BAB II MIKRO LINGUISTIK

A. Tujuan Pembelajaran Pada bab II ini pembelajar dapat menjelaskan struktur dasar fonologi, struktur dasar morfologi, struktur dasar sintaksis, strktur dasar semantis,karakteristik setiap aliran, seperti aliran tradisional, struktural, aliran fungsional, tranformasi generatif, serta dapat mengungkapkan secara tulis dan atau lisan. B. Uraian Materi 1. Fonologi a. Pengertian dan Pendekatan Fonetik 1) Pengertian Fonetik Fonetik adalah studi tentang bunyi-bunyi ujar (Samsuri, 1981:91). 2) Pendekatan Fonetik Pendekatan fonetik ada 3 cara yaitu a) auditoris, b) akustis, dan c) artikulatoris. a) Auditoris Auditoris adalah penyelidikan mengenai kemungkinan bunyi-bunyi ditanggapi oleh alat pendengar/telinga ketika bunyi-bunyi bahasa itu dikumandangkan oleh pembicara. Karena cara ini sangat bersifat subjektif, orang yang berkepentingan merasa tidak mantap dan sukar dipertanggungjawabkan sebagai hasil penelitian ilmiah. Di samping itu, buku-buku yang menguraikan mengenai fonetik auditoris Itu sedikit sekali, dan keahlian yang dituntut sebenarnya adalah keahlian dalam ilmu kedokteran b) Akustis Dengan cara pendekatan akustis kita berusaha mempelajari bagaimana arus bunyi yang telah keluar dari rongga mulut atau rongga hidung atau kedua-duanya sipembicara merupakan gelombang-gelombang bunyi ujaran. Penyelidikan cara ini memerlukan pengetahuan ilmu-ilmu pasti karena bunyi-bunyi harus dideskripsikan dengan tanda-tanda angka atau rumus-rumus matematis. Kecuali kurang praktis, tidak semua ahli bahasa dapat menggunakan cara ini dan pada hakikatnya hanya bunyibunyi yang berupa gelombang-gelombang di uadara. Untuk itu, bagaimana mengucapkannya tidak dapat dilukiskan, yang dapat dilukiskan mungkin besarnya amplitudu getaran ketika terlepas mulamula dari pita suara, maka hasil penyelidikan itu masih diragukan dalam terapannya. Selain itu, cara ini memerlukan biaya yang tidak sedikit. Contoh: Apabila kita memetik gitar, maka tali gitas akan bergetar dan terjadilah bunyi yang dapat kita dengar. c) Artikulatoris/Organik Pendekatan artikulatoris adalah menyelidiki bagaimana bunyi-bunyi bahasa itu dihasilkan oleh alat-alat (organ) si pembicara (organs of speech). Cara ketiga ini yang memang mudah, praktis, dan dapat diberikan bukti-bukti datanya sehingga setiap orang dapat menerapkannya. Hampir semua gerakan alat-alat ucap itu dapat kita periksa, dari paruparu, sekat rongga dada, tenggorokan, lidah, dan sampai bibir. Pekerjaan-pekerjaan alat-alat yang statis hampir semua dapat kita ‘rasakan’. Cara pendekatan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

93

Penutur pendengar

Alat-alat bicara sistem

getaran-getaran udara Yang dihasilkan

telinga dari auditoris

b. Proses Penghasilan Bunyi Bahasa Pada umumnya bunyi dihasilkan dengan menghembuskan udara keluar dari paru-paru melalui rongga mulut dan atau rongga hidung. Macam-macam alat ucap secara garis besar seperti berikut: 1) Artikulator ialah alat-alat yang mudah/dapat bergerak (bersifat dinamis), pada umumnya terdapat di bagian lidah dan bibir bawah. 2) Titik artikulasi ialah alat-alat yang tidak/ sukar bergerak (bersifat statis). Di samping itu, masih ada lagi yang merupakan keharusan ialah arus udara yang dialirkan keluar dari paru-paru. Contoh penghasilan bunyi bahasa: Dalam menghasilkan bunyi [c] misalnya dapat kita lihat kerjasama antara ketiga faktor tersebut di atas. Mula-mula udara mengalir dari paru-paru, sementara itu, ujung lidah (apex) bergerak menyentuh langit-langit keras akibatnya udara terhalang. Ujung lidah sebagai artikulator, sedangkan langitlangit keras sebagai titik artikulasi.

Posisi pita suara:

a terbuka lebar

b terbuka agak lebar

c terbuka sedikit

d tertutup sama sekali

Keterangan gambar: (a) Posisi untuk bernafas secara normal; (tidak menghasilkan bunyi bahasa), (b) Posisi yang menghasilkan bunyi tak bersuara, (c) Posisi yang menghasilkan bunyi bersuara, (d) Posisi yang mengawali atau mengakhiri bunyi hamzah(glottal stop).

94

c. Klasifikasi Bunyi-bunyi Bahasa Fona pada hakikatnya dapat digolongkan menjadi 2 yaitu fona segmental dan fona suprasegmental (prosodi). Masing-masing dapat dijelaskan seperti berikut. 1) Fona Segmetal Fona segmental ialah fona yang jelas warnanya, artinya batas artikulasinya dapat dianalisis satu dengan yang lain, sehingga secara relatif dapat digolongkan menjadi 2, yaitu: (a) Vokoid ialah fona segmental yang pada umumnya tidak mendapat halangan ketika difonasikan dan bersuara. (b) Kontoid ialah fona-fona segmental yang umumnya mendapat halangan baik penutupan maupun penyempitan pada artikulasi tertentu ketika dihasilkan atau difonasikan dan sebagaian bersuara, sebagian lagi tansuara. 2) Fona Supra segmental Fona supra segmental ialah fona yang sukar dikenal warnanya, hanya dapat dianalisis kualitasnya melalui fonasi fona-fona segmental; artinya fona-fona supra segmental itu hanya ada bersama-sama dengan fonasi fona-fona segmental. Oleh karena itu, fona supra segmental tidak mungkin dapat dianalisis terlepas dari fona-fona segmental. Fona supra segmental dapat dirinci atas: a) Tekanan(stress) b) Panjang(length) c) Nada(pitch) d) Jeda(juncture) e) Intonasi terminal(terminal intonation). (akan dibicarakan lebih lanjut pada bagian lain). d. Fona Segmental Fona segmental adalah fona yang apabila diartikulasikan mudah diartikulasikan. 1) Klasifikasi Vokoid Untuk membuat klasifikasi, kita memakai kriteria yang sangat umum, yaitu posisi lidah, aktivitas lidah, dan bentuk bibir. a) Menurut posisi lidah: (1) Vokoid tinggi: [i, I, u, U]. (2) Vokoid sedang: [E, e, o, ]. (3) Vokid rendah: [a, A, ]. b) Menurut akyivitas bagian lidah: (1) Vokoid depan : [i, I, E, ] (2) Vokoid pusat : [e, a, A, ] (3) Vokoid belakang: [u, U, o, ]. c) Menurut bentuk bibir: (1) Vokoid bundar : [u, U, o, ] (2) Vokoid tanbundar: [i, I, e, E, a, ]. 2) Klasifikasi Kontoid a) Cara artikulasi a) Berdasarkan cara artikulasi, kontoid dapat digolongkan seperti berikut. (1) Kontoid plosif/hambat yaitu kontoid yang terjadi dengan jalan alat ucap tertutup sama sekali pada suatu tempat sehingga udara

95

tertahan, dan ketika halangan itu dilepaskan keluarlah udara tersebut dengan tiba-tiba diiringi semacam letupan. (2) Konotid eksplosif: apabila disudahi semacam letupan. Contoh: [p,b] (3) Kontoid implosif: apabila disudahi dengan tidak ada letupan. Contoh: [k, t, d, g, ?] (4) Kontoid afrikat: yaitu kontoid yang terjadi dengan mula-mula tertutup alat ucap seluruhnya seperti pada posisi kontoid plosif, kemudian halangan itu terlepas dengan diiringi semacam friksi (bunyi geser). Contoh : [c, j] pada kata <cara, dan jalan>. (5) Kontoid frekatif: ialah kontoid yang terjadi dengan penyempitan jalan ucap pada suatu tempat sehingga arus udara masih dapat keluar melalui mulut dengan menimbulkan semacam friksi. Contoh: [f,v,x,G,h] pada kata <fanta, volume, khabar, ghoib, hati>. (6) Kontoid spiran ialah kontoid yang terjadi dengan penyempitan jalan ucap pada suatu tempat dan mendapat halangan semacam pengadukan, sementara itu terdengar bunyi desis. Contoh: [s,S,z,Z] pada kata-kata <sedar, syarat, zaman, measure(Inggris)>. (7) Kontoid nasal: ialah kontoid yang terjadi dengan tertutupnya pada suatu tempat, sedangkan velum merendah, sehingga arus udara keluar melalui rongga hidung dan rongga mulut. Contoh: [m, n, n, n] pada kata-kata <makan, nona, nyonya, singa>. (8) Kontoid lateral: ialah kontoid yang terjadi dengan tertutupnya sama sekali lajur tengah, sehingga arus udara masih dapat keluar melalui kiri kanan lidah. Contoh: [l] pada kata <lidah>. (9) Kontoid trill: ialah kontoid yang terjadi dengan bergetarnya apex (ujung lidah) yang mendekati alveulum ketika arus udara terhembus keluar melaluinya. Contoh: [r] pada kata <radar>. (10) Kontoid flaps: ialah kontoid yang terjadi getaran apex sekali. Contoh: [r] pada kata-kata <very, better, metter>. (11) Semi vokal: ialah kontoid yang terjadi dengan penyempitan pada suatu tempat dalam jalur ucap seperti artikulasi [i,u], kemudian meluncur pada suatu tempat yang lain sehingga arus udara masih dapat keluar melalui mulut diiringi semacam bunyi luncur. Contoh: [W,Y] pada kata <warung, yang>. b) Berdasarkan titik artikulasi Berdasarkan titik artikulasi, kontoid-kontoid dapat digolonggolongkan menjadi seperti berikut. (1) Kontoid labial ialah kontoid yang dihasilkan dengan labium sebagai titik artikulasinya yang disentuh bibir bawah. Contoh: [p,b,m,w] pada kata-kata <papa, babi, mama, warga>. (2) Kontoid dental ialah kontoid yang dihasilkan dengan gigi atas sebagai titik artikulasi yang ditekan/ dikenai apex. Untuk selanjutnya cara mengungkapkan seperti kontoid labial dan dental. Contoh: [f,v] pada kata-kata [fantasi, fafourit, volume]. (3) Kontoid interdental Contoh: [t,d,] pada kata-kata <terang, damar(Jw)>. (4) Kontoid alveolum 96

Contoh: [t,d] pada kata <puthu, thukul ‘sejenis makanan, tumbuh’, medhi ‘pasir’ (Jw)>. (5) Kontoid palatal Contoh: [c,j,n,y,S] pada kata-kata <cari, jarang, nyata, yang, syirik]. (6) Kontoid velar ialah kontoid yang dihasilkan dengan velum sebagai titik artikulasi tempat didekati dorsum. Contoh: [k,g,x,n] pada kata-kata <ksrsng, guna, khabar, arang>. (7) Kontoid faringal ialah kontoid yang terjadi dengan farinx sebagai titik artikulasi, atau radix tertarik ke arah farinx. Contoh:[ ] pada kata maklum. (8) Kontoid glotal (glottal stop) Contoh: [?] pada kata-kata <anak, jarak>. c) Berdasarkan artikulator Berdasarkan artikulator kontoid dapat digolongkan seperti berikut. (1) Kontoid labial ialah kontoid yang dengan labium(bibir bawah) sebagai artikulator yang terkatup bibir atas atau menekan gigi atas. Contoh: [p,b,m,f,v,w] seperti pada kata-kata yang sudah dicontohkan kontoid labial di atas. (2) Kontoid apikal Contoh: [t,d,t,d,c,n,l,r,r]. (3) Kontoid laminal Contoh: [c,j,s,S,z,Z]. (4) Kontoid dorsal Contoh: [k,g,x,n,G]. (5) Kontoid radikal Contoh: [ ] pada kata arab <‘adat>. d) Berdasarkan artikulator dan titik artkulasi Berdasarkan artikulator dan titik artukulasinya kontoid-kontoid dapat dibagi seperti berikut. (1) Kontoid bilabial ialah kontoid yang dengan labium (bibir bawah) sebagai artikulator yang menyentuh bibir atas sebagai titik artikulasinya. Contoh: [p,b,m,w]. (2) Kontoid labiodental Contoh: [f,w]. (3) Kontoid apiko-interdental Contoh: [t,d]. (4) Kontoid apiko-alveolar Contoh: [t,d,n]. (5) Kontoid palatal Contoh: [t,d,j,,ny/n,y,s,S]. (6) Kontoid velum Contoh: [k,g,x,n/ng]. (7) Kontoid radix-faringal Contoh: [ ]. (8) Kontoid glotal/hamzah/glottal stop Contoh: [ /’]. (9) Kontoid laringal Contoh: [h] pada kata-kata <hambar, hembus>. e) Kondisi pita suara 97

Korea.c.n(ng)].r.s.] : nada mendatar [ V ] : nada turun naik [ /\]: nada naik turun. 1) Tekanan/stress Bermacam-macam cara untuk melukiskan tekanan tersebut. Fona-fona supra segmental itu digolong-golongkan menjadi: 1) Tekanan/stress 2) Panjang pendek/length 3) Nada/pitch 4) Juncture 5) Intonasi terminal/terminal intonation.d. (2) Kontoid nasal Contoh: [m.n(ny).v.t.x.f.w]. (1) Kontoid suara Contoh: [b. 2) Nada/pitch Nada atau pitch ialah naik turunnya suara ketika sederetan fon-fona difonasikan. Dalam tuturan(utterances) keseluruhan atau rangkaian nada merupakan tangga suara atau tangga nada(pitch level).g. (2) Kontoid tansuara Contoh: [p. Untuk melukiskan fona-fona prosodi itu biasanya dipergunakan berbagai-bagai tanda diakretik Tandanya terbatas sekali.k.z. Fona Suprasegmental Fona suprasegmental atau fona prosodi tidak semudah fona segmental cara mencatatnya.. Dalam beberapa bahasa tertentu.x..u. dan lain-lain pitch itu tinggi frekuensinya. e.v. terutama ciri-ciri prosodi yang kontras-kontras. lebih banyak berhubungan dengan pembicaraan fonem.d.t.f.p.l. karena dipergunakan selaku komponen yang membedakan makna.h.c.s.h. Dalam lukisan prosodi sering juga tangga nada itu ditandai dengan angka: 98 .j.j. kontoid dibedakan seperti berikut. Pitch itu biasanya dilukiskan dengan: [ /] : nada naik [ \] : nada menurun [ .b.S. ‘ : untuk menandai tekanan yang sekunder “ : untuk menandai tekanan yang primer Contoh: ‘green “house ‘white “house Panjang pendek/length Panjang pendek ialah ciri prosodi yang merupakan perpanjangan suatu fona. aduh ‘jauh sekali’ [?adu:h] assalam [?assala:m].Z.t. Tanda diakretik yang digunakan seperti berikut. Contoh: ‘adoh’ [?adoh] .o. f) Berdasarkan jalan yang diikuti arus ujaran ketika keluar dari rongga ujaran.g. yang terjadi mungkin kontoid atau vokoid.. Untuk itu.?.n.k.z.d.S.Berdasarkan kondisi pita suara kontoid dapat dibedakan seperti berikut. (1) Kontoid oral Contoh: [a.d. seperti bahasa Cina.Z].w.?]. Nada tersebut ditulis di atas silabel atau fona yang harus diucapkan dengan disertai pitch.

atau jeda yang terdapat dalam kata. Jeda luar dapat dibagi menjadi 3 macam: [ / ] . Contoh: [mi + lI?] [ki + ta]. f. 2) Tugas fonemik a) Fonemik itu berusaha menyelidiki serta menentukan fonem-fonem yang terdapat pada bahasa/bahasa-bahasa yang menjadi objek penelitian itu(membuat invetaris sistem bunyi). 99 . Fonem dan Tugas Fonem 1) Pengertian Fonem Fonem (inggris. Tanda yang dipakai adalah: [  ] : untuk mendatar [ --^] : untuk menaik yang ditaruh sesudah jeda silang rangkap. Pendeknya atau lama sebentarnya perhentian itu relatif sekali. Oleh ahli-ahli bahasa biasanya dilukiskan adanya dua macam jeda. Temponya mungkin pendek atau panjang(lama). 1985:61). bahkan dalam struktur hampir tak dapat dibedakan adanya bermacam-macam jeda. b) Jeda luar (external juncture) ialah jeda yang terdapat di antara unsur-unsur frasa.a) b) c) d) Angka 1 : untuk Angka 2 : untuk Angka 3 : untuk Angka 4 : untuk pitch terendah pitch yang lebih tinggi pitch yang lebih tinggi lagi pitch yang paling tinggi. 3) Jeda/juncture Jeda adalah batas atau perhentian antara satuan-satuan fona.phoneme) sering didefinisikan sebagai kesatuan bunyi yang terkecil dalam sebuah bahasa yang dapat membedakan makna (Prawirasumantri. jika kata itu terdiri atas paling sedikit dua silabel diberi tanda [+]. jeda tunggal [ // ] : jeda rangkap [ # ] : jeda silang rangkap. [ --v ] : untuk menurun Contoh: [# ?a +dI? // se + dan / me + na + nIs #--V ] Kadang-kadang juga diletakkan pada bagian jeda silang : [ #> ] : untuk mendatar [ # ] : untuk menaik [ # ] : untuk menurun. atau mudahnya dapat dikatakan bahwa jeda yang terdapat antarsuku kata. Biasanya sesudah intonasi terminal menyusullah kesenyapan akhir dan awal. yaitu dengan cara substitusi(komutasi). Metode yang dipakai untuk keperluan tersebut biasanya sangat sederhana. Contoh: # ?a + yah // su + dah / da + tan / ta +di / pa + gi # c) Intonasi terminal (terminal intonation) Intonasi terminal ialah lagu penghabisan satuan tutur pada setiap yang disebut kalimat. Kedua macam tersebut dapat dipakai dalam transkripsi fonetis. Panjang atau pendeknya atau lama sebentarnya perhentian itu relatif sekali. a) Jeda dalam (internal juncture) adah jeda yang terdapat dalam perkataan selaku batas silabel.

Kata sepeda terdiri atas satu bentuk bermakna tidak dapat diuraikan menjadi lebih dari satu bentuk yang masih mengandung makna. ‘belanga’ : ‘tulang’ pier : bier pier : ier ‘cacing’ : ‘bir’ peer : beer peer : eer ‘buah pir’: ‘beruang’ pal : bal pal : al ‘tetap’ : ‘pesta’ paard : bard paard: aard ‘kuda’ : ‘jenggot’ pak : bak pak : ak ‘pak’ : ‘bak’ pest : best pest : est ‘sampar’: ‘terbaik’. b) Prosodi sebagai ciri distingtif Contoh: (1) Anak dukun / beranak. paar: baar paar: aar baar: aar ‘kelamin’ : ‘ gelombang’ pot : bot pot : ot dst. 2. Pengertian Morfologi dan Satuan-satuan Gramatik 1) Pengertian Morfologi Perhatikan contoh-contoh berikut berdasarkan unsur-unsur pembentuknya. Sistem distingtif ditentukan oleh oposisi. Hal ini terbukti apabila katakata tersebut dianalisis atau diuraikan ke dalam bentuk yang bermakna.dan sepeda. Kata sepeda sebagai bentuk ulangnya. yang biasa disebut kata akan nyata bahwa strukturnya berbeda-beda. a) sepeda b) Rumah c) jalan bersepeda berumah berjalan sepeda-sepeda perumahan berjalan-jalan sepeda motor rumah-rumah jalan-jalan rumah-rumahan menjalani rumah sakit menjalankan Kalau kita perhatikan contoh-contoh di atas. Sama halnya dengan kata rumah dan jalan: kata bersepeda terdiri atas dua bentuk bermakna. yaitu ber. jalan. misalnya <tari> vs <cari>. c) Fonemik mencoba menemukan sistem dalam materi fonem-fonem dengan ciri-ciri distingtifnya. Sama halnya dengan kata berumah dan berjalan masing-masing terdiri atas dua bentuk bermakna. (2) Anak / dukun beranak. Demikian pula kata rumah-rumah dan jalan-jalan masing-masing terdiri atas dua bentuk bermakna. lama telah mencoba mengemukakan cara itu dengan mempergunakan sepuluh pasang minimal kata yang mirip paling sedikit mengandung sebuah fonem masing-masing yang berbeda. yakni rumah dan jalan sebegai bentuk dasarnya dan 100 . yaitu ber. b) Fonemik berusaha memnetukan sifat-sifat atau ciri-ciri distingtif fonemfonem. Usaha itu merupakan percobaan/pengujian gabungan fonem-fonem.Ahli-ahli fonemik (fonologi) Belanda.serta rumah. Morfologi a. e) 1) Ciri Distingtif a) Oposisi: /t/ vs /d/ /s/ vs /c/. d) Fonemik itu berusaha menyusun perumusan distribusi fonem tiap bahasa yang menjadi objek penelitian. Ciri-ciri distingtif itu mengandung fungsi dapat membedakan sesuatu fonem dengan fonem yang lain.

Sama halnya dengan kata rumah sakit yang terdiri atas rumah dan sakit. Kata berpakaian misalnya. kota. Perbedaannya ialah satuan-satuan sepeda tidak mempunyai satuan yang lebih kecil lagi. Misalnya kata berpakaian terbentuk dari bentuk asal pakai mendapat imbuhan afiks –an menjadi pakaian. dan baru.dan sepeda. ber. bersepeda ke luar kota. 1985:25). Contoh. yang sebenarnya terdiri dari satuan ber. Satuan-satuan yang mengandung makna.bentuk terikat dan sepeda bentuk bebas. yang terdiri dari satuan ber-. misalnya sepeda. ternyata bahwa ada satuan-satuan yang berulang-ulang dapat kita dengar. masing-masing merupakan bentuk tunggal. terbentuk dari bentuk dasar pakaian dengan efiks ber-. 1985). merupakan bentuk kompleks (Ramlan. sepeda. bersepeda. Satuan gramatik yang tidak terdiri dari satuan yang lebih kecil disebut bentuk tunggal. sepeda. Bentuk dasar ialah bentuk. sedangkan satuan-satuan bersepeda. sedangkan satuan yang terdiri dari satuan-satuan yang lebih kecil disebut bentuk kompleks. selanjutnya kata pakaian terbentuk dari unsur dasar pakai dengan afks – an. berbeda dengan bersepeda. 2) Satuan Gramatik a) Pengrtian Satuan Gramatik Jika kita mendengar tuturan seseorang atau tuturan seorang informan dengan seksama. ke. 2) proses pembentukan kata. c) Bentuk Asal dan Bentuk Dasar Bentuk asal ialah satuan yang paling kecil yang menjadi asal suatu kata kompleks. b) Bentuk Bebas dan Bentuk Terikat Bentuk bebas adalah bentuk yang dapat berdiri sendiri dalam tuturan biasa dan memilki sifat dapat dilekati bentuk-bentuk atau afiks lain. “Ia membeli sepeda baru”. serta –an sebagai imbuhan. 101 . ia membeli sepeda. Kata sepeda motor terdiri atas dua bentuk bermakna.rumah serta jalan sebagai bentuk ulangannya.menjadi berpakaian. baru. bersepeda ke luar kota. ia meng-. bersepeda. beli. kota. maupun makna gramatikal seperti bentuk-bentuk di atas. ternyata ada perbedaannya. bersepeda ke luar kota. beli. yakni sepeda dan motor. Pada garis besarnya morfologi membicarakan: 1) morfem-morfem yang terdapat dalam sebuah bahasa. Kata perjalanan terdiri atas per-an dan jalan. “Ia membeli sepeda baru”. yang terdiri dari satuan ia. baik tunggal. Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa morfologi ialah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk bentuk kata. atau disingkat satuan. ke. luar. kemudian mendapat imbuhan afiks ber. disebut satuan gramatik. maupun kompleks yang menjadi dasar bentukan bagi bentuk yang lebih besar. Kata rumah-rumahan terdiri atas 3 bentuk. Satuan-satuan ber-. baik arti leksikal. meng-. 3) fungsi proses pembentukan kata. yakni rumah sebagai bentuk dasarnya dan rumah sebagai bentuk ulangnya. Bentuk terikat adalah bentuk yang memilki makna gramatikal dan melekat pada bentuk dasar. luar. a) Bentuk Tunggal dan Bentuk Kompleks Satuan sepeda dibandingkan dengan bersepeda. dan sebagainya. Begitu pula pada bentuk-bentuk yang lain(Prawirasumantri. dan berbeda pula dengan satuan “Ia membeli sepeda baru”. dan 4) penjenisan kata. bersepeda ke luar kota.

Bahasa Indonesia terdapat tiga proses morfologis ialah proses pembubuhan afiks. (7) Memiliki kesanggupan untuk melekat pada bentuk-bentuk dasar yang lain.d) Unsur dan Unsur Langsung Unsur adalah bentuk-bentuk atau nsur-unsur yang membentuk kata kompleks. dan proses pemajemukan (Ramlan 1985 46-49). proses pengulangan. (4) Tidak pernah bertindak sebagai bentuk dasar. Berhubungan dengan posisinya. 3) sufiks. afiks dapat dibedakan atas: 1) prefiks. 2) infiks. Unsur langsung adalah unsur yang langsung membentuk kata kompleks. (3) Tidak mempunyai makna leksikal. dan 4) simulfiks (konfiks). Ciri-ciri afiks: (1) Berupa bentuk terikat. (6) Fungsi afiksa untuk mmbentuk kata kompleks. a) Afiksasi Afiks adalah imbuhan yang dibubuhkan pada bentuk dasar yang memiliki kesanggupan melekat pada bentuk-bentuk lain untuk membentuk kata kompleks. Contoh: berpakaian pakaian berU pakai U -an U berperikemanusiaan Perikemanusian Kemanusiaan berU peri U ke-an U manusia U 3) Proses Morfologis Proses morfologis ialah proses pembentukan kata-kata dari satuan lain yang merupakan dasarnya. (5) Secara gramtis terikt. (2) Makna afiks secara relatif tidak tetap. b) Pengulangan 102 .

Ciri-ciri kata majemuk: (1) Di antara unsur-unsurnya tidak bisa disisipi unsur lain. orang tua (3) Gabungan unsurunsurnya membentuk makna baru. bernyanyi. membatu. berdagang. mencetak. meninggi. Contoh: berdua. (c) Menyatakan makna ‘melakukan seperti pada bntuk dasarnya’. ke-an. Afiks pembentuk numeraial yaitu se-. -kan.. di-. rumah sakit. Kata majemuk dengan unsur unik adalh bentuk yang di dalam kombinasi satu-satunya dengan bentuk lain. membaca. Misalnya: rumah makan. c) Pemajemukan Kata majemuk ialah gabungan unsur-unsur yang membentuk kata baru. tua bangka. 103 . Contoh: menepi. baik dengan variasi fonem maupun tidak. Afiks pembentuk adjektival ialah se-nya. Afiks pembentuk nominal peng-. menyempit. (c) Bermakna ‘kumpulan yang terdiri dari . baik sebagian atau seluruhnya. merokok. (b) Menyatakan makna ‘menjadi .. bersedih. bersembahyang. (4) Perulangan merupakan proses penutup. Prinsip-prinsip penentuan kata ulang: (1) Terdapatnya kata dasar yang diulang. per-an. dan lain-lain. Hasil pengulangan itu disebut kata ulang. -i. (3) Mengulang berbareng dengan afiks. (b) Bermakna ‘dalam keadaan’ Contoh: bergembira. memukul. (4) Mengulang dengan variasi fonem.. ter-. meresmikan. (3) Perulangan itu tidak mengubah kelas kata. -an. mengecil. bermain. sunyi senyap. misalnya kacamata.’. meluas.’ Contoh: melebar. beran... ber-. Macam-macam kata ulang: (1) Mengulang seluruh bentuk dasarnya. berbahagia.Proses pengulangan adalah pengulangan bentuk dasar atau satuan gramatik. ke-an.. Contoh: menulis. (2) Terdapatnya pertalian yang relevan antara bentuk ulang itu dengan kata dasarnya. peng-an. menggulai. (2) Afiks ber(a) Bermakna ‘melakukan perbuatan . infiks. bertiga. (2) Unsur-unsurnya tidak bisa diputarbalikkan. berpadu.’ Contoh: berangkat. (d) Menyatakan makna ‘dalam keadaan’ pada kata menyendiri.. berlima. per-. d) Fungsi Afiks Afiks pembentuk verbal antara lain: meng-. (2) Mengulang sebagian bentuk dasarnya.. Misalnya. e) Makna afiks (1) Makna afiks meng(a) Menyatakan perbuatan aktif transitif. Contoh: tua renta.

Contoh: segunung. terduga.’.’. pemancar. membuatkan. terselami. Contoh: kedua(orang). (8) Afiks ke(a) Bermakna ‘kumpulan yang terdiri dari ... tertusuk. Contoh: terbangun. terjahit. pembela. Contoh: ternilai. semeter... (d) Bermakna ‘dapat di-‘. (e) Bermakna ‘mempunyai . sekembalinya. membawakan. terlihat. Contoh: se-Indonesia. Contoh: pembaca. terindah. tercetak. (d) Bermakna ‘kausatif’. terpandai... (6) Afiks perBermakna ‘kausatif’ Contoh: perbesar. (b) Bermakna ‘urutan’. pencipta.’. membelikan. dibangun. (3) Afiks diBermakna ‘suatu perbuatan pasif’. Contoh: pemalas. penghalus. (c) Bermakna ‘ketiba-tibaan’. (meja) keempat. (7) Afiks se(a) Bermakna ‘satu’. terjatuh. dilarikan.. Contoh: tertinggi. terperosok. tertanam. Contoh: terbawa. pemukul. (rumah) kedelapan. terluas. berladang. terhukum. (d) Bermakna ‘setelah’. penjahit. penguat. dikemasi. seperti’. serumah. Contoh: sekarung. terbaca. pertinggi. tertutup. Contoh: berayah. tersinggung. ketiga (pasang). sebulan. perlima. seisi kampung. 104 .(d) Bermakna ‘melakukan perbuatan . Contoh: pengeras. berwibawa. sepulangku. (5) Afiks peng(a) Bermakna ‘yang (pekerjaannya) meng---‘.. Contoh: terbagi. sehebat. terjepit. Contoh: setibamu. Contoh: berbaju. (b) Bermakna ketidaksengajaan’. sebuah. berpemimpin. bersepeda. (b) Bermakna ‘seluruh’. (9) Afiks –kan (a) Bermakna ‘benefaktif’. terbesar. (4) Afiks ter(a) Bermakna ‘aspek benefaktif’. terduduk. pengangkut. diresmikan. Contoh: membacakan. pendiam. berumah. (c) Bermakna ‘yang memiliki sifat . peramah. (e) Bermakna ‘paling –‘. pemanis. pemalu.. (b) Bermakna ‘alat untuk meng---‘ Contoh: pemtong. penakut. sekecil. berpakaian. pencukur. terlihat. Contoh: diambil. (c) Bermakna ‘sama. periang.. Contoh: (pegawai) kedua.’. sehari. pendingin. tersentuh. pengarang. bersuara. perkuda. perdua. pertuan.

kecurian. pengadaan. membasahi. ratusan. literan. tulisan.. melempari. penglihatan. membuangi. Contoh: 50-an. pembelian.Afiks peng-an (a) Bermakna ‘hal meng---‘. usahawan. Contoh: cendekiawan. 80-an. Contoh: menggarami. Contoh: negarawan. (c) Bermakna ‘satuan yang terdiri dari’. kewanitaan. 105 . (e) Bermakna ‘sekitar’. kegembiraan. (d) Bermakna ‘dalam keadaan tertimpa’. pengaturan. kemanusiaan. kedengaran. (b) Bermakna ‘cara meng---‘. (tiga) bulanan. (a) Bermakna ‘memberi . memerahi. (10)Afiks –i (a) Bermakna ‘berulang-ulang meng---‘. pengertian. Contoh: pembacaan. kemasukan. mengatapi. (14). Contoh: mengotori. (b) bermakna ‘tiap-tiap’.. (b) Bermakna ‘ hal-hal yang berhubungan dengan’. (12)Afiks –wan (a) Bermakna ‘0rang yang ahli’. keduniaan. kesinambungan. ribuan. Contoh: menduduki. ilmuwan. karangan. mengguntingi. keberangkatan. Contoh: timbangan. penulisan. Contoh: mendudukan. 90-an. (d) Bermakna ‘beberapa’. menanami. Contoh: (majalah) mingguan. pengajuan. menerbangkan. (13) Afiks ke-an (a) Bermakna ‘suatu abstraksi/hal’. (c) Bermakna ‘kausatif’.. garisan. memberangkatkan. kiloan. kelaparan. jutaan. Contoh: kehewanan. (e) Bermakna ‘temapt/daerah’. meninjui. mendatangi.(b) Bermakna ‘kausatif’. Contoh: kelihatan. sosiawan. ribuan.’. (c) Bermakna ‘dapat di---‘. kedinginan. tatabahasawan. Contoh: mengambili. memanasi. rohaniwan. (11)Afiks –an (a) Bermakna ‘alat untuk meng---/hasil meng---‘. menulisi. pendapatan. menggulai. (cacatan) harian. relawan. mencabuti. Contoh: penyajian. kecamatan. kesultanan. Contoh: kebaikan. (c)Bermakna ‘hasil perbuatan/apa-apa yang di ---‘’ Contoh: pendengaran. kerajaan. Contoh: meteran. menyampuli. (b)Bermakna ‘orang yang/orang yang memiliki sifat’. Contoh: ratusan. (b) Bermakna ‘objeknya menyatakan tempat’. pengiriman. Contoh: kelurahan. ketahuan. Contoh: kehujanan.

beterbangan. peralatan. tanda pisah (-). yang mengungkapkan pikiran yang utuh.). Contoh: pendengaran. titik dua(. berlompatan. perkapalan. tanya. (d) Bermakna ‘daerah’. dan spasi. Tanda titik. pembuangan. tanya dan seru melambangkan kesenyapan. (e) Bermakna ‘berbagai-bagai’. tanda tanya(?).(d)Bermakna ‘alat yang digunakan untuk meng---‘. perbukitan. pertapaan. (b) Bermakna ‘hal/hasil ber---‘. sepadan dengan intonasi akhir. b. Contoh: persahabatan.). 3. 1) 2) 3) 4) Pola Kalimat Dasar S-P : Orang itu sedang tidur. (15) Afiks per-an (a) Bermakna perihal ‘. dan diakhiri dengan intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan ataupun asimilasi bunyi ataupun proses fonologis lainnya. penglihatan. bergulingan. Contoh: berloncatan. persyaratan. Contoh: sepenuh-penuhnya. atau tanda seru (!). S – P – Pel : Pancasila merupakan dasar negara kita. Batasan Kalimat Kalimat adalah satuan bahasa terkecil. pertokoan. semesntara itu. Contoh: berdatangan. Dalam wujud lisan. Contoh: peristrahatan. setinggi-tingginya. (17) Afiks se-nya Afiks se-nya bermakna ‘superlatif’. (e)Bermakna ‘ tempat meng---‘. perindustrian. perairan. (c) Bermakna ‘tempat ber---‘. disela jeda. (16) Afiks ber-an (a) Bermakna ‘banyak pelaku’. perhentian. dalam wujud lisan atau tulisan. persembunyian. S–P–K : Kami tinggal di Jakarta. Contoh: 1) Hai Min! 2) Hai. kalimat diucapkan diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut. bergantungan. sekuat-kuatnya. berpapasan. Contoh: pengadilan. Contoh: perbekalan. Contoh: perkampungan. Spasi yang mengikuti tanda titik. berkirim-kiriman. 3) Parmin akan bermain ke Simpanglima. Dalam wujud tulisan berhuruf latin. Contoh: pergedungan. persekutuan. Sintaksis a. kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik(. (c) Bermakna ‘saling’. 106 . bermunculan. di dalamnya disertakan pula berbagai tanda baca seperti koma(. dan seru. perkemahan. sedangkan yang lain sepadan dengan jeda. persekolahan. (b) Bermakna ‘pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang’. pengasingan. bergoyangan. perkotaan. pernafasan. pengungsian. S–P–O : Rani mendapat hadiah. Contoh: bersentuhan.

(f) Kalimat Berpredikat Nominal Contoh: (1) Ini adalah masalah keluarga mereka sendiri. yakni subjek.5) S – P – O – Pel : Dian mengambilkan adiknya air minum. 107 . dan objek. yakni subjek dan predikat. (2) Dia menugaskan pekerjaan itu kepada saya. Contoh kalimat lain berketerangan dan berpelengkap: (1) Guntur selalu naik sepeda ke sekolah. Jenis Kalimat 1) Kalimat Tunggal Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri atas satu klausa. b) Kalimat Ekatransitif Kalimat yang berobjek dan tidak berpelengkap mempunyai tiga unsur wajib. 6) S – P – O – K : Dian mengambil air minum di dapur. E) Kalimat Berpredikat Adjektival Contoh: (1) Alasan para pengunjuk rasa agak aneh. dan pelengkap yang dinamakan verba dwitransitif. predikat . d) Kalimat pasif Contoh: (1) Tugas itu harus mereka selesaikan. c) Kalimat Dwitransitif Verba transitif dalam bahasa Indonesia yang secara semantis mengungkapkan hubungan 3 maujud. Contoh: (1) Pemerintah akan memasok semua kebutuhan Lebaran. Hal itu berarti konstituen untuk setiap kalimat adalah satu subejk dan satu predikat. Contoh: (1) Ida sedang mencarikan adikknya pekerjaan. Predikat dalam kelompok verba ekatransitif adalah verba yang digolongkan dalam kelompok verba ekatransitif. 2) Kalimat Berpredikat a) Kalimat Taktransitif Kalimat yang tak berobjek dan takberpelengkap hanya memiliki dua unsur fungsi wajib. Contoh: (a) Mereka akan membentuk kelompok belajar. Contoh: (1) Padinya menguning. urutan katanya adalah subjek-predikat. (2) Buku itu sudah dibacanya/dia baca. Maujud itu maing-maing subjek. 7) S – P – O – Pel – K : Dian mengambilkan adiknya air minum di dapur. Pada umumnya. objek. c.

dan setara memilih. dan namun.Ibu hanya mengangguk – angguk. melainkan. (b) Kami harus pergi sebelum dia datang. dan tidak sombong. Kalimat majemuk ada dua macam. sedangkan. (2) Setara Perlawanan Konjugtor yang dipakai adalah tetapi.Jangankan disuruh melawan membantahpun dia tidak berani (3) Setara Memilih Konjugtor yang dipakai adalah atau. .. tatkala. maupun. lalu... (1) Hubungan Waktu Konjugtor yang dipakai adalah sejak. tidak / bukan saja. Beberapa macam hubungan sematis pada kalimat majemuk bertingkat seperti berikut. padahal. (2) Hubungan Syarat 108 1) ... sedangkan. sedari. kemudian.. Contoh : .. jangankan. ketika. lalu. (h) Kalimat Tak lengkap Contoh: (1) Assalaamu’alaikum. a) Kalimat majemuk setara Kalimat majamuk setara adalah kalimat yang memiliki dau klausa atau labeh dan kedudukannya sejajar / sederajat. sambil. dan air matanya terus mengalir. tidak . anak itu kembali ke orang tuanya. Kalimat majamuk setara ada tiga macam yang pertama setara menambah. padahal. (2) Apa kabar? Kalimat Majemuk Kalimat majemuk adalah kalimat yang mempunyai minimal dau klausa.. Konjugtor yang dipakai seperti : dan. b) Kalimat Majemuk Bertingkat Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih yang kedudukannya tidak sejajar. tidak / bukan sekedar. Contoh : (a) Pengurus KUD harus berwibawa. yakni: Kalimat majamuk setara dan kalimat majemuk bertingkat.. tetapi. setara perlawanan. kemudian.. Contoh : . tetapi..(g) Kalimat Berpredikat Numeral Contoh: -Uangnya banyak sekali. maupun . atau berbohong untuk menyenangkan hati orang tuanya... serta. atau.Dia harus mengatakan yang benar sesuai dengan keyakinannya.. baik.. sementara. (b) Setelah dua tahun berpisah. sewaktu. Contoh : . dll. bukan... melainkan. baik. (1) Setara Penambahan Konjugtor yang dipakai adalah dan.. tidak / bukan hanya. Contoh : (a) Aku tidak mengarti akan hal itu ketika aku masih anak anak.

(10) Hubungan Komplementasi Konjugtor yang dipakai adalah bahwa.. (12) Hubungan Oktatif Konjugtor yang dipakai adalah semoga/ moga – moga/ mudah – mudahan. bagaikan. (b) Sudah dau hari dia tidak masuk jangan – jangan dia sakit. kalau. kalimat langsung.. Contoh: a) gedung sekolah itu b) di halaman 109 . sehingga (sampai). laksana. (4) Hubungan Tujuan Konjugtor yang dipakai adalah agar. ibarat. akibat.L walau (pun). (11) Hubungan Perbandingan Konjugtor yang dipakai lebih/kurang. supaya. sampai. (b) walaupun/meskipun hatinya sangat sedih.Konjugtor yang dipakai adalah jika (lau). (8) Hubungan Hasil Konjugtor yang digunakan seperti sehingga. oleh karena. bilamana.. dia tidak pernah menangis di hadapanku. (5) Hubungan Konsensif Konjugtor yang dipakai adalah A. Contoh : (a) Kami pergi biar dia bisa bebas berbuat sesukanya. jangan – jangan. andai kata. biar. sebagaimana (7) Hubungan Penyebaban Konjugtor yang dipakai seperti sebab. sekalipun. (9) Hubungan Alat Konjugtor yang dipakai adalah dengan dan tanpa. andaikan. Contoh : (a) Dia akan pergi sekalipun/biarpun kami mencoba menahannya. (6) Hubungan Perbandingan Konjugtor yang dipakai adalah seperti. karena. b. saya tentu senang sekali menceritakanya. kalau – kalau. apabila. Contoh : (a) Seandainya para anggota kelompok menerima norma itu.. Frasa 1) Pengertian Frasa Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang tidak melebihi batas fungsi. sekiranya. selesailah seluruh permasalahan. (b) Hatiku bertambah ciut apabila/bilamana aku teringat bahwa akulah yang tertua (3) Hubungan Pengandaian Konjugtor yang dipakai adalah seandainya. Contoh : (a) Jika Anda mau mendengarkannya.maka. asal (kan). (b) Saya sengaja tinggal di kota kecil agar dapat mengetahui kehidupan disana. dari (pada). meski (pun). untuk.

Frasa endosentrik ada 3 macam.Frasa ada dua macam yaitu frasa endosentrik dan frasa eksosentrik.. Contoh : a) di perpustakaan b) ke sekolah 4. i. (berputar). Semantik a. segolongan benda disebut ‘buku. Penunjukan Fungsi kata ialah untuk menunjuk atau menyebut sesuatu (benda.. b. (berlangsung). . . .. Contoh : a) Indonesia. sifat atau keadaan. a) Frasa Endosentrik Atributif Frasa Endosentrik Atributif adalah farsa yang salah satu unsurnya menjadi pusat dan yang lain menjadi bawahan. ii. misalnya: 1) Saya berjalan seorang diri.. seperti kata makan. kata itu mempunyai makna yang berbeda-beda. Contoh : (1) ayah ibu (2)bembinaan dan pengembangan c) Frasa Endosentrik Apositif Frasa Endosentrik Apositif adalah frasa yang salah satu bagiannya yang unsur – unsurnya bisa saling menggantikan. jumlah) yang bersifat luar bahasa. 4) Sumbunya tidak berjalan. b) Tipe 2 terdapat pada kata onomatope. hal. (terlaksana... anak Pak Sastro. 3) Rencana itu tidak berjalan. 2) endosentrik koordinatif. yakni 1) endosentrik atributif. dan 3) endosentrik apositif. 2) Rapat sedang berjalan. b) Bapak SBY. Tipe-tipe Penunjukan/Penyebutan a) Penyebutan 1 terhadap segolongan benda dll. 110 . Contoh: (a) Buku baru (c) Ahmad. kursi. Kedua macam itu diuraikan seperti berikut ini. kata-kata emotif ekspresif dan kata-kata fonestem (kata yang mengandung gugus bunyi tertentu i. Frasa Eksosentrik Frasa Eksosentrik adalah frasa yang tidak mempunyai distribusi / kelas kata yang sama dengan unsur – unsurnya. Pengertian Makna dan Arti Kata ` Di dalam kalimat. dilaksanakan). Presiden RI. Contoh : (1) buku baru (2) pembangunan lima tahun b) Frasa Endosentrik koordinatif Frasa Endosentrik koordinatif adalah frasa yang unsur – unsurnya memiliki kedudukan / kelas kata yang sejajar.. (bergerak dari satu posisi ke posisi lain dengan kaki). Misalnya. tanah airku. perbuatan/peristiwa. meja’ dan lainlain. yang memiliki seperangkat ciri pembeda yang sama. 2) Frasa Endosentrik Frasa endosentrik adalah frasa yang mempunyai distribusi atau kelas kata yang sama dengan semua unsur atau salah satu unsurnya. dll.

Tipe arti stilistika ialah arti yang terdapat pada suatu ujaran tertentu yang mencerminkan lingkungan dan status sosial dari pemakaianya.Manusia . Misalnya. Tipe 7 penyebutan didasarkan atas bahan yang dipakai untuk sesuatu benda. Misalnya. Metode Analisis Komponen Yang dimaksud metode analisis komponen ialah mengurai arti konsep suatu kata ke dalam ciri-ciri semantik dari sebuah kata. Tipe Arti Tipe arti konsep. Tipe arti kolokatif ialah tipe arti yang dimiliki oleh kata tertentu yang cenderung bervalensi/bergabung dengan kata lain tertentu. ‘Aku ini binatang jalang’. yang dipentingkan di muka ‘Kemarin saya akan pergi ke Solo’. Misalnya. ‘Dhuh Gusti!’’. Tipe arti asosiatif. atau terhadap sesuatu yang dibicarakan. a) b) c) menyarankan aspek semantis tertentu. Tipe 6 penyebutan didasarkan atas penemu atau pabrik pembuatnya. bambu runcing. Penerapan metode analisis komponen misalnya kata bidan: . kata sapi benggala. Sinonim Sinonim ialah dua kata atau lebih yeng mempunyai arti leksikal yang lebih kurang sama. Tipe arti reflektif ialah arti yang menimbulkan penggandaan arti. ‘Sayalah yang akan pergi ke Solo’. Misalnya. diberi partikel. Misalnya si Gendut. volt. 5. Misalnya. Tipe arti tematik ialah tipe arti yang menggambarkan pembicara mengorganisasikan amanatnya dalam bentuk: (1) pengurutan. PSSI dikalahkan Bahrain 9:1. filip. ‘Hari ini saya akan ke Solo’. Tipe ari konotatif ialah tipe arti yang bersif tertentuat tambahan. 111 d. Kata ‘pendusta’. dengan tekanan primer. Djarum (rokok). 4. Tipe 8 penyebutan didasarkan atas nama tempat asal.geping banget. 2. Tipe 3 terdapat pada nama diri. jambu bangkok. Misalnya. Misalnya. Tipe 4 menyebut sebagian mewakili keseluruhan. /bapaqe?/ (Banyumas). dll. dan (3) penekanan. Tipe arti ini terutama terdapat pada kata kebanyakan bahasa yang bersifat satu dibanding satu. Boxy. cerdas.Bernyawa . gepeng geping . kata cecak. Misalnya. . 1. kata rumah meja.Berjenis kelamin perampuan . itiritir(Jw). kata goni. 3. (2) pemfokusan. Misalnya. ada 5 macam. Tipe arti afektif ialah yang mencerminkan perasaan pribadi si pembicara termasuk sikapnya yang diajak bicara. Misalnya. Misalnya. pating grandul (Jw). Tipe 5 penyebutan berdasarkan salah satu sifatny yang paling menonjol.Dewasa . den baguse. dan tampan.c) d) e) f) g) h) c.Benda . kata cantik. Misalnya.Keluaran sekolah bidan e. Misalnya Aminah.

Ada 3 tipe sinonim: 1) Antonim dipakai untuk menunjuk tipe ‘keberlawanan arti’ yang dapat dipertatarkan (anggota-anggotanya dapat dibedakan tingkat-tingkatnya. Homofon 1) Polisemi Polisemi ialah sebuah kata yang mempunyai banyak makna. Misalnya. istri dan bini. pembeli dan penjual. yang dapat dipertatarkan sangat besar. g. Misalnya. kata priduksi dan hasil. kecil. sinonim terdapat pad lingkup kelas: nomina. Misalnya. sulit. Faktor yang menyebabkan timbulnya polisemi: a) Pergeseran pemakaian. militer. c) Pemakaian kiasan. Misalnya. pelik. 2) Wujud berbalikan . f. adverbia. kata mencetak bermakna. kata gagah dipakai untuk orang. tua >< muda. kedokteran. rumit. Homonim. wisma. kata cantik yang dimaksudkan orangnya. Ingg badan legislatif. 2) Sinonim terjadi karena adanya kata-kata serapan atau dari bahasa asing. Macam-macam tipe sinonim: 1) Kata-kata yang bersinobim termasuk dialek yang berbeda-beda. gubug. lebih besar. kata operasi. kata pohong dan bodin. adjektiva. dll. Polisemi. d) Pengaruh dari bahasa asing. verba. uang) b) Meluluskan (mencetak sarjana) c) Memasukkan (mencetak sarjana) d) Menghasilkan (mencetak penganggur) e) Menghasilkan/memperoleh dengan mudah (mencetak uang(untuk dokter). dan untuk alat perang. Misalnya. Homograf. 5) Bersinonim yang dapat diperbedakan berdasarkan kolokasinya(aspek semantik kata yang terdapat di sekitarnya. Homograf. numeralia. kata sukar. misalnya. kata mata pada mata bisul. lebih kecil. preposisi. 4) Perbedaan di antaranya ditentukan oleh terdapatnya kadar afektif (di samping arti konsepnya) pada salah satu dari kata-kata bersinonim. untuk polisi. dan Homofon Homonim Homograf Homofon Sama tulisan sama tulisan beda tulisan Sama bunyi beda bunyi sama bunyi Beda arti beda arti beda arti 112 . agak besar. mata sapi. konjungsi. b) Pemakaian khas di lingkungan masyarakat tertentu. Misalnya. agak kecil. Misalnya. a) Menghasilkan sesuatu dengan dicetak (buku. Misalnya. sangat kecil. Antonim Antonim ialah hal berlawanan atau bertentangan arti leksikalnya. 3) Karena perbedaan laras. pria >< wanita. kata parlement (Prcs berbicara.Berdasarkan keanggotaan kategori. mata jaum. 3) Tipe komplementer ialah perangkat kata-kata yang arti leksisinya saling melengkapi. pronomina. 2) Homonim. Misalnya besar dan kecil. Misalnya. dan yang dimaksudkan bola yang masuk ke gawang. Misalnya. Misalnya kata rumah. suami dan istri.

Cara mendapatkan penggolongan: 1) Memakai salah satu hioponim sebagai kata penggolong ! Tangan Lengan penggolong.pemakaian lain mencatut keuntungan. kata jurusan. dan e) istri ayahku. kementrian perhubungan adalah transportasi. d) yang melahirkan aku. Misalnya. Contoh lain kata amplop. mencatut uang negara. Misalnya. kata catut dipakai di perbengkelan. hasta tangan 2) Memakai kata pungut atau kata ambilan dari bahasa asing sebagai kata Puisi Puisi lama puisi modern Gurindam talibun syair pantun konvensional serius mbeling 3) Membentuk kata jadian yang berpola D-D-an Rumput i. Hiponim Hiponim itu yang menunjukkan relasi antarkata yang bersifat atas bawah atau relasi penggolongan dengan anggota-anggota yang menjadingolongannya atau bawahannya. 113 . kata ibu pada mulanya menunjuk seorang istri ayah.  rumput-rumputan Perubahan Makna Beberapa gejala perubahan makna dan faktor penyebabnya: 1) Bersifat referensial ialah arti konsep kata itu benar-benar telah berubah sehingga akibatnya referennya juga berubah. Misalnya. 4) Akibat dari perubahan asosiasi Misalnya. Ciri semantiknya: a) Kata benda golongan manusia. kaum cerdik pandai. 2) Karena perluasan atau pembatasan makna. Jw masih ada makna yang lain misalnya. b) berjenis kelamin perempuan. 3) Akibat dari perubahan lingkungan pemakainya. makna lain bagian dari fakultas tertentu. ahli pikir dll. kata bujangga  Sansekerta berarti ular  Jawa kuno berarti sarjana.h. Jawa baru dan Ind berarti sastrawan. c) dewasa.

d) Metafora sinestesis. pahit. yang berupa dikotomi-dikotomi.misalnya. mata air. i. mata bisul.5) Akibat perpinbahan tanggapan dari indera yang satu ke indera yang lain (sinestesis). serta dibicarakan manfaat tidaknya. Yang merupakan rangkaian kuliahnya antara tahun 1906-1911. Aliran Tradisional Aliran atau tata bahasa tradisional mempunyai ciri pembeda sebagai berikut: 1) Tidak ada pengenalan akan perbedaan-perbedaan antara bahasa ujaran dan bahasa tulisan. 4) Memberikan pemerian atau memutuskan persoalan kebahasaan seringkali melibatkan logika. kata babi kamu. Metafora Metafora adalah salah satu wujud daya kreatif bahasa di dalam penerapan makna. Kelima hal itu akan diuraikan secara berurutan di bawah ini. bintang radio. b. manis. Kesan umum didapat bahwa buku itu mempunyai sejumlah pandangan yang bahkan sampai sekarang masih tetap penting untuk diketahui. seperti (1) sinkronik vs diakronik. Aliran Struktural Kontinental Aliran struktural Continental dipelopori oleh Ferdinand de Saussure dengan bukunya “Cours de Linguistique Generale” (1916) (=Inggris: Course in General Linguistics) (Indonesia: Pengantar Linguistik Umum). Misalnya. Misalnya. Misalnya. dan ia berenang di laut. (6) Memberikan pemerian bahasa dengan berdasarkan pada satu bentuk bahasa yang s angat disukainya yaitu bahasa tulisan baku (standardised written form) (7) Menurunkan definisi yang mengaburkan. 6) Akibat perubahan jenis kata dan fungsi. Aliran Linguistik a. objek-objek tertentu diberi nama: matahari. Miswalnya. kata berenang dalam berenang itu menyehatkan badan. kata bintang pada bintang pelajar. kata mata. 3) Menghakimi penggunaan bahasa dengan vonis benar-salah. 5. c) Metafora yang timbul karena perpindahan pengalaman dari konkret ke abstrak atau sebaliknya. j. Misalnya. (2) la langue vs la parole. 114 . (4) paradigmatik vs sintagmatik. yaitu pengalihan dari tanggapan berdasarkan inderapenglihatan ke pendengaran. 5) Cenderung menggandrungi atau bahkan mempertahankan penemuanpenemuan terdahulu. Berdasar konsep-konsepnya. ii. 2) Pemerian bahasa berdasarkan/memakai patokan-patokan bahasa Latin. (3) signifikan vs signifié. jenis ini diciptakan berdasarkan pengalihan tanggapan. dikaji. b) Mtfr kehewanan yaitu metafora yang bersumber pada kehewanan. atau sebaliknya. dan (5) bentuk vs substansi. Macam-macam metafora: a) Antromorphomis (Ynn: Antronus (manusia) dan Morona (bentuk) yaitu jenis metafora yang dinamai berdasarkan nama-nama bagian tubuh manusia. kata hangat (perasaan ke pendengaran). kata terang indera penglihatan. anjing kamu. de Saussure disebut sebagai bapak linguistik modern. selain itu indera pendengaran. kerbau kamu.

1) Sinkronik vs Diakronik Linguistik sinkronik mempelajari bahasa tanpa memersoalkan urutan waktu. Kalau kita mengucapkan rumah terdengar pada kita rentetan bunyi [r. 3) Signifiant dan Signifié Jika dalam Cours Saussure mementingkan hubungan (antara urutan bunyi dan konsepnya) sebagai tanda bahasa. sebenarnya yang lebih penting ialah bahwa tanda bahasa itu mempunyai dua sisi. Kata diakronis (Yunani: dia = melalui. khonas = waktu. terbitlah karya besar Blommfield yang berjudul “Language”. dapat dikatakan bahwa studi ini bersifat vertikal. misalnya bahasa Inggris. kalau kita berkata Rumah si-Ali akan dijual kita melihat bentuk rumah yang dihubungkan dengan bentuk lain yang berbentuk suatu keutuhan. Keduanya itu dihubungkan: parole adalah aspek perseorangan bahasa. dapat dikatakan bersifat horisontal. Indonesia. Biarpun bagi kami langue ternyata terdapat pada tingkatan yan glebih abstrak dari pada parole. yaitu signifiant dan signifié. hubungan seperti itulah yang disebut hubungan paradigmatik. 1988) mengatakan “syntagmatic relations specify the combination of element into complex form and sentences paradigmatic relations are the relations between the element of the language system”.h] yang kalau ditulis menjadi rumah. Sebaliknya. pintunya. 2) Langue dan Parole Saussure memakai istilah Perancis langue dan parole untuk membedakan bahasa sebagai sistem yang bersifat sosial dan bahasa sebagai ujaran yang bersifat perseorangan. dan sebagainya. Ata yang diucapkan sebagai rumah adalah bentuk yang mengandung arti ‘rumah’. Makna ini adalah abstraksi dari sesuatu yang ada di dunia luar bahasa (extra linguistic word). yang tidak dapat menciptakan atau mengubahnya. 19-20 dalam Pateda. tuturan. Langue adalah bahasa tertentu. Jadi. Judul buku itu sama dengan judul buku Sapir yang diterbitkan 12 tahun sebelumnya. sedangkan parrole bersifat konkrit. kalau kita perhatikan bentuk-bentuk: rumah rumahnya merumahkan. Hubungan itulah yang disebut hubungan sintagmatik. dan semua ini menghasilkan konsep rumah di benak kita. Sekarang. Aliran Strukturalisme Amerika Tahun 1933. sebagaimana dimanisfetasikan dalam kenyataan psiko-psikologi dan sosial dari tindak-tindak bahasa secara khusus. dua sisi itu biasa diberi nama bentuk dan isi (= arti). masa). dan sebagainya Kita melihat hubungan antara rumah dan bentuk-bentuk di bawahnya. Langue adalah bagian sosial bahasa. dan langue yang bersifat abstrak. Diakronis diartikan subdisiplin linguisitk yang menyelidiki perkembangan suatu bahasa dari masa ke masa. sedangkan parole berarti logat.m. Buku itu terdiri atas 600 halaman. Dengan demikian. Misalnya menyelidiki perkembangan bahasa Indonesia (dulu disebut bahasa Melayu) yang dimulai dengan adanya prasasti di Kedukan Bukit sampai kini. jadi. di luar pemakai perseorangan. terbayangkan jendelanya. . merupakan karyanya yang 115 c. Apa yang kita dengar itu adalah signifiantnya.u. atapnya. Perhatian ditujukan pada bahasa sejaman yang diujarkan oleh pembaca.a. ucapan. 4) Sintagmatik dan Paradigmatik Manfred Bierwisch (1871.

t . salah seorang pelopor ilmu jiwa behaviorisme. Maksudnya: Suatu rangsangan ini merupakan pengganti bahasa-bahasa (t). hal itu merupakan rangsangan pengganti bahasa (r) yang menyebabkan dia memberi tanggapan praktis (T). --kalimat berita. Taxeme itu terjadi dalam susunan gramatikal yang konvensional yang dinamakan juga tactic form (bentuk taktik). Bentuk taktik beserta makna yang dikandungnya itulah yang dinamakan bentuk gramatikal (grammatical form). apabila bentuk gramar itu merupakan suatu bentuk penggantian konvensional terhadap satu kelas dari bentuk lain. r --. yakni Roman Jakobson dan Andre Martinet. dan sebagainya. Ita slept. dalam Soejono. Konstruksi ini dinamakan Syntax kalau tidak terdapat bentuk terikat di antara konstituennya. contoh: John ran. R dan T adalah “peristiwa praktis” yang seakan-akan tinggal di luar bahasa.do not >< don’t. dan ia pun terpengaruh olehnya.T. -. nomina. Bentuk gramatikal yang terkecil disebut juga tagmene. . . 4) selection (memberikan satu faktor makna oleh karena bentuk yang berbeda memberikan makna yang berbeda pula). Ia sangat mengagumi A. 1) Roman Jakobson Roman Jakobson adalah seorang ahli waris yang sangat penting dari Aliran Praha. Akibatnya pengaruh yang merusak jiwanya itulah sehingga ia mengubah dasar pikiran yang dituangkan dalam bukunya yang pertama “An Introduction to Linguistic Science” (1914) dan menyesuaikannya dengan pandangan mekanistik penganut behaviorisme. t dan r adalah peristiwa-peristiwa bahasa (Samsuri. lion + ess –lioness. Dengan demikian. isinya padat. yang merupakan ciri khas Aliran 116 d. Aliran Fungsional Dalam pembicaraan tentang ilmu bahasa fungsional. dan sebagainya. Gagasan fungsi bahasa. sehingga sampai sekarang buku itu tetap tidak tersaingi.P. 2) modulation (penggunaan fonem sekunder). Begitu terpengaruhnya pada pandangan behaviorisme itu sehingga di dalam esei-esei yang ditulisnya untuk “International Encyclopedia of Unified Science”. Bagi pendengar. 1987: 14). seperti kata verba (verbs). -. . Suatu ciri sederhana tatanan gramatikal merupakan ciri gramatikal atau taxeme. seperti berikut: (1) Sentence type (tipe kalimat). – Ali memukul Badu >< Badu memukul Ali. Contoh: pronouns (kata ganti). Pandangannya tentang penggunaan bahasa (the use of language) dirumuskannya dengan rumus “Rangsangan dan Tanggapan”.John >< John? 3) phonetic modification (modifikasi fonetik). adjektiva (adjectives). dalam bentuk bahasa tercakup kelas-kelas dan bagian-bagian kelas. kalimat tanya. yang digambarkan dengan formula R --. Bentuk gramar dikelompokkannya menjadi tiga kelas. Bloomfield sangat dipengaruhi oleh ilmu jiwa (behaviourisme). (3) Substitution (substitusi). Weiss. Berikut ini akan disajikan kedua tokoh itu dengan gagasan mereka.paling besar. apabila konstituennya terdiri bentuk terikat. Ada 4 cara menurut Bloomfield menyusun bentuk (form): 1) order (urutan). (2) Construction (konstruksi). ia menyatakan syarat-syarat yang harus dipenuhi oelh metode ilmiah yang dapat dibatas dengan merujuk ke acuan behaviorisme. kita tidak dapat memisahkan diri dari dua orang tokohnya. seperti: -ess dalam duke + ess –duchess. Dan dinamakan morfologi. sedangkan taxeme itu merupakan satuan bentuk yang terkecil.

tak beraspirasi. (5) Bersuara lawan tak bersuara: ada lawan tidak adanya eksitasi frekuensi rendah yang periodik. Ada dua belas ciri oposisi dwimatra yang diperkenalkan oleh Jakobson. Oposisi dwimatra itu secara hipotetik menampilkan kesemestaan bahasa. ada lawan tidak adanya hamabtan pada sistem vokal. vokal terbuka lawan vokal tertutup. menempati kedudukan penting karya-karya Jakobson. (3) Kompak lawan tersebar: konsentrasi energi yang tinggi lawan yang rendah di dalam wilayah spektrum pusat yang relatif sempit. lenis. penyebaran energi yang besar lawan yang kecil dalam spektrum dan waktu. konsonan velar dan palatal lawan konsonan labial. vocal tract yang dapat berbentuk tanduk lawan yang berbentuk resonator Helmholtz (rongga luas dengan membuka tempat leher dilekatkan). (2) Konsonantal lawan non-konsonantal: energi keseluruhan yang rendah lawan yang tinggi. ada lawan tidak adanya penutupan yang cepat dan atau pembukaan artikulasi vokal atau dari satu detak atau lebih. yang sana dengan ciri tekanan dan kuantitas. Vokal dan likuida lawan konsonan dan luncuran. tense. ialah oposisi dwimatra yang dapat dipakai untuk menganalisis semua sistem fonologi yang dikenal. (6) Nasal lawan oral: besar lawan sempitnya frekuensi daerah penyebaran energi. beraspirasi lawan lax. pengantar lawan eksklusi dari resonator nasal. forward flanged lawan backward flanged. Ada lawan tidak adanya eksitasi tunggal atau primer pada glotis dan celah bebas melalui sistem vokal. tetapi ia juga memasukkan fungsi aktivitas bahasa itu sendiri. nasal lawan oral. 117 . ada lawan tidak adanya getaran periodik selaput suara. deformasi vocal tract yang lebih besar lawan yang lebih kecil. Kedua belas oposisi ini dapat dikelompokkan dalam ciri sonoritas (sembilan yang pertama). di samping identifikasi dari akustik ciri distingtif.Praha. konsonan dan likuida lawan vokal dan luncuran. ada lawan tidak adanya forman tambahan. hambat dan afrikat lawan kontinuan. (7) Discontinuous [interupted] lawan continuant: jeda yang diikuti dan atau didahului oleh penyebaran energi pada sebuah daerah frekuensi yang luas (sebagai ledakan atau transisi yang cepat dari forman lokal) lawan tidak adanya perubahan mendadak di antara bunyi dan jeda semacam itu. (4) Tenseness lawan lexness: energi tinggi lawan energi rendah. fortis. Hal yang baru. bersuara lawan tak bersuara. (1) Vokalik lawan non-vokalik: ada lawan tidak adanya struktur forman yang dibatasi secara tajam. Kedua belas ciri oposisi dwimatra itu sebagai berikut. Jakobson tidak hanya memasukkan unsur-unsur yang istimewa.

velarisasi. atau i. (12)Sharp lawan plain: ada lawan tidak adanya gerakan ke atas dari komponen frekuensi yang lebih atas. dan pembundaran bibir. konstriksi pinggiran lawan konstriksi pusat. sintaksis. ada lawan tidak adanya faringgalisasi. ia memberikan kuliah fonologi di London. u. retrofleksi. konsonan velar. Jika sebuah bahasa mempunyai hanya mempunyai tiga buah vokal. celah sempit lawan celah lebar. labian lawan konsonan palatal dan dental. konstruktif. Persyaratan kehematan sintagmatik (untuk mewakili gugus konsonan dari unsur-unsur oleh unsur unik yang baru) dan kehematan paradigmatik (untuk mewakili sebuah unsur dengan sebuah gugus konsonan yang tidak ada dari unsur yang muncul dalam temuan) adalah oposisi paradigmatik. konstriksi pinggiran lawan konstriksi pusat. Andre Martinet Tokoh yang tidak boleh dilupakan dalam meneruskan aliran fungsional ialah Andre Martinet. celah yang sempit lawan celah yang lebar. a. sibilan. Martinet mempunyai minat yang beragam dalam dunia ilmu bahasa. (11)Flat lawan plain: ada lawan tidak adanya giliran menurun atau melemah dari beberapa komponen dengan frekuensi yang lebih tinggi. palatalisasi lawan bukan palatalisasi. Pada tahun 1946. yang saling menunjang: fonologi deskriptif. E. Sebuah fonem yang dimasukkan ke dalam sebuah kelompok korelasi akan lebih mantap daripada fonem yang tidak dimasukkan ke dalam kelompok korelatif. Bagi Martinet. (9) Yang dicek lawan yang tak dicek: jumlah pelepasan energi yang tinggi lawan yang rendah. velar. (8) Nyaring lawan merdu: intensitas suara yang tinggi lawan yang rendah. vokal depan lawan vokal belakang. dan a. Kuliahnya itu diberi judul Phonology as Functional Phonetics. berujung kasar lawan berujung halus. Integrasi yang lengkap akan menghasilkan sebuah sistem yang sempurna dengan jumlah fonem maksimum 2) 118 . fonologi harus menafsirkan fakta fonetik yang merupakan data dasar dan bukan sekedar realisasi abstrak dari sistem yang berbeda. labian lawan konsonan palatal dan dental.likuida getar dan detak lawan likuida kontinuan. konsonan velar. linguistik umum. Satu label sudah karena ciri ini tidak pernah berfungsi distingtif dalam konteks fonemik yang sama. vokal depan lawan vokal belakang. fonologi diakronik. dan sebagainyaAnalisis fonem ke dalam ciri distingtif menunjukkan adanya korelasi. interdental. e. uvular lawan bilabial. (10) Grave lawan akut: konsentrasi energi yang rendah lawan yang tinggi dalam spektrum. labiodental. afrikat lawan hambat. ada lawan tidak adanya hambatan dalam rongga mulut. maka vokal itu akan berupa vokal i. dan bukan berupa vokal e. Sebuah kekosongan dalam sebuah pola mungkin saja dapat diisi oleh sebuah fonem yang baru. .

Tiap kalimat yang dihasilkan oleh alat bicara manusia menampakkan diri secar bersama-sama yang terdiri dari struktur dalam (deep structure) dan struktur luar (surface srtucture). yang merupakan murid Z. Tiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda untuk menghasilkan kalimat. fonetik. Belakangan. revolusi ilmiah dalam bidang linguistik. Teorinya terkenal dengan nama tata bahasa transformasional generatif (Transformational Generative Grammar) atau tata bahasa trasnformasi atau tata bahasa generatif (Pateda. Tiap kalimay yang lahir barangkali akan muncul lagi pada situasi yang lain. menunjukkan bahwa aspek fungsional adalah aspek yang paling ditonjolkan dan tidak harus dikaji dengan mengesampingkan yang lain. yakni keluar dari Bloomfidian. manusia harus memiliki kompetensi (competence) tentang bahasa. sebenarnya hal itu merupakan komplemen logisnya. Chomsky melihat bahwa pendekatan yang duipergunakan oleh Bloomfield dan pengikut-pengikutnya yakni pendekatan IC perlu disempurnakan. 119 .Aliran Transformasi Tokoh aliran transformasi adalah Noam Comsky. Menurut teori ini. dan mensintesiskan teorinya dalam eksposisi yang lengkap dan seimbang dalam: Elements of Linguistics dan A Functional View of Language. dan bagaimana ia harus menampilkan (performence) apa yang diinginkannya dalam wujud bahasa. Tiap kalimat yang lahir bagaimanapun bentuknya. baik dengan jalan membaca. Struktur dalam merupakan abstraksi dari apa yang didengar atau dilihat. timbul fase linguistik baru. Martinet juga menerapkan pandangan fungsionalnya dalam sintaksis. Dikatakannya bahwa hasil tingkatan-tingkatan telaah linguistik seperti. fonemik. 1988:40-41). Chomsky menjadi sangat terkenal dengan bukunya yang berjudul Syntactic Structure (1957). Hal ini disebut aspek kreatif bahasa. Kemampuan seseorang bergantung kepada: 1) Tingkat pendidikan 2) Pengalaman 3) Kesigapan menambah kosa kata. dan sintaksis belumlah merupakan prosedur untuk mencapai telaah linguistik berupa deskripsi kaidah bahasa secara menyeluruh. bagi Martinet. Harris. Dengan munculnya buku ini.yang dibangun dengan sejumlah minimum ciri distingtif. Sistem ini tidak dapat ditambah lagi dan tidak akan ada alasan untuk mengubahnya. Martinet juga menggarisbawahi bahwa sintaksis dan juga fungsi merupakan makna sentral. d. Chomsky adalah seorang guru besar linguistikdi MIT (Massachusetts Intsitut of Technologi). Buku yang kedua berjudul Aspect of the Theory of Sintax (1965). di dalamnya menampakkan pendirian yang tegas. Untuk menghasilkan kalimat tersebut. Pilihan label fungsional. sebaliknya.S. morfologi. Struktur luar berwujud apa yang kita dengar atau apa yang kita lihat kalau tertulis. Kemampuan-kemampuan inilah yang merupakan objek tata bahasa generatif. Pandangan struktural tidak dapat diperbaharui dengan pandangan fungsional. alih-alih struktural. terdiri dari sejumlah elemen dasar dan mempunyai struktur. tiap manusia menggunakan bahasa yang tercermindalam kalimat-kalimat.maupun mendengar(kan). Hal ini disebut disebut prosedur rekursif (recirsive prosedure).

Uhlenbeck (seorang guru besar linguistik di Universitas Leiden. Komponen sintaksis merupakan pusat.Pastal (1964). yakni.Katz dan Paul M. 4.Fodor. Mereka mengusulkan integrasi teori sintaksis transformasi generatif Chomsky dengan teori semantik Katz dan Jerry A.M. 7. 5. (2) tuntas. Dengan tegas Chomsky mengemukakan bahwa tata bahasa setiap bahasa harus terdiri dari tiap komponen. 120 . yakni: a) Kalimat yang dihasilkan haruslah kalimat yang berfungsi dalam ujaran.Bagaimana kita menggambarkan kemampuan si pemakai bahasa untuk menghasilkan dan mengerti makna kalimat yang tak terbatas jumlahnya itu. dalam arti komponen inilah yang menentukan arti kalimat dan komponen ini pulalah yang menggambarkan aspek kreativitas bahasa. isalnya yang dikemukakan oleh Jerrold J. Meskipun pada tahun 1964 teori Chomsky belum berumur 10 tahun. a) Sintaksis. Sebutkan pendekatan fonetik ! Sebutkan klasifikasi fona-fona (bunyi-bunyi) bahasa ! Sebutakan klasifikasi kontoid ! Sebutkan ciri-ciri distingtif ! Apa sajakah garis besar bidang morfologi ? Sebutkan macam-macam afiksasi ! Amatilah kalimat berikut ! Para pelaut menangkap ikan. setiap tata bahasa harus memenuhi dua syarat. Perbedaan buku pertama dengan buku kedua ialah: a) Buku pertama terdiri atas: (1) Phrase strukture (2) Transformasi (3) Morfofonemik. 6. b) Semantik. dan c) Fonologi. dan (3) hemat. telah banyak dikemukakan kritik terhadap teori ini. dan b) Istilah yang dipakai jangan harus didasarkan pada satu bahasa saja. b) Buku kedua struktur tersebut pada buku I diubah menjadi: (1) Nomor satu dan dua masuk bidang sintaksis yang terdiri dari (a) pola kalimat dasar. Latihan Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. Menurut Chomsky. 3. itulah yang menjadi tugas tata bahasa. Buku kedua tulisan Chomsky tersirat pengertian bahwa menyusun tata bahasa harus: (1) sederhana. Kritik yang sama dikemukakan pula oleh E. 2. dalam buku yang berjudul An Interprete Theory of Linguistic Deskription. dan (b) transformasi (2) Fonologi (3) Semantik. tetapi harus beersifat sejagat (universal). Belanda) dalam bukunya yang berjudul Critical Comment on Transformational Generative Grammar. C.

hanya mengangguk-angguk: frasa endosentrik atributif b. 3) fungsi proses pembentukan kata. Sebutrkan konsep dasar buku Sintactic Structure ! 15. 2) proses pembentukan kata. 9. Garis bidang morfologi yaitu: 1) morfem yang terdapat dalam sebuah bahasa. rumah. 13. Klasifikasi kontoid ada 6 macam yaitu: 1) cara artikulasi. dan 5) penjenisan kata. (1) sinkronik vs diakronik. dan air matanya terus mengalir di pipi.S1 . E. 2) akustis.Pel . Kunci Jawaban 1. 1) Prefiks per. di pipi: frasa eksosentrik. Ciri distingtif ada 2 macam yaitu: 1) oposisi. 4) makna proses pembentukan kata. Buatlah kalimat dengan pola S . dan 2) fina suprasegmental. dan (b) transformasi (2) Fonologi (3) Semantik. 14.pada pelaut berfungsi nominalisasi dan bermakna ‘orang yang pekerjaannya me-‘ 2) Prefiks berfungsi verbalisasi dan bermakna ‘melakukan aktivitas . 2) Buku Aspect of The Theory of Syntax berisi: (1) Nomor satu dan dua masuk bidang sintaksis yang terdiri dari (a) pola kalimat dasar. Perbedaan buku pertama dengan buku kedua ialah: 1) Buku Sintactic Strcture berisi: (1) Phrase strukture (2) Transformasi (3) Morfofonemik. Rangkuman 121 . Apa sajakah analisis fungsi pada kalimat di atas ? 9.P . dan 6) jalan yang diikuti arus ujaran ketika keluar dari rongga ujaran. Berilah contoh sinonim lingkup nomina ! 13. 5) kondisi pita suara. 3. air matanya: frasa endosentrik atributif c.‘. dan artikulatoris. (2) la langue vs la parole. Pendekatan fonetik ada 3 macam yaitu: 1) auditoris. Makna adalah arti kata yang sudah bersifat tertentu. 2) infiks. dan 2) prosodi. 11. sedangkan arti sudah bersifat tertentu. Dian mengambilkan adiknya air minum di dapur. dan 4) konfiks. Sebutrkan konsep dasar buku Aspect of The Theory of Sintax ! D. 8. Klasifikasi fona ada 2 macam yaitu: 1) fona segmental. 3) sufiks. terus mengalir: frasa endosentrik atributif d. dan (5) bentuk vs substansi. 3) artikulator. Analisis fungsi: S . atau dengan kata satu berdanding satu. istana. (3) signifikan vs signifié. 4. Amatilah kalimat berikut ! Ibu hanya mengangguk-angguk. Sebutkan secara garis besar konsep Ferdinand de Saussure ! 14. Jelaskan perbedaan pengertian makna dan arti ! 12. (4) paradigmatik vs sintagmatik. 2) titik artukulasi.Apa sajakah fungsi dan makna afiksasi pada kalimat di atas ! 8. 10. gubuk. 6. 8 di atas ? 10. 5.O . 12. 4) titik artikulasi dan artikulator. a. Afiksasi meliputi: 1) prefiks.P . Apa sajakah nama frasa pada kalimat no. 7.K ! 11. 2.P1. wisma.

phoneme) sering didefinisikan sebagai kesatuan bunyi yang terkecil dalam sebuah bahasa yang dapat membedakan makna. yaitu posisi 1) lidah. Kalimat majemuk dibedakan kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat kalimat majemuk setara meliputi: 1) setara penambahan. dan 5) penjenisan kata. dan 4) konfiks. Makna afiks bergantung pada konteks kalimat. 11) hubungan perbandingan. 4)Juncture. 7) hubungan penyebaban. 3) bentuk asala dan bentuk dasar. per-. Ciri distingtif ada 2 macam yaitu: 1) oposisi. 2) setara perlawanan. 2)aktivitas lidah. 5) hubungan konsesif. 7) S – P – K : Kami tinggal di Jakarta. 3) artikulator. 9) hubungan alat. Jenis kalimat meliputi jenis kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Satuan satuan gramatik meliputi: 1) bentuk tunggal dan bentuk kompleks. 8) hubungan hasil. 122 . infiks. Untuk klasifikasi vokoid. dan 2) fina suprasegmental. 10) hubungan komplementasi. 6) hubungan perbandingan. Pola kalimat dasar: 1)S . 2) hubungan syarat. Frasa endosentrik ada 3 macam yaitu: 1) endosentrik atributif. Frasa ada dua macam yaitu frasa endosentrik dan frasa eksosentrik. dan setara memilih. -an. 5) S – P – O : Rani mendapat hadiah. Afiks pembentuk adjektival ialah se-nya. dan 2) prosodi. 10) S – P – O – Pel – K : Dian mengambilkan adiknya air minum di dapur. 9) S – P – O – K : Dian mengambil air minum di dapur. 3) fungsi proses pembentukan kata. per-an. 3) nada/pitch. -i. 2) proses pembentukan kata. dan 3) bentuk bibir. yang mengungkapkan pikiran yang utuh. 2) akustis. Fona-fona supra segmental itu digolong-golongkan menjadi: 1) tekanan/stress. Kalimat majemuk bertingkat mencakupi: 1) hubungan waktu. dalam wujud lisan atau tulisan. 3) endosentrik apositif. 2) infiks. 2) titik artukulasi. Proses morfologis meliputi: 1) afiksasi. dan 5) intonasi terminal/terminal intonation. Afiks pembentuk nominal seperti peng-. 3) sufiks. ke-an. Klasifikasi kontoid ada 6 macam yaitu: 1) cara artikulasi. peng-an. dan 3) pemajemukan. 4) makna proses pembentukan kata. 2) panjang pendek/length. kita memakai kriteria yang sangat umum. di-. 3) hubungan pengandaian. bentuk bebasa dan bentuk terikat. dan 2) fonemik berusaha menentukan sifat-sifat atau ciri-ciri distingtif fonemfonem. 4) titik artikulasi dan artikulator. dan 6) jalan yang diikuti arus ujaran ketika keluar dari rongga ujaran. Afiks pembentuk numeraial yaitu se-. Klasifikasi fona ada 2 macam yaitu: 1) fona segmental. 6) S – P – Pel : Pancasila merupakan dasar negara kita. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil. dan 3) artikulatoris. dan 4) unsur dan unsur langsung. Afiksasi meliputi: 1) prefiks. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang tidak melebihi batas fungsi. ber-an.Pendekatan fonetik ada 3 macam yaitu: 1) auditoris. Garis bidang morfologi yaitu: 1) morfem yang terdapat dalam sebuah bahasa.P : Orang itu sedang tidur. 2) endosentrik koordinatif. dan 12) hubungan oktatif. ber-. 4) hubungan tujuan. Fungsi afiks adalah pembentuk verbal antara lain: meng-. 2) pengulangan. ter-. Fonem (inggris. Tugas fenemik: 1) Fonemik itu berusaha menyelidiki serta menentukan fonem-fonem yang terdapat pada bahasa/bahasa-bahasa yang menjadi objek penelitian itu(membuat invetaris sistem bunyi). -kan. ke-an. 8) S – P – O – Pel : Dian mengambilkan adiknya air minum. 5) kondisi pita suara.

yakni Roman Jakobson dan Andre Martinet. 3) metode analisis komponen. Jakobson tidak hanya memasukkan unsurunsur yang istimewa. Berikut ini akan disajikan kedua tokoh itu dengan gagasan mereka. Chomsky adalah seorang guru besar linguistikdi MIT (Massachusetts Intsitut of Technologi). homofon. 2) tipe arti. Kesan umum Ferdinand de Saussure didapat bahwa buku Course de Linguistique Generale mempunyai sejumlah pandangan yang bahkan sampai sekarang masih tetap penting untuk diketahui. Martinet mempunyai minat yang beragam dalam dunia ilmu bahasa. Buku pertama ‘Sintactic Strcture’ berisi: 1) Phrase strukture 2) Transformasi 3) Morfofonemik. 3) Menghakimi penggunaan bahasa dengan vonis benar-salah. di samping identifikasi dari akustik ciri distingtif. 4) sinonim. ialah oposisi dwimatra yang dapat dipakai untuk menganalisis semua sistem fonologi yang dikenal. (2) la langue vs la parole. Hal yang baru. fonologi diakronik. (2) la langue vs la parole. 6) polisemi. kita tidak dapat memisahkan diri dari dua orang tokohnya. Tokoh yang meneruskan aliran fungsional ialah Andre Martinet.S. tetapi ia juga memasukkan fungsi aktivitas bahasa itu sendiri. homograf. (3) signifikan vs signifié. namun dengan alat apa dan bagaimana itu sebenarnya tidak terlalu hakiki). serta dibicarakan manfaat tidaknya. 5) antonim. yang saling menunjang: fonologi deskriptif. Buku kedua ‘Aspect of The Theory of Syntax’ berisi: 1) Nomor satu dan dua masuk bidang sintaksis yang terdiri dari (a) pola kalimat dasar. Gagasan fungsi bahasa. dan 9) metafora. dan (5) bentuk vs substansi. Oposisi dwimatra itu secara hipotetik menampilkan kesemestaan bahasa.homonim. Kata itu mempunyai arti yang bersifat tetap (bergerak dari suatu posisi ke posisi lain. menempati kedudukan penting karya-karya Jakobson. yang berupa dikotomi-dikotomi. pada umumnya dengan anggota badan tertentu. (4) paradigmatik vs sintagmatik. yang berupa dikotomi-dikotomi. dan (5) bentuk vs substansi. Roman Jakobson adalah seorang ahli waris yang sangat penting dari Aliran Praha. dan 7) Menurunkan definisi yang mengaburkan. yaitu yang terdapat di dalam konteks kalimat tertentu atau di dalam konteks situasi tertentu. (4) paradigmatik vs sintagmatik. dan (b) transformasi 2) Fonologi 3) Semantik. Aliran atau tata bahasa tradisional mempunyai ciri pembeda sebagai berikut: 1)Tidak ada pengenalan akan perbedaan-perbedaan antara bahasa ujaran dan bahasa tulisan. Dalam pembicaraan tentang ilmu bahasa fungsional. dikaji. 7) hiponim. Harris. Misalnya kata ‘berjalan’ . Pembicaraan semantik mencakupi: 1) penunjukan. seperti (1) sinkronik vs diakronik. 123 . 8) perubahan makna. 4) Memberikan pemerian atau memutuskan persoalan kebahasaan seringkali melibatkan logika. Kesan umum didapat bahwa buku itu mempunyai sejumlah pandangan yang bahkan sampai sekarang masih tetap penting untuk diketahui. 2) Pemerian bahasa berdasarkan/memakai patokan-patokan bahasa Latin. Tokoh aliran transformasi adalah Noam Comsky. linguistik umum. seperti (1) sinkronik vs diakronik. 5) Cenderung menggandrungi atau bahkan mempertahankan penemuan-penemuan terdahulu. 6) Memberikan pemerian bahasa dengan berdasarkan pada satu bentuk bahasa yang sangat disukainya yaitu bahasa tulisan baku (standardised written form). (3) signifikan vs signifié. yang merupakan ciri khas Aliran Praha. dikaji. yang merupakan murid Z.Makna adalah arti kata yang sudah berfifat tertentu. sintaksis. serta dibicarakan manfaat tidaknya.

1973. Jakarta : Balai Pustaka. 1993. 1987. Jakarta: Fakultas Sastra Indonesia. Ende: Nusan Indah. Amerika: Baltimore. Samsuri. 1984. Fonetik. Yogyakarta: IKIP Yogyakarta. Yogyakarta: UP Karyono. Karyono. Parera. Jakarta: Gramedia. Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia II Morfologi. Keraf. Terjemahan. Semantik Leksikal I dan II. Marsono. Saussure. T. Ende: Nusa Indah. Jakarta: Dian Rakyat. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Tata Bahasa Indonesia. Pengantar Linguistik dalam Fonologi dan Proses Penguasaan Fonemis. ------------. 1983. Sutan Takdir. 1978. Yogyakarta: Swadaya. 1978. Morfologi Suatu Rinjauan Deskriptif. 1988. Analisis Bahasa. Ssubroto. 1978. Trager. Pengantar Linguistik bidan Fonetik dan Fonemik. Syaf E. ------------. Pengantar Linguistik Umum. 1986. Kamus Linguistik. Jakarta: Erlangga. Djoko. Harimurti.F.Ramlan. Gorys. Pengantar Linguistik I. Yogyakarta : CV.Edi. 1984. Kentjono. Alwi. D. Jos Daniel. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. 1990. and George L. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. __________. Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia. 1975. Yogyakarta: Gadjah Mada Univerty Press. -----------. Sulaiman. Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia I Sintaksis. Surakarta: Universitas Sebelas Maret. Ilmu Bahasa Indonesia : Sintaksis. Jakarta: Erlangga. Hasan. 1993. Dasar-dasar Linguistik Umum. 1988. de Ferdinand. Bandung: PT Eresco. Djajasudarma. ------------. Jakarta:: Pusat Pembinaan dan Pengambangan Bahasa. Bloch. 1985.2000. Daftar Pustaka Alisyahbana. Outline of Linguistics. 1942.1981. Kridalaksana. M.Fatimah. 124 . Semantik 1 dan 2. Semantik. Bernard.

Sosiologi berusaha mengetahui terjadinya masyarakat berlangsung dan tetap ada. di antaranya kita dapati subdisiplin sosiolinguistik. juga bersifat terapan. dan sebagainya. dan sebagainya. antropolinguistik. bahkan mungkin tidak akan dapat melakukan kajian secara eksternal tersebut. seni.1 Mendeskripsikan konsep sosiolinguistik 3.1. Tanpa pemahaman yang cukup mengenai kajian internal. dan cara menempatkan diri di dalam masyarakat. Sedangkan linguistik adalah ilmu yang mempelajari tentang bahasa atau ilmu yang menjadikan bahasa sebagai objek kajiannya. linguistik juga sudah mempunyai subdisiplin atau cabang-cabang berkenaan dengan adanya hubungan disiplin itu dengan masalah-masalah lain. Pencabangan itu diadakan karena objek yang menjadi kajian disiplin ilmu itu sangat luas karena perkembangan dunia ilmu. etnis. yaitu: (a) linguistik mikro (mikrolinguistik) dan (b) linguistik makro (makrolinguistik).2. perlu dipahami terlebih dahulu batasan sosiologi dan batasan linguistik. seseorang tentu akan mendapat kesulitan.BAB III LINGUISTIK MAKRO 3.3 Mendeskripsikan konsep pragmatik 3. Sedangkan linguistik makro menyelidiki bahasa dalam hubungannya dengan faktor-faktor di luar bahasa atau faktor eksternal. pragmatik. subdisiplin linguistik dapat dibedakan atas dua. Dalam hal ini. maka subdisiplin linguistik makro itu pun menjadi sangat banyak. 3. Tujuan Pembelajaran Tujuan mempelajari materi ini adalah: 3.1. tentu saja sebelum seseorang terjun dalam kegiatan kajian eksternal yang antardisiplin itu. Untuk memahami sosiolinguistik lebih lanjut. dua bidang ilmu empiris yang mempunyai kaitan yang erat. Karena banyaknya masalah yang terdapat di luar bahasa. Dengan mempelajari lembaga-lembaga sosial dan segala masalah sosial dalam suatu masyarakat akan diketahui cara-cara manusia menyesuaikan diri dengan lingkungannya. hasilnya dapat digunakan untuk memecahkan dan mengatasi masalah-masalah yang ada di dalam kehidupan praktis kemasyarakatan. Berdasarkan objek kajiannya. Berbeda dengan kajian secara internal yang terutama hanya menyusun atau teori linguistik “murni”. dan pragmatik. Linguistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya. psikologi. Kajian linguistik yang bersifat antardisiplin ini selain untuk merumuskan kaidahkaidah teoretis antardisiplin. dia terlebih dahulu harus menggeluti kajian internal linguistik itu. Paparan Materi Dewasa ini penyelidikan tentang bahasa dengan berbagai aspeknya dilakukan orang dengan sangat intensif. cara bersosialisasi.2 Mendeskripsikan konsep psikolinguistik 3. etnolinguistik. psikolinguistik.2. Dengan demikian dapat 125 . Sosiolinguistik Sosiolinguistik merupakan gabungan antara disiplin sosiologi dan disiplin linguistik. filsafat bahasa. Sebagai ilmu. Pembicaraan linguistik makro pada kesempatan ini akan difokuskan pada sosiolinguistik. Faktor eksternal tersebut seperti: faktor sosial. Tuntutan kebutuhan dalam kehidupan dewasa ini telah menyebabkan perlunya dilakukan kajian bersama antara dua disiplin ilmu atau lebih. dan sangat mendalam. dialektologi.1. psikolinguistik. filologi. Pada kesempatan ini hanya akan dibahas seputar linguistik makro. sangat luas.1.1. Artinya. sehingga linguistik berkembang dengan sangat pesat. neurolinguistik. stilistika.

(b) Dialek Sekelompok penutur merupakan anggota masyarakat dari daerah tertentu atau khas sosial tertentu. Atau dengan kata lain. Oleh sebab itu. temperamen. bahasa dan pemakaian bahasa tidak hanya ditentukan oleh faktor-faktor linguistik. pekerjaan. Idiolek dapat berkenaan pula dengan “warna” suara.disimpulkan bahwa sosiolinguistik adalah bidang ilmu antardisiplin yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan pemakaian bahasa di dalam masyarakat. dan mengenai masalah apa. di mana. Variasi ini menyangkut semua masalah pribadi para penuturnya. bahasa Jawa dialek Yogyakarta-Surakarta. antara lain: segi penutur. A. Perbedaan latar belakang asal daerah atau kelas sosial penutur seperti itu menimbulkan variasi dalam pemakaian bahasanya. misal: siapa berbicara dengan bahasa apa. tingkat pendidikan. Sifatsifat khas yang disebabkan oleh faktor fisik. hanya dengan mendengar suara tanpa melihat orangnya. dan sebagainya. segi pemakaian. tetapi juga oleh faktor-faktor nonlinguistik. keadaan sosial ekonomi. Berikut penjelasan masing-masing segi. bahasa tidak saja dipandang sebagai gejala individual. seseorang tidak lagi dipandang sebagai individu yang terpisah dari yang lain. rongga mulut. Sedangkan sifat-sifat psikis biasanya disebabkan antara lain: perbedaan watak. Pembahasan di bidang sosiolinguistik ini akan dibatasi pada dua hal. Misal: bahasa Jawa dialek Banyumas. Variasi yang timbul karena perbedaan asal daerah penuturnya disebut dialek geografis. Ia merupakan anggota dari kelompok sosialnya. misalnya karena perbedaan bentuk atau kualitas alat-alat tutur (bibir. bahasa dan pemakaian bahasanya tidak diamati secara individual. kita sudah dapat mengenalinya. susunan kalimat. gaya bahasa. tingkat kebangsawanan. atau dialek areal. jenis kelamin. Yang paling dominan adalah “warna” suara. bahasa Jawa dialek Surabaya. pilihan kata. jenis kelamin. gigi. dan segi sarana. yaitu: a) variasi bahasa dan b) peristiwa kontak bahasa. Berdasarkan hal tersebut kita bisa melihat perbedaan variasi bahasa yang digunakan seorang penutur atau mitra tutur. Variasi bahasa yaitu bentuk-bentuk bagian atau varian dalam bahasa yang masing-masing memiliki pola-pola yang menyerupai pola umum bahasa induknya (Poedjosoedarmo. segi keformalan. sikap mentalnya. tingkat ekonomi. rongga hidung. Variasi yang disebabkan oleh perbedaan status. dan sebagainya. Sebagai gejala sosial. kapan. seperti: umur. kepada siapa. dan kelas sosial penuturnya disebut dialek sosial atau sosiolek. 126 . intelegensi. lidah. Adapun wujud variasi bahasa itu dapat ditinjau dari bermacam-macam segi. atau dialek regional. pendidikan. maupun yang lain. Sifat-sifat khas seperti itu disebabkan karena faktor fisik maupun faktor psikis. umur. dan sebagainya). Baik faktor fisik maupun faktor psikis mengakibatkan sifat khas pula dalam tuturannya. tetapi selalu dihubungkan dengan kegiatannya di dalam masyarakat. maka timbullah variasi bahasa. selaput suara. yaitu: (a) faktor sosial. 1) Variasi Bahasa dari Segi Penutur (a) Idiolek Idiolek adalah sifat-sifat khusus (karakteristik) pemakaian bahasa perseorangan. dan lainnya. Setiap penutur mempunyai sifat-sifat khas yang tidak dimiliki oleh penutur yang lain. 1976:2). misal: status sosial. golongan. tetapi juga merupakan gejala sosial. jika kita cukup akrab dengan seseorang. Variasi Bahasa Di dalam masyarakat. dan sebagainya dan (b) faktor situasional. Adanya faktor-faktor sosial dan faktor-faktor situasional yang mempengaruhi pemakaian bahasa.

Ditambah dengan adanya semacam “kode etik” untuk tidak menyebut dirinya dengan tingkat bahasa tinggi. kolokial. dices. dan yang lain. bahasa Perancis dialek kota Paris dianggap lebih tinggi derajatnya daripada dialek-dialek Perancis lainnya. Adakalanya mudah. Bisa dicontohkan: bahasa Inggris yang digunakan oleh para cowboy dan kuli tambang. dalam kelompok perbengkelan. Slang bersifat temporal dan lebih umum digunakan oleh kaum muda. vulgar. dewasa ini tampaknya dialek Jakarta cenderung semakin bergengsi sebagai salah satu ciri kota metropolitan. variasi bahasa Indonesia pada masa tahun 30-an. dan variasi yang digunakan pada masa kini. Ungkapan yang digunakan seringkali tidak dapat dipahami oleh masyarakat umum atau masyarakat di luar kelompoknya. atau bahkan dianggap rendah. kacamata dalam arti ‘polisi’. bahsa Jawa “krama ndesa”. biasanya orang mengemukakan variasi bahasa yang disebut akrolek. variasi ini digunakan oleh kalangan tertentu yang sangat terbatas. Letak kekhususan argot adalah pada kosakata. tetapi lebih muda usianya. basilek. Akrolek adalah variasi sosial yang dianggap lebih tinggi atau lebih bergengsi daripada variasi sosial lainnya. Sebab seseorang mungkin lebih tinggi status sosialnya terhadap mitra tuturnya. Pada zaman Romawi sampai zaman pertengahan bahasa-bahasa di Eropa dianggap sebagai bahasa vulgar sebab pada waktu itu para golongan intelek menggunakan bahasa Latin dalam segala kegiatan mereka. prof (untuk profesor). didongkrak. Umapamanya. tetapi lebih muda menurut hierarkhi perkerabatannya. Undak-usuk ini menyebabkan penutur dari masyarakat tutur tersebut perlu mengetahui lebih dahulu kedudukan tingkat sosialnya terhadap mitra tuturnya. sebab para remaja di daerah yang pernah ke Jakarta merasa bangga bisa berbicara dalam dialek Jakarta. gemuk dalam arti ‘mangsa besar’. Bentuk-bentuk kolokial seperti: dok (untuk dokter). Atau mungkin lebih tua usianya. slang. dan sebagainya. dibalans. golongan. Umpamanya. ndak ada (untuk tidak ada). Kosakata yang digunakan dalam slang itu selalu berubah-ubah. Bahasa prokem dapat dikategorikan sebagai slang. argon. Di dalam masyarakat tutur yang masih mengenal tingkat-tingkat kebangsawanan dapat kita lihat variasi bahasa yang berkenaan dengan tingkat-tingkat kebangsawanan itu. dan tidak boleh diketahui oleh kalangan di luar kelompok itu.Variasi bahasa yang digunakan oleh kelompok sosial pada masa tertentu disebut dialek temporal atau kronolek. sebab yang penting adalah konteks dalam pemkaiannya. dipoles. Kolokial berarti bahasa percakapan. Sehubungan dengan variasi bahasa yang berkenaan dengan status. ungkapanungkapan tersebut tidak bersifat rahasia. variasi yang digunakan tahun 50-an. maka masalah ketepatan pemilihan variasi sesuai dengan status sosialnya ini menjadi cukup rumit dalam pemakaian bahasa tersebut. Kolokial adalah variasi sosial yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Slang adalah variasi sosial yang bersifat khusus dan rahasia. daun dalam arti ‘uang’. tape dalam arti ‘mangsa yang empuk’. dan lain sebagainya. seperti: roda gila. Umpamanya. atau dari kalangan mereka yang tidak berpendidikan. tidak tepat pula jika disebut bahasa “kampungan” atau bahasa kelas golongan bawah. Argot adalah variasi sosial yang digunakan secara terbatas pada profesi-profesi tertentu dan bersifat rahasia. 127 . bukan bahasa tulis. jargon. Jargon adalah variasi sosial yang digunakan secara terbatas oleh kelompokkelompok sosial tertentu. Namun. Sebagai contoh: bahasa bagongan yaitu variasi bahasa Jawa yang khusus digunakan oleh para bangsawan kraton Jawa. dan ken. Artinya. dalam dunia kejahatan pernah digunakan ungkapan seperti barang dalam arti ‘mangsa’. yang disebut dengan undak-usuk (bahasa Jawa) atau sor singgih (bahasa Bali). dan kelas sosial para penuturnya. tetapi seringkali tidak mudah. Basilek adalah variasi sosial yang dianggap kurang bergengsi. Vulgar adalah variasi sosial yang ciri-cirinya tampak pemakaian bahasa oleh mereka yang kurang terpelajar.

Dapat dikatakan. Pemakaian bahasa berita lain dengan bahasa iklan. yang digunakan dalam situasi-situasi khidmat dan upacara-upacara resmi (upacara kenegaraan. surat-menyurat dinas. 3) Variasi dari Segi Keformalan Berdasarkan tingkat keformalan. dan sebagainya. berekreasi. gerak128 . kitab undang-undang. ragam usaha (konsultatif). Variasi ini biasanya dibicarakan berdasarkan bidang penggunaan. bahasa iklan berbeda dengan bahasa tajuk. Masing-masing jenis tulisan itu menggunakan pengungkapan bahasa yang berbeda sesuai dengan sifat-sifat khas kebutuhan pemakaiannya. 2) Variasi Bahasa dari Segi Pemakaian Variasi bahasa berkenaan dengan pemakaian. militer. ragam usaha ini adalah ragam bahasa yang paling operasional. Wujud ragam usaha berada di antara ragam formal dan ragam informal atau santai. berolah raga. dan sebagainya. gaya. dan sarana penggunaan. dan sebagainya. Ragam usaha adalah variasi bahasa yang lazim digunakan dalam pembicaraan biasa di sekolah dan rapat-rapat atau pembicaraan yang berorientasi kepada hasil atau produksi. bahasa pojok lain pula dengan bahasa artikel. Ciri yang tampak dalam variasi ini adalah dalam bidang kosakata. buku-buku pelajaran. pertanian. khotbah. rapat dinas. Adanya ragam lisan dan ragam tulis ini didasarkan pada kenyataan bahwa bahasa lisan dan bahasa tulis memiliki struktur yang tidak sama. Ragam akrab adalah variasi bahasa yang biasa digunakan oleh penutur dengan mitra tutur yang hubungannya sudah akrab. dibuat merengek-rengek. Ragam beku adalah variasi bahasa yang paling formal. akta notaris. Disebut ragam beku karena pola dan kaidahnya sudah ditetapkan secara mantap dan tidak boleh diubah. Ragam santai adalah variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tidak resmi untuk berbincang-bincang dengan keluarga atau teman karib pada waktu istirahat. Ragam santai ini banyak menggunakan bentuk alergo. Variasi bahasa berdasarkan fungsi lazim disebut register. Dalam penyampaian informasi secara lisan dibantu oleh unsur-unsur nonsegmental (nada suara. dan surat-surat keputusan). pendek-pendek. dan ragam akrab (intimate). 4) Variasi dari Segi Sarana Variasi bahasa dari segi sarana dapat dibedakan adanya ragam lisan dan ragam tulis. atau tingkat keformalan. Variasi bahasa berdasarkan bidang pemakaian menyangkut bahasa itu digunakan untuk keperluan atau bidang tertentu (sastra. register adalah variasi bahasa yang disebabkan oleh sifat-sifat khas kebutuhan pemakaiannya. dan lain-lain). tata cara pengambilan sumpah.Yang dimaksud dengan ken adalah variasi sosial tertentu yang bernada memelas. penuh dengan kepura-puraan. ragam. dan dengan artikulasi yang sering tidak jelas. yaitu: ragam beku (frozen). atau penggunaannya. variasi bahasa dapat dibagi atas lima. yakni bentuk kata atau ujaran yang dipendekkan. Bisa kita perhatikan berbagai jenis tulisan dalam surat kabar. Kosakatanya banyak dipenuhi unsur leksikal dialek atau bahasa daerah. jurnalistik. ragam resmi (formal). Atau. Ragam resmi adalah variasi bahasa yang digunakan dalam pidato kenegaraan. Ragam resmi ini pada dasarnya sama dengan ragam bahasa baku yang digunakan dalam situasi resmi dan bukan dalam situasi tidak resmi. ragam santai (casual). Pola dan kaidah ragam resmi sudah ditetapkan secara mantap sebagai suatu standar. atau fungsinya disebut fungsiolek. Ragam ini ditandai dengan penggunaan bahasa yang tidak lengkap. bahasa tajuk lain dengan bahasa pojok. Biasanya digunakan oleh para pengemis. atau register. ceramah keagamaan.

campur kode. Karena baik kedwibahasaan maupun diglosia pada hakikatnya adalah peristiwa yang menyangkut pemakaian dua bahasa yang dipergunakan oleh seseorang atau sekelompok orang di dalam suatu masyarakat. yakni: (a) masyarakat tutur yang diglosik dan dwibahasawan ialah masyarakat tutur yang secara keseluruhan menggunakan dua bahasa sebagai alat komunikasinya. Oleh karena itu. Kedwibahasaan harus diperlakukan juga sebagai milik kelompok sebab bahasa tidak terbatas sebagai alat penghubung antarindividu. B. sedangkan dalam ragam tulis hal-hal yang disebutkan tadi tidak ada. yaitu bahasa Guarani (bahasa penduduk asli. 2) Diglosia Diglosia adalah keadaan dua bahasa dipergunakan dalam masyarakat yang sama. Untuk dapat menggunakan dua bahasa tentunya seseorang harus menguasai kedua bahasa itu. dan dalam situasi bagaimana pun terjadi pembicaraan itu. Di sana bahasa Inggris dan bahasa Perancis dipergunakan secara berdampingan dan sejajar karena hampir seluruh anggota masyarakat di daerah itu mengenal keduanya secara baik. tetapi di dalam masyarakat tersebut kedua bahasa itu dipergunakan dengan fungsinya masing-masing. Seperti halnya kedwibahasaan. digunakan oleh para pekerja kasar) dan bahasa 129 . di mana pun pembicaraan itu berlangsung. Kepada siapapun mereka berbicara. tetapi masing-masing bahasa mempunyai fungsi atau peranannya sendirisendiri dalam konteks sosialnya. Bahkan bahasa sebagai alat untuk menegakkan kelompok dan alat untuk menunjukkan identitas kelompok. Peristiwa Kontak Bahasa Peristiwa-peristiwa kebahasaan yang mungkin terjadi sebagai akibat adanya kontak bahasa antara lain: kedwibahasaan. Hal ini tampak dari pernyataan Fishman (1975:73) yang mengemukakan bahwa diglosia dipergunakan untuk menyebut suatu masyarakat yang mengenal dua bahasa (lebih) untuk berkomunikasi di antara anggotanya. Orang yang dapat menggunakan dua bahasa itu disebut dwibahasawan (bilingual). alih kode. Fishman (1975:7-88) menyebut empat jenis masyarakat tutur yang menunjukkan adanya hubungan seperti itu. integrasi. dalam menggunakan ragam tulis. dan pergeseran bahasa. Hal itu dimungkinkan karena peristiwa sejarah yang menjadikan daerah itu diduduki secara bersama oleh para imigran yang berasal dari Inggris dan Perancis. Oksaar (1972:478) berpendapat bahwa tidak cukup membatasi kedwibahasaan hanya sebagai milik individu. 1) Kedwibahasaan Kedwibahasaan (bilingualisme) diartikan sebagai penggunaan dua bahasa oleh seorang penutur dalam pergaulannya dengan orang lain secara bergantian. Ciri utama kedwibahasaan menurut Wolff (1974:5) adalah dipergunakannya dua bahasa atau lebih oleh seorang atau sekelompok orang. Sebagai contoh keadaan demikian adalah yang terjadi di Montreal (Kanada). Dalam hubungan ini.gerik anggota tubuh. pengertian diglosia ini pun mengalami perkembangan. kedua bahasa itu dapat dipergunakan. interferensi. dan sejumlah gejala-gejala fisik lainnya). Pemilihan bahasa yang akan dipergunakan bergantung kepada kemampuan pembicara dan pendengarnya. Contoh: di Paraguay dipergunakan dua bahasa. tentang masalah apa pun yang dibicarakan. tetapi kedua bahasa itu tidak mempunyai peranan sendiri-sendiri di dalam masyarakat pemakai bahasa. usahakan kalimat-kalimat yang disusun dapat dipahami oleh pembaca secara mudah. sedangkan kemampuan untuk menggunakan dua bahasa disebut kedwibahasawanan (bilingualisme). maka antara keduanya tampak adanya hubungan timbal-balik yang mewarnai sifat masyarakat tuturnya. diglosia. tetapi juga alat komunikasi antarkelompok.

alih gaya. Soewito (1983:69) membedakan adanya dua macam alih kode. gaya ataupun register). pemerintahan. 130 . yaitu: (a) alih kode intern yaitu alih kode yang terjadi antarbahasa-bahasa daerah dalam satu bahasa nasional. 3.Spanyol (bahasa peninggalan penjajahan. maka peristiwa alih kode mungkin berwujud alih varian. perekonomian. ekonomis. Sebelumnya. alih ragam. Pembeli : Daster. (d) masyarakat tutur yang takdwibahasawan dan takdiglosik. varian kelas sosial. Kedua bahasa itu dikenal baik oleh separoh penduduk negara itu dan dipergunakan sebagai alat komunikasi. atau antarbeberapa ragam dan gaya yang terdapat dalam satu dialek dan (b) alih kode ekstern yaitu alih kode yang terjadi antara bahasa asli dengan bahasa asing. ya rok”. apabila fungsi kontekstual dan situasi relevansialnya dinilai oleh penutur cocok untuk melakukan. ragam. kemudian si pembeli beralih kode ke bahasa Indonesia dan penjual pun mengimbanginya. ya rok. Di dalam suatu kode terdapat berbagai kemungkinan varian (varian resional. agak langka. to iki? “Ini daster ya?” Penjual : Ya daster. Sebagai contoh adalah masyarakat tutur di Montreal (Kanada). di mana pun. antara pembeli dan penjual menggunakan bahasa Jawa. Dua masyarakat tersebut tidak pernah berinteraksi dan mereka tidak pernah membentuk satu masyarakat tutur. atau alih register. Pembeli : Kalau yang ini berapa Bu? Penjual : Itu lima puluh ribu. (b) masyarakat tutur yang diglosik tetapi takdwibahasawan ditandai dengan adanya dua (lebih) masyarakat yang secara politis. masyarakat yang seperti ini hanya sedikit. Ini berarti. dan tidak begitu jelas. keduanya dapat dipakai untuk keperluan apa pun. Contoh: di Eropa sebelum Perang Dunia I terdapat dua masyarakat tutur. (c) masyarakat tutur yang dwibahasawan tetapi takdiglosik terdapat di dalam masyarakat yang menggunakan dua bahasa sebagai alat komunikasinya. yaitu masyarakat orang elite Eropa yang biasa menggunakan bahasa “tinggi” dan masyarakat kebanyakan menggunakan bahasa yang lain. dan dalam situasi bagaimana pun. dan hal-hal lain yang bersifat resmi). Sebagai contoh peristiwa alih kode dapat diperhatikan dialog antara pembeli dan penjual yang berlatar belakang budaya Jawa berikut ini. digunakan dalam lingkungan pendidikan. Dua kalimat terakhir dari dialog di atas. “Itu empat puluh ribu”. keagamaan. Dalam praktiknya mungkin saja dalam suatu peristiwa tutur terjadi alih kode intern dan alih kode ekstern secara beruntun. “Ya daster. Alih Kode Alih kode adalah peristiwa peralihan dari kode yang satu ke kode yang lain. dan atau religius dipersatukan ke dalam suatu kesatuan yang fungsional. meskipun perbedaan sosio-kultural tetap memisahkannya. teknologi. yaitu Kalau yang ini berapa Bu? dan Itu lima puluh ribu merupakan contoh alih kode. kepada siapa pun. antardialek-dialek dalam satu bahasa daerah. sedangkan kedua bahasa itu tidak menunjukkan fungsi-fungsi tertentu dalam penggunaannya. Pembeli : Pinten niki? “Berapa ini?” Penjual : Niku sekawan dasa ewu.

Alih kode merupakan peristiwa kebahasaan yang disebabkan oleh faktor-faktor luar bahasa, terutama faktor-faktor yang sifatnya sosio-situasional. Beberapa faktor yang merupakan penyebab terjadinya alih kode antara lain: (a) Pembicara atau penutur (O1) Seorang penutur kadang-kadang dengan sadar berusaha beralih kode terhadap mitra tutur karena suatu maksud. (b) Pendengar atau mitra tutur (O2) Setiap penutur pada umumnya ingin mengimbangi bahasa yang dipergunakan oleh mitra tuturnya. (c) Hadirnya orang ketiga (O3) Dua orang yang berasal dari kelompok etnik yang sama pada umumnya saling berinteraksi dengan bahasa kelompok etniknya. Tetapi jika kemudian hadir orang ketiga dalam pembicaraan itu dan orang itu berbeda latar kebahasaannya, biasanya dua orang tadi beralih kode ke bahasa yang dikuasai oleh ketiganya. (d) Pokok pembicaraan Pokok pembicaraan merupakan faktor yang termasuk dominan dalam menentukan terjadinya alih kode. (e) Untuk membangkitkan rasa humor Alih kode untuk membangkitkan rasa humor ini bisa dicontohkan: pada kegiatan belajar yang mulai lesu, guru menyegarkan suasana dengan memunculkan humor; pada saat rapat, untuk mengurangi ketegangan yang mulai timbul pimpinan rapat menghadirkan humor; dan lain sebagainya. (f) Untuk sekadar gengsi. Seorang penutur kadang beralih kode hanya untuk sekadar gengsi. Padahal baik faktor sosio-situasional sebenarnya tidak mengharuskan dia untuk beralih kode. 4) Campur Kode Thelander (1976:103) menyatakan apabila dalam suatu tuturan terjadi percampuran atau kombinasi antara variasi-variasi yang berbeda di dalam satu klausa yang sama, maka peristiwa itu disebut campur kode. Seperti halnya alih kode, campur kode juga dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: a) campur kode intern dan b) campur kode ekstern. Latar belakang terjadinya campur kode pada dasarnya dapat dikategorikan menjadi dua tipe, yaitu: a) tipe yang berlatar belakang pada sikap dan b) tipe yang berlatar belakang kebahasaan. Atas dasar latar belakang sikap dan kebahasaan yang saling bergantung dan bertumpang tindih seperti itu dapat diidentifikasi beberapa alasan atau penyebab terjadinya campur kode, yaitu: (a) identifikasi peranan, (b) identifikasi ragam, dan (c) keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan. Berdasarkan unsur-unsur kebahasaan yang terlibat di dalamnya, campur kode dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain: (a) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud kata Contoh: Mangka seringkali sok ada kata-kata seolah-olah bahasa daerah itu kurang penting. (b) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud frasa Contoh: Karena saya sudah kadhung apik dengan dia, ya tak teken saja. (c) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud bentuk baster Contoh: Hendaknya segera diadakan hutanisasi kembali. (d) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud pengulangan kata Contoh: Sejak tadi hanya tonya-tanya saja kerjamu! (e) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud ungkapan atau idiom Contoh: Hindari cara kerja alon-alon waton kelakon. 131

(f) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud klausa Contoh: Pemimpin yang bijaksana selalu bertindak ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. 5) Interferensi Interferensi dianggap sebagai gejala tutur, hanya terjadi pada dwibahasawan dan peristiwanya dianggap sebagai penyimpangan. Interferensi dianggap sebagai sesuatu yang tidak perlu terjadi karena unsur-unsur serapan itu sebenarnya sudah ada padanannya (persamaannya) dalam bahasa penyerap, sehingga cepat atau lambat sesuai dengan perkembangan bahasa penyerap, diharapkan makin berkurang atau sampai batas paling minim. Dalam proses interferensi terdapat tiga unsur mengambil peranan, yaitu: (a) bahasa sumber (bahasa donor), (b) bahasa penyerap (resipien), dan (c) unsur serapan (importasi). Dalam peristiwa kontak bahasa mungkin sekali pada suatu peristiwa suatu bahasa merupakan bahasa donor, sedangkan pada peristiwa lain bahasa tersebut merupakan bahasa penyerap. Saling serap merupakan peristiwa umum dalam kontak bahasa. Interferensi dapat terjadi dalam semua tataran kebahasaan, yaitu: (a) fonologi, contoh: mBandung, nJepara, nDeli, dan sebagainya (b) morfologi, contoh: kemahalan, sungguhan, ketabrak, dan sebagainya. (c) sintaksis, contoh: Rumahnya ayahnya Vian bagus sendiri di kampung ini merupakan terjemahan kalimat bahasa Jawa Omahe bapake Vian apik dhewe neng kampung iki. (d) semantik, contoh: sarat yang berarti ‘penuh’ sering dipertukarkan dengan syarat yang berarti ‘ketentuan’. 6) Integrasi Integrasi terjadi apabila unsur serapan dari suatu bahasa telah dapat menyesuaikan diri dengan sistem bahasa penyerapnya, sehingga pemakaiannya telah menjadi umum karena tidak lagi terasa keasingannya. Contoh: istilah yang berasal dari bahasa Belanda seperti: voorloper, zuursak, dan chauffeur berturut-turut dalam bahasa Indonesia menjadi pelopor, sirsak, dan sopir. Haugen (1972:477) menafsirkan integrasi sebagai kebiasaan memakai materi dari suatu bahasa ke dalam bahasa yang lain. Kebiasaan yang telah menjadi umum seperti itu terjadi karena unsur tersebut telah terserap dalam waktu yang cukup lama atau belum lama waktu terserapnya tetapi sangat diperlukan karena belum ada padanannya dalam bahasa yang bersangkutan. Proses penyesuaiannya biasanya tidak terjadi sekaligus. Sebelum unsur serapan itu benar-benar berintegrasi dalam bahasa penyerapnya, biasanya terjadi beberapa bentuk ganda sebagai akibat perbedaan tuturan perseorangan baik secara fonemik maupun secara morfemik. Penyerapan unsur asing dalam rangka pengembangan bahasa Indonesia bukan hanya melalui penyerapan kata asing itu yang disertai dengan penyesuaian lafal dan ejaan, tetapi banyak pula dilakukan dengan cara: (a) Penerjemahan langsung yaitu kosakata itu dicarikan padanannya dalam bahasa Indonesia. Contoh: airport menjadi bandar udara, paardekracht menjadi tenaga kuda, dan lain sebagainya. (b) Penerjemahan konsep yaitu kosakata asing itu diteliti baik-baik konsepnya lalu dicarikan kosakata bahasa Indonesia yang konsepnya dekat dengan kosakata asing tersebut. Contoh: begroting post menjadi mata anggaran, network menjadi jaringan, dan lain sebagainya. 7) Pergeseran Bahasa Pergeseran bahasa (language shift) menyangkut masalah penggunaan bahasa oleh seorang penutur atau sekelompok penutur yang bisa terjadi sebagai akibat perpindahan dari satu masyarakat tutur ke masyarakat tutur lain. Pendatang atau 132

kelompok pendatang ini untuk keperluan komunikasi mau tidak mau harus menyesuaikan diri dengan menanggalkan bahasanya sendiri, kemudian menggunakan bahasa masyarakat tutur setempat. Pergeseran bahasa biasanya terjadi di negara, atau daerah, atau wilayah yang memberi harapan untuk kehidupan sosial ekonomi yang lebih baik, sehingga mengundang imigran atau transmigran untuk mendatanginya. 3.2.2 Psikolinguistik Psikolinguistik merupakan gabungan disiplin psikologi dan linguistk, yakni dua bidang ilmu yang berbeda, yang masing-masing berdiri sendiri, dengan prosedur dan metode yang berlainan. Namun, keduanya sama-sama meneliti bahasa sebagai objek formalnya. Hanya objek materialnya yang berbeda. Objek psikologi adalah gejala jiwa dan objek linguistik adalah bahasa. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa objek psikolinguistik adalah bahasa juga, tetapi bahasa yang berproses dalam jiwa manusia yang tercermin dalam gejala jiwa. Dengan kata lain, bahasa yang dilihat dari aspekaspek psikologis. Psikolinguistik mencoba menguraikan proses-proses psikologi yang berlangsung jika seseorang mengucapkan kalimat-kalimat yang didengarnya pada waktu berkomunikasi dan kemampuan berbahasa itu diperoleh oleh manusia. Lebih lanjut Hartley (1982:16) menyatakan bahwa psikolinguistik membahas hubungan bahasa dengan otak dalam memproses dan menghasilkan ujaran-ujaran dalam pemerolehan bahasa. Orang yang sedang marah akan lain perwujudan bahasa yang digunakan dengan orang yang sedang bergembira. Titik berat psikolinguistik adalah bahasa, bukan gejala jiwa. Dengan mencoba menganalisis objek linguistik dan objek psikologi serta titik berat kajian psikolinguistik dapat ditarik simpulan bahwa ruang lingkup psikolinguistik mencoba memerikan bahasa dilihat dari aspek-aspek psikologi dan hal-hal yang dapat dipikirkan oleh manusia. Topik-topik penting yang akan dipaparkan pada kesempatan ini adalah: a) proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran, b) pemerolehan bahasa, dan c) gangguan berbahasa. B. Proses Bahasa dalam Komunikasi dan Pikiran Bahasa yang digunakan dalam proses komunikasi sebenarnya melalui suatu proses yang disebut proses bahasa. Proses bahasa itu dapat dibagi atas tiga bagian, yakni: 1) proses ketika masih berada di dalam jati diri seseorang, 2) berada di lingkungan, dan 3) berada di dalam jati diri pendengar.
proses pada pembicara proses pada lingkungan proses pada pendengar

Dalam kaitan dengan proses bahasa, Moulton (dalam Pateda, 1990:28) mengemukakan sebelas tahap yang dilalui oleh bunyi bahasa dari pembicara kepada pendengar. Tahapan tersebut adalah: (1) membuat kode semantis, (2) membuat kode gramatikal, (3) membuat kode fonologis, (4) perintah otak, (5) gerakan alat ucap, (6) bunyi berupa getaran, 133

(7) perubahan gerakan melalui telinga pendengar, (8) getaran diteruskan ke otak, (9) pemecahan kode fonologis, (10) pemecahan kode gramatikal, dan (11) pemecahan kode semantis. Dari sebelas tahap tersebut, hanya dua tahap yang dapat dihayati wujudnya, yakni tahap (5) dan tahap (6). Tahap-tahap lain berada di dalam jati diri pembicara atau pendengar. Dikaitkan dengan kajian psikolinguistik, maka proses (1)-(4) dan (7)(11) termasuk lingkupan kajian psikolinguistik. Proses yang terjadi berlangsung dengan cepat, otomatis, dan sempurna. Kata-kata yang memuat konsep pesan pembicara keluar dengan cepat seolah-olah tanpa dipikir lagi. Perhatikan orang yang sedang berpidato atau memberikan ceramah tanpa teks. Dalam hubungan seperti ini sangat diperlukan pengetahuan pembicara tentang: (a) sejumlah kosa-kata dengan makna dan penggunaannya, (b) kaidah bahasa yang digunakan, (c) situasi yang mempengaruhi, (d) keadaan pembicara, dan (e) saling mengerti antara pembicara dengan pendengar. B. Pemerolehan Bahasa Pemerolehan bahasa (language acquisition) adalah proses yang berlangsung di dalam otak seorang kanak-kanak ketika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya. Pemerolehan bahasa biasanya dibedakan dari pembelajaran bahasa (language learning). Pembelajaran bahasa berkaitan dengan proses-proses yang terjadi pada waktu seorang kanak-kanak mempelajari bahasa kedua, setelah dia memperoleh bahasa pertamanya. Berkaitan dengan pemerolehan bahasa dan pembelajaran bahasa akan diuraikan hal-hal sebagai berikut: 1) teori pemerolehan bahasa, 2) tahap-tahap pemerolehan bahasa (B1), dan 3) pembelajaran bahasa (B2). 1) Teori Pemerolehan Bahasa Terdapat tiga teori pemerolehan bahasa, yaitu: (a) teori behavioristik, (b) teori nativistik, dan (c) teori kognitif. Menurut pandangan kaum behavioristik (kaum empiris), tidak ada struktur linguistik yang dibawa anak sejak lahir. Anak yang lahir dianggap kosong dari bahasa, anak yang lahir tidak membawa kapasitas atau potensi bahasa. Pengetahuan dan keterampilan berbahasa diperoleh melalui pengalaman dan proses belajar. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Skinner bahwa anak-anak memperoleh bahasa melalui hubungan dengan lingkungan, dalam hal ini dengan cara meniru. Bagi kaum nativistis, proses pemerolehan bahasa bukan karena hasil proses belajar, tetapi karena sejak anak lahir ia telah memiliki sejumlah kapasitas atau potensi yang akan berkembang sesuai dengan proses kematangan intelektualnya. Chomsky, pelopor kaum nativistis beranggapan bahwa setiap anak yang lahir telah dibekali dengan perangkat pemerolehan bahasa atau language acquisition device (LAD). Teori kognitif yang dipelopori oleh Jean Piaget menekankan hasil kerja mental, hasil pekerjaan yang nonbehavioris. Proses-proses mental dibayangkan sebagai yang secara kualitatif berbeda dari tingkah laku yang dapat diobservasi. Titik awal teori kognitif adalah anggapan terhadap kapasitas kognitif anak dalam menemukan struktur di dalam bahasa yang ia dengar di sekelilingnya.Baik pemahaman dan produksi serta komprehensi bahasa pada anak dipandang sebagai hasil proses kognitif yang secara terus-menerus berkembang dan berubah. Jadi, stimulus merupakan masukan bagi anak yang kemudian berproses dalam otak. Pada otak ini terjadi mekanisme internal yang diatur oleh pengatur kognitif yang kemudian keluar sebagai hasil pengolahan kognitif tadi.

134

2) Tahap-tahap Pemerolehan Bahasa (B1) Ada sebagian ahli membagi tahap pemerolehan bahasa ke dalam tahap pralinguistik dan tahap linguistik. Tahap pralinguistik yakni berupa keluarnya bunyibunyi seperti tangisan dan rengekan yang dikendalikan oleh rangsangan yakni respon otomatis anak pada rangsangan lapar, sakit, keinginan untuk digendong, dan perasaan senang. Pada tahap linguistik terdiri dari: (a) Tahap pengocehan (babbling stage), kira-kira anak berumur enam bulan. Ia mulai meraban (mengoceh), ia mulai mengucapkan sejumlah besar bunyi ujar yang sebagian besar tidak bermakna dan sebagian kecil menyerupai kata atau penggalan kata yang bermakna hanya karena kebetulan saja. (b) Tahap satu kata, satu frasa (holophrastic stage), kira-kira anak berumur satu tahun. Anak mulai menggunakan serangkaian bunyi berulang-ulang untuk makna yang sama. Pada tahap ini satu kata yang diucapkan anak itu merupakan satu konsep yang lengkap. (c) Tahap dua kata, satu frasa, kira-kira umur dua tahun. Seorang anak mulai mengucapkan ujaran-ujaran yang terdiri dari dua kata. Dalam tahap ini anak menggunakan rangkaian dari ucapan satu kata dengan intonasi seakan-akan ada dua ucapan. (d) Tahap “menyerupai telegram”. Jika seorang anak sudah mampu menggunakan lebih dari dua kata maka jumlah kata yang dipakai dapat tiga, empat, bahkan lebih. 3) Pembelajaran Bahasa (B2) Terdapat dua cara dalam pembelajaran bahasa, yaitu: (a) Pembelajaran B2 yang terpimpin. Ini berarti pembelajaran B2 yang diajarkan kepada pelajar dengan meyajikan materi yang sudah direncanakan, yakni tanpa latihan yang terlalu ketat dan dengan penuh kesalahan dari pihak si pelajar. Ciriciri pembelajaran B2 ini adalah bahwa materi bergantung pada kriteria yang ditentukan oleh guru dan strategi-strategi yang dipakai oleh seorang guru juga sesuai dengan yang dianggap cocok bagi siswanya. (b) Pembelajaran B2 secara alamiah (spontan). Cara ini dapat kita perhatikan dalam komunikasi sehari-hari dan bebas dari pengajaran atau pimpinan guru. Pembelajaran seperti ini tidak ada keseragaman dalam caranya sebab individu belajar B2 dengan cara sendiri. C. Gangguan Berbahasa Gangguan berbahasa itu dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu: 1) gangguan berbicara, 2) gangguan berbahasa, dan 3) gangguan berpikir. 1) Gangguan Berbicara Gangguan berbicara ini dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu: (a) gangguan mekanisme berbicara, (b) gangguan akibat multifaktorial, dan (c) gangguan psikogenik. Gangguan mekanisme berbicara adalah suatu proses produksi ucapan oleh kegiatan terpadu dari pita suara, lidah, otot-otot yang membentuk rongga mulut serta kerongkongan, dan paru-paru. Maka gangguan berbicara berdasarkan mekanismenya dapat dirinci menjadi gangguan berbicara akibat kelainan: (1) pada paru-paru (pulmonal), (2) pada pita suara (laringal), (3) pada lidah (lingual), dan (4) pada rongga mulut dan kerongkongan (resonantal). Gangguan akibat multifaktorial bisa menyebabkan terjadinya gangguan berbicara. Gangguan bicara yang bisa terjadi antara lain: (1) berbicara serampangan adalah berbicara dengan cepat sekali, dengan artikulasi yang rusak, ditambah dengan “menelan” sejumlah suku kata, sehingga yang diucapkan sukar dipahami; (2) berbicara propulsif, biasanya terdapat pada para penderita penyakit parkinson (kerusakan pada 135

(b) sisofrenik. penderita gangguan mutisme bukan hanya tidak dapat berkomunikasi secara verbal. Contoh: kata pensil disebut dengan tu. dan ekspresi visual pun berjalan normal. dan (4) berbicara latah. namun ekspresi verbal tidak bisa sama sekali. Pengetian bahasa verbal dan visual tidak terganggu. tetapi masih bisa mengeluarkan perkataan dengan cara membeo. dapat kita temukan pula gangguan berbahasa akibat lingkungan sosial. yaitu: (a) Afasia motorik kortikal. Mungkin lebih tepat disebut sebagai variasi cara berbicara yang normal. Penyebab terjadinya afasia sensorik adalah akibat adanya kerusakan pada lesikortikal di daerah Wernicke pada hemisferium yang dominan. masih dapat mengutarakan perkataan yang singkat dan tepat. seperti: perubahan kepribadian. kehilangan gairah hidup. yakni tentang satuan kebahasaan itu digunakan di dalam komunikasi. yaitu afasia motorik dan afasia sensorik.3 Pragmatik Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal. melainkan dipelihara oleh binatang serigala atau binatang lain. tetapi merupakan ungkapan gangguan di bidang mental. Gangguan bicara psikogenik ini antara lain. untuk menulis. dan cenderung mengakhirinya. Penderita afasia sensorik ini kehilangan pengertian bahasa lisan maupun bahasa tulis. tetapi banyak berdialog dengan diri sendiri. tetapi juga tidak dapat berkomunikasi secara visual maupun isyarat. Selain tiga macam gangguan berbahasa yang telah disebut di atas. tu. Gangguan berbicara psikogenik ini sebenarnya tidak bisa disebut sebagai suatu gangguan berbicara. (c) Afasia motorik transkortikal terjadi karena terganggunya hubungan antara daerah Broca dan Wernicke. yaitu hilangnya kemampuan untuk mengutarakan isi pikiran dengan menggunakan perkataan. Keterasingannya bisa disebabkan karena diperlakukan dengan sengaja (sebagai eksperimen) bisa juga karena hidup bukan dalam alam lingkungan manusia. tetapi masih mungkin menggunakan perkataan substitusinya. Terdapat dua jenis afasia. dan kemunduran dalam segala macam fungsi intelektual. daerah Broca dan Wernicke harus berfungsi baik.otak yang menyebabkan otot menjadi gemetar. (c) depresif. sedang ekspresivisual (bahasa tulis dan bahasa isyarat) masih bisa dilakukan. curah verbal dicoraki oleh topik yang menyedihkan. (b) Afasia motorik subkortikal. berbicara terus-menerus. 3) Gangguan Berpikir Gangguan pikiran dapat berupa hal-hal berikut. yaitu tidak dapat mengeluarkan isi pikiran dengan menggunakan perkataan. Artinya. 136 . tu. tidak mampu menikmati kehidupan. Terdapat tiga macam afasia motorik. perubahan perilaku. Namun mereka masih memiliki curah verbal meskipun hal itu tidak dipahami oleh dirinya sendiri maupun orang lain. dan lemah).2. (3) berbicara gagap. terasingnya seorang anak manusia yang aspek biologis bahasanya normal dari lingkungan manusia. Kerusakan pada daerah tersebut dan sekitarnya menyebabkan terjadinya gangguan bahasa yang disebut afasia. menyalahi dan mengutuk diri sendiri. 2) Gangguan Berbahasa Untuk dapat berbahasa diperlukan kemampuan mengeluarkan kata-kata. dan (3) berbicara mutis. (2) berbicara kemayu. hubungan langsung antara pengertian dan ekspresi bahasa terganggu. 3. Ini berarti. kaku. Ini berarti. (a) pikun. (1) berbicara manja. Penderita afasia motorik kortikal masih bisa mengerti bahasa lisan dan bahasa tulis.

Hymes (dalam Rustono. banyak anak kecil” yang dipasang di mulut gang. 137 . Menurut Leech (1983:13-15) situasi tutur mencakup lima komponen. konteks pada hakikatnya adalah semua latar belakang pengetahuan yang dipahami bersama oleh penutur dan mitra tutur. (b) Konteks tuturan Di dalam pragmatik. 1999:22) mengemukakan bahwa ciri-ciri konteks mencakup delapan hal. “Terima kasih. Atau sebaliknya. bentuk amanat. tingkat keakraban. (c) Tujuan tuturan Bentuk-bentuk tuturan yang diutarakan oleh penutur dilatarbelakangi oleh maksud dan tujuan tertentu. (d) Tindak tutur Pragmatik berhubungan dengan tindak verbal yang terjadi dalam situasi tertentu.1999:20). Pembicaraan dalam bagian pragmatik ini akan dibatasi seputar: a) konteks dan situasi tutur. Tuturan merupakan akibat. 2) Situasi Tutur Situasi tutur adalah situasi yang melahirkan tuturan (Rustono. Di dalam pragmatik berbicara merupakan aktivitas yang berorientasi pada tujuan. peristiwa. Misal: maksud ekspresi. pembicara. waktu. serta waktu dan tempat pengutaraannya. Di dalam komunikasi tidak ada tuturan tanpa situasi tutur. tindak tutur sebagai bentuk tindakan atau aktivitas. Menurut Alwi et al. b) tindak tutur dan jenis-jenisnya. tempat. (1998:421) koteks terdiri atas unsur-unsur seperti: situasi. Dalam hubungan ini pragmatik menangani bahasa dalam tingkatannya yang lebih konkret dibanding dengan tatabahasa. (a) Penutur dan mitra tutur Konsep penutur dan mitra tutur ini juga mencakup penulis dan pembaca jika tuturan yang bersangkutan dikomunikasikan dengan media tulisan. mitra tutur. jenis kelamin. amanat atau pesan.Pragmatik bisa dikatakan mempelajari makna secara eksternal atau makna yang terikat konteks. tuturan yang dihasilkan merupakan bentuk dari tindak verbal. saluran atau media. seperti yang dikemukakan dalam kriteria keempat merupakan bentuk dari tindak tutur. Makna yang dikaji dalam pragmatik bersifat triadis. yaitu: penutur. latar belakang sosial ekonomi. selamat jalan” yang terpasang di ujung gang jelas karena didukung oleh ekspresi sebelumnya “Jalan pelan-pelan. Di dalam koteks. pendengar. Konteks dan Situasi Tutur 1) Konteks Konteks adalah sesuatu yang menjadi sarana untuk memperjelas suatu maksud (Rustono. tujuan tuturan. topik tuturan. dan sarana. Tuturan sebagai entitas yang konkret jelas penutur dan mitra tuturnya. Aspek-aspek yang berkaitan dengan penutur dan mitra tutur adalah umur. Dalam hubungan ini bentuk-bentuk tuturan yang bermacam-macam dapat digunakan untuk menyatakan maksud yang sama. Oleh karenanya. sedangkan situasi tutur merupakan sebab. kode. Terdapat dua sarana. waktu dan tempat bertutur. dan peristiwa (kejadian). kode. dan tuturan sebagai produk tindak verbal. 1999:26). topik. berbagai maksud dapat diutarakan dengan tuturan yang sama. A. yaitu: (a) bagian ekspresi yang dapat mendukung kejelasan maksud yang disebut koteks dan (b) situasi yang berhubungan dengan suatu kejadian yang lazim disebut konteks saja. (e) Tuturan Tuturan yang digunakan di dalam rangka pragmatik. ekspresi yang mendukung kejelasan suatu maksud tuturan itu dapat mendahuluinya dapat pula menyertainya. dan c) prinsip percakapan. konteks tuturan. dan lain-lain. adegan. yaitu: penutur dan mitra tutur.

Tuturan “Udara panas” yang mengacu kepada makna udara atau hawa panas. dan tidak harfiah. dan (c) tindak perlokusi. Tuturan “Sayur ini enak meskipun kurang asin” yang dimaksudkan untuk meminta diambilkan garam merupakan tuturan ilokusi. Empat syarat kesahihan itu adalah: a) Harus ada prosedur konvensional yang mempunyai efek konvensional dan prosedur itu harus mencakupi pengujaran kata-kata tertentu oleh orang-orang tertentu pada peristiwa tertentu. dan (e) deklarasi atau isbati. lawan dingin. Efek atau daya pengaruh ini dapat secara sengaja atau tidak disengaja dikreasikan oleh penuturnya. komisif. dan Deklarasi Tindak tutur yang terhitung jumlahnya dapat diklasifikasikan menjadi lima jenis. Ekspresif. Jenis-jenis tindak tutur antara lain: 1) konstatif dan performatif. yaitu: (a) representatif atau asertif. Bila diamati konsep lokusi adalah konsep yang berkaitan dengan proposisi kalimat. Tindak ilokusi disebut the act of doing something. b) Orang-orang dan peristiwa tertentu di dalam kasus tertentu harus berkelayakan atau yang patut melaksanakan prosedur itu. (d) komisif. Tuturan performatif adalah tuturan yang pengutaraannya digunakan untuk melakukan sesuatu. tuturan “Ada hantu” mempunyai daya pengaruh untuk menakut-nakuti. yaitu: (a) tindak lokusi. dan deklarasi. dan vernakuler dan seremonial. 2) lokusi. c) Prosedur itu harus dilaksanakan oleh para peserta secara benar. dan perlokusi. Tuturan yang mengandung maksud dan fungsi atau daya tuturan adalah tindak tutur ilokusi. Searle (1969:23-24) mengemukan tiga jenis tindakan yang bisa diwujudkan seorang penutur. yaitu konstatif dan performatif. dan Perlokusi Berkenaan dengan tuturan. Tindak Tutur dan Jenis-jenisnya Tindak tutur adalah kegiatan melakukan tindakan mengujarkan tuturan (Rustono. Tindak tutur yang pengutaraannya dimaksudkan untuk mempengaruhi mitra tutur disebut dengan tindak perlokusi. 2) Lokusi. Tuturan “Saya mohon maaf atas keterlambatan saya ini” merupakan contoh tuturan performatif. 3) Representatif.B. (b) tindak perlokusi. 4) langsung. Direktif. 1) Konstatif dan Performatif Tuturan yang bermodus deklaratif dibedakan menjadi dua. Tuturan konstatif adalah tuturan yang menyatakan sesuatu yang kebenarannya dapat diuji benar atau salah dengan menggunakan pengetahuan tentang dunia. direktif. Tindak lokusi adalah tindak tutur untuk menyatakan sesuatu. Tindak tutur ini disebut sebagai the act of saying something. d) Prosedur itu harus dilaksanakan oleh para peserta secara lengkap. harfiah. Sebagai contoh. Ilokusi. tidak langsung. 3) representatif. (c) ekspresif atau evaluatif. Terhadap tuturan performatif dapat dinyatakan sahih atau tidak. ekspresif. 1999:32). Tindak tutur ini sering disebut the act of affecting someone. ilokusi. Tuturan performatif tidak dapat dikatakan bahwa tuturan itu salah atau benar. 138 . Kesahihan tuturan performatif bergantung kepada pemenuhan persyaratan kesahihan. Tuturan “Semarang ibukota Jawa Tengah” merupakan tuturan konstatif karena kebenaran tuturan itu. (b) direktif atau impositif. tanpa dimaksudkan untuk meminta kipas angin dijalankan atau jendela dibuka merupakan tuturan lokusi. Komisif. Tindak tutur lokusi paling mudah untuk diidentifikasi karena pengidentifikasiannya cenderung dapat dilakukan tanpa menyertakan konteks tuturan atau tanpa mengaitkan maksud tertentu. Sebuah tuturan yang diutarakan oleh seseorang seringkali mempunyai daya pengaruh atau efek bagi yang mendengarnya.

memerintah. Tuturan-tuturan yang termasuk jenis tindak tutur direktif adalah: memaksa. Tidak Langsung. dan tuturan imperatif untuk menyuruh atau mengajak atau memohon. Tindak tutur direktif adalah tindak tutur yang dilakukan oleh penutur dengan maksud agar mitra tutur melakukan tindakan yang disebutkan di dalam tuturan itu. menggolongkan. Hal itu terjadi karena maksud yang diekspresikan dengan tuturan deklaratif itu bermaksud memerintah. memberikan. mengajak. Tuturan seperti “Obat ayahmu sudah habis”. Tuturan “Pemuda itu tinggi hati” yang diujarkan penutur untuk 139 . tuturan itu dapat merupakan pengungkapan secara tidak langsung. Dik!”. menyalahkan. Tuturan-tuturan dengan maksud mengesahkan. Di samping itu. menyebutkan. mengucapkan selamat. mengabulkan. dan “Lebih baik Anda pulang sekarang” adalah tuturan direktif. menuntut. Contohnya: “Saya berjanji akan mengasuh anak ini dengan ikhlas dan baik”. bersumpah. mengangkat. dan sebagainya. mengeluh. “Jika kau tidak datang ke pesta pernikahanku. keadaan.Tindak tutur representatif adalah tindak tutur yang mengikat penuturnya akan kebenaran atas sesuatu yang diujarkan. menyuruh. Tuturan imperatif “Makan hati!”. Bapak maafkan kesalahanmu”. dan “Jika ada rezeki. mengizinkan. menyatakan kesanggupan. dan menantang. meminta. Nak” termasuk tuturan memuji. “Silakan jika ingin mengambil bunga itu”. “Di kota inilah dia dilahirkan”. Tindak tutur ekspresif adalah tindak tutur yang diujarkan penutur dimaksudkan sebagai evaluasi tentang hal yang disebutkan di dalam tuturan itu. yang diujarkan seorang kakak kepada adiknya yang sedang makan dan di atas meja tersedia hati ayam digoreng merupakan tindak harfiah. Contoh tuturan jenis ini antara lain: ”Jangan naik ke meja itu. aku tidak akan berteman lagi denganmu”. Selain itu. Tuturan yang termasuk jenis tindak tutur komisif adalah berjanji. kesaksian. Yang termasuk ke dalam jenis tindak tutur ini adalah tuturan-tuturan menyatakan. “Mana barang yang kau janjikan kemarin?”. dan berkaul. mengucapkan terima kasih. Tuturan “Ambilkan sendok di meja itu!”. tuturan interogatif untuk bertanya. mengancam. tetapi gaji tetap tidak mencukupi kebutuhan hidup” termasuk tuturan mengeluh. dan menyanjung. mengkritik. menyarankan. melarang. mengampuni. Yang termasuk jenis tindak tutur ini adalah tuturan-tuturan memuji. dan memaafkan termasuk jenis tindak tutur deklarasi. mendesak. memberi aba-aba. Tuturan “Mahasiswa yang membayar angsuran kedua sudah 90%”. memutuskan. mengakui. tindak tutur dapat dibedakan menjadi tindak tutur harfiah dan tindak tutur tidak harfiah. Tindak tutur harfiah adalah tindak tutur yang maksudnya sama dengan makna kata-kata yang menyusunnya. dan sebagainya. memohon. untuk berbicara secara sopan. Tindak tutur komisif adalah tindak tutur yang mengikat penuturnya untuk melaksanakan sesuatu yang disebutkan di dalam tuturannya. Tuturan “Sudah bekerja keras. kami akan menunaikan ibadah haji. Bila hal itu terjadi. Tindak tutur deklarasi adalah tindak tutur yang dimaksudkan penuturnya untuk menciptakan hal (status. Dengan demikian. menagih. melaporkan. perintah dapat diutarakan dengan kalimat berita atau kalimat tanya agar orang yang diperintah tidak merasa diperintah. 4) Langsung. yaitu tindak tutur langsung dan tindak tuturtidak langsung. tindak tutur yang terbentuk adalah tindak tutur langsung. terbentuklah tindak tutur tidak langsung. dan “Sebentar lagi kita berangkat ke Parangtritis” termasuk tuturan reprentatif. dan sebagainya) yang baru. Harfiah. sedangkan tindak tutur tidak harfiah adalah tindak tutur yang maksudnya tidak sama dengan makna kata-kata yang menyusunnya. membatalkan. kita dapat membedakan dua jenis tindak tutur. dan berspekulasi. jika dituturkan oleh seorang ibu kepada anaknya. Tuturan “Kegiatanmu hari ini sangat bermanfaat. menunjukkan. dan Tidak Harfiah Sebuah tuturan yang bermodus deklaratif difungsikan secara konvensional untuk mengatakan sesuatu.

Dengan maksim ini seorang penutur juga diharuskan menafsirkan kata-kata yang digunakan mitra tuturnya secara taksa berdasarkan konteks-konteks pemakaiannya. A : Rumahmu di mana? B : Semarang. Jawaban Hazza pada contoh di atas sepintas tidak berhubungan. Saudara saya nikahkan dengan Saudari Jenaka Amalia. tetapi jika dicermati. B memberikan kontribusi yang secara kuantitas memadai atau mencukupi pada setiap tahapan komunikasi. Hafidz : Pukul berapa sekarang. Contoh di atas mengisyaratkan bahwa kontribusi peserta tindak tutur relevansinya tidak selalu terletak pada makna ujarannya. Contoh tuturan vernakuler misalnya: “Terima kasih kepercayaan yang sudah diberikan kepada anak saya”. sedangkan tindak tutur seremonial adalah tindak tutur yang dilakukan oleh orang yang berkelayakan untuk hal yang dituturkannya. tidak taksa. Untuk jelasnya perhatikan wacana berikut ini. Dik? Hazza : Tukang koran baru saja lewat Kak. A : Siapa namamu? B : Tania. Kontribusi peserta percakapan hendaknya didasarkan pada bukti-bukti yang memadai. putri bapak Sudiro” sebagai contoh tindak tutur seremonial. yaitu vernakuler dan seremonial. Tindak menikahkan orang “Dengan ini. c) maksim relevansi. 5) Vernakuler dan Seremonial Berdasar sudut pandang kelayakan pelakunya. Maksim pelaksanaan mengharuskan setiap peserta tutur bicara secara langsung.mengungkapkan pemuda yang tidak mudah bergaul merupakan tindak tutur tidak harfiah. Maksim kuantitas menghendaki setiap peserta tutur memberikan kontribusi yang secukupnya atau sebanyak yang dibutuhkan oleh mitra tuturnya. dan d) maksim pelaksanaan. Dengan memperhatikan tukang koran mengantar surat kabar kepada mereka. tetapi memungkinkan pula pada apa yang diimplikasikan ujaran itu. Sebagai contoh dapat diperhatikan wacana berikut ini. Sebagai contoh adalah tuturan “Nanti kalau masuk Java Super Mall jangan lewat di tempat b-o-n-e-k-a. tepatnya di Tembalang. Prinsip Percakapan Yang akan diuraikan dalam prinsip percakapan dala prinsip percakapan antara lain: 1) prinsip kerjasama dan 2) prinsip kesopanan 1) Prinsip Kerjasama Terdapat prinsip kerjasama yang harus dilakukan penutur dan mitra tutur agar proses komunikasi iu berjalan lancar. Grice (1957:45-47) mengemukakan bahwa dalam rangka melaksanakan prinsip kerja sama. setiap penutur harus mematuhi empat maksim. tidak kabur. Tindak tutur vernakuler adalah tindak tutur yang dapat dilakukan oleh setiap anggota masyarakat tutur. b) maksim kualitas. yakni: a) maksim kuantitas. Maksim relevansi mengharuskan setiap peserta tutur memberi kontribusi yang relevan dengan masalah pembicaraan. Tuturan cukup memadai tentang pelaksanaan peringatan itu. Hafidz dapat membuat inferensi pukul berapa ketika itu. serta runtut. terdapat dua jenis tindak tutur. 140 . hubungan implikasionalnya dapat diterangkan. dan tidak berlebih-lebihan. ya!” cara tersebut sering dilakukan oleh orang tua kalau anaknya meminta barang-barang mainan yang mahal jika berbelanja di toko. Maksim kualitas mewajibkan setiap peserta percakapan mengatakan hal yang sebenarnya. Tuturan “Peringatan Pertempuran Lima Hari diselenggarakan di pelataran Tugu Muda”. C.

141 . Dengan penggunaan kalimat ekspresif dan asertif ini jelaslah bahwa tidak hanya dalam meyuruh dan menawarkan sesuatu seseorang harus berlaku sopan. ya? Mamat : Ya. semakin panjang tuturan seorang. Tuturan (6) dan (8) di bawah ini dipandang kurang sopan jika dibandingkan dengan (7) dan (9) berikut. Dapat dicermati contoh berikut ini. (7) Saya akan meminjami uang kepada Anda. Tuturan yang diutarakan secara tidak langsung lazimnya lebih sopan dibandingkan dengan tuturan yang diutarakan secara langsung. Rahmi : Ah tidak. (e) maksim kecocokan. Itu hanya kebetulan. Alif bersikap sopan karena berusaha memaksimalkan keuntungan mitra tuturnya dan Aqil juga berusaha meminimalkan penghargaan kepada diri sendiri. Sebagai contoh dapat diperhatikan tuturan berikut. Maksim kemurahhatian menuntut setiap peserta tutur untuk memaksimalkan rasa hormat kepada orang lain dan meminimalkan rasa tidak hormat kepada orang lain. (d) maksim kerendahhatian. sudilah kiranya datang ke rumah saya! (sopan) Dapat dikatakan. Maksim kerendahan hati berpusat pada diri sendiri. Alif : Permainanmu sangat bagus. (6) Anda harus meminjami saya uang. tetapi dalam mengungkapkan perasaan dan menyatakan pendapat ia tetap diwajibkan demikian. (c) maksim penerimaan.2) Prinsip Kesopanan Sebagai retorika interpersonal pragmatik membutuhkan prinsip kesopanan. (1) Datang ke rumah saya! (tidak sopan) (2) Datanglah ke rumah saya! (3) Silakan datang ke rumah saya! (4) Sudilah kiranya datang ke rumah saya! (5) Kalau tidak keberatan. Perhatikan contoh berikut. Maksim penerimaan diutarakan dengan kalimat komisif dan impositif. yaitu: (a) maksim kebijaksanaan. biasa-biasa saja. Prinsip kesopanan memiliki sejumlah maksim. Untuk jelasnya dapat diperhatikan wacana berikut. Maksim kerendahhatian juga diungkapkan dengan kalimat ekspresif dan asertif. Maksim kesimpatian ini mengharuskan setiap peserta tutur untuk memaksimalkan rasa simpati dan meminimalkan rasa antipati kepada mitra tutur. tetapi blocking pemainnya masih banyak kekurangan. atau memaksimalkan keuntungan bagi orang lain. Maksim kerendahhatian menuntut setiap peserta tutur untuk memaksimalkan ketidakhormatan pada diri sendiri dan meminimalkan rasa hormat pada diri sendiri. (8) Saya akan datang ke rumahmu untuk makan siang. Aqil : Tidak. (b) maksim kemurahhatian. Maksim kesimpatian juga diungkapkan dengan kalimat ekspresif dan asertif. semakin besar pula keinginan orang itu untuk bersikap sopan kepada mitra tuturnya. Maksim kecocokan juga diungkapkan dengan kalimat ekspresif dan asertif. Rahma : Betapa pandainya dirimu. Perhatikan contoh berikut ini. Maksim ini menggariskan setiap peserta tutur untuk meminimalkan kerugian orang lain. saya kira biasa-biasa saja. (9) Saya akan mengundangmu ke rumah untuk makan malam. dan (f) maksim kesimpatian. Maksim kemurahhatian diutarakan dengan kalimat ekspresif dan kalimat asertif. Maksim kebijaksanaan diungkapkan dengan tuturan impositif dan komisif. Memet : Drama itu bagus. Maksim ini mewajibkan setiap peserta tutur untuk memaksimalkan kerugian bagi diri sendiri dan meminimalkan keuntungan diri sendiri. Maksim kecocokan menggariskan setiap penutur dan mitra tutur untuk memaksimalkan kecocokan di antara mereka dan meminimalkan ketidakcocokan di antara mereka.

yaitu: bagian ekspresi yang dapat mendukung kejelasan maksud yang disebut koteks dan situasi yang berhubungan dengan suatu kejadian yang lazim disebut konteks saja.3 Studi pragmatik mengurai permasalahan apa saja! 142 . Pembicaraan dalam bagian pragmatik ini dibatasi seputar: a) Konteks dan situasi tutur. dan perlokusi. bahasa yang dilihat dari aspek-aspek psikologis. direktif. segi pemakaian. segi keformalan. konteks tuturan. dan pergeseran bahasa. Situasi tutur meliputi: penutur dan mitra tutur. b) Tindak tutur dan jenis-jenisnya. dan tidak harfiah. dan segi sarana. ekspresif. tidak langsung. dan deklarasi. dan gangguan berbahasa.5.1 Cermatilah pemakaian variasi bahasa yang terdapat di sekitarmu! 3. campur kode. Yang diuraikan dalam prinsip percakapan dalam prinsip percakapan adalah prinsip kerjasama dan prinsip kesopanan 3. diglosia. Psikolinguistik merupakan gabungan disiplin psikologi dan linguistk. alih kode. Makna yang dikaji dalam pragmatik bersifat triadis. antara lain: segi penutur.6 Perhatikan berbagai tindak tutur yang terjadi di sekelilingmu! 3.3. interferensi. Topik-topik penting yang dipaparkan di bagian psikolinguistik adalah proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran. yang dapat ditinjau dari bermacam-macam segi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa objek psikolinguistik adalah bahasa juga. Dengan kata lain. komisif. (ii) lokusi. Konteks meliputi dua sarana.4 Rangkuman Sosiolinguistik sebagai bidang ilmu antardisiplin (disiplin sosiologi dan disiplin linguistik) yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan pemakaian bahasa di dalam masyarakat.3.3. Jenis-jenis tindak tutur antara lain: (i) konstatif dan performatif. pemerolehan bahasa. tindak tutur sebagai bentuk tindakan atau aktivitas. Objek psikologi adalah gejala jiwa dan objek linguistik adalah bahasa.3.5.5 Evaluasi 3.4 Amatilah pemerolehan bahasa pertama dan pembelajaran bahasa yang terjadi di sekitarmu! 3. aku turut berduka cita.2 Jelaskan permasalahan yang dapat diuraikan dalam studi psikolinguistik! 3.3. b) Peristiwa kontak bahasa. Kartini . Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal.Kartika : Bibiku sudah satu minggu ini dipanggil Allah.5 Amatilah gangguan berbahasa yang terjadi di sekitarmu! 3.3.3 Amatilah proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran yang terjadi di sekitarmu! 3. Pembahasan di bidang sosiolinguistik ini difokuskan pada dua hal.7 Perhatikan prinsip percakapan yang terjadi di sekelilingmu! 3. dan vernakuler dan c) Prinsip percakapan. tujuan tuturan. antara lain: kedwibahasaan.5. harfiah. dan tuturan sebagai produk tindak verbal.1 Apakah yang bisa dipelajari dalam studi sosiolinguistik? 3. ya. Pragmatik bisa dikatakan mempelajari makna secara eksternal atau makna yang terikat konteks. integrasi. tetapi bahasa yang berproses dalam jiwa manusia yang tercermin dalam gejala jiwa. yakni tentang satuan kebahasaan itu digunakan di dalam komunikasi.3.2 Cermatilah peristiwa kontak bahasa yang terdapat di sekitarmu! 3.3 Latihan-latihan 3. Aku baru dengar sekarang. ilokusi. (iii) representatif. Oh. yaitu: a) Variasi bahasa. (iv) langsung. 3.

1983. Hartley. J. 1975. Syntax and Semantics.6 Kunci jawaban 3. Dengan kata lain. harfiah. 143 . ilokusi. Dasar-dasar Linguistik Umum.3. Djoko. Abdul & Leonie Agustina. 1992. Nation” dalam The Ecology of Language. Psikolinguistik: Kajian Teoretik. London: The Macmillan Press. Abdul. Rineka Cipta. integrasi. Haugen. b) Peristiwa kontak bahasa. Psikolinguistik: Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Jakarta: Rineka Cipta. Konteks meliputi dua sarana. tetapi bahasa yang berproses dalam jiwa manusia yang tercermin dalam gejala jiwa. dan vernakuler dan c) Prinsip percakapan. Anthony F. Leech. Jakarta: PT. Fishman. Nababan. Grice. Pembicaraan dalam bagian pragmatik ini dibatasi seputar: a) Konteks dan situasi tutur. tujuan tuturan. segi keformalan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa objek psikolinguistik adalah bahasa juga. Kentjono.2 Psikolinguistik merupakan gabungan disiplin psikologi dan linguistk. direktif. tidak langsung. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. 1975. G. segi pemakaian. diglosia. Chaer. antara lain: kedwibahasaan.A. Sri Utari Subyakto. Language. California: Stanford University Press.6. interferensi. konteks tuturan. Rineka Cipta. Speech Act. ekspresif. Jakarta: Fakultas Sastra UI Press. 1994. pemerolehan bahasa. campur kode. E. Rowley Massachusetts: Newbury House Publisher. Situasi tutur meliputi: penutur dan mitra tutur. yaitu: bagian ekspresi yang dapat mendukung kejelasan maksud yang disebut koteks dan situasi yang berhubungan dengan suatu kejadian yang lazim disebut konteks saja. Yang diuraikan dalam prinsip percakapan dalam prinsip percakapan adalah prinsip kerjasama dan prinsip kesopanan DAFTAR PUSTAKA Chaer. Chaer. Jenis-jenis tindak tutur antara lain: (i) konstatif dan performatif. Essays by Einar Haugen. Jakarta: PT. 1984. dan pergeseran bahasa. Objek psikologi adalah gejala jiwa dan objek linguistik adalah bahasa. b) Tindak tutur dan jenis-jenisnya. dan segi sarana. yang dapat ditinjau dari bermacam-macam segi. bahasa yang dilihat dari aspek-aspek psikologis. “Dialect. dan tuturan sebagai produk tindak verbal.6. alih kode.6.1 Sosiolinguistik sebagai bidang ilmu antardisiplin (disiplin sosiologi dan disiplin linguistik) mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan pemakaian bahasa di dalam masyarakat. Linguistik Umum. (iii) representatif. Topik-topik penting yang dipaparkan di bagian psikolinguistik adalah proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran. dan deklarasi. yaitu: a) Variasi bahasa. Sosiolinguistics. Abdul. A Brief Introduction. (ii) lokusi. antara lain: segi penutur. Linguistics for Language Learners. H. dan perlokusi. dan tidak harfiah. New York: Academic Press.P. tindak tutur sebagai bentuk tindakan atau aktivitas.3 Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal. Principles of Pragmatics. 1995. 1982. Pembahasan di bidang sosiolinguistik ini difokuskan pada dua hal. Gramedia Pustaka Utama. 2003. dan gangguan berbahasa. New York: Longman.N. (iv) langsung. yakni tentang satuan kebahasaan itu digunakan di dalam komunikasi. 3. komisif. Logic and Conversation. 3.

Aspek-aspek Psikolinguistik. 144 . Surakarta: FKSS-IKIP Surakarta. Semarang: CV. 1996. 1974. Yogyakarta: Andi Offset. Sumarsono & Paina Partana. Pokok-pokok Pragmatik. Yogyakarta: Sabda. Sosiolinguistik. Surakarta: Fakultas Sastra UNS Press. 1990. “Analisa Variasi Bahasa” dalam Penataran Dialektologi.Oksaar. Rustono. Wolff. 1983. 2004. Wijana. J. “Bilingualism” dalam Current Trends in Linguistics. I. 1999. 1972. Mansur. 1976. IKIP Semarang Press. Dasar-dasar Pragmatik. Mouton: The Hague Paris. “Bilingualisme dan Diglosia”. Bahan Ceramah dan Diskusi. Sosiolinguistik: Teori dan Problema. Poedjosoedarmo. E. Pateda. S. Dewa Putu. Flores: Nusa Indah. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Suwito.

PROSA. Menjelaskan tema puisi dengan tepat. dan ekspresi 2.BAB IV PUISI. Kesemuanya berasal dari bahasa Latin. Jika karya ilmiah bersifat monointerpretasi. Karya sastra dapat dilawankan dengan karya ilmiah. berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan 8. Menjelaskan pantun dengan rima yang tepat dengan pantun yang dirumpangkan A. Menurut Teeuw dalam kebudayaan Barat terdapat literatur (Inggris). Dichtung berarti tulisan yang bersifat rekaan dan memiliki nilai estetik. litteratura. Leterkunde berarti sastra (Teeuw. intonasi. karya sastra justru sebaliknya. Menjelaskan penyusunan kembali puisi dengan isi yang tepat berdasarkan kutipan puisi yang larik-lariknya diacak 10. Schrifftum berarti segala suatu yang tertulis. bersifat poliinterpretasi. DAN DRAMA Setelah proses pelatihan materi “Prosa. Menjelaskan penyusunan puisi dengan mempertimbangkan majas yang tepat. Menjelaskan penentuan makna puisi dengan tepat. Puisi. Pendapat lain menyatakan bahwa sastra adalah karya dengan medium bahasa dan mengandung unsur keindahan. berdasarkan kutip[an puisi yang disajikan 9. Menjelaskan pencitraan dengan tepat. Artinya. litterature (Perancis). karya sastra dimungkinkan untuk dimaknai secara jamak dan beragam. literatur (Jerman). berdasarkan kutipan puisi yang disajikan 7. berdasarkan kutipan puisi yang disajikan 3. Menjelaskan penyusunan puisi dengan mempertimbangkan rima berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan 5. Menjelaskan cara membaca puisi dengan memperhatikan lafaL. dan drama” ini diharapkan para peserta dapat: 1. Jika pilihan kata di dalam karya ilmiah bermakna denotasi. serta akhiran tra yang bermakna menunjukkan alat atau sarana.berdasarkan kutipan puisi yang disajikan 4. Sastra berarti alat untuk mengajar. Litteratura merupakan terjemahan dari grammatika (Yunani). memberi petunjuk. Menjelaskan penyusunan puisi dengan meilih dan makna kata yang tepat. mengajar. Literatuur mencakup kepustakaan atau acuan buku ilmiah. 1984: 22-23). Dalam bahasa Jerman terdapat istilah schrifftum dan dichtung. Hakikat karya sastra Sastra berasal dari bahasa Sansekerta: sas yang berarti mengarah-kan. Litteratura dan grammatika berdasarkan kata littera dan gramma yang berarti huruf atau tulisan. Menjelaskan pesan puisi dengan tepat. Menjelaskan pantun dengan tepat berdasarkan isi atau sampiran pantun yang disajikan 12. Dalam bahasa Belanda terdapat istilah letterkunde (dari litteratura) dan literatuur. di dalam karya sastra justru dipilih kata-kata yang bermakna konotasi Genre atau kategori sastra dapat dibedakan menjadi: 1) Puisi 2) Prosa 145 . berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan 6. Menjelaskan penyusunan rima dan isi puisi yang tepat berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan 11.

..... penyimpangan semantis. dipenggal erpakan suatu penampilan yang menundukng makna sebuah puisi.. misalnya.. B. yaitu penyimpangan leksikal. penyimpangan historis (penggunaan kata-kata kuno). Perwajahan puisi (tipografi). dan penyimpangan grafologis (penggunaan kapital hingga titik).. Meskipun singkat dan padat. dan perabaan. seperti penglihatan. “Anda dari kampung ya? Ejeknya ketika aku sibuk Mencoba-coba berbagai celana dan tidak juga membelinya . tampilan.. dipersingkat.. Diksi. Dengan pilihan kata atau yang biasa disebut diksi puisi justru menyampaikan sesuatu dengan lebih bertenaga. 2. Huruf kapital... Perhatikan puisi “Penjual Celana” karya Joko Pinurbo. dan urutan kata.... maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin.penjual celana itu tiba-tiba sombong dan pura-pura lupa sama aku. penyimpangan sintaksis.3) Drama Ketiga hal tersebut akan diuraikan secara lebih rinci di bawah ini... Puisi 1. terutama persamaan bunyi di akhir baris.. Pencitraan. keselarasan bunyi. akume nangispa gipa gidi pinggir ka l i b. Struktur fisik puisi Adapun struktur fisik puisi sebagai berikut. yaitu imaji suara (auditif)....... yaitu pemilihan kata-kata.. Puisi tidak harus dimulai ari tepi kiri dan habis di tepi kanan. Diksi dari puisi “penjual celana” karya Joko Pinurbo diantaranya mentang-mentang dan Anda (sombong) c...... penggunaan register (ragam bahasa tertentu oleh kelompok/profesi tertentu). yaitu kata-kata yang mengungkapkan pengalaman indrawi... perwajahan yang terdapat dalam puisi tulis. bukan berarti puisi tidak kaya makna. Pecintraan dapat dibagi menjadi tiga.. huruf kecil... biasanya memperhatikan adanya persajakan atau persamaan bunyi.. penggunaan dialek. Berikut disampaikan hal-hal yang berkaitan dengan puisi. dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil).. penyimpangan fonologis. pendengaran... Karena puisi adalah karya sastra dengan sedikit. a. bersambung. Geoffrey (dalam Waluyo. Hakikat puisi Puisi merupakan karya sastra dengan menggunakan bahasa yang dipadatkan.. 19987:68-69) menjelaskan bahwa bahasa puisi mengalami 9 (sembilan) aspek penyimpangan. yaitu bentuk puisi.. Penjual Celana ... imaji penglihatan (visual). 146 ... mentang-mentang pakai celana serdadu.... Pemilihan katakata dalam puisi erat kaitannya dengan makna.

dan (3) pengulangan kata/ungkapan. ironi. yaitu kata denotatif yang memungkinkan munculnya imaji. Perhatikan contoh puisi Sapardi Djoko Damono ADA POHON BERNAFAS ada pohon bernafas jauh dalam diri kita di setiap helaanya seratus burung pulang mendengar cericit anak-anaknya ada pohon bernafas jauh dalam diri kita di setiap hembusannya seratus warna bunga berhamburan menyambut godaan cahaya Pencitraan puisi “ada pohon bernafas” yang pertama adalah pencitraan penglihatan (melihat pohon bernafas). yaitu bahasa berkias yang dapat menimbulkan konotasi tertentu (Soedjito. Kata kongkret “salju” melambangkan beku atau dingin. persamaan awal..... Mengguyur rumput-rumput Yang menari. pleonasme. Pohon-pohon sembahyang seiring semilir angin Bersujud bersama padi-padi yang merunduk Merenungi bumi. Perhatikan puisi “Kasidah Hujan” karya Acep Zamzam Noor sebagai berikut: Dan gerimis pun khusyuk Bertasbih pada sunyi. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora.. Kata kongkret.. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. panji-panji hingga janji-jani . (2) bentuk intern pola bunyi (aliterasi. tengah. Perhatikan puisi “Negeri Kadal” karya Sosiawa Leak berikut: Negeri kadal Negri kami negri kadal negri yang tidak pernah sepi dari juluran lidah menjelma dasi. Versifikasi. antitesis. 1986:128). 1987:83). 187:92). yaitu menyangkut rima. dan metrum. Kata kongkret “rawa-rawa” berarti sebuah tempat yang berisi air.. persamaan akhir. Rawa-rawa melambangkan tempat berair tetapi kotor. hingga paradoks.. Bahasa figuratif disebut juga majas. pars pro toto. antiklimaks. simile. eufemisme.. personifikasi. d.. Lalu hujan tumpah Mengalir dalam gemuruh Dzikir: Siapakah yang berkhalwat sepanjang malam Mendaki bukit-bukit kekekalan? Kilat menyambar-nyambar Suara cengkerik mengusik tahajud batu karang f.... repetisi.. totem pro parte. Rima mencakup (1) onomatope (tiruan terhadap bunyi). e. litotes. sinekdoke. ritme. Bahasa figuratif menyebabkan puisi memancarkan kaya makna (Waluyo. Langit terbelah oleh salak anjing Yang bertakbir pada dingin.. alusio. asonansi. Kedua pencitraan pendengaran (mendengar cericit anak-anaknya).Pencitraan dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat. Bahasa figuratif/majas. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi. klimaks. satire.. repetisi bunyi (kata (Waluyo. medengar. baik di awal. anafora. dan akhir baris puisi.. 147 . dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.

ekonomi. sahabat. politik. keras lemahnya bunyi. yaitu sikap atau situas yang muncul dalam sebuah teks. tanda baca. bait. bahkan menganggap tinggi pembaca. saudara. menganggap bodoh. takut ‘98 Mahasiswa takut pada dosen Dosen takut pada dekan Dekan takut pada rektor Rektor takut pada menteri Menteri takut pada presiden Presiden takut pada mahasiswa c. Perhatikan puisi berjudul “takut ’66. Tema dari puisi yang berjudul “Aku Ingin” karya Sapardi Djoko adalah kasih sayang. panjang pendek. Kasih sayang itu bisa diwujudkan terhadap orang tua. termasuk juga tipografinya. yaitu sikap teks terhadap pembacanya. mendikte. Nada (tone). Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Karenanya puisi harus bermakna. termasuk puisi.kekasih bahkan yang laing utama adalah cinta dengan Tuhan. atau seolah bertanya kepada pembaca untuk memecahkan masalah. Pengungkapan tema dan rasa berkaitan dengan latar belakang sosial. Nada juga dapat terlihat sombong. Perhatikan puisi dengan judul “Doa” karya Taufik Ismail berikut: 148 . Perhatikan puisi “Gurindam enam” karya Taufik Ismail berikut ini: Gurindam enam Ketika serakah mencapai daun tomat Datang banjir ke kawasan kuasa camat Ketika serakah menggapai daun kelapa Datang gempa mengguncang kabupaten kita 3. maupun keseluruhan. Bahkan. Rasa (feeling). Struktur batin puisi Struktur batin puisi dapat dijelaskan sebagai berikut. takut ’98 karya Taufik Ismail berikut: Takut ’66. Tema/makna (sense). Sebagaimana telah disebut di atas. dan hal-hal lain yang berkembang dan muncul pada saat teks muncul dan berkembang.Ritma merupakan tinggi rendah. Ritma sangat menonjol dalam pembacaan puisi. baik makna kata. titik. koma. a. Aku ngin mencintaimu dengan sederhana : Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada. atau malah menyerahkan penyelesaian masalah kepada pembaca. b. medium sastra adalah bahasa. baris. Teks misalnya dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui. Perhatikan puisi berikut: Aku Ingin Aku ngin mencintaimu dengan sederhana : Dengan kata yang tak sempat diucapkan Kayu kepada api yang menjadikannya abu.

Tuhan. terzina. stanza atau oktaf. Tujuan tersebut dapat ditelusur dalam teks puisi. sesuatu yang hendak disampaikan oleh penyair. dan persajakannya. Jenis – jenis puisi Berdasarkan kemunculannya dapat dibagi 2 kategori. bidal. puisi yang masih memperhatikan jumlah baris. gurindam. Aku cinta padamu” adalah hakikat manusia adalah untuk mengabdi dan beribadah kepada Tuhan. dan syair. Yang termasuk puisi lama.Doa Tuhan kami Telah nista kami dalam dosa bersama Bertahun membangun kultus ini Dalam pikiran yang ganda Dan menutupi hati nurani Ampunilah kami Ampunilah Kami d. septima. quint. 149 . seloka. sextet. Termasuk dalam kategori di sini adalah distichon. talibun. pantun dan karmina. Aku Cinta Padamu Aku lemas Tapi berdaya Aku tidak sambat rasa sakit atau gatal Aku pengin makan tajin Aku tidak pernah sesak nafas Tapi tubuhku tidak memuaskan untuk punya posisi yang ideal dan wajar Aku pengin membersihkan tubuhku dari racun kimiawi Aku ingin kembali pada jalan alam Aku ingin meningkatkan pengabdian kepada Allah Tuhan. Inilah yang dinamakan amanat. Amanat/tujuan/maksud (itention) Ada tujuan yang mendorong penyair menciptakan puisi. Pesan yang disampaikan penyair terhadap pembaca adalah taat terhadap perintah Tuhan. serta soneta. 4. bait. puisi lama Puisi lama adalah puisi yang masih sangat terikat bentuknya. misalnya mantra. Perhatikan puisi Rendra yang berjudul “Tuhan. aku cinta padamu Amanat dari puisi yang berjudul “Tuhan. Aku Cinta Padamu”. yaitu : a. quatrain.

nada. baris. 6. intonasi. Kadang jumlah suku kata. kata. maupun persajakan masih diperhatikan. intonasi. Lafal dapat disebut juga dengan artikulasi. Intonasi adalah tekanan atas kata atau kalimat dari teks puisi yang hendak dibacakan. dan tempo. kata. Lafal adalah kejelasan atas pengucapan suku kata. mimik. Soal Latihan TUSUK GIGI Soni Farid Maulana ada suara hutan menjerit dari sebuah tusuk gigi di hadapanku tanah berumput keong lumpur yang mati melayangkan ingatanku akan berbagai suku yang tumpur disapu banjir. Membaca Puisi Hal-hal yang perlu diperhatkan dalam membaca puisi adalah lafal. Intonasi dapat dicapai melalui volume. Perhatikan puisi “Solitude” karya Sutardji Calzoum Bachri berikut: Solitude Yang paling mawar Yang paling duri Yang paling sayap Yang paling bumi Yang paling pisau Yang paling risau Yang paling nacap Yang paling dekap Samping yang paling Kau! 5. Atau. Namun. dan ekspresi. puisi baru Puisi baru adalah puisi yang masih memperhatikan adanya persajakan. Ekspresi adalah bagaimana secara keseluruhan puisi disampaikan kepada publik. 150 .Perhatikan pantun berikut: Burung merpati bertengger di pagar Bercericau menyanyi lagu merdu Menjadi anak mesti belajar Agar kelak beroleh ilmu b. atau kalimat. sekali lagi tidak seketat puisi lama. Ekspresi dicapai melalui lafal. disikat zaman kolonial yang bengis. aturan keterikatan itu tidaklah terlalu dominan. bait. namun tidak seketat puisi lama. dan gesture atau gerak tubuh.

Bagaimana cara membacakan puisi tersebut. Menjelaskan penyusunan kembali alur cerpen dengan urutan yang tepat berdasrkan kutipan cerpen yang kalimat-kalimatnya diacak 9. persajakan akhir lebih cenderung tidak diperhatikan. Menjelaskan latar cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 5. roman. maupun cerita pelipur lara. C. Termasuk di dalamnya. dan novel. Dilihat dari jumlah halaman. Pengertian tidak terlalu terikat dapat dibandingkan dengan puisi yang lebih dominan dengan keterikatan bentuknya. Sastra baru mencakup cerita pendek. Prosa Setelah proses pelatihan materi “Prosa. Sastra lama meliputi mitos. Menjelaskan tokoh cerpen dengan tepat berdasarkan cerpen yang dirumpangkan 11. Pengertian Prosa Prosa adalah karangan yang bentuknya tidak terlalu terikat. Menjelaskan kembali dongeng dengan urutan yang tepat berdasarkan kutipan dongeng yang kalimat-kalimatnya diacak 12. Menjelaskan tokoh dongeng dengan tepat berdasarkan dongeng yang dirumpangkan 1. Menjelaskan pesan cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 8. dikenal 2 macam sastra. misalnya adanya persamaan bunyi di akhir baris. Menjelaskan cerpen dengan latar yang tepat berdasarkan kutipan cerpen yang dirumpangkan 10. puisi relatif lebih pendek dibandingkan prosa. dan dongeng. b. Menjelaskan watak tokoh dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 4. Menjelaskan alur cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 7. Menjelaskan cara melengkapi dongeng dengan latar dengan latar yangh tepat berdasarkann kutipan dongeng yang dirumpangkan 13. 151 . Berdasarkan sejarah Sastra Indonesia. yaitu sastra lama dan sastra baru. dan drama” ini diharapkan para peserta dapat: 1. yaitu apa yang disebut cerita rakyat. legenda. Analisislah puisi “Tusuk Gigi” karya Sony Farid Maulana tersebut. Menjelaskan cara bercerita dalam novel dan cerpen dengan menjelaskan kutipan yang disediakan 2. Puisi. Menjelaskan tema cerpen atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 3. Menjelaskan sudut pandang cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 6. Di dalam prosa.cacing-cacing menyuburkan pepohonan tapi hutan demi hutan lenyap sudah dengan gergaji kiranya bikin beragam hewan mengungsi ke dalam buku catatan biologi atau ke dalam buku cerita kanak-kanak yang dibaca sambil tiduran a. cerita jenaka.

Saad (via Esten.C. lemah. Dongeng juga berisi cerita peri. Pelanduk merupakan binatang yang kecil. baik yang terungkap maupan yang tidak (Sudjiman. dianggap suci oleh yang empunya cerita. yaitu tokohnya binatang. Sedangkan rubah termasuk binatang buas. Bascom (melalui Dananjaya. dan pusat pengisahan (Saad dalam Lukman Ali. persoalan yang paling banyak menimbulkan konflik. dan waktu belum terlalu lama. Faktor intrinsik ialah faktor yang membangun cerita rekaan dari dalam. c. Tokoh dan Penokohan Tokoh ialah pelaku rekaan yang mengalami peristiwa atau berkelakuan di pelbagai peristiwa. latar di dunia. Unsur ekstrinsik ialah unsur luar yang turut mempengaruhi kehadiran cerita rekaan. dan selalu mengancam binatang kecil (Fang. dongeng biasa. Empat. bahkan sindiran. alur. 1971: 27). Legenda. Fabel adalah dongeng binatang yang mengandung ajaran moral (Rahayu. 1991: 7-13). Di Eropa. Tujuan Kancil baik karena menyelesaikan perselesihan dan menyelamatkan binatang kecil dari ancaman binatang besar. tokoh para dewa atau 1/2 dewa. Termasuk bagian unsur intrinsik adalah tema. 1984: 92) mengajukan tiga cara untuk menentukan tema cerita. Prosa Lama Prosa cerita rakyat menurut William R. lelucon dan anekdot. b. Prosa Baru Kehadiran sebuah cerita rekaan tidak dapat dilepaskan dari unsur intrinsik dan ekstrinsik. cerita pelanduk dibandingan dengan cerita rubah. 1967: 116-120). Faktor intrinsik meliputi tokoh. dan persoalan yang paling banyak membutuhkan waktu penceritaan. yaitu dongeng yang diulang-dulang. Dongeng. Menurut H. Klinkert ada perbedaan di keduanya itu. 1990: 78). dari dirinya sendiri. Satu. tidak dianggap suci oleh yang empunya cerita. dan waktu sangat lampau. dan hanya dengan kecerdasan otaknya ia dapat hidup di hutan belantara. politik. yaitu persoalan yang paling menonjol. 3. karya yang berciri: dianggap benar-benar terjadi. Dongeng bertujuan untuk hiburan. Dua. b. tetapi kadang berisi ajaran moral. 1991) dibagi menjadi: a. Tema Tema merupakan gagasan atau pikiran utama di dalam karya. Tiga. Mite. tokoh manusia kadang dengan sifat luar biasa. karya yang berciri: dianggap benar-benar terjadi. Sudjiman (1988: 57) membedakan antara tema dengan amanat. kejam. Grimes menggunakan istilah partisipan. sedang Shahnon Ahmad 152 . dongeng binatang. Fabel berciri: membuat binatang kecil/lemah/lambat jadi menang serta memberi suatu binatang suatu peranan penting dan menjadi cerdik. dDongeng be-rumus. latar bukan di dunia. karya yang berciri: tidak dianggap benar-benar terjadi dan tidak terikat oleh waktu dan tempat. Amanat merupakan ajaran moral atau pesan yang disampaikan pengarang di dalam karya sastra. Menurut Anti Aarne dan Stith Thompson dongeng dibagi 4 jenis. latar. a. dan lain-lain.2. Unsur luar itu misalnya: ekonomi. sosial.

Disebut rapat jika keterkaitan jalan cerita sangat erat. Tokoh utama merupakan tokoh yang memegang peran pimpinan dalam sebuah cerita (Sudjiman. Alur tak lurus yaitu alur yang urutan waktunya tak kronologis. termasuk bahasa. adat-istiadat. Latar material adalah wujud suatu tempat secara fisik. suasana terjadinya peristiwa. klimaks. Akhir cerita ada dua yaitu tertutup dan terbuka. Protagonis merupakan tokoh yang baik dan biasanya menarik simpati pembaca. dan dua. Disebut analitik kalau pengarang menyebut watak dan perangai sang tokoh secara langsung apa adanya atau secara tersurat. dan tokoh utama dapat juga dilihat dari judul cerita. 1986 : 150). 1987: 79) dibedakan antara alur lurus dan alur tak lurus.Alur adalah sambung-sinambungnya peristiwa berdasarkan hukum sebab akibat (Saad dalam Lukman Ali. Pengaluran adalah cara menampilkan alur. 1990: 79). Cara menampilkan tokoh biasanya disebut penokohan. Tokoh biasanya berwujud manusia. dibedakan alur tunggal dan alur ganda. 1988: 34). 1990: 80). leraian. rumitan. ruang. rumitan. puncak. Alur tunggal jika jumlah alur hanya satu. tokoh sentral/utama. Disebut tertutup jika keputusan terhadap sesuatu sudah ditunjukkan oleh sang pengarang. c. Dari segi kuantitas/jumlah. mencakup tokoh andalan dan tokoh tambahan. Alur tersebut di atas oleh Prihatmi (1987) disederhana-kan menjadi awalan. d. 1990: 44. Hudson (via Sudjiman. acuan yang berkait dengan waktu. Lebih lanjut Saad mengemukakan bahwa alur cerita memiliki bagian-bagian: awal. tokoh bawahan adalah tokoh yang kurang begitu penting kedudukannya dalam cerita. 48). Alur renggang berkaitan dengan alur ganda. terserah bagaimana imajinasi pembaca menangkap kemungkinan yang ada (Sudjiman. tapi kehadirannya diperlukan untuk menunjang dan mendukung tokoh utama. yaitu tokoh yang paling banyak berhubungan dengan tema. Untuk menentukan tokoh utama ada empat cara (Saad dalam Esten. Menurut urutan waktu (Prihatmi. misalnya bangunan atau nama daerah. Perlu dibedakan antara waktu cerita dan waktu penceritaan. 1967: 120). Alur dan Pengaluran Alur ialah peralihan dari satu keadaan ke keaadan yang lain (Luxemburg. leraian. Waktu cerita berhubungannya dengan latar. keterangan. Alur lurus merupakan alur yang kronologis. Antagonis merupakan penentang utama/tokoh lawan. tokoh yang paling banyak berhubungan dengan tokoh lain. yaitu: satu. dan selesaian. Disebut cara dramatik manakala pembaca mesti menyimpulkan sendiri bagaimana sifat sang tokoh. kapan terjadinya suatu 153 . 1984: 93). tokoh yang paling banyak memerlukan waktu penceritaan. alur dibedakan menjadi rapat dan renggang/ degresi. dan akhir cerita. Disebut terbuka jika akhir cerita diserahkan kepada pembaca.dengan istilah watak (Sudjiman. tokoh bawahan. Latar sosial ialah gambaran keadaan masyarakat. Terdapat dua jenis tokoh. Latar dan Pelataran Latar adalah segala petunjuk. membedakannya menjadi latar sosial dan latar material. 1990: 64-79). Tokoh andalan adalah tokoh yang dekat dengan tokoh utama. tikaian. mencakup tokoh protagonis serta antagonis. Alur rapat berkaitan dengan alur tunggal. Penokohan secara umum ada dua cara yaitu analitik dan dramatik. cara hidup. Menurut kualitasnya. Tokoh tambahan ialah tokoh yang tidak memegang peranan sama sekali di dalam sebuah cerita (Sudjiman. Disebut alur longgar jika terjadi percabangan cerita. Menurut Grimes (via Sudjiman 1988: 19). Alur ganda jika jumlah alur lebih dari satu.

1988: 76): sudut pandang fisik. Menjelaskan cara memerankan drama dengan memperhatikan lafal. berdasarkan kutipan yang disajikan 6. atau kalimat. Drama Setelah proses pelatihan materi “Prosa. 1988: 46). Menjelaskan tema drama. D. 1988: 103-104). tokoh bawahan (author observant). Hakikat drama Drama adalah karya sastra yang dominan dengan dialog dan diniatkan untuk dipentaskan. dan tempo. Puisi. Pusat pengisahan bermula dari tokoh mana yang disoroti.peristiwa dalam cerita. Jika pelukisan latar sesuai dengan kondisi psikologis tokoh. Membaca Cerpen Sebagaimana membaca puisi. Intonasi dapat dicapai melalui volume. Sudut Pandang bermula dari sudut pencerita dengan kisahannya. Waktu penceritaan berkaitan dengan waktu/halaman yang dibutuhkan pengarang dalam menceritakan sesuatu (Sudjiman. Variasi diperlukan agar publik tidak bosan dan jenuh dengan pembacaan kita. sudut pandang mental. Lafal adalah kejelasan atas pengucapan suku kata. dan impersonal (author omniscient). dalam pendekatan materi cerita dari sisi waktu dan ruang. Intonasi adalah tekanan atas kata atau kalimat dari teks puisi yang hendak dibacakan. Stamina karena jumlah halaman cerpen yang lebih banyak tersebut. drama dibangun oleh beberapa unsur yang saling berkaitan. berdasarkan ilsutrasi yang disajikan 7. pengarang sebagai pencerita serba tahu. bagaimana pengarang memposisikan dalam sisi perasan dan sikap. mimik. Oleh karena itu. nada. Menjelaskan lakuan drama. Jika pelukisan latar tidak sesuai dengan kondisi psikologis tokoh dinamakan latar kontras (Sudjiman. Ekspresi adalah bagaimana secara keseluruhan puisi disampaikan kepada publik. dinamakan latar serasi. Menjelaskan pesan drama. Pelataran adalah cara menampilkan latar. berdasarkan dialog yang disajikan 1. bedasarkan kutipan yang disajikan 5. Ekspresi dicapai melalui lafal. atau III. beradasarkan kutipan dialog drama yang disajikan 4. dalam membaca cerita pendek juga diperlukan stamina dan variasi. yaitu bagaimana pengarang memposisikan diri. dan lakuan 2. Lafal dapat disebut juga dengan artikulasi. Menjelaskan cara menyusun dialog drama dengan tepat. dan gesture atau gerak tubuh. intonasi. intonasi. Menurut Sudjiman (1988: 78) antara sudut pandang (point of view) dan pusat pengisahan berbeda. yaitu: 154 . Sebagai naskah yang utuh. Biasanya. dan sudut pandang pribadi. Menjelaskan latar drama. e. kata. dalam sudut pandang pribadi dijelaskan lebih lanjut. dan drama” ini diharapkan para peserta dapat: 1. Harry Shaw menyarankan bahwa point of view mencakup (via Sudjiman. II. Pusat Pengisahan Menurut Wellek (1990: 292-294) pusat pengisahan adalah bagaimana pengarang menyampaikan ceritanya kepada pembaca. 3. bagaimana pilihan pengarang atas cara orang I. ekspresi. dan ekspresi. cerita pendek lebih panjang dibandingkan puisi. berdasarkan kutipan dialog drama yang disajikan 3. yaitu tokoh utama (author participant). Menjelaskan alur drama. Masih oleh Shaw. hal-hal yang perlu diperhatkan dalam membaca cerpen adalah lafal. intonasi.

UU lulus. antiklimaks). Senang sekali dia. dan ditutup dengan ending (keputusan). Tema berifat umum. Contoh: Aa Ii Uu karya Arifin C Noer (1994: 8) Lalu Ibu melangkah ke pintu IBU UU IBU UU IBU : Kamu bilang apa tadi? Ahli sejarah? : Mama tidak suda? : Kalau kerja nanti di kantor apa? : Yang pasti bukan di kantor dagang seperti papa : Nanti sulit cari kerja.INT. IBU : Uu! Uu! Bangun. IBU : Iya. resolusi (pemecahan masalah). Teks ini mungkin terdapat di dalam dialog (intradialog) dan mungkin pula terdapat di luar dialog (ekstradialog). jurusan apa pun asal Uu memang punya cita-cita. sayang! UU : (jaga) Ogah! Uu tetap mau jurusan sejarah. sayang. Semua sekarang setuju Uu masuk jurusan sejarah. pikiran tokoh. b Petunjuk pemanggungan Petunjuk pemanggungan adalah teks sampingan yang memberikan petunjuk berbagai aspek pemanggungan. Yang penting adegan tersebut harus merupakan adegan sekolahan yang mulus hening namun menyimpan banyak harapan.a dialog Dialog merupakan ucapan tokoh tertentu yang kemudian disusul oleh ucapan tokoh yang lain. amanat lebih bersifat moral. krisis (pertentangan mencapai titik puncak–klimak s. adanya masalah (konflik). informasi juga diberikan melalui petunjuk pemanggungan. IBU membangunkan UU. Di antaranya adalah UU. f alur/ plot. Dimulai dengan pemaparan (perkenalan awal tokoh dan penokohan)..d. Selain itu. *Beberapa shot ketika mereka ketika membaca pengumuman hasil ujian. d tema. RUMAH RUSTAM. e amanat yaitu pesan yang hendak disampaikan penulis dari sebuah cerita. yaitu ide pokok yang dalam sebuah cerita. c karakter kepribadian tokoh yang dapat terlihat dari tindakan. SIANG Pintu itu terbuka dan buru-buru IBU mendekati UU yang masih mengigau ditempat tidurnya. KAMAR UU. Perhatikan kutipan Aa Ii Uu karya Arifin C Noer (1994: 8) berikut: Shot-shot pendek ini sekaligus sebagai latarbelakang KREDIT TAITEL *Beberapa shot yang melukiskan murid-murid esmea sedang ujian penghabisan. UU : Papa? 155 . yaitu jalan cerita. Perhatikan kutipan naskah drama Aa Ii Uu karya Arifin C Noer (1994: 55) : 10. Shot-shot tersebut akan dibalut dengan sebuah nyanyian yang segera liriknya akan disusulkan. konflikasi (masalah baru).

156 . Mama akan sekuat tenaga juga meyakinkan mereka bahwa kamu berhak mewujudkan impian kamu. 1982. terdapat unsur-unsur yang juga perlu dipertimbangkan yaitu panggung. musik. blocking. dan lain-lain. yaitu tempat. Putu. Teknik menulis naskah drama Berbeda dengan puisi dan cerita pendek. Daftar pustaka Arya. 1991. tata lampu. 1991. Bimbingan Apresiasi Puisi. KAMAR. Effendi. U. kostum. Hal-hal yang perlu diperhitungkan oleh seorang penulis drama adalah panggung. James. Ende Flores: Nusa Indah. Calzoum Bachri. Oleh karena itu. dan novel. dan tempo. Jika di dalam puisi dan prosa dipergunakan istilah membaca. Melakonkan Drama Pada saat dipentaskan. RUMAH RUSMAN. O Amuk Kapak. 1983. pemeran. g latar/ setting. MALAM IBU : Kamu tidak sendirian. Jakarta: Grafiti. Dan SELESAI. Surakarta: Muhamadiyah University Press. suasana. Selain lafal. Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik. make up. Jakarta: Tangga Mustika Alam. serta musik. Kesemua yang berkaitan dengan bagaimana cara memanggungkan teks tersebut atau petunjuk tentang hal itu tertulis dalam teks samping. tatacahaya. Liaw Yock.Donegeng. Foklor Indonesia: Ilmu Gosip. dan ekspresi yang mencakup volume. Perhatikan kutipan naskah drama Aa Ii Uu karya Arifin C Noer (1994: 116) 05. properti. properti. nada. INT. UU : Pokoknya Uu akan mencunci diri dalam kamar dan mogok makan. seoerang penulis teks drama harus memperhitungkan bagaimana kira-kira teks tersebut apabila dipentaskan. intonasi. Zainuddin. tata lampu. IBU : Mama juga tidak boleh masuk? UU : (Sebentar) Kalau Mama boleh. Di dalam sebuah pentas drama pemeran atau pemain perlu memahami kostum. IBU : Kalau mama juga antar makanan? UU menggelengkan kepalanya. dan gesture atau gerak tubuh. Apresiasi Puisi dan Prosa. Jilid 1. di dalam drama dipergunakan istilah melakonkan drama atau memerankan lakuan.IBU : Semua! UU : Ma! IBU : Sayang! Lalu mereka berpelukan. Jakarta: Erlangga. Fang. S. 2. termasuk juga penonton. Jakarta : Horison Dananjaya. Sutardji. properti. 3. Telaah Sastra. Fananie. teks drama memiliki kemungkinan untuk dipentaskan. dan waktu cerita. Kesemuanya akan mempengaruhi keberhasilan sebuah pentas. 1982. 2003. tetap diperlukan mimik.

Sudjiman. Tarigan. Frans. Herman. Jakarta: Gramedia. Terjemahan Dick Hartoko. Flores: Nusa Indah 1994. Bandung: Remaja Rosda Karya. Jilid 2. Cerita Rekaan dan Seluk Beluknya. Surakarta: UNS.al. 157 . 1986. 1994. Pengkajian Prosa Fiksi. Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik. Jakarta: Gramedia.Jogjakarta:Indonesia Tera Luxemburg. Tata Nilai dan Eksegesis. 2007. Ende. Suyitno. Jakarta: Yayasan Indonesia Leak. Jakarta: Balai Pustaka. Arifin C. Teori Kesusastraan. 1986. T. AA II UU. Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa. Sastra Indonesia: Pengantar Teori dan Apresiasi. Yogyakarta: Hanindita. Ende. Memahami Cerita Rekaan. Wellek & Warren A. Sosiawan. Bandung: Rosda Karya. 1982. Panuti. 1986. Jakarta: Erlangga. Anatomi Sastra. Diindonesiakan Melami Budianta). Taufik. 1992. Ismail. Guntur H. 1993. 1986. 1986. Dunia Bogam-Bola. 1982. Waluyo. Flores: Nusa Indah. Malu (aku) Jadi orang Indonesia. Noer. 1992. Pengantar Ilmu Sastra. et. Tjahjono Libertus._______. 2003. Mido. Semi Atar M.

158 .

puisi untuk apresiasi. perumusan.Kata Kritikos yang berarti hakim karya sastra. 3. 4. Dari beberapa pendapat di atas terdapat dua istilah yang dipakai oleh para ahli dalam menggunakan kata sastra dan kesusastraan. Adapun Yudiono (1990: 21) Mengemukakan bahwa kesusastraan diartikan sebagai karya kesenian yang diwujudkan dengan bahasa sebagai gubahan prosa dan puisi yang indah-indah. Paparan Materi 1. Rachmat Djoko Pradopo menyebutkan bahwa kritik sastra ialah pertimbangan baik buruk karya sastra. karena kedua kata tersebut memiliki arti hampir sama. Namun untuk keseragaman istilah dalam tulisan ini dipergunakan kritik sastra. Dapat menjelaskan konsep dasar. (2) karya tulis yang jika dibandingkan dengan tulisan lain. Jadi. B. (5) tulisan. Kegiatan untuk memberi pertimbangan baik buruk karya sastra dengan memberikan alasan-alasan mengenai isi dan bentuknya. menguraikan atau memecah-mecah sebuah karya 159 . sedang kata kriterion bergeser menjadi `kriteria`. Kritik sastra artinya bidang studi sastra yang membicarakan karya sastra secara langsung (Prihatmi.kitab primbon (berisi ramalan. Abrams menerangkan bahwa kritik sastra merupakan cabang ilmu yang berurusan dengan perumusan. Kalau dicermati dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa kata `sastra` berarti (1) bahasa (kata-kata. gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari). kritikus akan menetapkan penggolongan. kata kritikos bergeser menjadi `kritikus`.karena berasal dari kata krinein yang berarti menghakimi. d. penerangan. Menjelaskan cara memilih tulisan kritik yang bahasanya santun. 1997: 2). dan drama. Menjelaskan cara menulis kritik dan esai. 1994: 884). dan penilaian karya-karya sastra. yang artinya orang yang melakukan kritik sastra. 2. Di bawah ini terdapat beberapapengertian kritik sastra. (4) pustaka. Rene Wellek memaparkan bahwa kritik sastra berasal dari krites yang dalam bahasa Yunanikuno berarti hakim. kritik dan apresiasi sastra dalam puisi. Ini dikuatkan oleh M. dan penilaian karyakarya sastra. c. klasifikasi. Dari beberapa rumusan di atas dapat disimpulkan bahwa kritik sastra merupakan kegiatan menghakimi.klasifikasi.(3) kitab suci Hindu. kitab ilmupengetahuan. prosa.Tujuan Pembelajaran (Kompetensi yang ingin dicapai) 1.BAB V KRITIK SASTRA A. a. keartistikan.Saleh Saad (melalui Yudiono. hitungan). keindahan dalam isi dan ungkapannya. dalam melakukan kritik terhadap sebuah karya sastra. Membaca penggalan cerpen. Jassin bahwa kritik kesusastraan ialah pertimbangan baikatau buruk sesuatu hasilkesusastraan dengan memberikan alasan-alasan mengenai isi dan bentuknya.memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keaslian. 1990: 21) bahwa untuk sementara tidak ada keberatan terhadap istilah kritik sastra yang dipakai berdampingan dengan istilah kritik kesusastraan dalam arti yang sama. jenis kritik sastra. Konsep Dasar Kritik Sastra Dalam bahasa Indonesia. HB. Dari hal tersebut sebetulnya tidak perlu dicari arti setepat-tepatnya dari kata sastra maupun kesusastraan. Pada saat inikata `kritikus` bergeser menjadi `kritisi`. b. penerangan. huruf (Dep Pend dan Keb.

bagaimana suatu gaya pada waktu tertentu dapat merupakan suatu mode (Baribin. Hal tersebut membutuhkan teori sastra. Sebaliknya sejarah sastra dapat membantu teori sastra. susunan dalam karya sastra. Hasil kritik sastra dapat dilakukan secara terbuka dan dimuat di media massa. dan prinsip-prinsip dalampenilaian dalam karya sastra. Dengan demikian dalam memberikan kritikan terhadap karya sastra. Seorang kritikus memerlukan kecakapan untuk dapat mengungkapkan kembali pengalaman leterer dari karya sastra yang dikritiknya. latar belakang. Dengan sejarah sastra inilah orang dapat melihat timbultenggelamnya suatu jenis karya sastra (genre) tertentu. dan drama. Perlu diketahui bahwa teori sastra adalah bidang ilmu sastra yang membicarakan tentang konsep-konsep sastra.sastra ke dalam unsur-unsur pembentuknya atau norma-normanya disertai tafsiran. Kritik sastra merupakan salah satu bidang ilmu sastra. Dengan bekerja seperti ituorang akhirnya dapat memberi penilaian bagaimana kelebihan-kelebihannya dan cacat-cacatnya atau kekurangankekurangannya dengan memberikan alasan atau komentar-komentar yang dapat dipertanggungjawabkan.1987: 12). (3) sejarah sastra. (2) teori sastra. bagaimana aliran yang satu mati digantikan dengan aliran yang lain. sebab untuk menyusun teori tentang angkatan. Selain itu juga tentang isi dalam karya sastra. Seseorang dapat memberi penilaian terhadap karya sastra perlu bantuan teori sastra. yang memerlukan keterlibatan langsung seseorang terhadap karya sastra. misalnya tentang prosa. Adapun ilmu sastra atau studi sastra meliputi (1) kritik sastra. jenis-jenis sastra. kritikus dapat meyakinkan dengan menerapkan ukuran-ukuran yang objektif. kritikus akan memaparkan kembali pengalaman-pengalaman literer (pengalaman penghayatan. Kritik sastra tidak dapat juga lepas dari teori sastra. dan aliran-aliran tertentu. pengalaman berdialog secara langsung dengan karya sastra. Sejarah sastra dapat menjalankan tugasnya apabila didukung oleh adanya teori sastra. sehingga dapat bermanfaat bagi peminat sastra karena pembaca pemula mendapatkan panduan dalam memberikan penilaian terhadap karya sastra. 2. persamaan ujud. karena masyarakat itu menganggap atau mengakui bahwa kritik sastra bermanfaat. Hal tersebut dapat membiasakan masyarakat sastra menaruh perhatian terhadap tulisan-tulisan kritik sastra. hakekat sastra. puisi. Ini diperlukan ketika akan memberi penilaian tentang bentuk-bentuk karya sastra. Pada kritik sastra pun sejarah sastra memberi bantuan ketika seseorang akan menentukan keaslian sebuah karya sastra. Adapun sejarah sastra adalah bidang ilmu sastra yang membicarakan perkembangan sastra sejak awal timbulnya sampai pada masa sekarang. Adapun pertimbanganpertimbangan tersebut meliputi persamaan tema. secara objektif seorang kritikus dapat mengungkapkan nilai karya sastra yang telah dihayati dan dipahami. prinsip-prinsip sastra. gaya. Ketiga bidang studi sastra tersebut sangat erat berkaitan dan saling melengkapi. pengalaman mendapatkan keindahan dalam karya sastra). latar belakang sastra. 160 . Fungsi Kritik Sastra Telah dijelaskan di atas bahwa kritik sastra merupakan sebuah proses untuk memberikan penilaian terhadap karya sastra yang disertai dengan memberikan penafsiran terlebih dahulu. tentang aliran orang tidak dapat lepas dari pandangan orang terhadap perkembangan sastra secara menyeluruh. sebab ketika orang akan menggolong-golongkan ke dalam periode tertentu terdapat pertimbangan-pertimbangan. Dalam mengadakan kritik sastra.

yaitu penerapan teori-teori kritik pada karya sastra. c.1990: 26) menyatakan bahwa fungsi kritik sastra adalah: a. Memberikan sumbangan pendapat atau pertimbangan kepada pengarang tentang karyanya. 1997: 4). b. 1997: 4) 1) Kritik Objektif 161 . Kritikinduktif meneliti karya sastra secara objektif.teknik. c. g. dan pembaca (Abrams melalui Prihatmi. yaitu kritik sastra dalam bidang teori.organisasinya. serta gayanya. berisi prinsip-prinsip kritik sastra sebagai dasar pertimbangan dan penafsiran. 2) Kritik Terapan atau kritikpraktek. 3) Kritik Impressionistik kritik sastra yang berusaha menggambarkan dengan kata-kata sifat-sifat yang terasa dalam bagian-bagian khusus atau dalam sebuah karya sastra dan menyatakan tanggapan-tanggapan (impressi)kritikus yang ditimbulkan secara langsung oleh karya sastra. Jenis Kritik Satra a. b. Sementara Andre Harjana (melalui Yudiono. Menurut pendekatan. atau teori tentang kritik sastra. 1987: 31). digunakan rumusan dari Abrams ada 4 pendekatan yaitu karya sastra. 2) Kritik Induktif (Inductive Criticism) kritik sastra yang menguraikan bagianbagian karya sastra berdasarkan fenomena-fenomena yang ada secara objektif. Membiasakan masyarakat sastra untuk menaruh perhatian terhadap tulisantulisan kritik sastra. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan bagi penyusunan atau pengembangan teori sastra. dan kriteria-kriteria untuk menilai karya sastra agar dapat diterapkan pada pembahasan karya sastra. (Baribin. (Abrams melalui Prihatmi. kritik sastra dapat digolongkan menjadi 3 jenis. b. Memberi penilaian atas baik atau buruknya suatu karya sastra. tanpa menggunakan standar-standar yang tetap yang berasaldari luar dirinya. Untuk mengukuhkan nilai-nilai manusiawi dan dasar-dasar masyarakat berbudaya. Yudiono (1990: 24-27) mengungkapkan bahwa fungsi kritik sastra: a. sastrawan. 3. Mendidik pembaca untuk menghargai karya sastra yang bernilai. sehingga pengarang yang memanfaatnkan kritik sastra akan dapat mengembangkan atau meningkatkan mutu hasil karyanya. Memelihara dan menyelamatkan pengalaman manusiawi serta menjalinkannya menjadi suatu proses perkembangan susunan-susunan atau struktur yang bermakna.Bagaimana dengan fungsi kritik sastra. e. 1) Kritik Yudisial (Judicial Criticism) Kritik sastra yang berusaha menganalisis dan menerangkan efek-efek karya sastra berdasarkan pokoknya atau temanya. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan bagipenyusunan sejarah sastra.dan mendasarkan pertimbangan-pertimbangan individual kritikus atas dasar srandar-standar umum tentang kehebatan dan keluarbiasaan karya sastra. Menurut Pelaksanaannya. f. alam. Ini dapat berfungsi sebagai jembatan antara pengarang dengan pembaca. Menurut Bentuknya ada 2 jenis kritik sastra 1) Kritik teoritik (theoritical criticism). d. Memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul dalam diri pembaca setelah menikmati suatu karya satra.

Karya sastra dapat dianggap sebagaialat untuk memahami keadaan jiwa pengarangnya. Dengan demikian karya sastra yang baik ditentukan oleh fungsi karya sastra tersebut dalam kehidupan. Horatius pernah mengatakan bahwa karya sastra itu berfungsi dulce et utile yang artinya menyenangkan dan berguna. kompleksitas. Karya sastra dipandang sebagai pernyataan batin pengarangnya. Seorang kritikus seolah dapat berdialog langsung dengan pengarangnya melalui karya sastra. Karya sastra hanya dinilai atas unsur-unsur yang membentuknya. Sastrawan secara sadar atau tidak sadar tertuang dalam karyanya. Karya sastra dianggap sebagai sebuah keseluruhan yang mencukupi dirinya. Dapat diungkapkan pula bahwa karya sastra merupakan tiruan atau pembayangan dunia kehidupan nyata. Yang dilakukan kritikus adalah memberi penilaian atas kriteria intrinsik. Kriteria yang digunakan untuk menilai keberhasilan karya sastra yaitu terletak apakah jiwa pengarang. Prosa. tersusun atas bagian-bagian yang saling terjalin sangat erat. dan Drama a. Pertemuan Goenawan Mohamad Meniti tasbih malam pelan-pelan Dan burung kedasih menggaris gelap de kejauhan kemudian adalah pesona: wajah-Nya tersandar ke kaca jendela memandang kita. ide pengarang tertuang dalam karyanya.Dalam hubungannya dengan karya sastra. Karena orientasinya pada alam atau kehidupan. Dengan demikian kriteria keberhasilan karya sastra adalah ketetapan atau kebenaran dalam meniru alam atau kehidupan. Kritik ini terlepas dari pengarang maupun dunia sekitarnya. 162 . maka yang ditiru adalah alam atau kehidupan. Karya sastra dapat dipakai sebagai alat untukmencapai tujuan tertentu. memandang kita lama-lama. 4) Kritik Pragmatik ”Pragmatik” artinya berguna atau bermanfaat. misalnya dari lingkungan sosial-budaya jamannya. maka karya sastra harus berguna atau bermanfaat pada pembaca. 5. 3) Kritik Mimetik ”Mimetik” berasal dari bahasa Yunani mimesis yang artinya: peniruan. Kritik dan Apresiasi Sastra dalam Puisi. Unsur kegunaan itulah yang dipakaioleh kritikus untukmengadakan penilaian terhadapkarya sastra.Kritik ini menganggap karya sastra sebagai sesuatu yang otonom. mandiri. 2) Kritik Ekspresif Kritik ini bertolak dari keyakinan bahwa karya sastra adalah ekspresi jiwa sastrawan. bebas dari sekitarnya.keseimbangan atas unsur-unsur pembentuknya.

Mbah Danu memegang sapu lidi itu pada ujungnya yang lunak. Sapu lidi datang. Mbah Danu sedang turne. ketika Nah tengah mengeong-ngeong seperti kucing kasmaran. Bojonegoro. dan kalau sudah mengaum. dari sorga yang telah ditutupkan. Titik pangkalnya adalah suatu anggapan yang logis. Jatirogo. mulutnya berbuih dan ia mengeluarkan bunyi-bunyi binatang. Ditinjau dari sudut tertentu cara pengobatan Mbah Danu adalah rasional. Tuban. bahwa satu saat kemudian Nah akan menjelma jadi macan gadungan. gadis pelayan pada keluarga Pak Jaksa (pensiunan) telah sebulan sakit demam. karena pak Jaksa mempunyai 60 pohon kelapa di pekarangannya. Si Nah. Dan kini tinggallah cinta memancar-mancar dari sunyi kaca jendela b. Segenap hadirin melotot matanya dan megar kupingnya melihat dan mendengar pukulan dahsyat itu. anak-anak dan perempuan-perempuan serumah dan tetangga-tetangga yang bertandang semua lari terbirit-birit seolah-olah percaya. Padangan. Cepu. buih di mulutnya meleleh ke bawah membasahi bantalnya yang kumal seperti tempat duduk Jeep militer yang sudah tua.kulitnya liat seperti belulang. mengeong. Sebagian hadirin mau lari. Mbah Danu datang membawa koper besi yang sama antiknya dengan yang punya. Nah mengingau dengan mata tertutup. ”Ngeoooong” keluar dari mulut Nah mendirikan bulu-bulu di kulit penonton. Matanya kelihatan putihnya saja. kadang-kadang menyalak.Wajahnya pucat seperti kain mori. 163 .Demikianlah bunyi telah diturunkan dan demikianlah Nabi telah dititahkan dan demikian pula manusia dikirimke bumi yang terbentang. Routenya adalah Lasem. Kemudian ia mencengkeram lengan Nah dan menyeretnya dari tikarnya ke lantai. Ukurannya istimewa besar. karena itu cara satu-satunya untuk menyembuhkan adalah dengan menghalaukan makhluk yang merugikan kesehatan itu. pipinya selalu menonjol oleh susur tembakau yang ada dalam mulutnya. Dan benar. Menurut kabar yang cepatnya tersiar hampir seperti berita radio. Di Rembang di sekitar tahun tiga puluhan ia lebih terkenal daripada pendeta Osborn pada pertengahan tahun 1954 di Jakarta karena prestasinya menyembuhkan orangorang sakit secara gaib. bahwa orang sakit itu `didiami` oleh roh-roh jahat. Blora. jalannya tegak seperti seorang maharani yang angkuh. berkaok-kaok. melainkan mengaum seperti singa sirkus yang marah. Keadaannya makin lama makin payah. Nah tidak mengeong lagi sekarang.kemudian bongkotnya yang garis tengahnya kira-kira 10 cm itu dia ayunkan ke atas dan dia pukulkan sekuat tenaga ke pantat Nah yang terbaring miring. jadi sudah hampir pulang. Mbah Danu menegaskan. ”Mampus engkau sekarang!” seru Mbah Danu bengis dan sapulidi terus menerus menghantam pantat Nah dengan irama rhumba. Pamotan. Kini ia disinyalir sudah ada di Blora. kadang-kadang meringkik seperti kuda. Dia tembusi badan Nah dengan pandang membara sambil mengelilingkan susur besar di dalam mulutnya. Mbah Danu Nugroho Notosusanto Wajahnya kasar-kasar seperti tengkorak. dan kembali ke Rembang. ”Ambilkan sapu lidi!” perintah Mbah Danu dengan sikap Srikandi wayang orang.

”Tidur saja dulu sampai besok. Dan mula-mula Nah menggelepar-gelepar.” katanya tenang. akhirnya kegelian seperti perawan yang sehat. segera menyuruh panggil Mbah Danu. ”Salah hamba apa kok disuruh minggat dan dihajar?” tanya Nah sambil menangis dan ia mencoba merangkak. Gerak-geriknya persis seperti Batari Durga yang menari di atas mayat manusia. Mbah Danu berdiri dan memberi isyarat supaya para penonton yang tak berkepentingan mengundurkan diri. ”Minggat! Minggat! Ayo minggat!!” jerit Mbah Danu senyaring-nyaringnya sambil memukul dengan tangan kanan dan menggenggam susur di tangan kiri. sehingga ia sakit dan rebah ke lantai dan mengerang. Bu Jaksa. Sebentar ia memijit-mijit kepala Nah. Pintu ditutup dan ia kembali kepada pasiennya. Selama 5 menit ia mondar-mandir di atas badan Nah sampai napas si sakit seperti ububan pandai besi bunyinya. mengalami tantangan ketika Mr Salyo Kunto. ”Ha! Hampir modar engkau sekarang!” seru Mbah Danu dengan ganas sambil melangkah maju dan menginjak tubuh Nah dengan kedua kakinya. Sikap Mbah Danu sekaligus berubah. bersama istrinya mengunjungi mertuannya. Nah. dari Bonang sampai Randublatung. Beberapa hari sesuadah kedatangannya. Setelah sudah. salah seorang menantu pak Jaksa. Nyonya Salyo sakit kepala dan pegel-pegel tubuhnya. Air ludahnya memercik merah ke lantai dan badan Nah dalam setengah lingkaran yang radiusnya 1 1/2 meter. ia melentangkan badan Nah yang keringatnya membuat lantai mengkilat basah dan mukannya kini merah padam. ”Engkau telah sembuh. 164 . ”Minggat! Minggat! Minggat!” suara Mbah Danu menggelora sampai tetangga-tetangga dan pelintas-pelintas mengalir masuk ke rumah itu untuk menyelidiki sebab-sebab suara ngeri yang mereka dengar. ”Aduuuuuh! Aduh. bahwa ia manusia Nah. kemudia ia melepaskannya dan tegapada lututnya. Peluhnya bercucuran dan menguyubkan pakaiannya. bukan kucing. Nah yang tadi sudah seperti setengah mati duduk bersandar pada dinding dan tersenyum sepertiorang bangun tidur. Kemudian deraannya menghujam pula pada pantat Nah yang kini sadar. aduh. Prabawa Mbah Danu di rumah pak Jaksa yang jadi sebagian prabawanya di daerah yang terentang dari Kudus sampai Tuban. kemudia memercikkan ludah sedikit dari mulutnya pada dahi si sakit.” Dan di hadapan mata hadirin. Dengan gerakan-gerakan tangkas pakaian si sakit dibukannya dan kemudia seperti orang kegila-gilaan ia meremas-remas seluruh badan Nah. Seperempat jam Mbah Danu meraba-raba pasiennya. sesuai dengan tradisi. Setelah itu berdiri dan keluar untuk meminum kopinya. Kedua lengannya diacung-acungkan untuk mempertahankan keseimbangan.” kata Mbah Danu lebih jauh sambil membaringkan dan menyelimuti Nah dengan penuh kasih sayang. sambil menggelitik si sakit pada tempat-tempat yang penuh rasa geli.” Sebagai pengeras perkataan yang terakhir. ”Aduh biyuuuuung! Aduh biyuuuuung!!” tangisnya mengaung.”Minggat! Ayo minggat!” teriak Mbah Danu dengan amat murka dan dengan tendangan jitu Nah ditengkurapkannya. kuda atau singa. ”Aku bukannya berbicara denganmu. aduuuuh!” pekik Nah seperti manusia biasa.” katanya dengan suara mineur yang lembut. anjing. ia tegak sekalilagi serta memukulkan sapu lidi itu sedemikian kerasnya ke badan Nah. ”Aku mengusir setan-setan di dalam badanmu. ”Setan-setan sudah alri dari badanmu. Nah.

Suatu kesalahan bagi Mbah Danu. Kemudian perut Nyonya Salyo ditekannya dengan kedua telapak tangannya sehingga angin keluar dari bawah dengan bunyi meletup. justru menantu Pak Jaksa yang berpendidikan tinggi itu berkunjung ke Rambang. Hanya saja ia berpesan. akan saya usir. sangat kebetulan Dokter Umar Chattab lebih awal datangnya daripada Mbah Danuyang tidak punya mobil.Ia memberi resep kinine. Perang dingin kini mencair jadi gugatan-gugatan lisan yang pedas meskipun tak ditujukan secara langsung. tahu benar apa sebabnya. sehingga terbenam sama sakali dan si pasien mencetuskan bunyi yang sukar dilukiskan. Penyakit Mbok Rah makin lama makin keras. Pak Dokter pulang.agar supaya Mbah Danu dipanggil. Salyo dengan penuh pertimbangan meminta datang Dokter Umar Chattab.Dengan tak dipanggil. ”Ya. Clash ke-2 antara Mbah Danu dan Mr.” Dokter Umar Chattab pulang dengan tidak mengubah ketetapannya.” diagnose Dokter Umar Chattab di kamar Mbok Rah yang gelap.” kata Mbah Danu setelah mendengarkan gejala-gejala penyakit dari mulut Nyonya Salyo sendiri. 165 .bukan tangan dan air ludah Mbah Danu.”O. Salyo. Salyo masuk ke kamar dari jalan-jalan ke tepi pantai. Denga keras Mbah Danu diperintahkannya keluar dari kamar seperti Mbah Danu mengusir setan-setan dari tubuh-tubuh orang sakit. Pak Jaksa dan Bu Jaksa dan tetangga-tetangga yang dekat. ketika Mbok Rah. Mbah Danu datang sendiri.dan denga lega Nyonya Salyo bersendawa. Mbah Danu tak diijinkan menginjak lantai rumah itu kalau menantu akademikus Pak Jaksa itu datang. sehingga angin berlomba-lomba keluar dari atas dan dari bawah dengan berletusan. ”Malaria. Kemudia Mbah Danu melakukan kombinasi kedua pijetan itu.Untung hal itu terjadi paling kerap hanya dua kali dalam setahun. pelayan Pak Jaksa yang setengah umur. Setelah memberi petujuk-petunjuk lain tentang makan dan rawatan si sakit. ”Engkau tahu bukan. Keadaan Mbok Rah makin lama makin buruk dan malamnya lagi ia mati. Raden Ayu.Dokter Umar. sakit keras. Dokter Umar Chattab heran.Tetapi sebagai jawaban.” Dan Mbah Danu mulai berpraktek. punggung dan tengkuk mendapat giliran. ”Saya sendiri yang memberikan pil-pil itu kepada Mbok Rah. ”Coba buka baju saja.” jawab Nyonya Salyo mendahului suaminya. Asbaknya penuh dengan putung sigaret.Justru ketika itu Mr.Sehingga yang beraksi tangan di stetoskop. Sayo mengundurkan diri ke dalam kamar tamu. Mr. sedangkan Mr. Kualat Mbah Danu! Dan mereka mendesak. Pertama kali ibu jarinya kedua-duanya ditekannya ke dalam daging perut Nyonya Salyo. Soal ini jadi perkara kehormatan baginya. Mr. sebagaimana juga di dalam politik ia dipandang dengan marah oleh kedua pihak yang bertentangan. agar supaya waktu menelan pil si sakit diawasi sungguh-sungguh. meskipun tak langsung berhadap-hadapan. Pada waktu-waktu lainnya kedaulatan Mbah Danu tetaputuh. tetapi. terjadi. Nyonya Salyo dengan susah payah bisa tetap tinggl netral. dan perhubungan antara mertua dan menantu jadi tegang. ada sedikit angin jahat bersarang di dalam. Salyo memanggil Dokter Umar Chattab. yang pada masa itu satu-satunya obat yang mujarab untuk malaria. Namun ia tetap mempertahankan politik bebas yang pasif itu.Setelah itu. Kemudian istrinya dimarahinya. Sebagai akibat insiden itu. ”Kininenya sudah Tuan berikan sebagai yang saya tetapkan?” tanyanya. bahwa pijatan itu bisa merusakkan rahimmu!”. Pak Jaksa dan Bu Jaksa tanpa pikir panjang segera menyuruh panggil Mbah Danu ketika Mbok Rah sudah mulai mengingau.

kali. : Terang.Mr. ”Mengapa Jeng. bisa jadi begini.”Kita telah berbuat sebaik mungkin.Ia menghela nafas panjang dan melemparkan pandang terakhirkepada bale-bale tempat semalam jenazah terbaring. Ketika fajar menyingsing.Nyonya Salyo yang mendampingi suami di kamar itu di dalam hatinya cenderung kepada ayah-bundanya. Matanya membara Mr. Ditinggal pergi lima tahun. Ke mana? : Kencing dulu. gubuk kita dulu ada di sini. ROIMA MASIH NGOROK JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI : Sudah siang. Mbah Danu. Kang. Salyo dan nyonya ikut menyaksikan pengambilamn jenazah dari dalam kamar tempat ia dan Dokter Umar Chattab menderita kekalahan terhadap mertuanya dan Mbah Danu. orang tidak tahu ditanya. Matanya terbelalak lebar-lebar. Ke mana mereka semua sekarang? : Sudah pada mati. Pada jam 7 orang-orang masuk ke kamar jenazah dan mengangkatnya keluar.” kata Nyonya Salyo menghibur suaminya. ”Inna li`llahi wa inna illahi raji`un. Apa sih? : Sudah siang. Salyo dengan gairah sambil memeluk bahu istrinya yang tidak menjawab. ”Kita tak bisa menjawab kepada nonsen itu bukan!” katanya lagi. Gubuk Djumini dan Turkan di mana ya? : Di sini. forever. Tibal sudah lewat. sehingga sinar matahari pagi masuk dengan gelombang besar. ’kali. Mau ngorok sampai jam berapa? Memangnya ini hotel? (BERKEMAS-KEMAS) : Sudah siang? Masa? ”Idiih.Hawa di dalam kamar itu pengab. tambah menyesak dada oleh asap kemenyan. Kang. Saya sudah nggak inget lagi. tetapi merasa harus solider terhadap kekecewaan suaminya. (SAMBIL MEMULAS BIBIRNYA DENGAN LIPSTIK) . 166 . bangun. : Ya. (MENCUBIT ROIMA) : Aduh. Onley abang. Dan juga mereka melihat pil kinine membukit di lantai di bawah bale-bale Mbok Rah. jembatan dan di sana gubuk Tarsih. Nyonya Salyo dan Mbah Danu menengok. KENCING DI SITU) : Kok di situ? : Di mana lagi? : Sudah? Kita pergi? : Tunggu. Drama Opera Kecoa karya N. Salyo merasa tengkuknya dingin. c. Yang ada sekarang Cuma abang.” kata Nyonya Salyo. Luar biasa. : Idiih cemburu. : Sembarangan. persiapan-persiapan untuk penguburan dimulai. bangun. Salyo membuka jendela lebar-lebar. Kita pergi sekarang sebelum diusir satpam. (KE MONUMEN. dibilangi. mengapa ia meninggal?!!” seru Mr. Di situ ada kali. . Dengan sangat tiba-tiba ia terpekik dan telunjuknya diacungkannya ke sudut kamar. Kalau tidak salah. yang diinget Cuma Tibal. Riantiarno (1 adegan) TIGA DI BANGKU-BANGKU PLAZA MONUMEN JULINI BANGUN TIDUR. Suatu sosok tubuh muncul di ambang pintu. Mr.

Blora. Bojonegoro. pembaca dapat membayangkan bagaimana sosok Mbah Danu. Cepu.Wajahnya pucat seperti kain mori`. Rembang`. Cerita terkonsentrasi pada bagian rumitan. Sudah dibilangi supaya pergi dari tadi. (MEREKA PERGI. Dilihat dari alur cerita. BERLARI. malah mogok. jalannya tegak seperti seorang maharani yang angkuh` Untuk menggambarkan tokoh Mbah Danu pengarang menggunakan gaya perbandingan. Dengan menggunakan gaya perbandingan. tuh. rupanya pengarang senang menggunakan gaya perbandingan. 2) Kritik Ekspresif puisi Pertemuan karya Goenawan Mohamad Pada puisi ini penyair rupanya ingin mengungkapkan bahwa dirinya merasa telah bertemu dengan Tuhan ini dinyatakan dalam bait pertama Meniti tasbih malam pelan-pelan Dan burung kedasih menggaris gelap de kejauhan kemudian adalah pesona: wajah-Nya tersandar ke kaca jendela memandang kita.(DUA SATPAM MUNCUL DI KEJAUHAN.` Hal ini mengakibatkan pembaca kurang dapat membayangkan gambaran yang jelas tentang latar dalamceritanya. Antiklimaks tidak terlihat. Dalam mengungkapkan ceritanya pengarang kurang memberi gambaran yang jelas tentang latar cerita. apa kata Julini. sehingga ketika cerita selesai membuat pembaca terkejut. Wajah Nah yang pucat digambarkan oleh pengarang seperti kain mori. Pengarang hanya menyebut nama kota untuk tempat-tempat peristiwanya seperti `Lasem. yang pembaca dapat membayangkan kasar seperti tengkorak. Seperti pada ` Wajahnya kasar-kasar seperti tengkorak. pipinya selalu menonjol oleh susur tembakau yang ada dalam mulutnya. kulitnya liat seperti belulang. Pada peristiwa di rumah PakJaksa.pengarang juga hanya menyebut nama kota yaitu Rembang. Jatirogo. Seperti kutipan ` menantu Pak Jaksa yang berpendidikan tinggi itu berkunjung ke Rambang.karena kota Rembang berada di Jawa Tengah.dengan gaya bahasa seperti ini. Pamotan. 1). terkesan terburu-buru. Ayo. ANEHNYA PELUIT MALAH SEMAKIN BANYAK. Ini rupanya yang membuat cerita menjadi menarik. Padangan. sampai pada cara Mbah Danu berjalan digambarkan oleh pengarang seperti seorang maharani yang angkuh. Mbah Danu yang memiliki wajah yang kasar. MAKIN BANYAK DAN MAKIN BANYAK). pengarang terlalu cepat menyelesaikan ceritanya. Hanya dapat diketahui bahwa ceritanya terjadi di Jawa Tengah. LANGSUNG MEMBUNYIKAN PELUITNYA) JULINI : Tuh. Tuban. memandang kita lama-lama 167 . kulitnya yang seperti belulang kasar liat. pembaca dapat membayangkan bagaimana bantal nah yang digambarkan oleh pengarang seperti tempat duduk Jeep militer yang sudah tua. Satpam. Demikian pula ketika pengarang menggambarkan keadaan bantal Nah dan wajah nah yang pucat ` buih di mulutnya meleleh ke bawah membasahi bantalnya yang kumal seperti tempat duduk Jeep militer yang sudah tua. Kritik Objektif terhadap cerpen Mbah Danu karya Nugroho Notosusanto. Dilihat dari gaya bahasanya.

Mereka memiliki cinta. 1987: 10). rasa kekhawatiran. Kritik Mimetik Drama Opera Kecoa Karya N. jadi bersifat pribadi. Dalam esai terlihat keinginan. memandang kita lama-lama. Sementara Arief Budiman berpendapat esai adalah karangan yang sedang panjangnya yang membahas persoalan secara mudah dan sepintas lalu dalam bentukprosa. a.strukturnya. pengarang rupanya mengangkat masalah gelandangan yang sering dikejar-kejar oleh satpam. Pemirsa diajak untuk berempati terhadap kehidupan gelandangan yang sebetulnya sama seperti kehidupan yang normal. Kritik Sastra dan Esai Sastra Sering orang sulit membedakan antara kritik dan esai. Riantiarno Apabila diperhatikan drama di atas. Seperti ketika Julini mengajak Roima segera meninggalkan tempatnya. dan penilaian juga dilakukan. Esai tidak memecahkan persoalan tetapi melukiskan persoalan dalamkarya sastra (Baribin. serta aspek kepengarangannya.sikap terhadap soal yang dibicarakan. Diungkapkan oleh Semi (1993: 15-16) bahwa esai sastra adalah suatu tulisan yang merupakan laporan hasil eksplorasi atau pengungkapan penulis tentang karya sastra yang sifatnya lebih banyak menekankan aspek sensasi dan kekaguman penelaah tentang hasil bacaannya atau hasil penjelajahannya. pengapresiasian. Lebih lanjut diungkapkan bahwa esai memiliki persamaan dengan kritik sastra yaitu pada aktivitas dalam aspek penghayatan. penganalisisan. Seperti pada baris dan demikianlah Nabi telah dititahkan dan demikian pula manusia dikirimke bumi yang terbentang. Kedua istilah itu sebenarnya hanya dipakai untuk memberikan komentar atau reaksi mental terhadap sebuah karya sastra yang dibaca. Cinta Tuhan terhadap dirimya dirasakan penyair bahwa Tuhan telah mengirimkan nabi untuknya yang datang dari surga.apa saja yang dibicarakan tentang karya sastra boleh dinamakan esai sastra. Dalam esai yang utama bukanlah pokok persoalan melainkan bayangan kepribadian dari pengarang yang simpatik dan menarik. Mereka menginginkan rasa aman juga. rasa cemburu.Pada kutipan di atas dapat dimaknai bahwa penyair dalam malam ketika ia sedang berzikir pada waktu malam hari ia merasa bahwa Tuhan ada bersana dengan dirinya. di gubuk-gubuk. dari sorga 3). Sebenarnya. Ini menunjukkan bahwa pengarang telah mampu memotret keadaan sepasang gelandangan yang hidup di kolong jembatan.tidak tersusun secara teratur tetapi seperti dipetik dari bermacam-macam jalan kehidupan. Mereka sering menjadi sasaran satpam ketika satpam melakukan rasia.B Jassin berpendapat bahwa esai membicarakan bermacam ragam. Tetapikedua aktivitas tersebut dilihat dari segi graduasi dan intensitas prilaku yang dibebankan terhadapkarya sastra. Ini terungkap pada wajah-Nya tersandar ke kaca jendela memandang kita.aktivitas penyusunannya. H. Ada beberapa pendapat tentang esai sastra. kadang-kadang terhadap keseluruhan dalam sebuah karya sastra. Kenikmatan bersama dengan Tuhan diungkapkan sebagai sebuah pesona. Terdapat keindahan yang luar biasa ketika dapat merasakan adanya pertemuan dengan Tuhan. 168 . Ini memang merupakan gambaran kehidupan gelandangan yang dicoba oleh pengarang untuk diangkat ke dalam karyanya.

dalam melakukan kritik terhadap sebuah karya sastra. Riantiarno D. Tugas dan tanggung jawab kritikus sebenarnya diarahkan kepada upaya memfungsikan kritik sastra itu sendiri. Latihan-Latihan 1. Dengan bekerja seperti itu orang akhirnya dapat memberi penilaian bagaimana kelebihan-kelebihannya dan cacat-cacatnya atau kekurangan-kekurangannya dengan memberikan alasan atau komentar-komentar yang dapat dipertanggungjawabkan.upaya pengembangan metode kritik kritik dan pendekatan kritik secara terus menerus perlu pula dilakukan. Adapun Semi (1993: 17) mengungkapkan kritik sastra dapat menjalankan fungsinya dengan baik adalah: a. Buatlah kritik pragmatik terhadap cerpen Mbah Danu karya Nugroho Notosusanto 4. Kritik sastra yang dilahirkan oleh pengritik yang mempunyai rasa tanggung jawab moral dan intelektual disebabkan ia mempunyai minat membaca dan menekuni sastra dan ilmu sastra Berguna tidaknya sebuah kritik sastra akhirnya berpulang dari tanggung jawab kritikus.baik bagi sastrawan.penikmat sastra. Memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul dalam diri pembaca setelah menikmati suatu karya satra. menguraikan atau memecahmecah sebuah karya sastra ke dalam unsur-unsur pembentuknya atau normanormanya disertai tafsiran. Buatlah kritik Objektif terhadap puisi Pertemuan karya Gunawan Muhamad 3. Kritikus juga harus mampu membuktikan bahwa kritik yang dilakukannya mampu memberikan sumbangan yang baik terhadap pembinaan dan pengembangan sastra. perumusan. Tanggung jawab profesional pengkritik agar peranan kritik sastra dapat berkembang dan tumbuh subur di tengah-tengah lingkungannya. Mendidik pembaca untuk menghargai karya sastra yang bernilai. Buatlah kritik mimetik terhadap cerpen Mbah Danu karya Nugroho Notosusanto 2. C. Buatlah kritik ekspresif terhadap drama Opera Keoa karya N. Kritik sastra yang disusun atas dasar keinginan untuk memperbaiki mutu karya sastra dan mutukhalayakpembaca. Kegiatan untuk memberi pertimbangan baik buruk karya sastra dengan memberikan alasan-alasan mengenai isi dan bentuknya.b. Ini dapat berfungsi sebagai jembatan antara pengarang dengan pembaca. Kritik sastra yang disusun atas dasar pendekatan dan metode kerja yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan c. dan agar kritik sastra mampu menjalankan fungsinya dengan baik tentu kritikus diminta pertanggungjawaban atas tugasnya sebagai pengkritik. Rangkuman Kritik sastra merupakan kegiatan menghakimi. terutama dalam menemukan konsep-konsep kritik sastra yang sesuai dengan hakikat sastranusantara. Cara Meyusun Kriti Sastra Agar dapat menyusun kritik sastra dengan baik. Fungsi kritik sastra adalah : Memberi penilaian atas baik atau buruknya suatu karya sastra.yang akhirnya dapat memberikan faedah yang besar. Membiasakan masyarakat sastra untuk menaruh perhatian terhadap tulisan-tulisan kritik sastra. dan penilaian karya-karya sastra. penerangan. klasifikasi. kritikus akan menetapkan penggolongan.Lebih dari itu. b. Jadi. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan bagi penyusunan atau pengembangan teori sastra.maupun bagi kritikus itu sendiri. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan bagipenyusunan 169 .

yaitu kritik sastra dalam bidang teori. Kunci Jawaban 170 . (2) Kritik Terapan atau kritikpraktek. Berdasarkan pendekatannya kritik sastra dibedakan atas apa saja. digunakan rumusan dari Abrams ada 4 pendekatan yaitu (1) Kritik Objektif yang menganggap karya sastra sebagai sesuatu yang otonom. maka yang ditiru adalah alam atau kehidupan. 5. Agar dapat menyusun kritik sastra dengan baik. Dengan demikian kriteria keberhasilan karya sastra adalah ketetapan atau kebenaran dalam meniru alam atau kehidupan. atau teori tentang kritik sastra. bebas dari sekitarnya. (4)Kritik Pragmatik kritik ini menganggap bahwa karya sastra harus berguna atau bermanfaat pada pembaca. jelaskan. Jelaskan fungsi kritik sastra. (2) Kritik Induktif (Inductive Criticism) kritik sastra yang menguraikan bagian-bagian karya sastra berdasarkan fenomena-fenomena yang ada secara objektif. jelaskan. Kritikus juga harus mampu membuktikan bahwa kritik yang dilakukannya mampu memberikan sumbangan yang baik terhadap pembinaan dan pengembangan sastra. Kritik sastra dapat menjalankan fungsinya dengan baik jika kritik sastra yang disusun atas dasar keinginan untuk memperbaiki mutu karya sastra dan mutuk halayak pembaca. E. Menurut Bentuknya ada 2 jenis kritik sastra yaitu (1) Kritik teoritik (theoritical criticism).Memberikan sumbangan pendapat atau pertimbangan kepada pengarang tentang karyanya.sejarah sastra. Tugas dan tanggung jawab kritikus sebenarnya diarahkan kepada upaya memfungsikan kritik sastra itu sendiri. serta aspek kepengarangannya. dan agar kritik sastra mampu menjalankan fungsinya dengan baik tentu kritikus diminta pertanggungjawaban atas tugasnya sebagai pengkritik. Jelaskan yang dimaksud dengan kritik sastra. Jelaskan perbedaan antara kritik sastra dan esai. 4. (3) Kritik Mimetik yang orientasinya pada alam atau kehidupan.aktivitas penyusunannya. kritik sastra dapat digolongkan menjadi 3 jenis. sehingga pengarang yang memanfaatnkan kritik sastra akan dapat mengembangkan atau meningkatkan mutu hasil karyanya. F. strukturnya. 2. (3) Kritik Impressionistik kritik sastra yang berusaha menggambarkan dengan kata-kata sifat-sifat yang terasa dalam bagian-bagian khusus atau dalam sebuah karya sastra dan menyatakan tanggapan-tanggapan (impressi) kritikus. Berdasarkan bentuknya kritik sastra dibedakan atas apa saja. Perbedaan antara kritik dan esai sebenarnya hanya dipakai untuk memberikan komentar atau reaksi mental terhadap sebuah karya sastra yang dibaca. pengritik mempunyai rasa tanggung jawab moral dan intelektual disebabkan ia mempunyai minat membaca dan menekuni sastra dan ilmu sastra Berguna tidaknya sebuah kritik sastra akhirnya berpulang dari tanggung jawab kritikus.(1) Kritik Yudisial (Judicial Criticism) Kritik sastra yang berusaha menganalisis dan menerangkan efek-efek karya sastra berdasarkan pokoknya atau temanya. (2) Kritik Ekspresif yang bertolak dari keyakinan bahwa karya sastra adalah ekspresi jiwa sastrawan. Menurut pendekatan. disusun atas dasar pendekatan dan metode kerja yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Tetapi kedua aktivitas tersebut dilihat dari segi graduasi dan intensitas prilaku yang dibebankan terhadapkarya sastra. Adapun menurut pelaksanaannya. Evaluasi 1.yaitu penerapan teori-teori kritik pada karya sastra. 3. mandiri.

Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 2.Jakarta: Gramedia 171 . Perbedaan antara kritik dan esai sebenarnya hanya terletak pada cara memberikan komentar atau reaksi mental terhadap sebuah karya sastra yang dibaca.1. 1992. Jakarta: PT Gramedia.Daftar Pustaka Baribin. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan penyusunan sejarah sastra. klasifikasi. penerangan. perumusan. 1993. strukturnya. M. Semi. serta aspek kepengarangannya. Fungsi kritik sastra adalah : Memberi penilaian atas baik atau buruknya suatu karya sastra. atau teori tentang kritik sastra. Semarang: IKIP Semarang. 1987. Nugroho. sehingga pengarang yang memanfaatnkan kritik sastra akan dapat mengembangkan atau meningkatkan mutu hasil karyanya. Pendekatan dalamkritik sastra adalah (1) Kritik Objektif yang menganggap karya sastra sebagai sesuatu yang otonom.1995. (3) Kritik Mimetik yang orientasinya pada alam atau kehidupan kriteria keberhasilan karya sastra adalah ketetapan atau kebenaran dalam meniru alam atau kehidupan. Notosusanto. Kritik sastra merupakan kegiatan menghakimi. agar pembaca dapat menghargai karya sastra yang bernilai sehingga masyarakat sastra menaruh perhatian terhadap tulisan-tulisan kritik sastra. Ahmad Tohari: Karya dan Dunianya. Bandung: Angkasa. Asmarandana. __________2003.yaitu penerapan teori-teori kritik pada karya sastra. 1990. Memberikan sumbangan pendapat atau pertimbangan kepada pengarang tentang karyanya. Wellek. 1991. Raminah. 1990. Telaah Kritik Ssatra Indonesia. (2) Kritik Ekspresif yang bertolak dari keyakinan bahwa karya sastra adalah ekspresi jiwa sastrawan. Metode Penelitian Sastra. Mohamad. Bandung: Angkasa. Kritik Sastra Sebuah Pengantar. G. Teori Kesusastraan (diindonesiakan oleh Melani Budianta). (2) Kritik Terapan atau kritikpraktek. Andre. 4. 3. Goenawan. 5. rene & Austin Warren. Tiga kota. yaitu kritik sastra dalam bidang teori. Jakarta: Balai Pustaka. Menurut Bentuknya ada 2 jenis kritik sastra yaitu (1) Kritik teoritik (theoritical criticism). Kritik dan Penilaian Sastra. Hardjana. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. dan penilaian terhadap karya-karya sastra. Yudiono Ks. Atar. aktivitas penyusunannya. (4)Kritik Pragmatik kritik ini menganggap bahwa karya sastra harus berguna atau bermanfaat pada pembaca. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan untuk penyusunan atau pengembangan teori sastra. Kritik sastra dapat juga berfungsi sebagai jembatan antara pengarang dengan pembaca.

172 .

173 .

dan sintaksis suatu bahasa (Ahmadi. 6. melainkan suatu proses aktif dalam mengkonstruksi pesan dari suatu bunyi yang diketahui orang sebagai sebagai potensi fonologi. mengajukan pertanyaan yang cocok untuk wawancara. berkisar 75% sampai 90% dari kegiatan kita. namun definisi kamus bisa saja berbeda dengan apa yang dimaknai orang. 2007:39). Keterampilan menyimak bukan merupakan suatu proses yang pasif. Hakikat keterampilan menyimak Banyak orang memaknai kata listen atau mendengar seadanya. tetapi terkadang seseorang kurang terampil dalam kegiatan berbicara. Di manapun mereka berada selalu melakukan kegiatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya komunikasi dalam kehidupan seharihari. 3. Unsur yang sangat penting dan fundamental dalam semua interaksi adalah keterampilan untuk memahami apa yang dikatakan atau diucapkan oleh orang lain atau pembicara (Ahmadi. variasi dialek. 2006:2) presentase waktu yang digunakan dalam proses komunikasi sangat besar. 10% untuk membaca. dan stuktur bahasa. Waktu yang digunakan dalam proses komunikasi 5% digunakan untuk menulis. Setiap hari manusia. mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali di malam hari. The American Heritage Dictionary mengatakan bahwa listen berarti “melakukan upaya mendengarkan sesuatu” dan ”memperhatikan. 35% untuk berbicara. 1990:7). pasar. Aktivitas komunikasi terjadi pada setiap aspek kehidupan. baik di lingkungan keluarga. menentukan kalimat pembuka dan penutup pada pidato yang benar. KETERAMPILAN MENYIMAK a. kantor. 174 . Menerapkan komponen-komponen yang harus dipatuhi dalam berdiskusi. 2. menerapkan komponen-komponen yang harus dipatuhi dalam berpidato. maupun di sekolah. Menurut Jiwanta (dalam Suprapto. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti materi berbicara-menyimak. dan 50% untuk menyimak/mendengarkan. 5. semantik. 1990:8). dalam memahami variasi bahasa. Terkadang seseorang menjadi terampil baik dalam bahasa pertama maupun bahasa kedua. tempat ibadah. Sepanjang waktu manusia melakukan aktivitas komunikasi yang meliputi kegiatan berbicara dan menyimak.BAB VI KETERAMPILAN BERBICARA-MENYIMAK A. menyimak” (Maggio. PAPARAN MATERI Kehidupan manusia tidak lepas dari kegiatan komunikasi. maka perserta PLPG diharapkan dapat: 1. 1. baik anak kecil maupun orang dewasa melakukan kegiatan mendengarkan maupun menyimak. karena komunikasi merupakan bagian integral dari sistem dan tatanan kehidupan sosial manusia atau masyarakat. masyarakat. menjelaskan konsep dasar dalam kegiatan menyimak dan berbicara. memberikan jawaban dengan benar pada saat wawancara sebagai seorang narasumber 4. B.

menawarkan gagasan. mendengarkan memahami mengingat Pendengar yang baik tentunya akan mengambil bagian dari percakapan. Orang harus benar-benar memberi perhatian kepada lawan bicara. -Lilian EichlerKeterampilan menyimak dalam kegiatan belajar mengajar Kegiatan menyimak dapat dilakukan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. bukan pasif. 1) Identifikasi Siswa mempersepsi bunyi dan frase dengan mengidentifikasi secara langsung terhadap arti. itu bukan mendengar dalam arti yang sebenarnya. 1990:8) menyimak dalam pembelajaran dibagi menjadi beberapa tahap.Menyimak yang baik Apabila seseorang ingin menjadi pembicara yang baik. Rivers (dalam Ahmadi. b. 3) Identifikasi dan seleksi terarah dengan retensi pendek c. pola kegiatan pembelajaran dapat diberlakukan aktivitas menyimak. Memperhatikan orang yang sedang berbicara merupakan upaya untuk menyimak. Ia tanggap. 2) Identifikasi dan seleksi tanpa retensi Siswa mendengarkan untuk kesenangan memahami dan menyarikan sekuen arti. “Tidak cukup hanya berdiam diri ketika lawan bicara Anda sedang berbicara. 175 . Matanya menunjukkan sorot tertarik dan senang. memahami. Pendengar yang baik dapat memancing yang terbaik dari orang lain. memahami apa yang didengar. Kegiatan tersebut terdiri dari serangkaian kegiatan mendengarkan. sesekali mengajukan pertanyaan. ingat bahwa menyimak lebih dari sekadar membiarkan orang lain berbicara. tanpa dituntut mendemonstrasikan pemahaman melalui penggunaan bahasa secara aktif. Menurut Wilga M. Oleh karena itu mendengarkan merupakan perilaku aktif. Ada beberapa hal yang dapat diperhatikan untuk menjadi pendengar yang baik. mengomentari apa yang dikatakan. dan mengajukan pertanyaan agar pembicaraan mengalir dengan hangat. dan mengingat. Dalam kegiatan belajar mengajar menyimak. Tak sedikit pun ia lepas dari perhatiannya”.

Sementara itu. Dalam kegiatan berbicara kelengkapan vokal seseorang merupakan prasyarat alamiah yang dapat memproduksi suatu ragam yang luas dari artikulasi. Siswa mendemontrasikan pemahaman secara langsung dan dengan cara yang aktif. rendah diri. Berbicara merupakan cara untuk mengkomunikasikan gagasan sesuai dengan kebutuhan pendengar atau penyimak (Mulgrave melalui Tarigan. 1) Mudah dan lancar atau fasih berbicara 2) Kejelasan berbicara 3) Bertanggung jawab 4) Membentuk pendengar yang kritis. 1990:18). perasaan. maka seorang pembicara harus memahami makna segala sesuatu yang ingin dikomunikasikan. jujur. b. 1) Mengatasi rasa malu Yang harus dilakukan dalam berbicara dengan sejumlah orang adalah membuat mereka mudah melakukannya. Siswa mendemonstrasikan pemahamannya atau menggunakan bahan ajar yang telah dipahami setelah mengalami kegiatan mendengarkan secara tuntas.Siswa diberi beberapa indikator lebih dahulu tentang hal-hal yang didengar atau disimak. Hakikat keterampilan berbicara Keterampilan berbicara pada hakikatnya merupakan keterampilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak. Berbicara dengan orang yang tidak dikenal bisa saja menimbulkan suasana yang tidak nyaman. dan keinginan kepada orang lain. berbicara mempunyai tiga maksud umum. Kunci sukses dalam keterampilan berbicara Menurut King (2008:15). Agar dapat menyampaikan pikiran secara efektif. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berbicara dengan siapa saja. tujuan keterampilan berbicara mencakup beberapa hal. mendesak. dan bertanggung jawab dengan melenyapkan problem kejiwaan. Orang yang diajak 176 . benar. nada. 2) menjamu. Pembicara merasa yakin tidak dapat mengatasi hal tersebut (Rogers. tekanan. meyakinkan (to persuade). Bisa juga siswa dilibatkan dalam aktivitas yang meminta pengingatan kembali tentang materi pelajaran yang telah dipelajari sebelumnya. melaporkan (to inform). Keterampilan berbicara juga didasari oleh kepercayaan diri untuk berbicara secara wajar. 2003:198). menghibur (to entertain). KETERAMPILAN BERBICARA a. dan 3) membujuk. Tujuan keterampilan berbicara Tujuan utama berbicara adalah berkomunikasi. bahkan suasanya menjadi beku dan kurang besahabat. Menurut Fowler (dalam Ahmadi. 1990:19). kesenyapan. seperti rasa malu. Melalui sejumlah penelitian ditunjukkan bahwa rasa takut untuk berbicara di depan publik kemungkinan terkait dengan rasa takut untuk dipermalukan akibat konfrontasi di depan publik. Dengan demikian. ketegangan. mengajak. c. kebutuhan. dan berat lidah (Ahmadi. dan lagu kalimat. berbicara itu lebih daripada sekadar pengucapan bunyi atau kata-kata. Menurut Tarigan (1981:16). 2.1981:15). yaitu: 1) memberitahukan. 4) Identifikasi dan seleksi dengan retensi yang meminta waktu panjang.

mengatakan: “Agar diperhatikan. “Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang membuat orang lain senang menjawabnya. Secara umum gunakan kebijaksanaan. tetapi selama berbicara dan mendengarkan akan membuat seseorang menjadi pembicara yang hebat di mana pun ia berada. Saat melakukan presentasi. perhatikanlah”.” Bahasa tubuh merupakan bagian alami dari percakapan dan komunikasi. 2) Memulai Di manapun kita berada. 4) Hukum pertama percakapan Hukum pertama percakapan adalah dengarkanlah. atau merasa tidak berhak untuk membuat kesalahan. sebagaimana pada generasi sebelumnya. Menjadi pembicara yang baik karena si pembicara dapat mengatasi kekhawatiran. kemungkinan besar takut bicara di depan publik. berarti kau merasa kikuk. Dari sifatnya.” 5) Bahasa tubuh Louze Nizer pernah mengatakan: “kalau kau silangkan tanganmu di dada. 6) Adakah tabu-tabu lain Sekarang tidak perlu terlalu memikirkan hal-hal yang ditabukan. Dale menambahkan. 3) Pertanyaan yang harus dihindari Hindari pertanyaan ya/tidak. dan menutup diri. Dale Carnegie dalam bukunya How to win Friends dan Influence People. bahasa tubuh akan menjadi bentuk komunikasi yang sangat efektif. yang telah terjual lima belas juta eksemplar. Hal ini dapat digunakan untuk mengatasi kekhawatiran. pertanyaan seperti itu menghasilkan jawaban yang hanya berupa satu kata atau dua kata sehingga suasana percakapan menjadi monoton dan membosankan. Ajarkanlah mereka membicarakan diri mereka. Jika ingin belajar banyak maka seseorang harus melakukan sesuatu dan mendengarkan apa yang disampaikan atau dibicarakan orang lain. dan prestasi-prestasi mereka. topik-topik di sekitar kita dapat digunakan untuk membuka atau memulai pembicaraan. mempertahankan kontak mata yang baik tidak sekadar di awal dan akhir kata. karena tinggal sedikit hal-hal tabu yang tersisa. Kata tabu jarang sekali terdengar lagi. Oleh karena itu menjadi pembicara yang baik juga harus kaya informasi dan relevansi. Pertanyaan tersebut merupakan musuh percakapan yang hangat.berbicara akan semakin menikmati percakapan jika mereka tahu bahwa si pembicara menikmati pembicaraan. mereka mungkin akan bereaksi seperti: 1) Tidak yakin terhadap pendapat mereka dalam satu masalah penting 2) Memikirkan hal-hal yang bertentangan 3) Merasa yakin bahwa pendapat mereka salah 4) Merasa sedang dikritik atau dicemooh 5) Merasa dirinya seorang penipu yang akan dibeberkan di muka umum 177 . tidak nyaman. jangan mengandaikan bahwa orang yang diajak berbicara merasa enak dengan salah satu hal yang tabu. Orang-orang yang merasa tidak berhak untuk menyatakan perasaan. Jika dibuat-buat akan tampak seperti bukan aslinya (palsu). Jika terjadi secara alami. Ada hukum bahasa tubuh yang dapat diikuti agar percakapan berhasil “buatlah kontak mata”.

Menurut Suprapto (2006). Selain itu. sambil menilai jawaban dari narasumber. 1) Pertanyaan terbuka Pertanyaan terbuka digunakan untuk memancing jawaban yang lebih kompleks. Hak ini juga dimiliki oleh pendengar atau penonton yang posisinya diwakili oleh pewawancara (Stokkink melalui Fadli. tetapi komunikator tidak dapat mengontrol apa yang didengarkan atau sedang dipikirkan oleh audiens. ini merupakan proses tanya jawab lisan. 2005:13-14). narasumber atau informan. atau gerakan yang bersifat merendah atau menghina diri sendiri (Rogers. atau bahkan menggeser arah pembicaraan. dorongan). meminta keterangan atau penjelasan. b. 3.6) Membuat pernyataan negatif. Jika guru tersebut dapat berkomunikasi dan dapat tampil dengan baik. “Oke. jika narasumber tampak mulai emosi. pada umumnya komunikasi dikontrol oleh komunikator. Proses interview melibatkan 2 (dua) pihak dengan peran yang berbeda. Seorang pewawancara harus bersikap santun/hormat serta tidak memojokkan narasumber. Jika seorang guru sedang mengajar di kelas maka guru tersebut yang menentukan apa yang harus atau tidak harus disampaikan. pewawancara sebaiknya tidak menanggapi dengan emosi juga. maka pesan atau materi yang disampaikan akan diterima oleh peserta didik. yang menempatkan dua orang atau lebih berhadap-hadapan secara fisik (Kartono. Interviewer mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Persoalannya kemudian apakah bla…bla…. Jika mengajukan argumen dan kemudian argumen itu disalahkan narasumber.pertanyaan penting dan valid. 178 . 2007:56). sepanjang pewawancara siap dengan pengetahuan yang mendalam tentang topik yang dibahas. 2003:209). Pada saat yang sama interviewer mengadakan evaluasi dan penegasan (menyatakan kembali isi jawaban interviewer dengan kata-kata lain). Dengan berada pada posisi yang sejajar. Adu argumentasi juga dianjurkan dalam sebuah wawancara. Di samping itu dia juga menggali keterangan-keterangan lebih lanjut dan berusaha melakukan “probing” (rangsangan. Seorang pewawancara sebaiknya mengambil sikap sejajar dengan narasumbernya. Pengertian Interview atau wawancara adalah suatu percakapan yang diarahkan pada suatu masalah tertentu. Pihak pertama berfungsi sebagai penanya. melainkan tetap menunjukkan ketenangan (Fadli. Namun demikian..1980: 171). WAWANCARA a. 2005:14). disebut pula sebagai interviewer. pewawancara. pewawancara dapat menanyakan pertanyaan. serta meminta jawaban yang jujur. komunikator sebagai narasumber dengan mudah dapat mengontrol apa yang diucapkan atau disampaikan. harus dijaga agar adu argumentasi tidak mengarah ke “debat kusir”. pewawancara tidak perlu mendebatnya secara berkepanjangan. Lalu lanjutkan ke pertanyaan yang lain. Jenis pertanyaan dalam wawancara Pertanyaan dibedakan menjadi dua (Maggio. sedangkan pihak kedua berfungsi sebagai pemberi informasi (Information supplyer). Akhiri dengan cukup mengatakan.”. mengingat-ingat dan mencatat jawaban-jawaban. kita berbeda pandangan mengenai soal yang satu ini. Dalam kegiatan berbicara.

agar melakukan pendalaman dan 179 . atau salah). “Selesai”. where: di mana. penyajian informasi untuk membangkitkan kepedulian pendengar. Selain itu jika pertanyaan yang bersifat agresif. “Titik”. benar. Ada juga orang yang awalnya mengajukan pertanyaan tertutup. Perlu diingat bahwa narasumber memiliki hak untuk sedikit bicara atau pelit ngomong.” 5) “Maaf. Contoh: 1) “Kalau tidak keberatan. why: mengapa. itu bersifat pribadi bagi saya. mengapa Anda menanyakan hal itu?” 2) “Apakah Anda perlu tahu?” 3) “Maaf. Pengertian Pidato adalah pengekspresian ide / gagasan. tidak. what: apa. Bisa juga orang yang berpikir literal akan memberikan jawaban satu kata (ya. bisa juga dengan jawaban ya atau tidak. atau kasar. PIDATO a.Maka membuat narasumber banyak bicara adalah kewajiban pewawancara. dapat dijawab dengan berbagai hal yaitu berdiam diri. Kunci dalam kegiatan wawancara atau hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat wawancara berlangsung. seimbangkan pertanyaan dengan jawaban. 1) jangan menjawab pertanyaan sendiri. 2) Pertanyaan tertutup Pertanyaan tertutup digunakan untuk memancing jawaban satu kata.” b) “Sudahkan Anda…. atau how: bagaimana). menatap kosong. memohon diri untuk pergi.” 4) “Maaf. Di dalam menyusun pertanyaan tertutup dapat dimulai dengan: a) “Apakah Anda…. apabila pertanyaan tersebut retorik. dan bisa mengembangkan dengan cukup lama. Sebagai narasumber atau informan bisa saja tidak diharuskan untuk menjawab suatu pertanyaan.” Pertanyaan tertutup menghasilkan sepotong informasi kecil yang cenderung menghentikan pembicaraan.Pada dasarnya dalam membuat pertanyaan terbuka dapat dimulai dengan beberapa kata tanya yaitu 5 W + 1 H (who: siapa. saya tidak memiliki hak untuk menjawab pertanyaan itu. menyinggung. Secara umum dalam setiap pembicaraan apapun. when: kapan. Pertanyaan saja tidak akan menghasilkan pergantian giliran dalam pembicaraan. Menjawab pertanyaan Kegiatan wawancara dilakukan untuk menggali informasi dan menemukan jawaban atas pertanyaan yang ada. itu bukan informasi yang bisa saya berikan.” 6) “Apa maksud Anda?” 4. “Lalu apa?” Pertanyaan tertutup bisa juga digunakan untuk cepat-cepat mengakhiri pembicaraan dan segera pergi meninggalkan lawan bicara atau informan. 2) Jangan mengajukan pertanyaan jika tidak benar-benar ingin mendapatkan jawaban yang jujur Contoh: “Apa yang harus saya lakukan?” “Bagaimana menurut Anda pendapat saya selama rapat tadi?” “Bersediakah Anda menjadi guru pengganti selama saya tugas ke luar kota?” c.

Pembicara harus dapat member tekanan dan variasi suara untuk menghidupkan pembicaraannya. 3) Metode naskah Metode ini sering dipakai dalam pidato resmi atau pidato televise dan radio. 180 . dan mengeluarkan kata-kata tanpa menghayati maknanya. yang masing-masing memiliki peran dan fungsinya sendiri.. dan moderator. Teknik atau metode dalam membawakan suatu pidato di depan umum. b. sehingga ia tidak bebas menatap pendengarnya. Metode ini juga sering menyulitkan pembicara untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan reaksi pendengar ketika menyampaikan uraiannya (Arsyad dan Mukti U. Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut dan dapat mempengaruhi audiens. feedback/umpan balik. Dalam penyampaiannya. Ada pembicara yang berhasil dengan metode ini. 2) Memberi suatu pemahaman atau informasi pada orang lain. c. terjadi seolah-olah tidak ada hubungan antara pembicara dengan pendengar. sebab bila tidak atau kurang melakukan latihan yang cukup. pembicara dengan bebas berbicara dan bebas pula memilih kata-katanya sendiri. Komponen pidato meliputi penyaji. Biasanya dalam keadaan darurat tak terduga banyak menggunakan teknik serta merta. Tujuan pidato Di dalam berpidato umumnya orang melakukan satu atau beberapa hal berikut ini. Mata dan perhatian pembicara selalu terfokus ke naskah. materi yang disajikan. 4) Metode ekstemporan (tanpa persiapan naskah) Uraian yang akan dibawakan dengan metode ini direncanakan dengan cermat dan dibuat catatan-catatan penting. Teknik pidato Menurut Effendi (2006:64-65).tindak lanjut. Ada kecenderungan untuk berbicara cepat-cepat karena khawatir lupa. 3) Membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur sehingga orang lain senang dan puas dengan ucapan yang kita sampaikan. 1) Metode menghafal Pidato yang disampaikan dengan metode ini dipersiapkan dan ditulis secara lengkap terlebih dulu. rentang jembatan dan jalan keluar . Pembicara membawakan pidato tanpa persiapan sama sekali dan hanya mengandalkan pengalaman dan pengetahuannya. pendengar. kemudian dihafal kata demi kata. ketika seseorang akan naik mimbar untuk berpidato. Metode ini sifatnya agak kaku. ia dapat melakukannya dengan dua cara yaitu pidato tanpa naskah dan pidato dengan naskah. Mengorganisasikan suatu pidato bagaikan membangun sebuah jembatan. 2) Metode serta merta (impromptu) Metode ini dilakukan berdasarkan kebutuhan sesaat. yang sekaligus menjadi urutan bagi uraian itu. Ada jalan masuk. 1) Mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti kemauan kita dengan suka rela. namun ada juga yang tidak. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik/umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik. Berpidato dengan metode ini sering menjemukan dan tidak menarik. 1988: 65).S.

cerita pendek tetapi lengkap yang memiliki bagian awal.” tanya pria muda itu. Hal tersebut karena topik pidato yang dikuasai pembicara sangat menentukan sukses tidaknya suatu pidato. banyak makan sayur. dan jauhi wanita. dan akhir. tiba-tiba terserang penyakit yang sangat serius. tetapi banyak pembicara pemula membuat kesalahan dengan mengambil pokok bahasan yang tidak sepenuhnya dipahami. Mencari pokok bahasan yang dipahami sangat penting sebelum berpidato.” “Kalau saya melakukan itu. Atau bahkan bisa menceritakan sebuah lelucon atau anekdot yang lucu. suara kurang keras hampir tidak terdengar sampai audiens belakang. e. Cara berlatih yang baik agar pembicara bisa mengawali pidato dengan penuh percaya diri adalah dengan latihan menceritakan sebuah cerita sederhana.” jawab sang dokter. pria itu sadar. gugup. hidupmu akan terasa jauh lebih lama”. (Rogers. Menurut King (2008:156). Contoh anekdot Seorang pria muda yang tidak pernah sakit sepanjang hidupnya. “apakah saya benar-benar akan hidup lebih lama?” “Tidak. atau bisa saja terbata-bata menyampaikan isi pidato. kunci pertama untuk menjadi pembicara yang sukses adalah “bicarakanlah hal yang Anda pahami”. apa yang harus saya lakukan?” Dokter itu berkata. lambat berbicara. Penguasaan materi atau topik yang baik akan memperlancar penyampaian materi pidato. bahwa dirinya tidak abadi. namun bagi pemula. Selain itu juga perlu melakukan latihan duduk. Hal ini begitu jelas. berjalan. berdiri. Cara Mengawali Pidato Pembicara yang belum berpengalaman dan tidak terlatih mungkin merasa kesulitan untuk mengawali pidato. Hal tersebut dapat teratasi dengan salah satu cara yaitu pelatihan dilakukan tahap demi tahap untuk mengurangi masalah yang ada dalam diri pembicara. Kunci sukses dalam pidato Beberapa orang masih takut berpidato. tengah. Pengalaman tersebut membuatnya terguncang. Agar memiliki kemampuan berpidato yang baik diperlukan persiapan yang sebaik-baiknya dan latihan secara teratur. jangan tidur terlambat. 2003:56-58) . Bagi orang yang sudah biasa berpidato di hadapan massa. meskipun sudah berkali-kali melakukannya. tidak minum minuman keras. penuh keraguan. Hal penting dalam pendahuluan pidato adalah membangkitkan perhatian. Dia berkata pada dokter. Audiens tertarik dan antusias untuk mendengarkan uraian atau topik 181 . Akibatnya adalah hal-hal sebagai berikut. hal itu sangat diperlukan. sehingga ia tidak yakin pula dalam bersikap. “Bangun pagi. saya bersedia melakukan apa saja. dan latihan memantapkan diri. mempersiapkan pidato dan melakukan latihan mungkin tidak diperlukan lagi. “tetapi. karena untuk pertama kalinya. Bisa saja pembicara terlalu cepat berbicara. “Dokter. 1) Audiens merasa bosan karena lebih banyak tahu daripada orator 2) Orator tidak merasa yakin dengan pokok bahasannya. asal saya bisa panjang umur.d. Katakan dokter. tidak merokok. mengatur keseimbangan.

Begitu semua perhatian terfokus kepada pembicara. Menjawab Pertanyaan Menurut Rogers (2003). mengerti pesan dan akhirnya mengubah sikap dan perilaku sesuai dengan tujuan komunikasi. lakukan pengakhiran dengan menyimpulkan pidato. lancar. kata-kata tokoh) 2) Mengajukan pertanyaan 3) Menyajikan ilustrasi 4) Memberikan fakta yang mengejutkan 5) Menyajikan hal yang mengandung rasa manusiawi 6) Mengetengahkan pengalaman yang ganjil Cara tersebut harus disesuaikan dengan tema pidato dan diselaraskan dengan latar belakang audiens. Semua memperhatikan. sasaran memahami. 1) Mengemukakan kutipan (ayat suci al-Quran. Selain itu. tutup mulut sebentar. yang penting “how”. h. Dalam menjawab pertanyaan pendengar. Setelah pidato berlangsung. Sebelum mengakhiri pidato. tampilkan diri dan gagasan dengan tenang. cerita atau pokok-pokok yang 182 f. pendapat ahli. Langkah–langkah tersebut di antaranya: 1) Meneliti masalah a) Menentukan maksud pidato b) Menganalisis pendengar dan suasana c) Memilih dan menyempitkan pokok permasalahan yang telah diangkat 2) Menyusun naskah pidato a) Mengumpulkan bahan Penyusunan dan pengumpulan data diusahakan seakurat mungkin yaitu sesuai fakta. dan meyakinkan. Pidato berakhir dengan sangat memikat.yang akan disampaikan. Berdiam diri. ilustrasi. Menunggu dengan expresi wajah yang kebingungan. Langkah-langkah pidato Dalam berpidato terdapat langkah–langkah penting yang harus dilakukan agar hasilnya maksimal. Dalam berpidato. karena efek yang timbul (negatif) sulit untuk dihilangkan. Berikutnya. Dalam berpidato dan berkomunikasi. Tanya jawab juga memberikan pendengar kesempatan yang terbatas untuk ikut berpartisipasi. 1) Ada pembicara yang tidak menyukai sesi tanya jawab Pembicara kurang menyukai sesi tanya jawab karena: a) Pendengar mengajukan pertanyaan sulit b) Pembicara tidak dapat menjawab pertanyaan pendengar c) Sedikit pengetahuan d) Kurang memahami materi yang disampaikan 2) Ada pembicara yang menyukai sesi tanya jawab. g. berhenti sejenak. Menurut Effendi (2006:66). turun mimbar tanpa kehormatan”. Cara mengakhiri pidato Akhiri pidato dengan cara yang memikat. Biarkan suasana hening. Pidato dikatakan berhasil jika terpenuhinya tujuan/komponen pidato. Pidato sebagai bagian dari komunikasi harus hati-hati. menjawab pertanyaan pendengar bertujuan untuk menambah keragaman penyampaian materi. berbagai cara dapat dilakukan untuk memikat perhatian audiens. . ingat motto: “Naik mimbar tanpa persiapan. lanjutkan pidato. Pertanyaan yang diajukan pendengar dalam sebuah sesi tanya jawab bisa ditanggapi seorang pembicara melalui dua sudut pandang.

Dalam hal menguraikan isi pidato. agar pada waktnya nanti dapat melakukan pidato dengan lancar. 2) menggarap pidato tersebut dengan disusun kata-kata secara lengkap dan terperinci selanjutnya tinggal dibacakan saja. Jenis diskusi Berdasarkan situasi. d) Menguasai isi pidato secara terperinci e) Latihan Moral 3) Latihan Sebelum menyampaikan suatu uraian di hadapan umum hendaknya pembicara terlebih dahulu melakukan latihan membaca naskah. langkah. 5. dll) c) Menguraikan isi pidato Langkah terbaik dalam berpidato tergantung pada pembawaan dan kesanggupan setiap orang yang bersangkutan serta suasana yang ada pada waktu itu. Pada hakikatnya proses diskusi mengarah kepada pembicaraan suatu masalah secara tuntas oleh dua orang atau lebih. salam penutup. sehingga dapat merencanakan kerangka pidatonya secara terperinci. DISKUSI a. Pengetahuan pembicara beserta semua bahan– bahan tersebut akan memungkinkan pembicara berbicara dengan baik. Karena pertemuan tersebut pada hakikatnya ditujukan untuk mengambil keputusan. yaitu 1) pidato bebas dengan sekali-kali melihat kerangka yang sudah disusun untuk menjamin keteraturan dan tidak terdapat ide-ide yang terlangkahi. harapan. pesan. Kerangka pidato memang harus disusun secara terperinci supaya menimbulkan keyakinan tentang kesatuan koherensinya. terdapat terdapat dua cara yang sering digunakan. seorang membicara dapat membiasakan diri dan menemukan cara yang tepat. dll. Tiga langkah di atas harus dilakukan dengan urut. sasaran.kongkrit untuk mengembangkan pidato agar lebih maksimal. tujuan. Kerangka susunan pidato/skema susunan suatu pidato yang baik : (1) Pembukaan dengan salam pembuka (2) Pendahuluan yang sedikit menggambarkan isi (3) Isi atau materi pidato secara sistematis : maksud. rencana. 1) Diskusi tertutup Diskusi tertutup atau pertemuan tertutup merupakan suatu pertemuan yang semua pesertanya ikut aktif mengambil bagian. diskusi dibedakan menjadi dua. b) Membuat kerangka (out line) Seorang pembicara harus menentukan pokok–pokok pemasalahan. Hakikat diskusi Diskusi merupakan kegiatan sekelompok orang yang setidak-tidaknya terdiri dari beberapa orang. (4) Penutup (simpulan. 183 . sehingga dapat memberikan hasil yang makimal. Prinsip diskusi yang baik dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya dalam pertemuan. Penyusun pidato sebaiknya banyak bertanya kepada pihak–pihak yang menyetahui persoalan tersebut. b. Dengan melakukan latihan. terutama dalam situasi saling berhadapan atau tatap muka.

jenis diskusi terbuka meliputi: a) Panel Panel merupakan suatu kelompok yang terdiri dari tiga sampai enam orang ahli yang ditunjuk untuk mengemukakan pandangannya dari berbagai segi mengenai suatu masalah. Jumlah peserta yang berpartisipasi dalam pertemuan seperti ini biasanya berbeda-beda. dan gagasam di antara semua anggota kelpmpok. Masalah yang dibahas dalam seminar mempunyai ruang lingkup yang terbatas dan tertentu. tiga orang atau lebih yang dianggap ahli menyampaikan pandanganpandangan yang berbeda mengenai suatu pokok pembicaraan. f) Forum Forum merupakan pertemuan umum atau ceramah yang melibatkan para peserta untuk mendiskusikan masalah.termasuk ketua pertemuan tanpa kehadiran pendengar dalam bentuk apapun. g) Diskusi kelompok Diskusi kelompok adalah tukar menukar informasi. para pendengar atau partisipan mengambil bagian dalam diskusi. politik. mulai dari hanya dua orang sampai sepuluh orang. e) Ceramah Ceramah adalah suatu cara penyampaian keterangan atau informasi atau uraian suatu pokok persoalan secara lisan. b) Simposium Simposium merupakan variasi dari panel. tanya jawab atau diskusi. Dalam ceramah terdapat komunikasi dua arah antara pembicara dan pendengar. 184 . 2) Diskusi terbuka Diskusi terbuka atau pertemuan terbuka merupakan pertemuan yang terdiri dari orang-orang tertentu yang berbicara atau ikut dalam diskusi yang diadakan di hadapan peserta dalam jumlah bayak. karena merupakan jenis dasar diskusi tertutup. Diskusi kelompok merupakan proses diskusi dalam semua situasi kelompok. Kegiatan tersebut antara pembicara dengan pendengar duduk terpisah. c) Seminar Seminar merupakan suatu pertemuan yang bersifat ilmiah untuk membahas masalah tertentu dengan prasaran serta tanggapan melalui suatu diskusi untuk mendapatkan keputusan bersama mengenai masalah tersebut. disangkal oleh pihak lain yang disebut penyangkal (pihak/kelompok kontra). pertemuan komisi dan wawancara hampir selalu mempunyai sifat pribadi. pendapat. Dalam suatu symposium. d) Debat Debat adalah adu argumentasi untuk menentukan baik tidaknya suatu usul tertentu yang didukung oleh satu pihak yang disebut pendukung (pihak/kelompok pro) dan ditolak. yaitu berupa dialog. Jenis diskusi tertutup meliputi: a) Konferensi b) Komisi c) Wawancara Konferensi. Sementara itu. sosial atau lainnya di depan sidang penonton atau pendengar. Menurut Zelko (1984). Diskusi terbuka juga disebut diskusi umum.

3) Moderator Di dalam kegiatan diskusi. objektivitas serta bersedia musyawarah. diperlukan seorang moderator. Komponen-komponen diskusi Komponen-komponen yang harus ada dalam kegitan diskusi. 1984). Peranan ketua yang terutama adalah memimpin dan merangsang diskusi menurut rencana yang sudah dipersiapkan dan sesuai dengan pola. Setiap peserta harus berlapang dada dalam menerima hasil diskusi. Pendapat bisa disampaikan dengan cara berdiri atau sambil duduk dan sebelumnya memperkenalkan diri terlebih dahulu (Zelko. 1) Masalah atau materi yang akan dibahas 2) Ketua Ketua berfungsi sebagai pemimpin diskusi yang tidak berhak dan tidak boleh berpihak atau memperlihatkan apa sebenarnya pendiriannya. Peserta diksusi mempunyai komunikasi dengan sesama anggota. Sikap dan mentalitas peserta harus menandai diri dengan keterbukaan jiwa. Perencanaa kegiatan diskusi Menurut Zelko (1984). Moderator memiliki beberapa tugas. Peserta diskusi berbicara atau menyampaikan pendapat dengan menyesuaikan situasi diskusi. sopan. maka tidak boleh menolak secara kasar sehingga keberatan pada peserta lain disampaikan dengan kata-kata yang halus. dan tidak menyakiti hati. a) Membuka diskusi b) Menjelaskan tatatertib diskusi c) Mengemukakan masalah yang akan didiskusikan d) Mengarahkan dan mengendalikan jalannya diskusi e) Menampung gagasan yang di kekemukakan peserta diskusi f) Menyimpulkan /merumuskan hasil diskusi g) Membaca hasil perumusan simpulan hasil dari diskusi yang di lakukan h) Menutup diskusi 4) Peserta Peserta diskusi adalah individu maupun juga bagian dari kelompok. langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam perencanaan diskusi: 1) Tentukan sifat pertemuan dan sifat kelompok 2) Tentukan jenis diskusi yang terbaik 3) Pilih dan rumuskan masalah yang akan dibahas 4) Pilih peserta dan informasikan segera 5) Adakan pertemuan dengan peserta 6) Siapkan fasilitas yang diperlukan 7) Pelajari masalah yang diacarakan 8) Persiapkan suatu kegiatan diskusi bagi seluruh program 9) Siapkan materi yang akan disampaikan 10) Pertimbangkan pengumuman apa yang diperlukan d. 185 . Jika peserta diskusi kurang sependapat dengan pendapat peserta lain.c. disertai argumentasi yang logis dan meyakinkan.

yang penting “how”. melainkan suatu proses yang aktif dalam mengkonstruksi pesan dari suatu bunyi yang diketahui sebagai potensi fonologi. maka hasilnya pun dipengaruhi oleh karakteristik pribadi pewawancara. ingat motto: “Naik mimbar tanpa persiapan. 186 . LATIHAN 1. bukan pasif. dan sintaksis. mengerti pesan dan akhirnya mengubah sikap dan perilaku sesuai dengan tujuan komunikasi juga salah satu faktor penunjang keberhasilan dalam kegiatan pidato. dan penutup dengan memilih salah satu tema berikut ini: 1) Pendidikan 2) Pembelajaran Bahasa Indonesia 3) Ujian Nasional 4) PLPG 2. RANGKUMAN Keterampilan menyimak bukan merupakan suatu proses yang pasif. dan mengingat Wawancara (interview) merupakan suatu kegiatan tanya jawab dengan tatap muka (face to face) antara pewawancara (interviewer) dengan yang diwawancarai (interviewer) tentang masalah yang diteliti. Bagaimanakah konsep dasar menyimak dan berbicara! b. Karena wawancara itu dirancang oleh pewawancara. Praktik a. Keterampilan berbicara merupakan ketermapilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak. memahami. Pidato sebagai bagian dari komunikasi harus hati-hati. ingat bahwa mengingat lebih sekadar dari membiarkan orang lain berbicara. Sejumlah penelitian ditunjukkan bahwa rasa takut untuk berbicara di depan public kemungkinan terkait dengan rasa takut untuk dipermalukan akibat konfrontasi di depan publik. Dalam berpidato. Sampaikan naskah pidato yang sudah Anda buat di depan peserta PLPG! b. Oleh karena itu mendengarkan merupakan perilaku aktif. dimana pewawancara bermaksud memperoleh persepsi. Setelah pidato berlangsung. Jelaskan komponen-komponen dalam diskusi! d. karena efek yang timbul (negatif) sulit untuk dihilangkan. Simulasikan kegiatan wawancara mengenai pembelajaran bahasa Indonesia antara siswa dengan guru bahasa Indonesia! D. kebutuhan. bahkan suasanya menjadi beku dan kurang besahabat. dan keinginan kepada orang lain Berbicara dengan orang yang tidak dikenal bisa saja menimbulkan suasana yang tidak nyaman. Pidato dikatakan berhasil jika terpenuhi semua komponen pidato. Dalam berpidato dan berkomunikasi. sikap dan pola pikir dari yang diwawancarai yang relevan dengan masalah yang diteliti.C. Tes tertulis Jawablah secara singkat dan jelas dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar! a. Buatlah naskah pidato yang terdiri dari pembuka. audiens memahami. semantik. Mengapa narasumber harus menyampaikan jawaban denga benar ketika wawancara! c. inti. Apabila seseorang ingin menjadi pembicara yang baik. Kegiatan tersebut terdiri dari serangkaian kegiatan mendengarkan. Memperhatikan orang yang sedang berbicara merupakan upaya untuk menyimak. perasaan. turun mimbar tanpa kehormatan”.

Praktik 187 . Konsep keterampilan berbicara merupakan ketermapilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak. isi. Tes tertulis Soal Jawaban nomor 1 Konsep dasar menyimak adalah Keterampilan menyimak bukan merupakan suatu proses yang pasif. Jawaban benar skor 5 2. dan keinginan kepada orang lain. melainkan suatu proses yang aktif dalam mengkonstruksi pesan dari suatu bunyi yang diketahui sebagai potensi fonologi. dan sintaksis.5 5 5 5 2. Jika narasumber menyampaikan jawaban dengan tidak benar maka dapat dimintai pertanggungjawabannya 3 Komponen-komponen dalam diskusi a. semantik. perasaan. Jawaban salah skor 2 Skor maksimal secara keseluruhan 25 Skor minimal secara keseluruhan adalah 10 N= Skor maksimal x4 N = 100 skor 2. dan penutup Keterangan: 1. kebutuhan. Peserta 4 Naskah pidato sesuai dengan tema yang memuat. Masalah/materi b. Jawaban kurang benar skor 3 4.5 2. Ketua c. Moderator d.E. KUNCI JAWABAN 1. 2 Narasumber harus menyampaikan jawaban dengan benar kepada interviewer karena jawaban tersebut merupakan data atau informasi yang sangat dibutuhkan oleh interviewer sebagai kebenaran atas apa yang ditanyakan. Jawaban mendekaati benar skor 4 3. pendahuluan.

Terampil Wawancara. DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. King. 2006. Harold P. Bandung:Nuansa Cendekia. Onong Uchjana. Mukhsin. Jakarta: PT Gramedia Roger. Seni Berbicara: Kepada Siapa Saja. 2008. Effendy. Zelko. Jakarta: Gramedia.S. Arsyad. 188 . Strategi Belajar Mengajar: Keterampilan Berbahasa dan Apresiasi Sastra. Jakarta: Erlangga. Bandung: Angkasa. Rosalie. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Natalie. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 1990. Henry Guntur.1988. Teknik Diskusi dan Rapat Modern. Pengantar Teori Komunikasi. dan Mukti U. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Larry. Kapan Saja. Maggio. R. Maidar G. Tarigan. Fadli. 1984. Malang: YA3. Di Mana Saja. 2003. Yogyakarta: Media Pressindo. 2006. Jakarta: PT Gramedia PT Pustaka Utama. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktik. Panduan untuk Talk Show. Sukses Berbicara dengan Siapa Saja. 2005. 1981. Berani Bicara di Depan Publik. Suprapto. Tommy.Lebar penilaian praktik Kriteria penilaian: sangat baik =5 baik =4 cukup =3 kurang =2 No 1 2 Nama vokal Kriteria penilaian sikap ekspresi Isi (pidato/ wawancara) Total skor F. 2007. Jakarta: Gunung Jati.

189 .

Memahami konsep dasar membaca. dan penanda hubungan antarparagraf. Membaca apa saja. lahirlah timbangan atau resensi buku. 4. tidak saja untuk meraih keberhasilan selama bersekolah melainkan juga sepanjang hayatnya. Membaca adalah keterampilan. 5. dan penulisan Daftar Pustaka. Karena membaca sebuah keterampilan. dan menyusun bahasa surat yang baik dan benar. syarat-syarat paragraf. atau mengayuh sepeda. membaca dan membaca. ia tidak akan pernah bernas. Menjelaskan konsep paragraf. konsep surat tidak resmi (pribadi) dan komponen surat tidak resmi. tulisan yang kita hasilkan bakal terasa hampa. termasuk jaringan yang semakin maju. Membaca jangan terbatas dan tersandera pada buku semata. Menjelaskan cara mengubah teks wawancara/dialog. 6. yakni sesuatu yang kita anggap penting dan menarik. 2. 9. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti materi berbicara-menyimak. Menjelaskan variasi bahasa untuk menunjang pembelajaran keterampilan berbahasa. Di negara-negara maju kegiatan membaca telah membudaya dan merupakan bagian serta kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. jenis paragraf. Menerapkan penulisan karya ilmiah. Menulis adalah membaca. Ibarat beras.BAB VII KETERAMPILAN MEMBACA . Konsep-konsep dasar dalam keterampilan membaca dan menulis Indikator : 1. apapun medianya. ia akan terasa hambar tanpa garam yang sama sekali tidak menerbitkan selera untuk dibaca. Menerapkan cara membaca tabel. Sebab dengan membaca. kita punya bekal referensi yang memadai. dan/atau puisi menjadi narasi. Oleh sebab itu. Menerapkan penggunaan EYD. karya tulis apapun yang dihasilkan tanpa bekal membaca sebelumnya. Tidak ada cara lain untuk mahir membaca selain latihan dan latihan. baik dengan media buku maupun media lain. Semua informasi bisa kita baca. B. “menulis adalah membaca”? Artinya. maka perserta PLPG diharapkan dapat: 1. membaca memerlukan pelatihan dan strategi khusus guna memperoleh hasil yang optimal dari apa yang kita inginkan. Ibarat makanan. kita tidak bisa menulis tanpa membaca! Barangkali kita bisa menulis tanpa membaca. dan grafik secara benar. komponen surat resmi. 7. Kita bisa membuat satu artikel bahkan dari sebuah buku yang kita baca. diagram. sebagai suatu keterampilan berbahasa. maka ia harus dilatih sebagaimana kita bermain piano. gitar. Sering ide dilahirkan selepas kita membaca buku. 8. Menjelaskan konsep surat resmi (dinas).KETERAMPILAN MENULIS A. Menyusun kalimat efektif. Menjelaskan penulisan slogan. Menjelaskan konsep-konsep dasar dalam keterampilan membaca dan menulis. Paling gampang. Menulis adalah membaca. Bagaimana dengan di Indonesia ? Keterampilan membaca memang amat diperlukan oleh siapa pun yang mulai memasuki dunia informasi melalui media tulis. Apa artinya kalimat itu. tetapi yakinlah. 10. 190 . Ini berarti bahwa keterampilan tersebut perlu dimiliki setiap orang. 3. penulisan kutipan. denah. 2) memahami konsep dasar menulis Membaca merupakan keterampilan dasar.

maka menulis adalah proses menyajikan kembali khazanah tersebut kepada masyarakat luas. Seseorang harus memiliki wawasan terlebih dahulu sebelum terampil dalam membaginya kepada orang lain. 1. Manfaat Membaca bagi Keterampilan Menulis Begitu besar manfaat membaca untuk mengasah keterampilan menulis seseorang. Itu mengapa jumlah karya ilmiah. melihat wawasan yang ada dan menjadikannya sebagai khazanah pribadi. Di luar apa yang pernah dia miliki sebelumnya. Membaca membuat jalan pikiran Anda menjadi lebih lentur h. yakni lewat aktivitas membaca. Dengan demikian. Anda hanya bisa membuka jendela dunia dengan membukanya. waktu terus berjalan. dan melihat benang merah dari sebuah persoalan j. Jika selama ini Anda kesulitan menulis dan selalu berhenti pada kalimat atau paragraf pertama. menghubungkan informasi yang terserak. bisa jadi penyebabnya karena terlalu sedikit stok informasi yang Anda miliki sebelumnya. Membaca membantu melihat sudut pandang yang berbeda c. Masyarakat Indonesia harus diakui masih sangat kuat dalam tradisi berbicara. Hubungan Membaca dan Menulis Jika membaca adalah proses membuka jendela dunia. Membaca membantu Anda belajar teknik menulis yang dipakai oleh orang yang lebih berpengalaman d. tapi tidak banyak pengetahuan baru yang bisa diserap. Membaca membuat ide Anda melimpah e. pilihan kalimat. Anda harus menambah stok tersebut agar proses menulis menjadi lancar. Berikut manfaat membaca bagi keterampilan menulis. Membaca menjadikan otak dan pikiran Anda aktif f. dan cara penyajian yang bisa Anda pakai dalam menulis i. Anda tidak perlu menghabiskan 10 tahun lamanya seperti yang telah dijalani sang penulis. Sangat sulit bagi seseorang untuk menulis sesuatu yang di luar dirinya. Membaca membuat Anda mampu menganalisa. Membaca sebuah buku selama beberapa jam yang berisi pengalaman seseorang selama 10 tahun akan membuat Anda mendapatkan pengalaman yang sama dalam waktu yang jauh lebih singkat. Anda bisa menggabungkan sebuah khazanah dengan khazanah yang sudah dimiliki sebelumnya. membaca adalah kuncinya. Seseorang harus memiliki sesuatu terlebih dahulu sebelum bisa memberikan kepada orang lain. Masyarakat yang kuat dalam tradisi membaca akan memiliki kekuatan pula dalam tradisi menulis. Anda seolah-olah bisa berkelana ke sejarah masa lalu dan melihat apa yang terjadi dalam waktu singkat. wawasan.Buku adalah jendela dunia. Membaca merangsang terbentuknya informasi baru di sistem daya ingat yang siap dipanggil kapan saja g. Kita lebih senang mengobrol ke sana ke mari daripada membaca dan menulis. penelitian atau buku yang dihasilkan suatu bangsa berbanding lurus dengan kemajuan budaya baca pada bangsa tersebut. a. Membaca memperluas wawasan b. Membaca dan menulis merupakan satu kesatuan yang sulit dipisahkan. Membaca membuat Anda punya bahan yang banyak untuk menuliskannya kembali 191 . Membaca akan menambah pengetahuan. Membaca memperkaya kosa kata. dan pengalaman melebihi usia Anda. banyak sumber pustaka yang masih dapat kit abaca dan gali. Memang di era globa ini buku bukan satu-satunya sumber ilmu. 2. Dengan demikian membaca mau tidak mau adalah proses yang harus dijalani oleh orang yang berkeinginan untuk bisa menulis.

Namun Halliday membedakan variasi bahasa berdasarkan pemakai (dialek) dan pemakaian (register). Sebut saja Khalil Gibran.3. variasi itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa itu. Inilah kontribusi yang bisa Anda berikan untuk menjadikan bangsa ini lebih maju. Motivasi ini dilandasi sejauh mana kita menginginkan perbaikan dalam hidup. Anda punya amunisi kata dan kalimat yang siap dituliskan. idiolek. Yang paling dominan adalah warna suara. 1. 192 . bagaimana caranya agar saya bisa menulis dengan baik? Maka jawaban sederhana saya adalah rajin-rajinlah membaca. jawabannya adalah tidak. 4. pilihan kata. William Shakespeare. Yang jelas. Bukan soal bagaimana jalan kehidupan yang harus kita tempuh. Jika banyak pembaca yang bertanya. Variasi dari Segi Penutur Pertama. dsb. Anda pun akan punya pikiran yang lebih jernih dan sehat. susunan kalimat. Tidak mudah menyerah. Aktif Menulis Begitu banyak contoh di sekitar kita yang menunjukkan bagaimana orang yang gemar membaca cenderung memiliki keterampilan menulis yang baik. Setiap orang mempunyai idiolek masing-masing. Pertama. selalu memiliki solusi alternatif dan menghasil ide-ide terobosan dalam mengembangkan tulisannya. merupakan variasi bahasa yang bersifat perseorangan. gaya bahasa. Tak kalah penting. Anda bisa melatih keterampilan menulis. dimulai dari segi penutur ataupun dari segi penggunanya. Kita justru bersyukur jika tidak melewati fase hidup yang begitu berat seperti dialami mereka. Keduanya harus menjalani kehidupan yang kurang mengenakan terlebih dahulu. tetapi disini membedakannya agak sulit. Itulah yang dilakoni Shakespeare dan Khalil Gibran hingga mengantarkannya menjadi penulis terkenal. Berikut ini akan dibicarakan variasi-variasi bahasa tersebut. Dengan kebiasaan tersebut. Tapi bagaimana kita memandang dan memanfaatkan setiap momen yang telah kita lewati untuk menjadi sebuah karya. variasi bahasa itu dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya keragaman sosial dan fungsi kegiatan didalam masyarakat sosial. Rajin Membaca. Lewat kebiasaan membaca. Dalam hal variasi bahasa ini ada dua pandangan. Hanya sedikit nama yang layak disebut sebagai penulis besar. Membangun Tradisi Membaca dan Menulis Sudah saatnya membangun kembali tradisi membaca dan menulis. Seorang penulis kreatif akan sukses jika memiliki semangat atau motivasi sejauh mana menginginkan hal-hal baru dan melakukan perubahan. keterampilan menulis Anda akan meningkat dengan sendirinya. Variasi Bahasa Variasi Bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen. Kedua. variasi bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam. Anda punya kacamata yang mampu melihat berbagai sudut pandang. Idiolek ini berkenaan dengan “warna” suara. Jadi variasi bahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa. kita dapat mengenali suara seseorang yang kita kenal hanya dengan mendengar suara tersebut Idiolek melalui karya tulis pun juga bisa. Kedua pandangan ini dapat saja diterima ataupun ditolak. kita harus berani keluar dari kebiasaan dan tidak terkungkung dengan apa yang ada saat ini adalah salah satu hal yang harus dipenuhi untuk menghasilkan suatu produk tulisan yang layak disebut sebagai tulisan kreatif. C.

yaitu variasi bahasa dari sekelompok penutur yang jumlahnya relatif. variasi bahasa dibagi menjadi lima macam gaya (ragam). dsb.Kedua. dalam khotbah. Sebagai contoh. Variasi dari Segi Pemakaian Variasi bahasa berkenaan dengan penggunanya. Ragam ini banyak menggunakan bentuk alegro. Ragam resmi adalah variasi bahasa yang digunakan dalam pidato kenegaraan. akte notaris. pendidikan. Agar Anda dapat menarasikan teks wawancara dengan baik. Catatlah pokok-pokok isi wawancara. atau tingkat keformalan dan sarana penggunaan. pertanian. gaya. 3. dsb. dsb. D. ragam resmi (formal). ragam usaha (konsultatif). jurnalistik. Sehubungan dengan variasi bahasa yang berkenaan dengan tingkat. yang digunakan dalam situasi khidmat dan upacara resmi. Ketiga. dialek. Bacalah teks wawancara dengan cermat. yang berada di suatu tempat atau area tertentu. atau teman karib. Variasi dari Segi Sarana Variasi bahasa dapat pula dilihat dari segi sarana atau jalur yang digunakan. Keempat. Dalam sosiolinguistik variasi inilah yang menyangkut semua masalah pribadi penuturnya. variasi bahasa Indonesia pada masa tahun tiga puluhan. Variasi dari Segi Keformalan Menurut Martin Joos. berekreasi. golongan dan kelas sosial para penuturnya. 1. ragam akrab (intimate). teks wawancara perlu diubah dalam bentuk narasi. pemakainya atau fungsinya disebut fungsiolek. Variasi bahasa berdasarkan bidang pemakaian ini adalah menyangkut bahasa itu digunakan untuk keperluan atau bidang apa. seks. Ragam usaha adalah variasi bahasa yang lazim digunakan pembicaraan biasa di sekolah. Misalnya. keadaan sosial ekonomi. Wujud ragam ini berada diantara ragam formal dan ragam informal atau santai. yaitu ragam beku (frozen). golongan. rapat-rapat. 4. Ragam santai adalah variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tidak resmi untuk berbincang-bincang dangan keluarga atau teman pada waktu beristirahat. sumpah. yakni bentuk ujaran yang dipendekkan. Ragam beku adalah variasi bahasa yang paling formal. yaitu variasi bahasa yang berkenaan dengan status. seperti usia. bidang sastra. ceramah. sosiolek atau dialek sosial. ragam atau register. ragam santai (casual). Ragam akrab adalah variasi bahasa yang biasa digunakan oleh para penutur yang hubngannya sudah akrab. Mengubah Teks Wawancara menjadi Narasi Teks wawancara merupakan bentuk penyajian informasi berupa tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. status. Untuk menceritakan atau menyampaikan kembali hasil wawancara kepada orang lain. dsb. 2. Bidang studi yang mempelajari tentang variasi bahasa ini adalah dialektologi. ataupun pembicaraan yang berorientasi kepada hasil atau produksi. undang-undang. ataupun saat ini. 193 . misalnya bertelepon atau bertelegraf. pekerjaan. Variasi ini biasanya dibicarakan berdasarkan bidang penggunaan. buku pelajaran. yaitu variasi bahasa yang digunakan oleh kelompok sosial pada masa tertentu. lima puluhan. dan kelas sosial para penuturnya disenut dengan prokem. Ragam ini menggunakan bahasa yang tidak lengkap dengan artikulasi yang tidak jelas. kronolek atau dialek temporal. seperti antar anggota keluarga. dsb. 2. Narasi merupakan bentuk karangan pengisahan suatu cerita atau kejadian. pelayaran. pendidikan. lakukan langkah-langkah berikut. militer. rapat dinas. berolahraga. Dalam hal ini dapat disebut adanya ragam lisan dan tulis atau juga ragam dalam berbahasa dengan menggunakan sarana atau alat tertentu. Misalnya.

Jawa Timur.83 – 2. Dapatkah Anda mengubah teks wawancara menjadi bentuk narasi? Bagaimana cara mengubah teks wawancara menjadi bentuk naratif? Perlu dicermati lagi bahwa wawancara biasanya berupa kalimat langsung. Ukuran buah sekitar 1. yang pada umur sama rata. Panjang tandannya sekitar 17. 5... 4. Kata ganti orang pada bagian kalimat yang dikutip. 3. Ini lebih tinggi dibanding produksi anggur Probolinggo dan Bali. 1. Tidak bertanda petik. Narasikan isi wawancara dengan mengembangkan pokok-pokok isi. kira-kira 1 tahun. Rasanya manis.rata hasilnya hanya mencapai tujuh kg. Hal itu berarti teks yang berupa tanya jawab antara penanya dan narasumber diubah menjadi bentuk tulisan atau teks cerita. Probolinggo. Contoh lain Penanya : Bagaimana perkembangan anggur Australia saat ini. 5. 1. Bertanda petik (“. Contoh: Perhatikan contoh menarasikan wawancara berikut ini! Wartawan : “Wah hebat! Adik telah berhasil menjadi juara pertama Lomba Mengarang.”) 2. Kalimat yang diberi tanda petik bisa berbentuk kalimat berita. Pak? Narasumber : Menggembirakan! Sembilan belas tahun yang lalu anggur Australia telah diuji coba di kebun Banjarsari. tanya. Lengkapilah narasi dengan bagian penutup. segar dengan aroma harum. 2. 5. Jika dinarasikan maka Anda harus mengubah kalimat tersebut menjadi kalimat tak langsung.” Wartawan : “Berapa lama Adik mempersiapkannya? Pelajar : “Yah. Buatlah pengantar ke arah isi wawancara. 194 . Pada umur 2 tahun mampu memproduksi buah kira-kira 9. Teks wawancara di atas dapat kita ubah menjadi narasi sebagai berikut. atau perintah. 8 – 12 bulan setelah penelitian bibit anggur tersebut sudah diupayakan perbanyakannya. Masih ingatkah kalian ciri-ciri kalimat langsung dan tak langsung? Perhatikan keterangan berikut ini! Ciri kalimat langsung sebagai berikut. Intonasi mendatar dan menurun pada bagian akhir kalimat.” Pelajar : “Terima kasih. untuk.. Kata ganti orang pada bagian kalimat yang dikutip tetap. supaya.3.53 cm dengan kulit cukup tebal.” Teks wawancara tersebut jika diubah menjadi narasi akan menjadi seperti berikut ini ! Seorang pelajar telah berhasil menjadi juara pertama Lomba Mengarang. Berkata lugas misalnya bahwa. 4. Hanya berbentuk kalimat berita. sebab. Ciri kalimat tak langsung sebagai berikut.99 kg per pohon per musim. 4. Intonasi bagian yang dikutip lebih tinggi daripada bagian lain 3.. Tidak berkata lugas. Bibit anggur itu sekarang sudah bisa didapat di mana pun. Persiapan yang dibutuhkan untuk mengikuti lomba tersebut selama 1 tahun.5 cm. Masih ingatkah Anda tentang materi wawancara? Anda akan berlatih mengubah teks wawancara menjadi teks narasi.

Umumnya grafik digunakan untuk membandingkan jumlah data. Selain itu. bibit anggur Australia ini sudah diupayakan perbanyakannya. Grafik merupakan gambar yang terdiri atas garis dan titik-titik koordinat. Bagan adalah gambaran secara analisis yang digunakan untuk membantu memperjelas proses kerja. anggur Australia mampu memproduksi buah kira-kira 9. Diagram. menarik. dan tabel. Pertemuan antara setiap titik X dan Y membentuk baris-baris dan kolomkolom. dan efektif. dan lebih menarik daripada kata-kata. digunakan pula untuk menunjukkan fluktuasi suatu perkembangan jumlah. grafik. Informasi verbal adalah informasi yang disampaikan dengan kata-kata. Grafik memungkinkan penyampaian informasi yang kompleks secara lebih mudah. Anggur tersebut rasanya manis dan segar dengan aroma yang harum. Matriks adalah tabel yang disusun dalam lajur dan jajaran sehingga butirbutir uraian yang diisikan dapat dibaca dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan. Adapun informasi nonverbal adalah informasi yang disajikan dengan bentuk visual. enam tahun. diagram. Dengan grafik. grafik garis. grafik merupakan media visual yang sering digunakan untuk memperjelas suatu bacaan. Biasanya fakta atau informasi itu hanya berupa nama dan bilangan yang tersusun dalam urutan kolom dan baris. Jika anggur ini berubah. Seperti halnya tabel. 195 . Ubahlah teks wawancara tersebut menjadi bentuk narasi dengan memerhatikan langkah-langkah penyajiannya! 2. seperti gambar. matriks. mudah. Sajian informasi yang menggunakan tabel lebih mudah dibaca dan disimpulkan. bagan. Bagan merupakan gambar rancangan/skema/alat peraga grafis untuk menyajikan data agar memudahkan penafsiran. Bibit anggur Australia ini sekarang sudah bisa didapat di kebun buah di mana pun. Menjelaskan Cara Membaca Tabel.5 cm. Tabel adalah daftar berisi ikhtisar dari sejumlah fakta dan informasi. 1. Probolinggo. panjang tandannya sekitar 17. Jumlah ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan produksi anggur Probolinggo dan anggur Bali. atau lebih. Jawa Timur. Tukarlah hasil pekerjaan Anda dengan teman untuk disunting! E. Macamnya ada grafik batang. Carilah contoh teks wawancara bentuk lain kemudian jawablah pertanyaan berikut. Media ini dapat memberikan gambaran suatu informasi secara jelas.99 kg per pohon per musim.83 – 2. Grafik adalah lukisan pasang surut atau naik turunnya suatu keadaan. Tabel adalah daftar berisi ikhtisar sejumlah data atau informasi. Bentuknya berupa kolom-kolom dan baris-baris. Peta adalah gambar yang menunjukkan letak suatu tempat Langkah membaca tabel dan grafik. Dalam grafik terdapat dua jenis garis koordinat. Tabel merupakan alat bantu visual yang berfungsi menjelaskan suatu fakta atau informasi secara singkat.53 cm dengan kulit cukup tebal. perbandingan serta naik turunnya suatu jumlah data akan lebih jelas. grafik lingkaran.Perkembangan anggur Australia saat ini sungguh menggembirakan. Pada umur dua tahun. Delapan sampai dua belas bulan setelah penelitian di kebun Banjarsari. Sekitar sembilan belas tahun yang lalu anggur Australia telah diuji coba di kebun Banjarsari. sketsa) untuk memperlihatkan atau menerangkan sesuatu. Grafik. yang pada umur sama rata-rata hanya menghasilkan 7 kg saja. yakni garis koordinat X yang berposisi horisontal dan garis koordinat Y yang vertikal. Probolinggo. Ukuran buahnya sekitar 1. jelas. dan Denah secara Benar. misalnya dalam rentang waktu lima tahun. sepuluh tahun. Diagram merupakan gambaran (buram.

Paragraf adalah bagian karagan yang terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran. Narasi: menceritakan suatu kejadian berdasarkan kronologi. 5. Jawaban pertanyaan tersebut diharapkan ada dalam tabel dan grafik yang Anda hadapi. misalnya di mana. spasial: menulis yang berhubungan dengan tempat tertentu danmenggambarkannya. Pola pengembangan paragraf. ialah. Kata penghubung antar klausa biasanya terletak di tengah-tengah kalimat. kesatuan. Bacalah keterangan yang ada di atas. Jenis paragraf . Bacalah judulnya karena judul ini memberikan ringkasan yang padat tentang informasi yang akan disampaikan. dan Denah masing-masing satu buah. dan kalimat penegas Bentuk paragraf . seberapa banyak. Dalam paragraf terdapat tiga persyaratan agar paragraf menjadi padu. atau angka-angka. secara lahiriah unsur paragraf itu berupa: kalimat topik atau kalimat utama. dan seterusnya. sedangkan kata penghubung antar kalimat di awal kalimat 196 . 2. 3. Anda cukup mengubah judulnya menjadi pertanyaan. berapa perkembangannya. deduktif: ide pokok di awal paragraf 2. fungsional: mempunyai kegunaan tertentu untuk sang penulis. Ajukan pertanyaan tentang tujuan tabel dan grafik itu. Diagram. Definisi: menjelaskan sesuatu dengan jelas dengan konjungsi (adalah. Pelatihan: Carilah Tabel. kalimat pengembang atau kalimat penjelas. 6. karena judul memberikan ringkasan yang padat tentang informasi yang akan disampaikan. perbandingan: membandingkan sesuatu untuk menemukan perbedaan a t a u persamaan. kemudian bacalah dengan benar sesuai langkah di atas! F. dan kelengkapan. 2. dan Penanda Hubungan antarparagraf Paragraf adalah kesatuan pikiran yang mengungkapkan ide pokok yang berbentuk dalam rangkaian kalimat yang berkaitan dengan bentuk (kohesi) dan makna (koherensi). dapatkan keterangannya dalam informasi yang disajikan di sana dengan selalu mengingat tujuan Anda. contoh: memberikan contoh agar mudah dipahami. induktif: ide pokok di akhir paragraf 3. 1. 4. Bacalah tabel dan grafik secara menyeluruh. Membaca judul merupakan kegiatan penting untuk memahami isi pesannya. Paragraf. informasi apa yang Anda perlukan. Jenis Paragraf. Eksposisi: menguraikan sesuatu sejelas-jelasnya agar pembaca mudah mengertidan jelas. Syarat-syarat Paragraf. 4.1. Resapilah isi judul tabel dan grafik yang Anda hadapi. kronologi: mempunyai catatan waktu yang jelas. Caranya mudah. Argumentasi: berisi fakta yang tidak untuk persuasif melainkan hanyamenegaskan pendapat penulis. Grafik. yaitu)yang tepat agar gampang dimengerti. Apabila sebuah paragraf deskriptif atau naratif. Penanda Hubungan antarparagraf Kata penghubung adalah kata tugas yang menghubungkan antar klausa. yaitu kepaduan. Persuasi: berisi ajakan untuk merubah pendapat pembaca agar sama denganpenulis. Keterangan itu merupakan kunci penjelasan tentang data yang disampaikan. misalnya dalam bentuk urutan tahun. antar kalimat. persentase. ineratif: ide pokok di tengah paragraf. 7. Keterangan itu. kausal: menunjukkan hubungan sebab-akibat dalam suatu kejadian. Deskripsi: menggambarkan suatu kejadian dengan kata-kata yang merangsangindra agar realistis. 1. dan antar paragraf. 3. campuran: ide pokok di awal dan akhir paragraph 4. di bawah atau di sisinya.

7. Kata kata yang menyatakan hubungan ini adalah jika. ketika. dan agar. Kata-kata konjungsi temporal berikut ini menjelaskan hubungan yang tidak sederajat. dan kata penghubung antarparagraf letaknya di awal paragraf. sebaliknya. atau kalimat dalam kedudukan yang sederajat. atau tanda tanya). misalnya: atau. 10. Kata Penghubung Pertentangan Kata penghubung pertentangan merupakan konjungsi koordinatif yang menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat dengan mempententangkan kedua bagian tersebut. misalnya : tetapi. dan serta. dan entah.. ibarat. Biasanya bagian yang kedua menduduki posisi yang lebih penting daripada yang pertama. misalnya : apabila. Kata Penghubung Tak Bersyarat Kata penghubung tak bersyarat menjelaskan bahwa suatu hal dapat terjadi tanpa perlu ada syarat-syarat yang dipenuhi. sampai. Kata-kata yang dipakai untuk menyatakan hubungan sebab adalah sebab. Dalam hal ini anak kalimat ditandai konjungsi yang menyatakan akibat. selama. Kata Penghubung Disjungtif (pilihan) Kata penghubung pilihan merupakan konjungsi koordinatif yang menghubungkan dua unsur yang sederajat dengan memilih salah satu dari dua hal atau lebih.. umpama. frasa. jikalau. Kata-kata yang dipakai untuk menandai konjungsi akibat adalah sehingga.(setelah tanda titik. seakan-akan. Kata-kata yang termasuk dalam konjungsi ini adalah walaupun. bilamana. Macam-macam kata penghubung dan fungsinya : 1. Kata Penghubung Perbandingan Kata penghubung perbandingan berfungsi menghubungkan dua hal dengan cara membandingkan kedua hal itu.. seraya. induk kalimat merupakan akibatnya. 3. meskipun. Kata kata yang sering dipakai dalam konjungsi ini adalah sebagai. sedangkan. 6. waktu. akan tetapi. bila. setelah. Kata Penghubung Akibat (konsekutif) Konjungsi akibat menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi akibat suatu hal yang lain. 8. sedangkan peristiwanya dinyatakan dalam induk kalimat. misalnya sebelumnya dan sesudahnya. 9.. apabila. kalau. Kata-kata yang biasa dipakai untuk menyatakan hubungan ini adalah : supaya. 2. lagi. tanda seru.. klausa. bagai. untuk.. karena.entah.. dan akibatnya. dan tatkala.. 4. dan namun. sementara.. sesudah.. Kata Penghubung Syarat (kondisional) Konjungsi syarat menjelaskan bahwa suatu hal dapat terjadi bila syarat-syarat yang disebutkan itu dipenuhi. sebagaimana. asalkan. sebelum. demi. Kata Penghubung Temporal (waktu) Kata penghubung temporal menjelaskan hubungan waktu antara dua hal atau peristiwa.. melainkan. misalnya : dan. guna. hingga. dan karena itu. Sementana konjungsi berikut ini menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat. atau tindakan. baik. bagaikan. sampai. lagi pula. 197 . dan bilamana. maupun. sejak. Kata Penghubung Final (tujuan) Konjungsi tujuan adalah semacam konjungsi modalitas yang menjelaskan maksud dan tujuan suatu penistiwa.. dan daripada. sebab itu. atau. Kata Penghubung Aditif (gabungan) Kata Penghubung aditif (gabungan) adalah konjungsi koordinatif yang berfungsi menggabungkan dua kata. padahal. Bila anak kalimat ditandai oleh konjungsi sebab. sambil. 5. Kata Penghubung Sebab (kausal) Konjungsi sebab menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi karena suatu sebab tertentu. sedari. semwnjak.atau. seperti. dan biarpun.baik.

dan sambil. umpama. kesejajaran. Kata Penghubung Urutan Konjungsi ini menyatakan urutan sesuatu hal. Ciri-ciri kalimat efektif: (memiliki). meskipun. paling utama. . Kalimat efektif memiliki subyek. dan terutama.. Kata-kata yang dipakai dalam konjungsi ini adalah sedang.. kian... sedangkan. dan sekalipun. selain. Contoh kata-kata konjungsi ini adalah yang penting. dan penekanan. melainkan keterangan.. Kata Penghubung Pembatasan Kata penghubung ini menyatakan pembatasan terhadap sesuatu hal atau dalam batas-batas mana perbuatan dapat dikerjakan. Kata Penghubung Penanda Kata penghubung ini menyatakan penandaan terhadap sesuatu hal. 15. sementara menolak hal yang lain yang ditandai oleh konjungsi tadi. bertambah . serta kelogisan.tetapi juga. KESATUAN GAGASAN. yang pokok. Kata Penghubung Pembenaran (konsesif) Konjungsi pembenaran adalah konjungsi subondinatif yang menghubungkan dua hal dengan cara membenarkan atau mengakui suatu hal.. Konjungsi lain yang masih merupakan konjungsi penanda yaitu konjungsi penanda pengutamaan. Kata Penghubung Situasi Kata penghubung situasi menjelaskan suatu perbuatan terjadi atau berlangsung dalam keadaan tertentu. . dan asal.. sedemikian rupa. sungguhpun. Kata Penghubung Penegas (menguatkan atau intensifikasi) Konjungsi ini berfungsi untuk menegaskan atau meningkas suatu bagian kalimat yang telah disebut sebelumnya. dan maupun. kian . lalu.. Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis serta dapat diterima maksud dan tujuannya seperti yang di maksud penulis /pembicara. Kata-kata yang termasuk dalam konjungsi ini adalah mula-mula.. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek. apalagi.bertambah . Kata-kata yang yang menyatakan konjungsi ini adalah semakin …. serta unsurunsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal. kehematan. Kata Penghubung Korelatif Konjungsi korelatif menghubungkan dua bagian kalimat yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga yang satu langsung mempenganuhi yang lain atau yang satu melengkapi yang lain.. 18. Contoh: Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum.. Kata-kata yang tenmasuk dalam konjungsi ini adalah bahkan. biar.. 12. dan contoh. biarpun. Dapat juga dikatakan bahwa kedua kalimat mempunyai hubungan timbal-balik.. Pembenanan dinyatakan dalam klausa utama (induk kalimat).. padahal.. baik. kendatipun... tidak hanya… …. dan kemudian. Kata-kata yang ada dalam konjungsi ini adalah misalnya. Ciri bahwa unsur itu 198 .11. 16. sehingga. yaitu. walaupun.. . semakin. sementara penolakan dinyatakan dalam anak kalimat yang didahului oleh konjungsi seperti. Contoh kata dalam konjungsi ini adalah bahwa. 17. Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. misalnya. dan akhirnya. yakni. 14.. misalnya kecuali. 13. predikat. Kata Penghubung Penjelas (penetap) Konjungsi penjelas berfungsi menghubungkan bagian kalimat terdahulu dengan perinciannya.. G. Termasuk di dalam konjungsi hal-hal yang menyatakan rincian. . 1. kesatuan gagasan. ringkasnya. umpama.

Kalimat tersebut harus diubah misalnya . dan –kah. Anak itu tidak malas. -pun. dan melati sangat disukainya. Contoh : Dalam membina hubungan antara suami istri. tetapi rajin. anyelir. KELOGISAN.anyelir. 3. yakni menggunakan imbuhan di-.pula. sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif. kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini. Kata-kata yang berlebih. Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial. Dalam kata mawar. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-. Contoh: Bunga-bunga mawar.dan melati terkandung makna bunga. Contoh : 1. Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu. 199 . • Menggunakan partikel. Contoh : 1. 2. Contoh: Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan. Contoh : Waktu dan tempat saya persilakan. yakni imbuhan me-. Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya. Kalimat itu harus diubah : 1. KESEJAJARAN. Kalimat efektif harus mudah dipahami. Yang satu menggunakan predikat aktif. antara guru dan murid. yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting. Caranya: • Mengubah posisi dalam kalimat. yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan. yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat. diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya. dan melati sangat disukainya. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat. Pada kesempatan lain. antara pemerintah dan rakyat. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan. antara orang tua dan anak. • Menggunakan pertentangan. 3. Pada kalimat efektif kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan. Kalimat yang benar adalah: Mawar. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan 2. Bisakah dia menyelesaikannya? • Menggunakan repetisi. Kalimat efektif memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. 5.anyelir. PENEKANAN. Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. KEHEMATAN. Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan. Contoh : 1. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal. tetapi total dan menyeluruh. penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel – lah. Kami pun turut dalam kegiatan itu.merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan). Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain 2. 4. 2. bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di. 2.

dinyatakan tidak berlaku. H. 2. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. penting untuk selalu menyegarkan dan meningkatkan kemampuan berbahasa kita. Tidak aneh apabila upaya untuk memiliki bahasa sendiri yang mampu mempersatukan seluruh bangsa dan menjadi media komunikasi. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987. perlu disempurnakan kembali. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Menimbang : a. Kegagalan proyek itu karena perancangan yang tidak mantap 5. dalam permendiknas tersebut dipergunakan bagi instansi pemerintah. bahwa sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat. Maka lahirlah Permendiknas no. Yaitu tenun ikat yang khas Timor Timur.Bapak penceramah. Sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat.Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. saya persilakan untuk naik ke podium. 3. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a. Oleh karena itu. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. tiada bahasa hilanglah bangsa. Wajah kebudayaan suatu bangsa memang terlihat dari praktik kebahasaan seluruh warganya. dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. 4. Itu kata Muhammad Yamin puluhan tahun yang silam. SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. Penggunaan EYD Bahasa menunjukkan bangsa. 46 Thun 2009 Tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. pendidikan. PELATIHAN Ubahlah kalimat-kalimat di bawah ini menjadi kalimat efektif! 1. b. Dalam musyawarah itu menghasilkan lima ketetapan. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Seluruh siswa-siswa diharapkan harus mengikuti kerja bakti. 200 . swasta. Para siswa-siswa diharuskan hadir di sekolah. Berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud. dan pengantar merupakan perjuangan tersendiri dalam perjalanan sejarah kita. perlu disempurnakan kembali.

swasta. Dr.. Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional. Kepala Biro Hukum dan Organisasi. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu. M. I. Pasal 3 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. 46 tahun 2009 bisa di download pada Permendiknas no. Perbedaan kedua jenis artikel tersebut terletak pada bagian isi. Jika dalam artikel konseptual 201 . Tugas. Susunan Organisasi. Artikel ilmiah adalah karya ilmiah yang dikhususkan untuk diterbitkan di jurnal ilmiah. Artikel Ilmiah Artikel ilmiah merupakan salah satu bentuk karya ilmiah. Andi Pangerang Moenta. TTD BAMBANG SUDIBYO Salinan sesuai dengan aslinya. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. yaitu artikel konseptual--artikel yang diangkat dari gagasan atau ide penulis—dan artikel penelitian–artikel yang diangkat dari hasil penelitan. NIP196108281987031003 Naskah Lengkap EYD sesuai Permendiknas no. Ada dua bentuk artikel ilmiah. sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 2008. dipergunakan bagi instansi pemerintah. DFM. 46 tahun 2009. S. Pasal 1 (1) Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.H. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. dinyatakan tidak berlaku. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN..H. dan Penulisan Daftar Pustaka 1.Mengingat : 1. dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pasal 2 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini.Penulisan Karya Ilmiah. 3. (2) Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Juli 2009 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 77/M Tahun 2007. Fungsi. 2. Penulisan Kutipan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301).

dan kata kunci. Ada dua jenis bagian pengenalan. akan menjadi tidak logis jika uraian pada bagian pengenalan atau awal lebih panjang daripada bagian batang tubuh atau tengah. serta simpulan –untuk artikel ilmiah dari hasil penelitian—dan harus ada latar belakang. maka untuk ringkasan bisa sampai pada 500 kata. Pola dasar artikel ilmiah secara umum paling sedikit berisikan bagian-bagian yang sudah baku. nama penulis. Untuk istilah abstrak. hasil dan pembahasan. ada yang membedakannya dengan ringkasan. Mencerminkan jenis artikel ilmiah artinya melalui judul tersebut pembaca akan dengan mudah mengetahui artikel tersebut sebagai artikel penelitian atau artikel konseptual. Bagian pengenalan artikel ilmiah terdiri atas judul. permasalahan. Kata kunci biasanya diambil dari kata 202 . dalam artikel ilmiah cukup kita tulis Imam Bulpiri. sehingga secara proporsional bagian tengahlah yang paling panjang uraiannya. Nama penulis sering disebut baris kepemilikan. misalnya. M. H. metodologi penelitian. Jika ketiga bagian tersebut dianalogikan dengan tubuh manusia. dan gelar akademik. Penekanan isi abstrak ada pada hasil pembahasan. Ada beberapa model penulisan baris kepemilikan. kedudukan. Pangkat. dalam abstrak harus tercakupi seluruh bagian isi karangan. batang tubuh. Kata kunci adalah kata-kata atau istilah yang dianggap penting dan mutlak harus diketahui pembaca dalam sebuah artikel ilmiah. dari pendahuluan sampai penutup (ada alasan. permasalahan. Ada nama penulis yang disertai instansi. dan (4) mencerminkan jenis artikel ilmiah. Dengan membaca abstrak orang akan tahu isi secara singkat karya ilmiah tersebut. dan bagian akhir sebagai kaki. kedudukan. Dengan penganalogian tersebut kita sudah mendapat gambaran seberapa besar uraian masing-masing bagian dalam karya ilmiah. Istilah lain yang biasanya disamakan dengan abstrak atau ringkasan adalah sari. bagian awal dapat dianalogikan sebagai kepala. bagian tengah sebagai tubuh. bagian tengah. Dalam hitungan angka. Penulisan nama penulis hendaknya dilakukan dengan menanggalkan pangkat. Dalam bahasa yang sederhana ketiga bagian tersebut dapat juga disebut dengan istilah bagian awal. metode. dan bagian akhir. ada pula yang tidak. (dan kawan-kawan). (3) jelas. Jika penulis bernama Drs. Inti karya ilmiah ada pada bagian batang tubuh atau bagian tengah. pembahasan. dalam arti tidak boleh diganti dengan dkk. Jelas berarti hanya memiliki satu maksud atau tidak dapat ditafsirkan lain. dan penutup--untuk artikel ilmiah yang bersifat konseptual). Mencerminkan isi karangan berarti apa yang akan diuraiakan dalam artikel tersebut sudah dapat diraba dari judulnya. dan kepustakaan. Pada umumnya abstrak disajikan dalam satu paragraf dengan menggunakan tidak lebih dari 200 kata. Bagian pengenalan berisi hal-hal yang bersifat informatif. yaitu bagian pengenalan.Sc. Sementara itu.antara bagian pendahuluan dan bagian penutup hanya berisi isi artikel–yang bisa terdiri atas beberapa subbab. (2) berupa pernyataan. Judul adalah identitas tulisan yang utama. kajian pustaka. keseluruh nama harus dicantumkan. Syarat judul karya ilmiah adalah (1) mencerminkan isi karangan. Oleh karena itu. dan hasil dan pembahasan. bergantung kepada gaya selingkung jurnalnya. Berupa pernyataan berarti judul tidak boleh berupa kalimat—harus berupa frasa atau klausa—dan tidak boleh berupa pertanyaan. dan gelar dapat dicantumkan dalam catatan kaki atau lampiran–jika ada biografi pengarang. Demikian juga dengan karya ilmiah. dalam artikel penelitian antara bagian pendahuluan dan bagian penutup terdapat bagian landasan teoretis... Jika nama penulis lebih dari satu. abstrak. Akan menjadi tidak logis jika tubuh manusia lebih kecil daripada kepala atau kakinya. yaitu yang bersifat umum–ada pada semua jenis karya ilmiah—dan yang bersifat khusus--hanya dimiliki jenis karya ilmiah tertentu. Abstrak adalah ringkasan tulisan. ada orang yang menyamakan kedua istilah tersebut. Imam Bulpiri. jika abstrak biasanya tidak lebih dari 200 kata. Abstrak diartikan lebih pendek daripada ringkasan.

karya pengembangan profesi guru juga dapat berbentuk karya ilmiah populer. yaitu ragam bahasa hukum (undang-undang). sasaran. Keempat ragam tersebut diuraikan berikut ini. Secara umum bagian batang tubuh terbagi menjadi tiga. dan sebagainya.atau istilah yang terdapad dalam judul. dibunuh dengan senjata tajam. maka kita bisa mendefinisikannya sebagai karangan yang isinya ilmiah tetapi teknik penulisannya tidak mengikuti kaidah yang berlaku. bagian isi berupa landasan teori. dan artikel ilmiah. 2. Batang tubuh adalah isi artikel ilmiah yang sebenarnya. Karya ilmiah populer merupakan karangan yang berada di antara karya ilmiah dan karya nonilmiah. Bagian isi berisi persoalan-persoalan inti atau materi inti yang ingin disajikan. berikut disajikan contoh sistematika kedua jenis artikel tersebut. terutama perbedaan antara artikel konseptual dan artikel penelitian. dari menimbang. misalnya dirumahkan. terutama karya sastra. metode. yaitu bagian pendahuluan. baik isi maupun teknik penulisannya harus mengikuti ketentuan yang berlaku secara ketat. populasi dan sampel. Konsideran dalam surat keputusan. Ragam jurnalistik adalah ragam bahasa yang dipakai dalam dunia jurnalistik. buku terjemahan. Bagian paling akhir dalam artikel ilmiah adalah bagian kepustakaan. ragam bahasa jurnalistik. Ragam hukum mempunyai ciri khusus pada pemakaian istilah dan komposisinya. atau pada hal-hal yang berkaitan dengan hukum. Untuk artikel konseptual. dalam artikel ilmiah tidak ada. ragam bahasa ilmiah. memutuskan. dinamis. Kekhususan-kekhususan tersebut dapat dilihat. Bagian ini berisi daftar pustaka yang digunakan. Ragam undang-undang disebut juga ragam hukum. Untuk artikel penelitian. buku. sedangkan karya ilmiah populer tidak. baik isi maupun teknik penulisannya (bahasa) bebas. Bahasa Karya Ilmiah Populer Selain laporan penelitian. bagian metodologi berisi pendekatan yang digunakan. Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang artikel ilmiah. Karena karya ilmiah populer berada di tengah-tengah keduanya. kemasukan benda tumpul. tidak menutup kemungkinan kata kunci kita ambil dari isi karangan. yaitu bahasa Indonesia yang digunakan pada kalangan hukum atau pada undang-undang. Bagian pendahuluan setidaknya berisi latar belakang masalah dan rumusan masalah. serta langkah-langkah analisis data. maka dapat dijelaskan bahwa karya ilmiah itu menggunakan ragam bahasa ilmiah. makalah. maka ragam bahasa jurnalistik setidaknya harus mempunyai ciri komunikatif. dan ragam bahasa sastra. Jumlah kata kunci biasanya berkisar antara 3 dan 5. Dalam karya ilmiah. bagian isi. sampai menetapkan susunannya selalu tetap. Meskipun demikian. dan bagian penutup. Dalam kehidupan sehari-hari ragam ini jarang sekali digunakan. kontrol sosial. Bahasa Indonesia mengenal empat ragam bahasa. alat pendidikan. tidak boleh diubah dan tidak boleh dikurangi atau ditambah. bagian isi berisi konsep-konsep dan bahasan masalah Bagian penutup biasanya berupa simpulan dan saran (untuk artikel penelitian) dan simpulan atau penekanan (untuk artikel konseptual). Dalam lapangan kepolisian kita juga mengenal sebutan-sebutan khusus yang tidak lazim digunakan dalam bahasa sehari-hari. sederhana. dan alat penghibur. Dalam karya nonilmiah. mengingat. Jika disempitkan kaitannya dengan penggunaan bahasa. 203 . dan demokratis. peraturan-peraturan. dan hasil dan pembahasan. diktat. dan bagian hasil dan pembahasan berisi hasil kajian masalah yang diangkat. metodologi. Ragam ini biasa dipakai dalam undang-undang. Karena fungsi media massa sebagai media informasi. pada surat keputusan. Jika dalam jenis karya ilmiah lain masih memungkinkan ada lampiran. Landasan teori berisi teori-teori atau konsep-konsep yang dipergunakan dalam membahas masalah. misalnya.

Dikatakan ciri utama karena ciri-ciri yang lain harus mengacu pada ciri komunikatif. Pendek kata. kita juga bisa menggunakannya untuk seorang pengemis. Kalimat yang dinamis dalam bahasa jurnalistik adalah kalimat-kalimat yang mampu memberikan semangat dan sesuai dengan situasi masyarakat pembacanya. dinamis. maka dalam prinsip jurnalistik penggunaan bahasa yang demikian harus dihindarkan. misalnya. penyimpangan dari kaidah bahasa Indonesia diperbolehkan. dan demokratis. Dalam kondisi demikian. maka penyimpangan tersebut diperbolehkan. dan sebagainya merupakan wujud kata-kata zaman feodal. Penyebutan Yang Mulia. kedinamisan. kami haturkan. Bahkan kadang-kadang untuk mewujudkan ciri komunikatif ini bahasa jurnalistik tidak menaati kaidah bahasa Indonesia yang benar. Ragam sastra mempunyai ciri khusus dengan adanya licencia poetica. dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Apabila memang diperlukan. Sepanjang penyimpangan itu ditujukan untuk lebih komunikatif. Ragam sastra adalah bahasa yang digunakan dalam penulisan karya sastra. Oleh karena itu secara umum bahasa sastra selalu disebut bahasa yang indah. Prinsip licencia poetica adalah memperbolehkan pemakai bahasa menyimpang atau menyalahi kaidah bahasa demi 204 . Ciri demokratis berarti mengikuti konsensus umum dan tidak menghidupkan kembali feodalisme. Dalam bahasa Indonesia kebakuan bahasa dibarometeri oleh Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Seandainya kita memakai bahasa yang sederhana dan demokratis. Kita bisa memakai kata Anda untuk seorang presiden. Hal ini harus dlakukan agar pembaca dapat memahami kata-kata tersebut. dan kedemokratisan ini harus mendukung fungsi komunikatif. Ciri dinamis berarti bahasa jurnalistik harus menggunakan kata-kata yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Misalnya pengguaan kata-kata atau istilah-istilah daerah. kalimat. Tata Bentukan Istilah. Kata bujang. Dalam tradisi jurnalistik kita sekarang kata Anda yang merupakan cerminan kata yang demokratis. Dalam bahasa sehari-hari sederhana sama artinya dengan prinsip singkat dan padat. Dalam kasus-kasus tertentu kata-kata daerah akan lebih komunikatif untuk daerah tertentu tersebut dibandingkan dengan kata-kata bahasa Indonesia. Ciri ini merupakan ciri utama bahasa jurnalistik karena fungsi utama media massa memang memberikan informasi. prinsip efektif dan efisien adalah prinsip utama yang ada dalam bahasa jurnalistik. Penggunaan kata-kata yang masih terasa feodal dalam bahasa jurnalistik juga dikatakan tidak demokratis. Namun kesederhanaan. Kata-kata yang tidak lazim atau kata-kata yang sangat asing seyogyanya tidak dipergunakan. Bahasa jurnalistik harus bersifat sederhana. untuk hal yang sama kita juga memiliki kata lajang. Hal ini berarti makna kata bujang yang berarti laki-laki yang belum menikah tidak berlaku secara umum untuk seluruh masyarakat Indonesia. Kata lajang dalam hal ini lebih demokratis daripada kata bujang. yakni kebebasan menggunakan bahasa untuk mencapai keindahan. atau penggunaannya. Ragam ilmiah adalah ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Ragam inilah yang disebut dengan ragam baku. dalam bahasa Indonesia mempunyai makna seorang laki-laki yang belum menikah. Sebagai contoh sederhana jika kata efektif dan efisien sudah diterima masyarakat. seperti aturan ejaan. Selain kata bujang. namun bahasa tersebut tidak komunikatif. karena di daerah Sumatra Utara kata bujang berarti pembantu. Kata Anda berlaku untuk siapa saja tanpa membedakan pangkat dan derajat. Kamus Besar Bahasa Indonesia.Ciri Komunikatif berarti mudah dipahami dan tidak menimbulkan salah tafsir kalau dibaca. Ciri sederhana berarti tidak menggunakan kata-kata yang bersifat teknis dan tidak menggunakan kalimat yang berbelit-belit atau berbunga-bunga. Ragam ini ditandai dengan adanya ketentuan-ketentuan baku. misalnya. kita tidak perlu memaksakan menggunakan kata sangkil dan mangkus untuk menggantikannya. kata-kata teknis harus diikuti penjelasan maknanya.

dan sebagainya. dan evaluasi (evaluation). kata-kata yang tidak baku. membalik susunan kata atau struktur kalimat. Atas dasar konsep semacam itu. namun feature human interest lebih banyak menggunakan ragam sastra. dan feature. Namun. Inilah bedanya dengan karya ilmiah populer. dampak hasil penelitian pendidikan selama ini kurang maksimal dimanfaatkan. yaitu komponen kompetensi siswa dan komponen tindakan yang akan dilakukan. Dari keempat ragam tersebut yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah adalah ragam ilmiah. Penelitian-penelitian itu kebanyakan dilakukan oleh perguruan tinggi dan hasilnya berupa laporan penelitian yang berhenti di Lembaga Penelitain masing-masing perguruan tinggi. 3. Penelitian tindakan adalah penelitian partisipatori kolaboratif yang berawal dari klarifikasi beberapa masalah yang menarik perhatian dan dirasakan bersama oleh suatu kelompok. tindakan (action). bahasa daerah. Bentuk karya ilmiah populer antara lain artikel. penyebarluasannya kurang maksimal. Dengan adanya perbedaan penggunaan bahasa tersebut. Namun. Istilah ini merupakan terjemahan dari action research yang dipakai kali pertama oleh Kurt Lewin (1946). biasanya artikel menggunakan bahasa jurnalistik. Dilihat dari bahasanya. pemilihan topik PTK menjadi amat penting karena kesalahan pemilihan topik akan berakibat pada tidak dapatnya hasil penelitian tersebut dimanfaatkan secara maksimal. kiranya sangat diperlukan jenis penelitian yang dilakukan oleh pihak dalam—pelaksana pembelajaran--dan langsung dapat diterapkan hasilnya. hal yang sama juga terjadi. bergantung kepada jenis featurenya. Dalam kondisi seperti itu. Penelitian tentang pembelajaran yang ada memang cukup banyak. Feature pengetahuan banyak menggunakan ragam jurnalistik. esai. yaitu perencanaan (planning). pada akhirnya hanya menumpuk di almari dan tidak dapat dimanfaatkan oleh sekolah secara langsung.Topik semacam ini pastilah berangkat dari kondisi riil yang ada di kelas atau sekolah. Hasil penelitian yang barangkali bagus-bagus itu. yaitu dalam proses belajar-mengajar di kelas. Penyebabnya adalah (1) penelitian pendidikan itu dilakukan oleh pakar atau peneliti dari luar dan (2) penyebarluasan hasil penelitian ke kalangan praktisi pendidikan memakan waktu yang sangat panjang. misalnya. terlihat bahwa bahasa karya ilmiah populer lebih mudah dipahami. Model penelitian demikian inilah yang kemudian melahirkan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).keindahan karyanya. Dalam penggunaan licentia poetica ini. yaitu sebuah penelitian yang dilakukan oleh para guru untuk memperbaiki proses belajar mengajar yang dilaksanakan di dalam kelas atau untuk meningkatkan kualitas hasil penmbelajaran. PTK merupakan salah satu jenis penelitian tindakan. Pemilihan topik haruslah didasarkan pada kebutuhan yang dirasakan langsung oleh pelaku proses belajar-mengajar. penulis boleh menggunakan kalimat yang tidak lengkap. dan feature menggunakan keduanya. sekali lagi. Penelitian pendidikan ini diharapkan dapat memberikan masukan tentang persoalan-persoalan yang berkaitan dengan masalah pendidikan dan alternatif pemecahannya. Memilih Topik PTK Salah satu pendekatan pemecahan berbagai masalah dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan adalah pemanfaatan penelitian pendidikan. Penentuan topik PTK pada prinsipnya 205 . esai menggunakan bahasa sastra. Dalam lingkup yang lebih kecil. Topik PTK terdiri atas dua komponen. Lewin menggunakan istilah tersebut untuk menyebut suatu kegiatan yang terdiri atas tiga langkah. Karya ilmiah populer justru lebih banyak menggunakan ragam jurnalistik atau ragam sastra. lebih cair. dan lebih enak dibaca jika dibandingkan dengan bahasa yang biasa digunakan dalam laporan penelitian atau artikel ilmiah.

maka topik yang kita pilih tersebut tergolong ke dalam topik yang tidak spesifik. atau paling tidak agak istimewa karena tidak biasa digunakan dalam proses belajar mengajar sehari-hari. Untuk memilih kompetensi yang spesifik. misalnya. pendekatan. teknik. berbicara. Apabila anak itu terkena penyakit ringan. Topik keterampilan berbicara. dan berdebat. Dengan demikian. Komponen tindakan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki atau meningkatkan kompetensi dapat berupa model pembelajaran. seperti pilek dan batuk. syarat keterjangkauan 206 . saya kira semua guru mampu melaksanakannya. Syarat tindakan yang dapat kita pilih untuk memperbaiki atau meningkatkan kompetensi siswa selain harus istimewa. Masalah pengetahuan. kompetensi itu memang benar-benar memunculkan masalah dan membutuhkan perbaikan atau peningkatan. atau cara mengevaluasi. Inti tindakan adalah sesuatu yang dilakukan atau yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran sehingga kompetensi yang diteliti dapat menjadi lebih baik. dalam pelajaran Bahasa Indonesia ada empat keterampilan berbahasa yang menjadi tujuan pembelajaran. juga harus bersifat fisibel. Artinya. Metode diskusi kelompok atau pemberian pekerjaan rumah. media. motivasi. Selain spesifik. Sebagai contoh. membaca. Dalam praktiknya kita dapat menggabungkan dua tindakan atau lebih untuk memperbaiki atau meningkatkan sebuah kompetensi. karena lebih spesifik. misalnya. dalam arti mampu kita laksanakan. yaitu mendengarkan. Termasuk dalam sikap siswa adalah minat. Namun. Cara paling mudah untuk memilih kompetensi yang spesifik adalah dengan mengambil satu kompetensi dasar saja. dan menulis. untuk karya wisata. merupakan tindakan yang istimewa. dan perilaku siswa. keterampilan. Setelah syarat istimewa kita peroleh. dalam arti tidak cukup kalau hanya diperbaiki melalui proses belajar-mengajar sehari-hari. dan sikap siswa yang diangkat sebagai topik haruslah spesifik. Kita tidak boleh mengada-ada. Jika kita memilih kompetensi berbicara. keterampilan siswa. penggunaan CD atau penggunaan metode karya wisata. seperti berpidato. yang di dalamnya ternyata terdiri atas beberapa jenis kemampuan. kita harus benar-benar memahami perlu tidaknya di bawa ke dokter. dapat kita tingkatkan melalui satu penelitian tindakan kelas. dalam arti menganggap sebuah kompetensi bermasalah padahal sesungguhnya tidak ada masalah. Pengetahuan yang dapat diangkat ke dalam topik ada bermacam-macam. kita dapat menggunakan metode karya wisata dan teknik evaluasi secara langsung.merupakan penentuan kompetensi yang akan diperbaiki atau ditingkatkan dan tindakan yang digunakan untuk memperbaiki atau meningkatkan kompetensi tersebut. Kita juga harus mampu memilih kompetensi yang permasalahannya memang benar-benar membutuhkan penelitian tindakan. harus kita bedakan benar mana yang cukup kita selesaikan di kelas dan mana yang harus kita selesaikan dengan penelitian tindakan kelas. berdiskusi. Keterampilan berbicara pun dapat dibagi menjadi beberapa jenis kemampuan. kompetensi yang kita pilih juga harus bersifat problematik. Demikian juga dengan keterampilan dan sikap. kita dapat memfokuskan pada kemampuan berpidato. misalnya. tentu akan sulit kita tingkatkan melalui satu penelitian tindakan kelas. dan sikap siswa. Untuk memilih topik seperti ini syarat yang perlu diperhatikan adalah spesifik. Ketidakspesifikan topik yang kita pilih akan berakibat pada kesulitan dalam meningkatkan kompetensi yang kita pilih tersebut. Ibarat anak yang sakit. tentu akan menjadi mustahil kita menggunakan CD. Berbeda dengan kemampuan berpidato. cukup kita belikan obat di apotek. perlu juga dipertimbangkan kemungkinan penggunaan tindakan tersebut. metode. Misalnya saja untuk memperbaiki atau meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa. Namun. Komponen kompetensi dapat mencakupi pengetahuan siswa. Jika di sekolah kita tidak memiliki VCD. Demikian juga dengan masalah kompetensi siswa. dalam arti tidak biasa dilakukan oleh guru. tentu kita tidak perlu membawa anak tersebut ke dokter. merupakan tindakan yang biasa atau tidak istimewa karena guru sudah biasa menggunakan. misalnya.

(2) mengubah perilaku siswa dalam pembelajaran olah raga dengan metode pemberian tugas. dan (4) Guru Utama. seperti membimbing sisiwa dalam praktik kerja. Pengembangan keprofesian berkelanjutan meliputi tiga kegiatan. pedoman. mengarahkan. selain dilihat dari sisi guru. Apa yang baru dalam Kepmenpan ini dibandingkan dengan keputusan terdahulu? Unsur kegiatan yang dinilai dalam memberikan angka kredit terdiri atas unsur utama dan unsur penunjang. menjadi anggota organisasi profesi/kepramukaan. dan sejenisnya. Namun. dan menjadi tutor/pelatih/instruktur. Pengembangan diri guru meliputi kegiatan keikutsertaan dalam pendidikan dan pelatihan serta kegiatan kolektif guru untuk meningkatkan kompetensinya. menjadi tim penilai angka kredit. dan (3) melaksanakan kegiatan yang menunjang tugas guru. dan mengikuti pengembangan penyusunan standar. (2) memperoleh penghargaan atau tanda jasa. Publikasi ilmiah meliputi publikasi ilmiah atas hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal dan publikasi buku teks pelajaran. (2) meningkatkan kemampuan berpidato sengan evaluasi langsung. yang terdiri atas (1) memperoleh gelar/ijazah yang tidak sesuai dengan bidang yang diampunya. Yang tergolong dalam unsur utama adalah (1) pendidikan. membimbing. (2) Guru Muda. Mengapa tidak baik? Karena dalam contoh (1) selain antara kompetensi dan tindakannya tidak selaras juga karena cakupan kompetensinya tidak spesifik. Jabatan fungsional guru adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup. membuat/memodifikasi alat pelajaran/peraga/praktikum.tersebut. Dalam Kepmen ini jenjang jabatan dan pangkat guru terbagi menjadi empat. juga dilihat dari sisi sekolah. Kegiatan kolektif guru dapat berupa lokakarya. Unsur penunjang adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas guru. syarat tindakan yang dapat kita pilih haruslah tindakan yang sesuai dengan kompetensi yang akan kita perbaiki atau akan kita tingkatkan. seminar. soal. yang berlaku sejak 10 November 2009. Karya inovatif meliputi menemukan teknologi tepat guna. Karya Ilmiah dalam Permenpan Nomor 16 Tahun 2009 Berkaitan dengan jabatan fungsional dan angka kreditnya bagi guru. Oleh karena itu. yaitu (1) pengembangan diri. 4. dalam contoh (2) tindakan yang dilakukan tidak berhubungan dengan kompetensi. yaitu (1) Guru Pertama. mengajar. (3) Guru Madya. tugas. dan dalam contoh (3) kompetensinya tidak spesifik dan tindakannya tidak istimewa. Selain itu. dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik. (2) pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. melatih. dan (3) pengembangan keprofesian berkelanjutan. menilai. dan sejenisnya. buku pengayaan. dan (3) meningkatkan minat siswa dalam pelajaran bahasa Inggris dengan mendatangkan native speaker merupakan contoh topik yang memenuhi syarat. dan (3) meningkatkan hasil belajar IPS dengan pemberian pekerjaan rumah merupakan contoh topik yang tidak baik. dan 3) menghasilkan karya inovatif. menemukan/menciptakan karya seni. Dengan syarat-syarat tersebut kita akan dapat menilai bahwa topik (1) meningkatkan kemampuan menulis puisi dengan metode karya wisata. dan pedoman guru. tanggung jawab. (2) publikasi ilmiah. dasar yang kita gunakan selama ini adalah Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Kepmenpan itu dirasa sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan profesi dan tuntutan kompetensi guru. Pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Adapun topik (1) meningkatkan kemampuan mengarang dengan metode diskusi kelompok. Guru 207 .

Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. Gagasan itu bisa diambil dari kamus. dan paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. Dari III/d ke IV/a dibutuhkan paling sedikit 8 (delapan) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif.Pertama memiliki jabatan fungsional Penata Muda dengan golongan ruang III/a dan Penata Muda Tingkat I dengan golongan ruang III/b. Lalu. Pembina Tingkat I dengan golongan ruang IV/b. Catatan Kaki. Kutipan. artinya kalimatkalimat tidak ada yang diubah. koran. Catatan Tubuh 1. Guru Utama memiliki jabatan fungsional Pembina Utama Madya dengan golongan ruang IV/d dan Pembina Utama dengan golongan ruang IV/e. (5) buku pedoman. Dari IV/c ke IV/d dibutuhkan paling sedikit 14 (empat belas) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. dan lain sebagainya. majalah. Dari III/c ke III/d dibutuhkan paling sedikit 6 (enam) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. dan paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. Dari IV/a ke IV/b atau dari IV/b ke IV/c dibutuhkan paling sedikit 12 (dua belas) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. artikel. baik yang terdapat dalam buku. majalah. Ada dua cara dalam mengutip. tahun terbit. Guru Madya memiliki jabatan fungsional Pembina dengan golongan ruang IV/a. dan paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. ensiklopedi. Sekarang Anda akan mempelajari pencantuman kutipan dengan pola Harvard. ide. dan Pembina Utama Muda dengan golongan ruang IV/c. (3) buku teks. (8) modul/diktat. (4) buku pelajaran. namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut. internet. dan sumber lainnya. 5. dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. yaitu (1) laporan penelitian. laporan. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya. yakni langsung dan tidak langsung. buku. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya. Untuk kenaikan pangkat dari golongan ruang III/a ke golongan ruang III/b dibutuhkan paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. Kutipan Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang penulis. ataupun 208 . dan paling sedikit 5 (lima) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. pendapat yang diambil dari berbagai sumber. (7) artikel populer. Kutipan adalah gagasan. dan paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. (6) artikel ilmiah. bentuk karya ilmiah apa saja yang dapat digunakan oleh guru sebagai publikasi ilmiah yang sesuai dengan Permenpan tersebut? Ada beberapa jenis karya ilmiah. ada pula yang menggunakan pola konvensional atau catatan kaki (footnote). Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang. Dari IV/d ke IV/e dibutuhkan paling sedikit 20 (dua puluh) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif dan paling sedikit 5 (lima) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. Guru Muda memiliki jabatan fungsional Penata dengan golongan ruang III/c dan Penata Tingkat I dengan golongan ruang III/d. Penulisan Kutipan Berikut disajikan Tata Cara & Aturan Penulisan Kutipan pada karya tulis ilmiah. dan (9) karya terjemahan. Penulisan sumber kutipan ada yang menggunakan pola Harvard. (2) makalah. Dari III/b ke III/c dibutuhkan paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif.

b.berasal dari ucapan seorang tokoh. Kutipan digunakan untuk mendukung argumentasi penulis. tidak mengadakan perubahan sama sekali. sesuai teks asli. majalah. Namun. Secara mendasar. setiap kali penulis mengutip pendapat orang lain. 209 . b. hingga pembaca lupa bahwa apa yang dibacanya adalah kutipan. ataupun wawancara. apabila penulis mengambil pendapat orang lain secara lengkap kata demi kata. lalu di bagian bawah halaman tersebut (bagian kaki halaman) terdapat keterangan nomor indeks yang menjelaskan sumber kutipan tersebut. sejak awal hingga akhir tulisan. Namun. penulis jangan sampai menyusun tulisan yang hanya berisi kumpulan kutipan. kutipan dari pernyataan lisan ini harus dikonfirmasikan dulu kepada narasumbernya sebelum dicantumkan dalam tulisan. maka seluruh referensi dari awal hingga akhir tulisan harus menggunakan bodynote. Selain itu. Sebuah tulisan ilmiah harus menggunakan salah satu jenis penulisan referensi tersebut. susunan kalimat sesuai dengan gaya bahasa penulis sendiri. Kerangka karangan. dilakukan apabila penulis mencantumkan nomor indeks di akhir sebuah kutipan. yaitu: Teknik Menggunakan Catatan Kaki Catatan kaki mempunyai kelebihan dibandingkan dengan catatan tubuh. Catatan kaki (footnote). Kutipan dilakukan seperlunya saja sehingga tidak merusak alur tulisan. misalkan sampai satu halaman atau lebih. ceramah. Kutipan juga bisa diambil dari pernyataan lisan dalam sebuah wawancara. sekaligus menunjukkan kejujuran intelektual dengan mencantumkan sumber kutipan (referensi) yang digunakan. baik dari buku. 2. majalah. ataupun pidato. jika seorang penulis menggunakan catatan kaki. menunjukkan bahwa argumen-argumen yang diajukan dilandasi oleh teori atau konsep tertentu. setelah kutipan itu harus dicantumkan sumber kutipan (buku. 3. Catatan tubuh (bodynote). penulis harus menggunakan catatan kaki untuk menuliskan referensinya. apabila penulis mengambil pendapat orang lain dengan menguraikan inti sari pendapat tersebut. Kutipan langsung. Atau. pencantuman sumber kutipan ini mempunyai fungsi sebagai: 1. Sumber Kutipan (Referensi) Salah satu karakter utama tulisan ilmiah adalah referensial. 2. Artinya. ketika sebuah tulisan menggunakan bodynote. kutipan berfungsi untuk menunjang/mendukung pendapat tersebut. atau koran) yang digunakan. dan ide dasar harus tetap pendapat penulis pribadi. Terdapat dua model pencantuman referensi: a. Menyusun pembuktian (etika kejujuran dan keterbukaan ilmiah). serta harus konsisten dengan jenis tersebut. kalimat demi kalimat. kesimpulan. Kutipan tidak langsung. Dalam praktik penulisan. Terdapat dua jenis kutipan: a. Menyatakan penghargaan kepada penulis yang dikutip (etika hak cipta intelektual). seorang penulis sebaiknya tidak melakukan pengutipan yang terlalu panjang. dilakukan ketika penulis mencantumkan sumber kutipan langsung setelah selesainya sebuah kutipan dengan menggunakan tanda kurung.

yang ditampilkan hanya nama pengarang. nama penerbit. tahun terbit). Penunjukan sumber kutipan (referensi). hal. Pemisahan ini akan otomatis dilakukan oleh program Microsoft Word dengan cara mengklik insert. catatan kaki dapat berfungsi untuk memberikan catatan penjelas yang diperlukan. Hal ini tentu mempermudah penelusuran bagi pembaca. Dalam cacatan tubuh. Catatan kaki mampu menunjukkan sumber referensi dengan lebih lengkap. 2).1 Buku dengan dua atau tiga pengarang Nama pengarang 1. 2). nama pengarang 2. judul buku (kota penerbit: nama penerbit. 1982). Buku dengan satu pengarang Nama pengarang. 210 . serta halaman buku yang dikutip. 3). nama pengarang. catatan kaki bisa berisi: 1). kemudian reference. Prinsip-prinsip dalam menuliskan catatan kaki: 1) Catatan kaki dicantumkan di bagian bawah halaman. Paul Rabinow. Penunjukan sumber kutipan sekaligus catatan penjelas. Selain sebagai penunjukan referensi. judul buku. Berdasarkan kelebihannya tersebut. 72 . 4) Pilihan huruf dalam catatan kaki harus sama dengan pilihan huruf dalam naskah skripsi. Catatan penjelas. begitu seterusnya.1). dipisahkan dengan naskah skripsi oleh sebuah garis. kemudian footnote. 2) Nomor cacatan kaki ditulis secara urut pada tiap bab. Catatan kaki dapat digunakan untuk merujuk bagian lain dari sebuah tulisan. halaman. Dalam catatan kaki. tahun terbit). cacatan kaki pertama di tiap awal bab menggunakan nomor satu. Pertimbangan utama memberikan keterangan tambahan adalah: jika keterangan tersebut ditempatkan dalam naskah (menyatu dengan naskah) akan merusak alur tulisan atau naskah tersebut. 8) Catatan kaki bisa berisi keterangan tambahan. dan halaman dapat dicantumkan semua. asalkan proporsional. Beyond Structuralism and Hermeneutics (Chicago: University of Chicago Press. nama pengarang 3. tahun terbit. 3). Hal ini tentu tidak dapat dilakukan dengan catatan tubuh. yaitu:  Times New Roman (size 10)  Arial (size 9)  Tahoma (size 9) 5) Baris pertama catatan kaki menjorok ke dalam sebanyak tujuh karakter. hal. tahun terbit buku.2 Buku dengan banyak pengarang 1 2 David Barrat. 6) Judul buku dalam catatan kaki ditulis miring (italic). Media Sociology (London and New York: Routledge.76. 3) Catatan kaki ditulis dengan satu spasi. hanya ukurannya lebih kecil. 273. 1994). Artinya. Tidak ada batasan seberapa panjang keterangan tambahan. mulai dari nomor satu. halaman. judul buku (kota penerbit: nama penerbit. Hubert L. Dreyfus. 7) Nama pengarang dalam catatan kaki ditulis lengkap dan tidak dibalik.

menunjukkan bahwa buku tersebut telah mengalami revisi. nama editor (kota penerbit: nama penerbit. nama penerjemah (kota penerbit: nama penerbit. 1988). ed.” nama jurnal/majalah ilmiah. Bandung: Remaja Rosdakarya.ed.1. 52 . 10 Francis Fukuyama..” nama media. Buku yang terdiri dua jilid atau lebih Nama pengarang.” Kajian Keagamaan dalam Tradisi Baru Penelitian Agama Islam Tinjauan Antardisiplin Ilmu. Deden Ridwan (Bandung: Penerbit Nuansa dan PUSJARLIT. 1998). 2001. "Paradigma dan Perkembangan Penelitian Komunikasi. kota penerbit: nama penerbit. 211 . halaman. et al. 4. Mastuhu. Buku yang telah direvisi Nama pengarang. halaman. Jalaluddin Rakhmat. 25-26.. “Benturan Islam dan Modernitas. tahun terbit).8 Perhatikan: jika editor satu orang maka menggunakan singkatan ed. 1997). Hegemoni Budaya (Yogyakarta: Bentang. Artikel dari sebuah jurnal/majalah ilmiah Nama pengarang artikel.. “Perspektif Pasca-Modernisme dalam Kajian Keagamaan. A History of Islamic Societes (Vol. 595. hal. halaman. Dr.6 Perhatikan: singkatan terj. tahun terbit). 7 Lorens Bagus.ed. 22 November. Kamus Filsafat (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. halaman. tahun terbit).Nama pengarang pertama. ”judul artikel. Kamus Nama pengarang.5 Buku terjemahan Nama pengarang asli. hal.” judul buku. namun jika editor dua orang atau lebih menggunakan singkatan eds. kota penerbit: nama penerbit. 2000). 6 Arthur Asa Berger. Prof. tanggal terbit. halaman." Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia. 2 (Oktober. halaman. halaman. 1994). (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. tahun terbit). 44 – 45. Cambridge: Cambridge University Press.3 Perhatikan: hanya nama pengarang pertama yang dicantumkan.10 3 4 Idi Subandi Ibrahim. 2003). hal.. tahun terbit). terj. 9 Dedy N. judul buku.” Koran Tempo. ”judul artikel.9 Artikel dari koran/majalah Nama pengarang artikel.7 Artikel dari sebuah buku antologi Nama pengarang artikel. Lapidus. 67-77. Hidayat. M.54. Setio Budi HH. 5 Ira M. Psikologi Komunikasi (rev. judul buku (nomor volume/jilid. judul kamus (kota penerbit: nama penerbit. No. nama-nama pengarang lainnya diganti dengan singkatan et al. eds. ”judul artikel. hal. 1998). judul buku (kota penerbit: nama penerbit. hal. tahun. terj. 131.. menunjukkan bahwa buku tersebut telah diterjemahkan dan penulis mengutip dari terjemahan tersebut. hal.4 Perhatikan: singkatan rev. hal. edisi jurnal (bulan terbit. Media Analysis Techniques. et al. 8 Rudi Harisyah Alam.Ed.ed. hal. 55. M. judul buku (rev.. tahun terbit). tahun terbit). halaman.

18 Perhatikan: frase ”seperti dikutip oleh” menunjukkan bahwa penulis tidak membaca sumber asal (pertama) kutipan. Media Analysis Techniques. 16 “Pengelolaan Bencana: Pengelolaan Kerentanan Masyarakat.” (Makalah disampaikan dalam Temu Ilmiah Nasional. nama dokumen. 2000). seperti dikutip oleh Arthur Asa Berger. 212 . Muzayin Nazaruddin. tahun terbit). 15 Robert McChesney. terj. 6. tahun).12 Makalah seminar yang tidak diterbitkan Nama penulis. eds.. 4. Singkatan ini berasal dari bahasa latin ibidem yang berarti pada tempat yang sama.” (Skripsi Sarjana. ”judul artikel.thirdworldtraveler. tanggal pernyataan dilakukan. seperti dikutip oleh keterangan lengkap sumber kedua (sesuai aturan catatan kaki). maka langsung mengacu pada judul artikel. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret. Department of Foreign Affairs. fakultas dan universitas. Beberapa Singkatan Khusus dalam Catatan Kaki 1) Ibid. 12 February.” (forum penyampaian makalah. 18 Karl Marx. hal. halaman. 78.” www. tahun. tanggal dikeluarkan dokumen. hal. (nama kota. halaman. (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. Surakarta. “Rich Media Poor Democracy.walhi. jenis pernyataan (wawancara atau pidato). nama kota. hanya membaca dari orang lain (sumber kedua) yang mengutip sumber pertama. Testimony by John. T.com/Robert_McChesney_page. tahun). Jakarta.13 Dokumen yang tidak diterbitkan Lembaga yang mengeluarkan dokumen. 2002. 14 U.Berita koran/majalah ”Judul berita. 2007). ”judul makalah.” alamat lengkap internet (tanggal 15 akses).16 Pernyataan lisan Nama narasumber. 1964). Selected Writings in Sociology and Social Philosophy.14 Artikel dari internet Nama penulis.” (level karya.S.html (akses 16 Agustus 2006). 2004). Vice President International Relations Unocal Corporation to House Committee on International Relations Subcommittee on Asia and The Pacific (Washington D.” nama media. 10 September. 26 – 28 Juni. Bottomore and Maximilien Rubel (New York: McGraw-Hill.11 Skripsi/Tesis/Disertasi yang belum diterbitkan Nama penulis. “War Against Terrorism: Critical Discourse Analysis. penyelenggara seminar. ”judul skripsi/tesis/disertasi. wawancara dengan penulis. hal.or.B.” www. 17 Samijan. tanggal terbit. Maresca.C. Singkatan ini digunakan apabila referensi dalam catatan 11 12 “Islam di AS Jadi Agama Kedua. 44 – 45.” Republika. 13 Muzayin Nazaruddin. tanggal seminar. nama kota.17 Referensi dari sumber kedua Keterangan lengkap sumber pertama (sesuai dengan aturan catatan kaki). Setio Budi HH. J. “Dua Tipe Perempuan dalam Film dan Sinetron Mistik Indonesia. 1998). Jika artikel di internet tidak mencantumkan nama penulis. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. 11 November 2006.id/kampanye/bencana (akses 17 Agustus 2006). 205. hal.

16 Dedy N.Cit. hal. atau lainnya.. 9 Robert McChesney. yaitu apabila referensi dalam catatan kaki pada nomor tersebut sama dengan referensi yang telah dikutip sebelumnya. 213 .Cit. 8 Francis Fukuyama. referensi yang diacu Loc. hal.Cit. 22.” Koran Tempo.Cit.Cit. Setio Budi (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. 15 Hubert L.. Op. 45. cukup ditulis Ibid.Cit.. 1998). 6 Arthur Asa Berger. 5 Ibid. 58.Cit. Singkatan ini berasal dari bahasa latin loco citato yang berarti pada tempat yang telah dikutip. Media Analysis Techniques.. 2000). hal.. 7 Hubert L. 25-26. 72 . No. 70.thirdworldtraveler. 55...Cit. karena sumber kutipannya 3) sama persis dengan nomor (1) baik buku maupun halamannya. Contoh penggunaan: 1 Arthur Asa Berger. Apabila halamannya sama. 22 November. Hidayat. Dreyfus. Cara membaca:  Catatan kaki nomor (2) menggunakan Ibid. hanya saja beda halamannya. Paul Rabinow. 4 Dedy N. hal. Op. internet. 3 Ibid. Hidayat. 28.. Op. 2 (Oktober. baik itu dari koran. Dreyfus. 2) Op. majalah. khusus digunakan bagi referensi yang berupa buku. 99. hal.76. hal. 2 Ibid.com/Robert_McChesney_page. terj. 14 Francis Fukuyama.html (akses 16 Agustus 2006).Cit. Loc. Beyond Structuralism and Hermeneutics (Chicago: University of Chicago Press. hal. 1982). “Benturan Islam dan Modernitas.” www. 96. setelah Ibid. 21.Cit.  Catatan kaki nomor (5) referensinya sama dengan nomor (4). Op. melainkan artikel.. 2001. hal.Cit. 12 Ibid. 11 Ibid. 45. Loc. namun diselingi catatan kaki lain. hanya saja beda halamannya. bila halamannya berbeda." Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia. Loc. hal. “Rich Media Poor Democracy.  Catatan kaki nomor (3) buku referensinya sama dengan nomor (2). Singkatan ini berasal dari bahasa latin opere citato yang berarti pada karya yang telah dikutip. Singkatan ini digunakan apabila referensi dalam catatan kaki pada nomor tersebut sama dengan referensi yang telah dikutip sebelumnya. "Paradigma dan Perkembangan Penelitian Komunikasi. hal. ensiklopedi.kaki nomor tersebut sama dengan referensi pada nomor sebelumnya (tanpa diselingi catatan kaki lain). dituliskan nomor halamannya. Hidayat.. Singkatan ini digunakan sama dengan Op. Namun. 13 Dedy N. bukan berupa buku. namun diselingi catatan kaki lain. Loc.. hal. Paul Rabinow. 10 Arthur Asa Berger.

karena telah diselingi oleh catatan kaki lain dan nomor (7) berbentuk buku (bukan artikel) maka menggunakan Op.  Catatan kaki nomor (13) referensinya sama dengan nomor (4).  Catatan kaki nomor (16) referensinya sama dengan nomor (4). karena telah diselingi oleh catatan kaki lain. Catatan tubuh memuat nama belakang penulis.  Catatan kaki nomor (10) referensinya sama dengan nomor (1). tanpa perlu berpindah ke bagian bawah halaman. Nama penulis menyatu dalam naskah tulisan.Cit. referensinya sama dengan nomor (1). dan diterima oleh masyarakat (Lull. Model ini biasanya ditempatkan sebelum sebuah kutipan.. Catatan tubuh menyatu dengan naskah. Nama penulis Jalaluddin Rakhmat. maka cukup ditulis Rakhmat. dengan nomor (8). yang berinteraksi. termasuk halamannya. b). Contoh: 214 .Cit.. serta menuliskan halamannya. sementara tahun penerbitan dan halaman berada dalam tanda kurung. Teknik Menggunakan Catatan Tubuh Kelebihan catatan tubuh adalah kemudahan bagi pembaca dalam mengecek sumber sebuah kutipan yang langsung terdapat sebelum atau setelah kutipan tersebut. Jika kutipan ini merupakan akhir kalimat. maka menggunakan Op. hanya beda halaman. Contoh: Di titik inilah esensi hegemoni: hubungan di antara agen-agen utama yang menjadi alat sosialisasi dan orientasi ideologis. Nama penulis. ditempatkan setelah selesainya sebuah kutipan.Cit. Prinsip-prinsip dalam menuliskan catatan tubuh: 1). karena telah diselingi oleh catatan kaki lain dan nomor (4) berbentuk artikel (bukan buku) maka menggunakan Loc. hanya ditandai dengan kurung buka dan kurung tutup..  Catatan kaki nomor (12) referensinya sama persis dengan nomor (11). 2). b). karena telah diselingi oleh catatan kaki lain dan nomor (4) berbentuk artikel (bukan buku) maka menggunakan Loc.  Catatan kaki nomor (14) referensinya sama persis. hanya saja beda halamannya. 5. tanpa diselingi catatan kaki lain. serta menuliskan nama pengarang dan halaman.  Catatan kaki nomor (11). tidak berada dalam tanda kurung. tahun terbit buku dan halaman yang dikutip. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain dan nomor (8) berbentuk artikel (bukan buku) maka menggunakan Loc.  Catatan kaki nomor (15) referensinya sama dengan nomor (7). referensinya sama dengan catatan kaki sebelumnya.Cit. Contoh: a)..Cit. hanya beda halamannya. 3). maka cukup ditulis Berger. serta menuliskan halamannya. kumulatif. hanya beda halamannya. maka tanda titik ditempatkan setelah kurung tutup catatan tubuh. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain. tahun terbit dan halaman berada dalam tanda kurung. Nama penulis adalah Arthur Asa Berger. Terdapat dua cara menuliskan catatan tubuh: a).Cit. Catatan kaki nomor (6). maka menggunakan Op. serta menuliskan halamannya. yaitu nomor (10). 1995: 3138).

Artikel dari koran/majalah  .... dkk. dan diterima oleh masyarakat..... 1988: 131). (Lapidus.  Menurut Lull (1995: 31 – 38).... di titik inilah esensi hegemoni: hubungan di antara agen-agen utama yang menjadi alat sosialisasi dan orientasi ideologis.. 2000: 44 – 45) menandaskan .  Harian Republika (10 September 2002) memberitakan . 2... Setio Budi. yang berinteraksi. (Dreyfus dan Rabinow.Menurut Lull (1995: 31-38)...1..... ... Buku dengan satu pengarang  .).. (Hidayat. (Lull... (Alam. 215 ... 2. Oktober 1998: 25-26) menyebut …. Berita koran/majalah  .  Menurut Nazaruddin (Skripsi.. 2004: 205).. Buku dengan dua atau tiga pengarang  ….  Dreyfus dan Rabinow (1982: 72 – 76) mengatakan ….). Jurnal ISKI. Makalah seminar yang tidak diterbitkan  ...  Melandaskan argumen pada Fukuyama (Koran Tempo..... dalam Mastuhu dan Ridwan (eds... et al..... .. Artikel dari sebuah buku antologi  ... Vol.... . Perhatikan: jika editor satu orang maka menggunakan singkatan ed... namun jika editor dua orang atau lebih menggunakan singkatan eds.... 2007)... Koran Tempo. 1997: 52 – 54). (Nazaruddin...  Hidayat (Jurnal ISKI..... .. (Ibrahim. 1998: 77). 1982: 72 – 76).  Menurut Alam (dalam Mastuhu dan Ridwan (eds. 1995: 31 – 38)..1..  Mengacu pada Lapidus (Vol.... No... 10 September 2002).  . 2000: 44 – 45). 1988: 131). Skripsi. Buku yang terdiri dua jilid atau lebih  . (Berger. …. Buku terjemahan  …. 22 November 2001). (Nazaruddin.  Berger (terj..... Setio Budi. Skripsi/Tesis/Disertasi yang belum diterbitkan  .. Makalah... Buku dengan banyak pengarang  . kumulatif. (Fukuyama.. 2004: 205).. Oktober 1998: 25-26). No. 1998: 77)... 1997: 52 – 54). (Republika. terj. Artikel dari sebuah jurnal/majalah ilmiah  . (Ibrahim. 22 November 2001).

Samijan (11 November 2006) mengatakan …… Referensi dari sumber kedua  Menurut Marx (seperti dikutip Takwin.  Dalam dokumen yang dikeluarkan U. akses 15 Juni 2007). .html. 11 November 2006).  Mengutip Chesney (www. Department of Foreign Affairs (1998) disebutkan bahwa …. baris pertama kutipan menjorok lagi ke dalam lebih kurang tujuh karakter. b) Kutipan menjorok ke dalam lebih kurang tujuh karakter. (Chesney. Pernyataan lisan  …. (Samijan..” (Berger.thirdworldtraveler. kalimat ”Pertanyaannya kemudian. www. e) Jika menggunakan catatan tubuh (bodynote). Department of Foreign Affairs...  Dalam wawancara dengan penulis... Dokumen yang tidak diterbitkan  . 2000: 44).html.. Dalam makalahnya yang disampaikan dalam Temu Ilmiah Nasional Komunikasi.com/Robert_ McChesney_page...bekerjanya kelas berkuasa” adalah naskah skripsi. Ketika mereka memegang peranan sebagai sebuah kelas dan menentukan keseluruhannya dalam sebuah kurun waktu. maka cacatan tubuh dicantumkan setelah kutipan. Contoh: Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana kelas berkuasa bekerja melalui ideologi untuk melanggengkan dominasi mereka? Barangkali penting dikutip di sini bagaimana Marx menjelaskan bekerjanya kelas berkuasa: “Individu-individu yang menyusun kelas yang berkuasa berkeinginan memiliki sesuatu/kesadaran dari yang lainnya. 2000: 44 – 45) Dalam contoh di atas. 1998). dengan cara copy-paste dari address web secara langsung.. wawancara. Penggunaan Kutipan dan Referensi 1) Kutipan langsung empat baris atau lebih Prinsip-prinsip: a) Kutipan dipisahkan dari teks.. …..com/ Robert_McChesney_ page. 6. akses 15 Juni 2007).S. Artikel dari internet  ….... ... hal tersebut adalah bukti diri bahwa mereka melakukan tersebut dalam jangkauannya kepada yang lainnya. Kalimat 216 . c) Kutipan diketik dengan spasi satu..thirdworldtraveler. (U.. Perhatikan: alamat web yang dicantumkan adalah alamat lengkap. Nazaruddin (2007) mengatakan.. d) Kutipan diawali dan diakhiri dengan tanda kutip (boleh tidak). sebagai pemproduksi ide serta mengatur produksi dan distribusi idenya pada masa tersebut. Bila awal kutipan adalah alinea baru... memegang peranan sekaligus pula sebagai pemikir-pemikir.S.

Kalimat ”Individu-individu.. Dalam hal produksi dan penyebarluasan ide inilah kita bisa mengurai saling keterkaitan antara kelas penguasa. 20 Arthur Asa Berger. Catatan kaki dalam contoh ini bisa dilengkapi dengan keterangan tambahan. kalimat “Bagi sebuah kekuasaan …. b). contoh: 19 Arthur Asa Berger. contoh: Bagi sebuah kekuasaan resmi negara. for wielding power” adalah kutipan dari buku yang ditulis R. f) Jika menggunakan catatan kaki (footnote). hal.. Kutipan harus diawali dan diakhiri dengan tanda kutip. Jika menggunakan catatan tubuh. secara khusus adalah seorang presiden ataupun raja yang berkuasa. memegang peranan sekaligus pula sebagai pemikirpemikir. c). Setio Budi (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya." Dalam contoh di atas.”Individu-individu. lalu di bagian bawah halaman tersebut (bagian kaki halaman) terdapat keterangan nomor indeks yang menjelaskan sumber kutipan tersebut. wacana dan media. Kutipan tidak dipisahkan dari teks (menyatu dengan teks).P. for presidents. Hart (1967: 61) mengatakan: "The symbolic dimensions of politics speech-making. 2000). 20 2) Kutipan langsung kurang dari empat baris Prinsip-prinsip: a).. terj. 44 – 45. 2000). 44 – 45.bekerjanya kelas berkuasa” adalah naskah skripsi. d). kalimat ”Pertanyaannya kemudian... salah satu representasi ideologi yang penting terwujud dalam pidato dan pernyataan-pernyataan para penyelenggara kekuasaan negara tersebut.” 19 Dalam contoh di atas. Kelas penguasa itu. Contoh: Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana kelas berkuasa bekerja melalui ideologi untuk melanggengkan dominasi mereka? Barangkali penting dikutip di sini bagaimana Marx menjelaskan bekerjanya kelas berkuasa: “Individu-individu yang menyusun kelas yang berkuasa berkeinginan memiliki sesuatu/kesadaran dari yang lainnya. ideologi. diterbitkan pada tahun 2000. Setio Budi (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. sebagai pemproduksi ide serta mengatur produksi dan distribusi idenya pada masa tersebut. Kalimat “The symbolic …. merupakan pemikir. dan kutipan berasal dari halaman 44-45 buku tersebut. is a political act... Hart. diterbitkan pada tahun 1967. Jika menggunakan catatan kaki. 217 .. hal.. raja yang berkuasa” adalah naskah skripsi.. Cukup jelas.. seperti ditegaskan Marx. Marx menawarkan gagasan bahwa ide-ide atau gagasan pada suatu masa adalah yang disebarluaskan dan dipopulerkan oleh kelas berkuasa sesuai kepentingannya. maka nomor indeks ditempatkan setelah kutipan.pada masa tersebut” adalah kutipan. Media Analysis Techniques. hal tersebut adalah bukti diri bahwa mereka melakukan tersebut dalam jangkauannya kepada yang lainnya.pada masa tersebut” adalah kutipan langsung dari sebuah buku yang ditulis Arthur Asa Berger. the mechanism for wielding power.. pemproduksi ide sekaligus mengatur distribusi idenya. Media Analysis Techniques.. terj. Ketika mereka memegang peranan sebagai sebuah kelas dan menentukan keseluruhannya dalam sebuah kurun waktu. dan kutipan berasal dari halaman 61 buku tersebut..

is a political act. Media Sociology (London and New York: Routledge. media adalah subjek yang lengkap dengan pandangan. Janet Woollacott dan David Barrat menegaskan pandangan para teoritis Marxis bahwa ideologi yang dominanlah yang akan tampil dalam pemberitaan. serta keberpihakan ideologisnya. Catatan kaki dalam contoh ini bisa dilengkapi dengan keterangan tambahan.P." 21 Dalam contoh di atas. 61. raja yang berkuasa” adalah naskah skripsi. hal. for presidents. d) Jika menggunakan catatan kaki. Media berpihak pada kelompok dominan. contoh: Media bukanlah sarana netral yang menampilkan berbagai ideologi dan kelompok apa adanya. contoh: Media bukanlah sarana netral yang menampilkan berbagai ideologi dan kelompok apa adanya. 1982).P. Janet Woollacott dan David Barrat menegaskan pandangan para teoritis Marxis bahwa ideologi yang dominanlah yang akan tampil dalam pemberitaan (Wollacott. Lihat lebih jauh di R. 218 . kepentingan. the mechanism for wielding power. James Curran and James Wollacott (London: Methuen. hal. serta keberpihakan ideologisnya. “Message and Meanings”. 1994). 24 21 R. Hardt. c) Jika menggunakan catatan tubuh. 1994: 51-52). Corcohan menunjukkan bahwa tiap presiden ternyata mempunyai gaya bahasa serta strategi wacana yang berbeda. kepentingan. Hart mengatakan: "The symbolic dimensions of politics speech-making. Hardt. Dalam contoh di atas. for wielding power” adalah kutipan. 22 Pada dasarnya tiap pemimpin politik selalu menciptakan bahasa politik yang menjadi kekuatan utama konsolidasi simbolik dalam rangka mendukung politik dijalankan serta meneguhkan ideologi kekuasaan. salah satu representasi ideologi yang penting terwujud dalam pidato dan pernyataan-pernyataan para penyelenggara kekuasaan negara tersebut...Bagi sebuah kekuasaan resmi negara. Society and the Media. secara khusus adalah seorang presiden ataupun raja yang berkuasa. hal. Michael Gurevitch. Kalimat “The symbolic …. 22 3) Kutipan tidak langsung Prinsip-prinsip: a) Kutipan tidak dipisahkan dari teks (menyatu dengan teks). 109. The Sound of Leadership: Presidential Communication in the Modern-Age (Chicago: Chicago University Press. 51-52. 1987). 1987).23 Media berpihak pada kelompok dominan. dalam Culture. Dalam contoh di atas. Dalam sebuah studinya mengenai pidato kemenangan presiden di Amerika. Lihat juga Janet Wollacott. media adalah subjek yang lengkap dengan pandangan. 61. menyebarkan ideologi mereka sekaligus mengontrol dan memarginalkan wacana dan ideologi kelompok-kelompok lain. hal. 23 David Barrat. pernyataan bahwa ”ideologi yang dominan yang akan tampil dalam pemberitaan” adalah inti pendapat dari James Wollacott dan David Barrat yang penulis sajikan dalam bahasa sendiri. eds. Barrat. The Sound of Leadership: Presidential Communication in the Modern-Age (Chicago: Chicago University Press. catatan kaki bisa dilengkapi dengan keterangan tambahan. 1982: 109. kalimat “Bagi sebuah kekuasaan …. b) Kutipan tidak boleh menggunakan tanda kutip. menyebarkan ideologi mereka sekaligus mengontrol dan memarginalkan wacana dan ideologi kelompok-kelompok lain.

Kota penerbit: nama penerbit. Volume/Jilid. Buku dengan dua atau tiga pengarang Nama pengarang 1 (dibalik). Beyond Structuralism and Hermeneutics. Buku yang telah direvisi Nama pengarang (dibalik).  Data publikasi media. 1988. Chicago: University of Chicago Press. tahun terbit. et. Media Sociology (London and New York: Routledge. hal. tahun terbit. 24 Keberpihakan media akan menampilkan kelompok dominan dalam pemberitaan. nama penerjemah.ed.al.ed. 51-52.al. tahun terbit. Cambridge: Cambridge University Press. Michael Gurevitch. nama penerbit. Rev. Dreyfus. Judul buku. Judul buku. Lihat juga Janet Wollacott. 2003. dalam Culture.  Judul buku (termasuk judul tambahannya). 219 . 1994). tahun terbit. ditempatkan di bagian terakhir (halaman terpisah/tersendiri) dari tulisan ilmiah tersebut. Judul buku. Daftar pustaka atau bibliografi mutlak ada dalam sebuah karya ilmiah. artikel..6. Cara penyusunan daftar pustaka: Buku dengan satu pengarang Nama pengarang (dibalik). nama pengarang 3 (tidak dibalik). Hegemoni Budaya. Kota penerbit: nama penerbit. Media Sociology. 1982. Rev. Psikologi Komunikasi. Vol.  Data publikasi (tempat terbit. 1994. tahun terbit). terj. A History of Islamic Societes. Jalaluddin. James Curran and James Wollacott (London: Methuen. Kota penerbit: nama penerbit. Kota penerbit: nama penerbit. tahun terbit.3). tahun terbit.  Alamat lengkap internet dan waktu akses (untuk bahan dari internet). Buku terjemahan Nama pengarang asli (dibalik). Barrat. Society and the Media. Yogyakarta: Bentang. tanggal terbit). 1982). Bibliografi disusun secara alfabetis (Lampiran VI. nama pengarang 2 (tidak dibalik). Buku yang terdiri dua jilid atau lebih Nama pengarang (dibalik). Kota penerbit: nama penerbit. Ira M. 1997. Kota penerbit: nama penerbit. Daftar Pustaka Daftar pustaka/bibliografi adalah daftar yang berisi buku.  Nama pengarang artikel dan judul artikel (untuk artikel). menunjukkan sifat referensial atas karya tersebut. Ibrahim. untuk artikel di media (nama media. et. eds. dan segenap kepustakaan lainnya yang digunakan dalam menyusun sebuah tulisan ilmiah. Lihat David Barrat. Unsur-unsur dalam sebuah daftar pustaka:  Nama pengarang (ditulis secara terbalik). Buku dengan banyak pengarang Nama pengarang 1 (dibalik). “Message and Meanings”. Hubert L. Lapidus. tetapi juga memproduksi ideologi dominan itu sendiri. 109. Judul buku. Idi Subandi. media bukan hanya alat bagi ideologi dominan. Paul Rabinow. Judul buku. London and New York: Routledge. hal. Rakhmat. Judul buku. dokumen. Bandung: Remaja Rosdakarya. David. Lebih jauh.1.

“War Against Terrorism: Critical Discourse Analysis. 32-43. Jakarta. fakultas dan universitas. 2004. 1998). Kamus Nama pengarang kamus (dibalik). II (Oktober. tahun. tahun terbit. Muzayin.” Makalah disampaikan dalam Temu Ilmiah Nasional. penyelenggara seminar. ”Judul artikel. Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. Judul kamus. Artikel dari sebuah buku antologi Nama pengarang artikel (dibalik). Lorens. ed. 1998. Hidayat. tanggal dan tahun terbit. Fukuyama. ”Judul makalah. edisi jurnal (bulan terbit. tahun terbit). Makalah seminar yang tidak diterbitkan Nama penulis (dibalik).” Skripsi Sarjana. Nazaruddin. Bagus. eds. 22 November 2001. terj. ”Judul artikel." Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia.Berger.Ed. halaman. Kota penerbit: nama penerbit. Alam. 2000. “Benturan Islam dan Modernitas. "Paradigma dan Perkembangan Penelitian Komunikasi. 2007. Kamus Filsafat. 10 September 2002. Francis.” Nama media. Setio Budi HH. Perhatian: halaman yang dimaksud di daftar pustaka ini adalah halaman dari awal sampai akhir tempat artikel berada dalam jurnal/majalah ilmiah.. namun jika editor dua orang atau lebih menggunakan singkatan eds.” Forum penyampaian makalah. Media Analysis Techniques. Artikel dari koran/majalah Nama pengarang artikel (dibalik). Dr. 220 .” Republika. Prof. Skripsi/Tesis/Disertasi yang belum diterbitkan Nama penulis (dibalik). nama kota. nama editor.” Nama media. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.” Judul buku.” Koran Tempo. Berita koran/majalah ”Judul berita. Dedy N. Deden Ridwan. M. Rudi Harisyah. ”Judul artikel. Nazaruddin. Mastuhu.” Level karya. tahun terbit.” Kajian Keagamaan dalam Tradisi Baru Penelitian Agama Islam Tinjauan Antardisiplin Ilmu. Kota penerbit: nama penerbit. M. Surakarta. ”Judul skripsi/tesis/disertasi. tahun terbit.” Nama jurnal/majalah ilmiah. “Dua Tipe Perempuan dalam Film dan Sinetron Mistik Indonesia. Perhatian: jika editor satu orang maka menggunakan singkatan ed. 1994. Muzayin. bukan halaman yang dikutip.. hal. Arthur Asa. nama kota. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret. tanggal dan tahun terbit. Artikel dari sebuah jurnal/majalah ilmiah Nama pengarang artikel (dibalik). “Perspektif Pasca-Modernisme dalam Kajian Keagamaan. “Islam di AS Jadi Agama Kedua. Bandung: Penerbit Nuansa dan PUSJARLIT. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Surat Lamaran Pekerjaan adalah surat yang dibuat seseorang ( pelamar ) yang ditujukan kepada kantor atau perusahaan tertentu guna mendapatkan pekerjaan sesuai dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan. tanggal dan tahun dikeluarkan dokumen. Surat pribadi adalah surat yang dibuat oleh seseorang yang isinya menyangkut kepentingan pribadi. U. Sumber Informasi. “Pengelolaan Bencana: Pengelolaan Kerentanan Masyarakat. Radio. ”Judul artikel. Surat lamaran termasuk surat pribadi. Televisi atau Internet. Washington D.” www. 2) Pengumuman yang berasal dari kantor/perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. dan menyusun bahasa surat yang baik dan benar. Pedoman Penulisan Surat Lamaran. Artikel di internet Nama penulis (dibalik). Vice President International Relations Unocal Corporation to House Committee on International Relations Subcommittee on Asia and The Pacific. Surat keluarga biasanya dibuat oleh anak kepada orangtuanya karena dalam perantauan (misalnya kuliah atau bekerja di tempat yang jauh).S. McChesney. dan sebagainya.com/Robert_McChesney_page. Sedangkan yang termasuk surat pribadi adalah : surat keluarga.” Alamat lengkap internet (waktu akses). Testimony by John. Surat Keluarga adalah surat yang dibuat seseorang yang isinya menyangkut kepentingan pribadi atau keluarga. SURAT PRIBADI Yaitu surat yang dikirimkan seseoarang kepada orang lain atau suatu organisasi/instansi. Department of Foreign Affairs. Nama dokumen. 3) Pengumuman dari DEPNAKER.” www. komponen surat resmi. proses pengajuan surat lamaran.. Menurut kepentingan dan pengirimnya. surat dapat dikelompokkan sebagai berikut: a. Maresca. J. bisa juga surat dari saudara yang satu dengan yang lain dan berlainan tempat.or. pedoman penulisan. ”Judul artikel. Nama kota. konsep surat tidak resmi (pribadi) dan komponen surat tidak resmi. lampiran yang diminta.html (akses 16 Agustus 2006).Dokumen yang tidak diterbitkan Lembaga yang mengeluarkan dokumen. saat ini sangat banyak informasi lowongan pekerjaan yang dapat diperoleh dengan mudah dari berbagai sumber informasi tinggal bagaimana seorang pencari kerja dapat memanfaatkan berbagai sumber yang ada. J. Robert. 1) Surat lamaran dapat ditulis tangan oleh pelamar dengan kertas folio bergaris tetapi tidak boleh pada halaman bolak221 . Surat Resmi (dinas) dan Surat Tidak Resmi (pribadi) Konsep surat resmi (dinas).C.id/kampanye/bencana (akses 17 Agustus 2006). 12 February 1998. surat lamaran pekerjaan. JENIS-JENIS SURAT 1. Sumber informasi lowongan pekerjaan tersebut di antaranya dari : 1) Iklan Surat Kabar. “Rich Media Poor Democracy. Untuk membuat surat lamaran pekerjaan perlu memperhatikan tahap-tahapnya yaitu : sumber informasi.” Alamat lengkap internet (waktu akses).thirdworldtraveler. 4) Pegawai kantor atau perusahaan. surat perijinan.walhi.

Pada bagian tanda tangan surat lamaran seringkali suatu kantor khususnya kantor pemerintah menghendaki perlunya dibubuhi materai. Pembuka/salam pembuka (diakhiri tanda koma) 8. tanggal. Nomor surat. Selain surat bersifat pribadi kepada instansi atau kantor tempat kerja seseorang. berupa garis besar isi surat 5. nama (biasanya disertai nomor induk pegawai atau NIP) 11. yaitu surat resmi yang dipergunakan oleh perusahaan atau badan usaha. yaitu surat resmi yanng dipergunakan oleh organisasi kemasyarakatan yang bersifat nirlaba ( nonprofit). Alamat yang dituju (jangan gunakan kata kepada) 7. yaitu: 1) Surat dinas pemerintah. terdiri dari Nama instansi/lembaga. data lampiran. yaitu surat resmi yang digunakan instansi pemerintah untuk kepentingan administrasi pemerintahan. ditulis dengan variasi huruf besar dan kecil. 2) Surat niaga. kalimat pembuka. tanda tangan. Contoh : 1. Surat ijin untuk tidak masuk kerja / sekolah. terkecuali penulisan berdasarkan ejaan yang disempurnakan (EYD) haruslah menyesuaikan). dan sebagainya ditulis dengan huruf kecil. SURAT RESMI adalah surat yang disampaikan oleh suatu instansi/lembaga kepada seseorang atau lembaga/instansi lainnya. Alamat instansi/lembaga. 2. tempat. Foto kopi Ijasah. 2.5 spasi. kata penutup. tanda tangan dan nama jelas. 2. Lampiran Surat Lamaran disesuaikan dengan permintaan dari sumber informasi dan penyusunannya diurutkan kecuali untuk pas foto dan foto copy bisa diletakkan di atas susunan lamaran. yakni urutan surat yang dikirimkan 3. berisi salam penutup. Surat ijin untuk mengadakan keramaian / hajatan kepada RT atau Lurah dan sebagainya. materai jika diminta. Isi surat (Uraian isi berupa uraian hari. perihal. Tanggal surat (penulisan di sebelah kanan sejajar dengan nomor surat) 6. 9. Hal. ditulis dengan huruf kapital/huruf besar. Penutup surat. surat ijin juga diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pihak pihak tertentu apabila seseorang atau sebuah keluarga ingin mengadakan suatu kegiatan atau keramaian di masyarakat hal ini dimaksudkan agar jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pihak tersebut bisa ikut bertanggung jawab. Apabila sumber informasi lowongan kerja tidak mencantumkan/meminta syarat secara lengkap biasanya pelamar melengkapi surat lamarannya dengan melampirkan : Daftar Riwayat Hidup.balik atau diketik dengan kualitas kertas yang baik (HVS minimal 60 gram) dengan jarak baris 1. waktu. 3) Surat sosial. Kepala/kop surat. Isi surat lamaran terdiri dari : tempat dan tanggal surat. Logo instansi/lembaga. berupa penyertaan/pemberitahuan kepada atasan tentang adanya suatu kegiatan. Lampiran. kalimat penutup. alamat surat. Penutup surat 10. tembusan surat. berisi lembaran lain yang disertakan selain surat 4. bisa juga pelamar menambahkan persyaratan lain yang sifatnya melengkapi syarat yang sudah ada agar lebih bisa menjadi bahan pertimbangan. salam pembuka. 222 . Surat resmi (surat dinas) terbagi atas beberapa bagian. Foto kopi KTP dan Pas foto Surat Perijinan adalah surat yang ditulis seseorang yang isinya menyangkut permohonan ijin kepada pihak tertentu untuk mendapatkan ijin yang dimaksudkan. Bagian-bagian surat resmi: 1. jabatan. data pribadi. b.

MEMO Pesan singkat merupakan salah satu bentuk komunikasi tidak langsung yang disampaikan secara tertulis dengan bahasa yang singkat. 6) tanggal penulisan memo. surat konfidensial ( terbatas). Memo biasanya terdiri atas: 1) kepala memo. serta memo dan nota.. 3) penerima memo/alamat yang dituju. Pesan singkat yang bersifat resmi/dinas sering disebut dengan memo (memorandum). 7. dan jelas tetapi tetap memperhatikan sopan santun. Bahasa yang digunakan dalam mengirim pesan singkat pribadi sangat bergantung kepada siapa pesan tersebut kita kirim. Yang jelas pesan tersebut ditulis secara singkat. surat kilat. Jenis Surat menurut isinya. K. isi surat dapat diketahui oleh oranng lain selain yang dituju. surat panggilan. Pesan singkat yang dikirim melalui tulisan di kertas ada yang bersifat formal/resmi dan nonformal/pribadi. isi surat hanya boleh diketahui oleh kalangan tertentu yang terkait saja. 223 . b. 7) tanda tangan dan nama pengirim memo. surat permintaan. Jenis surat berdasarkan banyaknya sasaran surat dapat dikelompokkan menjadi surat biasa. 6. artinya. 4) pemberi/pengirim memo. surat dapat dikelompokkan sebagai berikut : surat pemberitahuan. 5) isi memo. atau (5) permintaan maaf. surat peringatan. surat biasa. (3) instruksi untuk melakukan sesuatu. Pesan singkat bisa dalam bentuk memo atau SMS/e-mail. Isi pesan singkat dapat berupa: (1) penjelasan tentang sesuatu yang terjadi atau akan terjadi. jelas. teleks atau faksimile. surat penawaran. warkat pos. dan surat kilat khusus. padat. padat. surat rahasia. yaitu surat yang isinya hanya boleh diketahui orang yang dituju saja. surat edaran. 5. kartu pos. 2. Pesan singkat pribadi ditulis dan dikirim oleh individu kepada individu lain untuk kepentingan pribadi.c. telegram. Jenis surat berdasarkan wujudnya surat terbagi atas surat bersampul. surat perjanjian. Slogan dan Poster Slogan adalah perkataan atau kalimat pendek yang menarik dan mudah diingat untuk memberitahukan atau menyampaikan sesuatu. surat laporan. surat pengantar. surat perintah. maksudnya. 4. SMS pada era global ini merupakan bentuk pengiriman pesan yang lebih efektif. Memo biasanya ditulis dan dikirim oleh atasan kepada bawahan. 2) identitas judul memo/tulisan ‘memo’. Jenis surat berdasarkan ruang lingkup sasarannya surat terbagi atas surat intern dan surat ekstern. surat keputusan. 3. Jenis surat menurut sifatnya surat dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. dan surat pengumuman. c. surat pemesanan. (2) rencana pertemuan atau undangan untuk seseorang. (4) permintaan penjelasan tentang sesuatu. dan santun. Khusus dalam penulisan pesan singkat melalui SMS sering kita gunakan singkatan kata untuk meminimalisir jumlah huruf yang digunakan. surat terbagi atas surat biasa. surat undangan dan surat lamaran pekerjaan. Jenis surat berdasarkan tingkat kepentingan penyelesainnya.

dan 2.efektif. Slogan berisi mengenai tujuan ideologi suatu organisasi. isinya singkat dan jelas.kalimatnya pendek. melihat wawasan yang ada dan menjadikannya sebagai khazanah pribadi. sedangkan Poster berisi mengenai himbauan. Berdasarkan isinya.biasa'a berupa Poster Bertujuan untuk menyampaikan suatu infirmasi dan memengaruhi pandangan serta pendapat orang terhadap informasi tersebut. RANGKUMAN Keterampilan Membaca-Menulis-Membaca merupakan keterampilan dasar. Slogan memiliki ciri bahasa yang menarik. Perbedaan antara Slogan dan Poster Slogan lebih mengarah/menekankan pada kata-kata/kalimat. maka menulis adalah proses menyajikan 224 .pengumuman. Poster kegiatan : Bertujuan memberitahukan adanya suatu kegiatan mengajak pembaca mengikuti atau berpartisipasi dalam megaton tersebut.mudah dimengerti.Misalnya: poster rokok. Ini berarti bahwa keterampilan tersebut perlu dimiliki setiap orang. Poster niaga : Bersifat menarik pembaca untuk membeli atau menggunakan suatu barang atau jasa. dll. Jika membaca adalah proses membuka jendela dunia.menarik. ajakan. dan penyaluran aspirasi tertentu. 3.menjelaskan visi.jelas. poster sabun. dipasang ditempat umum .singkat.atau iklan. golongan.tujuan POSTER Poster adalah. L. Poster memiliki ciri bahasa yang menarik. 4.mudah dipahami. tidak saja untuk meraih keberhasilan selama bersekolah melainkan juga sepanjang hayatnya.Slogan Bertujuan untuk menyampaikan suatu infirmasi dan memengaruhi pandangan serta pendapat orang terhadap informasi tersebut. poster sepatu. Poster hiburan : Berisi pemberitahuan adanya sesuatu hal yang bersifat hiburan.poster dibagi menjadi 1.misi. Poster penerangan atau pendidikan : Bersifat mempengaruhi pembaca untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perilaku tertentu.dan mudah diingat.menarik perhatian pembaca selain itu jika diperlukan dapat ditambahkan gambar atau ilustrasi. upaya pendidikan.plakat yg biasa ajakan. dan sebagainya. Poster yang berisi penawaran sebuah produk atau jasa.mudah dipahami. serta bersifat persuasif.sedangkan Poster lebih menekankan informasinya dalam suatu gambar/ilustrasi.

kembali khazanah tersebut kepada masyarakat luas. Anda bisa menggabungkan sebuah khazanah dengan khazanah yang sudah dimiliki sebelumnya. Sangat sulit bagi seseorang untuk menulis sesuatu yang di luar dirinya. Dengan demikian membaca mau tidak mau adalah proses yang harus dijalani oleh orang yang berkeinginan untuk bisa menulis. Jika selama ini Anda kesulitan menulis dan selalu berhenti pada kalimat atau paragraf pertama, bisa jadi penyebabnya karena terlalu sedikit stok informasi yang Anda miliki sebelumnya. Anda harus menambah stok tersebut agar proses menulis menjadi lancar. Variasi Bahasa-Variasi Bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen. Dalam hal variasi bahasa ini ada dua pandangan. Pertama, variasi itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa itu. Jadi variasi bahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa. Kedua, variasi bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam. Kedua pandangan ini dapat saja diterima ataupun ditolak. Yang jelas, variasi bahasa itu dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya keragaman sosial dan fungsi kegiatan didalam masyarakat sosial. Namun Halliday membedakan variasi bahasa berdasarkan pemakai (dialek) dan pemakaian (register). Berikut ini akan dibicarakan variasi-variasi bahasa tersebut, dimulai dari segi penutur ataupun dari segi penggunanya. 1. Variasi dari Segi Penutur, 2. Variasi dari Segi Pemakaian, 3. Variasi dari Segi Keformalan, dan 4. Variasi dari Segi Sarana. Mengubah Teks Wawancara menjadi Narasi- Teks wawancara merupakan bentuk penyajian informasi berupa tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Narasi merupakan bentuk karangan pengisahan suatu cerita atau kejadian. Anda akan berlatih mengubah teks wawancara menjadi teks narasi. Hal itu berarti teks yang berupa tanya jawab antara penanya dan narasumber diubah menjadi bentuk tulisan atau teks cerita Bagaimana cara mengubah teks wawancara menjadi bentuk naratif? Perlu dicermati lagi bahwa wawancara biasanya berupa kalimat langsung. Jika dinarasikan maka Anda harus mengubah kalimat tersebut menjadi kalimat tak langsung. Masih ingatkah kalian ciri-ciri kalimat langsung dan tak langsung? Menjelaskan Cara Membaca Tabel, Diagram, Grafik, dan Denah secara Benar. Informasi verbal adalah informasi yang disampaikan dengan kata-kata. Adapun informasi nonverbal adalah informasi yang disajikan dengan bentuk visual, seperti gambar, bagan, grafik, diagram, matriks, dan tabel. Paragraf, Syarat-syarat Paragraf, Jenis Paragraf, dan Penanda Hubungan antarparagraf-Paragraf adalah kesatuan pikiran yang mengungkapkan ide pokok yang berbentuk dalam rangkaian kalimat yang berkaitan dengan bentuk (kohesi) dan makna (koherensi). Paragraf adalah bagian karangan yang terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran. Dalam paragraf terdapat tiga persyaratan agar paragraf menjadi padu, yaitu kepaduan, kesatuan, dan kelengkapan. Penggunaan EYD-Bahasa menunjukkan bangsa, tiada bahasa hilanglah bangsa. Sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987, perlu disempurnakan kembali. Berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Maka lahirlah Permendiknas no. 46 Thun 2009 Tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, dalam permendiknas tersebut dipergunakan bagi 225

instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, dinyatakan tidak berlaku. Penulisan Karya Ilmiah, Penulisan Kutipan, dan Penulisan Daftar Pustaka, disajikan artikel ilmiah, artikel popular, cara memilih topik PTK, cara menyusun kutipan dan daftar pustaka. Surat Resmi dan Surat Tidak Resmi- Peserta dapat menjelaskan konsep surat resmi (dinas), komponen surat resmi, konsep surat tidak resmi (pribadi) dan komponen surat tidak resmi, dan menyusun bahasa surat yang baik dan benar. Slogan dan Poster-disajikan materi tentang slogan dan poster, perbedaan kedua media tersebut, menyusun slogan dan poster. M. Evaluasi 1. Jelaskan konsep-konsep dasar dalam keterampilan membaca dan menulis! 2. Jelaskan variasi bahasa untuk menunjang pembelajaran keterampilan berbahasa! 3. Jelaskan cara mengubah teks wawancara menjadi narasi! 4. Bacalah secara benar tabel, diagram, denah, dan grafik yang telah Anda siapkan! 5. Jelaskan konsep paragraf, syarat-syarat paragraf, jenis paragraf, dan penanda hubungan antarparagraf! 1. Buatlah sebuah paragraf naratif tentang PLPG! 2. Tentukan bentuk paragraf yang telah Anda susun! 3. Tentukan jenis paragraf yang telah Anda susun! 4. Tuliskan kembali ide pokok paragraf Anda tersebut! 5. Tuliskan kembali Kalimat utama paragraf Anda tersebut! 6. Tuliskan kembali kalimat-kalimat penjelas paragraf Anda tersebut! 6. Susunlah lima buah kalimat efektif! 7. Susunlah sebuah paragraph dengan menerapkan penggunaan EYD secara baik dan benar! 8. Susunlah sebuah artikel ilmiah dengan menerapkan cara penulisan kutipan dan penulisan Daftar Pustaka secara benar! 9. Menjelaskan konsep surat resmi (dinas), komponen surat resmi, konsep surat tidak resmi (pribadi) dan komponen surat tidak resmi, dan menyusun bahasa surat yang baik dan benar. a. Buatlah sebuah surat penawaran barang! b. Atas dasar surat yang telah Anda susun jawablah hal-hal berikut. 1) Tuliskan bagian-bagian suratnya! 2) Tuliskan kalimat pembuka suratnya! 3) Tuliskan salam penutupnya! 10.Buatlah sebuah slogan sekolah Anda. N. Kunci Jawab 1. Konsep-konsep dasar dalam keterampilan membaca dan menulis. Keterampilan Membaca-Menulis-Membaca merupakan keterampilan dasar. Ini berarti bahwa keterampilan tersebut perlu dimiliki setiap orang, tidak saja untuk meraih keberhasilan selama bersekolah melainkan juga sepanjang hayatnya. Jika membaca adalah proses membuka jendela dunia, melihat wawasan yang ada dan menjadikannya sebagai khazanah pribadi, maka

226

menulis adalah proses menyajikan kembali khazanah tersebut kepada masyarakat luas. Membaca mau tidak mau adalah proses yang harus dijalani oleh orang yang berkeinginan untuk bisa menulis. Jika selama ini Anda kesulitan menulis dan selalu berhenti pada kalimat atau paragraf pertama, bisa jadi penyebabnya karena terlalu sedikit stok informasi yang Anda miliki sebelumnya. Anda harus menambah stok tersebut agar proses menulis menjadi lancar. 2. Variasi bahasa untuk menunjang pembelajaran keterampilan berbahasa! Variasi Bahasa-Variasi Bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen. Dalam hal variasi bahasa ini ada dua pandangan. Pertama, variasi itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa itu. Jadi variasi bahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa. Kedua, variasi bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam. Kedua pandangan ini dapat saja diterima ataupun ditolak. Yang jelas, variasi bahasa itu dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya keragaman sosial dan fungsi kegiatan didalam masyarakat sosial. Namun Halliday membedakan variasi bahasa berdasarkan pemakai (dialek) dan pemakaian (register). Berikut ini akan dibicarakan variasi-variasi bahasa tersebut, dimulai dari segi penutur ataupun dari segi penggunanya. 1. Variasi dari Segi Penutur, 2. Variasi dari Segi Pemakaian, 3. Variasi dari Segi Keformalan, dan 4. Variasi dari Segi Sarana. 3. Jelaskan cara mengubah teks wawancara menjadi narasi! Teks wawancara merupakan bentuk penyajian informasi berupa tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Untuk menceritakan atau menyampaikan kembali hasil wawancara kepada orang lain, teks wawancara perlu diubah dalam bentuk narasi. Narasi merupakan bentuk karangan pengisahan suatu cerita atau kejadian. Agar Anda dapat menarasikan teks wawancara dengan baik, lakukan langkah-langkah berikut. Bacalah teks wawancara dengan cermat, Catatlah pokok-pokok isi wawancara. Buatlah pengantar ke arah isi wawancara. Narasikan isi wawancara dengan mengembangkan pokok-pokok isi. Lengkapilah narasi dengan bagian penutup. 4. Jawaban kalimat bebas sesuai fakta tabel, diagram, denah, dan grafik yang telah siapkan peserta. 5. Jawaban kalimat bebas sesuai konteks paragraf yang disusun peserta! 6. Jawaban kalimat bebas asal sesuai syarat kalimat efektif. 7. Susunlah sebuah paragraph dengan menerapkan penggunaan EYD secara baik dan benar! 8. Jawaban kalimat bebas asal telah menerapkan cara penulisan kutipan dan penulisan Daftar Pustaka secara benar. 9. Jawaban kalimat bebas sesuai surat yang telah disusun peserta. 10. Jawaban kalimat bebas sesuai kondisi masing-masing peserta

DAFTAR PUSTAKA Alwasilah, A. Chaedar. 2000. Politik Bahasa dan Pendidikan. Cet. II. Bandung: Remaja Rosdakarya.

227

Alwi, Hasan dan Dery Sugono. 2002. Telaah Bahasa dan Sastra. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Alwi, Hasan. 1996. ”BIPA: Hari Ini dan Esok”. Dalam Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing. (Husen dkk. Penyunting). Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Arifin, Zaenal dan S. Amran Tasai. 2002. Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Akademika Pressindo. Azies, Furqanul dan Alwasilah, A. Chaedar. 1996. Pengajaran Bahasa Komunikatif Teori dan Praktek. Cet. I. Bandung: Remaja Rosdakarya. Semi, M. Atar. 1995. Dasar-Dasar Keterampilan Menulis. Bandung: Mugantara. Chaer, Abdul dkk. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta, 2004. Doyin, Moh. 2010. Artikel Ilmiah. Unnes Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Ibrahim, Syukur, dkk. Bahan Ajar Sintaksis Bahasa Indonesia. Departemen Pendidikan Nasional Universitas Negeri Malang. Ramlan, M. 2001. Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis. Yogyakarta: C.V. Karyono. Rusnaji, Oscar. Aspek-aspek Linguistik. IKIP Malang. Rusnaji, Oscar. 1983. Aspek-aspek Sintaksis Bahasa Indonesia. IKIP Malang. Samsuri. 1985. Tata Bahasa Indonesia Sintaksis. Jakarta: Sastra Budaya. Sugono, Dendy. 1986. Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: C.V. Kilat Grafika. Tarigan, Henry Guntur. 1994. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Verhaar. 2004. Asas-asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada university Press. Wirjosoedjarmo. 1984. Tata Bahasa Indonesia. Surabaya: Sinar Wijaya

228

229

Hal ini bisa dilihat dengan adanya kecenderungan dari sebagian guru berupaya menerapkan berbagai model pembelajaran yang mutakhir atau kita sebut saja model pembelajaran inovatif di sekolahnya masing-masing. B. yang juga cenderung bersifat elementer dan parsial. khususnya yang menggeluti bidang pendidikan. Paradigma konstruktivistik tentang pembelajaran merupakan paradigma alternatif yang muncul sebagai akibat terjadinya revolusi ilmiah dari sistem pembelajaran yang cenderung berlaku pada abad industri ke sistem pembelajaran yang semestinya berlaku pada abad pengetahuan sekarang ini. di kalangan mahasiswa. yang didalamnya disyaratkan adanya kerangka teori yang melandasinya. Paradigma yang mengalami anomali tersebut cenderung menimbulkan krisis. Tentunya dengan harapan dapat memberikan efektivitas yang tinggi terhadap proses dan pencapaian hasil belajar siswa. tetapi isinya cenderung hanya sebagian kecil saja dari model-model pembelajaran inovatif yang sedang dikembangkan saat ini. karena memang kurang tersedia buku yang mendukungnya. Memang. yang tentunya hanya bersifat garis besarnya saja. informasi tentang model-model pembelajaran inovatif ini pada umumnya diperoleh melalui berbagai pelatihan yang diikutinya. Sebagaimana dimaklumi. Manakala mereka harus melakukan Penelitian Tindakan Kelas. kegairahan untuk menerapkan dan meneliti modelmodel pembelajaran mutakhir ini tampaknya belum diikuti oleh ketersediaan buku-buku yang mengupas secara lengkap dan tuntas dari masing-masing model pembelajaran inovatif tersebut. Kesulitan mengelaborasi teori yang melandasi model-model pembelajaran ini juga tampaknya banyak dialami oleh para mahasiswa yang hendak meneliti tingkat efektivitas penggunaan model pembelajaran inovatif tertentu. Hanya sangat disayangkan. Sebuah paradigma yang mapan yang berlaku dalam sebuah sistem boleh jadi mengalami malfungsi apabila paradigma tersebut masih diterapkan pada sistem yang telah mengalami perubahan. TUJUAN Peserta memahami berbagai media dan model pembelajaran inovatif berbasis IT. dengan meninggalkan modelmodel pembelajaran konvensional. tidak dalam bentuk kajian yang mendalam. MATERI Upaya pemerintah untuk mereformasi sistem pembelajaran di sekolah tampaknya telah mendapat respons positif pada sebagian akademisi maupun praktisi. di toko-toko buku tertentu kita bisa mendapatkan beberapa buku yang membahas tentang model-model pembelajaran inovatif. Krisis tersebut akan menuntut terjadinya revoluasi ilmiah yang melahirkan paradigma baru dalam rangka mengatasi krisis yang terjadi (Kuhn. Menurut paradigma konstruktivistik. belakangan ini mulai muncul kegairahan mengkaji dan meneliti tentang sejauhmana efektivitas penggunaan model-model pembelajaran inovatif.BAB VII MEDIA DAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF A. 2002). Bagi para guru. ilmu pengetahuan bersifat sementara terkait dengan perkembangan yang dimediasi baik secara sosial maupun kultural. mereka mengalami kesulitan untuk mengelaborasi teori tersebut. Demikian juga. khususnya ketika mereka sedang menyelesaikan karya tulis dalam rangka penyelesaian studinya. sehingga cenderung bersifat subyektif. Belajar menurut 230 . Mereka pada umumnya memperoleh informasi tentang model-model pembelajaran ini dengan mengandalkan dari internet. saat ini kita ditawari dengan aneka model pembelajaran inovatif yang jumlahnya sangat banyak untuk dapat dipraktikkan oleh para guru di lapangan.

Menurut paradigma konstruktivistik. 1. resolusi konflik kognitif. atau mentransformasi informasi baru. (5) menilai pembelajaran secara kontekstual. (4) materi pembelajaran menyesuaikan terhadap kebutuhan siswa. dialog. bagaimana guru mendorong dan menerima otonomi siswa. Lalu bagaimana dengan pembelajaran inovatif sendiri? Apa arti pembelajaran inovatif? Kita sangat sering mendengar kata inovatif dan di manamana kata yang berembel embel inovatif sangat menarik untuk dipelajari dan dipraktikkan di kelas. Hal yang lebih penting. Untuk menginternalisasi serta dapat menerapkan pembelajaran menurut paradigma konstruktivistik. Menyertakan respon siswa dalam pembelajaran dan mengubah model atau strategi pembelajaran sesuai dengan karakteristik materi pelajaran. dan mengkreasi dalam mengerjakan tugas. pembelajaran lebih mengutamakan penyelesaian masalah. 2. dan model-model yang dibangkitkan oleh siswa sendiri. memprediksi. investigasi. pencarian. termasuk dalam dunia pendidikan. MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF Apapun yang berhubungan dengan kata inovatif tampaknya sangat menarik untuk di ketahui. konstruksi solusi dan algoritma ketimbang menghafal prosedur dan menggunakannya untuk memperoleh satu jawaban benar. penelitian. Secara tradisional. yaitu (1) meletakkan permasalahan yang relevan dengan kebutuhan siswa. Mengutamakan kinerja siswa berupa mengklasifikasi. dan teka-teki sebagai pengarah pembelajaran. 3. Sedangkan pembelajaran bisa memiliki arti belajar atau pembelajaran. pengambilan keputusan. Belajar bermakna terjadi melalui refleksi. pengujian hipotesis. dan interpretasi. Pembelajaran lebih dicirikan oleh aktivitas eksperimentasi. hipotesis. 4. yang semuanya ditujukan untuk memperbaharui tingkat pemikiran individu sehingga menjadi semakin sempurna. Menghargai otonomi dan inisiatif siswa. 231 . terdapat lima prinsip dasar yang melandasi kelas konstruktivistik. mengananalisis. membentuk kembali. Paradigma konstruktivistik merupakan basis reformasi pendidikan saat ini. Belajar adalah kegiatan aktif siswa untuk membangun pengetahuannya. Menggunakan data primer dan bahan manipulatif dengan penekanan pada keterampilan berpikir kritis. Secara umum. Inovatif artinya pembaharuan. Dunia pendidikan adalah dunia belajar dan pembelajaran. Menurut paradigma konstruktivistik. yang nantinya akan memperoleh kemajuan dari hasil belajar. Siswa sendiri yang melakukan penalaran melalui seleksi dan organisasi pengalaman serta mengintegrasikannya dengan apa yang telah diketahui. Menggali pemahaman siswa tentang konsep-konsep yang akan dibelajarkan sebelum sharing pemahamannya tentang konsep-konsep tersebut. Guru konstruktivistik memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Inovatif adalah kata sifat dari inovasi. dialog. Pembelajaran inovatif merupakan langkah-langkah dalam belajar. pembelajaran lebih diutamakan untuk membantu siswa dalam menginternalisasi. terlebih dulu guru diharapkan dapat merubah pikiran sesuai dengan pandangan konstruktivistik. pertanyaan-pertanyaan. pembelajaran telah dianggap sebagai bagian “menirukan”suatu proses yang melibatkan pengulangan siswa. Siswa sendiri yang bertanggung jawab atas peistiwa belajar dan hasil belajarnya. wacana kolaboratif. mengembangkan konsep. investigasi bertolak dari data mentah dan sumbersumber primer (bukan hanya buku teks). Belajar merupakan proses negosiasi makna berdasarkan pengertian yang dibangun secara personal. atau meniru-niru informasi yang baru disajikan dalam laporan atau quis dan tes. Dengan demikian Pembelajarann inovatif adalah Model Pembelajaran yang dikemas oleh pe-belajar karena adanya dorongan dari sebuah gagasan yang baru. menghargai pikiran siswa.pandangan ini lebih sebagai proses regulasi diri dalam menyelesikan konflik kognitif yang sering muncul melalui pengalaman konkrit. (2) menyusun pembelajaran di sekitar konsep-konsep utama. (3) menghargai pandangan siswa. 5. 1.

Sehubungan dengan perkembangan IT. di dalamnya mengandung makna dan arti pembaharuan. Swish maupun macromedia ide-ide kreatif bisa tersalurkan. Pemanfaatan beberapa software untuk pembuatan media pembelajaran bisa menjadi alternatif yang inovatif. Ms PPT. 2002: 6). dimana siswa 232 . media pembelajaran memegang peran yang sangat penting. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Sadiman. video. gambar. Dalam sebuah proses Kegiatan Belajar Mengajar. Media belajar sangat membantu mengurangi keabstrakan dari sebuah konsep materi yang sedang diajarkan. dalam hal ini adalah menghubungkan apa yang dikehendaki guru terhadap siswa. Berdasarkan pengertian-pengertian yang telah diberikan. (http://ksupointer. apa yang diinginkan siswa dari guru. e-mail. 2002: 6). Secara umum media pembelajaran dalam pendidikan disebut media. minat dan perhatian sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman. Sementara kondisi perubahan di luar sudah sangat maju. mengaktifkan dan menyenangkan. menurut Gagne (dalam Sadiman. Sedangkan jika di tinjau berdasarkan definisi harfiahnya mengenai model pembelajaran inovatif tersebut. Di era informatika seperti saat ini. media pembelajaranpun diharapkan berkembang secara signifikan sehingga penanaman konsep dan pemahaman konsep sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai. begitu pula sebaliknya. berbagai media dalam dunia maya memberikan berbagai alternatif yang mampu mengakomodasi semua fungsi dai proses pembelajaran. alat atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. termasuk dalam hal Teknologi Informatika (IT). Dunia semakin berkembang dengan pesatnya.Pembelajaran inovatif dari pendidik atau guru juga mempunyai arti pembelajaran yang sudah dikemas oleh seorang guru atau instruktur dan merupakan bagian dari wujud gagasan atau teknik yang dipandang masih baru sehingga mampu memfasilitasi murid agar memperoleh kemajuan dalam proses serta hasil belajar. blog. Hal ini lebih dikarenakan guru maupun siswa tida ada kecocokan dari awal pelajaran. 2002: 6) media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Guru dalam menyajikan materi biasa-biasa saja. yaitu berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk berpikir. perasaan. Kata media berasal dari bahasa latin yaitu jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar.com) Jadi. Pembelajaran yang cenderung monoton dan membosankan akan menjadikan proses belajar mengajar juga stagnan. tanpa adanya variasi. 2002: 6). dan lain sebagainya. perasaan. Sedangkan menurut Brigs (dalam Sadiman. namun kita masih saja berpegang pada “pakem” lama. maka media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran agar dapat merangsang pikiran. dan lain sebagainya sesuai keinginan guru. cenderung text book. Dalam proses pembelajaran yang paling relevan digunakan adalah media blog. di dalamnya mampu memuat materi dalam bentuk Ms Word. 2005: menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan. Termasuk diantaranya dalam hal pembelajaran. Seperti friendster. Selama ini terjadi gap yang lebar. mengantarkan anak didik pada pengalaman belajar yang bermakna. Media merupakan sesuatu yang menghubungkan. minat dan perhatian siswa sehingga proses interaksi komunikasi edukasi antara guru (atau pembuat media) dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. facebook. media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim dan penerima sehingga dapat merangsang pikiran. guru harus selalu mengikuti perkembangan yang ada. Lewat eksplorasi fitur-fitur yang ditawarkan Power Point. Karena hal ini sesuatu yang tidak bisa dihindari. Menurut Latuheru (dalam Hamdani.

strategi atau metode pembelajaran. sebenarnya model pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan. John Barger menggunakan istilah weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu update secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentarkomentar mereka sendiri. karena satu posting blog yang kita bahas. Dalam blog kita bisa mengupload segala bentuk tulisan. pengunjung blog juga dengan cepat dapat memberikan respon terhadap posting blog melalui komentar yang dapat langsung dituliskan di blog tersebut. daat dibaca oleh pengunjung blog yang tak terbatas. MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF Model Pembelajaran diartikan sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Blog merupakan salah satu bentuk atau model dalam internet disamping fungsi yang sudah umum. mailing. MPG. dari yang sederhana sampai model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam penerapannya. Selain itu. Maka media blog di sini menjadi sebuah jembatan penghubung antara guru dan siswa dengan memanfaatkan kemajuan teknologi (IT). Corel. Saat ini telah banyak dikembangkan berbagai macam model pembelajaran. Jadi. audio. Blog adalah kependekan dari weblog. Satu-satunya hal yang membedakan blog dari diary atau jurnal yang biasa kita miliki adalah bahwa blog dibuat untuk dibaca orang lain. 233 . Dapat juga diartikan suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. 2. Melalui weblog. Photoshop. Perkembangan lain dari blog yaitu ketika blog memuat tulisan tentang apa yang seorang blogger pikirkan. baik dalam format Ms Word. Memuat bentuk gambar dalam format JPEG. MP3. Para pembuat blog dinamakan blogger. PDF Converter. friendster. PNG. kumpulan link internet. PDF. dokumen-dokumen ( file-file word. weblog dapat dirangkum sebagai kumpulan website pribadi yang memungkinkan para pembuatnya menampilkan berbagai jenis isi pada web dengan mudah. dll. dll). Di dalamnya memuat fungsi media visual. hingga apa yang dia lakukan sehari-hari. Dalam blog fungsi media pembelajaran dapat tercover secara keseluruhan.malu atau takut untuk menyampaikan keluhan dalam proses belajar mengajar kepada guru sehingga tidak ada feedback kepada guru. JPE. Oleh karena itu blog bersifat sangat personal. dll. Keuntungan dari penggunaan weblog antara lain : 1. istilah yang pertama kali digunakan oleh John Barger pada bulam Desember 1997. karena kita dapat menampilkan seluruh isi dalam web dengan mudah melalui menu editor yang telah disediakan. Guru menganggap proses belajar mengajarnya sudah baik karena tidak pernah ada komplain. maupun media audiovisual. Weblog melebihi surat elektronik (e-mail). rasakan. gambar ataupun multimedia. 2. Beda dengan e-mail yang hanya bisa dibaca oleh orang yang kita kirimi. kepribadian blogger menjadi mudah dikenali berdasarkan topik apa yang disukai. seperti e-mail. Mamou juga memuat audio-visual dalam bentuk video dalam bentuk MPEGAV. Blog kemudian juga menjadi Diary Online yang berada di internet. Kita tidak perlu menjadi programmer untuk menjadi seorang blogger. apa tanggapan terhadap link-link yang dipilih dan isu-isu di dalamnya. seperti karya tulis. Era maju menuntut seseorang untuk selalu mengembangkan potensi dan kemampuan softskills maupun hardskills-nya. facebook. kita dapat memperluas hubungan teman/kenalan hingga dapat membentuk suatu komunitas yang besar. Ms Office PPT. Secara garis besar. Melalui blognya.

Karena itu dalam memilih model pembelajaran. (2004 : 165). dan learning strategi. M. memberi penguatan. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya 234 .Ciri-ciri Model Pembelajaran Ada beberapa ciri-ciri model pembelajaran secara khusus diantaranya adalah : 1. Read more: MODEL PEMBELAJARAN >> Pengertian Model Pembelajaran | belajarpsikologi. membuat model instruksional. Lingkungan belajar yang duperlukanagar tujuan pembelajaran dapat tercapai. 4. Pendapat serupa dikemukakan oleh Colin Marsh (1996 : 10) yang menyatakan bahwa guru harus memiliki kompetensi mengajar. seperti membuka dan menutup pelajaran. Tingkah laku mengajar yang diperlukanagar model tersebut dapat dilaksanakandengan berhasil. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar 4. Mengelola di sini memiliki arti yang luas yang menyangkut bagaimana seorang guru mampu menguasai keterampilan dasar mengajar. menvariasi media. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran 2. dan sebagainya. berkomunikasi. 3. Menurut Sardiman A. A. juga bagaimana guru menerapkan strategi. Memilih Model Pembelajaran Yang Baik Sebagai seorang guru harus mampu memilih model pembelajaran yang tepat bagi peserta didik. guru harus memperhatikan keadaan atau kondisi siswa. bertanya. memotivasi peserta didik. menjelaskan. pembelajaran kooperatif. guru yang kompeten adalah guru yang mampu mengelola program belajar-mengajar. pembelajaran berdasarkan masalah. Setiap guru harus memiliki kompetensi adaptif terhadap setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan di bidang pendidikan. dan mengevaluasi. Seorang guru diharapkan memiliki motivasi dan semangat pembaharuan dalam proses pembelajaran yang dijalaninya. yaitu: pembelajaran langsung. baik yang menyangkut perbaikan kualitas pembelajaran maupun segala hal yang berkaitan dengan peningkatan prestasi belajar peserta didiknya. dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif. Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar. merencanakan pembelajaran. bahan pelajaran serta sumber-sumber belajar yang ada agar penggunaan model pembelajara dapat diterapkan secara efektif dan menunjang keberhasilan belajar siswa. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas 5. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP/In Focus 3.com Berikut disajikan beberapa model pembelajaran inovatif. Rasional teoritik yang logis yangdisusun oleh para pencipta atau pengembangnya. Sedangkan model pembelajaran menurut Kardi dan Nur ada lima model pemblajaran yang dapat digunakan dalam mengelola pembelajaran. Semua kompetensi tersebut mendukung keberhasilan guru dalam mengajar. 2. diskusi. mengelola kelas. teori belajar dan pembelajaran. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. Model Examples Non Examples Contoh dapat dari Kasus/Gambar yang Relevan dengan Kompetensi Dasar Langkah-langkah : 1.

kemudian guru menunjuk nomor yang lain 6. Kesimpulan/rangkuman C. Kepala Bernomor Struktur Langkah-langkah : 1. (b) Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya 5. Tanggapan dari teman yang lain. Serta lakukan seperti diatas. Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan guru 7. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 4. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya 4. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai 7. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. Cooperative Script Metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut 6. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2. Bertukar peran. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar 4. bagian-bagian dari materi yang dipelajari Langkah-langkah : 1. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis 5. Siswa dibagi dalam kelompok. Picture And Picture Langkah-langkah : 1. Menyajikan materi sebagai pengantar 3. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 7. Kesimpulan B. Guru membagi siswa untuk berpasangan 2. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa. Sementara pendengar : (a) Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya 3.6. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 235 . Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan 3. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka 5. 6.Numbered Heads Together Langkah-langkah : 1. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Kesimpulan D. Siswa dibagi dalam kelompok. Penutup E.

Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. Guru menyajikan pelajaran 3. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya 3. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka 4. jadwal. Memberi evaluasi 6. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. 1978) Langkah-langkah : 1. Blaney. 2. Student Teams-Achievement Divisions (Stad)/Tim Siswa Kelompok Prestasi (Slavin. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Jika perlu. tugas. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. Penutup H. 4. dll) 2.Problem Based Introductuon (PBI)/(Pembelajaran Berdasarkan Masalah) Langkah-langkah : 1. Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain 5. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan 4. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh 6. Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. Kesimpulan F. pengumpulan data. 1995) Langkah-langkah : 1. Siswa dikelompokkan ke dalam 4 anggota tim 2. guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi.2. dll. Jigsaw (Model Tim Ahli)/(Aronson. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu 5. suku. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi 7.) 3. eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Guru memberi evaluasi 8. And Snapp. pemecahan masalah. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. jenis kelamin. Stephen. 4. Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Kesimpulan G. Sikes. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda 3. Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya 236 . Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka 5. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. hipotesis.

Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang 4. Setiap siswa mendapat satu buah kartu 3. Untuk mengetahui daya serap siswa. bentuklah kelompok berpasangan dua orang 4. Kesimpulan/penutup L. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru K. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban) 5. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin 6. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi 5. 1985) Langkah-langkah : 1. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya 7. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru 6. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa 7.Artikulasi Langkah-langkah : 1. Make – A Match (Mencari Pasangan) (Lorna Curran. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya 6. Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil.Mind Mapping Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban Langkah-langkah : 1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review. kemudian berganti peran.5. sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban 2. 1994) Langkah-langkah : 1. Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa 3. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai 237 . Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban 3. Demikian seterusnya 8. Begitu juga kelompok lainnya 5.Think Pair And Share (Frank Lyman. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang 4. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai 2. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan I. Kesimpulan/penutup J.

Segalanya berbicara. Penutup M. dan rancangan belajar yang dinamis. 2. Akui setiap usaha. Guru memberi kesimpulan 7. Suasana yang memberdayakan. Lingkungan yang mendukung. Guru menunjuk salah satu anggotanya kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya. Segalanya bertujuan. Guru memimpin pleno kecil diskusi. 3. Jika layak dipelajari. Konteks : 1. Keterampilan belajar untuk belajar. Pengalaman sebelum pemberian nama. Setelah selesai membaca materi.Debat Langkah-langkah : 1. 3. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap 6. 3. Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru 3. Quantum Learning mengutamakan Konteks dan Isi. Fasilitas yang luwes. guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai. 4. Prinsip Quantum Learning : 1.2. 2. Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yg lainnya kontra 2. Berawal dari kegiatan tersebutmengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diuangkapkan para siswa 6. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing 4. Isi : 1. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi 5. 5. Penyajian yang prima. 4. Guru memberikan tugas untuk membaca materiyang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas 3. dan keterampilan hidup. layak pula dirayakan. Dari data-data di papan tersebut. 238 . 3. ANEKA METODE PEMBELAJARAN INOVATIF LAINNYA METODE QUANTUM Tokohnya : Bobby DePorter Metode ini mengutamakan percepatan belajar dengan cara partisipatori peserta didik dalam melihat potensi diri dalam kondisi penguasaan diri. tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya 5. 2. Landasan yang kukuh. Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis.

Belajar itu aktif dan konstruktif 2. anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. Metode kolaburatif didasarkan pada asumsi-asumsi berikut (Smith & MacGregor. 239 . Belajar itu bersifat sosial. semua siswa adalah unik. D : Demonstrasikan 5. Ciri-cirinya : 1) belajar dari realitas atau pengalaman. Rincian proses dan tahapannya : Metode Pertama : 1) Rangkai-Ulang 2) Ungkapan 3) Kaji-Urai 4) Kesimpulan 5) Tindakan Metode Kedua : 1) Persepsi 2) Identifikasi diri 3) Aplikasi diri 4) Penguatan diri 5) Pengukuhan diri 6) Refleksi diri METODE KOLABURATIF Metode ini menekankan pada pembangunan makna oleh siswa dari proses sosial yang bertumpu pada konteks belajar.Urutan Pembelajaran Quantum Learning : 1. metode ini beranggapan bahwa : 1. 4. 2. 2) tidak menggurui. sedangkan guru hanya sebagai pemandu atau fasilitator. Berkaitan dengan penyikapan guru terhadap siswa. 3. 1992): 1. Belajar itu bergantung konteks. T : Tumbuhkan 2. U : Ulangi 6. usia anak adalah usia yang paling kreatif dalam hidup manusia. 4. Siswa itu beraneka latar belakang. dan 3) dialogis. R : Rayakan Contoh : 1) Teknik Peta Pikiran 2) Teknik Pohon Konsep METODE PARTISIPATORI Metode ini menekankan keterlibatan siswa secara penuh. dunia anak adalah dunia bermain. A : Alami 3. 3. N : Namai 4.

2) Semua siswa dalam kelompok membaca. 8) Laporan siswa dikoreksi. kontekstual. Ciri-ciri pembelajaran Kolaburatif (Nelson. bekerjasama menyelesaikan masalah. ruang. dan menyatukan pendapat untuk memperoleh keberhasilan yang optimal baik kelompok maupun individual. 1999) : 1) Melibatkan siswa dalam ajang pertukaran gagasan dan informasi. 240 . 2) Menciptakan lingkungan pembelajaran yang berpusat pada siswa. dan memformulasikan jawaban-jawaban tugas atau masalah dalam LKS atau masalah yang ditemukan sendiri. 7) Laporan masing-masing siswa terhadap tugas-tugas yang telah dikumpulkan. mendemonstrasi. 1999) : 1) Memaksimalkan proses kerjasama yang berlangsung secara alamiah diantara para siswa. dan didiskusikan. 7) Menghargai pentingnya konteks sosial bagi proses belajar. meneliti. inferensi. 3) Menata ulang kurikulum. dan bersuasana kerjasama.Nilai-nilai pendidikan (Pedagogical Values) yang menjadi penekanan dalam pembelajaran kolaburatif (Nelson. mendukung kerja kelompok. 3) Kelompok kolaburatif bekerja secara bersinergi mengidentifikasi. 8) Menumbuhkan hubungan yang saling mendukung dan saling menghargai di antara para siswa. dikembalikan pada pertemuan berikutnya. Langkah-langkah pembelajarannya : 1) Para siswa menetapkan tujuan belajar dan membagi tugas sendiri-sendiri. 6) Setiap siswa dalam kelompok kolaburatif melakukan elaborasi. 3) Mengahargai pentingnya keaslian. dan diantara siswa dengan guru. 5) Mengembangkan berfikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah. dan menanggapi. dan menulis. 4) Menyediakan cukup waktu. 2) Memungkinkan siswa mengeksplorasi gagasan dan mencobakan berbagai pendekatan dalam pengerjaan tugas. dan sumber untuk melaksanakan kegiatankegiatan belajar bersama. 5) Menyediakan sebanyak mungkin proses belajar yang bertolak dari kegiatan pemecahan masalah atau penyelesaian proyek. membandingkan ahsil presentasi tersebut. 9) Membangun semangat belajar sepanjang hayat. siswa apda kelompok lain mengamati. dikomentari. dan revisi terhadap laporan yang akan dikumpulkan. METODE KOOPERATIF Metode ini menekankan belajar dalam kelompok yang heterogen saling membantu satu sama lain. berdiskusi. 6) Mendorong eksplorasi bahan pelajaran yang melibatkan bermacam-macam sudut pandang. menyesuaikan keadaan sekitar dan suasana kelas. 4) Memberi kesempatan kepada siswa menjadi partisipan aktif dalam proses belajar. masingmasing siswa menulis laporan sendiri-sendiri secara lengkap. 5) Guru menunjuk salah satu kelompok secara acak untuk melakukan presentasi hasil diskusi kelompok kolaburaitfnya di depan kelas. dan pengalaman siswa dalam kaitannya dengan bahan pelajaran dan proses belajar. mencermati. kontribusi. 4) Setelah kelompok kolaburattif menyepakati hasil pemecahan masalah. dinilai. menganalisis. terintegrasi. disusun per kelompok kolaburasi.

Cycle Learning 15. Problem Posing 12. Pair Checks 44. Talking Stick 38. MEA (Means-Ends Analysis) 20. TPS (Think Pairs Share) 5. SFE (Student Facilitator and Explaining) 39. TTW (Think Talk Write) 22. b) Menyajikan informasi. DMR (Diskusus Multy Reprecentacy) 32. CTL (Contextual Teaching and Learning) 8. CPS (Creative Problem Solving) 21. Artikulasi 35. f) Memberikan penghargaan. Scramble 43. TS-TS (Two Stay-Two Stray) 23. STAD (Student Teams Achievement Division) 2. MID (Meaningful Instructionnal Design) 27. Tipe-tipe pembelajaran Kooperatif : 1. NHT (Numbered Head Together) 3. Jigsaw 4. IOC (Inside Outside Circle) 31. Debat 36. d) Membimbing kelompok belajar dan bekerja. Demonstration 41. RME/PMR (Realistic Mathematics Education/Pembelajaran Matematika Realistik) 11. SAVI (Somatic Auditory Visualization Intellectualy) 17. c) Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar. TAI (Team Assisted Individualy) 9. TGT (Teams Games Tournament) 6. VAK (Visualization Auditor Kinestetic) 18. GI (Group Investigation) 7. SQ4R (Survey Question Read Reflect Recite Review) 26. Make-a Match 241 . Role Playing 37. CRI (Certainly of Response Index) 28. DLPS (Double Loop Problem Solving) 29. Course Review Horay 40. CORE (Connecting Organizing Reflecting Extending) 24. CIRC (Cooperative Integrated Reading and Compotition) 30. e) Evaluasi. Probing-Prompting 14. Open Ended (problem terbuka) 13. Tari Bambu 34. KUASAI 33. Reciprocal Teaching 16. SQ3R (Survey Question Read Recite Review) 25.Langkah-langkahnya : a) Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa. Explicit Instruction 42. AIR (Auditory Intellectualy Repetition) 19. PBI (Problem Based Instruction) 10.

Take and Give 58. Grammar (Tatabahasa) 79. Mind Mapping (Peta Pikiran) 85. Webbed (Jaring) 74. Komunikatif 84. Inul Dance (Goyang Inul) 95. Trefinger 61. Cooperative Script 50. Conectec (Menghubungkan) 70. Induktif 62. Audiolingual 81. Shared (bagi Bersama) 73. Deep dialogue 90. Complete Sentence 54. Superitem 59. Aktif Reflektif 94. Mind Mapping 46. Circuit Learning 53. Read (Membaca) 80. Active Learning (Pembelajaran Aktif) 92. Picture and Picture 49. Doll Speak (boneka Berbicara) 88. Learning Together( Belajar Bersama) 89. Interaktif 64. Deduktif 63. Concept song (Lagu Konsep) 96. BCCT (Beyond Center and Circle Time) 242 . Reseptif 82. Improve 52. Nature Learning (Pembelajaran alam) 87. Tematik 68. Sequenced (Urutan) 72.45. Fragmented (Terpisah-pisah) 69. Threaded (Urutan) 75. Time Token 57. Examples Non Examples 47. DI (Direct Instruction) 48. Nested (Bersarang) 71. Game (Permainan) 86. Concept Sentence 55. Generatif 66. Reflective learning (Pembelajaran Reflektif) 93. Kumon 56. Networked (jaringan Kerja) 78. Produktif 83. Immersed (Membenamkan) 77. Laps-heuristik 51. SETS (Science Environment Technology & Society) 67. Integrated (Mengintegrasikan) 76. Hibrid 60. Integratif 65. PBL (Project Based Learning) 91.

menurut Gagne (dalam Sadiman. maka media 243 . 2006: 6). Buatlah satu model pembelajaran inovatif yang paling Anda kuasai. media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim dan penerima sehingga dapat merangsang pikiran. LATIHAN-LATIHAN Buatlah satu buah media pembelajaran yang disesuaikan dengan RPP yang telah Anda susun. Berdasarkan pengertian-pengertian yang telah diberikan. Explicit Intruction (Pengajaran Langsung) 23. Group Investigation 16. 2006: 6) media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Snowball Throwing 19. Inside-Outside-Circle (LingKARAN Kecil-Lingkaran Besar) 25. Menurut Latuheru (dalam Hamdani. Cooperative Script 5. Think Pair And Share 13. Demonstration 22. 2006: 6). Mind Mapping 11. Facilitator And Explaining 20. Role Playing 15. STAD (Student Teams-Achievement Divisions/Tim Siswa Kelompok Prestasi) 7. alat atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna.MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF 1. perasaan. RANGKUMAN MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Tebak Kata 26. D. yaitu berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk berpikir. Make A Match (Mencari Pasangan) 12. Jigsaw 8. 2005: menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan. Course Review Horay 21. Artikulasi 10. Numbered Heads Together 4. Word Square C. (http://ksupointer. Debat 14. Bertukar Pasangan 18. Kepala Bernomer Struktur 6. Picture And Picture 3. Sedangkan menurut Brigs (dalam Sadiman. Secara umum media pembelajaran dalam pendidikan disebut media. Model Examples Non Examples 2. PBI (Problem Based Introduction/Pembelajaran Berdasarkan Masalah) 9. minat dan perhatian sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman.com) Jadi. CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition/Kooperatif Terpadi Membaca dan Menulis) 24. Talking Stick 17.

minat dan perhatian siswa sehingga proses interaksi komunikasi edukasi antara guru (atau pembuat media) dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. strategi atau metode pembelajaran. media pembelajaranpun diharapkan berkembang secara signifikan sehingga penanaman konsep dan pemahaman konsep sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai. Sehubungan dengan perkembangan IT. media pembelajaran memegang peran yang sangat penting. (3) menyajikan data yang kuat dan terpercaya. dari yang sederhana sampai model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam penerapannya. Pemanfaatan beberapa software untuk pembuatan media pembelajaran bisa menjadi alternatif yang inovatif. 3) Memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas diri sendiri untuk belajar. perasaan. KUNCI JAWABAN a. Banyak seklai model. 244 . Saat ini telah banyak dikembangkan berbagai macam model pembelajaran. menurut Gagne (dalam Sadiman. Swish maupun macromedia ide-ide kreatif bisa tersalurkan. mengantarkan anak didik pada pengalaman belajar yang bermakna. Lewat eksplorasi fitur-fitur yang ditawarkan Power Point. Media pembelajaran Inovatif dalam pendidikan yaitu berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk berpikir. EVALUASI a. Berbagai model dapat disimak pada tulisan di atas. tipe pembelajaran inovatif yang dapat dijadikan bahan rujukan bagi guru dalam mengelola pembelajaran. Jelaskan apa yang dimaksud dengan model pembelajaran Inovatif? c. (2) meningkatkan pengertian anak didik terhadap materi yang disajikan. strategi atau metode pembelajaran. Buatlah satu model pembelajaran sesuai RPP yang telah Anda susun! F. Jelaskan apa yang dimaksud dengan media pembelajaran Inovatif? b.pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran agar dapat merangsang pikiran. 2002: 6 b. B uatlah satu contoh media media pembelajaran Inovatif sesuai RPP yang telah Anda susun! d. MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF Model pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan. 5) Menyediakan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah didapat melalui materi-materi yang lain dan menjadikan proses belajar mendalam dan beragam. Model pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan. E. Jawaban bebas asal media pembelajaran Inovatif sesuai RPP yang telah disusun. Keuntungan penggunaan media dalam pembelajaran adalah: 1) Membangkitakan ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat konseptual. 4) Dapat mengembangkan jalan pikiran yang berkelanjutan. Sehingga pembuatan media pembelajaran diperlukan untuk proses pelaksanaan pembelajaran dan proses berpikir siswa. mengaktifkan dan menyenangkan. Media pembelajaran berguna (1) menarik minat siswa terhadap materi pembelajaran yang disajikan. Banyak pula bisa digali informasi tentang model pembelajaran inovatif. Media belajar sangat membantu mengurangi keabstrakan dari sebuah konsep materi yang sedang diajarkan. c. sehingga mengurang kesalahpahaman siswa dalam mempelajarinya. 2) Meningkatkan minat siswa untuk materi pelajaran. Dalam sebuah proses Kegiatan Belajar Mengajar.

D. & Tannenboum. Bandung.. P. Bandung. dan Rivai. Bandung. Model-Model Mengajar. O. Arends. dkk. Media Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Jakarta: Rajawali Suherman. Raja Grafindo Persada Burden. second edition. Jawaban bebas asal model pembelajaran sesuai RPP yang telah disusun. Strategi Mengajar Kontemporer.A. Media Pembelajaran. Colin Marsh. Diponegoro Hamalik. Method for effective teaching. Model-Model Pembelajaran.d. 2005. Jakarta: PT. (1996). (2004). DAFTAR PUSTAKA Arief S Sadiman. 2006.. I. N. 1983. Interaksi dan motivasi belajar-mengajar. New York: McGraw-Hill Companies. A. A. E. Sydney : Addison Wesley Longman Australia Pry Limited. Arsya. Dahlan. Mulia Mandiri Press Sardiman. R. Sudjana. G. Bandung. R. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. Handbook for beginning teachers.. 2002. Boston:Allyn and Bacon. & Byrd. 2001. J. 2005. M. 2010. A. Bandung: Sinar Baru Algesindo 245 . Media Pengajaran. Wenitzky. 1984. dkk. N. M. 1996. Exploring teaching: An introduction to education. JICA . D. Tarsito Rusman. M.

dan Bagaimana.(3) Penyusunan Rencana Pembelajaran Berbasis CTL. Mampu menyusun RPP yang menggunakan model pembelajaran PAIKEM Mampu mengimplementasikan PAKEM/CTL dalam pembelajaran. dan kemadirian sesuai denganbakat. dan Menyenangkan. di sekolah . Contextual Teaching and Learning merupakan Konsep pembelajaran yang membantu guru Mengaitkan antara materi yang diajarkannya dg situasi dunia nyata siswa (konteks pribadi. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. dilaksanakan dan dikembangkan oleh sekolah-sekolah di Indonesia.\ 246 . sosial. B. pembelajaran yang efektif. PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. A. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap. Kritis /Kreatif. Pada sesi ini akan secara khusus dibicarakan tentang konsep PAIKEM dan Contextual Teaching and Learning dalam lingkup: Apa. mengapa. dan bagaimana PAIKEM/CTL. kultural). PAIKEM dan CTL adalah salah satu pendekatan atau model pembelajaran yang saat ini disarankan oleh pemerintah untuk diterapkan. inspiratif. Mengapa. menantang. minat. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. krativitas. menyenangkan. lingkungan fisik. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Sebab PAIKEM dan CTL telah termaktub dalam UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003. Efektif. dan keterampilannya. pengetahuan. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. Pembelajaran berbasis kompetensi merupakan pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif. Pertanyaan CTL dan PAIKEM. (2) mengidentifikasi Lingkungan dan Strategi Penciptaan Lingkungan PAIKEM-CTL yang berkualitas. Mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan-nya dalam konteks kehidupan mereka sehari-hari. khususnya Bab 1 Ketentuan Umum pasal 1. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. dan konfirmasi. BAHAN DAN ALAT Tayangan presentasi power point (electronic file) Bahan untuk Peserta: Handout bahan presentasi PIKEM . Tujuan Umum: Peserta mampu Memahami karakteristik PAIKEM/CTL dan mengimplementasikannya dalam pembelajaran.BAB IX PEMBELAJARAN PAIKEM Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain: manajemen yang kuat. 4 dan Bab 5 tentang Peserta Didik Pasal 12.CTL Lembar Kerja: (1). dan Menempatkan siswa didalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajarinya dan sekaligus memperhatikan faktor kebutuhan individual siswa. Inspiratif/Interaktif /Inovatif. 3. elaborasi. dan peranserta masyarakat. Tujuan Khusus: Mampu memahami apa.

tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. termasuk memberikan kegiatan ice breaker. PERTANYAAN Apa itu PAIKEM dan CTL Apa yang melandasi penerapan PAIKEM-CTL? Apa yang harus dipersiapkan guru/sekolah untuk menerapkan Pembelajaran PAIKEMCTL? Solusi apa yang bisa ditempuh untuk mengembangankan Pembelajaran PAIKEM-CTL yang bermutu? JAWABAN 4. D. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya. yaitu menyangkut pengembangan pembelajaran PAIKEM. dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. (2) stimulus-respon. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. Latar Belakang Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. LANGKAH KEGIATAN Fasilitator menjelaskan tentang kompetensi dasar dan indakator yang harus dikuasai peserta. Diskusi Pada tahap ini. pesera berdiskusi dalam kelompok dengan mengerjakan tugas yang ada dalam Lembar Kerja. dengan memberikan ide-ide. No 1. hal utamanya adalah penyampaian penjelasan pentingnya sesi ini dan kaitannya dengan pelaksanaan proses pembelajaran. Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek. Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne (1985) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. 3. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi.C. Pada tahap ini. (3) 247 . Guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa. yaitu: (1) belajar isyarat. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. 2. Kemudian menjelaskan skenario atau tahapan kegiatan yang akan dilakukan dalam sesi ini.

penelitian sederhana. menyenangkan. Karakteristik ini berhubungan dengan apa yang menjadi fokus dan mendapat tekanan dalam pembelajaran. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan. dan kemadirian sesuai denganbakat. kemampuan berpikir. Perubahan yang terjadi memiliki karakteristik: (1) perubahan terjadi secara sadar. minat. atau pendekatan pembelajaran yang berfokus pada teknologi.rangkaian gerak. pemahaman. sosial. tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu. Dalam tipe belajar pemecahan masalah. menantang. (4) rangkaian verbal. (2) perubahan dalam belajar bersifat sinambung dan fungsional. media. mencakup pengetahuan. Konsep Dasar Pembelajaran 1. Oleh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tergantung pada pendekatannya. dan konfirmasi. (6) pembentukan konsep. (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). elaborasi. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL). belajar pemecahan masalah adalah tipe belajar paling tinggi karena lebih kompleks. Pendekatan pembelajaran berfokus pada masalah meliputi masalah personal. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. Ada pendekatan pembelajaran yang berfokus pada siswa yang meliputi perkembangan. sistem instruksional. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. (3) tidak 248 . Setiap pendekatan memiliki ciri-ciri dasar atau karakteristik sendiri. peran. Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. siswa berusaha menyeleksi dan menggunakan aturan-aturan yang telah dipelajari terdahulu untuk membuat formulasi pemecahan masalah. (5) membedakan. eksperimen. Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif. aktivitas. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. dan aktivitas guru. dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah. sistem informasi. Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. Pendekatan pembelajaran berfokus pada guru yang meliputi fungsi. pengamatan. Lebih jauh Gagne (1985) mengemukakan bahwa kata-kata seperti penemuan (discovery) dan kreativitas (creativity) kadang-kadang diasosiasikan sebagaii pemecahan masalah. pemecahan masalah. Di lihat dari urutan belajar. dan sebagainya. dll. inspiratif. Tingkah laku yang berubah sebagai hasil proses pembelajaran mengandung pengertian luas. Pola tingkah laku yang terjadi dapat dilihat atau diamati dalam bentuk perbuatan reaksi dan sikap secara mental dan fisik. Pembelajaran Pembelajaran Terpadu. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara optimal. sumber belajar. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok. sikap. lingkungan. krativitas. E. Proses perubahan tingkah laku merupakan upaya yang dilakukan secara sadar berdasarkan pengalaman ketika berinteraksi dengan lingkungan. Belajar dan Pembelajaran Belajar dan pembelajaran merupakan konsep yang saling berkaitan. pengalaman siswa.

Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. dan sumber daya. oleh sebab itu guru harus memiliki persiapan mental. 1991). dan motivasi kerja. Faktor eksternal. Faktor yang memengaruhi proses pembelajaran terdiri dari faktor internal dan eksternal. antara lain keluarga dan lingkungan pergaulan di masyarakat. Faktor 249 . waktu. (4) bersifat positif dan aktif. yaitu: kecerdasan. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan pribadi guru sebagai pengelola kelas. kondisi fisik. bakat (aptitude). sehingga terjadi perubahan tingkah laku. sikap. lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). Raka Joni. Dengan demikian diperlukan kegiatan pembelajaran yang disiapkan oleh guru. kesesuaian antara tugas dan tanggung jawab. dan (6) mencakup seluruh aspek perubahan tingkah laku. dan kondisi agar terjadi proses belajar pada anak-anak. Guru harus dapat melaksanakan proses pembelajaran. melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). Pada kenyataannya ada kewajiban bagi manusia dewasa atau orang-orang yang memiliki kompetensi lebih dahulu agar menyediakan ruang. penguasaan bahan. dan dikendalikan pelaksanaannya (Miarso. dan keadaan masyarakat). Faktor eksternal adalah kondisi yang timbul atau datang dari luar pribadi guru. Faktor internal. dan perbuatan. yaitu kondisi dalam proses belajar yang berasal dari dalam diri sendiri. Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. kondisi fisik. adalah kondisi di luar individu peserta didik yang mempengaruhi belajarnya. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. yaitu pengetahuan. Ada beberapa hal yang termasuk faktor internal. motivasi. Pada hakikatnya belajar dilakukan oleh siapa saja. keterampilan (kecakapan). baik anak-anak maupun manusia dewasa. 1993) Proses pembelajaran yang berhasil guna memerlukan teknik. metode. materi. Sehingga diperlukan strategi yang tepat dan efektif. Pengaturan peristiwa pembelajaran dilakukan secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuat berhasil guna (Gagne. dengan memperhitungkan kejadiankejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadian-kejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik (Winkel. 1992). Keberhasilan belajar peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. dan mental. ditetapkan tujuannya sebelum dilaksanakan. peserta didik. Pembelajaran merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik. 1985). minat. Oleh karena itu pembelajaran perlu dirancang. keluarga dan masyarakat (keadaan sosio-ekonomis. Dalam hal ini proses belajar diharapkan terjadi secara optimal pada peserta didik melalui cara-cara yang dirancang dan difasilitasi oleh guru di sekolah. sosio kultural. (5) memiliki arah dan tujuan. Adapun yang termasuk faktor eksternal adalah: lingkungan sekolah.bersifat sementara.

e. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. c. dan lingkungan sekolah. c. sumber referensi. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. d. materi pembelajaran tidak terlalu luas. Berdasarkan pendekatan yang digunakan. dan alokasi waktu cukup tersedia. dan e. d. Preparasi. alat. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. sumber referensi terbatas. Metode yang digunakan adalah ceramah 250 . media. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. b. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. Oleh karena itu tidak ada strategi yang tepat untuk semua kondisi dan karakteristik yang dihadapi. Guru diharapkan mampu memilah dan memilih dengan tepat strategi yang digunakan agar hasil pembelajaran efektif dan maksimal. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. dan bahan cukup. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut.lingkungan. alokasi waktu terbatas. lingkungan sosial. a. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). Pemilihan strategi ekspositori atau diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan karakteristik kompetensi yang menjadi tujuan yang terdiri dari sikap. Resitasi. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. sedangkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry). Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. a. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori. yang dimaksud adalah faktor lingkungan alam. b. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. pengetahuan dan keterampilan. serta karakteristik peserta didik dan sumber daya yang dimiliki. a.

atau proyek. tanya jawab. teman belajar. eksperimen. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap. atau simulasi. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. PAIKEM Sebagai Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. SMP terdiri dari 40 menit. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. 1. observasi di sekolah. ekplorasi. tutor. demonstrasi. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. diskusi kelompok. kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. Inspiratif/Interaktif/Inovatif. diskusi kelas. presentasi. diskusi kelas. eksperimen. 2. dan sebagainya.atau presentasi. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Kritis /Kreatif. Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. observasi lingkungan. dan Menyenangkan. 2. presentasi. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit. Desain Pembelajaran PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. atau demonstrasi. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan 251 . peran guru sebagai fasilitator. simulasi. tanya jawab. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. Efektif. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. pengetahuan. demonstrasi. 3. dan tanya jawab. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. eksperimen. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. Dalam PAIKEM digunakan prinsipprinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP). oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. Metode yang digunakan seperti penugasan. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). atau simulasi. dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. observasi di sekolah. diskusi kelompok. Metode yang digunakan adalah observasi. Sekolah standar. diskusi kelas. dan keterampilannya. kegiatan tugas terstruktur. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok.

dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. observasi lingkungan. Berikut ini adalah beberapa teknik yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar yang aktif. applying. cooperating. Minute Papers memberikan peluang kepasa siswa untuk mensintesiskan pengetahuannya dan menjawab pertanyaan seperti apa hal yang paling penting yang telah dipelajari hari ini? Apa pertanyaan yang masih belum terjawab? Dan pertanyaan lainnya yang menyangkut kegiatan belajar mengajar yang telah dilaluinya. berdiskusi dengan teman sebelahnya. dan berbagai hasilnya dengan teman lain di kelasnya. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. Berikan waktu kepada siswa untuk memikirkan tentang sebuah topik. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. atau proyek. Metode yang digunakan adalah observasi. Dengan 252 . Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguhsungguh. alokasi waktu terbatas. c. dan sebagainya. diskusi kelas. Tentu saja guru juga bisa memberikan topik untuk menjadi bahan yang akan ditulis oleh siswanya. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. b.pembelajaran yang dirancang oleh guru. Brainstorming merupakan teknik sederhana lainnya yang dapat melibatkan semua siswa di dalam kelas untuk berdiskusi. memproses dan menerapkan informasi. dan e. yaitu relating. Pembelajaran aktif merujuk pada teknik yang di dalamnya siswa berbuat lebih dari sekedar mendengarkan. experiencing. Writing activities merupakan peluang bagi siswa untuk berpikir dan memproses informasi yang dimilikinya. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. d. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. Pembelajaran aktif itu didasarkan atas dua asumsi: pertama. Siswa berbuat sesuatu seperti menemukan. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. simulasi. bahwa setiap siswa itu belajar dengan caranya sendiri berbeda dari siswa lainnya. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. sumber referensi terbatas. dan tanya jawab. Dalam menggunakan pendekatan pembelajaran aktif itu guru bisa menghadapi beberapa kesulitan baik bagi guru maupun siswa yang memang tidak terbiasa dengan bentuk pengajaran seperti itu. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. bahwa belajar itu secara alami merupakan upaya aktif. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. ekplorasi. diskusi kelompok. eksperimen. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). Think-pair-share merupakan kegiatan sederhana di kelas. dan kedua. guru dapat memberikan sebuah pertanyaan yang dari situ siswa diberi waktu untuk secara bebas menuliskan jawabannya. Misalnya sebagai tambahan ke kegiatan Minutes Papers di atas.

c. dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur. Bisa termasuk didalamnya matching. memberi keyakinan. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya. b. dan hubungan antara konsep. dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. langkah yang sebaiknya diambil. Debates yang ditampilkan di kelas bisa menjadi alat yang efektif dalam mendorong siswa untuk berpikir tentang sesuatu dari arah yang berbeda-beda. potensi. sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya. pengetahuan. dan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. dan lain sebagainya. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. e. dan mengembangkan keterampilan untuk berkolaborasi dengan orang lain. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis. Mereka menggambarkannya dengan menggunakan lingkaran dan garis penghubung. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial. dalam sekolah. Kegiatan ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. solving puzzles. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya 253 . berbagi pandangan. Games merupakan teknik yang biasanya menarik banyak siswa. gagasan. group competitions. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah.mengetengahkan sebuah topik. Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu. guru dapat meminta masukan dari siswanya dan mencatat masukan-masukan itu pada papan tulis. kecakapan sistematis dalam menilai. kreatif. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. d. Prinsip pembelajaran berbasis kompetensi adalah sebagai berikut: a. dan kecepatan belajar yang beragam. Hal ini akan memberikan wawasan tentang situasi nyata. atau atau yang terjadi pada seseorang di antara siswa itu. Case studies biasanya menggunakan ceritera nyata dari kehidupan sehari-hari yang terjadi pada masyarakat di lingkungan siswa itu sendiri. dengan frase yang dapat menghubungkan pada garis-garis tersebut. Peserta didik memiliki karakteristik. Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap. kesulitan maupun ancaman. mysteries. memecahkan masalah. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. Concept mapping membantu siswa untuk bisa menciptakan representasi visual dari model. menarik keputusan. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. dalam keluarga. Group work dapat menjadi peluang bagi setiap siswa untuk berbicara.

kejahatan. pembusukan makanan. aktivitas. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. memecahkan masalah menarik keputusan. kegagalan panen. Komunikasi. pemalsuan produk. Interaksi. interaksi dan refleksi. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). komunikasi. sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. kecakapan sistematis dalam menilai. dan diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. maka pembelajaran yang berfokus pada siswa. f. kemacetan lalu lintas. 2. G. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. Karakteristik PAIKEM Sesuai dengan singkatan PAIKEM. ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. F. atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3. dsb. 1. bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi o Makna yang terbangun semakin mantap o Kualitas hasil belajar meningkat 4. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri. makna. umpamanya masalah kemiskinan. Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. pengalaman dan kemandirian siswa.sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • Siswa belajar banyak melalui berbuat • Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. wabah penyakit. Dalam pembelajaran pemecahan masalah. siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. memberi keyakinan. 254 .

Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. presentasi. Sekolah standar. Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL). eksperimen. memang berada pada diri siswa.• • • • • mengapa demikian? apakah hal itu berlaku untuk …? Untuk perbaikan gagasan/makna Untuk tidak mengulangi kesalahan Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. persepsi. atau demonstrasi. Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP). Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. tutor. kegiatan tugas terstruktur. IPA Terpadu. beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit. atau proyek. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. presentasi. diskusi kelompok. Pembelajaran berbasis TIK (ICT). Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara lain dengan Lesson Study. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. observasi di sekolah. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. H. Pembelajaran Terpadu (Tematik. 1. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. perhatian. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). dan transfer dalam belajar. retensi. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. tanya jawab. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. Penerapan PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. motivasi. Metode yang digunakan seperti penugasan. IPS Terpadu). 2. dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. demonstrasi. Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. atau simulasi. teman belajar. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka. I. diskusi kelas. observasi lingkungan. tanya jawab. Tanggung jawab belajar. diskusi kelas. kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri 255 . peran guru sebagai fasilitator. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. SMP terdiri dari 40 menit. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.

demonstrasi. 256 .dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. a. a. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. observasi lingkungan. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru. media. alokasi waktu cukup tersedia. alokasi waktu terbatas. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. d. dan tanya jawab. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. atau simulasi. Namun demikian ceramah atau b. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. diskusi kelas. Resitasi. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. experiencing. b. observasi di sekolah. applying. dan e. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. cooperating. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. sumber referensi. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. dan bahan cukup. c. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. alat. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. c. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. sumber referensi terbatas. eksperimen. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. yaitu relating. dan e. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. atau proyek. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. 3. materi pembelajaran tidak terlalu luas. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. Preparasi. d.

Selain teori progressivisme John Dewey. 3. Intinya. serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat dalam proses belajar di sekolah. Siswa yang harus mengkontruksikan sendiri pengetahuannya. siswa diharapkan belajar melalui mengalami bukan menghafal. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. ekplorasi. Melalui landasan filosofi konstruksivisme. CTL dipromosikan menjadi alternatif strategi belajar yang baru. 6. Siswa belajar dengan baik apabila mereka secara aktif dapat mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka tentang apa yang diajarkan oleh guru. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Harus ada kerja sama antara sekolah dan masyarakat. diskusi kelompok. Berpijak pada dua pandangan itu. Sekolah progresif harus merupakan laboratorium untuk melakukan eksperimen. dan sebagainya. eksperimen. Filosofi pembelajaran kontekstual berakar dari paham progressivisme John Dewey. simulasi. Untuk itu. teori kognitif melatarbelakangi pula filosofi pembelajaran kontekstual. 2. 4. PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL A. 5. Pokok-pokok pandangan progressivisme antara lain: 1. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. Melalui strategi. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta. filosofi konstruksivisme berkembang. Siswa akan belajar dengan baik apabila mereka terlibat secara aktif dalam segala kegiatan di kelas dan berkesempatan untuk menemukan sendiri.presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Belajar dipendang sebagai usaha atau kegiatan intelektual untuk membangkit ide-ide yang masih laten melalui kegiatan introspeksi. Guru sebagai pembimbing dan peneliti. Penumbuhan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. Sejauh ini pendidikan kita masih di dominasi oleh pandangan bahawa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. siswa menunjukkan belajar dalam bentuk apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan. siswa akan belajar dengan baik apabila apa yang mereka pelajari berhubungan dengan apa yang telah mereka ketahui. Siswa harus bebas agar dapat berkembang wajar. 257 . Metode yang digunakan adalah observasi. tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkontruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. kemudian ceramah sebagai pilihan utama strategi belajar. diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis Penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Amerika Serikat bermula dari pandangam ahli pendidikan klasik John Dewey yang pada tahun 1916 mengajukan teori kurikulum dan metodologi pengajaran yang berhubungan dengan pengalaman dan minat siswa. Dasarnya pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari konteks yang terbatas dan sedikit demi sedikit.

Kerja kelompok dianggap sangat berharga. bukan perolehan pengetahuan dan mengajar diartikan sebagain kegiatan atau menggali makna. bukan memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar. Pemahaman ini diperoleh siswa karena ia dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas yang merupakan unsur yang sangat esensial. bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan di kelas. Di dalam kelas yang pengajarannya terpusat kepada siswa. teori kontruksivisme memandang siswa secara terus menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturanaturan lama dan memperbaiki aturan-aturan yang tidak sesuai lagi. 4. atau prinsip bagi diri mereka sendiri. dan selalu berubah. Belajar adalah proses pemaknaan informasi baru 2. siswa dapat memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari. Dengan demikian. Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalam belajar bermakna. Otak atau akal manusia berfungsi sebagai alat untuk melakukan interpretasi sehingga muncul makna yang unik. Hakikat teori kontruksivisme adalah bahwa siswa harus menjadikan informasi itu menjadi miliknya sendiri. Karena penekanannya pada siswa aktif. Tujuan pembelajaran konstruktivistik menekankan pada penciptaan pemahaman yang menuntut aktivitas yang kreatif dan produktif dalam konteks nyata. Belajar pada hakikatnya memiliki aspeksosial dan budaya. 5. 258 . temporer. konsep. B. Dengan demikian. Teori konstruksivis menuntut siswa berperan aktif dalam pembelajaran mereka sendiri. Dalam pandangan kontruksivistik. maka strategi kontruksivis sering disebut pengajaran yang berpusat pada siswa (student-centered instruction). pengetahuan bersifat non-objektif. 3. paham konstruktivistik menolak pandangan behavioristik. berubah dan tidak menentu. sosial. dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya. Pengertian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. Siswa diharapkan juga melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut. siswa diharapkan dapat membangun pemahaman sendiri dari pengalaman/pengetahuan terdahulu. peranan guru adalah membantu siswa menemukan fakta. Segala sesuatu bersifat temporer. kebebasan dipandangan sebagai penentu keberhasilan karena kontrol belajar dipegang oleh siswa sendiri. Belajar adalah pemaknaan pengetahuan. Kebebasan merupakan unsur esensial dalam lingkungan belajar. Siswa diharapkan memapu mempraktikkan pengetahuan /pengalaman yang telah diperoleh dalam konteks kehidupan.Menurut filosofi konstruktivisme. Beberapa proposisi yang dapat dikemukakan sebagai implikasi dari teori kontruktivistik dalam praktek pembeljaran di sekolah-sekolah kita sekarang adalah sebagai berikut: 1. Dengan paham kontruksivisme. Strategi belajar yang digunakan menentukan proses dan hasil belajar.

Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidu-pan mereka sehari-hari. dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Menggunakan berbagai sumber. Ciptakan masyarakat belajar. 4. 2. tidak membosankan. Kerjasama. 5. Menyenangkan. Karakteristik Pembelajaran CTL 1. Sesu-atu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. masyarakat belajar (learning community). experiencing. Lakukan refleksi di akhir pertemuan. langkah-langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut: 1. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. 259 . cooperating. Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Dengan konsep ini. 7. menemukan (inquiri). 4. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran. 6. bertanya (questioning). Belajar dengan bergairah. 3. bidang studi apa saja. 2. bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. yakni: konstruktivisme (constructivism). 6. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Langkah-langkah CTL CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja. dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif. Saling menunjang. C. Proses pembelajaran berlangsung lebih alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. 3. yaitu relating. D. applying. Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja ber-sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). pemodelan (modeling). 5. Dalam kelas kontekstual. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. Secara garis besar. Pembelajaran terintegrasi.CTL merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Lakukan penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) dengan berbagai cara.

humor dan lain-lain. Melakukan kegiatan-kegiatan yang berarti (doing significant works) Model pembelajaran ini menekankan bahwa semua proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas harus punya arti bagi siswa sehingga mereka dapat mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan siswa. 10. materi pembelajaran. sedangkan program untuk pembelajaran kontekstual lebih menekankan pada skenario pembelajarannya. Siswa aktif. 8. Siswa kritis guru kreatif. program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru. memecahkan masalah menarik keputusan. Bekerjasama (collaborating) Siswa dapat bekerja sama. dan authentic assessment-nya. program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. memberi kebebasan kepada siswa menggunakan gaya belajarnya sendiri. yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. dan makna memberi mereka alasan untuk belajar. Atau sejarah dengan pengalamannya mereka sendiri. Sharing dengan teman. media untuk mencapai tujuan tersebut. Mengkaitkan pembelajaran dengan kehidupan seseorang membuat proses belajar menjadi hidup dan keterkaitan inilah inti dari CTL.7. mereka menemukan makna. 9. Pembelajaran yang diatur siswa sendiri. 4. 2. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental 260 . Belajar yang diatur sendiri (self-regulated Learning) Pembelajaran yang diatur sendiri. karangan siswa dan lain-lain Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran. Ketika siswa dapat mengkaitkan isi dari mata pelajaran akademik. Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa. berpikir kritis dan berpikir kreatif. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. mandiri. kecakapan sistematis dalam menilai. Beberapa komponen utama dalam pembelajaran Kontekstual menurut Johnson (2000: 65). memberi keyakinan. 11. artikel. peta-peta. merupakan pembelajaran yang aktif. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (jelas dan operasional). Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections) Keterkaitan yang mengarah pada makna adalah jantung dari pembelajaran dan pengajaran kontekstual. laporan hasil pratikum. yang dapat di uraikan sebagai berikut: 1. Dalam konteks itu. Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. Berpikir kritis dan kreatif (critical dan creative thinking) Pembelajaran kontekstual membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. melibatkan kegiatan menghubungkan masalah ilmu dengan kehidupan seharihari dengan cara-cara yang berarti bagi siswa. ilmu pengetahuan alam. gambar. 3. 5. langkah-langkah pembelajaran. membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi. membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok.

Dalam pengetahuan dan konsep yang esensi dari mata pelajaran. motif berprestasi. 4. Dalam hal ini siswa terlibat dalam penyelidikan untuk pemecahan masalah yang mengintegrasikan keterampilan dan konsep dari berbagai isi materi pelajaran. kebutuhan dan kemampuannya. Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction) Suatu pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna. dsb. sikap. Tugas dan kegiatan yang akan dilakukan siswa harus sesuai dengan minat. Penilaian autentik merupakan antitesis dari ujian standar. dan mempresentasikan penemuannya kepada orang lain. dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. Ia mengembangkan keterampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. Belajar berbasis Proyek/Tugas (Project-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran komprehensif di mana lingkungan belajar siswa (kelas) didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran. Belajar Berbasis Kerja (Work-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran berbasis sekolah dan bagaimana materi tersebut dipergunakan kembali di tempat kerja.untuk meningkatkan kemurnian. ketajaman pemahaman dalam mengembangkan sesuatu. disiplin. Jadi dalam 261 . 3. Guru dalam pembelajaran kontekstual juga berperan sebagai konselor. Belajar berbasis Masalah (Problem-Based Learning) Suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. Menggunakan Penilaian yang otentik (using authentic assessment) Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan akademik baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. serta untuk memperoleh pegetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. mensintesis. tetapi juga aspek-aspek kepribadian: integritas pribadi. 5. Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nuturing the individual) Dalam pembelajaran kontekstual siswa bukan hanya mengembangkan kemampuan-kemampuan intelektual dan keterampilan. minat. penilaian autentik memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sambil mempertunjukkan apa yang sudah mereka pelajari. 2004: 56). 2. mencapai keunggulan (excellent). 1. dan mentor. dan mengkulminasikan dengan produk nyata. 6. Strategi Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menempatkan siswa di dalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari (Nurhadi. Yasin dan Senduk. 7. Pendekatan ini mencakup pengumpulan informasi yang berkaitan dengan pertanyaan. Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards) Pembelajaran kontekstual diarahkan agar siswa berkembang secara optimal. Tiap siswa bisa mencapai keunggulan. Strategi yang berasosiasi dengan pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut. tanggung jawab. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya. E. Belajar Berbasis Inquiry (Inquiry-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan menyediakan kesempatan untuk pembelajaran bermakna. 8. asalkan dia dibantu oleh gurunya dalam menemukan potensi dan kekuatannya.

seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia sadar hal itu keliru dan merugikan. terlibat penuh dalam pengupayakan terjadinya proses pembelajaran yang efektif. Dengan kata lain. Dalam pembelajaran kontekstual.. tempat kerja atau sejenisnya dan berbagai aktifitas dipadukan dengan materi pelajaran untuk kepentingan siswa. 9. yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata. Menurut Sanjaya (2006 : 256) ada beberapa perbedaan yang dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran Tradisional Terlihat jelas perbedaan proses pembelajaran kontekstual yang berpijak pada pandangan kontrukstivisme dengan pembelajaran tradisional yang berpijak padangan behaviorisme-objektivis. Dalam pembelajaran kontekstual. 6. dan membawa skemata masing-masing ke dalam proses 262 . Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pembelajaran tradisional ketrampilan dikembangkan atas dasar latihan. saling mengoreksi. 6. sedangkan dalam pembelajaran tradisional hadiah untuk perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor. keterampilan dibangun atas kesadaran diri. ikut bertanggungjawab atas terjadinya proses pembelajaran yang efektif. 7. perilaku dibangun atas kesadaran sendiri sedangkan dalam pembelajaran tradisional perilaku dibangun atas kebiasaan. F. sedangkan dalam pembelajaran tradisional rumus itu ada di luar diri siswa. sedangkan dalam pemebelajaran tradisional pembelajaran sangat abstrak. 2. dan dilatihkan. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa adalah penerima informasi yang pasif. Belajar Kooperatif (Cooperatif Learning) Pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan. diskusi. sedangkan dalam pembelajaran tradisional. siswa menggunakan kemampuan berpikir kritis. Dalam pembelajaran kontekstual. yang harus dikembangkan. 4. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa belajar secara individual. pemahaman rumus dikembangkan atas dasar skemata yang sudah ada dalam diri siswa. 5. 10. 8. Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau masalah yang disimulasikan. jadi menekankan hubungan antara pengalaman jasa-layanan dan pembelajaran akademis. sedangkan dalam pembelajaran tradisional seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia takut hukuman.hal ini. 3. hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri.. siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. pendekatan ini menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru yang diperlukan dan berbagi keterampilan untuk memenuhi kebutuhan dalam masyarkat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. kemudian dilatihkan (drill). Dalam pembelajaran kontekstual. Belajar Berbasis Jasa-Layanan (Service Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengkombinasikan jasa layanan masyarakat dengan suatu struktur berbasis sekolah untuk merefleksikan jasalayanan tersebut. siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok. Dalam pembelajaran kontekstual. diterima dan dilafalkan. bahasa diajarkan dengan pendekatan struktural: rumus diterapkan sampai paham. 7. Dalam pembelajaran kontekstual. bahasa diajarkan dengan pendekatan komunikatif.

model. pengetahuan yang dimiliki oleh manusia dikembangkan oleh manusia itu sendiri. Evaluasi Otentik Sebagai Ciri Penilaian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menuntut evaluasi yang bersifat komprehensif. Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas Ada tujuh komponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual dikelas. H. maka dalam evaluasi proses juga digunakan evaluasi perbuatan (pengamatan). penelitian. Bagaimana siswa melakukan berbagai kegiatan tersebut serta hasil-hasil yang mereka tunjukkan. laporan. melaksanakan maupun melaporkan hasil kegiatannya. dan penilaian sebenarnya (authentic assessment) 1. hasil karya dan portfolio. pengamatan. karena dilakukan oleh guru kontekstual sepanjang proses pembelajaran. merupakan wujud dari perkembangan dan kemampuan hasil belajar mereka. Dalam pembelajaran kontekstual. karena mengevaluasi apa yang secara nyata dilakukan dan dihasilkan oleh para siswa. menemukan (inquiry). lisan. Konstruktivisme (Constructivism) Konstruktivisme merupakan landasan berpikir pendekatan kontekstual. karena evaluasi dengan menggunakan tes. Manusia menciptakan atau membangun pengetahuan dengan cara memberi arti dan memahami pengalamannya sedangkan dalam pembelajaran tradisional pengetahuan adalah penangkapan terhadap serangkaian fakta. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta. berbentuk tes obyektif atau essay. rangkuman. yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tiba-tiba. ataupun hasil pemecahan dan jawaban soal. Hal ini tidak berarti. baik berupa rancangan. dan penyelesaian soal. bertanya (questioning). Portfolio merupakan kumpulan dokumen yang disusun secara sistematik dan terarah yang menggambarkan perkembangan atau kemajuan siswa dalam bidang tertentu. Evaluasi dilakukan pada waktu para siswa merencanakan sesuatu kegiatan. Setiap saat terjadi perubahan dan perkembangan pada para siswa.pembelajaran sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa secara pasif menrima rumus atau kaidah (membaca. pemecahan masalah. akhir semester. mengerjakan tugas. menyeluruh dan terus menerus. mencatat. 11. Makin pendek periode waktu pembelajaran yang dievaluasi. Evaluasi terhadap proses pembelajaran dan hasil karya merupakan evaluasi otentik. gambar. konsep. G. biasanya hanya digunakan tes. tetapi pada bidang atau aspek lainnya sedikit. Perubahan atau perkembangan tersebut mungkin berkenaan dengan aspek yang menjadi tujuan atau terumuskan dalam tujuan pembelajaran. melakukan latihan. evaluasi kenyataan. makalah. sedikit sekali atau bahkan hampir tidak ada. masyarakat belajar (learning community). Evaluasi juga dilakukan pada waktu siswa berdiskusi. mengukur hasil pembelajaran pada akhir periode. menghapal). Ketujuh komponen itu adalah konstruktivisme (constructivism). maka makin mendekati evaluasi otentik. bahwa evaluasi dengan menggunakan tes tidak bisa digunakan. tampa memberikan kontribusi ide dalam proses pembelajaran. pemodelan (modeling) refleksi (reflection). atau kaidah yang siap 263 . konsep. yaitu pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit demi sedikit. atau hukum yang brada di luar diri manusia. tengah semester atau akhir unit. Perubahan dan perkembangan bidang atau aspek tertentu mungkin sangat banyak/tinggi. percobaan. Dalam evaluasi hasil pembelajaran. mendengarkan.

Masyarakat Belajar (learning community) Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerja sama dengan orang lain. (2) mengamati atau melakukan observasi. (5) mengetahui halhal yang sudah diketahui siswa. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang 264 . (8) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa. (3) membangkitkan respon pada siswa. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. Esensi dari teori kontruksivisme adalah ide bahwa siswa harus menemukan dan mentransfomasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain. Bertanya (questioning) Pengetahuan yang dimiliki seseorang. kelompok. Hasil belajar didapat dari berbagi antara kawan. teman kelas. dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hanya hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi juga hasil dari menemukan sendiri. (6) memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru. Pada semua aktivitas belajar. Kata kunci dari strategi inquiry adalah siswa menemukan sendiri. antara guru dan siswa. Untuk itu tugas guru adalah memfasilitasi proses tersebut dengan : (1) menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa. yang lebih menekankan pada hasil pembelajaran. dan apabila dikehendaki informasi itu menjadi milik mereka sendiri. Dalam kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual. Di ruang kelas ini. Landasan berpikir konstruktivisme agak berbeda dengan kaum objektif.laporan. (2) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri. yaitu siswa harus mengkontruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. Menemukan (inquiry) Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual. antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas dan sebagainya. 4. di sekitar sini. (3) menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan. questioning dapat diterapkan antara siswa dengan siswa. atau audience lainnya. adapun langkah-langkah kegiatan menemukan sendiri adalah: (1) merumuskan masalah dalam mata pelajaran apapun. 2. selalu bermula dari bertanya karena bertanya merupakan strategi utama pembelajaran yang produkstif. Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah. Siklus inquiry adalah (1) observasi. guru disarankan dalam melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar. antara siswa dengan guru. Dalam pandangan konstruktivisme. (4) mengetahui sejauh mana keingin tahuan siswa. gambar. dan bergelut dengan ide-ide. (5) penyimpulan. strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan. kegiatan bertanya berguna untuk: (1) menggali informasi baik administrasi maupun akademik. dan (4) mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca. juga dengan orang-orang yang diluar sana semua adalah anggota masyarakat belajar.untuk diambil dan diingat. (7) untuk membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa. 3. (2) mengecek pemahaman siswa. dan antara yang tahu ke yang belum tahu. (3) mengajukan dugaan. Tetapi siswa harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. dan karya lainnya. bagan tabel. Dengan dasar ini pembelajaran harus dikemas menjadi proses mengkontruksi bukan menerima pengetahuan. (2) bertanya. guru. (4) pengumpulan data.

(5) terintegrasi. siswa contoh tersebut dikatakan sebagai model. Refleksi (reflection) Refleksi adalah cara berfikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakang tentang apa-apa yang sudah kita lakukan dalam hal belajar di masa lalu. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui oleh guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran yang benar. atau pengetahuan yang baru diterima. Berikan contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis CTL pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA 265 . 5. bukan ditekankan pada diperolehnya sebanyak mungkin informasi diakhir periode pembelajaran. aktivitas. Karakteristik penilaian sebenarnya adalah (1) dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. Apabila data yang dikumpulkan guru mengidentifikasikan bahwa siswa mengalami kemacetan dalam belajar. Penilaian Sebenarnya (authentic assessment) Assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran belajar siswa. atau guru mengadakan kolaborasi dengan mendatangkan seorang ahli ke kelas. 6. Kemajuan belajar dinilai dari proses. bukan hanya mengingat fakta.anggotanya heterogen. ada model yang bisa ditiru. maka guru segera bisa mengambil tindakan yang tepat agar siswa terbebas dari kemacetan belajar. Tes hanyalah salah satunya. Karena gambaran tentang kemajuan belajar itu diperlukan disepanjang proses pembelajaran. baik keanggotaan. (6) dapat dipergunakan sebagai feed back. bukan melalui hasil. Dalam pendekatan kontekstual guru bukan satusatunya model. siswa lain dapat menggunakan model tersebut sebagai standar kompetensi yang harus dicapai. memberi peluang yang besar bagi guru untuk memberi contoh cara mngerjakan sesuatu. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa. Refleksi merupakan respons terhadap kejadian. seorang siswa dapat ditunjuk untuk memberikan contoh temannya. bahkan bisa melibatkan siswa di dalam kelas atasnya. (2) bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif. Yang pandai mengajari yang lemah. (3) yang diukur keterampilan dan performasi. itulah hakekat penilaian yang sebenarnya. jumlah. Siswa mengendapkan apa yang dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru. yang cepat menangkap mendorong temannya yang lambat. 7. (4) berkesinambungan. dan dengan berbagai cara. Dengan demikian pembelajaran yang benar memang seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa agar mampu mempelajari (learning how to learn) sesuatu. Penilai tidak hanya guru. misalnya cara melafalkan suatu kata. yang merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelummnya. dengan begitu guru memberi model tentang bagaimana belajar. Permodelan (modelling) Dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu. tetapi bisa juga teman lain atau orang lain. Model itu. yang tahu memberitahu yang belum tahu. maka penilaian tidak dilakukan diakhir periode seperti akhir semester. yang mempunyai gagasan segera memberikan usul dan seterusnya. Kelompok siswa bisa sangat bervariasi bentuknya.

Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. anugerah Tuhan. Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. atau kelompok. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. dapat membantu guru dalam pembelajaran karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. berapa. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. misalnya. kapan”. dan sebagainya. hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. 266 . Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama. anak Indonesia. antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Mengenal anak secara perorangan Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dengan mengenal kemampuan anak. anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. peta. Oleh karena itu. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya. berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Inovatif. benda asli. Kedua jenis berpikir tersebut. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. anak orang kaya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan PAIKEM a. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud b. Selain itu. dan ditata dengan baik. Kritis untuk menganalisis masalah. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. tugas guru adalah mengembangkannya. anak kota. kreatif. kritis dan kreatif. e. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAIKEM. Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. Namun demikian. dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan. Efektif dan Menyenangkan) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. guru mengajukan pertanyaan yang menantang. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Berdasarkan pengalaman. anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. berpasangan. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. anak orang miskin. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Pajangan dapat berupa gambar. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu. anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang d. Anak desa. puisi. model. tersebut. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu). Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa. karangan. diagram.I. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat. c. melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Dalam PAIKEM (Pembelajaran Aktif.

Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan (fisik.f. mencatat. mengklasifikasi. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan. Mengapa PAIKEM perlu diterapkan? Salah satu yang dapat dilakukan guru adalah mengajar dengan pembelajaran yang aktif inovatif kreatif dan menyenangkan (PAIKEM). Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan ‘PAIKEM’ (Agustina. guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut. Sering bertanya. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. berhipotesis. takut disepelekan. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka h. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). ramah. mempertanyakan gagasan orang lain. tapi dalam melaksanakan di kelas guru melakukannya dengan paikem. sok menjaga wibawa. bila menginginkan hasil belajar 267 . dan membuat gambar/diagram g. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. Banyak metode mengajar yang dapat di “paikemkan” sebenarnya. memperlihatkan performance sedemikian rupa sehingga siswa akan sangat segan (baca:takut) kepadanya. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Di era globalisasi sekarang mestinya guru dapat mengajar dengan lebih menyenangkan. atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. Terserah gurunya mengajar dengan model. saya pikir sekarang siswa justru lebih menghargai kepada guru yang bersahabat. tetapi melibatkan berbagai kegiatan maupun tindakan yang harus dilakukan. atau takut dimarahi jika salah. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. membuat tulisan. Selain itu. merumuskan pertanyaan. cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Tidak malah sebaliknya siswa akan sakit perut jika mengingat akan bertemu dengan pelajaran dan guru tersebut Pada dasarnya belajar mengajar merupakan suatu proses yang rumit karena tidak sekedar menyerap informasi dari guru. metode. dan tidak zamannya guru mengajar jaim dan jumawa. Bagaimana caranya guru bisa membuat siswa tertarik untuk belajar dengannya dan akan ‘rindu’/menanti –nanti datangnya jam belajar pelajaran itu lagi. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAIKEM. strategi apa. J. sosial. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. dan tentu saja akan lebih sangat dihargai lagi jika guru tersebut cerdas dalam bidangnya dan cerdas dalam mengelola kelas. (jangankan menegur dengan sopan melirik saja mungkin siswa tidak berani). Oleh karena itu. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Pemanfaatan lingkungan dapat mengembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera). 2008). Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya.

mengolah. Cukup lama siswa dibuat menjadi korban untuk menjadi “yes people”. Pendekatan seperti ini disebut pendekatan ketrampilan proses dengan prinsip student active learning. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. Pembelajaran lebih menekankan pada bagaimana membantu siswa aktif mengkonstruksi pengetahuan mereka dan bukan bagaimana memaksa siswa menerima segala sesuatu yanag diinformasikan oleh guru. secara garis besar. penerapan PAIKEM dalam pembelajaran dapat digambarkan sebagai berikut: a. untuk mengungkapkan gagasannya. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. 2008). dan merumuskannya. menyenangkan. yang penting bagaimana siswa menggeluti bahan. They must work to solve problems. Dalam sejarah pendidikan di negara kita. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Menurut Ramadhan (2008). to discover things for themselves. menganalisis. Dalam hal ini Slavin (1994) menyebutkan bahwa “ Learning is much more than memory for student to really understand and be able to apply knowledge. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. J. c. Dalam pendekatan ini. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. misalnya:  Percobaan  Diskusi kelompok  Memecahkan masalah  Mencari informasi 268 . siswa dianggap orang yang belum tahu apa-apa dan mereka harus diberitahu oleh guru. Sebaliknya menurut filsafat kontruktivisme. e. 1997). gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. pengetahuan itu merupakan bentukan siswa yang sedang belajar. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. b. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian. Pada saat yang sama. Belajar pada intinya tertumpu pada kegiatan memberi kemungkinan kepada siswa agar terjadi proses belajar yang efektif agar dapat mencapai hasil yang sesuai tujuan. termasuk cara belajar kelompok. dan cocok bagi siswa. to wrestle with ideas”. Kemampuan Guru Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Kegiatan Belajar Mengajar Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam.yang lebih baik. Dampaknya sistem pembelajaran lebih menekankan guru yang aktif dan siswa pasif menerima (Suparno. Menurut teori ini dalam belajar siswa tidak hanya menghafal tapi harus memahami (Agustina. manusia penurut. Dalam hal ini guru tidak dapat memaksakan “pengetahuannya” kepada siswa. Dalam filsafat klasik itu. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ d. PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. dalam kurun waktu yang lama pendidikan digunakan “penguasa” untuk melestarikan sistem dan nilai yang menguntungkan mereka.

Pendekatan pembelajaran PAIKEM dapat membawa angin perubahan dalam pembelajaran. • Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. Guru dapat mengembangkan kreativitasnya dalam hal: teknik pengajaran. yaitu: a. • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Guru dan murid dapat mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran. guru menggunakan.Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam. Guru dalam pembelajaran tidak hanya berperan sebagai pengajar dan pendidik juga berperan sebagai fasilitator. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. atau wawancara  Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri  Menarik kesimpulan  Memecahkan masalah. b. pengamatan. Melalui:  Diskusi  Lebih banyak pertanyaan terbuka  Hasil karya yang merupakan anak sendiri • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut.  Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri. • Guru memberikan umpan balik. penggunaan 269 . mencari rumus sendiri. • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari • Guru memantau kerja siswa. misalnya:  Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri  Gambar  Studi kasus  Nara sumber  Lingkungan Siswa:  Melakukan percobaan. Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terusmenerus  Menulis laporan/cerita/puisi  Berkunjung keluar kelas Sesuai mata pelajaran. Guru dan murid sama-sama aktif dan terjadi interaksi timbal balik antara keduanya.

http://www. Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif dalam Kelas. 2008. Efektif. dan Menyenangkan. Ramadhan. 2008. Jakarta: Darul Haq Dede Ajiz Kamaluddin. http://hlasrinkosgorobogor . 2008. Arifin. Fu’ad bin abdul aziz.smk3_banjarbaru@blogspot. ______. Iif khori dan Amri. Rahmi. pemakaian media. Jakarta: Rineka Cipta. (Zizakamal. Abd Al-Fattah. 2010. 1990. Mensiasati Injury time Dengan Pembelajaran PAIKEM. 2008. tidak merasa tertekan sehingga proses berpikir anak akan berjalan normal. Jakarta: Bumi Aksara 270 . 1986. 2006. Murid merasa senang dan nyaman dalam pembelajaran.php?act=detail_c&id=325101. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek: Edisi Revisi V. Yogyakarta: Andi Offset. Inovatif. Pararaja. Hamalik. 1997.indopos. Asy-syalhub.wordpress. Kreatif. (http:www. 2008.wordpress. Ghuddah.com. Ahmad Ma'sum. PUSTAKA RUJUKAN Ahmadi.http://tarmizi. 2002. Kreatif Efektif. Munculnya pembahasan dalam pembelajaran di kelas. http://cittiami.html. Metodologi PAKEM. Jakarta: Bumi Aksara. Oemar. Hamalik.com/2008/11/07/menjadi-guru-favorit-pilihan-siswa/. 2006. Yogyakarta: Andi ______. 40 Strategi Pembelajaran Rasulullah.Prestasi Raya Pustakaraya. c. Yogyakarta: Lesfi.multimetode. Sutrisno. Bandung: Tarsito Herman. Agustina. Beirut: Dar alBasyair al-Islamyah Hadi. Menjadi guru favorit Pilihan Siswa. http://smk3ae.id/ index. Suharsimi. Tarmizi. diakses 8 Maret 2011) Arikunto.co. dan Menyenangkan Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher. A. Paikem Gembrot.com. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Perencanaan Pembelajaran. Kurikulum Satuan Pendidikan Modul Madrasah Aliyah. Hamzah. 2000. Uno. Metodologi Research. Pembelajaran Aktif. Indikator Pembelajaran Paikem. Pembelajaran Kreatif dengan Peraga. Nasution. d. Jakarta: PT Bumi Aksarahlm. Diakses tanggal 8 Februari 2009. Aliran-aliran dalam pendidikan Islam. B. 2011.blogspot. 2005.com/2008/11/11/pembelajaran-aktifinovatif-kreatif-efektif-dan-menyenangkan/. 2008. Oemar. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. 2003. Khoiri. Djohar. 2010. diakses 5juni 2011) Departemen Agama. Begini seharusnya menjadi guru. Metodologi Research II. Jakarta: PT. dan guru dapat berperan sebagai mediator bagi murid-muridnya. Proses Belajar Mengajar.com/2008/04/mensiasati-injury-time-dengan. Sofan.blogspot.wordpress. S. Mengembangkan Pembelajaran Aktif. Inovatif. Pendidikan Strategik Alternatif Untuk Pendidikan Masa Depan.com/ 2008/06/26/metodologi-pakem/.

271 .

penilaian. atau batas keberhasilan. peristiwa. atau benda sehingga hasil pengukuran akan selalu berupa angka. Angka hasil pengukuran baru mempunyai makna apabila dibandingkan dengan criteria atau patokan tertentu. pengukuran. penilaian. Penilaian Penilaian adalah proses pemberian makna atau penetapan kualitas hasil pengukuran dengan cara membandingkan angka hasil pengukuran tersebut dengan criteria tertentu. Menjelaskan perbedaan antara asesmen. 55. Penilaian. proses dan hasil belajar. 2. Interval Persentase Tingkat Penguasaan Nilai Ubah Skala Lima 0-4 E–A Keterangan 272 . pengukuran. iklim sekolah maupun kebijakan-kebijakan sekolah. c. pengukuran dapat diartikan sebagai kegiatan atau upaya yang dilakukan untuk memberikan angka-angka pada suatu gejala. Pengertian Asesmen. Asesmen Secara umum asesmen berarti sebagai proses untuk mendapatkan informasi dalam bentuk apapun yang dapat digunakan untuk dasar pengambilan keputusan tentang siswa baik yang menyangkut kurikulumnya. Misal. C. dan 75 yang diperoleh dari hasil pengukuran proses dan hasil pembelajaran tersebut bersifat kuantitatif dan belum dapat memberikan makna apa-apa. dan Tes a. penilaian. Dalam proses pembelajaran guru juga melakukan pengukuran terhadap proses dan hasil pembelajaran yang hasilnya berupa angka-angka yang mencerminkan capaian. dan tes. Kriteria ini dapat berupa proses atau kemampuan minimal yang dipersyaratkan. dan tes. Secara sederhana. guru akan dihadapkan tiga sistilah yang sering digunakan secara bersama-sama yaitu istilah pengukuran. Tujuan Pembelajaran Peserta PLPG diharapkan dapat mendeskripsikan hal-hal berikut. Hasil penilaian dalam pembelajaran disebut nilai. 1. dan tes. Kriteria yang berupa batas kriteria minimal yang telah ditetapkan sebelum pengukuran dan bersifat mutlak disebut Penilaian Acuan Patokan atau Penilaian Acauan Kriteria (PAP/PAK). Dalam pelaksanaan asesmen pemebelajaran.BAB X EVALUASI PEMBELAJARAN KONSEP DASAR ASESMEN PEMBELAJARAN A. karena belum menyatakan tinngkat kualitas dari apa yang diukur. Pengukuran Secara sederhana. Angka hasil pengukuran ini disebut skor mentah. dapat pula berupa kemampuan rata-rata unjuk kerja kelompok dan berbagai patokan yang lain. b. program pembelajarannya. angka 40. Menjelaskan hakikat asesmen. Kriteria sebagai pembanding dari proses dan hasil pembelajaran tersebut dapat ditentukan sebelum proses pengukuran atau dapat pula ditetapkan sesudah pelaksanaan pengukuran. Uraian Materi 1. Pengukuran. asesmen dapat berarti sebagai proses pengukuran dan nonpengukuran untuk memperoleh data karakteristik siswa dengan aturan tertentu. Contoh penentuan patokan dengan penghitungan persentase untuk skala lima sebagai berikut.

75 % 56 % .5 SD E 0 Contoh penentuan patokan dengan penghitungan konversi skala sepuluh dalam PAN.25 S M + 1. Skala Sigma Skala Angka Skala Lima E-A 0–4 A 4 + 1. Skala sigma + 2.25 + 0.100 % 86 % .1.75 S M + 1.0. Interval Persentase Tingkat Penguasaan 96 % .75 + 0.75 S Skala 1-10 10 9 8 7 6 5 4 3 2 273 .75 + 1.15 % Nilai Ubah Skala Sepuluh 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Keterangan Sempurna Baik sekali Baik Cukup Sedang Hampir sedang Kurang Kurang sekali Buruk Buruk sekali Kriteria yang ditentukan setelah kegiatan pengukuran dilakukan dan didasarkan pada keadaan kelompok dan bersifat relatif disebut Penilaian Acuan Norma atau Penilaian Acuan relative (PAN/PAR).5 M + 0.55 % 36 % .75 S M + 1.25 S M + 0.5 M .84 % 60 % .0. Contoh penentuan patokan dengan penghitungan konversi skala lima dalam PAN.5 SD B 3 + 0.75 S M + 0.25 S M + 0.25 % 0 % .45 % 26 % .75 Skala angka M + 2.65 % 46 % .25 + 0.59 % 0 % .5 SD C 2 .25 + 0.0.5 M + 1.25 S M + 1.95 % 76 % .74 % 40 % .5 SD D 1 .75 S M + 0.25 + 1.39 % 4 3 2 1 0 A B C D E Baik Sekali Baik Cukup Kurang Gagal Contoh penentuan patokan dengan penghitungan persentase untuk skala sepuluh sebagai berikut.85 % .35 % 16 % .25 + 1.85 % 66 % .100 % 75 % .75 + 1.5 M .

Penilaian adalah penerapan berbagai cara penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar siswa atau ketercapaian kompetensi siswa. pengukuran. Pengukuran adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskrikpsi numerik dari suatu tingkatan dimana seorang anak telah mencapai karakteristik tertentu. Berikan contoh asesmen. kemudian membandingkan angka tersebut dengan kriteria tertentu yang berupa batas penguasaan minimum ataupun berupa kemampuan umum kelompok. Banyak yang mencampuradukkan pengertian antara evaluasi. Waktu melakukan asesmen guru pasti telah menciptakan alat ukur berupa tes maupun nontes seperti soal-soal ujian. penilaian. Evaluasi adalah kegiatan mengidentifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum. Jelaskan apa yang dimaksud dengan penilaian! 4. penilaian. observasi proses pembelajaran dan sebagainya. dalam praktik ketiganya sering tidak dirasakan pemisahannya. Jelaskan apa yang dimaksud dengan asesmen! 2. pengukuran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya tes merupakan alat ukur yang sering digunakan dalam asesmen pembelajaran disamping alat ukur yang lain. Latihan Soal Jawablah pertanyaan berikut secara singkat dan jelas! 1. padahal kesemuanya memiliki pengertian dan fungsi yang berbeda. sehingga munculah nilai yang mencerminkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. karena melakukan asesmen berarti telah pula melakukan ketiganya. Akhirnya diambilah keputusan oleh guru tentang kualitas proses dan hasil belajar. Melakukan pengukuran.25 S 1 Tes adalah seperangkat tugas yang dikerjakan atau sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur tingkat pemahaman dan penguasaannya terhadap cakupan materi yang dipersyaratkan dan sesuai dengan tujuan pengajaran tertentu. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pengukuran! 3. E. dan tes! 7. Rangkuman Asesmen merupakan kegiatan untuk mengungkapkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. dan tes yang dalam penerapannya sering dilakukan secara simultan. pengukuran. penilaian. Hasil pengukuran bisa berupa nilai kualitatif dan nilai kuantitatif. guru selalu berhadapan dengan konsep-konsep evaluasi. Tes adalah seperangkat tugas yang dikerjakan atau sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur tingkat pemahaman dan penguasaannya terhadap cakupan materi yang dipersyaratkan dan sesuai dengan tujuan pengajaran tertentu. dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya. Sebab itu. pengukuran. dan tes. berharga atau tidak. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang siswa. Jelaskan letak perbedaan antara asesmen. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tes! 5. Jelaskan letak perbedaan antara skor dan nilai! 274 .25 d.+ 2. Dalam melaksanakan proses asesmen pembelajaran. yaitu mengukur atau memberi angka terhadap proses pembelajaran atau pekerjaan siswa sebagai hasil yang merupakan cerminan tingkat penguasaan terhadap materi yang dipersyaratkan. dan tes! 6. Evaluasi berhubungan dengan keputusan nilai. D. Tes M + 2.

Untuk mengetahui taraf kesiapan dari peserta didik untuk menempuh suatu pendidikan tertentu. Kompetensi Dasar Kompetensi dasar yang diharapkan dapat dicapai melalui pembahasan kegiatan belajar ini dideskripsikan sebagai berikut. Untuk menentukan kelulusan peserta didik pada jenjang pendidikannya. c.FUNGSI. Untuk keperluan bimbingan dan konseling. Hasil penilaian/ evaluasi dapat dijadikan informasi atau data bagi guru pembimbing dalam membuat diagnosa siswa. serta sebagai acuan dalam melayani kebutuhan siswa dalam bimbingan karir. untuk mengetahui dalam hal apa siswa memerlukan bimbingan. Kegiatan Pembelajaran c. Prinsip-prinsip Penilaian Pembelajaran Untuk dapat melakukan penilaian pembelajaran secara efektif. Dalam hal ini materi kurikulumyang dianggap sudah tidak relevan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat perlu diganti dengan materi yang lebih sesuai. b. maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip penilaian/ evaluasi pembelajaran yang dapat dijadikan dasar dalam pengembilan keputusan. d. PRINSIP. yang selanjutnya dapat menerapkan dalam melaksanakan penilaian pembelajaran dari mata pelajaran yang diampu terhadap siswa yang mengikuti proses pembelajaran. Untuk keperluan pengembangan kurikulum dan perbaikan kurikulum sekolah yang bersangkutan. ataukah harus mengulang kembali pada kegiatan belajar tersebut. 2. Fungsi Penilaian dalam pendidikan Fungsi Penilaian dalam bidang pendidikan dan pembelajaran mempunyai fungsi sebagai berikut : a. Uraian Materi 1. Menjelaskan konsep dasar penilaian pembelajaran. Evaluasi/penilaian A. C. 1. JENIS DAN TEKNIK PENILAIAN PEMBELAJARAN Standar Kompetensi Standar Kompetensi yang harus dikuasai peserta PLPG adalah dapat memahami konsep dasar penilaian pembelajaran. 275 . B. Adapun prinsip-prinsip tersebut terdiri dari prinsip umum dan prinsip-prinsip evaluasi lainnya yaitu : Prinsip umum dalam kegiatan evaluasi pembelajaran yaitu adanya triangulasi atau hubungan yang erat antara 3 komponen yaitu hubungan erat antara : a. Menerapkan dalam melaksanakan penilaian pembelajaran dari mata pelajaran yang diampu terhadap siswa yang mengikuti proses pembelajaran. f. Tujuan pembelajaran b. 2. e. Untuk mengetahui kegiatan belajar mengajar dapat dilanjutkan dengan bahan atau materi selanjutnya. Untuk mengetahui seberapa jauh hasil yang telah dicapai dalam proses pendidikan/pembelajaran atau pencapaian kompetensi yang diharapkan. sebagai dasar menagani kasu-kasus tertentu siswa.

menunjukan bahwa evaluasi harus mengacu pada kegiatan pembelajaran. selain itu langkah dalam menyusun alat evaluasi mengacu pada tujuan yang sudah dirumuskan. 3) Hubungan antara kegiatan pembelajaran dengan evaluasi. warna kulit dan jender. Terpadu. Adil. bahasa. budaya. yang meliputi aspek kognitif. Kegiatan pembelajaran mengacu pada tujuan dan langkah dari tujuan dilanjutkan pemikirannya ke kegiatan pembelajaran 2) Hubungan antara tujuan dengan evaluasi. b. penilaian dilakukan secara terus menerus sepanjang berlangsungnyakegiatan pembelajaran. Adapun prinsi-prinsip lain yang perlu diperhatikan dari penilaian/evaluasi pembelajaran di antaranya : a. penilaian dilakukan secara berencana. penilaian meliputi berbagai aspek kompetensi yang akan dinilai. Jenis dan Teknik Penilaian Pembelajaran a. h. Menggunakan acuan atau kriteria tertentu dalam menentukan prestasi peserta didik. d. berasal dari arti kata form yang merupakan dasar dari istilah formatif. Terbuka. bertahap. mampu memberikan sumbangan positif terhadap peningkatan pencapaian belajar peserta didik sehingga hasil penilaian harus dapat memberikan umpan balik dan motivasi peserta didik untuk lebih giat belajar. di sisi lain dan evaluasi merupakan pengukur kegiatan pembelajaran. Jenis Penilaian. tidak terpengaruh oleh pertimbangan subyektif penilai. c. evaluasi adalah kegiatan pengumpulan data untuk mengukur sejauhmana tujuan sudah tercapai. tidak ada peserta didik yang diuntungkan atau dirugikan berdasarkan latar belakang sosial. 3. artinya penilaian tidak hanya pada akhir kegiatan atau pada salah satu pokok bahasan tetapi bersifat menyeluruh atau komprehensif e. maka penilaian formatif dimaksudkan untuk 276 . afektif dan dan psikomotor yang direfleksikan dalam kegiatan berpikir dan bertindak. g. teratur dan terarah. Sistematis. Menyeluruh. menilai apapun yang dilakukan peserta didik dalam kegiatan belajar. prosedur dan kriteria penilaian serta dasar pengambilan keputusan diketahui oleh pihak yang terkait. agama. ekonomi. Obyektif. Berkesinambungan. kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran disusun oleh guru dengan mengacu pada tujuan yang hendak dicapai. Jenis penilaian pembelajaran yang dilakukan dapat dibedakan dalam: 1) Penilaian formatif.Tujuan a b Kegiatan Pembelajaran c Evaluasi/penilaian 1) Hubungan antara tujuan dengan Kegiatan pembelajaran. f. i. Mendidik .

c) Obyektivitas. sehingga berdasarkan kelemahan-kelemahan tersebut dapat dilakukan pemberian perlakuan yang tepat. artinya tes dapat tepat mengukur apa yang harus diukur. b) Realibilitas. Teknik Penilaian Pembelajaran Dalam melaksanakan penialian pembelajaran dikenal dua cara atau teknik yaitu teknik non-tes dan tes. wawancara (interview). dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. sebab nilai ulangan hanya menggambarkan prestasi dan bukan menggambarkan partisipasi. misalnya penilaian yang dilakukan untuk satu standar kompetensi. penilaian sumatif merupakan adalah penilaian terhadap peserta didik setelah mengikuti atau berakhirnya pemberian beberapa program atau sebuah program yang lebih besar. questionair. pengetahuan. pengertian tes adalah seperangkat pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan. penilaian yang dilakukan untuk terhadap pribadi peserta didik untuk kepentingan penempatan dalam progrsm prembelajaran ysng sesuai. riwayat hidup 2) Tenik tes. pengamatan (observation). intelegensi. Penilaian sumatif dapat bermakna sebagai penialian prediksi dan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kenaikan kelas/kelulusan pesert didik. adalah penilaian yang digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang dihadapi peserta didik.b. yang termasuk teknik non-tes adalah skala bertingkat (rating scale). daftar cocok (check list). Tes tertulis ini biasanya dikelompokan menjadi 2 bentuk tes tertulis yaitu : 277 . 3) Penilaian diagnostik. Pengertian lain yang dikemukakan oleh Webster Collegiate. Sebuah tes dapat dikatakan sebagai alat atau teknik penialaian pembelajaran yang baik apabila memilki syarat-syarat sebagi tes yang baik yaitu memiliki : a) Validitas. misalnya untuk mengukur partisipasi siswa diukur dengan tingkat kehadiran. adalah tes yang soal-soal dan jawaban harus dijawab oleh peserta didik secara tertulis. tes dikatakan praktis jika mudah pelaksanaan dan pemeriksaannya serta mudah pengadministrasiannya e) Ekonomis. biaya. tes yang ekonomis adalah tes yang pelaksanaanya tidak membutuhkan. feedback dan sebagai alat diagnosis pembelajaran. kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. tenaga besaar dan waktu yang lama. a) mengetahui sejauhmana siswa telah terbentuk setelah. Teknik tes yang biasanya digunakan dalam penilaian pembelajaran meliputi : Tes tertulis. tingkat perhatian dan ketepatan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru dan bukan dengan nilai yang diperoleh waktu ulangan. misalnya telah mengikuti pembelajaran satu kompetensi dasar) Hasil penilaian formatif dapat bermakna sebagai reinforcemet. pengertian tes adalah alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana. 2) Penilaian Sumatif. 1) Teknik non-tes . misalnya untuk kepentingan penjurusan. tes dikatakan obyektif apabila dalam melaksanakan tes tidak ada faktor subyektif yang mempengaruhi. tes yang reliabel adalah tes yang hasilnya relatif tetap walaupun dilakukan berkali-kali. d) Praktikabilitas. mengikuti suatu program tertentu. 4) Penilaian penempatan. berbeda dengan penilaian formatif.

Rumuskan indikator-indikator yang ada dalam kompetensi dasar tersebut ke dalam tujuan pembelajaran 2. sedangkan kelebihannya adalah secara langsung dapat menilai beberapa unsur baik kemampuan dan tingkat pengetahuan yang dimiliki siswa. Kelebihan lainnya adalah peserta didik dapat lengsung mengetahui hasil tes. D. c) Tes perbuatan. selama kegiatan berlangsung. Latihan Buatlah kelompok kecil sebanyak 3 orang dan susun rancangan instrumen penilaian untuk menilai penguasaan siswa terhadap satu Kompetensi Dasar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP/MTS./SMA/MA. Dalam kegiatan penilaian pembelajaran diperlukan berbagai informasi baik menyangkut hasil pengukuran (ulangan). Dibandingkan dengan tes tertulis. sikap. dengan langkah-langkah menentukan : 1. dan pada akhir kegiatan. bentuknya benar-salah. Pelaksanaan tes perbuatan pada umumnya memerlukan sebuah format pengamatan atau penilaian yang dibuat sedemikian rupa sehingga penilai dapat menuliskan angka penilaian pada tempat yang sudah disediakan. (2) Tes subyektif. Tentukan teknik penilaian yang tepat untuk tujuan pembelajaran tersebut. Kegiatan penilaian pembelajaran merupakan suatu proses yang sistematis artinya bahwa evaluasi/penilaian pembelajaran merupakan suatu kegitan yang terencana dan dilakukan secara berkesinambungan. bentuk tes ini memiliki beberapa kelemahan diantaranya : tingkat subyektivitas penilai dan waktu pelaksanaannya relatif lama. Dalam menyususn instrumen penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal berikut yaitu : (a) Karakteristik mata pelajaran dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diujikan.(1) Tes obyektif. Selain itu peserta didik yang belum memahami pertanyaan tes. tugas-tugas dan 278 . pilihan ganda. Tentukan jenis penilaian pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran 3. (c) Konstruksi tes harus sesuai dengan ranah tujuan. Kemukakan alasan atau dasar pertimbangan dalam menentukan jenis dan teknik penilaian yang ditetapkan. 4. perilaku siswa. pada umumnya berbentuk uraian (esai) yaitu sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kata. b) Tes lisan. dan isian pendek. menjodohkan. (b) materi harus sesuai dengan kegiatan pembelajaran. maupun sikap dan kepribadiannya. Rangkuman Kegiatan penilaian tidak dapat dilepaskan dari tujuan-tujuan pembelajaran yang akan dicapai karena tujuan-tujuan pembelajaran tersebut merupakan acuan dan kriteria pokok dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran. karena dilakukan dengan mengadakan secara langsung tanya jawab antara guru dan peserta didik. C. dapat langsung meminta penjelasan dari penilai. (d) Bahasa dalam soal harus menggunakan kalimat yang tidak ambigus. Dikatakan sebagai suatu proses karena penilaian/evaluasi pembelajaran atau kegiatan evaluasi dilakukan mulai dari awal. yaitu tes yang penugasannya disampaikan dalam bentuk lisan atau tertulis dan pelaksanaannya dinyatakan dengan perbuatan atau penampilan. yaitu tes yang pelaksanaannya berbeda dengan tes tertulis.

tes tertulis dan tes perbuatan. 279 . obJektif. reliabilitas. Teknis tes meliputi tes lisan. jenis dan teknik penilaian yang tepat dan memenuhi persyaratan sebuah tes yang baik yaitu memilki validitas.informasi lainnya yang dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan dalam evaluasi pembelajaran. praktis dan ekonomis. Untuk melaksanakan penilaian pembelajaran yang baik. hendaknya penilaian dilakukan atas dasar prinsip-prinsip penilaian. Masing-masing teknis tes ini memiliki karakteristik yang menggambarkan kelebihan dan kelemahan masing-masing teknis tes.

Kemampuan rasional ini dalam taksonomi Bloom dikenal sebagai kognitif. prinsip dasar dan komponen-komponennya. Kompetensi dalam aspek ini tidak bisa diamati karena tidak tampil dalam perilaku empiris. afektif berhubungan dengan sosial-emosional dan psikomotorik berhubungan dengan keterampilan. maka orang tersebut mencerminkan orang yang berkompeten. keterampilan maupun nilai-nilai yang dikuasai seseorang atau peserta didik yang direfleksikan dalam bentuk kemampuan bertidak secara tepat. Menjelaskan konsep sistem penilaian pembelajaran Berbasis Kompetensi 5. 2. Menyimpulkan Kurikulum berbasis kompetensi 3. Menyimpulkan konsep pembelajaran kontekstual 4. Menyimpulkan pengertian kompetensi 2. penilaian dan kegiatan belajar mengajar serta pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. Seorang dokter yang sedang tidak praktek dan tidak menggunakan atribut profesinya. (b) Kompetensi yang tidak tampak disebut juga dengan istilah kompetensi dalam aspek rasional. Menjelaskan dan menyebutkan prinsip dasar penilaian pembelajaran berbasis kompetensi 6. B. Istilah kemampuan dalam pengertian kompetensi di atas dapat dipahami dalam dua aspek yaitu : (a) Aspek yang tampak. Mengenal jenis-jenis teknik penilaian dalam Sistem penilaian pembelajaran berbasis kompetensi Uraian Materi Pengertian kompetensi dan kurikulum Berbasis Kompetensi Kompetensi merupakan pengetahuan. Keberagaman yang dimanifestasikan sesuai kebutuhan C. 280 . afektif dan psikomotorik. Kurikulum berbasis kompetensi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai peserta didik. Orientasi kurikulum berbasis kompetensi tergantung pada dua hal yaitu: 1. Sebagai contoh. tidak diketahui bahwa dia mempunyai kemampuan untuk melakukan terapi kesehatan. 1. Hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui seperangkat pengalaman belajar yang bermakna. kompetensi dalam aspek yang tampak ini disebut performance yaitu penampilan dalam bentuk tingka laku yang dapat didemonstrasikan sehingga dapat diamati. Jika seseorang memiliki kemampuan berpikir dan bertindak secara tepat dan benar. Kognitif berhubungan dengan kemampuan melakukan. Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kegiatan belajar ini peserta mampu : 1. Menggambarkan alur pengembangan perangkat Sistem penilaian pembelajaran berbasis kompetensi 7. melalui pengamatan dapat dibedakan kompetensi seorang dukun pijet dengan seorang dokter. walaupun keduanya dalam satu bidang yaitu kesehatan.PENILAIAN PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI A. dilihat dan dirasakan. Standar Kompetensi Memahami konsep penilaian pembelajaran berbasis kompetensi. Akan tetapi tanpa harus belajar ilmu kedokteran seseorang mengetahui bahwa dokter lebih kompeten dari pada tukang pijet dalam hal penyembuhan seorang pasien.

memberi contoh. gerakan untuk berkomunikasi (mimik wajah. 2. yaitu pokok bahasan atau materi yang diperlukan untuk mempelajari atau memahami materi atau pelajaran lain. 4) Keterpakaian. 5) Kesesuaian dengan teknik pengukuran yang akan digunakan yaitu tes tertulis. Metoda untuk menentukan ketepatan perilaku yang diukur. memperkirakan. Penentuan materi yang akan diujikan Dalam menentukan materi yang akan diujikan haruslah memperhatikan beberapa kriteria yaitu : 1) Urgensi yaitu pokok bahasan atau materi tersebut secara teoritis mutlak harus dikuasai oleh siswa. 3) Relevansi. mengubah. Penentuan Kompetensi yang akan diujikan. seperti respon yang melibatkan ekspresi. menilai atau memutuskan. 3) Ranah psikomotorik yang meliputi: gerak reflek. lisan atau tes perbuatan. Menekankan pada ketercapaian kompetensi (standar kompetensi. perilaku dibedakan dalam 3 ranah dengan masing-masing tingkatannya : 1) Ranah Kognitif dengan tingkatan mulai dari : a) Ingatan. menerapkan. diantaranya menggunakan. Penentuan perilaku yang akan diukur tergantung pada kompetensi serta indikator-indikator yang digunakan sebagi acuan terhadap keberhasilan pembelajaran. Sistem Penilaian Pembelajaran berbasis Kompetensi a. diantaranya seperti menyebutkan. yaitu pokok bahasan atau materi yang memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari. mengembangkan. dengan tingkatan mulai dari : a) Pendapat atau pandangan. mengambil kesimpulan. mendefinisikan. Berdasarkan teori Bloom Cs. pembuat soal dapat mendaftar semua perilaku mulai dari aspek yang rendah/mudah sampai dengan aspek yang tertinggi/sukar. Menggunakan penilaian yang berorientasi pada kompetensi (penilaian autentik) 2. menentukan. b) Pemahaman. mengingat kembali. postur tubuh). mengorganisasikan. gerakan yang merupakan kombinasi dengan kognitif. diantaranya menghubungkan. b) Sikap atau nilai reperti respon yang melibatkan sikap atau nilai yang telah mendalam di sanubarinya untuk dipertahankan. Berorientasi pada hasil belajar 3. 2) Kontinuitas yaitu pokok bahasan atau materi merupakan pendalaman dari satu atau lebih pokok bahasan yang sudah dipelajari sebelumnya. c) Penerapan. menganalisis. mengembangkan gerakan-gerakan tingkat tinggi. Menerapkan pembelajaran kontekstual 4. 2) Ranah Afektif. isyarat. mengklaifikasikan. d) Analisis diantaranya seperti membandingkan. mengkategorikan. olahraga). dasar-dasar gerakan. seperti diantaranya membedakan. b. f) Evaluasi diantaranya menafsirkan. kompetensi dasar yang tercermin pada indikator kompetensi) peserta didik. 281 . e) Sintesis. menyusun. gerakan-gerakan yang memerlukan belajar (menari. menunjukkan. perasaan atau pendapat pribadi terhadap hal-hal yang relatif sederhana tetapi bukan fakta.Ciri-ciri kurikulum berbasis kompetensi adalah sebagai berikut : 1.

seperti : diskusi dalam kelompok kecil. misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas. Kelemahan dengan instrumen ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak. kesesuaian soal dengan standar kompetensi. (3) menjodohkan. b) Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut. 2) Penilaian Unjuk Kerja Penilaian dilakukan dengan mengamati kegiatan siswa dalam melakukan sesuatu. dapat diamatitidak dapat diamati. berpidato. ada dua bentuk tes tertulis yaitu a) memilih jawaban yang dibedakan menjadi : (1) pilihan ganda. Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan atau instrumen berikut: (a) Daftar Cek (Check-list). misalnya rumusan soal tidak menggunakan kalimat yang mengandung penafsiran ganda. baik-tidak baik. bermain peran. bercerita dan melakukan wawancara. (4) sebab-akibat dan b) mensuplai jawaban yang dibedakan dalam : (1) isian atau melengkapi. 282 . Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal : a) Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan peserta didik untuk menunjukan kinerja dari suatu kompetensi. misalnya praktek. (2) dua pilihan. sehingga semua dapat diamati e) Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati. misalnya dilakukan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam. Untuk menilai kemampuan berbicara peserta didik. presentasi. Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. c) Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. d) Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak. sehingga gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh.c. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik dari pada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan siswa yang sebenarnya. dll. d) Bahasa. jika criteria penguasaan kompetensi tertentu dapat diamati oleh penilai dan tidak mendapat nilai jika tidak bias diamati. (3) soal uraian. dengan menggunakan daftar cek peserta didik akan mendapat nilai. b) Materi. Teknik Penilaian pembelajaran Dalam Sistem Penilaian Pembelajaran berbasis Kompetensi dikenal tujuh teknik penilaian yaitu: 1) Penilaian tertulis. memainkan suatu alat. misalnya benar-salah. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut siswa melakukan tugas tertentu. c) Konstruksi. sehingga tidak terdapat nilai tengah namun daftar ini lebih praktis digunakanuntuk mengamati subyek dalam jumlah besar. kompetensi dasar dan indikator pencapaian pada kurikulum. (2) jawaban singkat atau pendek. Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam penilaian tertulis adalah: a) Karakteristik mata pelajaran dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diuji.

Dalam hal ini pemberian nilai secara kontinum.. NoAspek yang dinilaiBaikTidak Baik123456Skor yang dinilaiSkor maksimum6 Keterangan : Baik = mendapat skor 1 Tidak Baik = tidak mendapat skor (O) (b) Skala Penialian (Rating Scale) Penilaian unjuk kerja dengan menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu..Contoh Format Penilaian (Menggunakan Daftar Cek) Nama Peserta didik : . Skala penilaianterentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna..... 283 ... Untuk memperkecil faktor subyektivitas. pilihan kategori nilai lebih dari dua....... perlu dilakukan penilaian oleh lebih dari satu orang............. Kelas :... agar hasil penilaian lebih akurat......

.. Kelas :......................... N NoAspek yang dinilaiSkor123412345Jumlah SkorSkor maksimum20 Keterangan : 1 = tdak kompeten 2 = cukup kompeten 3 = kompeten 4 = sangat kompeten Jumlah skor merupakan penjumlahan skor masing-masing aspek yang dinilai/diukur......................Contoh Format Penilaian (Menggunakan Skala Penilaian) Contoh Format Penilaian (Menggunakan Skala Penilaian) Nama Peserta didik : .....x Skala nilai yang digunakan Skor Maksimum 284 . Kelas :..... N NoAspek yang dinilaiSkor123412345Jumlah SkorSkor maksimum20 Nama Peserta didik : . sedangkan kriteria penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Jumlah Skor Nilai = --------------------............

....... Ket 285 ... maka nilai siswa tersebut = 50 3) Penilaian Sikap Sikap terdiri dari tiga komponen. Catatan dalam Tahun Pelajaran:.....Peserta Didik Perhatia a Skor siatif n Sistem a tis 1 2 3 4 Ridwan Rifki ... Selanjutnya berikut ini contoh format penilaian sikap dalam pembelajaran : Contoh : Format Penilaian Sikap dalam Pembelajaran Contoh : Halaman isi : Buku Catatan Harian No Nama Skor perilaku No Bekerja Berinis Nama Hari/ Penuh Bekerj Kejadian Jml Nilai Tanggal sama ...... yaitu komponen afektif........ ..... Adapun komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran obyek sikap....... Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu obyek... Secara umum obyek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah : a) Sikap terhadap materi pelajaran b) Sikap terhadap guru/pengajar c) Sikap terhadap proses pembelajaran d) Sikap berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran.. peserta didik sangat bermanfaat pula untuk menilai sikap peserta didik serta dapat Semarang 2009 menjadi bahan dalam penilaian perkembangan peserta didik secara keseluruhan. hasil penilaian observasi perilaku dicatat dalam buku catatan harian : Contoh : Halaman Sampul Buku Catatan Harian BUKU CATATAN HARIAN TENTANG PESERTA DIDK (Nama Sekolah) Mata Pelajaran : ............................. Kelas :... Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai obyek...... e) Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif lintas kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran...........Sebagai Contoh : Jika skala penilaian yang digunakan adalah skala 1-100 dan salah seorang siswa memperoleh skor 10.................. selain bermanfaat untuk merekam dan menilai perilaku Nama Guru :.......... komponen kognitif dan komponen konatif....... Teknik penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : a) Observasi perilaku............ lembaran buku tersebut......... Kolom kejadian diisi dengan kejadian positif maupun negatif.

.................. .. Capaian T R SR 286 .... Smester : .... maka nilai siswa tersebut = 75 b) Pertanyaan langsung Guru sebagai penilai dapat menanyakan secara langsung tentang sikap seseorang/peseta berkaitan dengan sesuatu hal yang berhubungan dengan pembelajaran........ jika seorang siswa memperoleh skor 15.... 1 2 3 4 ............. Nilai merupakan jumlah dsari skor-skor tiap indikator perilaku c....... ST awal ....... atau hal yang menjadi objek sikap...... estetika.............. c) Laporan Pribadi Mengguanakan laporan pribadi sebagai salah satu teknik penilaian di sekolah..................... Kriteria penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Jumlah Skor Nilai = ----------------------. jasmani semua catatan dapat dirangkum dalam lembar pengamatan berikut : Contoh : Lembar Pengamatan Nama Siswa : : ............. . ... Berdasarkan jawaban atau reaksiu lain yang tampil dalam memberikan jawaban dapat dipahami sikap peserta didik itu terhadap sesuatu obyek. peserta didik diminta membuat ulasan yang berisi pandangan atau tanggapannya tentang suatu masalah..... keadaan.. Untuk menilai perubahan perilaku atau sikap siswa secara keseluruhan termasuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia..x Skala nilai yang digunakan Skor maksimum Contoh : Skala penilaian yang digunakan 1-100. misalnya bagaimana tanggapan peserta didik tentang kebijan pemerintah mengimpor beras...............hari/Tgl.... Kelas :.. Catatan : Kolom perilaku diisi dengan skor yang sesuai dengan kriteria berikut : 1 = sangat kurang 2 = kurang 3 = sedang 4 = baik 5 = sangat baik b.......... kewarganegaraan....... No Deskripsi Perilaku Deskripsi perubahan Pertemuan...............Skor maksimal = 20 a..................... kepribadian.

sampai hasil akhir proyek. Dalam penilaian proyek ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan yaitu : a) Kemampuan pengelolaan. seni. 5) Penialaian Produk Penialian produk adalah penilaian terhadap poses pembentukan dan kualitas produk. pemahamn dan keterampilan dalam pembelajaran.menggali danmengembangkan gagasan serta mendesain produk. pengumpulan data. proses pengerjaan. seperti penyususnan desain.buku catatan harian 4) Penilaian Proyek Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode waktu tertentu. pengumpulan data. ST = peruabahan sangat tinggi T = perubahan tinggi R = perubahan rendah SR = perubahan sangat rendah Informasi tentang deskripsi perilaku diperoleh dari : . analisa data dan penyiapan laporan tertulis. pengorganisasian. dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan. mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta pengumpulan laporan b) Relevansi : keseuaian dengan mata pelajaran. dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan. proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya. c) Keaslian. pengolahan dan penyajian data.  Keterangan : Kolom capaian diisi dengan tanda centang sesuai perkembangan perilaku. kemampuan mengaplikasikan. 287 . Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster. kemampuan peserta didik dalam memilih topik. Instrumen penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan. meliputi penilsisn kemampuan peserta didik dalam merencanakan. Pengembangan produk meliputi 3 tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu : a) Tahap persiapan.pertanyaan langsung . Sehubungan dengan itu guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai.laporan pribadi . Penilaian ini meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produkproduk teknologi. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman. dan kemampuan menginformasikan dari peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas. kemampuan penyelidikan.

...x pertemuan Nama Siswa : : .................. Mengerjakan e Perakitan f...... Sikap kerja b.. Tenik penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik : a) Cara analitik yaitu berdasarkan aspek-aspek produk........... Performa b........... memenuhi kriteria keindahan/presisi dan sebagainya. Alokasi waktu :....... Nama Produk :............b) Tahap penilaian....... 288 . Kelas :....... biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan (tahap persiapan... pembuatan produk dan penilaian produk).. Pemakaian bahan d.. Membuat gambar kerja 2 Pelaksanaan : a. Contoh Penilaian Produk Mata Pelajaran : . meliputi menilai kemampuan siswa membuat produk sesuai kegunaannya.... Kesesuaian spesifikasi Total skor * Aspek yang dinilai disesuaikan dengan produk dan kondisi siswa/sekolah ** Skor diberikan kepada siswa tergantung dari ketepatan dan kelengkapan jawaban yang diberikan........ Persiapan alat dan bahan b. No Aspek * Skor (1-5)** 1.......... semakin lengkap dan tepat semakin tinggi skor........ Finishing 3 Laporan produk : a.... b) Cara holistik yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk.... Perencanaan : a.... Penggunaan alat c... biasanya dilakukan hanya pada tahap penilaian produk...

surat. Berdasarkan hasil perkembangan tersebut guru dan siswa sendiri dapat menilai kemampuan perkembangan siswa dan terus melakukan perbaikan. laporan penelitian. c) Kerahasiaan bersama antara guru dan siswa.6) Penilaian Portofolio Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. puisi. sehingga memberi dampak negatif pada proses pendidikan. d) Milik bersama (joint ownership) antara guru dan siswa. antara lain. b) Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat. e) Kepuasan. lembar jawaban tes yang menunjukan soal yang mampu dan tidak mampu dijawab/bukan nilai. g) Penilaian proses dan hasil. Akhir suatu periode karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan siswa. sehingga siswa akan merasa memiliki karya yang dikumpulkan dan akhirnya akan berupaya terus meningkatkan kemampuannya. Antara satu dan peserta didik yang lain ada yang sama ada yang berbeda. 289 . lukisan. Proses belajar yang misalnya diperoleh dari catatan guru tentang kinerja dan karya siswa h) Penilaian dan pembelajaran. Manfaat utama penilaian ini sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi guru untuk melihat kelebihan dan kekurangan siswa. Proses ini tidak akan terjadi secara spontan tetapi membutuhkan waktu bagi peserta didik untuk belajar meyakini hasil penilaian mereka sendiri. keterampilan dan minat dirinya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan portofolio di sekolah antara lain : a) Karya siswa adalah benar-benar karya siswa itu sendiri. penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. komposisi musik. sehingga terjadi proses pendidikan berlangsung dengan baik. b) Saling percaya antara guru dan siswa. hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang memberikan dukungan siswa untuk lebih meningkatkan diri. saling memerlukan dan saling membantu. karangan. kerahasisaan hasil pengumpulan informasi perkembangan siswa perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan. guru dan siswa perlu mempunyai rasa memiliki berkas portofolio. guru melakukan penelitian atas hasil karya siswa yang dijadikan bahan penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil karya yang dibuat oleh siswa itu sendiri. Informasi tersebut dapat berupa karya siswa/hasil pekerjaan dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik. Langkah-langkah dalam penilaian portofolio yaitu : a) Jelaskan kepada siswa bahwa penggunaan portofolio tidak hanya merupakan kumpulan kerja siswa yang digunakan oleh guru untuk penilaian. gambar. tetapi digunakan oleh siswa itu sendiri untuk dapat melihat kemampuan. sinopsis dsb. f) Kesesuaian. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Dengan demikian portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar siswa melalui karyanya. dalam proses penilaian guru dan siswa harus saling percaya. hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi yang tercantum dalam kurikulum. atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran. penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. foto. resensi buku/litelatur.

........ Alokasi waktu : ... untuk menilai aspek-aspek kompetensi tertentu dari suatu mata pelajaran................. afektif dan psikomotorik.... Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif... Hal ini dapat dilakukan pada saat membahas portofolio....... d) berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik sehingga dapat dilihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu... Ada beberapa jenis penilaian diri.. sehingga orang tua dapat membantu dan memotivasi anaknya...... Tujuan utama dari penilaian dari penilaian diri adalah untuk mendukung atau memperbaiki proses dan hasil belajar........ Guru dapat membimbing peserta didik. Meskipun demikian hasil penilaian diri dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk memberikan nilai....... serta bagaimana cara memperbaikinya...... sehingga peserta didik mengetahui harapan /standar guru dan berusaha mencapai standar tersebut... f) Minta peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan.... e) Tentukan kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya dengan para peserta didik. 290 ... maka peserta didik diberi kesempatan untuk memperbaiki........ a) Penialian langsung dan spesifik. g) Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan.. yaitu penilaian pada saat atau setelah selesai melakukan tugas.c) Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap peserta didik dalam satu map atau folder di rumah masing-masing atau loker masing-masing di sekolah.... N o SK KD Peri o de 30/7 15/8 Kelengkap an Gagasan 4 3 2 1 Kritria dan Skor Sistematik Ketepatan Gagasan Analisis Up To date Ke t 1 1 1. h) Bila perlu jadwalkan pertemuan untuk membahas portofolio. Diskusikan cara penilaian kualitas karya para peserta didik.. bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut...... proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya. Nama Siswa : : ...... namun antara peserta didik dan guru perlu dibuat kontrak atau perjanjian mengenai waktu perbaikan misalnya 1 minggu karya yang telah diperbaikiharus diserahkan kepada guru. Jika perlu undang orang tua peserta didik dan diberi penjelasan tentang maksud serta tujuan portofolio.... Peran penilaian diri menjadi penting bersamaan dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru ke peserta didik didasarkan pada konsep belajar mandiri. diantaranya . Kelas :...1 7) Penialian Diri (self assessment) Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian dimana peserta didik diminta menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status. Contoh : Format Instrumen portofolio Mata Pelajaran : ........

g) Lakukan tindakan lanjutan. 291 . Teknik penilaian agar tidak cenderung subyektif. karena ketika melakukan penilaian. karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri.b) Penilaian tidak langsung dan holistik. dapat berupa pedoman penskoran. maka harus dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan obyektif melalui langkah-langkah sebagai berikut : a) Menjelaskan pada siswa tujuan penilaian diri b) Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai c) Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan d) Merumuskan format penilaian. e) Meminta siswa untuk melakukan penilaian diri f) Guru mengkaji hasil penilaian. karena mereka dituntut untuk jujur dan obyektif dalam melakukan penilaian. c) Penilaian sosio-afektif yaitu penilaian terhadap unsur-unsur afektif atau emosional. Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain: a) Dapat menumbuhkan rasa percaya diri siswa. guru dan siswa membahas bersama proses dan hasil penilaian. yaitu penilaian yang dilakukan dalam kurun waktu yang panjang untuk memberikan penilaian secara keseluruhan. untuk mendorong siswa supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan obyektif. daftar cek atau skala penilaian. membiasakan dan melatih siswa untuk berbuat jujur. antara lain guru memberikan balikan tertulis. Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang. b) Siswa menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya. harus melakukan instropeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. c) dapat mendorong.

.... C atau D didepan tiap pernyataan A : Selalu B : Sering C : Kadang-kadang D : Tidak Pernah 1..Keterlibatan semua anggota kelompok dalam diskusi 4........ Kisi-kisi instrumen penilaian pembelajaran Table of specification atau lay-out atau test blue-print atau kisi-kisi merupakan deskripsi mengenai ruang lingkup dari isi materi yang akan diujikan........ Mengorganisasikan ide-ide secara sistematis 7............................................ 6) Menyusun distribusi instrumen ke dalam format kisi-kisi instrumen penilaian........Mendengarkan pendapat orang lain 5....... 5) Menentukan penyebaran butir instrumen yang akan diujikan ke dalam tiaptiap indikator... 3) Menentukan materi untuk penyusunan instrumen...... : .... Nama Anggota kelompok Isilah pernyataan berikut dengan jujur.................. 2) Menentukan standar kompetensi/kompetensi dasar beserta indikatorindikatornya....... Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan tekanan tes yang setepat-tepatnya........ B.. 7) Menuliskan instrumen penilaian dengan mengacu pada kisi-kisi yang telah tersusun......... Penentuan didasarkan pada penyediaan waktu untuk ujian.......Memberi kesempatan kepada semua peserta mengajukan usul 3....... : .............Melamun d.......................... Mengajukan pertanyaan 6...... Penyusunan Instrumen penilaian pembelajaran Langkah-langkah dalam penyusunan intrumen penilaian pembelajaran adalah : 1) Menyusun pedoman penskorannya......................................... 4) Menentukan jumlah/proporsi butir instrumen yang akan diujikan.................Mengacaukan kegiatan diskusi 9.. Mengusulkan ide kepada kelompok selama diskusi 2.....Contoh Penilaian Diri PARTISIPASI SISWA DALAM KELOMPOK Nama Siswa Kegiatan Kelompok : ........ Mengorganisasikan kelompok 8.............. sehingga dapat menjadi petunjuk dalam menulis soal................. tuliskan huruf A........... e............. untuk nomor 1 s/d 9.. 292 ...

.. 2 ....1 Indikator 2....23.....14.Kisi-kisi yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu : 1) Mewakili isi silabus/kurikulum atau materi yang telah diajarkan secara tepat dan proposional.....33... Contoh : Format Kisi-kisi Instrumen pembelajaran Jenis Sekolah :..3 2...6...26.27 31...24....1 9 20.43.37...........2..50 40 80 % Juml Soal 3 4 20 18 2 3 50 2 2..25.7 11............... Bentuk Soal : .2 2....15...1..........16...3 2....... Alokasi waktu : .2 2...1.2.....30 46 48 10 20 % Smester 2 2........2...2...... Jumlah soal : ......1 2.12.....1 2..21. Penulisan Instrumen Penilaian Contoh Penyebaran butir soal Teknis Tes No 1 KD 2. 3 5....3 Jumlah Perbandi ngan Keterangan : Smester 1 1 4 8... 2) Komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami 3) Materi yang hendak ditanyakan dapat dibuatkan instrumennya.32...... 2 2......2 2......36..2......45 47 49..17...1 2...3 KKM (%) : Unjuk kerja v Pro duk 70 70 70 70 70 70 Teknik Penilaian Proyek Tes Porto folio v v Sikap Penilai an diri 2.13.1....18. SK KD Indi Kator 2.......1.2..1..............22.... Kurikulum : .....35....1 2.10 28.......34.............38...1....9....2 293 .2 2.42. Penyususan 1........3 9 41....... Mata Pelajaran : ..44..29. 1 2 v v v v v v v v g..

Ada pula perilaku yang lebih tepat diukur dengan bentuk soal objektif. Hal yang paling sulit dalam penulisan soal bentuk uraian adalah menyusun pedoman penskorannya. bentuk uraian diklasifikasikan menjadi 2 yaitu uraian objektif dan urian non objektif. Adapun kelengkapan yang dimaksud adalah kelengkapan perilaku yang diukur yang dipergunakan untuk menetapkan aspek yang dinilai dalam pedoman penskorannya. Artinya perilaku yang diukur dapat diskor secara dikotomus. Bentuk uraian obyektif adalah suatu soal atau pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep tertentu. sedangkan untuk soal uraian diantaranya adalah sulit menyusun pedoman penskorannnya. Kelemahannya untuk soal bentuk pilihan ganda diantaranya adalah sulit menyusun pengecoh atau distructure. Dalam penulisan soal berbentuk uraian wujud soal terdiri dari : 1) Dasar pertanyaan/stimulus bila ada atau diperlukan 2) Pertanyaan 3) Pedoman penskorannya Dalam penulisan soal berbentuk uraian terdapat beberapa kaidah penulisan yang perlu diperhatikan yaitu : a) Materi (1) Soal harus sesuai dengan indikator (2) Setiap pertanyaan diberi batasan jawaban yang diharapkan (3) Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan tujuan yang akan di ukur 294 . dan dapat digunakan untuk mencakup materi yang luas yang dapat diujikan. sedangkan untuk soal uraian diantaranya adalah dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan gagasan dan menyatakan jawabannya menurut kata-kata atau kalimat sendiri. 1) Penulisan Soal Bentuk Uraian Dalam proses menulis soal bentuk uraian diperlukan ketepatan dan kelengkapan dalam merumuskannya. Untuk soal bentuk pilihan ganda atau multiple choise keunggulannya diantaranya dapat mengukur kemampuan secara objektif. yaitu menuntut siswa untuk mengorganisasikan gagasan dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan secara tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Jadi tidak semua perilaku harus ditanyakan dengan bentuk soal uraian atau objektif mengingat setiapbentuk soal. Penulisan Instrumen Penelitian Penulisan instrumen merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam penyiapan bahan ujian. sedangkan nomor soal lainnya berbebtuk pilihan ganda f.Nomor soal yang ditandai underline adalah soal berbentuk uraian. maka dalam menentukan perilaku yang diukur dibuatkan skala. Penulis soal harus dapat setepat-tepatnya merumuskan pedoman penskorannya. sehingga penskorannya dapat dilakukan secara objektif. Ada perilaku yang lebih tepat diukur atau ditanyakan dengan menggunakn bentuk soal uraian. sehingga penskorannya sukar dilakukan secara objektif. Ketepatan yang dimaksud adalah bahwa materi yang ditanyakan tepat diujikan dengan bentuk uraian. karena soal bentuk uraian kelemahannya pada tingkat subyektifitas dalam penskorannya. masing-masing memiliki keunggulan dan masing-masing memiliki kelemahan. Berdasarkan metode penskorannya. Setiap butir instrumen harus didasarkan rumusan indikator dalam kisi-kisi dan kaidah penulisan yang benar Penggunaan instrumen sangat tergantung pada perilaku yang akan diukur. Bentuk uraian non objektif adalah soal yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian atau konsep menurut pendapat masing-masing siswa. Untuk mengurangi tingkat subjektifitas dalam pemberian skor ini.

gambar. maka soal ditulis di dalam format soal. Materi 1) Soal harus sesuai dengan indikator. kemudian langkah ketiga adalah menuliskan pengecohnya. Wujud soalnya terdiri dari: (1) dasar pertanyaan/stimulus (bila ada). Soal bentuk pilihan ganda merupakan soal yang telah disediakan pilihan jawabannya. a. Setiap satu soal ditulis di dalam satu format. perhatikan dan perkembangan soal. Kaidah penulisannya soal pilihan ganda. maka penulisanya perlu mengikuti langkah-langkah berikut. Siswa yang mengerjakan soal hanya memilih satu jawaban yang benar dari pilihan jawaban yang disediakan. Artinya satu soal hanya mempunyai satu kunci jawaban. Oleh karena itu untuk memudahkan dalam penulisan soal bentuk pilihan ganda. Misalnya. peta atau sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca c) Bahasa (1) Rumusan kalimat soal harus komunikatif (2) Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (baku) (3) Tidak menimbulkan penafsiran ganda (4) Tidak mempergunakan bahasa yang berlaku setempat (5) Tidak mengandung kata/ungkapan yang menyinggung perasaan siswa 2) Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda Menulis soal bentuk pilihan ganda sangat diperlukan ketrampilan dan ketelitian. Pengecoh yang baik adalah pengecoh yang tingkat kerumitan atau tingkat kesederhanaan serta panjang pendeknya relatif sama dengan kunci jawaban. Konstruksi 1) Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. langkah kedua adalah menuliskan kunci jawabannya. 2) Pengecoh harus berfungsi. 3) Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. grafik. tidak menimbulkan pengertian atau penafsiran yang berbeda dari yang dimaksudkan penulis. (3) pilihan jawaban yang terdiri dari: kunci jawaban pengecoh. Setiap butir soal hanya mengandung satu persoalan/gagasan. (4) Tabel. (2) pokok soal (item). Langkah pertama adalah menuliskan pokok soalnya. kemampuan/ materi yang hendak diukur/ditanyakan harus jelas. Hal yang paling sulit dilakukan dalam menulis soal bentuk pilihan ganda adalah menuliskan pengecohnya. b.(4) Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat sekolah b) Konstruksi (1) Menggunakan kata tanya/perintah yang menuntut jawaban terurai (2) Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal (3) Setiap soal harus ada pedoman penskorannya. Artinya apabila terdapat rumusan atau pernyataan 295 . Adapun formatnya seperti contoh di atas dan perlu disesuaikan dengan bentuk soal pilihan ganda. Artinya soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi. Maksudnya kunci jawaban benar tidak lebih dari satu atau kurang dari satu. 2) Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja. Untuk memudahkan pengelolaan.

grafik. 8) Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus didasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktu. penulisannya harus setara. Penyusunan secara urut dimaksudkan memudahkan siswa melihat pilihan jawaban. grafik. Artinya. 11) Umumnya. pada pokok soal jangan sampai terdapat kata. apa saja menyertai suatu soal yang ditanyakan harus jelas. Apabila soal tetap bisa dijawab tanpa gambar. c. Kaidah ini diperlukan karena adanya kecenderungan siswa memilih jawaban yang paling panjang karena seringkali jawaban yang lebih panjang itu lebih lengkap dan merupakan kunci jawaban. dan semua pilihan jawaban harus berfungsi. Hal ini untuk mencegah terjadinya kesalahan penafsiran siswa terhadap arti pernyataan yang dimaksud. Untuk keterampilan bahasa. pada pokok soal jangan sampai terdapat dua kata atau lebih yang mengandung arti negatif. 7) Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “semua pilihan jawaban di atas salah” atau “semua pilihan jawaban di atas benar”. kadang-kadang. Artinya dengan adanya pilihan seperti ini. Bahasa/budaya Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar. penggunaan negatif ganda diperbolehkan bila aspek yang akan diukur justru pengertian tentang negatif ganda itu sendiri. 10) Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata bermakna tidak pasti seperti sebaiknya. 6) Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama. kadang-kadang. Artinya. 4) Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. maka rumusan atau pernyataan itu dihilangkan saja. Artinya. diagram. maka secara materi yang ditanyakan menjadi tidak homogen. Artinya. atau tabel itu tidak berfungsi.yang sebetulnya tidak diperlukan. Artinya pilihan jawaban yang berbentuk angka harus didasarkan besar kecilnya nilai angka dari nilai angka paling berurutan sampai nilai angka yang paling besar. 296 . Demikian juga pilihan jawaban yang menunjukkan waktu harus secara kronologis. grafik. bahwa dalam merumuskan pokok soal jangan menggunakan kata atau ungkapan seperti sebaiknya. wacana. . 1) Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek. Artinya. dimengerti oleh siswa. terbaca. atau ungkapan yang dapat memberikan petunjuk ke arah jawaban yang benar. atau kata yang tidak pasti karena maksud kata-kata itu tergantung pada keadaan dan situasi siswa yang bersangkutan. tabel atau sejenisnya berarti gambar. umumnya. dan sejenisnya terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. dan sebaliknya. 12) Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama seperti yang ditanyakan oleh pokok soal. kelompok kata. 3) Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. 5) Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. tabel. 9) Gambar.

2) Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek). 3) Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat. 4) Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan. 5) Penulisan kata perlu disesuaikan dengan kebenaran penulisan baku. 6) Penulisan huruf (capital dan kecil) dalam soal perlu diperhatikan. 7) Penggunaan tanda baca dalam penulisan soal perlu diperhatikan. 8) Bahasa yang digunakan harus komunikatif, sehingga pernyataannya udah dimengerti warga belajar/siswa. 9) Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan di daerah lain atau nasional. 10)Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Letakkan kata/frase pada pokok soal. 3) Penulisan Soal Bentuk Jawaban Singkat Dalam menulis soal bentuk jawaban singkat, penulis soal harus mengetahui konsep dasar bentuk jawaban singkat. Bentuk ini merupakan salah satu bentuk soal obyektif yang jawabannya menuntut siswa untuk menjawab soal dengan singkat, yaitu jawabannya dapat berupa suku kata, kelompok kata/frase, symbol matematika, atau angka. Adapun wujud soal bentuk jawaban singkat adalah terdiri dari 5 unsur, yaitu : (1) dasar pernyataan (stimulus) bila diperlukan, (2) pertanyaan, (3) tempat jawaban, (4) kunci jawban, (5) pedoman penskoran. Dasar pertanyaan seperti pada contoh di atas tidak selalu diperlukan. Hal ini tergantung pada perilaku yang hendak diukur dalam soal itu. Apabila soalnya tidak berhubungan dengan bacaan dan hanya menuntut kemampuan ingatan, maka dasar pertanyaan (stimulus) pada soal bentuk ini tidak diperlukan. Adapun kaidah penulisan soal bentuk jawaban singkat adalah sebagai berikut : a. Materi 1) Soal harus sesuai dengan indikator 2) Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan jawaban singkat b. Konstruksi 1) Pernyataan disusun dengan bentuk pertanyaan langsung agar siswa lebih mudah merumuskan jawaban singkat. 2) Pernyataan disusun dengan bentuk pertanyaan yang menuntut jawaban singkat/pendek yang berupa sebuah kata, angka, symbol atau kelompok kata. 3) Tempat jawaban hendaknya berupa garis lurus (bukan titik-titik). Tanda titik-titik dapat mengaburkan pengertian pemeriksanya. Misal karena ada tanda titik dapat mengaburkan pandangan pemeriksa, sehingga dikira huruf atau lainnya. 4) Hindarilah pertanyaan yang menggunakan kata-kata yang langsung mengutip dari uraian materi buku pelajaran. 5) Pertanyaan hanya ada satu jawaban yang benar. Hal ini perlu diperhatikan karena seringkali siswa memberikan interpretasi pertanyaan yang sama sekali tidak diduga dan dimaksudkan oleh penulis soal. Cara mengatasinya semua kemungkinan jawaban harus didaftar/dicantumkan dalam kunci pemeriksaan. 6) Tempat jawaban yang dikosongkan harus sama panjangnya dan ditempatkan setelah pertanyaan.

297

7) Jika jawaban yang dikehendaki adalah menuntut satuan urutan, maka ungkapkanlah secara rinci di dalam pertanyaan. c. Bahasa/budaya 1) Gunakanlah pertanyaan yang menuntut jawaban singkat, misalnya menggunakan kata tanya siapa, kapan, berapa, di mana. 2) Bahasa soal harus komunikatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa. 3) Gunakan bahasa Indonesia baku 4) Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/baku. 4) Penulisan soal bentuk isian Dalam menulis soal bentuk isian, penulis soal harus mengetahui konsep dasar bentuk isian. Bentuk ini merupakan salah satu bentuk soal yang jawabannya menuntut siswa untuk melengkapi atau mengisi kata-kata atau kelompok kata yang dihilangkan. Soalnya disusun seperti kalimat lengkap, kemudian dihilangkan pada bagian tertentu yang harus diisi oleh siswa. Kaidah penulisannya adalah sebagai berikut : a. Materi 1) Soal harus sesuai dengan indikator 2) Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan bentuk lisan b. Konstruksi 1) Pernyataan disusun sedemikian rupa, sehingga jelas jawaban yang diharapkan. 2) Hindarkan petunjuk ke arah jawaban yang benar 3) Susunlah pertanyaan yang dapat mempermudah penskorannya 4) Hindarkan pernyataan-pernyataan yang kurang tegas 5) Susunlah soal dengan pernyataan berita 6) Usahakan hanya ada satu jawaban yang benar 7) Hindarkan pernyataan yang terlalu banyak dihilangkan, sebuah soal yang terlalu banyak yang dihilangkan sukar diketahui apakah sebenarnya hal yang diukur. 8) Pernyataan yang dihilangkan adalah benar-benar bentuk kata atau frasa yang merupakan kunci jawaban dan bukan hal-hal yang memang tidak penting. 9) Hindarkan pernyataan yang diambil langsung persis sama dengan di dalam buku pelajaran. 10) Tempat jawaban yang disediakan untuk setiap soal harus sama panjangnya. Jika tempat jawaban tidak sama panjangnya, siswa cenderung untuk mengira-ira jawabannya sesuai dengan panjang tempat kosong itu. 11)Dalam menyusun soal yang memerlukan jawaban rincian perlu disusun secara berurutan (alfabetis jawabannya). Hal ini untuk memudahkan pemeriksaannya. 12) Daftarlah semua kemungkinan jawaban yang benar. Hal ini dimaksudkan untuk mempersiapkan jawaban benar yang tidak terduga dari siswa. 13) Berilah nomor pada tiap-tiap tempat jawaban. Hal ini untuk memudahkan penilaiannya. c. Bahasa/budaya 1) Bahasa soal harus komunikatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa. 2) Gunakan bahasa Indonesia baku 298

3) Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/baku. 5) Penulisan Soal Bentuk Menjodohkan Dalam menulis soal bentuk menjodohkan, penulisan soal harus mengetahui konsep dasar bentuk menjodohkan. Bentuk ini wujudnya terdiri dari dua kelompok atau kolom. Tugas siswa adalah mencari pasangan yang tepat dalam kedua kelompok itu. Misalnya siswa harus dapat mencocokkan antara kejadian dengan tanggal kejadian yang tepat. Kejadian dengan orang, kejadian dengan tempat. Istilah dengan definsi, perkataan asing/istilah asing dengan istilah bahasa Indonesia yang baku, peraturan-peraturan dengan contoh. Alatalat dengan penggunaannya dan lain-lain. Biasanya bentuk soal menjodohkan hanya terbatas untuk mengukur kemampuan ingatan. Bentuk soal ini juga dapat dipergunakan untuk menentukan nama dan tempat-tempat atau bagian-bagian yang telah diberi nomor pada peta, diagram dan sebagainya. a. Materi 1) Soal harus sesuai dengan indikator 2) Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan bentuk menjodohkan 3) Gunakan materi-materi yang homogen untuk setiap kelompok, baik kelompok soal (pokok soal) maupun pilihan jawabannya). b. Konstruksi 1) Pertanyaan dan pilihan jawaban harus disusun dengan homogen, paralel/ sejajar. 2) Soal disusun sebelah kiri dengan bernomor, pilihan jawaban disusun di sebelah kanan dengan diberi nomor urut dengan huruf. 3) Pertanyaan dan pilihan jawaban hendaknya disusun secara sistematis. Jika daftar terdiri dari tanggal disusun secara kronologis, sedangkan pernyataan dalam pilihan jawaban dapat disusun menurut abjad. 4) Pertanyaan dan pilihan jawaban ditulis dalam halaman yang sama. Bila tidak demikian dapat membingungkan siswa dan dapat menyita waktu lama yang dipergunakan untuk membolak-bolik halaman saja. 5) Panjang soal ini dibatasi jumlahnya tidak lebih dari 10-15 butir soal. Daftar-daftar yang panjang cenderung akan menjadi terlalu heterogen dan dengan demikian memungkinkan adanya petunjuk-petunjuk bagi siswa yang pandai, lagi pula soal bentuk ini bila soalnya terlalu panjang/banyak akan membuang waktu yang terlalu banyak. 6) Jumlah pilihan jawaban disusun lebih banyak daripada soalnya. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat memikirkan jawabannya dengan tepat. 6) Penulisan Instrumen Penilaian Sikap Teknik penilaian sikap/budi pekerti merupakan prosedur penilaian yang dipergunakan untuk menilai perilaku siswa. Alat penilaian yang dapat dipergunakan seperti lembar pengamatan, portofolio, dan angket/kuesioner. a. Lembar Pengamatan Lembar pengamatan merupakan suatu alat penilaian yang pengisiannya dilakukan oleh guru atas dasar pengamatan terhadap perilaku peserta didik. Pelaksanaan pengamatannya dapat dilakukan guru pada sebelum mengajar, saat mengajar, dan sesudah mengajar. Perilaku minimal yang dapat dinilai dengan pengamatan untuk perilaku peserta didik, misalnya : ketaatan pada ajaran agama, toleransi, disiplin tanggung jawab, kasih sayang, gotong royong, kesetiakawanan, hormat menghormati, sopan santun dan kejujuran. Setelah teori diperoleh dari berbagai buku, maka langkah selanjutnya adalah menyimpulkan teori itu dan merumuskan/mendefinisikan (yaitu definisi 299

konsep dan definisi operasional) dengan kata-kata sendiri berdasarkan pendapat para ahli yang diperoleh dari beberapa buku yang telah dibaca. Definisi tentang teori yang dirumuskan inilah yang dinamakan konstruk. Berdasarkan konstruk yang telah dirumuskan itu maka langkah selanjutnya adalah menentukan dimensi (tema/obyek/hal-hal pokok yang menjadi pusat tinjauan teori), indikator (uraian/rincian dimensi yang diukur), dan penulisan butir soalnya berdasarkan indikatornya. Untuk lebih memudahkan dalam menyusun kisi-kisi tes, perhatikan alur urutannya seperti pada gambar berikut.
TEO RI D a r i h a s il p e n e litia n / p en d a p a t d ari 1. Buku A 2. Buku B 3. Buku C 4. Buku D 5. Buku E dst

KO NSTR UK - D e fin is i k o n s e p - D e fin is i o p e r a s io n a l

D IM E N S I

IN D I K A T O R

SO AL

Berdasarkan gambar di atas, penulis soal dapat dengan mudah mengecek apakah instrumen tesnya atau butir-butir soalnya sudah sesuai dengan indikatornya atau belum. Misalnya soal nomor 1 sampai dengan soal terakhir berasal dari mana ? Dari indikator-indikator dari mana ? Dari dimensi. Rumusan dimensi dari mana ? Dari konstruk. Rumusan konstruk dari mana ? Dari teori. Jadi kesimpulannya instsrumen tes yang telah disusun merupakan alat ukur yang (sudah tepat atau belum tepat) mewakili teori). Dalam penulisan instrumen non-tes, harus memperhatikan ketentuan/ kaidah penulisan sebagai berikut : 1) Materi a) Pernyataan harus sesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi. b) Aspek yang diukur pada setiap pernyataan sudah sesuai dengan tuntutan dalam kisi-kisi (misalnya untuk tes sikap : aspek kognisi, afeksi, atau konasinya dan pernyataan positif atau negatifnya). 2) Konstruksi a) Pernyataan dirumuskan dengan singkat (tidak melebihi 20 kata) dan jelas. b) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang tidak relevan dengan obyek yang dipersoalkan atau kalimatnya merupakan pernyataan yang diperlukan saja. c) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang bersifat negatif ganda. d) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang mengacu pada masa lalu. e) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang faktual atau dapat diinterpretasikan sebagai fakta. f) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang dapat diinterpretasikan lebih dari satu cara. g) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang mungkin disetujui atau dikosongkan oleh hampir semua responden. h) Setiap pernyataan hanya berisi satu gagasan secara lengkap. i) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang tidak pasti seperti semua, selalu, kadang-kadang, tidak satupun, tidak pernah. j) Jangan banyak mempergunakan kata hanya, sekedar, sematamata. Gunakan seperlunya. 3) Bahasa/budaya

300

a) Bahasa soal harus komunikatif dan sesuai dengan jenjang pendidikan siswa/responden b) Soal harus menggunakan bahasa Indonesia baku c) Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/baku Instrumen skala sikap Berbagai definisi tentang sikap yang telah dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah Mueller (1986:3) yang menyampaikan 5 definisi dari 5 ahli, adalah sebagai berikut : a. Sikap adalah afeksi untuk atau melawan, penilaian tentang suka atau tidak suka akan tanggapan positif/negatif terhadap suatu obyek psikologis (thurstone). b. Sikap adalah kecenderungan untuk bertindak ke arah atau melawan suatu faktor lingkungan (Emory Bogardus) c. Sikap adalah kesiapsiagaan mental atau saraf (Golden Allport) d. Sikap adalah konsistensi dalam tanggapan terhadap obyek-obyek sosial (Donald Cambell) e. Sikap merupakan tanggapan tersebunyi yang ditimbulkan oleh suatu niai (Ralp Linton, ahli antropologi kebudayaan). Berdasarkan definisi di atas, para ahli menyimpulkan bahwa sikap mempunyai 3 komponen penting, yaitu komponen : (1) kognisi yang berhubungan dengan kepercayaan, ide dan konsep; (2) afeksi yang mencakup perasaan seseorang; dan (3) konasi yang merupakan kecenderungan bertingkah laku atau yang akan dilakukan. Oleh karena itu ketiga komponen ini dimasukkan di dalam format kisi-kisi “sikap belajar siswa” seperti contoh berikut. Definisi operasional sikap belajar adalah kecenderungan bertindak dalam perubahan tingkah laku melalui latihan dan pengalaman dari keadaan tidak tahu menjadi tahu yang dapat diukur melalui : toleransi, kebersamaan dan gotong royong, rasa kesetiakawanan dan kejujuran. No 1 Dimensi Toleransi Indikator a. Mau menerima pendapat orang lain atau tidak memaksakan kehendak b. Tidak mudah tersinggung a. Dapat bekerja kelompok b. Rela berkorban untuk kepentingan umum a. Mau memberi dan meminta maaf Nomor soal yang mengukur Kognisi Afeksi Konasi + + + 1 2 3 4 5 6

7

8

9

10

11

12

2

Kebersamaan dan gotong royong Rasa kesetiakawanan dst

3

Contoh soal seperti berikut: NO PERNYATAAN 1 Mau menerima pendapat orang lain merupakan ciri bertoleransi 2 Untuk mewujudkan cita-cita harus

SS

S

TP

TS

STS

301

14 Keterangan : nomor yang bergaris bawah adalah untuk pernyataan positif Contoh instrumen seperti berikut ini. TP = tidak pernah NO 1 DIMENSI Kesukaan 302 . Kisi-ksi dan soalnya adalah sebagai berikut: INDIKATOR NOMOR SOAL Gairah 8. Berdasarkan kedua pernyataan ini. perhatian. 9 3 Perhatian Konsentrasi 7. TS = tidak setuju. 13 Inisiatif 16. dan keterlibatan. Oleh karena itu definisi operasional minat belajar adalah pilihan kesenangan dalam melakukan kegiatan dan dapat membangkitkan gairah seseorang untuk memenuhi kesediaannya yang dapat diukur melalui kesukacitaan. S = sering. 19 Ketelitian 3. J = jarang. 6. saya utamakan mereka yang pandai 5 Kalau saya boleh memilih. 5 Keuletan 1. 17 2 Ketertarikan Responsif 10.memaksakan kehendak Saya suka menerima pendapat orang lain Memilih teman di sekolah. 1974:337) dan dapat membangkitkan gairah sesseorang serta melahirkan kesediaannya untuk menggunakan waktu. 10 4 Keterlibatan Kemauan 4.1996:69). NO PERNYATAAN SS S KK J TP 1 … 2 Saya segera mengerjakan PR sebelum datang pekerjaan yang lain 7 Saya asyik dengan pikiran sendiri ketika guru menerangkan di kelas 16 Saya suka membaca buku ekonomi 20 … Keterangan : SS = sangat sering. 20 Keseleraan 2. ketertarikan. Siswa yang menaruh minat pada suatu mata pelajaran perhatiannya akan tinggi dan minatnya berfungsi sebagai pendorong kuat untuk terlibat secara aktif dalam pelajaran tersebut. KK = kadang-kadang. saya akan selalu mendengarkan usul-usul ke dua orang tuaku 6 Bekerjasama dengan orang lain berbeda suku lebih baik dihindarkan. Minat juga merupakan kemampuan untuk memberikan stimulus yang mendorong seseorang untuk memperhatikan aktivitas yang dilakukan berdasarkan pengalaman yang sebenarnya (Crow and Crow. maka minat merupakan pilihan kesenangan dalam melakukan kegiatan (Skiner. 1984:248). energy dalam memenuhi kesukaannya (Raths. 1969:29). et al. STS = sangat tidak setuju 3 4 Instrumen penilaian minat belajar Minat adalah kesadaran yang timbul bahwa obyek tertentu sangat disenangi dan melahirkan perhatian yang tinggi bagi individu terhadap obyek tersebut (crites. TP = tidak berpendapat (raguragu). 15.. Keterangan : SS = sangat setuju. 18 Kerja keras 12. S = setuju. ruang.

Yang diperlukan dalam analisis soal selanjutnya ialah kelompok pandai (upper group) dan kelompok kurang (lower group). Apakah semua alternatif jawaban (optimis) menarik jawaban-jawaban ataukah tidak. Item Analisis (Analisis Soal) Tujuan khusus item analysis adalah untuk mencari soalan tes mana yang baik dan mana yang tidak baik. yaitu : a. Pengelompokkan tersebut didasarkan pada rangking skor yang diperoleh dalam kelompok tersebut/ketiga kelompok yang dimaksud tersebut. sedangkan kelompok sedang (middle group) kita biarkan.65 T 20 3) Menentukan kriteria bagi soal yang baik dan tidak baik. Sampai dimana tingkat kesukaran soal itu (difficulty level of antara item) b. Dengan membuat item analysis. Selanjutnya dengan mengetahui soal-soal yang tidak baik dapat diambil langkah-langkah perbaikan terhadap soal-soal tersebut. Apakah soal itu mempunyai daya pembeda (discriminating power).21 dikategorikan soal yang sukar 303 . 3) Kelompok kurang atau lower group (25% dari ranking bagian tengah). 1) Taraf/Tingkat Kesukaran Soal Untuk mengetahui taraf kesukaran soal diperlukan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Mengelompokkan siswa dalam tiga kelompok.g. 4) Kelompok sedang atau middle group (50% ranking bagian tengah). Maka tingkat kerusakan soal tersebut adalah sebagai berikut : TK = U+L 9+4 = = 0. c.16 dikategorikan soal yang sukar TK ≥ 0. 2) Menentukan taraf kesukaran dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TK = U+L T Keterangan : TK = tingkat/taraf kesukaran soal U = jumlah siswa yang termasuk kelompok pandai (upper group) yang menjawab benar untuk setiap soal L = jumlah siswa yang termasuk kelompok kurang (lower group ) yang menjawab benar untuk setiap soal T = jumlah siswa dari upper group dan lower group Contoh : Dalam tabulasi dari suatu item (item no 1) diketahui dari 10 orang kelompok pandai yang dapat menjawab benar 9 orang dan 10 orang kelompok kurang yang dapat menjawab benar 4 orang. 2) Kelompok pandai atau upper group (25% dari ranking bagian atas). yaitu sebagai berikut : a) Untuk soal yang berbentuk true-false TK ≤ 0. 1) Menghitung jumlah siswa dalam kelompok pandai dan kelompok kurang yang menjawab soal tersebut dengan betul.84 dikategorikan soal yang mudah b) Untuk soal yang berbentuk multiple choice (3 option) TK ≤ 0. sedikitnya kita dapat mengetahui tiga hal penting yang dapat diperoleh dari tiap soal. sehingga dapat membedakan antara kelompok siswa yang pandai dengan kelompok siswa yang bodoh.

Caranya seluruh pengikut tes diurutkan mulai dari skor teratas sampai terbawah. maka untuk kelompok besar biasanya hanya diambil kedua kutubnya saja yaitu 27% skor teratas sebagai kelompok atas/upper group (JA) dan 27% skor terbawah sebagai kelompok bawah/lower group (JB) Untuk menghitung indek daya pembeda soal dapat digunakan dengan dua cara. terdapat dalam tabel sebagai berikut : Tabel Analisis 10 Butir soal dari 20 Siswa Siswa A B C D E kelom pok B A A B A 1 1 0 1 0 1 2 0 1 0 0 1 3 1 1 1 1 1 4 0 1 0 0 1 Nilai Soal 5 6 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 7 1 0 1 1 1 8 1 0 1 1 1 9 1 1 1 1 1 10 0 1 1 0 1 Jmlh Skor 5 7 8 5 10 304 .79 dikategorikan soal yang mudah c) Untuk soal multiple choice (4 option) TK ≤ 0. maupun dalam menghitung jumlah siswa pada tiap-tiap kelompok yang menjawab benar dari suatu soal tersebut. Langkah-langkah yang ditempuh dalam menghitung indeks daya pembeda suatu soal. Untuk kelompok kecil . seluruh kelompok testee dibagi dua sama besar. b. lalu dibagi 2. Untuk hal ini dibedakan antara kelompok kecil (kurang dari 100) dan kelompok besar (100 orang ke atas) a. baik dalam hal menentukan kelompok pandai (upper group) dan lower group.76 dikategorikan soal yang mudah 2) Daya Pembeda Soal Yang dimaksud daya pembeda suatu soal ialah bagaimana kemampuan soal itu untuk membedakan siswa-siswa yang termasuk kelompok upper group dengan siswa-siswa yang termasuk kelompok lower group. untuk kelompok besar. Mengingat biaya dan waktu untuk menganalisis. sama dengan yang dilakukan pada saat menghitung tingkat kesukaran soal.PB Keterangan : D = indek daya pembeda soal JA = jumlah siswa kelompok upper group yang mengikuti tes JB = jumlah siswa kelompok lower group yang mengikuti tes BA = jumlah siswa kelompok upper group yang menjawab benar dari soal itu BB = jumlah siswa kelompok lower group yang menjawab benar dari soal itu PA = proporsi kelompok upper group yang menjawab benar dari soal itu PB = proporsi kelompok lower group yang menjawab benar dari soal itu Contoh : Dari hasil analisis tes yang terdiri dari 10 butir soal yang dikerjakan oleh 20 orang saiswa. yaitu : 1) Dengan menggunakan rumus sebagai berikut : D = BA/JA .BB /JB = PA .TK ≥ 0. 50% kelompok atas dan 50% kelompok bawah.24 dikategorikan soal yang sukar TK ≥ 0.

selanjutnya diurutkan atau dibuat array (urutan penyebaran) dari skor yang paling tinggi ke skor yang paling rendah. Kelompok Atas Kelompok Bawah 10 6 9 6 8 6 8 6 8 6 8 5 7 5 7 5 7 3 7 3 ----------------------------------10 orang 10 orang Dari hasil array ini sekaligus menunjukkan adanya kelompok atas (JA) dan kelompok bawah(JB) dengan nama dan skor sebagai berikut : Kelompok Atas Kelompok Bawah B = 10 A = 6 C= 9 D = 6 E= 8 F = 6 I = 8 G =6 J = 8 H =6 K= 8 L = 5 N= 7 M =5 O= 7 P = 5 Q= 7 S = 3 305 .F G H I J K L M N O P Q R S T Jumlah B B B A A A B B A A B A A B B 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 11 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 15 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 12 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 8 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 6 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 16 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 15 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 10 6 6 6 8 7 7 5 3 7 9 3 8 8 6 6 Dari table di atas berdasarkan nama-nama siswa dapat kita peroleh skor-skor sebagai berikut : A = 5 F=6 K=7 P=3 B = 7 G=6 L=5 Q=8 C = 8 H=6 M=3 R=8 D = 5 I=8 N=7 S=6 E = 10 J=7 O=9 T=6 Dari angka-angka tersebut.

sedangkan JB = 10 BB = 3 PB = BB/JB = 0. Setelah selesai presentasikan hasil pekerjaan saudara sesama kelompok yang lain.Dari kelompok atas yang menjawab betul sebanyak 8 orang .8 . tidak efektif.0. Berikut ini disajikan satu contoh soal yang mempunyai 4 option. (DB = > 0. Kejadian semacam ini disebabkan karena distraktor b membingungkan. Pilihan b sebagai distraktor tidak efektif. Pilihan jawaban a. Latihan Buatlah kelompok kecil yang terdiri dari 3 orang.3 Maka D = PA . karena tidak dapat menarik jawaban seorangpun.PA = 0.Dari kelompok bawah yang menjawab betul sebanyak 3 orang. 306 .R= 7 T = 3 ----------------------10 orang 10 orang Dari tabel Analisis di halaman 53. Option c sama sekali tidak efektif.5 Kriteria untuk soal dilihat dari indeks daya beda Soal yang indeks daya beda lebih besar dari 0. C. baik oleh siswa upper group maupun lower group.8 . 3) Efektivitas Distraktor (Pengecoh) Seberapa jauh option dapat memenuhi fungsinya dapat diketahui dengan cara memperhatikan jumlah pemilih untuk tiap pilihan jawaban. Pilihan jawaban Jawaban upper group Jawaban lower group Jumlah a 5 3 8 b 4 3 7 c 0 0 0 d 1 4 5 Jumlah 10 10 20 Jawaban betul untuk soal di atas adalah a pilihan jawaban (option). khusunya untuk nomor 1. dan sedikit pada upper group. karena daya pembedanya rendah. kemudian susunlah sebuah kisi-kisi instrumen untuk menilai penguasaan peserta didik terhadap salah satu kompetensi dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP/SMA/MA yang dilengkapi dengan instrumennya. sebab hanya dapat mengundang jawaban oleh siswa upper group yang lebih sedikit. c dan d sebagai distraktor.20) dikategorikan sebagai soal yang baik. maka indek dikriminasi atau daya pembeda dapat ditentukan sebagai berikut : JA = 10 BA = 8 PA = BA/ JA = 0.3 = 0. Pada umumnya distraktor yang baik dapat mengudang jawaban yang lebih besar jumlahnya pada siswa lower group.20. b. sebab menarik jawaban lebih banyak dari siswa upper gorup. maka diperoleh data bahwa : .

c. sosial dan kultural). 4. Rumuskan kompetensi dasar berdasarkan standar kompetensi dari kurikulum b. sehingga peserta didik memiliki pengetahuan dan keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan atau ditranfer dari satu permasalahan/konteks ke permaslahan/konteks lainnya. penilaian dan kegiatan belajar mengajar serta pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. Kompetensi tersebut meliputi kemampuan kognitif. kuesioner. Lembar Kegiatan 1. Seperangkat instrumen penilaian dalam bentuk tes tertulis serta nontes (lembar pengamatan. akan 307 . Standar isi kurikulum Mata pelajaran Bahasa Indonesia 2.D. Setiap kompetensi yang tercantum dalam kurikulum menggambarkan kemampuan yang diharapkan dikuasai oleh peserta didik. serta tentukan jenis dan bentuk instrumen yang akan digunakan untuk kegiatan pengukuran melalui tabel kisi-kisi instrumen. Hasil a. Satu set buku teks pelajaran Bahasa Indonesia b. afektif dan psikomotorik. Alat dan Bacaan a. Rumuskan indikator-indikator setiap kompetensi dasar. Rangkuman Kurikulum berbasis kompetensi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai peserta didik. d. 3. skala sikap) E. sehubungan dengan hal itu maka untuk mengukur kompetensi tersebut tidak cukup hanya dengan teknik tes. Tentukan teknik penilaian untuk pengukuran indikator-indikator. Langkah Kegiatan a. Tuliskan susunan instrumen menurut penilaian sesuai dengan susunan yang ada pada tabel kisi-kisi. Tabel kisi-kisi instrumen penilaian. Prasyarat Peserta pelatihan telah memiliki pengalaman menjadi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia selama 5 tahun. Salah satu ciri kurikulum berbasis kompetensi yaitu menerapkan pembelajaran kontekstual yaitu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan membantu peserta didik untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. b.

Selain itu intrepretasi hasil tes bersifat tidak mutlak karena peserta didik terus berkembang sesuai pengalaman belajar yang dialaminya. keterampilan. Untuk mendapatkan instrumen yang berkualitas perlu dilakukan analisis instrumen tentang validitas instrumen. Upaya tersebut bisa diwujudkan dengan mempersiapkan instrumen penilaian melalui tabel kisi-kisi instrumen. Tidak ada satu pun alat penilaian yang dapat mengumpulkan informasi hasil dan kemajuan belajar peserta didik secara lengkap. reliabilitas instrumen. 308 . Setiap instrumen memiliki kelebihan dan kelemahan. Setiap instrumen mempunyai kelebihan dan kelemahan.tetapi penggunaan teknik non-tes akan menjadikan penilaian lebih valid dan komprehensif. sehingga dalam menyusun instrumen hendaknya memperhatikan pada kaidah-kaidah penulisannya. Penilaian tunggal tidak cukup untuk memberikan gambaran yang lengkap tentang kemampuan. sedangkan teknik non-tes digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik berkaitan dengan aspek sikap dan keterampilan yaitu kemampuan mengaplikasikan konsep ke dalam kehidupan nyata sehari-hari dari peserta didik) Penyusunan kisi-kisi instrumen sebagai upaya guru dalam melaksanakan dan mewujudkan penilaian pembelajaran yang valid dan komprehensif. Teknik tes digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik yang berkaitan dengan aspek kognitif (menggunakan logika untuk memahami konsepkonsep secara utuh). Penilaian yang sahih dan komprehensif dapat dicapai dalam pembelajaran bilamana guru selaku aktor pengelola pembelajaran di kelas mampu menyusun instrumen penilaian secara sistematis. dan efektivitas distraktor. sedangkan instrumen tes. khususnya tes pilihan ganda ditambahkan analisis tentang tingkat kesukaran. pengetahuan dan sikap seorang peserta didik. daya pembeda.

B. D dan F.MATA LATIH: SKORING DAN PENILAIAN PEMBELAJARAN A. Riyan mengerjakan tes tersebut 23 isian dijawab betul. berikut ini diungkapkan teknis atau cara dalam skoring pada masing-masing jenis instrumen. a. 6) Bilamana mungkin. b. Tulislah lebih dulu pedoman jawabannya untuk tiap soal. gunakan kriteria tertentu sebagai guide. 5) Berikan skor jawaban-jawaban soal essay tanpa mengetahui identitas siswa yang mengerjakan itu. Dengan demikian dapat dihindarkan terjadinya halo effect. berilah skor dengan point method. Maka skor Riyan = 30 – 7 = 23 309 . Terampil menilai hasil belajar peserta didik melalui pendekatan yang sesuai B. 1. 2. skorlah dengan rating method. S = skor S =R R = jumlah isian yang dijawab betul (right) Contoh : Misalkan sebuah tes berbentuk fill-in terdiri dari 30 isian. 4) Berikan skor atas jawaban-jawaban soal demi soal. gunakan pedoman jawaban sebagai guide atau petunjuk. tugas guru selanjutnya adalah mengadakan koreksi terhadap hasil isian instrumen yang telah dikenakan pada sasaran yang diukur (dalam hal ini aktivitas belajar peserta didik). Skoring Setelah pengukuran kemampuan peserta didik melalui berbagai instrumen. 5 isian salah dan 2 isian tidak dijawab. b. Indikator a. dan bukan siswa demi siswa. Ini diperlukan untuk mencek reliabilitas skoring terhadap jawaban-jawaban essay itu. Skoring pada tes essay 1) Lakukan skoring terhadap jawaban-jawaban soal essay dalam hubungannya dengan hasil belajar yang sedang diukur. 2. Setiap jenis tes (apakah essay atau objektif) memiliki teknik skoring masing-masing. mintalah dua atau tiga orang guru lain yang mengetahui masalah itu untuk menilai tiap jawaban. Kompetensi dan Indikator 1. 2) Untuk soal-soal essay dengan jawaban terbatas (restricted response questions). dan tentukan skor yang dikenakan kepada tiap soal atau bagian soal (dengan weighting atau pembobotan). Uraian Materi : Skoring dan Penilaian Pembelajaran 1. Skoring pada tes obyektif 1) Fill in completion (tes isian dan melengkapi) Setiap isian yang dijawab benar diberi skor satu. Untuk itu bisa dilakukan dengan mengklarifikasikan jawaban-jawaban ke dalam 5 tingkat. Kompetensi dasar Peserta pelatihan memiliki ketrampilan dalam menentukan capaian kompetensi peserta didik melalui skoring dan pendekatan penilaian yang sesuai. 3) Untuk soal-soal essay dengan jawaban terbuka (extended response questions). Rumus skoring yang digunakan adalah sebagai berikut. 3. 4 atau A. C. Terampil menerapkan teknik skoring terhadap hasil pengukuran pembelajaran. yang selanjutnya diberi skor 0.

dijawab salah 5 item dan tidak dijawab 2 item. maka skor Rifki adalah : 20 − 4) Matching test (test menjodohkan) Setiap jawaban betul diberi skor 1 dan setiap jawaban salah 0. Melisa mengerjakan tes tersebut 7 item betul dan 3 item salah. Rumus yang dipergunakan : S=R–W Keterangan : S = skor yang diharapkan R = jumlah item yang dijawab betul (right) W = jumlah item yang dijawab salah (wrong) Contoh : Umpamakan jumlah item true – false = 20 Devi dapat menjawab betul 13 item. Rifki dapat menjawab 14 item betul. maka skor Devi = 13 – 5 = 8 3) Multiple choice test (bisa pilihan ganda) Setiap jawaban betul diberi skor satu dan setiap jawaban salah diberi skor 0. Maka skor Melisa = 10 – 3 = 7 5) Skor akhir Skor akhir siswa dapat ditentukan dengan cara menjumlah skor yang diperoleh pada tiap-tiap jenis tes yang digunakan yang telah dihitung menurut rumus dan bobot masing-masing jenis tes. Rumus yang digunakan adalah : S=R Contoh : Misalkan sebuah test berbentuk matching banyak 10 item. Rumus yang digunakan adalah : S=R− W n −1 Keterangan : S = skor yang diharapkan R = jumlah jawaban betul W = jumlah jawaban salah n = jumlah option 1 = bilangan konstan Contoh : 20 item soal pilihan ganda dengan option a – b – c – d tiap item.2) True-false tes (tes benar-salah) Setiap item yang dijawab betul diberi skor satu. Contoh : Misalkan suatu tes terdiri atas empat macam bentuk yaitu : True-false = 30 item dengan bobot 1 Multiple choice = 20 item dengan bobot 2 (dengan 4 option) Matching = 10 item dengan bobot 3 Essay = 4 item dengan bobot 5 310 6 6 → 14 − → 14 − 2 = 12 4 −1 3 . 6 item salah.

bekerjasama dengan orang yang berbeda suku lebih baik dihindari S TP TS X X X X STS 6. 6) Jadi skor siswa di atas adalah : perilaku positif 5 + 4 + 1 = 10. maksimal 3 x 5 = 15 (3 berasal dari 3 butir soal yang positif. 2 adalah skor S . 4) Skor yang harus diperoleh dalam perilaku negatif minimal 3 x 2 = 6. dan skor akhir mereka adalah (10 + 9) : 2 = 9. Skor siswa 10 sedangkan ukuran perilaku positif minimal 12 dan maksimal 15.5 atau 10. STS = 1 2) Perilaku negatif terdapat pada nomor 2. TS = 4. TP = 3. 5) Skor rata-rata : perilaku minimal adalah (12 + 6) : 2 = 9. X Penjelasan: dalam kisi-kisi tes. NO 1 2 3 4 5 PERNYATAAN SS Mau menerima pendapat orang lain X merupakan ciri bertoleransi Untuk mewujudkan cita-cita harus memaksakan kehendak Saya suka menerima pendapat orang lain Memilih teman di sekolah saya utamakan mereka yang pandai saja Kalau saya boleh memilih. perilaku negatif 4 + 2 + 3 = 9. 5 adalah skor STS). S = 4. soal nomor 1-6 adalah hanya mewakili indikator “mau menerima pendapat orang lain” dari dimensi “toleransi” untuk topik “sikap belajar siswa di sekolah” 1) Perilaku positif terdapat pada soal nomor 1.Fidia mengerjakan tes tersebut dengan hasil sebagai berikut : Tak Betul Salah Skor dijawab True-false 22 6 2 S = 22 – 6 =6 Multiple 14 6 ( 2 x 6 ) = 24 S = (2 x 14) choice Matching Essay 7 2 3 1 Skor akhir Fidia 1 S=7x3 S=3x5 4 −1 = 21 = 15 = 76 c. 3. Jadi sikap siswa tentang “toleransi” khususnya “mau 311 . 5 dengan pemberian skor : SS – 5. 6 dengan pemberian skor : SS = 1. 4 adalah skor S : 5 adalah skor SS). STS = 5 3) Skor yang harus diperoleh dalam perilaku positif minimal 3 x 4 = 12. dan perilaku maksimal adalah (15 + 3) : 2 = 9. Skoring pada teknik non-test Berikut ini contoh hasil pengisian instrumen non tes (skala sikap) oleh salah satu peseta didik. 4. TS = 2. maksimal 3 x 1 = 3 (3 berasal dari 3 butir soal yang positif. TP = 3. saya akan selalu mendengarkan kedua orangtuaku bekerjasama dengan orang yang berbeda suku lebih baik dihindarkan Selalu mendengarkan usul kedua orang tuaku. S = 2.

sebagai berikut : k = 1 + 3. bila syarat-syarat yang mendasari kurva normal dipenuhi.3 log n c) Menentukan panjang setiap kelas interval (p) yaitu : p = R/k 2) Mengisi kolom 2 (interval) yang dimulai dari skor minimum berturut-turut dengan interval yang telah ditemukan dan sejumlah kelas yang telah ditentukan pada langkah pertama. Untuk keperluan ini perlu ditempuh langkah-langkah penyusunan skor ke dalam tabel kerja. Penilaian Acuan Norma (PAN) Pada acuan ini hasil belajar tiap peserta didik dibandingkan dengan hasil belajar peserta didik lain dalam kelompoknya. yaitu : 1. Pemberian nilai berdasarkan PAN Agar diperoleh nilai bagi setiap siswa pada sistem PAN dengan tepat. Hasil pengukuran dapat menggambarkan derajat kualitas dan eksistensi keadaan yang diukur. 3) Membuat taily pada kolom 3 dan mentabulasikan tiap-tiap skor ke dalam kelasnya. Pembanding yang dipakai adalah nilai rata-rata dan simpangan baku. Artinya siswa tersebut mempunyai sikap positif yang tidak begitu tinggi tentang “mau menerima pendapat orang lain”. PAN menggunakan prinsip-prinsip yang berlaku pada jurca normal. Jumlah siswa yang dinilai lebih dari 50 orang. maka skor mentah yang sudah diperoleh dari skoring diubah menjadi nilai dengan skala nilai tertentu (skala 1 – 4. 2. memiliki sifat relatif sesuai dengan naik turunnya nilai rata-rata dan simpangan baku yang dihasilkan pada saat itu. a. 2. 4) Mengisi angka taily ke dalam kolom 4 (lajur frekuensi = f) 312 . mis 5. Skor terpencar atau dapat dianggap terpencar sesuai dengan pancaran kurva normal. Penggunaan sistem PAN pemberian makna skor yang diperoleh peserta didik tidak memakai kompetensi sebagai pedoman. hasil-hasil perhitungan dipakai sebagai acuan penilaian. 7 dan 9 dengan menggunakan rumus sturgess.menerima pendapat orang lain” dalam topik “sikap belajar siswa di sekolah” masih kurang. melainkan didasarkan pada nilai rata-rata dan simpangan baku yang dihasilkan kelompoknya. Sistem PAN akan lebih baik digunakan. Namun demikian hasil pengukuran ini belum memiliki makna bila belum dibandingkan dengan suatu acuan atau bahan pembanding. Proses membandingkan inilah yang disebut sebagai proses penilaian dan merupakan hasil pengukuran. skala A-E atau skala 1 – 10) Sebagai contoh di bawah ini ditampilkan cara mengolah skor mentah menjadi nilai 1 – 10 dengan pendekatan PAN. b) Menentukan Jumlah kelas interval. sehingga batas lulusnya tidak ditentukan oleh penguasaan minimal siswa terhadap kompetensi yang diharapkan. yaitu sebagai berikut : 1) Menentukan dulu banyaknya kelas interval. dia perlu pembinaan dan peningkatan khususnya mengenai perilaku ini. sebaiknya jumlahnya ganji. dalam arti dapat menentukan status siswa dalam kelompoknya. Penilaian Untuk dapat melakukan penilaian harus dilakukan lebih dahulu pengukuran dengan alat tes. dengan jalan : a) Mencari range (R) dengan mengurangi skor maksimum dengan skor minimum.

49 dibulatkan menjadi 13 313 .449) = 13.92} /80.79 DS = 10 (1.5 99. setelah di-array (diurutkan dari nilai terkecil yaitu sebagai berikut : 35 40 42 46 46 50 51 52 52 54 56 55 55 57 57 58 58 60 61 62 62 64 64 64 66 66 67 68 68 68 69 69 70 70 70 71 71 71 71 71 72 73 73 73 73 73 73 73 74 74 74 74 74 74 76 76 76 76 76 76 77 78 78 80 82 83 85 85 88 90 90 91 92 92 95 95 97 98 98 99 Untuk mengolah skor mentah tersebut menjadi nilai 1-10 berdasarkan PAN adalah sebagai berikut : Skor maksimum = 99 Skor minimum = 35 Range ( R ) = 99 – 35 = 64 8) Banyaknya kelas interval : (k) = 1 + 3.053} = 69. Contoh : Umpama seorang guru memperoleh skor mentah dari hasil Ujian Mapel di kelas II A2 SMA yang berjumlah 80 siswa.167 .5 1 2 3 fd -9 -14 -14 0 12 16 18 9 (∑fd) fd2 27 28 14 0 12 32 54 167 (∑fd2) Mean (M) = X0 + p{ 9/167} = 69.5) Menentukan deviasi pada lajur dan dengan menetapkan mean dugaan (M) pada kelas tertentu (kelas yang paling besar frekuensinya) selanjutnya meletakkan angka deviasi secara berurutan dari nol ke atas dan ke bawah (ke atas diberi tanda plus +.5 -1 69. kemudian dijumlahkan.5 -2 59.5 -3 49.2 dibulatkan ke bawah Jadi jumlah kelas interval (k) = 7 Interval 35 – 44 45 – 54 55 – 64 65 – 74 75 – 84 85 – 94 95 – 104 TABEL DISTRIBUSI Tally f ||| 3 |||| | | 7 |||| |||| |||| 14 |||| |||| |||| |||| 30 |||| |||| |||| |||||| 12 |||| |||| 8 |||| || 6 N = 80 FREKUENSI xi d 39. ke bawah minus -).03 Deviasi standar (DS) dapat dihitung sebagai berikut : DS = p √{ 80.5 + 0.53 = 70.3 log 80 = 7.5 0 79. 6) Mengisi lajur fd dengan mengalikan lajur frekuensi dan deviasi (d) 7) Mengisi lajur fd2.5 + 10{ 0.5 89.

Pengajar yang menggunakan.78 dibulatkan = 47.03+ (0.Setelah semua ditemukan mean dan DS (Mean = 70 dan DS = 13).03– (0.25 DS = batas bawah nilai 6 M – 0. selama berlangsungnya.25 DS = batas bawah nilai 3 M – 1. batas bawah masing-masing nilai dalam skala 1 – 10 yaitu sebagai berikut : M + 2. Apabila hal ini telah dilakukan 314 .25 DS = batas bawah nilai 5 M – 0.25 x 13) 70. langkah selanjutnya ialah mengubah skor mentah ke dalam nilai 1 – 10 dengan menggunakan rumus.25 x 13) 70. selama ke arah penguasaan minimal sejak dimulai.03– (1.78 dibulatkan = 86.25 x 13) 70.25 DS = batas bawah nilai 8 M + 0. Kompetensi dirumuskan dalam TIK dan ini merupakan anak.25 x 13) = 99. penetapan batas lulus (KKM) adalah merupakan hal yang pokok dan sudah ditetapkan sejak program pembelajaran dimulai.28 dibulatkan = 41. sampai pada proses belajar mengajar itu selesai.75 DS = batas bawah nilai 7 M + 0.03+ (1. petunjuk dan pusat kegiatan dalam pengajaran.75 DS = batas bawah nilai 4 M – 1.28 dibulatkan = 53. membantu dan membimbing subyek.03+ (1.78 dibulatkan = 73.75 x 13) 70. dugaan pertimbangan profesionalisme seorang guru menetapkan batas bawah tingkatan prestasi yang dianggap memadai dalam memenuhi syarat (lulus) sedang yang di bawahnya dinyatakan tidak memenuhi syarat.75 DS = batas bawah nilai 9 M + 1. Pemberian nilai berdasarkan PAP Dalam hal ini.28 dibulatkan = 66.28 dibulatkan = 92.78 dibulatkan = 60. Siswa yang telah melampaui atau sama dengan kriteria keberhasilan (batas lulus) dinyatakan lulus atau memenuhi persyaratan.25 DS = batas bawah nilai 1 Hasil perhitungan : 70.03– (1.28 dibulatkan = 79. Patokan di sini tidak lagi merupakan hasil kelompok seperti pada PAN. dan dari tahun ke tahun. melainkan merupakan suatu patokan yang ditetapkan sebelumnya sebagai batas lulus atau dengan kata lain tingkat penguasaan minimum (Matery level).75 x 13) 70.25 x 13) 70.03– (0.25 DS = batas bawah nilai 10 M + 1.03+ (2.75 x 13) 70.75 DS = batas bawah nilai 2 M – 2.03– (2.03+ (0. Pendekatan Acuan Patokan (PAP) Pada acuan ini sebelum itu dilaksanakan harus ditetapkan lebihdhulu patokan yang akan dipakai sebagai pembanding terhadap semua hasil pengukuran. Dengan menetapkan batas toleransi terhadap fluktuasi prestasi peserta didik dari kelas ke kelas.78 dibulatkan = 99 nilai 10 = 93 nilai 9 = 86 nilai 8 = 80 nilai 7 = 73 nilai 6 = 67 nilai 5 = 60 nilai 4 = 54 nilai 3 = 47 nilai 2 = 42 nilai 1 b.25 x 13) 70.75 x 13) 70. Patokan di sini bersifat tetap dan dapat juga dipakai untuk kelompok lain yang manapun.

maka skor dibandingkan dengan batas tingkatan prestasi tersebut akan menghasilkan nilai (grade). Sebagai contoh di sini ditampilkan cara mengolah skor mentah menjadi nilai skala 1 – 10 melalui prosedur persentase.40 % 21 % . adalah : Tingkat Penguasaan 91 % . hasil jawaban peserta didik atas soal tersebut adalah sebagai berikut : Peserta didik A B C D E F G H I J Jumlah item yang dijawab peserta didik Betul Salah Kosong 12 5 3 14 6 0 8 8 4 11 7 2 16 0 4 10 10 0 12 8 0 6 14 0 15 5 0 14 3 3 Peserta didik K L M N O P Q R S T Jumlah item yang dijawab peserta didik Betul Salah Kosong 9 3 3 8 12 0 20 0 0 15 2 3 17 3 0 14 4 2 12 4 4 7 11 2 10 8 2 8 12 0 315 .50 % 31 % .10 % Nilai 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Contoh : Dalam suatu ujian diberlakukan 150 item/soal ujian obyektif. maka nilai Ratmadiyanto = 6 C.3 % 150 Tingkat penguasaan Ratmadiyanto tersebut setelah dibandingkan dengan acuan yang sudah ada.100 % 81 % .60 % 41 % .20 % 0 % .30 % 11 % . Terlebih dahulu perlu dipersiapkan acuan patokan keberhasilan yang hendak digunakan pada skala nilai 1 – 10. Ratmadiyanto memperoleh skor 83. c. Berdasarkan perhitungan persentase. Latihan Seperangkat instrumen tes formatif untuk pengukuran kompetensi dasar yang terdiri atas 20 item soal tes obyektif dengan jumlah opsi jawaban 4 (a. b. maka tingkat penguasaan Ratmadiyanto adalah sebagai beirkut : 83 x 100% = 55. Untuk mengolah skor mentah menjadi nilai melalui pendekatan PAP dapat dilakukan melalui prosedur persentase.90 % 71 % .70 % 51 % .80 % 61 % . d) dikenakan kepada 20 peserta didik. Sedangkan skor maksimal ideal 150 (dalam hal ini seluruh soal dikerjakan dengan benar).

Jadi siswa yang skornya belum mencapai criteria kompetensi minimal (KKM) mereka dinyatakan belum mencapai kompetensi atau belajarnya belum berhasil.Tentukan jumlah siswa yang tidak berhasil mencapai kompetensi jika penilaian dilakukan dengan pendekatan PAP dan KKM ditetapkan nilai 5. 4. Pengolahannya adalah menghitung skor total peserta didik dengan cara menjumlahkan semua skor yang diperoleh peserta didik yang dinilai pada masing-masing item instrumen pengukuran melalui teknik skoring dan pembobotan. Untuk pelaksanaan system belajar tuntas patokan yang digunakan adalah penilaian acuan patokan (PAP) atau acuan absolut. Rangkuman Skoring dan penilaian merupakan dua kegiatan pokok yang sering diartikan secara rancu oleh para guru dalam melakukan penilaian hasil peserta didik. Data tersebut masih berupa data mentah dan belum memiliki arti sebelum data tersebut diolah. Alat dan Bahan a. Nilai hasil belajar peserta didik ditentukan dari skor total yang diperoleh peserta didik tersebut dan membandingkannya dengan suatu criteria (patokan) tertentu sesuai dengan tujuan penilaian. Kangkah Kegiatan a. Lakukan analisis butir soal. Koreksilah jawaban siswa satu persatu melalui sesuai rubric yang telah dibakukan. Untuk keperluan tertentu. Test Formatif Tes Obyektif Petunjuk : 316 . atau guru tersebut kurang memahami prosedur mengolah skor menjadi nilai. 2. TK DB Efektivitas distraktor No a b c d e Soal Baik Tdk Baik Tdk E T E T E T E T E T 1 2 3 E. daya pembeda. Sering guru menganggap skor sebagai nilai. misalnya mengetahui posisi peserta didik dalam kelompok belajarnya parameter penilaian dapat digunakan kriteria norma (PAN). Lembar jawaban siswa atas soal UAS sebanyak satu kelas.25 dalam skala nilai 1-10. 3. Skor merupakan data angka (kuantitatif) yang diperoleh dari hasil pengukuran melalui instrumen. dimana tingkat keberhasilan peserta didik adalah pencapaian kompetensi. dan tentukan kualitas soal berdasarkan tingkat kesukaran. D. b. Hasil Isikan hasil pekerjaan ke kolom yang disediakan pada tabel berikut. dan efektivitas distraktor. sehingga hasil penilaian guru belum menunjukkan hasil belajar peserta didik yang sebenarnya. Prasyarat Peserta telah memiliki pengalaman menjadi guru mata pelajaran selama 5 tahun. F. Satu lembar soal UAS beserta b. Lembar Kegiatan 1.

. Penilaian portofolio 8. Soal-soal : 1. Prinsip belajar tuntas c.. Menyesuaikan penilaian dengan kemampuan anak c.. Menekankan pada ketercapaian kompetensi (standar kompetensi. Di bawah ini adalah ciri-ciri dari kurikulum berbasis ko mpetensi.. a. Salah satu hal yang harus dilakukan guru agar penilaian guru bersifat obyektif adalah .... sikap b.... Penilaian pembelajaran yang mengacu pada ………… merupakan penilaian pembelajaran yang menekankan pada penguasaan komptensi. Agar peniliaian guru bersifat objektif. Penilaian pembelajaran yang menekankan pada kualitas hasil pekerjaan peserta didik atas tugas yang diberikan guru a. Melaksanakan pengajaran remedial/pengayaan c. atau d yang dianggap jawaban yang paling tepat pada setiap butir soal. sehingga siswa yang belum mencapai kompetensi belum diperkenankan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran berikutnya. Penilaian pembelajaran yang menekankan pada kegiatan suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/wakttu tertentu oleh peserta didik a. c. Penilaian proyek b. Menerapkan pembelajaran tradisional d. kompetensi dasar yang tercermin pada indikator kompetensi) peserta didik. 317 . kecuali a. Penilaian produk d. keterampilan 7. Memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja anak dari berbagai penilaian. Penilaian proyek b. Penilaian portofolio 5. Melihat latar belakang psikologis anak 6.. Menyusun kisi-kisi instrument penilaian d. Tes yang dikemas dalam sejumlah butir-butir soal sangat tepat dipakai untuk melakukan penilaian terhadap aspek ……………. Penilaian unjuk kerja c. Prinsip berkelanjutan b.. a.. b. Penilaian unjuk kerja c. salah satu hal yang harus dilakukan guru adalah … a. Memanfaatkan hasil penilaian dari guru lain d. Penilaian produk d. Berorientasi pada hasil belajar c..Kerjakan soal nomor 1 s/d 10 dengan cara memberi tanda silang pada alternatif jawaban a. Prinsip otentik 3. penguasaan konsep c penerapan konsep d. Menggunakan penilaian yang berorientasi pada kompetensi (penilaian autentik) 2.. Bentuk kegiatan dalam sistem penilaian pembelajaran yang berkaitan dengan penerapan prinsip komprehensif a. Merumuskan kriteria kelulusan 4. Analisis butir soal b. b. b.

Menumbuhkan kesadaran akan kelemahan dan kekuatan diri d... Tingkat kesukaran soal b.... a. Mewakili isi silabus/kurikulum b. Keterlibatan sejumlah kemampuan yagn digunakan untuk mengerjakan soal c. a. a. Menentukan kelulusan Dasar pembobotan pada kegaitan skoring .. ujian – skoring – nilai b. menentukan pencapaian kompetensi d. Menumbuhkan kepekaan diri b. Acuan nasional d. b.. 12. Menyesuaikan penilaian dengan kemampuan siswa Memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja siswa dari berbagai penilaian Melihat latar belakang psikologis siswa Memanfaatkan hasil penilaian dari guru lain 10. Acuan mutlak c. Mengkuantifikasi aspek kepribadian siswa d.. c.. Mewakili kepentingan peserta didik c.. Dapat mendorong dan melatih untuk berbuat jujur Berikut ini adalah beberapa persyaratan sebuah kisi-kisi intrumen penilaian pembelajaran yang baik. menentukan kelulusan siswa b. d 9... 14... Penilaian diri dapat memberikan dampak positif terhadap perkembagan kepribadian seseorang. kecuali .. 318 . ujian – skor – parameter – nilai d. mendeteksi kesulitan belajar c. Materi yang hendak ditanyakan dapat dibuat instrumennya d.. a. Mencari bukti b... kecuali. ujian – parameter – skor – nilai 11. Acuan performance Fungsi nilai pada penilaian acuan norma (PAN) adalah . Bentuk soal Acuan penilaian yang tepat untuk ketuntasan belajar . Acuan norma b.a. a... a.. 15. 13. Menumbuhkan kepercayaan diri c. Komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami Penilaian yang baik apabila didahului dengan kegiatan pengukuran. Keluasan aspek yang dinilai d. Maksud pengukuran dalam sistem penilaian pembelajaran adalah . Mengumpulkan informasi c. Beberapa keuntungan dari penilaian diri.. ujian – koreksi – nilai c. menentukan ranking siswa dalam kelas Prosedur penilaian yang sesuai dalam pembelajaran a.

319 .

320 .

Menyebut berbagai metode penelitian non PTK. peserta diharapkan memahami : a. penelitian tindakan kelas. Bila dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling dalam proses layanan. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. khususnya dalam bidang pembelajaran di kelas. John Elliot. Materi 1. Indikator Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. 2. serta penelitian tindakan kepengawasan (PTK). yaitu Stephen Kemmis. Kompetensi dan Indikator 1. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. dilakukan oleh guru. B. dan Dave Ebbutt. Kompetensi Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. seorang ahli psikologi sosial Amerika tahun 1946. Riwayat PTK Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diperkenalkan oleh Kurt Lewin. PTK dan Profesionalisasi Guru Guru professional dituntut menguasai 4 kompetensi yaitu kompetensi paedagogik. disebut penelitian tindakan kelas. khususnya penelitian tindakan kelas dan penelitian tindakan konseling. 2. Ketiga bidang tersebut dapat bekerja sama dalam penelitian tindakan yang berupa penelitian kolaboratif. Bila dilakukan oleh pengawas sekolah atau kepala sekolah dalam proses pembinaan atau manajerial dapat disebut sebagai penelitian tindakan manajemen atau kepengawasan. Guru profesional harus meneliti apa yang diajarkan dan mengajarkan apa yang diteliti (hasil penelitiannya). melakukan penelitian proses pembelajaran demi 321 . posisi PTK dalam metode penelitian pada umumnya (non PTK). PTK terintegrasi dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Menjelaskan hubungan antara PTK dan profesionalisasi guru. peserta diharapkan dapat : a. c. kompetensi professional (akademik) dan kompetensi sosial. maka disebut penelitian tindakan konseling. PTK merupakan salah satu bentuk dari penelitian tinakan yang semula dilakukan di kalangan industri demi peningkatan mutu proses dan produk yang kemudian diadopsi dalam bidang pendidikan. Memaparkan perkembangan PTK hingga di Indonesia b. kompetensi kepribadian. dan d. Memaparkan persamaan dan perbedaan antara PTK dan non PTK. b. c. kesamaan dan perbedaan antara PTK dan non PTK. Melalui PTK guru dapat memenuhi kompetensi paedagogik dan kompetensi professional (akademik). keterkaitan PTK dengan profesionalitas guru. PTK mulai dikenal di Indonesia pada akhir tahun 1980-an.BAB XI PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENDAHULUAN A. Robin Mac Tanggart. dan d. Selanjutnya dikembangkan oleh para ahli lain. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait.

6. Tindakan pengatasan dilakukan guru sendiri j. Membangun/meningkatkan mutu komunikasi antara praktisi & peneliti akademis c. Menyerupai penelitian eksprerimen g. 5. Diterapkan secara kontekstual (variabel yang dikaji terkait dengan keadaan) c. siswa. pengalaman kerja sendiri. Guru dapat melakukan inovasi pembelajaran b. Penelitian tindakan adalah studi yang dilakukan untuk memperbaiki diri sendiri. Guru akan terlatih untuk mengembangkan secara kreatif kurikulum d. Guru dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya. Bersifat situasional dan spesifik (studi kasus) h. Masalah yang diteliti merupakan masalah faktual dan layak diteliti 322 . Karakteristik PTK a. Terarah pada perbaikan/peningkatan mutu kinerja guru d. atau dihadapi guru i. PTK tidak boleh mengganggu tugas mengajar b. Penelitian didasarkan pada permasalahan nyata yang dihadapi oleh guru dalam PBM. Prinsip-prinsip Dasar PTK a. Melalui PTK diharapkan guru menjadi ntrospektif. Memperbaiki sistem (melibatkan administrasi pendidikan. Hal penting dalam PTK adalah tindakan nyata (action) yang dilakukan oleh guru (dan bersama pihak lain) untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam PBM. Konsep Dasar PTK Penelitian tindakan adalah kajian sistematik tentang upaya meningkatkan mutu praktik pendidikan melalui tindakan praktis (Dave Ebbutt dalam Hopkins. kreatif dan progresif. 1993). guru. dialami. Bersifat fleksibel (disesuaikan dengan keadaan) e. kemudian direfleksikan alternatif pemecahan masalahnya dan ditindaklanjuti dengan tindakan-tindakan nyata yang terencana dan terukur. tetapi dilaksanakan secara sistematis. inovatif. Permasalah dirasakan. Model yang dipakai harus tepat d. Pengumpulan data tidak boleh terlalu menyita waktu c. Didesain untuk menanggulangi masalah nyata b. 4. 7. terencana dan dengan sikap mawas diri (Kemmis dan McTanggart).perbaikan / peningkatan secara berkelanjutan. Tujuan PTK a. Memasukkan unsur-unsur pembaharuan sistem b. PTK merupakan penelitian yang bersifat reflektif. dan pihak lain). Guru dapat meningkatkan kemampuan reflektif dalam memecahkan masalah c. orang tua.1993) Penelitian tindakan adalah suatu kajian tentang situasi sosial dengan tujuan memperbaiki mutu tindakan dalam situasi sosial tersebut (John Eliot dalam Hopkins. Pelaksanaannya bersifat kolaboratif. Mengandalkan data pengamatan dan refleksi peneliti f. 3. Manfaat PTK a.

(d) penelitian studi kasus dan lapangan. Unsur Pengelolaan. 10. PTK sebagai metode Metode penelitian minimal mencakup 9 jenis metode yaitu (a) penelitian historis. Model PTK Penelitian tindakan sebagai serangkaian langkah yang membentuk spiral. PTK sebaiknya dimulai dari hal-hal yang sederhana. Dalam PTK guru perlu melihat dan menilai sendiri secara kritis terhadap apa yang dikerjakan di kelasnya (keterbukaan merupakan kunci keberhasilan PTK). proses pelaksanaan. Setiap langkah memiliki 4 tahap : (1) Perencanaan.e. namun nyata g. (2) Tindakan. dan hasil refleksi) f. Objek PTK Menurut Suharsimi Arikunto (2006) obyek penelitian tindakan kelas meliputi : a. (f) penelitian kausal komparatif. (b) penelitian deskriptif). Unsur Peralatan atau Sarana Pendidikan e. (h) penelitian 323 . (e) penelitian korelasional. (c) penelitian perkembangan. 8. PTK menuntut guru membuat jurnal pribadi (mencatat kemajuan. (4) Refleksi. Unsur Guru c. Unsur Hasil Pembelajaran f. persoalan yg dihadapi. Unsur Lingkungan g. (g) penelitian eksperimen sungguhan. Unsur Siswa b. (3) Pengamatan. 9. Unsur Materi Pelajaran d.

Berikut ini perbandingan penelitian PTK dan non PTK: No. 2. 8. Pinjam atau belilah sebuah buku PTK dan bacalah untuk memahaminya! E. segera. berapa kali. 11. 4. Lembar Kegiatan 1.eksperimen semu dan (i) penelitian tindakan. mengabstraksikan. Dalam Hal Sumber Masalah Peneliti Utama Motivasi Tujuan PTK Dari peneliti (guru) Harus peneliti (guru) Tindakan Pembelajaran / pelayanan/ pembinaan. tidak untuk digeneralisasi Lentur.Kaku Perlu hipotesis penelitian Harus representatif Perlu uji validitas dan reliabilitas instrumen Dapat ditundak. Dalam Hal Hasil Akhir C. Latihan 1. membangun teori oleh ilmuwan. dari siapa atau melalui apa? 2. sering menggunakan analisis statistic rumit Umum. Melalui PTK 324 . untuk generalisasi Baku. 12. 1. Desain Penelitian Hipotesis Sampel Instrumen Analisis Data 10. Pernahkah anda melalukan PTK. tidak menggunakan analisis statistic yang rumit Sesuai kebutuhan Memahami praksis melalui refleksi dan penteorian oleh praktisi PTK Pembelajaran yang lebih baik bagi siswa (proses dan produk) Non PTK Bukan dari peneliti Dapat orang lain Kebenaran Mengembangkan teori. 5. Formal. Amati dan tanyakan pada teman-teman anda yang menjadi guru. 6. Fleksibel Perlu hipotesis tindakan Representativitas tidak diperhatikan Tidak ada uji validitas dan reliabilitas instrumen Seketika. Format Laporan Tafsiran Temuan No. Rangkuman PTK merupakan hal yang perlu dipahami dan dilaksanakan serta dijadikan kebiasaan bagi para guru kelas maupun guru bimbingan dan konseling untuk memperbaiki / meningkatkan mutu proses pembelajaran / pembinaan. Non PTK Menguji pengetahuan. 3. cari dan catatlah judul-judul PTK ! 3. bila belum pernah sebutkan alasannya ? D. berapa persen yang telah melakukan PTK ! 2. Pergilah ke perpustakaan. Tuliskan sejak kapan anda mengenal tentang PTK. dapat digeneralisasi Memerikan. 7. 9. prosedur dan material. Sehingga PTK merupakan salah satu metode penelitian.

Jelaskan konsep dasar PTK ! 4. Jelaskan model-model PTK 10. Jelaskan karakteristik PTK ! 5. Jelaskan persamaan dan perbedaan PTK dan non PTK ! 325 . Jelaskan perkembangan PTK hingga sampai di Indonesia ! 2. Tes Formatif 1. F. Sebutkan berbagai metode penelitian non PTK ! 11. Jelaskan hubungan antara PTK dan profesionalitas guru ! 3. Sebutkan obyek PTK ! 9. Jelaskan manfaat PTK ! 7.profesionalitas guru dapat ditingkatkan sehingga akan meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya. Jelaskan tujuan PTK ! 6. Jelaskan prinsip-prinsip dasar PTK ! 8.

Mendeskripsikan tindakan penelitian untuk memecahkan masalah 326 . peserta diharapkan mampu menyusun proposal PTK. Kerangka Berpikir C. Halaman Pengesahan. Judul PTK Judul PTK dinyatakan dengan kalimat sederhana yang menunjuk (a) tindakan yang akan dilakukan atau yang akan diteliti. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. 2. Indikator Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. Perumusan Hipotesis Tindakan BAB III. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menulis judul PTK : a. Kata Pengantar. Tujuan Penelitian F. Latar Belakang Masalah B. Sub Kompetensi Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. Materi Kegiatan penelitian dimulai dengan membuat rencana yang lazim disebut proposal penelitian. Ditulis secara singkat. Validitas Data F. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. Data dan Sumber Data D. Komponen-komponen proposal PTK terdiri dari : (HALAMAN FRANCIS : Judul. Teknik Pengumpulan Data E. Prosedur Penelitian DAFTAR PUSTAKA 1. Sub Kompetensi dan Indikator 1. Perumusan Masalah E. Manfaat Penelitian BAB II. Identifikasi Masalah C. PENDAHULUAN A. Mendeskripsikan masalah yang akan diteliti c. spesifik dan jelas b. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. peserta diharapkan mampu menyusun komponen pokok pada suatu proposal PTK berdasarkan hasil identifikasi masalah pembelajaran di kelas. Setting Penelitian B. Subyek Penelitian C. KAJIAN TEORI A. Pembatasan Masalah D. B. Proposal penelitian merupakan cetak biru (blue print) dari sebuah penelitian. Daftar Isi) BAB I. Indikator Kinerja / Keberhasilan H. Kajian teori B. Untuk dapat menyusun proposal penelitian dengan baik perlu memahami terlebih dahulu komponen-komponen proposal. (c) waktu pelaksanaan. Teknik Analisis Data G.PENYUSUNAN PROPOSAL PTK A. (b) tempat pelaksanaan. METODE PENELITIAN A.

d. Ada Setting (tempat dan waktu) e. Jumlah kata jangan terlalu panjang sekitar 20-25 kata. Penulisan judul PTK dapat digambarkan sebagai berikut: (X: masalah; Y: cara memecahkan masalah). a. Upaya peningkatan Y melalui X bagi siswa kelas … SD…pada semester … tahun … b. Peningkatan Y melalui X bagi …. c. Optimalisasi Y melalui X bagi… d. Penggunaan X untuk meningkatkan Y bagi.. e. Meningkatkan Y melalui X bagi …. f. Melalui X untuk meningkatkan Y bagi …. g. Upaya mengatasi rendahnya Y melalui X Contoh-contoh judul PTK sebagai berikut. a. Upaya Peningkatan Kemampuan Membaca Cepat melalui Teknik Skimming pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Jepara Tahun Pelajaran 2009/2010. b. Peningkatan Kemampuan Berbicara melalui Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010. c. Optimalisasi Kreatifitas Mengarang melalui Pembelajaran di Luar Kelas pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Pati Tahun Pelajaran 2009/2010. d. Penggunaan Alat Peraga Gambar Berseri untuk meningkatkan Kemampau Bercerita Kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010. e. Meningkatkan Kemampuan Membaca Interpretatif melalui Teknik Jigsaw Kelas VII SMP Negeri 2 Rembang Tahun Pelajaran 2009/2010. f. Melalui Teknik Bermain Drama untuk meningkatkan Kemampuan Berbicara pada Kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010. g. Upaya Mengatasi Rendahnya Mengapresisi Puisi melalui Pengoptimalisasi Kemah Sastra pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010. 2. Pendahuluan a. Latar Belakang Masalah 1) Menulis kenyataan yang ada (kondisi awal) a) Kenyataan yang ada, perlu didukung oleh data/ fakta b) Kondisi awal yaitu kondisi sebelum dilakukan penelitian tindakan. c) Kondisi awal sesuai dengan permasalahan yang diteliti. d) Masalah pokok: mengandung kondisi awal dari subyek yang diteliti. e) Masalah lain: mengandung kondisi awal dari peneliti. f) Permasalahan pokok, misalnya hasil belajar matematika bagi siswa kelas…. Rendah g) Permasalahan yang menyelimuti Guru/ peneliti belum memanfaatkan alat peraga dalam pembelajaran matematika. h) Kondisi awal yang diteliti (siswa): Hasil belajar matematika rendah, diuraikan berdasarkan fakta rendahnya itu dibuktikan dari mana, berapa rata-rata nilai ulangan harian kondisi awal dsb. i) Kondisi awal peneliti (guru): Sebelum penelitian dilakukan belum memanfaatkan alat peraga, berdasarkan fakta bila belum menggunakan alat peraga, menggunakan cara apa.

327

2) Menulis harapan yang dituju (kondisi akhir), yaitu kondisi setelah dilakukan penelitian. Dapat berupa kondisi akhir yang diteliti maupun kondisi akhir peneliti. a) Apa yang diharapkan setelah penelitian b) Kondisi akhir, dapat berupa kondisi akhir setelah penelitian bagi subyek penelitian(siswa/guru/kepsek) , maupun kondisi akhir bagi peneliti 3) Menulis masalah : kesenjangan antara kenyataan dan harapan a) Kesenjangan 1: kesenjangan antara kondisi awal dan kondisi akhir masalah pokok dari subyek penelitian b) Kesenjangan 2: kesenjangan antara kondisi awal dan kondisi akhir masalah lain dari peneliti c) Adanya kesenjangan antara harapan (kondisi akhir) dengan kenyataan (kondisi awal) d) Masalah yang diteliti, nilai ulangan harapan kenyataan(kondisi awal)nya rendah harapan (kondisi akhir)nya meningkat e) Masalah peneliti, kondisi awal pembelajarannya belum memanfaatkan alat peraga ,harapan (kondisi akhirnya)nya menggunakan alat peraga. 4) Menulis cara pemecahan masalah, Perlu adanya tindakan memanfaatkan x untuk meningkatkan Y, agar lebih terfokus diawali: a) Identifikasi masalah b) Pembatasan masalah Agar permasalahan dapat dipecahkan, maka peneliti atau guru perlu melakukan tindakan yaitu melakukan X agar dapat meningkatkan Y ( ciri dalam penelitian tindakan kelas harus ada tindakan). b. Identifikasi Masalah 1) Umumnya berupa pertanyaan/kalimat tanya. 2) Banyaknya pertanyaan lebih dari satu 3) Banyaknya pertanyaan lebih banyak dari banyaknya rumusan masalah. 4) Mengapa Y rendah? 5) Mengapa Y perlu ditingkatkan? 6) Faktor-faktor apa yang menyebabkan Y rendah? 7) Bagaimana caranya agar Y meningkat? 8) Apa yang harus dilakukan Guru agar Y dapat Meningkat? 9) Dan seterusnya. c. Pembatasan Masalah Diperlukan adanya pembatasan masalah agar penelitian lebih terfokus Langkah awal, membatasi banyaknya variabel yang diteliti, variabel apa saja. ( dalam contoh di atas terdapat dua variabel yaitu variabel X dan variabel Y) Membatasi atau menjelaskan variabel terikat, misalnya untuk siswa mana, kelas berapa, semester kapan, tahun kapan, materi apa dsb. (dalam penelitian kuantitatif semacam definisi operasional) Membatasi atau menjelaskan variabel bebas, alat peraganya apa, apa yang dilakukan, siapa yang melakukan, kapan tindakan itu dilakukan.

328

d. Perumusan Masalah 1) Dikembangkan dari identifikasi dan pembatasan masalah. 2) Umumnya berbentuk kalimat tanya. 3) Kalimat tanya pada rumusan masalah lebih terinci karena telah melalui identifikasi dan pembatasan masalah. 4) Kalimat tanya yang diajukan mengacu ke variabel pada masalah pokok (Y) dan variabel pada masalah lain yang diteliti (X). 5) Kalimat tanya pada rumusan masalah harus dijawab. 6) Kualitas penelitian sangat dipengaruhi oleh kualitas jawaban bukan hanya banyaknya rumusan masalah 7) Perumusan masalah digunakan sebagai dasar untuk penentuan teori yang akan digunakan, sebagai arah dalam menentukan judul penelitian, sebagai arah dalam menentukan metode penelitian, sebagai arah dalam menentukan jenis penelitian. 8) Contoh perumusan masalah: Berdasarkan latar belakang, identifikasi dan pembatasan masalah tersebut di atas, diajukan rumusan masalah sbb: Apakah melalui X dapat meningkatkan Y bagi …. ? e. Tujuan Penelitian 1) Tujuan Umum Untuk meningkatkan Y (secara umum). Misalnya untuk meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa …. (belum menyebutkan kelas berapa dan waktunya kapan) 2) Tujuan Khusus Untuk meningkatkan Y melalui X ( secara khusus). Misalnya untuk meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa kelas … SD … pada semester …. tahun ….. f. Manfaat Penelitian 1) Manfaat Teoritis a) Mendapatkan pengetahuan atau teori baru tentang Y melalui X bagi siswa … b) Sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya. 2) Manfaat Praktis a) Manfaat bagi siswa b) Manfat bagi guru c) Manfaat bagi sekolah d) Manfaat bagi perpustakaan sekolah. 3. Kajian Teori a. Kajian Teori Memberikan ulasan-ulasan teoritis dengan konsep-konsep pembelajaran/pelayanan yang terkait dengan masalah yang diteliti dengan tindakan/layanan. Dalam menuliskan kajian teori hendaknya dikemukakan sesuai dengan variable yang diteliti, mengusahakan pustaka mutakhir, asli, relevan dan lengkap. b. Kerangka Berpikir Kerangka berpikir disusun dengan berbasis kajian teori dan dapat diakhiri dengan skema sebagai berikut :

329

KONDI SI AWAL

Guru : Belum menerapkan …… pada pembelajaran ……

Siswa : Prestasi belajar …. rendah

TINDAK AN

Menerapkan … pada pembelajaran …..

Siklus I : Menerapkan … dengan materi …

Siklus II : Menerapkan … dengan materi … Siklus III : Menerapkan … dengan materi …

KONDISI AKHIR

Diduga melalui penerapan … dapat meningkatkan prestasi belajar

c.

Perumusan Hipotesis Tindakan Hipotesis tindakan merupakan rangkuman dari kerangka berpikir. Contoh perumusan hipotesis tindakan sebagai berikut. Penggunaan metode bermain peran dapat mengatasi kejenuhan siswa dalam belajar drama pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010.

4. Metode Penelitian a. Setting Penelitian Deskripsikan tempat, kondisi dan waktu penelitian dilakukan. b. Subjek penelitian Deskripsikan Subjek penelitian secara lugas yang mencakup jumlah, jenis kelamin, cakupan, kondisi siswa. Data dan Sumber Data Pada bagian ini hendaknya dikemukakan jenis data apa saja yang dibutuhkan serta sumber data tersebut. Contohnya sebagai berikut. Data penelitian yang dikumpulkan berupa informasi tentang kemampuan siswa dalam menulis, motivasi siswa dalam menulis, serta kemampuan guru dalam menyusun rencana pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran di kelas. Data penelitian itu dikumpulkan dari berbagai

c.

330

sumber yang meliputi informan, tempat dan peristiwa berlangsungnya aktivitas pembelajaran, dan dokumen atau arsip. d. Teknik Pengumpulan Data Sejalan dengan data yang akan dikumpulkan serta sumber data yang ada selanjutnya dikemukakan teknik pengumpulan data. Contoh: Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data di atas meliputi pengamatan, wawancara atau diskusi, kajian dokumen, angket, dan tes yang masing-masing secara singkat diuraikan berikut ini. Validitas Data Teknik yang digunakan untuk memeriksana validitas data antara lain adalah triangulasi dan review informan kunci. Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan untuk menganalisis data-data adalah teknik analisis kritis. Selain itu juga sering digunakan teknik komparatif, yaitu membandingkan hasil antarsiklus. Indikator Kinerja Pada bagian ini perlu dikemukakan atau dirumuskan indikator sebagai tolok ukur keberhasilan penelitian Contoh: Peningkatan motivasi menulis siswa: menyusun kerangka sebelum menulis, pengumpulkan bahan, merevisi tulisan, dan sebagainya. Peningkatan kemampuan menulis siswa (Misalnya: Anak yang memperoleh nilai 7,5 lebih dari 80 %, rerata nilai menulis siswa meningkat (dari 65 menjadi 70). Prosedur penelitian Prosedur Penelitian mencakup: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi serta analisis dan refleksi. 1) Perencanaan Tindakan Deskripsikan tentang persiapan tindakan, kegiatannya mencakup : a) penyusunan rencana tindakan (skenario pembelajaran) b) penyusunan media c) penyusunan materi d) penyusunan instrumen e) Simulasi rencana tindakan 2) Pelaksanaan tindakan Deskripsikan skenario tindakan dalam rencana pelaksanaan tindakan dalam bentuk RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) serta jumlah pertemuaannya. 3) Observasi tindakan Jelaskan data yang dikumpulkan dan teknik pengumpulan data (soal test, lembar observasi, kuesioner) serta ujivaliditas yang digunakan. 4) Analisis dan Refleksi Deskripsikan teknik analisis yang digunakan serta bahan dan prosedur refleksi yang digunakan.

e.

f.

g.

h.

C.

Latihan 331

observasi tindakan dan refleksi ! 332 . Tes Formatif 1. identifikasi masalah. Lembar Kegiatan 1. cobalah anda menyusun proposal penelitian tindakan kelas dengan mengacu pada sistematika di atas! 2. Tentukan focus permasalahan PTK berdasarkan masalah-masalah yang anda anggap mengganggu pembelajaran ! 3. Apa hubungan antara latar belakang masalah. pembatasan masalah. Berdasarkan pada permasalahan pembelajaran yang telah berhasil anda identifikasi. Identifikasilah 3 masalah yang anda anggap mengganggu pembelajaran ! 2. kerangka berpikir dan hipotesis tindakan ? 6. Rangkuman Proposal Penelitian Tindakan Kelas memuat Pendahuluan. indikator kinerja dan prosedur penelitian. Kajian Teori dan Metode Penelitian. teknik analisis data. Pendahuluan berisi tentang latar belakang masalah. perumusan masalah. Tuliskan alternative tindakan perbaikan yang dapat dilaksanakan! D. identifikasi masalah. Jelaskan prosedur penelitian tindakan meliputi perencanaan tindakan. Tuliskan diagnosis penyebab permasalahan tersebut ! 4. Kajian teori disamping memuat tentang kajian teori itu sendiri juga berisi kerangka pemikiran dan hipotesis tindakan. pelaksanaan tindakan. Metode penelitian memuat setting. Tuliskan bagaimana sebuah judul PTK itu sebaiknya ditulis ! 2. Bagaimana sebaiknya kajian teori ditulis dalam proposal PTK ? 5. data dan sumber data. tujuan penelitian dan manfaat penelitian. pembatasan masalah dan perumusan masalah ? 4. Bagaimana keterkaitan antara kajian teori. Lakukan review sejawat terhadap proposal yang telah anda susun! E. teknik pengumpulan data. Hal-hal apa saja yang sebaiknya ditulis dalam Latar Belakang Masalah pada proposal PTK! 3.1. validitas data. F. Apa yang dimaksud dengan setting penelitian ! 7. subyek.

sedangkan rencana yang dibuat oleh guru yang melaksanakan PTK disebut rencana perbaikan pembelajaran (RPP). Kompetensi Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. 2. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. baik guru yang mengajar secara rutin. Komponen Tujuan Komponen Materi Rencana Pembelajaran Tidak ditambahkan tujuan perbaikan Rencana Pembelajaran Biasanya hanya ditulis dalam bentuk pokok bahasan saja atau berupa outline sering diisi seadanya dibuat secara singkat. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. Indikator Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. guru perlu memperkaya diri dengan sumber lain dibuat secara rinci. B. Rencana Perbaikan Pembelajaran Harus ditambahkan tujuan perbaikan Rencana Perbaikan Pembelajaran Ditulis secara lebih rinci 3. seorang guru seyogianya membuat persiapan. 1. Media dan Sumber Kegiatan dirancang secara cermat. komponen-komponen yang terdapat dalam kedua persiapan tersebut memiliki kesamaan dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku. tahap pelaksanaan pembelajaran. Kompetensi dan Indikator 1.PERSIAPAN PELAKSANAAN TINDAKAN KELAS A. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. a. maupun guru yang mengajar untuk memperbaiki pembelajaran (melakukan PTK). Secara garis besar. serta berfokus pada kompetensi yang akan dicapai. Rencana yang dibuat oleh guru yang mengajar secara rutin dikenal dengan sebutan rencana pembelajaran (RP). Tahap Persiapan Sebelum mengajar. 4. Tugas Guru Sebagai Guru dan Peneliti melalui PTK Dalam bahasan ini peran guru dibedakan menjadi dua. peserta diharapkan mampu menyusun persiapan pelaksanaan tindakan kelas. Materi 1. 333 . yaitu guru sebagai pegajar dan guru sebagai pengajar dan peneliti. tahap pasca pelaksanaan pembelajaran. peserta diharapkan mampu mengidentifikasi tugas-tugas guru dan sebagai peneliti melalui PTK. Kedua peran ini memiliki beberapa perbedaan yang dapat ditinjau dari segi tahap persiapan pembelajaran. Perbedaan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: No. No. Namun ada beberapa perbedaan yang cukup mencolok dari keduanya. 2.

334 . tidak diamati oleh kolaborator Pelaksana PTK Memfokuskan diri pada pembelajaran dan kemudian sebagai peneliti. waktu pengamatan. Jika diperlukan teman sejawat. guru yang melaksanakan PTK perlu menetapkan kriteria keberhasilan sesuai dengan tujuan perbaikan. 5. Evaluasi tidak menggambarkan keseluruhan proses pembelajaran hanya dicantumkan deskripsi singkat. Guru harus menyempatkan diri untuk mencatat atau merekam peristiwa penting yang terjadi dalam pembelajaran Apersepsi yang dilakukan harus benar-benar menarik bagi siswa (dirancang dengan baik) Tugas guru lebih kompleks sehingga membutuhkan kecermatan yang baik. seperti tes objektif atau soal uraian. No. Pada kegiatan inti. maka guru harus menyepakati jenis bantuan yang diperlukan. dan cara pengumpulannya. jenis data yang dikumpulkan. 1. b. alat ukur yang digunakan lebih banyak dan bervariasi Di samping mengembangkan setiap komponen dalam RP. Pengajar hanya memfokuskan diri pada pembelajaran Dapat melakukan penyesuain transaksional Biasanya tidak mencatat peristiwa penting yang terjadi selama pembelajaran Pada kegiatan awal. dapat dilihat pada tabel berikut. ataukah data akan dikumpulkan sendiri dengan bantuan alat perekam. Di samping menyiapkan rencana pembelajaran yang rinci. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Pada tahap pelaksanaan pembelajaran. 3. termasuk berapa lama pengamatan dilakukan di mana pengamat akan duduk. Penentuan besarnya kriteria keberhasilan belum ada yang baku. apersepsi yang dilakukan biasanya secara spontan. pelaksana PTK juga perlu menentukan apakah akan meminta teman sejawat untuk membantu mengamati proses pembelajaran atau pelaksanaan tindakan. Selain itu. Kriteria keberhasilan ini tentu tidak semuanya berkaitan dengan hasil belajar. Para guru membuat sendiri kriteria ini yang didasarkan pada tingkat kecerdasan peserta didik dalam kelas yang diasuhnya . sesuai dengan tujuan perbaikan yang dirancang . dalam tahap perencanaan ini. tetapi juga ada yang berkaitan dengan proses belajar. dan sebagainya perlu disepakati.Pembelajara n 5. Diamati oleh kolaborator 4. menggunakan satu alat ukur saja lengkap dengan pertanyaan yang akan diajukan dicantumkan secara rinci butir–butir tes yang akan diberikan. 2. perbedaan peran guru sebagai pengajar dan guru sebagai pengajar dan peneliti (pelaksana PTK). Kriteria keberhasilan tertentu bervariasi. 6. juga pada pengumpulan data Kelalaian dalam melakukan penyesuain transaksional dapat berdampak pada hasil penelitian. tugas guru lebih sederhana Saat di kelas.

namun guru yang melaksanakan PTK masih punya tugas yang harus segera dilakukan. 5) Merangkum hasil perbaikan pembelajran. 8. guru yang membantu mengamati teman sejawatnya mengajar. seperti kerja saman sekolah dengan LPTK. misalnya antara guru matematika dengan dosen matematika di LPTK atau kerja sama dua orang guru di satu sekolah yang saling membantu. Selanjutnya guru harus mengakomodasi hasil perbaikan dalam perencanaan perbaikan berikutnya. 3) Berdiskusi dengan teman sejawat untuk membahas data yang dikumpulkan. serta dalam merencanakan tindakan perbaikan. 2. 6) Merangkum penyebab belum tercapainya perbaikan yang dirangkum pada butir e. Kolaborasi seyogianya bersifat saling menguntungkan. Orang yang ikut membantu dalam pelaksanaan PTK atau yang biasanya disebut sebagi kolaborator dapat membantu guru dalam mengidentifikasi dan menganalisis masalah. Guru dituntut untuk mengingat kembali apa yang sudah ia lakukan dan bagaimana respon siswa. membentuk kelompok derja seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau kalau di tingkat sekolah dasar dikenal dengan istilah Kelompok Kerja Guru (KKG). memberi tes. Membangun Kolaborasi Kolaborasi atau kerja sama sangat penting dalam PTK. Dosen LPTK yang membantu guru dalam proses perencanaan PTK. c. jug dapat keuntungan yaitu mempunyai pengalaman mengamati secara cermatperistiwa pembelajaran yang mungkin selama ini tidakfpernah dipikirkan.dan pusat kerja guru (PKG). di samping mungkin dari para pendidik lain. guru yang bertuga hanya mengajar mungkin segera dapat beristirahat. Mengapa? Sebab dalam upaya perbaikan pembelajaran. guru memrlukan bantuan dari berbagai pihak. 4) Melakukan refleksi untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. juga mempunyai keuntungan yang sangat berharga. terutama dari teman sejawatnya. rapat-rapat rutin sekolah yang membahas upaya perbaikan pembelajaran. Kadang-kadang pengimplementasian RP dengan pembelajaran di kelas agak berbeda Biasanya hanya melakukan tes pada akhir pembelajaran (atau salah satu dari komponen dalam kegiatan penutup) Rencana yang telah dibuat harus benar-benar diikuti agar proses pembelajaran lebih efektif Merangkum. Ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan oleh guru pelaksanan PTK. dan memberi tindak lanjut.7. yang mencakup apa yang sudah tercapai dan apa yang belum tercapai. segera setelah pelajaran selesai. Artinya. yaitu : 1) Menghimpun/merangkum catatan yang dibuat selama pembelajaran. yaitu lebih mengenal 335 . serta mengadakan hubungan langsung secara pribadi. dan apa dampaknya bagi siswa. Kolaborasi dapat dibangun melalui berbagai cara. Tahap Pasca Pembelajaran Setelah pembelajran usai. 2) Berdialog dengan siswa jika diperlukan.

agar pembelajaran sesuai dengan rencana dan data terkumpul dengan cermat. Kedua tugas tersebut harus dapat dilaksanakan dengan baik. kelalaian melakukan penyesuaian ini akan berdampak pada hasil penelitian. ia juga harus memfokuskan diri pada pengumpulan data. selama pembelajaran guru perlu mengikuti rencana tersebut dengan cermat. Untuk itu dalam melaksanakan PTK perlu dilakukan persiapan yang matang agar kedua peran guru tersebut dapat berjalan baik. Cobalah anda menghitung berapa Rencana Pembelajaran yang pernah anda buat dalam satu semester yang memerlukan perbaikan! 2. ketika antara guru dan siswa sedang berlangsung. Lembar Kegiatan 1. Tuliskan Rencana Perbaikan Pembelajaran terhadap Rencana Pembelajaran yang pernah anda buat tersebut! D. Rangkuman Dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas guru memiliki 2 tugas sekaligus. Tidak hanya sekedar kata-kata “ Guru menyampaikan apersepsi” tetapi menulis dengan rinci. kejadian ini harislah dicatat dan menjadi bahan refleksi yang akan dimanfaatkan untuk rencana perbaikan berikutnya. guru harus melakukan penyesuaian (transaksional). Perbedaan antara guru mengajar biasa dengan guru pelaksana PTK : Guru mengajar biasa hanya memfokuskan diri pada pembelajaran. 3) Agar keefektifan rencana tersebut dapat diketahui. Namun bagi guru yang melaksanakan PTK. guru harus melakukan Transaksional dan mencatat dalam buku catatan agar dapat dianalisis dengan cermat. Penyesuaian Transaksional adalah penyesuaian yang dilakukan guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Guru pelaksana PTK memfokuskan diri pada pembelajaran dan kemudian sebagai peneliti. 336 . lebih-lebih jika penyesuaian ini menjadi salah satu tujuan perbaikan. g) Kemungkinan kompetensi yang diharapkan dapat dikuasai 2) Dalam pelaksanaan PTK. f) Peserta didik akan tenang dan senang sampai akhir pembelaran. C. Selama mengajar. guru benar-benar mempersiapkan beberapa apersepsi dengan cermat dan rinci dalam RP. Tuliskan kembali Rencana Pembelajaran yang pernah anda buat ! 2. Tugas pertama adalah sebagai pengajar dan tugas kedua adalah sebagai peneliti. a. Kegiatan Awal 1) Kegiatan pembelajaran dimulai dengan apersepsi yang maksudnya menarik perhatian dan minat peserta didik menghadapi materi pelajaran yang akan disampaikan.sekolah tempat mahasiswaanya akan bertugas mengajar. 4) Namun jika ada yang tidak sesuai. Dengan pengalaman ini. Apa pendapat anda tentang hal tersebut! E. Latihan 1. dapat dipastikan dosen akan lebih mantap dalam mendidik mahasiswanya. Manfaat apersepsi : a) Menarik perhatian peserta didik b) Proses pembelajaran akan berjalan lancer c) Peserta didik bersemangat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan d) Mendapat keterampilan baru e) Nilai dan sikap yang akan disampaikan akan tumbuh dengan baik.

Tuliskan perbedaan tugas guru sebagai pengajar dan sebagai peneliti pada tahap pelaksanaan pembelajaran ! 3.F. Tes Formatif 1. Mengapa kolaborasi diperlukan ! 337 . Tuliskan perbedaan tugas guru sebagai pengajar dan sebagai peneliti pada tahap persiapan pembelajaran ! 2. Tuliskan perbedaan tugas guru sebagai pengajar dan sebagai peneliti pada tahap pasca pembelajaran ! 4.

inti. METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian B. Pembahasan BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Berikut adalah contoh komponen laporan hasil PTK dengan kelengkapan dan sistematikanya. Simpulan B. prosedur dan hasil PTK. Kerangka Pikir C. tujuan. Teknik Pengumpulan Data D. Teknik Analisis Data E. Latar Belakang Masalah B. Subjek Penelitian C. Rumusan Masalah dan Pemecahannya C. dan penutup (Depdiknas. Abstrak diketik satu spasi dengan font 11. maupun pembaca utama yang ditargetkan. Kompetensi dan Indikator Peserta dapat memahami cara pembuatan laporan penelitian tindakan dalam mata pelajaran matematika. Tujuan Penelitian D. 2006). Manfaat Hasil Penelitian BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 1. Hipotesis Tindakan BAB III. Indikator Menyusun Laporan Penelitian Tindakan Kelas. B. JUDUL HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL (KALAU ADA) DAFTAR GAMBAR (KALAU ADA) DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN A. Uraian Materi Penyusunan Laporan Penelitian Ada beberapa jenis penyusunan laporan penelitian yang tergantung pada penyandang dana. yaitu pembuka. dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris(jika 338 . Prosedur Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Abstrak Abstrak berisi uraian ringkas permasalahan dan cara pemecahannya.PENYUSUNAN LAPORAN PTK A. Apabila peserta mendapatkan sistematika yang tidak sama dengan tulisan ini harap disesuaikan. Kajian Teori B. Hasil Penelitian B. Secara umum sistematika suatu laporan terdiri dari 3 bagian pokok.

2. perumusan masalah dan pemecahannya(termasuk definisi operasional dan ruang lingkup pengembangan inovasi). untuk menggambarkan situasi kelas laboratorium atau mimik seorang peserta didik yang dapat memperkuat uraian dalam komponen penemuan. berkaitan dengan tindakan yang digunakan dalam upaya meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan dan pembelajaran. 6. 7. 8. 4. BAB II KAJIAN PUSTAKA Kajian pustaka berisi uraian teori dan temuan penelitian yang relevan yang digunakan sebagai dasar dalam pemilihan pendapat dan pelaksanaan PTK. Di bagian ini dapat pula disampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang berjasa dalam pelaksanaan PTK. Dalam bagian ini diuraikan tindakan yang khas yang dilakukan sehingga terlihat bedanya dengan pembelajaran yang selama ini biasa dilakukan. sedangkan data lengkap disajikan dalam lampiran. BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan memuat unsur latar belakang masalah. Daftar Isi Daftar isi memuat bagian awal laporan. Selain itu diuraikan pula pelaksanaan tindakan . tujuan pengembangan inovasi. Jumlah kata dalam abstrak tidak melebihi 200 kata dan dilengkapi dengan kata-kata kunci sebanyak 3-5 kata. 3. dan prosedur pengembangan inovasi. dan juga disajikan hasil pengumpulan data yang diperoleh melalui berbagai instrument. disertai pencantuman nomor halamannya. Daftar Tabel Daftar tabel memuat nomor dan judul semua tabel yang ada dalam laporan disertai pencantuman nomor halamannya. Uraian ini digunakan sebagai dasar penyusunan kerangka berpikir dan usaha pengembangan membangun argumen teoritik dalam menjelaskan hasil yang diperoleh baik yang positif maupun negatif. 5. BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian berisi deskripsi lokasi.diperlukan). Bab dan sub bab. Disampaikan pula aspek keberhasilan dan kelemahan dan rencana tindak lanjut. Kata Pengantar Kata pengantar berisi hal-hal yang ingin disampaikan oleh tim pengembang sehubungan dengan pelaksanaan PTK dan hasil yang dicapai. mata pelajaran. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam hasil penelitian disajikan dalam bentuk siklus dengan data lengkap. Prosedur berupa uraian secara rinci tahap-tahap kegiatan dalam setiap siklus. Gambar yang dimaksud adalah gambar yang diambil selama proses PTK berlangsung dan berguna antara lain. manfaat hasil pengembangan inovasi. bagian akhir. Daftar Gambar Daftar gambar memuat nomor dan judul semua gambar yang ada dalam laporan disertai pencantuman nomor halamannya. 9. waktu. karakteristik peserta didik. 339 .

2. cermati dan diskusikan apakah isi dan makna dari tiap-tiap bagian dalam laporan tersebut. judul. majalah. Tes Formatif 3 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat 1. dan internet. 340 . kajian pustaka. metode penelitian. Daftar pustaka dituliskan secara konsisten dan alphabetis. pendahuluan. Laporan penelitian tindakan kelas memuat antara lain A. daftar pustaka. halaman judul. inti. abstrak. kajian pustaka. pendahuluan.Mengapa berhasil (tidak)?. daftar lampiran. abstrak. judul. kajian pustaka. daftar gambar. 11. DAFTAR PUSTAKA Daftra pustaka yang dicantumkan dalam laporan hanya yang benar-benar dirujuk di dalam naskah. D. Latihan Untuk meningkatkan pemahaman dalam menyusun laporan carilah contoh laporan penelitian tindakan kelas. hasil dan pembahasan. simpulan dan saran. Baguan pembuka terdiri dari judul. Daftar pustaka dapat bersumber pada buku. Saran disusun untuk tindak lanjut penelitian berdasarkan pembahasan hasil penelitian dan juga untuk penerapan hasil. C. Lembar Kegiatan 1. kajian pustaka. LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran memuat RPP yang dilaksanakan. inovasi. jurnal. sehingga ada ulasan tentang perubahan yang dihasilkan dari tiap siklus dan keseluruhan siklus. judul. pendahuluan. simpulan dan saran. abstrak. hasil penelitian dan pembahasan. Hasil Hasil bahasan dari laporan penelitian tindakan kelas yang sudah ada. E. riwayat hidup. daftar pustaka. Bagian penutup berisi daftar pustaka dan lampiran. metode penelitian. Dalam pembahasan adalah membahas hasil penelitian. 10. penutup. daftar tabel. B. Bagian inti terdiri dari pendahuluan. daftar isi. metode penelitian. instrumen pengembangan C. kemudian mulailah mengidentifikasi isi dari masing-masing bagian tersebut. kajian pustaka. abstrak. apa yang perlu dilakukan pada siklus berikutnya. simpulan dan saran. kata pengantar. yaitu pembuka. saran sebaiknya disusun secara operasional ditujukan kepada siapa. judul. 12. D. Disajikan analisis data dan hasil perubahan dalam bentuk grafik/statistik deskriptif dioptimalkan. dan bukti lain pelaksanaan PTK. penutup. BAB V SIMPULAN DAN SARAN Di dalam simpulan yang disusun harus sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian. dan penutup. daftar pustaka. abstrak. F. Langkah Kegiatan Bacalah dengan cermat masing-masing komponen dalam teori cara menyusun laporan penelitian tindakan kelas. pendahuluan. Rangkuman Secara umum sistematika suatu laporan terdiri dari 3 bagian pokok. penutup. hasil dan pembahasan. semuanya disajikan secara lengkap.

diagram. grafik. daftar buku-buku. buku yang dirujuk dalam naskah laporan. buku yang dirujuk pada naskah proposal. jurnal. buku yang pernah dibaca. gambar. Kajian pustaka merupakan bagian penting dari laporan penelitian. B. 341 . subjek penelitian. naratif. berdasarkan kajian teori. B. metode penelitian. D. C. Salah satu bagian dari metode penelitian adalah A. hasil penelitian 3. diagram. 8. C. Daftar pustaka yang dicantumkan dalam laporan penelitian adalah A. 4. C. D. simpulan. C. hasil penelitian. tabel. B. abstrak. sampel penelitian. pendahuluan. D. teori-teori serta hasil penelitian pada topik yang sama yang sudah pernah dilakukan oleh orang lain maupun yang belum dilakukan. kajian teori. rencana penelitian. kata pengantar. B. Gambaran umum mengenai substansi sebuah laporan dapat ditemukan pada A. B. Dalam pembahasan yang dibahas adalah A. analisis. naratif. C. objek penelitian C. kualitatif. sampel. D. B. subjek penelitian. D. Penyajian hasil penelitian dapat dilakukan dengan cara A. D.2. C. lokasi penelitian. teori penelitian. sintesis.Salah satu yang bukan bagian dari metode penelitian adalah A. 7. hasil penelitian C. temuan penelitian. 6. informasi yang berkaitan dengan penelitian tindakan kelas. sebab berisi A. D. 9. populasi. rencana penelitian. D. jurnal yang pernah dibaca. D. berdasarkan hasil penelitian B. B. gambar. Pada bagian metode penelitian pada umumnya penulis menyajikan A. dari penelitian yang serupa. Pada bagian saran yang ditulis adalah tindak lanjut A. 10. B. dan tabel. internet dan yang lainnya. dari penelitian sebelumnya. C. 5. uraian teori dan temuan penelitian yang relevan yang digunakan sebagai dasar dalam pemilihan pendapat dan pelaksanaan penelitian.

Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. 1995. dan Adyana Sunanda (Ed. Suhardjono.Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. “Hakikat dan Peranan PTK dalam Pengembangan Profesionalisme Konselor”.com/2010/02/dasar-dasar-penulisan-karyatulis_01. Penelitian Praktis untuk Perbaikan Pengajaran. Makalah. Untuk Guru. Semarang : Universitas Negeri Semarang. Maman. 2007. M. Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian Tindakan Kelas.S.html Kasiihani Kasbolah E. Jakarta : Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen Dikdasmen Depdiknas. Rahman. http://suksesbersamasukarto. Kamis 19 Juni 2008. dan Supardi. Malang : Universitas Negeri Malang.). Depdiknas. 2007. Ditjen Dikti Depdikbud. Jelaskan apa yang perlu ditulis pada simpulan dan saran! DAFTAR PUSTAKA Aqib. Jelaskan apa yang perlu ditulis dalam pembahasan! 3. 2008. Pembudayan Penulisan Karya Ilmiah. 2008. “Penelitian Tindakan Kelas untuk Peningkatan Profesionalisme Guru SLTP”. Mohamad. Suharsimi Arikunto. Disampaikan dalam Seminar Nasional Penelitian Tindakan Kelas dalam Rnagka Pengembangan Profesionalisme Konselor. Jakarta : Bumi Aksara. 2002. Harun Joko Prayitno. Bandung : Yrama Widya. IKIP PGRI Semarang. 2001. Surya. dkk. Thoybi. Surakarta : Muhammadiyah University Press. Jakarta : Bagian Proyek PGSD. Soly Abimanyu. Zainal. 2000. Penelitian Tindakan Kelas (Dalam Bagan). Jelaskan apa yang perlu ditulis dalam hasil penelitian! 2.blogspot. 342 . H.

343 .

344 .

345 .

346 .

347 .

348 .

349 .

350 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful