BAB II MIKRO LINGUISTIK

A. Tujuan Pembelajaran Pada bab II ini pembelajar dapat menjelaskan struktur dasar fonologi, struktur dasar morfologi, struktur dasar sintaksis, strktur dasar semantis,karakteristik setiap aliran, seperti aliran tradisional, struktural, aliran fungsional, tranformasi generatif, serta dapat mengungkapkan secara tulis dan atau lisan. B. Uraian Materi 1. Fonologi a. Pengertian dan Pendekatan Fonetik 1) Pengertian Fonetik Fonetik adalah studi tentang bunyi-bunyi ujar (Samsuri, 1981:91). 2) Pendekatan Fonetik Pendekatan fonetik ada 3 cara yaitu a) auditoris, b) akustis, dan c) artikulatoris. a) Auditoris Auditoris adalah penyelidikan mengenai kemungkinan bunyi-bunyi ditanggapi oleh alat pendengar/telinga ketika bunyi-bunyi bahasa itu dikumandangkan oleh pembicara. Karena cara ini sangat bersifat subjektif, orang yang berkepentingan merasa tidak mantap dan sukar dipertanggungjawabkan sebagai hasil penelitian ilmiah. Di samping itu, buku-buku yang menguraikan mengenai fonetik auditoris Itu sedikit sekali, dan keahlian yang dituntut sebenarnya adalah keahlian dalam ilmu kedokteran b) Akustis Dengan cara pendekatan akustis kita berusaha mempelajari bagaimana arus bunyi yang telah keluar dari rongga mulut atau rongga hidung atau kedua-duanya sipembicara merupakan gelombang-gelombang bunyi ujaran. Penyelidikan cara ini memerlukan pengetahuan ilmu-ilmu pasti karena bunyi-bunyi harus dideskripsikan dengan tanda-tanda angka atau rumus-rumus matematis. Kecuali kurang praktis, tidak semua ahli bahasa dapat menggunakan cara ini dan pada hakikatnya hanya bunyibunyi yang berupa gelombang-gelombang di uadara. Untuk itu, bagaimana mengucapkannya tidak dapat dilukiskan, yang dapat dilukiskan mungkin besarnya amplitudu getaran ketika terlepas mulamula dari pita suara, maka hasil penyelidikan itu masih diragukan dalam terapannya. Selain itu, cara ini memerlukan biaya yang tidak sedikit. Contoh: Apabila kita memetik gitar, maka tali gitas akan bergetar dan terjadilah bunyi yang dapat kita dengar. c) Artikulatoris/Organik Pendekatan artikulatoris adalah menyelidiki bagaimana bunyi-bunyi bahasa itu dihasilkan oleh alat-alat (organ) si pembicara (organs of speech). Cara ketiga ini yang memang mudah, praktis, dan dapat diberikan bukti-bukti datanya sehingga setiap orang dapat menerapkannya. Hampir semua gerakan alat-alat ucap itu dapat kita periksa, dari paruparu, sekat rongga dada, tenggorokan, lidah, dan sampai bibir. Pekerjaan-pekerjaan alat-alat yang statis hampir semua dapat kita ‘rasakan’. Cara pendekatan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

93

Penutur pendengar

Alat-alat bicara sistem

getaran-getaran udara Yang dihasilkan

telinga dari auditoris

b. Proses Penghasilan Bunyi Bahasa Pada umumnya bunyi dihasilkan dengan menghembuskan udara keluar dari paru-paru melalui rongga mulut dan atau rongga hidung. Macam-macam alat ucap secara garis besar seperti berikut: 1) Artikulator ialah alat-alat yang mudah/dapat bergerak (bersifat dinamis), pada umumnya terdapat di bagian lidah dan bibir bawah. 2) Titik artikulasi ialah alat-alat yang tidak/ sukar bergerak (bersifat statis). Di samping itu, masih ada lagi yang merupakan keharusan ialah arus udara yang dialirkan keluar dari paru-paru. Contoh penghasilan bunyi bahasa: Dalam menghasilkan bunyi [c] misalnya dapat kita lihat kerjasama antara ketiga faktor tersebut di atas. Mula-mula udara mengalir dari paru-paru, sementara itu, ujung lidah (apex) bergerak menyentuh langit-langit keras akibatnya udara terhalang. Ujung lidah sebagai artikulator, sedangkan langitlangit keras sebagai titik artikulasi.

Posisi pita suara:

a terbuka lebar

b terbuka agak lebar

c terbuka sedikit

d tertutup sama sekali

Keterangan gambar: (a) Posisi untuk bernafas secara normal; (tidak menghasilkan bunyi bahasa), (b) Posisi yang menghasilkan bunyi tak bersuara, (c) Posisi yang menghasilkan bunyi bersuara, (d) Posisi yang mengawali atau mengakhiri bunyi hamzah(glottal stop).

94

c. Klasifikasi Bunyi-bunyi Bahasa Fona pada hakikatnya dapat digolongkan menjadi 2 yaitu fona segmental dan fona suprasegmental (prosodi). Masing-masing dapat dijelaskan seperti berikut. 1) Fona Segmetal Fona segmental ialah fona yang jelas warnanya, artinya batas artikulasinya dapat dianalisis satu dengan yang lain, sehingga secara relatif dapat digolongkan menjadi 2, yaitu: (a) Vokoid ialah fona segmental yang pada umumnya tidak mendapat halangan ketika difonasikan dan bersuara. (b) Kontoid ialah fona-fona segmental yang umumnya mendapat halangan baik penutupan maupun penyempitan pada artikulasi tertentu ketika dihasilkan atau difonasikan dan sebagaian bersuara, sebagian lagi tansuara. 2) Fona Supra segmental Fona supra segmental ialah fona yang sukar dikenal warnanya, hanya dapat dianalisis kualitasnya melalui fonasi fona-fona segmental; artinya fona-fona supra segmental itu hanya ada bersama-sama dengan fonasi fona-fona segmental. Oleh karena itu, fona supra segmental tidak mungkin dapat dianalisis terlepas dari fona-fona segmental. Fona supra segmental dapat dirinci atas: a) Tekanan(stress) b) Panjang(length) c) Nada(pitch) d) Jeda(juncture) e) Intonasi terminal(terminal intonation). (akan dibicarakan lebih lanjut pada bagian lain). d. Fona Segmental Fona segmental adalah fona yang apabila diartikulasikan mudah diartikulasikan. 1) Klasifikasi Vokoid Untuk membuat klasifikasi, kita memakai kriteria yang sangat umum, yaitu posisi lidah, aktivitas lidah, dan bentuk bibir. a) Menurut posisi lidah: (1) Vokoid tinggi: [i, I, u, U]. (2) Vokoid sedang: [E, e, o, ]. (3) Vokid rendah: [a, A, ]. b) Menurut akyivitas bagian lidah: (1) Vokoid depan : [i, I, E, ] (2) Vokoid pusat : [e, a, A, ] (3) Vokoid belakang: [u, U, o, ]. c) Menurut bentuk bibir: (1) Vokoid bundar : [u, U, o, ] (2) Vokoid tanbundar: [i, I, e, E, a, ]. 2) Klasifikasi Kontoid a) Cara artikulasi a) Berdasarkan cara artikulasi, kontoid dapat digolongkan seperti berikut. (1) Kontoid plosif/hambat yaitu kontoid yang terjadi dengan jalan alat ucap tertutup sama sekali pada suatu tempat sehingga udara

95

tertahan, dan ketika halangan itu dilepaskan keluarlah udara tersebut dengan tiba-tiba diiringi semacam letupan. (2) Konotid eksplosif: apabila disudahi semacam letupan. Contoh: [p,b] (3) Kontoid implosif: apabila disudahi dengan tidak ada letupan. Contoh: [k, t, d, g, ?] (4) Kontoid afrikat: yaitu kontoid yang terjadi dengan mula-mula tertutup alat ucap seluruhnya seperti pada posisi kontoid plosif, kemudian halangan itu terlepas dengan diiringi semacam friksi (bunyi geser). Contoh : [c, j] pada kata <cara, dan jalan>. (5) Kontoid frekatif: ialah kontoid yang terjadi dengan penyempitan jalan ucap pada suatu tempat sehingga arus udara masih dapat keluar melalui mulut dengan menimbulkan semacam friksi. Contoh: [f,v,x,G,h] pada kata <fanta, volume, khabar, ghoib, hati>. (6) Kontoid spiran ialah kontoid yang terjadi dengan penyempitan jalan ucap pada suatu tempat dan mendapat halangan semacam pengadukan, sementara itu terdengar bunyi desis. Contoh: [s,S,z,Z] pada kata-kata <sedar, syarat, zaman, measure(Inggris)>. (7) Kontoid nasal: ialah kontoid yang terjadi dengan tertutupnya pada suatu tempat, sedangkan velum merendah, sehingga arus udara keluar melalui rongga hidung dan rongga mulut. Contoh: [m, n, n, n] pada kata-kata <makan, nona, nyonya, singa>. (8) Kontoid lateral: ialah kontoid yang terjadi dengan tertutupnya sama sekali lajur tengah, sehingga arus udara masih dapat keluar melalui kiri kanan lidah. Contoh: [l] pada kata <lidah>. (9) Kontoid trill: ialah kontoid yang terjadi dengan bergetarnya apex (ujung lidah) yang mendekati alveulum ketika arus udara terhembus keluar melaluinya. Contoh: [r] pada kata <radar>. (10) Kontoid flaps: ialah kontoid yang terjadi getaran apex sekali. Contoh: [r] pada kata-kata <very, better, metter>. (11) Semi vokal: ialah kontoid yang terjadi dengan penyempitan pada suatu tempat dalam jalur ucap seperti artikulasi [i,u], kemudian meluncur pada suatu tempat yang lain sehingga arus udara masih dapat keluar melalui mulut diiringi semacam bunyi luncur. Contoh: [W,Y] pada kata <warung, yang>. b) Berdasarkan titik artikulasi Berdasarkan titik artikulasi, kontoid-kontoid dapat digolonggolongkan menjadi seperti berikut. (1) Kontoid labial ialah kontoid yang dihasilkan dengan labium sebagai titik artikulasinya yang disentuh bibir bawah. Contoh: [p,b,m,w] pada kata-kata <papa, babi, mama, warga>. (2) Kontoid dental ialah kontoid yang dihasilkan dengan gigi atas sebagai titik artikulasi yang ditekan/ dikenai apex. Untuk selanjutnya cara mengungkapkan seperti kontoid labial dan dental. Contoh: [f,v] pada kata-kata [fantasi, fafourit, volume]. (3) Kontoid interdental Contoh: [t,d,] pada kata-kata <terang, damar(Jw)>. (4) Kontoid alveolum 96

Contoh: [t,d] pada kata <puthu, thukul ‘sejenis makanan, tumbuh’, medhi ‘pasir’ (Jw)>. (5) Kontoid palatal Contoh: [c,j,n,y,S] pada kata-kata <cari, jarang, nyata, yang, syirik]. (6) Kontoid velar ialah kontoid yang dihasilkan dengan velum sebagai titik artikulasi tempat didekati dorsum. Contoh: [k,g,x,n] pada kata-kata <ksrsng, guna, khabar, arang>. (7) Kontoid faringal ialah kontoid yang terjadi dengan farinx sebagai titik artikulasi, atau radix tertarik ke arah farinx. Contoh:[ ] pada kata maklum. (8) Kontoid glotal (glottal stop) Contoh: [?] pada kata-kata <anak, jarak>. c) Berdasarkan artikulator Berdasarkan artikulator kontoid dapat digolongkan seperti berikut. (1) Kontoid labial ialah kontoid yang dengan labium(bibir bawah) sebagai artikulator yang terkatup bibir atas atau menekan gigi atas. Contoh: [p,b,m,f,v,w] seperti pada kata-kata yang sudah dicontohkan kontoid labial di atas. (2) Kontoid apikal Contoh: [t,d,t,d,c,n,l,r,r]. (3) Kontoid laminal Contoh: [c,j,s,S,z,Z]. (4) Kontoid dorsal Contoh: [k,g,x,n,G]. (5) Kontoid radikal Contoh: [ ] pada kata arab <‘adat>. d) Berdasarkan artikulator dan titik artkulasi Berdasarkan artikulator dan titik artukulasinya kontoid-kontoid dapat dibagi seperti berikut. (1) Kontoid bilabial ialah kontoid yang dengan labium (bibir bawah) sebagai artikulator yang menyentuh bibir atas sebagai titik artikulasinya. Contoh: [p,b,m,w]. (2) Kontoid labiodental Contoh: [f,w]. (3) Kontoid apiko-interdental Contoh: [t,d]. (4) Kontoid apiko-alveolar Contoh: [t,d,n]. (5) Kontoid palatal Contoh: [t,d,j,,ny/n,y,s,S]. (6) Kontoid velum Contoh: [k,g,x,n/ng]. (7) Kontoid radix-faringal Contoh: [ ]. (8) Kontoid glotal/hamzah/glottal stop Contoh: [ /’]. (9) Kontoid laringal Contoh: [h] pada kata-kata <hambar, hembus>. e) Kondisi pita suara 97

f.v.b. ‘ : untuk menandai tekanan yang sekunder “ : untuk menandai tekanan yang primer Contoh: ‘green “house ‘white “house Panjang pendek/length Panjang pendek ialah ciri prosodi yang merupakan perpanjangan suatu fona. Tanda diakretik yang digunakan seperti berikut.s. Dalam beberapa bahasa tertentu.n(ng)]. Korea. (2) Kontoid nasal Contoh: [m.?].z.Z.d.n.g.. lebih banyak berhubungan dengan pembicaraan fonem.s. 1) Tekanan/stress Bermacam-macam cara untuk melukiskan tekanan tersebut.f. Dalam lukisan prosodi sering juga tangga nada itu ditandai dengan angka: 98 .k.j..t.w]. terutama ciri-ciri prosodi yang kontras-kontras. aduh ‘jauh sekali’ [?adu:h] assalam [?assala:m].j.h.p. dan lain-lain pitch itu tinggi frekuensinya. Fona Suprasegmental Fona suprasegmental atau fona prosodi tidak semudah fona segmental cara mencatatnya.?.n(ny).w.Z]. Fona-fona supra segmental itu digolong-golongkan menjadi: 1) Tekanan/stress 2) Panjang pendek/length 3) Nada/pitch 4) Juncture 5) Intonasi terminal/terminal intonation.r.v. e.o.k. yang terjadi mungkin kontoid atau vokoid.d.S.c. Nada tersebut ditulis di atas silabel atau fona yang harus diucapkan dengan disertai pitch.x.S. f) Berdasarkan jalan yang diikuti arus ujaran ketika keluar dari rongga ujaran.t. Untuk itu.x. (2) Kontoid tansuara Contoh: [p. 2) Nada/pitch Nada atau pitch ialah naik turunnya suara ketika sederetan fon-fona difonasikan. seperti bahasa Cina. (1) Kontoid suara Contoh: [b.. (1) Kontoid oral Contoh: [a. Untuk melukiskan fona-fona prosodi itu biasanya dipergunakan berbagai-bagai tanda diakretik Tandanya terbatas sekali.g.t.c.d.l.u.Berdasarkan kondisi pita suara kontoid dapat dibedakan seperti berikut. karena dipergunakan selaku komponen yang membedakan makna.h. Pitch itu biasanya dilukiskan dengan: [ /] : nada naik [ \] : nada menurun [ .z.d. Contoh: ‘adoh’ [?adoh] . Dalam tuturan(utterances) keseluruhan atau rangkaian nada merupakan tangga suara atau tangga nada(pitch level). kontoid dibedakan seperti berikut.] : nada mendatar [ V ] : nada turun naik [ /\]: nada naik turun.

Contoh: [mi + lI?] [ki + ta]. Kedua macam tersebut dapat dipakai dalam transkripsi fonetis. a) Jeda dalam (internal juncture) adah jeda yang terdapat dalam perkataan selaku batas silabel. atau mudahnya dapat dikatakan bahwa jeda yang terdapat antarsuku kata. Panjang atau pendeknya atau lama sebentarnya perhentian itu relatif sekali. Oleh ahli-ahli bahasa biasanya dilukiskan adanya dua macam jeda. Metode yang dipakai untuk keperluan tersebut biasanya sangat sederhana. atau jeda yang terdapat dalam kata. b) Jeda luar (external juncture) ialah jeda yang terdapat di antara unsur-unsur frasa.a) b) c) d) Angka 1 : untuk Angka 2 : untuk Angka 3 : untuk Angka 4 : untuk pitch terendah pitch yang lebih tinggi pitch yang lebih tinggi lagi pitch yang paling tinggi. Fonem dan Tugas Fonem 1) Pengertian Fonem Fonem (inggris. Temponya mungkin pendek atau panjang(lama). f. 1985:61). Contoh: # ?a + yah // su + dah / da + tan / ta +di / pa + gi # c) Intonasi terminal (terminal intonation) Intonasi terminal ialah lagu penghabisan satuan tutur pada setiap yang disebut kalimat. Jeda luar dapat dibagi menjadi 3 macam: [ / ] . 2) Tugas fonemik a) Fonemik itu berusaha menyelidiki serta menentukan fonem-fonem yang terdapat pada bahasa/bahasa-bahasa yang menjadi objek penelitian itu(membuat invetaris sistem bunyi). 3) Jeda/juncture Jeda adalah batas atau perhentian antara satuan-satuan fona. Tanda yang dipakai adalah: [  ] : untuk mendatar [ --^] : untuk menaik yang ditaruh sesudah jeda silang rangkap. Pendeknya atau lama sebentarnya perhentian itu relatif sekali. jeda tunggal [ // ] : jeda rangkap [ # ] : jeda silang rangkap. bahkan dalam struktur hampir tak dapat dibedakan adanya bermacam-macam jeda. jika kata itu terdiri atas paling sedikit dua silabel diberi tanda [+]. Biasanya sesudah intonasi terminal menyusullah kesenyapan akhir dan awal. yaitu dengan cara substitusi(komutasi). [ --v ] : untuk menurun Contoh: [# ?a +dI? // se + dan / me + na + nIs #--V ] Kadang-kadang juga diletakkan pada bagian jeda silang : [ #> ] : untuk mendatar [ # ] : untuk menaik [ # ] : untuk menurun.phoneme) sering didefinisikan sebagai kesatuan bunyi yang terkecil dalam sebuah bahasa yang dapat membedakan makna (Prawirasumantri. 99 .

yakni rumah dan jalan sebegai bentuk dasarnya dan 100 . d) Fonemik itu berusaha menyusun perumusan distribusi fonem tiap bahasa yang menjadi objek penelitian. Kata sepeda terdiri atas satu bentuk bermakna tidak dapat diuraikan menjadi lebih dari satu bentuk yang masih mengandung makna. ‘belanga’ : ‘tulang’ pier : bier pier : ier ‘cacing’ : ‘bir’ peer : beer peer : eer ‘buah pir’: ‘beruang’ pal : bal pal : al ‘tetap’ : ‘pesta’ paard : bard paard: aard ‘kuda’ : ‘jenggot’ pak : bak pak : ak ‘pak’ : ‘bak’ pest : best pest : est ‘sampar’: ‘terbaik’. c) Fonemik mencoba menemukan sistem dalam materi fonem-fonem dengan ciri-ciri distingtifnya. jalan. paar: baar paar: aar baar: aar ‘kelamin’ : ‘ gelombang’ pot : bot pot : ot dst. Morfologi a. yaitu ber.Ahli-ahli fonemik (fonologi) Belanda. 2. Usaha itu merupakan percobaan/pengujian gabungan fonem-fonem. Demikian pula kata rumah-rumah dan jalan-jalan masing-masing terdiri atas dua bentuk bermakna. Sistem distingtif ditentukan oleh oposisi. yang biasa disebut kata akan nyata bahwa strukturnya berbeda-beda. yaitu ber. (2) Anak / dukun beranak. a) sepeda b) Rumah c) jalan bersepeda berumah berjalan sepeda-sepeda perumahan berjalan-jalan sepeda motor rumah-rumah jalan-jalan rumah-rumahan menjalani rumah sakit menjalankan Kalau kita perhatikan contoh-contoh di atas. misalnya <tari> vs <cari>. b) Prosodi sebagai ciri distingtif Contoh: (1) Anak dukun / beranak. lama telah mencoba mengemukakan cara itu dengan mempergunakan sepuluh pasang minimal kata yang mirip paling sedikit mengandung sebuah fonem masing-masing yang berbeda. Sama halnya dengan kata rumah dan jalan: kata bersepeda terdiri atas dua bentuk bermakna. Pengertian Morfologi dan Satuan-satuan Gramatik 1) Pengertian Morfologi Perhatikan contoh-contoh berikut berdasarkan unsur-unsur pembentuknya.serta rumah. e) 1) Ciri Distingtif a) Oposisi: /t/ vs /d/ /s/ vs /c/. Kata sepeda sebagai bentuk ulangnya.dan sepeda. Hal ini terbukti apabila katakata tersebut dianalisis atau diuraikan ke dalam bentuk yang bermakna. Sama halnya dengan kata berumah dan berjalan masing-masing terdiri atas dua bentuk bermakna. Ciri-ciri distingtif itu mengandung fungsi dapat membedakan sesuatu fonem dengan fonem yang lain. b) Fonemik berusaha memnetukan sifat-sifat atau ciri-ciri distingtif fonemfonem.

baik arti leksikal. ternyata ada perbedaannya. terbentuk dari bentuk dasar pakaian dengan efiks ber-.menjadi berpakaian. dan baru. bersepeda ke luar kota. ternyata bahwa ada satuan-satuan yang berulang-ulang dapat kita dengar. 2) proses pembentukan kata. dan sebagainya. ber. kota. dan berbeda pula dengan satuan “Ia membeli sepeda baru”. ia meng-. a) Bentuk Tunggal dan Bentuk Kompleks Satuan sepeda dibandingkan dengan bersepeda. 1985:25). bersepeda. 3) fungsi proses pembentukan kata. selanjutnya kata pakaian terbentuk dari unsur dasar pakai dengan afks – an. kota. Satuan-satuan yang mengandung makna. Bentuk dasar ialah bentuk. meng-. misalnya sepeda. Kata berpakaian misalnya. serta –an sebagai imbuhan. sedangkan satuan yang terdiri dari satuan-satuan yang lebih kecil disebut bentuk kompleks. ke. “Ia membeli sepeda baru”. kemudian mendapat imbuhan afiks ber. beli. Begitu pula pada bentuk-bentuk yang lain(Prawirasumantri. merupakan bentuk kompleks (Ramlan. b) Bentuk Bebas dan Bentuk Terikat Bentuk bebas adalah bentuk yang dapat berdiri sendiri dalam tuturan biasa dan memilki sifat dapat dilekati bentuk-bentuk atau afiks lain.dan sepeda. masing-masing merupakan bentuk tunggal. yang terdiri dari satuan ber-.rumah serta jalan sebagai bentuk ulangannya. maupun kompleks yang menjadi dasar bentukan bagi bentuk yang lebih besar. luar. yakni sepeda dan motor. Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa morfologi ialah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk bentuk kata. yakni rumah sebagai bentuk dasarnya dan rumah sebagai bentuk ulangnya. 1985). ke. beli. Misalnya kata berpakaian terbentuk dari bentuk asal pakai mendapat imbuhan afiks –an menjadi pakaian. baik tunggal. 2) Satuan Gramatik a) Pengrtian Satuan Gramatik Jika kita mendengar tuturan seseorang atau tuturan seorang informan dengan seksama. yang terdiri dari satuan ia. Kata rumah-rumahan terdiri atas 3 bentuk. sepeda. Perbedaannya ialah satuan-satuan sepeda tidak mempunyai satuan yang lebih kecil lagi. atau disingkat satuan. dan 4) penjenisan kata. maupun makna gramatikal seperti bentuk-bentuk di atas. Satuan gramatik yang tidak terdiri dari satuan yang lebih kecil disebut bentuk tunggal. luar. bersepeda. sedangkan satuan-satuan bersepeda. c) Bentuk Asal dan Bentuk Dasar Bentuk asal ialah satuan yang paling kecil yang menjadi asal suatu kata kompleks. bersepeda ke luar kota. 101 . ia membeli sepeda. disebut satuan gramatik. Sama halnya dengan kata rumah sakit yang terdiri atas rumah dan sakit. yang sebenarnya terdiri dari satuan ber. Contoh. sepeda.bentuk terikat dan sepeda bentuk bebas. baru. berbeda dengan bersepeda. Pada garis besarnya morfologi membicarakan: 1) morfem-morfem yang terdapat dalam sebuah bahasa. bersepeda ke luar kota. Kata perjalanan terdiri atas per-an dan jalan. Satuan-satuan ber-. Bentuk terikat adalah bentuk yang memilki makna gramatikal dan melekat pada bentuk dasar. Kata sepeda motor terdiri atas dua bentuk bermakna. bersepeda ke luar kota. “Ia membeli sepeda baru”.

Berhubungan dengan posisinya. a) Afiksasi Afiks adalah imbuhan yang dibubuhkan pada bentuk dasar yang memiliki kesanggupan melekat pada bentuk-bentuk lain untuk membentuk kata kompleks. dan proses pemajemukan (Ramlan 1985 46-49). (3) Tidak mempunyai makna leksikal. Contoh: berpakaian pakaian berU pakai U -an U berperikemanusiaan Perikemanusian Kemanusiaan berU peri U ke-an U manusia U 3) Proses Morfologis Proses morfologis ialah proses pembentukan kata-kata dari satuan lain yang merupakan dasarnya. Unsur langsung adalah unsur yang langsung membentuk kata kompleks. 2) infiks.d) Unsur dan Unsur Langsung Unsur adalah bentuk-bentuk atau nsur-unsur yang membentuk kata kompleks. (2) Makna afiks secara relatif tidak tetap. (5) Secara gramtis terikt. 3) sufiks. proses pengulangan. (4) Tidak pernah bertindak sebagai bentuk dasar. b) Pengulangan 102 . (7) Memiliki kesanggupan untuk melekat pada bentuk-bentuk dasar yang lain. Bahasa Indonesia terdapat tiga proses morfologis ialah proses pembubuhan afiks. Ciri-ciri afiks: (1) Berupa bentuk terikat. afiks dapat dibedakan atas: 1) prefiks. (6) Fungsi afiksa untuk mmbentuk kata kompleks. dan 4) simulfiks (konfiks).

Kata majemuk dengan unsur unik adalh bentuk yang di dalam kombinasi satu-satunya dengan bentuk lain. sunyi senyap. 103 . Macam-macam kata ulang: (1) Mengulang seluruh bentuk dasarnya.Proses pengulangan adalah pengulangan bentuk dasar atau satuan gramatik. Afiks pembentuk adjektival ialah se-nya. ber-. -i. peng-an. bersembahyang. Contoh: berdua. misalnya kacamata. berpadu. mencetak. ter-. Misalnya.. (4) Mengulang dengan variasi fonem.. berdagang. Contoh: tua renta. -an. bersedih. (b) Menyatakan makna ‘menjadi . (3) Perulangan itu tidak mengubah kelas kata. Contoh: menulis. meluas. -kan. bernyanyi... menggulai. membaca.. d) Fungsi Afiks Afiks pembentuk verbal antara lain: meng-. (2) Terdapatnya pertalian yang relevan antara bentuk ulang itu dengan kata dasarnya. (3) Mengulang berbareng dengan afiks. berbahagia. baik sebagian atau seluruhnya.. memukul. c) Pemajemukan Kata majemuk ialah gabungan unsur-unsur yang membentuk kata baru. merokok. (2) Afiks ber(a) Bermakna ‘melakukan perbuatan . ke-an. (d) Menyatakan makna ‘dalam keadaan’ pada kata menyendiri. tua bangka. (c) Menyatakan makna ‘melakukan seperti pada bntuk dasarnya’. mengecil.’ Contoh: berangkat. orang tua (3) Gabungan unsurunsurnya membentuk makna baru. per-an. Hasil pengulangan itu disebut kata ulang. membatu.. (2) Unsur-unsurnya tidak bisa diputarbalikkan. meresmikan. di-. Contoh: menepi. Misalnya: rumah makan. berlima. beran. ke-an. Afiks pembentuk nominal peng-.’. (4) Perulangan merupakan proses penutup. infiks. meninggi. Prinsip-prinsip penentuan kata ulang: (1) Terdapatnya kata dasar yang diulang. (c) Bermakna ‘kumpulan yang terdiri dari . e) Makna afiks (1) Makna afiks meng(a) Menyatakan perbuatan aktif transitif. menyempit. Ciri-ciri kata majemuk: (1) Di antara unsur-unsurnya tidak bisa disisipi unsur lain.’ Contoh: melebar. dan lain-lain.. (2) Mengulang sebagian bentuk dasarnya. baik dengan variasi fonem maupun tidak. (b) Bermakna ‘dalam keadaan’ Contoh: bergembira. per-. bertiga. bermain. rumah sakit. Afiks pembentuk numeraial yaitu se-.

Contoh: (pegawai) kedua. (c) Bermakna ‘sama. (9) Afiks –kan (a) Bermakna ‘benefaktif’. pendiam. bersepeda. terjahit. terselami. (b) Bermakna ketidaksengajaan’. sebulan. Contoh: kedua(orang). dikemasi. sehari. pemukul. (e) Bermakna ‘paling –‘. berpemimpin. Contoh: pembaca. Contoh: pemalas. pembela. pemanis. sekecil. Contoh: tertinggi. terbaca. (rumah) kedelapan. tertusuk. (c) Bermakna ‘yang memiliki sifat .. Contoh: berbaju. Contoh: ternilai. perlima. tercetak. terjatuh. terlihat.’. pertuan. tertanam. (e) Bermakna ‘mempunyai . penjahit. (b) Bermakna ‘seluruh’. berpakaian. terluas.. (b) Bermakna ‘alat untuk meng---‘ Contoh: pemtong.. membuatkan. (5) Afiks peng(a) Bermakna ‘yang (pekerjaannya) meng---‘. pengarang. pendingin. terindah. Contoh: terbagi. pencipta. perkuda. terperosok.. seisi kampung. periang. penghalus. Contoh: setibamu.(d) Bermakna ‘melakukan perbuatan . (b) Bermakna ‘urutan’. terjepit. pencukur. (4) Afiks ter(a) Bermakna ‘aspek benefaktif’. Contoh: berayah. pengangkut. terhukum. Contoh: se-Indonesia. terduduk. Contoh: segunung. tertutup. sebuah. ketiga (pasang). tersinggung. bersuara. membawakan. 104 . pemancar. peramah. Contoh: sekarung. dibangun. terpandai.. (8) Afiks ke(a) Bermakna ‘kumpulan yang terdiri dari . pemalu. (d) Bermakna ‘dapat di-‘. terlihat. Contoh: terbawa. penguat.. pertinggi.. serumah. sehebat. sekembalinya. Contoh: terbangun.’. perdua. membelikan. semeter. (c) Bermakna ‘ketiba-tibaan’. terbesar. dilarikan. terduga. Contoh: pengeras. (d) Bermakna ‘kausatif’. tersentuh. berumah. (6) Afiks perBermakna ‘kausatif’ Contoh: perbesar. Contoh: membacakan.’. (7) Afiks se(a) Bermakna ‘satu’. sepulangku. diresmikan. berladang. Contoh: diambil. (meja) keempat. (3) Afiks diBermakna ‘suatu perbuatan pasif’.. berwibawa. seperti’.’. (d) Bermakna ‘setelah’.. penakut..

Contoh: mengambili. (cacatan) harian. kerajaan. (b) Bermakna ‘cara meng---‘. kesultanan. menerbangkan. kiloan. sosiawan. (14). Contoh: penyajian. keberangkatan.. pembelian. memerahi. (e) Bermakna ‘temapt/daerah’. menggulai. (d) Bermakna ‘beberapa’. ratusan. kemasukan. kelaparan.. Contoh: menggarami. membasahi. memberangkatkan. (10)Afiks –i (a) Bermakna ‘berulang-ulang meng---‘. (c)Bermakna ‘hasil perbuatan/apa-apa yang di ---‘’ Contoh: pendengaran. Contoh: 50-an. (e) Bermakna ‘sekitar’. Contoh: negarawan. menanami. Contoh: pembacaan. ribuan. literan. pendapatan. menyampuli. keduniaan. (b) bermakna ‘tiap-tiap’. garisan. Contoh: menduduki. Contoh: (majalah) mingguan. kemanusiaan. karangan. Contoh: kelurahan. Contoh: kehujanan. (b) Bermakna ‘objeknya menyatakan tempat’. kecurian. (b)Bermakna ‘orang yang/orang yang memiliki sifat’. (b) Bermakna ‘ hal-hal yang berhubungan dengan’. penulisan. membuangi. usahawan. 90-an. kedengaran. (c) Bermakna ‘satuan yang terdiri dari’. Contoh: kelihatan. Contoh: mengotori. Contoh: cendekiawan. 105 .. ilmuwan. melempari. (c) Bermakna ‘kausatif’. (13) Afiks ke-an (a) Bermakna ‘suatu abstraksi/hal’. mengatapi. meninjui. jutaan. tulisan. tatabahasawan. kecamatan. pengaturan. Contoh: timbangan. pengajuan. 80-an. (d) Bermakna ‘dalam keadaan tertimpa’. (tiga) bulanan. Contoh: ratusan. ketahuan. (a) Bermakna ‘memberi .’. (c) Bermakna ‘dapat di---‘. memanasi. ribuan. pengiriman. mendatangi. pengadaan.Afiks peng-an (a) Bermakna ‘hal meng---‘.(b) Bermakna ‘kausatif’. kesinambungan. Contoh: kehewanan. mengguntingi. Contoh: kebaikan. kegembiraan. rohaniwan. kewanitaan. Contoh: mendudukan. menulisi. penglihatan. pengertian. (11)Afiks –an (a) Bermakna ‘alat untuk meng---/hasil meng---‘. Contoh: meteran. kedinginan. mencabuti. relawan. (12)Afiks –wan (a) Bermakna ‘0rang yang ahli’.

pernafasan. setinggi-tingginya. Batasan Kalimat Kalimat adalah satuan bahasa terkecil. 106 . Dalam wujud lisan. dan spasi. tanya dan seru melambangkan kesenyapan. disela jeda. Tanda titik. tanya. Contoh: persahabatan. berpapasan. Contoh: pendengaran. perindustrian. tanda tanya(?).(d)Bermakna ‘alat yang digunakan untuk meng---‘. pengasingan. di dalamnya disertakan pula berbagai tanda baca seperti koma(.). pembuangan. perkotaan. Contoh: pengadilan. pertokoan. kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik(. (c) Bermakna ‘tempat ber---‘. S – P – Pel : Pancasila merupakan dasar negara kita. titik dua(. sepadan dengan intonasi akhir. (e)Bermakna ‘ tempat meng---‘. Contoh: perkampungan. dan seru. berlompatan. perhentian. dan diakhiri dengan intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan ataupun asimilasi bunyi ataupun proses fonologis lainnya. (e) Bermakna ‘berbagai-bagai’. 1) 2) 3) 4) Pola Kalimat Dasar S-P : Orang itu sedang tidur. 3. Contoh: sepenuh-penuhnya. yang mengungkapkan pikiran yang utuh. bergoyangan. pengungsian. semesntara itu. perkemahan. atau tanda seru (!). (d) Bermakna ‘daerah’. Contoh: perbekalan. pertapaan. Contoh: berdatangan. (b) Bermakna ‘pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang’. b. kalimat diucapkan diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut.). (c) Bermakna ‘saling’. berkirim-kiriman. Contoh: pergedungan. persyaratan. (16) Afiks ber-an (a) Bermakna ‘banyak pelaku’. Dalam wujud tulisan berhuruf latin. Sintaksis a. beterbangan. Contoh: 1) Hai Min! 2) Hai. penglihatan. bergantungan. tanda pisah (-). Contoh: berloncatan. sedangkan yang lain sepadan dengan jeda. dalam wujud lisan atau tulisan. persekolahan. sekuat-kuatnya. Contoh: peristrahatan. Spasi yang mengikuti tanda titik. bermunculan. persekutuan. S–P–O : Rani mendapat hadiah. 3) Parmin akan bermain ke Simpanglima. (b) Bermakna ‘hal/hasil ber---‘. (17) Afiks se-nya Afiks se-nya bermakna ‘superlatif’. peralatan. perbukitan. (15) Afiks per-an (a) Bermakna perihal ‘. perkapalan. perairan. Contoh: bersentuhan. S–P–K : Kami tinggal di Jakarta. bergulingan. persembunyian.

Contoh: (1) Ida sedang mencarikan adikknya pekerjaan. dan objek. yakni subjek dan predikat. Contoh: (1) Pemerintah akan memasok semua kebutuhan Lebaran. (f) Kalimat Berpredikat Nominal Contoh: (1) Ini adalah masalah keluarga mereka sendiri. dan pelengkap yang dinamakan verba dwitransitif. Contoh kalimat lain berketerangan dan berpelengkap: (1) Guntur selalu naik sepeda ke sekolah. urutan katanya adalah subjek-predikat. Maujud itu maing-maing subjek. Contoh: (1) Padinya menguning. Hal itu berarti konstituen untuk setiap kalimat adalah satu subejk dan satu predikat. Contoh: (a) Mereka akan membentuk kelompok belajar. d) Kalimat pasif Contoh: (1) Tugas itu harus mereka selesaikan. b) Kalimat Ekatransitif Kalimat yang berobjek dan tidak berpelengkap mempunyai tiga unsur wajib. c) Kalimat Dwitransitif Verba transitif dalam bahasa Indonesia yang secara semantis mengungkapkan hubungan 3 maujud. 7) S – P – O – Pel – K : Dian mengambilkan adiknya air minum di dapur. (2) Buku itu sudah dibacanya/dia baca. (2) Dia menugaskan pekerjaan itu kepada saya. 6) S – P – O – K : Dian mengambil air minum di dapur. Jenis Kalimat 1) Kalimat Tunggal Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri atas satu klausa. Pada umumnya. predikat .5) S – P – O – Pel : Dian mengambilkan adiknya air minum. objek. yakni subjek. E) Kalimat Berpredikat Adjektival Contoh: (1) Alasan para pengunjuk rasa agak aneh. 2) Kalimat Berpredikat a) Kalimat Taktransitif Kalimat yang tak berobjek dan takberpelengkap hanya memiliki dua unsur fungsi wajib. 107 . Predikat dalam kelompok verba ekatransitif adalah verba yang digolongkan dalam kelompok verba ekatransitif. c.

tidak / bukan hanya. baik.. atau. (2) Apa kabar? Kalimat Majemuk Kalimat majemuk adalah kalimat yang mempunyai minimal dau klausa. maupun. setara perlawanan. dan namun. Contoh : . tidak / bukan saja. padahal. Kalimat majamuk setara ada tiga macam yang pertama setara menambah. bukan.(g) Kalimat Berpredikat Numeral Contoh: -Uangnya banyak sekali. melainkan.. sedangkan. Contoh : . Beberapa macam hubungan sematis pada kalimat majemuk bertingkat seperti berikut.Ibu hanya mengangguk – angguk... .. Contoh : (a) Aku tidak mengarti akan hal itu ketika aku masih anak anak. sedangkan.. kemudian. lalu. tidak . dan setara memilih.. (b) Kami harus pergi sebelum dia datang. yakni: Kalimat majamuk setara dan kalimat majemuk bertingkat... dan tidak sombong. sambil. sementara.. b) Kalimat Majemuk Bertingkat Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih yang kedudukannya tidak sejajar. Contoh : .. jangankan. tidak / bukan sekedar. (1) Setara Penambahan Konjugtor yang dipakai adalah dan. anak itu kembali ke orang tuanya. a) Kalimat majemuk setara Kalimat majamuk setara adalah kalimat yang memiliki dau klausa atau labeh dan kedudukannya sejajar / sederajat. dan air matanya terus mengalir. maupun ... baik. tatkala. lalu.Jangankan disuruh melawan membantahpun dia tidak berani (3) Setara Memilih Konjugtor yang dipakai adalah atau. Kalimat majemuk ada dua macam. dll. ketika. Contoh : (a) Pengurus KUD harus berwibawa.. kemudian. tetapi... serta.. (1) Hubungan Waktu Konjugtor yang dipakai adalah sejak. sedari. tetapi.. (b) Setelah dua tahun berpisah. padahal. atau berbohong untuk menyenangkan hati orang tuanya. (2) Hubungan Syarat 108 1) . (h) Kalimat Tak lengkap Contoh: (1) Assalaamu’alaikum. Konjugtor yang dipakai seperti : dan. (2) Setara Perlawanan Konjugtor yang dipakai adalah tetapi. sewaktu. melainkan.Dia harus mengatakan yang benar sesuai dengan keyakinannya.

sebagaimana (7) Hubungan Penyebaban Konjugtor yang dipakai seperti sebab. (9) Hubungan Alat Konjugtor yang dipakai adalah dengan dan tanpa. oleh karena. kalau – kalau. karena. untuk. Contoh : (a) Kami pergi biar dia bisa bebas berbuat sesukanya.. (12) Hubungan Oktatif Konjugtor yang dipakai adalah semoga/ moga – moga/ mudah – mudahan. laksana. jangan – jangan. Contoh : (a) Jika Anda mau mendengarkannya. (4) Hubungan Tujuan Konjugtor yang dipakai adalah agar.Konjugtor yang dipakai adalah jika (lau). meski (pun). (5) Hubungan Konsensif Konjugtor yang dipakai adalah A. sampai. dia tidak pernah menangis di hadapanku.. Contoh: a) gedung sekolah itu b) di halaman 109 . (6) Hubungan Perbandingan Konjugtor yang dipakai adalah seperti. sekalipun. bilamana. selesailah seluruh permasalahan. akibat. (8) Hubungan Hasil Konjugtor yang digunakan seperti sehingga. (b) Saya sengaja tinggal di kota kecil agar dapat mengetahui kehidupan disana. Frasa 1) Pengertian Frasa Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang tidak melebihi batas fungsi.maka. (10) Hubungan Komplementasi Konjugtor yang dipakai adalah bahwa. andai kata. asal (kan). ibarat. bagaikan. Contoh : (a) Seandainya para anggota kelompok menerima norma itu. (b) Sudah dau hari dia tidak masuk jangan – jangan dia sakit. (11) Hubungan Perbandingan Konjugtor yang dipakai lebih/kurang. supaya. (b) walaupun/meskipun hatinya sangat sedih. kalau.. sekiranya. andaikan.L walau (pun). kalimat langsung. Contoh : (a) Dia akan pergi sekalipun/biarpun kami mencoba menahannya. biar. (b) Hatiku bertambah ciut apabila/bilamana aku teringat bahwa akulah yang tertua (3) Hubungan Pengandaian Konjugtor yang dipakai adalah seandainya. apabila. dari (pada). b.. saya tentu senang sekali menceritakanya. sehingga (sampai).

hal.. (berlangsung). ii. tanah airku. Frasa Eksosentrik Frasa Eksosentrik adalah frasa yang tidak mempunyai distribusi / kelas kata yang sama dengan unsur – unsurnya. Presiden RI. (berputar). kata itu mempunyai makna yang berbeda-beda. kursi. (bergerak dari satu posisi ke posisi lain dengan kaki).. Kedua macam itu diuraikan seperti berikut ini. Pengertian Makna dan Arti Kata ` Di dalam kalimat. .. meja’ dan lainlain. jumlah) yang bersifat luar bahasa. Contoh : (1) buku baru (2) pembangunan lima tahun b) Frasa Endosentrik koordinatif Frasa Endosentrik koordinatif adalah frasa yang unsur – unsurnya memiliki kedudukan / kelas kata yang sejajar.. kata-kata emotif ekspresif dan kata-kata fonestem (kata yang mengandung gugus bunyi tertentu i. anak Pak Sastro. (terlaksana. segolongan benda disebut ‘buku. b) Bapak SBY. Penunjukan Fungsi kata ialah untuk menunjuk atau menyebut sesuatu (benda. Frasa endosentrik ada 3 macam. a) Frasa Endosentrik Atributif Frasa Endosentrik Atributif adalah farsa yang salah satu unsurnya menjadi pusat dan yang lain menjadi bawahan. perbuatan/peristiwa. Contoh : (1) ayah ibu (2)bembinaan dan pengembangan c) Frasa Endosentrik Apositif Frasa Endosentrik Apositif adalah frasa yang salah satu bagiannya yang unsur – unsurnya bisa saling menggantikan. Tipe-tipe Penunjukan/Penyebutan a) Penyebutan 1 terhadap segolongan benda dll. .. i. yakni 1) endosentrik atributif. Misalnya. dilaksanakan).Frasa ada dua macam yaitu frasa endosentrik dan frasa eksosentrik. 110 . 4) Sumbunya tidak berjalan. 2) Frasa Endosentrik Frasa endosentrik adalah frasa yang mempunyai distribusi atau kelas kata yang sama dengan semua unsur atau salah satu unsurnya. b. Contoh: (a) Buku baru (c) Ahmad. Contoh : a) di perpustakaan b) ke sekolah 4. seperti kata makan. yang memiliki seperangkat ciri pembeda yang sama. b) Tipe 2 terdapat pada kata onomatope. 2) Rapat sedang berjalan. Semantik a. Contoh : a) Indonesia. . misalnya: 1) Saya berjalan seorang diri. sifat atau keadaan. 3) Rencana itu tidak berjalan. dan 3) endosentrik apositif. 2) endosentrik koordinatif... dll.

Tipe arti tematik ialah tipe arti yang menggambarkan pembicara mengorganisasikan amanatnya dalam bentuk: (1) pengurutan. kata cecak. cerdas. Misalnya. 5. bambu runcing. Tipe 3 terdapat pada nama diri. gepeng geping . Misalnya. dan (3) penekanan. Misalnya.Dewasa . Misalnya Aminah. Tipe Arti Tipe arti konsep.c) d) e) f) g) h) c. Tipe arti kolokatif ialah tipe arti yang dimiliki oleh kata tertentu yang cenderung bervalensi/bergabung dengan kata lain tertentu. ada 5 macam. Sinonim Sinonim ialah dua kata atau lebih yeng mempunyai arti leksikal yang lebih kurang sama. Tipe arti asosiatif.Berjenis kelamin perampuan . Misalnya.Manusia . kata goni. ‘Hari ini saya akan ke Solo’. atau terhadap sesuatu yang dibicarakan. Tipe arti stilistika ialah arti yang terdapat pada suatu ujaran tertentu yang mencerminkan lingkungan dan status sosial dari pemakaianya. Tipe 6 penyebutan didasarkan atas penemu atau pabrik pembuatnya. filip.Keluaran sekolah bidan e. Tipe ari konotatif ialah tipe arti yang bersif tertentuat tambahan. Misalnya. Tipe 7 penyebutan didasarkan atas bahan yang dipakai untuk sesuatu benda. Misalnya. Misalnya. volt. a) b) c) menyarankan aspek semantis tertentu. pating grandul (Jw). Tipe arti ini terutama terdapat pada kata kebanyakan bahasa yang bersifat satu dibanding satu. Penerapan metode analisis komponen misalnya kata bidan: . (2) pemfokusan. dll. Djarum (rokok). kata rumah meja. . jambu bangkok. kata sapi benggala. Tipe arti afektif ialah yang mencerminkan perasaan pribadi si pembicara termasuk sikapnya yang diajak bicara. Boxy. Tipe 8 penyebutan didasarkan atas nama tempat asal.Bernyawa . 2.geping banget. 4. Tipe 5 penyebutan berdasarkan salah satu sifatny yang paling menonjol. PSSI dikalahkan Bahrain 9:1.Benda . ‘Aku ini binatang jalang’. 1. Metode Analisis Komponen Yang dimaksud metode analisis komponen ialah mengurai arti konsep suatu kata ke dalam ciri-ciri semantik dari sebuah kata. Misalnya. Misalnya. Misalnya. den baguse. /bapaqe?/ (Banyumas). Misalnya. Misalnya si Gendut. 111 d. 3. dan tampan. yang dipentingkan di muka ‘Kemarin saya akan pergi ke Solo’. ‘Sayalah yang akan pergi ke Solo’. ‘Dhuh Gusti!’’. itiritir(Jw). diberi partikel. kata cantik. Kata ‘pendusta’. dengan tekanan primer. Tipe 4 menyebut sebagian mewakili keseluruhan. Misalnya. Tipe arti reflektif ialah arti yang menimbulkan penggandaan arti.

2) Sinonim terjadi karena adanya kata-kata serapan atau dari bahasa asing. yang dapat dipertatarkan sangat besar. militer. Homofon 1) Polisemi Polisemi ialah sebuah kata yang mempunyai banyak makna. kata sukar. Misalnya besar dan kecil. Homonim. Antonim Antonim ialah hal berlawanan atau bertentangan arti leksikalnya. Misalnya. Misalnya. pelik. Misalnya. b) Pemakaian khas di lingkungan masyarakat tertentu. 3) Karena perbedaan laras. lebih besar. Macam-macam tipe sinonim: 1) Kata-kata yang bersinobim termasuk dialek yang berbeda-beda. pria >< wanita. rumit. sinonim terdapat pad lingkup kelas: nomina. suami dan istri. Misalnya.Berdasarkan keanggotaan kategori. kecil. kata priduksi dan hasil. Homograf. numeralia. f. adverbia. Misalnya. dan untuk alat perang. misalnya. 4) Perbedaan di antaranya ditentukan oleh terdapatnya kadar afektif (di samping arti konsepnya) pada salah satu dari kata-kata bersinonim. 2) Homonim. dan Homofon Homonim Homograf Homofon Sama tulisan sama tulisan beda tulisan Sama bunyi beda bunyi sama bunyi Beda arti beda arti beda arti 112 . pronomina. agak kecil. mata sapi. 3) Tipe komplementer ialah perangkat kata-kata yang arti leksisinya saling melengkapi. kata cantik yang dimaksudkan orangnya. Misalnya. d) Pengaruh dari bahasa asing. g. Misalnya. mata jaum. Polisemi. a) Menghasilkan sesuatu dengan dicetak (buku. verba. adjektiva. dll. kata mencetak bermakna. dan yang dimaksudkan bola yang masuk ke gawang. kata mata pada mata bisul. c) Pemakaian kiasan. Ada 3 tipe sinonim: 1) Antonim dipakai untuk menunjuk tipe ‘keberlawanan arti’ yang dapat dipertatarkan (anggota-anggotanya dapat dibedakan tingkat-tingkatnya. kata operasi. agak besar. kata pohong dan bodin. tua >< muda. Misalnya. Faktor yang menyebabkan timbulnya polisemi: a) Pergeseran pemakaian. Homograf. pembeli dan penjual. lebih kecil. preposisi. istri dan bini. sangat kecil. Misalnya. kata parlement (Prcs berbicara. konjungsi. gubug. untuk polisi. Misalnya. sulit. kedokteran. Ingg badan legislatif. uang) b) Meluluskan (mencetak sarjana) c) Memasukkan (mencetak sarjana) d) Menghasilkan (mencetak penganggur) e) Menghasilkan/memperoleh dengan mudah (mencetak uang(untuk dokter). kata gagah dipakai untuk orang. 5) Bersinonim yang dapat diperbedakan berdasarkan kolokasinya(aspek semantik kata yang terdapat di sekitarnya. wisma. 2) Wujud berbalikan . Misalnya kata rumah.

kata jurusan. 113 . dan e) istri ayahku. b) berjenis kelamin perempuan. Jw masih ada makna yang lain misalnya. 4) Akibat dari perubahan asosiasi Misalnya. mencatut uang negara. Contoh lain kata amplop. kata bujangga  Sansekerta berarti ular  Jawa kuno berarti sarjana. Cara mendapatkan penggolongan: 1) Memakai salah satu hioponim sebagai kata penggolong ! Tangan Lengan penggolong. Misalnya. 3) Akibat dari perubahan lingkungan pemakainya. d) yang melahirkan aku. Hiponim Hiponim itu yang menunjukkan relasi antarkata yang bersifat atas bawah atau relasi penggolongan dengan anggota-anggota yang menjadingolongannya atau bawahannya. Jawa baru dan Ind berarti sastrawan. Misalnya. kementrian perhubungan adalah transportasi.h. c) dewasa. makna lain bagian dari fakultas tertentu. hasta tangan 2) Memakai kata pungut atau kata ambilan dari bahasa asing sebagai kata Puisi Puisi lama puisi modern Gurindam talibun syair pantun konvensional serius mbeling 3) Membentuk kata jadian yang berpola D-D-an Rumput i.pemakaian lain mencatut keuntungan. Ciri semantiknya: a) Kata benda golongan manusia. Misalnya.  rumput-rumputan Perubahan Makna Beberapa gejala perubahan makna dan faktor penyebabnya: 1) Bersifat referensial ialah arti konsep kata itu benar-benar telah berubah sehingga akibatnya referennya juga berubah. kata catut dipakai di perbengkelan. ahli pikir dll. kata ibu pada mulanya menunjuk seorang istri ayah. kaum cerdik pandai. 2) Karena perluasan atau pembatasan makna.

ii. Aliran Linguistik a. kerbau kamu. dan ia berenang di laut. Miswalnya. yang berupa dikotomi-dikotomi. Berdasar konsep-konsepnya.5) Akibat perpinbahan tanggapan dari indera yang satu ke indera yang lain (sinestesis). 5. Misalnya. yaitu pengalihan dari tanggapan berdasarkan inderapenglihatan ke pendengaran. bintang radio. manis. kata babi kamu. atau sebaliknya. de Saussure disebut sebagai bapak linguistik modern. kata mata. 5) Cenderung menggandrungi atau bahkan mempertahankan penemuanpenemuan terdahulu. (3) signifikan vs signifié. j.misalnya. Macam-macam metafora: a) Antromorphomis (Ynn: Antronus (manusia) dan Morona (bentuk) yaitu jenis metafora yang dinamai berdasarkan nama-nama bagian tubuh manusia. (6) Memberikan pemerian bahasa dengan berdasarkan pada satu bentuk bahasa yang s angat disukainya yaitu bahasa tulisan baku (standardised written form) (7) Menurunkan definisi yang mengaburkan. 3) Menghakimi penggunaan bahasa dengan vonis benar-salah. c) Metafora yang timbul karena perpindahan pengalaman dari konkret ke abstrak atau sebaliknya. kata terang indera penglihatan. Misalnya. 6) Akibat perubahan jenis kata dan fungsi. 2) Pemerian bahasa berdasarkan/memakai patokan-patokan bahasa Latin. jenis ini diciptakan berdasarkan pengalihan tanggapan. (2) la langue vs la parole. Kesan umum didapat bahwa buku itu mempunyai sejumlah pandangan yang bahkan sampai sekarang masih tetap penting untuk diketahui. pahit. Misalnya. anjing kamu. seperti (1) sinkronik vs diakronik. mata air. Yang merupakan rangkaian kuliahnya antara tahun 1906-1911. Metafora Metafora adalah salah satu wujud daya kreatif bahasa di dalam penerapan makna. kata bintang pada bintang pelajar. dan (5) bentuk vs substansi. dikaji. mata bisul. selain itu indera pendengaran. kata hangat (perasaan ke pendengaran). (4) paradigmatik vs sintagmatik. 4) Memberikan pemerian atau memutuskan persoalan kebahasaan seringkali melibatkan logika. i. kata berenang dalam berenang itu menyehatkan badan. Misalnya. 114 . Kelima hal itu akan diuraikan secara berurutan di bawah ini. d) Metafora sinestesis. objek-objek tertentu diberi nama: matahari. b. serta dibicarakan manfaat tidaknya. b) Mtfr kehewanan yaitu metafora yang bersumber pada kehewanan. Aliran Struktural Kontinental Aliran struktural Continental dipelopori oleh Ferdinand de Saussure dengan bukunya “Cours de Linguistique Generale” (1916) (=Inggris: Course in General Linguistics) (Indonesia: Pengantar Linguistik Umum). Aliran Tradisional Aliran atau tata bahasa tradisional mempunyai ciri pembeda sebagai berikut: 1) Tidak ada pengenalan akan perbedaan-perbedaan antara bahasa ujaran dan bahasa tulisan.

Langue adalah bahasa tertentu. di luar pemakai perseorangan. Perhatian ditujukan pada bahasa sejaman yang diujarkan oleh pembaca. 1988) mengatakan “syntagmatic relations specify the combination of element into complex form and sentences paradigmatic relations are the relations between the element of the language system”. Misalnya menyelidiki perkembangan bahasa Indonesia (dulu disebut bahasa Melayu) yang dimulai dengan adanya prasasti di Kedukan Bukit sampai kini.m. Biarpun bagi kami langue ternyata terdapat pada tingkatan yan glebih abstrak dari pada parole.a. 2) Langue dan Parole Saussure memakai istilah Perancis langue dan parole untuk membedakan bahasa sebagai sistem yang bersifat sosial dan bahasa sebagai ujaran yang bersifat perseorangan. Aliran Strukturalisme Amerika Tahun 1933. . hubungan seperti itulah yang disebut hubungan paradigmatik. dan sebagainya Kita melihat hubungan antara rumah dan bentuk-bentuk di bawahnya. tuturan. Makna ini adalah abstraksi dari sesuatu yang ada di dunia luar bahasa (extra linguistic word). masa). sedangkan parrole bersifat konkrit. ucapan. Hubungan itulah yang disebut hubungan sintagmatik. sebenarnya yang lebih penting ialah bahwa tanda bahasa itu mempunyai dua sisi. Buku itu terdiri atas 600 halaman. Indonesia. 4) Sintagmatik dan Paradigmatik Manfred Bierwisch (1871. Apa yang kita dengar itu adalah signifiantnya.h] yang kalau ditulis menjadi rumah. Ata yang diucapkan sebagai rumah adalah bentuk yang mengandung arti ‘rumah’. sedangkan parole berarti logat. terbayangkan jendelanya. jadi. khonas = waktu. Kalau kita mengucapkan rumah terdengar pada kita rentetan bunyi [r. pintunya. dua sisi itu biasa diberi nama bentuk dan isi (= arti). dan semua ini menghasilkan konsep rumah di benak kita. merupakan karyanya yang 115 c. atapnya. dan sebagainya. Sekarang. dan langue yang bersifat abstrak. yaitu signifiant dan signifié.1) Sinkronik vs Diakronik Linguistik sinkronik mempelajari bahasa tanpa memersoalkan urutan waktu. Langue adalah bagian sosial bahasa. dapat dikatakan bahwa studi ini bersifat vertikal. Keduanya itu dihubungkan: parole adalah aspek perseorangan bahasa. Kata diakronis (Yunani: dia = melalui. 3) Signifiant dan Signifié Jika dalam Cours Saussure mementingkan hubungan (antara urutan bunyi dan konsepnya) sebagai tanda bahasa. Jadi. terbitlah karya besar Blommfield yang berjudul “Language”. dapat dikatakan bersifat horisontal. Dengan demikian. misalnya bahasa Inggris. sebagaimana dimanisfetasikan dalam kenyataan psiko-psikologi dan sosial dari tindak-tindak bahasa secara khusus. kalau kita berkata Rumah si-Ali akan dijual kita melihat bentuk rumah yang dihubungkan dengan bentuk lain yang berbentuk suatu keutuhan. yang tidak dapat menciptakan atau mengubahnya. kalau kita perhatikan bentuk-bentuk: rumah rumahnya merumahkan. 19-20 dalam Pateda.u. Judul buku itu sama dengan judul buku Sapir yang diterbitkan 12 tahun sebelumnya. Sebaliknya. Diakronis diartikan subdisiplin linguisitk yang menyelidiki perkembangan suatu bahasa dari masa ke masa.

Contoh: pronouns (kata ganti). seperti kata verba (verbs). 1) Roman Jakobson Roman Jakobson adalah seorang ahli waris yang sangat penting dari Aliran Praha.John >< John? 3) phonetic modification (modifikasi fonetik). seperti: -ess dalam duke + ess –duchess. t dan r adalah peristiwa-peristiwa bahasa (Samsuri. . 1987: 14). Bentuk gramatikal yang terkecil disebut juga tagmene. Konstruksi ini dinamakan Syntax kalau tidak terdapat bentuk terikat di antara konstituennya. apabila konstituennya terdiri bentuk terikat.P. 4) selection (memberikan satu faktor makna oleh karena bentuk yang berbeda memberikan makna yang berbeda pula). Dan dinamakan morfologi.T. Bentuk taktik beserta makna yang dikandungnya itulah yang dinamakan bentuk gramatikal (grammatical form). hal itu merupakan rangsangan pengganti bahasa (r) yang menyebabkan dia memberi tanggapan praktis (T). -. – Ali memukul Badu >< Badu memukul Ali. yang merupakan ciri khas Aliran 116 d. dan ia pun terpengaruh olehnya. Berikut ini akan disajikan kedua tokoh itu dengan gagasan mereka. nomina. sehingga sampai sekarang buku itu tetap tidak tersaingi.t . . Bagi pendengar. Weiss.do not >< don’t. yakni Roman Jakobson dan Andre Martinet. seperti berikut: (1) Sentence type (tipe kalimat). adjektiva (adjectives). isinya padat. Ada 4 cara menurut Bloomfield menyusun bentuk (form): 1) order (urutan). Akibatnya pengaruh yang merusak jiwanya itulah sehingga ia mengubah dasar pikiran yang dituangkan dalam bukunya yang pertama “An Introduction to Linguistic Science” (1914) dan menyesuaikannya dengan pandangan mekanistik penganut behaviorisme. sedangkan taxeme itu merupakan satuan bentuk yang terkecil. yang digambarkan dengan formula R --. apabila bentuk gramar itu merupakan suatu bentuk penggantian konvensional terhadap satu kelas dari bentuk lain. Ita slept. Aliran Fungsional Dalam pembicaraan tentang ilmu bahasa fungsional. Begitu terpengaruhnya pada pandangan behaviorisme itu sehingga di dalam esei-esei yang ditulisnya untuk “International Encyclopedia of Unified Science”. R dan T adalah “peristiwa praktis” yang seakan-akan tinggal di luar bahasa. salah seorang pelopor ilmu jiwa behaviorisme. Suatu ciri sederhana tatanan gramatikal merupakan ciri gramatikal atau taxeme. Ia sangat mengagumi A. Pandangannya tentang penggunaan bahasa (the use of language) dirumuskannya dengan rumus “Rangsangan dan Tanggapan”. Gagasan fungsi bahasa. dalam bentuk bahasa tercakup kelas-kelas dan bagian-bagian kelas. . kalimat tanya. Bloomfield sangat dipengaruhi oleh ilmu jiwa (behaviourisme). (3) Substitution (substitusi). ia menyatakan syarat-syarat yang harus dipenuhi oelh metode ilmiah yang dapat dibatas dengan merujuk ke acuan behaviorisme. 2) modulation (penggunaan fonem sekunder). dan sebagainya. kita tidak dapat memisahkan diri dari dua orang tokohnya. Dengan demikian. --kalimat berita. Taxeme itu terjadi dalam susunan gramatikal yang konvensional yang dinamakan juga tactic form (bentuk taktik). Bentuk gramar dikelompokkannya menjadi tiga kelas.paling besar. r --. (2) Construction (konstruksi). lion + ess –lioness. Maksudnya: Suatu rangsangan ini merupakan pengganti bahasa-bahasa (t). dalam Soejono. dan sebagainya. contoh: John ran. -.

(7) Discontinuous [interupted] lawan continuant: jeda yang diikuti dan atau didahului oleh penyebaran energi pada sebuah daerah frekuensi yang luas (sebagai ledakan atau transisi yang cepat dari forman lokal) lawan tidak adanya perubahan mendadak di antara bunyi dan jeda semacam itu. fortis.Praha. vocal tract yang dapat berbentuk tanduk lawan yang berbentuk resonator Helmholtz (rongga luas dengan membuka tempat leher dilekatkan). tetapi ia juga memasukkan fungsi aktivitas bahasa itu sendiri. lenis. tense. Kedua belas oposisi ini dapat dikelompokkan dalam ciri sonoritas (sembilan yang pertama). pengantar lawan eksklusi dari resonator nasal. (4) Tenseness lawan lexness: energi tinggi lawan energi rendah. ialah oposisi dwimatra yang dapat dipakai untuk menganalisis semua sistem fonologi yang dikenal. Vokal dan likuida lawan konsonan dan luncuran. (2) Konsonantal lawan non-konsonantal: energi keseluruhan yang rendah lawan yang tinggi. Ada lawan tidak adanya eksitasi tunggal atau primer pada glotis dan celah bebas melalui sistem vokal. menempati kedudukan penting karya-karya Jakobson. deformasi vocal tract yang lebih besar lawan yang lebih kecil. di samping identifikasi dari akustik ciri distingtif. penyebaran energi yang besar lawan yang kecil dalam spektrum dan waktu. vokal terbuka lawan vokal tertutup. ada lawan tidak adanya getaran periodik selaput suara. Ada dua belas ciri oposisi dwimatra yang diperkenalkan oleh Jakobson. Kedua belas ciri oposisi dwimatra itu sebagai berikut. konsonan dan likuida lawan vokal dan luncuran. 117 . (6) Nasal lawan oral: besar lawan sempitnya frekuensi daerah penyebaran energi. Jakobson tidak hanya memasukkan unsur-unsur yang istimewa. tak beraspirasi. forward flanged lawan backward flanged. yang sana dengan ciri tekanan dan kuantitas. ada lawan tidak adanya forman tambahan. nasal lawan oral. Hal yang baru. (3) Kompak lawan tersebar: konsentrasi energi yang tinggi lawan yang rendah di dalam wilayah spektrum pusat yang relatif sempit. Oposisi dwimatra itu secara hipotetik menampilkan kesemestaan bahasa. (5) Bersuara lawan tak bersuara: ada lawan tidak adanya eksitasi frekuensi rendah yang periodik. konsonan velar dan palatal lawan konsonan labial. ada lawan tidak adanya penutupan yang cepat dan atau pembukaan artikulasi vokal atau dari satu detak atau lebih. hambat dan afrikat lawan kontinuan. (1) Vokalik lawan non-vokalik: ada lawan tidak adanya struktur forman yang dibatasi secara tajam. bersuara lawan tak bersuara. beraspirasi lawan lax. ada lawan tidak adanya hamabtan pada sistem vokal.

konstruktif. E. . ada lawan tidak adanya faringgalisasi. u. Kuliahnya itu diberi judul Phonology as Functional Phonetics. (10) Grave lawan akut: konsentrasi energi yang rendah lawan yang tinggi dalam spektrum. Sebuah kekosongan dalam sebuah pola mungkin saja dapat diisi oleh sebuah fonem yang baru. dan bukan berupa vokal e. Jika sebuah bahasa mempunyai hanya mempunyai tiga buah vokal. berujung kasar lawan berujung halus. Sebuah fonem yang dimasukkan ke dalam sebuah kelompok korelasi akan lebih mantap daripada fonem yang tidak dimasukkan ke dalam kelompok korelatif. (8) Nyaring lawan merdu: intensitas suara yang tinggi lawan yang rendah. vokal depan lawan vokal belakang. velar. ia memberikan kuliah fonologi di London. (9) Yang dicek lawan yang tak dicek: jumlah pelepasan energi yang tinggi lawan yang rendah. konstriksi pinggiran lawan konstriksi pusat. linguistik umum. konsonan velar. (11)Flat lawan plain: ada lawan tidak adanya giliran menurun atau melemah dari beberapa komponen dengan frekuensi yang lebih tinggi. Martinet mempunyai minat yang beragam dalam dunia ilmu bahasa. vokal depan lawan vokal belakang. dan a. sintaksis. dan pembundaran bibir. retrofleksi. konsonan velar. Satu label sudah karena ciri ini tidak pernah berfungsi distingtif dalam konteks fonemik yang sama. fonologi harus menafsirkan fakta fonetik yang merupakan data dasar dan bukan sekedar realisasi abstrak dari sistem yang berbeda. e. atau i. labiodental. celah sempit lawan celah lebar. labian lawan konsonan palatal dan dental. yang saling menunjang: fonologi deskriptif. uvular lawan bilabial. labian lawan konsonan palatal dan dental. a. maka vokal itu akan berupa vokal i. dan sebagainyaAnalisis fonem ke dalam ciri distingtif menunjukkan adanya korelasi. celah yang sempit lawan celah yang lebar. ada lawan tidak adanya hambatan dalam rongga mulut. Pada tahun 1946. Persyaratan kehematan sintagmatik (untuk mewakili gugus konsonan dari unsur-unsur oleh unsur unik yang baru) dan kehematan paradigmatik (untuk mewakili sebuah unsur dengan sebuah gugus konsonan yang tidak ada dari unsur yang muncul dalam temuan) adalah oposisi paradigmatik. Bagi Martinet. fonologi diakronik. interdental. afrikat lawan hambat.likuida getar dan detak lawan likuida kontinuan. velarisasi. palatalisasi lawan bukan palatalisasi. Andre Martinet Tokoh yang tidak boleh dilupakan dalam meneruskan aliran fungsional ialah Andre Martinet. Integrasi yang lengkap akan menghasilkan sebuah sistem yang sempurna dengan jumlah fonem maksimum 2) 118 . konstriksi pinggiran lawan konstriksi pusat. sibilan. (12)Sharp lawan plain: ada lawan tidak adanya gerakan ke atas dari komponen frekuensi yang lebih atas.

Belakangan. Teorinya terkenal dengan nama tata bahasa transformasional generatif (Transformational Generative Grammar) atau tata bahasa trasnformasi atau tata bahasa generatif (Pateda. 1988:40-41). Tiap kalimat yang dihasilkan oleh alat bicara manusia menampakkan diri secar bersama-sama yang terdiri dari struktur dalam (deep structure) dan struktur luar (surface srtucture). 119 . dan mensintesiskan teorinya dalam eksposisi yang lengkap dan seimbang dalam: Elements of Linguistics dan A Functional View of Language. alih-alih struktural. Chomsky menjadi sangat terkenal dengan bukunya yang berjudul Syntactic Structure (1957). Sistem ini tidak dapat ditambah lagi dan tidak akan ada alasan untuk mengubahnya.yang dibangun dengan sejumlah minimum ciri distingtif. baik dengan jalan membaca.S. Kemampuan seseorang bergantung kepada: 1) Tingkat pendidikan 2) Pengalaman 3) Kesigapan menambah kosa kata. sebenarnya hal itu merupakan komplemen logisnya. Chomsky melihat bahwa pendekatan yang duipergunakan oleh Bloomfield dan pengikut-pengikutnya yakni pendekatan IC perlu disempurnakan. fonetik. Harris. tiap manusia menggunakan bahasa yang tercermindalam kalimat-kalimat. Dikatakannya bahwa hasil tingkatan-tingkatan telaah linguistik seperti. Kemampuan-kemampuan inilah yang merupakan objek tata bahasa generatif. Menurut teori ini. timbul fase linguistik baru. di dalamnya menampakkan pendirian yang tegas. morfologi. Pandangan struktural tidak dapat diperbaharui dengan pandangan fungsional. Tiap kalimay yang lahir barangkali akan muncul lagi pada situasi yang lain. Chomsky adalah seorang guru besar linguistikdi MIT (Massachusetts Intsitut of Technologi). Martinet juga menerapkan pandangan fungsionalnya dalam sintaksis. Struktur luar berwujud apa yang kita dengar atau apa yang kita lihat kalau tertulis. Hal ini disebut disebut prosedur rekursif (recirsive prosedure). sebaliknya. Dengan munculnya buku ini. Struktur dalam merupakan abstraksi dari apa yang didengar atau dilihat. Martinet juga menggarisbawahi bahwa sintaksis dan juga fungsi merupakan makna sentral. Hal ini disebut aspek kreatif bahasa. bagi Martinet. fonemik. Tiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda untuk menghasilkan kalimat. Tiap kalimat yang lahir bagaimanapun bentuknya. dan bagaimana ia harus menampilkan (performence) apa yang diinginkannya dalam wujud bahasa.maupun mendengar(kan). manusia harus memiliki kompetensi (competence) tentang bahasa. Buku yang kedua berjudul Aspect of the Theory of Sintax (1965). Pilihan label fungsional. d. dan sintaksis belumlah merupakan prosedur untuk mencapai telaah linguistik berupa deskripsi kaidah bahasa secara menyeluruh. Untuk menghasilkan kalimat tersebut. menunjukkan bahwa aspek fungsional adalah aspek yang paling ditonjolkan dan tidak harus dikaji dengan mengesampingkan yang lain. yakni keluar dari Bloomfidian. revolusi ilmiah dalam bidang linguistik. yang merupakan murid Z.Aliran Transformasi Tokoh aliran transformasi adalah Noam Comsky. terdiri dari sejumlah elemen dasar dan mempunyai struktur.

Latihan Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. telah banyak dikemukakan kritik terhadap teori ini.Katz dan Paul M. isalnya yang dikemukakan oleh Jerrold J. Buku kedua tulisan Chomsky tersirat pengertian bahwa menyusun tata bahasa harus: (1) sederhana. yakni: a) Kalimat yang dihasilkan haruslah kalimat yang berfungsi dalam ujaran.Fodor. Kritik yang sama dikemukakan pula oleh E. 2. dalam arti komponen inilah yang menentukan arti kalimat dan komponen ini pulalah yang menggambarkan aspek kreativitas bahasa. Belanda) dalam bukunya yang berjudul Critical Comment on Transformational Generative Grammar.Bagaimana kita menggambarkan kemampuan si pemakai bahasa untuk menghasilkan dan mengerti makna kalimat yang tak terbatas jumlahnya itu. Sebutkan pendekatan fonetik ! Sebutkan klasifikasi fona-fona (bunyi-bunyi) bahasa ! Sebutakan klasifikasi kontoid ! Sebutkan ciri-ciri distingtif ! Apa sajakah garis besar bidang morfologi ? Sebutkan macam-macam afiksasi ! Amatilah kalimat berikut ! Para pelaut menangkap ikan. dan b) Istilah yang dipakai jangan harus didasarkan pada satu bahasa saja. Mereka mengusulkan integrasi teori sintaksis transformasi generatif Chomsky dengan teori semantik Katz dan Jerry A. 4. dalam buku yang berjudul An Interprete Theory of Linguistic Deskription. Komponen sintaksis merupakan pusat. setiap tata bahasa harus memenuhi dua syarat.Pastal (1964). tetapi harus beersifat sejagat (universal). C. Dengan tegas Chomsky mengemukakan bahwa tata bahasa setiap bahasa harus terdiri dari tiap komponen. 6.Uhlenbeck (seorang guru besar linguistik di Universitas Leiden. itulah yang menjadi tugas tata bahasa. Meskipun pada tahun 1964 teori Chomsky belum berumur 10 tahun. 120 . dan (3) hemat. 5. (2) tuntas. 3. dan c) Fonologi. b) Buku kedua struktur tersebut pada buku I diubah menjadi: (1) Nomor satu dan dua masuk bidang sintaksis yang terdiri dari (a) pola kalimat dasar. b) Semantik. dan (b) transformasi (2) Fonologi (3) Semantik. 7. Perbedaan buku pertama dengan buku kedua ialah: a) Buku pertama terdiri atas: (1) Phrase strukture (2) Transformasi (3) Morfofonemik. yakni. Menurut Chomsky.M. a) Sintaksis.

Sebutkan secara garis besar konsep Ferdinand de Saussure ! 14. Dian mengambilkan adiknya air minum di dapur. 2) infiks. Perbedaan buku pertama dengan buku kedua ialah: 1) Buku Sintactic Strcture berisi: (1) Phrase strukture (2) Transformasi (3) Morfofonemik. dan 4) konfiks. 13.P . wisma.S1 . 12. gubuk. 5) kondisi pita suara. Afiksasi meliputi: 1) prefiks. (1) sinkronik vs diakronik. Klasifikasi fona ada 2 macam yaitu: 1) fona segmental. hanya mengangguk-angguk: frasa endosentrik atributif b. Sebutrkan konsep dasar buku Sintactic Structure ! 15. (3) signifikan vs signifié. dan 5) penjenisan kata. dan 2) fina suprasegmental. dan 6) jalan yang diikuti arus ujaran ketika keluar dari rongga ujaran. Klasifikasi kontoid ada 6 macam yaitu: 1) cara artikulasi. (4) paradigmatik vs sintagmatik. Jelaskan perbedaan pengertian makna dan arti ! 12.K ! 11. 14. 8 di atas ? 10. 2) titik artukulasi. Apa sajakah nama frasa pada kalimat no.‘. 9. terus mengalir: frasa endosentrik atributif d. Buatlah kalimat dengan pola S . a. Kunci Jawaban 1. 3) sufiks. rumah. Pendekatan fonetik ada 3 macam yaitu: 1) auditoris. 8. 2. Analisis fungsi: S . Sebutrkan konsep dasar buku Aspect of The Theory of Sintax ! D. 3) fungsi proses pembentukan kata. Makna adalah arti kata yang sudah bersifat tertentu. istana. dan air matanya terus mengalir di pipi. 7. Amatilah kalimat berikut ! Ibu hanya mengangguk-angguk. 3. di pipi: frasa eksosentrik. 5. 2) proses pembentukan kata. dan artikulatoris.P . 4) makna proses pembentukan kata. 3) artikulator.pada pelaut berfungsi nominalisasi dan bermakna ‘orang yang pekerjaannya me-‘ 2) Prefiks berfungsi verbalisasi dan bermakna ‘melakukan aktivitas . 2) Buku Aspect of The Theory of Syntax berisi: (1) Nomor satu dan dua masuk bidang sintaksis yang terdiri dari (a) pola kalimat dasar.Pel .Apa sajakah fungsi dan makna afiksasi pada kalimat di atas ! 8. sedangkan arti sudah bersifat tertentu.O . 11. Berilah contoh sinonim lingkup nomina ! 13.P1. 1) Prefiks per. 6. 4) titik artikulasi dan artikulator. 10. (2) la langue vs la parole. dan 2) prosodi. E. Apa sajakah analisis fungsi pada kalimat di atas ? 9. atau dengan kata satu berdanding satu. Garis bidang morfologi yaitu: 1) morfem yang terdapat dalam sebuah bahasa. Rangkuman 121 . dan (b) transformasi (2) Fonologi (3) Semantik. 2) akustis. air matanya: frasa endosentrik atributif c. 4. dan (5) bentuk vs substansi. Ciri distingtif ada 2 macam yaitu: 1) oposisi.

dan 3) artikulatoris. dan 2) prosodi. 2) panjang pendek/length. dan 2) fina suprasegmental. 2) proses pembentukan kata.phoneme) sering didefinisikan sebagai kesatuan bunyi yang terkecil dalam sebuah bahasa yang dapat membedakan makna. di-. dan 5) penjenisan kata. kita memakai kriteria yang sangat umum. Afiksasi meliputi: 1) prefiks. -i. Kalimat majemuk bertingkat mencakupi: 1) hubungan waktu. dan 6) jalan yang diikuti arus ujaran ketika keluar dari rongga ujaran. 7) hubungan penyebaban. 7) S – P – K : Kami tinggal di Jakarta. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang tidak melebihi batas fungsi. 2) hubungan syarat. per-. 4) titik artikulasi dan artikulator. 5) kondisi pita suara. 4) hubungan tujuan.P : Orang itu sedang tidur. Pola kalimat dasar: 1)S . 9) hubungan alat. -an. ber-an. dan 5) intonasi terminal/terminal intonation. 10) S – P – O – Pel – K : Dian mengambilkan adiknya air minum di dapur. 2) titik artukulasi. ke-an. 4) makna proses pembentukan kata. Kalimat majemuk dibedakan kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat kalimat majemuk setara meliputi: 1) setara penambahan. 4)Juncture. 3) hubungan pengandaian. bentuk bebasa dan bentuk terikat. Afiks pembentuk nominal seperti peng-. Afiks pembentuk adjektival ialah se-nya. Klasifikasi kontoid ada 6 macam yaitu: 1) cara artikulasi. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil. Tugas fenemik: 1) Fonemik itu berusaha menyelidiki serta menentukan fonem-fonem yang terdapat pada bahasa/bahasa-bahasa yang menjadi objek penelitian itu(membuat invetaris sistem bunyi). 5) S – P – O : Rani mendapat hadiah. 2) endosentrik koordinatif.Pendekatan fonetik ada 3 macam yaitu: 1) auditoris. infiks. peng-an. dalam wujud lisan atau tulisan. Ciri distingtif ada 2 macam yaitu: 1) oposisi. 3) fungsi proses pembentukan kata. 6) S – P – Pel : Pancasila merupakan dasar negara kita. Frasa ada dua macam yaitu frasa endosentrik dan frasa eksosentrik. Frasa endosentrik ada 3 macam yaitu: 1) endosentrik atributif. dan 4) konfiks. 2) setara perlawanan. 2) pengulangan. 2) infiks. 8) S – P – O – Pel : Dian mengambilkan adiknya air minum. Fonem (inggris. Klasifikasi fona ada 2 macam yaitu: 1) fona segmental. 3) artikulator. 122 . yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Afiks pembentuk numeraial yaitu se-. 9) S – P – O – K : Dian mengambil air minum di dapur. dan setara memilih. Proses morfologis meliputi: 1) afiksasi. Untuk klasifikasi vokoid. ter-. per-an. 2) akustis. 5) hubungan konsesif. 8) hubungan hasil. dan 4) unsur dan unsur langsung. dan 3) pemajemukan. dan 12) hubungan oktatif. ke-an. 3) nada/pitch. Jenis kalimat meliputi jenis kalimat tunggal dan kalimat majemuk. dan 2) fonemik berusaha menentukan sifat-sifat atau ciri-ciri distingtif fonemfonem. ber-. 2)aktivitas lidah. Garis bidang morfologi yaitu: 1) morfem yang terdapat dalam sebuah bahasa. Makna afiks bergantung pada konteks kalimat. dan 3) bentuk bibir. Satuan satuan gramatik meliputi: 1) bentuk tunggal dan bentuk kompleks. Fona-fona supra segmental itu digolong-golongkan menjadi: 1) tekanan/stress. 10) hubungan komplementasi. yaitu posisi 1) lidah. 11) hubungan perbandingan. Fungsi afiks adalah pembentuk verbal antara lain: meng-. -kan. 6) hubungan perbandingan. 3) endosentrik apositif. 3) bentuk asala dan bentuk dasar. 3) sufiks.

123 . dan 7) Menurunkan definisi yang mengaburkan. Buku kedua ‘Aspect of The Theory of Syntax’ berisi: 1) Nomor satu dan dua masuk bidang sintaksis yang terdiri dari (a) pola kalimat dasar. homofon. 2) tipe arti. ialah oposisi dwimatra yang dapat dipakai untuk menganalisis semua sistem fonologi yang dikenal. Oposisi dwimatra itu secara hipotetik menampilkan kesemestaan bahasa. Gagasan fungsi bahasa. Harris. 3) Menghakimi penggunaan bahasa dengan vonis benar-salah. dan (5) bentuk vs substansi. yang saling menunjang: fonologi deskriptif. yang berupa dikotomi-dikotomi. namun dengan alat apa dan bagaimana itu sebenarnya tidak terlalu hakiki). Roman Jakobson adalah seorang ahli waris yang sangat penting dari Aliran Praha. dan (5) bentuk vs substansi. Kesan umum Ferdinand de Saussure didapat bahwa buku Course de Linguistique Generale mempunyai sejumlah pandangan yang bahkan sampai sekarang masih tetap penting untuk diketahui. Chomsky adalah seorang guru besar linguistikdi MIT (Massachusetts Intsitut of Technologi). (4) paradigmatik vs sintagmatik. (3) signifikan vs signifié. yaitu yang terdapat di dalam konteks kalimat tertentu atau di dalam konteks situasi tertentu. Kata itu mempunyai arti yang bersifat tetap (bergerak dari suatu posisi ke posisi lain. 6) polisemi. Tokoh aliran transformasi adalah Noam Comsky. linguistik umum. seperti (1) sinkronik vs diakronik. Hal yang baru.homonim. 3) metode analisis komponen. Tokoh yang meneruskan aliran fungsional ialah Andre Martinet. (3) signifikan vs signifié. 5) Cenderung menggandrungi atau bahkan mempertahankan penemuan-penemuan terdahulu. serta dibicarakan manfaat tidaknya. 5) antonim. yang merupakan murid Z. (4) paradigmatik vs sintagmatik. 6) Memberikan pemerian bahasa dengan berdasarkan pada satu bentuk bahasa yang sangat disukainya yaitu bahasa tulisan baku (standardised written form). homograf. 4) Memberikan pemerian atau memutuskan persoalan kebahasaan seringkali melibatkan logika. (2) la langue vs la parole. pada umumnya dengan anggota badan tertentu. Kesan umum didapat bahwa buku itu mempunyai sejumlah pandangan yang bahkan sampai sekarang masih tetap penting untuk diketahui.S. (2) la langue vs la parole. kita tidak dapat memisahkan diri dari dua orang tokohnya. 4) sinonim. dan 9) metafora. yakni Roman Jakobson dan Andre Martinet. Berikut ini akan disajikan kedua tokoh itu dengan gagasan mereka. tetapi ia juga memasukkan fungsi aktivitas bahasa itu sendiri. 8) perubahan makna. Pembicaraan semantik mencakupi: 1) penunjukan. Jakobson tidak hanya memasukkan unsurunsur yang istimewa. dikaji. serta dibicarakan manfaat tidaknya. Dalam pembicaraan tentang ilmu bahasa fungsional. di samping identifikasi dari akustik ciri distingtif. Misalnya kata ‘berjalan’ . fonologi diakronik. Buku pertama ‘Sintactic Strcture’ berisi: 1) Phrase strukture 2) Transformasi 3) Morfofonemik. yang berupa dikotomi-dikotomi. 2) Pemerian bahasa berdasarkan/memakai patokan-patokan bahasa Latin. sintaksis.Makna adalah arti kata yang sudah berfifat tertentu. Aliran atau tata bahasa tradisional mempunyai ciri pembeda sebagai berikut: 1)Tidak ada pengenalan akan perbedaan-perbedaan antara bahasa ujaran dan bahasa tulisan. Martinet mempunyai minat yang beragam dalam dunia ilmu bahasa. 7) hiponim. dikaji. seperti (1) sinkronik vs diakronik. yang merupakan ciri khas Aliran Praha. menempati kedudukan penting karya-karya Jakobson. dan (b) transformasi 2) Fonologi 3) Semantik.

Jakarta:: Pusat Pembinaan dan Pengambangan Bahasa. 1993. Yogyakarta : CV. Alwi.1981. 1984. 1984. Hasan. Parera. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1978. Bernard. Bandung: PT Eresco. Tata Bahasa Indonesia. Trager. Kentjono. Jakarta: Dian Rakyat. 1983. Pengantar Linguistik bidan Fonetik dan Fonemik. Daftar Pustaka Alisyahbana. Djoko. Semantik 1 dan 2. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Fakultas Sastra Indonesia. Semantik. D. Ssubroto. Syaf E. ------------. Sutan Takdir. Djajasudarma. 1978. Terjemahan. Marsono. Sulaiman. Samsuri. Outline of Linguistics.2000. 1988. Fonetik. Semantik Leksikal I dan II. 1986.F. 1993. Pengantar Linguistik I. 1942. Saussure. Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia I Sintaksis. Jakarta : Balai Pustaka. 1987. Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia II Morfologi. Ilmu Bahasa Indonesia : Sintaksis. Pengantar Linguistik dalam Fonologi dan Proses Penguasaan Fonemis. __________. Morfologi Suatu Rinjauan Deskriptif. Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia.Edi. 1988. 1990. ------------. Harimurti. Kridalaksana. Analisis Bahasa. and George L. Kamus Linguistik. Gorys. Bloch. Surakarta: Universitas Sebelas Maret. Yogyakarta: Gadjah Mada Univerty Press. 124 . Yogyakarta: Swadaya. 1978. ------------. Yogyakarta: UP Karyono. Keraf. T. Ende: Nusan Indah. Pengantar Linguistik Umum. 1975. Yogyakarta: IKIP Yogyakarta. 1973. M. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. de Ferdinand. 1985. Karyono. Ende: Nusa Indah. Amerika: Baltimore.Fatimah. -----------.Ramlan. Jos Daniel. Jakarta: Erlangga. Jakarta: Gramedia. Dasar-dasar Linguistik Umum. Jakarta: Erlangga.

seseorang tentu akan mendapat kesulitan.1 Mendeskripsikan konsep sosiolinguistik 3. filsafat bahasa. dan cara menempatkan diri di dalam masyarakat. Dengan demikian dapat 125 . subdisiplin linguistik dapat dibedakan atas dua. yaitu: (a) linguistik mikro (mikrolinguistik) dan (b) linguistik makro (makrolinguistik). dialektologi. Dalam hal ini.1. sehingga linguistik berkembang dengan sangat pesat. psikologi. etnis.2. hasilnya dapat digunakan untuk memecahkan dan mengatasi masalah-masalah yang ada di dalam kehidupan praktis kemasyarakatan. dan sebagainya.1. juga bersifat terapan. Tujuan Pembelajaran Tujuan mempelajari materi ini adalah: 3. Tanpa pemahaman yang cukup mengenai kajian internal. psikolinguistik.1. di antaranya kita dapati subdisiplin sosiolinguistik. Sosiologi berusaha mengetahui terjadinya masyarakat berlangsung dan tetap ada. Sedangkan linguistik makro menyelidiki bahasa dalam hubungannya dengan faktor-faktor di luar bahasa atau faktor eksternal. Sosiolinguistik Sosiolinguistik merupakan gabungan antara disiplin sosiologi dan disiplin linguistik. Sebagai ilmu.2. neurolinguistik.2 Mendeskripsikan konsep psikolinguistik 3. bahkan mungkin tidak akan dapat melakukan kajian secara eksternal tersebut. Tuntutan kebutuhan dalam kehidupan dewasa ini telah menyebabkan perlunya dilakukan kajian bersama antara dua disiplin ilmu atau lebih. dia terlebih dahulu harus menggeluti kajian internal linguistik itu. Dengan mempelajari lembaga-lembaga sosial dan segala masalah sosial dalam suatu masyarakat akan diketahui cara-cara manusia menyesuaikan diri dengan lingkungannya. dan pragmatik. Pembicaraan linguistik makro pada kesempatan ini akan difokuskan pada sosiolinguistik.1. seni.3 Mendeskripsikan konsep pragmatik 3. maka subdisiplin linguistik makro itu pun menjadi sangat banyak. Berdasarkan objek kajiannya. 3. cara bersosialisasi. etnolinguistik. pragmatik. perlu dipahami terlebih dahulu batasan sosiologi dan batasan linguistik. Berbeda dengan kajian secara internal yang terutama hanya menyusun atau teori linguistik “murni”. sangat luas. Linguistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya. Pencabangan itu diadakan karena objek yang menjadi kajian disiplin ilmu itu sangat luas karena perkembangan dunia ilmu. Pada kesempatan ini hanya akan dibahas seputar linguistik makro. Untuk memahami sosiolinguistik lebih lanjut. Faktor eksternal tersebut seperti: faktor sosial. Paparan Materi Dewasa ini penyelidikan tentang bahasa dengan berbagai aspeknya dilakukan orang dengan sangat intensif. Artinya.1. Kajian linguistik yang bersifat antardisiplin ini selain untuk merumuskan kaidahkaidah teoretis antardisiplin.BAB III LINGUISTIK MAKRO 3. antropolinguistik. dua bidang ilmu empiris yang mempunyai kaitan yang erat. Karena banyaknya masalah yang terdapat di luar bahasa. stilistika. psikolinguistik. tentu saja sebelum seseorang terjun dalam kegiatan kajian eksternal yang antardisiplin itu. linguistik juga sudah mempunyai subdisiplin atau cabang-cabang berkenaan dengan adanya hubungan disiplin itu dengan masalah-masalah lain. dan sangat mendalam. dan sebagainya. Sedangkan linguistik adalah ilmu yang mempelajari tentang bahasa atau ilmu yang menjadikan bahasa sebagai objek kajiannya. filologi.

Adanya faktor-faktor sosial dan faktor-faktor situasional yang mempengaruhi pemakaian bahasa. bahasa Jawa dialek Yogyakarta-Surakarta. misal: siapa berbicara dengan bahasa apa. maupun yang lain. Idiolek dapat berkenaan pula dengan “warna” suara. Misal: bahasa Jawa dialek Banyumas. bahasa dan pemakaian bahasa tidak hanya ditentukan oleh faktor-faktor linguistik. sikap mentalnya. seperti: umur. rongga mulut. temperamen. yaitu: (a) faktor sosial. A. dan mengenai masalah apa. tetapi juga oleh faktor-faktor nonlinguistik. bahasa Jawa dialek Surabaya. Setiap penutur mempunyai sifat-sifat khas yang tidak dimiliki oleh penutur yang lain. Yang paling dominan adalah “warna” suara. misal: status sosial. Ia merupakan anggota dari kelompok sosialnya. rongga hidung. maka timbullah variasi bahasa. Berikut penjelasan masing-masing segi. tingkat pendidikan. atau dialek areal. di mana. tingkat kebangsawanan. yaitu: a) variasi bahasa dan b) peristiwa kontak bahasa. dan sebagainya). Berdasarkan hal tersebut kita bisa melihat perbedaan variasi bahasa yang digunakan seorang penutur atau mitra tutur. dan sebagainya. dan sebagainya. bahasa dan pemakaian bahasanya tidak diamati secara individual. Sebagai gejala sosial. segi pemakaian. gaya bahasa. kapan. jenis kelamin. Variasi yang disebabkan oleh perbedaan status. Variasi Bahasa Di dalam masyarakat. 126 . golongan. Oleh sebab itu. tingkat ekonomi. tetapi selalu dihubungkan dengan kegiatannya di dalam masyarakat. atau dialek regional. jenis kelamin. umur. Variasi yang timbul karena perbedaan asal daerah penuturnya disebut dialek geografis. pendidikan. seseorang tidak lagi dipandang sebagai individu yang terpisah dari yang lain. 1) Variasi Bahasa dari Segi Penutur (a) Idiolek Idiolek adalah sifat-sifat khusus (karakteristik) pemakaian bahasa perseorangan. keadaan sosial ekonomi. Sifatsifat khas yang disebabkan oleh faktor fisik. dan sebagainya dan (b) faktor situasional. (b) Dialek Sekelompok penutur merupakan anggota masyarakat dari daerah tertentu atau khas sosial tertentu. misalnya karena perbedaan bentuk atau kualitas alat-alat tutur (bibir. susunan kalimat. pilihan kata. 1976:2). Perbedaan latar belakang asal daerah atau kelas sosial penutur seperti itu menimbulkan variasi dalam pemakaian bahasanya. dan segi sarana. dan lainnya. hanya dengan mendengar suara tanpa melihat orangnya. selaput suara. Baik faktor fisik maupun faktor psikis mengakibatkan sifat khas pula dalam tuturannya. Sifat-sifat khas seperti itu disebabkan karena faktor fisik maupun faktor psikis. Pembahasan di bidang sosiolinguistik ini akan dibatasi pada dua hal. segi keformalan. jika kita cukup akrab dengan seseorang. tetapi juga merupakan gejala sosial. Variasi bahasa yaitu bentuk-bentuk bagian atau varian dalam bahasa yang masing-masing memiliki pola-pola yang menyerupai pola umum bahasa induknya (Poedjosoedarmo. Adapun wujud variasi bahasa itu dapat ditinjau dari bermacam-macam segi. lidah.disimpulkan bahwa sosiolinguistik adalah bidang ilmu antardisiplin yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan pemakaian bahasa di dalam masyarakat. Sedangkan sifat-sifat psikis biasanya disebabkan antara lain: perbedaan watak. kita sudah dapat mengenalinya. pekerjaan. bahasa tidak saja dipandang sebagai gejala individual. Variasi ini menyangkut semua masalah pribadi para penuturnya. kepada siapa. gigi. antara lain: segi penutur. intelegensi. Atau dengan kata lain. dan kelas sosial penuturnya disebut dialek sosial atau sosiolek.

tetapi lebih muda menurut hierarkhi perkerabatannya. Namun. Sehubungan dengan variasi bahasa yang berkenaan dengan status. sebab yang penting adalah konteks dalam pemkaiannya. bahsa Jawa “krama ndesa”. yang disebut dengan undak-usuk (bahasa Jawa) atau sor singgih (bahasa Bali). dan lain sebagainya. argon. Slang bersifat temporal dan lebih umum digunakan oleh kaum muda. dan yang lain. biasanya orang mengemukakan variasi bahasa yang disebut akrolek. Umpamanya. dan kelas sosial para penuturnya. dalam dunia kejahatan pernah digunakan ungkapan seperti barang dalam arti ‘mangsa’. Akrolek adalah variasi sosial yang dianggap lebih tinggi atau lebih bergengsi daripada variasi sosial lainnya. kacamata dalam arti ‘polisi’. Kolokial adalah variasi sosial yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. prof (untuk profesor). Bahasa prokem dapat dikategorikan sebagai slang. seperti: roda gila.Variasi bahasa yang digunakan oleh kelompok sosial pada masa tertentu disebut dialek temporal atau kronolek. Pada zaman Romawi sampai zaman pertengahan bahasa-bahasa di Eropa dianggap sebagai bahasa vulgar sebab pada waktu itu para golongan intelek menggunakan bahasa Latin dalam segala kegiatan mereka. variasi ini digunakan oleh kalangan tertentu yang sangat terbatas. dan variasi yang digunakan pada masa kini. ungkapanungkapan tersebut tidak bersifat rahasia. Basilek adalah variasi sosial yang dianggap kurang bergengsi. Slang adalah variasi sosial yang bersifat khusus dan rahasia. tidak tepat pula jika disebut bahasa “kampungan” atau bahasa kelas golongan bawah. Umapamanya. bukan bahasa tulis. Sebagai contoh: bahasa bagongan yaitu variasi bahasa Jawa yang khusus digunakan oleh para bangsawan kraton Jawa. dipoles. daun dalam arti ‘uang’. Di dalam masyarakat tutur yang masih mengenal tingkat-tingkat kebangsawanan dapat kita lihat variasi bahasa yang berkenaan dengan tingkat-tingkat kebangsawanan itu. atau dari kalangan mereka yang tidak berpendidikan. Atau mungkin lebih tua usianya. Sebab seseorang mungkin lebih tinggi status sosialnya terhadap mitra tuturnya. tetapi seringkali tidak mudah. slang. bahasa Perancis dialek kota Paris dianggap lebih tinggi derajatnya daripada dialek-dialek Perancis lainnya. Umpamanya. Kolokial berarti bahasa percakapan. kolokial. Jargon adalah variasi sosial yang digunakan secara terbatas oleh kelompokkelompok sosial tertentu. Argot adalah variasi sosial yang digunakan secara terbatas pada profesi-profesi tertentu dan bersifat rahasia. Kosakata yang digunakan dalam slang itu selalu berubah-ubah. gemuk dalam arti ‘mangsa besar’. Adakalanya mudah. tetapi lebih muda usianya. jargon. sebab para remaja di daerah yang pernah ke Jakarta merasa bangga bisa berbicara dalam dialek Jakarta. Artinya. dices. variasi yang digunakan tahun 50-an. variasi bahasa Indonesia pada masa tahun 30-an. golongan. dan sebagainya. 127 . dibalans. dan ken. didongkrak. dan tidak boleh diketahui oleh kalangan di luar kelompok itu. basilek. tape dalam arti ‘mangsa yang empuk’. ndak ada (untuk tidak ada). Vulgar adalah variasi sosial yang ciri-cirinya tampak pemakaian bahasa oleh mereka yang kurang terpelajar. Letak kekhususan argot adalah pada kosakata. dewasa ini tampaknya dialek Jakarta cenderung semakin bergengsi sebagai salah satu ciri kota metropolitan. Bisa dicontohkan: bahasa Inggris yang digunakan oleh para cowboy dan kuli tambang. Bentuk-bentuk kolokial seperti: dok (untuk dokter). dalam kelompok perbengkelan. Ungkapan yang digunakan seringkali tidak dapat dipahami oleh masyarakat umum atau masyarakat di luar kelompoknya. Undak-usuk ini menyebabkan penutur dari masyarakat tutur tersebut perlu mengetahui lebih dahulu kedudukan tingkat sosialnya terhadap mitra tuturnya. maka masalah ketepatan pemilihan variasi sesuai dengan status sosialnya ini menjadi cukup rumit dalam pemakaian bahasa tersebut. vulgar. Ditambah dengan adanya semacam “kode etik” untuk tidak menyebut dirinya dengan tingkat bahasa tinggi. atau bahkan dianggap rendah.

dan ragam akrab (intimate). Wujud ragam usaha berada di antara ragam formal dan ragam informal atau santai. yakni bentuk kata atau ujaran yang dipendekkan. tata cara pengambilan sumpah. surat-menyurat dinas. pertanian. Ragam ini ditandai dengan penggunaan bahasa yang tidak lengkap. ragam usaha (konsultatif). penuh dengan kepura-puraan. Ragam akrab adalah variasi bahasa yang biasa digunakan oleh penutur dengan mitra tutur yang hubungannya sudah akrab. Dapat dikatakan. ragam resmi (formal). Variasi ini biasanya dibicarakan berdasarkan bidang penggunaan. Ragam santai ini banyak menggunakan bentuk alergo. ragam. Ragam santai adalah variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tidak resmi untuk berbincang-bincang dengan keluarga atau teman karib pada waktu istirahat. berolah raga. dibuat merengek-rengek. Atau. pendek-pendek. atau tingkat keformalan. Pemakaian bahasa berita lain dengan bahasa iklan. dan sebagainya. variasi bahasa dapat dibagi atas lima. dan lain-lain). Bisa kita perhatikan berbagai jenis tulisan dalam surat kabar. Biasanya digunakan oleh para pengemis. akta notaris. register adalah variasi bahasa yang disebabkan oleh sifat-sifat khas kebutuhan pemakaiannya. dan sarana penggunaan. Dalam penyampaian informasi secara lisan dibantu oleh unsur-unsur nonsegmental (nada suara. dan sebagainya. buku-buku pelajaran. bahasa pojok lain pula dengan bahasa artikel. yang digunakan dalam situasi-situasi khidmat dan upacara-upacara resmi (upacara kenegaraan. Pola dan kaidah ragam resmi sudah ditetapkan secara mantap sebagai suatu standar. Disebut ragam beku karena pola dan kaidahnya sudah ditetapkan secara mantap dan tidak boleh diubah. bahasa tajuk lain dengan bahasa pojok. 4) Variasi dari Segi Sarana Variasi bahasa dari segi sarana dapat dibedakan adanya ragam lisan dan ragam tulis. Variasi bahasa berdasarkan bidang pemakaian menyangkut bahasa itu digunakan untuk keperluan atau bidang tertentu (sastra. ragam santai (casual). khotbah. dan sebagainya. Variasi bahasa berdasarkan fungsi lazim disebut register. Ragam beku adalah variasi bahasa yang paling formal. 2) Variasi Bahasa dari Segi Pemakaian Variasi bahasa berkenaan dengan pemakaian. Adanya ragam lisan dan ragam tulis ini didasarkan pada kenyataan bahwa bahasa lisan dan bahasa tulis memiliki struktur yang tidak sama. atau penggunaannya. gaya. Ragam resmi adalah variasi bahasa yang digunakan dalam pidato kenegaraan. yaitu: ragam beku (frozen). bahasa iklan berbeda dengan bahasa tajuk. Ciri yang tampak dalam variasi ini adalah dalam bidang kosakata. ragam usaha ini adalah ragam bahasa yang paling operasional. dan surat-surat keputusan). dan dengan artikulasi yang sering tidak jelas. jurnalistik. Masing-masing jenis tulisan itu menggunakan pengungkapan bahasa yang berbeda sesuai dengan sifat-sifat khas kebutuhan pemakaiannya. rapat dinas. Kosakatanya banyak dipenuhi unsur leksikal dialek atau bahasa daerah. gerak128 . ceramah keagamaan. Ragam usaha adalah variasi bahasa yang lazim digunakan dalam pembicaraan biasa di sekolah dan rapat-rapat atau pembicaraan yang berorientasi kepada hasil atau produksi. Ragam resmi ini pada dasarnya sama dengan ragam bahasa baku yang digunakan dalam situasi resmi dan bukan dalam situasi tidak resmi.Yang dimaksud dengan ken adalah variasi sosial tertentu yang bernada memelas. atau fungsinya disebut fungsiolek. atau register. kitab undang-undang. 3) Variasi dari Segi Keformalan Berdasarkan tingkat keformalan. berekreasi. militer.

dan sejumlah gejala-gejala fisik lainnya). yakni: (a) masyarakat tutur yang diglosik dan dwibahasawan ialah masyarakat tutur yang secara keseluruhan menggunakan dua bahasa sebagai alat komunikasinya. campur kode. diglosia. interferensi. Kepada siapapun mereka berbicara. 2) Diglosia Diglosia adalah keadaan dua bahasa dipergunakan dalam masyarakat yang sama. dan pergeseran bahasa. tetapi kedua bahasa itu tidak mempunyai peranan sendiri-sendiri di dalam masyarakat pemakai bahasa. sedangkan dalam ragam tulis hal-hal yang disebutkan tadi tidak ada. Di sana bahasa Inggris dan bahasa Perancis dipergunakan secara berdampingan dan sejajar karena hampir seluruh anggota masyarakat di daerah itu mengenal keduanya secara baik. Oksaar (1972:478) berpendapat bahwa tidak cukup membatasi kedwibahasaan hanya sebagai milik individu. tentang masalah apa pun yang dibicarakan. pengertian diglosia ini pun mengalami perkembangan. sedangkan kemampuan untuk menggunakan dua bahasa disebut kedwibahasawanan (bilingualisme). Contoh: di Paraguay dipergunakan dua bahasa. tetapi juga alat komunikasi antarkelompok. integrasi. di mana pun pembicaraan itu berlangsung. Pemilihan bahasa yang akan dipergunakan bergantung kepada kemampuan pembicara dan pendengarnya. Sebagai contoh keadaan demikian adalah yang terjadi di Montreal (Kanada). alih kode. Seperti halnya kedwibahasaan. tetapi masing-masing bahasa mempunyai fungsi atau peranannya sendirisendiri dalam konteks sosialnya. Hal itu dimungkinkan karena peristiwa sejarah yang menjadikan daerah itu diduduki secara bersama oleh para imigran yang berasal dari Inggris dan Perancis.gerik anggota tubuh. dalam menggunakan ragam tulis. tetapi di dalam masyarakat tersebut kedua bahasa itu dipergunakan dengan fungsinya masing-masing. B. dan dalam situasi bagaimana pun terjadi pembicaraan itu. digunakan oleh para pekerja kasar) dan bahasa 129 . Fishman (1975:7-88) menyebut empat jenis masyarakat tutur yang menunjukkan adanya hubungan seperti itu. Hal ini tampak dari pernyataan Fishman (1975:73) yang mengemukakan bahwa diglosia dipergunakan untuk menyebut suatu masyarakat yang mengenal dua bahasa (lebih) untuk berkomunikasi di antara anggotanya. 1) Kedwibahasaan Kedwibahasaan (bilingualisme) diartikan sebagai penggunaan dua bahasa oleh seorang penutur dalam pergaulannya dengan orang lain secara bergantian. Ciri utama kedwibahasaan menurut Wolff (1974:5) adalah dipergunakannya dua bahasa atau lebih oleh seorang atau sekelompok orang. maka antara keduanya tampak adanya hubungan timbal-balik yang mewarnai sifat masyarakat tuturnya. Peristiwa Kontak Bahasa Peristiwa-peristiwa kebahasaan yang mungkin terjadi sebagai akibat adanya kontak bahasa antara lain: kedwibahasaan. yaitu bahasa Guarani (bahasa penduduk asli. Oleh karena itu. Kedwibahasaan harus diperlakukan juga sebagai milik kelompok sebab bahasa tidak terbatas sebagai alat penghubung antarindividu. Untuk dapat menggunakan dua bahasa tentunya seseorang harus menguasai kedua bahasa itu. kedua bahasa itu dapat dipergunakan. Dalam hubungan ini. Bahkan bahasa sebagai alat untuk menegakkan kelompok dan alat untuk menunjukkan identitas kelompok. Karena baik kedwibahasaan maupun diglosia pada hakikatnya adalah peristiwa yang menyangkut pemakaian dua bahasa yang dipergunakan oleh seseorang atau sekelompok orang di dalam suatu masyarakat. Orang yang dapat menggunakan dua bahasa itu disebut dwibahasawan (bilingual). usahakan kalimat-kalimat yang disusun dapat dipahami oleh pembaca secara mudah.

dan tidak begitu jelas. Dalam praktiknya mungkin saja dalam suatu peristiwa tutur terjadi alih kode intern dan alih kode ekstern secara beruntun. ya rok. Sebagai contoh peristiwa alih kode dapat diperhatikan dialog antara pembeli dan penjual yang berlatar belakang budaya Jawa berikut ini. Dua kalimat terakhir dari dialog di atas. (b) masyarakat tutur yang diglosik tetapi takdwibahasawan ditandai dengan adanya dua (lebih) masyarakat yang secara politis. Di dalam suatu kode terdapat berbagai kemungkinan varian (varian resional. antara pembeli dan penjual menggunakan bahasa Jawa. (c) masyarakat tutur yang dwibahasawan tetapi takdiglosik terdapat di dalam masyarakat yang menggunakan dua bahasa sebagai alat komunikasinya. (d) masyarakat tutur yang takdwibahasawan dan takdiglosik. kepada siapa pun. maka peristiwa alih kode mungkin berwujud alih varian. masyarakat yang seperti ini hanya sedikit. 130 . to iki? “Ini daster ya?” Penjual : Ya daster. di mana pun. Kedua bahasa itu dikenal baik oleh separoh penduduk negara itu dan dipergunakan sebagai alat komunikasi. kemudian si pembeli beralih kode ke bahasa Indonesia dan penjual pun mengimbanginya. sedangkan kedua bahasa itu tidak menunjukkan fungsi-fungsi tertentu dalam penggunaannya. keduanya dapat dipakai untuk keperluan apa pun. perekonomian. atau alih register. dan hal-hal lain yang bersifat resmi). Soewito (1983:69) membedakan adanya dua macam alih kode. pemerintahan. ya rok”. Pembeli : Pinten niki? “Berapa ini?” Penjual : Niku sekawan dasa ewu. alih ragam. Sebelumnya. Dua masyarakat tersebut tidak pernah berinteraksi dan mereka tidak pernah membentuk satu masyarakat tutur. Pembeli : Kalau yang ini berapa Bu? Penjual : Itu lima puluh ribu. varian kelas sosial.Spanyol (bahasa peninggalan penjajahan. antardialek-dialek dalam satu bahasa daerah. yaitu masyarakat orang elite Eropa yang biasa menggunakan bahasa “tinggi” dan masyarakat kebanyakan menggunakan bahasa yang lain. digunakan dalam lingkungan pendidikan. Contoh: di Eropa sebelum Perang Dunia I terdapat dua masyarakat tutur. Pembeli : Daster. agak langka. 3. Alih Kode Alih kode adalah peristiwa peralihan dari kode yang satu ke kode yang lain. “Itu empat puluh ribu”. Sebagai contoh adalah masyarakat tutur di Montreal (Kanada). dan dalam situasi bagaimana pun. “Ya daster. ekonomis. yaitu: (a) alih kode intern yaitu alih kode yang terjadi antarbahasa-bahasa daerah dalam satu bahasa nasional. atau antarbeberapa ragam dan gaya yang terdapat dalam satu dialek dan (b) alih kode ekstern yaitu alih kode yang terjadi antara bahasa asli dengan bahasa asing. ragam. Ini berarti. apabila fungsi kontekstual dan situasi relevansialnya dinilai oleh penutur cocok untuk melakukan. alih gaya. yaitu Kalau yang ini berapa Bu? dan Itu lima puluh ribu merupakan contoh alih kode. dan atau religius dipersatukan ke dalam suatu kesatuan yang fungsional. gaya ataupun register). keagamaan. meskipun perbedaan sosio-kultural tetap memisahkannya. teknologi.

Alih kode merupakan peristiwa kebahasaan yang disebabkan oleh faktor-faktor luar bahasa, terutama faktor-faktor yang sifatnya sosio-situasional. Beberapa faktor yang merupakan penyebab terjadinya alih kode antara lain: (a) Pembicara atau penutur (O1) Seorang penutur kadang-kadang dengan sadar berusaha beralih kode terhadap mitra tutur karena suatu maksud. (b) Pendengar atau mitra tutur (O2) Setiap penutur pada umumnya ingin mengimbangi bahasa yang dipergunakan oleh mitra tuturnya. (c) Hadirnya orang ketiga (O3) Dua orang yang berasal dari kelompok etnik yang sama pada umumnya saling berinteraksi dengan bahasa kelompok etniknya. Tetapi jika kemudian hadir orang ketiga dalam pembicaraan itu dan orang itu berbeda latar kebahasaannya, biasanya dua orang tadi beralih kode ke bahasa yang dikuasai oleh ketiganya. (d) Pokok pembicaraan Pokok pembicaraan merupakan faktor yang termasuk dominan dalam menentukan terjadinya alih kode. (e) Untuk membangkitkan rasa humor Alih kode untuk membangkitkan rasa humor ini bisa dicontohkan: pada kegiatan belajar yang mulai lesu, guru menyegarkan suasana dengan memunculkan humor; pada saat rapat, untuk mengurangi ketegangan yang mulai timbul pimpinan rapat menghadirkan humor; dan lain sebagainya. (f) Untuk sekadar gengsi. Seorang penutur kadang beralih kode hanya untuk sekadar gengsi. Padahal baik faktor sosio-situasional sebenarnya tidak mengharuskan dia untuk beralih kode. 4) Campur Kode Thelander (1976:103) menyatakan apabila dalam suatu tuturan terjadi percampuran atau kombinasi antara variasi-variasi yang berbeda di dalam satu klausa yang sama, maka peristiwa itu disebut campur kode. Seperti halnya alih kode, campur kode juga dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: a) campur kode intern dan b) campur kode ekstern. Latar belakang terjadinya campur kode pada dasarnya dapat dikategorikan menjadi dua tipe, yaitu: a) tipe yang berlatar belakang pada sikap dan b) tipe yang berlatar belakang kebahasaan. Atas dasar latar belakang sikap dan kebahasaan yang saling bergantung dan bertumpang tindih seperti itu dapat diidentifikasi beberapa alasan atau penyebab terjadinya campur kode, yaitu: (a) identifikasi peranan, (b) identifikasi ragam, dan (c) keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan. Berdasarkan unsur-unsur kebahasaan yang terlibat di dalamnya, campur kode dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain: (a) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud kata Contoh: Mangka seringkali sok ada kata-kata seolah-olah bahasa daerah itu kurang penting. (b) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud frasa Contoh: Karena saya sudah kadhung apik dengan dia, ya tak teken saja. (c) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud bentuk baster Contoh: Hendaknya segera diadakan hutanisasi kembali. (d) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud pengulangan kata Contoh: Sejak tadi hanya tonya-tanya saja kerjamu! (e) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud ungkapan atau idiom Contoh: Hindari cara kerja alon-alon waton kelakon. 131

(f) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud klausa Contoh: Pemimpin yang bijaksana selalu bertindak ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. 5) Interferensi Interferensi dianggap sebagai gejala tutur, hanya terjadi pada dwibahasawan dan peristiwanya dianggap sebagai penyimpangan. Interferensi dianggap sebagai sesuatu yang tidak perlu terjadi karena unsur-unsur serapan itu sebenarnya sudah ada padanannya (persamaannya) dalam bahasa penyerap, sehingga cepat atau lambat sesuai dengan perkembangan bahasa penyerap, diharapkan makin berkurang atau sampai batas paling minim. Dalam proses interferensi terdapat tiga unsur mengambil peranan, yaitu: (a) bahasa sumber (bahasa donor), (b) bahasa penyerap (resipien), dan (c) unsur serapan (importasi). Dalam peristiwa kontak bahasa mungkin sekali pada suatu peristiwa suatu bahasa merupakan bahasa donor, sedangkan pada peristiwa lain bahasa tersebut merupakan bahasa penyerap. Saling serap merupakan peristiwa umum dalam kontak bahasa. Interferensi dapat terjadi dalam semua tataran kebahasaan, yaitu: (a) fonologi, contoh: mBandung, nJepara, nDeli, dan sebagainya (b) morfologi, contoh: kemahalan, sungguhan, ketabrak, dan sebagainya. (c) sintaksis, contoh: Rumahnya ayahnya Vian bagus sendiri di kampung ini merupakan terjemahan kalimat bahasa Jawa Omahe bapake Vian apik dhewe neng kampung iki. (d) semantik, contoh: sarat yang berarti ‘penuh’ sering dipertukarkan dengan syarat yang berarti ‘ketentuan’. 6) Integrasi Integrasi terjadi apabila unsur serapan dari suatu bahasa telah dapat menyesuaikan diri dengan sistem bahasa penyerapnya, sehingga pemakaiannya telah menjadi umum karena tidak lagi terasa keasingannya. Contoh: istilah yang berasal dari bahasa Belanda seperti: voorloper, zuursak, dan chauffeur berturut-turut dalam bahasa Indonesia menjadi pelopor, sirsak, dan sopir. Haugen (1972:477) menafsirkan integrasi sebagai kebiasaan memakai materi dari suatu bahasa ke dalam bahasa yang lain. Kebiasaan yang telah menjadi umum seperti itu terjadi karena unsur tersebut telah terserap dalam waktu yang cukup lama atau belum lama waktu terserapnya tetapi sangat diperlukan karena belum ada padanannya dalam bahasa yang bersangkutan. Proses penyesuaiannya biasanya tidak terjadi sekaligus. Sebelum unsur serapan itu benar-benar berintegrasi dalam bahasa penyerapnya, biasanya terjadi beberapa bentuk ganda sebagai akibat perbedaan tuturan perseorangan baik secara fonemik maupun secara morfemik. Penyerapan unsur asing dalam rangka pengembangan bahasa Indonesia bukan hanya melalui penyerapan kata asing itu yang disertai dengan penyesuaian lafal dan ejaan, tetapi banyak pula dilakukan dengan cara: (a) Penerjemahan langsung yaitu kosakata itu dicarikan padanannya dalam bahasa Indonesia. Contoh: airport menjadi bandar udara, paardekracht menjadi tenaga kuda, dan lain sebagainya. (b) Penerjemahan konsep yaitu kosakata asing itu diteliti baik-baik konsepnya lalu dicarikan kosakata bahasa Indonesia yang konsepnya dekat dengan kosakata asing tersebut. Contoh: begroting post menjadi mata anggaran, network menjadi jaringan, dan lain sebagainya. 7) Pergeseran Bahasa Pergeseran bahasa (language shift) menyangkut masalah penggunaan bahasa oleh seorang penutur atau sekelompok penutur yang bisa terjadi sebagai akibat perpindahan dari satu masyarakat tutur ke masyarakat tutur lain. Pendatang atau 132

kelompok pendatang ini untuk keperluan komunikasi mau tidak mau harus menyesuaikan diri dengan menanggalkan bahasanya sendiri, kemudian menggunakan bahasa masyarakat tutur setempat. Pergeseran bahasa biasanya terjadi di negara, atau daerah, atau wilayah yang memberi harapan untuk kehidupan sosial ekonomi yang lebih baik, sehingga mengundang imigran atau transmigran untuk mendatanginya. 3.2.2 Psikolinguistik Psikolinguistik merupakan gabungan disiplin psikologi dan linguistk, yakni dua bidang ilmu yang berbeda, yang masing-masing berdiri sendiri, dengan prosedur dan metode yang berlainan. Namun, keduanya sama-sama meneliti bahasa sebagai objek formalnya. Hanya objek materialnya yang berbeda. Objek psikologi adalah gejala jiwa dan objek linguistik adalah bahasa. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa objek psikolinguistik adalah bahasa juga, tetapi bahasa yang berproses dalam jiwa manusia yang tercermin dalam gejala jiwa. Dengan kata lain, bahasa yang dilihat dari aspekaspek psikologis. Psikolinguistik mencoba menguraikan proses-proses psikologi yang berlangsung jika seseorang mengucapkan kalimat-kalimat yang didengarnya pada waktu berkomunikasi dan kemampuan berbahasa itu diperoleh oleh manusia. Lebih lanjut Hartley (1982:16) menyatakan bahwa psikolinguistik membahas hubungan bahasa dengan otak dalam memproses dan menghasilkan ujaran-ujaran dalam pemerolehan bahasa. Orang yang sedang marah akan lain perwujudan bahasa yang digunakan dengan orang yang sedang bergembira. Titik berat psikolinguistik adalah bahasa, bukan gejala jiwa. Dengan mencoba menganalisis objek linguistik dan objek psikologi serta titik berat kajian psikolinguistik dapat ditarik simpulan bahwa ruang lingkup psikolinguistik mencoba memerikan bahasa dilihat dari aspek-aspek psikologi dan hal-hal yang dapat dipikirkan oleh manusia. Topik-topik penting yang akan dipaparkan pada kesempatan ini adalah: a) proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran, b) pemerolehan bahasa, dan c) gangguan berbahasa. B. Proses Bahasa dalam Komunikasi dan Pikiran Bahasa yang digunakan dalam proses komunikasi sebenarnya melalui suatu proses yang disebut proses bahasa. Proses bahasa itu dapat dibagi atas tiga bagian, yakni: 1) proses ketika masih berada di dalam jati diri seseorang, 2) berada di lingkungan, dan 3) berada di dalam jati diri pendengar.
proses pada pembicara proses pada lingkungan proses pada pendengar

Dalam kaitan dengan proses bahasa, Moulton (dalam Pateda, 1990:28) mengemukakan sebelas tahap yang dilalui oleh bunyi bahasa dari pembicara kepada pendengar. Tahapan tersebut adalah: (1) membuat kode semantis, (2) membuat kode gramatikal, (3) membuat kode fonologis, (4) perintah otak, (5) gerakan alat ucap, (6) bunyi berupa getaran, 133

(7) perubahan gerakan melalui telinga pendengar, (8) getaran diteruskan ke otak, (9) pemecahan kode fonologis, (10) pemecahan kode gramatikal, dan (11) pemecahan kode semantis. Dari sebelas tahap tersebut, hanya dua tahap yang dapat dihayati wujudnya, yakni tahap (5) dan tahap (6). Tahap-tahap lain berada di dalam jati diri pembicara atau pendengar. Dikaitkan dengan kajian psikolinguistik, maka proses (1)-(4) dan (7)(11) termasuk lingkupan kajian psikolinguistik. Proses yang terjadi berlangsung dengan cepat, otomatis, dan sempurna. Kata-kata yang memuat konsep pesan pembicara keluar dengan cepat seolah-olah tanpa dipikir lagi. Perhatikan orang yang sedang berpidato atau memberikan ceramah tanpa teks. Dalam hubungan seperti ini sangat diperlukan pengetahuan pembicara tentang: (a) sejumlah kosa-kata dengan makna dan penggunaannya, (b) kaidah bahasa yang digunakan, (c) situasi yang mempengaruhi, (d) keadaan pembicara, dan (e) saling mengerti antara pembicara dengan pendengar. B. Pemerolehan Bahasa Pemerolehan bahasa (language acquisition) adalah proses yang berlangsung di dalam otak seorang kanak-kanak ketika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya. Pemerolehan bahasa biasanya dibedakan dari pembelajaran bahasa (language learning). Pembelajaran bahasa berkaitan dengan proses-proses yang terjadi pada waktu seorang kanak-kanak mempelajari bahasa kedua, setelah dia memperoleh bahasa pertamanya. Berkaitan dengan pemerolehan bahasa dan pembelajaran bahasa akan diuraikan hal-hal sebagai berikut: 1) teori pemerolehan bahasa, 2) tahap-tahap pemerolehan bahasa (B1), dan 3) pembelajaran bahasa (B2). 1) Teori Pemerolehan Bahasa Terdapat tiga teori pemerolehan bahasa, yaitu: (a) teori behavioristik, (b) teori nativistik, dan (c) teori kognitif. Menurut pandangan kaum behavioristik (kaum empiris), tidak ada struktur linguistik yang dibawa anak sejak lahir. Anak yang lahir dianggap kosong dari bahasa, anak yang lahir tidak membawa kapasitas atau potensi bahasa. Pengetahuan dan keterampilan berbahasa diperoleh melalui pengalaman dan proses belajar. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Skinner bahwa anak-anak memperoleh bahasa melalui hubungan dengan lingkungan, dalam hal ini dengan cara meniru. Bagi kaum nativistis, proses pemerolehan bahasa bukan karena hasil proses belajar, tetapi karena sejak anak lahir ia telah memiliki sejumlah kapasitas atau potensi yang akan berkembang sesuai dengan proses kematangan intelektualnya. Chomsky, pelopor kaum nativistis beranggapan bahwa setiap anak yang lahir telah dibekali dengan perangkat pemerolehan bahasa atau language acquisition device (LAD). Teori kognitif yang dipelopori oleh Jean Piaget menekankan hasil kerja mental, hasil pekerjaan yang nonbehavioris. Proses-proses mental dibayangkan sebagai yang secara kualitatif berbeda dari tingkah laku yang dapat diobservasi. Titik awal teori kognitif adalah anggapan terhadap kapasitas kognitif anak dalam menemukan struktur di dalam bahasa yang ia dengar di sekelilingnya.Baik pemahaman dan produksi serta komprehensi bahasa pada anak dipandang sebagai hasil proses kognitif yang secara terus-menerus berkembang dan berubah. Jadi, stimulus merupakan masukan bagi anak yang kemudian berproses dalam otak. Pada otak ini terjadi mekanisme internal yang diatur oleh pengatur kognitif yang kemudian keluar sebagai hasil pengolahan kognitif tadi.

134

2) Tahap-tahap Pemerolehan Bahasa (B1) Ada sebagian ahli membagi tahap pemerolehan bahasa ke dalam tahap pralinguistik dan tahap linguistik. Tahap pralinguistik yakni berupa keluarnya bunyibunyi seperti tangisan dan rengekan yang dikendalikan oleh rangsangan yakni respon otomatis anak pada rangsangan lapar, sakit, keinginan untuk digendong, dan perasaan senang. Pada tahap linguistik terdiri dari: (a) Tahap pengocehan (babbling stage), kira-kira anak berumur enam bulan. Ia mulai meraban (mengoceh), ia mulai mengucapkan sejumlah besar bunyi ujar yang sebagian besar tidak bermakna dan sebagian kecil menyerupai kata atau penggalan kata yang bermakna hanya karena kebetulan saja. (b) Tahap satu kata, satu frasa (holophrastic stage), kira-kira anak berumur satu tahun. Anak mulai menggunakan serangkaian bunyi berulang-ulang untuk makna yang sama. Pada tahap ini satu kata yang diucapkan anak itu merupakan satu konsep yang lengkap. (c) Tahap dua kata, satu frasa, kira-kira umur dua tahun. Seorang anak mulai mengucapkan ujaran-ujaran yang terdiri dari dua kata. Dalam tahap ini anak menggunakan rangkaian dari ucapan satu kata dengan intonasi seakan-akan ada dua ucapan. (d) Tahap “menyerupai telegram”. Jika seorang anak sudah mampu menggunakan lebih dari dua kata maka jumlah kata yang dipakai dapat tiga, empat, bahkan lebih. 3) Pembelajaran Bahasa (B2) Terdapat dua cara dalam pembelajaran bahasa, yaitu: (a) Pembelajaran B2 yang terpimpin. Ini berarti pembelajaran B2 yang diajarkan kepada pelajar dengan meyajikan materi yang sudah direncanakan, yakni tanpa latihan yang terlalu ketat dan dengan penuh kesalahan dari pihak si pelajar. Ciriciri pembelajaran B2 ini adalah bahwa materi bergantung pada kriteria yang ditentukan oleh guru dan strategi-strategi yang dipakai oleh seorang guru juga sesuai dengan yang dianggap cocok bagi siswanya. (b) Pembelajaran B2 secara alamiah (spontan). Cara ini dapat kita perhatikan dalam komunikasi sehari-hari dan bebas dari pengajaran atau pimpinan guru. Pembelajaran seperti ini tidak ada keseragaman dalam caranya sebab individu belajar B2 dengan cara sendiri. C. Gangguan Berbahasa Gangguan berbahasa itu dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu: 1) gangguan berbicara, 2) gangguan berbahasa, dan 3) gangguan berpikir. 1) Gangguan Berbicara Gangguan berbicara ini dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu: (a) gangguan mekanisme berbicara, (b) gangguan akibat multifaktorial, dan (c) gangguan psikogenik. Gangguan mekanisme berbicara adalah suatu proses produksi ucapan oleh kegiatan terpadu dari pita suara, lidah, otot-otot yang membentuk rongga mulut serta kerongkongan, dan paru-paru. Maka gangguan berbicara berdasarkan mekanismenya dapat dirinci menjadi gangguan berbicara akibat kelainan: (1) pada paru-paru (pulmonal), (2) pada pita suara (laringal), (3) pada lidah (lingual), dan (4) pada rongga mulut dan kerongkongan (resonantal). Gangguan akibat multifaktorial bisa menyebabkan terjadinya gangguan berbicara. Gangguan bicara yang bisa terjadi antara lain: (1) berbicara serampangan adalah berbicara dengan cepat sekali, dengan artikulasi yang rusak, ditambah dengan “menelan” sejumlah suku kata, sehingga yang diucapkan sukar dipahami; (2) berbicara propulsif, biasanya terdapat pada para penderita penyakit parkinson (kerusakan pada 135

2) Gangguan Berbahasa Untuk dapat berbahasa diperlukan kemampuan mengeluarkan kata-kata. tetapi masih mungkin menggunakan perkataan substitusinya. Mungkin lebih tepat disebut sebagai variasi cara berbicara yang normal. Gangguan bicara psikogenik ini antara lain. tetapi banyak berdialog dengan diri sendiri. Penyebab terjadinya afasia sensorik adalah akibat adanya kerusakan pada lesikortikal di daerah Wernicke pada hemisferium yang dominan. kaku. namun ekspresi verbal tidak bisa sama sekali. Kerusakan pada daerah tersebut dan sekitarnya menyebabkan terjadinya gangguan bahasa yang disebut afasia. Namun mereka masih memiliki curah verbal meskipun hal itu tidak dipahami oleh dirinya sendiri maupun orang lain. dan kemunduran dalam segala macam fungsi intelektual. kehilangan gairah hidup. Terdapat dua jenis afasia. 3. daerah Broca dan Wernicke harus berfungsi baik. perubahan perilaku. dan cenderung mengakhirinya. dan ekspresi visual pun berjalan normal. tetapi juga tidak dapat berkomunikasi secara visual maupun isyarat. tetapi merupakan ungkapan gangguan di bidang mental. yaitu afasia motorik dan afasia sensorik. Contoh: kata pensil disebut dengan tu. Pengetian bahasa verbal dan visual tidak terganggu.otak yang menyebabkan otot menjadi gemetar.3 Pragmatik Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal. hubungan langsung antara pengertian dan ekspresi bahasa terganggu. dan lemah). seperti: perubahan kepribadian. (a) pikun. 136 . dan (3) berbicara mutis. yaitu tidak dapat mengeluarkan isi pikiran dengan menggunakan perkataan. tu. (3) berbicara gagap. dapat kita temukan pula gangguan berbahasa akibat lingkungan sosial. (2) berbicara kemayu. Selain tiga macam gangguan berbahasa yang telah disebut di atas. Keterasingannya bisa disebabkan karena diperlakukan dengan sengaja (sebagai eksperimen) bisa juga karena hidup bukan dalam alam lingkungan manusia. berbicara terus-menerus. Artinya. untuk menulis. Ini berarti. curah verbal dicoraki oleh topik yang menyedihkan. tu. (1) berbicara manja. yaitu hilangnya kemampuan untuk mengutarakan isi pikiran dengan menggunakan perkataan. (c) Afasia motorik transkortikal terjadi karena terganggunya hubungan antara daerah Broca dan Wernicke. Gangguan berbicara psikogenik ini sebenarnya tidak bisa disebut sebagai suatu gangguan berbicara. dan (4) berbicara latah. Penderita afasia motorik kortikal masih bisa mengerti bahasa lisan dan bahasa tulis. tidak mampu menikmati kehidupan. Terdapat tiga macam afasia motorik.2. yakni tentang satuan kebahasaan itu digunakan di dalam komunikasi. 3) Gangguan Berpikir Gangguan pikiran dapat berupa hal-hal berikut. penderita gangguan mutisme bukan hanya tidak dapat berkomunikasi secara verbal. Ini berarti. masih dapat mengutarakan perkataan yang singkat dan tepat. (b) Afasia motorik subkortikal. (b) sisofrenik. (c) depresif. Penderita afasia sensorik ini kehilangan pengertian bahasa lisan maupun bahasa tulis. melainkan dipelihara oleh binatang serigala atau binatang lain. terasingnya seorang anak manusia yang aspek biologis bahasanya normal dari lingkungan manusia. tetapi masih bisa mengeluarkan perkataan dengan cara membeo. menyalahi dan mengutuk diri sendiri. yaitu: (a) Afasia motorik kortikal. sedang ekspresivisual (bahasa tulis dan bahasa isyarat) masih bisa dilakukan.

Tuturan merupakan akibat. bentuk amanat. Atau sebaliknya. Dalam hubungan ini pragmatik menangani bahasa dalam tingkatannya yang lebih konkret dibanding dengan tatabahasa. pembicara. (1998:421) koteks terdiri atas unsur-unsur seperti: situasi. yaitu: (a) bagian ekspresi yang dapat mendukung kejelasan maksud yang disebut koteks dan (b) situasi yang berhubungan dengan suatu kejadian yang lazim disebut konteks saja. (b) Konteks tuturan Di dalam pragmatik. sedangkan situasi tutur merupakan sebab. kode.1999:20). topik tuturan. “Terima kasih. Di dalam koteks. (e) Tuturan Tuturan yang digunakan di dalam rangka pragmatik. tujuan tuturan. konteks pada hakikatnya adalah semua latar belakang pengetahuan yang dipahami bersama oleh penutur dan mitra tutur. b) tindak tutur dan jenis-jenisnya. 137 . Menurut Alwi et al. Di dalam pragmatik berbicara merupakan aktivitas yang berorientasi pada tujuan. dan tuturan sebagai produk tindak verbal. yaitu: penutur. kode. serta waktu dan tempat pengutaraannya. 1999:22) mengemukakan bahwa ciri-ciri konteks mencakup delapan hal. tuturan yang dihasilkan merupakan bentuk dari tindak verbal. Tuturan sebagai entitas yang konkret jelas penutur dan mitra tuturnya. waktu dan tempat bertutur. tindak tutur sebagai bentuk tindakan atau aktivitas. tempat. pendengar.Pragmatik bisa dikatakan mempelajari makna secara eksternal atau makna yang terikat konteks. selamat jalan” yang terpasang di ujung gang jelas karena didukung oleh ekspresi sebelumnya “Jalan pelan-pelan. Terdapat dua sarana. Di dalam komunikasi tidak ada tuturan tanpa situasi tutur. Misal: maksud ekspresi. konteks tuturan. 1999:26). jenis kelamin. dan c) prinsip percakapan. Konteks dan Situasi Tutur 1) Konteks Konteks adalah sesuatu yang menjadi sarana untuk memperjelas suatu maksud (Rustono. berbagai maksud dapat diutarakan dengan tuturan yang sama. dan lain-lain. Aspek-aspek yang berkaitan dengan penutur dan mitra tutur adalah umur. A. dan sarana. Hymes (dalam Rustono. topik. seperti yang dikemukakan dalam kriteria keempat merupakan bentuk dari tindak tutur. 2) Situasi Tutur Situasi tutur adalah situasi yang melahirkan tuturan (Rustono. Pembicaraan dalam bagian pragmatik ini akan dibatasi seputar: a) konteks dan situasi tutur. amanat atau pesan. adegan. ekspresi yang mendukung kejelasan suatu maksud tuturan itu dapat mendahuluinya dapat pula menyertainya. (c) Tujuan tuturan Bentuk-bentuk tuturan yang diutarakan oleh penutur dilatarbelakangi oleh maksud dan tujuan tertentu. (d) Tindak tutur Pragmatik berhubungan dengan tindak verbal yang terjadi dalam situasi tertentu. latar belakang sosial ekonomi. peristiwa. yaitu: penutur dan mitra tutur. mitra tutur. banyak anak kecil” yang dipasang di mulut gang. tingkat keakraban. Menurut Leech (1983:13-15) situasi tutur mencakup lima komponen. Dalam hubungan ini bentuk-bentuk tuturan yang bermacam-macam dapat digunakan untuk menyatakan maksud yang sama. waktu. Makna yang dikaji dalam pragmatik bersifat triadis. dan peristiwa (kejadian). saluran atau media. (a) Penutur dan mitra tutur Konsep penutur dan mitra tutur ini juga mencakup penulis dan pembaca jika tuturan yang bersangkutan dikomunikasikan dengan media tulisan. Oleh karenanya.

dan (e) deklarasi atau isbati. Komisif. yaitu: (a) representatif atau asertif. tidak langsung. Tuturan “Sayur ini enak meskipun kurang asin” yang dimaksudkan untuk meminta diambilkan garam merupakan tuturan ilokusi. 138 . Tindak tutur lokusi paling mudah untuk diidentifikasi karena pengidentifikasiannya cenderung dapat dilakukan tanpa menyertakan konteks tuturan atau tanpa mengaitkan maksud tertentu. harfiah. 3) Representatif. ilokusi. Kesahihan tuturan performatif bergantung kepada pemenuhan persyaratan kesahihan. tuturan “Ada hantu” mempunyai daya pengaruh untuk menakut-nakuti. komisif. 3) representatif. 2) Lokusi. Tuturan yang mengandung maksud dan fungsi atau daya tuturan adalah tindak tutur ilokusi. Sebuah tuturan yang diutarakan oleh seseorang seringkali mempunyai daya pengaruh atau efek bagi yang mendengarnya. (b) direktif atau impositif. Direktif. Tuturan “Saya mohon maaf atas keterlambatan saya ini” merupakan contoh tuturan performatif. dan vernakuler dan seremonial. Tindak lokusi adalah tindak tutur untuk menyatakan sesuatu. dan Perlokusi Berkenaan dengan tuturan. Searle (1969:23-24) mengemukan tiga jenis tindakan yang bisa diwujudkan seorang penutur. dan tidak harfiah. Ekspresif. 1999:32).B. 4) langsung. d) Prosedur itu harus dilaksanakan oleh para peserta secara lengkap. 2) lokusi. (c) ekspresif atau evaluatif. Tuturan konstatif adalah tuturan yang menyatakan sesuatu yang kebenarannya dapat diuji benar atau salah dengan menggunakan pengetahuan tentang dunia. Tindak Tutur dan Jenis-jenisnya Tindak tutur adalah kegiatan melakukan tindakan mengujarkan tuturan (Rustono. dan (c) tindak perlokusi. Efek atau daya pengaruh ini dapat secara sengaja atau tidak disengaja dikreasikan oleh penuturnya. Empat syarat kesahihan itu adalah: a) Harus ada prosedur konvensional yang mempunyai efek konvensional dan prosedur itu harus mencakupi pengujaran kata-kata tertentu oleh orang-orang tertentu pada peristiwa tertentu. dan perlokusi. dan deklarasi. Terhadap tuturan performatif dapat dinyatakan sahih atau tidak. 1) Konstatif dan Performatif Tuturan yang bermodus deklaratif dibedakan menjadi dua. direktif. Tindak tutur ini sering disebut the act of affecting someone. Tuturan “Udara panas” yang mengacu kepada makna udara atau hawa panas. Jenis-jenis tindak tutur antara lain: 1) konstatif dan performatif. lawan dingin. yaitu: (a) tindak lokusi. Tindak tutur yang pengutaraannya dimaksudkan untuk mempengaruhi mitra tutur disebut dengan tindak perlokusi. Tuturan performatif adalah tuturan yang pengutaraannya digunakan untuk melakukan sesuatu. (d) komisif. c) Prosedur itu harus dilaksanakan oleh para peserta secara benar. Tindak ilokusi disebut the act of doing something. Sebagai contoh. tanpa dimaksudkan untuk meminta kipas angin dijalankan atau jendela dibuka merupakan tuturan lokusi. Tindak tutur ini disebut sebagai the act of saying something. Tuturan performatif tidak dapat dikatakan bahwa tuturan itu salah atau benar. Bila diamati konsep lokusi adalah konsep yang berkaitan dengan proposisi kalimat. b) Orang-orang dan peristiwa tertentu di dalam kasus tertentu harus berkelayakan atau yang patut melaksanakan prosedur itu. (b) tindak perlokusi. ekspresif. yaitu konstatif dan performatif. dan Deklarasi Tindak tutur yang terhitung jumlahnya dapat diklasifikasikan menjadi lima jenis. Ilokusi. Tuturan “Semarang ibukota Jawa Tengah” merupakan tuturan konstatif karena kebenaran tuturan itu.

Tuturan “Kegiatanmu hari ini sangat bermanfaat. Tuturan “Mahasiswa yang membayar angsuran kedua sudah 90%”. memberikan. yaitu tindak tutur langsung dan tindak tuturtidak langsung. menyalahkan. dan berkaul. Yang termasuk jenis tindak tutur ini adalah tuturan-tuturan memuji. “Jika kau tidak datang ke pesta pernikahanku.Tindak tutur representatif adalah tindak tutur yang mengikat penuturnya akan kebenaran atas sesuatu yang diujarkan. mendesak. sedangkan tindak tutur tidak harfiah adalah tindak tutur yang maksudnya tidak sama dengan makna kata-kata yang menyusunnya. “Mana barang yang kau janjikan kemarin?”. jika dituturkan oleh seorang ibu kepada anaknya. dan tuturan imperatif untuk menyuruh atau mengajak atau memohon. memerintah. mengancam. dan sebagainya. Tindak tutur komisif adalah tindak tutur yang mengikat penuturnya untuk melaksanakan sesuatu yang disebutkan di dalam tuturannya. memberi aba-aba. meminta. dan menyanjung. menyebutkan. Tindak tutur deklarasi adalah tindak tutur yang dimaksudkan penuturnya untuk menciptakan hal (status. Nak” termasuk tuturan memuji. menggolongkan. Tidak Langsung. menyatakan kesanggupan. dan “Lebih baik Anda pulang sekarang” adalah tuturan direktif. mengeluh. Tindak tutur direktif adalah tindak tutur yang dilakukan oleh penutur dengan maksud agar mitra tutur melakukan tindakan yang disebutkan di dalam tuturan itu. mengajak. kesaksian. Tuturan imperatif “Makan hati!”. tindak tutur dapat dibedakan menjadi tindak tutur harfiah dan tindak tutur tidak harfiah. tuturan itu dapat merupakan pengungkapan secara tidak langsung. tindak tutur yang terbentuk adalah tindak tutur langsung. melarang. menunjukkan. kami akan menunaikan ibadah haji. Contoh tuturan jenis ini antara lain: ”Jangan naik ke meja itu. mengucapkan selamat. Bapak maafkan kesalahanmu”. dan berspekulasi. dan sebagainya. Tuturan “Pemuda itu tinggi hati” yang diujarkan penutur untuk 139 . Tuturan-tuturan dengan maksud mengesahkan. Selain itu. aku tidak akan berteman lagi denganmu”. Tuturan “Sudah bekerja keras. Harfiah. menyuruh. perintah dapat diutarakan dengan kalimat berita atau kalimat tanya agar orang yang diperintah tidak merasa diperintah. Di samping itu. mengkritik. Tuturan seperti “Obat ayahmu sudah habis”. membatalkan. Tuturan yang termasuk jenis tindak tutur komisif adalah berjanji. bersumpah. Tindak tutur ekspresif adalah tindak tutur yang diujarkan penutur dimaksudkan sebagai evaluasi tentang hal yang disebutkan di dalam tuturan itu. Dengan demikian. mengucapkan terima kasih. dan “Jika ada rezeki. untuk berbicara secara sopan. mengabulkan. tetapi gaji tetap tidak mencukupi kebutuhan hidup” termasuk tuturan mengeluh. “Silakan jika ingin mengambil bunga itu”. Dik!”. terbentuklah tindak tutur tidak langsung. Yang termasuk ke dalam jenis tindak tutur ini adalah tuturan-tuturan menyatakan. yang diujarkan seorang kakak kepada adiknya yang sedang makan dan di atas meja tersedia hati ayam digoreng merupakan tindak harfiah. kita dapat membedakan dua jenis tindak tutur. menuntut. memohon. Tuturan-tuturan yang termasuk jenis tindak tutur direktif adalah: memaksa. keadaan. dan memaafkan termasuk jenis tindak tutur deklarasi. 4) Langsung. Hal itu terjadi karena maksud yang diekspresikan dengan tuturan deklaratif itu bermaksud memerintah. dan sebagainya) yang baru. Tuturan “Ambilkan sendok di meja itu!”. menagih. dan “Sebentar lagi kita berangkat ke Parangtritis” termasuk tuturan reprentatif. mengampuni. melaporkan. dan menantang. mengangkat. tuturan interogatif untuk bertanya. Contohnya: “Saya berjanji akan mengasuh anak ini dengan ikhlas dan baik”. dan Tidak Harfiah Sebuah tuturan yang bermodus deklaratif difungsikan secara konvensional untuk mengatakan sesuatu. “Di kota inilah dia dilahirkan”. Bila hal itu terjadi. memutuskan. Tindak tutur harfiah adalah tindak tutur yang maksudnya sama dengan makna kata-kata yang menyusunnya. menyarankan. mengizinkan. mengakui.

Maksim kuantitas menghendaki setiap peserta tutur memberikan kontribusi yang secukupnya atau sebanyak yang dibutuhkan oleh mitra tuturnya. Sebagai contoh adalah tuturan “Nanti kalau masuk Java Super Mall jangan lewat di tempat b-o-n-e-k-a. Dengan maksim ini seorang penutur juga diharuskan menafsirkan kata-kata yang digunakan mitra tuturnya secara taksa berdasarkan konteks-konteks pemakaiannya. Contoh di atas mengisyaratkan bahwa kontribusi peserta tindak tutur relevansinya tidak selalu terletak pada makna ujarannya. dan tidak berlebih-lebihan. Sebagai contoh dapat diperhatikan wacana berikut ini. Maksim relevansi mengharuskan setiap peserta tutur memberi kontribusi yang relevan dengan masalah pembicaraan. C. Tindak tutur vernakuler adalah tindak tutur yang dapat dilakukan oleh setiap anggota masyarakat tutur. Hafidz : Pukul berapa sekarang. dan d) maksim pelaksanaan. 140 . A : Siapa namamu? B : Tania. Hafidz dapat membuat inferensi pukul berapa ketika itu. Tuturan cukup memadai tentang pelaksanaan peringatan itu. B memberikan kontribusi yang secara kuantitas memadai atau mencukupi pada setiap tahapan komunikasi. Tuturan “Peringatan Pertempuran Lima Hari diselenggarakan di pelataran Tugu Muda”. Prinsip Percakapan Yang akan diuraikan dalam prinsip percakapan dala prinsip percakapan antara lain: 1) prinsip kerjasama dan 2) prinsip kesopanan 1) Prinsip Kerjasama Terdapat prinsip kerjasama yang harus dilakukan penutur dan mitra tutur agar proses komunikasi iu berjalan lancar. Saudara saya nikahkan dengan Saudari Jenaka Amalia. setiap penutur harus mematuhi empat maksim. Untuk jelasnya perhatikan wacana berikut ini. tidak kabur. Dik? Hazza : Tukang koran baru saja lewat Kak. putri bapak Sudiro” sebagai contoh tindak tutur seremonial. Tindak menikahkan orang “Dengan ini. serta runtut. sedangkan tindak tutur seremonial adalah tindak tutur yang dilakukan oleh orang yang berkelayakan untuk hal yang dituturkannya. Jawaban Hazza pada contoh di atas sepintas tidak berhubungan. Maksim kualitas mewajibkan setiap peserta percakapan mengatakan hal yang sebenarnya. tidak taksa. terdapat dua jenis tindak tutur. Grice (1957:45-47) mengemukakan bahwa dalam rangka melaksanakan prinsip kerja sama. Contoh tuturan vernakuler misalnya: “Terima kasih kepercayaan yang sudah diberikan kepada anak saya”. tetapi jika dicermati. ya!” cara tersebut sering dilakukan oleh orang tua kalau anaknya meminta barang-barang mainan yang mahal jika berbelanja di toko. hubungan implikasionalnya dapat diterangkan. A : Rumahmu di mana? B : Semarang.mengungkapkan pemuda yang tidak mudah bergaul merupakan tindak tutur tidak harfiah. Maksim pelaksanaan mengharuskan setiap peserta tutur bicara secara langsung. c) maksim relevansi. 5) Vernakuler dan Seremonial Berdasar sudut pandang kelayakan pelakunya. tetapi memungkinkan pula pada apa yang diimplikasikan ujaran itu. tepatnya di Tembalang. b) maksim kualitas. Dengan memperhatikan tukang koran mengantar surat kabar kepada mereka. yakni: a) maksim kuantitas. Kontribusi peserta percakapan hendaknya didasarkan pada bukti-bukti yang memadai. yaitu vernakuler dan seremonial.

141 . Dengan penggunaan kalimat ekspresif dan asertif ini jelaslah bahwa tidak hanya dalam meyuruh dan menawarkan sesuatu seseorang harus berlaku sopan. (e) maksim kecocokan. (9) Saya akan mengundangmu ke rumah untuk makan malam. Maksim kerendahhatian menuntut setiap peserta tutur untuk memaksimalkan ketidakhormatan pada diri sendiri dan meminimalkan rasa hormat pada diri sendiri. (6) Anda harus meminjami saya uang. Maksim kecocokan juga diungkapkan dengan kalimat ekspresif dan asertif. Maksim kemurahhatian diutarakan dengan kalimat ekspresif dan kalimat asertif. Aqil : Tidak. Prinsip kesopanan memiliki sejumlah maksim. yaitu: (a) maksim kebijaksanaan. Tuturan yang diutarakan secara tidak langsung lazimnya lebih sopan dibandingkan dengan tuturan yang diutarakan secara langsung. Maksim kebijaksanaan diungkapkan dengan tuturan impositif dan komisif. Itu hanya kebetulan. ya? Mamat : Ya. Perhatikan contoh berikut. (1) Datang ke rumah saya! (tidak sopan) (2) Datanglah ke rumah saya! (3) Silakan datang ke rumah saya! (4) Sudilah kiranya datang ke rumah saya! (5) Kalau tidak keberatan. semakin besar pula keinginan orang itu untuk bersikap sopan kepada mitra tuturnya. Perhatikan contoh berikut ini. Sebagai contoh dapat diperhatikan tuturan berikut. (d) maksim kerendahhatian. (8) Saya akan datang ke rumahmu untuk makan siang. Maksim kerendahhatian juga diungkapkan dengan kalimat ekspresif dan asertif. Maksim kecocokan menggariskan setiap penutur dan mitra tutur untuk memaksimalkan kecocokan di antara mereka dan meminimalkan ketidakcocokan di antara mereka. sudilah kiranya datang ke rumah saya! (sopan) Dapat dikatakan.2) Prinsip Kesopanan Sebagai retorika interpersonal pragmatik membutuhkan prinsip kesopanan. (b) maksim kemurahhatian. biasa-biasa saja. Tuturan (6) dan (8) di bawah ini dipandang kurang sopan jika dibandingkan dengan (7) dan (9) berikut. Dapat dicermati contoh berikut ini. Maksim kesimpatian ini mengharuskan setiap peserta tutur untuk memaksimalkan rasa simpati dan meminimalkan rasa antipati kepada mitra tutur. dan (f) maksim kesimpatian. tetapi blocking pemainnya masih banyak kekurangan. Maksim ini menggariskan setiap peserta tutur untuk meminimalkan kerugian orang lain. saya kira biasa-biasa saja. Maksim kerendahan hati berpusat pada diri sendiri. Rahmi : Ah tidak. Rahma : Betapa pandainya dirimu. (c) maksim penerimaan. Alif : Permainanmu sangat bagus. semakin panjang tuturan seorang. Maksim kemurahhatian menuntut setiap peserta tutur untuk memaksimalkan rasa hormat kepada orang lain dan meminimalkan rasa tidak hormat kepada orang lain. (7) Saya akan meminjami uang kepada Anda. Alif bersikap sopan karena berusaha memaksimalkan keuntungan mitra tuturnya dan Aqil juga berusaha meminimalkan penghargaan kepada diri sendiri. Maksim penerimaan diutarakan dengan kalimat komisif dan impositif. Memet : Drama itu bagus. Untuk jelasnya dapat diperhatikan wacana berikut. atau memaksimalkan keuntungan bagi orang lain. Maksim kesimpatian juga diungkapkan dengan kalimat ekspresif dan asertif. tetapi dalam mengungkapkan perasaan dan menyatakan pendapat ia tetap diwajibkan demikian. Maksim ini mewajibkan setiap peserta tutur untuk memaksimalkan kerugian bagi diri sendiri dan meminimalkan keuntungan diri sendiri.

Oh. komisif.2 Cermatilah peristiwa kontak bahasa yang terdapat di sekitarmu! 3. Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal. antara lain: segi penutur. dan vernakuler dan c) Prinsip percakapan. Pragmatik bisa dikatakan mempelajari makna secara eksternal atau makna yang terikat konteks. (iii) representatif.5 Evaluasi 3. Dengan kata lain.Kartika : Bibiku sudah satu minggu ini dipanggil Allah. diglosia.2 Jelaskan permasalahan yang dapat diuraikan dalam studi psikolinguistik! 3. b) Peristiwa kontak bahasa. konteks tuturan.5 Amatilah gangguan berbahasa yang terjadi di sekitarmu! 3. Topik-topik penting yang dipaparkan di bagian psikolinguistik adalah proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran.7 Perhatikan prinsip percakapan yang terjadi di sekelilingmu! 3.5. tidak langsung. pemerolehan bahasa. ekspresif. Jenis-jenis tindak tutur antara lain: (i) konstatif dan performatif. alih kode. dan pergeseran bahasa. Objek psikologi adalah gejala jiwa dan objek linguistik adalah bahasa. (ii) lokusi.3.3. segi keformalan. integrasi. interferensi. dan gangguan berbahasa. ilokusi. bahasa yang dilihat dari aspek-aspek psikologis. dan segi sarana.6 Perhatikan berbagai tindak tutur yang terjadi di sekelilingmu! 3.3.3.4 Rangkuman Sosiolinguistik sebagai bidang ilmu antardisiplin (disiplin sosiologi dan disiplin linguistik) yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan pemakaian bahasa di dalam masyarakat. segi pemakaian. yaitu: a) Variasi bahasa.5. direktif. (iv) langsung. yang dapat ditinjau dari bermacam-macam segi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa objek psikolinguistik adalah bahasa juga. Makna yang dikaji dalam pragmatik bersifat triadis.1 Apakah yang bisa dipelajari dalam studi sosiolinguistik? 3. 3. tindak tutur sebagai bentuk tindakan atau aktivitas.3. Situasi tutur meliputi: penutur dan mitra tutur. campur kode. tetapi bahasa yang berproses dalam jiwa manusia yang tercermin dalam gejala jiwa. harfiah. yakni tentang satuan kebahasaan itu digunakan di dalam komunikasi. dan perlokusi. dan tidak harfiah. tujuan tuturan.5. b) Tindak tutur dan jenis-jenisnya. Aku baru dengar sekarang. yaitu: bagian ekspresi yang dapat mendukung kejelasan maksud yang disebut koteks dan situasi yang berhubungan dengan suatu kejadian yang lazim disebut konteks saja.4 Amatilah pemerolehan bahasa pertama dan pembelajaran bahasa yang terjadi di sekitarmu! 3. Kartini . Psikolinguistik merupakan gabungan disiplin psikologi dan linguistk. Pembahasan di bidang sosiolinguistik ini difokuskan pada dua hal. antara lain: kedwibahasaan.3. Konteks meliputi dua sarana. Yang diuraikan dalam prinsip percakapan dalam prinsip percakapan adalah prinsip kerjasama dan prinsip kesopanan 3.3.1 Cermatilah pemakaian variasi bahasa yang terdapat di sekitarmu! 3. aku turut berduka cita. Pembicaraan dalam bagian pragmatik ini dibatasi seputar: a) Konteks dan situasi tutur. ya.3 Latihan-latihan 3.3 Amatilah proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran yang terjadi di sekitarmu! 3. dan deklarasi. dan tuturan sebagai produk tindak verbal.3 Studi pragmatik mengurai permasalahan apa saja! 142 .

Language. Gramedia Pustaka Utama. tidak langsung. 1982. Chaer. Anthony F. Dengan kata lain. campur kode. Jakarta: Fakultas Sastra UI Press. Kentjono. 143 . direktif. alih kode. Grice. segi keformalan. Hartley. 3. 2003. Konteks meliputi dua sarana. Topik-topik penting yang dipaparkan di bagian psikolinguistik adalah proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran.6. dan vernakuler dan c) Prinsip percakapan. bahasa yang dilihat dari aspek-aspek psikologis. (ii) lokusi. Sosiolinguistics. Syntax and Semantics. dan perlokusi. konteks tuturan. Chaer. London: The Macmillan Press. Leech. Principles of Pragmatics. interferensi. H. komisif. Situasi tutur meliputi: penutur dan mitra tutur. Rineka Cipta. Jakarta: PT. Nababan. G. (iv) langsung. (iii) representatif. Jakarta: PT. Abdul. Nation” dalam The Ecology of Language. New York: Academic Press. yakni tentang satuan kebahasaan itu digunakan di dalam komunikasi.3 Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal.6. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Yang diuraikan dalam prinsip percakapan dalam prinsip percakapan adalah prinsip kerjasama dan prinsip kesopanan DAFTAR PUSTAKA Chaer. 1984. Jenis-jenis tindak tutur antara lain: (i) konstatif dan performatif. 1994. dan segi sarana. Abdul & Leonie Agustina. dan gangguan berbahasa.2 Psikolinguistik merupakan gabungan disiplin psikologi dan linguistk.A.1 Sosiolinguistik sebagai bidang ilmu antardisiplin (disiplin sosiologi dan disiplin linguistik) mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan pemakaian bahasa di dalam masyarakat. Essays by Einar Haugen. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa objek psikolinguistik adalah bahasa juga. dan deklarasi. Linguistics for Language Learners. Psikolinguistik: Kajian Teoretik. Pembicaraan dalam bagian pragmatik ini dibatasi seputar: a) Konteks dan situasi tutur. antara lain: segi penutur. 3. antara lain: kedwibahasaan. Jakarta: PT. yaitu: a) Variasi bahasa.6. California: Stanford University Press. yaitu: bagian ekspresi yang dapat mendukung kejelasan maksud yang disebut koteks dan situasi yang berhubungan dengan suatu kejadian yang lazim disebut konteks saja. b) Tindak tutur dan jenis-jenisnya. Haugen.P. Logic and Conversation. E. diglosia. integrasi. ekspresif. A Brief Introduction. Dasar-dasar Linguistik Umum. Objek psikologi adalah gejala jiwa dan objek linguistik adalah bahasa. Speech Act.N. pemerolehan bahasa. “Dialect. Abdul. Fishman. 1992. Djoko. b) Peristiwa kontak bahasa. harfiah. J.6 Kunci jawaban 3. Rowley Massachusetts: Newbury House Publisher.3. Psikolinguistik: Suatu Pengantar. 1983. yang dapat ditinjau dari bermacam-macam segi. Jakarta: Rineka Cipta. 1975. dan pergeseran bahasa. Sri Utari Subyakto. tujuan tuturan. Rineka Cipta. Linguistik Umum. segi pemakaian. 1975. New York: Longman. dan tidak harfiah. tindak tutur sebagai bentuk tindakan atau aktivitas. dan tuturan sebagai produk tindak verbal. 1995. tetapi bahasa yang berproses dalam jiwa manusia yang tercermin dalam gejala jiwa. ilokusi. Pembahasan di bidang sosiolinguistik ini difokuskan pada dua hal.

Dewa Putu. “Analisa Variasi Bahasa” dalam Penataran Dialektologi. Mansur. Poedjosoedarmo. “Bilingualism” dalam Current Trends in Linguistics. Yogyakarta: Andi Offset. 144 . E. Wijana. Bahan Ceramah dan Diskusi. Aspek-aspek Psikolinguistik. Pokok-pokok Pragmatik. Dasar-dasar Pragmatik. 1983. Rustono. Yogyakarta: Sabda. 1990. Wolff. Flores: Nusa Indah. Sumarsono & Paina Partana. “Bilingualisme dan Diglosia”. Sosiolinguistik. 1974. Surakarta: FKSS-IKIP Surakarta. I. Suwito. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1999. Surakarta: Fakultas Sastra UNS Press.Oksaar. Sosiolinguistik: Teori dan Problema. Semarang: CV. 1976. 1996. 2004. S. Pateda. 1972. IKIP Semarang Press. Mouton: The Hague Paris. J.

Artinya. mengajar. berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan 8. Menjelaskan penyusunan puisi dengan mempertimbangkan majas yang tepat. berdasarkan kutipan puisi yang disajikan 3. Hakikat karya sastra Sastra berasal dari bahasa Sansekerta: sas yang berarti mengarah-kan. PROSA. Jika pilihan kata di dalam karya ilmiah bermakna denotasi.berdasarkan kutipan puisi yang disajikan 4. serta akhiran tra yang bermakna menunjukkan alat atau sarana. Litteratura dan grammatika berdasarkan kata littera dan gramma yang berarti huruf atau tulisan. Menjelaskan penyusunan kembali puisi dengan isi yang tepat berdasarkan kutipan puisi yang larik-lariknya diacak 10. Literatuur mencakup kepustakaan atau acuan buku ilmiah. karya sastra dimungkinkan untuk dimaknai secara jamak dan beragam. Leterkunde berarti sastra (Teeuw. Litteratura merupakan terjemahan dari grammatika (Yunani). litteratura. literatur (Jerman). litterature (Perancis). dan drama” ini diharapkan para peserta dapat: 1. Menjelaskan penyusunan rima dan isi puisi yang tepat berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan 11. Puisi. Menjelaskan penyusunan puisi dengan meilih dan makna kata yang tepat. Menjelaskan pantun dengan tepat berdasarkan isi atau sampiran pantun yang disajikan 12. Menjelaskan pencitraan dengan tepat. berdasarkan kutipan puisi yang disajikan 7. berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan 6. Dichtung berarti tulisan yang bersifat rekaan dan memiliki nilai estetik. dan ekspresi 2. DAN DRAMA Setelah proses pelatihan materi “Prosa. Menjelaskan pantun dengan rima yang tepat dengan pantun yang dirumpangkan A. memberi petunjuk. Kesemuanya berasal dari bahasa Latin. Menjelaskan penyusunan puisi dengan mempertimbangkan rima berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan 5. intonasi. karya sastra justru sebaliknya. berdasarkan kutip[an puisi yang disajikan 9.BAB IV PUISI. 1984: 22-23). Menjelaskan tema puisi dengan tepat. di dalam karya sastra justru dipilih kata-kata yang bermakna konotasi Genre atau kategori sastra dapat dibedakan menjadi: 1) Puisi 2) Prosa 145 . Dalam bahasa Belanda terdapat istilah letterkunde (dari litteratura) dan literatuur. Menjelaskan penentuan makna puisi dengan tepat. bersifat poliinterpretasi. Schrifftum berarti segala suatu yang tertulis. Menjelaskan pesan puisi dengan tepat. Menjelaskan cara membaca puisi dengan memperhatikan lafaL. Dalam bahasa Jerman terdapat istilah schrifftum dan dichtung. Karya sastra dapat dilawankan dengan karya ilmiah. Pendapat lain menyatakan bahwa sastra adalah karya dengan medium bahasa dan mengandung unsur keindahan. Sastra berarti alat untuk mengajar. Jika karya ilmiah bersifat monointerpretasi. Menurut Teeuw dalam kebudayaan Barat terdapat literatur (Inggris).

. biasanya memperhatikan adanya persajakan atau persamaan bunyi. a. dan urutan kata. maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin........ misalnya.. Puisi tidak harus dimulai ari tepi kiri dan habis di tepi kanan. yaitu bentuk puisi. penggunaan dialek.... Pencitraan. tampilan.. Karena puisi adalah karya sastra dengan sedikit. keselarasan bunyi. Diksi dari puisi “penjual celana” karya Joko Pinurbo diantaranya mentang-mentang dan Anda (sombong) c.. Puisi 1.. dan penyimpangan grafologis (penggunaan kapital hingga titik). dipenggal erpakan suatu penampilan yang menundukng makna sebuah puisi. dipersingkat. Hakikat puisi Puisi merupakan karya sastra dengan menggunakan bahasa yang dipadatkan.. penyimpangan historis (penggunaan kata-kata kuno).. yaitu imaji suara (auditif)..penjual celana itu tiba-tiba sombong dan pura-pura lupa sama aku.. Struktur fisik puisi Adapun struktur fisik puisi sebagai berikut.. dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil).. Perhatikan puisi “Penjual Celana” karya Joko Pinurbo... penyimpangan sintaksis.. Pemilihan katakata dalam puisi erat kaitannya dengan makna. pendengaran. dan perabaan. Dengan pilihan kata atau yang biasa disebut diksi puisi justru menyampaikan sesuatu dengan lebih bertenaga. Perwajahan puisi (tipografi)... yaitu penyimpangan leksikal... Huruf kapital. imaji penglihatan (visual). Geoffrey (dalam Waluyo.. seperti penglihatan... 146 .. Berikut disampaikan hal-hal yang berkaitan dengan puisi. Meskipun singkat dan padat.. yaitu kata-kata yang mengungkapkan pengalaman indrawi. 19987:68-69) menjelaskan bahwa bahasa puisi mengalami 9 (sembilan) aspek penyimpangan. terutama persamaan bunyi di akhir baris. Diksi.. yaitu pemilihan kata-kata. B. penyimpangan fonologis.. penggunaan register (ragam bahasa tertentu oleh kelompok/profesi tertentu). Pecintraan dapat dibagi menjadi tiga..3) Drama Ketiga hal tersebut akan diuraikan secara lebih rinci di bawah ini... penyimpangan semantis.. bersambung.... 2. huruf kecil.. perwajahan yang terdapat dalam puisi tulis. “Anda dari kampung ya? Ejeknya ketika aku sibuk Mencoba-coba berbagai celana dan tidak juga membelinya .. Penjual Celana .. bukan berarti puisi tidak kaya makna... akume nangispa gipa gidi pinggir ka l i b.. mentang-mentang pakai celana serdadu.

totem pro parte.. anafora.. yaitu menyangkut rima. Langit terbelah oleh salak anjing Yang bertakbir pada dingin.. Bahasa figuratif/majas. eufemisme. dan (3) pengulangan kata/ungkapan. Perhatikan puisi “Kasidah Hujan” karya Acep Zamzam Noor sebagai berikut: Dan gerimis pun khusyuk Bertasbih pada sunyi. simile. e. Kata kongkret “rawa-rawa” berarti sebuah tempat yang berisi air. ironi. sinekdoke. persamaan akhir.. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi.. 147 .. hingga paradoks.. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora.. 187:92). (2) bentuk intern pola bunyi (aliterasi. antiklimaks. Bahasa figuratif disebut juga majas. persamaan awal. medengar.. yaitu bahasa berkias yang dapat menimbulkan konotasi tertentu (Soedjito. tengah. 1987:83). asonansi. Perhatikan puisi “Negeri Kadal” karya Sosiawa Leak berikut: Negeri kadal Negri kami negri kadal negri yang tidak pernah sepi dari juluran lidah menjelma dasi.Pencitraan dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat. satire. dan metrum.. Kedua pencitraan pendengaran (mendengar cericit anak-anaknya).. Kata kongkret “salju” melambangkan beku atau dingin. pleonasme. Kata kongkret. Rima mencakup (1) onomatope (tiruan terhadap bunyi). repetisi bunyi (kata (Waluyo. litotes. d. antitesis.. dan merasakan seperti apa yang dialami penyair. klimaks.. dan akhir baris puisi. Pohon-pohon sembahyang seiring semilir angin Bersujud bersama padi-padi yang merunduk Merenungi bumi.. 1986:128). pars pro toto. alusio. repetisi. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang.. panji-panji hingga janji-jani . baik di awal.. yaitu kata denotatif yang memungkinkan munculnya imaji. personifikasi. Versifikasi.. Lalu hujan tumpah Mengalir dalam gemuruh Dzikir: Siapakah yang berkhalwat sepanjang malam Mendaki bukit-bukit kekekalan? Kilat menyambar-nyambar Suara cengkerik mengusik tahajud batu karang f. ritme. Perhatikan contoh puisi Sapardi Djoko Damono ADA POHON BERNAFAS ada pohon bernafas jauh dalam diri kita di setiap helaanya seratus burung pulang mendengar cericit anak-anaknya ada pohon bernafas jauh dalam diri kita di setiap hembusannya seratus warna bunga berhamburan menyambut godaan cahaya Pencitraan puisi “ada pohon bernafas” yang pertama adalah pencitraan penglihatan (melihat pohon bernafas). Mengguyur rumput-rumput Yang menari. Rawa-rawa melambangkan tempat berair tetapi kotor. Bahasa figuratif menyebabkan puisi memancarkan kaya makna (Waluyo.

baik makna kata. Ritma sangat menonjol dalam pembacaan puisi. bait. Perhatikan puisi berikut: Aku Ingin Aku ngin mencintaimu dengan sederhana : Dengan kata yang tak sempat diucapkan Kayu kepada api yang menjadikannya abu.kekasih bahkan yang laing utama adalah cinta dengan Tuhan. maupun keseluruhan. Karenanya puisi harus bermakna. koma. b. Tema dari puisi yang berjudul “Aku Ingin” karya Sapardi Djoko adalah kasih sayang. baris. a. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. dan hal-hal lain yang berkembang dan muncul pada saat teks muncul dan berkembang. ekonomi. atau seolah bertanya kepada pembaca untuk memecahkan masalah. Sebagaimana telah disebut di atas. Nada juga dapat terlihat sombong. Nada (tone). titik. keras lemahnya bunyi. Kasih sayang itu bisa diwujudkan terhadap orang tua. mendikte. sahabat. Pengungkapan tema dan rasa berkaitan dengan latar belakang sosial. termasuk puisi. Teks misalnya dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui. Perhatikan puisi berjudul “takut ’66. politik. Perhatikan puisi dengan judul “Doa” karya Taufik Ismail berikut: 148 . yaitu sikap teks terhadap pembacanya. Struktur batin puisi Struktur batin puisi dapat dijelaskan sebagai berikut. menganggap bodoh. takut ’98 karya Taufik Ismail berikut: Takut ’66. yaitu sikap atau situas yang muncul dalam sebuah teks. tanda baca. Bahkan. atau malah menyerahkan penyelesaian masalah kepada pembaca. bahkan menganggap tinggi pembaca. Aku ngin mencintaimu dengan sederhana : Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada. Tema/makna (sense). Perhatikan puisi “Gurindam enam” karya Taufik Ismail berikut ini: Gurindam enam Ketika serakah mencapai daun tomat Datang banjir ke kawasan kuasa camat Ketika serakah menggapai daun kelapa Datang gempa mengguncang kabupaten kita 3.Ritma merupakan tinggi rendah. termasuk juga tipografinya. saudara. medium sastra adalah bahasa. takut ‘98 Mahasiswa takut pada dosen Dosen takut pada dekan Dekan takut pada rektor Rektor takut pada menteri Menteri takut pada presiden Presiden takut pada mahasiswa c. Rasa (feeling). panjang pendek.

bidal. Aku Cinta Padamu Aku lemas Tapi berdaya Aku tidak sambat rasa sakit atau gatal Aku pengin makan tajin Aku tidak pernah sesak nafas Tapi tubuhku tidak memuaskan untuk punya posisi yang ideal dan wajar Aku pengin membersihkan tubuhku dari racun kimiawi Aku ingin kembali pada jalan alam Aku ingin meningkatkan pengabdian kepada Allah Tuhan. sesuatu yang hendak disampaikan oleh penyair. terzina. 149 . bait. sextet. Inilah yang dinamakan amanat. gurindam. Amanat/tujuan/maksud (itention) Ada tujuan yang mendorong penyair menciptakan puisi. Termasuk dalam kategori di sini adalah distichon. dan syair. Aku Cinta Padamu”. 4. Tuhan. puisi lama Puisi lama adalah puisi yang masih sangat terikat bentuknya. Pesan yang disampaikan penyair terhadap pembaca adalah taat terhadap perintah Tuhan. septima. Tujuan tersebut dapat ditelusur dalam teks puisi. Aku cinta padamu” adalah hakikat manusia adalah untuk mengabdi dan beribadah kepada Tuhan.Doa Tuhan kami Telah nista kami dalam dosa bersama Bertahun membangun kultus ini Dalam pikiran yang ganda Dan menutupi hati nurani Ampunilah kami Ampunilah Kami d. Yang termasuk puisi lama. misalnya mantra. puisi yang masih memperhatikan jumlah baris. yaitu : a. Perhatikan puisi Rendra yang berjudul “Tuhan. aku cinta padamu Amanat dari puisi yang berjudul “Tuhan. pantun dan karmina. stanza atau oktaf. serta soneta. quatrain. quint. Jenis – jenis puisi Berdasarkan kemunculannya dapat dibagi 2 kategori. seloka. dan persajakannya. talibun.

Kadang jumlah suku kata. kata. Intonasi dapat dicapai melalui volume. 6. sekali lagi tidak seketat puisi lama. dan gesture atau gerak tubuh. Namun. maupun persajakan masih diperhatikan. 150 . atau kalimat. Intonasi adalah tekanan atas kata atau kalimat dari teks puisi yang hendak dibacakan. dan tempo. dan ekspresi. Perhatikan puisi “Solitude” karya Sutardji Calzoum Bachri berikut: Solitude Yang paling mawar Yang paling duri Yang paling sayap Yang paling bumi Yang paling pisau Yang paling risau Yang paling nacap Yang paling dekap Samping yang paling Kau! 5. bait. intonasi. Atau. baris. puisi baru Puisi baru adalah puisi yang masih memperhatikan adanya persajakan. Ekspresi adalah bagaimana secara keseluruhan puisi disampaikan kepada publik. disikat zaman kolonial yang bengis. nada. mimik. Lafal dapat disebut juga dengan artikulasi. Soal Latihan TUSUK GIGI Soni Farid Maulana ada suara hutan menjerit dari sebuah tusuk gigi di hadapanku tanah berumput keong lumpur yang mati melayangkan ingatanku akan berbagai suku yang tumpur disapu banjir.Perhatikan pantun berikut: Burung merpati bertengger di pagar Bercericau menyanyi lagu merdu Menjadi anak mesti belajar Agar kelak beroleh ilmu b. Membaca Puisi Hal-hal yang perlu diperhatkan dalam membaca puisi adalah lafal. kata. Lafal adalah kejelasan atas pengucapan suku kata. namun tidak seketat puisi lama. aturan keterikatan itu tidaklah terlalu dominan. Ekspresi dicapai melalui lafal. intonasi.

persajakan akhir lebih cenderung tidak diperhatikan. Menjelaskan tokoh cerpen dengan tepat berdasarkan cerpen yang dirumpangkan 11. Menjelaskan sudut pandang cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 6. dan drama” ini diharapkan para peserta dapat: 1. b. C. maupun cerita pelipur lara. legenda. puisi relatif lebih pendek dibandingkan prosa. Menjelaskan cara melengkapi dongeng dengan latar dengan latar yangh tepat berdasarkann kutipan dongeng yang dirumpangkan 13. Menjelaskan penyusunan kembali alur cerpen dengan urutan yang tepat berdasrkan kutipan cerpen yang kalimat-kalimatnya diacak 9. Menjelaskan tema cerpen atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 3. misalnya adanya persamaan bunyi di akhir baris. Sastra baru mencakup cerita pendek. Menjelaskan latar cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 5. Menjelaskan cerpen dengan latar yang tepat berdasarkan kutipan cerpen yang dirumpangkan 10. Menjelaskan pesan cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 8. Bagaimana cara membacakan puisi tersebut. Menjelaskan alur cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 7. dikenal 2 macam sastra.cacing-cacing menyuburkan pepohonan tapi hutan demi hutan lenyap sudah dengan gergaji kiranya bikin beragam hewan mengungsi ke dalam buku catatan biologi atau ke dalam buku cerita kanak-kanak yang dibaca sambil tiduran a. dan dongeng. Termasuk di dalamnya. Menjelaskan kembali dongeng dengan urutan yang tepat berdasarkan kutipan dongeng yang kalimat-kalimatnya diacak 12. 151 . Dilihat dari jumlah halaman. Menjelaskan cara bercerita dalam novel dan cerpen dengan menjelaskan kutipan yang disediakan 2. cerita jenaka. Prosa Setelah proses pelatihan materi “Prosa. yaitu sastra lama dan sastra baru. Analisislah puisi “Tusuk Gigi” karya Sony Farid Maulana tersebut. dan novel. Pengertian Prosa Prosa adalah karangan yang bentuknya tidak terlalu terikat. Sastra lama meliputi mitos. yaitu apa yang disebut cerita rakyat. Pengertian tidak terlalu terikat dapat dibandingkan dengan puisi yang lebih dominan dengan keterikatan bentuknya. Menjelaskan watak tokoh dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 4. Puisi. roman. Menjelaskan tokoh dongeng dengan tepat berdasarkan dongeng yang dirumpangkan 1. Di dalam prosa. Berdasarkan sejarah Sastra Indonesia.

Sedangkan rubah termasuk binatang buas. sedang Shahnon Ahmad 152 . yaitu persoalan yang paling menonjol. lemah. Dongeng. latar. Fabel adalah dongeng binatang yang mengandung ajaran moral (Rahayu. Unsur luar itu misalnya: ekonomi. Grimes menggunakan istilah partisipan. 1984: 92) mengajukan tiga cara untuk menentukan tema cerita. sosial. Dongeng bertujuan untuk hiburan. Prosa Baru Kehadiran sebuah cerita rekaan tidak dapat dilepaskan dari unsur intrinsik dan ekstrinsik. Menurut Anti Aarne dan Stith Thompson dongeng dibagi 4 jenis. Tiga. Faktor intrinsik ialah faktor yang membangun cerita rekaan dari dalam. dongeng biasa. Sudjiman (1988: 57) membedakan antara tema dengan amanat. karya yang berciri: dianggap benar-benar terjadi. Bascom (melalui Dananjaya. dan persoalan yang paling banyak membutuhkan waktu penceritaan. baik yang terungkap maupan yang tidak (Sudjiman. Tujuan Kancil baik karena menyelesaikan perselesihan dan menyelamatkan binatang kecil dari ancaman binatang besar. Satu. 1990: 78). Empat. cerita pelanduk dibandingan dengan cerita rubah. a. Klinkert ada perbedaan di keduanya itu. Tokoh dan Penokohan Tokoh ialah pelaku rekaan yang mengalami peristiwa atau berkelakuan di pelbagai peristiwa. b. dan selalu mengancam binatang kecil (Fang. tokoh manusia kadang dengan sifat luar biasa. bahkan sindiran. karya yang berciri: dianggap benar-benar terjadi. yaitu dongeng yang diulang-dulang. Legenda. tetapi kadang berisi ajaran moral. dan waktu sangat lampau. lelucon dan anekdot. dan waktu belum terlalu lama. dari dirinya sendiri. Dongeng juga berisi cerita peri. politik. yaitu tokohnya binatang. 1967: 116-120). Di Eropa. dDongeng be-rumus. Amanat merupakan ajaran moral atau pesan yang disampaikan pengarang di dalam karya sastra. Unsur ekstrinsik ialah unsur luar yang turut mempengaruhi kehadiran cerita rekaan. Mite. dongeng binatang. Saad (via Esten. alur. latar di dunia. Menurut H. latar bukan di dunia. 1991) dibagi menjadi: a. 1971: 27). Faktor intrinsik meliputi tokoh. 1991: 7-13). Pelanduk merupakan binatang yang kecil. dan lain-lain. tidak dianggap suci oleh yang empunya cerita. c. Termasuk bagian unsur intrinsik adalah tema. Fabel berciri: membuat binatang kecil/lemah/lambat jadi menang serta memberi suatu binatang suatu peranan penting dan menjadi cerdik.C. dianggap suci oleh yang empunya cerita. b. dan hanya dengan kecerdasan otaknya ia dapat hidup di hutan belantara. Tema Tema merupakan gagasan atau pikiran utama di dalam karya.2. karya yang berciri: tidak dianggap benar-benar terjadi dan tidak terikat oleh waktu dan tempat. 3. Dua. tokoh para dewa atau 1/2 dewa. persoalan yang paling banyak menimbulkan konflik. dan pusat pengisahan (Saad dalam Lukman Ali. kejam. Prosa Lama Prosa cerita rakyat menurut William R.

Tokoh tambahan ialah tokoh yang tidak memegang peranan sama sekali di dalam sebuah cerita (Sudjiman. leraian. 1988: 34). terserah bagaimana imajinasi pembaca menangkap kemungkinan yang ada (Sudjiman. Hudson (via Sudjiman. tokoh sentral/utama. Latar material adalah wujud suatu tempat secara fisik. Alur tak lurus yaitu alur yang urutan waktunya tak kronologis. Untuk menentukan tokoh utama ada empat cara (Saad dalam Esten. Antagonis merupakan penentang utama/tokoh lawan. tokoh bawahan. Disebut analitik kalau pengarang menyebut watak dan perangai sang tokoh secara langsung apa adanya atau secara tersurat. adat-istiadat. dibedakan alur tunggal dan alur ganda. tokoh bawahan adalah tokoh yang kurang begitu penting kedudukannya dalam cerita. Lebih lanjut Saad mengemukakan bahwa alur cerita memiliki bagian-bagian: awal.dengan istilah watak (Sudjiman. Disebut rapat jika keterkaitan jalan cerita sangat erat. rumitan. Tokoh utama merupakan tokoh yang memegang peran pimpinan dalam sebuah cerita (Sudjiman. Akhir cerita ada dua yaitu tertutup dan terbuka. 1984: 93). yaitu tokoh yang paling banyak berhubungan dengan tema. tikaian. Disebut tertutup jika keputusan terhadap sesuatu sudah ditunjukkan oleh sang pengarang. Latar sosial ialah gambaran keadaan masyarakat. 1990: 44. tokoh yang paling banyak berhubungan dengan tokoh lain. kapan terjadinya suatu 153 . Alur lurus merupakan alur yang kronologis. Disebut alur longgar jika terjadi percabangan cerita. leraian. Pengaluran adalah cara menampilkan alur. klimaks. dan akhir cerita. Disebut terbuka jika akhir cerita diserahkan kepada pembaca. 1990: 79). mencakup tokoh protagonis serta antagonis. Menurut kualitasnya. Tokoh biasanya berwujud manusia. Perlu dibedakan antara waktu cerita dan waktu penceritaan. Tokoh andalan adalah tokoh yang dekat dengan tokoh utama. 1990: 80). acuan yang berkait dengan waktu. c. Alur tunggal jika jumlah alur hanya satu. membedakannya menjadi latar sosial dan latar material. Menurut urutan waktu (Prihatmi. Penokohan secara umum ada dua cara yaitu analitik dan dramatik. 48).Alur adalah sambung-sinambungnya peristiwa berdasarkan hukum sebab akibat (Saad dalam Lukman Ali. 1990: 64-79). keterangan. cara hidup. 1986 : 150). Dari segi kuantitas/jumlah. ruang. suasana terjadinya peristiwa. 1967: 120). Terdapat dua jenis tokoh. Disebut cara dramatik manakala pembaca mesti menyimpulkan sendiri bagaimana sifat sang tokoh. Alur ganda jika jumlah alur lebih dari satu. yaitu: satu. misalnya bangunan atau nama daerah. rumitan. Cara menampilkan tokoh biasanya disebut penokohan. Alur renggang berkaitan dengan alur ganda. Alur tersebut di atas oleh Prihatmi (1987) disederhana-kan menjadi awalan. mencakup tokoh andalan dan tokoh tambahan. tapi kehadirannya diperlukan untuk menunjang dan mendukung tokoh utama. puncak. termasuk bahasa. Alur dan Pengaluran Alur ialah peralihan dari satu keadaan ke keaadan yang lain (Luxemburg. dan selesaian. Protagonis merupakan tokoh yang baik dan biasanya menarik simpati pembaca. Menurut Grimes (via Sudjiman 1988: 19). d. 1987: 79) dibedakan antara alur lurus dan alur tak lurus. tokoh yang paling banyak memerlukan waktu penceritaan. dan tokoh utama dapat juga dilihat dari judul cerita. Latar dan Pelataran Latar adalah segala petunjuk. alur dibedakan menjadi rapat dan renggang/ degresi. Alur rapat berkaitan dengan alur tunggal. Waktu cerita berhubungannya dengan latar. dan dua.

dan ekspresi. mimik. 1988: 103-104). yaitu: 154 . Hakikat drama Drama adalah karya sastra yang dominan dengan dialog dan diniatkan untuk dipentaskan. Menjelaskan cara menyusun dialog drama dengan tepat. Ekspresi dicapai melalui lafal. bagaimana pengarang memposisikan dalam sisi perasan dan sikap. Menjelaskan alur drama. Jika pelukisan latar sesuai dengan kondisi psikologis tokoh. 1988: 76): sudut pandang fisik. Jika pelukisan latar tidak sesuai dengan kondisi psikologis tokoh dinamakan latar kontras (Sudjiman. Menurut Sudjiman (1988: 78) antara sudut pandang (point of view) dan pusat pengisahan berbeda. Harry Shaw menyarankan bahwa point of view mencakup (via Sudjiman. Masih oleh Shaw. yaitu tokoh utama (author participant). tokoh bawahan (author observant). Oleh karena itu. dan tempo. Puisi. dalam sudut pandang pribadi dijelaskan lebih lanjut. kata. intonasi. Menjelaskan lakuan drama. ekspresi. drama dibangun oleh beberapa unsur yang saling berkaitan. dinamakan latar serasi. Menjelaskan tema drama. berdasarkan kutipan yang disajikan 6. bagaimana pilihan pengarang atas cara orang I. dan gesture atau gerak tubuh. yaitu bagaimana pengarang memposisikan diri. dalam membaca cerita pendek juga diperlukan stamina dan variasi. Menjelaskan pesan drama. Sebagai naskah yang utuh. intonasi. hal-hal yang perlu diperhatkan dalam membaca cerpen adalah lafal. pengarang sebagai pencerita serba tahu. e. cerita pendek lebih panjang dibandingkan puisi. D. 1988: 46). II. Lafal adalah kejelasan atas pengucapan suku kata. Pelataran adalah cara menampilkan latar. intonasi. Drama Setelah proses pelatihan materi “Prosa. dan lakuan 2. berdasarkan ilsutrasi yang disajikan 7. sudut pandang mental.peristiwa dalam cerita. dan impersonal (author omniscient). bedasarkan kutipan yang disajikan 5. Menjelaskan cara memerankan drama dengan memperhatikan lafal. berdasarkan kutipan dialog drama yang disajikan 3. dan drama” ini diharapkan para peserta dapat: 1. nada. Sudut Pandang bermula dari sudut pencerita dengan kisahannya. Lafal dapat disebut juga dengan artikulasi. berdasarkan dialog yang disajikan 1. Stamina karena jumlah halaman cerpen yang lebih banyak tersebut. Intonasi adalah tekanan atas kata atau kalimat dari teks puisi yang hendak dibacakan. Pusat Pengisahan Menurut Wellek (1990: 292-294) pusat pengisahan adalah bagaimana pengarang menyampaikan ceritanya kepada pembaca. Biasanya. dan sudut pandang pribadi. 3. Ekspresi adalah bagaimana secara keseluruhan puisi disampaikan kepada publik. atau kalimat. Waktu penceritaan berkaitan dengan waktu/halaman yang dibutuhkan pengarang dalam menceritakan sesuatu (Sudjiman. Membaca Cerpen Sebagaimana membaca puisi. beradasarkan kutipan dialog drama yang disajikan 4. Intonasi dapat dicapai melalui volume. dalam pendekatan materi cerita dari sisi waktu dan ruang. Menjelaskan latar drama. Variasi diperlukan agar publik tidak bosan dan jenuh dengan pembacaan kita. atau III. Pusat pengisahan bermula dari tokoh mana yang disoroti.

Shot-shot tersebut akan dibalut dengan sebuah nyanyian yang segera liriknya akan disusulkan. adanya masalah (konflik). yaitu ide pokok yang dalam sebuah cerita. dan ditutup dengan ending (keputusan). Contoh: Aa Ii Uu karya Arifin C Noer (1994: 8) Lalu Ibu melangkah ke pintu IBU UU IBU UU IBU : Kamu bilang apa tadi? Ahli sejarah? : Mama tidak suda? : Kalau kerja nanti di kantor apa? : Yang pasti bukan di kantor dagang seperti papa : Nanti sulit cari kerja. f alur/ plot. Tema berifat umum. Teks ini mungkin terdapat di dalam dialog (intradialog) dan mungkin pula terdapat di luar dialog (ekstradialog). krisis (pertentangan mencapai titik puncak–klimak s. b Petunjuk pemanggungan Petunjuk pemanggungan adalah teks sampingan yang memberikan petunjuk berbagai aspek pemanggungan. Di antaranya adalah UU. antiklimaks).. d tema. konflikasi (masalah baru).d. Yang penting adegan tersebut harus merupakan adegan sekolahan yang mulus hening namun menyimpan banyak harapan. IBU membangunkan UU. Selain itu. Senang sekali dia. *Beberapa shot ketika mereka ketika membaca pengumuman hasil ujian. sayang! UU : (jaga) Ogah! Uu tetap mau jurusan sejarah. amanat lebih bersifat moral. RUMAH RUSTAM. c karakter kepribadian tokoh yang dapat terlihat dari tindakan. Semua sekarang setuju Uu masuk jurusan sejarah. SIANG Pintu itu terbuka dan buru-buru IBU mendekati UU yang masih mengigau ditempat tidurnya. IBU : Uu! Uu! Bangun. UU : Papa? 155 . Perhatikan kutipan Aa Ii Uu karya Arifin C Noer (1994: 8) berikut: Shot-shot pendek ini sekaligus sebagai latarbelakang KREDIT TAITEL *Beberapa shot yang melukiskan murid-murid esmea sedang ujian penghabisan. e amanat yaitu pesan yang hendak disampaikan penulis dari sebuah cerita.INT.a dialog Dialog merupakan ucapan tokoh tertentu yang kemudian disusul oleh ucapan tokoh yang lain. informasi juga diberikan melalui petunjuk pemanggungan. sayang. Dimulai dengan pemaparan (perkenalan awal tokoh dan penokohan). pikiran tokoh. Perhatikan kutipan naskah drama Aa Ii Uu karya Arifin C Noer (1994: 55) : 10. IBU : Iya. yaitu jalan cerita. jurusan apa pun asal Uu memang punya cita-cita. UU lulus. resolusi (pemecahan masalah). KAMAR UU.

KAMAR. RUMAH RUSMAN. blocking. Sutardji. Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik. MALAM IBU : Kamu tidak sendirian. di dalam drama dipergunakan istilah melakonkan drama atau memerankan lakuan. kostum. tetap diperlukan mimik. tata lampu. Foklor Indonesia: Ilmu Gosip. Apresiasi Puisi dan Prosa. terdapat unsur-unsur yang juga perlu dipertimbangkan yaitu panggung. Jakarta: Grafiti. 3. Kesemuanya akan mempengaruhi keberhasilan sebuah pentas. Hal-hal yang perlu diperhitungkan oleh seorang penulis drama adalah panggung. properti.IBU : Semua! UU : Ma! IBU : Sayang! Lalu mereka berpelukan. 2. Ende Flores: Nusa Indah. 1982. Daftar pustaka Arya. properti. Putu. musik. Surakarta: Muhamadiyah University Press. Zainuddin. intonasi. Jakarta: Tangga Mustika Alam. Teknik menulis naskah drama Berbeda dengan puisi dan cerita pendek. 1991. Perhatikan kutipan naskah drama Aa Ii Uu karya Arifin C Noer (1994: 116) 05. Jakarta : Horison Dananjaya. termasuk juga penonton. Fang. Calzoum Bachri. O Amuk Kapak. 1991. dan ekspresi yang mencakup volume. Jakarta: Erlangga. Jilid 1. dan gesture atau gerak tubuh. Telaah Sastra. Melakonkan Drama Pada saat dipentaskan. James. dan tempo. g latar/ setting. Effendi. Di dalam sebuah pentas drama pemeran atau pemain perlu memahami kostum. U. 156 . seoerang penulis teks drama harus memperhitungkan bagaimana kira-kira teks tersebut apabila dipentaskan. dan waktu cerita. Mama akan sekuat tenaga juga meyakinkan mereka bahwa kamu berhak mewujudkan impian kamu.Donegeng. IBU : Kalau mama juga antar makanan? UU menggelengkan kepalanya. Oleh karena itu. S. IBU : Mama juga tidak boleh masuk? UU : (Sebentar) Kalau Mama boleh. suasana. 1983. dan lain-lain. tata lampu. 2003. make up. nada. teks drama memiliki kemungkinan untuk dipentaskan. Liaw Yock. INT. Jika di dalam puisi dan prosa dipergunakan istilah membaca. properti. serta musik. 1982. pemeran. Dan SELESAI. tatacahaya. dan novel. UU : Pokoknya Uu akan mencunci diri dalam kamar dan mogok makan. Fananie. yaitu tempat. Bimbingan Apresiasi Puisi. Kesemua yang berkaitan dengan bagaimana cara memanggungkan teks tersebut atau petunjuk tentang hal itu tertulis dalam teks samping. Selain lafal.

AA II UU. Jakarta: Erlangga. Anatomi Sastra. Pengantar Ilmu Sastra. Sudjiman. Sastra Indonesia: Pengantar Teori dan Apresiasi. Bandung: Angkasa. Ende. 1992. Flores: Nusa Indah 1994. 1986. Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik. Flores: Nusa Indah. 1982. 1993. Tarigan. Cerita Rekaan dan Seluk Beluknya. Pengkajian Prosa Fiksi. Suyitno.al. 157 . T. Dunia Bogam-Bola. Ende. Tata Nilai dan Eksegesis. Panuti.Jogjakarta:Indonesia Tera Luxemburg. Frans. Bandung: Remaja Rosda Karya. Taufik. Wellek & Warren A. 2003. Malu (aku) Jadi orang Indonesia. et. 1982. Jakarta: Balai Pustaka. Arifin C. Noer. Yogyakarta: Hanindita. 1986. Waluyo. Terjemahan Dick Hartoko. Ismail. Sosiawan. 1986. Tjahjono Libertus. 1986. Teori Kesusastraan. Guntur H. Mido. 1986. Semi Atar M. 1994. Herman. Surakarta: UNS. Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Memahami Cerita Rekaan._______. Jakarta: Yayasan Indonesia Leak. 2007. Bandung: Rosda Karya. Diindonesiakan Melami Budianta). Jakarta: Gramedia. 1992. Jilid 2. Jakarta: Gramedia.

158 .

keartistikan. Paparan Materi 1. Membaca penggalan cerpen. menguraikan atau memecah-mecah sebuah karya 159 .memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keaslian. kritik dan apresiasi sastra dalam puisi.(3) kitab suci Hindu. Dari beberapa pendapat di atas terdapat dua istilah yang dipakai oleh para ahli dalam menggunakan kata sastra dan kesusastraan. penerangan. hitungan). klasifikasi. d. Dari beberapa rumusan di atas dapat disimpulkan bahwa kritik sastra merupakan kegiatan menghakimi. dan penilaian karya-karya sastra. karena kedua kata tersebut memiliki arti hampir sama. (5) tulisan. Rachmat Djoko Pradopo menyebutkan bahwa kritik sastra ialah pertimbangan baik buruk karya sastra. perumusan.karena berasal dari kata krinein yang berarti menghakimi. Kritik sastra artinya bidang studi sastra yang membicarakan karya sastra secara langsung (Prihatmi. 1990: 21) bahwa untuk sementara tidak ada keberatan terhadap istilah kritik sastra yang dipakai berdampingan dengan istilah kritik kesusastraan dalam arti yang sama. 4. yang artinya orang yang melakukan kritik sastra. huruf (Dep Pend dan Keb. 3. keindahan dalam isi dan ungkapannya. 2. Namun untuk keseragaman istilah dalam tulisan ini dipergunakan kritik sastra.Tujuan Pembelajaran (Kompetensi yang ingin dicapai) 1. gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari). Jassin bahwa kritik kesusastraan ialah pertimbangan baikatau buruk sesuatu hasilkesusastraan dengan memberikan alasan-alasan mengenai isi dan bentuknya. 1994: 884). (4) pustaka. Di bawah ini terdapat beberapapengertian kritik sastra. Menjelaskan cara memilih tulisan kritik yang bahasanya santun. HB.puisi untuk apresiasi. 1997: 2). (2) karya tulis yang jika dibandingkan dengan tulisan lain. penerangan. a. Pada saat inikata `kritikus` bergeser menjadi `kritisi`. dan drama. Ini dikuatkan oleh M. Abrams menerangkan bahwa kritik sastra merupakan cabang ilmu yang berurusan dengan perumusan.Kata Kritikos yang berarti hakim karya sastra. Kegiatan untuk memberi pertimbangan baik buruk karya sastra dengan memberikan alasan-alasan mengenai isi dan bentuknya. Dapat menjelaskan konsep dasar. prosa. dan penilaian karyakarya sastra.klasifikasi. dalam melakukan kritik terhadap sebuah karya sastra. c.BAB V KRITIK SASTRA A. kata kritikos bergeser menjadi `kritikus`. Dari hal tersebut sebetulnya tidak perlu dicari arti setepat-tepatnya dari kata sastra maupun kesusastraan. b. Jadi.Saleh Saad (melalui Yudiono.kitab primbon (berisi ramalan. sedang kata kriterion bergeser menjadi `kriteria`. Rene Wellek memaparkan bahwa kritik sastra berasal dari krites yang dalam bahasa Yunanikuno berarti hakim. kritikus akan menetapkan penggolongan. Menjelaskan cara menulis kritik dan esai. B. Konsep Dasar Kritik Sastra Dalam bahasa Indonesia. jenis kritik sastra. kitab ilmupengetahuan. Adapun Yudiono (1990: 21) Mengemukakan bahwa kesusastraan diartikan sebagai karya kesenian yang diwujudkan dengan bahasa sebagai gubahan prosa dan puisi yang indah-indah. Kalau dicermati dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa kata `sastra` berarti (1) bahasa (kata-kata.

kritikus dapat meyakinkan dengan menerapkan ukuran-ukuran yang objektif. dan prinsip-prinsip dalampenilaian dalam karya sastra. Hasil kritik sastra dapat dilakukan secara terbuka dan dimuat di media massa. latar belakang. Dengan bekerja seperti ituorang akhirnya dapat memberi penilaian bagaimana kelebihan-kelebihannya dan cacat-cacatnya atau kekurangankekurangannya dengan memberikan alasan atau komentar-komentar yang dapat dipertanggungjawabkan. Pada kritik sastra pun sejarah sastra memberi bantuan ketika seseorang akan menentukan keaslian sebuah karya sastra. kritikus akan memaparkan kembali pengalaman-pengalaman literer (pengalaman penghayatan. Hal tersebut membutuhkan teori sastra. jenis-jenis sastra. latar belakang sastra. Ketiga bidang studi sastra tersebut sangat erat berkaitan dan saling melengkapi. secara objektif seorang kritikus dapat mengungkapkan nilai karya sastra yang telah dihayati dan dipahami. Sebaliknya sejarah sastra dapat membantu teori sastra. sebab ketika orang akan menggolong-golongkan ke dalam periode tertentu terdapat pertimbangan-pertimbangan. persamaan ujud. Adapun sejarah sastra adalah bidang ilmu sastra yang membicarakan perkembangan sastra sejak awal timbulnya sampai pada masa sekarang. puisi. yang memerlukan keterlibatan langsung seseorang terhadap karya sastra. dan drama. Ini diperlukan ketika akan memberi penilaian tentang bentuk-bentuk karya sastra. Seorang kritikus memerlukan kecakapan untuk dapat mengungkapkan kembali pengalaman leterer dari karya sastra yang dikritiknya. Kritik sastra tidak dapat juga lepas dari teori sastra. prinsip-prinsip sastra. karena masyarakat itu menganggap atau mengakui bahwa kritik sastra bermanfaat. Seseorang dapat memberi penilaian terhadap karya sastra perlu bantuan teori sastra. Adapun pertimbanganpertimbangan tersebut meliputi persamaan tema. dan aliran-aliran tertentu. Perlu diketahui bahwa teori sastra adalah bidang ilmu sastra yang membicarakan tentang konsep-konsep sastra. hakekat sastra. misalnya tentang prosa. susunan dalam karya sastra.bagaimana suatu gaya pada waktu tertentu dapat merupakan suatu mode (Baribin.sastra ke dalam unsur-unsur pembentuknya atau norma-normanya disertai tafsiran. Dengan demikian dalam memberikan kritikan terhadap karya sastra. 2. Adapun ilmu sastra atau studi sastra meliputi (1) kritik sastra. Selain itu juga tentang isi dalam karya sastra.1987: 12). Kritik sastra merupakan salah satu bidang ilmu sastra. bagaimana aliran yang satu mati digantikan dengan aliran yang lain. sebab untuk menyusun teori tentang angkatan. Fungsi Kritik Sastra Telah dijelaskan di atas bahwa kritik sastra merupakan sebuah proses untuk memberikan penilaian terhadap karya sastra yang disertai dengan memberikan penafsiran terlebih dahulu. Hal tersebut dapat membiasakan masyarakat sastra menaruh perhatian terhadap tulisan-tulisan kritik sastra. gaya. sehingga dapat bermanfaat bagi peminat sastra karena pembaca pemula mendapatkan panduan dalam memberikan penilaian terhadap karya sastra. Sejarah sastra dapat menjalankan tugasnya apabila didukung oleh adanya teori sastra. 160 . (3) sejarah sastra. (2) teori sastra. Dengan sejarah sastra inilah orang dapat melihat timbultenggelamnya suatu jenis karya sastra (genre) tertentu. pengalaman mendapatkan keindahan dalam karya sastra). pengalaman berdialog secara langsung dengan karya sastra. tentang aliran orang tidak dapat lepas dari pandangan orang terhadap perkembangan sastra secara menyeluruh. Dalam mengadakan kritik sastra.

Mendidik pembaca untuk menghargai karya sastra yang bernilai. f. serta gayanya. Memelihara dan menyelamatkan pengalaman manusiawi serta menjalinkannya menjadi suatu proses perkembangan susunan-susunan atau struktur yang bermakna. Menurut Bentuknya ada 2 jenis kritik sastra 1) Kritik teoritik (theoritical criticism). Jenis Kritik Satra a. 1997: 4). (Abrams melalui Prihatmi. sehingga pengarang yang memanfaatnkan kritik sastra akan dapat mengembangkan atau meningkatkan mutu hasil karyanya. kritik sastra dapat digolongkan menjadi 3 jenis. 2) Kritik Induktif (Inductive Criticism) kritik sastra yang menguraikan bagianbagian karya sastra berdasarkan fenomena-fenomena yang ada secara objektif. 2) Kritik Terapan atau kritikpraktek. 3. sastrawan. 3) Kritik Impressionistik kritik sastra yang berusaha menggambarkan dengan kata-kata sifat-sifat yang terasa dalam bagian-bagian khusus atau dalam sebuah karya sastra dan menyatakan tanggapan-tanggapan (impressi)kritikus yang ditimbulkan secara langsung oleh karya sastra. 1) Kritik Yudisial (Judicial Criticism) Kritik sastra yang berusaha menganalisis dan menerangkan efek-efek karya sastra berdasarkan pokoknya atau temanya. Menurut pendekatan. b.yaitu penerapan teori-teori kritik pada karya sastra. yaitu kritik sastra dalam bidang teori.organisasinya. Membiasakan masyarakat sastra untuk menaruh perhatian terhadap tulisantulisan kritik sastra. e.teknik. c. Memberikan sumbangan pendapat atau pertimbangan kepada pengarang tentang karyanya. Ini dapat berfungsi sebagai jembatan antara pengarang dengan pembaca. dan kriteria-kriteria untuk menilai karya sastra agar dapat diterapkan pada pembahasan karya sastra. b. (Baribin. 1987: 31). Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan bagi penyusunan atau pengembangan teori sastra. Yudiono (1990: 24-27) mengungkapkan bahwa fungsi kritik sastra: a. Memberi penilaian atas baik atau buruknya suatu karya sastra. b. atau teori tentang kritik sastra. Kritikinduktif meneliti karya sastra secara objektif. alam. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan bagipenyusunan sejarah sastra. Sementara Andre Harjana (melalui Yudiono.Bagaimana dengan fungsi kritik sastra.dan mendasarkan pertimbangan-pertimbangan individual kritikus atas dasar srandar-standar umum tentang kehebatan dan keluarbiasaan karya sastra. c. g. 1997: 4) 1) Kritik Objektif 161 . Untuk mengukuhkan nilai-nilai manusiawi dan dasar-dasar masyarakat berbudaya. d. digunakan rumusan dari Abrams ada 4 pendekatan yaitu karya sastra. berisi prinsip-prinsip kritik sastra sebagai dasar pertimbangan dan penafsiran. Menurut Pelaksanaannya. dan pembaca (Abrams melalui Prihatmi.1990: 26) menyatakan bahwa fungsi kritik sastra adalah: a. Memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul dalam diri pembaca setelah menikmati suatu karya satra. tanpa menggunakan standar-standar yang tetap yang berasaldari luar dirinya.

Seorang kritikus seolah dapat berdialog langsung dengan pengarangnya melalui karya sastra. Sastrawan secara sadar atau tidak sadar tertuang dalam karyanya. tersusun atas bagian-bagian yang saling terjalin sangat erat. Dengan demikian kriteria keberhasilan karya sastra adalah ketetapan atau kebenaran dalam meniru alam atau kehidupan. memandang kita lama-lama. Unsur kegunaan itulah yang dipakaioleh kritikus untukmengadakan penilaian terhadapkarya sastra. Kriteria yang digunakan untuk menilai keberhasilan karya sastra yaitu terletak apakah jiwa pengarang. misalnya dari lingkungan sosial-budaya jamannya. Dengan demikian karya sastra yang baik ditentukan oleh fungsi karya sastra tersebut dalam kehidupan. 2) Kritik Ekspresif Kritik ini bertolak dari keyakinan bahwa karya sastra adalah ekspresi jiwa sastrawan. mandiri. 162 . dan Drama a. ide pengarang tertuang dalam karyanya. Kritik dan Apresiasi Sastra dalam Puisi.Dalam hubungannya dengan karya sastra.Karya sastra dapat dianggap sebagaialat untuk memahami keadaan jiwa pengarangnya. bebas dari sekitarnya. 5. Pertemuan Goenawan Mohamad Meniti tasbih malam pelan-pelan Dan burung kedasih menggaris gelap de kejauhan kemudian adalah pesona: wajah-Nya tersandar ke kaca jendela memandang kita. Dapat diungkapkan pula bahwa karya sastra merupakan tiruan atau pembayangan dunia kehidupan nyata.Kritik ini menganggap karya sastra sebagai sesuatu yang otonom. Karya sastra dapat dipakai sebagai alat untukmencapai tujuan tertentu. maka yang ditiru adalah alam atau kehidupan. Karya sastra dianggap sebagai sebuah keseluruhan yang mencukupi dirinya. Karya sastra dipandang sebagai pernyataan batin pengarangnya. Yang dilakukan kritikus adalah memberi penilaian atas kriteria intrinsik. Horatius pernah mengatakan bahwa karya sastra itu berfungsi dulce et utile yang artinya menyenangkan dan berguna. Karena orientasinya pada alam atau kehidupan. maka karya sastra harus berguna atau bermanfaat pada pembaca. 4) Kritik Pragmatik ”Pragmatik” artinya berguna atau bermanfaat. Kritik ini terlepas dari pengarang maupun dunia sekitarnya. kompleksitas. Prosa.keseimbangan atas unsur-unsur pembentuknya. Karya sastra hanya dinilai atas unsur-unsur yang membentuknya. 3) Kritik Mimetik ”Mimetik” berasal dari bahasa Yunani mimesis yang artinya: peniruan.

Mbah Danu datang membawa koper besi yang sama antiknya dengan yang punya. buih di mulutnya meleleh ke bawah membasahi bantalnya yang kumal seperti tempat duduk Jeep militer yang sudah tua. Dia tembusi badan Nah dengan pandang membara sambil mengelilingkan susur besar di dalam mulutnya. bahwa satu saat kemudian Nah akan menjelma jadi macan gadungan. anak-anak dan perempuan-perempuan serumah dan tetangga-tetangga yang bertandang semua lari terbirit-birit seolah-olah percaya. Blora.Demikianlah bunyi telah diturunkan dan demikianlah Nabi telah dititahkan dan demikian pula manusia dikirimke bumi yang terbentang. Padangan. berkaok-kaok. gadis pelayan pada keluarga Pak Jaksa (pensiunan) telah sebulan sakit demam. Dan kini tinggallah cinta memancar-mancar dari sunyi kaca jendela b. dan kalau sudah mengaum. dari sorga yang telah ditutupkan. Ukurannya istimewa besar. Kini ia disinyalir sudah ada di Blora. ”Ngeoooong” keluar dari mulut Nah mendirikan bulu-bulu di kulit penonton. Segenap hadirin melotot matanya dan megar kupingnya melihat dan mendengar pukulan dahsyat itu. Mbah Danu sedang turne. melainkan mengaum seperti singa sirkus yang marah. kadang-kadang menyalak. Dan benar. bahwa orang sakit itu `didiami` oleh roh-roh jahat. Kemudian ia mencengkeram lengan Nah dan menyeretnya dari tikarnya ke lantai.Wajahnya pucat seperti kain mori. Mbah Danu menegaskan. Routenya adalah Lasem. jalannya tegak seperti seorang maharani yang angkuh. jadi sudah hampir pulang. karena itu cara satu-satunya untuk menyembuhkan adalah dengan menghalaukan makhluk yang merugikan kesehatan itu. Cepu.kemudian bongkotnya yang garis tengahnya kira-kira 10 cm itu dia ayunkan ke atas dan dia pukulkan sekuat tenaga ke pantat Nah yang terbaring miring. 163 . ketika Nah tengah mengeong-ngeong seperti kucing kasmaran. karena pak Jaksa mempunyai 60 pohon kelapa di pekarangannya.kulitnya liat seperti belulang. ”Mampus engkau sekarang!” seru Mbah Danu bengis dan sapulidi terus menerus menghantam pantat Nah dengan irama rhumba. Tuban. Titik pangkalnya adalah suatu anggapan yang logis. mengeong. Nah tidak mengeong lagi sekarang. Mbah Danu memegang sapu lidi itu pada ujungnya yang lunak. ”Ambilkan sapu lidi!” perintah Mbah Danu dengan sikap Srikandi wayang orang. Keadaannya makin lama makin payah. Si Nah. Bojonegoro. pipinya selalu menonjol oleh susur tembakau yang ada dalam mulutnya. Sebagian hadirin mau lari. Nah mengingau dengan mata tertutup. mulutnya berbuih dan ia mengeluarkan bunyi-bunyi binatang. kadang-kadang meringkik seperti kuda. Di Rembang di sekitar tahun tiga puluhan ia lebih terkenal daripada pendeta Osborn pada pertengahan tahun 1954 di Jakarta karena prestasinya menyembuhkan orangorang sakit secara gaib. Sapu lidi datang. Jatirogo. dan kembali ke Rembang. Menurut kabar yang cepatnya tersiar hampir seperti berita radio. Ditinjau dari sudut tertentu cara pengobatan Mbah Danu adalah rasional. Mbah Danu Nugroho Notosusanto Wajahnya kasar-kasar seperti tengkorak. Pamotan. Matanya kelihatan putihnya saja.

” katanya dengan suara mineur yang lembut. ”Ha! Hampir modar engkau sekarang!” seru Mbah Danu dengan ganas sambil melangkah maju dan menginjak tubuh Nah dengan kedua kakinya. Pintu ditutup dan ia kembali kepada pasiennya. ”Engkau telah sembuh. ”Setan-setan sudah alri dari badanmu. Peluhnya bercucuran dan menguyubkan pakaiannya. kemudia memercikkan ludah sedikit dari mulutnya pada dahi si sakit. bersama istrinya mengunjungi mertuannya. aduuuuh!” pekik Nah seperti manusia biasa. kemudia ia melepaskannya dan tegapada lututnya. Nah yang tadi sudah seperti setengah mati duduk bersandar pada dinding dan tersenyum sepertiorang bangun tidur. bukan kucing. Nyonya Salyo sakit kepala dan pegel-pegel tubuhnya.” Sebagai pengeras perkataan yang terakhir. Selama 5 menit ia mondar-mandir di atas badan Nah sampai napas si sakit seperti ububan pandai besi bunyinya. sehingga ia sakit dan rebah ke lantai dan mengerang. Setelah sudah. kuda atau singa. akhirnya kegelian seperti perawan yang sehat. Mbah Danu berdiri dan memberi isyarat supaya para penonton yang tak berkepentingan mengundurkan diri. sesuai dengan tradisi. Dan mula-mula Nah menggelepar-gelepar.”Minggat! Ayo minggat!” teriak Mbah Danu dengan amat murka dan dengan tendangan jitu Nah ditengkurapkannya. Prabawa Mbah Danu di rumah pak Jaksa yang jadi sebagian prabawanya di daerah yang terentang dari Kudus sampai Tuban. ”Salah hamba apa kok disuruh minggat dan dihajar?” tanya Nah sambil menangis dan ia mencoba merangkak. Bu Jaksa. Kemudian deraannya menghujam pula pada pantat Nah yang kini sadar. ”Minggat! Minggat! Ayo minggat!!” jerit Mbah Danu senyaring-nyaringnya sambil memukul dengan tangan kanan dan menggenggam susur di tangan kiri.” katanya tenang.” kata Mbah Danu lebih jauh sambil membaringkan dan menyelimuti Nah dengan penuh kasih sayang. mengalami tantangan ketika Mr Salyo Kunto. Air ludahnya memercik merah ke lantai dan badan Nah dalam setengah lingkaran yang radiusnya 1 1/2 meter. ”Aku bukannya berbicara denganmu. ia tegak sekalilagi serta memukulkan sapu lidi itu sedemikian kerasnya ke badan Nah. bahwa ia manusia Nah. 164 . Gerak-geriknya persis seperti Batari Durga yang menari di atas mayat manusia. Seperempat jam Mbah Danu meraba-raba pasiennya. aduh. segera menyuruh panggil Mbah Danu. Nah. Setelah itu berdiri dan keluar untuk meminum kopinya. anjing. dari Bonang sampai Randublatung. ”Tidur saja dulu sampai besok. ia melentangkan badan Nah yang keringatnya membuat lantai mengkilat basah dan mukannya kini merah padam. Beberapa hari sesuadah kedatangannya. Nah.” Dan di hadapan mata hadirin. Sikap Mbah Danu sekaligus berubah. Sebentar ia memijit-mijit kepala Nah. ”Aduh biyuuuuung! Aduh biyuuuuung!!” tangisnya mengaung. salah seorang menantu pak Jaksa. Kedua lengannya diacung-acungkan untuk mempertahankan keseimbangan. ”Minggat! Minggat! Minggat!” suara Mbah Danu menggelora sampai tetangga-tetangga dan pelintas-pelintas mengalir masuk ke rumah itu untuk menyelidiki sebab-sebab suara ngeri yang mereka dengar. ”Aku mengusir setan-setan di dalam badanmu. ”Aduuuuuh! Aduh. sambil menggelitik si sakit pada tempat-tempat yang penuh rasa geli. Dengan gerakan-gerakan tangkas pakaian si sakit dibukannya dan kemudia seperti orang kegila-gilaan ia meremas-remas seluruh badan Nah.

Kemudia Mbah Danu melakukan kombinasi kedua pijetan itu.Untung hal itu terjadi paling kerap hanya dua kali dalam setahun. agar supaya waktu menelan pil si sakit diawasi sungguh-sungguh.dan denga lega Nyonya Salyo bersendawa. ”Ya. ”Coba buka baju saja. Mr. Mbah Danu tak diijinkan menginjak lantai rumah itu kalau menantu akademikus Pak Jaksa itu datang. Kualat Mbah Danu! Dan mereka mendesak. Salyo dengan penuh pertimbangan meminta datang Dokter Umar Chattab. justru menantu Pak Jaksa yang berpendidikan tinggi itu berkunjung ke Rambang. Perang dingin kini mencair jadi gugatan-gugatan lisan yang pedas meskipun tak ditujukan secara langsung.Setelah itu. dan perhubungan antara mertua dan menantu jadi tegang. Kemudian perut Nyonya Salyo ditekannya dengan kedua telapak tangannya sehingga angin keluar dari bawah dengan bunyi meletup. terjadi. ”Engkau tahu bukan. bahwa pijatan itu bisa merusakkan rahimmu!”. sehingga terbenam sama sakali dan si pasien mencetuskan bunyi yang sukar dilukiskan.Justru ketika itu Mr. Soal ini jadi perkara kehormatan baginya. Pak Dokter pulang.Ia memberi resep kinine. 165 . sedangkan Mr. Mr. Pak Jaksa dan Bu Jaksa tanpa pikir panjang segera menyuruh panggil Mbah Danu ketika Mbok Rah sudah mulai mengingau. Hanya saja ia berpesan.” diagnose Dokter Umar Chattab di kamar Mbok Rah yang gelap. yang pada masa itu satu-satunya obat yang mujarab untuk malaria.”O.agar supaya Mbah Danu dipanggil. akan saya usir.” kata Mbah Danu setelah mendengarkan gejala-gejala penyakit dari mulut Nyonya Salyo sendiri.Sehingga yang beraksi tangan di stetoskop.bukan tangan dan air ludah Mbah Danu. Salyo memanggil Dokter Umar Chattab. ”Malaria. Sebagai akibat insiden itu.Tetapi sebagai jawaban.” jawab Nyonya Salyo mendahului suaminya. Pertama kali ibu jarinya kedua-duanya ditekannya ke dalam daging perut Nyonya Salyo. Setelah memberi petujuk-petunjuk lain tentang makan dan rawatan si sakit. punggung dan tengkuk mendapat giliran. meskipun tak langsung berhadap-hadapan. Dokter Umar Chattab heran. Pada waktu-waktu lainnya kedaulatan Mbah Danu tetaputuh. Suatu kesalahan bagi Mbah Danu. ada sedikit angin jahat bersarang di dalam. Pak Jaksa dan Bu Jaksa dan tetangga-tetangga yang dekat. ketika Mbok Rah. tahu benar apa sebabnya.” Dokter Umar Chattab pulang dengan tidak mengubah ketetapannya. Clash ke-2 antara Mbah Danu dan Mr. Nyonya Salyo dengan susah payah bisa tetap tinggl netral. pelayan Pak Jaksa yang setengah umur. sehingga angin berlomba-lomba keluar dari atas dan dari bawah dengan berletusan. Keadaan Mbok Rah makin lama makin buruk dan malamnya lagi ia mati. Raden Ayu. Asbaknya penuh dengan putung sigaret. Namun ia tetap mempertahankan politik bebas yang pasif itu. Denga keras Mbah Danu diperintahkannya keluar dari kamar seperti Mbah Danu mengusir setan-setan dari tubuh-tubuh orang sakit.Dengan tak dipanggil. Mbah Danu datang sendiri. Salyo masuk ke kamar dari jalan-jalan ke tepi pantai. Kemudian istrinya dimarahinya.Dokter Umar. ”Kininenya sudah Tuan berikan sebagai yang saya tetapkan?” tanyanya. Penyakit Mbok Rah makin lama makin keras. sakit keras. ”Saya sendiri yang memberikan pil-pil itu kepada Mbok Rah. Salyo. sebagaimana juga di dalam politik ia dipandang dengan marah oleh kedua pihak yang bertentangan. tetapi. sangat kebetulan Dokter Umar Chattab lebih awal datangnya daripada Mbah Danuyang tidak punya mobil.” Dan Mbah Danu mulai berpraktek. Sayo mengundurkan diri ke dalam kamar tamu.

bisa jadi begini.Ia menghela nafas panjang dan melemparkan pandang terakhirkepada bale-bale tempat semalam jenazah terbaring. ”Kita tak bisa menjawab kepada nonsen itu bukan!” katanya lagi. Salyo merasa tengkuknya dingin. (MENCUBIT ROIMA) : Aduh. Matanya membara Mr. ROIMA MASIH NGOROK JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI : Sudah siang. Ke mana? : Kencing dulu. : Sembarangan. Pada jam 7 orang-orang masuk ke kamar jenazah dan mengangkatnya keluar. Dengan sangat tiba-tiba ia terpekik dan telunjuknya diacungkannya ke sudut kamar. Ke mana mereka semua sekarang? : Sudah pada mati. Mbah Danu. Ditinggal pergi lima tahun. bangun. (KE MONUMEN. ’kali. c. mengapa ia meninggal?!!” seru Mr. Mau ngorok sampai jam berapa? Memangnya ini hotel? (BERKEMAS-KEMAS) : Sudah siang? Masa? ”Idiih. Kang. Mr. forever.Hawa di dalam kamar itu pengab. (SAMBIL MEMULAS BIBIRNYA DENGAN LIPSTIK) . Gubuk Djumini dan Turkan di mana ya? : Di sini. Matanya terbelalak lebar-lebar. Salyo dengan gairah sambil memeluk bahu istrinya yang tidak menjawab. : Ya. dibilangi. yang diinget Cuma Tibal.Nyonya Salyo yang mendampingi suami di kamar itu di dalam hatinya cenderung kepada ayah-bundanya. Yang ada sekarang Cuma abang. Nyonya Salyo dan Mbah Danu menengok. sehingga sinar matahari pagi masuk dengan gelombang besar.” kata Nyonya Salyo menghibur suaminya. : Idiih cemburu. Onley abang.kali. gubuk kita dulu ada di sini. Saya sudah nggak inget lagi. Riantiarno (1 adegan) TIGA DI BANGKU-BANGKU PLAZA MONUMEN JULINI BANGUN TIDUR. Ketika fajar menyingsing. ”Inna li`llahi wa inna illahi raji`un. Suatu sosok tubuh muncul di ambang pintu. jembatan dan di sana gubuk Tarsih. Apa sih? : Sudah siang. ”Mengapa Jeng. .”Kita telah berbuat sebaik mungkin. Luar biasa. Tibal sudah lewat. Kita pergi sekarang sebelum diusir satpam. Di situ ada kali. tetapi merasa harus solider terhadap kekecewaan suaminya. Kang. Salyo dan nyonya ikut menyaksikan pengambilamn jenazah dari dalam kamar tempat ia dan Dokter Umar Chattab menderita kekalahan terhadap mertuanya dan Mbah Danu. Dan juga mereka melihat pil kinine membukit di lantai di bawah bale-bale Mbok Rah.” kata Nyonya Salyo. KENCING DI SITU) : Kok di situ? : Di mana lagi? : Sudah? Kita pergi? : Tunggu. Salyo membuka jendela lebar-lebar. : Terang. orang tidak tahu ditanya. 166 . persiapan-persiapan untuk penguburan dimulai. tambah menyesak dada oleh asap kemenyan. Kalau tidak salah.Mr. Drama Opera Kecoa karya N. bangun.

malah mogok. Wajah Nah yang pucat digambarkan oleh pengarang seperti kain mori. Seperti kutipan ` menantu Pak Jaksa yang berpendidikan tinggi itu berkunjung ke Rambang. Dengan menggunakan gaya perbandingan.dengan gaya bahasa seperti ini.` Hal ini mengakibatkan pembaca kurang dapat membayangkan gambaran yang jelas tentang latar dalamceritanya. ANEHNYA PELUIT MALAH SEMAKIN BANYAK. memandang kita lama-lama 167 . 1). pembaca dapat membayangkan bagaimana bantal nah yang digambarkan oleh pengarang seperti tempat duduk Jeep militer yang sudah tua. Rembang`. Dalam mengungkapkan ceritanya pengarang kurang memberi gambaran yang jelas tentang latar cerita.karena kota Rembang berada di Jawa Tengah. Kritik Objektif terhadap cerpen Mbah Danu karya Nugroho Notosusanto. sehingga ketika cerita selesai membuat pembaca terkejut. Pada peristiwa di rumah PakJaksa.(DUA SATPAM MUNCUL DI KEJAUHAN. tuh. LANGSUNG MEMBUNYIKAN PELUITNYA) JULINI : Tuh. Dilihat dari alur cerita. Bojonegoro. Pamotan. Antiklimaks tidak terlihat. Seperti pada ` Wajahnya kasar-kasar seperti tengkorak. Jatirogo. Padangan. Sudah dibilangi supaya pergi dari tadi. yang pembaca dapat membayangkan kasar seperti tengkorak. Ayo. Pengarang hanya menyebut nama kota untuk tempat-tempat peristiwanya seperti `Lasem. Hanya dapat diketahui bahwa ceritanya terjadi di Jawa Tengah. 2) Kritik Ekspresif puisi Pertemuan karya Goenawan Mohamad Pada puisi ini penyair rupanya ingin mengungkapkan bahwa dirinya merasa telah bertemu dengan Tuhan ini dinyatakan dalam bait pertama Meniti tasbih malam pelan-pelan Dan burung kedasih menggaris gelap de kejauhan kemudian adalah pesona: wajah-Nya tersandar ke kaca jendela memandang kita. apa kata Julini. terkesan terburu-buru. (MEREKA PERGI. pengarang terlalu cepat menyelesaikan ceritanya. Cerita terkonsentrasi pada bagian rumitan. pipinya selalu menonjol oleh susur tembakau yang ada dalam mulutnya.pengarang juga hanya menyebut nama kota yaitu Rembang. Dilihat dari gaya bahasanya. Mbah Danu yang memiliki wajah yang kasar. Ini rupanya yang membuat cerita menjadi menarik. jalannya tegak seperti seorang maharani yang angkuh` Untuk menggambarkan tokoh Mbah Danu pengarang menggunakan gaya perbandingan. MAKIN BANYAK DAN MAKIN BANYAK). Demikian pula ketika pengarang menggambarkan keadaan bantal Nah dan wajah nah yang pucat ` buih di mulutnya meleleh ke bawah membasahi bantalnya yang kumal seperti tempat duduk Jeep militer yang sudah tua. Cepu. Blora.Wajahnya pucat seperti kain mori`. pembaca dapat membayangkan bagaimana sosok Mbah Danu. sampai pada cara Mbah Danu berjalan digambarkan oleh pengarang seperti seorang maharani yang angkuh. BERLARI. rupanya pengarang senang menggunakan gaya perbandingan. kulitnya yang seperti belulang kasar liat. kulitnya liat seperti belulang. Tuban. Satpam.

di gubuk-gubuk. memandang kita lama-lama. Mereka sering menjadi sasaran satpam ketika satpam melakukan rasia.tidak tersusun secara teratur tetapi seperti dipetik dari bermacam-macam jalan kehidupan. Ini memang merupakan gambaran kehidupan gelandangan yang dicoba oleh pengarang untuk diangkat ke dalam karyanya. penganalisisan. a.sikap terhadap soal yang dibicarakan. Tetapikedua aktivitas tersebut dilihat dari segi graduasi dan intensitas prilaku yang dibebankan terhadapkarya sastra. Ini terungkap pada wajah-Nya tersandar ke kaca jendela memandang kita. 1987: 10). 168 .apa saja yang dibicarakan tentang karya sastra boleh dinamakan esai sastra. Kenikmatan bersama dengan Tuhan diungkapkan sebagai sebuah pesona. Ini menunjukkan bahwa pengarang telah mampu memotret keadaan sepasang gelandangan yang hidup di kolong jembatan. Ada beberapa pendapat tentang esai sastra. rasa kekhawatiran. kadang-kadang terhadap keseluruhan dalam sebuah karya sastra. rasa cemburu. pengapresiasian. dari sorga 3). Esai tidak memecahkan persoalan tetapi melukiskan persoalan dalamkarya sastra (Baribin. Diungkapkan oleh Semi (1993: 15-16) bahwa esai sastra adalah suatu tulisan yang merupakan laporan hasil eksplorasi atau pengungkapan penulis tentang karya sastra yang sifatnya lebih banyak menekankan aspek sensasi dan kekaguman penelaah tentang hasil bacaannya atau hasil penjelajahannya. Kedua istilah itu sebenarnya hanya dipakai untuk memberikan komentar atau reaksi mental terhadap sebuah karya sastra yang dibaca. dan penilaian juga dilakukan. Riantiarno Apabila diperhatikan drama di atas. Dalam esai yang utama bukanlah pokok persoalan melainkan bayangan kepribadian dari pengarang yang simpatik dan menarik. Kritik Sastra dan Esai Sastra Sering orang sulit membedakan antara kritik dan esai. Seperti ketika Julini mengajak Roima segera meninggalkan tempatnya. pengarang rupanya mengangkat masalah gelandangan yang sering dikejar-kejar oleh satpam. Cinta Tuhan terhadap dirimya dirasakan penyair bahwa Tuhan telah mengirimkan nabi untuknya yang datang dari surga. Dalam esai terlihat keinginan. Mereka memiliki cinta. serta aspek kepengarangannya. Kritik Mimetik Drama Opera Kecoa Karya N. Lebih lanjut diungkapkan bahwa esai memiliki persamaan dengan kritik sastra yaitu pada aktivitas dalam aspek penghayatan.strukturnya. Sebenarnya. Mereka menginginkan rasa aman juga.aktivitas penyusunannya. jadi bersifat pribadi.B Jassin berpendapat bahwa esai membicarakan bermacam ragam.Pada kutipan di atas dapat dimaknai bahwa penyair dalam malam ketika ia sedang berzikir pada waktu malam hari ia merasa bahwa Tuhan ada bersana dengan dirinya. H. Seperti pada baris dan demikianlah Nabi telah dititahkan dan demikian pula manusia dikirimke bumi yang terbentang. Pemirsa diajak untuk berempati terhadap kehidupan gelandangan yang sebetulnya sama seperti kehidupan yang normal. Terdapat keindahan yang luar biasa ketika dapat merasakan adanya pertemuan dengan Tuhan. Sementara Arief Budiman berpendapat esai adalah karangan yang sedang panjangnya yang membahas persoalan secara mudah dan sepintas lalu dalam bentukprosa.

klasifikasi. terutama dalam menemukan konsep-konsep kritik sastra yang sesuai dengan hakikat sastranusantara. Tanggung jawab profesional pengkritik agar peranan kritik sastra dapat berkembang dan tumbuh subur di tengah-tengah lingkungannya. Rangkuman Kritik sastra merupakan kegiatan menghakimi. dalam melakukan kritik terhadap sebuah karya sastra.yang akhirnya dapat memberikan faedah yang besar. Mendidik pembaca untuk menghargai karya sastra yang bernilai. Ini dapat berfungsi sebagai jembatan antara pengarang dengan pembaca.penikmat sastra. Kritikus juga harus mampu membuktikan bahwa kritik yang dilakukannya mampu memberikan sumbangan yang baik terhadap pembinaan dan pengembangan sastra. kritikus akan menetapkan penggolongan.Lebih dari itu. Riantiarno D. C. Adapun Semi (1993: 17) mengungkapkan kritik sastra dapat menjalankan fungsinya dengan baik adalah: a. Cara Meyusun Kriti Sastra Agar dapat menyusun kritik sastra dengan baik.upaya pengembangan metode kritik kritik dan pendekatan kritik secara terus menerus perlu pula dilakukan. Latihan-Latihan 1. Fungsi kritik sastra adalah : Memberi penilaian atas baik atau buruknya suatu karya sastra.maupun bagi kritikus itu sendiri. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan bagipenyusunan 169 . Kritik sastra yang dilahirkan oleh pengritik yang mempunyai rasa tanggung jawab moral dan intelektual disebabkan ia mempunyai minat membaca dan menekuni sastra dan ilmu sastra Berguna tidaknya sebuah kritik sastra akhirnya berpulang dari tanggung jawab kritikus. menguraikan atau memecahmecah sebuah karya sastra ke dalam unsur-unsur pembentuknya atau normanormanya disertai tafsiran. Kritik sastra yang disusun atas dasar pendekatan dan metode kerja yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan c. Kritik sastra yang disusun atas dasar keinginan untuk memperbaiki mutu karya sastra dan mutukhalayakpembaca. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan bagi penyusunan atau pengembangan teori sastra. b. Buatlah kritik mimetik terhadap cerpen Mbah Danu karya Nugroho Notosusanto 2. Membiasakan masyarakat sastra untuk menaruh perhatian terhadap tulisan-tulisan kritik sastra. penerangan. Buatlah kritik ekspresif terhadap drama Opera Keoa karya N. Kegiatan untuk memberi pertimbangan baik buruk karya sastra dengan memberikan alasan-alasan mengenai isi dan bentuknya. Jadi. dan penilaian karya-karya sastra. Tugas dan tanggung jawab kritikus sebenarnya diarahkan kepada upaya memfungsikan kritik sastra itu sendiri. Buatlah kritik Objektif terhadap puisi Pertemuan karya Gunawan Muhamad 3. Memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul dalam diri pembaca setelah menikmati suatu karya satra.b. Dengan bekerja seperti itu orang akhirnya dapat memberi penilaian bagaimana kelebihan-kelebihannya dan cacat-cacatnya atau kekurangan-kekurangannya dengan memberikan alasan atau komentar-komentar yang dapat dipertanggungjawabkan. perumusan. dan agar kritik sastra mampu menjalankan fungsinya dengan baik tentu kritikus diminta pertanggungjawaban atas tugasnya sebagai pengkritik. Buatlah kritik pragmatik terhadap cerpen Mbah Danu karya Nugroho Notosusanto 4.baik bagi sastrawan.

Tetapi kedua aktivitas tersebut dilihat dari segi graduasi dan intensitas prilaku yang dibebankan terhadapkarya sastra.aktivitas penyusunannya. bebas dari sekitarnya. (3) Kritik Impressionistik kritik sastra yang berusaha menggambarkan dengan kata-kata sifat-sifat yang terasa dalam bagian-bagian khusus atau dalam sebuah karya sastra dan menyatakan tanggapan-tanggapan (impressi) kritikus. (2) Kritik Terapan atau kritikpraktek. Agar dapat menyusun kritik sastra dengan baik. serta aspek kepengarangannya. 4. Menurut pendekatan. kritik sastra dapat digolongkan menjadi 3 jenis. mandiri. yaitu kritik sastra dalam bidang teori. Menurut Bentuknya ada 2 jenis kritik sastra yaitu (1) Kritik teoritik (theoritical criticism). Jelaskan perbedaan antara kritik sastra dan esai. disusun atas dasar pendekatan dan metode kerja yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. sehingga pengarang yang memanfaatnkan kritik sastra akan dapat mengembangkan atau meningkatkan mutu hasil karyanya.Memberikan sumbangan pendapat atau pertimbangan kepada pengarang tentang karyanya. (3) Kritik Mimetik yang orientasinya pada alam atau kehidupan. Evaluasi 1. Adapun menurut pelaksanaannya. (2) Kritik Induktif (Inductive Criticism) kritik sastra yang menguraikan bagian-bagian karya sastra berdasarkan fenomena-fenomena yang ada secara objektif. Tugas dan tanggung jawab kritikus sebenarnya diarahkan kepada upaya memfungsikan kritik sastra itu sendiri. 2. F. Kritik sastra dapat menjalankan fungsinya dengan baik jika kritik sastra yang disusun atas dasar keinginan untuk memperbaiki mutu karya sastra dan mutuk halayak pembaca. 5. Berdasarkan bentuknya kritik sastra dibedakan atas apa saja. dan agar kritik sastra mampu menjalankan fungsinya dengan baik tentu kritikus diminta pertanggungjawaban atas tugasnya sebagai pengkritik. Perbedaan antara kritik dan esai sebenarnya hanya dipakai untuk memberikan komentar atau reaksi mental terhadap sebuah karya sastra yang dibaca.yaitu penerapan teori-teori kritik pada karya sastra. atau teori tentang kritik sastra. jelaskan. pengritik mempunyai rasa tanggung jawab moral dan intelektual disebabkan ia mempunyai minat membaca dan menekuni sastra dan ilmu sastra Berguna tidaknya sebuah kritik sastra akhirnya berpulang dari tanggung jawab kritikus. maka yang ditiru adalah alam atau kehidupan. Jelaskan yang dimaksud dengan kritik sastra. (4)Kritik Pragmatik kritik ini menganggap bahwa karya sastra harus berguna atau bermanfaat pada pembaca. Kunci Jawaban 170 . jelaskan. Dengan demikian kriteria keberhasilan karya sastra adalah ketetapan atau kebenaran dalam meniru alam atau kehidupan.sejarah sastra. (2) Kritik Ekspresif yang bertolak dari keyakinan bahwa karya sastra adalah ekspresi jiwa sastrawan.(1) Kritik Yudisial (Judicial Criticism) Kritik sastra yang berusaha menganalisis dan menerangkan efek-efek karya sastra berdasarkan pokoknya atau temanya. digunakan rumusan dari Abrams ada 4 pendekatan yaitu (1) Kritik Objektif yang menganggap karya sastra sebagai sesuatu yang otonom. strukturnya. Berdasarkan pendekatannya kritik sastra dibedakan atas apa saja. 3. E. Jelaskan fungsi kritik sastra. Kritikus juga harus mampu membuktikan bahwa kritik yang dilakukannya mampu memberikan sumbangan yang baik terhadap pembinaan dan pengembangan sastra.

Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan penyusunan sejarah sastra. 5. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Pendekatan dalamkritik sastra adalah (1) Kritik Objektif yang menganggap karya sastra sebagai sesuatu yang otonom. 4. (3) Kritik Mimetik yang orientasinya pada alam atau kehidupan kriteria keberhasilan karya sastra adalah ketetapan atau kebenaran dalam meniru alam atau kehidupan. Mohamad. Fungsi kritik sastra adalah : Memberi penilaian atas baik atau buruknya suatu karya sastra. 1992. Teori Kesusastraan (diindonesiakan oleh Melani Budianta). __________2003. Ahmad Tohari: Karya dan Dunianya. sehingga pengarang yang memanfaatnkan kritik sastra akan dapat mengembangkan atau meningkatkan mutu hasil karyanya. Jakarta: PT Gramedia. 3. Kritik dan Penilaian Sastra. rene & Austin Warren. (4)Kritik Pragmatik kritik ini menganggap bahwa karya sastra harus berguna atau bermanfaat pada pembaca. Hardjana. Bandung: Angkasa. 1987.1. Kritik Sastra Sebuah Pengantar. (2) Kritik Terapan atau kritikpraktek. agar pembaca dapat menghargai karya sastra yang bernilai sehingga masyarakat sastra menaruh perhatian terhadap tulisan-tulisan kritik sastra. Perbedaan antara kritik dan esai sebenarnya hanya terletak pada cara memberikan komentar atau reaksi mental terhadap sebuah karya sastra yang dibaca.1995. Notosusanto. klasifikasi.Jakarta: Gramedia 171 . penerangan. Telaah Kritik Ssatra Indonesia. (2) Kritik Ekspresif yang bertolak dari keyakinan bahwa karya sastra adalah ekspresi jiwa sastrawan. Kritik sastra merupakan kegiatan menghakimi. Nugroho. Tiga kota. dan penilaian terhadap karya-karya sastra. perumusan. Atar. Goenawan. aktivitas penyusunannya. Wellek. yaitu kritik sastra dalam bidang teori. G. 2. Asmarandana. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan untuk penyusunan atau pengembangan teori sastra. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 1990. Andre. 1990. M. strukturnya. Memberikan sumbangan pendapat atau pertimbangan kepada pengarang tentang karyanya. 1991.Daftar Pustaka Baribin. 1993.yaitu penerapan teori-teori kritik pada karya sastra. Raminah. Bandung: Angkasa. atau teori tentang kritik sastra. Jakarta: Balai Pustaka. Semi. Metode Penelitian Sastra. Kritik sastra dapat juga berfungsi sebagai jembatan antara pengarang dengan pembaca. Yudiono Ks. Semarang: IKIP Semarang. Menurut Bentuknya ada 2 jenis kritik sastra yaitu (1) Kritik teoritik (theoritical criticism). serta aspek kepengarangannya.

172 .

173 .

1990:7). karena komunikasi merupakan bagian integral dari sistem dan tatanan kehidupan sosial manusia atau masyarakat. Menerapkan komponen-komponen yang harus dipatuhi dalam berdiskusi. 2. mengajukan pertanyaan yang cocok untuk wawancara. Di manapun mereka berada selalu melakukan kegiatan tersebut. melainkan suatu proses aktif dalam mengkonstruksi pesan dari suatu bunyi yang diketahui orang sebagai sebagai potensi fonologi. Hakikat keterampilan menyimak Banyak orang memaknai kata listen atau mendengar seadanya. namun definisi kamus bisa saja berbeda dengan apa yang dimaknai orang. baik di lingkungan keluarga. PAPARAN MATERI Kehidupan manusia tidak lepas dari kegiatan komunikasi. semantik. Setiap hari manusia. menentukan kalimat pembuka dan penutup pada pidato yang benar. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya komunikasi dalam kehidupan seharihari. Terkadang seseorang menjadi terampil baik dalam bahasa pertama maupun bahasa kedua. masyarakat. maupun di sekolah. 2006:2) presentase waktu yang digunakan dalam proses komunikasi sangat besar. menerapkan komponen-komponen yang harus dipatuhi dalam berpidato. 2007:39). 6. Aktivitas komunikasi terjadi pada setiap aspek kehidupan. variasi dialek. menyimak” (Maggio. maka perserta PLPG diharapkan dapat: 1.BAB VI KETERAMPILAN BERBICARA-MENYIMAK A. dan sintaksis suatu bahasa (Ahmadi. pasar. 3. dan 50% untuk menyimak/mendengarkan. berkisar 75% sampai 90% dari kegiatan kita. Sepanjang waktu manusia melakukan aktivitas komunikasi yang meliputi kegiatan berbicara dan menyimak. memberikan jawaban dengan benar pada saat wawancara sebagai seorang narasumber 4. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti materi berbicara-menyimak. 1990:8). mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali di malam hari. menjelaskan konsep dasar dalam kegiatan menyimak dan berbicara. Keterampilan menyimak bukan merupakan suatu proses yang pasif. 5. tempat ibadah. Waktu yang digunakan dalam proses komunikasi 5% digunakan untuk menulis. baik anak kecil maupun orang dewasa melakukan kegiatan mendengarkan maupun menyimak. 174 . The American Heritage Dictionary mengatakan bahwa listen berarti “melakukan upaya mendengarkan sesuatu” dan ”memperhatikan. tetapi terkadang seseorang kurang terampil dalam kegiatan berbicara. KETERAMPILAN MENYIMAK a. kantor. Unsur yang sangat penting dan fundamental dalam semua interaksi adalah keterampilan untuk memahami apa yang dikatakan atau diucapkan oleh orang lain atau pembicara (Ahmadi. dalam memahami variasi bahasa. 10% untuk membaca. Menurut Jiwanta (dalam Suprapto. 35% untuk berbicara. dan stuktur bahasa. 1. B.

Menurut Wilga M. Memperhatikan orang yang sedang berbicara merupakan upaya untuk menyimak. dan mengingat. 3) Identifikasi dan seleksi terarah dengan retensi pendek c. mendengarkan memahami mengingat Pendengar yang baik tentunya akan mengambil bagian dari percakapan. Ia tanggap. Orang harus benar-benar memberi perhatian kepada lawan bicara. Dalam kegiatan belajar mengajar menyimak. 175 . pola kegiatan pembelajaran dapat diberlakukan aktivitas menyimak. itu bukan mendengar dalam arti yang sebenarnya. Tak sedikit pun ia lepas dari perhatiannya”. “Tidak cukup hanya berdiam diri ketika lawan bicara Anda sedang berbicara. sesekali mengajukan pertanyaan. bukan pasif. mengomentari apa yang dikatakan. menawarkan gagasan. 1990:8) menyimak dalam pembelajaran dibagi menjadi beberapa tahap. ingat bahwa menyimak lebih dari sekadar membiarkan orang lain berbicara. b. 1) Identifikasi Siswa mempersepsi bunyi dan frase dengan mengidentifikasi secara langsung terhadap arti. Oleh karena itu mendengarkan merupakan perilaku aktif. Ada beberapa hal yang dapat diperhatikan untuk menjadi pendengar yang baik. memahami. Rivers (dalam Ahmadi. Matanya menunjukkan sorot tertarik dan senang. dan mengajukan pertanyaan agar pembicaraan mengalir dengan hangat. memahami apa yang didengar. tanpa dituntut mendemonstrasikan pemahaman melalui penggunaan bahasa secara aktif. -Lilian EichlerKeterampilan menyimak dalam kegiatan belajar mengajar Kegiatan menyimak dapat dilakukan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. 2) Identifikasi dan seleksi tanpa retensi Siswa mendengarkan untuk kesenangan memahami dan menyarikan sekuen arti.Menyimak yang baik Apabila seseorang ingin menjadi pembicara yang baik. Pendengar yang baik dapat memancing yang terbaik dari orang lain. Kegiatan tersebut terdiri dari serangkaian kegiatan mendengarkan.

Siswa mendemonstrasikan pemahamannya atau menggunakan bahan ajar yang telah dipahami setelah mengalami kegiatan mendengarkan secara tuntas. 1) Mudah dan lancar atau fasih berbicara 2) Kejelasan berbicara 3) Bertanggung jawab 4) Membentuk pendengar yang kritis. b. Menurut Fowler (dalam Ahmadi. Orang yang diajak 176 . Dalam kegiatan berbicara kelengkapan vokal seseorang merupakan prasyarat alamiah yang dapat memproduksi suatu ragam yang luas dari artikulasi.Siswa diberi beberapa indikator lebih dahulu tentang hal-hal yang didengar atau disimak. menghibur (to entertain). rendah diri. 2) menjamu. nada. tekanan. Menurut Tarigan (1981:16). melaporkan (to inform). kesenyapan. bahkan suasanya menjadi beku dan kurang besahabat. yaitu: 1) memberitahukan. 1) Mengatasi rasa malu Yang harus dilakukan dalam berbicara dengan sejumlah orang adalah membuat mereka mudah melakukannya. dan lagu kalimat. jujur. kebutuhan. Siswa mendemontrasikan pemahaman secara langsung dan dengan cara yang aktif. seperti rasa malu.1981:15). Kunci sukses dalam keterampilan berbicara Menurut King (2008:15). dan bertanggung jawab dengan melenyapkan problem kejiwaan. dan keinginan kepada orang lain. 2. 1990:19). Berbicara merupakan cara untuk mengkomunikasikan gagasan sesuai dengan kebutuhan pendengar atau penyimak (Mulgrave melalui Tarigan. ketegangan. 2003:198). Melalui sejumlah penelitian ditunjukkan bahwa rasa takut untuk berbicara di depan publik kemungkinan terkait dengan rasa takut untuk dipermalukan akibat konfrontasi di depan publik. Pembicara merasa yakin tidak dapat mengatasi hal tersebut (Rogers. Hakikat keterampilan berbicara Keterampilan berbicara pada hakikatnya merupakan keterampilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak. dan 3) membujuk. mendesak. KETERAMPILAN BERBICARA a. berbicara itu lebih daripada sekadar pengucapan bunyi atau kata-kata. Bisa juga siswa dilibatkan dalam aktivitas yang meminta pengingatan kembali tentang materi pelajaran yang telah dipelajari sebelumnya. Berbicara dengan orang yang tidak dikenal bisa saja menimbulkan suasana yang tidak nyaman. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berbicara dengan siapa saja. Keterampilan berbicara juga didasari oleh kepercayaan diri untuk berbicara secara wajar. maka seorang pembicara harus memahami makna segala sesuatu yang ingin dikomunikasikan. berbicara mempunyai tiga maksud umum. benar. 1990:18). Tujuan keterampilan berbicara Tujuan utama berbicara adalah berkomunikasi. Agar dapat menyampaikan pikiran secara efektif. mengajak. Sementara itu. meyakinkan (to persuade). tujuan keterampilan berbicara mencakup beberapa hal. perasaan. Dengan demikian. c. dan berat lidah (Ahmadi. 4) Identifikasi dan seleksi dengan retensi yang meminta waktu panjang.

Kata tabu jarang sekali terdengar lagi.” 5) Bahasa tubuh Louze Nizer pernah mengatakan: “kalau kau silangkan tanganmu di dada. Dale menambahkan. dan menutup diri. Jika dibuat-buat akan tampak seperti bukan aslinya (palsu). pertanyaan seperti itu menghasilkan jawaban yang hanya berupa satu kata atau dua kata sehingga suasana percakapan menjadi monoton dan membosankan. Ada hukum bahasa tubuh yang dapat diikuti agar percakapan berhasil “buatlah kontak mata”. topik-topik di sekitar kita dapat digunakan untuk membuka atau memulai pembicaraan.berbicara akan semakin menikmati percakapan jika mereka tahu bahwa si pembicara menikmati pembicaraan. dan prestasi-prestasi mereka. yang telah terjual lima belas juta eksemplar. “Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang membuat orang lain senang menjawabnya. berarti kau merasa kikuk. atau merasa tidak berhak untuk membuat kesalahan. Secara umum gunakan kebijaksanaan. bahasa tubuh akan menjadi bentuk komunikasi yang sangat efektif. karena tinggal sedikit hal-hal tabu yang tersisa. mereka mungkin akan bereaksi seperti: 1) Tidak yakin terhadap pendapat mereka dalam satu masalah penting 2) Memikirkan hal-hal yang bertentangan 3) Merasa yakin bahwa pendapat mereka salah 4) Merasa sedang dikritik atau dicemooh 5) Merasa dirinya seorang penipu yang akan dibeberkan di muka umum 177 . Jika terjadi secara alami. Menjadi pembicara yang baik karena si pembicara dapat mengatasi kekhawatiran. Hal ini dapat digunakan untuk mengatasi kekhawatiran. tidak nyaman. Ajarkanlah mereka membicarakan diri mereka. mempertahankan kontak mata yang baik tidak sekadar di awal dan akhir kata. perhatikanlah”. mengatakan: “Agar diperhatikan. Dari sifatnya. Dale Carnegie dalam bukunya How to win Friends dan Influence People. 2) Memulai Di manapun kita berada. tetapi selama berbicara dan mendengarkan akan membuat seseorang menjadi pembicara yang hebat di mana pun ia berada. 3) Pertanyaan yang harus dihindari Hindari pertanyaan ya/tidak. 6) Adakah tabu-tabu lain Sekarang tidak perlu terlalu memikirkan hal-hal yang ditabukan. 4) Hukum pertama percakapan Hukum pertama percakapan adalah dengarkanlah.” Bahasa tubuh merupakan bagian alami dari percakapan dan komunikasi. Pertanyaan tersebut merupakan musuh percakapan yang hangat. sebagaimana pada generasi sebelumnya. Orang-orang yang merasa tidak berhak untuk menyatakan perasaan. kemungkinan besar takut bicara di depan publik. jangan mengandaikan bahwa orang yang diajak berbicara merasa enak dengan salah satu hal yang tabu. Saat melakukan presentasi. Oleh karena itu menjadi pembicara yang baik juga harus kaya informasi dan relevansi. Jika ingin belajar banyak maka seseorang harus melakukan sesuatu dan mendengarkan apa yang disampaikan atau dibicarakan orang lain.

“Oke. sepanjang pewawancara siap dengan pengetahuan yang mendalam tentang topik yang dibahas. meminta keterangan atau penjelasan. Interviewer mengajukan pertanyaan-pertanyaan. mengingat-ingat dan mencatat jawaban-jawaban. atau bahkan menggeser arah pembicaraan. pewawancara sebaiknya tidak menanggapi dengan emosi juga. yang menempatkan dua orang atau lebih berhadap-hadapan secara fisik (Kartono. Lalu lanjutkan ke pertanyaan yang lain. pada umumnya komunikasi dikontrol oleh komunikator. maka pesan atau materi yang disampaikan akan diterima oleh peserta didik. harus dijaga agar adu argumentasi tidak mengarah ke “debat kusir”. Di samping itu dia juga menggali keterangan-keterangan lebih lanjut dan berusaha melakukan “probing” (rangsangan. Namun demikian. WAWANCARA a. Adu argumentasi juga dianjurkan dalam sebuah wawancara. 178 . Akhiri dengan cukup mengatakan.1980: 171).. Seorang pewawancara sebaiknya mengambil sikap sejajar dengan narasumbernya. ini merupakan proses tanya jawab lisan. kita berbeda pandangan mengenai soal yang satu ini. tetapi komunikator tidak dapat mengontrol apa yang didengarkan atau sedang dipikirkan oleh audiens. Pengertian Interview atau wawancara adalah suatu percakapan yang diarahkan pada suatu masalah tertentu. Pada saat yang sama interviewer mengadakan evaluasi dan penegasan (menyatakan kembali isi jawaban interviewer dengan kata-kata lain). melainkan tetap menunjukkan ketenangan (Fadli. 2005:13-14). Jika mengajukan argumen dan kemudian argumen itu disalahkan narasumber. pewawancara dapat menanyakan pertanyaan. Seorang pewawancara harus bersikap santun/hormat serta tidak memojokkan narasumber.6) Membuat pernyataan negatif. pewawancara tidak perlu mendebatnya secara berkepanjangan. disebut pula sebagai interviewer. pewawancara. Jenis pertanyaan dalam wawancara Pertanyaan dibedakan menjadi dua (Maggio. Pihak pertama berfungsi sebagai penanya. serta meminta jawaban yang jujur. Menurut Suprapto (2006). sedangkan pihak kedua berfungsi sebagai pemberi informasi (Information supplyer). Jika guru tersebut dapat berkomunikasi dan dapat tampil dengan baik. 2003:209).pertanyaan penting dan valid. narasumber atau informan. Jika seorang guru sedang mengajar di kelas maka guru tersebut yang menentukan apa yang harus atau tidak harus disampaikan. jika narasumber tampak mulai emosi. b. sambil menilai jawaban dari narasumber. dorongan).”. komunikator sebagai narasumber dengan mudah dapat mengontrol apa yang diucapkan atau disampaikan. Dengan berada pada posisi yang sejajar. 1) Pertanyaan terbuka Pertanyaan terbuka digunakan untuk memancing jawaban yang lebih kompleks. 3. Hak ini juga dimiliki oleh pendengar atau penonton yang posisinya diwakili oleh pewawancara (Stokkink melalui Fadli. 2005:14). Dalam kegiatan berbicara. 2007:56). Proses interview melibatkan 2 (dua) pihak dengan peran yang berbeda. Persoalannya kemudian apakah bla…bla…. atau gerakan yang bersifat merendah atau menghina diri sendiri (Rogers. Selain itu.

bisa juga dengan jawaban ya atau tidak. Perlu diingat bahwa narasumber memiliki hak untuk sedikit bicara atau pelit ngomong. penyajian informasi untuk membangkitkan kepedulian pendengar. Contoh: 1) “Kalau tidak keberatan. mengapa Anda menanyakan hal itu?” 2) “Apakah Anda perlu tahu?” 3) “Maaf. itu bukan informasi yang bisa saya berikan. where: di mana. Bisa juga orang yang berpikir literal akan memberikan jawaban satu kata (ya. Kunci dalam kegiatan wawancara atau hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat wawancara berlangsung. menatap kosong. dan bisa mengembangkan dengan cukup lama. atau how: bagaimana).” 5) “Maaf.Maka membuat narasumber banyak bicara adalah kewajiban pewawancara. Pengertian Pidato adalah pengekspresian ide / gagasan. Di dalam menyusun pertanyaan tertutup dapat dimulai dengan: a) “Apakah Anda…. PIDATO a.” 6) “Apa maksud Anda?” 4. Sebagai narasumber atau informan bisa saja tidak diharuskan untuk menjawab suatu pertanyaan.” 4) “Maaf. atau salah). why: mengapa. when: kapan. apabila pertanyaan tersebut retorik. Menjawab pertanyaan Kegiatan wawancara dilakukan untuk menggali informasi dan menemukan jawaban atas pertanyaan yang ada. tidak. atau kasar. memohon diri untuk pergi. menyinggung. Selain itu jika pertanyaan yang bersifat agresif. 2) Pertanyaan tertutup Pertanyaan tertutup digunakan untuk memancing jawaban satu kata. “Titik”. Secara umum dalam setiap pembicaraan apapun. agar melakukan pendalaman dan 179 .” b) “Sudahkan Anda….Pada dasarnya dalam membuat pertanyaan terbuka dapat dimulai dengan beberapa kata tanya yaitu 5 W + 1 H (who: siapa. 2) Jangan mengajukan pertanyaan jika tidak benar-benar ingin mendapatkan jawaban yang jujur Contoh: “Apa yang harus saya lakukan?” “Bagaimana menurut Anda pendapat saya selama rapat tadi?” “Bersediakah Anda menjadi guru pengganti selama saya tugas ke luar kota?” c. itu bersifat pribadi bagi saya. “Lalu apa?” Pertanyaan tertutup bisa juga digunakan untuk cepat-cepat mengakhiri pembicaraan dan segera pergi meninggalkan lawan bicara atau informan. seimbangkan pertanyaan dengan jawaban. benar. dapat dijawab dengan berbagai hal yaitu berdiam diri. saya tidak memiliki hak untuk menjawab pertanyaan itu.” Pertanyaan tertutup menghasilkan sepotong informasi kecil yang cenderung menghentikan pembicaraan. “Selesai”. Ada juga orang yang awalnya mengajukan pertanyaan tertutup. Pertanyaan saja tidak akan menghasilkan pergantian giliran dalam pembicaraan. what: apa. 1) jangan menjawab pertanyaan sendiri.

S. sehingga ia tidak bebas menatap pendengarnya. Teknik pidato Menurut Effendi (2006:64-65). Pembicara harus dapat member tekanan dan variasi suara untuk menghidupkan pembicaraannya. pendengar. yang sekaligus menjadi urutan bagi uraian itu. Pembicara membawakan pidato tanpa persiapan sama sekali dan hanya mengandalkan pengalaman dan pengetahuannya. Ada jalan masuk. terjadi seolah-olah tidak ada hubungan antara pembicara dengan pendengar. 180 . 3) Metode naskah Metode ini sering dipakai dalam pidato resmi atau pidato televise dan radio. yang masing-masing memiliki peran dan fungsinya sendiri. rentang jembatan dan jalan keluar . 4) Metode ekstemporan (tanpa persiapan naskah) Uraian yang akan dibawakan dengan metode ini direncanakan dengan cermat dan dibuat catatan-catatan penting. sebab bila tidak atau kurang melakukan latihan yang cukup. ketika seseorang akan naik mimbar untuk berpidato. 2) Metode serta merta (impromptu) Metode ini dilakukan berdasarkan kebutuhan sesaat. namun ada juga yang tidak. feedback/umpan balik. 1) Mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti kemauan kita dengan suka rela. Ada pembicara yang berhasil dengan metode ini. Tujuan pidato Di dalam berpidato umumnya orang melakukan satu atau beberapa hal berikut ini. materi yang disajikan. Biasanya dalam keadaan darurat tak terduga banyak menggunakan teknik serta merta. c. 3) Membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur sehingga orang lain senang dan puas dengan ucapan yang kita sampaikan. 2) Memberi suatu pemahaman atau informasi pada orang lain. Metode ini sifatnya agak kaku. 1988: 65). ia dapat melakukannya dengan dua cara yaitu pidato tanpa naskah dan pidato dengan naskah. Mata dan perhatian pembicara selalu terfokus ke naskah. Teknik atau metode dalam membawakan suatu pidato di depan umum. Berpidato dengan metode ini sering menjemukan dan tidak menarik. Dalam penyampaiannya. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik/umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik.. dan mengeluarkan kata-kata tanpa menghayati maknanya. Metode ini juga sering menyulitkan pembicara untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan reaksi pendengar ketika menyampaikan uraiannya (Arsyad dan Mukti U. kemudian dihafal kata demi kata. Komponen pidato meliputi penyaji. b. Ada kecenderungan untuk berbicara cepat-cepat karena khawatir lupa. Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut dan dapat mempengaruhi audiens. dan moderator. pembicara dengan bebas berbicara dan bebas pula memilih kata-katanya sendiri. Mengorganisasikan suatu pidato bagaikan membangun sebuah jembatan. 1) Metode menghafal Pidato yang disampaikan dengan metode ini dipersiapkan dan ditulis secara lengkap terlebih dulu.tindak lanjut.

2003:56-58) . karena untuk pertama kalinya.d. Kunci sukses dalam pidato Beberapa orang masih takut berpidato. Akibatnya adalah hal-hal sebagai berikut. dan latihan memantapkan diri. Atau bahkan bisa menceritakan sebuah lelucon atau anekdot yang lucu. berdiri. Hal tersebut dapat teratasi dengan salah satu cara yaitu pelatihan dilakukan tahap demi tahap untuk mengurangi masalah yang ada dalam diri pembicara. penuh keraguan. sehingga ia tidak yakin pula dalam bersikap. jangan tidur terlambat. Mencari pokok bahasan yang dipahami sangat penting sebelum berpidato. “apakah saya benar-benar akan hidup lebih lama?” “Tidak. gugup.” “Kalau saya melakukan itu. Hal tersebut karena topik pidato yang dikuasai pembicara sangat menentukan sukses tidaknya suatu pidato. dan akhir. asal saya bisa panjang umur. mempersiapkan pidato dan melakukan latihan mungkin tidak diperlukan lagi. Menurut King (2008:156). mengatur keseimbangan. kunci pertama untuk menjadi pembicara yang sukses adalah “bicarakanlah hal yang Anda pahami”. tetapi banyak pembicara pemula membuat kesalahan dengan mengambil pokok bahasan yang tidak sepenuhnya dipahami. hal itu sangat diperlukan. Hal ini begitu jelas. tidak minum minuman keras. dan jauhi wanita. pria itu sadar. Selain itu juga perlu melakukan latihan duduk. (Rogers. Dia berkata pada dokter. Hal penting dalam pendahuluan pidato adalah membangkitkan perhatian. Cara Mengawali Pidato Pembicara yang belum berpengalaman dan tidak terlatih mungkin merasa kesulitan untuk mengawali pidato. cerita pendek tetapi lengkap yang memiliki bagian awal.” tanya pria muda itu. tengah. apa yang harus saya lakukan?” Dokter itu berkata. Agar memiliki kemampuan berpidato yang baik diperlukan persiapan yang sebaik-baiknya dan latihan secara teratur. Contoh anekdot Seorang pria muda yang tidak pernah sakit sepanjang hidupnya. atau bisa saja terbata-bata menyampaikan isi pidato. Audiens tertarik dan antusias untuk mendengarkan uraian atau topik 181 . namun bagi pemula. tidak merokok. berjalan. Bisa saja pembicara terlalu cepat berbicara. “Bangun pagi. saya bersedia melakukan apa saja. suara kurang keras hampir tidak terdengar sampai audiens belakang. tiba-tiba terserang penyakit yang sangat serius. Pengalaman tersebut membuatnya terguncang. Bagi orang yang sudah biasa berpidato di hadapan massa. lambat berbicara. e. banyak makan sayur. bahwa dirinya tidak abadi. “Dokter. Katakan dokter. meskipun sudah berkali-kali melakukannya. Cara berlatih yang baik agar pembicara bisa mengawali pidato dengan penuh percaya diri adalah dengan latihan menceritakan sebuah cerita sederhana. “tetapi. hidupmu akan terasa jauh lebih lama”. Penguasaan materi atau topik yang baik akan memperlancar penyampaian materi pidato.” jawab sang dokter. 1) Audiens merasa bosan karena lebih banyak tahu daripada orator 2) Orator tidak merasa yakin dengan pokok bahasannya.

yang penting “how”. Cara mengakhiri pidato Akhiri pidato dengan cara yang memikat. ilustrasi. 1) Ada pembicara yang tidak menyukai sesi tanya jawab Pembicara kurang menyukai sesi tanya jawab karena: a) Pendengar mengajukan pertanyaan sulit b) Pembicara tidak dapat menjawab pertanyaan pendengar c) Sedikit pengetahuan d) Kurang memahami materi yang disampaikan 2) Ada pembicara yang menyukai sesi tanya jawab.yang akan disampaikan. . kata-kata tokoh) 2) Mengajukan pertanyaan 3) Menyajikan ilustrasi 4) Memberikan fakta yang mengejutkan 5) Menyajikan hal yang mengandung rasa manusiawi 6) Mengetengahkan pengalaman yang ganjil Cara tersebut harus disesuaikan dengan tema pidato dan diselaraskan dengan latar belakang audiens. Menurut Effendi (2006:66). Biarkan suasana hening. karena efek yang timbul (negatif) sulit untuk dihilangkan. Pidato sebagai bagian dari komunikasi harus hati-hati. Tanya jawab juga memberikan pendengar kesempatan yang terbatas untuk ikut berpartisipasi. cerita atau pokok-pokok yang 182 f. menjawab pertanyaan pendengar bertujuan untuk menambah keragaman penyampaian materi. Berikutnya. Langkah–langkah tersebut di antaranya: 1) Meneliti masalah a) Menentukan maksud pidato b) Menganalisis pendengar dan suasana c) Memilih dan menyempitkan pokok permasalahan yang telah diangkat 2) Menyusun naskah pidato a) Mengumpulkan bahan Penyusunan dan pengumpulan data diusahakan seakurat mungkin yaitu sesuai fakta. g. pendapat ahli. Pertanyaan yang diajukan pendengar dalam sebuah sesi tanya jawab bisa ditanggapi seorang pembicara melalui dua sudut pandang. Dalam berpidato dan berkomunikasi. Setelah pidato berlangsung. ingat motto: “Naik mimbar tanpa persiapan. Semua memperhatikan. Selain itu. lakukan pengakhiran dengan menyimpulkan pidato. Menunggu dengan expresi wajah yang kebingungan. dan meyakinkan. Langkah-langkah pidato Dalam berpidato terdapat langkah–langkah penting yang harus dilakukan agar hasilnya maksimal. mengerti pesan dan akhirnya mengubah sikap dan perilaku sesuai dengan tujuan komunikasi. turun mimbar tanpa kehormatan”. Menjawab Pertanyaan Menurut Rogers (2003). Pidato dikatakan berhasil jika terpenuhinya tujuan/komponen pidato. h. tampilkan diri dan gagasan dengan tenang. Pidato berakhir dengan sangat memikat. lancar. berbagai cara dapat dilakukan untuk memikat perhatian audiens. sasaran memahami. Begitu semua perhatian terfokus kepada pembicara. Berdiam diri. Sebelum mengakhiri pidato. berhenti sejenak. tutup mulut sebentar. lanjutkan pidato. Dalam menjawab pertanyaan pendengar. Dalam berpidato. 1) Mengemukakan kutipan (ayat suci al-Quran.

terutama dalam situasi saling berhadapan atau tatap muka. (4) Penutup (simpulan. Pengetahuan pembicara beserta semua bahan– bahan tersebut akan memungkinkan pembicara berbicara dengan baik. Prinsip diskusi yang baik dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya dalam pertemuan. terdapat terdapat dua cara yang sering digunakan. dll. rencana. b. diskusi dibedakan menjadi dua. d) Menguasai isi pidato secara terperinci e) Latihan Moral 3) Latihan Sebelum menyampaikan suatu uraian di hadapan umum hendaknya pembicara terlebih dahulu melakukan latihan membaca naskah. yaitu 1) pidato bebas dengan sekali-kali melihat kerangka yang sudah disusun untuk menjamin keteraturan dan tidak terdapat ide-ide yang terlangkahi. Tiga langkah di atas harus dilakukan dengan urut. sasaran. Jenis diskusi Berdasarkan situasi. Hakikat diskusi Diskusi merupakan kegiatan sekelompok orang yang setidak-tidaknya terdiri dari beberapa orang. salam penutup. langkah. Kerangka pidato memang harus disusun secara terperinci supaya menimbulkan keyakinan tentang kesatuan koherensinya. DISKUSI a. seorang membicara dapat membiasakan diri dan menemukan cara yang tepat. 183 . tujuan. agar pada waktnya nanti dapat melakukan pidato dengan lancar. dll) c) Menguraikan isi pidato Langkah terbaik dalam berpidato tergantung pada pembawaan dan kesanggupan setiap orang yang bersangkutan serta suasana yang ada pada waktu itu. harapan. Dengan melakukan latihan. Dalam hal menguraikan isi pidato. sehingga dapat memberikan hasil yang makimal. sehingga dapat merencanakan kerangka pidatonya secara terperinci. Karena pertemuan tersebut pada hakikatnya ditujukan untuk mengambil keputusan. pesan. 1) Diskusi tertutup Diskusi tertutup atau pertemuan tertutup merupakan suatu pertemuan yang semua pesertanya ikut aktif mengambil bagian.kongkrit untuk mengembangkan pidato agar lebih maksimal. b) Membuat kerangka (out line) Seorang pembicara harus menentukan pokok–pokok pemasalahan. Penyusun pidato sebaiknya banyak bertanya kepada pihak–pihak yang menyetahui persoalan tersebut. Kerangka susunan pidato/skema susunan suatu pidato yang baik : (1) Pembukaan dengan salam pembuka (2) Pendahuluan yang sedikit menggambarkan isi (3) Isi atau materi pidato secara sistematis : maksud. Pada hakikatnya proses diskusi mengarah kepada pembicaraan suatu masalah secara tuntas oleh dua orang atau lebih. 5. 2) menggarap pidato tersebut dengan disusun kata-kata secara lengkap dan terperinci selanjutnya tinggal dibacakan saja.

184 . f) Forum Forum merupakan pertemuan umum atau ceramah yang melibatkan para peserta untuk mendiskusikan masalah. Jumlah peserta yang berpartisipasi dalam pertemuan seperti ini biasanya berbeda-beda. b) Simposium Simposium merupakan variasi dari panel. pendapat. Dalam ceramah terdapat komunikasi dua arah antara pembicara dan pendengar. disangkal oleh pihak lain yang disebut penyangkal (pihak/kelompok kontra). Sementara itu. dan gagasam di antara semua anggota kelpmpok. tanya jawab atau diskusi. Masalah yang dibahas dalam seminar mempunyai ruang lingkup yang terbatas dan tertentu. yaitu berupa dialog. g) Diskusi kelompok Diskusi kelompok adalah tukar menukar informasi. 2) Diskusi terbuka Diskusi terbuka atau pertemuan terbuka merupakan pertemuan yang terdiri dari orang-orang tertentu yang berbicara atau ikut dalam diskusi yang diadakan di hadapan peserta dalam jumlah bayak. jenis diskusi terbuka meliputi: a) Panel Panel merupakan suatu kelompok yang terdiri dari tiga sampai enam orang ahli yang ditunjuk untuk mengemukakan pandangannya dari berbagai segi mengenai suatu masalah. Jenis diskusi tertutup meliputi: a) Konferensi b) Komisi c) Wawancara Konferensi. tiga orang atau lebih yang dianggap ahli menyampaikan pandanganpandangan yang berbeda mengenai suatu pokok pembicaraan. karena merupakan jenis dasar diskusi tertutup. mulai dari hanya dua orang sampai sepuluh orang. para pendengar atau partisipan mengambil bagian dalam diskusi. sosial atau lainnya di depan sidang penonton atau pendengar. politik. c) Seminar Seminar merupakan suatu pertemuan yang bersifat ilmiah untuk membahas masalah tertentu dengan prasaran serta tanggapan melalui suatu diskusi untuk mendapatkan keputusan bersama mengenai masalah tersebut. Dalam suatu symposium. Menurut Zelko (1984). Diskusi terbuka juga disebut diskusi umum. d) Debat Debat adalah adu argumentasi untuk menentukan baik tidaknya suatu usul tertentu yang didukung oleh satu pihak yang disebut pendukung (pihak/kelompok pro) dan ditolak. Diskusi kelompok merupakan proses diskusi dalam semua situasi kelompok.termasuk ketua pertemuan tanpa kehadiran pendengar dalam bentuk apapun. Kegiatan tersebut antara pembicara dengan pendengar duduk terpisah. e) Ceramah Ceramah adalah suatu cara penyampaian keterangan atau informasi atau uraian suatu pokok persoalan secara lisan. pertemuan komisi dan wawancara hampir selalu mempunyai sifat pribadi.

Jika peserta diskusi kurang sependapat dengan pendapat peserta lain. 3) Moderator Di dalam kegiatan diskusi. 185 . Setiap peserta harus berlapang dada dalam menerima hasil diskusi. maka tidak boleh menolak secara kasar sehingga keberatan pada peserta lain disampaikan dengan kata-kata yang halus. Peranan ketua yang terutama adalah memimpin dan merangsang diskusi menurut rencana yang sudah dipersiapkan dan sesuai dengan pola. 1) Masalah atau materi yang akan dibahas 2) Ketua Ketua berfungsi sebagai pemimpin diskusi yang tidak berhak dan tidak boleh berpihak atau memperlihatkan apa sebenarnya pendiriannya. a) Membuka diskusi b) Menjelaskan tatatertib diskusi c) Mengemukakan masalah yang akan didiskusikan d) Mengarahkan dan mengendalikan jalannya diskusi e) Menampung gagasan yang di kekemukakan peserta diskusi f) Menyimpulkan /merumuskan hasil diskusi g) Membaca hasil perumusan simpulan hasil dari diskusi yang di lakukan h) Menutup diskusi 4) Peserta Peserta diskusi adalah individu maupun juga bagian dari kelompok. Komponen-komponen diskusi Komponen-komponen yang harus ada dalam kegitan diskusi. Moderator memiliki beberapa tugas. Perencanaa kegiatan diskusi Menurut Zelko (1984). langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam perencanaan diskusi: 1) Tentukan sifat pertemuan dan sifat kelompok 2) Tentukan jenis diskusi yang terbaik 3) Pilih dan rumuskan masalah yang akan dibahas 4) Pilih peserta dan informasikan segera 5) Adakan pertemuan dengan peserta 6) Siapkan fasilitas yang diperlukan 7) Pelajari masalah yang diacarakan 8) Persiapkan suatu kegiatan diskusi bagi seluruh program 9) Siapkan materi yang akan disampaikan 10) Pertimbangkan pengumuman apa yang diperlukan d. disertai argumentasi yang logis dan meyakinkan. objektivitas serta bersedia musyawarah. 1984). Sikap dan mentalitas peserta harus menandai diri dengan keterbukaan jiwa. Pendapat bisa disampaikan dengan cara berdiri atau sambil duduk dan sebelumnya memperkenalkan diri terlebih dahulu (Zelko. diperlukan seorang moderator. dan tidak menyakiti hati. sopan. Peserta diskusi berbicara atau menyampaikan pendapat dengan menyesuaikan situasi diskusi.c. Peserta diksusi mempunyai komunikasi dengan sesama anggota.

kebutuhan. Memperhatikan orang yang sedang berbicara merupakan upaya untuk menyimak. Keterampilan berbicara merupakan ketermapilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak. dan sintaksis. Setelah pidato berlangsung. bukan pasif. dimana pewawancara bermaksud memperoleh persepsi. Kegiatan tersebut terdiri dari serangkaian kegiatan mendengarkan. dan mengingat Wawancara (interview) merupakan suatu kegiatan tanya jawab dengan tatap muka (face to face) antara pewawancara (interviewer) dengan yang diwawancarai (interviewer) tentang masalah yang diteliti. Bagaimanakah konsep dasar menyimak dan berbicara! b. audiens memahami. Buatlah naskah pidato yang terdiri dari pembuka. melainkan suatu proses yang aktif dalam mengkonstruksi pesan dari suatu bunyi yang diketahui sebagai potensi fonologi. Mengapa narasumber harus menyampaikan jawaban denga benar ketika wawancara! c. ingat motto: “Naik mimbar tanpa persiapan. Praktik a. mengerti pesan dan akhirnya mengubah sikap dan perilaku sesuai dengan tujuan komunikasi juga salah satu faktor penunjang keberhasilan dalam kegiatan pidato. Dalam berpidato dan berkomunikasi. perasaan. maka hasilnya pun dipengaruhi oleh karakteristik pribadi pewawancara. ingat bahwa mengingat lebih sekadar dari membiarkan orang lain berbicara. Pidato dikatakan berhasil jika terpenuhi semua komponen pidato. memahami. RANGKUMAN Keterampilan menyimak bukan merupakan suatu proses yang pasif. sikap dan pola pikir dari yang diwawancarai yang relevan dengan masalah yang diteliti. Jelaskan komponen-komponen dalam diskusi! d. inti. 186 . Karena wawancara itu dirancang oleh pewawancara. dan keinginan kepada orang lain Berbicara dengan orang yang tidak dikenal bisa saja menimbulkan suasana yang tidak nyaman. Sejumlah penelitian ditunjukkan bahwa rasa takut untuk berbicara di depan public kemungkinan terkait dengan rasa takut untuk dipermalukan akibat konfrontasi di depan publik. Apabila seseorang ingin menjadi pembicara yang baik. LATIHAN 1. Pidato sebagai bagian dari komunikasi harus hati-hati. Dalam berpidato. Sampaikan naskah pidato yang sudah Anda buat di depan peserta PLPG! b. karena efek yang timbul (negatif) sulit untuk dihilangkan. Oleh karena itu mendengarkan merupakan perilaku aktif.C. turun mimbar tanpa kehormatan”. Tes tertulis Jawablah secara singkat dan jelas dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar! a. bahkan suasanya menjadi beku dan kurang besahabat. yang penting “how”. Simulasikan kegiatan wawancara mengenai pembelajaran bahasa Indonesia antara siswa dengan guru bahasa Indonesia! D. dan penutup dengan memilih salah satu tema berikut ini: 1) Pendidikan 2) Pembelajaran Bahasa Indonesia 3) Ujian Nasional 4) PLPG 2. semantik.

Jika narasumber menyampaikan jawaban dengan tidak benar maka dapat dimintai pertanggungjawabannya 3 Komponen-komponen dalam diskusi a. dan keinginan kepada orang lain. Moderator d. Ketua c. Konsep keterampilan berbicara merupakan ketermapilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak.5 2. Jawaban benar skor 5 2. KUNCI JAWABAN 1. Tes tertulis Soal Jawaban nomor 1 Konsep dasar menyimak adalah Keterampilan menyimak bukan merupakan suatu proses yang pasif. dan sintaksis. semantik. Jawaban mendekaati benar skor 4 3. kebutuhan. Jawaban kurang benar skor 3 4. dan penutup Keterangan: 1. melainkan suatu proses yang aktif dalam mengkonstruksi pesan dari suatu bunyi yang diketahui sebagai potensi fonologi. isi. Peserta 4 Naskah pidato sesuai dengan tema yang memuat. perasaan. Praktik 187 . pendahuluan.5 5 5 5 2. Masalah/materi b. Jawaban salah skor 2 Skor maksimal secara keseluruhan 25 Skor minimal secara keseluruhan adalah 10 N= Skor maksimal x4 N = 100 skor 2.E. 2 Narasumber harus menyampaikan jawaban dengan benar kepada interviewer karena jawaban tersebut merupakan data atau informasi yang sangat dibutuhkan oleh interviewer sebagai kebenaran atas apa yang ditanyakan.

Onong Uchjana. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Kapan Saja. 2006. 1981. Suprapto. Jakarta: PT Gramedia Roger. 2005.Lebar penilaian praktik Kriteria penilaian: sangat baik =5 baik =4 cukup =3 kurang =2 No 1 2 Nama vokal Kriteria penilaian sikap ekspresi Isi (pidato/ wawancara) Total skor F. Tarigan. Mukhsin. 2007. King. Maggio. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Teknik Diskusi dan Rapat Modern. Malang: YA3. 1990. Henry Guntur. 2006. 2008. Di Mana Saja. DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. Jakarta: PT Gramedia PT Pustaka Utama. Fadli. 2003. Yogyakarta: Media Pressindo. R. Berani Bicara di Depan Publik. Bandung:Nuansa Cendekia. Arsyad. Jakarta: Gunung Jati. Maidar G. 1984. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sukses Berbicara dengan Siapa Saja. Pengantar Teori Komunikasi.S. Rosalie. Zelko. Seni Berbicara: Kepada Siapa Saja.1988. dan Mukti U. Effendy. Bandung: Angkasa. Jakarta: Erlangga. Harold P. Strategi Belajar Mengajar: Keterampilan Berbahasa dan Apresiasi Sastra. Tommy. Terampil Wawancara. Panduan untuk Talk Show. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktik. Larry. 188 . Jakarta: Gramedia. Natalie.

189 .

Apa artinya kalimat itu. apapun medianya. gitar. Menjelaskan penulisan slogan. Menerapkan penggunaan EYD. konsep surat tidak resmi (pribadi) dan komponen surat tidak resmi. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti materi berbicara-menyimak. atau mengayuh sepeda. baik dengan media buku maupun media lain. 2. 6. Oleh sebab itu. Membaca apa saja. Konsep-konsep dasar dalam keterampilan membaca dan menulis Indikator : 1. karya tulis apapun yang dihasilkan tanpa bekal membaca sebelumnya. Karena membaca sebuah keterampilan. Tidak ada cara lain untuk mahir membaca selain latihan dan latihan. Semua informasi bisa kita baca. syarat-syarat paragraf. Menyusun kalimat efektif. 190 . denah. Di negara-negara maju kegiatan membaca telah membudaya dan merupakan bagian serta kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. dan penulisan Daftar Pustaka. Ibarat beras. 9. membaca dan membaca. Menjelaskan konsep surat resmi (dinas). diagram. dan/atau puisi menjadi narasi. Menulis adalah membaca. Menjelaskan konsep-konsep dasar dalam keterampilan membaca dan menulis. Sebab dengan membaca. Menjelaskan cara mengubah teks wawancara/dialog. Ibarat makanan.BAB VII KETERAMPILAN MEMBACA . kita punya bekal referensi yang memadai. 8. dan grafik secara benar. Menjelaskan variasi bahasa untuk menunjang pembelajaran keterampilan berbahasa. tidak saja untuk meraih keberhasilan selama bersekolah melainkan juga sepanjang hayatnya. membaca memerlukan pelatihan dan strategi khusus guna memperoleh hasil yang optimal dari apa yang kita inginkan.KETERAMPILAN MENULIS A. ia tidak akan pernah bernas. Sering ide dilahirkan selepas kita membaca buku. Menjelaskan konsep paragraf. Kita bisa membuat satu artikel bahkan dari sebuah buku yang kita baca. Membaca jangan terbatas dan tersandera pada buku semata. Menerapkan penulisan karya ilmiah. yakni sesuatu yang kita anggap penting dan menarik. B. 2) memahami konsep dasar menulis Membaca merupakan keterampilan dasar. 5. komponen surat resmi. “menulis adalah membaca”? Artinya. Menerapkan cara membaca tabel. maka ia harus dilatih sebagaimana kita bermain piano. dan penanda hubungan antarparagraf. tulisan yang kita hasilkan bakal terasa hampa. kita tidak bisa menulis tanpa membaca! Barangkali kita bisa menulis tanpa membaca. termasuk jaringan yang semakin maju. 10. Paling gampang. 4. jenis paragraf. tetapi yakinlah. lahirlah timbangan atau resensi buku. sebagai suatu keterampilan berbahasa. Membaca adalah keterampilan. ia akan terasa hambar tanpa garam yang sama sekali tidak menerbitkan selera untuk dibaca. Menulis adalah membaca. Bagaimana dengan di Indonesia ? Keterampilan membaca memang amat diperlukan oleh siapa pun yang mulai memasuki dunia informasi melalui media tulis. penulisan kutipan. 7. Memahami konsep dasar membaca. 3. maka perserta PLPG diharapkan dapat: 1. Ini berarti bahwa keterampilan tersebut perlu dimiliki setiap orang. dan menyusun bahasa surat yang baik dan benar.

menghubungkan informasi yang terserak. banyak sumber pustaka yang masih dapat kit abaca dan gali. Membaca memperluas wawasan b. Di luar apa yang pernah dia miliki sebelumnya. Membaca menjadikan otak dan pikiran Anda aktif f. membaca adalah kuncinya. dan pengalaman melebihi usia Anda. Anda harus menambah stok tersebut agar proses menulis menjadi lancar. pilihan kalimat. 1. Membaca akan menambah pengetahuan. Jika selama ini Anda kesulitan menulis dan selalu berhenti pada kalimat atau paragraf pertama. waktu terus berjalan. Anda hanya bisa membuka jendela dunia dengan membukanya. Masyarakat yang kuat dalam tradisi membaca akan memiliki kekuatan pula dalam tradisi menulis. Membaca merangsang terbentuknya informasi baru di sistem daya ingat yang siap dipanggil kapan saja g. Kita lebih senang mengobrol ke sana ke mari daripada membaca dan menulis. Anda tidak perlu menghabiskan 10 tahun lamanya seperti yang telah dijalani sang penulis. Memang di era globa ini buku bukan satu-satunya sumber ilmu. Dengan demikian. Membaca membantu Anda belajar teknik menulis yang dipakai oleh orang yang lebih berpengalaman d. Membaca membuat Anda punya bahan yang banyak untuk menuliskannya kembali 191 . 2. bisa jadi penyebabnya karena terlalu sedikit stok informasi yang Anda miliki sebelumnya. Membaca membuat ide Anda melimpah e. Membaca membantu melihat sudut pandang yang berbeda c. tapi tidak banyak pengetahuan baru yang bisa diserap. maka menulis adalah proses menyajikan kembali khazanah tersebut kepada masyarakat luas. Membaca dan menulis merupakan satu kesatuan yang sulit dipisahkan. Masyarakat Indonesia harus diakui masih sangat kuat dalam tradisi berbicara. Hubungan Membaca dan Menulis Jika membaca adalah proses membuka jendela dunia. Anda bisa menggabungkan sebuah khazanah dengan khazanah yang sudah dimiliki sebelumnya. Seseorang harus memiliki sesuatu terlebih dahulu sebelum bisa memberikan kepada orang lain. penelitian atau buku yang dihasilkan suatu bangsa berbanding lurus dengan kemajuan budaya baca pada bangsa tersebut. melihat wawasan yang ada dan menjadikannya sebagai khazanah pribadi. Seseorang harus memiliki wawasan terlebih dahulu sebelum terampil dalam membaginya kepada orang lain. Anda seolah-olah bisa berkelana ke sejarah masa lalu dan melihat apa yang terjadi dalam waktu singkat. yakni lewat aktivitas membaca. Berikut manfaat membaca bagi keterampilan menulis. Dengan demikian membaca mau tidak mau adalah proses yang harus dijalani oleh orang yang berkeinginan untuk bisa menulis. Manfaat Membaca bagi Keterampilan Menulis Begitu besar manfaat membaca untuk mengasah keterampilan menulis seseorang. Sangat sulit bagi seseorang untuk menulis sesuatu yang di luar dirinya. dan melihat benang merah dari sebuah persoalan j. Membaca sebuah buku selama beberapa jam yang berisi pengalaman seseorang selama 10 tahun akan membuat Anda mendapatkan pengalaman yang sama dalam waktu yang jauh lebih singkat. Membaca membuat Anda mampu menganalisa.Buku adalah jendela dunia. a. Membaca memperkaya kosa kata. dan cara penyajian yang bisa Anda pakai dalam menulis i. Itu mengapa jumlah karya ilmiah. Membaca membuat jalan pikiran Anda menjadi lebih lentur h. wawasan.

Pertama. dsb. Tak kalah penting. Namun Halliday membedakan variasi bahasa berdasarkan pemakai (dialek) dan pemakaian (register). Membangun Tradisi Membaca dan Menulis Sudah saatnya membangun kembali tradisi membaca dan menulis. Rajin Membaca. Anda punya amunisi kata dan kalimat yang siap dituliskan. Sebut saja Khalil Gibran. Aktif Menulis Begitu banyak contoh di sekitar kita yang menunjukkan bagaimana orang yang gemar membaca cenderung memiliki keterampilan menulis yang baik. Anda pun akan punya pikiran yang lebih jernih dan sehat. tetapi disini membedakannya agak sulit. jawabannya adalah tidak. Dalam hal variasi bahasa ini ada dua pandangan. Tidak mudah menyerah. selalu memiliki solusi alternatif dan menghasil ide-ide terobosan dalam mengembangkan tulisannya. idiolek. William Shakespeare. Dengan kebiasaan tersebut. 1. Bukan soal bagaimana jalan kehidupan yang harus kita tempuh. Setiap orang mempunyai idiolek masing-masing. variasi itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa itu. kita harus berani keluar dari kebiasaan dan tidak terkungkung dengan apa yang ada saat ini adalah salah satu hal yang harus dipenuhi untuk menghasilkan suatu produk tulisan yang layak disebut sebagai tulisan kreatif. kita dapat mengenali suara seseorang yang kita kenal hanya dengan mendengar suara tersebut Idiolek melalui karya tulis pun juga bisa. Anda punya kacamata yang mampu melihat berbagai sudut pandang. Variasi Bahasa Variasi Bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen. Tapi bagaimana kita memandang dan memanfaatkan setiap momen yang telah kita lewati untuk menjadi sebuah karya. Inilah kontribusi yang bisa Anda berikan untuk menjadikan bangsa ini lebih maju. Keduanya harus menjalani kehidupan yang kurang mengenakan terlebih dahulu. variasi bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam. Hanya sedikit nama yang layak disebut sebagai penulis besar.3. Anda bisa melatih keterampilan menulis. dimulai dari segi penutur ataupun dari segi penggunanya. Idiolek ini berkenaan dengan “warna” suara. keterampilan menulis Anda akan meningkat dengan sendirinya. Jika banyak pembaca yang bertanya. Kedua pandangan ini dapat saja diterima ataupun ditolak. Seorang penulis kreatif akan sukses jika memiliki semangat atau motivasi sejauh mana menginginkan hal-hal baru dan melakukan perubahan. merupakan variasi bahasa yang bersifat perseorangan. variasi bahasa itu dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya keragaman sosial dan fungsi kegiatan didalam masyarakat sosial. Yang jelas. Yang paling dominan adalah warna suara. Lewat kebiasaan membaca. Kedua. Itulah yang dilakoni Shakespeare dan Khalil Gibran hingga mengantarkannya menjadi penulis terkenal. susunan kalimat. Motivasi ini dilandasi sejauh mana kita menginginkan perbaikan dalam hidup. pilihan kata. Kita justru bersyukur jika tidak melewati fase hidup yang begitu berat seperti dialami mereka. Jadi variasi bahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa. bagaimana caranya agar saya bisa menulis dengan baik? Maka jawaban sederhana saya adalah rajin-rajinlah membaca. C. 192 . Variasi dari Segi Penutur Pertama. gaya bahasa. 4. Berikut ini akan dibicarakan variasi-variasi bahasa tersebut.

pendidikan. Ragam ini menggunakan bahasa yang tidak lengkap dengan artikulasi yang tidak jelas. Variasi ini biasanya dibicarakan berdasarkan bidang penggunaan. Untuk menceritakan atau menyampaikan kembali hasil wawancara kepada orang lain. Bacalah teks wawancara dengan cermat. yaitu ragam beku (frozen). 2. D. rapat dinas. status. Variasi dari Segi Sarana Variasi bahasa dapat pula dilihat dari segi sarana atau jalur yang digunakan.Kedua. Agar Anda dapat menarasikan teks wawancara dengan baik. Variasi bahasa berdasarkan bidang pemakaian ini adalah menyangkut bahasa itu digunakan untuk keperluan atau bidang apa. pertanian. variasi bahasa dibagi menjadi lima macam gaya (ragam). dialek. keadaan sosial ekonomi. jurnalistik. ataupun pembicaraan yang berorientasi kepada hasil atau produksi. Misalnya. kronolek atau dialek temporal. Sebagai contoh. yang digunakan dalam situasi khidmat dan upacara resmi. Ketiga. lakukan langkah-langkah berikut. golongan. pemakainya atau fungsinya disebut fungsiolek. 3. dan kelas sosial para penuturnya disenut dengan prokem. lima puluhan. Misalnya. Wujud ragam ini berada diantara ragam formal dan ragam informal atau santai. atau tingkat keformalan dan sarana penggunaan. dsb. Catatlah pokok-pokok isi wawancara. Variasi dari Segi Pemakaian Variasi bahasa berkenaan dengan penggunanya. sosiolek atau dialek sosial. seperti antar anggota keluarga. dsb. ragam atau register. ragam santai (casual). seperti usia. pendidikan. buku pelajaran. dsb. Sehubungan dengan variasi bahasa yang berkenaan dengan tingkat. pelayaran. yang berada di suatu tempat atau area tertentu. ragam usaha (konsultatif). rapat-rapat. seks. pekerjaan. Dalam sosiolinguistik variasi inilah yang menyangkut semua masalah pribadi penuturnya. Narasi merupakan bentuk karangan pengisahan suatu cerita atau kejadian. 2. atau teman karib. Ragam resmi adalah variasi bahasa yang digunakan dalam pidato kenegaraan. dsb. berekreasi. dsb. ceramah. Variasi dari Segi Keformalan Menurut Martin Joos. yaitu variasi bahasa dari sekelompok penutur yang jumlahnya relatif. berolahraga. Ragam usaha adalah variasi bahasa yang lazim digunakan pembicaraan biasa di sekolah. 193 . ragam akrab (intimate). yaitu variasi bahasa yang digunakan oleh kelompok sosial pada masa tertentu. sumpah. misalnya bertelepon atau bertelegraf. gaya. golongan dan kelas sosial para penuturnya. teks wawancara perlu diubah dalam bentuk narasi. akte notaris. bidang sastra. Ragam akrab adalah variasi bahasa yang biasa digunakan oleh para penutur yang hubngannya sudah akrab. Bidang studi yang mempelajari tentang variasi bahasa ini adalah dialektologi. Ragam beku adalah variasi bahasa yang paling formal. Mengubah Teks Wawancara menjadi Narasi Teks wawancara merupakan bentuk penyajian informasi berupa tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Ragam santai adalah variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tidak resmi untuk berbincang-bincang dangan keluarga atau teman pada waktu beristirahat. Dalam hal ini dapat disebut adanya ragam lisan dan tulis atau juga ragam dalam berbahasa dengan menggunakan sarana atau alat tertentu. militer. variasi bahasa Indonesia pada masa tahun tiga puluhan. Ragam ini banyak menggunakan bentuk alegro. yakni bentuk ujaran yang dipendekkan. ragam resmi (formal). Keempat. undang-undang. ataupun saat ini. 1. dalam khotbah. 4. yaitu variasi bahasa yang berkenaan dengan status.

4. Ciri kalimat tak langsung sebagai berikut.rata hasilnya hanya mencapai tujuh kg. 5. Bertanda petik (“.99 kg per pohon per musim. yang pada umur sama rata. sebab.” Wartawan : “Berapa lama Adik mempersiapkannya? Pelajar : “Yah. supaya. 4. Berkata lugas misalnya bahwa. Masih ingatkah kalian ciri-ciri kalimat langsung dan tak langsung? Perhatikan keterangan berikut ini! Ciri kalimat langsung sebagai berikut. 5. Intonasi bagian yang dikutip lebih tinggi daripada bagian lain 3.5 cm. Jika dinarasikan maka Anda harus mengubah kalimat tersebut menjadi kalimat tak langsung. 1. kira-kira 1 tahun. Persiapan yang dibutuhkan untuk mengikuti lomba tersebut selama 1 tahun. Kalimat yang diberi tanda petik bisa berbentuk kalimat berita.. Ini lebih tinggi dibanding produksi anggur Probolinggo dan Bali.. atau perintah. Teks wawancara di atas dapat kita ubah menjadi narasi sebagai berikut. Tidak berkata lugas. Pak? Narasumber : Menggembirakan! Sembilan belas tahun yang lalu anggur Australia telah diuji coba di kebun Banjarsari. 194 . Buatlah pengantar ke arah isi wawancara. 2. Contoh lain Penanya : Bagaimana perkembangan anggur Australia saat ini. Lengkapilah narasi dengan bagian penutup.. segar dengan aroma harum. Hanya berbentuk kalimat berita.”) 2. Jawa Timur. 3. Probolinggo. Bibit anggur itu sekarang sudah bisa didapat di mana pun. Kata ganti orang pada bagian kalimat yang dikutip tetap.83 – 2. Kata ganti orang pada bagian kalimat yang dikutip.3. Ukuran buah sekitar 1. Contoh: Perhatikan contoh menarasikan wawancara berikut ini! Wartawan : “Wah hebat! Adik telah berhasil menjadi juara pertama Lomba Mengarang. untuk. Rasanya manis. 8 – 12 bulan setelah penelitian bibit anggur tersebut sudah diupayakan perbanyakannya. Pada umur 2 tahun mampu memproduksi buah kira-kira 9.” Teks wawancara tersebut jika diubah menjadi narasi akan menjadi seperti berikut ini ! Seorang pelajar telah berhasil menjadi juara pertama Lomba Mengarang. Hal itu berarti teks yang berupa tanya jawab antara penanya dan narasumber diubah menjadi bentuk tulisan atau teks cerita. 1. Tidak bertanda petik. 5. 4. Narasikan isi wawancara dengan mengembangkan pokok-pokok isi.53 cm dengan kulit cukup tebal.. Intonasi mendatar dan menurun pada bagian akhir kalimat.” Pelajar : “Terima kasih. Panjang tandannya sekitar 17. tanya. Masih ingatkah Anda tentang materi wawancara? Anda akan berlatih mengubah teks wawancara menjadi teks narasi. Dapatkah Anda mengubah teks wawancara menjadi bentuk narasi? Bagaimana cara mengubah teks wawancara menjadi bentuk naratif? Perlu dicermati lagi bahwa wawancara biasanya berupa kalimat langsung.

Tukarlah hasil pekerjaan Anda dengan teman untuk disunting! E. Biasanya fakta atau informasi itu hanya berupa nama dan bilangan yang tersusun dalam urutan kolom dan baris. Grafik memungkinkan penyampaian informasi yang kompleks secara lebih mudah. Tabel adalah daftar berisi ikhtisar sejumlah data atau informasi. 195 . Matriks adalah tabel yang disusun dalam lajur dan jajaran sehingga butirbutir uraian yang diisikan dapat dibaca dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan. Jawa Timur. Grafik. digunakan pula untuk menunjukkan fluktuasi suatu perkembangan jumlah. jelas. Bagan adalah gambaran secara analisis yang digunakan untuk membantu memperjelas proses kerja. Anggur tersebut rasanya manis dan segar dengan aroma yang harum. Probolinggo. Jika anggur ini berubah. Macamnya ada grafik batang. dan efektif. atau lebih. Ukuran buahnya sekitar 1.83 – 2. Peta adalah gambar yang menunjukkan letak suatu tempat Langkah membaca tabel dan grafik. Menjelaskan Cara Membaca Tabel. Sekitar sembilan belas tahun yang lalu anggur Australia telah diuji coba di kebun Banjarsari. diagram. Bibit anggur Australia ini sekarang sudah bisa didapat di kebun buah di mana pun. Grafik adalah lukisan pasang surut atau naik turunnya suatu keadaan. Jumlah ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan produksi anggur Probolinggo dan anggur Bali. sepuluh tahun. Media ini dapat memberikan gambaran suatu informasi secara jelas. Bagan merupakan gambar rancangan/skema/alat peraga grafis untuk menyajikan data agar memudahkan penafsiran. yakni garis koordinat X yang berposisi horisontal dan garis koordinat Y yang vertikal. grafik merupakan media visual yang sering digunakan untuk memperjelas suatu bacaan. Carilah contoh teks wawancara bentuk lain kemudian jawablah pertanyaan berikut. Delapan sampai dua belas bulan setelah penelitian di kebun Banjarsari. perbandingan serta naik turunnya suatu jumlah data akan lebih jelas. Dengan grafik. menarik.5 cm. yang pada umur sama rata-rata hanya menghasilkan 7 kg saja. Dalam grafik terdapat dua jenis garis koordinat. Sajian informasi yang menggunakan tabel lebih mudah dibaca dan disimpulkan. dan tabel. Tabel merupakan alat bantu visual yang berfungsi menjelaskan suatu fakta atau informasi secara singkat. seperti gambar. grafik lingkaran. dan lebih menarik daripada kata-kata. enam tahun. misalnya dalam rentang waktu lima tahun. Seperti halnya tabel. Informasi verbal adalah informasi yang disampaikan dengan kata-kata.53 cm dengan kulit cukup tebal. mudah. Ubahlah teks wawancara tersebut menjadi bentuk narasi dengan memerhatikan langkah-langkah penyajiannya! 2. Probolinggo. anggur Australia mampu memproduksi buah kira-kira 9. 1. panjang tandannya sekitar 17. Diagram merupakan gambaran (buram. bibit anggur Australia ini sudah diupayakan perbanyakannya. grafik garis. grafik. Diagram. Bentuknya berupa kolom-kolom dan baris-baris. Pada umur dua tahun. dan Denah secara Benar.99 kg per pohon per musim. Grafik merupakan gambar yang terdiri atas garis dan titik-titik koordinat.Perkembangan anggur Australia saat ini sungguh menggembirakan. Adapun informasi nonverbal adalah informasi yang disajikan dengan bentuk visual. Tabel adalah daftar berisi ikhtisar dari sejumlah fakta dan informasi. matriks. Selain itu. Pertemuan antara setiap titik X dan Y membentuk baris-baris dan kolomkolom. sketsa) untuk memperlihatkan atau menerangkan sesuatu. Umumnya grafik digunakan untuk membandingkan jumlah data. bagan.

dan antar paragraf. deduktif: ide pokok di awal paragraf 2. dan Penanda Hubungan antarparagraf Paragraf adalah kesatuan pikiran yang mengungkapkan ide pokok yang berbentuk dalam rangkaian kalimat yang berkaitan dengan bentuk (kohesi) dan makna (koherensi). yaitu kepaduan. Bacalah tabel dan grafik secara menyeluruh. Bacalah judulnya karena judul ini memberikan ringkasan yang padat tentang informasi yang akan disampaikan. Jawaban pertanyaan tersebut diharapkan ada dalam tabel dan grafik yang Anda hadapi. 1. dan Denah masing-masing satu buah. Pelatihan: Carilah Tabel. misalnya dalam bentuk urutan tahun. induktif: ide pokok di akhir paragraf 3. sedangkan kata penghubung antar kalimat di awal kalimat 196 . Diagram. Ajukan pertanyaan tentang tujuan tabel dan grafik itu. Keterangan itu. 2. Bacalah keterangan yang ada di atas. di bawah atau di sisinya. Narasi: menceritakan suatu kejadian berdasarkan kronologi. 6. antar kalimat. 4. informasi apa yang Anda perlukan. Persuasi: berisi ajakan untuk merubah pendapat pembaca agar sama denganpenulis. 5. kausal: menunjukkan hubungan sebab-akibat dalam suatu kejadian. dapatkan keterangannya dalam informasi yang disajikan di sana dengan selalu mengingat tujuan Anda. 7. 2. Dalam paragraf terdapat tiga persyaratan agar paragraf menjadi padu. Anda cukup mengubah judulnya menjadi pertanyaan. karena judul memberikan ringkasan yang padat tentang informasi yang akan disampaikan. ineratif: ide pokok di tengah paragraf. Jenis Paragraf. dan kelengkapan. berapa perkembangannya. kalimat pengembang atau kalimat penjelas. dan seterusnya. Keterangan itu merupakan kunci penjelasan tentang data yang disampaikan. Membaca judul merupakan kegiatan penting untuk memahami isi pesannya. Definisi: menjelaskan sesuatu dengan jelas dengan konjungsi (adalah. seberapa banyak. persentase. Resapilah isi judul tabel dan grafik yang Anda hadapi. atau angka-angka. Pola pengembangan paragraf. 3. Kata penghubung antar klausa biasanya terletak di tengah-tengah kalimat. kemudian bacalah dengan benar sesuai langkah di atas! F. Caranya mudah. secara lahiriah unsur paragraf itu berupa: kalimat topik atau kalimat utama. Grafik. Penanda Hubungan antarparagraf Kata penghubung adalah kata tugas yang menghubungkan antar klausa. misalnya di mana.1. Eksposisi: menguraikan sesuatu sejelas-jelasnya agar pembaca mudah mengertidan jelas. Paragraf adalah bagian karagan yang terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran. Argumentasi: berisi fakta yang tidak untuk persuasif melainkan hanyamenegaskan pendapat penulis. campuran: ide pokok di awal dan akhir paragraph 4. ialah. contoh: memberikan contoh agar mudah dipahami. kesatuan. 1. Apabila sebuah paragraf deskriptif atau naratif. yaitu)yang tepat agar gampang dimengerti. Paragraf. kronologi: mempunyai catatan waktu yang jelas. 4. Syarat-syarat Paragraf. dan kalimat penegas Bentuk paragraf . Jenis paragraf . 3. spasial: menulis yang berhubungan dengan tempat tertentu danmenggambarkannya. Deskripsi: menggambarkan suatu kejadian dengan kata-kata yang merangsangindra agar realistis. perbandingan: membandingkan sesuatu untuk menemukan perbedaan a t a u persamaan. fungsional: mempunyai kegunaan tertentu untuk sang penulis.

Kata Penghubung Disjungtif (pilihan) Kata penghubung pilihan merupakan konjungsi koordinatif yang menghubungkan dua unsur yang sederajat dengan memilih salah satu dari dua hal atau lebih. seraya. atau kalimat dalam kedudukan yang sederajat. frasa. melainkan. dan biarpun. dan bilamana. Kata kata yang menyatakan hubungan ini adalah jika.. karena. bilamana. lagi. lagi pula. hingga. induk kalimat merupakan akibatnya. demi. bila. maupun. sementara. dan entah. sampai. misalnya sebelumnya dan sesudahnya. bagai. tanda seru. 8. 10. Kata Penghubung Akibat (konsekutif) Konjungsi akibat menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi akibat suatu hal yang lain.. 197 . dan namun. Kata Penghubung Sebab (kausal) Konjungsi sebab menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi karena suatu sebab tertentu.atau. sebelum. atau tanda tanya). Kata Penghubung Pertentangan Kata penghubung pertentangan merupakan konjungsi koordinatif yang menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat dengan mempententangkan kedua bagian tersebut. waktu. dan akibatnya. apabila. Dalam hal ini anak kalimat ditandai konjungsi yang menyatakan akibat. Kata-kata yang termasuk dalam konjungsi ini adalah walaupun. Kata Penghubung Syarat (kondisional) Konjungsi syarat menjelaskan bahwa suatu hal dapat terjadi bila syarat-syarat yang disebutkan itu dipenuhi. 9. atau tindakan. sampai. Macam-macam kata penghubung dan fungsinya : 1. bagaikan. Kata-kata yang dipakai untuk menandai konjungsi akibat adalah sehingga. Kata Penghubung Temporal (waktu) Kata penghubung temporal menjelaskan hubungan waktu antara dua hal atau peristiwa.entah. jikalau. Kata Penghubung Final (tujuan) Konjungsi tujuan adalah semacam konjungsi modalitas yang menjelaskan maksud dan tujuan suatu penistiwa.. Kata-kata yang biasa dipakai untuk menyatakan hubungan ini adalah : supaya. Bila anak kalimat ditandai oleh konjungsi sebab. sebab itu. misalnya : apabila. sedangkan. sebagaimana.. dan serta. sedangkan peristiwanya dinyatakan dalam induk kalimat. Kata Penghubung Tak Bersyarat Kata penghubung tak bersyarat menjelaskan bahwa suatu hal dapat terjadi tanpa perlu ada syarat-syarat yang dipenuhi. misalnya: atau. sebaliknya. dan agar. 2. dan tatkala. ibarat. Kata kata yang sering dipakai dalam konjungsi ini adalah sebagai. 4. ketika. Kata Penghubung Aditif (gabungan) Kata Penghubung aditif (gabungan) adalah konjungsi koordinatif yang berfungsi menggabungkan dua kata. baik. untuk.baik. semwnjak. Kata-kata konjungsi temporal berikut ini menjelaskan hubungan yang tidak sederajat. dan daripada. sejak... 3. dan karena itu.. padahal... Biasanya bagian yang kedua menduduki posisi yang lebih penting daripada yang pertama. seakan-akan. misalnya : tetapi. akan tetapi. 6. asalkan.. 5. guna. klausa. Kata Penghubung Perbandingan Kata penghubung perbandingan berfungsi menghubungkan dua hal dengan cara membandingkan kedua hal itu. 7.(setelah tanda titik. sesudah. misalnya : dan. seperti. sambil. umpama. Sementana konjungsi berikut ini menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat.. meskipun. Kata-kata yang dipakai untuk menyatakan hubungan sebab adalah sebab. kalau. sedari. selama. atau.. setelah. dan kata penghubung antarparagraf letaknya di awal paragraf.

meskipun. yakni.. 14. 13. Kata-kata yang termasuk dalam konjungsi ini adalah mula-mula. Kata Penghubung Situasi Kata penghubung situasi menjelaskan suatu perbuatan terjadi atau berlangsung dalam keadaan tertentu. 15. dan contoh. apalagi. Contoh kata dalam konjungsi ini adalah bahwa. Konjungsi lain yang masih merupakan konjungsi penanda yaitu konjungsi penanda pengutamaan. kesejajaran. dan terutama. dan maupun. Contoh kata-kata konjungsi ini adalah yang penting. biar.. dan penekanan. yang pokok. lalu. sehingga.bertambah . padahal. misalnya. paling utama. Kata Penghubung Pembenaran (konsesif) Konjungsi pembenaran adalah konjungsi subondinatif yang menghubungkan dua hal dengan cara membenarkan atau mengakui suatu hal. kendatipun.. umpama. Kata-kata yang ada dalam konjungsi ini adalah misalnya. . Kata Penghubung Urutan Konjungsi ini menyatakan urutan sesuatu hal. dan sambil.. Kata-kata yang tenmasuk dalam konjungsi ini adalah bahkan... ringkasnya.. bertambah . Kata Penghubung Penanda Kata penghubung ini menyatakan penandaan terhadap sesuatu hal.11. KESATUAN GAGASAN.. kian. Ciri-ciri kalimat efektif: (memiliki). Contoh: Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum. Termasuk di dalam konjungsi hal-hal yang menyatakan rincian. sementara penolakan dinyatakan dalam anak kalimat yang didahului oleh konjungsi seperti. serta kelogisan. Dapat juga dikatakan bahwa kedua kalimat mempunyai hubungan timbal-balik. melainkan keterangan.. yaitu.. selain. dan sekalipun. Kata Penghubung Korelatif Konjungsi korelatif menghubungkan dua bagian kalimat yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga yang satu langsung mempenganuhi yang lain atau yang satu melengkapi yang lain. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek. 18. Kata Penghubung Pembatasan Kata penghubung ini menyatakan pembatasan terhadap sesuatu hal atau dalam batas-batas mana perbuatan dapat dikerjakan. sementara menolak hal yang lain yang ditandai oleh konjungsi tadi.. Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis serta dapat diterima maksud dan tujuannya seperti yang di maksud penulis /pembicara.. sungguhpun.. kehematan. dan asal. serta unsurunsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal. Kata Penghubung Penjelas (penetap) Konjungsi penjelas berfungsi menghubungkan bagian kalimat terdahulu dengan perinciannya. Kalimat efektif memiliki subyek. 16. Kata-kata yang dipakai dalam konjungsi ini adalah sedang. misalnya kecuali.. sedemikian rupa. Kata Penghubung Penegas (menguatkan atau intensifikasi) Konjungsi ini berfungsi untuk menegaskan atau meningkas suatu bagian kalimat yang telah disebut sebelumnya. 1. semakin. G. predikat. umpama. kesatuan gagasan. .. dan akhirnya. 17. baik.. Ciri bahwa unsur itu 198 . tidak hanya… ….... 12. Kata-kata yang yang menyatakan konjungsi ini adalah semakin …. sedangkan.tetapi juga. . walaupun. kian . Pembenanan dinyatakan dalam klausa utama (induk kalimat). biarpun.. . dan kemudian.

• Menggunakan partikel. Dalam kata mawar. Contoh: Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan. Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu.merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan). 2. 2. 3. Contoh : 1. Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya. anyelir.anyelir. Bisakah dia menyelesaikannya? • Menggunakan repetisi. Kalimat itu harus diubah : 1.dan melati terkandung makna bunga. 3. • Menggunakan pertentangan. yakni menggunakan imbuhan di-. KEHEMATAN. Anak itu tidak malas.anyelir. Kami pun turut dalam kegiatan itu. 4. Kalimat efektif memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Yang satu menggunakan predikat aktif. KELOGISAN. Contoh: Bunga-bunga mawar. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-. Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. Kalimat tersebut harus diubah misalnya . Kalimat yang benar adalah: Mawar. tetapi total dan menyeluruh. antara orang tua dan anak. Contoh : Dalam membina hubungan antara suami istri. yakni imbuhan me-. Caranya: • Mengubah posisi dalam kalimat. Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu. antara pemerintah dan rakyat. tetapi rajin. sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif. Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain 2. dan melati sangat disukainya. Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial. bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di. antara guru dan murid. KESEJAJARAN. Pada kalimat efektif kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan. yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan. -pun. dan melati sangat disukainya. Pada kesempatan lain. diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya. Contoh : 1. Kata-kata yang berlebih. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan 2. dan –kah. Contoh : 1. kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini. 2.pula. penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel – lah. Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan. Kalimat efektif harus mudah dipahami. yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting. 5. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat. Contoh : Waktu dan tempat saya persilakan. 199 . yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat. PENEKANAN.

H. Sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a. penting untuk selalu menyegarkan dan meningkatkan kemampuan berbahasa kita. dalam permendiknas tersebut dipergunakan bagi instansi pemerintah. Tidak aneh apabila upaya untuk memiliki bahasa sendiri yang mampu mempersatukan seluruh bangsa dan menjadi media komunikasi. Yaitu tenun ikat yang khas Timor Timur. dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud. Seluruh siswa-siswa diharapkan harus mengikuti kerja bakti. b. tiada bahasa hilanglah bangsa. PELATIHAN Ubahlah kalimat-kalimat di bawah ini menjadi kalimat efektif! 1. dinyatakan tidak berlaku. SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. perlu disempurnakan kembali. Kegagalan proyek itu karena perancangan yang tidak mantap 5. swasta. dan pengantar merupakan perjuangan tersendiri dalam perjalanan sejarah kita. 200 . 2.Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. pendidikan. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Penggunaan EYD Bahasa menunjukkan bangsa. Oleh karena itu. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. saya persilakan untuk naik ke podium. Para siswa-siswa diharuskan hadir di sekolah. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. bahwa sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat. 46 Thun 2009 Tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. 4.Bapak penceramah. Menimbang : a. Maka lahirlah Permendiknas no. Dalam musyawarah itu menghasilkan lima ketetapan. Wajah kebudayaan suatu bangsa memang terlihat dari praktik kebahasaan seluruh warganya. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987. Itu kata Muhammad Yamin puluhan tahun yang silam. perlu disempurnakan kembali. 3. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987.

H. Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional. S. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Juli 2009 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. Perbedaan kedua jenis artikel tersebut terletak pada bagian isi. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 2008.H. Fungsi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). dipergunakan bagi instansi pemerintah. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. dan Penulisan Daftar Pustaka 1. swasta. 46 tahun 2009. Artikel Ilmiah Artikel ilmiah merupakan salah satu bentuk karya ilmiah. yaitu artikel konseptual--artikel yang diangkat dari gagasan atau ide penulis—dan artikel penelitian–artikel yang diangkat dari hasil penelitan. Pasal 1 (1) Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. NIP196108281987031003 Naskah Lengkap EYD sesuai Permendiknas no. Jika dalam artikel konseptual 201 .Mengingat : 1. Andi Pangerang Moenta. Penulisan Kutipan. TTD BAMBANG SUDIBYO Salinan sesuai dengan aslinya. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu. 3. (2) Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 77/M Tahun 2007. M. Susunan Organisasi. Kepala Biro Hukum dan Organisasi. Dr.. DFM. Artikel ilmiah adalah karya ilmiah yang dikhususkan untuk diterbitkan di jurnal ilmiah. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Ada dua bentuk artikel ilmiah. dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. 2. dinyatakan tidak berlaku. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. 46 tahun 2009 bisa di download pada Permendiknas no. Tugas. Pasal 2 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. I. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN. Pasal 3 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.Penulisan Karya Ilmiah. sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini.

yaitu yang bersifat umum–ada pada semua jenis karya ilmiah—dan yang bersifat khusus--hanya dimiliki jenis karya ilmiah tertentu. dalam artikel penelitian antara bagian pendahuluan dan bagian penutup terdapat bagian landasan teoretis. dalam artikel ilmiah cukup kita tulis Imam Bulpiri. Pada umumnya abstrak disajikan dalam satu paragraf dengan menggunakan tidak lebih dari 200 kata. Bagian pengenalan artikel ilmiah terdiri atas judul. Dalam hitungan angka. keseluruh nama harus dicantumkan. Penekanan isi abstrak ada pada hasil pembahasan. (2) berupa pernyataan. H. kajian pustaka. ada orang yang menyamakan kedua istilah tersebut. pembahasan. bergantung kepada gaya selingkung jurnalnya. Ada dua jenis bagian pengenalan.. Istilah lain yang biasanya disamakan dengan abstrak atau ringkasan adalah sari. Mencerminkan isi karangan berarti apa yang akan diuraiakan dalam artikel tersebut sudah dapat diraba dari judulnya. permasalahan. Syarat judul karya ilmiah adalah (1) mencerminkan isi karangan. maka untuk ringkasan bisa sampai pada 500 kata. Kata kunci biasanya diambil dari kata 202 . bagian awal dapat dianalogikan sebagai kepala. metodologi penelitian. dari pendahuluan sampai penutup (ada alasan. bagian tengah sebagai tubuh. Judul adalah identitas tulisan yang utama. Abstrak diartikan lebih pendek daripada ringkasan. dan bagian akhir sebagai kaki. Akan menjadi tidak logis jika tubuh manusia lebih kecil daripada kepala atau kakinya. Sementara itu. sehingga secara proporsional bagian tengahlah yang paling panjang uraiannya. Jika penulis bernama Drs. bagian tengah. Dengan membaca abstrak orang akan tahu isi secara singkat karya ilmiah tersebut. dan (4) mencerminkan jenis artikel ilmiah. Kata kunci adalah kata-kata atau istilah yang dianggap penting dan mutlak harus diketahui pembaca dalam sebuah artikel ilmiah. dan bagian akhir. Oleh karena itu. Mencerminkan jenis artikel ilmiah artinya melalui judul tersebut pembaca akan dengan mudah mengetahui artikel tersebut sebagai artikel penelitian atau artikel konseptual. dan penutup--untuk artikel ilmiah yang bersifat konseptual). Jika ketiga bagian tersebut dianalogikan dengan tubuh manusia.Sc. kedudukan. Demikian juga dengan karya ilmiah. serta simpulan –untuk artikel ilmiah dari hasil penelitian—dan harus ada latar belakang. Jelas berarti hanya memiliki satu maksud atau tidak dapat ditafsirkan lain. M. ada yang membedakannya dengan ringkasan. Bagian pengenalan berisi hal-hal yang bersifat informatif. abstrak. kedudukan. dalam abstrak harus tercakupi seluruh bagian isi karangan.antara bagian pendahuluan dan bagian penutup hanya berisi isi artikel–yang bisa terdiri atas beberapa subbab. Dalam bahasa yang sederhana ketiga bagian tersebut dapat juga disebut dengan istilah bagian awal. nama penulis. dan gelar akademik. Ada beberapa model penulisan baris kepemilikan. Inti karya ilmiah ada pada bagian batang tubuh atau bagian tengah. jika abstrak biasanya tidak lebih dari 200 kata. metode. Pangkat. Untuk istilah abstrak. dan hasil dan pembahasan. akan menjadi tidak logis jika uraian pada bagian pengenalan atau awal lebih panjang daripada bagian batang tubuh atau tengah. permasalahan. Nama penulis sering disebut baris kepemilikan. dan kepustakaan. hasil dan pembahasan.. ada pula yang tidak. misalnya. Dengan penganalogian tersebut kita sudah mendapat gambaran seberapa besar uraian masing-masing bagian dalam karya ilmiah. Ada nama penulis yang disertai instansi. dalam arti tidak boleh diganti dengan dkk. dan kata kunci. Penulisan nama penulis hendaknya dilakukan dengan menanggalkan pangkat. Imam Bulpiri. (3) jelas. yaitu bagian pengenalan. Abstrak adalah ringkasan tulisan. Pola dasar artikel ilmiah secara umum paling sedikit berisikan bagian-bagian yang sudah baku. batang tubuh. (dan kawan-kawan). dan gelar dapat dicantumkan dalam catatan kaki atau lampiran–jika ada biografi pengarang. Jika nama penulis lebih dari satu. Berupa pernyataan berarti judul tidak boleh berupa kalimat—harus berupa frasa atau klausa—dan tidak boleh berupa pertanyaan.

dan hasil dan pembahasan. sasaran. dan ragam bahasa sastra. yaitu ragam bahasa hukum (undang-undang). berikut disajikan contoh sistematika kedua jenis artikel tersebut. atau pada hal-hal yang berkaitan dengan hukum. Keempat ragam tersebut diuraikan berikut ini. maka dapat dijelaskan bahwa karya ilmiah itu menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dalam karya ilmiah. Karena fungsi media massa sebagai media informasi. tidak menutup kemungkinan kata kunci kita ambil dari isi karangan. makalah. kemasukan benda tumpul. Secara umum bagian batang tubuh terbagi menjadi tiga. dan demokratis. mengingat. Kekhususan-kekhususan tersebut dapat dilihat. sampai menetapkan susunannya selalu tetap. dan sebagainya. Ragam hukum mempunyai ciri khusus pada pemakaian istilah dan komposisinya. sedangkan karya ilmiah populer tidak. maka kita bisa mendefinisikannya sebagai karangan yang isinya ilmiah tetapi teknik penulisannya tidak mengikuti kaidah yang berlaku. bagian isi. bagian isi berisi konsep-konsep dan bahasan masalah Bagian penutup biasanya berupa simpulan dan saran (untuk artikel penelitian) dan simpulan atau penekanan (untuk artikel konseptual). baik isi maupun teknik penulisannya (bahasa) bebas. buku. Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang artikel ilmiah. misalnya. Dalam lapangan kepolisian kita juga mengenal sebutan-sebutan khusus yang tidak lazim digunakan dalam bahasa sehari-hari. metode. serta langkah-langkah analisis data. pada surat keputusan. populasi dan sampel. Dalam kehidupan sehari-hari ragam ini jarang sekali digunakan. Konsideran dalam surat keputusan. Bagian pendahuluan setidaknya berisi latar belakang masalah dan rumusan masalah. Ragam undang-undang disebut juga ragam hukum. terutama karya sastra. peraturan-peraturan. Bagian isi berisi persoalan-persoalan inti atau materi inti yang ingin disajikan. sederhana. Untuk artikel penelitian. Bahasa Karya Ilmiah Populer Selain laporan penelitian. terutama perbedaan antara artikel konseptual dan artikel penelitian. memutuskan. baik isi maupun teknik penulisannya harus mengikuti ketentuan yang berlaku secara ketat. Karena karya ilmiah populer berada di tengah-tengah keduanya. kontrol sosial. Ragam jurnalistik adalah ragam bahasa yang dipakai dalam dunia jurnalistik. Meskipun demikian. bagian isi berupa landasan teori. Dalam karya nonilmiah. yaitu bagian pendahuluan. Jika disempitkan kaitannya dengan penggunaan bahasa. misalnya dirumahkan. Ragam ini biasa dipakai dalam undang-undang. Bagian paling akhir dalam artikel ilmiah adalah bagian kepustakaan. Batang tubuh adalah isi artikel ilmiah yang sebenarnya. Bahasa Indonesia mengenal empat ragam bahasa. Untuk artikel konseptual. alat pendidikan. dan alat penghibur. metodologi. Bagian ini berisi daftar pustaka yang digunakan. dibunuh dengan senjata tajam.atau istilah yang terdapad dalam judul. maka ragam bahasa jurnalistik setidaknya harus mempunyai ciri komunikatif. ragam bahasa jurnalistik. dan bagian hasil dan pembahasan berisi hasil kajian masalah yang diangkat. buku terjemahan. Jika dalam jenis karya ilmiah lain masih memungkinkan ada lampiran. diktat. dinamis. dari menimbang. 203 . 2. yaitu bahasa Indonesia yang digunakan pada kalangan hukum atau pada undang-undang. ragam bahasa ilmiah. bagian metodologi berisi pendekatan yang digunakan. Karya ilmiah populer merupakan karangan yang berada di antara karya ilmiah dan karya nonilmiah. Landasan teori berisi teori-teori atau konsep-konsep yang dipergunakan dalam membahas masalah. dan artikel ilmiah. tidak boleh diubah dan tidak boleh dikurangi atau ditambah. Jumlah kata kunci biasanya berkisar antara 3 dan 5. dalam artikel ilmiah tidak ada. dan bagian penutup. karya pengembangan profesi guru juga dapat berbentuk karya ilmiah populer.

atau penggunaannya. Ragam ini ditandai dengan adanya ketentuan-ketentuan baku. kita juga bisa menggunakannya untuk seorang pengemis. dalam bahasa Indonesia mempunyai makna seorang laki-laki yang belum menikah. Pendek kata. Kalimat yang dinamis dalam bahasa jurnalistik adalah kalimat-kalimat yang mampu memberikan semangat dan sesuai dengan situasi masyarakat pembacanya. Oleh karena itu secara umum bahasa sastra selalu disebut bahasa yang indah. Ciri sederhana berarti tidak menggunakan kata-kata yang bersifat teknis dan tidak menggunakan kalimat yang berbelit-belit atau berbunga-bunga. Bahkan kadang-kadang untuk mewujudkan ciri komunikatif ini bahasa jurnalistik tidak menaati kaidah bahasa Indonesia yang benar. Tata Bentukan Istilah. Penggunaan kata-kata yang masih terasa feodal dalam bahasa jurnalistik juga dikatakan tidak demokratis. prinsip efektif dan efisien adalah prinsip utama yang ada dalam bahasa jurnalistik. kalimat. kata-kata teknis harus diikuti penjelasan maknanya. Dalam kondisi demikian. Selain kata bujang. Dikatakan ciri utama karena ciri-ciri yang lain harus mengacu pada ciri komunikatif. yakni kebebasan menggunakan bahasa untuk mencapai keindahan. Kata Anda berlaku untuk siapa saja tanpa membedakan pangkat dan derajat. Ciri ini merupakan ciri utama bahasa jurnalistik karena fungsi utama media massa memang memberikan informasi. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ragam sastra adalah bahasa yang digunakan dalam penulisan karya sastra. dan kedemokratisan ini harus mendukung fungsi komunikatif. Dalam tradisi jurnalistik kita sekarang kata Anda yang merupakan cerminan kata yang demokratis. Sepanjang penyimpangan itu ditujukan untuk lebih komunikatif. maka dalam prinsip jurnalistik penggunaan bahasa yang demikian harus dihindarkan. Kita bisa memakai kata Anda untuk seorang presiden. Kata bujang. Seandainya kita memakai bahasa yang sederhana dan demokratis. Ciri dinamis berarti bahasa jurnalistik harus menggunakan kata-kata yang hidup di tengah-tengah masyarakat. kita tidak perlu memaksakan menggunakan kata sangkil dan mangkus untuk menggantikannya. Dalam kasus-kasus tertentu kata-kata daerah akan lebih komunikatif untuk daerah tertentu tersebut dibandingkan dengan kata-kata bahasa Indonesia. Namun kesederhanaan. Hal ini berarti makna kata bujang yang berarti laki-laki yang belum menikah tidak berlaku secara umum untuk seluruh masyarakat Indonesia. Apabila memang diperlukan. Ciri demokratis berarti mengikuti konsensus umum dan tidak menghidupkan kembali feodalisme. Ragam ilmiah adalah ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Ragam inilah yang disebut dengan ragam baku. dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Misalnya pengguaan kata-kata atau istilah-istilah daerah. dan sebagainya merupakan wujud kata-kata zaman feodal. Penyebutan Yang Mulia. kedinamisan.Ciri Komunikatif berarti mudah dipahami dan tidak menimbulkan salah tafsir kalau dibaca. kami haturkan. seperti aturan ejaan. misalnya. Sebagai contoh sederhana jika kata efektif dan efisien sudah diterima masyarakat. Kata lajang dalam hal ini lebih demokratis daripada kata bujang. dinamis. Prinsip licencia poetica adalah memperbolehkan pemakai bahasa menyimpang atau menyalahi kaidah bahasa demi 204 . Kata-kata yang tidak lazim atau kata-kata yang sangat asing seyogyanya tidak dipergunakan. namun bahasa tersebut tidak komunikatif. karena di daerah Sumatra Utara kata bujang berarti pembantu. Dalam bahasa Indonesia kebakuan bahasa dibarometeri oleh Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Hal ini harus dlakukan agar pembaca dapat memahami kata-kata tersebut. Ragam sastra mempunyai ciri khusus dengan adanya licencia poetica. untuk hal yang sama kita juga memiliki kata lajang. maka penyimpangan tersebut diperbolehkan. penyimpangan dari kaidah bahasa Indonesia diperbolehkan. Bahasa jurnalistik harus bersifat sederhana. Dalam bahasa sehari-hari sederhana sama artinya dengan prinsip singkat dan padat. misalnya. dan demokratis.

tindakan (action). yaitu dalam proses belajar-mengajar di kelas. Namun. Dengan adanya perbedaan penggunaan bahasa tersebut. yaitu komponen kompetensi siswa dan komponen tindakan yang akan dilakukan. biasanya artikel menggunakan bahasa jurnalistik. esai. dampak hasil penelitian pendidikan selama ini kurang maksimal dimanfaatkan. Namun. Dalam lingkup yang lebih kecil. penulis boleh menggunakan kalimat yang tidak lengkap. terlihat bahwa bahasa karya ilmiah populer lebih mudah dipahami. Feature pengetahuan banyak menggunakan ragam jurnalistik. Dalam penggunaan licentia poetica ini. dan lebih enak dibaca jika dibandingkan dengan bahasa yang biasa digunakan dalam laporan penelitian atau artikel ilmiah. sekali lagi. Karya ilmiah populer justru lebih banyak menggunakan ragam jurnalistik atau ragam sastra. PTK merupakan salah satu jenis penelitian tindakan. kata-kata yang tidak baku. dan feature menggunakan keduanya. yaitu perencanaan (planning). yaitu sebuah penelitian yang dilakukan oleh para guru untuk memperbaiki proses belajar mengajar yang dilaksanakan di dalam kelas atau untuk meningkatkan kualitas hasil penmbelajaran. lebih cair. Dalam kondisi seperti itu. Pemilihan topik haruslah didasarkan pada kebutuhan yang dirasakan langsung oleh pelaku proses belajar-mengajar. bahasa daerah. Bentuk karya ilmiah populer antara lain artikel. Inilah bedanya dengan karya ilmiah populer. dan sebagainya.keindahan karyanya. Penelitian tentang pembelajaran yang ada memang cukup banyak.Topik semacam ini pastilah berangkat dari kondisi riil yang ada di kelas atau sekolah. hal yang sama juga terjadi. misalnya. kiranya sangat diperlukan jenis penelitian yang dilakukan oleh pihak dalam—pelaksana pembelajaran--dan langsung dapat diterapkan hasilnya. Model penelitian demikian inilah yang kemudian melahirkan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). pada akhirnya hanya menumpuk di almari dan tidak dapat dimanfaatkan oleh sekolah secara langsung. Atas dasar konsep semacam itu. Hasil penelitian yang barangkali bagus-bagus itu. Penelitian tindakan adalah penelitian partisipatori kolaboratif yang berawal dari klarifikasi beberapa masalah yang menarik perhatian dan dirasakan bersama oleh suatu kelompok. dan evaluasi (evaluation). Penyebabnya adalah (1) penelitian pendidikan itu dilakukan oleh pakar atau peneliti dari luar dan (2) penyebarluasan hasil penelitian ke kalangan praktisi pendidikan memakan waktu yang sangat panjang. Dilihat dari bahasanya. esai menggunakan bahasa sastra. Penelitian pendidikan ini diharapkan dapat memberikan masukan tentang persoalan-persoalan yang berkaitan dengan masalah pendidikan dan alternatif pemecahannya. Topik PTK terdiri atas dua komponen. namun feature human interest lebih banyak menggunakan ragam sastra. Istilah ini merupakan terjemahan dari action research yang dipakai kali pertama oleh Kurt Lewin (1946). dan feature. Penentuan topik PTK pada prinsipnya 205 . penyebarluasannya kurang maksimal. pemilihan topik PTK menjadi amat penting karena kesalahan pemilihan topik akan berakibat pada tidak dapatnya hasil penelitian tersebut dimanfaatkan secara maksimal. 3. Penelitian-penelitian itu kebanyakan dilakukan oleh perguruan tinggi dan hasilnya berupa laporan penelitian yang berhenti di Lembaga Penelitain masing-masing perguruan tinggi. Dari keempat ragam tersebut yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah adalah ragam ilmiah. bergantung kepada jenis featurenya. Memilih Topik PTK Salah satu pendekatan pemecahan berbagai masalah dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan adalah pemanfaatan penelitian pendidikan. membalik susunan kata atau struktur kalimat. Lewin menggunakan istilah tersebut untuk menyebut suatu kegiatan yang terdiri atas tiga langkah.

penggunaan CD atau penggunaan metode karya wisata. dalam pelajaran Bahasa Indonesia ada empat keterampilan berbahasa yang menjadi tujuan pembelajaran. misalnya. cukup kita belikan obat di apotek. media. Ketidakspesifikan topik yang kita pilih akan berakibat pada kesulitan dalam meningkatkan kompetensi yang kita pilih tersebut. yang di dalamnya ternyata terdiri atas beberapa jenis kemampuan. tentu akan sulit kita tingkatkan melalui satu penelitian tindakan kelas. teknik. dan berdebat. kita harus benar-benar memahami perlu tidaknya di bawa ke dokter. Apabila anak itu terkena penyakit ringan. Kita juga harus mampu memilih kompetensi yang permasalahannya memang benar-benar membutuhkan penelitian tindakan. merupakan tindakan yang biasa atau tidak istimewa karena guru sudah biasa menggunakan. dan perilaku siswa. Ibarat anak yang sakit. Demikian juga dengan keterampilan dan sikap. Inti tindakan adalah sesuatu yang dilakukan atau yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran sehingga kompetensi yang diteliti dapat menjadi lebih baik. Setelah syarat istimewa kita peroleh. Namun. Jika kita memilih kompetensi berbicara. kompetensi itu memang benar-benar memunculkan masalah dan membutuhkan perbaikan atau peningkatan. kompetensi yang kita pilih juga harus bersifat problematik. misalnya. harus kita bedakan benar mana yang cukup kita selesaikan di kelas dan mana yang harus kita selesaikan dengan penelitian tindakan kelas. Jika di sekolah kita tidak memiliki VCD. dalam arti mampu kita laksanakan. dalam arti tidak cukup kalau hanya diperbaiki melalui proses belajar-mengajar sehari-hari. perlu juga dipertimbangkan kemungkinan penggunaan tindakan tersebut. Misalnya saja untuk memperbaiki atau meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa. membaca. Sebagai contoh. Dalam praktiknya kita dapat menggabungkan dua tindakan atau lebih untuk memperbaiki atau meningkatkan sebuah kompetensi. Topik keterampilan berbicara. metode. misalnya. atau paling tidak agak istimewa karena tidak biasa digunakan dalam proses belajar mengajar sehari-hari. Keterampilan berbicara pun dapat dibagi menjadi beberapa jenis kemampuan. Komponen tindakan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki atau meningkatkan kompetensi dapat berupa model pembelajaran. dan menulis. pendekatan. motivasi. dapat kita tingkatkan melalui satu penelitian tindakan kelas. keterampilan siswa. Demikian juga dengan masalah kompetensi siswa.merupakan penentuan kompetensi yang akan diperbaiki atau ditingkatkan dan tindakan yang digunakan untuk memperbaiki atau meningkatkan kompetensi tersebut. karena lebih spesifik. dalam arti tidak biasa dilakukan oleh guru. atau cara mengevaluasi. Selain spesifik. seperti berpidato. misalnya. saya kira semua guru mampu melaksanakannya. Komponen kompetensi dapat mencakupi pengetahuan siswa. Syarat tindakan yang dapat kita pilih untuk memperbaiki atau meningkatkan kompetensi siswa selain harus istimewa. yaitu mendengarkan. Artinya. berdiskusi. seperti pilek dan batuk. merupakan tindakan yang istimewa. Pengetahuan yang dapat diangkat ke dalam topik ada bermacam-macam. Untuk memilih topik seperti ini syarat yang perlu diperhatikan adalah spesifik. dan sikap siswa yang diangkat sebagai topik haruslah spesifik. Dengan demikian. tentu kita tidak perlu membawa anak tersebut ke dokter. berbicara. maka topik yang kita pilih tersebut tergolong ke dalam topik yang tidak spesifik. Kita tidak boleh mengada-ada. syarat keterjangkauan 206 . Cara paling mudah untuk memilih kompetensi yang spesifik adalah dengan mengambil satu kompetensi dasar saja. juga harus bersifat fisibel. dalam arti menganggap sebuah kompetensi bermasalah padahal sesungguhnya tidak ada masalah. Metode diskusi kelompok atau pemberian pekerjaan rumah. Untuk memilih kompetensi yang spesifik. keterampilan. dan sikap siswa. untuk karya wisata. Masalah pengetahuan. Berbeda dengan kemampuan berpidato. kita dapat menggunakan metode karya wisata dan teknik evaluasi secara langsung. kita dapat memfokuskan pada kemampuan berpidato. Namun. Termasuk dalam sikap siswa adalah minat. tentu akan menjadi mustahil kita menggunakan CD.

dan (3) melaksanakan kegiatan yang menunjang tugas guru. soal. Mengapa tidak baik? Karena dalam contoh (1) selain antara kompetensi dan tindakannya tidak selaras juga karena cakupan kompetensinya tidak spesifik. yaitu (1) Guru Pertama. buku pengayaan. melatih. Dengan syarat-syarat tersebut kita akan dapat menilai bahwa topik (1) meningkatkan kemampuan menulis puisi dengan metode karya wisata. (2) memperoleh penghargaan atau tanda jasa. yang terdiri atas (1) memperoleh gelar/ijazah yang tidak sesuai dengan bidang yang diampunya. (2) publikasi ilmiah. dan mengikuti pengembangan penyusunan standar. dan sejenisnya. yaitu (1) pengembangan diri. dan pedoman guru. dan dalam contoh (3) kompetensinya tidak spesifik dan tindakannya tidak istimewa.tersebut. seminar. Publikasi ilmiah meliputi publikasi ilmiah atas hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal dan publikasi buku teks pelajaran. (2) pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. membuat/memodifikasi alat pelajaran/peraga/praktikum. dan (3) pengembangan keprofesian berkelanjutan. tanggung jawab. dan menjadi tutor/pelatih/instruktur. pedoman. Unsur penunjang adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas guru. selain dilihat dari sisi guru. Pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Yang tergolong dalam unsur utama adalah (1) pendidikan. Namun. dasar yang kita gunakan selama ini adalah Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. membimbing. Oleh karena itu. dan (3) meningkatkan hasil belajar IPS dengan pemberian pekerjaan rumah merupakan contoh topik yang tidak baik. (2) mengubah perilaku siswa dalam pembelajaran olah raga dengan metode pemberian tugas. Dalam Kepmen ini jenjang jabatan dan pangkat guru terbagi menjadi empat. mengarahkan. mengajar. dan 3) menghasilkan karya inovatif. seperti membimbing sisiwa dalam praktik kerja. menemukan/menciptakan karya seni. Guru 207 . Kepmenpan itu dirasa sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan profesi dan tuntutan kompetensi guru. Karya inovatif meliputi menemukan teknologi tepat guna. menilai. juga dilihat dari sisi sekolah. syarat tindakan yang dapat kita pilih haruslah tindakan yang sesuai dengan kompetensi yang akan kita perbaiki atau akan kita tingkatkan. yang berlaku sejak 10 November 2009. Karya Ilmiah dalam Permenpan Nomor 16 Tahun 2009 Berkaitan dengan jabatan fungsional dan angka kreditnya bagi guru. (3) Guru Madya. (2) Guru Muda. (2) meningkatkan kemampuan berpidato sengan evaluasi langsung. dan (3) meningkatkan minat siswa dalam pelajaran bahasa Inggris dengan mendatangkan native speaker merupakan contoh topik yang memenuhi syarat. Apa yang baru dalam Kepmenpan ini dibandingkan dengan keputusan terdahulu? Unsur kegiatan yang dinilai dalam memberikan angka kredit terdiri atas unsur utama dan unsur penunjang. Pengembangan keprofesian berkelanjutan meliputi tiga kegiatan. menjadi tim penilai angka kredit. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu. menjadi anggota organisasi profesi/kepramukaan. 4. dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik. Jabatan fungsional guru adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup. Kegiatan kolektif guru dapat berupa lokakarya. dalam contoh (2) tindakan yang dilakukan tidak berhubungan dengan kompetensi. tugas. dan (4) Guru Utama. Pengembangan diri guru meliputi kegiatan keikutsertaan dalam pendidikan dan pelatihan serta kegiatan kolektif guru untuk meningkatkan kompetensinya. Adapun topik (1) meningkatkan kemampuan mengarang dengan metode diskusi kelompok. dan sejenisnya.

Untuk kenaikan pangkat dari golongan ruang III/a ke golongan ruang III/b dibutuhkan paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. (5) buku pedoman. (2) makalah. Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang. pendapat yang diambil dari berbagai sumber. koran. dan paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. yakni langsung dan tidak langsung. laporan. ide. dan sumber lainnya. Penulisan Kutipan Berikut disajikan Tata Cara & Aturan Penulisan Kutipan pada karya tulis ilmiah. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. internet. (3) buku teks. dan (9) karya terjemahan. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. 5. majalah. Dari III/b ke III/c dibutuhkan paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. tahun terbit. (6) artikel ilmiah. (8) modul/diktat. Sekarang Anda akan mempelajari pencantuman kutipan dengan pola Harvard. bentuk karya ilmiah apa saja yang dapat digunakan oleh guru sebagai publikasi ilmiah yang sesuai dengan Permenpan tersebut? Ada beberapa jenis karya ilmiah. artikel. ensiklopedi. Penulisan sumber kutipan ada yang menggunakan pola Harvard. ataupun 208 . Catatan Tubuh 1. dan paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari subunsur pengembangan diri.Pertama memiliki jabatan fungsional Penata Muda dengan golongan ruang III/a dan Penata Muda Tingkat I dengan golongan ruang III/b. buku. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya. Dari IV/c ke IV/d dibutuhkan paling sedikit 14 (empat belas) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut. Dari III/d ke IV/a dibutuhkan paling sedikit 8 (delapan) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. Dari III/c ke III/d dibutuhkan paling sedikit 6 (enam) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. (7) artikel populer. Guru Utama memiliki jabatan fungsional Pembina Utama Madya dengan golongan ruang IV/d dan Pembina Utama dengan golongan ruang IV/e. Gagasan itu bisa diambil dari kamus. Catatan Kaki. Ada dua cara dalam mengutip. Dari IV/d ke IV/e dibutuhkan paling sedikit 20 (dua puluh) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif dan paling sedikit 5 (lima) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. majalah. yaitu (1) laporan penelitian. Kutipan Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang penulis. dan paling sedikit 5 (lima) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. baik yang terdapat dalam buku. Lalu. dan paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. Dari IV/a ke IV/b atau dari IV/b ke IV/c dibutuhkan paling sedikit 12 (dua belas) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. Guru Madya memiliki jabatan fungsional Pembina dengan golongan ruang IV/a. dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Pembina Tingkat I dengan golongan ruang IV/b. Guru Muda memiliki jabatan fungsional Penata dengan golongan ruang III/c dan Penata Tingkat I dengan golongan ruang III/d. dan Pembina Utama Muda dengan golongan ruang IV/c. Kutipan. artinya kalimatkalimat tidak ada yang diubah. dan lain sebagainya. dan paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya. ada pula yang menggunakan pola konvensional atau catatan kaki (footnote). (4) buku pelajaran. Kutipan adalah gagasan.

pencantuman sumber kutipan ini mempunyai fungsi sebagai: 1. apabila penulis mengambil pendapat orang lain dengan menguraikan inti sari pendapat tersebut. Sumber Kutipan (Referensi) Salah satu karakter utama tulisan ilmiah adalah referensial. baik dari buku. penulis jangan sampai menyusun tulisan yang hanya berisi kumpulan kutipan. Namun. dilakukan ketika penulis mencantumkan sumber kutipan langsung setelah selesainya sebuah kutipan dengan menggunakan tanda kurung. kesimpulan. ataupun pidato. setiap kali penulis mengutip pendapat orang lain. ketika sebuah tulisan menggunakan bodynote. Artinya. sekaligus menunjukkan kejujuran intelektual dengan mencantumkan sumber kutipan (referensi) yang digunakan. Catatan tubuh (bodynote). sejak awal hingga akhir tulisan. misalkan sampai satu halaman atau lebih. menunjukkan bahwa argumen-argumen yang diajukan dilandasi oleh teori atau konsep tertentu. lalu di bagian bawah halaman tersebut (bagian kaki halaman) terdapat keterangan nomor indeks yang menjelaskan sumber kutipan tersebut. tidak mengadakan perubahan sama sekali. Menyusun pembuktian (etika kejujuran dan keterbukaan ilmiah). jika seorang penulis menggunakan catatan kaki. susunan kalimat sesuai dengan gaya bahasa penulis sendiri. maka seluruh referensi dari awal hingga akhir tulisan harus menggunakan bodynote. setelah kutipan itu harus dicantumkan sumber kutipan (buku. Kutipan dilakukan seperlunya saja sehingga tidak merusak alur tulisan. 2. Namun. Kutipan langsung. majalah. Selain itu. Terdapat dua model pencantuman referensi: a. atau koran) yang digunakan. sesuai teks asli. Kutipan digunakan untuk mendukung argumentasi penulis. Atau. Sebuah tulisan ilmiah harus menggunakan salah satu jenis penulisan referensi tersebut. hingga pembaca lupa bahwa apa yang dibacanya adalah kutipan. Kutipan tidak langsung. 3. apabila penulis mengambil pendapat orang lain secara lengkap kata demi kata. ataupun wawancara. Kutipan juga bisa diambil dari pernyataan lisan dalam sebuah wawancara. Catatan kaki (footnote). Kerangka karangan. serta harus konsisten dengan jenis tersebut. kutipan berfungsi untuk menunjang/mendukung pendapat tersebut. b. kalimat demi kalimat. b. 209 . dilakukan apabila penulis mencantumkan nomor indeks di akhir sebuah kutipan. Secara mendasar. Dalam praktik penulisan. Terdapat dua jenis kutipan: a. ceramah. seorang penulis sebaiknya tidak melakukan pengutipan yang terlalu panjang. penulis harus menggunakan catatan kaki untuk menuliskan referensinya. yaitu: Teknik Menggunakan Catatan Kaki Catatan kaki mempunyai kelebihan dibandingkan dengan catatan tubuh. dan ide dasar harus tetap pendapat penulis pribadi. kutipan dari pernyataan lisan ini harus dikonfirmasikan dulu kepada narasumbernya sebelum dicantumkan dalam tulisan.berasal dari ucapan seorang tokoh. Menyatakan penghargaan kepada penulis yang dikutip (etika hak cipta intelektual). 2. majalah.

2). halaman. tahun terbit buku. Penunjukan sumber kutipan sekaligus catatan penjelas. Dalam cacatan tubuh. Media Sociology (London and New York: Routledge. tahun terbit. 1994). Hal ini tentu tidak dapat dilakukan dengan catatan tubuh. Paul Rabinow.1). Hal ini tentu mempermudah penelusuran bagi pembaca. judul buku. Berdasarkan kelebihannya tersebut. dipisahkan dengan naskah skripsi oleh sebuah garis. nama pengarang 3.1 Buku dengan dua atau tiga pengarang Nama pengarang 1. 2) Nomor cacatan kaki ditulis secara urut pada tiap bab. yaitu:  Times New Roman (size 10)  Arial (size 9)  Tahoma (size 9) 5) Baris pertama catatan kaki menjorok ke dalam sebanyak tujuh karakter. Pemisahan ini akan otomatis dilakukan oleh program Microsoft Word dengan cara mengklik insert. Selain sebagai penunjukan referensi. 3) Catatan kaki ditulis dengan satu spasi. catatan kaki dapat berfungsi untuk memberikan catatan penjelas yang diperlukan. tahun terbit). Artinya. tahun terbit). catatan kaki bisa berisi: 1). Dreyfus. Hubert L. 2). 72 .2 Buku dengan banyak pengarang 1 2 David Barrat. Catatan kaki dapat digunakan untuk merujuk bagian lain dari sebuah tulisan. Penunjukan sumber kutipan (referensi). 8) Catatan kaki bisa berisi keterangan tambahan. nama pengarang. Prinsip-prinsip dalam menuliskan catatan kaki: 1) Catatan kaki dicantumkan di bagian bawah halaman. hanya ukurannya lebih kecil. 3). dan halaman dapat dicantumkan semua. Pertimbangan utama memberikan keterangan tambahan adalah: jika keterangan tersebut ditempatkan dalam naskah (menyatu dengan naskah) akan merusak alur tulisan atau naskah tersebut. judul buku (kota penerbit: nama penerbit. kemudian reference. hal. 3). Beyond Structuralism and Hermeneutics (Chicago: University of Chicago Press. cacatan kaki pertama di tiap awal bab menggunakan nomor satu. 6) Judul buku dalam catatan kaki ditulis miring (italic). mulai dari nomor satu. 273. halaman. yang ditampilkan hanya nama pengarang. judul buku (kota penerbit: nama penerbit. nama penerbit. 1982). asalkan proporsional. Catatan kaki mampu menunjukkan sumber referensi dengan lebih lengkap. kemudian footnote. begitu seterusnya. 4) Pilihan huruf dalam catatan kaki harus sama dengan pilihan huruf dalam naskah skripsi. Tidak ada batasan seberapa panjang keterangan tambahan. 210 . nama pengarang 2.76. 7) Nama pengarang dalam catatan kaki ditulis lengkap dan tidak dibalik. hal. Catatan penjelas. Dalam catatan kaki. serta halaman buku yang dikutip. Buku dengan satu pengarang Nama pengarang.

judul buku (rev. 2001. Kamus Nama pengarang. Bandung: Remaja Rosdakarya.1. menunjukkan bahwa buku tersebut telah mengalami revisi. 10 Francis Fukuyama. hal.3 Perhatikan: hanya nama pengarang pertama yang dicantumkan. tahun terbit). hal.ed. 2000). Jalaluddin Rakhmat. 22 November. Prof. halaman. tahun terbit). No. 2003). Deden Ridwan (Bandung: Penerbit Nuansa dan PUSJARLIT. hal. halaman.5 Buku terjemahan Nama pengarang asli. halaman. M. hal.” Koran Tempo..” nama jurnal/majalah ilmiah.54. menunjukkan bahwa buku tersebut telah diterjemahkan dan penulis mengutip dari terjemahan tersebut. ”judul artikel.Nama pengarang pertama. 595. "Paradigma dan Perkembangan Penelitian Komunikasi. ”judul artikel. hal. 1998).8 Perhatikan: jika editor satu orang maka menggunakan singkatan ed.” judul buku. Buku yang telah direvisi Nama pengarang. halaman. Hegemoni Budaya (Yogyakarta: Bentang. 55.. 1988).9 Artikel dari koran/majalah Nama pengarang artikel. tahun. tanggal terbit. 2 (Oktober. et al. “Benturan Islam dan Modernitas.ed. Buku yang terdiri dua jilid atau lebih Nama pengarang.ed. 1998).6 Perhatikan: singkatan terj. judul kamus (kota penerbit: nama penerbit. eds. edisi jurnal (bulan terbit. kota penerbit: nama penerbit. judul buku. 211 . ”judul artikel.. Mastuhu. Dr. 25-26. tahun terbit). hal. ed. halaman. 131. hal.Ed. Setio Budi HH. terj.. (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. tahun terbit). 44 – 45. halaman.10 3 4 Idi Subandi Ibrahim. judul buku (kota penerbit: nama penerbit. namun jika editor dua orang atau lebih menggunakan singkatan eds. “Perspektif Pasca-Modernisme dalam Kajian Keagamaan.4 Perhatikan: singkatan rev. 67-77. kota penerbit: nama penerbit. 6 Arthur Asa Berger. 7 Lorens Bagus. terj. A History of Islamic Societes (Vol.7 Artikel dari sebuah buku antologi Nama pengarang artikel. 5 Ira M. judul buku (nomor volume/jilid. halaman. nama penerjemah (kota penerbit: nama penerbit. tahun terbit). 52 . Cambridge: Cambridge University Press. Hidayat. M..” nama media. tahun terbit). hal. Media Analysis Techniques. 9 Dedy N. Artikel dari sebuah jurnal/majalah ilmiah Nama pengarang artikel. Lapidus. 4. 8 Rudi Harisyah Alam. 1994). tahun terbit).” Kajian Keagamaan dalam Tradisi Baru Penelitian Agama Islam Tinjauan Antardisiplin Ilmu. et al. 1997)." Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia. Psikologi Komunikasi (rev. halaman.. Kamus Filsafat (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. nama editor (kota penerbit: nama penerbit. nama-nama pengarang lainnya diganti dengan singkatan et al.

“Dua Tipe Perempuan dalam Film dan Sinetron Mistik Indonesia. seperti dikutip oleh keterangan lengkap sumber kedua (sesuai aturan catatan kaki). Selected Writings in Sociology and Social Philosophy. tahun).com/Robert_McChesney_page.” nama media. T. Jika artikel di internet tidak mencantumkan nama penulis. Beberapa Singkatan Khusus dalam Catatan Kaki 1) Ibid.11 Skripsi/Tesis/Disertasi yang belum diterbitkan Nama penulis. Vice President International Relations Unocal Corporation to House Committee on International Relations Subcommittee on Asia and The Pacific (Washington D.” www. nama kota. nama kota. ”judul artikel. “Rich Media Poor Democracy. 1998). halaman. halaman. nama dokumen.” (forum penyampaian makalah. fakultas dan universitas. tanggal dikeluarkan dokumen. ”judul skripsi/tesis/disertasi. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. hal. 16 “Pengelolaan Bencana: Pengelolaan Kerentanan Masyarakat. 44 – 45.” alamat lengkap internet (tanggal 15 akses). eds.” (level karya.” (Skripsi Sarjana.” www. penyelenggara seminar.13 Dokumen yang tidak diterbitkan Lembaga yang mengeluarkan dokumen. jenis pernyataan (wawancara atau pidato). seperti dikutip oleh Arthur Asa Berger. maka langsung mengacu pada judul artikel.14 Artikel dari internet Nama penulis. Media Analysis Techniques. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret.18 Perhatikan: frase ”seperti dikutip oleh” menunjukkan bahwa penulis tidak membaca sumber asal (pertama) kutipan. 4. 2002. 212 . 26 – 28 Juni.17 Referensi dari sumber kedua Keterangan lengkap sumber pertama (sesuai dengan aturan catatan kaki). terj. J. 15 Robert McChesney. hal.or. 12 February.walhi. hanya membaca dari orang lain (sumber kedua) yang mengutip sumber pertama. tahun terbit). 2004). wawancara dengan penulis. Surakarta. 14 U. hal. 1964).” (Makalah disampaikan dalam Temu Ilmiah Nasional. 18 Karl Marx.id/kampanye/bencana (akses 17 Agustus 2006). Setio Budi HH. 2007). 17 Samijan. Jakarta. 6. Muzayin Nazaruddin. “War Against Terrorism: Critical Discourse Analysis.S.. Testimony by John. (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya.html (akses 16 Agustus 2006). tanggal pernyataan dilakukan. hal. 13 Muzayin Nazaruddin. tanggal terbit. 205.” Republika.Berita koran/majalah ”Judul berita.12 Makalah seminar yang tidak diterbitkan Nama penulis. Department of Foreign Affairs. ”judul makalah.B. tahun.C. 11 November 2006. tahun). Singkatan ini berasal dari bahasa latin ibidem yang berarti pada tempat yang sama.16 Pernyataan lisan Nama narasumber.thirdworldtraveler. tanggal seminar. (nama kota. Maresca. Singkatan ini digunakan apabila referensi dalam catatan 11 12 “Islam di AS Jadi Agama Kedua. 10 September. 2000). 78. Bottomore and Maximilien Rubel (New York: McGraw-Hill.

Namun. 25-26. internet. bila halamannya berbeda.. Hidayat. ensiklopedi. dituliskan nomor halamannya.Cit. hal. Paul Rabinow. Loc. melainkan artikel. Paul Rabinow. cukup ditulis Ibid. Dreyfus. 16 Dedy N. hal. 213 . 55. atau lainnya.Cit. 45.. 96. hal. Loc. Singkatan ini berasal dari bahasa latin loco citato yang berarti pada tempat yang telah dikutip. Singkatan ini digunakan apabila referensi dalam catatan kaki pada nomor tersebut sama dengan referensi yang telah dikutip sebelumnya. Media Analysis Techniques. 10 Arthur Asa Berger. majalah.. 58.Cit. hanya saja beda halamannya. 1998). 4 Dedy N. Beyond Structuralism and Hermeneutics (Chicago: University of Chicago Press. hal. setelah Ibid. hal..com/Robert_McChesney_page.Cit.. 70. 72 . Op." Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia.76. 22. Loc. Op. 3 Ibid. namun diselingi catatan kaki lain. hal. referensi yang diacu Loc. Hidayat. Op. baik itu dari koran..Cit.Cit. "Paradigma dan Perkembangan Penelitian Komunikasi.  Catatan kaki nomor (5) referensinya sama dengan nomor (4). No. Apabila halamannya sama. Singkatan ini digunakan sama dengan Op.” Koran Tempo. 45. 15 Hubert L. 2000). Setio Budi (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. namun diselingi catatan kaki lain. 2 Ibid. 8 Francis Fukuyama. 9 Robert McChesney.” www. Cara membaca:  Catatan kaki nomor (2) menggunakan Ibid. 2) Op. bukan berupa buku.Cit. 1982). 22 November.  Catatan kaki nomor (3) buku referensinya sama dengan nomor (2). hanya saja beda halamannya. “Rich Media Poor Democracy.Cit. khusus digunakan bagi referensi yang berupa buku.Cit. 2001. Singkatan ini berasal dari bahasa latin opere citato yang berarti pada karya yang telah dikutip.thirdworldtraveler. terj. hal. 28. 12 Ibid. Op. 5 Ibid.Cit. 2 (Oktober. 99. 14 Francis Fukuyama..html (akses 16 Agustus 2006). 21. hal. Hidayat.. “Benturan Islam dan Modernitas. hal. Loc. yaitu apabila referensi dalam catatan kaki pada nomor tersebut sama dengan referensi yang telah dikutip sebelumnya. 6 Arthur Asa Berger. hal.kaki nomor tersebut sama dengan referensi pada nomor sebelumnya (tanpa diselingi catatan kaki lain).. 11 Ibid. hal. Contoh penggunaan: 1 Arthur Asa Berger. 13 Dedy N.. 7 Hubert L.. Dreyfus.Cit. karena sumber kutipannya 3) sama persis dengan nomor (1) baik buku maupun halamannya.

hanya beda halaman. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain dan nomor (7) berbentuk buku (bukan artikel) maka menggunakan Op. kumulatif. dan diterima oleh masyarakat (Lull. 3)..  Catatan kaki nomor (13) referensinya sama dengan nomor (4). Contoh: Di titik inilah esensi hegemoni: hubungan di antara agen-agen utama yang menjadi alat sosialisasi dan orientasi ideologis. Catatan tubuh menyatu dengan naskah.  Catatan kaki nomor (11). serta menuliskan halamannya. 1995: 3138). Catatan kaki nomor (6)..Cit. tahun terbit buku dan halaman yang dikutip. hanya beda halamannya. Contoh: a). tidak berada dalam tanda kurung.  Catatan kaki nomor (14) referensinya sama persis. Catatan tubuh memuat nama belakang penulis. Nama penulis Jalaluddin Rakhmat. maka menggunakan Op. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain. Jika kutipan ini merupakan akhir kalimat. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain dan nomor (8) berbentuk artikel (bukan buku) maka menggunakan Loc. yaitu nomor (10). Nama penulis. b). termasuk halamannya. Nama penulis menyatu dalam naskah tulisan. maka cukup ditulis Berger. serta menuliskan halamannya. 2). referensinya sama dengan catatan kaki sebelumnya.  Catatan kaki nomor (16) referensinya sama dengan nomor (4). tanpa diselingi catatan kaki lain. Contoh: 214 .  Catatan kaki nomor (10) referensinya sama dengan nomor (1). maka cukup ditulis Rakhmat. referensinya sama dengan nomor (1). hanya beda halamannya. Nama penulis adalah Arthur Asa Berger. yang berinteraksi. sementara tahun penerbitan dan halaman berada dalam tanda kurung. Teknik Menggunakan Catatan Tubuh Kelebihan catatan tubuh adalah kemudahan bagi pembaca dalam mengecek sumber sebuah kutipan yang langsung terdapat sebelum atau setelah kutipan tersebut. serta menuliskan nama pengarang dan halaman.Cit. maka tanda titik ditempatkan setelah kurung tutup catatan tubuh. hanya ditandai dengan kurung buka dan kurung tutup.Cit. maka menggunakan Op. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain dan nomor (4) berbentuk artikel (bukan buku) maka menggunakan Loc. b). karena telah diselingi oleh catatan kaki lain.  Catatan kaki nomor (15) referensinya sama dengan nomor (7). Prinsip-prinsip dalam menuliskan catatan tubuh: 1). tahun terbit dan halaman berada dalam tanda kurung.. ditempatkan setelah selesainya sebuah kutipan. Terdapat dua cara menuliskan catatan tubuh: a). Model ini biasanya ditempatkan sebelum sebuah kutipan. hanya saja beda halamannya. serta menuliskan halamannya. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain dan nomor (4) berbentuk artikel (bukan buku) maka menggunakan Loc.  Catatan kaki nomor (12) referensinya sama persis dengan nomor (11). dengan nomor (8).Cit.. tanpa perlu berpindah ke bagian bawah halaman.Cit.Cit. 5.

Setio Budi. (Nazaruddin. Artikel dari sebuah jurnal/majalah ilmiah  . 2007).. 2004: 205)....... Koran Tempo.  Menurut Alam (dalam Mastuhu dan Ridwan (eds.).. Skripsi/Tesis/Disertasi yang belum diterbitkan  .... (Ibrahim... (Fukuyama...  Menurut Nazaruddin (Skripsi....... (Alam. Artikel dari koran/majalah  .. Berita koran/majalah  .  Harian Republika (10 September 2002) memberitakan ..  Dreyfus dan Rabinow (1982: 72 – 76) mengatakan …. Vol. Makalah seminar yang tidak diterbitkan  . 22 November 2001).. No. (Dreyfus dan Rabinow.. 10 September 2002). et al.. ... 2. Artikel dari sebuah buku antologi  .  Hidayat (Jurnal ISKI..  Berger (terj.. 1998: 77). (Lapidus....... (Republika... (Ibrahim.. namun jika editor dua orang atau lebih menggunakan singkatan eds..  Melandaskan argumen pada Fukuyama (Koran Tempo. Makalah. .  Menurut Lull (1995: 31 – 38). Buku dengan banyak pengarang  ... Jurnal ISKI. 1988: 131).. 2000: 44 – 45). Perhatikan: jika editor satu orang maka menggunakan singkatan ed.. dalam Mastuhu dan Ridwan (eds. terj. .  Mengacu pada Lapidus (Vol.... 1997: 52 – 54). (Lull. dkk. 1998: 77). 2000: 44 – 45) menandaskan . (Nazaruddin. No.... Oktober 1998: 25-26) menyebut …. .)... 2004: 205).... 1997: 52 – 54). Setio Budi. yang berinteraksi. (Berger. Oktober 1998: 25-26)....Menurut Lull (1995: 31-38). 22 November 2001). …. Skripsi. Buku yang terdiri dua jilid atau lebih  ..1. Buku dengan satu pengarang  . (Hidayat.. 1988: 131)... di titik inilah esensi hegemoni: hubungan di antara agen-agen utama yang menjadi alat sosialisasi dan orientasi ideologis. Buku dengan dua atau tiga pengarang  ….... dan diterima oleh masyarakat.. 1995: 31 – 38).. kumulatif. Buku terjemahan  …..1..  ..... 215 ... 1982: 72 – 76). 2....

thirdworldtraveler.S. akses 15 Juni 2007).  Dalam wawancara dengan penulis. hal tersebut adalah bukti diri bahwa mereka melakukan tersebut dalam jangkauannya kepada yang lainnya.html. (Chesney.S. Samijan (11 November 2006) mengatakan …… Referensi dari sumber kedua  Menurut Marx (seperti dikutip Takwin.com/ Robert_McChesney_ page. . Department of Foreign Affairs (1998) disebutkan bahwa …. Nazaruddin (2007) mengatakan.html. wawancara. Bila awal kutipan adalah alinea baru. akses 15 Juni 2007).. 1998). 2000: 44).. Pernyataan lisan  …. c) Kutipan diketik dengan spasi satu. Perhatikan: alamat web yang dicantumkan adalah alamat lengkap. Dokumen yang tidak diterbitkan  .” (Berger. (Samijan. e) Jika menggunakan catatan tubuh (bodynote). b) Kutipan menjorok ke dalam lebih kurang tujuh karakter. 11 November 2006). (U. sebagai pemproduksi ide serta mengatur produksi dan distribusi idenya pada masa tersebut. Contoh: Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana kelas berkuasa bekerja melalui ideologi untuk melanggengkan dominasi mereka? Barangkali penting dikutip di sini bagaimana Marx menjelaskan bekerjanya kelas berkuasa: “Individu-individu yang menyusun kelas yang berkuasa berkeinginan memiliki sesuatu/kesadaran dari yang lainnya. baris pertama kutipan menjorok lagi ke dalam lebih kurang tujuh karakter. www... Dalam makalahnya yang disampaikan dalam Temu Ilmiah Nasional Komunikasi. Artikel dari internet  …. Kalimat 216 .thirdworldtraveler... Penggunaan Kutipan dan Referensi 1) Kutipan langsung empat baris atau lebih Prinsip-prinsip: a) Kutipan dipisahkan dari teks.. .. 6.. Department of Foreign Affairs.bekerjanya kelas berkuasa” adalah naskah skripsi.com/Robert_ McChesney_page... d) Kutipan diawali dan diakhiri dengan tanda kutip (boleh tidak)... Ketika mereka memegang peranan sebagai sebuah kelas dan menentukan keseluruhannya dalam sebuah kurun waktu. kalimat ”Pertanyaannya kemudian. 2000: 44 – 45) Dalam contoh di atas. maka cacatan tubuh dicantumkan setelah kutipan.. …..... memegang peranan sekaligus pula sebagai pemikir-pemikir. dengan cara copy-paste dari address web secara langsung.  Mengutip Chesney (www....  Dalam dokumen yang dikeluarkan U.

for presidents. hal. contoh: Bagi sebuah kekuasaan resmi negara. merupakan pemikir. 20 2) Kutipan langsung kurang dari empat baris Prinsip-prinsip: a). 2000). Marx menawarkan gagasan bahwa ide-ide atau gagasan pada suatu masa adalah yang disebarluaskan dan dipopulerkan oleh kelas berkuasa sesuai kepentingannya.. f) Jika menggunakan catatan kaki (footnote). contoh: 19 Arthur Asa Berger. c). is a political act. 2000). Media Analysis Techniques. pemproduksi ide sekaligus mengatur distribusi idenya. Kalimat ”Individu-individu.... Catatan kaki dalam contoh ini bisa dilengkapi dengan keterangan tambahan. Media Analysis Techniques. dan kutipan berasal dari halaman 44-45 buku tersebut. Hart (1967: 61) mengatakan: "The symbolic dimensions of politics speech-making. Dalam hal produksi dan penyebarluasan ide inilah kita bisa mengurai saling keterkaitan antara kelas penguasa.. Cukup jelas.. wacana dan media.pada masa tersebut” adalah kutipan. the mechanism for wielding power. seperti ditegaskan Marx. Jika menggunakan catatan tubuh. Setio Budi (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. 44 – 45.. dan kutipan berasal dari halaman 61 buku tersebut. terj. salah satu representasi ideologi yang penting terwujud dalam pidato dan pernyataan-pernyataan para penyelenggara kekuasaan negara tersebut. 44 – 45.. ideologi. maka nomor indeks ditempatkan setelah kutipan. memegang peranan sekaligus pula sebagai pemikirpemikir. diterbitkan pada tahun 1967.P.. b). hal." Dalam contoh di atas. Kutipan tidak dipisahkan dari teks (menyatu dengan teks).bekerjanya kelas berkuasa” adalah naskah skripsi. terj. Contoh: Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana kelas berkuasa bekerja melalui ideologi untuk melanggengkan dominasi mereka? Barangkali penting dikutip di sini bagaimana Marx menjelaskan bekerjanya kelas berkuasa: “Individu-individu yang menyusun kelas yang berkuasa berkeinginan memiliki sesuatu/kesadaran dari yang lainnya. 20 Arthur Asa Berger. hal tersebut adalah bukti diri bahwa mereka melakukan tersebut dalam jangkauannya kepada yang lainnya.. lalu di bagian bawah halaman tersebut (bagian kaki halaman) terdapat keterangan nomor indeks yang menjelaskan sumber kutipan tersebut. diterbitkan pada tahun 2000. secara khusus adalah seorang presiden ataupun raja yang berkuasa. 217 . Setio Budi (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya....pada masa tersebut” adalah kutipan langsung dari sebuah buku yang ditulis Arthur Asa Berger. d). raja yang berkuasa” adalah naskah skripsi. Ketika mereka memegang peranan sebagai sebuah kelas dan menentukan keseluruhannya dalam sebuah kurun waktu. kalimat ”Pertanyaannya kemudian.. Kelas penguasa itu. for wielding power” adalah kutipan dari buku yang ditulis R. Kalimat “The symbolic …. Hart.” 19 Dalam contoh di atas. Jika menggunakan catatan kaki. kalimat “Bagi sebuah kekuasaan …. Kutipan harus diawali dan diakhiri dengan tanda kutip.”Individu-individu. sebagai pemproduksi ide serta mengatur produksi dan distribusi idenya pada masa tersebut.

Janet Woollacott dan David Barrat menegaskan pandangan para teoritis Marxis bahwa ideologi yang dominanlah yang akan tampil dalam pemberitaan (Wollacott. b) Kutipan tidak boleh menggunakan tanda kutip. d) Jika menggunakan catatan kaki. Hardt. Michael Gurevitch. contoh: Media bukanlah sarana netral yang menampilkan berbagai ideologi dan kelompok apa adanya. kepentingan. Society and the Media. Lihat juga Janet Wollacott.P. contoh: Media bukanlah sarana netral yang menampilkan berbagai ideologi dan kelompok apa adanya. Catatan kaki dalam contoh ini bisa dilengkapi dengan keterangan tambahan. 61. hal.Bagi sebuah kekuasaan resmi negara. raja yang berkuasa” adalah naskah skripsi. 1994). menyebarkan ideologi mereka sekaligus mengontrol dan memarginalkan wacana dan ideologi kelompok-kelompok lain. Barrat. hal. 23 David Barrat. 1987). Hart mengatakan: "The symbolic dimensions of politics speech-making. media adalah subjek yang lengkap dengan pandangan. Lihat lebih jauh di R. “Message and Meanings”. 109. Dalam contoh di atas. 22 Pada dasarnya tiap pemimpin politik selalu menciptakan bahasa politik yang menjadi kekuatan utama konsolidasi simbolik dalam rangka mendukung politik dijalankan serta meneguhkan ideologi kekuasaan. for wielding power” adalah kutipan. catatan kaki bisa dilengkapi dengan keterangan tambahan.P. salah satu representasi ideologi yang penting terwujud dalam pidato dan pernyataan-pernyataan para penyelenggara kekuasaan negara tersebut. eds. 1994: 51-52)." 21 Dalam contoh di atas. The Sound of Leadership: Presidential Communication in the Modern-Age (Chicago: Chicago University Press. Dalam sebuah studinya mengenai pidato kemenangan presiden di Amerika. 1982: 109. kepentingan. Corcohan menunjukkan bahwa tiap presiden ternyata mempunyai gaya bahasa serta strategi wacana yang berbeda. Media Sociology (London and New York: Routledge. hal. secara khusus adalah seorang presiden ataupun raja yang berkuasa. serta keberpihakan ideologisnya.23 Media berpihak pada kelompok dominan. pernyataan bahwa ”ideologi yang dominan yang akan tampil dalam pemberitaan” adalah inti pendapat dari James Wollacott dan David Barrat yang penulis sajikan dalam bahasa sendiri. c) Jika menggunakan catatan tubuh. kalimat “Bagi sebuah kekuasaan …. media adalah subjek yang lengkap dengan pandangan.. Janet Woollacott dan David Barrat menegaskan pandangan para teoritis Marxis bahwa ideologi yang dominanlah yang akan tampil dalam pemberitaan. 218 . James Curran and James Wollacott (London: Methuen. Media berpihak pada kelompok dominan. Dalam contoh di atas. Kalimat “The symbolic …. 1982). dalam Culture. 24 21 R. the mechanism for wielding power. is a political act. serta keberpihakan ideologisnya. 1987). The Sound of Leadership: Presidential Communication in the Modern-Age (Chicago: Chicago University Press. for presidents. hal.. 61. 22 3) Kutipan tidak langsung Prinsip-prinsip: a) Kutipan tidak dipisahkan dari teks (menyatu dengan teks). 51-52. menyebarkan ideologi mereka sekaligus mengontrol dan memarginalkan wacana dan ideologi kelompok-kelompok lain. Hardt.

Lihat juga Janet Wollacott.  Alamat lengkap internet dan waktu akses (untuk bahan dari internet). Kota penerbit: nama penerbit. Judul buku. 109. tahun terbit.6. et. London and New York: Routledge. dokumen. tetapi juga memproduksi ideologi dominan itu sendiri. Lebih jauh. 1982). Barrat. Idi Subandi. Rev.ed. eds.ed. 1988. Buku dengan dua atau tiga pengarang Nama pengarang 1 (dibalik). tahun terbit. Rev. Lapidus. dan segenap kepustakaan lainnya yang digunakan dalam menyusun sebuah tulisan ilmiah. hal. ditempatkan di bagian terakhir (halaman terpisah/tersendiri) dari tulisan ilmiah tersebut.  Nama pengarang artikel dan judul artikel (untuk artikel). tahun terbit. Cambridge: Cambridge University Press. Kota penerbit: nama penerbit. Vol. Bibliografi disusun secara alfabetis (Lampiran VI. Ira M. menunjukkan sifat referensial atas karya tersebut. 219 . Media Sociology (London and New York: Routledge. untuk artikel di media (nama media. Volume/Jilid. Jalaluddin. David. Kota penerbit: nama penerbit. nama pengarang 2 (tidak dibalik). Paul Rabinow. Bandung: Remaja Rosdakarya. tahun terbit.1. Judul buku. Yogyakarta: Bentang. tahun terbit. 1994. terj. Judul buku. Buku terjemahan Nama pengarang asli (dibalik).  Data publikasi media.al. Society and the Media. Unsur-unsur dalam sebuah daftar pustaka:  Nama pengarang (ditulis secara terbalik). tahun terbit. Rakhmat. Buku yang terdiri dua jilid atau lebih Nama pengarang (dibalik). Ibrahim. Kota penerbit: nama penerbit. Media Sociology. Daftar pustaka atau bibliografi mutlak ada dalam sebuah karya ilmiah.al. tanggal terbit). Psikologi Komunikasi.  Judul buku (termasuk judul tambahannya). Hegemoni Budaya. nama pengarang 3 (tidak dibalik). media bukan hanya alat bagi ideologi dominan. et. “Message and Meanings”. Daftar Pustaka Daftar pustaka/bibliografi adalah daftar yang berisi buku. 24 Keberpihakan media akan menampilkan kelompok dominan dalam pemberitaan. 1997. 2003.3).  Data publikasi (tempat terbit. 51-52. tahun terbit). artikel. Judul buku. Judul buku. Buku dengan banyak pengarang Nama pengarang 1 (dibalik). Judul buku. 1982. Michael Gurevitch. Dreyfus. Kota penerbit: nama penerbit. Beyond Structuralism and Hermeneutics. hal. Chicago: University of Chicago Press. A History of Islamic Societes. Buku yang telah direvisi Nama pengarang (dibalik). dalam Culture. James Curran and James Wollacott (London: Methuen. nama penerbit. Hubert L. nama penerjemah. Lihat David Barrat. Kota penerbit: nama penerbit.. Cara penyusunan daftar pustaka: Buku dengan satu pengarang Nama pengarang (dibalik). 1994).

” Level karya. "Paradigma dan Perkembangan Penelitian Komunikasi. ”Judul skripsi/tesis/disertasi. Mastuhu. Kota penerbit: nama penerbit. tahun. Artikel dari sebuah buku antologi Nama pengarang artikel (dibalik). hal. Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. bukan halaman yang dikutip. 2007. “War Against Terrorism: Critical Discourse Analysis. ”Judul makalah. tanggal dan tahun terbit. Hidayat. Alam. “Dua Tipe Perempuan dalam Film dan Sinetron Mistik Indonesia. Kota penerbit: nama penerbit. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret. tahun terbit. 1998). 2000. Deden Ridwan. ”Judul artikel. namun jika editor dua orang atau lebih menggunakan singkatan eds. terj. Arthur Asa. 22 November 2001.” Nama media.” Forum penyampaian makalah. M. penyelenggara seminar. “Islam di AS Jadi Agama Kedua. nama kota. Muzayin. tahun terbit.” Republika. 10 September 2002. Prof. II (Oktober.” Skripsi Sarjana. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.” Nama jurnal/majalah ilmiah. Bagus. Judul kamus. halaman. Kamus Filsafat. Surakarta. Dr. 2004. Perhatian: halaman yang dimaksud di daftar pustaka ini adalah halaman dari awal sampai akhir tempat artikel berada dalam jurnal/majalah ilmiah. Artikel dari sebuah jurnal/majalah ilmiah Nama pengarang artikel (dibalik). Kamus Nama pengarang kamus (dibalik). ”Judul artikel. Nazaruddin.” Koran Tempo. Dedy N.. Skripsi/Tesis/Disertasi yang belum diterbitkan Nama penulis (dibalik). ”Judul artikel. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.” Kajian Keagamaan dalam Tradisi Baru Penelitian Agama Islam Tinjauan Antardisiplin Ilmu. Rudi Harisyah. fakultas dan universitas. tanggal dan tahun terbit. “Perspektif Pasca-Modernisme dalam Kajian Keagamaan." Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia.” Judul buku. 1998. Francis. nama kota. Jakarta.Berger.Ed. Makalah seminar yang tidak diterbitkan Nama penulis (dibalik). tahun terbit). tahun terbit. Muzayin. Setio Budi HH. Berita koran/majalah ”Judul berita. Nazaruddin. “Benturan Islam dan Modernitas. 32-43. Perhatian: jika editor satu orang maka menggunakan singkatan ed. edisi jurnal (bulan terbit. Lorens. 1994. Artikel dari koran/majalah Nama pengarang artikel (dibalik). eds. 220 . Fukuyama. Media Analysis Techniques. M.. nama editor.” Makalah disampaikan dalam Temu Ilmiah Nasional. ed.” Nama media. Bandung: Penerbit Nuansa dan PUSJARLIT.

Dokumen yang tidak diterbitkan Lembaga yang mengeluarkan dokumen. surat lamaran pekerjaan. tanggal dan tahun dikeluarkan dokumen.” www. ”Judul artikel. Washington D.” Alamat lengkap internet (waktu akses). 4) Pegawai kantor atau perusahaan. saat ini sangat banyak informasi lowongan pekerjaan yang dapat diperoleh dengan mudah dari berbagai sumber informasi tinggal bagaimana seorang pencari kerja dapat memanfaatkan berbagai sumber yang ada. Sedangkan yang termasuk surat pribadi adalah : surat keluarga. ”Judul artikel. Robert.walhi. 3) Pengumuman dari DEPNAKER. SURAT PRIBADI Yaitu surat yang dikirimkan seseoarang kepada orang lain atau suatu organisasi/instansi.thirdworldtraveler. Sumber Informasi. Televisi atau Internet. U. komponen surat resmi. surat perijinan. proses pengajuan surat lamaran.com/Robert_McChesney_page. Sumber informasi lowongan pekerjaan tersebut di antaranya dari : 1) Iklan Surat Kabar. pedoman penulisan. J.html (akses 16 Agustus 2006). konsep surat tidak resmi (pribadi) dan komponen surat tidak resmi. Artikel di internet Nama penulis (dibalik). “Rich Media Poor Democracy. Surat Lamaran Pekerjaan adalah surat yang dibuat seseorang ( pelamar ) yang ditujukan kepada kantor atau perusahaan tertentu guna mendapatkan pekerjaan sesuai dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan. Untuk membuat surat lamaran pekerjaan perlu memperhatikan tahap-tahapnya yaitu : sumber informasi. Department of Foreign Affairs. 12 February 1998. Surat pribadi adalah surat yang dibuat oleh seseorang yang isinya menyangkut kepentingan pribadi. dan sebagainya.S. “Pengelolaan Bencana: Pengelolaan Kerentanan Masyarakat. 1) Surat lamaran dapat ditulis tangan oleh pelamar dengan kertas folio bergaris tetapi tidak boleh pada halaman bolak221 . Surat keluarga biasanya dibuat oleh anak kepada orangtuanya karena dalam perantauan (misalnya kuliah atau bekerja di tempat yang jauh). Menurut kepentingan dan pengirimnya.or. Surat lamaran termasuk surat pribadi.id/kampanye/bencana (akses 17 Agustus 2006). Maresca. JENIS-JENIS SURAT 1. dan menyusun bahasa surat yang baik dan benar.” www. Testimony by John. Surat Keluarga adalah surat yang dibuat seseorang yang isinya menyangkut kepentingan pribadi atau keluarga. J. McChesney. Radio.” Alamat lengkap internet (waktu akses). Vice President International Relations Unocal Corporation to House Committee on International Relations Subcommittee on Asia and The Pacific.. 2) Pengumuman yang berasal dari kantor/perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. lampiran yang diminta. Nama dokumen. Surat Resmi (dinas) dan Surat Tidak Resmi (pribadi) Konsep surat resmi (dinas).C. Nama kota. Pedoman Penulisan Surat Lamaran. surat dapat dikelompokkan sebagai berikut: a. bisa juga surat dari saudara yang satu dengan yang lain dan berlainan tempat.

2. kalimat penutup. yaitu surat resmi yang dipergunakan oleh perusahaan atau badan usaha. terkecuali penulisan berdasarkan ejaan yang disempurnakan (EYD) haruslah menyesuaikan). jabatan. Bagian-bagian surat resmi: 1. SURAT RESMI adalah surat yang disampaikan oleh suatu instansi/lembaga kepada seseorang atau lembaga/instansi lainnya. Isi surat (Uraian isi berupa uraian hari. Tanggal surat (penulisan di sebelah kanan sejajar dengan nomor surat) 6. Isi surat lamaran terdiri dari : tempat dan tanggal surat. 2. ditulis dengan variasi huruf besar dan kecil. Selain surat bersifat pribadi kepada instansi atau kantor tempat kerja seseorang. materai jika diminta. Logo instansi/lembaga. ditulis dengan huruf kapital/huruf besar. Pembuka/salam pembuka (diakhiri tanda koma) 8. dan sebagainya ditulis dengan huruf kecil. Lampiran. berupa penyertaan/pemberitahuan kepada atasan tentang adanya suatu kegiatan. Alamat instansi/lembaga. yakni urutan surat yang dikirimkan 3. Contoh : 1. terdiri dari Nama instansi/lembaga. kalimat pembuka. Kepala/kop surat. surat ijin juga diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pihak pihak tertentu apabila seseorang atau sebuah keluarga ingin mengadakan suatu kegiatan atau keramaian di masyarakat hal ini dimaksudkan agar jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pihak tersebut bisa ikut bertanggung jawab. berisi salam penutup. Lampiran Surat Lamaran disesuaikan dengan permintaan dari sumber informasi dan penyusunannya diurutkan kecuali untuk pas foto dan foto copy bisa diletakkan di atas susunan lamaran. Hal. 3) Surat sosial. perihal. salam pembuka. yaitu surat resmi yang digunakan instansi pemerintah untuk kepentingan administrasi pemerintahan. Foto kopi KTP dan Pas foto Surat Perijinan adalah surat yang ditulis seseorang yang isinya menyangkut permohonan ijin kepada pihak tertentu untuk mendapatkan ijin yang dimaksudkan. Penutup surat. Alamat yang dituju (jangan gunakan kata kepada) 7. bisa juga pelamar menambahkan persyaratan lain yang sifatnya melengkapi syarat yang sudah ada agar lebih bisa menjadi bahan pertimbangan. Nomor surat. 222 . nama (biasanya disertai nomor induk pegawai atau NIP) 11. Pada bagian tanda tangan surat lamaran seringkali suatu kantor khususnya kantor pemerintah menghendaki perlunya dibubuhi materai. Apabila sumber informasi lowongan kerja tidak mencantumkan/meminta syarat secara lengkap biasanya pelamar melengkapi surat lamarannya dengan melampirkan : Daftar Riwayat Hidup. yaitu surat resmi yanng dipergunakan oleh organisasi kemasyarakatan yang bersifat nirlaba ( nonprofit).5 spasi. data pribadi. Surat ijin untuk mengadakan keramaian / hajatan kepada RT atau Lurah dan sebagainya. kata penutup. 2) Surat niaga. tembusan surat. berupa garis besar isi surat 5. tanda tangan dan nama jelas. Penutup surat 10. tempat. tanggal. data lampiran. b. Surat ijin untuk tidak masuk kerja / sekolah. Surat resmi (surat dinas) terbagi atas beberapa bagian. 2. waktu. alamat surat. berisi lembaran lain yang disertakan selain surat 4. yaitu: 1) Surat dinas pemerintah. Foto kopi Ijasah.balik atau diketik dengan kualitas kertas yang baik (HVS minimal 60 gram) dengan jarak baris 1. tanda tangan. 9.

5. Pesan singkat yang dikirim melalui tulisan di kertas ada yang bersifat formal/resmi dan nonformal/pribadi. dan jelas tetapi tetap memperhatikan sopan santun.. 6) tanggal penulisan memo. MEMO Pesan singkat merupakan salah satu bentuk komunikasi tidak langsung yang disampaikan secara tertulis dengan bahasa yang singkat. serta memo dan nota. Jenis surat menurut sifatnya surat dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. surat pemesanan. surat perintah. 3) penerima memo/alamat yang dituju. 223 . telegram. Jenis surat berdasarkan tingkat kepentingan penyelesainnya. padat. dan surat pengumuman. surat kilat. surat laporan. surat penawaran. 2. Jenis surat berdasarkan wujudnya surat terbagi atas surat bersampul. kartu pos. Isi pesan singkat dapat berupa: (1) penjelasan tentang sesuatu yang terjadi atau akan terjadi. 7) tanda tangan dan nama pengirim memo. surat peringatan. 7. surat panggilan. jelas. teleks atau faksimile. c. Pesan singkat pribadi ditulis dan dikirim oleh individu kepada individu lain untuk kepentingan pribadi. atau (5) permintaan maaf. 6. Jenis surat berdasarkan ruang lingkup sasarannya surat terbagi atas surat intern dan surat ekstern. K. warkat pos. surat terbagi atas surat biasa. surat biasa. Jenis Surat menurut isinya. surat perjanjian.c. b. Khusus dalam penulisan pesan singkat melalui SMS sering kita gunakan singkatan kata untuk meminimalisir jumlah huruf yang digunakan. (4) permintaan penjelasan tentang sesuatu. artinya. maksudnya. surat rahasia. surat pengantar. isi surat hanya boleh diketahui oleh kalangan tertentu yang terkait saja. 5) isi memo. surat edaran. surat dapat dikelompokkan sebagai berikut : surat pemberitahuan. Pesan singkat yang bersifat resmi/dinas sering disebut dengan memo (memorandum). 2) identitas judul memo/tulisan ‘memo’. surat keputusan. Bahasa yang digunakan dalam mengirim pesan singkat pribadi sangat bergantung kepada siapa pesan tersebut kita kirim. isi surat dapat diketahui oleh oranng lain selain yang dituju. Slogan dan Poster Slogan adalah perkataan atau kalimat pendek yang menarik dan mudah diingat untuk memberitahukan atau menyampaikan sesuatu. surat undangan dan surat lamaran pekerjaan. Pesan singkat bisa dalam bentuk memo atau SMS/e-mail. 4. dan surat kilat khusus. padat. Memo biasanya terdiri atas: 1) kepala memo. SMS pada era global ini merupakan bentuk pengiriman pesan yang lebih efektif. 4) pemberi/pengirim memo. yaitu surat yang isinya hanya boleh diketahui orang yang dituju saja. 3. Memo biasanya ditulis dan dikirim oleh atasan kepada bawahan. Jenis surat berdasarkan banyaknya sasaran surat dapat dikelompokkan menjadi surat biasa. (2) rencana pertemuan atau undangan untuk seseorang. surat konfidensial ( terbatas). surat permintaan. (3) instruksi untuk melakukan sesuatu. Yang jelas pesan tersebut ditulis secara singkat. dan santun.

Poster penerangan atau pendidikan : Bersifat mempengaruhi pembaca untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perilaku tertentu. sedangkan Poster berisi mengenai himbauan. Poster hiburan : Berisi pemberitahuan adanya sesuatu hal yang bersifat hiburan. isinya singkat dan jelas. Jika membaca adalah proses membuka jendela dunia.kalimatnya pendek. dan penyaluran aspirasi tertentu. Berdasarkan isinya. dipasang ditempat umum .dan mudah diingat. Perbedaan antara Slogan dan Poster Slogan lebih mengarah/menekankan pada kata-kata/kalimat. golongan.atau iklan. melihat wawasan yang ada dan menjadikannya sebagai khazanah pribadi. Slogan berisi mengenai tujuan ideologi suatu organisasi.pengumuman.Slogan Bertujuan untuk menyampaikan suatu infirmasi dan memengaruhi pandangan serta pendapat orang terhadap informasi tersebut.menarik. 3. maka menulis adalah proses menyajikan 224 .tujuan POSTER Poster adalah. poster sabun. RANGKUMAN Keterampilan Membaca-Menulis-Membaca merupakan keterampilan dasar.menarik perhatian pembaca selain itu jika diperlukan dapat ditambahkan gambar atau ilustrasi. Poster niaga : Bersifat menarik pembaca untuk membeli atau menggunakan suatu barang atau jasa. poster sepatu. dll.Misalnya: poster rokok.biasa'a berupa Poster Bertujuan untuk menyampaikan suatu infirmasi dan memengaruhi pandangan serta pendapat orang terhadap informasi tersebut. L.mudah dipahami.sedangkan Poster lebih menekankan informasinya dalam suatu gambar/ilustrasi. upaya pendidikan. Slogan memiliki ciri bahasa yang menarik.misi. Poster kegiatan : Bertujuan memberitahukan adanya suatu kegiatan mengajak pembaca mengikuti atau berpartisipasi dalam megaton tersebut.mudah dimengerti.plakat yg biasa ajakan.poster dibagi menjadi 1.singkat. tidak saja untuk meraih keberhasilan selama bersekolah melainkan juga sepanjang hayatnya. Ini berarti bahwa keterampilan tersebut perlu dimiliki setiap orang. dan sebagainya. Poster memiliki ciri bahasa yang menarik.jelas.mudah dipahami.menjelaskan visi. serta bersifat persuasif. 4.efektif. ajakan. Poster yang berisi penawaran sebuah produk atau jasa. dan 2.

kembali khazanah tersebut kepada masyarakat luas. Anda bisa menggabungkan sebuah khazanah dengan khazanah yang sudah dimiliki sebelumnya. Sangat sulit bagi seseorang untuk menulis sesuatu yang di luar dirinya. Dengan demikian membaca mau tidak mau adalah proses yang harus dijalani oleh orang yang berkeinginan untuk bisa menulis. Jika selama ini Anda kesulitan menulis dan selalu berhenti pada kalimat atau paragraf pertama, bisa jadi penyebabnya karena terlalu sedikit stok informasi yang Anda miliki sebelumnya. Anda harus menambah stok tersebut agar proses menulis menjadi lancar. Variasi Bahasa-Variasi Bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen. Dalam hal variasi bahasa ini ada dua pandangan. Pertama, variasi itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa itu. Jadi variasi bahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa. Kedua, variasi bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam. Kedua pandangan ini dapat saja diterima ataupun ditolak. Yang jelas, variasi bahasa itu dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya keragaman sosial dan fungsi kegiatan didalam masyarakat sosial. Namun Halliday membedakan variasi bahasa berdasarkan pemakai (dialek) dan pemakaian (register). Berikut ini akan dibicarakan variasi-variasi bahasa tersebut, dimulai dari segi penutur ataupun dari segi penggunanya. 1. Variasi dari Segi Penutur, 2. Variasi dari Segi Pemakaian, 3. Variasi dari Segi Keformalan, dan 4. Variasi dari Segi Sarana. Mengubah Teks Wawancara menjadi Narasi- Teks wawancara merupakan bentuk penyajian informasi berupa tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Narasi merupakan bentuk karangan pengisahan suatu cerita atau kejadian. Anda akan berlatih mengubah teks wawancara menjadi teks narasi. Hal itu berarti teks yang berupa tanya jawab antara penanya dan narasumber diubah menjadi bentuk tulisan atau teks cerita Bagaimana cara mengubah teks wawancara menjadi bentuk naratif? Perlu dicermati lagi bahwa wawancara biasanya berupa kalimat langsung. Jika dinarasikan maka Anda harus mengubah kalimat tersebut menjadi kalimat tak langsung. Masih ingatkah kalian ciri-ciri kalimat langsung dan tak langsung? Menjelaskan Cara Membaca Tabel, Diagram, Grafik, dan Denah secara Benar. Informasi verbal adalah informasi yang disampaikan dengan kata-kata. Adapun informasi nonverbal adalah informasi yang disajikan dengan bentuk visual, seperti gambar, bagan, grafik, diagram, matriks, dan tabel. Paragraf, Syarat-syarat Paragraf, Jenis Paragraf, dan Penanda Hubungan antarparagraf-Paragraf adalah kesatuan pikiran yang mengungkapkan ide pokok yang berbentuk dalam rangkaian kalimat yang berkaitan dengan bentuk (kohesi) dan makna (koherensi). Paragraf adalah bagian karangan yang terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran. Dalam paragraf terdapat tiga persyaratan agar paragraf menjadi padu, yaitu kepaduan, kesatuan, dan kelengkapan. Penggunaan EYD-Bahasa menunjukkan bangsa, tiada bahasa hilanglah bangsa. Sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987, perlu disempurnakan kembali. Berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Maka lahirlah Permendiknas no. 46 Thun 2009 Tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, dalam permendiknas tersebut dipergunakan bagi 225

instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, dinyatakan tidak berlaku. Penulisan Karya Ilmiah, Penulisan Kutipan, dan Penulisan Daftar Pustaka, disajikan artikel ilmiah, artikel popular, cara memilih topik PTK, cara menyusun kutipan dan daftar pustaka. Surat Resmi dan Surat Tidak Resmi- Peserta dapat menjelaskan konsep surat resmi (dinas), komponen surat resmi, konsep surat tidak resmi (pribadi) dan komponen surat tidak resmi, dan menyusun bahasa surat yang baik dan benar. Slogan dan Poster-disajikan materi tentang slogan dan poster, perbedaan kedua media tersebut, menyusun slogan dan poster. M. Evaluasi 1. Jelaskan konsep-konsep dasar dalam keterampilan membaca dan menulis! 2. Jelaskan variasi bahasa untuk menunjang pembelajaran keterampilan berbahasa! 3. Jelaskan cara mengubah teks wawancara menjadi narasi! 4. Bacalah secara benar tabel, diagram, denah, dan grafik yang telah Anda siapkan! 5. Jelaskan konsep paragraf, syarat-syarat paragraf, jenis paragraf, dan penanda hubungan antarparagraf! 1. Buatlah sebuah paragraf naratif tentang PLPG! 2. Tentukan bentuk paragraf yang telah Anda susun! 3. Tentukan jenis paragraf yang telah Anda susun! 4. Tuliskan kembali ide pokok paragraf Anda tersebut! 5. Tuliskan kembali Kalimat utama paragraf Anda tersebut! 6. Tuliskan kembali kalimat-kalimat penjelas paragraf Anda tersebut! 6. Susunlah lima buah kalimat efektif! 7. Susunlah sebuah paragraph dengan menerapkan penggunaan EYD secara baik dan benar! 8. Susunlah sebuah artikel ilmiah dengan menerapkan cara penulisan kutipan dan penulisan Daftar Pustaka secara benar! 9. Menjelaskan konsep surat resmi (dinas), komponen surat resmi, konsep surat tidak resmi (pribadi) dan komponen surat tidak resmi, dan menyusun bahasa surat yang baik dan benar. a. Buatlah sebuah surat penawaran barang! b. Atas dasar surat yang telah Anda susun jawablah hal-hal berikut. 1) Tuliskan bagian-bagian suratnya! 2) Tuliskan kalimat pembuka suratnya! 3) Tuliskan salam penutupnya! 10.Buatlah sebuah slogan sekolah Anda. N. Kunci Jawab 1. Konsep-konsep dasar dalam keterampilan membaca dan menulis. Keterampilan Membaca-Menulis-Membaca merupakan keterampilan dasar. Ini berarti bahwa keterampilan tersebut perlu dimiliki setiap orang, tidak saja untuk meraih keberhasilan selama bersekolah melainkan juga sepanjang hayatnya. Jika membaca adalah proses membuka jendela dunia, melihat wawasan yang ada dan menjadikannya sebagai khazanah pribadi, maka

226

menulis adalah proses menyajikan kembali khazanah tersebut kepada masyarakat luas. Membaca mau tidak mau adalah proses yang harus dijalani oleh orang yang berkeinginan untuk bisa menulis. Jika selama ini Anda kesulitan menulis dan selalu berhenti pada kalimat atau paragraf pertama, bisa jadi penyebabnya karena terlalu sedikit stok informasi yang Anda miliki sebelumnya. Anda harus menambah stok tersebut agar proses menulis menjadi lancar. 2. Variasi bahasa untuk menunjang pembelajaran keterampilan berbahasa! Variasi Bahasa-Variasi Bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen. Dalam hal variasi bahasa ini ada dua pandangan. Pertama, variasi itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa itu. Jadi variasi bahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa. Kedua, variasi bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam. Kedua pandangan ini dapat saja diterima ataupun ditolak. Yang jelas, variasi bahasa itu dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya keragaman sosial dan fungsi kegiatan didalam masyarakat sosial. Namun Halliday membedakan variasi bahasa berdasarkan pemakai (dialek) dan pemakaian (register). Berikut ini akan dibicarakan variasi-variasi bahasa tersebut, dimulai dari segi penutur ataupun dari segi penggunanya. 1. Variasi dari Segi Penutur, 2. Variasi dari Segi Pemakaian, 3. Variasi dari Segi Keformalan, dan 4. Variasi dari Segi Sarana. 3. Jelaskan cara mengubah teks wawancara menjadi narasi! Teks wawancara merupakan bentuk penyajian informasi berupa tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Untuk menceritakan atau menyampaikan kembali hasil wawancara kepada orang lain, teks wawancara perlu diubah dalam bentuk narasi. Narasi merupakan bentuk karangan pengisahan suatu cerita atau kejadian. Agar Anda dapat menarasikan teks wawancara dengan baik, lakukan langkah-langkah berikut. Bacalah teks wawancara dengan cermat, Catatlah pokok-pokok isi wawancara. Buatlah pengantar ke arah isi wawancara. Narasikan isi wawancara dengan mengembangkan pokok-pokok isi. Lengkapilah narasi dengan bagian penutup. 4. Jawaban kalimat bebas sesuai fakta tabel, diagram, denah, dan grafik yang telah siapkan peserta. 5. Jawaban kalimat bebas sesuai konteks paragraf yang disusun peserta! 6. Jawaban kalimat bebas asal sesuai syarat kalimat efektif. 7. Susunlah sebuah paragraph dengan menerapkan penggunaan EYD secara baik dan benar! 8. Jawaban kalimat bebas asal telah menerapkan cara penulisan kutipan dan penulisan Daftar Pustaka secara benar. 9. Jawaban kalimat bebas sesuai surat yang telah disusun peserta. 10. Jawaban kalimat bebas sesuai kondisi masing-masing peserta

DAFTAR PUSTAKA Alwasilah, A. Chaedar. 2000. Politik Bahasa dan Pendidikan. Cet. II. Bandung: Remaja Rosdakarya.

227

Alwi, Hasan dan Dery Sugono. 2002. Telaah Bahasa dan Sastra. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Alwi, Hasan. 1996. ”BIPA: Hari Ini dan Esok”. Dalam Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing. (Husen dkk. Penyunting). Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Arifin, Zaenal dan S. Amran Tasai. 2002. Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Akademika Pressindo. Azies, Furqanul dan Alwasilah, A. Chaedar. 1996. Pengajaran Bahasa Komunikatif Teori dan Praktek. Cet. I. Bandung: Remaja Rosdakarya. Semi, M. Atar. 1995. Dasar-Dasar Keterampilan Menulis. Bandung: Mugantara. Chaer, Abdul dkk. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta, 2004. Doyin, Moh. 2010. Artikel Ilmiah. Unnes Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Ibrahim, Syukur, dkk. Bahan Ajar Sintaksis Bahasa Indonesia. Departemen Pendidikan Nasional Universitas Negeri Malang. Ramlan, M. 2001. Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis. Yogyakarta: C.V. Karyono. Rusnaji, Oscar. Aspek-aspek Linguistik. IKIP Malang. Rusnaji, Oscar. 1983. Aspek-aspek Sintaksis Bahasa Indonesia. IKIP Malang. Samsuri. 1985. Tata Bahasa Indonesia Sintaksis. Jakarta: Sastra Budaya. Sugono, Dendy. 1986. Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: C.V. Kilat Grafika. Tarigan, Henry Guntur. 1994. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Verhaar. 2004. Asas-asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada university Press. Wirjosoedjarmo. 1984. Tata Bahasa Indonesia. Surabaya: Sinar Wijaya

228

229

Tentunya dengan harapan dapat memberikan efektivitas yang tinggi terhadap proses dan pencapaian hasil belajar siswa. B. Bagi para guru.BAB VII MEDIA DAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF A. yang didalamnya disyaratkan adanya kerangka teori yang melandasinya. mereka mengalami kesulitan untuk mengelaborasi teori tersebut. di kalangan mahasiswa. khususnya ketika mereka sedang menyelesaikan karya tulis dalam rangka penyelesaian studinya. Hal ini bisa dilihat dengan adanya kecenderungan dari sebagian guru berupaya menerapkan berbagai model pembelajaran yang mutakhir atau kita sebut saja model pembelajaran inovatif di sekolahnya masing-masing. belakangan ini mulai muncul kegairahan mengkaji dan meneliti tentang sejauhmana efektivitas penggunaan model-model pembelajaran inovatif. kegairahan untuk menerapkan dan meneliti modelmodel pembelajaran mutakhir ini tampaknya belum diikuti oleh ketersediaan buku-buku yang mengupas secara lengkap dan tuntas dari masing-masing model pembelajaran inovatif tersebut. sehingga cenderung bersifat subyektif. Belajar menurut 230 . ilmu pengetahuan bersifat sementara terkait dengan perkembangan yang dimediasi baik secara sosial maupun kultural. dengan meninggalkan modelmodel pembelajaran konvensional. tetapi isinya cenderung hanya sebagian kecil saja dari model-model pembelajaran inovatif yang sedang dikembangkan saat ini. informasi tentang model-model pembelajaran inovatif ini pada umumnya diperoleh melalui berbagai pelatihan yang diikutinya. tidak dalam bentuk kajian yang mendalam. TUJUAN Peserta memahami berbagai media dan model pembelajaran inovatif berbasis IT. 2002). Sebuah paradigma yang mapan yang berlaku dalam sebuah sistem boleh jadi mengalami malfungsi apabila paradigma tersebut masih diterapkan pada sistem yang telah mengalami perubahan. yang juga cenderung bersifat elementer dan parsial. di toko-toko buku tertentu kita bisa mendapatkan beberapa buku yang membahas tentang model-model pembelajaran inovatif. saat ini kita ditawari dengan aneka model pembelajaran inovatif yang jumlahnya sangat banyak untuk dapat dipraktikkan oleh para guru di lapangan. Menurut paradigma konstruktivistik. khususnya yang menggeluti bidang pendidikan. Paradigma konstruktivistik tentang pembelajaran merupakan paradigma alternatif yang muncul sebagai akibat terjadinya revolusi ilmiah dari sistem pembelajaran yang cenderung berlaku pada abad industri ke sistem pembelajaran yang semestinya berlaku pada abad pengetahuan sekarang ini. MATERI Upaya pemerintah untuk mereformasi sistem pembelajaran di sekolah tampaknya telah mendapat respons positif pada sebagian akademisi maupun praktisi. Sebagaimana dimaklumi. Kesulitan mengelaborasi teori yang melandasi model-model pembelajaran ini juga tampaknya banyak dialami oleh para mahasiswa yang hendak meneliti tingkat efektivitas penggunaan model pembelajaran inovatif tertentu. Manakala mereka harus melakukan Penelitian Tindakan Kelas. Paradigma yang mengalami anomali tersebut cenderung menimbulkan krisis. Demikian juga. yang tentunya hanya bersifat garis besarnya saja. Mereka pada umumnya memperoleh informasi tentang model-model pembelajaran ini dengan mengandalkan dari internet. Hanya sangat disayangkan. Krisis tersebut akan menuntut terjadinya revoluasi ilmiah yang melahirkan paradigma baru dalam rangka mengatasi krisis yang terjadi (Kuhn. Memang. karena memang kurang tersedia buku yang mendukungnya.

Menghargai otonomi dan inisiatif siswa. (4) materi pembelajaran menyesuaikan terhadap kebutuhan siswa. investigasi bertolak dari data mentah dan sumbersumber primer (bukan hanya buku teks). dialog. Lalu bagaimana dengan pembelajaran inovatif sendiri? Apa arti pembelajaran inovatif? Kita sangat sering mendengar kata inovatif dan di manamana kata yang berembel embel inovatif sangat menarik untuk dipelajari dan dipraktikkan di kelas. dialog. Untuk menginternalisasi serta dapat menerapkan pembelajaran menurut paradigma konstruktivistik. Inovatif artinya pembaharuan. pengambilan keputusan. terdapat lima prinsip dasar yang melandasi kelas konstruktivistik. MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF Apapun yang berhubungan dengan kata inovatif tampaknya sangat menarik untuk di ketahui. Dengan demikian Pembelajarann inovatif adalah Model Pembelajaran yang dikemas oleh pe-belajar karena adanya dorongan dari sebuah gagasan yang baru. Menyertakan respon siswa dalam pembelajaran dan mengubah model atau strategi pembelajaran sesuai dengan karakteristik materi pelajaran.pandangan ini lebih sebagai proses regulasi diri dalam menyelesikan konflik kognitif yang sering muncul melalui pengalaman konkrit. 2. wacana kolaboratif. penelitian. pembelajaran lebih mengutamakan penyelesaian masalah. terlebih dulu guru diharapkan dapat merubah pikiran sesuai dengan pandangan konstruktivistik. menghargai pikiran siswa. Sedangkan pembelajaran bisa memiliki arti belajar atau pembelajaran. Secara tradisional. yang semuanya ditujukan untuk memperbaharui tingkat pemikiran individu sehingga menjadi semakin sempurna. pengujian hipotesis. investigasi. Mengutamakan kinerja siswa berupa mengklasifikasi. pembelajaran telah dianggap sebagai bagian “menirukan”suatu proses yang melibatkan pengulangan siswa. atau mentransformasi informasi baru. 4. (2) menyusun pembelajaran di sekitar konsep-konsep utama. dan interpretasi. Belajar merupakan proses negosiasi makna berdasarkan pengertian yang dibangun secara personal. 1. 231 . Belajar adalah kegiatan aktif siswa untuk membangun pengetahuannya. Menurut paradigma konstruktivistik. Inovatif adalah kata sifat dari inovasi. Menggali pemahaman siswa tentang konsep-konsep yang akan dibelajarkan sebelum sharing pemahamannya tentang konsep-konsep tersebut. mengananalisis. yang nantinya akan memperoleh kemajuan dari hasil belajar. Dunia pendidikan adalah dunia belajar dan pembelajaran. konstruksi solusi dan algoritma ketimbang menghafal prosedur dan menggunakannya untuk memperoleh satu jawaban benar. 1. hipotesis. dan mengkreasi dalam mengerjakan tugas. bagaimana guru mendorong dan menerima otonomi siswa. Menurut paradigma konstruktivistik. membentuk kembali. Paradigma konstruktivistik merupakan basis reformasi pendidikan saat ini. yaitu (1) meletakkan permasalahan yang relevan dengan kebutuhan siswa. Siswa sendiri yang melakukan penalaran melalui seleksi dan organisasi pengalaman serta mengintegrasikannya dengan apa yang telah diketahui. mengembangkan konsep. Menggunakan data primer dan bahan manipulatif dengan penekanan pada keterampilan berpikir kritis. Guru konstruktivistik memiliki ciri-ciri sebagai berikut. pencarian. pertanyaan-pertanyaan. Hal yang lebih penting. memprediksi. Pembelajaran inovatif merupakan langkah-langkah dalam belajar. Siswa sendiri yang bertanggung jawab atas peistiwa belajar dan hasil belajarnya. 5. (3) menghargai pandangan siswa. Secara umum. pembelajaran lebih diutamakan untuk membantu siswa dalam menginternalisasi. termasuk dalam dunia pendidikan. 3. Pembelajaran lebih dicirikan oleh aktivitas eksperimentasi. (5) menilai pembelajaran secara kontekstual. dan teka-teki sebagai pengarah pembelajaran. dan model-model yang dibangkitkan oleh siswa sendiri. Belajar bermakna terjadi melalui refleksi. resolusi konflik kognitif. atau meniru-niru informasi yang baru disajikan dalam laporan atau quis dan tes.

termasuk dalam hal Teknologi Informatika (IT). Menurut Latuheru (dalam Hamdani. dan lain sebagainya sesuai keinginan guru. Swish maupun macromedia ide-ide kreatif bisa tersalurkan.Pembelajaran inovatif dari pendidik atau guru juga mempunyai arti pembelajaran yang sudah dikemas oleh seorang guru atau instruktur dan merupakan bagian dari wujud gagasan atau teknik yang dipandang masih baru sehingga mampu memfasilitasi murid agar memperoleh kemajuan dalam proses serta hasil belajar. yaitu berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk berpikir. Selama ini terjadi gap yang lebar. minat dan perhatian siswa sehingga proses interaksi komunikasi edukasi antara guru (atau pembuat media) dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. tanpa adanya variasi. 2005: menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan. Dunia semakin berkembang dengan pesatnya. Sehubungan dengan perkembangan IT.com) Jadi. Dalam proses pembelajaran yang paling relevan digunakan adalah media blog. Hal ini lebih dikarenakan guru maupun siswa tida ada kecocokan dari awal pelajaran. Pembelajaran yang cenderung monoton dan membosankan akan menjadikan proses belajar mengajar juga stagnan. Lewat eksplorasi fitur-fitur yang ditawarkan Power Point. maka media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran agar dapat merangsang pikiran. Dalam sebuah proses Kegiatan Belajar Mengajar. (http://ksupointer. Sedangkan menurut Brigs (dalam Sadiman. di dalamnya mengandung makna dan arti pembaharuan. dalam hal ini adalah menghubungkan apa yang dikehendaki guru terhadap siswa. 2002: 6). minat dan perhatian sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman. perasaan. mengaktifkan dan menyenangkan. Media merupakan sesuatu yang menghubungkan. media pembelajaranpun diharapkan berkembang secara signifikan sehingga penanaman konsep dan pemahaman konsep sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai. berbagai media dalam dunia maya memberikan berbagai alternatif yang mampu mengakomodasi semua fungsi dai proses pembelajaran. facebook. video. mengantarkan anak didik pada pengalaman belajar yang bermakna. Guru dalam menyajikan materi biasa-biasa saja. namun kita masih saja berpegang pada “pakem” lama. alat atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. 2002: 6). cenderung text book. Di era informatika seperti saat ini. begitu pula sebaliknya. Termasuk diantaranya dalam hal pembelajaran. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Sadiman. blog. guru harus selalu mengikuti perkembangan yang ada. 2002: 6). Media belajar sangat membantu mengurangi keabstrakan dari sebuah konsep materi yang sedang diajarkan. dimana siswa 232 . Karena hal ini sesuatu yang tidak bisa dihindari. Seperti friendster. 2002: 6) media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. e-mail. Secara umum media pembelajaran dalam pendidikan disebut media. Pemanfaatan beberapa software untuk pembuatan media pembelajaran bisa menjadi alternatif yang inovatif. perasaan. media pembelajaran memegang peran yang sangat penting. dan lain sebagainya. Berdasarkan pengertian-pengertian yang telah diberikan. Sedangkan jika di tinjau berdasarkan definisi harfiahnya mengenai model pembelajaran inovatif tersebut. media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim dan penerima sehingga dapat merangsang pikiran. Ms PPT. Sementara kondisi perubahan di luar sudah sangat maju. di dalamnya mampu memuat materi dalam bentuk Ms Word. menurut Gagne (dalam Sadiman. Kata media berasal dari bahasa latin yaitu jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. apa yang diinginkan siswa dari guru. gambar.

Perkembangan lain dari blog yaitu ketika blog memuat tulisan tentang apa yang seorang blogger pikirkan. dll. Secara garis besar. rasakan. maupun media audiovisual. seperti karya tulis. John Barger menggunakan istilah weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu update secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentarkomentar mereka sendiri. dokumen-dokumen ( file-file word. Di dalamnya memuat fungsi media visual. Selain itu. Dalam blog fungsi media pembelajaran dapat tercover secara keseluruhan. Corel. MPG. MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF Model Pembelajaran diartikan sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. daat dibaca oleh pengunjung blog yang tak terbatas. PNG. Satu-satunya hal yang membedakan blog dari diary atau jurnal yang biasa kita miliki adalah bahwa blog dibuat untuk dibaca orang lain. mailing. 2. Mamou juga memuat audio-visual dalam bentuk video dalam bentuk MPEGAV. Ms Office PPT. karena kita dapat menampilkan seluruh isi dalam web dengan mudah melalui menu editor yang telah disediakan. istilah yang pertama kali digunakan oleh John Barger pada bulam Desember 1997. Saat ini telah banyak dikembangkan berbagai macam model pembelajaran. Melalui blognya. Memuat bentuk gambar dalam format JPEG. Blog merupakan salah satu bentuk atau model dalam internet disamping fungsi yang sudah umum. dari yang sederhana sampai model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam penerapannya. dll). Oleh karena itu blog bersifat sangat personal. 2. apa tanggapan terhadap link-link yang dipilih dan isu-isu di dalamnya. Photoshop. seperti e-mail. Melalui weblog. kumpulan link internet. Jadi.malu atau takut untuk menyampaikan keluhan dalam proses belajar mengajar kepada guru sehingga tidak ada feedback kepada guru. Para pembuat blog dinamakan blogger. Maka media blog di sini menjadi sebuah jembatan penghubung antara guru dan siswa dengan memanfaatkan kemajuan teknologi (IT). baik dalam format Ms Word. kepribadian blogger menjadi mudah dikenali berdasarkan topik apa yang disukai. audio. JPE. Era maju menuntut seseorang untuk selalu mengembangkan potensi dan kemampuan softskills maupun hardskills-nya. PDF Converter. 233 . kita dapat memperluas hubungan teman/kenalan hingga dapat membentuk suatu komunitas yang besar. Dalam blog kita bisa mengupload segala bentuk tulisan. Weblog melebihi surat elektronik (e-mail). Blog kemudian juga menjadi Diary Online yang berada di internet. MP3. Dapat juga diartikan suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Beda dengan e-mail yang hanya bisa dibaca oleh orang yang kita kirimi. pengunjung blog juga dengan cepat dapat memberikan respon terhadap posting blog melalui komentar yang dapat langsung dituliskan di blog tersebut. Blog adalah kependekan dari weblog. dll. Keuntungan dari penggunaan weblog antara lain : 1. PDF. sebenarnya model pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan. facebook. strategi atau metode pembelajaran. weblog dapat dirangkum sebagai kumpulan website pribadi yang memungkinkan para pembuatnya menampilkan berbagai jenis isi pada web dengan mudah. hingga apa yang dia lakukan sehari-hari. karena satu posting blog yang kita bahas. friendster. gambar ataupun multimedia. Kita tidak perlu menjadi programmer untuk menjadi seorang blogger. Guru menganggap proses belajar mengajarnya sudah baik karena tidak pernah ada komplain.

teori belajar dan pembelajaran. yaitu: pembelajaran langsung. seperti membuka dan menutup pelajaran. Lingkungan belajar yang duperlukanagar tujuan pembelajaran dapat tercapai. baik yang menyangkut perbaikan kualitas pembelajaran maupun segala hal yang berkaitan dengan peningkatan prestasi belajar peserta didiknya. menvariasi media. memberi penguatan. Read more: MODEL PEMBELAJARAN >> Pengertian Model Pembelajaran | belajarpsikologi. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas 5. Mengelola di sini memiliki arti yang luas yang menyangkut bagaimana seorang guru mampu menguasai keterampilan dasar mengajar. bahan pelajaran serta sumber-sumber belajar yang ada agar penggunaan model pembelajara dapat diterapkan secara efektif dan menunjang keberhasilan belajar siswa. bertanya. A. 3. dan learning strategi. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar 4. memotivasi peserta didik. Tingkah laku mengajar yang diperlukanagar model tersebut dapat dilaksanakandengan berhasil. pembelajaran kooperatif. Pendapat serupa dikemukakan oleh Colin Marsh (1996 : 10) yang menyatakan bahwa guru harus memiliki kompetensi mengajar. 4. dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif. dan mengevaluasi. Setiap guru harus memiliki kompetensi adaptif terhadap setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan di bidang pendidikan. mengelola kelas. diskusi. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran 2. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya 234 . membuat model instruksional. Seorang guru diharapkan memiliki motivasi dan semangat pembaharuan dalam proses pembelajaran yang dijalaninya. Menurut Sardiman A. Memilih Model Pembelajaran Yang Baik Sebagai seorang guru harus mampu memilih model pembelajaran yang tepat bagi peserta didik. guru harus memperhatikan keadaan atau kondisi siswa. Rasional teoritik yang logis yangdisusun oleh para pencipta atau pengembangnya. Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP/In Focus 3. Sedangkan model pembelajaran menurut Kardi dan Nur ada lima model pemblajaran yang dapat digunakan dalam mengelola pembelajaran. Model Examples Non Examples Contoh dapat dari Kasus/Gambar yang Relevan dengan Kompetensi Dasar Langkah-langkah : 1. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. juga bagaimana guru menerapkan strategi. berkomunikasi. dan sebagainya. 2. Karena itu dalam memilih model pembelajaran. guru yang kompeten adalah guru yang mampu mengelola program belajar-mengajar. merencanakan pembelajaran. (2004 : 165). pembelajaran berdasarkan masalah. M. menjelaskan.Ciri-ciri Model Pembelajaran Ada beberapa ciri-ciri model pembelajaran secara khusus diantaranya adalah : 1. Semua kompetensi tersebut mendukung keberhasilan guru dalam mengajar.com Berikut disajikan beberapa model pembelajaran inovatif.

setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2. Menyajikan materi sebagai pengantar 3. Picture And Picture Langkah-langkah : 1. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis 5. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut 6. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. (b) Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya 5. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa. Siswa dibagi dalam kelompok. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 7. Kesimpulan D. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 4. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar 4. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya 3. kemudian guru menunjuk nomor yang lain 6. Kepala Bernomor Struktur Langkah-langkah : 1. Bertukar peran. Penutup E. Cooperative Script Metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya 4. Kesimpulan B. 6. Tanggapan dari teman yang lain. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 235 . Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan 3. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar : (a) Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap. bagian-bagian dari materi yang dipelajari Langkah-langkah : 1. Kesimpulan/rangkuman C. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai 7.Numbered Heads Together Langkah-langkah : 1.6. Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan guru 7. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka 5. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. Guru membagi siswa untuk berpasangan 2. Siswa dibagi dalam kelompok. Serta lakukan seperti diatas.

Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain 5. pengumpulan data. 2. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya 3. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.2. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka 5. hipotesis. 1995) Langkah-langkah : 1. Guru memberi evaluasi 8. Memberi evaluasi 6. guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh 6.) 3. Stephen. pemecahan masalah. Siswa dikelompokkan ke dalam 4 anggota tim 2. dll) 2. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan 4. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. And Snapp. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu 5. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. Blaney. 1978) Langkah-langkah : 1. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. jenis kelamin. Jika perlu. Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal.Problem Based Introductuon (PBI)/(Pembelajaran Berdasarkan Masalah) Langkah-langkah : 1. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi 7. 4. 4. Guru menyajikan pelajaran 3. eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. dll. jadwal. Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya 236 . Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. Kesimpulan F. suku. Sikes. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Penutup H. Student Teams-Achievement Divisions (Stad)/Tim Siswa Kelompok Prestasi (Slavin. Jigsaw (Model Tim Ahli)/(Aronson. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka 4. tugas. Kesimpulan G. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda 3.

Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa 7. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban) 5. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya 6. Demikian seterusnya 8. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya 7. Setiap siswa mendapat satu buah kartu 3. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban 3.5.Artikulasi Langkah-langkah : 1. Untuk mengetahui daya serap siswa. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai 237 . Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan I. Kesimpulan/penutup L. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi 5. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai 2. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru K. Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Kesimpulan/penutup J. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang 4. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin 6. bentuklah kelompok berpasangan dua orang 4.Think Pair And Share (Frank Lyman. Make – A Match (Mencari Pasangan) (Lorna Curran. 1985) Langkah-langkah : 1. Begitu juga kelompok lainnya 5.Mind Mapping Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban Langkah-langkah : 1. sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban 2. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru 6. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang 4. kemudian berganti peran. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. 1994) Langkah-langkah : 1. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa 3.

2. ANEKA METODE PEMBELAJARAN INOVATIF LAINNYA METODE QUANTUM Tokohnya : Bobby DePorter Metode ini mengutamakan percepatan belajar dengan cara partisipatori peserta didik dalam melihat potensi diri dalam kondisi penguasaan diri. Landasan yang kukuh. dan rancangan belajar yang dinamis. Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru 3. 2. Pengalaman sebelum pemberian nama. Akui setiap usaha. Setelah selesai membaca materi. 5.Debat Langkah-langkah : 1. Konteks : 1. 3. 3.2. Suasana yang memberdayakan. Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yg lainnya kontra 2. Guru memimpin pleno kecil diskusi. Quantum Learning mengutamakan Konteks dan Isi. 4. 3. 238 . Isi : 1. Penyajian yang prima. guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai. Fasilitas yang luwes. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi 5. 3. Dari data-data di papan tersebut. tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya 5. Keterampilan belajar untuk belajar. dan keterampilan hidup. Penutup M. Segalanya bertujuan. Guru memberikan tugas untuk membaca materiyang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas 3. Guru memberi kesimpulan 7. Berawal dari kegiatan tersebutmengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diuangkapkan para siswa 6. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap 6. Prinsip Quantum Learning : 1. Lingkungan yang mendukung. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing 4. 2. 4. Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Guru menunjuk salah satu anggotanya kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya. layak pula dirayakan. Jika layak dipelajari. Segalanya berbicara.

R : Rayakan Contoh : 1) Teknik Peta Pikiran 2) Teknik Pohon Konsep METODE PARTISIPATORI Metode ini menekankan keterlibatan siswa secara penuh. usia anak adalah usia yang paling kreatif dalam hidup manusia. Rincian proses dan tahapannya : Metode Pertama : 1) Rangkai-Ulang 2) Ungkapan 3) Kaji-Urai 4) Kesimpulan 5) Tindakan Metode Kedua : 1) Persepsi 2) Identifikasi diri 3) Aplikasi diri 4) Penguatan diri 5) Pengukuhan diri 6) Refleksi diri METODE KOLABURATIF Metode ini menekankan pada pembangunan makna oleh siswa dari proses sosial yang bertumpu pada konteks belajar. 1992): 1. dunia anak adalah dunia bermain. 4. Belajar itu aktif dan konstruktif 2. dan 3) dialogis. Berkaitan dengan penyikapan guru terhadap siswa. Metode kolaburatif didasarkan pada asumsi-asumsi berikut (Smith & MacGregor. D : Demonstrasikan 5. T : Tumbuhkan 2. 4. Belajar itu bergantung konteks. 2. Siswa itu beraneka latar belakang. sedangkan guru hanya sebagai pemandu atau fasilitator. N : Namai 4. 3. metode ini beranggapan bahwa : 1. anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. 2) tidak menggurui. Ciri-cirinya : 1) belajar dari realitas atau pengalaman. A : Alami 3. semua siswa adalah unik. 3.Urutan Pembelajaran Quantum Learning : 1. Belajar itu bersifat sosial. U : Ulangi 6. 239 .

1999) : 1) Melibatkan siswa dalam ajang pertukaran gagasan dan informasi. menyesuaikan keadaan sekitar dan suasana kelas. masingmasing siswa menulis laporan sendiri-sendiri secara lengkap. 2) Memungkinkan siswa mengeksplorasi gagasan dan mencobakan berbagai pendekatan dalam pengerjaan tugas. 6) Mendorong eksplorasi bahan pelajaran yang melibatkan bermacam-macam sudut pandang. 3) Mengahargai pentingnya keaslian. 4) Menyediakan cukup waktu. Ciri-ciri pembelajaran Kolaburatif (Nelson. dan didiskusikan. 2) Menciptakan lingkungan pembelajaran yang berpusat pada siswa. siswa apda kelompok lain mengamati. mencermati. 3) Kelompok kolaburatif bekerja secara bersinergi mengidentifikasi. Langkah-langkah pembelajarannya : 1) Para siswa menetapkan tujuan belajar dan membagi tugas sendiri-sendiri. dikembalikan pada pertemuan berikutnya. 9) Membangun semangat belajar sepanjang hayat. dan bersuasana kerjasama. inferensi. mendemonstrasi. 7) Menghargai pentingnya konteks sosial bagi proses belajar. membandingkan ahsil presentasi tersebut. dan menulis. berdiskusi. dikomentari. dan menanggapi. 6) Setiap siswa dalam kelompok kolaburatif melakukan elaborasi. 5) Guru menunjuk salah satu kelompok secara acak untuk melakukan presentasi hasil diskusi kelompok kolaburaitfnya di depan kelas. 8) Laporan siswa dikoreksi. 5) Mengembangkan berfikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah. dan revisi terhadap laporan yang akan dikumpulkan. bekerjasama menyelesaikan masalah. ruang. mendukung kerja kelompok. meneliti. dan pengalaman siswa dalam kaitannya dengan bahan pelajaran dan proses belajar. 1999) : 1) Memaksimalkan proses kerjasama yang berlangsung secara alamiah diantara para siswa. disusun per kelompok kolaburasi. 8) Menumbuhkan hubungan yang saling mendukung dan saling menghargai di antara para siswa. 2) Semua siswa dalam kelompok membaca. 3) Menata ulang kurikulum. terintegrasi. dinilai. dan memformulasikan jawaban-jawaban tugas atau masalah dalam LKS atau masalah yang ditemukan sendiri. kontribusi. 4) Setelah kelompok kolaburattif menyepakati hasil pemecahan masalah. dan sumber untuk melaksanakan kegiatankegiatan belajar bersama. 4) Memberi kesempatan kepada siswa menjadi partisipan aktif dalam proses belajar. 5) Menyediakan sebanyak mungkin proses belajar yang bertolak dari kegiatan pemecahan masalah atau penyelesaian proyek. kontekstual. 7) Laporan masing-masing siswa terhadap tugas-tugas yang telah dikumpulkan. dan diantara siswa dengan guru. 240 . dan menyatukan pendapat untuk memperoleh keberhasilan yang optimal baik kelompok maupun individual.Nilai-nilai pendidikan (Pedagogical Values) yang menjadi penekanan dalam pembelajaran kolaburatif (Nelson. METODE KOOPERATIF Metode ini menekankan belajar dalam kelompok yang heterogen saling membantu satu sama lain. menganalisis.

SFE (Student Facilitator and Explaining) 39. Probing-Prompting 14. TTW (Think Talk Write) 22. Pair Checks 44. MID (Meaningful Instructionnal Design) 27. Reciprocal Teaching 16. Talking Stick 38. Problem Posing 12. e) Evaluasi. Explicit Instruction 42. PBI (Problem Based Instruction) 10. NHT (Numbered Head Together) 3. Jigsaw 4. TPS (Think Pairs Share) 5. DLPS (Double Loop Problem Solving) 29. CPS (Creative Problem Solving) 21.Langkah-langkahnya : a) Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa. MEA (Means-Ends Analysis) 20. IOC (Inside Outside Circle) 31. DMR (Diskusus Multy Reprecentacy) 32. TS-TS (Two Stay-Two Stray) 23. Tipe-tipe pembelajaran Kooperatif : 1. Demonstration 41. SQ3R (Survey Question Read Recite Review) 25. Tari Bambu 34. Cycle Learning 15. f) Memberikan penghargaan. CIRC (Cooperative Integrated Reading and Compotition) 30. Open Ended (problem terbuka) 13. Role Playing 37. CTL (Contextual Teaching and Learning) 8. Artikulasi 35. TAI (Team Assisted Individualy) 9. CORE (Connecting Organizing Reflecting Extending) 24. AIR (Auditory Intellectualy Repetition) 19. KUASAI 33. SQ4R (Survey Question Read Reflect Recite Review) 26. b) Menyajikan informasi. Debat 36. Scramble 43. SAVI (Somatic Auditory Visualization Intellectualy) 17. Course Review Horay 40. CRI (Certainly of Response Index) 28. VAK (Visualization Auditor Kinestetic) 18. c) Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar. STAD (Student Teams Achievement Division) 2. TGT (Teams Games Tournament) 6. Make-a Match 241 . GI (Group Investigation) 7. RME/PMR (Realistic Mathematics Education/Pembelajaran Matematika Realistik) 11. d) Membimbing kelompok belajar dan bekerja.

Reflective learning (Pembelajaran Reflektif) 93. Interaktif 64. Improve 52. Deduktif 63. Integrated (Mengintegrasikan) 76. Aktif Reflektif 94. Circuit Learning 53. Reseptif 82. Inul Dance (Goyang Inul) 95. Conectec (Menghubungkan) 70. Sequenced (Urutan) 72. DI (Direct Instruction) 48. BCCT (Beyond Center and Circle Time) 242 . Trefinger 61. Shared (bagi Bersama) 73. Integratif 65. Game (Permainan) 86. Hibrid 60. Take and Give 58. Grammar (Tatabahasa) 79. Active Learning (Pembelajaran Aktif) 92. Audiolingual 81. Mind Mapping (Peta Pikiran) 85. Examples Non Examples 47. PBL (Project Based Learning) 91. SETS (Science Environment Technology & Society) 67. Webbed (Jaring) 74. Laps-heuristik 51. Immersed (Membenamkan) 77. Concept song (Lagu Konsep) 96. Time Token 57. Fragmented (Terpisah-pisah) 69. Concept Sentence 55. Doll Speak (boneka Berbicara) 88. Nested (Bersarang) 71. Generatif 66. Picture and Picture 49. Komunikatif 84. Produktif 83. Complete Sentence 54. Induktif 62. Learning Together( Belajar Bersama) 89. Deep dialogue 90. Superitem 59. Tematik 68.45. Nature Learning (Pembelajaran alam) 87. Mind Mapping 46. Read (Membaca) 80. Kumon 56. Networked (jaringan Kerja) 78. Threaded (Urutan) 75. Cooperative Script 50.

MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF 1. Menurut Latuheru (dalam Hamdani. minat dan perhatian sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman. menurut Gagne (dalam Sadiman. Artikulasi 10. Group Investigation 16. Make A Match (Mencari Pasangan) 12. Cooperative Script 5. Snowball Throwing 19. Debat 14. Model Examples Non Examples 2. STAD (Student Teams-Achievement Divisions/Tim Siswa Kelompok Prestasi) 7. Kepala Bernomer Struktur 6.com) Jadi. perasaan. Picture And Picture 3. Sedangkan menurut Brigs (dalam Sadiman. 2006: 6) media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. 2005: menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan. D. (http://ksupointer. media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim dan penerima sehingga dapat merangsang pikiran. Word Square C. Explicit Intruction (Pengajaran Langsung) 23. Buatlah satu model pembelajaran inovatif yang paling Anda kuasai. Mind Mapping 11. Facilitator And Explaining 20. Secara umum media pembelajaran dalam pendidikan disebut media. Demonstration 22. 2006: 6). PBI (Problem Based Introduction/Pembelajaran Berdasarkan Masalah) 9. Tebak Kata 26. Jigsaw 8. Berdasarkan pengertian-pengertian yang telah diberikan. LATIHAN-LATIHAN Buatlah satu buah media pembelajaran yang disesuaikan dengan RPP yang telah Anda susun. alat atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. Role Playing 15. 2006: 6). Numbered Heads Together 4. Course Review Horay 21. RANGKUMAN MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. maka media 243 . yaitu berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk berpikir. CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition/Kooperatif Terpadi Membaca dan Menulis) 24. Inside-Outside-Circle (LingKARAN Kecil-Lingkaran Besar) 25. Think Pair And Share 13. Bertukar Pasangan 18. Talking Stick 17.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan model pembelajaran Inovatif? c. EVALUASI a. Buatlah satu model pembelajaran sesuai RPP yang telah Anda susun! F. 244 . dari yang sederhana sampai model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam penerapannya. 5) Menyediakan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah didapat melalui materi-materi yang lain dan menjadikan proses belajar mendalam dan beragam. E. Lewat eksplorasi fitur-fitur yang ditawarkan Power Point. mengaktifkan dan menyenangkan. Media belajar sangat membantu mengurangi keabstrakan dari sebuah konsep materi yang sedang diajarkan. Jawaban bebas asal media pembelajaran Inovatif sesuai RPP yang telah disusun. Banyak seklai model. mengantarkan anak didik pada pengalaman belajar yang bermakna. 2002: 6 b. Media pembelajaran berguna (1) menarik minat siswa terhadap materi pembelajaran yang disajikan. Saat ini telah banyak dikembangkan berbagai macam model pembelajaran. Pemanfaatan beberapa software untuk pembuatan media pembelajaran bisa menjadi alternatif yang inovatif. media pembelajaranpun diharapkan berkembang secara signifikan sehingga penanaman konsep dan pemahaman konsep sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai. Sehingga pembuatan media pembelajaran diperlukan untuk proses pelaksanaan pembelajaran dan proses berpikir siswa. sehingga mengurang kesalahpahaman siswa dalam mempelajarinya. (2) meningkatkan pengertian anak didik terhadap materi yang disajikan. 2) Meningkatkan minat siswa untuk materi pelajaran. media pembelajaran memegang peran yang sangat penting.pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran agar dapat merangsang pikiran. Banyak pula bisa digali informasi tentang model pembelajaran inovatif. minat dan perhatian siswa sehingga proses interaksi komunikasi edukasi antara guru (atau pembuat media) dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. Dalam sebuah proses Kegiatan Belajar Mengajar. 3) Memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas diri sendiri untuk belajar. 4) Dapat mengembangkan jalan pikiran yang berkelanjutan. perasaan. Media pembelajaran Inovatif dalam pendidikan yaitu berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk berpikir. B uatlah satu contoh media media pembelajaran Inovatif sesuai RPP yang telah Anda susun! d. Keuntungan penggunaan media dalam pembelajaran adalah: 1) Membangkitakan ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat konseptual. (3) menyajikan data yang kuat dan terpercaya. strategi atau metode pembelajaran. strategi atau metode pembelajaran. Swish maupun macromedia ide-ide kreatif bisa tersalurkan. Jelaskan apa yang dimaksud dengan media pembelajaran Inovatif? b. c. Model pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan. Sehubungan dengan perkembangan IT. menurut Gagne (dalam Sadiman. tipe pembelajaran inovatif yang dapat dijadikan bahan rujukan bagi guru dalam mengelola pembelajaran. MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF Model pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan. KUNCI JAWABAN a. Berbagai model dapat disimak pada tulisan di atas.

1996. (1996). Colin Marsh. Jawaban bebas asal model pembelajaran sesuai RPP yang telah disusun. N. Jakarta: PT..A. Arsya. G. Exploring teaching: An introduction to education.. dkk. Media Pembelajaran. J. Sydney : Addison Wesley Longman Australia Pry Limited. Bandung. Mulia Mandiri Press Sardiman. Handbook for beginning teachers. DAFTAR PUSTAKA Arief S Sadiman. P. Raja Grafindo Persada Burden. 2005. A. Bandung. R.d. New York: McGraw-Hill Companies. D. Media Pendidikan. 1984. Sudjana. Method for effective teaching. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. R. Wenitzky. M. Media Pengajaran. O. Dahlan. second edition. dan Rivai. & Tannenboum. E. 2006. 2002. Arends. Boston:Allyn and Bacon. Jakarta: Rajawali Suherman. 2001. Bandung. (2004). Diponegoro Hamalik. 2010. D. 2005. Strategi Mengajar Kontemporer. I.. & Byrd. N. dkk. M. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. Model-Model Pembelajaran. M. A. Interaksi dan motivasi belajar-mengajar. 1983. A. Tarsito Rusman. JICA . Bandung. Bandung: Sinar Baru Algesindo 245 . Model-Model Mengajar.

Inspiratif/Interaktif /Inovatif.\ 246 . Mampu menyusun RPP yang menggunakan model pembelajaran PAIKEM Mampu mengimplementasikan PAKEM/CTL dalam pembelajaran. Efektif. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. khususnya Bab 1 Ketentuan Umum pasal 1. Kritis /Kreatif. dan kemadirian sesuai denganbakat.(3) Penyusunan Rencana Pembelajaran Berbasis CTL. menyenangkan. lingkungan fisik. A. Mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan-nya dalam konteks kehidupan mereka sehari-hari. dan bagaimana PAIKEM/CTL. dan Menempatkan siswa didalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajarinya dan sekaligus memperhatikan faktor kebutuhan individual siswa. dan Bagaimana. inspiratif. 3. kultural). 4 dan Bab 5 tentang Peserta Didik Pasal 12. krativitas. dilaksanakan dan dikembangkan oleh sekolah-sekolah di Indonesia. BAHAN DAN ALAT Tayangan presentasi power point (electronic file) Bahan untuk Peserta: Handout bahan presentasi PIKEM . PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Pada sesi ini akan secara khusus dibicarakan tentang konsep PAIKEM dan Contextual Teaching and Learning dalam lingkup: Apa. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Pertanyaan CTL dan PAIKEM. Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif. Tujuan Khusus: Mampu memahami apa. sosial. dan keterampilannya. mengapa. pengetahuan. di sekolah . Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap. (2) mengidentifikasi Lingkungan dan Strategi Penciptaan Lingkungan PAIKEM-CTL yang berkualitas.CTL Lembar Kerja: (1). dan Menyenangkan. PAIKEM dan CTL adalah salah satu pendekatan atau model pembelajaran yang saat ini disarankan oleh pemerintah untuk diterapkan. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. minat. Contextual Teaching and Learning merupakan Konsep pembelajaran yang membantu guru Mengaitkan antara materi yang diajarkannya dg situasi dunia nyata siswa (konteks pribadi. dan peranserta masyarakat. pembelajaran yang efektif. Mengapa. Tujuan Umum: Peserta mampu Memahami karakteristik PAIKEM/CTL dan mengimplementasikannya dalam pembelajaran. dan konfirmasi. elaborasi. B. Sebab PAIKEM dan CTL telah termaktub dalam UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003. Pembelajaran berbasis kompetensi merupakan pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. menantang.BAB IX PEMBELAJARAN PAIKEM Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain: manajemen yang kuat.

termasuk memberikan kegiatan ice breaker. Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek. LANGKAH KEGIATAN Fasilitator menjelaskan tentang kompetensi dasar dan indakator yang harus dikuasai peserta. 2. Kemudian menjelaskan skenario atau tahapan kegiatan yang akan dilakukan dalam sesi ini.C. hal utamanya adalah penyampaian penjelasan pentingnya sesi ini dan kaitannya dengan pelaksanaan proses pembelajaran. dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. yaitu: (1) belajar isyarat. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. Guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa. (3) 247 . dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne (1985) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. (2) stimulus-respon. Latar Belakang Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. D. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi. pesera berdiskusi dalam kelompok dengan mengerjakan tugas yang ada dalam Lembar Kerja. tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. Diskusi Pada tahap ini. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. 3. No 1. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya. dengan memberikan ide-ide. PERTANYAAN Apa itu PAIKEM dan CTL Apa yang melandasi penerapan PAIKEM-CTL? Apa yang harus dipersiapkan guru/sekolah untuk menerapkan Pembelajaran PAIKEMCTL? Solusi apa yang bisa ditempuh untuk mengembangankan Pembelajaran PAIKEM-CTL yang bermutu? JAWABAN 4. yaitu menyangkut pengembangan pembelajaran PAIKEM. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. Pada tahap ini.

Di lihat dari urutan belajar. sosial. media. Setiap pendekatan memiliki ciri-ciri dasar atau karakteristik sendiri. belajar pemecahan masalah adalah tipe belajar paling tinggi karena lebih kompleks. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. Proses perubahan tingkah laku merupakan upaya yang dilakukan secara sadar berdasarkan pengalaman ketika berinteraksi dengan lingkungan. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan. (5) membedakan. Ada pendekatan pembelajaran yang berfokus pada siswa yang meliputi perkembangan. siswa berusaha menyeleksi dan menggunakan aturan-aturan yang telah dipelajari terdahulu untuk membuat formulasi pemecahan masalah. sikap. dll. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok. dan konfirmasi. Oleh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tergantung pada pendekatannya. Perubahan yang terjadi memiliki karakteristik: (1) perubahan terjadi secara sadar. sistem instruksional. (4) rangkaian verbal. Lebih jauh Gagne (1985) mengemukakan bahwa kata-kata seperti penemuan (discovery) dan kreativitas (creativity) kadang-kadang diasosiasikan sebagaii pemecahan masalah. (6) pembentukan konsep. menyenangkan.rangkaian gerak. Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara optimal. Pola tingkah laku yang terjadi dapat dilihat atau diamati dalam bentuk perbuatan reaksi dan sikap secara mental dan fisik. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. peran. kemampuan berpikir. sistem informasi. (2) perubahan dalam belajar bersifat sinambung dan fungsional. inspiratif. atau pendekatan pembelajaran yang berfokus pada teknologi. pemahaman. dan sebagainya. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. E. dan kemadirian sesuai denganbakat. minat. krativitas. lingkungan. dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah. pemecahan masalah. Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif. Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. Karakteristik ini berhubungan dengan apa yang menjadi fokus dan mendapat tekanan dalam pembelajaran. Belajar dan Pembelajaran Belajar dan pembelajaran merupakan konsep yang saling berkaitan. pengalaman siswa. Tingkah laku yang berubah sebagai hasil proses pembelajaran mengandung pengertian luas. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL). (3) tidak 248 . (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). mencakup pengetahuan. Pendekatan pembelajaran berfokus pada masalah meliputi masalah personal. dan aktivitas guru. eksperimen. Pendekatan pembelajaran berfokus pada guru yang meliputi fungsi. tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu. menantang. elaborasi. sumber belajar. aktivitas. Pembelajaran Pembelajaran Terpadu. Konsep Dasar Pembelajaran 1. penelitian sederhana. pengamatan. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Dalam tipe belajar pemecahan masalah.

(4) bersifat positif dan aktif. Oleh karena itu pembelajaran perlu dirancang. antara lain keluarga dan lingkungan pergaulan di masyarakat. ditetapkan tujuannya sebelum dilaksanakan. kondisi fisik. keluarga dan masyarakat (keadaan sosio-ekonomis. 1985). Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. dan kondisi agar terjadi proses belajar pada anak-anak. peserta didik. dan dikendalikan pelaksanaannya (Miarso.bersifat sementara. sosio kultural. Dalam hal ini proses belajar diharapkan terjadi secara optimal pada peserta didik melalui cara-cara yang dirancang dan difasilitasi oleh guru di sekolah. 1993) Proses pembelajaran yang berhasil guna memerlukan teknik. dan motivasi kerja. Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. dan sumber daya. oleh sebab itu guru harus memiliki persiapan mental. waktu. metode. lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). dan perbuatan. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. Pengaturan peristiwa pembelajaran dilakukan secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuat berhasil guna (Gagne. 1991). kondisi fisik. yaitu kondisi dalam proses belajar yang berasal dari dalam diri sendiri. Faktor yang memengaruhi proses pembelajaran terdiri dari faktor internal dan eksternal. baik anak-anak maupun manusia dewasa. Pada hakikatnya belajar dilakukan oleh siapa saja. motivasi. dan mental. kesesuaian antara tugas dan tanggung jawab. Keberhasilan belajar peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Pembelajaran merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik. keterampilan (kecakapan). Pada kenyataannya ada kewajiban bagi manusia dewasa atau orang-orang yang memiliki kompetensi lebih dahulu agar menyediakan ruang. sehingga terjadi perubahan tingkah laku. (5) memiliki arah dan tujuan. yaitu: kecerdasan. Faktor eksternal adalah kondisi yang timbul atau datang dari luar pribadi guru. materi. Guru harus dapat melaksanakan proses pembelajaran. Adapun yang termasuk faktor eksternal adalah: lingkungan sekolah. Raka Joni. bakat (aptitude). Faktor internal adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan pribadi guru sebagai pengelola kelas. yaitu pengetahuan. Sehingga diperlukan strategi yang tepat dan efektif. Ada beberapa hal yang termasuk faktor internal. melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). dengan memperhitungkan kejadiankejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadian-kejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik (Winkel. Dengan demikian diperlukan kegiatan pembelajaran yang disiapkan oleh guru. dan (6) mencakup seluruh aspek perubahan tingkah laku. Faktor internal. minat. sikap. dan keadaan masyarakat). Faktor eksternal. penguasaan bahan. adalah kondisi di luar individu peserta didik yang mempengaruhi belajarnya. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. 1992). Faktor 249 .

sumber referensi terbatas. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori.lingkungan. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. Berdasarkan pendekatan yang digunakan. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). c. dan lingkungan sekolah. pengetahuan dan keterampilan. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. sedangkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry). Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. a. Metode yang digunakan adalah ceramah 250 . pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. sumber referensi. serta karakteristik peserta didik dan sumber daya yang dimiliki. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. dan alokasi waktu cukup tersedia. d. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. materi pembelajaran tidak terlalu luas. a. Resitasi. alokasi waktu terbatas. b. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. a. dan bahan cukup. alat. Preparasi. b. Oleh karena itu tidak ada strategi yang tepat untuk semua kondisi dan karakteristik yang dihadapi. e. yang dimaksud adalah faktor lingkungan alam. lingkungan sosial. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. dan e. Guru diharapkan mampu memilah dan memilih dengan tepat strategi yang digunakan agar hasil pembelajaran efektif dan maksimal. d. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. Pemilihan strategi ekspositori atau diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan karakteristik kompetensi yang menjadi tujuan yang terdiri dari sikap. media. c. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b.

Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). observasi di sekolah. diskusi kelompok. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. simulasi. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. Dalam PAIKEM digunakan prinsipprinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. eksperimen. dan tanya jawab. atau demonstrasi. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. 3. dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. tanya jawab. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. atau proyek. presentasi. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. Metode yang digunakan seperti penugasan. Desain Pembelajaran PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. diskusi kelompok. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS.atau presentasi. ekplorasi. pengetahuan. dan keterampilannya. Inspiratif/Interaktif/Inovatif. diskusi kelas. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. PAIKEM Sebagai Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. presentasi. observasi lingkungan. dan sebagainya. eksperimen. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. Sekolah standar. 2. demonstrasi. dan Menyenangkan. diskusi kelas. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. peran guru sebagai fasilitator. 2. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. 1. eksperimen. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. tanya jawab. Metode yang digunakan adalah observasi. Efektif. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. tutor. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan 251 . teman belajar. diskusi kelas. atau simulasi. Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP). kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. atau simulasi. SMP terdiri dari 40 menit. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. kegiatan tugas terstruktur. observasi di sekolah. Kritis /Kreatif. demonstrasi. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap.

yaitu relating. bahwa belajar itu secara alami merupakan upaya aktif. Tentu saja guru juga bisa memberikan topik untuk menjadi bahan yang akan ditulis oleh siswanya. dan tanya jawab. memproses dan menerapkan informasi. b. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. dan e. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. experiencing. diskusi kelas. guru dapat memberikan sebuah pertanyaan yang dari situ siswa diberi waktu untuk secara bebas menuliskan jawabannya. Dalam menggunakan pendekatan pembelajaran aktif itu guru bisa menghadapi beberapa kesulitan baik bagi guru maupun siswa yang memang tidak terbiasa dengan bentuk pengajaran seperti itu. sumber referensi terbatas. Siswa berbuat sesuatu seperti menemukan. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. simulasi. Brainstorming merupakan teknik sederhana lainnya yang dapat melibatkan semua siswa di dalam kelas untuk berdiskusi. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguhsungguh. ekplorasi. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). Metode yang digunakan adalah observasi. observasi lingkungan.pembelajaran yang dirancang oleh guru. Minute Papers memberikan peluang kepasa siswa untuk mensintesiskan pengetahuannya dan menjawab pertanyaan seperti apa hal yang paling penting yang telah dipelajari hari ini? Apa pertanyaan yang masih belum terjawab? Dan pertanyaan lainnya yang menyangkut kegiatan belajar mengajar yang telah dilaluinya. Dengan 252 . dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. bahwa setiap siswa itu belajar dengan caranya sendiri berbeda dari siswa lainnya. Berikut ini adalah beberapa teknik yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar yang aktif. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. diskusi kelompok. cooperating. dan sebagainya. atau proyek. dan berbagai hasilnya dengan teman lain di kelasnya. Misalnya sebagai tambahan ke kegiatan Minutes Papers di atas. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Pembelajaran aktif itu didasarkan atas dua asumsi: pertama. Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. eksperimen. dan kedua. d. berdiskusi dengan teman sebelahnya. applying. Think-pair-share merupakan kegiatan sederhana di kelas. c. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Writing activities merupakan peluang bagi siswa untuk berpikir dan memproses informasi yang dimilikinya. alokasi waktu terbatas. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. Pembelajaran aktif merujuk pada teknik yang di dalamnya siswa berbuat lebih dari sekedar mendengarkan. Berikan waktu kepada siswa untuk memikirkan tentang sebuah topik. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak.

Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya. kecakapan sistematis dalam menilai. Mereka menggambarkannya dengan menggunakan lingkaran dan garis penghubung. b. group competitions. Hal ini akan memberikan wawasan tentang situasi nyata. Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah. Kegiatan ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. Group work dapat menjadi peluang bagi setiap siswa untuk berbicara. pengetahuan. solving puzzles. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. guru dapat meminta masukan dari siswanya dan mencatat masukan-masukan itu pada papan tulis. dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. Concept mapping membantu siswa untuk bisa menciptakan representasi visual dari model. gagasan. Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya 253 . d. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur. berbagi pandangan. dalam keluarga. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan. dan hubungan antara konsep. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating).mengetengahkan sebuah topik. Peserta didik memiliki karakteristik. Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu. potensi. langkah yang sebaiknya diambil. guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. mysteries. dan mengembangkan keterampilan untuk berkolaborasi dengan orang lain. atau atau yang terjadi pada seseorang di antara siswa itu. kesulitan maupun ancaman. Games merupakan teknik yang biasanya menarik banyak siswa. Prinsip pembelajaran berbasis kompetensi adalah sebagai berikut: a. dan akibat-akibat yang mungkin terjadi. dengan frase yang dapat menghubungkan pada garis-garis tersebut. dan kecepatan belajar yang beragam. dan lain sebagainya. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Debates yang ditampilkan di kelas bisa menjadi alat yang efektif dalam mendorong siswa untuk berpikir tentang sesuatu dari arah yang berbeda-beda. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis. kreatif. c. dalam sekolah. e. Case studies biasanya menggunakan ceritera nyata dari kehidupan sehari-hari yang terjadi pada masyarakat di lingkungan siswa itu sendiri. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap. Bisa termasuk didalamnya matching. memecahkan masalah. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial. menarik keputusan. memberi keyakinan.

aktivitas. makna. Dalam pembelajaran pemecahan masalah. Interaksi. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • Siswa belajar banyak melalui berbuat • Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality).sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. komunikasi. memecahkan masalah menarik keputusan. bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi o Makna yang terbangun semakin mantap o Kualitas hasil belajar meningkat 4. atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). F. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. 254 . siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. f. kegagalan panen. 2. wabah penyakit. pemalsuan produk. maka pembelajaran yang berfokus pada siswa. memberi keyakinan. dan diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. dsb. serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. kejahatan. kecakapan sistematis dalam menilai. Komunikasi. 1. interaksi dan refleksi. bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3. Karakteristik PAIKEM Sesuai dengan singkatan PAIKEM. pengalaman dan kemandirian siswa. Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. G. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri. umpamanya masalah kemiskinan. kemacetan lalu lintas. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. pembusukan makanan.

motivasi. kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. atau proyek. Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL). dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Penerapan PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. atau demonstrasi. diskusi kelas.• • • • • mengapa demikian? apakah hal itu berlaku untuk …? Untuk perbaikan gagasan/makna Untuk tidak mengulangi kesalahan Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. memang berada pada diri siswa. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. presentasi. kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. perhatian. diskusi kelas. Metode yang digunakan seperti penugasan. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). tutor. H. tanya jawab. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP). SMP terdiri dari 40 menit. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri 255 . beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. Pembelajaran berbasis TIK (ICT). Pembelajaran Terpadu (Tematik. observasi lingkungan. IPS Terpadu). maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. tanya jawab. peran guru sebagai fasilitator. diskusi kelompok. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. Tanggung jawab belajar. dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. dan transfer dalam belajar. I. IPA Terpadu. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. 1. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. atau simulasi. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. Sekolah standar. Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara lain dengan Lesson Study. Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. demonstrasi. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. eksperimen. kegiatan tugas terstruktur. 2. observasi di sekolah. presentasi. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. retensi. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. teman belajar. persepsi. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri.

applying. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. experiencing. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). observasi di sekolah. alokasi waktu cukup tersedia. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. d. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. 3. alokasi waktu terbatas. dan tanya jawab. dan bahan cukup. d. Namun demikian ceramah atau b. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. c. atau proyek. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. eksperimen. a. atau simulasi.dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. observasi lingkungan. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru. cooperating. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. dan e. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. demonstrasi. sumber referensi terbatas. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. Preparasi. a. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. yaitu relating. Resitasi. sumber referensi. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. alat. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. b. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. c. media. 256 . Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. materi pembelajaran tidak terlalu luas. dan e. diskusi kelas.

Filosofi pembelajaran kontekstual berakar dari paham progressivisme John Dewey. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. simulasi. 6. CTL dipromosikan menjadi alternatif strategi belajar yang baru. Selain teori progressivisme John Dewey. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis Penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Amerika Serikat bermula dari pandangam ahli pendidikan klasik John Dewey yang pada tahun 1916 mengajukan teori kurikulum dan metodologi pengajaran yang berhubungan dengan pengalaman dan minat siswa. Dasarnya pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari konteks yang terbatas dan sedikit demi sedikit. Sejauh ini pendidikan kita masih di dominasi oleh pandangan bahawa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. 5. tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkontruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. Pokok-pokok pandangan progressivisme antara lain: 1. Metode yang digunakan adalah observasi. eksperimen. Siswa yang harus mengkontruksikan sendiri pengetahuannya. 3. PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL A.presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Belajar dipendang sebagai usaha atau kegiatan intelektual untuk membangkit ide-ide yang masih laten melalui kegiatan introspeksi. ekplorasi. Guru sebagai pembimbing dan peneliti. Sekolah progresif harus merupakan laboratorium untuk melakukan eksperimen. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. Melalui landasan filosofi konstruksivisme. teori kognitif melatarbelakangi pula filosofi pembelajaran kontekstual. siswa menunjukkan belajar dalam bentuk apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan. Berpijak pada dua pandangan itu. diskusi kelompok. filosofi konstruksivisme berkembang. kemudian ceramah sebagai pilihan utama strategi belajar. Siswa harus bebas agar dapat berkembang wajar. serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat dalam proses belajar di sekolah. Harus ada kerja sama antara sekolah dan masyarakat. 4. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. Untuk itu. siswa diharapkan belajar melalui mengalami bukan menghafal. Melalui strategi. siswa akan belajar dengan baik apabila apa yang mereka pelajari berhubungan dengan apa yang telah mereka ketahui. Siswa akan belajar dengan baik apabila mereka terlibat secara aktif dalam segala kegiatan di kelas dan berkesempatan untuk menemukan sendiri. diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. Siswa belajar dengan baik apabila mereka secara aktif dapat mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka tentang apa yang diajarkan oleh guru. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. Intinya. Penumbuhan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar. 257 . oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. dan sebagainya. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta. 2.

5. Pemahaman ini diperoleh siswa karena ia dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas yang merupakan unsur yang sangat esensial. Segala sesuatu bersifat temporer. Beberapa proposisi yang dapat dikemukakan sebagai implikasi dari teori kontruktivistik dalam praktek pembeljaran di sekolah-sekolah kita sekarang adalah sebagai berikut: 1. peranan guru adalah membantu siswa menemukan fakta. Otak atau akal manusia berfungsi sebagai alat untuk melakukan interpretasi sehingga muncul makna yang unik. Dengan paham kontruksivisme. pengetahuan bersifat non-objektif. Dalam pandangan kontruksivistik. Belajar adalah pemaknaan pengetahuan. siswa dapat memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari. Kerja kelompok dianggap sangat berharga. bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan di kelas. bukan memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar. Strategi belajar yang digunakan menentukan proses dan hasil belajar. dan selalu berubah. dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya. sosial. konsep. teori kontruksivisme memandang siswa secara terus menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturanaturan lama dan memperbaiki aturan-aturan yang tidak sesuai lagi. B. Teori konstruksivis menuntut siswa berperan aktif dalam pembelajaran mereka sendiri. 3. maka strategi kontruksivis sering disebut pengajaran yang berpusat pada siswa (student-centered instruction). siswa diharapkan dapat membangun pemahaman sendiri dari pengalaman/pengetahuan terdahulu. Hakikat teori kontruksivisme adalah bahwa siswa harus menjadikan informasi itu menjadi miliknya sendiri. Kebebasan merupakan unsur esensial dalam lingkungan belajar. kebebasan dipandangan sebagai penentu keberhasilan karena kontrol belajar dipegang oleh siswa sendiri. Siswa diharapkan juga melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut. atau prinsip bagi diri mereka sendiri. paham konstruktivistik menolak pandangan behavioristik.Menurut filosofi konstruktivisme. Tujuan pembelajaran konstruktivistik menekankan pada penciptaan pemahaman yang menuntut aktivitas yang kreatif dan produktif dalam konteks nyata. 258 . Belajar pada hakikatnya memiliki aspeksosial dan budaya. Di dalam kelas yang pengajarannya terpusat kepada siswa. 4. berubah dan tidak menentu. Karena penekanannya pada siswa aktif. Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalam belajar bermakna. Pengertian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. bukan perolehan pengetahuan dan mengajar diartikan sebagain kegiatan atau menggali makna. temporer. Dengan demikian. Dengan demikian. Siswa diharapkan memapu mempraktikkan pengetahuan /pengalaman yang telah diperoleh dalam konteks kehidupan. Belajar adalah proses pemaknaan informasi baru 2.

masyarakat belajar (learning community). cooperating. applying. Dalam kelas kontekstual. Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. C. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). 7. Lakukan penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) dengan berbagai cara. Saling menunjang. 3. Menyenangkan. tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. 3. Karakteristik Pembelajaran CTL 1. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. menemukan (inquiri). 2. bidang studi apa saja. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. Langkah-langkah CTL CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja. 6. dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. bertanya (questioning). 6. experiencing. yaitu relating. Proses pembelajaran berlangsung lebih alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidu-pan mereka sehari-hari. 259 . Pembelajaran terintegrasi.CTL merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. yakni: konstruktivisme (constructivism). dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). Belajar dengan bergairah. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. D. 5. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran. Kerjasama. Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual. pemodelan (modeling). 4. Secara garis besar. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja ber-sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. tidak membosankan. 5. langkah-langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut: 1. Menggunakan berbagai sumber. 4. bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. Dengan konsep ini. dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif. 2. Lakukan refleksi di akhir pertemuan. Ciptakan masyarakat belajar. Sesu-atu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru.

membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. memberi kebebasan kepada siswa menggunakan gaya belajarnya sendiri. Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections) Keterkaitan yang mengarah pada makna adalah jantung dari pembelajaran dan pengajaran kontekstual. 9. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (jelas dan operasional). sedangkan program untuk pembelajaran kontekstual lebih menekankan pada skenario pembelajarannya. Melakukan kegiatan-kegiatan yang berarti (doing significant works) Model pembelajaran ini menekankan bahwa semua proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas harus punya arti bagi siswa sehingga mereka dapat mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan siswa. memecahkan masalah menarik keputusan. dan authentic assessment-nya. 8. Dalam konteks itu. 4. berpikir kritis dan berpikir kreatif. membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi. Siswa kritis guru kreatif. humor dan lain-lain. Atau sejarah dengan pengalamannya mereka sendiri. Beberapa komponen utama dalam pembelajaran Kontekstual menurut Johnson (2000: 65). 3. Ketika siswa dapat mengkaitkan isi dari mata pelajaran akademik. karangan siswa dan lain-lain Dalam pembelajaran kontekstual. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. Mengkaitkan pembelajaran dengan kehidupan seseorang membuat proses belajar menjadi hidup dan keterkaitan inilah inti dari CTL. Sharing dengan teman. mandiri. peta-peta. dan makna memberi mereka alasan untuk belajar. 5. 10. yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. ilmu pengetahuan alam.7. media untuk mencapai tujuan tersebut. Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa. Pembelajaran yang diatur siswa sendiri. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. laporan hasil pratikum. 11. yang dapat di uraikan sebagai berikut: 1. program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru. materi pembelajaran. artikel. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. langkah-langkah pembelajaran. Berpikir kritis dan kreatif (critical dan creative thinking) Pembelajaran kontekstual membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. melibatkan kegiatan menghubungkan masalah ilmu dengan kehidupan seharihari dengan cara-cara yang berarti bagi siswa. 2. gambar. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran. mereka menemukan makna. merupakan pembelajaran yang aktif. Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa. Belajar yang diatur sendiri (self-regulated Learning) Pembelajaran yang diatur sendiri. memberi keyakinan. kecakapan sistematis dalam menilai. Siswa aktif. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental 260 . program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya. Bekerjasama (collaborating) Siswa dapat bekerja sama.

dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nuturing the individual) Dalam pembelajaran kontekstual siswa bukan hanya mengembangkan kemampuan-kemampuan intelektual dan keterampilan. Menggunakan Penilaian yang otentik (using authentic assessment) Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan akademik baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. Belajar berbasis Masalah (Problem-Based Learning) Suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. mencapai keunggulan (excellent). Strategi Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menempatkan siswa di dalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari (Nurhadi. Belajar Berbasis Inquiry (Inquiry-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan menyediakan kesempatan untuk pembelajaran bermakna. Dalam pengetahuan dan konsep yang esensi dari mata pelajaran. E. Yasin dan Senduk. Penilaian autentik merupakan antitesis dari ujian standar. 1. 6. minat. Guru dalam pembelajaran kontekstual juga berperan sebagai konselor. penilaian autentik memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sambil mempertunjukkan apa yang sudah mereka pelajari. 3. Belajar Berbasis Kerja (Work-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran berbasis sekolah dan bagaimana materi tersebut dipergunakan kembali di tempat kerja. Belajar berbasis Proyek/Tugas (Project-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran komprehensif di mana lingkungan belajar siswa (kelas) didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran. Dalam hal ini siswa terlibat dalam penyelidikan untuk pemecahan masalah yang mengintegrasikan keterampilan dan konsep dari berbagai isi materi pelajaran. Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards) Pembelajaran kontekstual diarahkan agar siswa berkembang secara optimal. 7. Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction) Suatu pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna. 2004: 56). mensintesis. sikap. Pendekatan ini mencakup pengumpulan informasi yang berkaitan dengan pertanyaan.untuk meningkatkan kemurnian. tetapi juga aspek-aspek kepribadian: integritas pribadi. Tiap siswa bisa mencapai keunggulan. tanggung jawab. dan mentor. 4. serta untuk memperoleh pegetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. Jadi dalam 261 . Ia mengembangkan keterampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. disiplin. kebutuhan dan kemampuannya. Tugas dan kegiatan yang akan dilakukan siswa harus sesuai dengan minat. dan mempresentasikan penemuannya kepada orang lain. asalkan dia dibantu oleh gurunya dalam menemukan potensi dan kekuatannya. 5. ketajaman pemahaman dalam mengembangkan sesuatu. motif berprestasi. 8. Strategi yang berasosiasi dengan pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut. 2. dan mengkulminasikan dengan produk nyata. dsb. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya.

perilaku dibangun atas kesadaran sendiri sedangkan dalam pembelajaran tradisional perilaku dibangun atas kebiasaan. Menurut Sanjaya (2006 : 256) ada beberapa perbedaan yang dapat diuraikan sebagai berikut: 1. 7. Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pembelajaran tradisional seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia takut hukuman. pemahaman rumus dikembangkan atas dasar skemata yang sudah ada dalam diri siswa. seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia sadar hal itu keliru dan merugikan.. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa belajar secara individual. keterampilan dibangun atas kesadaran diri. 6. kemudian dilatihkan (drill). Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran Tradisional Terlihat jelas perbedaan proses pembelajaran kontekstual yang berpijak pada pandangan kontrukstivisme dengan pembelajaran tradisional yang berpijak padangan behaviorisme-objektivis. Dalam pembelajaran kontekstual. Dengan kata lain. ikut bertanggungjawab atas terjadinya proses pembelajaran yang efektif. diskusi. Dalam pembelajaran kontekstual. 2. dan membawa skemata masing-masing ke dalam proses 262 . 7. 6.. sedangkan dalam pembelajaran tradisional ketrampilan dikembangkan atas dasar latihan. hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri. jadi menekankan hubungan antara pengalaman jasa-layanan dan pembelajaran akademis. yang harus dikembangkan. bahasa diajarkan dengan pendekatan komunikatif. saling mengoreksi. 8. pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau masalah yang disimulasikan. 3. bahasa diajarkan dengan pendekatan struktural: rumus diterapkan sampai paham. yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa adalah penerima informasi yang pasif.hal ini. siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. sedangkan dalam pembelajaran tradisional hadiah untuk perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor. 5. 4. Belajar Kooperatif (Cooperatif Learning) Pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan. Belajar Berbasis Jasa-Layanan (Service Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengkombinasikan jasa layanan masyarakat dengan suatu struktur berbasis sekolah untuk merefleksikan jasalayanan tersebut. Dalam pembelajaran kontekstual. tempat kerja atau sejenisnya dan berbagai aktifitas dipadukan dengan materi pelajaran untuk kepentingan siswa. Dalam pembelajaran kontekstual. siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok. Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pemebelajaran tradisional pembelajaran sangat abstrak. 9. dan dilatihkan. diterima dan dilafalkan. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pembelajaran tradisional rumus itu ada di luar diri siswa. siswa menggunakan kemampuan berpikir kritis. pendekatan ini menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru yang diperlukan dan berbagi keterampilan untuk memenuhi kebutuhan dalam masyarkat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. 10. sedangkan dalam pembelajaran tradisional. terlibat penuh dalam pengupayakan terjadinya proses pembelajaran yang efektif. F.

Ketujuh komponen itu adalah konstruktivisme (constructivism). karena evaluasi dengan menggunakan tes. Perubahan dan perkembangan bidang atau aspek tertentu mungkin sangat banyak/tinggi. masyarakat belajar (learning community). Perubahan atau perkembangan tersebut mungkin berkenaan dengan aspek yang menjadi tujuan atau terumuskan dalam tujuan pembelajaran. menghapal). Bagaimana siswa melakukan berbagai kegiatan tersebut serta hasil-hasil yang mereka tunjukkan. Makin pendek periode waktu pembelajaran yang dievaluasi. Evaluasi dilakukan pada waktu para siswa merencanakan sesuatu kegiatan. merupakan wujud dari perkembangan dan kemampuan hasil belajar mereka. ataupun hasil pemecahan dan jawaban soal. mendengarkan. Dalam evaluasi hasil pembelajaran. biasanya hanya digunakan tes. menyeluruh dan terus menerus. atau kaidah yang siap 263 . hasil karya dan portfolio. G. yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tiba-tiba. pengetahuan yang dimiliki oleh manusia dikembangkan oleh manusia itu sendiri. penelitian. Evaluasi terhadap proses pembelajaran dan hasil karya merupakan evaluasi otentik. evaluasi kenyataan. menemukan (inquiry). laporan.pembelajaran sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa secara pasif menrima rumus atau kaidah (membaca. bahwa evaluasi dengan menggunakan tes tidak bisa digunakan. Dalam pembelajaran kontekstual. mencatat. gambar. percobaan. mengerjakan tugas. pengamatan. Evaluasi Otentik Sebagai Ciri Penilaian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menuntut evaluasi yang bersifat komprehensif. maka makin mendekati evaluasi otentik. melakukan latihan. dan penilaian sebenarnya (authentic assessment) 1. tampa memberikan kontribusi ide dalam proses pembelajaran. konsep. H. maka dalam evaluasi proses juga digunakan evaluasi perbuatan (pengamatan). model. Evaluasi juga dilakukan pada waktu siswa berdiskusi. Hal ini tidak berarti. tetapi pada bidang atau aspek lainnya sedikit. konsep. tengah semester atau akhir unit. Manusia menciptakan atau membangun pengetahuan dengan cara memberi arti dan memahami pengalamannya sedangkan dalam pembelajaran tradisional pengetahuan adalah penangkapan terhadap serangkaian fakta. lisan. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta. pemodelan (modeling) refleksi (reflection). Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas Ada tujuh komponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual dikelas. makalah. sedikit sekali atau bahkan hampir tidak ada. atau hukum yang brada di luar diri manusia. karena dilakukan oleh guru kontekstual sepanjang proses pembelajaran. dan penyelesaian soal. akhir semester. rangkuman. bertanya (questioning). pemecahan masalah. Konstruktivisme (Constructivism) Konstruktivisme merupakan landasan berpikir pendekatan kontekstual. mengukur hasil pembelajaran pada akhir periode. karena mengevaluasi apa yang secara nyata dilakukan dan dihasilkan oleh para siswa. 11. melaksanakan maupun melaporkan hasil kegiatannya. baik berupa rancangan. Setiap saat terjadi perubahan dan perkembangan pada para siswa. yaitu pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit demi sedikit. berbentuk tes obyektif atau essay. Portfolio merupakan kumpulan dokumen yang disusun secara sistematik dan terarah yang menggambarkan perkembangan atau kemajuan siswa dalam bidang tertentu.

(5) penyimpulan. Dalam pandangan konstruktivisme. (5) mengetahui halhal yang sudah diketahui siswa. (3) membangkitkan respon pada siswa. selalu bermula dari bertanya karena bertanya merupakan strategi utama pembelajaran yang produkstif. adapun langkah-langkah kegiatan menemukan sendiri adalah: (1) merumuskan masalah dalam mata pelajaran apapun. juga dengan orang-orang yang diluar sana semua adalah anggota masyarakat belajar. teman kelas. guru disarankan dalam melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar.laporan. gambar. 2. Di ruang kelas ini. dan apabila dikehendaki informasi itu menjadi milik mereka sendiri. Kata kunci dari strategi inquiry adalah siswa menemukan sendiri. (4) mengetahui sejauh mana keingin tahuan siswa. dan antara yang tahu ke yang belum tahu. (2) bertanya. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. bagan tabel. atau audience lainnya. Tetapi siswa harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. (3) mengajukan dugaan. (2) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri. dan (4) mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca. Siklus inquiry adalah (1) observasi. Untuk itu tugas guru adalah memfasilitasi proses tersebut dengan : (1) menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa. Dengan dasar ini pembelajaran harus dikemas menjadi proses mengkontruksi bukan menerima pengetahuan. Masyarakat Belajar (learning community) Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerja sama dengan orang lain. Hasil belajar didapat dari berbagi antara kawan. (2) mengecek pemahaman siswa. antara guru dan siswa. di sekitar sini. 4. yang lebih menekankan pada hasil pembelajaran. Bertanya (questioning) Pengetahuan yang dimiliki seseorang. kelompok. yaitu siswa harus mengkontruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. Esensi dari teori kontruksivisme adalah ide bahwa siswa harus menemukan dan mentransfomasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain. kegiatan bertanya berguna untuk: (1) menggali informasi baik administrasi maupun akademik. (4) pengumpulan data. dan bergelut dengan ide-ide. Landasan berpikir konstruktivisme agak berbeda dengan kaum objektif. Dalam kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual. (8) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa. 3. (6) memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru. (7) untuk membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa. antara siswa dengan guru. (3) menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hanya hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi juga hasil dari menemukan sendiri. dan karya lainnya. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang 264 . Pada semua aktivitas belajar. dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar.untuk diambil dan diingat. Menemukan (inquiry) Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual. strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan. antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas dan sebagainya. Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah. questioning dapat diterapkan antara siswa dengan siswa. (2) mengamati atau melakukan observasi. guru.

ada model yang bisa ditiru. Dalam pendekatan kontekstual guru bukan satusatunya model. yang mempunyai gagasan segera memberikan usul dan seterusnya. Kemajuan belajar dinilai dari proses. Dengan demikian pembelajaran yang benar memang seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa agar mampu mempelajari (learning how to learn) sesuatu. Berikan contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis CTL pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA 265 . Penilai tidak hanya guru. (2) bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif. (3) yang diukur keterampilan dan performasi. yang merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelummnya. aktivitas. maka guru segera bisa mengambil tindakan yang tepat agar siswa terbebas dari kemacetan belajar. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa. Yang pandai mengajari yang lemah. 6. Model itu. atau guru mengadakan kolaborasi dengan mendatangkan seorang ahli ke kelas. Karena gambaran tentang kemajuan belajar itu diperlukan disepanjang proses pembelajaran. atau pengetahuan yang baru diterima. Apabila data yang dikumpulkan guru mengidentifikasikan bahwa siswa mengalami kemacetan dalam belajar. (5) terintegrasi. yang cepat menangkap mendorong temannya yang lambat. itulah hakekat penilaian yang sebenarnya. Siswa mengendapkan apa yang dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru. tetapi bisa juga teman lain atau orang lain. bukan ditekankan pada diperolehnya sebanyak mungkin informasi diakhir periode pembelajaran. jumlah. bukan hanya mengingat fakta. misalnya cara melafalkan suatu kata. Refleksi merupakan respons terhadap kejadian. Refleksi (reflection) Refleksi adalah cara berfikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakang tentang apa-apa yang sudah kita lakukan dalam hal belajar di masa lalu. bahkan bisa melibatkan siswa di dalam kelas atasnya. Tes hanyalah salah satunya. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui oleh guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran yang benar. maka penilaian tidak dilakukan diakhir periode seperti akhir semester. memberi peluang yang besar bagi guru untuk memberi contoh cara mngerjakan sesuatu. Karakteristik penilaian sebenarnya adalah (1) dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. siswa lain dapat menggunakan model tersebut sebagai standar kompetensi yang harus dicapai. dengan begitu guru memberi model tentang bagaimana belajar. siswa contoh tersebut dikatakan sebagai model. (6) dapat dipergunakan sebagai feed back. (4) berkesinambungan. Permodelan (modelling) Dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu. seorang siswa dapat ditunjuk untuk memberikan contoh temannya.anggotanya heterogen. baik keanggotaan. 7. Kelompok siswa bisa sangat bervariasi bentuknya. bukan melalui hasil. dan dengan berbagai cara. 5. Penilaian Sebenarnya (authentic assessment) Assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran belajar siswa. yang tahu memberitahu yang belum tahu.

Oleh karena itu. guru mengajukan pertanyaan yang menantang. berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. anak orang miskin. melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Kedua jenis berpikir tersebut. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. berpasangan. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya. model. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud b. Efektif dan Menyenangkan) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal. Berdasarkan pengalaman. Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. 266 . kapan”. diagram. c. karangan. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu. anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. tugas guru adalah mengembangkannya. Selain itu. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. misalnya. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. anugerah Tuhan. Pajangan dapat berupa gambar. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu). dan sebagainya. kritis dan kreatif. Namun demikian. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. anak Indonesia. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama. dapat membantu guru dalam pembelajaran karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. puisi. Dalam PAIKEM (Pembelajaran Aktif. e. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan PAIKEM a. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. peta. anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang d. Inovatif. dan ditata dengan baik. atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. berapa. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan.I. anak orang kaya. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Anak desa. Mengenal anak secara perorangan Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. benda asli. antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAIKEM. atau kelompok. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. kreatif. tersebut. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa. anak kota. Dengan mengenal kemampuan anak. hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Kritis untuk menganalisis masalah. anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya).

Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. ramah. takut disepelekan. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAIKEM. atau takut dimarahi jika salah. Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. mengklasifikasi. Sering bertanya. cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. tapi dalam melaksanakan di kelas guru melakukannya dengan paikem. mempertanyakan gagasan orang lain. tetapi melibatkan berbagai kegiatan maupun tindakan yang harus dilakukan. guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka h. Bagaimana caranya guru bisa membuat siswa tertarik untuk belajar dengannya dan akan ‘rindu’/menanti –nanti datangnya jam belajar pelajaran itu lagi. berhipotesis. sosial. strategi apa. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. membuat tulisan. saya pikir sekarang siswa justru lebih menghargai kepada guru yang bersahabat. sok menjaga wibawa. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. bila menginginkan hasil belajar 267 . 2008). memperlihatkan performance sedemikian rupa sehingga siswa akan sangat segan (baca:takut) kepadanya. Banyak metode mengajar yang dapat di “paikemkan” sebenarnya. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. Selain itu. Oleh karena itu. merumuskan pertanyaan. atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. (jangankan menegur dengan sopan melirik saja mungkin siswa tidak berani). tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. J.f. Tidak malah sebaliknya siswa akan sakit perut jika mengingat akan bertemu dengan pelajaran dan guru tersebut Pada dasarnya belajar mengajar merupakan suatu proses yang rumit karena tidak sekedar menyerap informasi dari guru. mencatat. Mengapa PAIKEM perlu diterapkan? Salah satu yang dapat dilakukan guru adalah mengajar dengan pembelajaran yang aktif inovatif kreatif dan menyenangkan (PAIKEM). Terserah gurunya mengajar dengan model. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan ‘PAIKEM’ (Agustina. Pemanfaatan lingkungan dapat mengembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera). Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. metode. dan tentu saja akan lebih sangat dihargai lagi jika guru tersebut cerdas dalam bidangnya dan cerdas dalam mengelola kelas. Di era globalisasi sekarang mestinya guru dapat mengajar dengan lebih menyenangkan. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. dan tidak zamannya guru mengajar jaim dan jumawa. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan (fisik. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. dan membuat gambar/diagram g. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik.

Dalam hal ini Slavin (1994) menyebutkan bahwa “ Learning is much more than memory for student to really understand and be able to apply knowledge. Dalam filsafat klasik itu. 2008). manusia penurut. to discover things for themselves. Dalam pendekatan ini. e. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Menurut Ramadhan (2008). Dampaknya sistem pembelajaran lebih menekankan guru yang aktif dan siswa pasif menerima (Suparno. mengolah. dalam kurun waktu yang lama pendidikan digunakan “penguasa” untuk melestarikan sistem dan nilai yang menguntungkan mereka. dan merumuskannya. Kemampuan Guru Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Kegiatan Belajar Mengajar Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam. Dalam hal ini guru tidak dapat memaksakan “pengetahuannya” kepada siswa. They must work to solve problems. pengetahuan itu merupakan bentukan siswa yang sedang belajar. Pembelajaran lebih menekankan pada bagaimana membantu siswa aktif mengkonstruksi pengetahuan mereka dan bukan bagaimana memaksa siswa menerima segala sesuatu yanag diinformasikan oleh guru. penerapan PAIKEM dalam pembelajaran dapat digambarkan sebagai berikut: a. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. menganalisis. Pendekatan seperti ini disebut pendekatan ketrampilan proses dengan prinsip student active learning. b. Pada saat yang sama. siswa dianggap orang yang belum tahu apa-apa dan mereka harus diberitahu oleh guru. c. 1997). to wrestle with ideas”. untuk mengungkapkan gagasannya. Dalam sejarah pendidikan di negara kita. menyenangkan.yang lebih baik. J. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. Sebaliknya menurut filsafat kontruktivisme. dan cocok bagi siswa. misalnya:  Percobaan  Diskusi kelompok  Memecahkan masalah  Mencari informasi 268 . Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. secara garis besar. termasuk cara belajar kelompok. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. Belajar pada intinya tertumpu pada kegiatan memberi kemungkinan kepada siswa agar terjadi proses belajar yang efektif agar dapat mencapai hasil yang sesuai tujuan. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ d. Cukup lama siswa dibuat menjadi korban untuk menjadi “yes people”. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian. Menurut teori ini dalam belajar siswa tidak hanya menghafal tapi harus memahami (Agustina. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. yang penting bagaimana siswa menggeluti bahan.

pengamatan. Melalui:  Diskusi  Lebih banyak pertanyaan terbuka  Hasil karya yang merupakan anak sendiri • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari • Guru memantau kerja siswa. yaitu: a. • Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. Guru dalam pembelajaran tidak hanya berperan sebagai pengajar dan pendidik juga berperan sebagai fasilitator. Guru dan murid sama-sama aktif dan terjadi interaksi timbal balik antara keduanya. • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Pendekatan pembelajaran PAIKEM dapat membawa angin perubahan dalam pembelajaran. b. Guru dan murid dapat mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran. mencari rumus sendiri. atau wawancara  Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri  Menarik kesimpulan  Memecahkan masalah. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. guru menggunakan.Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam. misalnya:  Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri  Gambar  Studi kasus  Nara sumber  Lingkungan Siswa:  Melakukan percobaan. penggunaan 269 . • Guru memberikan umpan balik.  Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri. Guru dapat mengembangkan kreativitasnya dalam hal: teknik pengajaran. Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terusmenerus  Menulis laporan/cerita/puisi  Berkunjung keluar kelas Sesuai mata pelajaran.

2008. diakses 8 Maret 2011) Arikunto. Paikem Gembrot. 1997. 2008. http://hlasrinkosgorobogor . 2008. A. Nasution. Perencanaan Pembelajaran. Tarmizi. Kurikulum Satuan Pendidikan Modul Madrasah Aliyah. Yogyakarta: Andi Offset. Yogyakarta: Lesfi. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar.wordpress. 2008. Asy-syalhub.indopos. Metodologi Research II.html. B.multimetode. (Zizakamal. Mengembangkan Pembelajaran Aktif. Oemar. Indikator Pembelajaran Paikem. Kreatif Efektif. Fu’ad bin abdul aziz.php?act=detail_c&id=325101. Inovatif. 1986. Hamalik. Aliran-aliran dalam pendidikan Islam. Murid merasa senang dan nyaman dalam pembelajaran. Inovatif.smk3_banjarbaru@blogspot. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek: Edisi Revisi V. dan Menyenangkan Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher. Agustina.http://tarmizi. 2006. Pembelajaran Aktif. Menjadi guru favorit Pilihan Siswa. Kreatif. Pembelajaran Kreatif dengan Peraga. (http:www. Jakarta: Bumi Aksara. 2005. 2008. Metodologi PAKEM. 2011. Jakarta: PT Bumi Aksarahlm. Iif khori dan Amri.com. PUSTAKA RUJUKAN Ahmadi. Efektif. http://cittiami. Ghuddah.com/ 2008/06/26/metodologi-pakem/. Jakarta: Rineka Cipta. c.com/2008/04/mensiasati-injury-time-dengan. 40 Strategi Pembelajaran Rasulullah. Pararaja. pemakaian media. Beirut: Dar alBasyair al-Islamyah Hadi. Sofan. Ahmad Ma'sum. ______. Yogyakarta: Andi ______. Proses Belajar Mengajar. 2008. http://smk3ae. Rahmi. tidak merasa tertekan sehingga proses berpikir anak akan berjalan normal. Khoiri. Diakses tanggal 8 Februari 2009. 2006. Sutrisno. Jakarta: PT.com/2008/11/07/menjadi-guru-favorit-pilihan-siswa/.wordpress. Pendidikan Strategik Alternatif Untuk Pendidikan Masa Depan. Ramadhan.com/2008/11/11/pembelajaran-aktifinovatif-kreatif-efektif-dan-menyenangkan/. Jakarta: Bumi Aksara 270 . dan guru dapat berperan sebagai mediator bagi murid-muridnya. Bandung: Tarsito Herman. 2010. Abd Al-Fattah. 2003. S. Oemar. Hamzah. Metodologi Research.Prestasi Raya Pustakaraya. Suharsimi.blogspot.com. Mensiasati Injury time Dengan Pembelajaran PAIKEM. diakses 5juni 2011) Departemen Agama. d. 2010.blogspot. Arifin. Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif dalam Kelas. Uno.id/ index.wordpress. Begini seharusnya menjadi guru. http://www. 2002. 1990. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. Jakarta: Darul Haq Dede Ajiz Kamaluddin. 2000. dan Menyenangkan.co. Hamalik. Munculnya pembahasan dalam pembelajaran di kelas. Djohar.

271 .

guru akan dihadapkan tiga sistilah yang sering digunakan secara bersama-sama yaitu istilah pengukuran. 1. Menjelaskan perbedaan antara asesmen. atau benda sehingga hasil pengukuran akan selalu berupa angka. Hasil penilaian dalam pembelajaran disebut nilai. penilaian. karena belum menyatakan tinngkat kualitas dari apa yang diukur. Dalam proses pembelajaran guru juga melakukan pengukuran terhadap proses dan hasil pembelajaran yang hasilnya berupa angka-angka yang mencerminkan capaian. Secara sederhana. Penilaian. 2. b. peristiwa. dan Tes a. pengukuran. Angka hasil pengukuran baru mempunyai makna apabila dibandingkan dengan criteria atau patokan tertentu. Pengertian Asesmen. Pengukuran Secara sederhana. iklim sekolah maupun kebijakan-kebijakan sekolah. dan 75 yang diperoleh dari hasil pengukuran proses dan hasil pembelajaran tersebut bersifat kuantitatif dan belum dapat memberikan makna apa-apa. dan tes. Dalam pelaksanaan asesmen pemebelajaran. c. pengukuran dapat diartikan sebagai kegiatan atau upaya yang dilakukan untuk memberikan angka-angka pada suatu gejala. Angka hasil pengukuran ini disebut skor mentah. Pengukuran. C. Uraian Materi 1. 55.BAB X EVALUASI PEMBELAJARAN KONSEP DASAR ASESMEN PEMBELAJARAN A. Kriteria ini dapat berupa proses atau kemampuan minimal yang dipersyaratkan. asesmen dapat berarti sebagai proses pengukuran dan nonpengukuran untuk memperoleh data karakteristik siswa dengan aturan tertentu. angka 40. Misal. proses dan hasil belajar. Kriteria sebagai pembanding dari proses dan hasil pembelajaran tersebut dapat ditentukan sebelum proses pengukuran atau dapat pula ditetapkan sesudah pelaksanaan pengukuran. Asesmen Secara umum asesmen berarti sebagai proses untuk mendapatkan informasi dalam bentuk apapun yang dapat digunakan untuk dasar pengambilan keputusan tentang siswa baik yang menyangkut kurikulumnya. Contoh penentuan patokan dengan penghitungan persentase untuk skala lima sebagai berikut. Menjelaskan hakikat asesmen. pengukuran. dan tes. atau batas keberhasilan. program pembelajarannya. dapat pula berupa kemampuan rata-rata unjuk kerja kelompok dan berbagai patokan yang lain. Kriteria yang berupa batas kriteria minimal yang telah ditetapkan sebelum pengukuran dan bersifat mutlak disebut Penilaian Acuan Patokan atau Penilaian Acauan Kriteria (PAP/PAK). penilaian. Tujuan Pembelajaran Peserta PLPG diharapkan dapat mendeskripsikan hal-hal berikut. Interval Persentase Tingkat Penguasaan Nilai Ubah Skala Lima 0-4 E–A Keterangan 272 . Penilaian Penilaian adalah proses pemberian makna atau penetapan kualitas hasil pengukuran dengan cara membandingkan angka hasil pengukuran tersebut dengan criteria tertentu. dan tes. penilaian.

Skala Sigma Skala Angka Skala Lima E-A 0–4 A 4 + 1.1.74 % 40 % .5 SD E 0 Contoh penentuan patokan dengan penghitungan konversi skala sepuluh dalam PAN.5 M .95 % 76 % .65 % 46 % .35 % 16 % .5 M + 1.85 % 66 % .75 S M + 0. Contoh penentuan patokan dengan penghitungan konversi skala lima dalam PAN.84 % 60 % .39 % 4 3 2 1 0 A B C D E Baik Sekali Baik Cukup Kurang Gagal Contoh penentuan patokan dengan penghitungan persentase untuk skala sepuluh sebagai berikut.75 S M + 0.25 + 1.100 % 75 % .25 S M + 0.5 M .5 SD D 1 .0.59 % 0 % .5 SD B 3 + 0. Skala sigma + 2.15 % Nilai Ubah Skala Sepuluh 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Keterangan Sempurna Baik sekali Baik Cukup Sedang Hampir sedang Kurang Kurang sekali Buruk Buruk sekali Kriteria yang ditentukan setelah kegiatan pengukuran dilakukan dan didasarkan pada keadaan kelompok dan bersifat relatif disebut Penilaian Acuan Norma atau Penilaian Acuan relative (PAN/PAR).75 S M + 1.75 + 1.75 + 0.25 S M + 0.55 % 36 % .100 % 86 % . Interval Persentase Tingkat Penguasaan 96 % .5 SD C 2 .75 Skala angka M + 2.25 % 0 % .75 S M + 1.25 + 0.45 % 26 % .5 M + 0.0.25 + 1.25 S M + 1.85 % .75 % 56 % .75 S Skala 1-10 10 9 8 7 6 5 4 3 2 273 .25 + 0.25 S M + 1.75 + 1.0.25 + 0.

Banyak yang mencampuradukkan pengertian antara evaluasi. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tes! 5. Pengukuran adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskrikpsi numerik dari suatu tingkatan dimana seorang anak telah mencapai karakteristik tertentu. Penilaian adalah penerapan berbagai cara penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar siswa atau ketercapaian kompetensi siswa. kemudian membandingkan angka tersebut dengan kriteria tertentu yang berupa batas penguasaan minimum ataupun berupa kemampuan umum kelompok. Jelaskan letak perbedaan antara skor dan nilai! 274 . Jelaskan apa yang dimaksud dengan penilaian! 4. Dalam melaksanakan proses asesmen pembelajaran. Jelaskan letak perbedaan antara asesmen. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pengukuran! 3. Hasil pengukuran bisa berupa nilai kualitatif dan nilai kuantitatif. Berikan contoh asesmen. Evaluasi adalah kegiatan mengidentifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum. pengukuran. pengukuran. observasi proses pembelajaran dan sebagainya. dan tes yang dalam penerapannya sering dilakukan secara simultan. sehingga munculah nilai yang mencerminkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Akhirnya diambilah keputusan oleh guru tentang kualitas proses dan hasil belajar. penilaian. Latihan Soal Jawablah pertanyaan berikut secara singkat dan jelas! 1. E. Sebab itu.+ 2. padahal kesemuanya memiliki pengertian dan fungsi yang berbeda. Rangkuman Asesmen merupakan kegiatan untuk mengungkapkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. penilaian. dan tes! 6. Waktu melakukan asesmen guru pasti telah menciptakan alat ukur berupa tes maupun nontes seperti soal-soal ujian. berharga atau tidak.25 d.25 S 1 Tes adalah seperangkat tugas yang dikerjakan atau sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur tingkat pemahaman dan penguasaannya terhadap cakupan materi yang dipersyaratkan dan sesuai dengan tujuan pengajaran tertentu. dan tes. dan tes! 7. Tes adalah seperangkat tugas yang dikerjakan atau sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur tingkat pemahaman dan penguasaannya terhadap cakupan materi yang dipersyaratkan dan sesuai dengan tujuan pengajaran tertentu. guru selalu berhadapan dengan konsep-konsep evaluasi. penilaian. yaitu mengukur atau memberi angka terhadap proses pembelajaran atau pekerjaan siswa sebagai hasil yang merupakan cerminan tingkat penguasaan terhadap materi yang dipersyaratkan. Jelaskan apa yang dimaksud dengan asesmen! 2. pengukuran. Tes M + 2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya tes merupakan alat ukur yang sering digunakan dalam asesmen pembelajaran disamping alat ukur yang lain. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang siswa. Melakukan pengukuran. Evaluasi berhubungan dengan keputusan nilai. dalam praktik ketiganya sering tidak dirasakan pemisahannya. pengukuran. karena melakukan asesmen berarti telah pula melakukan ketiganya. D. dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya.

2. f. Menerapkan dalam melaksanakan penilaian pembelajaran dari mata pelajaran yang diampu terhadap siswa yang mengikuti proses pembelajaran. Adapun prinsip-prinsip tersebut terdiri dari prinsip umum dan prinsip-prinsip evaluasi lainnya yaitu : Prinsip umum dalam kegiatan evaluasi pembelajaran yaitu adanya triangulasi atau hubungan yang erat antara 3 komponen yaitu hubungan erat antara : a. untuk mengetahui dalam hal apa siswa memerlukan bimbingan. B. ataukah harus mengulang kembali pada kegiatan belajar tersebut. Menjelaskan konsep dasar penilaian pembelajaran. C. 2. PRINSIP. 1. Untuk keperluan pengembangan kurikulum dan perbaikan kurikulum sekolah yang bersangkutan. b. Untuk mengetahui taraf kesiapan dari peserta didik untuk menempuh suatu pendidikan tertentu. yang selanjutnya dapat menerapkan dalam melaksanakan penilaian pembelajaran dari mata pelajaran yang diampu terhadap siswa yang mengikuti proses pembelajaran. Tujuan pembelajaran b. Untuk keperluan bimbingan dan konseling. sebagai dasar menagani kasu-kasus tertentu siswa. Kegiatan Pembelajaran c. d. Dalam hal ini materi kurikulumyang dianggap sudah tidak relevan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat perlu diganti dengan materi yang lebih sesuai. Hasil penilaian/ evaluasi dapat dijadikan informasi atau data bagi guru pembimbing dalam membuat diagnosa siswa.FUNGSI. Kompetensi Dasar Kompetensi dasar yang diharapkan dapat dicapai melalui pembahasan kegiatan belajar ini dideskripsikan sebagai berikut. Uraian Materi 1. serta sebagai acuan dalam melayani kebutuhan siswa dalam bimbingan karir. Untuk menentukan kelulusan peserta didik pada jenjang pendidikannya. Untuk mengetahui seberapa jauh hasil yang telah dicapai dalam proses pendidikan/pembelajaran atau pencapaian kompetensi yang diharapkan. maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip penilaian/ evaluasi pembelajaran yang dapat dijadikan dasar dalam pengembilan keputusan. Evaluasi/penilaian A. 275 . JENIS DAN TEKNIK PENILAIAN PEMBELAJARAN Standar Kompetensi Standar Kompetensi yang harus dikuasai peserta PLPG adalah dapat memahami konsep dasar penilaian pembelajaran. Untuk mengetahui kegiatan belajar mengajar dapat dilanjutkan dengan bahan atau materi selanjutnya. c. e. Fungsi Penilaian dalam pendidikan Fungsi Penilaian dalam bidang pendidikan dan pembelajaran mempunyai fungsi sebagai berikut : a. Prinsip-prinsip Penilaian Pembelajaran Untuk dapat melakukan penilaian pembelajaran secara efektif.

menunjukan bahwa evaluasi harus mengacu pada kegiatan pembelajaran. mampu memberikan sumbangan positif terhadap peningkatan pencapaian belajar peserta didik sehingga hasil penilaian harus dapat memberikan umpan balik dan motivasi peserta didik untuk lebih giat belajar. penilaian dilakukan secara berencana. 3) Hubungan antara kegiatan pembelajaran dengan evaluasi. f. di sisi lain dan evaluasi merupakan pengukur kegiatan pembelajaran. bahasa. teratur dan terarah. kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran disusun oleh guru dengan mengacu pada tujuan yang hendak dicapai. menilai apapun yang dilakukan peserta didik dalam kegiatan belajar. berasal dari arti kata form yang merupakan dasar dari istilah formatif. Kegiatan pembelajaran mengacu pada tujuan dan langkah dari tujuan dilanjutkan pemikirannya ke kegiatan pembelajaran 2) Hubungan antara tujuan dengan evaluasi. prosedur dan kriteria penilaian serta dasar pengambilan keputusan diketahui oleh pihak yang terkait.Tujuan a b Kegiatan Pembelajaran c Evaluasi/penilaian 1) Hubungan antara tujuan dengan Kegiatan pembelajaran. Menyeluruh. tidak terpengaruh oleh pertimbangan subyektif penilai. Terbuka. g. maka penilaian formatif dimaksudkan untuk 276 . Sistematis. Adapun prinsi-prinsip lain yang perlu diperhatikan dari penilaian/evaluasi pembelajaran di antaranya : a. 3. Mendidik . warna kulit dan jender. d. agama. penilaian meliputi berbagai aspek kompetensi yang akan dinilai. budaya. b. Obyektif. i. evaluasi adalah kegiatan pengumpulan data untuk mengukur sejauhmana tujuan sudah tercapai. afektif dan dan psikomotor yang direfleksikan dalam kegiatan berpikir dan bertindak. c. Jenis dan Teknik Penilaian Pembelajaran a. penilaian dilakukan secara terus menerus sepanjang berlangsungnyakegiatan pembelajaran. h. Adil. Terpadu. yang meliputi aspek kognitif. Jenis penilaian pembelajaran yang dilakukan dapat dibedakan dalam: 1) Penilaian formatif. selain itu langkah dalam menyusun alat evaluasi mengacu pada tujuan yang sudah dirumuskan. artinya penilaian tidak hanya pada akhir kegiatan atau pada salah satu pokok bahasan tetapi bersifat menyeluruh atau komprehensif e. Berkesinambungan. Menggunakan acuan atau kriteria tertentu dalam menentukan prestasi peserta didik. tidak ada peserta didik yang diuntungkan atau dirugikan berdasarkan latar belakang sosial. ekonomi. bertahap. Jenis Penilaian.

Sebuah tes dapat dikatakan sebagai alat atau teknik penialaian pembelajaran yang baik apabila memilki syarat-syarat sebagi tes yang baik yaitu memiliki : a) Validitas. tes yang reliabel adalah tes yang hasilnya relatif tetap walaupun dilakukan berkali-kali. tingkat perhatian dan ketepatan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru dan bukan dengan nilai yang diperoleh waktu ulangan. kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. yang termasuk teknik non-tes adalah skala bertingkat (rating scale). tenaga besaar dan waktu yang lama. penilaian yang dilakukan untuk terhadap pribadi peserta didik untuk kepentingan penempatan dalam progrsm prembelajaran ysng sesuai. adalah penilaian yang digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang dihadapi peserta didik. tes yang ekonomis adalah tes yang pelaksanaanya tidak membutuhkan. 2) Penilaian Sumatif. intelegensi. pengertian tes adalah seperangkat pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan. sehingga berdasarkan kelemahan-kelemahan tersebut dapat dilakukan pemberian perlakuan yang tepat. pengertian tes adalah alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana. tes dikatakan obyektif apabila dalam melaksanakan tes tidak ada faktor subyektif yang mempengaruhi. tes dikatakan praktis jika mudah pelaksanaan dan pemeriksaannya serta mudah pengadministrasiannya e) Ekonomis. artinya tes dapat tepat mengukur apa yang harus diukur. berbeda dengan penilaian formatif. feedback dan sebagai alat diagnosis pembelajaran. Teknik tes yang biasanya digunakan dalam penilaian pembelajaran meliputi : Tes tertulis. Penilaian sumatif dapat bermakna sebagai penialian prediksi dan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kenaikan kelas/kelulusan pesert didik. 4) Penilaian penempatan. wawancara (interview). 3) Penilaian diagnostik. questionair. misalnya penilaian yang dilakukan untuk satu standar kompetensi. Teknik Penilaian Pembelajaran Dalam melaksanakan penialian pembelajaran dikenal dua cara atau teknik yaitu teknik non-tes dan tes. misalnya untuk mengukur partisipasi siswa diukur dengan tingkat kehadiran. penilaian sumatif merupakan adalah penilaian terhadap peserta didik setelah mengikuti atau berakhirnya pemberian beberapa program atau sebuah program yang lebih besar. Tes tertulis ini biasanya dikelompokan menjadi 2 bentuk tes tertulis yaitu : 277 . c) Obyektivitas. biaya. d) Praktikabilitas. sebab nilai ulangan hanya menggambarkan prestasi dan bukan menggambarkan partisipasi. riwayat hidup 2) Tenik tes. misalnya telah mengikuti pembelajaran satu kompetensi dasar) Hasil penilaian formatif dapat bermakna sebagai reinforcemet. pengetahuan.b. a) mengetahui sejauhmana siswa telah terbentuk setelah. adalah tes yang soal-soal dan jawaban harus dijawab oleh peserta didik secara tertulis. b) Realibilitas. mengikuti suatu program tertentu. dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. 1) Teknik non-tes . misalnya untuk kepentingan penjurusan. daftar cocok (check list). Pengertian lain yang dikemukakan oleh Webster Collegiate. pengamatan (observation).

pilihan ganda. sikap. maupun sikap dan kepribadiannya. Latihan Buatlah kelompok kecil sebanyak 3 orang dan susun rancangan instrumen penilaian untuk menilai penguasaan siswa terhadap satu Kompetensi Dasar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP/MTS. dapat langsung meminta penjelasan dari penilai. Dalam kegiatan penilaian pembelajaran diperlukan berbagai informasi baik menyangkut hasil pengukuran (ulangan).(1) Tes obyektif. Dibandingkan dengan tes tertulis. Tentukan jenis penilaian pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran 3./SMA/MA. Selain itu peserta didik yang belum memahami pertanyaan tes. sedangkan kelebihannya adalah secara langsung dapat menilai beberapa unsur baik kemampuan dan tingkat pengetahuan yang dimiliki siswa. Rumuskan indikator-indikator yang ada dalam kompetensi dasar tersebut ke dalam tujuan pembelajaran 2. Tentukan teknik penilaian yang tepat untuk tujuan pembelajaran tersebut. (b) materi harus sesuai dengan kegiatan pembelajaran. karena dilakukan dengan mengadakan secara langsung tanya jawab antara guru dan peserta didik. (d) Bahasa dalam soal harus menggunakan kalimat yang tidak ambigus. selama kegiatan berlangsung. perilaku siswa. bentuknya benar-salah. Kelebihan lainnya adalah peserta didik dapat lengsung mengetahui hasil tes. 4. dan isian pendek. dengan langkah-langkah menentukan : 1. Kegiatan penilaian pembelajaran merupakan suatu proses yang sistematis artinya bahwa evaluasi/penilaian pembelajaran merupakan suatu kegitan yang terencana dan dilakukan secara berkesinambungan. (2) Tes subyektif. (c) Konstruksi tes harus sesuai dengan ranah tujuan. Kemukakan alasan atau dasar pertimbangan dalam menentukan jenis dan teknik penilaian yang ditetapkan. Dalam menyususn instrumen penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal berikut yaitu : (a) Karakteristik mata pelajaran dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diujikan. dan pada akhir kegiatan. pada umumnya berbentuk uraian (esai) yaitu sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kata. bentuk tes ini memiliki beberapa kelemahan diantaranya : tingkat subyektivitas penilai dan waktu pelaksanaannya relatif lama. D. Rangkuman Kegiatan penilaian tidak dapat dilepaskan dari tujuan-tujuan pembelajaran yang akan dicapai karena tujuan-tujuan pembelajaran tersebut merupakan acuan dan kriteria pokok dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran. C. Dikatakan sebagai suatu proses karena penilaian/evaluasi pembelajaran atau kegiatan evaluasi dilakukan mulai dari awal. b) Tes lisan. tugas-tugas dan 278 . yaitu tes yang pelaksanaannya berbeda dengan tes tertulis. Pelaksanaan tes perbuatan pada umumnya memerlukan sebuah format pengamatan atau penilaian yang dibuat sedemikian rupa sehingga penilai dapat menuliskan angka penilaian pada tempat yang sudah disediakan. yaitu tes yang penugasannya disampaikan dalam bentuk lisan atau tertulis dan pelaksanaannya dinyatakan dengan perbuatan atau penampilan. menjodohkan. c) Tes perbuatan.

reliabilitas. obJektif. hendaknya penilaian dilakukan atas dasar prinsip-prinsip penilaian. 279 . Teknis tes meliputi tes lisan. praktis dan ekonomis. Untuk melaksanakan penilaian pembelajaran yang baik. tes tertulis dan tes perbuatan. jenis dan teknik penilaian yang tepat dan memenuhi persyaratan sebuah tes yang baik yaitu memilki validitas.informasi lainnya yang dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan dalam evaluasi pembelajaran. Masing-masing teknis tes ini memiliki karakteristik yang menggambarkan kelebihan dan kelemahan masing-masing teknis tes.

Menggambarkan alur pengembangan perangkat Sistem penilaian pembelajaran berbasis kompetensi 7. Menyimpulkan konsep pembelajaran kontekstual 4. afektif berhubungan dengan sosial-emosional dan psikomotorik berhubungan dengan keterampilan. prinsip dasar dan komponen-komponennya. Menjelaskan konsep sistem penilaian pembelajaran Berbasis Kompetensi 5. Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kegiatan belajar ini peserta mampu : 1. Menyimpulkan Kurikulum berbasis kompetensi 3. dilihat dan dirasakan. Istilah kemampuan dalam pengertian kompetensi di atas dapat dipahami dalam dua aspek yaitu : (a) Aspek yang tampak. Kognitif berhubungan dengan kemampuan melakukan. Akan tetapi tanpa harus belajar ilmu kedokteran seseorang mengetahui bahwa dokter lebih kompeten dari pada tukang pijet dalam hal penyembuhan seorang pasien. maka orang tersebut mencerminkan orang yang berkompeten. Kompetensi dalam aspek ini tidak bisa diamati karena tidak tampil dalam perilaku empiris. Menyimpulkan pengertian kompetensi 2. kompetensi dalam aspek yang tampak ini disebut performance yaitu penampilan dalam bentuk tingka laku yang dapat didemonstrasikan sehingga dapat diamati. B. Sebagai contoh. (b) Kompetensi yang tidak tampak disebut juga dengan istilah kompetensi dalam aspek rasional. Kemampuan rasional ini dalam taksonomi Bloom dikenal sebagai kognitif. afektif dan psikomotorik. 280 . walaupun keduanya dalam satu bidang yaitu kesehatan. melalui pengamatan dapat dibedakan kompetensi seorang dukun pijet dengan seorang dokter. 2. Standar Kompetensi Memahami konsep penilaian pembelajaran berbasis kompetensi. Kurikulum berbasis kompetensi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai peserta didik. Hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui seperangkat pengalaman belajar yang bermakna. 1. Orientasi kurikulum berbasis kompetensi tergantung pada dua hal yaitu: 1.PENILAIAN PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI A. Seorang dokter yang sedang tidak praktek dan tidak menggunakan atribut profesinya. keterampilan maupun nilai-nilai yang dikuasai seseorang atau peserta didik yang direfleksikan dalam bentuk kemampuan bertidak secara tepat. penilaian dan kegiatan belajar mengajar serta pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. Menjelaskan dan menyebutkan prinsip dasar penilaian pembelajaran berbasis kompetensi 6. Mengenal jenis-jenis teknik penilaian dalam Sistem penilaian pembelajaran berbasis kompetensi Uraian Materi Pengertian kompetensi dan kurikulum Berbasis Kompetensi Kompetensi merupakan pengetahuan. tidak diketahui bahwa dia mempunyai kemampuan untuk melakukan terapi kesehatan. Keberagaman yang dimanifestasikan sesuai kebutuhan C. Jika seseorang memiliki kemampuan berpikir dan bertindak secara tepat dan benar.

Penentuan materi yang akan diujikan Dalam menentukan materi yang akan diujikan haruslah memperhatikan beberapa kriteria yaitu : 1) Urgensi yaitu pokok bahasan atau materi tersebut secara teoritis mutlak harus dikuasai oleh siswa. menunjukkan. 2) Kontinuitas yaitu pokok bahasan atau materi merupakan pendalaman dari satu atau lebih pokok bahasan yang sudah dipelajari sebelumnya. menyusun. seperti diantaranya membedakan. diantaranya menghubungkan. 5) Kesesuaian dengan teknik pengukuran yang akan digunakan yaitu tes tertulis. diantaranya seperti menyebutkan. mengembangkan. Sistem Penilaian Pembelajaran berbasis Kompetensi a. mengambil kesimpulan. Penentuan Kompetensi yang akan diujikan. memberi contoh. Berdasarkan teori Bloom Cs. d) Analisis diantaranya seperti membandingkan. Penentuan perilaku yang akan diukur tergantung pada kompetensi serta indikator-indikator yang digunakan sebagi acuan terhadap keberhasilan pembelajaran. mengkategorikan. gerakan untuk berkomunikasi (mimik wajah. Menerapkan pembelajaran kontekstual 4. kompetensi dasar yang tercermin pada indikator kompetensi) peserta didik. b. mengembangkan gerakan-gerakan tingkat tinggi. 2. c) Penerapan. diantaranya menggunakan. mengorganisasikan. 2) Ranah Afektif. mendefinisikan. f) Evaluasi diantaranya menafsirkan. 281 . b) Pemahaman. Berorientasi pada hasil belajar 3. mengubah. 3) Ranah psikomotorik yang meliputi: gerak reflek. menilai atau memutuskan. b) Sikap atau nilai reperti respon yang melibatkan sikap atau nilai yang telah mendalam di sanubarinya untuk dipertahankan. perasaan atau pendapat pribadi terhadap hal-hal yang relatif sederhana tetapi bukan fakta. mengklaifikasikan. perilaku dibedakan dalam 3 ranah dengan masing-masing tingkatannya : 1) Ranah Kognitif dengan tingkatan mulai dari : a) Ingatan. memperkirakan. yaitu pokok bahasan atau materi yang diperlukan untuk mempelajari atau memahami materi atau pelajaran lain. dengan tingkatan mulai dari : a) Pendapat atau pandangan. menganalisis. Metoda untuk menentukan ketepatan perilaku yang diukur. isyarat. gerakan-gerakan yang memerlukan belajar (menari. pembuat soal dapat mendaftar semua perilaku mulai dari aspek yang rendah/mudah sampai dengan aspek yang tertinggi/sukar. postur tubuh). gerakan yang merupakan kombinasi dengan kognitif. yaitu pokok bahasan atau materi yang memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari. e) Sintesis. 4) Keterpakaian. 3) Relevansi. Menekankan pada ketercapaian kompetensi (standar kompetensi. menerapkan. seperti respon yang melibatkan ekspresi. Menggunakan penilaian yang berorientasi pada kompetensi (penilaian autentik) 2. dasar-dasar gerakan. lisan atau tes perbuatan. mengingat kembali. menentukan. olahraga).Ciri-ciri kurikulum berbasis kompetensi adalah sebagai berikut : 1.

Teknik Penilaian pembelajaran Dalam Sistem Penilaian Pembelajaran berbasis Kompetensi dikenal tujuh teknik penilaian yaitu: 1) Penilaian tertulis. Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan atau instrumen berikut: (a) Daftar Cek (Check-list). misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas. d) Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak. c) Konstruksi. (3) menjodohkan. jika criteria penguasaan kompetensi tertentu dapat diamati oleh penilai dan tidak mendapat nilai jika tidak bias diamati. 282 . dapat diamatitidak dapat diamati. bermain peran. dll. d) Bahasa. presentasi. kesesuaian soal dengan standar kompetensi. misalnya dilakukan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam. Kelemahan dengan instrumen ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak. sehingga gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik dari pada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan siswa yang sebenarnya. ada dua bentuk tes tertulis yaitu a) memilih jawaban yang dibedakan menjadi : (1) pilihan ganda. (3) soal uraian. baik-tidak baik. Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal : a) Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan peserta didik untuk menunjukan kinerja dari suatu kompetensi. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut siswa melakukan tugas tertentu. seperti : diskusi dalam kelompok kecil. Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. berpidato. (2) dua pilihan. Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam penilaian tertulis adalah: a) Karakteristik mata pelajaran dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diuji. (4) sebab-akibat dan b) mensuplai jawaban yang dibedakan dalam : (1) isian atau melengkapi. 2) Penilaian Unjuk Kerja Penilaian dilakukan dengan mengamati kegiatan siswa dalam melakukan sesuatu. kompetensi dasar dan indikator pencapaian pada kurikulum. misalnya praktek. b) Materi. bercerita dan melakukan wawancara.c. (2) jawaban singkat atau pendek. misalnya rumusan soal tidak menggunakan kalimat yang mengandung penafsiran ganda. c) Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. b) Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut. sehingga semua dapat diamati e) Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati. dengan menggunakan daftar cek peserta didik akan mendapat nilai. memainkan suatu alat. misalnya benar-salah. Untuk menilai kemampuan berbicara peserta didik. sehingga tidak terdapat nilai tengah namun daftar ini lebih praktis digunakanuntuk mengamati subyek dalam jumlah besar.

..... pilihan kategori nilai lebih dari dua.... NoAspek yang dinilaiBaikTidak Baik123456Skor yang dinilaiSkor maksimum6 Keterangan : Baik = mendapat skor 1 Tidak Baik = tidak mendapat skor (O) (b) Skala Penialian (Rating Scale) Penilaian unjuk kerja dengan menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu.Contoh Format Penilaian (Menggunakan Daftar Cek) Nama Peserta didik : ........ Skala penilaianterentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna.. Dalam hal ini pemberian nilai secara kontinum.... Kelas :........ 283 .. agar hasil penilaian lebih akurat..... Untuk memperkecil faktor subyektivitas.. perlu dilakukan penilaian oleh lebih dari satu orang..

.. N NoAspek yang dinilaiSkor123412345Jumlah SkorSkor maksimum20 Keterangan : 1 = tdak kompeten 2 = cukup kompeten 3 = kompeten 4 = sangat kompeten Jumlah skor merupakan penjumlahan skor masing-masing aspek yang dinilai/diukur..... Kelas :............Contoh Format Penilaian (Menggunakan Skala Penilaian) Contoh Format Penilaian (Menggunakan Skala Penilaian) Nama Peserta didik : ............................. N NoAspek yang dinilaiSkor123412345Jumlah SkorSkor maksimum20 Nama Peserta didik : ...x Skala nilai yang digunakan Skor Maksimum 284 ... sedangkan kriteria penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Jumlah Skor Nilai = --------------------.............. Kelas :.....

..... yaitu komponen afektif............. komponen kognitif dan komponen konatif.............. Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu obyek........... Adapun komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran obyek sikap...... Ket 285 .. selain bermanfaat untuk merekam dan menilai perilaku Nama Guru :..... Kolom kejadian diisi dengan kejadian positif maupun negatif..... maka nilai siswa tersebut = 50 3) Penilaian Sikap Sikap terdiri dari tiga komponen........... lembaran buku tersebut.Peserta Didik Perhatia a Skor siatif n Sistem a tis 1 2 3 4 Ridwan Rifki ............ Teknik penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : a) Observasi perilaku............ Secara umum obyek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah : a) Sikap terhadap materi pelajaran b) Sikap terhadap guru/pengajar c) Sikap terhadap proses pembelajaran d) Sikap berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran..... Selanjutnya berikut ini contoh format penilaian sikap dalam pembelajaran : Contoh : Format Penilaian Sikap dalam Pembelajaran Contoh : Halaman isi : Buku Catatan Harian No Nama Skor perilaku No Bekerja Berinis Nama Hari/ Penuh Bekerj Kejadian Jml Nilai Tanggal sama ... Catatan dalam Tahun Pelajaran:.. peserta didik sangat bermanfaat pula untuk menilai sikap peserta didik serta dapat Semarang 2009 menjadi bahan dalam penilaian perkembangan peserta didik secara keseluruhan......... Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai obyek. Kelas :................ e) Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif lintas kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran..Sebagai Contoh : Jika skala penilaian yang digunakan adalah skala 1-100 dan salah seorang siswa memperoleh skor 10. ... hasil penilaian observasi perilaku dicatat dalam buku catatan harian : Contoh : Halaman Sampul Buku Catatan Harian BUKU CATATAN HARIAN TENTANG PESERTA DIDK (Nama Sekolah) Mata Pelajaran : ..................

................. Untuk menilai perubahan perilaku atau sikap siswa secara keseluruhan termasuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.... ...................... kewarganegaraan.... maka nilai siswa tersebut = 75 b) Pertanyaan langsung Guru sebagai penilai dapat menanyakan secara langsung tentang sikap seseorang/peseta berkaitan dengan sesuatu hal yang berhubungan dengan pembelajaran. ST awal .......... estetika.... peserta didik diminta membuat ulasan yang berisi pandangan atau tanggapannya tentang suatu masalah... 1 2 3 4 .Skor maksimal = 20 a. Berdasarkan jawaban atau reaksiu lain yang tampil dalam memberikan jawaban dapat dipahami sikap peserta didik itu terhadap sesuatu obyek.. Catatan : Kolom perilaku diisi dengan skor yang sesuai dengan kriteria berikut : 1 = sangat kurang 2 = kurang 3 = sedang 4 = baik 5 = sangat baik b..........hari/Tgl...... . Kriteria penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Jumlah Skor Nilai = ----------------------...... ........ jika seorang siswa memperoleh skor 15................... Capaian T R SR 286 ...... keadaan........... kepribadian..... atau hal yang menjadi objek sikap............... Smester : .. Kelas :............ c) Laporan Pribadi Mengguanakan laporan pribadi sebagai salah satu teknik penilaian di sekolah........ No Deskripsi Perilaku Deskripsi perubahan Pertemuan...........x Skala nilai yang digunakan Skor maksimum Contoh : Skala penilaian yang digunakan 1-100......... misalnya bagaimana tanggapan peserta didik tentang kebijan pemerintah mengimpor beras... jasmani semua catatan dapat dirangkum dalam lembar pengamatan berikut : Contoh : Lembar Pengamatan Nama Siswa : : ......... Nilai merupakan jumlah dsari skor-skor tiap indikator perilaku c..

seni. kemampuan penyelidikan.menggali danmengembangkan gagasan serta mendesain produk. seperti penyususnan desain. proses pengerjaan. pengorganisasian. kemampuan peserta didik dalam memilih topik. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan. dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik. 287 . meliputi penilsisn kemampuan peserta didik dalam merencanakan. proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya. pemahamn dan keterampilan dalam pembelajaran. analisa data dan penyiapan laporan tertulis. ST = peruabahan sangat tinggi T = perubahan tinggi R = perubahan rendah SR = perubahan sangat rendah Informasi tentang deskripsi perilaku diperoleh dari : . Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster.buku catatan harian 4) Penilaian Proyek Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode waktu tertentu. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian. kemampuan mengaplikasikan. sampai hasil akhir proyek. Pengembangan produk meliputi 3 tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu : a) Tahap persiapan. dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan. 5) Penialaian Produk Penialian produk adalah penilaian terhadap poses pembentukan dan kualitas produk. c) Keaslian. Dalam penilaian proyek ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan yaitu : a) Kemampuan pengelolaan. pengolahan dan penyajian data. pengumpulan data. Instrumen penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan.laporan pribadi .pertanyaan langsung . mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta pengumpulan laporan b) Relevansi : keseuaian dengan mata pelajaran. dan kemampuan menginformasikan dari peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas. Penilaian ini meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produkproduk teknologi. Sehubungan dengan itu guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai.  Keterangan : Kolom capaian diisi dengan tanda centang sesuai perkembangan perilaku. pengumpulan data.

. Mengerjakan e Perakitan f... Membuat gambar kerja 2 Pelaksanaan : a. biasanya dilakukan hanya pada tahap penilaian produk..................... Perencanaan : a... Nama Produk :... No Aspek * Skor (1-5)** 1. Performa b......... Persiapan alat dan bahan b... pembuatan produk dan penilaian produk)...... Pemakaian bahan d.. Sikap kerja b....... Penggunaan alat c................ semakin lengkap dan tepat semakin tinggi skor..... Tenik penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik : a) Cara analitik yaitu berdasarkan aspek-aspek produk..b) Tahap penilaian. b) Cara holistik yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk....... biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan (tahap persiapan.. Kesesuaian spesifikasi Total skor * Aspek yang dinilai disesuaikan dengan produk dan kondisi siswa/sekolah ** Skor diberikan kepada siswa tergantung dari ketepatan dan kelengkapan jawaban yang diberikan........... 288 .......... Finishing 3 Laporan produk : a....x pertemuan Nama Siswa : : .......... memenuhi kriteria keindahan/presisi dan sebagainya. Alokasi waktu :.. Contoh Penilaian Produk Mata Pelajaran : . meliputi menilai kemampuan siswa membuat produk sesuai kegunaannya. Kelas :...........

sehingga terjadi proses pendidikan berlangsung dengan baik. e) Kepuasan. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. lukisan. gambar. atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran. c) Kerahasiaan bersama antara guru dan siswa.6) Penilaian Portofolio Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Antara satu dan peserta didik yang lain ada yang sama ada yang berbeda. Proses belajar yang misalnya diperoleh dari catatan guru tentang kinerja dan karya siswa h) Penilaian dan pembelajaran. 289 . penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. sehingga siswa akan merasa memiliki karya yang dikumpulkan dan akhirnya akan berupaya terus meningkatkan kemampuannya. hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi yang tercantum dalam kurikulum. guru dan siswa perlu mempunyai rasa memiliki berkas portofolio. f) Kesesuaian. penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Manfaat utama penilaian ini sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi guru untuk melihat kelebihan dan kekurangan siswa. d) Milik bersama (joint ownership) antara guru dan siswa. Proses ini tidak akan terjadi secara spontan tetapi membutuhkan waktu bagi peserta didik untuk belajar meyakini hasil penilaian mereka sendiri. saling memerlukan dan saling membantu. g) Penilaian proses dan hasil. Langkah-langkah dalam penilaian portofolio yaitu : a) Jelaskan kepada siswa bahwa penggunaan portofolio tidak hanya merupakan kumpulan kerja siswa yang digunakan oleh guru untuk penilaian. komposisi musik. dalam proses penilaian guru dan siswa harus saling percaya. keterampilan dan minat dirinya. Akhir suatu periode karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan siswa. resensi buku/litelatur. puisi. laporan penelitian. lembar jawaban tes yang menunjukan soal yang mampu dan tidak mampu dijawab/bukan nilai. kerahasisaan hasil pengumpulan informasi perkembangan siswa perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan. sehingga memberi dampak negatif pada proses pendidikan. karangan. surat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan portofolio di sekolah antara lain : a) Karya siswa adalah benar-benar karya siswa itu sendiri. Berdasarkan hasil perkembangan tersebut guru dan siswa sendiri dapat menilai kemampuan perkembangan siswa dan terus melakukan perbaikan. Informasi tersebut dapat berupa karya siswa/hasil pekerjaan dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik. b) Saling percaya antara guru dan siswa. b) Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat. tetapi digunakan oleh siswa itu sendiri untuk dapat melihat kemampuan. guru melakukan penelitian atas hasil karya siswa yang dijadikan bahan penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil karya yang dibuat oleh siswa itu sendiri. hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang memberikan dukungan siswa untuk lebih meningkatkan diri. Dengan demikian portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar siswa melalui karyanya. foto. antara lain. sinopsis dsb.

N o SK KD Peri o de 30/7 15/8 Kelengkap an Gagasan 4 3 2 1 Kritria dan Skor Sistematik Ketepatan Gagasan Analisis Up To date Ke t 1 1 1. sehingga orang tua dapat membantu dan memotivasi anaknya................. sehingga peserta didik mengetahui harapan /standar guru dan berusaha mencapai standar tersebut..... a) Penialian langsung dan spesifik......... h) Bila perlu jadwalkan pertemuan untuk membahas portofolio. diantaranya .. d) berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik sehingga dapat dilihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu... Jika perlu undang orang tua peserta didik dan diberi penjelasan tentang maksud serta tujuan portofolio...... Diskusikan cara penilaian kualitas karya para peserta didik... Ada beberapa jenis penilaian diri...... Kelas :. afektif dan psikomotorik..... Guru dapat membimbing peserta didik. Hal ini dapat dilakukan pada saat membahas portofolio........ Alokasi waktu : .......... untuk menilai aspek-aspek kompetensi tertentu dari suatu mata pelajaran. e) Tentukan kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya dengan para peserta didik..c) Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap peserta didik dalam satu map atau folder di rumah masing-masing atau loker masing-masing di sekolah..1 7) Penialian Diri (self assessment) Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian dimana peserta didik diminta menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status. Peran penilaian diri menjadi penting bersamaan dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru ke peserta didik didasarkan pada konsep belajar mandiri... g) Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan.. proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya...... Meskipun demikian hasil penilaian diri dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk memberikan nilai...... Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif. Tujuan utama dari penilaian dari penilaian diri adalah untuk mendukung atau memperbaiki proses dan hasil belajar... Contoh : Format Instrumen portofolio Mata Pelajaran : ... Nama Siswa : : .... maka peserta didik diberi kesempatan untuk memperbaiki... 290 ....... f) Minta peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan... bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut.. namun antara peserta didik dan guru perlu dibuat kontrak atau perjanjian mengenai waktu perbaikan misalnya 1 minggu karya yang telah diperbaikiharus diserahkan kepada guru..... serta bagaimana cara memperbaikinya. yaitu penilaian pada saat atau setelah selesai melakukan tugas.....

harus melakukan instropeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. antara lain guru memberikan balikan tertulis. guru dan siswa membahas bersama proses dan hasil penilaian. c) dapat mendorong. karena ketika melakukan penilaian. karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri. maka harus dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan obyektif melalui langkah-langkah sebagai berikut : a) Menjelaskan pada siswa tujuan penilaian diri b) Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai c) Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan d) Merumuskan format penilaian. yaitu penilaian yang dilakukan dalam kurun waktu yang panjang untuk memberikan penilaian secara keseluruhan. dapat berupa pedoman penskoran. e) Meminta siswa untuk melakukan penilaian diri f) Guru mengkaji hasil penilaian. b) Siswa menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya. Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain: a) Dapat menumbuhkan rasa percaya diri siswa. Teknik penilaian agar tidak cenderung subyektif. daftar cek atau skala penilaian. Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang. karena mereka dituntut untuk jujur dan obyektif dalam melakukan penilaian.b) Penilaian tidak langsung dan holistik. g) Lakukan tindakan lanjutan. untuk mendorong siswa supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan obyektif. membiasakan dan melatih siswa untuk berbuat jujur. c) Penilaian sosio-afektif yaitu penilaian terhadap unsur-unsur afektif atau emosional. 291 .

.........Mendengarkan pendapat orang lain 5. tuliskan huruf A... Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan tekanan tes yang setepat-tepatnya....... 4) Menentukan jumlah/proporsi butir instrumen yang akan diujikan...... Penentuan didasarkan pada penyediaan waktu untuk ujian.......Contoh Penilaian Diri PARTISIPASI SISWA DALAM KELOMPOK Nama Siswa Kegiatan Kelompok : .. Nama Anggota kelompok Isilah pernyataan berikut dengan jujur................ 6) Menyusun distribusi instrumen ke dalam format kisi-kisi instrumen penilaian.. : .... 7) Menuliskan instrumen penilaian dengan mengacu pada kisi-kisi yang telah tersusun. 3) Menentukan materi untuk penyusunan instrumen..Mengacaukan kegiatan diskusi 9.................. untuk nomor 1 s/d 9.... 2) Menentukan standar kompetensi/kompetensi dasar beserta indikatorindikatornya............ Mengusulkan ide kepada kelompok selama diskusi 2.....................................Memberi kesempatan kepada semua peserta mengajukan usul 3..................................................... 5) Menentukan penyebaran butir instrumen yang akan diujikan ke dalam tiaptiap indikator............. C atau D didepan tiap pernyataan A : Selalu B : Sering C : Kadang-kadang D : Tidak Pernah 1...... Mengorganisasikan kelompok 8.............Keterlibatan semua anggota kelompok dalam diskusi 4..... e....... Kisi-kisi instrumen penilaian pembelajaran Table of specification atau lay-out atau test blue-print atau kisi-kisi merupakan deskripsi mengenai ruang lingkup dari isi materi yang akan diujikan....... Mengajukan pertanyaan 6........ Mengorganisasikan ide-ide secara sistematis 7................................................ Penyusunan Instrumen penilaian pembelajaran Langkah-langkah dalam penyusunan intrumen penilaian pembelajaran adalah : 1) Menyusun pedoman penskorannya... B........ 292 . sehingga dapat menjadi petunjuk dalam menulis soal................Melamun d...... : .....

.. 2) Komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami 3) Materi yang hendak ditanyakan dapat dibuatkan instrumennya..2..1 2..2...36..2 293 ........ Kurikulum : ......3 9 41.13..... Penulisan Instrumen Penilaian Contoh Penyebaran butir soal Teknis Tes No 1 KD 2.6.. Contoh : Format Kisi-kisi Instrumen pembelajaran Jenis Sekolah :.3 2..26.....2..1...1..........2..2 2.... 2 ...32.1 9 20. Alokasi waktu : .. 1 2 v v v v v v v v g.30 46 48 10 20 % Smester 2 2.2 2.....1 2.35.....29..........27 31..... Jumlah soal : . SK KD Indi Kator 2.2 2..... 2 2..37..14..10 28...22......9...........16...........38.........2 2........1 Indikator 2......23.......44. Mata Pelajaran : .2.33........43...2.....1.17....1 2.....42.12..3 Jumlah Perbandi ngan Keterangan : Smester 1 1 4 8..21.. Penyususan 1..15..1...34.25...... Bentuk Soal : ....... 3 5.45 47 49..24.18.1......7 11.........3 2.1.....1 2...............Kisi-kisi yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu : 1) Mewakili isi silabus/kurikulum atau materi yang telah diajarkan secara tepat dan proposional.3 KKM (%) : Unjuk kerja v Pro duk 70 70 70 70 70 70 Teknik Penilaian Proyek Tes Porto folio v v Sikap Penilai an diri 2........50 40 80 % Juml Soal 3 4 20 18 2 3 50 2 2......

Penulis soal harus dapat setepat-tepatnya merumuskan pedoman penskorannya. Adapun kelengkapan yang dimaksud adalah kelengkapan perilaku yang diukur yang dipergunakan untuk menetapkan aspek yang dinilai dalam pedoman penskorannya. sedangkan untuk soal uraian diantaranya adalah sulit menyusun pedoman penskorannnya. Ketepatan yang dimaksud adalah bahwa materi yang ditanyakan tepat diujikan dengan bentuk uraian. maka dalam menentukan perilaku yang diukur dibuatkan skala. Kelemahannya untuk soal bentuk pilihan ganda diantaranya adalah sulit menyusun pengecoh atau distructure. Bentuk uraian obyektif adalah suatu soal atau pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep tertentu. Untuk mengurangi tingkat subjektifitas dalam pemberian skor ini. karena soal bentuk uraian kelemahannya pada tingkat subyektifitas dalam penskorannya. Hal yang paling sulit dalam penulisan soal bentuk uraian adalah menyusun pedoman penskorannya. Jadi tidak semua perilaku harus ditanyakan dengan bentuk soal uraian atau objektif mengingat setiapbentuk soal. sedangkan untuk soal uraian diantaranya adalah dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan gagasan dan menyatakan jawabannya menurut kata-kata atau kalimat sendiri. masing-masing memiliki keunggulan dan masing-masing memiliki kelemahan. Untuk soal bentuk pilihan ganda atau multiple choise keunggulannya diantaranya dapat mengukur kemampuan secara objektif. Bentuk uraian non objektif adalah soal yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian atau konsep menurut pendapat masing-masing siswa. Penulisan Instrumen Penelitian Penulisan instrumen merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam penyiapan bahan ujian. Berdasarkan metode penskorannya. 1) Penulisan Soal Bentuk Uraian Dalam proses menulis soal bentuk uraian diperlukan ketepatan dan kelengkapan dalam merumuskannya. dan dapat digunakan untuk mencakup materi yang luas yang dapat diujikan.Nomor soal yang ditandai underline adalah soal berbentuk uraian. Ada perilaku yang lebih tepat diukur atau ditanyakan dengan menggunakn bentuk soal uraian. Dalam penulisan soal berbentuk uraian wujud soal terdiri dari : 1) Dasar pertanyaan/stimulus bila ada atau diperlukan 2) Pertanyaan 3) Pedoman penskorannya Dalam penulisan soal berbentuk uraian terdapat beberapa kaidah penulisan yang perlu diperhatikan yaitu : a) Materi (1) Soal harus sesuai dengan indikator (2) Setiap pertanyaan diberi batasan jawaban yang diharapkan (3) Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan tujuan yang akan di ukur 294 . sedangkan nomor soal lainnya berbebtuk pilihan ganda f. sehingga penskorannya dapat dilakukan secara objektif. sehingga penskorannya sukar dilakukan secara objektif. Ada pula perilaku yang lebih tepat diukur dengan bentuk soal objektif. Artinya perilaku yang diukur dapat diskor secara dikotomus. yaitu menuntut siswa untuk mengorganisasikan gagasan dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan secara tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. bentuk uraian diklasifikasikan menjadi 2 yaitu uraian objektif dan urian non objektif. Setiap butir instrumen harus didasarkan rumusan indikator dalam kisi-kisi dan kaidah penulisan yang benar Penggunaan instrumen sangat tergantung pada perilaku yang akan diukur.

(3) pilihan jawaban yang terdiri dari: kunci jawaban pengecoh. kemudian langkah ketiga adalah menuliskan pengecohnya. Soal bentuk pilihan ganda merupakan soal yang telah disediakan pilihan jawabannya. Maksudnya kunci jawaban benar tidak lebih dari satu atau kurang dari satu.(4) Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat sekolah b) Konstruksi (1) Menggunakan kata tanya/perintah yang menuntut jawaban terurai (2) Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal (3) Setiap soal harus ada pedoman penskorannya. Setiap satu soal ditulis di dalam satu format. gambar. Siswa yang mengerjakan soal hanya memilih satu jawaban yang benar dari pilihan jawaban yang disediakan. maka penulisanya perlu mengikuti langkah-langkah berikut. Konstruksi 1) Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. (2) pokok soal (item). langkah kedua adalah menuliskan kunci jawabannya. maka soal ditulis di dalam format soal. b. Kaidah penulisannya soal pilihan ganda. kemampuan/ materi yang hendak diukur/ditanyakan harus jelas. Materi 1) Soal harus sesuai dengan indikator. tidak menimbulkan pengertian atau penafsiran yang berbeda dari yang dimaksudkan penulis. Oleh karena itu untuk memudahkan dalam penulisan soal bentuk pilihan ganda. Untuk memudahkan pengelolaan. Wujud soalnya terdiri dari: (1) dasar pertanyaan/stimulus (bila ada). grafik. a. 2) Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja. Pengecoh yang baik adalah pengecoh yang tingkat kerumitan atau tingkat kesederhanaan serta panjang pendeknya relatif sama dengan kunci jawaban. Hal yang paling sulit dilakukan dalam menulis soal bentuk pilihan ganda adalah menuliskan pengecohnya. perhatikan dan perkembangan soal. 3) Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. (4) Tabel. Langkah pertama adalah menuliskan pokok soalnya. Adapun formatnya seperti contoh di atas dan perlu disesuaikan dengan bentuk soal pilihan ganda. Misalnya. Artinya satu soal hanya mempunyai satu kunci jawaban. Artinya apabila terdapat rumusan atau pernyataan 295 . 2) Pengecoh harus berfungsi. Artinya soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi. peta atau sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca c) Bahasa (1) Rumusan kalimat soal harus komunikatif (2) Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (baku) (3) Tidak menimbulkan penafsiran ganda (4) Tidak mempergunakan bahasa yang berlaku setempat (5) Tidak mengandung kata/ungkapan yang menyinggung perasaan siswa 2) Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda Menulis soal bentuk pilihan ganda sangat diperlukan ketrampilan dan ketelitian. Setiap butir soal hanya mengandung satu persoalan/gagasan.

Kaidah ini diperlukan karena adanya kecenderungan siswa memilih jawaban yang paling panjang karena seringkali jawaban yang lebih panjang itu lebih lengkap dan merupakan kunci jawaban. semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama seperti yang ditanyakan oleh pokok soal. apa saja menyertai suatu soal yang ditanyakan harus jelas. 7) Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “semua pilihan jawaban di atas salah” atau “semua pilihan jawaban di atas benar”. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar. wacana. 9) Gambar. 11) Umumnya. c. 8) Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus didasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktu. maka rumusan atau pernyataan itu dihilangkan saja. grafik. penggunaan negatif ganda diperbolehkan bila aspek yang akan diukur justru pengertian tentang negatif ganda itu sendiri. terbaca. 5) Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. 12) Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. 10) Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata bermakna tidak pasti seperti sebaiknya. penulisannya harus setara. Penyusunan secara urut dimaksudkan memudahkan siswa melihat pilihan jawaban. pada pokok soal jangan sampai terdapat dua kata atau lebih yang mengandung arti negatif. maka secara materi yang ditanyakan menjadi tidak homogen. bahwa dalam merumuskan pokok soal jangan menggunakan kata atau ungkapan seperti sebaiknya. tabel. kadang-kadang. atau ungkapan yang dapat memberikan petunjuk ke arah jawaban yang benar. Hal ini untuk mencegah terjadinya kesalahan penafsiran siswa terhadap arti pernyataan yang dimaksud. pada pokok soal jangan sampai terdapat kata. . atau tabel itu tidak berfungsi. Artinya dengan adanya pilihan seperti ini. kadang-kadang. 6) Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama. atau kata yang tidak pasti karena maksud kata-kata itu tergantung pada keadaan dan situasi siswa yang bersangkutan. kelompok kata. Artinya. Demikian juga pilihan jawaban yang menunjukkan waktu harus secara kronologis. dimengerti oleh siswa. Artinya. diagram. grafik. tabel atau sejenisnya berarti gambar. umumnya. 4) Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. 1) Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek. Artinya. Artinya. grafik. Artinya pilihan jawaban yang berbentuk angka harus didasarkan besar kecilnya nilai angka dari nilai angka paling berurutan sampai nilai angka yang paling besar. 296 . dan semua pilihan jawaban harus berfungsi. dan sebaliknya. Untuk keterampilan bahasa. Artinya. dan sejenisnya terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. Apabila soal tetap bisa dijawab tanpa gambar. 3) Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. Bahasa/budaya Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.yang sebetulnya tidak diperlukan.

2) Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek). 3) Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat. 4) Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan. 5) Penulisan kata perlu disesuaikan dengan kebenaran penulisan baku. 6) Penulisan huruf (capital dan kecil) dalam soal perlu diperhatikan. 7) Penggunaan tanda baca dalam penulisan soal perlu diperhatikan. 8) Bahasa yang digunakan harus komunikatif, sehingga pernyataannya udah dimengerti warga belajar/siswa. 9) Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan di daerah lain atau nasional. 10)Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Letakkan kata/frase pada pokok soal. 3) Penulisan Soal Bentuk Jawaban Singkat Dalam menulis soal bentuk jawaban singkat, penulis soal harus mengetahui konsep dasar bentuk jawaban singkat. Bentuk ini merupakan salah satu bentuk soal obyektif yang jawabannya menuntut siswa untuk menjawab soal dengan singkat, yaitu jawabannya dapat berupa suku kata, kelompok kata/frase, symbol matematika, atau angka. Adapun wujud soal bentuk jawaban singkat adalah terdiri dari 5 unsur, yaitu : (1) dasar pernyataan (stimulus) bila diperlukan, (2) pertanyaan, (3) tempat jawaban, (4) kunci jawban, (5) pedoman penskoran. Dasar pertanyaan seperti pada contoh di atas tidak selalu diperlukan. Hal ini tergantung pada perilaku yang hendak diukur dalam soal itu. Apabila soalnya tidak berhubungan dengan bacaan dan hanya menuntut kemampuan ingatan, maka dasar pertanyaan (stimulus) pada soal bentuk ini tidak diperlukan. Adapun kaidah penulisan soal bentuk jawaban singkat adalah sebagai berikut : a. Materi 1) Soal harus sesuai dengan indikator 2) Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan jawaban singkat b. Konstruksi 1) Pernyataan disusun dengan bentuk pertanyaan langsung agar siswa lebih mudah merumuskan jawaban singkat. 2) Pernyataan disusun dengan bentuk pertanyaan yang menuntut jawaban singkat/pendek yang berupa sebuah kata, angka, symbol atau kelompok kata. 3) Tempat jawaban hendaknya berupa garis lurus (bukan titik-titik). Tanda titik-titik dapat mengaburkan pengertian pemeriksanya. Misal karena ada tanda titik dapat mengaburkan pandangan pemeriksa, sehingga dikira huruf atau lainnya. 4) Hindarilah pertanyaan yang menggunakan kata-kata yang langsung mengutip dari uraian materi buku pelajaran. 5) Pertanyaan hanya ada satu jawaban yang benar. Hal ini perlu diperhatikan karena seringkali siswa memberikan interpretasi pertanyaan yang sama sekali tidak diduga dan dimaksudkan oleh penulis soal. Cara mengatasinya semua kemungkinan jawaban harus didaftar/dicantumkan dalam kunci pemeriksaan. 6) Tempat jawaban yang dikosongkan harus sama panjangnya dan ditempatkan setelah pertanyaan.

297

7) Jika jawaban yang dikehendaki adalah menuntut satuan urutan, maka ungkapkanlah secara rinci di dalam pertanyaan. c. Bahasa/budaya 1) Gunakanlah pertanyaan yang menuntut jawaban singkat, misalnya menggunakan kata tanya siapa, kapan, berapa, di mana. 2) Bahasa soal harus komunikatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa. 3) Gunakan bahasa Indonesia baku 4) Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/baku. 4) Penulisan soal bentuk isian Dalam menulis soal bentuk isian, penulis soal harus mengetahui konsep dasar bentuk isian. Bentuk ini merupakan salah satu bentuk soal yang jawabannya menuntut siswa untuk melengkapi atau mengisi kata-kata atau kelompok kata yang dihilangkan. Soalnya disusun seperti kalimat lengkap, kemudian dihilangkan pada bagian tertentu yang harus diisi oleh siswa. Kaidah penulisannya adalah sebagai berikut : a. Materi 1) Soal harus sesuai dengan indikator 2) Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan bentuk lisan b. Konstruksi 1) Pernyataan disusun sedemikian rupa, sehingga jelas jawaban yang diharapkan. 2) Hindarkan petunjuk ke arah jawaban yang benar 3) Susunlah pertanyaan yang dapat mempermudah penskorannya 4) Hindarkan pernyataan-pernyataan yang kurang tegas 5) Susunlah soal dengan pernyataan berita 6) Usahakan hanya ada satu jawaban yang benar 7) Hindarkan pernyataan yang terlalu banyak dihilangkan, sebuah soal yang terlalu banyak yang dihilangkan sukar diketahui apakah sebenarnya hal yang diukur. 8) Pernyataan yang dihilangkan adalah benar-benar bentuk kata atau frasa yang merupakan kunci jawaban dan bukan hal-hal yang memang tidak penting. 9) Hindarkan pernyataan yang diambil langsung persis sama dengan di dalam buku pelajaran. 10) Tempat jawaban yang disediakan untuk setiap soal harus sama panjangnya. Jika tempat jawaban tidak sama panjangnya, siswa cenderung untuk mengira-ira jawabannya sesuai dengan panjang tempat kosong itu. 11)Dalam menyusun soal yang memerlukan jawaban rincian perlu disusun secara berurutan (alfabetis jawabannya). Hal ini untuk memudahkan pemeriksaannya. 12) Daftarlah semua kemungkinan jawaban yang benar. Hal ini dimaksudkan untuk mempersiapkan jawaban benar yang tidak terduga dari siswa. 13) Berilah nomor pada tiap-tiap tempat jawaban. Hal ini untuk memudahkan penilaiannya. c. Bahasa/budaya 1) Bahasa soal harus komunikatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa. 2) Gunakan bahasa Indonesia baku 298

3) Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/baku. 5) Penulisan Soal Bentuk Menjodohkan Dalam menulis soal bentuk menjodohkan, penulisan soal harus mengetahui konsep dasar bentuk menjodohkan. Bentuk ini wujudnya terdiri dari dua kelompok atau kolom. Tugas siswa adalah mencari pasangan yang tepat dalam kedua kelompok itu. Misalnya siswa harus dapat mencocokkan antara kejadian dengan tanggal kejadian yang tepat. Kejadian dengan orang, kejadian dengan tempat. Istilah dengan definsi, perkataan asing/istilah asing dengan istilah bahasa Indonesia yang baku, peraturan-peraturan dengan contoh. Alatalat dengan penggunaannya dan lain-lain. Biasanya bentuk soal menjodohkan hanya terbatas untuk mengukur kemampuan ingatan. Bentuk soal ini juga dapat dipergunakan untuk menentukan nama dan tempat-tempat atau bagian-bagian yang telah diberi nomor pada peta, diagram dan sebagainya. a. Materi 1) Soal harus sesuai dengan indikator 2) Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan bentuk menjodohkan 3) Gunakan materi-materi yang homogen untuk setiap kelompok, baik kelompok soal (pokok soal) maupun pilihan jawabannya). b. Konstruksi 1) Pertanyaan dan pilihan jawaban harus disusun dengan homogen, paralel/ sejajar. 2) Soal disusun sebelah kiri dengan bernomor, pilihan jawaban disusun di sebelah kanan dengan diberi nomor urut dengan huruf. 3) Pertanyaan dan pilihan jawaban hendaknya disusun secara sistematis. Jika daftar terdiri dari tanggal disusun secara kronologis, sedangkan pernyataan dalam pilihan jawaban dapat disusun menurut abjad. 4) Pertanyaan dan pilihan jawaban ditulis dalam halaman yang sama. Bila tidak demikian dapat membingungkan siswa dan dapat menyita waktu lama yang dipergunakan untuk membolak-bolik halaman saja. 5) Panjang soal ini dibatasi jumlahnya tidak lebih dari 10-15 butir soal. Daftar-daftar yang panjang cenderung akan menjadi terlalu heterogen dan dengan demikian memungkinkan adanya petunjuk-petunjuk bagi siswa yang pandai, lagi pula soal bentuk ini bila soalnya terlalu panjang/banyak akan membuang waktu yang terlalu banyak. 6) Jumlah pilihan jawaban disusun lebih banyak daripada soalnya. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat memikirkan jawabannya dengan tepat. 6) Penulisan Instrumen Penilaian Sikap Teknik penilaian sikap/budi pekerti merupakan prosedur penilaian yang dipergunakan untuk menilai perilaku siswa. Alat penilaian yang dapat dipergunakan seperti lembar pengamatan, portofolio, dan angket/kuesioner. a. Lembar Pengamatan Lembar pengamatan merupakan suatu alat penilaian yang pengisiannya dilakukan oleh guru atas dasar pengamatan terhadap perilaku peserta didik. Pelaksanaan pengamatannya dapat dilakukan guru pada sebelum mengajar, saat mengajar, dan sesudah mengajar. Perilaku minimal yang dapat dinilai dengan pengamatan untuk perilaku peserta didik, misalnya : ketaatan pada ajaran agama, toleransi, disiplin tanggung jawab, kasih sayang, gotong royong, kesetiakawanan, hormat menghormati, sopan santun dan kejujuran. Setelah teori diperoleh dari berbagai buku, maka langkah selanjutnya adalah menyimpulkan teori itu dan merumuskan/mendefinisikan (yaitu definisi 299

konsep dan definisi operasional) dengan kata-kata sendiri berdasarkan pendapat para ahli yang diperoleh dari beberapa buku yang telah dibaca. Definisi tentang teori yang dirumuskan inilah yang dinamakan konstruk. Berdasarkan konstruk yang telah dirumuskan itu maka langkah selanjutnya adalah menentukan dimensi (tema/obyek/hal-hal pokok yang menjadi pusat tinjauan teori), indikator (uraian/rincian dimensi yang diukur), dan penulisan butir soalnya berdasarkan indikatornya. Untuk lebih memudahkan dalam menyusun kisi-kisi tes, perhatikan alur urutannya seperti pada gambar berikut.
TEO RI D a r i h a s il p e n e litia n / p en d a p a t d ari 1. Buku A 2. Buku B 3. Buku C 4. Buku D 5. Buku E dst

KO NSTR UK - D e fin is i k o n s e p - D e fin is i o p e r a s io n a l

D IM E N S I

IN D I K A T O R

SO AL

Berdasarkan gambar di atas, penulis soal dapat dengan mudah mengecek apakah instrumen tesnya atau butir-butir soalnya sudah sesuai dengan indikatornya atau belum. Misalnya soal nomor 1 sampai dengan soal terakhir berasal dari mana ? Dari indikator-indikator dari mana ? Dari dimensi. Rumusan dimensi dari mana ? Dari konstruk. Rumusan konstruk dari mana ? Dari teori. Jadi kesimpulannya instsrumen tes yang telah disusun merupakan alat ukur yang (sudah tepat atau belum tepat) mewakili teori). Dalam penulisan instrumen non-tes, harus memperhatikan ketentuan/ kaidah penulisan sebagai berikut : 1) Materi a) Pernyataan harus sesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi. b) Aspek yang diukur pada setiap pernyataan sudah sesuai dengan tuntutan dalam kisi-kisi (misalnya untuk tes sikap : aspek kognisi, afeksi, atau konasinya dan pernyataan positif atau negatifnya). 2) Konstruksi a) Pernyataan dirumuskan dengan singkat (tidak melebihi 20 kata) dan jelas. b) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang tidak relevan dengan obyek yang dipersoalkan atau kalimatnya merupakan pernyataan yang diperlukan saja. c) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang bersifat negatif ganda. d) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang mengacu pada masa lalu. e) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang faktual atau dapat diinterpretasikan sebagai fakta. f) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang dapat diinterpretasikan lebih dari satu cara. g) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang mungkin disetujui atau dikosongkan oleh hampir semua responden. h) Setiap pernyataan hanya berisi satu gagasan secara lengkap. i) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang tidak pasti seperti semua, selalu, kadang-kadang, tidak satupun, tidak pernah. j) Jangan banyak mempergunakan kata hanya, sekedar, sematamata. Gunakan seperlunya. 3) Bahasa/budaya

300

a) Bahasa soal harus komunikatif dan sesuai dengan jenjang pendidikan siswa/responden b) Soal harus menggunakan bahasa Indonesia baku c) Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/baku Instrumen skala sikap Berbagai definisi tentang sikap yang telah dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah Mueller (1986:3) yang menyampaikan 5 definisi dari 5 ahli, adalah sebagai berikut : a. Sikap adalah afeksi untuk atau melawan, penilaian tentang suka atau tidak suka akan tanggapan positif/negatif terhadap suatu obyek psikologis (thurstone). b. Sikap adalah kecenderungan untuk bertindak ke arah atau melawan suatu faktor lingkungan (Emory Bogardus) c. Sikap adalah kesiapsiagaan mental atau saraf (Golden Allport) d. Sikap adalah konsistensi dalam tanggapan terhadap obyek-obyek sosial (Donald Cambell) e. Sikap merupakan tanggapan tersebunyi yang ditimbulkan oleh suatu niai (Ralp Linton, ahli antropologi kebudayaan). Berdasarkan definisi di atas, para ahli menyimpulkan bahwa sikap mempunyai 3 komponen penting, yaitu komponen : (1) kognisi yang berhubungan dengan kepercayaan, ide dan konsep; (2) afeksi yang mencakup perasaan seseorang; dan (3) konasi yang merupakan kecenderungan bertingkah laku atau yang akan dilakukan. Oleh karena itu ketiga komponen ini dimasukkan di dalam format kisi-kisi “sikap belajar siswa” seperti contoh berikut. Definisi operasional sikap belajar adalah kecenderungan bertindak dalam perubahan tingkah laku melalui latihan dan pengalaman dari keadaan tidak tahu menjadi tahu yang dapat diukur melalui : toleransi, kebersamaan dan gotong royong, rasa kesetiakawanan dan kejujuran. No 1 Dimensi Toleransi Indikator a. Mau menerima pendapat orang lain atau tidak memaksakan kehendak b. Tidak mudah tersinggung a. Dapat bekerja kelompok b. Rela berkorban untuk kepentingan umum a. Mau memberi dan meminta maaf Nomor soal yang mengukur Kognisi Afeksi Konasi + + + 1 2 3 4 5 6

7

8

9

10

11

12

2

Kebersamaan dan gotong royong Rasa kesetiakawanan dst

3

Contoh soal seperti berikut: NO PERNYATAAN 1 Mau menerima pendapat orang lain merupakan ciri bertoleransi 2 Untuk mewujudkan cita-cita harus

SS

S

TP

TS

STS

301

20 Keseleraan 2. 17 2 Ketertarikan Responsif 10. dan keterlibatan.. et al. 10 4 Keterlibatan Kemauan 4. 15. S = sering. saya utamakan mereka yang pandai 5 Kalau saya boleh memilih. NO PERNYATAAN SS S KK J TP 1 … 2 Saya segera mengerjakan PR sebelum datang pekerjaan yang lain 7 Saya asyik dengan pikiran sendiri ketika guru menerangkan di kelas 16 Saya suka membaca buku ekonomi 20 … Keterangan : SS = sangat sering. Keterangan : SS = sangat setuju. 18 Kerja keras 12. 6.1996:69).memaksakan kehendak Saya suka menerima pendapat orang lain Memilih teman di sekolah. 1984:248). Berdasarkan kedua pernyataan ini. ketertarikan. saya akan selalu mendengarkan usul-usul ke dua orang tuaku 6 Bekerjasama dengan orang lain berbeda suku lebih baik dihindarkan. J = jarang. ruang. TP = tidak pernah NO 1 DIMENSI Kesukaan 302 . S = setuju. TP = tidak berpendapat (raguragu). 5 Keuletan 1. Oleh karena itu definisi operasional minat belajar adalah pilihan kesenangan dalam melakukan kegiatan dan dapat membangkitkan gairah seseorang untuk memenuhi kesediaannya yang dapat diukur melalui kesukacitaan. 13 Inisiatif 16. Minat juga merupakan kemampuan untuk memberikan stimulus yang mendorong seseorang untuk memperhatikan aktivitas yang dilakukan berdasarkan pengalaman yang sebenarnya (Crow and Crow. energy dalam memenuhi kesukaannya (Raths. perhatian. 9 3 Perhatian Konsentrasi 7. Kisi-ksi dan soalnya adalah sebagai berikut: INDIKATOR NOMOR SOAL Gairah 8. 1974:337) dan dapat membangkitkan gairah sesseorang serta melahirkan kesediaannya untuk menggunakan waktu. STS = sangat tidak setuju 3 4 Instrumen penilaian minat belajar Minat adalah kesadaran yang timbul bahwa obyek tertentu sangat disenangi dan melahirkan perhatian yang tinggi bagi individu terhadap obyek tersebut (crites. TS = tidak setuju. 1969:29). 14 Keterangan : nomor yang bergaris bawah adalah untuk pernyataan positif Contoh instrumen seperti berikut ini. KK = kadang-kadang. 19 Ketelitian 3. maka minat merupakan pilihan kesenangan dalam melakukan kegiatan (Skiner. Siswa yang menaruh minat pada suatu mata pelajaran perhatiannya akan tinggi dan minatnya berfungsi sebagai pendorong kuat untuk terlibat secara aktif dalam pelajaran tersebut.

2) Kelompok pandai atau upper group (25% dari ranking bagian atas). yaitu sebagai berikut : a) Untuk soal yang berbentuk true-false TK ≤ 0. 1) Taraf/Tingkat Kesukaran Soal Untuk mengetahui taraf kesukaran soal diperlukan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Mengelompokkan siswa dalam tiga kelompok.g. Selanjutnya dengan mengetahui soal-soal yang tidak baik dapat diambil langkah-langkah perbaikan terhadap soal-soal tersebut. 2) Menentukan taraf kesukaran dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TK = U+L T Keterangan : TK = tingkat/taraf kesukaran soal U = jumlah siswa yang termasuk kelompok pandai (upper group) yang menjawab benar untuk setiap soal L = jumlah siswa yang termasuk kelompok kurang (lower group ) yang menjawab benar untuk setiap soal T = jumlah siswa dari upper group dan lower group Contoh : Dalam tabulasi dari suatu item (item no 1) diketahui dari 10 orang kelompok pandai yang dapat menjawab benar 9 orang dan 10 orang kelompok kurang yang dapat menjawab benar 4 orang. sedikitnya kita dapat mengetahui tiga hal penting yang dapat diperoleh dari tiap soal.65 T 20 3) Menentukan kriteria bagi soal yang baik dan tidak baik. Pengelompokkan tersebut didasarkan pada rangking skor yang diperoleh dalam kelompok tersebut/ketiga kelompok yang dimaksud tersebut.84 dikategorikan soal yang mudah b) Untuk soal yang berbentuk multiple choice (3 option) TK ≤ 0. c. 1) Menghitung jumlah siswa dalam kelompok pandai dan kelompok kurang yang menjawab soal tersebut dengan betul.16 dikategorikan soal yang sukar TK ≥ 0. Maka tingkat kerusakan soal tersebut adalah sebagai berikut : TK = U+L 9+4 = = 0. sehingga dapat membedakan antara kelompok siswa yang pandai dengan kelompok siswa yang bodoh. Dengan membuat item analysis. Apakah soal itu mempunyai daya pembeda (discriminating power). Yang diperlukan dalam analisis soal selanjutnya ialah kelompok pandai (upper group) dan kelompok kurang (lower group).21 dikategorikan soal yang sukar 303 . Apakah semua alternatif jawaban (optimis) menarik jawaban-jawaban ataukah tidak. yaitu : a. Item Analisis (Analisis Soal) Tujuan khusus item analysis adalah untuk mencari soalan tes mana yang baik dan mana yang tidak baik. Sampai dimana tingkat kesukaran soal itu (difficulty level of antara item) b. 3) Kelompok kurang atau lower group (25% dari ranking bagian tengah). 4) Kelompok sedang atau middle group (50% ranking bagian tengah). sedangkan kelompok sedang (middle group) kita biarkan.

Untuk hal ini dibedakan antara kelompok kecil (kurang dari 100) dan kelompok besar (100 orang ke atas) a.PB Keterangan : D = indek daya pembeda soal JA = jumlah siswa kelompok upper group yang mengikuti tes JB = jumlah siswa kelompok lower group yang mengikuti tes BA = jumlah siswa kelompok upper group yang menjawab benar dari soal itu BB = jumlah siswa kelompok lower group yang menjawab benar dari soal itu PA = proporsi kelompok upper group yang menjawab benar dari soal itu PB = proporsi kelompok lower group yang menjawab benar dari soal itu Contoh : Dari hasil analisis tes yang terdiri dari 10 butir soal yang dikerjakan oleh 20 orang saiswa.TK ≥ 0. yaitu : 1) Dengan menggunakan rumus sebagai berikut : D = BA/JA . baik dalam hal menentukan kelompok pandai (upper group) dan lower group. untuk kelompok besar.76 dikategorikan soal yang mudah 2) Daya Pembeda Soal Yang dimaksud daya pembeda suatu soal ialah bagaimana kemampuan soal itu untuk membedakan siswa-siswa yang termasuk kelompok upper group dengan siswa-siswa yang termasuk kelompok lower group. Caranya seluruh pengikut tes diurutkan mulai dari skor teratas sampai terbawah. maka untuk kelompok besar biasanya hanya diambil kedua kutubnya saja yaitu 27% skor teratas sebagai kelompok atas/upper group (JA) dan 27% skor terbawah sebagai kelompok bawah/lower group (JB) Untuk menghitung indek daya pembeda soal dapat digunakan dengan dua cara. terdapat dalam tabel sebagai berikut : Tabel Analisis 10 Butir soal dari 20 Siswa Siswa A B C D E kelom pok B A A B A 1 1 0 1 0 1 2 0 1 0 0 1 3 1 1 1 1 1 4 0 1 0 0 1 Nilai Soal 5 6 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 7 1 0 1 1 1 8 1 0 1 1 1 9 1 1 1 1 1 10 0 1 1 0 1 Jmlh Skor 5 7 8 5 10 304 .24 dikategorikan soal yang sukar TK ≥ 0.79 dikategorikan soal yang mudah c) Untuk soal multiple choice (4 option) TK ≤ 0. b. Langkah-langkah yang ditempuh dalam menghitung indeks daya pembeda suatu soal. sama dengan yang dilakukan pada saat menghitung tingkat kesukaran soal. 50% kelompok atas dan 50% kelompok bawah. lalu dibagi 2. Mengingat biaya dan waktu untuk menganalisis. seluruh kelompok testee dibagi dua sama besar.BB /JB = PA . maupun dalam menghitung jumlah siswa pada tiap-tiap kelompok yang menjawab benar dari suatu soal tersebut. Untuk kelompok kecil .

selanjutnya diurutkan atau dibuat array (urutan penyebaran) dari skor yang paling tinggi ke skor yang paling rendah.F G H I J K L M N O P Q R S T Jumlah B B B A A A B B A A B A A B B 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 11 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 15 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 12 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 8 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 6 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 16 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 15 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 10 6 6 6 8 7 7 5 3 7 9 3 8 8 6 6 Dari table di atas berdasarkan nama-nama siswa dapat kita peroleh skor-skor sebagai berikut : A = 5 F=6 K=7 P=3 B = 7 G=6 L=5 Q=8 C = 8 H=6 M=3 R=8 D = 5 I=8 N=7 S=6 E = 10 J=7 O=9 T=6 Dari angka-angka tersebut. Kelompok Atas Kelompok Bawah 10 6 9 6 8 6 8 6 8 6 8 5 7 5 7 5 7 3 7 3 ----------------------------------10 orang 10 orang Dari hasil array ini sekaligus menunjukkan adanya kelompok atas (JA) dan kelompok bawah(JB) dengan nama dan skor sebagai berikut : Kelompok Atas Kelompok Bawah B = 10 A = 6 C= 9 D = 6 E= 8 F = 6 I = 8 G =6 J = 8 H =6 K= 8 L = 5 N= 7 M =5 O= 7 P = 5 Q= 7 S = 3 305 .

Option c sama sekali tidak efektif.Dari kelompok bawah yang menjawab betul sebanyak 3 orang. khusunya untuk nomor 1. tidak efektif. Pilihan jawaban Jawaban upper group Jawaban lower group Jumlah a 5 3 8 b 4 3 7 c 0 0 0 d 1 4 5 Jumlah 10 10 20 Jawaban betul untuk soal di atas adalah a pilihan jawaban (option). sebab menarik jawaban lebih banyak dari siswa upper gorup. dan sedikit pada upper group. sebab hanya dapat mengundang jawaban oleh siswa upper group yang lebih sedikit. Pilihan b sebagai distraktor tidak efektif.0. Pada umumnya distraktor yang baik dapat mengudang jawaban yang lebih besar jumlahnya pada siswa lower group. baik oleh siswa upper group maupun lower group. maka indek dikriminasi atau daya pembeda dapat ditentukan sebagai berikut : JA = 10 BA = 8 PA = BA/ JA = 0. b. Berikut ini disajikan satu contoh soal yang mempunyai 4 option. maka diperoleh data bahwa : . karena tidak dapat menarik jawaban seorangpun. Kejadian semacam ini disebabkan karena distraktor b membingungkan.PA = 0.Dari kelompok atas yang menjawab betul sebanyak 8 orang .R= 7 T = 3 ----------------------10 orang 10 orang Dari tabel Analisis di halaman 53. 306 .20. kemudian susunlah sebuah kisi-kisi instrumen untuk menilai penguasaan peserta didik terhadap salah satu kompetensi dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP/SMA/MA yang dilengkapi dengan instrumennya. sedangkan JB = 10 BB = 3 PB = BB/JB = 0. C. (DB = > 0. karena daya pembedanya rendah.3 = 0. Latihan Buatlah kelompok kecil yang terdiri dari 3 orang.8 .8 . Setelah selesai presentasikan hasil pekerjaan saudara sesama kelompok yang lain. c dan d sebagai distraktor.5 Kriteria untuk soal dilihat dari indeks daya beda Soal yang indeks daya beda lebih besar dari 0. Pilihan jawaban a. 3) Efektivitas Distraktor (Pengecoh) Seberapa jauh option dapat memenuhi fungsinya dapat diketahui dengan cara memperhatikan jumlah pemilih untuk tiap pilihan jawaban.3 Maka D = PA .20) dikategorikan sebagai soal yang baik.

Standar isi kurikulum Mata pelajaran Bahasa Indonesia 2. Rumuskan indikator-indikator setiap kompetensi dasar. Rumuskan kompetensi dasar berdasarkan standar kompetensi dari kurikulum b. serta tentukan jenis dan bentuk instrumen yang akan digunakan untuk kegiatan pengukuran melalui tabel kisi-kisi instrumen. Tuliskan susunan instrumen menurut penilaian sesuai dengan susunan yang ada pada tabel kisi-kisi. Seperangkat instrumen penilaian dalam bentuk tes tertulis serta nontes (lembar pengamatan. Setiap kompetensi yang tercantum dalam kurikulum menggambarkan kemampuan yang diharapkan dikuasai oleh peserta didik. sehubungan dengan hal itu maka untuk mengukur kompetensi tersebut tidak cukup hanya dengan teknik tes. sehingga peserta didik memiliki pengetahuan dan keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan atau ditranfer dari satu permasalahan/konteks ke permaslahan/konteks lainnya. akan 307 . penilaian dan kegiatan belajar mengajar serta pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. Alat dan Bacaan a. afektif dan psikomotorik. kuesioner. Langkah Kegiatan a. Tabel kisi-kisi instrumen penilaian.D. b. skala sikap) E. Salah satu ciri kurikulum berbasis kompetensi yaitu menerapkan pembelajaran kontekstual yaitu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan membantu peserta didik untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. Prasyarat Peserta pelatihan telah memiliki pengalaman menjadi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia selama 5 tahun. Tentukan teknik penilaian untuk pengukuran indikator-indikator. 4. Kompetensi tersebut meliputi kemampuan kognitif. c. 3. Rangkuman Kurikulum berbasis kompetensi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai peserta didik. Satu set buku teks pelajaran Bahasa Indonesia b. Hasil a. d. sosial dan kultural). Lembar Kegiatan 1.

Untuk mendapatkan instrumen yang berkualitas perlu dilakukan analisis instrumen tentang validitas instrumen. pengetahuan dan sikap seorang peserta didik. Upaya tersebut bisa diwujudkan dengan mempersiapkan instrumen penilaian melalui tabel kisi-kisi instrumen. Penilaian yang sahih dan komprehensif dapat dicapai dalam pembelajaran bilamana guru selaku aktor pengelola pembelajaran di kelas mampu menyusun instrumen penilaian secara sistematis. Tidak ada satu pun alat penilaian yang dapat mengumpulkan informasi hasil dan kemajuan belajar peserta didik secara lengkap. reliabilitas instrumen. Selain itu intrepretasi hasil tes bersifat tidak mutlak karena peserta didik terus berkembang sesuai pengalaman belajar yang dialaminya. sedangkan instrumen tes. 308 . daya pembeda. Setiap instrumen mempunyai kelebihan dan kelemahan. khususnya tes pilihan ganda ditambahkan analisis tentang tingkat kesukaran. sehingga dalam menyusun instrumen hendaknya memperhatikan pada kaidah-kaidah penulisannya. keterampilan. dan efektivitas distraktor. Penilaian tunggal tidak cukup untuk memberikan gambaran yang lengkap tentang kemampuan.tetapi penggunaan teknik non-tes akan menjadikan penilaian lebih valid dan komprehensif. sedangkan teknik non-tes digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik berkaitan dengan aspek sikap dan keterampilan yaitu kemampuan mengaplikasikan konsep ke dalam kehidupan nyata sehari-hari dari peserta didik) Penyusunan kisi-kisi instrumen sebagai upaya guru dalam melaksanakan dan mewujudkan penilaian pembelajaran yang valid dan komprehensif. Teknik tes digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik yang berkaitan dengan aspek kognitif (menggunakan logika untuk memahami konsepkonsep secara utuh). Setiap instrumen memiliki kelebihan dan kelemahan.

Indikator a. 1. 3. Kompetensi dasar Peserta pelatihan memiliki ketrampilan dalam menentukan capaian kompetensi peserta didik melalui skoring dan pendekatan penilaian yang sesuai. Setiap jenis tes (apakah essay atau objektif) memiliki teknik skoring masing-masing. Rumus skoring yang digunakan adalah sebagai berikut. Terampil menilai hasil belajar peserta didik melalui pendekatan yang sesuai B. berilah skor dengan point method. gunakan kriteria tertentu sebagai guide. S = skor S =R R = jumlah isian yang dijawab betul (right) Contoh : Misalkan sebuah tes berbentuk fill-in terdiri dari 30 isian. Ini diperlukan untuk mencek reliabilitas skoring terhadap jawaban-jawaban essay itu. Maka skor Riyan = 30 – 7 = 23 309 . 5) Berikan skor jawaban-jawaban soal essay tanpa mengetahui identitas siswa yang mengerjakan itu. 5 isian salah dan 2 isian tidak dijawab. Skoring pada tes obyektif 1) Fill in completion (tes isian dan melengkapi) Setiap isian yang dijawab benar diberi skor satu. berikut ini diungkapkan teknis atau cara dalam skoring pada masing-masing jenis instrumen. 4) Berikan skor atas jawaban-jawaban soal demi soal. 2. 2) Untuk soal-soal essay dengan jawaban terbatas (restricted response questions). Skoring pada tes essay 1) Lakukan skoring terhadap jawaban-jawaban soal essay dalam hubungannya dengan hasil belajar yang sedang diukur. 3) Untuk soal-soal essay dengan jawaban terbuka (extended response questions). a. Untuk itu bisa dilakukan dengan mengklarifikasikan jawaban-jawaban ke dalam 5 tingkat. Uraian Materi : Skoring dan Penilaian Pembelajaran 1. Tulislah lebih dulu pedoman jawabannya untuk tiap soal. gunakan pedoman jawaban sebagai guide atau petunjuk. mintalah dua atau tiga orang guru lain yang mengetahui masalah itu untuk menilai tiap jawaban. Kompetensi dan Indikator 1. Terampil menerapkan teknik skoring terhadap hasil pengukuran pembelajaran. Dengan demikian dapat dihindarkan terjadinya halo effect. dan bukan siswa demi siswa. tugas guru selanjutnya adalah mengadakan koreksi terhadap hasil isian instrumen yang telah dikenakan pada sasaran yang diukur (dalam hal ini aktivitas belajar peserta didik). dan tentukan skor yang dikenakan kepada tiap soal atau bagian soal (dengan weighting atau pembobotan). skorlah dengan rating method. b. Skoring Setelah pengukuran kemampuan peserta didik melalui berbagai instrumen. 6) Bilamana mungkin.MATA LATIH: SKORING DAN PENILAIAN PEMBELAJARAN A. 2. b. Riyan mengerjakan tes tersebut 23 isian dijawab betul. B. yang selanjutnya diberi skor 0. D dan F. 4 atau A. C.

Maka skor Melisa = 10 – 3 = 7 5) Skor akhir Skor akhir siswa dapat ditentukan dengan cara menjumlah skor yang diperoleh pada tiap-tiap jenis tes yang digunakan yang telah dihitung menurut rumus dan bobot masing-masing jenis tes. Rumus yang dipergunakan : S=R–W Keterangan : S = skor yang diharapkan R = jumlah item yang dijawab betul (right) W = jumlah item yang dijawab salah (wrong) Contoh : Umpamakan jumlah item true – false = 20 Devi dapat menjawab betul 13 item. maka skor Rifki adalah : 20 − 4) Matching test (test menjodohkan) Setiap jawaban betul diberi skor 1 dan setiap jawaban salah 0. Melisa mengerjakan tes tersebut 7 item betul dan 3 item salah.2) True-false tes (tes benar-salah) Setiap item yang dijawab betul diberi skor satu. Rumus yang digunakan adalah : S=R− W n −1 Keterangan : S = skor yang diharapkan R = jumlah jawaban betul W = jumlah jawaban salah n = jumlah option 1 = bilangan konstan Contoh : 20 item soal pilihan ganda dengan option a – b – c – d tiap item. 6 item salah. maka skor Devi = 13 – 5 = 8 3) Multiple choice test (bisa pilihan ganda) Setiap jawaban betul diberi skor satu dan setiap jawaban salah diberi skor 0. Contoh : Misalkan suatu tes terdiri atas empat macam bentuk yaitu : True-false = 30 item dengan bobot 1 Multiple choice = 20 item dengan bobot 2 (dengan 4 option) Matching = 10 item dengan bobot 3 Essay = 4 item dengan bobot 5 310 6 6 → 14 − → 14 − 2 = 12 4 −1 3 . Rumus yang digunakan adalah : S=R Contoh : Misalkan sebuah test berbentuk matching banyak 10 item. dijawab salah 5 item dan tidak dijawab 2 item. Rifki dapat menjawab 14 item betul.

4. 6 dengan pemberian skor : SS = 1. STS = 5 3) Skor yang harus diperoleh dalam perilaku positif minimal 3 x 4 = 12. 5 dengan pemberian skor : SS – 5. saya akan selalu mendengarkan kedua orangtuaku bekerjasama dengan orang yang berbeda suku lebih baik dihindarkan Selalu mendengarkan usul kedua orang tuaku. Skor siswa 10 sedangkan ukuran perilaku positif minimal 12 dan maksimal 15. Skoring pada teknik non-test Berikut ini contoh hasil pengisian instrumen non tes (skala sikap) oleh salah satu peseta didik. maksimal 3 x 5 = 15 (3 berasal dari 3 butir soal yang positif. X Penjelasan: dalam kisi-kisi tes. 6) Jadi skor siswa di atas adalah : perilaku positif 5 + 4 + 1 = 10. TS = 4. TP = 3. 4 adalah skor S : 5 adalah skor SS). soal nomor 1-6 adalah hanya mewakili indikator “mau menerima pendapat orang lain” dari dimensi “toleransi” untuk topik “sikap belajar siswa di sekolah” 1) Perilaku positif terdapat pada soal nomor 1. dan perilaku maksimal adalah (15 + 3) : 2 = 9. S = 4. Jadi sikap siswa tentang “toleransi” khususnya “mau 311 . S = 2. STS = 1 2) Perilaku negatif terdapat pada nomor 2. bekerjasama dengan orang yang berbeda suku lebih baik dihindari S TP TS X X X X STS 6. 5 adalah skor STS). perilaku negatif 4 + 2 + 3 = 9. 5) Skor rata-rata : perilaku minimal adalah (12 + 6) : 2 = 9.5 atau 10.Fidia mengerjakan tes tersebut dengan hasil sebagai berikut : Tak Betul Salah Skor dijawab True-false 22 6 2 S = 22 – 6 =6 Multiple 14 6 ( 2 x 6 ) = 24 S = (2 x 14) choice Matching Essay 7 2 3 1 Skor akhir Fidia 1 S=7x3 S=3x5 4 −1 = 21 = 15 = 76 c. TS = 2. 2 adalah skor S . TP = 3. dan skor akhir mereka adalah (10 + 9) : 2 = 9. maksimal 3 x 1 = 3 (3 berasal dari 3 butir soal yang positif. NO 1 2 3 4 5 PERNYATAAN SS Mau menerima pendapat orang lain X merupakan ciri bertoleransi Untuk mewujudkan cita-cita harus memaksakan kehendak Saya suka menerima pendapat orang lain Memilih teman di sekolah saya utamakan mereka yang pandai saja Kalau saya boleh memilih. 3. 4) Skor yang harus diperoleh dalam perilaku negatif minimal 3 x 2 = 6.

hasil-hasil perhitungan dipakai sebagai acuan penilaian.menerima pendapat orang lain” dalam topik “sikap belajar siswa di sekolah” masih kurang. mis 5. Untuk keperluan ini perlu ditempuh langkah-langkah penyusunan skor ke dalam tabel kerja. Penggunaan sistem PAN pemberian makna skor yang diperoleh peserta didik tidak memakai kompetensi sebagai pedoman. Skor terpencar atau dapat dianggap terpencar sesuai dengan pancaran kurva normal. Artinya siswa tersebut mempunyai sikap positif yang tidak begitu tinggi tentang “mau menerima pendapat orang lain”. maka skor mentah yang sudah diperoleh dari skoring diubah menjadi nilai dengan skala nilai tertentu (skala 1 – 4. Sistem PAN akan lebih baik digunakan. 4) Mengisi angka taily ke dalam kolom 4 (lajur frekuensi = f) 312 . PAN menggunakan prinsip-prinsip yang berlaku pada jurca normal. a. sebagai berikut : k = 1 + 3. Proses membandingkan inilah yang disebut sebagai proses penilaian dan merupakan hasil pengukuran. b) Menentukan Jumlah kelas interval. dalam arti dapat menentukan status siswa dalam kelompoknya. Namun demikian hasil pengukuran ini belum memiliki makna bila belum dibandingkan dengan suatu acuan atau bahan pembanding. Penilaian Untuk dapat melakukan penilaian harus dilakukan lebih dahulu pengukuran dengan alat tes. Hasil pengukuran dapat menggambarkan derajat kualitas dan eksistensi keadaan yang diukur.3 log n c) Menentukan panjang setiap kelas interval (p) yaitu : p = R/k 2) Mengisi kolom 2 (interval) yang dimulai dari skor minimum berturut-turut dengan interval yang telah ditemukan dan sejumlah kelas yang telah ditentukan pada langkah pertama. bila syarat-syarat yang mendasari kurva normal dipenuhi. Pembanding yang dipakai adalah nilai rata-rata dan simpangan baku. yaitu : 1. dia perlu pembinaan dan peningkatan khususnya mengenai perilaku ini. melainkan didasarkan pada nilai rata-rata dan simpangan baku yang dihasilkan kelompoknya. 2. memiliki sifat relatif sesuai dengan naik turunnya nilai rata-rata dan simpangan baku yang dihasilkan pada saat itu. 7 dan 9 dengan menggunakan rumus sturgess. dengan jalan : a) Mencari range (R) dengan mengurangi skor maksimum dengan skor minimum. Pemberian nilai berdasarkan PAN Agar diperoleh nilai bagi setiap siswa pada sistem PAN dengan tepat. skala A-E atau skala 1 – 10) Sebagai contoh di bawah ini ditampilkan cara mengolah skor mentah menjadi nilai 1 – 10 dengan pendekatan PAN. yaitu sebagai berikut : 1) Menentukan dulu banyaknya kelas interval. Jumlah siswa yang dinilai lebih dari 50 orang. sebaiknya jumlahnya ganji. 2. 3) Membuat taily pada kolom 3 dan mentabulasikan tiap-tiap skor ke dalam kelasnya. Penilaian Acuan Norma (PAN) Pada acuan ini hasil belajar tiap peserta didik dibandingkan dengan hasil belajar peserta didik lain dalam kelompoknya. sehingga batas lulusnya tidak ditentukan oleh penguasaan minimal siswa terhadap kompetensi yang diharapkan.

5 -3 49.5) Menentukan deviasi pada lajur dan dengan menetapkan mean dugaan (M) pada kelas tertentu (kelas yang paling besar frekuensinya) selanjutnya meletakkan angka deviasi secara berurutan dari nol ke atas dan ke bawah (ke atas diberi tanda plus +.5 + 0.2 dibulatkan ke bawah Jadi jumlah kelas interval (k) = 7 Interval 35 – 44 45 – 54 55 – 64 65 – 74 75 – 84 85 – 94 95 – 104 TABEL DISTRIBUSI Tally f ||| 3 |||| | | 7 |||| |||| |||| 14 |||| |||| |||| |||| 30 |||| |||| |||| |||||| 12 |||| |||| 8 |||| || 6 N = 80 FREKUENSI xi d 39.79 DS = 10 (1.5 1 2 3 fd -9 -14 -14 0 12 16 18 9 (∑fd) fd2 27 28 14 0 12 32 54 167 (∑fd2) Mean (M) = X0 + p{ 9/167} = 69.449) = 13. Contoh : Umpama seorang guru memperoleh skor mentah dari hasil Ujian Mapel di kelas II A2 SMA yang berjumlah 80 siswa.5 -1 69.5 + 10{ 0.03 Deviasi standar (DS) dapat dihitung sebagai berikut : DS = p √{ 80. kemudian dijumlahkan.5 99.5 89.49 dibulatkan menjadi 13 313 . setelah di-array (diurutkan dari nilai terkecil yaitu sebagai berikut : 35 40 42 46 46 50 51 52 52 54 56 55 55 57 57 58 58 60 61 62 62 64 64 64 66 66 67 68 68 68 69 69 70 70 70 71 71 71 71 71 72 73 73 73 73 73 73 73 74 74 74 74 74 74 76 76 76 76 76 76 77 78 78 80 82 83 85 85 88 90 90 91 92 92 95 95 97 98 98 99 Untuk mengolah skor mentah tersebut menjadi nilai 1-10 berdasarkan PAN adalah sebagai berikut : Skor maksimum = 99 Skor minimum = 35 Range ( R ) = 99 – 35 = 64 8) Banyaknya kelas interval : (k) = 1 + 3.5 0 79.92} /80.3 log 80 = 7.53 = 70. ke bawah minus -).053} = 69. 6) Mengisi lajur fd dengan mengalikan lajur frekuensi dan deviasi (d) 7) Mengisi lajur fd2.167 .5 -2 59.

Patokan di sini tidak lagi merupakan hasil kelompok seperti pada PAN.75 x 13) 70. melainkan merupakan suatu patokan yang ditetapkan sebelumnya sebagai batas lulus atau dengan kata lain tingkat penguasaan minimum (Matery level).28 dibulatkan = 66. sampai pada proses belajar mengajar itu selesai.25 DS = batas bawah nilai 5 M – 0.25 DS = batas bawah nilai 10 M + 1. dugaan pertimbangan profesionalisme seorang guru menetapkan batas bawah tingkatan prestasi yang dianggap memadai dalam memenuhi syarat (lulus) sedang yang di bawahnya dinyatakan tidak memenuhi syarat.75 DS = batas bawah nilai 4 M – 1. Pemberian nilai berdasarkan PAP Dalam hal ini. dan dari tahun ke tahun.03+ (2.Setelah semua ditemukan mean dan DS (Mean = 70 dan DS = 13).78 dibulatkan = 99 nilai 10 = 93 nilai 9 = 86 nilai 8 = 80 nilai 7 = 73 nilai 6 = 67 nilai 5 = 60 nilai 4 = 54 nilai 3 = 47 nilai 2 = 42 nilai 1 b.25 x 13) 70.25 x 13) 70. Pengajar yang menggunakan. batas bawah masing-masing nilai dalam skala 1 – 10 yaitu sebagai berikut : M + 2. membantu dan membimbing subyek.78 dibulatkan = 86.28 dibulatkan = 79.03– (0. Patokan di sini bersifat tetap dan dapat juga dipakai untuk kelompok lain yang manapun.78 dibulatkan = 60.03– (1.03+ (1.78 dibulatkan = 73.75 DS = batas bawah nilai 7 M + 0.28 dibulatkan = 41. selama berlangsungnya.25 x 13) 70.25 x 13) 70.25 x 13) 70.03+ (0. Apabila hal ini telah dilakukan 314 . Kompetensi dirumuskan dalam TIK dan ini merupakan anak.25 DS = batas bawah nilai 6 M – 0.75 DS = batas bawah nilai 9 M + 1.28 dibulatkan = 92.75 x 13) 70.03– (0. langkah selanjutnya ialah mengubah skor mentah ke dalam nilai 1 – 10 dengan menggunakan rumus.03– (2.75 DS = batas bawah nilai 2 M – 2. Pendekatan Acuan Patokan (PAP) Pada acuan ini sebelum itu dilaksanakan harus ditetapkan lebihdhulu patokan yang akan dipakai sebagai pembanding terhadap semua hasil pengukuran. Siswa yang telah melampaui atau sama dengan kriteria keberhasilan (batas lulus) dinyatakan lulus atau memenuhi persyaratan.25 x 13) = 99. Dengan menetapkan batas toleransi terhadap fluktuasi prestasi peserta didik dari kelas ke kelas.25 DS = batas bawah nilai 8 M + 0.75 x 13) 70. selama ke arah penguasaan minimal sejak dimulai. petunjuk dan pusat kegiatan dalam pengajaran. penetapan batas lulus (KKM) adalah merupakan hal yang pokok dan sudah ditetapkan sejak program pembelajaran dimulai.75 x 13) 70.78 dibulatkan = 47.03– (1.03+ (0.25 DS = batas bawah nilai 3 M – 1.03+ (1.28 dibulatkan = 53.25 DS = batas bawah nilai 1 Hasil perhitungan : 70.

Berdasarkan perhitungan persentase. Sebagai contoh di sini ditampilkan cara mengolah skor mentah menjadi nilai skala 1 – 10 melalui prosedur persentase. hasil jawaban peserta didik atas soal tersebut adalah sebagai berikut : Peserta didik A B C D E F G H I J Jumlah item yang dijawab peserta didik Betul Salah Kosong 12 5 3 14 6 0 8 8 4 11 7 2 16 0 4 10 10 0 12 8 0 6 14 0 15 5 0 14 3 3 Peserta didik K L M N O P Q R S T Jumlah item yang dijawab peserta didik Betul Salah Kosong 9 3 3 8 12 0 20 0 0 15 2 3 17 3 0 14 4 2 12 4 4 7 11 2 10 8 2 8 12 0 315 .3 % 150 Tingkat penguasaan Ratmadiyanto tersebut setelah dibandingkan dengan acuan yang sudah ada. d) dikenakan kepada 20 peserta didik.40 % 21 % .60 % 41 % . Terlebih dahulu perlu dipersiapkan acuan patokan keberhasilan yang hendak digunakan pada skala nilai 1 – 10.90 % 71 % .100 % 81 % .30 % 11 % .10 % Nilai 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Contoh : Dalam suatu ujian diberlakukan 150 item/soal ujian obyektif. Sedangkan skor maksimal ideal 150 (dalam hal ini seluruh soal dikerjakan dengan benar). b. maka nilai Ratmadiyanto = 6 C. Ratmadiyanto memperoleh skor 83.80 % 61 % .70 % 51 % . Latihan Seperangkat instrumen tes formatif untuk pengukuran kompetensi dasar yang terdiri atas 20 item soal tes obyektif dengan jumlah opsi jawaban 4 (a. c.maka skor dibandingkan dengan batas tingkatan prestasi tersebut akan menghasilkan nilai (grade).50 % 31 % . adalah : Tingkat Penguasaan 91 % . Untuk mengolah skor mentah menjadi nilai melalui pendekatan PAP dapat dilakukan melalui prosedur persentase. maka tingkat penguasaan Ratmadiyanto adalah sebagai beirkut : 83 x 100% = 55.20 % 0 % .

atau guru tersebut kurang memahami prosedur mengolah skor menjadi nilai. Test Formatif Tes Obyektif Petunjuk : 316 . sehingga hasil penilaian guru belum menunjukkan hasil belajar peserta didik yang sebenarnya. D. b.25 dalam skala nilai 1-10. Jadi siswa yang skornya belum mencapai criteria kompetensi minimal (KKM) mereka dinyatakan belum mencapai kompetensi atau belajarnya belum berhasil. Pengolahannya adalah menghitung skor total peserta didik dengan cara menjumlahkan semua skor yang diperoleh peserta didik yang dinilai pada masing-masing item instrumen pengukuran melalui teknik skoring dan pembobotan. Untuk pelaksanaan system belajar tuntas patokan yang digunakan adalah penilaian acuan patokan (PAP) atau acuan absolut. daya pembeda. Sering guru menganggap skor sebagai nilai. TK DB Efektivitas distraktor No a b c d e Soal Baik Tdk Baik Tdk E T E T E T E T E T 1 2 3 E. 4. Lembar Kegiatan 1. dan tentukan kualitas soal berdasarkan tingkat kesukaran. Hasil Isikan hasil pekerjaan ke kolom yang disediakan pada tabel berikut. Satu lembar soal UAS beserta b. Lembar jawaban siswa atas soal UAS sebanyak satu kelas.Tentukan jumlah siswa yang tidak berhasil mencapai kompetensi jika penilaian dilakukan dengan pendekatan PAP dan KKM ditetapkan nilai 5. dan efektivitas distraktor. Nilai hasil belajar peserta didik ditentukan dari skor total yang diperoleh peserta didik tersebut dan membandingkannya dengan suatu criteria (patokan) tertentu sesuai dengan tujuan penilaian. Alat dan Bahan a. Untuk keperluan tertentu. Lakukan analisis butir soal. 2. misalnya mengetahui posisi peserta didik dalam kelompok belajarnya parameter penilaian dapat digunakan kriteria norma (PAN). Kangkah Kegiatan a. Data tersebut masih berupa data mentah dan belum memiliki arti sebelum data tersebut diolah. Koreksilah jawaban siswa satu persatu melalui sesuai rubric yang telah dibakukan. F. Prasyarat Peserta telah memiliki pengalaman menjadi guru mata pelajaran selama 5 tahun. Rangkuman Skoring dan penilaian merupakan dua kegiatan pokok yang sering diartikan secara rancu oleh para guru dalam melakukan penilaian hasil peserta didik. 3. Skor merupakan data angka (kuantitatif) yang diperoleh dari hasil pengukuran melalui instrumen. dimana tingkat keberhasilan peserta didik adalah pencapaian kompetensi.

Kerjakan soal nomor 1 s/d 10 dengan cara memberi tanda silang pada alternatif jawaban a. Penilaian pembelajaran yang mengacu pada ………… merupakan penilaian pembelajaran yang menekankan pada penguasaan komptensi. Tes yang dikemas dalam sejumlah butir-butir soal sangat tepat dipakai untuk melakukan penilaian terhadap aspek ……………... sehingga siswa yang belum mencapai kompetensi belum diperkenankan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran berikutnya. kecuali a. keterampilan 7. Menggunakan penilaian yang berorientasi pada kompetensi (penilaian autentik) 2. sikap b. Penilaian produk d. Salah satu hal yang harus dilakukan guru agar penilaian guru bersifat obyektif adalah . b. Merumuskan kriteria kelulusan 4. Memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja anak dari berbagai penilaian. atau d yang dianggap jawaban yang paling tepat pada setiap butir soal. Penilaian portofolio 8. Penilaian proyek b. Penilaian unjuk kerja c. Penilaian pembelajaran yang menekankan pada kualitas hasil pekerjaan peserta didik atas tugas yang diberikan guru a. 317 . Melihat latar belakang psikologis anak 6. salah satu hal yang harus dilakukan guru adalah … a. Menerapkan pembelajaran tradisional d... Di bawah ini adalah ciri-ciri dari kurikulum berbasis ko mpetensi. Bentuk kegiatan dalam sistem penilaian pembelajaran yang berkaitan dengan penerapan prinsip komprehensif a.. a. Penilaian produk d. Menekankan pada ketercapaian kompetensi (standar kompetensi... Berorientasi pada hasil belajar c. b. Prinsip otentik 3.. a. Penilaian portofolio 5. c. Menyusun kisi-kisi instrument penilaian d.... Prinsip berkelanjutan b. Penilaian pembelajaran yang menekankan pada kegiatan suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/wakttu tertentu oleh peserta didik a. kompetensi dasar yang tercermin pada indikator kompetensi) peserta didik. Penilaian unjuk kerja c. penguasaan konsep c penerapan konsep d. Memanfaatkan hasil penilaian dari guru lain d. b. Prinsip belajar tuntas c... Soal-soal : 1. Menyesuaikan penilaian dengan kemampuan anak c.. Penilaian proyek b.. Melaksanakan pengajaran remedial/pengayaan c. Agar peniliaian guru bersifat objektif. Analisis butir soal b.

kecuali..... a.. Dapat mendorong dan melatih untuk berbuat jujur Berikut ini adalah beberapa persyaratan sebuah kisi-kisi intrumen penilaian pembelajaran yang baik. a.. 13. menentukan kelulusan siswa b. 14. 318 . menentukan ranking siswa dalam kelas Prosedur penilaian yang sesuai dalam pembelajaran a. Menumbuhkan kepercayaan diri c.... Bentuk soal Acuan penilaian yang tepat untuk ketuntasan belajar . d 9. Materi yang hendak ditanyakan dapat dibuat instrumennya d. Maksud pengukuran dalam sistem penilaian pembelajaran adalah .. Penilaian diri dapat memberikan dampak positif terhadap perkembagan kepribadian seseorang. Menyesuaikan penilaian dengan kemampuan siswa Memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja siswa dari berbagai penilaian Melihat latar belakang psikologis siswa Memanfaatkan hasil penilaian dari guru lain 10. Menentukan kelulusan Dasar pembobotan pada kegaitan skoring . a... Tingkat kesukaran soal b. Mewakili kepentingan peserta didik c. Mengkuantifikasi aspek kepribadian siswa d.. 12. Keluasan aspek yang dinilai d. Menumbuhkan kesadaran akan kelemahan dan kekuatan diri d.. a.. c. Acuan nasional d. Menumbuhkan kepekaan diri b. Mencari bukti b.. ujian – skor – parameter – nilai d.a. Beberapa keuntungan dari penilaian diri. Acuan mutlak c. a.. Mengumpulkan informasi c. Acuan norma b.. Komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami Penilaian yang baik apabila didahului dengan kegiatan pengukuran. Acuan performance Fungsi nilai pada penilaian acuan norma (PAN) adalah . b. 15. Keterlibatan sejumlah kemampuan yagn digunakan untuk mengerjakan soal c. ujian – koreksi – nilai c. a... kecuali . Mewakili isi silabus/kurikulum b. menentukan pencapaian kompetensi d. ujian – skoring – nilai b... mendeteksi kesulitan belajar c. ujian – parameter – skor – nilai 11.

319 .

320 .

Indikator Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. serta penelitian tindakan kepengawasan (PTK). Riwayat PTK Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diperkenalkan oleh Kurt Lewin. Robin Mac Tanggart. Materi 1. Memaparkan persamaan dan perbedaan antara PTK dan non PTK. kompetensi kepribadian. Bila dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling dalam proses layanan. khususnya penelitian tindakan kelas dan penelitian tindakan konseling. b. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. penelitian tindakan kelas. c. maka disebut penelitian tindakan konseling. peserta diharapkan memahami : a. seorang ahli psikologi sosial Amerika tahun 1946. dilakukan oleh guru. disebut penelitian tindakan kelas. yaitu Stephen Kemmis. Selanjutnya dikembangkan oleh para ahli lain. Kompetensi dan Indikator 1. Melalui PTK guru dapat memenuhi kompetensi paedagogik dan kompetensi professional (akademik). peserta diharapkan dapat : a. B. PTK mulai dikenal di Indonesia pada akhir tahun 1980-an. dan Dave Ebbutt. PTK merupakan salah satu bentuk dari penelitian tinakan yang semula dilakukan di kalangan industri demi peningkatan mutu proses dan produk yang kemudian diadopsi dalam bidang pendidikan. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. Menjelaskan hubungan antara PTK dan profesionalisasi guru. kesamaan dan perbedaan antara PTK dan non PTK. melakukan penelitian proses pembelajaran demi 321 . dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. John Elliot. Memaparkan perkembangan PTK hingga di Indonesia b. posisi PTK dalam metode penelitian pada umumnya (non PTK). Ketiga bidang tersebut dapat bekerja sama dalam penelitian tindakan yang berupa penelitian kolaboratif. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. dan d. Menyebut berbagai metode penelitian non PTK. Guru profesional harus meneliti apa yang diajarkan dan mengajarkan apa yang diteliti (hasil penelitiannya). 2. 2. PTK dan Profesionalisasi Guru Guru professional dituntut menguasai 4 kompetensi yaitu kompetensi paedagogik.BAB XI PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENDAHULUAN A. kompetensi professional (akademik) dan kompetensi sosial. khususnya dalam bidang pembelajaran di kelas. dan d. PTK terintegrasi dalam pelaksanaan proses pembelajaran. keterkaitan PTK dengan profesionalitas guru. c. Bila dilakukan oleh pengawas sekolah atau kepala sekolah dalam proses pembinaan atau manajerial dapat disebut sebagai penelitian tindakan manajemen atau kepengawasan. Kompetensi Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan.

Guru dapat melakukan inovasi pembelajaran b. Pelaksanaannya bersifat kolaboratif. Guru dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya. Guru akan terlatih untuk mengembangkan secara kreatif kurikulum d. pengalaman kerja sendiri. dialami. Konsep Dasar PTK Penelitian tindakan adalah kajian sistematik tentang upaya meningkatkan mutu praktik pendidikan melalui tindakan praktis (Dave Ebbutt dalam Hopkins. Masalah yang diteliti merupakan masalah faktual dan layak diteliti 322 . Menyerupai penelitian eksprerimen g. 4. Guru dapat meningkatkan kemampuan reflektif dalam memecahkan masalah c. 7. tetapi dilaksanakan secara sistematis. kemudian direfleksikan alternatif pemecahan masalahnya dan ditindaklanjuti dengan tindakan-tindakan nyata yang terencana dan terukur. 5. Tujuan PTK a.perbaikan / peningkatan secara berkelanjutan. Membangun/meningkatkan mutu komunikasi antara praktisi & peneliti akademis c. Manfaat PTK a. dan pihak lain). Memasukkan unsur-unsur pembaharuan sistem b. guru. Pengumpulan data tidak boleh terlalu menyita waktu c. Bersifat fleksibel (disesuaikan dengan keadaan) e. Melalui PTK diharapkan guru menjadi ntrospektif. Terarah pada perbaikan/peningkatan mutu kinerja guru d. Permasalah dirasakan. 1993). Prinsip-prinsip Dasar PTK a. Diterapkan secara kontekstual (variabel yang dikaji terkait dengan keadaan) c. Penelitian didasarkan pada permasalahan nyata yang dihadapi oleh guru dalam PBM. Tindakan pengatasan dilakukan guru sendiri j. kreatif dan progresif. Didesain untuk menanggulangi masalah nyata b. Penelitian tindakan adalah studi yang dilakukan untuk memperbaiki diri sendiri. Model yang dipakai harus tepat d. PTK tidak boleh mengganggu tugas mengajar b. siswa. inovatif. atau dihadapi guru i. 3. Mengandalkan data pengamatan dan refleksi peneliti f. Memperbaiki sistem (melibatkan administrasi pendidikan. terencana dan dengan sikap mawas diri (Kemmis dan McTanggart).1993) Penelitian tindakan adalah suatu kajian tentang situasi sosial dengan tujuan memperbaiki mutu tindakan dalam situasi sosial tersebut (John Eliot dalam Hopkins. orang tua. PTK merupakan penelitian yang bersifat reflektif. Karakteristik PTK a. Hal penting dalam PTK adalah tindakan nyata (action) yang dilakukan oleh guru (dan bersama pihak lain) untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam PBM. 6. Bersifat situasional dan spesifik (studi kasus) h.

e. (e) penelitian korelasional. (b) penelitian deskriptif). persoalan yg dihadapi. (2) Tindakan. PTK menuntut guru membuat jurnal pribadi (mencatat kemajuan. 8. (g) penelitian eksperimen sungguhan. (h) penelitian 323 . proses pelaksanaan. Unsur Peralatan atau Sarana Pendidikan e. Dalam PTK guru perlu melihat dan menilai sendiri secara kritis terhadap apa yang dikerjakan di kelasnya (keterbukaan merupakan kunci keberhasilan PTK). 10. Unsur Lingkungan g. Unsur Hasil Pembelajaran f. Unsur Siswa b. PTK sebagai metode Metode penelitian minimal mencakup 9 jenis metode yaitu (a) penelitian historis. 9. Unsur Materi Pelajaran d. (d) penelitian studi kasus dan lapangan. PTK sebaiknya dimulai dari hal-hal yang sederhana. Setiap langkah memiliki 4 tahap : (1) Perencanaan. Objek PTK Menurut Suharsimi Arikunto (2006) obyek penelitian tindakan kelas meliputi : a. namun nyata g. (c) penelitian perkembangan. Model PTK Penelitian tindakan sebagai serangkaian langkah yang membentuk spiral. (4) Refleksi. (3) Pengamatan. (f) penelitian kausal komparatif. Unsur Guru c. dan hasil refleksi) f. Unsur Pengelolaan.

Amati dan tanyakan pada teman-teman anda yang menjadi guru. Pernahkah anda melalukan PTK. Pergilah ke perpustakaan. Berikut ini perbandingan penelitian PTK dan non PTK: No. Fleksibel Perlu hipotesis tindakan Representativitas tidak diperhatikan Tidak ada uji validitas dan reliabilitas instrumen Seketika. 8. cari dan catatlah judul-judul PTK ! 3. Lembar Kegiatan 1. berapa kali. Desain Penelitian Hipotesis Sampel Instrumen Analisis Data 10. Melalui PTK 324 . 7. Latihan 1. Formal. Dalam Hal Hasil Akhir C. dari siapa atau melalui apa? 2. mengabstraksikan. bila belum pernah sebutkan alasannya ? D. 9. Non PTK Menguji pengetahuan. 3. 12. dapat digeneralisasi Memerikan. segera. berapa persen yang telah melakukan PTK ! 2. Tuliskan sejak kapan anda mengenal tentang PTK. Pinjam atau belilah sebuah buku PTK dan bacalah untuk memahaminya! E. Format Laporan Tafsiran Temuan No.Kaku Perlu hipotesis penelitian Harus representatif Perlu uji validitas dan reliabilitas instrumen Dapat ditundak. 4. sering menggunakan analisis statistic rumit Umum. Dalam Hal Sumber Masalah Peneliti Utama Motivasi Tujuan PTK Dari peneliti (guru) Harus peneliti (guru) Tindakan Pembelajaran / pelayanan/ pembinaan. untuk generalisasi Baku. membangun teori oleh ilmuwan. 2. 6. tidak menggunakan analisis statistic yang rumit Sesuai kebutuhan Memahami praksis melalui refleksi dan penteorian oleh praktisi PTK Pembelajaran yang lebih baik bagi siswa (proses dan produk) Non PTK Bukan dari peneliti Dapat orang lain Kebenaran Mengembangkan teori.eksperimen semu dan (i) penelitian tindakan. prosedur dan material. 11. 5. Rangkuman PTK merupakan hal yang perlu dipahami dan dilaksanakan serta dijadikan kebiasaan bagi para guru kelas maupun guru bimbingan dan konseling untuk memperbaiki / meningkatkan mutu proses pembelajaran / pembinaan. Sehingga PTK merupakan salah satu metode penelitian. 1. tidak untuk digeneralisasi Lentur.

Jelaskan tujuan PTK ! 6. Jelaskan hubungan antara PTK dan profesionalitas guru ! 3. F. Jelaskan perkembangan PTK hingga sampai di Indonesia ! 2. Jelaskan model-model PTK 10. Tes Formatif 1.profesionalitas guru dapat ditingkatkan sehingga akan meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya. Jelaskan karakteristik PTK ! 5. Jelaskan persamaan dan perbedaan PTK dan non PTK ! 325 . Jelaskan konsep dasar PTK ! 4. Jelaskan prinsip-prinsip dasar PTK ! 8. Sebutkan obyek PTK ! 9. Sebutkan berbagai metode penelitian non PTK ! 11. Jelaskan manfaat PTK ! 7.

Judul PTK Judul PTK dinyatakan dengan kalimat sederhana yang menunjuk (a) tindakan yang akan dilakukan atau yang akan diteliti. Tujuan Penelitian F. Komponen-komponen proposal PTK terdiri dari : (HALAMAN FRANCIS : Judul.PENYUSUNAN PROPOSAL PTK A. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah B. (b) tempat pelaksanaan. Pembatasan Masalah D. Kerangka Berpikir C. Mendeskripsikan tindakan penelitian untuk memecahkan masalah 326 . dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. Sub Kompetensi dan Indikator 1. Untuk dapat menyusun proposal penelitian dengan baik perlu memahami terlebih dahulu komponen-komponen proposal. Halaman Pengesahan. Perumusan Masalah E. Setting Penelitian B. Indikator Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menulis judul PTK : a. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. Manfaat Penelitian BAB II. Prosedur Penelitian DAFTAR PUSTAKA 1. METODE PENELITIAN A. Sub Kompetensi Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. Teknik Pengumpulan Data E. Perumusan Hipotesis Tindakan BAB III. Subyek Penelitian C. Materi Kegiatan penelitian dimulai dengan membuat rencana yang lazim disebut proposal penelitian. Data dan Sumber Data D. B. Daftar Isi) BAB I. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. Kata Pengantar. Kajian teori B. Identifikasi Masalah C. KAJIAN TEORI A. Validitas Data F. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. peserta diharapkan mampu menyusun komponen pokok pada suatu proposal PTK berdasarkan hasil identifikasi masalah pembelajaran di kelas. peserta diharapkan mampu menyusun proposal PTK. Mendeskripsikan masalah yang akan diteliti c. Ditulis secara singkat. Proposal penelitian merupakan cetak biru (blue print) dari sebuah penelitian. 2. Indikator Kinerja / Keberhasilan H. Teknik Analisis Data G. (c) waktu pelaksanaan. spesifik dan jelas b.

d. Ada Setting (tempat dan waktu) e. Jumlah kata jangan terlalu panjang sekitar 20-25 kata. Penulisan judul PTK dapat digambarkan sebagai berikut: (X: masalah; Y: cara memecahkan masalah). a. Upaya peningkatan Y melalui X bagi siswa kelas … SD…pada semester … tahun … b. Peningkatan Y melalui X bagi …. c. Optimalisasi Y melalui X bagi… d. Penggunaan X untuk meningkatkan Y bagi.. e. Meningkatkan Y melalui X bagi …. f. Melalui X untuk meningkatkan Y bagi …. g. Upaya mengatasi rendahnya Y melalui X Contoh-contoh judul PTK sebagai berikut. a. Upaya Peningkatan Kemampuan Membaca Cepat melalui Teknik Skimming pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Jepara Tahun Pelajaran 2009/2010. b. Peningkatan Kemampuan Berbicara melalui Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010. c. Optimalisasi Kreatifitas Mengarang melalui Pembelajaran di Luar Kelas pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Pati Tahun Pelajaran 2009/2010. d. Penggunaan Alat Peraga Gambar Berseri untuk meningkatkan Kemampau Bercerita Kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010. e. Meningkatkan Kemampuan Membaca Interpretatif melalui Teknik Jigsaw Kelas VII SMP Negeri 2 Rembang Tahun Pelajaran 2009/2010. f. Melalui Teknik Bermain Drama untuk meningkatkan Kemampuan Berbicara pada Kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010. g. Upaya Mengatasi Rendahnya Mengapresisi Puisi melalui Pengoptimalisasi Kemah Sastra pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010. 2. Pendahuluan a. Latar Belakang Masalah 1) Menulis kenyataan yang ada (kondisi awal) a) Kenyataan yang ada, perlu didukung oleh data/ fakta b) Kondisi awal yaitu kondisi sebelum dilakukan penelitian tindakan. c) Kondisi awal sesuai dengan permasalahan yang diteliti. d) Masalah pokok: mengandung kondisi awal dari subyek yang diteliti. e) Masalah lain: mengandung kondisi awal dari peneliti. f) Permasalahan pokok, misalnya hasil belajar matematika bagi siswa kelas…. Rendah g) Permasalahan yang menyelimuti Guru/ peneliti belum memanfaatkan alat peraga dalam pembelajaran matematika. h) Kondisi awal yang diteliti (siswa): Hasil belajar matematika rendah, diuraikan berdasarkan fakta rendahnya itu dibuktikan dari mana, berapa rata-rata nilai ulangan harian kondisi awal dsb. i) Kondisi awal peneliti (guru): Sebelum penelitian dilakukan belum memanfaatkan alat peraga, berdasarkan fakta bila belum menggunakan alat peraga, menggunakan cara apa.

327

2) Menulis harapan yang dituju (kondisi akhir), yaitu kondisi setelah dilakukan penelitian. Dapat berupa kondisi akhir yang diteliti maupun kondisi akhir peneliti. a) Apa yang diharapkan setelah penelitian b) Kondisi akhir, dapat berupa kondisi akhir setelah penelitian bagi subyek penelitian(siswa/guru/kepsek) , maupun kondisi akhir bagi peneliti 3) Menulis masalah : kesenjangan antara kenyataan dan harapan a) Kesenjangan 1: kesenjangan antara kondisi awal dan kondisi akhir masalah pokok dari subyek penelitian b) Kesenjangan 2: kesenjangan antara kondisi awal dan kondisi akhir masalah lain dari peneliti c) Adanya kesenjangan antara harapan (kondisi akhir) dengan kenyataan (kondisi awal) d) Masalah yang diteliti, nilai ulangan harapan kenyataan(kondisi awal)nya rendah harapan (kondisi akhir)nya meningkat e) Masalah peneliti, kondisi awal pembelajarannya belum memanfaatkan alat peraga ,harapan (kondisi akhirnya)nya menggunakan alat peraga. 4) Menulis cara pemecahan masalah, Perlu adanya tindakan memanfaatkan x untuk meningkatkan Y, agar lebih terfokus diawali: a) Identifikasi masalah b) Pembatasan masalah Agar permasalahan dapat dipecahkan, maka peneliti atau guru perlu melakukan tindakan yaitu melakukan X agar dapat meningkatkan Y ( ciri dalam penelitian tindakan kelas harus ada tindakan). b. Identifikasi Masalah 1) Umumnya berupa pertanyaan/kalimat tanya. 2) Banyaknya pertanyaan lebih dari satu 3) Banyaknya pertanyaan lebih banyak dari banyaknya rumusan masalah. 4) Mengapa Y rendah? 5) Mengapa Y perlu ditingkatkan? 6) Faktor-faktor apa yang menyebabkan Y rendah? 7) Bagaimana caranya agar Y meningkat? 8) Apa yang harus dilakukan Guru agar Y dapat Meningkat? 9) Dan seterusnya. c. Pembatasan Masalah Diperlukan adanya pembatasan masalah agar penelitian lebih terfokus Langkah awal, membatasi banyaknya variabel yang diteliti, variabel apa saja. ( dalam contoh di atas terdapat dua variabel yaitu variabel X dan variabel Y) Membatasi atau menjelaskan variabel terikat, misalnya untuk siswa mana, kelas berapa, semester kapan, tahun kapan, materi apa dsb. (dalam penelitian kuantitatif semacam definisi operasional) Membatasi atau menjelaskan variabel bebas, alat peraganya apa, apa yang dilakukan, siapa yang melakukan, kapan tindakan itu dilakukan.

328

d. Perumusan Masalah 1) Dikembangkan dari identifikasi dan pembatasan masalah. 2) Umumnya berbentuk kalimat tanya. 3) Kalimat tanya pada rumusan masalah lebih terinci karena telah melalui identifikasi dan pembatasan masalah. 4) Kalimat tanya yang diajukan mengacu ke variabel pada masalah pokok (Y) dan variabel pada masalah lain yang diteliti (X). 5) Kalimat tanya pada rumusan masalah harus dijawab. 6) Kualitas penelitian sangat dipengaruhi oleh kualitas jawaban bukan hanya banyaknya rumusan masalah 7) Perumusan masalah digunakan sebagai dasar untuk penentuan teori yang akan digunakan, sebagai arah dalam menentukan judul penelitian, sebagai arah dalam menentukan metode penelitian, sebagai arah dalam menentukan jenis penelitian. 8) Contoh perumusan masalah: Berdasarkan latar belakang, identifikasi dan pembatasan masalah tersebut di atas, diajukan rumusan masalah sbb: Apakah melalui X dapat meningkatkan Y bagi …. ? e. Tujuan Penelitian 1) Tujuan Umum Untuk meningkatkan Y (secara umum). Misalnya untuk meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa …. (belum menyebutkan kelas berapa dan waktunya kapan) 2) Tujuan Khusus Untuk meningkatkan Y melalui X ( secara khusus). Misalnya untuk meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa kelas … SD … pada semester …. tahun ….. f. Manfaat Penelitian 1) Manfaat Teoritis a) Mendapatkan pengetahuan atau teori baru tentang Y melalui X bagi siswa … b) Sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya. 2) Manfaat Praktis a) Manfaat bagi siswa b) Manfat bagi guru c) Manfaat bagi sekolah d) Manfaat bagi perpustakaan sekolah. 3. Kajian Teori a. Kajian Teori Memberikan ulasan-ulasan teoritis dengan konsep-konsep pembelajaran/pelayanan yang terkait dengan masalah yang diteliti dengan tindakan/layanan. Dalam menuliskan kajian teori hendaknya dikemukakan sesuai dengan variable yang diteliti, mengusahakan pustaka mutakhir, asli, relevan dan lengkap. b. Kerangka Berpikir Kerangka berpikir disusun dengan berbasis kajian teori dan dapat diakhiri dengan skema sebagai berikut :

329

KONDI SI AWAL

Guru : Belum menerapkan …… pada pembelajaran ……

Siswa : Prestasi belajar …. rendah

TINDAK AN

Menerapkan … pada pembelajaran …..

Siklus I : Menerapkan … dengan materi …

Siklus II : Menerapkan … dengan materi … Siklus III : Menerapkan … dengan materi …

KONDISI AKHIR

Diduga melalui penerapan … dapat meningkatkan prestasi belajar

c.

Perumusan Hipotesis Tindakan Hipotesis tindakan merupakan rangkuman dari kerangka berpikir. Contoh perumusan hipotesis tindakan sebagai berikut. Penggunaan metode bermain peran dapat mengatasi kejenuhan siswa dalam belajar drama pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010.

4. Metode Penelitian a. Setting Penelitian Deskripsikan tempat, kondisi dan waktu penelitian dilakukan. b. Subjek penelitian Deskripsikan Subjek penelitian secara lugas yang mencakup jumlah, jenis kelamin, cakupan, kondisi siswa. Data dan Sumber Data Pada bagian ini hendaknya dikemukakan jenis data apa saja yang dibutuhkan serta sumber data tersebut. Contohnya sebagai berikut. Data penelitian yang dikumpulkan berupa informasi tentang kemampuan siswa dalam menulis, motivasi siswa dalam menulis, serta kemampuan guru dalam menyusun rencana pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran di kelas. Data penelitian itu dikumpulkan dari berbagai

c.

330

sumber yang meliputi informan, tempat dan peristiwa berlangsungnya aktivitas pembelajaran, dan dokumen atau arsip. d. Teknik Pengumpulan Data Sejalan dengan data yang akan dikumpulkan serta sumber data yang ada selanjutnya dikemukakan teknik pengumpulan data. Contoh: Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data di atas meliputi pengamatan, wawancara atau diskusi, kajian dokumen, angket, dan tes yang masing-masing secara singkat diuraikan berikut ini. Validitas Data Teknik yang digunakan untuk memeriksana validitas data antara lain adalah triangulasi dan review informan kunci. Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan untuk menganalisis data-data adalah teknik analisis kritis. Selain itu juga sering digunakan teknik komparatif, yaitu membandingkan hasil antarsiklus. Indikator Kinerja Pada bagian ini perlu dikemukakan atau dirumuskan indikator sebagai tolok ukur keberhasilan penelitian Contoh: Peningkatan motivasi menulis siswa: menyusun kerangka sebelum menulis, pengumpulkan bahan, merevisi tulisan, dan sebagainya. Peningkatan kemampuan menulis siswa (Misalnya: Anak yang memperoleh nilai 7,5 lebih dari 80 %, rerata nilai menulis siswa meningkat (dari 65 menjadi 70). Prosedur penelitian Prosedur Penelitian mencakup: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi serta analisis dan refleksi. 1) Perencanaan Tindakan Deskripsikan tentang persiapan tindakan, kegiatannya mencakup : a) penyusunan rencana tindakan (skenario pembelajaran) b) penyusunan media c) penyusunan materi d) penyusunan instrumen e) Simulasi rencana tindakan 2) Pelaksanaan tindakan Deskripsikan skenario tindakan dalam rencana pelaksanaan tindakan dalam bentuk RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) serta jumlah pertemuaannya. 3) Observasi tindakan Jelaskan data yang dikumpulkan dan teknik pengumpulan data (soal test, lembar observasi, kuesioner) serta ujivaliditas yang digunakan. 4) Analisis dan Refleksi Deskripsikan teknik analisis yang digunakan serta bahan dan prosedur refleksi yang digunakan.

e.

f.

g.

h.

C.

Latihan 331

Apa yang dimaksud dengan setting penelitian ! 7. teknik analisis data. Lakukan review sejawat terhadap proposal yang telah anda susun! E. Tuliskan diagnosis penyebab permasalahan tersebut ! 4. identifikasi masalah.1. Tentukan focus permasalahan PTK berdasarkan masalah-masalah yang anda anggap mengganggu pembelajaran ! 3. perumusan masalah. Tuliskan alternative tindakan perbaikan yang dapat dilaksanakan! D. subyek. pembatasan masalah. kerangka berpikir dan hipotesis tindakan ? 6. indikator kinerja dan prosedur penelitian. pelaksanaan tindakan. Jelaskan prosedur penelitian tindakan meliputi perencanaan tindakan. teknik pengumpulan data. F. Hal-hal apa saja yang sebaiknya ditulis dalam Latar Belakang Masalah pada proposal PTK! 3. Apa hubungan antara latar belakang masalah. Identifikasilah 3 masalah yang anda anggap mengganggu pembelajaran ! 2. data dan sumber data. Lembar Kegiatan 1. Bagaimana keterkaitan antara kajian teori. Kajian teori disamping memuat tentang kajian teori itu sendiri juga berisi kerangka pemikiran dan hipotesis tindakan. validitas data. Pendahuluan berisi tentang latar belakang masalah. cobalah anda menyusun proposal penelitian tindakan kelas dengan mengacu pada sistematika di atas! 2. pembatasan masalah dan perumusan masalah ? 4. identifikasi masalah. Berdasarkan pada permasalahan pembelajaran yang telah berhasil anda identifikasi. Metode penelitian memuat setting. tujuan penelitian dan manfaat penelitian. Tuliskan bagaimana sebuah judul PTK itu sebaiknya ditulis ! 2. Kajian Teori dan Metode Penelitian. Bagaimana sebaiknya kajian teori ditulis dalam proposal PTK ? 5. Rangkuman Proposal Penelitian Tindakan Kelas memuat Pendahuluan. observasi tindakan dan refleksi ! 332 . Tes Formatif 1.

Perbedaan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: No. 333 . peserta diharapkan mampu menyusun persiapan pelaksanaan tindakan kelas. Materi 1. Kompetensi Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. komponen-komponen yang terdapat dalam kedua persiapan tersebut memiliki kesamaan dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku. serta berfokus pada kompetensi yang akan dicapai. sedangkan rencana yang dibuat oleh guru yang melaksanakan PTK disebut rencana perbaikan pembelajaran (RPP). membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. 4. guru perlu memperkaya diri dengan sumber lain dibuat secara rinci. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. Media dan Sumber Kegiatan dirancang secara cermat. Kompetensi dan Indikator 1. 1. Tahap Persiapan Sebelum mengajar. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. yaitu guru sebagai pegajar dan guru sebagai pengajar dan peneliti. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. Secara garis besar. Rencana Perbaikan Pembelajaran Harus ditambahkan tujuan perbaikan Rencana Perbaikan Pembelajaran Ditulis secara lebih rinci 3. Kedua peran ini memiliki beberapa perbedaan yang dapat ditinjau dari segi tahap persiapan pembelajaran. tahap pasca pelaksanaan pembelajaran. seorang guru seyogianya membuat persiapan. Indikator Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. a. baik guru yang mengajar secara rutin. 2. Rencana yang dibuat oleh guru yang mengajar secara rutin dikenal dengan sebutan rencana pembelajaran (RP). Namun ada beberapa perbedaan yang cukup mencolok dari keduanya. tahap pelaksanaan pembelajaran. maupun guru yang mengajar untuk memperbaiki pembelajaran (melakukan PTK). B. Tugas Guru Sebagai Guru dan Peneliti melalui PTK Dalam bahasan ini peran guru dibedakan menjadi dua. 2. No. peserta diharapkan mampu mengidentifikasi tugas-tugas guru dan sebagai peneliti melalui PTK.PERSIAPAN PELAKSANAAN TINDAKAN KELAS A. Komponen Tujuan Komponen Materi Rencana Pembelajaran Tidak ditambahkan tujuan perbaikan Rencana Pembelajaran Biasanya hanya ditulis dalam bentuk pokok bahasan saja atau berupa outline sering diisi seadanya dibuat secara singkat.

5. tidak diamati oleh kolaborator Pelaksana PTK Memfokuskan diri pada pembelajaran dan kemudian sebagai peneliti. Kriteria keberhasilan ini tentu tidak semuanya berkaitan dengan hasil belajar. dalam tahap perencanaan ini. No. Kriteria keberhasilan tertentu bervariasi. ataukah data akan dikumpulkan sendiri dengan bantuan alat perekam. perbedaan peran guru sebagai pengajar dan guru sebagai pengajar dan peneliti (pelaksana PTK). jenis data yang dikumpulkan. 6. dapat dilihat pada tabel berikut. sesuai dengan tujuan perbaikan yang dirancang . Evaluasi tidak menggambarkan keseluruhan proses pembelajaran hanya dicantumkan deskripsi singkat. guru yang melaksanakan PTK perlu menetapkan kriteria keberhasilan sesuai dengan tujuan perbaikan. termasuk berapa lama pengamatan dilakukan di mana pengamat akan duduk. dan sebagainya perlu disepakati. Diamati oleh kolaborator 4. 3. Pengajar hanya memfokuskan diri pada pembelajaran Dapat melakukan penyesuain transaksional Biasanya tidak mencatat peristiwa penting yang terjadi selama pembelajaran Pada kegiatan awal. Para guru membuat sendiri kriteria ini yang didasarkan pada tingkat kecerdasan peserta didik dalam kelas yang diasuhnya . alat ukur yang digunakan lebih banyak dan bervariasi Di samping mengembangkan setiap komponen dalam RP. juga pada pengumpulan data Kelalaian dalam melakukan penyesuain transaksional dapat berdampak pada hasil penelitian. apersepsi yang dilakukan biasanya secara spontan. dan cara pengumpulannya. Selain itu. 1. Pada kegiatan inti. waktu pengamatan. b. tetapi juga ada yang berkaitan dengan proses belajar. seperti tes objektif atau soal uraian. 2. Penentuan besarnya kriteria keberhasilan belum ada yang baku. maka guru harus menyepakati jenis bantuan yang diperlukan. Guru harus menyempatkan diri untuk mencatat atau merekam peristiwa penting yang terjadi dalam pembelajaran Apersepsi yang dilakukan harus benar-benar menarik bagi siswa (dirancang dengan baik) Tugas guru lebih kompleks sehingga membutuhkan kecermatan yang baik. menggunakan satu alat ukur saja lengkap dengan pertanyaan yang akan diajukan dicantumkan secara rinci butir–butir tes yang akan diberikan.Pembelajara n 5. 334 . Di samping menyiapkan rencana pembelajaran yang rinci. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Pada tahap pelaksanaan pembelajaran. Jika diperlukan teman sejawat. tugas guru lebih sederhana Saat di kelas. pelaksana PTK juga perlu menentukan apakah akan meminta teman sejawat untuk membantu mengamati proses pembelajaran atau pelaksanaan tindakan.

Kadang-kadang pengimplementasian RP dengan pembelajaran di kelas agak berbeda Biasanya hanya melakukan tes pada akhir pembelajaran (atau salah satu dari komponen dalam kegiatan penutup) Rencana yang telah dibuat harus benar-benar diikuti agar proses pembelajaran lebih efektif Merangkum. 5) Merangkum hasil perbaikan pembelajran. 2. juga mempunyai keuntungan yang sangat berharga. memberi tes. yaitu : 1) Menghimpun/merangkum catatan yang dibuat selama pembelajaran.7. Orang yang ikut membantu dalam pelaksanaan PTK atau yang biasanya disebut sebagi kolaborator dapat membantu guru dalam mengidentifikasi dan menganalisis masalah. Artinya.dan pusat kerja guru (PKG). Selanjutnya guru harus mengakomodasi hasil perbaikan dalam perencanaan perbaikan berikutnya. Mengapa? Sebab dalam upaya perbaikan pembelajaran. jug dapat keuntungan yaitu mempunyai pengalaman mengamati secara cermatperistiwa pembelajaran yang mungkin selama ini tidakfpernah dipikirkan. Kolaborasi seyogianya bersifat saling menguntungkan. serta mengadakan hubungan langsung secara pribadi. Guru dituntut untuk mengingat kembali apa yang sudah ia lakukan dan bagaimana respon siswa. Membangun Kolaborasi Kolaborasi atau kerja sama sangat penting dalam PTK. 6) Merangkum penyebab belum tercapainya perbaikan yang dirangkum pada butir e. guru yang bertuga hanya mengajar mungkin segera dapat beristirahat. dan memberi tindak lanjut. Tahap Pasca Pembelajaran Setelah pembelajran usai. yaitu lebih mengenal 335 . segera setelah pelajaran selesai. di samping mungkin dari para pendidik lain. membentuk kelompok derja seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau kalau di tingkat sekolah dasar dikenal dengan istilah Kelompok Kerja Guru (KKG). 8. namun guru yang melaksanakan PTK masih punya tugas yang harus segera dilakukan. terutama dari teman sejawatnya. misalnya antara guru matematika dengan dosen matematika di LPTK atau kerja sama dua orang guru di satu sekolah yang saling membantu. rapat-rapat rutin sekolah yang membahas upaya perbaikan pembelajaran. seperti kerja saman sekolah dengan LPTK. Ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan oleh guru pelaksanan PTK. yang mencakup apa yang sudah tercapai dan apa yang belum tercapai. guru yang membantu mengamati teman sejawatnya mengajar. dan apa dampaknya bagi siswa. c. serta dalam merencanakan tindakan perbaikan. 3) Berdiskusi dengan teman sejawat untuk membahas data yang dikumpulkan. 2) Berdialog dengan siswa jika diperlukan. Kolaborasi dapat dibangun melalui berbagai cara. Dosen LPTK yang membantu guru dalam proses perencanaan PTK. guru memrlukan bantuan dari berbagai pihak. 4) Melakukan refleksi untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.

g) Kemungkinan kompetensi yang diharapkan dapat dikuasai 2) Dalam pelaksanaan PTK. selama pembelajaran guru perlu mengikuti rencana tersebut dengan cermat. Latihan 1. Tuliskan Rencana Perbaikan Pembelajaran terhadap Rencana Pembelajaran yang pernah anda buat tersebut! D. a. ketika antara guru dan siswa sedang berlangsung. Dengan pengalaman ini. Namun bagi guru yang melaksanakan PTK. 3) Agar keefektifan rencana tersebut dapat diketahui. lebih-lebih jika penyesuaian ini menjadi salah satu tujuan perbaikan. Untuk itu dalam melaksanakan PTK perlu dilakukan persiapan yang matang agar kedua peran guru tersebut dapat berjalan baik. guru harus melakukan Transaksional dan mencatat dalam buku catatan agar dapat dianalisis dengan cermat. Rangkuman Dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas guru memiliki 2 tugas sekaligus. kejadian ini harislah dicatat dan menjadi bahan refleksi yang akan dimanfaatkan untuk rencana perbaikan berikutnya. Manfaat apersepsi : a) Menarik perhatian peserta didik b) Proses pembelajaran akan berjalan lancer c) Peserta didik bersemangat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan d) Mendapat keterampilan baru e) Nilai dan sikap yang akan disampaikan akan tumbuh dengan baik. 4) Namun jika ada yang tidak sesuai. agar pembelajaran sesuai dengan rencana dan data terkumpul dengan cermat. kelalaian melakukan penyesuaian ini akan berdampak pada hasil penelitian. ia juga harus memfokuskan diri pada pengumpulan data. Tuliskan kembali Rencana Pembelajaran yang pernah anda buat ! 2. Penyesuaian Transaksional adalah penyesuaian yang dilakukan guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Tugas pertama adalah sebagai pengajar dan tugas kedua adalah sebagai peneliti. dapat dipastikan dosen akan lebih mantap dalam mendidik mahasiswanya. C. Tidak hanya sekedar kata-kata “ Guru menyampaikan apersepsi” tetapi menulis dengan rinci. guru harus melakukan penyesuaian (transaksional).sekolah tempat mahasiswaanya akan bertugas mengajar. 336 . guru benar-benar mempersiapkan beberapa apersepsi dengan cermat dan rinci dalam RP. Kegiatan Awal 1) Kegiatan pembelajaran dimulai dengan apersepsi yang maksudnya menarik perhatian dan minat peserta didik menghadapi materi pelajaran yang akan disampaikan. Kedua tugas tersebut harus dapat dilaksanakan dengan baik. Cobalah anda menghitung berapa Rencana Pembelajaran yang pernah anda buat dalam satu semester yang memerlukan perbaikan! 2. f) Peserta didik akan tenang dan senang sampai akhir pembelaran. Perbedaan antara guru mengajar biasa dengan guru pelaksana PTK : Guru mengajar biasa hanya memfokuskan diri pada pembelajaran. Selama mengajar. Guru pelaksana PTK memfokuskan diri pada pembelajaran dan kemudian sebagai peneliti. Apa pendapat anda tentang hal tersebut! E. Lembar Kegiatan 1.

Mengapa kolaborasi diperlukan ! 337 . Tuliskan perbedaan tugas guru sebagai pengajar dan sebagai peneliti pada tahap persiapan pembelajaran ! 2.F. Tes Formatif 1. Tuliskan perbedaan tugas guru sebagai pengajar dan sebagai peneliti pada tahap pelaksanaan pembelajaran ! 3. Tuliskan perbedaan tugas guru sebagai pengajar dan sebagai peneliti pada tahap pasca pembelajaran ! 4.

B. Simpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 1. inti. Pembahasan BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. yaitu pembuka. Hipotesis Tindakan BAB III. Teknik Pengumpulan Data D. Subjek Penelitian C. Teknik Analisis Data E. Berikut adalah contoh komponen laporan hasil PTK dengan kelengkapan dan sistematikanya. Apabila peserta mendapatkan sistematika yang tidak sama dengan tulisan ini harap disesuaikan. Prosedur Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Secara umum sistematika suatu laporan terdiri dari 3 bagian pokok. dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris(jika 338 . maupun pembaca utama yang ditargetkan. Latar Belakang Masalah B.PENYUSUNAN LAPORAN PTK A. METODE PENELITIAN A. Abstrak Abstrak berisi uraian ringkas permasalahan dan cara pemecahannya. Uraian Materi Penyusunan Laporan Penelitian Ada beberapa jenis penyusunan laporan penelitian yang tergantung pada penyandang dana. 2006). Tujuan Penelitian D. Manfaat Hasil Penelitian BAB II KAJIAN PUSTAKA A. JUDUL HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL (KALAU ADA) DAFTAR GAMBAR (KALAU ADA) DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN A. Abstrak diketik satu spasi dengan font 11. tujuan. Lokasi dan Waktu Penelitian B. Hasil Penelitian B. Kompetensi dan Indikator Peserta dapat memahami cara pembuatan laporan penelitian tindakan dalam mata pelajaran matematika. Kajian Teori B. Rumusan Masalah dan Pemecahannya C. Kerangka Pikir C. dan penutup (Depdiknas. prosedur dan hasil PTK. Indikator Menyusun Laporan Penelitian Tindakan Kelas.

tujuan pengembangan inovasi. Gambar yang dimaksud adalah gambar yang diambil selama proses PTK berlangsung dan berguna antara lain. mata pelajaran. Selain itu diuraikan pula pelaksanaan tindakan . sedangkan data lengkap disajikan dalam lampiran. 2. Di bagian ini dapat pula disampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang berjasa dalam pelaksanaan PTK. Jumlah kata dalam abstrak tidak melebihi 200 kata dan dilengkapi dengan kata-kata kunci sebanyak 3-5 kata. 5. 8. karakteristik peserta didik. Uraian ini digunakan sebagai dasar penyusunan kerangka berpikir dan usaha pengembangan membangun argumen teoritik dalam menjelaskan hasil yang diperoleh baik yang positif maupun negatif. dan juga disajikan hasil pengumpulan data yang diperoleh melalui berbagai instrument. Daftar Isi Daftar isi memuat bagian awal laporan. Daftar Tabel Daftar tabel memuat nomor dan judul semua tabel yang ada dalam laporan disertai pencantuman nomor halamannya. Prosedur berupa uraian secara rinci tahap-tahap kegiatan dalam setiap siklus. disertai pencantuman nomor halamannya. 7. untuk menggambarkan situasi kelas laboratorium atau mimik seorang peserta didik yang dapat memperkuat uraian dalam komponen penemuan. BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian berisi deskripsi lokasi. perumusan masalah dan pemecahannya(termasuk definisi operasional dan ruang lingkup pengembangan inovasi). bagian akhir. 339 . 4. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam hasil penelitian disajikan dalam bentuk siklus dengan data lengkap. manfaat hasil pengembangan inovasi. BAB II KAJIAN PUSTAKA Kajian pustaka berisi uraian teori dan temuan penelitian yang relevan yang digunakan sebagai dasar dalam pemilihan pendapat dan pelaksanaan PTK. berkaitan dengan tindakan yang digunakan dalam upaya meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan dan pembelajaran. waktu. BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan memuat unsur latar belakang masalah. 9. Kata Pengantar Kata pengantar berisi hal-hal yang ingin disampaikan oleh tim pengembang sehubungan dengan pelaksanaan PTK dan hasil yang dicapai. Disampaikan pula aspek keberhasilan dan kelemahan dan rencana tindak lanjut. 6. Daftar Gambar Daftar gambar memuat nomor dan judul semua gambar yang ada dalam laporan disertai pencantuman nomor halamannya.diperlukan). Bab dan sub bab. 3. Dalam bagian ini diuraikan tindakan yang khas yang dilakukan sehingga terlihat bedanya dengan pembelajaran yang selama ini biasa dilakukan. dan prosedur pengembangan inovasi.

judul. penutup. Daftar pustaka dapat bersumber pada buku. metode penelitian. apa yang perlu dilakukan pada siklus berikutnya. judul. pendahuluan. 10. E. 12. instrumen pengembangan C. simpulan dan saran. 2. abstrak. penutup. LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran memuat RPP yang dilaksanakan. Daftar pustaka dituliskan secara konsisten dan alphabetis. simpulan dan saran. penutup. yaitu pembuka. Lembar Kegiatan 1. kajian pustaka. pendahuluan. Laporan penelitian tindakan kelas memuat antara lain A. 11. semuanya disajikan secara lengkap. DAFTAR PUSTAKA Daftra pustaka yang dicantumkan dalam laporan hanya yang benar-benar dirujuk di dalam naskah. Bagian inti terdiri dari pendahuluan. B. inovasi. daftar pustaka. hasil penelitian dan pembahasan. Tes Formatif 3 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat 1. cermati dan diskusikan apakah isi dan makna dari tiap-tiap bagian dalam laporan tersebut. daftar isi. abstrak. judul. Langkah Kegiatan Bacalah dengan cermat masing-masing komponen dalam teori cara menyusun laporan penelitian tindakan kelas. metode penelitian. abstrak. kajian pustaka. C.Mengapa berhasil (tidak)?. Latihan Untuk meningkatkan pemahaman dalam menyusun laporan carilah contoh laporan penelitian tindakan kelas. hasil dan pembahasan. abstrak. saran sebaiknya disusun secara operasional ditujukan kepada siapa. kemudian mulailah mengidentifikasi isi dari masing-masing bagian tersebut. Hasil Hasil bahasan dari laporan penelitian tindakan kelas yang sudah ada. 340 . pendahuluan. majalah. daftar pustaka. dan penutup. daftar pustaka. Saran disusun untuk tindak lanjut penelitian berdasarkan pembahasan hasil penelitian dan juga untuk penerapan hasil. Baguan pembuka terdiri dari judul. F. Disajikan analisis data dan hasil perubahan dalam bentuk grafik/statistik deskriptif dioptimalkan. judul. daftar tabel. D. Rangkuman Secara umum sistematika suatu laporan terdiri dari 3 bagian pokok. daftar lampiran. sehingga ada ulasan tentang perubahan yang dihasilkan dari tiap siklus dan keseluruhan siklus. inti. simpulan dan saran. dan bukti lain pelaksanaan PTK. halaman judul. BAB V SIMPULAN DAN SARAN Di dalam simpulan yang disusun harus sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian. hasil dan pembahasan. pendahuluan. jurnal. metode penelitian. D. kajian pustaka. kajian pustaka. Bagian penutup berisi daftar pustaka dan lampiran. abstrak. dan internet. kata pengantar. kajian pustaka. riwayat hidup. daftar gambar. Dalam pembahasan adalah membahas hasil penelitian.

C. hasil penelitian 3. naratif. dari penelitian yang serupa. abstrak. dan tabel. 341 . buku yang pernah dibaca. analisis. sampel penelitian. buku yang dirujuk pada naskah proposal. 7. grafik. Pada bagian saran yang ditulis adalah tindak lanjut A. berdasarkan hasil penelitian B. C. lokasi penelitian. dari penelitian sebelumnya. C. C. teori penelitian. B. pendahuluan.Salah satu yang bukan bagian dari metode penelitian adalah A. uraian teori dan temuan penelitian yang relevan yang digunakan sebagai dasar dalam pemilihan pendapat dan pelaksanaan penelitian. B. jurnal yang pernah dibaca. daftar buku-buku. internet dan yang lainnya. hasil penelitian C. buku yang dirujuk dalam naskah laporan. Penyajian hasil penelitian dapat dilakukan dengan cara A. B. hasil penelitian. naratif. Daftar pustaka yang dicantumkan dalam laporan penelitian adalah A. 5. 6. C. C. D. kata pengantar. teori-teori serta hasil penelitian pada topik yang sama yang sudah pernah dilakukan oleh orang lain maupun yang belum dilakukan. D. sintesis. gambar. Pada bagian metode penelitian pada umumnya penulis menyajikan A. gambar. C. B. Gambaran umum mengenai substansi sebuah laporan dapat ditemukan pada A. D. metode penelitian. tabel. rencana penelitian. D.2. 8. 10. rencana penelitian. D. D. D. 4. subjek penelitian. kualitatif. diagram. Kajian pustaka merupakan bagian penting dari laporan penelitian. 9. B. D. simpulan. B. subjek penelitian. sebab berisi A. jurnal. sampel. objek penelitian C. populasi. D. berdasarkan kajian teori. B. informasi yang berkaitan dengan penelitian tindakan kelas. temuan penelitian. Dalam pembahasan yang dibahas adalah A. diagram. kajian teori. B. Salah satu bagian dari metode penelitian adalah A.

dan Supardi. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru.Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. Harun Joko Prayitno. 2007. Rahman. http://suksesbersamasukarto. Maman. Jakarta : Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen Dikdasmen Depdiknas. dan Adyana Sunanda (Ed. Pembudayan Penulisan Karya Ilmiah. 1995. Ditjen Dikti Depdikbud.com/2010/02/dasar-dasar-penulisan-karyatulis_01. Kamis 19 Juni 2008. Malang : Universitas Negeri Malang. Penelitian Tindakan Kelas. “Penelitian Tindakan Kelas untuk Peningkatan Profesionalisme Guru SLTP”. Soly Abimanyu. Jelaskan apa yang perlu ditulis dalam hasil penelitian! 2. Thoybi. Makalah. Jelaskan apa yang perlu ditulis dalam pembahasan! 3.blogspot. Bandung : Yrama Widya. dkk. 342 . Penelitian Tindakan Kelas (Dalam Bagan). Surya. Suharsimi Arikunto. Jelaskan apa yang perlu ditulis pada simpulan dan saran! DAFTAR PUSTAKA Aqib.S. Untuk Guru. Jakarta : Bagian Proyek PGSD. Disampaikan dalam Seminar Nasional Penelitian Tindakan Kelas dalam Rnagka Pengembangan Profesionalisme Konselor.). M. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. 2008. 2008. IKIP PGRI Semarang. Suhardjono.html Kasiihani Kasbolah E. Zainal. Semarang : Universitas Negeri Semarang. Jakarta : Bumi Aksara. 2001. 2002. Penelitian Praktis untuk Perbaikan Pengajaran. Depdiknas. 2000. Mohamad. Surakarta : Muhammadiyah University Press. “Hakikat dan Peranan PTK dalam Pengembangan Profesionalisme Konselor”. H.

343 .

344 .

345 .

346 .

347 .

348 .

349 .

350 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful