menguraikan inti sari pendapat tersebut. dilakukan ketika penulis mencantumkan sumber kutipan langsung setelah selesainya sebuah kutipan dengan menggunakan tanda kurung. Catatan kaki (footnote). kutipan dari pernyataan lisan ini harus dikonfirmasikan dulu kepada narasumbernya sebelum dicantumkan dalam tulisan. dan ide dasar harus tetap pendapat penulis pribadi. Secara mendasar. Atau.

1 Buku dengan dua atau tiga pengarang Nama pengarang 1. Penunjukan sumber kutipan sekaligus catatan penjelas. Selain sebagai penunjukan referensi. Dalam cacatan tubuh. Penunjukan sumber kutipan (referensi). serta halaman buku yang dikutip. Tidak ada batasan seberapa panjang keterangan tambahan. catatan kaki dapat berfungsi untuk memberikan catatan penjelas yang diperlukan. cacatan kaki pertama di tiap awal bab menggunakan nomor satu. yaitu:  Times New Roman (size 10)  Arial (size 9)  Tahoma (size 9) 5) Baris pertama catatan kaki menjorok ke dalam sebanyak tujuh karakter. judul buku (kota penerbit: nama penerbit. mulai dari nomor satu. 4) Pilihan huruf dalam catatan kaki harus sama dengan pilihan huruf dalam naskah skripsi. begitu seterusnya. dan halaman dapat dicantumkan semua. Catatan kaki mampu menunjukkan sumber referensi dengan lebih lengkap. judul buku (kota penerbit: nama penerbit. Media Sociology (London and New York: Routledge. tahun terbit). nama pengarang 3. halaman.76. hal. Berdasarkan kelebihannya tersebut. Catatan penjelas. 72 . asalkan proporsional. Pemisahan ini akan otomatis dilakukan oleh program Microsoft Word dengan cara mengklik insert. yang ditampilkan hanya nama pengarang. catatan kaki bisa berisi: 1). Buku dengan satu pengarang Nama pengarang. Dalam catatan kaki. Pertimbangan utama memberikan keterangan tambahan adalah: jika keterangan tersebut ditempatkan dalam naskah (menyatu dengan naskah) akan merusak alur tulisan atau naskah tersebut. 3). Artinya. Beyond Structuralism and Hermeneutics (Chicago: University of Chicago Press. 6) Judul buku dalam catatan kaki ditulis miring (italic). Hubert L. Dreyfus.2 Buku dengan banyak pengarang 1 2 David Barrat.1). nama pengarang. kemudian footnote. 1994). 2). Hal ini tentu mempermudah penelusuran bagi pembaca. Hal ini tentu tidak dapat dilakukan dengan catatan tubuh. 2) Nomor cacatan kaki ditulis secara urut pada tiap bab. dipisahkan dengan naskah skripsi oleh sebuah garis. hanya ukurannya lebih kecil. 1982). Catatan kaki dapat digunakan untuk merujuk bagian lain dari sebuah tulisan. halaman. hal. kemudian reference. Paul Rabinow. tahun terbit buku. 3). 210 . nama penerbit. 7) Nama pengarang dalam catatan kaki ditulis lengkap dan tidak dibalik. tahun terbit. tahun terbit). judul buku. Prinsip-prinsip dalam menuliskan catatan kaki: 1) Catatan kaki dicantumkan di bagian bawah halaman. 273. nama pengarang 2. 8) Catatan kaki bisa berisi keterangan tambahan. 2). 3) Catatan kaki ditulis dengan satu spasi.

eds. judul buku. Buku yang terdiri dua jilid atau lebih Nama pengarang. 25-26. Mastuhu. halaman.3 Perhatikan: hanya nama pengarang pertama yang dicantumkan." Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia.1. “Perspektif Pasca-Modernisme dalam Kajian Keagamaan. halaman..” nama jurnal/majalah ilmiah. A History of Islamic Societes (Vol. 22 November. judul buku (rev.. hal. (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. hal. 5 Ira M. tahun terbit). Setio Budi HH. Psikologi Komunikasi (rev. hal. Kamus Filsafat (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 1994). edisi jurnal (bulan terbit. ”judul artikel. namun jika editor dua orang atau lebih menggunakan singkatan eds.. 2001. terj.Nama pengarang pertama. kota penerbit: nama penerbit. judul kamus (kota penerbit: nama penerbit.ed. 1998). 8 Rudi Harisyah Alam. Jalaluddin Rakhmat. 10 Francis Fukuyama. 2003).5 Buku terjemahan Nama pengarang asli. 55. ed. 211 . judul buku (nomor volume/jilid. et al.. tahun terbit). 4. Hidayat.4 Perhatikan: singkatan rev.9 Artikel dari koran/majalah Nama pengarang artikel. halaman. ”judul artikel. “Benturan Islam dan Modernitas. tahun terbit).ed. 131. No. Deden Ridwan (Bandung: Penerbit Nuansa dan PUSJARLIT. hal. tahun terbit). kota penerbit: nama penerbit. 595. menunjukkan bahwa buku tersebut telah diterjemahkan dan penulis mengutip dari terjemahan tersebut. Bandung: Remaja Rosdakarya. tahun.6 Perhatikan: singkatan terj. M. tahun terbit).Ed.” Koran Tempo. 1998). hal. ”judul artikel. terj.” nama media. 44 – 45. hal. halaman. Hegemoni Budaya (Yogyakarta: Bentang. Media Analysis Techniques. tahun terbit). hal. Kamus Nama pengarang. 9 Dedy N. tanggal terbit.. nama editor (kota penerbit: nama penerbit. Cambridge: Cambridge University Press.7 Artikel dari sebuah buku antologi Nama pengarang artikel. "Paradigma dan Perkembangan Penelitian Komunikasi. Prof. hal. halaman. 2000). 1988). nama-nama pengarang lainnya diganti dengan singkatan et al. tahun terbit). M. halaman. Buku yang telah direvisi Nama pengarang.” judul buku. 52 .” Kajian Keagamaan dalam Tradisi Baru Penelitian Agama Islam Tinjauan Antardisiplin Ilmu.ed.54. 6 Arthur Asa Berger.10 3 4 Idi Subandi Ibrahim. Dr. menunjukkan bahwa buku tersebut telah mengalami revisi. 2 (Oktober.. 1997). Artikel dari sebuah jurnal/majalah ilmiah Nama pengarang artikel. halaman. halaman. judul buku (kota penerbit: nama penerbit.8 Perhatikan: jika editor satu orang maka menggunakan singkatan ed. Lapidus. 7 Lorens Bagus. 67-77. nama penerjemah (kota penerbit: nama penerbit. et al.

2000). 17 Samijan. Singkatan ini berasal dari bahasa latin ibidem yang berarti pada tempat yang sama.16 Pernyataan lisan Nama narasumber. T. tahun).” Republika. 212 .” (Skripsi Sarjana.” (forum penyampaian makalah. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. tanggal seminar.id/kampanye/bencana (akses 17 Agustus 2006).thirdworldtraveler.” (Makalah disampaikan dalam Temu Ilmiah Nasional. halaman. nama kota. Maresca. 2002. 12 February. ”judul makalah.” nama media. 78. nama dokumen. 18 Karl Marx. tanggal pernyataan dilakukan. 205. tahun. 14 U. terj.” www.” www.18 Perhatikan: frase ”seperti dikutip oleh” menunjukkan bahwa penulis tidak membaca sumber asal (pertama) kutipan. nama kota. ”judul artikel. 6. Media Analysis Techniques. halaman. hal. 15 Robert McChesney. J. tahun terbit). maka langsung mengacu pada judul artikel.or. Department of Foreign Affairs. Singkatan ini digunakan apabila referensi dalam catatan 11 12 “Islam di AS Jadi Agama Kedua. tanggal terbit. Setio Budi HH.com/Robert_McChesney_page.17 Referensi dari sumber kedua Keterangan lengkap sumber pertama (sesuai dengan aturan catatan kaki). seperti dikutip oleh keterangan lengkap sumber kedua (sesuai aturan catatan kaki).walhi. Muzayin Nazaruddin. Beberapa Singkatan Khusus dalam Catatan Kaki 1) Ibid.12 Makalah seminar yang tidak diterbitkan Nama penulis. tanggal dikeluarkan dokumen. penyelenggara seminar. Selected Writings in Sociology and Social Philosophy. 26 – 28 Juni. 2004).” (level karya.11 Skripsi/Tesis/Disertasi yang belum diterbitkan Nama penulis. Surakarta. ”judul skripsi/tesis/disertasi. (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. wawancara dengan penulis.Berita koran/majalah ”Judul berita. “Rich Media Poor Democracy. tahun). hal.B. Testimony by John.” alamat lengkap internet (tanggal 15 akses). “Dua Tipe Perempuan dalam Film dan Sinetron Mistik Indonesia. (nama kota. 11 November 2006. jenis pernyataan (wawancara atau pidato). fakultas dan universitas. Bottomore and Maximilien Rubel (New York: McGraw-Hill. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret. 4.14 Artikel dari internet Nama penulis. Vice President International Relations Unocal Corporation to House Committee on International Relations Subcommittee on Asia and The Pacific (Washington D. 16 “Pengelolaan Bencana: Pengelolaan Kerentanan Masyarakat.html (akses 16 Agustus 2006).13 Dokumen yang tidak diterbitkan Lembaga yang mengeluarkan dokumen. seperti dikutip oleh Arthur Asa Berger. 13 Muzayin Nazaruddin. 1998). hal. 1964). 44 – 45.S. “War Against Terrorism: Critical Discourse Analysis.. 10 September.C. Jakarta. hanya membaca dari orang lain (sumber kedua) yang mengutip sumber pertama. 2007). Jika artikel di internet tidak mencantumkan nama penulis. eds. hal.

Hidayat. Loc.kaki nomor tersebut sama dengan referensi pada nomor sebelumnya (tanpa diselingi catatan kaki lain). 13 Dedy N.Cit.Cit.Cit. atau lainnya. 1982).” Koran Tempo. Paul Rabinow. Loc. Dreyfus. yaitu apabila referensi dalam catatan kaki pada nomor tersebut sama dengan referensi yang telah dikutip sebelumnya. terj. 25-26. 3 Ibid.. hanya saja beda halamannya. ensiklopedi. Apabila halamannya sama. 70. Singkatan ini berasal dari bahasa latin opere citato yang berarti pada karya yang telah dikutip. bukan berupa buku. 96. hal.76. 22 November. 2001.Cit." Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia. Paul Rabinow. bila halamannya berbeda. majalah. baik itu dari koran. 1998).. 99. 7 Hubert L. 58. 15 Hubert L.Cit. Singkatan ini digunakan sama dengan Op.. Media Analysis Techniques.com/Robert_McChesney_page. 6 Arthur Asa Berger.. 22. hal. hal.. Loc. hanya saja beda halamannya. Cara membaca:  Catatan kaki nomor (2) menggunakan Ibid. Hidayat.. Op. karena sumber kutipannya 3) sama persis dengan nomor (1) baik buku maupun halamannya. 9 Robert McChesney. 8 Francis Fukuyama.Cit. hal. Hidayat.  Catatan kaki nomor (3) buku referensinya sama dengan nomor (2). Singkatan ini digunakan apabila referensi dalam catatan kaki pada nomor tersebut sama dengan referensi yang telah dikutip sebelumnya. cukup ditulis Ibid. 55. 14 Francis Fukuyama. melainkan artikel. 72 . 45. "Paradigma dan Perkembangan Penelitian Komunikasi. hal. Namun. 213 . khusus digunakan bagi referensi yang berupa buku. Op. Singkatan ini berasal dari bahasa latin loco citato yang berarti pada tempat yang telah dikutip. Loc. hal. 4 Dedy N. Setio Budi (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya.Cit.thirdworldtraveler. Beyond Structuralism and Hermeneutics (Chicago: University of Chicago Press. internet. No. 11 Ibid. 2 Ibid. hal.Cit. 2 (Oktober.. 45. 2000).Cit. Op. “Rich Media Poor Democracy. 5 Ibid.. setelah Ibid. hal. hal..html (akses 16 Agustus 2006).Cit.. namun diselingi catatan kaki lain.Cit. “Benturan Islam dan Modernitas. 2) Op.  Catatan kaki nomor (5) referensinya sama dengan nomor (4). 21. dituliskan nomor halamannya..” www. Dreyfus. namun diselingi catatan kaki lain. 10 Arthur Asa Berger. referensi yang diacu Loc. Contoh penggunaan: 1 Arthur Asa Berger. 16 Dedy N. Op. hal. 12 Ibid. hal. 28.

3). Nama penulis adalah Arthur Asa Berger.  Catatan kaki nomor (15) referensinya sama dengan nomor (7). Model ini biasanya ditempatkan sebelum sebuah kutipan. Nama penulis.Cit. maka tanda titik ditempatkan setelah kurung tutup catatan tubuh. tahun terbit dan halaman berada dalam tanda kurung.Cit. dan diterima oleh masyarakat (Lull. hanya ditandai dengan kurung buka dan kurung tutup.Cit.  Catatan kaki nomor (16) referensinya sama dengan nomor (4). serta menuliskan halamannya. maka menggunakan Op. tanpa perlu berpindah ke bagian bawah halaman. Catatan kaki nomor (6). Jika kutipan ini merupakan akhir kalimat. hanya beda halamannya. kumulatif. sementara tahun penerbitan dan halaman berada dalam tanda kurung. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain. tidak berada dalam tanda kurung. serta menuliskan nama pengarang dan halaman. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain dan nomor (8) berbentuk artikel (bukan buku) maka menggunakan Loc.  Catatan kaki nomor (14) referensinya sama persis. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain. Nama penulis Jalaluddin Rakhmat.. maka cukup ditulis Rakhmat.Cit. maka menggunakan Op. tahun terbit buku dan halaman yang dikutip. referensinya sama dengan catatan kaki sebelumnya. Contoh: 214 . serta menuliskan halamannya.. yaitu nomor (10). dengan nomor (8).. Contoh: Di titik inilah esensi hegemoni: hubungan di antara agen-agen utama yang menjadi alat sosialisasi dan orientasi ideologis. ditempatkan setelah selesainya sebuah kutipan. b). referensinya sama dengan nomor (1).  Catatan kaki nomor (12) referensinya sama persis dengan nomor (11). Catatan tubuh menyatu dengan naskah. maka cukup ditulis Berger. 5. yang berinteraksi. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain dan nomor (4) berbentuk artikel (bukan buku) maka menggunakan Loc. tanpa diselingi catatan kaki lain. hanya beda halamannya. serta menuliskan halamannya. hanya beda halaman.  Catatan kaki nomor (11). karena telah diselingi oleh catatan kaki lain dan nomor (7) berbentuk buku (bukan artikel) maka menggunakan Op. 1995: 3138). Terdapat dua cara menuliskan catatan tubuh: a).  Catatan kaki nomor (10) referensinya sama dengan nomor (1). Nama penulis menyatu dalam naskah tulisan. hanya saja beda halamannya. Catatan tubuh memuat nama belakang penulis. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain dan nomor (4) berbentuk artikel (bukan buku) maka menggunakan Loc.. Contoh: a). termasuk halamannya. 2). Prinsip-prinsip dalam menuliskan catatan tubuh: 1). Teknik Menggunakan Catatan Tubuh Kelebihan catatan tubuh adalah kemudahan bagi pembaca dalam mengecek sumber sebuah kutipan yang langsung terdapat sebelum atau setelah kutipan tersebut.Cit. b).Cit.  Catatan kaki nomor (13) referensinya sama dengan nomor (4).

.. Setio Budi. 215 .... (Berger. Buku dengan banyak pengarang  .. 2007)..  Menurut Nazaruddin (Skripsi. (Ibrahim. (Fukuyama. Buku dengan satu pengarang  . . 1997: 52 – 54).. 1997: 52 – 54). 1988: 131)... (Ibrahim.  Menurut Lull (1995: 31 – 38).. 1982: 72 – 76).. dkk. 1998: 77).. Koran Tempo... 2004: 205). dalam Mastuhu dan Ridwan (eds. et al. (Alam. 2000: 44 – 45) menandaskan . 1995: 31 – 38)....  Mengacu pada Lapidus (Vol. Skripsi. No.... 2.. Makalah... 1988: 131).  Harian Republika (10 September 2002) memberitakan . 1998: 77)...  Melandaskan argumen pada Fukuyama (Koran Tempo. 2.. 22 November 2001)..... …... Artikel dari sebuah jurnal/majalah ilmiah  . Artikel dari sebuah buku antologi  .  Hidayat (Jurnal ISKI. (Nazaruddin.Menurut Lull (1995: 31-38). Artikel dari koran/majalah  . .... . Jurnal ISKI... Oktober 1998: 25-26). (Republika.. terj... Buku dengan dua atau tiga pengarang  ….... namun jika editor dua orang atau lebih menggunakan singkatan eds....).. (Dreyfus dan Rabinow. Berita koran/majalah  .. Vol.  Dreyfus dan Rabinow (1982: 72 – 76) mengatakan ….1....... (Lapidus....  Menurut Alam (dalam Mastuhu dan Ridwan (eds.. Oktober 1998: 25-26) menyebut ….. 2004: 205). 22 November 2001).). Setio Budi.  ... (Hidayat.... Skripsi/Tesis/Disertasi yang belum diterbitkan  .1.. Buku yang terdiri dua jilid atau lebih  .. 2000: 44 – 45). di titik inilah esensi hegemoni: hubungan di antara agen-agen utama yang menjadi alat sosialisasi dan orientasi ideologis. Perhatikan: jika editor satu orang maka menggunakan singkatan ed..... Buku terjemahan  …. . 10 September 2002)... dan diterima oleh masyarakat. (Lull... kumulatif.. Makalah seminar yang tidak diterbitkan  . yang berinteraksi.  Berger (terj.. No.. (Nazaruddin.

. ….com/ Robert_McChesney_ page. Dalam makalahnya yang disampaikan dalam Temu Ilmiah Nasional Komunikasi.. Dokumen yang tidak diterbitkan  .. (U. (Chesney. baris pertama kutipan menjorok lagi ke dalam lebih kurang tujuh karakter. maka cacatan tubuh dicantumkan setelah kutipan. Artikel dari internet  ….. Penggunaan Kutipan dan Referensi 1) Kutipan langsung empat baris atau lebih Prinsip-prinsip: a) Kutipan dipisahkan dari teks.html. kalimat ”Pertanyaannya kemudian. Samijan (11 November 2006) mengatakan …… Referensi dari sumber kedua  Menurut Marx (seperti dikutip Takwin.  Mengutip Chesney (www.thirdworldtraveler.” (Berger. Contoh: Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana kelas berkuasa bekerja melalui ideologi untuk melanggengkan dominasi mereka? Barangkali penting dikutip di sini bagaimana Marx menjelaskan bekerjanya kelas berkuasa: “Individu-individu yang menyusun kelas yang berkuasa berkeinginan memiliki sesuatu/kesadaran dari yang lainnya. 2000: 44). akses 15 Juni 2007)..S.. b) Kutipan menjorok ke dalam lebih kurang tujuh karakter.. 1998).. 11 November 2006). hal tersebut adalah bukti diri bahwa mereka melakukan tersebut dalam jangkauannya kepada yang lainnya.. 6.html.com/Robert_ McChesney_page.... www.  Dalam wawancara dengan penulis.. dengan cara copy-paste dari address web secara langsung. e) Jika menggunakan catatan tubuh (bodynote).S. Ketika mereka memegang peranan sebagai sebuah kelas dan menentukan keseluruhannya dalam sebuah kurun waktu. 2000: 44 – 45) Dalam contoh di atas.. Nazaruddin (2007) mengatakan. Pernyataan lisan  …. . Department of Foreign Affairs (1998) disebutkan bahwa ….. Department of Foreign Affairs. c) Kutipan diketik dengan spasi satu. Kalimat 216 . memegang peranan sekaligus pula sebagai pemikir-pemikir.. (Samijan. .bekerjanya kelas berkuasa” adalah naskah skripsi. d) Kutipan diawali dan diakhiri dengan tanda kutip (boleh tidak)..  Dalam dokumen yang dikeluarkan U. sebagai pemproduksi ide serta mengatur produksi dan distribusi idenya pada masa tersebut..thirdworldtraveler. Bila awal kutipan adalah alinea baru. wawancara... akses 15 Juni 2007). Perhatikan: alamat web yang dicantumkan adalah alamat lengkap..

for presidents. seperti ditegaskan Marx. merupakan pemikir.. b). 2000). hal.. terj.. the mechanism for wielding power.. terj.. 44 – 45.bekerjanya kelas berkuasa” adalah naskah skripsi.pada masa tersebut” adalah kutipan langsung dari sebuah buku yang ditulis Arthur Asa Berger. Media Analysis Techniques. Setio Budi (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. diterbitkan pada tahun 2000. for wielding power” adalah kutipan dari buku yang ditulis R. diterbitkan pada tahun 1967. hal tersebut adalah bukti diri bahwa mereka melakukan tersebut dalam jangkauannya kepada yang lainnya.” 19 Dalam contoh di atas.. is a political act.. Jika menggunakan catatan tubuh..pada masa tersebut” adalah kutipan.P. maka nomor indeks ditempatkan setelah kutipan. Hart. ideologi. d).. Catatan kaki dalam contoh ini bisa dilengkapi dengan keterangan tambahan. f) Jika menggunakan catatan kaki (footnote). Hart (1967: 61) mengatakan: "The symbolic dimensions of politics speech-making. hal. dan kutipan berasal dari halaman 44-45 buku tersebut. Marx menawarkan gagasan bahwa ide-ide atau gagasan pada suatu masa adalah yang disebarluaskan dan dipopulerkan oleh kelas berkuasa sesuai kepentingannya. Setio Budi (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya.. Kelas penguasa itu. sebagai pemproduksi ide serta mengatur produksi dan distribusi idenya pada masa tersebut. secara khusus adalah seorang presiden ataupun raja yang berkuasa. Kutipan harus diawali dan diakhiri dengan tanda kutip. pemproduksi ide sekaligus mengatur distribusi idenya. lalu di bagian bawah halaman tersebut (bagian kaki halaman) terdapat keterangan nomor indeks yang menjelaskan sumber kutipan tersebut. contoh: Bagi sebuah kekuasaan resmi negara. contoh: 19 Arthur Asa Berger. dan kutipan berasal dari halaman 61 buku tersebut. raja yang berkuasa” adalah naskah skripsi.. wacana dan media. 2000). Cukup jelas. Ketika mereka memegang peranan sebagai sebuah kelas dan menentukan keseluruhannya dalam sebuah kurun waktu. Kalimat ”Individu-individu.. kalimat ”Pertanyaannya kemudian. Dalam hal produksi dan penyebarluasan ide inilah kita bisa mengurai saling keterkaitan antara kelas penguasa.. 44 – 45. Kalimat “The symbolic …. salah satu representasi ideologi yang penting terwujud dalam pidato dan pernyataan-pernyataan para penyelenggara kekuasaan negara tersebut. Jika menggunakan catatan kaki. Contoh: Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana kelas berkuasa bekerja melalui ideologi untuk melanggengkan dominasi mereka? Barangkali penting dikutip di sini bagaimana Marx menjelaskan bekerjanya kelas berkuasa: “Individu-individu yang menyusun kelas yang berkuasa berkeinginan memiliki sesuatu/kesadaran dari yang lainnya. kalimat “Bagi sebuah kekuasaan …. 20 2) Kutipan langsung kurang dari empat baris Prinsip-prinsip: a)." Dalam contoh di atas. 217 . Media Analysis Techniques. Kutipan tidak dipisahkan dari teks (menyatu dengan teks). memegang peranan sekaligus pula sebagai pemikirpemikir. 20 Arthur Asa Berger. c)..”Individu-individu.

109. 24 21 R. c) Jika menggunakan catatan tubuh. Society and the Media. “Message and Meanings”. Dalam contoh di atas. serta keberpihakan ideologisnya. Janet Woollacott dan David Barrat menegaskan pandangan para teoritis Marxis bahwa ideologi yang dominanlah yang akan tampil dalam pemberitaan. 61. salah satu representasi ideologi yang penting terwujud dalam pidato dan pernyataan-pernyataan para penyelenggara kekuasaan negara tersebut. hal. menyebarkan ideologi mereka sekaligus mengontrol dan memarginalkan wacana dan ideologi kelompok-kelompok lain.P.Bagi sebuah kekuasaan resmi negara. 23 David Barrat. d) Jika menggunakan catatan kaki. menyebarkan ideologi mereka sekaligus mengontrol dan memarginalkan wacana dan ideologi kelompok-kelompok lain. James Curran and James Wollacott (London: Methuen. b) Kutipan tidak boleh menggunakan tanda kutip. for presidents. The Sound of Leadership: Presidential Communication in the Modern-Age (Chicago: Chicago University Press.. contoh: Media bukanlah sarana netral yang menampilkan berbagai ideologi dan kelompok apa adanya. 1987). hal. 218 . media adalah subjek yang lengkap dengan pandangan. media adalah subjek yang lengkap dengan pandangan. the mechanism for wielding power. Catatan kaki dalam contoh ini bisa dilengkapi dengan keterangan tambahan. Dalam contoh di atas. Dalam sebuah studinya mengenai pidato kemenangan presiden di Amerika. catatan kaki bisa dilengkapi dengan keterangan tambahan. Corcohan menunjukkan bahwa tiap presiden ternyata mempunyai gaya bahasa serta strategi wacana yang berbeda. Michael Gurevitch. is a political act. Hardt. 22 3) Kutipan tidak langsung Prinsip-prinsip: a) Kutipan tidak dipisahkan dari teks (menyatu dengan teks). eds. 1994). The Sound of Leadership: Presidential Communication in the Modern-Age (Chicago: Chicago University Press. secara khusus adalah seorang presiden ataupun raja yang berkuasa. serta keberpihakan ideologisnya.. 1982: 109. Hardt. dalam Culture. raja yang berkuasa” adalah naskah skripsi. 22 Pada dasarnya tiap pemimpin politik selalu menciptakan bahasa politik yang menjadi kekuatan utama konsolidasi simbolik dalam rangka mendukung politik dijalankan serta meneguhkan ideologi kekuasaan. contoh: Media bukanlah sarana netral yang menampilkan berbagai ideologi dan kelompok apa adanya. kalimat “Bagi sebuah kekuasaan …. Janet Woollacott dan David Barrat menegaskan pandangan para teoritis Marxis bahwa ideologi yang dominanlah yang akan tampil dalam pemberitaan (Wollacott. 1994: 51-52). kepentingan. Lihat juga Janet Wollacott. Lihat lebih jauh di R. 51-52. Kalimat “The symbolic …. Barrat. hal. Media berpihak pada kelompok dominan. for wielding power” adalah kutipan. 1987). 61. Media Sociology (London and New York: Routledge. kepentingan.23 Media berpihak pada kelompok dominan." 21 Dalam contoh di atas. pernyataan bahwa ”ideologi yang dominan yang akan tampil dalam pemberitaan” adalah inti pendapat dari James Wollacott dan David Barrat yang penulis sajikan dalam bahasa sendiri. hal.P. 1982). Hart mengatakan: "The symbolic dimensions of politics speech-making.

A History of Islamic Societes. tahun terbit). 219 . Bibliografi disusun secara alfabetis (Lampiran VI. Society and the Media. nama penerjemah. nama penerbit. Media Sociology.  Judul buku (termasuk judul tambahannya). ditempatkan di bagian terakhir (halaman terpisah/tersendiri) dari tulisan ilmiah tersebut. Barrat. Kota penerbit: nama penerbit. Dreyfus. 109. Lapidus. Judul buku. Judul buku. Jalaluddin. 1982. 2003. dokumen. Ira M. Buku yang terdiri dua jilid atau lebih Nama pengarang (dibalik).3). London and New York: Routledge. tahun terbit. “Message and Meanings”. Buku terjemahan Nama pengarang asli (dibalik). Rev. 51-52. Paul Rabinow. tahun terbit. Hubert L.  Data publikasi (tempat terbit. Kota penerbit: nama penerbit. Judul buku. Michael Gurevitch. James Curran and James Wollacott (London: Methuen. Rev. et. media bukan hanya alat bagi ideologi dominan. tahun terbit.  Nama pengarang artikel dan judul artikel (untuk artikel). 1997. 1994. Idi Subandi. untuk artikel di media (nama media. dalam Culture. Daftar Pustaka Daftar pustaka/bibliografi adalah daftar yang berisi buku. Vol. 1994).al.6. Hegemoni Budaya. Kota penerbit: nama penerbit. tahun terbit. 1982).1. Buku yang telah direvisi Nama pengarang (dibalik). Judul buku. Ibrahim. Beyond Structuralism and Hermeneutics. nama pengarang 2 (tidak dibalik). Cambridge: Cambridge University Press. Lihat juga Janet Wollacott. Kota penerbit: nama penerbit. Kota penerbit: nama penerbit. 24 Keberpihakan media akan menampilkan kelompok dominan dalam pemberitaan.ed. Judul buku. Judul buku.  Alamat lengkap internet dan waktu akses (untuk bahan dari internet). artikel. Daftar pustaka atau bibliografi mutlak ada dalam sebuah karya ilmiah. Cara penyusunan daftar pustaka: Buku dengan satu pengarang Nama pengarang (dibalik). tetapi juga memproduksi ideologi dominan itu sendiri. Bandung: Remaja Rosdakarya. 1988. Buku dengan dua atau tiga pengarang Nama pengarang 1 (dibalik).ed. tahun terbit. hal. Lihat David Barrat. Volume/Jilid. tanggal terbit). menunjukkan sifat referensial atas karya tersebut. Buku dengan banyak pengarang Nama pengarang 1 (dibalik). terj. David. Rakhmat. Chicago: University of Chicago Press. Lebih jauh. Media Sociology (London and New York: Routledge. nama pengarang 3 (tidak dibalik). Unsur-unsur dalam sebuah daftar pustaka:  Nama pengarang (ditulis secara terbalik). eds. Kota penerbit: nama penerbit. hal. tahun terbit. Yogyakarta: Bentang.al. Psikologi Komunikasi.  Data publikasi media.. dan segenap kepustakaan lainnya yang digunakan dalam menyusun sebuah tulisan ilmiah. et.

Francis. fakultas dan universitas. Rudi Harisyah. eds. Dedy N. Lorens. Media Analysis Techniques. tanggal dan tahun terbit.” Level karya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 2000. ed. penyelenggara seminar. Kota penerbit: nama penerbit. ”Judul artikel. “Dua Tipe Perempuan dalam Film dan Sinetron Mistik Indonesia. Artikel dari sebuah buku antologi Nama pengarang artikel (dibalik). Perhatian: halaman yang dimaksud di daftar pustaka ini adalah halaman dari awal sampai akhir tempat artikel berada dalam jurnal/majalah ilmiah. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. namun jika editor dua orang atau lebih menggunakan singkatan eds.Ed. Mastuhu. Jakarta. 22 November 2001. Dr. “Islam di AS Jadi Agama Kedua. ”Judul artikel.” Judul buku.. M. terj.” Kajian Keagamaan dalam Tradisi Baru Penelitian Agama Islam Tinjauan Antardisiplin Ilmu. Judul kamus. Bandung: Penerbit Nuansa dan PUSJARLIT. tanggal dan tahun terbit.” Nama media. tahun terbit. 2007. “Benturan Islam dan Modernitas.. M. Bagus. Arthur Asa. 32-43.” Koran Tempo. tahun terbit). Deden Ridwan. Muzayin. 10 September 2002. Berita koran/majalah ”Judul berita." Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia.” Nama media. Makalah seminar yang tidak diterbitkan Nama penulis (dibalik). Alam. "Paradigma dan Perkembangan Penelitian Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret. Muzayin. 1998. bukan halaman yang dikutip. ”Judul makalah. ”Judul skripsi/tesis/disertasi. Kamus Nama pengarang kamus (dibalik). Prof. II (Oktober. “War Against Terrorism: Critical Discourse Analysis. 1994.Berger. Perhatian: jika editor satu orang maka menggunakan singkatan ed. nama kota. ”Judul artikel. 220 . tahun terbit. edisi jurnal (bulan terbit. halaman.” Skripsi Sarjana.” Nama jurnal/majalah ilmiah.” Makalah disampaikan dalam Temu Ilmiah Nasional. Fukuyama. Nazaruddin. Skripsi/Tesis/Disertasi yang belum diterbitkan Nama penulis (dibalik). Artikel dari sebuah jurnal/majalah ilmiah Nama pengarang artikel (dibalik). 2004. tahun terbit. Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. 1998). Hidayat.” Republika. nama kota. Surakarta. Kota penerbit: nama penerbit. hal.” Forum penyampaian makalah. Setio Budi HH. tahun. Nazaruddin. Kamus Filsafat. nama editor. Artikel dari koran/majalah Nama pengarang artikel (dibalik). “Perspektif Pasca-Modernisme dalam Kajian Keagamaan.

surat lamaran pekerjaan. dan menyusun bahasa surat yang baik dan benar. 12 February 1998. Radio.html (akses 16 Agustus 2006). “Pengelolaan Bencana: Pengelolaan Kerentanan Masyarakat. Televisi atau Internet. Department of Foreign Affairs.” Alamat lengkap internet (waktu akses). surat perijinan. pedoman penulisan. U. proses pengajuan surat lamaran. Surat pribadi adalah surat yang dibuat oleh seseorang yang isinya menyangkut kepentingan pribadi. lampiran yang diminta. bisa juga surat dari saudara yang satu dengan yang lain dan berlainan tempat. Sumber informasi lowongan pekerjaan tersebut di antaranya dari : 1) Iklan Surat Kabar. ”Judul artikel.C.. Nama kota. 2) Pengumuman yang berasal dari kantor/perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. dan sebagainya. McChesney. Maresca. Surat lamaran termasuk surat pribadi. konsep surat tidak resmi (pribadi) dan komponen surat tidak resmi.walhi. 4) Pegawai kantor atau perusahaan.id/kampanye/bencana (akses 17 Agustus 2006).” Alamat lengkap internet (waktu akses).com/Robert_McChesney_page. saat ini sangat banyak informasi lowongan pekerjaan yang dapat diperoleh dengan mudah dari berbagai sumber informasi tinggal bagaimana seorang pencari kerja dapat memanfaatkan berbagai sumber yang ada. ”Judul artikel. Untuk membuat surat lamaran pekerjaan perlu memperhatikan tahap-tahapnya yaitu : sumber informasi.” www. SURAT PRIBADI Yaitu surat yang dikirimkan seseoarang kepada orang lain atau suatu organisasi/instansi. 1) Surat lamaran dapat ditulis tangan oleh pelamar dengan kertas folio bergaris tetapi tidak boleh pada halaman bolak221 . Artikel di internet Nama penulis (dibalik). Menurut kepentingan dan pengirimnya.Dokumen yang tidak diterbitkan Lembaga yang mengeluarkan dokumen.or. Sumber Informasi. Surat Resmi (dinas) dan Surat Tidak Resmi (pribadi) Konsep surat resmi (dinas). surat dapat dikelompokkan sebagai berikut: a. Pedoman Penulisan Surat Lamaran. J. 3) Pengumuman dari DEPNAKER. Testimony by John. Surat Lamaran Pekerjaan adalah surat yang dibuat seseorang ( pelamar ) yang ditujukan kepada kantor atau perusahaan tertentu guna mendapatkan pekerjaan sesuai dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan. Surat keluarga biasanya dibuat oleh anak kepada orangtuanya karena dalam perantauan (misalnya kuliah atau bekerja di tempat yang jauh). Sedangkan yang termasuk surat pribadi adalah : surat keluarga. Robert. “Rich Media Poor Democracy. Vice President International Relations Unocal Corporation to House Committee on International Relations Subcommittee on Asia and The Pacific.” www. tanggal dan tahun dikeluarkan dokumen.thirdworldtraveler. Surat Keluarga adalah surat yang dibuat seseorang yang isinya menyangkut kepentingan pribadi atau keluarga. JENIS-JENIS SURAT 1. komponen surat resmi. Nama dokumen. J.S. Washington D.

Alamat yang dituju (jangan gunakan kata kepada) 7. 2) Surat niaga. yaitu: 1) Surat dinas pemerintah. yakni urutan surat yang dikirimkan 3. tanggal. Pembuka/salam pembuka (diakhiri tanda koma) 8. Logo instansi/lembaga. terdiri dari Nama instansi/lembaga. Lampiran Surat Lamaran disesuaikan dengan permintaan dari sumber informasi dan penyusunannya diurutkan kecuali untuk pas foto dan foto copy bisa diletakkan di atas susunan lamaran. berupa penyertaan/pemberitahuan kepada atasan tentang adanya suatu kegiatan. berisi lembaran lain yang disertakan selain surat 4. Surat ijin untuk tidak masuk kerja / sekolah. Alamat instansi/lembaga. tembusan surat. Nomor surat. surat ijin juga diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pihak pihak tertentu apabila seseorang atau sebuah keluarga ingin mengadakan suatu kegiatan atau keramaian di masyarakat hal ini dimaksudkan agar jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pihak tersebut bisa ikut bertanggung jawab. Foto kopi KTP dan Pas foto Surat Perijinan adalah surat yang ditulis seseorang yang isinya menyangkut permohonan ijin kepada pihak tertentu untuk mendapatkan ijin yang dimaksudkan. dan sebagainya ditulis dengan huruf kecil. berupa garis besar isi surat 5. kalimat pembuka. Kepala/kop surat. bisa juga pelamar menambahkan persyaratan lain yang sifatnya melengkapi syarat yang sudah ada agar lebih bisa menjadi bahan pertimbangan. berisi salam penutup. Hal. Apabila sumber informasi lowongan kerja tidak mencantumkan/meminta syarat secara lengkap biasanya pelamar melengkapi surat lamarannya dengan melampirkan : Daftar Riwayat Hidup. data lampiran. Contoh : 1. ditulis dengan variasi huruf besar dan kecil. Penutup surat. Isi surat lamaran terdiri dari : tempat dan tanggal surat. kata penutup. 2. tanda tangan dan nama jelas.balik atau diketik dengan kualitas kertas yang baik (HVS minimal 60 gram) dengan jarak baris 1. terkecuali penulisan berdasarkan ejaan yang disempurnakan (EYD) haruslah menyesuaikan). yaitu surat resmi yanng dipergunakan oleh organisasi kemasyarakatan yang bersifat nirlaba ( nonprofit). yaitu surat resmi yang digunakan instansi pemerintah untuk kepentingan administrasi pemerintahan. salam pembuka. tanda tangan. 3) Surat sosial. tempat. kalimat penutup. Bagian-bagian surat resmi: 1. Surat ijin untuk mengadakan keramaian / hajatan kepada RT atau Lurah dan sebagainya. nama (biasanya disertai nomor induk pegawai atau NIP) 11. Isi surat (Uraian isi berupa uraian hari. 9. b. materai jika diminta. 2. Surat resmi (surat dinas) terbagi atas beberapa bagian. Penutup surat 10. 222 . 2. data pribadi. SURAT RESMI adalah surat yang disampaikan oleh suatu instansi/lembaga kepada seseorang atau lembaga/instansi lainnya. alamat surat. ditulis dengan huruf kapital/huruf besar. perihal. Lampiran. Selain surat bersifat pribadi kepada instansi atau kantor tempat kerja seseorang. Foto kopi Ijasah. waktu. yaitu surat resmi yang dipergunakan oleh perusahaan atau badan usaha. Pada bagian tanda tangan surat lamaran seringkali suatu kantor khususnya kantor pemerintah menghendaki perlunya dibubuhi materai.5 spasi. Tanggal surat (penulisan di sebelah kanan sejajar dengan nomor surat) 6. jabatan.

Jenis surat menurut sifatnya surat dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. jelas. 2) identitas judul memo/tulisan ‘memo’. surat rahasia. telegram. surat permintaan.c. Isi pesan singkat dapat berupa: (1) penjelasan tentang sesuatu yang terjadi atau akan terjadi. surat perintah. dan santun. isi surat hanya boleh diketahui oleh kalangan tertentu yang terkait saja. surat kilat. isi surat dapat diketahui oleh oranng lain selain yang dituju. 6) tanggal penulisan memo.. MEMO Pesan singkat merupakan salah satu bentuk komunikasi tidak langsung yang disampaikan secara tertulis dengan bahasa yang singkat. SMS pada era global ini merupakan bentuk pengiriman pesan yang lebih efektif. surat keputusan. padat. Jenis Surat menurut isinya. Pesan singkat bisa dalam bentuk memo atau SMS/e-mail. 2. surat laporan. 7) tanda tangan dan nama pengirim memo. Memo biasanya ditulis dan dikirim oleh atasan kepada bawahan. 5) isi memo. Pesan singkat yang bersifat resmi/dinas sering disebut dengan memo (memorandum). surat terbagi atas surat biasa. Jenis surat berdasarkan tingkat kepentingan penyelesainnya. Slogan dan Poster Slogan adalah perkataan atau kalimat pendek yang menarik dan mudah diingat untuk memberitahukan atau menyampaikan sesuatu. Jenis surat berdasarkan ruang lingkup sasarannya surat terbagi atas surat intern dan surat ekstern. K. surat biasa. (2) rencana pertemuan atau undangan untuk seseorang. (4) permintaan penjelasan tentang sesuatu. surat pengantar. surat edaran. 4. 7. teleks atau faksimile. surat dapat dikelompokkan sebagai berikut : surat pemberitahuan. Yang jelas pesan tersebut ditulis secara singkat. 5. surat panggilan. maksudnya. Bahasa yang digunakan dalam mengirim pesan singkat pribadi sangat bergantung kepada siapa pesan tersebut kita kirim. Jenis surat berdasarkan banyaknya sasaran surat dapat dikelompokkan menjadi surat biasa. Jenis surat berdasarkan wujudnya surat terbagi atas surat bersampul. 3) penerima memo/alamat yang dituju. surat penawaran. b. surat undangan dan surat lamaran pekerjaan. artinya. 6. surat perjanjian. c. kartu pos. dan surat pengumuman. 3. surat konfidensial ( terbatas). serta memo dan nota. Pesan singkat pribadi ditulis dan dikirim oleh individu kepada individu lain untuk kepentingan pribadi. dan jelas tetapi tetap memperhatikan sopan santun. yaitu surat yang isinya hanya boleh diketahui orang yang dituju saja. 223 . (3) instruksi untuk melakukan sesuatu. 4) pemberi/pengirim memo. Memo biasanya terdiri atas: 1) kepala memo. Pesan singkat yang dikirim melalui tulisan di kertas ada yang bersifat formal/resmi dan nonformal/pribadi. Khusus dalam penulisan pesan singkat melalui SMS sering kita gunakan singkatan kata untuk meminimalisir jumlah huruf yang digunakan. dan surat kilat khusus. padat. warkat pos. surat pemesanan. surat peringatan. atau (5) permintaan maaf.

L. dan penyaluran aspirasi tertentu. Jika membaca adalah proses membuka jendela dunia.singkat. Perbedaan antara Slogan dan Poster Slogan lebih mengarah/menekankan pada kata-kata/kalimat. Poster memiliki ciri bahasa yang menarik. Poster penerangan atau pendidikan : Bersifat mempengaruhi pembaca untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perilaku tertentu.pengumuman.mudah dipahami.menarik perhatian pembaca selain itu jika diperlukan dapat ditambahkan gambar atau ilustrasi.Misalnya: poster rokok. Ini berarti bahwa keterampilan tersebut perlu dimiliki setiap orang.biasa'a berupa Poster Bertujuan untuk menyampaikan suatu infirmasi dan memengaruhi pandangan serta pendapat orang terhadap informasi tersebut. maka menulis adalah proses menyajikan 224 . Slogan berisi mengenai tujuan ideologi suatu organisasi.kalimatnya pendek.poster dibagi menjadi 1. melihat wawasan yang ada dan menjadikannya sebagai khazanah pribadi. sedangkan Poster berisi mengenai himbauan. ajakan.mudah dipahami.jelas.menarik.plakat yg biasa ajakan.menjelaskan visi. tidak saja untuk meraih keberhasilan selama bersekolah melainkan juga sepanjang hayatnya.sedangkan Poster lebih menekankan informasinya dalam suatu gambar/ilustrasi. dll. dan sebagainya. poster sabun. 3.efektif. isinya singkat dan jelas. dipasang ditempat umum .atau iklan. Slogan memiliki ciri bahasa yang menarik. Poster kegiatan : Bertujuan memberitahukan adanya suatu kegiatan mengajak pembaca mengikuti atau berpartisipasi dalam megaton tersebut. Poster hiburan : Berisi pemberitahuan adanya sesuatu hal yang bersifat hiburan.misi. Poster niaga : Bersifat menarik pembaca untuk membeli atau menggunakan suatu barang atau jasa.dan mudah diingat. serta bersifat persuasif.Slogan Bertujuan untuk menyampaikan suatu infirmasi dan memengaruhi pandangan serta pendapat orang terhadap informasi tersebut. poster sepatu.mudah dimengerti.tujuan POSTER Poster adalah. golongan. 4. dan 2. Poster yang berisi penawaran sebuah produk atau jasa. RANGKUMAN Keterampilan Membaca-Menulis-Membaca merupakan keterampilan dasar. upaya pendidikan. Berdasarkan isinya.

kembali khazanah tersebut kepada masyarakat luas. Anda bisa menggabungkan sebuah khazanah dengan khazanah yang sudah dimiliki sebelumnya. Sangat sulit bagi seseorang untuk menulis sesuatu yang di luar dirinya. Dengan demikian membaca mau tidak mau adalah proses yang harus dijalani oleh orang yang berkeinginan untuk bisa menulis. Jika selama ini Anda kesulitan menulis dan selalu berhenti pada kalimat atau paragraf pertama, bisa jadi penyebabnya karena terlalu sedikit stok informasi yang Anda miliki sebelumnya. Anda harus menambah stok tersebut agar proses menulis menjadi lancar. Variasi Bahasa-Variasi Bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen. Dalam hal variasi bahasa ini ada dua pandangan. Pertama, variasi itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa itu. Jadi variasi bahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa. Kedua, variasi bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam. Kedua pandangan ini dapat saja diterima ataupun ditolak. Yang jelas, variasi bahasa itu dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya keragaman sosial dan fungsi kegiatan didalam masyarakat sosial. Namun Halliday membedakan variasi bahasa berdasarkan pemakai (dialek) dan pemakaian (register). Berikut ini akan dibicarakan variasi-variasi bahasa tersebut, dimulai dari segi penutur ataupun dari segi penggunanya. 1. Variasi dari Segi Penutur, 2. Variasi dari Segi Pemakaian, 3. Variasi dari Segi Keformalan, dan 4. Variasi dari Segi Sarana. Mengubah Teks Wawancara menjadi Narasi- Teks wawancara merupakan bentuk penyajian informasi berupa tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Narasi merupakan bentuk karangan pengisahan suatu cerita atau kejadian. Anda akan berlatih mengubah teks wawancara menjadi teks narasi. Hal itu berarti teks yang berupa tanya jawab antara penanya dan narasumber diubah menjadi bentuk tulisan atau teks cerita Bagaimana cara mengubah teks wawancara menjadi bentuk naratif? Perlu dicermati lagi bahwa wawancara biasanya berupa kalimat langsung. Jika dinarasikan maka Anda harus mengubah kalimat tersebut menjadi kalimat tak langsung. Masih ingatkah kalian ciri-ciri kalimat langsung dan tak langsung? Menjelaskan Cara Membaca Tabel, Diagram, Grafik, dan Denah secara Benar. Informasi verbal adalah informasi yang disampaikan dengan kata-kata. Adapun informasi nonverbal adalah informasi yang disajikan dengan bentuk visual, seperti gambar, bagan, grafik, diagram, matriks, dan tabel. Paragraf, Syarat-syarat Paragraf, Jenis Paragraf, dan Penanda Hubungan antarparagraf-Paragraf adalah kesatuan pikiran yang mengungkapkan ide pokok yang berbentuk dalam rangkaian kalimat yang berkaitan dengan bentuk (kohesi) dan makna (koherensi). Paragraf adalah bagian karangan yang terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran. Dalam paragraf terdapat tiga persyaratan agar paragraf menjadi padu, yaitu kepaduan, kesatuan, dan kelengkapan. Penggunaan EYD-Bahasa menunjukkan bangsa, tiada bahasa hilanglah bangsa. Sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987, perlu disempurnakan kembali. Berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Maka lahirlah Permendiknas no. 46 Thun 2009 Tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, dalam permendiknas tersebut dipergunakan bagi 225

instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, dinyatakan tidak berlaku. Penulisan Karya Ilmiah, Penulisan Kutipan, dan Penulisan Daftar Pustaka, disajikan artikel ilmiah, artikel popular, cara memilih topik PTK, cara menyusun kutipan dan daftar pustaka. Surat Resmi dan Surat Tidak Resmi- Peserta dapat menjelaskan konsep surat resmi (dinas), komponen surat resmi, konsep surat tidak resmi (pribadi) dan komponen surat tidak resmi, dan menyusun bahasa surat yang baik dan benar. Slogan dan Poster-disajikan materi tentang slogan dan poster, perbedaan kedua media tersebut, menyusun slogan dan poster. M. Evaluasi 1. Jelaskan konsep-konsep dasar dalam keterampilan membaca dan menulis! 2. Jelaskan variasi bahasa untuk menunjang pembelajaran keterampilan berbahasa! 3. Jelaskan cara mengubah teks wawancara menjadi narasi! 4. Bacalah secara benar tabel, diagram, denah, dan grafik yang telah Anda siapkan! 5. Jelaskan konsep paragraf, syarat-syarat paragraf, jenis paragraf, dan penanda hubungan antarparagraf! 1. Buatlah sebuah paragraf naratif tentang PLPG! 2. Tentukan bentuk paragraf yang telah Anda susun! 3. Tentukan jenis paragraf yang telah Anda susun! 4. Tuliskan kembali ide pokok paragraf Anda tersebut! 5. Tuliskan kembali Kalimat utama paragraf Anda tersebut! 6. Tuliskan kembali kalimat-kalimat penjelas paragraf Anda tersebut! 6. Susunlah lima buah kalimat efektif! 7. Susunlah sebuah paragraph dengan menerapkan penggunaan EYD secara baik dan benar! 8. Susunlah sebuah artikel ilmiah dengan menerapkan cara penulisan kutipan dan penulisan Daftar Pustaka secara benar! 9. Menjelaskan konsep surat resmi (dinas), komponen surat resmi, konsep surat tidak resmi (pribadi) dan komponen surat tidak resmi, dan menyusun bahasa surat yang baik dan benar. a. Buatlah sebuah surat penawaran barang! b. Atas dasar surat yang telah Anda susun jawablah hal-hal berikut. 1) Tuliskan bagian-bagian suratnya! 2) Tuliskan kalimat pembuka suratnya! 3) Tuliskan salam penutupnya! 10.Buatlah sebuah slogan sekolah Anda. N. Kunci Jawab 1. Konsep-konsep dasar dalam keterampilan membaca dan menulis. Keterampilan Membaca-Menulis-Membaca merupakan keterampilan dasar. Ini berarti bahwa keterampilan tersebut perlu dimiliki setiap orang, tidak saja untuk meraih keberhasilan selama bersekolah melainkan juga sepanjang hayatnya. Jika membaca adalah proses membuka jendela dunia, melihat wawasan yang ada dan menjadikannya sebagai khazanah pribadi, maka

226

menulis adalah proses menyajikan kembali khazanah tersebut kepada masyarakat luas. Membaca mau tidak mau adalah proses yang harus dijalani oleh orang yang berkeinginan untuk bisa menulis. Jika selama ini Anda kesulitan menulis dan selalu berhenti pada kalimat atau paragraf pertama, bisa jadi penyebabnya karena terlalu sedikit stok informasi yang Anda miliki sebelumnya. Anda harus menambah stok tersebut agar proses menulis menjadi lancar. 2. Variasi bahasa untuk menunjang pembelajaran keterampilan berbahasa! Variasi Bahasa-Variasi Bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen. Dalam hal variasi bahasa ini ada dua pandangan. Pertama, variasi itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa itu. Jadi variasi bahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa. Kedua, variasi bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam. Kedua pandangan ini dapat saja diterima ataupun ditolak. Yang jelas, variasi bahasa itu dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya keragaman sosial dan fungsi kegiatan didalam masyarakat sosial. Namun Halliday membedakan variasi bahasa berdasarkan pemakai (dialek) dan pemakaian (register). Berikut ini akan dibicarakan variasi-variasi bahasa tersebut, dimulai dari segi penutur ataupun dari segi penggunanya. 1. Variasi dari Segi Penutur, 2. Variasi dari Segi Pemakaian, 3. Variasi dari Segi Keformalan, dan 4. Variasi dari Segi Sarana. 3. Jelaskan cara mengubah teks wawancara menjadi narasi! Teks wawancara merupakan bentuk penyajian informasi berupa tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Untuk menceritakan atau menyampaikan kembali hasil wawancara kepada orang lain, teks wawancara perlu diubah dalam bentuk narasi. Narasi merupakan bentuk karangan pengisahan suatu cerita atau kejadian. Agar Anda dapat menarasikan teks wawancara dengan baik, lakukan langkah-langkah berikut. Bacalah teks wawancara dengan cermat, Catatlah pokok-pokok isi wawancara. Buatlah pengantar ke arah isi wawancara. Narasikan isi wawancara dengan mengembangkan pokok-pokok isi. Lengkapilah narasi dengan bagian penutup. 4. Jawaban kalimat bebas sesuai fakta tabel, diagram, denah, dan grafik yang telah siapkan peserta. 5. Jawaban kalimat bebas sesuai konteks paragraf yang disusun peserta! 6. Jawaban kalimat bebas asal sesuai syarat kalimat efektif. 7. Susunlah sebuah paragraph dengan menerapkan penggunaan EYD secara baik dan benar! 8. Jawaban kalimat bebas asal telah menerapkan cara penulisan kutipan dan penulisan Daftar Pustaka secara benar. 9. Jawaban kalimat bebas sesuai surat yang telah disusun peserta. 10. Jawaban kalimat bebas sesuai kondisi masing-masing peserta

DAFTAR PUSTAKA Alwasilah, A. Chaedar. 2000. Politik Bahasa dan Pendidikan. Cet. II. Bandung: Remaja Rosdakarya.

227

Alwi, Hasan dan Dery Sugono. 2002. Telaah Bahasa dan Sastra. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Alwi, Hasan. 1996. ”BIPA: Hari Ini dan Esok”. Dalam Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing. (Husen dkk. Penyunting). Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Arifin, Zaenal dan S. Amran Tasai. 2002. Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Akademika Pressindo. Azies, Furqanul dan Alwasilah, A. Chaedar. 1996. Pengajaran Bahasa Komunikatif Teori dan Praktek. Cet. I. Bandung: Remaja Rosdakarya. Semi, M. Atar. 1995. Dasar-Dasar Keterampilan Menulis. Bandung: Mugantara. Chaer, Abdul dkk. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta, 2004. Doyin, Moh. 2010. Artikel Ilmiah. Unnes Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Ibrahim, Syukur, dkk. Bahan Ajar Sintaksis Bahasa Indonesia. Departemen Pendidikan Nasional Universitas Negeri Malang. Ramlan, M. 2001. Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis. Yogyakarta: C.V. Karyono. Rusnaji, Oscar. Aspek-aspek Linguistik. IKIP Malang. Rusnaji, Oscar. 1983. Aspek-aspek Sintaksis Bahasa Indonesia. IKIP Malang. Samsuri. 1985. Tata Bahasa Indonesia Sintaksis. Jakarta: Sastra Budaya. Sugono, Dendy. 1986. Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: C.V. Kilat Grafika. Tarigan, Henry Guntur. 1994. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Verhaar. 2004. Asas-asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada university Press. Wirjosoedjarmo. 1984. Tata Bahasa Indonesia. Surabaya: Sinar Wijaya

228

229

Bagi para guru. Belajar menurut 230 . MATERI Upaya pemerintah untuk mereformasi sistem pembelajaran di sekolah tampaknya telah mendapat respons positif pada sebagian akademisi maupun praktisi. sehingga cenderung bersifat subyektif. yang tentunya hanya bersifat garis besarnya saja. dengan meninggalkan modelmodel pembelajaran konvensional. kegairahan untuk menerapkan dan meneliti modelmodel pembelajaran mutakhir ini tampaknya belum diikuti oleh ketersediaan buku-buku yang mengupas secara lengkap dan tuntas dari masing-masing model pembelajaran inovatif tersebut. belakangan ini mulai muncul kegairahan mengkaji dan meneliti tentang sejauhmana efektivitas penggunaan model-model pembelajaran inovatif. Paradigma konstruktivistik tentang pembelajaran merupakan paradigma alternatif yang muncul sebagai akibat terjadinya revolusi ilmiah dari sistem pembelajaran yang cenderung berlaku pada abad industri ke sistem pembelajaran yang semestinya berlaku pada abad pengetahuan sekarang ini. karena memang kurang tersedia buku yang mendukungnya. B. Paradigma yang mengalami anomali tersebut cenderung menimbulkan krisis. mereka mengalami kesulitan untuk mengelaborasi teori tersebut. saat ini kita ditawari dengan aneka model pembelajaran inovatif yang jumlahnya sangat banyak untuk dapat dipraktikkan oleh para guru di lapangan.BAB VII MEDIA DAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF A. 2002). TUJUAN Peserta memahami berbagai media dan model pembelajaran inovatif berbasis IT. Sebagaimana dimaklumi. informasi tentang model-model pembelajaran inovatif ini pada umumnya diperoleh melalui berbagai pelatihan yang diikutinya. Manakala mereka harus melakukan Penelitian Tindakan Kelas. di kalangan mahasiswa. khususnya ketika mereka sedang menyelesaikan karya tulis dalam rangka penyelesaian studinya. yang juga cenderung bersifat elementer dan parsial. Hal ini bisa dilihat dengan adanya kecenderungan dari sebagian guru berupaya menerapkan berbagai model pembelajaran yang mutakhir atau kita sebut saja model pembelajaran inovatif di sekolahnya masing-masing. Memang. di toko-toko buku tertentu kita bisa mendapatkan beberapa buku yang membahas tentang model-model pembelajaran inovatif. Hanya sangat disayangkan. Tentunya dengan harapan dapat memberikan efektivitas yang tinggi terhadap proses dan pencapaian hasil belajar siswa. Kesulitan mengelaborasi teori yang melandasi model-model pembelajaran ini juga tampaknya banyak dialami oleh para mahasiswa yang hendak meneliti tingkat efektivitas penggunaan model pembelajaran inovatif tertentu. tetapi isinya cenderung hanya sebagian kecil saja dari model-model pembelajaran inovatif yang sedang dikembangkan saat ini. Mereka pada umumnya memperoleh informasi tentang model-model pembelajaran ini dengan mengandalkan dari internet. Sebuah paradigma yang mapan yang berlaku dalam sebuah sistem boleh jadi mengalami malfungsi apabila paradigma tersebut masih diterapkan pada sistem yang telah mengalami perubahan. tidak dalam bentuk kajian yang mendalam. yang didalamnya disyaratkan adanya kerangka teori yang melandasinya. khususnya yang menggeluti bidang pendidikan. ilmu pengetahuan bersifat sementara terkait dengan perkembangan yang dimediasi baik secara sosial maupun kultural. Menurut paradigma konstruktivistik. Krisis tersebut akan menuntut terjadinya revoluasi ilmiah yang melahirkan paradigma baru dalam rangka mengatasi krisis yang terjadi (Kuhn. Demikian juga.

MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF Apapun yang berhubungan dengan kata inovatif tampaknya sangat menarik untuk di ketahui. Secara tradisional. yaitu (1) meletakkan permasalahan yang relevan dengan kebutuhan siswa. bagaimana guru mendorong dan menerima otonomi siswa. Menggali pemahaman siswa tentang konsep-konsep yang akan dibelajarkan sebelum sharing pemahamannya tentang konsep-konsep tersebut. 1. (4) materi pembelajaran menyesuaikan terhadap kebutuhan siswa. Secara umum. konstruksi solusi dan algoritma ketimbang menghafal prosedur dan menggunakannya untuk memperoleh satu jawaban benar. wacana kolaboratif. 3. Inovatif adalah kata sifat dari inovasi. 2. pembelajaran lebih diutamakan untuk membantu siswa dalam menginternalisasi. Siswa sendiri yang melakukan penalaran melalui seleksi dan organisasi pengalaman serta mengintegrasikannya dengan apa yang telah diketahui. atau mentransformasi informasi baru. dan teka-teki sebagai pengarah pembelajaran. hipotesis. menghargai pikiran siswa. Menurut paradigma konstruktivistik. Belajar merupakan proses negosiasi makna berdasarkan pengertian yang dibangun secara personal. dan interpretasi. Untuk menginternalisasi serta dapat menerapkan pembelajaran menurut paradigma konstruktivistik. pencarian. 231 . pengujian hipotesis. (2) menyusun pembelajaran di sekitar konsep-konsep utama. Dunia pendidikan adalah dunia belajar dan pembelajaran. (3) menghargai pandangan siswa. (5) menilai pembelajaran secara kontekstual. pertanyaan-pertanyaan. memprediksi. penelitian. Guru konstruktivistik memiliki ciri-ciri sebagai berikut. investigasi. termasuk dalam dunia pendidikan. Belajar bermakna terjadi melalui refleksi. investigasi bertolak dari data mentah dan sumbersumber primer (bukan hanya buku teks). 5. Menurut paradigma konstruktivistik. Menghargai otonomi dan inisiatif siswa. resolusi konflik kognitif. Inovatif artinya pembaharuan. Mengutamakan kinerja siswa berupa mengklasifikasi. mengananalisis. Menyertakan respon siswa dalam pembelajaran dan mengubah model atau strategi pembelajaran sesuai dengan karakteristik materi pelajaran. pembelajaran telah dianggap sebagai bagian “menirukan”suatu proses yang melibatkan pengulangan siswa. Menggunakan data primer dan bahan manipulatif dengan penekanan pada keterampilan berpikir kritis. Pembelajaran inovatif merupakan langkah-langkah dalam belajar. dan mengkreasi dalam mengerjakan tugas. 1. 4. Siswa sendiri yang bertanggung jawab atas peistiwa belajar dan hasil belajarnya. Pembelajaran lebih dicirikan oleh aktivitas eksperimentasi. Lalu bagaimana dengan pembelajaran inovatif sendiri? Apa arti pembelajaran inovatif? Kita sangat sering mendengar kata inovatif dan di manamana kata yang berembel embel inovatif sangat menarik untuk dipelajari dan dipraktikkan di kelas. dialog. membentuk kembali. pengambilan keputusan. Dengan demikian Pembelajarann inovatif adalah Model Pembelajaran yang dikemas oleh pe-belajar karena adanya dorongan dari sebuah gagasan yang baru. yang nantinya akan memperoleh kemajuan dari hasil belajar. Paradigma konstruktivistik merupakan basis reformasi pendidikan saat ini. atau meniru-niru informasi yang baru disajikan dalam laporan atau quis dan tes. yang semuanya ditujukan untuk memperbaharui tingkat pemikiran individu sehingga menjadi semakin sempurna. dialog. terlebih dulu guru diharapkan dapat merubah pikiran sesuai dengan pandangan konstruktivistik. Hal yang lebih penting.pandangan ini lebih sebagai proses regulasi diri dalam menyelesikan konflik kognitif yang sering muncul melalui pengalaman konkrit. Sedangkan pembelajaran bisa memiliki arti belajar atau pembelajaran. mengembangkan konsep. pembelajaran lebih mengutamakan penyelesaian masalah. terdapat lima prinsip dasar yang melandasi kelas konstruktivistik. dan model-model yang dibangkitkan oleh siswa sendiri. Belajar adalah kegiatan aktif siswa untuk membangun pengetahuannya.

perasaan. Pemanfaatan beberapa software untuk pembuatan media pembelajaran bisa menjadi alternatif yang inovatif. menurut Gagne (dalam Sadiman. perasaan. Kata media berasal dari bahasa latin yaitu jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. (http://ksupointer. namun kita masih saja berpegang pada “pakem” lama. Karena hal ini sesuatu yang tidak bisa dihindari. facebook. Media belajar sangat membantu mengurangi keabstrakan dari sebuah konsep materi yang sedang diajarkan. Sedangkan menurut Brigs (dalam Sadiman. 2005: menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan. begitu pula sebaliknya. tanpa adanya variasi. Swish maupun macromedia ide-ide kreatif bisa tersalurkan. Hal ini lebih dikarenakan guru maupun siswa tida ada kecocokan dari awal pelajaran. Selama ini terjadi gap yang lebar.com) Jadi. alat atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. Berdasarkan pengertian-pengertian yang telah diberikan. Pembelajaran yang cenderung monoton dan membosankan akan menjadikan proses belajar mengajar juga stagnan. e-mail. dan lain sebagainya sesuai keinginan guru. guru harus selalu mengikuti perkembangan yang ada. Lewat eksplorasi fitur-fitur yang ditawarkan Power Point. Dalam sebuah proses Kegiatan Belajar Mengajar. 2002: 6).Pembelajaran inovatif dari pendidik atau guru juga mempunyai arti pembelajaran yang sudah dikemas oleh seorang guru atau instruktur dan merupakan bagian dari wujud gagasan atau teknik yang dipandang masih baru sehingga mampu memfasilitasi murid agar memperoleh kemajuan dalam proses serta hasil belajar. 2002: 6). dalam hal ini adalah menghubungkan apa yang dikehendaki guru terhadap siswa. Menurut Latuheru (dalam Hamdani. di dalamnya mengandung makna dan arti pembaharuan. Sementara kondisi perubahan di luar sudah sangat maju. maka media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran agar dapat merangsang pikiran. Sedangkan jika di tinjau berdasarkan definisi harfiahnya mengenai model pembelajaran inovatif tersebut. gambar. 2002: 6) media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. cenderung text book. termasuk dalam hal Teknologi Informatika (IT). apa yang diinginkan siswa dari guru. Media merupakan sesuatu yang menghubungkan. Di era informatika seperti saat ini. di dalamnya mampu memuat materi dalam bentuk Ms Word. media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim dan penerima sehingga dapat merangsang pikiran. media pembelajaranpun diharapkan berkembang secara signifikan sehingga penanaman konsep dan pemahaman konsep sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai. mengaktifkan dan menyenangkan. Termasuk diantaranya dalam hal pembelajaran. yaitu berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk berpikir. minat dan perhatian siswa sehingga proses interaksi komunikasi edukasi antara guru (atau pembuat media) dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. mengantarkan anak didik pada pengalaman belajar yang bermakna. Dunia semakin berkembang dengan pesatnya. dimana siswa 232 . Dalam proses pembelajaran yang paling relevan digunakan adalah media blog. minat dan perhatian sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman. blog. video. Guru dalam menyajikan materi biasa-biasa saja. berbagai media dalam dunia maya memberikan berbagai alternatif yang mampu mengakomodasi semua fungsi dai proses pembelajaran. Sehubungan dengan perkembangan IT. dan lain sebagainya. Secara umum media pembelajaran dalam pendidikan disebut media. media pembelajaran memegang peran yang sangat penting. Seperti friendster. 2002: 6). Ms PPT. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Sadiman.

dll. Guru menganggap proses belajar mengajarnya sudah baik karena tidak pernah ada komplain. PDF Converter. Kita tidak perlu menjadi programmer untuk menjadi seorang blogger. Beda dengan e-mail yang hanya bisa dibaca oleh orang yang kita kirimi. audio. Saat ini telah banyak dikembangkan berbagai macam model pembelajaran. dll. kumpulan link internet. mailing. pengunjung blog juga dengan cepat dapat memberikan respon terhadap posting blog melalui komentar yang dapat langsung dituliskan di blog tersebut. JPE. Melalui blognya. gambar ataupun multimedia. John Barger menggunakan istilah weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu update secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentarkomentar mereka sendiri. PDF. dokumen-dokumen ( file-file word. 233 . friendster. Keuntungan dari penggunaan weblog antara lain : 1. Dalam blog fungsi media pembelajaran dapat tercover secara keseluruhan. dll). Ms Office PPT. istilah yang pertama kali digunakan oleh John Barger pada bulam Desember 1997. sebenarnya model pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan. baik dalam format Ms Word. Era maju menuntut seseorang untuk selalu mengembangkan potensi dan kemampuan softskills maupun hardskills-nya. 2. karena satu posting blog yang kita bahas. kita dapat memperluas hubungan teman/kenalan hingga dapat membentuk suatu komunitas yang besar. 2. Photoshop. MP3. rasakan. Para pembuat blog dinamakan blogger. Blog kemudian juga menjadi Diary Online yang berada di internet. Secara garis besar. dari yang sederhana sampai model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam penerapannya. Maka media blog di sini menjadi sebuah jembatan penghubung antara guru dan siswa dengan memanfaatkan kemajuan teknologi (IT). facebook. karena kita dapat menampilkan seluruh isi dalam web dengan mudah melalui menu editor yang telah disediakan. Oleh karena itu blog bersifat sangat personal. maupun media audiovisual.malu atau takut untuk menyampaikan keluhan dalam proses belajar mengajar kepada guru sehingga tidak ada feedback kepada guru. Satu-satunya hal yang membedakan blog dari diary atau jurnal yang biasa kita miliki adalah bahwa blog dibuat untuk dibaca orang lain. seperti karya tulis. Weblog melebihi surat elektronik (e-mail). weblog dapat dirangkum sebagai kumpulan website pribadi yang memungkinkan para pembuatnya menampilkan berbagai jenis isi pada web dengan mudah. Di dalamnya memuat fungsi media visual. Melalui weblog. kepribadian blogger menjadi mudah dikenali berdasarkan topik apa yang disukai. Selain itu. Jadi. Blog adalah kependekan dari weblog. seperti e-mail. Perkembangan lain dari blog yaitu ketika blog memuat tulisan tentang apa yang seorang blogger pikirkan. hingga apa yang dia lakukan sehari-hari. Mamou juga memuat audio-visual dalam bentuk video dalam bentuk MPEGAV. Blog merupakan salah satu bentuk atau model dalam internet disamping fungsi yang sudah umum. Dapat juga diartikan suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. PNG. strategi atau metode pembelajaran. Corel. Memuat bentuk gambar dalam format JPEG. MPG. MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF Model Pembelajaran diartikan sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. apa tanggapan terhadap link-link yang dipilih dan isu-isu di dalamnya. Dalam blog kita bisa mengupload segala bentuk tulisan. daat dibaca oleh pengunjung blog yang tak terbatas.

Model Examples Non Examples Contoh dapat dari Kasus/Gambar yang Relevan dengan Kompetensi Dasar Langkah-langkah : 1. pembelajaran berdasarkan masalah.com Berikut disajikan beberapa model pembelajaran inovatif. menvariasi media. (2004 : 165). Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar 4. teori belajar dan pembelajaran. guru yang kompeten adalah guru yang mampu mengelola program belajar-mengajar. 4. guru harus memperhatikan keadaan atau kondisi siswa. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya 234 . Menurut Sardiman A. dan mengevaluasi. Read more: MODEL PEMBELAJARAN >> Pengertian Model Pembelajaran | belajarpsikologi. dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif. Karena itu dalam memilih model pembelajaran. Mengelola di sini memiliki arti yang luas yang menyangkut bagaimana seorang guru mampu menguasai keterampilan dasar mengajar. Semua kompetensi tersebut mendukung keberhasilan guru dalam mengajar. juga bagaimana guru menerapkan strategi. dan learning strategi. 2. baik yang menyangkut perbaikan kualitas pembelajaran maupun segala hal yang berkaitan dengan peningkatan prestasi belajar peserta didiknya. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP/In Focus 3. Sedangkan model pembelajaran menurut Kardi dan Nur ada lima model pemblajaran yang dapat digunakan dalam mengelola pembelajaran. menjelaskan. Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar. mengelola kelas. 3. M. A. Rasional teoritik yang logis yangdisusun oleh para pencipta atau pengembangnya. bahan pelajaran serta sumber-sumber belajar yang ada agar penggunaan model pembelajara dapat diterapkan secara efektif dan menunjang keberhasilan belajar siswa. dan sebagainya. bertanya. membuat model instruksional. merencanakan pembelajaran.Ciri-ciri Model Pembelajaran Ada beberapa ciri-ciri model pembelajaran secara khusus diantaranya adalah : 1. Setiap guru harus memiliki kompetensi adaptif terhadap setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan di bidang pendidikan. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas 5. Pendapat serupa dikemukakan oleh Colin Marsh (1996 : 10) yang menyatakan bahwa guru harus memiliki kompetensi mengajar. berkomunikasi. diskusi. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. seperti membuka dan menutup pelajaran. Tingkah laku mengajar yang diperlukanagar model tersebut dapat dilaksanakandengan berhasil. yaitu: pembelajaran langsung. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran 2. Seorang guru diharapkan memiliki motivasi dan semangat pembaharuan dalam proses pembelajaran yang dijalaninya. memotivasi peserta didik. memberi penguatan. Lingkungan belajar yang duperlukanagar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Memilih Model Pembelajaran Yang Baik Sebagai seorang guru harus mampu memilih model pembelajaran yang tepat bagi peserta didik. pembelajaran kooperatif.

Numbered Heads Together Langkah-langkah : 1. Bertukar peran. Siswa dibagi dalam kelompok. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 235 . semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. bagian-bagian dari materi yang dipelajari Langkah-langkah : 1. Siswa dibagi dalam kelompok. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan 3. Cooperative Script Metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan. kemudian guru menunjuk nomor yang lain 6. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya 4. Kepala Bernomor Struktur Langkah-langkah : 1. Sementara pendengar : (a) Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap. 6. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka 5. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 4. Kesimpulan D. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut 6. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya 3. Picture And Picture Langkah-langkah : 1. Menyajikan materi sebagai pengantar 3. Kesimpulan/rangkuman C. Kesimpulan B. Guru membagi siswa untuk berpasangan 2. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Penutup E. Serta lakukan seperti diatas. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 7. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar 4. Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan guru 7. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai 7. Tanggapan dari teman yang lain. (b) Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya 5. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis 5.6.

Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya 236 . Penutup H. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh 6. pemecahan masalah. Stephen. pengumpulan data. Siswa dikelompokkan ke dalam 4 anggota tim 2. 4. tugas. hipotesis. Memberi evaluasi 6. jenis kelamin. 2. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka 5. Jigsaw (Model Tim Ahli)/(Aronson. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai. Jika perlu. Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. Guru menyajikan pelajaran 3. Kesimpulan G.2. 4. 1995) Langkah-langkah : 1. Sikes. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya 3. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain 5.) 3. Guru memberi evaluasi 8. eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Student Teams-Achievement Divisions (Stad)/Tim Siswa Kelompok Prestasi (Slavin. Blaney. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka 4. Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. 1978) Langkah-langkah : 1. guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. dll) 2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda 3. jadwal. Kesimpulan F. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan 4. suku. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu 5. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi 7.Problem Based Introductuon (PBI)/(Pembelajaran Berdasarkan Masalah) Langkah-langkah : 1. And Snapp. dll.

Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya 6. Make – A Match (Mencari Pasangan) (Lorna Curran. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan I. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa 3. bentuklah kelompok berpasangan dua orang 4. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin 6. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru 6. Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban 2. kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya 5. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai 237 . Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa 7. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang 4. Untuk mengetahui daya serap siswa. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya 7. Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai 2. 1994) Langkah-langkah : 1.Think Pair And Share (Frank Lyman. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban 3.Mind Mapping Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban Langkah-langkah : 1. Demikian seterusnya 8. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru K. Kesimpulan/penutup J. Setiap siswa mendapat satu buah kartu 3. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi 5. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban) 5. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang 4.Artikulasi Langkah-langkah : 1. 1985) Langkah-langkah : 1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review.5. Kesimpulan/penutup L.

Akui setiap usaha. Suasana yang memberdayakan.2. Setelah selesai membaca materi. Penutup M. 4. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi 5. tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya 5. Landasan yang kukuh. Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru 3. Segalanya bertujuan. Fasilitas yang luwes. Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yg lainnya kontra 2. 2. 2. Konteks : 1. dan rancangan belajar yang dinamis. 5. Guru menunjuk salah satu anggotanya kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya. Prinsip Quantum Learning : 1. 3. Jika layak dipelajari. Segalanya berbicara. dan keterampilan hidup. ANEKA METODE PEMBELAJARAN INOVATIF LAINNYA METODE QUANTUM Tokohnya : Bobby DePorter Metode ini mengutamakan percepatan belajar dengan cara partisipatori peserta didik dalam melihat potensi diri dalam kondisi penguasaan diri. Berawal dari kegiatan tersebutmengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diuangkapkan para siswa 6. guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing 4. Isi : 1. 4. 238 . 3. 2. 3. Penyajian yang prima. Guru memimpin pleno kecil diskusi. 3. Guru memberikan tugas untuk membaca materiyang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas 3.Debat Langkah-langkah : 1. Guru memberi kesimpulan 7. layak pula dirayakan. Dari data-data di papan tersebut. Pengalaman sebelum pemberian nama. Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap 6. Keterampilan belajar untuk belajar. Lingkungan yang mendukung. Quantum Learning mengutamakan Konteks dan Isi.

2. 1992): 1. U : Ulangi 6. Belajar itu bersifat sosial. Belajar itu bergantung konteks. Belajar itu aktif dan konstruktif 2. 4. T : Tumbuhkan 2. 3. semua siswa adalah unik. usia anak adalah usia yang paling kreatif dalam hidup manusia. Berkaitan dengan penyikapan guru terhadap siswa. metode ini beranggapan bahwa : 1. dunia anak adalah dunia bermain. sedangkan guru hanya sebagai pemandu atau fasilitator. 3. anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. 2) tidak menggurui. A : Alami 3. dan 3) dialogis. R : Rayakan Contoh : 1) Teknik Peta Pikiran 2) Teknik Pohon Konsep METODE PARTISIPATORI Metode ini menekankan keterlibatan siswa secara penuh.Urutan Pembelajaran Quantum Learning : 1. 239 . N : Namai 4. Rincian proses dan tahapannya : Metode Pertama : 1) Rangkai-Ulang 2) Ungkapan 3) Kaji-Urai 4) Kesimpulan 5) Tindakan Metode Kedua : 1) Persepsi 2) Identifikasi diri 3) Aplikasi diri 4) Penguatan diri 5) Pengukuhan diri 6) Refleksi diri METODE KOLABURATIF Metode ini menekankan pada pembangunan makna oleh siswa dari proses sosial yang bertumpu pada konteks belajar. 4. Ciri-cirinya : 1) belajar dari realitas atau pengalaman. Metode kolaburatif didasarkan pada asumsi-asumsi berikut (Smith & MacGregor. Siswa itu beraneka latar belakang. D : Demonstrasikan 5.

5) Guru menunjuk salah satu kelompok secara acak untuk melakukan presentasi hasil diskusi kelompok kolaburaitfnya di depan kelas. 4) Setelah kelompok kolaburattif menyepakati hasil pemecahan masalah. 240 . meneliti. 5) Mengembangkan berfikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah. 1999) : 1) Memaksimalkan proses kerjasama yang berlangsung secara alamiah diantara para siswa. kontekstual. dan revisi terhadap laporan yang akan dikumpulkan. 4) Menyediakan cukup waktu. Langkah-langkah pembelajarannya : 1) Para siswa menetapkan tujuan belajar dan membagi tugas sendiri-sendiri. bekerjasama menyelesaikan masalah. disusun per kelompok kolaburasi. 6) Mendorong eksplorasi bahan pelajaran yang melibatkan bermacam-macam sudut pandang. 3) Mengahargai pentingnya keaslian. 4) Memberi kesempatan kepada siswa menjadi partisipan aktif dalam proses belajar. 9) Membangun semangat belajar sepanjang hayat. dan diantara siswa dengan guru. 7) Menghargai pentingnya konteks sosial bagi proses belajar. berdiskusi. 3) Kelompok kolaburatif bekerja secara bersinergi mengidentifikasi. dan pengalaman siswa dalam kaitannya dengan bahan pelajaran dan proses belajar. terintegrasi. 5) Menyediakan sebanyak mungkin proses belajar yang bertolak dari kegiatan pemecahan masalah atau penyelesaian proyek. 8) Menumbuhkan hubungan yang saling mendukung dan saling menghargai di antara para siswa. dan didiskusikan. siswa apda kelompok lain mengamati. 7) Laporan masing-masing siswa terhadap tugas-tugas yang telah dikumpulkan. Ciri-ciri pembelajaran Kolaburatif (Nelson. dan sumber untuk melaksanakan kegiatankegiatan belajar bersama. dan menyatukan pendapat untuk memperoleh keberhasilan yang optimal baik kelompok maupun individual. mendukung kerja kelompok.Nilai-nilai pendidikan (Pedagogical Values) yang menjadi penekanan dalam pembelajaran kolaburatif (Nelson. inferensi. 8) Laporan siswa dikoreksi. 6) Setiap siswa dalam kelompok kolaburatif melakukan elaborasi. METODE KOOPERATIF Metode ini menekankan belajar dalam kelompok yang heterogen saling membantu satu sama lain. 3) Menata ulang kurikulum. kontribusi. 2) Semua siswa dalam kelompok membaca. menganalisis. dan menanggapi. ruang. mencermati. dan memformulasikan jawaban-jawaban tugas atau masalah dalam LKS atau masalah yang ditemukan sendiri. 1999) : 1) Melibatkan siswa dalam ajang pertukaran gagasan dan informasi. membandingkan ahsil presentasi tersebut. menyesuaikan keadaan sekitar dan suasana kelas. mendemonstrasi. masingmasing siswa menulis laporan sendiri-sendiri secara lengkap. dikembalikan pada pertemuan berikutnya. 2) Menciptakan lingkungan pembelajaran yang berpusat pada siswa. dan menulis. dinilai. dan bersuasana kerjasama. 2) Memungkinkan siswa mengeksplorasi gagasan dan mencobakan berbagai pendekatan dalam pengerjaan tugas. dikomentari.

DLPS (Double Loop Problem Solving) 29. CTL (Contextual Teaching and Learning) 8. Probing-Prompting 14. GI (Group Investigation) 7. KUASAI 33. Problem Posing 12. SQ4R (Survey Question Read Reflect Recite Review) 26. d) Membimbing kelompok belajar dan bekerja. CPS (Creative Problem Solving) 21. Artikulasi 35. Tipe-tipe pembelajaran Kooperatif : 1. Role Playing 37. NHT (Numbered Head Together) 3. SAVI (Somatic Auditory Visualization Intellectualy) 17. Demonstration 41. AIR (Auditory Intellectualy Repetition) 19. RME/PMR (Realistic Mathematics Education/Pembelajaran Matematika Realistik) 11. Pair Checks 44. TGT (Teams Games Tournament) 6. Reciprocal Teaching 16. PBI (Problem Based Instruction) 10. f) Memberikan penghargaan. VAK (Visualization Auditor Kinestetic) 18. e) Evaluasi. TTW (Think Talk Write) 22. Cycle Learning 15. Debat 36. c) Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar. MEA (Means-Ends Analysis) 20. DMR (Diskusus Multy Reprecentacy) 32. Talking Stick 38. SFE (Student Facilitator and Explaining) 39. Tari Bambu 34.Langkah-langkahnya : a) Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa. Course Review Horay 40. Explicit Instruction 42. Jigsaw 4. b) Menyajikan informasi. STAD (Student Teams Achievement Division) 2. IOC (Inside Outside Circle) 31. SQ3R (Survey Question Read Recite Review) 25. TS-TS (Two Stay-Two Stray) 23. CIRC (Cooperative Integrated Reading and Compotition) 30. Open Ended (problem terbuka) 13. CORE (Connecting Organizing Reflecting Extending) 24. CRI (Certainly of Response Index) 28. MID (Meaningful Instructionnal Design) 27. TPS (Think Pairs Share) 5. TAI (Team Assisted Individualy) 9. Make-a Match 241 . Scramble 43.

Audiolingual 81. Mind Mapping (Peta Pikiran) 85. Threaded (Urutan) 75. Shared (bagi Bersama) 73. Aktif Reflektif 94. Game (Permainan) 86.45. Read (Membaca) 80. Grammar (Tatabahasa) 79. Cooperative Script 50. Learning Together( Belajar Bersama) 89. Integrated (Mengintegrasikan) 76. Superitem 59. Sequenced (Urutan) 72. Inul Dance (Goyang Inul) 95. Concept song (Lagu Konsep) 96. Tematik 68. Komunikatif 84. Time Token 57. Concept Sentence 55. PBL (Project Based Learning) 91. Hibrid 60. DI (Direct Instruction) 48. Networked (jaringan Kerja) 78. Induktif 62. BCCT (Beyond Center and Circle Time) 242 . Deduktif 63. Nature Learning (Pembelajaran alam) 87. Examples Non Examples 47. SETS (Science Environment Technology & Society) 67. Deep dialogue 90. Conectec (Menghubungkan) 70. Complete Sentence 54. Trefinger 61. Fragmented (Terpisah-pisah) 69. Nested (Bersarang) 71. Picture and Picture 49. Take and Give 58. Reseptif 82. Active Learning (Pembelajaran Aktif) 92. Kumon 56. Laps-heuristik 51. Webbed (Jaring) 74. Doll Speak (boneka Berbicara) 88. Produktif 83. Interaktif 64. Immersed (Membenamkan) 77. Mind Mapping 46. Integratif 65. Circuit Learning 53. Reflective learning (Pembelajaran Reflektif) 93. Generatif 66. Improve 52.

Inside-Outside-Circle (LingKARAN Kecil-Lingkaran Besar) 25. maka media 243 . Explicit Intruction (Pengajaran Langsung) 23.MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF 1. (http://ksupointer. Mind Mapping 11. Demonstration 22. Course Review Horay 21.com) Jadi. Tebak Kata 26. 2006: 6) media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Think Pair And Share 13. Model Examples Non Examples 2. LATIHAN-LATIHAN Buatlah satu buah media pembelajaran yang disesuaikan dengan RPP yang telah Anda susun. 2006: 6). 2005: menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan. media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim dan penerima sehingga dapat merangsang pikiran. D. STAD (Student Teams-Achievement Divisions/Tim Siswa Kelompok Prestasi) 7. Talking Stick 17. PBI (Problem Based Introduction/Pembelajaran Berdasarkan Masalah) 9. minat dan perhatian sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman. yaitu berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk berpikir. Bertukar Pasangan 18. Artikulasi 10. Role Playing 15. Sedangkan menurut Brigs (dalam Sadiman. Facilitator And Explaining 20. Debat 14. Picture And Picture 3. 2006: 6). Snowball Throwing 19. menurut Gagne (dalam Sadiman. Berdasarkan pengertian-pengertian yang telah diberikan. Jigsaw 8. alat atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. Numbered Heads Together 4. Secara umum media pembelajaran dalam pendidikan disebut media. Word Square C. Buatlah satu model pembelajaran inovatif yang paling Anda kuasai. perasaan. Menurut Latuheru (dalam Hamdani. Make A Match (Mencari Pasangan) 12. CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition/Kooperatif Terpadi Membaca dan Menulis) 24. Group Investigation 16. Cooperative Script 5. Kepala Bernomer Struktur 6. RANGKUMAN MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.

244 . B uatlah satu contoh media media pembelajaran Inovatif sesuai RPP yang telah Anda susun! d. Saat ini telah banyak dikembangkan berbagai macam model pembelajaran. Keuntungan penggunaan media dalam pembelajaran adalah: 1) Membangkitakan ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat konseptual. 4) Dapat mengembangkan jalan pikiran yang berkelanjutan. Model pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan. (3) menyajikan data yang kuat dan terpercaya. Banyak pula bisa digali informasi tentang model pembelajaran inovatif. perasaan. E. Media belajar sangat membantu mengurangi keabstrakan dari sebuah konsep materi yang sedang diajarkan. Swish maupun macromedia ide-ide kreatif bisa tersalurkan. Media pembelajaran berguna (1) menarik minat siswa terhadap materi pembelajaran yang disajikan. MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF Model pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan. menurut Gagne (dalam Sadiman. mengaktifkan dan menyenangkan. strategi atau metode pembelajaran. dari yang sederhana sampai model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam penerapannya. 2) Meningkatkan minat siswa untuk materi pelajaran. tipe pembelajaran inovatif yang dapat dijadikan bahan rujukan bagi guru dalam mengelola pembelajaran. 5) Menyediakan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah didapat melalui materi-materi yang lain dan menjadikan proses belajar mendalam dan beragam. (2) meningkatkan pengertian anak didik terhadap materi yang disajikan. Media pembelajaran Inovatif dalam pendidikan yaitu berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk berpikir. Berbagai model dapat disimak pada tulisan di atas. Sehubungan dengan perkembangan IT. 3) Memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas diri sendiri untuk belajar. strategi atau metode pembelajaran. media pembelajaran memegang peran yang sangat penting. 2002: 6 b. media pembelajaranpun diharapkan berkembang secara signifikan sehingga penanaman konsep dan pemahaman konsep sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai. minat dan perhatian siswa sehingga proses interaksi komunikasi edukasi antara guru (atau pembuat media) dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna.pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran agar dapat merangsang pikiran. Jawaban bebas asal media pembelajaran Inovatif sesuai RPP yang telah disusun. Buatlah satu model pembelajaran sesuai RPP yang telah Anda susun! F. Jelaskan apa yang dimaksud dengan media pembelajaran Inovatif? b. EVALUASI a. Dalam sebuah proses Kegiatan Belajar Mengajar. Jelaskan apa yang dimaksud dengan model pembelajaran Inovatif? c. sehingga mengurang kesalahpahaman siswa dalam mempelajarinya. KUNCI JAWABAN a. Pemanfaatan beberapa software untuk pembuatan media pembelajaran bisa menjadi alternatif yang inovatif. Banyak seklai model. c. Sehingga pembuatan media pembelajaran diperlukan untuk proses pelaksanaan pembelajaran dan proses berpikir siswa. Lewat eksplorasi fitur-fitur yang ditawarkan Power Point. mengantarkan anak didik pada pengalaman belajar yang bermakna.

(1996). Mulia Mandiri Press Sardiman. Bandung: Sinar Baru Algesindo 245 . Jawaban bebas asal model pembelajaran sesuai RPP yang telah disusun. P. Model-Model Mengajar. Boston:Allyn and Bacon. Dahlan. N. & Tannenboum. Arsya. 2001. 1983. Bandung. Bandung. M. New York: McGraw-Hill Companies. Bandung. Handbook for beginning teachers. dan Rivai. R. Exploring teaching: An introduction to education. Colin Marsh. 2005. D. 2002. Jakarta: PT. I. A. Sydney : Addison Wesley Longman Australia Pry Limited. N. dkk. Interaksi dan motivasi belajar-mengajar. DAFTAR PUSTAKA Arief S Sadiman. Arends. D.. Method for effective teaching. 1996. (2004).. Strategi Mengajar Kontemporer. dkk. Wenitzky. & Byrd. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 1984.d. J. Jakarta: Rajawali Suherman. Tarsito Rusman. M. Bandung. Sudjana. 2010. 2006. O. Raja Grafindo Persada Burden. A. second edition. Media Pendidikan.. E. Diponegoro Hamalik. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. G. Media Pengajaran. Media Pembelajaran. A. Model-Model Pembelajaran. JICA . 2005.A. R. M.

menantang.(3) Penyusunan Rencana Pembelajaran Berbasis CTL. 3. dan konfirmasi. menyenangkan. Sebab PAIKEM dan CTL telah termaktub dalam UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003. A. Tujuan Umum: Peserta mampu Memahami karakteristik PAIKEM/CTL dan mengimplementasikannya dalam pembelajaran. pengetahuan. dan keterampilannya. elaborasi. Mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan-nya dalam konteks kehidupan mereka sehari-hari. dan peranserta masyarakat. Inspiratif/Interaktif /Inovatif. krativitas.BAB IX PEMBELAJARAN PAIKEM Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain: manajemen yang kuat. B. inspiratif. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. (2) mengidentifikasi Lingkungan dan Strategi Penciptaan Lingkungan PAIKEM-CTL yang berkualitas. dilaksanakan dan dikembangkan oleh sekolah-sekolah di Indonesia. khususnya Bab 1 Ketentuan Umum pasal 1. Contextual Teaching and Learning merupakan Konsep pembelajaran yang membantu guru Mengaitkan antara materi yang diajarkannya dg situasi dunia nyata siswa (konteks pribadi. Tujuan Khusus: Mampu memahami apa. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. sosial. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Pada sesi ini akan secara khusus dibicarakan tentang konsep PAIKEM dan Contextual Teaching and Learning dalam lingkup: Apa. dan Menyenangkan. Mampu menyusun RPP yang menggunakan model pembelajaran PAIKEM Mampu mengimplementasikan PAKEM/CTL dalam pembelajaran. Mengapa.\ 246 . dan Bagaimana. mengapa. di sekolah . BAHAN DAN ALAT Tayangan presentasi power point (electronic file) Bahan untuk Peserta: Handout bahan presentasi PIKEM . Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif. lingkungan fisik. Pertanyaan CTL dan PAIKEM. dan Menempatkan siswa didalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajarinya dan sekaligus memperhatikan faktor kebutuhan individual siswa. Efektif. pembelajaran yang efektif. minat. 4 dan Bab 5 tentang Peserta Didik Pasal 12. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap. dan kemadirian sesuai denganbakat. kultural). Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. Pembelajaran berbasis kompetensi merupakan pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. PAIKEM dan CTL adalah salah satu pendekatan atau model pembelajaran yang saat ini disarankan oleh pemerintah untuk diterapkan. Kritis /Kreatif.CTL Lembar Kerja: (1). dan bagaimana PAIKEM/CTL.

Diskusi Pada tahap ini. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi. PERTANYAAN Apa itu PAIKEM dan CTL Apa yang melandasi penerapan PAIKEM-CTL? Apa yang harus dipersiapkan guru/sekolah untuk menerapkan Pembelajaran PAIKEMCTL? Solusi apa yang bisa ditempuh untuk mengembangankan Pembelajaran PAIKEM-CTL yang bermutu? JAWABAN 4. Latar Belakang Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. termasuk memberikan kegiatan ice breaker. dengan memberikan ide-ide. No 1. pesera berdiskusi dalam kelompok dengan mengerjakan tugas yang ada dalam Lembar Kerja. Kemudian menjelaskan skenario atau tahapan kegiatan yang akan dilakukan dalam sesi ini. dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. Guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa. Pada tahap ini. 2. tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. (2) stimulus-respon. 3. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. LANGKAH KEGIATAN Fasilitator menjelaskan tentang kompetensi dasar dan indakator yang harus dikuasai peserta. Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek. yaitu menyangkut pengembangan pembelajaran PAIKEM. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya.C. dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. D. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne (1985) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. yaitu: (1) belajar isyarat. hal utamanya adalah penyampaian penjelasan pentingnya sesi ini dan kaitannya dengan pelaksanaan proses pembelajaran. (3) 247 .

(2) perubahan dalam belajar bersifat sinambung dan fungsional. pengamatan. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok. sosial. pengalaman siswa. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah. Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif. mencakup pengetahuan. sistem informasi. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL). Di lihat dari urutan belajar. dan sebagainya. pemecahan masalah. dan kemadirian sesuai denganbakat. eksperimen. Konsep Dasar Pembelajaran 1. media. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. peran. (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). elaborasi. (6) pembentukan konsep. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan. siswa berusaha menyeleksi dan menggunakan aturan-aturan yang telah dipelajari terdahulu untuk membuat formulasi pemecahan masalah. Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. aktivitas. atau pendekatan pembelajaran yang berfokus pada teknologi. Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara optimal. Pendekatan pembelajaran berfokus pada masalah meliputi masalah personal. Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. sistem instruksional. inspiratif. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik.rangkaian gerak. Lebih jauh Gagne (1985) mengemukakan bahwa kata-kata seperti penemuan (discovery) dan kreativitas (creativity) kadang-kadang diasosiasikan sebagaii pemecahan masalah. menantang. Pendekatan pembelajaran berfokus pada guru yang meliputi fungsi. dan konfirmasi. krativitas. tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu. Pola tingkah laku yang terjadi dapat dilihat atau diamati dalam bentuk perbuatan reaksi dan sikap secara mental dan fisik. Dalam tipe belajar pemecahan masalah. (4) rangkaian verbal. dll. kemampuan berpikir. minat. Oleh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tergantung pada pendekatannya. sumber belajar. Karakteristik ini berhubungan dengan apa yang menjadi fokus dan mendapat tekanan dalam pembelajaran. E. Ada pendekatan pembelajaran yang berfokus pada siswa yang meliputi perkembangan. pemahaman. Tingkah laku yang berubah sebagai hasil proses pembelajaran mengandung pengertian luas. (5) membedakan. Perubahan yang terjadi memiliki karakteristik: (1) perubahan terjadi secara sadar. menyenangkan. Pembelajaran Pembelajaran Terpadu. penelitian sederhana. Setiap pendekatan memiliki ciri-ciri dasar atau karakteristik sendiri. lingkungan. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. sikap. Belajar dan Pembelajaran Belajar dan pembelajaran merupakan konsep yang saling berkaitan. dan aktivitas guru. (3) tidak 248 . Proses perubahan tingkah laku merupakan upaya yang dilakukan secara sadar berdasarkan pengalaman ketika berinteraksi dengan lingkungan. belajar pemecahan masalah adalah tipe belajar paling tinggi karena lebih kompleks.

1993) Proses pembelajaran yang berhasil guna memerlukan teknik. Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. sehingga terjadi perubahan tingkah laku. kondisi fisik. dan (6) mencakup seluruh aspek perubahan tingkah laku. Pembelajaran merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik. dan perbuatan. dan keadaan masyarakat). Adapun yang termasuk faktor eksternal adalah: lingkungan sekolah. Pengaturan peristiwa pembelajaran dilakukan secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuat berhasil guna (Gagne. 1985). 1991). Dengan demikian diperlukan kegiatan pembelajaran yang disiapkan oleh guru. kondisi fisik. dan motivasi kerja. penguasaan bahan. motivasi. yaitu: kecerdasan. dengan memperhitungkan kejadiankejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadian-kejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik (Winkel. Oleh karena itu pembelajaran perlu dirancang. waktu. dan sumber daya. dan dikendalikan pelaksanaannya (Miarso. (5) memiliki arah dan tujuan. bakat (aptitude). dan mental. melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). Dalam hal ini proses belajar diharapkan terjadi secara optimal pada peserta didik melalui cara-cara yang dirancang dan difasilitasi oleh guru di sekolah. ditetapkan tujuannya sebelum dilaksanakan. Faktor eksternal adalah kondisi yang timbul atau datang dari luar pribadi guru. keluarga dan masyarakat (keadaan sosio-ekonomis. minat. Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. Ada beberapa hal yang termasuk faktor internal. Sehingga diperlukan strategi yang tepat dan efektif. Faktor 249 . peserta didik. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. antara lain keluarga dan lingkungan pergaulan di masyarakat. Raka Joni. Guru harus dapat melaksanakan proses pembelajaran. yaitu kondisi dalam proses belajar yang berasal dari dalam diri sendiri. materi. lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). Faktor eksternal. metode. baik anak-anak maupun manusia dewasa. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. sikap. dan kondisi agar terjadi proses belajar pada anak-anak. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan pribadi guru sebagai pengelola kelas. yaitu pengetahuan. Faktor internal. oleh sebab itu guru harus memiliki persiapan mental. keterampilan (kecakapan). Faktor yang memengaruhi proses pembelajaran terdiri dari faktor internal dan eksternal. Pada hakikatnya belajar dilakukan oleh siapa saja. 1992). kesesuaian antara tugas dan tanggung jawab. sosio kultural. (4) bersifat positif dan aktif. Pada kenyataannya ada kewajiban bagi manusia dewasa atau orang-orang yang memiliki kompetensi lebih dahulu agar menyediakan ruang. adalah kondisi di luar individu peserta didik yang mempengaruhi belajarnya.bersifat sementara. Keberhasilan belajar peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.

Oleh karena itu tidak ada strategi yang tepat untuk semua kondisi dan karakteristik yang dihadapi. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. dan e. sedangkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry). Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. Berdasarkan pendekatan yang digunakan. d. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. alokasi waktu terbatas. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori. d. Resitasi. a. pengetahuan dan keterampilan. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b.lingkungan. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. a. alat. dan alokasi waktu cukup tersedia. materi pembelajaran tidak terlalu luas. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. serta karakteristik peserta didik dan sumber daya yang dimiliki. dan bahan cukup. b. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. Preparasi. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. b. Pemilihan strategi ekspositori atau diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan karakteristik kompetensi yang menjadi tujuan yang terdiri dari sikap. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. sumber referensi terbatas. Metode yang digunakan adalah ceramah 250 . c. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. media. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. dan lingkungan sekolah. yang dimaksud adalah faktor lingkungan alam. c. e. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. lingkungan sosial. secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). Guru diharapkan mampu memilah dan memilih dengan tepat strategi yang digunakan agar hasil pembelajaran efektif dan maksimal. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. a. sumber referensi.

2. dan Menyenangkan. kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan 251 . pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. demonstrasi. Dalam PAIKEM digunakan prinsipprinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Efektif. diskusi kelompok. Metode yang digunakan adalah observasi. atau proyek. diskusi kelas. pengetahuan. presentasi. 2. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. dan keterampilannya. PAIKEM Sebagai Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. diskusi kelas. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. simulasi. dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. eksperimen. atau simulasi. observasi lingkungan. Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP). Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. demonstrasi. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. tanya jawab. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. tutor. kegiatan tugas terstruktur. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. dan tanya jawab. Kritis /Kreatif. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit. atau demonstrasi. SMP terdiri dari 40 menit. tanya jawab. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. dan sebagainya. Desain Pembelajaran PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. presentasi. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. diskusi kelompok. peran guru sebagai fasilitator. teman belajar. diskusi kelas.atau presentasi. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. Metode yang digunakan seperti penugasan. observasi di sekolah. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. atau simulasi. Inspiratif/Interaktif/Inovatif. Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. 3. kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. Sekolah standar. observasi di sekolah. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. eksperimen. eksperimen. 1. ekplorasi.

dan sebagainya. berdiskusi dengan teman sebelahnya. atau proyek. Pembelajaran aktif merujuk pada teknik yang di dalamnya siswa berbuat lebih dari sekedar mendengarkan. bahwa belajar itu secara alami merupakan upaya aktif. dan tanya jawab. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. dan kedua. bahwa setiap siswa itu belajar dengan caranya sendiri berbeda dari siswa lainnya. eksperimen. diskusi kelas. Metode yang digunakan adalah observasi. Siswa berbuat sesuatu seperti menemukan. experiencing. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Dalam menggunakan pendekatan pembelajaran aktif itu guru bisa menghadapi beberapa kesulitan baik bagi guru maupun siswa yang memang tidak terbiasa dengan bentuk pengajaran seperti itu. dan berbagai hasilnya dengan teman lain di kelasnya. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. c. Misalnya sebagai tambahan ke kegiatan Minutes Papers di atas. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. guru dapat memberikan sebuah pertanyaan yang dari situ siswa diberi waktu untuk secara bebas menuliskan jawabannya. d. Dengan 252 . PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. Think-pair-share merupakan kegiatan sederhana di kelas. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. applying. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). Pembelajaran aktif itu didasarkan atas dua asumsi: pertama. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. diskusi kelompok. Berikan waktu kepada siswa untuk memikirkan tentang sebuah topik. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. cooperating. Brainstorming merupakan teknik sederhana lainnya yang dapat melibatkan semua siswa di dalam kelas untuk berdiskusi. memproses dan menerapkan informasi. Tentu saja guru juga bisa memberikan topik untuk menjadi bahan yang akan ditulis oleh siswanya. b. simulasi. alokasi waktu terbatas. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. Writing activities merupakan peluang bagi siswa untuk berpikir dan memproses informasi yang dimilikinya. sumber referensi terbatas. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguhsungguh. ekplorasi. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. Berikut ini adalah beberapa teknik yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar yang aktif.pembelajaran yang dirancang oleh guru. yaitu relating. Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. Minute Papers memberikan peluang kepasa siswa untuk mensintesiskan pengetahuannya dan menjawab pertanyaan seperti apa hal yang paling penting yang telah dipelajari hari ini? Apa pertanyaan yang masih belum terjawab? Dan pertanyaan lainnya yang menyangkut kegiatan belajar mengajar yang telah dilaluinya. observasi lingkungan. dan e.

dalam keluarga. Hal ini akan memberikan wawasan tentang situasi nyata. atau atau yang terjadi pada seseorang di antara siswa itu. Prinsip pembelajaran berbasis kompetensi adalah sebagai berikut: a. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya 253 . menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. gagasan. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. memberi keyakinan. c. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur. Concept mapping membantu siswa untuk bisa menciptakan representasi visual dari model. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis. Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah. dan mengembangkan keterampilan untuk berkolaborasi dengan orang lain. sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya. memecahkan masalah. kesulitan maupun ancaman. kecakapan sistematis dalam menilai. Bisa termasuk didalamnya matching. pengetahuan. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan. Mereka menggambarkannya dengan menggunakan lingkaran dan garis penghubung.mengetengahkan sebuah topik. Debates yang ditampilkan di kelas bisa menjadi alat yang efektif dalam mendorong siswa untuk berpikir tentang sesuatu dari arah yang berbeda-beda. Group work dapat menjadi peluang bagi setiap siswa untuk berbicara. dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. dalam sekolah. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. dan akibat-akibat yang mungkin terjadi. dan kecepatan belajar yang beragam. solving puzzles. Peserta didik memiliki karakteristik. dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. mysteries. potensi. guru dapat meminta masukan dari siswanya dan mencatat masukan-masukan itu pada papan tulis. kreatif. Games merupakan teknik yang biasanya menarik banyak siswa. Case studies biasanya menggunakan ceritera nyata dari kehidupan sehari-hari yang terjadi pada masyarakat di lingkungan siswa itu sendiri. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. langkah yang sebaiknya diambil. Kegiatan ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. dan hubungan antara konsep. dan lain sebagainya. b. Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap. guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya. dengan frase yang dapat menghubungkan pada garis-garis tersebut. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. berbagi pandangan. group competitions. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). e. Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. d. menarik keputusan.

F. kecakapan sistematis dalam menilai. Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. 2. bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi o Makna yang terbangun semakin mantap o Kualitas hasil belajar meningkat 4. Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. makna. f. kejahatan. ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). wabah penyakit. siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah.sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • Siswa belajar banyak melalui berbuat • Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. komunikasi. sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. dsb. kegagalan panen. serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. pemalsuan produk. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). Komunikasi. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri. 1. Karakteristik PAIKEM Sesuai dengan singkatan PAIKEM. dan diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. 254 . memberi keyakinan. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. aktivitas. Dalam pembelajaran pemecahan masalah. interaksi dan refleksi. G. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik. memecahkan masalah menarik keputusan. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). pembusukan makanan. kemacetan lalu lintas. pengalaman dan kemandirian siswa. umpamanya masalah kemiskinan. maka pembelajaran yang berfokus pada siswa. Interaksi. bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3.

tutor. peran guru sebagai fasilitator. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP). tanya jawab. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. IPS Terpadu).• • • • • mengapa demikian? apakah hal itu berlaku untuk …? Untuk perbaikan gagasan/makna Untuk tidak mengulangi kesalahan Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. observasi lingkungan. beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. SMP terdiri dari 40 menit. Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. eksperimen. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri 255 . kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). tanya jawab. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. perhatian. dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. Sekolah standar. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. Penerapan PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. memang berada pada diri siswa. Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara lain dengan Lesson Study. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. observasi di sekolah. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. 2. diskusi kelas. retensi. presentasi. diskusi kelompok. atau simulasi. Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL). kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. Metode yang digunakan seperti penugasan. dan transfer dalam belajar. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. H. 1. motivasi. atau proyek. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. Pembelajaran Terpadu (Tematik. demonstrasi. presentasi. I. Tanggung jawab belajar. diskusi kelas. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. atau demonstrasi. teman belajar. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. Pembelajaran berbasis TIK (ICT). persepsi. kegiatan tugas terstruktur. IPA Terpadu. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik.

Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. a. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. dan tanya jawab. experiencing. eksperimen. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. 3. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. Resitasi. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. b. alokasi waktu cukup tersedia. c. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. materi pembelajaran tidak terlalu luas. d. 256 . diskusi kelas. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. demonstrasi. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. dan bahan cukup. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. atau proyek. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. sumber referensi. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. cooperating. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. atau simulasi. Preparasi. observasi di sekolah. a. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. yaitu relating. media. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. alat. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. sumber referensi terbatas. c. d. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. dan e. alokasi waktu terbatas. observasi lingkungan. applying. Namun demikian ceramah atau b. dan e. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a.dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori.

PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL A. Berpijak pada dua pandangan itu. siswa diharapkan belajar melalui mengalami bukan menghafal. Guru sebagai pembimbing dan peneliti. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru.presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Pokok-pokok pandangan progressivisme antara lain: 1. Untuk itu. Sejauh ini pendidikan kita masih di dominasi oleh pandangan bahawa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. eksperimen. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. Filosofi pembelajaran kontekstual berakar dari paham progressivisme John Dewey. 6. kemudian ceramah sebagai pilihan utama strategi belajar. Melalui strategi. Selain teori progressivisme John Dewey. siswa menunjukkan belajar dalam bentuk apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan. Siswa yang harus mengkontruksikan sendiri pengetahuannya. filosofi konstruksivisme berkembang. CTL dipromosikan menjadi alternatif strategi belajar yang baru. teori kognitif melatarbelakangi pula filosofi pembelajaran kontekstual. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. Belajar dipendang sebagai usaha atau kegiatan intelektual untuk membangkit ide-ide yang masih laten melalui kegiatan introspeksi. Siswa akan belajar dengan baik apabila mereka terlibat secara aktif dalam segala kegiatan di kelas dan berkesempatan untuk menemukan sendiri. 4. diskusi kelompok. tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkontruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis Penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Amerika Serikat bermula dari pandangam ahli pendidikan klasik John Dewey yang pada tahun 1916 mengajukan teori kurikulum dan metodologi pengajaran yang berhubungan dengan pengalaman dan minat siswa. Metode yang digunakan adalah observasi. 257 . Siswa belajar dengan baik apabila mereka secara aktif dapat mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka tentang apa yang diajarkan oleh guru. Penumbuhan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar. 2. Harus ada kerja sama antara sekolah dan masyarakat. 3. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. Intinya. 5. Dasarnya pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari konteks yang terbatas dan sedikit demi sedikit. siswa akan belajar dengan baik apabila apa yang mereka pelajari berhubungan dengan apa yang telah mereka ketahui. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. simulasi. Melalui landasan filosofi konstruksivisme. Sekolah progresif harus merupakan laboratorium untuk melakukan eksperimen. ekplorasi. Siswa harus bebas agar dapat berkembang wajar. dan sebagainya. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta. serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat dalam proses belajar di sekolah.

Otak atau akal manusia berfungsi sebagai alat untuk melakukan interpretasi sehingga muncul makna yang unik. atau prinsip bagi diri mereka sendiri. pengetahuan bersifat non-objektif. Dalam pandangan kontruksivistik. 5. Dengan demikian. bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan di kelas. Dengan demikian. 258 . Teori konstruksivis menuntut siswa berperan aktif dalam pembelajaran mereka sendiri. Belajar pada hakikatnya memiliki aspeksosial dan budaya. siswa dapat memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari. teori kontruksivisme memandang siswa secara terus menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturanaturan lama dan memperbaiki aturan-aturan yang tidak sesuai lagi. Pemahaman ini diperoleh siswa karena ia dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas yang merupakan unsur yang sangat esensial. berubah dan tidak menentu. Siswa diharapkan juga melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut. B. Pengertian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. kebebasan dipandangan sebagai penentu keberhasilan karena kontrol belajar dipegang oleh siswa sendiri. paham konstruktivistik menolak pandangan behavioristik. maka strategi kontruksivis sering disebut pengajaran yang berpusat pada siswa (student-centered instruction). Strategi belajar yang digunakan menentukan proses dan hasil belajar. 3. Tujuan pembelajaran konstruktivistik menekankan pada penciptaan pemahaman yang menuntut aktivitas yang kreatif dan produktif dalam konteks nyata. Siswa diharapkan memapu mempraktikkan pengetahuan /pengalaman yang telah diperoleh dalam konteks kehidupan. temporer. Di dalam kelas yang pengajarannya terpusat kepada siswa.Menurut filosofi konstruktivisme. Segala sesuatu bersifat temporer. Belajar adalah pemaknaan pengetahuan. peranan guru adalah membantu siswa menemukan fakta. dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya. Kebebasan merupakan unsur esensial dalam lingkungan belajar. bukan memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar. Karena penekanannya pada siswa aktif. Dengan paham kontruksivisme. bukan perolehan pengetahuan dan mengajar diartikan sebagain kegiatan atau menggali makna. Kerja kelompok dianggap sangat berharga. Belajar adalah proses pemaknaan informasi baru 2. sosial. Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalam belajar bermakna. konsep. dan selalu berubah. Beberapa proposisi yang dapat dikemukakan sebagai implikasi dari teori kontruktivistik dalam praktek pembeljaran di sekolah-sekolah kita sekarang adalah sebagai berikut: 1. Hakikat teori kontruksivisme adalah bahwa siswa harus menjadikan informasi itu menjadi miliknya sendiri. siswa diharapkan dapat membangun pemahaman sendiri dari pengalaman/pengetahuan terdahulu. 4.

Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). dan kelas yang bagaimanapun keadaannya.CTL merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Kerjasama. Dengan konsep ini. cooperating. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. D. 4. 2. Menyenangkan. menemukan (inquiri). Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. 3. 7. Saling menunjang. 6. experiencing. tidak membosankan. Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. 5. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. Langkah-langkah CTL CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja. Menggunakan berbagai sumber. dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif. Lakukan refleksi di akhir pertemuan. 3. masyarakat belajar (learning community). Dalam kelas kontekstual. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. Belajar dengan bergairah. langkah-langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut: 1. Karakteristik Pembelajaran CTL 1. 2. yaitu relating. dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). Sesu-atu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. pemodelan (modeling). Lakukan penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) dengan berbagai cara. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. applying. 6. 5. Ciptakan masyarakat belajar. 4. tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. bidang studi apa saja. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran. bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. 259 . C. Proses pembelajaran berlangsung lebih alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. Pembelajaran terintegrasi. Secara garis besar. bertanya (questioning). Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidu-pan mereka sehari-hari. yakni: konstruktivisme (constructivism). Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja ber-sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa).

memberi keyakinan. langkah-langkah pembelajaran. merupakan pembelajaran yang aktif. 8. mandiri. materi pembelajaran. yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. kecakapan sistematis dalam menilai. program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya. ilmu pengetahuan alam. media untuk mencapai tujuan tersebut. 5. membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi. membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. 3.7. 9. memberi kebebasan kepada siswa menggunakan gaya belajarnya sendiri. Siswa aktif. 10. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran. peta-peta. Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa. berpikir kritis dan berpikir kreatif. Dalam konteks itu. mereka menemukan makna. artikel. Melakukan kegiatan-kegiatan yang berarti (doing significant works) Model pembelajaran ini menekankan bahwa semua proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas harus punya arti bagi siswa sehingga mereka dapat mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan siswa. Berpikir kritis dan kreatif (critical dan creative thinking) Pembelajaran kontekstual membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. laporan hasil pratikum. Beberapa komponen utama dalam pembelajaran Kontekstual menurut Johnson (2000: 65). Pembelajaran yang diatur siswa sendiri. dan authentic assessment-nya. 4. program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru. Ketika siswa dapat mengkaitkan isi dari mata pelajaran akademik. Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections) Keterkaitan yang mengarah pada makna adalah jantung dari pembelajaran dan pengajaran kontekstual. Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. Bekerjasama (collaborating) Siswa dapat bekerja sama. 2. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental 260 . Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (jelas dan operasional). dan makna memberi mereka alasan untuk belajar. memecahkan masalah menarik keputusan. humor dan lain-lain. sedangkan program untuk pembelajaran kontekstual lebih menekankan pada skenario pembelajarannya. gambar. melibatkan kegiatan menghubungkan masalah ilmu dengan kehidupan seharihari dengan cara-cara yang berarti bagi siswa. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. Mengkaitkan pembelajaran dengan kehidupan seseorang membuat proses belajar menjadi hidup dan keterkaitan inilah inti dari CTL. Atau sejarah dengan pengalamannya mereka sendiri. karangan siswa dan lain-lain Dalam pembelajaran kontekstual. Sharing dengan teman. yang dapat di uraikan sebagai berikut: 1. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. 11. Belajar yang diatur sendiri (self-regulated Learning) Pembelajaran yang diatur sendiri. Siswa kritis guru kreatif.

Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction) Suatu pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna. minat. Yasin dan Senduk.untuk meningkatkan kemurnian. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya. dan mempresentasikan penemuannya kepada orang lain. Jadi dalam 261 . kebutuhan dan kemampuannya. 6. asalkan dia dibantu oleh gurunya dalam menemukan potensi dan kekuatannya. Belajar Berbasis Kerja (Work-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran berbasis sekolah dan bagaimana materi tersebut dipergunakan kembali di tempat kerja. Tugas dan kegiatan yang akan dilakukan siswa harus sesuai dengan minat. Tiap siswa bisa mencapai keunggulan. 2. Penilaian autentik merupakan antitesis dari ujian standar. Pendekatan ini mencakup pengumpulan informasi yang berkaitan dengan pertanyaan. disiplin. 2004: 56). Strategi Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menempatkan siswa di dalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari (Nurhadi. 1. E. 8. Strategi yang berasosiasi dengan pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut. sikap. ketajaman pemahaman dalam mengembangkan sesuatu. Dalam pengetahuan dan konsep yang esensi dari mata pelajaran. dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. tanggung jawab. Ia mengembangkan keterampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. motif berprestasi. Guru dalam pembelajaran kontekstual juga berperan sebagai konselor. Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nuturing the individual) Dalam pembelajaran kontekstual siswa bukan hanya mengembangkan kemampuan-kemampuan intelektual dan keterampilan. Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards) Pembelajaran kontekstual diarahkan agar siswa berkembang secara optimal. 7. 5. Dalam hal ini siswa terlibat dalam penyelidikan untuk pemecahan masalah yang mengintegrasikan keterampilan dan konsep dari berbagai isi materi pelajaran. Belajar berbasis Masalah (Problem-Based Learning) Suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. 3. tetapi juga aspek-aspek kepribadian: integritas pribadi. dan mentor. mencapai keunggulan (excellent). dsb. Belajar berbasis Proyek/Tugas (Project-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran komprehensif di mana lingkungan belajar siswa (kelas) didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran. mensintesis. 4. Menggunakan Penilaian yang otentik (using authentic assessment) Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan akademik baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. penilaian autentik memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sambil mempertunjukkan apa yang sudah mereka pelajari. serta untuk memperoleh pegetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. Belajar Berbasis Inquiry (Inquiry-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan menyediakan kesempatan untuk pembelajaran bermakna. dan mengkulminasikan dengan produk nyata.

saling mengoreksi. siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. diskusi. Dalam pembelajaran kontekstual. dan dilatihkan. sedangkan dalam pembelajaran tradisional rumus itu ada di luar diri siswa. sedangkan dalam pemebelajaran tradisional pembelajaran sangat abstrak. Dalam pembelajaran kontekstual. kemudian dilatihkan (drill). Dalam pembelajaran kontekstual. 7. siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok. keterampilan dibangun atas kesadaran diri. 9. 6. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa belajar secara individual. diterima dan dilafalkan. bahasa diajarkan dengan pendekatan komunikatif. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pembelajaran tradisional.. Dalam pembelajaran kontekstual. hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri. yang harus dikembangkan. F. pendekatan ini menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru yang diperlukan dan berbagi keterampilan untuk memenuhi kebutuhan dalam masyarkat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. Belajar Berbasis Jasa-Layanan (Service Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengkombinasikan jasa layanan masyarakat dengan suatu struktur berbasis sekolah untuk merefleksikan jasalayanan tersebut. 10. 2. terlibat penuh dalam pengupayakan terjadinya proses pembelajaran yang efektif. ikut bertanggungjawab atas terjadinya proses pembelajaran yang efektif. pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau masalah yang disimulasikan. 7. Dalam pembelajaran kontekstual. Dengan kata lain. seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia sadar hal itu keliru dan merugikan. 3. Dalam pembelajaran kontekstual.. dan membawa skemata masing-masing ke dalam proses 262 . Menurut Sanjaya (2006 : 256) ada beberapa perbedaan yang dapat diuraikan sebagai berikut: 1. 8. siswa menggunakan kemampuan berpikir kritis. tempat kerja atau sejenisnya dan berbagai aktifitas dipadukan dengan materi pelajaran untuk kepentingan siswa. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran Tradisional Terlihat jelas perbedaan proses pembelajaran kontekstual yang berpijak pada pandangan kontrukstivisme dengan pembelajaran tradisional yang berpijak padangan behaviorisme-objektivis. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa adalah penerima informasi yang pasif. sedangkan dalam pembelajaran tradisional ketrampilan dikembangkan atas dasar latihan. sedangkan dalam pembelajaran tradisional seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia takut hukuman. sedangkan dalam pembelajaran tradisional hadiah untuk perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor. yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata.hal ini. perilaku dibangun atas kesadaran sendiri sedangkan dalam pembelajaran tradisional perilaku dibangun atas kebiasaan. 5. 4. Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. 6. jadi menekankan hubungan antara pengalaman jasa-layanan dan pembelajaran akademis. pemahaman rumus dikembangkan atas dasar skemata yang sudah ada dalam diri siswa. Dalam pembelajaran kontekstual. Belajar Kooperatif (Cooperatif Learning) Pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan. bahasa diajarkan dengan pendekatan struktural: rumus diterapkan sampai paham.

karena mengevaluasi apa yang secara nyata dilakukan dan dihasilkan oleh para siswa. karena evaluasi dengan menggunakan tes. Manusia menciptakan atau membangun pengetahuan dengan cara memberi arti dan memahami pengalamannya sedangkan dalam pembelajaran tradisional pengetahuan adalah penangkapan terhadap serangkaian fakta. baik berupa rancangan. sedikit sekali atau bahkan hampir tidak ada. hasil karya dan portfolio. ataupun hasil pemecahan dan jawaban soal. mengukur hasil pembelajaran pada akhir periode. pemodelan (modeling) refleksi (reflection). pengamatan. tetapi pada bidang atau aspek lainnya sedikit. Setiap saat terjadi perubahan dan perkembangan pada para siswa. model. yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tiba-tiba. dan penyelesaian soal. Evaluasi Otentik Sebagai Ciri Penilaian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menuntut evaluasi yang bersifat komprehensif. masyarakat belajar (learning community).pembelajaran sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa secara pasif menrima rumus atau kaidah (membaca. lisan. makalah. gambar. merupakan wujud dari perkembangan dan kemampuan hasil belajar mereka. Dalam evaluasi hasil pembelajaran. Hal ini tidak berarti. Perubahan atau perkembangan tersebut mungkin berkenaan dengan aspek yang menjadi tujuan atau terumuskan dalam tujuan pembelajaran. mendengarkan. dan penilaian sebenarnya (authentic assessment) 1. melakukan latihan. Konstruktivisme (Constructivism) Konstruktivisme merupakan landasan berpikir pendekatan kontekstual. penelitian. bertanya (questioning). 11. Evaluasi terhadap proses pembelajaran dan hasil karya merupakan evaluasi otentik. Evaluasi juga dilakukan pada waktu siswa berdiskusi. pemecahan masalah. G. menyeluruh dan terus menerus. Bagaimana siswa melakukan berbagai kegiatan tersebut serta hasil-hasil yang mereka tunjukkan. tampa memberikan kontribusi ide dalam proses pembelajaran. maka makin mendekati evaluasi otentik. biasanya hanya digunakan tes. Dalam pembelajaran kontekstual. menghapal). Makin pendek periode waktu pembelajaran yang dievaluasi. pengetahuan yang dimiliki oleh manusia dikembangkan oleh manusia itu sendiri. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta. Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas Ada tujuh komponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual dikelas. atau hukum yang brada di luar diri manusia. tengah semester atau akhir unit. percobaan. berbentuk tes obyektif atau essay. H. maka dalam evaluasi proses juga digunakan evaluasi perbuatan (pengamatan). konsep. rangkuman. Evaluasi dilakukan pada waktu para siswa merencanakan sesuatu kegiatan. Ketujuh komponen itu adalah konstruktivisme (constructivism). evaluasi kenyataan. Perubahan dan perkembangan bidang atau aspek tertentu mungkin sangat banyak/tinggi. konsep. yaitu pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit demi sedikit. karena dilakukan oleh guru kontekstual sepanjang proses pembelajaran. mengerjakan tugas. mencatat. menemukan (inquiry). Portfolio merupakan kumpulan dokumen yang disusun secara sistematik dan terarah yang menggambarkan perkembangan atau kemajuan siswa dalam bidang tertentu. melaksanakan maupun melaporkan hasil kegiatannya. laporan. akhir semester. bahwa evaluasi dengan menggunakan tes tidak bisa digunakan. atau kaidah yang siap 263 .

guru. Siklus inquiry adalah (1) observasi. adapun langkah-langkah kegiatan menemukan sendiri adalah: (1) merumuskan masalah dalam mata pelajaran apapun. selalu bermula dari bertanya karena bertanya merupakan strategi utama pembelajaran yang produkstif. Hasil belajar didapat dari berbagi antara kawan. (6) memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru. Pada semua aktivitas belajar. dan (4) mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca. gambar. 4. strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan. (2) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri. dan karya lainnya. Landasan berpikir konstruktivisme agak berbeda dengan kaum objektif. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang 264 . yang lebih menekankan pada hasil pembelajaran. teman kelas. Bertanya (questioning) Pengetahuan yang dimiliki seseorang. dan apabila dikehendaki informasi itu menjadi milik mereka sendiri. dan bergelut dengan ide-ide. atau audience lainnya. Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah. Kata kunci dari strategi inquiry adalah siswa menemukan sendiri. (5) penyimpulan. (2) bertanya. Esensi dari teori kontruksivisme adalah ide bahwa siswa harus menemukan dan mentransfomasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain. kelompok. Untuk itu tugas guru adalah memfasilitasi proses tersebut dengan : (1) menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa. antara guru dan siswa. dan antara yang tahu ke yang belum tahu. (4) pengumpulan data. 3.untuk diambil dan diingat. Tetapi siswa harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. guru disarankan dalam melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar. (3) membangkitkan respon pada siswa. questioning dapat diterapkan antara siswa dengan siswa. (3) mengajukan dugaan. yaitu siswa harus mengkontruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hanya hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi juga hasil dari menemukan sendiri. (3) menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan. (4) mengetahui sejauh mana keingin tahuan siswa. (2) mengamati atau melakukan observasi. antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas dan sebagainya. Menemukan (inquiry) Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual. (8) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa. dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. kegiatan bertanya berguna untuk: (1) menggali informasi baik administrasi maupun akademik. juga dengan orang-orang yang diluar sana semua adalah anggota masyarakat belajar. Di ruang kelas ini. Dalam pandangan konstruktivisme. 2.laporan. Masyarakat Belajar (learning community) Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerja sama dengan orang lain. di sekitar sini. Dalam kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual. antara siswa dengan guru. bagan tabel. (7) untuk membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa. (5) mengetahui halhal yang sudah diketahui siswa. Dengan dasar ini pembelajaran harus dikemas menjadi proses mengkontruksi bukan menerima pengetahuan. (2) mengecek pemahaman siswa.

atau guru mengadakan kolaborasi dengan mendatangkan seorang ahli ke kelas. (2) bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif. Apabila data yang dikumpulkan guru mengidentifikasikan bahwa siswa mengalami kemacetan dalam belajar. maka guru segera bisa mengambil tindakan yang tepat agar siswa terbebas dari kemacetan belajar. 5. Penilaian Sebenarnya (authentic assessment) Assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran belajar siswa. Karena gambaran tentang kemajuan belajar itu diperlukan disepanjang proses pembelajaran. Dengan demikian pembelajaran yang benar memang seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa agar mampu mempelajari (learning how to learn) sesuatu. yang cepat menangkap mendorong temannya yang lambat. ada model yang bisa ditiru. baik keanggotaan. dengan begitu guru memberi model tentang bagaimana belajar. maka penilaian tidak dilakukan diakhir periode seperti akhir semester. Permodelan (modelling) Dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu. bukan ditekankan pada diperolehnya sebanyak mungkin informasi diakhir periode pembelajaran. tetapi bisa juga teman lain atau orang lain. dan dengan berbagai cara. Kelompok siswa bisa sangat bervariasi bentuknya. yang mempunyai gagasan segera memberikan usul dan seterusnya. aktivitas. misalnya cara melafalkan suatu kata. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui oleh guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran yang benar. Penilai tidak hanya guru. Siswa mengendapkan apa yang dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru. (4) berkesinambungan. (5) terintegrasi. bahkan bisa melibatkan siswa di dalam kelas atasnya. Berikan contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis CTL pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA 265 . 7. atau pengetahuan yang baru diterima. seorang siswa dapat ditunjuk untuk memberikan contoh temannya. jumlah. Yang pandai mengajari yang lemah. siswa lain dapat menggunakan model tersebut sebagai standar kompetensi yang harus dicapai. 6. bukan hanya mengingat fakta. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa. Kemajuan belajar dinilai dari proses. (3) yang diukur keterampilan dan performasi. Dalam pendekatan kontekstual guru bukan satusatunya model. Karakteristik penilaian sebenarnya adalah (1) dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. Model itu. memberi peluang yang besar bagi guru untuk memberi contoh cara mngerjakan sesuatu. Tes hanyalah salah satunya. (6) dapat dipergunakan sebagai feed back. siswa contoh tersebut dikatakan sebagai model. itulah hakekat penilaian yang sebenarnya.anggotanya heterogen. bukan melalui hasil. Refleksi (reflection) Refleksi adalah cara berfikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakang tentang apa-apa yang sudah kita lakukan dalam hal belajar di masa lalu. yang merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelummnya. yang tahu memberitahu yang belum tahu. Refleksi merupakan respons terhadap kejadian.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan PAIKEM a. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya. kapan”. atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. Kedua jenis berpikir tersebut. Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. berapa. kritis dan kreatif. dapat membantu guru dalam pembelajaran karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). Kritis untuk menganalisis masalah. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu). puisi. Efektif dan Menyenangkan) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. anak orang miskin. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. kreatif. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal. Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. anak orang kaya. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat. Berdasarkan pengalaman. diagram.I. guru mengajukan pertanyaan yang menantang. antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Selain itu. 266 . Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. model. hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Mengenal anak secara perorangan Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. tugas guru adalah mengembangkannya. misalnya. anak kota. e. Inovatif. anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Namun demikian. karangan. atau kelompok. dan sebagainya. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. anugerah Tuhan. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Pajangan dapat berupa gambar. benda asli. Anak desa. dan ditata dengan baik. Oleh karena itu. dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan. anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang d. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. anak Indonesia. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. berpasangan. berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud b. Dengan mengenal kemampuan anak. Dalam PAIKEM (Pembelajaran Aktif. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAIKEM. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. peta. c. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. tersebut.

Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. takut disepelekan. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAIKEM. bila menginginkan hasil belajar 267 . Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. 2008). Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka h. memperlihatkan performance sedemikian rupa sehingga siswa akan sangat segan (baca:takut) kepadanya. Oleh karena itu. (jangankan menegur dengan sopan melirik saja mungkin siswa tidak berani). Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. berhipotesis. atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Selain itu. tetapi melibatkan berbagai kegiatan maupun tindakan yang harus dilakukan. atau takut dimarahi jika salah. merumuskan pertanyaan. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. dan tentu saja akan lebih sangat dihargai lagi jika guru tersebut cerdas dalam bidangnya dan cerdas dalam mengelola kelas. membuat tulisan. Bagaimana caranya guru bisa membuat siswa tertarik untuk belajar dengannya dan akan ‘rindu’/menanti –nanti datangnya jam belajar pelajaran itu lagi. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. saya pikir sekarang siswa justru lebih menghargai kepada guru yang bersahabat. guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut. mencatat. dan membuat gambar/diagram g. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan (fisik.f. ramah. sosial. Banyak metode mengajar yang dapat di “paikemkan” sebenarnya. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Di era globalisasi sekarang mestinya guru dapat mengajar dengan lebih menyenangkan. J. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan. sok menjaga wibawa. Sering bertanya. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Terserah gurunya mengajar dengan model. Tidak malah sebaliknya siswa akan sakit perut jika mengingat akan bertemu dengan pelajaran dan guru tersebut Pada dasarnya belajar mengajar merupakan suatu proses yang rumit karena tidak sekedar menyerap informasi dari guru. Pemanfaatan lingkungan dapat mengembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera). Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. mempertanyakan gagasan orang lain. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Mengapa PAIKEM perlu diterapkan? Salah satu yang dapat dilakukan guru adalah mengajar dengan pembelajaran yang aktif inovatif kreatif dan menyenangkan (PAIKEM). dan tidak zamannya guru mengajar jaim dan jumawa. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan ‘PAIKEM’ (Agustina. mengklasifikasi. tapi dalam melaksanakan di kelas guru melakukannya dengan paikem. strategi apa. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. metode.

Cukup lama siswa dibuat menjadi korban untuk menjadi “yes people”. untuk mengungkapkan gagasannya. Pembelajaran lebih menekankan pada bagaimana membantu siswa aktif mengkonstruksi pengetahuan mereka dan bukan bagaimana memaksa siswa menerima segala sesuatu yanag diinformasikan oleh guru. Dalam hal ini Slavin (1994) menyebutkan bahwa “ Learning is much more than memory for student to really understand and be able to apply knowledge.yang lebih baik. Dalam pendekatan ini. Kemampuan Guru Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Kegiatan Belajar Mengajar Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Pada saat yang sama. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian. menganalisis. to discover things for themselves. Dalam filsafat klasik itu. Dalam hal ini guru tidak dapat memaksakan “pengetahuannya” kepada siswa. Sebaliknya menurut filsafat kontruktivisme. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Menurut Ramadhan (2008). pengetahuan itu merupakan bentukan siswa yang sedang belajar. secara garis besar. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. penerapan PAIKEM dalam pembelajaran dapat digambarkan sebagai berikut: a. misalnya:  Percobaan  Diskusi kelompok  Memecahkan masalah  Mencari informasi 268 . e. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. c. Menurut teori ini dalam belajar siswa tidak hanya menghafal tapi harus memahami (Agustina. Dalam sejarah pendidikan di negara kita. menyenangkan. 2008). 1997). Dampaknya sistem pembelajaran lebih menekankan guru yang aktif dan siswa pasif menerima (Suparno. They must work to solve problems. dalam kurun waktu yang lama pendidikan digunakan “penguasa” untuk melestarikan sistem dan nilai yang menguntungkan mereka. yang penting bagaimana siswa menggeluti bahan. b. dan merumuskannya. termasuk cara belajar kelompok. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. mengolah. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ d. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. Pendekatan seperti ini disebut pendekatan ketrampilan proses dengan prinsip student active learning. manusia penurut. Belajar pada intinya tertumpu pada kegiatan memberi kemungkinan kepada siswa agar terjadi proses belajar yang efektif agar dapat mencapai hasil yang sesuai tujuan. dan cocok bagi siswa. to wrestle with ideas”. PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. J. siswa dianggap orang yang belum tahu apa-apa dan mereka harus diberitahu oleh guru.

pengamatan. Guru dalam pembelajaran tidak hanya berperan sebagai pengajar dan pendidik juga berperan sebagai fasilitator. Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terusmenerus  Menulis laporan/cerita/puisi  Berkunjung keluar kelas Sesuai mata pelajaran. atau wawancara  Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri  Menarik kesimpulan  Memecahkan masalah. • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Guru dapat mengembangkan kreativitasnya dalam hal: teknik pengajaran. Guru dan murid sama-sama aktif dan terjadi interaksi timbal balik antara keduanya.Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam. mencari rumus sendiri. Pendekatan pembelajaran PAIKEM dapat membawa angin perubahan dalam pembelajaran. • Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. yaitu: a. Melalui:  Diskusi  Lebih banyak pertanyaan terbuka  Hasil karya yang merupakan anak sendiri • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari • Guru memantau kerja siswa. guru menggunakan.  Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri. Guru dan murid dapat mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran. • Guru memberikan umpan balik. misalnya:  Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri  Gambar  Studi kasus  Nara sumber  Lingkungan Siswa:  Melakukan percobaan. b. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. penggunaan 269 .

Bandung: Tarsito Herman. Sutrisno. Begini seharusnya menjadi guru. Jakarta: PT Bumi Aksarahlm. 2000. Kurikulum Satuan Pendidikan Modul Madrasah Aliyah. Yogyakarta: Andi Offset.wordpress. Hamzah. Nasution.Prestasi Raya Pustakaraya.com/2008/11/07/menjadi-guru-favorit-pilihan-siswa/. Proses Belajar Mengajar. 2008. http://www. 2010. Khoiri. Pembelajaran Kreatif dengan Peraga. Jakarta: Rineka Cipta. Indikator Pembelajaran Paikem. 2006. Mensiasati Injury time Dengan Pembelajaran PAIKEM. Asy-syalhub. Hamalik. 2008. diakses 5juni 2011) Departemen Agama. Oemar. Pembelajaran Aktif. http://smk3ae.wordpress.com/2008/11/11/pembelajaran-aktifinovatif-kreatif-efektif-dan-menyenangkan/. http://hlasrinkosgorobogor . Uno. B.com. Hamalik.html.php?act=detail_c&id=325101. Perencanaan Pembelajaran.co. Metodologi Research II.blogspot.smk3_banjarbaru@blogspot. Beirut: Dar alBasyair al-Islamyah Hadi. Menjadi guru favorit Pilihan Siswa. Pararaja.com/2008/04/mensiasati-injury-time-dengan. dan Menyenangkan. S. 2003. pemakaian media. 2008.id/ index. tidak merasa tertekan sehingga proses berpikir anak akan berjalan normal. Abd Al-Fattah. 2006. d. Iif khori dan Amri. http://cittiami. 2010.com. Ramadhan.indopos. Sofan. Jakarta: Bumi Aksara. Fu’ad bin abdul aziz. Efektif. ______. 1990. Yogyakarta: Lesfi. Aliran-aliran dalam pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara 270 . 2005. 1986. dan Menyenangkan Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.http://tarmizi. (http:www. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Agustina. 1997. Djohar. Mengembangkan Pembelajaran Aktif. Murid merasa senang dan nyaman dalam pembelajaran. Kreatif Efektif. Munculnya pembahasan dalam pembelajaran di kelas. Metodologi Research. A. Yogyakarta: Andi ______. Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif dalam Kelas. Pendidikan Strategik Alternatif Untuk Pendidikan Masa Depan. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek: Edisi Revisi V. dan guru dapat berperan sebagai mediator bagi murid-muridnya. PUSTAKA RUJUKAN Ahmadi. 2011. Rahmi. Inovatif. 2008. 2008.multimetode. Diakses tanggal 8 Februari 2009. Oemar. diakses 8 Maret 2011) Arikunto. Jakarta: Darul Haq Dede Ajiz Kamaluddin. Kreatif. Tarmizi. Ghuddah. 40 Strategi Pembelajaran Rasulullah. (Zizakamal. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar.com/ 2008/06/26/metodologi-pakem/. Metodologi PAKEM.blogspot. Inovatif. 2008. Arifin. 2002. Ahmad Ma'sum. Jakarta: PT. Suharsimi. c.wordpress. Paikem Gembrot.

271 .

penilaian. Interval Persentase Tingkat Penguasaan Nilai Ubah Skala Lima 0-4 E–A Keterangan 272 . Angka hasil pengukuran ini disebut skor mentah. Pengertian Asesmen. Pengukuran. Penilaian Penilaian adalah proses pemberian makna atau penetapan kualitas hasil pengukuran dengan cara membandingkan angka hasil pengukuran tersebut dengan criteria tertentu. Asesmen Secara umum asesmen berarti sebagai proses untuk mendapatkan informasi dalam bentuk apapun yang dapat digunakan untuk dasar pengambilan keputusan tentang siswa baik yang menyangkut kurikulumnya. dan Tes a. Penilaian. Kriteria sebagai pembanding dari proses dan hasil pembelajaran tersebut dapat ditentukan sebelum proses pengukuran atau dapat pula ditetapkan sesudah pelaksanaan pengukuran. atau benda sehingga hasil pengukuran akan selalu berupa angka. proses dan hasil belajar. pengukuran dapat diartikan sebagai kegiatan atau upaya yang dilakukan untuk memberikan angka-angka pada suatu gejala. guru akan dihadapkan tiga sistilah yang sering digunakan secara bersama-sama yaitu istilah pengukuran. C. Pengukuran Secara sederhana. Secara sederhana. karena belum menyatakan tinngkat kualitas dari apa yang diukur. atau batas keberhasilan. b. 55. Tujuan Pembelajaran Peserta PLPG diharapkan dapat mendeskripsikan hal-hal berikut. Uraian Materi 1. iklim sekolah maupun kebijakan-kebijakan sekolah. Contoh penentuan patokan dengan penghitungan persentase untuk skala lima sebagai berikut. 2. angka 40.BAB X EVALUASI PEMBELAJARAN KONSEP DASAR ASESMEN PEMBELAJARAN A. Kriteria ini dapat berupa proses atau kemampuan minimal yang dipersyaratkan. Dalam proses pembelajaran guru juga melakukan pengukuran terhadap proses dan hasil pembelajaran yang hasilnya berupa angka-angka yang mencerminkan capaian. dan tes. dapat pula berupa kemampuan rata-rata unjuk kerja kelompok dan berbagai patokan yang lain. c. Kriteria yang berupa batas kriteria minimal yang telah ditetapkan sebelum pengukuran dan bersifat mutlak disebut Penilaian Acuan Patokan atau Penilaian Acauan Kriteria (PAP/PAK). pengukuran. Menjelaskan perbedaan antara asesmen. Angka hasil pengukuran baru mempunyai makna apabila dibandingkan dengan criteria atau patokan tertentu. pengukuran. penilaian. dan 75 yang diperoleh dari hasil pengukuran proses dan hasil pembelajaran tersebut bersifat kuantitatif dan belum dapat memberikan makna apa-apa. 1. Dalam pelaksanaan asesmen pemebelajaran. dan tes. asesmen dapat berarti sebagai proses pengukuran dan nonpengukuran untuk memperoleh data karakteristik siswa dengan aturan tertentu. Menjelaskan hakikat asesmen. peristiwa. Misal. dan tes. program pembelajarannya. Hasil penilaian dalam pembelajaran disebut nilai. penilaian.

75 % 56 % .25 S M + 1.5 M + 1.75 + 0.25 % 0 % .85 % 66 % .84 % 60 % .39 % 4 3 2 1 0 A B C D E Baik Sekali Baik Cukup Kurang Gagal Contoh penentuan patokan dengan penghitungan persentase untuk skala sepuluh sebagai berikut.5 SD C 2 .0.75 S Skala 1-10 10 9 8 7 6 5 4 3 2 273 . Contoh penentuan patokan dengan penghitungan konversi skala lima dalam PAN. Skala sigma + 2.100 % 75 % .75 S M + 0.15 % Nilai Ubah Skala Sepuluh 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Keterangan Sempurna Baik sekali Baik Cukup Sedang Hampir sedang Kurang Kurang sekali Buruk Buruk sekali Kriteria yang ditentukan setelah kegiatan pengukuran dilakukan dan didasarkan pada keadaan kelompok dan bersifat relatif disebut Penilaian Acuan Norma atau Penilaian Acuan relative (PAN/PAR).5 M + 0.65 % 46 % .25 + 0.25 S M + 1.75 S M + 1.75 + 1.75 S M + 0. Interval Persentase Tingkat Penguasaan 96 % .59 % 0 % .35 % 16 % .45 % 26 % .25 + 1.75 + 1.5 M .5 SD B 3 + 0.74 % 40 % .25 + 0.100 % 86 % .55 % 36 % .25 S M + 0.25 S M + 0.85 % .5 SD D 1 .5 SD E 0 Contoh penentuan patokan dengan penghitungan konversi skala sepuluh dalam PAN. Skala Sigma Skala Angka Skala Lima E-A 0–4 A 4 + 1.25 + 1.0.1.75 Skala angka M + 2.5 M .0.95 % 76 % .75 S M + 1.25 + 0.

dan tes. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya tes merupakan alat ukur yang sering digunakan dalam asesmen pembelajaran disamping alat ukur yang lain. penilaian. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang siswa. Jelaskan apa yang dimaksud dengan asesmen! 2. guru selalu berhadapan dengan konsep-konsep evaluasi. Hasil pengukuran bisa berupa nilai kualitatif dan nilai kuantitatif. Sebab itu. Pengukuran adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskrikpsi numerik dari suatu tingkatan dimana seorang anak telah mencapai karakteristik tertentu. Jelaskan apa yang dimaksud dengan penilaian! 4. Jelaskan letak perbedaan antara asesmen. Waktu melakukan asesmen guru pasti telah menciptakan alat ukur berupa tes maupun nontes seperti soal-soal ujian. pengukuran. pengukuran.25 d. pengukuran.25 S 1 Tes adalah seperangkat tugas yang dikerjakan atau sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur tingkat pemahaman dan penguasaannya terhadap cakupan materi yang dipersyaratkan dan sesuai dengan tujuan pengajaran tertentu. Latihan Soal Jawablah pertanyaan berikut secara singkat dan jelas! 1. Berikan contoh asesmen. dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya. Jelaskan letak perbedaan antara skor dan nilai! 274 . E. berharga atau tidak. Dalam melaksanakan proses asesmen pembelajaran. Melakukan pengukuran. Penilaian adalah penerapan berbagai cara penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar siswa atau ketercapaian kompetensi siswa. dan tes yang dalam penerapannya sering dilakukan secara simultan.+ 2. padahal kesemuanya memiliki pengertian dan fungsi yang berbeda. karena melakukan asesmen berarti telah pula melakukan ketiganya. kemudian membandingkan angka tersebut dengan kriteria tertentu yang berupa batas penguasaan minimum ataupun berupa kemampuan umum kelompok. dan tes! 7. dalam praktik ketiganya sering tidak dirasakan pemisahannya. penilaian. yaitu mengukur atau memberi angka terhadap proses pembelajaran atau pekerjaan siswa sebagai hasil yang merupakan cerminan tingkat penguasaan terhadap materi yang dipersyaratkan. Banyak yang mencampuradukkan pengertian antara evaluasi. observasi proses pembelajaran dan sebagainya. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tes! 5. Akhirnya diambilah keputusan oleh guru tentang kualitas proses dan hasil belajar. Rangkuman Asesmen merupakan kegiatan untuk mengungkapkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. penilaian. dan tes! 6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pengukuran! 3. Evaluasi berhubungan dengan keputusan nilai. Evaluasi adalah kegiatan mengidentifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum. D. sehingga munculah nilai yang mencerminkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Tes M + 2. Tes adalah seperangkat tugas yang dikerjakan atau sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur tingkat pemahaman dan penguasaannya terhadap cakupan materi yang dipersyaratkan dan sesuai dengan tujuan pengajaran tertentu. pengukuran.

Hasil penilaian/ evaluasi dapat dijadikan informasi atau data bagi guru pembimbing dalam membuat diagnosa siswa. Adapun prinsip-prinsip tersebut terdiri dari prinsip umum dan prinsip-prinsip evaluasi lainnya yaitu : Prinsip umum dalam kegiatan evaluasi pembelajaran yaitu adanya triangulasi atau hubungan yang erat antara 3 komponen yaitu hubungan erat antara : a. 1. f. Untuk mengetahui kegiatan belajar mengajar dapat dilanjutkan dengan bahan atau materi selanjutnya. Untuk keperluan bimbingan dan konseling. C. untuk mengetahui dalam hal apa siswa memerlukan bimbingan. 275 . sebagai dasar menagani kasu-kasus tertentu siswa. PRINSIP. d. Untuk keperluan pengembangan kurikulum dan perbaikan kurikulum sekolah yang bersangkutan. Uraian Materi 1. Kompetensi Dasar Kompetensi dasar yang diharapkan dapat dicapai melalui pembahasan kegiatan belajar ini dideskripsikan sebagai berikut. Untuk menentukan kelulusan peserta didik pada jenjang pendidikannya. c. maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip penilaian/ evaluasi pembelajaran yang dapat dijadikan dasar dalam pengembilan keputusan. JENIS DAN TEKNIK PENILAIAN PEMBELAJARAN Standar Kompetensi Standar Kompetensi yang harus dikuasai peserta PLPG adalah dapat memahami konsep dasar penilaian pembelajaran. Tujuan pembelajaran b. e. Kegiatan Pembelajaran c. 2. Untuk mengetahui seberapa jauh hasil yang telah dicapai dalam proses pendidikan/pembelajaran atau pencapaian kompetensi yang diharapkan. B. Untuk mengetahui taraf kesiapan dari peserta didik untuk menempuh suatu pendidikan tertentu.FUNGSI. yang selanjutnya dapat menerapkan dalam melaksanakan penilaian pembelajaran dari mata pelajaran yang diampu terhadap siswa yang mengikuti proses pembelajaran. 2. Prinsip-prinsip Penilaian Pembelajaran Untuk dapat melakukan penilaian pembelajaran secara efektif. Menerapkan dalam melaksanakan penilaian pembelajaran dari mata pelajaran yang diampu terhadap siswa yang mengikuti proses pembelajaran. Fungsi Penilaian dalam pendidikan Fungsi Penilaian dalam bidang pendidikan dan pembelajaran mempunyai fungsi sebagai berikut : a. b. serta sebagai acuan dalam melayani kebutuhan siswa dalam bimbingan karir. Dalam hal ini materi kurikulumyang dianggap sudah tidak relevan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat perlu diganti dengan materi yang lebih sesuai. Evaluasi/penilaian A. ataukah harus mengulang kembali pada kegiatan belajar tersebut. Menjelaskan konsep dasar penilaian pembelajaran.

Menggunakan acuan atau kriteria tertentu dalam menentukan prestasi peserta didik. bertahap. penilaian meliputi berbagai aspek kompetensi yang akan dinilai. c. Adapun prinsi-prinsip lain yang perlu diperhatikan dari penilaian/evaluasi pembelajaran di antaranya : a. Jenis dan Teknik Penilaian Pembelajaran a. menilai apapun yang dilakukan peserta didik dalam kegiatan belajar. Terbuka. Berkesinambungan. menunjukan bahwa evaluasi harus mengacu pada kegiatan pembelajaran. kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran disusun oleh guru dengan mengacu pada tujuan yang hendak dicapai. Jenis penilaian pembelajaran yang dilakukan dapat dibedakan dalam: 1) Penilaian formatif. di sisi lain dan evaluasi merupakan pengukur kegiatan pembelajaran. warna kulit dan jender. agama. d. penilaian dilakukan secara berencana. Menyeluruh. maka penilaian formatif dimaksudkan untuk 276 . tidak terpengaruh oleh pertimbangan subyektif penilai. artinya penilaian tidak hanya pada akhir kegiatan atau pada salah satu pokok bahasan tetapi bersifat menyeluruh atau komprehensif e. Mendidik . tidak ada peserta didik yang diuntungkan atau dirugikan berdasarkan latar belakang sosial. 3) Hubungan antara kegiatan pembelajaran dengan evaluasi.Tujuan a b Kegiatan Pembelajaran c Evaluasi/penilaian 1) Hubungan antara tujuan dengan Kegiatan pembelajaran. evaluasi adalah kegiatan pengumpulan data untuk mengukur sejauhmana tujuan sudah tercapai. Sistematis. afektif dan dan psikomotor yang direfleksikan dalam kegiatan berpikir dan bertindak. teratur dan terarah. prosedur dan kriteria penilaian serta dasar pengambilan keputusan diketahui oleh pihak yang terkait. Obyektif. yang meliputi aspek kognitif. b. Jenis Penilaian. h. penilaian dilakukan secara terus menerus sepanjang berlangsungnyakegiatan pembelajaran. i. budaya. mampu memberikan sumbangan positif terhadap peningkatan pencapaian belajar peserta didik sehingga hasil penilaian harus dapat memberikan umpan balik dan motivasi peserta didik untuk lebih giat belajar. 3. Terpadu. Kegiatan pembelajaran mengacu pada tujuan dan langkah dari tujuan dilanjutkan pemikirannya ke kegiatan pembelajaran 2) Hubungan antara tujuan dengan evaluasi. f. ekonomi. selain itu langkah dalam menyusun alat evaluasi mengacu pada tujuan yang sudah dirumuskan. berasal dari arti kata form yang merupakan dasar dari istilah formatif. bahasa. g. Adil.

feedback dan sebagai alat diagnosis pembelajaran. misalnya untuk kepentingan penjurusan. tes yang ekonomis adalah tes yang pelaksanaanya tidak membutuhkan. tes dikatakan praktis jika mudah pelaksanaan dan pemeriksaannya serta mudah pengadministrasiannya e) Ekonomis. misalnya untuk mengukur partisipasi siswa diukur dengan tingkat kehadiran. adalah penilaian yang digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang dihadapi peserta didik. 2) Penilaian Sumatif. dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. tes yang reliabel adalah tes yang hasilnya relatif tetap walaupun dilakukan berkali-kali. adalah tes yang soal-soal dan jawaban harus dijawab oleh peserta didik secara tertulis. questionair. artinya tes dapat tepat mengukur apa yang harus diukur. pengertian tes adalah alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana. Teknik Penilaian Pembelajaran Dalam melaksanakan penialian pembelajaran dikenal dua cara atau teknik yaitu teknik non-tes dan tes. pengetahuan. penilaian sumatif merupakan adalah penilaian terhadap peserta didik setelah mengikuti atau berakhirnya pemberian beberapa program atau sebuah program yang lebih besar. Teknik tes yang biasanya digunakan dalam penilaian pembelajaran meliputi : Tes tertulis. yang termasuk teknik non-tes adalah skala bertingkat (rating scale). daftar cocok (check list). tenaga besaar dan waktu yang lama. tes dikatakan obyektif apabila dalam melaksanakan tes tidak ada faktor subyektif yang mempengaruhi. kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Pengertian lain yang dikemukakan oleh Webster Collegiate. b) Realibilitas. a) mengetahui sejauhmana siswa telah terbentuk setelah. c) Obyektivitas. 4) Penilaian penempatan. 3) Penilaian diagnostik. sehingga berdasarkan kelemahan-kelemahan tersebut dapat dilakukan pemberian perlakuan yang tepat. penilaian yang dilakukan untuk terhadap pribadi peserta didik untuk kepentingan penempatan dalam progrsm prembelajaran ysng sesuai. d) Praktikabilitas. Sebuah tes dapat dikatakan sebagai alat atau teknik penialaian pembelajaran yang baik apabila memilki syarat-syarat sebagi tes yang baik yaitu memiliki : a) Validitas. berbeda dengan penilaian formatif. pengamatan (observation). Penilaian sumatif dapat bermakna sebagai penialian prediksi dan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kenaikan kelas/kelulusan pesert didik. sebab nilai ulangan hanya menggambarkan prestasi dan bukan menggambarkan partisipasi. riwayat hidup 2) Tenik tes. tingkat perhatian dan ketepatan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru dan bukan dengan nilai yang diperoleh waktu ulangan. intelegensi. biaya. misalnya telah mengikuti pembelajaran satu kompetensi dasar) Hasil penilaian formatif dapat bermakna sebagai reinforcemet. misalnya penilaian yang dilakukan untuk satu standar kompetensi.b. pengertian tes adalah seperangkat pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan. 1) Teknik non-tes . Tes tertulis ini biasanya dikelompokan menjadi 2 bentuk tes tertulis yaitu : 277 . mengikuti suatu program tertentu. wawancara (interview).

b) Tes lisan. pilihan ganda. Kemukakan alasan atau dasar pertimbangan dalam menentukan jenis dan teknik penilaian yang ditetapkan. menjodohkan. dengan langkah-langkah menentukan : 1. Rangkuman Kegiatan penilaian tidak dapat dilepaskan dari tujuan-tujuan pembelajaran yang akan dicapai karena tujuan-tujuan pembelajaran tersebut merupakan acuan dan kriteria pokok dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran. C./SMA/MA. (d) Bahasa dalam soal harus menggunakan kalimat yang tidak ambigus. yaitu tes yang pelaksanaannya berbeda dengan tes tertulis. D. Dikatakan sebagai suatu proses karena penilaian/evaluasi pembelajaran atau kegiatan evaluasi dilakukan mulai dari awal. maupun sikap dan kepribadiannya. sedangkan kelebihannya adalah secara langsung dapat menilai beberapa unsur baik kemampuan dan tingkat pengetahuan yang dimiliki siswa. (2) Tes subyektif. Dalam menyususn instrumen penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal berikut yaitu : (a) Karakteristik mata pelajaran dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diujikan. (c) Konstruksi tes harus sesuai dengan ranah tujuan. (b) materi harus sesuai dengan kegiatan pembelajaran. Selain itu peserta didik yang belum memahami pertanyaan tes. tugas-tugas dan 278 . sikap.(1) Tes obyektif. Tentukan teknik penilaian yang tepat untuk tujuan pembelajaran tersebut. bentuknya benar-salah. Kelebihan lainnya adalah peserta didik dapat lengsung mengetahui hasil tes. selama kegiatan berlangsung. Dalam kegiatan penilaian pembelajaran diperlukan berbagai informasi baik menyangkut hasil pengukuran (ulangan). perilaku siswa. yaitu tes yang penugasannya disampaikan dalam bentuk lisan atau tertulis dan pelaksanaannya dinyatakan dengan perbuatan atau penampilan. Tentukan jenis penilaian pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran 3. c) Tes perbuatan. dan isian pendek. Rumuskan indikator-indikator yang ada dalam kompetensi dasar tersebut ke dalam tujuan pembelajaran 2. bentuk tes ini memiliki beberapa kelemahan diantaranya : tingkat subyektivitas penilai dan waktu pelaksanaannya relatif lama. Pelaksanaan tes perbuatan pada umumnya memerlukan sebuah format pengamatan atau penilaian yang dibuat sedemikian rupa sehingga penilai dapat menuliskan angka penilaian pada tempat yang sudah disediakan. dan pada akhir kegiatan. Kegiatan penilaian pembelajaran merupakan suatu proses yang sistematis artinya bahwa evaluasi/penilaian pembelajaran merupakan suatu kegitan yang terencana dan dilakukan secara berkesinambungan. karena dilakukan dengan mengadakan secara langsung tanya jawab antara guru dan peserta didik. Latihan Buatlah kelompok kecil sebanyak 3 orang dan susun rancangan instrumen penilaian untuk menilai penguasaan siswa terhadap satu Kompetensi Dasar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP/MTS. Dibandingkan dengan tes tertulis. 4. pada umumnya berbentuk uraian (esai) yaitu sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kata. dapat langsung meminta penjelasan dari penilai.

informasi lainnya yang dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan dalam evaluasi pembelajaran. Masing-masing teknis tes ini memiliki karakteristik yang menggambarkan kelebihan dan kelemahan masing-masing teknis tes. hendaknya penilaian dilakukan atas dasar prinsip-prinsip penilaian. Teknis tes meliputi tes lisan. reliabilitas. obJektif. Untuk melaksanakan penilaian pembelajaran yang baik. tes tertulis dan tes perbuatan. 279 . jenis dan teknik penilaian yang tepat dan memenuhi persyaratan sebuah tes yang baik yaitu memilki validitas. praktis dan ekonomis.

afektif berhubungan dengan sosial-emosional dan psikomotorik berhubungan dengan keterampilan. Menjelaskan dan menyebutkan prinsip dasar penilaian pembelajaran berbasis kompetensi 6. Menyimpulkan Kurikulum berbasis kompetensi 3. Keberagaman yang dimanifestasikan sesuai kebutuhan C. maka orang tersebut mencerminkan orang yang berkompeten. Akan tetapi tanpa harus belajar ilmu kedokteran seseorang mengetahui bahwa dokter lebih kompeten dari pada tukang pijet dalam hal penyembuhan seorang pasien. Kognitif berhubungan dengan kemampuan melakukan. Mengenal jenis-jenis teknik penilaian dalam Sistem penilaian pembelajaran berbasis kompetensi Uraian Materi Pengertian kompetensi dan kurikulum Berbasis Kompetensi Kompetensi merupakan pengetahuan. tidak diketahui bahwa dia mempunyai kemampuan untuk melakukan terapi kesehatan. Kurikulum berbasis kompetensi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai peserta didik.PENILAIAN PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI A. Kompetensi dalam aspek ini tidak bisa diamati karena tidak tampil dalam perilaku empiris. Sebagai contoh. Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kegiatan belajar ini peserta mampu : 1. keterampilan maupun nilai-nilai yang dikuasai seseorang atau peserta didik yang direfleksikan dalam bentuk kemampuan bertidak secara tepat. prinsip dasar dan komponen-komponennya. walaupun keduanya dalam satu bidang yaitu kesehatan. Hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui seperangkat pengalaman belajar yang bermakna. Kemampuan rasional ini dalam taksonomi Bloom dikenal sebagai kognitif. melalui pengamatan dapat dibedakan kompetensi seorang dukun pijet dengan seorang dokter. Orientasi kurikulum berbasis kompetensi tergantung pada dua hal yaitu: 1. kompetensi dalam aspek yang tampak ini disebut performance yaitu penampilan dalam bentuk tingka laku yang dapat didemonstrasikan sehingga dapat diamati. B. 280 . afektif dan psikomotorik. Menjelaskan konsep sistem penilaian pembelajaran Berbasis Kompetensi 5. 2. dilihat dan dirasakan. Menyimpulkan pengertian kompetensi 2. (b) Kompetensi yang tidak tampak disebut juga dengan istilah kompetensi dalam aspek rasional. Seorang dokter yang sedang tidak praktek dan tidak menggunakan atribut profesinya. penilaian dan kegiatan belajar mengajar serta pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. Istilah kemampuan dalam pengertian kompetensi di atas dapat dipahami dalam dua aspek yaitu : (a) Aspek yang tampak. Menyimpulkan konsep pembelajaran kontekstual 4. Menggambarkan alur pengembangan perangkat Sistem penilaian pembelajaran berbasis kompetensi 7. 1. Standar Kompetensi Memahami konsep penilaian pembelajaran berbasis kompetensi. Jika seseorang memiliki kemampuan berpikir dan bertindak secara tepat dan benar.

diantaranya seperti menyebutkan. mengklaifikasikan. mengubah. 3) Relevansi. c) Penerapan. mengorganisasikan. menunjukkan. yaitu pokok bahasan atau materi yang memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari. gerakan yang merupakan kombinasi dengan kognitif. menyusun. dasar-dasar gerakan. Metoda untuk menentukan ketepatan perilaku yang diukur. seperti respon yang melibatkan ekspresi. b) Sikap atau nilai reperti respon yang melibatkan sikap atau nilai yang telah mendalam di sanubarinya untuk dipertahankan. 2) Kontinuitas yaitu pokok bahasan atau materi merupakan pendalaman dari satu atau lebih pokok bahasan yang sudah dipelajari sebelumnya. e) Sintesis. Penentuan materi yang akan diujikan Dalam menentukan materi yang akan diujikan haruslah memperhatikan beberapa kriteria yaitu : 1) Urgensi yaitu pokok bahasan atau materi tersebut secara teoritis mutlak harus dikuasai oleh siswa. kompetensi dasar yang tercermin pada indikator kompetensi) peserta didik. gerakan-gerakan yang memerlukan belajar (menari. isyarat. Berdasarkan teori Bloom Cs. dengan tingkatan mulai dari : a) Pendapat atau pandangan.Ciri-ciri kurikulum berbasis kompetensi adalah sebagai berikut : 1. mengingat kembali. Menerapkan pembelajaran kontekstual 4. mendefinisikan. 5) Kesesuaian dengan teknik pengukuran yang akan digunakan yaitu tes tertulis. Menggunakan penilaian yang berorientasi pada kompetensi (penilaian autentik) 2. menentukan. Berorientasi pada hasil belajar 3. f) Evaluasi diantaranya menafsirkan. Menekankan pada ketercapaian kompetensi (standar kompetensi. menerapkan. seperti diantaranya membedakan. pembuat soal dapat mendaftar semua perilaku mulai dari aspek yang rendah/mudah sampai dengan aspek yang tertinggi/sukar. postur tubuh). mengkategorikan. mengembangkan. Sistem Penilaian Pembelajaran berbasis Kompetensi a. diantaranya menghubungkan. lisan atau tes perbuatan. 281 . olahraga). 2. Penentuan Kompetensi yang akan diujikan. 3) Ranah psikomotorik yang meliputi: gerak reflek. yaitu pokok bahasan atau materi yang diperlukan untuk mempelajari atau memahami materi atau pelajaran lain. 2) Ranah Afektif. perilaku dibedakan dalam 3 ranah dengan masing-masing tingkatannya : 1) Ranah Kognitif dengan tingkatan mulai dari : a) Ingatan. perasaan atau pendapat pribadi terhadap hal-hal yang relatif sederhana tetapi bukan fakta. 4) Keterpakaian. menilai atau memutuskan. diantaranya menggunakan. mengembangkan gerakan-gerakan tingkat tinggi. d) Analisis diantaranya seperti membandingkan. memberi contoh. Penentuan perilaku yang akan diukur tergantung pada kompetensi serta indikator-indikator yang digunakan sebagi acuan terhadap keberhasilan pembelajaran. b) Pemahaman. menganalisis. mengambil kesimpulan. b. memperkirakan. gerakan untuk berkomunikasi (mimik wajah.

presentasi. misalnya praktek. misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas. sehingga gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh. jika criteria penguasaan kompetensi tertentu dapat diamati oleh penilai dan tidak mendapat nilai jika tidak bias diamati. dll. (2) jawaban singkat atau pendek. Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan atau instrumen berikut: (a) Daftar Cek (Check-list). bercerita dan melakukan wawancara. Untuk menilai kemampuan berbicara peserta didik. misalnya dilakukan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam. sehingga tidak terdapat nilai tengah namun daftar ini lebih praktis digunakanuntuk mengamati subyek dalam jumlah besar. dengan menggunakan daftar cek peserta didik akan mendapat nilai.c. b) Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut. (3) soal uraian. 282 . baik-tidak baik. misalnya rumusan soal tidak menggunakan kalimat yang mengandung penafsiran ganda. b) Materi. c) Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik dari pada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan siswa yang sebenarnya. Kelemahan dengan instrumen ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak. seperti : diskusi dalam kelompok kecil. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut siswa melakukan tugas tertentu. dapat diamatitidak dapat diamati. (4) sebab-akibat dan b) mensuplai jawaban yang dibedakan dalam : (1) isian atau melengkapi. d) Bahasa. kompetensi dasar dan indikator pencapaian pada kurikulum. (3) menjodohkan. sehingga semua dapat diamati e) Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati. d) Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak. (2) dua pilihan. Teknik Penilaian pembelajaran Dalam Sistem Penilaian Pembelajaran berbasis Kompetensi dikenal tujuh teknik penilaian yaitu: 1) Penilaian tertulis. c) Konstruksi. memainkan suatu alat. misalnya benar-salah. 2) Penilaian Unjuk Kerja Penilaian dilakukan dengan mengamati kegiatan siswa dalam melakukan sesuatu. Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam penilaian tertulis adalah: a) Karakteristik mata pelajaran dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diuji. kesesuaian soal dengan standar kompetensi. Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal : a) Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan peserta didik untuk menunjukan kinerja dari suatu kompetensi. bermain peran. berpidato. ada dua bentuk tes tertulis yaitu a) memilih jawaban yang dibedakan menjadi : (1) pilihan ganda.

... Skala penilaianterentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna.... pilihan kategori nilai lebih dari dua. perlu dilakukan penilaian oleh lebih dari satu orang.... Dalam hal ini pemberian nilai secara kontinum.. agar hasil penilaian lebih akurat....... Kelas :........... 283 . NoAspek yang dinilaiBaikTidak Baik123456Skor yang dinilaiSkor maksimum6 Keterangan : Baik = mendapat skor 1 Tidak Baik = tidak mendapat skor (O) (b) Skala Penialian (Rating Scale) Penilaian unjuk kerja dengan menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu... Untuk memperkecil faktor subyektivitas...Contoh Format Penilaian (Menggunakan Daftar Cek) Nama Peserta didik : ....

............ Kelas :.........x Skala nilai yang digunakan Skor Maksimum 284 .. N NoAspek yang dinilaiSkor123412345Jumlah SkorSkor maksimum20 Keterangan : 1 = tdak kompeten 2 = cukup kompeten 3 = kompeten 4 = sangat kompeten Jumlah skor merupakan penjumlahan skor masing-masing aspek yang dinilai/diukur........................................ Kelas :....Contoh Format Penilaian (Menggunakan Skala Penilaian) Contoh Format Penilaian (Menggunakan Skala Penilaian) Nama Peserta didik : .. sedangkan kriteria penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Jumlah Skor Nilai = --------------------... N NoAspek yang dinilaiSkor123412345Jumlah SkorSkor maksimum20 Nama Peserta didik : .

.... peserta didik sangat bermanfaat pula untuk menilai sikap peserta didik serta dapat Semarang 2009 menjadi bahan dalam penilaian perkembangan peserta didik secara keseluruhan........... Ket 285 ............................ Teknik penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : a) Observasi perilaku. ......... lembaran buku tersebut........ Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu obyek.. e) Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif lintas kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran......Peserta Didik Perhatia a Skor siatif n Sistem a tis 1 2 3 4 Ridwan Rifki ..... komponen kognitif dan komponen konatif...... Kolom kejadian diisi dengan kejadian positif maupun negatif... maka nilai siswa tersebut = 50 3) Penilaian Sikap Sikap terdiri dari tiga komponen............ Selanjutnya berikut ini contoh format penilaian sikap dalam pembelajaran : Contoh : Format Penilaian Sikap dalam Pembelajaran Contoh : Halaman isi : Buku Catatan Harian No Nama Skor perilaku No Bekerja Berinis Nama Hari/ Penuh Bekerj Kejadian Jml Nilai Tanggal sama .......... Secara umum obyek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah : a) Sikap terhadap materi pelajaran b) Sikap terhadap guru/pengajar c) Sikap terhadap proses pembelajaran d) Sikap berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran..................Sebagai Contoh : Jika skala penilaian yang digunakan adalah skala 1-100 dan salah seorang siswa memperoleh skor 10... Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai obyek.. Catatan dalam Tahun Pelajaran:.... yaitu komponen afektif. selain bermanfaat untuk merekam dan menilai perilaku Nama Guru :........... Kelas :....... Adapun komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran obyek sikap..... hasil penilaian observasi perilaku dicatat dalam buku catatan harian : Contoh : Halaman Sampul Buku Catatan Harian BUKU CATATAN HARIAN TENTANG PESERTA DIDK (Nama Sekolah) Mata Pelajaran : .

....... peserta didik diminta membuat ulasan yang berisi pandangan atau tanggapannya tentang suatu masalah.. ........ kepribadian..... maka nilai siswa tersebut = 75 b) Pertanyaan langsung Guru sebagai penilai dapat menanyakan secara langsung tentang sikap seseorang/peseta berkaitan dengan sesuatu hal yang berhubungan dengan pembelajaran.... Catatan : Kolom perilaku diisi dengan skor yang sesuai dengan kriteria berikut : 1 = sangat kurang 2 = kurang 3 = sedang 4 = baik 5 = sangat baik b................ Smester : ....... ..... keadaan.hari/Tgl... misalnya bagaimana tanggapan peserta didik tentang kebijan pemerintah mengimpor beras. estetika........................ jasmani semua catatan dapat dirangkum dalam lembar pengamatan berikut : Contoh : Lembar Pengamatan Nama Siswa : : .. atau hal yang menjadi objek sikap............ No Deskripsi Perilaku Deskripsi perubahan Pertemuan...... Kriteria penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Jumlah Skor Nilai = ----------------------........... Kelas :.. c) Laporan Pribadi Mengguanakan laporan pribadi sebagai salah satu teknik penilaian di sekolah. kewarganegaraan........................... Nilai merupakan jumlah dsari skor-skor tiap indikator perilaku c......x Skala nilai yang digunakan Skor maksimum Contoh : Skala penilaian yang digunakan 1-100.. Untuk menilai perubahan perilaku atau sikap siswa secara keseluruhan termasuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia..... Berdasarkan jawaban atau reaksiu lain yang tampil dalam memberikan jawaban dapat dipahami sikap peserta didik itu terhadap sesuatu obyek... Capaian T R SR 286 . jika seorang siswa memperoleh skor 15. .............................Skor maksimal = 20 a............. ST awal . 1 2 3 4 .......

dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan. ST = peruabahan sangat tinggi T = perubahan tinggi R = perubahan rendah SR = perubahan sangat rendah Informasi tentang deskripsi perilaku diperoleh dari : . pengumpulan data. proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya. 287 . seni. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan.laporan pribadi .menggali danmengembangkan gagasan serta mendesain produk. Instrumen penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan. proses pengerjaan. pengumpulan data.  Keterangan : Kolom capaian diisi dengan tanda centang sesuai perkembangan perilaku. seperti penyususnan desain. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman. Dalam penilaian proyek ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan yaitu : a) Kemampuan pengelolaan. kemampuan peserta didik dalam memilih topik. dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik. Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster. sampai hasil akhir proyek.buku catatan harian 4) Penilaian Proyek Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode waktu tertentu. pengolahan dan penyajian data. c) Keaslian. kemampuan mengaplikasikan. kemampuan penyelidikan. Pengembangan produk meliputi 3 tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu : a) Tahap persiapan. Penilaian ini meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produkproduk teknologi. Sehubungan dengan itu guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai. dan kemampuan menginformasikan dari peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas. analisa data dan penyiapan laporan tertulis.pertanyaan langsung . 5) Penialaian Produk Penialian produk adalah penilaian terhadap poses pembentukan dan kualitas produk. pemahamn dan keterampilan dalam pembelajaran. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian. pengorganisasian. meliputi penilsisn kemampuan peserta didik dalam merencanakan. mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta pengumpulan laporan b) Relevansi : keseuaian dengan mata pelajaran.

..................... Finishing 3 Laporan produk : a. Sikap kerja b... memenuhi kriteria keindahan/presisi dan sebagainya...... Persiapan alat dan bahan b..... biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan (tahap persiapan......b) Tahap penilaian.. Membuat gambar kerja 2 Pelaksanaan : a.. Performa b.....x pertemuan Nama Siswa : : ...... Mengerjakan e Perakitan f... 288 ........ Nama Produk :..... Kelas :. Contoh Penilaian Produk Mata Pelajaran : . biasanya dilakukan hanya pada tahap penilaian produk. No Aspek * Skor (1-5)** 1.................. Kesesuaian spesifikasi Total skor * Aspek yang dinilai disesuaikan dengan produk dan kondisi siswa/sekolah ** Skor diberikan kepada siswa tergantung dari ketepatan dan kelengkapan jawaban yang diberikan. Pemakaian bahan d.. Perencanaan : a. semakin lengkap dan tepat semakin tinggi skor............ Penggunaan alat c.......... Tenik penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik : a) Cara analitik yaitu berdasarkan aspek-aspek produk......... meliputi menilai kemampuan siswa membuat produk sesuai kegunaannya........ b) Cara holistik yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk... Alokasi waktu :.. pembuatan produk dan penilaian produk)..

lukisan. laporan penelitian. penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. b) Saling percaya antara guru dan siswa. b) Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat. guru dan siswa perlu mempunyai rasa memiliki berkas portofolio. antara lain. e) Kepuasan. Berdasarkan hasil perkembangan tersebut guru dan siswa sendiri dapat menilai kemampuan perkembangan siswa dan terus melakukan perbaikan. komposisi musik. Dengan demikian portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar siswa melalui karyanya. Proses belajar yang misalnya diperoleh dari catatan guru tentang kinerja dan karya siswa h) Penilaian dan pembelajaran. karangan. f) Kesesuaian. sehingga siswa akan merasa memiliki karya yang dikumpulkan dan akhirnya akan berupaya terus meningkatkan kemampuannya. hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi yang tercantum dalam kurikulum. sehingga memberi dampak negatif pada proses pendidikan. Akhir suatu periode karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan siswa. Proses ini tidak akan terjadi secara spontan tetapi membutuhkan waktu bagi peserta didik untuk belajar meyakini hasil penilaian mereka sendiri. g) Penilaian proses dan hasil.6) Penilaian Portofolio Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. resensi buku/litelatur. keterampilan dan minat dirinya. saling memerlukan dan saling membantu. atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran. Manfaat utama penilaian ini sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi guru untuk melihat kelebihan dan kekurangan siswa. lembar jawaban tes yang menunjukan soal yang mampu dan tidak mampu dijawab/bukan nilai. tetapi digunakan oleh siswa itu sendiri untuk dapat melihat kemampuan. puisi. kerahasisaan hasil pengumpulan informasi perkembangan siswa perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan. hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang memberikan dukungan siswa untuk lebih meningkatkan diri. Antara satu dan peserta didik yang lain ada yang sama ada yang berbeda. c) Kerahasiaan bersama antara guru dan siswa. 289 . dalam proses penilaian guru dan siswa harus saling percaya. d) Milik bersama (joint ownership) antara guru dan siswa. Informasi tersebut dapat berupa karya siswa/hasil pekerjaan dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik. sinopsis dsb. sehingga terjadi proses pendidikan berlangsung dengan baik. surat. guru melakukan penelitian atas hasil karya siswa yang dijadikan bahan penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil karya yang dibuat oleh siswa itu sendiri. penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan portofolio di sekolah antara lain : a) Karya siswa adalah benar-benar karya siswa itu sendiri. gambar. foto. Langkah-langkah dalam penilaian portofolio yaitu : a) Jelaskan kepada siswa bahwa penggunaan portofolio tidak hanya merupakan kumpulan kerja siswa yang digunakan oleh guru untuk penilaian.

. h) Bila perlu jadwalkan pertemuan untuk membahas portofolio...... Nama Siswa : : ... proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya. Kelas :.. Alokasi waktu : ......... bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut.......... 290 . Guru dapat membimbing peserta didik.. Tujuan utama dari penilaian dari penilaian diri adalah untuk mendukung atau memperbaiki proses dan hasil belajar....... untuk menilai aspek-aspek kompetensi tertentu dari suatu mata pelajaran.. Meskipun demikian hasil penilaian diri dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk memberikan nilai. serta bagaimana cara memperbaikinya. Contoh : Format Instrumen portofolio Mata Pelajaran : . Ada beberapa jenis penilaian diri...... f) Minta peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan. afektif dan psikomotorik...........1 7) Penialian Diri (self assessment) Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian dimana peserta didik diminta menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status.. sehingga peserta didik mengetahui harapan /standar guru dan berusaha mencapai standar tersebut... Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif. yaitu penilaian pada saat atau setelah selesai melakukan tugas. diantaranya ................ namun antara peserta didik dan guru perlu dibuat kontrak atau perjanjian mengenai waktu perbaikan misalnya 1 minggu karya yang telah diperbaikiharus diserahkan kepada guru. N o SK KD Peri o de 30/7 15/8 Kelengkap an Gagasan 4 3 2 1 Kritria dan Skor Sistematik Ketepatan Gagasan Analisis Up To date Ke t 1 1 1.. e) Tentukan kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya dengan para peserta didik... maka peserta didik diberi kesempatan untuk memperbaiki..c) Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap peserta didik dalam satu map atau folder di rumah masing-masing atau loker masing-masing di sekolah..... Jika perlu undang orang tua peserta didik dan diberi penjelasan tentang maksud serta tujuan portofolio... Diskusikan cara penilaian kualitas karya para peserta didik.... sehingga orang tua dapat membantu dan memotivasi anaknya........ g) Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan. a) Penialian langsung dan spesifik....... Peran penilaian diri menjadi penting bersamaan dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru ke peserta didik didasarkan pada konsep belajar mandiri.......... Hal ini dapat dilakukan pada saat membahas portofolio... d) berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik sehingga dapat dilihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu.

Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang. membiasakan dan melatih siswa untuk berbuat jujur. c) dapat mendorong. Teknik penilaian agar tidak cenderung subyektif. karena mereka dituntut untuk jujur dan obyektif dalam melakukan penilaian. karena ketika melakukan penilaian. g) Lakukan tindakan lanjutan. b) Siswa menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya. antara lain guru memberikan balikan tertulis. c) Penilaian sosio-afektif yaitu penilaian terhadap unsur-unsur afektif atau emosional. daftar cek atau skala penilaian. e) Meminta siswa untuk melakukan penilaian diri f) Guru mengkaji hasil penilaian. harus melakukan instropeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. dapat berupa pedoman penskoran.b) Penilaian tidak langsung dan holistik. Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain: a) Dapat menumbuhkan rasa percaya diri siswa. guru dan siswa membahas bersama proses dan hasil penilaian. 291 . karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri. yaitu penilaian yang dilakukan dalam kurun waktu yang panjang untuk memberikan penilaian secara keseluruhan. maka harus dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan obyektif melalui langkah-langkah sebagai berikut : a) Menjelaskan pada siswa tujuan penilaian diri b) Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai c) Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan d) Merumuskan format penilaian. untuk mendorong siswa supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan obyektif.

........................... C atau D didepan tiap pernyataan A : Selalu B : Sering C : Kadang-kadang D : Tidak Pernah 1.............. 5) Menentukan penyebaran butir instrumen yang akan diujikan ke dalam tiaptiap indikator....... Mengorganisasikan kelompok 8....................... e. untuk nomor 1 s/d 9......... Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan tekanan tes yang setepat-tepatnya.....Mendengarkan pendapat orang lain 5...... Penyusunan Instrumen penilaian pembelajaran Langkah-langkah dalam penyusunan intrumen penilaian pembelajaran adalah : 1) Menyusun pedoman penskorannya............................. Nama Anggota kelompok Isilah pernyataan berikut dengan jujur.................. 6) Menyusun distribusi instrumen ke dalam format kisi-kisi instrumen penilaian.............. 4) Menentukan jumlah/proporsi butir instrumen yang akan diujikan...... : ........... B.............. 3) Menentukan materi untuk penyusunan instrumen. Mengajukan pertanyaan 6.................................Memberi kesempatan kepada semua peserta mengajukan usul 3...Mengacaukan kegiatan diskusi 9..... Kisi-kisi instrumen penilaian pembelajaran Table of specification atau lay-out atau test blue-print atau kisi-kisi merupakan deskripsi mengenai ruang lingkup dari isi materi yang akan diujikan. sehingga dapat menjadi petunjuk dalam menulis soal..Melamun d........ 2) Menentukan standar kompetensi/kompetensi dasar beserta indikatorindikatornya.Contoh Penilaian Diri PARTISIPASI SISWA DALAM KELOMPOK Nama Siswa Kegiatan Kelompok : ........ Mengusulkan ide kepada kelompok selama diskusi 2. 292 .......Keterlibatan semua anggota kelompok dalam diskusi 4... Penentuan didasarkan pada penyediaan waktu untuk ujian................. tuliskan huruf A........................ Mengorganisasikan ide-ide secara sistematis 7............ : ................... 7) Menuliskan instrumen penilaian dengan mengacu pada kisi-kisi yang telah tersusun.

......2 2......1 9 20.2 2...18.........16...2....1...........7 11..24..50 40 80 % Juml Soal 3 4 20 18 2 3 50 2 2...15.21..1 Indikator 2.1.........1...............35..10 28...2.......... 2 .32.17. 3 5... 2) Komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami 3) Materi yang hendak ditanyakan dapat dibuatkan instrumennya.1 2..2.2........ 1 2 v v v v v v v v g.13..3 2..14.30 46 48 10 20 % Smester 2 2.. SK KD Indi Kator 2....1 2............36.45 47 49.6...29.33.........42....22...........3 9 41........1 2...1...2 2.......Kisi-kisi yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu : 1) Mewakili isi silabus/kurikulum atau materi yang telah diajarkan secara tepat dan proposional.23.. Contoh : Format Kisi-kisi Instrumen pembelajaran Jenis Sekolah :.2 293 .....2... Penulisan Instrumen Penilaian Contoh Penyebaran butir soal Teknis Tes No 1 KD 2.....34........ Penyususan 1..37.1.2 2... Jumlah soal : ........ 2 2...... Alokasi waktu : .9.. Bentuk Soal : ...3 2..25...44.......1.... Kurikulum : ..3 KKM (%) : Unjuk kerja v Pro duk 70 70 70 70 70 70 Teknik Penilaian Proyek Tes Porto folio v v Sikap Penilai an diri 2.3 Jumlah Perbandi ngan Keterangan : Smester 1 1 4 8..38...27 31. Mata Pelajaran : ....12...26..1 2.43.....2.........

Setiap butir instrumen harus didasarkan rumusan indikator dalam kisi-kisi dan kaidah penulisan yang benar Penggunaan instrumen sangat tergantung pada perilaku yang akan diukur. Adapun kelengkapan yang dimaksud adalah kelengkapan perilaku yang diukur yang dipergunakan untuk menetapkan aspek yang dinilai dalam pedoman penskorannya. sedangkan untuk soal uraian diantaranya adalah sulit menyusun pedoman penskorannnya. Jadi tidak semua perilaku harus ditanyakan dengan bentuk soal uraian atau objektif mengingat setiapbentuk soal. sedangkan nomor soal lainnya berbebtuk pilihan ganda f. sedangkan untuk soal uraian diantaranya adalah dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan gagasan dan menyatakan jawabannya menurut kata-kata atau kalimat sendiri. sehingga penskorannya dapat dilakukan secara objektif. maka dalam menentukan perilaku yang diukur dibuatkan skala. Penulis soal harus dapat setepat-tepatnya merumuskan pedoman penskorannya. karena soal bentuk uraian kelemahannya pada tingkat subyektifitas dalam penskorannya. 1) Penulisan Soal Bentuk Uraian Dalam proses menulis soal bentuk uraian diperlukan ketepatan dan kelengkapan dalam merumuskannya. Bentuk uraian obyektif adalah suatu soal atau pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep tertentu. yaitu menuntut siswa untuk mengorganisasikan gagasan dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan secara tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Artinya perilaku yang diukur dapat diskor secara dikotomus.Nomor soal yang ditandai underline adalah soal berbentuk uraian. Untuk soal bentuk pilihan ganda atau multiple choise keunggulannya diantaranya dapat mengukur kemampuan secara objektif. Ada perilaku yang lebih tepat diukur atau ditanyakan dengan menggunakn bentuk soal uraian. Ketepatan yang dimaksud adalah bahwa materi yang ditanyakan tepat diujikan dengan bentuk uraian. Ada pula perilaku yang lebih tepat diukur dengan bentuk soal objektif. Dalam penulisan soal berbentuk uraian wujud soal terdiri dari : 1) Dasar pertanyaan/stimulus bila ada atau diperlukan 2) Pertanyaan 3) Pedoman penskorannya Dalam penulisan soal berbentuk uraian terdapat beberapa kaidah penulisan yang perlu diperhatikan yaitu : a) Materi (1) Soal harus sesuai dengan indikator (2) Setiap pertanyaan diberi batasan jawaban yang diharapkan (3) Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan tujuan yang akan di ukur 294 . Bentuk uraian non objektif adalah soal yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian atau konsep menurut pendapat masing-masing siswa. Untuk mengurangi tingkat subjektifitas dalam pemberian skor ini. bentuk uraian diklasifikasikan menjadi 2 yaitu uraian objektif dan urian non objektif. sehingga penskorannya sukar dilakukan secara objektif. Penulisan Instrumen Penelitian Penulisan instrumen merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam penyiapan bahan ujian. Kelemahannya untuk soal bentuk pilihan ganda diantaranya adalah sulit menyusun pengecoh atau distructure. Berdasarkan metode penskorannya. Hal yang paling sulit dalam penulisan soal bentuk uraian adalah menyusun pedoman penskorannya. dan dapat digunakan untuk mencakup materi yang luas yang dapat diujikan. masing-masing memiliki keunggulan dan masing-masing memiliki kelemahan.

a. Setiap satu soal ditulis di dalam satu format. langkah kedua adalah menuliskan kunci jawabannya. Konstruksi 1) Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. maka penulisanya perlu mengikuti langkah-langkah berikut. Oleh karena itu untuk memudahkan dalam penulisan soal bentuk pilihan ganda. (4) Tabel. 2) Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja. Artinya satu soal hanya mempunyai satu kunci jawaban. peta atau sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca c) Bahasa (1) Rumusan kalimat soal harus komunikatif (2) Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (baku) (3) Tidak menimbulkan penafsiran ganda (4) Tidak mempergunakan bahasa yang berlaku setempat (5) Tidak mengandung kata/ungkapan yang menyinggung perasaan siswa 2) Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda Menulis soal bentuk pilihan ganda sangat diperlukan ketrampilan dan ketelitian. kemudian langkah ketiga adalah menuliskan pengecohnya. Setiap butir soal hanya mengandung satu persoalan/gagasan. maka soal ditulis di dalam format soal. Materi 1) Soal harus sesuai dengan indikator. gambar. Misalnya. Wujud soalnya terdiri dari: (1) dasar pertanyaan/stimulus (bila ada). perhatikan dan perkembangan soal. Untuk memudahkan pengelolaan. (3) pilihan jawaban yang terdiri dari: kunci jawaban pengecoh. kemampuan/ materi yang hendak diukur/ditanyakan harus jelas. Soal bentuk pilihan ganda merupakan soal yang telah disediakan pilihan jawabannya. Siswa yang mengerjakan soal hanya memilih satu jawaban yang benar dari pilihan jawaban yang disediakan. Pengecoh yang baik adalah pengecoh yang tingkat kerumitan atau tingkat kesederhanaan serta panjang pendeknya relatif sama dengan kunci jawaban. Artinya apabila terdapat rumusan atau pernyataan 295 . Artinya soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi. grafik. tidak menimbulkan pengertian atau penafsiran yang berbeda dari yang dimaksudkan penulis. Kaidah penulisannya soal pilihan ganda. Adapun formatnya seperti contoh di atas dan perlu disesuaikan dengan bentuk soal pilihan ganda. b.(4) Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat sekolah b) Konstruksi (1) Menggunakan kata tanya/perintah yang menuntut jawaban terurai (2) Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal (3) Setiap soal harus ada pedoman penskorannya. 2) Pengecoh harus berfungsi. 3) Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. Langkah pertama adalah menuliskan pokok soalnya. Maksudnya kunci jawaban benar tidak lebih dari satu atau kurang dari satu. (2) pokok soal (item). Hal yang paling sulit dilakukan dalam menulis soal bentuk pilihan ganda adalah menuliskan pengecohnya.

Artinya pilihan jawaban yang berbentuk angka harus didasarkan besar kecilnya nilai angka dari nilai angka paling berurutan sampai nilai angka yang paling besar. atau ungkapan yang dapat memberikan petunjuk ke arah jawaban yang benar. maka secara materi yang ditanyakan menjadi tidak homogen. dan sejenisnya terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. kadang-kadang. 8) Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus didasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktu. Kaidah ini diperlukan karena adanya kecenderungan siswa memilih jawaban yang paling panjang karena seringkali jawaban yang lebih panjang itu lebih lengkap dan merupakan kunci jawaban. penulisannya harus setara. tabel atau sejenisnya berarti gambar. grafik. . wacana. 296 . Artinya dengan adanya pilihan seperti ini. Artinya. Demikian juga pilihan jawaban yang menunjukkan waktu harus secara kronologis. grafik. Artinya. 7) Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “semua pilihan jawaban di atas salah” atau “semua pilihan jawaban di atas benar”. Artinya. Penyusunan secara urut dimaksudkan memudahkan siswa melihat pilihan jawaban. apa saja menyertai suatu soal yang ditanyakan harus jelas. kelompok kata. pada pokok soal jangan sampai terdapat dua kata atau lebih yang mengandung arti negatif. bahwa dalam merumuskan pokok soal jangan menggunakan kata atau ungkapan seperti sebaiknya. 12) Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. umumnya. Apabila soal tetap bisa dijawab tanpa gambar. Artinya. 6) Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama. dan sebaliknya. 1) Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek. penggunaan negatif ganda diperbolehkan bila aspek yang akan diukur justru pengertian tentang negatif ganda itu sendiri. kadang-kadang. grafik. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar. tabel. atau kata yang tidak pasti karena maksud kata-kata itu tergantung pada keadaan dan situasi siswa yang bersangkutan. atau tabel itu tidak berfungsi. Artinya. Bahasa/budaya Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. diagram. semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama seperti yang ditanyakan oleh pokok soal. dimengerti oleh siswa.yang sebetulnya tidak diperlukan. c. terbaca. 9) Gambar. Untuk keterampilan bahasa. pada pokok soal jangan sampai terdapat kata. 5) Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. maka rumusan atau pernyataan itu dihilangkan saja. Hal ini untuk mencegah terjadinya kesalahan penafsiran siswa terhadap arti pernyataan yang dimaksud. 4) Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. dan semua pilihan jawaban harus berfungsi. 10) Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata bermakna tidak pasti seperti sebaiknya. 3) Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. 11) Umumnya.

2) Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek). 3) Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat. 4) Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan. 5) Penulisan kata perlu disesuaikan dengan kebenaran penulisan baku. 6) Penulisan huruf (capital dan kecil) dalam soal perlu diperhatikan. 7) Penggunaan tanda baca dalam penulisan soal perlu diperhatikan. 8) Bahasa yang digunakan harus komunikatif, sehingga pernyataannya udah dimengerti warga belajar/siswa. 9) Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan di daerah lain atau nasional. 10)Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Letakkan kata/frase pada pokok soal. 3) Penulisan Soal Bentuk Jawaban Singkat Dalam menulis soal bentuk jawaban singkat, penulis soal harus mengetahui konsep dasar bentuk jawaban singkat. Bentuk ini merupakan salah satu bentuk soal obyektif yang jawabannya menuntut siswa untuk menjawab soal dengan singkat, yaitu jawabannya dapat berupa suku kata, kelompok kata/frase, symbol matematika, atau angka. Adapun wujud soal bentuk jawaban singkat adalah terdiri dari 5 unsur, yaitu : (1) dasar pernyataan (stimulus) bila diperlukan, (2) pertanyaan, (3) tempat jawaban, (4) kunci jawban, (5) pedoman penskoran. Dasar pertanyaan seperti pada contoh di atas tidak selalu diperlukan. Hal ini tergantung pada perilaku yang hendak diukur dalam soal itu. Apabila soalnya tidak berhubungan dengan bacaan dan hanya menuntut kemampuan ingatan, maka dasar pertanyaan (stimulus) pada soal bentuk ini tidak diperlukan. Adapun kaidah penulisan soal bentuk jawaban singkat adalah sebagai berikut : a. Materi 1) Soal harus sesuai dengan indikator 2) Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan jawaban singkat b. Konstruksi 1) Pernyataan disusun dengan bentuk pertanyaan langsung agar siswa lebih mudah merumuskan jawaban singkat. 2) Pernyataan disusun dengan bentuk pertanyaan yang menuntut jawaban singkat/pendek yang berupa sebuah kata, angka, symbol atau kelompok kata. 3) Tempat jawaban hendaknya berupa garis lurus (bukan titik-titik). Tanda titik-titik dapat mengaburkan pengertian pemeriksanya. Misal karena ada tanda titik dapat mengaburkan pandangan pemeriksa, sehingga dikira huruf atau lainnya. 4) Hindarilah pertanyaan yang menggunakan kata-kata yang langsung mengutip dari uraian materi buku pelajaran. 5) Pertanyaan hanya ada satu jawaban yang benar. Hal ini perlu diperhatikan karena seringkali siswa memberikan interpretasi pertanyaan yang sama sekali tidak diduga dan dimaksudkan oleh penulis soal. Cara mengatasinya semua kemungkinan jawaban harus didaftar/dicantumkan dalam kunci pemeriksaan. 6) Tempat jawaban yang dikosongkan harus sama panjangnya dan ditempatkan setelah pertanyaan.

297

7) Jika jawaban yang dikehendaki adalah menuntut satuan urutan, maka ungkapkanlah secara rinci di dalam pertanyaan. c. Bahasa/budaya 1) Gunakanlah pertanyaan yang menuntut jawaban singkat, misalnya menggunakan kata tanya siapa, kapan, berapa, di mana. 2) Bahasa soal harus komunikatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa. 3) Gunakan bahasa Indonesia baku 4) Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/baku. 4) Penulisan soal bentuk isian Dalam menulis soal bentuk isian, penulis soal harus mengetahui konsep dasar bentuk isian. Bentuk ini merupakan salah satu bentuk soal yang jawabannya menuntut siswa untuk melengkapi atau mengisi kata-kata atau kelompok kata yang dihilangkan. Soalnya disusun seperti kalimat lengkap, kemudian dihilangkan pada bagian tertentu yang harus diisi oleh siswa. Kaidah penulisannya adalah sebagai berikut : a. Materi 1) Soal harus sesuai dengan indikator 2) Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan bentuk lisan b. Konstruksi 1) Pernyataan disusun sedemikian rupa, sehingga jelas jawaban yang diharapkan. 2) Hindarkan petunjuk ke arah jawaban yang benar 3) Susunlah pertanyaan yang dapat mempermudah penskorannya 4) Hindarkan pernyataan-pernyataan yang kurang tegas 5) Susunlah soal dengan pernyataan berita 6) Usahakan hanya ada satu jawaban yang benar 7) Hindarkan pernyataan yang terlalu banyak dihilangkan, sebuah soal yang terlalu banyak yang dihilangkan sukar diketahui apakah sebenarnya hal yang diukur. 8) Pernyataan yang dihilangkan adalah benar-benar bentuk kata atau frasa yang merupakan kunci jawaban dan bukan hal-hal yang memang tidak penting. 9) Hindarkan pernyataan yang diambil langsung persis sama dengan di dalam buku pelajaran. 10) Tempat jawaban yang disediakan untuk setiap soal harus sama panjangnya. Jika tempat jawaban tidak sama panjangnya, siswa cenderung untuk mengira-ira jawabannya sesuai dengan panjang tempat kosong itu. 11)Dalam menyusun soal yang memerlukan jawaban rincian perlu disusun secara berurutan (alfabetis jawabannya). Hal ini untuk memudahkan pemeriksaannya. 12) Daftarlah semua kemungkinan jawaban yang benar. Hal ini dimaksudkan untuk mempersiapkan jawaban benar yang tidak terduga dari siswa. 13) Berilah nomor pada tiap-tiap tempat jawaban. Hal ini untuk memudahkan penilaiannya. c. Bahasa/budaya 1) Bahasa soal harus komunikatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa. 2) Gunakan bahasa Indonesia baku 298

3) Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/baku. 5) Penulisan Soal Bentuk Menjodohkan Dalam menulis soal bentuk menjodohkan, penulisan soal harus mengetahui konsep dasar bentuk menjodohkan. Bentuk ini wujudnya terdiri dari dua kelompok atau kolom. Tugas siswa adalah mencari pasangan yang tepat dalam kedua kelompok itu. Misalnya siswa harus dapat mencocokkan antara kejadian dengan tanggal kejadian yang tepat. Kejadian dengan orang, kejadian dengan tempat. Istilah dengan definsi, perkataan asing/istilah asing dengan istilah bahasa Indonesia yang baku, peraturan-peraturan dengan contoh. Alatalat dengan penggunaannya dan lain-lain. Biasanya bentuk soal menjodohkan hanya terbatas untuk mengukur kemampuan ingatan. Bentuk soal ini juga dapat dipergunakan untuk menentukan nama dan tempat-tempat atau bagian-bagian yang telah diberi nomor pada peta, diagram dan sebagainya. a. Materi 1) Soal harus sesuai dengan indikator 2) Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan bentuk menjodohkan 3) Gunakan materi-materi yang homogen untuk setiap kelompok, baik kelompok soal (pokok soal) maupun pilihan jawabannya). b. Konstruksi 1) Pertanyaan dan pilihan jawaban harus disusun dengan homogen, paralel/ sejajar. 2) Soal disusun sebelah kiri dengan bernomor, pilihan jawaban disusun di sebelah kanan dengan diberi nomor urut dengan huruf. 3) Pertanyaan dan pilihan jawaban hendaknya disusun secara sistematis. Jika daftar terdiri dari tanggal disusun secara kronologis, sedangkan pernyataan dalam pilihan jawaban dapat disusun menurut abjad. 4) Pertanyaan dan pilihan jawaban ditulis dalam halaman yang sama. Bila tidak demikian dapat membingungkan siswa dan dapat menyita waktu lama yang dipergunakan untuk membolak-bolik halaman saja. 5) Panjang soal ini dibatasi jumlahnya tidak lebih dari 10-15 butir soal. Daftar-daftar yang panjang cenderung akan menjadi terlalu heterogen dan dengan demikian memungkinkan adanya petunjuk-petunjuk bagi siswa yang pandai, lagi pula soal bentuk ini bila soalnya terlalu panjang/banyak akan membuang waktu yang terlalu banyak. 6) Jumlah pilihan jawaban disusun lebih banyak daripada soalnya. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat memikirkan jawabannya dengan tepat. 6) Penulisan Instrumen Penilaian Sikap Teknik penilaian sikap/budi pekerti merupakan prosedur penilaian yang dipergunakan untuk menilai perilaku siswa. Alat penilaian yang dapat dipergunakan seperti lembar pengamatan, portofolio, dan angket/kuesioner. a. Lembar Pengamatan Lembar pengamatan merupakan suatu alat penilaian yang pengisiannya dilakukan oleh guru atas dasar pengamatan terhadap perilaku peserta didik. Pelaksanaan pengamatannya dapat dilakukan guru pada sebelum mengajar, saat mengajar, dan sesudah mengajar. Perilaku minimal yang dapat dinilai dengan pengamatan untuk perilaku peserta didik, misalnya : ketaatan pada ajaran agama, toleransi, disiplin tanggung jawab, kasih sayang, gotong royong, kesetiakawanan, hormat menghormati, sopan santun dan kejujuran. Setelah teori diperoleh dari berbagai buku, maka langkah selanjutnya adalah menyimpulkan teori itu dan merumuskan/mendefinisikan (yaitu definisi 299

konsep dan definisi operasional) dengan kata-kata sendiri berdasarkan pendapat para ahli yang diperoleh dari beberapa buku yang telah dibaca. Definisi tentang teori yang dirumuskan inilah yang dinamakan konstruk. Berdasarkan konstruk yang telah dirumuskan itu maka langkah selanjutnya adalah menentukan dimensi (tema/obyek/hal-hal pokok yang menjadi pusat tinjauan teori), indikator (uraian/rincian dimensi yang diukur), dan penulisan butir soalnya berdasarkan indikatornya. Untuk lebih memudahkan dalam menyusun kisi-kisi tes, perhatikan alur urutannya seperti pada gambar berikut.
TEO RI D a r i h a s il p e n e litia n / p en d a p a t d ari 1. Buku A 2. Buku B 3. Buku C 4. Buku D 5. Buku E dst

KO NSTR UK - D e fin is i k o n s e p - D e fin is i o p e r a s io n a l

D IM E N S I

IN D I K A T O R

SO AL

Berdasarkan gambar di atas, penulis soal dapat dengan mudah mengecek apakah instrumen tesnya atau butir-butir soalnya sudah sesuai dengan indikatornya atau belum. Misalnya soal nomor 1 sampai dengan soal terakhir berasal dari mana ? Dari indikator-indikator dari mana ? Dari dimensi. Rumusan dimensi dari mana ? Dari konstruk. Rumusan konstruk dari mana ? Dari teori. Jadi kesimpulannya instsrumen tes yang telah disusun merupakan alat ukur yang (sudah tepat atau belum tepat) mewakili teori). Dalam penulisan instrumen non-tes, harus memperhatikan ketentuan/ kaidah penulisan sebagai berikut : 1) Materi a) Pernyataan harus sesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi. b) Aspek yang diukur pada setiap pernyataan sudah sesuai dengan tuntutan dalam kisi-kisi (misalnya untuk tes sikap : aspek kognisi, afeksi, atau konasinya dan pernyataan positif atau negatifnya). 2) Konstruksi a) Pernyataan dirumuskan dengan singkat (tidak melebihi 20 kata) dan jelas. b) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang tidak relevan dengan obyek yang dipersoalkan atau kalimatnya merupakan pernyataan yang diperlukan saja. c) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang bersifat negatif ganda. d) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang mengacu pada masa lalu. e) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang faktual atau dapat diinterpretasikan sebagai fakta. f) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang dapat diinterpretasikan lebih dari satu cara. g) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang mungkin disetujui atau dikosongkan oleh hampir semua responden. h) Setiap pernyataan hanya berisi satu gagasan secara lengkap. i) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang tidak pasti seperti semua, selalu, kadang-kadang, tidak satupun, tidak pernah. j) Jangan banyak mempergunakan kata hanya, sekedar, sematamata. Gunakan seperlunya. 3) Bahasa/budaya

300

a) Bahasa soal harus komunikatif dan sesuai dengan jenjang pendidikan siswa/responden b) Soal harus menggunakan bahasa Indonesia baku c) Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/baku Instrumen skala sikap Berbagai definisi tentang sikap yang telah dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah Mueller (1986:3) yang menyampaikan 5 definisi dari 5 ahli, adalah sebagai berikut : a. Sikap adalah afeksi untuk atau melawan, penilaian tentang suka atau tidak suka akan tanggapan positif/negatif terhadap suatu obyek psikologis (thurstone). b. Sikap adalah kecenderungan untuk bertindak ke arah atau melawan suatu faktor lingkungan (Emory Bogardus) c. Sikap adalah kesiapsiagaan mental atau saraf (Golden Allport) d. Sikap adalah konsistensi dalam tanggapan terhadap obyek-obyek sosial (Donald Cambell) e. Sikap merupakan tanggapan tersebunyi yang ditimbulkan oleh suatu niai (Ralp Linton, ahli antropologi kebudayaan). Berdasarkan definisi di atas, para ahli menyimpulkan bahwa sikap mempunyai 3 komponen penting, yaitu komponen : (1) kognisi yang berhubungan dengan kepercayaan, ide dan konsep; (2) afeksi yang mencakup perasaan seseorang; dan (3) konasi yang merupakan kecenderungan bertingkah laku atau yang akan dilakukan. Oleh karena itu ketiga komponen ini dimasukkan di dalam format kisi-kisi “sikap belajar siswa” seperti contoh berikut. Definisi operasional sikap belajar adalah kecenderungan bertindak dalam perubahan tingkah laku melalui latihan dan pengalaman dari keadaan tidak tahu menjadi tahu yang dapat diukur melalui : toleransi, kebersamaan dan gotong royong, rasa kesetiakawanan dan kejujuran. No 1 Dimensi Toleransi Indikator a. Mau menerima pendapat orang lain atau tidak memaksakan kehendak b. Tidak mudah tersinggung a. Dapat bekerja kelompok b. Rela berkorban untuk kepentingan umum a. Mau memberi dan meminta maaf Nomor soal yang mengukur Kognisi Afeksi Konasi + + + 1 2 3 4 5 6

7

8

9

10

11

12

2

Kebersamaan dan gotong royong Rasa kesetiakawanan dst

3

Contoh soal seperti berikut: NO PERNYATAAN 1 Mau menerima pendapat orang lain merupakan ciri bertoleransi 2 Untuk mewujudkan cita-cita harus

SS

S

TP

TS

STS

301

Keterangan : SS = sangat setuju. ruang. ketertarikan. S = setuju. Siswa yang menaruh minat pada suatu mata pelajaran perhatiannya akan tinggi dan minatnya berfungsi sebagai pendorong kuat untuk terlibat secara aktif dalam pelajaran tersebut. 5 Keuletan 1. S = sering.. 18 Kerja keras 12.memaksakan kehendak Saya suka menerima pendapat orang lain Memilih teman di sekolah. 10 4 Keterlibatan Kemauan 4. Minat juga merupakan kemampuan untuk memberikan stimulus yang mendorong seseorang untuk memperhatikan aktivitas yang dilakukan berdasarkan pengalaman yang sebenarnya (Crow and Crow. 13 Inisiatif 16. KK = kadang-kadang. TP = tidak berpendapat (raguragu). J = jarang. saya utamakan mereka yang pandai 5 Kalau saya boleh memilih. 9 3 Perhatian Konsentrasi 7. 14 Keterangan : nomor yang bergaris bawah adalah untuk pernyataan positif Contoh instrumen seperti berikut ini. TS = tidak setuju. 6. dan keterlibatan. 1984:248). maka minat merupakan pilihan kesenangan dalam melakukan kegiatan (Skiner. TP = tidak pernah NO 1 DIMENSI Kesukaan 302 . et al. 20 Keseleraan 2.1996:69). Berdasarkan kedua pernyataan ini. 17 2 Ketertarikan Responsif 10. 1969:29). 1974:337) dan dapat membangkitkan gairah sesseorang serta melahirkan kesediaannya untuk menggunakan waktu. STS = sangat tidak setuju 3 4 Instrumen penilaian minat belajar Minat adalah kesadaran yang timbul bahwa obyek tertentu sangat disenangi dan melahirkan perhatian yang tinggi bagi individu terhadap obyek tersebut (crites. NO PERNYATAAN SS S KK J TP 1 … 2 Saya segera mengerjakan PR sebelum datang pekerjaan yang lain 7 Saya asyik dengan pikiran sendiri ketika guru menerangkan di kelas 16 Saya suka membaca buku ekonomi 20 … Keterangan : SS = sangat sering. Kisi-ksi dan soalnya adalah sebagai berikut: INDIKATOR NOMOR SOAL Gairah 8. Oleh karena itu definisi operasional minat belajar adalah pilihan kesenangan dalam melakukan kegiatan dan dapat membangkitkan gairah seseorang untuk memenuhi kesediaannya yang dapat diukur melalui kesukacitaan. energy dalam memenuhi kesukaannya (Raths. perhatian. 19 Ketelitian 3. saya akan selalu mendengarkan usul-usul ke dua orang tuaku 6 Bekerjasama dengan orang lain berbeda suku lebih baik dihindarkan. 15.

Maka tingkat kerusakan soal tersebut adalah sebagai berikut : TK = U+L 9+4 = = 0. yaitu sebagai berikut : a) Untuk soal yang berbentuk true-false TK ≤ 0.16 dikategorikan soal yang sukar TK ≥ 0.g. 1) Menghitung jumlah siswa dalam kelompok pandai dan kelompok kurang yang menjawab soal tersebut dengan betul.84 dikategorikan soal yang mudah b) Untuk soal yang berbentuk multiple choice (3 option) TK ≤ 0. Yang diperlukan dalam analisis soal selanjutnya ialah kelompok pandai (upper group) dan kelompok kurang (lower group). 1) Taraf/Tingkat Kesukaran Soal Untuk mengetahui taraf kesukaran soal diperlukan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Mengelompokkan siswa dalam tiga kelompok. Dengan membuat item analysis. sedikitnya kita dapat mengetahui tiga hal penting yang dapat diperoleh dari tiap soal. Selanjutnya dengan mengetahui soal-soal yang tidak baik dapat diambil langkah-langkah perbaikan terhadap soal-soal tersebut. Apakah soal itu mempunyai daya pembeda (discriminating power). yaitu : a.65 T 20 3) Menentukan kriteria bagi soal yang baik dan tidak baik. 2) Kelompok pandai atau upper group (25% dari ranking bagian atas). 4) Kelompok sedang atau middle group (50% ranking bagian tengah). Item Analisis (Analisis Soal) Tujuan khusus item analysis adalah untuk mencari soalan tes mana yang baik dan mana yang tidak baik. Apakah semua alternatif jawaban (optimis) menarik jawaban-jawaban ataukah tidak. c. 3) Kelompok kurang atau lower group (25% dari ranking bagian tengah). sehingga dapat membedakan antara kelompok siswa yang pandai dengan kelompok siswa yang bodoh. Sampai dimana tingkat kesukaran soal itu (difficulty level of antara item) b.21 dikategorikan soal yang sukar 303 . 2) Menentukan taraf kesukaran dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TK = U+L T Keterangan : TK = tingkat/taraf kesukaran soal U = jumlah siswa yang termasuk kelompok pandai (upper group) yang menjawab benar untuk setiap soal L = jumlah siswa yang termasuk kelompok kurang (lower group ) yang menjawab benar untuk setiap soal T = jumlah siswa dari upper group dan lower group Contoh : Dalam tabulasi dari suatu item (item no 1) diketahui dari 10 orang kelompok pandai yang dapat menjawab benar 9 orang dan 10 orang kelompok kurang yang dapat menjawab benar 4 orang. Pengelompokkan tersebut didasarkan pada rangking skor yang diperoleh dalam kelompok tersebut/ketiga kelompok yang dimaksud tersebut. sedangkan kelompok sedang (middle group) kita biarkan.

terdapat dalam tabel sebagai berikut : Tabel Analisis 10 Butir soal dari 20 Siswa Siswa A B C D E kelom pok B A A B A 1 1 0 1 0 1 2 0 1 0 0 1 3 1 1 1 1 1 4 0 1 0 0 1 Nilai Soal 5 6 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 7 1 0 1 1 1 8 1 0 1 1 1 9 1 1 1 1 1 10 0 1 1 0 1 Jmlh Skor 5 7 8 5 10 304 .76 dikategorikan soal yang mudah 2) Daya Pembeda Soal Yang dimaksud daya pembeda suatu soal ialah bagaimana kemampuan soal itu untuk membedakan siswa-siswa yang termasuk kelompok upper group dengan siswa-siswa yang termasuk kelompok lower group. maka untuk kelompok besar biasanya hanya diambil kedua kutubnya saja yaitu 27% skor teratas sebagai kelompok atas/upper group (JA) dan 27% skor terbawah sebagai kelompok bawah/lower group (JB) Untuk menghitung indek daya pembeda soal dapat digunakan dengan dua cara. untuk kelompok besar.BB /JB = PA . lalu dibagi 2. sama dengan yang dilakukan pada saat menghitung tingkat kesukaran soal. baik dalam hal menentukan kelompok pandai (upper group) dan lower group. b. maupun dalam menghitung jumlah siswa pada tiap-tiap kelompok yang menjawab benar dari suatu soal tersebut.PB Keterangan : D = indek daya pembeda soal JA = jumlah siswa kelompok upper group yang mengikuti tes JB = jumlah siswa kelompok lower group yang mengikuti tes BA = jumlah siswa kelompok upper group yang menjawab benar dari soal itu BB = jumlah siswa kelompok lower group yang menjawab benar dari soal itu PA = proporsi kelompok upper group yang menjawab benar dari soal itu PB = proporsi kelompok lower group yang menjawab benar dari soal itu Contoh : Dari hasil analisis tes yang terdiri dari 10 butir soal yang dikerjakan oleh 20 orang saiswa. yaitu : 1) Dengan menggunakan rumus sebagai berikut : D = BA/JA . seluruh kelompok testee dibagi dua sama besar. Langkah-langkah yang ditempuh dalam menghitung indeks daya pembeda suatu soal.24 dikategorikan soal yang sukar TK ≥ 0.79 dikategorikan soal yang mudah c) Untuk soal multiple choice (4 option) TK ≤ 0. Untuk hal ini dibedakan antara kelompok kecil (kurang dari 100) dan kelompok besar (100 orang ke atas) a.TK ≥ 0. Mengingat biaya dan waktu untuk menganalisis. Caranya seluruh pengikut tes diurutkan mulai dari skor teratas sampai terbawah. Untuk kelompok kecil . 50% kelompok atas dan 50% kelompok bawah.

Kelompok Atas Kelompok Bawah 10 6 9 6 8 6 8 6 8 6 8 5 7 5 7 5 7 3 7 3 ----------------------------------10 orang 10 orang Dari hasil array ini sekaligus menunjukkan adanya kelompok atas (JA) dan kelompok bawah(JB) dengan nama dan skor sebagai berikut : Kelompok Atas Kelompok Bawah B = 10 A = 6 C= 9 D = 6 E= 8 F = 6 I = 8 G =6 J = 8 H =6 K= 8 L = 5 N= 7 M =5 O= 7 P = 5 Q= 7 S = 3 305 .F G H I J K L M N O P Q R S T Jumlah B B B A A A B B A A B A A B B 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 11 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 15 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 12 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 8 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 6 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 16 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 15 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 10 6 6 6 8 7 7 5 3 7 9 3 8 8 6 6 Dari table di atas berdasarkan nama-nama siswa dapat kita peroleh skor-skor sebagai berikut : A = 5 F=6 K=7 P=3 B = 7 G=6 L=5 Q=8 C = 8 H=6 M=3 R=8 D = 5 I=8 N=7 S=6 E = 10 J=7 O=9 T=6 Dari angka-angka tersebut. selanjutnya diurutkan atau dibuat array (urutan penyebaran) dari skor yang paling tinggi ke skor yang paling rendah.

Dari kelompok bawah yang menjawab betul sebanyak 3 orang. (DB = > 0. khusunya untuk nomor 1. Pada umumnya distraktor yang baik dapat mengudang jawaban yang lebih besar jumlahnya pada siswa lower group.20) dikategorikan sebagai soal yang baik. 3) Efektivitas Distraktor (Pengecoh) Seberapa jauh option dapat memenuhi fungsinya dapat diketahui dengan cara memperhatikan jumlah pemilih untuk tiap pilihan jawaban.20. Pilihan b sebagai distraktor tidak efektif. karena daya pembedanya rendah. baik oleh siswa upper group maupun lower group. sebab hanya dapat mengundang jawaban oleh siswa upper group yang lebih sedikit. karena tidak dapat menarik jawaban seorangpun.5 Kriteria untuk soal dilihat dari indeks daya beda Soal yang indeks daya beda lebih besar dari 0.3 Maka D = PA .3 = 0. Option c sama sekali tidak efektif. c dan d sebagai distraktor. dan sedikit pada upper group. sebab menarik jawaban lebih banyak dari siswa upper gorup.8 . Berikut ini disajikan satu contoh soal yang mempunyai 4 option. Latihan Buatlah kelompok kecil yang terdiri dari 3 orang. Pilihan jawaban Jawaban upper group Jawaban lower group Jumlah a 5 3 8 b 4 3 7 c 0 0 0 d 1 4 5 Jumlah 10 10 20 Jawaban betul untuk soal di atas adalah a pilihan jawaban (option). 306 .8 . b.Dari kelompok atas yang menjawab betul sebanyak 8 orang . C.0. Kejadian semacam ini disebabkan karena distraktor b membingungkan. Setelah selesai presentasikan hasil pekerjaan saudara sesama kelompok yang lain. Pilihan jawaban a. maka diperoleh data bahwa : . tidak efektif.R= 7 T = 3 ----------------------10 orang 10 orang Dari tabel Analisis di halaman 53. sedangkan JB = 10 BB = 3 PB = BB/JB = 0. maka indek dikriminasi atau daya pembeda dapat ditentukan sebagai berikut : JA = 10 BA = 8 PA = BA/ JA = 0. kemudian susunlah sebuah kisi-kisi instrumen untuk menilai penguasaan peserta didik terhadap salah satu kompetensi dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP/SMA/MA yang dilengkapi dengan instrumennya.PA = 0.

Tentukan teknik penilaian untuk pengukuran indikator-indikator. Lembar Kegiatan 1. Tuliskan susunan instrumen menurut penilaian sesuai dengan susunan yang ada pada tabel kisi-kisi. Hasil a. c. penilaian dan kegiatan belajar mengajar serta pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. sehubungan dengan hal itu maka untuk mengukur kompetensi tersebut tidak cukup hanya dengan teknik tes. Standar isi kurikulum Mata pelajaran Bahasa Indonesia 2. Setiap kompetensi yang tercantum dalam kurikulum menggambarkan kemampuan yang diharapkan dikuasai oleh peserta didik. sehingga peserta didik memiliki pengetahuan dan keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan atau ditranfer dari satu permasalahan/konteks ke permaslahan/konteks lainnya. Prasyarat Peserta pelatihan telah memiliki pengalaman menjadi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia selama 5 tahun. kuesioner. Rumuskan indikator-indikator setiap kompetensi dasar. Seperangkat instrumen penilaian dalam bentuk tes tertulis serta nontes (lembar pengamatan. Kompetensi tersebut meliputi kemampuan kognitif. Rumuskan kompetensi dasar berdasarkan standar kompetensi dari kurikulum b. Langkah Kegiatan a. serta tentukan jenis dan bentuk instrumen yang akan digunakan untuk kegiatan pengukuran melalui tabel kisi-kisi instrumen. Tabel kisi-kisi instrumen penilaian. 4. Rangkuman Kurikulum berbasis kompetensi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai peserta didik. skala sikap) E. Salah satu ciri kurikulum berbasis kompetensi yaitu menerapkan pembelajaran kontekstual yaitu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan membantu peserta didik untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. akan 307 . d. Alat dan Bacaan a.D. Satu set buku teks pelajaran Bahasa Indonesia b. sosial dan kultural). afektif dan psikomotorik. b. 3.

sedangkan instrumen tes. Setiap instrumen mempunyai kelebihan dan kelemahan. Penilaian tunggal tidak cukup untuk memberikan gambaran yang lengkap tentang kemampuan. Setiap instrumen memiliki kelebihan dan kelemahan. Teknik tes digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik yang berkaitan dengan aspek kognitif (menggunakan logika untuk memahami konsepkonsep secara utuh). daya pembeda. pengetahuan dan sikap seorang peserta didik. dan efektivitas distraktor. reliabilitas instrumen. keterampilan. khususnya tes pilihan ganda ditambahkan analisis tentang tingkat kesukaran. Upaya tersebut bisa diwujudkan dengan mempersiapkan instrumen penilaian melalui tabel kisi-kisi instrumen. sedangkan teknik non-tes digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik berkaitan dengan aspek sikap dan keterampilan yaitu kemampuan mengaplikasikan konsep ke dalam kehidupan nyata sehari-hari dari peserta didik) Penyusunan kisi-kisi instrumen sebagai upaya guru dalam melaksanakan dan mewujudkan penilaian pembelajaran yang valid dan komprehensif.tetapi penggunaan teknik non-tes akan menjadikan penilaian lebih valid dan komprehensif. Untuk mendapatkan instrumen yang berkualitas perlu dilakukan analisis instrumen tentang validitas instrumen. Selain itu intrepretasi hasil tes bersifat tidak mutlak karena peserta didik terus berkembang sesuai pengalaman belajar yang dialaminya. Tidak ada satu pun alat penilaian yang dapat mengumpulkan informasi hasil dan kemajuan belajar peserta didik secara lengkap. sehingga dalam menyusun instrumen hendaknya memperhatikan pada kaidah-kaidah penulisannya. 308 . Penilaian yang sahih dan komprehensif dapat dicapai dalam pembelajaran bilamana guru selaku aktor pengelola pembelajaran di kelas mampu menyusun instrumen penilaian secara sistematis.

6) Bilamana mungkin. a. 3. Uraian Materi : Skoring dan Penilaian Pembelajaran 1. Maka skor Riyan = 30 – 7 = 23 309 . Setiap jenis tes (apakah essay atau objektif) memiliki teknik skoring masing-masing. b. Skoring Setelah pengukuran kemampuan peserta didik melalui berbagai instrumen. B. dan tentukan skor yang dikenakan kepada tiap soal atau bagian soal (dengan weighting atau pembobotan). Terampil menerapkan teknik skoring terhadap hasil pengukuran pembelajaran. Untuk itu bisa dilakukan dengan mengklarifikasikan jawaban-jawaban ke dalam 5 tingkat. 3) Untuk soal-soal essay dengan jawaban terbuka (extended response questions). 4) Berikan skor atas jawaban-jawaban soal demi soal. Indikator a. Skoring pada tes obyektif 1) Fill in completion (tes isian dan melengkapi) Setiap isian yang dijawab benar diberi skor satu. 5 isian salah dan 2 isian tidak dijawab. berilah skor dengan point method. Riyan mengerjakan tes tersebut 23 isian dijawab betul. Tulislah lebih dulu pedoman jawabannya untuk tiap soal. Skoring pada tes essay 1) Lakukan skoring terhadap jawaban-jawaban soal essay dalam hubungannya dengan hasil belajar yang sedang diukur. b. 2. skorlah dengan rating method. tugas guru selanjutnya adalah mengadakan koreksi terhadap hasil isian instrumen yang telah dikenakan pada sasaran yang diukur (dalam hal ini aktivitas belajar peserta didik). 2. S = skor S =R R = jumlah isian yang dijawab betul (right) Contoh : Misalkan sebuah tes berbentuk fill-in terdiri dari 30 isian.MATA LATIH: SKORING DAN PENILAIAN PEMBELAJARAN A. 5) Berikan skor jawaban-jawaban soal essay tanpa mengetahui identitas siswa yang mengerjakan itu. Rumus skoring yang digunakan adalah sebagai berikut. D dan F. Ini diperlukan untuk mencek reliabilitas skoring terhadap jawaban-jawaban essay itu. yang selanjutnya diberi skor 0. berikut ini diungkapkan teknis atau cara dalam skoring pada masing-masing jenis instrumen. gunakan pedoman jawaban sebagai guide atau petunjuk. 4 atau A. gunakan kriteria tertentu sebagai guide. C. Kompetensi dasar Peserta pelatihan memiliki ketrampilan dalam menentukan capaian kompetensi peserta didik melalui skoring dan pendekatan penilaian yang sesuai. Dengan demikian dapat dihindarkan terjadinya halo effect. Terampil menilai hasil belajar peserta didik melalui pendekatan yang sesuai B. mintalah dua atau tiga orang guru lain yang mengetahui masalah itu untuk menilai tiap jawaban. 2) Untuk soal-soal essay dengan jawaban terbatas (restricted response questions). 1. Kompetensi dan Indikator 1. dan bukan siswa demi siswa.

6 item salah. Rumus yang dipergunakan : S=R–W Keterangan : S = skor yang diharapkan R = jumlah item yang dijawab betul (right) W = jumlah item yang dijawab salah (wrong) Contoh : Umpamakan jumlah item true – false = 20 Devi dapat menjawab betul 13 item. Maka skor Melisa = 10 – 3 = 7 5) Skor akhir Skor akhir siswa dapat ditentukan dengan cara menjumlah skor yang diperoleh pada tiap-tiap jenis tes yang digunakan yang telah dihitung menurut rumus dan bobot masing-masing jenis tes. maka skor Devi = 13 – 5 = 8 3) Multiple choice test (bisa pilihan ganda) Setiap jawaban betul diberi skor satu dan setiap jawaban salah diberi skor 0. dijawab salah 5 item dan tidak dijawab 2 item.2) True-false tes (tes benar-salah) Setiap item yang dijawab betul diberi skor satu. Rifki dapat menjawab 14 item betul. Rumus yang digunakan adalah : S=R− W n −1 Keterangan : S = skor yang diharapkan R = jumlah jawaban betul W = jumlah jawaban salah n = jumlah option 1 = bilangan konstan Contoh : 20 item soal pilihan ganda dengan option a – b – c – d tiap item. Melisa mengerjakan tes tersebut 7 item betul dan 3 item salah. Contoh : Misalkan suatu tes terdiri atas empat macam bentuk yaitu : True-false = 30 item dengan bobot 1 Multiple choice = 20 item dengan bobot 2 (dengan 4 option) Matching = 10 item dengan bobot 3 Essay = 4 item dengan bobot 5 310 6 6 → 14 − → 14 − 2 = 12 4 −1 3 . maka skor Rifki adalah : 20 − 4) Matching test (test menjodohkan) Setiap jawaban betul diberi skor 1 dan setiap jawaban salah 0. Rumus yang digunakan adalah : S=R Contoh : Misalkan sebuah test berbentuk matching banyak 10 item.

NO 1 2 3 4 5 PERNYATAAN SS Mau menerima pendapat orang lain X merupakan ciri bertoleransi Untuk mewujudkan cita-cita harus memaksakan kehendak Saya suka menerima pendapat orang lain Memilih teman di sekolah saya utamakan mereka yang pandai saja Kalau saya boleh memilih. soal nomor 1-6 adalah hanya mewakili indikator “mau menerima pendapat orang lain” dari dimensi “toleransi” untuk topik “sikap belajar siswa di sekolah” 1) Perilaku positif terdapat pada soal nomor 1. maksimal 3 x 1 = 3 (3 berasal dari 3 butir soal yang positif. 5) Skor rata-rata : perilaku minimal adalah (12 + 6) : 2 = 9. perilaku negatif 4 + 2 + 3 = 9. Jadi sikap siswa tentang “toleransi” khususnya “mau 311 . 5 adalah skor STS). dan perilaku maksimal adalah (15 + 3) : 2 = 9. Skor siswa 10 sedangkan ukuran perilaku positif minimal 12 dan maksimal 15. 6) Jadi skor siswa di atas adalah : perilaku positif 5 + 4 + 1 = 10. dan skor akhir mereka adalah (10 + 9) : 2 = 9.5 atau 10. X Penjelasan: dalam kisi-kisi tes.Fidia mengerjakan tes tersebut dengan hasil sebagai berikut : Tak Betul Salah Skor dijawab True-false 22 6 2 S = 22 – 6 =6 Multiple 14 6 ( 2 x 6 ) = 24 S = (2 x 14) choice Matching Essay 7 2 3 1 Skor akhir Fidia 1 S=7x3 S=3x5 4 −1 = 21 = 15 = 76 c. 4) Skor yang harus diperoleh dalam perilaku negatif minimal 3 x 2 = 6. maksimal 3 x 5 = 15 (3 berasal dari 3 butir soal yang positif. S = 4. TP = 3. 3. 4. saya akan selalu mendengarkan kedua orangtuaku bekerjasama dengan orang yang berbeda suku lebih baik dihindarkan Selalu mendengarkan usul kedua orang tuaku. bekerjasama dengan orang yang berbeda suku lebih baik dihindari S TP TS X X X X STS 6. 4 adalah skor S : 5 adalah skor SS). S = 2. Skoring pada teknik non-test Berikut ini contoh hasil pengisian instrumen non tes (skala sikap) oleh salah satu peseta didik. STS = 5 3) Skor yang harus diperoleh dalam perilaku positif minimal 3 x 4 = 12. STS = 1 2) Perilaku negatif terdapat pada nomor 2. TP = 3. 5 dengan pemberian skor : SS – 5. TS = 2. 6 dengan pemberian skor : SS = 1. 2 adalah skor S . TS = 4.

dia perlu pembinaan dan peningkatan khususnya mengenai perilaku ini.3 log n c) Menentukan panjang setiap kelas interval (p) yaitu : p = R/k 2) Mengisi kolom 2 (interval) yang dimulai dari skor minimum berturut-turut dengan interval yang telah ditemukan dan sejumlah kelas yang telah ditentukan pada langkah pertama. 7 dan 9 dengan menggunakan rumus sturgess.menerima pendapat orang lain” dalam topik “sikap belajar siswa di sekolah” masih kurang. Artinya siswa tersebut mempunyai sikap positif yang tidak begitu tinggi tentang “mau menerima pendapat orang lain”. yaitu sebagai berikut : 1) Menentukan dulu banyaknya kelas interval. 3) Membuat taily pada kolom 3 dan mentabulasikan tiap-tiap skor ke dalam kelasnya. maka skor mentah yang sudah diperoleh dari skoring diubah menjadi nilai dengan skala nilai tertentu (skala 1 – 4. sehingga batas lulusnya tidak ditentukan oleh penguasaan minimal siswa terhadap kompetensi yang diharapkan. dengan jalan : a) Mencari range (R) dengan mengurangi skor maksimum dengan skor minimum. 2. Penilaian Acuan Norma (PAN) Pada acuan ini hasil belajar tiap peserta didik dibandingkan dengan hasil belajar peserta didik lain dalam kelompoknya. 2. memiliki sifat relatif sesuai dengan naik turunnya nilai rata-rata dan simpangan baku yang dihasilkan pada saat itu. a. dalam arti dapat menentukan status siswa dalam kelompoknya. Untuk keperluan ini perlu ditempuh langkah-langkah penyusunan skor ke dalam tabel kerja. melainkan didasarkan pada nilai rata-rata dan simpangan baku yang dihasilkan kelompoknya. Penggunaan sistem PAN pemberian makna skor yang diperoleh peserta didik tidak memakai kompetensi sebagai pedoman. sebaiknya jumlahnya ganji. yaitu : 1. skala A-E atau skala 1 – 10) Sebagai contoh di bawah ini ditampilkan cara mengolah skor mentah menjadi nilai 1 – 10 dengan pendekatan PAN. Sistem PAN akan lebih baik digunakan. Namun demikian hasil pengukuran ini belum memiliki makna bila belum dibandingkan dengan suatu acuan atau bahan pembanding. Penilaian Untuk dapat melakukan penilaian harus dilakukan lebih dahulu pengukuran dengan alat tes. mis 5. bila syarat-syarat yang mendasari kurva normal dipenuhi. Jumlah siswa yang dinilai lebih dari 50 orang. sebagai berikut : k = 1 + 3. b) Menentukan Jumlah kelas interval. Pembanding yang dipakai adalah nilai rata-rata dan simpangan baku. 4) Mengisi angka taily ke dalam kolom 4 (lajur frekuensi = f) 312 . Skor terpencar atau dapat dianggap terpencar sesuai dengan pancaran kurva normal. Pemberian nilai berdasarkan PAN Agar diperoleh nilai bagi setiap siswa pada sistem PAN dengan tepat. hasil-hasil perhitungan dipakai sebagai acuan penilaian. Proses membandingkan inilah yang disebut sebagai proses penilaian dan merupakan hasil pengukuran. PAN menggunakan prinsip-prinsip yang berlaku pada jurca normal. Hasil pengukuran dapat menggambarkan derajat kualitas dan eksistensi keadaan yang diukur.

79 DS = 10 (1. 6) Mengisi lajur fd dengan mengalikan lajur frekuensi dan deviasi (d) 7) Mengisi lajur fd2.3 log 80 = 7.5 89.49 dibulatkan menjadi 13 313 .167 .5 -1 69. Contoh : Umpama seorang guru memperoleh skor mentah dari hasil Ujian Mapel di kelas II A2 SMA yang berjumlah 80 siswa.5 99.5 -3 49.92} /80.5 1 2 3 fd -9 -14 -14 0 12 16 18 9 (∑fd) fd2 27 28 14 0 12 32 54 167 (∑fd2) Mean (M) = X0 + p{ 9/167} = 69.53 = 70.2 dibulatkan ke bawah Jadi jumlah kelas interval (k) = 7 Interval 35 – 44 45 – 54 55 – 64 65 – 74 75 – 84 85 – 94 95 – 104 TABEL DISTRIBUSI Tally f ||| 3 |||| | | 7 |||| |||| |||| 14 |||| |||| |||| |||| 30 |||| |||| |||| |||||| 12 |||| |||| 8 |||| || 6 N = 80 FREKUENSI xi d 39.5 -2 59.5 0 79.053} = 69.449) = 13. ke bawah minus -). kemudian dijumlahkan. setelah di-array (diurutkan dari nilai terkecil yaitu sebagai berikut : 35 40 42 46 46 50 51 52 52 54 56 55 55 57 57 58 58 60 61 62 62 64 64 64 66 66 67 68 68 68 69 69 70 70 70 71 71 71 71 71 72 73 73 73 73 73 73 73 74 74 74 74 74 74 76 76 76 76 76 76 77 78 78 80 82 83 85 85 88 90 90 91 92 92 95 95 97 98 98 99 Untuk mengolah skor mentah tersebut menjadi nilai 1-10 berdasarkan PAN adalah sebagai berikut : Skor maksimum = 99 Skor minimum = 35 Range ( R ) = 99 – 35 = 64 8) Banyaknya kelas interval : (k) = 1 + 3.03 Deviasi standar (DS) dapat dihitung sebagai berikut : DS = p √{ 80.5 + 10{ 0.5 + 0.5) Menentukan deviasi pada lajur dan dengan menetapkan mean dugaan (M) pada kelas tertentu (kelas yang paling besar frekuensinya) selanjutnya meletakkan angka deviasi secara berurutan dari nol ke atas dan ke bawah (ke atas diberi tanda plus +.

03– (1.75 x 13) 70. Pengajar yang menggunakan. Patokan di sini bersifat tetap dan dapat juga dipakai untuk kelompok lain yang manapun. dan dari tahun ke tahun.25 x 13) 70. Pemberian nilai berdasarkan PAP Dalam hal ini. dugaan pertimbangan profesionalisme seorang guru menetapkan batas bawah tingkatan prestasi yang dianggap memadai dalam memenuhi syarat (lulus) sedang yang di bawahnya dinyatakan tidak memenuhi syarat.03+ (0.25 DS = batas bawah nilai 1 Hasil perhitungan : 70. selama ke arah penguasaan minimal sejak dimulai.25 DS = batas bawah nilai 3 M – 1.28 dibulatkan = 79.Setelah semua ditemukan mean dan DS (Mean = 70 dan DS = 13).25 x 13) = 99. petunjuk dan pusat kegiatan dalam pengajaran.75 x 13) 70.03+ (2. membantu dan membimbing subyek.03+ (1. batas bawah masing-masing nilai dalam skala 1 – 10 yaitu sebagai berikut : M + 2.25 x 13) 70.03– (2.75 DS = batas bawah nilai 7 M + 0.75 DS = batas bawah nilai 9 M + 1.75 DS = batas bawah nilai 2 M – 2.25 x 13) 70.78 dibulatkan = 86. Patokan di sini tidak lagi merupakan hasil kelompok seperti pada PAN. Pendekatan Acuan Patokan (PAP) Pada acuan ini sebelum itu dilaksanakan harus ditetapkan lebihdhulu patokan yang akan dipakai sebagai pembanding terhadap semua hasil pengukuran. Dengan menetapkan batas toleransi terhadap fluktuasi prestasi peserta didik dari kelas ke kelas.25 x 13) 70.78 dibulatkan = 47.78 dibulatkan = 73. Apabila hal ini telah dilakukan 314 . penetapan batas lulus (KKM) adalah merupakan hal yang pokok dan sudah ditetapkan sejak program pembelajaran dimulai.75 x 13) 70.75 x 13) 70.28 dibulatkan = 53.03+ (0.03– (0. Siswa yang telah melampaui atau sama dengan kriteria keberhasilan (batas lulus) dinyatakan lulus atau memenuhi persyaratan. selama berlangsungnya.78 dibulatkan = 99 nilai 10 = 93 nilai 9 = 86 nilai 8 = 80 nilai 7 = 73 nilai 6 = 67 nilai 5 = 60 nilai 4 = 54 nilai 3 = 47 nilai 2 = 42 nilai 1 b.28 dibulatkan = 66.25 DS = batas bawah nilai 8 M + 0. sampai pada proses belajar mengajar itu selesai. Kompetensi dirumuskan dalam TIK dan ini merupakan anak.25 DS = batas bawah nilai 6 M – 0.03– (0. melainkan merupakan suatu patokan yang ditetapkan sebelumnya sebagai batas lulus atau dengan kata lain tingkat penguasaan minimum (Matery level).28 dibulatkan = 92.25 DS = batas bawah nilai 5 M – 0.25 x 13) 70.78 dibulatkan = 60.28 dibulatkan = 41.03– (1.75 DS = batas bawah nilai 4 M – 1.03+ (1. langkah selanjutnya ialah mengubah skor mentah ke dalam nilai 1 – 10 dengan menggunakan rumus.25 DS = batas bawah nilai 10 M + 1.

Sedangkan skor maksimal ideal 150 (dalam hal ini seluruh soal dikerjakan dengan benar). c.40 % 21 % .90 % 71 % .100 % 81 % . maka nilai Ratmadiyanto = 6 C. hasil jawaban peserta didik atas soal tersebut adalah sebagai berikut : Peserta didik A B C D E F G H I J Jumlah item yang dijawab peserta didik Betul Salah Kosong 12 5 3 14 6 0 8 8 4 11 7 2 16 0 4 10 10 0 12 8 0 6 14 0 15 5 0 14 3 3 Peserta didik K L M N O P Q R S T Jumlah item yang dijawab peserta didik Betul Salah Kosong 9 3 3 8 12 0 20 0 0 15 2 3 17 3 0 14 4 2 12 4 4 7 11 2 10 8 2 8 12 0 315 .50 % 31 % .3 % 150 Tingkat penguasaan Ratmadiyanto tersebut setelah dibandingkan dengan acuan yang sudah ada.80 % 61 % .60 % 41 % . Sebagai contoh di sini ditampilkan cara mengolah skor mentah menjadi nilai skala 1 – 10 melalui prosedur persentase.20 % 0 % . Latihan Seperangkat instrumen tes formatif untuk pengukuran kompetensi dasar yang terdiri atas 20 item soal tes obyektif dengan jumlah opsi jawaban 4 (a. Untuk mengolah skor mentah menjadi nilai melalui pendekatan PAP dapat dilakukan melalui prosedur persentase. b. d) dikenakan kepada 20 peserta didik. adalah : Tingkat Penguasaan 91 % .10 % Nilai 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Contoh : Dalam suatu ujian diberlakukan 150 item/soal ujian obyektif.70 % 51 % . Terlebih dahulu perlu dipersiapkan acuan patokan keberhasilan yang hendak digunakan pada skala nilai 1 – 10. maka tingkat penguasaan Ratmadiyanto adalah sebagai beirkut : 83 x 100% = 55.30 % 11 % .maka skor dibandingkan dengan batas tingkatan prestasi tersebut akan menghasilkan nilai (grade). Ratmadiyanto memperoleh skor 83. Berdasarkan perhitungan persentase.

Satu lembar soal UAS beserta b.Tentukan jumlah siswa yang tidak berhasil mencapai kompetensi jika penilaian dilakukan dengan pendekatan PAP dan KKM ditetapkan nilai 5. Koreksilah jawaban siswa satu persatu melalui sesuai rubric yang telah dibakukan. atau guru tersebut kurang memahami prosedur mengolah skor menjadi nilai. Lembar Kegiatan 1. Alat dan Bahan a. dimana tingkat keberhasilan peserta didik adalah pencapaian kompetensi. dan efektivitas distraktor. sehingga hasil penilaian guru belum menunjukkan hasil belajar peserta didik yang sebenarnya. Rangkuman Skoring dan penilaian merupakan dua kegiatan pokok yang sering diartikan secara rancu oleh para guru dalam melakukan penilaian hasil peserta didik. Data tersebut masih berupa data mentah dan belum memiliki arti sebelum data tersebut diolah. dan tentukan kualitas soal berdasarkan tingkat kesukaran. 2. D. Kangkah Kegiatan a.25 dalam skala nilai 1-10. Sering guru menganggap skor sebagai nilai. 4. 3. b. Prasyarat Peserta telah memiliki pengalaman menjadi guru mata pelajaran selama 5 tahun. Jadi siswa yang skornya belum mencapai criteria kompetensi minimal (KKM) mereka dinyatakan belum mencapai kompetensi atau belajarnya belum berhasil. TK DB Efektivitas distraktor No a b c d e Soal Baik Tdk Baik Tdk E T E T E T E T E T 1 2 3 E. F. Test Formatif Tes Obyektif Petunjuk : 316 . Hasil Isikan hasil pekerjaan ke kolom yang disediakan pada tabel berikut. misalnya mengetahui posisi peserta didik dalam kelompok belajarnya parameter penilaian dapat digunakan kriteria norma (PAN). Lakukan analisis butir soal. Pengolahannya adalah menghitung skor total peserta didik dengan cara menjumlahkan semua skor yang diperoleh peserta didik yang dinilai pada masing-masing item instrumen pengukuran melalui teknik skoring dan pembobotan. daya pembeda. Nilai hasil belajar peserta didik ditentukan dari skor total yang diperoleh peserta didik tersebut dan membandingkannya dengan suatu criteria (patokan) tertentu sesuai dengan tujuan penilaian. Lembar jawaban siswa atas soal UAS sebanyak satu kelas. Untuk pelaksanaan system belajar tuntas patokan yang digunakan adalah penilaian acuan patokan (PAP) atau acuan absolut. Untuk keperluan tertentu. Skor merupakan data angka (kuantitatif) yang diperoleh dari hasil pengukuran melalui instrumen.

Penilaian portofolio 5. b. Prinsip belajar tuntas c. Tes yang dikemas dalam sejumlah butir-butir soal sangat tepat dipakai untuk melakukan penilaian terhadap aspek …………….. Penilaian proyek b. b. Penilaian unjuk kerja c. 317 . Bentuk kegiatan dalam sistem penilaian pembelajaran yang berkaitan dengan penerapan prinsip komprehensif a. a. Menerapkan pembelajaran tradisional d. Prinsip berkelanjutan b. Melihat latar belakang psikologis anak 6.. Melaksanakan pengajaran remedial/pengayaan c.. sikap b. Memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja anak dari berbagai penilaian. keterampilan 7. Di bawah ini adalah ciri-ciri dari kurikulum berbasis ko mpetensi. Penilaian produk d. sehingga siswa yang belum mencapai kompetensi belum diperkenankan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran berikutnya.. Agar peniliaian guru bersifat objektif. salah satu hal yang harus dilakukan guru adalah … a. Salah satu hal yang harus dilakukan guru agar penilaian guru bersifat obyektif adalah .. Menyusun kisi-kisi instrument penilaian d.. Penilaian portofolio 8. b. a... Penilaian produk d. penguasaan konsep c penerapan konsep d. Prinsip otentik 3. c.. Analisis butir soal b. Merumuskan kriteria kelulusan 4. Menyesuaikan penilaian dengan kemampuan anak c.Kerjakan soal nomor 1 s/d 10 dengan cara memberi tanda silang pada alternatif jawaban a... Soal-soal : 1. kompetensi dasar yang tercermin pada indikator kompetensi) peserta didik. Memanfaatkan hasil penilaian dari guru lain d. kecuali a. Penilaian unjuk kerja c. Berorientasi pada hasil belajar c. Penilaian pembelajaran yang menekankan pada kualitas hasil pekerjaan peserta didik atas tugas yang diberikan guru a. Penilaian pembelajaran yang mengacu pada ………… merupakan penilaian pembelajaran yang menekankan pada penguasaan komptensi.. Penilaian pembelajaran yang menekankan pada kegiatan suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/wakttu tertentu oleh peserta didik a. atau d yang dianggap jawaban yang paling tepat pada setiap butir soal... Menekankan pada ketercapaian kompetensi (standar kompetensi. Penilaian proyek b. Menggunakan penilaian yang berorientasi pada kompetensi (penilaian autentik) 2..

ujian – parameter – skor – nilai 11.. a. Mewakili kepentingan peserta didik c.. 318 .. menentukan ranking siswa dalam kelas Prosedur penilaian yang sesuai dalam pembelajaran a.. Menumbuhkan kesadaran akan kelemahan dan kekuatan diri d. Mencari bukti b. c. Tingkat kesukaran soal b. Dapat mendorong dan melatih untuk berbuat jujur Berikut ini adalah beberapa persyaratan sebuah kisi-kisi intrumen penilaian pembelajaran yang baik. Komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami Penilaian yang baik apabila didahului dengan kegiatan pengukuran. kecuali . ujian – skor – parameter – nilai d. Acuan nasional d.. Mengumpulkan informasi c. Keluasan aspek yang dinilai d. menentukan pencapaian kompetensi d. b. Menumbuhkan kepekaan diri b. Menumbuhkan kepercayaan diri c. Keterlibatan sejumlah kemampuan yagn digunakan untuk mengerjakan soal c. a. a. Penilaian diri dapat memberikan dampak positif terhadap perkembagan kepribadian seseorang. Mengkuantifikasi aspek kepribadian siswa d.. 14. Acuan norma b.... menentukan kelulusan siswa b. Materi yang hendak ditanyakan dapat dibuat instrumennya d. 15. Menentukan kelulusan Dasar pembobotan pada kegaitan skoring . ujian – skoring – nilai b... Beberapa keuntungan dari penilaian diri.. a. mendeteksi kesulitan belajar c. Maksud pengukuran dalam sistem penilaian pembelajaran adalah . a. Bentuk soal Acuan penilaian yang tepat untuk ketuntasan belajar . d 9.... Mewakili isi silabus/kurikulum b.. Acuan performance Fungsi nilai pada penilaian acuan norma (PAN) adalah ..... 12. Menyesuaikan penilaian dengan kemampuan siswa Memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja siswa dari berbagai penilaian Melihat latar belakang psikologis siswa Memanfaatkan hasil penilaian dari guru lain 10. 13. a. Acuan mutlak c.. kecuali. ujian – koreksi – nilai c.a..

319 .

320 .

posisi PTK dalam metode penelitian pada umumnya (non PTK). 2. dan d. 2. dilakukan oleh guru. khususnya dalam bidang pembelajaran di kelas.BAB XI PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENDAHULUAN A. PTK merupakan salah satu bentuk dari penelitian tinakan yang semula dilakukan di kalangan industri demi peningkatan mutu proses dan produk yang kemudian diadopsi dalam bidang pendidikan. peserta diharapkan memahami : a. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. Materi 1. c. keterkaitan PTK dengan profesionalitas guru. khususnya penelitian tindakan kelas dan penelitian tindakan konseling. Ketiga bidang tersebut dapat bekerja sama dalam penelitian tindakan yang berupa penelitian kolaboratif. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. melakukan penelitian proses pembelajaran demi 321 . membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. maka disebut penelitian tindakan konseling. Kompetensi dan Indikator 1. B. b. Bila dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling dalam proses layanan. Melalui PTK guru dapat memenuhi kompetensi paedagogik dan kompetensi professional (akademik). dan d. Menjelaskan hubungan antara PTK dan profesionalisasi guru. kesamaan dan perbedaan antara PTK dan non PTK. disebut penelitian tindakan kelas. Kompetensi Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. Menyebut berbagai metode penelitian non PTK. Memaparkan perkembangan PTK hingga di Indonesia b. Guru profesional harus meneliti apa yang diajarkan dan mengajarkan apa yang diteliti (hasil penelitiannya). peserta diharapkan dapat : a. Riwayat PTK Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diperkenalkan oleh Kurt Lewin. seorang ahli psikologi sosial Amerika tahun 1946. Memaparkan persamaan dan perbedaan antara PTK dan non PTK. c. dan Dave Ebbutt. Bila dilakukan oleh pengawas sekolah atau kepala sekolah dalam proses pembinaan atau manajerial dapat disebut sebagai penelitian tindakan manajemen atau kepengawasan. serta penelitian tindakan kepengawasan (PTK). PTK terintegrasi dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Robin Mac Tanggart. PTK mulai dikenal di Indonesia pada akhir tahun 1980-an. John Elliot. Selanjutnya dikembangkan oleh para ahli lain. penelitian tindakan kelas. Indikator Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. yaitu Stephen Kemmis. PTK dan Profesionalisasi Guru Guru professional dituntut menguasai 4 kompetensi yaitu kompetensi paedagogik. kompetensi professional (akademik) dan kompetensi sosial. kompetensi kepribadian.

5. Masalah yang diteliti merupakan masalah faktual dan layak diteliti 322 . PTK merupakan penelitian yang bersifat reflektif. dan pihak lain). PTK tidak boleh mengganggu tugas mengajar b. Pelaksanaannya bersifat kolaboratif. Guru dapat melakukan inovasi pembelajaran b. 6. guru. 7. Diterapkan secara kontekstual (variabel yang dikaji terkait dengan keadaan) c. Tindakan pengatasan dilakukan guru sendiri j. kreatif dan progresif. Hal penting dalam PTK adalah tindakan nyata (action) yang dilakukan oleh guru (dan bersama pihak lain) untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam PBM. Terarah pada perbaikan/peningkatan mutu kinerja guru d. Mengandalkan data pengamatan dan refleksi peneliti f. Menyerupai penelitian eksprerimen g. Bersifat situasional dan spesifik (studi kasus) h. Tujuan PTK a. Guru dapat meningkatkan kemampuan reflektif dalam memecahkan masalah c.perbaikan / peningkatan secara berkelanjutan. tetapi dilaksanakan secara sistematis. Karakteristik PTK a. Bersifat fleksibel (disesuaikan dengan keadaan) e. kemudian direfleksikan alternatif pemecahan masalahnya dan ditindaklanjuti dengan tindakan-tindakan nyata yang terencana dan terukur. atau dihadapi guru i. Melalui PTK diharapkan guru menjadi ntrospektif. inovatif. terencana dan dengan sikap mawas diri (Kemmis dan McTanggart). Model yang dipakai harus tepat d. Guru akan terlatih untuk mengembangkan secara kreatif kurikulum d. 3. Guru dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya. Manfaat PTK a. Pengumpulan data tidak boleh terlalu menyita waktu c.1993) Penelitian tindakan adalah suatu kajian tentang situasi sosial dengan tujuan memperbaiki mutu tindakan dalam situasi sosial tersebut (John Eliot dalam Hopkins. siswa. Penelitian tindakan adalah studi yang dilakukan untuk memperbaiki diri sendiri. 1993). Memperbaiki sistem (melibatkan administrasi pendidikan. pengalaman kerja sendiri. Permasalah dirasakan. 4. orang tua. Didesain untuk menanggulangi masalah nyata b. Prinsip-prinsip Dasar PTK a. Penelitian didasarkan pada permasalahan nyata yang dihadapi oleh guru dalam PBM. Memasukkan unsur-unsur pembaharuan sistem b. Membangun/meningkatkan mutu komunikasi antara praktisi & peneliti akademis c. dialami. Konsep Dasar PTK Penelitian tindakan adalah kajian sistematik tentang upaya meningkatkan mutu praktik pendidikan melalui tindakan praktis (Dave Ebbutt dalam Hopkins.

PTK menuntut guru membuat jurnal pribadi (mencatat kemajuan. (d) penelitian studi kasus dan lapangan. 10. Dalam PTK guru perlu melihat dan menilai sendiri secara kritis terhadap apa yang dikerjakan di kelasnya (keterbukaan merupakan kunci keberhasilan PTK). (f) penelitian kausal komparatif. (4) Refleksi. (2) Tindakan. (e) penelitian korelasional. Unsur Lingkungan g. (b) penelitian deskriptif). dan hasil refleksi) f. 8. Unsur Peralatan atau Sarana Pendidikan e. (h) penelitian 323 . Unsur Pengelolaan. Unsur Materi Pelajaran d. PTK sebaiknya dimulai dari hal-hal yang sederhana. persoalan yg dihadapi.e. (c) penelitian perkembangan. namun nyata g. 9. Objek PTK Menurut Suharsimi Arikunto (2006) obyek penelitian tindakan kelas meliputi : a. proses pelaksanaan. Unsur Guru c. PTK sebagai metode Metode penelitian minimal mencakup 9 jenis metode yaitu (a) penelitian historis. Unsur Hasil Pembelajaran f. Unsur Siswa b. Setiap langkah memiliki 4 tahap : (1) Perencanaan. Model PTK Penelitian tindakan sebagai serangkaian langkah yang membentuk spiral. (3) Pengamatan. (g) penelitian eksperimen sungguhan.

3. prosedur dan material. 11. Non PTK Menguji pengetahuan. 2.eksperimen semu dan (i) penelitian tindakan. Pernahkah anda melalukan PTK. Desain Penelitian Hipotesis Sampel Instrumen Analisis Data 10. 6. 12. berapa persen yang telah melakukan PTK ! 2. bila belum pernah sebutkan alasannya ? D. dari siapa atau melalui apa? 2. Fleksibel Perlu hipotesis tindakan Representativitas tidak diperhatikan Tidak ada uji validitas dan reliabilitas instrumen Seketika. 1. tidak menggunakan analisis statistic yang rumit Sesuai kebutuhan Memahami praksis melalui refleksi dan penteorian oleh praktisi PTK Pembelajaran yang lebih baik bagi siswa (proses dan produk) Non PTK Bukan dari peneliti Dapat orang lain Kebenaran Mengembangkan teori. membangun teori oleh ilmuwan. 7. Melalui PTK 324 . berapa kali. Latihan 1. dapat digeneralisasi Memerikan. 9. Lembar Kegiatan 1. Tuliskan sejak kapan anda mengenal tentang PTK. Pergilah ke perpustakaan. sering menggunakan analisis statistic rumit Umum. Dalam Hal Hasil Akhir C. mengabstraksikan. untuk generalisasi Baku. Dalam Hal Sumber Masalah Peneliti Utama Motivasi Tujuan PTK Dari peneliti (guru) Harus peneliti (guru) Tindakan Pembelajaran / pelayanan/ pembinaan. 5. Pinjam atau belilah sebuah buku PTK dan bacalah untuk memahaminya! E. Berikut ini perbandingan penelitian PTK dan non PTK: No. Sehingga PTK merupakan salah satu metode penelitian.Kaku Perlu hipotesis penelitian Harus representatif Perlu uji validitas dan reliabilitas instrumen Dapat ditundak. cari dan catatlah judul-judul PTK ! 3. Formal. Format Laporan Tafsiran Temuan No. tidak untuk digeneralisasi Lentur. segera. 8. Rangkuman PTK merupakan hal yang perlu dipahami dan dilaksanakan serta dijadikan kebiasaan bagi para guru kelas maupun guru bimbingan dan konseling untuk memperbaiki / meningkatkan mutu proses pembelajaran / pembinaan. 4. Amati dan tanyakan pada teman-teman anda yang menjadi guru.

Jelaskan karakteristik PTK ! 5. Sebutkan berbagai metode penelitian non PTK ! 11. Jelaskan persamaan dan perbedaan PTK dan non PTK ! 325 . Jelaskan tujuan PTK ! 6. Jelaskan konsep dasar PTK ! 4. Jelaskan model-model PTK 10.profesionalitas guru dapat ditingkatkan sehingga akan meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya. Jelaskan hubungan antara PTK dan profesionalitas guru ! 3. Tes Formatif 1. Sebutkan obyek PTK ! 9. F. Jelaskan perkembangan PTK hingga sampai di Indonesia ! 2. Jelaskan prinsip-prinsip dasar PTK ! 8. Jelaskan manfaat PTK ! 7.

B. Sub Kompetensi dan Indikator 1. Subyek Penelitian C.PENYUSUNAN PROPOSAL PTK A. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. Manfaat Penelitian BAB II. Indikator Kinerja / Keberhasilan H. Data dan Sumber Data D. Identifikasi Masalah C. Teknik Analisis Data G. Untuk dapat menyusun proposal penelitian dengan baik perlu memahami terlebih dahulu komponen-komponen proposal. Komponen-komponen proposal PTK terdiri dari : (HALAMAN FRANCIS : Judul. Perumusan Hipotesis Tindakan BAB III. Setting Penelitian B. Proposal penelitian merupakan cetak biru (blue print) dari sebuah penelitian. Mendeskripsikan masalah yang akan diteliti c. Indikator Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. Kajian teori B. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. Latar Belakang Masalah B. Materi Kegiatan penelitian dimulai dengan membuat rencana yang lazim disebut proposal penelitian. Judul PTK Judul PTK dinyatakan dengan kalimat sederhana yang menunjuk (a) tindakan yang akan dilakukan atau yang akan diteliti. Halaman Pengesahan. Perumusan Masalah E. 2. Daftar Isi) BAB I. Ditulis secara singkat. (b) tempat pelaksanaan. Tujuan Penelitian F. KAJIAN TEORI A. METODE PENELITIAN A. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. spesifik dan jelas b. Prosedur Penelitian DAFTAR PUSTAKA 1. Teknik Pengumpulan Data E. peserta diharapkan mampu menyusun komponen pokok pada suatu proposal PTK berdasarkan hasil identifikasi masalah pembelajaran di kelas. peserta diharapkan mampu menyusun proposal PTK. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menulis judul PTK : a. Validitas Data F. Sub Kompetensi Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. Mendeskripsikan tindakan penelitian untuk memecahkan masalah 326 . PENDAHULUAN A. (c) waktu pelaksanaan. Pembatasan Masalah D. Kerangka Berpikir C. Kata Pengantar.

d. Ada Setting (tempat dan waktu) e. Jumlah kata jangan terlalu panjang sekitar 20-25 kata. Penulisan judul PTK dapat digambarkan sebagai berikut: (X: masalah; Y: cara memecahkan masalah). a. Upaya peningkatan Y melalui X bagi siswa kelas … SD…pada semester … tahun … b. Peningkatan Y melalui X bagi …. c. Optimalisasi Y melalui X bagi… d. Penggunaan X untuk meningkatkan Y bagi.. e. Meningkatkan Y melalui X bagi …. f. Melalui X untuk meningkatkan Y bagi …. g. Upaya mengatasi rendahnya Y melalui X Contoh-contoh judul PTK sebagai berikut. a. Upaya Peningkatan Kemampuan Membaca Cepat melalui Teknik Skimming pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Jepara Tahun Pelajaran 2009/2010. b. Peningkatan Kemampuan Berbicara melalui Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010. c. Optimalisasi Kreatifitas Mengarang melalui Pembelajaran di Luar Kelas pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Pati Tahun Pelajaran 2009/2010. d. Penggunaan Alat Peraga Gambar Berseri untuk meningkatkan Kemampau Bercerita Kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010. e. Meningkatkan Kemampuan Membaca Interpretatif melalui Teknik Jigsaw Kelas VII SMP Negeri 2 Rembang Tahun Pelajaran 2009/2010. f. Melalui Teknik Bermain Drama untuk meningkatkan Kemampuan Berbicara pada Kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010. g. Upaya Mengatasi Rendahnya Mengapresisi Puisi melalui Pengoptimalisasi Kemah Sastra pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010. 2. Pendahuluan a. Latar Belakang Masalah 1) Menulis kenyataan yang ada (kondisi awal) a) Kenyataan yang ada, perlu didukung oleh data/ fakta b) Kondisi awal yaitu kondisi sebelum dilakukan penelitian tindakan. c) Kondisi awal sesuai dengan permasalahan yang diteliti. d) Masalah pokok: mengandung kondisi awal dari subyek yang diteliti. e) Masalah lain: mengandung kondisi awal dari peneliti. f) Permasalahan pokok, misalnya hasil belajar matematika bagi siswa kelas…. Rendah g) Permasalahan yang menyelimuti Guru/ peneliti belum memanfaatkan alat peraga dalam pembelajaran matematika. h) Kondisi awal yang diteliti (siswa): Hasil belajar matematika rendah, diuraikan berdasarkan fakta rendahnya itu dibuktikan dari mana, berapa rata-rata nilai ulangan harian kondisi awal dsb. i) Kondisi awal peneliti (guru): Sebelum penelitian dilakukan belum memanfaatkan alat peraga, berdasarkan fakta bila belum menggunakan alat peraga, menggunakan cara apa.

327

2) Menulis harapan yang dituju (kondisi akhir), yaitu kondisi setelah dilakukan penelitian. Dapat berupa kondisi akhir yang diteliti maupun kondisi akhir peneliti. a) Apa yang diharapkan setelah penelitian b) Kondisi akhir, dapat berupa kondisi akhir setelah penelitian bagi subyek penelitian(siswa/guru/kepsek) , maupun kondisi akhir bagi peneliti 3) Menulis masalah : kesenjangan antara kenyataan dan harapan a) Kesenjangan 1: kesenjangan antara kondisi awal dan kondisi akhir masalah pokok dari subyek penelitian b) Kesenjangan 2: kesenjangan antara kondisi awal dan kondisi akhir masalah lain dari peneliti c) Adanya kesenjangan antara harapan (kondisi akhir) dengan kenyataan (kondisi awal) d) Masalah yang diteliti, nilai ulangan harapan kenyataan(kondisi awal)nya rendah harapan (kondisi akhir)nya meningkat e) Masalah peneliti, kondisi awal pembelajarannya belum memanfaatkan alat peraga ,harapan (kondisi akhirnya)nya menggunakan alat peraga. 4) Menulis cara pemecahan masalah, Perlu adanya tindakan memanfaatkan x untuk meningkatkan Y, agar lebih terfokus diawali: a) Identifikasi masalah b) Pembatasan masalah Agar permasalahan dapat dipecahkan, maka peneliti atau guru perlu melakukan tindakan yaitu melakukan X agar dapat meningkatkan Y ( ciri dalam penelitian tindakan kelas harus ada tindakan). b. Identifikasi Masalah 1) Umumnya berupa pertanyaan/kalimat tanya. 2) Banyaknya pertanyaan lebih dari satu 3) Banyaknya pertanyaan lebih banyak dari banyaknya rumusan masalah. 4) Mengapa Y rendah? 5) Mengapa Y perlu ditingkatkan? 6) Faktor-faktor apa yang menyebabkan Y rendah? 7) Bagaimana caranya agar Y meningkat? 8) Apa yang harus dilakukan Guru agar Y dapat Meningkat? 9) Dan seterusnya. c. Pembatasan Masalah Diperlukan adanya pembatasan masalah agar penelitian lebih terfokus Langkah awal, membatasi banyaknya variabel yang diteliti, variabel apa saja. ( dalam contoh di atas terdapat dua variabel yaitu variabel X dan variabel Y) Membatasi atau menjelaskan variabel terikat, misalnya untuk siswa mana, kelas berapa, semester kapan, tahun kapan, materi apa dsb. (dalam penelitian kuantitatif semacam definisi operasional) Membatasi atau menjelaskan variabel bebas, alat peraganya apa, apa yang dilakukan, siapa yang melakukan, kapan tindakan itu dilakukan.

328

d. Perumusan Masalah 1) Dikembangkan dari identifikasi dan pembatasan masalah. 2) Umumnya berbentuk kalimat tanya. 3) Kalimat tanya pada rumusan masalah lebih terinci karena telah melalui identifikasi dan pembatasan masalah. 4) Kalimat tanya yang diajukan mengacu ke variabel pada masalah pokok (Y) dan variabel pada masalah lain yang diteliti (X). 5) Kalimat tanya pada rumusan masalah harus dijawab. 6) Kualitas penelitian sangat dipengaruhi oleh kualitas jawaban bukan hanya banyaknya rumusan masalah 7) Perumusan masalah digunakan sebagai dasar untuk penentuan teori yang akan digunakan, sebagai arah dalam menentukan judul penelitian, sebagai arah dalam menentukan metode penelitian, sebagai arah dalam menentukan jenis penelitian. 8) Contoh perumusan masalah: Berdasarkan latar belakang, identifikasi dan pembatasan masalah tersebut di atas, diajukan rumusan masalah sbb: Apakah melalui X dapat meningkatkan Y bagi …. ? e. Tujuan Penelitian 1) Tujuan Umum Untuk meningkatkan Y (secara umum). Misalnya untuk meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa …. (belum menyebutkan kelas berapa dan waktunya kapan) 2) Tujuan Khusus Untuk meningkatkan Y melalui X ( secara khusus). Misalnya untuk meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa kelas … SD … pada semester …. tahun ….. f. Manfaat Penelitian 1) Manfaat Teoritis a) Mendapatkan pengetahuan atau teori baru tentang Y melalui X bagi siswa … b) Sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya. 2) Manfaat Praktis a) Manfaat bagi siswa b) Manfat bagi guru c) Manfaat bagi sekolah d) Manfaat bagi perpustakaan sekolah. 3. Kajian Teori a. Kajian Teori Memberikan ulasan-ulasan teoritis dengan konsep-konsep pembelajaran/pelayanan yang terkait dengan masalah yang diteliti dengan tindakan/layanan. Dalam menuliskan kajian teori hendaknya dikemukakan sesuai dengan variable yang diteliti, mengusahakan pustaka mutakhir, asli, relevan dan lengkap. b. Kerangka Berpikir Kerangka berpikir disusun dengan berbasis kajian teori dan dapat diakhiri dengan skema sebagai berikut :

329

KONDI SI AWAL

Guru : Belum menerapkan …… pada pembelajaran ……

Siswa : Prestasi belajar …. rendah

TINDAK AN

Menerapkan … pada pembelajaran …..

Siklus I : Menerapkan … dengan materi …

Siklus II : Menerapkan … dengan materi … Siklus III : Menerapkan … dengan materi …

KONDISI AKHIR

Diduga melalui penerapan … dapat meningkatkan prestasi belajar

c.

Perumusan Hipotesis Tindakan Hipotesis tindakan merupakan rangkuman dari kerangka berpikir. Contoh perumusan hipotesis tindakan sebagai berikut. Penggunaan metode bermain peran dapat mengatasi kejenuhan siswa dalam belajar drama pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010.

4. Metode Penelitian a. Setting Penelitian Deskripsikan tempat, kondisi dan waktu penelitian dilakukan. b. Subjek penelitian Deskripsikan Subjek penelitian secara lugas yang mencakup jumlah, jenis kelamin, cakupan, kondisi siswa. Data dan Sumber Data Pada bagian ini hendaknya dikemukakan jenis data apa saja yang dibutuhkan serta sumber data tersebut. Contohnya sebagai berikut. Data penelitian yang dikumpulkan berupa informasi tentang kemampuan siswa dalam menulis, motivasi siswa dalam menulis, serta kemampuan guru dalam menyusun rencana pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran di kelas. Data penelitian itu dikumpulkan dari berbagai

c.

330

sumber yang meliputi informan, tempat dan peristiwa berlangsungnya aktivitas pembelajaran, dan dokumen atau arsip. d. Teknik Pengumpulan Data Sejalan dengan data yang akan dikumpulkan serta sumber data yang ada selanjutnya dikemukakan teknik pengumpulan data. Contoh: Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data di atas meliputi pengamatan, wawancara atau diskusi, kajian dokumen, angket, dan tes yang masing-masing secara singkat diuraikan berikut ini. Validitas Data Teknik yang digunakan untuk memeriksana validitas data antara lain adalah triangulasi dan review informan kunci. Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan untuk menganalisis data-data adalah teknik analisis kritis. Selain itu juga sering digunakan teknik komparatif, yaitu membandingkan hasil antarsiklus. Indikator Kinerja Pada bagian ini perlu dikemukakan atau dirumuskan indikator sebagai tolok ukur keberhasilan penelitian Contoh: Peningkatan motivasi menulis siswa: menyusun kerangka sebelum menulis, pengumpulkan bahan, merevisi tulisan, dan sebagainya. Peningkatan kemampuan menulis siswa (Misalnya: Anak yang memperoleh nilai 7,5 lebih dari 80 %, rerata nilai menulis siswa meningkat (dari 65 menjadi 70). Prosedur penelitian Prosedur Penelitian mencakup: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi serta analisis dan refleksi. 1) Perencanaan Tindakan Deskripsikan tentang persiapan tindakan, kegiatannya mencakup : a) penyusunan rencana tindakan (skenario pembelajaran) b) penyusunan media c) penyusunan materi d) penyusunan instrumen e) Simulasi rencana tindakan 2) Pelaksanaan tindakan Deskripsikan skenario tindakan dalam rencana pelaksanaan tindakan dalam bentuk RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) serta jumlah pertemuaannya. 3) Observasi tindakan Jelaskan data yang dikumpulkan dan teknik pengumpulan data (soal test, lembar observasi, kuesioner) serta ujivaliditas yang digunakan. 4) Analisis dan Refleksi Deskripsikan teknik analisis yang digunakan serta bahan dan prosedur refleksi yang digunakan.

e.

f.

g.

h.

C.

Latihan 331

indikator kinerja dan prosedur penelitian. Identifikasilah 3 masalah yang anda anggap mengganggu pembelajaran ! 2. Apa yang dimaksud dengan setting penelitian ! 7. teknik analisis data. Tes Formatif 1.1. pembatasan masalah. Rangkuman Proposal Penelitian Tindakan Kelas memuat Pendahuluan. Berdasarkan pada permasalahan pembelajaran yang telah berhasil anda identifikasi. Jelaskan prosedur penelitian tindakan meliputi perencanaan tindakan. Tuliskan bagaimana sebuah judul PTK itu sebaiknya ditulis ! 2. Tuliskan alternative tindakan perbaikan yang dapat dilaksanakan! D. tujuan penelitian dan manfaat penelitian. data dan sumber data. Tuliskan diagnosis penyebab permasalahan tersebut ! 4. Hal-hal apa saja yang sebaiknya ditulis dalam Latar Belakang Masalah pada proposal PTK! 3. Bagaimana keterkaitan antara kajian teori. Kajian Teori dan Metode Penelitian. kerangka berpikir dan hipotesis tindakan ? 6. perumusan masalah. observasi tindakan dan refleksi ! 332 . Lakukan review sejawat terhadap proposal yang telah anda susun! E. pembatasan masalah dan perumusan masalah ? 4. cobalah anda menyusun proposal penelitian tindakan kelas dengan mengacu pada sistematika di atas! 2. Pendahuluan berisi tentang latar belakang masalah. teknik pengumpulan data. Tentukan focus permasalahan PTK berdasarkan masalah-masalah yang anda anggap mengganggu pembelajaran ! 3. Bagaimana sebaiknya kajian teori ditulis dalam proposal PTK ? 5. identifikasi masalah. identifikasi masalah. Lembar Kegiatan 1. Apa hubungan antara latar belakang masalah. F. validitas data. pelaksanaan tindakan. Kajian teori disamping memuat tentang kajian teori itu sendiri juga berisi kerangka pemikiran dan hipotesis tindakan. subyek. Metode penelitian memuat setting.

4. guru perlu memperkaya diri dengan sumber lain dibuat secara rinci. Kedua peran ini memiliki beberapa perbedaan yang dapat ditinjau dari segi tahap persiapan pembelajaran. 2. 2. Komponen Tujuan Komponen Materi Rencana Pembelajaran Tidak ditambahkan tujuan perbaikan Rencana Pembelajaran Biasanya hanya ditulis dalam bentuk pokok bahasan saja atau berupa outline sering diisi seadanya dibuat secara singkat. Rencana yang dibuat oleh guru yang mengajar secara rutin dikenal dengan sebutan rencana pembelajaran (RP). Kompetensi dan Indikator 1. peserta diharapkan mampu menyusun persiapan pelaksanaan tindakan kelas. B. Perbedaan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: No. yaitu guru sebagai pegajar dan guru sebagai pengajar dan peneliti. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. baik guru yang mengajar secara rutin.PERSIAPAN PELAKSANAAN TINDAKAN KELAS A. a. No. tahap pelaksanaan pembelajaran. Media dan Sumber Kegiatan dirancang secara cermat. Tugas Guru Sebagai Guru dan Peneliti melalui PTK Dalam bahasan ini peran guru dibedakan menjadi dua. peserta diharapkan mampu mengidentifikasi tugas-tugas guru dan sebagai peneliti melalui PTK. Namun ada beberapa perbedaan yang cukup mencolok dari keduanya. 333 . dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. 1. Tahap Persiapan Sebelum mengajar. Materi 1. Indikator Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. seorang guru seyogianya membuat persiapan. sedangkan rencana yang dibuat oleh guru yang melaksanakan PTK disebut rencana perbaikan pembelajaran (RPP). membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. maupun guru yang mengajar untuk memperbaiki pembelajaran (melakukan PTK). Kompetensi Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. serta berfokus pada kompetensi yang akan dicapai. komponen-komponen yang terdapat dalam kedua persiapan tersebut memiliki kesamaan dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku. tahap pasca pelaksanaan pembelajaran. Secara garis besar. Rencana Perbaikan Pembelajaran Harus ditambahkan tujuan perbaikan Rencana Perbaikan Pembelajaran Ditulis secara lebih rinci 3.

dalam tahap perencanaan ini. sesuai dengan tujuan perbaikan yang dirancang . waktu pengamatan. Pengajar hanya memfokuskan diri pada pembelajaran Dapat melakukan penyesuain transaksional Biasanya tidak mencatat peristiwa penting yang terjadi selama pembelajaran Pada kegiatan awal. dapat dilihat pada tabel berikut. 5. ataukah data akan dikumpulkan sendiri dengan bantuan alat perekam. jenis data yang dikumpulkan. Jika diperlukan teman sejawat. tetapi juga ada yang berkaitan dengan proses belajar. 2. No. juga pada pengumpulan data Kelalaian dalam melakukan penyesuain transaksional dapat berdampak pada hasil penelitian. Selain itu. Pada kegiatan inti. Kriteria keberhasilan ini tentu tidak semuanya berkaitan dengan hasil belajar. Para guru membuat sendiri kriteria ini yang didasarkan pada tingkat kecerdasan peserta didik dalam kelas yang diasuhnya . 334 .Pembelajara n 5. tugas guru lebih sederhana Saat di kelas. apersepsi yang dilakukan biasanya secara spontan. Guru harus menyempatkan diri untuk mencatat atau merekam peristiwa penting yang terjadi dalam pembelajaran Apersepsi yang dilakukan harus benar-benar menarik bagi siswa (dirancang dengan baik) Tugas guru lebih kompleks sehingga membutuhkan kecermatan yang baik. Evaluasi tidak menggambarkan keseluruhan proses pembelajaran hanya dicantumkan deskripsi singkat. seperti tes objektif atau soal uraian. Penentuan besarnya kriteria keberhasilan belum ada yang baku. b. dan sebagainya perlu disepakati. 6. Kriteria keberhasilan tertentu bervariasi. alat ukur yang digunakan lebih banyak dan bervariasi Di samping mengembangkan setiap komponen dalam RP. Di samping menyiapkan rencana pembelajaran yang rinci. tidak diamati oleh kolaborator Pelaksana PTK Memfokuskan diri pada pembelajaran dan kemudian sebagai peneliti. 3. menggunakan satu alat ukur saja lengkap dengan pertanyaan yang akan diajukan dicantumkan secara rinci butir–butir tes yang akan diberikan. 1. pelaksana PTK juga perlu menentukan apakah akan meminta teman sejawat untuk membantu mengamati proses pembelajaran atau pelaksanaan tindakan. Diamati oleh kolaborator 4. guru yang melaksanakan PTK perlu menetapkan kriteria keberhasilan sesuai dengan tujuan perbaikan. dan cara pengumpulannya. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Pada tahap pelaksanaan pembelajaran. maka guru harus menyepakati jenis bantuan yang diperlukan. termasuk berapa lama pengamatan dilakukan di mana pengamat akan duduk. perbedaan peran guru sebagai pengajar dan guru sebagai pengajar dan peneliti (pelaksana PTK).

8. Kolaborasi dapat dibangun melalui berbagai cara. segera setelah pelajaran selesai. namun guru yang melaksanakan PTK masih punya tugas yang harus segera dilakukan. guru yang bertuga hanya mengajar mungkin segera dapat beristirahat. membentuk kelompok derja seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau kalau di tingkat sekolah dasar dikenal dengan istilah Kelompok Kerja Guru (KKG). Membangun Kolaborasi Kolaborasi atau kerja sama sangat penting dalam PTK. c. juga mempunyai keuntungan yang sangat berharga. 3) Berdiskusi dengan teman sejawat untuk membahas data yang dikumpulkan. guru memrlukan bantuan dari berbagai pihak. Selanjutnya guru harus mengakomodasi hasil perbaikan dalam perencanaan perbaikan berikutnya.7. dan memberi tindak lanjut. yaitu lebih mengenal 335 . Guru dituntut untuk mengingat kembali apa yang sudah ia lakukan dan bagaimana respon siswa. 5) Merangkum hasil perbaikan pembelajran. memberi tes. Kadang-kadang pengimplementasian RP dengan pembelajaran di kelas agak berbeda Biasanya hanya melakukan tes pada akhir pembelajaran (atau salah satu dari komponen dalam kegiatan penutup) Rencana yang telah dibuat harus benar-benar diikuti agar proses pembelajaran lebih efektif Merangkum.dan pusat kerja guru (PKG). Dosen LPTK yang membantu guru dalam proses perencanaan PTK. 2) Berdialog dengan siswa jika diperlukan. jug dapat keuntungan yaitu mempunyai pengalaman mengamati secara cermatperistiwa pembelajaran yang mungkin selama ini tidakfpernah dipikirkan. Orang yang ikut membantu dalam pelaksanaan PTK atau yang biasanya disebut sebagi kolaborator dapat membantu guru dalam mengidentifikasi dan menganalisis masalah. serta mengadakan hubungan langsung secara pribadi. Kolaborasi seyogianya bersifat saling menguntungkan. serta dalam merencanakan tindakan perbaikan. guru yang membantu mengamati teman sejawatnya mengajar. di samping mungkin dari para pendidik lain. terutama dari teman sejawatnya. Ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan oleh guru pelaksanan PTK. Mengapa? Sebab dalam upaya perbaikan pembelajaran. Artinya. 6) Merangkum penyebab belum tercapainya perbaikan yang dirangkum pada butir e. yang mencakup apa yang sudah tercapai dan apa yang belum tercapai. 2. rapat-rapat rutin sekolah yang membahas upaya perbaikan pembelajaran. 4) Melakukan refleksi untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. dan apa dampaknya bagi siswa. seperti kerja saman sekolah dengan LPTK. misalnya antara guru matematika dengan dosen matematika di LPTK atau kerja sama dua orang guru di satu sekolah yang saling membantu. yaitu : 1) Menghimpun/merangkum catatan yang dibuat selama pembelajaran. Tahap Pasca Pembelajaran Setelah pembelajran usai.

guru harus melakukan penyesuaian (transaksional). guru benar-benar mempersiapkan beberapa apersepsi dengan cermat dan rinci dalam RP. f) Peserta didik akan tenang dan senang sampai akhir pembelaran. dapat dipastikan dosen akan lebih mantap dalam mendidik mahasiswanya. ketika antara guru dan siswa sedang berlangsung. Cobalah anda menghitung berapa Rencana Pembelajaran yang pernah anda buat dalam satu semester yang memerlukan perbaikan! 2. ia juga harus memfokuskan diri pada pengumpulan data. g) Kemungkinan kompetensi yang diharapkan dapat dikuasai 2) Dalam pelaksanaan PTK. kelalaian melakukan penyesuaian ini akan berdampak pada hasil penelitian. kejadian ini harislah dicatat dan menjadi bahan refleksi yang akan dimanfaatkan untuk rencana perbaikan berikutnya. Tidak hanya sekedar kata-kata “ Guru menyampaikan apersepsi” tetapi menulis dengan rinci. Latihan 1. Rangkuman Dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas guru memiliki 2 tugas sekaligus. selama pembelajaran guru perlu mengikuti rencana tersebut dengan cermat. guru harus melakukan Transaksional dan mencatat dalam buku catatan agar dapat dianalisis dengan cermat. Namun bagi guru yang melaksanakan PTK. Perbedaan antara guru mengajar biasa dengan guru pelaksana PTK : Guru mengajar biasa hanya memfokuskan diri pada pembelajaran. Dengan pengalaman ini. lebih-lebih jika penyesuaian ini menjadi salah satu tujuan perbaikan.sekolah tempat mahasiswaanya akan bertugas mengajar. Penyesuaian Transaksional adalah penyesuaian yang dilakukan guru dalam pelaksanaan pembelajaran. agar pembelajaran sesuai dengan rencana dan data terkumpul dengan cermat. C. Selama mengajar. Tuliskan kembali Rencana Pembelajaran yang pernah anda buat ! 2. 3) Agar keefektifan rencana tersebut dapat diketahui. Untuk itu dalam melaksanakan PTK perlu dilakukan persiapan yang matang agar kedua peran guru tersebut dapat berjalan baik. 336 . Guru pelaksana PTK memfokuskan diri pada pembelajaran dan kemudian sebagai peneliti. Apa pendapat anda tentang hal tersebut! E. Manfaat apersepsi : a) Menarik perhatian peserta didik b) Proses pembelajaran akan berjalan lancer c) Peserta didik bersemangat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan d) Mendapat keterampilan baru e) Nilai dan sikap yang akan disampaikan akan tumbuh dengan baik. Tuliskan Rencana Perbaikan Pembelajaran terhadap Rencana Pembelajaran yang pernah anda buat tersebut! D. 4) Namun jika ada yang tidak sesuai. Lembar Kegiatan 1. Kedua tugas tersebut harus dapat dilaksanakan dengan baik. Kegiatan Awal 1) Kegiatan pembelajaran dimulai dengan apersepsi yang maksudnya menarik perhatian dan minat peserta didik menghadapi materi pelajaran yang akan disampaikan. a. Tugas pertama adalah sebagai pengajar dan tugas kedua adalah sebagai peneliti.

Tuliskan perbedaan tugas guru sebagai pengajar dan sebagai peneliti pada tahap pasca pembelajaran ! 4. Mengapa kolaborasi diperlukan ! 337 .F. Tuliskan perbedaan tugas guru sebagai pengajar dan sebagai peneliti pada tahap pelaksanaan pembelajaran ! 3. Tuliskan perbedaan tugas guru sebagai pengajar dan sebagai peneliti pada tahap persiapan pembelajaran ! 2. Tes Formatif 1.

Rumusan Masalah dan Pemecahannya C. Teknik Analisis Data E. B. Hipotesis Tindakan BAB III. prosedur dan hasil PTK.PENYUSUNAN LAPORAN PTK A. Lokasi dan Waktu Penelitian B. Simpulan B. dan penutup (Depdiknas. tujuan. Indikator Menyusun Laporan Penelitian Tindakan Kelas. Prosedur Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Latar Belakang Masalah B. maupun pembaca utama yang ditargetkan. METODE PENELITIAN A. Secara umum sistematika suatu laporan terdiri dari 3 bagian pokok. inti. Abstrak Abstrak berisi uraian ringkas permasalahan dan cara pemecahannya. dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris(jika 338 . Berikut adalah contoh komponen laporan hasil PTK dengan kelengkapan dan sistematikanya. Manfaat Hasil Penelitian BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kompetensi dan Indikator Peserta dapat memahami cara pembuatan laporan penelitian tindakan dalam mata pelajaran matematika. Kerangka Pikir C. Tujuan Penelitian D. Kajian Teori B. yaitu pembuka. Abstrak diketik satu spasi dengan font 11. Subjek Penelitian C. Teknik Pengumpulan Data D. Pembahasan BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Apabila peserta mendapatkan sistematika yang tidak sama dengan tulisan ini harap disesuaikan. Uraian Materi Penyusunan Laporan Penelitian Ada beberapa jenis penyusunan laporan penelitian yang tergantung pada penyandang dana. 2006). JUDUL HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL (KALAU ADA) DAFTAR GAMBAR (KALAU ADA) DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN A. Hasil Penelitian B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 1.

Prosedur berupa uraian secara rinci tahap-tahap kegiatan dalam setiap siklus. Kata Pengantar Kata pengantar berisi hal-hal yang ingin disampaikan oleh tim pengembang sehubungan dengan pelaksanaan PTK dan hasil yang dicapai. Daftar Isi Daftar isi memuat bagian awal laporan. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam hasil penelitian disajikan dalam bentuk siklus dengan data lengkap. disertai pencantuman nomor halamannya. Uraian ini digunakan sebagai dasar penyusunan kerangka berpikir dan usaha pengembangan membangun argumen teoritik dalam menjelaskan hasil yang diperoleh baik yang positif maupun negatif. BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian berisi deskripsi lokasi. Daftar Gambar Daftar gambar memuat nomor dan judul semua gambar yang ada dalam laporan disertai pencantuman nomor halamannya. Selain itu diuraikan pula pelaksanaan tindakan . 3. 9. mata pelajaran. Di bagian ini dapat pula disampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang berjasa dalam pelaksanaan PTK. dan prosedur pengembangan inovasi. 2. berkaitan dengan tindakan yang digunakan dalam upaya meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan dan pembelajaran. Disampaikan pula aspek keberhasilan dan kelemahan dan rencana tindak lanjut. Bab dan sub bab. Gambar yang dimaksud adalah gambar yang diambil selama proses PTK berlangsung dan berguna antara lain. tujuan pengembangan inovasi. BAB II KAJIAN PUSTAKA Kajian pustaka berisi uraian teori dan temuan penelitian yang relevan yang digunakan sebagai dasar dalam pemilihan pendapat dan pelaksanaan PTK. dan juga disajikan hasil pengumpulan data yang diperoleh melalui berbagai instrument. manfaat hasil pengembangan inovasi. Dalam bagian ini diuraikan tindakan yang khas yang dilakukan sehingga terlihat bedanya dengan pembelajaran yang selama ini biasa dilakukan. 8. Jumlah kata dalam abstrak tidak melebihi 200 kata dan dilengkapi dengan kata-kata kunci sebanyak 3-5 kata. 6. untuk menggambarkan situasi kelas laboratorium atau mimik seorang peserta didik yang dapat memperkuat uraian dalam komponen penemuan. perumusan masalah dan pemecahannya(termasuk definisi operasional dan ruang lingkup pengembangan inovasi). karakteristik peserta didik. Daftar Tabel Daftar tabel memuat nomor dan judul semua tabel yang ada dalam laporan disertai pencantuman nomor halamannya.diperlukan). 7. sedangkan data lengkap disajikan dalam lampiran. 339 . bagian akhir. 5. 4. BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan memuat unsur latar belakang masalah. waktu.

abstrak. 340 . Saran disusun untuk tindak lanjut penelitian berdasarkan pembahasan hasil penelitian dan juga untuk penerapan hasil. jurnal. E. Laporan penelitian tindakan kelas memuat antara lain A. daftar tabel. abstrak. metode penelitian. pendahuluan. Bagian inti terdiri dari pendahuluan. Langkah Kegiatan Bacalah dengan cermat masing-masing komponen dalam teori cara menyusun laporan penelitian tindakan kelas. hasil penelitian dan pembahasan. 11. dan internet. daftar pustaka. semuanya disajikan secara lengkap. kajian pustaka. 10. simpulan dan saran. Disajikan analisis data dan hasil perubahan dalam bentuk grafik/statistik deskriptif dioptimalkan. LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran memuat RPP yang dilaksanakan. kajian pustaka. pendahuluan. daftar gambar. BAB V SIMPULAN DAN SARAN Di dalam simpulan yang disusun harus sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian. kata pengantar. daftar isi. kajian pustaka. penutup. judul. judul. inovasi. D. apa yang perlu dilakukan pada siklus berikutnya. dan bukti lain pelaksanaan PTK. C. Daftar pustaka dapat bersumber pada buku. dan penutup. daftar lampiran. F. hasil dan pembahasan. Tes Formatif 3 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat 1. kemudian mulailah mengidentifikasi isi dari masing-masing bagian tersebut. yaitu pembuka. simpulan dan saran. judul. daftar pustaka. Daftar pustaka dituliskan secara konsisten dan alphabetis. pendahuluan. metode penelitian. riwayat hidup. kajian pustaka. pendahuluan. Latihan Untuk meningkatkan pemahaman dalam menyusun laporan carilah contoh laporan penelitian tindakan kelas. Baguan pembuka terdiri dari judul. daftar pustaka. B. hasil dan pembahasan. judul. penutup. 12. Dalam pembahasan adalah membahas hasil penelitian. DAFTAR PUSTAKA Daftra pustaka yang dicantumkan dalam laporan hanya yang benar-benar dirujuk di dalam naskah. abstrak. Rangkuman Secara umum sistematika suatu laporan terdiri dari 3 bagian pokok. saran sebaiknya disusun secara operasional ditujukan kepada siapa. abstrak. kajian pustaka. metode penelitian. D. Lembar Kegiatan 1. penutup. majalah. 2. Hasil Hasil bahasan dari laporan penelitian tindakan kelas yang sudah ada.Mengapa berhasil (tidak)?. inti. sehingga ada ulasan tentang perubahan yang dihasilkan dari tiap siklus dan keseluruhan siklus. halaman judul. abstrak. simpulan dan saran. Bagian penutup berisi daftar pustaka dan lampiran. instrumen pengembangan C. cermati dan diskusikan apakah isi dan makna dari tiap-tiap bagian dalam laporan tersebut.

objek penelitian C. B. 5. D. gambar. B. berdasarkan hasil penelitian B. kata pengantar. diagram. D. C. C. sintesis. C. C. 10. informasi yang berkaitan dengan penelitian tindakan kelas. daftar buku-buku. 6. subjek penelitian. berdasarkan kajian teori.Salah satu yang bukan bagian dari metode penelitian adalah A. uraian teori dan temuan penelitian yang relevan yang digunakan sebagai dasar dalam pemilihan pendapat dan pelaksanaan penelitian. buku yang dirujuk dalam naskah laporan. Gambaran umum mengenai substansi sebuah laporan dapat ditemukan pada A. Salah satu bagian dari metode penelitian adalah A. internet dan yang lainnya. temuan penelitian. Dalam pembahasan yang dibahas adalah A. 8. Penyajian hasil penelitian dapat dilakukan dengan cara A. pendahuluan. sampel penelitian. metode penelitian. teori-teori serta hasil penelitian pada topik yang sama yang sudah pernah dilakukan oleh orang lain maupun yang belum dilakukan. kajian teori. D. gambar. B. teori penelitian. analisis. jurnal yang pernah dibaca. tabel. C. sebab berisi A. abstrak. D. Pada bagian saran yang ditulis adalah tindak lanjut A. naratif. sampel. rencana penelitian. C.2. dari penelitian yang serupa. 341 . dari penelitian sebelumnya. hasil penelitian 3. Kajian pustaka merupakan bagian penting dari laporan penelitian. D. Pada bagian metode penelitian pada umumnya penulis menyajikan A. B. diagram. D. lokasi penelitian. B. D. buku yang pernah dibaca. D. C. subjek penelitian. rencana penelitian. jurnal. simpulan. B. naratif. D. hasil penelitian. B. 7. grafik. populasi. buku yang dirujuk pada naskah proposal. kualitatif. 4. dan tabel. hasil penelitian C. B. 9. Daftar pustaka yang dicantumkan dalam laporan penelitian adalah A.

html Kasiihani Kasbolah E. Bandung : Yrama Widya. 2002.com/2010/02/dasar-dasar-penulisan-karyatulis_01. http://suksesbersamasukarto. 1995. Maman. Mohamad. Untuk Guru. Jakarta : Bagian Proyek PGSD. Jakarta : Bumi Aksara. M.blogspot. 2000. Penelitian Tindakan Kelas.). “Hakikat dan Peranan PTK dalam Pengembangan Profesionalisme Konselor”. Semarang : Universitas Negeri Semarang. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. 342 . dkk. Disampaikan dalam Seminar Nasional Penelitian Tindakan Kelas dalam Rnagka Pengembangan Profesionalisme Konselor. Surakarta : Muhammadiyah University Press. dan Adyana Sunanda (Ed. Suharsimi Arikunto. dan Supardi. 2007. 2008.Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. Suhardjono. “Penelitian Tindakan Kelas untuk Peningkatan Profesionalisme Guru SLTP”. Penelitian Tindakan Kelas (Dalam Bagan). Makalah. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen Dikdasmen Depdiknas. Depdiknas. Rahman. H. Zainal. Jelaskan apa yang perlu ditulis dalam pembahasan! 3. Penelitian Praktis untuk Perbaikan Pengajaran. Jelaskan apa yang perlu ditulis dalam hasil penelitian! 2. Malang : Universitas Negeri Malang. Ditjen Dikti Depdikbud. Kamis 19 Juni 2008. Thoybi. Soly Abimanyu. Pembudayan Penulisan Karya Ilmiah. Surya. IKIP PGRI Semarang.S. 2007. Harun Joko Prayitno. 2008. Jelaskan apa yang perlu ditulis pada simpulan dan saran! DAFTAR PUSTAKA Aqib. 2001.

343 .

344 .

345 .

346 .

347 .

348 .

349 .

350 .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.