BAB II MIKRO LINGUISTIK

A. Tujuan Pembelajaran Pada bab II ini pembelajar dapat menjelaskan struktur dasar fonologi, struktur dasar morfologi, struktur dasar sintaksis, strktur dasar semantis,karakteristik setiap aliran, seperti aliran tradisional, struktural, aliran fungsional, tranformasi generatif, serta dapat mengungkapkan secara tulis dan atau lisan. B. Uraian Materi 1. Fonologi a. Pengertian dan Pendekatan Fonetik 1) Pengertian Fonetik Fonetik adalah studi tentang bunyi-bunyi ujar (Samsuri, 1981:91). 2) Pendekatan Fonetik Pendekatan fonetik ada 3 cara yaitu a) auditoris, b) akustis, dan c) artikulatoris. a) Auditoris Auditoris adalah penyelidikan mengenai kemungkinan bunyi-bunyi ditanggapi oleh alat pendengar/telinga ketika bunyi-bunyi bahasa itu dikumandangkan oleh pembicara. Karena cara ini sangat bersifat subjektif, orang yang berkepentingan merasa tidak mantap dan sukar dipertanggungjawabkan sebagai hasil penelitian ilmiah. Di samping itu, buku-buku yang menguraikan mengenai fonetik auditoris Itu sedikit sekali, dan keahlian yang dituntut sebenarnya adalah keahlian dalam ilmu kedokteran b) Akustis Dengan cara pendekatan akustis kita berusaha mempelajari bagaimana arus bunyi yang telah keluar dari rongga mulut atau rongga hidung atau kedua-duanya sipembicara merupakan gelombang-gelombang bunyi ujaran. Penyelidikan cara ini memerlukan pengetahuan ilmu-ilmu pasti karena bunyi-bunyi harus dideskripsikan dengan tanda-tanda angka atau rumus-rumus matematis. Kecuali kurang praktis, tidak semua ahli bahasa dapat menggunakan cara ini dan pada hakikatnya hanya bunyibunyi yang berupa gelombang-gelombang di uadara. Untuk itu, bagaimana mengucapkannya tidak dapat dilukiskan, yang dapat dilukiskan mungkin besarnya amplitudu getaran ketika terlepas mulamula dari pita suara, maka hasil penyelidikan itu masih diragukan dalam terapannya. Selain itu, cara ini memerlukan biaya yang tidak sedikit. Contoh: Apabila kita memetik gitar, maka tali gitas akan bergetar dan terjadilah bunyi yang dapat kita dengar. c) Artikulatoris/Organik Pendekatan artikulatoris adalah menyelidiki bagaimana bunyi-bunyi bahasa itu dihasilkan oleh alat-alat (organ) si pembicara (organs of speech). Cara ketiga ini yang memang mudah, praktis, dan dapat diberikan bukti-bukti datanya sehingga setiap orang dapat menerapkannya. Hampir semua gerakan alat-alat ucap itu dapat kita periksa, dari paruparu, sekat rongga dada, tenggorokan, lidah, dan sampai bibir. Pekerjaan-pekerjaan alat-alat yang statis hampir semua dapat kita ‘rasakan’. Cara pendekatan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

93

Penutur pendengar

Alat-alat bicara sistem

getaran-getaran udara Yang dihasilkan

telinga dari auditoris

b. Proses Penghasilan Bunyi Bahasa Pada umumnya bunyi dihasilkan dengan menghembuskan udara keluar dari paru-paru melalui rongga mulut dan atau rongga hidung. Macam-macam alat ucap secara garis besar seperti berikut: 1) Artikulator ialah alat-alat yang mudah/dapat bergerak (bersifat dinamis), pada umumnya terdapat di bagian lidah dan bibir bawah. 2) Titik artikulasi ialah alat-alat yang tidak/ sukar bergerak (bersifat statis). Di samping itu, masih ada lagi yang merupakan keharusan ialah arus udara yang dialirkan keluar dari paru-paru. Contoh penghasilan bunyi bahasa: Dalam menghasilkan bunyi [c] misalnya dapat kita lihat kerjasama antara ketiga faktor tersebut di atas. Mula-mula udara mengalir dari paru-paru, sementara itu, ujung lidah (apex) bergerak menyentuh langit-langit keras akibatnya udara terhalang. Ujung lidah sebagai artikulator, sedangkan langitlangit keras sebagai titik artikulasi.

Posisi pita suara:

a terbuka lebar

b terbuka agak lebar

c terbuka sedikit

d tertutup sama sekali

Keterangan gambar: (a) Posisi untuk bernafas secara normal; (tidak menghasilkan bunyi bahasa), (b) Posisi yang menghasilkan bunyi tak bersuara, (c) Posisi yang menghasilkan bunyi bersuara, (d) Posisi yang mengawali atau mengakhiri bunyi hamzah(glottal stop).

94

c. Klasifikasi Bunyi-bunyi Bahasa Fona pada hakikatnya dapat digolongkan menjadi 2 yaitu fona segmental dan fona suprasegmental (prosodi). Masing-masing dapat dijelaskan seperti berikut. 1) Fona Segmetal Fona segmental ialah fona yang jelas warnanya, artinya batas artikulasinya dapat dianalisis satu dengan yang lain, sehingga secara relatif dapat digolongkan menjadi 2, yaitu: (a) Vokoid ialah fona segmental yang pada umumnya tidak mendapat halangan ketika difonasikan dan bersuara. (b) Kontoid ialah fona-fona segmental yang umumnya mendapat halangan baik penutupan maupun penyempitan pada artikulasi tertentu ketika dihasilkan atau difonasikan dan sebagaian bersuara, sebagian lagi tansuara. 2) Fona Supra segmental Fona supra segmental ialah fona yang sukar dikenal warnanya, hanya dapat dianalisis kualitasnya melalui fonasi fona-fona segmental; artinya fona-fona supra segmental itu hanya ada bersama-sama dengan fonasi fona-fona segmental. Oleh karena itu, fona supra segmental tidak mungkin dapat dianalisis terlepas dari fona-fona segmental. Fona supra segmental dapat dirinci atas: a) Tekanan(stress) b) Panjang(length) c) Nada(pitch) d) Jeda(juncture) e) Intonasi terminal(terminal intonation). (akan dibicarakan lebih lanjut pada bagian lain). d. Fona Segmental Fona segmental adalah fona yang apabila diartikulasikan mudah diartikulasikan. 1) Klasifikasi Vokoid Untuk membuat klasifikasi, kita memakai kriteria yang sangat umum, yaitu posisi lidah, aktivitas lidah, dan bentuk bibir. a) Menurut posisi lidah: (1) Vokoid tinggi: [i, I, u, U]. (2) Vokoid sedang: [E, e, o, ]. (3) Vokid rendah: [a, A, ]. b) Menurut akyivitas bagian lidah: (1) Vokoid depan : [i, I, E, ] (2) Vokoid pusat : [e, a, A, ] (3) Vokoid belakang: [u, U, o, ]. c) Menurut bentuk bibir: (1) Vokoid bundar : [u, U, o, ] (2) Vokoid tanbundar: [i, I, e, E, a, ]. 2) Klasifikasi Kontoid a) Cara artikulasi a) Berdasarkan cara artikulasi, kontoid dapat digolongkan seperti berikut. (1) Kontoid plosif/hambat yaitu kontoid yang terjadi dengan jalan alat ucap tertutup sama sekali pada suatu tempat sehingga udara

95

tertahan, dan ketika halangan itu dilepaskan keluarlah udara tersebut dengan tiba-tiba diiringi semacam letupan. (2) Konotid eksplosif: apabila disudahi semacam letupan. Contoh: [p,b] (3) Kontoid implosif: apabila disudahi dengan tidak ada letupan. Contoh: [k, t, d, g, ?] (4) Kontoid afrikat: yaitu kontoid yang terjadi dengan mula-mula tertutup alat ucap seluruhnya seperti pada posisi kontoid plosif, kemudian halangan itu terlepas dengan diiringi semacam friksi (bunyi geser). Contoh : [c, j] pada kata <cara, dan jalan>. (5) Kontoid frekatif: ialah kontoid yang terjadi dengan penyempitan jalan ucap pada suatu tempat sehingga arus udara masih dapat keluar melalui mulut dengan menimbulkan semacam friksi. Contoh: [f,v,x,G,h] pada kata <fanta, volume, khabar, ghoib, hati>. (6) Kontoid spiran ialah kontoid yang terjadi dengan penyempitan jalan ucap pada suatu tempat dan mendapat halangan semacam pengadukan, sementara itu terdengar bunyi desis. Contoh: [s,S,z,Z] pada kata-kata <sedar, syarat, zaman, measure(Inggris)>. (7) Kontoid nasal: ialah kontoid yang terjadi dengan tertutupnya pada suatu tempat, sedangkan velum merendah, sehingga arus udara keluar melalui rongga hidung dan rongga mulut. Contoh: [m, n, n, n] pada kata-kata <makan, nona, nyonya, singa>. (8) Kontoid lateral: ialah kontoid yang terjadi dengan tertutupnya sama sekali lajur tengah, sehingga arus udara masih dapat keluar melalui kiri kanan lidah. Contoh: [l] pada kata <lidah>. (9) Kontoid trill: ialah kontoid yang terjadi dengan bergetarnya apex (ujung lidah) yang mendekati alveulum ketika arus udara terhembus keluar melaluinya. Contoh: [r] pada kata <radar>. (10) Kontoid flaps: ialah kontoid yang terjadi getaran apex sekali. Contoh: [r] pada kata-kata <very, better, metter>. (11) Semi vokal: ialah kontoid yang terjadi dengan penyempitan pada suatu tempat dalam jalur ucap seperti artikulasi [i,u], kemudian meluncur pada suatu tempat yang lain sehingga arus udara masih dapat keluar melalui mulut diiringi semacam bunyi luncur. Contoh: [W,Y] pada kata <warung, yang>. b) Berdasarkan titik artikulasi Berdasarkan titik artikulasi, kontoid-kontoid dapat digolonggolongkan menjadi seperti berikut. (1) Kontoid labial ialah kontoid yang dihasilkan dengan labium sebagai titik artikulasinya yang disentuh bibir bawah. Contoh: [p,b,m,w] pada kata-kata <papa, babi, mama, warga>. (2) Kontoid dental ialah kontoid yang dihasilkan dengan gigi atas sebagai titik artikulasi yang ditekan/ dikenai apex. Untuk selanjutnya cara mengungkapkan seperti kontoid labial dan dental. Contoh: [f,v] pada kata-kata [fantasi, fafourit, volume]. (3) Kontoid interdental Contoh: [t,d,] pada kata-kata <terang, damar(Jw)>. (4) Kontoid alveolum 96

Contoh: [t,d] pada kata <puthu, thukul ‘sejenis makanan, tumbuh’, medhi ‘pasir’ (Jw)>. (5) Kontoid palatal Contoh: [c,j,n,y,S] pada kata-kata <cari, jarang, nyata, yang, syirik]. (6) Kontoid velar ialah kontoid yang dihasilkan dengan velum sebagai titik artikulasi tempat didekati dorsum. Contoh: [k,g,x,n] pada kata-kata <ksrsng, guna, khabar, arang>. (7) Kontoid faringal ialah kontoid yang terjadi dengan farinx sebagai titik artikulasi, atau radix tertarik ke arah farinx. Contoh:[ ] pada kata maklum. (8) Kontoid glotal (glottal stop) Contoh: [?] pada kata-kata <anak, jarak>. c) Berdasarkan artikulator Berdasarkan artikulator kontoid dapat digolongkan seperti berikut. (1) Kontoid labial ialah kontoid yang dengan labium(bibir bawah) sebagai artikulator yang terkatup bibir atas atau menekan gigi atas. Contoh: [p,b,m,f,v,w] seperti pada kata-kata yang sudah dicontohkan kontoid labial di atas. (2) Kontoid apikal Contoh: [t,d,t,d,c,n,l,r,r]. (3) Kontoid laminal Contoh: [c,j,s,S,z,Z]. (4) Kontoid dorsal Contoh: [k,g,x,n,G]. (5) Kontoid radikal Contoh: [ ] pada kata arab <‘adat>. d) Berdasarkan artikulator dan titik artkulasi Berdasarkan artikulator dan titik artukulasinya kontoid-kontoid dapat dibagi seperti berikut. (1) Kontoid bilabial ialah kontoid yang dengan labium (bibir bawah) sebagai artikulator yang menyentuh bibir atas sebagai titik artikulasinya. Contoh: [p,b,m,w]. (2) Kontoid labiodental Contoh: [f,w]. (3) Kontoid apiko-interdental Contoh: [t,d]. (4) Kontoid apiko-alveolar Contoh: [t,d,n]. (5) Kontoid palatal Contoh: [t,d,j,,ny/n,y,s,S]. (6) Kontoid velum Contoh: [k,g,x,n/ng]. (7) Kontoid radix-faringal Contoh: [ ]. (8) Kontoid glotal/hamzah/glottal stop Contoh: [ /’]. (9) Kontoid laringal Contoh: [h] pada kata-kata <hambar, hembus>. e) Kondisi pita suara 97

v.f.w.s.Z].. 1) Tekanan/stress Bermacam-macam cara untuk melukiskan tekanan tersebut. Fona-fona supra segmental itu digolong-golongkan menjadi: 1) Tekanan/stress 2) Panjang pendek/length 3) Nada/pitch 4) Juncture 5) Intonasi terminal/terminal intonation.r.h. dan lain-lain pitch itu tinggi frekuensinya. lebih banyak berhubungan dengan pembicaraan fonem.t. Untuk melukiskan fona-fona prosodi itu biasanya dipergunakan berbagai-bagai tanda diakretik Tandanya terbatas sekali.f. seperti bahasa Cina.z. karena dipergunakan selaku komponen yang membedakan makna.h.t. (1) Kontoid suara Contoh: [b. (2) Kontoid nasal Contoh: [m.x. (1) Kontoid oral Contoh: [a.k.Z. kontoid dibedakan seperti berikut.c. f) Berdasarkan jalan yang diikuti arus ujaran ketika keluar dari rongga ujaran.j.x. ‘ : untuk menandai tekanan yang sekunder “ : untuk menandai tekanan yang primer Contoh: ‘green “house ‘white “house Panjang pendek/length Panjang pendek ialah ciri prosodi yang merupakan perpanjangan suatu fona. e.d.t.z. yang terjadi mungkin kontoid atau vokoid.b. Pitch itu biasanya dilukiskan dengan: [ /] : nada naik [ \] : nada menurun [ .j. Fona Suprasegmental Fona suprasegmental atau fona prosodi tidak semudah fona segmental cara mencatatnya.o.l..d.w].p.u. aduh ‘jauh sekali’ [?adu:h] assalam [?assala:m]. Tanda diakretik yang digunakan seperti berikut.g.d. Dalam beberapa bahasa tertentu. terutama ciri-ciri prosodi yang kontras-kontras.?].s.S..n(ny).d.Berdasarkan kondisi pita suara kontoid dapat dibedakan seperti berikut.S.v.c. 2) Nada/pitch Nada atau pitch ialah naik turunnya suara ketika sederetan fon-fona difonasikan. (2) Kontoid tansuara Contoh: [p.n.?. Korea. Untuk itu. Nada tersebut ditulis di atas silabel atau fona yang harus diucapkan dengan disertai pitch.] : nada mendatar [ V ] : nada turun naik [ /\]: nada naik turun.g.k. Dalam tuturan(utterances) keseluruhan atau rangkaian nada merupakan tangga suara atau tangga nada(pitch level). Dalam lukisan prosodi sering juga tangga nada itu ditandai dengan angka: 98 .n(ng)]. Contoh: ‘adoh’ [?adoh] .

Biasanya sesudah intonasi terminal menyusullah kesenyapan akhir dan awal. 2) Tugas fonemik a) Fonemik itu berusaha menyelidiki serta menentukan fonem-fonem yang terdapat pada bahasa/bahasa-bahasa yang menjadi objek penelitian itu(membuat invetaris sistem bunyi). Contoh: [mi + lI?] [ki + ta]. 99 . Pendeknya atau lama sebentarnya perhentian itu relatif sekali. atau jeda yang terdapat dalam kata. 3) Jeda/juncture Jeda adalah batas atau perhentian antara satuan-satuan fona.a) b) c) d) Angka 1 : untuk Angka 2 : untuk Angka 3 : untuk Angka 4 : untuk pitch terendah pitch yang lebih tinggi pitch yang lebih tinggi lagi pitch yang paling tinggi. bahkan dalam struktur hampir tak dapat dibedakan adanya bermacam-macam jeda.phoneme) sering didefinisikan sebagai kesatuan bunyi yang terkecil dalam sebuah bahasa yang dapat membedakan makna (Prawirasumantri. Tanda yang dipakai adalah: [  ] : untuk mendatar [ --^] : untuk menaik yang ditaruh sesudah jeda silang rangkap. f. b) Jeda luar (external juncture) ialah jeda yang terdapat di antara unsur-unsur frasa. Metode yang dipakai untuk keperluan tersebut biasanya sangat sederhana. 1985:61). Contoh: # ?a + yah // su + dah / da + tan / ta +di / pa + gi # c) Intonasi terminal (terminal intonation) Intonasi terminal ialah lagu penghabisan satuan tutur pada setiap yang disebut kalimat. Kedua macam tersebut dapat dipakai dalam transkripsi fonetis. jeda tunggal [ // ] : jeda rangkap [ # ] : jeda silang rangkap. atau mudahnya dapat dikatakan bahwa jeda yang terdapat antarsuku kata. Jeda luar dapat dibagi menjadi 3 macam: [ / ] . jika kata itu terdiri atas paling sedikit dua silabel diberi tanda [+]. Oleh ahli-ahli bahasa biasanya dilukiskan adanya dua macam jeda. Panjang atau pendeknya atau lama sebentarnya perhentian itu relatif sekali. [ --v ] : untuk menurun Contoh: [# ?a +dI? // se + dan / me + na + nIs #--V ] Kadang-kadang juga diletakkan pada bagian jeda silang : [ #> ] : untuk mendatar [ # ] : untuk menaik [ # ] : untuk menurun. yaitu dengan cara substitusi(komutasi). Fonem dan Tugas Fonem 1) Pengertian Fonem Fonem (inggris. Temponya mungkin pendek atau panjang(lama). a) Jeda dalam (internal juncture) adah jeda yang terdapat dalam perkataan selaku batas silabel.

yaitu ber. Demikian pula kata rumah-rumah dan jalan-jalan masing-masing terdiri atas dua bentuk bermakna. Kata sepeda sebagai bentuk ulangnya. Sistem distingtif ditentukan oleh oposisi. Hal ini terbukti apabila katakata tersebut dianalisis atau diuraikan ke dalam bentuk yang bermakna. a) sepeda b) Rumah c) jalan bersepeda berumah berjalan sepeda-sepeda perumahan berjalan-jalan sepeda motor rumah-rumah jalan-jalan rumah-rumahan menjalani rumah sakit menjalankan Kalau kita perhatikan contoh-contoh di atas. lama telah mencoba mengemukakan cara itu dengan mempergunakan sepuluh pasang minimal kata yang mirip paling sedikit mengandung sebuah fonem masing-masing yang berbeda. Pengertian Morfologi dan Satuan-satuan Gramatik 1) Pengertian Morfologi Perhatikan contoh-contoh berikut berdasarkan unsur-unsur pembentuknya. paar: baar paar: aar baar: aar ‘kelamin’ : ‘ gelombang’ pot : bot pot : ot dst. b) Prosodi sebagai ciri distingtif Contoh: (1) Anak dukun / beranak.dan sepeda. jalan. e) 1) Ciri Distingtif a) Oposisi: /t/ vs /d/ /s/ vs /c/. Kata sepeda terdiri atas satu bentuk bermakna tidak dapat diuraikan menjadi lebih dari satu bentuk yang masih mengandung makna. (2) Anak / dukun beranak. Usaha itu merupakan percobaan/pengujian gabungan fonem-fonem. yaitu ber. d) Fonemik itu berusaha menyusun perumusan distribusi fonem tiap bahasa yang menjadi objek penelitian. Sama halnya dengan kata berumah dan berjalan masing-masing terdiri atas dua bentuk bermakna. yang biasa disebut kata akan nyata bahwa strukturnya berbeda-beda. yakni rumah dan jalan sebegai bentuk dasarnya dan 100 . Sama halnya dengan kata rumah dan jalan: kata bersepeda terdiri atas dua bentuk bermakna.serta rumah. ‘belanga’ : ‘tulang’ pier : bier pier : ier ‘cacing’ : ‘bir’ peer : beer peer : eer ‘buah pir’: ‘beruang’ pal : bal pal : al ‘tetap’ : ‘pesta’ paard : bard paard: aard ‘kuda’ : ‘jenggot’ pak : bak pak : ak ‘pak’ : ‘bak’ pest : best pest : est ‘sampar’: ‘terbaik’.Ahli-ahli fonemik (fonologi) Belanda. misalnya <tari> vs <cari>. b) Fonemik berusaha memnetukan sifat-sifat atau ciri-ciri distingtif fonemfonem. 2. Ciri-ciri distingtif itu mengandung fungsi dapat membedakan sesuatu fonem dengan fonem yang lain. Morfologi a. c) Fonemik mencoba menemukan sistem dalam materi fonem-fonem dengan ciri-ciri distingtifnya.

Satuan-satuan ber-. Begitu pula pada bentuk-bentuk yang lain(Prawirasumantri. yang terdiri dari satuan ia. beli. Contoh. dan berbeda pula dengan satuan “Ia membeli sepeda baru”. bersepeda ke luar kota. bersepeda. baru. 2) proses pembentukan kata. b) Bentuk Bebas dan Bentuk Terikat Bentuk bebas adalah bentuk yang dapat berdiri sendiri dalam tuturan biasa dan memilki sifat dapat dilekati bentuk-bentuk atau afiks lain. Pada garis besarnya morfologi membicarakan: 1) morfem-morfem yang terdapat dalam sebuah bahasa. dan sebagainya. beli.rumah serta jalan sebagai bentuk ulangannya. meng-. Sama halnya dengan kata rumah sakit yang terdiri atas rumah dan sakit. baik tunggal. ia meng-. bersepeda ke luar kota. yang terdiri dari satuan ber-. ia membeli sepeda. Satuan-satuan yang mengandung makna. bersepeda. Kata perjalanan terdiri atas per-an dan jalan. masing-masing merupakan bentuk tunggal. atau disingkat satuan. luar. sedangkan satuan-satuan bersepeda. kemudian mendapat imbuhan afiks ber. 3) fungsi proses pembentukan kata. ke. Bentuk terikat adalah bentuk yang memilki makna gramatikal dan melekat pada bentuk dasar. Kata sepeda motor terdiri atas dua bentuk bermakna. 2) Satuan Gramatik a) Pengrtian Satuan Gramatik Jika kita mendengar tuturan seseorang atau tuturan seorang informan dengan seksama. yang sebenarnya terdiri dari satuan ber. kota. “Ia membeli sepeda baru”.bentuk terikat dan sepeda bentuk bebas. 1985:25). 101 . sepeda. sedangkan satuan yang terdiri dari satuan-satuan yang lebih kecil disebut bentuk kompleks. dan baru. Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa morfologi ialah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk bentuk kata. 1985). dan 4) penjenisan kata. misalnya sepeda. Kata berpakaian misalnya. bersepeda ke luar kota. Kata rumah-rumahan terdiri atas 3 bentuk. ternyata ada perbedaannya. Perbedaannya ialah satuan-satuan sepeda tidak mempunyai satuan yang lebih kecil lagi. Misalnya kata berpakaian terbentuk dari bentuk asal pakai mendapat imbuhan afiks –an menjadi pakaian. baik arti leksikal. yakni rumah sebagai bentuk dasarnya dan rumah sebagai bentuk ulangnya.dan sepeda. disebut satuan gramatik. “Ia membeli sepeda baru”. bersepeda ke luar kota. sepeda. selanjutnya kata pakaian terbentuk dari unsur dasar pakai dengan afks – an. Bentuk dasar ialah bentuk. luar.menjadi berpakaian. berbeda dengan bersepeda. a) Bentuk Tunggal dan Bentuk Kompleks Satuan sepeda dibandingkan dengan bersepeda. ternyata bahwa ada satuan-satuan yang berulang-ulang dapat kita dengar. kota. Satuan gramatik yang tidak terdiri dari satuan yang lebih kecil disebut bentuk tunggal. ke. ber. terbentuk dari bentuk dasar pakaian dengan efiks ber-. maupun makna gramatikal seperti bentuk-bentuk di atas. serta –an sebagai imbuhan. c) Bentuk Asal dan Bentuk Dasar Bentuk asal ialah satuan yang paling kecil yang menjadi asal suatu kata kompleks. maupun kompleks yang menjadi dasar bentukan bagi bentuk yang lebih besar. yakni sepeda dan motor. merupakan bentuk kompleks (Ramlan.

proses pengulangan. Berhubungan dengan posisinya. dan 4) simulfiks (konfiks). Ciri-ciri afiks: (1) Berupa bentuk terikat. (3) Tidak mempunyai makna leksikal. Contoh: berpakaian pakaian berU pakai U -an U berperikemanusiaan Perikemanusian Kemanusiaan berU peri U ke-an U manusia U 3) Proses Morfologis Proses morfologis ialah proses pembentukan kata-kata dari satuan lain yang merupakan dasarnya. Unsur langsung adalah unsur yang langsung membentuk kata kompleks. 3) sufiks. afiks dapat dibedakan atas: 1) prefiks. (6) Fungsi afiksa untuk mmbentuk kata kompleks. b) Pengulangan 102 .d) Unsur dan Unsur Langsung Unsur adalah bentuk-bentuk atau nsur-unsur yang membentuk kata kompleks. (2) Makna afiks secara relatif tidak tetap. (5) Secara gramtis terikt. (7) Memiliki kesanggupan untuk melekat pada bentuk-bentuk dasar yang lain. a) Afiksasi Afiks adalah imbuhan yang dibubuhkan pada bentuk dasar yang memiliki kesanggupan melekat pada bentuk-bentuk lain untuk membentuk kata kompleks. dan proses pemajemukan (Ramlan 1985 46-49). Bahasa Indonesia terdapat tiga proses morfologis ialah proses pembubuhan afiks. 2) infiks. (4) Tidak pernah bertindak sebagai bentuk dasar.

bersembahyang. (2) Unsur-unsurnya tidak bisa diputarbalikkan. dan lain-lain. berlima... sunyi senyap. -kan. (b) Bermakna ‘dalam keadaan’ Contoh: bergembira. meluas. (c) Menyatakan makna ‘melakukan seperti pada bntuk dasarnya’. (3) Perulangan itu tidak mengubah kelas kata. e) Makna afiks (1) Makna afiks meng(a) Menyatakan perbuatan aktif transitif. membaca.’.Proses pengulangan adalah pengulangan bentuk dasar atau satuan gramatik. per-an.. meninggi. Contoh: menepi.. beran. misalnya kacamata. ter-. (2) Mengulang sebagian bentuk dasarnya. Afiks pembentuk numeraial yaitu se-. Afiks pembentuk nominal peng-. -i. Contoh: tua renta. berpadu. Macam-macam kata ulang: (1) Mengulang seluruh bentuk dasarnya. (4) Perulangan merupakan proses penutup. merokok. (b) Menyatakan makna ‘menjadi . Misalnya: rumah makan. (d) Menyatakan makna ‘dalam keadaan’ pada kata menyendiri. memukul... ber-. Prinsip-prinsip penentuan kata ulang: (1) Terdapatnya kata dasar yang diulang. Afiks pembentuk adjektival ialah se-nya. baik sebagian atau seluruhnya. c) Pemajemukan Kata majemuk ialah gabungan unsur-unsur yang membentuk kata baru. Hasil pengulangan itu disebut kata ulang. infiks.’ Contoh: berangkat. (2) Afiks ber(a) Bermakna ‘melakukan perbuatan . bernyanyi. (2) Terdapatnya pertalian yang relevan antara bentuk ulang itu dengan kata dasarnya. tua bangka. Contoh: menulis.. per-. menggulai. d) Fungsi Afiks Afiks pembentuk verbal antara lain: meng-. di-. bersedih. (c) Bermakna ‘kumpulan yang terdiri dari . mengecil. (4) Mengulang dengan variasi fonem. ke-an.. rumah sakit. berdagang. berbahagia. Ciri-ciri kata majemuk: (1) Di antara unsur-unsurnya tidak bisa disisipi unsur lain. (3) Mengulang berbareng dengan afiks. mencetak. membatu. Misalnya. 103 . meresmikan. -an. baik dengan variasi fonem maupun tidak. Contoh: berdua. Kata majemuk dengan unsur unik adalh bentuk yang di dalam kombinasi satu-satunya dengan bentuk lain. ke-an. orang tua (3) Gabungan unsurunsurnya membentuk makna baru. menyempit. bermain. peng-an.’ Contoh: melebar. bertiga.

terlihat. penguat. bersuara. terjepit.. terbesar. terbaca. Contoh: berbaju. sehebat. terduduk. (3) Afiks diBermakna ‘suatu perbuatan pasif’. perlima. Contoh: kedua(orang). Contoh: tertinggi. tertutup.’. peramah. Contoh: ternilai. (b) Bermakna ‘urutan’. (b) Bermakna ‘seluruh’.. semeter. (c) Bermakna ‘ketiba-tibaan’. (e) Bermakna ‘paling –‘. Contoh: pembaca. Contoh: se-Indonesia.. berladang. perdua. membelikan.’. terlihat. sebuah. pengangkut. (c) Bermakna ‘yang memiliki sifat . penghalus. berpemimpin. pendiam. pembela. sekembalinya.(d) Bermakna ‘melakukan perbuatan . pemancar. Contoh: berayah. membuatkan. terindah. pertuan. terperosok. terpandai. (6) Afiks perBermakna ‘kausatif’ Contoh: perbesar. berumah.’. berwibawa. serumah.. Contoh: pengeras. Contoh: terbagi. (7) Afiks se(a) Bermakna ‘satu’. Contoh: sekarung. (b) Bermakna ‘alat untuk meng---‘ Contoh: pemtong. pemukul. terhukum. ketiga (pasang). pengarang. pertinggi. sebulan. tersinggung. pencipta. Contoh: pemalas. penakut. Contoh: setibamu. dibangun. pendingin. pemanis. sehari. (meja) keempat. membawakan. 104 . (4) Afiks ter(a) Bermakna ‘aspek benefaktif’. (c) Bermakna ‘sama. seperti’. Contoh: segunung. (d) Bermakna ‘setelah’. terjahit. Contoh: membacakan.’.. terduga. tertusuk.. (e) Bermakna ‘mempunyai . (9) Afiks –kan (a) Bermakna ‘benefaktif’. (b) Bermakna ketidaksengajaan’. terjatuh. (d) Bermakna ‘kausatif’. tercetak.. sekecil.. dilarikan. perkuda. berpakaian. (5) Afiks peng(a) Bermakna ‘yang (pekerjaannya) meng---‘. terselami. Contoh: terbawa. sepulangku. tersentuh. (d) Bermakna ‘dapat di-‘. Contoh: terbangun. pemalu. pencukur. Contoh: (pegawai) kedua. tertanam. (8) Afiks ke(a) Bermakna ‘kumpulan yang terdiri dari . Contoh: diambil. terluas. bersepeda.. seisi kampung. dikemasi. periang. diresmikan.. (rumah) kedelapan. penjahit.

jutaan. mengguntingi. kelaparan. (tiga) bulanan. (a) Bermakna ‘memberi . tulisan. membuangi.(b) Bermakna ‘kausatif’. mencabuti. menulisi. (e) Bermakna ‘sekitar’. Contoh: cendekiawan. memerahi. literan. kewanitaan. Contoh: timbangan. (14). mendatangi. (b) bermakna ‘tiap-tiap’. Contoh: mengotori. (c) Bermakna ‘kausatif’.. Contoh: mengambili. (11)Afiks –an (a) Bermakna ‘alat untuk meng---/hasil meng---‘. memberangkatkan. Contoh: menggarami. Contoh: kebaikan. (d) Bermakna ‘dalam keadaan tertimpa’. pengajuan. Contoh: negarawan. penglihatan. (10)Afiks –i (a) Bermakna ‘berulang-ulang meng---‘. (e) Bermakna ‘temapt/daerah’. meninjui. ketahuan. karangan. 80-an. (b) Bermakna ‘objeknya menyatakan tempat’. kecamatan. Contoh: meteran. Contoh: ratusan. pembelian. (b) Bermakna ‘cara meng---‘. Contoh: penyajian. Contoh: menduduki. (c)Bermakna ‘hasil perbuatan/apa-apa yang di ---‘’ Contoh: pendengaran. (13) Afiks ke-an (a) Bermakna ‘suatu abstraksi/hal’. (b)Bermakna ‘orang yang/orang yang memiliki sifat’. menggulai. memanasi.’. ratusan. kecurian. pengadaan.. menyampuli. membasahi. keduniaan. kesinambungan. pengertian. keberangkatan. ribuan. Contoh: (majalah) mingguan. ribuan. (12)Afiks –wan (a) Bermakna ‘0rang yang ahli’. (c) Bermakna ‘dapat di---‘. Contoh: kehujanan.Afiks peng-an (a) Bermakna ‘hal meng---‘. kegembiraan. usahawan. pendapatan. mengatapi. kedengaran. ilmuwan. (b) Bermakna ‘ hal-hal yang berhubungan dengan’. relawan. Contoh: kelihatan. melempari. Contoh: kelurahan. Contoh: pembacaan. tatabahasawan. sosiawan. pengiriman. (c) Bermakna ‘satuan yang terdiri dari’. (cacatan) harian. Contoh: 50-an. penulisan. kiloan. garisan. menanami. kemanusiaan. rohaniwan. kerajaan. 90-an. menerbangkan. kesultanan. kedinginan. (d) Bermakna ‘beberapa’. Contoh: kehewanan.. Contoh: mendudukan. pengaturan. kemasukan. 105 .

atau tanda seru (!). bergulingan. (b) Bermakna ‘pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang’. kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik(. tanya. dan diakhiri dengan intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan ataupun asimilasi bunyi ataupun proses fonologis lainnya. tanda pisah (-). titik dua(. Contoh: perkampungan. Contoh: persahabatan. pembuangan. bermunculan. sekuat-kuatnya. S–P–O : Rani mendapat hadiah. di dalamnya disertakan pula berbagai tanda baca seperti koma(. peralatan. Contoh: pergedungan. Contoh: berdatangan. S–P–K : Kami tinggal di Jakarta. disela jeda. kalimat diucapkan diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut. (c) Bermakna ‘saling’. Contoh: bersentuhan. Contoh: pengadilan. (b) Bermakna ‘hal/hasil ber---‘. Tanda titik. persekutuan. perhentian. setinggi-tingginya.(d)Bermakna ‘alat yang digunakan untuk meng---‘. bergantungan. sedangkan yang lain sepadan dengan jeda. Contoh: pendengaran. 3) Parmin akan bermain ke Simpanglima. (16) Afiks ber-an (a) Bermakna ‘banyak pelaku’. perkapalan. dan spasi. (15) Afiks per-an (a) Bermakna perihal ‘. persembunyian. berkirim-kiriman.). Contoh: 1) Hai Min! 2) Hai. berpapasan.). (17) Afiks se-nya Afiks se-nya bermakna ‘superlatif’. perkemahan. persekolahan. Contoh: peristrahatan. Dalam wujud lisan. tanya dan seru melambangkan kesenyapan. pengasingan. (e) Bermakna ‘berbagai-bagai’. Contoh: berloncatan. perkotaan. penglihatan. perindustrian. Contoh: perbekalan. Batasan Kalimat Kalimat adalah satuan bahasa terkecil. bergoyangan. (d) Bermakna ‘daerah’. persyaratan. pengungsian. 106 . tanda tanya(?). pertapaan. pernafasan. 1) 2) 3) 4) Pola Kalimat Dasar S-P : Orang itu sedang tidur. S – P – Pel : Pancasila merupakan dasar negara kita. (c) Bermakna ‘tempat ber---‘. beterbangan. pertokoan. semesntara itu. perairan. (e)Bermakna ‘ tempat meng---‘. Dalam wujud tulisan berhuruf latin. Contoh: sepenuh-penuhnya. perbukitan. Sintaksis a. b. berlompatan. dan seru. yang mengungkapkan pikiran yang utuh. sepadan dengan intonasi akhir. 3. Spasi yang mengikuti tanda titik. dalam wujud lisan atau tulisan.

urutan katanya adalah subjek-predikat. predikat . yakni subjek dan predikat. Jenis Kalimat 1) Kalimat Tunggal Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri atas satu klausa. Hal itu berarti konstituen untuk setiap kalimat adalah satu subejk dan satu predikat. dan objek. E) Kalimat Berpredikat Adjektival Contoh: (1) Alasan para pengunjuk rasa agak aneh. Predikat dalam kelompok verba ekatransitif adalah verba yang digolongkan dalam kelompok verba ekatransitif. objek. c) Kalimat Dwitransitif Verba transitif dalam bahasa Indonesia yang secara semantis mengungkapkan hubungan 3 maujud. yakni subjek. Contoh: (1) Pemerintah akan memasok semua kebutuhan Lebaran. Contoh: (1) Ida sedang mencarikan adikknya pekerjaan. c. (2) Buku itu sudah dibacanya/dia baca. d) Kalimat pasif Contoh: (1) Tugas itu harus mereka selesaikan.5) S – P – O – Pel : Dian mengambilkan adiknya air minum. 2) Kalimat Berpredikat a) Kalimat Taktransitif Kalimat yang tak berobjek dan takberpelengkap hanya memiliki dua unsur fungsi wajib. b) Kalimat Ekatransitif Kalimat yang berobjek dan tidak berpelengkap mempunyai tiga unsur wajib. dan pelengkap yang dinamakan verba dwitransitif. Maujud itu maing-maing subjek. Contoh: (a) Mereka akan membentuk kelompok belajar. (f) Kalimat Berpredikat Nominal Contoh: (1) Ini adalah masalah keluarga mereka sendiri. 107 . Contoh: (1) Padinya menguning. 7) S – P – O – Pel – K : Dian mengambilkan adiknya air minum di dapur. Pada umumnya. 6) S – P – O – K : Dian mengambil air minum di dapur. Contoh kalimat lain berketerangan dan berpelengkap: (1) Guntur selalu naik sepeda ke sekolah. (2) Dia menugaskan pekerjaan itu kepada saya.

.. Konjugtor yang dipakai seperti : dan. Beberapa macam hubungan sematis pada kalimat majemuk bertingkat seperti berikut. tetapi. anak itu kembali ke orang tuanya.. Contoh : . Contoh : (a) Pengurus KUD harus berwibawa.. tetapi. tatkala. tidak . (b) Kami harus pergi sebelum dia datang. jangankan. lalu. Contoh : (a) Aku tidak mengarti akan hal itu ketika aku masih anak anak. kemudian.. Kalimat majemuk ada dua macam. (2) Hubungan Syarat 108 1) . setara perlawanan.. (2) Setara Perlawanan Konjugtor yang dipakai adalah tetapi. dll. atau berbohong untuk menyenangkan hati orang tuanya. b) Kalimat Majemuk Bertingkat Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih yang kedudukannya tidak sejajar. dan air matanya terus mengalir. serta... sedangkan... sedangkan. baik. tidak / bukan hanya. dan tidak sombong. (1) Hubungan Waktu Konjugtor yang dipakai adalah sejak. (b) Setelah dua tahun berpisah. lalu. padahal. maupun. sewaktu. maupun .. a) Kalimat majemuk setara Kalimat majamuk setara adalah kalimat yang memiliki dau klausa atau labeh dan kedudukannya sejajar / sederajat. Contoh : .. Contoh : ... dan setara memilih. bukan. (1) Setara Penambahan Konjugtor yang dipakai adalah dan. tidak / bukan saja..Jangankan disuruh melawan membantahpun dia tidak berani (3) Setara Memilih Konjugtor yang dipakai adalah atau.Ibu hanya mengangguk – angguk. . melainkan.Dia harus mengatakan yang benar sesuai dengan keyakinannya.(g) Kalimat Berpredikat Numeral Contoh: -Uangnya banyak sekali. baik. dan namun. (2) Apa kabar? Kalimat Majemuk Kalimat majemuk adalah kalimat yang mempunyai minimal dau klausa. (h) Kalimat Tak lengkap Contoh: (1) Assalaamu’alaikum. kemudian. ketika. Kalimat majamuk setara ada tiga macam yang pertama setara menambah. sedari... sambil. padahal.. melainkan. yakni: Kalimat majamuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. tidak / bukan sekedar. sementara. atau.

(10) Hubungan Komplementasi Konjugtor yang dipakai adalah bahwa. sekiranya. sehingga (sampai). andai kata. Contoh: a) gedung sekolah itu b) di halaman 109 . (4) Hubungan Tujuan Konjugtor yang dipakai adalah agar. saya tentu senang sekali menceritakanya. meski (pun). Frasa 1) Pengertian Frasa Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang tidak melebihi batas fungsi. bilamana. Contoh : (a) Kami pergi biar dia bisa bebas berbuat sesukanya. (b) Saya sengaja tinggal di kota kecil agar dapat mengetahui kehidupan disana. kalau. andaikan. (b) walaupun/meskipun hatinya sangat sedih. sebagaimana (7) Hubungan Penyebaban Konjugtor yang dipakai seperti sebab.L walau (pun). Contoh : (a) Jika Anda mau mendengarkannya. sampai. oleh karena.. biar. Contoh : (a) Seandainya para anggota kelompok menerima norma itu. kalimat langsung. akibat. selesailah seluruh permasalahan. (6) Hubungan Perbandingan Konjugtor yang dipakai adalah seperti. kalau – kalau. (9) Hubungan Alat Konjugtor yang dipakai adalah dengan dan tanpa.maka. karena. (b) Hatiku bertambah ciut apabila/bilamana aku teringat bahwa akulah yang tertua (3) Hubungan Pengandaian Konjugtor yang dipakai adalah seandainya. b.Konjugtor yang dipakai adalah jika (lau). bagaikan. dari (pada). asal (kan). (5) Hubungan Konsensif Konjugtor yang dipakai adalah A. supaya.. untuk. (b) Sudah dau hari dia tidak masuk jangan – jangan dia sakit. apabila.. dia tidak pernah menangis di hadapanku. laksana. sekalipun. jangan – jangan.. ibarat. (8) Hubungan Hasil Konjugtor yang digunakan seperti sehingga. (12) Hubungan Oktatif Konjugtor yang dipakai adalah semoga/ moga – moga/ mudah – mudahan. (11) Hubungan Perbandingan Konjugtor yang dipakai lebih/kurang. Contoh : (a) Dia akan pergi sekalipun/biarpun kami mencoba menahannya.

Semantik a. Frasa endosentrik ada 3 macam. 2) Frasa Endosentrik Frasa endosentrik adalah frasa yang mempunyai distribusi atau kelas kata yang sama dengan semua unsur atau salah satu unsurnya... Pengertian Makna dan Arti Kata ` Di dalam kalimat. 110 . anak Pak Sastro. (bergerak dari satu posisi ke posisi lain dengan kaki). dilaksanakan). Contoh : a) di perpustakaan b) ke sekolah 4. kursi.Frasa ada dua macam yaitu frasa endosentrik dan frasa eksosentrik. . Contoh: (a) Buku baru (c) Ahmad. meja’ dan lainlain. misalnya: 1) Saya berjalan seorang diri. a) Frasa Endosentrik Atributif Frasa Endosentrik Atributif adalah farsa yang salah satu unsurnya menjadi pusat dan yang lain menjadi bawahan. yang memiliki seperangkat ciri pembeda yang sama. b) Tipe 2 terdapat pada kata onomatope. (berputar). 2) endosentrik koordinatif. Frasa Eksosentrik Frasa Eksosentrik adalah frasa yang tidak mempunyai distribusi / kelas kata yang sama dengan unsur – unsurnya. i.. segolongan benda disebut ‘buku. Contoh : (1) ayah ibu (2)bembinaan dan pengembangan c) Frasa Endosentrik Apositif Frasa Endosentrik Apositif adalah frasa yang salah satu bagiannya yang unsur – unsurnya bisa saling menggantikan. kata-kata emotif ekspresif dan kata-kata fonestem (kata yang mengandung gugus bunyi tertentu i. (berlangsung). sifat atau keadaan. Contoh : a) Indonesia. tanah airku. Presiden RI. b. jumlah) yang bersifat luar bahasa. perbuatan/peristiwa. hal. b) Bapak SBY. (terlaksana. dll. 2) Rapat sedang berjalan.. ii. . Misalnya. Tipe-tipe Penunjukan/Penyebutan a) Penyebutan 1 terhadap segolongan benda dll. 3) Rencana itu tidak berjalan. 4) Sumbunya tidak berjalan. Kedua macam itu diuraikan seperti berikut ini. Penunjukan Fungsi kata ialah untuk menunjuk atau menyebut sesuatu (benda.. kata itu mempunyai makna yang berbeda-beda. . dan 3) endosentrik apositif. Contoh : (1) buku baru (2) pembangunan lima tahun b) Frasa Endosentrik koordinatif Frasa Endosentrik koordinatif adalah frasa yang unsur – unsurnya memiliki kedudukan / kelas kata yang sejajar.. seperti kata makan. yakni 1) endosentrik atributif..

1. Tipe arti asosiatif. dll. kata cecak. Tipe 3 terdapat pada nama diri. Tipe 4 menyebut sebagian mewakili keseluruhan. jambu bangkok. Misalnya. Tipe arti ini terutama terdapat pada kata kebanyakan bahasa yang bersifat satu dibanding satu. dan (3) penekanan. Misalnya si Gendut. Boxy. ‘Dhuh Gusti!’’. Misalnya. Sinonim Sinonim ialah dua kata atau lebih yeng mempunyai arti leksikal yang lebih kurang sama. Misalnya. Tipe arti afektif ialah yang mencerminkan perasaan pribadi si pembicara termasuk sikapnya yang diajak bicara. Misalnya. Misalnya.geping banget. Misalnya. /bapaqe?/ (Banyumas). diberi partikel.Dewasa . . Djarum (rokok). Tipe 8 penyebutan didasarkan atas nama tempat asal. Tipe arti tematik ialah tipe arti yang menggambarkan pembicara mengorganisasikan amanatnya dalam bentuk: (1) pengurutan. itiritir(Jw). Misalnya. Misalnya. Misalnya. Tipe ari konotatif ialah tipe arti yang bersif tertentuat tambahan. gepeng geping . Tipe 5 penyebutan berdasarkan salah satu sifatny yang paling menonjol. Misalnya. ‘Hari ini saya akan ke Solo’. volt. den baguse. 2. 5. filip. Tipe Arti Tipe arti konsep. 3. Tipe 7 penyebutan didasarkan atas bahan yang dipakai untuk sesuatu benda. dengan tekanan primer. Tipe 6 penyebutan didasarkan atas penemu atau pabrik pembuatnya.Keluaran sekolah bidan e. Kata ‘pendusta’. PSSI dikalahkan Bahrain 9:1. dan tampan. kata cantik. yang dipentingkan di muka ‘Kemarin saya akan pergi ke Solo’. atau terhadap sesuatu yang dibicarakan. Misalnya Aminah. ada 5 macam. Tipe arti stilistika ialah arti yang terdapat pada suatu ujaran tertentu yang mencerminkan lingkungan dan status sosial dari pemakaianya. cerdas.Bernyawa . Tipe arti reflektif ialah arti yang menimbulkan penggandaan arti. a) b) c) menyarankan aspek semantis tertentu. ‘Aku ini binatang jalang’. kata sapi benggala.c) d) e) f) g) h) c. bambu runcing.Benda . Tipe arti kolokatif ialah tipe arti yang dimiliki oleh kata tertentu yang cenderung bervalensi/bergabung dengan kata lain tertentu. Misalnya. (2) pemfokusan. Penerapan metode analisis komponen misalnya kata bidan: . 111 d.Manusia . 4. Metode Analisis Komponen Yang dimaksud metode analisis komponen ialah mengurai arti konsep suatu kata ke dalam ciri-ciri semantik dari sebuah kata. kata rumah meja. Misalnya.Berjenis kelamin perampuan . kata goni. ‘Sayalah yang akan pergi ke Solo’. pating grandul (Jw).

b) Pemakaian khas di lingkungan masyarakat tertentu. Polisemi. Misalnya. pelik. kata sukar. rumit. Homofon 1) Polisemi Polisemi ialah sebuah kata yang mempunyai banyak makna. uang) b) Meluluskan (mencetak sarjana) c) Memasukkan (mencetak sarjana) d) Menghasilkan (mencetak penganggur) e) Menghasilkan/memperoleh dengan mudah (mencetak uang(untuk dokter). adverbia. kata operasi. kata pohong dan bodin. kata cantik yang dimaksudkan orangnya. verba. pria >< wanita. Misalnya. 2) Homonim. Ada 3 tipe sinonim: 1) Antonim dipakai untuk menunjuk tipe ‘keberlawanan arti’ yang dapat dipertatarkan (anggota-anggotanya dapat dibedakan tingkat-tingkatnya. 4) Perbedaan di antaranya ditentukan oleh terdapatnya kadar afektif (di samping arti konsepnya) pada salah satu dari kata-kata bersinonim. numeralia. Macam-macam tipe sinonim: 1) Kata-kata yang bersinobim termasuk dialek yang berbeda-beda. dan yang dimaksudkan bola yang masuk ke gawang. sinonim terdapat pad lingkup kelas: nomina. agak besar. militer. kata gagah dipakai untuk orang. kata priduksi dan hasil. yang dapat dipertatarkan sangat besar. d) Pengaruh dari bahasa asing. kecil. 2) Sinonim terjadi karena adanya kata-kata serapan atau dari bahasa asing. Antonim Antonim ialah hal berlawanan atau bertentangan arti leksikalnya. pembeli dan penjual. tua >< muda. kata mata pada mata bisul. 5) Bersinonim yang dapat diperbedakan berdasarkan kolokasinya(aspek semantik kata yang terdapat di sekitarnya. Misalnya. Misalnya. g. Homonim. untuk polisi. pronomina. Misalnya besar dan kecil. Misalnya. misalnya. Misalnya. f. Faktor yang menyebabkan timbulnya polisemi: a) Pergeseran pemakaian. Misalnya kata rumah. gubug. lebih kecil. dan Homofon Homonim Homograf Homofon Sama tulisan sama tulisan beda tulisan Sama bunyi beda bunyi sama bunyi Beda arti beda arti beda arti 112 .Berdasarkan keanggotaan kategori. Misalnya. agak kecil. 3) Tipe komplementer ialah perangkat kata-kata yang arti leksisinya saling melengkapi. dll. kata parlement (Prcs berbicara. 3) Karena perbedaan laras. adjektiva. a) Menghasilkan sesuatu dengan dicetak (buku. 2) Wujud berbalikan . preposisi. sangat kecil. dan untuk alat perang. mata sapi. konjungsi. Ingg badan legislatif. suami dan istri. Homograf. kata mencetak bermakna. c) Pemakaian kiasan. kedokteran. Misalnya. Homograf. sulit. Misalnya. mata jaum. Misalnya. lebih besar. istri dan bini. wisma.

b) berjenis kelamin perempuan. 3) Akibat dari perubahan lingkungan pemakainya. kata catut dipakai di perbengkelan. kata jurusan. mencatut uang negara. hasta tangan 2) Memakai kata pungut atau kata ambilan dari bahasa asing sebagai kata Puisi Puisi lama puisi modern Gurindam talibun syair pantun konvensional serius mbeling 3) Membentuk kata jadian yang berpola D-D-an Rumput i. Cara mendapatkan penggolongan: 1) Memakai salah satu hioponim sebagai kata penggolong ! Tangan Lengan penggolong.  rumput-rumputan Perubahan Makna Beberapa gejala perubahan makna dan faktor penyebabnya: 1) Bersifat referensial ialah arti konsep kata itu benar-benar telah berubah sehingga akibatnya referennya juga berubah.pemakaian lain mencatut keuntungan. kata bujangga  Sansekerta berarti ular  Jawa kuno berarti sarjana. Misalnya. Ciri semantiknya: a) Kata benda golongan manusia. 4) Akibat dari perubahan asosiasi Misalnya. dan e) istri ayahku. kata ibu pada mulanya menunjuk seorang istri ayah. ahli pikir dll. Hiponim Hiponim itu yang menunjukkan relasi antarkata yang bersifat atas bawah atau relasi penggolongan dengan anggota-anggota yang menjadingolongannya atau bawahannya. makna lain bagian dari fakultas tertentu. Jw masih ada makna yang lain misalnya. 113 .h. d) yang melahirkan aku. kaum cerdik pandai. c) dewasa. Misalnya. Jawa baru dan Ind berarti sastrawan. Contoh lain kata amplop. 2) Karena perluasan atau pembatasan makna. Misalnya. kementrian perhubungan adalah transportasi.

114 . Aliran Tradisional Aliran atau tata bahasa tradisional mempunyai ciri pembeda sebagai berikut: 1) Tidak ada pengenalan akan perbedaan-perbedaan antara bahasa ujaran dan bahasa tulisan. Kelima hal itu akan diuraikan secara berurutan di bawah ini. yaitu pengalihan dari tanggapan berdasarkan inderapenglihatan ke pendengaran.5) Akibat perpinbahan tanggapan dari indera yang satu ke indera yang lain (sinestesis). dan (5) bentuk vs substansi. Kesan umum didapat bahwa buku itu mempunyai sejumlah pandangan yang bahkan sampai sekarang masih tetap penting untuk diketahui. Berdasar konsep-konsepnya. 5) Cenderung menggandrungi atau bahkan mempertahankan penemuanpenemuan terdahulu. 4) Memberikan pemerian atau memutuskan persoalan kebahasaan seringkali melibatkan logika. d) Metafora sinestesis. yang berupa dikotomi-dikotomi. mata air. (4) paradigmatik vs sintagmatik. (2) la langue vs la parole. serta dibicarakan manfaat tidaknya. Macam-macam metafora: a) Antromorphomis (Ynn: Antronus (manusia) dan Morona (bentuk) yaitu jenis metafora yang dinamai berdasarkan nama-nama bagian tubuh manusia. kata bintang pada bintang pelajar. i. Misalnya. Aliran Linguistik a. ii. jenis ini diciptakan berdasarkan pengalihan tanggapan. (3) signifikan vs signifié. b) Mtfr kehewanan yaitu metafora yang bersumber pada kehewanan. Metafora Metafora adalah salah satu wujud daya kreatif bahasa di dalam penerapan makna. (6) Memberikan pemerian bahasa dengan berdasarkan pada satu bentuk bahasa yang s angat disukainya yaitu bahasa tulisan baku (standardised written form) (7) Menurunkan definisi yang mengaburkan. pahit. kata berenang dalam berenang itu menyehatkan badan. manis. kata hangat (perasaan ke pendengaran). Misalnya. objek-objek tertentu diberi nama: matahari. seperti (1) sinkronik vs diakronik. mata bisul. de Saussure disebut sebagai bapak linguistik modern. atau sebaliknya. Misalnya. bintang radio. Misalnya. anjing kamu. 2) Pemerian bahasa berdasarkan/memakai patokan-patokan bahasa Latin. 6) Akibat perubahan jenis kata dan fungsi. 5. j. Miswalnya. c) Metafora yang timbul karena perpindahan pengalaman dari konkret ke abstrak atau sebaliknya. dan ia berenang di laut. Yang merupakan rangkaian kuliahnya antara tahun 1906-1911. Aliran Struktural Kontinental Aliran struktural Continental dipelopori oleh Ferdinand de Saussure dengan bukunya “Cours de Linguistique Generale” (1916) (=Inggris: Course in General Linguistics) (Indonesia: Pengantar Linguistik Umum). dikaji. kata mata. kata babi kamu.misalnya. b. kerbau kamu. selain itu indera pendengaran. kata terang indera penglihatan. 3) Menghakimi penggunaan bahasa dengan vonis benar-salah.

Buku itu terdiri atas 600 halaman. Langue adalah bagian sosial bahasa. yang tidak dapat menciptakan atau mengubahnya. dan semua ini menghasilkan konsep rumah di benak kita. . sedangkan parrole bersifat konkrit. misalnya bahasa Inggris.h] yang kalau ditulis menjadi rumah. kalau kita berkata Rumah si-Ali akan dijual kita melihat bentuk rumah yang dihubungkan dengan bentuk lain yang berbentuk suatu keutuhan. yaitu signifiant dan signifié. dan langue yang bersifat abstrak. terbitlah karya besar Blommfield yang berjudul “Language”. Aliran Strukturalisme Amerika Tahun 1933. 4) Sintagmatik dan Paradigmatik Manfred Bierwisch (1871.1) Sinkronik vs Diakronik Linguistik sinkronik mempelajari bahasa tanpa memersoalkan urutan waktu. dan sebagainya Kita melihat hubungan antara rumah dan bentuk-bentuk di bawahnya. 2) Langue dan Parole Saussure memakai istilah Perancis langue dan parole untuk membedakan bahasa sebagai sistem yang bersifat sosial dan bahasa sebagai ujaran yang bersifat perseorangan. jadi. atapnya. dan sebagainya. Makna ini adalah abstraksi dari sesuatu yang ada di dunia luar bahasa (extra linguistic word). dua sisi itu biasa diberi nama bentuk dan isi (= arti). Perhatian ditujukan pada bahasa sejaman yang diujarkan oleh pembaca. sebagaimana dimanisfetasikan dalam kenyataan psiko-psikologi dan sosial dari tindak-tindak bahasa secara khusus. khonas = waktu. Jadi. dapat dikatakan bersifat horisontal. Apa yang kita dengar itu adalah signifiantnya. dapat dikatakan bahwa studi ini bersifat vertikal. Judul buku itu sama dengan judul buku Sapir yang diterbitkan 12 tahun sebelumnya. Diakronis diartikan subdisiplin linguisitk yang menyelidiki perkembangan suatu bahasa dari masa ke masa. pintunya.u. 1988) mengatakan “syntagmatic relations specify the combination of element into complex form and sentences paradigmatic relations are the relations between the element of the language system”. 19-20 dalam Pateda. tuturan. sedangkan parole berarti logat. Hubungan itulah yang disebut hubungan sintagmatik. di luar pemakai perseorangan. kalau kita perhatikan bentuk-bentuk: rumah rumahnya merumahkan. Indonesia. Biarpun bagi kami langue ternyata terdapat pada tingkatan yan glebih abstrak dari pada parole. sebenarnya yang lebih penting ialah bahwa tanda bahasa itu mempunyai dua sisi. ucapan. Keduanya itu dihubungkan: parole adalah aspek perseorangan bahasa. Dengan demikian. merupakan karyanya yang 115 c. Kata diakronis (Yunani: dia = melalui. masa). terbayangkan jendelanya. Sebaliknya. Langue adalah bahasa tertentu. hubungan seperti itulah yang disebut hubungan paradigmatik. Sekarang.a. Ata yang diucapkan sebagai rumah adalah bentuk yang mengandung arti ‘rumah’. Kalau kita mengucapkan rumah terdengar pada kita rentetan bunyi [r. 3) Signifiant dan Signifié Jika dalam Cours Saussure mementingkan hubungan (antara urutan bunyi dan konsepnya) sebagai tanda bahasa.m. Misalnya menyelidiki perkembangan bahasa Indonesia (dulu disebut bahasa Melayu) yang dimulai dengan adanya prasasti di Kedukan Bukit sampai kini.

r --. lion + ess –lioness. ia menyatakan syarat-syarat yang harus dipenuhi oelh metode ilmiah yang dapat dibatas dengan merujuk ke acuan behaviorisme. Bentuk gramatikal yang terkecil disebut juga tagmene. Taxeme itu terjadi dalam susunan gramatikal yang konvensional yang dinamakan juga tactic form (bentuk taktik). . Berikut ini akan disajikan kedua tokoh itu dengan gagasan mereka. . seperti berikut: (1) Sentence type (tipe kalimat). Dan dinamakan morfologi. kalimat tanya. hal itu merupakan rangsangan pengganti bahasa (r) yang menyebabkan dia memberi tanggapan praktis (T). Bagi pendengar. Suatu ciri sederhana tatanan gramatikal merupakan ciri gramatikal atau taxeme. Begitu terpengaruhnya pada pandangan behaviorisme itu sehingga di dalam esei-esei yang ditulisnya untuk “International Encyclopedia of Unified Science”.do not >< don’t. R dan T adalah “peristiwa praktis” yang seakan-akan tinggal di luar bahasa. sehingga sampai sekarang buku itu tetap tidak tersaingi. 2) modulation (penggunaan fonem sekunder). --kalimat berita. kita tidak dapat memisahkan diri dari dua orang tokohnya. yakni Roman Jakobson dan Andre Martinet.paling besar. t dan r adalah peristiwa-peristiwa bahasa (Samsuri. dalam bentuk bahasa tercakup kelas-kelas dan bagian-bagian kelas.P. Ia sangat mengagumi A. Akibatnya pengaruh yang merusak jiwanya itulah sehingga ia mengubah dasar pikiran yang dituangkan dalam bukunya yang pertama “An Introduction to Linguistic Science” (1914) dan menyesuaikannya dengan pandangan mekanistik penganut behaviorisme. Bentuk taktik beserta makna yang dikandungnya itulah yang dinamakan bentuk gramatikal (grammatical form). sedangkan taxeme itu merupakan satuan bentuk yang terkecil. isinya padat. Maksudnya: Suatu rangsangan ini merupakan pengganti bahasa-bahasa (t). 1987: 14). Aliran Fungsional Dalam pembicaraan tentang ilmu bahasa fungsional. contoh: John ran. seperti kata verba (verbs). Pandangannya tentang penggunaan bahasa (the use of language) dirumuskannya dengan rumus “Rangsangan dan Tanggapan”. – Ali memukul Badu >< Badu memukul Ali. apabila konstituennya terdiri bentuk terikat. yang digambarkan dengan formula R --. (3) Substitution (substitusi). dan ia pun terpengaruh olehnya. Contoh: pronouns (kata ganti). 4) selection (memberikan satu faktor makna oleh karena bentuk yang berbeda memberikan makna yang berbeda pula).t .T. Weiss. Bloomfield sangat dipengaruhi oleh ilmu jiwa (behaviourisme). yang merupakan ciri khas Aliran 116 d. dan sebagainya. nomina.John >< John? 3) phonetic modification (modifikasi fonetik). Gagasan fungsi bahasa. dan sebagainya. Ita slept. dalam Soejono. -. -. adjektiva (adjectives). Dengan demikian. Ada 4 cara menurut Bloomfield menyusun bentuk (form): 1) order (urutan). seperti: -ess dalam duke + ess –duchess. 1) Roman Jakobson Roman Jakobson adalah seorang ahli waris yang sangat penting dari Aliran Praha. Konstruksi ini dinamakan Syntax kalau tidak terdapat bentuk terikat di antara konstituennya. apabila bentuk gramar itu merupakan suatu bentuk penggantian konvensional terhadap satu kelas dari bentuk lain. Bentuk gramar dikelompokkannya menjadi tiga kelas. salah seorang pelopor ilmu jiwa behaviorisme. . (2) Construction (konstruksi).

Praha. Kedua belas oposisi ini dapat dikelompokkan dalam ciri sonoritas (sembilan yang pertama). Vokal dan likuida lawan konsonan dan luncuran. yang sana dengan ciri tekanan dan kuantitas. ada lawan tidak adanya penutupan yang cepat dan atau pembukaan artikulasi vokal atau dari satu detak atau lebih. Ada lawan tidak adanya eksitasi tunggal atau primer pada glotis dan celah bebas melalui sistem vokal. Ada dua belas ciri oposisi dwimatra yang diperkenalkan oleh Jakobson. tetapi ia juga memasukkan fungsi aktivitas bahasa itu sendiri. penyebaran energi yang besar lawan yang kecil dalam spektrum dan waktu. fortis. (2) Konsonantal lawan non-konsonantal: energi keseluruhan yang rendah lawan yang tinggi. Oposisi dwimatra itu secara hipotetik menampilkan kesemestaan bahasa. (7) Discontinuous [interupted] lawan continuant: jeda yang diikuti dan atau didahului oleh penyebaran energi pada sebuah daerah frekuensi yang luas (sebagai ledakan atau transisi yang cepat dari forman lokal) lawan tidak adanya perubahan mendadak di antara bunyi dan jeda semacam itu. pengantar lawan eksklusi dari resonator nasal. ada lawan tidak adanya forman tambahan. lenis. tak beraspirasi. ada lawan tidak adanya hamabtan pada sistem vokal. (1) Vokalik lawan non-vokalik: ada lawan tidak adanya struktur forman yang dibatasi secara tajam. hambat dan afrikat lawan kontinuan. Kedua belas ciri oposisi dwimatra itu sebagai berikut. ada lawan tidak adanya getaran periodik selaput suara. (5) Bersuara lawan tak bersuara: ada lawan tidak adanya eksitasi frekuensi rendah yang periodik. nasal lawan oral. vocal tract yang dapat berbentuk tanduk lawan yang berbentuk resonator Helmholtz (rongga luas dengan membuka tempat leher dilekatkan). (3) Kompak lawan tersebar: konsentrasi energi yang tinggi lawan yang rendah di dalam wilayah spektrum pusat yang relatif sempit. (4) Tenseness lawan lexness: energi tinggi lawan energi rendah. 117 . menempati kedudukan penting karya-karya Jakobson. konsonan dan likuida lawan vokal dan luncuran. Hal yang baru. bersuara lawan tak bersuara. tense. beraspirasi lawan lax. forward flanged lawan backward flanged. vokal terbuka lawan vokal tertutup. ialah oposisi dwimatra yang dapat dipakai untuk menganalisis semua sistem fonologi yang dikenal. Jakobson tidak hanya memasukkan unsur-unsur yang istimewa. (6) Nasal lawan oral: besar lawan sempitnya frekuensi daerah penyebaran energi. konsonan velar dan palatal lawan konsonan labial. di samping identifikasi dari akustik ciri distingtif. deformasi vocal tract yang lebih besar lawan yang lebih kecil.

palatalisasi lawan bukan palatalisasi. celah yang sempit lawan celah yang lebar. labian lawan konsonan palatal dan dental. (8) Nyaring lawan merdu: intensitas suara yang tinggi lawan yang rendah. fonologi harus menafsirkan fakta fonetik yang merupakan data dasar dan bukan sekedar realisasi abstrak dari sistem yang berbeda. velar. .likuida getar dan detak lawan likuida kontinuan. (10) Grave lawan akut: konsentrasi energi yang rendah lawan yang tinggi dalam spektrum. Bagi Martinet. konsonan velar. berujung kasar lawan berujung halus. e. Integrasi yang lengkap akan menghasilkan sebuah sistem yang sempurna dengan jumlah fonem maksimum 2) 118 . Sebuah kekosongan dalam sebuah pola mungkin saja dapat diisi oleh sebuah fonem yang baru. maka vokal itu akan berupa vokal i. ada lawan tidak adanya faringgalisasi. dan sebagainyaAnalisis fonem ke dalam ciri distingtif menunjukkan adanya korelasi. yang saling menunjang: fonologi deskriptif. Persyaratan kehematan sintagmatik (untuk mewakili gugus konsonan dari unsur-unsur oleh unsur unik yang baru) dan kehematan paradigmatik (untuk mewakili sebuah unsur dengan sebuah gugus konsonan yang tidak ada dari unsur yang muncul dalam temuan) adalah oposisi paradigmatik. dan pembundaran bibir. ada lawan tidak adanya hambatan dalam rongga mulut. vokal depan lawan vokal belakang. Pada tahun 1946. ia memberikan kuliah fonologi di London. Satu label sudah karena ciri ini tidak pernah berfungsi distingtif dalam konteks fonemik yang sama. Kuliahnya itu diberi judul Phonology as Functional Phonetics. fonologi diakronik. sibilan. velarisasi. labian lawan konsonan palatal dan dental. labiodental. Jika sebuah bahasa mempunyai hanya mempunyai tiga buah vokal. vokal depan lawan vokal belakang. celah sempit lawan celah lebar. Martinet mempunyai minat yang beragam dalam dunia ilmu bahasa. (12)Sharp lawan plain: ada lawan tidak adanya gerakan ke atas dari komponen frekuensi yang lebih atas. afrikat lawan hambat. sintaksis. atau i. konsonan velar. konstriksi pinggiran lawan konstriksi pusat. Andre Martinet Tokoh yang tidak boleh dilupakan dalam meneruskan aliran fungsional ialah Andre Martinet. dan a. uvular lawan bilabial. u. (11)Flat lawan plain: ada lawan tidak adanya giliran menurun atau melemah dari beberapa komponen dengan frekuensi yang lebih tinggi. dan bukan berupa vokal e. E. (9) Yang dicek lawan yang tak dicek: jumlah pelepasan energi yang tinggi lawan yang rendah. linguistik umum. Sebuah fonem yang dimasukkan ke dalam sebuah kelompok korelasi akan lebih mantap daripada fonem yang tidak dimasukkan ke dalam kelompok korelatif. konstriksi pinggiran lawan konstriksi pusat. konstruktif. retrofleksi. a. interdental.

Aliran Transformasi Tokoh aliran transformasi adalah Noam Comsky. Sistem ini tidak dapat ditambah lagi dan tidak akan ada alasan untuk mengubahnya. Hal ini disebut disebut prosedur rekursif (recirsive prosedure). Martinet juga menerapkan pandangan fungsionalnya dalam sintaksis. alih-alih struktural. Struktur luar berwujud apa yang kita dengar atau apa yang kita lihat kalau tertulis. Untuk menghasilkan kalimat tersebut. Tiap kalimay yang lahir barangkali akan muncul lagi pada situasi yang lain. dan sintaksis belumlah merupakan prosedur untuk mencapai telaah linguistik berupa deskripsi kaidah bahasa secara menyeluruh. Chomsky menjadi sangat terkenal dengan bukunya yang berjudul Syntactic Structure (1957).yang dibangun dengan sejumlah minimum ciri distingtif. Martinet juga menggarisbawahi bahwa sintaksis dan juga fungsi merupakan makna sentral. Chomsky adalah seorang guru besar linguistikdi MIT (Massachusetts Intsitut of Technologi). Harris. dan bagaimana ia harus menampilkan (performence) apa yang diinginkannya dalam wujud bahasa. terdiri dari sejumlah elemen dasar dan mempunyai struktur. bagi Martinet. Kemampuan-kemampuan inilah yang merupakan objek tata bahasa generatif. Dengan munculnya buku ini.S. fonetik. d. morfologi. sebaliknya. timbul fase linguistik baru. menunjukkan bahwa aspek fungsional adalah aspek yang paling ditonjolkan dan tidak harus dikaji dengan mengesampingkan yang lain. Buku yang kedua berjudul Aspect of the Theory of Sintax (1965). Pilihan label fungsional. 1988:40-41). Menurut teori ini. Tiap kalimat yang lahir bagaimanapun bentuknya. di dalamnya menampakkan pendirian yang tegas. baik dengan jalan membaca. tiap manusia menggunakan bahasa yang tercermindalam kalimat-kalimat. manusia harus memiliki kompetensi (competence) tentang bahasa. Tiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda untuk menghasilkan kalimat. sebenarnya hal itu merupakan komplemen logisnya. yakni keluar dari Bloomfidian. 119 .maupun mendengar(kan). revolusi ilmiah dalam bidang linguistik. Pandangan struktural tidak dapat diperbaharui dengan pandangan fungsional. Belakangan. yang merupakan murid Z. dan mensintesiskan teorinya dalam eksposisi yang lengkap dan seimbang dalam: Elements of Linguistics dan A Functional View of Language. Kemampuan seseorang bergantung kepada: 1) Tingkat pendidikan 2) Pengalaman 3) Kesigapan menambah kosa kata. Tiap kalimat yang dihasilkan oleh alat bicara manusia menampakkan diri secar bersama-sama yang terdiri dari struktur dalam (deep structure) dan struktur luar (surface srtucture). fonemik. Struktur dalam merupakan abstraksi dari apa yang didengar atau dilihat. Teorinya terkenal dengan nama tata bahasa transformasional generatif (Transformational Generative Grammar) atau tata bahasa trasnformasi atau tata bahasa generatif (Pateda. Hal ini disebut aspek kreatif bahasa. Chomsky melihat bahwa pendekatan yang duipergunakan oleh Bloomfield dan pengikut-pengikutnya yakni pendekatan IC perlu disempurnakan. Dikatakannya bahwa hasil tingkatan-tingkatan telaah linguistik seperti.

2. b) Semantik. 6. dan (b) transformasi (2) Fonologi (3) Semantik. Perbedaan buku pertama dengan buku kedua ialah: a) Buku pertama terdiri atas: (1) Phrase strukture (2) Transformasi (3) Morfofonemik. yakni. yakni: a) Kalimat yang dihasilkan haruslah kalimat yang berfungsi dalam ujaran.Pastal (1964). dan b) Istilah yang dipakai jangan harus didasarkan pada satu bahasa saja. 5. dan (3) hemat. Komponen sintaksis merupakan pusat. telah banyak dikemukakan kritik terhadap teori ini. 120 . tetapi harus beersifat sejagat (universal). dalam arti komponen inilah yang menentukan arti kalimat dan komponen ini pulalah yang menggambarkan aspek kreativitas bahasa. Mereka mengusulkan integrasi teori sintaksis transformasi generatif Chomsky dengan teori semantik Katz dan Jerry A. Kritik yang sama dikemukakan pula oleh E. Meskipun pada tahun 1964 teori Chomsky belum berumur 10 tahun. Buku kedua tulisan Chomsky tersirat pengertian bahwa menyusun tata bahasa harus: (1) sederhana. (2) tuntas. setiap tata bahasa harus memenuhi dua syarat. 4. Dengan tegas Chomsky mengemukakan bahwa tata bahasa setiap bahasa harus terdiri dari tiap komponen. Sebutkan pendekatan fonetik ! Sebutkan klasifikasi fona-fona (bunyi-bunyi) bahasa ! Sebutakan klasifikasi kontoid ! Sebutkan ciri-ciri distingtif ! Apa sajakah garis besar bidang morfologi ? Sebutkan macam-macam afiksasi ! Amatilah kalimat berikut ! Para pelaut menangkap ikan. Belanda) dalam bukunya yang berjudul Critical Comment on Transformational Generative Grammar. C.M. itulah yang menjadi tugas tata bahasa. isalnya yang dikemukakan oleh Jerrold J.Bagaimana kita menggambarkan kemampuan si pemakai bahasa untuk menghasilkan dan mengerti makna kalimat yang tak terbatas jumlahnya itu. Menurut Chomsky. a) Sintaksis.Fodor.Katz dan Paul M. 7. dan c) Fonologi. dalam buku yang berjudul An Interprete Theory of Linguistic Deskription. 3. Latihan Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1.Uhlenbeck (seorang guru besar linguistik di Universitas Leiden. b) Buku kedua struktur tersebut pada buku I diubah menjadi: (1) Nomor satu dan dua masuk bidang sintaksis yang terdiri dari (a) pola kalimat dasar.

12.pada pelaut berfungsi nominalisasi dan bermakna ‘orang yang pekerjaannya me-‘ 2) Prefiks berfungsi verbalisasi dan bermakna ‘melakukan aktivitas . 4. dan (b) transformasi (2) Fonologi (3) Semantik. Buatlah kalimat dengan pola S . Ciri distingtif ada 2 macam yaitu: 1) oposisi. 5. 10. Klasifikasi fona ada 2 macam yaitu: 1) fona segmental. istana. 5) kondisi pita suara. dan 4) konfiks. Dian mengambilkan adiknya air minum di dapur. (3) signifikan vs signifié. 11. 14. 2) proses pembentukan kata.P . Analisis fungsi: S . 3) artikulator. 3. atau dengan kata satu berdanding satu. Sebutrkan konsep dasar buku Aspect of The Theory of Sintax ! D. Sebutrkan konsep dasar buku Sintactic Structure ! 15. terus mengalir: frasa endosentrik atributif d. Apa sajakah nama frasa pada kalimat no. Kunci Jawaban 1. 2. 7. (1) sinkronik vs diakronik. di pipi: frasa eksosentrik. dan artikulatoris. 8 di atas ? 10.O . dan (5) bentuk vs substansi. Sebutkan secara garis besar konsep Ferdinand de Saussure ! 14. rumah. 2) Buku Aspect of The Theory of Syntax berisi: (1) Nomor satu dan dua masuk bidang sintaksis yang terdiri dari (a) pola kalimat dasar. 1) Prefiks per.Apa sajakah fungsi dan makna afiksasi pada kalimat di atas ! 8. (4) paradigmatik vs sintagmatik. (2) la langue vs la parole. 2) infiks. 6.P . 4) makna proses pembentukan kata. 3) fungsi proses pembentukan kata. Pendekatan fonetik ada 3 macam yaitu: 1) auditoris.S1 . gubuk.‘. a. Garis bidang morfologi yaitu: 1) morfem yang terdapat dalam sebuah bahasa. wisma. Amatilah kalimat berikut ! Ibu hanya mengangguk-angguk. Klasifikasi kontoid ada 6 macam yaitu: 1) cara artikulasi. air matanya: frasa endosentrik atributif c. Afiksasi meliputi: 1) prefiks. 2) titik artukulasi. Apa sajakah analisis fungsi pada kalimat di atas ? 9. 8. 3) sufiks. Jelaskan perbedaan pengertian makna dan arti ! 12. dan 2) prosodi.Pel . sedangkan arti sudah bersifat tertentu. dan 2) fina suprasegmental. Perbedaan buku pertama dengan buku kedua ialah: 1) Buku Sintactic Strcture berisi: (1) Phrase strukture (2) Transformasi (3) Morfofonemik. hanya mengangguk-angguk: frasa endosentrik atributif b. 9. dan 6) jalan yang diikuti arus ujaran ketika keluar dari rongga ujaran. E. Berilah contoh sinonim lingkup nomina ! 13. 2) akustis. 13. dan air matanya terus mengalir di pipi. dan 5) penjenisan kata. 4) titik artikulasi dan artikulator. Makna adalah arti kata yang sudah bersifat tertentu. Rangkuman 121 .K ! 11.P1.

2) akustis. 5) kondisi pita suara. Ciri distingtif ada 2 macam yaitu: 1) oposisi. 7) hubungan penyebaban. dan 2) fina suprasegmental. peng-an. Makna afiks bergantung pada konteks kalimat. 2) pengulangan. Afiks pembentuk nominal seperti peng-. -kan. Kalimat majemuk dibedakan kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat kalimat majemuk setara meliputi: 1) setara penambahan. 2) endosentrik koordinatif. 4) hubungan tujuan. ter-. Garis bidang morfologi yaitu: 1) morfem yang terdapat dalam sebuah bahasa.P : Orang itu sedang tidur. Proses morfologis meliputi: 1) afiksasi. ke-an. 5) hubungan konsesif. dalam wujud lisan atau tulisan. dan 6) jalan yang diikuti arus ujaran ketika keluar dari rongga ujaran. 9) hubungan alat. 2) infiks. Afiks pembentuk adjektival ialah se-nya. dan 4) konfiks. dan 3) bentuk bibir. 2) hubungan syarat. 3) bentuk asala dan bentuk dasar. Klasifikasi kontoid ada 6 macam yaitu: 1) cara artikulasi. 2) panjang pendek/length. dan 2) prosodi. 5) S – P – O : Rani mendapat hadiah. yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil. Fona-fona supra segmental itu digolong-golongkan menjadi: 1) tekanan/stress. dan 4) unsur dan unsur langsung. dan 3) artikulatoris. kita memakai kriteria yang sangat umum. 8) hubungan hasil. Frasa endosentrik ada 3 macam yaitu: 1) endosentrik atributif.Pendekatan fonetik ada 3 macam yaitu: 1) auditoris. dan 3) pemajemukan. dan setara memilih. 11) hubungan perbandingan. dan 2) fonemik berusaha menentukan sifat-sifat atau ciri-ciri distingtif fonemfonem. 122 . dan 12) hubungan oktatif. Tugas fenemik: 1) Fonemik itu berusaha menyelidiki serta menentukan fonem-fonem yang terdapat pada bahasa/bahasa-bahasa yang menjadi objek penelitian itu(membuat invetaris sistem bunyi). ber-an. 10) hubungan komplementasi. 3) endosentrik apositif. 4) makna proses pembentukan kata. Frasa ada dua macam yaitu frasa endosentrik dan frasa eksosentrik. 7) S – P – K : Kami tinggal di Jakarta. 9) S – P – O – K : Dian mengambil air minum di dapur. 6) hubungan perbandingan. 2) titik artukulasi. Jenis kalimat meliputi jenis kalimat tunggal dan kalimat majemuk. dan 5) penjenisan kata. ke-an. bentuk bebasa dan bentuk terikat. -an. -i. di-.phoneme) sering didefinisikan sebagai kesatuan bunyi yang terkecil dalam sebuah bahasa yang dapat membedakan makna. ber-. 2) setara perlawanan. Fungsi afiks adalah pembentuk verbal antara lain: meng-. Afiksasi meliputi: 1) prefiks. 2) proses pembentukan kata. yaitu posisi 1) lidah. Pola kalimat dasar: 1)S . Untuk klasifikasi vokoid. per-an. 10) S – P – O – Pel – K : Dian mengambilkan adiknya air minum di dapur. Afiks pembentuk numeraial yaitu se-. 3) fungsi proses pembentukan kata. 4)Juncture. Satuan satuan gramatik meliputi: 1) bentuk tunggal dan bentuk kompleks. 4) titik artikulasi dan artikulator. 3) nada/pitch. Kalimat majemuk bertingkat mencakupi: 1) hubungan waktu. dan 5) intonasi terminal/terminal intonation. 3) sufiks. per-. Fonem (inggris. 6) S – P – Pel : Pancasila merupakan dasar negara kita. 3) artikulator. 8) S – P – O – Pel : Dian mengambilkan adiknya air minum. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang tidak melebihi batas fungsi. infiks. Klasifikasi fona ada 2 macam yaitu: 1) fona segmental. 3) hubungan pengandaian. 2)aktivitas lidah.

Dalam pembicaraan tentang ilmu bahasa fungsional. 5) Cenderung menggandrungi atau bahkan mempertahankan penemuan-penemuan terdahulu. 5) antonim. dan 9) metafora. Kesan umum didapat bahwa buku itu mempunyai sejumlah pandangan yang bahkan sampai sekarang masih tetap penting untuk diketahui. Chomsky adalah seorang guru besar linguistikdi MIT (Massachusetts Intsitut of Technologi). Tokoh aliran transformasi adalah Noam Comsky. tetapi ia juga memasukkan fungsi aktivitas bahasa itu sendiri. dan 7) Menurunkan definisi yang mengaburkan. Kata itu mempunyai arti yang bersifat tetap (bergerak dari suatu posisi ke posisi lain. homofon. 6) Memberikan pemerian bahasa dengan berdasarkan pada satu bentuk bahasa yang sangat disukainya yaitu bahasa tulisan baku (standardised written form). Aliran atau tata bahasa tradisional mempunyai ciri pembeda sebagai berikut: 1)Tidak ada pengenalan akan perbedaan-perbedaan antara bahasa ujaran dan bahasa tulisan. serta dibicarakan manfaat tidaknya. menempati kedudukan penting karya-karya Jakobson. Oposisi dwimatra itu secara hipotetik menampilkan kesemestaan bahasa. 3) metode analisis komponen. yang merupakan murid Z. Misalnya kata ‘berjalan’ . Berikut ini akan disajikan kedua tokoh itu dengan gagasan mereka. dikaji. yang merupakan ciri khas Aliran Praha. Harris.S. linguistik umum. yang berupa dikotomi-dikotomi. serta dibicarakan manfaat tidaknya. 7) hiponim. Roman Jakobson adalah seorang ahli waris yang sangat penting dari Aliran Praha. 2) Pemerian bahasa berdasarkan/memakai patokan-patokan bahasa Latin. (3) signifikan vs signifié. dan (5) bentuk vs substansi. 3) Menghakimi penggunaan bahasa dengan vonis benar-salah. kita tidak dapat memisahkan diri dari dua orang tokohnya. (2) la langue vs la parole. ialah oposisi dwimatra yang dapat dipakai untuk menganalisis semua sistem fonologi yang dikenal. di samping identifikasi dari akustik ciri distingtif.Makna adalah arti kata yang sudah berfifat tertentu. sintaksis. (4) paradigmatik vs sintagmatik.homonim. 8) perubahan makna. homograf. fonologi diakronik. dan (5) bentuk vs substansi. 2) tipe arti. Jakobson tidak hanya memasukkan unsurunsur yang istimewa. seperti (1) sinkronik vs diakronik. Martinet mempunyai minat yang beragam dalam dunia ilmu bahasa. pada umumnya dengan anggota badan tertentu. 4) Memberikan pemerian atau memutuskan persoalan kebahasaan seringkali melibatkan logika. seperti (1) sinkronik vs diakronik. Tokoh yang meneruskan aliran fungsional ialah Andre Martinet. 123 . 6) polisemi. (4) paradigmatik vs sintagmatik. yaitu yang terdapat di dalam konteks kalimat tertentu atau di dalam konteks situasi tertentu. (2) la langue vs la parole. Gagasan fungsi bahasa. (3) signifikan vs signifié. Hal yang baru. yang saling menunjang: fonologi deskriptif. Buku kedua ‘Aspect of The Theory of Syntax’ berisi: 1) Nomor satu dan dua masuk bidang sintaksis yang terdiri dari (a) pola kalimat dasar. 4) sinonim. dan (b) transformasi 2) Fonologi 3) Semantik. yang berupa dikotomi-dikotomi. Buku pertama ‘Sintactic Strcture’ berisi: 1) Phrase strukture 2) Transformasi 3) Morfofonemik. Kesan umum Ferdinand de Saussure didapat bahwa buku Course de Linguistique Generale mempunyai sejumlah pandangan yang bahkan sampai sekarang masih tetap penting untuk diketahui. Pembicaraan semantik mencakupi: 1) penunjukan. yakni Roman Jakobson dan Andre Martinet. namun dengan alat apa dan bagaimana itu sebenarnya tidak terlalu hakiki). dikaji.

Yogyakarta: IKIP Yogyakarta. Semantik Leksikal I dan II. Pengantar Linguistik dalam Fonologi dan Proses Penguasaan Fonemis. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Ilmu Bahasa Indonesia : Sintaksis. Analisis Bahasa. Surakarta: Universitas Sebelas Maret. 1978. ------------. Dasar-dasar Linguistik Umum. 1993. Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia. D. 1988. Djajasudarma. Kentjono.Fatimah. Jos Daniel. 1987. Amerika: Baltimore. Bloch. Jakarta: Erlangga.F. Sutan Takdir. Yogyakarta: UP Karyono. 1973. -----------. 1984. 124 . 1986. Karyono. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. 1975. Jakarta: Gramedia.2000. Ende: Nusan Indah. Jakarta: Erlangga. Ende: Nusa Indah. Jakarta: Fakultas Sastra Indonesia.Edi. 1993. Harimurti. Pengantar Linguistik bidan Fonetik dan Fonemik. Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia II Morfologi. Saussure.Ramlan. 1942. T. Terjemahan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Outline of Linguistics. 1984. Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia I Sintaksis. 1990. Yogyakarta: Gadjah Mada Univerty Press. Yogyakarta : CV.1981. __________. Ssubroto. and George L. Djoko. Pengantar Linguistik Umum. Morfologi Suatu Rinjauan Deskriptif. Kamus Linguistik. 1988. Trager. Marsono. 1978. Parera. Keraf. ------------. Tata Bahasa Indonesia. Samsuri. 1978. Jakarta:: Pusat Pembinaan dan Pengambangan Bahasa. Jakarta: Dian Rakyat. Hasan. Pengantar Linguistik I. de Ferdinand. Bernard. Yogyakarta: Swadaya. Gorys. ------------. Semantik. Kridalaksana. Alwi. Daftar Pustaka Alisyahbana. Fonetik. Sulaiman. 1983. Semantik 1 dan 2. M. 1985. Syaf E. Bandung: PT Eresco. Jakarta : Balai Pustaka.

Tujuan Pembelajaran Tujuan mempelajari materi ini adalah: 3.2. seseorang tentu akan mendapat kesulitan. dialektologi. Pada kesempatan ini hanya akan dibahas seputar linguistik makro. cara bersosialisasi. Artinya. Pencabangan itu diadakan karena objek yang menjadi kajian disiplin ilmu itu sangat luas karena perkembangan dunia ilmu. Tanpa pemahaman yang cukup mengenai kajian internal. dia terlebih dahulu harus menggeluti kajian internal linguistik itu. Dalam hal ini. psikologi. Tuntutan kebutuhan dalam kehidupan dewasa ini telah menyebabkan perlunya dilakukan kajian bersama antara dua disiplin ilmu atau lebih. dan sebagainya. dan cara menempatkan diri di dalam masyarakat. etnolinguistik. Untuk memahami sosiolinguistik lebih lanjut. Sebagai ilmu. dan sangat mendalam. linguistik juga sudah mempunyai subdisiplin atau cabang-cabang berkenaan dengan adanya hubungan disiplin itu dengan masalah-masalah lain. Berdasarkan objek kajiannya. perlu dipahami terlebih dahulu batasan sosiologi dan batasan linguistik. seni. dua bidang ilmu empiris yang mempunyai kaitan yang erat. Sedangkan linguistik adalah ilmu yang mempelajari tentang bahasa atau ilmu yang menjadikan bahasa sebagai objek kajiannya. juga bersifat terapan.1.1. Karena banyaknya masalah yang terdapat di luar bahasa. bahkan mungkin tidak akan dapat melakukan kajian secara eksternal tersebut. sangat luas. etnis. yaitu: (a) linguistik mikro (mikrolinguistik) dan (b) linguistik makro (makrolinguistik). Sosiolinguistik Sosiolinguistik merupakan gabungan antara disiplin sosiologi dan disiplin linguistik.1. subdisiplin linguistik dapat dibedakan atas dua. Dengan mempelajari lembaga-lembaga sosial dan segala masalah sosial dalam suatu masyarakat akan diketahui cara-cara manusia menyesuaikan diri dengan lingkungannya.1 Mendeskripsikan konsep sosiolinguistik 3.1.1. psikolinguistik. Linguistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya. Paparan Materi Dewasa ini penyelidikan tentang bahasa dengan berbagai aspeknya dilakukan orang dengan sangat intensif. filologi. stilistika. sehingga linguistik berkembang dengan sangat pesat. neurolinguistik. antropolinguistik. Dengan demikian dapat 125 .2. tentu saja sebelum seseorang terjun dalam kegiatan kajian eksternal yang antardisiplin itu.BAB III LINGUISTIK MAKRO 3. Faktor eksternal tersebut seperti: faktor sosial. psikolinguistik. 3. Pembicaraan linguistik makro pada kesempatan ini akan difokuskan pada sosiolinguistik. Sedangkan linguistik makro menyelidiki bahasa dalam hubungannya dengan faktor-faktor di luar bahasa atau faktor eksternal. Sosiologi berusaha mengetahui terjadinya masyarakat berlangsung dan tetap ada. filsafat bahasa. Berbeda dengan kajian secara internal yang terutama hanya menyusun atau teori linguistik “murni”. hasilnya dapat digunakan untuk memecahkan dan mengatasi masalah-masalah yang ada di dalam kehidupan praktis kemasyarakatan. pragmatik.3 Mendeskripsikan konsep pragmatik 3. maka subdisiplin linguistik makro itu pun menjadi sangat banyak. Kajian linguistik yang bersifat antardisiplin ini selain untuk merumuskan kaidahkaidah teoretis antardisiplin. di antaranya kita dapati subdisiplin sosiolinguistik. dan sebagainya. dan pragmatik.2 Mendeskripsikan konsep psikolinguistik 3.

dan sebagainya. pendidikan. Adanya faktor-faktor sosial dan faktor-faktor situasional yang mempengaruhi pemakaian bahasa. Yang paling dominan adalah “warna” suara. yaitu: a) variasi bahasa dan b) peristiwa kontak bahasa. dan sebagainya dan (b) faktor situasional. tingkat kebangsawanan. gaya bahasa. tetapi juga oleh faktor-faktor nonlinguistik. jenis kelamin. sikap mentalnya. dan sebagainya. tingkat ekonomi. di mana. segi keformalan. Sedangkan sifat-sifat psikis biasanya disebabkan antara lain: perbedaan watak. dan sebagainya). selaput suara. dan segi sarana. seperti: umur. Sifat-sifat khas seperti itu disebabkan karena faktor fisik maupun faktor psikis. hanya dengan mendengar suara tanpa melihat orangnya. Sifatsifat khas yang disebabkan oleh faktor fisik. bahasa Jawa dialek Surabaya. Oleh sebab itu. segi pemakaian. Adapun wujud variasi bahasa itu dapat ditinjau dari bermacam-macam segi. 126 . misalnya karena perbedaan bentuk atau kualitas alat-alat tutur (bibir. pilihan kata. dan lainnya. maupun yang lain. 1) Variasi Bahasa dari Segi Penutur (a) Idiolek Idiolek adalah sifat-sifat khusus (karakteristik) pemakaian bahasa perseorangan. bahasa tidak saja dipandang sebagai gejala individual. golongan. Ia merupakan anggota dari kelompok sosialnya. atau dialek areal. rongga hidung. kapan. Atau dengan kata lain. bahasa Jawa dialek Yogyakarta-Surakarta. Idiolek dapat berkenaan pula dengan “warna” suara. tetapi juga merupakan gejala sosial. Setiap penutur mempunyai sifat-sifat khas yang tidak dimiliki oleh penutur yang lain. Variasi bahasa yaitu bentuk-bentuk bagian atau varian dalam bahasa yang masing-masing memiliki pola-pola yang menyerupai pola umum bahasa induknya (Poedjosoedarmo. misal: status sosial. keadaan sosial ekonomi. bahasa dan pemakaian bahasanya tidak diamati secara individual. Misal: bahasa Jawa dialek Banyumas. yaitu: (a) faktor sosial. Variasi yang disebabkan oleh perbedaan status. susunan kalimat. antara lain: segi penutur. umur. bahasa dan pemakaian bahasa tidak hanya ditentukan oleh faktor-faktor linguistik. gigi. kepada siapa. Variasi yang timbul karena perbedaan asal daerah penuturnya disebut dialek geografis. jenis kelamin. Baik faktor fisik maupun faktor psikis mengakibatkan sifat khas pula dalam tuturannya. dan mengenai masalah apa. intelegensi. jika kita cukup akrab dengan seseorang. kita sudah dapat mengenalinya.disimpulkan bahwa sosiolinguistik adalah bidang ilmu antardisiplin yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan pemakaian bahasa di dalam masyarakat. rongga mulut. Berdasarkan hal tersebut kita bisa melihat perbedaan variasi bahasa yang digunakan seorang penutur atau mitra tutur. 1976:2). Pembahasan di bidang sosiolinguistik ini akan dibatasi pada dua hal. pekerjaan. temperamen. Perbedaan latar belakang asal daerah atau kelas sosial penutur seperti itu menimbulkan variasi dalam pemakaian bahasanya. lidah. Variasi Bahasa Di dalam masyarakat. atau dialek regional. tetapi selalu dihubungkan dengan kegiatannya di dalam masyarakat. dan kelas sosial penuturnya disebut dialek sosial atau sosiolek. Berikut penjelasan masing-masing segi. maka timbullah variasi bahasa. misal: siapa berbicara dengan bahasa apa. tingkat pendidikan. Variasi ini menyangkut semua masalah pribadi para penuturnya. Sebagai gejala sosial. (b) Dialek Sekelompok penutur merupakan anggota masyarakat dari daerah tertentu atau khas sosial tertentu. seseorang tidak lagi dipandang sebagai individu yang terpisah dari yang lain. A.

Sehubungan dengan variasi bahasa yang berkenaan dengan status. basilek. Undak-usuk ini menyebabkan penutur dari masyarakat tutur tersebut perlu mengetahui lebih dahulu kedudukan tingkat sosialnya terhadap mitra tuturnya. Vulgar adalah variasi sosial yang ciri-cirinya tampak pemakaian bahasa oleh mereka yang kurang terpelajar. maka masalah ketepatan pemilihan variasi sesuai dengan status sosialnya ini menjadi cukup rumit dalam pemakaian bahasa tersebut. Atau mungkin lebih tua usianya. kacamata dalam arti ‘polisi’. Jargon adalah variasi sosial yang digunakan secara terbatas oleh kelompokkelompok sosial tertentu. dan ken. variasi ini digunakan oleh kalangan tertentu yang sangat terbatas. bahasa Perancis dialek kota Paris dianggap lebih tinggi derajatnya daripada dialek-dialek Perancis lainnya. variasi yang digunakan tahun 50-an. dalam dunia kejahatan pernah digunakan ungkapan seperti barang dalam arti ‘mangsa’. yang disebut dengan undak-usuk (bahasa Jawa) atau sor singgih (bahasa Bali). tetapi seringkali tidak mudah. ungkapanungkapan tersebut tidak bersifat rahasia. tetapi lebih muda menurut hierarkhi perkerabatannya. kolokial. Umapamanya. daun dalam arti ‘uang’. Ungkapan yang digunakan seringkali tidak dapat dipahami oleh masyarakat umum atau masyarakat di luar kelompoknya. biasanya orang mengemukakan variasi bahasa yang disebut akrolek. Basilek adalah variasi sosial yang dianggap kurang bergengsi. prof (untuk profesor). vulgar. Argot adalah variasi sosial yang digunakan secara terbatas pada profesi-profesi tertentu dan bersifat rahasia. dibalans. Kosakata yang digunakan dalam slang itu selalu berubah-ubah. Umpamanya. gemuk dalam arti ‘mangsa besar’. dipoles. ndak ada (untuk tidak ada). dewasa ini tampaknya dialek Jakarta cenderung semakin bergengsi sebagai salah satu ciri kota metropolitan. Bisa dicontohkan: bahasa Inggris yang digunakan oleh para cowboy dan kuli tambang. Di dalam masyarakat tutur yang masih mengenal tingkat-tingkat kebangsawanan dapat kita lihat variasi bahasa yang berkenaan dengan tingkat-tingkat kebangsawanan itu. didongkrak. 127 . dan tidak boleh diketahui oleh kalangan di luar kelompok itu.Variasi bahasa yang digunakan oleh kelompok sosial pada masa tertentu disebut dialek temporal atau kronolek. jargon. seperti: roda gila. Slang adalah variasi sosial yang bersifat khusus dan rahasia. Ditambah dengan adanya semacam “kode etik” untuk tidak menyebut dirinya dengan tingkat bahasa tinggi. tape dalam arti ‘mangsa yang empuk’. dan lain sebagainya. atau bahkan dianggap rendah. bahsa Jawa “krama ndesa”. dices. Namun. bukan bahasa tulis. dan sebagainya. dan variasi yang digunakan pada masa kini. Adakalanya mudah. argon. Sebab seseorang mungkin lebih tinggi status sosialnya terhadap mitra tuturnya. Bentuk-bentuk kolokial seperti: dok (untuk dokter). Pada zaman Romawi sampai zaman pertengahan bahasa-bahasa di Eropa dianggap sebagai bahasa vulgar sebab pada waktu itu para golongan intelek menggunakan bahasa Latin dalam segala kegiatan mereka. Kolokial adalah variasi sosial yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Sebagai contoh: bahasa bagongan yaitu variasi bahasa Jawa yang khusus digunakan oleh para bangsawan kraton Jawa. sebab yang penting adalah konteks dalam pemkaiannya. dalam kelompok perbengkelan. sebab para remaja di daerah yang pernah ke Jakarta merasa bangga bisa berbicara dalam dialek Jakarta. Akrolek adalah variasi sosial yang dianggap lebih tinggi atau lebih bergengsi daripada variasi sosial lainnya. Kolokial berarti bahasa percakapan. Letak kekhususan argot adalah pada kosakata. dan yang lain. atau dari kalangan mereka yang tidak berpendidikan. Slang bersifat temporal dan lebih umum digunakan oleh kaum muda. tetapi lebih muda usianya. golongan. tidak tepat pula jika disebut bahasa “kampungan” atau bahasa kelas golongan bawah. Umpamanya. Bahasa prokem dapat dikategorikan sebagai slang. dan kelas sosial para penuturnya. variasi bahasa Indonesia pada masa tahun 30-an. Artinya. slang.

4) Variasi dari Segi Sarana Variasi bahasa dari segi sarana dapat dibedakan adanya ragam lisan dan ragam tulis. Biasanya digunakan oleh para pengemis. register adalah variasi bahasa yang disebabkan oleh sifat-sifat khas kebutuhan pemakaiannya. bahasa iklan berbeda dengan bahasa tajuk. pendek-pendek. dan sebagainya. Dapat dikatakan. Dalam penyampaian informasi secara lisan dibantu oleh unsur-unsur nonsegmental (nada suara. Ragam usaha adalah variasi bahasa yang lazim digunakan dalam pembicaraan biasa di sekolah dan rapat-rapat atau pembicaraan yang berorientasi kepada hasil atau produksi. yaitu: ragam beku (frozen). Ragam resmi adalah variasi bahasa yang digunakan dalam pidato kenegaraan. tata cara pengambilan sumpah. atau penggunaannya. gaya. berolah raga. dan sebagainya. dan ragam akrab (intimate). dan lain-lain). atau fungsinya disebut fungsiolek. ragam. Ragam santai ini banyak menggunakan bentuk alergo. dibuat merengek-rengek. Ragam beku adalah variasi bahasa yang paling formal. Ragam akrab adalah variasi bahasa yang biasa digunakan oleh penutur dengan mitra tutur yang hubungannya sudah akrab. Masing-masing jenis tulisan itu menggunakan pengungkapan bahasa yang berbeda sesuai dengan sifat-sifat khas kebutuhan pemakaiannya. rapat dinas. yang digunakan dalam situasi-situasi khidmat dan upacara-upacara resmi (upacara kenegaraan. bahasa tajuk lain dengan bahasa pojok. gerak128 . Variasi bahasa berdasarkan bidang pemakaian menyangkut bahasa itu digunakan untuk keperluan atau bidang tertentu (sastra. khotbah. Atau. Ciri yang tampak dalam variasi ini adalah dalam bidang kosakata. bahasa pojok lain pula dengan bahasa artikel. dan dengan artikulasi yang sering tidak jelas. akta notaris.Yang dimaksud dengan ken adalah variasi sosial tertentu yang bernada memelas. ragam resmi (formal). Ragam santai adalah variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tidak resmi untuk berbincang-bincang dengan keluarga atau teman karib pada waktu istirahat. ceramah keagamaan. Bisa kita perhatikan berbagai jenis tulisan dalam surat kabar. ragam santai (casual). surat-menyurat dinas. variasi bahasa dapat dibagi atas lima. ragam usaha ini adalah ragam bahasa yang paling operasional. 3) Variasi dari Segi Keformalan Berdasarkan tingkat keformalan. Kosakatanya banyak dipenuhi unsur leksikal dialek atau bahasa daerah. buku-buku pelajaran. pertanian. penuh dengan kepura-puraan. Wujud ragam usaha berada di antara ragam formal dan ragam informal atau santai. yakni bentuk kata atau ujaran yang dipendekkan. ragam usaha (konsultatif). Variasi ini biasanya dibicarakan berdasarkan bidang penggunaan. Ragam resmi ini pada dasarnya sama dengan ragam bahasa baku yang digunakan dalam situasi resmi dan bukan dalam situasi tidak resmi. dan surat-surat keputusan). Adanya ragam lisan dan ragam tulis ini didasarkan pada kenyataan bahwa bahasa lisan dan bahasa tulis memiliki struktur yang tidak sama. Pemakaian bahasa berita lain dengan bahasa iklan. atau tingkat keformalan. atau register. dan sarana penggunaan. 2) Variasi Bahasa dari Segi Pemakaian Variasi bahasa berkenaan dengan pemakaian. berekreasi. Pola dan kaidah ragam resmi sudah ditetapkan secara mantap sebagai suatu standar. kitab undang-undang. Ragam ini ditandai dengan penggunaan bahasa yang tidak lengkap. Disebut ragam beku karena pola dan kaidahnya sudah ditetapkan secara mantap dan tidak boleh diubah. militer. jurnalistik. Variasi bahasa berdasarkan fungsi lazim disebut register. dan sebagainya.

tetapi juga alat komunikasi antarkelompok. Di sana bahasa Inggris dan bahasa Perancis dipergunakan secara berdampingan dan sejajar karena hampir seluruh anggota masyarakat di daerah itu mengenal keduanya secara baik. Oksaar (1972:478) berpendapat bahwa tidak cukup membatasi kedwibahasaan hanya sebagai milik individu. Sebagai contoh keadaan demikian adalah yang terjadi di Montreal (Kanada). pengertian diglosia ini pun mengalami perkembangan. dan dalam situasi bagaimana pun terjadi pembicaraan itu. tetapi di dalam masyarakat tersebut kedua bahasa itu dipergunakan dengan fungsinya masing-masing. alih kode. yakni: (a) masyarakat tutur yang diglosik dan dwibahasawan ialah masyarakat tutur yang secara keseluruhan menggunakan dua bahasa sebagai alat komunikasinya. sedangkan kemampuan untuk menggunakan dua bahasa disebut kedwibahasawanan (bilingualisme). yaitu bahasa Guarani (bahasa penduduk asli. sedangkan dalam ragam tulis hal-hal yang disebutkan tadi tidak ada. B. Contoh: di Paraguay dipergunakan dua bahasa. Pemilihan bahasa yang akan dipergunakan bergantung kepada kemampuan pembicara dan pendengarnya. digunakan oleh para pekerja kasar) dan bahasa 129 . Orang yang dapat menggunakan dua bahasa itu disebut dwibahasawan (bilingual). 1) Kedwibahasaan Kedwibahasaan (bilingualisme) diartikan sebagai penggunaan dua bahasa oleh seorang penutur dalam pergaulannya dengan orang lain secara bergantian. Ciri utama kedwibahasaan menurut Wolff (1974:5) adalah dipergunakannya dua bahasa atau lebih oleh seorang atau sekelompok orang. tetapi kedua bahasa itu tidak mempunyai peranan sendiri-sendiri di dalam masyarakat pemakai bahasa. Hal ini tampak dari pernyataan Fishman (1975:73) yang mengemukakan bahwa diglosia dipergunakan untuk menyebut suatu masyarakat yang mengenal dua bahasa (lebih) untuk berkomunikasi di antara anggotanya. interferensi. dan pergeseran bahasa. Dalam hubungan ini. Seperti halnya kedwibahasaan. dan sejumlah gejala-gejala fisik lainnya).gerik anggota tubuh. di mana pun pembicaraan itu berlangsung. Karena baik kedwibahasaan maupun diglosia pada hakikatnya adalah peristiwa yang menyangkut pemakaian dua bahasa yang dipergunakan oleh seseorang atau sekelompok orang di dalam suatu masyarakat. integrasi. kedua bahasa itu dapat dipergunakan. Hal itu dimungkinkan karena peristiwa sejarah yang menjadikan daerah itu diduduki secara bersama oleh para imigran yang berasal dari Inggris dan Perancis. tentang masalah apa pun yang dibicarakan. tetapi masing-masing bahasa mempunyai fungsi atau peranannya sendirisendiri dalam konteks sosialnya. maka antara keduanya tampak adanya hubungan timbal-balik yang mewarnai sifat masyarakat tuturnya. 2) Diglosia Diglosia adalah keadaan dua bahasa dipergunakan dalam masyarakat yang sama. diglosia. dalam menggunakan ragam tulis. Untuk dapat menggunakan dua bahasa tentunya seseorang harus menguasai kedua bahasa itu. Kedwibahasaan harus diperlakukan juga sebagai milik kelompok sebab bahasa tidak terbatas sebagai alat penghubung antarindividu. Kepada siapapun mereka berbicara. Bahkan bahasa sebagai alat untuk menegakkan kelompok dan alat untuk menunjukkan identitas kelompok. Peristiwa Kontak Bahasa Peristiwa-peristiwa kebahasaan yang mungkin terjadi sebagai akibat adanya kontak bahasa antara lain: kedwibahasaan. usahakan kalimat-kalimat yang disusun dapat dipahami oleh pembaca secara mudah. Oleh karena itu. campur kode. Fishman (1975:7-88) menyebut empat jenis masyarakat tutur yang menunjukkan adanya hubungan seperti itu.

apabila fungsi kontekstual dan situasi relevansialnya dinilai oleh penutur cocok untuk melakukan. (b) masyarakat tutur yang diglosik tetapi takdwibahasawan ditandai dengan adanya dua (lebih) masyarakat yang secara politis. meskipun perbedaan sosio-kultural tetap memisahkannya. Contoh: di Eropa sebelum Perang Dunia I terdapat dua masyarakat tutur. alih ragam. Pembeli : Daster. agak langka. dan dalam situasi bagaimana pun. Alih Kode Alih kode adalah peristiwa peralihan dari kode yang satu ke kode yang lain. atau alih register. kepada siapa pun. keduanya dapat dipakai untuk keperluan apa pun. Kedua bahasa itu dikenal baik oleh separoh penduduk negara itu dan dipergunakan sebagai alat komunikasi. “Ya daster. gaya ataupun register). perekonomian. di mana pun. pemerintahan. maka peristiwa alih kode mungkin berwujud alih varian. digunakan dalam lingkungan pendidikan. masyarakat yang seperti ini hanya sedikit. yaitu Kalau yang ini berapa Bu? dan Itu lima puluh ribu merupakan contoh alih kode. antardialek-dialek dalam satu bahasa daerah. Dalam praktiknya mungkin saja dalam suatu peristiwa tutur terjadi alih kode intern dan alih kode ekstern secara beruntun. kemudian si pembeli beralih kode ke bahasa Indonesia dan penjual pun mengimbanginya. Sebagai contoh adalah masyarakat tutur di Montreal (Kanada). Sebagai contoh peristiwa alih kode dapat diperhatikan dialog antara pembeli dan penjual yang berlatar belakang budaya Jawa berikut ini.Spanyol (bahasa peninggalan penjajahan. Pembeli : Pinten niki? “Berapa ini?” Penjual : Niku sekawan dasa ewu. dan hal-hal lain yang bersifat resmi). (d) masyarakat tutur yang takdwibahasawan dan takdiglosik. Sebelumnya. Dua masyarakat tersebut tidak pernah berinteraksi dan mereka tidak pernah membentuk satu masyarakat tutur. varian kelas sosial. (c) masyarakat tutur yang dwibahasawan tetapi takdiglosik terdapat di dalam masyarakat yang menggunakan dua bahasa sebagai alat komunikasinya. sedangkan kedua bahasa itu tidak menunjukkan fungsi-fungsi tertentu dalam penggunaannya. teknologi. 130 . yaitu masyarakat orang elite Eropa yang biasa menggunakan bahasa “tinggi” dan masyarakat kebanyakan menggunakan bahasa yang lain. to iki? “Ini daster ya?” Penjual : Ya daster. ya rok. Pembeli : Kalau yang ini berapa Bu? Penjual : Itu lima puluh ribu. Dua kalimat terakhir dari dialog di atas. dan atau religius dipersatukan ke dalam suatu kesatuan yang fungsional. keagamaan. dan tidak begitu jelas. yaitu: (a) alih kode intern yaitu alih kode yang terjadi antarbahasa-bahasa daerah dalam satu bahasa nasional. “Itu empat puluh ribu”. ya rok”. Di dalam suatu kode terdapat berbagai kemungkinan varian (varian resional. antara pembeli dan penjual menggunakan bahasa Jawa. atau antarbeberapa ragam dan gaya yang terdapat dalam satu dialek dan (b) alih kode ekstern yaitu alih kode yang terjadi antara bahasa asli dengan bahasa asing. 3. ekonomis. alih gaya. Soewito (1983:69) membedakan adanya dua macam alih kode. Ini berarti. ragam.

Alih kode merupakan peristiwa kebahasaan yang disebabkan oleh faktor-faktor luar bahasa, terutama faktor-faktor yang sifatnya sosio-situasional. Beberapa faktor yang merupakan penyebab terjadinya alih kode antara lain: (a) Pembicara atau penutur (O1) Seorang penutur kadang-kadang dengan sadar berusaha beralih kode terhadap mitra tutur karena suatu maksud. (b) Pendengar atau mitra tutur (O2) Setiap penutur pada umumnya ingin mengimbangi bahasa yang dipergunakan oleh mitra tuturnya. (c) Hadirnya orang ketiga (O3) Dua orang yang berasal dari kelompok etnik yang sama pada umumnya saling berinteraksi dengan bahasa kelompok etniknya. Tetapi jika kemudian hadir orang ketiga dalam pembicaraan itu dan orang itu berbeda latar kebahasaannya, biasanya dua orang tadi beralih kode ke bahasa yang dikuasai oleh ketiganya. (d) Pokok pembicaraan Pokok pembicaraan merupakan faktor yang termasuk dominan dalam menentukan terjadinya alih kode. (e) Untuk membangkitkan rasa humor Alih kode untuk membangkitkan rasa humor ini bisa dicontohkan: pada kegiatan belajar yang mulai lesu, guru menyegarkan suasana dengan memunculkan humor; pada saat rapat, untuk mengurangi ketegangan yang mulai timbul pimpinan rapat menghadirkan humor; dan lain sebagainya. (f) Untuk sekadar gengsi. Seorang penutur kadang beralih kode hanya untuk sekadar gengsi. Padahal baik faktor sosio-situasional sebenarnya tidak mengharuskan dia untuk beralih kode. 4) Campur Kode Thelander (1976:103) menyatakan apabila dalam suatu tuturan terjadi percampuran atau kombinasi antara variasi-variasi yang berbeda di dalam satu klausa yang sama, maka peristiwa itu disebut campur kode. Seperti halnya alih kode, campur kode juga dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: a) campur kode intern dan b) campur kode ekstern. Latar belakang terjadinya campur kode pada dasarnya dapat dikategorikan menjadi dua tipe, yaitu: a) tipe yang berlatar belakang pada sikap dan b) tipe yang berlatar belakang kebahasaan. Atas dasar latar belakang sikap dan kebahasaan yang saling bergantung dan bertumpang tindih seperti itu dapat diidentifikasi beberapa alasan atau penyebab terjadinya campur kode, yaitu: (a) identifikasi peranan, (b) identifikasi ragam, dan (c) keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan. Berdasarkan unsur-unsur kebahasaan yang terlibat di dalamnya, campur kode dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain: (a) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud kata Contoh: Mangka seringkali sok ada kata-kata seolah-olah bahasa daerah itu kurang penting. (b) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud frasa Contoh: Karena saya sudah kadhung apik dengan dia, ya tak teken saja. (c) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud bentuk baster Contoh: Hendaknya segera diadakan hutanisasi kembali. (d) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud pengulangan kata Contoh: Sejak tadi hanya tonya-tanya saja kerjamu! (e) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud ungkapan atau idiom Contoh: Hindari cara kerja alon-alon waton kelakon. 131

(f) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud klausa Contoh: Pemimpin yang bijaksana selalu bertindak ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. 5) Interferensi Interferensi dianggap sebagai gejala tutur, hanya terjadi pada dwibahasawan dan peristiwanya dianggap sebagai penyimpangan. Interferensi dianggap sebagai sesuatu yang tidak perlu terjadi karena unsur-unsur serapan itu sebenarnya sudah ada padanannya (persamaannya) dalam bahasa penyerap, sehingga cepat atau lambat sesuai dengan perkembangan bahasa penyerap, diharapkan makin berkurang atau sampai batas paling minim. Dalam proses interferensi terdapat tiga unsur mengambil peranan, yaitu: (a) bahasa sumber (bahasa donor), (b) bahasa penyerap (resipien), dan (c) unsur serapan (importasi). Dalam peristiwa kontak bahasa mungkin sekali pada suatu peristiwa suatu bahasa merupakan bahasa donor, sedangkan pada peristiwa lain bahasa tersebut merupakan bahasa penyerap. Saling serap merupakan peristiwa umum dalam kontak bahasa. Interferensi dapat terjadi dalam semua tataran kebahasaan, yaitu: (a) fonologi, contoh: mBandung, nJepara, nDeli, dan sebagainya (b) morfologi, contoh: kemahalan, sungguhan, ketabrak, dan sebagainya. (c) sintaksis, contoh: Rumahnya ayahnya Vian bagus sendiri di kampung ini merupakan terjemahan kalimat bahasa Jawa Omahe bapake Vian apik dhewe neng kampung iki. (d) semantik, contoh: sarat yang berarti ‘penuh’ sering dipertukarkan dengan syarat yang berarti ‘ketentuan’. 6) Integrasi Integrasi terjadi apabila unsur serapan dari suatu bahasa telah dapat menyesuaikan diri dengan sistem bahasa penyerapnya, sehingga pemakaiannya telah menjadi umum karena tidak lagi terasa keasingannya. Contoh: istilah yang berasal dari bahasa Belanda seperti: voorloper, zuursak, dan chauffeur berturut-turut dalam bahasa Indonesia menjadi pelopor, sirsak, dan sopir. Haugen (1972:477) menafsirkan integrasi sebagai kebiasaan memakai materi dari suatu bahasa ke dalam bahasa yang lain. Kebiasaan yang telah menjadi umum seperti itu terjadi karena unsur tersebut telah terserap dalam waktu yang cukup lama atau belum lama waktu terserapnya tetapi sangat diperlukan karena belum ada padanannya dalam bahasa yang bersangkutan. Proses penyesuaiannya biasanya tidak terjadi sekaligus. Sebelum unsur serapan itu benar-benar berintegrasi dalam bahasa penyerapnya, biasanya terjadi beberapa bentuk ganda sebagai akibat perbedaan tuturan perseorangan baik secara fonemik maupun secara morfemik. Penyerapan unsur asing dalam rangka pengembangan bahasa Indonesia bukan hanya melalui penyerapan kata asing itu yang disertai dengan penyesuaian lafal dan ejaan, tetapi banyak pula dilakukan dengan cara: (a) Penerjemahan langsung yaitu kosakata itu dicarikan padanannya dalam bahasa Indonesia. Contoh: airport menjadi bandar udara, paardekracht menjadi tenaga kuda, dan lain sebagainya. (b) Penerjemahan konsep yaitu kosakata asing itu diteliti baik-baik konsepnya lalu dicarikan kosakata bahasa Indonesia yang konsepnya dekat dengan kosakata asing tersebut. Contoh: begroting post menjadi mata anggaran, network menjadi jaringan, dan lain sebagainya. 7) Pergeseran Bahasa Pergeseran bahasa (language shift) menyangkut masalah penggunaan bahasa oleh seorang penutur atau sekelompok penutur yang bisa terjadi sebagai akibat perpindahan dari satu masyarakat tutur ke masyarakat tutur lain. Pendatang atau 132

kelompok pendatang ini untuk keperluan komunikasi mau tidak mau harus menyesuaikan diri dengan menanggalkan bahasanya sendiri, kemudian menggunakan bahasa masyarakat tutur setempat. Pergeseran bahasa biasanya terjadi di negara, atau daerah, atau wilayah yang memberi harapan untuk kehidupan sosial ekonomi yang lebih baik, sehingga mengundang imigran atau transmigran untuk mendatanginya. 3.2.2 Psikolinguistik Psikolinguistik merupakan gabungan disiplin psikologi dan linguistk, yakni dua bidang ilmu yang berbeda, yang masing-masing berdiri sendiri, dengan prosedur dan metode yang berlainan. Namun, keduanya sama-sama meneliti bahasa sebagai objek formalnya. Hanya objek materialnya yang berbeda. Objek psikologi adalah gejala jiwa dan objek linguistik adalah bahasa. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa objek psikolinguistik adalah bahasa juga, tetapi bahasa yang berproses dalam jiwa manusia yang tercermin dalam gejala jiwa. Dengan kata lain, bahasa yang dilihat dari aspekaspek psikologis. Psikolinguistik mencoba menguraikan proses-proses psikologi yang berlangsung jika seseorang mengucapkan kalimat-kalimat yang didengarnya pada waktu berkomunikasi dan kemampuan berbahasa itu diperoleh oleh manusia. Lebih lanjut Hartley (1982:16) menyatakan bahwa psikolinguistik membahas hubungan bahasa dengan otak dalam memproses dan menghasilkan ujaran-ujaran dalam pemerolehan bahasa. Orang yang sedang marah akan lain perwujudan bahasa yang digunakan dengan orang yang sedang bergembira. Titik berat psikolinguistik adalah bahasa, bukan gejala jiwa. Dengan mencoba menganalisis objek linguistik dan objek psikologi serta titik berat kajian psikolinguistik dapat ditarik simpulan bahwa ruang lingkup psikolinguistik mencoba memerikan bahasa dilihat dari aspek-aspek psikologi dan hal-hal yang dapat dipikirkan oleh manusia. Topik-topik penting yang akan dipaparkan pada kesempatan ini adalah: a) proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran, b) pemerolehan bahasa, dan c) gangguan berbahasa. B. Proses Bahasa dalam Komunikasi dan Pikiran Bahasa yang digunakan dalam proses komunikasi sebenarnya melalui suatu proses yang disebut proses bahasa. Proses bahasa itu dapat dibagi atas tiga bagian, yakni: 1) proses ketika masih berada di dalam jati diri seseorang, 2) berada di lingkungan, dan 3) berada di dalam jati diri pendengar.
proses pada pembicara proses pada lingkungan proses pada pendengar

Dalam kaitan dengan proses bahasa, Moulton (dalam Pateda, 1990:28) mengemukakan sebelas tahap yang dilalui oleh bunyi bahasa dari pembicara kepada pendengar. Tahapan tersebut adalah: (1) membuat kode semantis, (2) membuat kode gramatikal, (3) membuat kode fonologis, (4) perintah otak, (5) gerakan alat ucap, (6) bunyi berupa getaran, 133

(7) perubahan gerakan melalui telinga pendengar, (8) getaran diteruskan ke otak, (9) pemecahan kode fonologis, (10) pemecahan kode gramatikal, dan (11) pemecahan kode semantis. Dari sebelas tahap tersebut, hanya dua tahap yang dapat dihayati wujudnya, yakni tahap (5) dan tahap (6). Tahap-tahap lain berada di dalam jati diri pembicara atau pendengar. Dikaitkan dengan kajian psikolinguistik, maka proses (1)-(4) dan (7)(11) termasuk lingkupan kajian psikolinguistik. Proses yang terjadi berlangsung dengan cepat, otomatis, dan sempurna. Kata-kata yang memuat konsep pesan pembicara keluar dengan cepat seolah-olah tanpa dipikir lagi. Perhatikan orang yang sedang berpidato atau memberikan ceramah tanpa teks. Dalam hubungan seperti ini sangat diperlukan pengetahuan pembicara tentang: (a) sejumlah kosa-kata dengan makna dan penggunaannya, (b) kaidah bahasa yang digunakan, (c) situasi yang mempengaruhi, (d) keadaan pembicara, dan (e) saling mengerti antara pembicara dengan pendengar. B. Pemerolehan Bahasa Pemerolehan bahasa (language acquisition) adalah proses yang berlangsung di dalam otak seorang kanak-kanak ketika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya. Pemerolehan bahasa biasanya dibedakan dari pembelajaran bahasa (language learning). Pembelajaran bahasa berkaitan dengan proses-proses yang terjadi pada waktu seorang kanak-kanak mempelajari bahasa kedua, setelah dia memperoleh bahasa pertamanya. Berkaitan dengan pemerolehan bahasa dan pembelajaran bahasa akan diuraikan hal-hal sebagai berikut: 1) teori pemerolehan bahasa, 2) tahap-tahap pemerolehan bahasa (B1), dan 3) pembelajaran bahasa (B2). 1) Teori Pemerolehan Bahasa Terdapat tiga teori pemerolehan bahasa, yaitu: (a) teori behavioristik, (b) teori nativistik, dan (c) teori kognitif. Menurut pandangan kaum behavioristik (kaum empiris), tidak ada struktur linguistik yang dibawa anak sejak lahir. Anak yang lahir dianggap kosong dari bahasa, anak yang lahir tidak membawa kapasitas atau potensi bahasa. Pengetahuan dan keterampilan berbahasa diperoleh melalui pengalaman dan proses belajar. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Skinner bahwa anak-anak memperoleh bahasa melalui hubungan dengan lingkungan, dalam hal ini dengan cara meniru. Bagi kaum nativistis, proses pemerolehan bahasa bukan karena hasil proses belajar, tetapi karena sejak anak lahir ia telah memiliki sejumlah kapasitas atau potensi yang akan berkembang sesuai dengan proses kematangan intelektualnya. Chomsky, pelopor kaum nativistis beranggapan bahwa setiap anak yang lahir telah dibekali dengan perangkat pemerolehan bahasa atau language acquisition device (LAD). Teori kognitif yang dipelopori oleh Jean Piaget menekankan hasil kerja mental, hasil pekerjaan yang nonbehavioris. Proses-proses mental dibayangkan sebagai yang secara kualitatif berbeda dari tingkah laku yang dapat diobservasi. Titik awal teori kognitif adalah anggapan terhadap kapasitas kognitif anak dalam menemukan struktur di dalam bahasa yang ia dengar di sekelilingnya.Baik pemahaman dan produksi serta komprehensi bahasa pada anak dipandang sebagai hasil proses kognitif yang secara terus-menerus berkembang dan berubah. Jadi, stimulus merupakan masukan bagi anak yang kemudian berproses dalam otak. Pada otak ini terjadi mekanisme internal yang diatur oleh pengatur kognitif yang kemudian keluar sebagai hasil pengolahan kognitif tadi.

134

2) Tahap-tahap Pemerolehan Bahasa (B1) Ada sebagian ahli membagi tahap pemerolehan bahasa ke dalam tahap pralinguistik dan tahap linguistik. Tahap pralinguistik yakni berupa keluarnya bunyibunyi seperti tangisan dan rengekan yang dikendalikan oleh rangsangan yakni respon otomatis anak pada rangsangan lapar, sakit, keinginan untuk digendong, dan perasaan senang. Pada tahap linguistik terdiri dari: (a) Tahap pengocehan (babbling stage), kira-kira anak berumur enam bulan. Ia mulai meraban (mengoceh), ia mulai mengucapkan sejumlah besar bunyi ujar yang sebagian besar tidak bermakna dan sebagian kecil menyerupai kata atau penggalan kata yang bermakna hanya karena kebetulan saja. (b) Tahap satu kata, satu frasa (holophrastic stage), kira-kira anak berumur satu tahun. Anak mulai menggunakan serangkaian bunyi berulang-ulang untuk makna yang sama. Pada tahap ini satu kata yang diucapkan anak itu merupakan satu konsep yang lengkap. (c) Tahap dua kata, satu frasa, kira-kira umur dua tahun. Seorang anak mulai mengucapkan ujaran-ujaran yang terdiri dari dua kata. Dalam tahap ini anak menggunakan rangkaian dari ucapan satu kata dengan intonasi seakan-akan ada dua ucapan. (d) Tahap “menyerupai telegram”. Jika seorang anak sudah mampu menggunakan lebih dari dua kata maka jumlah kata yang dipakai dapat tiga, empat, bahkan lebih. 3) Pembelajaran Bahasa (B2) Terdapat dua cara dalam pembelajaran bahasa, yaitu: (a) Pembelajaran B2 yang terpimpin. Ini berarti pembelajaran B2 yang diajarkan kepada pelajar dengan meyajikan materi yang sudah direncanakan, yakni tanpa latihan yang terlalu ketat dan dengan penuh kesalahan dari pihak si pelajar. Ciriciri pembelajaran B2 ini adalah bahwa materi bergantung pada kriteria yang ditentukan oleh guru dan strategi-strategi yang dipakai oleh seorang guru juga sesuai dengan yang dianggap cocok bagi siswanya. (b) Pembelajaran B2 secara alamiah (spontan). Cara ini dapat kita perhatikan dalam komunikasi sehari-hari dan bebas dari pengajaran atau pimpinan guru. Pembelajaran seperti ini tidak ada keseragaman dalam caranya sebab individu belajar B2 dengan cara sendiri. C. Gangguan Berbahasa Gangguan berbahasa itu dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu: 1) gangguan berbicara, 2) gangguan berbahasa, dan 3) gangguan berpikir. 1) Gangguan Berbicara Gangguan berbicara ini dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu: (a) gangguan mekanisme berbicara, (b) gangguan akibat multifaktorial, dan (c) gangguan psikogenik. Gangguan mekanisme berbicara adalah suatu proses produksi ucapan oleh kegiatan terpadu dari pita suara, lidah, otot-otot yang membentuk rongga mulut serta kerongkongan, dan paru-paru. Maka gangguan berbicara berdasarkan mekanismenya dapat dirinci menjadi gangguan berbicara akibat kelainan: (1) pada paru-paru (pulmonal), (2) pada pita suara (laringal), (3) pada lidah (lingual), dan (4) pada rongga mulut dan kerongkongan (resonantal). Gangguan akibat multifaktorial bisa menyebabkan terjadinya gangguan berbicara. Gangguan bicara yang bisa terjadi antara lain: (1) berbicara serampangan adalah berbicara dengan cepat sekali, dengan artikulasi yang rusak, ditambah dengan “menelan” sejumlah suku kata, sehingga yang diucapkan sukar dipahami; (2) berbicara propulsif, biasanya terdapat pada para penderita penyakit parkinson (kerusakan pada 135

(c) Afasia motorik transkortikal terjadi karena terganggunya hubungan antara daerah Broca dan Wernicke. (c) depresif. dan lemah). Selain tiga macam gangguan berbahasa yang telah disebut di atas. melainkan dipelihara oleh binatang serigala atau binatang lain. yaitu: (a) Afasia motorik kortikal. tu. hubungan langsung antara pengertian dan ekspresi bahasa terganggu. Penyebab terjadinya afasia sensorik adalah akibat adanya kerusakan pada lesikortikal di daerah Wernicke pada hemisferium yang dominan. 3. Namun mereka masih memiliki curah verbal meskipun hal itu tidak dipahami oleh dirinya sendiri maupun orang lain. tetapi banyak berdialog dengan diri sendiri. menyalahi dan mengutuk diri sendiri. (a) pikun. 136 . Penderita afasia motorik kortikal masih bisa mengerti bahasa lisan dan bahasa tulis. Ini berarti. yaitu hilangnya kemampuan untuk mengutarakan isi pikiran dengan menggunakan perkataan. kehilangan gairah hidup. Artinya. terasingnya seorang anak manusia yang aspek biologis bahasanya normal dari lingkungan manusia. berbicara terus-menerus. Mungkin lebih tepat disebut sebagai variasi cara berbicara yang normal. kaku. (1) berbicara manja. curah verbal dicoraki oleh topik yang menyedihkan. untuk menulis. (3) berbicara gagap. perubahan perilaku. dapat kita temukan pula gangguan berbahasa akibat lingkungan sosial. Penderita afasia sensorik ini kehilangan pengertian bahasa lisan maupun bahasa tulis. Pengetian bahasa verbal dan visual tidak terganggu. Gangguan bicara psikogenik ini antara lain. tetapi juga tidak dapat berkomunikasi secara visual maupun isyarat. tetapi masih mungkin menggunakan perkataan substitusinya. masih dapat mengutarakan perkataan yang singkat dan tepat. Keterasingannya bisa disebabkan karena diperlakukan dengan sengaja (sebagai eksperimen) bisa juga karena hidup bukan dalam alam lingkungan manusia. daerah Broca dan Wernicke harus berfungsi baik. dan cenderung mengakhirinya. 3) Gangguan Berpikir Gangguan pikiran dapat berupa hal-hal berikut. (b) Afasia motorik subkortikal.3 Pragmatik Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal. tu. dan kemunduran dalam segala macam fungsi intelektual. sedang ekspresivisual (bahasa tulis dan bahasa isyarat) masih bisa dilakukan. seperti: perubahan kepribadian. yakni tentang satuan kebahasaan itu digunakan di dalam komunikasi. tetapi merupakan ungkapan gangguan di bidang mental. Terdapat tiga macam afasia motorik. tidak mampu menikmati kehidupan. 2) Gangguan Berbahasa Untuk dapat berbahasa diperlukan kemampuan mengeluarkan kata-kata. dan (4) berbicara latah. (b) sisofrenik. (2) berbicara kemayu. yaitu afasia motorik dan afasia sensorik. tetapi masih bisa mengeluarkan perkataan dengan cara membeo. dan (3) berbicara mutis. namun ekspresi verbal tidak bisa sama sekali. Ini berarti. Kerusakan pada daerah tersebut dan sekitarnya menyebabkan terjadinya gangguan bahasa yang disebut afasia. yaitu tidak dapat mengeluarkan isi pikiran dengan menggunakan perkataan. Terdapat dua jenis afasia.2. penderita gangguan mutisme bukan hanya tidak dapat berkomunikasi secara verbal. dan ekspresi visual pun berjalan normal. Gangguan berbicara psikogenik ini sebenarnya tidak bisa disebut sebagai suatu gangguan berbicara.otak yang menyebabkan otot menjadi gemetar. Contoh: kata pensil disebut dengan tu.

tujuan tuturan. berbagai maksud dapat diutarakan dengan tuturan yang sama. (1998:421) koteks terdiri atas unsur-unsur seperti: situasi. A. Menurut Alwi et al. mitra tutur. topik. yaitu: penutur dan mitra tutur. Atau sebaliknya. Dalam hubungan ini bentuk-bentuk tuturan yang bermacam-macam dapat digunakan untuk menyatakan maksud yang sama. konteks pada hakikatnya adalah semua latar belakang pengetahuan yang dipahami bersama oleh penutur dan mitra tutur. konteks tuturan. banyak anak kecil” yang dipasang di mulut gang. kode.1999:20). (a) Penutur dan mitra tutur Konsep penutur dan mitra tutur ini juga mencakup penulis dan pembaca jika tuturan yang bersangkutan dikomunikasikan dengan media tulisan. Menurut Leech (1983:13-15) situasi tutur mencakup lima komponen. yaitu: (a) bagian ekspresi yang dapat mendukung kejelasan maksud yang disebut koteks dan (b) situasi yang berhubungan dengan suatu kejadian yang lazim disebut konteks saja. jenis kelamin.Pragmatik bisa dikatakan mempelajari makna secara eksternal atau makna yang terikat konteks. Aspek-aspek yang berkaitan dengan penutur dan mitra tutur adalah umur. tindak tutur sebagai bentuk tindakan atau aktivitas. Tuturan sebagai entitas yang konkret jelas penutur dan mitra tuturnya. saluran atau media. yaitu: penutur. Makna yang dikaji dalam pragmatik bersifat triadis. kode. Di dalam pragmatik berbicara merupakan aktivitas yang berorientasi pada tujuan. Konteks dan Situasi Tutur 1) Konteks Konteks adalah sesuatu yang menjadi sarana untuk memperjelas suatu maksud (Rustono. 2) Situasi Tutur Situasi tutur adalah situasi yang melahirkan tuturan (Rustono. Terdapat dua sarana. pembicara. dan peristiwa (kejadian). bentuk amanat. b) tindak tutur dan jenis-jenisnya. Hymes (dalam Rustono. 1999:22) mengemukakan bahwa ciri-ciri konteks mencakup delapan hal. (d) Tindak tutur Pragmatik berhubungan dengan tindak verbal yang terjadi dalam situasi tertentu. (e) Tuturan Tuturan yang digunakan di dalam rangka pragmatik. (c) Tujuan tuturan Bentuk-bentuk tuturan yang diutarakan oleh penutur dilatarbelakangi oleh maksud dan tujuan tertentu. topik tuturan. Misal: maksud ekspresi. ekspresi yang mendukung kejelasan suatu maksud tuturan itu dapat mendahuluinya dapat pula menyertainya. waktu dan tempat bertutur. tempat. Di dalam koteks. 1999:26). adegan. Tuturan merupakan akibat. 137 . dan lain-lain. dan c) prinsip percakapan. seperti yang dikemukakan dalam kriteria keempat merupakan bentuk dari tindak tutur. tuturan yang dihasilkan merupakan bentuk dari tindak verbal. latar belakang sosial ekonomi. Pembicaraan dalam bagian pragmatik ini akan dibatasi seputar: a) konteks dan situasi tutur. waktu. amanat atau pesan. dan sarana. sedangkan situasi tutur merupakan sebab. Di dalam komunikasi tidak ada tuturan tanpa situasi tutur. tingkat keakraban. selamat jalan” yang terpasang di ujung gang jelas karena didukung oleh ekspresi sebelumnya “Jalan pelan-pelan. peristiwa. Dalam hubungan ini pragmatik menangani bahasa dalam tingkatannya yang lebih konkret dibanding dengan tatabahasa. dan tuturan sebagai produk tindak verbal. “Terima kasih. pendengar. serta waktu dan tempat pengutaraannya. (b) Konteks tuturan Di dalam pragmatik. Oleh karenanya.

dan (c) tindak perlokusi. d) Prosedur itu harus dilaksanakan oleh para peserta secara lengkap.B. Tindak tutur lokusi paling mudah untuk diidentifikasi karena pengidentifikasiannya cenderung dapat dilakukan tanpa menyertakan konteks tuturan atau tanpa mengaitkan maksud tertentu. Tindak tutur yang pengutaraannya dimaksudkan untuk mempengaruhi mitra tutur disebut dengan tindak perlokusi. 1) Konstatif dan Performatif Tuturan yang bermodus deklaratif dibedakan menjadi dua. dan vernakuler dan seremonial. Jenis-jenis tindak tutur antara lain: 1) konstatif dan performatif. Tindak tutur ini disebut sebagai the act of saying something. Tuturan “Udara panas” yang mengacu kepada makna udara atau hawa panas. 1999:32). komisif. yaitu: (a) representatif atau asertif. yaitu: (a) tindak lokusi. Bila diamati konsep lokusi adalah konsep yang berkaitan dengan proposisi kalimat. Tuturan performatif adalah tuturan yang pengutaraannya digunakan untuk melakukan sesuatu. Tuturan “Semarang ibukota Jawa Tengah” merupakan tuturan konstatif karena kebenaran tuturan itu. direktif. (c) ekspresif atau evaluatif. Tindak ilokusi disebut the act of doing something. dan perlokusi. (b) direktif atau impositif. Komisif. dan deklarasi. dan (e) deklarasi atau isbati. 4) langsung. (b) tindak perlokusi. harfiah. 2) lokusi. c) Prosedur itu harus dilaksanakan oleh para peserta secara benar. dan tidak harfiah. 138 . Kesahihan tuturan performatif bergantung kepada pemenuhan persyaratan kesahihan. ilokusi. tidak langsung. Tindak lokusi adalah tindak tutur untuk menyatakan sesuatu. dan Perlokusi Berkenaan dengan tuturan. tuturan “Ada hantu” mempunyai daya pengaruh untuk menakut-nakuti. Empat syarat kesahihan itu adalah: a) Harus ada prosedur konvensional yang mempunyai efek konvensional dan prosedur itu harus mencakupi pengujaran kata-kata tertentu oleh orang-orang tertentu pada peristiwa tertentu. Efek atau daya pengaruh ini dapat secara sengaja atau tidak disengaja dikreasikan oleh penuturnya. 3) representatif. ekspresif. Tuturan performatif tidak dapat dikatakan bahwa tuturan itu salah atau benar. Ekspresif. Tindak tutur ini sering disebut the act of affecting someone. dan Deklarasi Tindak tutur yang terhitung jumlahnya dapat diklasifikasikan menjadi lima jenis. Direktif. Ilokusi. lawan dingin. Tuturan konstatif adalah tuturan yang menyatakan sesuatu yang kebenarannya dapat diuji benar atau salah dengan menggunakan pengetahuan tentang dunia. (d) komisif. tanpa dimaksudkan untuk meminta kipas angin dijalankan atau jendela dibuka merupakan tuturan lokusi. Sebuah tuturan yang diutarakan oleh seseorang seringkali mempunyai daya pengaruh atau efek bagi yang mendengarnya. Tindak Tutur dan Jenis-jenisnya Tindak tutur adalah kegiatan melakukan tindakan mengujarkan tuturan (Rustono. 2) Lokusi. 3) Representatif. Searle (1969:23-24) mengemukan tiga jenis tindakan yang bisa diwujudkan seorang penutur. b) Orang-orang dan peristiwa tertentu di dalam kasus tertentu harus berkelayakan atau yang patut melaksanakan prosedur itu. Terhadap tuturan performatif dapat dinyatakan sahih atau tidak. Tuturan yang mengandung maksud dan fungsi atau daya tuturan adalah tindak tutur ilokusi. yaitu konstatif dan performatif. Tuturan “Saya mohon maaf atas keterlambatan saya ini” merupakan contoh tuturan performatif. Sebagai contoh. Tuturan “Sayur ini enak meskipun kurang asin” yang dimaksudkan untuk meminta diambilkan garam merupakan tuturan ilokusi.

menyuruh. Tuturan “Sudah bekerja keras. dan sebagainya. dan berspekulasi. kesaksian. dan sebagainya) yang baru. Tindak tutur deklarasi adalah tindak tutur yang dimaksudkan penuturnya untuk menciptakan hal (status. memutuskan. sedangkan tindak tutur tidak harfiah adalah tindak tutur yang maksudnya tidak sama dengan makna kata-kata yang menyusunnya. “Jika kau tidak datang ke pesta pernikahanku. menagih. menyalahkan. Tuturan “Mahasiswa yang membayar angsuran kedua sudah 90%”. Yang termasuk ke dalam jenis tindak tutur ini adalah tuturan-tuturan menyatakan. dan berkaul. Tuturan “Ambilkan sendok di meja itu!”. memberikan. tetapi gaji tetap tidak mencukupi kebutuhan hidup” termasuk tuturan mengeluh. Contohnya: “Saya berjanji akan mengasuh anak ini dengan ikhlas dan baik”. dan menyanjung. jika dituturkan oleh seorang ibu kepada anaknya. menggolongkan. Tuturan-tuturan dengan maksud mengesahkan. menyatakan kesanggupan. melarang. Tuturan imperatif “Makan hati!”. mengkritik. memerintah. perintah dapat diutarakan dengan kalimat berita atau kalimat tanya agar orang yang diperintah tidak merasa diperintah. 4) Langsung. dan Tidak Harfiah Sebuah tuturan yang bermodus deklaratif difungsikan secara konvensional untuk mengatakan sesuatu. aku tidak akan berteman lagi denganmu”. memberi aba-aba. Tidak Langsung. Tuturan-tuturan yang termasuk jenis tindak tutur direktif adalah: memaksa. mengakui.Tindak tutur representatif adalah tindak tutur yang mengikat penuturnya akan kebenaran atas sesuatu yang diujarkan. Harfiah. Yang termasuk jenis tindak tutur ini adalah tuturan-tuturan memuji. Dengan demikian. Bila hal itu terjadi. dan “Jika ada rezeki. tuturan interogatif untuk bertanya. mendesak. Selain itu. “Silakan jika ingin mengambil bunga itu”. mengucapkan terima kasih. dan sebagainya. menyarankan. tindak tutur dapat dibedakan menjadi tindak tutur harfiah dan tindak tutur tidak harfiah. mengucapkan selamat. Tindak tutur harfiah adalah tindak tutur yang maksudnya sama dengan makna kata-kata yang menyusunnya. mengampuni. Tuturan “Pemuda itu tinggi hati” yang diujarkan penutur untuk 139 . tindak tutur yang terbentuk adalah tindak tutur langsung. Tuturan yang termasuk jenis tindak tutur komisif adalah berjanji. untuk berbicara secara sopan. kita dapat membedakan dua jenis tindak tutur. Tindak tutur ekspresif adalah tindak tutur yang diujarkan penutur dimaksudkan sebagai evaluasi tentang hal yang disebutkan di dalam tuturan itu. bersumpah. tuturan itu dapat merupakan pengungkapan secara tidak langsung. Di samping itu. membatalkan. Tindak tutur komisif adalah tindak tutur yang mengikat penuturnya untuk melaksanakan sesuatu yang disebutkan di dalam tuturannya. mengeluh. meminta. dan “Sebentar lagi kita berangkat ke Parangtritis” termasuk tuturan reprentatif. Tuturan “Kegiatanmu hari ini sangat bermanfaat. mengizinkan. menyebutkan. dan memaafkan termasuk jenis tindak tutur deklarasi. Nak” termasuk tuturan memuji. Dik!”. Hal itu terjadi karena maksud yang diekspresikan dengan tuturan deklaratif itu bermaksud memerintah. mengancam. menuntut. melaporkan. dan menantang. yaitu tindak tutur langsung dan tindak tuturtidak langsung. menunjukkan. Tuturan seperti “Obat ayahmu sudah habis”. dan tuturan imperatif untuk menyuruh atau mengajak atau memohon. mengajak. mengangkat. mengabulkan. Bapak maafkan kesalahanmu”. dan “Lebih baik Anda pulang sekarang” adalah tuturan direktif. kami akan menunaikan ibadah haji. yang diujarkan seorang kakak kepada adiknya yang sedang makan dan di atas meja tersedia hati ayam digoreng merupakan tindak harfiah. terbentuklah tindak tutur tidak langsung. memohon. Contoh tuturan jenis ini antara lain: ”Jangan naik ke meja itu. “Di kota inilah dia dilahirkan”. Tindak tutur direktif adalah tindak tutur yang dilakukan oleh penutur dengan maksud agar mitra tutur melakukan tindakan yang disebutkan di dalam tuturan itu. keadaan. “Mana barang yang kau janjikan kemarin?”.

terdapat dua jenis tindak tutur. B memberikan kontribusi yang secara kuantitas memadai atau mencukupi pada setiap tahapan komunikasi. yaitu vernakuler dan seremonial. Untuk jelasnya perhatikan wacana berikut ini. Tindak menikahkan orang “Dengan ini. Sebagai contoh dapat diperhatikan wacana berikut ini. Kontribusi peserta percakapan hendaknya didasarkan pada bukti-bukti yang memadai. setiap penutur harus mematuhi empat maksim. b) maksim kualitas. Sebagai contoh adalah tuturan “Nanti kalau masuk Java Super Mall jangan lewat di tempat b-o-n-e-k-a. c) maksim relevansi. Maksim kuantitas menghendaki setiap peserta tutur memberikan kontribusi yang secukupnya atau sebanyak yang dibutuhkan oleh mitra tuturnya. putri bapak Sudiro” sebagai contoh tindak tutur seremonial. Maksim relevansi mengharuskan setiap peserta tutur memberi kontribusi yang relevan dengan masalah pembicaraan. hubungan implikasionalnya dapat diterangkan. tidak taksa. Hafidz : Pukul berapa sekarang. 140 . Contoh di atas mengisyaratkan bahwa kontribusi peserta tindak tutur relevansinya tidak selalu terletak pada makna ujarannya. Dengan maksim ini seorang penutur juga diharuskan menafsirkan kata-kata yang digunakan mitra tuturnya secara taksa berdasarkan konteks-konteks pemakaiannya. Contoh tuturan vernakuler misalnya: “Terima kasih kepercayaan yang sudah diberikan kepada anak saya”. dan d) maksim pelaksanaan. tetapi memungkinkan pula pada apa yang diimplikasikan ujaran itu. Hafidz dapat membuat inferensi pukul berapa ketika itu. serta runtut. Maksim pelaksanaan mengharuskan setiap peserta tutur bicara secara langsung. Jawaban Hazza pada contoh di atas sepintas tidak berhubungan.mengungkapkan pemuda yang tidak mudah bergaul merupakan tindak tutur tidak harfiah. ya!” cara tersebut sering dilakukan oleh orang tua kalau anaknya meminta barang-barang mainan yang mahal jika berbelanja di toko. Tuturan cukup memadai tentang pelaksanaan peringatan itu. tidak kabur. Tindak tutur vernakuler adalah tindak tutur yang dapat dilakukan oleh setiap anggota masyarakat tutur. C. Dik? Hazza : Tukang koran baru saja lewat Kak. A : Rumahmu di mana? B : Semarang. Prinsip Percakapan Yang akan diuraikan dalam prinsip percakapan dala prinsip percakapan antara lain: 1) prinsip kerjasama dan 2) prinsip kesopanan 1) Prinsip Kerjasama Terdapat prinsip kerjasama yang harus dilakukan penutur dan mitra tutur agar proses komunikasi iu berjalan lancar. Dengan memperhatikan tukang koran mengantar surat kabar kepada mereka. Grice (1957:45-47) mengemukakan bahwa dalam rangka melaksanakan prinsip kerja sama. 5) Vernakuler dan Seremonial Berdasar sudut pandang kelayakan pelakunya. sedangkan tindak tutur seremonial adalah tindak tutur yang dilakukan oleh orang yang berkelayakan untuk hal yang dituturkannya. tepatnya di Tembalang. Saudara saya nikahkan dengan Saudari Jenaka Amalia. Maksim kualitas mewajibkan setiap peserta percakapan mengatakan hal yang sebenarnya. tetapi jika dicermati. yakni: a) maksim kuantitas. Tuturan “Peringatan Pertempuran Lima Hari diselenggarakan di pelataran Tugu Muda”. A : Siapa namamu? B : Tania. dan tidak berlebih-lebihan.

141 . Maksim kesimpatian ini mengharuskan setiap peserta tutur untuk memaksimalkan rasa simpati dan meminimalkan rasa antipati kepada mitra tutur. Dapat dicermati contoh berikut ini. (b) maksim kemurahhatian. tetapi dalam mengungkapkan perasaan dan menyatakan pendapat ia tetap diwajibkan demikian. Maksim kerendahhatian menuntut setiap peserta tutur untuk memaksimalkan ketidakhormatan pada diri sendiri dan meminimalkan rasa hormat pada diri sendiri. (e) maksim kecocokan. Alif bersikap sopan karena berusaha memaksimalkan keuntungan mitra tuturnya dan Aqil juga berusaha meminimalkan penghargaan kepada diri sendiri. (8) Saya akan datang ke rumahmu untuk makan siang. biasa-biasa saja. Maksim kemurahhatian menuntut setiap peserta tutur untuk memaksimalkan rasa hormat kepada orang lain dan meminimalkan rasa tidak hormat kepada orang lain. sudilah kiranya datang ke rumah saya! (sopan) Dapat dikatakan. semakin panjang tuturan seorang. Perhatikan contoh berikut ini. Itu hanya kebetulan.2) Prinsip Kesopanan Sebagai retorika interpersonal pragmatik membutuhkan prinsip kesopanan. Tuturan (6) dan (8) di bawah ini dipandang kurang sopan jika dibandingkan dengan (7) dan (9) berikut. Maksim kerendahhatian juga diungkapkan dengan kalimat ekspresif dan asertif. Rahmi : Ah tidak. (1) Datang ke rumah saya! (tidak sopan) (2) Datanglah ke rumah saya! (3) Silakan datang ke rumah saya! (4) Sudilah kiranya datang ke rumah saya! (5) Kalau tidak keberatan. Tuturan yang diutarakan secara tidak langsung lazimnya lebih sopan dibandingkan dengan tuturan yang diutarakan secara langsung. (c) maksim penerimaan. Untuk jelasnya dapat diperhatikan wacana berikut. Maksim kesimpatian juga diungkapkan dengan kalimat ekspresif dan asertif. Maksim kebijaksanaan diungkapkan dengan tuturan impositif dan komisif. atau memaksimalkan keuntungan bagi orang lain. Maksim ini menggariskan setiap peserta tutur untuk meminimalkan kerugian orang lain. dan (f) maksim kesimpatian. Maksim kemurahhatian diutarakan dengan kalimat ekspresif dan kalimat asertif. Alif : Permainanmu sangat bagus. yaitu: (a) maksim kebijaksanaan. Maksim kecocokan menggariskan setiap penutur dan mitra tutur untuk memaksimalkan kecocokan di antara mereka dan meminimalkan ketidakcocokan di antara mereka. Maksim kerendahan hati berpusat pada diri sendiri. semakin besar pula keinginan orang itu untuk bersikap sopan kepada mitra tuturnya. (d) maksim kerendahhatian. saya kira biasa-biasa saja. Maksim kecocokan juga diungkapkan dengan kalimat ekspresif dan asertif. Maksim penerimaan diutarakan dengan kalimat komisif dan impositif. ya? Mamat : Ya. Maksim ini mewajibkan setiap peserta tutur untuk memaksimalkan kerugian bagi diri sendiri dan meminimalkan keuntungan diri sendiri. Sebagai contoh dapat diperhatikan tuturan berikut. Rahma : Betapa pandainya dirimu. (6) Anda harus meminjami saya uang. tetapi blocking pemainnya masih banyak kekurangan. (7) Saya akan meminjami uang kepada Anda. Dengan penggunaan kalimat ekspresif dan asertif ini jelaslah bahwa tidak hanya dalam meyuruh dan menawarkan sesuatu seseorang harus berlaku sopan. Perhatikan contoh berikut. Prinsip kesopanan memiliki sejumlah maksim. Aqil : Tidak. Memet : Drama itu bagus. (9) Saya akan mengundangmu ke rumah untuk makan malam.

3. Pragmatik bisa dikatakan mempelajari makna secara eksternal atau makna yang terikat konteks. Pembahasan di bidang sosiolinguistik ini difokuskan pada dua hal.4 Amatilah pemerolehan bahasa pertama dan pembelajaran bahasa yang terjadi di sekitarmu! 3. yakni tentang satuan kebahasaan itu digunakan di dalam komunikasi.1 Cermatilah pemakaian variasi bahasa yang terdapat di sekitarmu! 3.6 Perhatikan berbagai tindak tutur yang terjadi di sekelilingmu! 3. konteks tuturan. komisif.5. Topik-topik penting yang dipaparkan di bagian psikolinguistik adalah proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran. Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal. dan gangguan berbahasa. tindak tutur sebagai bentuk tindakan atau aktivitas. antara lain: kedwibahasaan. yaitu: a) Variasi bahasa. tidak langsung. Situasi tutur meliputi: penutur dan mitra tutur. Kartini .3. ya. alih kode. Oh. direktif.2 Cermatilah peristiwa kontak bahasa yang terdapat di sekitarmu! 3.3 Amatilah proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran yang terjadi di sekitarmu! 3. Aku baru dengar sekarang. Objek psikologi adalah gejala jiwa dan objek linguistik adalah bahasa. antara lain: segi penutur. harfiah.5.5.3 Studi pragmatik mengurai permasalahan apa saja! 142 . yang dapat ditinjau dari bermacam-macam segi. Makna yang dikaji dalam pragmatik bersifat triadis. (ii) lokusi. campur kode.3 Latihan-latihan 3. Yang diuraikan dalam prinsip percakapan dalam prinsip percakapan adalah prinsip kerjasama dan prinsip kesopanan 3. pemerolehan bahasa. tujuan tuturan. dan pergeseran bahasa. Psikolinguistik merupakan gabungan disiplin psikologi dan linguistk.2 Jelaskan permasalahan yang dapat diuraikan dalam studi psikolinguistik! 3. b) Tindak tutur dan jenis-jenisnya. Jenis-jenis tindak tutur antara lain: (i) konstatif dan performatif. Pembicaraan dalam bagian pragmatik ini dibatasi seputar: a) Konteks dan situasi tutur. tetapi bahasa yang berproses dalam jiwa manusia yang tercermin dalam gejala jiwa. yaitu: bagian ekspresi yang dapat mendukung kejelasan maksud yang disebut koteks dan situasi yang berhubungan dengan suatu kejadian yang lazim disebut konteks saja.Kartika : Bibiku sudah satu minggu ini dipanggil Allah. bahasa yang dilihat dari aspek-aspek psikologis. 3. ilokusi.3.4 Rangkuman Sosiolinguistik sebagai bidang ilmu antardisiplin (disiplin sosiologi dan disiplin linguistik) yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan pemakaian bahasa di dalam masyarakat. aku turut berduka cita. dan tuturan sebagai produk tindak verbal. b) Peristiwa kontak bahasa. diglosia. (iii) representatif. dan vernakuler dan c) Prinsip percakapan. segi keformalan. dan perlokusi.5 Amatilah gangguan berbahasa yang terjadi di sekitarmu! 3.3. Konteks meliputi dua sarana. segi pemakaian. dan segi sarana. (iv) langsung.7 Perhatikan prinsip percakapan yang terjadi di sekelilingmu! 3.3.5 Evaluasi 3. dan tidak harfiah. dan deklarasi. Dengan kata lain. integrasi.1 Apakah yang bisa dipelajari dalam studi sosiolinguistik? 3. interferensi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa objek psikolinguistik adalah bahasa juga.3.3. ekspresif.

Chaer. Rineka Cipta. 1983. Abdul & Leonie Agustina. Pembahasan di bidang sosiolinguistik ini difokuskan pada dua hal.A. dan perlokusi. A Brief Introduction. dan deklarasi. Language. Abdul. 1984. konteks tuturan. dan gangguan berbahasa. 1994. 3. komisif.3. tindak tutur sebagai bentuk tindakan atau aktivitas. yakni tentang satuan kebahasaan itu digunakan di dalam komunikasi. alih kode. New York: Academic Press. campur kode. Nababan.2 Psikolinguistik merupakan gabungan disiplin psikologi dan linguistk. b) Tindak tutur dan jenis-jenisnya. Jakarta: Fakultas Sastra UI Press. b) Peristiwa kontak bahasa. Syntax and Semantics. ilokusi. antara lain: segi penutur. Topik-topik penting yang dipaparkan di bagian psikolinguistik adalah proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran. Dengan kata lain. California: Stanford University Press. Dasar-dasar Linguistik Umum. Jakarta: PT. Principles of Pragmatics. Psikolinguistik: Kajian Teoretik. 143 . “Dialect. interferensi. diglosia. tetapi bahasa yang berproses dalam jiwa manusia yang tercermin dalam gejala jiwa. Jakarta: PT. Linguistik Umum. (ii) lokusi. Konteks meliputi dua sarana. Grice. bahasa yang dilihat dari aspek-aspek psikologis. ekspresif. integrasi. Haugen. Sri Utari Subyakto. Psikolinguistik: Suatu Pengantar. 1982. New York: Longman. Situasi tutur meliputi: penutur dan mitra tutur. Jakarta: PT. Jenis-jenis tindak tutur antara lain: (i) konstatif dan performatif.6. dan tidak harfiah. Gramedia Pustaka Utama. segi keformalan. Djoko. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa objek psikolinguistik adalah bahasa juga. Linguistics for Language Learners. yaitu: bagian ekspresi yang dapat mendukung kejelasan maksud yang disebut koteks dan situasi yang berhubungan dengan suatu kejadian yang lazim disebut konteks saja. (iii) representatif. yaitu: a) Variasi bahasa. H. tujuan tuturan. 1992. pemerolehan bahasa. E.P. antara lain: kedwibahasaan. yang dapat ditinjau dari bermacam-macam segi. Yang diuraikan dalam prinsip percakapan dalam prinsip percakapan adalah prinsip kerjasama dan prinsip kesopanan DAFTAR PUSTAKA Chaer. Logic and Conversation. Essays by Einar Haugen. harfiah. Speech Act. Objek psikologi adalah gejala jiwa dan objek linguistik adalah bahasa.6. J.1 Sosiolinguistik sebagai bidang ilmu antardisiplin (disiplin sosiologi dan disiplin linguistik) mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan pemakaian bahasa di dalam masyarakat.3 Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal. Hartley. 2003.6. dan vernakuler dan c) Prinsip percakapan. tidak langsung. Jakarta: Rineka Cipta. Rineka Cipta. Fishman. (iv) langsung. dan tuturan sebagai produk tindak verbal. 1975.N. Rowley Massachusetts: Newbury House Publisher. dan segi sarana. 1995. direktif. Leech. G. Nation” dalam The Ecology of Language. Abdul. 1975. Pembicaraan dalam bagian pragmatik ini dibatasi seputar: a) Konteks dan situasi tutur. 3. dan pergeseran bahasa. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. London: The Macmillan Press. Chaer.6 Kunci jawaban 3. Kentjono. segi pemakaian. Anthony F. Sosiolinguistics.

Dasar-dasar Pragmatik. 1996. “Bilingualism” dalam Current Trends in Linguistics. Dewa Putu. IKIP Semarang Press. 1972. Mansur. I. Bahan Ceramah dan Diskusi. Surakarta: Fakultas Sastra UNS Press. 1990. Wolff. 144 . Sosiolinguistik: Teori dan Problema. Poedjosoedarmo. 1999. 1983. E. J. Pateda. 2004. 1974. Suwito. “Bilingualisme dan Diglosia”. Surakarta: FKSS-IKIP Surakarta. Pokok-pokok Pragmatik. Wijana. Semarang: CV. Yogyakarta: Sabda. Flores: Nusa Indah. Rustono. Sosiolinguistik. 1976.Oksaar. Yogyakarta: Andi Offset. Sumarsono & Paina Partana. S. “Analisa Variasi Bahasa” dalam Penataran Dialektologi. Aspek-aspek Psikolinguistik. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Mouton: The Hague Paris.

DAN DRAMA Setelah proses pelatihan materi “Prosa. serta akhiran tra yang bermakna menunjukkan alat atau sarana. Menjelaskan penyusunan puisi dengan mempertimbangkan majas yang tepat. 1984: 22-23). di dalam karya sastra justru dipilih kata-kata yang bermakna konotasi Genre atau kategori sastra dapat dibedakan menjadi: 1) Puisi 2) Prosa 145 . Menjelaskan penyusunan puisi dengan mempertimbangkan rima berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan 5. memberi petunjuk. literatur (Jerman). Hakikat karya sastra Sastra berasal dari bahasa Sansekerta: sas yang berarti mengarah-kan. dan ekspresi 2. Dichtung berarti tulisan yang bersifat rekaan dan memiliki nilai estetik. Artinya. Menjelaskan cara membaca puisi dengan memperhatikan lafaL. Schrifftum berarti segala suatu yang tertulis. Puisi. Literatuur mencakup kepustakaan atau acuan buku ilmiah. Jika pilihan kata di dalam karya ilmiah bermakna denotasi. Sastra berarti alat untuk mengajar. litterature (Perancis). Menjelaskan penyusunan kembali puisi dengan isi yang tepat berdasarkan kutipan puisi yang larik-lariknya diacak 10. dan drama” ini diharapkan para peserta dapat: 1. Litteratura merupakan terjemahan dari grammatika (Yunani). Menjelaskan penyusunan rima dan isi puisi yang tepat berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan 11. Kesemuanya berasal dari bahasa Latin. Leterkunde berarti sastra (Teeuw. Karya sastra dapat dilawankan dengan karya ilmiah. intonasi. karya sastra justru sebaliknya. Dalam bahasa Jerman terdapat istilah schrifftum dan dichtung. Menjelaskan penentuan makna puisi dengan tepat. Menjelaskan pesan puisi dengan tepat. Menurut Teeuw dalam kebudayaan Barat terdapat literatur (Inggris). litteratura. Menjelaskan penyusunan puisi dengan meilih dan makna kata yang tepat. berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan 6. berdasarkan kutipan puisi yang disajikan 3. berdasarkan kutip[an puisi yang disajikan 9. Jika karya ilmiah bersifat monointerpretasi. berdasarkan kutipan puisi yang disajikan 7.berdasarkan kutipan puisi yang disajikan 4. Menjelaskan pantun dengan rima yang tepat dengan pantun yang dirumpangkan A.BAB IV PUISI. mengajar. berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan 8. Menjelaskan pantun dengan tepat berdasarkan isi atau sampiran pantun yang disajikan 12. karya sastra dimungkinkan untuk dimaknai secara jamak dan beragam. Pendapat lain menyatakan bahwa sastra adalah karya dengan medium bahasa dan mengandung unsur keindahan. Litteratura dan grammatika berdasarkan kata littera dan gramma yang berarti huruf atau tulisan. bersifat poliinterpretasi. Menjelaskan tema puisi dengan tepat. Menjelaskan pencitraan dengan tepat. PROSA. Dalam bahasa Belanda terdapat istilah letterkunde (dari litteratura) dan literatuur.

Penjual Celana . 19987:68-69) menjelaskan bahwa bahasa puisi mengalami 9 (sembilan) aspek penyimpangan. dipersingkat.....3) Drama Ketiga hal tersebut akan diuraikan secara lebih rinci di bawah ini. Perwajahan puisi (tipografi). dan urutan kata. terutama persamaan bunyi di akhir baris. biasanya memperhatikan adanya persajakan atau persamaan bunyi. bersambung... penyimpangan historis (penggunaan kata-kata kuno). Struktur fisik puisi Adapun struktur fisik puisi sebagai berikut.penjual celana itu tiba-tiba sombong dan pura-pura lupa sama aku... B.. mentang-mentang pakai celana serdadu. huruf kecil. yaitu kata-kata yang mengungkapkan pengalaman indrawi... 146 . Hakikat puisi Puisi merupakan karya sastra dengan menggunakan bahasa yang dipadatkan... yaitu penyimpangan leksikal. maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Berikut disampaikan hal-hal yang berkaitan dengan puisi. yaitu bentuk puisi... akume nangispa gipa gidi pinggir ka l i b. dan perabaan.. a. penggunaan register (ragam bahasa tertentu oleh kelompok/profesi tertentu).. Karena puisi adalah karya sastra dengan sedikit.. Puisi tidak harus dimulai ari tepi kiri dan habis di tepi kanan. Geoffrey (dalam Waluyo...... yaitu pemilihan kata-kata. 2. Diksi dari puisi “penjual celana” karya Joko Pinurbo diantaranya mentang-mentang dan Anda (sombong) c.. Dengan pilihan kata atau yang biasa disebut diksi puisi justru menyampaikan sesuatu dengan lebih bertenaga... Meskipun singkat dan padat.. dipenggal erpakan suatu penampilan yang menundukng makna sebuah puisi.. misalnya. Huruf kapital.. seperti penglihatan.... penyimpangan fonologis. imaji penglihatan (visual). dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Perhatikan puisi “Penjual Celana” karya Joko Pinurbo. pendengaran. yaitu imaji suara (auditif).. Pecintraan dapat dibagi menjadi tiga.. tampilan.... “Anda dari kampung ya? Ejeknya ketika aku sibuk Mencoba-coba berbagai celana dan tidak juga membelinya ... bukan berarti puisi tidak kaya makna.... Puisi 1... penyimpangan sintaksis. Pencitraan.. perwajahan yang terdapat dalam puisi tulis. Diksi. Pemilihan katakata dalam puisi erat kaitannya dengan makna. penggunaan dialek. keselarasan bunyi. penyimpangan semantis.... dan penyimpangan grafologis (penggunaan kapital hingga titik).

sinekdoke. Pohon-pohon sembahyang seiring semilir angin Bersujud bersama padi-padi yang merunduk Merenungi bumi. persamaan awal... Rawa-rawa melambangkan tempat berair tetapi kotor. antitesis. Bahasa figuratif disebut juga majas.. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora. litotes. alusio. (2) bentuk intern pola bunyi (aliterasi. Kata kongkret “rawa-rawa” berarti sebuah tempat yang berisi air... 1987:83).Pencitraan dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat. Langit terbelah oleh salak anjing Yang bertakbir pada dingin. Rima mencakup (1) onomatope (tiruan terhadap bunyi). dan merasakan seperti apa yang dialami penyair. e. tengah. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. medengar.. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi.. klimaks. Kata kongkret. 147 . eufemisme. totem pro parte. persamaan akhir. satire.. Perhatikan puisi “Negeri Kadal” karya Sosiawa Leak berikut: Negeri kadal Negri kami negri kadal negri yang tidak pernah sepi dari juluran lidah menjelma dasi. anafora. personifikasi. 187:92). 1986:128).. pars pro toto. asonansi. Versifikasi. dan metrum..... dan akhir baris puisi. hingga paradoks. Bahasa figuratif/majas. pleonasme. Mengguyur rumput-rumput Yang menari. yaitu kata denotatif yang memungkinkan munculnya imaji. dan (3) pengulangan kata/ungkapan.. Kedua pencitraan pendengaran (mendengar cericit anak-anaknya). Perhatikan contoh puisi Sapardi Djoko Damono ADA POHON BERNAFAS ada pohon bernafas jauh dalam diri kita di setiap helaanya seratus burung pulang mendengar cericit anak-anaknya ada pohon bernafas jauh dalam diri kita di setiap hembusannya seratus warna bunga berhamburan menyambut godaan cahaya Pencitraan puisi “ada pohon bernafas” yang pertama adalah pencitraan penglihatan (melihat pohon bernafas). antiklimaks. panji-panji hingga janji-jani . d. repetisi bunyi (kata (Waluyo. repetisi. baik di awal. yaitu menyangkut rima. ritme. yaitu bahasa berkias yang dapat menimbulkan konotasi tertentu (Soedjito.. Kata kongkret “salju” melambangkan beku atau dingin. Bahasa figuratif menyebabkan puisi memancarkan kaya makna (Waluyo. simile... Lalu hujan tumpah Mengalir dalam gemuruh Dzikir: Siapakah yang berkhalwat sepanjang malam Mendaki bukit-bukit kekekalan? Kilat menyambar-nyambar Suara cengkerik mengusik tahajud batu karang f. ironi. Perhatikan puisi “Kasidah Hujan” karya Acep Zamzam Noor sebagai berikut: Dan gerimis pun khusyuk Bertasbih pada sunyi.

koma. ekonomi. Perhatikan puisi “Gurindam enam” karya Taufik Ismail berikut ini: Gurindam enam Ketika serakah mencapai daun tomat Datang banjir ke kawasan kuasa camat Ketika serakah menggapai daun kelapa Datang gempa mengguncang kabupaten kita 3. Karenanya puisi harus bermakna. keras lemahnya bunyi. Kasih sayang itu bisa diwujudkan terhadap orang tua. baris. takut ‘98 Mahasiswa takut pada dosen Dosen takut pada dekan Dekan takut pada rektor Rektor takut pada menteri Menteri takut pada presiden Presiden takut pada mahasiswa c. Teks misalnya dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui. atau malah menyerahkan penyelesaian masalah kepada pembaca. a. mendikte.kekasih bahkan yang laing utama adalah cinta dengan Tuhan. termasuk juga tipografinya. Struktur batin puisi Struktur batin puisi dapat dijelaskan sebagai berikut. saudara. menganggap bodoh. bait. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. politik. Sebagaimana telah disebut di atas. dan hal-hal lain yang berkembang dan muncul pada saat teks muncul dan berkembang. Ritma sangat menonjol dalam pembacaan puisi. sahabat. Perhatikan puisi berjudul “takut ’66. maupun keseluruhan. Nada juga dapat terlihat sombong. yaitu sikap atau situas yang muncul dalam sebuah teks. Rasa (feeling). yaitu sikap teks terhadap pembacanya. Bahkan. medium sastra adalah bahasa. termasuk puisi. atau seolah bertanya kepada pembaca untuk memecahkan masalah. tanda baca. takut ’98 karya Taufik Ismail berikut: Takut ’66. baik makna kata. Aku ngin mencintaimu dengan sederhana : Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada. Pengungkapan tema dan rasa berkaitan dengan latar belakang sosial. Tema dari puisi yang berjudul “Aku Ingin” karya Sapardi Djoko adalah kasih sayang. panjang pendek. titik. bahkan menganggap tinggi pembaca. Perhatikan puisi dengan judul “Doa” karya Taufik Ismail berikut: 148 . Nada (tone). Perhatikan puisi berikut: Aku Ingin Aku ngin mencintaimu dengan sederhana : Dengan kata yang tak sempat diucapkan Kayu kepada api yang menjadikannya abu.Ritma merupakan tinggi rendah. b. Tema/makna (sense).

Aku cinta padamu” adalah hakikat manusia adalah untuk mengabdi dan beribadah kepada Tuhan. septima. stanza atau oktaf. misalnya mantra. bidal. Yang termasuk puisi lama. quint. Amanat/tujuan/maksud (itention) Ada tujuan yang mendorong penyair menciptakan puisi. Tuhan. pantun dan karmina. sextet. seloka.Doa Tuhan kami Telah nista kami dalam dosa bersama Bertahun membangun kultus ini Dalam pikiran yang ganda Dan menutupi hati nurani Ampunilah kami Ampunilah Kami d. aku cinta padamu Amanat dari puisi yang berjudul “Tuhan. quatrain. Inilah yang dinamakan amanat. Termasuk dalam kategori di sini adalah distichon. sesuatu yang hendak disampaikan oleh penyair. 4. bait. dan persajakannya. Pesan yang disampaikan penyair terhadap pembaca adalah taat terhadap perintah Tuhan. serta soneta. Perhatikan puisi Rendra yang berjudul “Tuhan. talibun. Aku Cinta Padamu Aku lemas Tapi berdaya Aku tidak sambat rasa sakit atau gatal Aku pengin makan tajin Aku tidak pernah sesak nafas Tapi tubuhku tidak memuaskan untuk punya posisi yang ideal dan wajar Aku pengin membersihkan tubuhku dari racun kimiawi Aku ingin kembali pada jalan alam Aku ingin meningkatkan pengabdian kepada Allah Tuhan. yaitu : a. Tujuan tersebut dapat ditelusur dalam teks puisi. Jenis – jenis puisi Berdasarkan kemunculannya dapat dibagi 2 kategori. puisi lama Puisi lama adalah puisi yang masih sangat terikat bentuknya. puisi yang masih memperhatikan jumlah baris. Aku Cinta Padamu”. terzina. dan syair. gurindam. 149 .

Kadang jumlah suku kata. Perhatikan puisi “Solitude” karya Sutardji Calzoum Bachri berikut: Solitude Yang paling mawar Yang paling duri Yang paling sayap Yang paling bumi Yang paling pisau Yang paling risau Yang paling nacap Yang paling dekap Samping yang paling Kau! 5. Intonasi dapat dicapai melalui volume. mimik. Namun. dan ekspresi. Lafal adalah kejelasan atas pengucapan suku kata. puisi baru Puisi baru adalah puisi yang masih memperhatikan adanya persajakan. Ekspresi dicapai melalui lafal. 6. Atau. kata. baris. atau kalimat. Ekspresi adalah bagaimana secara keseluruhan puisi disampaikan kepada publik. intonasi. sekali lagi tidak seketat puisi lama. disikat zaman kolonial yang bengis. Membaca Puisi Hal-hal yang perlu diperhatkan dalam membaca puisi adalah lafal. intonasi. Intonasi adalah tekanan atas kata atau kalimat dari teks puisi yang hendak dibacakan.Perhatikan pantun berikut: Burung merpati bertengger di pagar Bercericau menyanyi lagu merdu Menjadi anak mesti belajar Agar kelak beroleh ilmu b. namun tidak seketat puisi lama. dan tempo. bait. Soal Latihan TUSUK GIGI Soni Farid Maulana ada suara hutan menjerit dari sebuah tusuk gigi di hadapanku tanah berumput keong lumpur yang mati melayangkan ingatanku akan berbagai suku yang tumpur disapu banjir. kata. aturan keterikatan itu tidaklah terlalu dominan. Lafal dapat disebut juga dengan artikulasi. dan gesture atau gerak tubuh. nada. 150 . maupun persajakan masih diperhatikan.

Menjelaskan kembali dongeng dengan urutan yang tepat berdasarkan kutipan dongeng yang kalimat-kalimatnya diacak 12. Menjelaskan cerpen dengan latar yang tepat berdasarkan kutipan cerpen yang dirumpangkan 10. Di dalam prosa. 151 . Analisislah puisi “Tusuk Gigi” karya Sony Farid Maulana tersebut. Termasuk di dalamnya. dan drama” ini diharapkan para peserta dapat: 1. Berdasarkan sejarah Sastra Indonesia. Pengertian Prosa Prosa adalah karangan yang bentuknya tidak terlalu terikat. b. puisi relatif lebih pendek dibandingkan prosa. yaitu apa yang disebut cerita rakyat. Menjelaskan latar cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 5. legenda. Dilihat dari jumlah halaman. Prosa Setelah proses pelatihan materi “Prosa. Menjelaskan tokoh cerpen dengan tepat berdasarkan cerpen yang dirumpangkan 11. Menjelaskan alur cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 7. Menjelaskan tokoh dongeng dengan tepat berdasarkan dongeng yang dirumpangkan 1. maupun cerita pelipur lara. persajakan akhir lebih cenderung tidak diperhatikan. Menjelaskan pesan cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 8. Sastra baru mencakup cerita pendek. dan novel. Menjelaskan watak tokoh dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 4. Menjelaskan cara bercerita dalam novel dan cerpen dengan menjelaskan kutipan yang disediakan 2. dan dongeng. Puisi. Pengertian tidak terlalu terikat dapat dibandingkan dengan puisi yang lebih dominan dengan keterikatan bentuknya. misalnya adanya persamaan bunyi di akhir baris. yaitu sastra lama dan sastra baru. roman. Sastra lama meliputi mitos.cacing-cacing menyuburkan pepohonan tapi hutan demi hutan lenyap sudah dengan gergaji kiranya bikin beragam hewan mengungsi ke dalam buku catatan biologi atau ke dalam buku cerita kanak-kanak yang dibaca sambil tiduran a. Menjelaskan penyusunan kembali alur cerpen dengan urutan yang tepat berdasrkan kutipan cerpen yang kalimat-kalimatnya diacak 9. dikenal 2 macam sastra. C. Menjelaskan cara melengkapi dongeng dengan latar dengan latar yangh tepat berdasarkann kutipan dongeng yang dirumpangkan 13. Bagaimana cara membacakan puisi tersebut. cerita jenaka. Menjelaskan sudut pandang cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 6. Menjelaskan tema cerpen atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 3.

latar bukan di dunia. Faktor intrinsik ialah faktor yang membangun cerita rekaan dari dalam. dan pusat pengisahan (Saad dalam Lukman Ali. Unsur ekstrinsik ialah unsur luar yang turut mempengaruhi kehadiran cerita rekaan. Satu. latar di dunia. tokoh para dewa atau 1/2 dewa. Legenda. dari dirinya sendiri. Prosa Baru Kehadiran sebuah cerita rekaan tidak dapat dilepaskan dari unsur intrinsik dan ekstrinsik. 1991: 7-13). Saad (via Esten. lemah. tidak dianggap suci oleh yang empunya cerita. karya yang berciri: dianggap benar-benar terjadi. bahkan sindiran. karya yang berciri: dianggap benar-benar terjadi. Dongeng. cerita pelanduk dibandingan dengan cerita rubah. persoalan yang paling banyak menimbulkan konflik. 1971: 27). dianggap suci oleh yang empunya cerita. Klinkert ada perbedaan di keduanya itu. tetapi kadang berisi ajaran moral. kejam. Amanat merupakan ajaran moral atau pesan yang disampaikan pengarang di dalam karya sastra. latar. Tokoh dan Penokohan Tokoh ialah pelaku rekaan yang mengalami peristiwa atau berkelakuan di pelbagai peristiwa. Dongeng juga berisi cerita peri. Fabel berciri: membuat binatang kecil/lemah/lambat jadi menang serta memberi suatu binatang suatu peranan penting dan menjadi cerdik. Sedangkan rubah termasuk binatang buas. Tema Tema merupakan gagasan atau pikiran utama di dalam karya. alur. Unsur luar itu misalnya: ekonomi. yaitu dongeng yang diulang-dulang. Mite. sedang Shahnon Ahmad 152 . Prosa Lama Prosa cerita rakyat menurut William R. yaitu persoalan yang paling menonjol. tokoh manusia kadang dengan sifat luar biasa. c. 3. dDongeng be-rumus. b. 1991) dibagi menjadi: a. Dua. Bascom (melalui Dananjaya. a. sosial.2. 1984: 92) mengajukan tiga cara untuk menentukan tema cerita. dan persoalan yang paling banyak membutuhkan waktu penceritaan. Pelanduk merupakan binatang yang kecil. Termasuk bagian unsur intrinsik adalah tema. politik. Faktor intrinsik meliputi tokoh. Menurut H. Fabel adalah dongeng binatang yang mengandung ajaran moral (Rahayu. Menurut Anti Aarne dan Stith Thompson dongeng dibagi 4 jenis. Tiga. Dongeng bertujuan untuk hiburan. baik yang terungkap maupan yang tidak (Sudjiman. yaitu tokohnya binatang. Di Eropa. dongeng binatang. Sudjiman (1988: 57) membedakan antara tema dengan amanat. Grimes menggunakan istilah partisipan. lelucon dan anekdot. dan waktu belum terlalu lama. dongeng biasa. Empat. dan hanya dengan kecerdasan otaknya ia dapat hidup di hutan belantara. karya yang berciri: tidak dianggap benar-benar terjadi dan tidak terikat oleh waktu dan tempat. dan lain-lain. dan selalu mengancam binatang kecil (Fang. b. 1967: 116-120).C. 1990: 78). dan waktu sangat lampau. Tujuan Kancil baik karena menyelesaikan perselesihan dan menyelamatkan binatang kecil dari ancaman binatang besar.

1990: 79). terserah bagaimana imajinasi pembaca menangkap kemungkinan yang ada (Sudjiman. Disebut rapat jika keterkaitan jalan cerita sangat erat. Alur tak lurus yaitu alur yang urutan waktunya tak kronologis. rumitan. Cara menampilkan tokoh biasanya disebut penokohan. Latar material adalah wujud suatu tempat secara fisik. rumitan. dan akhir cerita. tikaian. dan selesaian. Protagonis merupakan tokoh yang baik dan biasanya menarik simpati pembaca. acuan yang berkait dengan waktu. Alur renggang berkaitan dengan alur ganda. Menurut urutan waktu (Prihatmi. Tokoh utama merupakan tokoh yang memegang peran pimpinan dalam sebuah cerita (Sudjiman. dan tokoh utama dapat juga dilihat dari judul cerita. tokoh yang paling banyak memerlukan waktu penceritaan. Alur tersebut di atas oleh Prihatmi (1987) disederhana-kan menjadi awalan.Alur adalah sambung-sinambungnya peristiwa berdasarkan hukum sebab akibat (Saad dalam Lukman Ali. Tokoh biasanya berwujud manusia. mencakup tokoh protagonis serta antagonis. Disebut tertutup jika keputusan terhadap sesuatu sudah ditunjukkan oleh sang pengarang. Tokoh tambahan ialah tokoh yang tidak memegang peranan sama sekali di dalam sebuah cerita (Sudjiman. 1967: 120). Disebut alur longgar jika terjadi percabangan cerita. alur dibedakan menjadi rapat dan renggang/ degresi. 48). Antagonis merupakan penentang utama/tokoh lawan. leraian. Disebut analitik kalau pengarang menyebut watak dan perangai sang tokoh secara langsung apa adanya atau secara tersurat. yaitu tokoh yang paling banyak berhubungan dengan tema. membedakannya menjadi latar sosial dan latar material. tokoh sentral/utama. tokoh yang paling banyak berhubungan dengan tokoh lain. ruang. 1984: 93). Hudson (via Sudjiman. misalnya bangunan atau nama daerah. kapan terjadinya suatu 153 . Alur rapat berkaitan dengan alur tunggal. Lebih lanjut Saad mengemukakan bahwa alur cerita memiliki bagian-bagian: awal. termasuk bahasa. 1990: 64-79). dibedakan alur tunggal dan alur ganda. 1990: 44. c. Pengaluran adalah cara menampilkan alur. yaitu: satu. Latar sosial ialah gambaran keadaan masyarakat. Disebut cara dramatik manakala pembaca mesti menyimpulkan sendiri bagaimana sifat sang tokoh. Alur ganda jika jumlah alur lebih dari satu. Perlu dibedakan antara waktu cerita dan waktu penceritaan. d. suasana terjadinya peristiwa. Latar dan Pelataran Latar adalah segala petunjuk. cara hidup. Alur tunggal jika jumlah alur hanya satu. Tokoh andalan adalah tokoh yang dekat dengan tokoh utama. Alur dan Pengaluran Alur ialah peralihan dari satu keadaan ke keaadan yang lain (Luxemburg. tapi kehadirannya diperlukan untuk menunjang dan mendukung tokoh utama. tokoh bawahan. Akhir cerita ada dua yaitu tertutup dan terbuka. adat-istiadat. mencakup tokoh andalan dan tokoh tambahan. 1990: 80). Dari segi kuantitas/jumlah. Waktu cerita berhubungannya dengan latar. 1987: 79) dibedakan antara alur lurus dan alur tak lurus. leraian. tokoh bawahan adalah tokoh yang kurang begitu penting kedudukannya dalam cerita. 1988: 34). keterangan. Terdapat dua jenis tokoh. dan dua. Menurut kualitasnya. Disebut terbuka jika akhir cerita diserahkan kepada pembaca. Untuk menentukan tokoh utama ada empat cara (Saad dalam Esten. klimaks. Menurut Grimes (via Sudjiman 1988: 19). Penokohan secara umum ada dua cara yaitu analitik dan dramatik. Alur lurus merupakan alur yang kronologis.dengan istilah watak (Sudjiman. puncak. 1986 : 150).

Ekspresi adalah bagaimana secara keseluruhan puisi disampaikan kepada publik. Biasanya. Menjelaskan pesan drama. berdasarkan kutipan yang disajikan 6. dan sudut pandang pribadi. berdasarkan kutipan dialog drama yang disajikan 3. 1988: 46). Lafal adalah kejelasan atas pengucapan suku kata. sudut pandang mental. dinamakan latar serasi. Sudut Pandang bermula dari sudut pencerita dengan kisahannya. dan impersonal (author omniscient). Menjelaskan lakuan drama. dan lakuan 2. Jika pelukisan latar tidak sesuai dengan kondisi psikologis tokoh dinamakan latar kontras (Sudjiman. intonasi. Drama Setelah proses pelatihan materi “Prosa. dalam membaca cerita pendek juga diperlukan stamina dan variasi. Jika pelukisan latar sesuai dengan kondisi psikologis tokoh. e. cerita pendek lebih panjang dibandingkan puisi. Hakikat drama Drama adalah karya sastra yang dominan dengan dialog dan diniatkan untuk dipentaskan. bagaimana pilihan pengarang atas cara orang I. ekspresi. 1988: 103-104). atau kalimat. yaitu bagaimana pengarang memposisikan diri. Sebagai naskah yang utuh. dan ekspresi. Lafal dapat disebut juga dengan artikulasi. berdasarkan ilsutrasi yang disajikan 7. nada. dalam sudut pandang pribadi dijelaskan lebih lanjut. Menjelaskan latar drama. Masih oleh Shaw. berdasarkan dialog yang disajikan 1. dan gesture atau gerak tubuh. Pusat Pengisahan Menurut Wellek (1990: 292-294) pusat pengisahan adalah bagaimana pengarang menyampaikan ceritanya kepada pembaca. intonasi. Menjelaskan alur drama. tokoh bawahan (author observant). 3. 1988: 76): sudut pandang fisik. yaitu: 154 . Menurut Sudjiman (1988: 78) antara sudut pandang (point of view) dan pusat pengisahan berbeda. Puisi. drama dibangun oleh beberapa unsur yang saling berkaitan. bagaimana pengarang memposisikan dalam sisi perasan dan sikap. D. Oleh karena itu. Menjelaskan tema drama.peristiwa dalam cerita. dan tempo. dalam pendekatan materi cerita dari sisi waktu dan ruang. II. Variasi diperlukan agar publik tidak bosan dan jenuh dengan pembacaan kita. Pelataran adalah cara menampilkan latar. bedasarkan kutipan yang disajikan 5. hal-hal yang perlu diperhatkan dalam membaca cerpen adalah lafal. Intonasi adalah tekanan atas kata atau kalimat dari teks puisi yang hendak dibacakan. intonasi. Membaca Cerpen Sebagaimana membaca puisi. Menjelaskan cara menyusun dialog drama dengan tepat. pengarang sebagai pencerita serba tahu. Ekspresi dicapai melalui lafal. atau III. Harry Shaw menyarankan bahwa point of view mencakup (via Sudjiman. kata. yaitu tokoh utama (author participant). Pusat pengisahan bermula dari tokoh mana yang disoroti. Stamina karena jumlah halaman cerpen yang lebih banyak tersebut. dan drama” ini diharapkan para peserta dapat: 1. Waktu penceritaan berkaitan dengan waktu/halaman yang dibutuhkan pengarang dalam menceritakan sesuatu (Sudjiman. Intonasi dapat dicapai melalui volume. mimik. beradasarkan kutipan dialog drama yang disajikan 4. Menjelaskan cara memerankan drama dengan memperhatikan lafal.

Di antaranya adalah UU. KAMAR UU. RUMAH RUSTAM. Contoh: Aa Ii Uu karya Arifin C Noer (1994: 8) Lalu Ibu melangkah ke pintu IBU UU IBU UU IBU : Kamu bilang apa tadi? Ahli sejarah? : Mama tidak suda? : Kalau kerja nanti di kantor apa? : Yang pasti bukan di kantor dagang seperti papa : Nanti sulit cari kerja. IBU : Uu! Uu! Bangun.. b Petunjuk pemanggungan Petunjuk pemanggungan adalah teks sampingan yang memberikan petunjuk berbagai aspek pemanggungan. amanat lebih bersifat moral. sayang! UU : (jaga) Ogah! Uu tetap mau jurusan sejarah. Dimulai dengan pemaparan (perkenalan awal tokoh dan penokohan). f alur/ plot. konflikasi (masalah baru). IBU : Iya. Tema berifat umum. d tema. UU : Papa? 155 . SIANG Pintu itu terbuka dan buru-buru IBU mendekati UU yang masih mengigau ditempat tidurnya.INT. Shot-shot tersebut akan dibalut dengan sebuah nyanyian yang segera liriknya akan disusulkan.a dialog Dialog merupakan ucapan tokoh tertentu yang kemudian disusul oleh ucapan tokoh yang lain. Yang penting adegan tersebut harus merupakan adegan sekolahan yang mulus hening namun menyimpan banyak harapan. Semua sekarang setuju Uu masuk jurusan sejarah. Perhatikan kutipan Aa Ii Uu karya Arifin C Noer (1994: 8) berikut: Shot-shot pendek ini sekaligus sebagai latarbelakang KREDIT TAITEL *Beberapa shot yang melukiskan murid-murid esmea sedang ujian penghabisan. c karakter kepribadian tokoh yang dapat terlihat dari tindakan. jurusan apa pun asal Uu memang punya cita-cita. UU lulus. yaitu jalan cerita. sayang. krisis (pertentangan mencapai titik puncak–klimak s.d. informasi juga diberikan melalui petunjuk pemanggungan. resolusi (pemecahan masalah). dan ditutup dengan ending (keputusan). Selain itu. adanya masalah (konflik). e amanat yaitu pesan yang hendak disampaikan penulis dari sebuah cerita. Senang sekali dia. Perhatikan kutipan naskah drama Aa Ii Uu karya Arifin C Noer (1994: 55) : 10. IBU membangunkan UU. pikiran tokoh. antiklimaks). *Beberapa shot ketika mereka ketika membaca pengumuman hasil ujian. yaitu ide pokok yang dalam sebuah cerita. Teks ini mungkin terdapat di dalam dialog (intradialog) dan mungkin pula terdapat di luar dialog (ekstradialog).

Foklor Indonesia: Ilmu Gosip. RUMAH RUSMAN. dan ekspresi yang mencakup volume. 2003. blocking. 1991. Kesemuanya akan mempengaruhi keberhasilan sebuah pentas. Apresiasi Puisi dan Prosa. make up. dan tempo. Jakarta: Grafiti. UU : Pokoknya Uu akan mencunci diri dalam kamar dan mogok makan. 1982. intonasi. Melakonkan Drama Pada saat dipentaskan. Fananie. termasuk juga penonton. S. Selain lafal. yaitu tempat. Hal-hal yang perlu diperhitungkan oleh seorang penulis drama adalah panggung. Effendi. properti. O Amuk Kapak. musik. 156 . 3. Ende Flores: Nusa Indah. Jakarta: Erlangga. U. Jika di dalam puisi dan prosa dipergunakan istilah membaca. properti. kostum. Liaw Yock.Donegeng. MALAM IBU : Kamu tidak sendirian. Sutardji. Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik. Jakarta : Horison Dananjaya. properti. Oleh karena itu. Fang. dan lain-lain. Kesemua yang berkaitan dengan bagaimana cara memanggungkan teks tersebut atau petunjuk tentang hal itu tertulis dalam teks samping. Telaah Sastra. Jakarta: Tangga Mustika Alam. INT. g latar/ setting. IBU : Mama juga tidak boleh masuk? UU : (Sebentar) Kalau Mama boleh. dan novel. serta musik.IBU : Semua! UU : Ma! IBU : Sayang! Lalu mereka berpelukan. Teknik menulis naskah drama Berbeda dengan puisi dan cerita pendek. Daftar pustaka Arya. 1982. KAMAR. pemeran. 1983. 1991. Jilid 1. Mama akan sekuat tenaga juga meyakinkan mereka bahwa kamu berhak mewujudkan impian kamu. tetap diperlukan mimik. Dan SELESAI. Zainuddin. Perhatikan kutipan naskah drama Aa Ii Uu karya Arifin C Noer (1994: 116) 05. Calzoum Bachri. dan gesture atau gerak tubuh. James. suasana. dan waktu cerita. tata lampu. teks drama memiliki kemungkinan untuk dipentaskan. 2. tatacahaya. nada. Di dalam sebuah pentas drama pemeran atau pemain perlu memahami kostum. Surakarta: Muhamadiyah University Press. terdapat unsur-unsur yang juga perlu dipertimbangkan yaitu panggung. tata lampu. seoerang penulis teks drama harus memperhitungkan bagaimana kira-kira teks tersebut apabila dipentaskan. di dalam drama dipergunakan istilah melakonkan drama atau memerankan lakuan. Putu. Bimbingan Apresiasi Puisi. IBU : Kalau mama juga antar makanan? UU menggelengkan kepalanya.

_______. Surakarta: UNS. Sudjiman. Sosiawan. Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Bandung: Remaja Rosda Karya. Tjahjono Libertus. Taufik. Malu (aku) Jadi orang Indonesia. T. 157 .al. 1986. 1986. Ende.Jogjakarta:Indonesia Tera Luxemburg. 1986. 1986. Dunia Bogam-Bola. Pengantar Ilmu Sastra. Arifin C. Wellek & Warren A. Jakarta: Erlangga. Anatomi Sastra. Mido. Semi Atar M. Jakarta: Gramedia. Jakarta: Balai Pustaka. 1993. Panuti. 1982. Herman. 2007. Suyitno. Frans. Waluyo. Jilid 2. AA II UU. 1994. Jakarta: Yayasan Indonesia Leak. 1986. 1992. Bandung: Angkasa. Bandung: Rosda Karya. Terjemahan Dick Hartoko. Tata Nilai dan Eksegesis. Memahami Cerita Rekaan. et. Diindonesiakan Melami Budianta). Jakarta: Gramedia. Ende. Noer. Yogyakarta: Hanindita. Guntur H. Ismail. Teori Kesusastraan. 2003. Tarigan. 1992. Flores: Nusa Indah 1994. Sastra Indonesia: Pengantar Teori dan Apresiasi. Flores: Nusa Indah. Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik. Pengkajian Prosa Fiksi. Cerita Rekaan dan Seluk Beluknya. 1982.

158 .

(2) karya tulis yang jika dibandingkan dengan tulisan lain. keindahan dalam isi dan ungkapannya. hitungan). c. a. 4. kitab ilmupengetahuan. (5) tulisan. sedang kata kriterion bergeser menjadi `kriteria`. kritik dan apresiasi sastra dalam puisi. Kalau dicermati dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa kata `sastra` berarti (1) bahasa (kata-kata. prosa. HB.(3) kitab suci Hindu. huruf (Dep Pend dan Keb. menguraikan atau memecah-mecah sebuah karya 159 .klasifikasi. Adapun Yudiono (1990: 21) Mengemukakan bahwa kesusastraan diartikan sebagai karya kesenian yang diwujudkan dengan bahasa sebagai gubahan prosa dan puisi yang indah-indah. Dapat menjelaskan konsep dasar. B.karena berasal dari kata krinein yang berarti menghakimi.Kata Kritikos yang berarti hakim karya sastra. Ini dikuatkan oleh M. b. klasifikasi. Jassin bahwa kritik kesusastraan ialah pertimbangan baikatau buruk sesuatu hasilkesusastraan dengan memberikan alasan-alasan mengenai isi dan bentuknya. Kegiatan untuk memberi pertimbangan baik buruk karya sastra dengan memberikan alasan-alasan mengenai isi dan bentuknya. Paparan Materi 1. Dari beberapa rumusan di atas dapat disimpulkan bahwa kritik sastra merupakan kegiatan menghakimi.memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keaslian. Namun untuk keseragaman istilah dalam tulisan ini dipergunakan kritik sastra. d. Membaca penggalan cerpen. penerangan.BAB V KRITIK SASTRA A. kritikus akan menetapkan penggolongan. Kritik sastra artinya bidang studi sastra yang membicarakan karya sastra secara langsung (Prihatmi. 2. Menjelaskan cara menulis kritik dan esai. Jadi. Abrams menerangkan bahwa kritik sastra merupakan cabang ilmu yang berurusan dengan perumusan. 3. dan drama. perumusan. gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari). Dari hal tersebut sebetulnya tidak perlu dicari arti setepat-tepatnya dari kata sastra maupun kesusastraan. kata kritikos bergeser menjadi `kritikus`. 1997: 2). jenis kritik sastra. (4) pustaka. Di bawah ini terdapat beberapapengertian kritik sastra. 1990: 21) bahwa untuk sementara tidak ada keberatan terhadap istilah kritik sastra yang dipakai berdampingan dengan istilah kritik kesusastraan dalam arti yang sama. Rachmat Djoko Pradopo menyebutkan bahwa kritik sastra ialah pertimbangan baik buruk karya sastra.Tujuan Pembelajaran (Kompetensi yang ingin dicapai) 1. Konsep Dasar Kritik Sastra Dalam bahasa Indonesia. yang artinya orang yang melakukan kritik sastra.Saleh Saad (melalui Yudiono. keartistikan. Rene Wellek memaparkan bahwa kritik sastra berasal dari krites yang dalam bahasa Yunanikuno berarti hakim. Menjelaskan cara memilih tulisan kritik yang bahasanya santun. Pada saat inikata `kritikus` bergeser menjadi `kritisi`. dalam melakukan kritik terhadap sebuah karya sastra. karena kedua kata tersebut memiliki arti hampir sama. dan penilaian karya-karya sastra. penerangan. 1994: 884). Dari beberapa pendapat di atas terdapat dua istilah yang dipakai oleh para ahli dalam menggunakan kata sastra dan kesusastraan. dan penilaian karyakarya sastra.puisi untuk apresiasi.kitab primbon (berisi ramalan.

hakekat sastra. latar belakang sastra. kritikus akan memaparkan kembali pengalaman-pengalaman literer (pengalaman penghayatan. Adapun ilmu sastra atau studi sastra meliputi (1) kritik sastra. persamaan ujud. sehingga dapat bermanfaat bagi peminat sastra karena pembaca pemula mendapatkan panduan dalam memberikan penilaian terhadap karya sastra.bagaimana suatu gaya pada waktu tertentu dapat merupakan suatu mode (Baribin. gaya. kritikus dapat meyakinkan dengan menerapkan ukuran-ukuran yang objektif. Selain itu juga tentang isi dalam karya sastra. Hal tersebut dapat membiasakan masyarakat sastra menaruh perhatian terhadap tulisan-tulisan kritik sastra. bagaimana aliran yang satu mati digantikan dengan aliran yang lain. Perlu diketahui bahwa teori sastra adalah bidang ilmu sastra yang membicarakan tentang konsep-konsep sastra. Kritik sastra merupakan salah satu bidang ilmu sastra. misalnya tentang prosa. Dalam mengadakan kritik sastra. karena masyarakat itu menganggap atau mengakui bahwa kritik sastra bermanfaat. Pada kritik sastra pun sejarah sastra memberi bantuan ketika seseorang akan menentukan keaslian sebuah karya sastra. (3) sejarah sastra. dan prinsip-prinsip dalampenilaian dalam karya sastra. secara objektif seorang kritikus dapat mengungkapkan nilai karya sastra yang telah dihayati dan dipahami. Seseorang dapat memberi penilaian terhadap karya sastra perlu bantuan teori sastra. 2. Ini diperlukan ketika akan memberi penilaian tentang bentuk-bentuk karya sastra. dan drama. sebab untuk menyusun teori tentang angkatan. dan aliran-aliran tertentu. sebab ketika orang akan menggolong-golongkan ke dalam periode tertentu terdapat pertimbangan-pertimbangan. latar belakang. 160 . Hal tersebut membutuhkan teori sastra. Sejarah sastra dapat menjalankan tugasnya apabila didukung oleh adanya teori sastra.sastra ke dalam unsur-unsur pembentuknya atau norma-normanya disertai tafsiran. Hasil kritik sastra dapat dilakukan secara terbuka dan dimuat di media massa. Dengan bekerja seperti ituorang akhirnya dapat memberi penilaian bagaimana kelebihan-kelebihannya dan cacat-cacatnya atau kekurangankekurangannya dengan memberikan alasan atau komentar-komentar yang dapat dipertanggungjawabkan. susunan dalam karya sastra. Sebaliknya sejarah sastra dapat membantu teori sastra. jenis-jenis sastra. tentang aliran orang tidak dapat lepas dari pandangan orang terhadap perkembangan sastra secara menyeluruh. Ketiga bidang studi sastra tersebut sangat erat berkaitan dan saling melengkapi. (2) teori sastra. Adapun pertimbanganpertimbangan tersebut meliputi persamaan tema. pengalaman mendapatkan keindahan dalam karya sastra). Dengan demikian dalam memberikan kritikan terhadap karya sastra. Kritik sastra tidak dapat juga lepas dari teori sastra.1987: 12). Dengan sejarah sastra inilah orang dapat melihat timbultenggelamnya suatu jenis karya sastra (genre) tertentu. Adapun sejarah sastra adalah bidang ilmu sastra yang membicarakan perkembangan sastra sejak awal timbulnya sampai pada masa sekarang. Fungsi Kritik Sastra Telah dijelaskan di atas bahwa kritik sastra merupakan sebuah proses untuk memberikan penilaian terhadap karya sastra yang disertai dengan memberikan penafsiran terlebih dahulu. pengalaman berdialog secara langsung dengan karya sastra. puisi. yang memerlukan keterlibatan langsung seseorang terhadap karya sastra. prinsip-prinsip sastra. Seorang kritikus memerlukan kecakapan untuk dapat mengungkapkan kembali pengalaman leterer dari karya sastra yang dikritiknya.

sehingga pengarang yang memanfaatnkan kritik sastra akan dapat mengembangkan atau meningkatkan mutu hasil karyanya. (Baribin. Mendidik pembaca untuk menghargai karya sastra yang bernilai. 1997: 4). b. 1987: 31).dan mendasarkan pertimbangan-pertimbangan individual kritikus atas dasar srandar-standar umum tentang kehebatan dan keluarbiasaan karya sastra. dan kriteria-kriteria untuk menilai karya sastra agar dapat diterapkan pada pembahasan karya sastra. 2) Kritik Terapan atau kritikpraktek. Menurut pendekatan. Memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul dalam diri pembaca setelah menikmati suatu karya satra. dan pembaca (Abrams melalui Prihatmi. d. sastrawan. Menurut Bentuknya ada 2 jenis kritik sastra 1) Kritik teoritik (theoritical criticism). g. Kritikinduktif meneliti karya sastra secara objektif. b. 1) Kritik Yudisial (Judicial Criticism) Kritik sastra yang berusaha menganalisis dan menerangkan efek-efek karya sastra berdasarkan pokoknya atau temanya. atau teori tentang kritik sastra. Sementara Andre Harjana (melalui Yudiono. tanpa menggunakan standar-standar yang tetap yang berasaldari luar dirinya. kritik sastra dapat digolongkan menjadi 3 jenis. 3. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan bagipenyusunan sejarah sastra. 1997: 4) 1) Kritik Objektif 161 .Bagaimana dengan fungsi kritik sastra. yaitu kritik sastra dalam bidang teori. e.1990: 26) menyatakan bahwa fungsi kritik sastra adalah: a. Memberi penilaian atas baik atau buruknya suatu karya sastra. 2) Kritik Induktif (Inductive Criticism) kritik sastra yang menguraikan bagianbagian karya sastra berdasarkan fenomena-fenomena yang ada secara objektif. digunakan rumusan dari Abrams ada 4 pendekatan yaitu karya sastra. c.yaitu penerapan teori-teori kritik pada karya sastra. f. (Abrams melalui Prihatmi. Yudiono (1990: 24-27) mengungkapkan bahwa fungsi kritik sastra: a. Ini dapat berfungsi sebagai jembatan antara pengarang dengan pembaca.organisasinya.teknik. Jenis Kritik Satra a. Memelihara dan menyelamatkan pengalaman manusiawi serta menjalinkannya menjadi suatu proses perkembangan susunan-susunan atau struktur yang bermakna. Membiasakan masyarakat sastra untuk menaruh perhatian terhadap tulisantulisan kritik sastra. Menurut Pelaksanaannya. b. alam. berisi prinsip-prinsip kritik sastra sebagai dasar pertimbangan dan penafsiran. 3) Kritik Impressionistik kritik sastra yang berusaha menggambarkan dengan kata-kata sifat-sifat yang terasa dalam bagian-bagian khusus atau dalam sebuah karya sastra dan menyatakan tanggapan-tanggapan (impressi)kritikus yang ditimbulkan secara langsung oleh karya sastra. Untuk mengukuhkan nilai-nilai manusiawi dan dasar-dasar masyarakat berbudaya. Memberikan sumbangan pendapat atau pertimbangan kepada pengarang tentang karyanya. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan bagi penyusunan atau pengembangan teori sastra. c. serta gayanya.

mandiri. Horatius pernah mengatakan bahwa karya sastra itu berfungsi dulce et utile yang artinya menyenangkan dan berguna. Kritik dan Apresiasi Sastra dalam Puisi. Karya sastra dianggap sebagai sebuah keseluruhan yang mencukupi dirinya. maka karya sastra harus berguna atau bermanfaat pada pembaca. 3) Kritik Mimetik ”Mimetik” berasal dari bahasa Yunani mimesis yang artinya: peniruan. misalnya dari lingkungan sosial-budaya jamannya. Dengan demikian kriteria keberhasilan karya sastra adalah ketetapan atau kebenaran dalam meniru alam atau kehidupan. memandang kita lama-lama. Kriteria yang digunakan untuk menilai keberhasilan karya sastra yaitu terletak apakah jiwa pengarang. 2) Kritik Ekspresif Kritik ini bertolak dari keyakinan bahwa karya sastra adalah ekspresi jiwa sastrawan. Karena orientasinya pada alam atau kehidupan. Karya sastra hanya dinilai atas unsur-unsur yang membentuknya. tersusun atas bagian-bagian yang saling terjalin sangat erat. Dapat diungkapkan pula bahwa karya sastra merupakan tiruan atau pembayangan dunia kehidupan nyata. Unsur kegunaan itulah yang dipakaioleh kritikus untukmengadakan penilaian terhadapkarya sastra. Dengan demikian karya sastra yang baik ditentukan oleh fungsi karya sastra tersebut dalam kehidupan. Yang dilakukan kritikus adalah memberi penilaian atas kriteria intrinsik.keseimbangan atas unsur-unsur pembentuknya. kompleksitas. Kritik ini terlepas dari pengarang maupun dunia sekitarnya.Dalam hubungannya dengan karya sastra. 5. 162 .Karya sastra dapat dianggap sebagaialat untuk memahami keadaan jiwa pengarangnya. Prosa. Sastrawan secara sadar atau tidak sadar tertuang dalam karyanya. Karya sastra dapat dipakai sebagai alat untukmencapai tujuan tertentu. Pertemuan Goenawan Mohamad Meniti tasbih malam pelan-pelan Dan burung kedasih menggaris gelap de kejauhan kemudian adalah pesona: wajah-Nya tersandar ke kaca jendela memandang kita. bebas dari sekitarnya.Kritik ini menganggap karya sastra sebagai sesuatu yang otonom. Karya sastra dipandang sebagai pernyataan batin pengarangnya. ide pengarang tertuang dalam karyanya. 4) Kritik Pragmatik ”Pragmatik” artinya berguna atau bermanfaat. Seorang kritikus seolah dapat berdialog langsung dengan pengarangnya melalui karya sastra. maka yang ditiru adalah alam atau kehidupan. dan Drama a.

Kini ia disinyalir sudah ada di Blora. Pamotan. Nah mengingau dengan mata tertutup. pipinya selalu menonjol oleh susur tembakau yang ada dalam mulutnya. Dan benar. mulutnya berbuih dan ia mengeluarkan bunyi-bunyi binatang. Mbah Danu datang membawa koper besi yang sama antiknya dengan yang punya. 163 . ”Mampus engkau sekarang!” seru Mbah Danu bengis dan sapulidi terus menerus menghantam pantat Nah dengan irama rhumba. Menurut kabar yang cepatnya tersiar hampir seperti berita radio. Di Rembang di sekitar tahun tiga puluhan ia lebih terkenal daripada pendeta Osborn pada pertengahan tahun 1954 di Jakarta karena prestasinya menyembuhkan orangorang sakit secara gaib. Ukurannya istimewa besar. gadis pelayan pada keluarga Pak Jaksa (pensiunan) telah sebulan sakit demam. Ditinjau dari sudut tertentu cara pengobatan Mbah Danu adalah rasional. Dan kini tinggallah cinta memancar-mancar dari sunyi kaca jendela b. kadang-kadang meringkik seperti kuda. Routenya adalah Lasem. kadang-kadang menyalak. Segenap hadirin melotot matanya dan megar kupingnya melihat dan mendengar pukulan dahsyat itu. Bojonegoro. Titik pangkalnya adalah suatu anggapan yang logis. dan kembali ke Rembang. bahwa satu saat kemudian Nah akan menjelma jadi macan gadungan. bahwa orang sakit itu `didiami` oleh roh-roh jahat.kemudian bongkotnya yang garis tengahnya kira-kira 10 cm itu dia ayunkan ke atas dan dia pukulkan sekuat tenaga ke pantat Nah yang terbaring miring. Mbah Danu sedang turne. Mbah Danu Nugroho Notosusanto Wajahnya kasar-kasar seperti tengkorak. dan kalau sudah mengaum. Keadaannya makin lama makin payah.Demikianlah bunyi telah diturunkan dan demikianlah Nabi telah dititahkan dan demikian pula manusia dikirimke bumi yang terbentang. jalannya tegak seperti seorang maharani yang angkuh.kulitnya liat seperti belulang. melainkan mengaum seperti singa sirkus yang marah. Si Nah. Sapu lidi datang. mengeong. dari sorga yang telah ditutupkan. anak-anak dan perempuan-perempuan serumah dan tetangga-tetangga yang bertandang semua lari terbirit-birit seolah-olah percaya. Nah tidak mengeong lagi sekarang. Blora. Kemudian ia mencengkeram lengan Nah dan menyeretnya dari tikarnya ke lantai. Jatirogo. Padangan. karena itu cara satu-satunya untuk menyembuhkan adalah dengan menghalaukan makhluk yang merugikan kesehatan itu.Wajahnya pucat seperti kain mori. Mbah Danu menegaskan. Tuban. Mbah Danu memegang sapu lidi itu pada ujungnya yang lunak. karena pak Jaksa mempunyai 60 pohon kelapa di pekarangannya. ”Ambilkan sapu lidi!” perintah Mbah Danu dengan sikap Srikandi wayang orang. ”Ngeoooong” keluar dari mulut Nah mendirikan bulu-bulu di kulit penonton. jadi sudah hampir pulang. Dia tembusi badan Nah dengan pandang membara sambil mengelilingkan susur besar di dalam mulutnya. ketika Nah tengah mengeong-ngeong seperti kucing kasmaran. Cepu. Matanya kelihatan putihnya saja. Sebagian hadirin mau lari. berkaok-kaok. buih di mulutnya meleleh ke bawah membasahi bantalnya yang kumal seperti tempat duduk Jeep militer yang sudah tua.

Dan mula-mula Nah menggelepar-gelepar. ”Aduuuuuh! Aduh. kemudia ia melepaskannya dan tegapada lututnya. kuda atau singa. Nah. Prabawa Mbah Danu di rumah pak Jaksa yang jadi sebagian prabawanya di daerah yang terentang dari Kudus sampai Tuban. ia tegak sekalilagi serta memukulkan sapu lidi itu sedemikian kerasnya ke badan Nah. bersama istrinya mengunjungi mertuannya. Pintu ditutup dan ia kembali kepada pasiennya. Dengan gerakan-gerakan tangkas pakaian si sakit dibukannya dan kemudia seperti orang kegila-gilaan ia meremas-remas seluruh badan Nah. Sikap Mbah Danu sekaligus berubah. ”Aku mengusir setan-setan di dalam badanmu. Beberapa hari sesuadah kedatangannya.” Dan di hadapan mata hadirin. segera menyuruh panggil Mbah Danu. Gerak-geriknya persis seperti Batari Durga yang menari di atas mayat manusia.” Sebagai pengeras perkataan yang terakhir. anjing. Seperempat jam Mbah Danu meraba-raba pasiennya. ”Tidur saja dulu sampai besok.” kata Mbah Danu lebih jauh sambil membaringkan dan menyelimuti Nah dengan penuh kasih sayang. aduuuuh!” pekik Nah seperti manusia biasa. ”Minggat! Minggat! Minggat!” suara Mbah Danu menggelora sampai tetangga-tetangga dan pelintas-pelintas mengalir masuk ke rumah itu untuk menyelidiki sebab-sebab suara ngeri yang mereka dengar. Peluhnya bercucuran dan menguyubkan pakaiannya. 164 . Setelah itu berdiri dan keluar untuk meminum kopinya.”Minggat! Ayo minggat!” teriak Mbah Danu dengan amat murka dan dengan tendangan jitu Nah ditengkurapkannya. Kemudian deraannya menghujam pula pada pantat Nah yang kini sadar. salah seorang menantu pak Jaksa.” katanya dengan suara mineur yang lembut. Nyonya Salyo sakit kepala dan pegel-pegel tubuhnya. akhirnya kegelian seperti perawan yang sehat. aduh. dari Bonang sampai Randublatung. Sebentar ia memijit-mijit kepala Nah. ia melentangkan badan Nah yang keringatnya membuat lantai mengkilat basah dan mukannya kini merah padam. sesuai dengan tradisi. bahwa ia manusia Nah. sambil menggelitik si sakit pada tempat-tempat yang penuh rasa geli. Mbah Danu berdiri dan memberi isyarat supaya para penonton yang tak berkepentingan mengundurkan diri. ”Minggat! Minggat! Ayo minggat!!” jerit Mbah Danu senyaring-nyaringnya sambil memukul dengan tangan kanan dan menggenggam susur di tangan kiri. ”Ha! Hampir modar engkau sekarang!” seru Mbah Danu dengan ganas sambil melangkah maju dan menginjak tubuh Nah dengan kedua kakinya. ”Engkau telah sembuh. ”Aduh biyuuuuung! Aduh biyuuuuung!!” tangisnya mengaung. Setelah sudah. Nah. mengalami tantangan ketika Mr Salyo Kunto. Selama 5 menit ia mondar-mandir di atas badan Nah sampai napas si sakit seperti ububan pandai besi bunyinya.” katanya tenang. Air ludahnya memercik merah ke lantai dan badan Nah dalam setengah lingkaran yang radiusnya 1 1/2 meter. ”Salah hamba apa kok disuruh minggat dan dihajar?” tanya Nah sambil menangis dan ia mencoba merangkak. Bu Jaksa. ”Aku bukannya berbicara denganmu. Nah yang tadi sudah seperti setengah mati duduk bersandar pada dinding dan tersenyum sepertiorang bangun tidur. Kedua lengannya diacung-acungkan untuk mempertahankan keseimbangan. kemudia memercikkan ludah sedikit dari mulutnya pada dahi si sakit. sehingga ia sakit dan rebah ke lantai dan mengerang. bukan kucing. ”Setan-setan sudah alri dari badanmu.

Asbaknya penuh dengan putung sigaret. sehingga terbenam sama sakali dan si pasien mencetuskan bunyi yang sukar dilukiskan.” jawab Nyonya Salyo mendahului suaminya. Suatu kesalahan bagi Mbah Danu. terjadi. Sebagai akibat insiden itu. sehingga angin berlomba-lomba keluar dari atas dan dari bawah dengan berletusan. ”Coba buka baju saja. tetapi. Kualat Mbah Danu! Dan mereka mendesak. ”Engkau tahu bukan.dan denga lega Nyonya Salyo bersendawa. Keadaan Mbok Rah makin lama makin buruk dan malamnya lagi ia mati. Salyo memanggil Dokter Umar Chattab.Sehingga yang beraksi tangan di stetoskop. justru menantu Pak Jaksa yang berpendidikan tinggi itu berkunjung ke Rambang. Pak Jaksa dan Bu Jaksa dan tetangga-tetangga yang dekat. Namun ia tetap mempertahankan politik bebas yang pasif itu. yang pada masa itu satu-satunya obat yang mujarab untuk malaria. sangat kebetulan Dokter Umar Chattab lebih awal datangnya daripada Mbah Danuyang tidak punya mobil. Hanya saja ia berpesan. tahu benar apa sebabnya. Pertama kali ibu jarinya kedua-duanya ditekannya ke dalam daging perut Nyonya Salyo. Kemudian istrinya dimarahinya.Untung hal itu terjadi paling kerap hanya dua kali dalam setahun. ”Ya.bukan tangan dan air ludah Mbah Danu. 165 .Setelah itu.” diagnose Dokter Umar Chattab di kamar Mbok Rah yang gelap. ”Kininenya sudah Tuan berikan sebagai yang saya tetapkan?” tanyanya.” kata Mbah Danu setelah mendengarkan gejala-gejala penyakit dari mulut Nyonya Salyo sendiri.Justru ketika itu Mr. punggung dan tengkuk mendapat giliran.Tetapi sebagai jawaban. Salyo.Dokter Umar. ketika Mbok Rah. dan perhubungan antara mertua dan menantu jadi tegang. Salyo masuk ke kamar dari jalan-jalan ke tepi pantai. Sayo mengundurkan diri ke dalam kamar tamu.” Dan Mbah Danu mulai berpraktek. Dokter Umar Chattab heran. ”Saya sendiri yang memberikan pil-pil itu kepada Mbok Rah. bahwa pijatan itu bisa merusakkan rahimmu!”.”O. Pak Jaksa dan Bu Jaksa tanpa pikir panjang segera menyuruh panggil Mbah Danu ketika Mbok Rah sudah mulai mengingau. Pada waktu-waktu lainnya kedaulatan Mbah Danu tetaputuh. Pak Dokter pulang. pelayan Pak Jaksa yang setengah umur. Perang dingin kini mencair jadi gugatan-gugatan lisan yang pedas meskipun tak ditujukan secara langsung. sebagaimana juga di dalam politik ia dipandang dengan marah oleh kedua pihak yang bertentangan. Salyo dengan penuh pertimbangan meminta datang Dokter Umar Chattab. Clash ke-2 antara Mbah Danu dan Mr. sakit keras. Mbah Danu tak diijinkan menginjak lantai rumah itu kalau menantu akademikus Pak Jaksa itu datang. Mr. ”Malaria. Mr. akan saya usir.Dengan tak dipanggil. Kemudia Mbah Danu melakukan kombinasi kedua pijetan itu. Penyakit Mbok Rah makin lama makin keras.” Dokter Umar Chattab pulang dengan tidak mengubah ketetapannya. sedangkan Mr. Mbah Danu datang sendiri. Soal ini jadi perkara kehormatan baginya.Ia memberi resep kinine. Nyonya Salyo dengan susah payah bisa tetap tinggl netral. Kemudian perut Nyonya Salyo ditekannya dengan kedua telapak tangannya sehingga angin keluar dari bawah dengan bunyi meletup. Denga keras Mbah Danu diperintahkannya keluar dari kamar seperti Mbah Danu mengusir setan-setan dari tubuh-tubuh orang sakit. Setelah memberi petujuk-petunjuk lain tentang makan dan rawatan si sakit. agar supaya waktu menelan pil si sakit diawasi sungguh-sungguh.agar supaya Mbah Danu dipanggil. Raden Ayu. ada sedikit angin jahat bersarang di dalam. meskipun tak langsung berhadap-hadapan.

Tibal sudah lewat. ”Kita tak bisa menjawab kepada nonsen itu bukan!” katanya lagi. tambah menyesak dada oleh asap kemenyan. c.” kata Nyonya Salyo menghibur suaminya. Dan juga mereka melihat pil kinine membukit di lantai di bawah bale-bale Mbok Rah. Ke mana? : Kencing dulu. bisa jadi begini. dibilangi. : Terang. : Ya. Salyo dengan gairah sambil memeluk bahu istrinya yang tidak menjawab.kali.Hawa di dalam kamar itu pengab. tetapi merasa harus solider terhadap kekecewaan suaminya. Yang ada sekarang Cuma abang. Mr. (KE MONUMEN.Ia menghela nafas panjang dan melemparkan pandang terakhirkepada bale-bale tempat semalam jenazah terbaring. Salyo merasa tengkuknya dingin. bangun. mengapa ia meninggal?!!” seru Mr. KENCING DI SITU) : Kok di situ? : Di mana lagi? : Sudah? Kita pergi? : Tunggu. Ketika fajar menyingsing. (MENCUBIT ROIMA) : Aduh. persiapan-persiapan untuk penguburan dimulai. Salyo dan nyonya ikut menyaksikan pengambilamn jenazah dari dalam kamar tempat ia dan Dokter Umar Chattab menderita kekalahan terhadap mertuanya dan Mbah Danu. jembatan dan di sana gubuk Tarsih. Suatu sosok tubuh muncul di ambang pintu. Mbah Danu. . Drama Opera Kecoa karya N. : Idiih cemburu. Dengan sangat tiba-tiba ia terpekik dan telunjuknya diacungkannya ke sudut kamar. gubuk kita dulu ada di sini. Kalau tidak salah. Kita pergi sekarang sebelum diusir satpam. Onley abang. ROIMA MASIH NGOROK JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI : Sudah siang. ”Mengapa Jeng. ”Inna li`llahi wa inna illahi raji`un. Gubuk Djumini dan Turkan di mana ya? : Di sini. yang diinget Cuma Tibal. Di situ ada kali. Mau ngorok sampai jam berapa? Memangnya ini hotel? (BERKEMAS-KEMAS) : Sudah siang? Masa? ”Idiih. Ke mana mereka semua sekarang? : Sudah pada mati. Kang. Luar biasa. Matanya terbelalak lebar-lebar.Mr. forever. bangun. Riantiarno (1 adegan) TIGA DI BANGKU-BANGKU PLAZA MONUMEN JULINI BANGUN TIDUR. Saya sudah nggak inget lagi. ’kali. Ditinggal pergi lima tahun. (SAMBIL MEMULAS BIBIRNYA DENGAN LIPSTIK) . 166 .”Kita telah berbuat sebaik mungkin. : Sembarangan. sehingga sinar matahari pagi masuk dengan gelombang besar. Kang. orang tidak tahu ditanya.” kata Nyonya Salyo. Salyo membuka jendela lebar-lebar. Nyonya Salyo dan Mbah Danu menengok. Apa sih? : Sudah siang. Pada jam 7 orang-orang masuk ke kamar jenazah dan mengangkatnya keluar. Matanya membara Mr.Nyonya Salyo yang mendampingi suami di kamar itu di dalam hatinya cenderung kepada ayah-bundanya.

Seperti kutipan ` menantu Pak Jaksa yang berpendidikan tinggi itu berkunjung ke Rambang. Pengarang hanya menyebut nama kota untuk tempat-tempat peristiwanya seperti `Lasem. Pamotan. Dalam mengungkapkan ceritanya pengarang kurang memberi gambaran yang jelas tentang latar cerita. Wajah Nah yang pucat digambarkan oleh pengarang seperti kain mori. apa kata Julini.pengarang juga hanya menyebut nama kota yaitu Rembang. Hanya dapat diketahui bahwa ceritanya terjadi di Jawa Tengah. pembaca dapat membayangkan bagaimana sosok Mbah Danu. Satpam.(DUA SATPAM MUNCUL DI KEJAUHAN. rupanya pengarang senang menggunakan gaya perbandingan. Rembang`. Jatirogo. Blora. ANEHNYA PELUIT MALAH SEMAKIN BANYAK. Sudah dibilangi supaya pergi dari tadi. Cerita terkonsentrasi pada bagian rumitan. kulitnya liat seperti belulang. pembaca dapat membayangkan bagaimana bantal nah yang digambarkan oleh pengarang seperti tempat duduk Jeep militer yang sudah tua.Wajahnya pucat seperti kain mori`. Bojonegoro. sampai pada cara Mbah Danu berjalan digambarkan oleh pengarang seperti seorang maharani yang angkuh. Dilihat dari alur cerita. pipinya selalu menonjol oleh susur tembakau yang ada dalam mulutnya. Cepu. 2) Kritik Ekspresif puisi Pertemuan karya Goenawan Mohamad Pada puisi ini penyair rupanya ingin mengungkapkan bahwa dirinya merasa telah bertemu dengan Tuhan ini dinyatakan dalam bait pertama Meniti tasbih malam pelan-pelan Dan burung kedasih menggaris gelap de kejauhan kemudian adalah pesona: wajah-Nya tersandar ke kaca jendela memandang kita. Tuban. LANGSUNG MEMBUNYIKAN PELUITNYA) JULINI : Tuh. Pada peristiwa di rumah PakJaksa. tuh. 1). malah mogok. Antiklimaks tidak terlihat. Kritik Objektif terhadap cerpen Mbah Danu karya Nugroho Notosusanto. Mbah Danu yang memiliki wajah yang kasar.` Hal ini mengakibatkan pembaca kurang dapat membayangkan gambaran yang jelas tentang latar dalamceritanya. pengarang terlalu cepat menyelesaikan ceritanya. Dilihat dari gaya bahasanya.karena kota Rembang berada di Jawa Tengah. Ayo. Seperti pada ` Wajahnya kasar-kasar seperti tengkorak. terkesan terburu-buru. BERLARI. kulitnya yang seperti belulang kasar liat. yang pembaca dapat membayangkan kasar seperti tengkorak. jalannya tegak seperti seorang maharani yang angkuh` Untuk menggambarkan tokoh Mbah Danu pengarang menggunakan gaya perbandingan. sehingga ketika cerita selesai membuat pembaca terkejut. Padangan. Demikian pula ketika pengarang menggambarkan keadaan bantal Nah dan wajah nah yang pucat ` buih di mulutnya meleleh ke bawah membasahi bantalnya yang kumal seperti tempat duduk Jeep militer yang sudah tua. MAKIN BANYAK DAN MAKIN BANYAK). memandang kita lama-lama 167 .dengan gaya bahasa seperti ini. Dengan menggunakan gaya perbandingan. Ini rupanya yang membuat cerita menjadi menarik. (MEREKA PERGI.

kadang-kadang terhadap keseluruhan dalam sebuah karya sastra. penganalisisan. Seperti ketika Julini mengajak Roima segera meninggalkan tempatnya. jadi bersifat pribadi.tidak tersusun secara teratur tetapi seperti dipetik dari bermacam-macam jalan kehidupan. Dalam esai terlihat keinginan. Seperti pada baris dan demikianlah Nabi telah dititahkan dan demikian pula manusia dikirimke bumi yang terbentang.strukturnya. pengapresiasian. Esai tidak memecahkan persoalan tetapi melukiskan persoalan dalamkarya sastra (Baribin.aktivitas penyusunannya.Pada kutipan di atas dapat dimaknai bahwa penyair dalam malam ketika ia sedang berzikir pada waktu malam hari ia merasa bahwa Tuhan ada bersana dengan dirinya. Sebenarnya. Terdapat keindahan yang luar biasa ketika dapat merasakan adanya pertemuan dengan Tuhan. Kenikmatan bersama dengan Tuhan diungkapkan sebagai sebuah pesona. Cinta Tuhan terhadap dirimya dirasakan penyair bahwa Tuhan telah mengirimkan nabi untuknya yang datang dari surga. Pemirsa diajak untuk berempati terhadap kehidupan gelandangan yang sebetulnya sama seperti kehidupan yang normal. Riantiarno Apabila diperhatikan drama di atas. a. dan penilaian juga dilakukan. Kritik Sastra dan Esai Sastra Sering orang sulit membedakan antara kritik dan esai. 1987: 10). Lebih lanjut diungkapkan bahwa esai memiliki persamaan dengan kritik sastra yaitu pada aktivitas dalam aspek penghayatan. serta aspek kepengarangannya. 168 . dari sorga 3). Mereka sering menjadi sasaran satpam ketika satpam melakukan rasia.B Jassin berpendapat bahwa esai membicarakan bermacam ragam. Ini memang merupakan gambaran kehidupan gelandangan yang dicoba oleh pengarang untuk diangkat ke dalam karyanya. rasa cemburu. H. Sementara Arief Budiman berpendapat esai adalah karangan yang sedang panjangnya yang membahas persoalan secara mudah dan sepintas lalu dalam bentukprosa. Dalam esai yang utama bukanlah pokok persoalan melainkan bayangan kepribadian dari pengarang yang simpatik dan menarik. Ada beberapa pendapat tentang esai sastra. Mereka memiliki cinta. Kedua istilah itu sebenarnya hanya dipakai untuk memberikan komentar atau reaksi mental terhadap sebuah karya sastra yang dibaca. Mereka menginginkan rasa aman juga. Tetapikedua aktivitas tersebut dilihat dari segi graduasi dan intensitas prilaku yang dibebankan terhadapkarya sastra. rasa kekhawatiran.sikap terhadap soal yang dibicarakan. Diungkapkan oleh Semi (1993: 15-16) bahwa esai sastra adalah suatu tulisan yang merupakan laporan hasil eksplorasi atau pengungkapan penulis tentang karya sastra yang sifatnya lebih banyak menekankan aspek sensasi dan kekaguman penelaah tentang hasil bacaannya atau hasil penjelajahannya. di gubuk-gubuk.apa saja yang dibicarakan tentang karya sastra boleh dinamakan esai sastra. memandang kita lama-lama. Ini terungkap pada wajah-Nya tersandar ke kaca jendela memandang kita. Ini menunjukkan bahwa pengarang telah mampu memotret keadaan sepasang gelandangan yang hidup di kolong jembatan. Kritik Mimetik Drama Opera Kecoa Karya N. pengarang rupanya mengangkat masalah gelandangan yang sering dikejar-kejar oleh satpam.

C. Kritikus juga harus mampu membuktikan bahwa kritik yang dilakukannya mampu memberikan sumbangan yang baik terhadap pembinaan dan pengembangan sastra. Memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul dalam diri pembaca setelah menikmati suatu karya satra. Jadi.b. Buatlah kritik mimetik terhadap cerpen Mbah Danu karya Nugroho Notosusanto 2.yang akhirnya dapat memberikan faedah yang besar. Kritik sastra yang disusun atas dasar keinginan untuk memperbaiki mutu karya sastra dan mutukhalayakpembaca. Rangkuman Kritik sastra merupakan kegiatan menghakimi. perumusan. Adapun Semi (1993: 17) mengungkapkan kritik sastra dapat menjalankan fungsinya dengan baik adalah: a.upaya pengembangan metode kritik kritik dan pendekatan kritik secara terus menerus perlu pula dilakukan. Cara Meyusun Kriti Sastra Agar dapat menyusun kritik sastra dengan baik. klasifikasi. dan penilaian karya-karya sastra. Kritik sastra yang disusun atas dasar pendekatan dan metode kerja yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan c.penikmat sastra. Tanggung jawab profesional pengkritik agar peranan kritik sastra dapat berkembang dan tumbuh subur di tengah-tengah lingkungannya. Tugas dan tanggung jawab kritikus sebenarnya diarahkan kepada upaya memfungsikan kritik sastra itu sendiri. Dengan bekerja seperti itu orang akhirnya dapat memberi penilaian bagaimana kelebihan-kelebihannya dan cacat-cacatnya atau kekurangan-kekurangannya dengan memberikan alasan atau komentar-komentar yang dapat dipertanggungjawabkan. dalam melakukan kritik terhadap sebuah karya sastra. terutama dalam menemukan konsep-konsep kritik sastra yang sesuai dengan hakikat sastranusantara. dan agar kritik sastra mampu menjalankan fungsinya dengan baik tentu kritikus diminta pertanggungjawaban atas tugasnya sebagai pengkritik. Fungsi kritik sastra adalah : Memberi penilaian atas baik atau buruknya suatu karya sastra. kritikus akan menetapkan penggolongan. Buatlah kritik ekspresif terhadap drama Opera Keoa karya N. Riantiarno D. Mendidik pembaca untuk menghargai karya sastra yang bernilai. b. penerangan.Lebih dari itu. menguraikan atau memecahmecah sebuah karya sastra ke dalam unsur-unsur pembentuknya atau normanormanya disertai tafsiran. Buatlah kritik Objektif terhadap puisi Pertemuan karya Gunawan Muhamad 3. Kritik sastra yang dilahirkan oleh pengritik yang mempunyai rasa tanggung jawab moral dan intelektual disebabkan ia mempunyai minat membaca dan menekuni sastra dan ilmu sastra Berguna tidaknya sebuah kritik sastra akhirnya berpulang dari tanggung jawab kritikus.maupun bagi kritikus itu sendiri. Kegiatan untuk memberi pertimbangan baik buruk karya sastra dengan memberikan alasan-alasan mengenai isi dan bentuknya. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan bagi penyusunan atau pengembangan teori sastra. Membiasakan masyarakat sastra untuk menaruh perhatian terhadap tulisan-tulisan kritik sastra. Ini dapat berfungsi sebagai jembatan antara pengarang dengan pembaca.baik bagi sastrawan. Latihan-Latihan 1. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan bagipenyusunan 169 . Buatlah kritik pragmatik terhadap cerpen Mbah Danu karya Nugroho Notosusanto 4.

Adapun menurut pelaksanaannya. bebas dari sekitarnya. E. (3) Kritik Impressionistik kritik sastra yang berusaha menggambarkan dengan kata-kata sifat-sifat yang terasa dalam bagian-bagian khusus atau dalam sebuah karya sastra dan menyatakan tanggapan-tanggapan (impressi) kritikus. F.aktivitas penyusunannya. maka yang ditiru adalah alam atau kehidupan.(1) Kritik Yudisial (Judicial Criticism) Kritik sastra yang berusaha menganalisis dan menerangkan efek-efek karya sastra berdasarkan pokoknya atau temanya.yaitu penerapan teori-teori kritik pada karya sastra. jelaskan. Jelaskan perbedaan antara kritik sastra dan esai. Kritikus juga harus mampu membuktikan bahwa kritik yang dilakukannya mampu memberikan sumbangan yang baik terhadap pembinaan dan pengembangan sastra. 5. yaitu kritik sastra dalam bidang teori. Menurut Bentuknya ada 2 jenis kritik sastra yaitu (1) Kritik teoritik (theoritical criticism). (2) Kritik Induktif (Inductive Criticism) kritik sastra yang menguraikan bagian-bagian karya sastra berdasarkan fenomena-fenomena yang ada secara objektif. Berdasarkan pendekatannya kritik sastra dibedakan atas apa saja. 4. kritik sastra dapat digolongkan menjadi 3 jenis. jelaskan.Memberikan sumbangan pendapat atau pertimbangan kepada pengarang tentang karyanya. Perbedaan antara kritik dan esai sebenarnya hanya dipakai untuk memberikan komentar atau reaksi mental terhadap sebuah karya sastra yang dibaca. mandiri. (3) Kritik Mimetik yang orientasinya pada alam atau kehidupan. Jelaskan yang dimaksud dengan kritik sastra. strukturnya. (2) Kritik Ekspresif yang bertolak dari keyakinan bahwa karya sastra adalah ekspresi jiwa sastrawan. disusun atas dasar pendekatan dan metode kerja yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. 3.sejarah sastra. Tugas dan tanggung jawab kritikus sebenarnya diarahkan kepada upaya memfungsikan kritik sastra itu sendiri. Menurut pendekatan. (4)Kritik Pragmatik kritik ini menganggap bahwa karya sastra harus berguna atau bermanfaat pada pembaca. pengritik mempunyai rasa tanggung jawab moral dan intelektual disebabkan ia mempunyai minat membaca dan menekuni sastra dan ilmu sastra Berguna tidaknya sebuah kritik sastra akhirnya berpulang dari tanggung jawab kritikus. Tetapi kedua aktivitas tersebut dilihat dari segi graduasi dan intensitas prilaku yang dibebankan terhadapkarya sastra. serta aspek kepengarangannya. sehingga pengarang yang memanfaatnkan kritik sastra akan dapat mengembangkan atau meningkatkan mutu hasil karyanya. digunakan rumusan dari Abrams ada 4 pendekatan yaitu (1) Kritik Objektif yang menganggap karya sastra sebagai sesuatu yang otonom. (2) Kritik Terapan atau kritikpraktek. Kritik sastra dapat menjalankan fungsinya dengan baik jika kritik sastra yang disusun atas dasar keinginan untuk memperbaiki mutu karya sastra dan mutuk halayak pembaca. Dengan demikian kriteria keberhasilan karya sastra adalah ketetapan atau kebenaran dalam meniru alam atau kehidupan. Agar dapat menyusun kritik sastra dengan baik. Evaluasi 1. atau teori tentang kritik sastra. dan agar kritik sastra mampu menjalankan fungsinya dengan baik tentu kritikus diminta pertanggungjawaban atas tugasnya sebagai pengkritik. Kunci Jawaban 170 . Jelaskan fungsi kritik sastra. Berdasarkan bentuknya kritik sastra dibedakan atas apa saja. 2.

1992. rene & Austin Warren. Semi. Bandung: Angkasa. 4. Kritik sastra merupakan kegiatan menghakimi. M. (3) Kritik Mimetik yang orientasinya pada alam atau kehidupan kriteria keberhasilan karya sastra adalah ketetapan atau kebenaran dalam meniru alam atau kehidupan. Kritik dan Penilaian Sastra. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. strukturnya. Ahmad Tohari: Karya dan Dunianya. Atar. Kritik Sastra Sebuah Pengantar. Notosusanto. __________2003. yaitu kritik sastra dalam bidang teori. Bandung: Angkasa. (2) Kritik Terapan atau kritikpraktek. 3. G. klasifikasi. Kritik sastra dapat juga berfungsi sebagai jembatan antara pengarang dengan pembaca. 1987. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan untuk penyusunan atau pengembangan teori sastra. penerangan. Metode Penelitian Sastra. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan penyusunan sejarah sastra. Hardjana. Jakarta: Balai Pustaka. serta aspek kepengarangannya. Wellek. Memberikan sumbangan pendapat atau pertimbangan kepada pengarang tentang karyanya. Yudiono Ks. atau teori tentang kritik sastra.Jakarta: Gramedia 171 . 5. 1991. Asmarandana. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.1. agar pembaca dapat menghargai karya sastra yang bernilai sehingga masyarakat sastra menaruh perhatian terhadap tulisan-tulisan kritik sastra. aktivitas penyusunannya. Fungsi kritik sastra adalah : Memberi penilaian atas baik atau buruknya suatu karya sastra. Tiga kota.1995. (4)Kritik Pragmatik kritik ini menganggap bahwa karya sastra harus berguna atau bermanfaat pada pembaca. (2) Kritik Ekspresif yang bertolak dari keyakinan bahwa karya sastra adalah ekspresi jiwa sastrawan. Mohamad. Nugroho. 2. Raminah. 1993. perumusan. Teori Kesusastraan (diindonesiakan oleh Melani Budianta). Andre. Menurut Bentuknya ada 2 jenis kritik sastra yaitu (1) Kritik teoritik (theoritical criticism). 1990. sehingga pengarang yang memanfaatnkan kritik sastra akan dapat mengembangkan atau meningkatkan mutu hasil karyanya. Semarang: IKIP Semarang.yaitu penerapan teori-teori kritik pada karya sastra. Telaah Kritik Ssatra Indonesia. Pendekatan dalamkritik sastra adalah (1) Kritik Objektif yang menganggap karya sastra sebagai sesuatu yang otonom. Jakarta: PT Gramedia. dan penilaian terhadap karya-karya sastra.Daftar Pustaka Baribin. Perbedaan antara kritik dan esai sebenarnya hanya terletak pada cara memberikan komentar atau reaksi mental terhadap sebuah karya sastra yang dibaca. 1990. Goenawan.

172 .

173 .

Waktu yang digunakan dalam proses komunikasi 5% digunakan untuk menulis. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya komunikasi dalam kehidupan seharihari. Sepanjang waktu manusia melakukan aktivitas komunikasi yang meliputi kegiatan berbicara dan menyimak. melainkan suatu proses aktif dalam mengkonstruksi pesan dari suatu bunyi yang diketahui orang sebagai sebagai potensi fonologi. PAPARAN MATERI Kehidupan manusia tidak lepas dari kegiatan komunikasi. maupun di sekolah. menjelaskan konsep dasar dalam kegiatan menyimak dan berbicara. 174 . semantik. pasar. 1990:8). karena komunikasi merupakan bagian integral dari sistem dan tatanan kehidupan sosial manusia atau masyarakat. dan stuktur bahasa. variasi dialek. Menerapkan komponen-komponen yang harus dipatuhi dalam berdiskusi. tempat ibadah. baik di lingkungan keluarga. Keterampilan menyimak bukan merupakan suatu proses yang pasif. The American Heritage Dictionary mengatakan bahwa listen berarti “melakukan upaya mendengarkan sesuatu” dan ”memperhatikan. kantor. Aktivitas komunikasi terjadi pada setiap aspek kehidupan. berkisar 75% sampai 90% dari kegiatan kita. menyimak” (Maggio. masyarakat. baik anak kecil maupun orang dewasa melakukan kegiatan mendengarkan maupun menyimak.BAB VI KETERAMPILAN BERBICARA-MENYIMAK A. 6. menerapkan komponen-komponen yang harus dipatuhi dalam berpidato. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti materi berbicara-menyimak. dan sintaksis suatu bahasa (Ahmadi. 2007:39). 2006:2) presentase waktu yang digunakan dalam proses komunikasi sangat besar. 2. tetapi terkadang seseorang kurang terampil dalam kegiatan berbicara. Di manapun mereka berada selalu melakukan kegiatan tersebut. 1. Setiap hari manusia. 1990:7). maka perserta PLPG diharapkan dapat: 1. Terkadang seseorang menjadi terampil baik dalam bahasa pertama maupun bahasa kedua. 35% untuk berbicara. dalam memahami variasi bahasa. mengajukan pertanyaan yang cocok untuk wawancara. 3. Hakikat keterampilan menyimak Banyak orang memaknai kata listen atau mendengar seadanya. KETERAMPILAN MENYIMAK a. B. mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali di malam hari. namun definisi kamus bisa saja berbeda dengan apa yang dimaknai orang. memberikan jawaban dengan benar pada saat wawancara sebagai seorang narasumber 4. Unsur yang sangat penting dan fundamental dalam semua interaksi adalah keterampilan untuk memahami apa yang dikatakan atau diucapkan oleh orang lain atau pembicara (Ahmadi. Menurut Jiwanta (dalam Suprapto. dan 50% untuk menyimak/mendengarkan. 10% untuk membaca. menentukan kalimat pembuka dan penutup pada pidato yang benar. 5.

mendengarkan memahami mengingat Pendengar yang baik tentunya akan mengambil bagian dari percakapan. mengomentari apa yang dikatakan. tanpa dituntut mendemonstrasikan pemahaman melalui penggunaan bahasa secara aktif. Dalam kegiatan belajar mengajar menyimak. pola kegiatan pembelajaran dapat diberlakukan aktivitas menyimak. dan mengajukan pertanyaan agar pembicaraan mengalir dengan hangat. 1990:8) menyimak dalam pembelajaran dibagi menjadi beberapa tahap. Oleh karena itu mendengarkan merupakan perilaku aktif. menawarkan gagasan.Menyimak yang baik Apabila seseorang ingin menjadi pembicara yang baik. 175 . ingat bahwa menyimak lebih dari sekadar membiarkan orang lain berbicara. Pendengar yang baik dapat memancing yang terbaik dari orang lain. memahami apa yang didengar. Ia tanggap. Ada beberapa hal yang dapat diperhatikan untuk menjadi pendengar yang baik. Rivers (dalam Ahmadi. dan mengingat. 2) Identifikasi dan seleksi tanpa retensi Siswa mendengarkan untuk kesenangan memahami dan menyarikan sekuen arti. Orang harus benar-benar memberi perhatian kepada lawan bicara. Tak sedikit pun ia lepas dari perhatiannya”. bukan pasif. itu bukan mendengar dalam arti yang sebenarnya. 1) Identifikasi Siswa mempersepsi bunyi dan frase dengan mengidentifikasi secara langsung terhadap arti. “Tidak cukup hanya berdiam diri ketika lawan bicara Anda sedang berbicara. b. Matanya menunjukkan sorot tertarik dan senang. Kegiatan tersebut terdiri dari serangkaian kegiatan mendengarkan. Menurut Wilga M. 3) Identifikasi dan seleksi terarah dengan retensi pendek c. sesekali mengajukan pertanyaan. -Lilian EichlerKeterampilan menyimak dalam kegiatan belajar mengajar Kegiatan menyimak dapat dilakukan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. memahami. Memperhatikan orang yang sedang berbicara merupakan upaya untuk menyimak.

tujuan keterampilan berbicara mencakup beberapa hal. Siswa mendemonstrasikan pemahamannya atau menggunakan bahan ajar yang telah dipahami setelah mengalami kegiatan mendengarkan secara tuntas. berbicara mempunyai tiga maksud umum. ketegangan. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berbicara dengan siapa saja.Siswa diberi beberapa indikator lebih dahulu tentang hal-hal yang didengar atau disimak. kesenyapan. Hakikat keterampilan berbicara Keterampilan berbicara pada hakikatnya merupakan keterampilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak. Berbicara dengan orang yang tidak dikenal bisa saja menimbulkan suasana yang tidak nyaman. berbicara itu lebih daripada sekadar pengucapan bunyi atau kata-kata. kebutuhan. perasaan. c. dan 3) membujuk. maka seorang pembicara harus memahami makna segala sesuatu yang ingin dikomunikasikan. mendesak. seperti rasa malu. benar. nada. dan lagu kalimat. Pembicara merasa yakin tidak dapat mengatasi hal tersebut (Rogers. Menurut Tarigan (1981:16). Agar dapat menyampaikan pikiran secara efektif. menghibur (to entertain). Berbicara merupakan cara untuk mengkomunikasikan gagasan sesuai dengan kebutuhan pendengar atau penyimak (Mulgrave melalui Tarigan. Dalam kegiatan berbicara kelengkapan vokal seseorang merupakan prasyarat alamiah yang dapat memproduksi suatu ragam yang luas dari artikulasi. dan bertanggung jawab dengan melenyapkan problem kejiwaan. dan keinginan kepada orang lain. 2) menjamu. 1990:18). Kunci sukses dalam keterampilan berbicara Menurut King (2008:15). mengajak. Melalui sejumlah penelitian ditunjukkan bahwa rasa takut untuk berbicara di depan publik kemungkinan terkait dengan rasa takut untuk dipermalukan akibat konfrontasi di depan publik. KETERAMPILAN BERBICARA a. b. Sementara itu. Siswa mendemontrasikan pemahaman secara langsung dan dengan cara yang aktif. Orang yang diajak 176 . meyakinkan (to persuade). 2. dan berat lidah (Ahmadi. Keterampilan berbicara juga didasari oleh kepercayaan diri untuk berbicara secara wajar. yaitu: 1) memberitahukan. Menurut Fowler (dalam Ahmadi. 1990:19). 4) Identifikasi dan seleksi dengan retensi yang meminta waktu panjang. 2003:198). Tujuan keterampilan berbicara Tujuan utama berbicara adalah berkomunikasi. 1) Mudah dan lancar atau fasih berbicara 2) Kejelasan berbicara 3) Bertanggung jawab 4) Membentuk pendengar yang kritis. bahkan suasanya menjadi beku dan kurang besahabat.1981:15). jujur. tekanan. rendah diri. Dengan demikian. melaporkan (to inform). 1) Mengatasi rasa malu Yang harus dilakukan dalam berbicara dengan sejumlah orang adalah membuat mereka mudah melakukannya. Bisa juga siswa dilibatkan dalam aktivitas yang meminta pengingatan kembali tentang materi pelajaran yang telah dipelajari sebelumnya.

Dale menambahkan. atau merasa tidak berhak untuk membuat kesalahan. Dari sifatnya. sebagaimana pada generasi sebelumnya. Orang-orang yang merasa tidak berhak untuk menyatakan perasaan. Kata tabu jarang sekali terdengar lagi. tidak nyaman. dan prestasi-prestasi mereka. Ajarkanlah mereka membicarakan diri mereka. Hal ini dapat digunakan untuk mengatasi kekhawatiran. Saat melakukan presentasi. mereka mungkin akan bereaksi seperti: 1) Tidak yakin terhadap pendapat mereka dalam satu masalah penting 2) Memikirkan hal-hal yang bertentangan 3) Merasa yakin bahwa pendapat mereka salah 4) Merasa sedang dikritik atau dicemooh 5) Merasa dirinya seorang penipu yang akan dibeberkan di muka umum 177 . Pertanyaan tersebut merupakan musuh percakapan yang hangat. pertanyaan seperti itu menghasilkan jawaban yang hanya berupa satu kata atau dua kata sehingga suasana percakapan menjadi monoton dan membosankan. Ada hukum bahasa tubuh yang dapat diikuti agar percakapan berhasil “buatlah kontak mata”. Jika terjadi secara alami. topik-topik di sekitar kita dapat digunakan untuk membuka atau memulai pembicaraan. Dale Carnegie dalam bukunya How to win Friends dan Influence People. berarti kau merasa kikuk.” Bahasa tubuh merupakan bagian alami dari percakapan dan komunikasi. yang telah terjual lima belas juta eksemplar. dan menutup diri. Jika ingin belajar banyak maka seseorang harus melakukan sesuatu dan mendengarkan apa yang disampaikan atau dibicarakan orang lain. mengatakan: “Agar diperhatikan. 3) Pertanyaan yang harus dihindari Hindari pertanyaan ya/tidak. kemungkinan besar takut bicara di depan publik. tetapi selama berbicara dan mendengarkan akan membuat seseorang menjadi pembicara yang hebat di mana pun ia berada. perhatikanlah”. Secara umum gunakan kebijaksanaan. jangan mengandaikan bahwa orang yang diajak berbicara merasa enak dengan salah satu hal yang tabu. Menjadi pembicara yang baik karena si pembicara dapat mengatasi kekhawatiran. 2) Memulai Di manapun kita berada. 4) Hukum pertama percakapan Hukum pertama percakapan adalah dengarkanlah. “Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang membuat orang lain senang menjawabnya. bahasa tubuh akan menjadi bentuk komunikasi yang sangat efektif. karena tinggal sedikit hal-hal tabu yang tersisa. Oleh karena itu menjadi pembicara yang baik juga harus kaya informasi dan relevansi.” 5) Bahasa tubuh Louze Nizer pernah mengatakan: “kalau kau silangkan tanganmu di dada. mempertahankan kontak mata yang baik tidak sekadar di awal dan akhir kata. 6) Adakah tabu-tabu lain Sekarang tidak perlu terlalu memikirkan hal-hal yang ditabukan. Jika dibuat-buat akan tampak seperti bukan aslinya (palsu).berbicara akan semakin menikmati percakapan jika mereka tahu bahwa si pembicara menikmati pembicaraan.

pertanyaan penting dan valid. Seorang pewawancara sebaiknya mengambil sikap sejajar dengan narasumbernya. Hak ini juga dimiliki oleh pendengar atau penonton yang posisinya diwakili oleh pewawancara (Stokkink melalui Fadli. disebut pula sebagai interviewer. dorongan).1980: 171). tetapi komunikator tidak dapat mengontrol apa yang didengarkan atau sedang dipikirkan oleh audiens. serta meminta jawaban yang jujur. narasumber atau informan. yang menempatkan dua orang atau lebih berhadap-hadapan secara fisik (Kartono. Pengertian Interview atau wawancara adalah suatu percakapan yang diarahkan pada suatu masalah tertentu. Menurut Suprapto (2006). 178 . ini merupakan proses tanya jawab lisan. Jenis pertanyaan dalam wawancara Pertanyaan dibedakan menjadi dua (Maggio. Seorang pewawancara harus bersikap santun/hormat serta tidak memojokkan narasumber. Pihak pertama berfungsi sebagai penanya. 2005:14). Namun demikian. pewawancara tidak perlu mendebatnya secara berkepanjangan. b. “Oke. meminta keterangan atau penjelasan. atau bahkan menggeser arah pembicaraan. Jika seorang guru sedang mengajar di kelas maka guru tersebut yang menentukan apa yang harus atau tidak harus disampaikan. sambil menilai jawaban dari narasumber. maka pesan atau materi yang disampaikan akan diterima oleh peserta didik. Jika mengajukan argumen dan kemudian argumen itu disalahkan narasumber. Interviewer mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Di samping itu dia juga menggali keterangan-keterangan lebih lanjut dan berusaha melakukan “probing” (rangsangan. jika narasumber tampak mulai emosi. mengingat-ingat dan mencatat jawaban-jawaban. melainkan tetap menunjukkan ketenangan (Fadli. WAWANCARA a. Pada saat yang sama interviewer mengadakan evaluasi dan penegasan (menyatakan kembali isi jawaban interviewer dengan kata-kata lain). atau gerakan yang bersifat merendah atau menghina diri sendiri (Rogers. 2005:13-14). komunikator sebagai narasumber dengan mudah dapat mengontrol apa yang diucapkan atau disampaikan. Adu argumentasi juga dianjurkan dalam sebuah wawancara. Selain itu. 1) Pertanyaan terbuka Pertanyaan terbuka digunakan untuk memancing jawaban yang lebih kompleks. 2003:209). 3. Persoalannya kemudian apakah bla…bla….6) Membuat pernyataan negatif. Dengan berada pada posisi yang sejajar. Jika guru tersebut dapat berkomunikasi dan dapat tampil dengan baik. sepanjang pewawancara siap dengan pengetahuan yang mendalam tentang topik yang dibahas. Proses interview melibatkan 2 (dua) pihak dengan peran yang berbeda. kita berbeda pandangan mengenai soal yang satu ini. Akhiri dengan cukup mengatakan. pewawancara sebaiknya tidak menanggapi dengan emosi juga.. pewawancara. harus dijaga agar adu argumentasi tidak mengarah ke “debat kusir”. Lalu lanjutkan ke pertanyaan yang lain.”. sedangkan pihak kedua berfungsi sebagai pemberi informasi (Information supplyer). pewawancara dapat menanyakan pertanyaan. 2007:56). pada umumnya komunikasi dikontrol oleh komunikator. Dalam kegiatan berbicara.

PIDATO a. itu bersifat pribadi bagi saya. apabila pertanyaan tersebut retorik. Di dalam menyusun pertanyaan tertutup dapat dimulai dengan: a) “Apakah Anda….Maka membuat narasumber banyak bicara adalah kewajiban pewawancara. Pertanyaan saja tidak akan menghasilkan pergantian giliran dalam pembicaraan. atau kasar. Ada juga orang yang awalnya mengajukan pertanyaan tertutup. itu bukan informasi yang bisa saya berikan. benar. dapat dijawab dengan berbagai hal yaitu berdiam diri. 2) Pertanyaan tertutup Pertanyaan tertutup digunakan untuk memancing jawaban satu kata. where: di mana. menatap kosong.” b) “Sudahkan Anda…. saya tidak memiliki hak untuk menjawab pertanyaan itu. why: mengapa. Sebagai narasumber atau informan bisa saja tidak diharuskan untuk menjawab suatu pertanyaan. Pengertian Pidato adalah pengekspresian ide / gagasan. mengapa Anda menanyakan hal itu?” 2) “Apakah Anda perlu tahu?” 3) “Maaf.” 4) “Maaf. “Titik”. “Selesai”. when: kapan. what: apa.Pada dasarnya dalam membuat pertanyaan terbuka dapat dimulai dengan beberapa kata tanya yaitu 5 W + 1 H (who: siapa.” 6) “Apa maksud Anda?” 4. penyajian informasi untuk membangkitkan kepedulian pendengar. atau how: bagaimana).” 5) “Maaf. memohon diri untuk pergi. Contoh: 1) “Kalau tidak keberatan.” Pertanyaan tertutup menghasilkan sepotong informasi kecil yang cenderung menghentikan pembicaraan. bisa juga dengan jawaban ya atau tidak. Secara umum dalam setiap pembicaraan apapun. Bisa juga orang yang berpikir literal akan memberikan jawaban satu kata (ya. seimbangkan pertanyaan dengan jawaban. atau salah). “Lalu apa?” Pertanyaan tertutup bisa juga digunakan untuk cepat-cepat mengakhiri pembicaraan dan segera pergi meninggalkan lawan bicara atau informan. 2) Jangan mengajukan pertanyaan jika tidak benar-benar ingin mendapatkan jawaban yang jujur Contoh: “Apa yang harus saya lakukan?” “Bagaimana menurut Anda pendapat saya selama rapat tadi?” “Bersediakah Anda menjadi guru pengganti selama saya tugas ke luar kota?” c. 1) jangan menjawab pertanyaan sendiri. Kunci dalam kegiatan wawancara atau hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat wawancara berlangsung. Menjawab pertanyaan Kegiatan wawancara dilakukan untuk menggali informasi dan menemukan jawaban atas pertanyaan yang ada. dan bisa mengembangkan dengan cukup lama. menyinggung. Selain itu jika pertanyaan yang bersifat agresif. agar melakukan pendalaman dan 179 . Perlu diingat bahwa narasumber memiliki hak untuk sedikit bicara atau pelit ngomong. tidak.

Pembicara harus dapat member tekanan dan variasi suara untuk menghidupkan pembicaraannya. Metode ini juga sering menyulitkan pembicara untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan reaksi pendengar ketika menyampaikan uraiannya (Arsyad dan Mukti U. Teknik atau metode dalam membawakan suatu pidato di depan umum. 3) Membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur sehingga orang lain senang dan puas dengan ucapan yang kita sampaikan.S.. pendengar. Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut dan dapat mempengaruhi audiens. yang sekaligus menjadi urutan bagi uraian itu. Biasanya dalam keadaan darurat tak terduga banyak menggunakan teknik serta merta. sehingga ia tidak bebas menatap pendengarnya. Ada pembicara yang berhasil dengan metode ini. Tujuan pidato Di dalam berpidato umumnya orang melakukan satu atau beberapa hal berikut ini. Mengorganisasikan suatu pidato bagaikan membangun sebuah jembatan. Dalam penyampaiannya. 4) Metode ekstemporan (tanpa persiapan naskah) Uraian yang akan dibawakan dengan metode ini direncanakan dengan cermat dan dibuat catatan-catatan penting. dan mengeluarkan kata-kata tanpa menghayati maknanya. Teknik pidato Menurut Effendi (2006:64-65). b. pembicara dengan bebas berbicara dan bebas pula memilih kata-katanya sendiri. yang masing-masing memiliki peran dan fungsinya sendiri. 1) Mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti kemauan kita dengan suka rela. 3) Metode naskah Metode ini sering dipakai dalam pidato resmi atau pidato televise dan radio. Berpidato dengan metode ini sering menjemukan dan tidak menarik. terjadi seolah-olah tidak ada hubungan antara pembicara dengan pendengar. 180 . 2) Memberi suatu pemahaman atau informasi pada orang lain. 2) Metode serta merta (impromptu) Metode ini dilakukan berdasarkan kebutuhan sesaat. Metode ini sifatnya agak kaku. ia dapat melakukannya dengan dua cara yaitu pidato tanpa naskah dan pidato dengan naskah. feedback/umpan balik. 1988: 65). Mata dan perhatian pembicara selalu terfokus ke naskah. rentang jembatan dan jalan keluar . Ada kecenderungan untuk berbicara cepat-cepat karena khawatir lupa. Pembicara membawakan pidato tanpa persiapan sama sekali dan hanya mengandalkan pengalaman dan pengetahuannya. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik/umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik. Ada jalan masuk. c. namun ada juga yang tidak. materi yang disajikan. dan moderator. 1) Metode menghafal Pidato yang disampaikan dengan metode ini dipersiapkan dan ditulis secara lengkap terlebih dulu. sebab bila tidak atau kurang melakukan latihan yang cukup. kemudian dihafal kata demi kata. Komponen pidato meliputi penyaji. ketika seseorang akan naik mimbar untuk berpidato.tindak lanjut.

mempersiapkan pidato dan melakukan latihan mungkin tidak diperlukan lagi. dan latihan memantapkan diri. Hal penting dalam pendahuluan pidato adalah membangkitkan perhatian. bahwa dirinya tidak abadi. Penguasaan materi atau topik yang baik akan memperlancar penyampaian materi pidato. meskipun sudah berkali-kali melakukannya. cerita pendek tetapi lengkap yang memiliki bagian awal. Contoh anekdot Seorang pria muda yang tidak pernah sakit sepanjang hidupnya. jangan tidur terlambat. 1) Audiens merasa bosan karena lebih banyak tahu daripada orator 2) Orator tidak merasa yakin dengan pokok bahasannya. berjalan. tengah. hidupmu akan terasa jauh lebih lama”. Kunci sukses dalam pidato Beberapa orang masih takut berpidato. Menurut King (2008:156). lambat berbicara. Bisa saja pembicara terlalu cepat berbicara. “apakah saya benar-benar akan hidup lebih lama?” “Tidak. 2003:56-58) .” “Kalau saya melakukan itu. pria itu sadar. gugup. Bagi orang yang sudah biasa berpidato di hadapan massa. saya bersedia melakukan apa saja. berdiri. mengatur keseimbangan. Mencari pokok bahasan yang dipahami sangat penting sebelum berpidato. tidak minum minuman keras. hal itu sangat diperlukan. sehingga ia tidak yakin pula dalam bersikap. (Rogers. Agar memiliki kemampuan berpidato yang baik diperlukan persiapan yang sebaik-baiknya dan latihan secara teratur.” tanya pria muda itu. Akibatnya adalah hal-hal sebagai berikut. Selain itu juga perlu melakukan latihan duduk. “tetapi. tiba-tiba terserang penyakit yang sangat serius. karena untuk pertama kalinya. Katakan dokter.d. Atau bahkan bisa menceritakan sebuah lelucon atau anekdot yang lucu. Pengalaman tersebut membuatnya terguncang.” jawab sang dokter. asal saya bisa panjang umur. Cara berlatih yang baik agar pembicara bisa mengawali pidato dengan penuh percaya diri adalah dengan latihan menceritakan sebuah cerita sederhana. tidak merokok. Cara Mengawali Pidato Pembicara yang belum berpengalaman dan tidak terlatih mungkin merasa kesulitan untuk mengawali pidato. kunci pertama untuk menjadi pembicara yang sukses adalah “bicarakanlah hal yang Anda pahami”. atau bisa saja terbata-bata menyampaikan isi pidato. e. tetapi banyak pembicara pemula membuat kesalahan dengan mengambil pokok bahasan yang tidak sepenuhnya dipahami. banyak makan sayur. dan jauhi wanita. “Dokter. namun bagi pemula. Hal tersebut dapat teratasi dengan salah satu cara yaitu pelatihan dilakukan tahap demi tahap untuk mengurangi masalah yang ada dalam diri pembicara. “Bangun pagi. Audiens tertarik dan antusias untuk mendengarkan uraian atau topik 181 . penuh keraguan. Dia berkata pada dokter. Hal ini begitu jelas. apa yang harus saya lakukan?” Dokter itu berkata. suara kurang keras hampir tidak terdengar sampai audiens belakang. Hal tersebut karena topik pidato yang dikuasai pembicara sangat menentukan sukses tidaknya suatu pidato. dan akhir.

ingat motto: “Naik mimbar tanpa persiapan. Menunggu dengan expresi wajah yang kebingungan. tutup mulut sebentar. kata-kata tokoh) 2) Mengajukan pertanyaan 3) Menyajikan ilustrasi 4) Memberikan fakta yang mengejutkan 5) Menyajikan hal yang mengandung rasa manusiawi 6) Mengetengahkan pengalaman yang ganjil Cara tersebut harus disesuaikan dengan tema pidato dan diselaraskan dengan latar belakang audiens. 1) Mengemukakan kutipan (ayat suci al-Quran. Berdiam diri. Setelah pidato berlangsung. lancar. Berikutnya. ilustrasi. Menurut Effendi (2006:66). mengerti pesan dan akhirnya mengubah sikap dan perilaku sesuai dengan tujuan komunikasi. Dalam berpidato. Biarkan suasana hening. Pidato dikatakan berhasil jika terpenuhinya tujuan/komponen pidato. tampilkan diri dan gagasan dengan tenang. Pidato berakhir dengan sangat memikat. cerita atau pokok-pokok yang 182 f. pendapat ahli. Semua memperhatikan. Dalam berpidato dan berkomunikasi. karena efek yang timbul (negatif) sulit untuk dihilangkan. Pidato sebagai bagian dari komunikasi harus hati-hati. Langkah-langkah pidato Dalam berpidato terdapat langkah–langkah penting yang harus dilakukan agar hasilnya maksimal. Tanya jawab juga memberikan pendengar kesempatan yang terbatas untuk ikut berpartisipasi. Langkah–langkah tersebut di antaranya: 1) Meneliti masalah a) Menentukan maksud pidato b) Menganalisis pendengar dan suasana c) Memilih dan menyempitkan pokok permasalahan yang telah diangkat 2) Menyusun naskah pidato a) Mengumpulkan bahan Penyusunan dan pengumpulan data diusahakan seakurat mungkin yaitu sesuai fakta. yang penting “how”. dan meyakinkan. berhenti sejenak. Selain itu. menjawab pertanyaan pendengar bertujuan untuk menambah keragaman penyampaian materi. lanjutkan pidato. turun mimbar tanpa kehormatan”. berbagai cara dapat dilakukan untuk memikat perhatian audiens. g. Sebelum mengakhiri pidato. lakukan pengakhiran dengan menyimpulkan pidato. Dalam menjawab pertanyaan pendengar. sasaran memahami. Cara mengakhiri pidato Akhiri pidato dengan cara yang memikat. Pertanyaan yang diajukan pendengar dalam sebuah sesi tanya jawab bisa ditanggapi seorang pembicara melalui dua sudut pandang. Menjawab Pertanyaan Menurut Rogers (2003). . h.yang akan disampaikan. Begitu semua perhatian terfokus kepada pembicara. 1) Ada pembicara yang tidak menyukai sesi tanya jawab Pembicara kurang menyukai sesi tanya jawab karena: a) Pendengar mengajukan pertanyaan sulit b) Pembicara tidak dapat menjawab pertanyaan pendengar c) Sedikit pengetahuan d) Kurang memahami materi yang disampaikan 2) Ada pembicara yang menyukai sesi tanya jawab.

Pengetahuan pembicara beserta semua bahan– bahan tersebut akan memungkinkan pembicara berbicara dengan baik. rencana. d) Menguasai isi pidato secara terperinci e) Latihan Moral 3) Latihan Sebelum menyampaikan suatu uraian di hadapan umum hendaknya pembicara terlebih dahulu melakukan latihan membaca naskah. Karena pertemuan tersebut pada hakikatnya ditujukan untuk mengambil keputusan. (4) Penutup (simpulan. Hakikat diskusi Diskusi merupakan kegiatan sekelompok orang yang setidak-tidaknya terdiri dari beberapa orang. dll) c) Menguraikan isi pidato Langkah terbaik dalam berpidato tergantung pada pembawaan dan kesanggupan setiap orang yang bersangkutan serta suasana yang ada pada waktu itu. b. harapan. Dalam hal menguraikan isi pidato. terdapat terdapat dua cara yang sering digunakan. Prinsip diskusi yang baik dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya dalam pertemuan. Penyusun pidato sebaiknya banyak bertanya kepada pihak–pihak yang menyetahui persoalan tersebut.kongkrit untuk mengembangkan pidato agar lebih maksimal. 1) Diskusi tertutup Diskusi tertutup atau pertemuan tertutup merupakan suatu pertemuan yang semua pesertanya ikut aktif mengambil bagian. pesan. Dengan melakukan latihan. tujuan. diskusi dibedakan menjadi dua. agar pada waktnya nanti dapat melakukan pidato dengan lancar. Kerangka susunan pidato/skema susunan suatu pidato yang baik : (1) Pembukaan dengan salam pembuka (2) Pendahuluan yang sedikit menggambarkan isi (3) Isi atau materi pidato secara sistematis : maksud. dll. seorang membicara dapat membiasakan diri dan menemukan cara yang tepat. terutama dalam situasi saling berhadapan atau tatap muka. Jenis diskusi Berdasarkan situasi. Pada hakikatnya proses diskusi mengarah kepada pembicaraan suatu masalah secara tuntas oleh dua orang atau lebih. b) Membuat kerangka (out line) Seorang pembicara harus menentukan pokok–pokok pemasalahan. DISKUSI a. sasaran. langkah. 2) menggarap pidato tersebut dengan disusun kata-kata secara lengkap dan terperinci selanjutnya tinggal dibacakan saja. Tiga langkah di atas harus dilakukan dengan urut. Kerangka pidato memang harus disusun secara terperinci supaya menimbulkan keyakinan tentang kesatuan koherensinya. salam penutup. 183 . sehingga dapat memberikan hasil yang makimal. 5. sehingga dapat merencanakan kerangka pidatonya secara terperinci. yaitu 1) pidato bebas dengan sekali-kali melihat kerangka yang sudah disusun untuk menjamin keteraturan dan tidak terdapat ide-ide yang terlangkahi.

Dalam suatu symposium. Sementara itu. d) Debat Debat adalah adu argumentasi untuk menentukan baik tidaknya suatu usul tertentu yang didukung oleh satu pihak yang disebut pendukung (pihak/kelompok pro) dan ditolak. 184 .termasuk ketua pertemuan tanpa kehadiran pendengar dalam bentuk apapun. 2) Diskusi terbuka Diskusi terbuka atau pertemuan terbuka merupakan pertemuan yang terdiri dari orang-orang tertentu yang berbicara atau ikut dalam diskusi yang diadakan di hadapan peserta dalam jumlah bayak. disangkal oleh pihak lain yang disebut penyangkal (pihak/kelompok kontra). f) Forum Forum merupakan pertemuan umum atau ceramah yang melibatkan para peserta untuk mendiskusikan masalah. g) Diskusi kelompok Diskusi kelompok adalah tukar menukar informasi. Menurut Zelko (1984). politik. c) Seminar Seminar merupakan suatu pertemuan yang bersifat ilmiah untuk membahas masalah tertentu dengan prasaran serta tanggapan melalui suatu diskusi untuk mendapatkan keputusan bersama mengenai masalah tersebut. Jumlah peserta yang berpartisipasi dalam pertemuan seperti ini biasanya berbeda-beda. yaitu berupa dialog. e) Ceramah Ceramah adalah suatu cara penyampaian keterangan atau informasi atau uraian suatu pokok persoalan secara lisan. Diskusi kelompok merupakan proses diskusi dalam semua situasi kelompok. karena merupakan jenis dasar diskusi tertutup. jenis diskusi terbuka meliputi: a) Panel Panel merupakan suatu kelompok yang terdiri dari tiga sampai enam orang ahli yang ditunjuk untuk mengemukakan pandangannya dari berbagai segi mengenai suatu masalah. Jenis diskusi tertutup meliputi: a) Konferensi b) Komisi c) Wawancara Konferensi. b) Simposium Simposium merupakan variasi dari panel. Kegiatan tersebut antara pembicara dengan pendengar duduk terpisah. pendapat. para pendengar atau partisipan mengambil bagian dalam diskusi. pertemuan komisi dan wawancara hampir selalu mempunyai sifat pribadi. sosial atau lainnya di depan sidang penonton atau pendengar. dan gagasam di antara semua anggota kelpmpok. tanya jawab atau diskusi. Dalam ceramah terdapat komunikasi dua arah antara pembicara dan pendengar. Diskusi terbuka juga disebut diskusi umum. mulai dari hanya dua orang sampai sepuluh orang. tiga orang atau lebih yang dianggap ahli menyampaikan pandanganpandangan yang berbeda mengenai suatu pokok pembicaraan. Masalah yang dibahas dalam seminar mempunyai ruang lingkup yang terbatas dan tertentu.

Komponen-komponen diskusi Komponen-komponen yang harus ada dalam kegitan diskusi. objektivitas serta bersedia musyawarah. Peranan ketua yang terutama adalah memimpin dan merangsang diskusi menurut rencana yang sudah dipersiapkan dan sesuai dengan pola. maka tidak boleh menolak secara kasar sehingga keberatan pada peserta lain disampaikan dengan kata-kata yang halus.c. Pendapat bisa disampaikan dengan cara berdiri atau sambil duduk dan sebelumnya memperkenalkan diri terlebih dahulu (Zelko. Perencanaa kegiatan diskusi Menurut Zelko (1984). Jika peserta diskusi kurang sependapat dengan pendapat peserta lain. Peserta diskusi berbicara atau menyampaikan pendapat dengan menyesuaikan situasi diskusi. Setiap peserta harus berlapang dada dalam menerima hasil diskusi. Peserta diksusi mempunyai komunikasi dengan sesama anggota. a) Membuka diskusi b) Menjelaskan tatatertib diskusi c) Mengemukakan masalah yang akan didiskusikan d) Mengarahkan dan mengendalikan jalannya diskusi e) Menampung gagasan yang di kekemukakan peserta diskusi f) Menyimpulkan /merumuskan hasil diskusi g) Membaca hasil perumusan simpulan hasil dari diskusi yang di lakukan h) Menutup diskusi 4) Peserta Peserta diskusi adalah individu maupun juga bagian dari kelompok. 185 . Moderator memiliki beberapa tugas. 1984). langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam perencanaan diskusi: 1) Tentukan sifat pertemuan dan sifat kelompok 2) Tentukan jenis diskusi yang terbaik 3) Pilih dan rumuskan masalah yang akan dibahas 4) Pilih peserta dan informasikan segera 5) Adakan pertemuan dengan peserta 6) Siapkan fasilitas yang diperlukan 7) Pelajari masalah yang diacarakan 8) Persiapkan suatu kegiatan diskusi bagi seluruh program 9) Siapkan materi yang akan disampaikan 10) Pertimbangkan pengumuman apa yang diperlukan d. diperlukan seorang moderator. disertai argumentasi yang logis dan meyakinkan. 3) Moderator Di dalam kegiatan diskusi. dan tidak menyakiti hati. Sikap dan mentalitas peserta harus menandai diri dengan keterbukaan jiwa. sopan. 1) Masalah atau materi yang akan dibahas 2) Ketua Ketua berfungsi sebagai pemimpin diskusi yang tidak berhak dan tidak boleh berpihak atau memperlihatkan apa sebenarnya pendiriannya.

Sejumlah penelitian ditunjukkan bahwa rasa takut untuk berbicara di depan public kemungkinan terkait dengan rasa takut untuk dipermalukan akibat konfrontasi di depan publik. Dalam berpidato. Mengapa narasumber harus menyampaikan jawaban denga benar ketika wawancara! c. bukan pasif. ingat motto: “Naik mimbar tanpa persiapan. Pidato sebagai bagian dari komunikasi harus hati-hati. Pidato dikatakan berhasil jika terpenuhi semua komponen pidato. memahami. dimana pewawancara bermaksud memperoleh persepsi. dan mengingat Wawancara (interview) merupakan suatu kegiatan tanya jawab dengan tatap muka (face to face) antara pewawancara (interviewer) dengan yang diwawancarai (interviewer) tentang masalah yang diteliti. turun mimbar tanpa kehormatan”. Buatlah naskah pidato yang terdiri dari pembuka. perasaan. LATIHAN 1. RANGKUMAN Keterampilan menyimak bukan merupakan suatu proses yang pasif. karena efek yang timbul (negatif) sulit untuk dihilangkan. Simulasikan kegiatan wawancara mengenai pembelajaran bahasa Indonesia antara siswa dengan guru bahasa Indonesia! D. sikap dan pola pikir dari yang diwawancarai yang relevan dengan masalah yang diteliti. audiens memahami. Dalam berpidato dan berkomunikasi. Setelah pidato berlangsung. Keterampilan berbicara merupakan ketermapilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak. bahkan suasanya menjadi beku dan kurang besahabat. inti. dan keinginan kepada orang lain Berbicara dengan orang yang tidak dikenal bisa saja menimbulkan suasana yang tidak nyaman. melainkan suatu proses yang aktif dalam mengkonstruksi pesan dari suatu bunyi yang diketahui sebagai potensi fonologi. maka hasilnya pun dipengaruhi oleh karakteristik pribadi pewawancara. Karena wawancara itu dirancang oleh pewawancara. Oleh karena itu mendengarkan merupakan perilaku aktif. Bagaimanakah konsep dasar menyimak dan berbicara! b. yang penting “how”. Sampaikan naskah pidato yang sudah Anda buat di depan peserta PLPG! b. Apabila seseorang ingin menjadi pembicara yang baik. dan sintaksis. kebutuhan. Tes tertulis Jawablah secara singkat dan jelas dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar! a. Jelaskan komponen-komponen dalam diskusi! d. dan penutup dengan memilih salah satu tema berikut ini: 1) Pendidikan 2) Pembelajaran Bahasa Indonesia 3) Ujian Nasional 4) PLPG 2. mengerti pesan dan akhirnya mengubah sikap dan perilaku sesuai dengan tujuan komunikasi juga salah satu faktor penunjang keberhasilan dalam kegiatan pidato. ingat bahwa mengingat lebih sekadar dari membiarkan orang lain berbicara. 186 . Kegiatan tersebut terdiri dari serangkaian kegiatan mendengarkan. Memperhatikan orang yang sedang berbicara merupakan upaya untuk menyimak. semantik.C. Praktik a.

melainkan suatu proses yang aktif dalam mengkonstruksi pesan dari suatu bunyi yang diketahui sebagai potensi fonologi. isi. dan penutup Keterangan: 1. perasaan. Jawaban benar skor 5 2. dan sintaksis. dan keinginan kepada orang lain. semantik. Peserta 4 Naskah pidato sesuai dengan tema yang memuat. Praktik 187 .5 2. Jawaban mendekaati benar skor 4 3. pendahuluan.5 5 5 5 2. Konsep keterampilan berbicara merupakan ketermapilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak. Jika narasumber menyampaikan jawaban dengan tidak benar maka dapat dimintai pertanggungjawabannya 3 Komponen-komponen dalam diskusi a. Jawaban kurang benar skor 3 4.E. Ketua c. Jawaban salah skor 2 Skor maksimal secara keseluruhan 25 Skor minimal secara keseluruhan adalah 10 N= Skor maksimal x4 N = 100 skor 2. Tes tertulis Soal Jawaban nomor 1 Konsep dasar menyimak adalah Keterampilan menyimak bukan merupakan suatu proses yang pasif. 2 Narasumber harus menyampaikan jawaban dengan benar kepada interviewer karena jawaban tersebut merupakan data atau informasi yang sangat dibutuhkan oleh interviewer sebagai kebenaran atas apa yang ditanyakan. KUNCI JAWABAN 1. Moderator d. kebutuhan. Masalah/materi b.

Strategi Belajar Mengajar: Keterampilan Berbahasa dan Apresiasi Sastra. Mukhsin. Terampil Wawancara. DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. Maggio. Maidar G. Di Mana Saja. 2003. Bandung: Angkasa. Jakarta: PT Gramedia PT Pustaka Utama. Jakarta: PT Gramedia Roger. Arsyad. Teknik Diskusi dan Rapat Modern. Natalie. Sukses Berbicara dengan Siapa Saja. Harold P. dan Mukti U. 1981. Tarigan. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Kapan Saja.Lebar penilaian praktik Kriteria penilaian: sangat baik =5 baik =4 cukup =3 kurang =2 No 1 2 Nama vokal Kriteria penilaian sikap ekspresi Isi (pidato/ wawancara) Total skor F.S. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Tommy. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Onong Uchjana. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktik. Suprapto. Fadli. 2006. Henry Guntur. Berani Bicara di Depan Publik. Zelko. Malang: YA3. Seni Berbicara: Kepada Siapa Saja. 1990.1988. 1984. R. Bandung:Nuansa Cendekia. 2006. Rosalie. Larry. Panduan untuk Talk Show. 2007. Jakarta: Erlangga. 188 . Effendy. King. 2008. Jakarta: Gunung Jati. Jakarta: Gramedia. Pengantar Teori Komunikasi. Yogyakarta: Media Pressindo. 2005.

189 .

denah. Menyusun kalimat efektif. 190 . jenis paragraf. 5. Membaca jangan terbatas dan tersandera pada buku semata. Karena membaca sebuah keterampilan. tetapi yakinlah. Menulis adalah membaca. Bagaimana dengan di Indonesia ? Keterampilan membaca memang amat diperlukan oleh siapa pun yang mulai memasuki dunia informasi melalui media tulis. Memahami konsep dasar membaca. 7. dan menyusun bahasa surat yang baik dan benar. Menjelaskan konsep paragraf. ia akan terasa hambar tanpa garam yang sama sekali tidak menerbitkan selera untuk dibaca. tidak saja untuk meraih keberhasilan selama bersekolah melainkan juga sepanjang hayatnya. membaca memerlukan pelatihan dan strategi khusus guna memperoleh hasil yang optimal dari apa yang kita inginkan. Ibarat beras. 9. kita punya bekal referensi yang memadai. Sering ide dilahirkan selepas kita membaca buku. apapun medianya. 4. 10. dan penulisan Daftar Pustaka. sebagai suatu keterampilan berbahasa. lahirlah timbangan atau resensi buku. atau mengayuh sepeda. 2. “menulis adalah membaca”? Artinya. Kita bisa membuat satu artikel bahkan dari sebuah buku yang kita baca. Menerapkan penulisan karya ilmiah. penulisan kutipan. Paling gampang. Ini berarti bahwa keterampilan tersebut perlu dimiliki setiap orang. Sebab dengan membaca. 2) memahami konsep dasar menulis Membaca merupakan keterampilan dasar. 3. Semua informasi bisa kita baca. Ibarat makanan. Menjelaskan cara mengubah teks wawancara/dialog. maka ia harus dilatih sebagaimana kita bermain piano. termasuk jaringan yang semakin maju. Konsep-konsep dasar dalam keterampilan membaca dan menulis Indikator : 1. diagram. Menjelaskan variasi bahasa untuk menunjang pembelajaran keterampilan berbahasa.KETERAMPILAN MENULIS A. gitar. syarat-syarat paragraf. Membaca apa saja. Menerapkan cara membaca tabel. 8.BAB VII KETERAMPILAN MEMBACA . Di negara-negara maju kegiatan membaca telah membudaya dan merupakan bagian serta kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. B. ia tidak akan pernah bernas. Oleh sebab itu. kita tidak bisa menulis tanpa membaca! Barangkali kita bisa menulis tanpa membaca. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti materi berbicara-menyimak. Menjelaskan penulisan slogan. Apa artinya kalimat itu. dan penanda hubungan antarparagraf. baik dengan media buku maupun media lain. Menjelaskan konsep-konsep dasar dalam keterampilan membaca dan menulis. dan/atau puisi menjadi narasi. Menerapkan penggunaan EYD. konsep surat tidak resmi (pribadi) dan komponen surat tidak resmi. Tidak ada cara lain untuk mahir membaca selain latihan dan latihan. komponen surat resmi. Menjelaskan konsep surat resmi (dinas). membaca dan membaca. maka perserta PLPG diharapkan dapat: 1. tulisan yang kita hasilkan bakal terasa hampa. karya tulis apapun yang dihasilkan tanpa bekal membaca sebelumnya. yakni sesuatu yang kita anggap penting dan menarik. 6. Menulis adalah membaca. Membaca adalah keterampilan. dan grafik secara benar.

waktu terus berjalan. Membaca menjadikan otak dan pikiran Anda aktif f. Memang di era globa ini buku bukan satu-satunya sumber ilmu. Membaca membuat Anda mampu menganalisa. melihat wawasan yang ada dan menjadikannya sebagai khazanah pribadi. Membaca membuat Anda punya bahan yang banyak untuk menuliskannya kembali 191 . bisa jadi penyebabnya karena terlalu sedikit stok informasi yang Anda miliki sebelumnya. pilihan kalimat. Anda seolah-olah bisa berkelana ke sejarah masa lalu dan melihat apa yang terjadi dalam waktu singkat. 2. penelitian atau buku yang dihasilkan suatu bangsa berbanding lurus dengan kemajuan budaya baca pada bangsa tersebut. Seseorang harus memiliki sesuatu terlebih dahulu sebelum bisa memberikan kepada orang lain. Sangat sulit bagi seseorang untuk menulis sesuatu yang di luar dirinya. Dengan demikian. Manfaat Membaca bagi Keterampilan Menulis Begitu besar manfaat membaca untuk mengasah keterampilan menulis seseorang. a. Masyarakat Indonesia harus diakui masih sangat kuat dalam tradisi berbicara. banyak sumber pustaka yang masih dapat kit abaca dan gali. Di luar apa yang pernah dia miliki sebelumnya. Masyarakat yang kuat dalam tradisi membaca akan memiliki kekuatan pula dalam tradisi menulis. maka menulis adalah proses menyajikan kembali khazanah tersebut kepada masyarakat luas. dan melihat benang merah dari sebuah persoalan j. yakni lewat aktivitas membaca. tapi tidak banyak pengetahuan baru yang bisa diserap. Membaca sebuah buku selama beberapa jam yang berisi pengalaman seseorang selama 10 tahun akan membuat Anda mendapatkan pengalaman yang sama dalam waktu yang jauh lebih singkat. dan pengalaman melebihi usia Anda. 1. Membaca membuat jalan pikiran Anda menjadi lebih lentur h. Membaca memperkaya kosa kata. Membaca membantu Anda belajar teknik menulis yang dipakai oleh orang yang lebih berpengalaman d.Buku adalah jendela dunia. membaca adalah kuncinya. Membaca merangsang terbentuknya informasi baru di sistem daya ingat yang siap dipanggil kapan saja g. Hubungan Membaca dan Menulis Jika membaca adalah proses membuka jendela dunia. Berikut manfaat membaca bagi keterampilan menulis. Kita lebih senang mengobrol ke sana ke mari daripada membaca dan menulis. Membaca dan menulis merupakan satu kesatuan yang sulit dipisahkan. wawasan. Anda hanya bisa membuka jendela dunia dengan membukanya. Membaca memperluas wawasan b. Jika selama ini Anda kesulitan menulis dan selalu berhenti pada kalimat atau paragraf pertama. dan cara penyajian yang bisa Anda pakai dalam menulis i. Membaca akan menambah pengetahuan. Membaca membuat ide Anda melimpah e. Itu mengapa jumlah karya ilmiah. Seseorang harus memiliki wawasan terlebih dahulu sebelum terampil dalam membaginya kepada orang lain. Membaca membantu melihat sudut pandang yang berbeda c. Anda bisa menggabungkan sebuah khazanah dengan khazanah yang sudah dimiliki sebelumnya. Dengan demikian membaca mau tidak mau adalah proses yang harus dijalani oleh orang yang berkeinginan untuk bisa menulis. Anda harus menambah stok tersebut agar proses menulis menjadi lancar. Anda tidak perlu menghabiskan 10 tahun lamanya seperti yang telah dijalani sang penulis. menghubungkan informasi yang terserak.

Motivasi ini dilandasi sejauh mana kita menginginkan perbaikan dalam hidup. Sebut saja Khalil Gibran. Anda pun akan punya pikiran yang lebih jernih dan sehat. Yang paling dominan adalah warna suara. Anda punya kacamata yang mampu melihat berbagai sudut pandang. Rajin Membaca. merupakan variasi bahasa yang bersifat perseorangan. kita harus berani keluar dari kebiasaan dan tidak terkungkung dengan apa yang ada saat ini adalah salah satu hal yang harus dipenuhi untuk menghasilkan suatu produk tulisan yang layak disebut sebagai tulisan kreatif. C. Berikut ini akan dibicarakan variasi-variasi bahasa tersebut. Jika banyak pembaca yang bertanya. Variasi dari Segi Penutur Pertama. Anda bisa melatih keterampilan menulis. Dalam hal variasi bahasa ini ada dua pandangan. Namun Halliday membedakan variasi bahasa berdasarkan pemakai (dialek) dan pemakaian (register). dimulai dari segi penutur ataupun dari segi penggunanya. Anda punya amunisi kata dan kalimat yang siap dituliskan. Idiolek ini berkenaan dengan “warna” suara. 4. Keduanya harus menjalani kehidupan yang kurang mengenakan terlebih dahulu. gaya bahasa. dsb. 1. tetapi disini membedakannya agak sulit. susunan kalimat. Pertama. pilihan kata. bagaimana caranya agar saya bisa menulis dengan baik? Maka jawaban sederhana saya adalah rajin-rajinlah membaca. kita dapat mengenali suara seseorang yang kita kenal hanya dengan mendengar suara tersebut Idiolek melalui karya tulis pun juga bisa. Tapi bagaimana kita memandang dan memanfaatkan setiap momen yang telah kita lewati untuk menjadi sebuah karya. Kita justru bersyukur jika tidak melewati fase hidup yang begitu berat seperti dialami mereka. variasi itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa itu. Yang jelas. Bukan soal bagaimana jalan kehidupan yang harus kita tempuh.3. Jadi variasi bahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa. Membangun Tradisi Membaca dan Menulis Sudah saatnya membangun kembali tradisi membaca dan menulis. Variasi Bahasa Variasi Bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen. Itulah yang dilakoni Shakespeare dan Khalil Gibran hingga mengantarkannya menjadi penulis terkenal. Kedua pandangan ini dapat saja diterima ataupun ditolak. William Shakespeare. Kedua. selalu memiliki solusi alternatif dan menghasil ide-ide terobosan dalam mengembangkan tulisannya. 192 . Seorang penulis kreatif akan sukses jika memiliki semangat atau motivasi sejauh mana menginginkan hal-hal baru dan melakukan perubahan. variasi bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam. Aktif Menulis Begitu banyak contoh di sekitar kita yang menunjukkan bagaimana orang yang gemar membaca cenderung memiliki keterampilan menulis yang baik. variasi bahasa itu dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya keragaman sosial dan fungsi kegiatan didalam masyarakat sosial. jawabannya adalah tidak. Inilah kontribusi yang bisa Anda berikan untuk menjadikan bangsa ini lebih maju. Dengan kebiasaan tersebut. Lewat kebiasaan membaca. keterampilan menulis Anda akan meningkat dengan sendirinya. Tidak mudah menyerah. Setiap orang mempunyai idiolek masing-masing. Hanya sedikit nama yang layak disebut sebagai penulis besar. Tak kalah penting. idiolek.

dsb. Ragam usaha adalah variasi bahasa yang lazim digunakan pembicaraan biasa di sekolah. ragam atau register. dialek. atau teman karib. sosiolek atau dialek sosial. 193 . pertanian. teks wawancara perlu diubah dalam bentuk narasi. ataupun saat ini. berekreasi. dsb. Variasi ini biasanya dibicarakan berdasarkan bidang penggunaan. ataupun pembicaraan yang berorientasi kepada hasil atau produksi. dan kelas sosial para penuturnya disenut dengan prokem. Variasi dari Segi Pemakaian Variasi bahasa berkenaan dengan penggunanya. pekerjaan. akte notaris. 4. Dalam sosiolinguistik variasi inilah yang menyangkut semua masalah pribadi penuturnya. seks. dsb.Kedua. Variasi dari Segi Keformalan Menurut Martin Joos. Ragam akrab adalah variasi bahasa yang biasa digunakan oleh para penutur yang hubngannya sudah akrab. Ragam ini menggunakan bahasa yang tidak lengkap dengan artikulasi yang tidak jelas. militer. Bidang studi yang mempelajari tentang variasi bahasa ini adalah dialektologi. sumpah. Misalnya. lima puluhan. atau tingkat keformalan dan sarana penggunaan. 2. pemakainya atau fungsinya disebut fungsiolek. seperti antar anggota keluarga. buku pelajaran. 2. Catatlah pokok-pokok isi wawancara. status. Narasi merupakan bentuk karangan pengisahan suatu cerita atau kejadian. dsb. Ragam ini banyak menggunakan bentuk alegro. yang berada di suatu tempat atau area tertentu. Ragam santai adalah variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tidak resmi untuk berbincang-bincang dangan keluarga atau teman pada waktu beristirahat. berolahraga. Variasi bahasa berdasarkan bidang pemakaian ini adalah menyangkut bahasa itu digunakan untuk keperluan atau bidang apa. yaitu variasi bahasa yang berkenaan dengan status. Mengubah Teks Wawancara menjadi Narasi Teks wawancara merupakan bentuk penyajian informasi berupa tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. variasi bahasa Indonesia pada masa tahun tiga puluhan. Bacalah teks wawancara dengan cermat. ragam resmi (formal). dalam khotbah. misalnya bertelepon atau bertelegraf. ceramah. gaya. pelayaran. Variasi dari Segi Sarana Variasi bahasa dapat pula dilihat dari segi sarana atau jalur yang digunakan. jurnalistik. golongan. Untuk menceritakan atau menyampaikan kembali hasil wawancara kepada orang lain. Sebagai contoh. 1. ragam santai (casual). D. variasi bahasa dibagi menjadi lima macam gaya (ragam). undang-undang. Ragam resmi adalah variasi bahasa yang digunakan dalam pidato kenegaraan. rapat-rapat. kronolek atau dialek temporal. yang digunakan dalam situasi khidmat dan upacara resmi. ragam usaha (konsultatif). yaitu variasi bahasa yang digunakan oleh kelompok sosial pada masa tertentu. Sehubungan dengan variasi bahasa yang berkenaan dengan tingkat. seperti usia. yakni bentuk ujaran yang dipendekkan. Agar Anda dapat menarasikan teks wawancara dengan baik. lakukan langkah-langkah berikut. keadaan sosial ekonomi. yaitu variasi bahasa dari sekelompok penutur yang jumlahnya relatif. bidang sastra. pendidikan. Wujud ragam ini berada diantara ragam formal dan ragam informal atau santai. dsb. Ragam beku adalah variasi bahasa yang paling formal. yaitu ragam beku (frozen). rapat dinas. ragam akrab (intimate). 3. Ketiga. pendidikan. Keempat. Misalnya. Dalam hal ini dapat disebut adanya ragam lisan dan tulis atau juga ragam dalam berbahasa dengan menggunakan sarana atau alat tertentu. golongan dan kelas sosial para penuturnya.

supaya.” Pelajar : “Terima kasih. untuk. Kata ganti orang pada bagian kalimat yang dikutip. Buatlah pengantar ke arah isi wawancara. 194 . Masih ingatkah Anda tentang materi wawancara? Anda akan berlatih mengubah teks wawancara menjadi teks narasi.5 cm.53 cm dengan kulit cukup tebal. 1. 3. 5. Kata ganti orang pada bagian kalimat yang dikutip tetap. Tidak berkata lugas. 4. Contoh: Perhatikan contoh menarasikan wawancara berikut ini! Wartawan : “Wah hebat! Adik telah berhasil menjadi juara pertama Lomba Mengarang.83 – 2. atau perintah. 5. Tidak bertanda petik. Pada umur 2 tahun mampu memproduksi buah kira-kira 9.. Masih ingatkah kalian ciri-ciri kalimat langsung dan tak langsung? Perhatikan keterangan berikut ini! Ciri kalimat langsung sebagai berikut..”) 2.. Hal itu berarti teks yang berupa tanya jawab antara penanya dan narasumber diubah menjadi bentuk tulisan atau teks cerita.99 kg per pohon per musim. yang pada umur sama rata. Intonasi bagian yang dikutip lebih tinggi daripada bagian lain 3. Panjang tandannya sekitar 17.. Persiapan yang dibutuhkan untuk mengikuti lomba tersebut selama 1 tahun. 4. 1.3. Dapatkah Anda mengubah teks wawancara menjadi bentuk narasi? Bagaimana cara mengubah teks wawancara menjadi bentuk naratif? Perlu dicermati lagi bahwa wawancara biasanya berupa kalimat langsung. sebab. Bertanda petik (“. 5. Lengkapilah narasi dengan bagian penutup.” Teks wawancara tersebut jika diubah menjadi narasi akan menjadi seperti berikut ini ! Seorang pelajar telah berhasil menjadi juara pertama Lomba Mengarang. Narasikan isi wawancara dengan mengembangkan pokok-pokok isi. Bibit anggur itu sekarang sudah bisa didapat di mana pun. Ukuran buah sekitar 1. Ciri kalimat tak langsung sebagai berikut. Contoh lain Penanya : Bagaimana perkembangan anggur Australia saat ini. 4. Ini lebih tinggi dibanding produksi anggur Probolinggo dan Bali.” Wartawan : “Berapa lama Adik mempersiapkannya? Pelajar : “Yah. segar dengan aroma harum. Hanya berbentuk kalimat berita. 8 – 12 bulan setelah penelitian bibit anggur tersebut sudah diupayakan perbanyakannya. Probolinggo. Pak? Narasumber : Menggembirakan! Sembilan belas tahun yang lalu anggur Australia telah diuji coba di kebun Banjarsari. Berkata lugas misalnya bahwa. Teks wawancara di atas dapat kita ubah menjadi narasi sebagai berikut. kira-kira 1 tahun. Jawa Timur. Intonasi mendatar dan menurun pada bagian akhir kalimat. Kalimat yang diberi tanda petik bisa berbentuk kalimat berita. tanya. 2.rata hasilnya hanya mencapai tujuh kg. Rasanya manis. Jika dinarasikan maka Anda harus mengubah kalimat tersebut menjadi kalimat tak langsung.

atau lebih. Jika anggur ini berubah. dan efektif. 1. matriks. Media ini dapat memberikan gambaran suatu informasi secara jelas. Jawa Timur. Grafik. Diagram merupakan gambaran (buram. Tabel adalah daftar berisi ikhtisar dari sejumlah fakta dan informasi. yakni garis koordinat X yang berposisi horisontal dan garis koordinat Y yang vertikal.Perkembangan anggur Australia saat ini sungguh menggembirakan. Dengan grafik.83 – 2. Probolinggo. enam tahun.53 cm dengan kulit cukup tebal. Pertemuan antara setiap titik X dan Y membentuk baris-baris dan kolomkolom. Delapan sampai dua belas bulan setelah penelitian di kebun Banjarsari. Tabel adalah daftar berisi ikhtisar sejumlah data atau informasi. Sekitar sembilan belas tahun yang lalu anggur Australia telah diuji coba di kebun Banjarsari. dan tabel.99 kg per pohon per musim. sketsa) untuk memperlihatkan atau menerangkan sesuatu. Carilah contoh teks wawancara bentuk lain kemudian jawablah pertanyaan berikut. Selain itu. menarik. grafik lingkaran. Grafik adalah lukisan pasang surut atau naik turunnya suatu keadaan. Bagan adalah gambaran secara analisis yang digunakan untuk membantu memperjelas proses kerja. Tabel merupakan alat bantu visual yang berfungsi menjelaskan suatu fakta atau informasi secara singkat. anggur Australia mampu memproduksi buah kira-kira 9. Bagan merupakan gambar rancangan/skema/alat peraga grafis untuk menyajikan data agar memudahkan penafsiran. jelas. Matriks adalah tabel yang disusun dalam lajur dan jajaran sehingga butirbutir uraian yang diisikan dapat dibaca dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan. dan lebih menarik daripada kata-kata. Anggur tersebut rasanya manis dan segar dengan aroma yang harum. yang pada umur sama rata-rata hanya menghasilkan 7 kg saja.5 cm. Tukarlah hasil pekerjaan Anda dengan teman untuk disunting! E. Dalam grafik terdapat dua jenis garis koordinat. perbandingan serta naik turunnya suatu jumlah data akan lebih jelas. Informasi verbal adalah informasi yang disampaikan dengan kata-kata. Menjelaskan Cara Membaca Tabel. Probolinggo. grafik garis. panjang tandannya sekitar 17. sepuluh tahun. 195 . Macamnya ada grafik batang. Grafik memungkinkan penyampaian informasi yang kompleks secara lebih mudah. Umumnya grafik digunakan untuk membandingkan jumlah data. Ukuran buahnya sekitar 1. Bibit anggur Australia ini sekarang sudah bisa didapat di kebun buah di mana pun. dan Denah secara Benar. grafik merupakan media visual yang sering digunakan untuk memperjelas suatu bacaan. grafik. bagan. misalnya dalam rentang waktu lima tahun. Adapun informasi nonverbal adalah informasi yang disajikan dengan bentuk visual. seperti gambar. Diagram. Ubahlah teks wawancara tersebut menjadi bentuk narasi dengan memerhatikan langkah-langkah penyajiannya! 2. bibit anggur Australia ini sudah diupayakan perbanyakannya. digunakan pula untuk menunjukkan fluktuasi suatu perkembangan jumlah. Bentuknya berupa kolom-kolom dan baris-baris. Peta adalah gambar yang menunjukkan letak suatu tempat Langkah membaca tabel dan grafik. Grafik merupakan gambar yang terdiri atas garis dan titik-titik koordinat. diagram. Jumlah ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan produksi anggur Probolinggo dan anggur Bali. Sajian informasi yang menggunakan tabel lebih mudah dibaca dan disimpulkan. mudah. Seperti halnya tabel. Biasanya fakta atau informasi itu hanya berupa nama dan bilangan yang tersusun dalam urutan kolom dan baris. Pada umur dua tahun.

Penanda Hubungan antarparagraf Kata penghubung adalah kata tugas yang menghubungkan antar klausa. 3. berapa perkembangannya. Jawaban pertanyaan tersebut diharapkan ada dalam tabel dan grafik yang Anda hadapi. Bacalah tabel dan grafik secara menyeluruh. 3. dan antar paragraf. antar kalimat. 1. dan kelengkapan. dan Denah masing-masing satu buah. kronologi: mempunyai catatan waktu yang jelas. dan Penanda Hubungan antarparagraf Paragraf adalah kesatuan pikiran yang mengungkapkan ide pokok yang berbentuk dalam rangkaian kalimat yang berkaitan dengan bentuk (kohesi) dan makna (koherensi). dan seterusnya. perbandingan: membandingkan sesuatu untuk menemukan perbedaan a t a u persamaan. secara lahiriah unsur paragraf itu berupa: kalimat topik atau kalimat utama. 4. Ajukan pertanyaan tentang tujuan tabel dan grafik itu. dapatkan keterangannya dalam informasi yang disajikan di sana dengan selalu mengingat tujuan Anda. Bacalah judulnya karena judul ini memberikan ringkasan yang padat tentang informasi yang akan disampaikan. Definisi: menjelaskan sesuatu dengan jelas dengan konjungsi (adalah. 1. Grafik. 6. informasi apa yang Anda perlukan. Diagram. kemudian bacalah dengan benar sesuai langkah di atas! F. di bawah atau di sisinya. Eksposisi: menguraikan sesuatu sejelas-jelasnya agar pembaca mudah mengertidan jelas. Anda cukup mengubah judulnya menjadi pertanyaan. 2. yaitu kepaduan. Membaca judul merupakan kegiatan penting untuk memahami isi pesannya. Bacalah keterangan yang ada di atas. Argumentasi: berisi fakta yang tidak untuk persuasif melainkan hanyamenegaskan pendapat penulis. spasial: menulis yang berhubungan dengan tempat tertentu danmenggambarkannya. induktif: ide pokok di akhir paragraf 3. Syarat-syarat Paragraf. 4. Paragraf adalah bagian karagan yang terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran. Keterangan itu merupakan kunci penjelasan tentang data yang disampaikan. fungsional: mempunyai kegunaan tertentu untuk sang penulis.1. ineratif: ide pokok di tengah paragraf. Keterangan itu. Apabila sebuah paragraf deskriptif atau naratif. Pola pengembangan paragraf. yaitu)yang tepat agar gampang dimengerti. Jenis paragraf . misalnya di mana. seberapa banyak. contoh: memberikan contoh agar mudah dipahami. atau angka-angka. 2. campuran: ide pokok di awal dan akhir paragraph 4. Caranya mudah. persentase. dan kalimat penegas Bentuk paragraf . karena judul memberikan ringkasan yang padat tentang informasi yang akan disampaikan. kesatuan. kausal: menunjukkan hubungan sebab-akibat dalam suatu kejadian. kalimat pengembang atau kalimat penjelas. sedangkan kata penghubung antar kalimat di awal kalimat 196 . Paragraf. Persuasi: berisi ajakan untuk merubah pendapat pembaca agar sama denganpenulis. deduktif: ide pokok di awal paragraf 2. misalnya dalam bentuk urutan tahun. Narasi: menceritakan suatu kejadian berdasarkan kronologi. Resapilah isi judul tabel dan grafik yang Anda hadapi. Jenis Paragraf. Dalam paragraf terdapat tiga persyaratan agar paragraf menjadi padu. Pelatihan: Carilah Tabel. ialah. Deskripsi: menggambarkan suatu kejadian dengan kata-kata yang merangsangindra agar realistis. 7. Kata penghubung antar klausa biasanya terletak di tengah-tengah kalimat. 5.

Kata kata yang sering dipakai dalam konjungsi ini adalah sebagai. 8. Kata Penghubung Syarat (kondisional) Konjungsi syarat menjelaskan bahwa suatu hal dapat terjadi bila syarat-syarat yang disebutkan itu dipenuhi. Kata-kata yang dipakai untuk menandai konjungsi akibat adalah sehingga. Kata Penghubung Final (tujuan) Konjungsi tujuan adalah semacam konjungsi modalitas yang menjelaskan maksud dan tujuan suatu penistiwa. sedangkan peristiwanya dinyatakan dalam induk kalimat. sampai. setelah. hingga. misalnya : tetapi.entah. Kata kata yang menyatakan hubungan ini adalah jika. semwnjak.baik. Kata-kata konjungsi temporal berikut ini menjelaskan hubungan yang tidak sederajat. Kata Penghubung Sebab (kausal) Konjungsi sebab menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi karena suatu sebab tertentu. atau tanda tanya). lagi. guna. Macam-macam kata penghubung dan fungsinya : 1.. bilamana. karena. Kata-kata yang dipakai untuk menyatakan hubungan sebab adalah sebab. Bila anak kalimat ditandai oleh konjungsi sebab.. umpama. waktu. atau.atau. Kata Penghubung Perbandingan Kata penghubung perbandingan berfungsi menghubungkan dua hal dengan cara membandingkan kedua hal itu. Kata-kata yang biasa dipakai untuk menyatakan hubungan ini adalah : supaya. Kata Penghubung Aditif (gabungan) Kata Penghubung aditif (gabungan) adalah konjungsi koordinatif yang berfungsi menggabungkan dua kata. dan biarpun. sebelum... baik. dan agar. sementara. jikalau. klausa.. atau tindakan. sedari. dan akibatnya. misalnya sebelumnya dan sesudahnya. melainkan. Kata-kata yang termasuk dalam konjungsi ini adalah walaupun. sebagaimana. untuk. misalnya: atau. ibarat. dan serta. Kata Penghubung Pertentangan Kata penghubung pertentangan merupakan konjungsi koordinatif yang menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat dengan mempententangkan kedua bagian tersebut. ketika.. 4. sedangkan. dan bilamana. sesudah... dan namun. 5. Dalam hal ini anak kalimat ditandai konjungsi yang menyatakan akibat. induk kalimat merupakan akibatnya. bagai. 197 . 7. dan kata penghubung antarparagraf letaknya di awal paragraf. seperti. Kata Penghubung Temporal (waktu) Kata penghubung temporal menjelaskan hubungan waktu antara dua hal atau peristiwa. 10. bila. padahal. sebab itu. seakan-akan.. Sementana konjungsi berikut ini menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat. kalau. seraya. selama. frasa. atau kalimat dalam kedudukan yang sederajat. Biasanya bagian yang kedua menduduki posisi yang lebih penting daripada yang pertama. sebaliknya. misalnya : apabila. dan tatkala. maupun. asalkan. misalnya : dan. meskipun. 2. Kata Penghubung Disjungtif (pilihan) Kata penghubung pilihan merupakan konjungsi koordinatif yang menghubungkan dua unsur yang sederajat dengan memilih salah satu dari dua hal atau lebih. 3. sampai..(setelah tanda titik. Kata Penghubung Akibat (konsekutif) Konjungsi akibat menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi akibat suatu hal yang lain. Kata Penghubung Tak Bersyarat Kata penghubung tak bersyarat menjelaskan bahwa suatu hal dapat terjadi tanpa perlu ada syarat-syarat yang dipenuhi. sejak.. lagi pula. dan daripada. apabila. 6. sambil. 9. akan tetapi. dan karena itu. dan entah. bagaikan. tanda seru.. demi.

. meskipun. tidak hanya… …... Pembenanan dinyatakan dalam klausa utama (induk kalimat). . Dapat juga dikatakan bahwa kedua kalimat mempunyai hubungan timbal-balik. dan penekanan. yaitu.. Konjungsi lain yang masih merupakan konjungsi penanda yaitu konjungsi penanda pengutamaan. Kata Penghubung Situasi Kata penghubung situasi menjelaskan suatu perbuatan terjadi atau berlangsung dalam keadaan tertentu. Kata Penghubung Pembatasan Kata penghubung ini menyatakan pembatasan terhadap sesuatu hal atau dalam batas-batas mana perbuatan dapat dikerjakan. Kata Penghubung Penanda Kata penghubung ini menyatakan penandaan terhadap sesuatu hal.. 14.tetapi juga. dan asal. walaupun. Contoh: Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum. melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu 198 . Contoh kata dalam konjungsi ini adalah bahwa. kendatipun.. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek. yang pokok. 12. Kata-kata yang tenmasuk dalam konjungsi ini adalah bahkan. serta unsurunsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal. Kata Penghubung Penjelas (penetap) Konjungsi penjelas berfungsi menghubungkan bagian kalimat terdahulu dengan perinciannya.. . Kata Penghubung Penegas (menguatkan atau intensifikasi) Konjungsi ini berfungsi untuk menegaskan atau meningkas suatu bagian kalimat yang telah disebut sebelumnya. 1. dan contoh.. sehingga. umpama. Kata Penghubung Pembenaran (konsesif) Konjungsi pembenaran adalah konjungsi subondinatif yang menghubungkan dua hal dengan cara membenarkan atau mengakui suatu hal... G. 15. 17. . biar.. Kalimat efektif memiliki subyek. semakin. Kata-kata yang yang menyatakan konjungsi ini adalah semakin …. predikat.. sungguhpun.11.. Kata-kata yang dipakai dalam konjungsi ini adalah sedang. baik. dan sambil. lalu. Termasuk di dalam konjungsi hal-hal yang menyatakan rincian. apalagi. dan sekalipun. Kata-kata yang ada dalam konjungsi ini adalah misalnya. sedemikian rupa. umpama. Kata-kata yang termasuk dalam konjungsi ini adalah mula-mula. Ciri-ciri kalimat efektif: (memiliki).. biarpun. selain.. misalnya kecuali. sementara penolakan dinyatakan dalam anak kalimat yang didahului oleh konjungsi seperti. Kata Penghubung Korelatif Konjungsi korelatif menghubungkan dua bagian kalimat yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga yang satu langsung mempenganuhi yang lain atau yang satu melengkapi yang lain. paling utama. . dan akhirnya. ringkasnya. padahal. 18. kesejajaran. kian. sementara menolak hal yang lain yang ditandai oleh konjungsi tadi. dan terutama. dan kemudian.. misalnya. kehematan. bertambah . 16. kesatuan gagasan. Kata Penghubung Urutan Konjungsi ini menyatakan urutan sesuatu hal. 13. Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. sedangkan. Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis serta dapat diterima maksud dan tujuannya seperti yang di maksud penulis /pembicara.. kian .. KESATUAN GAGASAN. dan maupun... serta kelogisan. yakni.bertambah . Contoh kata-kata konjungsi ini adalah yang penting.

yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat. Anak itu tidak malas. Kata-kata yang berlebih. Kalimat efektif memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Contoh: Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat. Contoh : 1.anyelir. Contoh : 1. antara pemerintah dan rakyat. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-. penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel – lah. Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. tetapi total dan menyeluruh. Kalimat itu harus diubah : 1. Yang satu menggunakan predikat aktif. Bisakah dia menyelesaikannya? • Menggunakan repetisi. 199 . diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya. yakni imbuhan me-. Contoh : Waktu dan tempat saya persilakan.anyelir. KEHEMATAN. 4.pula. Kalimat yang benar adalah: Mawar. 2. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan. yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting. antara orang tua dan anak. dan melati sangat disukainya. Dalam kata mawar. Kalimat efektif harus mudah dipahami. Contoh: Bunga-bunga mawar. anyelir. kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini. Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu. -pun. 3. sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif. dan –kah. Contoh : 1. 3. bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di. Kalimat tersebut harus diubah misalnya .dan melati terkandung makna bunga. KELOGISAN. yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan. • Menggunakan partikel. Caranya: • Mengubah posisi dalam kalimat. 2. 2. Kami pun turut dalam kegiatan itu. yakni menggunakan imbuhan di-. Pada kalimat efektif kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan. Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan. Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain 2. Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya. Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. KESEJAJARAN. PENEKANAN.merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan). Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial. • Menggunakan pertentangan. antara guru dan murid. 5. Contoh : Dalam membina hubungan antara suami istri. Pada kesempatan lain. dan melati sangat disukainya. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal. tetapi rajin. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan 2.

Berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud. b. 2. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987.Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. Dalam musyawarah itu menghasilkan lima ketetapan. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a. 4. Itu kata Muhammad Yamin puluhan tahun yang silam. penting untuk selalu menyegarkan dan meningkatkan kemampuan berbahasa kita. Oleh karena itu. Seluruh siswa-siswa diharapkan harus mengikuti kerja bakti. dinyatakan tidak berlaku. saya persilakan untuk naik ke podium. 46 Thun 2009 Tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan.Bapak penceramah. bahwa sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat. 3. perlu disempurnakan kembali. Maka lahirlah Permendiknas no. Menimbang : a. Yaitu tenun ikat yang khas Timor Timur. SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. Tidak aneh apabila upaya untuk memiliki bahasa sendiri yang mampu mempersatukan seluruh bangsa dan menjadi media komunikasi. Kegagalan proyek itu karena perancangan yang tidak mantap 5. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Penggunaan EYD Bahasa menunjukkan bangsa. Sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat. H. Para siswa-siswa diharuskan hadir di sekolah. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987. tiada bahasa hilanglah bangsa. swasta. pendidikan. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. dalam permendiknas tersebut dipergunakan bagi instansi pemerintah. perlu disempurnakan kembali. dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Wajah kebudayaan suatu bangsa memang terlihat dari praktik kebahasaan seluruh warganya. PELATIHAN Ubahlah kalimat-kalimat di bawah ini menjadi kalimat efektif! 1. dan pengantar merupakan perjuangan tersendiri dalam perjalanan sejarah kita. 200 . Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

I. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN. 2. Artikel ilmiah adalah karya ilmiah yang dikhususkan untuk diterbitkan di jurnal ilmiah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). (2) Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Penulisan Kutipan. swasta... Andi Pangerang Moenta. S. dinyatakan tidak berlaku. sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu.Mengingat : 1. Pasal 2 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. NIP196108281987031003 Naskah Lengkap EYD sesuai Permendiknas no.Penulisan Karya Ilmiah.H. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 2008. Pasal 1 (1) Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Juli 2009 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. Perbedaan kedua jenis artikel tersebut terletak pada bagian isi. Ada dua bentuk artikel ilmiah. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 77/M Tahun 2007. Fungsi. Artikel Ilmiah Artikel ilmiah merupakan salah satu bentuk karya ilmiah. dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kepala Biro Hukum dan Organisasi. TTD BAMBANG SUDIBYO Salinan sesuai dengan aslinya. dan Penulisan Daftar Pustaka 1. 46 tahun 2009 bisa di download pada Permendiknas no. Dr. 3. dipergunakan bagi instansi pemerintah. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional.H. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. DFM. Pasal 3 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Jika dalam artikel konseptual 201 . Susunan Organisasi. M. Tugas. 46 tahun 2009. yaitu artikel konseptual--artikel yang diangkat dari gagasan atau ide penulis—dan artikel penelitian–artikel yang diangkat dari hasil penelitan.

dalam artikel penelitian antara bagian pendahuluan dan bagian penutup terdapat bagian landasan teoretis. dan kata kunci. sehingga secara proporsional bagian tengahlah yang paling panjang uraiannya.Sc. Istilah lain yang biasanya disamakan dengan abstrak atau ringkasan adalah sari. Penulisan nama penulis hendaknya dilakukan dengan menanggalkan pangkat. dan bagian akhir. Berupa pernyataan berarti judul tidak boleh berupa kalimat—harus berupa frasa atau klausa—dan tidak boleh berupa pertanyaan. Akan menjadi tidak logis jika tubuh manusia lebih kecil daripada kepala atau kakinya. metodologi penelitian. abstrak. Oleh karena itu. Ada nama penulis yang disertai instansi. Pola dasar artikel ilmiah secara umum paling sedikit berisikan bagian-bagian yang sudah baku. Abstrak diartikan lebih pendek daripada ringkasan. H. Jelas berarti hanya memiliki satu maksud atau tidak dapat ditafsirkan lain. Imam Bulpiri. Ada beberapa model penulisan baris kepemilikan. yaitu bagian pengenalan. dalam abstrak harus tercakupi seluruh bagian isi karangan. metode. (3) jelas. M. Inti karya ilmiah ada pada bagian batang tubuh atau bagian tengah. Mencerminkan jenis artikel ilmiah artinya melalui judul tersebut pembaca akan dengan mudah mengetahui artikel tersebut sebagai artikel penelitian atau artikel konseptual. (dan kawan-kawan). nama penulis. dan hasil dan pembahasan. Sementara itu. dalam arti tidak boleh diganti dengan dkk. jika abstrak biasanya tidak lebih dari 200 kata. misalnya. Kata kunci biasanya diambil dari kata 202 . Bagian pengenalan berisi hal-hal yang bersifat informatif.. Mencerminkan isi karangan berarti apa yang akan diuraiakan dalam artikel tersebut sudah dapat diraba dari judulnya. dan bagian akhir sebagai kaki. akan menjadi tidak logis jika uraian pada bagian pengenalan atau awal lebih panjang daripada bagian batang tubuh atau tengah. Jika ketiga bagian tersebut dianalogikan dengan tubuh manusia. kedudukan. Bagian pengenalan artikel ilmiah terdiri atas judul. Abstrak adalah ringkasan tulisan. bagian tengah. dan gelar dapat dicantumkan dalam catatan kaki atau lampiran–jika ada biografi pengarang. Pangkat. ada pula yang tidak. Untuk istilah abstrak. (2) berupa pernyataan. Dengan membaca abstrak orang akan tahu isi secara singkat karya ilmiah tersebut. Ada dua jenis bagian pengenalan. kajian pustaka.antara bagian pendahuluan dan bagian penutup hanya berisi isi artikel–yang bisa terdiri atas beberapa subbab. Judul adalah identitas tulisan yang utama. keseluruh nama harus dicantumkan. dan kepustakaan.. ada yang membedakannya dengan ringkasan. Dalam bahasa yang sederhana ketiga bagian tersebut dapat juga disebut dengan istilah bagian awal. Kata kunci adalah kata-kata atau istilah yang dianggap penting dan mutlak harus diketahui pembaca dalam sebuah artikel ilmiah. dan penutup--untuk artikel ilmiah yang bersifat konseptual). permasalahan. dan gelar akademik. Dalam hitungan angka. batang tubuh. Jika nama penulis lebih dari satu. ada orang yang menyamakan kedua istilah tersebut. dari pendahuluan sampai penutup (ada alasan. Demikian juga dengan karya ilmiah. hasil dan pembahasan. permasalahan. dalam artikel ilmiah cukup kita tulis Imam Bulpiri. yaitu yang bersifat umum–ada pada semua jenis karya ilmiah—dan yang bersifat khusus--hanya dimiliki jenis karya ilmiah tertentu. Nama penulis sering disebut baris kepemilikan. bergantung kepada gaya selingkung jurnalnya. Syarat judul karya ilmiah adalah (1) mencerminkan isi karangan. kedudukan. Penekanan isi abstrak ada pada hasil pembahasan. Dengan penganalogian tersebut kita sudah mendapat gambaran seberapa besar uraian masing-masing bagian dalam karya ilmiah. Pada umumnya abstrak disajikan dalam satu paragraf dengan menggunakan tidak lebih dari 200 kata. pembahasan. Jika penulis bernama Drs. serta simpulan –untuk artikel ilmiah dari hasil penelitian—dan harus ada latar belakang. bagian awal dapat dianalogikan sebagai kepala. dan (4) mencerminkan jenis artikel ilmiah. maka untuk ringkasan bisa sampai pada 500 kata. bagian tengah sebagai tubuh.

bagian isi. dan demokratis. dalam artikel ilmiah tidak ada. Meskipun demikian. Bahasa Karya Ilmiah Populer Selain laporan penelitian. kemasukan benda tumpul. baik isi maupun teknik penulisannya (bahasa) bebas. Ragam undang-undang disebut juga ragam hukum. dan hasil dan pembahasan. dan sebagainya. yaitu bahasa Indonesia yang digunakan pada kalangan hukum atau pada undang-undang. Ragam jurnalistik adalah ragam bahasa yang dipakai dalam dunia jurnalistik. dan artikel ilmiah. dinamis. bagian isi berisi konsep-konsep dan bahasan masalah Bagian penutup biasanya berupa simpulan dan saran (untuk artikel penelitian) dan simpulan atau penekanan (untuk artikel konseptual). Keempat ragam tersebut diuraikan berikut ini. populasi dan sampel. Dalam lapangan kepolisian kita juga mengenal sebutan-sebutan khusus yang tidak lazim digunakan dalam bahasa sehari-hari. Batang tubuh adalah isi artikel ilmiah yang sebenarnya. sasaran. makalah. Jika dalam jenis karya ilmiah lain masih memungkinkan ada lampiran. maka kita bisa mendefinisikannya sebagai karangan yang isinya ilmiah tetapi teknik penulisannya tidak mengikuti kaidah yang berlaku. maka ragam bahasa jurnalistik setidaknya harus mempunyai ciri komunikatif. Ragam hukum mempunyai ciri khusus pada pemakaian istilah dan komposisinya. Dalam kehidupan sehari-hari ragam ini jarang sekali digunakan. buku. terutama perbedaan antara artikel konseptual dan artikel penelitian. Untuk artikel penelitian. yaitu ragam bahasa hukum (undang-undang). Jumlah kata kunci biasanya berkisar antara 3 dan 5. sedangkan karya ilmiah populer tidak. ragam bahasa jurnalistik. Bahasa Indonesia mengenal empat ragam bahasa. Bagian ini berisi daftar pustaka yang digunakan. Kekhususan-kekhususan tersebut dapat dilihat. pada surat keputusan. Dalam karya ilmiah. baik isi maupun teknik penulisannya harus mengikuti ketentuan yang berlaku secara ketat. tidak menutup kemungkinan kata kunci kita ambil dari isi karangan. metodologi. Karya ilmiah populer merupakan karangan yang berada di antara karya ilmiah dan karya nonilmiah. serta langkah-langkah analisis data. dibunuh dengan senjata tajam. dan bagian hasil dan pembahasan berisi hasil kajian masalah yang diangkat. sederhana. Bagian isi berisi persoalan-persoalan inti atau materi inti yang ingin disajikan. 2. alat pendidikan. Bagian pendahuluan setidaknya berisi latar belakang masalah dan rumusan masalah. Karena karya ilmiah populer berada di tengah-tengah keduanya. misalnya. berikut disajikan contoh sistematika kedua jenis artikel tersebut. bagian isi berupa landasan teori. memutuskan. tidak boleh diubah dan tidak boleh dikurangi atau ditambah. Landasan teori berisi teori-teori atau konsep-konsep yang dipergunakan dalam membahas masalah. buku terjemahan. ragam bahasa ilmiah. terutama karya sastra. dari menimbang. karya pengembangan profesi guru juga dapat berbentuk karya ilmiah populer. Konsideran dalam surat keputusan. Untuk artikel konseptual. Bagian paling akhir dalam artikel ilmiah adalah bagian kepustakaan. Secara umum bagian batang tubuh terbagi menjadi tiga. dan alat penghibur. bagian metodologi berisi pendekatan yang digunakan. atau pada hal-hal yang berkaitan dengan hukum. mengingat. Jika disempitkan kaitannya dengan penggunaan bahasa. dan ragam bahasa sastra. sampai menetapkan susunannya selalu tetap. peraturan-peraturan. metode. 203 . diktat. yaitu bagian pendahuluan. misalnya dirumahkan. kontrol sosial. Karena fungsi media massa sebagai media informasi. Ragam ini biasa dipakai dalam undang-undang. Dalam karya nonilmiah.atau istilah yang terdapad dalam judul. maka dapat dijelaskan bahwa karya ilmiah itu menggunakan ragam bahasa ilmiah. Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang artikel ilmiah. dan bagian penutup.

Ciri dinamis berarti bahasa jurnalistik harus menggunakan kata-kata yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Tata Bentukan Istilah. Kata-kata yang tidak lazim atau kata-kata yang sangat asing seyogyanya tidak dipergunakan. Ciri ini merupakan ciri utama bahasa jurnalistik karena fungsi utama media massa memang memberikan informasi. dan sebagainya merupakan wujud kata-kata zaman feodal. namun bahasa tersebut tidak komunikatif. Dikatakan ciri utama karena ciri-ciri yang lain harus mengacu pada ciri komunikatif. Kalimat yang dinamis dalam bahasa jurnalistik adalah kalimat-kalimat yang mampu memberikan semangat dan sesuai dengan situasi masyarakat pembacanya. Ragam sastra adalah bahasa yang digunakan dalam penulisan karya sastra. Kata bujang. Selain kata bujang. Kamus Besar Bahasa Indonesia. dalam bahasa Indonesia mempunyai makna seorang laki-laki yang belum menikah. Dalam kondisi demikian. Namun kesederhanaan. Kita bisa memakai kata Anda untuk seorang presiden. dan demokratis. Dalam bahasa Indonesia kebakuan bahasa dibarometeri oleh Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Oleh karena itu secara umum bahasa sastra selalu disebut bahasa yang indah. Misalnya pengguaan kata-kata atau istilah-istilah daerah. Kata lajang dalam hal ini lebih demokratis daripada kata bujang. Penyebutan Yang Mulia. Penggunaan kata-kata yang masih terasa feodal dalam bahasa jurnalistik juga dikatakan tidak demokratis. Prinsip licencia poetica adalah memperbolehkan pemakai bahasa menyimpang atau menyalahi kaidah bahasa demi 204 . seperti aturan ejaan. dinamis. Ragam inilah yang disebut dengan ragam baku. penyimpangan dari kaidah bahasa Indonesia diperbolehkan. kedinamisan. Sebagai contoh sederhana jika kata efektif dan efisien sudah diterima masyarakat. Ragam sastra mempunyai ciri khusus dengan adanya licencia poetica. maka penyimpangan tersebut diperbolehkan. Hal ini harus dlakukan agar pembaca dapat memahami kata-kata tersebut. Ciri sederhana berarti tidak menggunakan kata-kata yang bersifat teknis dan tidak menggunakan kalimat yang berbelit-belit atau berbunga-bunga. untuk hal yang sama kita juga memiliki kata lajang. atau penggunaannya. kalimat. kita tidak perlu memaksakan menggunakan kata sangkil dan mangkus untuk menggantikannya. Dalam kasus-kasus tertentu kata-kata daerah akan lebih komunikatif untuk daerah tertentu tersebut dibandingkan dengan kata-kata bahasa Indonesia. Sepanjang penyimpangan itu ditujukan untuk lebih komunikatif.Ciri Komunikatif berarti mudah dipahami dan tidak menimbulkan salah tafsir kalau dibaca. dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Hal ini berarti makna kata bujang yang berarti laki-laki yang belum menikah tidak berlaku secara umum untuk seluruh masyarakat Indonesia. Bahasa jurnalistik harus bersifat sederhana. kami haturkan. yakni kebebasan menggunakan bahasa untuk mencapai keindahan. Seandainya kita memakai bahasa yang sederhana dan demokratis. Apabila memang diperlukan. prinsip efektif dan efisien adalah prinsip utama yang ada dalam bahasa jurnalistik. maka dalam prinsip jurnalistik penggunaan bahasa yang demikian harus dihindarkan. kata-kata teknis harus diikuti penjelasan maknanya. dan kedemokratisan ini harus mendukung fungsi komunikatif. Kata Anda berlaku untuk siapa saja tanpa membedakan pangkat dan derajat. Ragam ini ditandai dengan adanya ketentuan-ketentuan baku. misalnya. misalnya. Dalam tradisi jurnalistik kita sekarang kata Anda yang merupakan cerminan kata yang demokratis. Pendek kata. Bahkan kadang-kadang untuk mewujudkan ciri komunikatif ini bahasa jurnalistik tidak menaati kaidah bahasa Indonesia yang benar. Ciri demokratis berarti mengikuti konsensus umum dan tidak menghidupkan kembali feodalisme. karena di daerah Sumatra Utara kata bujang berarti pembantu. Ragam ilmiah adalah ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Dalam bahasa sehari-hari sederhana sama artinya dengan prinsip singkat dan padat. kita juga bisa menggunakannya untuk seorang pengemis.

kata-kata yang tidak baku. esai. Topik PTK terdiri atas dua komponen. penyebarluasannya kurang maksimal. pada akhirnya hanya menumpuk di almari dan tidak dapat dimanfaatkan oleh sekolah secara langsung.keindahan karyanya. Penelitian pendidikan ini diharapkan dapat memberikan masukan tentang persoalan-persoalan yang berkaitan dengan masalah pendidikan dan alternatif pemecahannya. Penyebabnya adalah (1) penelitian pendidikan itu dilakukan oleh pakar atau peneliti dari luar dan (2) penyebarluasan hasil penelitian ke kalangan praktisi pendidikan memakan waktu yang sangat panjang. terlihat bahwa bahasa karya ilmiah populer lebih mudah dipahami. biasanya artikel menggunakan bahasa jurnalistik. Dengan adanya perbedaan penggunaan bahasa tersebut. Bentuk karya ilmiah populer antara lain artikel. Dalam lingkup yang lebih kecil. Dalam penggunaan licentia poetica ini. Penelitian-penelitian itu kebanyakan dilakukan oleh perguruan tinggi dan hasilnya berupa laporan penelitian yang berhenti di Lembaga Penelitain masing-masing perguruan tinggi. kiranya sangat diperlukan jenis penelitian yang dilakukan oleh pihak dalam—pelaksana pembelajaran--dan langsung dapat diterapkan hasilnya. namun feature human interest lebih banyak menggunakan ragam sastra. pemilihan topik PTK menjadi amat penting karena kesalahan pemilihan topik akan berakibat pada tidak dapatnya hasil penelitian tersebut dimanfaatkan secara maksimal. dan sebagainya. lebih cair. penulis boleh menggunakan kalimat yang tidak lengkap. dan evaluasi (evaluation). Model penelitian demikian inilah yang kemudian melahirkan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). bahasa daerah. Lewin menggunakan istilah tersebut untuk menyebut suatu kegiatan yang terdiri atas tiga langkah. membalik susunan kata atau struktur kalimat. Istilah ini merupakan terjemahan dari action research yang dipakai kali pertama oleh Kurt Lewin (1946). dan feature menggunakan keduanya. Penelitian tindakan adalah penelitian partisipatori kolaboratif yang berawal dari klarifikasi beberapa masalah yang menarik perhatian dan dirasakan bersama oleh suatu kelompok. dan feature. yaitu dalam proses belajar-mengajar di kelas. dan lebih enak dibaca jika dibandingkan dengan bahasa yang biasa digunakan dalam laporan penelitian atau artikel ilmiah. Namun. 3. Dalam kondisi seperti itu. hal yang sama juga terjadi. dampak hasil penelitian pendidikan selama ini kurang maksimal dimanfaatkan. Karya ilmiah populer justru lebih banyak menggunakan ragam jurnalistik atau ragam sastra. Memilih Topik PTK Salah satu pendekatan pemecahan berbagai masalah dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan adalah pemanfaatan penelitian pendidikan. yaitu perencanaan (planning). Namun. Atas dasar konsep semacam itu. Feature pengetahuan banyak menggunakan ragam jurnalistik. misalnya. esai menggunakan bahasa sastra. sekali lagi. yaitu sebuah penelitian yang dilakukan oleh para guru untuk memperbaiki proses belajar mengajar yang dilaksanakan di dalam kelas atau untuk meningkatkan kualitas hasil penmbelajaran. Penelitian tentang pembelajaran yang ada memang cukup banyak. Dilihat dari bahasanya. bergantung kepada jenis featurenya. Inilah bedanya dengan karya ilmiah populer.Topik semacam ini pastilah berangkat dari kondisi riil yang ada di kelas atau sekolah. Dari keempat ragam tersebut yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah adalah ragam ilmiah. tindakan (action). Penentuan topik PTK pada prinsipnya 205 . PTK merupakan salah satu jenis penelitian tindakan. Pemilihan topik haruslah didasarkan pada kebutuhan yang dirasakan langsung oleh pelaku proses belajar-mengajar. yaitu komponen kompetensi siswa dan komponen tindakan yang akan dilakukan. Hasil penelitian yang barangkali bagus-bagus itu.

merupakan tindakan yang istimewa. teknik. Berbeda dengan kemampuan berpidato. Jika kita memilih kompetensi berbicara. dalam pelajaran Bahasa Indonesia ada empat keterampilan berbahasa yang menjadi tujuan pembelajaran. keterampilan siswa. Artinya. dapat kita tingkatkan melalui satu penelitian tindakan kelas. berbicara. motivasi. atau paling tidak agak istimewa karena tidak biasa digunakan dalam proses belajar mengajar sehari-hari. Cara paling mudah untuk memilih kompetensi yang spesifik adalah dengan mengambil satu kompetensi dasar saja. kita harus benar-benar memahami perlu tidaknya di bawa ke dokter. Setelah syarat istimewa kita peroleh. atau cara mengevaluasi. seperti pilek dan batuk. tentu akan menjadi mustahil kita menggunakan CD. dalam arti mampu kita laksanakan. keterampilan. Masalah pengetahuan. berdiskusi. Ibarat anak yang sakit. harus kita bedakan benar mana yang cukup kita selesaikan di kelas dan mana yang harus kita selesaikan dengan penelitian tindakan kelas. karena lebih spesifik. dalam arti tidak cukup kalau hanya diperbaiki melalui proses belajar-mengajar sehari-hari. media. misalnya. Metode diskusi kelompok atau pemberian pekerjaan rumah. perlu juga dipertimbangkan kemungkinan penggunaan tindakan tersebut. Komponen tindakan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki atau meningkatkan kompetensi dapat berupa model pembelajaran. Inti tindakan adalah sesuatu yang dilakukan atau yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran sehingga kompetensi yang diteliti dapat menjadi lebih baik. Demikian juga dengan masalah kompetensi siswa. pendekatan. tentu akan sulit kita tingkatkan melalui satu penelitian tindakan kelas. Namun. yang di dalamnya ternyata terdiri atas beberapa jenis kemampuan. dan perilaku siswa. tentu kita tidak perlu membawa anak tersebut ke dokter. dan menulis. kita dapat memfokuskan pada kemampuan berpidato. membaca. misalnya. Apabila anak itu terkena penyakit ringan. penggunaan CD atau penggunaan metode karya wisata. kompetensi itu memang benar-benar memunculkan masalah dan membutuhkan perbaikan atau peningkatan. Demikian juga dengan keterampilan dan sikap. seperti berpidato. Ketidakspesifikan topik yang kita pilih akan berakibat pada kesulitan dalam meningkatkan kompetensi yang kita pilih tersebut. Kita juga harus mampu memilih kompetensi yang permasalahannya memang benar-benar membutuhkan penelitian tindakan. saya kira semua guru mampu melaksanakannya. syarat keterjangkauan 206 . Untuk memilih topik seperti ini syarat yang perlu diperhatikan adalah spesifik. Syarat tindakan yang dapat kita pilih untuk memperbaiki atau meningkatkan kompetensi siswa selain harus istimewa. dalam arti menganggap sebuah kompetensi bermasalah padahal sesungguhnya tidak ada masalah. Komponen kompetensi dapat mencakupi pengetahuan siswa. Pengetahuan yang dapat diangkat ke dalam topik ada bermacam-macam. kita dapat menggunakan metode karya wisata dan teknik evaluasi secara langsung. Topik keterampilan berbicara. Kita tidak boleh mengada-ada. misalnya. Selain spesifik. Dengan demikian. Misalnya saja untuk memperbaiki atau meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa. misalnya. Namun. Untuk memilih kompetensi yang spesifik. yaitu mendengarkan. merupakan tindakan yang biasa atau tidak istimewa karena guru sudah biasa menggunakan. dan sikap siswa. metode. maka topik yang kita pilih tersebut tergolong ke dalam topik yang tidak spesifik. dan sikap siswa yang diangkat sebagai topik haruslah spesifik. cukup kita belikan obat di apotek. Keterampilan berbicara pun dapat dibagi menjadi beberapa jenis kemampuan. Jika di sekolah kita tidak memiliki VCD. Dalam praktiknya kita dapat menggabungkan dua tindakan atau lebih untuk memperbaiki atau meningkatkan sebuah kompetensi. kompetensi yang kita pilih juga harus bersifat problematik. dalam arti tidak biasa dilakukan oleh guru. untuk karya wisata. Sebagai contoh. Termasuk dalam sikap siswa adalah minat. dan berdebat.merupakan penentuan kompetensi yang akan diperbaiki atau ditingkatkan dan tindakan yang digunakan untuk memperbaiki atau meningkatkan kompetensi tersebut. juga harus bersifat fisibel.

seminar. (2) publikasi ilmiah. Namun. pedoman. dalam contoh (2) tindakan yang dilakukan tidak berhubungan dengan kompetensi. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. dasar yang kita gunakan selama ini adalah Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. dan menjadi tutor/pelatih/instruktur. dan (3) meningkatkan hasil belajar IPS dengan pemberian pekerjaan rumah merupakan contoh topik yang tidak baik. Guru 207 . dan (3) meningkatkan minat siswa dalam pelajaran bahasa Inggris dengan mendatangkan native speaker merupakan contoh topik yang memenuhi syarat. Dengan syarat-syarat tersebut kita akan dapat menilai bahwa topik (1) meningkatkan kemampuan menulis puisi dengan metode karya wisata. (2) pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. Pengembangan keprofesian berkelanjutan meliputi tiga kegiatan. Adapun topik (1) meningkatkan kemampuan mengarang dengan metode diskusi kelompok. dan sejenisnya. Karya inovatif meliputi menemukan teknologi tepat guna. dan 3) menghasilkan karya inovatif. melatih. seperti membimbing sisiwa dalam praktik kerja. tugas. (3) Guru Madya. menemukan/menciptakan karya seni. Unsur penunjang adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas guru. mengajar. dan (4) Guru Utama. yang berlaku sejak 10 November 2009. Oleh karena itu. 4.tersebut. Dalam Kepmen ini jenjang jabatan dan pangkat guru terbagi menjadi empat. (2) meningkatkan kemampuan berpidato sengan evaluasi langsung. dan (3) pengembangan keprofesian berkelanjutan. mengarahkan. dan (3) melaksanakan kegiatan yang menunjang tugas guru. dan mengikuti pengembangan penyusunan standar. menjadi anggota organisasi profesi/kepramukaan. Kepmenpan itu dirasa sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan profesi dan tuntutan kompetensi guru. membimbing. tanggung jawab. (2) mengubah perilaku siswa dalam pembelajaran olah raga dengan metode pemberian tugas. membuat/memodifikasi alat pelajaran/peraga/praktikum. dan pedoman guru. syarat tindakan yang dapat kita pilih haruslah tindakan yang sesuai dengan kompetensi yang akan kita perbaiki atau akan kita tingkatkan. juga dilihat dari sisi sekolah. yaitu (1) Guru Pertama. selain dilihat dari sisi guru. Publikasi ilmiah meliputi publikasi ilmiah atas hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal dan publikasi buku teks pelajaran. menjadi tim penilai angka kredit. Pengembangan diri guru meliputi kegiatan keikutsertaan dalam pendidikan dan pelatihan serta kegiatan kolektif guru untuk meningkatkan kompetensinya. dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik. Karya Ilmiah dalam Permenpan Nomor 16 Tahun 2009 Berkaitan dengan jabatan fungsional dan angka kreditnya bagi guru. yaitu (1) pengembangan diri. Selain itu. Yang tergolong dalam unsur utama adalah (1) pendidikan. Pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. soal. yang terdiri atas (1) memperoleh gelar/ijazah yang tidak sesuai dengan bidang yang diampunya. (2) Guru Muda. dan sejenisnya. Kegiatan kolektif guru dapat berupa lokakarya. Apa yang baru dalam Kepmenpan ini dibandingkan dengan keputusan terdahulu? Unsur kegiatan yang dinilai dalam memberikan angka kredit terdiri atas unsur utama dan unsur penunjang. buku pengayaan. Jabatan fungsional guru adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup. dan dalam contoh (3) kompetensinya tidak spesifik dan tindakannya tidak istimewa. menilai. Mengapa tidak baik? Karena dalam contoh (1) selain antara kompetensi dan tindakannya tidak selaras juga karena cakupan kompetensinya tidak spesifik. (2) memperoleh penghargaan atau tanda jasa.

pendapat yang diambil dari berbagai sumber. (2) makalah. Untuk kenaikan pangkat dari golongan ruang III/a ke golongan ruang III/b dibutuhkan paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. dan paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. laporan. Dari IV/a ke IV/b atau dari IV/b ke IV/c dibutuhkan paling sedikit 12 (dua belas) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. yakni langsung dan tidak langsung. (5) buku pedoman. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. (3) buku teks. (7) artikel populer. baik yang terdapat dalam buku. dan lain sebagainya. (6) artikel ilmiah. namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut. dan (9) karya terjemahan. Guru Madya memiliki jabatan fungsional Pembina dengan golongan ruang IV/a. dan paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari subunsur pengembangan diri.Pertama memiliki jabatan fungsional Penata Muda dengan golongan ruang III/a dan Penata Muda Tingkat I dengan golongan ruang III/b. 5. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Dari III/d ke IV/a dibutuhkan paling sedikit 8 (delapan) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. Kutipan. majalah. internet. Penulisan sumber kutipan ada yang menggunakan pola Harvard. ataupun 208 . Dari III/b ke III/c dibutuhkan paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. Penulisan Kutipan Berikut disajikan Tata Cara & Aturan Penulisan Kutipan pada karya tulis ilmiah. dan paling sedikit 5 (lima) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. Catatan Kaki. Pembina Tingkat I dengan golongan ruang IV/b. Ada dua cara dalam mengutip. Catatan Tubuh 1. dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Dari IV/c ke IV/d dibutuhkan paling sedikit 14 (empat belas) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang. dan paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. bentuk karya ilmiah apa saja yang dapat digunakan oleh guru sebagai publikasi ilmiah yang sesuai dengan Permenpan tersebut? Ada beberapa jenis karya ilmiah. yaitu (1) laporan penelitian. Guru Utama memiliki jabatan fungsional Pembina Utama Madya dengan golongan ruang IV/d dan Pembina Utama dengan golongan ruang IV/e. Guru Muda memiliki jabatan fungsional Penata dengan golongan ruang III/c dan Penata Tingkat I dengan golongan ruang III/d. ide. (8) modul/diktat. dan Pembina Utama Muda dengan golongan ruang IV/c. tahun terbit. artikel. artinya kalimatkalimat tidak ada yang diubah. koran. Dari III/c ke III/d dibutuhkan paling sedikit 6 (enam) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya. Sekarang Anda akan mempelajari pencantuman kutipan dengan pola Harvard. Kutipan Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang penulis. Kutipan adalah gagasan. Dari IV/d ke IV/e dibutuhkan paling sedikit 20 (dua puluh) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif dan paling sedikit 5 (lima) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. buku. (4) buku pelajaran. dan sumber lainnya. Gagasan itu bisa diambil dari kamus. ensiklopedi. dan paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. Lalu. ada pula yang menggunakan pola konvensional atau catatan kaki (footnote). majalah.

Kerangka karangan. Catatan kaki (footnote). Selain itu. yaitu: Teknik Menggunakan Catatan Kaki Catatan kaki mempunyai kelebihan dibandingkan dengan catatan tubuh. Kutipan tidak langsung. pencantuman sumber kutipan ini mempunyai fungsi sebagai: 1. hingga pembaca lupa bahwa apa yang dibacanya adalah kutipan. dan ide dasar harus tetap pendapat penulis pribadi. kutipan berfungsi untuk menunjang/mendukung pendapat tersebut. ketika sebuah tulisan menggunakan bodynote. majalah. Dalam praktik penulisan. Namun. sejak awal hingga akhir tulisan. Terdapat dua jenis kutipan: a.berasal dari ucapan seorang tokoh. Kutipan dilakukan seperlunya saja sehingga tidak merusak alur tulisan. maka seluruh referensi dari awal hingga akhir tulisan harus menggunakan bodynote. Catatan tubuh (bodynote). 209 . kalimat demi kalimat. Terdapat dua model pencantuman referensi: a. susunan kalimat sesuai dengan gaya bahasa penulis sendiri. menunjukkan bahwa argumen-argumen yang diajukan dilandasi oleh teori atau konsep tertentu. dilakukan apabila penulis mencantumkan nomor indeks di akhir sebuah kutipan. dilakukan ketika penulis mencantumkan sumber kutipan langsung setelah selesainya sebuah kutipan dengan menggunakan tanda kurung. kutipan dari pernyataan lisan ini harus dikonfirmasikan dulu kepada narasumbernya sebelum dicantumkan dalam tulisan. Artinya. Menyatakan penghargaan kepada penulis yang dikutip (etika hak cipta intelektual). Namun. 3. kesimpulan. ataupun pidato. b. majalah. lalu di bagian bawah halaman tersebut (bagian kaki halaman) terdapat keterangan nomor indeks yang menjelaskan sumber kutipan tersebut. 2. sekaligus menunjukkan kejujuran intelektual dengan mencantumkan sumber kutipan (referensi) yang digunakan. seorang penulis sebaiknya tidak melakukan pengutipan yang terlalu panjang. Kutipan digunakan untuk mendukung argumentasi penulis. ceramah. misalkan sampai satu halaman atau lebih. penulis jangan sampai menyusun tulisan yang hanya berisi kumpulan kutipan. Sebuah tulisan ilmiah harus menggunakan salah satu jenis penulisan referensi tersebut. penulis harus menggunakan catatan kaki untuk menuliskan referensinya. apabila penulis mengambil pendapat orang lain secara lengkap kata demi kata. b. sesuai teks asli. baik dari buku. serta harus konsisten dengan jenis tersebut. Atau. jika seorang penulis menggunakan catatan kaki. Secara mendasar. atau koran) yang digunakan. Sumber Kutipan (Referensi) Salah satu karakter utama tulisan ilmiah adalah referensial. Kutipan juga bisa diambil dari pernyataan lisan dalam sebuah wawancara. setiap kali penulis mengutip pendapat orang lain. 2. apabila penulis mengambil pendapat orang lain dengan menguraikan inti sari pendapat tersebut. Kutipan langsung. tidak mengadakan perubahan sama sekali. ataupun wawancara. setelah kutipan itu harus dicantumkan sumber kutipan (buku. Menyusun pembuktian (etika kejujuran dan keterbukaan ilmiah).

72 . 7) Nama pengarang dalam catatan kaki ditulis lengkap dan tidak dibalik. Paul Rabinow. 1982). Catatan penjelas. nama pengarang 3. dan halaman dapat dicantumkan semua. asalkan proporsional. catatan kaki bisa berisi: 1).2 Buku dengan banyak pengarang 1 2 David Barrat. hanya ukurannya lebih kecil.1 Buku dengan dua atau tiga pengarang Nama pengarang 1. halaman. Beyond Structuralism and Hermeneutics (Chicago: University of Chicago Press. Artinya. halaman. Pertimbangan utama memberikan keterangan tambahan adalah: jika keterangan tersebut ditempatkan dalam naskah (menyatu dengan naskah) akan merusak alur tulisan atau naskah tersebut. nama penerbit. Prinsip-prinsip dalam menuliskan catatan kaki: 1) Catatan kaki dicantumkan di bagian bawah halaman. Catatan kaki mampu menunjukkan sumber referensi dengan lebih lengkap. 3) Catatan kaki ditulis dengan satu spasi. tahun terbit. 3). tahun terbit buku. Pemisahan ini akan otomatis dilakukan oleh program Microsoft Word dengan cara mengklik insert. Hal ini tentu tidak dapat dilakukan dengan catatan tubuh. Selain sebagai penunjukan referensi. 2) Nomor cacatan kaki ditulis secara urut pada tiap bab. yaitu:  Times New Roman (size 10)  Arial (size 9)  Tahoma (size 9) 5) Baris pertama catatan kaki menjorok ke dalam sebanyak tujuh karakter. yang ditampilkan hanya nama pengarang. 1994). begitu seterusnya. kemudian footnote. 4) Pilihan huruf dalam catatan kaki harus sama dengan pilihan huruf dalam naskah skripsi. Tidak ada batasan seberapa panjang keterangan tambahan. 2). Berdasarkan kelebihannya tersebut. judul buku (kota penerbit: nama penerbit. Penunjukan sumber kutipan sekaligus catatan penjelas. dipisahkan dengan naskah skripsi oleh sebuah garis. judul buku (kota penerbit: nama penerbit. Dalam cacatan tubuh. kemudian reference. cacatan kaki pertama di tiap awal bab menggunakan nomor satu. nama pengarang. Dalam catatan kaki. Hal ini tentu mempermudah penelusuran bagi pembaca. hal. catatan kaki dapat berfungsi untuk memberikan catatan penjelas yang diperlukan. Penunjukan sumber kutipan (referensi). Dreyfus. 2). 273. mulai dari nomor satu. 3). Catatan kaki dapat digunakan untuk merujuk bagian lain dari sebuah tulisan. serta halaman buku yang dikutip. hal. Media Sociology (London and New York: Routledge.76. Buku dengan satu pengarang Nama pengarang. 6) Judul buku dalam catatan kaki ditulis miring (italic). 8) Catatan kaki bisa berisi keterangan tambahan.1). judul buku. Hubert L. 210 . tahun terbit). tahun terbit). nama pengarang 2.

25-26. hal. 5 Ira M. tahun terbit). "Paradigma dan Perkembangan Penelitian Komunikasi.. hal.5 Buku terjemahan Nama pengarang asli. tahun terbit). nama-nama pengarang lainnya diganti dengan singkatan et al.ed. halaman. judul buku (nomor volume/jilid.54. tahun terbit)." Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia.8 Perhatikan: jika editor satu orang maka menggunakan singkatan ed. 2003). terj. terj. hal. Buku yang telah direvisi Nama pengarang. namun jika editor dua orang atau lebih menggunakan singkatan eds.. Bandung: Remaja Rosdakarya. 67-77. Lapidus.ed. ed. halaman. menunjukkan bahwa buku tersebut telah diterjemahkan dan penulis mengutip dari terjemahan tersebut.6 Perhatikan: singkatan terj. 4. 7 Lorens Bagus. 131. 55. tanggal terbit.9 Artikel dari koran/majalah Nama pengarang artikel. nama penerjemah (kota penerbit: nama penerbit. tahun terbit). nama editor (kota penerbit: nama penerbit. A History of Islamic Societes (Vol. halaman.Ed. 1998).” judul buku. edisi jurnal (bulan terbit. M. “Perspektif Pasca-Modernisme dalam Kajian Keagamaan. 1988). et al.4 Perhatikan: singkatan rev. hal. judul buku (kota penerbit: nama penerbit. halaman. tahun terbit). eds. judul buku. kota penerbit: nama penerbit. hal. judul kamus (kota penerbit: nama penerbit. 211 . Kamus Nama pengarang. judul buku (rev. et al.” nama media.10 3 4 Idi Subandi Ibrahim.1. 1997). Jalaluddin Rakhmat. tahun. 595. Psikologi Komunikasi (rev. tahun terbit). 2001. Hidayat. Prof. Deden Ridwan (Bandung: Penerbit Nuansa dan PUSJARLIT. Buku yang terdiri dua jilid atau lebih Nama pengarang. 2000).” Kajian Keagamaan dalam Tradisi Baru Penelitian Agama Islam Tinjauan Antardisiplin Ilmu..” nama jurnal/majalah ilmiah. M. Media Analysis Techniques. 52 . menunjukkan bahwa buku tersebut telah mengalami revisi. hal. halaman.ed.3 Perhatikan: hanya nama pengarang pertama yang dicantumkan. 2 (Oktober. No..Nama pengarang pertama. Dr. Hegemoni Budaya (Yogyakarta: Bentang. 8 Rudi Harisyah Alam. hal. 22 November. kota penerbit: nama penerbit. hal. 1998). 6 Arthur Asa Berger. Setio Budi HH.” Koran Tempo.7 Artikel dari sebuah buku antologi Nama pengarang artikel. ”judul artikel. Kamus Filsafat (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. halaman. ”judul artikel. tahun terbit). Cambridge: Cambridge University Press. 9 Dedy N. 1994). “Benturan Islam dan Modernitas. halaman. halaman. Mastuhu.. ”judul artikel. 10 Francis Fukuyama. 44 – 45.. (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. Artikel dari sebuah jurnal/majalah ilmiah Nama pengarang artikel.

Maresca.id/kampanye/bencana (akses 17 Agustus 2006). ”judul artikel. “War Against Terrorism: Critical Discourse Analysis. 205. tanggal seminar.14 Artikel dari internet Nama penulis.” (Makalah disampaikan dalam Temu Ilmiah Nasional. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Setio Budi HH. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret. hanya membaca dari orang lain (sumber kedua) yang mengutip sumber pertama. Media Analysis Techniques.” www.” www. 2000).” alamat lengkap internet (tanggal 15 akses).. halaman.Berita koran/majalah ”Judul berita. 26 – 28 Juni. nama dokumen. maka langsung mengacu pada judul artikel.S. Selected Writings in Sociology and Social Philosophy. terj. hal. 11 November 2006.thirdworldtraveler. 6. tanggal terbit. fakultas dan universitas.C. “Rich Media Poor Democracy.16 Pernyataan lisan Nama narasumber. 2007). seperti dikutip oleh keterangan lengkap sumber kedua (sesuai aturan catatan kaki). halaman. Vice President International Relations Unocal Corporation to House Committee on International Relations Subcommittee on Asia and The Pacific (Washington D. Bottomore and Maximilien Rubel (New York: McGraw-Hill. hal.” nama media.or. penyelenggara seminar. Singkatan ini berasal dari bahasa latin ibidem yang berarti pada tempat yang sama. (nama kota.” Republika.B.18 Perhatikan: frase ”seperti dikutip oleh” menunjukkan bahwa penulis tidak membaca sumber asal (pertama) kutipan. tahun). 13 Muzayin Nazaruddin. eds.html (akses 16 Agustus 2006). “Dua Tipe Perempuan dalam Film dan Sinetron Mistik Indonesia. 14 U. J. seperti dikutip oleh Arthur Asa Berger. (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. Testimony by John. 12 February. 17 Samijan. Jakarta. 16 “Pengelolaan Bencana: Pengelolaan Kerentanan Masyarakat. 1998). tahun). wawancara dengan penulis. ”judul skripsi/tesis/disertasi. 78.walhi. tanggal dikeluarkan dokumen. nama kota. Beberapa Singkatan Khusus dalam Catatan Kaki 1) Ibid.com/Robert_McChesney_page. 212 .12 Makalah seminar yang tidak diterbitkan Nama penulis.11 Skripsi/Tesis/Disertasi yang belum diterbitkan Nama penulis.” (forum penyampaian makalah.” (Skripsi Sarjana. ”judul makalah. T. 2004). tahun terbit).17 Referensi dari sumber kedua Keterangan lengkap sumber pertama (sesuai dengan aturan catatan kaki). hal. 1964). 15 Robert McChesney. 44 – 45. Department of Foreign Affairs. tahun. 10 September. Singkatan ini digunakan apabila referensi dalam catatan 11 12 “Islam di AS Jadi Agama Kedua. 4. 2002. jenis pernyataan (wawancara atau pidato). Muzayin Nazaruddin.13 Dokumen yang tidak diterbitkan Lembaga yang mengeluarkan dokumen. Jika artikel di internet tidak mencantumkan nama penulis. nama kota.” (level karya. hal. tanggal pernyataan dilakukan. Surakarta. 18 Karl Marx.

Loc. khusus digunakan bagi referensi yang berupa buku. Hidayat.Cit.. 11 Ibid. Op.Cit. 4 Dedy N.kaki nomor tersebut sama dengan referensi pada nomor sebelumnya (tanpa diselingi catatan kaki lain). 99.Cit.76. majalah. 7 Hubert L.” Koran Tempo.. Singkatan ini berasal dari bahasa latin opere citato yang berarti pada karya yang telah dikutip.Cit.  Catatan kaki nomor (5) referensinya sama dengan nomor (4). 72 . hal. 70. atau lainnya. Beyond Structuralism and Hermeneutics (Chicago: University of Chicago Press. Op. 55. bila halamannya berbeda. Loc. 14 Francis Fukuyama. Singkatan ini digunakan sama dengan Op.. 2 (Oktober. “Rich Media Poor Democracy. 6 Arthur Asa Berger. yaitu apabila referensi dalam catatan kaki pada nomor tersebut sama dengan referensi yang telah dikutip sebelumnya.Cit. Setio Budi (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. hal. 9 Robert McChesney." Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia. hal. hal. hanya saja beda halamannya.Cit. 28. referensi yang diacu Loc. melainkan artikel. 25-26. dituliskan nomor halamannya.Cit. 16 Dedy N. hal. 2) Op. 15 Hubert L.  Catatan kaki nomor (3) buku referensinya sama dengan nomor (2).” www... Hidayat. Contoh penggunaan: 1 Arthur Asa Berger. 2000). hal. "Paradigma dan Perkembangan Penelitian Komunikasi. 12 Ibid. 96. 21. baik itu dari koran. hal. namun diselingi catatan kaki lain. namun diselingi catatan kaki lain. Paul Rabinow.Cit. Dreyfus. Cara membaca:  Catatan kaki nomor (2) menggunakan Ibid.Cit. 3 Ibid. setelah Ibid.. 10 Arthur Asa Berger.thirdworldtraveler.html (akses 16 Agustus 2006). internet. Dreyfus.. Namun.com/Robert_McChesney_page. hal. terj. bukan berupa buku. 8 Francis Fukuyama. Loc... 1998). Hidayat. 22. Apabila halamannya sama. Singkatan ini digunakan apabila referensi dalam catatan kaki pada nomor tersebut sama dengan referensi yang telah dikutip sebelumnya.. cukup ditulis Ibid. 13 Dedy N. ensiklopedi. 1982). Paul Rabinow. Op. 5 Ibid. “Benturan Islam dan Modernitas. Op. 22 November. No. 45. 58. hal.Cit.Cit. 45. Loc. 213 . Singkatan ini berasal dari bahasa latin loco citato yang berarti pada tempat yang telah dikutip. 2 Ibid.. hal. Media Analysis Techniques. 2001. hanya saja beda halamannya. karena sumber kutipannya 3) sama persis dengan nomor (1) baik buku maupun halamannya. hal.

sementara tahun penerbitan dan halaman berada dalam tanda kurung. Nama penulis Jalaluddin Rakhmat. tidak berada dalam tanda kurung. referensinya sama dengan catatan kaki sebelumnya. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain dan nomor (4) berbentuk artikel (bukan buku) maka menggunakan Loc. Catatan kaki nomor (6). maka menggunakan Op. b). tahun terbit dan halaman berada dalam tanda kurung. maka cukup ditulis Rakhmat. Catatan tubuh menyatu dengan naskah. Catatan tubuh memuat nama belakang penulis. hanya ditandai dengan kurung buka dan kurung tutup. Terdapat dua cara menuliskan catatan tubuh: a). Contoh: Di titik inilah esensi hegemoni: hubungan di antara agen-agen utama yang menjadi alat sosialisasi dan orientasi ideologis. serta menuliskan halamannya.  Catatan kaki nomor (10) referensinya sama dengan nomor (1). 3). hanya beda halamannya. hanya beda halamannya.  Catatan kaki nomor (13) referensinya sama dengan nomor (4).Cit. maka cukup ditulis Berger. b)..Cit. Prinsip-prinsip dalam menuliskan catatan tubuh: 1). Teknik Menggunakan Catatan Tubuh Kelebihan catatan tubuh adalah kemudahan bagi pembaca dalam mengecek sumber sebuah kutipan yang langsung terdapat sebelum atau setelah kutipan tersebut.Cit. yang berinteraksi. Contoh: 214 . maka menggunakan Op. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain dan nomor (7) berbentuk buku (bukan artikel) maka menggunakan Op. tanpa perlu berpindah ke bagian bawah halaman.. dengan nomor (8). hanya saja beda halamannya. dan diterima oleh masyarakat (Lull. Nama penulis menyatu dalam naskah tulisan. serta menuliskan halamannya. maka tanda titik ditempatkan setelah kurung tutup catatan tubuh. tanpa diselingi catatan kaki lain. serta menuliskan halamannya. hanya beda halaman.Cit.  Catatan kaki nomor (12) referensinya sama persis dengan nomor (11). Nama penulis adalah Arthur Asa Berger. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain dan nomor (8) berbentuk artikel (bukan buku) maka menggunakan Loc. Nama penulis.  Catatan kaki nomor (16) referensinya sama dengan nomor (4).  Catatan kaki nomor (11). karena telah diselingi oleh catatan kaki lain.Cit. 2).. Jika kutipan ini merupakan akhir kalimat. referensinya sama dengan nomor (1).  Catatan kaki nomor (14) referensinya sama persis. Contoh: a).Cit. 1995: 3138). Model ini biasanya ditempatkan sebelum sebuah kutipan. tahun terbit buku dan halaman yang dikutip. yaitu nomor (10). 5. serta menuliskan nama pengarang dan halaman. kumulatif. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain.  Catatan kaki nomor (15) referensinya sama dengan nomor (7).. ditempatkan setelah selesainya sebuah kutipan. termasuk halamannya. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain dan nomor (4) berbentuk artikel (bukan buku) maka menggunakan Loc.

. 2004: 205). 10 September 2002). dan diterima oleh masyarakat... kumulatif.  Dreyfus dan Rabinow (1982: 72 – 76) mengatakan …. (Berger. 22 November 2001).  Menurut Alam (dalam Mastuhu dan Ridwan (eds....  Hidayat (Jurnal ISKI.... (Ibrahim... (Ibrahim... Artikel dari sebuah jurnal/majalah ilmiah  . (Alam... 2000: 44 – 45) menandaskan . Buku dengan satu pengarang  .. 2004: 205)...  Melandaskan argumen pada Fukuyama (Koran Tempo... terj... 2007). Jurnal ISKI.. 1997: 52 – 54). Setio Budi. …. Buku terjemahan  ….  . 1995: 31 – 38)... 2000: 44 – 45).. 215 .. Artikel dari koran/majalah  . ... Oktober 1998: 25-26) menyebut …. 1988: 131)...). 22 November 2001).... 2.  Menurut Lull (1995: 31 – 38).. 2.. . (Lapidus.... ..... (Nazaruddin. yang berinteraksi.1.... Berita koran/majalah  . Artikel dari sebuah buku antologi  . Setio Budi. Perhatikan: jika editor satu orang maka menggunakan singkatan ed...... 1998: 77).... 1998: 77). Makalah seminar yang tidak diterbitkan  ..... Skripsi. 1982: 72 – 76). (Dreyfus dan Rabinow.. (Fukuyama. Makalah. dalam Mastuhu dan Ridwan (eds... Skripsi/Tesis/Disertasi yang belum diterbitkan  ... Oktober 1998: 25-26). di titik inilah esensi hegemoni: hubungan di antara agen-agen utama yang menjadi alat sosialisasi dan orientasi ideologis...Menurut Lull (1995: 31-38). (Republika.. Buku yang terdiri dua jilid atau lebih  . . (Hidayat.).....  Menurut Nazaruddin (Skripsi.. (Nazaruddin. No.  Mengacu pada Lapidus (Vol.. Koran Tempo. et al. namun jika editor dua orang atau lebih menggunakan singkatan eds.. Vol.  Harian Republika (10 September 2002) memberitakan . Buku dengan banyak pengarang  . 1988: 131).. dkk. (Lull.. No.  Berger (terj...1.. Buku dengan dua atau tiga pengarang  …. 1997: 52 – 54).

maka cacatan tubuh dicantumkan setelah kutipan. 6. 11 November 2006).html..S. wawancara.  Mengutip Chesney (www.. c) Kutipan diketik dengan spasi satu. Perhatikan: alamat web yang dicantumkan adalah alamat lengkap.. akses 15 Juni 2007). d) Kutipan diawali dan diakhiri dengan tanda kutip (boleh tidak).. Department of Foreign Affairs (1998) disebutkan bahwa …...html. b) Kutipan menjorok ke dalam lebih kurang tujuh karakter. Dalam makalahnya yang disampaikan dalam Temu Ilmiah Nasional Komunikasi. (U.bekerjanya kelas berkuasa” adalah naskah skripsi. www. 1998)... Contoh: Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana kelas berkuasa bekerja melalui ideologi untuk melanggengkan dominasi mereka? Barangkali penting dikutip di sini bagaimana Marx menjelaskan bekerjanya kelas berkuasa: “Individu-individu yang menyusun kelas yang berkuasa berkeinginan memiliki sesuatu/kesadaran dari yang lainnya..com/Robert_ McChesney_page. dengan cara copy-paste dari address web secara langsung. ….. sebagai pemproduksi ide serta mengatur produksi dan distribusi idenya pada masa tersebut.com/ Robert_McChesney_ page....” (Berger... Artikel dari internet  …. Samijan (11 November 2006) mengatakan …… Referensi dari sumber kedua  Menurut Marx (seperti dikutip Takwin. hal tersebut adalah bukti diri bahwa mereka melakukan tersebut dalam jangkauannya kepada yang lainnya. e) Jika menggunakan catatan tubuh (bodynote).thirdworldtraveler. memegang peranan sekaligus pula sebagai pemikir-pemikir. Department of Foreign Affairs. Nazaruddin (2007) mengatakan. kalimat ”Pertanyaannya kemudian. baris pertama kutipan menjorok lagi ke dalam lebih kurang tujuh karakter.. . akses 15 Juni 2007).  Dalam wawancara dengan penulis. Kalimat 216 .. . Pernyataan lisan  ….  Dalam dokumen yang dikeluarkan U.S. Dokumen yang tidak diterbitkan  .. 2000: 44 – 45) Dalam contoh di atas. 2000: 44). (Chesney. Bila awal kutipan adalah alinea baru.. Penggunaan Kutipan dan Referensi 1) Kutipan langsung empat baris atau lebih Prinsip-prinsip: a) Kutipan dipisahkan dari teks. Ketika mereka memegang peranan sebagai sebuah kelas dan menentukan keseluruhannya dalam sebuah kurun waktu.thirdworldtraveler.. (Samijan..

.pada masa tersebut” adalah kutipan. raja yang berkuasa” adalah naskah skripsi. 20 Arthur Asa Berger. b). f) Jika menggunakan catatan kaki (footnote). Kalimat “The symbolic ….... Hart (1967: 61) mengatakan: "The symbolic dimensions of politics speech-making. diterbitkan pada tahun 1967. 44 – 45.. Marx menawarkan gagasan bahwa ide-ide atau gagasan pada suatu masa adalah yang disebarluaskan dan dipopulerkan oleh kelas berkuasa sesuai kepentingannya. Setio Budi (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. Jika menggunakan catatan tubuh. salah satu representasi ideologi yang penting terwujud dalam pidato dan pernyataan-pernyataan para penyelenggara kekuasaan negara tersebut. dan kutipan berasal dari halaman 61 buku tersebut... Jika menggunakan catatan kaki. memegang peranan sekaligus pula sebagai pemikirpemikir. is a political act. maka nomor indeks ditempatkan setelah kutipan. ideologi. kalimat “Bagi sebuah kekuasaan ….” 19 Dalam contoh di atas. Media Analysis Techniques.. for presidents. terj.. kalimat ”Pertanyaannya kemudian. wacana dan media. the mechanism for wielding power.bekerjanya kelas berkuasa” adalah naskah skripsi. for wielding power” adalah kutipan dari buku yang ditulis R. d)." Dalam contoh di atas. Kutipan tidak dipisahkan dari teks (menyatu dengan teks). Kelas penguasa itu. hal.. Hart. Setio Budi (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya.. 44 – 45. seperti ditegaskan Marx. sebagai pemproduksi ide serta mengatur produksi dan distribusi idenya pada masa tersebut.. contoh: 19 Arthur Asa Berger. Kalimat ”Individu-individu. pemproduksi ide sekaligus mengatur distribusi idenya. Catatan kaki dalam contoh ini bisa dilengkapi dengan keterangan tambahan. merupakan pemikir. c).pada masa tersebut” adalah kutipan langsung dari sebuah buku yang ditulis Arthur Asa Berger. diterbitkan pada tahun 2000. hal. Kutipan harus diawali dan diakhiri dengan tanda kutip. hal tersebut adalah bukti diri bahwa mereka melakukan tersebut dalam jangkauannya kepada yang lainnya. Ketika mereka memegang peranan sebagai sebuah kelas dan menentukan keseluruhannya dalam sebuah kurun waktu..P. terj. contoh: Bagi sebuah kekuasaan resmi negara. secara khusus adalah seorang presiden ataupun raja yang berkuasa.. 20 2) Kutipan langsung kurang dari empat baris Prinsip-prinsip: a). lalu di bagian bawah halaman tersebut (bagian kaki halaman) terdapat keterangan nomor indeks yang menjelaskan sumber kutipan tersebut. 217 .”Individu-individu. Dalam hal produksi dan penyebarluasan ide inilah kita bisa mengurai saling keterkaitan antara kelas penguasa. 2000). Media Analysis Techniques. 2000). Contoh: Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana kelas berkuasa bekerja melalui ideologi untuk melanggengkan dominasi mereka? Barangkali penting dikutip di sini bagaimana Marx menjelaskan bekerjanya kelas berkuasa: “Individu-individu yang menyusun kelas yang berkuasa berkeinginan memiliki sesuatu/kesadaran dari yang lainnya. dan kutipan berasal dari halaman 44-45 buku tersebut. Cukup jelas.

d) Jika menggunakan catatan kaki.P. “Message and Meanings”. 61. Dalam contoh di atas. eds. kalimat “Bagi sebuah kekuasaan …. media adalah subjek yang lengkap dengan pandangan. dalam Culture. b) Kutipan tidak boleh menggunakan tanda kutip.. raja yang berkuasa” adalah naskah skripsi. Society and the Media. catatan kaki bisa dilengkapi dengan keterangan tambahan. Janet Woollacott dan David Barrat menegaskan pandangan para teoritis Marxis bahwa ideologi yang dominanlah yang akan tampil dalam pemberitaan. serta keberpihakan ideologisnya. hal. 22 3) Kutipan tidak langsung Prinsip-prinsip: a) Kutipan tidak dipisahkan dari teks (menyatu dengan teks). Barrat. Dalam contoh di atas. 218 . pernyataan bahwa ”ideologi yang dominan yang akan tampil dalam pemberitaan” adalah inti pendapat dari James Wollacott dan David Barrat yang penulis sajikan dalam bahasa sendiri. Corcohan menunjukkan bahwa tiap presiden ternyata mempunyai gaya bahasa serta strategi wacana yang berbeda. secara khusus adalah seorang presiden ataupun raja yang berkuasa. menyebarkan ideologi mereka sekaligus mengontrol dan memarginalkan wacana dan ideologi kelompok-kelompok lain. Lihat juga Janet Wollacott. The Sound of Leadership: Presidential Communication in the Modern-Age (Chicago: Chicago University Press. Hardt. 51-52. Michael Gurevitch. 1982). menyebarkan ideologi mereka sekaligus mengontrol dan memarginalkan wacana dan ideologi kelompok-kelompok lain. The Sound of Leadership: Presidential Communication in the Modern-Age (Chicago: Chicago University Press. Hardt. James Curran and James Wollacott (London: Methuen. Media berpihak pada kelompok dominan. 1994: 51-52). contoh: Media bukanlah sarana netral yang menampilkan berbagai ideologi dan kelompok apa adanya. 1987). 1982: 109. Catatan kaki dalam contoh ini bisa dilengkapi dengan keterangan tambahan." 21 Dalam contoh di atas. Janet Woollacott dan David Barrat menegaskan pandangan para teoritis Marxis bahwa ideologi yang dominanlah yang akan tampil dalam pemberitaan (Wollacott. 61. for presidents. c) Jika menggunakan catatan tubuh. Kalimat “The symbolic …. serta keberpihakan ideologisnya. contoh: Media bukanlah sarana netral yang menampilkan berbagai ideologi dan kelompok apa adanya. kepentingan. Media Sociology (London and New York: Routledge. hal. is a political act. salah satu representasi ideologi yang penting terwujud dalam pidato dan pernyataan-pernyataan para penyelenggara kekuasaan negara tersebut. 1994).. hal. Hart mengatakan: "The symbolic dimensions of politics speech-making.Bagi sebuah kekuasaan resmi negara. 22 Pada dasarnya tiap pemimpin politik selalu menciptakan bahasa politik yang menjadi kekuatan utama konsolidasi simbolik dalam rangka mendukung politik dijalankan serta meneguhkan ideologi kekuasaan. 24 21 R. 109. hal. 1987). 23 David Barrat. kepentingan. Lihat lebih jauh di R.23 Media berpihak pada kelompok dominan. media adalah subjek yang lengkap dengan pandangan. Dalam sebuah studinya mengenai pidato kemenangan presiden di Amerika. for wielding power” adalah kutipan.P. the mechanism for wielding power.

dan segenap kepustakaan lainnya yang digunakan dalam menyusun sebuah tulisan ilmiah. Daftar pustaka atau bibliografi mutlak ada dalam sebuah karya ilmiah. Society and the Media. 1994). Lihat juga Janet Wollacott. Judul buku. Judul buku. Unsur-unsur dalam sebuah daftar pustaka:  Nama pengarang (ditulis secara terbalik). tanggal terbit). menunjukkan sifat referensial atas karya tersebut. Kota penerbit: nama penerbit. Paul Rabinow. Buku dengan dua atau tiga pengarang Nama pengarang 1 (dibalik). David.3). 1982).  Nama pengarang artikel dan judul artikel (untuk artikel). Lihat David Barrat. Volume/Jilid. James Curran and James Wollacott (London: Methuen. tahun terbit. Media Sociology.6. et. Judul buku. Kota penerbit: nama penerbit. nama penerbit. Cambridge: Cambridge University Press. tahun terbit. 1988. Judul buku. Kota penerbit: nama penerbit. 219 . hal. et. 24 Keberpihakan media akan menampilkan kelompok dominan dalam pemberitaan. tahun terbit. 51-52. 1997. A History of Islamic Societes. tahun terbit.al.ed. Kota penerbit: nama penerbit. Bibliografi disusun secara alfabetis (Lampiran VI. Hubert L. terj. Lapidus. Barrat. Beyond Structuralism and Hermeneutics. Vol. Judul buku. Ira M. nama pengarang 3 (tidak dibalik).ed. Ibrahim. Judul buku. artikel. Buku yang terdiri dua jilid atau lebih Nama pengarang (dibalik). media bukan hanya alat bagi ideologi dominan. Jalaluddin.1.  Alamat lengkap internet dan waktu akses (untuk bahan dari internet). dalam Culture. Daftar Pustaka Daftar pustaka/bibliografi adalah daftar yang berisi buku. Rev.. Media Sociology (London and New York: Routledge. tahun terbit).  Judul buku (termasuk judul tambahannya). Kota penerbit: nama penerbit. 1982. Chicago: University of Chicago Press. eds. hal. Idi Subandi. Buku dengan banyak pengarang Nama pengarang 1 (dibalik). Rev. 2003. tahun terbit. untuk artikel di media (nama media. 1994. tetapi juga memproduksi ideologi dominan itu sendiri. Dreyfus. ditempatkan di bagian terakhir (halaman terpisah/tersendiri) dari tulisan ilmiah tersebut. Buku terjemahan Nama pengarang asli (dibalik). Buku yang telah direvisi Nama pengarang (dibalik). Rakhmat. 109. Lebih jauh. Yogyakarta: Bentang. dokumen. Michael Gurevitch.  Data publikasi (tempat terbit.  Data publikasi media.al. tahun terbit. Hegemoni Budaya. nama penerjemah. “Message and Meanings”. nama pengarang 2 (tidak dibalik). London and New York: Routledge. Cara penyusunan daftar pustaka: Buku dengan satu pengarang Nama pengarang (dibalik). Kota penerbit: nama penerbit. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

halaman. 32-43. Francis. 1998. Media Analysis Techniques. 10 September 2002. Kamus Nama pengarang kamus (dibalik). tahun. “Benturan Islam dan Modernitas. nama editor. 2000.Ed. “Islam di AS Jadi Agama Kedua. 2004. ”Judul makalah. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret. Artikel dari sebuah buku antologi Nama pengarang artikel (dibalik). ”Judul artikel. Skripsi/Tesis/Disertasi yang belum diterbitkan Nama penulis (dibalik). tahun terbit. penyelenggara seminar. Artikel dari sebuah jurnal/majalah ilmiah Nama pengarang artikel (dibalik). Alam. Prof. Bandung: Penerbit Nuansa dan PUSJARLIT. Muzayin. Dr." Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia.. Muzayin.” Nama jurnal/majalah ilmiah. Kota penerbit: nama penerbit. namun jika editor dua orang atau lebih menggunakan singkatan eds. M. M. Berita koran/majalah ”Judul berita. eds. II (Oktober. tanggal dan tahun terbit. nama kota. ”Judul artikel. Judul kamus. bukan halaman yang dikutip.” Nama media. Artikel dari koran/majalah Nama pengarang artikel (dibalik). Mastuhu.. 1998). Perhatian: halaman yang dimaksud di daftar pustaka ini adalah halaman dari awal sampai akhir tempat artikel berada dalam jurnal/majalah ilmiah. “Perspektif Pasca-Modernisme dalam Kajian Keagamaan. Setio Budi HH. “War Against Terrorism: Critical Discourse Analysis. 22 November 2001. fakultas dan universitas. “Dua Tipe Perempuan dalam Film dan Sinetron Mistik Indonesia.” Republika. "Paradigma dan Perkembangan Penelitian Komunikasi. Arthur Asa.” Nama media. edisi jurnal (bulan terbit. tahun terbit. Makalah seminar yang tidak diterbitkan Nama penulis (dibalik).Berger. Lorens.” Forum penyampaian makalah. nama kota.” Level karya. tahun terbit).” Koran Tempo.” Skripsi Sarjana. Kamus Filsafat. tanggal dan tahun terbit. Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. Deden Ridwan. Jakarta.” Makalah disampaikan dalam Temu Ilmiah Nasional. 1994. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. ”Judul skripsi/tesis/disertasi. Perhatian: jika editor satu orang maka menggunakan singkatan ed. hal. Rudi Harisyah. tahun terbit. Kota penerbit: nama penerbit. terj. ”Judul artikel. Nazaruddin. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.” Judul buku. Bagus. Fukuyama. 220 . 2007. Surakarta. Hidayat. ed. Dedy N. Nazaruddin.” Kajian Keagamaan dalam Tradisi Baru Penelitian Agama Islam Tinjauan Antardisiplin Ilmu.

dan menyusun bahasa surat yang baik dan benar. Radio.id/kampanye/bencana (akses 17 Agustus 2006). Surat keluarga biasanya dibuat oleh anak kepada orangtuanya karena dalam perantauan (misalnya kuliah atau bekerja di tempat yang jauh). ”Judul artikel. tanggal dan tahun dikeluarkan dokumen. SURAT PRIBADI Yaitu surat yang dikirimkan seseoarang kepada orang lain atau suatu organisasi/instansi. Nama dokumen. Surat Lamaran Pekerjaan adalah surat yang dibuat seseorang ( pelamar ) yang ditujukan kepada kantor atau perusahaan tertentu guna mendapatkan pekerjaan sesuai dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan. JENIS-JENIS SURAT 1.S. Nama kota. Robert. 12 February 1998.thirdworldtraveler. Surat lamaran termasuk surat pribadi. surat dapat dikelompokkan sebagai berikut: a. lampiran yang diminta.html (akses 16 Agustus 2006).” www. pedoman penulisan. Maresca. surat perijinan. 3) Pengumuman dari DEPNAKER. Untuk membuat surat lamaran pekerjaan perlu memperhatikan tahap-tahapnya yaitu : sumber informasi.” Alamat lengkap internet (waktu akses). J. Sedangkan yang termasuk surat pribadi adalah : surat keluarga. Surat Resmi (dinas) dan Surat Tidak Resmi (pribadi) Konsep surat resmi (dinas). Vice President International Relations Unocal Corporation to House Committee on International Relations Subcommittee on Asia and The Pacific.Dokumen yang tidak diterbitkan Lembaga yang mengeluarkan dokumen. Sumber Informasi.or. “Rich Media Poor Democracy. Department of Foreign Affairs. ”Judul artikel. Menurut kepentingan dan pengirimnya. dan sebagainya.C.” Alamat lengkap internet (waktu akses). Washington D. Sumber informasi lowongan pekerjaan tersebut di antaranya dari : 1) Iklan Surat Kabar. konsep surat tidak resmi (pribadi) dan komponen surat tidak resmi. Pedoman Penulisan Surat Lamaran. 4) Pegawai kantor atau perusahaan. komponen surat resmi. surat lamaran pekerjaan. “Pengelolaan Bencana: Pengelolaan Kerentanan Masyarakat. U. McChesney.com/Robert_McChesney_page. bisa juga surat dari saudara yang satu dengan yang lain dan berlainan tempat. Surat pribadi adalah surat yang dibuat oleh seseorang yang isinya menyangkut kepentingan pribadi.walhi. saat ini sangat banyak informasi lowongan pekerjaan yang dapat diperoleh dengan mudah dari berbagai sumber informasi tinggal bagaimana seorang pencari kerja dapat memanfaatkan berbagai sumber yang ada.” www. 2) Pengumuman yang berasal dari kantor/perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Surat Keluarga adalah surat yang dibuat seseorang yang isinya menyangkut kepentingan pribadi atau keluarga. Televisi atau Internet. Artikel di internet Nama penulis (dibalik).. proses pengajuan surat lamaran. Testimony by John. J. 1) Surat lamaran dapat ditulis tangan oleh pelamar dengan kertas folio bergaris tetapi tidak boleh pada halaman bolak221 .

Nomor surat. tempat. Surat ijin untuk mengadakan keramaian / hajatan kepada RT atau Lurah dan sebagainya. Kepala/kop surat. Lampiran Surat Lamaran disesuaikan dengan permintaan dari sumber informasi dan penyusunannya diurutkan kecuali untuk pas foto dan foto copy bisa diletakkan di atas susunan lamaran. terkecuali penulisan berdasarkan ejaan yang disempurnakan (EYD) haruslah menyesuaikan).5 spasi. Pembuka/salam pembuka (diakhiri tanda koma) 8. Isi surat lamaran terdiri dari : tempat dan tanggal surat. nama (biasanya disertai nomor induk pegawai atau NIP) 11. salam pembuka. Penutup surat 10. Isi surat (Uraian isi berupa uraian hari. jabatan. 2. dan sebagainya ditulis dengan huruf kecil. Foto kopi Ijasah. b. 2) Surat niaga. Penutup surat. perihal. Pada bagian tanda tangan surat lamaran seringkali suatu kantor khususnya kantor pemerintah menghendaki perlunya dibubuhi materai. yaitu surat resmi yang dipergunakan oleh perusahaan atau badan usaha. bisa juga pelamar menambahkan persyaratan lain yang sifatnya melengkapi syarat yang sudah ada agar lebih bisa menjadi bahan pertimbangan. 2. yaitu: 1) Surat dinas pemerintah. Bagian-bagian surat resmi: 1. ditulis dengan huruf kapital/huruf besar. Tanggal surat (penulisan di sebelah kanan sejajar dengan nomor surat) 6. Surat ijin untuk tidak masuk kerja / sekolah. 222 . yakni urutan surat yang dikirimkan 3. Selain surat bersifat pribadi kepada instansi atau kantor tempat kerja seseorang. 9. tanda tangan. Apabila sumber informasi lowongan kerja tidak mencantumkan/meminta syarat secara lengkap biasanya pelamar melengkapi surat lamarannya dengan melampirkan : Daftar Riwayat Hidup. alamat surat. 3) Surat sosial. kalimat pembuka. yaitu surat resmi yanng dipergunakan oleh organisasi kemasyarakatan yang bersifat nirlaba ( nonprofit). Foto kopi KTP dan Pas foto Surat Perijinan adalah surat yang ditulis seseorang yang isinya menyangkut permohonan ijin kepada pihak tertentu untuk mendapatkan ijin yang dimaksudkan. Alamat instansi/lembaga. berisi salam penutup. kalimat penutup. tanda tangan dan nama jelas. Contoh : 1. data pribadi. berupa garis besar isi surat 5. Lampiran. tanggal. ditulis dengan variasi huruf besar dan kecil. kata penutup. yaitu surat resmi yang digunakan instansi pemerintah untuk kepentingan administrasi pemerintahan. materai jika diminta. berupa penyertaan/pemberitahuan kepada atasan tentang adanya suatu kegiatan. tembusan surat. Hal. data lampiran.balik atau diketik dengan kualitas kertas yang baik (HVS minimal 60 gram) dengan jarak baris 1. surat ijin juga diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pihak pihak tertentu apabila seseorang atau sebuah keluarga ingin mengadakan suatu kegiatan atau keramaian di masyarakat hal ini dimaksudkan agar jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pihak tersebut bisa ikut bertanggung jawab. waktu. Alamat yang dituju (jangan gunakan kata kepada) 7. terdiri dari Nama instansi/lembaga. 2. SURAT RESMI adalah surat yang disampaikan oleh suatu instansi/lembaga kepada seseorang atau lembaga/instansi lainnya. Surat resmi (surat dinas) terbagi atas beberapa bagian. Logo instansi/lembaga. berisi lembaran lain yang disertakan selain surat 4.

5. surat dapat dikelompokkan sebagai berikut : surat pemberitahuan. 4. 2. surat pengantar. telegram. surat perjanjian. Jenis surat berdasarkan wujudnya surat terbagi atas surat bersampul. Memo biasanya ditulis dan dikirim oleh atasan kepada bawahan. Jenis surat berdasarkan tingkat kepentingan penyelesainnya. serta memo dan nota. Yang jelas pesan tersebut ditulis secara singkat. jelas. Jenis surat berdasarkan banyaknya sasaran surat dapat dikelompokkan menjadi surat biasa. surat panggilan. isi surat hanya boleh diketahui oleh kalangan tertentu yang terkait saja. 7. Bahasa yang digunakan dalam mengirim pesan singkat pribadi sangat bergantung kepada siapa pesan tersebut kita kirim.c. padat. K. Pesan singkat yang dikirim melalui tulisan di kertas ada yang bersifat formal/resmi dan nonformal/pribadi. surat perintah. c. Khusus dalam penulisan pesan singkat melalui SMS sering kita gunakan singkatan kata untuk meminimalisir jumlah huruf yang digunakan. (4) permintaan penjelasan tentang sesuatu. 6) tanggal penulisan memo. Jenis surat berdasarkan ruang lingkup sasarannya surat terbagi atas surat intern dan surat ekstern. 6. (3) instruksi untuk melakukan sesuatu. maksudnya. Memo biasanya terdiri atas: 1) kepala memo. dan jelas tetapi tetap memperhatikan sopan santun. 223 . b. surat konfidensial ( terbatas). warkat pos. surat edaran. (2) rencana pertemuan atau undangan untuk seseorang. surat undangan dan surat lamaran pekerjaan. Isi pesan singkat dapat berupa: (1) penjelasan tentang sesuatu yang terjadi atau akan terjadi. Slogan dan Poster Slogan adalah perkataan atau kalimat pendek yang menarik dan mudah diingat untuk memberitahukan atau menyampaikan sesuatu. dan surat kilat khusus. surat keputusan. 5) isi memo.. surat permintaan. isi surat dapat diketahui oleh oranng lain selain yang dituju. 4) pemberi/pengirim memo. surat rahasia. Pesan singkat bisa dalam bentuk memo atau SMS/e-mail. 2) identitas judul memo/tulisan ‘memo’. surat peringatan. Pesan singkat yang bersifat resmi/dinas sering disebut dengan memo (memorandum). surat biasa. atau (5) permintaan maaf. Pesan singkat pribadi ditulis dan dikirim oleh individu kepada individu lain untuk kepentingan pribadi. dan santun. kartu pos. yaitu surat yang isinya hanya boleh diketahui orang yang dituju saja. 7) tanda tangan dan nama pengirim memo. Jenis Surat menurut isinya. padat. dan surat pengumuman. surat laporan. 3. Jenis surat menurut sifatnya surat dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. surat terbagi atas surat biasa. artinya. surat pemesanan. MEMO Pesan singkat merupakan salah satu bentuk komunikasi tidak langsung yang disampaikan secara tertulis dengan bahasa yang singkat. surat penawaran. SMS pada era global ini merupakan bentuk pengiriman pesan yang lebih efektif. 3) penerima memo/alamat yang dituju. surat kilat. teleks atau faksimile.

L. Jika membaca adalah proses membuka jendela dunia. Berdasarkan isinya. 3.Slogan Bertujuan untuk menyampaikan suatu infirmasi dan memengaruhi pandangan serta pendapat orang terhadap informasi tersebut. upaya pendidikan.jelas. melihat wawasan yang ada dan menjadikannya sebagai khazanah pribadi. serta bersifat persuasif.biasa'a berupa Poster Bertujuan untuk menyampaikan suatu infirmasi dan memengaruhi pandangan serta pendapat orang terhadap informasi tersebut.dan mudah diingat.mudah dipahami.menjelaskan visi. poster sabun. Poster yang berisi penawaran sebuah produk atau jasa.pengumuman.poster dibagi menjadi 1. dan 2. Poster memiliki ciri bahasa yang menarik.singkat. dan penyaluran aspirasi tertentu. Slogan berisi mengenai tujuan ideologi suatu organisasi.mudah dipahami. dll.Misalnya: poster rokok. Ini berarti bahwa keterampilan tersebut perlu dimiliki setiap orang.plakat yg biasa ajakan. Slogan memiliki ciri bahasa yang menarik. Poster niaga : Bersifat menarik pembaca untuk membeli atau menggunakan suatu barang atau jasa. sedangkan Poster berisi mengenai himbauan. tidak saja untuk meraih keberhasilan selama bersekolah melainkan juga sepanjang hayatnya. isinya singkat dan jelas.menarik.kalimatnya pendek.efektif. RANGKUMAN Keterampilan Membaca-Menulis-Membaca merupakan keterampilan dasar. Poster kegiatan : Bertujuan memberitahukan adanya suatu kegiatan mengajak pembaca mengikuti atau berpartisipasi dalam megaton tersebut. poster sepatu.atau iklan. ajakan.sedangkan Poster lebih menekankan informasinya dalam suatu gambar/ilustrasi. dipasang ditempat umum .misi. maka menulis adalah proses menyajikan 224 . Perbedaan antara Slogan dan Poster Slogan lebih mengarah/menekankan pada kata-kata/kalimat.mudah dimengerti. Poster hiburan : Berisi pemberitahuan adanya sesuatu hal yang bersifat hiburan. golongan. dan sebagainya. Poster penerangan atau pendidikan : Bersifat mempengaruhi pembaca untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perilaku tertentu.tujuan POSTER Poster adalah. 4.menarik perhatian pembaca selain itu jika diperlukan dapat ditambahkan gambar atau ilustrasi.

kembali khazanah tersebut kepada masyarakat luas. Anda bisa menggabungkan sebuah khazanah dengan khazanah yang sudah dimiliki sebelumnya. Sangat sulit bagi seseorang untuk menulis sesuatu yang di luar dirinya. Dengan demikian membaca mau tidak mau adalah proses yang harus dijalani oleh orang yang berkeinginan untuk bisa menulis. Jika selama ini Anda kesulitan menulis dan selalu berhenti pada kalimat atau paragraf pertama, bisa jadi penyebabnya karena terlalu sedikit stok informasi yang Anda miliki sebelumnya. Anda harus menambah stok tersebut agar proses menulis menjadi lancar. Variasi Bahasa-Variasi Bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen. Dalam hal variasi bahasa ini ada dua pandangan. Pertama, variasi itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa itu. Jadi variasi bahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa. Kedua, variasi bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam. Kedua pandangan ini dapat saja diterima ataupun ditolak. Yang jelas, variasi bahasa itu dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya keragaman sosial dan fungsi kegiatan didalam masyarakat sosial. Namun Halliday membedakan variasi bahasa berdasarkan pemakai (dialek) dan pemakaian (register). Berikut ini akan dibicarakan variasi-variasi bahasa tersebut, dimulai dari segi penutur ataupun dari segi penggunanya. 1. Variasi dari Segi Penutur, 2. Variasi dari Segi Pemakaian, 3. Variasi dari Segi Keformalan, dan 4. Variasi dari Segi Sarana. Mengubah Teks Wawancara menjadi Narasi- Teks wawancara merupakan bentuk penyajian informasi berupa tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Narasi merupakan bentuk karangan pengisahan suatu cerita atau kejadian. Anda akan berlatih mengubah teks wawancara menjadi teks narasi. Hal itu berarti teks yang berupa tanya jawab antara penanya dan narasumber diubah menjadi bentuk tulisan atau teks cerita Bagaimana cara mengubah teks wawancara menjadi bentuk naratif? Perlu dicermati lagi bahwa wawancara biasanya berupa kalimat langsung. Jika dinarasikan maka Anda harus mengubah kalimat tersebut menjadi kalimat tak langsung. Masih ingatkah kalian ciri-ciri kalimat langsung dan tak langsung? Menjelaskan Cara Membaca Tabel, Diagram, Grafik, dan Denah secara Benar. Informasi verbal adalah informasi yang disampaikan dengan kata-kata. Adapun informasi nonverbal adalah informasi yang disajikan dengan bentuk visual, seperti gambar, bagan, grafik, diagram, matriks, dan tabel. Paragraf, Syarat-syarat Paragraf, Jenis Paragraf, dan Penanda Hubungan antarparagraf-Paragraf adalah kesatuan pikiran yang mengungkapkan ide pokok yang berbentuk dalam rangkaian kalimat yang berkaitan dengan bentuk (kohesi) dan makna (koherensi). Paragraf adalah bagian karangan yang terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran. Dalam paragraf terdapat tiga persyaratan agar paragraf menjadi padu, yaitu kepaduan, kesatuan, dan kelengkapan. Penggunaan EYD-Bahasa menunjukkan bangsa, tiada bahasa hilanglah bangsa. Sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987, perlu disempurnakan kembali. Berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Maka lahirlah Permendiknas no. 46 Thun 2009 Tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, dalam permendiknas tersebut dipergunakan bagi 225

instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, dinyatakan tidak berlaku. Penulisan Karya Ilmiah, Penulisan Kutipan, dan Penulisan Daftar Pustaka, disajikan artikel ilmiah, artikel popular, cara memilih topik PTK, cara menyusun kutipan dan daftar pustaka. Surat Resmi dan Surat Tidak Resmi- Peserta dapat menjelaskan konsep surat resmi (dinas), komponen surat resmi, konsep surat tidak resmi (pribadi) dan komponen surat tidak resmi, dan menyusun bahasa surat yang baik dan benar. Slogan dan Poster-disajikan materi tentang slogan dan poster, perbedaan kedua media tersebut, menyusun slogan dan poster. M. Evaluasi 1. Jelaskan konsep-konsep dasar dalam keterampilan membaca dan menulis! 2. Jelaskan variasi bahasa untuk menunjang pembelajaran keterampilan berbahasa! 3. Jelaskan cara mengubah teks wawancara menjadi narasi! 4. Bacalah secara benar tabel, diagram, denah, dan grafik yang telah Anda siapkan! 5. Jelaskan konsep paragraf, syarat-syarat paragraf, jenis paragraf, dan penanda hubungan antarparagraf! 1. Buatlah sebuah paragraf naratif tentang PLPG! 2. Tentukan bentuk paragraf yang telah Anda susun! 3. Tentukan jenis paragraf yang telah Anda susun! 4. Tuliskan kembali ide pokok paragraf Anda tersebut! 5. Tuliskan kembali Kalimat utama paragraf Anda tersebut! 6. Tuliskan kembali kalimat-kalimat penjelas paragraf Anda tersebut! 6. Susunlah lima buah kalimat efektif! 7. Susunlah sebuah paragraph dengan menerapkan penggunaan EYD secara baik dan benar! 8. Susunlah sebuah artikel ilmiah dengan menerapkan cara penulisan kutipan dan penulisan Daftar Pustaka secara benar! 9. Menjelaskan konsep surat resmi (dinas), komponen surat resmi, konsep surat tidak resmi (pribadi) dan komponen surat tidak resmi, dan menyusun bahasa surat yang baik dan benar. a. Buatlah sebuah surat penawaran barang! b. Atas dasar surat yang telah Anda susun jawablah hal-hal berikut. 1) Tuliskan bagian-bagian suratnya! 2) Tuliskan kalimat pembuka suratnya! 3) Tuliskan salam penutupnya! 10.Buatlah sebuah slogan sekolah Anda. N. Kunci Jawab 1. Konsep-konsep dasar dalam keterampilan membaca dan menulis. Keterampilan Membaca-Menulis-Membaca merupakan keterampilan dasar. Ini berarti bahwa keterampilan tersebut perlu dimiliki setiap orang, tidak saja untuk meraih keberhasilan selama bersekolah melainkan juga sepanjang hayatnya. Jika membaca adalah proses membuka jendela dunia, melihat wawasan yang ada dan menjadikannya sebagai khazanah pribadi, maka

226

menulis adalah proses menyajikan kembali khazanah tersebut kepada masyarakat luas. Membaca mau tidak mau adalah proses yang harus dijalani oleh orang yang berkeinginan untuk bisa menulis. Jika selama ini Anda kesulitan menulis dan selalu berhenti pada kalimat atau paragraf pertama, bisa jadi penyebabnya karena terlalu sedikit stok informasi yang Anda miliki sebelumnya. Anda harus menambah stok tersebut agar proses menulis menjadi lancar. 2. Variasi bahasa untuk menunjang pembelajaran keterampilan berbahasa! Variasi Bahasa-Variasi Bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen. Dalam hal variasi bahasa ini ada dua pandangan. Pertama, variasi itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa itu. Jadi variasi bahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa. Kedua, variasi bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam. Kedua pandangan ini dapat saja diterima ataupun ditolak. Yang jelas, variasi bahasa itu dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya keragaman sosial dan fungsi kegiatan didalam masyarakat sosial. Namun Halliday membedakan variasi bahasa berdasarkan pemakai (dialek) dan pemakaian (register). Berikut ini akan dibicarakan variasi-variasi bahasa tersebut, dimulai dari segi penutur ataupun dari segi penggunanya. 1. Variasi dari Segi Penutur, 2. Variasi dari Segi Pemakaian, 3. Variasi dari Segi Keformalan, dan 4. Variasi dari Segi Sarana. 3. Jelaskan cara mengubah teks wawancara menjadi narasi! Teks wawancara merupakan bentuk penyajian informasi berupa tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Untuk menceritakan atau menyampaikan kembali hasil wawancara kepada orang lain, teks wawancara perlu diubah dalam bentuk narasi. Narasi merupakan bentuk karangan pengisahan suatu cerita atau kejadian. Agar Anda dapat menarasikan teks wawancara dengan baik, lakukan langkah-langkah berikut. Bacalah teks wawancara dengan cermat, Catatlah pokok-pokok isi wawancara. Buatlah pengantar ke arah isi wawancara. Narasikan isi wawancara dengan mengembangkan pokok-pokok isi. Lengkapilah narasi dengan bagian penutup. 4. Jawaban kalimat bebas sesuai fakta tabel, diagram, denah, dan grafik yang telah siapkan peserta. 5. Jawaban kalimat bebas sesuai konteks paragraf yang disusun peserta! 6. Jawaban kalimat bebas asal sesuai syarat kalimat efektif. 7. Susunlah sebuah paragraph dengan menerapkan penggunaan EYD secara baik dan benar! 8. Jawaban kalimat bebas asal telah menerapkan cara penulisan kutipan dan penulisan Daftar Pustaka secara benar. 9. Jawaban kalimat bebas sesuai surat yang telah disusun peserta. 10. Jawaban kalimat bebas sesuai kondisi masing-masing peserta

DAFTAR PUSTAKA Alwasilah, A. Chaedar. 2000. Politik Bahasa dan Pendidikan. Cet. II. Bandung: Remaja Rosdakarya.

227

Alwi, Hasan dan Dery Sugono. 2002. Telaah Bahasa dan Sastra. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Alwi, Hasan. 1996. ”BIPA: Hari Ini dan Esok”. Dalam Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing. (Husen dkk. Penyunting). Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Arifin, Zaenal dan S. Amran Tasai. 2002. Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Akademika Pressindo. Azies, Furqanul dan Alwasilah, A. Chaedar. 1996. Pengajaran Bahasa Komunikatif Teori dan Praktek. Cet. I. Bandung: Remaja Rosdakarya. Semi, M. Atar. 1995. Dasar-Dasar Keterampilan Menulis. Bandung: Mugantara. Chaer, Abdul dkk. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta, 2004. Doyin, Moh. 2010. Artikel Ilmiah. Unnes Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Ibrahim, Syukur, dkk. Bahan Ajar Sintaksis Bahasa Indonesia. Departemen Pendidikan Nasional Universitas Negeri Malang. Ramlan, M. 2001. Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis. Yogyakarta: C.V. Karyono. Rusnaji, Oscar. Aspek-aspek Linguistik. IKIP Malang. Rusnaji, Oscar. 1983. Aspek-aspek Sintaksis Bahasa Indonesia. IKIP Malang. Samsuri. 1985. Tata Bahasa Indonesia Sintaksis. Jakarta: Sastra Budaya. Sugono, Dendy. 1986. Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: C.V. Kilat Grafika. Tarigan, Henry Guntur. 1994. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Verhaar. 2004. Asas-asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada university Press. Wirjosoedjarmo. 1984. Tata Bahasa Indonesia. Surabaya: Sinar Wijaya

228

229

tetapi isinya cenderung hanya sebagian kecil saja dari model-model pembelajaran inovatif yang sedang dikembangkan saat ini. Paradigma yang mengalami anomali tersebut cenderung menimbulkan krisis. Mereka pada umumnya memperoleh informasi tentang model-model pembelajaran ini dengan mengandalkan dari internet. di toko-toko buku tertentu kita bisa mendapatkan beberapa buku yang membahas tentang model-model pembelajaran inovatif.BAB VII MEDIA DAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF A. Memang. dengan meninggalkan modelmodel pembelajaran konvensional. Bagi para guru. B. karena memang kurang tersedia buku yang mendukungnya. Belajar menurut 230 . Tentunya dengan harapan dapat memberikan efektivitas yang tinggi terhadap proses dan pencapaian hasil belajar siswa. di kalangan mahasiswa. Kesulitan mengelaborasi teori yang melandasi model-model pembelajaran ini juga tampaknya banyak dialami oleh para mahasiswa yang hendak meneliti tingkat efektivitas penggunaan model pembelajaran inovatif tertentu. ilmu pengetahuan bersifat sementara terkait dengan perkembangan yang dimediasi baik secara sosial maupun kultural. belakangan ini mulai muncul kegairahan mengkaji dan meneliti tentang sejauhmana efektivitas penggunaan model-model pembelajaran inovatif. tidak dalam bentuk kajian yang mendalam. yang juga cenderung bersifat elementer dan parsial. Paradigma konstruktivistik tentang pembelajaran merupakan paradigma alternatif yang muncul sebagai akibat terjadinya revolusi ilmiah dari sistem pembelajaran yang cenderung berlaku pada abad industri ke sistem pembelajaran yang semestinya berlaku pada abad pengetahuan sekarang ini. Sebagaimana dimaklumi. sehingga cenderung bersifat subyektif. Hal ini bisa dilihat dengan adanya kecenderungan dari sebagian guru berupaya menerapkan berbagai model pembelajaran yang mutakhir atau kita sebut saja model pembelajaran inovatif di sekolahnya masing-masing. informasi tentang model-model pembelajaran inovatif ini pada umumnya diperoleh melalui berbagai pelatihan yang diikutinya. yang tentunya hanya bersifat garis besarnya saja. TUJUAN Peserta memahami berbagai media dan model pembelajaran inovatif berbasis IT. Hanya sangat disayangkan. saat ini kita ditawari dengan aneka model pembelajaran inovatif yang jumlahnya sangat banyak untuk dapat dipraktikkan oleh para guru di lapangan. Menurut paradigma konstruktivistik. Sebuah paradigma yang mapan yang berlaku dalam sebuah sistem boleh jadi mengalami malfungsi apabila paradigma tersebut masih diterapkan pada sistem yang telah mengalami perubahan. khususnya ketika mereka sedang menyelesaikan karya tulis dalam rangka penyelesaian studinya. Manakala mereka harus melakukan Penelitian Tindakan Kelas. kegairahan untuk menerapkan dan meneliti modelmodel pembelajaran mutakhir ini tampaknya belum diikuti oleh ketersediaan buku-buku yang mengupas secara lengkap dan tuntas dari masing-masing model pembelajaran inovatif tersebut. mereka mengalami kesulitan untuk mengelaborasi teori tersebut. yang didalamnya disyaratkan adanya kerangka teori yang melandasinya. MATERI Upaya pemerintah untuk mereformasi sistem pembelajaran di sekolah tampaknya telah mendapat respons positif pada sebagian akademisi maupun praktisi. Krisis tersebut akan menuntut terjadinya revoluasi ilmiah yang melahirkan paradigma baru dalam rangka mengatasi krisis yang terjadi (Kuhn. Demikian juga. khususnya yang menggeluti bidang pendidikan. 2002).

5. Menggali pemahaman siswa tentang konsep-konsep yang akan dibelajarkan sebelum sharing pemahamannya tentang konsep-konsep tersebut. (5) menilai pembelajaran secara kontekstual. bagaimana guru mendorong dan menerima otonomi siswa.pandangan ini lebih sebagai proses regulasi diri dalam menyelesikan konflik kognitif yang sering muncul melalui pengalaman konkrit. Paradigma konstruktivistik merupakan basis reformasi pendidikan saat ini. Menyertakan respon siswa dalam pembelajaran dan mengubah model atau strategi pembelajaran sesuai dengan karakteristik materi pelajaran. (4) materi pembelajaran menyesuaikan terhadap kebutuhan siswa. Mengutamakan kinerja siswa berupa mengklasifikasi. Menghargai otonomi dan inisiatif siswa. atau meniru-niru informasi yang baru disajikan dalam laporan atau quis dan tes. Untuk menginternalisasi serta dapat menerapkan pembelajaran menurut paradigma konstruktivistik. 231 . 4. 1. dan interpretasi. 2. dan model-model yang dibangkitkan oleh siswa sendiri. yang nantinya akan memperoleh kemajuan dari hasil belajar. dan teka-teki sebagai pengarah pembelajaran. Belajar merupakan proses negosiasi makna berdasarkan pengertian yang dibangun secara personal. investigasi. (3) menghargai pandangan siswa. pengambilan keputusan. Belajar adalah kegiatan aktif siswa untuk membangun pengetahuannya. Dengan demikian Pembelajarann inovatif adalah Model Pembelajaran yang dikemas oleh pe-belajar karena adanya dorongan dari sebuah gagasan yang baru. atau mentransformasi informasi baru. Secara tradisional. resolusi konflik kognitif. Hal yang lebih penting. pembelajaran lebih mengutamakan penyelesaian masalah. membentuk kembali. Inovatif adalah kata sifat dari inovasi. Pembelajaran inovatif merupakan langkah-langkah dalam belajar. investigasi bertolak dari data mentah dan sumbersumber primer (bukan hanya buku teks). mengembangkan konsep. termasuk dalam dunia pendidikan. yang semuanya ditujukan untuk memperbaharui tingkat pemikiran individu sehingga menjadi semakin sempurna. Siswa sendiri yang melakukan penalaran melalui seleksi dan organisasi pengalaman serta mengintegrasikannya dengan apa yang telah diketahui. menghargai pikiran siswa. Dunia pendidikan adalah dunia belajar dan pembelajaran. Menurut paradigma konstruktivistik. penelitian. hipotesis. 1. dan mengkreasi dalam mengerjakan tugas. pengujian hipotesis. 3. terlebih dulu guru diharapkan dapat merubah pikiran sesuai dengan pandangan konstruktivistik. memprediksi. Pembelajaran lebih dicirikan oleh aktivitas eksperimentasi. pencarian. yaitu (1) meletakkan permasalahan yang relevan dengan kebutuhan siswa. pembelajaran telah dianggap sebagai bagian “menirukan”suatu proses yang melibatkan pengulangan siswa. terdapat lima prinsip dasar yang melandasi kelas konstruktivistik. pembelajaran lebih diutamakan untuk membantu siswa dalam menginternalisasi. Siswa sendiri yang bertanggung jawab atas peistiwa belajar dan hasil belajarnya. dialog. pertanyaan-pertanyaan. Guru konstruktivistik memiliki ciri-ciri sebagai berikut. MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF Apapun yang berhubungan dengan kata inovatif tampaknya sangat menarik untuk di ketahui. Menurut paradigma konstruktivistik. Menggunakan data primer dan bahan manipulatif dengan penekanan pada keterampilan berpikir kritis. wacana kolaboratif. Sedangkan pembelajaran bisa memiliki arti belajar atau pembelajaran. Inovatif artinya pembaharuan. Belajar bermakna terjadi melalui refleksi. Secara umum. Lalu bagaimana dengan pembelajaran inovatif sendiri? Apa arti pembelajaran inovatif? Kita sangat sering mendengar kata inovatif dan di manamana kata yang berembel embel inovatif sangat menarik untuk dipelajari dan dipraktikkan di kelas. dialog. konstruksi solusi dan algoritma ketimbang menghafal prosedur dan menggunakannya untuk memperoleh satu jawaban benar. (2) menyusun pembelajaran di sekitar konsep-konsep utama. mengananalisis.

minat dan perhatian siswa sehingga proses interaksi komunikasi edukasi antara guru (atau pembuat media) dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. Sedangkan menurut Brigs (dalam Sadiman. dan lain sebagainya sesuai keinginan guru. berbagai media dalam dunia maya memberikan berbagai alternatif yang mampu mengakomodasi semua fungsi dai proses pembelajaran. Ms PPT. mengantarkan anak didik pada pengalaman belajar yang bermakna. dalam hal ini adalah menghubungkan apa yang dikehendaki guru terhadap siswa. begitu pula sebaliknya. Menurut Latuheru (dalam Hamdani. Dunia semakin berkembang dengan pesatnya. minat dan perhatian sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman. tanpa adanya variasi. Selama ini terjadi gap yang lebar. Berdasarkan pengertian-pengertian yang telah diberikan. Hal ini lebih dikarenakan guru maupun siswa tida ada kecocokan dari awal pelajaran. di dalamnya mengandung makna dan arti pembaharuan. cenderung text book. (http://ksupointer. Swish maupun macromedia ide-ide kreatif bisa tersalurkan. Sehubungan dengan perkembangan IT. apa yang diinginkan siswa dari guru. dimana siswa 232 . 2005: menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan. 2002: 6). 2002: 6). media pembelajaran memegang peran yang sangat penting. Karena hal ini sesuatu yang tidak bisa dihindari. yaitu berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk berpikir. guru harus selalu mengikuti perkembangan yang ada. media pembelajaranpun diharapkan berkembang secara signifikan sehingga penanaman konsep dan pemahaman konsep sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai. e-mail. mengaktifkan dan menyenangkan. facebook. Lewat eksplorasi fitur-fitur yang ditawarkan Power Point. Termasuk diantaranya dalam hal pembelajaran. blog. gambar. Dalam proses pembelajaran yang paling relevan digunakan adalah media blog. Kata media berasal dari bahasa latin yaitu jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. menurut Gagne (dalam Sadiman.com) Jadi. Media merupakan sesuatu yang menghubungkan. maka media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran agar dapat merangsang pikiran. di dalamnya mampu memuat materi dalam bentuk Ms Word. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Sadiman. namun kita masih saja berpegang pada “pakem” lama. Dalam sebuah proses Kegiatan Belajar Mengajar. alat atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. Media belajar sangat membantu mengurangi keabstrakan dari sebuah konsep materi yang sedang diajarkan. Guru dalam menyajikan materi biasa-biasa saja. Sementara kondisi perubahan di luar sudah sangat maju. 2002: 6). Pemanfaatan beberapa software untuk pembuatan media pembelajaran bisa menjadi alternatif yang inovatif. Secara umum media pembelajaran dalam pendidikan disebut media.Pembelajaran inovatif dari pendidik atau guru juga mempunyai arti pembelajaran yang sudah dikemas oleh seorang guru atau instruktur dan merupakan bagian dari wujud gagasan atau teknik yang dipandang masih baru sehingga mampu memfasilitasi murid agar memperoleh kemajuan dalam proses serta hasil belajar. Seperti friendster. perasaan. media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim dan penerima sehingga dapat merangsang pikiran. Sedangkan jika di tinjau berdasarkan definisi harfiahnya mengenai model pembelajaran inovatif tersebut. termasuk dalam hal Teknologi Informatika (IT). 2002: 6) media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. perasaan. Pembelajaran yang cenderung monoton dan membosankan akan menjadikan proses belajar mengajar juga stagnan. video. Di era informatika seperti saat ini. dan lain sebagainya.

Mamou juga memuat audio-visual dalam bentuk video dalam bentuk MPEGAV. dari yang sederhana sampai model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam penerapannya. apa tanggapan terhadap link-link yang dipilih dan isu-isu di dalamnya. facebook. audio. Memuat bentuk gambar dalam format JPEG. mailing. dll. strategi atau metode pembelajaran. dll). Kita tidak perlu menjadi programmer untuk menjadi seorang blogger. daat dibaca oleh pengunjung blog yang tak terbatas. 2. JPE. 2. gambar ataupun multimedia. MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF Model Pembelajaran diartikan sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Maka media blog di sini menjadi sebuah jembatan penghubung antara guru dan siswa dengan memanfaatkan kemajuan teknologi (IT). baik dalam format Ms Word. Jadi. PDF. John Barger menggunakan istilah weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu update secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentarkomentar mereka sendiri. friendster. Melalui blognya. seperti e-mail. 233 . Blog merupakan salah satu bentuk atau model dalam internet disamping fungsi yang sudah umum. hingga apa yang dia lakukan sehari-hari. Di dalamnya memuat fungsi media visual. Dalam blog fungsi media pembelajaran dapat tercover secara keseluruhan. Weblog melebihi surat elektronik (e-mail). Oleh karena itu blog bersifat sangat personal. kita dapat memperluas hubungan teman/kenalan hingga dapat membentuk suatu komunitas yang besar. istilah yang pertama kali digunakan oleh John Barger pada bulam Desember 1997. PNG. sebenarnya model pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan. Corel. Saat ini telah banyak dikembangkan berbagai macam model pembelajaran. seperti karya tulis. rasakan. kumpulan link internet. weblog dapat dirangkum sebagai kumpulan website pribadi yang memungkinkan para pembuatnya menampilkan berbagai jenis isi pada web dengan mudah.malu atau takut untuk menyampaikan keluhan dalam proses belajar mengajar kepada guru sehingga tidak ada feedback kepada guru. Beda dengan e-mail yang hanya bisa dibaca oleh orang yang kita kirimi. Guru menganggap proses belajar mengajarnya sudah baik karena tidak pernah ada komplain. Secara garis besar. pengunjung blog juga dengan cepat dapat memberikan respon terhadap posting blog melalui komentar yang dapat langsung dituliskan di blog tersebut. Photoshop. dokumen-dokumen ( file-file word. Blog adalah kependekan dari weblog. Blog kemudian juga menjadi Diary Online yang berada di internet. Ms Office PPT. PDF Converter. Keuntungan dari penggunaan weblog antara lain : 1. Era maju menuntut seseorang untuk selalu mengembangkan potensi dan kemampuan softskills maupun hardskills-nya. Dalam blog kita bisa mengupload segala bentuk tulisan. Satu-satunya hal yang membedakan blog dari diary atau jurnal yang biasa kita miliki adalah bahwa blog dibuat untuk dibaca orang lain. Para pembuat blog dinamakan blogger. maupun media audiovisual. Melalui weblog. karena kita dapat menampilkan seluruh isi dalam web dengan mudah melalui menu editor yang telah disediakan. kepribadian blogger menjadi mudah dikenali berdasarkan topik apa yang disukai. karena satu posting blog yang kita bahas. Perkembangan lain dari blog yaitu ketika blog memuat tulisan tentang apa yang seorang blogger pikirkan. Dapat juga diartikan suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. MPG. dll. Selain itu. MP3.

Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran 2. memberi penguatan. Mengelola di sini memiliki arti yang luas yang menyangkut bagaimana seorang guru mampu menguasai keterampilan dasar mengajar. teori belajar dan pembelajaran. mengelola kelas. dan mengevaluasi. 2. Semua kompetensi tersebut mendukung keberhasilan guru dalam mengajar. memotivasi peserta didik. Memilih Model Pembelajaran Yang Baik Sebagai seorang guru harus mampu memilih model pembelajaran yang tepat bagi peserta didik. guru harus memperhatikan keadaan atau kondisi siswa. Lingkungan belajar yang duperlukanagar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Seorang guru diharapkan memiliki motivasi dan semangat pembaharuan dalam proses pembelajaran yang dijalaninya. guru yang kompeten adalah guru yang mampu mengelola program belajar-mengajar. dan sebagainya. (2004 : 165). dan learning strategi.Ciri-ciri Model Pembelajaran Ada beberapa ciri-ciri model pembelajaran secara khusus diantaranya adalah : 1. menjelaskan. juga bagaimana guru menerapkan strategi. dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif. Sedangkan model pembelajaran menurut Kardi dan Nur ada lima model pemblajaran yang dapat digunakan dalam mengelola pembelajaran. 3. Read more: MODEL PEMBELAJARAN >> Pengertian Model Pembelajaran | belajarpsikologi. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. pembelajaran kooperatif. bahan pelajaran serta sumber-sumber belajar yang ada agar penggunaan model pembelajara dapat diterapkan secara efektif dan menunjang keberhasilan belajar siswa. yaitu: pembelajaran langsung. baik yang menyangkut perbaikan kualitas pembelajaran maupun segala hal yang berkaitan dengan peningkatan prestasi belajar peserta didiknya. Pendapat serupa dikemukakan oleh Colin Marsh (1996 : 10) yang menyatakan bahwa guru harus memiliki kompetensi mengajar. bertanya. Model Examples Non Examples Contoh dapat dari Kasus/Gambar yang Relevan dengan Kompetensi Dasar Langkah-langkah : 1. M. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas 5. diskusi. pembelajaran berdasarkan masalah. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya 234 . Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar. Karena itu dalam memilih model pembelajaran. Menurut Sardiman A. merencanakan pembelajaran. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP/In Focus 3. membuat model instruksional. berkomunikasi. seperti membuka dan menutup pelajaran. menvariasi media. 4. Tingkah laku mengajar yang diperlukanagar model tersebut dapat dilaksanakandengan berhasil. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar 4. Rasional teoritik yang logis yangdisusun oleh para pencipta atau pengembangnya. A. Setiap guru harus memiliki kompetensi adaptif terhadap setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan di bidang pendidikan.com Berikut disajikan beberapa model pembelajaran inovatif.

Tanggapan dari teman yang lain. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya 4. Siswa dibagi dalam kelompok. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 7. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka 5. Guru membagi siswa untuk berpasangan 2.6. Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan guru 7. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 4. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2. kemudian guru menunjuk nomor yang lain 6. Picture And Picture Langkah-langkah : 1. Serta lakukan seperti diatas. Bertukar peran. Kepala Bernomor Struktur Langkah-langkah : 1. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan 3. Menyajikan materi sebagai pengantar 3. Siswa dibagi dalam kelompok. Kesimpulan B. Sementara pendengar : (a) Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap. Kesimpulan/rangkuman C. Kesimpulan D. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis 5.Numbered Heads Together Langkah-langkah : 1. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya 3. Cooperative Script Metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan. 6. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 235 . (b) Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya 5. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar 4. Penutup E. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut 6. bagian-bagian dari materi yang dipelajari Langkah-langkah : 1. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai 7. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.

Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain 5.) 3. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai. 1978) Langkah-langkah : 1. dll. jenis kelamin. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka 5. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. pengumpulan data. hipotesis.Problem Based Introductuon (PBI)/(Pembelajaran Berdasarkan Masalah) Langkah-langkah : 1. Blaney. Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. pemecahan masalah. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh 6. Guru menyajikan pelajaran 3. Kesimpulan F.2. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi 7. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan 4. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu 5. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Jigsaw (Model Tim Ahli)/(Aronson. Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya 236 . Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. Sikes. Siswa dikelompokkan ke dalam 4 anggota tim 2. Penutup H. tugas. And Snapp. 4. Student Teams-Achievement Divisions (Stad)/Tim Siswa Kelompok Prestasi (Slavin. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Guru memberi evaluasi 8. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya 3. Kesimpulan G. Memberi evaluasi 6. eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Jika perlu. 4. jadwal. Stephen. 2. guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda 3. suku. 1995) Langkah-langkah : 1. dll) 2. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka 4.

Artikulasi Langkah-langkah : 1. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya 6. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban 3. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban) 5. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya 7. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru K.5.Think Pair And Share (Frank Lyman. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi 5. Kesimpulan/penutup L. Setiap siswa mendapat satu buah kartu 3. kemudian berganti peran.Mind Mapping Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban Langkah-langkah : 1. Begitu juga kelompok lainnya 5. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review. Kesimpulan/penutup J. Untuk mengetahui daya serap siswa. sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban 2. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai 2. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai 237 . Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru 6. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan I. bentuklah kelompok berpasangan dua orang 4. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin 6. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa 3. Make – A Match (Mencari Pasangan) (Lorna Curran. 1994) Langkah-langkah : 1. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang 4. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang 4. Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Demikian seterusnya 8. Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil. 1985) Langkah-langkah : 1. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa 7.

Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru 3.2. Segalanya berbicara. 3. Dari data-data di papan tersebut. Akui setiap usaha. Penutup M. guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai. Lingkungan yang mendukung. Isi : 1. Penyajian yang prima. 2. 3. tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya 5. 5. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi 5. Pengalaman sebelum pemberian nama. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap 6. Guru memberi kesimpulan 7. Berawal dari kegiatan tersebutmengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diuangkapkan para siswa 6. Landasan yang kukuh. 238 . dan keterampilan hidup. layak pula dirayakan. dan rancangan belajar yang dinamis. 3. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing 4. Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yg lainnya kontra 2. Prinsip Quantum Learning : 1. Jika layak dipelajari. Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Fasilitas yang luwes. 4. Guru memberikan tugas untuk membaca materiyang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas 3. 3. Quantum Learning mengutamakan Konteks dan Isi. Konteks : 1. 4.Debat Langkah-langkah : 1. Suasana yang memberdayakan. 2. Segalanya bertujuan. Guru menunjuk salah satu anggotanya kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya. Guru memimpin pleno kecil diskusi. Keterampilan belajar untuk belajar. 2. Setelah selesai membaca materi. ANEKA METODE PEMBELAJARAN INOVATIF LAINNYA METODE QUANTUM Tokohnya : Bobby DePorter Metode ini mengutamakan percepatan belajar dengan cara partisipatori peserta didik dalam melihat potensi diri dalam kondisi penguasaan diri.

sedangkan guru hanya sebagai pemandu atau fasilitator. 1992): 1. N : Namai 4. 4. Belajar itu aktif dan konstruktif 2. Belajar itu bersifat sosial. 3. 239 . Ciri-cirinya : 1) belajar dari realitas atau pengalaman. 2. 4. T : Tumbuhkan 2. A : Alami 3. anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. R : Rayakan Contoh : 1) Teknik Peta Pikiran 2) Teknik Pohon Konsep METODE PARTISIPATORI Metode ini menekankan keterlibatan siswa secara penuh. Siswa itu beraneka latar belakang. metode ini beranggapan bahwa : 1. U : Ulangi 6. D : Demonstrasikan 5. 3. semua siswa adalah unik.Urutan Pembelajaran Quantum Learning : 1. 2) tidak menggurui. Rincian proses dan tahapannya : Metode Pertama : 1) Rangkai-Ulang 2) Ungkapan 3) Kaji-Urai 4) Kesimpulan 5) Tindakan Metode Kedua : 1) Persepsi 2) Identifikasi diri 3) Aplikasi diri 4) Penguatan diri 5) Pengukuhan diri 6) Refleksi diri METODE KOLABURATIF Metode ini menekankan pada pembangunan makna oleh siswa dari proses sosial yang bertumpu pada konteks belajar. dunia anak adalah dunia bermain. Berkaitan dengan penyikapan guru terhadap siswa. Metode kolaburatif didasarkan pada asumsi-asumsi berikut (Smith & MacGregor. usia anak adalah usia yang paling kreatif dalam hidup manusia. Belajar itu bergantung konteks. dan 3) dialogis.

dikembalikan pada pertemuan berikutnya. 2) Memungkinkan siswa mengeksplorasi gagasan dan mencobakan berbagai pendekatan dalam pengerjaan tugas. 3) Kelompok kolaburatif bekerja secara bersinergi mengidentifikasi. 2) Menciptakan lingkungan pembelajaran yang berpusat pada siswa. 5) Guru menunjuk salah satu kelompok secara acak untuk melakukan presentasi hasil diskusi kelompok kolaburaitfnya di depan kelas. dan pengalaman siswa dalam kaitannya dengan bahan pelajaran dan proses belajar. dan revisi terhadap laporan yang akan dikumpulkan. 6) Mendorong eksplorasi bahan pelajaran yang melibatkan bermacam-macam sudut pandang. mencermati. 2) Semua siswa dalam kelompok membaca. 3) Menata ulang kurikulum. 8) Laporan siswa dikoreksi. disusun per kelompok kolaburasi. dan bersuasana kerjasama. 6) Setiap siswa dalam kelompok kolaburatif melakukan elaborasi. 4) Memberi kesempatan kepada siswa menjadi partisipan aktif dalam proses belajar.Nilai-nilai pendidikan (Pedagogical Values) yang menjadi penekanan dalam pembelajaran kolaburatif (Nelson. 240 . dan diantara siswa dengan guru. meneliti. bekerjasama menyelesaikan masalah. dan didiskusikan. berdiskusi. 8) Menumbuhkan hubungan yang saling mendukung dan saling menghargai di antara para siswa. dan menanggapi. 9) Membangun semangat belajar sepanjang hayat. 7) Menghargai pentingnya konteks sosial bagi proses belajar. 7) Laporan masing-masing siswa terhadap tugas-tugas yang telah dikumpulkan. 1999) : 1) Melibatkan siswa dalam ajang pertukaran gagasan dan informasi. menyesuaikan keadaan sekitar dan suasana kelas. masingmasing siswa menulis laporan sendiri-sendiri secara lengkap. inferensi. menganalisis. 4) Setelah kelompok kolaburattif menyepakati hasil pemecahan masalah. dikomentari. mendukung kerja kelompok. METODE KOOPERATIF Metode ini menekankan belajar dalam kelompok yang heterogen saling membantu satu sama lain. 1999) : 1) Memaksimalkan proses kerjasama yang berlangsung secara alamiah diantara para siswa. dan sumber untuk melaksanakan kegiatankegiatan belajar bersama. kontekstual. 3) Mengahargai pentingnya keaslian. membandingkan ahsil presentasi tersebut. Langkah-langkah pembelajarannya : 1) Para siswa menetapkan tujuan belajar dan membagi tugas sendiri-sendiri. siswa apda kelompok lain mengamati. 5) Menyediakan sebanyak mungkin proses belajar yang bertolak dari kegiatan pemecahan masalah atau penyelesaian proyek. terintegrasi. mendemonstrasi. ruang. kontribusi. dan memformulasikan jawaban-jawaban tugas atau masalah dalam LKS atau masalah yang ditemukan sendiri. 4) Menyediakan cukup waktu. dinilai. dan menulis. dan menyatukan pendapat untuk memperoleh keberhasilan yang optimal baik kelompok maupun individual. Ciri-ciri pembelajaran Kolaburatif (Nelson. 5) Mengembangkan berfikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah.

Jigsaw 4. GI (Group Investigation) 7. Debat 36. Scramble 43. CIRC (Cooperative Integrated Reading and Compotition) 30. e) Evaluasi. Reciprocal Teaching 16. Explicit Instruction 42. MID (Meaningful Instructionnal Design) 27. TAI (Team Assisted Individualy) 9. CORE (Connecting Organizing Reflecting Extending) 24. CPS (Creative Problem Solving) 21. IOC (Inside Outside Circle) 31. Tari Bambu 34.Langkah-langkahnya : a) Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa. c) Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar. TS-TS (Two Stay-Two Stray) 23. AIR (Auditory Intellectualy Repetition) 19. PBI (Problem Based Instruction) 10. Course Review Horay 40. d) Membimbing kelompok belajar dan bekerja. Demonstration 41. SAVI (Somatic Auditory Visualization Intellectualy) 17. SQ4R (Survey Question Read Reflect Recite Review) 26. TGT (Teams Games Tournament) 6. VAK (Visualization Auditor Kinestetic) 18. SQ3R (Survey Question Read Recite Review) 25. Cycle Learning 15. RME/PMR (Realistic Mathematics Education/Pembelajaran Matematika Realistik) 11. Role Playing 37. Open Ended (problem terbuka) 13. Talking Stick 38. Pair Checks 44. Artikulasi 35. CTL (Contextual Teaching and Learning) 8. Tipe-tipe pembelajaran Kooperatif : 1. Problem Posing 12. f) Memberikan penghargaan. STAD (Student Teams Achievement Division) 2. MEA (Means-Ends Analysis) 20. b) Menyajikan informasi. Probing-Prompting 14. TPS (Think Pairs Share) 5. Make-a Match 241 . TTW (Think Talk Write) 22. DMR (Diskusus Multy Reprecentacy) 32. KUASAI 33. CRI (Certainly of Response Index) 28. NHT (Numbered Head Together) 3. SFE (Student Facilitator and Explaining) 39. DLPS (Double Loop Problem Solving) 29.

Doll Speak (boneka Berbicara) 88. Examples Non Examples 47. Generatif 66. Reseptif 82. Game (Permainan) 86. Networked (jaringan Kerja) 78. Time Token 57. Nested (Bersarang) 71. Hibrid 60. Shared (bagi Bersama) 73. Improve 52. Deep dialogue 90. Picture and Picture 49. Komunikatif 84. Integrated (Mengintegrasikan) 76. Learning Together( Belajar Bersama) 89. Superitem 59. Fragmented (Terpisah-pisah) 69. Inul Dance (Goyang Inul) 95. BCCT (Beyond Center and Circle Time) 242 . Mind Mapping (Peta Pikiran) 85. Laps-heuristik 51. Trefinger 61. Take and Give 58. Circuit Learning 53. Induktif 62. DI (Direct Instruction) 48. PBL (Project Based Learning) 91. Immersed (Membenamkan) 77. Active Learning (Pembelajaran Aktif) 92. SETS (Science Environment Technology & Society) 67. Conectec (Menghubungkan) 70. Audiolingual 81. Cooperative Script 50. Grammar (Tatabahasa) 79. Nature Learning (Pembelajaran alam) 87. Mind Mapping 46. Kumon 56. Interaktif 64. Produktif 83. Tematik 68. Webbed (Jaring) 74. Concept Sentence 55. Reflective learning (Pembelajaran Reflektif) 93. Read (Membaca) 80. Sequenced (Urutan) 72. Deduktif 63. Aktif Reflektif 94. Complete Sentence 54. Concept song (Lagu Konsep) 96. Threaded (Urutan) 75. Integratif 65.45.

Bertukar Pasangan 18. perasaan. Numbered Heads Together 4. Kepala Bernomer Struktur 6. (http://ksupointer. 2006: 6). Picture And Picture 3. Group Investigation 16. Secara umum media pembelajaran dalam pendidikan disebut media. Buatlah satu model pembelajaran inovatif yang paling Anda kuasai. Inside-Outside-Circle (LingKARAN Kecil-Lingkaran Besar) 25. menurut Gagne (dalam Sadiman. Artikulasi 10. LATIHAN-LATIHAN Buatlah satu buah media pembelajaran yang disesuaikan dengan RPP yang telah Anda susun. 2006: 6) media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.com) Jadi. Explicit Intruction (Pengajaran Langsung) 23. PBI (Problem Based Introduction/Pembelajaran Berdasarkan Masalah) 9. Cooperative Script 5. alat atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim dan penerima sehingga dapat merangsang pikiran. RANGKUMAN MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Berdasarkan pengertian-pengertian yang telah diberikan. Course Review Horay 21. maka media 243 . Menurut Latuheru (dalam Hamdani. Sedangkan menurut Brigs (dalam Sadiman. minat dan perhatian sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman. Make A Match (Mencari Pasangan) 12. Tebak Kata 26. Model Examples Non Examples 2. yaitu berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk berpikir. CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition/Kooperatif Terpadi Membaca dan Menulis) 24. D. Demonstration 22. Word Square C. Talking Stick 17. Jigsaw 8. Snowball Throwing 19. Facilitator And Explaining 20. STAD (Student Teams-Achievement Divisions/Tim Siswa Kelompok Prestasi) 7. Think Pair And Share 13. 2006: 6).MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF 1. 2005: menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan. Mind Mapping 11. Role Playing 15. Debat 14.

strategi atau metode pembelajaran. c. minat dan perhatian siswa sehingga proses interaksi komunikasi edukasi antara guru (atau pembuat media) dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. Sehubungan dengan perkembangan IT. Keuntungan penggunaan media dalam pembelajaran adalah: 1) Membangkitakan ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat konseptual. Model pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan. KUNCI JAWABAN a. Jawaban bebas asal media pembelajaran Inovatif sesuai RPP yang telah disusun. EVALUASI a. perasaan. Jelaskan apa yang dimaksud dengan media pembelajaran Inovatif? b.pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran agar dapat merangsang pikiran. media pembelajaran memegang peran yang sangat penting. mengantarkan anak didik pada pengalaman belajar yang bermakna. Banyak seklai model. 3) Memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas diri sendiri untuk belajar. Swish maupun macromedia ide-ide kreatif bisa tersalurkan. MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF Model pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan. Jelaskan apa yang dimaksud dengan model pembelajaran Inovatif? c. Media pembelajaran Inovatif dalam pendidikan yaitu berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk berpikir. Saat ini telah banyak dikembangkan berbagai macam model pembelajaran. Sehingga pembuatan media pembelajaran diperlukan untuk proses pelaksanaan pembelajaran dan proses berpikir siswa. 2002: 6 b. Buatlah satu model pembelajaran sesuai RPP yang telah Anda susun! F. strategi atau metode pembelajaran. Banyak pula bisa digali informasi tentang model pembelajaran inovatif. Lewat eksplorasi fitur-fitur yang ditawarkan Power Point. menurut Gagne (dalam Sadiman. sehingga mengurang kesalahpahaman siswa dalam mempelajarinya. B uatlah satu contoh media media pembelajaran Inovatif sesuai RPP yang telah Anda susun! d. (3) menyajikan data yang kuat dan terpercaya. 4) Dapat mengembangkan jalan pikiran yang berkelanjutan. Dalam sebuah proses Kegiatan Belajar Mengajar. 2) Meningkatkan minat siswa untuk materi pelajaran. dari yang sederhana sampai model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam penerapannya. E. mengaktifkan dan menyenangkan. media pembelajaranpun diharapkan berkembang secara signifikan sehingga penanaman konsep dan pemahaman konsep sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai. Berbagai model dapat disimak pada tulisan di atas. 244 . Media belajar sangat membantu mengurangi keabstrakan dari sebuah konsep materi yang sedang diajarkan. tipe pembelajaran inovatif yang dapat dijadikan bahan rujukan bagi guru dalam mengelola pembelajaran. 5) Menyediakan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah didapat melalui materi-materi yang lain dan menjadikan proses belajar mendalam dan beragam. (2) meningkatkan pengertian anak didik terhadap materi yang disajikan. Pemanfaatan beberapa software untuk pembuatan media pembelajaran bisa menjadi alternatif yang inovatif. Media pembelajaran berguna (1) menarik minat siswa terhadap materi pembelajaran yang disajikan.

O. Media Pembelajaran. Media Pengajaran. M. Bandung. New York: McGraw-Hill Companies. Bandung. Bandung: Sinar Baru Algesindo 245 . 2010. Strategi Mengajar Kontemporer. (2004). Bandung. M. Jawaban bebas asal model pembelajaran sesuai RPP yang telah disusun. 2005. P. Sudjana. Arends.d. E. (1996).A. Wenitzky. I. R. A. Interaksi dan motivasi belajar-mengajar. dkk.. 2001. Bandung. Raja Grafindo Persada Burden. 2006. Dahlan. DAFTAR PUSTAKA Arief S Sadiman. Tarsito Rusman. D. 2005. A. R. dkk. Handbook for beginning teachers. Diponegoro Hamalik. A. N. Mulia Mandiri Press Sardiman. Jakarta: PT. Media Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2002. Sydney : Addison Wesley Longman Australia Pry Limited. & Tannenboum. 1984. Boston:Allyn and Bacon. second edition. dan Rivai. 1996. JICA . G. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. M. J. Colin Marsh. Arsya. Method for effective teaching. D. Jakarta: Rajawali Suherman.. Exploring teaching: An introduction to education. N.. Model-Model Pembelajaran. Model-Model Mengajar. & Byrd. 1983.

minat. BAHAN DAN ALAT Tayangan presentasi power point (electronic file) Bahan untuk Peserta: Handout bahan presentasi PIKEM . dan keterampilannya. Contextual Teaching and Learning merupakan Konsep pembelajaran yang membantu guru Mengaitkan antara materi yang diajarkannya dg situasi dunia nyata siswa (konteks pribadi. menantang. PAIKEM dan CTL adalah salah satu pendekatan atau model pembelajaran yang saat ini disarankan oleh pemerintah untuk diterapkan. menyenangkan. (2) mengidentifikasi Lingkungan dan Strategi Penciptaan Lingkungan PAIKEM-CTL yang berkualitas. Mengapa. dan Menempatkan siswa didalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajarinya dan sekaligus memperhatikan faktor kebutuhan individual siswa. di sekolah . dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. dan kemadirian sesuai denganbakat. sosial. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. kultural). dan Menyenangkan. khususnya Bab 1 Ketentuan Umum pasal 1. elaborasi. dan konfirmasi. dan peranserta masyarakat. Kritis /Kreatif. dan Bagaimana.(3) Penyusunan Rencana Pembelajaran Berbasis CTL. lingkungan fisik.BAB IX PEMBELAJARAN PAIKEM Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain: manajemen yang kuat. dan bagaimana PAIKEM/CTL. Mampu menyusun RPP yang menggunakan model pembelajaran PAIKEM Mampu mengimplementasikan PAKEM/CTL dalam pembelajaran. Pembelajaran berbasis kompetensi merupakan pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. krativitas. pengetahuan. PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. pembelajaran yang efektif. Sebab PAIKEM dan CTL telah termaktub dalam UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003. B. Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif. 3. Efektif. dilaksanakan dan dikembangkan oleh sekolah-sekolah di Indonesia. Mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan-nya dalam konteks kehidupan mereka sehari-hari. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. 4 dan Bab 5 tentang Peserta Didik Pasal 12. Tujuan Umum: Peserta mampu Memahami karakteristik PAIKEM/CTL dan mengimplementasikannya dalam pembelajaran.CTL Lembar Kerja: (1). Inspiratif/Interaktif /Inovatif. Tujuan Khusus: Mampu memahami apa. A. inspiratif.\ 246 . Pada sesi ini akan secara khusus dibicarakan tentang konsep PAIKEM dan Contextual Teaching and Learning dalam lingkup: Apa. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap. Pertanyaan CTL dan PAIKEM. mengapa.

dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. PERTANYAAN Apa itu PAIKEM dan CTL Apa yang melandasi penerapan PAIKEM-CTL? Apa yang harus dipersiapkan guru/sekolah untuk menerapkan Pembelajaran PAIKEMCTL? Solusi apa yang bisa ditempuh untuk mengembangankan Pembelajaran PAIKEM-CTL yang bermutu? JAWABAN 4. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. LANGKAH KEGIATAN Fasilitator menjelaskan tentang kompetensi dasar dan indakator yang harus dikuasai peserta. Guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa. pesera berdiskusi dalam kelompok dengan mengerjakan tugas yang ada dalam Lembar Kerja.C. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya. (2) stimulus-respon. yaitu: (1) belajar isyarat. Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne (1985) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. Latar Belakang Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. dengan memberikan ide-ide. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. No 1. termasuk memberikan kegiatan ice breaker. Pada tahap ini. dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. (3) 247 . 2. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi. D. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. yaitu menyangkut pengembangan pembelajaran PAIKEM. Kemudian menjelaskan skenario atau tahapan kegiatan yang akan dilakukan dalam sesi ini. Diskusi Pada tahap ini. 3. hal utamanya adalah penyampaian penjelasan pentingnya sesi ini dan kaitannya dengan pelaksanaan proses pembelajaran.

dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah. (2) perubahan dalam belajar bersifat sinambung dan fungsional. Dalam tipe belajar pemecahan masalah. (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). Pembelajaran Pembelajaran Terpadu. sikap. krativitas. sistem informasi. Karakteristik ini berhubungan dengan apa yang menjadi fokus dan mendapat tekanan dalam pembelajaran. menantang. mencakup pengetahuan. Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. Pola tingkah laku yang terjadi dapat dilihat atau diamati dalam bentuk perbuatan reaksi dan sikap secara mental dan fisik. elaborasi. (3) tidak 248 . atau pendekatan pembelajaran yang berfokus pada teknologi. penelitian sederhana. Setiap pendekatan memiliki ciri-ciri dasar atau karakteristik sendiri. peran. (5) membedakan. dan aktivitas guru. dan kemadirian sesuai denganbakat. pemecahan masalah. E. sumber belajar. Oleh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tergantung pada pendekatannya. pengamatan. pengalaman siswa. media. sistem instruksional. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. belajar pemecahan masalah adalah tipe belajar paling tinggi karena lebih kompleks. (4) rangkaian verbal. eksperimen. siswa berusaha menyeleksi dan menggunakan aturan-aturan yang telah dipelajari terdahulu untuk membuat formulasi pemecahan masalah. Di lihat dari urutan belajar. inspiratif. Konsep Dasar Pembelajaran 1. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Lebih jauh Gagne (1985) mengemukakan bahwa kata-kata seperti penemuan (discovery) dan kreativitas (creativity) kadang-kadang diasosiasikan sebagaii pemecahan masalah. Tingkah laku yang berubah sebagai hasil proses pembelajaran mengandung pengertian luas. lingkungan.rangkaian gerak. dan sebagainya. Pendekatan pembelajaran berfokus pada guru yang meliputi fungsi. Pendekatan pembelajaran berfokus pada masalah meliputi masalah personal. sosial. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan. Belajar dan Pembelajaran Belajar dan pembelajaran merupakan konsep yang saling berkaitan. Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif. tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu. pemahaman. Perubahan yang terjadi memiliki karakteristik: (1) perubahan terjadi secara sadar. dan konfirmasi. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara optimal. aktivitas. menyenangkan. kemampuan berpikir. (6) pembentukan konsep. Proses perubahan tingkah laku merupakan upaya yang dilakukan secara sadar berdasarkan pengalaman ketika berinteraksi dengan lingkungan. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL). Ada pendekatan pembelajaran yang berfokus pada siswa yang meliputi perkembangan. minat. dll.

Faktor internal adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan pribadi guru sebagai pengelola kelas. 1985). sikap. Dalam hal ini proses belajar diharapkan terjadi secara optimal pada peserta didik melalui cara-cara yang dirancang dan difasilitasi oleh guru di sekolah. dan kondisi agar terjadi proses belajar pada anak-anak. 1991). dan sumber daya. Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. penguasaan bahan. Adapun yang termasuk faktor eksternal adalah: lingkungan sekolah. kondisi fisik. dan keadaan masyarakat). sehingga terjadi perubahan tingkah laku. yaitu kondisi dalam proses belajar yang berasal dari dalam diri sendiri. materi. sosio kultural. yaitu pengetahuan. baik anak-anak maupun manusia dewasa. Faktor 249 . dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. Pada hakikatnya belajar dilakukan oleh siapa saja. Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. dan mental. Keberhasilan belajar peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal adalah kondisi yang timbul atau datang dari luar pribadi guru. dan dikendalikan pelaksanaannya (Miarso. dan perbuatan. bakat (aptitude). Sehingga diperlukan strategi yang tepat dan efektif. motivasi. dengan memperhitungkan kejadiankejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadian-kejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik (Winkel. dan motivasi kerja. keluarga dan masyarakat (keadaan sosio-ekonomis. kesesuaian antara tugas dan tanggung jawab. minat. Pada kenyataannya ada kewajiban bagi manusia dewasa atau orang-orang yang memiliki kompetensi lebih dahulu agar menyediakan ruang. Faktor eksternal. Guru harus dapat melaksanakan proses pembelajaran. Faktor internal. peserta didik. yaitu: kecerdasan. Pembelajaran merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik. dan (6) mencakup seluruh aspek perubahan tingkah laku. metode. Faktor yang memengaruhi proses pembelajaran terdiri dari faktor internal dan eksternal. lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). Pengaturan peristiwa pembelajaran dilakukan secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuat berhasil guna (Gagne. ditetapkan tujuannya sebelum dilaksanakan. 1992). kondisi fisik. Ada beberapa hal yang termasuk faktor internal.bersifat sementara. Raka Joni. Oleh karena itu pembelajaran perlu dirancang. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. waktu. (4) bersifat positif dan aktif. 1993) Proses pembelajaran yang berhasil guna memerlukan teknik. oleh sebab itu guru harus memiliki persiapan mental. adalah kondisi di luar individu peserta didik yang mempengaruhi belajarnya. keterampilan (kecakapan). (5) memiliki arah dan tujuan. Dengan demikian diperlukan kegiatan pembelajaran yang disiapkan oleh guru. melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). antara lain keluarga dan lingkungan pergaulan di masyarakat.

alat. Berdasarkan pendekatan yang digunakan. Preparasi. serta karakteristik peserta didik dan sumber daya yang dimiliki. Oleh karena itu tidak ada strategi yang tepat untuk semua kondisi dan karakteristik yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah ceramah 250 . a. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. a. a. sedangkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry). karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. b. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. b. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. pengetahuan dan keterampilan. Guru diharapkan mampu memilah dan memilih dengan tepat strategi yang digunakan agar hasil pembelajaran efektif dan maksimal. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. yang dimaksud adalah faktor lingkungan alam. sumber referensi terbatas. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. dan lingkungan sekolah.lingkungan. lingkungan sosial. secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). c. d. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. sumber referensi. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. e. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. dan bahan cukup. c. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. dan e. d. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. dan alokasi waktu cukup tersedia. Resitasi. materi pembelajaran tidak terlalu luas. Pemilihan strategi ekspositori atau diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan karakteristik kompetensi yang menjadi tujuan yang terdiri dari sikap. media. alokasi waktu terbatas. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori.

Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. PAIKEM Sebagai Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. tanya jawab. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. simulasi. tutor. dan Menyenangkan. demonstrasi. 1. atau demonstrasi. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. Metode yang digunakan adalah observasi. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. presentasi. dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. demonstrasi. dan keterampilannya. Sekolah standar. Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. diskusi kelas. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. observasi lingkungan. atau proyek. atau simulasi. Metode yang digunakan seperti penugasan. Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP). eksperimen. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. 2. dan tanya jawab. eksperimen. pengetahuan. Dalam PAIKEM digunakan prinsipprinsip pembelajaran berbasis kompetensi. dan sebagainya. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. atau simulasi. Inspiratif/Interaktif/Inovatif. beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit. kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka. ekplorasi. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. 2. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif.atau presentasi. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. observasi di sekolah. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. observasi di sekolah. Kritis /Kreatif. kegiatan tugas terstruktur. Efektif. tanya jawab. Desain Pembelajaran PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. diskusi kelompok. diskusi kelas. diskusi kelas. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan 251 . eksperimen. peran guru sebagai fasilitator. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). SMP terdiri dari 40 menit. 3. teman belajar. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. presentasi. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. diskusi kelompok.

Pembelajaran aktif merujuk pada teknik yang di dalamnya siswa berbuat lebih dari sekedar mendengarkan. Berikut ini adalah beberapa teknik yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar yang aktif. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. c. dan berbagai hasilnya dengan teman lain di kelasnya. Dalam menggunakan pendekatan pembelajaran aktif itu guru bisa menghadapi beberapa kesulitan baik bagi guru maupun siswa yang memang tidak terbiasa dengan bentuk pengajaran seperti itu. atau proyek. Siswa berbuat sesuatu seperti menemukan. cooperating. Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. Writing activities merupakan peluang bagi siswa untuk berpikir dan memproses informasi yang dimilikinya. alokasi waktu terbatas. bahwa belajar itu secara alami merupakan upaya aktif. Pembelajaran aktif itu didasarkan atas dua asumsi: pertama. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. Misalnya sebagai tambahan ke kegiatan Minutes Papers di atas. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. d. experiencing. dan kedua. dan sebagainya. applying. Metode yang digunakan adalah observasi. eksperimen. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. dan e. b. Brainstorming merupakan teknik sederhana lainnya yang dapat melibatkan semua siswa di dalam kelas untuk berdiskusi. Tentu saja guru juga bisa memberikan topik untuk menjadi bahan yang akan ditulis oleh siswanya. diskusi kelompok. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. berdiskusi dengan teman sebelahnya. Berikan waktu kepada siswa untuk memikirkan tentang sebuah topik. Think-pair-share merupakan kegiatan sederhana di kelas. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. guru dapat memberikan sebuah pertanyaan yang dari situ siswa diberi waktu untuk secara bebas menuliskan jawabannya. Dengan 252 . simulasi. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. diskusi kelas. ekplorasi. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). sumber referensi terbatas. yaitu relating. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguhsungguh. dan tanya jawab. memproses dan menerapkan informasi. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. observasi lingkungan. bahwa setiap siswa itu belajar dengan caranya sendiri berbeda dari siswa lainnya. Minute Papers memberikan peluang kepasa siswa untuk mensintesiskan pengetahuannya dan menjawab pertanyaan seperti apa hal yang paling penting yang telah dipelajari hari ini? Apa pertanyaan yang masih belum terjawab? Dan pertanyaan lainnya yang menyangkut kegiatan belajar mengajar yang telah dilaluinya. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif.pembelajaran yang dirancang oleh guru. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru.

pengetahuan. d. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya 253 . dan akibat-akibat yang mungkin terjadi. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur. berbagi pandangan. kreatif. group competitions. Kegiatan ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. kecakapan sistematis dalam menilai. guru dapat meminta masukan dari siswanya dan mencatat masukan-masukan itu pada papan tulis. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. memecahkan masalah. potensi. Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis. mysteries. Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah. dan lain sebagainya. dan kecepatan belajar yang beragam. dan hubungan antara konsep. Group work dapat menjadi peluang bagi setiap siswa untuk berbicara. kesulitan maupun ancaman. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. c.mengetengahkan sebuah topik. Concept mapping membantu siswa untuk bisa menciptakan representasi visual dari model. gagasan. menarik keputusan. Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu. Case studies biasanya menggunakan ceritera nyata dari kehidupan sehari-hari yang terjadi pada masyarakat di lingkungan siswa itu sendiri. dalam keluarga. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Peserta didik memiliki karakteristik. Prinsip pembelajaran berbasis kompetensi adalah sebagai berikut: a. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. b. sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap. Bisa termasuk didalamnya matching. dengan frase yang dapat menghubungkan pada garis-garis tersebut. guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya. atau atau yang terjadi pada seseorang di antara siswa itu. dan mengembangkan keterampilan untuk berkolaborasi dengan orang lain. solving puzzles. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. Debates yang ditampilkan di kelas bisa menjadi alat yang efektif dalam mendorong siswa untuk berpikir tentang sesuatu dari arah yang berbeda-beda. Games merupakan teknik yang biasanya menarik banyak siswa. memberi keyakinan. dalam sekolah. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. e. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan. Hal ini akan memberikan wawasan tentang situasi nyata. Mereka menggambarkannya dengan menggunakan lingkaran dan garis penghubung. langkah yang sebaiknya diambil. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial.

kegagalan panen. kejahatan. Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). umpamanya masalah kemiskinan. wabah penyakit. f. aktivitas. serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. memecahkan masalah menarik keputusan. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). G. Dalam pembelajaran pemecahan masalah. pembusukan makanan. interaksi dan refleksi. pengalaman dan kemandirian siswa. 2. Komunikasi. kecakapan sistematis dalam menilai. maka pembelajaran yang berfokus pada siswa. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. makna. ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • Siswa belajar banyak melalui berbuat • Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Interaksi. Karakteristik PAIKEM Sesuai dengan singkatan PAIKEM. atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3. siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. pemalsuan produk. dan diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. F. 1.sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri. kemacetan lalu lintas. 254 . Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik. bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi o Makna yang terbangun semakin mantap o Kualitas hasil belajar meningkat 4. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. memberi keyakinan. komunikasi. dsb.

tanya jawab. presentasi. retensi. Pembelajaran berbasis TIK (ICT). diskusi kelompok. Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP). Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka. Tanggung jawab belajar. presentasi. motivasi. tanya jawab. Penerapan PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. atau simulasi. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri 255 . dan transfer dalam belajar. demonstrasi. beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka.• • • • • mengapa demikian? apakah hal itu berlaku untuk …? Untuk perbaikan gagasan/makna Untuk tidak mengulangi kesalahan Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. kegiatan tugas terstruktur. observasi lingkungan. peran guru sebagai fasilitator. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. persepsi. Sekolah standar. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. atau proyek. diskusi kelas. perhatian. kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. H. atau demonstrasi. Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL). tutor. dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. Pembelajaran Terpadu (Tematik. teman belajar. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. eksperimen. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. 2. Metode yang digunakan seperti penugasan. IPA Terpadu. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. IPS Terpadu). Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. memang berada pada diri siswa. I. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. 1. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. SMP terdiri dari 40 menit. observasi di sekolah. Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara lain dengan Lesson Study. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. diskusi kelas.

Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). b. d. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. Resitasi. alokasi waktu cukup tersedia. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e.dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. eksperimen. 3. atau proyek. atau simulasi. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. alokasi waktu terbatas. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. c. materi pembelajaran tidak terlalu luas. applying. yaitu relating. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. sumber referensi. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. media. a. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. cooperating. dan e. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. dan bahan cukup. dan e. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. observasi di sekolah. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. alat. Preparasi. dan tanya jawab. d. experiencing. c. demonstrasi. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. a. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. diskusi kelas. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. 256 . Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. observasi lingkungan. Namun demikian ceramah atau b. sumber referensi terbatas. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal.

CTL dipromosikan menjadi alternatif strategi belajar yang baru. diskusi kelompok. siswa diharapkan belajar melalui mengalami bukan menghafal. Penumbuhan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar. kemudian ceramah sebagai pilihan utama strategi belajar. 4. Selain teori progressivisme John Dewey. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. Sekolah progresif harus merupakan laboratorium untuk melakukan eksperimen. PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL A. eksperimen. filosofi konstruksivisme berkembang. Siswa akan belajar dengan baik apabila mereka terlibat secara aktif dalam segala kegiatan di kelas dan berkesempatan untuk menemukan sendiri. Metode yang digunakan adalah observasi. Sejauh ini pendidikan kita masih di dominasi oleh pandangan bahawa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. 5. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. 6. Belajar dipendang sebagai usaha atau kegiatan intelektual untuk membangkit ide-ide yang masih laten melalui kegiatan introspeksi. Siswa yang harus mengkontruksikan sendiri pengetahuannya. Melalui strategi. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta. 257 . teori kognitif melatarbelakangi pula filosofi pembelajaran kontekstual. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. Filosofi pembelajaran kontekstual berakar dari paham progressivisme John Dewey.presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. dan sebagainya. tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkontruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. Pokok-pokok pandangan progressivisme antara lain: 1. Berpijak pada dua pandangan itu. 2. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis Penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Amerika Serikat bermula dari pandangam ahli pendidikan klasik John Dewey yang pada tahun 1916 mengajukan teori kurikulum dan metodologi pengajaran yang berhubungan dengan pengalaman dan minat siswa. Dasarnya pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari konteks yang terbatas dan sedikit demi sedikit. siswa menunjukkan belajar dalam bentuk apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan. Guru sebagai pembimbing dan peneliti. simulasi. Melalui landasan filosofi konstruksivisme. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. Siswa harus bebas agar dapat berkembang wajar. ekplorasi. 3. Siswa belajar dengan baik apabila mereka secara aktif dapat mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka tentang apa yang diajarkan oleh guru. serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat dalam proses belajar di sekolah. Harus ada kerja sama antara sekolah dan masyarakat. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Intinya. siswa akan belajar dengan baik apabila apa yang mereka pelajari berhubungan dengan apa yang telah mereka ketahui. diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. Untuk itu.

Di dalam kelas yang pengajarannya terpusat kepada siswa. Segala sesuatu bersifat temporer. siswa diharapkan dapat membangun pemahaman sendiri dari pengalaman/pengetahuan terdahulu. Karena penekanannya pada siswa aktif. paham konstruktivistik menolak pandangan behavioristik. kebebasan dipandangan sebagai penentu keberhasilan karena kontrol belajar dipegang oleh siswa sendiri.Menurut filosofi konstruktivisme. Tujuan pembelajaran konstruktivistik menekankan pada penciptaan pemahaman yang menuntut aktivitas yang kreatif dan produktif dalam konteks nyata. 5. Dengan demikian. maka strategi kontruksivis sering disebut pengajaran yang berpusat pada siswa (student-centered instruction). Hakikat teori kontruksivisme adalah bahwa siswa harus menjadikan informasi itu menjadi miliknya sendiri. Dalam pandangan kontruksivistik. peranan guru adalah membantu siswa menemukan fakta. temporer. sosial. Siswa diharapkan juga melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut. bukan perolehan pengetahuan dan mengajar diartikan sebagain kegiatan atau menggali makna. Pengertian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalam belajar bermakna. Teori konstruksivis menuntut siswa berperan aktif dalam pembelajaran mereka sendiri. Kerja kelompok dianggap sangat berharga. Pemahaman ini diperoleh siswa karena ia dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas yang merupakan unsur yang sangat esensial. dan selalu berubah. Belajar pada hakikatnya memiliki aspeksosial dan budaya. siswa dapat memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari. pengetahuan bersifat non-objektif. atau prinsip bagi diri mereka sendiri. bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan di kelas. Dengan paham kontruksivisme. B. Dengan demikian. Strategi belajar yang digunakan menentukan proses dan hasil belajar. dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya. Belajar adalah proses pemaknaan informasi baru 2. 3. konsep. bukan memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar. 4. berubah dan tidak menentu. Otak atau akal manusia berfungsi sebagai alat untuk melakukan interpretasi sehingga muncul makna yang unik. teori kontruksivisme memandang siswa secara terus menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturanaturan lama dan memperbaiki aturan-aturan yang tidak sesuai lagi. 258 . Kebebasan merupakan unsur esensial dalam lingkungan belajar. Siswa diharapkan memapu mempraktikkan pengetahuan /pengalaman yang telah diperoleh dalam konteks kehidupan. Beberapa proposisi yang dapat dikemukakan sebagai implikasi dari teori kontruktivistik dalam praktek pembeljaran di sekolah-sekolah kita sekarang adalah sebagai berikut: 1. Belajar adalah pemaknaan pengetahuan.

6. pemodelan (modeling). 6. D. bidang studi apa saja. tidak membosankan. langkah-langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut: 1. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. applying. yakni: konstruktivisme (constructivism). Pembelajaran terintegrasi. cooperating. Dalam kelas kontekstual. 4. experiencing. 5. Lakukan penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) dengan berbagai cara. Proses pembelajaran berlangsung lebih alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. 259 . Langkah-langkah CTL CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja. bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. 3. C. Dengan konsep ini. 4. Lakukan refleksi di akhir pertemuan. yaitu relating. 7. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran. 5. 2. Ciptakan masyarakat belajar. Secara garis besar. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Sesu-atu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. 2. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual. Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Menyenangkan. menemukan (inquiri). masyarakat belajar (learning community). Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja ber-sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Menggunakan berbagai sumber. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik.CTL merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidu-pan mereka sehari-hari. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. 3. Karakteristik Pembelajaran CTL 1. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif. Kerjasama. Saling menunjang. dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). Belajar dengan bergairah. bertanya (questioning). dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.

Mengkaitkan pembelajaran dengan kehidupan seseorang membuat proses belajar menjadi hidup dan keterkaitan inilah inti dari CTL. yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. materi pembelajaran. program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya. media untuk mencapai tujuan tersebut. laporan hasil pratikum. Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. 9. peta-peta. kecakapan sistematis dalam menilai. 5. membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi. Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. karangan siswa dan lain-lain Dalam pembelajaran kontekstual. Pembelajaran yang diatur siswa sendiri. 10. Bekerjasama (collaborating) Siswa dapat bekerja sama.7. memberi keyakinan. gambar. 4. humor dan lain-lain. Siswa kritis guru kreatif. merupakan pembelajaran yang aktif. ilmu pengetahuan alam. yang dapat di uraikan sebagai berikut: 1. Ketika siswa dapat mengkaitkan isi dari mata pelajaran akademik. Sharing dengan teman. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (jelas dan operasional). Atau sejarah dengan pengalamannya mereka sendiri. mereka menemukan makna. langkah-langkah pembelajaran. Dalam konteks itu. Belajar yang diatur sendiri (self-regulated Learning) Pembelajaran yang diatur sendiri. Beberapa komponen utama dalam pembelajaran Kontekstual menurut Johnson (2000: 65). membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. 2. 8. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental 260 . memecahkan masalah menarik keputusan. artikel. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran. Berpikir kritis dan kreatif (critical dan creative thinking) Pembelajaran kontekstual membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. memberi kebebasan kepada siswa menggunakan gaya belajarnya sendiri. 11. 3. dan authentic assessment-nya. melibatkan kegiatan menghubungkan masalah ilmu dengan kehidupan seharihari dengan cara-cara yang berarti bagi siswa. Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. dan makna memberi mereka alasan untuk belajar. Siswa aktif. sedangkan program untuk pembelajaran kontekstual lebih menekankan pada skenario pembelajarannya. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. mandiri. program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru. Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections) Keterkaitan yang mengarah pada makna adalah jantung dari pembelajaran dan pengajaran kontekstual. berpikir kritis dan berpikir kreatif. Melakukan kegiatan-kegiatan yang berarti (doing significant works) Model pembelajaran ini menekankan bahwa semua proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas harus punya arti bagi siswa sehingga mereka dapat mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan siswa.

ketajaman pemahaman dalam mengembangkan sesuatu. 6. dsb. dan mengkulminasikan dengan produk nyata. Belajar berbasis Proyek/Tugas (Project-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran komprehensif di mana lingkungan belajar siswa (kelas) didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran. Belajar Berbasis Inquiry (Inquiry-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan menyediakan kesempatan untuk pembelajaran bermakna. asalkan dia dibantu oleh gurunya dalam menemukan potensi dan kekuatannya. Jadi dalam 261 . minat. Penilaian autentik merupakan antitesis dari ujian standar. Ia mengembangkan keterampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. 1. motif berprestasi. sikap. Tiap siswa bisa mencapai keunggulan.untuk meningkatkan kemurnian. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya. dan mentor. 4. E. Dalam hal ini siswa terlibat dalam penyelidikan untuk pemecahan masalah yang mengintegrasikan keterampilan dan konsep dari berbagai isi materi pelajaran. Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction) Suatu pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna. Pendekatan ini mencakup pengumpulan informasi yang berkaitan dengan pertanyaan. mencapai keunggulan (excellent). serta untuk memperoleh pegetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. 3. 7. Guru dalam pembelajaran kontekstual juga berperan sebagai konselor. dan mempresentasikan penemuannya kepada orang lain. 2004: 56). Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nuturing the individual) Dalam pembelajaran kontekstual siswa bukan hanya mengembangkan kemampuan-kemampuan intelektual dan keterampilan. tetapi juga aspek-aspek kepribadian: integritas pribadi. Strategi Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menempatkan siswa di dalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari (Nurhadi. Tugas dan kegiatan yang akan dilakukan siswa harus sesuai dengan minat. dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. 2. Strategi yang berasosiasi dengan pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut. Belajar berbasis Masalah (Problem-Based Learning) Suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. 5. penilaian autentik memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sambil mempertunjukkan apa yang sudah mereka pelajari. Menggunakan Penilaian yang otentik (using authentic assessment) Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan akademik baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. Yasin dan Senduk. tanggung jawab. Belajar Berbasis Kerja (Work-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran berbasis sekolah dan bagaimana materi tersebut dipergunakan kembali di tempat kerja. mensintesis. Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards) Pembelajaran kontekstual diarahkan agar siswa berkembang secara optimal. kebutuhan dan kemampuannya. disiplin. 8. Dalam pengetahuan dan konsep yang esensi dari mata pelajaran.

sedangkan dalam pembelajaran tradisional. Dengan kata lain. F. perilaku dibangun atas kesadaran sendiri sedangkan dalam pembelajaran tradisional perilaku dibangun atas kebiasaan. bahasa diajarkan dengan pendekatan struktural: rumus diterapkan sampai paham. 9. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran Tradisional Terlihat jelas perbedaan proses pembelajaran kontekstual yang berpijak pada pandangan kontrukstivisme dengan pembelajaran tradisional yang berpijak padangan behaviorisme-objektivis. Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pembelajaran tradisional hadiah untuk perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor. 3. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa adalah penerima informasi yang pasif. siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia sadar hal itu keliru dan merugikan. keterampilan dibangun atas kesadaran diri. tempat kerja atau sejenisnya dan berbagai aktifitas dipadukan dengan materi pelajaran untuk kepentingan siswa. Dalam pembelajaran kontekstual. siswa menggunakan kemampuan berpikir kritis. 7. Belajar Kooperatif (Cooperatif Learning) Pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan. 2. 10. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa belajar secara individual. dan membawa skemata masing-masing ke dalam proses 262 . kemudian dilatihkan (drill). Belajar Berbasis Jasa-Layanan (Service Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengkombinasikan jasa layanan masyarakat dengan suatu struktur berbasis sekolah untuk merefleksikan jasalayanan tersebut. pendekatan ini menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru yang diperlukan dan berbagi keterampilan untuk memenuhi kebutuhan dalam masyarkat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. diskusi. Menurut Sanjaya (2006 : 256) ada beberapa perbedaan yang dapat diuraikan sebagai berikut: 1. 6.hal ini.. yang harus dikembangkan. terlibat penuh dalam pengupayakan terjadinya proses pembelajaran yang efektif. saling mengoreksi. siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok. Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata. dan dilatihkan. Dalam pembelajaran kontekstual. diterima dan dilafalkan. hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri. 4. ikut bertanggungjawab atas terjadinya proses pembelajaran yang efektif. 8. jadi menekankan hubungan antara pengalaman jasa-layanan dan pembelajaran akademis. pemahaman rumus dikembangkan atas dasar skemata yang sudah ada dalam diri siswa. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pemebelajaran tradisional pembelajaran sangat abstrak. Dalam pembelajaran kontekstual.. sedangkan dalam pembelajaran tradisional rumus itu ada di luar diri siswa. 6. pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau masalah yang disimulasikan. bahasa diajarkan dengan pendekatan komunikatif. sedangkan dalam pembelajaran tradisional seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia takut hukuman. 5. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pembelajaran tradisional ketrampilan dikembangkan atas dasar latihan. 7.

pengetahuan yang dimiliki oleh manusia dikembangkan oleh manusia itu sendiri. hasil karya dan portfolio. maka dalam evaluasi proses juga digunakan evaluasi perbuatan (pengamatan). konsep. atau kaidah yang siap 263 . model. karena dilakukan oleh guru kontekstual sepanjang proses pembelajaran. menyeluruh dan terus menerus. ataupun hasil pemecahan dan jawaban soal. Ketujuh komponen itu adalah konstruktivisme (constructivism). menemukan (inquiry). pemecahan masalah. lisan. konsep. maka makin mendekati evaluasi otentik. karena mengevaluasi apa yang secara nyata dilakukan dan dihasilkan oleh para siswa. biasanya hanya digunakan tes. Evaluasi juga dilakukan pada waktu siswa berdiskusi. Bagaimana siswa melakukan berbagai kegiatan tersebut serta hasil-hasil yang mereka tunjukkan. Perubahan dan perkembangan bidang atau aspek tertentu mungkin sangat banyak/tinggi. bertanya (questioning). Portfolio merupakan kumpulan dokumen yang disusun secara sistematik dan terarah yang menggambarkan perkembangan atau kemajuan siswa dalam bidang tertentu. atau hukum yang brada di luar diri manusia. mengukur hasil pembelajaran pada akhir periode. melaksanakan maupun melaporkan hasil kegiatannya. merupakan wujud dari perkembangan dan kemampuan hasil belajar mereka. karena evaluasi dengan menggunakan tes. tetapi pada bidang atau aspek lainnya sedikit. yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tiba-tiba. Setiap saat terjadi perubahan dan perkembangan pada para siswa. makalah. penelitian. Hal ini tidak berarti. mendengarkan. mencatat. Manusia menciptakan atau membangun pengetahuan dengan cara memberi arti dan memahami pengalamannya sedangkan dalam pembelajaran tradisional pengetahuan adalah penangkapan terhadap serangkaian fakta. sedikit sekali atau bahkan hampir tidak ada. mengerjakan tugas. G. yaitu pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit demi sedikit. Makin pendek periode waktu pembelajaran yang dievaluasi. akhir semester. berbentuk tes obyektif atau essay. evaluasi kenyataan. Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas Ada tujuh komponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual dikelas. Evaluasi terhadap proses pembelajaran dan hasil karya merupakan evaluasi otentik. Dalam evaluasi hasil pembelajaran. tampa memberikan kontribusi ide dalam proses pembelajaran. baik berupa rancangan. tengah semester atau akhir unit. H. menghapal). Evaluasi dilakukan pada waktu para siswa merencanakan sesuatu kegiatan. Konstruktivisme (Constructivism) Konstruktivisme merupakan landasan berpikir pendekatan kontekstual. percobaan. bahwa evaluasi dengan menggunakan tes tidak bisa digunakan. Evaluasi Otentik Sebagai Ciri Penilaian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menuntut evaluasi yang bersifat komprehensif. 11. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta. dan penyelesaian soal. pemodelan (modeling) refleksi (reflection). pengamatan.pembelajaran sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa secara pasif menrima rumus atau kaidah (membaca. Dalam pembelajaran kontekstual. dan penilaian sebenarnya (authentic assessment) 1. laporan. masyarakat belajar (learning community). gambar. Perubahan atau perkembangan tersebut mungkin berkenaan dengan aspek yang menjadi tujuan atau terumuskan dalam tujuan pembelajaran. melakukan latihan. rangkuman.

(2) mengecek pemahaman siswa. teman kelas. (3) menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan. Kata kunci dari strategi inquiry adalah siswa menemukan sendiri. (4) pengumpulan data. (5) penyimpulan. Dalam kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual. Siklus inquiry adalah (1) observasi. atau audience lainnya. Masyarakat Belajar (learning community) Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerja sama dengan orang lain. Hasil belajar didapat dari berbagi antara kawan. juga dengan orang-orang yang diluar sana semua adalah anggota masyarakat belajar. bagan tabel. (5) mengetahui halhal yang sudah diketahui siswa. dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. (7) untuk membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa. adapun langkah-langkah kegiatan menemukan sendiri adalah: (1) merumuskan masalah dalam mata pelajaran apapun. Menemukan (inquiry) Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual. kelompok. Dalam pandangan konstruktivisme. dan apabila dikehendaki informasi itu menjadi milik mereka sendiri. (2) bertanya. gambar. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hanya hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi juga hasil dari menemukan sendiri. (8) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa. dan karya lainnya. (6) memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru. (3) membangkitkan respon pada siswa. (3) mengajukan dugaan. Esensi dari teori kontruksivisme adalah ide bahwa siswa harus menemukan dan mentransfomasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain.untuk diambil dan diingat. Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah. dan (4) mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca. guru disarankan dalam melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar. kegiatan bertanya berguna untuk: (1) menggali informasi baik administrasi maupun akademik. dan antara yang tahu ke yang belum tahu. dan bergelut dengan ide-ide. Untuk itu tugas guru adalah memfasilitasi proses tersebut dengan : (1) menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. antara siswa dengan guru.laporan. 2. 4. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang 264 . selalu bermula dari bertanya karena bertanya merupakan strategi utama pembelajaran yang produkstif. Pada semua aktivitas belajar. Dengan dasar ini pembelajaran harus dikemas menjadi proses mengkontruksi bukan menerima pengetahuan. Tetapi siswa harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. antara guru dan siswa. yaitu siswa harus mengkontruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan. questioning dapat diterapkan antara siswa dengan siswa. Landasan berpikir konstruktivisme agak berbeda dengan kaum objektif. guru. di sekitar sini. Di ruang kelas ini. (4) mengetahui sejauh mana keingin tahuan siswa. yang lebih menekankan pada hasil pembelajaran. 3. Bertanya (questioning) Pengetahuan yang dimiliki seseorang. antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas dan sebagainya. (2) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri. (2) mengamati atau melakukan observasi.

(3) yang diukur keterampilan dan performasi. atau pengetahuan yang baru diterima. Apabila data yang dikumpulkan guru mengidentifikasikan bahwa siswa mengalami kemacetan dalam belajar. (4) berkesinambungan. yang mempunyai gagasan segera memberikan usul dan seterusnya. yang cepat menangkap mendorong temannya yang lambat. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui oleh guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran yang benar. misalnya cara melafalkan suatu kata.anggotanya heterogen. Kelompok siswa bisa sangat bervariasi bentuknya. yang tahu memberitahu yang belum tahu. maka penilaian tidak dilakukan diakhir periode seperti akhir semester. tetapi bisa juga teman lain atau orang lain. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa. Model itu. 7. Karakteristik penilaian sebenarnya adalah (1) dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. (2) bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif. Refleksi (reflection) Refleksi adalah cara berfikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakang tentang apa-apa yang sudah kita lakukan dalam hal belajar di masa lalu. seorang siswa dapat ditunjuk untuk memberikan contoh temannya. ada model yang bisa ditiru. Dengan demikian pembelajaran yang benar memang seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa agar mampu mempelajari (learning how to learn) sesuatu. maka guru segera bisa mengambil tindakan yang tepat agar siswa terbebas dari kemacetan belajar. Dalam pendekatan kontekstual guru bukan satusatunya model. 5. aktivitas. (6) dapat dipergunakan sebagai feed back. bukan ditekankan pada diperolehnya sebanyak mungkin informasi diakhir periode pembelajaran. Berikan contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis CTL pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA 265 . Kemajuan belajar dinilai dari proses. yang merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelummnya. itulah hakekat penilaian yang sebenarnya. 6. siswa lain dapat menggunakan model tersebut sebagai standar kompetensi yang harus dicapai. Karena gambaran tentang kemajuan belajar itu diperlukan disepanjang proses pembelajaran. memberi peluang yang besar bagi guru untuk memberi contoh cara mngerjakan sesuatu. Tes hanyalah salah satunya. (5) terintegrasi. Penilai tidak hanya guru. bukan hanya mengingat fakta. baik keanggotaan. jumlah. siswa contoh tersebut dikatakan sebagai model. atau guru mengadakan kolaborasi dengan mendatangkan seorang ahli ke kelas. Siswa mengendapkan apa yang dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru. dan dengan berbagai cara. bukan melalui hasil. Permodelan (modelling) Dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu. dengan begitu guru memberi model tentang bagaimana belajar. Refleksi merupakan respons terhadap kejadian. Yang pandai mengajari yang lemah. bahkan bisa melibatkan siswa di dalam kelas atasnya. Penilaian Sebenarnya (authentic assessment) Assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran belajar siswa.

c. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Dengan mengenal kemampuan anak. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). tersebut. Inovatif. Pajangan dapat berupa gambar. diagram. benda asli. berapa. anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. anak Indonesia. Oleh karena itu. tugas guru adalah mengembangkannya. peta. anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang d. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAIKEM. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu). Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan PAIKEM a. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. misalnya. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama. merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud b. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. kreatif. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. atau kelompok. Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. Kedua jenis berpikir tersebut. dan ditata dengan baik. model. guru mengajukan pertanyaan yang menantang. anak kota. dan sebagainya. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Efektif dan Menyenangkan) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. e. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. anak orang kaya.I. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu. Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. 266 . antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Namun demikian. berpasangan. kapan”. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat. anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Anak desa. Dalam PAIKEM (Pembelajaran Aktif. puisi. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal. anak orang miskin. kritis dan kreatif. atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa. Mengenal anak secara perorangan Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Berdasarkan pengalaman. dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan. Selain itu. anugerah Tuhan. Kritis untuk menganalisis masalah. karangan. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. dapat membantu guru dalam pembelajaran karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah.

2008). membuat tulisan. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. memperlihatkan performance sedemikian rupa sehingga siswa akan sangat segan (baca:takut) kepadanya.f. Sering bertanya. merumuskan pertanyaan. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan. berhipotesis. mengklasifikasi. atau takut dimarahi jika salah. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. saya pikir sekarang siswa justru lebih menghargai kepada guru yang bersahabat. dan tidak zamannya guru mengajar jaim dan jumawa. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. (jangankan menegur dengan sopan melirik saja mungkin siswa tidak berani). strategi apa. bila menginginkan hasil belajar 267 . Oleh karena itu. Tidak malah sebaliknya siswa akan sakit perut jika mengingat akan bertemu dengan pelajaran dan guru tersebut Pada dasarnya belajar mengajar merupakan suatu proses yang rumit karena tidak sekedar menyerap informasi dari guru. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan ‘PAIKEM’ (Agustina. dan tentu saja akan lebih sangat dihargai lagi jika guru tersebut cerdas dalam bidangnya dan cerdas dalam mengelola kelas. dan membuat gambar/diagram g. sok menjaga wibawa. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka h. sosial. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. mempertanyakan gagasan orang lain. Selain itu. metode. baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Di era globalisasi sekarang mestinya guru dapat mengajar dengan lebih menyenangkan. Terserah gurunya mengajar dengan model. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAIKEM. mencatat. tapi dalam melaksanakan di kelas guru melakukannya dengan paikem. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Banyak metode mengajar yang dapat di “paikemkan” sebenarnya. ramah. tetapi melibatkan berbagai kegiatan maupun tindakan yang harus dilakukan. Pemanfaatan lingkungan dapat mengembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera). cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. takut disepelekan. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan (fisik. J. Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. Mengapa PAIKEM perlu diterapkan? Salah satu yang dapat dilakukan guru adalah mengajar dengan pembelajaran yang aktif inovatif kreatif dan menyenangkan (PAIKEM). Bagaimana caranya guru bisa membuat siswa tertarik untuk belajar dengannya dan akan ‘rindu’/menanti –nanti datangnya jam belajar pelajaran itu lagi. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut.

gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Cukup lama siswa dibuat menjadi korban untuk menjadi “yes people”. Kemampuan Guru Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Kegiatan Belajar Mengajar Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam. dalam kurun waktu yang lama pendidikan digunakan “penguasa” untuk melestarikan sistem dan nilai yang menguntungkan mereka. Dalam pendekatan ini. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. to wrestle with ideas”. menganalisis. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ d. menyenangkan. Dampaknya sistem pembelajaran lebih menekankan guru yang aktif dan siswa pasif menerima (Suparno. Dalam hal ini Slavin (1994) menyebutkan bahwa “ Learning is much more than memory for student to really understand and be able to apply knowledge. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. dan merumuskannya. Pada saat yang sama. 2008). yang penting bagaimana siswa menggeluti bahan. c. siswa dianggap orang yang belum tahu apa-apa dan mereka harus diberitahu oleh guru. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. b. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. Pendekatan seperti ini disebut pendekatan ketrampilan proses dengan prinsip student active learning. manusia penurut. Dalam filsafat klasik itu.yang lebih baik. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Menurut Ramadhan (2008). misalnya:  Percobaan  Diskusi kelompok  Memecahkan masalah  Mencari informasi 268 . Dalam hal ini guru tidak dapat memaksakan “pengetahuannya” kepada siswa. mengolah. secara garis besar. Belajar pada intinya tertumpu pada kegiatan memberi kemungkinan kepada siswa agar terjadi proses belajar yang efektif agar dapat mencapai hasil yang sesuai tujuan. J. untuk mengungkapkan gagasannya. to discover things for themselves. Pembelajaran lebih menekankan pada bagaimana membantu siswa aktif mengkonstruksi pengetahuan mereka dan bukan bagaimana memaksa siswa menerima segala sesuatu yanag diinformasikan oleh guru. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. Dalam sejarah pendidikan di negara kita. They must work to solve problems. 1997). termasuk cara belajar kelompok. dan cocok bagi siswa. PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. pengetahuan itu merupakan bentukan siswa yang sedang belajar. penerapan PAIKEM dalam pembelajaran dapat digambarkan sebagai berikut: a. Sebaliknya menurut filsafat kontruktivisme. Menurut teori ini dalam belajar siswa tidak hanya menghafal tapi harus memahami (Agustina. e.

mencari rumus sendiri.  Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. Guru dapat mengembangkan kreativitasnya dalam hal: teknik pengajaran. • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari • Guru memantau kerja siswa. • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. misalnya:  Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri  Gambar  Studi kasus  Nara sumber  Lingkungan Siswa:  Melakukan percobaan.Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam. pengamatan. penggunaan 269 . Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terusmenerus  Menulis laporan/cerita/puisi  Berkunjung keluar kelas Sesuai mata pelajaran. Guru dan murid dapat mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran. Pendekatan pembelajaran PAIKEM dapat membawa angin perubahan dalam pembelajaran. atau wawancara  Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri  Menarik kesimpulan  Memecahkan masalah. Guru dalam pembelajaran tidak hanya berperan sebagai pengajar dan pendidik juga berperan sebagai fasilitator. b. yaitu: a. • Guru memberikan umpan balik. • Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. Melalui:  Diskusi  Lebih banyak pertanyaan terbuka  Hasil karya yang merupakan anak sendiri • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. Guru dan murid sama-sama aktif dan terjadi interaksi timbal balik antara keduanya. guru menggunakan.

Inovatif.wordpress. Yogyakarta: Andi ______.multimetode. http://hlasrinkosgorobogor . 2008. Pembelajaran Kreatif dengan Peraga. Hamalik. 2008. Abd Al-Fattah. 1990. A. Suharsimi. Proses Belajar Mengajar. Fu’ad bin abdul aziz. Mengembangkan Pembelajaran Aktif. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek: Edisi Revisi V. c.html. Yogyakarta: Andi Offset. Aliran-aliran dalam pendidikan Islam.php?act=detail_c&id=325101. Jakarta: Rineka Cipta. dan Menyenangkan. 2008. 2006. Ahmad Ma'sum. Ramadhan. Uno. (http:www.Prestasi Raya Pustakaraya. Djohar. http://www. pemakaian media. d. Metodologi Research II. Pendidikan Strategik Alternatif Untuk Pendidikan Masa Depan.indopos. Iif khori dan Amri. 2005. Tarmizi. Perencanaan Pembelajaran. Hamalik. Khoiri. http://cittiami. Metodologi PAKEM. Oemar. Jakarta: PT. Yogyakarta: Lesfi.com/2008/11/11/pembelajaran-aktifinovatif-kreatif-efektif-dan-menyenangkan/.com/2008/11/07/menjadi-guru-favorit-pilihan-siswa/. Jakarta: Bumi Aksara. Agustina. Efektif. 2010. 2008. 2008. Sofan. Indikator Pembelajaran Paikem. tidak merasa tertekan sehingga proses berpikir anak akan berjalan normal. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. diakses 5juni 2011) Departemen Agama. Arifin. 2002. Sutrisno.blogspot. Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif dalam Kelas.http://tarmizi. Begini seharusnya menjadi guru. Ghuddah. PUSTAKA RUJUKAN Ahmadi. S. 2010. Jakarta: Bumi Aksara 270 . Munculnya pembahasan dalam pembelajaran di kelas. Murid merasa senang dan nyaman dalam pembelajaran. http://smk3ae. 2008. dan Menyenangkan Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher. 2000. Nasution. 2011. Inovatif. Pembelajaran Aktif. Kurikulum Satuan Pendidikan Modul Madrasah Aliyah. Menjadi guru favorit Pilihan Siswa. Pararaja. Jakarta: PT Bumi Aksarahlm. 1986. Hamzah. Rahmi. Bandung: Tarsito Herman. diakses 8 Maret 2011) Arikunto. Diakses tanggal 8 Februari 2009.blogspot.smk3_banjarbaru@blogspot.com/2008/04/mensiasati-injury-time-dengan. Paikem Gembrot. Mensiasati Injury time Dengan Pembelajaran PAIKEM. dan guru dapat berperan sebagai mediator bagi murid-muridnya.wordpress. Jakarta: Darul Haq Dede Ajiz Kamaluddin. ______. B. Kreatif. 2003. 40 Strategi Pembelajaran Rasulullah.com.co. 1997. Asy-syalhub.com. Kreatif Efektif. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar.com/ 2008/06/26/metodologi-pakem/. 2006. Metodologi Research. (Zizakamal.wordpress. Oemar.id/ index. Beirut: Dar alBasyair al-Islamyah Hadi.

271 .

dapat pula berupa kemampuan rata-rata unjuk kerja kelompok dan berbagai patokan yang lain. Kriteria yang berupa batas kriteria minimal yang telah ditetapkan sebelum pengukuran dan bersifat mutlak disebut Penilaian Acuan Patokan atau Penilaian Acauan Kriteria (PAP/PAK). Penilaian. Uraian Materi 1. iklim sekolah maupun kebijakan-kebijakan sekolah. Secara sederhana. Pengukuran Secara sederhana. Interval Persentase Tingkat Penguasaan Nilai Ubah Skala Lima 0-4 E–A Keterangan 272 . proses dan hasil belajar. Kriteria ini dapat berupa proses atau kemampuan minimal yang dipersyaratkan. c. Pengertian Asesmen. C. Dalam pelaksanaan asesmen pemebelajaran. penilaian. Menjelaskan hakikat asesmen. Hasil penilaian dalam pembelajaran disebut nilai. pengukuran dapat diartikan sebagai kegiatan atau upaya yang dilakukan untuk memberikan angka-angka pada suatu gejala. Tujuan Pembelajaran Peserta PLPG diharapkan dapat mendeskripsikan hal-hal berikut. Menjelaskan perbedaan antara asesmen. dan Tes a. b. Penilaian Penilaian adalah proses pemberian makna atau penetapan kualitas hasil pengukuran dengan cara membandingkan angka hasil pengukuran tersebut dengan criteria tertentu. 55. Angka hasil pengukuran ini disebut skor mentah. asesmen dapat berarti sebagai proses pengukuran dan nonpengukuran untuk memperoleh data karakteristik siswa dengan aturan tertentu. angka 40. pengukuran. penilaian. Contoh penentuan patokan dengan penghitungan persentase untuk skala lima sebagai berikut. Misal. dan 75 yang diperoleh dari hasil pengukuran proses dan hasil pembelajaran tersebut bersifat kuantitatif dan belum dapat memberikan makna apa-apa. atau batas keberhasilan. penilaian. Dalam proses pembelajaran guru juga melakukan pengukuran terhadap proses dan hasil pembelajaran yang hasilnya berupa angka-angka yang mencerminkan capaian. Angka hasil pengukuran baru mempunyai makna apabila dibandingkan dengan criteria atau patokan tertentu. atau benda sehingga hasil pengukuran akan selalu berupa angka. dan tes. guru akan dihadapkan tiga sistilah yang sering digunakan secara bersama-sama yaitu istilah pengukuran. dan tes. karena belum menyatakan tinngkat kualitas dari apa yang diukur. Asesmen Secara umum asesmen berarti sebagai proses untuk mendapatkan informasi dalam bentuk apapun yang dapat digunakan untuk dasar pengambilan keputusan tentang siswa baik yang menyangkut kurikulumnya. peristiwa.BAB X EVALUASI PEMBELAJARAN KONSEP DASAR ASESMEN PEMBELAJARAN A. Pengukuran. Kriteria sebagai pembanding dari proses dan hasil pembelajaran tersebut dapat ditentukan sebelum proses pengukuran atau dapat pula ditetapkan sesudah pelaksanaan pengukuran. program pembelajarannya. dan tes. 2. pengukuran. 1.

25 S M + 0.75 + 1.35 % 16 % .25 + 0.100 % 86 % .75 S M + 1.75 + 1.85 % .55 % 36 % .25 S M + 1.0.25 + 1.5 SD E 0 Contoh penentuan patokan dengan penghitungan konversi skala sepuluh dalam PAN.65 % 46 % . Skala sigma + 2.5 M .25 % 0 % .75 Skala angka M + 2.85 % 66 % .25 + 1.75 S M + 1.84 % 60 % .74 % 40 % .1.25 + 0.39 % 4 3 2 1 0 A B C D E Baik Sekali Baik Cukup Kurang Gagal Contoh penentuan patokan dengan penghitungan persentase untuk skala sepuluh sebagai berikut. Contoh penentuan patokan dengan penghitungan konversi skala lima dalam PAN.5 SD D 1 .75 + 0. Interval Persentase Tingkat Penguasaan 96 % .5 M . Skala Sigma Skala Angka Skala Lima E-A 0–4 A 4 + 1.75 S M + 0.59 % 0 % .45 % 26 % .25 S M + 0.5 SD B 3 + 0.75 % 56 % .25 S M + 1.100 % 75 % .95 % 76 % .5 SD C 2 .75 S Skala 1-10 10 9 8 7 6 5 4 3 2 273 .15 % Nilai Ubah Skala Sepuluh 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Keterangan Sempurna Baik sekali Baik Cukup Sedang Hampir sedang Kurang Kurang sekali Buruk Buruk sekali Kriteria yang ditentukan setelah kegiatan pengukuran dilakukan dan didasarkan pada keadaan kelompok dan bersifat relatif disebut Penilaian Acuan Norma atau Penilaian Acuan relative (PAN/PAR).25 + 0.0.75 S M + 0.5 M + 0.0.5 M + 1.

25 S 1 Tes adalah seperangkat tugas yang dikerjakan atau sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur tingkat pemahaman dan penguasaannya terhadap cakupan materi yang dipersyaratkan dan sesuai dengan tujuan pengajaran tertentu. Sebab itu. pengukuran. dalam praktik ketiganya sering tidak dirasakan pemisahannya. karena melakukan asesmen berarti telah pula melakukan ketiganya. Akhirnya diambilah keputusan oleh guru tentang kualitas proses dan hasil belajar. Jelaskan letak perbedaan antara skor dan nilai! 274 . Penilaian adalah penerapan berbagai cara penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar siswa atau ketercapaian kompetensi siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya tes merupakan alat ukur yang sering digunakan dalam asesmen pembelajaran disamping alat ukur yang lain. dan tes! 6. E. pengukuran. Tes adalah seperangkat tugas yang dikerjakan atau sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur tingkat pemahaman dan penguasaannya terhadap cakupan materi yang dipersyaratkan dan sesuai dengan tujuan pengajaran tertentu. Berikan contoh asesmen. penilaian. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pengukuran! 3. D. kemudian membandingkan angka tersebut dengan kriteria tertentu yang berupa batas penguasaan minimum ataupun berupa kemampuan umum kelompok. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang siswa. pengukuran. Latihan Soal Jawablah pertanyaan berikut secara singkat dan jelas! 1. Tes M + 2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan penilaian! 4. pengukuran. dan tes yang dalam penerapannya sering dilakukan secara simultan. guru selalu berhadapan dengan konsep-konsep evaluasi. penilaian. Banyak yang mencampuradukkan pengertian antara evaluasi. Evaluasi adalah kegiatan mengidentifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum. yaitu mengukur atau memberi angka terhadap proses pembelajaran atau pekerjaan siswa sebagai hasil yang merupakan cerminan tingkat penguasaan terhadap materi yang dipersyaratkan.+ 2. Evaluasi berhubungan dengan keputusan nilai. Melakukan pengukuran. berharga atau tidak. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tes! 5. dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya. Jelaskan letak perbedaan antara asesmen. Dalam melaksanakan proses asesmen pembelajaran. dan tes. Jelaskan apa yang dimaksud dengan asesmen! 2.25 d. Rangkuman Asesmen merupakan kegiatan untuk mengungkapkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. penilaian. dan tes! 7. observasi proses pembelajaran dan sebagainya. Hasil pengukuran bisa berupa nilai kualitatif dan nilai kuantitatif. Pengukuran adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskrikpsi numerik dari suatu tingkatan dimana seorang anak telah mencapai karakteristik tertentu. Waktu melakukan asesmen guru pasti telah menciptakan alat ukur berupa tes maupun nontes seperti soal-soal ujian. sehingga munculah nilai yang mencerminkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. padahal kesemuanya memiliki pengertian dan fungsi yang berbeda.

untuk mengetahui dalam hal apa siswa memerlukan bimbingan. Untuk keperluan pengembangan kurikulum dan perbaikan kurikulum sekolah yang bersangkutan. sebagai dasar menagani kasu-kasus tertentu siswa. PRINSIP. C. Prinsip-prinsip Penilaian Pembelajaran Untuk dapat melakukan penilaian pembelajaran secara efektif. Dalam hal ini materi kurikulumyang dianggap sudah tidak relevan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat perlu diganti dengan materi yang lebih sesuai. serta sebagai acuan dalam melayani kebutuhan siswa dalam bimbingan karir. d. b. Evaluasi/penilaian A.FUNGSI. Adapun prinsip-prinsip tersebut terdiri dari prinsip umum dan prinsip-prinsip evaluasi lainnya yaitu : Prinsip umum dalam kegiatan evaluasi pembelajaran yaitu adanya triangulasi atau hubungan yang erat antara 3 komponen yaitu hubungan erat antara : a. Untuk mengetahui taraf kesiapan dari peserta didik untuk menempuh suatu pendidikan tertentu. Uraian Materi 1. Untuk mengetahui seberapa jauh hasil yang telah dicapai dalam proses pendidikan/pembelajaran atau pencapaian kompetensi yang diharapkan. Kompetensi Dasar Kompetensi dasar yang diharapkan dapat dicapai melalui pembahasan kegiatan belajar ini dideskripsikan sebagai berikut. e. maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip penilaian/ evaluasi pembelajaran yang dapat dijadikan dasar dalam pengembilan keputusan. Hasil penilaian/ evaluasi dapat dijadikan informasi atau data bagi guru pembimbing dalam membuat diagnosa siswa. Menjelaskan konsep dasar penilaian pembelajaran. Kegiatan Pembelajaran c. Untuk menentukan kelulusan peserta didik pada jenjang pendidikannya. c. Untuk mengetahui kegiatan belajar mengajar dapat dilanjutkan dengan bahan atau materi selanjutnya. 2. 275 . 2. Menerapkan dalam melaksanakan penilaian pembelajaran dari mata pelajaran yang diampu terhadap siswa yang mengikuti proses pembelajaran. 1. JENIS DAN TEKNIK PENILAIAN PEMBELAJARAN Standar Kompetensi Standar Kompetensi yang harus dikuasai peserta PLPG adalah dapat memahami konsep dasar penilaian pembelajaran. ataukah harus mengulang kembali pada kegiatan belajar tersebut. Fungsi Penilaian dalam pendidikan Fungsi Penilaian dalam bidang pendidikan dan pembelajaran mempunyai fungsi sebagai berikut : a. yang selanjutnya dapat menerapkan dalam melaksanakan penilaian pembelajaran dari mata pelajaran yang diampu terhadap siswa yang mengikuti proses pembelajaran. Untuk keperluan bimbingan dan konseling. B. Tujuan pembelajaran b. f.

penilaian meliputi berbagai aspek kompetensi yang akan dinilai.Tujuan a b Kegiatan Pembelajaran c Evaluasi/penilaian 1) Hubungan antara tujuan dengan Kegiatan pembelajaran. penilaian dilakukan secara berencana. artinya penilaian tidak hanya pada akhir kegiatan atau pada salah satu pokok bahasan tetapi bersifat menyeluruh atau komprehensif e. c. f. prosedur dan kriteria penilaian serta dasar pengambilan keputusan diketahui oleh pihak yang terkait. evaluasi adalah kegiatan pengumpulan data untuk mengukur sejauhmana tujuan sudah tercapai. Mendidik . di sisi lain dan evaluasi merupakan pengukur kegiatan pembelajaran. ekonomi. Sistematis. kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran disusun oleh guru dengan mengacu pada tujuan yang hendak dicapai. Menyeluruh. Jenis penilaian pembelajaran yang dilakukan dapat dibedakan dalam: 1) Penilaian formatif. yang meliputi aspek kognitif. h. afektif dan dan psikomotor yang direfleksikan dalam kegiatan berpikir dan bertindak. budaya. 3. warna kulit dan jender. Obyektif. menunjukan bahwa evaluasi harus mengacu pada kegiatan pembelajaran. bahasa. selain itu langkah dalam menyusun alat evaluasi mengacu pada tujuan yang sudah dirumuskan. i. Berkesinambungan. b. tidak terpengaruh oleh pertimbangan subyektif penilai. berasal dari arti kata form yang merupakan dasar dari istilah formatif. Jenis dan Teknik Penilaian Pembelajaran a. d. Menggunakan acuan atau kriteria tertentu dalam menentukan prestasi peserta didik. Terpadu. Terbuka. maka penilaian formatif dimaksudkan untuk 276 . tidak ada peserta didik yang diuntungkan atau dirugikan berdasarkan latar belakang sosial. Jenis Penilaian. Kegiatan pembelajaran mengacu pada tujuan dan langkah dari tujuan dilanjutkan pemikirannya ke kegiatan pembelajaran 2) Hubungan antara tujuan dengan evaluasi. Adil. mampu memberikan sumbangan positif terhadap peningkatan pencapaian belajar peserta didik sehingga hasil penilaian harus dapat memberikan umpan balik dan motivasi peserta didik untuk lebih giat belajar. Adapun prinsi-prinsip lain yang perlu diperhatikan dari penilaian/evaluasi pembelajaran di antaranya : a. bertahap. g. menilai apapun yang dilakukan peserta didik dalam kegiatan belajar. teratur dan terarah. 3) Hubungan antara kegiatan pembelajaran dengan evaluasi. penilaian dilakukan secara terus menerus sepanjang berlangsungnyakegiatan pembelajaran. agama.

kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. tingkat perhatian dan ketepatan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru dan bukan dengan nilai yang diperoleh waktu ulangan. tes yang ekonomis adalah tes yang pelaksanaanya tidak membutuhkan. adalah tes yang soal-soal dan jawaban harus dijawab oleh peserta didik secara tertulis. misalnya untuk kepentingan penjurusan. intelegensi. Penilaian sumatif dapat bermakna sebagai penialian prediksi dan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kenaikan kelas/kelulusan pesert didik. Tes tertulis ini biasanya dikelompokan menjadi 2 bentuk tes tertulis yaitu : 277 . Pengertian lain yang dikemukakan oleh Webster Collegiate. penilaian sumatif merupakan adalah penilaian terhadap peserta didik setelah mengikuti atau berakhirnya pemberian beberapa program atau sebuah program yang lebih besar. tes dikatakan praktis jika mudah pelaksanaan dan pemeriksaannya serta mudah pengadministrasiannya e) Ekonomis. b) Realibilitas. c) Obyektivitas. 4) Penilaian penempatan. a) mengetahui sejauhmana siswa telah terbentuk setelah. mengikuti suatu program tertentu. sebab nilai ulangan hanya menggambarkan prestasi dan bukan menggambarkan partisipasi. yang termasuk teknik non-tes adalah skala bertingkat (rating scale). misalnya untuk mengukur partisipasi siswa diukur dengan tingkat kehadiran. tes yang reliabel adalah tes yang hasilnya relatif tetap walaupun dilakukan berkali-kali. adalah penilaian yang digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang dihadapi peserta didik. tes dikatakan obyektif apabila dalam melaksanakan tes tidak ada faktor subyektif yang mempengaruhi. pengertian tes adalah seperangkat pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan. tenaga besaar dan waktu yang lama. misalnya penilaian yang dilakukan untuk satu standar kompetensi. dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. berbeda dengan penilaian formatif. misalnya telah mengikuti pembelajaran satu kompetensi dasar) Hasil penilaian formatif dapat bermakna sebagai reinforcemet. sehingga berdasarkan kelemahan-kelemahan tersebut dapat dilakukan pemberian perlakuan yang tepat. pengamatan (observation).b. 2) Penilaian Sumatif. feedback dan sebagai alat diagnosis pembelajaran. wawancara (interview). biaya. 1) Teknik non-tes . Sebuah tes dapat dikatakan sebagai alat atau teknik penialaian pembelajaran yang baik apabila memilki syarat-syarat sebagi tes yang baik yaitu memiliki : a) Validitas. riwayat hidup 2) Tenik tes. questionair. Teknik Penilaian Pembelajaran Dalam melaksanakan penialian pembelajaran dikenal dua cara atau teknik yaitu teknik non-tes dan tes. artinya tes dapat tepat mengukur apa yang harus diukur. penilaian yang dilakukan untuk terhadap pribadi peserta didik untuk kepentingan penempatan dalam progrsm prembelajaran ysng sesuai. pengetahuan. Teknik tes yang biasanya digunakan dalam penilaian pembelajaran meliputi : Tes tertulis. pengertian tes adalah alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana. 3) Penilaian diagnostik. daftar cocok (check list). d) Praktikabilitas.

(2) Tes subyektif. Kemukakan alasan atau dasar pertimbangan dalam menentukan jenis dan teknik penilaian yang ditetapkan. dengan langkah-langkah menentukan : 1. Dikatakan sebagai suatu proses karena penilaian/evaluasi pembelajaran atau kegiatan evaluasi dilakukan mulai dari awal.(1) Tes obyektif. selama kegiatan berlangsung. Kegiatan penilaian pembelajaran merupakan suatu proses yang sistematis artinya bahwa evaluasi/penilaian pembelajaran merupakan suatu kegitan yang terencana dan dilakukan secara berkesinambungan. Kelebihan lainnya adalah peserta didik dapat lengsung mengetahui hasil tes. sedangkan kelebihannya adalah secara langsung dapat menilai beberapa unsur baik kemampuan dan tingkat pengetahuan yang dimiliki siswa. Rumuskan indikator-indikator yang ada dalam kompetensi dasar tersebut ke dalam tujuan pembelajaran 2. (d) Bahasa dalam soal harus menggunakan kalimat yang tidak ambigus. dan isian pendek. Rangkuman Kegiatan penilaian tidak dapat dilepaskan dari tujuan-tujuan pembelajaran yang akan dicapai karena tujuan-tujuan pembelajaran tersebut merupakan acuan dan kriteria pokok dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran. 4. dan pada akhir kegiatan. maupun sikap dan kepribadiannya./SMA/MA. tugas-tugas dan 278 . bentuk tes ini memiliki beberapa kelemahan diantaranya : tingkat subyektivitas penilai dan waktu pelaksanaannya relatif lama. perilaku siswa. yaitu tes yang penugasannya disampaikan dalam bentuk lisan atau tertulis dan pelaksanaannya dinyatakan dengan perbuatan atau penampilan. Tentukan jenis penilaian pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran 3. (c) Konstruksi tes harus sesuai dengan ranah tujuan. menjodohkan. C. Dibandingkan dengan tes tertulis. b) Tes lisan. Dalam kegiatan penilaian pembelajaran diperlukan berbagai informasi baik menyangkut hasil pengukuran (ulangan). bentuknya benar-salah. pada umumnya berbentuk uraian (esai) yaitu sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kata. Pelaksanaan tes perbuatan pada umumnya memerlukan sebuah format pengamatan atau penilaian yang dibuat sedemikian rupa sehingga penilai dapat menuliskan angka penilaian pada tempat yang sudah disediakan. dapat langsung meminta penjelasan dari penilai. pilihan ganda. yaitu tes yang pelaksanaannya berbeda dengan tes tertulis. Latihan Buatlah kelompok kecil sebanyak 3 orang dan susun rancangan instrumen penilaian untuk menilai penguasaan siswa terhadap satu Kompetensi Dasar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP/MTS. c) Tes perbuatan. Tentukan teknik penilaian yang tepat untuk tujuan pembelajaran tersebut. Dalam menyususn instrumen penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal berikut yaitu : (a) Karakteristik mata pelajaran dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diujikan. (b) materi harus sesuai dengan kegiatan pembelajaran. sikap. D. karena dilakukan dengan mengadakan secara langsung tanya jawab antara guru dan peserta didik. Selain itu peserta didik yang belum memahami pertanyaan tes.

jenis dan teknik penilaian yang tepat dan memenuhi persyaratan sebuah tes yang baik yaitu memilki validitas. Untuk melaksanakan penilaian pembelajaran yang baik.informasi lainnya yang dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan dalam evaluasi pembelajaran. reliabilitas. tes tertulis dan tes perbuatan. praktis dan ekonomis. Masing-masing teknis tes ini memiliki karakteristik yang menggambarkan kelebihan dan kelemahan masing-masing teknis tes. 279 . obJektif. hendaknya penilaian dilakukan atas dasar prinsip-prinsip penilaian. Teknis tes meliputi tes lisan.

Standar Kompetensi Memahami konsep penilaian pembelajaran berbasis kompetensi. Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kegiatan belajar ini peserta mampu : 1. Menggambarkan alur pengembangan perangkat Sistem penilaian pembelajaran berbasis kompetensi 7. Kurikulum berbasis kompetensi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai peserta didik. afektif dan psikomotorik. Menjelaskan dan menyebutkan prinsip dasar penilaian pembelajaran berbasis kompetensi 6. Hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui seperangkat pengalaman belajar yang bermakna. prinsip dasar dan komponen-komponennya. Menyimpulkan pengertian kompetensi 2. Kognitif berhubungan dengan kemampuan melakukan. walaupun keduanya dalam satu bidang yaitu kesehatan. Kompetensi dalam aspek ini tidak bisa diamati karena tidak tampil dalam perilaku empiris. Kemampuan rasional ini dalam taksonomi Bloom dikenal sebagai kognitif. Jika seseorang memiliki kemampuan berpikir dan bertindak secara tepat dan benar. Orientasi kurikulum berbasis kompetensi tergantung pada dua hal yaitu: 1. Seorang dokter yang sedang tidak praktek dan tidak menggunakan atribut profesinya. 1. melalui pengamatan dapat dibedakan kompetensi seorang dukun pijet dengan seorang dokter. Akan tetapi tanpa harus belajar ilmu kedokteran seseorang mengetahui bahwa dokter lebih kompeten dari pada tukang pijet dalam hal penyembuhan seorang pasien. Menjelaskan konsep sistem penilaian pembelajaran Berbasis Kompetensi 5. Menyimpulkan konsep pembelajaran kontekstual 4. (b) Kompetensi yang tidak tampak disebut juga dengan istilah kompetensi dalam aspek rasional. kompetensi dalam aspek yang tampak ini disebut performance yaitu penampilan dalam bentuk tingka laku yang dapat didemonstrasikan sehingga dapat diamati. Mengenal jenis-jenis teknik penilaian dalam Sistem penilaian pembelajaran berbasis kompetensi Uraian Materi Pengertian kompetensi dan kurikulum Berbasis Kompetensi Kompetensi merupakan pengetahuan. penilaian dan kegiatan belajar mengajar serta pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. maka orang tersebut mencerminkan orang yang berkompeten. 280 . Menyimpulkan Kurikulum berbasis kompetensi 3. Istilah kemampuan dalam pengertian kompetensi di atas dapat dipahami dalam dua aspek yaitu : (a) Aspek yang tampak. tidak diketahui bahwa dia mempunyai kemampuan untuk melakukan terapi kesehatan. Sebagai contoh. B. Keberagaman yang dimanifestasikan sesuai kebutuhan C.PENILAIAN PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI A. keterampilan maupun nilai-nilai yang dikuasai seseorang atau peserta didik yang direfleksikan dalam bentuk kemampuan bertidak secara tepat. 2. afektif berhubungan dengan sosial-emosional dan psikomotorik berhubungan dengan keterampilan. dilihat dan dirasakan.

menyusun. menentukan. memberi contoh. pembuat soal dapat mendaftar semua perilaku mulai dari aspek yang rendah/mudah sampai dengan aspek yang tertinggi/sukar. Berorientasi pada hasil belajar 3. menilai atau memutuskan. lisan atau tes perbuatan. Sistem Penilaian Pembelajaran berbasis Kompetensi a. diantaranya seperti menyebutkan. gerakan-gerakan yang memerlukan belajar (menari. Menggunakan penilaian yang berorientasi pada kompetensi (penilaian autentik) 2. gerakan untuk berkomunikasi (mimik wajah. 3) Ranah psikomotorik yang meliputi: gerak reflek. 3) Relevansi. 281 . 2) Ranah Afektif. 2) Kontinuitas yaitu pokok bahasan atau materi merupakan pendalaman dari satu atau lebih pokok bahasan yang sudah dipelajari sebelumnya. c) Penerapan. dasar-dasar gerakan. mengkategorikan. menerapkan. mengembangkan gerakan-gerakan tingkat tinggi. mendefinisikan. 5) Kesesuaian dengan teknik pengukuran yang akan digunakan yaitu tes tertulis. f) Evaluasi diantaranya menafsirkan. mengklaifikasikan. isyarat. 4) Keterpakaian. menunjukkan. mengubah. yaitu pokok bahasan atau materi yang diperlukan untuk mempelajari atau memahami materi atau pelajaran lain. seperti respon yang melibatkan ekspresi. b) Pemahaman. Penentuan perilaku yang akan diukur tergantung pada kompetensi serta indikator-indikator yang digunakan sebagi acuan terhadap keberhasilan pembelajaran. memperkirakan. Menekankan pada ketercapaian kompetensi (standar kompetensi. b) Sikap atau nilai reperti respon yang melibatkan sikap atau nilai yang telah mendalam di sanubarinya untuk dipertahankan. perasaan atau pendapat pribadi terhadap hal-hal yang relatif sederhana tetapi bukan fakta. menganalisis. seperti diantaranya membedakan. mengambil kesimpulan. yaitu pokok bahasan atau materi yang memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari. mengembangkan. Penentuan Kompetensi yang akan diujikan. olahraga). d) Analisis diantaranya seperti membandingkan. e) Sintesis. mengorganisasikan. dengan tingkatan mulai dari : a) Pendapat atau pandangan. mengingat kembali. kompetensi dasar yang tercermin pada indikator kompetensi) peserta didik. diantaranya menghubungkan. Penentuan materi yang akan diujikan Dalam menentukan materi yang akan diujikan haruslah memperhatikan beberapa kriteria yaitu : 1) Urgensi yaitu pokok bahasan atau materi tersebut secara teoritis mutlak harus dikuasai oleh siswa. perilaku dibedakan dalam 3 ranah dengan masing-masing tingkatannya : 1) Ranah Kognitif dengan tingkatan mulai dari : a) Ingatan. b. postur tubuh). Metoda untuk menentukan ketepatan perilaku yang diukur.Ciri-ciri kurikulum berbasis kompetensi adalah sebagai berikut : 1. gerakan yang merupakan kombinasi dengan kognitif. Berdasarkan teori Bloom Cs. 2. diantaranya menggunakan. Menerapkan pembelajaran kontekstual 4.

Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. sehingga semua dapat diamati e) Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati. 2) Penilaian Unjuk Kerja Penilaian dilakukan dengan mengamati kegiatan siswa dalam melakukan sesuatu. baik-tidak baik. 282 . Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal : a) Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan peserta didik untuk menunjukan kinerja dari suatu kompetensi.c. dapat diamatitidak dapat diamati. Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam penilaian tertulis adalah: a) Karakteristik mata pelajaran dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diuji. (4) sebab-akibat dan b) mensuplai jawaban yang dibedakan dalam : (1) isian atau melengkapi. (3) soal uraian. misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas. Teknik Penilaian pembelajaran Dalam Sistem Penilaian Pembelajaran berbasis Kompetensi dikenal tujuh teknik penilaian yaitu: 1) Penilaian tertulis. misalnya dilakukan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam. kompetensi dasar dan indikator pencapaian pada kurikulum. d) Bahasa. d) Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak. misalnya benar-salah. bermain peran. b) Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut. Untuk menilai kemampuan berbicara peserta didik. bercerita dan melakukan wawancara. c) Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. (2) dua pilihan. memainkan suatu alat. Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan atau instrumen berikut: (a) Daftar Cek (Check-list). misalnya rumusan soal tidak menggunakan kalimat yang mengandung penafsiran ganda. dengan menggunakan daftar cek peserta didik akan mendapat nilai. Kelemahan dengan instrumen ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak. sehingga tidak terdapat nilai tengah namun daftar ini lebih praktis digunakanuntuk mengamati subyek dalam jumlah besar. presentasi. kesesuaian soal dengan standar kompetensi. seperti : diskusi dalam kelompok kecil. c) Konstruksi. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik dari pada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan siswa yang sebenarnya. sehingga gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh. dll. ada dua bentuk tes tertulis yaitu a) memilih jawaban yang dibedakan menjadi : (1) pilihan ganda. (2) jawaban singkat atau pendek. jika criteria penguasaan kompetensi tertentu dapat diamati oleh penilai dan tidak mendapat nilai jika tidak bias diamati. berpidato. (3) menjodohkan. b) Materi. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut siswa melakukan tugas tertentu. misalnya praktek.

... agar hasil penilaian lebih akurat. Dalam hal ini pemberian nilai secara kontinum..... Kelas :........ NoAspek yang dinilaiBaikTidak Baik123456Skor yang dinilaiSkor maksimum6 Keterangan : Baik = mendapat skor 1 Tidak Baik = tidak mendapat skor (O) (b) Skala Penialian (Rating Scale) Penilaian unjuk kerja dengan menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu..... perlu dilakukan penilaian oleh lebih dari satu orang..... 283 ... pilihan kategori nilai lebih dari dua.. Untuk memperkecil faktor subyektivitas........Contoh Format Penilaian (Menggunakan Daftar Cek) Nama Peserta didik : . Skala penilaianterentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna..

............ Kelas :.................x Skala nilai yang digunakan Skor Maksimum 284 ...... Kelas :.... N NoAspek yang dinilaiSkor123412345Jumlah SkorSkor maksimum20 Keterangan : 1 = tdak kompeten 2 = cukup kompeten 3 = kompeten 4 = sangat kompeten Jumlah skor merupakan penjumlahan skor masing-masing aspek yang dinilai/diukur.......Contoh Format Penilaian (Menggunakan Skala Penilaian) Contoh Format Penilaian (Menggunakan Skala Penilaian) Nama Peserta didik : .......... sedangkan kriteria penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Jumlah Skor Nilai = --------------------............... N NoAspek yang dinilaiSkor123412345Jumlah SkorSkor maksimum20 Nama Peserta didik : ..

..Sebagai Contoh : Jika skala penilaian yang digunakan adalah skala 1-100 dan salah seorang siswa memperoleh skor 10.........Peserta Didik Perhatia a Skor siatif n Sistem a tis 1 2 3 4 Ridwan Rifki .. lembaran buku tersebut............ Kolom kejadian diisi dengan kejadian positif maupun negatif... hasil penilaian observasi perilaku dicatat dalam buku catatan harian : Contoh : Halaman Sampul Buku Catatan Harian BUKU CATATAN HARIAN TENTANG PESERTA DIDK (Nama Sekolah) Mata Pelajaran : ......... peserta didik sangat bermanfaat pula untuk menilai sikap peserta didik serta dapat Semarang 2009 menjadi bahan dalam penilaian perkembangan peserta didik secara keseluruhan.. Teknik penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : a) Observasi perilaku... Ket 285 .. e) Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif lintas kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran.......... Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai obyek........ Secara umum obyek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah : a) Sikap terhadap materi pelajaran b) Sikap terhadap guru/pengajar c) Sikap terhadap proses pembelajaran d) Sikap berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran..... Catatan dalam Tahun Pelajaran:.. Selanjutnya berikut ini contoh format penilaian sikap dalam pembelajaran : Contoh : Format Penilaian Sikap dalam Pembelajaran Contoh : Halaman isi : Buku Catatan Harian No Nama Skor perilaku No Bekerja Berinis Nama Hari/ Penuh Bekerj Kejadian Jml Nilai Tanggal sama ......... Adapun komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran obyek sikap............. maka nilai siswa tersebut = 50 3) Penilaian Sikap Sikap terdiri dari tiga komponen.... Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu obyek................. selain bermanfaat untuk merekam dan menilai perilaku Nama Guru :....... ................. komponen kognitif dan komponen konatif........... yaitu komponen afektif..... Kelas :.....

.. c) Laporan Pribadi Mengguanakan laporan pribadi sebagai salah satu teknik penilaian di sekolah. kepribadian.. atau hal yang menjadi objek sikap... misalnya bagaimana tanggapan peserta didik tentang kebijan pemerintah mengimpor beras........ estetika. peserta didik diminta membuat ulasan yang berisi pandangan atau tanggapannya tentang suatu masalah.... Nilai merupakan jumlah dsari skor-skor tiap indikator perilaku c............ Kelas :. jika seorang siswa memperoleh skor 15.. Berdasarkan jawaban atau reaksiu lain yang tampil dalam memberikan jawaban dapat dipahami sikap peserta didik itu terhadap sesuatu obyek....... Kriteria penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Jumlah Skor Nilai = ----------------------......... maka nilai siswa tersebut = 75 b) Pertanyaan langsung Guru sebagai penilai dapat menanyakan secara langsung tentang sikap seseorang/peseta berkaitan dengan sesuatu hal yang berhubungan dengan pembelajaran......hari/Tgl....................... Smester : ......... keadaan.... kewarganegaraan....... Untuk menilai perubahan perilaku atau sikap siswa secara keseluruhan termasuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia................. Catatan : Kolom perilaku diisi dengan skor yang sesuai dengan kriteria berikut : 1 = sangat kurang 2 = kurang 3 = sedang 4 = baik 5 = sangat baik b. 1 2 3 4 ................. ............................... Capaian T R SR 286 ........x Skala nilai yang digunakan Skor maksimum Contoh : Skala penilaian yang digunakan 1-100......Skor maksimal = 20 a.... ... .... ST awal ...... No Deskripsi Perilaku Deskripsi perubahan Pertemuan. jasmani semua catatan dapat dirangkum dalam lembar pengamatan berikut : Contoh : Lembar Pengamatan Nama Siswa : : .............

kemampuan peserta didik dalam memilih topik. analisa data dan penyiapan laporan tertulis. pengorganisasian. mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta pengumpulan laporan b) Relevansi : keseuaian dengan mata pelajaran. c) Keaslian.laporan pribadi . dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik. Pengembangan produk meliputi 3 tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu : a) Tahap persiapan. Instrumen penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan. pengumpulan data. dan kemampuan menginformasikan dari peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas. sampai hasil akhir proyek. Dalam penilaian proyek ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan yaitu : a) Kemampuan pengelolaan. seni. 287 . Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster. Penilaian ini meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produkproduk teknologi. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman. kemampuan penyelidikan. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan. seperti penyususnan desain. kemampuan mengaplikasikan. dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan.  Keterangan : Kolom capaian diisi dengan tanda centang sesuai perkembangan perilaku. Sehubungan dengan itu guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai. meliputi penilsisn kemampuan peserta didik dalam merencanakan. pemahamn dan keterampilan dalam pembelajaran.buku catatan harian 4) Penilaian Proyek Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode waktu tertentu. pengumpulan data. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian.menggali danmengembangkan gagasan serta mendesain produk. proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya. 5) Penialaian Produk Penialian produk adalah penilaian terhadap poses pembentukan dan kualitas produk. ST = peruabahan sangat tinggi T = perubahan tinggi R = perubahan rendah SR = perubahan sangat rendah Informasi tentang deskripsi perilaku diperoleh dari : . proses pengerjaan.pertanyaan langsung . pengolahan dan penyajian data.

........... Finishing 3 Laporan produk : a.. No Aspek * Skor (1-5)** 1. b) Cara holistik yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk...... 288 ......... Tenik penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik : a) Cara analitik yaitu berdasarkan aspek-aspek produk....... Kelas :........ Pemakaian bahan d...... Kesesuaian spesifikasi Total skor * Aspek yang dinilai disesuaikan dengan produk dan kondisi siswa/sekolah ** Skor diberikan kepada siswa tergantung dari ketepatan dan kelengkapan jawaban yang diberikan.......... Nama Produk :. pembuatan produk dan penilaian produk).... Sikap kerja b.....b) Tahap penilaian..... biasanya dilakukan hanya pada tahap penilaian produk. Performa b.... Contoh Penilaian Produk Mata Pelajaran : ...... Membuat gambar kerja 2 Pelaksanaan : a.. biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan (tahap persiapan.... Mengerjakan e Perakitan f..... Persiapan alat dan bahan b..x pertemuan Nama Siswa : : .......... meliputi menilai kemampuan siswa membuat produk sesuai kegunaannya...................... Alokasi waktu :.. memenuhi kriteria keindahan/presisi dan sebagainya.... semakin lengkap dan tepat semakin tinggi skor. Penggunaan alat c..... Perencanaan : a.

Langkah-langkah dalam penilaian portofolio yaitu : a) Jelaskan kepada siswa bahwa penggunaan portofolio tidak hanya merupakan kumpulan kerja siswa yang digunakan oleh guru untuk penilaian. penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. surat. Proses ini tidak akan terjadi secara spontan tetapi membutuhkan waktu bagi peserta didik untuk belajar meyakini hasil penilaian mereka sendiri. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan portofolio di sekolah antara lain : a) Karya siswa adalah benar-benar karya siswa itu sendiri. tetapi digunakan oleh siswa itu sendiri untuk dapat melihat kemampuan. sehingga memberi dampak negatif pada proses pendidikan. b) Saling percaya antara guru dan siswa. d) Milik bersama (joint ownership) antara guru dan siswa. 289 . keterampilan dan minat dirinya. Manfaat utama penilaian ini sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi guru untuk melihat kelebihan dan kekurangan siswa. guru melakukan penelitian atas hasil karya siswa yang dijadikan bahan penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil karya yang dibuat oleh siswa itu sendiri. atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran. Berdasarkan hasil perkembangan tersebut guru dan siswa sendiri dapat menilai kemampuan perkembangan siswa dan terus melakukan perbaikan. laporan penelitian. Antara satu dan peserta didik yang lain ada yang sama ada yang berbeda. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Akhir suatu periode karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan siswa. foto. e) Kepuasan. c) Kerahasiaan bersama antara guru dan siswa. antara lain. g) Penilaian proses dan hasil. b) Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat. puisi. saling memerlukan dan saling membantu. resensi buku/litelatur. sehingga siswa akan merasa memiliki karya yang dikumpulkan dan akhirnya akan berupaya terus meningkatkan kemampuannya. sehingga terjadi proses pendidikan berlangsung dengan baik. Dengan demikian portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar siswa melalui karyanya. komposisi musik. hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang memberikan dukungan siswa untuk lebih meningkatkan diri. lukisan. guru dan siswa perlu mempunyai rasa memiliki berkas portofolio. hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi yang tercantum dalam kurikulum. karangan. sinopsis dsb. Proses belajar yang misalnya diperoleh dari catatan guru tentang kinerja dan karya siswa h) Penilaian dan pembelajaran. f) Kesesuaian. gambar. Informasi tersebut dapat berupa karya siswa/hasil pekerjaan dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik. lembar jawaban tes yang menunjukan soal yang mampu dan tidak mampu dijawab/bukan nilai. penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran.6) Penilaian Portofolio Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. dalam proses penilaian guru dan siswa harus saling percaya. kerahasisaan hasil pengumpulan informasi perkembangan siswa perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan.

....... g) Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan. Hal ini dapat dilakukan pada saat membahas portofolio... proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya....... Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif. Tujuan utama dari penilaian dari penilaian diri adalah untuk mendukung atau memperbaiki proses dan hasil belajar. diantaranya . Nama Siswa : : ....... Jika perlu undang orang tua peserta didik dan diberi penjelasan tentang maksud serta tujuan portofolio..... d) berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik sehingga dapat dilihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu. Kelas :... maka peserta didik diberi kesempatan untuk memperbaiki..... Diskusikan cara penilaian kualitas karya para peserta didik........ Peran penilaian diri menjadi penting bersamaan dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru ke peserta didik didasarkan pada konsep belajar mandiri.. Alokasi waktu : . Contoh : Format Instrumen portofolio Mata Pelajaran : ...... afektif dan psikomotorik..... Meskipun demikian hasil penilaian diri dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk memberikan nilai... a) Penialian langsung dan spesifik. namun antara peserta didik dan guru perlu dibuat kontrak atau perjanjian mengenai waktu perbaikan misalnya 1 minggu karya yang telah diperbaikiharus diserahkan kepada guru.. f) Minta peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan. untuk menilai aspek-aspek kompetensi tertentu dari suatu mata pelajaran...... sehingga orang tua dapat membantu dan memotivasi anaknya......... 290 .. h) Bila perlu jadwalkan pertemuan untuk membahas portofolio......... Ada beberapa jenis penilaian diri........ bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut. e) Tentukan kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya dengan para peserta didik...... N o SK KD Peri o de 30/7 15/8 Kelengkap an Gagasan 4 3 2 1 Kritria dan Skor Sistematik Ketepatan Gagasan Analisis Up To date Ke t 1 1 1... sehingga peserta didik mengetahui harapan /standar guru dan berusaha mencapai standar tersebut..... yaitu penilaian pada saat atau setelah selesai melakukan tugas. Guru dapat membimbing peserta didik..c) Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap peserta didik dalam satu map atau folder di rumah masing-masing atau loker masing-masing di sekolah...... serta bagaimana cara memperbaikinya...1 7) Penialian Diri (self assessment) Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian dimana peserta didik diminta menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status......

daftar cek atau skala penilaian. harus melakukan instropeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. karena mereka dituntut untuk jujur dan obyektif dalam melakukan penilaian.b) Penilaian tidak langsung dan holistik. antara lain guru memberikan balikan tertulis. c) Penilaian sosio-afektif yaitu penilaian terhadap unsur-unsur afektif atau emosional. Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain: a) Dapat menumbuhkan rasa percaya diri siswa. Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang. maka harus dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan obyektif melalui langkah-langkah sebagai berikut : a) Menjelaskan pada siswa tujuan penilaian diri b) Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai c) Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan d) Merumuskan format penilaian. g) Lakukan tindakan lanjutan. dapat berupa pedoman penskoran. Teknik penilaian agar tidak cenderung subyektif. karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri. untuk mendorong siswa supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan obyektif. c) dapat mendorong. karena ketika melakukan penilaian. membiasakan dan melatih siswa untuk berbuat jujur. 291 . guru dan siswa membahas bersama proses dan hasil penilaian. yaitu penilaian yang dilakukan dalam kurun waktu yang panjang untuk memberikan penilaian secara keseluruhan. e) Meminta siswa untuk melakukan penilaian diri f) Guru mengkaji hasil penilaian. b) Siswa menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya.

6) Menyusun distribusi instrumen ke dalam format kisi-kisi instrumen penilaian............ 3) Menentukan materi untuk penyusunan instrumen............................................ 4) Menentukan jumlah/proporsi butir instrumen yang akan diujikan.......... Mengorganisasikan ide-ide secara sistematis 7....... 2) Menentukan standar kompetensi/kompetensi dasar beserta indikatorindikatornya........ Mengusulkan ide kepada kelompok selama diskusi 2.......Mengacaukan kegiatan diskusi 9............ 5) Menentukan penyebaran butir instrumen yang akan diujikan ke dalam tiaptiap indikator....... untuk nomor 1 s/d 9.........Keterlibatan semua anggota kelompok dalam diskusi 4.......................Contoh Penilaian Diri PARTISIPASI SISWA DALAM KELOMPOK Nama Siswa Kegiatan Kelompok : .... : .....Memberi kesempatan kepada semua peserta mengajukan usul 3.......... Nama Anggota kelompok Isilah pernyataan berikut dengan jujur..... 292 ................ tuliskan huruf A. Kisi-kisi instrumen penilaian pembelajaran Table of specification atau lay-out atau test blue-print atau kisi-kisi merupakan deskripsi mengenai ruang lingkup dari isi materi yang akan diujikan.. : ......... Penentuan didasarkan pada penyediaan waktu untuk ujian....... Penyusunan Instrumen penilaian pembelajaran Langkah-langkah dalam penyusunan intrumen penilaian pembelajaran adalah : 1) Menyusun pedoman penskorannya...............Melamun d.............. Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan tekanan tes yang setepat-tepatnya........................ 7) Menuliskan instrumen penilaian dengan mengacu pada kisi-kisi yang telah tersusun....... e... Mengorganisasikan kelompok 8....... B...Mendengarkan pendapat orang lain 5...................... Mengajukan pertanyaan 6................. C atau D didepan tiap pernyataan A : Selalu B : Sering C : Kadang-kadang D : Tidak Pernah 1............... sehingga dapat menjadi petunjuk dalam menulis soal.....

Penulisan Instrumen Penilaian Contoh Penyebaran butir soal Teknis Tes No 1 KD 2.2.32. Penyususan 1.2...30 46 48 10 20 % Smester 2 2....10 28..13..........50 40 80 % Juml Soal 3 4 20 18 2 3 50 2 2..34.1........42...1 2.44.22...2 2.............6..45 47 49. Kurikulum : ....3 9 41.....38...21.Kisi-kisi yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu : 1) Mewakili isi silabus/kurikulum atau materi yang telah diajarkan secara tepat dan proposional..... Mata Pelajaran : ....2..1.........33.35.....2 293 .1 2..23..3 2..2 2...........1..18....25.2 2....... Jumlah soal : ..2. 2) Komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami 3) Materi yang hendak ditanyakan dapat dibuatkan instrumennya.. Contoh : Format Kisi-kisi Instrumen pembelajaran Jenis Sekolah :....14. SK KD Indi Kator 2.1....17............9.. 1 2 v v v v v v v v g.12.1......2...1 Indikator 2........ 2 2....2..1...... Alokasi waktu : .....24.. 3 5..........1 2.15..26.....2 2..3 Jumlah Perbandi ngan Keterangan : Smester 1 1 4 8.29...... Bentuk Soal : .....3 2..1 9 20.......3 KKM (%) : Unjuk kerja v Pro duk 70 70 70 70 70 70 Teknik Penilaian Proyek Tes Porto folio v v Sikap Penilai an diri 2. 2 .7 11..1 2..43..37........16....36...........27 31...................

karena soal bentuk uraian kelemahannya pada tingkat subyektifitas dalam penskorannya. sehingga penskorannya sukar dilakukan secara objektif. sedangkan untuk soal uraian diantaranya adalah dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan gagasan dan menyatakan jawabannya menurut kata-kata atau kalimat sendiri. Jadi tidak semua perilaku harus ditanyakan dengan bentuk soal uraian atau objektif mengingat setiapbentuk soal. Penulisan Instrumen Penelitian Penulisan instrumen merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam penyiapan bahan ujian. Ada pula perilaku yang lebih tepat diukur dengan bentuk soal objektif. Ada perilaku yang lebih tepat diukur atau ditanyakan dengan menggunakn bentuk soal uraian. Bentuk uraian non objektif adalah soal yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian atau konsep menurut pendapat masing-masing siswa. Untuk soal bentuk pilihan ganda atau multiple choise keunggulannya diantaranya dapat mengukur kemampuan secara objektif. Untuk mengurangi tingkat subjektifitas dalam pemberian skor ini. Setiap butir instrumen harus didasarkan rumusan indikator dalam kisi-kisi dan kaidah penulisan yang benar Penggunaan instrumen sangat tergantung pada perilaku yang akan diukur. Adapun kelengkapan yang dimaksud adalah kelengkapan perilaku yang diukur yang dipergunakan untuk menetapkan aspek yang dinilai dalam pedoman penskorannya. dan dapat digunakan untuk mencakup materi yang luas yang dapat diujikan.Nomor soal yang ditandai underline adalah soal berbentuk uraian. bentuk uraian diklasifikasikan menjadi 2 yaitu uraian objektif dan urian non objektif. maka dalam menentukan perilaku yang diukur dibuatkan skala. Penulis soal harus dapat setepat-tepatnya merumuskan pedoman penskorannya. Kelemahannya untuk soal bentuk pilihan ganda diantaranya adalah sulit menyusun pengecoh atau distructure. yaitu menuntut siswa untuk mengorganisasikan gagasan dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan secara tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Ketepatan yang dimaksud adalah bahwa materi yang ditanyakan tepat diujikan dengan bentuk uraian. sedangkan nomor soal lainnya berbebtuk pilihan ganda f. sehingga penskorannya dapat dilakukan secara objektif. Berdasarkan metode penskorannya. 1) Penulisan Soal Bentuk Uraian Dalam proses menulis soal bentuk uraian diperlukan ketepatan dan kelengkapan dalam merumuskannya. Artinya perilaku yang diukur dapat diskor secara dikotomus. Dalam penulisan soal berbentuk uraian wujud soal terdiri dari : 1) Dasar pertanyaan/stimulus bila ada atau diperlukan 2) Pertanyaan 3) Pedoman penskorannya Dalam penulisan soal berbentuk uraian terdapat beberapa kaidah penulisan yang perlu diperhatikan yaitu : a) Materi (1) Soal harus sesuai dengan indikator (2) Setiap pertanyaan diberi batasan jawaban yang diharapkan (3) Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan tujuan yang akan di ukur 294 . Hal yang paling sulit dalam penulisan soal bentuk uraian adalah menyusun pedoman penskorannya. masing-masing memiliki keunggulan dan masing-masing memiliki kelemahan. Bentuk uraian obyektif adalah suatu soal atau pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep tertentu. sedangkan untuk soal uraian diantaranya adalah sulit menyusun pedoman penskorannnya.

Untuk memudahkan pengelolaan. kemampuan/ materi yang hendak diukur/ditanyakan harus jelas. grafik. b. Artinya satu soal hanya mempunyai satu kunci jawaban. Wujud soalnya terdiri dari: (1) dasar pertanyaan/stimulus (bila ada). langkah kedua adalah menuliskan kunci jawabannya. 2) Pengecoh harus berfungsi. Pengecoh yang baik adalah pengecoh yang tingkat kerumitan atau tingkat kesederhanaan serta panjang pendeknya relatif sama dengan kunci jawaban. Artinya apabila terdapat rumusan atau pernyataan 295 . Kaidah penulisannya soal pilihan ganda. (2) pokok soal (item). Hal yang paling sulit dilakukan dalam menulis soal bentuk pilihan ganda adalah menuliskan pengecohnya. Adapun formatnya seperti contoh di atas dan perlu disesuaikan dengan bentuk soal pilihan ganda. tidak menimbulkan pengertian atau penafsiran yang berbeda dari yang dimaksudkan penulis. (4) Tabel. perhatikan dan perkembangan soal. maka soal ditulis di dalam format soal. Setiap butir soal hanya mengandung satu persoalan/gagasan. Konstruksi 1) Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Artinya soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi. Maksudnya kunci jawaban benar tidak lebih dari satu atau kurang dari satu. Siswa yang mengerjakan soal hanya memilih satu jawaban yang benar dari pilihan jawaban yang disediakan. peta atau sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca c) Bahasa (1) Rumusan kalimat soal harus komunikatif (2) Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (baku) (3) Tidak menimbulkan penafsiran ganda (4) Tidak mempergunakan bahasa yang berlaku setempat (5) Tidak mengandung kata/ungkapan yang menyinggung perasaan siswa 2) Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda Menulis soal bentuk pilihan ganda sangat diperlukan ketrampilan dan ketelitian. (3) pilihan jawaban yang terdiri dari: kunci jawaban pengecoh. 2) Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja. a. Oleh karena itu untuk memudahkan dalam penulisan soal bentuk pilihan ganda. Langkah pertama adalah menuliskan pokok soalnya. 3) Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. Misalnya.(4) Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat sekolah b) Konstruksi (1) Menggunakan kata tanya/perintah yang menuntut jawaban terurai (2) Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal (3) Setiap soal harus ada pedoman penskorannya. gambar. Materi 1) Soal harus sesuai dengan indikator. Soal bentuk pilihan ganda merupakan soal yang telah disediakan pilihan jawabannya. maka penulisanya perlu mengikuti langkah-langkah berikut. Setiap satu soal ditulis di dalam satu format. kemudian langkah ketiga adalah menuliskan pengecohnya.

Artinya. atau kata yang tidak pasti karena maksud kata-kata itu tergantung pada keadaan dan situasi siswa yang bersangkutan. pada pokok soal jangan sampai terdapat dua kata atau lebih yang mengandung arti negatif. wacana. dan sebaliknya. 6) Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama. atau tabel itu tidak berfungsi. 296 . terbaca. Artinya. c. apa saja menyertai suatu soal yang ditanyakan harus jelas. 9) Gambar. 10) Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata bermakna tidak pasti seperti sebaiknya. 3) Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. grafik. dimengerti oleh siswa. kadang-kadang. kadang-kadang. tabel. bahwa dalam merumuskan pokok soal jangan menggunakan kata atau ungkapan seperti sebaiknya. Apabila soal tetap bisa dijawab tanpa gambar. Artinya. penulisannya harus setara. . 4) Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. 5) Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. dan sejenisnya terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. Untuk keterampilan bahasa. kelompok kata. penggunaan negatif ganda diperbolehkan bila aspek yang akan diukur justru pengertian tentang negatif ganda itu sendiri. dan semua pilihan jawaban harus berfungsi. grafik. Artinya. 7) Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “semua pilihan jawaban di atas salah” atau “semua pilihan jawaban di atas benar”. 1) Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek. semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama seperti yang ditanyakan oleh pokok soal. grafik. maka rumusan atau pernyataan itu dihilangkan saja. Artinya pilihan jawaban yang berbentuk angka harus didasarkan besar kecilnya nilai angka dari nilai angka paling berurutan sampai nilai angka yang paling besar. tabel atau sejenisnya berarti gambar. Artinya dengan adanya pilihan seperti ini. Demikian juga pilihan jawaban yang menunjukkan waktu harus secara kronologis. atau ungkapan yang dapat memberikan petunjuk ke arah jawaban yang benar. Artinya. diagram. Hal ini untuk mencegah terjadinya kesalahan penafsiran siswa terhadap arti pernyataan yang dimaksud. 8) Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus didasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktu. Bahasa/budaya Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar. pada pokok soal jangan sampai terdapat kata. Penyusunan secara urut dimaksudkan memudahkan siswa melihat pilihan jawaban. Kaidah ini diperlukan karena adanya kecenderungan siswa memilih jawaban yang paling panjang karena seringkali jawaban yang lebih panjang itu lebih lengkap dan merupakan kunci jawaban.yang sebetulnya tidak diperlukan. 11) Umumnya. maka secara materi yang ditanyakan menjadi tidak homogen. 12) Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. umumnya.

2) Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek). 3) Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat. 4) Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan. 5) Penulisan kata perlu disesuaikan dengan kebenaran penulisan baku. 6) Penulisan huruf (capital dan kecil) dalam soal perlu diperhatikan. 7) Penggunaan tanda baca dalam penulisan soal perlu diperhatikan. 8) Bahasa yang digunakan harus komunikatif, sehingga pernyataannya udah dimengerti warga belajar/siswa. 9) Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan di daerah lain atau nasional. 10)Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Letakkan kata/frase pada pokok soal. 3) Penulisan Soal Bentuk Jawaban Singkat Dalam menulis soal bentuk jawaban singkat, penulis soal harus mengetahui konsep dasar bentuk jawaban singkat. Bentuk ini merupakan salah satu bentuk soal obyektif yang jawabannya menuntut siswa untuk menjawab soal dengan singkat, yaitu jawabannya dapat berupa suku kata, kelompok kata/frase, symbol matematika, atau angka. Adapun wujud soal bentuk jawaban singkat adalah terdiri dari 5 unsur, yaitu : (1) dasar pernyataan (stimulus) bila diperlukan, (2) pertanyaan, (3) tempat jawaban, (4) kunci jawban, (5) pedoman penskoran. Dasar pertanyaan seperti pada contoh di atas tidak selalu diperlukan. Hal ini tergantung pada perilaku yang hendak diukur dalam soal itu. Apabila soalnya tidak berhubungan dengan bacaan dan hanya menuntut kemampuan ingatan, maka dasar pertanyaan (stimulus) pada soal bentuk ini tidak diperlukan. Adapun kaidah penulisan soal bentuk jawaban singkat adalah sebagai berikut : a. Materi 1) Soal harus sesuai dengan indikator 2) Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan jawaban singkat b. Konstruksi 1) Pernyataan disusun dengan bentuk pertanyaan langsung agar siswa lebih mudah merumuskan jawaban singkat. 2) Pernyataan disusun dengan bentuk pertanyaan yang menuntut jawaban singkat/pendek yang berupa sebuah kata, angka, symbol atau kelompok kata. 3) Tempat jawaban hendaknya berupa garis lurus (bukan titik-titik). Tanda titik-titik dapat mengaburkan pengertian pemeriksanya. Misal karena ada tanda titik dapat mengaburkan pandangan pemeriksa, sehingga dikira huruf atau lainnya. 4) Hindarilah pertanyaan yang menggunakan kata-kata yang langsung mengutip dari uraian materi buku pelajaran. 5) Pertanyaan hanya ada satu jawaban yang benar. Hal ini perlu diperhatikan karena seringkali siswa memberikan interpretasi pertanyaan yang sama sekali tidak diduga dan dimaksudkan oleh penulis soal. Cara mengatasinya semua kemungkinan jawaban harus didaftar/dicantumkan dalam kunci pemeriksaan. 6) Tempat jawaban yang dikosongkan harus sama panjangnya dan ditempatkan setelah pertanyaan.

297

7) Jika jawaban yang dikehendaki adalah menuntut satuan urutan, maka ungkapkanlah secara rinci di dalam pertanyaan. c. Bahasa/budaya 1) Gunakanlah pertanyaan yang menuntut jawaban singkat, misalnya menggunakan kata tanya siapa, kapan, berapa, di mana. 2) Bahasa soal harus komunikatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa. 3) Gunakan bahasa Indonesia baku 4) Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/baku. 4) Penulisan soal bentuk isian Dalam menulis soal bentuk isian, penulis soal harus mengetahui konsep dasar bentuk isian. Bentuk ini merupakan salah satu bentuk soal yang jawabannya menuntut siswa untuk melengkapi atau mengisi kata-kata atau kelompok kata yang dihilangkan. Soalnya disusun seperti kalimat lengkap, kemudian dihilangkan pada bagian tertentu yang harus diisi oleh siswa. Kaidah penulisannya adalah sebagai berikut : a. Materi 1) Soal harus sesuai dengan indikator 2) Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan bentuk lisan b. Konstruksi 1) Pernyataan disusun sedemikian rupa, sehingga jelas jawaban yang diharapkan. 2) Hindarkan petunjuk ke arah jawaban yang benar 3) Susunlah pertanyaan yang dapat mempermudah penskorannya 4) Hindarkan pernyataan-pernyataan yang kurang tegas 5) Susunlah soal dengan pernyataan berita 6) Usahakan hanya ada satu jawaban yang benar 7) Hindarkan pernyataan yang terlalu banyak dihilangkan, sebuah soal yang terlalu banyak yang dihilangkan sukar diketahui apakah sebenarnya hal yang diukur. 8) Pernyataan yang dihilangkan adalah benar-benar bentuk kata atau frasa yang merupakan kunci jawaban dan bukan hal-hal yang memang tidak penting. 9) Hindarkan pernyataan yang diambil langsung persis sama dengan di dalam buku pelajaran. 10) Tempat jawaban yang disediakan untuk setiap soal harus sama panjangnya. Jika tempat jawaban tidak sama panjangnya, siswa cenderung untuk mengira-ira jawabannya sesuai dengan panjang tempat kosong itu. 11)Dalam menyusun soal yang memerlukan jawaban rincian perlu disusun secara berurutan (alfabetis jawabannya). Hal ini untuk memudahkan pemeriksaannya. 12) Daftarlah semua kemungkinan jawaban yang benar. Hal ini dimaksudkan untuk mempersiapkan jawaban benar yang tidak terduga dari siswa. 13) Berilah nomor pada tiap-tiap tempat jawaban. Hal ini untuk memudahkan penilaiannya. c. Bahasa/budaya 1) Bahasa soal harus komunikatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa. 2) Gunakan bahasa Indonesia baku 298

3) Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/baku. 5) Penulisan Soal Bentuk Menjodohkan Dalam menulis soal bentuk menjodohkan, penulisan soal harus mengetahui konsep dasar bentuk menjodohkan. Bentuk ini wujudnya terdiri dari dua kelompok atau kolom. Tugas siswa adalah mencari pasangan yang tepat dalam kedua kelompok itu. Misalnya siswa harus dapat mencocokkan antara kejadian dengan tanggal kejadian yang tepat. Kejadian dengan orang, kejadian dengan tempat. Istilah dengan definsi, perkataan asing/istilah asing dengan istilah bahasa Indonesia yang baku, peraturan-peraturan dengan contoh. Alatalat dengan penggunaannya dan lain-lain. Biasanya bentuk soal menjodohkan hanya terbatas untuk mengukur kemampuan ingatan. Bentuk soal ini juga dapat dipergunakan untuk menentukan nama dan tempat-tempat atau bagian-bagian yang telah diberi nomor pada peta, diagram dan sebagainya. a. Materi 1) Soal harus sesuai dengan indikator 2) Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan bentuk menjodohkan 3) Gunakan materi-materi yang homogen untuk setiap kelompok, baik kelompok soal (pokok soal) maupun pilihan jawabannya). b. Konstruksi 1) Pertanyaan dan pilihan jawaban harus disusun dengan homogen, paralel/ sejajar. 2) Soal disusun sebelah kiri dengan bernomor, pilihan jawaban disusun di sebelah kanan dengan diberi nomor urut dengan huruf. 3) Pertanyaan dan pilihan jawaban hendaknya disusun secara sistematis. Jika daftar terdiri dari tanggal disusun secara kronologis, sedangkan pernyataan dalam pilihan jawaban dapat disusun menurut abjad. 4) Pertanyaan dan pilihan jawaban ditulis dalam halaman yang sama. Bila tidak demikian dapat membingungkan siswa dan dapat menyita waktu lama yang dipergunakan untuk membolak-bolik halaman saja. 5) Panjang soal ini dibatasi jumlahnya tidak lebih dari 10-15 butir soal. Daftar-daftar yang panjang cenderung akan menjadi terlalu heterogen dan dengan demikian memungkinkan adanya petunjuk-petunjuk bagi siswa yang pandai, lagi pula soal bentuk ini bila soalnya terlalu panjang/banyak akan membuang waktu yang terlalu banyak. 6) Jumlah pilihan jawaban disusun lebih banyak daripada soalnya. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat memikirkan jawabannya dengan tepat. 6) Penulisan Instrumen Penilaian Sikap Teknik penilaian sikap/budi pekerti merupakan prosedur penilaian yang dipergunakan untuk menilai perilaku siswa. Alat penilaian yang dapat dipergunakan seperti lembar pengamatan, portofolio, dan angket/kuesioner. a. Lembar Pengamatan Lembar pengamatan merupakan suatu alat penilaian yang pengisiannya dilakukan oleh guru atas dasar pengamatan terhadap perilaku peserta didik. Pelaksanaan pengamatannya dapat dilakukan guru pada sebelum mengajar, saat mengajar, dan sesudah mengajar. Perilaku minimal yang dapat dinilai dengan pengamatan untuk perilaku peserta didik, misalnya : ketaatan pada ajaran agama, toleransi, disiplin tanggung jawab, kasih sayang, gotong royong, kesetiakawanan, hormat menghormati, sopan santun dan kejujuran. Setelah teori diperoleh dari berbagai buku, maka langkah selanjutnya adalah menyimpulkan teori itu dan merumuskan/mendefinisikan (yaitu definisi 299

konsep dan definisi operasional) dengan kata-kata sendiri berdasarkan pendapat para ahli yang diperoleh dari beberapa buku yang telah dibaca. Definisi tentang teori yang dirumuskan inilah yang dinamakan konstruk. Berdasarkan konstruk yang telah dirumuskan itu maka langkah selanjutnya adalah menentukan dimensi (tema/obyek/hal-hal pokok yang menjadi pusat tinjauan teori), indikator (uraian/rincian dimensi yang diukur), dan penulisan butir soalnya berdasarkan indikatornya. Untuk lebih memudahkan dalam menyusun kisi-kisi tes, perhatikan alur urutannya seperti pada gambar berikut.
TEO RI D a r i h a s il p e n e litia n / p en d a p a t d ari 1. Buku A 2. Buku B 3. Buku C 4. Buku D 5. Buku E dst

KO NSTR UK - D e fin is i k o n s e p - D e fin is i o p e r a s io n a l

D IM E N S I

IN D I K A T O R

SO AL

Berdasarkan gambar di atas, penulis soal dapat dengan mudah mengecek apakah instrumen tesnya atau butir-butir soalnya sudah sesuai dengan indikatornya atau belum. Misalnya soal nomor 1 sampai dengan soal terakhir berasal dari mana ? Dari indikator-indikator dari mana ? Dari dimensi. Rumusan dimensi dari mana ? Dari konstruk. Rumusan konstruk dari mana ? Dari teori. Jadi kesimpulannya instsrumen tes yang telah disusun merupakan alat ukur yang (sudah tepat atau belum tepat) mewakili teori). Dalam penulisan instrumen non-tes, harus memperhatikan ketentuan/ kaidah penulisan sebagai berikut : 1) Materi a) Pernyataan harus sesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi. b) Aspek yang diukur pada setiap pernyataan sudah sesuai dengan tuntutan dalam kisi-kisi (misalnya untuk tes sikap : aspek kognisi, afeksi, atau konasinya dan pernyataan positif atau negatifnya). 2) Konstruksi a) Pernyataan dirumuskan dengan singkat (tidak melebihi 20 kata) dan jelas. b) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang tidak relevan dengan obyek yang dipersoalkan atau kalimatnya merupakan pernyataan yang diperlukan saja. c) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang bersifat negatif ganda. d) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang mengacu pada masa lalu. e) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang faktual atau dapat diinterpretasikan sebagai fakta. f) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang dapat diinterpretasikan lebih dari satu cara. g) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang mungkin disetujui atau dikosongkan oleh hampir semua responden. h) Setiap pernyataan hanya berisi satu gagasan secara lengkap. i) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang tidak pasti seperti semua, selalu, kadang-kadang, tidak satupun, tidak pernah. j) Jangan banyak mempergunakan kata hanya, sekedar, sematamata. Gunakan seperlunya. 3) Bahasa/budaya

300

a) Bahasa soal harus komunikatif dan sesuai dengan jenjang pendidikan siswa/responden b) Soal harus menggunakan bahasa Indonesia baku c) Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/baku Instrumen skala sikap Berbagai definisi tentang sikap yang telah dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah Mueller (1986:3) yang menyampaikan 5 definisi dari 5 ahli, adalah sebagai berikut : a. Sikap adalah afeksi untuk atau melawan, penilaian tentang suka atau tidak suka akan tanggapan positif/negatif terhadap suatu obyek psikologis (thurstone). b. Sikap adalah kecenderungan untuk bertindak ke arah atau melawan suatu faktor lingkungan (Emory Bogardus) c. Sikap adalah kesiapsiagaan mental atau saraf (Golden Allport) d. Sikap adalah konsistensi dalam tanggapan terhadap obyek-obyek sosial (Donald Cambell) e. Sikap merupakan tanggapan tersebunyi yang ditimbulkan oleh suatu niai (Ralp Linton, ahli antropologi kebudayaan). Berdasarkan definisi di atas, para ahli menyimpulkan bahwa sikap mempunyai 3 komponen penting, yaitu komponen : (1) kognisi yang berhubungan dengan kepercayaan, ide dan konsep; (2) afeksi yang mencakup perasaan seseorang; dan (3) konasi yang merupakan kecenderungan bertingkah laku atau yang akan dilakukan. Oleh karena itu ketiga komponen ini dimasukkan di dalam format kisi-kisi “sikap belajar siswa” seperti contoh berikut. Definisi operasional sikap belajar adalah kecenderungan bertindak dalam perubahan tingkah laku melalui latihan dan pengalaman dari keadaan tidak tahu menjadi tahu yang dapat diukur melalui : toleransi, kebersamaan dan gotong royong, rasa kesetiakawanan dan kejujuran. No 1 Dimensi Toleransi Indikator a. Mau menerima pendapat orang lain atau tidak memaksakan kehendak b. Tidak mudah tersinggung a. Dapat bekerja kelompok b. Rela berkorban untuk kepentingan umum a. Mau memberi dan meminta maaf Nomor soal yang mengukur Kognisi Afeksi Konasi + + + 1 2 3 4 5 6

7

8

9

10

11

12

2

Kebersamaan dan gotong royong Rasa kesetiakawanan dst

3

Contoh soal seperti berikut: NO PERNYATAAN 1 Mau menerima pendapat orang lain merupakan ciri bertoleransi 2 Untuk mewujudkan cita-cita harus

SS

S

TP

TS

STS

301

S = sering. et al. 20 Keseleraan 2. ketertarikan. Keterangan : SS = sangat setuju. 17 2 Ketertarikan Responsif 10. 6. 15. TP = tidak berpendapat (raguragu). 18 Kerja keras 12. TS = tidak setuju. KK = kadang-kadang. STS = sangat tidak setuju 3 4 Instrumen penilaian minat belajar Minat adalah kesadaran yang timbul bahwa obyek tertentu sangat disenangi dan melahirkan perhatian yang tinggi bagi individu terhadap obyek tersebut (crites. 5 Keuletan 1. 10 4 Keterlibatan Kemauan 4. perhatian. TP = tidak pernah NO 1 DIMENSI Kesukaan 302 . Minat juga merupakan kemampuan untuk memberikan stimulus yang mendorong seseorang untuk memperhatikan aktivitas yang dilakukan berdasarkan pengalaman yang sebenarnya (Crow and Crow. 14 Keterangan : nomor yang bergaris bawah adalah untuk pernyataan positif Contoh instrumen seperti berikut ini. 19 Ketelitian 3. Siswa yang menaruh minat pada suatu mata pelajaran perhatiannya akan tinggi dan minatnya berfungsi sebagai pendorong kuat untuk terlibat secara aktif dalam pelajaran tersebut. saya utamakan mereka yang pandai 5 Kalau saya boleh memilih. S = setuju. 9 3 Perhatian Konsentrasi 7.. 1984:248). NO PERNYATAAN SS S KK J TP 1 … 2 Saya segera mengerjakan PR sebelum datang pekerjaan yang lain 7 Saya asyik dengan pikiran sendiri ketika guru menerangkan di kelas 16 Saya suka membaca buku ekonomi 20 … Keterangan : SS = sangat sering. Kisi-ksi dan soalnya adalah sebagai berikut: INDIKATOR NOMOR SOAL Gairah 8. Oleh karena itu definisi operasional minat belajar adalah pilihan kesenangan dalam melakukan kegiatan dan dapat membangkitkan gairah seseorang untuk memenuhi kesediaannya yang dapat diukur melalui kesukacitaan. 1974:337) dan dapat membangkitkan gairah sesseorang serta melahirkan kesediaannya untuk menggunakan waktu.memaksakan kehendak Saya suka menerima pendapat orang lain Memilih teman di sekolah. saya akan selalu mendengarkan usul-usul ke dua orang tuaku 6 Bekerjasama dengan orang lain berbeda suku lebih baik dihindarkan. J = jarang. energy dalam memenuhi kesukaannya (Raths. maka minat merupakan pilihan kesenangan dalam melakukan kegiatan (Skiner. dan keterlibatan. ruang. 1969:29). 13 Inisiatif 16.1996:69). Berdasarkan kedua pernyataan ini.

Pengelompokkan tersebut didasarkan pada rangking skor yang diperoleh dalam kelompok tersebut/ketiga kelompok yang dimaksud tersebut. Item Analisis (Analisis Soal) Tujuan khusus item analysis adalah untuk mencari soalan tes mana yang baik dan mana yang tidak baik. 4) Kelompok sedang atau middle group (50% ranking bagian tengah). Yang diperlukan dalam analisis soal selanjutnya ialah kelompok pandai (upper group) dan kelompok kurang (lower group). sedikitnya kita dapat mengetahui tiga hal penting yang dapat diperoleh dari tiap soal. 1) Menghitung jumlah siswa dalam kelompok pandai dan kelompok kurang yang menjawab soal tersebut dengan betul. Apakah semua alternatif jawaban (optimis) menarik jawaban-jawaban ataukah tidak. 1) Taraf/Tingkat Kesukaran Soal Untuk mengetahui taraf kesukaran soal diperlukan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Mengelompokkan siswa dalam tiga kelompok.g. Dengan membuat item analysis. sedangkan kelompok sedang (middle group) kita biarkan. 2) Kelompok pandai atau upper group (25% dari ranking bagian atas).84 dikategorikan soal yang mudah b) Untuk soal yang berbentuk multiple choice (3 option) TK ≤ 0.16 dikategorikan soal yang sukar TK ≥ 0.65 T 20 3) Menentukan kriteria bagi soal yang baik dan tidak baik. yaitu sebagai berikut : a) Untuk soal yang berbentuk true-false TK ≤ 0. Apakah soal itu mempunyai daya pembeda (discriminating power). Selanjutnya dengan mengetahui soal-soal yang tidak baik dapat diambil langkah-langkah perbaikan terhadap soal-soal tersebut. 3) Kelompok kurang atau lower group (25% dari ranking bagian tengah). Maka tingkat kerusakan soal tersebut adalah sebagai berikut : TK = U+L 9+4 = = 0. Sampai dimana tingkat kesukaran soal itu (difficulty level of antara item) b. c. yaitu : a. sehingga dapat membedakan antara kelompok siswa yang pandai dengan kelompok siswa yang bodoh. 2) Menentukan taraf kesukaran dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TK = U+L T Keterangan : TK = tingkat/taraf kesukaran soal U = jumlah siswa yang termasuk kelompok pandai (upper group) yang menjawab benar untuk setiap soal L = jumlah siswa yang termasuk kelompok kurang (lower group ) yang menjawab benar untuk setiap soal T = jumlah siswa dari upper group dan lower group Contoh : Dalam tabulasi dari suatu item (item no 1) diketahui dari 10 orang kelompok pandai yang dapat menjawab benar 9 orang dan 10 orang kelompok kurang yang dapat menjawab benar 4 orang.21 dikategorikan soal yang sukar 303 .

BB /JB = PA .24 dikategorikan soal yang sukar TK ≥ 0.76 dikategorikan soal yang mudah 2) Daya Pembeda Soal Yang dimaksud daya pembeda suatu soal ialah bagaimana kemampuan soal itu untuk membedakan siswa-siswa yang termasuk kelompok upper group dengan siswa-siswa yang termasuk kelompok lower group. Caranya seluruh pengikut tes diurutkan mulai dari skor teratas sampai terbawah. terdapat dalam tabel sebagai berikut : Tabel Analisis 10 Butir soal dari 20 Siswa Siswa A B C D E kelom pok B A A B A 1 1 0 1 0 1 2 0 1 0 0 1 3 1 1 1 1 1 4 0 1 0 0 1 Nilai Soal 5 6 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 7 1 0 1 1 1 8 1 0 1 1 1 9 1 1 1 1 1 10 0 1 1 0 1 Jmlh Skor 5 7 8 5 10 304 .79 dikategorikan soal yang mudah c) Untuk soal multiple choice (4 option) TK ≤ 0.PB Keterangan : D = indek daya pembeda soal JA = jumlah siswa kelompok upper group yang mengikuti tes JB = jumlah siswa kelompok lower group yang mengikuti tes BA = jumlah siswa kelompok upper group yang menjawab benar dari soal itu BB = jumlah siswa kelompok lower group yang menjawab benar dari soal itu PA = proporsi kelompok upper group yang menjawab benar dari soal itu PB = proporsi kelompok lower group yang menjawab benar dari soal itu Contoh : Dari hasil analisis tes yang terdiri dari 10 butir soal yang dikerjakan oleh 20 orang saiswa.TK ≥ 0. lalu dibagi 2. untuk kelompok besar. seluruh kelompok testee dibagi dua sama besar. maka untuk kelompok besar biasanya hanya diambil kedua kutubnya saja yaitu 27% skor teratas sebagai kelompok atas/upper group (JA) dan 27% skor terbawah sebagai kelompok bawah/lower group (JB) Untuk menghitung indek daya pembeda soal dapat digunakan dengan dua cara. Langkah-langkah yang ditempuh dalam menghitung indeks daya pembeda suatu soal. Untuk kelompok kecil . sama dengan yang dilakukan pada saat menghitung tingkat kesukaran soal. Untuk hal ini dibedakan antara kelompok kecil (kurang dari 100) dan kelompok besar (100 orang ke atas) a. 50% kelompok atas dan 50% kelompok bawah. Mengingat biaya dan waktu untuk menganalisis. maupun dalam menghitung jumlah siswa pada tiap-tiap kelompok yang menjawab benar dari suatu soal tersebut. b. yaitu : 1) Dengan menggunakan rumus sebagai berikut : D = BA/JA . baik dalam hal menentukan kelompok pandai (upper group) dan lower group.

selanjutnya diurutkan atau dibuat array (urutan penyebaran) dari skor yang paling tinggi ke skor yang paling rendah. Kelompok Atas Kelompok Bawah 10 6 9 6 8 6 8 6 8 6 8 5 7 5 7 5 7 3 7 3 ----------------------------------10 orang 10 orang Dari hasil array ini sekaligus menunjukkan adanya kelompok atas (JA) dan kelompok bawah(JB) dengan nama dan skor sebagai berikut : Kelompok Atas Kelompok Bawah B = 10 A = 6 C= 9 D = 6 E= 8 F = 6 I = 8 G =6 J = 8 H =6 K= 8 L = 5 N= 7 M =5 O= 7 P = 5 Q= 7 S = 3 305 .F G H I J K L M N O P Q R S T Jumlah B B B A A A B B A A B A A B B 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 11 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 15 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 12 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 8 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 6 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 16 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 15 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 10 6 6 6 8 7 7 5 3 7 9 3 8 8 6 6 Dari table di atas berdasarkan nama-nama siswa dapat kita peroleh skor-skor sebagai berikut : A = 5 F=6 K=7 P=3 B = 7 G=6 L=5 Q=8 C = 8 H=6 M=3 R=8 D = 5 I=8 N=7 S=6 E = 10 J=7 O=9 T=6 Dari angka-angka tersebut.

baik oleh siswa upper group maupun lower group.3 = 0. dan sedikit pada upper group.PA = 0. Setelah selesai presentasikan hasil pekerjaan saudara sesama kelompok yang lain. C.8 . maka indek dikriminasi atau daya pembeda dapat ditentukan sebagai berikut : JA = 10 BA = 8 PA = BA/ JA = 0. Option c sama sekali tidak efektif. b. Latihan Buatlah kelompok kecil yang terdiri dari 3 orang. kemudian susunlah sebuah kisi-kisi instrumen untuk menilai penguasaan peserta didik terhadap salah satu kompetensi dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP/SMA/MA yang dilengkapi dengan instrumennya.R= 7 T = 3 ----------------------10 orang 10 orang Dari tabel Analisis di halaman 53.0. Pilihan b sebagai distraktor tidak efektif. maka diperoleh data bahwa : . Berikut ini disajikan satu contoh soal yang mempunyai 4 option. karena daya pembedanya rendah.20. 3) Efektivitas Distraktor (Pengecoh) Seberapa jauh option dapat memenuhi fungsinya dapat diketahui dengan cara memperhatikan jumlah pemilih untuk tiap pilihan jawaban.20) dikategorikan sebagai soal yang baik. 306 . Pilihan jawaban Jawaban upper group Jawaban lower group Jumlah a 5 3 8 b 4 3 7 c 0 0 0 d 1 4 5 Jumlah 10 10 20 Jawaban betul untuk soal di atas adalah a pilihan jawaban (option). sebab hanya dapat mengundang jawaban oleh siswa upper group yang lebih sedikit. Kejadian semacam ini disebabkan karena distraktor b membingungkan. (DB = > 0.Dari kelompok bawah yang menjawab betul sebanyak 3 orang.3 Maka D = PA .Dari kelompok atas yang menjawab betul sebanyak 8 orang . sedangkan JB = 10 BB = 3 PB = BB/JB = 0.5 Kriteria untuk soal dilihat dari indeks daya beda Soal yang indeks daya beda lebih besar dari 0. tidak efektif. Pada umumnya distraktor yang baik dapat mengudang jawaban yang lebih besar jumlahnya pada siswa lower group. khusunya untuk nomor 1. sebab menarik jawaban lebih banyak dari siswa upper gorup. c dan d sebagai distraktor. Pilihan jawaban a.8 . karena tidak dapat menarik jawaban seorangpun.

Rangkuman Kurikulum berbasis kompetensi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai peserta didik. Kompetensi tersebut meliputi kemampuan kognitif. c. Standar isi kurikulum Mata pelajaran Bahasa Indonesia 2. penilaian dan kegiatan belajar mengajar serta pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. sosial dan kultural). skala sikap) E. afektif dan psikomotorik. Hasil a. kuesioner. Prasyarat Peserta pelatihan telah memiliki pengalaman menjadi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia selama 5 tahun. Tabel kisi-kisi instrumen penilaian. Rumuskan kompetensi dasar berdasarkan standar kompetensi dari kurikulum b. Seperangkat instrumen penilaian dalam bentuk tes tertulis serta nontes (lembar pengamatan. d.D. Salah satu ciri kurikulum berbasis kompetensi yaitu menerapkan pembelajaran kontekstual yaitu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan membantu peserta didik untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. 4. sehingga peserta didik memiliki pengetahuan dan keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan atau ditranfer dari satu permasalahan/konteks ke permaslahan/konteks lainnya. Alat dan Bacaan a. sehubungan dengan hal itu maka untuk mengukur kompetensi tersebut tidak cukup hanya dengan teknik tes. akan 307 . Setiap kompetensi yang tercantum dalam kurikulum menggambarkan kemampuan yang diharapkan dikuasai oleh peserta didik. Lembar Kegiatan 1. b. Rumuskan indikator-indikator setiap kompetensi dasar. Satu set buku teks pelajaran Bahasa Indonesia b. Tuliskan susunan instrumen menurut penilaian sesuai dengan susunan yang ada pada tabel kisi-kisi. serta tentukan jenis dan bentuk instrumen yang akan digunakan untuk kegiatan pengukuran melalui tabel kisi-kisi instrumen. Langkah Kegiatan a. Tentukan teknik penilaian untuk pengukuran indikator-indikator. 3.

Teknik tes digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik yang berkaitan dengan aspek kognitif (menggunakan logika untuk memahami konsepkonsep secara utuh). daya pembeda. reliabilitas instrumen. Setiap instrumen mempunyai kelebihan dan kelemahan. pengetahuan dan sikap seorang peserta didik. sedangkan instrumen tes. 308 . dan efektivitas distraktor. keterampilan. Selain itu intrepretasi hasil tes bersifat tidak mutlak karena peserta didik terus berkembang sesuai pengalaman belajar yang dialaminya. sedangkan teknik non-tes digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik berkaitan dengan aspek sikap dan keterampilan yaitu kemampuan mengaplikasikan konsep ke dalam kehidupan nyata sehari-hari dari peserta didik) Penyusunan kisi-kisi instrumen sebagai upaya guru dalam melaksanakan dan mewujudkan penilaian pembelajaran yang valid dan komprehensif. Tidak ada satu pun alat penilaian yang dapat mengumpulkan informasi hasil dan kemajuan belajar peserta didik secara lengkap. Untuk mendapatkan instrumen yang berkualitas perlu dilakukan analisis instrumen tentang validitas instrumen. Penilaian yang sahih dan komprehensif dapat dicapai dalam pembelajaran bilamana guru selaku aktor pengelola pembelajaran di kelas mampu menyusun instrumen penilaian secara sistematis. khususnya tes pilihan ganda ditambahkan analisis tentang tingkat kesukaran.tetapi penggunaan teknik non-tes akan menjadikan penilaian lebih valid dan komprehensif. Upaya tersebut bisa diwujudkan dengan mempersiapkan instrumen penilaian melalui tabel kisi-kisi instrumen. Penilaian tunggal tidak cukup untuk memberikan gambaran yang lengkap tentang kemampuan. sehingga dalam menyusun instrumen hendaknya memperhatikan pada kaidah-kaidah penulisannya. Setiap instrumen memiliki kelebihan dan kelemahan.

Skoring Setelah pengukuran kemampuan peserta didik melalui berbagai instrumen. b.MATA LATIH: SKORING DAN PENILAIAN PEMBELAJARAN A. 2. 3. 2. Kompetensi dasar Peserta pelatihan memiliki ketrampilan dalam menentukan capaian kompetensi peserta didik melalui skoring dan pendekatan penilaian yang sesuai. dan bukan siswa demi siswa. 5) Berikan skor jawaban-jawaban soal essay tanpa mengetahui identitas siswa yang mengerjakan itu. Setiap jenis tes (apakah essay atau objektif) memiliki teknik skoring masing-masing. Tulislah lebih dulu pedoman jawabannya untuk tiap soal. Untuk itu bisa dilakukan dengan mengklarifikasikan jawaban-jawaban ke dalam 5 tingkat. Kompetensi dan Indikator 1. 4 atau A. 4) Berikan skor atas jawaban-jawaban soal demi soal. skorlah dengan rating method. berikut ini diungkapkan teknis atau cara dalam skoring pada masing-masing jenis instrumen. Terampil menilai hasil belajar peserta didik melalui pendekatan yang sesuai B. mintalah dua atau tiga orang guru lain yang mengetahui masalah itu untuk menilai tiap jawaban. C. D dan F. gunakan kriteria tertentu sebagai guide. dan tentukan skor yang dikenakan kepada tiap soal atau bagian soal (dengan weighting atau pembobotan). b. Terampil menerapkan teknik skoring terhadap hasil pengukuran pembelajaran. Maka skor Riyan = 30 – 7 = 23 309 . Ini diperlukan untuk mencek reliabilitas skoring terhadap jawaban-jawaban essay itu. Indikator a. Skoring pada tes essay 1) Lakukan skoring terhadap jawaban-jawaban soal essay dalam hubungannya dengan hasil belajar yang sedang diukur. 2) Untuk soal-soal essay dengan jawaban terbatas (restricted response questions). Rumus skoring yang digunakan adalah sebagai berikut. Skoring pada tes obyektif 1) Fill in completion (tes isian dan melengkapi) Setiap isian yang dijawab benar diberi skor satu. 6) Bilamana mungkin. yang selanjutnya diberi skor 0. 3) Untuk soal-soal essay dengan jawaban terbuka (extended response questions). berilah skor dengan point method. 1. a. Riyan mengerjakan tes tersebut 23 isian dijawab betul. gunakan pedoman jawaban sebagai guide atau petunjuk. S = skor S =R R = jumlah isian yang dijawab betul (right) Contoh : Misalkan sebuah tes berbentuk fill-in terdiri dari 30 isian. Dengan demikian dapat dihindarkan terjadinya halo effect. 5 isian salah dan 2 isian tidak dijawab. Uraian Materi : Skoring dan Penilaian Pembelajaran 1. tugas guru selanjutnya adalah mengadakan koreksi terhadap hasil isian instrumen yang telah dikenakan pada sasaran yang diukur (dalam hal ini aktivitas belajar peserta didik). B.

Maka skor Melisa = 10 – 3 = 7 5) Skor akhir Skor akhir siswa dapat ditentukan dengan cara menjumlah skor yang diperoleh pada tiap-tiap jenis tes yang digunakan yang telah dihitung menurut rumus dan bobot masing-masing jenis tes. Contoh : Misalkan suatu tes terdiri atas empat macam bentuk yaitu : True-false = 30 item dengan bobot 1 Multiple choice = 20 item dengan bobot 2 (dengan 4 option) Matching = 10 item dengan bobot 3 Essay = 4 item dengan bobot 5 310 6 6 → 14 − → 14 − 2 = 12 4 −1 3 . dijawab salah 5 item dan tidak dijawab 2 item. Rifki dapat menjawab 14 item betul. Rumus yang digunakan adalah : S=R− W n −1 Keterangan : S = skor yang diharapkan R = jumlah jawaban betul W = jumlah jawaban salah n = jumlah option 1 = bilangan konstan Contoh : 20 item soal pilihan ganda dengan option a – b – c – d tiap item. Rumus yang digunakan adalah : S=R Contoh : Misalkan sebuah test berbentuk matching banyak 10 item. maka skor Devi = 13 – 5 = 8 3) Multiple choice test (bisa pilihan ganda) Setiap jawaban betul diberi skor satu dan setiap jawaban salah diberi skor 0. 6 item salah. maka skor Rifki adalah : 20 − 4) Matching test (test menjodohkan) Setiap jawaban betul diberi skor 1 dan setiap jawaban salah 0. Rumus yang dipergunakan : S=R–W Keterangan : S = skor yang diharapkan R = jumlah item yang dijawab betul (right) W = jumlah item yang dijawab salah (wrong) Contoh : Umpamakan jumlah item true – false = 20 Devi dapat menjawab betul 13 item.2) True-false tes (tes benar-salah) Setiap item yang dijawab betul diberi skor satu. Melisa mengerjakan tes tersebut 7 item betul dan 3 item salah.

NO 1 2 3 4 5 PERNYATAAN SS Mau menerima pendapat orang lain X merupakan ciri bertoleransi Untuk mewujudkan cita-cita harus memaksakan kehendak Saya suka menerima pendapat orang lain Memilih teman di sekolah saya utamakan mereka yang pandai saja Kalau saya boleh memilih. Jadi sikap siswa tentang “toleransi” khususnya “mau 311 . 2 adalah skor S .5 atau 10. dan skor akhir mereka adalah (10 + 9) : 2 = 9. 5 dengan pemberian skor : SS – 5. 6) Jadi skor siswa di atas adalah : perilaku positif 5 + 4 + 1 = 10. STS = 5 3) Skor yang harus diperoleh dalam perilaku positif minimal 3 x 4 = 12. 4) Skor yang harus diperoleh dalam perilaku negatif minimal 3 x 2 = 6. maksimal 3 x 5 = 15 (3 berasal dari 3 butir soal yang positif. Skor siswa 10 sedangkan ukuran perilaku positif minimal 12 dan maksimal 15. S = 2. maksimal 3 x 1 = 3 (3 berasal dari 3 butir soal yang positif. TP = 3. S = 4. perilaku negatif 4 + 2 + 3 = 9.Fidia mengerjakan tes tersebut dengan hasil sebagai berikut : Tak Betul Salah Skor dijawab True-false 22 6 2 S = 22 – 6 =6 Multiple 14 6 ( 2 x 6 ) = 24 S = (2 x 14) choice Matching Essay 7 2 3 1 Skor akhir Fidia 1 S=7x3 S=3x5 4 −1 = 21 = 15 = 76 c. 4 adalah skor S : 5 adalah skor SS). TS = 2. 6 dengan pemberian skor : SS = 1. 5) Skor rata-rata : perilaku minimal adalah (12 + 6) : 2 = 9. soal nomor 1-6 adalah hanya mewakili indikator “mau menerima pendapat orang lain” dari dimensi “toleransi” untuk topik “sikap belajar siswa di sekolah” 1) Perilaku positif terdapat pada soal nomor 1. 3. 4. TS = 4. TP = 3. dan perilaku maksimal adalah (15 + 3) : 2 = 9. X Penjelasan: dalam kisi-kisi tes. 5 adalah skor STS). saya akan selalu mendengarkan kedua orangtuaku bekerjasama dengan orang yang berbeda suku lebih baik dihindarkan Selalu mendengarkan usul kedua orang tuaku. STS = 1 2) Perilaku negatif terdapat pada nomor 2. Skoring pada teknik non-test Berikut ini contoh hasil pengisian instrumen non tes (skala sikap) oleh salah satu peseta didik. bekerjasama dengan orang yang berbeda suku lebih baik dihindari S TP TS X X X X STS 6.

mis 5. skala A-E atau skala 1 – 10) Sebagai contoh di bawah ini ditampilkan cara mengolah skor mentah menjadi nilai 1 – 10 dengan pendekatan PAN. dengan jalan : a) Mencari range (R) dengan mengurangi skor maksimum dengan skor minimum. Namun demikian hasil pengukuran ini belum memiliki makna bila belum dibandingkan dengan suatu acuan atau bahan pembanding. Pemberian nilai berdasarkan PAN Agar diperoleh nilai bagi setiap siswa pada sistem PAN dengan tepat. a. Skor terpencar atau dapat dianggap terpencar sesuai dengan pancaran kurva normal. Artinya siswa tersebut mempunyai sikap positif yang tidak begitu tinggi tentang “mau menerima pendapat orang lain”. 7 dan 9 dengan menggunakan rumus sturgess. sebagai berikut : k = 1 + 3. b) Menentukan Jumlah kelas interval. PAN menggunakan prinsip-prinsip yang berlaku pada jurca normal. Sistem PAN akan lebih baik digunakan. 4) Mengisi angka taily ke dalam kolom 4 (lajur frekuensi = f) 312 . 2. Penilaian Acuan Norma (PAN) Pada acuan ini hasil belajar tiap peserta didik dibandingkan dengan hasil belajar peserta didik lain dalam kelompoknya.menerima pendapat orang lain” dalam topik “sikap belajar siswa di sekolah” masih kurang. 3) Membuat taily pada kolom 3 dan mentabulasikan tiap-tiap skor ke dalam kelasnya. dalam arti dapat menentukan status siswa dalam kelompoknya. Pembanding yang dipakai adalah nilai rata-rata dan simpangan baku. melainkan didasarkan pada nilai rata-rata dan simpangan baku yang dihasilkan kelompoknya. sebaiknya jumlahnya ganji. yaitu sebagai berikut : 1) Menentukan dulu banyaknya kelas interval. Untuk keperluan ini perlu ditempuh langkah-langkah penyusunan skor ke dalam tabel kerja. 2. Penilaian Untuk dapat melakukan penilaian harus dilakukan lebih dahulu pengukuran dengan alat tes. hasil-hasil perhitungan dipakai sebagai acuan penilaian. memiliki sifat relatif sesuai dengan naik turunnya nilai rata-rata dan simpangan baku yang dihasilkan pada saat itu. Penggunaan sistem PAN pemberian makna skor yang diperoleh peserta didik tidak memakai kompetensi sebagai pedoman. dia perlu pembinaan dan peningkatan khususnya mengenai perilaku ini. Jumlah siswa yang dinilai lebih dari 50 orang. maka skor mentah yang sudah diperoleh dari skoring diubah menjadi nilai dengan skala nilai tertentu (skala 1 – 4. Hasil pengukuran dapat menggambarkan derajat kualitas dan eksistensi keadaan yang diukur.3 log n c) Menentukan panjang setiap kelas interval (p) yaitu : p = R/k 2) Mengisi kolom 2 (interval) yang dimulai dari skor minimum berturut-turut dengan interval yang telah ditemukan dan sejumlah kelas yang telah ditentukan pada langkah pertama. yaitu : 1. sehingga batas lulusnya tidak ditentukan oleh penguasaan minimal siswa terhadap kompetensi yang diharapkan. bila syarat-syarat yang mendasari kurva normal dipenuhi. Proses membandingkan inilah yang disebut sebagai proses penilaian dan merupakan hasil pengukuran.

3 log 80 = 7.5 -1 69. Contoh : Umpama seorang guru memperoleh skor mentah dari hasil Ujian Mapel di kelas II A2 SMA yang berjumlah 80 siswa.92} /80. ke bawah minus -).5 + 10{ 0. 6) Mengisi lajur fd dengan mengalikan lajur frekuensi dan deviasi (d) 7) Mengisi lajur fd2.449) = 13.053} = 69.79 DS = 10 (1.5 0 79.5 89.53 = 70.5 1 2 3 fd -9 -14 -14 0 12 16 18 9 (∑fd) fd2 27 28 14 0 12 32 54 167 (∑fd2) Mean (M) = X0 + p{ 9/167} = 69.03 Deviasi standar (DS) dapat dihitung sebagai berikut : DS = p √{ 80.167 .5 -3 49. kemudian dijumlahkan.5) Menentukan deviasi pada lajur dan dengan menetapkan mean dugaan (M) pada kelas tertentu (kelas yang paling besar frekuensinya) selanjutnya meletakkan angka deviasi secara berurutan dari nol ke atas dan ke bawah (ke atas diberi tanda plus +.5 99.5 + 0. setelah di-array (diurutkan dari nilai terkecil yaitu sebagai berikut : 35 40 42 46 46 50 51 52 52 54 56 55 55 57 57 58 58 60 61 62 62 64 64 64 66 66 67 68 68 68 69 69 70 70 70 71 71 71 71 71 72 73 73 73 73 73 73 73 74 74 74 74 74 74 76 76 76 76 76 76 77 78 78 80 82 83 85 85 88 90 90 91 92 92 95 95 97 98 98 99 Untuk mengolah skor mentah tersebut menjadi nilai 1-10 berdasarkan PAN adalah sebagai berikut : Skor maksimum = 99 Skor minimum = 35 Range ( R ) = 99 – 35 = 64 8) Banyaknya kelas interval : (k) = 1 + 3.49 dibulatkan menjadi 13 313 .5 -2 59.2 dibulatkan ke bawah Jadi jumlah kelas interval (k) = 7 Interval 35 – 44 45 – 54 55 – 64 65 – 74 75 – 84 85 – 94 95 – 104 TABEL DISTRIBUSI Tally f ||| 3 |||| | | 7 |||| |||| |||| 14 |||| |||| |||| |||| 30 |||| |||| |||| |||||| 12 |||| |||| 8 |||| || 6 N = 80 FREKUENSI xi d 39.

Patokan di sini tidak lagi merupakan hasil kelompok seperti pada PAN.28 dibulatkan = 66.25 x 13) 70.03+ (0. petunjuk dan pusat kegiatan dalam pengajaran.25 DS = batas bawah nilai 10 M + 1.75 DS = batas bawah nilai 9 M + 1. Siswa yang telah melampaui atau sama dengan kriteria keberhasilan (batas lulus) dinyatakan lulus atau memenuhi persyaratan.25 x 13) 70. dan dari tahun ke tahun.03– (2. batas bawah masing-masing nilai dalam skala 1 – 10 yaitu sebagai berikut : M + 2.78 dibulatkan = 60.75 DS = batas bawah nilai 4 M – 1. dugaan pertimbangan profesionalisme seorang guru menetapkan batas bawah tingkatan prestasi yang dianggap memadai dalam memenuhi syarat (lulus) sedang yang di bawahnya dinyatakan tidak memenuhi syarat.28 dibulatkan = 53.03– (1. membantu dan membimbing subyek.25 DS = batas bawah nilai 3 M – 1.03– (0. Pengajar yang menggunakan.03– (1. langkah selanjutnya ialah mengubah skor mentah ke dalam nilai 1 – 10 dengan menggunakan rumus. Pendekatan Acuan Patokan (PAP) Pada acuan ini sebelum itu dilaksanakan harus ditetapkan lebihdhulu patokan yang akan dipakai sebagai pembanding terhadap semua hasil pengukuran.03+ (1.78 dibulatkan = 47.25 DS = batas bawah nilai 5 M – 0. Dengan menetapkan batas toleransi terhadap fluktuasi prestasi peserta didik dari kelas ke kelas.78 dibulatkan = 99 nilai 10 = 93 nilai 9 = 86 nilai 8 = 80 nilai 7 = 73 nilai 6 = 67 nilai 5 = 60 nilai 4 = 54 nilai 3 = 47 nilai 2 = 42 nilai 1 b. selama berlangsungnya.03– (0.25 x 13) = 99.Setelah semua ditemukan mean dan DS (Mean = 70 dan DS = 13). penetapan batas lulus (KKM) adalah merupakan hal yang pokok dan sudah ditetapkan sejak program pembelajaran dimulai.75 x 13) 70.03+ (2.75 DS = batas bawah nilai 7 M + 0.25 DS = batas bawah nilai 8 M + 0. Apabila hal ini telah dilakukan 314 .25 x 13) 70.28 dibulatkan = 79. Kompetensi dirumuskan dalam TIK dan ini merupakan anak.25 x 13) 70.25 DS = batas bawah nilai 1 Hasil perhitungan : 70.75 x 13) 70.28 dibulatkan = 41.03+ (0.25 x 13) 70.78 dibulatkan = 73.75 x 13) 70. Patokan di sini bersifat tetap dan dapat juga dipakai untuk kelompok lain yang manapun. sampai pada proses belajar mengajar itu selesai.28 dibulatkan = 92. melainkan merupakan suatu patokan yang ditetapkan sebelumnya sebagai batas lulus atau dengan kata lain tingkat penguasaan minimum (Matery level).03+ (1.75 x 13) 70.25 DS = batas bawah nilai 6 M – 0.78 dibulatkan = 86. selama ke arah penguasaan minimal sejak dimulai. Pemberian nilai berdasarkan PAP Dalam hal ini.75 DS = batas bawah nilai 2 M – 2.

50 % 31 % .10 % Nilai 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Contoh : Dalam suatu ujian diberlakukan 150 item/soal ujian obyektif. c. Ratmadiyanto memperoleh skor 83. adalah : Tingkat Penguasaan 91 % . maka nilai Ratmadiyanto = 6 C.3 % 150 Tingkat penguasaan Ratmadiyanto tersebut setelah dibandingkan dengan acuan yang sudah ada. Sebagai contoh di sini ditampilkan cara mengolah skor mentah menjadi nilai skala 1 – 10 melalui prosedur persentase.20 % 0 % .90 % 71 % .70 % 51 % . Latihan Seperangkat instrumen tes formatif untuk pengukuran kompetensi dasar yang terdiri atas 20 item soal tes obyektif dengan jumlah opsi jawaban 4 (a. Berdasarkan perhitungan persentase.30 % 11 % . b.maka skor dibandingkan dengan batas tingkatan prestasi tersebut akan menghasilkan nilai (grade).40 % 21 % . maka tingkat penguasaan Ratmadiyanto adalah sebagai beirkut : 83 x 100% = 55. Untuk mengolah skor mentah menjadi nilai melalui pendekatan PAP dapat dilakukan melalui prosedur persentase. d) dikenakan kepada 20 peserta didik.80 % 61 % .100 % 81 % . hasil jawaban peserta didik atas soal tersebut adalah sebagai berikut : Peserta didik A B C D E F G H I J Jumlah item yang dijawab peserta didik Betul Salah Kosong 12 5 3 14 6 0 8 8 4 11 7 2 16 0 4 10 10 0 12 8 0 6 14 0 15 5 0 14 3 3 Peserta didik K L M N O P Q R S T Jumlah item yang dijawab peserta didik Betul Salah Kosong 9 3 3 8 12 0 20 0 0 15 2 3 17 3 0 14 4 2 12 4 4 7 11 2 10 8 2 8 12 0 315 .60 % 41 % . Terlebih dahulu perlu dipersiapkan acuan patokan keberhasilan yang hendak digunakan pada skala nilai 1 – 10. Sedangkan skor maksimal ideal 150 (dalam hal ini seluruh soal dikerjakan dengan benar).

Prasyarat Peserta telah memiliki pengalaman menjadi guru mata pelajaran selama 5 tahun. sehingga hasil penilaian guru belum menunjukkan hasil belajar peserta didik yang sebenarnya. Data tersebut masih berupa data mentah dan belum memiliki arti sebelum data tersebut diolah. Test Formatif Tes Obyektif Petunjuk : 316 . Kangkah Kegiatan a. Alat dan Bahan a. b. Lembar jawaban siswa atas soal UAS sebanyak satu kelas. F. Pengolahannya adalah menghitung skor total peserta didik dengan cara menjumlahkan semua skor yang diperoleh peserta didik yang dinilai pada masing-masing item instrumen pengukuran melalui teknik skoring dan pembobotan. 3. Untuk pelaksanaan system belajar tuntas patokan yang digunakan adalah penilaian acuan patokan (PAP) atau acuan absolut. Lembar Kegiatan 1. misalnya mengetahui posisi peserta didik dalam kelompok belajarnya parameter penilaian dapat digunakan kriteria norma (PAN). dimana tingkat keberhasilan peserta didik adalah pencapaian kompetensi. Rangkuman Skoring dan penilaian merupakan dua kegiatan pokok yang sering diartikan secara rancu oleh para guru dalam melakukan penilaian hasil peserta didik. 4. Lakukan analisis butir soal. D. Jadi siswa yang skornya belum mencapai criteria kompetensi minimal (KKM) mereka dinyatakan belum mencapai kompetensi atau belajarnya belum berhasil. Koreksilah jawaban siswa satu persatu melalui sesuai rubric yang telah dibakukan. Nilai hasil belajar peserta didik ditentukan dari skor total yang diperoleh peserta didik tersebut dan membandingkannya dengan suatu criteria (patokan) tertentu sesuai dengan tujuan penilaian. dan tentukan kualitas soal berdasarkan tingkat kesukaran.Tentukan jumlah siswa yang tidak berhasil mencapai kompetensi jika penilaian dilakukan dengan pendekatan PAP dan KKM ditetapkan nilai 5. Untuk keperluan tertentu. Skor merupakan data angka (kuantitatif) yang diperoleh dari hasil pengukuran melalui instrumen. TK DB Efektivitas distraktor No a b c d e Soal Baik Tdk Baik Tdk E T E T E T E T E T 1 2 3 E. Sering guru menganggap skor sebagai nilai. dan efektivitas distraktor.25 dalam skala nilai 1-10. daya pembeda. Satu lembar soal UAS beserta b. atau guru tersebut kurang memahami prosedur mengolah skor menjadi nilai. 2. Hasil Isikan hasil pekerjaan ke kolom yang disediakan pada tabel berikut.

Tes yang dikemas dalam sejumlah butir-butir soal sangat tepat dipakai untuk melakukan penilaian terhadap aspek ……………. b.Kerjakan soal nomor 1 s/d 10 dengan cara memberi tanda silang pada alternatif jawaban a. Memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja anak dari berbagai penilaian. Analisis butir soal b. Menyusun kisi-kisi instrument penilaian d. Menggunakan penilaian yang berorientasi pada kompetensi (penilaian autentik) 2. Menyesuaikan penilaian dengan kemampuan anak c. Prinsip otentik 3... Penilaian produk d. Prinsip belajar tuntas c. b.. kompetensi dasar yang tercermin pada indikator kompetensi) peserta didik. b.. a.. Penilaian produk d. Penilaian proyek b. salah satu hal yang harus dilakukan guru adalah … a. atau d yang dianggap jawaban yang paling tepat pada setiap butir soal. Penilaian unjuk kerja c. Penilaian pembelajaran yang mengacu pada ………… merupakan penilaian pembelajaran yang menekankan pada penguasaan komptensi. Soal-soal : 1. Menekankan pada ketercapaian kompetensi (standar kompetensi. Menerapkan pembelajaran tradisional d. Penilaian pembelajaran yang menekankan pada kegiatan suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/wakttu tertentu oleh peserta didik a.... Di bawah ini adalah ciri-ciri dari kurikulum berbasis ko mpetensi. kecuali a. Agar peniliaian guru bersifat objektif.. Bentuk kegiatan dalam sistem penilaian pembelajaran yang berkaitan dengan penerapan prinsip komprehensif a. Penilaian portofolio 5. sikap b.. Penilaian proyek b. Salah satu hal yang harus dilakukan guru agar penilaian guru bersifat obyektif adalah . sehingga siswa yang belum mencapai kompetensi belum diperkenankan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran berikutnya. Penilaian portofolio 8.. Melaksanakan pengajaran remedial/pengayaan c... Prinsip berkelanjutan b. Memanfaatkan hasil penilaian dari guru lain d. Melihat latar belakang psikologis anak 6. Penilaian pembelajaran yang menekankan pada kualitas hasil pekerjaan peserta didik atas tugas yang diberikan guru a. penguasaan konsep c penerapan konsep d. Penilaian unjuk kerja c. Berorientasi pada hasil belajar c. a.. Merumuskan kriteria kelulusan 4.. c. 317 . keterampilan 7.

Menumbuhkan kesadaran akan kelemahan dan kekuatan diri d. Mengumpulkan informasi c.. Tingkat kesukaran soal b. a. ujian – skoring – nilai b. a. Mewakili isi silabus/kurikulum b... 318 . Beberapa keuntungan dari penilaian diri. Acuan norma b. Menentukan kelulusan Dasar pembobotan pada kegaitan skoring . a.. mendeteksi kesulitan belajar c. Mengkuantifikasi aspek kepribadian siswa d.. Dapat mendorong dan melatih untuk berbuat jujur Berikut ini adalah beberapa persyaratan sebuah kisi-kisi intrumen penilaian pembelajaran yang baik. Keterlibatan sejumlah kemampuan yagn digunakan untuk mengerjakan soal c... Menumbuhkan kepekaan diri b.. kecuali . Maksud pengukuran dalam sistem penilaian pembelajaran adalah . Penilaian diri dapat memberikan dampak positif terhadap perkembagan kepribadian seseorang. menentukan pencapaian kompetensi d. Keluasan aspek yang dinilai d. Acuan performance Fungsi nilai pada penilaian acuan norma (PAN) adalah . Komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami Penilaian yang baik apabila didahului dengan kegiatan pengukuran. 15. Acuan nasional d. a.. a.a.. Acuan mutlak c.. Bentuk soal Acuan penilaian yang tepat untuk ketuntasan belajar . menentukan kelulusan siswa b.. a. ujian – koreksi – nilai c.. 12.. b. menentukan ranking siswa dalam kelas Prosedur penilaian yang sesuai dalam pembelajaran a. 13. ujian – parameter – skor – nilai 11.. kecuali... c. Menyesuaikan penilaian dengan kemampuan siswa Memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja siswa dari berbagai penilaian Melihat latar belakang psikologis siswa Memanfaatkan hasil penilaian dari guru lain 10... ujian – skor – parameter – nilai d. Materi yang hendak ditanyakan dapat dibuat instrumennya d. d 9. Mencari bukti b. Menumbuhkan kepercayaan diri c. 14.... Mewakili kepentingan peserta didik c.

319 .

320 .

yaitu Stephen Kemmis. 2. c. Bila dilakukan oleh pengawas sekolah atau kepala sekolah dalam proses pembinaan atau manajerial dapat disebut sebagai penelitian tindakan manajemen atau kepengawasan. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. Materi 1. b. disebut penelitian tindakan kelas. Guru profesional harus meneliti apa yang diajarkan dan mengajarkan apa yang diteliti (hasil penelitiannya). Memaparkan persamaan dan perbedaan antara PTK dan non PTK.BAB XI PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENDAHULUAN A. maka disebut penelitian tindakan konseling. John Elliot. PTK dan Profesionalisasi Guru Guru professional dituntut menguasai 4 kompetensi yaitu kompetensi paedagogik. Bila dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling dalam proses layanan. Menyebut berbagai metode penelitian non PTK. khususnya dalam bidang pembelajaran di kelas. PTK mulai dikenal di Indonesia pada akhir tahun 1980-an. serta penelitian tindakan kepengawasan (PTK). PTK terintegrasi dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Ketiga bidang tersebut dapat bekerja sama dalam penelitian tindakan yang berupa penelitian kolaboratif. c. Riwayat PTK Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diperkenalkan oleh Kurt Lewin. kompetensi professional (akademik) dan kompetensi sosial. Selanjutnya dikembangkan oleh para ahli lain. dan d. posisi PTK dalam metode penelitian pada umumnya (non PTK). Memaparkan perkembangan PTK hingga di Indonesia b. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. dilakukan oleh guru. 2. Kompetensi dan Indikator 1. seorang ahli psikologi sosial Amerika tahun 1946. kompetensi kepribadian. melakukan penelitian proses pembelajaran demi 321 . Melalui PTK guru dapat memenuhi kompetensi paedagogik dan kompetensi professional (akademik). B. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. peserta diharapkan memahami : a. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. Menjelaskan hubungan antara PTK dan profesionalisasi guru. keterkaitan PTK dengan profesionalitas guru. Robin Mac Tanggart. kesamaan dan perbedaan antara PTK dan non PTK. dan Dave Ebbutt. Kompetensi Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. khususnya penelitian tindakan kelas dan penelitian tindakan konseling. penelitian tindakan kelas. peserta diharapkan dapat : a. PTK merupakan salah satu bentuk dari penelitian tinakan yang semula dilakukan di kalangan industri demi peningkatan mutu proses dan produk yang kemudian diadopsi dalam bidang pendidikan. dan d. Indikator Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan.

Membangun/meningkatkan mutu komunikasi antara praktisi & peneliti akademis c. Manfaat PTK a. dan pihak lain). Permasalah dirasakan. tetapi dilaksanakan secara sistematis. Tindakan pengatasan dilakukan guru sendiri j. Pengumpulan data tidak boleh terlalu menyita waktu c. Guru dapat meningkatkan kemampuan reflektif dalam memecahkan masalah c. 4. Memasukkan unsur-unsur pembaharuan sistem b. pengalaman kerja sendiri. Penelitian didasarkan pada permasalahan nyata yang dihadapi oleh guru dalam PBM. inovatif. Memperbaiki sistem (melibatkan administrasi pendidikan. Masalah yang diteliti merupakan masalah faktual dan layak diteliti 322 . guru. Konsep Dasar PTK Penelitian tindakan adalah kajian sistematik tentang upaya meningkatkan mutu praktik pendidikan melalui tindakan praktis (Dave Ebbutt dalam Hopkins. PTK merupakan penelitian yang bersifat reflektif. Guru akan terlatih untuk mengembangkan secara kreatif kurikulum d. 1993). siswa. 5. Melalui PTK diharapkan guru menjadi ntrospektif. 3. Guru dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya. Diterapkan secara kontekstual (variabel yang dikaji terkait dengan keadaan) c. Menyerupai penelitian eksprerimen g. 6. Tujuan PTK a. kemudian direfleksikan alternatif pemecahan masalahnya dan ditindaklanjuti dengan tindakan-tindakan nyata yang terencana dan terukur. Mengandalkan data pengamatan dan refleksi peneliti f. Prinsip-prinsip Dasar PTK a. 7. Didesain untuk menanggulangi masalah nyata b. Pelaksanaannya bersifat kolaboratif. atau dihadapi guru i.1993) Penelitian tindakan adalah suatu kajian tentang situasi sosial dengan tujuan memperbaiki mutu tindakan dalam situasi sosial tersebut (John Eliot dalam Hopkins. Bersifat situasional dan spesifik (studi kasus) h. kreatif dan progresif. PTK tidak boleh mengganggu tugas mengajar b. Penelitian tindakan adalah studi yang dilakukan untuk memperbaiki diri sendiri. Bersifat fleksibel (disesuaikan dengan keadaan) e. Guru dapat melakukan inovasi pembelajaran b. orang tua. terencana dan dengan sikap mawas diri (Kemmis dan McTanggart). Model yang dipakai harus tepat d. Hal penting dalam PTK adalah tindakan nyata (action) yang dilakukan oleh guru (dan bersama pihak lain) untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam PBM.perbaikan / peningkatan secara berkelanjutan. Karakteristik PTK a. Terarah pada perbaikan/peningkatan mutu kinerja guru d. dialami.

Unsur Pengelolaan. (3) Pengamatan. Unsur Peralatan atau Sarana Pendidikan e. PTK menuntut guru membuat jurnal pribadi (mencatat kemajuan. Unsur Hasil Pembelajaran f. PTK sebaiknya dimulai dari hal-hal yang sederhana. Setiap langkah memiliki 4 tahap : (1) Perencanaan. Unsur Guru c. (b) penelitian deskriptif). Unsur Materi Pelajaran d. proses pelaksanaan. namun nyata g. PTK sebagai metode Metode penelitian minimal mencakup 9 jenis metode yaitu (a) penelitian historis. (h) penelitian 323 . Objek PTK Menurut Suharsimi Arikunto (2006) obyek penelitian tindakan kelas meliputi : a. (d) penelitian studi kasus dan lapangan. persoalan yg dihadapi. Unsur Lingkungan g. (2) Tindakan. (c) penelitian perkembangan. (4) Refleksi. Dalam PTK guru perlu melihat dan menilai sendiri secara kritis terhadap apa yang dikerjakan di kelasnya (keterbukaan merupakan kunci keberhasilan PTK).e. dan hasil refleksi) f. (g) penelitian eksperimen sungguhan. Model PTK Penelitian tindakan sebagai serangkaian langkah yang membentuk spiral. (f) penelitian kausal komparatif. 9. 10. Unsur Siswa b. (e) penelitian korelasional. 8.

1. Sehingga PTK merupakan salah satu metode penelitian. 11. 6. prosedur dan material. bila belum pernah sebutkan alasannya ? D. dapat digeneralisasi Memerikan. 7. membangun teori oleh ilmuwan. Tuliskan sejak kapan anda mengenal tentang PTK. Non PTK Menguji pengetahuan. Melalui PTK 324 . Pinjam atau belilah sebuah buku PTK dan bacalah untuk memahaminya! E. berapa persen yang telah melakukan PTK ! 2. 12. Desain Penelitian Hipotesis Sampel Instrumen Analisis Data 10. 5.Kaku Perlu hipotesis penelitian Harus representatif Perlu uji validitas dan reliabilitas instrumen Dapat ditundak. 8. mengabstraksikan. Formal. Berikut ini perbandingan penelitian PTK dan non PTK: No. Pergilah ke perpustakaan. 3. tidak untuk digeneralisasi Lentur. Amati dan tanyakan pada teman-teman anda yang menjadi guru. Dalam Hal Sumber Masalah Peneliti Utama Motivasi Tujuan PTK Dari peneliti (guru) Harus peneliti (guru) Tindakan Pembelajaran / pelayanan/ pembinaan. berapa kali. segera. Rangkuman PTK merupakan hal yang perlu dipahami dan dilaksanakan serta dijadikan kebiasaan bagi para guru kelas maupun guru bimbingan dan konseling untuk memperbaiki / meningkatkan mutu proses pembelajaran / pembinaan. Lembar Kegiatan 1. 2. Fleksibel Perlu hipotesis tindakan Representativitas tidak diperhatikan Tidak ada uji validitas dan reliabilitas instrumen Seketika. Latihan 1. dari siapa atau melalui apa? 2. Pernahkah anda melalukan PTK. sering menggunakan analisis statistic rumit Umum.eksperimen semu dan (i) penelitian tindakan. 9. tidak menggunakan analisis statistic yang rumit Sesuai kebutuhan Memahami praksis melalui refleksi dan penteorian oleh praktisi PTK Pembelajaran yang lebih baik bagi siswa (proses dan produk) Non PTK Bukan dari peneliti Dapat orang lain Kebenaran Mengembangkan teori. Format Laporan Tafsiran Temuan No. 4. cari dan catatlah judul-judul PTK ! 3. untuk generalisasi Baku. Dalam Hal Hasil Akhir C.

Tes Formatif 1. Jelaskan model-model PTK 10. Jelaskan karakteristik PTK ! 5. Sebutkan berbagai metode penelitian non PTK ! 11. F. Jelaskan tujuan PTK ! 6. Sebutkan obyek PTK ! 9. Jelaskan manfaat PTK ! 7. Jelaskan hubungan antara PTK dan profesionalitas guru ! 3. Jelaskan konsep dasar PTK ! 4. Jelaskan perkembangan PTK hingga sampai di Indonesia ! 2. Jelaskan prinsip-prinsip dasar PTK ! 8.profesionalitas guru dapat ditingkatkan sehingga akan meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya. Jelaskan persamaan dan perbedaan PTK dan non PTK ! 325 .

Data dan Sumber Data D. Judul PTK Judul PTK dinyatakan dengan kalimat sederhana yang menunjuk (a) tindakan yang akan dilakukan atau yang akan diteliti. Perumusan Hipotesis Tindakan BAB III. Tujuan Penelitian F. Teknik Pengumpulan Data E. Latar Belakang Masalah B. Kata Pengantar. Perumusan Masalah E. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. Mendeskripsikan masalah yang akan diteliti c. Mendeskripsikan tindakan penelitian untuk memecahkan masalah 326 . dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. peserta diharapkan mampu menyusun proposal PTK. KAJIAN TEORI A. Subyek Penelitian C. Validitas Data F. (b) tempat pelaksanaan. Indikator Kinerja / Keberhasilan H. Daftar Isi) BAB I. B. METODE PENELITIAN A. Kajian teori B. Sub Kompetensi dan Indikator 1. Untuk dapat menyusun proposal penelitian dengan baik perlu memahami terlebih dahulu komponen-komponen proposal. peserta diharapkan mampu menyusun komponen pokok pada suatu proposal PTK berdasarkan hasil identifikasi masalah pembelajaran di kelas. Pembatasan Masalah D. (c) waktu pelaksanaan. Setting Penelitian B.PENYUSUNAN PROPOSAL PTK A. Proposal penelitian merupakan cetak biru (blue print) dari sebuah penelitian. 2. Teknik Analisis Data G. Indikator Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menulis judul PTK : a. Komponen-komponen proposal PTK terdiri dari : (HALAMAN FRANCIS : Judul. Sub Kompetensi Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. Prosedur Penelitian DAFTAR PUSTAKA 1. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. PENDAHULUAN A. Identifikasi Masalah C. Manfaat Penelitian BAB II. Ditulis secara singkat. Kerangka Berpikir C. Materi Kegiatan penelitian dimulai dengan membuat rencana yang lazim disebut proposal penelitian. spesifik dan jelas b. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. Halaman Pengesahan.

d. Ada Setting (tempat dan waktu) e. Jumlah kata jangan terlalu panjang sekitar 20-25 kata. Penulisan judul PTK dapat digambarkan sebagai berikut: (X: masalah; Y: cara memecahkan masalah). a. Upaya peningkatan Y melalui X bagi siswa kelas … SD…pada semester … tahun … b. Peningkatan Y melalui X bagi …. c. Optimalisasi Y melalui X bagi… d. Penggunaan X untuk meningkatkan Y bagi.. e. Meningkatkan Y melalui X bagi …. f. Melalui X untuk meningkatkan Y bagi …. g. Upaya mengatasi rendahnya Y melalui X Contoh-contoh judul PTK sebagai berikut. a. Upaya Peningkatan Kemampuan Membaca Cepat melalui Teknik Skimming pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Jepara Tahun Pelajaran 2009/2010. b. Peningkatan Kemampuan Berbicara melalui Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010. c. Optimalisasi Kreatifitas Mengarang melalui Pembelajaran di Luar Kelas pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Pati Tahun Pelajaran 2009/2010. d. Penggunaan Alat Peraga Gambar Berseri untuk meningkatkan Kemampau Bercerita Kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010. e. Meningkatkan Kemampuan Membaca Interpretatif melalui Teknik Jigsaw Kelas VII SMP Negeri 2 Rembang Tahun Pelajaran 2009/2010. f. Melalui Teknik Bermain Drama untuk meningkatkan Kemampuan Berbicara pada Kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010. g. Upaya Mengatasi Rendahnya Mengapresisi Puisi melalui Pengoptimalisasi Kemah Sastra pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010. 2. Pendahuluan a. Latar Belakang Masalah 1) Menulis kenyataan yang ada (kondisi awal) a) Kenyataan yang ada, perlu didukung oleh data/ fakta b) Kondisi awal yaitu kondisi sebelum dilakukan penelitian tindakan. c) Kondisi awal sesuai dengan permasalahan yang diteliti. d) Masalah pokok: mengandung kondisi awal dari subyek yang diteliti. e) Masalah lain: mengandung kondisi awal dari peneliti. f) Permasalahan pokok, misalnya hasil belajar matematika bagi siswa kelas…. Rendah g) Permasalahan yang menyelimuti Guru/ peneliti belum memanfaatkan alat peraga dalam pembelajaran matematika. h) Kondisi awal yang diteliti (siswa): Hasil belajar matematika rendah, diuraikan berdasarkan fakta rendahnya itu dibuktikan dari mana, berapa rata-rata nilai ulangan harian kondisi awal dsb. i) Kondisi awal peneliti (guru): Sebelum penelitian dilakukan belum memanfaatkan alat peraga, berdasarkan fakta bila belum menggunakan alat peraga, menggunakan cara apa.

327

2) Menulis harapan yang dituju (kondisi akhir), yaitu kondisi setelah dilakukan penelitian. Dapat berupa kondisi akhir yang diteliti maupun kondisi akhir peneliti. a) Apa yang diharapkan setelah penelitian b) Kondisi akhir, dapat berupa kondisi akhir setelah penelitian bagi subyek penelitian(siswa/guru/kepsek) , maupun kondisi akhir bagi peneliti 3) Menulis masalah : kesenjangan antara kenyataan dan harapan a) Kesenjangan 1: kesenjangan antara kondisi awal dan kondisi akhir masalah pokok dari subyek penelitian b) Kesenjangan 2: kesenjangan antara kondisi awal dan kondisi akhir masalah lain dari peneliti c) Adanya kesenjangan antara harapan (kondisi akhir) dengan kenyataan (kondisi awal) d) Masalah yang diteliti, nilai ulangan harapan kenyataan(kondisi awal)nya rendah harapan (kondisi akhir)nya meningkat e) Masalah peneliti, kondisi awal pembelajarannya belum memanfaatkan alat peraga ,harapan (kondisi akhirnya)nya menggunakan alat peraga. 4) Menulis cara pemecahan masalah, Perlu adanya tindakan memanfaatkan x untuk meningkatkan Y, agar lebih terfokus diawali: a) Identifikasi masalah b) Pembatasan masalah Agar permasalahan dapat dipecahkan, maka peneliti atau guru perlu melakukan tindakan yaitu melakukan X agar dapat meningkatkan Y ( ciri dalam penelitian tindakan kelas harus ada tindakan). b. Identifikasi Masalah 1) Umumnya berupa pertanyaan/kalimat tanya. 2) Banyaknya pertanyaan lebih dari satu 3) Banyaknya pertanyaan lebih banyak dari banyaknya rumusan masalah. 4) Mengapa Y rendah? 5) Mengapa Y perlu ditingkatkan? 6) Faktor-faktor apa yang menyebabkan Y rendah? 7) Bagaimana caranya agar Y meningkat? 8) Apa yang harus dilakukan Guru agar Y dapat Meningkat? 9) Dan seterusnya. c. Pembatasan Masalah Diperlukan adanya pembatasan masalah agar penelitian lebih terfokus Langkah awal, membatasi banyaknya variabel yang diteliti, variabel apa saja. ( dalam contoh di atas terdapat dua variabel yaitu variabel X dan variabel Y) Membatasi atau menjelaskan variabel terikat, misalnya untuk siswa mana, kelas berapa, semester kapan, tahun kapan, materi apa dsb. (dalam penelitian kuantitatif semacam definisi operasional) Membatasi atau menjelaskan variabel bebas, alat peraganya apa, apa yang dilakukan, siapa yang melakukan, kapan tindakan itu dilakukan.

328

d. Perumusan Masalah 1) Dikembangkan dari identifikasi dan pembatasan masalah. 2) Umumnya berbentuk kalimat tanya. 3) Kalimat tanya pada rumusan masalah lebih terinci karena telah melalui identifikasi dan pembatasan masalah. 4) Kalimat tanya yang diajukan mengacu ke variabel pada masalah pokok (Y) dan variabel pada masalah lain yang diteliti (X). 5) Kalimat tanya pada rumusan masalah harus dijawab. 6) Kualitas penelitian sangat dipengaruhi oleh kualitas jawaban bukan hanya banyaknya rumusan masalah 7) Perumusan masalah digunakan sebagai dasar untuk penentuan teori yang akan digunakan, sebagai arah dalam menentukan judul penelitian, sebagai arah dalam menentukan metode penelitian, sebagai arah dalam menentukan jenis penelitian. 8) Contoh perumusan masalah: Berdasarkan latar belakang, identifikasi dan pembatasan masalah tersebut di atas, diajukan rumusan masalah sbb: Apakah melalui X dapat meningkatkan Y bagi …. ? e. Tujuan Penelitian 1) Tujuan Umum Untuk meningkatkan Y (secara umum). Misalnya untuk meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa …. (belum menyebutkan kelas berapa dan waktunya kapan) 2) Tujuan Khusus Untuk meningkatkan Y melalui X ( secara khusus). Misalnya untuk meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa kelas … SD … pada semester …. tahun ….. f. Manfaat Penelitian 1) Manfaat Teoritis a) Mendapatkan pengetahuan atau teori baru tentang Y melalui X bagi siswa … b) Sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya. 2) Manfaat Praktis a) Manfaat bagi siswa b) Manfat bagi guru c) Manfaat bagi sekolah d) Manfaat bagi perpustakaan sekolah. 3. Kajian Teori a. Kajian Teori Memberikan ulasan-ulasan teoritis dengan konsep-konsep pembelajaran/pelayanan yang terkait dengan masalah yang diteliti dengan tindakan/layanan. Dalam menuliskan kajian teori hendaknya dikemukakan sesuai dengan variable yang diteliti, mengusahakan pustaka mutakhir, asli, relevan dan lengkap. b. Kerangka Berpikir Kerangka berpikir disusun dengan berbasis kajian teori dan dapat diakhiri dengan skema sebagai berikut :

329

KONDI SI AWAL

Guru : Belum menerapkan …… pada pembelajaran ……

Siswa : Prestasi belajar …. rendah

TINDAK AN

Menerapkan … pada pembelajaran …..

Siklus I : Menerapkan … dengan materi …

Siklus II : Menerapkan … dengan materi … Siklus III : Menerapkan … dengan materi …

KONDISI AKHIR

Diduga melalui penerapan … dapat meningkatkan prestasi belajar

c.

Perumusan Hipotesis Tindakan Hipotesis tindakan merupakan rangkuman dari kerangka berpikir. Contoh perumusan hipotesis tindakan sebagai berikut. Penggunaan metode bermain peran dapat mengatasi kejenuhan siswa dalam belajar drama pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010.

4. Metode Penelitian a. Setting Penelitian Deskripsikan tempat, kondisi dan waktu penelitian dilakukan. b. Subjek penelitian Deskripsikan Subjek penelitian secara lugas yang mencakup jumlah, jenis kelamin, cakupan, kondisi siswa. Data dan Sumber Data Pada bagian ini hendaknya dikemukakan jenis data apa saja yang dibutuhkan serta sumber data tersebut. Contohnya sebagai berikut. Data penelitian yang dikumpulkan berupa informasi tentang kemampuan siswa dalam menulis, motivasi siswa dalam menulis, serta kemampuan guru dalam menyusun rencana pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran di kelas. Data penelitian itu dikumpulkan dari berbagai

c.

330

sumber yang meliputi informan, tempat dan peristiwa berlangsungnya aktivitas pembelajaran, dan dokumen atau arsip. d. Teknik Pengumpulan Data Sejalan dengan data yang akan dikumpulkan serta sumber data yang ada selanjutnya dikemukakan teknik pengumpulan data. Contoh: Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data di atas meliputi pengamatan, wawancara atau diskusi, kajian dokumen, angket, dan tes yang masing-masing secara singkat diuraikan berikut ini. Validitas Data Teknik yang digunakan untuk memeriksana validitas data antara lain adalah triangulasi dan review informan kunci. Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan untuk menganalisis data-data adalah teknik analisis kritis. Selain itu juga sering digunakan teknik komparatif, yaitu membandingkan hasil antarsiklus. Indikator Kinerja Pada bagian ini perlu dikemukakan atau dirumuskan indikator sebagai tolok ukur keberhasilan penelitian Contoh: Peningkatan motivasi menulis siswa: menyusun kerangka sebelum menulis, pengumpulkan bahan, merevisi tulisan, dan sebagainya. Peningkatan kemampuan menulis siswa (Misalnya: Anak yang memperoleh nilai 7,5 lebih dari 80 %, rerata nilai menulis siswa meningkat (dari 65 menjadi 70). Prosedur penelitian Prosedur Penelitian mencakup: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi serta analisis dan refleksi. 1) Perencanaan Tindakan Deskripsikan tentang persiapan tindakan, kegiatannya mencakup : a) penyusunan rencana tindakan (skenario pembelajaran) b) penyusunan media c) penyusunan materi d) penyusunan instrumen e) Simulasi rencana tindakan 2) Pelaksanaan tindakan Deskripsikan skenario tindakan dalam rencana pelaksanaan tindakan dalam bentuk RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) serta jumlah pertemuaannya. 3) Observasi tindakan Jelaskan data yang dikumpulkan dan teknik pengumpulan data (soal test, lembar observasi, kuesioner) serta ujivaliditas yang digunakan. 4) Analisis dan Refleksi Deskripsikan teknik analisis yang digunakan serta bahan dan prosedur refleksi yang digunakan.

e.

f.

g.

h.

C.

Latihan 331

Bagaimana sebaiknya kajian teori ditulis dalam proposal PTK ? 5. pembatasan masalah. Apa yang dimaksud dengan setting penelitian ! 7. cobalah anda menyusun proposal penelitian tindakan kelas dengan mengacu pada sistematika di atas! 2. identifikasi masalah. Apa hubungan antara latar belakang masalah. Tuliskan bagaimana sebuah judul PTK itu sebaiknya ditulis ! 2. validitas data. Metode penelitian memuat setting. Tentukan focus permasalahan PTK berdasarkan masalah-masalah yang anda anggap mengganggu pembelajaran ! 3. pembatasan masalah dan perumusan masalah ? 4. teknik pengumpulan data. subyek. Tes Formatif 1. F. Jelaskan prosedur penelitian tindakan meliputi perencanaan tindakan. Tuliskan diagnosis penyebab permasalahan tersebut ! 4. Pendahuluan berisi tentang latar belakang masalah. teknik analisis data. Identifikasilah 3 masalah yang anda anggap mengganggu pembelajaran ! 2. Berdasarkan pada permasalahan pembelajaran yang telah berhasil anda identifikasi. observasi tindakan dan refleksi ! 332 . Tuliskan alternative tindakan perbaikan yang dapat dilaksanakan! D. Rangkuman Proposal Penelitian Tindakan Kelas memuat Pendahuluan. indikator kinerja dan prosedur penelitian. pelaksanaan tindakan. perumusan masalah. data dan sumber data.1. Lakukan review sejawat terhadap proposal yang telah anda susun! E. Bagaimana keterkaitan antara kajian teori. kerangka berpikir dan hipotesis tindakan ? 6. identifikasi masalah. Lembar Kegiatan 1. Hal-hal apa saja yang sebaiknya ditulis dalam Latar Belakang Masalah pada proposal PTK! 3. Kajian Teori dan Metode Penelitian. Kajian teori disamping memuat tentang kajian teori itu sendiri juga berisi kerangka pemikiran dan hipotesis tindakan. tujuan penelitian dan manfaat penelitian.

membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. seorang guru seyogianya membuat persiapan. 1. Namun ada beberapa perbedaan yang cukup mencolok dari keduanya. 333 .PERSIAPAN PELAKSANAAN TINDAKAN KELAS A. Indikator Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. Rencana Perbaikan Pembelajaran Harus ditambahkan tujuan perbaikan Rencana Perbaikan Pembelajaran Ditulis secara lebih rinci 3. Tahap Persiapan Sebelum mengajar. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. Rencana yang dibuat oleh guru yang mengajar secara rutin dikenal dengan sebutan rencana pembelajaran (RP). Perbedaan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: No. Materi 1. guru perlu memperkaya diri dengan sumber lain dibuat secara rinci. komponen-komponen yang terdapat dalam kedua persiapan tersebut memiliki kesamaan dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku. yaitu guru sebagai pegajar dan guru sebagai pengajar dan peneliti. Kedua peran ini memiliki beberapa perbedaan yang dapat ditinjau dari segi tahap persiapan pembelajaran. tahap pelaksanaan pembelajaran. Kompetensi dan Indikator 1. 2. sedangkan rencana yang dibuat oleh guru yang melaksanakan PTK disebut rencana perbaikan pembelajaran (RPP). 4. serta berfokus pada kompetensi yang akan dicapai. Kompetensi Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. 2. baik guru yang mengajar secara rutin. Secara garis besar. a. Tugas Guru Sebagai Guru dan Peneliti melalui PTK Dalam bahasan ini peran guru dibedakan menjadi dua. Media dan Sumber Kegiatan dirancang secara cermat. tahap pasca pelaksanaan pembelajaran. No. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. maupun guru yang mengajar untuk memperbaiki pembelajaran (melakukan PTK). B. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. peserta diharapkan mampu mengidentifikasi tugas-tugas guru dan sebagai peneliti melalui PTK. peserta diharapkan mampu menyusun persiapan pelaksanaan tindakan kelas. Komponen Tujuan Komponen Materi Rencana Pembelajaran Tidak ditambahkan tujuan perbaikan Rencana Pembelajaran Biasanya hanya ditulis dalam bentuk pokok bahasan saja atau berupa outline sering diisi seadanya dibuat secara singkat.

Selain itu. termasuk berapa lama pengamatan dilakukan di mana pengamat akan duduk. jenis data yang dikumpulkan. Pengajar hanya memfokuskan diri pada pembelajaran Dapat melakukan penyesuain transaksional Biasanya tidak mencatat peristiwa penting yang terjadi selama pembelajaran Pada kegiatan awal. 1. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Pada tahap pelaksanaan pembelajaran. guru yang melaksanakan PTK perlu menetapkan kriteria keberhasilan sesuai dengan tujuan perbaikan. menggunakan satu alat ukur saja lengkap dengan pertanyaan yang akan diajukan dicantumkan secara rinci butir–butir tes yang akan diberikan. Di samping menyiapkan rencana pembelajaran yang rinci. Evaluasi tidak menggambarkan keseluruhan proses pembelajaran hanya dicantumkan deskripsi singkat. pelaksana PTK juga perlu menentukan apakah akan meminta teman sejawat untuk membantu mengamati proses pembelajaran atau pelaksanaan tindakan. 3. alat ukur yang digunakan lebih banyak dan bervariasi Di samping mengembangkan setiap komponen dalam RP.Pembelajara n 5. apersepsi yang dilakukan biasanya secara spontan. dalam tahap perencanaan ini. Diamati oleh kolaborator 4. ataukah data akan dikumpulkan sendiri dengan bantuan alat perekam. 6. b. tidak diamati oleh kolaborator Pelaksana PTK Memfokuskan diri pada pembelajaran dan kemudian sebagai peneliti. Jika diperlukan teman sejawat. dapat dilihat pada tabel berikut. tugas guru lebih sederhana Saat di kelas. dan sebagainya perlu disepakati. Para guru membuat sendiri kriteria ini yang didasarkan pada tingkat kecerdasan peserta didik dalam kelas yang diasuhnya . Penentuan besarnya kriteria keberhasilan belum ada yang baku. juga pada pengumpulan data Kelalaian dalam melakukan penyesuain transaksional dapat berdampak pada hasil penelitian. seperti tes objektif atau soal uraian. No. Kriteria keberhasilan tertentu bervariasi. maka guru harus menyepakati jenis bantuan yang diperlukan. Kriteria keberhasilan ini tentu tidak semuanya berkaitan dengan hasil belajar. 5. 334 . Guru harus menyempatkan diri untuk mencatat atau merekam peristiwa penting yang terjadi dalam pembelajaran Apersepsi yang dilakukan harus benar-benar menarik bagi siswa (dirancang dengan baik) Tugas guru lebih kompleks sehingga membutuhkan kecermatan yang baik. dan cara pengumpulannya. waktu pengamatan. tetapi juga ada yang berkaitan dengan proses belajar. Pada kegiatan inti. perbedaan peran guru sebagai pengajar dan guru sebagai pengajar dan peneliti (pelaksana PTK). 2. sesuai dengan tujuan perbaikan yang dirancang .

Orang yang ikut membantu dalam pelaksanaan PTK atau yang biasanya disebut sebagi kolaborator dapat membantu guru dalam mengidentifikasi dan menganalisis masalah. rapat-rapat rutin sekolah yang membahas upaya perbaikan pembelajaran. Selanjutnya guru harus mengakomodasi hasil perbaikan dalam perencanaan perbaikan berikutnya. membentuk kelompok derja seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau kalau di tingkat sekolah dasar dikenal dengan istilah Kelompok Kerja Guru (KKG). c. yang mencakup apa yang sudah tercapai dan apa yang belum tercapai. 2) Berdialog dengan siswa jika diperlukan. 2. guru memrlukan bantuan dari berbagai pihak. memberi tes. segera setelah pelajaran selesai. Membangun Kolaborasi Kolaborasi atau kerja sama sangat penting dalam PTK. Mengapa? Sebab dalam upaya perbaikan pembelajaran. serta mengadakan hubungan langsung secara pribadi. 8. 3) Berdiskusi dengan teman sejawat untuk membahas data yang dikumpulkan. misalnya antara guru matematika dengan dosen matematika di LPTK atau kerja sama dua orang guru di satu sekolah yang saling membantu. Ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan oleh guru pelaksanan PTK. juga mempunyai keuntungan yang sangat berharga. dan apa dampaknya bagi siswa. serta dalam merencanakan tindakan perbaikan. Kolaborasi seyogianya bersifat saling menguntungkan. guru yang bertuga hanya mengajar mungkin segera dapat beristirahat. jug dapat keuntungan yaitu mempunyai pengalaman mengamati secara cermatperistiwa pembelajaran yang mungkin selama ini tidakfpernah dipikirkan. 5) Merangkum hasil perbaikan pembelajran. guru yang membantu mengamati teman sejawatnya mengajar. dan memberi tindak lanjut. seperti kerja saman sekolah dengan LPTK. namun guru yang melaksanakan PTK masih punya tugas yang harus segera dilakukan. yaitu : 1) Menghimpun/merangkum catatan yang dibuat selama pembelajaran. terutama dari teman sejawatnya. yaitu lebih mengenal 335 . Kadang-kadang pengimplementasian RP dengan pembelajaran di kelas agak berbeda Biasanya hanya melakukan tes pada akhir pembelajaran (atau salah satu dari komponen dalam kegiatan penutup) Rencana yang telah dibuat harus benar-benar diikuti agar proses pembelajaran lebih efektif Merangkum. 4) Melakukan refleksi untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Guru dituntut untuk mengingat kembali apa yang sudah ia lakukan dan bagaimana respon siswa. Dosen LPTK yang membantu guru dalam proses perencanaan PTK. Artinya.dan pusat kerja guru (PKG). di samping mungkin dari para pendidik lain. 6) Merangkum penyebab belum tercapainya perbaikan yang dirangkum pada butir e. Kolaborasi dapat dibangun melalui berbagai cara. Tahap Pasca Pembelajaran Setelah pembelajran usai.7.

4) Namun jika ada yang tidak sesuai. a. guru harus melakukan penyesuaian (transaksional). Selama mengajar. Tuliskan kembali Rencana Pembelajaran yang pernah anda buat ! 2. Rangkuman Dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas guru memiliki 2 tugas sekaligus. lebih-lebih jika penyesuaian ini menjadi salah satu tujuan perbaikan. Latihan 1. Lembar Kegiatan 1. selama pembelajaran guru perlu mengikuti rencana tersebut dengan cermat. ia juga harus memfokuskan diri pada pengumpulan data. kejadian ini harislah dicatat dan menjadi bahan refleksi yang akan dimanfaatkan untuk rencana perbaikan berikutnya. Manfaat apersepsi : a) Menarik perhatian peserta didik b) Proses pembelajaran akan berjalan lancer c) Peserta didik bersemangat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan d) Mendapat keterampilan baru e) Nilai dan sikap yang akan disampaikan akan tumbuh dengan baik. Tuliskan Rencana Perbaikan Pembelajaran terhadap Rencana Pembelajaran yang pernah anda buat tersebut! D. Penyesuaian Transaksional adalah penyesuaian yang dilakukan guru dalam pelaksanaan pembelajaran. ketika antara guru dan siswa sedang berlangsung. Guru pelaksana PTK memfokuskan diri pada pembelajaran dan kemudian sebagai peneliti. Kegiatan Awal 1) Kegiatan pembelajaran dimulai dengan apersepsi yang maksudnya menarik perhatian dan minat peserta didik menghadapi materi pelajaran yang akan disampaikan. Cobalah anda menghitung berapa Rencana Pembelajaran yang pernah anda buat dalam satu semester yang memerlukan perbaikan! 2. C. g) Kemungkinan kompetensi yang diharapkan dapat dikuasai 2) Dalam pelaksanaan PTK. Namun bagi guru yang melaksanakan PTK. Kedua tugas tersebut harus dapat dilaksanakan dengan baik. 336 . Dengan pengalaman ini. dapat dipastikan dosen akan lebih mantap dalam mendidik mahasiswanya. guru benar-benar mempersiapkan beberapa apersepsi dengan cermat dan rinci dalam RP. 3) Agar keefektifan rencana tersebut dapat diketahui. Untuk itu dalam melaksanakan PTK perlu dilakukan persiapan yang matang agar kedua peran guru tersebut dapat berjalan baik. Apa pendapat anda tentang hal tersebut! E. Tugas pertama adalah sebagai pengajar dan tugas kedua adalah sebagai peneliti. f) Peserta didik akan tenang dan senang sampai akhir pembelaran. Tidak hanya sekedar kata-kata “ Guru menyampaikan apersepsi” tetapi menulis dengan rinci. kelalaian melakukan penyesuaian ini akan berdampak pada hasil penelitian. agar pembelajaran sesuai dengan rencana dan data terkumpul dengan cermat. Perbedaan antara guru mengajar biasa dengan guru pelaksana PTK : Guru mengajar biasa hanya memfokuskan diri pada pembelajaran.sekolah tempat mahasiswaanya akan bertugas mengajar. guru harus melakukan Transaksional dan mencatat dalam buku catatan agar dapat dianalisis dengan cermat.

Tuliskan perbedaan tugas guru sebagai pengajar dan sebagai peneliti pada tahap pasca pembelajaran ! 4.F. Tes Formatif 1. Tuliskan perbedaan tugas guru sebagai pengajar dan sebagai peneliti pada tahap persiapan pembelajaran ! 2. Tuliskan perbedaan tugas guru sebagai pengajar dan sebagai peneliti pada tahap pelaksanaan pembelajaran ! 3. Mengapa kolaborasi diperlukan ! 337 .

Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 1. maupun pembaca utama yang ditargetkan. Kerangka Pikir C. tujuan. Berikut adalah contoh komponen laporan hasil PTK dengan kelengkapan dan sistematikanya. Pembahasan BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Abstrak diketik satu spasi dengan font 11. Manfaat Hasil Penelitian BAB II KAJIAN PUSTAKA A.PENYUSUNAN LAPORAN PTK A. B. Hipotesis Tindakan BAB III. Teknik Analisis Data E. yaitu pembuka. Kajian Teori B. Teknik Pengumpulan Data D. Secara umum sistematika suatu laporan terdiri dari 3 bagian pokok. Subjek Penelitian C. Apabila peserta mendapatkan sistematika yang tidak sama dengan tulisan ini harap disesuaikan. Abstrak Abstrak berisi uraian ringkas permasalahan dan cara pemecahannya. Indikator Menyusun Laporan Penelitian Tindakan Kelas. Kompetensi dan Indikator Peserta dapat memahami cara pembuatan laporan penelitian tindakan dalam mata pelajaran matematika. Rumusan Masalah dan Pemecahannya C. Tujuan Penelitian D. Uraian Materi Penyusunan Laporan Penelitian Ada beberapa jenis penyusunan laporan penelitian yang tergantung pada penyandang dana. prosedur dan hasil PTK. Prosedur Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. dan penutup (Depdiknas. 2006). Hasil Penelitian B. METODE PENELITIAN A. JUDUL HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL (KALAU ADA) DAFTAR GAMBAR (KALAU ADA) DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN A. Simpulan B. dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris(jika 338 . Lokasi dan Waktu Penelitian B. inti. Latar Belakang Masalah B.

3. Jumlah kata dalam abstrak tidak melebihi 200 kata dan dilengkapi dengan kata-kata kunci sebanyak 3-5 kata. dan juga disajikan hasil pengumpulan data yang diperoleh melalui berbagai instrument. mata pelajaran. tujuan pengembangan inovasi. 8. Bab dan sub bab. dan prosedur pengembangan inovasi. 339 . Disampaikan pula aspek keberhasilan dan kelemahan dan rencana tindak lanjut. BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan memuat unsur latar belakang masalah. 7. berkaitan dengan tindakan yang digunakan dalam upaya meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan dan pembelajaran.diperlukan). Di bagian ini dapat pula disampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang berjasa dalam pelaksanaan PTK. disertai pencantuman nomor halamannya. Dalam bagian ini diuraikan tindakan yang khas yang dilakukan sehingga terlihat bedanya dengan pembelajaran yang selama ini biasa dilakukan. 5. Daftar Isi Daftar isi memuat bagian awal laporan. BAB II KAJIAN PUSTAKA Kajian pustaka berisi uraian teori dan temuan penelitian yang relevan yang digunakan sebagai dasar dalam pemilihan pendapat dan pelaksanaan PTK. Daftar Tabel Daftar tabel memuat nomor dan judul semua tabel yang ada dalam laporan disertai pencantuman nomor halamannya. Prosedur berupa uraian secara rinci tahap-tahap kegiatan dalam setiap siklus. 4. manfaat hasil pengembangan inovasi. Selain itu diuraikan pula pelaksanaan tindakan . waktu. Kata Pengantar Kata pengantar berisi hal-hal yang ingin disampaikan oleh tim pengembang sehubungan dengan pelaksanaan PTK dan hasil yang dicapai. perumusan masalah dan pemecahannya(termasuk definisi operasional dan ruang lingkup pengembangan inovasi). 2. 6. karakteristik peserta didik. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam hasil penelitian disajikan dalam bentuk siklus dengan data lengkap. bagian akhir. 9. BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian berisi deskripsi lokasi. Gambar yang dimaksud adalah gambar yang diambil selama proses PTK berlangsung dan berguna antara lain. sedangkan data lengkap disajikan dalam lampiran. Daftar Gambar Daftar gambar memuat nomor dan judul semua gambar yang ada dalam laporan disertai pencantuman nomor halamannya. untuk menggambarkan situasi kelas laboratorium atau mimik seorang peserta didik yang dapat memperkuat uraian dalam komponen penemuan. Uraian ini digunakan sebagai dasar penyusunan kerangka berpikir dan usaha pengembangan membangun argumen teoritik dalam menjelaskan hasil yang diperoleh baik yang positif maupun negatif.

daftar tabel. 2. simpulan dan saran.Mengapa berhasil (tidak)?. pendahuluan. dan internet. D. hasil dan pembahasan. Hasil Hasil bahasan dari laporan penelitian tindakan kelas yang sudah ada. metode penelitian. penutup. hasil dan pembahasan. jurnal. C. pendahuluan. Daftar pustaka dituliskan secara konsisten dan alphabetis. kajian pustaka. daftar pustaka. sehingga ada ulasan tentang perubahan yang dihasilkan dari tiap siklus dan keseluruhan siklus. hasil penelitian dan pembahasan. daftar pustaka. kajian pustaka. kajian pustaka. 340 . 11. apa yang perlu dilakukan pada siklus berikutnya. daftar gambar. Latihan Untuk meningkatkan pemahaman dalam menyusun laporan carilah contoh laporan penelitian tindakan kelas. Tes Formatif 3 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat 1. LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran memuat RPP yang dilaksanakan. Baguan pembuka terdiri dari judul. Lembar Kegiatan 1. metode penelitian. Laporan penelitian tindakan kelas memuat antara lain A. yaitu pembuka. abstrak. inti. Bagian inti terdiri dari pendahuluan. DAFTAR PUSTAKA Daftra pustaka yang dicantumkan dalam laporan hanya yang benar-benar dirujuk di dalam naskah. kajian pustaka. abstrak. Rangkuman Secara umum sistematika suatu laporan terdiri dari 3 bagian pokok. judul. judul. simpulan dan saran. BAB V SIMPULAN DAN SARAN Di dalam simpulan yang disusun harus sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian. pendahuluan. abstrak. abstrak. cermati dan diskusikan apakah isi dan makna dari tiap-tiap bagian dalam laporan tersebut. instrumen pengembangan C. Saran disusun untuk tindak lanjut penelitian berdasarkan pembahasan hasil penelitian dan juga untuk penerapan hasil. riwayat hidup. F. E. penutup. kata pengantar. Langkah Kegiatan Bacalah dengan cermat masing-masing komponen dalam teori cara menyusun laporan penelitian tindakan kelas. judul. inovasi. Disajikan analisis data dan hasil perubahan dalam bentuk grafik/statistik deskriptif dioptimalkan. Daftar pustaka dapat bersumber pada buku. judul. Dalam pembahasan adalah membahas hasil penelitian. semuanya disajikan secara lengkap. metode penelitian. daftar lampiran. B. 12. Bagian penutup berisi daftar pustaka dan lampiran. D. pendahuluan. 10. abstrak. halaman judul. daftar pustaka. daftar isi. kajian pustaka. kemudian mulailah mengidentifikasi isi dari masing-masing bagian tersebut. dan bukti lain pelaksanaan PTK. saran sebaiknya disusun secara operasional ditujukan kepada siapa. majalah. simpulan dan saran. penutup. dan penutup.

kualitatif. D. dari penelitian yang serupa. sebab berisi A. Pada bagian metode penelitian pada umumnya penulis menyajikan A. Kajian pustaka merupakan bagian penting dari laporan penelitian. hasil penelitian. Penyajian hasil penelitian dapat dilakukan dengan cara A. C. rencana penelitian. teori penelitian. gambar. abstrak. B. D. informasi yang berkaitan dengan penelitian tindakan kelas. D. B.2. 5. hasil penelitian 3. 9. sintesis. teori-teori serta hasil penelitian pada topik yang sama yang sudah pernah dilakukan oleh orang lain maupun yang belum dilakukan. simpulan. C. naratif. gambar. Pada bagian saran yang ditulis adalah tindak lanjut A. C. Daftar pustaka yang dicantumkan dalam laporan penelitian adalah A. uraian teori dan temuan penelitian yang relevan yang digunakan sebagai dasar dalam pemilihan pendapat dan pelaksanaan penelitian. populasi. daftar buku-buku. rencana penelitian. internet dan yang lainnya. C. B. naratif. objek penelitian C. kajian teori. D. hasil penelitian C. metode penelitian. Dalam pembahasan yang dibahas adalah A. diagram. D. analisis. tabel.Salah satu yang bukan bagian dari metode penelitian adalah A. 10. 6. D. diagram. B. B. buku yang pernah dibaca. buku yang dirujuk pada naskah proposal. berdasarkan hasil penelitian B. D. pendahuluan. lokasi penelitian. jurnal. B. kata pengantar. C. dari penelitian sebelumnya. berdasarkan kajian teori. 8. 341 . sampel penelitian. C. subjek penelitian. 4. sampel. D. jurnal yang pernah dibaca. temuan penelitian. grafik. subjek penelitian. 7. buku yang dirujuk dalam naskah laporan. Gambaran umum mengenai substansi sebuah laporan dapat ditemukan pada A. B. Salah satu bagian dari metode penelitian adalah A. B. dan tabel. C. D.

“Hakikat dan Peranan PTK dalam Pengembangan Profesionalisme Konselor”. 2002. Semarang : Universitas Negeri Semarang. Jelaskan apa yang perlu ditulis dalam hasil penelitian! 2. H. Surakarta : Muhammadiyah University Press. 2007. Ditjen Dikti Depdikbud. Harun Joko Prayitno. Makalah. 2008. 2000. Maman. Penelitian Tindakan Kelas (Dalam Bagan). Disampaikan dalam Seminar Nasional Penelitian Tindakan Kelas dalam Rnagka Pengembangan Profesionalisme Konselor. Thoybi. Suhardjono. Jelaskan apa yang perlu ditulis dalam pembahasan! 3. Jakarta : Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen Dikdasmen Depdiknas. Surya. Suharsimi Arikunto. Zainal. Penelitian Tindakan Kelas. M. Pembudayan Penulisan Karya Ilmiah. http://suksesbersamasukarto. 2008.blogspot. Untuk Guru. Jelaskan apa yang perlu ditulis pada simpulan dan saran! DAFTAR PUSTAKA Aqib.html Kasiihani Kasbolah E.com/2010/02/dasar-dasar-penulisan-karyatulis_01. IKIP PGRI Semarang. 342 . 2007. dkk. Penelitian Praktis untuk Perbaikan Pengajaran. 1995. Jakarta : Bumi Aksara. Jakarta : Bagian Proyek PGSD. 2001. dan Adyana Sunanda (Ed. “Penelitian Tindakan Kelas untuk Peningkatan Profesionalisme Guru SLTP”. Rahman. Kamis 19 Juni 2008. Bandung : Yrama Widya.Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1.). Mohamad. dan Supardi. Depdiknas. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Penelitian Tindakan Kelas. Soly Abimanyu. Malang : Universitas Negeri Malang.S.

343 .

344 .

345 .

346 .

347 .

348 .

349 .

350 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful