BAB II MIKRO LINGUISTIK

A. Tujuan Pembelajaran Pada bab II ini pembelajar dapat menjelaskan struktur dasar fonologi, struktur dasar morfologi, struktur dasar sintaksis, strktur dasar semantis,karakteristik setiap aliran, seperti aliran tradisional, struktural, aliran fungsional, tranformasi generatif, serta dapat mengungkapkan secara tulis dan atau lisan. B. Uraian Materi 1. Fonologi a. Pengertian dan Pendekatan Fonetik 1) Pengertian Fonetik Fonetik adalah studi tentang bunyi-bunyi ujar (Samsuri, 1981:91). 2) Pendekatan Fonetik Pendekatan fonetik ada 3 cara yaitu a) auditoris, b) akustis, dan c) artikulatoris. a) Auditoris Auditoris adalah penyelidikan mengenai kemungkinan bunyi-bunyi ditanggapi oleh alat pendengar/telinga ketika bunyi-bunyi bahasa itu dikumandangkan oleh pembicara. Karena cara ini sangat bersifat subjektif, orang yang berkepentingan merasa tidak mantap dan sukar dipertanggungjawabkan sebagai hasil penelitian ilmiah. Di samping itu, buku-buku yang menguraikan mengenai fonetik auditoris Itu sedikit sekali, dan keahlian yang dituntut sebenarnya adalah keahlian dalam ilmu kedokteran b) Akustis Dengan cara pendekatan akustis kita berusaha mempelajari bagaimana arus bunyi yang telah keluar dari rongga mulut atau rongga hidung atau kedua-duanya sipembicara merupakan gelombang-gelombang bunyi ujaran. Penyelidikan cara ini memerlukan pengetahuan ilmu-ilmu pasti karena bunyi-bunyi harus dideskripsikan dengan tanda-tanda angka atau rumus-rumus matematis. Kecuali kurang praktis, tidak semua ahli bahasa dapat menggunakan cara ini dan pada hakikatnya hanya bunyibunyi yang berupa gelombang-gelombang di uadara. Untuk itu, bagaimana mengucapkannya tidak dapat dilukiskan, yang dapat dilukiskan mungkin besarnya amplitudu getaran ketika terlepas mulamula dari pita suara, maka hasil penyelidikan itu masih diragukan dalam terapannya. Selain itu, cara ini memerlukan biaya yang tidak sedikit. Contoh: Apabila kita memetik gitar, maka tali gitas akan bergetar dan terjadilah bunyi yang dapat kita dengar. c) Artikulatoris/Organik Pendekatan artikulatoris adalah menyelidiki bagaimana bunyi-bunyi bahasa itu dihasilkan oleh alat-alat (organ) si pembicara (organs of speech). Cara ketiga ini yang memang mudah, praktis, dan dapat diberikan bukti-bukti datanya sehingga setiap orang dapat menerapkannya. Hampir semua gerakan alat-alat ucap itu dapat kita periksa, dari paruparu, sekat rongga dada, tenggorokan, lidah, dan sampai bibir. Pekerjaan-pekerjaan alat-alat yang statis hampir semua dapat kita ‘rasakan’. Cara pendekatan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

93

Penutur pendengar

Alat-alat bicara sistem

getaran-getaran udara Yang dihasilkan

telinga dari auditoris

b. Proses Penghasilan Bunyi Bahasa Pada umumnya bunyi dihasilkan dengan menghembuskan udara keluar dari paru-paru melalui rongga mulut dan atau rongga hidung. Macam-macam alat ucap secara garis besar seperti berikut: 1) Artikulator ialah alat-alat yang mudah/dapat bergerak (bersifat dinamis), pada umumnya terdapat di bagian lidah dan bibir bawah. 2) Titik artikulasi ialah alat-alat yang tidak/ sukar bergerak (bersifat statis). Di samping itu, masih ada lagi yang merupakan keharusan ialah arus udara yang dialirkan keluar dari paru-paru. Contoh penghasilan bunyi bahasa: Dalam menghasilkan bunyi [c] misalnya dapat kita lihat kerjasama antara ketiga faktor tersebut di atas. Mula-mula udara mengalir dari paru-paru, sementara itu, ujung lidah (apex) bergerak menyentuh langit-langit keras akibatnya udara terhalang. Ujung lidah sebagai artikulator, sedangkan langitlangit keras sebagai titik artikulasi.

Posisi pita suara:

a terbuka lebar

b terbuka agak lebar

c terbuka sedikit

d tertutup sama sekali

Keterangan gambar: (a) Posisi untuk bernafas secara normal; (tidak menghasilkan bunyi bahasa), (b) Posisi yang menghasilkan bunyi tak bersuara, (c) Posisi yang menghasilkan bunyi bersuara, (d) Posisi yang mengawali atau mengakhiri bunyi hamzah(glottal stop).

94

c. Klasifikasi Bunyi-bunyi Bahasa Fona pada hakikatnya dapat digolongkan menjadi 2 yaitu fona segmental dan fona suprasegmental (prosodi). Masing-masing dapat dijelaskan seperti berikut. 1) Fona Segmetal Fona segmental ialah fona yang jelas warnanya, artinya batas artikulasinya dapat dianalisis satu dengan yang lain, sehingga secara relatif dapat digolongkan menjadi 2, yaitu: (a) Vokoid ialah fona segmental yang pada umumnya tidak mendapat halangan ketika difonasikan dan bersuara. (b) Kontoid ialah fona-fona segmental yang umumnya mendapat halangan baik penutupan maupun penyempitan pada artikulasi tertentu ketika dihasilkan atau difonasikan dan sebagaian bersuara, sebagian lagi tansuara. 2) Fona Supra segmental Fona supra segmental ialah fona yang sukar dikenal warnanya, hanya dapat dianalisis kualitasnya melalui fonasi fona-fona segmental; artinya fona-fona supra segmental itu hanya ada bersama-sama dengan fonasi fona-fona segmental. Oleh karena itu, fona supra segmental tidak mungkin dapat dianalisis terlepas dari fona-fona segmental. Fona supra segmental dapat dirinci atas: a) Tekanan(stress) b) Panjang(length) c) Nada(pitch) d) Jeda(juncture) e) Intonasi terminal(terminal intonation). (akan dibicarakan lebih lanjut pada bagian lain). d. Fona Segmental Fona segmental adalah fona yang apabila diartikulasikan mudah diartikulasikan. 1) Klasifikasi Vokoid Untuk membuat klasifikasi, kita memakai kriteria yang sangat umum, yaitu posisi lidah, aktivitas lidah, dan bentuk bibir. a) Menurut posisi lidah: (1) Vokoid tinggi: [i, I, u, U]. (2) Vokoid sedang: [E, e, o, ]. (3) Vokid rendah: [a, A, ]. b) Menurut akyivitas bagian lidah: (1) Vokoid depan : [i, I, E, ] (2) Vokoid pusat : [e, a, A, ] (3) Vokoid belakang: [u, U, o, ]. c) Menurut bentuk bibir: (1) Vokoid bundar : [u, U, o, ] (2) Vokoid tanbundar: [i, I, e, E, a, ]. 2) Klasifikasi Kontoid a) Cara artikulasi a) Berdasarkan cara artikulasi, kontoid dapat digolongkan seperti berikut. (1) Kontoid plosif/hambat yaitu kontoid yang terjadi dengan jalan alat ucap tertutup sama sekali pada suatu tempat sehingga udara

95

tertahan, dan ketika halangan itu dilepaskan keluarlah udara tersebut dengan tiba-tiba diiringi semacam letupan. (2) Konotid eksplosif: apabila disudahi semacam letupan. Contoh: [p,b] (3) Kontoid implosif: apabila disudahi dengan tidak ada letupan. Contoh: [k, t, d, g, ?] (4) Kontoid afrikat: yaitu kontoid yang terjadi dengan mula-mula tertutup alat ucap seluruhnya seperti pada posisi kontoid plosif, kemudian halangan itu terlepas dengan diiringi semacam friksi (bunyi geser). Contoh : [c, j] pada kata <cara, dan jalan>. (5) Kontoid frekatif: ialah kontoid yang terjadi dengan penyempitan jalan ucap pada suatu tempat sehingga arus udara masih dapat keluar melalui mulut dengan menimbulkan semacam friksi. Contoh: [f,v,x,G,h] pada kata <fanta, volume, khabar, ghoib, hati>. (6) Kontoid spiran ialah kontoid yang terjadi dengan penyempitan jalan ucap pada suatu tempat dan mendapat halangan semacam pengadukan, sementara itu terdengar bunyi desis. Contoh: [s,S,z,Z] pada kata-kata <sedar, syarat, zaman, measure(Inggris)>. (7) Kontoid nasal: ialah kontoid yang terjadi dengan tertutupnya pada suatu tempat, sedangkan velum merendah, sehingga arus udara keluar melalui rongga hidung dan rongga mulut. Contoh: [m, n, n, n] pada kata-kata <makan, nona, nyonya, singa>. (8) Kontoid lateral: ialah kontoid yang terjadi dengan tertutupnya sama sekali lajur tengah, sehingga arus udara masih dapat keluar melalui kiri kanan lidah. Contoh: [l] pada kata <lidah>. (9) Kontoid trill: ialah kontoid yang terjadi dengan bergetarnya apex (ujung lidah) yang mendekati alveulum ketika arus udara terhembus keluar melaluinya. Contoh: [r] pada kata <radar>. (10) Kontoid flaps: ialah kontoid yang terjadi getaran apex sekali. Contoh: [r] pada kata-kata <very, better, metter>. (11) Semi vokal: ialah kontoid yang terjadi dengan penyempitan pada suatu tempat dalam jalur ucap seperti artikulasi [i,u], kemudian meluncur pada suatu tempat yang lain sehingga arus udara masih dapat keluar melalui mulut diiringi semacam bunyi luncur. Contoh: [W,Y] pada kata <warung, yang>. b) Berdasarkan titik artikulasi Berdasarkan titik artikulasi, kontoid-kontoid dapat digolonggolongkan menjadi seperti berikut. (1) Kontoid labial ialah kontoid yang dihasilkan dengan labium sebagai titik artikulasinya yang disentuh bibir bawah. Contoh: [p,b,m,w] pada kata-kata <papa, babi, mama, warga>. (2) Kontoid dental ialah kontoid yang dihasilkan dengan gigi atas sebagai titik artikulasi yang ditekan/ dikenai apex. Untuk selanjutnya cara mengungkapkan seperti kontoid labial dan dental. Contoh: [f,v] pada kata-kata [fantasi, fafourit, volume]. (3) Kontoid interdental Contoh: [t,d,] pada kata-kata <terang, damar(Jw)>. (4) Kontoid alveolum 96

Contoh: [t,d] pada kata <puthu, thukul ‘sejenis makanan, tumbuh’, medhi ‘pasir’ (Jw)>. (5) Kontoid palatal Contoh: [c,j,n,y,S] pada kata-kata <cari, jarang, nyata, yang, syirik]. (6) Kontoid velar ialah kontoid yang dihasilkan dengan velum sebagai titik artikulasi tempat didekati dorsum. Contoh: [k,g,x,n] pada kata-kata <ksrsng, guna, khabar, arang>. (7) Kontoid faringal ialah kontoid yang terjadi dengan farinx sebagai titik artikulasi, atau radix tertarik ke arah farinx. Contoh:[ ] pada kata maklum. (8) Kontoid glotal (glottal stop) Contoh: [?] pada kata-kata <anak, jarak>. c) Berdasarkan artikulator Berdasarkan artikulator kontoid dapat digolongkan seperti berikut. (1) Kontoid labial ialah kontoid yang dengan labium(bibir bawah) sebagai artikulator yang terkatup bibir atas atau menekan gigi atas. Contoh: [p,b,m,f,v,w] seperti pada kata-kata yang sudah dicontohkan kontoid labial di atas. (2) Kontoid apikal Contoh: [t,d,t,d,c,n,l,r,r]. (3) Kontoid laminal Contoh: [c,j,s,S,z,Z]. (4) Kontoid dorsal Contoh: [k,g,x,n,G]. (5) Kontoid radikal Contoh: [ ] pada kata arab <‘adat>. d) Berdasarkan artikulator dan titik artkulasi Berdasarkan artikulator dan titik artukulasinya kontoid-kontoid dapat dibagi seperti berikut. (1) Kontoid bilabial ialah kontoid yang dengan labium (bibir bawah) sebagai artikulator yang menyentuh bibir atas sebagai titik artikulasinya. Contoh: [p,b,m,w]. (2) Kontoid labiodental Contoh: [f,w]. (3) Kontoid apiko-interdental Contoh: [t,d]. (4) Kontoid apiko-alveolar Contoh: [t,d,n]. (5) Kontoid palatal Contoh: [t,d,j,,ny/n,y,s,S]. (6) Kontoid velum Contoh: [k,g,x,n/ng]. (7) Kontoid radix-faringal Contoh: [ ]. (8) Kontoid glotal/hamzah/glottal stop Contoh: [ /’]. (9) Kontoid laringal Contoh: [h] pada kata-kata <hambar, hembus>. e) Kondisi pita suara 97

n(ng)]. Tanda diakretik yang digunakan seperti berikut.?.r. aduh ‘jauh sekali’ [?adu:h] assalam [?assala:m].] : nada mendatar [ V ] : nada turun naik [ /\]: nada naik turun.f.d.z. Dalam lukisan prosodi sering juga tangga nada itu ditandai dengan angka: 98 . Untuk melukiskan fona-fona prosodi itu biasanya dipergunakan berbagai-bagai tanda diakretik Tandanya terbatas sekali. yang terjadi mungkin kontoid atau vokoid.x.d. seperti bahasa Cina.c.l.v. e. ‘ : untuk menandai tekanan yang sekunder “ : untuk menandai tekanan yang primer Contoh: ‘green “house ‘white “house Panjang pendek/length Panjang pendek ialah ciri prosodi yang merupakan perpanjangan suatu fona.b.w. (2) Kontoid nasal Contoh: [m.t. 1) Tekanan/stress Bermacam-macam cara untuk melukiskan tekanan tersebut. terutama ciri-ciri prosodi yang kontras-kontras.d.h.t. Korea.c.g.k. Untuk itu. kontoid dibedakan seperti berikut.n.. dan lain-lain pitch itu tinggi frekuensinya.p. Contoh: ‘adoh’ [?adoh] .s.t.d.s.x.Berdasarkan kondisi pita suara kontoid dapat dibedakan seperti berikut.Z. (1) Kontoid suara Contoh: [b. lebih banyak berhubungan dengan pembicaraan fonem.j.S.. Fona-fona supra segmental itu digolong-golongkan menjadi: 1) Tekanan/stress 2) Panjang pendek/length 3) Nada/pitch 4) Juncture 5) Intonasi terminal/terminal intonation. karena dipergunakan selaku komponen yang membedakan makna. Pitch itu biasanya dilukiskan dengan: [ /] : nada naik [ \] : nada menurun [ . f) Berdasarkan jalan yang diikuti arus ujaran ketika keluar dari rongga ujaran.?].o.S.u.n(ny).Z]. (2) Kontoid tansuara Contoh: [p. (1) Kontoid oral Contoh: [a.z. Dalam beberapa bahasa tertentu.g.f.k.v.h. 2) Nada/pitch Nada atau pitch ialah naik turunnya suara ketika sederetan fon-fona difonasikan.w]. Nada tersebut ditulis di atas silabel atau fona yang harus diucapkan dengan disertai pitch.. Fona Suprasegmental Fona suprasegmental atau fona prosodi tidak semudah fona segmental cara mencatatnya. Dalam tuturan(utterances) keseluruhan atau rangkaian nada merupakan tangga suara atau tangga nada(pitch level).j.

Kedua macam tersebut dapat dipakai dalam transkripsi fonetis. 3) Jeda/juncture Jeda adalah batas atau perhentian antara satuan-satuan fona. Jeda luar dapat dibagi menjadi 3 macam: [ / ] . yaitu dengan cara substitusi(komutasi). 1985:61). Oleh ahli-ahli bahasa biasanya dilukiskan adanya dua macam jeda. Metode yang dipakai untuk keperluan tersebut biasanya sangat sederhana. Pendeknya atau lama sebentarnya perhentian itu relatif sekali. 99 . a) Jeda dalam (internal juncture) adah jeda yang terdapat dalam perkataan selaku batas silabel. Panjang atau pendeknya atau lama sebentarnya perhentian itu relatif sekali.phoneme) sering didefinisikan sebagai kesatuan bunyi yang terkecil dalam sebuah bahasa yang dapat membedakan makna (Prawirasumantri. atau mudahnya dapat dikatakan bahwa jeda yang terdapat antarsuku kata. atau jeda yang terdapat dalam kata. jeda tunggal [ // ] : jeda rangkap [ # ] : jeda silang rangkap. jika kata itu terdiri atas paling sedikit dua silabel diberi tanda [+]. 2) Tugas fonemik a) Fonemik itu berusaha menyelidiki serta menentukan fonem-fonem yang terdapat pada bahasa/bahasa-bahasa yang menjadi objek penelitian itu(membuat invetaris sistem bunyi). b) Jeda luar (external juncture) ialah jeda yang terdapat di antara unsur-unsur frasa. Temponya mungkin pendek atau panjang(lama). Contoh: [mi + lI?] [ki + ta]. f. bahkan dalam struktur hampir tak dapat dibedakan adanya bermacam-macam jeda. Tanda yang dipakai adalah: [  ] : untuk mendatar [ --^] : untuk menaik yang ditaruh sesudah jeda silang rangkap.a) b) c) d) Angka 1 : untuk Angka 2 : untuk Angka 3 : untuk Angka 4 : untuk pitch terendah pitch yang lebih tinggi pitch yang lebih tinggi lagi pitch yang paling tinggi. Biasanya sesudah intonasi terminal menyusullah kesenyapan akhir dan awal. Fonem dan Tugas Fonem 1) Pengertian Fonem Fonem (inggris. Contoh: # ?a + yah // su + dah / da + tan / ta +di / pa + gi # c) Intonasi terminal (terminal intonation) Intonasi terminal ialah lagu penghabisan satuan tutur pada setiap yang disebut kalimat. [ --v ] : untuk menurun Contoh: [# ?a +dI? // se + dan / me + na + nIs #--V ] Kadang-kadang juga diletakkan pada bagian jeda silang : [ #> ] : untuk mendatar [ # ] : untuk menaik [ # ] : untuk menurun.

Hal ini terbukti apabila katakata tersebut dianalisis atau diuraikan ke dalam bentuk yang bermakna. b) Prosodi sebagai ciri distingtif Contoh: (1) Anak dukun / beranak. c) Fonemik mencoba menemukan sistem dalam materi fonem-fonem dengan ciri-ciri distingtifnya. yakni rumah dan jalan sebegai bentuk dasarnya dan 100 . (2) Anak / dukun beranak. b) Fonemik berusaha memnetukan sifat-sifat atau ciri-ciri distingtif fonemfonem. jalan. Usaha itu merupakan percobaan/pengujian gabungan fonem-fonem. Sama halnya dengan kata berumah dan berjalan masing-masing terdiri atas dua bentuk bermakna. d) Fonemik itu berusaha menyusun perumusan distribusi fonem tiap bahasa yang menjadi objek penelitian. 2.serta rumah. ‘belanga’ : ‘tulang’ pier : bier pier : ier ‘cacing’ : ‘bir’ peer : beer peer : eer ‘buah pir’: ‘beruang’ pal : bal pal : al ‘tetap’ : ‘pesta’ paard : bard paard: aard ‘kuda’ : ‘jenggot’ pak : bak pak : ak ‘pak’ : ‘bak’ pest : best pest : est ‘sampar’: ‘terbaik’. Demikian pula kata rumah-rumah dan jalan-jalan masing-masing terdiri atas dua bentuk bermakna. e) 1) Ciri Distingtif a) Oposisi: /t/ vs /d/ /s/ vs /c/.dan sepeda. paar: baar paar: aar baar: aar ‘kelamin’ : ‘ gelombang’ pot : bot pot : ot dst. Pengertian Morfologi dan Satuan-satuan Gramatik 1) Pengertian Morfologi Perhatikan contoh-contoh berikut berdasarkan unsur-unsur pembentuknya. Kata sepeda sebagai bentuk ulangnya. lama telah mencoba mengemukakan cara itu dengan mempergunakan sepuluh pasang minimal kata yang mirip paling sedikit mengandung sebuah fonem masing-masing yang berbeda. yang biasa disebut kata akan nyata bahwa strukturnya berbeda-beda.Ahli-ahli fonemik (fonologi) Belanda. Sama halnya dengan kata rumah dan jalan: kata bersepeda terdiri atas dua bentuk bermakna. yaitu ber. Kata sepeda terdiri atas satu bentuk bermakna tidak dapat diuraikan menjadi lebih dari satu bentuk yang masih mengandung makna. a) sepeda b) Rumah c) jalan bersepeda berumah berjalan sepeda-sepeda perumahan berjalan-jalan sepeda motor rumah-rumah jalan-jalan rumah-rumahan menjalani rumah sakit menjalankan Kalau kita perhatikan contoh-contoh di atas. Sistem distingtif ditentukan oleh oposisi. Morfologi a. misalnya <tari> vs <cari>. Ciri-ciri distingtif itu mengandung fungsi dapat membedakan sesuatu fonem dengan fonem yang lain. yaitu ber.

Kata rumah-rumahan terdiri atas 3 bentuk. Sama halnya dengan kata rumah sakit yang terdiri atas rumah dan sakit. luar. meng-.rumah serta jalan sebagai bentuk ulangannya. Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa morfologi ialah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk bentuk kata. yang sebenarnya terdiri dari satuan ber. kota. kemudian mendapat imbuhan afiks ber. Bentuk terikat adalah bentuk yang memilki makna gramatikal dan melekat pada bentuk dasar. beli. baik arti leksikal. Kata berpakaian misalnya. misalnya sepeda. luar. kota. bersepeda ke luar kota. merupakan bentuk kompleks (Ramlan. disebut satuan gramatik. dan sebagainya. b) Bentuk Bebas dan Bentuk Terikat Bentuk bebas adalah bentuk yang dapat berdiri sendiri dalam tuturan biasa dan memilki sifat dapat dilekati bentuk-bentuk atau afiks lain. ternyata ada perbedaannya. sepeda. beli. Satuan-satuan ber-. Perbedaannya ialah satuan-satuan sepeda tidak mempunyai satuan yang lebih kecil lagi. sepeda. 2) Satuan Gramatik a) Pengrtian Satuan Gramatik Jika kita mendengar tuturan seseorang atau tuturan seorang informan dengan seksama. masing-masing merupakan bentuk tunggal. ia membeli sepeda. Kata sepeda motor terdiri atas dua bentuk bermakna.dan sepeda. bersepeda ke luar kota. yakni sepeda dan motor. berbeda dengan bersepeda.bentuk terikat dan sepeda bentuk bebas. bersepeda. “Ia membeli sepeda baru”. yang terdiri dari satuan ber-. atau disingkat satuan. maupun makna gramatikal seperti bentuk-bentuk di atas. yakni rumah sebagai bentuk dasarnya dan rumah sebagai bentuk ulangnya.menjadi berpakaian. Kata perjalanan terdiri atas per-an dan jalan. ke. dan 4) penjenisan kata. Satuan-satuan yang mengandung makna. a) Bentuk Tunggal dan Bentuk Kompleks Satuan sepeda dibandingkan dengan bersepeda. dan baru. 1985). 1985:25). Satuan gramatik yang tidak terdiri dari satuan yang lebih kecil disebut bentuk tunggal. baru. 2) proses pembentukan kata. ke. Pada garis besarnya morfologi membicarakan: 1) morfem-morfem yang terdapat dalam sebuah bahasa. selanjutnya kata pakaian terbentuk dari unsur dasar pakai dengan afks – an. bersepeda ke luar kota. Begitu pula pada bentuk-bentuk yang lain(Prawirasumantri. sedangkan satuan yang terdiri dari satuan-satuan yang lebih kecil disebut bentuk kompleks. baik tunggal. 101 . ia meng-. 3) fungsi proses pembentukan kata. dan berbeda pula dengan satuan “Ia membeli sepeda baru”. yang terdiri dari satuan ia. serta –an sebagai imbuhan. bersepeda ke luar kota. ternyata bahwa ada satuan-satuan yang berulang-ulang dapat kita dengar. terbentuk dari bentuk dasar pakaian dengan efiks ber-. Contoh. sedangkan satuan-satuan bersepeda. Bentuk dasar ialah bentuk. bersepeda. maupun kompleks yang menjadi dasar bentukan bagi bentuk yang lebih besar. c) Bentuk Asal dan Bentuk Dasar Bentuk asal ialah satuan yang paling kecil yang menjadi asal suatu kata kompleks. ber. Misalnya kata berpakaian terbentuk dari bentuk asal pakai mendapat imbuhan afiks –an menjadi pakaian. “Ia membeli sepeda baru”.

(3) Tidak mempunyai makna leksikal. 2) infiks. afiks dapat dibedakan atas: 1) prefiks. (6) Fungsi afiksa untuk mmbentuk kata kompleks. dan proses pemajemukan (Ramlan 1985 46-49). proses pengulangan. dan 4) simulfiks (konfiks). (5) Secara gramtis terikt. 3) sufiks. a) Afiksasi Afiks adalah imbuhan yang dibubuhkan pada bentuk dasar yang memiliki kesanggupan melekat pada bentuk-bentuk lain untuk membentuk kata kompleks. Ciri-ciri afiks: (1) Berupa bentuk terikat. (2) Makna afiks secara relatif tidak tetap. (4) Tidak pernah bertindak sebagai bentuk dasar. b) Pengulangan 102 . (7) Memiliki kesanggupan untuk melekat pada bentuk-bentuk dasar yang lain.d) Unsur dan Unsur Langsung Unsur adalah bentuk-bentuk atau nsur-unsur yang membentuk kata kompleks. Contoh: berpakaian pakaian berU pakai U -an U berperikemanusiaan Perikemanusian Kemanusiaan berU peri U ke-an U manusia U 3) Proses Morfologis Proses morfologis ialah proses pembentukan kata-kata dari satuan lain yang merupakan dasarnya. Bahasa Indonesia terdapat tiga proses morfologis ialah proses pembubuhan afiks. Unsur langsung adalah unsur yang langsung membentuk kata kompleks. Berhubungan dengan posisinya.

Misalnya... memukul. Contoh: berdua. ke-an. -i. tua bangka. (2) Afiks ber(a) Bermakna ‘melakukan perbuatan . bermain. c) Pemajemukan Kata majemuk ialah gabungan unsur-unsur yang membentuk kata baru. (4) Perulangan merupakan proses penutup.. Prinsip-prinsip penentuan kata ulang: (1) Terdapatnya kata dasar yang diulang. infiks. mencetak. -kan. peng-an. (3) Perulangan itu tidak mengubah kelas kata. (4) Mengulang dengan variasi fonem. sunyi senyap. (c) Bermakna ‘kumpulan yang terdiri dari .. Contoh: menepi. dan lain-lain. d) Fungsi Afiks Afiks pembentuk verbal antara lain: meng-. bernyanyi. baik dengan variasi fonem maupun tidak. Afiks pembentuk adjektival ialah se-nya. ter-. (d) Menyatakan makna ‘dalam keadaan’ pada kata menyendiri.Proses pengulangan adalah pengulangan bentuk dasar atau satuan gramatik.’ Contoh: melebar. (b) Bermakna ‘dalam keadaan’ Contoh: bergembira.. per-. di-. bersedih. membaca. Contoh: menulis.. 103 .’. ber-. meresmikan. per-an. menyempit. Afiks pembentuk numeraial yaitu se-.’ Contoh: berangkat. (2) Terdapatnya pertalian yang relevan antara bentuk ulang itu dengan kata dasarnya. (2) Mengulang sebagian bentuk dasarnya.. meninggi. berpadu. bersembahyang. orang tua (3) Gabungan unsurunsurnya membentuk makna baru. Kata majemuk dengan unsur unik adalh bentuk yang di dalam kombinasi satu-satunya dengan bentuk lain. beran. (2) Unsur-unsurnya tidak bisa diputarbalikkan. berdagang. (b) Menyatakan makna ‘menjadi . berbahagia. bertiga. Misalnya: rumah makan. Ciri-ciri kata majemuk: (1) Di antara unsur-unsurnya tidak bisa disisipi unsur lain. menggulai. Contoh: tua renta. misalnya kacamata. meluas. ke-an. (c) Menyatakan makna ‘melakukan seperti pada bntuk dasarnya’. rumah sakit. baik sebagian atau seluruhnya. (3) Mengulang berbareng dengan afiks. mengecil. Macam-macam kata ulang: (1) Mengulang seluruh bentuk dasarnya. merokok. -an. membatu. berlima.. Afiks pembentuk nominal peng-. Hasil pengulangan itu disebut kata ulang. e) Makna afiks (1) Makna afiks meng(a) Menyatakan perbuatan aktif transitif.

. diresmikan. (c) Bermakna ‘yang memiliki sifat . terbaca.’. tersinggung. Contoh: segunung. Contoh: terbawa. semeter. (6) Afiks perBermakna ‘kausatif’ Contoh: perbesar. (b) Bermakna ketidaksengajaan’. (b) Bermakna ‘urutan’. terduduk. Contoh: pengeras. pertuan. Contoh: tertinggi. serumah.. dikemasi. Contoh: diambil. perkuda. (9) Afiks –kan (a) Bermakna ‘benefaktif’. pencipta.. berpakaian. penguat. (3) Afiks diBermakna ‘suatu perbuatan pasif’. pendingin. Contoh: kedua(orang). penghalus. bersuara. periang. (8) Afiks ke(a) Bermakna ‘kumpulan yang terdiri dari . (e) Bermakna ‘mempunyai . sebuah.’. peramah. perlima. (d) Bermakna ‘setelah’. pendiam. terjepit. seperti’. tercetak. Contoh: pemalas. pencukur. Contoh: setibamu. sepulangku. Contoh: (pegawai) kedua. tersentuh. (rumah) kedelapan. membawakan. tertusuk. Contoh: berayah. (c) Bermakna ‘sama. perdua. pembela. sekecil. (c) Bermakna ‘ketiba-tibaan’. penjahit. terduga. pemalu. Contoh: terbagi. sehari. terluas. seisi kampung. Contoh: berbaju. terperosok. terjatuh. tertanam. Contoh: membacakan. terlihat. membuatkan.’. (4) Afiks ter(a) Bermakna ‘aspek benefaktif’. pengangkut. pertinggi. (d) Bermakna ‘dapat di-‘. terbesar. (e) Bermakna ‘paling –‘. berumah. (b) Bermakna ‘alat untuk meng---‘ Contoh: pemtong. terjahit. (5) Afiks peng(a) Bermakna ‘yang (pekerjaannya) meng---‘.. dilarikan. Contoh: ternilai. dibangun. (b) Bermakna ‘seluruh’. terpandai. pemanis. sebulan. sekembalinya... bersepeda.. berwibawa.’. Contoh: sekarung. terindah. Contoh: se-Indonesia. sehebat. 104 . Contoh: terbangun. (d) Bermakna ‘kausatif’. (7) Afiks se(a) Bermakna ‘satu’. (meja) keempat.. berpemimpin. pemukul. terhukum. terselami. berladang. Contoh: pembaca.(d) Bermakna ‘melakukan perbuatan . tertutup.. ketiga (pasang). terlihat. pengarang. membelikan. pemancar. penakut..

Contoh: kebaikan. menggulai. Contoh: pembacaan. Contoh: negarawan.. Contoh: kehujanan. kesinambungan. (12)Afiks –wan (a) Bermakna ‘0rang yang ahli’. kesultanan.. kecurian. kedinginan. 90-an. Contoh: 50-an. pengajuan. pembelian. Contoh: (majalah) mingguan. kedengaran. kegembiraan. Contoh: mendudukan. Contoh: ratusan. usahawan. mendatangi. menanami. kerajaan. (b) Bermakna ‘ hal-hal yang berhubungan dengan’. ilmuwan. pengertian. membasahi. pengiriman. (tiga) bulanan. menerbangkan. Contoh: kelurahan. keberangkatan. (a) Bermakna ‘memberi . kecamatan. memerahi. literan. sosiawan. ribuan. penulisan. pendapatan. (d) Bermakna ‘beberapa’. Contoh: cendekiawan. kelaparan. membuangi. Contoh: kelihatan. (d) Bermakna ‘dalam keadaan tertimpa’. pengadaan. (13) Afiks ke-an (a) Bermakna ‘suatu abstraksi/hal’.Afiks peng-an (a) Bermakna ‘hal meng---‘. Contoh: timbangan. ratusan. memberangkatkan. menyampuli. tulisan. kemasukan. Contoh: kehewanan. (b) Bermakna ‘cara meng---‘. tatabahasawan.(b) Bermakna ‘kausatif’. mencabuti. garisan. (c)Bermakna ‘hasil perbuatan/apa-apa yang di ---‘’ Contoh: pendengaran. Contoh: menggarami. (b)Bermakna ‘orang yang/orang yang memiliki sifat’. (c) Bermakna ‘satuan yang terdiri dari’. rohaniwan. kewanitaan. ribuan. (cacatan) harian. kemanusiaan. (14). Contoh: mengotori. (b) Bermakna ‘objeknya menyatakan tempat’. Contoh: meteran. Contoh: mengambili.. mengguntingi. (b) bermakna ‘tiap-tiap’. (10)Afiks –i (a) Bermakna ‘berulang-ulang meng---‘. keduniaan. 105 . relawan. penglihatan. jutaan. (11)Afiks –an (a) Bermakna ‘alat untuk meng---/hasil meng---‘. 80-an. menulisi. (e) Bermakna ‘temapt/daerah’. ketahuan. meninjui. Contoh: penyajian. karangan. memanasi. pengaturan. (c) Bermakna ‘dapat di---‘.’. kiloan. Contoh: menduduki. (e) Bermakna ‘sekitar’. melempari. mengatapi. (c) Bermakna ‘kausatif’.

Contoh: pergedungan. Contoh: perkampungan. pengasingan. Dalam wujud tulisan berhuruf latin. pertokoan. persembunyian. peralatan. tanda tanya(?). di dalamnya disertakan pula berbagai tanda baca seperti koma(. (c) Bermakna ‘saling’. setinggi-tingginya.). semesntara itu. Contoh: berloncatan. pertapaan. Contoh: perbekalan. bergantungan. disela jeda. perbukitan. Batasan Kalimat Kalimat adalah satuan bahasa terkecil. sepadan dengan intonasi akhir. beterbangan. Contoh: peristrahatan. kalimat diucapkan diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut. Contoh: persahabatan. perairan. (b) Bermakna ‘hal/hasil ber---‘. bergulingan. (e)Bermakna ‘ tempat meng---‘. persyaratan. Tanda titik. 3. b. (d) Bermakna ‘daerah’. Dalam wujud lisan. dan diakhiri dengan intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan ataupun asimilasi bunyi ataupun proses fonologis lainnya. dan seru. S–P–O : Rani mendapat hadiah. kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik(. berlompatan. titik dua(. (15) Afiks per-an (a) Bermakna perihal ‘. 1) 2) 3) 4) Pola Kalimat Dasar S-P : Orang itu sedang tidur. pengungsian. Sintaksis a. perhentian. bermunculan. perindustrian. pernafasan. tanya.(d)Bermakna ‘alat yang digunakan untuk meng---‘. dalam wujud lisan atau tulisan. (c) Bermakna ‘tempat ber---‘. (16) Afiks ber-an (a) Bermakna ‘banyak pelaku’. Spasi yang mengikuti tanda titik. sedangkan yang lain sepadan dengan jeda. Contoh: bersentuhan. Contoh: 1) Hai Min! 2) Hai. perkemahan. 3) Parmin akan bermain ke Simpanglima. (b) Bermakna ‘pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang’. 106 . berpapasan. yang mengungkapkan pikiran yang utuh. atau tanda seru (!). Contoh: pengadilan. tanya dan seru melambangkan kesenyapan. dan spasi. pembuangan. Contoh: sepenuh-penuhnya. persekutuan. perkapalan. persekolahan. S – P – Pel : Pancasila merupakan dasar negara kita. perkotaan. Contoh: pendengaran.). sekuat-kuatnya. (e) Bermakna ‘berbagai-bagai’. penglihatan. S–P–K : Kami tinggal di Jakarta. tanda pisah (-). berkirim-kiriman. bergoyangan. Contoh: berdatangan. (17) Afiks se-nya Afiks se-nya bermakna ‘superlatif’.

Contoh kalimat lain berketerangan dan berpelengkap: (1) Guntur selalu naik sepeda ke sekolah. (2) Dia menugaskan pekerjaan itu kepada saya. 107 . dan objek. Predikat dalam kelompok verba ekatransitif adalah verba yang digolongkan dalam kelompok verba ekatransitif. 2) Kalimat Berpredikat a) Kalimat Taktransitif Kalimat yang tak berobjek dan takberpelengkap hanya memiliki dua unsur fungsi wajib. b) Kalimat Ekatransitif Kalimat yang berobjek dan tidak berpelengkap mempunyai tiga unsur wajib. urutan katanya adalah subjek-predikat. Contoh: (a) Mereka akan membentuk kelompok belajar. E) Kalimat Berpredikat Adjektival Contoh: (1) Alasan para pengunjuk rasa agak aneh. (2) Buku itu sudah dibacanya/dia baca. objek. Jenis Kalimat 1) Kalimat Tunggal Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri atas satu klausa. 6) S – P – O – K : Dian mengambil air minum di dapur. c) Kalimat Dwitransitif Verba transitif dalam bahasa Indonesia yang secara semantis mengungkapkan hubungan 3 maujud. d) Kalimat pasif Contoh: (1) Tugas itu harus mereka selesaikan. yakni subjek. Pada umumnya. predikat . (f) Kalimat Berpredikat Nominal Contoh: (1) Ini adalah masalah keluarga mereka sendiri. 7) S – P – O – Pel – K : Dian mengambilkan adiknya air minum di dapur. Contoh: (1) Pemerintah akan memasok semua kebutuhan Lebaran.5) S – P – O – Pel : Dian mengambilkan adiknya air minum. dan pelengkap yang dinamakan verba dwitransitif. Contoh: (1) Ida sedang mencarikan adikknya pekerjaan. c. yakni subjek dan predikat. Hal itu berarti konstituen untuk setiap kalimat adalah satu subejk dan satu predikat. Contoh: (1) Padinya menguning. Maujud itu maing-maing subjek.

(b) Setelah dua tahun berpisah. (1) Setara Penambahan Konjugtor yang dipakai adalah dan.. tetapi. dan setara memilih. sementara. atau. dan tidak sombong. sewaktu.. tatkala. (2) Setara Perlawanan Konjugtor yang dipakai adalah tetapi. tidak / bukan hanya. Contoh : .(g) Kalimat Berpredikat Numeral Contoh: -Uangnya banyak sekali. dll.. Kalimat majemuk ada dua macam.. melainkan. baik. yakni: Kalimat majamuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. sambil. Contoh : (a) Pengurus KUD harus berwibawa. sedangkan. (2) Apa kabar? Kalimat Majemuk Kalimat majemuk adalah kalimat yang mempunyai minimal dau klausa. Konjugtor yang dipakai seperti : dan.. a) Kalimat majemuk setara Kalimat majamuk setara adalah kalimat yang memiliki dau klausa atau labeh dan kedudukannya sejajar / sederajat. bukan. tidak / bukan saja.. tidak .. dan namun. tetapi. kemudian. kemudian. anak itu kembali ke orang tuanya. sedari.. maupun.. . (b) Kami harus pergi sebelum dia datang. melainkan.. sedangkan. lalu. padahal.. maupun . padahal. dan air matanya terus mengalir. atau berbohong untuk menyenangkan hati orang tuanya. Contoh : . b) Kalimat Majemuk Bertingkat Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih yang kedudukannya tidak sejajar. Contoh : .. setara perlawanan. (1) Hubungan Waktu Konjugtor yang dipakai adalah sejak. Contoh : (a) Aku tidak mengarti akan hal itu ketika aku masih anak anak. lalu.. (2) Hubungan Syarat 108 1) . ketika.Ibu hanya mengangguk – angguk.. serta.. (h) Kalimat Tak lengkap Contoh: (1) Assalaamu’alaikum.. jangankan. Beberapa macam hubungan sematis pada kalimat majemuk bertingkat seperti berikut.. Kalimat majamuk setara ada tiga macam yang pertama setara menambah. baik. tidak / bukan sekedar.Dia harus mengatakan yang benar sesuai dengan keyakinannya..Jangankan disuruh melawan membantahpun dia tidak berani (3) Setara Memilih Konjugtor yang dipakai adalah atau.

. b. dia tidak pernah menangis di hadapanku. sebagaimana (7) Hubungan Penyebaban Konjugtor yang dipakai seperti sebab. laksana. (4) Hubungan Tujuan Konjugtor yang dipakai adalah agar.L walau (pun). selesailah seluruh permasalahan. (9) Hubungan Alat Konjugtor yang dipakai adalah dengan dan tanpa. (b) walaupun/meskipun hatinya sangat sedih.. kalau. sekalipun.Konjugtor yang dipakai adalah jika (lau). jangan – jangan. (b) Sudah dau hari dia tidak masuk jangan – jangan dia sakit. bagaikan. meski (pun). (11) Hubungan Perbandingan Konjugtor yang dipakai lebih/kurang. karena. sekiranya. (b) Hatiku bertambah ciut apabila/bilamana aku teringat bahwa akulah yang tertua (3) Hubungan Pengandaian Konjugtor yang dipakai adalah seandainya. (b) Saya sengaja tinggal di kota kecil agar dapat mengetahui kehidupan disana. kalau – kalau. andai kata. biar. apabila. (10) Hubungan Komplementasi Konjugtor yang dipakai adalah bahwa.. (12) Hubungan Oktatif Konjugtor yang dipakai adalah semoga/ moga – moga/ mudah – mudahan. saya tentu senang sekali menceritakanya.maka.. supaya. (6) Hubungan Perbandingan Konjugtor yang dipakai adalah seperti. bilamana. (8) Hubungan Hasil Konjugtor yang digunakan seperti sehingga. akibat. Contoh : (a) Jika Anda mau mendengarkannya. Contoh: a) gedung sekolah itu b) di halaman 109 . asal (kan). Frasa 1) Pengertian Frasa Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang tidak melebihi batas fungsi. andaikan. Contoh : (a) Kami pergi biar dia bisa bebas berbuat sesukanya. untuk. sampai. sehingga (sampai). dari (pada). (5) Hubungan Konsensif Konjugtor yang dipakai adalah A. oleh karena. Contoh : (a) Dia akan pergi sekalipun/biarpun kami mencoba menahannya. Contoh : (a) Seandainya para anggota kelompok menerima norma itu. ibarat. kalimat langsung.

Misalnya. Frasa endosentrik ada 3 macam. Tipe-tipe Penunjukan/Penyebutan a) Penyebutan 1 terhadap segolongan benda dll. meja’ dan lainlain. i. Semantik a. Penunjukan Fungsi kata ialah untuk menunjuk atau menyebut sesuatu (benda. . dilaksanakan). kata itu mempunyai makna yang berbeda-beda.. . (berputar). b) Tipe 2 terdapat pada kata onomatope.. (berlangsung). 2) endosentrik koordinatif. 2) Frasa Endosentrik Frasa endosentrik adalah frasa yang mempunyai distribusi atau kelas kata yang sama dengan semua unsur atau salah satu unsurnya. Presiden RI. Contoh : (1) ayah ibu (2)bembinaan dan pengembangan c) Frasa Endosentrik Apositif Frasa Endosentrik Apositif adalah frasa yang salah satu bagiannya yang unsur – unsurnya bisa saling menggantikan.Frasa ada dua macam yaitu frasa endosentrik dan frasa eksosentrik. Contoh : (1) buku baru (2) pembangunan lima tahun b) Frasa Endosentrik koordinatif Frasa Endosentrik koordinatif adalah frasa yang unsur – unsurnya memiliki kedudukan / kelas kata yang sejajar.. a) Frasa Endosentrik Atributif Frasa Endosentrik Atributif adalah farsa yang salah satu unsurnya menjadi pusat dan yang lain menjadi bawahan. sifat atau keadaan. b. b) Bapak SBY. (bergerak dari satu posisi ke posisi lain dengan kaki). misalnya: 1) Saya berjalan seorang diri. (terlaksana. anak Pak Sastro.. 2) Rapat sedang berjalan. seperti kata makan. Contoh : a) Indonesia. Kedua macam itu diuraikan seperti berikut ini. hal. 110 . Contoh: (a) Buku baru (c) Ahmad. 3) Rencana itu tidak berjalan. tanah airku. perbuatan/peristiwa. ii. segolongan benda disebut ‘buku. jumlah) yang bersifat luar bahasa. kursi. Pengertian Makna dan Arti Kata ` Di dalam kalimat. . 4) Sumbunya tidak berjalan.. dll. dan 3) endosentrik apositif.. Frasa Eksosentrik Frasa Eksosentrik adalah frasa yang tidak mempunyai distribusi / kelas kata yang sama dengan unsur – unsurnya. Contoh : a) di perpustakaan b) ke sekolah 4.. yang memiliki seperangkat ciri pembeda yang sama. yakni 1) endosentrik atributif. kata-kata emotif ekspresif dan kata-kata fonestem (kata yang mengandung gugus bunyi tertentu i.

. kata cecak.Keluaran sekolah bidan e. Tipe 8 penyebutan didasarkan atas nama tempat asal. Misalnya Aminah. Sinonim Sinonim ialah dua kata atau lebih yeng mempunyai arti leksikal yang lebih kurang sama. 111 d. 2. dll. jambu bangkok. bambu runcing. kata rumah meja. Misalnya. 5. Tipe arti reflektif ialah arti yang menimbulkan penggandaan arti. Tipe arti tematik ialah tipe arti yang menggambarkan pembicara mengorganisasikan amanatnya dalam bentuk: (1) pengurutan. Tipe 5 penyebutan berdasarkan salah satu sifatny yang paling menonjol.Bernyawa . Tipe 4 menyebut sebagian mewakili keseluruhan. ada 5 macam.Benda .Berjenis kelamin perampuan . Tipe 6 penyebutan didasarkan atas penemu atau pabrik pembuatnya. Tipe arti kolokatif ialah tipe arti yang dimiliki oleh kata tertentu yang cenderung bervalensi/bergabung dengan kata lain tertentu. a) b) c) menyarankan aspek semantis tertentu. Misalnya. dan (3) penekanan. Tipe 3 terdapat pada nama diri. kata sapi benggala. 3. filip. yang dipentingkan di muka ‘Kemarin saya akan pergi ke Solo’. Tipe arti afektif ialah yang mencerminkan perasaan pribadi si pembicara termasuk sikapnya yang diajak bicara.Manusia . den baguse. kata cantik.Dewasa . 1. Tipe arti stilistika ialah arti yang terdapat pada suatu ujaran tertentu yang mencerminkan lingkungan dan status sosial dari pemakaianya. Tipe Arti Tipe arti konsep. Penerapan metode analisis komponen misalnya kata bidan: . Tipe arti ini terutama terdapat pada kata kebanyakan bahasa yang bersifat satu dibanding satu. Misalnya. Misalnya. cerdas. Misalnya si Gendut. Tipe arti asosiatif.c) d) e) f) g) h) c. Misalnya. dan tampan. itiritir(Jw). Tipe ari konotatif ialah tipe arti yang bersif tertentuat tambahan. kata goni. pating grandul (Jw). Djarum (rokok). gepeng geping .geping banget. Kata ‘pendusta’. volt. (2) pemfokusan. Misalnya. ‘Sayalah yang akan pergi ke Solo’. ‘Hari ini saya akan ke Solo’. Misalnya. Boxy. diberi partikel. ‘Aku ini binatang jalang’. PSSI dikalahkan Bahrain 9:1. ‘Dhuh Gusti!’’. Misalnya. dengan tekanan primer. atau terhadap sesuatu yang dibicarakan. 4. Misalnya. Tipe 7 penyebutan didasarkan atas bahan yang dipakai untuk sesuatu benda. Misalnya. /bapaqe?/ (Banyumas). Misalnya. Metode Analisis Komponen Yang dimaksud metode analisis komponen ialah mengurai arti konsep suatu kata ke dalam ciri-ciri semantik dari sebuah kata. Misalnya.

gubug. Homofon 1) Polisemi Polisemi ialah sebuah kata yang mempunyai banyak makna. pembeli dan penjual. kata priduksi dan hasil. adverbia. lebih kecil. kata pohong dan bodin. rumit. Homograf. Misalnya. 2) Wujud berbalikan . misalnya. konjungsi. Faktor yang menyebabkan timbulnya polisemi: a) Pergeseran pemakaian. verba. pelik. 2) Homonim. Ada 3 tipe sinonim: 1) Antonim dipakai untuk menunjuk tipe ‘keberlawanan arti’ yang dapat dipertatarkan (anggota-anggotanya dapat dibedakan tingkat-tingkatnya. 2) Sinonim terjadi karena adanya kata-kata serapan atau dari bahasa asing. kata gagah dipakai untuk orang. sangat kecil. 3) Tipe komplementer ialah perangkat kata-kata yang arti leksisinya saling melengkapi. Antonim Antonim ialah hal berlawanan atau bertentangan arti leksikalnya. sulit. Misalnya. wisma. pria >< wanita. uang) b) Meluluskan (mencetak sarjana) c) Memasukkan (mencetak sarjana) d) Menghasilkan (mencetak penganggur) e) Menghasilkan/memperoleh dengan mudah (mencetak uang(untuk dokter). sinonim terdapat pad lingkup kelas: nomina. Ingg badan legislatif. Misalnya. d) Pengaruh dari bahasa asing. yang dapat dipertatarkan sangat besar. adjektiva. Macam-macam tipe sinonim: 1) Kata-kata yang bersinobim termasuk dialek yang berbeda-beda. f. c) Pemakaian kiasan. Homograf. istri dan bini. kecil. Misalnya. Misalnya. 3) Karena perbedaan laras. suami dan istri. lebih besar. mata jaum. b) Pemakaian khas di lingkungan masyarakat tertentu. 5) Bersinonim yang dapat diperbedakan berdasarkan kolokasinya(aspek semantik kata yang terdapat di sekitarnya. untuk polisi.Berdasarkan keanggotaan kategori. agak kecil. militer. g. Homonim. Misalnya. mata sapi. 4) Perbedaan di antaranya ditentukan oleh terdapatnya kadar afektif (di samping arti konsepnya) pada salah satu dari kata-kata bersinonim. numeralia. dan untuk alat perang. agak besar. Misalnya. dan Homofon Homonim Homograf Homofon Sama tulisan sama tulisan beda tulisan Sama bunyi beda bunyi sama bunyi Beda arti beda arti beda arti 112 . kata operasi. kata parlement (Prcs berbicara. Misalnya. kata sukar. kata mencetak bermakna. kata cantik yang dimaksudkan orangnya. dll. a) Menghasilkan sesuatu dengan dicetak (buku. preposisi. Polisemi. Misalnya. Misalnya besar dan kecil. tua >< muda. Misalnya. kata mata pada mata bisul. dan yang dimaksudkan bola yang masuk ke gawang. pronomina. kedokteran. Misalnya kata rumah.

d) yang melahirkan aku. Misalnya. kementrian perhubungan adalah transportasi. Jw masih ada makna yang lain misalnya. dan e) istri ayahku.pemakaian lain mencatut keuntungan.  rumput-rumputan Perubahan Makna Beberapa gejala perubahan makna dan faktor penyebabnya: 1) Bersifat referensial ialah arti konsep kata itu benar-benar telah berubah sehingga akibatnya referennya juga berubah.h. kata bujangga  Sansekerta berarti ular  Jawa kuno berarti sarjana. mencatut uang negara. Ciri semantiknya: a) Kata benda golongan manusia. Misalnya. Contoh lain kata amplop. c) dewasa. kata ibu pada mulanya menunjuk seorang istri ayah. 3) Akibat dari perubahan lingkungan pemakainya. ahli pikir dll. makna lain bagian dari fakultas tertentu. Cara mendapatkan penggolongan: 1) Memakai salah satu hioponim sebagai kata penggolong ! Tangan Lengan penggolong. Hiponim Hiponim itu yang menunjukkan relasi antarkata yang bersifat atas bawah atau relasi penggolongan dengan anggota-anggota yang menjadingolongannya atau bawahannya. Misalnya. b) berjenis kelamin perempuan. 4) Akibat dari perubahan asosiasi Misalnya. kata catut dipakai di perbengkelan. 113 . 2) Karena perluasan atau pembatasan makna. hasta tangan 2) Memakai kata pungut atau kata ambilan dari bahasa asing sebagai kata Puisi Puisi lama puisi modern Gurindam talibun syair pantun konvensional serius mbeling 3) Membentuk kata jadian yang berpola D-D-an Rumput i. kaum cerdik pandai. kata jurusan. Jawa baru dan Ind berarti sastrawan.

dikaji. Aliran Tradisional Aliran atau tata bahasa tradisional mempunyai ciri pembeda sebagai berikut: 1) Tidak ada pengenalan akan perbedaan-perbedaan antara bahasa ujaran dan bahasa tulisan. mata bisul. Berdasar konsep-konsepnya. bintang radio. Metafora Metafora adalah salah satu wujud daya kreatif bahasa di dalam penerapan makna. 5. mata air. kata terang indera penglihatan. Aliran Linguistik a. Misalnya. d) Metafora sinestesis. anjing kamu. jenis ini diciptakan berdasarkan pengalihan tanggapan. Misalnya. selain itu indera pendengaran. 6) Akibat perubahan jenis kata dan fungsi. kerbau kamu.5) Akibat perpinbahan tanggapan dari indera yang satu ke indera yang lain (sinestesis). Aliran Struktural Kontinental Aliran struktural Continental dipelopori oleh Ferdinand de Saussure dengan bukunya “Cours de Linguistique Generale” (1916) (=Inggris: Course in General Linguistics) (Indonesia: Pengantar Linguistik Umum). ii. yaitu pengalihan dari tanggapan berdasarkan inderapenglihatan ke pendengaran. c) Metafora yang timbul karena perpindahan pengalaman dari konkret ke abstrak atau sebaliknya. atau sebaliknya. manis. yang berupa dikotomi-dikotomi. b. (3) signifikan vs signifié. Kelima hal itu akan diuraikan secara berurutan di bawah ini. Yang merupakan rangkaian kuliahnya antara tahun 1906-1911. 5) Cenderung menggandrungi atau bahkan mempertahankan penemuanpenemuan terdahulu. (4) paradigmatik vs sintagmatik.misalnya. (6) Memberikan pemerian bahasa dengan berdasarkan pada satu bentuk bahasa yang s angat disukainya yaitu bahasa tulisan baku (standardised written form) (7) Menurunkan definisi yang mengaburkan. Misalnya. 2) Pemerian bahasa berdasarkan/memakai patokan-patokan bahasa Latin. serta dibicarakan manfaat tidaknya. kata bintang pada bintang pelajar. Miswalnya. j. kata babi kamu. 3) Menghakimi penggunaan bahasa dengan vonis benar-salah. de Saussure disebut sebagai bapak linguistik modern. b) Mtfr kehewanan yaitu metafora yang bersumber pada kehewanan. 114 . i. dan ia berenang di laut. Misalnya. objek-objek tertentu diberi nama: matahari. kata berenang dalam berenang itu menyehatkan badan. Kesan umum didapat bahwa buku itu mempunyai sejumlah pandangan yang bahkan sampai sekarang masih tetap penting untuk diketahui. (2) la langue vs la parole. seperti (1) sinkronik vs diakronik. kata mata. dan (5) bentuk vs substansi. kata hangat (perasaan ke pendengaran). 4) Memberikan pemerian atau memutuskan persoalan kebahasaan seringkali melibatkan logika. pahit. Macam-macam metafora: a) Antromorphomis (Ynn: Antronus (manusia) dan Morona (bentuk) yaitu jenis metafora yang dinamai berdasarkan nama-nama bagian tubuh manusia.

terbitlah karya besar Blommfield yang berjudul “Language”. dan sebagainya. Apa yang kita dengar itu adalah signifiantnya. jadi.h] yang kalau ditulis menjadi rumah. sedangkan parrole bersifat konkrit. tuturan.m. Makna ini adalah abstraksi dari sesuatu yang ada di dunia luar bahasa (extra linguistic word). Kalau kita mengucapkan rumah terdengar pada kita rentetan bunyi [r. dan sebagainya Kita melihat hubungan antara rumah dan bentuk-bentuk di bawahnya. Hubungan itulah yang disebut hubungan sintagmatik. 3) Signifiant dan Signifié Jika dalam Cours Saussure mementingkan hubungan (antara urutan bunyi dan konsepnya) sebagai tanda bahasa. Misalnya menyelidiki perkembangan bahasa Indonesia (dulu disebut bahasa Melayu) yang dimulai dengan adanya prasasti di Kedukan Bukit sampai kini. 2) Langue dan Parole Saussure memakai istilah Perancis langue dan parole untuk membedakan bahasa sebagai sistem yang bersifat sosial dan bahasa sebagai ujaran yang bersifat perseorangan. terbayangkan jendelanya. Langue adalah bagian sosial bahasa. Ata yang diucapkan sebagai rumah adalah bentuk yang mengandung arti ‘rumah’. dan semua ini menghasilkan konsep rumah di benak kita. Jadi. Kata diakronis (Yunani: dia = melalui.u. masa). di luar pemakai perseorangan. sedangkan parole berarti logat. Aliran Strukturalisme Amerika Tahun 1933. atapnya. 19-20 dalam Pateda. dua sisi itu biasa diberi nama bentuk dan isi (= arti). ucapan. hubungan seperti itulah yang disebut hubungan paradigmatik. kalau kita perhatikan bentuk-bentuk: rumah rumahnya merumahkan. kalau kita berkata Rumah si-Ali akan dijual kita melihat bentuk rumah yang dihubungkan dengan bentuk lain yang berbentuk suatu keutuhan. khonas = waktu. Diakronis diartikan subdisiplin linguisitk yang menyelidiki perkembangan suatu bahasa dari masa ke masa. sebagaimana dimanisfetasikan dalam kenyataan psiko-psikologi dan sosial dari tindak-tindak bahasa secara khusus. 1988) mengatakan “syntagmatic relations specify the combination of element into complex form and sentences paradigmatic relations are the relations between the element of the language system”. yang tidak dapat menciptakan atau mengubahnya. merupakan karyanya yang 115 c. sebenarnya yang lebih penting ialah bahwa tanda bahasa itu mempunyai dua sisi. Langue adalah bahasa tertentu. Sebaliknya.a. Dengan demikian. Buku itu terdiri atas 600 halaman. Sekarang. . Indonesia. Judul buku itu sama dengan judul buku Sapir yang diterbitkan 12 tahun sebelumnya. dapat dikatakan bahwa studi ini bersifat vertikal. dapat dikatakan bersifat horisontal. Perhatian ditujukan pada bahasa sejaman yang diujarkan oleh pembaca. yaitu signifiant dan signifié.1) Sinkronik vs Diakronik Linguistik sinkronik mempelajari bahasa tanpa memersoalkan urutan waktu. Biarpun bagi kami langue ternyata terdapat pada tingkatan yan glebih abstrak dari pada parole. 4) Sintagmatik dan Paradigmatik Manfred Bierwisch (1871. Keduanya itu dihubungkan: parole adalah aspek perseorangan bahasa. pintunya. misalnya bahasa Inggris. dan langue yang bersifat abstrak.

Bentuk taktik beserta makna yang dikandungnya itulah yang dinamakan bentuk gramatikal (grammatical form). – Ali memukul Badu >< Badu memukul Ali.paling besar. Dengan demikian. Ada 4 cara menurut Bloomfield menyusun bentuk (form): 1) order (urutan). sehingga sampai sekarang buku itu tetap tidak tersaingi. 1987: 14). t dan r adalah peristiwa-peristiwa bahasa (Samsuri. Dan dinamakan morfologi.T. hal itu merupakan rangsangan pengganti bahasa (r) yang menyebabkan dia memberi tanggapan praktis (T). contoh: John ran. (3) Substitution (substitusi). dalam bentuk bahasa tercakup kelas-kelas dan bagian-bagian kelas. Bentuk gramatikal yang terkecil disebut juga tagmene. yakni Roman Jakobson dan Andre Martinet. Contoh: pronouns (kata ganti). yang digambarkan dengan formula R --. isinya padat.P. --kalimat berita. 2) modulation (penggunaan fonem sekunder). Suatu ciri sederhana tatanan gramatikal merupakan ciri gramatikal atau taxeme. Ia sangat mengagumi A. Weiss. Aliran Fungsional Dalam pembicaraan tentang ilmu bahasa fungsional. kita tidak dapat memisahkan diri dari dua orang tokohnya. nomina. Taxeme itu terjadi dalam susunan gramatikal yang konvensional yang dinamakan juga tactic form (bentuk taktik). Bagi pendengar. (2) Construction (konstruksi). seperti: -ess dalam duke + ess –duchess.t . . dalam Soejono. Begitu terpengaruhnya pada pandangan behaviorisme itu sehingga di dalam esei-esei yang ditulisnya untuk “International Encyclopedia of Unified Science”. Maksudnya: Suatu rangsangan ini merupakan pengganti bahasa-bahasa (t).do not >< don’t. lion + ess –lioness. Gagasan fungsi bahasa. dan sebagainya. R dan T adalah “peristiwa praktis” yang seakan-akan tinggal di luar bahasa. adjektiva (adjectives). Pandangannya tentang penggunaan bahasa (the use of language) dirumuskannya dengan rumus “Rangsangan dan Tanggapan”. Konstruksi ini dinamakan Syntax kalau tidak terdapat bentuk terikat di antara konstituennya. seperti kata verba (verbs). apabila bentuk gramar itu merupakan suatu bentuk penggantian konvensional terhadap satu kelas dari bentuk lain.John >< John? 3) phonetic modification (modifikasi fonetik). dan ia pun terpengaruh olehnya. Berikut ini akan disajikan kedua tokoh itu dengan gagasan mereka. kalimat tanya. . sedangkan taxeme itu merupakan satuan bentuk yang terkecil. dan sebagainya. . -. Bloomfield sangat dipengaruhi oleh ilmu jiwa (behaviourisme). salah seorang pelopor ilmu jiwa behaviorisme. apabila konstituennya terdiri bentuk terikat. yang merupakan ciri khas Aliran 116 d. seperti berikut: (1) Sentence type (tipe kalimat). 1) Roman Jakobson Roman Jakobson adalah seorang ahli waris yang sangat penting dari Aliran Praha. 4) selection (memberikan satu faktor makna oleh karena bentuk yang berbeda memberikan makna yang berbeda pula). ia menyatakan syarat-syarat yang harus dipenuhi oelh metode ilmiah yang dapat dibatas dengan merujuk ke acuan behaviorisme. Akibatnya pengaruh yang merusak jiwanya itulah sehingga ia mengubah dasar pikiran yang dituangkan dalam bukunya yang pertama “An Introduction to Linguistic Science” (1914) dan menyesuaikannya dengan pandangan mekanistik penganut behaviorisme. r --. Bentuk gramar dikelompokkannya menjadi tiga kelas. Ita slept. -.

(4) Tenseness lawan lexness: energi tinggi lawan energi rendah. yang sana dengan ciri tekanan dan kuantitas. Kedua belas ciri oposisi dwimatra itu sebagai berikut. menempati kedudukan penting karya-karya Jakobson. (3) Kompak lawan tersebar: konsentrasi energi yang tinggi lawan yang rendah di dalam wilayah spektrum pusat yang relatif sempit. (7) Discontinuous [interupted] lawan continuant: jeda yang diikuti dan atau didahului oleh penyebaran energi pada sebuah daerah frekuensi yang luas (sebagai ledakan atau transisi yang cepat dari forman lokal) lawan tidak adanya perubahan mendadak di antara bunyi dan jeda semacam itu. penyebaran energi yang besar lawan yang kecil dalam spektrum dan waktu. (6) Nasal lawan oral: besar lawan sempitnya frekuensi daerah penyebaran energi. tense. Hal yang baru. vocal tract yang dapat berbentuk tanduk lawan yang berbentuk resonator Helmholtz (rongga luas dengan membuka tempat leher dilekatkan). ialah oposisi dwimatra yang dapat dipakai untuk menganalisis semua sistem fonologi yang dikenal. Ada lawan tidak adanya eksitasi tunggal atau primer pada glotis dan celah bebas melalui sistem vokal. beraspirasi lawan lax. Jakobson tidak hanya memasukkan unsur-unsur yang istimewa. lenis. Ada dua belas ciri oposisi dwimatra yang diperkenalkan oleh Jakobson. vokal terbuka lawan vokal tertutup. konsonan velar dan palatal lawan konsonan labial. ada lawan tidak adanya forman tambahan. pengantar lawan eksklusi dari resonator nasal. konsonan dan likuida lawan vokal dan luncuran. ada lawan tidak adanya penutupan yang cepat dan atau pembukaan artikulasi vokal atau dari satu detak atau lebih. forward flanged lawan backward flanged. nasal lawan oral. bersuara lawan tak bersuara. (2) Konsonantal lawan non-konsonantal: energi keseluruhan yang rendah lawan yang tinggi. (5) Bersuara lawan tak bersuara: ada lawan tidak adanya eksitasi frekuensi rendah yang periodik. Kedua belas oposisi ini dapat dikelompokkan dalam ciri sonoritas (sembilan yang pertama). di samping identifikasi dari akustik ciri distingtif. fortis. ada lawan tidak adanya getaran periodik selaput suara. tetapi ia juga memasukkan fungsi aktivitas bahasa itu sendiri.Praha. hambat dan afrikat lawan kontinuan. tak beraspirasi. (1) Vokalik lawan non-vokalik: ada lawan tidak adanya struktur forman yang dibatasi secara tajam. Vokal dan likuida lawan konsonan dan luncuran. Oposisi dwimatra itu secara hipotetik menampilkan kesemestaan bahasa. ada lawan tidak adanya hamabtan pada sistem vokal. deformasi vocal tract yang lebih besar lawan yang lebih kecil. 117 .

u. konsonan velar. celah sempit lawan celah lebar. dan bukan berupa vokal e. ada lawan tidak adanya faringgalisasi. konstruktif. sintaksis. interdental. atau i. e. labian lawan konsonan palatal dan dental. Kuliahnya itu diberi judul Phonology as Functional Phonetics. Satu label sudah karena ciri ini tidak pernah berfungsi distingtif dalam konteks fonemik yang sama. retrofleksi. maka vokal itu akan berupa vokal i. vokal depan lawan vokal belakang. velarisasi. afrikat lawan hambat. ia memberikan kuliah fonologi di London. (12)Sharp lawan plain: ada lawan tidak adanya gerakan ke atas dari komponen frekuensi yang lebih atas. (8) Nyaring lawan merdu: intensitas suara yang tinggi lawan yang rendah. palatalisasi lawan bukan palatalisasi. (11)Flat lawan plain: ada lawan tidak adanya giliran menurun atau melemah dari beberapa komponen dengan frekuensi yang lebih tinggi. velar. (9) Yang dicek lawan yang tak dicek: jumlah pelepasan energi yang tinggi lawan yang rendah. Sebuah fonem yang dimasukkan ke dalam sebuah kelompok korelasi akan lebih mantap daripada fonem yang tidak dimasukkan ke dalam kelompok korelatif. vokal depan lawan vokal belakang. Persyaratan kehematan sintagmatik (untuk mewakili gugus konsonan dari unsur-unsur oleh unsur unik yang baru) dan kehematan paradigmatik (untuk mewakili sebuah unsur dengan sebuah gugus konsonan yang tidak ada dari unsur yang muncul dalam temuan) adalah oposisi paradigmatik. . E.likuida getar dan detak lawan likuida kontinuan. Sebuah kekosongan dalam sebuah pola mungkin saja dapat diisi oleh sebuah fonem yang baru. ada lawan tidak adanya hambatan dalam rongga mulut. fonologi diakronik. Pada tahun 1946. linguistik umum. labian lawan konsonan palatal dan dental. konsonan velar. konstriksi pinggiran lawan konstriksi pusat. berujung kasar lawan berujung halus. dan sebagainyaAnalisis fonem ke dalam ciri distingtif menunjukkan adanya korelasi. labiodental. Andre Martinet Tokoh yang tidak boleh dilupakan dalam meneruskan aliran fungsional ialah Andre Martinet. Bagi Martinet. uvular lawan bilabial. dan a. Integrasi yang lengkap akan menghasilkan sebuah sistem yang sempurna dengan jumlah fonem maksimum 2) 118 . sibilan. konstriksi pinggiran lawan konstriksi pusat. Martinet mempunyai minat yang beragam dalam dunia ilmu bahasa. dan pembundaran bibir. celah yang sempit lawan celah yang lebar. a. (10) Grave lawan akut: konsentrasi energi yang rendah lawan yang tinggi dalam spektrum. Jika sebuah bahasa mempunyai hanya mempunyai tiga buah vokal. yang saling menunjang: fonologi deskriptif. fonologi harus menafsirkan fakta fonetik yang merupakan data dasar dan bukan sekedar realisasi abstrak dari sistem yang berbeda.

yakni keluar dari Bloomfidian. Chomsky adalah seorang guru besar linguistikdi MIT (Massachusetts Intsitut of Technologi). di dalamnya menampakkan pendirian yang tegas. revolusi ilmiah dalam bidang linguistik. Harris. Belakangan. Untuk menghasilkan kalimat tersebut. Dikatakannya bahwa hasil tingkatan-tingkatan telaah linguistik seperti. Martinet juga menggarisbawahi bahwa sintaksis dan juga fungsi merupakan makna sentral. Dengan munculnya buku ini. Martinet juga menerapkan pandangan fungsionalnya dalam sintaksis. terdiri dari sejumlah elemen dasar dan mempunyai struktur.yang dibangun dengan sejumlah minimum ciri distingtif. Kemampuan seseorang bergantung kepada: 1) Tingkat pendidikan 2) Pengalaman 3) Kesigapan menambah kosa kata. 1988:40-41). Sistem ini tidak dapat ditambah lagi dan tidak akan ada alasan untuk mengubahnya. tiap manusia menggunakan bahasa yang tercermindalam kalimat-kalimat. sebenarnya hal itu merupakan komplemen logisnya. timbul fase linguistik baru. manusia harus memiliki kompetensi (competence) tentang bahasa. dan bagaimana ia harus menampilkan (performence) apa yang diinginkannya dalam wujud bahasa. Tiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda untuk menghasilkan kalimat. menunjukkan bahwa aspek fungsional adalah aspek yang paling ditonjolkan dan tidak harus dikaji dengan mengesampingkan yang lain. Pandangan struktural tidak dapat diperbaharui dengan pandangan fungsional. baik dengan jalan membaca. Tiap kalimat yang dihasilkan oleh alat bicara manusia menampakkan diri secar bersama-sama yang terdiri dari struktur dalam (deep structure) dan struktur luar (surface srtucture). alih-alih struktural. Tiap kalimay yang lahir barangkali akan muncul lagi pada situasi yang lain. Menurut teori ini. Hal ini disebut disebut prosedur rekursif (recirsive prosedure). Hal ini disebut aspek kreatif bahasa. Teorinya terkenal dengan nama tata bahasa transformasional generatif (Transformational Generative Grammar) atau tata bahasa trasnformasi atau tata bahasa generatif (Pateda. dan sintaksis belumlah merupakan prosedur untuk mencapai telaah linguistik berupa deskripsi kaidah bahasa secara menyeluruh.Aliran Transformasi Tokoh aliran transformasi adalah Noam Comsky. yang merupakan murid Z. Buku yang kedua berjudul Aspect of the Theory of Sintax (1965). Chomsky melihat bahwa pendekatan yang duipergunakan oleh Bloomfield dan pengikut-pengikutnya yakni pendekatan IC perlu disempurnakan. Tiap kalimat yang lahir bagaimanapun bentuknya. sebaliknya. fonemik. d. Chomsky menjadi sangat terkenal dengan bukunya yang berjudul Syntactic Structure (1957). morfologi. bagi Martinet. Struktur dalam merupakan abstraksi dari apa yang didengar atau dilihat. Struktur luar berwujud apa yang kita dengar atau apa yang kita lihat kalau tertulis. Kemampuan-kemampuan inilah yang merupakan objek tata bahasa generatif. 119 .maupun mendengar(kan). Pilihan label fungsional.S. fonetik. dan mensintesiskan teorinya dalam eksposisi yang lengkap dan seimbang dalam: Elements of Linguistics dan A Functional View of Language.

6. isalnya yang dikemukakan oleh Jerrold J. Kritik yang sama dikemukakan pula oleh E.Uhlenbeck (seorang guru besar linguistik di Universitas Leiden.Katz dan Paul M. Sebutkan pendekatan fonetik ! Sebutkan klasifikasi fona-fona (bunyi-bunyi) bahasa ! Sebutakan klasifikasi kontoid ! Sebutkan ciri-ciri distingtif ! Apa sajakah garis besar bidang morfologi ? Sebutkan macam-macam afiksasi ! Amatilah kalimat berikut ! Para pelaut menangkap ikan. dan (3) hemat. a) Sintaksis. 3. Dengan tegas Chomsky mengemukakan bahwa tata bahasa setiap bahasa harus terdiri dari tiap komponen. Buku kedua tulisan Chomsky tersirat pengertian bahwa menyusun tata bahasa harus: (1) sederhana.Fodor. dan b) Istilah yang dipakai jangan harus didasarkan pada satu bahasa saja. Belanda) dalam bukunya yang berjudul Critical Comment on Transformational Generative Grammar.M. 120 . Mereka mengusulkan integrasi teori sintaksis transformasi generatif Chomsky dengan teori semantik Katz dan Jerry A.Bagaimana kita menggambarkan kemampuan si pemakai bahasa untuk menghasilkan dan mengerti makna kalimat yang tak terbatas jumlahnya itu. itulah yang menjadi tugas tata bahasa.Pastal (1964). dalam arti komponen inilah yang menentukan arti kalimat dan komponen ini pulalah yang menggambarkan aspek kreativitas bahasa. (2) tuntas. 7. yakni. dan (b) transformasi (2) Fonologi (3) Semantik. Komponen sintaksis merupakan pusat. Perbedaan buku pertama dengan buku kedua ialah: a) Buku pertama terdiri atas: (1) Phrase strukture (2) Transformasi (3) Morfofonemik. yakni: a) Kalimat yang dihasilkan haruslah kalimat yang berfungsi dalam ujaran. telah banyak dikemukakan kritik terhadap teori ini. 5. Menurut Chomsky. setiap tata bahasa harus memenuhi dua syarat. 2. tetapi harus beersifat sejagat (universal). Latihan Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. b) Buku kedua struktur tersebut pada buku I diubah menjadi: (1) Nomor satu dan dua masuk bidang sintaksis yang terdiri dari (a) pola kalimat dasar. dan c) Fonologi. 4. dalam buku yang berjudul An Interprete Theory of Linguistic Deskription. Meskipun pada tahun 1964 teori Chomsky belum berumur 10 tahun. b) Semantik. C.

9. (1) sinkronik vs diakronik. 1) Prefiks per. 3. Buatlah kalimat dengan pola S . 2) titik artukulasi.P . 3) artikulator. Perbedaan buku pertama dengan buku kedua ialah: 1) Buku Sintactic Strcture berisi: (1) Phrase strukture (2) Transformasi (3) Morfofonemik. 13. sedangkan arti sudah bersifat tertentu. atau dengan kata satu berdanding satu. E. a. Afiksasi meliputi: 1) prefiks.O . rumah. 10. Jelaskan perbedaan pengertian makna dan arti ! 12. Amatilah kalimat berikut ! Ibu hanya mengangguk-angguk. Sebutrkan konsep dasar buku Sintactic Structure ! 15. 5.pada pelaut berfungsi nominalisasi dan bermakna ‘orang yang pekerjaannya me-‘ 2) Prefiks berfungsi verbalisasi dan bermakna ‘melakukan aktivitas . air matanya: frasa endosentrik atributif c.‘. Pendekatan fonetik ada 3 macam yaitu: 1) auditoris. 2) Buku Aspect of The Theory of Syntax berisi: (1) Nomor satu dan dua masuk bidang sintaksis yang terdiri dari (a) pola kalimat dasar. dan 2) prosodi. (3) signifikan vs signifié. 2. 7. Analisis fungsi: S . (2) la langue vs la parole. Rangkuman 121 . (4) paradigmatik vs sintagmatik. Sebutkan secara garis besar konsep Ferdinand de Saussure ! 14. 2) infiks. Dian mengambilkan adiknya air minum di dapur. 4) makna proses pembentukan kata. terus mengalir: frasa endosentrik atributif d. Apa sajakah nama frasa pada kalimat no.Apa sajakah fungsi dan makna afiksasi pada kalimat di atas ! 8. Makna adalah arti kata yang sudah bersifat tertentu. dan artikulatoris. 2) akustis. Berilah contoh sinonim lingkup nomina ! 13. 2) proses pembentukan kata. wisma.S1 . hanya mengangguk-angguk: frasa endosentrik atributif b. 4.K ! 11. 14. gubuk. 3) fungsi proses pembentukan kata. dan 5) penjenisan kata.Pel . dan 4) konfiks. dan 2) fina suprasegmental. Kunci Jawaban 1. istana. 12. Klasifikasi fona ada 2 macam yaitu: 1) fona segmental. dan (b) transformasi (2) Fonologi (3) Semantik. 11. dan (5) bentuk vs substansi. 8. dan 6) jalan yang diikuti arus ujaran ketika keluar dari rongga ujaran. 3) sufiks. 5) kondisi pita suara. Ciri distingtif ada 2 macam yaitu: 1) oposisi. 8 di atas ? 10. dan air matanya terus mengalir di pipi.P . 4) titik artikulasi dan artikulator. di pipi: frasa eksosentrik. Klasifikasi kontoid ada 6 macam yaitu: 1) cara artikulasi.P1. 6. Apa sajakah analisis fungsi pada kalimat di atas ? 9. Garis bidang morfologi yaitu: 1) morfem yang terdapat dalam sebuah bahasa. Sebutrkan konsep dasar buku Aspect of The Theory of Sintax ! D.

2) panjang pendek/length. dan 3) artikulatoris. ke-an. Fonem (inggris. dan setara memilih. yang mengungkapkan pikiran yang utuh. 3) fungsi proses pembentukan kata. 4) hubungan tujuan. 7) S – P – K : Kami tinggal di Jakarta.phoneme) sering didefinisikan sebagai kesatuan bunyi yang terkecil dalam sebuah bahasa yang dapat membedakan makna. bentuk bebasa dan bentuk terikat. 2) hubungan syarat. Garis bidang morfologi yaitu: 1) morfem yang terdapat dalam sebuah bahasa. Ciri distingtif ada 2 macam yaitu: 1) oposisi. 5) hubungan konsesif. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil. di-. 2) akustis. 2) pengulangan. dan 3) pemajemukan. dan 2) fina suprasegmental. ber-. 8) S – P – O – Pel : Dian mengambilkan adiknya air minum. ber-an.Pendekatan fonetik ada 3 macam yaitu: 1) auditoris. infiks. Fungsi afiks adalah pembentuk verbal antara lain: meng-. -kan. dan 12) hubungan oktatif. Klasifikasi fona ada 2 macam yaitu: 1) fona segmental. 2) endosentrik koordinatif. 7) hubungan penyebaban. 4) makna proses pembentukan kata. Frasa ada dua macam yaitu frasa endosentrik dan frasa eksosentrik. -i. Klasifikasi kontoid ada 6 macam yaitu: 1) cara artikulasi. 2) titik artukulasi. 11) hubungan perbandingan. 9) hubungan alat.P : Orang itu sedang tidur. 3) hubungan pengandaian. Kalimat majemuk dibedakan kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat kalimat majemuk setara meliputi: 1) setara penambahan. dalam wujud lisan atau tulisan. 3) endosentrik apositif. Kalimat majemuk bertingkat mencakupi: 1) hubungan waktu. Pola kalimat dasar: 1)S . 8) hubungan hasil. 5) kondisi pita suara. Jenis kalimat meliputi jenis kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Frasa endosentrik ada 3 macam yaitu: 1) endosentrik atributif. 3) artikulator. dan 5) intonasi terminal/terminal intonation. per-. 9) S – P – O – K : Dian mengambil air minum di dapur. Satuan satuan gramatik meliputi: 1) bentuk tunggal dan bentuk kompleks. Afiks pembentuk numeraial yaitu se-. 2)aktivitas lidah. 6) S – P – Pel : Pancasila merupakan dasar negara kita. 4) titik artikulasi dan artikulator. dan 4) konfiks. -an. Afiksasi meliputi: 1) prefiks. 5) S – P – O : Rani mendapat hadiah. per-an. Makna afiks bergantung pada konteks kalimat. Untuk klasifikasi vokoid. 3) sufiks. 10) S – P – O – Pel – K : Dian mengambilkan adiknya air minum di dapur. ke-an. Tugas fenemik: 1) Fonemik itu berusaha menyelidiki serta menentukan fonem-fonem yang terdapat pada bahasa/bahasa-bahasa yang menjadi objek penelitian itu(membuat invetaris sistem bunyi). peng-an. Proses morfologis meliputi: 1) afiksasi. 122 . dan 2) fonemik berusaha menentukan sifat-sifat atau ciri-ciri distingtif fonemfonem. 6) hubungan perbandingan. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang tidak melebihi batas fungsi. 2) infiks. 2) setara perlawanan. dan 5) penjenisan kata. 3) nada/pitch. 4)Juncture. dan 2) prosodi. kita memakai kriteria yang sangat umum. ter-. yaitu posisi 1) lidah. 3) bentuk asala dan bentuk dasar. Afiks pembentuk nominal seperti peng-. dan 3) bentuk bibir. 2) proses pembentukan kata. Afiks pembentuk adjektival ialah se-nya. 10) hubungan komplementasi. dan 6) jalan yang diikuti arus ujaran ketika keluar dari rongga ujaran. dan 4) unsur dan unsur langsung. Fona-fona supra segmental itu digolong-golongkan menjadi: 1) tekanan/stress.

dan 7) Menurunkan definisi yang mengaburkan. Berikut ini akan disajikan kedua tokoh itu dengan gagasan mereka. dan (5) bentuk vs substansi. dikaji. Roman Jakobson adalah seorang ahli waris yang sangat penting dari Aliran Praha. 2) tipe arti. tetapi ia juga memasukkan fungsi aktivitas bahasa itu sendiri. linguistik umum. fonologi diakronik. 123 . Martinet mempunyai minat yang beragam dalam dunia ilmu bahasa. Misalnya kata ‘berjalan’ . kita tidak dapat memisahkan diri dari dua orang tokohnya. Tokoh yang meneruskan aliran fungsional ialah Andre Martinet. Aliran atau tata bahasa tradisional mempunyai ciri pembeda sebagai berikut: 1)Tidak ada pengenalan akan perbedaan-perbedaan antara bahasa ujaran dan bahasa tulisan. Pembicaraan semantik mencakupi: 1) penunjukan. dan (b) transformasi 2) Fonologi 3) Semantik.Makna adalah arti kata yang sudah berfifat tertentu. yaitu yang terdapat di dalam konteks kalimat tertentu atau di dalam konteks situasi tertentu. Buku kedua ‘Aspect of The Theory of Syntax’ berisi: 1) Nomor satu dan dua masuk bidang sintaksis yang terdiri dari (a) pola kalimat dasar. serta dibicarakan manfaat tidaknya. Kesan umum didapat bahwa buku itu mempunyai sejumlah pandangan yang bahkan sampai sekarang masih tetap penting untuk diketahui. (4) paradigmatik vs sintagmatik. yang berupa dikotomi-dikotomi. sintaksis. 5) antonim. (4) paradigmatik vs sintagmatik.homonim. pada umumnya dengan anggota badan tertentu. namun dengan alat apa dan bagaimana itu sebenarnya tidak terlalu hakiki). yang berupa dikotomi-dikotomi. homograf. menempati kedudukan penting karya-karya Jakobson. ialah oposisi dwimatra yang dapat dipakai untuk menganalisis semua sistem fonologi yang dikenal. yang merupakan murid Z. Kata itu mempunyai arti yang bersifat tetap (bergerak dari suatu posisi ke posisi lain. 6) polisemi. 8) perubahan makna. 4) sinonim. Harris. 2) Pemerian bahasa berdasarkan/memakai patokan-patokan bahasa Latin. 3) Menghakimi penggunaan bahasa dengan vonis benar-salah. Hal yang baru. dikaji. dan 9) metafora. Chomsky adalah seorang guru besar linguistikdi MIT (Massachusetts Intsitut of Technologi). di samping identifikasi dari akustik ciri distingtif. Buku pertama ‘Sintactic Strcture’ berisi: 1) Phrase strukture 2) Transformasi 3) Morfofonemik. dan (5) bentuk vs substansi. serta dibicarakan manfaat tidaknya. Dalam pembicaraan tentang ilmu bahasa fungsional. 6) Memberikan pemerian bahasa dengan berdasarkan pada satu bentuk bahasa yang sangat disukainya yaitu bahasa tulisan baku (standardised written form). (3) signifikan vs signifié. 4) Memberikan pemerian atau memutuskan persoalan kebahasaan seringkali melibatkan logika. Tokoh aliran transformasi adalah Noam Comsky. (3) signifikan vs signifié. Kesan umum Ferdinand de Saussure didapat bahwa buku Course de Linguistique Generale mempunyai sejumlah pandangan yang bahkan sampai sekarang masih tetap penting untuk diketahui.S. (2) la langue vs la parole. 5) Cenderung menggandrungi atau bahkan mempertahankan penemuan-penemuan terdahulu. 3) metode analisis komponen. seperti (1) sinkronik vs diakronik. 7) hiponim. homofon. yang merupakan ciri khas Aliran Praha. yakni Roman Jakobson dan Andre Martinet. Jakobson tidak hanya memasukkan unsurunsur yang istimewa. Gagasan fungsi bahasa. Oposisi dwimatra itu secara hipotetik menampilkan kesemestaan bahasa. yang saling menunjang: fonologi deskriptif. (2) la langue vs la parole. seperti (1) sinkronik vs diakronik.

Kentjono. Ssubroto.2000.Edi. T. 1993. Sulaiman. Semantik 1 dan 2. Surakarta: Universitas Sebelas Maret. Outline of Linguistics. Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia I Sintaksis. Yogyakarta: Swadaya. and George L. Terjemahan. 1975. Hasan. Jakarta:: Pusat Pembinaan dan Pengambangan Bahasa. Tata Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka. Bloch. M. 1987. Harimurti. de Ferdinand. Jos Daniel. 1978. Ende: Nusa Indah. ------------. Syaf E. Bernard. D. 1990. Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia. Djoko. __________. ------------. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. 124 .Fatimah. Saussure. 1988. Pengantar Linguistik Umum. Samsuri. 1985. Fonetik.Ramlan. Morfologi Suatu Rinjauan Deskriptif. Trager. Yogyakarta: IKIP Yogyakarta. Bandung: PT Eresco. Kridalaksana. 1984. -----------. Pengantar Linguistik bidan Fonetik dan Fonemik. 1986. Yogyakarta: UP Karyono. Yogyakarta : CV. 1984. ------------. 1978. Pengantar Linguistik dalam Fonologi dan Proses Penguasaan Fonemis. Semantik. Marsono. Djajasudarma. Ilmu Bahasa Indonesia : Sintaksis. Sutan Takdir. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.1981. Jakarta: Erlangga. 1988. Daftar Pustaka Alisyahbana. 1942. Pengantar Linguistik I. Ende: Nusan Indah. 1993. Parera.F. Jakarta: Dian Rakyat. 1978. Kamus Linguistik. Gorys. Analisis Bahasa. Jakarta: Fakultas Sastra Indonesia. Jakarta: Erlangga. Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia II Morfologi. 1983. 1973. Dasar-dasar Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada Univerty Press. Keraf. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Amerika: Baltimore. Jakarta: Gramedia. Alwi. Semantik Leksikal I dan II. Karyono.

Dengan demikian dapat 125 . Faktor eksternal tersebut seperti: faktor sosial. 3. Pencabangan itu diadakan karena objek yang menjadi kajian disiplin ilmu itu sangat luas karena perkembangan dunia ilmu.3 Mendeskripsikan konsep pragmatik 3.1 Mendeskripsikan konsep sosiolinguistik 3. Paparan Materi Dewasa ini penyelidikan tentang bahasa dengan berbagai aspeknya dilakukan orang dengan sangat intensif. dan sebagainya. dua bidang ilmu empiris yang mempunyai kaitan yang erat. dan sangat mendalam. di antaranya kita dapati subdisiplin sosiolinguistik. Tuntutan kebutuhan dalam kehidupan dewasa ini telah menyebabkan perlunya dilakukan kajian bersama antara dua disiplin ilmu atau lebih. Sosiologi berusaha mengetahui terjadinya masyarakat berlangsung dan tetap ada. filsafat bahasa.1. stilistika. Artinya. Kajian linguistik yang bersifat antardisiplin ini selain untuk merumuskan kaidahkaidah teoretis antardisiplin. pragmatik. dia terlebih dahulu harus menggeluti kajian internal linguistik itu. Sosiolinguistik Sosiolinguistik merupakan gabungan antara disiplin sosiologi dan disiplin linguistik. Berbeda dengan kajian secara internal yang terutama hanya menyusun atau teori linguistik “murni”.1. Linguistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya. dialektologi. psikologi. Pada kesempatan ini hanya akan dibahas seputar linguistik makro. Karena banyaknya masalah yang terdapat di luar bahasa. seni. bahkan mungkin tidak akan dapat melakukan kajian secara eksternal tersebut. Pembicaraan linguistik makro pada kesempatan ini akan difokuskan pada sosiolinguistik. antropolinguistik. perlu dipahami terlebih dahulu batasan sosiologi dan batasan linguistik.2 Mendeskripsikan konsep psikolinguistik 3. etnis. Tujuan Pembelajaran Tujuan mempelajari materi ini adalah: 3. cara bersosialisasi. Tanpa pemahaman yang cukup mengenai kajian internal. sangat luas. dan cara menempatkan diri di dalam masyarakat. dan pragmatik. Untuk memahami sosiolinguistik lebih lanjut. Sedangkan linguistik adalah ilmu yang mempelajari tentang bahasa atau ilmu yang menjadikan bahasa sebagai objek kajiannya. dan sebagainya. Dengan mempelajari lembaga-lembaga sosial dan segala masalah sosial dalam suatu masyarakat akan diketahui cara-cara manusia menyesuaikan diri dengan lingkungannya. etnolinguistik. hasilnya dapat digunakan untuk memecahkan dan mengatasi masalah-masalah yang ada di dalam kehidupan praktis kemasyarakatan.1. psikolinguistik. linguistik juga sudah mempunyai subdisiplin atau cabang-cabang berkenaan dengan adanya hubungan disiplin itu dengan masalah-masalah lain.BAB III LINGUISTIK MAKRO 3. sehingga linguistik berkembang dengan sangat pesat. Dalam hal ini. Sedangkan linguistik makro menyelidiki bahasa dalam hubungannya dengan faktor-faktor di luar bahasa atau faktor eksternal. Berdasarkan objek kajiannya. seseorang tentu akan mendapat kesulitan. tentu saja sebelum seseorang terjun dalam kegiatan kajian eksternal yang antardisiplin itu. Sebagai ilmu. filologi. psikolinguistik.2. yaitu: (a) linguistik mikro (mikrolinguistik) dan (b) linguistik makro (makrolinguistik).2. juga bersifat terapan. neurolinguistik.1.1. maka subdisiplin linguistik makro itu pun menjadi sangat banyak. subdisiplin linguistik dapat dibedakan atas dua.

kepada siapa. Idiolek dapat berkenaan pula dengan “warna” suara. Baik faktor fisik maupun faktor psikis mengakibatkan sifat khas pula dalam tuturannya. susunan kalimat. Setiap penutur mempunyai sifat-sifat khas yang tidak dimiliki oleh penutur yang lain. yaitu: a) variasi bahasa dan b) peristiwa kontak bahasa. umur. atau dialek areal. dan lainnya. jenis kelamin. gigi. Pembahasan di bidang sosiolinguistik ini akan dibatasi pada dua hal. 126 . bahasa dan pemakaian bahasanya tidak diamati secara individual. 1) Variasi Bahasa dari Segi Penutur (a) Idiolek Idiolek adalah sifat-sifat khusus (karakteristik) pemakaian bahasa perseorangan. tetapi selalu dihubungkan dengan kegiatannya di dalam masyarakat.disimpulkan bahwa sosiolinguistik adalah bidang ilmu antardisiplin yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan pemakaian bahasa di dalam masyarakat. Oleh sebab itu. di mana. pekerjaan. seperti: umur. maka timbullah variasi bahasa. gaya bahasa. Variasi yang timbul karena perbedaan asal daerah penuturnya disebut dialek geografis. misal: siapa berbicara dengan bahasa apa. misalnya karena perbedaan bentuk atau kualitas alat-alat tutur (bibir. tetapi juga merupakan gejala sosial. Adanya faktor-faktor sosial dan faktor-faktor situasional yang mempengaruhi pemakaian bahasa. kapan. maupun yang lain. rongga hidung. tingkat pendidikan. dan sebagainya. bahasa Jawa dialek Surabaya. bahasa Jawa dialek Yogyakarta-Surakarta. selaput suara. dan kelas sosial penuturnya disebut dialek sosial atau sosiolek. sikap mentalnya. pilihan kata. dan segi sarana. seseorang tidak lagi dipandang sebagai individu yang terpisah dari yang lain. golongan. intelegensi. Variasi yang disebabkan oleh perbedaan status. Berdasarkan hal tersebut kita bisa melihat perbedaan variasi bahasa yang digunakan seorang penutur atau mitra tutur. rongga mulut. hanya dengan mendengar suara tanpa melihat orangnya. Variasi Bahasa Di dalam masyarakat. lidah. Atau dengan kata lain. kita sudah dapat mengenalinya. Adapun wujud variasi bahasa itu dapat ditinjau dari bermacam-macam segi. Berikut penjelasan masing-masing segi. 1976:2). tetapi juga oleh faktor-faktor nonlinguistik. (b) Dialek Sekelompok penutur merupakan anggota masyarakat dari daerah tertentu atau khas sosial tertentu. segi pemakaian. Yang paling dominan adalah “warna” suara. dan sebagainya). dan sebagainya dan (b) faktor situasional. bahasa dan pemakaian bahasa tidak hanya ditentukan oleh faktor-faktor linguistik. Sifatsifat khas yang disebabkan oleh faktor fisik. Variasi ini menyangkut semua masalah pribadi para penuturnya. Sifat-sifat khas seperti itu disebabkan karena faktor fisik maupun faktor psikis. dan sebagainya. Sedangkan sifat-sifat psikis biasanya disebabkan antara lain: perbedaan watak. atau dialek regional. antara lain: segi penutur. keadaan sosial ekonomi. Ia merupakan anggota dari kelompok sosialnya. Perbedaan latar belakang asal daerah atau kelas sosial penutur seperti itu menimbulkan variasi dalam pemakaian bahasanya. A. temperamen. tingkat kebangsawanan. yaitu: (a) faktor sosial. jenis kelamin. pendidikan. Sebagai gejala sosial. dan mengenai masalah apa. segi keformalan. misal: status sosial. jika kita cukup akrab dengan seseorang. tingkat ekonomi. Misal: bahasa Jawa dialek Banyumas. bahasa tidak saja dipandang sebagai gejala individual. Variasi bahasa yaitu bentuk-bentuk bagian atau varian dalam bahasa yang masing-masing memiliki pola-pola yang menyerupai pola umum bahasa induknya (Poedjosoedarmo.

Argot adalah variasi sosial yang digunakan secara terbatas pada profesi-profesi tertentu dan bersifat rahasia. dipoles. dan kelas sosial para penuturnya. Undak-usuk ini menyebabkan penutur dari masyarakat tutur tersebut perlu mengetahui lebih dahulu kedudukan tingkat sosialnya terhadap mitra tuturnya. tidak tepat pula jika disebut bahasa “kampungan” atau bahasa kelas golongan bawah. dalam kelompok perbengkelan. Letak kekhususan argot adalah pada kosakata. dan variasi yang digunakan pada masa kini. golongan. Slang adalah variasi sosial yang bersifat khusus dan rahasia. Adakalanya mudah. tetapi lebih muda menurut hierarkhi perkerabatannya. yang disebut dengan undak-usuk (bahasa Jawa) atau sor singgih (bahasa Bali). Umpamanya. 127 . Vulgar adalah variasi sosial yang ciri-cirinya tampak pemakaian bahasa oleh mereka yang kurang terpelajar. Basilek adalah variasi sosial yang dianggap kurang bergengsi. dan tidak boleh diketahui oleh kalangan di luar kelompok itu. Umpamanya. Ditambah dengan adanya semacam “kode etik” untuk tidak menyebut dirinya dengan tingkat bahasa tinggi. Artinya. Slang bersifat temporal dan lebih umum digunakan oleh kaum muda. ndak ada (untuk tidak ada). gemuk dalam arti ‘mangsa besar’. dalam dunia kejahatan pernah digunakan ungkapan seperti barang dalam arti ‘mangsa’. bahsa Jawa “krama ndesa”. vulgar. kolokial. Bentuk-bentuk kolokial seperti: dok (untuk dokter). sebab para remaja di daerah yang pernah ke Jakarta merasa bangga bisa berbicara dalam dialek Jakarta. Di dalam masyarakat tutur yang masih mengenal tingkat-tingkat kebangsawanan dapat kita lihat variasi bahasa yang berkenaan dengan tingkat-tingkat kebangsawanan itu. variasi yang digunakan tahun 50-an. Akrolek adalah variasi sosial yang dianggap lebih tinggi atau lebih bergengsi daripada variasi sosial lainnya. bahasa Perancis dialek kota Paris dianggap lebih tinggi derajatnya daripada dialek-dialek Perancis lainnya. Sehubungan dengan variasi bahasa yang berkenaan dengan status. Namun. maka masalah ketepatan pemilihan variasi sesuai dengan status sosialnya ini menjadi cukup rumit dalam pemakaian bahasa tersebut. Atau mungkin lebih tua usianya. Jargon adalah variasi sosial yang digunakan secara terbatas oleh kelompokkelompok sosial tertentu. Kolokial adalah variasi sosial yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. dibalans. atau bahkan dianggap rendah. argon. sebab yang penting adalah konteks dalam pemkaiannya. biasanya orang mengemukakan variasi bahasa yang disebut akrolek. Pada zaman Romawi sampai zaman pertengahan bahasa-bahasa di Eropa dianggap sebagai bahasa vulgar sebab pada waktu itu para golongan intelek menggunakan bahasa Latin dalam segala kegiatan mereka. dan sebagainya. kacamata dalam arti ‘polisi’.Variasi bahasa yang digunakan oleh kelompok sosial pada masa tertentu disebut dialek temporal atau kronolek. Sebab seseorang mungkin lebih tinggi status sosialnya terhadap mitra tuturnya. didongkrak. Umapamanya. daun dalam arti ‘uang’. atau dari kalangan mereka yang tidak berpendidikan. tetapi seringkali tidak mudah. tape dalam arti ‘mangsa yang empuk’. bukan bahasa tulis. slang. dewasa ini tampaknya dialek Jakarta cenderung semakin bergengsi sebagai salah satu ciri kota metropolitan. tetapi lebih muda usianya. Sebagai contoh: bahasa bagongan yaitu variasi bahasa Jawa yang khusus digunakan oleh para bangsawan kraton Jawa. variasi ini digunakan oleh kalangan tertentu yang sangat terbatas. Bahasa prokem dapat dikategorikan sebagai slang. Bisa dicontohkan: bahasa Inggris yang digunakan oleh para cowboy dan kuli tambang. prof (untuk profesor). Kosakata yang digunakan dalam slang itu selalu berubah-ubah. dan yang lain. variasi bahasa Indonesia pada masa tahun 30-an. basilek. Kolokial berarti bahasa percakapan. ungkapanungkapan tersebut tidak bersifat rahasia. jargon. dan ken. seperti: roda gila. dan lain sebagainya. Ungkapan yang digunakan seringkali tidak dapat dipahami oleh masyarakat umum atau masyarakat di luar kelompoknya. dices.

Kosakatanya banyak dipenuhi unsur leksikal dialek atau bahasa daerah. 2) Variasi Bahasa dari Segi Pemakaian Variasi bahasa berkenaan dengan pemakaian. akta notaris. dibuat merengek-rengek. 3) Variasi dari Segi Keformalan Berdasarkan tingkat keformalan. Ragam ini ditandai dengan penggunaan bahasa yang tidak lengkap. Ragam resmi adalah variasi bahasa yang digunakan dalam pidato kenegaraan. Adanya ragam lisan dan ragam tulis ini didasarkan pada kenyataan bahwa bahasa lisan dan bahasa tulis memiliki struktur yang tidak sama. atau tingkat keformalan. tata cara pengambilan sumpah. Ragam akrab adalah variasi bahasa yang biasa digunakan oleh penutur dengan mitra tutur yang hubungannya sudah akrab. yaitu: ragam beku (frozen). penuh dengan kepura-puraan. dan surat-surat keputusan). variasi bahasa dapat dibagi atas lima. pendek-pendek. khotbah. dan lain-lain). Ragam santai ini banyak menggunakan bentuk alergo. Wujud ragam usaha berada di antara ragam formal dan ragam informal atau santai. Biasanya digunakan oleh para pengemis. ragam. 4) Variasi dari Segi Sarana Variasi bahasa dari segi sarana dapat dibedakan adanya ragam lisan dan ragam tulis. dan sebagainya. buku-buku pelajaran. Ragam usaha adalah variasi bahasa yang lazim digunakan dalam pembicaraan biasa di sekolah dan rapat-rapat atau pembicaraan yang berorientasi kepada hasil atau produksi. Bisa kita perhatikan berbagai jenis tulisan dalam surat kabar. ceramah keagamaan. Atau. yakni bentuk kata atau ujaran yang dipendekkan. Disebut ragam beku karena pola dan kaidahnya sudah ditetapkan secara mantap dan tidak boleh diubah. Ragam resmi ini pada dasarnya sama dengan ragam bahasa baku yang digunakan dalam situasi resmi dan bukan dalam situasi tidak resmi. Dalam penyampaian informasi secara lisan dibantu oleh unsur-unsur nonsegmental (nada suara. bahasa tajuk lain dengan bahasa pojok. Masing-masing jenis tulisan itu menggunakan pengungkapan bahasa yang berbeda sesuai dengan sifat-sifat khas kebutuhan pemakaiannya. pertanian. bahasa pojok lain pula dengan bahasa artikel. ragam santai (casual). jurnalistik. rapat dinas. ragam resmi (formal). register adalah variasi bahasa yang disebabkan oleh sifat-sifat khas kebutuhan pemakaiannya. Pemakaian bahasa berita lain dengan bahasa iklan. Variasi bahasa berdasarkan fungsi lazim disebut register. berolah raga. atau penggunaannya. dan ragam akrab (intimate). bahasa iklan berbeda dengan bahasa tajuk. Dapat dikatakan. Ciri yang tampak dalam variasi ini adalah dalam bidang kosakata. dan dengan artikulasi yang sering tidak jelas. dan sebagainya. berekreasi. Variasi ini biasanya dibicarakan berdasarkan bidang penggunaan. atau register. dan sebagainya. Ragam santai adalah variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tidak resmi untuk berbincang-bincang dengan keluarga atau teman karib pada waktu istirahat. atau fungsinya disebut fungsiolek. Ragam beku adalah variasi bahasa yang paling formal. ragam usaha (konsultatif). Pola dan kaidah ragam resmi sudah ditetapkan secara mantap sebagai suatu standar. yang digunakan dalam situasi-situasi khidmat dan upacara-upacara resmi (upacara kenegaraan. ragam usaha ini adalah ragam bahasa yang paling operasional. gerak128 . militer. kitab undang-undang. Variasi bahasa berdasarkan bidang pemakaian menyangkut bahasa itu digunakan untuk keperluan atau bidang tertentu (sastra. dan sarana penggunaan.Yang dimaksud dengan ken adalah variasi sosial tertentu yang bernada memelas. gaya. surat-menyurat dinas.

Karena baik kedwibahasaan maupun diglosia pada hakikatnya adalah peristiwa yang menyangkut pemakaian dua bahasa yang dipergunakan oleh seseorang atau sekelompok orang di dalam suatu masyarakat. 1) Kedwibahasaan Kedwibahasaan (bilingualisme) diartikan sebagai penggunaan dua bahasa oleh seorang penutur dalam pergaulannya dengan orang lain secara bergantian. B. sedangkan dalam ragam tulis hal-hal yang disebutkan tadi tidak ada. maka antara keduanya tampak adanya hubungan timbal-balik yang mewarnai sifat masyarakat tuturnya.gerik anggota tubuh. Hal ini tampak dari pernyataan Fishman (1975:73) yang mengemukakan bahwa diglosia dipergunakan untuk menyebut suatu masyarakat yang mengenal dua bahasa (lebih) untuk berkomunikasi di antara anggotanya. campur kode. sedangkan kemampuan untuk menggunakan dua bahasa disebut kedwibahasawanan (bilingualisme). Oleh karena itu. dan sejumlah gejala-gejala fisik lainnya). Untuk dapat menggunakan dua bahasa tentunya seseorang harus menguasai kedua bahasa itu. dalam menggunakan ragam tulis. interferensi. digunakan oleh para pekerja kasar) dan bahasa 129 . alih kode. tetapi di dalam masyarakat tersebut kedua bahasa itu dipergunakan dengan fungsinya masing-masing. di mana pun pembicaraan itu berlangsung. Fishman (1975:7-88) menyebut empat jenis masyarakat tutur yang menunjukkan adanya hubungan seperti itu. tetapi juga alat komunikasi antarkelompok. Oksaar (1972:478) berpendapat bahwa tidak cukup membatasi kedwibahasaan hanya sebagai milik individu. Pemilihan bahasa yang akan dipergunakan bergantung kepada kemampuan pembicara dan pendengarnya. Kedwibahasaan harus diperlakukan juga sebagai milik kelompok sebab bahasa tidak terbatas sebagai alat penghubung antarindividu. yaitu bahasa Guarani (bahasa penduduk asli. kedua bahasa itu dapat dipergunakan. dan dalam situasi bagaimana pun terjadi pembicaraan itu. tetapi kedua bahasa itu tidak mempunyai peranan sendiri-sendiri di dalam masyarakat pemakai bahasa. Contoh: di Paraguay dipergunakan dua bahasa. Bahkan bahasa sebagai alat untuk menegakkan kelompok dan alat untuk menunjukkan identitas kelompok. usahakan kalimat-kalimat yang disusun dapat dipahami oleh pembaca secara mudah. Sebagai contoh keadaan demikian adalah yang terjadi di Montreal (Kanada). 2) Diglosia Diglosia adalah keadaan dua bahasa dipergunakan dalam masyarakat yang sama. Di sana bahasa Inggris dan bahasa Perancis dipergunakan secara berdampingan dan sejajar karena hampir seluruh anggota masyarakat di daerah itu mengenal keduanya secara baik. tentang masalah apa pun yang dibicarakan. Kepada siapapun mereka berbicara. Dalam hubungan ini. tetapi masing-masing bahasa mempunyai fungsi atau peranannya sendirisendiri dalam konteks sosialnya. dan pergeseran bahasa. integrasi. Orang yang dapat menggunakan dua bahasa itu disebut dwibahasawan (bilingual). pengertian diglosia ini pun mengalami perkembangan. Ciri utama kedwibahasaan menurut Wolff (1974:5) adalah dipergunakannya dua bahasa atau lebih oleh seorang atau sekelompok orang. Peristiwa Kontak Bahasa Peristiwa-peristiwa kebahasaan yang mungkin terjadi sebagai akibat adanya kontak bahasa antara lain: kedwibahasaan. diglosia. yakni: (a) masyarakat tutur yang diglosik dan dwibahasawan ialah masyarakat tutur yang secara keseluruhan menggunakan dua bahasa sebagai alat komunikasinya. Seperti halnya kedwibahasaan. Hal itu dimungkinkan karena peristiwa sejarah yang menjadikan daerah itu diduduki secara bersama oleh para imigran yang berasal dari Inggris dan Perancis.

Dalam praktiknya mungkin saja dalam suatu peristiwa tutur terjadi alih kode intern dan alih kode ekstern secara beruntun. sedangkan kedua bahasa itu tidak menunjukkan fungsi-fungsi tertentu dalam penggunaannya. Soewito (1983:69) membedakan adanya dua macam alih kode. Kedua bahasa itu dikenal baik oleh separoh penduduk negara itu dan dipergunakan sebagai alat komunikasi. antardialek-dialek dalam satu bahasa daerah. ya rok. yaitu: (a) alih kode intern yaitu alih kode yang terjadi antarbahasa-bahasa daerah dalam satu bahasa nasional. kemudian si pembeli beralih kode ke bahasa Indonesia dan penjual pun mengimbanginya.Spanyol (bahasa peninggalan penjajahan. yaitu Kalau yang ini berapa Bu? dan Itu lima puluh ribu merupakan contoh alih kode. atau antarbeberapa ragam dan gaya yang terdapat dalam satu dialek dan (b) alih kode ekstern yaitu alih kode yang terjadi antara bahasa asli dengan bahasa asing. Alih Kode Alih kode adalah peristiwa peralihan dari kode yang satu ke kode yang lain. Pembeli : Daster. apabila fungsi kontekstual dan situasi relevansialnya dinilai oleh penutur cocok untuk melakukan. (b) masyarakat tutur yang diglosik tetapi takdwibahasawan ditandai dengan adanya dua (lebih) masyarakat yang secara politis. to iki? “Ini daster ya?” Penjual : Ya daster. Di dalam suatu kode terdapat berbagai kemungkinan varian (varian resional. 3. antara pembeli dan penjual menggunakan bahasa Jawa. atau alih register. dan hal-hal lain yang bersifat resmi). Sebelumnya. ekonomis. yaitu masyarakat orang elite Eropa yang biasa menggunakan bahasa “tinggi” dan masyarakat kebanyakan menggunakan bahasa yang lain. alih gaya. agak langka. “Ya daster. Sebagai contoh adalah masyarakat tutur di Montreal (Kanada). alih ragam. (d) masyarakat tutur yang takdwibahasawan dan takdiglosik. Dua masyarakat tersebut tidak pernah berinteraksi dan mereka tidak pernah membentuk satu masyarakat tutur. keagamaan. maka peristiwa alih kode mungkin berwujud alih varian. digunakan dalam lingkungan pendidikan. perekonomian. Pembeli : Pinten niki? “Berapa ini?” Penjual : Niku sekawan dasa ewu. dan tidak begitu jelas. dan atau religius dipersatukan ke dalam suatu kesatuan yang fungsional. varian kelas sosial. meskipun perbedaan sosio-kultural tetap memisahkannya. teknologi. masyarakat yang seperti ini hanya sedikit. ragam. Contoh: di Eropa sebelum Perang Dunia I terdapat dua masyarakat tutur. dan dalam situasi bagaimana pun. Dua kalimat terakhir dari dialog di atas. gaya ataupun register). Sebagai contoh peristiwa alih kode dapat diperhatikan dialog antara pembeli dan penjual yang berlatar belakang budaya Jawa berikut ini. ya rok”. Pembeli : Kalau yang ini berapa Bu? Penjual : Itu lima puluh ribu. kepada siapa pun. 130 . di mana pun. Ini berarti. pemerintahan. (c) masyarakat tutur yang dwibahasawan tetapi takdiglosik terdapat di dalam masyarakat yang menggunakan dua bahasa sebagai alat komunikasinya. keduanya dapat dipakai untuk keperluan apa pun. “Itu empat puluh ribu”.

Alih kode merupakan peristiwa kebahasaan yang disebabkan oleh faktor-faktor luar bahasa, terutama faktor-faktor yang sifatnya sosio-situasional. Beberapa faktor yang merupakan penyebab terjadinya alih kode antara lain: (a) Pembicara atau penutur (O1) Seorang penutur kadang-kadang dengan sadar berusaha beralih kode terhadap mitra tutur karena suatu maksud. (b) Pendengar atau mitra tutur (O2) Setiap penutur pada umumnya ingin mengimbangi bahasa yang dipergunakan oleh mitra tuturnya. (c) Hadirnya orang ketiga (O3) Dua orang yang berasal dari kelompok etnik yang sama pada umumnya saling berinteraksi dengan bahasa kelompok etniknya. Tetapi jika kemudian hadir orang ketiga dalam pembicaraan itu dan orang itu berbeda latar kebahasaannya, biasanya dua orang tadi beralih kode ke bahasa yang dikuasai oleh ketiganya. (d) Pokok pembicaraan Pokok pembicaraan merupakan faktor yang termasuk dominan dalam menentukan terjadinya alih kode. (e) Untuk membangkitkan rasa humor Alih kode untuk membangkitkan rasa humor ini bisa dicontohkan: pada kegiatan belajar yang mulai lesu, guru menyegarkan suasana dengan memunculkan humor; pada saat rapat, untuk mengurangi ketegangan yang mulai timbul pimpinan rapat menghadirkan humor; dan lain sebagainya. (f) Untuk sekadar gengsi. Seorang penutur kadang beralih kode hanya untuk sekadar gengsi. Padahal baik faktor sosio-situasional sebenarnya tidak mengharuskan dia untuk beralih kode. 4) Campur Kode Thelander (1976:103) menyatakan apabila dalam suatu tuturan terjadi percampuran atau kombinasi antara variasi-variasi yang berbeda di dalam satu klausa yang sama, maka peristiwa itu disebut campur kode. Seperti halnya alih kode, campur kode juga dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: a) campur kode intern dan b) campur kode ekstern. Latar belakang terjadinya campur kode pada dasarnya dapat dikategorikan menjadi dua tipe, yaitu: a) tipe yang berlatar belakang pada sikap dan b) tipe yang berlatar belakang kebahasaan. Atas dasar latar belakang sikap dan kebahasaan yang saling bergantung dan bertumpang tindih seperti itu dapat diidentifikasi beberapa alasan atau penyebab terjadinya campur kode, yaitu: (a) identifikasi peranan, (b) identifikasi ragam, dan (c) keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan. Berdasarkan unsur-unsur kebahasaan yang terlibat di dalamnya, campur kode dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain: (a) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud kata Contoh: Mangka seringkali sok ada kata-kata seolah-olah bahasa daerah itu kurang penting. (b) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud frasa Contoh: Karena saya sudah kadhung apik dengan dia, ya tak teken saja. (c) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud bentuk baster Contoh: Hendaknya segera diadakan hutanisasi kembali. (d) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud pengulangan kata Contoh: Sejak tadi hanya tonya-tanya saja kerjamu! (e) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud ungkapan atau idiom Contoh: Hindari cara kerja alon-alon waton kelakon. 131

(f) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud klausa Contoh: Pemimpin yang bijaksana selalu bertindak ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. 5) Interferensi Interferensi dianggap sebagai gejala tutur, hanya terjadi pada dwibahasawan dan peristiwanya dianggap sebagai penyimpangan. Interferensi dianggap sebagai sesuatu yang tidak perlu terjadi karena unsur-unsur serapan itu sebenarnya sudah ada padanannya (persamaannya) dalam bahasa penyerap, sehingga cepat atau lambat sesuai dengan perkembangan bahasa penyerap, diharapkan makin berkurang atau sampai batas paling minim. Dalam proses interferensi terdapat tiga unsur mengambil peranan, yaitu: (a) bahasa sumber (bahasa donor), (b) bahasa penyerap (resipien), dan (c) unsur serapan (importasi). Dalam peristiwa kontak bahasa mungkin sekali pada suatu peristiwa suatu bahasa merupakan bahasa donor, sedangkan pada peristiwa lain bahasa tersebut merupakan bahasa penyerap. Saling serap merupakan peristiwa umum dalam kontak bahasa. Interferensi dapat terjadi dalam semua tataran kebahasaan, yaitu: (a) fonologi, contoh: mBandung, nJepara, nDeli, dan sebagainya (b) morfologi, contoh: kemahalan, sungguhan, ketabrak, dan sebagainya. (c) sintaksis, contoh: Rumahnya ayahnya Vian bagus sendiri di kampung ini merupakan terjemahan kalimat bahasa Jawa Omahe bapake Vian apik dhewe neng kampung iki. (d) semantik, contoh: sarat yang berarti ‘penuh’ sering dipertukarkan dengan syarat yang berarti ‘ketentuan’. 6) Integrasi Integrasi terjadi apabila unsur serapan dari suatu bahasa telah dapat menyesuaikan diri dengan sistem bahasa penyerapnya, sehingga pemakaiannya telah menjadi umum karena tidak lagi terasa keasingannya. Contoh: istilah yang berasal dari bahasa Belanda seperti: voorloper, zuursak, dan chauffeur berturut-turut dalam bahasa Indonesia menjadi pelopor, sirsak, dan sopir. Haugen (1972:477) menafsirkan integrasi sebagai kebiasaan memakai materi dari suatu bahasa ke dalam bahasa yang lain. Kebiasaan yang telah menjadi umum seperti itu terjadi karena unsur tersebut telah terserap dalam waktu yang cukup lama atau belum lama waktu terserapnya tetapi sangat diperlukan karena belum ada padanannya dalam bahasa yang bersangkutan. Proses penyesuaiannya biasanya tidak terjadi sekaligus. Sebelum unsur serapan itu benar-benar berintegrasi dalam bahasa penyerapnya, biasanya terjadi beberapa bentuk ganda sebagai akibat perbedaan tuturan perseorangan baik secara fonemik maupun secara morfemik. Penyerapan unsur asing dalam rangka pengembangan bahasa Indonesia bukan hanya melalui penyerapan kata asing itu yang disertai dengan penyesuaian lafal dan ejaan, tetapi banyak pula dilakukan dengan cara: (a) Penerjemahan langsung yaitu kosakata itu dicarikan padanannya dalam bahasa Indonesia. Contoh: airport menjadi bandar udara, paardekracht menjadi tenaga kuda, dan lain sebagainya. (b) Penerjemahan konsep yaitu kosakata asing itu diteliti baik-baik konsepnya lalu dicarikan kosakata bahasa Indonesia yang konsepnya dekat dengan kosakata asing tersebut. Contoh: begroting post menjadi mata anggaran, network menjadi jaringan, dan lain sebagainya. 7) Pergeseran Bahasa Pergeseran bahasa (language shift) menyangkut masalah penggunaan bahasa oleh seorang penutur atau sekelompok penutur yang bisa terjadi sebagai akibat perpindahan dari satu masyarakat tutur ke masyarakat tutur lain. Pendatang atau 132

kelompok pendatang ini untuk keperluan komunikasi mau tidak mau harus menyesuaikan diri dengan menanggalkan bahasanya sendiri, kemudian menggunakan bahasa masyarakat tutur setempat. Pergeseran bahasa biasanya terjadi di negara, atau daerah, atau wilayah yang memberi harapan untuk kehidupan sosial ekonomi yang lebih baik, sehingga mengundang imigran atau transmigran untuk mendatanginya. 3.2.2 Psikolinguistik Psikolinguistik merupakan gabungan disiplin psikologi dan linguistk, yakni dua bidang ilmu yang berbeda, yang masing-masing berdiri sendiri, dengan prosedur dan metode yang berlainan. Namun, keduanya sama-sama meneliti bahasa sebagai objek formalnya. Hanya objek materialnya yang berbeda. Objek psikologi adalah gejala jiwa dan objek linguistik adalah bahasa. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa objek psikolinguistik adalah bahasa juga, tetapi bahasa yang berproses dalam jiwa manusia yang tercermin dalam gejala jiwa. Dengan kata lain, bahasa yang dilihat dari aspekaspek psikologis. Psikolinguistik mencoba menguraikan proses-proses psikologi yang berlangsung jika seseorang mengucapkan kalimat-kalimat yang didengarnya pada waktu berkomunikasi dan kemampuan berbahasa itu diperoleh oleh manusia. Lebih lanjut Hartley (1982:16) menyatakan bahwa psikolinguistik membahas hubungan bahasa dengan otak dalam memproses dan menghasilkan ujaran-ujaran dalam pemerolehan bahasa. Orang yang sedang marah akan lain perwujudan bahasa yang digunakan dengan orang yang sedang bergembira. Titik berat psikolinguistik adalah bahasa, bukan gejala jiwa. Dengan mencoba menganalisis objek linguistik dan objek psikologi serta titik berat kajian psikolinguistik dapat ditarik simpulan bahwa ruang lingkup psikolinguistik mencoba memerikan bahasa dilihat dari aspek-aspek psikologi dan hal-hal yang dapat dipikirkan oleh manusia. Topik-topik penting yang akan dipaparkan pada kesempatan ini adalah: a) proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran, b) pemerolehan bahasa, dan c) gangguan berbahasa. B. Proses Bahasa dalam Komunikasi dan Pikiran Bahasa yang digunakan dalam proses komunikasi sebenarnya melalui suatu proses yang disebut proses bahasa. Proses bahasa itu dapat dibagi atas tiga bagian, yakni: 1) proses ketika masih berada di dalam jati diri seseorang, 2) berada di lingkungan, dan 3) berada di dalam jati diri pendengar.
proses pada pembicara proses pada lingkungan proses pada pendengar

Dalam kaitan dengan proses bahasa, Moulton (dalam Pateda, 1990:28) mengemukakan sebelas tahap yang dilalui oleh bunyi bahasa dari pembicara kepada pendengar. Tahapan tersebut adalah: (1) membuat kode semantis, (2) membuat kode gramatikal, (3) membuat kode fonologis, (4) perintah otak, (5) gerakan alat ucap, (6) bunyi berupa getaran, 133

(7) perubahan gerakan melalui telinga pendengar, (8) getaran diteruskan ke otak, (9) pemecahan kode fonologis, (10) pemecahan kode gramatikal, dan (11) pemecahan kode semantis. Dari sebelas tahap tersebut, hanya dua tahap yang dapat dihayati wujudnya, yakni tahap (5) dan tahap (6). Tahap-tahap lain berada di dalam jati diri pembicara atau pendengar. Dikaitkan dengan kajian psikolinguistik, maka proses (1)-(4) dan (7)(11) termasuk lingkupan kajian psikolinguistik. Proses yang terjadi berlangsung dengan cepat, otomatis, dan sempurna. Kata-kata yang memuat konsep pesan pembicara keluar dengan cepat seolah-olah tanpa dipikir lagi. Perhatikan orang yang sedang berpidato atau memberikan ceramah tanpa teks. Dalam hubungan seperti ini sangat diperlukan pengetahuan pembicara tentang: (a) sejumlah kosa-kata dengan makna dan penggunaannya, (b) kaidah bahasa yang digunakan, (c) situasi yang mempengaruhi, (d) keadaan pembicara, dan (e) saling mengerti antara pembicara dengan pendengar. B. Pemerolehan Bahasa Pemerolehan bahasa (language acquisition) adalah proses yang berlangsung di dalam otak seorang kanak-kanak ketika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya. Pemerolehan bahasa biasanya dibedakan dari pembelajaran bahasa (language learning). Pembelajaran bahasa berkaitan dengan proses-proses yang terjadi pada waktu seorang kanak-kanak mempelajari bahasa kedua, setelah dia memperoleh bahasa pertamanya. Berkaitan dengan pemerolehan bahasa dan pembelajaran bahasa akan diuraikan hal-hal sebagai berikut: 1) teori pemerolehan bahasa, 2) tahap-tahap pemerolehan bahasa (B1), dan 3) pembelajaran bahasa (B2). 1) Teori Pemerolehan Bahasa Terdapat tiga teori pemerolehan bahasa, yaitu: (a) teori behavioristik, (b) teori nativistik, dan (c) teori kognitif. Menurut pandangan kaum behavioristik (kaum empiris), tidak ada struktur linguistik yang dibawa anak sejak lahir. Anak yang lahir dianggap kosong dari bahasa, anak yang lahir tidak membawa kapasitas atau potensi bahasa. Pengetahuan dan keterampilan berbahasa diperoleh melalui pengalaman dan proses belajar. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Skinner bahwa anak-anak memperoleh bahasa melalui hubungan dengan lingkungan, dalam hal ini dengan cara meniru. Bagi kaum nativistis, proses pemerolehan bahasa bukan karena hasil proses belajar, tetapi karena sejak anak lahir ia telah memiliki sejumlah kapasitas atau potensi yang akan berkembang sesuai dengan proses kematangan intelektualnya. Chomsky, pelopor kaum nativistis beranggapan bahwa setiap anak yang lahir telah dibekali dengan perangkat pemerolehan bahasa atau language acquisition device (LAD). Teori kognitif yang dipelopori oleh Jean Piaget menekankan hasil kerja mental, hasil pekerjaan yang nonbehavioris. Proses-proses mental dibayangkan sebagai yang secara kualitatif berbeda dari tingkah laku yang dapat diobservasi. Titik awal teori kognitif adalah anggapan terhadap kapasitas kognitif anak dalam menemukan struktur di dalam bahasa yang ia dengar di sekelilingnya.Baik pemahaman dan produksi serta komprehensi bahasa pada anak dipandang sebagai hasil proses kognitif yang secara terus-menerus berkembang dan berubah. Jadi, stimulus merupakan masukan bagi anak yang kemudian berproses dalam otak. Pada otak ini terjadi mekanisme internal yang diatur oleh pengatur kognitif yang kemudian keluar sebagai hasil pengolahan kognitif tadi.

134

2) Tahap-tahap Pemerolehan Bahasa (B1) Ada sebagian ahli membagi tahap pemerolehan bahasa ke dalam tahap pralinguistik dan tahap linguistik. Tahap pralinguistik yakni berupa keluarnya bunyibunyi seperti tangisan dan rengekan yang dikendalikan oleh rangsangan yakni respon otomatis anak pada rangsangan lapar, sakit, keinginan untuk digendong, dan perasaan senang. Pada tahap linguistik terdiri dari: (a) Tahap pengocehan (babbling stage), kira-kira anak berumur enam bulan. Ia mulai meraban (mengoceh), ia mulai mengucapkan sejumlah besar bunyi ujar yang sebagian besar tidak bermakna dan sebagian kecil menyerupai kata atau penggalan kata yang bermakna hanya karena kebetulan saja. (b) Tahap satu kata, satu frasa (holophrastic stage), kira-kira anak berumur satu tahun. Anak mulai menggunakan serangkaian bunyi berulang-ulang untuk makna yang sama. Pada tahap ini satu kata yang diucapkan anak itu merupakan satu konsep yang lengkap. (c) Tahap dua kata, satu frasa, kira-kira umur dua tahun. Seorang anak mulai mengucapkan ujaran-ujaran yang terdiri dari dua kata. Dalam tahap ini anak menggunakan rangkaian dari ucapan satu kata dengan intonasi seakan-akan ada dua ucapan. (d) Tahap “menyerupai telegram”. Jika seorang anak sudah mampu menggunakan lebih dari dua kata maka jumlah kata yang dipakai dapat tiga, empat, bahkan lebih. 3) Pembelajaran Bahasa (B2) Terdapat dua cara dalam pembelajaran bahasa, yaitu: (a) Pembelajaran B2 yang terpimpin. Ini berarti pembelajaran B2 yang diajarkan kepada pelajar dengan meyajikan materi yang sudah direncanakan, yakni tanpa latihan yang terlalu ketat dan dengan penuh kesalahan dari pihak si pelajar. Ciriciri pembelajaran B2 ini adalah bahwa materi bergantung pada kriteria yang ditentukan oleh guru dan strategi-strategi yang dipakai oleh seorang guru juga sesuai dengan yang dianggap cocok bagi siswanya. (b) Pembelajaran B2 secara alamiah (spontan). Cara ini dapat kita perhatikan dalam komunikasi sehari-hari dan bebas dari pengajaran atau pimpinan guru. Pembelajaran seperti ini tidak ada keseragaman dalam caranya sebab individu belajar B2 dengan cara sendiri. C. Gangguan Berbahasa Gangguan berbahasa itu dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu: 1) gangguan berbicara, 2) gangguan berbahasa, dan 3) gangguan berpikir. 1) Gangguan Berbicara Gangguan berbicara ini dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu: (a) gangguan mekanisme berbicara, (b) gangguan akibat multifaktorial, dan (c) gangguan psikogenik. Gangguan mekanisme berbicara adalah suatu proses produksi ucapan oleh kegiatan terpadu dari pita suara, lidah, otot-otot yang membentuk rongga mulut serta kerongkongan, dan paru-paru. Maka gangguan berbicara berdasarkan mekanismenya dapat dirinci menjadi gangguan berbicara akibat kelainan: (1) pada paru-paru (pulmonal), (2) pada pita suara (laringal), (3) pada lidah (lingual), dan (4) pada rongga mulut dan kerongkongan (resonantal). Gangguan akibat multifaktorial bisa menyebabkan terjadinya gangguan berbicara. Gangguan bicara yang bisa terjadi antara lain: (1) berbicara serampangan adalah berbicara dengan cepat sekali, dengan artikulasi yang rusak, ditambah dengan “menelan” sejumlah suku kata, sehingga yang diucapkan sukar dipahami; (2) berbicara propulsif, biasanya terdapat pada para penderita penyakit parkinson (kerusakan pada 135

berbicara terus-menerus. (c) Afasia motorik transkortikal terjadi karena terganggunya hubungan antara daerah Broca dan Wernicke. perubahan perilaku. untuk menulis. yaitu tidak dapat mengeluarkan isi pikiran dengan menggunakan perkataan. (b) sisofrenik. yaitu afasia motorik dan afasia sensorik. Kerusakan pada daerah tersebut dan sekitarnya menyebabkan terjadinya gangguan bahasa yang disebut afasia. dan kemunduran dalam segala macam fungsi intelektual. dapat kita temukan pula gangguan berbahasa akibat lingkungan sosial. curah verbal dicoraki oleh topik yang menyedihkan.3 Pragmatik Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal. dan (3) berbicara mutis. terasingnya seorang anak manusia yang aspek biologis bahasanya normal dari lingkungan manusia. Terdapat dua jenis afasia. tetapi masih mungkin menggunakan perkataan substitusinya. (1) berbicara manja. yaitu: (a) Afasia motorik kortikal. Penyebab terjadinya afasia sensorik adalah akibat adanya kerusakan pada lesikortikal di daerah Wernicke pada hemisferium yang dominan. Ini berarti.2. (c) depresif. Keterasingannya bisa disebabkan karena diperlakukan dengan sengaja (sebagai eksperimen) bisa juga karena hidup bukan dalam alam lingkungan manusia. daerah Broca dan Wernicke harus berfungsi baik. dan cenderung mengakhirinya. yaitu hilangnya kemampuan untuk mengutarakan isi pikiran dengan menggunakan perkataan. 2) Gangguan Berbahasa Untuk dapat berbahasa diperlukan kemampuan mengeluarkan kata-kata. tidak mampu menikmati kehidupan. Ini berarti. seperti: perubahan kepribadian. Mungkin lebih tepat disebut sebagai variasi cara berbicara yang normal. Gangguan bicara psikogenik ini antara lain. (3) berbicara gagap. 3) Gangguan Berpikir Gangguan pikiran dapat berupa hal-hal berikut. (2) berbicara kemayu. namun ekspresi verbal tidak bisa sama sekali. Terdapat tiga macam afasia motorik. Gangguan berbicara psikogenik ini sebenarnya tidak bisa disebut sebagai suatu gangguan berbicara. dan (4) berbicara latah. kehilangan gairah hidup. (b) Afasia motorik subkortikal. tetapi juga tidak dapat berkomunikasi secara visual maupun isyarat. 136 . dan ekspresi visual pun berjalan normal. Namun mereka masih memiliki curah verbal meskipun hal itu tidak dipahami oleh dirinya sendiri maupun orang lain. melainkan dipelihara oleh binatang serigala atau binatang lain. Contoh: kata pensil disebut dengan tu.otak yang menyebabkan otot menjadi gemetar. Artinya. tetapi merupakan ungkapan gangguan di bidang mental. tetapi masih bisa mengeluarkan perkataan dengan cara membeo. Selain tiga macam gangguan berbahasa yang telah disebut di atas. (a) pikun. tu. Penderita afasia sensorik ini kehilangan pengertian bahasa lisan maupun bahasa tulis. 3. tu. sedang ekspresivisual (bahasa tulis dan bahasa isyarat) masih bisa dilakukan. dan lemah). penderita gangguan mutisme bukan hanya tidak dapat berkomunikasi secara verbal. kaku. masih dapat mengutarakan perkataan yang singkat dan tepat. yakni tentang satuan kebahasaan itu digunakan di dalam komunikasi. menyalahi dan mengutuk diri sendiri. hubungan langsung antara pengertian dan ekspresi bahasa terganggu. Penderita afasia motorik kortikal masih bisa mengerti bahasa lisan dan bahasa tulis. tetapi banyak berdialog dengan diri sendiri. Pengetian bahasa verbal dan visual tidak terganggu.

Aspek-aspek yang berkaitan dengan penutur dan mitra tutur adalah umur. Tuturan merupakan akibat. Dalam hubungan ini bentuk-bentuk tuturan yang bermacam-macam dapat digunakan untuk menyatakan maksud yang sama. peristiwa. kode. konteks tuturan. Di dalam koteks. amanat atau pesan. Hymes (dalam Rustono. Makna yang dikaji dalam pragmatik bersifat triadis. mitra tutur. Di dalam komunikasi tidak ada tuturan tanpa situasi tutur. Konteks dan Situasi Tutur 1) Konteks Konteks adalah sesuatu yang menjadi sarana untuk memperjelas suatu maksud (Rustono. (1998:421) koteks terdiri atas unsur-unsur seperti: situasi. A. (a) Penutur dan mitra tutur Konsep penutur dan mitra tutur ini juga mencakup penulis dan pembaca jika tuturan yang bersangkutan dikomunikasikan dengan media tulisan. “Terima kasih. konteks pada hakikatnya adalah semua latar belakang pengetahuan yang dipahami bersama oleh penutur dan mitra tutur. dan c) prinsip percakapan. Terdapat dua sarana. pembicara. Menurut Alwi et al. Pembicaraan dalam bagian pragmatik ini akan dibatasi seputar: a) konteks dan situasi tutur. (e) Tuturan Tuturan yang digunakan di dalam rangka pragmatik. tuturan yang dihasilkan merupakan bentuk dari tindak verbal. selamat jalan” yang terpasang di ujung gang jelas karena didukung oleh ekspresi sebelumnya “Jalan pelan-pelan. dan lain-lain. waktu. Atau sebaliknya.Pragmatik bisa dikatakan mempelajari makna secara eksternal atau makna yang terikat konteks. waktu dan tempat bertutur. ekspresi yang mendukung kejelasan suatu maksud tuturan itu dapat mendahuluinya dapat pula menyertainya. 137 . kode. Dalam hubungan ini pragmatik menangani bahasa dalam tingkatannya yang lebih konkret dibanding dengan tatabahasa. tujuan tuturan. 1999:22) mengemukakan bahwa ciri-ciri konteks mencakup delapan hal. berbagai maksud dapat diutarakan dengan tuturan yang sama. tempat. serta waktu dan tempat pengutaraannya. (c) Tujuan tuturan Bentuk-bentuk tuturan yang diutarakan oleh penutur dilatarbelakangi oleh maksud dan tujuan tertentu. dan peristiwa (kejadian). tindak tutur sebagai bentuk tindakan atau aktivitas. dan sarana. adegan. b) tindak tutur dan jenis-jenisnya. saluran atau media.1999:20). Tuturan sebagai entitas yang konkret jelas penutur dan mitra tuturnya. topik tuturan. topik. Menurut Leech (1983:13-15) situasi tutur mencakup lima komponen. 2) Situasi Tutur Situasi tutur adalah situasi yang melahirkan tuturan (Rustono. Oleh karenanya. (b) Konteks tuturan Di dalam pragmatik. (d) Tindak tutur Pragmatik berhubungan dengan tindak verbal yang terjadi dalam situasi tertentu. latar belakang sosial ekonomi. bentuk amanat. seperti yang dikemukakan dalam kriteria keempat merupakan bentuk dari tindak tutur. Misal: maksud ekspresi. yaitu: penutur. pendengar. Di dalam pragmatik berbicara merupakan aktivitas yang berorientasi pada tujuan. banyak anak kecil” yang dipasang di mulut gang. yaitu: penutur dan mitra tutur. sedangkan situasi tutur merupakan sebab. jenis kelamin. dan tuturan sebagai produk tindak verbal. 1999:26). yaitu: (a) bagian ekspresi yang dapat mendukung kejelasan maksud yang disebut koteks dan (b) situasi yang berhubungan dengan suatu kejadian yang lazim disebut konteks saja. tingkat keakraban.

Empat syarat kesahihan itu adalah: a) Harus ada prosedur konvensional yang mempunyai efek konvensional dan prosedur itu harus mencakupi pengujaran kata-kata tertentu oleh orang-orang tertentu pada peristiwa tertentu. Jenis-jenis tindak tutur antara lain: 1) konstatif dan performatif. yaitu: (a) representatif atau asertif. Tindak lokusi adalah tindak tutur untuk menyatakan sesuatu. Tuturan yang mengandung maksud dan fungsi atau daya tuturan adalah tindak tutur ilokusi. (b) direktif atau impositif. d) Prosedur itu harus dilaksanakan oleh para peserta secara lengkap. c) Prosedur itu harus dilaksanakan oleh para peserta secara benar. tanpa dimaksudkan untuk meminta kipas angin dijalankan atau jendela dibuka merupakan tuturan lokusi. 2) lokusi. dan (e) deklarasi atau isbati.B. 138 . Tuturan “Saya mohon maaf atas keterlambatan saya ini” merupakan contoh tuturan performatif. Direktif. Tindak tutur lokusi paling mudah untuk diidentifikasi karena pengidentifikasiannya cenderung dapat dilakukan tanpa menyertakan konteks tuturan atau tanpa mengaitkan maksud tertentu. Tindak tutur yang pengutaraannya dimaksudkan untuk mempengaruhi mitra tutur disebut dengan tindak perlokusi. yaitu konstatif dan performatif. Sebuah tuturan yang diutarakan oleh seseorang seringkali mempunyai daya pengaruh atau efek bagi yang mendengarnya. Tindak Tutur dan Jenis-jenisnya Tindak tutur adalah kegiatan melakukan tindakan mengujarkan tuturan (Rustono. dan vernakuler dan seremonial. 1999:32). Sebagai contoh. 3) representatif. Tuturan performatif tidak dapat dikatakan bahwa tuturan itu salah atau benar. Ekspresif. (c) ekspresif atau evaluatif. direktif. 1) Konstatif dan Performatif Tuturan yang bermodus deklaratif dibedakan menjadi dua. tuturan “Ada hantu” mempunyai daya pengaruh untuk menakut-nakuti. Komisif. harfiah. komisif. Tindak tutur ini disebut sebagai the act of saying something. Searle (1969:23-24) mengemukan tiga jenis tindakan yang bisa diwujudkan seorang penutur. Kesahihan tuturan performatif bergantung kepada pemenuhan persyaratan kesahihan. tidak langsung. Tuturan “Semarang ibukota Jawa Tengah” merupakan tuturan konstatif karena kebenaran tuturan itu. ekspresif. Efek atau daya pengaruh ini dapat secara sengaja atau tidak disengaja dikreasikan oleh penuturnya. (d) komisif. dan deklarasi. lawan dingin. dan Deklarasi Tindak tutur yang terhitung jumlahnya dapat diklasifikasikan menjadi lima jenis. yaitu: (a) tindak lokusi. Tuturan performatif adalah tuturan yang pengutaraannya digunakan untuk melakukan sesuatu. Ilokusi. (b) tindak perlokusi. 3) Representatif. 2) Lokusi. Tuturan konstatif adalah tuturan yang menyatakan sesuatu yang kebenarannya dapat diuji benar atau salah dengan menggunakan pengetahuan tentang dunia. dan Perlokusi Berkenaan dengan tuturan. Tindak tutur ini sering disebut the act of affecting someone. dan perlokusi. Terhadap tuturan performatif dapat dinyatakan sahih atau tidak. Tindak ilokusi disebut the act of doing something. Bila diamati konsep lokusi adalah konsep yang berkaitan dengan proposisi kalimat. 4) langsung. Tuturan “Sayur ini enak meskipun kurang asin” yang dimaksudkan untuk meminta diambilkan garam merupakan tuturan ilokusi. ilokusi. dan (c) tindak perlokusi. dan tidak harfiah. Tuturan “Udara panas” yang mengacu kepada makna udara atau hawa panas. b) Orang-orang dan peristiwa tertentu di dalam kasus tertentu harus berkelayakan atau yang patut melaksanakan prosedur itu.

Tindak tutur komisif adalah tindak tutur yang mengikat penuturnya untuk melaksanakan sesuatu yang disebutkan di dalam tuturannya. memberikan. membatalkan. “Jika kau tidak datang ke pesta pernikahanku. Contohnya: “Saya berjanji akan mengasuh anak ini dengan ikhlas dan baik”. Tuturan “Pemuda itu tinggi hati” yang diujarkan penutur untuk 139 . Dengan demikian. Nak” termasuk tuturan memuji. dan “Jika ada rezeki. memberi aba-aba. “Mana barang yang kau janjikan kemarin?”. Tindak tutur deklarasi adalah tindak tutur yang dimaksudkan penuturnya untuk menciptakan hal (status. dan sebagainya. mengampuni. menuntut. tuturan itu dapat merupakan pengungkapan secara tidak langsung. “Di kota inilah dia dilahirkan”. menyebutkan. dan berspekulasi. mengakui. Tuturan-tuturan yang termasuk jenis tindak tutur direktif adalah: memaksa. sedangkan tindak tutur tidak harfiah adalah tindak tutur yang maksudnya tidak sama dengan makna kata-kata yang menyusunnya. perintah dapat diutarakan dengan kalimat berita atau kalimat tanya agar orang yang diperintah tidak merasa diperintah. menyarankan. mengabulkan. tuturan interogatif untuk bertanya. 4) Langsung. Hal itu terjadi karena maksud yang diekspresikan dengan tuturan deklaratif itu bermaksud memerintah. terbentuklah tindak tutur tidak langsung. Tuturan seperti “Obat ayahmu sudah habis”. menunjukkan. Harfiah. Tindak tutur harfiah adalah tindak tutur yang maksudnya sama dengan makna kata-kata yang menyusunnya. dan Tidak Harfiah Sebuah tuturan yang bermodus deklaratif difungsikan secara konvensional untuk mengatakan sesuatu. Tuturan-tuturan dengan maksud mengesahkan. Tuturan “Sudah bekerja keras. mengucapkan terima kasih. dan memaafkan termasuk jenis tindak tutur deklarasi. melarang. mengeluh. menyatakan kesanggupan. kami akan menunaikan ibadah haji. memutuskan. bersumpah. mengangkat. Tidak Langsung. Dik!”. mengkritik. dan menantang. Tuturan yang termasuk jenis tindak tutur komisif adalah berjanji. mengancam. Bila hal itu terjadi. tindak tutur dapat dibedakan menjadi tindak tutur harfiah dan tindak tutur tidak harfiah. dan sebagainya. “Silakan jika ingin mengambil bunga itu”. Tindak tutur ekspresif adalah tindak tutur yang diujarkan penutur dimaksudkan sebagai evaluasi tentang hal yang disebutkan di dalam tuturan itu. Tindak tutur direktif adalah tindak tutur yang dilakukan oleh penutur dengan maksud agar mitra tutur melakukan tindakan yang disebutkan di dalam tuturan itu. memerintah. mengucapkan selamat. Tuturan “Mahasiswa yang membayar angsuran kedua sudah 90%”. keadaan. menagih. tetapi gaji tetap tidak mencukupi kebutuhan hidup” termasuk tuturan mengeluh. Yang termasuk jenis tindak tutur ini adalah tuturan-tuturan memuji. untuk berbicara secara sopan. menyalahkan. mengajak. melaporkan. menggolongkan. Di samping itu. tindak tutur yang terbentuk adalah tindak tutur langsung. Tuturan imperatif “Makan hati!”. yaitu tindak tutur langsung dan tindak tuturtidak langsung. yang diujarkan seorang kakak kepada adiknya yang sedang makan dan di atas meja tersedia hati ayam digoreng merupakan tindak harfiah. menyuruh. dan tuturan imperatif untuk menyuruh atau mengajak atau memohon. kesaksian. dan sebagainya) yang baru. Tuturan “Ambilkan sendok di meja itu!”. mendesak. meminta. Selain itu. aku tidak akan berteman lagi denganmu”. dan “Sebentar lagi kita berangkat ke Parangtritis” termasuk tuturan reprentatif. dan “Lebih baik Anda pulang sekarang” adalah tuturan direktif.Tindak tutur representatif adalah tindak tutur yang mengikat penuturnya akan kebenaran atas sesuatu yang diujarkan. mengizinkan. dan berkaul. dan menyanjung. Bapak maafkan kesalahanmu”. Contoh tuturan jenis ini antara lain: ”Jangan naik ke meja itu. kita dapat membedakan dua jenis tindak tutur. jika dituturkan oleh seorang ibu kepada anaknya. Tuturan “Kegiatanmu hari ini sangat bermanfaat. memohon. Yang termasuk ke dalam jenis tindak tutur ini adalah tuturan-tuturan menyatakan.

140 . Jawaban Hazza pada contoh di atas sepintas tidak berhubungan. hubungan implikasionalnya dapat diterangkan. Maksim relevansi mengharuskan setiap peserta tutur memberi kontribusi yang relevan dengan masalah pembicaraan. terdapat dua jenis tindak tutur. Maksim kualitas mewajibkan setiap peserta percakapan mengatakan hal yang sebenarnya. tidak taksa. Sebagai contoh adalah tuturan “Nanti kalau masuk Java Super Mall jangan lewat di tempat b-o-n-e-k-a. tetapi jika dicermati. Hafidz dapat membuat inferensi pukul berapa ketika itu. Tindak menikahkan orang “Dengan ini. c) maksim relevansi. 5) Vernakuler dan Seremonial Berdasar sudut pandang kelayakan pelakunya. tetapi memungkinkan pula pada apa yang diimplikasikan ujaran itu. Contoh tuturan vernakuler misalnya: “Terima kasih kepercayaan yang sudah diberikan kepada anak saya”. Dengan memperhatikan tukang koran mengantar surat kabar kepada mereka. C. dan d) maksim pelaksanaan. Tuturan cukup memadai tentang pelaksanaan peringatan itu. Sebagai contoh dapat diperhatikan wacana berikut ini. Dengan maksim ini seorang penutur juga diharuskan menafsirkan kata-kata yang digunakan mitra tuturnya secara taksa berdasarkan konteks-konteks pemakaiannya. dan tidak berlebih-lebihan. Dik? Hazza : Tukang koran baru saja lewat Kak. serta runtut. A : Rumahmu di mana? B : Semarang. B memberikan kontribusi yang secara kuantitas memadai atau mencukupi pada setiap tahapan komunikasi.mengungkapkan pemuda yang tidak mudah bergaul merupakan tindak tutur tidak harfiah. yakni: a) maksim kuantitas. Untuk jelasnya perhatikan wacana berikut ini. b) maksim kualitas. A : Siapa namamu? B : Tania. tepatnya di Tembalang. ya!” cara tersebut sering dilakukan oleh orang tua kalau anaknya meminta barang-barang mainan yang mahal jika berbelanja di toko. Maksim kuantitas menghendaki setiap peserta tutur memberikan kontribusi yang secukupnya atau sebanyak yang dibutuhkan oleh mitra tuturnya. Contoh di atas mengisyaratkan bahwa kontribusi peserta tindak tutur relevansinya tidak selalu terletak pada makna ujarannya. Grice (1957:45-47) mengemukakan bahwa dalam rangka melaksanakan prinsip kerja sama. sedangkan tindak tutur seremonial adalah tindak tutur yang dilakukan oleh orang yang berkelayakan untuk hal yang dituturkannya. Prinsip Percakapan Yang akan diuraikan dalam prinsip percakapan dala prinsip percakapan antara lain: 1) prinsip kerjasama dan 2) prinsip kesopanan 1) Prinsip Kerjasama Terdapat prinsip kerjasama yang harus dilakukan penutur dan mitra tutur agar proses komunikasi iu berjalan lancar. Kontribusi peserta percakapan hendaknya didasarkan pada bukti-bukti yang memadai. Tindak tutur vernakuler adalah tindak tutur yang dapat dilakukan oleh setiap anggota masyarakat tutur. yaitu vernakuler dan seremonial. putri bapak Sudiro” sebagai contoh tindak tutur seremonial. Maksim pelaksanaan mengharuskan setiap peserta tutur bicara secara langsung. setiap penutur harus mematuhi empat maksim. Tuturan “Peringatan Pertempuran Lima Hari diselenggarakan di pelataran Tugu Muda”. Saudara saya nikahkan dengan Saudari Jenaka Amalia. tidak kabur. Hafidz : Pukul berapa sekarang.

biasa-biasa saja. (b) maksim kemurahhatian. (6) Anda harus meminjami saya uang. Memet : Drama itu bagus. Itu hanya kebetulan. (9) Saya akan mengundangmu ke rumah untuk makan malam. (1) Datang ke rumah saya! (tidak sopan) (2) Datanglah ke rumah saya! (3) Silakan datang ke rumah saya! (4) Sudilah kiranya datang ke rumah saya! (5) Kalau tidak keberatan. Tuturan yang diutarakan secara tidak langsung lazimnya lebih sopan dibandingkan dengan tuturan yang diutarakan secara langsung. Maksim kerendahhatian menuntut setiap peserta tutur untuk memaksimalkan ketidakhormatan pada diri sendiri dan meminimalkan rasa hormat pada diri sendiri. Alif bersikap sopan karena berusaha memaksimalkan keuntungan mitra tuturnya dan Aqil juga berusaha meminimalkan penghargaan kepada diri sendiri. Maksim kesimpatian ini mengharuskan setiap peserta tutur untuk memaksimalkan rasa simpati dan meminimalkan rasa antipati kepada mitra tutur. Maksim kerendahhatian juga diungkapkan dengan kalimat ekspresif dan asertif. Maksim kemurahhatian diutarakan dengan kalimat ekspresif dan kalimat asertif. (d) maksim kerendahhatian. (c) maksim penerimaan.2) Prinsip Kesopanan Sebagai retorika interpersonal pragmatik membutuhkan prinsip kesopanan. semakin besar pula keinginan orang itu untuk bersikap sopan kepada mitra tuturnya. Maksim kerendahan hati berpusat pada diri sendiri. Maksim kesimpatian juga diungkapkan dengan kalimat ekspresif dan asertif. Maksim kemurahhatian menuntut setiap peserta tutur untuk memaksimalkan rasa hormat kepada orang lain dan meminimalkan rasa tidak hormat kepada orang lain. Maksim ini menggariskan setiap peserta tutur untuk meminimalkan kerugian orang lain. ya? Mamat : Ya. 141 . dan (f) maksim kesimpatian. Maksim kecocokan juga diungkapkan dengan kalimat ekspresif dan asertif. Perhatikan contoh berikut ini. Prinsip kesopanan memiliki sejumlah maksim. yaitu: (a) maksim kebijaksanaan. Dapat dicermati contoh berikut ini. Rahmi : Ah tidak. Maksim kecocokan menggariskan setiap penutur dan mitra tutur untuk memaksimalkan kecocokan di antara mereka dan meminimalkan ketidakcocokan di antara mereka. (e) maksim kecocokan. Maksim kebijaksanaan diungkapkan dengan tuturan impositif dan komisif. tetapi blocking pemainnya masih banyak kekurangan. Maksim ini mewajibkan setiap peserta tutur untuk memaksimalkan kerugian bagi diri sendiri dan meminimalkan keuntungan diri sendiri. Aqil : Tidak. Sebagai contoh dapat diperhatikan tuturan berikut. Maksim penerimaan diutarakan dengan kalimat komisif dan impositif. (8) Saya akan datang ke rumahmu untuk makan siang. Untuk jelasnya dapat diperhatikan wacana berikut. saya kira biasa-biasa saja. (7) Saya akan meminjami uang kepada Anda. sudilah kiranya datang ke rumah saya! (sopan) Dapat dikatakan. Rahma : Betapa pandainya dirimu. Perhatikan contoh berikut. atau memaksimalkan keuntungan bagi orang lain. Tuturan (6) dan (8) di bawah ini dipandang kurang sopan jika dibandingkan dengan (7) dan (9) berikut. tetapi dalam mengungkapkan perasaan dan menyatakan pendapat ia tetap diwajibkan demikian. Dengan penggunaan kalimat ekspresif dan asertif ini jelaslah bahwa tidak hanya dalam meyuruh dan menawarkan sesuatu seseorang harus berlaku sopan. Alif : Permainanmu sangat bagus. semakin panjang tuturan seorang.

3.3.5. direktif. Objek psikologi adalah gejala jiwa dan objek linguistik adalah bahasa. Psikolinguistik merupakan gabungan disiplin psikologi dan linguistk. dan tidak harfiah. antara lain: kedwibahasaan. pemerolehan bahasa. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa objek psikolinguistik adalah bahasa juga. yakni tentang satuan kebahasaan itu digunakan di dalam komunikasi. Pembicaraan dalam bagian pragmatik ini dibatasi seputar: a) Konteks dan situasi tutur. campur kode. Aku baru dengar sekarang. (ii) lokusi. integrasi. ya.5 Amatilah gangguan berbahasa yang terjadi di sekitarmu! 3.1 Apakah yang bisa dipelajari dalam studi sosiolinguistik? 3.4 Amatilah pemerolehan bahasa pertama dan pembelajaran bahasa yang terjadi di sekitarmu! 3.1 Cermatilah pemakaian variasi bahasa yang terdapat di sekitarmu! 3. Oh. Konteks meliputi dua sarana. bahasa yang dilihat dari aspek-aspek psikologis.Kartika : Bibiku sudah satu minggu ini dipanggil Allah. konteks tuturan. tujuan tuturan. dan gangguan berbahasa. dan perlokusi. harfiah. segi keformalan. komisif.5. Jenis-jenis tindak tutur antara lain: (i) konstatif dan performatif.3 Amatilah proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran yang terjadi di sekitarmu! 3.5. Dengan kata lain. ekspresif. Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal. tidak langsung.5 Evaluasi 3. (iii) representatif.2 Cermatilah peristiwa kontak bahasa yang terdapat di sekitarmu! 3. Pragmatik bisa dikatakan mempelajari makna secara eksternal atau makna yang terikat konteks. segi pemakaian. Situasi tutur meliputi: penutur dan mitra tutur. antara lain: segi penutur.2 Jelaskan permasalahan yang dapat diuraikan dalam studi psikolinguistik! 3. yang dapat ditinjau dari bermacam-macam segi. Topik-topik penting yang dipaparkan di bagian psikolinguistik adalah proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran. 3. diglosia. ilokusi. b) Peristiwa kontak bahasa. dan pergeseran bahasa. tindak tutur sebagai bentuk tindakan atau aktivitas.3.3. dan vernakuler dan c) Prinsip percakapan. aku turut berduka cita.3 Studi pragmatik mengurai permasalahan apa saja! 142 . yaitu: a) Variasi bahasa. alih kode. b) Tindak tutur dan jenis-jenisnya. Yang diuraikan dalam prinsip percakapan dalam prinsip percakapan adalah prinsip kerjasama dan prinsip kesopanan 3. (iv) langsung.3. dan deklarasi. Pembahasan di bidang sosiolinguistik ini difokuskan pada dua hal. Makna yang dikaji dalam pragmatik bersifat triadis. Kartini . interferensi. dan tuturan sebagai produk tindak verbal.4 Rangkuman Sosiolinguistik sebagai bidang ilmu antardisiplin (disiplin sosiologi dan disiplin linguistik) yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan pemakaian bahasa di dalam masyarakat.7 Perhatikan prinsip percakapan yang terjadi di sekelilingmu! 3. dan segi sarana.3. yaitu: bagian ekspresi yang dapat mendukung kejelasan maksud yang disebut koteks dan situasi yang berhubungan dengan suatu kejadian yang lazim disebut konteks saja.3 Latihan-latihan 3. tetapi bahasa yang berproses dalam jiwa manusia yang tercermin dalam gejala jiwa.6 Perhatikan berbagai tindak tutur yang terjadi di sekelilingmu! 3.3.

dan pergeseran bahasa. campur kode. Logic and Conversation. dan perlokusi. Chaer. (iv) langsung. Kentjono. tidak langsung.1 Sosiolinguistik sebagai bidang ilmu antardisiplin (disiplin sosiologi dan disiplin linguistik) mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan pemakaian bahasa di dalam masyarakat. Gramedia Pustaka Utama.3. pemerolehan bahasa. ekspresif. tujuan tuturan. California: Stanford University Press. Principles of Pragmatics. Sri Utari Subyakto. yaitu: a) Variasi bahasa. dan deklarasi. Leech. integrasi. Jakarta: Fakultas Sastra UI Press. 143 . Hartley. Situasi tutur meliputi: penutur dan mitra tutur. direktif. dan segi sarana. bahasa yang dilihat dari aspek-aspek psikologis. Language. interferensi. G. segi pemakaian. 1982.2 Psikolinguistik merupakan gabungan disiplin psikologi dan linguistk. Konteks meliputi dua sarana. Syntax and Semantics. Sosiolinguistics. New York: Academic Press.A. tindak tutur sebagai bentuk tindakan atau aktivitas. 1992. antara lain: kedwibahasaan. Jakarta: PT.3 Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal. Nation” dalam The Ecology of Language. Jakarta: PT. Essays by Einar Haugen. yakni tentang satuan kebahasaan itu digunakan di dalam komunikasi. dan tuturan sebagai produk tindak verbal. Objek psikologi adalah gejala jiwa dan objek linguistik adalah bahasa. komisif. 1984. Topik-topik penting yang dipaparkan di bagian psikolinguistik adalah proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran. yaitu: bagian ekspresi yang dapat mendukung kejelasan maksud yang disebut koteks dan situasi yang berhubungan dengan suatu kejadian yang lazim disebut konteks saja. Rineka Cipta. 1983. Linguistics for Language Learners. dan vernakuler dan c) Prinsip percakapan. tetapi bahasa yang berproses dalam jiwa manusia yang tercermin dalam gejala jiwa. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. dan tidak harfiah. harfiah. konteks tuturan. (ii) lokusi. Fishman. b) Tindak tutur dan jenis-jenisnya. Jakarta: Rineka Cipta. Abdul. alih kode. Yang diuraikan dalam prinsip percakapan dalam prinsip percakapan adalah prinsip kerjasama dan prinsip kesopanan DAFTAR PUSTAKA Chaer. E. Nababan. Anthony F. antara lain: segi penutur. A Brief Introduction. Dasar-dasar Linguistik Umum. segi keformalan. Speech Act. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa objek psikolinguistik adalah bahasa juga. Chaer. diglosia. 3. London: The Macmillan Press. 1994.6.N. dan gangguan berbahasa. b) Peristiwa kontak bahasa. Pembahasan di bidang sosiolinguistik ini difokuskan pada dua hal. Grice. yang dapat ditinjau dari bermacam-macam segi.6. “Dialect. J. Abdul & Leonie Agustina. 1995. 2003. Psikolinguistik: Suatu Pengantar.6 Kunci jawaban 3. Jakarta: PT. New York: Longman. Djoko. Jenis-jenis tindak tutur antara lain: (i) konstatif dan performatif. Pembicaraan dalam bagian pragmatik ini dibatasi seputar: a) Konteks dan situasi tutur. (iii) representatif. H. Rineka Cipta.P. ilokusi. Psikolinguistik: Kajian Teoretik. Haugen. Linguistik Umum. 3. Abdul. Dengan kata lain. 1975. 1975. Rowley Massachusetts: Newbury House Publisher.6.

Suwito. 144 . Mansur. Sosiolinguistik. Surakarta: FKSS-IKIP Surakarta. 1972. Semarang: CV. “Bilingualisme dan Diglosia”. IKIP Semarang Press. Mouton: The Hague Paris. 1996. J. Yogyakarta: Andi Offset. 1999. “Bilingualism” dalam Current Trends in Linguistics. 1974. Aspek-aspek Psikolinguistik. Wolff. 1976. Yogyakarta: Sabda. Bahan Ceramah dan Diskusi. 1983. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Dasar-dasar Pragmatik. Pokok-pokok Pragmatik. Pateda. Wijana. Surakarta: Fakultas Sastra UNS Press. Poedjosoedarmo. Flores: Nusa Indah. S.Oksaar. Rustono. 2004. Dewa Putu. 1990. I. Sosiolinguistik: Teori dan Problema. “Analisa Variasi Bahasa” dalam Penataran Dialektologi. Sumarsono & Paina Partana. E.

Menjelaskan penyusunan rima dan isi puisi yang tepat berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan 11. Pendapat lain menyatakan bahwa sastra adalah karya dengan medium bahasa dan mengandung unsur keindahan. litteratura. bersifat poliinterpretasi. karya sastra dimungkinkan untuk dimaknai secara jamak dan beragam. litterature (Perancis). Menjelaskan penentuan makna puisi dengan tepat. Dalam bahasa Jerman terdapat istilah schrifftum dan dichtung. karya sastra justru sebaliknya. Leterkunde berarti sastra (Teeuw. berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan 8. Sastra berarti alat untuk mengajar. intonasi. Kesemuanya berasal dari bahasa Latin. Menjelaskan penyusunan puisi dengan meilih dan makna kata yang tepat. serta akhiran tra yang bermakna menunjukkan alat atau sarana.BAB IV PUISI. berdasarkan kutip[an puisi yang disajikan 9. Menjelaskan penyusunan kembali puisi dengan isi yang tepat berdasarkan kutipan puisi yang larik-lariknya diacak 10. Jika karya ilmiah bersifat monointerpretasi. Jika pilihan kata di dalam karya ilmiah bermakna denotasi. di dalam karya sastra justru dipilih kata-kata yang bermakna konotasi Genre atau kategori sastra dapat dibedakan menjadi: 1) Puisi 2) Prosa 145 . Karya sastra dapat dilawankan dengan karya ilmiah. Menjelaskan pencitraan dengan tepat. Dichtung berarti tulisan yang bersifat rekaan dan memiliki nilai estetik. Schrifftum berarti segala suatu yang tertulis. 1984: 22-23). Literatuur mencakup kepustakaan atau acuan buku ilmiah. Menjelaskan pesan puisi dengan tepat. berdasarkan kutipan puisi yang disajikan 3. Hakikat karya sastra Sastra berasal dari bahasa Sansekerta: sas yang berarti mengarah-kan. berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan 6. Puisi. Menjelaskan penyusunan puisi dengan mempertimbangkan majas yang tepat. Menurut Teeuw dalam kebudayaan Barat terdapat literatur (Inggris). DAN DRAMA Setelah proses pelatihan materi “Prosa. Menjelaskan tema puisi dengan tepat. Litteratura dan grammatika berdasarkan kata littera dan gramma yang berarti huruf atau tulisan. Menjelaskan pantun dengan rima yang tepat dengan pantun yang dirumpangkan A. dan drama” ini diharapkan para peserta dapat: 1. Menjelaskan pantun dengan tepat berdasarkan isi atau sampiran pantun yang disajikan 12. memberi petunjuk. dan ekspresi 2. Dalam bahasa Belanda terdapat istilah letterkunde (dari litteratura) dan literatuur. Menjelaskan cara membaca puisi dengan memperhatikan lafaL. literatur (Jerman). mengajar. Litteratura merupakan terjemahan dari grammatika (Yunani). PROSA. berdasarkan kutipan puisi yang disajikan 7.berdasarkan kutipan puisi yang disajikan 4. Artinya. Menjelaskan penyusunan puisi dengan mempertimbangkan rima berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan 5.

. B. penyimpangan fonologis. penyimpangan historis (penggunaan kata-kata kuno).3) Drama Ketiga hal tersebut akan diuraikan secara lebih rinci di bawah ini.. dipersingkat. Meskipun singkat dan padat... biasanya memperhatikan adanya persajakan atau persamaan bunyi. huruf kecil.. pendengaran... 2..penjual celana itu tiba-tiba sombong dan pura-pura lupa sama aku. Huruf kapital.. dan penyimpangan grafologis (penggunaan kapital hingga titik). Perhatikan puisi “Penjual Celana” karya Joko Pinurbo. 19987:68-69) menjelaskan bahwa bahasa puisi mengalami 9 (sembilan) aspek penyimpangan.... Puisi tidak harus dimulai ari tepi kiri dan habis di tepi kanan. dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil).... penggunaan dialek.. penyimpangan sintaksis. 146 .. “Anda dari kampung ya? Ejeknya ketika aku sibuk Mencoba-coba berbagai celana dan tidak juga membelinya .. Dengan pilihan kata atau yang biasa disebut diksi puisi justru menyampaikan sesuatu dengan lebih bertenaga.. yaitu imaji suara (auditif). Struktur fisik puisi Adapun struktur fisik puisi sebagai berikut. yaitu penyimpangan leksikal.. Diksi. Berikut disampaikan hal-hal yang berkaitan dengan puisi.. Perwajahan puisi (tipografi). a. penyimpangan semantis. imaji penglihatan (visual). tampilan. mentang-mentang pakai celana serdadu.. Pencitraan. akume nangispa gipa gidi pinggir ka l i b... Pemilihan katakata dalam puisi erat kaitannya dengan makna. perwajahan yang terdapat dalam puisi tulis. keselarasan bunyi... misalnya.. dipenggal erpakan suatu penampilan yang menundukng makna sebuah puisi.... yaitu kata-kata yang mengungkapkan pengalaman indrawi.. terutama persamaan bunyi di akhir baris. penggunaan register (ragam bahasa tertentu oleh kelompok/profesi tertentu).. Karena puisi adalah karya sastra dengan sedikit. maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. dan urutan kata. dan perabaan...... Hakikat puisi Puisi merupakan karya sastra dengan menggunakan bahasa yang dipadatkan.. Diksi dari puisi “penjual celana” karya Joko Pinurbo diantaranya mentang-mentang dan Anda (sombong) c. yaitu bentuk puisi... Pecintraan dapat dibagi menjadi tiga. Geoffrey (dalam Waluyo. bersambung. seperti penglihatan... bukan berarti puisi tidak kaya makna.. yaitu pemilihan kata-kata..... Puisi 1.. Penjual Celana .

. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi. totem pro parte. Versifikasi. personifikasi... Bahasa figuratif disebut juga majas.... dan merasakan seperti apa yang dialami penyair. repetisi bunyi (kata (Waluyo. pars pro toto. eufemisme. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Rawa-rawa melambangkan tempat berair tetapi kotor. ritme. d. Mengguyur rumput-rumput Yang menari. yaitu menyangkut rima. Rima mencakup (1) onomatope (tiruan terhadap bunyi). persamaan awal. klimaks. Langit terbelah oleh salak anjing Yang bertakbir pada dingin. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora. baik di awal. Pohon-pohon sembahyang seiring semilir angin Bersujud bersama padi-padi yang merunduk Merenungi bumi. dan akhir baris puisi. yaitu bahasa berkias yang dapat menimbulkan konotasi tertentu (Soedjito.. Kata kongkret. ironi. alusio.. simile. Kata kongkret “rawa-rawa” berarti sebuah tempat yang berisi air. tengah. Bahasa figuratif/majas.. dan (3) pengulangan kata/ungkapan... hingga paradoks. repetisi. Perhatikan puisi “Kasidah Hujan” karya Acep Zamzam Noor sebagai berikut: Dan gerimis pun khusyuk Bertasbih pada sunyi.Pencitraan dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat. Lalu hujan tumpah Mengalir dalam gemuruh Dzikir: Siapakah yang berkhalwat sepanjang malam Mendaki bukit-bukit kekekalan? Kilat menyambar-nyambar Suara cengkerik mengusik tahajud batu karang f. (2) bentuk intern pola bunyi (aliterasi. panji-panji hingga janji-jani . Bahasa figuratif menyebabkan puisi memancarkan kaya makna (Waluyo. pleonasme. e. 1987:83). 187:92). medengar. antiklimaks.. Perhatikan puisi “Negeri Kadal” karya Sosiawa Leak berikut: Negeri kadal Negri kami negri kadal negri yang tidak pernah sepi dari juluran lidah menjelma dasi. yaitu kata denotatif yang memungkinkan munculnya imaji.. litotes.. asonansi.. persamaan akhir. sinekdoke. satire. Kedua pencitraan pendengaran (mendengar cericit anak-anaknya). 1986:128). Kata kongkret “salju” melambangkan beku atau dingin... Perhatikan contoh puisi Sapardi Djoko Damono ADA POHON BERNAFAS ada pohon bernafas jauh dalam diri kita di setiap helaanya seratus burung pulang mendengar cericit anak-anaknya ada pohon bernafas jauh dalam diri kita di setiap hembusannya seratus warna bunga berhamburan menyambut godaan cahaya Pencitraan puisi “ada pohon bernafas” yang pertama adalah pencitraan penglihatan (melihat pohon bernafas). 147 . anafora. dan metrum. antitesis.

politik. saudara.kekasih bahkan yang laing utama adalah cinta dengan Tuhan. sahabat. Nada (tone). Nada juga dapat terlihat sombong. takut ‘98 Mahasiswa takut pada dosen Dosen takut pada dekan Dekan takut pada rektor Rektor takut pada menteri Menteri takut pada presiden Presiden takut pada mahasiswa c. bahkan menganggap tinggi pembaca. termasuk juga tipografinya. atau malah menyerahkan penyelesaian masalah kepada pembaca. maupun keseluruhan. panjang pendek. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Bahkan. medium sastra adalah bahasa. yaitu sikap atau situas yang muncul dalam sebuah teks. Struktur batin puisi Struktur batin puisi dapat dijelaskan sebagai berikut. keras lemahnya bunyi. Sebagaimana telah disebut di atas. termasuk puisi.Ritma merupakan tinggi rendah. Teks misalnya dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui. tanda baca. dan hal-hal lain yang berkembang dan muncul pada saat teks muncul dan berkembang. baris. baik makna kata. Aku ngin mencintaimu dengan sederhana : Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada. Perhatikan puisi “Gurindam enam” karya Taufik Ismail berikut ini: Gurindam enam Ketika serakah mencapai daun tomat Datang banjir ke kawasan kuasa camat Ketika serakah menggapai daun kelapa Datang gempa mengguncang kabupaten kita 3. Perhatikan puisi berjudul “takut ’66. bait. Kasih sayang itu bisa diwujudkan terhadap orang tua. mendikte. Perhatikan puisi dengan judul “Doa” karya Taufik Ismail berikut: 148 . Rasa (feeling). Tema dari puisi yang berjudul “Aku Ingin” karya Sapardi Djoko adalah kasih sayang. Ritma sangat menonjol dalam pembacaan puisi. ekonomi. b. atau seolah bertanya kepada pembaca untuk memecahkan masalah. menganggap bodoh. Perhatikan puisi berikut: Aku Ingin Aku ngin mencintaimu dengan sederhana : Dengan kata yang tak sempat diucapkan Kayu kepada api yang menjadikannya abu. yaitu sikap teks terhadap pembacanya. Karenanya puisi harus bermakna. titik. takut ’98 karya Taufik Ismail berikut: Takut ’66. a. Pengungkapan tema dan rasa berkaitan dengan latar belakang sosial. koma. Tema/makna (sense).

yaitu : a.Doa Tuhan kami Telah nista kami dalam dosa bersama Bertahun membangun kultus ini Dalam pikiran yang ganda Dan menutupi hati nurani Ampunilah kami Ampunilah Kami d. gurindam. dan persajakannya. sextet. dan syair. serta soneta. quatrain. septima. Tuhan. Yang termasuk puisi lama. Aku cinta padamu” adalah hakikat manusia adalah untuk mengabdi dan beribadah kepada Tuhan. Pesan yang disampaikan penyair terhadap pembaca adalah taat terhadap perintah Tuhan. bait. Inilah yang dinamakan amanat. seloka. stanza atau oktaf. pantun dan karmina. aku cinta padamu Amanat dari puisi yang berjudul “Tuhan. talibun. puisi lama Puisi lama adalah puisi yang masih sangat terikat bentuknya. misalnya mantra. Aku Cinta Padamu Aku lemas Tapi berdaya Aku tidak sambat rasa sakit atau gatal Aku pengin makan tajin Aku tidak pernah sesak nafas Tapi tubuhku tidak memuaskan untuk punya posisi yang ideal dan wajar Aku pengin membersihkan tubuhku dari racun kimiawi Aku ingin kembali pada jalan alam Aku ingin meningkatkan pengabdian kepada Allah Tuhan. 4. Aku Cinta Padamu”. puisi yang masih memperhatikan jumlah baris. Jenis – jenis puisi Berdasarkan kemunculannya dapat dibagi 2 kategori. Perhatikan puisi Rendra yang berjudul “Tuhan. sesuatu yang hendak disampaikan oleh penyair. 149 . Tujuan tersebut dapat ditelusur dalam teks puisi. bidal. Amanat/tujuan/maksud (itention) Ada tujuan yang mendorong penyair menciptakan puisi. terzina. quint. Termasuk dalam kategori di sini adalah distichon.

dan tempo. intonasi. nada.Perhatikan pantun berikut: Burung merpati bertengger di pagar Bercericau menyanyi lagu merdu Menjadi anak mesti belajar Agar kelak beroleh ilmu b. baris. 6. atau kalimat. Perhatikan puisi “Solitude” karya Sutardji Calzoum Bachri berikut: Solitude Yang paling mawar Yang paling duri Yang paling sayap Yang paling bumi Yang paling pisau Yang paling risau Yang paling nacap Yang paling dekap Samping yang paling Kau! 5. Ekspresi adalah bagaimana secara keseluruhan puisi disampaikan kepada publik. Lafal adalah kejelasan atas pengucapan suku kata. dan ekspresi. sekali lagi tidak seketat puisi lama. kata. Ekspresi dicapai melalui lafal. Intonasi dapat dicapai melalui volume. mimik. Intonasi adalah tekanan atas kata atau kalimat dari teks puisi yang hendak dibacakan. Atau. kata. bait. namun tidak seketat puisi lama. intonasi. disikat zaman kolonial yang bengis. Namun. aturan keterikatan itu tidaklah terlalu dominan. maupun persajakan masih diperhatikan. 150 . puisi baru Puisi baru adalah puisi yang masih memperhatikan adanya persajakan. Soal Latihan TUSUK GIGI Soni Farid Maulana ada suara hutan menjerit dari sebuah tusuk gigi di hadapanku tanah berumput keong lumpur yang mati melayangkan ingatanku akan berbagai suku yang tumpur disapu banjir. dan gesture atau gerak tubuh. Kadang jumlah suku kata. Membaca Puisi Hal-hal yang perlu diperhatkan dalam membaca puisi adalah lafal. Lafal dapat disebut juga dengan artikulasi.

Puisi. Menjelaskan watak tokoh dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 4. dan dongeng.cacing-cacing menyuburkan pepohonan tapi hutan demi hutan lenyap sudah dengan gergaji kiranya bikin beragam hewan mengungsi ke dalam buku catatan biologi atau ke dalam buku cerita kanak-kanak yang dibaca sambil tiduran a. Menjelaskan tokoh dongeng dengan tepat berdasarkan dongeng yang dirumpangkan 1. Menjelaskan sudut pandang cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 6. Menjelaskan pesan cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 8. 151 . C. Menjelaskan penyusunan kembali alur cerpen dengan urutan yang tepat berdasrkan kutipan cerpen yang kalimat-kalimatnya diacak 9. legenda. Prosa Setelah proses pelatihan materi “Prosa. Dilihat dari jumlah halaman. Di dalam prosa. dikenal 2 macam sastra. Menjelaskan alur cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 7. Menjelaskan tema cerpen atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 3. Sastra baru mencakup cerita pendek. b. Berdasarkan sejarah Sastra Indonesia. Menjelaskan cara bercerita dalam novel dan cerpen dengan menjelaskan kutipan yang disediakan 2. dan drama” ini diharapkan para peserta dapat: 1. persajakan akhir lebih cenderung tidak diperhatikan. Sastra lama meliputi mitos. Analisislah puisi “Tusuk Gigi” karya Sony Farid Maulana tersebut. maupun cerita pelipur lara. dan novel. Menjelaskan tokoh cerpen dengan tepat berdasarkan cerpen yang dirumpangkan 11. Termasuk di dalamnya. yaitu apa yang disebut cerita rakyat. yaitu sastra lama dan sastra baru. Menjelaskan cerpen dengan latar yang tepat berdasarkan kutipan cerpen yang dirumpangkan 10. misalnya adanya persamaan bunyi di akhir baris. Menjelaskan kembali dongeng dengan urutan yang tepat berdasarkan kutipan dongeng yang kalimat-kalimatnya diacak 12. Bagaimana cara membacakan puisi tersebut. puisi relatif lebih pendek dibandingkan prosa. Pengertian tidak terlalu terikat dapat dibandingkan dengan puisi yang lebih dominan dengan keterikatan bentuknya. Pengertian Prosa Prosa adalah karangan yang bentuknya tidak terlalu terikat. roman. cerita jenaka. Menjelaskan latar cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 5. Menjelaskan cara melengkapi dongeng dengan latar dengan latar yangh tepat berdasarkann kutipan dongeng yang dirumpangkan 13.

yaitu persoalan yang paling menonjol. latar bukan di dunia. 1990: 78). latar. Dongeng juga berisi cerita peri. Menurut Anti Aarne dan Stith Thompson dongeng dibagi 4 jenis. dan waktu sangat lampau. Sedangkan rubah termasuk binatang buas. sedang Shahnon Ahmad 152 . Tujuan Kancil baik karena menyelesaikan perselesihan dan menyelamatkan binatang kecil dari ancaman binatang besar. karya yang berciri: dianggap benar-benar terjadi. Dongeng. 1971: 27).C. dan lain-lain. Tiga. 3. lelucon dan anekdot. dianggap suci oleh yang empunya cerita. Di Eropa. Unsur luar itu misalnya: ekonomi. 1984: 92) mengajukan tiga cara untuk menentukan tema cerita. b. Prosa Lama Prosa cerita rakyat menurut William R. lemah. sosial. Satu.2. Tema Tema merupakan gagasan atau pikiran utama di dalam karya. Bascom (melalui Dananjaya. dari dirinya sendiri. alur. b. 1991) dibagi menjadi: a. dongeng binatang. Termasuk bagian unsur intrinsik adalah tema. 1991: 7-13). dan waktu belum terlalu lama. Tokoh dan Penokohan Tokoh ialah pelaku rekaan yang mengalami peristiwa atau berkelakuan di pelbagai peristiwa. cerita pelanduk dibandingan dengan cerita rubah. dan selalu mengancam binatang kecil (Fang. latar di dunia. Grimes menggunakan istilah partisipan. politik. c. yaitu tokohnya binatang. Saad (via Esten. Pelanduk merupakan binatang yang kecil. Legenda. bahkan sindiran. persoalan yang paling banyak menimbulkan konflik. tokoh manusia kadang dengan sifat luar biasa. Faktor intrinsik meliputi tokoh. Dongeng bertujuan untuk hiburan. Faktor intrinsik ialah faktor yang membangun cerita rekaan dari dalam. tokoh para dewa atau 1/2 dewa. dan hanya dengan kecerdasan otaknya ia dapat hidup di hutan belantara. Menurut H. dDongeng be-rumus. Amanat merupakan ajaran moral atau pesan yang disampaikan pengarang di dalam karya sastra. Fabel berciri: membuat binatang kecil/lemah/lambat jadi menang serta memberi suatu binatang suatu peranan penting dan menjadi cerdik. Prosa Baru Kehadiran sebuah cerita rekaan tidak dapat dilepaskan dari unsur intrinsik dan ekstrinsik. karya yang berciri: dianggap benar-benar terjadi. Dua. tetapi kadang berisi ajaran moral. Fabel adalah dongeng binatang yang mengandung ajaran moral (Rahayu. Mite. kejam. dongeng biasa. Empat. baik yang terungkap maupan yang tidak (Sudjiman. karya yang berciri: tidak dianggap benar-benar terjadi dan tidak terikat oleh waktu dan tempat. yaitu dongeng yang diulang-dulang. Klinkert ada perbedaan di keduanya itu. Sudjiman (1988: 57) membedakan antara tema dengan amanat. 1967: 116-120). Unsur ekstrinsik ialah unsur luar yang turut mempengaruhi kehadiran cerita rekaan. tidak dianggap suci oleh yang empunya cerita. dan persoalan yang paling banyak membutuhkan waktu penceritaan. dan pusat pengisahan (Saad dalam Lukman Ali. a.

1987: 79) dibedakan antara alur lurus dan alur tak lurus. keterangan. Disebut tertutup jika keputusan terhadap sesuatu sudah ditunjukkan oleh sang pengarang. tokoh bawahan. dibedakan alur tunggal dan alur ganda. Pengaluran adalah cara menampilkan alur. Disebut rapat jika keterkaitan jalan cerita sangat erat. alur dibedakan menjadi rapat dan renggang/ degresi. 1990: 44. Lebih lanjut Saad mengemukakan bahwa alur cerita memiliki bagian-bagian: awal. tokoh sentral/utama. d. 1990: 79). Tokoh tambahan ialah tokoh yang tidak memegang peranan sama sekali di dalam sebuah cerita (Sudjiman. cara hidup. Tokoh utama merupakan tokoh yang memegang peran pimpinan dalam sebuah cerita (Sudjiman. 1990: 80). Latar material adalah wujud suatu tempat secara fisik. dan selesaian. Tokoh andalan adalah tokoh yang dekat dengan tokoh utama. Untuk menentukan tokoh utama ada empat cara (Saad dalam Esten. dan akhir cerita. tokoh yang paling banyak memerlukan waktu penceritaan. Alur ganda jika jumlah alur lebih dari satu. dan tokoh utama dapat juga dilihat dari judul cerita. Protagonis merupakan tokoh yang baik dan biasanya menarik simpati pembaca.Alur adalah sambung-sinambungnya peristiwa berdasarkan hukum sebab akibat (Saad dalam Lukman Ali.dengan istilah watak (Sudjiman. ruang. Alur rapat berkaitan dengan alur tunggal. Alur lurus merupakan alur yang kronologis. rumitan. acuan yang berkait dengan waktu. tokoh bawahan adalah tokoh yang kurang begitu penting kedudukannya dalam cerita. Akhir cerita ada dua yaitu tertutup dan terbuka. Disebut alur longgar jika terjadi percabangan cerita. Alur tunggal jika jumlah alur hanya satu. Penokohan secara umum ada dua cara yaitu analitik dan dramatik. Alur renggang berkaitan dengan alur ganda. terserah bagaimana imajinasi pembaca menangkap kemungkinan yang ada (Sudjiman. 48). yaitu: satu. Disebut terbuka jika akhir cerita diserahkan kepada pembaca. Dari segi kuantitas/jumlah. klimaks. Alur tak lurus yaitu alur yang urutan waktunya tak kronologis. Cara menampilkan tokoh biasanya disebut penokohan. 1967: 120). Antagonis merupakan penentang utama/tokoh lawan. 1990: 64-79). c. leraian. 1986 : 150). Disebut analitik kalau pengarang menyebut watak dan perangai sang tokoh secara langsung apa adanya atau secara tersurat. Alur dan Pengaluran Alur ialah peralihan dari satu keadaan ke keaadan yang lain (Luxemburg. 1984: 93). tikaian. mencakup tokoh andalan dan tokoh tambahan. adat-istiadat. Menurut Grimes (via Sudjiman 1988: 19). Terdapat dua jenis tokoh. tokoh yang paling banyak berhubungan dengan tokoh lain. puncak. Disebut cara dramatik manakala pembaca mesti menyimpulkan sendiri bagaimana sifat sang tokoh. mencakup tokoh protagonis serta antagonis. rumitan. 1988: 34). Tokoh biasanya berwujud manusia. Alur tersebut di atas oleh Prihatmi (1987) disederhana-kan menjadi awalan. Perlu dibedakan antara waktu cerita dan waktu penceritaan. kapan terjadinya suatu 153 . Menurut urutan waktu (Prihatmi. Hudson (via Sudjiman. termasuk bahasa. misalnya bangunan atau nama daerah. leraian. membedakannya menjadi latar sosial dan latar material. yaitu tokoh yang paling banyak berhubungan dengan tema. Waktu cerita berhubungannya dengan latar. suasana terjadinya peristiwa. Latar sosial ialah gambaran keadaan masyarakat. Latar dan Pelataran Latar adalah segala petunjuk. Menurut kualitasnya. tapi kehadirannya diperlukan untuk menunjang dan mendukung tokoh utama. dan dua.

intonasi. Pusat Pengisahan Menurut Wellek (1990: 292-294) pusat pengisahan adalah bagaimana pengarang menyampaikan ceritanya kepada pembaca. intonasi. Biasanya. Ekspresi adalah bagaimana secara keseluruhan puisi disampaikan kepada publik. intonasi. Oleh karena itu. Hakikat drama Drama adalah karya sastra yang dominan dengan dialog dan diniatkan untuk dipentaskan. II. nada. sudut pandang mental. Variasi diperlukan agar publik tidak bosan dan jenuh dengan pembacaan kita. bagaimana pengarang memposisikan dalam sisi perasan dan sikap. Puisi. Menjelaskan lakuan drama. atau III. Menjelaskan latar drama. kata. dan sudut pandang pribadi. Lafal adalah kejelasan atas pengucapan suku kata. berdasarkan kutipan dialog drama yang disajikan 3. Menjelaskan cara menyusun dialog drama dengan tepat. Harry Shaw menyarankan bahwa point of view mencakup (via Sudjiman. Pelataran adalah cara menampilkan latar. Jika pelukisan latar tidak sesuai dengan kondisi psikologis tokoh dinamakan latar kontras (Sudjiman. 3. berdasarkan dialog yang disajikan 1. dan tempo. Menjelaskan alur drama. e. ekspresi. Menjelaskan pesan drama. dinamakan latar serasi. Menjelaskan cara memerankan drama dengan memperhatikan lafal. bedasarkan kutipan yang disajikan 5. atau kalimat. yaitu bagaimana pengarang memposisikan diri. drama dibangun oleh beberapa unsur yang saling berkaitan. 1988: 103-104). dan gesture atau gerak tubuh. Drama Setelah proses pelatihan materi “Prosa. yaitu: 154 . 1988: 46). yaitu tokoh utama (author participant). Sebagai naskah yang utuh. D. cerita pendek lebih panjang dibandingkan puisi. Masih oleh Shaw. dalam sudut pandang pribadi dijelaskan lebih lanjut. 1988: 76): sudut pandang fisik. Membaca Cerpen Sebagaimana membaca puisi. dan impersonal (author omniscient). Jika pelukisan latar sesuai dengan kondisi psikologis tokoh. Intonasi dapat dicapai melalui volume. dalam pendekatan materi cerita dari sisi waktu dan ruang. Menjelaskan tema drama. tokoh bawahan (author observant). dan drama” ini diharapkan para peserta dapat: 1. Waktu penceritaan berkaitan dengan waktu/halaman yang dibutuhkan pengarang dalam menceritakan sesuatu (Sudjiman. Stamina karena jumlah halaman cerpen yang lebih banyak tersebut. mimik. Lafal dapat disebut juga dengan artikulasi. Intonasi adalah tekanan atas kata atau kalimat dari teks puisi yang hendak dibacakan. berdasarkan ilsutrasi yang disajikan 7. Sudut Pandang bermula dari sudut pencerita dengan kisahannya. Pusat pengisahan bermula dari tokoh mana yang disoroti. pengarang sebagai pencerita serba tahu. bagaimana pilihan pengarang atas cara orang I. berdasarkan kutipan yang disajikan 6. Ekspresi dicapai melalui lafal. dan ekspresi. dalam membaca cerita pendek juga diperlukan stamina dan variasi. beradasarkan kutipan dialog drama yang disajikan 4. Menurut Sudjiman (1988: 78) antara sudut pandang (point of view) dan pusat pengisahan berbeda.peristiwa dalam cerita. hal-hal yang perlu diperhatkan dalam membaca cerpen adalah lafal. dan lakuan 2.

a dialog Dialog merupakan ucapan tokoh tertentu yang kemudian disusul oleh ucapan tokoh yang lain. Di antaranya adalah UU. IBU : Iya. Dimulai dengan pemaparan (perkenalan awal tokoh dan penokohan). dan ditutup dengan ending (keputusan). d tema. Perhatikan kutipan naskah drama Aa Ii Uu karya Arifin C Noer (1994: 55) : 10. Contoh: Aa Ii Uu karya Arifin C Noer (1994: 8) Lalu Ibu melangkah ke pintu IBU UU IBU UU IBU : Kamu bilang apa tadi? Ahli sejarah? : Mama tidak suda? : Kalau kerja nanti di kantor apa? : Yang pasti bukan di kantor dagang seperti papa : Nanti sulit cari kerja. Perhatikan kutipan Aa Ii Uu karya Arifin C Noer (1994: 8) berikut: Shot-shot pendek ini sekaligus sebagai latarbelakang KREDIT TAITEL *Beberapa shot yang melukiskan murid-murid esmea sedang ujian penghabisan. informasi juga diberikan melalui petunjuk pemanggungan. sayang. IBU membangunkan UU. Yang penting adegan tersebut harus merupakan adegan sekolahan yang mulus hening namun menyimpan banyak harapan. IBU : Uu! Uu! Bangun. Semua sekarang setuju Uu masuk jurusan sejarah. KAMAR UU. Tema berifat umum. *Beberapa shot ketika mereka ketika membaca pengumuman hasil ujian. f alur/ plot. b Petunjuk pemanggungan Petunjuk pemanggungan adalah teks sampingan yang memberikan petunjuk berbagai aspek pemanggungan. e amanat yaitu pesan yang hendak disampaikan penulis dari sebuah cerita. krisis (pertentangan mencapai titik puncak–klimak s. Senang sekali dia. UU lulus. resolusi (pemecahan masalah).. RUMAH RUSTAM. Selain itu.d. yaitu jalan cerita.INT. UU : Papa? 155 . Teks ini mungkin terdapat di dalam dialog (intradialog) dan mungkin pula terdapat di luar dialog (ekstradialog). konflikasi (masalah baru). sayang! UU : (jaga) Ogah! Uu tetap mau jurusan sejarah. SIANG Pintu itu terbuka dan buru-buru IBU mendekati UU yang masih mengigau ditempat tidurnya. jurusan apa pun asal Uu memang punya cita-cita. yaitu ide pokok yang dalam sebuah cerita. Shot-shot tersebut akan dibalut dengan sebuah nyanyian yang segera liriknya akan disusulkan. pikiran tokoh. amanat lebih bersifat moral. c karakter kepribadian tokoh yang dapat terlihat dari tindakan. adanya masalah (konflik). antiklimaks).

Zainuddin. Perhatikan kutipan naskah drama Aa Ii Uu karya Arifin C Noer (1994: 116) 05. 1991. dan lain-lain. blocking. Ende Flores: Nusa Indah. O Amuk Kapak. musik. intonasi. James. Fang. tata lampu. 2003. U. INT. dan tempo. Jakarta: Erlangga. nada. Fananie. dan ekspresi yang mencakup volume. dan novel. dan gesture atau gerak tubuh. Di dalam sebuah pentas drama pemeran atau pemain perlu memahami kostum. Jilid 1. Oleh karena itu. S. Apresiasi Puisi dan Prosa. yaitu tempat. MALAM IBU : Kamu tidak sendirian. properti. IBU : Mama juga tidak boleh masuk? UU : (Sebentar) Kalau Mama boleh. RUMAH RUSMAN. suasana. Melakonkan Drama Pada saat dipentaskan. Calzoum Bachri.Donegeng. di dalam drama dipergunakan istilah melakonkan drama atau memerankan lakuan. tatacahaya. tetap diperlukan mimik. make up. KAMAR. properti. serta musik. Liaw Yock. 1983. 3. UU : Pokoknya Uu akan mencunci diri dalam kamar dan mogok makan. Mama akan sekuat tenaga juga meyakinkan mereka bahwa kamu berhak mewujudkan impian kamu. Daftar pustaka Arya. Telaah Sastra. teks drama memiliki kemungkinan untuk dipentaskan. Bimbingan Apresiasi Puisi. 1982. Sutardji. 2.IBU : Semua! UU : Ma! IBU : Sayang! Lalu mereka berpelukan. tata lampu. Surakarta: Muhamadiyah University Press. Foklor Indonesia: Ilmu Gosip. Hal-hal yang perlu diperhitungkan oleh seorang penulis drama adalah panggung. kostum. 1982. Kesemua yang berkaitan dengan bagaimana cara memanggungkan teks tersebut atau petunjuk tentang hal itu tertulis dalam teks samping. g latar/ setting. properti. Teknik menulis naskah drama Berbeda dengan puisi dan cerita pendek. 1991. Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik. pemeran. Jakarta: Grafiti. Selain lafal. Jakarta: Tangga Mustika Alam. Jakarta : Horison Dananjaya. Dan SELESAI. termasuk juga penonton. IBU : Kalau mama juga antar makanan? UU menggelengkan kepalanya. dan waktu cerita. 156 . Effendi. seoerang penulis teks drama harus memperhitungkan bagaimana kira-kira teks tersebut apabila dipentaskan. terdapat unsur-unsur yang juga perlu dipertimbangkan yaitu panggung. Jika di dalam puisi dan prosa dipergunakan istilah membaca. Putu. Kesemuanya akan mempengaruhi keberhasilan sebuah pentas.

Anatomi Sastra. 2003. 1993. Tarigan. Tata Nilai dan Eksegesis. 1992. 1986. Wellek & Warren A. 1992. Ende. Pengkajian Prosa Fiksi. 1982. AA II UU. Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik. Bandung: Angkasa. Flores: Nusa Indah. Jakarta: Gramedia. Waluyo. Ismail. Jakarta: Erlangga._______. 1986. Suyitno. Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Arifin C. Mido. Noer.Jogjakarta:Indonesia Tera Luxemburg. Jakarta: Gramedia. Semi Atar M. Teori Kesusastraan. et. Surakarta: UNS. Guntur H. Ende. Herman. Frans. Sudjiman. 1986. Sosiawan. Jakarta: Yayasan Indonesia Leak. Flores: Nusa Indah 1994. Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: Balai Pustaka. Jilid 2. 157 . Terjemahan Dick Hartoko. Yogyakarta: Hanindita. 1986. 1994. Diindonesiakan Melami Budianta). 1982. 1986. Cerita Rekaan dan Seluk Beluknya. Dunia Bogam-Bola. Panuti. Tjahjono Libertus. Bandung: Remaja Rosda Karya. Memahami Cerita Rekaan. Taufik. Bandung: Rosda Karya.al. T. 2007. Malu (aku) Jadi orang Indonesia. Sastra Indonesia: Pengantar Teori dan Apresiasi.

158 .

hitungan).kitab primbon (berisi ramalan. d. Di bawah ini terdapat beberapapengertian kritik sastra. a. klasifikasi. kritikus akan menetapkan penggolongan. prosa.klasifikasi.Tujuan Pembelajaran (Kompetensi yang ingin dicapai) 1.puisi untuk apresiasi. Kalau dicermati dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa kata `sastra` berarti (1) bahasa (kata-kata. Dari beberapa rumusan di atas dapat disimpulkan bahwa kritik sastra merupakan kegiatan menghakimi. (4) pustaka. Jadi. B. dalam melakukan kritik terhadap sebuah karya sastra. Menjelaskan cara memilih tulisan kritik yang bahasanya santun. (5) tulisan. Kritik sastra artinya bidang studi sastra yang membicarakan karya sastra secara langsung (Prihatmi. penerangan. 4. dan drama.BAB V KRITIK SASTRA A. Dari beberapa pendapat di atas terdapat dua istilah yang dipakai oleh para ahli dalam menggunakan kata sastra dan kesusastraan. kitab ilmupengetahuan. 1994: 884).(3) kitab suci Hindu. Konsep Dasar Kritik Sastra Dalam bahasa Indonesia.Saleh Saad (melalui Yudiono. Abrams menerangkan bahwa kritik sastra merupakan cabang ilmu yang berurusan dengan perumusan. kritik dan apresiasi sastra dalam puisi. yang artinya orang yang melakukan kritik sastra. penerangan. 1990: 21) bahwa untuk sementara tidak ada keberatan terhadap istilah kritik sastra yang dipakai berdampingan dengan istilah kritik kesusastraan dalam arti yang sama. HB. dan penilaian karya-karya sastra. dan penilaian karyakarya sastra. Adapun Yudiono (1990: 21) Mengemukakan bahwa kesusastraan diartikan sebagai karya kesenian yang diwujudkan dengan bahasa sebagai gubahan prosa dan puisi yang indah-indah. Pada saat inikata `kritikus` bergeser menjadi `kritisi`. 1997: 2). sedang kata kriterion bergeser menjadi `kriteria`. Kegiatan untuk memberi pertimbangan baik buruk karya sastra dengan memberikan alasan-alasan mengenai isi dan bentuknya. Namun untuk keseragaman istilah dalam tulisan ini dipergunakan kritik sastra. b. 3. (2) karya tulis yang jika dibandingkan dengan tulisan lain. Dari hal tersebut sebetulnya tidak perlu dicari arti setepat-tepatnya dari kata sastra maupun kesusastraan. kata kritikos bergeser menjadi `kritikus`. Ini dikuatkan oleh M. keindahan dalam isi dan ungkapannya. perumusan. Dapat menjelaskan konsep dasar.karena berasal dari kata krinein yang berarti menghakimi. karena kedua kata tersebut memiliki arti hampir sama. Rene Wellek memaparkan bahwa kritik sastra berasal dari krites yang dalam bahasa Yunanikuno berarti hakim. Rachmat Djoko Pradopo menyebutkan bahwa kritik sastra ialah pertimbangan baik buruk karya sastra. Membaca penggalan cerpen. keartistikan. c.memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keaslian. gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari). Paparan Materi 1. Jassin bahwa kritik kesusastraan ialah pertimbangan baikatau buruk sesuatu hasilkesusastraan dengan memberikan alasan-alasan mengenai isi dan bentuknya. huruf (Dep Pend dan Keb.Kata Kritikos yang berarti hakim karya sastra. 2. jenis kritik sastra. Menjelaskan cara menulis kritik dan esai. menguraikan atau memecah-mecah sebuah karya 159 .

bagaimana suatu gaya pada waktu tertentu dapat merupakan suatu mode (Baribin. dan aliran-aliran tertentu. kritikus dapat meyakinkan dengan menerapkan ukuran-ukuran yang objektif. jenis-jenis sastra. puisi. karena masyarakat itu menganggap atau mengakui bahwa kritik sastra bermanfaat.1987: 12). (3) sejarah sastra. Perlu diketahui bahwa teori sastra adalah bidang ilmu sastra yang membicarakan tentang konsep-konsep sastra. Dengan sejarah sastra inilah orang dapat melihat timbultenggelamnya suatu jenis karya sastra (genre) tertentu. 160 . latar belakang sastra. Adapun sejarah sastra adalah bidang ilmu sastra yang membicarakan perkembangan sastra sejak awal timbulnya sampai pada masa sekarang. Kritik sastra tidak dapat juga lepas dari teori sastra. Dengan demikian dalam memberikan kritikan terhadap karya sastra. dan prinsip-prinsip dalampenilaian dalam karya sastra. sebab untuk menyusun teori tentang angkatan. Seorang kritikus memerlukan kecakapan untuk dapat mengungkapkan kembali pengalaman leterer dari karya sastra yang dikritiknya. Selain itu juga tentang isi dalam karya sastra. yang memerlukan keterlibatan langsung seseorang terhadap karya sastra. sebab ketika orang akan menggolong-golongkan ke dalam periode tertentu terdapat pertimbangan-pertimbangan. Hasil kritik sastra dapat dilakukan secara terbuka dan dimuat di media massa. Ini diperlukan ketika akan memberi penilaian tentang bentuk-bentuk karya sastra. latar belakang. pengalaman berdialog secara langsung dengan karya sastra. Adapun pertimbanganpertimbangan tersebut meliputi persamaan tema. gaya. dan drama. hakekat sastra. pengalaman mendapatkan keindahan dalam karya sastra). misalnya tentang prosa. Kritik sastra merupakan salah satu bidang ilmu sastra. Sebaliknya sejarah sastra dapat membantu teori sastra. Pada kritik sastra pun sejarah sastra memberi bantuan ketika seseorang akan menentukan keaslian sebuah karya sastra. Fungsi Kritik Sastra Telah dijelaskan di atas bahwa kritik sastra merupakan sebuah proses untuk memberikan penilaian terhadap karya sastra yang disertai dengan memberikan penafsiran terlebih dahulu. 2. sehingga dapat bermanfaat bagi peminat sastra karena pembaca pemula mendapatkan panduan dalam memberikan penilaian terhadap karya sastra. Hal tersebut dapat membiasakan masyarakat sastra menaruh perhatian terhadap tulisan-tulisan kritik sastra. (2) teori sastra. Dalam mengadakan kritik sastra. susunan dalam karya sastra. bagaimana aliran yang satu mati digantikan dengan aliran yang lain. Adapun ilmu sastra atau studi sastra meliputi (1) kritik sastra. Ketiga bidang studi sastra tersebut sangat erat berkaitan dan saling melengkapi. kritikus akan memaparkan kembali pengalaman-pengalaman literer (pengalaman penghayatan. prinsip-prinsip sastra. secara objektif seorang kritikus dapat mengungkapkan nilai karya sastra yang telah dihayati dan dipahami. Dengan bekerja seperti ituorang akhirnya dapat memberi penilaian bagaimana kelebihan-kelebihannya dan cacat-cacatnya atau kekurangankekurangannya dengan memberikan alasan atau komentar-komentar yang dapat dipertanggungjawabkan. tentang aliran orang tidak dapat lepas dari pandangan orang terhadap perkembangan sastra secara menyeluruh. Seseorang dapat memberi penilaian terhadap karya sastra perlu bantuan teori sastra.sastra ke dalam unsur-unsur pembentuknya atau norma-normanya disertai tafsiran. Hal tersebut membutuhkan teori sastra. persamaan ujud. Sejarah sastra dapat menjalankan tugasnya apabila didukung oleh adanya teori sastra.

serta gayanya. digunakan rumusan dari Abrams ada 4 pendekatan yaitu karya sastra.dan mendasarkan pertimbangan-pertimbangan individual kritikus atas dasar srandar-standar umum tentang kehebatan dan keluarbiasaan karya sastra.organisasinya. Yudiono (1990: 24-27) mengungkapkan bahwa fungsi kritik sastra: a. tanpa menggunakan standar-standar yang tetap yang berasaldari luar dirinya. Membiasakan masyarakat sastra untuk menaruh perhatian terhadap tulisantulisan kritik sastra. Mendidik pembaca untuk menghargai karya sastra yang bernilai. (Baribin. 1997: 4) 1) Kritik Objektif 161 . 3) Kritik Impressionistik kritik sastra yang berusaha menggambarkan dengan kata-kata sifat-sifat yang terasa dalam bagian-bagian khusus atau dalam sebuah karya sastra dan menyatakan tanggapan-tanggapan (impressi)kritikus yang ditimbulkan secara langsung oleh karya sastra. yaitu kritik sastra dalam bidang teori. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan bagi penyusunan atau pengembangan teori sastra. sehingga pengarang yang memanfaatnkan kritik sastra akan dapat mengembangkan atau meningkatkan mutu hasil karyanya. 2) Kritik Terapan atau kritikpraktek. c. 1) Kritik Yudisial (Judicial Criticism) Kritik sastra yang berusaha menganalisis dan menerangkan efek-efek karya sastra berdasarkan pokoknya atau temanya. d. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan bagipenyusunan sejarah sastra. f. 3. 1997: 4). Menurut pendekatan. dan pembaca (Abrams melalui Prihatmi. Menurut Bentuknya ada 2 jenis kritik sastra 1) Kritik teoritik (theoritical criticism). Memberi penilaian atas baik atau buruknya suatu karya sastra. sastrawan. Jenis Kritik Satra a. b. Menurut Pelaksanaannya. Untuk mengukuhkan nilai-nilai manusiawi dan dasar-dasar masyarakat berbudaya. b. berisi prinsip-prinsip kritik sastra sebagai dasar pertimbangan dan penafsiran.Bagaimana dengan fungsi kritik sastra. Memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul dalam diri pembaca setelah menikmati suatu karya satra.yaitu penerapan teori-teori kritik pada karya sastra.teknik. (Abrams melalui Prihatmi. Memelihara dan menyelamatkan pengalaman manusiawi serta menjalinkannya menjadi suatu proses perkembangan susunan-susunan atau struktur yang bermakna. e. 1987: 31). c. atau teori tentang kritik sastra. Memberikan sumbangan pendapat atau pertimbangan kepada pengarang tentang karyanya.1990: 26) menyatakan bahwa fungsi kritik sastra adalah: a. kritik sastra dapat digolongkan menjadi 3 jenis. g. 2) Kritik Induktif (Inductive Criticism) kritik sastra yang menguraikan bagianbagian karya sastra berdasarkan fenomena-fenomena yang ada secara objektif. Kritikinduktif meneliti karya sastra secara objektif. b. alam. Sementara Andre Harjana (melalui Yudiono. Ini dapat berfungsi sebagai jembatan antara pengarang dengan pembaca. dan kriteria-kriteria untuk menilai karya sastra agar dapat diterapkan pada pembahasan karya sastra.

Karya sastra dianggap sebagai sebuah keseluruhan yang mencukupi dirinya. misalnya dari lingkungan sosial-budaya jamannya. maka yang ditiru adalah alam atau kehidupan. mandiri. Yang dilakukan kritikus adalah memberi penilaian atas kriteria intrinsik.keseimbangan atas unsur-unsur pembentuknya. Kritik dan Apresiasi Sastra dalam Puisi. Karya sastra hanya dinilai atas unsur-unsur yang membentuknya. maka karya sastra harus berguna atau bermanfaat pada pembaca. kompleksitas. memandang kita lama-lama. Unsur kegunaan itulah yang dipakaioleh kritikus untukmengadakan penilaian terhadapkarya sastra. Karya sastra dipandang sebagai pernyataan batin pengarangnya. 2) Kritik Ekspresif Kritik ini bertolak dari keyakinan bahwa karya sastra adalah ekspresi jiwa sastrawan.Karya sastra dapat dianggap sebagaialat untuk memahami keadaan jiwa pengarangnya. Pertemuan Goenawan Mohamad Meniti tasbih malam pelan-pelan Dan burung kedasih menggaris gelap de kejauhan kemudian adalah pesona: wajah-Nya tersandar ke kaca jendela memandang kita. Dengan demikian kriteria keberhasilan karya sastra adalah ketetapan atau kebenaran dalam meniru alam atau kehidupan. dan Drama a. ide pengarang tertuang dalam karyanya. Horatius pernah mengatakan bahwa karya sastra itu berfungsi dulce et utile yang artinya menyenangkan dan berguna. Dapat diungkapkan pula bahwa karya sastra merupakan tiruan atau pembayangan dunia kehidupan nyata. Prosa. Karya sastra dapat dipakai sebagai alat untukmencapai tujuan tertentu.Kritik ini menganggap karya sastra sebagai sesuatu yang otonom. Seorang kritikus seolah dapat berdialog langsung dengan pengarangnya melalui karya sastra. Kritik ini terlepas dari pengarang maupun dunia sekitarnya. Karena orientasinya pada alam atau kehidupan. 5. 162 . 3) Kritik Mimetik ”Mimetik” berasal dari bahasa Yunani mimesis yang artinya: peniruan. Sastrawan secara sadar atau tidak sadar tertuang dalam karyanya. tersusun atas bagian-bagian yang saling terjalin sangat erat. Dengan demikian karya sastra yang baik ditentukan oleh fungsi karya sastra tersebut dalam kehidupan. Kriteria yang digunakan untuk menilai keberhasilan karya sastra yaitu terletak apakah jiwa pengarang.Dalam hubungannya dengan karya sastra. bebas dari sekitarnya. 4) Kritik Pragmatik ”Pragmatik” artinya berguna atau bermanfaat.

Titik pangkalnya adalah suatu anggapan yang logis. jadi sudah hampir pulang. Si Nah. ”Ngeoooong” keluar dari mulut Nah mendirikan bulu-bulu di kulit penonton. Matanya kelihatan putihnya saja. Menurut kabar yang cepatnya tersiar hampir seperti berita radio. Bojonegoro. gadis pelayan pada keluarga Pak Jaksa (pensiunan) telah sebulan sakit demam. Kini ia disinyalir sudah ada di Blora. Ukurannya istimewa besar. karena pak Jaksa mempunyai 60 pohon kelapa di pekarangannya. Nah tidak mengeong lagi sekarang. Cepu. bahwa satu saat kemudian Nah akan menjelma jadi macan gadungan. ketika Nah tengah mengeong-ngeong seperti kucing kasmaran. Blora. Ditinjau dari sudut tertentu cara pengobatan Mbah Danu adalah rasional. Jatirogo. Mbah Danu memegang sapu lidi itu pada ujungnya yang lunak. ”Mampus engkau sekarang!” seru Mbah Danu bengis dan sapulidi terus menerus menghantam pantat Nah dengan irama rhumba.Demikianlah bunyi telah diturunkan dan demikianlah Nabi telah dititahkan dan demikian pula manusia dikirimke bumi yang terbentang. Sapu lidi datang. Padangan. dari sorga yang telah ditutupkan. berkaok-kaok. mulutnya berbuih dan ia mengeluarkan bunyi-bunyi binatang. jalannya tegak seperti seorang maharani yang angkuh. dan kembali ke Rembang. Mbah Danu Nugroho Notosusanto Wajahnya kasar-kasar seperti tengkorak. Dan benar.Wajahnya pucat seperti kain mori. Mbah Danu datang membawa koper besi yang sama antiknya dengan yang punya. Routenya adalah Lasem. Dia tembusi badan Nah dengan pandang membara sambil mengelilingkan susur besar di dalam mulutnya. buih di mulutnya meleleh ke bawah membasahi bantalnya yang kumal seperti tempat duduk Jeep militer yang sudah tua. Nah mengingau dengan mata tertutup.kemudian bongkotnya yang garis tengahnya kira-kira 10 cm itu dia ayunkan ke atas dan dia pukulkan sekuat tenaga ke pantat Nah yang terbaring miring. dan kalau sudah mengaum. ”Ambilkan sapu lidi!” perintah Mbah Danu dengan sikap Srikandi wayang orang. pipinya selalu menonjol oleh susur tembakau yang ada dalam mulutnya. anak-anak dan perempuan-perempuan serumah dan tetangga-tetangga yang bertandang semua lari terbirit-birit seolah-olah percaya. Di Rembang di sekitar tahun tiga puluhan ia lebih terkenal daripada pendeta Osborn pada pertengahan tahun 1954 di Jakarta karena prestasinya menyembuhkan orangorang sakit secara gaib. karena itu cara satu-satunya untuk menyembuhkan adalah dengan menghalaukan makhluk yang merugikan kesehatan itu. Pamotan. Tuban. Keadaannya makin lama makin payah. Mbah Danu sedang turne. Sebagian hadirin mau lari. 163 . mengeong. kadang-kadang menyalak. kadang-kadang meringkik seperti kuda. Dan kini tinggallah cinta memancar-mancar dari sunyi kaca jendela b. Kemudian ia mencengkeram lengan Nah dan menyeretnya dari tikarnya ke lantai. melainkan mengaum seperti singa sirkus yang marah. bahwa orang sakit itu `didiami` oleh roh-roh jahat. Segenap hadirin melotot matanya dan megar kupingnya melihat dan mendengar pukulan dahsyat itu.kulitnya liat seperti belulang. Mbah Danu menegaskan.

akhirnya kegelian seperti perawan yang sehat. dari Bonang sampai Randublatung. bahwa ia manusia Nah. Nah.” Sebagai pengeras perkataan yang terakhir. Beberapa hari sesuadah kedatangannya. Setelah itu berdiri dan keluar untuk meminum kopinya. Mbah Danu berdiri dan memberi isyarat supaya para penonton yang tak berkepentingan mengundurkan diri. Peluhnya bercucuran dan menguyubkan pakaiannya. sambil menggelitik si sakit pada tempat-tempat yang penuh rasa geli. Prabawa Mbah Danu di rumah pak Jaksa yang jadi sebagian prabawanya di daerah yang terentang dari Kudus sampai Tuban. ”Aku mengusir setan-setan di dalam badanmu. sehingga ia sakit dan rebah ke lantai dan mengerang. Kemudian deraannya menghujam pula pada pantat Nah yang kini sadar.” kata Mbah Danu lebih jauh sambil membaringkan dan menyelimuti Nah dengan penuh kasih sayang. Seperempat jam Mbah Danu meraba-raba pasiennya. kemudia memercikkan ludah sedikit dari mulutnya pada dahi si sakit. kuda atau singa. ”Setan-setan sudah alri dari badanmu. bersama istrinya mengunjungi mertuannya. ia melentangkan badan Nah yang keringatnya membuat lantai mengkilat basah dan mukannya kini merah padam. anjing.”Minggat! Ayo minggat!” teriak Mbah Danu dengan amat murka dan dengan tendangan jitu Nah ditengkurapkannya. salah seorang menantu pak Jaksa. aduuuuh!” pekik Nah seperti manusia biasa. aduh. Gerak-geriknya persis seperti Batari Durga yang menari di atas mayat manusia.” katanya dengan suara mineur yang lembut. Dan mula-mula Nah menggelepar-gelepar. ”Minggat! Minggat! Ayo minggat!!” jerit Mbah Danu senyaring-nyaringnya sambil memukul dengan tangan kanan dan menggenggam susur di tangan kiri. Nah. Bu Jaksa. segera menyuruh panggil Mbah Danu. ”Aduh biyuuuuung! Aduh biyuuuuung!!” tangisnya mengaung. Nah yang tadi sudah seperti setengah mati duduk bersandar pada dinding dan tersenyum sepertiorang bangun tidur. Sikap Mbah Danu sekaligus berubah. Sebentar ia memijit-mijit kepala Nah. Pintu ditutup dan ia kembali kepada pasiennya. kemudia ia melepaskannya dan tegapada lututnya. Dengan gerakan-gerakan tangkas pakaian si sakit dibukannya dan kemudia seperti orang kegila-gilaan ia meremas-remas seluruh badan Nah.” katanya tenang. Nyonya Salyo sakit kepala dan pegel-pegel tubuhnya. ”Engkau telah sembuh. ”Aduuuuuh! Aduh. Kedua lengannya diacung-acungkan untuk mempertahankan keseimbangan. ia tegak sekalilagi serta memukulkan sapu lidi itu sedemikian kerasnya ke badan Nah. 164 . Selama 5 menit ia mondar-mandir di atas badan Nah sampai napas si sakit seperti ububan pandai besi bunyinya. ”Salah hamba apa kok disuruh minggat dan dihajar?” tanya Nah sambil menangis dan ia mencoba merangkak. sesuai dengan tradisi. Setelah sudah. ”Aku bukannya berbicara denganmu.” Dan di hadapan mata hadirin. mengalami tantangan ketika Mr Salyo Kunto. ”Minggat! Minggat! Minggat!” suara Mbah Danu menggelora sampai tetangga-tetangga dan pelintas-pelintas mengalir masuk ke rumah itu untuk menyelidiki sebab-sebab suara ngeri yang mereka dengar. Air ludahnya memercik merah ke lantai dan badan Nah dalam setengah lingkaran yang radiusnya 1 1/2 meter. ”Ha! Hampir modar engkau sekarang!” seru Mbah Danu dengan ganas sambil melangkah maju dan menginjak tubuh Nah dengan kedua kakinya. ”Tidur saja dulu sampai besok. bukan kucing.

Sebagai akibat insiden itu. ada sedikit angin jahat bersarang di dalam. Pak Dokter pulang. Salyo dengan penuh pertimbangan meminta datang Dokter Umar Chattab.”O. Sayo mengundurkan diri ke dalam kamar tamu. Kualat Mbah Danu! Dan mereka mendesak. meskipun tak langsung berhadap-hadapan. Namun ia tetap mempertahankan politik bebas yang pasif itu. Kemudia Mbah Danu melakukan kombinasi kedua pijetan itu. bahwa pijatan itu bisa merusakkan rahimmu!”.Justru ketika itu Mr. Mr.Sehingga yang beraksi tangan di stetoskop. Pak Jaksa dan Bu Jaksa tanpa pikir panjang segera menyuruh panggil Mbah Danu ketika Mbok Rah sudah mulai mengingau. Kemudian perut Nyonya Salyo ditekannya dengan kedua telapak tangannya sehingga angin keluar dari bawah dengan bunyi meletup. Mr. agar supaya waktu menelan pil si sakit diawasi sungguh-sungguh. yang pada masa itu satu-satunya obat yang mujarab untuk malaria. Pertama kali ibu jarinya kedua-duanya ditekannya ke dalam daging perut Nyonya Salyo.Dengan tak dipanggil. ”Ya.agar supaya Mbah Danu dipanggil.” kata Mbah Danu setelah mendengarkan gejala-gejala penyakit dari mulut Nyonya Salyo sendiri. Salyo. sedangkan Mr. Mbah Danu datang sendiri. Asbaknya penuh dengan putung sigaret. ”Saya sendiri yang memberikan pil-pil itu kepada Mbok Rah.” jawab Nyonya Salyo mendahului suaminya. ”Kininenya sudah Tuan berikan sebagai yang saya tetapkan?” tanyanya. ”Engkau tahu bukan. Perang dingin kini mencair jadi gugatan-gugatan lisan yang pedas meskipun tak ditujukan secara langsung.Ia memberi resep kinine. tetapi. justru menantu Pak Jaksa yang berpendidikan tinggi itu berkunjung ke Rambang. ketika Mbok Rah.Dokter Umar. akan saya usir. Hanya saja ia berpesan. dan perhubungan antara mertua dan menantu jadi tegang. ”Malaria.dan denga lega Nyonya Salyo bersendawa. sehingga angin berlomba-lomba keluar dari atas dan dari bawah dengan berletusan.bukan tangan dan air ludah Mbah Danu. sangat kebetulan Dokter Umar Chattab lebih awal datangnya daripada Mbah Danuyang tidak punya mobil. Raden Ayu. Kemudian istrinya dimarahinya. Pak Jaksa dan Bu Jaksa dan tetangga-tetangga yang dekat. 165 . Salyo masuk ke kamar dari jalan-jalan ke tepi pantai. Penyakit Mbok Rah makin lama makin keras. punggung dan tengkuk mendapat giliran. ”Coba buka baju saja. Clash ke-2 antara Mbah Danu dan Mr.” Dokter Umar Chattab pulang dengan tidak mengubah ketetapannya. pelayan Pak Jaksa yang setengah umur. Keadaan Mbok Rah makin lama makin buruk dan malamnya lagi ia mati. Suatu kesalahan bagi Mbah Danu. Salyo memanggil Dokter Umar Chattab.Setelah itu.” Dan Mbah Danu mulai berpraktek.Untung hal itu terjadi paling kerap hanya dua kali dalam setahun. Dokter Umar Chattab heran. Mbah Danu tak diijinkan menginjak lantai rumah itu kalau menantu akademikus Pak Jaksa itu datang. Nyonya Salyo dengan susah payah bisa tetap tinggl netral. sebagaimana juga di dalam politik ia dipandang dengan marah oleh kedua pihak yang bertentangan.Tetapi sebagai jawaban.” diagnose Dokter Umar Chattab di kamar Mbok Rah yang gelap. tahu benar apa sebabnya. Soal ini jadi perkara kehormatan baginya. Denga keras Mbah Danu diperintahkannya keluar dari kamar seperti Mbah Danu mengusir setan-setan dari tubuh-tubuh orang sakit. sehingga terbenam sama sakali dan si pasien mencetuskan bunyi yang sukar dilukiskan. Setelah memberi petujuk-petunjuk lain tentang makan dan rawatan si sakit. terjadi. sakit keras. Pada waktu-waktu lainnya kedaulatan Mbah Danu tetaputuh.

dibilangi. orang tidak tahu ditanya. ’kali. Salyo merasa tengkuknya dingin.Nyonya Salyo yang mendampingi suami di kamar itu di dalam hatinya cenderung kepada ayah-bundanya. Suatu sosok tubuh muncul di ambang pintu. bangun. Mr. tetapi merasa harus solider terhadap kekecewaan suaminya. Saya sudah nggak inget lagi.” kata Nyonya Salyo menghibur suaminya. Kang. Gubuk Djumini dan Turkan di mana ya? : Di sini. Dan juga mereka melihat pil kinine membukit di lantai di bawah bale-bale Mbok Rah. Kita pergi sekarang sebelum diusir satpam. : Sembarangan. Matanya terbelalak lebar-lebar. Ditinggal pergi lima tahun. . ”Kita tak bisa menjawab kepada nonsen itu bukan!” katanya lagi. Kang. Matanya membara Mr. ”Inna li`llahi wa inna illahi raji`un. (KE MONUMEN.”Kita telah berbuat sebaik mungkin. c. Mau ngorok sampai jam berapa? Memangnya ini hotel? (BERKEMAS-KEMAS) : Sudah siang? Masa? ”Idiih. Ke mana mereka semua sekarang? : Sudah pada mati. Yang ada sekarang Cuma abang. Mbah Danu. Luar biasa. Salyo membuka jendela lebar-lebar. Salyo dengan gairah sambil memeluk bahu istrinya yang tidak menjawab.Mr. (SAMBIL MEMULAS BIBIRNYA DENGAN LIPSTIK) . yang diinget Cuma Tibal.” kata Nyonya Salyo. Pada jam 7 orang-orang masuk ke kamar jenazah dan mengangkatnya keluar. Ketika fajar menyingsing. Dengan sangat tiba-tiba ia terpekik dan telunjuknya diacungkannya ke sudut kamar. ROIMA MASIH NGOROK JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI : Sudah siang. bangun.kali.Ia menghela nafas panjang dan melemparkan pandang terakhirkepada bale-bale tempat semalam jenazah terbaring. Salyo dan nyonya ikut menyaksikan pengambilamn jenazah dari dalam kamar tempat ia dan Dokter Umar Chattab menderita kekalahan terhadap mertuanya dan Mbah Danu. gubuk kita dulu ada di sini. Kalau tidak salah. persiapan-persiapan untuk penguburan dimulai. bisa jadi begini. tambah menyesak dada oleh asap kemenyan. : Idiih cemburu. forever. Tibal sudah lewat. : Terang. Ke mana? : Kencing dulu. ”Mengapa Jeng. Riantiarno (1 adegan) TIGA DI BANGKU-BANGKU PLAZA MONUMEN JULINI BANGUN TIDUR. jembatan dan di sana gubuk Tarsih. Drama Opera Kecoa karya N. mengapa ia meninggal?!!” seru Mr.Hawa di dalam kamar itu pengab. 166 . Di situ ada kali. Apa sih? : Sudah siang. sehingga sinar matahari pagi masuk dengan gelombang besar. KENCING DI SITU) : Kok di situ? : Di mana lagi? : Sudah? Kita pergi? : Tunggu. Onley abang. : Ya. Nyonya Salyo dan Mbah Danu menengok. (MENCUBIT ROIMA) : Aduh.

Demikian pula ketika pengarang menggambarkan keadaan bantal Nah dan wajah nah yang pucat ` buih di mulutnya meleleh ke bawah membasahi bantalnya yang kumal seperti tempat duduk Jeep militer yang sudah tua.karena kota Rembang berada di Jawa Tengah. Ayo. BERLARI. pipinya selalu menonjol oleh susur tembakau yang ada dalam mulutnya.dengan gaya bahasa seperti ini. Mbah Danu yang memiliki wajah yang kasar. Pada peristiwa di rumah PakJaksa. kulitnya liat seperti belulang. rupanya pengarang senang menggunakan gaya perbandingan. apa kata Julini. Seperti pada ` Wajahnya kasar-kasar seperti tengkorak. Tuban. Bojonegoro. 1). Ini rupanya yang membuat cerita menjadi menarik.` Hal ini mengakibatkan pembaca kurang dapat membayangkan gambaran yang jelas tentang latar dalamceritanya.pengarang juga hanya menyebut nama kota yaitu Rembang. Cerita terkonsentrasi pada bagian rumitan. memandang kita lama-lama 167 . Rembang`. Padangan. MAKIN BANYAK DAN MAKIN BANYAK). Dilihat dari alur cerita. Dalam mengungkapkan ceritanya pengarang kurang memberi gambaran yang jelas tentang latar cerita. Blora. kulitnya yang seperti belulang kasar liat. pembaca dapat membayangkan bagaimana bantal nah yang digambarkan oleh pengarang seperti tempat duduk Jeep militer yang sudah tua. (MEREKA PERGI. Dilihat dari gaya bahasanya. LANGSUNG MEMBUNYIKAN PELUITNYA) JULINI : Tuh. jalannya tegak seperti seorang maharani yang angkuh` Untuk menggambarkan tokoh Mbah Danu pengarang menggunakan gaya perbandingan. Hanya dapat diketahui bahwa ceritanya terjadi di Jawa Tengah. sehingga ketika cerita selesai membuat pembaca terkejut. Pamotan. yang pembaca dapat membayangkan kasar seperti tengkorak. ANEHNYA PELUIT MALAH SEMAKIN BANYAK. Kritik Objektif terhadap cerpen Mbah Danu karya Nugroho Notosusanto. terkesan terburu-buru. Satpam. Wajah Nah yang pucat digambarkan oleh pengarang seperti kain mori. Antiklimaks tidak terlihat. tuh. malah mogok. Pengarang hanya menyebut nama kota untuk tempat-tempat peristiwanya seperti `Lasem. 2) Kritik Ekspresif puisi Pertemuan karya Goenawan Mohamad Pada puisi ini penyair rupanya ingin mengungkapkan bahwa dirinya merasa telah bertemu dengan Tuhan ini dinyatakan dalam bait pertama Meniti tasbih malam pelan-pelan Dan burung kedasih menggaris gelap de kejauhan kemudian adalah pesona: wajah-Nya tersandar ke kaca jendela memandang kita. Dengan menggunakan gaya perbandingan.(DUA SATPAM MUNCUL DI KEJAUHAN. Jatirogo. sampai pada cara Mbah Danu berjalan digambarkan oleh pengarang seperti seorang maharani yang angkuh. Sudah dibilangi supaya pergi dari tadi. pembaca dapat membayangkan bagaimana sosok Mbah Danu. pengarang terlalu cepat menyelesaikan ceritanya. Seperti kutipan ` menantu Pak Jaksa yang berpendidikan tinggi itu berkunjung ke Rambang. Cepu.Wajahnya pucat seperti kain mori`.

pengarang rupanya mengangkat masalah gelandangan yang sering dikejar-kejar oleh satpam.sikap terhadap soal yang dibicarakan. Mereka sering menjadi sasaran satpam ketika satpam melakukan rasia.apa saja yang dibicarakan tentang karya sastra boleh dinamakan esai sastra. memandang kita lama-lama.aktivitas penyusunannya. rasa kekhawatiran. Dalam esai terlihat keinginan. Kenikmatan bersama dengan Tuhan diungkapkan sebagai sebuah pesona. Ini terungkap pada wajah-Nya tersandar ke kaca jendela memandang kita. Cinta Tuhan terhadap dirimya dirasakan penyair bahwa Tuhan telah mengirimkan nabi untuknya yang datang dari surga. Pemirsa diajak untuk berempati terhadap kehidupan gelandangan yang sebetulnya sama seperti kehidupan yang normal. Kedua istilah itu sebenarnya hanya dipakai untuk memberikan komentar atau reaksi mental terhadap sebuah karya sastra yang dibaca. Mereka memiliki cinta. di gubuk-gubuk. Diungkapkan oleh Semi (1993: 15-16) bahwa esai sastra adalah suatu tulisan yang merupakan laporan hasil eksplorasi atau pengungkapan penulis tentang karya sastra yang sifatnya lebih banyak menekankan aspek sensasi dan kekaguman penelaah tentang hasil bacaannya atau hasil penjelajahannya. Lebih lanjut diungkapkan bahwa esai memiliki persamaan dengan kritik sastra yaitu pada aktivitas dalam aspek penghayatan. serta aspek kepengarangannya.strukturnya. Mereka menginginkan rasa aman juga. Ini memang merupakan gambaran kehidupan gelandangan yang dicoba oleh pengarang untuk diangkat ke dalam karyanya. Seperti ketika Julini mengajak Roima segera meninggalkan tempatnya.Pada kutipan di atas dapat dimaknai bahwa penyair dalam malam ketika ia sedang berzikir pada waktu malam hari ia merasa bahwa Tuhan ada bersana dengan dirinya. Kritik Mimetik Drama Opera Kecoa Karya N. penganalisisan. Seperti pada baris dan demikianlah Nabi telah dititahkan dan demikian pula manusia dikirimke bumi yang terbentang. pengapresiasian. Terdapat keindahan yang luar biasa ketika dapat merasakan adanya pertemuan dengan Tuhan.tidak tersusun secara teratur tetapi seperti dipetik dari bermacam-macam jalan kehidupan. kadang-kadang terhadap keseluruhan dalam sebuah karya sastra. Sementara Arief Budiman berpendapat esai adalah karangan yang sedang panjangnya yang membahas persoalan secara mudah dan sepintas lalu dalam bentukprosa. Riantiarno Apabila diperhatikan drama di atas. Sebenarnya. Kritik Sastra dan Esai Sastra Sering orang sulit membedakan antara kritik dan esai. dari sorga 3). 1987: 10). Ada beberapa pendapat tentang esai sastra. rasa cemburu. Esai tidak memecahkan persoalan tetapi melukiskan persoalan dalamkarya sastra (Baribin. jadi bersifat pribadi. 168 .B Jassin berpendapat bahwa esai membicarakan bermacam ragam. H. Tetapikedua aktivitas tersebut dilihat dari segi graduasi dan intensitas prilaku yang dibebankan terhadapkarya sastra. a. Ini menunjukkan bahwa pengarang telah mampu memotret keadaan sepasang gelandangan yang hidup di kolong jembatan. dan penilaian juga dilakukan. Dalam esai yang utama bukanlah pokok persoalan melainkan bayangan kepribadian dari pengarang yang simpatik dan menarik.

Kritikus juga harus mampu membuktikan bahwa kritik yang dilakukannya mampu memberikan sumbangan yang baik terhadap pembinaan dan pengembangan sastra. Buatlah kritik Objektif terhadap puisi Pertemuan karya Gunawan Muhamad 3.penikmat sastra. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan bagipenyusunan 169 . dan penilaian karya-karya sastra. terutama dalam menemukan konsep-konsep kritik sastra yang sesuai dengan hakikat sastranusantara. Cara Meyusun Kriti Sastra Agar dapat menyusun kritik sastra dengan baik. Ini dapat berfungsi sebagai jembatan antara pengarang dengan pembaca. Adapun Semi (1993: 17) mengungkapkan kritik sastra dapat menjalankan fungsinya dengan baik adalah: a. Riantiarno D. Jadi. Kritik sastra yang dilahirkan oleh pengritik yang mempunyai rasa tanggung jawab moral dan intelektual disebabkan ia mempunyai minat membaca dan menekuni sastra dan ilmu sastra Berguna tidaknya sebuah kritik sastra akhirnya berpulang dari tanggung jawab kritikus. Mendidik pembaca untuk menghargai karya sastra yang bernilai. perumusan. kritikus akan menetapkan penggolongan. Rangkuman Kritik sastra merupakan kegiatan menghakimi. Membiasakan masyarakat sastra untuk menaruh perhatian terhadap tulisan-tulisan kritik sastra. Dengan bekerja seperti itu orang akhirnya dapat memberi penilaian bagaimana kelebihan-kelebihannya dan cacat-cacatnya atau kekurangan-kekurangannya dengan memberikan alasan atau komentar-komentar yang dapat dipertanggungjawabkan. Buatlah kritik mimetik terhadap cerpen Mbah Danu karya Nugroho Notosusanto 2. Kritik sastra yang disusun atas dasar keinginan untuk memperbaiki mutu karya sastra dan mutukhalayakpembaca.maupun bagi kritikus itu sendiri.upaya pengembangan metode kritik kritik dan pendekatan kritik secara terus menerus perlu pula dilakukan. Tanggung jawab profesional pengkritik agar peranan kritik sastra dapat berkembang dan tumbuh subur di tengah-tengah lingkungannya. Latihan-Latihan 1. dalam melakukan kritik terhadap sebuah karya sastra. penerangan. Fungsi kritik sastra adalah : Memberi penilaian atas baik atau buruknya suatu karya sastra. b.baik bagi sastrawan. dan agar kritik sastra mampu menjalankan fungsinya dengan baik tentu kritikus diminta pertanggungjawaban atas tugasnya sebagai pengkritik. Memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul dalam diri pembaca setelah menikmati suatu karya satra. Buatlah kritik ekspresif terhadap drama Opera Keoa karya N. Tugas dan tanggung jawab kritikus sebenarnya diarahkan kepada upaya memfungsikan kritik sastra itu sendiri.Lebih dari itu. klasifikasi.b. C. Buatlah kritik pragmatik terhadap cerpen Mbah Danu karya Nugroho Notosusanto 4. Kritik sastra yang disusun atas dasar pendekatan dan metode kerja yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan c. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan bagi penyusunan atau pengembangan teori sastra. Kegiatan untuk memberi pertimbangan baik buruk karya sastra dengan memberikan alasan-alasan mengenai isi dan bentuknya.yang akhirnya dapat memberikan faedah yang besar. menguraikan atau memecahmecah sebuah karya sastra ke dalam unsur-unsur pembentuknya atau normanormanya disertai tafsiran.

4. Tetapi kedua aktivitas tersebut dilihat dari segi graduasi dan intensitas prilaku yang dibebankan terhadapkarya sastra. (4)Kritik Pragmatik kritik ini menganggap bahwa karya sastra harus berguna atau bermanfaat pada pembaca. sehingga pengarang yang memanfaatnkan kritik sastra akan dapat mengembangkan atau meningkatkan mutu hasil karyanya. strukturnya. bebas dari sekitarnya. Tugas dan tanggung jawab kritikus sebenarnya diarahkan kepada upaya memfungsikan kritik sastra itu sendiri. F. Perbedaan antara kritik dan esai sebenarnya hanya dipakai untuk memberikan komentar atau reaksi mental terhadap sebuah karya sastra yang dibaca. yaitu kritik sastra dalam bidang teori. 3. Jelaskan fungsi kritik sastra. Kritikus juga harus mampu membuktikan bahwa kritik yang dilakukannya mampu memberikan sumbangan yang baik terhadap pembinaan dan pengembangan sastra. maka yang ditiru adalah alam atau kehidupan. Kunci Jawaban 170 . digunakan rumusan dari Abrams ada 4 pendekatan yaitu (1) Kritik Objektif yang menganggap karya sastra sebagai sesuatu yang otonom. Evaluasi 1. mandiri. Jelaskan perbedaan antara kritik sastra dan esai.yaitu penerapan teori-teori kritik pada karya sastra. Menurut pendekatan. Berdasarkan bentuknya kritik sastra dibedakan atas apa saja. Kritik sastra dapat menjalankan fungsinya dengan baik jika kritik sastra yang disusun atas dasar keinginan untuk memperbaiki mutu karya sastra dan mutuk halayak pembaca. (3) Kritik Mimetik yang orientasinya pada alam atau kehidupan.sejarah sastra. Berdasarkan pendekatannya kritik sastra dibedakan atas apa saja. kritik sastra dapat digolongkan menjadi 3 jenis. serta aspek kepengarangannya. disusun atas dasar pendekatan dan metode kerja yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. pengritik mempunyai rasa tanggung jawab moral dan intelektual disebabkan ia mempunyai minat membaca dan menekuni sastra dan ilmu sastra Berguna tidaknya sebuah kritik sastra akhirnya berpulang dari tanggung jawab kritikus. Jelaskan yang dimaksud dengan kritik sastra. (3) Kritik Impressionistik kritik sastra yang berusaha menggambarkan dengan kata-kata sifat-sifat yang terasa dalam bagian-bagian khusus atau dalam sebuah karya sastra dan menyatakan tanggapan-tanggapan (impressi) kritikus. jelaskan. jelaskan. Menurut Bentuknya ada 2 jenis kritik sastra yaitu (1) Kritik teoritik (theoritical criticism). Agar dapat menyusun kritik sastra dengan baik. (2) Kritik Terapan atau kritikpraktek. E. Adapun menurut pelaksanaannya.aktivitas penyusunannya. 2. dan agar kritik sastra mampu menjalankan fungsinya dengan baik tentu kritikus diminta pertanggungjawaban atas tugasnya sebagai pengkritik. atau teori tentang kritik sastra. Dengan demikian kriteria keberhasilan karya sastra adalah ketetapan atau kebenaran dalam meniru alam atau kehidupan.Memberikan sumbangan pendapat atau pertimbangan kepada pengarang tentang karyanya. 5. (2) Kritik Ekspresif yang bertolak dari keyakinan bahwa karya sastra adalah ekspresi jiwa sastrawan.(1) Kritik Yudisial (Judicial Criticism) Kritik sastra yang berusaha menganalisis dan menerangkan efek-efek karya sastra berdasarkan pokoknya atau temanya. (2) Kritik Induktif (Inductive Criticism) kritik sastra yang menguraikan bagian-bagian karya sastra berdasarkan fenomena-fenomena yang ada secara objektif.

Atar. G. Fungsi kritik sastra adalah : Memberi penilaian atas baik atau buruknya suatu karya sastra. Pendekatan dalamkritik sastra adalah (1) Kritik Objektif yang menganggap karya sastra sebagai sesuatu yang otonom. penerangan. (2) Kritik Terapan atau kritikpraktek. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta: PT Gramedia. Menurut Bentuknya ada 2 jenis kritik sastra yaitu (1) Kritik teoritik (theoritical criticism). strukturnya. Semarang: IKIP Semarang. Bandung: Angkasa. Andre. 1991. serta aspek kepengarangannya. 1992. Bandung: Angkasa. atau teori tentang kritik sastra.Daftar Pustaka Baribin. agar pembaca dapat menghargai karya sastra yang bernilai sehingga masyarakat sastra menaruh perhatian terhadap tulisan-tulisan kritik sastra. 1990. Notosusanto. Kritik dan Penilaian Sastra. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan penyusunan sejarah sastra. Perbedaan antara kritik dan esai sebenarnya hanya terletak pada cara memberikan komentar atau reaksi mental terhadap sebuah karya sastra yang dibaca. 2. Raminah. yaitu kritik sastra dalam bidang teori. Mohamad. Metode Penelitian Sastra. 1987. (4)Kritik Pragmatik kritik ini menganggap bahwa karya sastra harus berguna atau bermanfaat pada pembaca. Wellek. Asmarandana. dan penilaian terhadap karya-karya sastra. 1993. Ahmad Tohari: Karya dan Dunianya. perumusan. Teori Kesusastraan (diindonesiakan oleh Melani Budianta). Kritik sastra merupakan kegiatan menghakimi. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan untuk penyusunan atau pengembangan teori sastra. 4. Semi. Tiga kota. M. __________2003. klasifikasi.1. Telaah Kritik Ssatra Indonesia. Hardjana. Memberikan sumbangan pendapat atau pertimbangan kepada pengarang tentang karyanya.1995. Yudiono Ks. Goenawan. Nugroho. rene & Austin Warren.yaitu penerapan teori-teori kritik pada karya sastra. aktivitas penyusunannya. 5. (3) Kritik Mimetik yang orientasinya pada alam atau kehidupan kriteria keberhasilan karya sastra adalah ketetapan atau kebenaran dalam meniru alam atau kehidupan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 3. Kritik Sastra Sebuah Pengantar. (2) Kritik Ekspresif yang bertolak dari keyakinan bahwa karya sastra adalah ekspresi jiwa sastrawan. 1990. sehingga pengarang yang memanfaatnkan kritik sastra akan dapat mengembangkan atau meningkatkan mutu hasil karyanya. Jakarta: Balai Pustaka.Jakarta: Gramedia 171 . Kritik sastra dapat juga berfungsi sebagai jembatan antara pengarang dengan pembaca.

172 .

173 .

mengajukan pertanyaan yang cocok untuk wawancara. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti materi berbicara-menyimak. dalam memahami variasi bahasa. Setiap hari manusia. 10% untuk membaca. tetapi terkadang seseorang kurang terampil dalam kegiatan berbicara. 35% untuk berbicara. Di manapun mereka berada selalu melakukan kegiatan tersebut. 174 . maka perserta PLPG diharapkan dapat: 1. 2. semantik. namun definisi kamus bisa saja berbeda dengan apa yang dimaknai orang. masyarakat. baik di lingkungan keluarga. 6. B. melainkan suatu proses aktif dalam mengkonstruksi pesan dari suatu bunyi yang diketahui orang sebagai sebagai potensi fonologi. pasar. Aktivitas komunikasi terjadi pada setiap aspek kehidupan. 2007:39). 2006:2) presentase waktu yang digunakan dalam proses komunikasi sangat besar. memberikan jawaban dengan benar pada saat wawancara sebagai seorang narasumber 4. PAPARAN MATERI Kehidupan manusia tidak lepas dari kegiatan komunikasi. karena komunikasi merupakan bagian integral dari sistem dan tatanan kehidupan sosial manusia atau masyarakat. The American Heritage Dictionary mengatakan bahwa listen berarti “melakukan upaya mendengarkan sesuatu” dan ”memperhatikan. dan 50% untuk menyimak/mendengarkan.BAB VI KETERAMPILAN BERBICARA-MENYIMAK A. KETERAMPILAN MENYIMAK a. 1990:8). menentukan kalimat pembuka dan penutup pada pidato yang benar. 3. Sepanjang waktu manusia melakukan aktivitas komunikasi yang meliputi kegiatan berbicara dan menyimak. dan stuktur bahasa. Waktu yang digunakan dalam proses komunikasi 5% digunakan untuk menulis. menerapkan komponen-komponen yang harus dipatuhi dalam berpidato. mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali di malam hari. Keterampilan menyimak bukan merupakan suatu proses yang pasif. dan sintaksis suatu bahasa (Ahmadi. 1990:7). Terkadang seseorang menjadi terampil baik dalam bahasa pertama maupun bahasa kedua. menjelaskan konsep dasar dalam kegiatan menyimak dan berbicara. Hakikat keterampilan menyimak Banyak orang memaknai kata listen atau mendengar seadanya. Unsur yang sangat penting dan fundamental dalam semua interaksi adalah keterampilan untuk memahami apa yang dikatakan atau diucapkan oleh orang lain atau pembicara (Ahmadi. baik anak kecil maupun orang dewasa melakukan kegiatan mendengarkan maupun menyimak. 1. tempat ibadah. menyimak” (Maggio. Menerapkan komponen-komponen yang harus dipatuhi dalam berdiskusi. Menurut Jiwanta (dalam Suprapto. 5. variasi dialek. maupun di sekolah. kantor. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya komunikasi dalam kehidupan seharihari. berkisar 75% sampai 90% dari kegiatan kita.

Rivers (dalam Ahmadi. 2) Identifikasi dan seleksi tanpa retensi Siswa mendengarkan untuk kesenangan memahami dan menyarikan sekuen arti. memahami. 1990:8) menyimak dalam pembelajaran dibagi menjadi beberapa tahap. 3) Identifikasi dan seleksi terarah dengan retensi pendek c. Ada beberapa hal yang dapat diperhatikan untuk menjadi pendengar yang baik. Dalam kegiatan belajar mengajar menyimak. memahami apa yang didengar. Menurut Wilga M. Kegiatan tersebut terdiri dari serangkaian kegiatan mendengarkan. mengomentari apa yang dikatakan. Matanya menunjukkan sorot tertarik dan senang. itu bukan mendengar dalam arti yang sebenarnya. dan mengingat. menawarkan gagasan. Tak sedikit pun ia lepas dari perhatiannya”. ingat bahwa menyimak lebih dari sekadar membiarkan orang lain berbicara. Orang harus benar-benar memberi perhatian kepada lawan bicara. 1) Identifikasi Siswa mempersepsi bunyi dan frase dengan mengidentifikasi secara langsung terhadap arti. Ia tanggap. Oleh karena itu mendengarkan merupakan perilaku aktif. Pendengar yang baik dapat memancing yang terbaik dari orang lain. dan mengajukan pertanyaan agar pembicaraan mengalir dengan hangat. -Lilian EichlerKeterampilan menyimak dalam kegiatan belajar mengajar Kegiatan menyimak dapat dilakukan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.Menyimak yang baik Apabila seseorang ingin menjadi pembicara yang baik. “Tidak cukup hanya berdiam diri ketika lawan bicara Anda sedang berbicara. tanpa dituntut mendemonstrasikan pemahaman melalui penggunaan bahasa secara aktif. b. mendengarkan memahami mengingat Pendengar yang baik tentunya akan mengambil bagian dari percakapan. Memperhatikan orang yang sedang berbicara merupakan upaya untuk menyimak. pola kegiatan pembelajaran dapat diberlakukan aktivitas menyimak. 175 . sesekali mengajukan pertanyaan. bukan pasif.

Dalam kegiatan berbicara kelengkapan vokal seseorang merupakan prasyarat alamiah yang dapat memproduksi suatu ragam yang luas dari artikulasi. 2) menjamu. Siswa mendemonstrasikan pemahamannya atau menggunakan bahan ajar yang telah dipahami setelah mengalami kegiatan mendengarkan secara tuntas. Menurut Tarigan (1981:16). seperti rasa malu. 1990:19). kebutuhan. Keterampilan berbicara juga didasari oleh kepercayaan diri untuk berbicara secara wajar. Menurut Fowler (dalam Ahmadi. KETERAMPILAN BERBICARA a. dan bertanggung jawab dengan melenyapkan problem kejiwaan. menghibur (to entertain). Orang yang diajak 176 . Dengan demikian. tujuan keterampilan berbicara mencakup beberapa hal. dan berat lidah (Ahmadi. c. dan keinginan kepada orang lain. Berbicara merupakan cara untuk mengkomunikasikan gagasan sesuai dengan kebutuhan pendengar atau penyimak (Mulgrave melalui Tarigan. dan lagu kalimat. 1990:18). Agar dapat menyampaikan pikiran secara efektif. Berbicara dengan orang yang tidak dikenal bisa saja menimbulkan suasana yang tidak nyaman. tekanan. yaitu: 1) memberitahukan. Sementara itu. jujur. berbicara mempunyai tiga maksud umum. melaporkan (to inform). Bisa juga siswa dilibatkan dalam aktivitas yang meminta pengingatan kembali tentang materi pelajaran yang telah dipelajari sebelumnya. meyakinkan (to persuade). 4) Identifikasi dan seleksi dengan retensi yang meminta waktu panjang. Hakikat keterampilan berbicara Keterampilan berbicara pada hakikatnya merupakan keterampilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak.1981:15). dan 3) membujuk. perasaan.Siswa diberi beberapa indikator lebih dahulu tentang hal-hal yang didengar atau disimak. mengajak. bahkan suasanya menjadi beku dan kurang besahabat. Siswa mendemontrasikan pemahaman secara langsung dan dengan cara yang aktif. rendah diri. Melalui sejumlah penelitian ditunjukkan bahwa rasa takut untuk berbicara di depan publik kemungkinan terkait dengan rasa takut untuk dipermalukan akibat konfrontasi di depan publik. 1) Mudah dan lancar atau fasih berbicara 2) Kejelasan berbicara 3) Bertanggung jawab 4) Membentuk pendengar yang kritis. kesenyapan. 2. b. Tujuan keterampilan berbicara Tujuan utama berbicara adalah berkomunikasi. 1) Mengatasi rasa malu Yang harus dilakukan dalam berbicara dengan sejumlah orang adalah membuat mereka mudah melakukannya. benar. nada. Kunci sukses dalam keterampilan berbicara Menurut King (2008:15). ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berbicara dengan siapa saja. maka seorang pembicara harus memahami makna segala sesuatu yang ingin dikomunikasikan. 2003:198). mendesak. ketegangan. berbicara itu lebih daripada sekadar pengucapan bunyi atau kata-kata. Pembicara merasa yakin tidak dapat mengatasi hal tersebut (Rogers.

Saat melakukan presentasi. sebagaimana pada generasi sebelumnya. berarti kau merasa kikuk. Secara umum gunakan kebijaksanaan.berbicara akan semakin menikmati percakapan jika mereka tahu bahwa si pembicara menikmati pembicaraan. Jika dibuat-buat akan tampak seperti bukan aslinya (palsu). 6) Adakah tabu-tabu lain Sekarang tidak perlu terlalu memikirkan hal-hal yang ditabukan. Jika terjadi secara alami. 3) Pertanyaan yang harus dihindari Hindari pertanyaan ya/tidak. Hal ini dapat digunakan untuk mengatasi kekhawatiran. dan prestasi-prestasi mereka. mereka mungkin akan bereaksi seperti: 1) Tidak yakin terhadap pendapat mereka dalam satu masalah penting 2) Memikirkan hal-hal yang bertentangan 3) Merasa yakin bahwa pendapat mereka salah 4) Merasa sedang dikritik atau dicemooh 5) Merasa dirinya seorang penipu yang akan dibeberkan di muka umum 177 . Ada hukum bahasa tubuh yang dapat diikuti agar percakapan berhasil “buatlah kontak mata”. mempertahankan kontak mata yang baik tidak sekadar di awal dan akhir kata. perhatikanlah”. tetapi selama berbicara dan mendengarkan akan membuat seseorang menjadi pembicara yang hebat di mana pun ia berada. yang telah terjual lima belas juta eksemplar.” Bahasa tubuh merupakan bagian alami dari percakapan dan komunikasi. tidak nyaman. pertanyaan seperti itu menghasilkan jawaban yang hanya berupa satu kata atau dua kata sehingga suasana percakapan menjadi monoton dan membosankan. Jika ingin belajar banyak maka seseorang harus melakukan sesuatu dan mendengarkan apa yang disampaikan atau dibicarakan orang lain. Dari sifatnya. 2) Memulai Di manapun kita berada. 4) Hukum pertama percakapan Hukum pertama percakapan adalah dengarkanlah. dan menutup diri. Oleh karena itu menjadi pembicara yang baik juga harus kaya informasi dan relevansi. Menjadi pembicara yang baik karena si pembicara dapat mengatasi kekhawatiran. topik-topik di sekitar kita dapat digunakan untuk membuka atau memulai pembicaraan. Dale menambahkan. mengatakan: “Agar diperhatikan. karena tinggal sedikit hal-hal tabu yang tersisa. Orang-orang yang merasa tidak berhak untuk menyatakan perasaan. Pertanyaan tersebut merupakan musuh percakapan yang hangat. atau merasa tidak berhak untuk membuat kesalahan. Kata tabu jarang sekali terdengar lagi. kemungkinan besar takut bicara di depan publik. Ajarkanlah mereka membicarakan diri mereka. Dale Carnegie dalam bukunya How to win Friends dan Influence People. jangan mengandaikan bahwa orang yang diajak berbicara merasa enak dengan salah satu hal yang tabu.” 5) Bahasa tubuh Louze Nizer pernah mengatakan: “kalau kau silangkan tanganmu di dada. bahasa tubuh akan menjadi bentuk komunikasi yang sangat efektif. “Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang membuat orang lain senang menjawabnya.

disebut pula sebagai interviewer. Jika mengajukan argumen dan kemudian argumen itu disalahkan narasumber. dorongan). pewawancara sebaiknya tidak menanggapi dengan emosi juga. Lalu lanjutkan ke pertanyaan yang lain. mengingat-ingat dan mencatat jawaban-jawaban. Selain itu. Pada saat yang sama interviewer mengadakan evaluasi dan penegasan (menyatakan kembali isi jawaban interviewer dengan kata-kata lain). Menurut Suprapto (2006). jika narasumber tampak mulai emosi. Akhiri dengan cukup mengatakan. Persoalannya kemudian apakah bla…bla…. 2003:209).pertanyaan penting dan valid. atau gerakan yang bersifat merendah atau menghina diri sendiri (Rogers. kita berbeda pandangan mengenai soal yang satu ini. Namun demikian. sepanjang pewawancara siap dengan pengetahuan yang mendalam tentang topik yang dibahas.6) Membuat pernyataan negatif. pada umumnya komunikasi dikontrol oleh komunikator. atau bahkan menggeser arah pembicaraan. melainkan tetap menunjukkan ketenangan (Fadli. Dalam kegiatan berbicara. sedangkan pihak kedua berfungsi sebagai pemberi informasi (Information supplyer). 178 .”. komunikator sebagai narasumber dengan mudah dapat mengontrol apa yang diucapkan atau disampaikan. yang menempatkan dua orang atau lebih berhadap-hadapan secara fisik (Kartono. tetapi komunikator tidak dapat mengontrol apa yang didengarkan atau sedang dipikirkan oleh audiens. WAWANCARA a. serta meminta jawaban yang jujur.1980: 171). Hak ini juga dimiliki oleh pendengar atau penonton yang posisinya diwakili oleh pewawancara (Stokkink melalui Fadli. Jenis pertanyaan dalam wawancara Pertanyaan dibedakan menjadi dua (Maggio. maka pesan atau materi yang disampaikan akan diterima oleh peserta didik.. Pihak pertama berfungsi sebagai penanya. ini merupakan proses tanya jawab lisan. Jika seorang guru sedang mengajar di kelas maka guru tersebut yang menentukan apa yang harus atau tidak harus disampaikan. Di samping itu dia juga menggali keterangan-keterangan lebih lanjut dan berusaha melakukan “probing” (rangsangan. Dengan berada pada posisi yang sejajar. Seorang pewawancara harus bersikap santun/hormat serta tidak memojokkan narasumber. pewawancara tidak perlu mendebatnya secara berkepanjangan. b. Jika guru tersebut dapat berkomunikasi dan dapat tampil dengan baik. 2007:56). meminta keterangan atau penjelasan. Proses interview melibatkan 2 (dua) pihak dengan peran yang berbeda. “Oke. pewawancara dapat menanyakan pertanyaan. 1) Pertanyaan terbuka Pertanyaan terbuka digunakan untuk memancing jawaban yang lebih kompleks. sambil menilai jawaban dari narasumber. Pengertian Interview atau wawancara adalah suatu percakapan yang diarahkan pada suatu masalah tertentu. 2005:14). Interviewer mengajukan pertanyaan-pertanyaan. harus dijaga agar adu argumentasi tidak mengarah ke “debat kusir”. pewawancara. narasumber atau informan. Seorang pewawancara sebaiknya mengambil sikap sejajar dengan narasumbernya. Adu argumentasi juga dianjurkan dalam sebuah wawancara. 3. 2005:13-14).

bisa juga dengan jawaban ya atau tidak. when: kapan. atau how: bagaimana). 1) jangan menjawab pertanyaan sendiri. menatap kosong. itu bersifat pribadi bagi saya. Pengertian Pidato adalah pengekspresian ide / gagasan. apabila pertanyaan tersebut retorik.” 6) “Apa maksud Anda?” 4. 2) Pertanyaan tertutup Pertanyaan tertutup digunakan untuk memancing jawaban satu kata. penyajian informasi untuk membangkitkan kepedulian pendengar. “Titik”.” Pertanyaan tertutup menghasilkan sepotong informasi kecil yang cenderung menghentikan pembicaraan. where: di mana. Secara umum dalam setiap pembicaraan apapun. Bisa juga orang yang berpikir literal akan memberikan jawaban satu kata (ya. Kunci dalam kegiatan wawancara atau hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat wawancara berlangsung. 2) Jangan mengajukan pertanyaan jika tidak benar-benar ingin mendapatkan jawaban yang jujur Contoh: “Apa yang harus saya lakukan?” “Bagaimana menurut Anda pendapat saya selama rapat tadi?” “Bersediakah Anda menjadi guru pengganti selama saya tugas ke luar kota?” c. saya tidak memiliki hak untuk menjawab pertanyaan itu. atau kasar. benar. what: apa. Perlu diingat bahwa narasumber memiliki hak untuk sedikit bicara atau pelit ngomong. mengapa Anda menanyakan hal itu?” 2) “Apakah Anda perlu tahu?” 3) “Maaf. “Lalu apa?” Pertanyaan tertutup bisa juga digunakan untuk cepat-cepat mengakhiri pembicaraan dan segera pergi meninggalkan lawan bicara atau informan. seimbangkan pertanyaan dengan jawaban. tidak. Pertanyaan saja tidak akan menghasilkan pergantian giliran dalam pembicaraan. agar melakukan pendalaman dan 179 .Pada dasarnya dalam membuat pertanyaan terbuka dapat dimulai dengan beberapa kata tanya yaitu 5 W + 1 H (who: siapa.” 4) “Maaf. menyinggung.” b) “Sudahkan Anda…. dapat dijawab dengan berbagai hal yaitu berdiam diri. Selain itu jika pertanyaan yang bersifat agresif. Menjawab pertanyaan Kegiatan wawancara dilakukan untuk menggali informasi dan menemukan jawaban atas pertanyaan yang ada. why: mengapa.” 5) “Maaf. memohon diri untuk pergi. atau salah). Contoh: 1) “Kalau tidak keberatan. Sebagai narasumber atau informan bisa saja tidak diharuskan untuk menjawab suatu pertanyaan. dan bisa mengembangkan dengan cukup lama. “Selesai”.Maka membuat narasumber banyak bicara adalah kewajiban pewawancara. PIDATO a. itu bukan informasi yang bisa saya berikan. Ada juga orang yang awalnya mengajukan pertanyaan tertutup. Di dalam menyusun pertanyaan tertutup dapat dimulai dengan: a) “Apakah Anda….

yang sekaligus menjadi urutan bagi uraian itu. 180 . 1) Metode menghafal Pidato yang disampaikan dengan metode ini dipersiapkan dan ditulis secara lengkap terlebih dulu. Komponen pidato meliputi penyaji. Berpidato dengan metode ini sering menjemukan dan tidak menarik. Pembicara membawakan pidato tanpa persiapan sama sekali dan hanya mengandalkan pengalaman dan pengetahuannya. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik/umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik. c. Metode ini juga sering menyulitkan pembicara untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan reaksi pendengar ketika menyampaikan uraiannya (Arsyad dan Mukti U. Teknik pidato Menurut Effendi (2006:64-65). Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut dan dapat mempengaruhi audiens. Ada jalan masuk. 1) Mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti kemauan kita dengan suka rela. terjadi seolah-olah tidak ada hubungan antara pembicara dengan pendengar. yang masing-masing memiliki peran dan fungsinya sendiri. Teknik atau metode dalam membawakan suatu pidato di depan umum. ketika seseorang akan naik mimbar untuk berpidato. dan moderator. pembicara dengan bebas berbicara dan bebas pula memilih kata-katanya sendiri. pendengar. materi yang disajikan. 2) Metode serta merta (impromptu) Metode ini dilakukan berdasarkan kebutuhan sesaat. Tujuan pidato Di dalam berpidato umumnya orang melakukan satu atau beberapa hal berikut ini. Pembicara harus dapat member tekanan dan variasi suara untuk menghidupkan pembicaraannya. sebab bila tidak atau kurang melakukan latihan yang cukup. 2) Memberi suatu pemahaman atau informasi pada orang lain.S. 3) Metode naskah Metode ini sering dipakai dalam pidato resmi atau pidato televise dan radio. dan mengeluarkan kata-kata tanpa menghayati maknanya. Mengorganisasikan suatu pidato bagaikan membangun sebuah jembatan. 1988: 65).tindak lanjut. Ada pembicara yang berhasil dengan metode ini. ia dapat melakukannya dengan dua cara yaitu pidato tanpa naskah dan pidato dengan naskah. kemudian dihafal kata demi kata. feedback/umpan balik. rentang jembatan dan jalan keluar . Metode ini sifatnya agak kaku. Ada kecenderungan untuk berbicara cepat-cepat karena khawatir lupa. Mata dan perhatian pembicara selalu terfokus ke naskah. b. sehingga ia tidak bebas menatap pendengarnya.. namun ada juga yang tidak. Dalam penyampaiannya. Biasanya dalam keadaan darurat tak terduga banyak menggunakan teknik serta merta. 3) Membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur sehingga orang lain senang dan puas dengan ucapan yang kita sampaikan. 4) Metode ekstemporan (tanpa persiapan naskah) Uraian yang akan dibawakan dengan metode ini direncanakan dengan cermat dan dibuat catatan-catatan penting.

Mencari pokok bahasan yang dipahami sangat penting sebelum berpidato. Dia berkata pada dokter. Hal ini begitu jelas. pria itu sadar. Agar memiliki kemampuan berpidato yang baik diperlukan persiapan yang sebaik-baiknya dan latihan secara teratur. berdiri. dan latihan memantapkan diri. hidupmu akan terasa jauh lebih lama”. penuh keraguan. Pengalaman tersebut membuatnya terguncang. lambat berbicara. Penguasaan materi atau topik yang baik akan memperlancar penyampaian materi pidato. Bisa saja pembicara terlalu cepat berbicara. asal saya bisa panjang umur. tetapi banyak pembicara pemula membuat kesalahan dengan mengambil pokok bahasan yang tidak sepenuhnya dipahami. gugup. 2003:56-58) . e. sehingga ia tidak yakin pula dalam bersikap. namun bagi pemula. Hal penting dalam pendahuluan pidato adalah membangkitkan perhatian. kunci pertama untuk menjadi pembicara yang sukses adalah “bicarakanlah hal yang Anda pahami”.d. Cara Mengawali Pidato Pembicara yang belum berpengalaman dan tidak terlatih mungkin merasa kesulitan untuk mengawali pidato. karena untuk pertama kalinya. (Rogers. Selain itu juga perlu melakukan latihan duduk. Audiens tertarik dan antusias untuk mendengarkan uraian atau topik 181 . “apakah saya benar-benar akan hidup lebih lama?” “Tidak. berjalan. “tetapi. Katakan dokter. 1) Audiens merasa bosan karena lebih banyak tahu daripada orator 2) Orator tidak merasa yakin dengan pokok bahasannya. tidak merokok. “Bangun pagi.” jawab sang dokter. Kunci sukses dalam pidato Beberapa orang masih takut berpidato. dan jauhi wanita. saya bersedia melakukan apa saja. banyak makan sayur. mempersiapkan pidato dan melakukan latihan mungkin tidak diperlukan lagi. “Dokter. tidak minum minuman keras. tiba-tiba terserang penyakit yang sangat serius.” tanya pria muda itu. dan akhir.” “Kalau saya melakukan itu. jangan tidur terlambat. cerita pendek tetapi lengkap yang memiliki bagian awal. Atau bahkan bisa menceritakan sebuah lelucon atau anekdot yang lucu. atau bisa saja terbata-bata menyampaikan isi pidato. Contoh anekdot Seorang pria muda yang tidak pernah sakit sepanjang hidupnya. suara kurang keras hampir tidak terdengar sampai audiens belakang. hal itu sangat diperlukan. Menurut King (2008:156). tengah. meskipun sudah berkali-kali melakukannya. Hal tersebut dapat teratasi dengan salah satu cara yaitu pelatihan dilakukan tahap demi tahap untuk mengurangi masalah yang ada dalam diri pembicara. apa yang harus saya lakukan?” Dokter itu berkata. Bagi orang yang sudah biasa berpidato di hadapan massa. bahwa dirinya tidak abadi. mengatur keseimbangan. Akibatnya adalah hal-hal sebagai berikut. Hal tersebut karena topik pidato yang dikuasai pembicara sangat menentukan sukses tidaknya suatu pidato. Cara berlatih yang baik agar pembicara bisa mengawali pidato dengan penuh percaya diri adalah dengan latihan menceritakan sebuah cerita sederhana.

. Begitu semua perhatian terfokus kepada pembicara. lancar. Biarkan suasana hening. pendapat ahli. Pidato sebagai bagian dari komunikasi harus hati-hati. ingat motto: “Naik mimbar tanpa persiapan. Berdiam diri. Pidato dikatakan berhasil jika terpenuhinya tujuan/komponen pidato. berhenti sejenak.yang akan disampaikan. 1) Ada pembicara yang tidak menyukai sesi tanya jawab Pembicara kurang menyukai sesi tanya jawab karena: a) Pendengar mengajukan pertanyaan sulit b) Pembicara tidak dapat menjawab pertanyaan pendengar c) Sedikit pengetahuan d) Kurang memahami materi yang disampaikan 2) Ada pembicara yang menyukai sesi tanya jawab. Sebelum mengakhiri pidato. sasaran memahami. Pertanyaan yang diajukan pendengar dalam sebuah sesi tanya jawab bisa ditanggapi seorang pembicara melalui dua sudut pandang. Tanya jawab juga memberikan pendengar kesempatan yang terbatas untuk ikut berpartisipasi. Menurut Effendi (2006:66). g. turun mimbar tanpa kehormatan”. Dalam menjawab pertanyaan pendengar. Menunggu dengan expresi wajah yang kebingungan. dan meyakinkan. Langkah–langkah tersebut di antaranya: 1) Meneliti masalah a) Menentukan maksud pidato b) Menganalisis pendengar dan suasana c) Memilih dan menyempitkan pokok permasalahan yang telah diangkat 2) Menyusun naskah pidato a) Mengumpulkan bahan Penyusunan dan pengumpulan data diusahakan seakurat mungkin yaitu sesuai fakta. Cara mengakhiri pidato Akhiri pidato dengan cara yang memikat. lakukan pengakhiran dengan menyimpulkan pidato. menjawab pertanyaan pendengar bertujuan untuk menambah keragaman penyampaian materi. Langkah-langkah pidato Dalam berpidato terdapat langkah–langkah penting yang harus dilakukan agar hasilnya maksimal. Pidato berakhir dengan sangat memikat. Setelah pidato berlangsung. cerita atau pokok-pokok yang 182 f. h. mengerti pesan dan akhirnya mengubah sikap dan perilaku sesuai dengan tujuan komunikasi. lanjutkan pidato. Selain itu. berbagai cara dapat dilakukan untuk memikat perhatian audiens. karena efek yang timbul (negatif) sulit untuk dihilangkan. kata-kata tokoh) 2) Mengajukan pertanyaan 3) Menyajikan ilustrasi 4) Memberikan fakta yang mengejutkan 5) Menyajikan hal yang mengandung rasa manusiawi 6) Mengetengahkan pengalaman yang ganjil Cara tersebut harus disesuaikan dengan tema pidato dan diselaraskan dengan latar belakang audiens. yang penting “how”. Dalam berpidato. Berikutnya. ilustrasi. Dalam berpidato dan berkomunikasi. tampilkan diri dan gagasan dengan tenang. Semua memperhatikan. tutup mulut sebentar. 1) Mengemukakan kutipan (ayat suci al-Quran. Menjawab Pertanyaan Menurut Rogers (2003).

dll) c) Menguraikan isi pidato Langkah terbaik dalam berpidato tergantung pada pembawaan dan kesanggupan setiap orang yang bersangkutan serta suasana yang ada pada waktu itu. salam penutup. rencana. yaitu 1) pidato bebas dengan sekali-kali melihat kerangka yang sudah disusun untuk menjamin keteraturan dan tidak terdapat ide-ide yang terlangkahi. Kerangka pidato memang harus disusun secara terperinci supaya menimbulkan keyakinan tentang kesatuan koherensinya. b. Prinsip diskusi yang baik dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya dalam pertemuan. pesan. 5. d) Menguasai isi pidato secara terperinci e) Latihan Moral 3) Latihan Sebelum menyampaikan suatu uraian di hadapan umum hendaknya pembicara terlebih dahulu melakukan latihan membaca naskah. langkah. tujuan. sehingga dapat memberikan hasil yang makimal. 183 . harapan. Jenis diskusi Berdasarkan situasi. agar pada waktnya nanti dapat melakukan pidato dengan lancar.kongkrit untuk mengembangkan pidato agar lebih maksimal. 2) menggarap pidato tersebut dengan disusun kata-kata secara lengkap dan terperinci selanjutnya tinggal dibacakan saja. Pada hakikatnya proses diskusi mengarah kepada pembicaraan suatu masalah secara tuntas oleh dua orang atau lebih. Dalam hal menguraikan isi pidato. Pengetahuan pembicara beserta semua bahan– bahan tersebut akan memungkinkan pembicara berbicara dengan baik. sehingga dapat merencanakan kerangka pidatonya secara terperinci. b) Membuat kerangka (out line) Seorang pembicara harus menentukan pokok–pokok pemasalahan. DISKUSI a. Penyusun pidato sebaiknya banyak bertanya kepada pihak–pihak yang menyetahui persoalan tersebut. Karena pertemuan tersebut pada hakikatnya ditujukan untuk mengambil keputusan. diskusi dibedakan menjadi dua. terdapat terdapat dua cara yang sering digunakan. seorang membicara dapat membiasakan diri dan menemukan cara yang tepat. sasaran. 1) Diskusi tertutup Diskusi tertutup atau pertemuan tertutup merupakan suatu pertemuan yang semua pesertanya ikut aktif mengambil bagian. Tiga langkah di atas harus dilakukan dengan urut. dll. Dengan melakukan latihan. Kerangka susunan pidato/skema susunan suatu pidato yang baik : (1) Pembukaan dengan salam pembuka (2) Pendahuluan yang sedikit menggambarkan isi (3) Isi atau materi pidato secara sistematis : maksud. Hakikat diskusi Diskusi merupakan kegiatan sekelompok orang yang setidak-tidaknya terdiri dari beberapa orang. (4) Penutup (simpulan. terutama dalam situasi saling berhadapan atau tatap muka.

Diskusi kelompok merupakan proses diskusi dalam semua situasi kelompok. Menurut Zelko (1984). dan gagasam di antara semua anggota kelpmpok. Sementara itu. Kegiatan tersebut antara pembicara dengan pendengar duduk terpisah. Masalah yang dibahas dalam seminar mempunyai ruang lingkup yang terbatas dan tertentu. mulai dari hanya dua orang sampai sepuluh orang. b) Simposium Simposium merupakan variasi dari panel. Jenis diskusi tertutup meliputi: a) Konferensi b) Komisi c) Wawancara Konferensi. yaitu berupa dialog. c) Seminar Seminar merupakan suatu pertemuan yang bersifat ilmiah untuk membahas masalah tertentu dengan prasaran serta tanggapan melalui suatu diskusi untuk mendapatkan keputusan bersama mengenai masalah tersebut. tiga orang atau lebih yang dianggap ahli menyampaikan pandanganpandangan yang berbeda mengenai suatu pokok pembicaraan. Diskusi terbuka juga disebut diskusi umum. jenis diskusi terbuka meliputi: a) Panel Panel merupakan suatu kelompok yang terdiri dari tiga sampai enam orang ahli yang ditunjuk untuk mengemukakan pandangannya dari berbagai segi mengenai suatu masalah. d) Debat Debat adalah adu argumentasi untuk menentukan baik tidaknya suatu usul tertentu yang didukung oleh satu pihak yang disebut pendukung (pihak/kelompok pro) dan ditolak. Dalam suatu symposium. pendapat. karena merupakan jenis dasar diskusi tertutup. politik.termasuk ketua pertemuan tanpa kehadiran pendengar dalam bentuk apapun. f) Forum Forum merupakan pertemuan umum atau ceramah yang melibatkan para peserta untuk mendiskusikan masalah. e) Ceramah Ceramah adalah suatu cara penyampaian keterangan atau informasi atau uraian suatu pokok persoalan secara lisan. 184 . 2) Diskusi terbuka Diskusi terbuka atau pertemuan terbuka merupakan pertemuan yang terdiri dari orang-orang tertentu yang berbicara atau ikut dalam diskusi yang diadakan di hadapan peserta dalam jumlah bayak. para pendengar atau partisipan mengambil bagian dalam diskusi. tanya jawab atau diskusi. disangkal oleh pihak lain yang disebut penyangkal (pihak/kelompok kontra). g) Diskusi kelompok Diskusi kelompok adalah tukar menukar informasi. Dalam ceramah terdapat komunikasi dua arah antara pembicara dan pendengar. pertemuan komisi dan wawancara hampir selalu mempunyai sifat pribadi. sosial atau lainnya di depan sidang penonton atau pendengar. Jumlah peserta yang berpartisipasi dalam pertemuan seperti ini biasanya berbeda-beda.

Pendapat bisa disampaikan dengan cara berdiri atau sambil duduk dan sebelumnya memperkenalkan diri terlebih dahulu (Zelko. sopan. Peranan ketua yang terutama adalah memimpin dan merangsang diskusi menurut rencana yang sudah dipersiapkan dan sesuai dengan pola.c. Peserta diksusi mempunyai komunikasi dengan sesama anggota. langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam perencanaan diskusi: 1) Tentukan sifat pertemuan dan sifat kelompok 2) Tentukan jenis diskusi yang terbaik 3) Pilih dan rumuskan masalah yang akan dibahas 4) Pilih peserta dan informasikan segera 5) Adakan pertemuan dengan peserta 6) Siapkan fasilitas yang diperlukan 7) Pelajari masalah yang diacarakan 8) Persiapkan suatu kegiatan diskusi bagi seluruh program 9) Siapkan materi yang akan disampaikan 10) Pertimbangkan pengumuman apa yang diperlukan d. 1984). diperlukan seorang moderator. 185 . maka tidak boleh menolak secara kasar sehingga keberatan pada peserta lain disampaikan dengan kata-kata yang halus. dan tidak menyakiti hati. disertai argumentasi yang logis dan meyakinkan. Komponen-komponen diskusi Komponen-komponen yang harus ada dalam kegitan diskusi. a) Membuka diskusi b) Menjelaskan tatatertib diskusi c) Mengemukakan masalah yang akan didiskusikan d) Mengarahkan dan mengendalikan jalannya diskusi e) Menampung gagasan yang di kekemukakan peserta diskusi f) Menyimpulkan /merumuskan hasil diskusi g) Membaca hasil perumusan simpulan hasil dari diskusi yang di lakukan h) Menutup diskusi 4) Peserta Peserta diskusi adalah individu maupun juga bagian dari kelompok. 3) Moderator Di dalam kegiatan diskusi. Setiap peserta harus berlapang dada dalam menerima hasil diskusi. Moderator memiliki beberapa tugas. 1) Masalah atau materi yang akan dibahas 2) Ketua Ketua berfungsi sebagai pemimpin diskusi yang tidak berhak dan tidak boleh berpihak atau memperlihatkan apa sebenarnya pendiriannya. Jika peserta diskusi kurang sependapat dengan pendapat peserta lain. Perencanaa kegiatan diskusi Menurut Zelko (1984). Sikap dan mentalitas peserta harus menandai diri dengan keterbukaan jiwa. Peserta diskusi berbicara atau menyampaikan pendapat dengan menyesuaikan situasi diskusi. objektivitas serta bersedia musyawarah.

Karena wawancara itu dirancang oleh pewawancara. melainkan suatu proses yang aktif dalam mengkonstruksi pesan dari suatu bunyi yang diketahui sebagai potensi fonologi. Sampaikan naskah pidato yang sudah Anda buat di depan peserta PLPG! b. Praktik a. dimana pewawancara bermaksud memperoleh persepsi. turun mimbar tanpa kehormatan”. Buatlah naskah pidato yang terdiri dari pembuka. mengerti pesan dan akhirnya mengubah sikap dan perilaku sesuai dengan tujuan komunikasi juga salah satu faktor penunjang keberhasilan dalam kegiatan pidato. inti. 186 . karena efek yang timbul (negatif) sulit untuk dihilangkan. dan mengingat Wawancara (interview) merupakan suatu kegiatan tanya jawab dengan tatap muka (face to face) antara pewawancara (interviewer) dengan yang diwawancarai (interviewer) tentang masalah yang diteliti. Simulasikan kegiatan wawancara mengenai pembelajaran bahasa Indonesia antara siswa dengan guru bahasa Indonesia! D. Keterampilan berbicara merupakan ketermapilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak. Bagaimanakah konsep dasar menyimak dan berbicara! b. dan keinginan kepada orang lain Berbicara dengan orang yang tidak dikenal bisa saja menimbulkan suasana yang tidak nyaman. perasaan. RANGKUMAN Keterampilan menyimak bukan merupakan suatu proses yang pasif. audiens memahami. Kegiatan tersebut terdiri dari serangkaian kegiatan mendengarkan.C. Sejumlah penelitian ditunjukkan bahwa rasa takut untuk berbicara di depan public kemungkinan terkait dengan rasa takut untuk dipermalukan akibat konfrontasi di depan publik. dan penutup dengan memilih salah satu tema berikut ini: 1) Pendidikan 2) Pembelajaran Bahasa Indonesia 3) Ujian Nasional 4) PLPG 2. ingat bahwa mengingat lebih sekadar dari membiarkan orang lain berbicara. maka hasilnya pun dipengaruhi oleh karakteristik pribadi pewawancara. sikap dan pola pikir dari yang diwawancarai yang relevan dengan masalah yang diteliti. LATIHAN 1. bukan pasif. yang penting “how”. semantik. kebutuhan. Mengapa narasumber harus menyampaikan jawaban denga benar ketika wawancara! c. Pidato sebagai bagian dari komunikasi harus hati-hati. Memperhatikan orang yang sedang berbicara merupakan upaya untuk menyimak. Jelaskan komponen-komponen dalam diskusi! d. Pidato dikatakan berhasil jika terpenuhi semua komponen pidato. dan sintaksis. Dalam berpidato dan berkomunikasi. Setelah pidato berlangsung. bahkan suasanya menjadi beku dan kurang besahabat. Tes tertulis Jawablah secara singkat dan jelas dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar! a. Apabila seseorang ingin menjadi pembicara yang baik. ingat motto: “Naik mimbar tanpa persiapan. Oleh karena itu mendengarkan merupakan perilaku aktif. memahami. Dalam berpidato.

Jika narasumber menyampaikan jawaban dengan tidak benar maka dapat dimintai pertanggungjawabannya 3 Komponen-komponen dalam diskusi a. melainkan suatu proses yang aktif dalam mengkonstruksi pesan dari suatu bunyi yang diketahui sebagai potensi fonologi. Jawaban kurang benar skor 3 4. Jawaban benar skor 5 2. 2 Narasumber harus menyampaikan jawaban dengan benar kepada interviewer karena jawaban tersebut merupakan data atau informasi yang sangat dibutuhkan oleh interviewer sebagai kebenaran atas apa yang ditanyakan.E. kebutuhan. KUNCI JAWABAN 1. dan penutup Keterangan: 1. isi.5 5 5 5 2. perasaan. Ketua c. dan sintaksis. Jawaban salah skor 2 Skor maksimal secara keseluruhan 25 Skor minimal secara keseluruhan adalah 10 N= Skor maksimal x4 N = 100 skor 2. Moderator d. dan keinginan kepada orang lain. semantik. pendahuluan. Konsep keterampilan berbicara merupakan ketermapilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak. Jawaban mendekaati benar skor 4 3. Masalah/materi b. Praktik 187 .5 2. Peserta 4 Naskah pidato sesuai dengan tema yang memuat. Tes tertulis Soal Jawaban nomor 1 Konsep dasar menyimak adalah Keterampilan menyimak bukan merupakan suatu proses yang pasif.

Harold P. 1981. 2007. Jakarta: PT Gramedia Roger. Terampil Wawancara. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 188 . Jakarta: Gramedia. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. 2005. Fadli. Panduan untuk Talk Show. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktik.Lebar penilaian praktik Kriteria penilaian: sangat baik =5 baik =4 cukup =3 kurang =2 No 1 2 Nama vokal Kriteria penilaian sikap ekspresi Isi (pidato/ wawancara) Total skor F. Natalie. Jakarta: Gunung Jati. Seni Berbicara: Kepada Siapa Saja. Tarigan. Jakarta: Erlangga. Teknik Diskusi dan Rapat Modern.1988. Larry. Mukhsin. 2008. King. R. Malang: YA3. Maidar G. Tommy. Yogyakarta: Media Pressindo. Suprapto. Bandung: Angkasa. Henry Guntur. Arsyad. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung:Nuansa Cendekia. Zelko. Onong Uchjana. 2003. Sukses Berbicara dengan Siapa Saja. 2006. Strategi Belajar Mengajar: Keterampilan Berbahasa dan Apresiasi Sastra. Pengantar Teori Komunikasi. DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. Jakarta: PT Gramedia PT Pustaka Utama. Berani Bicara di Depan Publik. Effendy. 1984.S. 2006. dan Mukti U. Di Mana Saja. Rosalie. Maggio. Kapan Saja. 1990.

189 .

Sebab dengan membaca. 190 . dan penanda hubungan antarparagraf. membaca memerlukan pelatihan dan strategi khusus guna memperoleh hasil yang optimal dari apa yang kita inginkan. dan menyusun bahasa surat yang baik dan benar. ia akan terasa hambar tanpa garam yang sama sekali tidak menerbitkan selera untuk dibaca. 2) memahami konsep dasar menulis Membaca merupakan keterampilan dasar. Memahami konsep dasar membaca. Menjelaskan cara mengubah teks wawancara/dialog. Menulis adalah membaca. lahirlah timbangan atau resensi buku. Paling gampang. 10. Menjelaskan penulisan slogan. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti materi berbicara-menyimak. sebagai suatu keterampilan berbahasa. 9. Apa artinya kalimat itu. 3. Bagaimana dengan di Indonesia ? Keterampilan membaca memang amat diperlukan oleh siapa pun yang mulai memasuki dunia informasi melalui media tulis. tulisan yang kita hasilkan bakal terasa hampa. konsep surat tidak resmi (pribadi) dan komponen surat tidak resmi. 2. Konsep-konsep dasar dalam keterampilan membaca dan menulis Indikator : 1. Menerapkan penggunaan EYD. 8. 4. B. karya tulis apapun yang dihasilkan tanpa bekal membaca sebelumnya. atau mengayuh sepeda. 6. 7. Oleh sebab itu. Tidak ada cara lain untuk mahir membaca selain latihan dan latihan. jenis paragraf. tetapi yakinlah. diagram. Semua informasi bisa kita baca. maka ia harus dilatih sebagaimana kita bermain piano. Kita bisa membuat satu artikel bahkan dari sebuah buku yang kita baca. komponen surat resmi. Ibarat beras. maka perserta PLPG diharapkan dapat: 1. yakni sesuatu yang kita anggap penting dan menarik. Sering ide dilahirkan selepas kita membaca buku. Menerapkan penulisan karya ilmiah. Menjelaskan konsep paragraf. dan grafik secara benar. Menjelaskan konsep-konsep dasar dalam keterampilan membaca dan menulis. Membaca jangan terbatas dan tersandera pada buku semata. Menjelaskan variasi bahasa untuk menunjang pembelajaran keterampilan berbahasa. apapun medianya. kita tidak bisa menulis tanpa membaca! Barangkali kita bisa menulis tanpa membaca. dan penulisan Daftar Pustaka. penulisan kutipan. Menulis adalah membaca. denah. kita punya bekal referensi yang memadai. dan/atau puisi menjadi narasi. Menjelaskan konsep surat resmi (dinas). membaca dan membaca. Ini berarti bahwa keterampilan tersebut perlu dimiliki setiap orang. Menerapkan cara membaca tabel. ia tidak akan pernah bernas.KETERAMPILAN MENULIS A. Ibarat makanan. Membaca apa saja. termasuk jaringan yang semakin maju. baik dengan media buku maupun media lain. 5. Karena membaca sebuah keterampilan. Menyusun kalimat efektif. Membaca adalah keterampilan.BAB VII KETERAMPILAN MEMBACA . syarat-syarat paragraf. Di negara-negara maju kegiatan membaca telah membudaya dan merupakan bagian serta kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. “menulis adalah membaca”? Artinya. tidak saja untuk meraih keberhasilan selama bersekolah melainkan juga sepanjang hayatnya. gitar.

Anda hanya bisa membuka jendela dunia dengan membukanya. dan pengalaman melebihi usia Anda. Anda seolah-olah bisa berkelana ke sejarah masa lalu dan melihat apa yang terjadi dalam waktu singkat. waktu terus berjalan. Seseorang harus memiliki wawasan terlebih dahulu sebelum terampil dalam membaginya kepada orang lain. Membaca membuat jalan pikiran Anda menjadi lebih lentur h.Buku adalah jendela dunia. Seseorang harus memiliki sesuatu terlebih dahulu sebelum bisa memberikan kepada orang lain. Anda harus menambah stok tersebut agar proses menulis menjadi lancar. Anda tidak perlu menghabiskan 10 tahun lamanya seperti yang telah dijalani sang penulis. Membaca menjadikan otak dan pikiran Anda aktif f. Membaca merangsang terbentuknya informasi baru di sistem daya ingat yang siap dipanggil kapan saja g. membaca adalah kuncinya. Masyarakat Indonesia harus diakui masih sangat kuat dalam tradisi berbicara. a. 2. 1. Sangat sulit bagi seseorang untuk menulis sesuatu yang di luar dirinya. Membaca dan menulis merupakan satu kesatuan yang sulit dipisahkan. Masyarakat yang kuat dalam tradisi membaca akan memiliki kekuatan pula dalam tradisi menulis. Dengan demikian. Dengan demikian membaca mau tidak mau adalah proses yang harus dijalani oleh orang yang berkeinginan untuk bisa menulis. Membaca membantu melihat sudut pandang yang berbeda c. Manfaat Membaca bagi Keterampilan Menulis Begitu besar manfaat membaca untuk mengasah keterampilan menulis seseorang. Itu mengapa jumlah karya ilmiah. dan melihat benang merah dari sebuah persoalan j. Memang di era globa ini buku bukan satu-satunya sumber ilmu. Membaca membantu Anda belajar teknik menulis yang dipakai oleh orang yang lebih berpengalaman d. Jika selama ini Anda kesulitan menulis dan selalu berhenti pada kalimat atau paragraf pertama. banyak sumber pustaka yang masih dapat kit abaca dan gali. tapi tidak banyak pengetahuan baru yang bisa diserap. Kita lebih senang mengobrol ke sana ke mari daripada membaca dan menulis. Membaca memperkaya kosa kata. Di luar apa yang pernah dia miliki sebelumnya. dan cara penyajian yang bisa Anda pakai dalam menulis i. Membaca membuat Anda mampu menganalisa. maka menulis adalah proses menyajikan kembali khazanah tersebut kepada masyarakat luas. Membaca akan menambah pengetahuan. penelitian atau buku yang dihasilkan suatu bangsa berbanding lurus dengan kemajuan budaya baca pada bangsa tersebut. Membaca membuat Anda punya bahan yang banyak untuk menuliskannya kembali 191 . wawasan. Membaca sebuah buku selama beberapa jam yang berisi pengalaman seseorang selama 10 tahun akan membuat Anda mendapatkan pengalaman yang sama dalam waktu yang jauh lebih singkat. Anda bisa menggabungkan sebuah khazanah dengan khazanah yang sudah dimiliki sebelumnya. Membaca memperluas wawasan b. Hubungan Membaca dan Menulis Jika membaca adalah proses membuka jendela dunia. Berikut manfaat membaca bagi keterampilan menulis. pilihan kalimat. yakni lewat aktivitas membaca. Membaca membuat ide Anda melimpah e. menghubungkan informasi yang terserak. melihat wawasan yang ada dan menjadikannya sebagai khazanah pribadi. bisa jadi penyebabnya karena terlalu sedikit stok informasi yang Anda miliki sebelumnya.

Itulah yang dilakoni Shakespeare dan Khalil Gibran hingga mengantarkannya menjadi penulis terkenal. Hanya sedikit nama yang layak disebut sebagai penulis besar. susunan kalimat. Setiap orang mempunyai idiolek masing-masing. idiolek. 192 . Sebut saja Khalil Gibran. Kita justru bersyukur jika tidak melewati fase hidup yang begitu berat seperti dialami mereka. Anda pun akan punya pikiran yang lebih jernih dan sehat. keterampilan menulis Anda akan meningkat dengan sendirinya. Jika banyak pembaca yang bertanya. bagaimana caranya agar saya bisa menulis dengan baik? Maka jawaban sederhana saya adalah rajin-rajinlah membaca. jawabannya adalah tidak. Membangun Tradisi Membaca dan Menulis Sudah saatnya membangun kembali tradisi membaca dan menulis. Bukan soal bagaimana jalan kehidupan yang harus kita tempuh. variasi itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa itu. Anda punya amunisi kata dan kalimat yang siap dituliskan. Dalam hal variasi bahasa ini ada dua pandangan. kita dapat mengenali suara seseorang yang kita kenal hanya dengan mendengar suara tersebut Idiolek melalui karya tulis pun juga bisa. Pertama. Kedua. Tapi bagaimana kita memandang dan memanfaatkan setiap momen yang telah kita lewati untuk menjadi sebuah karya. William Shakespeare. Variasi dari Segi Penutur Pertama. variasi bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam. selalu memiliki solusi alternatif dan menghasil ide-ide terobosan dalam mengembangkan tulisannya. kita harus berani keluar dari kebiasaan dan tidak terkungkung dengan apa yang ada saat ini adalah salah satu hal yang harus dipenuhi untuk menghasilkan suatu produk tulisan yang layak disebut sebagai tulisan kreatif. Namun Halliday membedakan variasi bahasa berdasarkan pemakai (dialek) dan pemakaian (register).3. C. 4. Lewat kebiasaan membaca. Anda punya kacamata yang mampu melihat berbagai sudut pandang. Inilah kontribusi yang bisa Anda berikan untuk menjadikan bangsa ini lebih maju. dsb. Kedua pandangan ini dapat saja diterima ataupun ditolak. gaya bahasa. Yang jelas. 1. Tidak mudah menyerah. merupakan variasi bahasa yang bersifat perseorangan. Aktif Menulis Begitu banyak contoh di sekitar kita yang menunjukkan bagaimana orang yang gemar membaca cenderung memiliki keterampilan menulis yang baik. Berikut ini akan dibicarakan variasi-variasi bahasa tersebut. Idiolek ini berkenaan dengan “warna” suara. Anda bisa melatih keterampilan menulis. Tak kalah penting. pilihan kata. dimulai dari segi penutur ataupun dari segi penggunanya. tetapi disini membedakannya agak sulit. Dengan kebiasaan tersebut. Variasi Bahasa Variasi Bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen. Keduanya harus menjalani kehidupan yang kurang mengenakan terlebih dahulu. Yang paling dominan adalah warna suara. Jadi variasi bahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa. Motivasi ini dilandasi sejauh mana kita menginginkan perbaikan dalam hidup. Seorang penulis kreatif akan sukses jika memiliki semangat atau motivasi sejauh mana menginginkan hal-hal baru dan melakukan perubahan. variasi bahasa itu dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya keragaman sosial dan fungsi kegiatan didalam masyarakat sosial. Rajin Membaca.

Sebagai contoh. militer. pertanian. 1. ragam usaha (konsultatif). yaitu ragam beku (frozen). 193 . Variasi dari Segi Pemakaian Variasi bahasa berkenaan dengan penggunanya. rapat-rapat. Untuk menceritakan atau menyampaikan kembali hasil wawancara kepada orang lain. Ragam ini menggunakan bahasa yang tidak lengkap dengan artikulasi yang tidak jelas. Sehubungan dengan variasi bahasa yang berkenaan dengan tingkat. Misalnya. seperti antar anggota keluarga. yaitu variasi bahasa dari sekelompok penutur yang jumlahnya relatif. yaitu variasi bahasa yang digunakan oleh kelompok sosial pada masa tertentu. gaya. yaitu variasi bahasa yang berkenaan dengan status. golongan. undang-undang. pendidikan. misalnya bertelepon atau bertelegraf. keadaan sosial ekonomi. lima puluhan. variasi bahasa dibagi menjadi lima macam gaya (ragam). atau teman karib. seks. dsb. bidang sastra. pemakainya atau fungsinya disebut fungsiolek. sosiolek atau dialek sosial. dsb. Misalnya. yang berada di suatu tempat atau area tertentu. pekerjaan. ragam santai (casual). Bidang studi yang mempelajari tentang variasi bahasa ini adalah dialektologi. pendidikan. Ragam usaha adalah variasi bahasa yang lazim digunakan pembicaraan biasa di sekolah. teks wawancara perlu diubah dalam bentuk narasi. lakukan langkah-langkah berikut. status. Dalam sosiolinguistik variasi inilah yang menyangkut semua masalah pribadi penuturnya. yang digunakan dalam situasi khidmat dan upacara resmi. Dalam hal ini dapat disebut adanya ragam lisan dan tulis atau juga ragam dalam berbahasa dengan menggunakan sarana atau alat tertentu. rapat dinas. Ragam akrab adalah variasi bahasa yang biasa digunakan oleh para penutur yang hubngannya sudah akrab. golongan dan kelas sosial para penuturnya. dan kelas sosial para penuturnya disenut dengan prokem. seperti usia. ragam resmi (formal). Mengubah Teks Wawancara menjadi Narasi Teks wawancara merupakan bentuk penyajian informasi berupa tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Wujud ragam ini berada diantara ragam formal dan ragam informal atau santai. 4. Keempat. Ragam resmi adalah variasi bahasa yang digunakan dalam pidato kenegaraan. Variasi dari Segi Keformalan Menurut Martin Joos. dsb. Agar Anda dapat menarasikan teks wawancara dengan baik. D. Ketiga. atau tingkat keformalan dan sarana penggunaan. jurnalistik. ataupun pembicaraan yang berorientasi kepada hasil atau produksi. Catatlah pokok-pokok isi wawancara. variasi bahasa Indonesia pada masa tahun tiga puluhan. sumpah. 3. akte notaris. ceramah. Variasi bahasa berdasarkan bidang pemakaian ini adalah menyangkut bahasa itu digunakan untuk keperluan atau bidang apa. Narasi merupakan bentuk karangan pengisahan suatu cerita atau kejadian. pelayaran. berekreasi. berolahraga. buku pelajaran. dsb. yakni bentuk ujaran yang dipendekkan. 2. ataupun saat ini.Kedua. Bacalah teks wawancara dengan cermat. Ragam beku adalah variasi bahasa yang paling formal. dalam khotbah. Variasi dari Segi Sarana Variasi bahasa dapat pula dilihat dari segi sarana atau jalur yang digunakan. dialek. Variasi ini biasanya dibicarakan berdasarkan bidang penggunaan. kronolek atau dialek temporal. Ragam ini banyak menggunakan bentuk alegro. Ragam santai adalah variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tidak resmi untuk berbincang-bincang dangan keluarga atau teman pada waktu beristirahat. ragam atau register. 2. ragam akrab (intimate). dsb.

99 kg per pohon per musim. Buatlah pengantar ke arah isi wawancara. Dapatkah Anda mengubah teks wawancara menjadi bentuk narasi? Bagaimana cara mengubah teks wawancara menjadi bentuk naratif? Perlu dicermati lagi bahwa wawancara biasanya berupa kalimat langsung.” Teks wawancara tersebut jika diubah menjadi narasi akan menjadi seperti berikut ini ! Seorang pelajar telah berhasil menjadi juara pertama Lomba Mengarang. Kalimat yang diberi tanda petik bisa berbentuk kalimat berita. Jawa Timur. Kata ganti orang pada bagian kalimat yang dikutip tetap. atau perintah. 8 – 12 bulan setelah penelitian bibit anggur tersebut sudah diupayakan perbanyakannya.. Ciri kalimat tak langsung sebagai berikut. supaya. 3. 5. 2. 4. tanya. Ukuran buah sekitar 1. Persiapan yang dibutuhkan untuk mengikuti lomba tersebut selama 1 tahun.. Rasanya manis. Kata ganti orang pada bagian kalimat yang dikutip. untuk. sebab. Masih ingatkah kalian ciri-ciri kalimat langsung dan tak langsung? Perhatikan keterangan berikut ini! Ciri kalimat langsung sebagai berikut. Contoh lain Penanya : Bagaimana perkembangan anggur Australia saat ini. 5.”) 2. Berkata lugas misalnya bahwa. 4. Intonasi mendatar dan menurun pada bagian akhir kalimat.” Pelajar : “Terima kasih.” Wartawan : “Berapa lama Adik mempersiapkannya? Pelajar : “Yah. segar dengan aroma harum. Hal itu berarti teks yang berupa tanya jawab antara penanya dan narasumber diubah menjadi bentuk tulisan atau teks cerita. Intonasi bagian yang dikutip lebih tinggi daripada bagian lain 3. Hanya berbentuk kalimat berita. Probolinggo.5 cm. Masih ingatkah Anda tentang materi wawancara? Anda akan berlatih mengubah teks wawancara menjadi teks narasi. 5. Ini lebih tinggi dibanding produksi anggur Probolinggo dan Bali. 194 . Bertanda petik (“. Lengkapilah narasi dengan bagian penutup. Teks wawancara di atas dapat kita ubah menjadi narasi sebagai berikut. kira-kira 1 tahun.. yang pada umur sama rata. Contoh: Perhatikan contoh menarasikan wawancara berikut ini! Wartawan : “Wah hebat! Adik telah berhasil menjadi juara pertama Lomba Mengarang. Tidak bertanda petik. Tidak berkata lugas. Jika dinarasikan maka Anda harus mengubah kalimat tersebut menjadi kalimat tak langsung.83 – 2. Narasikan isi wawancara dengan mengembangkan pokok-pokok isi. Panjang tandannya sekitar 17.rata hasilnya hanya mencapai tujuh kg. 1. 1. Bibit anggur itu sekarang sudah bisa didapat di mana pun.53 cm dengan kulit cukup tebal.. Pada umur 2 tahun mampu memproduksi buah kira-kira 9.3. 4. Pak? Narasumber : Menggembirakan! Sembilan belas tahun yang lalu anggur Australia telah diuji coba di kebun Banjarsari.

Carilah contoh teks wawancara bentuk lain kemudian jawablah pertanyaan berikut. jelas. Tabel merupakan alat bantu visual yang berfungsi menjelaskan suatu fakta atau informasi secara singkat. Diagram merupakan gambaran (buram. matriks. diagram. panjang tandannya sekitar 17. Macamnya ada grafik batang. menarik. Delapan sampai dua belas bulan setelah penelitian di kebun Banjarsari. Tukarlah hasil pekerjaan Anda dengan teman untuk disunting! E. Jawa Timur. Selain itu. Tabel adalah daftar berisi ikhtisar dari sejumlah fakta dan informasi. Anggur tersebut rasanya manis dan segar dengan aroma yang harum. Peta adalah gambar yang menunjukkan letak suatu tempat Langkah membaca tabel dan grafik. Bagan merupakan gambar rancangan/skema/alat peraga grafis untuk menyajikan data agar memudahkan penafsiran. 1. sepuluh tahun. Bagan adalah gambaran secara analisis yang digunakan untuk membantu memperjelas proses kerja. enam tahun. Diagram. dan efektif. misalnya dalam rentang waktu lima tahun. dan lebih menarik daripada kata-kata. Jika anggur ini berubah. Pertemuan antara setiap titik X dan Y membentuk baris-baris dan kolomkolom.53 cm dengan kulit cukup tebal. anggur Australia mampu memproduksi buah kira-kira 9. Bentuknya berupa kolom-kolom dan baris-baris. Seperti halnya tabel. Umumnya grafik digunakan untuk membandingkan jumlah data. bibit anggur Australia ini sudah diupayakan perbanyakannya. perbandingan serta naik turunnya suatu jumlah data akan lebih jelas. sketsa) untuk memperlihatkan atau menerangkan sesuatu. digunakan pula untuk menunjukkan fluktuasi suatu perkembangan jumlah. grafik garis. yakni garis koordinat X yang berposisi horisontal dan garis koordinat Y yang vertikal. Biasanya fakta atau informasi itu hanya berupa nama dan bilangan yang tersusun dalam urutan kolom dan baris. Pada umur dua tahun. 195 . grafik lingkaran. Dengan grafik. Ukuran buahnya sekitar 1. dan tabel. Matriks adalah tabel yang disusun dalam lajur dan jajaran sehingga butirbutir uraian yang diisikan dapat dibaca dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan.5 cm. Menjelaskan Cara Membaca Tabel. yang pada umur sama rata-rata hanya menghasilkan 7 kg saja. Adapun informasi nonverbal adalah informasi yang disajikan dengan bentuk visual.Perkembangan anggur Australia saat ini sungguh menggembirakan. seperti gambar. Grafik. bagan. dan Denah secara Benar. Sajian informasi yang menggunakan tabel lebih mudah dibaca dan disimpulkan. grafik. Media ini dapat memberikan gambaran suatu informasi secara jelas.99 kg per pohon per musim. grafik merupakan media visual yang sering digunakan untuk memperjelas suatu bacaan. mudah. Ubahlah teks wawancara tersebut menjadi bentuk narasi dengan memerhatikan langkah-langkah penyajiannya! 2. Bibit anggur Australia ini sekarang sudah bisa didapat di kebun buah di mana pun. Probolinggo. Tabel adalah daftar berisi ikhtisar sejumlah data atau informasi. Probolinggo. Jumlah ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan produksi anggur Probolinggo dan anggur Bali. Sekitar sembilan belas tahun yang lalu anggur Australia telah diuji coba di kebun Banjarsari. Grafik merupakan gambar yang terdiri atas garis dan titik-titik koordinat.83 – 2. Informasi verbal adalah informasi yang disampaikan dengan kata-kata. Dalam grafik terdapat dua jenis garis koordinat. Grafik memungkinkan penyampaian informasi yang kompleks secara lebih mudah. atau lebih. Grafik adalah lukisan pasang surut atau naik turunnya suatu keadaan.

Pelatihan: Carilah Tabel. 4. Persuasi: berisi ajakan untuk merubah pendapat pembaca agar sama denganpenulis. dan kalimat penegas Bentuk paragraf . atau angka-angka. kronologi: mempunyai catatan waktu yang jelas. Syarat-syarat Paragraf. Deskripsi: menggambarkan suatu kejadian dengan kata-kata yang merangsangindra agar realistis. karena judul memberikan ringkasan yang padat tentang informasi yang akan disampaikan. Anda cukup mengubah judulnya menjadi pertanyaan. Definisi: menjelaskan sesuatu dengan jelas dengan konjungsi (adalah. yaitu)yang tepat agar gampang dimengerti. Diagram. dan Penanda Hubungan antarparagraf Paragraf adalah kesatuan pikiran yang mengungkapkan ide pokok yang berbentuk dalam rangkaian kalimat yang berkaitan dengan bentuk (kohesi) dan makna (koherensi).1. di bawah atau di sisinya. Paragraf. Pola pengembangan paragraf. misalnya di mana. perbandingan: membandingkan sesuatu untuk menemukan perbedaan a t a u persamaan. kalimat pengembang atau kalimat penjelas. Keterangan itu. 2. Jawaban pertanyaan tersebut diharapkan ada dalam tabel dan grafik yang Anda hadapi. seberapa banyak. sedangkan kata penghubung antar kalimat di awal kalimat 196 . Resapilah isi judul tabel dan grafik yang Anda hadapi. persentase. 2. 7. Ajukan pertanyaan tentang tujuan tabel dan grafik itu. dan Denah masing-masing satu buah. Narasi: menceritakan suatu kejadian berdasarkan kronologi. Bacalah keterangan yang ada di atas. kesatuan. Penanda Hubungan antarparagraf Kata penghubung adalah kata tugas yang menghubungkan antar klausa. induktif: ide pokok di akhir paragraf 3. 1. 6. berapa perkembangannya. Keterangan itu merupakan kunci penjelasan tentang data yang disampaikan. 5. 1. Paragraf adalah bagian karagan yang terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran. campuran: ide pokok di awal dan akhir paragraph 4. informasi apa yang Anda perlukan. deduktif: ide pokok di awal paragraf 2. dan kelengkapan. Bacalah judulnya karena judul ini memberikan ringkasan yang padat tentang informasi yang akan disampaikan. secara lahiriah unsur paragraf itu berupa: kalimat topik atau kalimat utama. Caranya mudah. spasial: menulis yang berhubungan dengan tempat tertentu danmenggambarkannya. Kata penghubung antar klausa biasanya terletak di tengah-tengah kalimat. fungsional: mempunyai kegunaan tertentu untuk sang penulis. misalnya dalam bentuk urutan tahun. kemudian bacalah dengan benar sesuai langkah di atas! F. Jenis paragraf . kausal: menunjukkan hubungan sebab-akibat dalam suatu kejadian. Bacalah tabel dan grafik secara menyeluruh. yaitu kepaduan. Membaca judul merupakan kegiatan penting untuk memahami isi pesannya. Jenis Paragraf. dan antar paragraf. dan seterusnya. Dalam paragraf terdapat tiga persyaratan agar paragraf menjadi padu. 4. Apabila sebuah paragraf deskriptif atau naratif. ialah. 3. contoh: memberikan contoh agar mudah dipahami. dapatkan keterangannya dalam informasi yang disajikan di sana dengan selalu mengingat tujuan Anda. Argumentasi: berisi fakta yang tidak untuk persuasif melainkan hanyamenegaskan pendapat penulis. ineratif: ide pokok di tengah paragraf. Eksposisi: menguraikan sesuatu sejelas-jelasnya agar pembaca mudah mengertidan jelas. antar kalimat. 3. Grafik.

misalnya: atau. Kata Penghubung Syarat (kondisional) Konjungsi syarat menjelaskan bahwa suatu hal dapat terjadi bila syarat-syarat yang disebutkan itu dipenuhi. meskipun. karena. hingga. dan tatkala. dan agar. apabila. sejak. 4.atau. dan entah. Kata Penghubung Temporal (waktu) Kata penghubung temporal menjelaskan hubungan waktu antara dua hal atau peristiwa. Kata-kata yang dipakai untuk menandai konjungsi akibat adalah sehingga. induk kalimat merupakan akibatnya. sebelum. Dalam hal ini anak kalimat ditandai konjungsi yang menyatakan akibat.. Kata kata yang menyatakan hubungan ini adalah jika. sambil. sementara. padahal. Kata-kata konjungsi temporal berikut ini menjelaskan hubungan yang tidak sederajat. dan karena itu.. akan tetapi. sesudah. dan daripada. atau kalimat dalam kedudukan yang sederajat. klausa. atau tanda tanya). kalau. seakan-akan. bagai. waktu. Kata Penghubung Disjungtif (pilihan) Kata penghubung pilihan merupakan konjungsi koordinatif yang menghubungkan dua unsur yang sederajat dengan memilih salah satu dari dua hal atau lebih.(setelah tanda titik. umpama.. 3. demi. misalnya sebelumnya dan sesudahnya... 5.. seraya.. Kata Penghubung Sebab (kausal) Konjungsi sebab menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi karena suatu sebab tertentu. 10. 2. dan namun. melainkan. 197 . asalkan. sedari. Kata kata yang sering dipakai dalam konjungsi ini adalah sebagai. misalnya : tetapi. 6. 9. Kata Penghubung Final (tujuan) Konjungsi tujuan adalah semacam konjungsi modalitas yang menjelaskan maksud dan tujuan suatu penistiwa. untuk. sampai. Biasanya bagian yang kedua menduduki posisi yang lebih penting daripada yang pertama. lagi pula. bila. misalnya : apabila. 7. guna. maupun. sedangkan.. Bila anak kalimat ditandai oleh konjungsi sebab. ibarat. 8.. Kata Penghubung Tak Bersyarat Kata penghubung tak bersyarat menjelaskan bahwa suatu hal dapat terjadi tanpa perlu ada syarat-syarat yang dipenuhi. Kata Penghubung Pertentangan Kata penghubung pertentangan merupakan konjungsi koordinatif yang menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat dengan mempententangkan kedua bagian tersebut. selama. baik. dan kata penghubung antarparagraf letaknya di awal paragraf. Macam-macam kata penghubung dan fungsinya : 1. dan akibatnya. atau. semwnjak. Kata Penghubung Akibat (konsekutif) Konjungsi akibat menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi akibat suatu hal yang lain. Kata-kata yang biasa dipakai untuk menyatakan hubungan ini adalah : supaya. seperti.. jikalau. dan biarpun. frasa. setelah.. Kata Penghubung Perbandingan Kata penghubung perbandingan berfungsi menghubungkan dua hal dengan cara membandingkan kedua hal itu.entah. ketika. bilamana. Kata Penghubung Aditif (gabungan) Kata Penghubung aditif (gabungan) adalah konjungsi koordinatif yang berfungsi menggabungkan dua kata. misalnya : dan. sampai. sebab itu. bagaikan. tanda seru. Kata-kata yang termasuk dalam konjungsi ini adalah walaupun. dan bilamana.baik. lagi. sebagaimana. sebaliknya. sedangkan peristiwanya dinyatakan dalam induk kalimat. Sementana konjungsi berikut ini menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat. dan serta. Kata-kata yang dipakai untuk menyatakan hubungan sebab adalah sebab. atau tindakan..

semakin. kesatuan gagasan. sehingga. . Kata-kata yang yang menyatakan konjungsi ini adalah semakin ….. sedangkan. serta kelogisan... serta unsurunsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal. . yang pokok. G.. 14. Contoh kata dalam konjungsi ini adalah bahwa. Dapat juga dikatakan bahwa kedua kalimat mempunyai hubungan timbal-balik. KESATUAN GAGASAN. 13. . Kata-kata yang ada dalam konjungsi ini adalah misalnya... sungguhpun. . dan asal. sementara penolakan dinyatakan dalam anak kalimat yang didahului oleh konjungsi seperti. dan sekalipun. sementara menolak hal yang lain yang ditandai oleh konjungsi tadi. kian . 16. yaitu. tidak hanya… …. Contoh kata-kata konjungsi ini adalah yang penting. Kata Penghubung Pembenaran (konsesif) Konjungsi pembenaran adalah konjungsi subondinatif yang menghubungkan dua hal dengan cara membenarkan atau mengakui suatu hal.. Kalimat efektif memiliki subyek. meskipun. Kata Penghubung Pembatasan Kata penghubung ini menyatakan pembatasan terhadap sesuatu hal atau dalam batas-batas mana perbuatan dapat dikerjakan.. selain. Kata-kata yang tenmasuk dalam konjungsi ini adalah bahkan. umpama. Kata Penghubung Situasi Kata penghubung situasi menjelaskan suatu perbuatan terjadi atau berlangsung dalam keadaan tertentu. 18. biar. 12..bertambah . Kata Penghubung Penegas (menguatkan atau intensifikasi) Konjungsi ini berfungsi untuk menegaskan atau meningkas suatu bagian kalimat yang telah disebut sebelumnya. bertambah . apalagi. Konjungsi lain yang masih merupakan konjungsi penanda yaitu konjungsi penanda pengutamaan. 15. walaupun. misalnya. sedemikian rupa. biarpun. kesejajaran. lalu. paling utama... Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek.. Termasuk di dalam konjungsi hal-hal yang menyatakan rincian. predikat. Contoh: Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum. yakni. dan penekanan. Kata Penghubung Penanda Kata penghubung ini menyatakan penandaan terhadap sesuatu hal. kian.. kendatipun. Pembenanan dinyatakan dalam klausa utama (induk kalimat).. dan terutama.. umpama.. Kata-kata yang termasuk dalam konjungsi ini adalah mula-mula. melainkan keterangan. Kata Penghubung Penjelas (penetap) Konjungsi penjelas berfungsi menghubungkan bagian kalimat terdahulu dengan perinciannya. 17.11. Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. dan akhirnya. Ciri-ciri kalimat efektif: (memiliki). Kata Penghubung Urutan Konjungsi ini menyatakan urutan sesuatu hal. 1.. Kata Penghubung Korelatif Konjungsi korelatif menghubungkan dua bagian kalimat yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga yang satu langsung mempenganuhi yang lain atau yang satu melengkapi yang lain. Ciri bahwa unsur itu 198 . baik. ringkasnya.. misalnya kecuali. dan sambil.. Kata-kata yang dipakai dalam konjungsi ini adalah sedang. dan kemudian. Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis serta dapat diterima maksud dan tujuannya seperti yang di maksud penulis /pembicara.tetapi juga. dan maupun. padahal. dan contoh.. kehematan.

Contoh : Waktu dan tempat saya persilakan. • Menggunakan partikel. Caranya: • Mengubah posisi dalam kalimat. KEHEMATAN.dan melati terkandung makna bunga. Contoh: Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan. antara guru dan murid. Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial. 5. • Menggunakan pertentangan. PENEKANAN. kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini. 199 . -pun. yakni menggunakan imbuhan di-. tetapi total dan menyeluruh. yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting. Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan.pula. Kalimat yang benar adalah: Mawar. Kalimat efektif memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Contoh : 1. Kata-kata yang berlebih. Yang satu menggunakan predikat aktif. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat. sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif. Contoh : Dalam membina hubungan antara suami istri. 4. Contoh : 1. antara orang tua dan anak. tetapi rajin. diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya. dan melati sangat disukainya. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan. Pada kalimat efektif kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-. Kami pun turut dalam kegiatan itu. 3. anyelir. 2. Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu. Contoh: Bunga-bunga mawar. bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di. KESEJAJARAN. yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal. Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. 2.anyelir. Kalimat itu harus diubah : 1. dan –kah. Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya.merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan). Dalam kata mawar. KELOGISAN. 2. 3. Bisakah dia menyelesaikannya? • Menggunakan repetisi. Anak itu tidak malas. Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain 2. yakni imbuhan me-. Contoh : 1. dan melati sangat disukainya. antara pemerintah dan rakyat. Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Pada kesempatan lain. yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan 2.anyelir. Kalimat efektif harus mudah dipahami. penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel – lah. Kalimat tersebut harus diubah misalnya .

perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Seluruh siswa-siswa diharapkan harus mengikuti kerja bakti. Dalam musyawarah itu menghasilkan lima ketetapan. Wajah kebudayaan suatu bangsa memang terlihat dari praktik kebahasaan seluruh warganya. Menimbang : a. swasta. b.Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. Sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat. SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. dalam permendiknas tersebut dipergunakan bagi instansi pemerintah. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Maka lahirlah Permendiknas no. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Kegagalan proyek itu karena perancangan yang tidak mantap 5. penting untuk selalu menyegarkan dan meningkatkan kemampuan berbahasa kita. 3. bahwa sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat. 2. dan pengantar merupakan perjuangan tersendiri dalam perjalanan sejarah kita. Yaitu tenun ikat yang khas Timor Timur. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987.Bapak penceramah. PELATIHAN Ubahlah kalimat-kalimat di bawah ini menjadi kalimat efektif! 1. H. Tidak aneh apabila upaya untuk memiliki bahasa sendiri yang mampu mempersatukan seluruh bangsa dan menjadi media komunikasi. tiada bahasa hilanglah bangsa. perlu disempurnakan kembali. 4. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a. pendidikan. Penggunaan EYD Bahasa menunjukkan bangsa. saya persilakan untuk naik ke podium. Itu kata Muhammad Yamin puluhan tahun yang silam. Berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud. perlu disempurnakan kembali. 200 . Para siswa-siswa diharuskan hadir di sekolah. Oleh karena itu. dinyatakan tidak berlaku. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987. 46 Thun 2009 Tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan.

swasta. Penulisan Kutipan. yaitu artikel konseptual--artikel yang diangkat dari gagasan atau ide penulis—dan artikel penelitian–artikel yang diangkat dari hasil penelitan.Mengingat : 1. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 77/M Tahun 2007. Dr. Ada dua bentuk artikel ilmiah. dinyatakan tidak berlaku. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu. I. Pasal 2 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. Tugas.H. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini. NIP196108281987031003 Naskah Lengkap EYD sesuai Permendiknas no. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Jika dalam artikel konseptual 201 . 3. Pasal 3 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN. 46 tahun 2009 bisa di download pada Permendiknas no. Susunan Organisasi. S. (2) Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Kepala Biro Hukum dan Organisasi. Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Juli 2009 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). Artikel Ilmiah Artikel ilmiah merupakan salah satu bentuk karya ilmiah.. Fungsi. M. DFM. TTD BAMBANG SUDIBYO Salinan sesuai dengan aslinya. Artikel ilmiah adalah karya ilmiah yang dikhususkan untuk diterbitkan di jurnal ilmiah. 2. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 2008.H. dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. dipergunakan bagi instansi pemerintah. Pasal 1 (1) Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. 46 tahun 2009.Penulisan Karya Ilmiah.. Andi Pangerang Moenta. dan Penulisan Daftar Pustaka 1. Perbedaan kedua jenis artikel tersebut terletak pada bagian isi.

Dalam bahasa yang sederhana ketiga bagian tersebut dapat juga disebut dengan istilah bagian awal. ada orang yang menyamakan kedua istilah tersebut. dan bagian akhir. bagian awal dapat dianalogikan sebagai kepala. Kata kunci biasanya diambil dari kata 202 . dalam artikel ilmiah cukup kita tulis Imam Bulpiri. bagian tengah sebagai tubuh. (3) jelas. maka untuk ringkasan bisa sampai pada 500 kata. akan menjadi tidak logis jika uraian pada bagian pengenalan atau awal lebih panjang daripada bagian batang tubuh atau tengah. Ada beberapa model penulisan baris kepemilikan. Mencerminkan jenis artikel ilmiah artinya melalui judul tersebut pembaca akan dengan mudah mengetahui artikel tersebut sebagai artikel penelitian atau artikel konseptual. Sementara itu. pembahasan. Penekanan isi abstrak ada pada hasil pembahasan. Jika nama penulis lebih dari satu. Syarat judul karya ilmiah adalah (1) mencerminkan isi karangan. M. Nama penulis sering disebut baris kepemilikan. Jika penulis bernama Drs. Bagian pengenalan artikel ilmiah terdiri atas judul.Sc. bagian tengah. Penulisan nama penulis hendaknya dilakukan dengan menanggalkan pangkat. serta simpulan –untuk artikel ilmiah dari hasil penelitian—dan harus ada latar belakang.. Mencerminkan isi karangan berarti apa yang akan diuraiakan dalam artikel tersebut sudah dapat diraba dari judulnya. abstrak. Dengan penganalogian tersebut kita sudah mendapat gambaran seberapa besar uraian masing-masing bagian dalam karya ilmiah. kedudukan. Jika ketiga bagian tersebut dianalogikan dengan tubuh manusia. ada pula yang tidak. permasalahan. H. Akan menjadi tidak logis jika tubuh manusia lebih kecil daripada kepala atau kakinya. Judul adalah identitas tulisan yang utama. sehingga secara proporsional bagian tengahlah yang paling panjang uraiannya. metodologi penelitian. Berupa pernyataan berarti judul tidak boleh berupa kalimat—harus berupa frasa atau klausa—dan tidak boleh berupa pertanyaan. dan kepustakaan. Ada nama penulis yang disertai instansi. Bagian pengenalan berisi hal-hal yang bersifat informatif. batang tubuh.. jika abstrak biasanya tidak lebih dari 200 kata. dalam abstrak harus tercakupi seluruh bagian isi karangan. Abstrak diartikan lebih pendek daripada ringkasan. ada yang membedakannya dengan ringkasan. Pangkat. nama penulis. dan gelar dapat dicantumkan dalam catatan kaki atau lampiran–jika ada biografi pengarang. (2) berupa pernyataan. Istilah lain yang biasanya disamakan dengan abstrak atau ringkasan adalah sari. Kata kunci adalah kata-kata atau istilah yang dianggap penting dan mutlak harus diketahui pembaca dalam sebuah artikel ilmiah. Untuk istilah abstrak. dan hasil dan pembahasan.antara bagian pendahuluan dan bagian penutup hanya berisi isi artikel–yang bisa terdiri atas beberapa subbab. yaitu yang bersifat umum–ada pada semua jenis karya ilmiah—dan yang bersifat khusus--hanya dimiliki jenis karya ilmiah tertentu. bergantung kepada gaya selingkung jurnalnya. Pada umumnya abstrak disajikan dalam satu paragraf dengan menggunakan tidak lebih dari 200 kata. dan gelar akademik. dari pendahuluan sampai penutup (ada alasan. dan penutup--untuk artikel ilmiah yang bersifat konseptual). hasil dan pembahasan. dalam arti tidak boleh diganti dengan dkk. Imam Bulpiri. (dan kawan-kawan). Inti karya ilmiah ada pada bagian batang tubuh atau bagian tengah. Ada dua jenis bagian pengenalan. Pola dasar artikel ilmiah secara umum paling sedikit berisikan bagian-bagian yang sudah baku. misalnya. yaitu bagian pengenalan. keseluruh nama harus dicantumkan. kajian pustaka. dan (4) mencerminkan jenis artikel ilmiah. permasalahan. Demikian juga dengan karya ilmiah. dalam artikel penelitian antara bagian pendahuluan dan bagian penutup terdapat bagian landasan teoretis. dan bagian akhir sebagai kaki. Dalam hitungan angka. Jelas berarti hanya memiliki satu maksud atau tidak dapat ditafsirkan lain. metode. kedudukan. Oleh karena itu. Dengan membaca abstrak orang akan tahu isi secara singkat karya ilmiah tersebut. dan kata kunci. Abstrak adalah ringkasan tulisan.

bagian metodologi berisi pendekatan yang digunakan. dan demokratis. dan ragam bahasa sastra. Landasan teori berisi teori-teori atau konsep-konsep yang dipergunakan dalam membahas masalah. maka kita bisa mendefinisikannya sebagai karangan yang isinya ilmiah tetapi teknik penulisannya tidak mengikuti kaidah yang berlaku. Ragam jurnalistik adalah ragam bahasa yang dipakai dalam dunia jurnalistik. ragam bahasa jurnalistik. terutama perbedaan antara artikel konseptual dan artikel penelitian. kontrol sosial. Dalam karya nonilmiah. terutama karya sastra. Ragam ini biasa dipakai dalam undang-undang. bagian isi berupa landasan teori. dan artikel ilmiah. metodologi. Meskipun demikian. metode. atau pada hal-hal yang berkaitan dengan hukum. sampai menetapkan susunannya selalu tetap. dari menimbang. maka ragam bahasa jurnalistik setidaknya harus mempunyai ciri komunikatif. Karena fungsi media massa sebagai media informasi. diktat. Dalam kehidupan sehari-hari ragam ini jarang sekali digunakan. maka dapat dijelaskan bahwa karya ilmiah itu menggunakan ragam bahasa ilmiah. Keempat ragam tersebut diuraikan berikut ini. Kekhususan-kekhususan tersebut dapat dilihat. bagian isi berisi konsep-konsep dan bahasan masalah Bagian penutup biasanya berupa simpulan dan saran (untuk artikel penelitian) dan simpulan atau penekanan (untuk artikel konseptual). dan hasil dan pembahasan. Konsideran dalam surat keputusan. misalnya dirumahkan. tidak menutup kemungkinan kata kunci kita ambil dari isi karangan. Bahasa Karya Ilmiah Populer Selain laporan penelitian. Untuk artikel penelitian. berikut disajikan contoh sistematika kedua jenis artikel tersebut. baik isi maupun teknik penulisannya harus mengikuti ketentuan yang berlaku secara ketat. makalah. dalam artikel ilmiah tidak ada. mengingat. Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang artikel ilmiah. dan sebagainya. dinamis. Batang tubuh adalah isi artikel ilmiah yang sebenarnya. bagian isi. 2.atau istilah yang terdapad dalam judul. misalnya. Bagian ini berisi daftar pustaka yang digunakan. Bagian pendahuluan setidaknya berisi latar belakang masalah dan rumusan masalah. Dalam karya ilmiah. dan bagian hasil dan pembahasan berisi hasil kajian masalah yang diangkat. Secara umum bagian batang tubuh terbagi menjadi tiga. yaitu ragam bahasa hukum (undang-undang). baik isi maupun teknik penulisannya (bahasa) bebas. dan bagian penutup. karya pengembangan profesi guru juga dapat berbentuk karya ilmiah populer. Bahasa Indonesia mengenal empat ragam bahasa. serta langkah-langkah analisis data. Karya ilmiah populer merupakan karangan yang berada di antara karya ilmiah dan karya nonilmiah. pada surat keputusan. Karena karya ilmiah populer berada di tengah-tengah keduanya. tidak boleh diubah dan tidak boleh dikurangi atau ditambah. dan alat penghibur. yaitu bagian pendahuluan. memutuskan. Jika disempitkan kaitannya dengan penggunaan bahasa. populasi dan sampel. sasaran. Jika dalam jenis karya ilmiah lain masih memungkinkan ada lampiran. ragam bahasa ilmiah. yaitu bahasa Indonesia yang digunakan pada kalangan hukum atau pada undang-undang. sedangkan karya ilmiah populer tidak. 203 . Dalam lapangan kepolisian kita juga mengenal sebutan-sebutan khusus yang tidak lazim digunakan dalam bahasa sehari-hari. dibunuh dengan senjata tajam. Ragam undang-undang disebut juga ragam hukum. Bagian paling akhir dalam artikel ilmiah adalah bagian kepustakaan. Untuk artikel konseptual. sederhana. buku. Bagian isi berisi persoalan-persoalan inti atau materi inti yang ingin disajikan. kemasukan benda tumpul. alat pendidikan. buku terjemahan. peraturan-peraturan. Ragam hukum mempunyai ciri khusus pada pemakaian istilah dan komposisinya. Jumlah kata kunci biasanya berkisar antara 3 dan 5.

dan kedemokratisan ini harus mendukung fungsi komunikatif. namun bahasa tersebut tidak komunikatif. dalam bahasa Indonesia mempunyai makna seorang laki-laki yang belum menikah. kedinamisan. maka dalam prinsip jurnalistik penggunaan bahasa yang demikian harus dihindarkan. Dalam tradisi jurnalistik kita sekarang kata Anda yang merupakan cerminan kata yang demokratis. maka penyimpangan tersebut diperbolehkan. Hal ini berarti makna kata bujang yang berarti laki-laki yang belum menikah tidak berlaku secara umum untuk seluruh masyarakat Indonesia. Kata bujang. Penyebutan Yang Mulia. misalnya. Ragam inilah yang disebut dengan ragam baku. Ciri dinamis berarti bahasa jurnalistik harus menggunakan kata-kata yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu secara umum bahasa sastra selalu disebut bahasa yang indah. Kata Anda berlaku untuk siapa saja tanpa membedakan pangkat dan derajat. Kata-kata yang tidak lazim atau kata-kata yang sangat asing seyogyanya tidak dipergunakan. Prinsip licencia poetica adalah memperbolehkan pemakai bahasa menyimpang atau menyalahi kaidah bahasa demi 204 . dinamis. Misalnya pengguaan kata-kata atau istilah-istilah daerah. Kita bisa memakai kata Anda untuk seorang presiden. kami haturkan. kata-kata teknis harus diikuti penjelasan maknanya. Hal ini harus dlakukan agar pembaca dapat memahami kata-kata tersebut. Seandainya kita memakai bahasa yang sederhana dan demokratis. dan sebagainya merupakan wujud kata-kata zaman feodal. Sebagai contoh sederhana jika kata efektif dan efisien sudah diterima masyarakat. Ragam ini ditandai dengan adanya ketentuan-ketentuan baku. Bahasa jurnalistik harus bersifat sederhana. Penggunaan kata-kata yang masih terasa feodal dalam bahasa jurnalistik juga dikatakan tidak demokratis. Kamus Besar Bahasa Indonesia.Ciri Komunikatif berarti mudah dipahami dan tidak menimbulkan salah tafsir kalau dibaca. yakni kebebasan menggunakan bahasa untuk mencapai keindahan. Ciri sederhana berarti tidak menggunakan kata-kata yang bersifat teknis dan tidak menggunakan kalimat yang berbelit-belit atau berbunga-bunga. Ciri demokratis berarti mengikuti konsensus umum dan tidak menghidupkan kembali feodalisme. penyimpangan dari kaidah bahasa Indonesia diperbolehkan. kita tidak perlu memaksakan menggunakan kata sangkil dan mangkus untuk menggantikannya. seperti aturan ejaan. kalimat. Dalam bahasa sehari-hari sederhana sama artinya dengan prinsip singkat dan padat. Dalam kondisi demikian. Namun kesederhanaan. Ciri ini merupakan ciri utama bahasa jurnalistik karena fungsi utama media massa memang memberikan informasi. atau penggunaannya. misalnya. Dalam kasus-kasus tertentu kata-kata daerah akan lebih komunikatif untuk daerah tertentu tersebut dibandingkan dengan kata-kata bahasa Indonesia. Sepanjang penyimpangan itu ditujukan untuk lebih komunikatif. Dikatakan ciri utama karena ciri-ciri yang lain harus mengacu pada ciri komunikatif. Ragam sastra adalah bahasa yang digunakan dalam penulisan karya sastra. prinsip efektif dan efisien adalah prinsip utama yang ada dalam bahasa jurnalistik. kita juga bisa menggunakannya untuk seorang pengemis. dan demokratis. Selain kata bujang. Ragam sastra mempunyai ciri khusus dengan adanya licencia poetica. Kalimat yang dinamis dalam bahasa jurnalistik adalah kalimat-kalimat yang mampu memberikan semangat dan sesuai dengan situasi masyarakat pembacanya. Dalam bahasa Indonesia kebakuan bahasa dibarometeri oleh Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. karena di daerah Sumatra Utara kata bujang berarti pembantu. Apabila memang diperlukan. Kata lajang dalam hal ini lebih demokratis daripada kata bujang. Ragam ilmiah adalah ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Pendek kata. Tata Bentukan Istilah. untuk hal yang sama kita juga memiliki kata lajang. Bahkan kadang-kadang untuk mewujudkan ciri komunikatif ini bahasa jurnalistik tidak menaati kaidah bahasa Indonesia yang benar.

Model penelitian demikian inilah yang kemudian melahirkan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). dan evaluasi (evaluation). bergantung kepada jenis featurenya. esai. yaitu komponen kompetensi siswa dan komponen tindakan yang akan dilakukan. PTK merupakan salah satu jenis penelitian tindakan. Dalam penggunaan licentia poetica ini. Lewin menggunakan istilah tersebut untuk menyebut suatu kegiatan yang terdiri atas tiga langkah.keindahan karyanya. Dalam lingkup yang lebih kecil. yaitu sebuah penelitian yang dilakukan oleh para guru untuk memperbaiki proses belajar mengajar yang dilaksanakan di dalam kelas atau untuk meningkatkan kualitas hasil penmbelajaran. Bentuk karya ilmiah populer antara lain artikel. Penyebabnya adalah (1) penelitian pendidikan itu dilakukan oleh pakar atau peneliti dari luar dan (2) penyebarluasan hasil penelitian ke kalangan praktisi pendidikan memakan waktu yang sangat panjang. lebih cair. biasanya artikel menggunakan bahasa jurnalistik. misalnya. Penelitian tentang pembelajaran yang ada memang cukup banyak. esai menggunakan bahasa sastra. pada akhirnya hanya menumpuk di almari dan tidak dapat dimanfaatkan oleh sekolah secara langsung. dan feature menggunakan keduanya. kata-kata yang tidak baku. 3. Hasil penelitian yang barangkali bagus-bagus itu. terlihat bahwa bahasa karya ilmiah populer lebih mudah dipahami. Feature pengetahuan banyak menggunakan ragam jurnalistik. namun feature human interest lebih banyak menggunakan ragam sastra. dampak hasil penelitian pendidikan selama ini kurang maksimal dimanfaatkan. Topik PTK terdiri atas dua komponen. Inilah bedanya dengan karya ilmiah populer. yaitu dalam proses belajar-mengajar di kelas. Penentuan topik PTK pada prinsipnya 205 . Penelitian pendidikan ini diharapkan dapat memberikan masukan tentang persoalan-persoalan yang berkaitan dengan masalah pendidikan dan alternatif pemecahannya. yaitu perencanaan (planning). pemilihan topik PTK menjadi amat penting karena kesalahan pemilihan topik akan berakibat pada tidak dapatnya hasil penelitian tersebut dimanfaatkan secara maksimal. Dari keempat ragam tersebut yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah adalah ragam ilmiah. dan lebih enak dibaca jika dibandingkan dengan bahasa yang biasa digunakan dalam laporan penelitian atau artikel ilmiah. Namun. sekali lagi. Atas dasar konsep semacam itu. Istilah ini merupakan terjemahan dari action research yang dipakai kali pertama oleh Kurt Lewin (1946). dan feature. hal yang sama juga terjadi. bahasa daerah.Topik semacam ini pastilah berangkat dari kondisi riil yang ada di kelas atau sekolah. Memilih Topik PTK Salah satu pendekatan pemecahan berbagai masalah dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan adalah pemanfaatan penelitian pendidikan. penulis boleh menggunakan kalimat yang tidak lengkap. Namun. Penelitian-penelitian itu kebanyakan dilakukan oleh perguruan tinggi dan hasilnya berupa laporan penelitian yang berhenti di Lembaga Penelitain masing-masing perguruan tinggi. tindakan (action). dan sebagainya. penyebarluasannya kurang maksimal. Dengan adanya perbedaan penggunaan bahasa tersebut. Dalam kondisi seperti itu. Karya ilmiah populer justru lebih banyak menggunakan ragam jurnalistik atau ragam sastra. Pemilihan topik haruslah didasarkan pada kebutuhan yang dirasakan langsung oleh pelaku proses belajar-mengajar. Dilihat dari bahasanya. Penelitian tindakan adalah penelitian partisipatori kolaboratif yang berawal dari klarifikasi beberapa masalah yang menarik perhatian dan dirasakan bersama oleh suatu kelompok. kiranya sangat diperlukan jenis penelitian yang dilakukan oleh pihak dalam—pelaksana pembelajaran--dan langsung dapat diterapkan hasilnya. membalik susunan kata atau struktur kalimat.

dalam arti mampu kita laksanakan. Inti tindakan adalah sesuatu yang dilakukan atau yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran sehingga kompetensi yang diteliti dapat menjadi lebih baik. Ketidakspesifikan topik yang kita pilih akan berakibat pada kesulitan dalam meningkatkan kompetensi yang kita pilih tersebut. Namun. keterampilan siswa. seperti pilek dan batuk. merupakan tindakan yang biasa atau tidak istimewa karena guru sudah biasa menggunakan. kita dapat menggunakan metode karya wisata dan teknik evaluasi secara langsung. Keterampilan berbicara pun dapat dibagi menjadi beberapa jenis kemampuan. Syarat tindakan yang dapat kita pilih untuk memperbaiki atau meningkatkan kompetensi siswa selain harus istimewa. Sebagai contoh. Metode diskusi kelompok atau pemberian pekerjaan rumah. dalam arti tidak biasa dilakukan oleh guru. yaitu mendengarkan. misalnya. misalnya. penggunaan CD atau penggunaan metode karya wisata. Misalnya saja untuk memperbaiki atau meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa. syarat keterjangkauan 206 . media. teknik. dapat kita tingkatkan melalui satu penelitian tindakan kelas. Cara paling mudah untuk memilih kompetensi yang spesifik adalah dengan mengambil satu kompetensi dasar saja.merupakan penentuan kompetensi yang akan diperbaiki atau ditingkatkan dan tindakan yang digunakan untuk memperbaiki atau meningkatkan kompetensi tersebut. Artinya. Selain spesifik. juga harus bersifat fisibel. Untuk memilih kompetensi yang spesifik. dan sikap siswa yang diangkat sebagai topik haruslah spesifik. kita harus benar-benar memahami perlu tidaknya di bawa ke dokter. Pengetahuan yang dapat diangkat ke dalam topik ada bermacam-macam. Jika di sekolah kita tidak memiliki VCD. Dalam praktiknya kita dapat menggabungkan dua tindakan atau lebih untuk memperbaiki atau meningkatkan sebuah kompetensi. dan sikap siswa. Apabila anak itu terkena penyakit ringan. tentu akan menjadi mustahil kita menggunakan CD. berbicara. yang di dalamnya ternyata terdiri atas beberapa jenis kemampuan. membaca. merupakan tindakan yang istimewa. metode. Kita juga harus mampu memilih kompetensi yang permasalahannya memang benar-benar membutuhkan penelitian tindakan. Topik keterampilan berbicara. kompetensi itu memang benar-benar memunculkan masalah dan membutuhkan perbaikan atau peningkatan. Komponen kompetensi dapat mencakupi pengetahuan siswa. Untuk memilih topik seperti ini syarat yang perlu diperhatikan adalah spesifik. untuk karya wisata. Demikian juga dengan keterampilan dan sikap. motivasi. Komponen tindakan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki atau meningkatkan kompetensi dapat berupa model pembelajaran. berdiskusi. Setelah syarat istimewa kita peroleh. kompetensi yang kita pilih juga harus bersifat problematik. Jika kita memilih kompetensi berbicara. perlu juga dipertimbangkan kemungkinan penggunaan tindakan tersebut. maka topik yang kita pilih tersebut tergolong ke dalam topik yang tidak spesifik. karena lebih spesifik. dalam pelajaran Bahasa Indonesia ada empat keterampilan berbahasa yang menjadi tujuan pembelajaran. Berbeda dengan kemampuan berpidato. atau cara mengevaluasi. dan menulis. misalnya. dalam arti tidak cukup kalau hanya diperbaiki melalui proses belajar-mengajar sehari-hari. dalam arti menganggap sebuah kompetensi bermasalah padahal sesungguhnya tidak ada masalah. seperti berpidato. keterampilan. atau paling tidak agak istimewa karena tidak biasa digunakan dalam proses belajar mengajar sehari-hari. Masalah pengetahuan. Namun. tentu akan sulit kita tingkatkan melalui satu penelitian tindakan kelas. dan perilaku siswa. saya kira semua guru mampu melaksanakannya. dan berdebat. tentu kita tidak perlu membawa anak tersebut ke dokter. Ibarat anak yang sakit. misalnya. Termasuk dalam sikap siswa adalah minat. pendekatan. cukup kita belikan obat di apotek. kita dapat memfokuskan pada kemampuan berpidato. harus kita bedakan benar mana yang cukup kita selesaikan di kelas dan mana yang harus kita selesaikan dengan penelitian tindakan kelas. Kita tidak boleh mengada-ada. Dengan demikian. Demikian juga dengan masalah kompetensi siswa.

yang terdiri atas (1) memperoleh gelar/ijazah yang tidak sesuai dengan bidang yang diampunya. Kegiatan kolektif guru dapat berupa lokakarya. dan (4) Guru Utama. dan sejenisnya. (3) Guru Madya. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. tanggung jawab. Adapun topik (1) meningkatkan kemampuan mengarang dengan metode diskusi kelompok. yaitu (1) Guru Pertama. dasar yang kita gunakan selama ini adalah Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. dan (3) pengembangan keprofesian berkelanjutan. (2) publikasi ilmiah. yang berlaku sejak 10 November 2009. dan 3) menghasilkan karya inovatif. Guru 207 . menemukan/menciptakan karya seni. (2) mengubah perilaku siswa dalam pembelajaran olah raga dengan metode pemberian tugas. Jabatan fungsional guru adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup. Apa yang baru dalam Kepmenpan ini dibandingkan dengan keputusan terdahulu? Unsur kegiatan yang dinilai dalam memberikan angka kredit terdiri atas unsur utama dan unsur penunjang. mengarahkan. Kepmenpan itu dirasa sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan profesi dan tuntutan kompetensi guru. soal. Pengembangan keprofesian berkelanjutan meliputi tiga kegiatan. seminar. menjadi anggota organisasi profesi/kepramukaan. (2) Guru Muda. pedoman. Unsur penunjang adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas guru. Oleh karena itu. Karya Ilmiah dalam Permenpan Nomor 16 Tahun 2009 Berkaitan dengan jabatan fungsional dan angka kreditnya bagi guru. dan sejenisnya. dan mengikuti pengembangan penyusunan standar. dan menjadi tutor/pelatih/instruktur. (2) pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. Pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. menilai. (2) memperoleh penghargaan atau tanda jasa. selain dilihat dari sisi guru. juga dilihat dari sisi sekolah. mengajar. Karya inovatif meliputi menemukan teknologi tepat guna. dan (3) melaksanakan kegiatan yang menunjang tugas guru. menjadi tim penilai angka kredit. Selain itu. seperti membimbing sisiwa dalam praktik kerja. Namun. dalam contoh (2) tindakan yang dilakukan tidak berhubungan dengan kompetensi. buku pengayaan. dan (3) meningkatkan minat siswa dalam pelajaran bahasa Inggris dengan mendatangkan native speaker merupakan contoh topik yang memenuhi syarat. melatih. Dalam Kepmen ini jenjang jabatan dan pangkat guru terbagi menjadi empat. membimbing. dan pedoman guru. tugas. membuat/memodifikasi alat pelajaran/peraga/praktikum. Yang tergolong dalam unsur utama adalah (1) pendidikan. Mengapa tidak baik? Karena dalam contoh (1) selain antara kompetensi dan tindakannya tidak selaras juga karena cakupan kompetensinya tidak spesifik.tersebut. (2) meningkatkan kemampuan berpidato sengan evaluasi langsung. dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik. syarat tindakan yang dapat kita pilih haruslah tindakan yang sesuai dengan kompetensi yang akan kita perbaiki atau akan kita tingkatkan. yaitu (1) pengembangan diri. dan (3) meningkatkan hasil belajar IPS dengan pemberian pekerjaan rumah merupakan contoh topik yang tidak baik. Pengembangan diri guru meliputi kegiatan keikutsertaan dalam pendidikan dan pelatihan serta kegiatan kolektif guru untuk meningkatkan kompetensinya. Dengan syarat-syarat tersebut kita akan dapat menilai bahwa topik (1) meningkatkan kemampuan menulis puisi dengan metode karya wisata. 4. dan dalam contoh (3) kompetensinya tidak spesifik dan tindakannya tidak istimewa. Publikasi ilmiah meliputi publikasi ilmiah atas hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal dan publikasi buku teks pelajaran.

Pertama memiliki jabatan fungsional Penata Muda dengan golongan ruang III/a dan Penata Muda Tingkat I dengan golongan ruang III/b. internet. dan paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. (7) artikel populer. dan Pembina Utama Muda dengan golongan ruang IV/c. artinya kalimatkalimat tidak ada yang diubah. Pembina Tingkat I dengan golongan ruang IV/b. majalah. Kutipan Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang penulis. yakni langsung dan tidak langsung. Dari IV/c ke IV/d dibutuhkan paling sedikit 14 (empat belas) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. Kutipan. dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya. Lalu. ada pula yang menggunakan pola konvensional atau catatan kaki (footnote). dan paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. Catatan Kaki. yaitu (1) laporan penelitian. artikel. tahun terbit. Dari IV/d ke IV/e dibutuhkan paling sedikit 20 (dua puluh) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif dan paling sedikit 5 (lima) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. (5) buku pedoman. dan lain sebagainya. Sekarang Anda akan mempelajari pencantuman kutipan dengan pola Harvard. Dari IV/a ke IV/b atau dari IV/b ke IV/c dibutuhkan paling sedikit 12 (dua belas) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. Guru Madya memiliki jabatan fungsional Pembina dengan golongan ruang IV/a. buku. (6) artikel ilmiah. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya. bentuk karya ilmiah apa saja yang dapat digunakan oleh guru sebagai publikasi ilmiah yang sesuai dengan Permenpan tersebut? Ada beberapa jenis karya ilmiah. Penulisan sumber kutipan ada yang menggunakan pola Harvard. Guru Utama memiliki jabatan fungsional Pembina Utama Madya dengan golongan ruang IV/d dan Pembina Utama dengan golongan ruang IV/e. pendapat yang diambil dari berbagai sumber. dan (9) karya terjemahan. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. ensiklopedi. Kutipan adalah gagasan. ataupun 208 . Guru Muda memiliki jabatan fungsional Penata dengan golongan ruang III/c dan Penata Tingkat I dengan golongan ruang III/d. Ada dua cara dalam mengutip. majalah. laporan. (8) modul/diktat. Catatan Tubuh 1. dan sumber lainnya. (3) buku teks. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. 5. dan paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. (4) buku pelajaran. Dari III/d ke IV/a dibutuhkan paling sedikit 8 (delapan) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. Dari III/b ke III/c dibutuhkan paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. Gagasan itu bisa diambil dari kamus. baik yang terdapat dalam buku. koran. ide. namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut. Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang. dan paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. Dari III/c ke III/d dibutuhkan paling sedikit 6 (enam) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. dan paling sedikit 5 (lima) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. Untuk kenaikan pangkat dari golongan ruang III/a ke golongan ruang III/b dibutuhkan paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. Penulisan Kutipan Berikut disajikan Tata Cara & Aturan Penulisan Kutipan pada karya tulis ilmiah. (2) makalah.

ataupun wawancara. ketika sebuah tulisan menggunakan bodynote. Kutipan digunakan untuk mendukung argumentasi penulis. kalimat demi kalimat. dilakukan ketika penulis mencantumkan sumber kutipan langsung setelah selesainya sebuah kutipan dengan menggunakan tanda kurung. b. Kutipan tidak langsung. setelah kutipan itu harus dicantumkan sumber kutipan (buku. kesimpulan. baik dari buku. Kutipan juga bisa diambil dari pernyataan lisan dalam sebuah wawancara. Kerangka karangan. kutipan berfungsi untuk menunjang/mendukung pendapat tersebut. majalah. menunjukkan bahwa argumen-argumen yang diajukan dilandasi oleh teori atau konsep tertentu. 209 . Namun. setiap kali penulis mengutip pendapat orang lain. Catatan kaki (footnote). seorang penulis sebaiknya tidak melakukan pengutipan yang terlalu panjang. dilakukan apabila penulis mencantumkan nomor indeks di akhir sebuah kutipan. tidak mengadakan perubahan sama sekali. pencantuman sumber kutipan ini mempunyai fungsi sebagai: 1. Terdapat dua model pencantuman referensi: a. Kutipan dilakukan seperlunya saja sehingga tidak merusak alur tulisan. Kutipan langsung. penulis harus menggunakan catatan kaki untuk menuliskan referensinya. maka seluruh referensi dari awal hingga akhir tulisan harus menggunakan bodynote. hingga pembaca lupa bahwa apa yang dibacanya adalah kutipan. lalu di bagian bawah halaman tersebut (bagian kaki halaman) terdapat keterangan nomor indeks yang menjelaskan sumber kutipan tersebut. kutipan dari pernyataan lisan ini harus dikonfirmasikan dulu kepada narasumbernya sebelum dicantumkan dalam tulisan. Terdapat dua jenis kutipan: a. Secara mendasar. penulis jangan sampai menyusun tulisan yang hanya berisi kumpulan kutipan. Menyusun pembuktian (etika kejujuran dan keterbukaan ilmiah). jika seorang penulis menggunakan catatan kaki. 2. majalah. sesuai teks asli. yaitu: Teknik Menggunakan Catatan Kaki Catatan kaki mempunyai kelebihan dibandingkan dengan catatan tubuh. misalkan sampai satu halaman atau lebih. sekaligus menunjukkan kejujuran intelektual dengan mencantumkan sumber kutipan (referensi) yang digunakan. serta harus konsisten dengan jenis tersebut.berasal dari ucapan seorang tokoh. Dalam praktik penulisan. 2. 3. sejak awal hingga akhir tulisan. Sebuah tulisan ilmiah harus menggunakan salah satu jenis penulisan referensi tersebut. b. Atau. susunan kalimat sesuai dengan gaya bahasa penulis sendiri. ataupun pidato. apabila penulis mengambil pendapat orang lain secara lengkap kata demi kata. dan ide dasar harus tetap pendapat penulis pribadi. Namun. Catatan tubuh (bodynote). Selain itu. apabila penulis mengambil pendapat orang lain dengan menguraikan inti sari pendapat tersebut. Menyatakan penghargaan kepada penulis yang dikutip (etika hak cipta intelektual). Sumber Kutipan (Referensi) Salah satu karakter utama tulisan ilmiah adalah referensial. Artinya. ceramah. atau koran) yang digunakan.

3). 210 . kemudian reference.2 Buku dengan banyak pengarang 1 2 David Barrat. Penunjukan sumber kutipan sekaligus catatan penjelas. Dalam catatan kaki. nama pengarang 2. judul buku. 2). Penunjukan sumber kutipan (referensi). Berdasarkan kelebihannya tersebut. mulai dari nomor satu. hal. begitu seterusnya. nama pengarang 3. Dalam cacatan tubuh. catatan kaki dapat berfungsi untuk memberikan catatan penjelas yang diperlukan. Selain sebagai penunjukan referensi.1). judul buku (kota penerbit: nama penerbit. Artinya. Catatan penjelas. hanya ukurannya lebih kecil.76. yaitu:  Times New Roman (size 10)  Arial (size 9)  Tahoma (size 9) 5) Baris pertama catatan kaki menjorok ke dalam sebanyak tujuh karakter. halaman. Beyond Structuralism and Hermeneutics (Chicago: University of Chicago Press. judul buku (kota penerbit: nama penerbit. serta halaman buku yang dikutip. Buku dengan satu pengarang Nama pengarang. Pemisahan ini akan otomatis dilakukan oleh program Microsoft Word dengan cara mengklik insert. 2). asalkan proporsional. 273. Hal ini tentu tidak dapat dilakukan dengan catatan tubuh. Tidak ada batasan seberapa panjang keterangan tambahan. Pertimbangan utama memberikan keterangan tambahan adalah: jika keterangan tersebut ditempatkan dalam naskah (menyatu dengan naskah) akan merusak alur tulisan atau naskah tersebut. 6) Judul buku dalam catatan kaki ditulis miring (italic). dan halaman dapat dicantumkan semua. hal. Media Sociology (London and New York: Routledge. 8) Catatan kaki bisa berisi keterangan tambahan. yang ditampilkan hanya nama pengarang. Paul Rabinow. Catatan kaki mampu menunjukkan sumber referensi dengan lebih lengkap. Prinsip-prinsip dalam menuliskan catatan kaki: 1) Catatan kaki dicantumkan di bagian bawah halaman. tahun terbit. catatan kaki bisa berisi: 1). halaman. 3). Catatan kaki dapat digunakan untuk merujuk bagian lain dari sebuah tulisan. Dreyfus.1 Buku dengan dua atau tiga pengarang Nama pengarang 1. nama pengarang. tahun terbit). nama penerbit. Hal ini tentu mempermudah penelusuran bagi pembaca. 2) Nomor cacatan kaki ditulis secara urut pada tiap bab. 7) Nama pengarang dalam catatan kaki ditulis lengkap dan tidak dibalik. dipisahkan dengan naskah skripsi oleh sebuah garis. 1994). 3) Catatan kaki ditulis dengan satu spasi. tahun terbit). 72 . 1982). cacatan kaki pertama di tiap awal bab menggunakan nomor satu. 4) Pilihan huruf dalam catatan kaki harus sama dengan pilihan huruf dalam naskah skripsi. kemudian footnote. Hubert L. tahun terbit buku.

hal. kota penerbit: nama penerbit.4 Perhatikan: singkatan rev. Bandung: Remaja Rosdakarya.ed. 9 Dedy N. Media Analysis Techniques. 1997). 4.54. No. edisi jurnal (bulan terbit.9 Artikel dari koran/majalah Nama pengarang artikel. Jalaluddin Rakhmat. halaman. tahun terbit). halaman. hal. 1988). hal. 2 (Oktober.." Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia. Mastuhu. 52 . kota penerbit: nama penerbit. hal. tahun terbit). “Benturan Islam dan Modernitas. halaman. 1998). tahun terbit).” nama jurnal/majalah ilmiah. halaman. Lapidus. tahun. “Perspektif Pasca-Modernisme dalam Kajian Keagamaan. (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. Hidayat. hal. 6 Arthur Asa Berger. tahun terbit). Buku yang terdiri dua jilid atau lebih Nama pengarang. Kamus Filsafat (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Buku yang telah direvisi Nama pengarang. Cambridge: Cambridge University Press. tanggal terbit. judul buku. judul kamus (kota penerbit: nama penerbit. ”judul artikel. menunjukkan bahwa buku tersebut telah mengalami revisi. 10 Francis Fukuyama. tahun terbit). Artikel dari sebuah jurnal/majalah ilmiah Nama pengarang artikel. M. tahun terbit). halaman. hal.Ed. 595.” Koran Tempo. namun jika editor dua orang atau lebih menggunakan singkatan eds.8 Perhatikan: jika editor satu orang maka menggunakan singkatan ed. M. "Paradigma dan Perkembangan Penelitian Komunikasi. menunjukkan bahwa buku tersebut telah diterjemahkan dan penulis mengutip dari terjemahan tersebut. 7 Lorens Bagus. nama-nama pengarang lainnya diganti dengan singkatan et al. Psikologi Komunikasi (rev.. 22 November. hal. 2001. 131. eds. ed. 55. 8 Rudi Harisyah Alam. ”judul artikel.10 3 4 Idi Subandi Ibrahim.. halaman. A History of Islamic Societes (Vol. 1998). 44 – 45. 2003). Prof. Kamus Nama pengarang. 67-77.7 Artikel dari sebuah buku antologi Nama pengarang artikel. 5 Ira M. halaman..Nama pengarang pertama. et al. 2000). nama penerjemah (kota penerbit: nama penerbit. Hegemoni Budaya (Yogyakarta: Bentang.ed. halaman. 25-26.. Deden Ridwan (Bandung: Penerbit Nuansa dan PUSJARLIT.” nama media.3 Perhatikan: hanya nama pengarang pertama yang dicantumkan. 1994). terj. judul buku (nomor volume/jilid. Setio Budi HH. nama editor (kota penerbit: nama penerbit. judul buku (kota penerbit: nama penerbit.1.6 Perhatikan: singkatan terj. tahun terbit). et al. hal. ”judul artikel.. terj. Dr.” judul buku. 211 .ed.” Kajian Keagamaan dalam Tradisi Baru Penelitian Agama Islam Tinjauan Antardisiplin Ilmu. judul buku (rev.5 Buku terjemahan Nama pengarang asli.

or.com/Robert_McChesney_page.id/kampanye/bencana (akses 17 Agustus 2006). Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Vice President International Relations Unocal Corporation to House Committee on International Relations Subcommittee on Asia and The Pacific (Washington D. maka langsung mengacu pada judul artikel.12 Makalah seminar yang tidak diterbitkan Nama penulis. penyelenggara seminar. 13 Muzayin Nazaruddin. 18 Karl Marx. Media Analysis Techniques. Singkatan ini berasal dari bahasa latin ibidem yang berarti pada tempat yang sama. 2002.14 Artikel dari internet Nama penulis.” www. Beberapa Singkatan Khusus dalam Catatan Kaki 1) Ibid. 2000). 15 Robert McChesney.18 Perhatikan: frase ”seperti dikutip oleh” menunjukkan bahwa penulis tidak membaca sumber asal (pertama) kutipan. “Rich Media Poor Democracy. nama kota. ”judul artikel. hal. 16 “Pengelolaan Bencana: Pengelolaan Kerentanan Masyarakat. Surakarta. (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. 2004). tanggal terbit. Bottomore and Maximilien Rubel (New York: McGraw-Hill. hal.” (Skripsi Sarjana. ”judul makalah.walhi. nama dokumen.11 Skripsi/Tesis/Disertasi yang belum diterbitkan Nama penulis. 14 U. eds. T.html (akses 16 Agustus 2006). seperti dikutip oleh keterangan lengkap sumber kedua (sesuai aturan catatan kaki).13 Dokumen yang tidak diterbitkan Lembaga yang mengeluarkan dokumen. tanggal dikeluarkan dokumen.Berita koran/majalah ”Judul berita. ”judul skripsi/tesis/disertasi. 78.S. Muzayin Nazaruddin. fakultas dan universitas. jenis pernyataan (wawancara atau pidato). hal. Jika artikel di internet tidak mencantumkan nama penulis. halaman. Maresca.” www. 1998). wawancara dengan penulis. tahun). 11 November 2006.” (forum penyampaian makalah. hanya membaca dari orang lain (sumber kedua) yang mengutip sumber pertama. Singkatan ini digunakan apabila referensi dalam catatan 11 12 “Islam di AS Jadi Agama Kedua. tanggal seminar.thirdworldtraveler. 26 – 28 Juni. hal. “War Against Terrorism: Critical Discourse Analysis.16 Pernyataan lisan Nama narasumber. 6.” (Makalah disampaikan dalam Temu Ilmiah Nasional.17 Referensi dari sumber kedua Keterangan lengkap sumber pertama (sesuai dengan aturan catatan kaki). 10 September. Setio Budi HH. (nama kota. tanggal pernyataan dilakukan.” alamat lengkap internet (tanggal 15 akses). 212 . 4.” nama media. Department of Foreign Affairs. Selected Writings in Sociology and Social Philosophy.” (level karya.” Republika. 17 Samijan. “Dua Tipe Perempuan dalam Film dan Sinetron Mistik Indonesia. seperti dikutip oleh Arthur Asa Berger. halaman.. J. Testimony by John. Jakarta. 44 – 45. 1964). tahun. 12 February. tahun). 2007). tahun terbit). Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret.C. 205. nama kota. terj.B.

hal. 72 . Contoh penggunaan: 1 Arthur Asa Berger. majalah. hanya saja beda halamannya. 2 (Oktober. namun diselingi catatan kaki lain.. hal.. 2000). 70.Cit. 16 Dedy N." Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia. 6 Arthur Asa Berger. Op.. hal. 14 Francis Fukuyama.Cit. hal. 9 Robert McChesney. “Benturan Islam dan Modernitas. referensi yang diacu Loc. 3 Ibid. 2001.Cit.Cit. Setio Budi (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya.html (akses 16 Agustus 2006). 10 Arthur Asa Berger. ensiklopedi.  Catatan kaki nomor (3) buku referensinya sama dengan nomor (2). hal. 45.Cit..Cit. terj. internet. bukan berupa buku. Loc. “Rich Media Poor Democracy. 11 Ibid. hal. Paul Rabinow. 15 Hubert L. 96.Cit. 12 Ibid.thirdworldtraveler. bila halamannya berbeda.76. 22 November. khusus digunakan bagi referensi yang berupa buku. Singkatan ini berasal dari bahasa latin opere citato yang berarti pada karya yang telah dikutip. Beyond Structuralism and Hermeneutics (Chicago: University of Chicago Press. 99. 1982).kaki nomor tersebut sama dengan referensi pada nomor sebelumnya (tanpa diselingi catatan kaki lain). 25-26. 5 Ibid. 7 Hubert L. Op. Op. Namun. Dreyfus... hanya saja beda halamannya. Media Analysis Techniques. 28.” Koran Tempo.. 22. 1998). 55. Loc. melainkan artikel. Singkatan ini digunakan apabila referensi dalam catatan kaki pada nomor tersebut sama dengan referensi yang telah dikutip sebelumnya. 45. atau lainnya. hal. 8 Francis Fukuyama. baik itu dari koran. yaitu apabila referensi dalam catatan kaki pada nomor tersebut sama dengan referensi yang telah dikutip sebelumnya. 58. 213 . Loc. Hidayat. hal. 13 Dedy N.com/Robert_McChesney_page. Hidayat.” www.. Paul Rabinow. Singkatan ini digunakan sama dengan Op. Singkatan ini berasal dari bahasa latin loco citato yang berarti pada tempat yang telah dikutip. "Paradigma dan Perkembangan Penelitian Komunikasi. setelah Ibid. hal. Op. Hidayat. Apabila halamannya sama.. 21.Cit. 4 Dedy N.Cit. Dreyfus. 2) Op. No. namun diselingi catatan kaki lain.. 2 Ibid. hal. dituliskan nomor halamannya. karena sumber kutipannya 3) sama persis dengan nomor (1) baik buku maupun halamannya..Cit. cukup ditulis Ibid.Cit. Loc. hal. Cara membaca:  Catatan kaki nomor (2) menggunakan Ibid.  Catatan kaki nomor (5) referensinya sama dengan nomor (4).

tahun terbit dan halaman berada dalam tanda kurung.Cit. serta menuliskan halamannya. maka tanda titik ditempatkan setelah kurung tutup catatan tubuh. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain. 3).  Catatan kaki nomor (16) referensinya sama dengan nomor (4). Contoh: Di titik inilah esensi hegemoni: hubungan di antara agen-agen utama yang menjadi alat sosialisasi dan orientasi ideologis. kumulatif.  Catatan kaki nomor (15) referensinya sama dengan nomor (7). Contoh: 214 . Contoh: a). Nama penulis adalah Arthur Asa Berger.. 2)..Cit. hanya beda halaman.  Catatan kaki nomor (12) referensinya sama persis dengan nomor (11). tahun terbit buku dan halaman yang dikutip. maka menggunakan Op. termasuk halamannya.Cit. hanya saja beda halamannya. dengan nomor (8). karena telah diselingi oleh catatan kaki lain dan nomor (4) berbentuk artikel (bukan buku) maka menggunakan Loc. serta menuliskan halamannya. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain dan nomor (8) berbentuk artikel (bukan buku) maka menggunakan Loc. dan diterima oleh masyarakat (Lull. serta menuliskan halamannya. maka cukup ditulis Berger. Terdapat dua cara menuliskan catatan tubuh: a). serta menuliskan nama pengarang dan halaman. hanya beda halamannya. 1995: 3138)..  Catatan kaki nomor (10) referensinya sama dengan nomor (1). maka menggunakan Op. hanya ditandai dengan kurung buka dan kurung tutup. maka cukup ditulis Rakhmat. referensinya sama dengan nomor (1). tanpa perlu berpindah ke bagian bawah halaman. b). 5. Jika kutipan ini merupakan akhir kalimat.  Catatan kaki nomor (11). Catatan tubuh menyatu dengan naskah. tidak berada dalam tanda kurung. Catatan tubuh memuat nama belakang penulis. yang berinteraksi. b). sementara tahun penerbitan dan halaman berada dalam tanda kurung. yaitu nomor (10). Nama penulis menyatu dalam naskah tulisan.  Catatan kaki nomor (14) referensinya sama persis. tanpa diselingi catatan kaki lain. referensinya sama dengan catatan kaki sebelumnya. Teknik Menggunakan Catatan Tubuh Kelebihan catatan tubuh adalah kemudahan bagi pembaca dalam mengecek sumber sebuah kutipan yang langsung terdapat sebelum atau setelah kutipan tersebut. Model ini biasanya ditempatkan sebelum sebuah kutipan. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain.. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain dan nomor (7) berbentuk buku (bukan artikel) maka menggunakan Op.  Catatan kaki nomor (13) referensinya sama dengan nomor (4). karena telah diselingi oleh catatan kaki lain dan nomor (4) berbentuk artikel (bukan buku) maka menggunakan Loc. hanya beda halamannya.Cit. Prinsip-prinsip dalam menuliskan catatan tubuh: 1). Nama penulis.Cit. ditempatkan setelah selesainya sebuah kutipan. Nama penulis Jalaluddin Rakhmat. Catatan kaki nomor (6).Cit.

.. Buku yang terdiri dua jilid atau lebih  .. Berita koran/majalah  ... (Ibrahim. Artikel dari koran/majalah  .. .. 2004: 205). dan diterima oleh masyarakat..... Koran Tempo. Makalah seminar yang tidak diterbitkan  ..  Melandaskan argumen pada Fukuyama (Koran Tempo... (Lapidus. kumulatif. 1997: 52 – 54). 2. 2004: 205).. dalam Mastuhu dan Ridwan (eds.. 2007).. Perhatikan: jika editor satu orang maka menggunakan singkatan ed. (Lull. (Republika.. Buku terjemahan  ….... et al.. (Fukuyama. terj. 1997: 52 – 54). Artikel dari sebuah buku antologi  . di titik inilah esensi hegemoni: hubungan di antara agen-agen utama yang menjadi alat sosialisasi dan orientasi ideologis. . (Berger.. 2.. Oktober 1998: 25-26).. namun jika editor dua orang atau lebih menggunakan singkatan eds... Setio Budi.. Buku dengan banyak pengarang  ....  Berger (terj. (Nazaruddin. 1995: 31 – 38)... Makalah. (Ibrahim... Vol.Menurut Lull (1995: 31-38)..  .1. No.. (Nazaruddin...).. 10 September 2002).  Dreyfus dan Rabinow (1982: 72 – 76) mengatakan …. 2000: 44 – 45). Buku dengan dua atau tiga pengarang  …... 22 November 2001). 1998: 77). Jurnal ISKI. No.  Menurut Alam (dalam Mastuhu dan Ridwan (eds..... 2000: 44 – 45) menandaskan . yang berinteraksi.  Harian Republika (10 September 2002) memberitakan ... Setio Budi... Artikel dari sebuah jurnal/majalah ilmiah  ..... 215 . ..... 1998: 77).. 22 November 2001)..  Hidayat (Jurnal ISKI. Oktober 1998: 25-26) menyebut …. 1982: 72 – 76). Skripsi...  Menurut Nazaruddin (Skripsi. (Alam... . 1988: 131)... dkk....  Mengacu pada Lapidus (Vol... Buku dengan satu pengarang  .. (Dreyfus dan Rabinow. Skripsi/Tesis/Disertasi yang belum diterbitkan  ..).1. …. 1988: 131). (Hidayat...  Menurut Lull (1995: 31 – 38)....

Penggunaan Kutipan dan Referensi 1) Kutipan langsung empat baris atau lebih Prinsip-prinsip: a) Kutipan dipisahkan dari teks. 2000: 44). 6.. (Chesney. memegang peranan sekaligus pula sebagai pemikir-pemikir.com/ Robert_McChesney_ page. Dalam makalahnya yang disampaikan dalam Temu Ilmiah Nasional Komunikasi. c) Kutipan diketik dengan spasi satu. Dokumen yang tidak diterbitkan  . baris pertama kutipan menjorok lagi ke dalam lebih kurang tujuh karakter.. .. 2000: 44 – 45) Dalam contoh di atas. Department of Foreign Affairs.. www. wawancara. dengan cara copy-paste dari address web secara langsung... Samijan (11 November 2006) mengatakan …… Referensi dari sumber kedua  Menurut Marx (seperti dikutip Takwin... akses 15 Juni 2007). Contoh: Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana kelas berkuasa bekerja melalui ideologi untuk melanggengkan dominasi mereka? Barangkali penting dikutip di sini bagaimana Marx menjelaskan bekerjanya kelas berkuasa: “Individu-individu yang menyusun kelas yang berkuasa berkeinginan memiliki sesuatu/kesadaran dari yang lainnya. maka cacatan tubuh dicantumkan setelah kutipan..” (Berger. d) Kutipan diawali dan diakhiri dengan tanda kutip (boleh tidak).thirdworldtraveler.  Mengutip Chesney (www.com/Robert_ McChesney_page. hal tersebut adalah bukti diri bahwa mereka melakukan tersebut dalam jangkauannya kepada yang lainnya. Artikel dari internet  …. . 11 November 2006). ….  Dalam wawancara dengan penulis.. Nazaruddin (2007) mengatakan. e) Jika menggunakan catatan tubuh (bodynote). (Samijan.bekerjanya kelas berkuasa” adalah naskah skripsi. akses 15 Juni 2007)..S. Kalimat 216 .html. Ketika mereka memegang peranan sebagai sebuah kelas dan menentukan keseluruhannya dalam sebuah kurun waktu. b) Kutipan menjorok ke dalam lebih kurang tujuh karakter..  Dalam dokumen yang dikeluarkan U.S... kalimat ”Pertanyaannya kemudian. Pernyataan lisan  ….. sebagai pemproduksi ide serta mengatur produksi dan distribusi idenya pada masa tersebut.thirdworldtraveler. Department of Foreign Affairs (1998) disebutkan bahwa …... Bila awal kutipan adalah alinea baru... 1998).html. Perhatikan: alamat web yang dicantumkan adalah alamat lengkap.. (U..

dan kutipan berasal dari halaman 44-45 buku tersebut. contoh: Bagi sebuah kekuasaan resmi negara.. for presidents. Ketika mereka memegang peranan sebagai sebuah kelas dan menentukan keseluruhannya dalam sebuah kurun waktu. pemproduksi ide sekaligus mengatur distribusi idenya. Setio Budi (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. for wielding power” adalah kutipan dari buku yang ditulis R. Cukup jelas.. Dalam hal produksi dan penyebarluasan ide inilah kita bisa mengurai saling keterkaitan antara kelas penguasa.. memegang peranan sekaligus pula sebagai pemikirpemikir..”Individu-individu.. Marx menawarkan gagasan bahwa ide-ide atau gagasan pada suatu masa adalah yang disebarluaskan dan dipopulerkan oleh kelas berkuasa sesuai kepentingannya. b). Kalimat “The symbolic …..” 19 Dalam contoh di atas. hal. maka nomor indeks ditempatkan setelah kutipan. kalimat ”Pertanyaannya kemudian.. Kalimat ”Individu-individu.pada masa tersebut” adalah kutipan langsung dari sebuah buku yang ditulis Arthur Asa Berger. 44 – 45. wacana dan media.. secara khusus adalah seorang presiden ataupun raja yang berkuasa. dan kutipan berasal dari halaman 61 buku tersebut. Hart. kalimat “Bagi sebuah kekuasaan …. Setio Budi (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. ideologi. Catatan kaki dalam contoh ini bisa dilengkapi dengan keterangan tambahan. Jika menggunakan catatan tubuh. diterbitkan pada tahun 1967." Dalam contoh di atas... diterbitkan pada tahun 2000. terj. d). Media Analysis Techniques. hal tersebut adalah bukti diri bahwa mereka melakukan tersebut dalam jangkauannya kepada yang lainnya. seperti ditegaskan Marx. 44 – 45. f) Jika menggunakan catatan kaki (footnote). is a political act.pada masa tersebut” adalah kutipan. Kelas penguasa itu. contoh: 19 Arthur Asa Berger. 2000).. 20 Arthur Asa Berger.. 2000). sebagai pemproduksi ide serta mengatur produksi dan distribusi idenya pada masa tersebut. salah satu representasi ideologi yang penting terwujud dalam pidato dan pernyataan-pernyataan para penyelenggara kekuasaan negara tersebut.bekerjanya kelas berkuasa” adalah naskah skripsi.. hal. Kutipan harus diawali dan diakhiri dengan tanda kutip. raja yang berkuasa” adalah naskah skripsi.. lalu di bagian bawah halaman tersebut (bagian kaki halaman) terdapat keterangan nomor indeks yang menjelaskan sumber kutipan tersebut. Jika menggunakan catatan kaki. Media Analysis Techniques. Hart (1967: 61) mengatakan: "The symbolic dimensions of politics speech-making. terj. the mechanism for wielding power. 217 . 20 2) Kutipan langsung kurang dari empat baris Prinsip-prinsip: a). c).P. merupakan pemikir. Contoh: Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana kelas berkuasa bekerja melalui ideologi untuk melanggengkan dominasi mereka? Barangkali penting dikutip di sini bagaimana Marx menjelaskan bekerjanya kelas berkuasa: “Individu-individu yang menyusun kelas yang berkuasa berkeinginan memiliki sesuatu/kesadaran dari yang lainnya. Kutipan tidak dipisahkan dari teks (menyatu dengan teks).

is a political act. Dalam contoh di atas. Hardt. 51-52. 109. Michael Gurevitch. raja yang berkuasa” adalah naskah skripsi. catatan kaki bisa dilengkapi dengan keterangan tambahan. Barrat.P. contoh: Media bukanlah sarana netral yang menampilkan berbagai ideologi dan kelompok apa adanya. menyebarkan ideologi mereka sekaligus mengontrol dan memarginalkan wacana dan ideologi kelompok-kelompok lain. Media Sociology (London and New York: Routledge. b) Kutipan tidak boleh menggunakan tanda kutip. Janet Woollacott dan David Barrat menegaskan pandangan para teoritis Marxis bahwa ideologi yang dominanlah yang akan tampil dalam pemberitaan. kepentingan. Dalam contoh di atas. Janet Woollacott dan David Barrat menegaskan pandangan para teoritis Marxis bahwa ideologi yang dominanlah yang akan tampil dalam pemberitaan (Wollacott. the mechanism for wielding power. 61. 1994: 51-52). hal. 1994). salah satu representasi ideologi yang penting terwujud dalam pidato dan pernyataan-pernyataan para penyelenggara kekuasaan negara tersebut. media adalah subjek yang lengkap dengan pandangan. secara khusus adalah seorang presiden ataupun raja yang berkuasa. 22 Pada dasarnya tiap pemimpin politik selalu menciptakan bahasa politik yang menjadi kekuatan utama konsolidasi simbolik dalam rangka mendukung politik dijalankan serta meneguhkan ideologi kekuasaan. The Sound of Leadership: Presidential Communication in the Modern-Age (Chicago: Chicago University Press. Kalimat “The symbolic …. Dalam sebuah studinya mengenai pidato kemenangan presiden di Amerika.23 Media berpihak pada kelompok dominan. dalam Culture. 22 3) Kutipan tidak langsung Prinsip-prinsip: a) Kutipan tidak dipisahkan dari teks (menyatu dengan teks). 1987). menyebarkan ideologi mereka sekaligus mengontrol dan memarginalkan wacana dan ideologi kelompok-kelompok lain. Hart mengatakan: "The symbolic dimensions of politics speech-making. kalimat “Bagi sebuah kekuasaan …. 1987). James Curran and James Wollacott (London: Methuen. Society and the Media. media adalah subjek yang lengkap dengan pandangan. 218 . hal. Hardt.Bagi sebuah kekuasaan resmi negara.. 1982). for presidents. serta keberpihakan ideologisnya. The Sound of Leadership: Presidential Communication in the Modern-Age (Chicago: Chicago University Press. eds. 1982: 109. d) Jika menggunakan catatan kaki. Lihat lebih jauh di R. for wielding power” adalah kutipan. “Message and Meanings”. 23 David Barrat. 24 21 R. kepentingan. 61. pernyataan bahwa ”ideologi yang dominan yang akan tampil dalam pemberitaan” adalah inti pendapat dari James Wollacott dan David Barrat yang penulis sajikan dalam bahasa sendiri. Lihat juga Janet Wollacott." 21 Dalam contoh di atas. hal.P. serta keberpihakan ideologisnya. hal. Catatan kaki dalam contoh ini bisa dilengkapi dengan keterangan tambahan.. c) Jika menggunakan catatan tubuh. Media berpihak pada kelompok dominan. Corcohan menunjukkan bahwa tiap presiden ternyata mempunyai gaya bahasa serta strategi wacana yang berbeda. contoh: Media bukanlah sarana netral yang menampilkan berbagai ideologi dan kelompok apa adanya.

David. 109.  Nama pengarang artikel dan judul artikel (untuk artikel).3). nama pengarang 3 (tidak dibalik). media bukan hanya alat bagi ideologi dominan.  Alamat lengkap internet dan waktu akses (untuk bahan dari internet). tahun terbit. Kota penerbit: nama penerbit. Buku yang telah direvisi Nama pengarang (dibalik). tahun terbit. Bandung: Remaja Rosdakarya. Buku dengan dua atau tiga pengarang Nama pengarang 1 (dibalik). terj. tanggal terbit). James Curran and James Wollacott (London: Methuen.al. Lihat David Barrat. untuk artikel di media (nama media. A History of Islamic Societes. Buku dengan banyak pengarang Nama pengarang 1 (dibalik). Judul buku. Cara penyusunan daftar pustaka: Buku dengan satu pengarang Nama pengarang (dibalik). 1982. tahun terbit). artikel. menunjukkan sifat referensial atas karya tersebut. Yogyakarta: Bentang.  Data publikasi (tempat terbit. Buku yang terdiri dua jilid atau lebih Nama pengarang (dibalik). tahun terbit. 2003. Idi Subandi. Ira M. “Message and Meanings”. Daftar pustaka atau bibliografi mutlak ada dalam sebuah karya ilmiah. et. 219 . dalam Culture. Media Sociology (London and New York: Routledge. Society and the Media. Rakhmat. Volume/Jilid.1.  Data publikasi media. Judul buku. London and New York: Routledge. tahun terbit. Kota penerbit: nama penerbit. Bibliografi disusun secara alfabetis (Lampiran VI. Kota penerbit: nama penerbit. Daftar Pustaka Daftar pustaka/bibliografi adalah daftar yang berisi buku. Cambridge: Cambridge University Press. Kota penerbit: nama penerbit. Rev. Buku terjemahan Nama pengarang asli (dibalik). Hubert L. Barrat. ditempatkan di bagian terakhir (halaman terpisah/tersendiri) dari tulisan ilmiah tersebut. 24 Keberpihakan media akan menampilkan kelompok dominan dalam pemberitaan.6. 1988. 1997. Lebih jauh. 51-52. 1982).al. Rev. Jalaluddin. et. tahun terbit. tetapi juga memproduksi ideologi dominan itu sendiri.  Judul buku (termasuk judul tambahannya). Kota penerbit: nama penerbit. Judul buku. Judul buku. Judul buku. Vol. 1994.ed. Paul Rabinow. nama penerjemah. 1994). Psikologi Komunikasi. Kota penerbit: nama penerbit. Lapidus. Chicago: University of Chicago Press. hal. eds. hal.. Hegemoni Budaya.ed. nama pengarang 2 (tidak dibalik). tahun terbit. dokumen. Lihat juga Janet Wollacott. Media Sociology. Judul buku. nama penerbit. dan segenap kepustakaan lainnya yang digunakan dalam menyusun sebuah tulisan ilmiah. Beyond Structuralism and Hermeneutics. Dreyfus. Unsur-unsur dalam sebuah daftar pustaka:  Nama pengarang (ditulis secara terbalik). Michael Gurevitch. Ibrahim.

2000. "Paradigma dan Perkembangan Penelitian Komunikasi.” Nama media. Artikel dari sebuah buku antologi Nama pengarang artikel (dibalik). “Benturan Islam dan Modernitas. nama kota.” Forum penyampaian makalah. Alam. ”Judul makalah. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret.. edisi jurnal (bulan terbit. fakultas dan universitas.” Kajian Keagamaan dalam Tradisi Baru Penelitian Agama Islam Tinjauan Antardisiplin Ilmu. halaman. Jakarta. Prof. 2004. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Perhatian: jika editor satu orang maka menggunakan singkatan ed.Berger. tahun terbit. namun jika editor dua orang atau lebih menggunakan singkatan eds. tahun terbit. tanggal dan tahun terbit. ”Judul artikel. II (Oktober. tahun terbit). eds. Muzayin. 1994. bukan halaman yang dikutip. ”Judul skripsi/tesis/disertasi. tahun. Deden Ridwan. ”Judul artikel.” Skripsi Sarjana. Francis. Berita koran/majalah ”Judul berita. 10 September 2002. Media Analysis Techniques. hal. M. nama kota.” Level karya. Artikel dari koran/majalah Nama pengarang artikel (dibalik). Makalah seminar yang tidak diterbitkan Nama penulis (dibalik). Hidayat.” Koran Tempo. M. Dedy N. 1998. Arthur Asa. Kota penerbit: nama penerbit. 1998). Muzayin.Ed. Nazaruddin. “Dua Tipe Perempuan dalam Film dan Sinetron Mistik Indonesia. tanggal dan tahun terbit. Kamus Nama pengarang kamus (dibalik). Artikel dari sebuah jurnal/majalah ilmiah Nama pengarang artikel (dibalik). “Perspektif Pasca-Modernisme dalam Kajian Keagamaan.” Nama jurnal/majalah ilmiah. Judul kamus. ed. 22 November 2001. Fukuyama. Setio Budi HH. Perhatian: halaman yang dimaksud di daftar pustaka ini adalah halaman dari awal sampai akhir tempat artikel berada dalam jurnal/majalah ilmiah.” Nama media. tahun terbit. Mastuhu.” Judul buku. “War Against Terrorism: Critical Discourse Analysis. Rudi Harisyah. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Bagus. Surakarta. 2007. terj. Bandung: Penerbit Nuansa dan PUSJARLIT. Kamus Filsafat." Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia. “Islam di AS Jadi Agama Kedua. nama editor. Dr. Kota penerbit: nama penerbit..” Makalah disampaikan dalam Temu Ilmiah Nasional. 32-43. Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. Skripsi/Tesis/Disertasi yang belum diterbitkan Nama penulis (dibalik). 220 . ”Judul artikel.” Republika. Lorens. penyelenggara seminar. Nazaruddin.

” www. Sumber informasi lowongan pekerjaan tersebut di antaranya dari : 1) Iklan Surat Kabar. 3) Pengumuman dari DEPNAKER.thirdworldtraveler. Department of Foreign Affairs. Artikel di internet Nama penulis (dibalik).” www. bisa juga surat dari saudara yang satu dengan yang lain dan berlainan tempat. surat perijinan. konsep surat tidak resmi (pribadi) dan komponen surat tidak resmi. Menurut kepentingan dan pengirimnya. J. ”Judul artikel. Untuk membuat surat lamaran pekerjaan perlu memperhatikan tahap-tahapnya yaitu : sumber informasi. dan sebagainya. Nama dokumen. Surat keluarga biasanya dibuat oleh anak kepada orangtuanya karena dalam perantauan (misalnya kuliah atau bekerja di tempat yang jauh). pedoman penulisan. Nama kota. lampiran yang diminta. 4) Pegawai kantor atau perusahaan.or. Surat Keluarga adalah surat yang dibuat seseorang yang isinya menyangkut kepentingan pribadi atau keluarga. Pedoman Penulisan Surat Lamaran. JENIS-JENIS SURAT 1.” Alamat lengkap internet (waktu akses).C. dan menyusun bahasa surat yang baik dan benar. SURAT PRIBADI Yaitu surat yang dikirimkan seseoarang kepada orang lain atau suatu organisasi/instansi. saat ini sangat banyak informasi lowongan pekerjaan yang dapat diperoleh dengan mudah dari berbagai sumber informasi tinggal bagaimana seorang pencari kerja dapat memanfaatkan berbagai sumber yang ada. Sumber Informasi. Testimony by John. surat lamaran pekerjaan. Washington D. komponen surat resmi. ”Judul artikel. Sedangkan yang termasuk surat pribadi adalah : surat keluarga.. Surat Lamaran Pekerjaan adalah surat yang dibuat seseorang ( pelamar ) yang ditujukan kepada kantor atau perusahaan tertentu guna mendapatkan pekerjaan sesuai dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan.” Alamat lengkap internet (waktu akses). 2) Pengumuman yang berasal dari kantor/perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. 12 February 1998. tanggal dan tahun dikeluarkan dokumen.id/kampanye/bencana (akses 17 Agustus 2006). Maresca.html (akses 16 Agustus 2006). Surat lamaran termasuk surat pribadi. “Rich Media Poor Democracy. U. proses pengajuan surat lamaran. Televisi atau Internet. McChesney.com/Robert_McChesney_page.Dokumen yang tidak diterbitkan Lembaga yang mengeluarkan dokumen. Surat pribadi adalah surat yang dibuat oleh seseorang yang isinya menyangkut kepentingan pribadi. Robert. 1) Surat lamaran dapat ditulis tangan oleh pelamar dengan kertas folio bergaris tetapi tidak boleh pada halaman bolak221 .S. Vice President International Relations Unocal Corporation to House Committee on International Relations Subcommittee on Asia and The Pacific. “Pengelolaan Bencana: Pengelolaan Kerentanan Masyarakat. Surat Resmi (dinas) dan Surat Tidak Resmi (pribadi) Konsep surat resmi (dinas). surat dapat dikelompokkan sebagai berikut: a. J. Radio.walhi.

Hal. ditulis dengan variasi huruf besar dan kecil. berisi lembaran lain yang disertakan selain surat 4. Pada bagian tanda tangan surat lamaran seringkali suatu kantor khususnya kantor pemerintah menghendaki perlunya dibubuhi materai. Isi surat lamaran terdiri dari : tempat dan tanggal surat. Surat ijin untuk mengadakan keramaian / hajatan kepada RT atau Lurah dan sebagainya.balik atau diketik dengan kualitas kertas yang baik (HVS minimal 60 gram) dengan jarak baris 1. bisa juga pelamar menambahkan persyaratan lain yang sifatnya melengkapi syarat yang sudah ada agar lebih bisa menjadi bahan pertimbangan. berisi salam penutup. Surat ijin untuk tidak masuk kerja / sekolah. Contoh : 1. Penutup surat 10. 9. tanda tangan. Surat resmi (surat dinas) terbagi atas beberapa bagian. jabatan. yaitu surat resmi yang dipergunakan oleh perusahaan atau badan usaha. 222 . nama (biasanya disertai nomor induk pegawai atau NIP) 11. dan sebagainya ditulis dengan huruf kecil. Foto kopi KTP dan Pas foto Surat Perijinan adalah surat yang ditulis seseorang yang isinya menyangkut permohonan ijin kepada pihak tertentu untuk mendapatkan ijin yang dimaksudkan. berupa penyertaan/pemberitahuan kepada atasan tentang adanya suatu kegiatan. Isi surat (Uraian isi berupa uraian hari. berupa garis besar isi surat 5. data pribadi. alamat surat. SURAT RESMI adalah surat yang disampaikan oleh suatu instansi/lembaga kepada seseorang atau lembaga/instansi lainnya. Pembuka/salam pembuka (diakhiri tanda koma) 8. tanda tangan dan nama jelas. Alamat instansi/lembaga. kata penutup. tempat. 3) Surat sosial. Lampiran. Logo instansi/lembaga. terkecuali penulisan berdasarkan ejaan yang disempurnakan (EYD) haruslah menyesuaikan). Nomor surat. tembusan surat. ditulis dengan huruf kapital/huruf besar. 2. Lampiran Surat Lamaran disesuaikan dengan permintaan dari sumber informasi dan penyusunannya diurutkan kecuali untuk pas foto dan foto copy bisa diletakkan di atas susunan lamaran. Alamat yang dituju (jangan gunakan kata kepada) 7. Foto kopi Ijasah. 2. waktu. perihal. b. tanggal. yaitu: 1) Surat dinas pemerintah. Bagian-bagian surat resmi: 1. salam pembuka. kalimat penutup. 2) Surat niaga. terdiri dari Nama instansi/lembaga. materai jika diminta. Selain surat bersifat pribadi kepada instansi atau kantor tempat kerja seseorang. Kepala/kop surat. surat ijin juga diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pihak pihak tertentu apabila seseorang atau sebuah keluarga ingin mengadakan suatu kegiatan atau keramaian di masyarakat hal ini dimaksudkan agar jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pihak tersebut bisa ikut bertanggung jawab. Penutup surat. data lampiran. kalimat pembuka. Tanggal surat (penulisan di sebelah kanan sejajar dengan nomor surat) 6. 2. yakni urutan surat yang dikirimkan 3. yaitu surat resmi yang digunakan instansi pemerintah untuk kepentingan administrasi pemerintahan.5 spasi. Apabila sumber informasi lowongan kerja tidak mencantumkan/meminta syarat secara lengkap biasanya pelamar melengkapi surat lamarannya dengan melampirkan : Daftar Riwayat Hidup. yaitu surat resmi yanng dipergunakan oleh organisasi kemasyarakatan yang bersifat nirlaba ( nonprofit).

surat kilat. MEMO Pesan singkat merupakan salah satu bentuk komunikasi tidak langsung yang disampaikan secara tertulis dengan bahasa yang singkat. dan jelas tetapi tetap memperhatikan sopan santun. atau (5) permintaan maaf. Jenis Surat menurut isinya. 2. telegram. 7) tanda tangan dan nama pengirim memo. 7. artinya. maksudnya. surat permintaan. c. dan santun. surat undangan dan surat lamaran pekerjaan. Khusus dalam penulisan pesan singkat melalui SMS sering kita gunakan singkatan kata untuk meminimalisir jumlah huruf yang digunakan. Pesan singkat bisa dalam bentuk memo atau SMS/e-mail. (2) rencana pertemuan atau undangan untuk seseorang. 4) pemberi/pengirim memo. (3) instruksi untuk melakukan sesuatu. Pesan singkat yang bersifat resmi/dinas sering disebut dengan memo (memorandum). surat pengantar. padat. surat perjanjian. isi surat dapat diketahui oleh oranng lain selain yang dituju. 3. 4. kartu pos. Jenis surat berdasarkan banyaknya sasaran surat dapat dikelompokkan menjadi surat biasa. warkat pos. 223 . surat terbagi atas surat biasa. 2) identitas judul memo/tulisan ‘memo’.c. dan surat pengumuman. Jenis surat menurut sifatnya surat dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. surat dapat dikelompokkan sebagai berikut : surat pemberitahuan. serta memo dan nota. padat. surat peringatan.. Pesan singkat pribadi ditulis dan dikirim oleh individu kepada individu lain untuk kepentingan pribadi. 5) isi memo. Jenis surat berdasarkan tingkat kepentingan penyelesainnya. teleks atau faksimile. isi surat hanya boleh diketahui oleh kalangan tertentu yang terkait saja. 3) penerima memo/alamat yang dituju. K. surat pemesanan. yaitu surat yang isinya hanya boleh diketahui orang yang dituju saja. Bahasa yang digunakan dalam mengirim pesan singkat pribadi sangat bergantung kepada siapa pesan tersebut kita kirim. b. 6. Jenis surat berdasarkan wujudnya surat terbagi atas surat bersampul. Isi pesan singkat dapat berupa: (1) penjelasan tentang sesuatu yang terjadi atau akan terjadi. Jenis surat berdasarkan ruang lingkup sasarannya surat terbagi atas surat intern dan surat ekstern. Pesan singkat yang dikirim melalui tulisan di kertas ada yang bersifat formal/resmi dan nonformal/pribadi. surat penawaran. Memo biasanya ditulis dan dikirim oleh atasan kepada bawahan. 5. jelas. surat biasa. SMS pada era global ini merupakan bentuk pengiriman pesan yang lebih efektif. Slogan dan Poster Slogan adalah perkataan atau kalimat pendek yang menarik dan mudah diingat untuk memberitahukan atau menyampaikan sesuatu. surat perintah. surat rahasia. surat laporan. surat konfidensial ( terbatas). (4) permintaan penjelasan tentang sesuatu. 6) tanggal penulisan memo. dan surat kilat khusus. Memo biasanya terdiri atas: 1) kepala memo. surat panggilan. surat edaran. Yang jelas pesan tersebut ditulis secara singkat. surat keputusan.

dan mudah diingat. Slogan memiliki ciri bahasa yang menarik. serta bersifat persuasif. Poster kegiatan : Bertujuan memberitahukan adanya suatu kegiatan mengajak pembaca mengikuti atau berpartisipasi dalam megaton tersebut. Jika membaca adalah proses membuka jendela dunia.tujuan POSTER Poster adalah. Poster hiburan : Berisi pemberitahuan adanya sesuatu hal yang bersifat hiburan.mudah dipahami. Slogan berisi mengenai tujuan ideologi suatu organisasi. dan penyaluran aspirasi tertentu.mudah dimengerti. 3. dan sebagainya. Poster yang berisi penawaran sebuah produk atau jasa. Berdasarkan isinya. melihat wawasan yang ada dan menjadikannya sebagai khazanah pribadi. poster sepatu. dan 2. Ini berarti bahwa keterampilan tersebut perlu dimiliki setiap orang.biasa'a berupa Poster Bertujuan untuk menyampaikan suatu infirmasi dan memengaruhi pandangan serta pendapat orang terhadap informasi tersebut. golongan.menarik perhatian pembaca selain itu jika diperlukan dapat ditambahkan gambar atau ilustrasi. poster sabun. L. Poster memiliki ciri bahasa yang menarik.jelas. RANGKUMAN Keterampilan Membaca-Menulis-Membaca merupakan keterampilan dasar.poster dibagi menjadi 1.Slogan Bertujuan untuk menyampaikan suatu infirmasi dan memengaruhi pandangan serta pendapat orang terhadap informasi tersebut.mudah dipahami. Perbedaan antara Slogan dan Poster Slogan lebih mengarah/menekankan pada kata-kata/kalimat.kalimatnya pendek.efektif. dipasang ditempat umum .singkat. Poster niaga : Bersifat menarik pembaca untuk membeli atau menggunakan suatu barang atau jasa.menarik. ajakan. Poster penerangan atau pendidikan : Bersifat mempengaruhi pembaca untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perilaku tertentu.misi. isinya singkat dan jelas.menjelaskan visi. maka menulis adalah proses menyajikan 224 . 4. dll.atau iklan. sedangkan Poster berisi mengenai himbauan.pengumuman.plakat yg biasa ajakan.sedangkan Poster lebih menekankan informasinya dalam suatu gambar/ilustrasi. upaya pendidikan. tidak saja untuk meraih keberhasilan selama bersekolah melainkan juga sepanjang hayatnya.Misalnya: poster rokok.

kembali khazanah tersebut kepada masyarakat luas. Anda bisa menggabungkan sebuah khazanah dengan khazanah yang sudah dimiliki sebelumnya. Sangat sulit bagi seseorang untuk menulis sesuatu yang di luar dirinya. Dengan demikian membaca mau tidak mau adalah proses yang harus dijalani oleh orang yang berkeinginan untuk bisa menulis. Jika selama ini Anda kesulitan menulis dan selalu berhenti pada kalimat atau paragraf pertama, bisa jadi penyebabnya karena terlalu sedikit stok informasi yang Anda miliki sebelumnya. Anda harus menambah stok tersebut agar proses menulis menjadi lancar. Variasi Bahasa-Variasi Bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen. Dalam hal variasi bahasa ini ada dua pandangan. Pertama, variasi itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa itu. Jadi variasi bahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa. Kedua, variasi bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam. Kedua pandangan ini dapat saja diterima ataupun ditolak. Yang jelas, variasi bahasa itu dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya keragaman sosial dan fungsi kegiatan didalam masyarakat sosial. Namun Halliday membedakan variasi bahasa berdasarkan pemakai (dialek) dan pemakaian (register). Berikut ini akan dibicarakan variasi-variasi bahasa tersebut, dimulai dari segi penutur ataupun dari segi penggunanya. 1. Variasi dari Segi Penutur, 2. Variasi dari Segi Pemakaian, 3. Variasi dari Segi Keformalan, dan 4. Variasi dari Segi Sarana. Mengubah Teks Wawancara menjadi Narasi- Teks wawancara merupakan bentuk penyajian informasi berupa tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Narasi merupakan bentuk karangan pengisahan suatu cerita atau kejadian. Anda akan berlatih mengubah teks wawancara menjadi teks narasi. Hal itu berarti teks yang berupa tanya jawab antara penanya dan narasumber diubah menjadi bentuk tulisan atau teks cerita Bagaimana cara mengubah teks wawancara menjadi bentuk naratif? Perlu dicermati lagi bahwa wawancara biasanya berupa kalimat langsung. Jika dinarasikan maka Anda harus mengubah kalimat tersebut menjadi kalimat tak langsung. Masih ingatkah kalian ciri-ciri kalimat langsung dan tak langsung? Menjelaskan Cara Membaca Tabel, Diagram, Grafik, dan Denah secara Benar. Informasi verbal adalah informasi yang disampaikan dengan kata-kata. Adapun informasi nonverbal adalah informasi yang disajikan dengan bentuk visual, seperti gambar, bagan, grafik, diagram, matriks, dan tabel. Paragraf, Syarat-syarat Paragraf, Jenis Paragraf, dan Penanda Hubungan antarparagraf-Paragraf adalah kesatuan pikiran yang mengungkapkan ide pokok yang berbentuk dalam rangkaian kalimat yang berkaitan dengan bentuk (kohesi) dan makna (koherensi). Paragraf adalah bagian karangan yang terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran. Dalam paragraf terdapat tiga persyaratan agar paragraf menjadi padu, yaitu kepaduan, kesatuan, dan kelengkapan. Penggunaan EYD-Bahasa menunjukkan bangsa, tiada bahasa hilanglah bangsa. Sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987, perlu disempurnakan kembali. Berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Maka lahirlah Permendiknas no. 46 Thun 2009 Tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, dalam permendiknas tersebut dipergunakan bagi 225

instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, dinyatakan tidak berlaku. Penulisan Karya Ilmiah, Penulisan Kutipan, dan Penulisan Daftar Pustaka, disajikan artikel ilmiah, artikel popular, cara memilih topik PTK, cara menyusun kutipan dan daftar pustaka. Surat Resmi dan Surat Tidak Resmi- Peserta dapat menjelaskan konsep surat resmi (dinas), komponen surat resmi, konsep surat tidak resmi (pribadi) dan komponen surat tidak resmi, dan menyusun bahasa surat yang baik dan benar. Slogan dan Poster-disajikan materi tentang slogan dan poster, perbedaan kedua media tersebut, menyusun slogan dan poster. M. Evaluasi 1. Jelaskan konsep-konsep dasar dalam keterampilan membaca dan menulis! 2. Jelaskan variasi bahasa untuk menunjang pembelajaran keterampilan berbahasa! 3. Jelaskan cara mengubah teks wawancara menjadi narasi! 4. Bacalah secara benar tabel, diagram, denah, dan grafik yang telah Anda siapkan! 5. Jelaskan konsep paragraf, syarat-syarat paragraf, jenis paragraf, dan penanda hubungan antarparagraf! 1. Buatlah sebuah paragraf naratif tentang PLPG! 2. Tentukan bentuk paragraf yang telah Anda susun! 3. Tentukan jenis paragraf yang telah Anda susun! 4. Tuliskan kembali ide pokok paragraf Anda tersebut! 5. Tuliskan kembali Kalimat utama paragraf Anda tersebut! 6. Tuliskan kembali kalimat-kalimat penjelas paragraf Anda tersebut! 6. Susunlah lima buah kalimat efektif! 7. Susunlah sebuah paragraph dengan menerapkan penggunaan EYD secara baik dan benar! 8. Susunlah sebuah artikel ilmiah dengan menerapkan cara penulisan kutipan dan penulisan Daftar Pustaka secara benar! 9. Menjelaskan konsep surat resmi (dinas), komponen surat resmi, konsep surat tidak resmi (pribadi) dan komponen surat tidak resmi, dan menyusun bahasa surat yang baik dan benar. a. Buatlah sebuah surat penawaran barang! b. Atas dasar surat yang telah Anda susun jawablah hal-hal berikut. 1) Tuliskan bagian-bagian suratnya! 2) Tuliskan kalimat pembuka suratnya! 3) Tuliskan salam penutupnya! 10.Buatlah sebuah slogan sekolah Anda. N. Kunci Jawab 1. Konsep-konsep dasar dalam keterampilan membaca dan menulis. Keterampilan Membaca-Menulis-Membaca merupakan keterampilan dasar. Ini berarti bahwa keterampilan tersebut perlu dimiliki setiap orang, tidak saja untuk meraih keberhasilan selama bersekolah melainkan juga sepanjang hayatnya. Jika membaca adalah proses membuka jendela dunia, melihat wawasan yang ada dan menjadikannya sebagai khazanah pribadi, maka

226

menulis adalah proses menyajikan kembali khazanah tersebut kepada masyarakat luas. Membaca mau tidak mau adalah proses yang harus dijalani oleh orang yang berkeinginan untuk bisa menulis. Jika selama ini Anda kesulitan menulis dan selalu berhenti pada kalimat atau paragraf pertama, bisa jadi penyebabnya karena terlalu sedikit stok informasi yang Anda miliki sebelumnya. Anda harus menambah stok tersebut agar proses menulis menjadi lancar. 2. Variasi bahasa untuk menunjang pembelajaran keterampilan berbahasa! Variasi Bahasa-Variasi Bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen. Dalam hal variasi bahasa ini ada dua pandangan. Pertama, variasi itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa itu. Jadi variasi bahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa. Kedua, variasi bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam. Kedua pandangan ini dapat saja diterima ataupun ditolak. Yang jelas, variasi bahasa itu dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya keragaman sosial dan fungsi kegiatan didalam masyarakat sosial. Namun Halliday membedakan variasi bahasa berdasarkan pemakai (dialek) dan pemakaian (register). Berikut ini akan dibicarakan variasi-variasi bahasa tersebut, dimulai dari segi penutur ataupun dari segi penggunanya. 1. Variasi dari Segi Penutur, 2. Variasi dari Segi Pemakaian, 3. Variasi dari Segi Keformalan, dan 4. Variasi dari Segi Sarana. 3. Jelaskan cara mengubah teks wawancara menjadi narasi! Teks wawancara merupakan bentuk penyajian informasi berupa tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Untuk menceritakan atau menyampaikan kembali hasil wawancara kepada orang lain, teks wawancara perlu diubah dalam bentuk narasi. Narasi merupakan bentuk karangan pengisahan suatu cerita atau kejadian. Agar Anda dapat menarasikan teks wawancara dengan baik, lakukan langkah-langkah berikut. Bacalah teks wawancara dengan cermat, Catatlah pokok-pokok isi wawancara. Buatlah pengantar ke arah isi wawancara. Narasikan isi wawancara dengan mengembangkan pokok-pokok isi. Lengkapilah narasi dengan bagian penutup. 4. Jawaban kalimat bebas sesuai fakta tabel, diagram, denah, dan grafik yang telah siapkan peserta. 5. Jawaban kalimat bebas sesuai konteks paragraf yang disusun peserta! 6. Jawaban kalimat bebas asal sesuai syarat kalimat efektif. 7. Susunlah sebuah paragraph dengan menerapkan penggunaan EYD secara baik dan benar! 8. Jawaban kalimat bebas asal telah menerapkan cara penulisan kutipan dan penulisan Daftar Pustaka secara benar. 9. Jawaban kalimat bebas sesuai surat yang telah disusun peserta. 10. Jawaban kalimat bebas sesuai kondisi masing-masing peserta

DAFTAR PUSTAKA Alwasilah, A. Chaedar. 2000. Politik Bahasa dan Pendidikan. Cet. II. Bandung: Remaja Rosdakarya.

227

Alwi, Hasan dan Dery Sugono. 2002. Telaah Bahasa dan Sastra. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Alwi, Hasan. 1996. ”BIPA: Hari Ini dan Esok”. Dalam Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing. (Husen dkk. Penyunting). Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Arifin, Zaenal dan S. Amran Tasai. 2002. Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Akademika Pressindo. Azies, Furqanul dan Alwasilah, A. Chaedar. 1996. Pengajaran Bahasa Komunikatif Teori dan Praktek. Cet. I. Bandung: Remaja Rosdakarya. Semi, M. Atar. 1995. Dasar-Dasar Keterampilan Menulis. Bandung: Mugantara. Chaer, Abdul dkk. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta, 2004. Doyin, Moh. 2010. Artikel Ilmiah. Unnes Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Ibrahim, Syukur, dkk. Bahan Ajar Sintaksis Bahasa Indonesia. Departemen Pendidikan Nasional Universitas Negeri Malang. Ramlan, M. 2001. Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis. Yogyakarta: C.V. Karyono. Rusnaji, Oscar. Aspek-aspek Linguistik. IKIP Malang. Rusnaji, Oscar. 1983. Aspek-aspek Sintaksis Bahasa Indonesia. IKIP Malang. Samsuri. 1985. Tata Bahasa Indonesia Sintaksis. Jakarta: Sastra Budaya. Sugono, Dendy. 1986. Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: C.V. Kilat Grafika. Tarigan, Henry Guntur. 1994. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Verhaar. 2004. Asas-asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada university Press. Wirjosoedjarmo. 1984. Tata Bahasa Indonesia. Surabaya: Sinar Wijaya

228

229

Mereka pada umumnya memperoleh informasi tentang model-model pembelajaran ini dengan mengandalkan dari internet. Sebuah paradigma yang mapan yang berlaku dalam sebuah sistem boleh jadi mengalami malfungsi apabila paradigma tersebut masih diterapkan pada sistem yang telah mengalami perubahan. khususnya yang menggeluti bidang pendidikan. Menurut paradigma konstruktivistik. khususnya ketika mereka sedang menyelesaikan karya tulis dalam rangka penyelesaian studinya. Demikian juga. Belajar menurut 230 . Paradigma konstruktivistik tentang pembelajaran merupakan paradigma alternatif yang muncul sebagai akibat terjadinya revolusi ilmiah dari sistem pembelajaran yang cenderung berlaku pada abad industri ke sistem pembelajaran yang semestinya berlaku pada abad pengetahuan sekarang ini. tidak dalam bentuk kajian yang mendalam. yang tentunya hanya bersifat garis besarnya saja. Tentunya dengan harapan dapat memberikan efektivitas yang tinggi terhadap proses dan pencapaian hasil belajar siswa. di toko-toko buku tertentu kita bisa mendapatkan beberapa buku yang membahas tentang model-model pembelajaran inovatif. Hal ini bisa dilihat dengan adanya kecenderungan dari sebagian guru berupaya menerapkan berbagai model pembelajaran yang mutakhir atau kita sebut saja model pembelajaran inovatif di sekolahnya masing-masing. saat ini kita ditawari dengan aneka model pembelajaran inovatif yang jumlahnya sangat banyak untuk dapat dipraktikkan oleh para guru di lapangan. informasi tentang model-model pembelajaran inovatif ini pada umumnya diperoleh melalui berbagai pelatihan yang diikutinya. kegairahan untuk menerapkan dan meneliti modelmodel pembelajaran mutakhir ini tampaknya belum diikuti oleh ketersediaan buku-buku yang mengupas secara lengkap dan tuntas dari masing-masing model pembelajaran inovatif tersebut. 2002).BAB VII MEDIA DAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF A. tetapi isinya cenderung hanya sebagian kecil saja dari model-model pembelajaran inovatif yang sedang dikembangkan saat ini. yang juga cenderung bersifat elementer dan parsial. Kesulitan mengelaborasi teori yang melandasi model-model pembelajaran ini juga tampaknya banyak dialami oleh para mahasiswa yang hendak meneliti tingkat efektivitas penggunaan model pembelajaran inovatif tertentu. mereka mengalami kesulitan untuk mengelaborasi teori tersebut. MATERI Upaya pemerintah untuk mereformasi sistem pembelajaran di sekolah tampaknya telah mendapat respons positif pada sebagian akademisi maupun praktisi. sehingga cenderung bersifat subyektif. Bagi para guru. Paradigma yang mengalami anomali tersebut cenderung menimbulkan krisis. ilmu pengetahuan bersifat sementara terkait dengan perkembangan yang dimediasi baik secara sosial maupun kultural. Krisis tersebut akan menuntut terjadinya revoluasi ilmiah yang melahirkan paradigma baru dalam rangka mengatasi krisis yang terjadi (Kuhn. belakangan ini mulai muncul kegairahan mengkaji dan meneliti tentang sejauhmana efektivitas penggunaan model-model pembelajaran inovatif. TUJUAN Peserta memahami berbagai media dan model pembelajaran inovatif berbasis IT. di kalangan mahasiswa. Sebagaimana dimaklumi. karena memang kurang tersedia buku yang mendukungnya. B. Memang. yang didalamnya disyaratkan adanya kerangka teori yang melandasinya. Hanya sangat disayangkan. Manakala mereka harus melakukan Penelitian Tindakan Kelas. dengan meninggalkan modelmodel pembelajaran konvensional.

Belajar adalah kegiatan aktif siswa untuk membangun pengetahuannya. Inovatif adalah kata sifat dari inovasi. Untuk menginternalisasi serta dapat menerapkan pembelajaran menurut paradigma konstruktivistik. pertanyaan-pertanyaan. resolusi konflik kognitif. 1. Hal yang lebih penting. yaitu (1) meletakkan permasalahan yang relevan dengan kebutuhan siswa. Menggunakan data primer dan bahan manipulatif dengan penekanan pada keterampilan berpikir kritis. bagaimana guru mendorong dan menerima otonomi siswa. dan mengkreasi dalam mengerjakan tugas. (5) menilai pembelajaran secara kontekstual. Menggali pemahaman siswa tentang konsep-konsep yang akan dibelajarkan sebelum sharing pemahamannya tentang konsep-konsep tersebut. Menyertakan respon siswa dalam pembelajaran dan mengubah model atau strategi pembelajaran sesuai dengan karakteristik materi pelajaran. dan teka-teki sebagai pengarah pembelajaran. yang nantinya akan memperoleh kemajuan dari hasil belajar. pengambilan keputusan. dialog. membentuk kembali. Secara tradisional. Dengan demikian Pembelajarann inovatif adalah Model Pembelajaran yang dikemas oleh pe-belajar karena adanya dorongan dari sebuah gagasan yang baru. (4) materi pembelajaran menyesuaikan terhadap kebutuhan siswa. 4. pembelajaran lebih diutamakan untuk membantu siswa dalam menginternalisasi. Inovatif artinya pembaharuan. (2) menyusun pembelajaran di sekitar konsep-konsep utama. Menurut paradigma konstruktivistik. yang semuanya ditujukan untuk memperbaharui tingkat pemikiran individu sehingga menjadi semakin sempurna. Siswa sendiri yang melakukan penalaran melalui seleksi dan organisasi pengalaman serta mengintegrasikannya dengan apa yang telah diketahui. dan interpretasi. 3. menghargai pikiran siswa. Menurut paradigma konstruktivistik. 1. mengananalisis. Siswa sendiri yang bertanggung jawab atas peistiwa belajar dan hasil belajarnya. hipotesis. pengujian hipotesis. Pembelajaran lebih dicirikan oleh aktivitas eksperimentasi.pandangan ini lebih sebagai proses regulasi diri dalam menyelesikan konflik kognitif yang sering muncul melalui pengalaman konkrit. investigasi bertolak dari data mentah dan sumbersumber primer (bukan hanya buku teks). Belajar bermakna terjadi melalui refleksi. Mengutamakan kinerja siswa berupa mengklasifikasi. pembelajaran lebih mengutamakan penyelesaian masalah. Guru konstruktivistik memiliki ciri-ciri sebagai berikut. pencarian. MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF Apapun yang berhubungan dengan kata inovatif tampaknya sangat menarik untuk di ketahui. Menghargai otonomi dan inisiatif siswa. 231 . penelitian. konstruksi solusi dan algoritma ketimbang menghafal prosedur dan menggunakannya untuk memperoleh satu jawaban benar. dialog. 2. mengembangkan konsep. Belajar merupakan proses negosiasi makna berdasarkan pengertian yang dibangun secara personal. Paradigma konstruktivistik merupakan basis reformasi pendidikan saat ini. Lalu bagaimana dengan pembelajaran inovatif sendiri? Apa arti pembelajaran inovatif? Kita sangat sering mendengar kata inovatif dan di manamana kata yang berembel embel inovatif sangat menarik untuk dipelajari dan dipraktikkan di kelas. investigasi. Dunia pendidikan adalah dunia belajar dan pembelajaran. Pembelajaran inovatif merupakan langkah-langkah dalam belajar. 5. terlebih dulu guru diharapkan dapat merubah pikiran sesuai dengan pandangan konstruktivistik. wacana kolaboratif. terdapat lima prinsip dasar yang melandasi kelas konstruktivistik. atau meniru-niru informasi yang baru disajikan dalam laporan atau quis dan tes. Sedangkan pembelajaran bisa memiliki arti belajar atau pembelajaran. (3) menghargai pandangan siswa. dan model-model yang dibangkitkan oleh siswa sendiri. Secara umum. memprediksi. pembelajaran telah dianggap sebagai bagian “menirukan”suatu proses yang melibatkan pengulangan siswa. termasuk dalam dunia pendidikan. atau mentransformasi informasi baru.

gambar. yaitu berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk berpikir. alat atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. Sehubungan dengan perkembangan IT. Kata media berasal dari bahasa latin yaitu jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media belajar sangat membantu mengurangi keabstrakan dari sebuah konsep materi yang sedang diajarkan. mengantarkan anak didik pada pengalaman belajar yang bermakna. di dalamnya mengandung makna dan arti pembaharuan. Dalam proses pembelajaran yang paling relevan digunakan adalah media blog. minat dan perhatian siswa sehingga proses interaksi komunikasi edukasi antara guru (atau pembuat media) dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. Guru dalam menyajikan materi biasa-biasa saja. video. maka media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran agar dapat merangsang pikiran. Menurut Latuheru (dalam Hamdani. namun kita masih saja berpegang pada “pakem” lama. dan lain sebagainya sesuai keinginan guru.Pembelajaran inovatif dari pendidik atau guru juga mempunyai arti pembelajaran yang sudah dikemas oleh seorang guru atau instruktur dan merupakan bagian dari wujud gagasan atau teknik yang dipandang masih baru sehingga mampu memfasilitasi murid agar memperoleh kemajuan dalam proses serta hasil belajar. media pembelajaran memegang peran yang sangat penting. termasuk dalam hal Teknologi Informatika (IT). Karena hal ini sesuatu yang tidak bisa dihindari. 2005: menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan. Dunia semakin berkembang dengan pesatnya. dan lain sebagainya. facebook. Swish maupun macromedia ide-ide kreatif bisa tersalurkan. Seperti friendster. dimana siswa 232 .com) Jadi. media pembelajaranpun diharapkan berkembang secara signifikan sehingga penanaman konsep dan pemahaman konsep sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai. begitu pula sebaliknya. Secara umum media pembelajaran dalam pendidikan disebut media. 2002: 6). Pemanfaatan beberapa software untuk pembuatan media pembelajaran bisa menjadi alternatif yang inovatif. Sedangkan jika di tinjau berdasarkan definisi harfiahnya mengenai model pembelajaran inovatif tersebut. di dalamnya mampu memuat materi dalam bentuk Ms Word. Berdasarkan pengertian-pengertian yang telah diberikan. tanpa adanya variasi. Dalam sebuah proses Kegiatan Belajar Mengajar. cenderung text book. dalam hal ini adalah menghubungkan apa yang dikehendaki guru terhadap siswa. Lewat eksplorasi fitur-fitur yang ditawarkan Power Point. Sedangkan menurut Brigs (dalam Sadiman. minat dan perhatian sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman. e-mail. perasaan. menurut Gagne (dalam Sadiman. Sementara kondisi perubahan di luar sudah sangat maju. 2002: 6) media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Hal ini lebih dikarenakan guru maupun siswa tida ada kecocokan dari awal pelajaran. berbagai media dalam dunia maya memberikan berbagai alternatif yang mampu mengakomodasi semua fungsi dai proses pembelajaran. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Sadiman. Media merupakan sesuatu yang menghubungkan. apa yang diinginkan siswa dari guru. mengaktifkan dan menyenangkan. media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim dan penerima sehingga dapat merangsang pikiran. 2002: 6). blog. Selama ini terjadi gap yang lebar. perasaan. (http://ksupointer. Termasuk diantaranya dalam hal pembelajaran. Ms PPT. 2002: 6). Di era informatika seperti saat ini. guru harus selalu mengikuti perkembangan yang ada. Pembelajaran yang cenderung monoton dan membosankan akan menjadikan proses belajar mengajar juga stagnan.

friendster. dokumen-dokumen ( file-file word. audio. dll). Kita tidak perlu menjadi programmer untuk menjadi seorang blogger. kepribadian blogger menjadi mudah dikenali berdasarkan topik apa yang disukai. Para pembuat blog dinamakan blogger. apa tanggapan terhadap link-link yang dipilih dan isu-isu di dalamnya. seperti karya tulis. istilah yang pertama kali digunakan oleh John Barger pada bulam Desember 1997. Selain itu. 2. pengunjung blog juga dengan cepat dapat memberikan respon terhadap posting blog melalui komentar yang dapat langsung dituliskan di blog tersebut. hingga apa yang dia lakukan sehari-hari. Blog kemudian juga menjadi Diary Online yang berada di internet. Blog adalah kependekan dari weblog. dari yang sederhana sampai model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam penerapannya. Dalam blog fungsi media pembelajaran dapat tercover secara keseluruhan. Mamou juga memuat audio-visual dalam bentuk video dalam bentuk MPEGAV. dll. 2. 233 . PDF Converter. Jadi. Saat ini telah banyak dikembangkan berbagai macam model pembelajaran. PNG. Secara garis besar. Melalui weblog. karena kita dapat menampilkan seluruh isi dalam web dengan mudah melalui menu editor yang telah disediakan. MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF Model Pembelajaran diartikan sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Memuat bentuk gambar dalam format JPEG. kumpulan link internet. PDF. Corel. MP3. Guru menganggap proses belajar mengajarnya sudah baik karena tidak pernah ada komplain. maupun media audiovisual. Dalam blog kita bisa mengupload segala bentuk tulisan. Blog merupakan salah satu bentuk atau model dalam internet disamping fungsi yang sudah umum. dll. Oleh karena itu blog bersifat sangat personal. facebook. Dapat juga diartikan suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. mailing. Maka media blog di sini menjadi sebuah jembatan penghubung antara guru dan siswa dengan memanfaatkan kemajuan teknologi (IT). rasakan. Perkembangan lain dari blog yaitu ketika blog memuat tulisan tentang apa yang seorang blogger pikirkan. Di dalamnya memuat fungsi media visual. daat dibaca oleh pengunjung blog yang tak terbatas. Beda dengan e-mail yang hanya bisa dibaca oleh orang yang kita kirimi. Melalui blognya. Photoshop. seperti e-mail. JPE. Era maju menuntut seseorang untuk selalu mengembangkan potensi dan kemampuan softskills maupun hardskills-nya. weblog dapat dirangkum sebagai kumpulan website pribadi yang memungkinkan para pembuatnya menampilkan berbagai jenis isi pada web dengan mudah. strategi atau metode pembelajaran. Keuntungan dari penggunaan weblog antara lain : 1. gambar ataupun multimedia. John Barger menggunakan istilah weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu update secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentarkomentar mereka sendiri. Satu-satunya hal yang membedakan blog dari diary atau jurnal yang biasa kita miliki adalah bahwa blog dibuat untuk dibaca orang lain. Weblog melebihi surat elektronik (e-mail).malu atau takut untuk menyampaikan keluhan dalam proses belajar mengajar kepada guru sehingga tidak ada feedback kepada guru. sebenarnya model pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan. karena satu posting blog yang kita bahas. MPG. baik dalam format Ms Word. kita dapat memperluas hubungan teman/kenalan hingga dapat membentuk suatu komunitas yang besar. Ms Office PPT.

Ciri-ciri Model Pembelajaran Ada beberapa ciri-ciri model pembelajaran secara khusus diantaranya adalah : 1. dan learning strategi. baik yang menyangkut perbaikan kualitas pembelajaran maupun segala hal yang berkaitan dengan peningkatan prestasi belajar peserta didiknya. Seorang guru diharapkan memiliki motivasi dan semangat pembaharuan dalam proses pembelajaran yang dijalaninya. dan sebagainya. dan mengevaluasi. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran 2. Semua kompetensi tersebut mendukung keberhasilan guru dalam mengajar. memotivasi peserta didik. (2004 : 165). diskusi. guru harus memperhatikan keadaan atau kondisi siswa. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP/In Focus 3. 3. bahan pelajaran serta sumber-sumber belajar yang ada agar penggunaan model pembelajara dapat diterapkan secara efektif dan menunjang keberhasilan belajar siswa. bertanya. juga bagaimana guru menerapkan strategi. Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar. M. Rasional teoritik yang logis yangdisusun oleh para pencipta atau pengembangnya. Sedangkan model pembelajaran menurut Kardi dan Nur ada lima model pemblajaran yang dapat digunakan dalam mengelola pembelajaran. 2. memberi penguatan. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas 5. merencanakan pembelajaran. pembelajaran kooperatif. Karena itu dalam memilih model pembelajaran. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. Memilih Model Pembelajaran Yang Baik Sebagai seorang guru harus mampu memilih model pembelajaran yang tepat bagi peserta didik.com Berikut disajikan beberapa model pembelajaran inovatif. Tingkah laku mengajar yang diperlukanagar model tersebut dapat dilaksanakandengan berhasil. seperti membuka dan menutup pelajaran. yaitu: pembelajaran langsung. Setiap guru harus memiliki kompetensi adaptif terhadap setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan di bidang pendidikan. guru yang kompeten adalah guru yang mampu mengelola program belajar-mengajar. 4. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya 234 . Model Examples Non Examples Contoh dapat dari Kasus/Gambar yang Relevan dengan Kompetensi Dasar Langkah-langkah : 1. Lingkungan belajar yang duperlukanagar tujuan pembelajaran dapat tercapai. mengelola kelas. Pendapat serupa dikemukakan oleh Colin Marsh (1996 : 10) yang menyatakan bahwa guru harus memiliki kompetensi mengajar. A. Mengelola di sini memiliki arti yang luas yang menyangkut bagaimana seorang guru mampu menguasai keterampilan dasar mengajar. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar 4. menvariasi media. dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif. berkomunikasi. Read more: MODEL PEMBELAJARAN >> Pengertian Model Pembelajaran | belajarpsikologi. membuat model instruksional. menjelaskan. pembelajaran berdasarkan masalah. Menurut Sardiman A. teori belajar dan pembelajaran.

Kesimpulan/rangkuman C. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. Kesimpulan B. Penutup E. Kesimpulan D. Cooperative Script Metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan. Sementara pendengar : (a) Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2. Guru membagi siswa untuk berpasangan 2. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan 3. bagian-bagian dari materi yang dipelajari Langkah-langkah : 1. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis 5. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya 4. Menyajikan materi sebagai pengantar 3. Siswa dibagi dalam kelompok. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan guru 7. 6. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 7. kemudian guru menunjuk nomor yang lain 6. Tanggapan dari teman yang lain.Numbered Heads Together Langkah-langkah : 1. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 235 . Picture And Picture Langkah-langkah : 1. (b) Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya 5. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa. Siswa dibagi dalam kelompok. Kepala Bernomor Struktur Langkah-langkah : 1. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka 5. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai 7. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut 6.6. Bertukar peran. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya 3. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 4. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar 4.

Stephen. Siswa dikelompokkan ke dalam 4 anggota tim 2. 4. suku.Problem Based Introductuon (PBI)/(Pembelajaran Berdasarkan Masalah) Langkah-langkah : 1. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai. Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. pengumpulan data. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan 4. Jigsaw (Model Tim Ahli)/(Aronson. hipotesis. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya 3. Penutup H. Kesimpulan F. 1978) Langkah-langkah : 1. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi 7. Jika perlu. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh 6. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. jenis kelamin. Memberi evaluasi 6. Student Teams-Achievement Divisions (Stad)/Tim Siswa Kelompok Prestasi (Slavin. Kesimpulan G. Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka 5. tugas. pemecahan masalah. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain 5. jadwal. 2. Guru memberi evaluasi 8. 1995) Langkah-langkah : 1. Blaney. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya 236 . Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka 4. Sikes. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu 5. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda 3. Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi.2. dll. eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. And Snapp. dll) 2. 4. Guru menyajikan pelajaran 3.) 3.

Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin 6. Begitu juga kelompok lainnya 5. 1994) Langkah-langkah : 1. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai 237 . Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai 2.Mind Mapping Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban Langkah-langkah : 1. kemudian berganti peran. Untuk mengetahui daya serap siswa.5. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi 5. Setiap siswa mendapat satu buah kartu 3. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa 7. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban) 5. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review. Kesimpulan/penutup L. Make – A Match (Mencari Pasangan) (Lorna Curran. Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru 6. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya 6. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang 4. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya 7. Demikian seterusnya 8. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru K. Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil. bentuklah kelompok berpasangan dua orang 4. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan I. Kesimpulan/penutup J. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa 3. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang 4.Think Pair And Share (Frank Lyman. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. 1985) Langkah-langkah : 1. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban 3. sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban 2.Artikulasi Langkah-langkah : 1.

Guru memimpin pleno kecil diskusi. 2. Pengalaman sebelum pemberian nama. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap 6. Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yg lainnya kontra 2. 2. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi 5. 3. Penyajian yang prima. 3. Konteks : 1. Suasana yang memberdayakan. Keterampilan belajar untuk belajar. ANEKA METODE PEMBELAJARAN INOVATIF LAINNYA METODE QUANTUM Tokohnya : Bobby DePorter Metode ini mengutamakan percepatan belajar dengan cara partisipatori peserta didik dalam melihat potensi diri dalam kondisi penguasaan diri. Penutup M. Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru 3. Guru memberikan tugas untuk membaca materiyang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas 3. dan keterampilan hidup. 4. Landasan yang kukuh. Segalanya berbicara. Berawal dari kegiatan tersebutmengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diuangkapkan para siswa 6. 3. layak pula dirayakan. 5. Akui setiap usaha. Quantum Learning mengutamakan Konteks dan Isi. Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Fasilitas yang luwes. Guru menunjuk salah satu anggotanya kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya. dan rancangan belajar yang dinamis. Setelah selesai membaca materi. 4.Debat Langkah-langkah : 1. 3.2. Dari data-data di papan tersebut. Jika layak dipelajari. 2. Guru memberi kesimpulan 7. guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai. Isi : 1. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing 4. Lingkungan yang mendukung. Prinsip Quantum Learning : 1. 238 . Segalanya bertujuan. tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya 5.

sedangkan guru hanya sebagai pemandu atau fasilitator. Belajar itu aktif dan konstruktif 2. 2) tidak menggurui. Metode kolaburatif didasarkan pada asumsi-asumsi berikut (Smith & MacGregor. 1992): 1. usia anak adalah usia yang paling kreatif dalam hidup manusia. R : Rayakan Contoh : 1) Teknik Peta Pikiran 2) Teknik Pohon Konsep METODE PARTISIPATORI Metode ini menekankan keterlibatan siswa secara penuh. T : Tumbuhkan 2. 2. N : Namai 4. U : Ulangi 6. metode ini beranggapan bahwa : 1. anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. dan 3) dialogis. 3. 3. dunia anak adalah dunia bermain. Ciri-cirinya : 1) belajar dari realitas atau pengalaman. Rincian proses dan tahapannya : Metode Pertama : 1) Rangkai-Ulang 2) Ungkapan 3) Kaji-Urai 4) Kesimpulan 5) Tindakan Metode Kedua : 1) Persepsi 2) Identifikasi diri 3) Aplikasi diri 4) Penguatan diri 5) Pengukuhan diri 6) Refleksi diri METODE KOLABURATIF Metode ini menekankan pada pembangunan makna oleh siswa dari proses sosial yang bertumpu pada konteks belajar. Belajar itu bersifat sosial. semua siswa adalah unik. Siswa itu beraneka latar belakang. D : Demonstrasikan 5. 239 . Belajar itu bergantung konteks. 4. A : Alami 3.Urutan Pembelajaran Quantum Learning : 1. Berkaitan dengan penyikapan guru terhadap siswa. 4.

7) Laporan masing-masing siswa terhadap tugas-tugas yang telah dikumpulkan. 5) Menyediakan sebanyak mungkin proses belajar yang bertolak dari kegiatan pemecahan masalah atau penyelesaian proyek. kontekstual. dan diantara siswa dengan guru. dikomentari. 5) Mengembangkan berfikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah. menyesuaikan keadaan sekitar dan suasana kelas. 4) Memberi kesempatan kepada siswa menjadi partisipan aktif dalam proses belajar. dan menyatukan pendapat untuk memperoleh keberhasilan yang optimal baik kelompok maupun individual. 2) Menciptakan lingkungan pembelajaran yang berpusat pada siswa. disusun per kelompok kolaburasi. dan pengalaman siswa dalam kaitannya dengan bahan pelajaran dan proses belajar. membandingkan ahsil presentasi tersebut. 3) Kelompok kolaburatif bekerja secara bersinergi mengidentifikasi. dan menanggapi. berdiskusi. dan revisi terhadap laporan yang akan dikumpulkan. dan menulis. 9) Membangun semangat belajar sepanjang hayat. dan didiskusikan. 3) Mengahargai pentingnya keaslian. 4) Menyediakan cukup waktu. 7) Menghargai pentingnya konteks sosial bagi proses belajar. siswa apda kelompok lain mengamati. menganalisis. dan memformulasikan jawaban-jawaban tugas atau masalah dalam LKS atau masalah yang ditemukan sendiri. kontribusi. mencermati. 3) Menata ulang kurikulum. 8) Laporan siswa dikoreksi. 6) Mendorong eksplorasi bahan pelajaran yang melibatkan bermacam-macam sudut pandang. dan bersuasana kerjasama. 6) Setiap siswa dalam kelompok kolaburatif melakukan elaborasi. METODE KOOPERATIF Metode ini menekankan belajar dalam kelompok yang heterogen saling membantu satu sama lain. masingmasing siswa menulis laporan sendiri-sendiri secara lengkap. 2) Memungkinkan siswa mengeksplorasi gagasan dan mencobakan berbagai pendekatan dalam pengerjaan tugas. dikembalikan pada pertemuan berikutnya. 1999) : 1) Memaksimalkan proses kerjasama yang berlangsung secara alamiah diantara para siswa. dan sumber untuk melaksanakan kegiatankegiatan belajar bersama. dinilai. Ciri-ciri pembelajaran Kolaburatif (Nelson. 2) Semua siswa dalam kelompok membaca. 1999) : 1) Melibatkan siswa dalam ajang pertukaran gagasan dan informasi.Nilai-nilai pendidikan (Pedagogical Values) yang menjadi penekanan dalam pembelajaran kolaburatif (Nelson. 4) Setelah kelompok kolaburattif menyepakati hasil pemecahan masalah. bekerjasama menyelesaikan masalah. mendemonstrasi. inferensi. 240 . ruang. mendukung kerja kelompok. Langkah-langkah pembelajarannya : 1) Para siswa menetapkan tujuan belajar dan membagi tugas sendiri-sendiri. 5) Guru menunjuk salah satu kelompok secara acak untuk melakukan presentasi hasil diskusi kelompok kolaburaitfnya di depan kelas. 8) Menumbuhkan hubungan yang saling mendukung dan saling menghargai di antara para siswa. meneliti. terintegrasi.

Problem Posing 12. TS-TS (Two Stay-Two Stray) 23. CTL (Contextual Teaching and Learning) 8. Artikulasi 35. Debat 36. Probing-Prompting 14. DMR (Diskusus Multy Reprecentacy) 32. Tipe-tipe pembelajaran Kooperatif : 1.Langkah-langkahnya : a) Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa. Course Review Horay 40. c) Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar. VAK (Visualization Auditor Kinestetic) 18. TTW (Think Talk Write) 22. NHT (Numbered Head Together) 3. Make-a Match 241 . Jigsaw 4. Pair Checks 44. e) Evaluasi. Reciprocal Teaching 16. RME/PMR (Realistic Mathematics Education/Pembelajaran Matematika Realistik) 11. SAVI (Somatic Auditory Visualization Intellectualy) 17. MEA (Means-Ends Analysis) 20. Explicit Instruction 42. TAI (Team Assisted Individualy) 9. AIR (Auditory Intellectualy Repetition) 19. SQ4R (Survey Question Read Reflect Recite Review) 26. STAD (Student Teams Achievement Division) 2. Scramble 43. SFE (Student Facilitator and Explaining) 39. Talking Stick 38. Cycle Learning 15. d) Membimbing kelompok belajar dan bekerja. Tari Bambu 34. TPS (Think Pairs Share) 5. SQ3R (Survey Question Read Recite Review) 25. KUASAI 33. GI (Group Investigation) 7. f) Memberikan penghargaan. DLPS (Double Loop Problem Solving) 29. CRI (Certainly of Response Index) 28. PBI (Problem Based Instruction) 10. b) Menyajikan informasi. MID (Meaningful Instructionnal Design) 27. CIRC (Cooperative Integrated Reading and Compotition) 30. TGT (Teams Games Tournament) 6. Role Playing 37. CORE (Connecting Organizing Reflecting Extending) 24. CPS (Creative Problem Solving) 21. IOC (Inside Outside Circle) 31. Open Ended (problem terbuka) 13. Demonstration 41.

Generatif 66. Active Learning (Pembelajaran Aktif) 92. Audiolingual 81. Mind Mapping 46.45. Interaktif 64. Deep dialogue 90. Trefinger 61. Induktif 62. Kumon 56. BCCT (Beyond Center and Circle Time) 242 . Superitem 59. PBL (Project Based Learning) 91. Laps-heuristik 51. Sequenced (Urutan) 72. Complete Sentence 54. Tematik 68. Aktif Reflektif 94. Hibrid 60. Take and Give 58. Inul Dance (Goyang Inul) 95. Fragmented (Terpisah-pisah) 69. Reflective learning (Pembelajaran Reflektif) 93. Nature Learning (Pembelajaran alam) 87. Threaded (Urutan) 75. Circuit Learning 53. Reseptif 82. Grammar (Tatabahasa) 79. Immersed (Membenamkan) 77. Conectec (Menghubungkan) 70. Integratif 65. Picture and Picture 49. Integrated (Mengintegrasikan) 76. Shared (bagi Bersama) 73. SETS (Science Environment Technology & Society) 67. Webbed (Jaring) 74. DI (Direct Instruction) 48. Nested (Bersarang) 71. Cooperative Script 50. Doll Speak (boneka Berbicara) 88. Improve 52. Examples Non Examples 47. Deduktif 63. Game (Permainan) 86. Networked (jaringan Kerja) 78. Komunikatif 84. Read (Membaca) 80. Mind Mapping (Peta Pikiran) 85. Produktif 83. Time Token 57. Learning Together( Belajar Bersama) 89. Concept Sentence 55. Concept song (Lagu Konsep) 96.

yaitu berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk berpikir. maka media 243 .MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF 1. Menurut Latuheru (dalam Hamdani. Numbered Heads Together 4. Role Playing 15. Make A Match (Mencari Pasangan) 12. STAD (Student Teams-Achievement Divisions/Tim Siswa Kelompok Prestasi) 7. Bertukar Pasangan 18. minat dan perhatian sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman. 2006: 6). Picture And Picture 3. CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition/Kooperatif Terpadi Membaca dan Menulis) 24. Buatlah satu model pembelajaran inovatif yang paling Anda kuasai. Berdasarkan pengertian-pengertian yang telah diberikan. Course Review Horay 21. Explicit Intruction (Pengajaran Langsung) 23. Talking Stick 17. Word Square C. 2005: menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan. Demonstration 22. Inside-Outside-Circle (LingKARAN Kecil-Lingkaran Besar) 25. RANGKUMAN MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Debat 14. Snowball Throwing 19. Think Pair And Share 13. 2006: 6). PBI (Problem Based Introduction/Pembelajaran Berdasarkan Masalah) 9. Tebak Kata 26. Facilitator And Explaining 20. LATIHAN-LATIHAN Buatlah satu buah media pembelajaran yang disesuaikan dengan RPP yang telah Anda susun. Sedangkan menurut Brigs (dalam Sadiman. alat atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. perasaan. Mind Mapping 11. Cooperative Script 5. media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim dan penerima sehingga dapat merangsang pikiran. (http://ksupointer. 2006: 6) media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Artikulasi 10. Model Examples Non Examples 2. Kepala Bernomer Struktur 6. D.com) Jadi. menurut Gagne (dalam Sadiman. Secara umum media pembelajaran dalam pendidikan disebut media. Group Investigation 16. Jigsaw 8.

Pemanfaatan beberapa software untuk pembuatan media pembelajaran bisa menjadi alternatif yang inovatif. Sehubungan dengan perkembangan IT. tipe pembelajaran inovatif yang dapat dijadikan bahan rujukan bagi guru dalam mengelola pembelajaran. Jawaban bebas asal media pembelajaran Inovatif sesuai RPP yang telah disusun. Swish maupun macromedia ide-ide kreatif bisa tersalurkan. Sehingga pembuatan media pembelajaran diperlukan untuk proses pelaksanaan pembelajaran dan proses berpikir siswa. Jelaskan apa yang dimaksud dengan media pembelajaran Inovatif? b. Jelaskan apa yang dimaksud dengan model pembelajaran Inovatif? c. minat dan perhatian siswa sehingga proses interaksi komunikasi edukasi antara guru (atau pembuat media) dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. 2) Meningkatkan minat siswa untuk materi pelajaran. Banyak seklai model. 2002: 6 b. B uatlah satu contoh media media pembelajaran Inovatif sesuai RPP yang telah Anda susun! d. strategi atau metode pembelajaran. media pembelajaran memegang peran yang sangat penting. 5) Menyediakan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah didapat melalui materi-materi yang lain dan menjadikan proses belajar mendalam dan beragam. media pembelajaranpun diharapkan berkembang secara signifikan sehingga penanaman konsep dan pemahaman konsep sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai. Saat ini telah banyak dikembangkan berbagai macam model pembelajaran. 3) Memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas diri sendiri untuk belajar. MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF Model pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan. (3) menyajikan data yang kuat dan terpercaya. Lewat eksplorasi fitur-fitur yang ditawarkan Power Point. (2) meningkatkan pengertian anak didik terhadap materi yang disajikan. 244 . Keuntungan penggunaan media dalam pembelajaran adalah: 1) Membangkitakan ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat konseptual. Media pembelajaran Inovatif dalam pendidikan yaitu berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk berpikir. 4) Dapat mengembangkan jalan pikiran yang berkelanjutan. KUNCI JAWABAN a. Banyak pula bisa digali informasi tentang model pembelajaran inovatif. strategi atau metode pembelajaran. dari yang sederhana sampai model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam penerapannya. E. perasaan. Model pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan. mengantarkan anak didik pada pengalaman belajar yang bermakna. EVALUASI a.pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran agar dapat merangsang pikiran. menurut Gagne (dalam Sadiman. Buatlah satu model pembelajaran sesuai RPP yang telah Anda susun! F. mengaktifkan dan menyenangkan. Dalam sebuah proses Kegiatan Belajar Mengajar. Berbagai model dapat disimak pada tulisan di atas. Media pembelajaran berguna (1) menarik minat siswa terhadap materi pembelajaran yang disajikan. sehingga mengurang kesalahpahaman siswa dalam mempelajarinya. c. Media belajar sangat membantu mengurangi keabstrakan dari sebuah konsep materi yang sedang diajarkan.

D. 2002. Arsya. 1983. DAFTAR PUSTAKA Arief S Sadiman. 2005. Jawaban bebas asal model pembelajaran sesuai RPP yang telah disusun. N. Media Pengajaran. Tarsito Rusman. Raja Grafindo Persada Burden. G. 1996. (1996). Colin Marsh. Interaksi dan motivasi belajar-mengajar. Handbook for beginning teachers. dkk. dan Rivai. Jakarta: PT. Model-Model Pembelajaran. Wenitzky. New York: McGraw-Hill Companies. Media Pembelajaran. D. Strategi Mengajar Kontemporer. I. 2006. Media Pendidikan.A. second edition. Sudjana. J. M. 2005. Method for effective teaching. 2010. O. M. Dahlan. Bandung. E. Diponegoro Hamalik.. R. Bandung: Sinar Baru Algesindo 245 .. Bandung. P. 1984. Bandung. A. Arends. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.d. JICA . & Byrd. 2001. & Tannenboum. Bandung. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. dkk. Boston:Allyn and Bacon. M. Mulia Mandiri Press Sardiman. Sydney : Addison Wesley Longman Australia Pry Limited.. N. R. A. Model-Model Mengajar. (2004). A. Jakarta: Rajawali Suherman. Exploring teaching: An introduction to education.

elaborasi. dan Menyenangkan. Contextual Teaching and Learning merupakan Konsep pembelajaran yang membantu guru Mengaitkan antara materi yang diajarkannya dg situasi dunia nyata siswa (konteks pribadi. PAIKEM dan CTL adalah salah satu pendekatan atau model pembelajaran yang saat ini disarankan oleh pemerintah untuk diterapkan. Pertanyaan CTL dan PAIKEM. Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif. dan konfirmasi.(3) Penyusunan Rencana Pembelajaran Berbasis CTL. inspiratif. Pembelajaran berbasis kompetensi merupakan pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. A. minat. lingkungan fisik. di sekolah . dan bagaimana PAIKEM/CTL. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. dan peranserta masyarakat. dan Menempatkan siswa didalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajarinya dan sekaligus memperhatikan faktor kebutuhan individual siswa. Pada sesi ini akan secara khusus dibicarakan tentang konsep PAIKEM dan Contextual Teaching and Learning dalam lingkup: Apa. krativitas. 3. khususnya Bab 1 Ketentuan Umum pasal 1. 4 dan Bab 5 tentang Peserta Didik Pasal 12.CTL Lembar Kerja: (1). pembelajaran yang efektif. Tujuan Khusus: Mampu memahami apa. B. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. dan kemadirian sesuai denganbakat. (2) mengidentifikasi Lingkungan dan Strategi Penciptaan Lingkungan PAIKEM-CTL yang berkualitas. Mampu menyusun RPP yang menggunakan model pembelajaran PAIKEM Mampu mengimplementasikan PAKEM/CTL dalam pembelajaran. dilaksanakan dan dikembangkan oleh sekolah-sekolah di Indonesia. sosial. mengapa. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap. Kritis /Kreatif. BAHAN DAN ALAT Tayangan presentasi power point (electronic file) Bahan untuk Peserta: Handout bahan presentasi PIKEM . Inspiratif/Interaktif /Inovatif. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. kultural). pengetahuan. menantang. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Sebab PAIKEM dan CTL telah termaktub dalam UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003. dan Bagaimana. Mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan-nya dalam konteks kehidupan mereka sehari-hari.BAB IX PEMBELAJARAN PAIKEM Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain: manajemen yang kuat. dan keterampilannya. menyenangkan. Efektif.\ 246 . Mengapa. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Tujuan Umum: Peserta mampu Memahami karakteristik PAIKEM/CTL dan mengimplementasikannya dalam pembelajaran.

Pada tahap ini. pesera berdiskusi dalam kelompok dengan mengerjakan tugas yang ada dalam Lembar Kerja. D. Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne (1985) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. PERTANYAAN Apa itu PAIKEM dan CTL Apa yang melandasi penerapan PAIKEM-CTL? Apa yang harus dipersiapkan guru/sekolah untuk menerapkan Pembelajaran PAIKEMCTL? Solusi apa yang bisa ditempuh untuk mengembangankan Pembelajaran PAIKEM-CTL yang bermutu? JAWABAN 4. LANGKAH KEGIATAN Fasilitator menjelaskan tentang kompetensi dasar dan indakator yang harus dikuasai peserta. termasuk memberikan kegiatan ice breaker. hal utamanya adalah penyampaian penjelasan pentingnya sesi ini dan kaitannya dengan pelaksanaan proses pembelajaran. yaitu menyangkut pengembangan pembelajaran PAIKEM. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. yaitu: (1) belajar isyarat. Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek. tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. No 1.C. 3. (2) stimulus-respon. 2. Kemudian menjelaskan skenario atau tahapan kegiatan yang akan dilakukan dalam sesi ini. dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. Latar Belakang Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. dengan memberikan ide-ide. dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. Diskusi Pada tahap ini. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi. (3) 247 . Guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya.

pemahaman. dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah. sumber belajar. kemampuan berpikir. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. siswa berusaha menyeleksi dan menggunakan aturan-aturan yang telah dipelajari terdahulu untuk membuat formulasi pemecahan masalah. (5) membedakan. pengamatan. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Belajar dan Pembelajaran Belajar dan pembelajaran merupakan konsep yang saling berkaitan. Oleh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tergantung pada pendekatannya. peran. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. sistem instruksional. pemecahan masalah. sistem informasi. Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara optimal. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL). Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. (3) tidak 248 . dan kemadirian sesuai denganbakat. (4) rangkaian verbal. mencakup pengetahuan. tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu. dan konfirmasi. Di lihat dari urutan belajar. menantang. Pembelajaran Pembelajaran Terpadu. penelitian sederhana. Karakteristik ini berhubungan dengan apa yang menjadi fokus dan mendapat tekanan dalam pembelajaran. media. dan aktivitas guru. Pendekatan pembelajaran berfokus pada masalah meliputi masalah personal. dll. pengalaman siswa. E. Proses perubahan tingkah laku merupakan upaya yang dilakukan secara sadar berdasarkan pengalaman ketika berinteraksi dengan lingkungan. (6) pembentukan konsep. sosial. minat. krativitas. inspiratif.rangkaian gerak. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok. (2) perubahan dalam belajar bersifat sinambung dan fungsional. atau pendekatan pembelajaran yang berfokus pada teknologi. Lebih jauh Gagne (1985) mengemukakan bahwa kata-kata seperti penemuan (discovery) dan kreativitas (creativity) kadang-kadang diasosiasikan sebagaii pemecahan masalah. Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. elaborasi. Konsep Dasar Pembelajaran 1. dan sebagainya. Perubahan yang terjadi memiliki karakteristik: (1) perubahan terjadi secara sadar. lingkungan. Pendekatan pembelajaran berfokus pada guru yang meliputi fungsi. belajar pemecahan masalah adalah tipe belajar paling tinggi karena lebih kompleks. Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. aktivitas. Tingkah laku yang berubah sebagai hasil proses pembelajaran mengandung pengertian luas. (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). Pola tingkah laku yang terjadi dapat dilihat atau diamati dalam bentuk perbuatan reaksi dan sikap secara mental dan fisik. menyenangkan. sikap. eksperimen. Dalam tipe belajar pemecahan masalah. Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. Ada pendekatan pembelajaran yang berfokus pada siswa yang meliputi perkembangan. Setiap pendekatan memiliki ciri-ciri dasar atau karakteristik sendiri. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan.

Guru harus dapat melaksanakan proses pembelajaran. Dengan demikian diperlukan kegiatan pembelajaran yang disiapkan oleh guru. Raka Joni. dan keadaan masyarakat). Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). oleh sebab itu guru harus memiliki persiapan mental. Adapun yang termasuk faktor eksternal adalah: lingkungan sekolah. materi. yaitu kondisi dalam proses belajar yang berasal dari dalam diri sendiri. Ada beberapa hal yang termasuk faktor internal. dan (6) mencakup seluruh aspek perubahan tingkah laku. Faktor internal. minat.bersifat sementara. waktu. Faktor yang memengaruhi proses pembelajaran terdiri dari faktor internal dan eksternal. Pembelajaran merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik. sikap. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. (5) memiliki arah dan tujuan. 1991). melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). Pada hakikatnya belajar dilakukan oleh siapa saja. sosio kultural. Dalam hal ini proses belajar diharapkan terjadi secara optimal pada peserta didik melalui cara-cara yang dirancang dan difasilitasi oleh guru di sekolah. 1992). penguasaan bahan. sehingga terjadi perubahan tingkah laku. dan dikendalikan pelaksanaannya (Miarso. bakat (aptitude). dengan memperhitungkan kejadiankejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadian-kejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik (Winkel. keluarga dan masyarakat (keadaan sosio-ekonomis. dan mental. metode. Oleh karena itu pembelajaran perlu dirancang. dan perbuatan. Sehingga diperlukan strategi yang tepat dan efektif. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. 1993) Proses pembelajaran yang berhasil guna memerlukan teknik. 1985). keterampilan (kecakapan). yaitu: kecerdasan. adalah kondisi di luar individu peserta didik yang mempengaruhi belajarnya. motivasi. Faktor 249 . yaitu pengetahuan. antara lain keluarga dan lingkungan pergaulan di masyarakat. dan motivasi kerja. baik anak-anak maupun manusia dewasa. Faktor eksternal. (4) bersifat positif dan aktif. dan sumber daya. kondisi fisik. Keberhasilan belajar peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan pribadi guru sebagai pengelola kelas. Pengaturan peristiwa pembelajaran dilakukan secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuat berhasil guna (Gagne. dan kondisi agar terjadi proses belajar pada anak-anak. kondisi fisik. ditetapkan tujuannya sebelum dilaksanakan. peserta didik. kesesuaian antara tugas dan tanggung jawab. Faktor eksternal adalah kondisi yang timbul atau datang dari luar pribadi guru. Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. Pada kenyataannya ada kewajiban bagi manusia dewasa atau orang-orang yang memiliki kompetensi lebih dahulu agar menyediakan ruang.

media. dan bahan cukup. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. lingkungan sosial. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. Berdasarkan pendekatan yang digunakan. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut.lingkungan. alokasi waktu terbatas. yang dimaksud adalah faktor lingkungan alam. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. Oleh karena itu tidak ada strategi yang tepat untuk semua kondisi dan karakteristik yang dihadapi. pengetahuan dan keterampilan. a. secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. a. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. materi pembelajaran tidak terlalu luas. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. c. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. b. Resitasi. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. dan e. dan alokasi waktu cukup tersedia. Metode yang digunakan adalah ceramah 250 . Guru diharapkan mampu memilah dan memilih dengan tepat strategi yang digunakan agar hasil pembelajaran efektif dan maksimal. d. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. serta karakteristik peserta didik dan sumber daya yang dimiliki. alat. dan lingkungan sekolah. Preparasi. sedangkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry). e. sumber referensi. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. sumber referensi terbatas. d. Pemilihan strategi ekspositori atau diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan karakteristik kompetensi yang menjadi tujuan yang terdiri dari sikap. a. c. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. b. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b.

Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. eksperimen. observasi di sekolah. 2. pengetahuan. Metode yang digunakan adalah observasi. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. atau demonstrasi. 3. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan 251 . Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap. diskusi kelas. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. Efektif. atau simulasi. demonstrasi. 1. Inspiratif/Interaktif/Inovatif. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). 2. demonstrasi. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. observasi lingkungan. diskusi kelompok. Desain Pembelajaran PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. presentasi. diskusi kelas. simulasi. diskusi kelas. dan keterampilannya. SMP terdiri dari 40 menit. tanya jawab. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP). kegiatan tugas terstruktur. PAIKEM Sebagai Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. dan Menyenangkan. Metode yang digunakan seperti penugasan. Kritis /Kreatif. ekplorasi. presentasi. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. eksperimen. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. tutor. dan sebagainya. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. teman belajar. atau proyek. Dalam PAIKEM digunakan prinsipprinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. tanya jawab. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. atau simulasi. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. observasi di sekolah. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. eksperimen.atau presentasi. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. peran guru sebagai fasilitator. diskusi kelompok. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. dan tanya jawab. kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka. Sekolah standar. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif.

observasi lingkungan. c. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. d. eksperimen. bahwa setiap siswa itu belajar dengan caranya sendiri berbeda dari siswa lainnya. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. atau proyek. Brainstorming merupakan teknik sederhana lainnya yang dapat melibatkan semua siswa di dalam kelas untuk berdiskusi. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. Pembelajaran aktif merujuk pada teknik yang di dalamnya siswa berbuat lebih dari sekedar mendengarkan. diskusi kelompok. Minute Papers memberikan peluang kepasa siswa untuk mensintesiskan pengetahuannya dan menjawab pertanyaan seperti apa hal yang paling penting yang telah dipelajari hari ini? Apa pertanyaan yang masih belum terjawab? Dan pertanyaan lainnya yang menyangkut kegiatan belajar mengajar yang telah dilaluinya. Pembelajaran aktif itu didasarkan atas dua asumsi: pertama. dan tanya jawab. simulasi. dan sebagainya. guru dapat memberikan sebuah pertanyaan yang dari situ siswa diberi waktu untuk secara bebas menuliskan jawabannya. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). Berikan waktu kepada siswa untuk memikirkan tentang sebuah topik. berdiskusi dengan teman sebelahnya. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. Think-pair-share merupakan kegiatan sederhana di kelas. cooperating. diskusi kelas.pembelajaran yang dirancang oleh guru. memproses dan menerapkan informasi. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. Metode yang digunakan adalah observasi. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. sumber referensi terbatas. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguhsungguh. Writing activities merupakan peluang bagi siswa untuk berpikir dan memproses informasi yang dimilikinya. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. yaitu relating. alokasi waktu terbatas. Dengan 252 . Berikut ini adalah beberapa teknik yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar yang aktif. Siswa berbuat sesuatu seperti menemukan. experiencing. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. dan berbagai hasilnya dengan teman lain di kelasnya. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. dan e. ekplorasi. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. Misalnya sebagai tambahan ke kegiatan Minutes Papers di atas. bahwa belajar itu secara alami merupakan upaya aktif. dan kedua. b. applying. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. Dalam menggunakan pendekatan pembelajaran aktif itu guru bisa menghadapi beberapa kesulitan baik bagi guru maupun siswa yang memang tidak terbiasa dengan bentuk pengajaran seperti itu. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Tentu saja guru juga bisa memberikan topik untuk menjadi bahan yang akan ditulis oleh siswanya.

solving puzzles. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. d. dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. memecahkan masalah. langkah yang sebaiknya diambil. mysteries. Mereka menggambarkannya dengan menggunakan lingkaran dan garis penghubung. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Kegiatan ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan. dan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Prinsip pembelajaran berbasis kompetensi adalah sebagai berikut: a. guru dapat meminta masukan dari siswanya dan mencatat masukan-masukan itu pada papan tulis. dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. group competitions. potensi. Debates yang ditampilkan di kelas bisa menjadi alat yang efektif dalam mendorong siswa untuk berpikir tentang sesuatu dari arah yang berbeda-beda. kesulitan maupun ancaman. Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu. dan lain sebagainya. menarik keputusan. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap. Games merupakan teknik yang biasanya menarik banyak siswa.mengetengahkan sebuah topik. Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. e. kecakapan sistematis dalam menilai. Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. dan mengembangkan keterampilan untuk berkolaborasi dengan orang lain. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial. Case studies biasanya menggunakan ceritera nyata dari kehidupan sehari-hari yang terjadi pada masyarakat di lingkungan siswa itu sendiri. kreatif. sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis. memberi keyakinan. dan hubungan antara konsep. dan kecepatan belajar yang beragam. Hal ini akan memberikan wawasan tentang situasi nyata. gagasan. berbagi pandangan. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur. dalam sekolah. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya 253 . atau atau yang terjadi pada seseorang di antara siswa itu. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. Bisa termasuk didalamnya matching. dengan frase yang dapat menghubungkan pada garis-garis tersebut. Group work dapat menjadi peluang bagi setiap siswa untuk berbicara. Peserta didik memiliki karakteristik. b. pengetahuan. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya. Concept mapping membantu siswa untuk bisa menciptakan representasi visual dari model. c. dalam keluarga.

memberi keyakinan. serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. aktivitas. G. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • Siswa belajar banyak melalui berbuat • Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. 2. wabah penyakit. kecakapan sistematis dalam menilai. dsb. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. Komunikasi. Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. memecahkan masalah menarik keputusan. ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). interaksi dan refleksi. umpamanya masalah kemiskinan. Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. kegagalan panen. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. pengalaman dan kemandirian siswa. bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi o Makna yang terbangun semakin mantap o Kualitas hasil belajar meningkat 4. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik. f. kejahatan. komunikasi. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). Dalam pembelajaran pemecahan masalah. 254 . atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. pemalsuan produk. F. dan diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. maka pembelajaran yang berfokus pada siswa. kemacetan lalu lintas. Interaksi. pembusukan makanan. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. 1. bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3. makna. Karakteristik PAIKEM Sesuai dengan singkatan PAIKEM.sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir.

maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. perhatian. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. IPA Terpadu. kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. persepsi. retensi. Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. observasi di sekolah. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. 2. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. atau simulasi. Pembelajaran berbasis TIK (ICT). diskusi kelas. Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL). presentasi. tanya jawab. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. 1. presentasi. Metode yang digunakan seperti penugasan. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). SMP terdiri dari 40 menit. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. Tanggung jawab belajar. memang berada pada diri siswa. kegiatan tugas terstruktur. teman belajar. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara lain dengan Lesson Study. atau proyek. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri 255 . IPS Terpadu). tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. demonstrasi. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit. motivasi. dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. H. Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP). Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. atau demonstrasi. I. diskusi kelas. diskusi kelompok. tutor. dan transfer dalam belajar. Pembelajaran Terpadu (Tematik. Penerapan PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. eksperimen. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. observasi lingkungan. peran guru sebagai fasilitator. Sekolah standar.• • • • • mengapa demikian? apakah hal itu berlaku untuk …? Untuk perbaikan gagasan/makna Untuk tidak mengulangi kesalahan Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. tanya jawab.

sumber referensi. Namun demikian ceramah atau b. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. c. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. observasi lingkungan. alokasi waktu cukup tersedia. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. demonstrasi. atau simulasi. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. media. applying. yaitu relating. d. b. Resitasi. dan e. alokasi waktu terbatas. dan e. diskusi kelas. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. 3. sumber referensi terbatas. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak.dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru. Preparasi. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. a. alat. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. c. cooperating. dan tanya jawab. 256 . materi pembelajaran tidak terlalu luas. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. a. experiencing. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. d. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. dan bahan cukup. observasi di sekolah. eksperimen. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. atau proyek. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c.

Siswa belajar dengan baik apabila mereka secara aktif dapat mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka tentang apa yang diajarkan oleh guru. Berpijak pada dua pandangan itu. Melalui strategi. Untuk itu. 6. Filosofi pembelajaran kontekstual berakar dari paham progressivisme John Dewey. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta.presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. 257 . 3. diskusi kelompok. PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL A. Penumbuhan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar. simulasi. Melalui landasan filosofi konstruksivisme. siswa menunjukkan belajar dalam bentuk apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan. Intinya. Sejauh ini pendidikan kita masih di dominasi oleh pandangan bahawa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. 2. CTL dipromosikan menjadi alternatif strategi belajar yang baru. 5. Dasarnya pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari konteks yang terbatas dan sedikit demi sedikit. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. Harus ada kerja sama antara sekolah dan masyarakat. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis Penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Amerika Serikat bermula dari pandangam ahli pendidikan klasik John Dewey yang pada tahun 1916 mengajukan teori kurikulum dan metodologi pengajaran yang berhubungan dengan pengalaman dan minat siswa. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. 4. dan sebagainya. Sekolah progresif harus merupakan laboratorium untuk melakukan eksperimen. Siswa akan belajar dengan baik apabila mereka terlibat secara aktif dalam segala kegiatan di kelas dan berkesempatan untuk menemukan sendiri. Metode yang digunakan adalah observasi. diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. ekplorasi. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Siswa harus bebas agar dapat berkembang wajar. eksperimen. kemudian ceramah sebagai pilihan utama strategi belajar. Selain teori progressivisme John Dewey. teori kognitif melatarbelakangi pula filosofi pembelajaran kontekstual. filosofi konstruksivisme berkembang. Guru sebagai pembimbing dan peneliti. tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkontruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. siswa akan belajar dengan baik apabila apa yang mereka pelajari berhubungan dengan apa yang telah mereka ketahui. Siswa yang harus mengkontruksikan sendiri pengetahuannya. Pokok-pokok pandangan progressivisme antara lain: 1. Belajar dipendang sebagai usaha atau kegiatan intelektual untuk membangkit ide-ide yang masih laten melalui kegiatan introspeksi. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. siswa diharapkan belajar melalui mengalami bukan menghafal. serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat dalam proses belajar di sekolah.

258 . bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan di kelas. Dengan paham kontruksivisme. Belajar adalah proses pemaknaan informasi baru 2. Siswa diharapkan memapu mempraktikkan pengetahuan /pengalaman yang telah diperoleh dalam konteks kehidupan. pengetahuan bersifat non-objektif. Otak atau akal manusia berfungsi sebagai alat untuk melakukan interpretasi sehingga muncul makna yang unik. Beberapa proposisi yang dapat dikemukakan sebagai implikasi dari teori kontruktivistik dalam praktek pembeljaran di sekolah-sekolah kita sekarang adalah sebagai berikut: 1. Strategi belajar yang digunakan menentukan proses dan hasil belajar. sosial. Tujuan pembelajaran konstruktivistik menekankan pada penciptaan pemahaman yang menuntut aktivitas yang kreatif dan produktif dalam konteks nyata. paham konstruktivistik menolak pandangan behavioristik. Belajar pada hakikatnya memiliki aspeksosial dan budaya. B. Dengan demikian. Belajar adalah pemaknaan pengetahuan. siswa dapat memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari. Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalam belajar bermakna. Karena penekanannya pada siswa aktif. konsep. teori kontruksivisme memandang siswa secara terus menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturanaturan lama dan memperbaiki aturan-aturan yang tidak sesuai lagi. bukan perolehan pengetahuan dan mengajar diartikan sebagain kegiatan atau menggali makna. Kebebasan merupakan unsur esensial dalam lingkungan belajar. 4. berubah dan tidak menentu. dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya. Kerja kelompok dianggap sangat berharga. Siswa diharapkan juga melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut. Di dalam kelas yang pengajarannya terpusat kepada siswa. maka strategi kontruksivis sering disebut pengajaran yang berpusat pada siswa (student-centered instruction). siswa diharapkan dapat membangun pemahaman sendiri dari pengalaman/pengetahuan terdahulu. bukan memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar. Teori konstruksivis menuntut siswa berperan aktif dalam pembelajaran mereka sendiri. 3.Menurut filosofi konstruktivisme. Segala sesuatu bersifat temporer. dan selalu berubah. 5. peranan guru adalah membantu siswa menemukan fakta. kebebasan dipandangan sebagai penentu keberhasilan karena kontrol belajar dipegang oleh siswa sendiri. Hakikat teori kontruksivisme adalah bahwa siswa harus menjadikan informasi itu menjadi miliknya sendiri. Pengertian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. atau prinsip bagi diri mereka sendiri. Dalam pandangan kontruksivistik. Dengan demikian. Pemahaman ini diperoleh siswa karena ia dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas yang merupakan unsur yang sangat esensial. temporer.

2. Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidu-pan mereka sehari-hari. langkah-langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut: 1. Sesu-atu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. D. 4. dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Proses pembelajaran berlangsung lebih alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. experiencing. cooperating. Kerjasama. Lakukan penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) dengan berbagai cara. menemukan (inquiri). pemodelan (modeling). Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. 6.CTL merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. 6. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. Lakukan refleksi di akhir pertemuan. yaitu relating. 4. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Karakteristik Pembelajaran CTL 1. bidang studi apa saja. Dengan konsep ini. tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Menyenangkan. Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. Langkah-langkah CTL CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja. Pembelajaran terintegrasi. C. 3. dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual. Secara garis besar. bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. 5. yakni: konstruktivisme (constructivism). Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja ber-sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif. Ciptakan masyarakat belajar. 3. tidak membosankan. 5. 2. Dalam kelas kontekstual. applying. Saling menunjang. Menggunakan berbagai sumber. 7. 259 . bertanya (questioning). masyarakat belajar (learning community). dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran. Belajar dengan bergairah. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah.

memberi keyakinan. 11. laporan hasil pratikum. Berpikir kritis dan kreatif (critical dan creative thinking) Pembelajaran kontekstual membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. 2. yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. Atau sejarah dengan pengalamannya mereka sendiri. peta-peta. yang dapat di uraikan sebagai berikut: 1. program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru. Bekerjasama (collaborating) Siswa dapat bekerja sama.7. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. Mengkaitkan pembelajaran dengan kehidupan seseorang membuat proses belajar menjadi hidup dan keterkaitan inilah inti dari CTL. media untuk mencapai tujuan tersebut. Ketika siswa dapat mengkaitkan isi dari mata pelajaran akademik. 10. Siswa kritis guru kreatif. dan makna memberi mereka alasan untuk belajar. membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. mereka menemukan makna. berpikir kritis dan berpikir kreatif. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (jelas dan operasional). merupakan pembelajaran yang aktif. 9. ilmu pengetahuan alam. humor dan lain-lain. materi pembelajaran. Pembelajaran yang diatur siswa sendiri. memberi kebebasan kepada siswa menggunakan gaya belajarnya sendiri. Sharing dengan teman. melibatkan kegiatan menghubungkan masalah ilmu dengan kehidupan seharihari dengan cara-cara yang berarti bagi siswa. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections) Keterkaitan yang mengarah pada makna adalah jantung dari pembelajaran dan pengajaran kontekstual. 5. 3. Melakukan kegiatan-kegiatan yang berarti (doing significant works) Model pembelajaran ini menekankan bahwa semua proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas harus punya arti bagi siswa sehingga mereka dapat mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan siswa. 4. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental 260 . dan authentic assessment-nya. langkah-langkah pembelajaran. Beberapa komponen utama dalam pembelajaran Kontekstual menurut Johnson (2000: 65). Dalam program tercermin tujuan pembelajaran. gambar. Dalam konteks itu. Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. 8. Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa. program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya. mandiri. sedangkan program untuk pembelajaran kontekstual lebih menekankan pada skenario pembelajarannya. karangan siswa dan lain-lain Dalam pembelajaran kontekstual. kecakapan sistematis dalam menilai. membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi. Belajar yang diatur sendiri (self-regulated Learning) Pembelajaran yang diatur sendiri. Siswa aktif. Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa. artikel. memecahkan masalah menarik keputusan.

Ia mengembangkan keterampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. Yasin dan Senduk. sikap. E. Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards) Pembelajaran kontekstual diarahkan agar siswa berkembang secara optimal. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya. Pendekatan ini mencakup pengumpulan informasi yang berkaitan dengan pertanyaan. Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nuturing the individual) Dalam pembelajaran kontekstual siswa bukan hanya mengembangkan kemampuan-kemampuan intelektual dan keterampilan. minat. Guru dalam pembelajaran kontekstual juga berperan sebagai konselor. tetapi juga aspek-aspek kepribadian: integritas pribadi. serta untuk memperoleh pegetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. disiplin. 5. 1. Strategi Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menempatkan siswa di dalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari (Nurhadi. Belajar Berbasis Kerja (Work-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran berbasis sekolah dan bagaimana materi tersebut dipergunakan kembali di tempat kerja. motif berprestasi. dan mentor. Belajar Berbasis Inquiry (Inquiry-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan menyediakan kesempatan untuk pembelajaran bermakna. Tugas dan kegiatan yang akan dilakukan siswa harus sesuai dengan minat. 2004: 56). dan mempresentasikan penemuannya kepada orang lain. mencapai keunggulan (excellent). Belajar berbasis Proyek/Tugas (Project-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran komprehensif di mana lingkungan belajar siswa (kelas) didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran. 6. 7. kebutuhan dan kemampuannya. Tiap siswa bisa mencapai keunggulan. Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction) Suatu pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna. Strategi yang berasosiasi dengan pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut. asalkan dia dibantu oleh gurunya dalam menemukan potensi dan kekuatannya. 8. ketajaman pemahaman dalam mengembangkan sesuatu.untuk meningkatkan kemurnian. Menggunakan Penilaian yang otentik (using authentic assessment) Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan akademik baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. penilaian autentik memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sambil mempertunjukkan apa yang sudah mereka pelajari. dan mengkulminasikan dengan produk nyata. mensintesis. Dalam pengetahuan dan konsep yang esensi dari mata pelajaran. dsb. dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. Jadi dalam 261 . 2. 4. Belajar berbasis Masalah (Problem-Based Learning) Suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. 3. Penilaian autentik merupakan antitesis dari ujian standar. Dalam hal ini siswa terlibat dalam penyelidikan untuk pemecahan masalah yang mengintegrasikan keterampilan dan konsep dari berbagai isi materi pelajaran. tanggung jawab.

hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri. 3. 6. sedangkan dalam pembelajaran tradisional rumus itu ada di luar diri siswa. 7. pendekatan ini menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru yang diperlukan dan berbagi keterampilan untuk memenuhi kebutuhan dalam masyarkat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. 5. sedangkan dalam pemebelajaran tradisional pembelajaran sangat abstrak. Belajar Kooperatif (Cooperatif Learning) Pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan. Dalam pembelajaran kontekstual. bahasa diajarkan dengan pendekatan komunikatif.. sedangkan dalam pembelajaran tradisional ketrampilan dikembangkan atas dasar latihan. 8. Belajar Berbasis Jasa-Layanan (Service Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengkombinasikan jasa layanan masyarakat dengan suatu struktur berbasis sekolah untuk merefleksikan jasalayanan tersebut. tempat kerja atau sejenisnya dan berbagai aktifitas dipadukan dengan materi pelajaran untuk kepentingan siswa. jadi menekankan hubungan antara pengalaman jasa-layanan dan pembelajaran akademis. diterima dan dilafalkan. keterampilan dibangun atas kesadaran diri. F. Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. dan dilatihkan. perilaku dibangun atas kesadaran sendiri sedangkan dalam pembelajaran tradisional perilaku dibangun atas kebiasaan. dan membawa skemata masing-masing ke dalam proses 262 . Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. yang harus dikembangkan.hal ini. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran Tradisional Terlihat jelas perbedaan proses pembelajaran kontekstual yang berpijak pada pandangan kontrukstivisme dengan pembelajaran tradisional yang berpijak padangan behaviorisme-objektivis. 7. pemahaman rumus dikembangkan atas dasar skemata yang sudah ada dalam diri siswa. ikut bertanggungjawab atas terjadinya proses pembelajaran yang efektif. seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia sadar hal itu keliru dan merugikan. kemudian dilatihkan (drill). 10. yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata. 2. saling mengoreksi. sedangkan dalam pembelajaran tradisional seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia takut hukuman. sedangkan dalam pembelajaran tradisional. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa adalah penerima informasi yang pasif. Dalam pembelajaran kontekstual. 4. Dalam pembelajaran kontekstual. pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau masalah yang disimulasikan. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa belajar secara individual. sedangkan dalam pembelajaran tradisional hadiah untuk perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor. siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok.. diskusi. 9. Dalam pembelajaran kontekstual. bahasa diajarkan dengan pendekatan struktural: rumus diterapkan sampai paham. siswa menggunakan kemampuan berpikir kritis. Dalam pembelajaran kontekstual. Menurut Sanjaya (2006 : 256) ada beberapa perbedaan yang dapat diuraikan sebagai berikut: 1. 6. Dalam pembelajaran kontekstual. terlibat penuh dalam pengupayakan terjadinya proses pembelajaran yang efektif. siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Dengan kata lain.

tengah semester atau akhir unit.pembelajaran sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa secara pasif menrima rumus atau kaidah (membaca. karena mengevaluasi apa yang secara nyata dilakukan dan dihasilkan oleh para siswa. konsep. bertanya (questioning). biasanya hanya digunakan tes. pemodelan (modeling) refleksi (reflection). bahwa evaluasi dengan menggunakan tes tidak bisa digunakan. menghapal). makalah. Setiap saat terjadi perubahan dan perkembangan pada para siswa. baik berupa rancangan. penelitian. atau hukum yang brada di luar diri manusia. Dalam evaluasi hasil pembelajaran. 11. karena evaluasi dengan menggunakan tes. mencatat. rangkuman. atau kaidah yang siap 263 . Konstruktivisme (Constructivism) Konstruktivisme merupakan landasan berpikir pendekatan kontekstual. Evaluasi terhadap proses pembelajaran dan hasil karya merupakan evaluasi otentik. masyarakat belajar (learning community). sedikit sekali atau bahkan hampir tidak ada. H. menyeluruh dan terus menerus. pengetahuan yang dimiliki oleh manusia dikembangkan oleh manusia itu sendiri. hasil karya dan portfolio. menemukan (inquiry). Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta. mengukur hasil pembelajaran pada akhir periode. G. maka makin mendekati evaluasi otentik. tetapi pada bidang atau aspek lainnya sedikit. melaksanakan maupun melaporkan hasil kegiatannya. berbentuk tes obyektif atau essay. percobaan. Evaluasi dilakukan pada waktu para siswa merencanakan sesuatu kegiatan. Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas Ada tujuh komponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual dikelas. model. dan penilaian sebenarnya (authentic assessment) 1. dan penyelesaian soal. pengamatan. lisan. merupakan wujud dari perkembangan dan kemampuan hasil belajar mereka. maka dalam evaluasi proses juga digunakan evaluasi perbuatan (pengamatan). karena dilakukan oleh guru kontekstual sepanjang proses pembelajaran. Perubahan dan perkembangan bidang atau aspek tertentu mungkin sangat banyak/tinggi. tampa memberikan kontribusi ide dalam proses pembelajaran. Portfolio merupakan kumpulan dokumen yang disusun secara sistematik dan terarah yang menggambarkan perkembangan atau kemajuan siswa dalam bidang tertentu. yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tiba-tiba. Ketujuh komponen itu adalah konstruktivisme (constructivism). mendengarkan. Bagaimana siswa melakukan berbagai kegiatan tersebut serta hasil-hasil yang mereka tunjukkan. pemecahan masalah. konsep. Hal ini tidak berarti. Perubahan atau perkembangan tersebut mungkin berkenaan dengan aspek yang menjadi tujuan atau terumuskan dalam tujuan pembelajaran. laporan. Dalam pembelajaran kontekstual. Evaluasi juga dilakukan pada waktu siswa berdiskusi. Manusia menciptakan atau membangun pengetahuan dengan cara memberi arti dan memahami pengalamannya sedangkan dalam pembelajaran tradisional pengetahuan adalah penangkapan terhadap serangkaian fakta. melakukan latihan. Evaluasi Otentik Sebagai Ciri Penilaian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menuntut evaluasi yang bersifat komprehensif. ataupun hasil pemecahan dan jawaban soal. mengerjakan tugas. akhir semester. yaitu pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit demi sedikit. evaluasi kenyataan. Makin pendek periode waktu pembelajaran yang dievaluasi. gambar.

Masyarakat Belajar (learning community) Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerja sama dengan orang lain. Untuk itu tugas guru adalah memfasilitasi proses tersebut dengan : (1) menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa. (3) membangkitkan respon pada siswa. questioning dapat diterapkan antara siswa dengan siswa. 3. selalu bermula dari bertanya karena bertanya merupakan strategi utama pembelajaran yang produkstif. antara siswa dengan guru. (7) untuk membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa. guru. juga dengan orang-orang yang diluar sana semua adalah anggota masyarakat belajar. (3) mengajukan dugaan. antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas dan sebagainya.untuk diambil dan diingat. strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan. dan bergelut dengan ide-ide. Dalam kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hanya hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi juga hasil dari menemukan sendiri. adapun langkah-langkah kegiatan menemukan sendiri adalah: (1) merumuskan masalah dalam mata pelajaran apapun. (2) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri. guru disarankan dalam melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar. teman kelas. Dalam pandangan konstruktivisme. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. yang lebih menekankan pada hasil pembelajaran. Menemukan (inquiry) Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual.laporan. (2) bertanya. Tetapi siswa harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. dan apabila dikehendaki informasi itu menjadi milik mereka sendiri. kegiatan bertanya berguna untuk: (1) menggali informasi baik administrasi maupun akademik. (5) penyimpulan. dan antara yang tahu ke yang belum tahu. di sekitar sini. (2) mengecek pemahaman siswa. (2) mengamati atau melakukan observasi. Kata kunci dari strategi inquiry adalah siswa menemukan sendiri. dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. antara guru dan siswa. 4. gambar. Esensi dari teori kontruksivisme adalah ide bahwa siswa harus menemukan dan mentransfomasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain. bagan tabel. (3) menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan. 2. (5) mengetahui halhal yang sudah diketahui siswa. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang 264 . dan karya lainnya. atau audience lainnya. Dengan dasar ini pembelajaran harus dikemas menjadi proses mengkontruksi bukan menerima pengetahuan. Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah. (4) mengetahui sejauh mana keingin tahuan siswa. (6) memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru. Bertanya (questioning) Pengetahuan yang dimiliki seseorang. kelompok. Di ruang kelas ini. Siklus inquiry adalah (1) observasi. Pada semua aktivitas belajar. (8) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa. (4) pengumpulan data. dan (4) mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca. Hasil belajar didapat dari berbagi antara kawan. yaitu siswa harus mengkontruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. Landasan berpikir konstruktivisme agak berbeda dengan kaum objektif.

(4) berkesinambungan. atau guru mengadakan kolaborasi dengan mendatangkan seorang ahli ke kelas. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui oleh guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran yang benar. Permodelan (modelling) Dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu. Berikan contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis CTL pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA 265 . Refleksi (reflection) Refleksi adalah cara berfikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakang tentang apa-apa yang sudah kita lakukan dalam hal belajar di masa lalu. Dalam pendekatan kontekstual guru bukan satusatunya model. maka penilaian tidak dilakukan diakhir periode seperti akhir semester. yang tahu memberitahu yang belum tahu. yang mempunyai gagasan segera memberikan usul dan seterusnya. Model itu. Karena gambaran tentang kemajuan belajar itu diperlukan disepanjang proses pembelajaran. siswa contoh tersebut dikatakan sebagai model. dengan begitu guru memberi model tentang bagaimana belajar. misalnya cara melafalkan suatu kata. yang cepat menangkap mendorong temannya yang lambat. (5) terintegrasi. tetapi bisa juga teman lain atau orang lain. (3) yang diukur keterampilan dan performasi. bukan melalui hasil. Kemajuan belajar dinilai dari proses. yang merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelummnya. (6) dapat dipergunakan sebagai feed back. aktivitas. baik keanggotaan. Karakteristik penilaian sebenarnya adalah (1) dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. ada model yang bisa ditiru. Dengan demikian pembelajaran yang benar memang seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa agar mampu mempelajari (learning how to learn) sesuatu. 7. 6. seorang siswa dapat ditunjuk untuk memberikan contoh temannya. bukan ditekankan pada diperolehnya sebanyak mungkin informasi diakhir periode pembelajaran. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa. Refleksi merupakan respons terhadap kejadian. Tes hanyalah salah satunya. Kelompok siswa bisa sangat bervariasi bentuknya. bukan hanya mengingat fakta. 5. Siswa mengendapkan apa yang dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru. maka guru segera bisa mengambil tindakan yang tepat agar siswa terbebas dari kemacetan belajar.anggotanya heterogen. Penilai tidak hanya guru. memberi peluang yang besar bagi guru untuk memberi contoh cara mngerjakan sesuatu. jumlah. atau pengetahuan yang baru diterima. Penilaian Sebenarnya (authentic assessment) Assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran belajar siswa. Apabila data yang dikumpulkan guru mengidentifikasikan bahwa siswa mengalami kemacetan dalam belajar. (2) bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif. dan dengan berbagai cara. bahkan bisa melibatkan siswa di dalam kelas atasnya. itulah hakekat penilaian yang sebenarnya. Yang pandai mengajari yang lemah. siswa lain dapat menggunakan model tersebut sebagai standar kompetensi yang harus dicapai.

Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya. e. Selain itu. berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. Anak desa. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan PAIKEM a. Berdasarkan pengalaman. berpasangan. dapat membantu guru dalam pembelajaran karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. c. dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan. karangan. tugas guru adalah mengembangkannya. puisi. Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. Inovatif. atau kelompok. tersebut. anak orang kaya. diagram. Kritis untuk menganalisis masalah.I. model. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. benda asli. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat. atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. dan ditata dengan baik. melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. anak orang miskin. Oleh karena itu. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. berapa. 266 . Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang d. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu. anugerah Tuhan. Dalam PAIKEM (Pembelajaran Aktif. kapan”. anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Mengenal anak secara perorangan Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud b. antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa. dan sebagainya. misalnya. anak kota. Pajangan dapat berupa gambar. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). Kedua jenis berpikir tersebut. anak Indonesia. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAIKEM. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. kreatif. guru mengajukan pertanyaan yang menantang. Namun demikian. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu). anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Dengan mengenal kemampuan anak. peta. kritis dan kreatif. Efektif dan Menyenangkan) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran.

atau takut dimarahi jika salah. Bagaimana caranya guru bisa membuat siswa tertarik untuk belajar dengannya dan akan ‘rindu’/menanti –nanti datangnya jam belajar pelajaran itu lagi. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. 2008). strategi apa. sok menjaga wibawa. Sering bertanya. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Selain itu. Mengapa PAIKEM perlu diterapkan? Salah satu yang dapat dilakukan guru adalah mengajar dengan pembelajaran yang aktif inovatif kreatif dan menyenangkan (PAIKEM). Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. takut disepelekan. guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. mencatat. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan (fisik.f. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka h. cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Banyak metode mengajar yang dapat di “paikemkan” sebenarnya. dan tentu saja akan lebih sangat dihargai lagi jika guru tersebut cerdas dalam bidangnya dan cerdas dalam mengelola kelas. metode. mempertanyakan gagasan orang lain. baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. tetapi melibatkan berbagai kegiatan maupun tindakan yang harus dilakukan. Oleh karena itu. mengklasifikasi. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAIKEM. Pemanfaatan lingkungan dapat mengembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera). atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. merumuskan pertanyaan. berhipotesis. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. memperlihatkan performance sedemikian rupa sehingga siswa akan sangat segan (baca:takut) kepadanya. bila menginginkan hasil belajar 267 . membuat tulisan. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). J. Di era globalisasi sekarang mestinya guru dapat mengajar dengan lebih menyenangkan. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Tidak malah sebaliknya siswa akan sakit perut jika mengingat akan bertemu dengan pelajaran dan guru tersebut Pada dasarnya belajar mengajar merupakan suatu proses yang rumit karena tidak sekedar menyerap informasi dari guru. dan membuat gambar/diagram g. tapi dalam melaksanakan di kelas guru melakukannya dengan paikem. ramah. Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan ‘PAIKEM’ (Agustina. saya pikir sekarang siswa justru lebih menghargai kepada guru yang bersahabat. (jangankan menegur dengan sopan melirik saja mungkin siswa tidak berani). Terserah gurunya mengajar dengan model. dan tidak zamannya guru mengajar jaim dan jumawa. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. sosial.

Dalam pendekatan ini. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ d. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Menurut Ramadhan (2008). mengolah. dan merumuskannya. untuk mengungkapkan gagasannya. Pada saat yang sama. pengetahuan itu merupakan bentukan siswa yang sedang belajar. Menurut teori ini dalam belajar siswa tidak hanya menghafal tapi harus memahami (Agustina. to discover things for themselves. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. manusia penurut. to wrestle with ideas”. secara garis besar. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. yang penting bagaimana siswa menggeluti bahan. Belajar pada intinya tertumpu pada kegiatan memberi kemungkinan kepada siswa agar terjadi proses belajar yang efektif agar dapat mencapai hasil yang sesuai tujuan. 2008). gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Pendekatan seperti ini disebut pendekatan ketrampilan proses dengan prinsip student active learning. termasuk cara belajar kelompok. J. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. menganalisis. misalnya:  Percobaan  Diskusi kelompok  Memecahkan masalah  Mencari informasi 268 . penerapan PAIKEM dalam pembelajaran dapat digambarkan sebagai berikut: a.yang lebih baik. menyenangkan. e. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. dan cocok bagi siswa. siswa dianggap orang yang belum tahu apa-apa dan mereka harus diberitahu oleh guru. Kemampuan Guru Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Kegiatan Belajar Mengajar Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam. They must work to solve problems. Dampaknya sistem pembelajaran lebih menekankan guru yang aktif dan siswa pasif menerima (Suparno. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. 1997). Cukup lama siswa dibuat menjadi korban untuk menjadi “yes people”. b. Pembelajaran lebih menekankan pada bagaimana membantu siswa aktif mengkonstruksi pengetahuan mereka dan bukan bagaimana memaksa siswa menerima segala sesuatu yanag diinformasikan oleh guru. dalam kurun waktu yang lama pendidikan digunakan “penguasa” untuk melestarikan sistem dan nilai yang menguntungkan mereka. Dalam sejarah pendidikan di negara kita. Dalam filsafat klasik itu. c. Dalam hal ini Slavin (1994) menyebutkan bahwa “ Learning is much more than memory for student to really understand and be able to apply knowledge. Dalam hal ini guru tidak dapat memaksakan “pengetahuannya” kepada siswa. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian. Sebaliknya menurut filsafat kontruktivisme.

• Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Guru dapat mengembangkan kreativitasnya dalam hal: teknik pengajaran. mencari rumus sendiri. Pendekatan pembelajaran PAIKEM dapat membawa angin perubahan dalam pembelajaran. Melalui:  Diskusi  Lebih banyak pertanyaan terbuka  Hasil karya yang merupakan anak sendiri • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. Guru dalam pembelajaran tidak hanya berperan sebagai pengajar dan pendidik juga berperan sebagai fasilitator. b. • Guru memberikan umpan balik. Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terusmenerus  Menulis laporan/cerita/puisi  Berkunjung keluar kelas Sesuai mata pelajaran.  Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri. atau wawancara  Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri  Menarik kesimpulan  Memecahkan masalah. penggunaan 269 . misalnya:  Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri  Gambar  Studi kasus  Nara sumber  Lingkungan Siswa:  Melakukan percobaan. Guru dan murid dapat mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran.Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam. pengamatan. Guru dan murid sama-sama aktif dan terjadi interaksi timbal balik antara keduanya. guru menggunakan. yaitu: a. • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari • Guru memantau kerja siswa. • Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari.

Yogyakarta: Andi Offset. 2006. Arifin. Metodologi Research. Sutrisno. Oemar. Jakarta: PT Bumi Aksarahlm. 2011.Prestasi Raya Pustakaraya. http://www. Iif khori dan Amri. Indikator Pembelajaran Paikem.html. 2005.smk3_banjarbaru@blogspot. Abd Al-Fattah.blogspot.wordpress. Djohar. 2002.com/ 2008/06/26/metodologi-pakem/. Inovatif. Jakarta: Darul Haq Dede Ajiz Kamaluddin. Yogyakarta: Andi ______. Suharsimi. Murid merasa senang dan nyaman dalam pembelajaran.http://tarmizi. Hamzah. Ghuddah. Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif dalam Kelas. 2000.com/2008/11/07/menjadi-guru-favorit-pilihan-siswa/. Nasution. Pembelajaran Kreatif dengan Peraga. Proses Belajar Mengajar.php?act=detail_c&id=325101.wordpress. pemakaian media. Inovatif. Pendidikan Strategik Alternatif Untuk Pendidikan Masa Depan. Tarmizi. 2010. Perencanaan Pembelajaran. http://cittiami. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. Bandung: Tarsito Herman. tidak merasa tertekan sehingga proses berpikir anak akan berjalan normal. c. 1990.com. Hamalik. 40 Strategi Pembelajaran Rasulullah. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Hamalik.com/2008/11/11/pembelajaran-aktifinovatif-kreatif-efektif-dan-menyenangkan/. Pembelajaran Aktif. 2008. Metodologi Research II. dan guru dapat berperan sebagai mediator bagi murid-muridnya. 2003.com/2008/04/mensiasati-injury-time-dengan.com. 2008. http://smk3ae. d.id/ index.multimetode. Fu’ad bin abdul aziz. Asy-syalhub. dan Menyenangkan Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher. Efektif. Yogyakarta: Lesfi. Aliran-aliran dalam pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara. 2008. Mengembangkan Pembelajaran Aktif. Kreatif Efektif. (http:www. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek: Edisi Revisi V. B. Uno. Begini seharusnya menjadi guru. Beirut: Dar alBasyair al-Islamyah Hadi. Jakarta: Rineka Cipta. 1986. A. Metodologi PAKEM. Ahmad Ma'sum. Paikem Gembrot. diakses 8 Maret 2011) Arikunto. diakses 5juni 2011) Departemen Agama. Mensiasati Injury time Dengan Pembelajaran PAIKEM. PUSTAKA RUJUKAN Ahmadi. Sofan. Diakses tanggal 8 Februari 2009. dan Menyenangkan. Jakarta: Bumi Aksara 270 . 2008.blogspot. S. Munculnya pembahasan dalam pembelajaran di kelas. 2008. 2008.co. 2010. Oemar. 2006. Khoiri. (Zizakamal. Rahmi. Jakarta: PT. Menjadi guru favorit Pilihan Siswa. Pararaja.wordpress. Kreatif.indopos. http://hlasrinkosgorobogor . ______. Ramadhan. 1997. Kurikulum Satuan Pendidikan Modul Madrasah Aliyah. Agustina.

271 .

program pembelajarannya. angka 40. C. penilaian. dan tes. atau batas keberhasilan. Misal.BAB X EVALUASI PEMBELAJARAN KONSEP DASAR ASESMEN PEMBELAJARAN A. Contoh penentuan patokan dengan penghitungan persentase untuk skala lima sebagai berikut. penilaian. Kriteria yang berupa batas kriteria minimal yang telah ditetapkan sebelum pengukuran dan bersifat mutlak disebut Penilaian Acuan Patokan atau Penilaian Acauan Kriteria (PAP/PAK). guru akan dihadapkan tiga sistilah yang sering digunakan secara bersama-sama yaitu istilah pengukuran. Kriteria sebagai pembanding dari proses dan hasil pembelajaran tersebut dapat ditentukan sebelum proses pengukuran atau dapat pula ditetapkan sesudah pelaksanaan pengukuran. iklim sekolah maupun kebijakan-kebijakan sekolah. Angka hasil pengukuran baru mempunyai makna apabila dibandingkan dengan criteria atau patokan tertentu. b. Pengertian Asesmen. peristiwa. 1. dapat pula berupa kemampuan rata-rata unjuk kerja kelompok dan berbagai patokan yang lain. Secara sederhana. dan 75 yang diperoleh dari hasil pengukuran proses dan hasil pembelajaran tersebut bersifat kuantitatif dan belum dapat memberikan makna apa-apa. Kriteria ini dapat berupa proses atau kemampuan minimal yang dipersyaratkan. Dalam pelaksanaan asesmen pemebelajaran. 2. proses dan hasil belajar. dan Tes a. Penilaian Penilaian adalah proses pemberian makna atau penetapan kualitas hasil pengukuran dengan cara membandingkan angka hasil pengukuran tersebut dengan criteria tertentu. asesmen dapat berarti sebagai proses pengukuran dan nonpengukuran untuk memperoleh data karakteristik siswa dengan aturan tertentu. penilaian. Asesmen Secara umum asesmen berarti sebagai proses untuk mendapatkan informasi dalam bentuk apapun yang dapat digunakan untuk dasar pengambilan keputusan tentang siswa baik yang menyangkut kurikulumnya. Menjelaskan hakikat asesmen. Pengukuran Secara sederhana. pengukuran dapat diartikan sebagai kegiatan atau upaya yang dilakukan untuk memberikan angka-angka pada suatu gejala. c. Hasil penilaian dalam pembelajaran disebut nilai. atau benda sehingga hasil pengukuran akan selalu berupa angka. Tujuan Pembelajaran Peserta PLPG diharapkan dapat mendeskripsikan hal-hal berikut. Dalam proses pembelajaran guru juga melakukan pengukuran terhadap proses dan hasil pembelajaran yang hasilnya berupa angka-angka yang mencerminkan capaian. 55. dan tes. Interval Persentase Tingkat Penguasaan Nilai Ubah Skala Lima 0-4 E–A Keterangan 272 . Penilaian. Angka hasil pengukuran ini disebut skor mentah. dan tes. Uraian Materi 1. Menjelaskan perbedaan antara asesmen. karena belum menyatakan tinngkat kualitas dari apa yang diukur. Pengukuran. pengukuran. pengukuran.

35 % 16 % .1.84 % 60 % .25 + 0.85 % .75 Skala angka M + 2.65 % 46 % .75 + 1.25 S M + 1.25 S M + 0.75 % 56 % .75 S M + 1.5 M + 1.0.5 M .75 S M + 1.74 % 40 % .5 M .75 S M + 0.5 M + 0.25 + 1.55 % 36 % . Skala sigma + 2. Interval Persentase Tingkat Penguasaan 96 % .25 + 0.15 % Nilai Ubah Skala Sepuluh 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Keterangan Sempurna Baik sekali Baik Cukup Sedang Hampir sedang Kurang Kurang sekali Buruk Buruk sekali Kriteria yang ditentukan setelah kegiatan pengukuran dilakukan dan didasarkan pada keadaan kelompok dan bersifat relatif disebut Penilaian Acuan Norma atau Penilaian Acuan relative (PAN/PAR).5 SD D 1 .95 % 76 % .59 % 0 % .75 + 0.25 S M + 1.25 + 0.75 S M + 0.75 + 1.75 S Skala 1-10 10 9 8 7 6 5 4 3 2 273 .5 SD C 2 .25 S M + 0.39 % 4 3 2 1 0 A B C D E Baik Sekali Baik Cukup Kurang Gagal Contoh penentuan patokan dengan penghitungan persentase untuk skala sepuluh sebagai berikut.25 % 0 % . Skala Sigma Skala Angka Skala Lima E-A 0–4 A 4 + 1.5 SD B 3 + 0.25 + 1.45 % 26 % .85 % 66 % . Contoh penentuan patokan dengan penghitungan konversi skala lima dalam PAN.100 % 86 % .0.5 SD E 0 Contoh penentuan patokan dengan penghitungan konversi skala sepuluh dalam PAN.0.100 % 75 % .

Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang siswa. Melakukan pengukuran. Dalam melaksanakan proses asesmen pembelajaran. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pengukuran! 3. Penilaian adalah penerapan berbagai cara penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar siswa atau ketercapaian kompetensi siswa. pengukuran. dan tes. padahal kesemuanya memiliki pengertian dan fungsi yang berbeda. Sebab itu. Hasil pengukuran bisa berupa nilai kualitatif dan nilai kuantitatif. yaitu mengukur atau memberi angka terhadap proses pembelajaran atau pekerjaan siswa sebagai hasil yang merupakan cerminan tingkat penguasaan terhadap materi yang dipersyaratkan. Tes adalah seperangkat tugas yang dikerjakan atau sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur tingkat pemahaman dan penguasaannya terhadap cakupan materi yang dipersyaratkan dan sesuai dengan tujuan pengajaran tertentu.25 S 1 Tes adalah seperangkat tugas yang dikerjakan atau sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur tingkat pemahaman dan penguasaannya terhadap cakupan materi yang dipersyaratkan dan sesuai dengan tujuan pengajaran tertentu. sehingga munculah nilai yang mencerminkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya tes merupakan alat ukur yang sering digunakan dalam asesmen pembelajaran disamping alat ukur yang lain. pengukuran. pengukuran. penilaian. karena melakukan asesmen berarti telah pula melakukan ketiganya. penilaian. Banyak yang mencampuradukkan pengertian antara evaluasi. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tes! 5. Akhirnya diambilah keputusan oleh guru tentang kualitas proses dan hasil belajar. Tes M + 2. Rangkuman Asesmen merupakan kegiatan untuk mengungkapkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Waktu melakukan asesmen guru pasti telah menciptakan alat ukur berupa tes maupun nontes seperti soal-soal ujian. D. Jelaskan letak perbedaan antara asesmen. pengukuran.25 d. guru selalu berhadapan dengan konsep-konsep evaluasi. Jelaskan letak perbedaan antara skor dan nilai! 274 . dan tes yang dalam penerapannya sering dilakukan secara simultan. dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya. E. dan tes! 6. berharga atau tidak. Evaluasi adalah kegiatan mengidentifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum. penilaian. Evaluasi berhubungan dengan keputusan nilai. Jelaskan apa yang dimaksud dengan asesmen! 2. Pengukuran adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskrikpsi numerik dari suatu tingkatan dimana seorang anak telah mencapai karakteristik tertentu.+ 2. Berikan contoh asesmen. Latihan Soal Jawablah pertanyaan berikut secara singkat dan jelas! 1. dan tes! 7. observasi proses pembelajaran dan sebagainya. Jelaskan apa yang dimaksud dengan penilaian! 4. dalam praktik ketiganya sering tidak dirasakan pemisahannya. kemudian membandingkan angka tersebut dengan kriteria tertentu yang berupa batas penguasaan minimum ataupun berupa kemampuan umum kelompok.

yang selanjutnya dapat menerapkan dalam melaksanakan penilaian pembelajaran dari mata pelajaran yang diampu terhadap siswa yang mengikuti proses pembelajaran. Uraian Materi 1. Tujuan pembelajaran b. untuk mengetahui dalam hal apa siswa memerlukan bimbingan. Menerapkan dalam melaksanakan penilaian pembelajaran dari mata pelajaran yang diampu terhadap siswa yang mengikuti proses pembelajaran. Dalam hal ini materi kurikulumyang dianggap sudah tidak relevan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat perlu diganti dengan materi yang lebih sesuai. maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip penilaian/ evaluasi pembelajaran yang dapat dijadikan dasar dalam pengembilan keputusan. serta sebagai acuan dalam melayani kebutuhan siswa dalam bimbingan karir. e. Hasil penilaian/ evaluasi dapat dijadikan informasi atau data bagi guru pembimbing dalam membuat diagnosa siswa. PRINSIP. Untuk keperluan pengembangan kurikulum dan perbaikan kurikulum sekolah yang bersangkutan. Kegiatan Pembelajaran c. Prinsip-prinsip Penilaian Pembelajaran Untuk dapat melakukan penilaian pembelajaran secara efektif. 275 . f. Untuk mengetahui kegiatan belajar mengajar dapat dilanjutkan dengan bahan atau materi selanjutnya.FUNGSI. Kompetensi Dasar Kompetensi dasar yang diharapkan dapat dicapai melalui pembahasan kegiatan belajar ini dideskripsikan sebagai berikut. Untuk keperluan bimbingan dan konseling. Untuk menentukan kelulusan peserta didik pada jenjang pendidikannya. sebagai dasar menagani kasu-kasus tertentu siswa. Adapun prinsip-prinsip tersebut terdiri dari prinsip umum dan prinsip-prinsip evaluasi lainnya yaitu : Prinsip umum dalam kegiatan evaluasi pembelajaran yaitu adanya triangulasi atau hubungan yang erat antara 3 komponen yaitu hubungan erat antara : a. ataukah harus mengulang kembali pada kegiatan belajar tersebut. 2. Menjelaskan konsep dasar penilaian pembelajaran. Fungsi Penilaian dalam pendidikan Fungsi Penilaian dalam bidang pendidikan dan pembelajaran mempunyai fungsi sebagai berikut : a. d. B. 2. Untuk mengetahui taraf kesiapan dari peserta didik untuk menempuh suatu pendidikan tertentu. Evaluasi/penilaian A. C. 1. Untuk mengetahui seberapa jauh hasil yang telah dicapai dalam proses pendidikan/pembelajaran atau pencapaian kompetensi yang diharapkan. c. JENIS DAN TEKNIK PENILAIAN PEMBELAJARAN Standar Kompetensi Standar Kompetensi yang harus dikuasai peserta PLPG adalah dapat memahami konsep dasar penilaian pembelajaran. b.

penilaian dilakukan secara berencana. 3) Hubungan antara kegiatan pembelajaran dengan evaluasi. menilai apapun yang dilakukan peserta didik dalam kegiatan belajar. bertahap. budaya. Jenis Penilaian. kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran disusun oleh guru dengan mengacu pada tujuan yang hendak dicapai. di sisi lain dan evaluasi merupakan pengukur kegiatan pembelajaran. warna kulit dan jender. artinya penilaian tidak hanya pada akhir kegiatan atau pada salah satu pokok bahasan tetapi bersifat menyeluruh atau komprehensif e. teratur dan terarah. b. Terbuka. agama. c. penilaian dilakukan secara terus menerus sepanjang berlangsungnyakegiatan pembelajaran. Berkesinambungan. selain itu langkah dalam menyusun alat evaluasi mengacu pada tujuan yang sudah dirumuskan. afektif dan dan psikomotor yang direfleksikan dalam kegiatan berpikir dan bertindak. d. tidak ada peserta didik yang diuntungkan atau dirugikan berdasarkan latar belakang sosial. ekonomi. i. Terpadu. Mendidik . 3. bahasa. Jenis penilaian pembelajaran yang dilakukan dapat dibedakan dalam: 1) Penilaian formatif. menunjukan bahwa evaluasi harus mengacu pada kegiatan pembelajaran. h. f. Adil. Menggunakan acuan atau kriteria tertentu dalam menentukan prestasi peserta didik. yang meliputi aspek kognitif. mampu memberikan sumbangan positif terhadap peningkatan pencapaian belajar peserta didik sehingga hasil penilaian harus dapat memberikan umpan balik dan motivasi peserta didik untuk lebih giat belajar. g. prosedur dan kriteria penilaian serta dasar pengambilan keputusan diketahui oleh pihak yang terkait. maka penilaian formatif dimaksudkan untuk 276 . Sistematis. Obyektif. Adapun prinsi-prinsip lain yang perlu diperhatikan dari penilaian/evaluasi pembelajaran di antaranya : a. Kegiatan pembelajaran mengacu pada tujuan dan langkah dari tujuan dilanjutkan pemikirannya ke kegiatan pembelajaran 2) Hubungan antara tujuan dengan evaluasi. Menyeluruh. evaluasi adalah kegiatan pengumpulan data untuk mengukur sejauhmana tujuan sudah tercapai. tidak terpengaruh oleh pertimbangan subyektif penilai. berasal dari arti kata form yang merupakan dasar dari istilah formatif. penilaian meliputi berbagai aspek kompetensi yang akan dinilai.Tujuan a b Kegiatan Pembelajaran c Evaluasi/penilaian 1) Hubungan antara tujuan dengan Kegiatan pembelajaran. Jenis dan Teknik Penilaian Pembelajaran a.

artinya tes dapat tepat mengukur apa yang harus diukur. Penilaian sumatif dapat bermakna sebagai penialian prediksi dan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kenaikan kelas/kelulusan pesert didik. tingkat perhatian dan ketepatan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru dan bukan dengan nilai yang diperoleh waktu ulangan. tes yang reliabel adalah tes yang hasilnya relatif tetap walaupun dilakukan berkali-kali. 4) Penilaian penempatan. pengertian tes adalah alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana. misalnya penilaian yang dilakukan untuk satu standar kompetensi. feedback dan sebagai alat diagnosis pembelajaran. b) Realibilitas. misalnya untuk mengukur partisipasi siswa diukur dengan tingkat kehadiran. tes yang ekonomis adalah tes yang pelaksanaanya tidak membutuhkan. intelegensi. mengikuti suatu program tertentu. tenaga besaar dan waktu yang lama. dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. biaya. tes dikatakan praktis jika mudah pelaksanaan dan pemeriksaannya serta mudah pengadministrasiannya e) Ekonomis. 2) Penilaian Sumatif. misalnya telah mengikuti pembelajaran satu kompetensi dasar) Hasil penilaian formatif dapat bermakna sebagai reinforcemet. 1) Teknik non-tes . sehingga berdasarkan kelemahan-kelemahan tersebut dapat dilakukan pemberian perlakuan yang tepat. questionair. Tes tertulis ini biasanya dikelompokan menjadi 2 bentuk tes tertulis yaitu : 277 . adalah penilaian yang digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang dihadapi peserta didik. c) Obyektivitas. pengetahuan. tes dikatakan obyektif apabila dalam melaksanakan tes tidak ada faktor subyektif yang mempengaruhi. penilaian sumatif merupakan adalah penilaian terhadap peserta didik setelah mengikuti atau berakhirnya pemberian beberapa program atau sebuah program yang lebih besar. d) Praktikabilitas. berbeda dengan penilaian formatif. riwayat hidup 2) Tenik tes. 3) Penilaian diagnostik. wawancara (interview). Teknik Penilaian Pembelajaran Dalam melaksanakan penialian pembelajaran dikenal dua cara atau teknik yaitu teknik non-tes dan tes. sebab nilai ulangan hanya menggambarkan prestasi dan bukan menggambarkan partisipasi. adalah tes yang soal-soal dan jawaban harus dijawab oleh peserta didik secara tertulis. pengamatan (observation). Sebuah tes dapat dikatakan sebagai alat atau teknik penialaian pembelajaran yang baik apabila memilki syarat-syarat sebagi tes yang baik yaitu memiliki : a) Validitas. yang termasuk teknik non-tes adalah skala bertingkat (rating scale). daftar cocok (check list). Teknik tes yang biasanya digunakan dalam penilaian pembelajaran meliputi : Tes tertulis. penilaian yang dilakukan untuk terhadap pribadi peserta didik untuk kepentingan penempatan dalam progrsm prembelajaran ysng sesuai. kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. pengertian tes adalah seperangkat pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan. Pengertian lain yang dikemukakan oleh Webster Collegiate.b. misalnya untuk kepentingan penjurusan. a) mengetahui sejauhmana siswa telah terbentuk setelah.

b) Tes lisan. (c) Konstruksi tes harus sesuai dengan ranah tujuan. Tentukan teknik penilaian yang tepat untuk tujuan pembelajaran tersebut. Pelaksanaan tes perbuatan pada umumnya memerlukan sebuah format pengamatan atau penilaian yang dibuat sedemikian rupa sehingga penilai dapat menuliskan angka penilaian pada tempat yang sudah disediakan. selama kegiatan berlangsung. (2) Tes subyektif. c) Tes perbuatan. D. tugas-tugas dan 278 . bentuknya benar-salah. Rumuskan indikator-indikator yang ada dalam kompetensi dasar tersebut ke dalam tujuan pembelajaran 2. Dalam menyususn instrumen penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal berikut yaitu : (a) Karakteristik mata pelajaran dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diujikan.(1) Tes obyektif. perilaku siswa. Latihan Buatlah kelompok kecil sebanyak 3 orang dan susun rancangan instrumen penilaian untuk menilai penguasaan siswa terhadap satu Kompetensi Dasar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP/MTS. pilihan ganda. 4. maupun sikap dan kepribadiannya. karena dilakukan dengan mengadakan secara langsung tanya jawab antara guru dan peserta didik. Kemukakan alasan atau dasar pertimbangan dalam menentukan jenis dan teknik penilaian yang ditetapkan. yaitu tes yang pelaksanaannya berbeda dengan tes tertulis. dan isian pendek. Tentukan jenis penilaian pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran 3./SMA/MA. (b) materi harus sesuai dengan kegiatan pembelajaran. Selain itu peserta didik yang belum memahami pertanyaan tes. dapat langsung meminta penjelasan dari penilai. pada umumnya berbentuk uraian (esai) yaitu sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kata. Kelebihan lainnya adalah peserta didik dapat lengsung mengetahui hasil tes. Rangkuman Kegiatan penilaian tidak dapat dilepaskan dari tujuan-tujuan pembelajaran yang akan dicapai karena tujuan-tujuan pembelajaran tersebut merupakan acuan dan kriteria pokok dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran. Dibandingkan dengan tes tertulis. Dalam kegiatan penilaian pembelajaran diperlukan berbagai informasi baik menyangkut hasil pengukuran (ulangan). sikap. C. sedangkan kelebihannya adalah secara langsung dapat menilai beberapa unsur baik kemampuan dan tingkat pengetahuan yang dimiliki siswa. menjodohkan. dan pada akhir kegiatan. Dikatakan sebagai suatu proses karena penilaian/evaluasi pembelajaran atau kegiatan evaluasi dilakukan mulai dari awal. (d) Bahasa dalam soal harus menggunakan kalimat yang tidak ambigus. dengan langkah-langkah menentukan : 1. Kegiatan penilaian pembelajaran merupakan suatu proses yang sistematis artinya bahwa evaluasi/penilaian pembelajaran merupakan suatu kegitan yang terencana dan dilakukan secara berkesinambungan. yaitu tes yang penugasannya disampaikan dalam bentuk lisan atau tertulis dan pelaksanaannya dinyatakan dengan perbuatan atau penampilan. bentuk tes ini memiliki beberapa kelemahan diantaranya : tingkat subyektivitas penilai dan waktu pelaksanaannya relatif lama.

Untuk melaksanakan penilaian pembelajaran yang baik. reliabilitas. Teknis tes meliputi tes lisan. hendaknya penilaian dilakukan atas dasar prinsip-prinsip penilaian. Masing-masing teknis tes ini memiliki karakteristik yang menggambarkan kelebihan dan kelemahan masing-masing teknis tes. praktis dan ekonomis. tes tertulis dan tes perbuatan. obJektif. 279 . jenis dan teknik penilaian yang tepat dan memenuhi persyaratan sebuah tes yang baik yaitu memilki validitas.informasi lainnya yang dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan dalam evaluasi pembelajaran.

Kognitif berhubungan dengan kemampuan melakukan. Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kegiatan belajar ini peserta mampu : 1. Seorang dokter yang sedang tidak praktek dan tidak menggunakan atribut profesinya. B. tidak diketahui bahwa dia mempunyai kemampuan untuk melakukan terapi kesehatan. Akan tetapi tanpa harus belajar ilmu kedokteran seseorang mengetahui bahwa dokter lebih kompeten dari pada tukang pijet dalam hal penyembuhan seorang pasien. 1. Standar Kompetensi Memahami konsep penilaian pembelajaran berbasis kompetensi. Kemampuan rasional ini dalam taksonomi Bloom dikenal sebagai kognitif. melalui pengamatan dapat dibedakan kompetensi seorang dukun pijet dengan seorang dokter. Menyimpulkan konsep pembelajaran kontekstual 4. Kompetensi dalam aspek ini tidak bisa diamati karena tidak tampil dalam perilaku empiris. Sebagai contoh. Menyimpulkan pengertian kompetensi 2. Keberagaman yang dimanifestasikan sesuai kebutuhan C. Jika seseorang memiliki kemampuan berpikir dan bertindak secara tepat dan benar. Kurikulum berbasis kompetensi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai peserta didik. kompetensi dalam aspek yang tampak ini disebut performance yaitu penampilan dalam bentuk tingka laku yang dapat didemonstrasikan sehingga dapat diamati. Orientasi kurikulum berbasis kompetensi tergantung pada dua hal yaitu: 1.PENILAIAN PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI A. Mengenal jenis-jenis teknik penilaian dalam Sistem penilaian pembelajaran berbasis kompetensi Uraian Materi Pengertian kompetensi dan kurikulum Berbasis Kompetensi Kompetensi merupakan pengetahuan. maka orang tersebut mencerminkan orang yang berkompeten. 2. Menjelaskan konsep sistem penilaian pembelajaran Berbasis Kompetensi 5. keterampilan maupun nilai-nilai yang dikuasai seseorang atau peserta didik yang direfleksikan dalam bentuk kemampuan bertidak secara tepat. Hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui seperangkat pengalaman belajar yang bermakna. prinsip dasar dan komponen-komponennya. Menjelaskan dan menyebutkan prinsip dasar penilaian pembelajaran berbasis kompetensi 6. 280 . afektif dan psikomotorik. (b) Kompetensi yang tidak tampak disebut juga dengan istilah kompetensi dalam aspek rasional. Menggambarkan alur pengembangan perangkat Sistem penilaian pembelajaran berbasis kompetensi 7. afektif berhubungan dengan sosial-emosional dan psikomotorik berhubungan dengan keterampilan. dilihat dan dirasakan. walaupun keduanya dalam satu bidang yaitu kesehatan. penilaian dan kegiatan belajar mengajar serta pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. Menyimpulkan Kurikulum berbasis kompetensi 3. Istilah kemampuan dalam pengertian kompetensi di atas dapat dipahami dalam dua aspek yaitu : (a) Aspek yang tampak.

mengembangkan gerakan-gerakan tingkat tinggi. 3) Ranah psikomotorik yang meliputi: gerak reflek. 5) Kesesuaian dengan teknik pengukuran yang akan digunakan yaitu tes tertulis. 2. Menggunakan penilaian yang berorientasi pada kompetensi (penilaian autentik) 2. 3) Relevansi. c) Penerapan. b. gerakan-gerakan yang memerlukan belajar (menari. perasaan atau pendapat pribadi terhadap hal-hal yang relatif sederhana tetapi bukan fakta. e) Sintesis. 281 . Menekankan pada ketercapaian kompetensi (standar kompetensi. b) Sikap atau nilai reperti respon yang melibatkan sikap atau nilai yang telah mendalam di sanubarinya untuk dipertahankan. isyarat. Menerapkan pembelajaran kontekstual 4. f) Evaluasi diantaranya menafsirkan. mengingat kembali. Penentuan Kompetensi yang akan diujikan. mengkategorikan. Penentuan materi yang akan diujikan Dalam menentukan materi yang akan diujikan haruslah memperhatikan beberapa kriteria yaitu : 1) Urgensi yaitu pokok bahasan atau materi tersebut secara teoritis mutlak harus dikuasai oleh siswa. Penentuan perilaku yang akan diukur tergantung pada kompetensi serta indikator-indikator yang digunakan sebagi acuan terhadap keberhasilan pembelajaran. b) Pemahaman. gerakan untuk berkomunikasi (mimik wajah. mengambil kesimpulan. yaitu pokok bahasan atau materi yang memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari. mengembangkan. menyusun. mengorganisasikan. diantaranya menggunakan. menganalisis. mengklaifikasikan. menerapkan. Berorientasi pada hasil belajar 3. kompetensi dasar yang tercermin pada indikator kompetensi) peserta didik. mengubah. memperkirakan. d) Analisis diantaranya seperti membandingkan. menilai atau memutuskan. 2) Ranah Afektif. memberi contoh. menunjukkan. lisan atau tes perbuatan. postur tubuh). seperti respon yang melibatkan ekspresi. olahraga). mendefinisikan. seperti diantaranya membedakan. dasar-dasar gerakan. 4) Keterpakaian. perilaku dibedakan dalam 3 ranah dengan masing-masing tingkatannya : 1) Ranah Kognitif dengan tingkatan mulai dari : a) Ingatan. 2) Kontinuitas yaitu pokok bahasan atau materi merupakan pendalaman dari satu atau lebih pokok bahasan yang sudah dipelajari sebelumnya. diantaranya seperti menyebutkan. dengan tingkatan mulai dari : a) Pendapat atau pandangan. menentukan. diantaranya menghubungkan. pembuat soal dapat mendaftar semua perilaku mulai dari aspek yang rendah/mudah sampai dengan aspek yang tertinggi/sukar. gerakan yang merupakan kombinasi dengan kognitif. Sistem Penilaian Pembelajaran berbasis Kompetensi a. Berdasarkan teori Bloom Cs. Metoda untuk menentukan ketepatan perilaku yang diukur.Ciri-ciri kurikulum berbasis kompetensi adalah sebagai berikut : 1. yaitu pokok bahasan atau materi yang diperlukan untuk mempelajari atau memahami materi atau pelajaran lain.

misalnya benar-salah. dengan menggunakan daftar cek peserta didik akan mendapat nilai. seperti : diskusi dalam kelompok kecil. dapat diamatitidak dapat diamati. ada dua bentuk tes tertulis yaitu a) memilih jawaban yang dibedakan menjadi : (1) pilihan ganda. presentasi. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut siswa melakukan tugas tertentu. Kelemahan dengan instrumen ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak. c) Konstruksi. Untuk menilai kemampuan berbicara peserta didik. (2) jawaban singkat atau pendek. memainkan suatu alat. Teknik Penilaian pembelajaran Dalam Sistem Penilaian Pembelajaran berbasis Kompetensi dikenal tujuh teknik penilaian yaitu: 1) Penilaian tertulis. d) Bahasa. Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam penilaian tertulis adalah: a) Karakteristik mata pelajaran dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diuji. (2) dua pilihan. misalnya dilakukan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam.c. (4) sebab-akibat dan b) mensuplai jawaban yang dibedakan dalam : (1) isian atau melengkapi. c) Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. sehingga tidak terdapat nilai tengah namun daftar ini lebih praktis digunakanuntuk mengamati subyek dalam jumlah besar. b) Materi. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik dari pada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan siswa yang sebenarnya. (3) soal uraian. kesesuaian soal dengan standar kompetensi. dll. Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan atau instrumen berikut: (a) Daftar Cek (Check-list). 282 . bermain peran. 2) Penilaian Unjuk Kerja Penilaian dilakukan dengan mengamati kegiatan siswa dalam melakukan sesuatu. kompetensi dasar dan indikator pencapaian pada kurikulum. Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. berpidato. jika criteria penguasaan kompetensi tertentu dapat diamati oleh penilai dan tidak mendapat nilai jika tidak bias diamati. Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal : a) Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan peserta didik untuk menunjukan kinerja dari suatu kompetensi. baik-tidak baik. sehingga semua dapat diamati e) Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati. b) Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut. misalnya praktek. misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas. bercerita dan melakukan wawancara. d) Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak. misalnya rumusan soal tidak menggunakan kalimat yang mengandung penafsiran ganda. (3) menjodohkan. sehingga gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh.

. Dalam hal ini pemberian nilai secara kontinum... Untuk memperkecil faktor subyektivitas................ Kelas :. perlu dilakukan penilaian oleh lebih dari satu orang....Contoh Format Penilaian (Menggunakan Daftar Cek) Nama Peserta didik : .. pilihan kategori nilai lebih dari dua. agar hasil penilaian lebih akurat... Skala penilaianterentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna......... 283 .. NoAspek yang dinilaiBaikTidak Baik123456Skor yang dinilaiSkor maksimum6 Keterangan : Baik = mendapat skor 1 Tidak Baik = tidak mendapat skor (O) (b) Skala Penialian (Rating Scale) Penilaian unjuk kerja dengan menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu.

................ sedangkan kriteria penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Jumlah Skor Nilai = --------------------.....x Skala nilai yang digunakan Skor Maksimum 284 ...........Contoh Format Penilaian (Menggunakan Skala Penilaian) Contoh Format Penilaian (Menggunakan Skala Penilaian) Nama Peserta didik : . N NoAspek yang dinilaiSkor123412345Jumlah SkorSkor maksimum20 Nama Peserta didik : ............... N NoAspek yang dinilaiSkor123412345Jumlah SkorSkor maksimum20 Keterangan : 1 = tdak kompeten 2 = cukup kompeten 3 = kompeten 4 = sangat kompeten Jumlah skor merupakan penjumlahan skor masing-masing aspek yang dinilai/diukur......... Kelas :.. Kelas :..............

lembaran buku tersebut....... Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai obyek... Adapun komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran obyek sikap.. e) Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif lintas kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran...... maka nilai siswa tersebut = 50 3) Penilaian Sikap Sikap terdiri dari tiga komponen.... Ket 285 ............... Teknik penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : a) Observasi perilaku..........Sebagai Contoh : Jika skala penilaian yang digunakan adalah skala 1-100 dan salah seorang siswa memperoleh skor 10.................. Secara umum obyek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah : a) Sikap terhadap materi pelajaran b) Sikap terhadap guru/pengajar c) Sikap terhadap proses pembelajaran d) Sikap berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran..Peserta Didik Perhatia a Skor siatif n Sistem a tis 1 2 3 4 Ridwan Rifki ..... .............. hasil penilaian observasi perilaku dicatat dalam buku catatan harian : Contoh : Halaman Sampul Buku Catatan Harian BUKU CATATAN HARIAN TENTANG PESERTA DIDK (Nama Sekolah) Mata Pelajaran : ...... selain bermanfaat untuk merekam dan menilai perilaku Nama Guru :. Selanjutnya berikut ini contoh format penilaian sikap dalam pembelajaran : Contoh : Format Penilaian Sikap dalam Pembelajaran Contoh : Halaman isi : Buku Catatan Harian No Nama Skor perilaku No Bekerja Berinis Nama Hari/ Penuh Bekerj Kejadian Jml Nilai Tanggal sama ... Kelas :............. Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu obyek.................. Catatan dalam Tahun Pelajaran:..... peserta didik sangat bermanfaat pula untuk menilai sikap peserta didik serta dapat Semarang 2009 menjadi bahan dalam penilaian perkembangan peserta didik secara keseluruhan............. Kolom kejadian diisi dengan kejadian positif maupun negatif........ yaitu komponen afektif.. komponen kognitif dan komponen konatif..

................ Catatan : Kolom perilaku diisi dengan skor yang sesuai dengan kriteria berikut : 1 = sangat kurang 2 = kurang 3 = sedang 4 = baik 5 = sangat baik b... atau hal yang menjadi objek sikap...hari/Tgl...... estetika........ keadaan........ kewarganegaraan.. ..... kepribadian..... maka nilai siswa tersebut = 75 b) Pertanyaan langsung Guru sebagai penilai dapat menanyakan secara langsung tentang sikap seseorang/peseta berkaitan dengan sesuatu hal yang berhubungan dengan pembelajaran....... ST awal ....Skor maksimal = 20 a.............. Capaian T R SR 286 ......... jasmani semua catatan dapat dirangkum dalam lembar pengamatan berikut : Contoh : Lembar Pengamatan Nama Siswa : : .... c) Laporan Pribadi Mengguanakan laporan pribadi sebagai salah satu teknik penilaian di sekolah....... Kelas :.... Kriteria penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Jumlah Skor Nilai = ----------------------.......x Skala nilai yang digunakan Skor maksimum Contoh : Skala penilaian yang digunakan 1-100.. Smester : ............ .... Berdasarkan jawaban atau reaksiu lain yang tampil dalam memberikan jawaban dapat dipahami sikap peserta didik itu terhadap sesuatu obyek.... misalnya bagaimana tanggapan peserta didik tentang kebijan pemerintah mengimpor beras................ peserta didik diminta membuat ulasan yang berisi pandangan atau tanggapannya tentang suatu masalah.......................... No Deskripsi Perilaku Deskripsi perubahan Pertemuan.. 1 2 3 4 .............. Nilai merupakan jumlah dsari skor-skor tiap indikator perilaku c.. .... jika seorang siswa memperoleh skor 15.......... Untuk menilai perubahan perilaku atau sikap siswa secara keseluruhan termasuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia....

pengorganisasian. ST = peruabahan sangat tinggi T = perubahan tinggi R = perubahan rendah SR = perubahan sangat rendah Informasi tentang deskripsi perilaku diperoleh dari : . kemampuan penyelidikan. pengumpulan data. analisa data dan penyiapan laporan tertulis. Pengembangan produk meliputi 3 tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu : a) Tahap persiapan. pemahamn dan keterampilan dalam pembelajaran. pengumpulan data. kemampuan peserta didik dalam memilih topik. Instrumen penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan. seni. kemampuan mengaplikasikan. pengolahan dan penyajian data.laporan pribadi . Penilaian ini meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produkproduk teknologi.pertanyaan langsung . mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta pengumpulan laporan b) Relevansi : keseuaian dengan mata pelajaran. dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan.buku catatan harian 4) Penilaian Proyek Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode waktu tertentu. Dalam penilaian proyek ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan yaitu : a) Kemampuan pengelolaan. proses pengerjaan. Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster. meliputi penilsisn kemampuan peserta didik dalam merencanakan. c) Keaslian. dan kemampuan menginformasikan dari peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian.  Keterangan : Kolom capaian diisi dengan tanda centang sesuai perkembangan perilaku.menggali danmengembangkan gagasan serta mendesain produk. 287 . seperti penyususnan desain. dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik. 5) Penialaian Produk Penialian produk adalah penilaian terhadap poses pembentukan dan kualitas produk. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan. sampai hasil akhir proyek. proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya. Sehubungan dengan itu guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai.

.... Tenik penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik : a) Cara analitik yaitu berdasarkan aspek-aspek produk............ Persiapan alat dan bahan b... Performa b.. biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan (tahap persiapan.......... Kelas :.... semakin lengkap dan tepat semakin tinggi skor..x pertemuan Nama Siswa : : ... Alokasi waktu :.... Membuat gambar kerja 2 Pelaksanaan : a. Finishing 3 Laporan produk : a.. Contoh Penilaian Produk Mata Pelajaran : . Pemakaian bahan d... memenuhi kriteria keindahan/presisi dan sebagainya... No Aspek * Skor (1-5)** 1.. biasanya dilakukan hanya pada tahap penilaian produk.... Penggunaan alat c.. Mengerjakan e Perakitan f........... Sikap kerja b................. meliputi menilai kemampuan siswa membuat produk sesuai kegunaannya.......b) Tahap penilaian.. Perencanaan : a. b) Cara holistik yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk............. Kesesuaian spesifikasi Total skor * Aspek yang dinilai disesuaikan dengan produk dan kondisi siswa/sekolah ** Skor diberikan kepada siswa tergantung dari ketepatan dan kelengkapan jawaban yang diberikan.......................... Nama Produk :. pembuatan produk dan penilaian produk).. 288 ..

guru dan siswa perlu mempunyai rasa memiliki berkas portofolio. Dengan demikian portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar siswa melalui karyanya. g) Penilaian proses dan hasil. e) Kepuasan. dalam proses penilaian guru dan siswa harus saling percaya. Proses belajar yang misalnya diperoleh dari catatan guru tentang kinerja dan karya siswa h) Penilaian dan pembelajaran. antara lain. resensi buku/litelatur. foto. tetapi digunakan oleh siswa itu sendiri untuk dapat melihat kemampuan. Berdasarkan hasil perkembangan tersebut guru dan siswa sendiri dapat menilai kemampuan perkembangan siswa dan terus melakukan perbaikan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan portofolio di sekolah antara lain : a) Karya siswa adalah benar-benar karya siswa itu sendiri. karangan. Proses ini tidak akan terjadi secara spontan tetapi membutuhkan waktu bagi peserta didik untuk belajar meyakini hasil penilaian mereka sendiri. Antara satu dan peserta didik yang lain ada yang sama ada yang berbeda. sehingga memberi dampak negatif pada proses pendidikan. Langkah-langkah dalam penilaian portofolio yaitu : a) Jelaskan kepada siswa bahwa penggunaan portofolio tidak hanya merupakan kumpulan kerja siswa yang digunakan oleh guru untuk penilaian. lukisan. gambar. sehingga terjadi proses pendidikan berlangsung dengan baik. b) Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat. keterampilan dan minat dirinya. penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran. f) Kesesuaian. Akhir suatu periode karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan siswa. guru melakukan penelitian atas hasil karya siswa yang dijadikan bahan penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil karya yang dibuat oleh siswa itu sendiri. b) Saling percaya antara guru dan siswa.6) Penilaian Portofolio Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. d) Milik bersama (joint ownership) antara guru dan siswa. penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. laporan penelitian. Informasi tersebut dapat berupa karya siswa/hasil pekerjaan dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. sinopsis dsb. kerahasisaan hasil pengumpulan informasi perkembangan siswa perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan. hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang memberikan dukungan siswa untuk lebih meningkatkan diri. surat. hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi yang tercantum dalam kurikulum. puisi. saling memerlukan dan saling membantu. lembar jawaban tes yang menunjukan soal yang mampu dan tidak mampu dijawab/bukan nilai. komposisi musik. 289 . c) Kerahasiaan bersama antara guru dan siswa. sehingga siswa akan merasa memiliki karya yang dikumpulkan dan akhirnya akan berupaya terus meningkatkan kemampuannya. Manfaat utama penilaian ini sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi guru untuk melihat kelebihan dan kekurangan siswa.

.. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif.. g) Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan. maka peserta didik diberi kesempatan untuk memperbaiki............. bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut............ e) Tentukan kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya dengan para peserta didik. Alokasi waktu : . afektif dan psikomotorik.... h) Bila perlu jadwalkan pertemuan untuk membahas portofolio.. untuk menilai aspek-aspek kompetensi tertentu dari suatu mata pelajaran. Diskusikan cara penilaian kualitas karya para peserta didik..1 7) Penialian Diri (self assessment) Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian dimana peserta didik diminta menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status.. proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya....... N o SK KD Peri o de 30/7 15/8 Kelengkap an Gagasan 4 3 2 1 Kritria dan Skor Sistematik Ketepatan Gagasan Analisis Up To date Ke t 1 1 1.. Contoh : Format Instrumen portofolio Mata Pelajaran : ....c) Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap peserta didik dalam satu map atau folder di rumah masing-masing atau loker masing-masing di sekolah.... Guru dapat membimbing peserta didik.... Ada beberapa jenis penilaian diri..... Kelas :.. 290 ...... diantaranya ........ Tujuan utama dari penilaian dari penilaian diri adalah untuk mendukung atau memperbaiki proses dan hasil belajar... Jika perlu undang orang tua peserta didik dan diberi penjelasan tentang maksud serta tujuan portofolio....... sehingga orang tua dapat membantu dan memotivasi anaknya....... Hal ini dapat dilakukan pada saat membahas portofolio....... a) Penialian langsung dan spesifik....... yaitu penilaian pada saat atau setelah selesai melakukan tugas.. sehingga peserta didik mengetahui harapan /standar guru dan berusaha mencapai standar tersebut.... namun antara peserta didik dan guru perlu dibuat kontrak atau perjanjian mengenai waktu perbaikan misalnya 1 minggu karya yang telah diperbaikiharus diserahkan kepada guru... Nama Siswa : : .. d) berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik sehingga dapat dilihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu. f) Minta peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan. Peran penilaian diri menjadi penting bersamaan dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru ke peserta didik didasarkan pada konsep belajar mandiri.. Meskipun demikian hasil penilaian diri dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk memberikan nilai... serta bagaimana cara memperbaikinya....

daftar cek atau skala penilaian. c) Penilaian sosio-afektif yaitu penilaian terhadap unsur-unsur afektif atau emosional. b) Siswa menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya. membiasakan dan melatih siswa untuk berbuat jujur. maka harus dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan obyektif melalui langkah-langkah sebagai berikut : a) Menjelaskan pada siswa tujuan penilaian diri b) Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai c) Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan d) Merumuskan format penilaian. harus melakukan instropeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. untuk mendorong siswa supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan obyektif. karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri.b) Penilaian tidak langsung dan holistik. dapat berupa pedoman penskoran. e) Meminta siswa untuk melakukan penilaian diri f) Guru mengkaji hasil penilaian. antara lain guru memberikan balikan tertulis. yaitu penilaian yang dilakukan dalam kurun waktu yang panjang untuk memberikan penilaian secara keseluruhan. g) Lakukan tindakan lanjutan. Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain: a) Dapat menumbuhkan rasa percaya diri siswa. guru dan siswa membahas bersama proses dan hasil penilaian. karena mereka dituntut untuk jujur dan obyektif dalam melakukan penilaian. c) dapat mendorong. 291 . Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang. Teknik penilaian agar tidak cenderung subyektif. karena ketika melakukan penilaian.

... untuk nomor 1 s/d 9.... Mengorganisasikan ide-ide secara sistematis 7... tuliskan huruf A.. Mengorganisasikan kelompok 8......... 6) Menyusun distribusi instrumen ke dalam format kisi-kisi instrumen penilaian.... : ......................... C atau D didepan tiap pernyataan A : Selalu B : Sering C : Kadang-kadang D : Tidak Pernah 1......... Nama Anggota kelompok Isilah pernyataan berikut dengan jujur. Mengajukan pertanyaan 6....................... 2) Menentukan standar kompetensi/kompetensi dasar beserta indikatorindikatornya........Melamun d......... 292 ............Mendengarkan pendapat orang lain 5....... 4) Menentukan jumlah/proporsi butir instrumen yang akan diujikan....Keterlibatan semua anggota kelompok dalam diskusi 4.. : ... e.. Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan tekanan tes yang setepat-tepatnya............. Mengusulkan ide kepada kelompok selama diskusi 2...................................... 7) Menuliskan instrumen penilaian dengan mengacu pada kisi-kisi yang telah tersusun.......... Kisi-kisi instrumen penilaian pembelajaran Table of specification atau lay-out atau test blue-print atau kisi-kisi merupakan deskripsi mengenai ruang lingkup dari isi materi yang akan diujikan..............................................Memberi kesempatan kepada semua peserta mengajukan usul 3....................... B..Contoh Penilaian Diri PARTISIPASI SISWA DALAM KELOMPOK Nama Siswa Kegiatan Kelompok : .........Mengacaukan kegiatan diskusi 9...... 3) Menentukan materi untuk penyusunan instrumen...... Penyusunan Instrumen penilaian pembelajaran Langkah-langkah dalam penyusunan intrumen penilaian pembelajaran adalah : 1) Menyusun pedoman penskorannya. 5) Menentukan penyebaran butir instrumen yang akan diujikan ke dalam tiaptiap indikator........... sehingga dapat menjadi petunjuk dalam menulis soal................................ Penentuan didasarkan pada penyediaan waktu untuk ujian...

...2...22... SK KD Indi Kator 2.34.....3 2.25.1...2 293 ..Kisi-kisi yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu : 1) Mewakili isi silabus/kurikulum atau materi yang telah diajarkan secara tepat dan proposional.38....1 Indikator 2.1.35.... Bentuk Soal : ..........24.2 2.3 2......1....14.......... 2) Komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami 3) Materi yang hendak ditanyakan dapat dibuatkan instrumennya.7 11..........1 9 20...10 28...2 2.. 3 5. Contoh : Format Kisi-kisi Instrumen pembelajaran Jenis Sekolah :....6.21......36..................... 2 2..23.......45 47 49...13.32.2.3 9 41.......15..1.26... Kurikulum : . Jumlah soal : .42........ Penyususan 1..27 31......3 KKM (%) : Unjuk kerja v Pro duk 70 70 70 70 70 70 Teknik Penilaian Proyek Tes Porto folio v v Sikap Penilai an diri 2....50 40 80 % Juml Soal 3 4 20 18 2 3 50 2 2..3 Jumlah Perbandi ngan Keterangan : Smester 1 1 4 8.... Alokasi waktu : .................2 2.....30 46 48 10 20 % Smester 2 2...1...2......1....1 2.. 2 ...43....18...............2.1 2....1 2...9..........2.......17.12.16..29.. Mata Pelajaran : .. 1 2 v v v v v v v v g.2 2. Penulisan Instrumen Penilaian Contoh Penyebaran butir soal Teknis Tes No 1 KD 2..2..33.....37.1 2....44...

Untuk mengurangi tingkat subjektifitas dalam pemberian skor ini. Hal yang paling sulit dalam penulisan soal bentuk uraian adalah menyusun pedoman penskorannya. Ada pula perilaku yang lebih tepat diukur dengan bentuk soal objektif. sedangkan untuk soal uraian diantaranya adalah dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan gagasan dan menyatakan jawabannya menurut kata-kata atau kalimat sendiri. sedangkan untuk soal uraian diantaranya adalah sulit menyusun pedoman penskorannnya. sedangkan nomor soal lainnya berbebtuk pilihan ganda f. sehingga penskorannya dapat dilakukan secara objektif. Adapun kelengkapan yang dimaksud adalah kelengkapan perilaku yang diukur yang dipergunakan untuk menetapkan aspek yang dinilai dalam pedoman penskorannya. Ada perilaku yang lebih tepat diukur atau ditanyakan dengan menggunakn bentuk soal uraian. Kelemahannya untuk soal bentuk pilihan ganda diantaranya adalah sulit menyusun pengecoh atau distructure. Dalam penulisan soal berbentuk uraian wujud soal terdiri dari : 1) Dasar pertanyaan/stimulus bila ada atau diperlukan 2) Pertanyaan 3) Pedoman penskorannya Dalam penulisan soal berbentuk uraian terdapat beberapa kaidah penulisan yang perlu diperhatikan yaitu : a) Materi (1) Soal harus sesuai dengan indikator (2) Setiap pertanyaan diberi batasan jawaban yang diharapkan (3) Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan tujuan yang akan di ukur 294 . Setiap butir instrumen harus didasarkan rumusan indikator dalam kisi-kisi dan kaidah penulisan yang benar Penggunaan instrumen sangat tergantung pada perilaku yang akan diukur. sehingga penskorannya sukar dilakukan secara objektif. 1) Penulisan Soal Bentuk Uraian Dalam proses menulis soal bentuk uraian diperlukan ketepatan dan kelengkapan dalam merumuskannya. bentuk uraian diklasifikasikan menjadi 2 yaitu uraian objektif dan urian non objektif. Bentuk uraian non objektif adalah soal yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian atau konsep menurut pendapat masing-masing siswa. Penulis soal harus dapat setepat-tepatnya merumuskan pedoman penskorannya. Artinya perilaku yang diukur dapat diskor secara dikotomus.Nomor soal yang ditandai underline adalah soal berbentuk uraian. Ketepatan yang dimaksud adalah bahwa materi yang ditanyakan tepat diujikan dengan bentuk uraian. Untuk soal bentuk pilihan ganda atau multiple choise keunggulannya diantaranya dapat mengukur kemampuan secara objektif. yaitu menuntut siswa untuk mengorganisasikan gagasan dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan secara tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. dan dapat digunakan untuk mencakup materi yang luas yang dapat diujikan. masing-masing memiliki keunggulan dan masing-masing memiliki kelemahan. maka dalam menentukan perilaku yang diukur dibuatkan skala. Berdasarkan metode penskorannya. Bentuk uraian obyektif adalah suatu soal atau pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep tertentu. Penulisan Instrumen Penelitian Penulisan instrumen merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam penyiapan bahan ujian. karena soal bentuk uraian kelemahannya pada tingkat subyektifitas dalam penskorannya. Jadi tidak semua perilaku harus ditanyakan dengan bentuk soal uraian atau objektif mengingat setiapbentuk soal.

Konstruksi 1) Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. a. (2) pokok soal (item). grafik. Setiap butir soal hanya mengandung satu persoalan/gagasan. Langkah pertama adalah menuliskan pokok soalnya. Adapun formatnya seperti contoh di atas dan perlu disesuaikan dengan bentuk soal pilihan ganda. (3) pilihan jawaban yang terdiri dari: kunci jawaban pengecoh. Soal bentuk pilihan ganda merupakan soal yang telah disediakan pilihan jawabannya. maka penulisanya perlu mengikuti langkah-langkah berikut. 2) Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja. kemampuan/ materi yang hendak diukur/ditanyakan harus jelas. Kaidah penulisannya soal pilihan ganda. Artinya satu soal hanya mempunyai satu kunci jawaban. Wujud soalnya terdiri dari: (1) dasar pertanyaan/stimulus (bila ada). perhatikan dan perkembangan soal. 2) Pengecoh harus berfungsi. Artinya soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi. Misalnya.(4) Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat sekolah b) Konstruksi (1) Menggunakan kata tanya/perintah yang menuntut jawaban terurai (2) Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal (3) Setiap soal harus ada pedoman penskorannya. kemudian langkah ketiga adalah menuliskan pengecohnya. (4) Tabel. Maksudnya kunci jawaban benar tidak lebih dari satu atau kurang dari satu. Oleh karena itu untuk memudahkan dalam penulisan soal bentuk pilihan ganda. Materi 1) Soal harus sesuai dengan indikator. maka soal ditulis di dalam format soal. Setiap satu soal ditulis di dalam satu format. Hal yang paling sulit dilakukan dalam menulis soal bentuk pilihan ganda adalah menuliskan pengecohnya. Untuk memudahkan pengelolaan. Siswa yang mengerjakan soal hanya memilih satu jawaban yang benar dari pilihan jawaban yang disediakan. b. 3) Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. Artinya apabila terdapat rumusan atau pernyataan 295 . Pengecoh yang baik adalah pengecoh yang tingkat kerumitan atau tingkat kesederhanaan serta panjang pendeknya relatif sama dengan kunci jawaban. peta atau sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca c) Bahasa (1) Rumusan kalimat soal harus komunikatif (2) Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (baku) (3) Tidak menimbulkan penafsiran ganda (4) Tidak mempergunakan bahasa yang berlaku setempat (5) Tidak mengandung kata/ungkapan yang menyinggung perasaan siswa 2) Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda Menulis soal bentuk pilihan ganda sangat diperlukan ketrampilan dan ketelitian. langkah kedua adalah menuliskan kunci jawabannya. tidak menimbulkan pengertian atau penafsiran yang berbeda dari yang dimaksudkan penulis. gambar.

tabel atau sejenisnya berarti gambar. 9) Gambar. Kaidah ini diperlukan karena adanya kecenderungan siswa memilih jawaban yang paling panjang karena seringkali jawaban yang lebih panjang itu lebih lengkap dan merupakan kunci jawaban. . Artinya. Apabila soal tetap bisa dijawab tanpa gambar. Artinya. 296 . 1) Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek. kelompok kata. diagram. pada pokok soal jangan sampai terdapat kata. c.yang sebetulnya tidak diperlukan. maka secara materi yang ditanyakan menjadi tidak homogen. wacana. terbaca. kadang-kadang. Penyusunan secara urut dimaksudkan memudahkan siswa melihat pilihan jawaban. Untuk keterampilan bahasa. umumnya. dan sejenisnya terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. atau tabel itu tidak berfungsi. semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama seperti yang ditanyakan oleh pokok soal. 5) Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Bahasa/budaya Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Artinya dengan adanya pilihan seperti ini. 11) Umumnya. dan semua pilihan jawaban harus berfungsi. grafik. kadang-kadang. penulisannya harus setara. atau kata yang tidak pasti karena maksud kata-kata itu tergantung pada keadaan dan situasi siswa yang bersangkutan. dan sebaliknya. apa saja menyertai suatu soal yang ditanyakan harus jelas. 10) Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata bermakna tidak pasti seperti sebaiknya. penggunaan negatif ganda diperbolehkan bila aspek yang akan diukur justru pengertian tentang negatif ganda itu sendiri. maka rumusan atau pernyataan itu dihilangkan saja. dimengerti oleh siswa. Hal ini untuk mencegah terjadinya kesalahan penafsiran siswa terhadap arti pernyataan yang dimaksud. grafik. Artinya. Artinya. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar. 8) Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus didasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktu. Artinya pilihan jawaban yang berbentuk angka harus didasarkan besar kecilnya nilai angka dari nilai angka paling berurutan sampai nilai angka yang paling besar. grafik. 12) Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. pada pokok soal jangan sampai terdapat dua kata atau lebih yang mengandung arti negatif. 4) Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. tabel. bahwa dalam merumuskan pokok soal jangan menggunakan kata atau ungkapan seperti sebaiknya. Demikian juga pilihan jawaban yang menunjukkan waktu harus secara kronologis. 6) Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama. atau ungkapan yang dapat memberikan petunjuk ke arah jawaban yang benar. 7) Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “semua pilihan jawaban di atas salah” atau “semua pilihan jawaban di atas benar”. 3) Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. Artinya.

2) Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek). 3) Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat. 4) Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan. 5) Penulisan kata perlu disesuaikan dengan kebenaran penulisan baku. 6) Penulisan huruf (capital dan kecil) dalam soal perlu diperhatikan. 7) Penggunaan tanda baca dalam penulisan soal perlu diperhatikan. 8) Bahasa yang digunakan harus komunikatif, sehingga pernyataannya udah dimengerti warga belajar/siswa. 9) Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan di daerah lain atau nasional. 10)Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Letakkan kata/frase pada pokok soal. 3) Penulisan Soal Bentuk Jawaban Singkat Dalam menulis soal bentuk jawaban singkat, penulis soal harus mengetahui konsep dasar bentuk jawaban singkat. Bentuk ini merupakan salah satu bentuk soal obyektif yang jawabannya menuntut siswa untuk menjawab soal dengan singkat, yaitu jawabannya dapat berupa suku kata, kelompok kata/frase, symbol matematika, atau angka. Adapun wujud soal bentuk jawaban singkat adalah terdiri dari 5 unsur, yaitu : (1) dasar pernyataan (stimulus) bila diperlukan, (2) pertanyaan, (3) tempat jawaban, (4) kunci jawban, (5) pedoman penskoran. Dasar pertanyaan seperti pada contoh di atas tidak selalu diperlukan. Hal ini tergantung pada perilaku yang hendak diukur dalam soal itu. Apabila soalnya tidak berhubungan dengan bacaan dan hanya menuntut kemampuan ingatan, maka dasar pertanyaan (stimulus) pada soal bentuk ini tidak diperlukan. Adapun kaidah penulisan soal bentuk jawaban singkat adalah sebagai berikut : a. Materi 1) Soal harus sesuai dengan indikator 2) Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan jawaban singkat b. Konstruksi 1) Pernyataan disusun dengan bentuk pertanyaan langsung agar siswa lebih mudah merumuskan jawaban singkat. 2) Pernyataan disusun dengan bentuk pertanyaan yang menuntut jawaban singkat/pendek yang berupa sebuah kata, angka, symbol atau kelompok kata. 3) Tempat jawaban hendaknya berupa garis lurus (bukan titik-titik). Tanda titik-titik dapat mengaburkan pengertian pemeriksanya. Misal karena ada tanda titik dapat mengaburkan pandangan pemeriksa, sehingga dikira huruf atau lainnya. 4) Hindarilah pertanyaan yang menggunakan kata-kata yang langsung mengutip dari uraian materi buku pelajaran. 5) Pertanyaan hanya ada satu jawaban yang benar. Hal ini perlu diperhatikan karena seringkali siswa memberikan interpretasi pertanyaan yang sama sekali tidak diduga dan dimaksudkan oleh penulis soal. Cara mengatasinya semua kemungkinan jawaban harus didaftar/dicantumkan dalam kunci pemeriksaan. 6) Tempat jawaban yang dikosongkan harus sama panjangnya dan ditempatkan setelah pertanyaan.

297

7) Jika jawaban yang dikehendaki adalah menuntut satuan urutan, maka ungkapkanlah secara rinci di dalam pertanyaan. c. Bahasa/budaya 1) Gunakanlah pertanyaan yang menuntut jawaban singkat, misalnya menggunakan kata tanya siapa, kapan, berapa, di mana. 2) Bahasa soal harus komunikatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa. 3) Gunakan bahasa Indonesia baku 4) Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/baku. 4) Penulisan soal bentuk isian Dalam menulis soal bentuk isian, penulis soal harus mengetahui konsep dasar bentuk isian. Bentuk ini merupakan salah satu bentuk soal yang jawabannya menuntut siswa untuk melengkapi atau mengisi kata-kata atau kelompok kata yang dihilangkan. Soalnya disusun seperti kalimat lengkap, kemudian dihilangkan pada bagian tertentu yang harus diisi oleh siswa. Kaidah penulisannya adalah sebagai berikut : a. Materi 1) Soal harus sesuai dengan indikator 2) Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan bentuk lisan b. Konstruksi 1) Pernyataan disusun sedemikian rupa, sehingga jelas jawaban yang diharapkan. 2) Hindarkan petunjuk ke arah jawaban yang benar 3) Susunlah pertanyaan yang dapat mempermudah penskorannya 4) Hindarkan pernyataan-pernyataan yang kurang tegas 5) Susunlah soal dengan pernyataan berita 6) Usahakan hanya ada satu jawaban yang benar 7) Hindarkan pernyataan yang terlalu banyak dihilangkan, sebuah soal yang terlalu banyak yang dihilangkan sukar diketahui apakah sebenarnya hal yang diukur. 8) Pernyataan yang dihilangkan adalah benar-benar bentuk kata atau frasa yang merupakan kunci jawaban dan bukan hal-hal yang memang tidak penting. 9) Hindarkan pernyataan yang diambil langsung persis sama dengan di dalam buku pelajaran. 10) Tempat jawaban yang disediakan untuk setiap soal harus sama panjangnya. Jika tempat jawaban tidak sama panjangnya, siswa cenderung untuk mengira-ira jawabannya sesuai dengan panjang tempat kosong itu. 11)Dalam menyusun soal yang memerlukan jawaban rincian perlu disusun secara berurutan (alfabetis jawabannya). Hal ini untuk memudahkan pemeriksaannya. 12) Daftarlah semua kemungkinan jawaban yang benar. Hal ini dimaksudkan untuk mempersiapkan jawaban benar yang tidak terduga dari siswa. 13) Berilah nomor pada tiap-tiap tempat jawaban. Hal ini untuk memudahkan penilaiannya. c. Bahasa/budaya 1) Bahasa soal harus komunikatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa. 2) Gunakan bahasa Indonesia baku 298

3) Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/baku. 5) Penulisan Soal Bentuk Menjodohkan Dalam menulis soal bentuk menjodohkan, penulisan soal harus mengetahui konsep dasar bentuk menjodohkan. Bentuk ini wujudnya terdiri dari dua kelompok atau kolom. Tugas siswa adalah mencari pasangan yang tepat dalam kedua kelompok itu. Misalnya siswa harus dapat mencocokkan antara kejadian dengan tanggal kejadian yang tepat. Kejadian dengan orang, kejadian dengan tempat. Istilah dengan definsi, perkataan asing/istilah asing dengan istilah bahasa Indonesia yang baku, peraturan-peraturan dengan contoh. Alatalat dengan penggunaannya dan lain-lain. Biasanya bentuk soal menjodohkan hanya terbatas untuk mengukur kemampuan ingatan. Bentuk soal ini juga dapat dipergunakan untuk menentukan nama dan tempat-tempat atau bagian-bagian yang telah diberi nomor pada peta, diagram dan sebagainya. a. Materi 1) Soal harus sesuai dengan indikator 2) Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan bentuk menjodohkan 3) Gunakan materi-materi yang homogen untuk setiap kelompok, baik kelompok soal (pokok soal) maupun pilihan jawabannya). b. Konstruksi 1) Pertanyaan dan pilihan jawaban harus disusun dengan homogen, paralel/ sejajar. 2) Soal disusun sebelah kiri dengan bernomor, pilihan jawaban disusun di sebelah kanan dengan diberi nomor urut dengan huruf. 3) Pertanyaan dan pilihan jawaban hendaknya disusun secara sistematis. Jika daftar terdiri dari tanggal disusun secara kronologis, sedangkan pernyataan dalam pilihan jawaban dapat disusun menurut abjad. 4) Pertanyaan dan pilihan jawaban ditulis dalam halaman yang sama. Bila tidak demikian dapat membingungkan siswa dan dapat menyita waktu lama yang dipergunakan untuk membolak-bolik halaman saja. 5) Panjang soal ini dibatasi jumlahnya tidak lebih dari 10-15 butir soal. Daftar-daftar yang panjang cenderung akan menjadi terlalu heterogen dan dengan demikian memungkinkan adanya petunjuk-petunjuk bagi siswa yang pandai, lagi pula soal bentuk ini bila soalnya terlalu panjang/banyak akan membuang waktu yang terlalu banyak. 6) Jumlah pilihan jawaban disusun lebih banyak daripada soalnya. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat memikirkan jawabannya dengan tepat. 6) Penulisan Instrumen Penilaian Sikap Teknik penilaian sikap/budi pekerti merupakan prosedur penilaian yang dipergunakan untuk menilai perilaku siswa. Alat penilaian yang dapat dipergunakan seperti lembar pengamatan, portofolio, dan angket/kuesioner. a. Lembar Pengamatan Lembar pengamatan merupakan suatu alat penilaian yang pengisiannya dilakukan oleh guru atas dasar pengamatan terhadap perilaku peserta didik. Pelaksanaan pengamatannya dapat dilakukan guru pada sebelum mengajar, saat mengajar, dan sesudah mengajar. Perilaku minimal yang dapat dinilai dengan pengamatan untuk perilaku peserta didik, misalnya : ketaatan pada ajaran agama, toleransi, disiplin tanggung jawab, kasih sayang, gotong royong, kesetiakawanan, hormat menghormati, sopan santun dan kejujuran. Setelah teori diperoleh dari berbagai buku, maka langkah selanjutnya adalah menyimpulkan teori itu dan merumuskan/mendefinisikan (yaitu definisi 299

konsep dan definisi operasional) dengan kata-kata sendiri berdasarkan pendapat para ahli yang diperoleh dari beberapa buku yang telah dibaca. Definisi tentang teori yang dirumuskan inilah yang dinamakan konstruk. Berdasarkan konstruk yang telah dirumuskan itu maka langkah selanjutnya adalah menentukan dimensi (tema/obyek/hal-hal pokok yang menjadi pusat tinjauan teori), indikator (uraian/rincian dimensi yang diukur), dan penulisan butir soalnya berdasarkan indikatornya. Untuk lebih memudahkan dalam menyusun kisi-kisi tes, perhatikan alur urutannya seperti pada gambar berikut.
TEO RI D a r i h a s il p e n e litia n / p en d a p a t d ari 1. Buku A 2. Buku B 3. Buku C 4. Buku D 5. Buku E dst

KO NSTR UK - D e fin is i k o n s e p - D e fin is i o p e r a s io n a l

D IM E N S I

IN D I K A T O R

SO AL

Berdasarkan gambar di atas, penulis soal dapat dengan mudah mengecek apakah instrumen tesnya atau butir-butir soalnya sudah sesuai dengan indikatornya atau belum. Misalnya soal nomor 1 sampai dengan soal terakhir berasal dari mana ? Dari indikator-indikator dari mana ? Dari dimensi. Rumusan dimensi dari mana ? Dari konstruk. Rumusan konstruk dari mana ? Dari teori. Jadi kesimpulannya instsrumen tes yang telah disusun merupakan alat ukur yang (sudah tepat atau belum tepat) mewakili teori). Dalam penulisan instrumen non-tes, harus memperhatikan ketentuan/ kaidah penulisan sebagai berikut : 1) Materi a) Pernyataan harus sesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi. b) Aspek yang diukur pada setiap pernyataan sudah sesuai dengan tuntutan dalam kisi-kisi (misalnya untuk tes sikap : aspek kognisi, afeksi, atau konasinya dan pernyataan positif atau negatifnya). 2) Konstruksi a) Pernyataan dirumuskan dengan singkat (tidak melebihi 20 kata) dan jelas. b) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang tidak relevan dengan obyek yang dipersoalkan atau kalimatnya merupakan pernyataan yang diperlukan saja. c) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang bersifat negatif ganda. d) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang mengacu pada masa lalu. e) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang faktual atau dapat diinterpretasikan sebagai fakta. f) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang dapat diinterpretasikan lebih dari satu cara. g) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang mungkin disetujui atau dikosongkan oleh hampir semua responden. h) Setiap pernyataan hanya berisi satu gagasan secara lengkap. i) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang tidak pasti seperti semua, selalu, kadang-kadang, tidak satupun, tidak pernah. j) Jangan banyak mempergunakan kata hanya, sekedar, sematamata. Gunakan seperlunya. 3) Bahasa/budaya

300

a) Bahasa soal harus komunikatif dan sesuai dengan jenjang pendidikan siswa/responden b) Soal harus menggunakan bahasa Indonesia baku c) Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/baku Instrumen skala sikap Berbagai definisi tentang sikap yang telah dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah Mueller (1986:3) yang menyampaikan 5 definisi dari 5 ahli, adalah sebagai berikut : a. Sikap adalah afeksi untuk atau melawan, penilaian tentang suka atau tidak suka akan tanggapan positif/negatif terhadap suatu obyek psikologis (thurstone). b. Sikap adalah kecenderungan untuk bertindak ke arah atau melawan suatu faktor lingkungan (Emory Bogardus) c. Sikap adalah kesiapsiagaan mental atau saraf (Golden Allport) d. Sikap adalah konsistensi dalam tanggapan terhadap obyek-obyek sosial (Donald Cambell) e. Sikap merupakan tanggapan tersebunyi yang ditimbulkan oleh suatu niai (Ralp Linton, ahli antropologi kebudayaan). Berdasarkan definisi di atas, para ahli menyimpulkan bahwa sikap mempunyai 3 komponen penting, yaitu komponen : (1) kognisi yang berhubungan dengan kepercayaan, ide dan konsep; (2) afeksi yang mencakup perasaan seseorang; dan (3) konasi yang merupakan kecenderungan bertingkah laku atau yang akan dilakukan. Oleh karena itu ketiga komponen ini dimasukkan di dalam format kisi-kisi “sikap belajar siswa” seperti contoh berikut. Definisi operasional sikap belajar adalah kecenderungan bertindak dalam perubahan tingkah laku melalui latihan dan pengalaman dari keadaan tidak tahu menjadi tahu yang dapat diukur melalui : toleransi, kebersamaan dan gotong royong, rasa kesetiakawanan dan kejujuran. No 1 Dimensi Toleransi Indikator a. Mau menerima pendapat orang lain atau tidak memaksakan kehendak b. Tidak mudah tersinggung a. Dapat bekerja kelompok b. Rela berkorban untuk kepentingan umum a. Mau memberi dan meminta maaf Nomor soal yang mengukur Kognisi Afeksi Konasi + + + 1 2 3 4 5 6

7

8

9

10

11

12

2

Kebersamaan dan gotong royong Rasa kesetiakawanan dst

3

Contoh soal seperti berikut: NO PERNYATAAN 1 Mau menerima pendapat orang lain merupakan ciri bertoleransi 2 Untuk mewujudkan cita-cita harus

SS

S

TP

TS

STS

301

Minat juga merupakan kemampuan untuk memberikan stimulus yang mendorong seseorang untuk memperhatikan aktivitas yang dilakukan berdasarkan pengalaman yang sebenarnya (Crow and Crow. Siswa yang menaruh minat pada suatu mata pelajaran perhatiannya akan tinggi dan minatnya berfungsi sebagai pendorong kuat untuk terlibat secara aktif dalam pelajaran tersebut. 15. Berdasarkan kedua pernyataan ini. Keterangan : SS = sangat setuju. 10 4 Keterlibatan Kemauan 4. 5 Keuletan 1. TS = tidak setuju.. Kisi-ksi dan soalnya adalah sebagai berikut: INDIKATOR NOMOR SOAL Gairah 8. S = setuju. et al. Oleh karena itu definisi operasional minat belajar adalah pilihan kesenangan dalam melakukan kegiatan dan dapat membangkitkan gairah seseorang untuk memenuhi kesediaannya yang dapat diukur melalui kesukacitaan. ruang. 6. 13 Inisiatif 16. saya akan selalu mendengarkan usul-usul ke dua orang tuaku 6 Bekerjasama dengan orang lain berbeda suku lebih baik dihindarkan. dan keterlibatan.memaksakan kehendak Saya suka menerima pendapat orang lain Memilih teman di sekolah. S = sering. J = jarang. energy dalam memenuhi kesukaannya (Raths. 17 2 Ketertarikan Responsif 10. 18 Kerja keras 12. 14 Keterangan : nomor yang bergaris bawah adalah untuk pernyataan positif Contoh instrumen seperti berikut ini. 1974:337) dan dapat membangkitkan gairah sesseorang serta melahirkan kesediaannya untuk menggunakan waktu.1996:69). maka minat merupakan pilihan kesenangan dalam melakukan kegiatan (Skiner. NO PERNYATAAN SS S KK J TP 1 … 2 Saya segera mengerjakan PR sebelum datang pekerjaan yang lain 7 Saya asyik dengan pikiran sendiri ketika guru menerangkan di kelas 16 Saya suka membaca buku ekonomi 20 … Keterangan : SS = sangat sering. saya utamakan mereka yang pandai 5 Kalau saya boleh memilih. TP = tidak pernah NO 1 DIMENSI Kesukaan 302 . 9 3 Perhatian Konsentrasi 7. perhatian. STS = sangat tidak setuju 3 4 Instrumen penilaian minat belajar Minat adalah kesadaran yang timbul bahwa obyek tertentu sangat disenangi dan melahirkan perhatian yang tinggi bagi individu terhadap obyek tersebut (crites. 1969:29). 1984:248). KK = kadang-kadang. 20 Keseleraan 2. ketertarikan. TP = tidak berpendapat (raguragu). 19 Ketelitian 3.

1) Menghitung jumlah siswa dalam kelompok pandai dan kelompok kurang yang menjawab soal tersebut dengan betul. Dengan membuat item analysis.65 T 20 3) Menentukan kriteria bagi soal yang baik dan tidak baik. yaitu sebagai berikut : a) Untuk soal yang berbentuk true-false TK ≤ 0. sedangkan kelompok sedang (middle group) kita biarkan.g. Yang diperlukan dalam analisis soal selanjutnya ialah kelompok pandai (upper group) dan kelompok kurang (lower group). 4) Kelompok sedang atau middle group (50% ranking bagian tengah). Selanjutnya dengan mengetahui soal-soal yang tidak baik dapat diambil langkah-langkah perbaikan terhadap soal-soal tersebut. Apakah semua alternatif jawaban (optimis) menarik jawaban-jawaban ataukah tidak. 2) Kelompok pandai atau upper group (25% dari ranking bagian atas).16 dikategorikan soal yang sukar TK ≥ 0. 1) Taraf/Tingkat Kesukaran Soal Untuk mengetahui taraf kesukaran soal diperlukan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Mengelompokkan siswa dalam tiga kelompok. yaitu : a. sedikitnya kita dapat mengetahui tiga hal penting yang dapat diperoleh dari tiap soal. Sampai dimana tingkat kesukaran soal itu (difficulty level of antara item) b. 2) Menentukan taraf kesukaran dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TK = U+L T Keterangan : TK = tingkat/taraf kesukaran soal U = jumlah siswa yang termasuk kelompok pandai (upper group) yang menjawab benar untuk setiap soal L = jumlah siswa yang termasuk kelompok kurang (lower group ) yang menjawab benar untuk setiap soal T = jumlah siswa dari upper group dan lower group Contoh : Dalam tabulasi dari suatu item (item no 1) diketahui dari 10 orang kelompok pandai yang dapat menjawab benar 9 orang dan 10 orang kelompok kurang yang dapat menjawab benar 4 orang. Maka tingkat kerusakan soal tersebut adalah sebagai berikut : TK = U+L 9+4 = = 0. Pengelompokkan tersebut didasarkan pada rangking skor yang diperoleh dalam kelompok tersebut/ketiga kelompok yang dimaksud tersebut. c.21 dikategorikan soal yang sukar 303 . 3) Kelompok kurang atau lower group (25% dari ranking bagian tengah).84 dikategorikan soal yang mudah b) Untuk soal yang berbentuk multiple choice (3 option) TK ≤ 0. Item Analisis (Analisis Soal) Tujuan khusus item analysis adalah untuk mencari soalan tes mana yang baik dan mana yang tidak baik. sehingga dapat membedakan antara kelompok siswa yang pandai dengan kelompok siswa yang bodoh. Apakah soal itu mempunyai daya pembeda (discriminating power).

76 dikategorikan soal yang mudah 2) Daya Pembeda Soal Yang dimaksud daya pembeda suatu soal ialah bagaimana kemampuan soal itu untuk membedakan siswa-siswa yang termasuk kelompok upper group dengan siswa-siswa yang termasuk kelompok lower group.PB Keterangan : D = indek daya pembeda soal JA = jumlah siswa kelompok upper group yang mengikuti tes JB = jumlah siswa kelompok lower group yang mengikuti tes BA = jumlah siswa kelompok upper group yang menjawab benar dari soal itu BB = jumlah siswa kelompok lower group yang menjawab benar dari soal itu PA = proporsi kelompok upper group yang menjawab benar dari soal itu PB = proporsi kelompok lower group yang menjawab benar dari soal itu Contoh : Dari hasil analisis tes yang terdiri dari 10 butir soal yang dikerjakan oleh 20 orang saiswa. Mengingat biaya dan waktu untuk menganalisis.24 dikategorikan soal yang sukar TK ≥ 0.TK ≥ 0. Untuk hal ini dibedakan antara kelompok kecil (kurang dari 100) dan kelompok besar (100 orang ke atas) a. terdapat dalam tabel sebagai berikut : Tabel Analisis 10 Butir soal dari 20 Siswa Siswa A B C D E kelom pok B A A B A 1 1 0 1 0 1 2 0 1 0 0 1 3 1 1 1 1 1 4 0 1 0 0 1 Nilai Soal 5 6 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 7 1 0 1 1 1 8 1 0 1 1 1 9 1 1 1 1 1 10 0 1 1 0 1 Jmlh Skor 5 7 8 5 10 304 . 50% kelompok atas dan 50% kelompok bawah.79 dikategorikan soal yang mudah c) Untuk soal multiple choice (4 option) TK ≤ 0. Caranya seluruh pengikut tes diurutkan mulai dari skor teratas sampai terbawah. seluruh kelompok testee dibagi dua sama besar. lalu dibagi 2. maka untuk kelompok besar biasanya hanya diambil kedua kutubnya saja yaitu 27% skor teratas sebagai kelompok atas/upper group (JA) dan 27% skor terbawah sebagai kelompok bawah/lower group (JB) Untuk menghitung indek daya pembeda soal dapat digunakan dengan dua cara. sama dengan yang dilakukan pada saat menghitung tingkat kesukaran soal. yaitu : 1) Dengan menggunakan rumus sebagai berikut : D = BA/JA .BB /JB = PA . maupun dalam menghitung jumlah siswa pada tiap-tiap kelompok yang menjawab benar dari suatu soal tersebut. Langkah-langkah yang ditempuh dalam menghitung indeks daya pembeda suatu soal. untuk kelompok besar. b. baik dalam hal menentukan kelompok pandai (upper group) dan lower group. Untuk kelompok kecil .

selanjutnya diurutkan atau dibuat array (urutan penyebaran) dari skor yang paling tinggi ke skor yang paling rendah.F G H I J K L M N O P Q R S T Jumlah B B B A A A B B A A B A A B B 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 11 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 15 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 12 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 8 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 6 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 16 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 15 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 10 6 6 6 8 7 7 5 3 7 9 3 8 8 6 6 Dari table di atas berdasarkan nama-nama siswa dapat kita peroleh skor-skor sebagai berikut : A = 5 F=6 K=7 P=3 B = 7 G=6 L=5 Q=8 C = 8 H=6 M=3 R=8 D = 5 I=8 N=7 S=6 E = 10 J=7 O=9 T=6 Dari angka-angka tersebut. Kelompok Atas Kelompok Bawah 10 6 9 6 8 6 8 6 8 6 8 5 7 5 7 5 7 3 7 3 ----------------------------------10 orang 10 orang Dari hasil array ini sekaligus menunjukkan adanya kelompok atas (JA) dan kelompok bawah(JB) dengan nama dan skor sebagai berikut : Kelompok Atas Kelompok Bawah B = 10 A = 6 C= 9 D = 6 E= 8 F = 6 I = 8 G =6 J = 8 H =6 K= 8 L = 5 N= 7 M =5 O= 7 P = 5 Q= 7 S = 3 305 .

maka indek dikriminasi atau daya pembeda dapat ditentukan sebagai berikut : JA = 10 BA = 8 PA = BA/ JA = 0. b.8 . Pilihan jawaban Jawaban upper group Jawaban lower group Jumlah a 5 3 8 b 4 3 7 c 0 0 0 d 1 4 5 Jumlah 10 10 20 Jawaban betul untuk soal di atas adalah a pilihan jawaban (option). maka diperoleh data bahwa : . c dan d sebagai distraktor. (DB = > 0.5 Kriteria untuk soal dilihat dari indeks daya beda Soal yang indeks daya beda lebih besar dari 0.Dari kelompok atas yang menjawab betul sebanyak 8 orang . C. Kejadian semacam ini disebabkan karena distraktor b membingungkan. sebab menarik jawaban lebih banyak dari siswa upper gorup. Option c sama sekali tidak efektif. sebab hanya dapat mengundang jawaban oleh siswa upper group yang lebih sedikit. sedangkan JB = 10 BB = 3 PB = BB/JB = 0.8 . Pada umumnya distraktor yang baik dapat mengudang jawaban yang lebih besar jumlahnya pada siswa lower group. karena daya pembedanya rendah.Dari kelompok bawah yang menjawab betul sebanyak 3 orang.0. Setelah selesai presentasikan hasil pekerjaan saudara sesama kelompok yang lain. 306 . Pilihan b sebagai distraktor tidak efektif.3 = 0.20) dikategorikan sebagai soal yang baik. tidak efektif. khusunya untuk nomor 1. Pilihan jawaban a. baik oleh siswa upper group maupun lower group.R= 7 T = 3 ----------------------10 orang 10 orang Dari tabel Analisis di halaman 53. karena tidak dapat menarik jawaban seorangpun. 3) Efektivitas Distraktor (Pengecoh) Seberapa jauh option dapat memenuhi fungsinya dapat diketahui dengan cara memperhatikan jumlah pemilih untuk tiap pilihan jawaban.PA = 0.20. Berikut ini disajikan satu contoh soal yang mempunyai 4 option. Latihan Buatlah kelompok kecil yang terdiri dari 3 orang. dan sedikit pada upper group.3 Maka D = PA . kemudian susunlah sebuah kisi-kisi instrumen untuk menilai penguasaan peserta didik terhadap salah satu kompetensi dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP/SMA/MA yang dilengkapi dengan instrumennya.

Rangkuman Kurikulum berbasis kompetensi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai peserta didik.D. Salah satu ciri kurikulum berbasis kompetensi yaitu menerapkan pembelajaran kontekstual yaitu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan membantu peserta didik untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. akan 307 . Tuliskan susunan instrumen menurut penilaian sesuai dengan susunan yang ada pada tabel kisi-kisi. afektif dan psikomotorik. c. Rumuskan indikator-indikator setiap kompetensi dasar. Tentukan teknik penilaian untuk pengukuran indikator-indikator. b. Alat dan Bacaan a. sehingga peserta didik memiliki pengetahuan dan keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan atau ditranfer dari satu permasalahan/konteks ke permaslahan/konteks lainnya. kuesioner. Setiap kompetensi yang tercantum dalam kurikulum menggambarkan kemampuan yang diharapkan dikuasai oleh peserta didik. Lembar Kegiatan 1. Seperangkat instrumen penilaian dalam bentuk tes tertulis serta nontes (lembar pengamatan. Standar isi kurikulum Mata pelajaran Bahasa Indonesia 2. penilaian dan kegiatan belajar mengajar serta pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. Rumuskan kompetensi dasar berdasarkan standar kompetensi dari kurikulum b. Satu set buku teks pelajaran Bahasa Indonesia b. Tabel kisi-kisi instrumen penilaian. Hasil a. 3. d. Kompetensi tersebut meliputi kemampuan kognitif. serta tentukan jenis dan bentuk instrumen yang akan digunakan untuk kegiatan pengukuran melalui tabel kisi-kisi instrumen. 4. sehubungan dengan hal itu maka untuk mengukur kompetensi tersebut tidak cukup hanya dengan teknik tes. Prasyarat Peserta pelatihan telah memiliki pengalaman menjadi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia selama 5 tahun. sosial dan kultural). skala sikap) E. Langkah Kegiatan a.

Teknik tes digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik yang berkaitan dengan aspek kognitif (menggunakan logika untuk memahami konsepkonsep secara utuh). sedangkan instrumen tes. pengetahuan dan sikap seorang peserta didik. Tidak ada satu pun alat penilaian yang dapat mengumpulkan informasi hasil dan kemajuan belajar peserta didik secara lengkap. Setiap instrumen memiliki kelebihan dan kelemahan. Selain itu intrepretasi hasil tes bersifat tidak mutlak karena peserta didik terus berkembang sesuai pengalaman belajar yang dialaminya. sedangkan teknik non-tes digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik berkaitan dengan aspek sikap dan keterampilan yaitu kemampuan mengaplikasikan konsep ke dalam kehidupan nyata sehari-hari dari peserta didik) Penyusunan kisi-kisi instrumen sebagai upaya guru dalam melaksanakan dan mewujudkan penilaian pembelajaran yang valid dan komprehensif. keterampilan. Upaya tersebut bisa diwujudkan dengan mempersiapkan instrumen penilaian melalui tabel kisi-kisi instrumen. Penilaian tunggal tidak cukup untuk memberikan gambaran yang lengkap tentang kemampuan. khususnya tes pilihan ganda ditambahkan analisis tentang tingkat kesukaran. 308 . reliabilitas instrumen. Setiap instrumen mempunyai kelebihan dan kelemahan. Untuk mendapatkan instrumen yang berkualitas perlu dilakukan analisis instrumen tentang validitas instrumen. sehingga dalam menyusun instrumen hendaknya memperhatikan pada kaidah-kaidah penulisannya. Penilaian yang sahih dan komprehensif dapat dicapai dalam pembelajaran bilamana guru selaku aktor pengelola pembelajaran di kelas mampu menyusun instrumen penilaian secara sistematis. dan efektivitas distraktor.tetapi penggunaan teknik non-tes akan menjadikan penilaian lebih valid dan komprehensif. daya pembeda.

2. b. Kompetensi dasar Peserta pelatihan memiliki ketrampilan dalam menentukan capaian kompetensi peserta didik melalui skoring dan pendekatan penilaian yang sesuai. mintalah dua atau tiga orang guru lain yang mengetahui masalah itu untuk menilai tiap jawaban.MATA LATIH: SKORING DAN PENILAIAN PEMBELAJARAN A. skorlah dengan rating method. Rumus skoring yang digunakan adalah sebagai berikut. Skoring pada tes obyektif 1) Fill in completion (tes isian dan melengkapi) Setiap isian yang dijawab benar diberi skor satu. 4 atau A. D dan F. tugas guru selanjutnya adalah mengadakan koreksi terhadap hasil isian instrumen yang telah dikenakan pada sasaran yang diukur (dalam hal ini aktivitas belajar peserta didik). B. Terampil menilai hasil belajar peserta didik melalui pendekatan yang sesuai B. 1. Indikator a. Skoring Setelah pengukuran kemampuan peserta didik melalui berbagai instrumen. gunakan pedoman jawaban sebagai guide atau petunjuk. Dengan demikian dapat dihindarkan terjadinya halo effect. yang selanjutnya diberi skor 0. S = skor S =R R = jumlah isian yang dijawab betul (right) Contoh : Misalkan sebuah tes berbentuk fill-in terdiri dari 30 isian. 3. 2) Untuk soal-soal essay dengan jawaban terbatas (restricted response questions). 5) Berikan skor jawaban-jawaban soal essay tanpa mengetahui identitas siswa yang mengerjakan itu. 2. Riyan mengerjakan tes tersebut 23 isian dijawab betul. berikut ini diungkapkan teknis atau cara dalam skoring pada masing-masing jenis instrumen. dan bukan siswa demi siswa. 3) Untuk soal-soal essay dengan jawaban terbuka (extended response questions). Setiap jenis tes (apakah essay atau objektif) memiliki teknik skoring masing-masing. Ini diperlukan untuk mencek reliabilitas skoring terhadap jawaban-jawaban essay itu. Terampil menerapkan teknik skoring terhadap hasil pengukuran pembelajaran. berilah skor dengan point method. Maka skor Riyan = 30 – 7 = 23 309 . Tulislah lebih dulu pedoman jawabannya untuk tiap soal. 5 isian salah dan 2 isian tidak dijawab. b. gunakan kriteria tertentu sebagai guide. 6) Bilamana mungkin. Kompetensi dan Indikator 1. 4) Berikan skor atas jawaban-jawaban soal demi soal. Skoring pada tes essay 1) Lakukan skoring terhadap jawaban-jawaban soal essay dalam hubungannya dengan hasil belajar yang sedang diukur. Uraian Materi : Skoring dan Penilaian Pembelajaran 1. a. C. Untuk itu bisa dilakukan dengan mengklarifikasikan jawaban-jawaban ke dalam 5 tingkat. dan tentukan skor yang dikenakan kepada tiap soal atau bagian soal (dengan weighting atau pembobotan).

2) True-false tes (tes benar-salah) Setiap item yang dijawab betul diberi skor satu. dijawab salah 5 item dan tidak dijawab 2 item. 6 item salah. Rumus yang digunakan adalah : S=R− W n −1 Keterangan : S = skor yang diharapkan R = jumlah jawaban betul W = jumlah jawaban salah n = jumlah option 1 = bilangan konstan Contoh : 20 item soal pilihan ganda dengan option a – b – c – d tiap item. maka skor Devi = 13 – 5 = 8 3) Multiple choice test (bisa pilihan ganda) Setiap jawaban betul diberi skor satu dan setiap jawaban salah diberi skor 0. Contoh : Misalkan suatu tes terdiri atas empat macam bentuk yaitu : True-false = 30 item dengan bobot 1 Multiple choice = 20 item dengan bobot 2 (dengan 4 option) Matching = 10 item dengan bobot 3 Essay = 4 item dengan bobot 5 310 6 6 → 14 − → 14 − 2 = 12 4 −1 3 . maka skor Rifki adalah : 20 − 4) Matching test (test menjodohkan) Setiap jawaban betul diberi skor 1 dan setiap jawaban salah 0. Rumus yang dipergunakan : S=R–W Keterangan : S = skor yang diharapkan R = jumlah item yang dijawab betul (right) W = jumlah item yang dijawab salah (wrong) Contoh : Umpamakan jumlah item true – false = 20 Devi dapat menjawab betul 13 item. Rifki dapat menjawab 14 item betul. Melisa mengerjakan tes tersebut 7 item betul dan 3 item salah. Maka skor Melisa = 10 – 3 = 7 5) Skor akhir Skor akhir siswa dapat ditentukan dengan cara menjumlah skor yang diperoleh pada tiap-tiap jenis tes yang digunakan yang telah dihitung menurut rumus dan bobot masing-masing jenis tes. Rumus yang digunakan adalah : S=R Contoh : Misalkan sebuah test berbentuk matching banyak 10 item.

X Penjelasan: dalam kisi-kisi tes. NO 1 2 3 4 5 PERNYATAAN SS Mau menerima pendapat orang lain X merupakan ciri bertoleransi Untuk mewujudkan cita-cita harus memaksakan kehendak Saya suka menerima pendapat orang lain Memilih teman di sekolah saya utamakan mereka yang pandai saja Kalau saya boleh memilih. dan skor akhir mereka adalah (10 + 9) : 2 = 9. soal nomor 1-6 adalah hanya mewakili indikator “mau menerima pendapat orang lain” dari dimensi “toleransi” untuk topik “sikap belajar siswa di sekolah” 1) Perilaku positif terdapat pada soal nomor 1.5 atau 10. 3. dan perilaku maksimal adalah (15 + 3) : 2 = 9. Jadi sikap siswa tentang “toleransi” khususnya “mau 311 . 5 adalah skor STS). 6) Jadi skor siswa di atas adalah : perilaku positif 5 + 4 + 1 = 10. S = 4. bekerjasama dengan orang yang berbeda suku lebih baik dihindari S TP TS X X X X STS 6. TS = 4. 5) Skor rata-rata : perilaku minimal adalah (12 + 6) : 2 = 9. maksimal 3 x 1 = 3 (3 berasal dari 3 butir soal yang positif. 4. saya akan selalu mendengarkan kedua orangtuaku bekerjasama dengan orang yang berbeda suku lebih baik dihindarkan Selalu mendengarkan usul kedua orang tuaku. 2 adalah skor S . 4 adalah skor S : 5 adalah skor SS). STS = 5 3) Skor yang harus diperoleh dalam perilaku positif minimal 3 x 4 = 12. 6 dengan pemberian skor : SS = 1. S = 2. TP = 3. Skoring pada teknik non-test Berikut ini contoh hasil pengisian instrumen non tes (skala sikap) oleh salah satu peseta didik. TP = 3. maksimal 3 x 5 = 15 (3 berasal dari 3 butir soal yang positif. STS = 1 2) Perilaku negatif terdapat pada nomor 2. Skor siswa 10 sedangkan ukuran perilaku positif minimal 12 dan maksimal 15. 4) Skor yang harus diperoleh dalam perilaku negatif minimal 3 x 2 = 6.Fidia mengerjakan tes tersebut dengan hasil sebagai berikut : Tak Betul Salah Skor dijawab True-false 22 6 2 S = 22 – 6 =6 Multiple 14 6 ( 2 x 6 ) = 24 S = (2 x 14) choice Matching Essay 7 2 3 1 Skor akhir Fidia 1 S=7x3 S=3x5 4 −1 = 21 = 15 = 76 c. TS = 2. perilaku negatif 4 + 2 + 3 = 9. 5 dengan pemberian skor : SS – 5.

mis 5. dia perlu pembinaan dan peningkatan khususnya mengenai perilaku ini. bila syarat-syarat yang mendasari kurva normal dipenuhi. a. Penggunaan sistem PAN pemberian makna skor yang diperoleh peserta didik tidak memakai kompetensi sebagai pedoman. 7 dan 9 dengan menggunakan rumus sturgess. dalam arti dapat menentukan status siswa dalam kelompoknya. Artinya siswa tersebut mempunyai sikap positif yang tidak begitu tinggi tentang “mau menerima pendapat orang lain”. Proses membandingkan inilah yang disebut sebagai proses penilaian dan merupakan hasil pengukuran. Pembanding yang dipakai adalah nilai rata-rata dan simpangan baku. Skor terpencar atau dapat dianggap terpencar sesuai dengan pancaran kurva normal. 2. dengan jalan : a) Mencari range (R) dengan mengurangi skor maksimum dengan skor minimum. Penilaian Untuk dapat melakukan penilaian harus dilakukan lebih dahulu pengukuran dengan alat tes. maka skor mentah yang sudah diperoleh dari skoring diubah menjadi nilai dengan skala nilai tertentu (skala 1 – 4. yaitu : 1. 3) Membuat taily pada kolom 3 dan mentabulasikan tiap-tiap skor ke dalam kelasnya. yaitu sebagai berikut : 1) Menentukan dulu banyaknya kelas interval. Jumlah siswa yang dinilai lebih dari 50 orang.3 log n c) Menentukan panjang setiap kelas interval (p) yaitu : p = R/k 2) Mengisi kolom 2 (interval) yang dimulai dari skor minimum berturut-turut dengan interval yang telah ditemukan dan sejumlah kelas yang telah ditentukan pada langkah pertama. PAN menggunakan prinsip-prinsip yang berlaku pada jurca normal. Sistem PAN akan lebih baik digunakan.menerima pendapat orang lain” dalam topik “sikap belajar siswa di sekolah” masih kurang. b) Menentukan Jumlah kelas interval. Hasil pengukuran dapat menggambarkan derajat kualitas dan eksistensi keadaan yang diukur. Penilaian Acuan Norma (PAN) Pada acuan ini hasil belajar tiap peserta didik dibandingkan dengan hasil belajar peserta didik lain dalam kelompoknya. Pemberian nilai berdasarkan PAN Agar diperoleh nilai bagi setiap siswa pada sistem PAN dengan tepat. melainkan didasarkan pada nilai rata-rata dan simpangan baku yang dihasilkan kelompoknya. hasil-hasil perhitungan dipakai sebagai acuan penilaian. skala A-E atau skala 1 – 10) Sebagai contoh di bawah ini ditampilkan cara mengolah skor mentah menjadi nilai 1 – 10 dengan pendekatan PAN. sebagai berikut : k = 1 + 3. sehingga batas lulusnya tidak ditentukan oleh penguasaan minimal siswa terhadap kompetensi yang diharapkan. memiliki sifat relatif sesuai dengan naik turunnya nilai rata-rata dan simpangan baku yang dihasilkan pada saat itu. 2. Untuk keperluan ini perlu ditempuh langkah-langkah penyusunan skor ke dalam tabel kerja. Namun demikian hasil pengukuran ini belum memiliki makna bila belum dibandingkan dengan suatu acuan atau bahan pembanding. sebaiknya jumlahnya ganji. 4) Mengisi angka taily ke dalam kolom 4 (lajur frekuensi = f) 312 .

5 -2 59.53 = 70.5 89.053} = 69. 6) Mengisi lajur fd dengan mengalikan lajur frekuensi dan deviasi (d) 7) Mengisi lajur fd2.167 .5 1 2 3 fd -9 -14 -14 0 12 16 18 9 (∑fd) fd2 27 28 14 0 12 32 54 167 (∑fd2) Mean (M) = X0 + p{ 9/167} = 69.92} /80.79 DS = 10 (1. setelah di-array (diurutkan dari nilai terkecil yaitu sebagai berikut : 35 40 42 46 46 50 51 52 52 54 56 55 55 57 57 58 58 60 61 62 62 64 64 64 66 66 67 68 68 68 69 69 70 70 70 71 71 71 71 71 72 73 73 73 73 73 73 73 74 74 74 74 74 74 76 76 76 76 76 76 77 78 78 80 82 83 85 85 88 90 90 91 92 92 95 95 97 98 98 99 Untuk mengolah skor mentah tersebut menjadi nilai 1-10 berdasarkan PAN adalah sebagai berikut : Skor maksimum = 99 Skor minimum = 35 Range ( R ) = 99 – 35 = 64 8) Banyaknya kelas interval : (k) = 1 + 3.5 + 10{ 0.03 Deviasi standar (DS) dapat dihitung sebagai berikut : DS = p √{ 80.5 + 0.5 -1 69.5) Menentukan deviasi pada lajur dan dengan menetapkan mean dugaan (M) pada kelas tertentu (kelas yang paling besar frekuensinya) selanjutnya meletakkan angka deviasi secara berurutan dari nol ke atas dan ke bawah (ke atas diberi tanda plus +.5 -3 49.5 99. ke bawah minus -). kemudian dijumlahkan.5 0 79. Contoh : Umpama seorang guru memperoleh skor mentah dari hasil Ujian Mapel di kelas II A2 SMA yang berjumlah 80 siswa.449) = 13.2 dibulatkan ke bawah Jadi jumlah kelas interval (k) = 7 Interval 35 – 44 45 – 54 55 – 64 65 – 74 75 – 84 85 – 94 95 – 104 TABEL DISTRIBUSI Tally f ||| 3 |||| | | 7 |||| |||| |||| 14 |||| |||| |||| |||| 30 |||| |||| |||| |||||| 12 |||| |||| 8 |||| || 6 N = 80 FREKUENSI xi d 39.3 log 80 = 7.49 dibulatkan menjadi 13 313 .

25 DS = batas bawah nilai 1 Hasil perhitungan : 70.25 DS = batas bawah nilai 6 M – 0.28 dibulatkan = 92.25 x 13) 70.25 x 13) 70.03– (0.03– (1. Patokan di sini bersifat tetap dan dapat juga dipakai untuk kelompok lain yang manapun.78 dibulatkan = 86. langkah selanjutnya ialah mengubah skor mentah ke dalam nilai 1 – 10 dengan menggunakan rumus.75 x 13) 70.28 dibulatkan = 66. Apabila hal ini telah dilakukan 314 . Dengan menetapkan batas toleransi terhadap fluktuasi prestasi peserta didik dari kelas ke kelas.78 dibulatkan = 99 nilai 10 = 93 nilai 9 = 86 nilai 8 = 80 nilai 7 = 73 nilai 6 = 67 nilai 5 = 60 nilai 4 = 54 nilai 3 = 47 nilai 2 = 42 nilai 1 b. Pengajar yang menggunakan.03– (1.25 DS = batas bawah nilai 8 M + 0.03– (2. batas bawah masing-masing nilai dalam skala 1 – 10 yaitu sebagai berikut : M + 2. selama berlangsungnya.25 DS = batas bawah nilai 3 M – 1.78 dibulatkan = 47.75 x 13) 70. petunjuk dan pusat kegiatan dalam pengajaran.25 x 13) = 99.78 dibulatkan = 73. Kompetensi dirumuskan dalam TIK dan ini merupakan anak.25 DS = batas bawah nilai 5 M – 0. selama ke arah penguasaan minimal sejak dimulai. membantu dan membimbing subyek.28 dibulatkan = 53.25 x 13) 70. penetapan batas lulus (KKM) adalah merupakan hal yang pokok dan sudah ditetapkan sejak program pembelajaran dimulai. Patokan di sini tidak lagi merupakan hasil kelompok seperti pada PAN.75 DS = batas bawah nilai 4 M – 1. Siswa yang telah melampaui atau sama dengan kriteria keberhasilan (batas lulus) dinyatakan lulus atau memenuhi persyaratan. Pendekatan Acuan Patokan (PAP) Pada acuan ini sebelum itu dilaksanakan harus ditetapkan lebihdhulu patokan yang akan dipakai sebagai pembanding terhadap semua hasil pengukuran.03+ (0.Setelah semua ditemukan mean dan DS (Mean = 70 dan DS = 13).28 dibulatkan = 79.75 x 13) 70. dan dari tahun ke tahun.28 dibulatkan = 41. Pemberian nilai berdasarkan PAP Dalam hal ini.75 x 13) 70.03+ (0.03– (0.25 x 13) 70.03+ (2. melainkan merupakan suatu patokan yang ditetapkan sebelumnya sebagai batas lulus atau dengan kata lain tingkat penguasaan minimum (Matery level).03+ (1.25 DS = batas bawah nilai 10 M + 1. dugaan pertimbangan profesionalisme seorang guru menetapkan batas bawah tingkatan prestasi yang dianggap memadai dalam memenuhi syarat (lulus) sedang yang di bawahnya dinyatakan tidak memenuhi syarat.03+ (1.75 DS = batas bawah nilai 7 M + 0. sampai pada proses belajar mengajar itu selesai.78 dibulatkan = 60.25 x 13) 70.75 DS = batas bawah nilai 9 M + 1.75 DS = batas bawah nilai 2 M – 2.

100 % 81 % . Untuk mengolah skor mentah menjadi nilai melalui pendekatan PAP dapat dilakukan melalui prosedur persentase.30 % 11 % .40 % 21 % . Ratmadiyanto memperoleh skor 83. Sebagai contoh di sini ditampilkan cara mengolah skor mentah menjadi nilai skala 1 – 10 melalui prosedur persentase. maka tingkat penguasaan Ratmadiyanto adalah sebagai beirkut : 83 x 100% = 55. hasil jawaban peserta didik atas soal tersebut adalah sebagai berikut : Peserta didik A B C D E F G H I J Jumlah item yang dijawab peserta didik Betul Salah Kosong 12 5 3 14 6 0 8 8 4 11 7 2 16 0 4 10 10 0 12 8 0 6 14 0 15 5 0 14 3 3 Peserta didik K L M N O P Q R S T Jumlah item yang dijawab peserta didik Betul Salah Kosong 9 3 3 8 12 0 20 0 0 15 2 3 17 3 0 14 4 2 12 4 4 7 11 2 10 8 2 8 12 0 315 . d) dikenakan kepada 20 peserta didik.70 % 51 % .90 % 71 % . adalah : Tingkat Penguasaan 91 % .80 % 61 % . Terlebih dahulu perlu dipersiapkan acuan patokan keberhasilan yang hendak digunakan pada skala nilai 1 – 10. b. maka nilai Ratmadiyanto = 6 C.3 % 150 Tingkat penguasaan Ratmadiyanto tersebut setelah dibandingkan dengan acuan yang sudah ada.60 % 41 % . Latihan Seperangkat instrumen tes formatif untuk pengukuran kompetensi dasar yang terdiri atas 20 item soal tes obyektif dengan jumlah opsi jawaban 4 (a. Berdasarkan perhitungan persentase. c.maka skor dibandingkan dengan batas tingkatan prestasi tersebut akan menghasilkan nilai (grade).10 % Nilai 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Contoh : Dalam suatu ujian diberlakukan 150 item/soal ujian obyektif. Sedangkan skor maksimal ideal 150 (dalam hal ini seluruh soal dikerjakan dengan benar).50 % 31 % .20 % 0 % .

Alat dan Bahan a. Untuk keperluan tertentu. Lembar jawaban siswa atas soal UAS sebanyak satu kelas.25 dalam skala nilai 1-10. Untuk pelaksanaan system belajar tuntas patokan yang digunakan adalah penilaian acuan patokan (PAP) atau acuan absolut. Rangkuman Skoring dan penilaian merupakan dua kegiatan pokok yang sering diartikan secara rancu oleh para guru dalam melakukan penilaian hasil peserta didik. sehingga hasil penilaian guru belum menunjukkan hasil belajar peserta didik yang sebenarnya. atau guru tersebut kurang memahami prosedur mengolah skor menjadi nilai. misalnya mengetahui posisi peserta didik dalam kelompok belajarnya parameter penilaian dapat digunakan kriteria norma (PAN). Lembar Kegiatan 1. Nilai hasil belajar peserta didik ditentukan dari skor total yang diperoleh peserta didik tersebut dan membandingkannya dengan suatu criteria (patokan) tertentu sesuai dengan tujuan penilaian. 4. Data tersebut masih berupa data mentah dan belum memiliki arti sebelum data tersebut diolah. TK DB Efektivitas distraktor No a b c d e Soal Baik Tdk Baik Tdk E T E T E T E T E T 1 2 3 E. dan tentukan kualitas soal berdasarkan tingkat kesukaran. daya pembeda. Jadi siswa yang skornya belum mencapai criteria kompetensi minimal (KKM) mereka dinyatakan belum mencapai kompetensi atau belajarnya belum berhasil. Test Formatif Tes Obyektif Petunjuk : 316 . dan efektivitas distraktor. F. Hasil Isikan hasil pekerjaan ke kolom yang disediakan pada tabel berikut. 2. Prasyarat Peserta telah memiliki pengalaman menjadi guru mata pelajaran selama 5 tahun. Satu lembar soal UAS beserta b. dimana tingkat keberhasilan peserta didik adalah pencapaian kompetensi. b. Pengolahannya adalah menghitung skor total peserta didik dengan cara menjumlahkan semua skor yang diperoleh peserta didik yang dinilai pada masing-masing item instrumen pengukuran melalui teknik skoring dan pembobotan. Skor merupakan data angka (kuantitatif) yang diperoleh dari hasil pengukuran melalui instrumen. Kangkah Kegiatan a. Koreksilah jawaban siswa satu persatu melalui sesuai rubric yang telah dibakukan. Lakukan analisis butir soal. D. 3.Tentukan jumlah siswa yang tidak berhasil mencapai kompetensi jika penilaian dilakukan dengan pendekatan PAP dan KKM ditetapkan nilai 5. Sering guru menganggap skor sebagai nilai.

penguasaan konsep c penerapan konsep d.. keterampilan 7. sikap b. Penilaian pembelajaran yang menekankan pada kegiatan suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/wakttu tertentu oleh peserta didik a. Penilaian pembelajaran yang mengacu pada ………… merupakan penilaian pembelajaran yang menekankan pada penguasaan komptensi. Berorientasi pada hasil belajar c. Prinsip belajar tuntas c. b. Penilaian portofolio 5. Menyesuaikan penilaian dengan kemampuan anak c.. a. b. Prinsip berkelanjutan b. 317 .Kerjakan soal nomor 1 s/d 10 dengan cara memberi tanda silang pada alternatif jawaban a. Agar peniliaian guru bersifat objektif... Memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja anak dari berbagai penilaian.. Prinsip otentik 3.. a. Menyusun kisi-kisi instrument penilaian d.. Merumuskan kriteria kelulusan 4.. Bentuk kegiatan dalam sistem penilaian pembelajaran yang berkaitan dengan penerapan prinsip komprehensif a. Penilaian unjuk kerja c. Salah satu hal yang harus dilakukan guru agar penilaian guru bersifat obyektif adalah .. sehingga siswa yang belum mencapai kompetensi belum diperkenankan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran berikutnya. b. Penilaian unjuk kerja c. Penilaian produk d. Penilaian pembelajaran yang menekankan pada kualitas hasil pekerjaan peserta didik atas tugas yang diberikan guru a. kompetensi dasar yang tercermin pada indikator kompetensi) peserta didik.. Penilaian portofolio 8. Analisis butir soal b. salah satu hal yang harus dilakukan guru adalah … a.. Soal-soal : 1.. Penilaian produk d. Penilaian proyek b. Melihat latar belakang psikologis anak 6. Tes yang dikemas dalam sejumlah butir-butir soal sangat tepat dipakai untuk melakukan penilaian terhadap aspek ……………. Penilaian proyek b. Memanfaatkan hasil penilaian dari guru lain d. kecuali a.. Menekankan pada ketercapaian kompetensi (standar kompetensi. c. Di bawah ini adalah ciri-ciri dari kurikulum berbasis ko mpetensi. Menerapkan pembelajaran tradisional d. Melaksanakan pengajaran remedial/pengayaan c. Menggunakan penilaian yang berorientasi pada kompetensi (penilaian autentik) 2. atau d yang dianggap jawaban yang paling tepat pada setiap butir soal...

. Acuan norma b. Menumbuhkan kesadaran akan kelemahan dan kekuatan diri d.. ujian – koreksi – nilai c.. Dapat mendorong dan melatih untuk berbuat jujur Berikut ini adalah beberapa persyaratan sebuah kisi-kisi intrumen penilaian pembelajaran yang baik. Bentuk soal Acuan penilaian yang tepat untuk ketuntasan belajar . Materi yang hendak ditanyakan dapat dibuat instrumennya d. 15. kecuali. a. Maksud pengukuran dalam sistem penilaian pembelajaran adalah .. Menentukan kelulusan Dasar pembobotan pada kegaitan skoring . Acuan mutlak c. Menumbuhkan kepercayaan diri c. 13. Mencari bukti b.. Acuan nasional d... Acuan performance Fungsi nilai pada penilaian acuan norma (PAN) adalah . a... Mewakili isi silabus/kurikulum b. Keluasan aspek yang dinilai d. d 9.. Beberapa keuntungan dari penilaian diri.. menentukan ranking siswa dalam kelas Prosedur penilaian yang sesuai dalam pembelajaran a.. menentukan pencapaian kompetensi d. Keterlibatan sejumlah kemampuan yagn digunakan untuk mengerjakan soal c. Menyesuaikan penilaian dengan kemampuan siswa Memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja siswa dari berbagai penilaian Melihat latar belakang psikologis siswa Memanfaatkan hasil penilaian dari guru lain 10. Penilaian diri dapat memberikan dampak positif terhadap perkembagan kepribadian seseorang... mendeteksi kesulitan belajar c. menentukan kelulusan siswa b... 14. Komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami Penilaian yang baik apabila didahului dengan kegiatan pengukuran. Mewakili kepentingan peserta didik c.. a... ujian – skor – parameter – nilai d. Tingkat kesukaran soal b. 12. b. 318 . a. Menumbuhkan kepekaan diri b.. a. c.. Mengumpulkan informasi c. a. ujian – skoring – nilai b.. kecuali . Mengkuantifikasi aspek kepribadian siswa d. ujian – parameter – skor – nilai 11.a.

319 .

320 .

dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. Menyebut berbagai metode penelitian non PTK. dan d.BAB XI PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENDAHULUAN A. PTK mulai dikenal di Indonesia pada akhir tahun 1980-an. dan Dave Ebbutt. Kompetensi Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. kompetensi professional (akademik) dan kompetensi sosial. yaitu Stephen Kemmis. c. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. PTK merupakan salah satu bentuk dari penelitian tinakan yang semula dilakukan di kalangan industri demi peningkatan mutu proses dan produk yang kemudian diadopsi dalam bidang pendidikan. Bila dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling dalam proses layanan. c. b. Menjelaskan hubungan antara PTK dan profesionalisasi guru. John Elliot. Bila dilakukan oleh pengawas sekolah atau kepala sekolah dalam proses pembinaan atau manajerial dapat disebut sebagai penelitian tindakan manajemen atau kepengawasan. kesamaan dan perbedaan antara PTK dan non PTK. serta penelitian tindakan kepengawasan (PTK). B. keterkaitan PTK dengan profesionalitas guru. Kompetensi dan Indikator 1. seorang ahli psikologi sosial Amerika tahun 1946. peserta diharapkan dapat : a. khususnya dalam bidang pembelajaran di kelas. Materi 1. Memaparkan persamaan dan perbedaan antara PTK dan non PTK. Selanjutnya dikembangkan oleh para ahli lain. peserta diharapkan memahami : a. PTK dan Profesionalisasi Guru Guru professional dituntut menguasai 4 kompetensi yaitu kompetensi paedagogik. kompetensi kepribadian. Ketiga bidang tersebut dapat bekerja sama dalam penelitian tindakan yang berupa penelitian kolaboratif. Memaparkan perkembangan PTK hingga di Indonesia b. 2. khususnya penelitian tindakan kelas dan penelitian tindakan konseling. Melalui PTK guru dapat memenuhi kompetensi paedagogik dan kompetensi professional (akademik). dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. melakukan penelitian proses pembelajaran demi 321 . penelitian tindakan kelas. posisi PTK dalam metode penelitian pada umumnya (non PTK). dan d. Robin Mac Tanggart. dilakukan oleh guru. Guru profesional harus meneliti apa yang diajarkan dan mengajarkan apa yang diteliti (hasil penelitiannya). Indikator Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. 2. Riwayat PTK Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diperkenalkan oleh Kurt Lewin. maka disebut penelitian tindakan konseling. PTK terintegrasi dalam pelaksanaan proses pembelajaran. disebut penelitian tindakan kelas.

Karakteristik PTK a. atau dihadapi guru i. Penelitian didasarkan pada permasalahan nyata yang dihadapi oleh guru dalam PBM. Melalui PTK diharapkan guru menjadi ntrospektif. Guru dapat meningkatkan kemampuan reflektif dalam memecahkan masalah c. Didesain untuk menanggulangi masalah nyata b.perbaikan / peningkatan secara berkelanjutan. Diterapkan secara kontekstual (variabel yang dikaji terkait dengan keadaan) c. 5. PTK merupakan penelitian yang bersifat reflektif. Guru dapat melakukan inovasi pembelajaran b. dan pihak lain). terencana dan dengan sikap mawas diri (Kemmis dan McTanggart). Hal penting dalam PTK adalah tindakan nyata (action) yang dilakukan oleh guru (dan bersama pihak lain) untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam PBM. Bersifat situasional dan spesifik (studi kasus) h. dialami. Bersifat fleksibel (disesuaikan dengan keadaan) e. Prinsip-prinsip Dasar PTK a. Guru dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya. 4. pengalaman kerja sendiri. Mengandalkan data pengamatan dan refleksi peneliti f. Konsep Dasar PTK Penelitian tindakan adalah kajian sistematik tentang upaya meningkatkan mutu praktik pendidikan melalui tindakan praktis (Dave Ebbutt dalam Hopkins. Memperbaiki sistem (melibatkan administrasi pendidikan.1993) Penelitian tindakan adalah suatu kajian tentang situasi sosial dengan tujuan memperbaiki mutu tindakan dalam situasi sosial tersebut (John Eliot dalam Hopkins. Menyerupai penelitian eksprerimen g. inovatif. Manfaat PTK a. 1993). Model yang dipakai harus tepat d. kreatif dan progresif. Penelitian tindakan adalah studi yang dilakukan untuk memperbaiki diri sendiri. guru. Tindakan pengatasan dilakukan guru sendiri j. PTK tidak boleh mengganggu tugas mengajar b. 7. orang tua. 6. Memasukkan unsur-unsur pembaharuan sistem b. Tujuan PTK a. Masalah yang diteliti merupakan masalah faktual dan layak diteliti 322 . kemudian direfleksikan alternatif pemecahan masalahnya dan ditindaklanjuti dengan tindakan-tindakan nyata yang terencana dan terukur. tetapi dilaksanakan secara sistematis. Pelaksanaannya bersifat kolaboratif. Permasalah dirasakan. Membangun/meningkatkan mutu komunikasi antara praktisi & peneliti akademis c. 3. Terarah pada perbaikan/peningkatan mutu kinerja guru d. siswa. Guru akan terlatih untuk mengembangkan secara kreatif kurikulum d. Pengumpulan data tidak boleh terlalu menyita waktu c.

proses pelaksanaan. (h) penelitian 323 . 10. (c) penelitian perkembangan. persoalan yg dihadapi. (2) Tindakan. Unsur Lingkungan g. Objek PTK Menurut Suharsimi Arikunto (2006) obyek penelitian tindakan kelas meliputi : a. Dalam PTK guru perlu melihat dan menilai sendiri secara kritis terhadap apa yang dikerjakan di kelasnya (keterbukaan merupakan kunci keberhasilan PTK). Setiap langkah memiliki 4 tahap : (1) Perencanaan. Unsur Peralatan atau Sarana Pendidikan e. Unsur Siswa b. Unsur Pengelolaan. PTK sebaiknya dimulai dari hal-hal yang sederhana. Model PTK Penelitian tindakan sebagai serangkaian langkah yang membentuk spiral. dan hasil refleksi) f. (b) penelitian deskriptif). (3) Pengamatan. (e) penelitian korelasional. (4) Refleksi. Unsur Materi Pelajaran d. namun nyata g. 9. PTK menuntut guru membuat jurnal pribadi (mencatat kemajuan. PTK sebagai metode Metode penelitian minimal mencakup 9 jenis metode yaitu (a) penelitian historis. (f) penelitian kausal komparatif.e. (d) penelitian studi kasus dan lapangan. Unsur Guru c. Unsur Hasil Pembelajaran f. (g) penelitian eksperimen sungguhan. 8.

Latihan 1. untuk generalisasi Baku. membangun teori oleh ilmuwan. dapat digeneralisasi Memerikan. bila belum pernah sebutkan alasannya ? D. 8. Formal. Pinjam atau belilah sebuah buku PTK dan bacalah untuk memahaminya! E. Dalam Hal Sumber Masalah Peneliti Utama Motivasi Tujuan PTK Dari peneliti (guru) Harus peneliti (guru) Tindakan Pembelajaran / pelayanan/ pembinaan. 9. berapa kali. 2. Tuliskan sejak kapan anda mengenal tentang PTK. tidak menggunakan analisis statistic yang rumit Sesuai kebutuhan Memahami praksis melalui refleksi dan penteorian oleh praktisi PTK Pembelajaran yang lebih baik bagi siswa (proses dan produk) Non PTK Bukan dari peneliti Dapat orang lain Kebenaran Mengembangkan teori.eksperimen semu dan (i) penelitian tindakan. Format Laporan Tafsiran Temuan No. Pernahkah anda melalukan PTK. mengabstraksikan. Lembar Kegiatan 1. dari siapa atau melalui apa? 2. 3.Kaku Perlu hipotesis penelitian Harus representatif Perlu uji validitas dan reliabilitas instrumen Dapat ditundak. 4. 7. berapa persen yang telah melakukan PTK ! 2. Pergilah ke perpustakaan. prosedur dan material. 5. 1. Desain Penelitian Hipotesis Sampel Instrumen Analisis Data 10. sering menggunakan analisis statistic rumit Umum. cari dan catatlah judul-judul PTK ! 3. segera. Melalui PTK 324 . 12. 11. Amati dan tanyakan pada teman-teman anda yang menjadi guru. tidak untuk digeneralisasi Lentur. Non PTK Menguji pengetahuan. Sehingga PTK merupakan salah satu metode penelitian. 6. Rangkuman PTK merupakan hal yang perlu dipahami dan dilaksanakan serta dijadikan kebiasaan bagi para guru kelas maupun guru bimbingan dan konseling untuk memperbaiki / meningkatkan mutu proses pembelajaran / pembinaan. Fleksibel Perlu hipotesis tindakan Representativitas tidak diperhatikan Tidak ada uji validitas dan reliabilitas instrumen Seketika. Dalam Hal Hasil Akhir C. Berikut ini perbandingan penelitian PTK dan non PTK: No.

Sebutkan berbagai metode penelitian non PTK ! 11. Jelaskan model-model PTK 10. Jelaskan hubungan antara PTK dan profesionalitas guru ! 3. Jelaskan karakteristik PTK ! 5. Jelaskan persamaan dan perbedaan PTK dan non PTK ! 325 . Jelaskan prinsip-prinsip dasar PTK ! 8.profesionalitas guru dapat ditingkatkan sehingga akan meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya. Jelaskan tujuan PTK ! 6. F. Jelaskan manfaat PTK ! 7. Jelaskan perkembangan PTK hingga sampai di Indonesia ! 2. Sebutkan obyek PTK ! 9. Tes Formatif 1. Jelaskan konsep dasar PTK ! 4.

Teknik Pengumpulan Data E. Kata Pengantar. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. Data dan Sumber Data D. Perumusan Hipotesis Tindakan BAB III. Halaman Pengesahan. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. Mendeskripsikan masalah yang akan diteliti c. Kerangka Berpikir C. Pembatasan Masalah D. Daftar Isi) BAB I. Indikator Kinerja / Keberhasilan H. (c) waktu pelaksanaan. Judul PTK Judul PTK dinyatakan dengan kalimat sederhana yang menunjuk (a) tindakan yang akan dilakukan atau yang akan diteliti. peserta diharapkan mampu menyusun proposal PTK. Teknik Analisis Data G. Setting Penelitian B. Proposal penelitian merupakan cetak biru (blue print) dari sebuah penelitian. KAJIAN TEORI A. Validitas Data F. Tujuan Penelitian F. Prosedur Penelitian DAFTAR PUSTAKA 1. Identifikasi Masalah C. Subyek Penelitian C. spesifik dan jelas b. 2. METODE PENELITIAN A. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menulis judul PTK : a.PENYUSUNAN PROPOSAL PTK A. Untuk dapat menyusun proposal penelitian dengan baik perlu memahami terlebih dahulu komponen-komponen proposal. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah B. Perumusan Masalah E. peserta diharapkan mampu menyusun komponen pokok pada suatu proposal PTK berdasarkan hasil identifikasi masalah pembelajaran di kelas. Kajian teori B. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. Komponen-komponen proposal PTK terdiri dari : (HALAMAN FRANCIS : Judul. Indikator Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. B. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. Sub Kompetensi dan Indikator 1. Sub Kompetensi Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. Mendeskripsikan tindakan penelitian untuk memecahkan masalah 326 . (b) tempat pelaksanaan. Manfaat Penelitian BAB II. Ditulis secara singkat. Materi Kegiatan penelitian dimulai dengan membuat rencana yang lazim disebut proposal penelitian.

d. Ada Setting (tempat dan waktu) e. Jumlah kata jangan terlalu panjang sekitar 20-25 kata. Penulisan judul PTK dapat digambarkan sebagai berikut: (X: masalah; Y: cara memecahkan masalah). a. Upaya peningkatan Y melalui X bagi siswa kelas … SD…pada semester … tahun … b. Peningkatan Y melalui X bagi …. c. Optimalisasi Y melalui X bagi… d. Penggunaan X untuk meningkatkan Y bagi.. e. Meningkatkan Y melalui X bagi …. f. Melalui X untuk meningkatkan Y bagi …. g. Upaya mengatasi rendahnya Y melalui X Contoh-contoh judul PTK sebagai berikut. a. Upaya Peningkatan Kemampuan Membaca Cepat melalui Teknik Skimming pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Jepara Tahun Pelajaran 2009/2010. b. Peningkatan Kemampuan Berbicara melalui Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010. c. Optimalisasi Kreatifitas Mengarang melalui Pembelajaran di Luar Kelas pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Pati Tahun Pelajaran 2009/2010. d. Penggunaan Alat Peraga Gambar Berseri untuk meningkatkan Kemampau Bercerita Kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010. e. Meningkatkan Kemampuan Membaca Interpretatif melalui Teknik Jigsaw Kelas VII SMP Negeri 2 Rembang Tahun Pelajaran 2009/2010. f. Melalui Teknik Bermain Drama untuk meningkatkan Kemampuan Berbicara pada Kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010. g. Upaya Mengatasi Rendahnya Mengapresisi Puisi melalui Pengoptimalisasi Kemah Sastra pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010. 2. Pendahuluan a. Latar Belakang Masalah 1) Menulis kenyataan yang ada (kondisi awal) a) Kenyataan yang ada, perlu didukung oleh data/ fakta b) Kondisi awal yaitu kondisi sebelum dilakukan penelitian tindakan. c) Kondisi awal sesuai dengan permasalahan yang diteliti. d) Masalah pokok: mengandung kondisi awal dari subyek yang diteliti. e) Masalah lain: mengandung kondisi awal dari peneliti. f) Permasalahan pokok, misalnya hasil belajar matematika bagi siswa kelas…. Rendah g) Permasalahan yang menyelimuti Guru/ peneliti belum memanfaatkan alat peraga dalam pembelajaran matematika. h) Kondisi awal yang diteliti (siswa): Hasil belajar matematika rendah, diuraikan berdasarkan fakta rendahnya itu dibuktikan dari mana, berapa rata-rata nilai ulangan harian kondisi awal dsb. i) Kondisi awal peneliti (guru): Sebelum penelitian dilakukan belum memanfaatkan alat peraga, berdasarkan fakta bila belum menggunakan alat peraga, menggunakan cara apa.

327

2) Menulis harapan yang dituju (kondisi akhir), yaitu kondisi setelah dilakukan penelitian. Dapat berupa kondisi akhir yang diteliti maupun kondisi akhir peneliti. a) Apa yang diharapkan setelah penelitian b) Kondisi akhir, dapat berupa kondisi akhir setelah penelitian bagi subyek penelitian(siswa/guru/kepsek) , maupun kondisi akhir bagi peneliti 3) Menulis masalah : kesenjangan antara kenyataan dan harapan a) Kesenjangan 1: kesenjangan antara kondisi awal dan kondisi akhir masalah pokok dari subyek penelitian b) Kesenjangan 2: kesenjangan antara kondisi awal dan kondisi akhir masalah lain dari peneliti c) Adanya kesenjangan antara harapan (kondisi akhir) dengan kenyataan (kondisi awal) d) Masalah yang diteliti, nilai ulangan harapan kenyataan(kondisi awal)nya rendah harapan (kondisi akhir)nya meningkat e) Masalah peneliti, kondisi awal pembelajarannya belum memanfaatkan alat peraga ,harapan (kondisi akhirnya)nya menggunakan alat peraga. 4) Menulis cara pemecahan masalah, Perlu adanya tindakan memanfaatkan x untuk meningkatkan Y, agar lebih terfokus diawali: a) Identifikasi masalah b) Pembatasan masalah Agar permasalahan dapat dipecahkan, maka peneliti atau guru perlu melakukan tindakan yaitu melakukan X agar dapat meningkatkan Y ( ciri dalam penelitian tindakan kelas harus ada tindakan). b. Identifikasi Masalah 1) Umumnya berupa pertanyaan/kalimat tanya. 2) Banyaknya pertanyaan lebih dari satu 3) Banyaknya pertanyaan lebih banyak dari banyaknya rumusan masalah. 4) Mengapa Y rendah? 5) Mengapa Y perlu ditingkatkan? 6) Faktor-faktor apa yang menyebabkan Y rendah? 7) Bagaimana caranya agar Y meningkat? 8) Apa yang harus dilakukan Guru agar Y dapat Meningkat? 9) Dan seterusnya. c. Pembatasan Masalah Diperlukan adanya pembatasan masalah agar penelitian lebih terfokus Langkah awal, membatasi banyaknya variabel yang diteliti, variabel apa saja. ( dalam contoh di atas terdapat dua variabel yaitu variabel X dan variabel Y) Membatasi atau menjelaskan variabel terikat, misalnya untuk siswa mana, kelas berapa, semester kapan, tahun kapan, materi apa dsb. (dalam penelitian kuantitatif semacam definisi operasional) Membatasi atau menjelaskan variabel bebas, alat peraganya apa, apa yang dilakukan, siapa yang melakukan, kapan tindakan itu dilakukan.

328

d. Perumusan Masalah 1) Dikembangkan dari identifikasi dan pembatasan masalah. 2) Umumnya berbentuk kalimat tanya. 3) Kalimat tanya pada rumusan masalah lebih terinci karena telah melalui identifikasi dan pembatasan masalah. 4) Kalimat tanya yang diajukan mengacu ke variabel pada masalah pokok (Y) dan variabel pada masalah lain yang diteliti (X). 5) Kalimat tanya pada rumusan masalah harus dijawab. 6) Kualitas penelitian sangat dipengaruhi oleh kualitas jawaban bukan hanya banyaknya rumusan masalah 7) Perumusan masalah digunakan sebagai dasar untuk penentuan teori yang akan digunakan, sebagai arah dalam menentukan judul penelitian, sebagai arah dalam menentukan metode penelitian, sebagai arah dalam menentukan jenis penelitian. 8) Contoh perumusan masalah: Berdasarkan latar belakang, identifikasi dan pembatasan masalah tersebut di atas, diajukan rumusan masalah sbb: Apakah melalui X dapat meningkatkan Y bagi …. ? e. Tujuan Penelitian 1) Tujuan Umum Untuk meningkatkan Y (secara umum). Misalnya untuk meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa …. (belum menyebutkan kelas berapa dan waktunya kapan) 2) Tujuan Khusus Untuk meningkatkan Y melalui X ( secara khusus). Misalnya untuk meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa kelas … SD … pada semester …. tahun ….. f. Manfaat Penelitian 1) Manfaat Teoritis a) Mendapatkan pengetahuan atau teori baru tentang Y melalui X bagi siswa … b) Sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya. 2) Manfaat Praktis a) Manfaat bagi siswa b) Manfat bagi guru c) Manfaat bagi sekolah d) Manfaat bagi perpustakaan sekolah. 3. Kajian Teori a. Kajian Teori Memberikan ulasan-ulasan teoritis dengan konsep-konsep pembelajaran/pelayanan yang terkait dengan masalah yang diteliti dengan tindakan/layanan. Dalam menuliskan kajian teori hendaknya dikemukakan sesuai dengan variable yang diteliti, mengusahakan pustaka mutakhir, asli, relevan dan lengkap. b. Kerangka Berpikir Kerangka berpikir disusun dengan berbasis kajian teori dan dapat diakhiri dengan skema sebagai berikut :

329

KONDI SI AWAL

Guru : Belum menerapkan …… pada pembelajaran ……

Siswa : Prestasi belajar …. rendah

TINDAK AN

Menerapkan … pada pembelajaran …..

Siklus I : Menerapkan … dengan materi …

Siklus II : Menerapkan … dengan materi … Siklus III : Menerapkan … dengan materi …

KONDISI AKHIR

Diduga melalui penerapan … dapat meningkatkan prestasi belajar

c.

Perumusan Hipotesis Tindakan Hipotesis tindakan merupakan rangkuman dari kerangka berpikir. Contoh perumusan hipotesis tindakan sebagai berikut. Penggunaan metode bermain peran dapat mengatasi kejenuhan siswa dalam belajar drama pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010.

4. Metode Penelitian a. Setting Penelitian Deskripsikan tempat, kondisi dan waktu penelitian dilakukan. b. Subjek penelitian Deskripsikan Subjek penelitian secara lugas yang mencakup jumlah, jenis kelamin, cakupan, kondisi siswa. Data dan Sumber Data Pada bagian ini hendaknya dikemukakan jenis data apa saja yang dibutuhkan serta sumber data tersebut. Contohnya sebagai berikut. Data penelitian yang dikumpulkan berupa informasi tentang kemampuan siswa dalam menulis, motivasi siswa dalam menulis, serta kemampuan guru dalam menyusun rencana pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran di kelas. Data penelitian itu dikumpulkan dari berbagai

c.

330

sumber yang meliputi informan, tempat dan peristiwa berlangsungnya aktivitas pembelajaran, dan dokumen atau arsip. d. Teknik Pengumpulan Data Sejalan dengan data yang akan dikumpulkan serta sumber data yang ada selanjutnya dikemukakan teknik pengumpulan data. Contoh: Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data di atas meliputi pengamatan, wawancara atau diskusi, kajian dokumen, angket, dan tes yang masing-masing secara singkat diuraikan berikut ini. Validitas Data Teknik yang digunakan untuk memeriksana validitas data antara lain adalah triangulasi dan review informan kunci. Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan untuk menganalisis data-data adalah teknik analisis kritis. Selain itu juga sering digunakan teknik komparatif, yaitu membandingkan hasil antarsiklus. Indikator Kinerja Pada bagian ini perlu dikemukakan atau dirumuskan indikator sebagai tolok ukur keberhasilan penelitian Contoh: Peningkatan motivasi menulis siswa: menyusun kerangka sebelum menulis, pengumpulkan bahan, merevisi tulisan, dan sebagainya. Peningkatan kemampuan menulis siswa (Misalnya: Anak yang memperoleh nilai 7,5 lebih dari 80 %, rerata nilai menulis siswa meningkat (dari 65 menjadi 70). Prosedur penelitian Prosedur Penelitian mencakup: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi serta analisis dan refleksi. 1) Perencanaan Tindakan Deskripsikan tentang persiapan tindakan, kegiatannya mencakup : a) penyusunan rencana tindakan (skenario pembelajaran) b) penyusunan media c) penyusunan materi d) penyusunan instrumen e) Simulasi rencana tindakan 2) Pelaksanaan tindakan Deskripsikan skenario tindakan dalam rencana pelaksanaan tindakan dalam bentuk RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) serta jumlah pertemuaannya. 3) Observasi tindakan Jelaskan data yang dikumpulkan dan teknik pengumpulan data (soal test, lembar observasi, kuesioner) serta ujivaliditas yang digunakan. 4) Analisis dan Refleksi Deskripsikan teknik analisis yang digunakan serta bahan dan prosedur refleksi yang digunakan.

e.

f.

g.

h.

C.

Latihan 331

Lembar Kegiatan 1. Lakukan review sejawat terhadap proposal yang telah anda susun! E. Rangkuman Proposal Penelitian Tindakan Kelas memuat Pendahuluan. Bagaimana keterkaitan antara kajian teori. cobalah anda menyusun proposal penelitian tindakan kelas dengan mengacu pada sistematika di atas! 2. Identifikasilah 3 masalah yang anda anggap mengganggu pembelajaran ! 2.1. indikator kinerja dan prosedur penelitian. Tes Formatif 1. Bagaimana sebaiknya kajian teori ditulis dalam proposal PTK ? 5. validitas data. kerangka berpikir dan hipotesis tindakan ? 6. tujuan penelitian dan manfaat penelitian. data dan sumber data. Apa yang dimaksud dengan setting penelitian ! 7. Hal-hal apa saja yang sebaiknya ditulis dalam Latar Belakang Masalah pada proposal PTK! 3. Tuliskan diagnosis penyebab permasalahan tersebut ! 4. perumusan masalah. teknik pengumpulan data. pembatasan masalah. Tuliskan alternative tindakan perbaikan yang dapat dilaksanakan! D. Tuliskan bagaimana sebuah judul PTK itu sebaiknya ditulis ! 2. Tentukan focus permasalahan PTK berdasarkan masalah-masalah yang anda anggap mengganggu pembelajaran ! 3. Apa hubungan antara latar belakang masalah. F. Metode penelitian memuat setting. Berdasarkan pada permasalahan pembelajaran yang telah berhasil anda identifikasi. Pendahuluan berisi tentang latar belakang masalah. pembatasan masalah dan perumusan masalah ? 4. identifikasi masalah. teknik analisis data. Jelaskan prosedur penelitian tindakan meliputi perencanaan tindakan. pelaksanaan tindakan. subyek. observasi tindakan dan refleksi ! 332 . identifikasi masalah. Kajian teori disamping memuat tentang kajian teori itu sendiri juga berisi kerangka pemikiran dan hipotesis tindakan. Kajian Teori dan Metode Penelitian.

dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. serta berfokus pada kompetensi yang akan dicapai. 333 . seorang guru seyogianya membuat persiapan. Media dan Sumber Kegiatan dirancang secara cermat. komponen-komponen yang terdapat dalam kedua persiapan tersebut memiliki kesamaan dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku. B. maupun guru yang mengajar untuk memperbaiki pembelajaran (melakukan PTK). Rencana Perbaikan Pembelajaran Harus ditambahkan tujuan perbaikan Rencana Perbaikan Pembelajaran Ditulis secara lebih rinci 3. No. 1. Indikator Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. Komponen Tujuan Komponen Materi Rencana Pembelajaran Tidak ditambahkan tujuan perbaikan Rencana Pembelajaran Biasanya hanya ditulis dalam bentuk pokok bahasan saja atau berupa outline sering diisi seadanya dibuat secara singkat. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. Perbedaan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: No. 2. sedangkan rencana yang dibuat oleh guru yang melaksanakan PTK disebut rencana perbaikan pembelajaran (RPP). tahap pelaksanaan pembelajaran. yaitu guru sebagai pegajar dan guru sebagai pengajar dan peneliti. a. peserta diharapkan mampu menyusun persiapan pelaksanaan tindakan kelas. tahap pasca pelaksanaan pembelajaran. 4. baik guru yang mengajar secara rutin. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. Kedua peran ini memiliki beberapa perbedaan yang dapat ditinjau dari segi tahap persiapan pembelajaran. Tugas Guru Sebagai Guru dan Peneliti melalui PTK Dalam bahasan ini peran guru dibedakan menjadi dua. Kompetensi Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan.PERSIAPAN PELAKSANAAN TINDAKAN KELAS A. Kompetensi dan Indikator 1. Tahap Persiapan Sebelum mengajar. Materi 1. Namun ada beberapa perbedaan yang cukup mencolok dari keduanya. Rencana yang dibuat oleh guru yang mengajar secara rutin dikenal dengan sebutan rencana pembelajaran (RP). guru perlu memperkaya diri dengan sumber lain dibuat secara rinci. peserta diharapkan mampu mengidentifikasi tugas-tugas guru dan sebagai peneliti melalui PTK. Secara garis besar. 2.

Penentuan besarnya kriteria keberhasilan belum ada yang baku.Pembelajara n 5. dan sebagainya perlu disepakati. 6. jenis data yang dikumpulkan. Evaluasi tidak menggambarkan keseluruhan proses pembelajaran hanya dicantumkan deskripsi singkat. menggunakan satu alat ukur saja lengkap dengan pertanyaan yang akan diajukan dicantumkan secara rinci butir–butir tes yang akan diberikan. waktu pengamatan. Kriteria keberhasilan tertentu bervariasi. sesuai dengan tujuan perbaikan yang dirancang . 1. maka guru harus menyepakati jenis bantuan yang diperlukan. tidak diamati oleh kolaborator Pelaksana PTK Memfokuskan diri pada pembelajaran dan kemudian sebagai peneliti. guru yang melaksanakan PTK perlu menetapkan kriteria keberhasilan sesuai dengan tujuan perbaikan. juga pada pengumpulan data Kelalaian dalam melakukan penyesuain transaksional dapat berdampak pada hasil penelitian. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Pada tahap pelaksanaan pembelajaran. ataukah data akan dikumpulkan sendiri dengan bantuan alat perekam. termasuk berapa lama pengamatan dilakukan di mana pengamat akan duduk. No. Para guru membuat sendiri kriteria ini yang didasarkan pada tingkat kecerdasan peserta didik dalam kelas yang diasuhnya . 5. Pengajar hanya memfokuskan diri pada pembelajaran Dapat melakukan penyesuain transaksional Biasanya tidak mencatat peristiwa penting yang terjadi selama pembelajaran Pada kegiatan awal. 3. tetapi juga ada yang berkaitan dengan proses belajar. dan cara pengumpulannya. perbedaan peran guru sebagai pengajar dan guru sebagai pengajar dan peneliti (pelaksana PTK). dalam tahap perencanaan ini. Jika diperlukan teman sejawat. Diamati oleh kolaborator 4. 334 . pelaksana PTK juga perlu menentukan apakah akan meminta teman sejawat untuk membantu mengamati proses pembelajaran atau pelaksanaan tindakan. b. Di samping menyiapkan rencana pembelajaran yang rinci. 2. Pada kegiatan inti. alat ukur yang digunakan lebih banyak dan bervariasi Di samping mengembangkan setiap komponen dalam RP. tugas guru lebih sederhana Saat di kelas. seperti tes objektif atau soal uraian. dapat dilihat pada tabel berikut. Selain itu. apersepsi yang dilakukan biasanya secara spontan. Guru harus menyempatkan diri untuk mencatat atau merekam peristiwa penting yang terjadi dalam pembelajaran Apersepsi yang dilakukan harus benar-benar menarik bagi siswa (dirancang dengan baik) Tugas guru lebih kompleks sehingga membutuhkan kecermatan yang baik. Kriteria keberhasilan ini tentu tidak semuanya berkaitan dengan hasil belajar.

yaitu lebih mengenal 335 . namun guru yang melaksanakan PTK masih punya tugas yang harus segera dilakukan. Dosen LPTK yang membantu guru dalam proses perencanaan PTK. seperti kerja saman sekolah dengan LPTK. 8. guru memrlukan bantuan dari berbagai pihak.dan pusat kerja guru (PKG). Kolaborasi dapat dibangun melalui berbagai cara. juga mempunyai keuntungan yang sangat berharga. misalnya antara guru matematika dengan dosen matematika di LPTK atau kerja sama dua orang guru di satu sekolah yang saling membantu. Tahap Pasca Pembelajaran Setelah pembelajran usai. 2) Berdialog dengan siswa jika diperlukan. Kolaborasi seyogianya bersifat saling menguntungkan. terutama dari teman sejawatnya. Orang yang ikut membantu dalam pelaksanaan PTK atau yang biasanya disebut sebagi kolaborator dapat membantu guru dalam mengidentifikasi dan menganalisis masalah. Mengapa? Sebab dalam upaya perbaikan pembelajaran. 5) Merangkum hasil perbaikan pembelajran. membentuk kelompok derja seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau kalau di tingkat sekolah dasar dikenal dengan istilah Kelompok Kerja Guru (KKG). segera setelah pelajaran selesai. yang mencakup apa yang sudah tercapai dan apa yang belum tercapai. jug dapat keuntungan yaitu mempunyai pengalaman mengamati secara cermatperistiwa pembelajaran yang mungkin selama ini tidakfpernah dipikirkan. Membangun Kolaborasi Kolaborasi atau kerja sama sangat penting dalam PTK. rapat-rapat rutin sekolah yang membahas upaya perbaikan pembelajaran. c. serta dalam merencanakan tindakan perbaikan. Kadang-kadang pengimplementasian RP dengan pembelajaran di kelas agak berbeda Biasanya hanya melakukan tes pada akhir pembelajaran (atau salah satu dari komponen dalam kegiatan penutup) Rencana yang telah dibuat harus benar-benar diikuti agar proses pembelajaran lebih efektif Merangkum. Ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan oleh guru pelaksanan PTK.7. 6) Merangkum penyebab belum tercapainya perbaikan yang dirangkum pada butir e. Selanjutnya guru harus mengakomodasi hasil perbaikan dalam perencanaan perbaikan berikutnya. dan apa dampaknya bagi siswa. memberi tes. dan memberi tindak lanjut. 4) Melakukan refleksi untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Guru dituntut untuk mengingat kembali apa yang sudah ia lakukan dan bagaimana respon siswa. yaitu : 1) Menghimpun/merangkum catatan yang dibuat selama pembelajaran. di samping mungkin dari para pendidik lain. guru yang bertuga hanya mengajar mungkin segera dapat beristirahat. serta mengadakan hubungan langsung secara pribadi. 2. Artinya. 3) Berdiskusi dengan teman sejawat untuk membahas data yang dikumpulkan. guru yang membantu mengamati teman sejawatnya mengajar.

ia juga harus memfokuskan diri pada pengumpulan data. Selama mengajar. Tidak hanya sekedar kata-kata “ Guru menyampaikan apersepsi” tetapi menulis dengan rinci. 4) Namun jika ada yang tidak sesuai. Apa pendapat anda tentang hal tersebut! E. ketika antara guru dan siswa sedang berlangsung. Kedua tugas tersebut harus dapat dilaksanakan dengan baik. Tuliskan Rencana Perbaikan Pembelajaran terhadap Rencana Pembelajaran yang pernah anda buat tersebut! D. Perbedaan antara guru mengajar biasa dengan guru pelaksana PTK : Guru mengajar biasa hanya memfokuskan diri pada pembelajaran. 336 . dapat dipastikan dosen akan lebih mantap dalam mendidik mahasiswanya. Latihan 1. Manfaat apersepsi : a) Menarik perhatian peserta didik b) Proses pembelajaran akan berjalan lancer c) Peserta didik bersemangat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan d) Mendapat keterampilan baru e) Nilai dan sikap yang akan disampaikan akan tumbuh dengan baik. kejadian ini harislah dicatat dan menjadi bahan refleksi yang akan dimanfaatkan untuk rencana perbaikan berikutnya. guru benar-benar mempersiapkan beberapa apersepsi dengan cermat dan rinci dalam RP. Kegiatan Awal 1) Kegiatan pembelajaran dimulai dengan apersepsi yang maksudnya menarik perhatian dan minat peserta didik menghadapi materi pelajaran yang akan disampaikan. f) Peserta didik akan tenang dan senang sampai akhir pembelaran. Namun bagi guru yang melaksanakan PTK. Guru pelaksana PTK memfokuskan diri pada pembelajaran dan kemudian sebagai peneliti. lebih-lebih jika penyesuaian ini menjadi salah satu tujuan perbaikan. kelalaian melakukan penyesuaian ini akan berdampak pada hasil penelitian.sekolah tempat mahasiswaanya akan bertugas mengajar. a. agar pembelajaran sesuai dengan rencana dan data terkumpul dengan cermat. Tugas pertama adalah sebagai pengajar dan tugas kedua adalah sebagai peneliti. Lembar Kegiatan 1. Dengan pengalaman ini. selama pembelajaran guru perlu mengikuti rencana tersebut dengan cermat. Tuliskan kembali Rencana Pembelajaran yang pernah anda buat ! 2. Untuk itu dalam melaksanakan PTK perlu dilakukan persiapan yang matang agar kedua peran guru tersebut dapat berjalan baik. guru harus melakukan Transaksional dan mencatat dalam buku catatan agar dapat dianalisis dengan cermat. Penyesuaian Transaksional adalah penyesuaian yang dilakukan guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Cobalah anda menghitung berapa Rencana Pembelajaran yang pernah anda buat dalam satu semester yang memerlukan perbaikan! 2. guru harus melakukan penyesuaian (transaksional). Rangkuman Dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas guru memiliki 2 tugas sekaligus. 3) Agar keefektifan rencana tersebut dapat diketahui. C. g) Kemungkinan kompetensi yang diharapkan dapat dikuasai 2) Dalam pelaksanaan PTK.

Tes Formatif 1. Tuliskan perbedaan tugas guru sebagai pengajar dan sebagai peneliti pada tahap persiapan pembelajaran ! 2.F. Tuliskan perbedaan tugas guru sebagai pengajar dan sebagai peneliti pada tahap pasca pembelajaran ! 4. Tuliskan perbedaan tugas guru sebagai pengajar dan sebagai peneliti pada tahap pelaksanaan pembelajaran ! 3. Mengapa kolaborasi diperlukan ! 337 .

Uraian Materi Penyusunan Laporan Penelitian Ada beberapa jenis penyusunan laporan penelitian yang tergantung pada penyandang dana. Pembahasan BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Teknik Analisis Data E. Berikut adalah contoh komponen laporan hasil PTK dengan kelengkapan dan sistematikanya. Hipotesis Tindakan BAB III. Kompetensi dan Indikator Peserta dapat memahami cara pembuatan laporan penelitian tindakan dalam mata pelajaran matematika. tujuan. dan penutup (Depdiknas. Tujuan Penelitian D. Prosedur Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Teknik Pengumpulan Data D. Latar Belakang Masalah B.PENYUSUNAN LAPORAN PTK A. Indikator Menyusun Laporan Penelitian Tindakan Kelas. Rumusan Masalah dan Pemecahannya C. Secara umum sistematika suatu laporan terdiri dari 3 bagian pokok. Kajian Teori B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 1. JUDUL HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL (KALAU ADA) DAFTAR GAMBAR (KALAU ADA) DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN A. Apabila peserta mendapatkan sistematika yang tidak sama dengan tulisan ini harap disesuaikan. maupun pembaca utama yang ditargetkan. prosedur dan hasil PTK. 2006). Hasil Penelitian B. METODE PENELITIAN A. Subjek Penelitian C. B. Kerangka Pikir C. Simpulan B. inti. dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris(jika 338 . Lokasi dan Waktu Penelitian B. Abstrak Abstrak berisi uraian ringkas permasalahan dan cara pemecahannya. Manfaat Hasil Penelitian BAB II KAJIAN PUSTAKA A. yaitu pembuka. Abstrak diketik satu spasi dengan font 11.

disertai pencantuman nomor halamannya. 2. sedangkan data lengkap disajikan dalam lampiran. mata pelajaran. 8. manfaat hasil pengembangan inovasi. untuk menggambarkan situasi kelas laboratorium atau mimik seorang peserta didik yang dapat memperkuat uraian dalam komponen penemuan. Daftar Gambar Daftar gambar memuat nomor dan judul semua gambar yang ada dalam laporan disertai pencantuman nomor halamannya. waktu. Daftar Tabel Daftar tabel memuat nomor dan judul semua tabel yang ada dalam laporan disertai pencantuman nomor halamannya. Disampaikan pula aspek keberhasilan dan kelemahan dan rencana tindak lanjut. dan juga disajikan hasil pengumpulan data yang diperoleh melalui berbagai instrument.diperlukan). Di bagian ini dapat pula disampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang berjasa dalam pelaksanaan PTK. BAB II KAJIAN PUSTAKA Kajian pustaka berisi uraian teori dan temuan penelitian yang relevan yang digunakan sebagai dasar dalam pemilihan pendapat dan pelaksanaan PTK. perumusan masalah dan pemecahannya(termasuk definisi operasional dan ruang lingkup pengembangan inovasi). 5. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam hasil penelitian disajikan dalam bentuk siklus dengan data lengkap. 339 . Kata Pengantar Kata pengantar berisi hal-hal yang ingin disampaikan oleh tim pengembang sehubungan dengan pelaksanaan PTK dan hasil yang dicapai. Selain itu diuraikan pula pelaksanaan tindakan . 6. Gambar yang dimaksud adalah gambar yang diambil selama proses PTK berlangsung dan berguna antara lain. dan prosedur pengembangan inovasi. Uraian ini digunakan sebagai dasar penyusunan kerangka berpikir dan usaha pengembangan membangun argumen teoritik dalam menjelaskan hasil yang diperoleh baik yang positif maupun negatif. Jumlah kata dalam abstrak tidak melebihi 200 kata dan dilengkapi dengan kata-kata kunci sebanyak 3-5 kata. Bab dan sub bab. 4. bagian akhir. BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan memuat unsur latar belakang masalah. karakteristik peserta didik. BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian berisi deskripsi lokasi. Dalam bagian ini diuraikan tindakan yang khas yang dilakukan sehingga terlihat bedanya dengan pembelajaran yang selama ini biasa dilakukan. 9. Prosedur berupa uraian secara rinci tahap-tahap kegiatan dalam setiap siklus. berkaitan dengan tindakan yang digunakan dalam upaya meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan dan pembelajaran. 3. Daftar Isi Daftar isi memuat bagian awal laporan. 7. tujuan pengembangan inovasi.

pendahuluan. metode penelitian. abstrak. Baguan pembuka terdiri dari judul. instrumen pengembangan C. E. LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran memuat RPP yang dilaksanakan. daftar tabel. pendahuluan. judul. judul. hasil dan pembahasan. Saran disusun untuk tindak lanjut penelitian berdasarkan pembahasan hasil penelitian dan juga untuk penerapan hasil. daftar isi. Daftar pustaka dapat bersumber pada buku. 340 . inti. simpulan dan saran. 11. judul. saran sebaiknya disusun secara operasional ditujukan kepada siapa. F. penutup. kajian pustaka. daftar pustaka. sehingga ada ulasan tentang perubahan yang dihasilkan dari tiap siklus dan keseluruhan siklus. yaitu pembuka. judul. apa yang perlu dilakukan pada siklus berikutnya. kajian pustaka. daftar lampiran. Rangkuman Secara umum sistematika suatu laporan terdiri dari 3 bagian pokok. Lembar Kegiatan 1. BAB V SIMPULAN DAN SARAN Di dalam simpulan yang disusun harus sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian. abstrak. Hasil Hasil bahasan dari laporan penelitian tindakan kelas yang sudah ada. kajian pustaka. Tes Formatif 3 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat 1. B. hasil dan pembahasan. simpulan dan saran. C. Dalam pembahasan adalah membahas hasil penelitian. pendahuluan. D. Latihan Untuk meningkatkan pemahaman dalam menyusun laporan carilah contoh laporan penelitian tindakan kelas. 12. pendahuluan. inovasi. Daftar pustaka dituliskan secara konsisten dan alphabetis. daftar gambar. Laporan penelitian tindakan kelas memuat antara lain A. Bagian inti terdiri dari pendahuluan. kajian pustaka. semuanya disajikan secara lengkap. cermati dan diskusikan apakah isi dan makna dari tiap-tiap bagian dalam laporan tersebut. Disajikan analisis data dan hasil perubahan dalam bentuk grafik/statistik deskriptif dioptimalkan. majalah. dan bukti lain pelaksanaan PTK. daftar pustaka. simpulan dan saran. D. dan penutup. abstrak. Bagian penutup berisi daftar pustaka dan lampiran. jurnal. abstrak. metode penelitian. hasil penelitian dan pembahasan. dan internet. DAFTAR PUSTAKA Daftra pustaka yang dicantumkan dalam laporan hanya yang benar-benar dirujuk di dalam naskah. metode penelitian. 10. daftar pustaka. abstrak. halaman judul. 2. penutup. kemudian mulailah mengidentifikasi isi dari masing-masing bagian tersebut. kajian pustaka. penutup. kata pengantar.Mengapa berhasil (tidak)?. riwayat hidup. Langkah Kegiatan Bacalah dengan cermat masing-masing komponen dalam teori cara menyusun laporan penelitian tindakan kelas.

D. kata pengantar. D. uraian teori dan temuan penelitian yang relevan yang digunakan sebagai dasar dalam pemilihan pendapat dan pelaksanaan penelitian. buku yang dirujuk dalam naskah laporan. Dalam pembahasan yang dibahas adalah A. D. 341 . buku yang dirujuk pada naskah proposal. abstrak. teori-teori serta hasil penelitian pada topik yang sama yang sudah pernah dilakukan oleh orang lain maupun yang belum dilakukan. D. hasil penelitian 3. subjek penelitian. dan tabel. lokasi penelitian. metode penelitian. gambar. diagram. D. B. B. C. hasil penelitian C. objek penelitian C. 5. C. internet dan yang lainnya. berdasarkan kajian teori. rencana penelitian. C. pendahuluan. B. teori penelitian. analisis. 10. 7. simpulan. Daftar pustaka yang dicantumkan dalam laporan penelitian adalah A. naratif. subjek penelitian. kajian teori. C. sintesis. 6. informasi yang berkaitan dengan penelitian tindakan kelas. naratif. populasi. buku yang pernah dibaca. Penyajian hasil penelitian dapat dilakukan dengan cara A. jurnal yang pernah dibaca. C. tabel. 8. Kajian pustaka merupakan bagian penting dari laporan penelitian. D. dari penelitian yang serupa. D. kualitatif. B. D.2. D. B. daftar buku-buku. grafik. temuan penelitian. hasil penelitian. Salah satu bagian dari metode penelitian adalah A. B. rencana penelitian. B. diagram. jurnal. Pada bagian metode penelitian pada umumnya penulis menyajikan A. C. 9. berdasarkan hasil penelitian B. Gambaran umum mengenai substansi sebuah laporan dapat ditemukan pada A. B. sampel. sebab berisi A. Pada bagian saran yang ditulis adalah tindak lanjut A. 4. sampel penelitian.Salah satu yang bukan bagian dari metode penelitian adalah A. dari penelitian sebelumnya. gambar. C.

Surakarta : Muhammadiyah University Press. Semarang : Universitas Negeri Semarang. M. Rahman.Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. 1995. 2001. Soly Abimanyu. Pembudayan Penulisan Karya Ilmiah. 2008. dkk. Harun Joko Prayitno. Kamis 19 Juni 2008. Jelaskan apa yang perlu ditulis pada simpulan dan saran! DAFTAR PUSTAKA Aqib.). Depdiknas. IKIP PGRI Semarang. “Hakikat dan Peranan PTK dalam Pengembangan Profesionalisme Konselor”. Penelitian Tindakan Kelas (Dalam Bagan).com/2010/02/dasar-dasar-penulisan-karyatulis_01. Mohamad. Thoybi. “Penelitian Tindakan Kelas untuk Peningkatan Profesionalisme Guru SLTP”.blogspot.S. Makalah. Suhardjono. Bandung : Yrama Widya. 2007. 2008. Penelitian Praktis untuk Perbaikan Pengajaran. dan Adyana Sunanda (Ed. Jelaskan apa yang perlu ditulis dalam hasil penelitian! 2. Jelaskan apa yang perlu ditulis dalam pembahasan! 3. Surya. Jakarta : Bagian Proyek PGSD.html Kasiihani Kasbolah E. 2000. H. Jakarta : Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen Dikdasmen Depdiknas. Zainal. Maman. Penelitian Tindakan Kelas. http://suksesbersamasukarto. Malang : Universitas Negeri Malang. 2007. Jakarta : Bumi Aksara. Suharsimi Arikunto. Untuk Guru. Disampaikan dalam Seminar Nasional Penelitian Tindakan Kelas dalam Rnagka Pengembangan Profesionalisme Konselor. dan Supardi. Ditjen Dikti Depdikbud. Penelitian Tindakan Kelas. 342 . 2002. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru.

343 .

344 .

345 .

346 .

347 .

348 .

349 .

350 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful