P. 1
Modul Bahasa Indonesia

Modul Bahasa Indonesia

|Views: 1,588|Likes:
Published by Era Wahyuni

More info:

Published by: Era Wahyuni on Jul 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/12/2013

pdf

text

original

BAB II MIKRO LINGUISTIK

A. Tujuan Pembelajaran Pada bab II ini pembelajar dapat menjelaskan struktur dasar fonologi, struktur dasar morfologi, struktur dasar sintaksis, strktur dasar semantis,karakteristik setiap aliran, seperti aliran tradisional, struktural, aliran fungsional, tranformasi generatif, serta dapat mengungkapkan secara tulis dan atau lisan. B. Uraian Materi 1. Fonologi a. Pengertian dan Pendekatan Fonetik 1) Pengertian Fonetik Fonetik adalah studi tentang bunyi-bunyi ujar (Samsuri, 1981:91). 2) Pendekatan Fonetik Pendekatan fonetik ada 3 cara yaitu a) auditoris, b) akustis, dan c) artikulatoris. a) Auditoris Auditoris adalah penyelidikan mengenai kemungkinan bunyi-bunyi ditanggapi oleh alat pendengar/telinga ketika bunyi-bunyi bahasa itu dikumandangkan oleh pembicara. Karena cara ini sangat bersifat subjektif, orang yang berkepentingan merasa tidak mantap dan sukar dipertanggungjawabkan sebagai hasil penelitian ilmiah. Di samping itu, buku-buku yang menguraikan mengenai fonetik auditoris Itu sedikit sekali, dan keahlian yang dituntut sebenarnya adalah keahlian dalam ilmu kedokteran b) Akustis Dengan cara pendekatan akustis kita berusaha mempelajari bagaimana arus bunyi yang telah keluar dari rongga mulut atau rongga hidung atau kedua-duanya sipembicara merupakan gelombang-gelombang bunyi ujaran. Penyelidikan cara ini memerlukan pengetahuan ilmu-ilmu pasti karena bunyi-bunyi harus dideskripsikan dengan tanda-tanda angka atau rumus-rumus matematis. Kecuali kurang praktis, tidak semua ahli bahasa dapat menggunakan cara ini dan pada hakikatnya hanya bunyibunyi yang berupa gelombang-gelombang di uadara. Untuk itu, bagaimana mengucapkannya tidak dapat dilukiskan, yang dapat dilukiskan mungkin besarnya amplitudu getaran ketika terlepas mulamula dari pita suara, maka hasil penyelidikan itu masih diragukan dalam terapannya. Selain itu, cara ini memerlukan biaya yang tidak sedikit. Contoh: Apabila kita memetik gitar, maka tali gitas akan bergetar dan terjadilah bunyi yang dapat kita dengar. c) Artikulatoris/Organik Pendekatan artikulatoris adalah menyelidiki bagaimana bunyi-bunyi bahasa itu dihasilkan oleh alat-alat (organ) si pembicara (organs of speech). Cara ketiga ini yang memang mudah, praktis, dan dapat diberikan bukti-bukti datanya sehingga setiap orang dapat menerapkannya. Hampir semua gerakan alat-alat ucap itu dapat kita periksa, dari paruparu, sekat rongga dada, tenggorokan, lidah, dan sampai bibir. Pekerjaan-pekerjaan alat-alat yang statis hampir semua dapat kita ‘rasakan’. Cara pendekatan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

93

Penutur pendengar

Alat-alat bicara sistem

getaran-getaran udara Yang dihasilkan

telinga dari auditoris

b. Proses Penghasilan Bunyi Bahasa Pada umumnya bunyi dihasilkan dengan menghembuskan udara keluar dari paru-paru melalui rongga mulut dan atau rongga hidung. Macam-macam alat ucap secara garis besar seperti berikut: 1) Artikulator ialah alat-alat yang mudah/dapat bergerak (bersifat dinamis), pada umumnya terdapat di bagian lidah dan bibir bawah. 2) Titik artikulasi ialah alat-alat yang tidak/ sukar bergerak (bersifat statis). Di samping itu, masih ada lagi yang merupakan keharusan ialah arus udara yang dialirkan keluar dari paru-paru. Contoh penghasilan bunyi bahasa: Dalam menghasilkan bunyi [c] misalnya dapat kita lihat kerjasama antara ketiga faktor tersebut di atas. Mula-mula udara mengalir dari paru-paru, sementara itu, ujung lidah (apex) bergerak menyentuh langit-langit keras akibatnya udara terhalang. Ujung lidah sebagai artikulator, sedangkan langitlangit keras sebagai titik artikulasi.

Posisi pita suara:

a terbuka lebar

b terbuka agak lebar

c terbuka sedikit

d tertutup sama sekali

Keterangan gambar: (a) Posisi untuk bernafas secara normal; (tidak menghasilkan bunyi bahasa), (b) Posisi yang menghasilkan bunyi tak bersuara, (c) Posisi yang menghasilkan bunyi bersuara, (d) Posisi yang mengawali atau mengakhiri bunyi hamzah(glottal stop).

94

c. Klasifikasi Bunyi-bunyi Bahasa Fona pada hakikatnya dapat digolongkan menjadi 2 yaitu fona segmental dan fona suprasegmental (prosodi). Masing-masing dapat dijelaskan seperti berikut. 1) Fona Segmetal Fona segmental ialah fona yang jelas warnanya, artinya batas artikulasinya dapat dianalisis satu dengan yang lain, sehingga secara relatif dapat digolongkan menjadi 2, yaitu: (a) Vokoid ialah fona segmental yang pada umumnya tidak mendapat halangan ketika difonasikan dan bersuara. (b) Kontoid ialah fona-fona segmental yang umumnya mendapat halangan baik penutupan maupun penyempitan pada artikulasi tertentu ketika dihasilkan atau difonasikan dan sebagaian bersuara, sebagian lagi tansuara. 2) Fona Supra segmental Fona supra segmental ialah fona yang sukar dikenal warnanya, hanya dapat dianalisis kualitasnya melalui fonasi fona-fona segmental; artinya fona-fona supra segmental itu hanya ada bersama-sama dengan fonasi fona-fona segmental. Oleh karena itu, fona supra segmental tidak mungkin dapat dianalisis terlepas dari fona-fona segmental. Fona supra segmental dapat dirinci atas: a) Tekanan(stress) b) Panjang(length) c) Nada(pitch) d) Jeda(juncture) e) Intonasi terminal(terminal intonation). (akan dibicarakan lebih lanjut pada bagian lain). d. Fona Segmental Fona segmental adalah fona yang apabila diartikulasikan mudah diartikulasikan. 1) Klasifikasi Vokoid Untuk membuat klasifikasi, kita memakai kriteria yang sangat umum, yaitu posisi lidah, aktivitas lidah, dan bentuk bibir. a) Menurut posisi lidah: (1) Vokoid tinggi: [i, I, u, U]. (2) Vokoid sedang: [E, e, o, ]. (3) Vokid rendah: [a, A, ]. b) Menurut akyivitas bagian lidah: (1) Vokoid depan : [i, I, E, ] (2) Vokoid pusat : [e, a, A, ] (3) Vokoid belakang: [u, U, o, ]. c) Menurut bentuk bibir: (1) Vokoid bundar : [u, U, o, ] (2) Vokoid tanbundar: [i, I, e, E, a, ]. 2) Klasifikasi Kontoid a) Cara artikulasi a) Berdasarkan cara artikulasi, kontoid dapat digolongkan seperti berikut. (1) Kontoid plosif/hambat yaitu kontoid yang terjadi dengan jalan alat ucap tertutup sama sekali pada suatu tempat sehingga udara

95

tertahan, dan ketika halangan itu dilepaskan keluarlah udara tersebut dengan tiba-tiba diiringi semacam letupan. (2) Konotid eksplosif: apabila disudahi semacam letupan. Contoh: [p,b] (3) Kontoid implosif: apabila disudahi dengan tidak ada letupan. Contoh: [k, t, d, g, ?] (4) Kontoid afrikat: yaitu kontoid yang terjadi dengan mula-mula tertutup alat ucap seluruhnya seperti pada posisi kontoid plosif, kemudian halangan itu terlepas dengan diiringi semacam friksi (bunyi geser). Contoh : [c, j] pada kata <cara, dan jalan>. (5) Kontoid frekatif: ialah kontoid yang terjadi dengan penyempitan jalan ucap pada suatu tempat sehingga arus udara masih dapat keluar melalui mulut dengan menimbulkan semacam friksi. Contoh: [f,v,x,G,h] pada kata <fanta, volume, khabar, ghoib, hati>. (6) Kontoid spiran ialah kontoid yang terjadi dengan penyempitan jalan ucap pada suatu tempat dan mendapat halangan semacam pengadukan, sementara itu terdengar bunyi desis. Contoh: [s,S,z,Z] pada kata-kata <sedar, syarat, zaman, measure(Inggris)>. (7) Kontoid nasal: ialah kontoid yang terjadi dengan tertutupnya pada suatu tempat, sedangkan velum merendah, sehingga arus udara keluar melalui rongga hidung dan rongga mulut. Contoh: [m, n, n, n] pada kata-kata <makan, nona, nyonya, singa>. (8) Kontoid lateral: ialah kontoid yang terjadi dengan tertutupnya sama sekali lajur tengah, sehingga arus udara masih dapat keluar melalui kiri kanan lidah. Contoh: [l] pada kata <lidah>. (9) Kontoid trill: ialah kontoid yang terjadi dengan bergetarnya apex (ujung lidah) yang mendekati alveulum ketika arus udara terhembus keluar melaluinya. Contoh: [r] pada kata <radar>. (10) Kontoid flaps: ialah kontoid yang terjadi getaran apex sekali. Contoh: [r] pada kata-kata <very, better, metter>. (11) Semi vokal: ialah kontoid yang terjadi dengan penyempitan pada suatu tempat dalam jalur ucap seperti artikulasi [i,u], kemudian meluncur pada suatu tempat yang lain sehingga arus udara masih dapat keluar melalui mulut diiringi semacam bunyi luncur. Contoh: [W,Y] pada kata <warung, yang>. b) Berdasarkan titik artikulasi Berdasarkan titik artikulasi, kontoid-kontoid dapat digolonggolongkan menjadi seperti berikut. (1) Kontoid labial ialah kontoid yang dihasilkan dengan labium sebagai titik artikulasinya yang disentuh bibir bawah. Contoh: [p,b,m,w] pada kata-kata <papa, babi, mama, warga>. (2) Kontoid dental ialah kontoid yang dihasilkan dengan gigi atas sebagai titik artikulasi yang ditekan/ dikenai apex. Untuk selanjutnya cara mengungkapkan seperti kontoid labial dan dental. Contoh: [f,v] pada kata-kata [fantasi, fafourit, volume]. (3) Kontoid interdental Contoh: [t,d,] pada kata-kata <terang, damar(Jw)>. (4) Kontoid alveolum 96

Contoh: [t,d] pada kata <puthu, thukul ‘sejenis makanan, tumbuh’, medhi ‘pasir’ (Jw)>. (5) Kontoid palatal Contoh: [c,j,n,y,S] pada kata-kata <cari, jarang, nyata, yang, syirik]. (6) Kontoid velar ialah kontoid yang dihasilkan dengan velum sebagai titik artikulasi tempat didekati dorsum. Contoh: [k,g,x,n] pada kata-kata <ksrsng, guna, khabar, arang>. (7) Kontoid faringal ialah kontoid yang terjadi dengan farinx sebagai titik artikulasi, atau radix tertarik ke arah farinx. Contoh:[ ] pada kata maklum. (8) Kontoid glotal (glottal stop) Contoh: [?] pada kata-kata <anak, jarak>. c) Berdasarkan artikulator Berdasarkan artikulator kontoid dapat digolongkan seperti berikut. (1) Kontoid labial ialah kontoid yang dengan labium(bibir bawah) sebagai artikulator yang terkatup bibir atas atau menekan gigi atas. Contoh: [p,b,m,f,v,w] seperti pada kata-kata yang sudah dicontohkan kontoid labial di atas. (2) Kontoid apikal Contoh: [t,d,t,d,c,n,l,r,r]. (3) Kontoid laminal Contoh: [c,j,s,S,z,Z]. (4) Kontoid dorsal Contoh: [k,g,x,n,G]. (5) Kontoid radikal Contoh: [ ] pada kata arab <‘adat>. d) Berdasarkan artikulator dan titik artkulasi Berdasarkan artikulator dan titik artukulasinya kontoid-kontoid dapat dibagi seperti berikut. (1) Kontoid bilabial ialah kontoid yang dengan labium (bibir bawah) sebagai artikulator yang menyentuh bibir atas sebagai titik artikulasinya. Contoh: [p,b,m,w]. (2) Kontoid labiodental Contoh: [f,w]. (3) Kontoid apiko-interdental Contoh: [t,d]. (4) Kontoid apiko-alveolar Contoh: [t,d,n]. (5) Kontoid palatal Contoh: [t,d,j,,ny/n,y,s,S]. (6) Kontoid velum Contoh: [k,g,x,n/ng]. (7) Kontoid radix-faringal Contoh: [ ]. (8) Kontoid glotal/hamzah/glottal stop Contoh: [ /’]. (9) Kontoid laringal Contoh: [h] pada kata-kata <hambar, hembus>. e) Kondisi pita suara 97

Dalam beberapa bahasa tertentu.Z].j.n(ny). (1) Kontoid suara Contoh: [b.g. e. Pitch itu biasanya dilukiskan dengan: [ /] : nada naik [ \] : nada menurun [ .d. Untuk melukiskan fona-fona prosodi itu biasanya dipergunakan berbagai-bagai tanda diakretik Tandanya terbatas sekali. Dalam lukisan prosodi sering juga tangga nada itu ditandai dengan angka: 98 .u.d. Tanda diakretik yang digunakan seperti berikut. (1) Kontoid oral Contoh: [a. aduh ‘jauh sekali’ [?adu:h] assalam [?assala:m].?]. Korea. 2) Nada/pitch Nada atau pitch ialah naik turunnya suara ketika sederetan fon-fona difonasikan.g.w].v. dan lain-lain pitch itu tinggi frekuensinya. Untuk itu.v.. seperti bahasa Cina.z. terutama ciri-ciri prosodi yang kontras-kontras.k.d.n. kontoid dibedakan seperti berikut. lebih banyak berhubungan dengan pembicaraan fonem. Nada tersebut ditulis di atas silabel atau fona yang harus diucapkan dengan disertai pitch. Dalam tuturan(utterances) keseluruhan atau rangkaian nada merupakan tangga suara atau tangga nada(pitch level).k..Berdasarkan kondisi pita suara kontoid dapat dibedakan seperti berikut. Contoh: ‘adoh’ [?adoh] .s.S.p. karena dipergunakan selaku komponen yang membedakan makna.?. 1) Tekanan/stress Bermacam-macam cara untuk melukiskan tekanan tersebut.j.o.x.c.S. ‘ : untuk menandai tekanan yang sekunder “ : untuk menandai tekanan yang primer Contoh: ‘green “house ‘white “house Panjang pendek/length Panjang pendek ialah ciri prosodi yang merupakan perpanjangan suatu fona.l.Z.] : nada mendatar [ V ] : nada turun naik [ /\]: nada naik turun.d.b. yang terjadi mungkin kontoid atau vokoid.r.z.t. (2) Kontoid tansuara Contoh: [p.t. f) Berdasarkan jalan yang diikuti arus ujaran ketika keluar dari rongga ujaran. (2) Kontoid nasal Contoh: [m..f. Fona-fona supra segmental itu digolong-golongkan menjadi: 1) Tekanan/stress 2) Panjang pendek/length 3) Nada/pitch 4) Juncture 5) Intonasi terminal/terminal intonation.w.f.x.c.n(ng)]. Fona Suprasegmental Fona suprasegmental atau fona prosodi tidak semudah fona segmental cara mencatatnya.s.h.h.t.

jeda tunggal [ // ] : jeda rangkap [ # ] : jeda silang rangkap. atau mudahnya dapat dikatakan bahwa jeda yang terdapat antarsuku kata. 3) Jeda/juncture Jeda adalah batas atau perhentian antara satuan-satuan fona. f. bahkan dalam struktur hampir tak dapat dibedakan adanya bermacam-macam jeda. 99 . [ --v ] : untuk menurun Contoh: [# ?a +dI? // se + dan / me + na + nIs #--V ] Kadang-kadang juga diletakkan pada bagian jeda silang : [ #> ] : untuk mendatar [ # ] : untuk menaik [ # ] : untuk menurun. Jeda luar dapat dibagi menjadi 3 macam: [ / ] . jika kata itu terdiri atas paling sedikit dua silabel diberi tanda [+]. Temponya mungkin pendek atau panjang(lama). Biasanya sesudah intonasi terminal menyusullah kesenyapan akhir dan awal. Kedua macam tersebut dapat dipakai dalam transkripsi fonetis. a) Jeda dalam (internal juncture) adah jeda yang terdapat dalam perkataan selaku batas silabel. Contoh: [mi + lI?] [ki + ta]. Pendeknya atau lama sebentarnya perhentian itu relatif sekali. Panjang atau pendeknya atau lama sebentarnya perhentian itu relatif sekali. b) Jeda luar (external juncture) ialah jeda yang terdapat di antara unsur-unsur frasa.phoneme) sering didefinisikan sebagai kesatuan bunyi yang terkecil dalam sebuah bahasa yang dapat membedakan makna (Prawirasumantri. Metode yang dipakai untuk keperluan tersebut biasanya sangat sederhana. atau jeda yang terdapat dalam kata. Tanda yang dipakai adalah: [  ] : untuk mendatar [ --^] : untuk menaik yang ditaruh sesudah jeda silang rangkap.a) b) c) d) Angka 1 : untuk Angka 2 : untuk Angka 3 : untuk Angka 4 : untuk pitch terendah pitch yang lebih tinggi pitch yang lebih tinggi lagi pitch yang paling tinggi. 1985:61). Oleh ahli-ahli bahasa biasanya dilukiskan adanya dua macam jeda. Contoh: # ?a + yah // su + dah / da + tan / ta +di / pa + gi # c) Intonasi terminal (terminal intonation) Intonasi terminal ialah lagu penghabisan satuan tutur pada setiap yang disebut kalimat. 2) Tugas fonemik a) Fonemik itu berusaha menyelidiki serta menentukan fonem-fonem yang terdapat pada bahasa/bahasa-bahasa yang menjadi objek penelitian itu(membuat invetaris sistem bunyi). yaitu dengan cara substitusi(komutasi). Fonem dan Tugas Fonem 1) Pengertian Fonem Fonem (inggris.

Sama halnya dengan kata rumah dan jalan: kata bersepeda terdiri atas dua bentuk bermakna.serta rumah.dan sepeda. Morfologi a. Pengertian Morfologi dan Satuan-satuan Gramatik 1) Pengertian Morfologi Perhatikan contoh-contoh berikut berdasarkan unsur-unsur pembentuknya. Ciri-ciri distingtif itu mengandung fungsi dapat membedakan sesuatu fonem dengan fonem yang lain. Kata sepeda sebagai bentuk ulangnya. c) Fonemik mencoba menemukan sistem dalam materi fonem-fonem dengan ciri-ciri distingtifnya. yakni rumah dan jalan sebegai bentuk dasarnya dan 100 . a) sepeda b) Rumah c) jalan bersepeda berumah berjalan sepeda-sepeda perumahan berjalan-jalan sepeda motor rumah-rumah jalan-jalan rumah-rumahan menjalani rumah sakit menjalankan Kalau kita perhatikan contoh-contoh di atas. Sistem distingtif ditentukan oleh oposisi. yaitu ber. Kata sepeda terdiri atas satu bentuk bermakna tidak dapat diuraikan menjadi lebih dari satu bentuk yang masih mengandung makna. jalan. yaitu ber. b) Fonemik berusaha memnetukan sifat-sifat atau ciri-ciri distingtif fonemfonem. 2. misalnya <tari> vs <cari>. lama telah mencoba mengemukakan cara itu dengan mempergunakan sepuluh pasang minimal kata yang mirip paling sedikit mengandung sebuah fonem masing-masing yang berbeda. paar: baar paar: aar baar: aar ‘kelamin’ : ‘ gelombang’ pot : bot pot : ot dst. b) Prosodi sebagai ciri distingtif Contoh: (1) Anak dukun / beranak. ‘belanga’ : ‘tulang’ pier : bier pier : ier ‘cacing’ : ‘bir’ peer : beer peer : eer ‘buah pir’: ‘beruang’ pal : bal pal : al ‘tetap’ : ‘pesta’ paard : bard paard: aard ‘kuda’ : ‘jenggot’ pak : bak pak : ak ‘pak’ : ‘bak’ pest : best pest : est ‘sampar’: ‘terbaik’. Demikian pula kata rumah-rumah dan jalan-jalan masing-masing terdiri atas dua bentuk bermakna.Ahli-ahli fonemik (fonologi) Belanda. Sama halnya dengan kata berumah dan berjalan masing-masing terdiri atas dua bentuk bermakna. e) 1) Ciri Distingtif a) Oposisi: /t/ vs /d/ /s/ vs /c/. Hal ini terbukti apabila katakata tersebut dianalisis atau diuraikan ke dalam bentuk yang bermakna. (2) Anak / dukun beranak. d) Fonemik itu berusaha menyusun perumusan distribusi fonem tiap bahasa yang menjadi objek penelitian. Usaha itu merupakan percobaan/pengujian gabungan fonem-fonem. yang biasa disebut kata akan nyata bahwa strukturnya berbeda-beda.

atau disingkat satuan. a) Bentuk Tunggal dan Bentuk Kompleks Satuan sepeda dibandingkan dengan bersepeda. sedangkan satuan yang terdiri dari satuan-satuan yang lebih kecil disebut bentuk kompleks. bersepeda ke luar kota. ke. merupakan bentuk kompleks (Ramlan. luar. yang terdiri dari satuan ber-. Pada garis besarnya morfologi membicarakan: 1) morfem-morfem yang terdapat dalam sebuah bahasa. Satuan gramatik yang tidak terdiri dari satuan yang lebih kecil disebut bentuk tunggal. ia membeli sepeda. meng-. selanjutnya kata pakaian terbentuk dari unsur dasar pakai dengan afks – an. Kata sepeda motor terdiri atas dua bentuk bermakna. c) Bentuk Asal dan Bentuk Dasar Bentuk asal ialah satuan yang paling kecil yang menjadi asal suatu kata kompleks. masing-masing merupakan bentuk tunggal. ternyata bahwa ada satuan-satuan yang berulang-ulang dapat kita dengar. bersepeda ke luar kota. bersepeda. kemudian mendapat imbuhan afiks ber. luar.rumah serta jalan sebagai bentuk ulangannya. yakni sepeda dan motor. maupun kompleks yang menjadi dasar bentukan bagi bentuk yang lebih besar. Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa morfologi ialah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk bentuk kata. dan baru. Begitu pula pada bentuk-bentuk yang lain(Prawirasumantri. Kata rumah-rumahan terdiri atas 3 bentuk. Perbedaannya ialah satuan-satuan sepeda tidak mempunyai satuan yang lebih kecil lagi. Bentuk dasar ialah bentuk. Contoh. bersepeda ke luar kota. baru. 1985:25). sedangkan satuan-satuan bersepeda. 3) fungsi proses pembentukan kata. “Ia membeli sepeda baru”. ber. Misalnya kata berpakaian terbentuk dari bentuk asal pakai mendapat imbuhan afiks –an menjadi pakaian. terbentuk dari bentuk dasar pakaian dengan efiks ber-. Satuan-satuan yang mengandung makna. yang sebenarnya terdiri dari satuan ber. Satuan-satuan ber-.dan sepeda. 2) Satuan Gramatik a) Pengrtian Satuan Gramatik Jika kita mendengar tuturan seseorang atau tuturan seorang informan dengan seksama. baik arti leksikal. beli. dan 4) penjenisan kata. kota. serta –an sebagai imbuhan. baik tunggal. bersepeda. b) Bentuk Bebas dan Bentuk Terikat Bentuk bebas adalah bentuk yang dapat berdiri sendiri dalam tuturan biasa dan memilki sifat dapat dilekati bentuk-bentuk atau afiks lain. maupun makna gramatikal seperti bentuk-bentuk di atas. beli. ia meng-. ternyata ada perbedaannya. bersepeda ke luar kota. dan berbeda pula dengan satuan “Ia membeli sepeda baru”. sepeda. kota. Kata perjalanan terdiri atas per-an dan jalan. berbeda dengan bersepeda. “Ia membeli sepeda baru”. yang terdiri dari satuan ia. 2) proses pembentukan kata. Sama halnya dengan kata rumah sakit yang terdiri atas rumah dan sakit. yakni rumah sebagai bentuk dasarnya dan rumah sebagai bentuk ulangnya. Kata berpakaian misalnya. dan sebagainya. 1985). disebut satuan gramatik. sepeda. misalnya sepeda. 101 .bentuk terikat dan sepeda bentuk bebas. Bentuk terikat adalah bentuk yang memilki makna gramatikal dan melekat pada bentuk dasar.menjadi berpakaian. ke.

afiks dapat dibedakan atas: 1) prefiks. a) Afiksasi Afiks adalah imbuhan yang dibubuhkan pada bentuk dasar yang memiliki kesanggupan melekat pada bentuk-bentuk lain untuk membentuk kata kompleks. Unsur langsung adalah unsur yang langsung membentuk kata kompleks. Contoh: berpakaian pakaian berU pakai U -an U berperikemanusiaan Perikemanusian Kemanusiaan berU peri U ke-an U manusia U 3) Proses Morfologis Proses morfologis ialah proses pembentukan kata-kata dari satuan lain yang merupakan dasarnya. dan 4) simulfiks (konfiks). (7) Memiliki kesanggupan untuk melekat pada bentuk-bentuk dasar yang lain. 2) infiks. (4) Tidak pernah bertindak sebagai bentuk dasar. b) Pengulangan 102 . proses pengulangan. Ciri-ciri afiks: (1) Berupa bentuk terikat. dan proses pemajemukan (Ramlan 1985 46-49). Bahasa Indonesia terdapat tiga proses morfologis ialah proses pembubuhan afiks. (2) Makna afiks secara relatif tidak tetap.d) Unsur dan Unsur Langsung Unsur adalah bentuk-bentuk atau nsur-unsur yang membentuk kata kompleks. 3) sufiks. (3) Tidak mempunyai makna leksikal. (6) Fungsi afiksa untuk mmbentuk kata kompleks. Berhubungan dengan posisinya. (5) Secara gramtis terikt.

. Afiks pembentuk adjektival ialah se-nya. per-an.. ke-an. Misalnya. (4) Perulangan merupakan proses penutup. e) Makna afiks (1) Makna afiks meng(a) Menyatakan perbuatan aktif transitif. (b) Bermakna ‘dalam keadaan’ Contoh: bergembira. baik sebagian atau seluruhnya. Contoh: menepi. meluas. -an. (3) Mengulang berbareng dengan afiks... bermain. peng-an.’. mengecil. -kan.Proses pengulangan adalah pengulangan bentuk dasar atau satuan gramatik. (d) Menyatakan makna ‘dalam keadaan’ pada kata menyendiri. berdagang. ber-. bernyanyi. (2) Afiks ber(a) Bermakna ‘melakukan perbuatan . meninggi. (2) Unsur-unsurnya tidak bisa diputarbalikkan. (2) Terdapatnya pertalian yang relevan antara bentuk ulang itu dengan kata dasarnya. misalnya kacamata. Contoh: menulis. (c) Menyatakan makna ‘melakukan seperti pada bntuk dasarnya’.’ Contoh: berangkat. memukul. orang tua (3) Gabungan unsurunsurnya membentuk makna baru. membaca. di-. Contoh: tua renta. bersembahyang. (c) Bermakna ‘kumpulan yang terdiri dari . c) Pemajemukan Kata majemuk ialah gabungan unsur-unsur yang membentuk kata baru.. Hasil pengulangan itu disebut kata ulang. Afiks pembentuk numeraial yaitu se-. Misalnya: rumah makan.. beran. rumah sakit. menggulai. menyempit. (2) Mengulang sebagian bentuk dasarnya. merokok. berpadu. ter-. (4) Mengulang dengan variasi fonem. tua bangka. bertiga. Prinsip-prinsip penentuan kata ulang: (1) Terdapatnya kata dasar yang diulang. membatu. infiks. mencetak.. dan lain-lain. bersedih. Afiks pembentuk nominal peng-. ke-an. meresmikan. Contoh: berdua. baik dengan variasi fonem maupun tidak. (b) Menyatakan makna ‘menjadi .. berlima. sunyi senyap. (3) Perulangan itu tidak mengubah kelas kata. per-. Ciri-ciri kata majemuk: (1) Di antara unsur-unsurnya tidak bisa disisipi unsur lain. d) Fungsi Afiks Afiks pembentuk verbal antara lain: meng-.’ Contoh: melebar. Kata majemuk dengan unsur unik adalh bentuk yang di dalam kombinasi satu-satunya dengan bentuk lain. 103 . -i. berbahagia. Macam-macam kata ulang: (1) Mengulang seluruh bentuk dasarnya.

Contoh: pemalas. berladang. tertanam. Contoh: sekarung.(d) Bermakna ‘melakukan perbuatan . berpemimpin. terjatuh.. Contoh: tertinggi. Contoh: terbangun. (b) Bermakna ‘urutan’.’. berpakaian. serumah.’. terduduk. seisi kampung. penguat. membelikan.’. Contoh: membacakan. sekembalinya. Contoh: setibamu. Contoh: diambil. dilarikan. 104 ... (c) Bermakna ‘sama. perdua. (c) Bermakna ‘ketiba-tibaan’. pembela. terbesar. (c) Bermakna ‘yang memiliki sifat .. pemancar. pemalu.. Contoh: terbawa. dikemasi. (b) Bermakna ketidaksengajaan’. Contoh: terbagi. (d) Bermakna ‘kausatif’. sebuah. Contoh: kedua(orang). sehari. penghalus. terhukum. terbaca. terperosok. pemukul. terjepit. (rumah) kedelapan. Contoh: pengeras. Contoh: pembaca. (8) Afiks ke(a) Bermakna ‘kumpulan yang terdiri dari .’. sepulangku. pengangkut. diresmikan. terindah. (5) Afiks peng(a) Bermakna ‘yang (pekerjaannya) meng---‘. terlihat. tersinggung. peramah. sehebat.. Contoh: se-Indonesia. (9) Afiks –kan (a) Bermakna ‘benefaktif’. (d) Bermakna ‘dapat di-‘. pencipta.. sekecil. (meja) keempat. tertutup. (7) Afiks se(a) Bermakna ‘satu’. (b) Bermakna ‘seluruh’. (4) Afiks ter(a) Bermakna ‘aspek benefaktif’. (b) Bermakna ‘alat untuk meng---‘ Contoh: pemtong. pendiam. Contoh: berayah. penakut.. pengarang. Contoh: ternilai. (6) Afiks perBermakna ‘kausatif’ Contoh: perbesar. tercetak. Contoh: segunung.. pertuan. terselami. (e) Bermakna ‘paling –‘. terduga. pendingin. pertinggi. terpandai. ketiga (pasang). terjahit. penjahit. bersuara. semeter. sebulan. periang. perlima. perkuda. pemanis. Contoh: (pegawai) kedua. membawakan. berwibawa.. pencukur. terlihat. membuatkan. (3) Afiks diBermakna ‘suatu perbuatan pasif’. Contoh: berbaju. bersepeda. dibangun. (e) Bermakna ‘mempunyai . tersentuh. tertusuk. terluas. berumah. (d) Bermakna ‘setelah’. seperti’.

(b)Bermakna ‘orang yang/orang yang memiliki sifat’.. Contoh: penyajian. 90-an.. menyampuli. kemanusiaan. (13) Afiks ke-an (a) Bermakna ‘suatu abstraksi/hal’. penulisan. (14). tatabahasawan. pendapatan. tulisan. Contoh: kelihatan. kewanitaan. Contoh: kebaikan. pengaturan. (tiga) bulanan. ribuan. ratusan. ribuan. keduniaan. (11)Afiks –an (a) Bermakna ‘alat untuk meng---/hasil meng---‘. (b) bermakna ‘tiap-tiap’. kiloan. melempari. (e) Bermakna ‘temapt/daerah’. mendatangi. kecamatan. rohaniwan. Contoh: pembacaan. Contoh: ratusan. kedinginan. kerajaan. ilmuwan. relawan.’. (d) Bermakna ‘beberapa’. menanami.Afiks peng-an (a) Bermakna ‘hal meng---‘. Contoh: cendekiawan. mencabuti. memanasi. usahawan. penglihatan. Contoh: timbangan. Contoh: kehujanan. Contoh: mengotori. Contoh: negarawan. (cacatan) harian. pembelian. pengadaan. (12)Afiks –wan (a) Bermakna ‘0rang yang ahli’. keberangkatan. 80-an. Contoh: 50-an. mengatapi. (c)Bermakna ‘hasil perbuatan/apa-apa yang di ---‘’ Contoh: pendengaran. memerahi. meninjui. (b) Bermakna ‘objeknya menyatakan tempat’. kedengaran. kesinambungan. kecurian. kegembiraan. (d) Bermakna ‘dalam keadaan tertimpa’. ketahuan. membasahi. menerbangkan.. pengiriman. sosiawan. kemasukan. Contoh: menduduki. mengguntingi. memberangkatkan. Contoh: menggarami. Contoh: mengambili. menulisi. garisan. kelaparan. pengertian.(b) Bermakna ‘kausatif’. karangan. (b) Bermakna ‘ hal-hal yang berhubungan dengan’. (e) Bermakna ‘sekitar’. (c) Bermakna ‘kausatif’. 105 . Contoh: mendudukan. (b) Bermakna ‘cara meng---‘. membuangi. literan. jutaan. pengajuan. (c) Bermakna ‘dapat di---‘. kesultanan. Contoh: meteran. menggulai. (a) Bermakna ‘memberi . Contoh: kehewanan. (10)Afiks –i (a) Bermakna ‘berulang-ulang meng---‘. Contoh: kelurahan. (c) Bermakna ‘satuan yang terdiri dari’. Contoh: (majalah) mingguan.

berlompatan. pembuangan. tanda tanya(?). tanya dan seru melambangkan kesenyapan. pertapaan. Spasi yang mengikuti tanda titik. (e) Bermakna ‘berbagai-bagai’. Dalam wujud tulisan berhuruf latin. perkotaan. tanya.). persekolahan. Dalam wujud lisan. dalam wujud lisan atau tulisan. Contoh: pendengaran. bergantungan. 3) Parmin akan bermain ke Simpanglima. setinggi-tingginya. titik dua(. peralatan. Contoh: 1) Hai Min! 2) Hai. 1) 2) 3) 4) Pola Kalimat Dasar S-P : Orang itu sedang tidur. tanda pisah (-). (17) Afiks se-nya Afiks se-nya bermakna ‘superlatif’. Sintaksis a. Contoh: persahabatan. Contoh: pengadilan. (d) Bermakna ‘daerah’. S–P–O : Rani mendapat hadiah. perbukitan. bergoyangan. persekutuan. dan seru. (e)Bermakna ‘ tempat meng---‘. pengungsian. b. berpapasan. bergulingan. S – P – Pel : Pancasila merupakan dasar negara kita. Contoh: perbekalan. di dalamnya disertakan pula berbagai tanda baca seperti koma(. perkapalan. 106 . Contoh: pergedungan. penglihatan. semesntara itu. sekuat-kuatnya. Tanda titik. persembunyian. pertokoan. berkirim-kiriman. sedangkan yang lain sepadan dengan jeda. beterbangan. perhentian. persyaratan. dan diakhiri dengan intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan ataupun asimilasi bunyi ataupun proses fonologis lainnya. (c) Bermakna ‘saling’. (c) Bermakna ‘tempat ber---‘. Contoh: berloncatan.). dan spasi. kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik(. perkemahan. pernafasan. Batasan Kalimat Kalimat adalah satuan bahasa terkecil.(d)Bermakna ‘alat yang digunakan untuk meng---‘. (15) Afiks per-an (a) Bermakna perihal ‘. Contoh: bersentuhan. (16) Afiks ber-an (a) Bermakna ‘banyak pelaku’. Contoh: sepenuh-penuhnya. (b) Bermakna ‘hal/hasil ber---‘. (b) Bermakna ‘pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang’. Contoh: berdatangan. yang mengungkapkan pikiran yang utuh. S–P–K : Kami tinggal di Jakarta. perairan. 3. pengasingan. kalimat diucapkan diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut. disela jeda. Contoh: perkampungan. perindustrian. Contoh: peristrahatan. bermunculan. atau tanda seru (!). sepadan dengan intonasi akhir.

2) Kalimat Berpredikat a) Kalimat Taktransitif Kalimat yang tak berobjek dan takberpelengkap hanya memiliki dua unsur fungsi wajib. (2) Dia menugaskan pekerjaan itu kepada saya. predikat . dan objek. E) Kalimat Berpredikat Adjektival Contoh: (1) Alasan para pengunjuk rasa agak aneh. dan pelengkap yang dinamakan verba dwitransitif. 6) S – P – O – K : Dian mengambil air minum di dapur.5) S – P – O – Pel : Dian mengambilkan adiknya air minum. urutan katanya adalah subjek-predikat. Jenis Kalimat 1) Kalimat Tunggal Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri atas satu klausa. yakni subjek dan predikat. 107 . objek. c) Kalimat Dwitransitif Verba transitif dalam bahasa Indonesia yang secara semantis mengungkapkan hubungan 3 maujud. Contoh: (1) Pemerintah akan memasok semua kebutuhan Lebaran. Maujud itu maing-maing subjek. b) Kalimat Ekatransitif Kalimat yang berobjek dan tidak berpelengkap mempunyai tiga unsur wajib. Contoh kalimat lain berketerangan dan berpelengkap: (1) Guntur selalu naik sepeda ke sekolah. Contoh: (1) Ida sedang mencarikan adikknya pekerjaan. d) Kalimat pasif Contoh: (1) Tugas itu harus mereka selesaikan. c. Pada umumnya. Contoh: (a) Mereka akan membentuk kelompok belajar. yakni subjek. Predikat dalam kelompok verba ekatransitif adalah verba yang digolongkan dalam kelompok verba ekatransitif. (2) Buku itu sudah dibacanya/dia baca. 7) S – P – O – Pel – K : Dian mengambilkan adiknya air minum di dapur. Hal itu berarti konstituen untuk setiap kalimat adalah satu subejk dan satu predikat. (f) Kalimat Berpredikat Nominal Contoh: (1) Ini adalah masalah keluarga mereka sendiri. Contoh: (1) Padinya menguning.

tetapi. setara perlawanan. kemudian. dan tidak sombong... baik. (2) Hubungan Syarat 108 1) . padahal. melainkan. tatkala...Ibu hanya mengangguk – angguk. padahal. baik. jangankan. dll.. Kalimat majemuk ada dua macam. dan namun. atau berbohong untuk menyenangkan hati orang tuanya. Kalimat majamuk setara ada tiga macam yang pertama setara menambah. (1) Setara Penambahan Konjugtor yang dipakai adalah dan. tidak / bukan hanya.Jangankan disuruh melawan membantahpun dia tidak berani (3) Setara Memilih Konjugtor yang dipakai adalah atau.. sewaktu. melainkan. (1) Hubungan Waktu Konjugtor yang dipakai adalah sejak. (2) Apa kabar? Kalimat Majemuk Kalimat majemuk adalah kalimat yang mempunyai minimal dau klausa... sambil. Contoh : (a) Pengurus KUD harus berwibawa.. tetapi.. anak itu kembali ke orang tuanya. Contoh : . (h) Kalimat Tak lengkap Contoh: (1) Assalaamu’alaikum.. (2) Setara Perlawanan Konjugtor yang dipakai adalah tetapi. dan air matanya terus mengalir. a) Kalimat majemuk setara Kalimat majamuk setara adalah kalimat yang memiliki dau klausa atau labeh dan kedudukannya sejajar / sederajat. yakni: Kalimat majamuk setara dan kalimat majemuk bertingkat.. dan setara memilih. . Contoh : (a) Aku tidak mengarti akan hal itu ketika aku masih anak anak. Contoh : .(g) Kalimat Berpredikat Numeral Contoh: -Uangnya banyak sekali. kemudian. bukan. ketika.. b) Kalimat Majemuk Bertingkat Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih yang kedudukannya tidak sejajar. Konjugtor yang dipakai seperti : dan. maupun .. Contoh : .. tidak / bukan sekedar.Dia harus mengatakan yang benar sesuai dengan keyakinannya. atau. Beberapa macam hubungan sematis pada kalimat majemuk bertingkat seperti berikut. (b) Setelah dua tahun berpisah. tidak . sedangkan. sedari.. sementara.. lalu. lalu.. sedangkan. serta. tidak / bukan saja. (b) Kami harus pergi sebelum dia datang. maupun.

kalau – kalau.. (11) Hubungan Perbandingan Konjugtor yang dipakai lebih/kurang. Contoh : (a) Kami pergi biar dia bisa bebas berbuat sesukanya. biar. andaikan.L walau (pun). apabila. meski (pun). (5) Hubungan Konsensif Konjugtor yang dipakai adalah A. selesailah seluruh permasalahan.. (b) Sudah dau hari dia tidak masuk jangan – jangan dia sakit. (8) Hubungan Hasil Konjugtor yang digunakan seperti sehingga. dia tidak pernah menangis di hadapanku. kalau.Konjugtor yang dipakai adalah jika (lau). sehingga (sampai). (6) Hubungan Perbandingan Konjugtor yang dipakai adalah seperti. b. dari (pada). bagaikan.. sampai. ibarat. Frasa 1) Pengertian Frasa Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang tidak melebihi batas fungsi. kalimat langsung. (b) walaupun/meskipun hatinya sangat sedih. jangan – jangan. untuk. (b) Saya sengaja tinggal di kota kecil agar dapat mengetahui kehidupan disana. Contoh : (a) Seandainya para anggota kelompok menerima norma itu. saya tentu senang sekali menceritakanya. (12) Hubungan Oktatif Konjugtor yang dipakai adalah semoga/ moga – moga/ mudah – mudahan. (9) Hubungan Alat Konjugtor yang dipakai adalah dengan dan tanpa. Contoh: a) gedung sekolah itu b) di halaman 109 . sebagaimana (7) Hubungan Penyebaban Konjugtor yang dipakai seperti sebab. supaya. karena. (b) Hatiku bertambah ciut apabila/bilamana aku teringat bahwa akulah yang tertua (3) Hubungan Pengandaian Konjugtor yang dipakai adalah seandainya. andai kata. (4) Hubungan Tujuan Konjugtor yang dipakai adalah agar. akibat. bilamana. Contoh : (a) Dia akan pergi sekalipun/biarpun kami mencoba menahannya. oleh karena. sekiranya. (10) Hubungan Komplementasi Konjugtor yang dipakai adalah bahwa.. sekalipun.maka. Contoh : (a) Jika Anda mau mendengarkannya. laksana. asal (kan).

(berputar). hal. dilaksanakan). Contoh: (a) Buku baru (c) Ahmad. seperti kata makan... misalnya: 1) Saya berjalan seorang diri. (terlaksana. ii. sifat atau keadaan. . . (bergerak dari satu posisi ke posisi lain dengan kaki). anak Pak Sastro. b) Bapak SBY. dll. Penunjukan Fungsi kata ialah untuk menunjuk atau menyebut sesuatu (benda. meja’ dan lainlain. kursi. Misalnya. Frasa endosentrik ada 3 macam.. Contoh : a) Indonesia. 4) Sumbunya tidak berjalan. 3) Rencana itu tidak berjalan.. Tipe-tipe Penunjukan/Penyebutan a) Penyebutan 1 terhadap segolongan benda dll. kata-kata emotif ekspresif dan kata-kata fonestem (kata yang mengandung gugus bunyi tertentu i. Contoh : (1) buku baru (2) pembangunan lima tahun b) Frasa Endosentrik koordinatif Frasa Endosentrik koordinatif adalah frasa yang unsur – unsurnya memiliki kedudukan / kelas kata yang sejajar. (berlangsung).. Kedua macam itu diuraikan seperti berikut ini. kata itu mempunyai makna yang berbeda-beda. b) Tipe 2 terdapat pada kata onomatope. Pengertian Makna dan Arti Kata ` Di dalam kalimat.. a) Frasa Endosentrik Atributif Frasa Endosentrik Atributif adalah farsa yang salah satu unsurnya menjadi pusat dan yang lain menjadi bawahan. Frasa Eksosentrik Frasa Eksosentrik adalah frasa yang tidak mempunyai distribusi / kelas kata yang sama dengan unsur – unsurnya. perbuatan/peristiwa. Presiden RI. segolongan benda disebut ‘buku. tanah airku. i. Contoh : a) di perpustakaan b) ke sekolah 4. 2) endosentrik koordinatif. b. . yang memiliki seperangkat ciri pembeda yang sama. Semantik a..Frasa ada dua macam yaitu frasa endosentrik dan frasa eksosentrik. Contoh : (1) ayah ibu (2)bembinaan dan pengembangan c) Frasa Endosentrik Apositif Frasa Endosentrik Apositif adalah frasa yang salah satu bagiannya yang unsur – unsurnya bisa saling menggantikan. 110 . yakni 1) endosentrik atributif. dan 3) endosentrik apositif. 2) Rapat sedang berjalan. jumlah) yang bersifat luar bahasa. 2) Frasa Endosentrik Frasa endosentrik adalah frasa yang mempunyai distribusi atau kelas kata yang sama dengan semua unsur atau salah satu unsurnya.

Misalnya. Misalnya. Boxy.Bernyawa . volt. Misalnya. ada 5 macam. 1. den baguse. ‘Hari ini saya akan ke Solo’. gepeng geping . Misalnya. Tipe arti ini terutama terdapat pada kata kebanyakan bahasa yang bersifat satu dibanding satu. kata goni. /bapaqe?/ (Banyumas). Tipe arti afektif ialah yang mencerminkan perasaan pribadi si pembicara termasuk sikapnya yang diajak bicara. Misalnya. 4. ‘Aku ini binatang jalang’.Dewasa . Misalnya. Misalnya si Gendut. Sinonim Sinonim ialah dua kata atau lebih yeng mempunyai arti leksikal yang lebih kurang sama. itiritir(Jw). atau terhadap sesuatu yang dibicarakan. filip. 111 d. Tipe 7 penyebutan didasarkan atas bahan yang dipakai untuk sesuatu benda. Tipe arti tematik ialah tipe arti yang menggambarkan pembicara mengorganisasikan amanatnya dalam bentuk: (1) pengurutan. Kata ‘pendusta’. dan (3) penekanan. 3. Tipe 8 penyebutan didasarkan atas nama tempat asal. kata sapi benggala. Misalnya. ‘Sayalah yang akan pergi ke Solo’. jambu bangkok.Manusia . Tipe arti stilistika ialah arti yang terdapat pada suatu ujaran tertentu yang mencerminkan lingkungan dan status sosial dari pemakaianya. 2. dll. Tipe 4 menyebut sebagian mewakili keseluruhan. Misalnya. PSSI dikalahkan Bahrain 9:1. Misalnya.c) d) e) f) g) h) c.geping banget. a) b) c) menyarankan aspek semantis tertentu. kata cecak. Misalnya.Berjenis kelamin perampuan . diberi partikel. Tipe Arti Tipe arti konsep.Keluaran sekolah bidan e. Tipe ari konotatif ialah tipe arti yang bersif tertentuat tambahan. (2) pemfokusan. Misalnya. yang dipentingkan di muka ‘Kemarin saya akan pergi ke Solo’. pating grandul (Jw). dengan tekanan primer. 5. Tipe 6 penyebutan didasarkan atas penemu atau pabrik pembuatnya. Tipe 5 penyebutan berdasarkan salah satu sifatny yang paling menonjol. kata rumah meja. Misalnya. Tipe arti reflektif ialah arti yang menimbulkan penggandaan arti.Benda . Djarum (rokok). Tipe 3 terdapat pada nama diri. cerdas. Penerapan metode analisis komponen misalnya kata bidan: . ‘Dhuh Gusti!’’. Tipe arti asosiatif. kata cantik. Metode Analisis Komponen Yang dimaksud metode analisis komponen ialah mengurai arti konsep suatu kata ke dalam ciri-ciri semantik dari sebuah kata. . bambu runcing. dan tampan. Misalnya Aminah. Tipe arti kolokatif ialah tipe arti yang dimiliki oleh kata tertentu yang cenderung bervalensi/bergabung dengan kata lain tertentu.

2) Wujud berbalikan . kata operasi. dan Homofon Homonim Homograf Homofon Sama tulisan sama tulisan beda tulisan Sama bunyi beda bunyi sama bunyi Beda arti beda arti beda arti 112 . wisma. pronomina. sinonim terdapat pad lingkup kelas: nomina. kata mencetak bermakna. Misalnya kata rumah. kata pohong dan bodin. kecil. mata sapi. mata jaum. Misalnya. rumit. gubug. uang) b) Meluluskan (mencetak sarjana) c) Memasukkan (mencetak sarjana) d) Menghasilkan (mencetak penganggur) e) Menghasilkan/memperoleh dengan mudah (mencetak uang(untuk dokter). c) Pemakaian kiasan. Polisemi. konjungsi. kata gagah dipakai untuk orang. agak kecil. Homonim. Misalnya. lebih kecil. militer. kedokteran. kata parlement (Prcs berbicara. Ada 3 tipe sinonim: 1) Antonim dipakai untuk menunjuk tipe ‘keberlawanan arti’ yang dapat dipertatarkan (anggota-anggotanya dapat dibedakan tingkat-tingkatnya. 3) Tipe komplementer ialah perangkat kata-kata yang arti leksisinya saling melengkapi. 5) Bersinonim yang dapat diperbedakan berdasarkan kolokasinya(aspek semantik kata yang terdapat di sekitarnya. b) Pemakaian khas di lingkungan masyarakat tertentu. pelik. numeralia. Misalnya. Misalnya. Antonim Antonim ialah hal berlawanan atau bertentangan arti leksikalnya. f. 2) Homonim. pembeli dan penjual. 2) Sinonim terjadi karena adanya kata-kata serapan atau dari bahasa asing. lebih besar. Misalnya. Misalnya. Homograf. Homograf. agak besar. 4) Perbedaan di antaranya ditentukan oleh terdapatnya kadar afektif (di samping arti konsepnya) pada salah satu dari kata-kata bersinonim. Faktor yang menyebabkan timbulnya polisemi: a) Pergeseran pemakaian. a) Menghasilkan sesuatu dengan dicetak (buku. verba. pria >< wanita. Misalnya. kata cantik yang dimaksudkan orangnya. Misalnya. sangat kecil. adverbia. tua >< muda. sulit. dll. istri dan bini. 3) Karena perbedaan laras. kata mata pada mata bisul. dan yang dimaksudkan bola yang masuk ke gawang. suami dan istri. Ingg badan legislatif. preposisi. Misalnya. Homofon 1) Polisemi Polisemi ialah sebuah kata yang mempunyai banyak makna. g. Misalnya besar dan kecil. adjektiva. kata sukar. dan untuk alat perang. yang dapat dipertatarkan sangat besar.Berdasarkan keanggotaan kategori. misalnya. d) Pengaruh dari bahasa asing. untuk polisi. Macam-macam tipe sinonim: 1) Kata-kata yang bersinobim termasuk dialek yang berbeda-beda. kata priduksi dan hasil. Misalnya.

h. Ciri semantiknya: a) Kata benda golongan manusia. kata jurusan. 2) Karena perluasan atau pembatasan makna. 3) Akibat dari perubahan lingkungan pemakainya. Jw masih ada makna yang lain misalnya. Cara mendapatkan penggolongan: 1) Memakai salah satu hioponim sebagai kata penggolong ! Tangan Lengan penggolong. Misalnya. mencatut uang negara. c) dewasa. kementrian perhubungan adalah transportasi. kata bujangga  Sansekerta berarti ular  Jawa kuno berarti sarjana.pemakaian lain mencatut keuntungan. 113 . Contoh lain kata amplop. 4) Akibat dari perubahan asosiasi Misalnya. Hiponim Hiponim itu yang menunjukkan relasi antarkata yang bersifat atas bawah atau relasi penggolongan dengan anggota-anggota yang menjadingolongannya atau bawahannya. ahli pikir dll. Misalnya. Jawa baru dan Ind berarti sastrawan. Misalnya. kata catut dipakai di perbengkelan. d) yang melahirkan aku. kata ibu pada mulanya menunjuk seorang istri ayah. hasta tangan 2) Memakai kata pungut atau kata ambilan dari bahasa asing sebagai kata Puisi Puisi lama puisi modern Gurindam talibun syair pantun konvensional serius mbeling 3) Membentuk kata jadian yang berpola D-D-an Rumput i. b) berjenis kelamin perempuan. kaum cerdik pandai. makna lain bagian dari fakultas tertentu. dan e) istri ayahku.  rumput-rumputan Perubahan Makna Beberapa gejala perubahan makna dan faktor penyebabnya: 1) Bersifat referensial ialah arti konsep kata itu benar-benar telah berubah sehingga akibatnya referennya juga berubah.

6) Akibat perubahan jenis kata dan fungsi.misalnya. kerbau kamu. kata bintang pada bintang pelajar. kata hangat (perasaan ke pendengaran). 3) Menghakimi penggunaan bahasa dengan vonis benar-salah. c) Metafora yang timbul karena perpindahan pengalaman dari konkret ke abstrak atau sebaliknya. kata mata.5) Akibat perpinbahan tanggapan dari indera yang satu ke indera yang lain (sinestesis). selain itu indera pendengaran. i. kata terang indera penglihatan. yaitu pengalihan dari tanggapan berdasarkan inderapenglihatan ke pendengaran. Misalnya. seperti (1) sinkronik vs diakronik. ii. manis. Kelima hal itu akan diuraikan secara berurutan di bawah ini. j. kata babi kamu. mata bisul. dikaji. d) Metafora sinestesis. kata berenang dalam berenang itu menyehatkan badan. 5) Cenderung menggandrungi atau bahkan mempertahankan penemuanpenemuan terdahulu. objek-objek tertentu diberi nama: matahari. Aliran Linguistik a. (3) signifikan vs signifié. (2) la langue vs la parole. Metafora Metafora adalah salah satu wujud daya kreatif bahasa di dalam penerapan makna. Misalnya. bintang radio. (4) paradigmatik vs sintagmatik. 4) Memberikan pemerian atau memutuskan persoalan kebahasaan seringkali melibatkan logika. Yang merupakan rangkaian kuliahnya antara tahun 1906-1911. 2) Pemerian bahasa berdasarkan/memakai patokan-patokan bahasa Latin. Misalnya. mata air. Kesan umum didapat bahwa buku itu mempunyai sejumlah pandangan yang bahkan sampai sekarang masih tetap penting untuk diketahui. yang berupa dikotomi-dikotomi. Macam-macam metafora: a) Antromorphomis (Ynn: Antronus (manusia) dan Morona (bentuk) yaitu jenis metafora yang dinamai berdasarkan nama-nama bagian tubuh manusia. pahit. atau sebaliknya. dan (5) bentuk vs substansi. 114 . b) Mtfr kehewanan yaitu metafora yang bersumber pada kehewanan. b. Misalnya. anjing kamu. 5. Aliran Tradisional Aliran atau tata bahasa tradisional mempunyai ciri pembeda sebagai berikut: 1) Tidak ada pengenalan akan perbedaan-perbedaan antara bahasa ujaran dan bahasa tulisan. jenis ini diciptakan berdasarkan pengalihan tanggapan. Miswalnya. Aliran Struktural Kontinental Aliran struktural Continental dipelopori oleh Ferdinand de Saussure dengan bukunya “Cours de Linguistique Generale” (1916) (=Inggris: Course in General Linguistics) (Indonesia: Pengantar Linguistik Umum). dan ia berenang di laut. Berdasar konsep-konsepnya. (6) Memberikan pemerian bahasa dengan berdasarkan pada satu bentuk bahasa yang s angat disukainya yaitu bahasa tulisan baku (standardised written form) (7) Menurunkan definisi yang mengaburkan. de Saussure disebut sebagai bapak linguistik modern. serta dibicarakan manfaat tidaknya.

sedangkan parole berarti logat. Ata yang diucapkan sebagai rumah adalah bentuk yang mengandung arti ‘rumah’. Kata diakronis (Yunani: dia = melalui. merupakan karyanya yang 115 c. 2) Langue dan Parole Saussure memakai istilah Perancis langue dan parole untuk membedakan bahasa sebagai sistem yang bersifat sosial dan bahasa sebagai ujaran yang bersifat perseorangan. Aliran Strukturalisme Amerika Tahun 1933.1) Sinkronik vs Diakronik Linguistik sinkronik mempelajari bahasa tanpa memersoalkan urutan waktu. Kalau kita mengucapkan rumah terdengar pada kita rentetan bunyi [r. dan langue yang bersifat abstrak. Dengan demikian. dan sebagainya. Langue adalah bagian sosial bahasa. Jadi. masa). 4) Sintagmatik dan Paradigmatik Manfred Bierwisch (1871. Apa yang kita dengar itu adalah signifiantnya. Hubungan itulah yang disebut hubungan sintagmatik. misalnya bahasa Inggris. Perhatian ditujukan pada bahasa sejaman yang diujarkan oleh pembaca.u. kalau kita berkata Rumah si-Ali akan dijual kita melihat bentuk rumah yang dihubungkan dengan bentuk lain yang berbentuk suatu keutuhan.m. hubungan seperti itulah yang disebut hubungan paradigmatik. dapat dikatakan bahwa studi ini bersifat vertikal. atapnya. sebagaimana dimanisfetasikan dalam kenyataan psiko-psikologi dan sosial dari tindak-tindak bahasa secara khusus. 1988) mengatakan “syntagmatic relations specify the combination of element into complex form and sentences paradigmatic relations are the relations between the element of the language system”. sedangkan parrole bersifat konkrit. Diakronis diartikan subdisiplin linguisitk yang menyelidiki perkembangan suatu bahasa dari masa ke masa. . pintunya. ucapan. Indonesia. di luar pemakai perseorangan. yang tidak dapat menciptakan atau mengubahnya. yaitu signifiant dan signifié. Langue adalah bahasa tertentu. dua sisi itu biasa diberi nama bentuk dan isi (= arti). Misalnya menyelidiki perkembangan bahasa Indonesia (dulu disebut bahasa Melayu) yang dimulai dengan adanya prasasti di Kedukan Bukit sampai kini. Sekarang. dan sebagainya Kita melihat hubungan antara rumah dan bentuk-bentuk di bawahnya. jadi. 3) Signifiant dan Signifié Jika dalam Cours Saussure mementingkan hubungan (antara urutan bunyi dan konsepnya) sebagai tanda bahasa. kalau kita perhatikan bentuk-bentuk: rumah rumahnya merumahkan. tuturan.h] yang kalau ditulis menjadi rumah.a. Sebaliknya. dapat dikatakan bersifat horisontal. Keduanya itu dihubungkan: parole adalah aspek perseorangan bahasa. dan semua ini menghasilkan konsep rumah di benak kita. 19-20 dalam Pateda. Judul buku itu sama dengan judul buku Sapir yang diterbitkan 12 tahun sebelumnya. Buku itu terdiri atas 600 halaman. terbayangkan jendelanya. khonas = waktu. Makna ini adalah abstraksi dari sesuatu yang ada di dunia luar bahasa (extra linguistic word). Biarpun bagi kami langue ternyata terdapat pada tingkatan yan glebih abstrak dari pada parole. terbitlah karya besar Blommfield yang berjudul “Language”. sebenarnya yang lebih penting ialah bahwa tanda bahasa itu mempunyai dua sisi.

ia menyatakan syarat-syarat yang harus dipenuhi oelh metode ilmiah yang dapat dibatas dengan merujuk ke acuan behaviorisme. Bentuk gramatikal yang terkecil disebut juga tagmene. (2) Construction (konstruksi). dan sebagainya. dan sebagainya. -. yakni Roman Jakobson dan Andre Martinet. dalam bentuk bahasa tercakup kelas-kelas dan bagian-bagian kelas. Aliran Fungsional Dalam pembicaraan tentang ilmu bahasa fungsional. Gagasan fungsi bahasa. (3) Substitution (substitusi). lion + ess –lioness. sedangkan taxeme itu merupakan satuan bentuk yang terkecil. kita tidak dapat memisahkan diri dari dua orang tokohnya. Ita slept. seperti: -ess dalam duke + ess –duchess. kalimat tanya. Ia sangat mengagumi A. Bentuk gramar dikelompokkannya menjadi tiga kelas. Bagi pendengar. Dan dinamakan morfologi. Dengan demikian. isinya padat. Maksudnya: Suatu rangsangan ini merupakan pengganti bahasa-bahasa (t).T. Konstruksi ini dinamakan Syntax kalau tidak terdapat bentuk terikat di antara konstituennya. Bloomfield sangat dipengaruhi oleh ilmu jiwa (behaviourisme). sehingga sampai sekarang buku itu tetap tidak tersaingi. adjektiva (adjectives). nomina. contoh: John ran. salah seorang pelopor ilmu jiwa behaviorisme. apabila bentuk gramar itu merupakan suatu bentuk penggantian konvensional terhadap satu kelas dari bentuk lain. Begitu terpengaruhnya pada pandangan behaviorisme itu sehingga di dalam esei-esei yang ditulisnya untuk “International Encyclopedia of Unified Science”.t . . Taxeme itu terjadi dalam susunan gramatikal yang konvensional yang dinamakan juga tactic form (bentuk taktik). Contoh: pronouns (kata ganti). – Ali memukul Badu >< Badu memukul Ali. seperti kata verba (verbs). r --.P. Suatu ciri sederhana tatanan gramatikal merupakan ciri gramatikal atau taxeme. 1987: 14). Berikut ini akan disajikan kedua tokoh itu dengan gagasan mereka. Akibatnya pengaruh yang merusak jiwanya itulah sehingga ia mengubah dasar pikiran yang dituangkan dalam bukunya yang pertama “An Introduction to Linguistic Science” (1914) dan menyesuaikannya dengan pandangan mekanistik penganut behaviorisme.paling besar. dalam Soejono. 4) selection (memberikan satu faktor makna oleh karena bentuk yang berbeda memberikan makna yang berbeda pula). --kalimat berita. apabila konstituennya terdiri bentuk terikat. t dan r adalah peristiwa-peristiwa bahasa (Samsuri. R dan T adalah “peristiwa praktis” yang seakan-akan tinggal di luar bahasa. Ada 4 cara menurut Bloomfield menyusun bentuk (form): 1) order (urutan). yang digambarkan dengan formula R --. hal itu merupakan rangsangan pengganti bahasa (r) yang menyebabkan dia memberi tanggapan praktis (T). Weiss. 1) Roman Jakobson Roman Jakobson adalah seorang ahli waris yang sangat penting dari Aliran Praha. seperti berikut: (1) Sentence type (tipe kalimat). 2) modulation (penggunaan fonem sekunder). . Bentuk taktik beserta makna yang dikandungnya itulah yang dinamakan bentuk gramatikal (grammatical form). . dan ia pun terpengaruh olehnya. Pandangannya tentang penggunaan bahasa (the use of language) dirumuskannya dengan rumus “Rangsangan dan Tanggapan”.John >< John? 3) phonetic modification (modifikasi fonetik). yang merupakan ciri khas Aliran 116 d.do not >< don’t. -.

yang sana dengan ciri tekanan dan kuantitas. Ada dua belas ciri oposisi dwimatra yang diperkenalkan oleh Jakobson. penyebaran energi yang besar lawan yang kecil dalam spektrum dan waktu. konsonan velar dan palatal lawan konsonan labial. tak beraspirasi. 117 . Ada lawan tidak adanya eksitasi tunggal atau primer pada glotis dan celah bebas melalui sistem vokal. (5) Bersuara lawan tak bersuara: ada lawan tidak adanya eksitasi frekuensi rendah yang periodik. lenis. di samping identifikasi dari akustik ciri distingtif. (6) Nasal lawan oral: besar lawan sempitnya frekuensi daerah penyebaran energi. konsonan dan likuida lawan vokal dan luncuran. vokal terbuka lawan vokal tertutup. Vokal dan likuida lawan konsonan dan luncuran. tetapi ia juga memasukkan fungsi aktivitas bahasa itu sendiri. pengantar lawan eksklusi dari resonator nasal.Praha. menempati kedudukan penting karya-karya Jakobson. (1) Vokalik lawan non-vokalik: ada lawan tidak adanya struktur forman yang dibatasi secara tajam. (3) Kompak lawan tersebar: konsentrasi energi yang tinggi lawan yang rendah di dalam wilayah spektrum pusat yang relatif sempit. Kedua belas ciri oposisi dwimatra itu sebagai berikut. nasal lawan oral. forward flanged lawan backward flanged. (2) Konsonantal lawan non-konsonantal: energi keseluruhan yang rendah lawan yang tinggi. ada lawan tidak adanya getaran periodik selaput suara. (7) Discontinuous [interupted] lawan continuant: jeda yang diikuti dan atau didahului oleh penyebaran energi pada sebuah daerah frekuensi yang luas (sebagai ledakan atau transisi yang cepat dari forman lokal) lawan tidak adanya perubahan mendadak di antara bunyi dan jeda semacam itu. deformasi vocal tract yang lebih besar lawan yang lebih kecil. Hal yang baru. Kedua belas oposisi ini dapat dikelompokkan dalam ciri sonoritas (sembilan yang pertama). bersuara lawan tak bersuara. Jakobson tidak hanya memasukkan unsur-unsur yang istimewa. Oposisi dwimatra itu secara hipotetik menampilkan kesemestaan bahasa. fortis. beraspirasi lawan lax. tense. hambat dan afrikat lawan kontinuan. vocal tract yang dapat berbentuk tanduk lawan yang berbentuk resonator Helmholtz (rongga luas dengan membuka tempat leher dilekatkan). ada lawan tidak adanya forman tambahan. ada lawan tidak adanya hamabtan pada sistem vokal. ialah oposisi dwimatra yang dapat dipakai untuk menganalisis semua sistem fonologi yang dikenal. (4) Tenseness lawan lexness: energi tinggi lawan energi rendah. ada lawan tidak adanya penutupan yang cepat dan atau pembukaan artikulasi vokal atau dari satu detak atau lebih.

sintaksis. Jika sebuah bahasa mempunyai hanya mempunyai tiga buah vokal. berujung kasar lawan berujung halus. konsonan velar. celah yang sempit lawan celah yang lebar. labian lawan konsonan palatal dan dental. Sebuah kekosongan dalam sebuah pola mungkin saja dapat diisi oleh sebuah fonem yang baru. ada lawan tidak adanya hambatan dalam rongga mulut. yang saling menunjang: fonologi deskriptif. Andre Martinet Tokoh yang tidak boleh dilupakan dalam meneruskan aliran fungsional ialah Andre Martinet. interdental. (8) Nyaring lawan merdu: intensitas suara yang tinggi lawan yang rendah. palatalisasi lawan bukan palatalisasi. Satu label sudah karena ciri ini tidak pernah berfungsi distingtif dalam konteks fonemik yang sama. vokal depan lawan vokal belakang. e. dan a. labiodental. dan sebagainyaAnalisis fonem ke dalam ciri distingtif menunjukkan adanya korelasi. dan bukan berupa vokal e. Integrasi yang lengkap akan menghasilkan sebuah sistem yang sempurna dengan jumlah fonem maksimum 2) 118 . (11)Flat lawan plain: ada lawan tidak adanya giliran menurun atau melemah dari beberapa komponen dengan frekuensi yang lebih tinggi. maka vokal itu akan berupa vokal i. vokal depan lawan vokal belakang. konstriksi pinggiran lawan konstriksi pusat. (12)Sharp lawan plain: ada lawan tidak adanya gerakan ke atas dari komponen frekuensi yang lebih atas. konstruktif. fonologi harus menafsirkan fakta fonetik yang merupakan data dasar dan bukan sekedar realisasi abstrak dari sistem yang berbeda. . uvular lawan bilabial. labian lawan konsonan palatal dan dental. Bagi Martinet. Martinet mempunyai minat yang beragam dalam dunia ilmu bahasa. fonologi diakronik. ada lawan tidak adanya faringgalisasi. linguistik umum. (9) Yang dicek lawan yang tak dicek: jumlah pelepasan energi yang tinggi lawan yang rendah. retrofleksi. u. Sebuah fonem yang dimasukkan ke dalam sebuah kelompok korelasi akan lebih mantap daripada fonem yang tidak dimasukkan ke dalam kelompok korelatif. ia memberikan kuliah fonologi di London. konsonan velar. E. (10) Grave lawan akut: konsentrasi energi yang rendah lawan yang tinggi dalam spektrum. dan pembundaran bibir. velarisasi.likuida getar dan detak lawan likuida kontinuan. Kuliahnya itu diberi judul Phonology as Functional Phonetics. Pada tahun 1946. konstriksi pinggiran lawan konstriksi pusat. Persyaratan kehematan sintagmatik (untuk mewakili gugus konsonan dari unsur-unsur oleh unsur unik yang baru) dan kehematan paradigmatik (untuk mewakili sebuah unsur dengan sebuah gugus konsonan yang tidak ada dari unsur yang muncul dalam temuan) adalah oposisi paradigmatik. celah sempit lawan celah lebar. a. afrikat lawan hambat. velar. atau i. sibilan.

Dikatakannya bahwa hasil tingkatan-tingkatan telaah linguistik seperti.S. Struktur luar berwujud apa yang kita dengar atau apa yang kita lihat kalau tertulis. Menurut teori ini. Tiap kalimat yang lahir bagaimanapun bentuknya. Chomsky melihat bahwa pendekatan yang duipergunakan oleh Bloomfield dan pengikut-pengikutnya yakni pendekatan IC perlu disempurnakan. yang merupakan murid Z. timbul fase linguistik baru. alih-alih struktural. 119 . Tiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda untuk menghasilkan kalimat. bagi Martinet. manusia harus memiliki kompetensi (competence) tentang bahasa. Belakangan. revolusi ilmiah dalam bidang linguistik. dan sintaksis belumlah merupakan prosedur untuk mencapai telaah linguistik berupa deskripsi kaidah bahasa secara menyeluruh. dan bagaimana ia harus menampilkan (performence) apa yang diinginkannya dalam wujud bahasa. menunjukkan bahwa aspek fungsional adalah aspek yang paling ditonjolkan dan tidak harus dikaji dengan mengesampingkan yang lain. d. Untuk menghasilkan kalimat tersebut. yakni keluar dari Bloomfidian. Martinet juga menggarisbawahi bahwa sintaksis dan juga fungsi merupakan makna sentral. Tiap kalimay yang lahir barangkali akan muncul lagi pada situasi yang lain.Aliran Transformasi Tokoh aliran transformasi adalah Noam Comsky. sebenarnya hal itu merupakan komplemen logisnya. Hal ini disebut disebut prosedur rekursif (recirsive prosedure). Pilihan label fungsional. di dalamnya menampakkan pendirian yang tegas.maupun mendengar(kan). terdiri dari sejumlah elemen dasar dan mempunyai struktur. Martinet juga menerapkan pandangan fungsionalnya dalam sintaksis. baik dengan jalan membaca. Kemampuan-kemampuan inilah yang merupakan objek tata bahasa generatif. morfologi. fonetik. Struktur dalam merupakan abstraksi dari apa yang didengar atau dilihat. Sistem ini tidak dapat ditambah lagi dan tidak akan ada alasan untuk mengubahnya.yang dibangun dengan sejumlah minimum ciri distingtif. Chomsky adalah seorang guru besar linguistikdi MIT (Massachusetts Intsitut of Technologi). Harris. sebaliknya. Teorinya terkenal dengan nama tata bahasa transformasional generatif (Transformational Generative Grammar) atau tata bahasa trasnformasi atau tata bahasa generatif (Pateda. dan mensintesiskan teorinya dalam eksposisi yang lengkap dan seimbang dalam: Elements of Linguistics dan A Functional View of Language. tiap manusia menggunakan bahasa yang tercermindalam kalimat-kalimat. Kemampuan seseorang bergantung kepada: 1) Tingkat pendidikan 2) Pengalaman 3) Kesigapan menambah kosa kata. 1988:40-41). fonemik. Hal ini disebut aspek kreatif bahasa. Dengan munculnya buku ini. Chomsky menjadi sangat terkenal dengan bukunya yang berjudul Syntactic Structure (1957). Tiap kalimat yang dihasilkan oleh alat bicara manusia menampakkan diri secar bersama-sama yang terdiri dari struktur dalam (deep structure) dan struktur luar (surface srtucture). Pandangan struktural tidak dapat diperbaharui dengan pandangan fungsional. Buku yang kedua berjudul Aspect of the Theory of Sintax (1965).

Mereka mengusulkan integrasi teori sintaksis transformasi generatif Chomsky dengan teori semantik Katz dan Jerry A. Buku kedua tulisan Chomsky tersirat pengertian bahwa menyusun tata bahasa harus: (1) sederhana. b) Semantik. 6. (2) tuntas. dan (b) transformasi (2) Fonologi (3) Semantik. C. setiap tata bahasa harus memenuhi dua syarat. 2. Kritik yang sama dikemukakan pula oleh E. 3.Fodor. Latihan Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. Sebutkan pendekatan fonetik ! Sebutkan klasifikasi fona-fona (bunyi-bunyi) bahasa ! Sebutakan klasifikasi kontoid ! Sebutkan ciri-ciri distingtif ! Apa sajakah garis besar bidang morfologi ? Sebutkan macam-macam afiksasi ! Amatilah kalimat berikut ! Para pelaut menangkap ikan. 5.Bagaimana kita menggambarkan kemampuan si pemakai bahasa untuk menghasilkan dan mengerti makna kalimat yang tak terbatas jumlahnya itu. yakni: a) Kalimat yang dihasilkan haruslah kalimat yang berfungsi dalam ujaran. dan c) Fonologi. dalam buku yang berjudul An Interprete Theory of Linguistic Deskription. Belanda) dalam bukunya yang berjudul Critical Comment on Transformational Generative Grammar.M. Dengan tegas Chomsky mengemukakan bahwa tata bahasa setiap bahasa harus terdiri dari tiap komponen. telah banyak dikemukakan kritik terhadap teori ini. dan (3) hemat. Komponen sintaksis merupakan pusat. dalam arti komponen inilah yang menentukan arti kalimat dan komponen ini pulalah yang menggambarkan aspek kreativitas bahasa. 120 . yakni. Perbedaan buku pertama dengan buku kedua ialah: a) Buku pertama terdiri atas: (1) Phrase strukture (2) Transformasi (3) Morfofonemik. dan b) Istilah yang dipakai jangan harus didasarkan pada satu bahasa saja. a) Sintaksis.Katz dan Paul M. Meskipun pada tahun 1964 teori Chomsky belum berumur 10 tahun. tetapi harus beersifat sejagat (universal).Pastal (1964).Uhlenbeck (seorang guru besar linguistik di Universitas Leiden. Menurut Chomsky. 4. b) Buku kedua struktur tersebut pada buku I diubah menjadi: (1) Nomor satu dan dua masuk bidang sintaksis yang terdiri dari (a) pola kalimat dasar. 7. itulah yang menjadi tugas tata bahasa. isalnya yang dikemukakan oleh Jerrold J.

Sebutkan secara garis besar konsep Ferdinand de Saussure ! 14. Klasifikasi kontoid ada 6 macam yaitu: 1) cara artikulasi. 4. Apa sajakah analisis fungsi pada kalimat di atas ? 9. 5) kondisi pita suara. dan (5) bentuk vs substansi. Kunci Jawaban 1. (1) sinkronik vs diakronik.P . 4) makna proses pembentukan kata. Afiksasi meliputi: 1) prefiks. Pendekatan fonetik ada 3 macam yaitu: 1) auditoris. 14. dan 6) jalan yang diikuti arus ujaran ketika keluar dari rongga ujaran. hanya mengangguk-angguk: frasa endosentrik atributif b. dan 2) prosodi. 2) infiks. sedangkan arti sudah bersifat tertentu. 5. a. 2) Buku Aspect of The Theory of Syntax berisi: (1) Nomor satu dan dua masuk bidang sintaksis yang terdiri dari (a) pola kalimat dasar. 3. Klasifikasi fona ada 2 macam yaitu: 1) fona segmental.O . Sebutrkan konsep dasar buku Sintactic Structure ! 15. (4) paradigmatik vs sintagmatik. 4) titik artikulasi dan artikulator. E. dan artikulatoris. 2. terus mengalir: frasa endosentrik atributif d. Perbedaan buku pertama dengan buku kedua ialah: 1) Buku Sintactic Strcture berisi: (1) Phrase strukture (2) Transformasi (3) Morfofonemik. (3) signifikan vs signifié.‘. Analisis fungsi: S . Makna adalah arti kata yang sudah bersifat tertentu.pada pelaut berfungsi nominalisasi dan bermakna ‘orang yang pekerjaannya me-‘ 2) Prefiks berfungsi verbalisasi dan bermakna ‘melakukan aktivitas . 2) akustis. 2) titik artukulasi. di pipi: frasa eksosentrik. Rangkuman 121 . 12. 1) Prefiks per. dan 4) konfiks. Berilah contoh sinonim lingkup nomina ! 13.Pel . 11. dan air matanya terus mengalir di pipi. 8. Amatilah kalimat berikut ! Ibu hanya mengangguk-angguk. 3) artikulator.Apa sajakah fungsi dan makna afiksasi pada kalimat di atas ! 8. 2) proses pembentukan kata. 8 di atas ? 10.K ! 11. gubuk. 7. rumah.P1. 10.S1 . Buatlah kalimat dengan pola S . 6. (2) la langue vs la parole. Jelaskan perbedaan pengertian makna dan arti ! 12. dan (b) transformasi (2) Fonologi (3) Semantik. Garis bidang morfologi yaitu: 1) morfem yang terdapat dalam sebuah bahasa.P . atau dengan kata satu berdanding satu. 3) sufiks. air matanya: frasa endosentrik atributif c. Dian mengambilkan adiknya air minum di dapur. dan 2) fina suprasegmental. dan 5) penjenisan kata. Apa sajakah nama frasa pada kalimat no. wisma. Ciri distingtif ada 2 macam yaitu: 1) oposisi. 9. 13. 3) fungsi proses pembentukan kata. Sebutrkan konsep dasar buku Aspect of The Theory of Sintax ! D. istana.

Afiks pembentuk nominal seperti peng-. 8) S – P – O – Pel : Dian mengambilkan adiknya air minum. Pola kalimat dasar: 1)S . 3) sufiks. Frasa endosentrik ada 3 macam yaitu: 1) endosentrik atributif. 6) S – P – Pel : Pancasila merupakan dasar negara kita.phoneme) sering didefinisikan sebagai kesatuan bunyi yang terkecil dalam sebuah bahasa yang dapat membedakan makna. Makna afiks bergantung pada konteks kalimat. 5) kondisi pita suara. infiks. 5) S – P – O : Rani mendapat hadiah. Afiks pembentuk numeraial yaitu se-. 7) S – P – K : Kami tinggal di Jakarta. 3) fungsi proses pembentukan kata. 2) titik artukulasi. Kalimat majemuk dibedakan kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat kalimat majemuk setara meliputi: 1) setara penambahan. dan setara memilih. Satuan satuan gramatik meliputi: 1) bentuk tunggal dan bentuk kompleks. yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Untuk klasifikasi vokoid. peng-an. 3) artikulator. 5) hubungan konsesif. Klasifikasi fona ada 2 macam yaitu: 1) fona segmental. dan 4) konfiks. 3) bentuk asala dan bentuk dasar. 3) hubungan pengandaian. di-. 2) infiks. 2) panjang pendek/length. per-an. 9) S – P – O – K : Dian mengambil air minum di dapur. 9) hubungan alat. 8) hubungan hasil. Frasa ada dua macam yaitu frasa endosentrik dan frasa eksosentrik. dalam wujud lisan atau tulisan. dan 5) intonasi terminal/terminal intonation. 2)aktivitas lidah. 10) S – P – O – Pel – K : Dian mengambilkan adiknya air minum di dapur. Kalimat majemuk bertingkat mencakupi: 1) hubungan waktu. 2) hubungan syarat. 11) hubungan perbandingan. ter-. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang tidak melebihi batas fungsi. ber-. ke-an. 4) makna proses pembentukan kata.Pendekatan fonetik ada 3 macam yaitu: 1) auditoris. -kan. Ciri distingtif ada 2 macam yaitu: 1) oposisi. yaitu posisi 1) lidah. 6) hubungan perbandingan. 4)Juncture. 122 . 2) setara perlawanan. dan 3) artikulatoris. dan 2) prosodi. 3) nada/pitch. ke-an. Jenis kalimat meliputi jenis kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Proses morfologis meliputi: 1) afiksasi. per-. dan 12) hubungan oktatif. 2) pengulangan. Klasifikasi kontoid ada 6 macam yaitu: 1) cara artikulasi. Fonem (inggris. dan 3) pemajemukan.P : Orang itu sedang tidur. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil. bentuk bebasa dan bentuk terikat. Garis bidang morfologi yaitu: 1) morfem yang terdapat dalam sebuah bahasa. dan 4) unsur dan unsur langsung. 2) akustis. 10) hubungan komplementasi. Afiks pembentuk adjektival ialah se-nya. ber-an. Fungsi afiks adalah pembentuk verbal antara lain: meng-. -i. 3) endosentrik apositif. -an. dan 2) fina suprasegmental. Tugas fenemik: 1) Fonemik itu berusaha menyelidiki serta menentukan fonem-fonem yang terdapat pada bahasa/bahasa-bahasa yang menjadi objek penelitian itu(membuat invetaris sistem bunyi). Fona-fona supra segmental itu digolong-golongkan menjadi: 1) tekanan/stress. dan 5) penjenisan kata. dan 2) fonemik berusaha menentukan sifat-sifat atau ciri-ciri distingtif fonemfonem. dan 3) bentuk bibir. Afiksasi meliputi: 1) prefiks. dan 6) jalan yang diikuti arus ujaran ketika keluar dari rongga ujaran. 4) titik artikulasi dan artikulator. kita memakai kriteria yang sangat umum. 4) hubungan tujuan. 7) hubungan penyebaban. 2) proses pembentukan kata. 2) endosentrik koordinatif.

Buku kedua ‘Aspect of The Theory of Syntax’ berisi: 1) Nomor satu dan dua masuk bidang sintaksis yang terdiri dari (a) pola kalimat dasar. homograf. menempati kedudukan penting karya-karya Jakobson. yang merupakan ciri khas Aliran Praha. linguistik umum. dan 7) Menurunkan definisi yang mengaburkan. tetapi ia juga memasukkan fungsi aktivitas bahasa itu sendiri. 2) Pemerian bahasa berdasarkan/memakai patokan-patokan bahasa Latin.S. yakni Roman Jakobson dan Andre Martinet. serta dibicarakan manfaat tidaknya. Misalnya kata ‘berjalan’ . 3) Menghakimi penggunaan bahasa dengan vonis benar-salah. dikaji. seperti (1) sinkronik vs diakronik. 4) Memberikan pemerian atau memutuskan persoalan kebahasaan seringkali melibatkan logika. dikaji. pada umumnya dengan anggota badan tertentu. Berikut ini akan disajikan kedua tokoh itu dengan gagasan mereka. dan 9) metafora. Pembicaraan semantik mencakupi: 1) penunjukan. Aliran atau tata bahasa tradisional mempunyai ciri pembeda sebagai berikut: 1)Tidak ada pengenalan akan perbedaan-perbedaan antara bahasa ujaran dan bahasa tulisan. yaitu yang terdapat di dalam konteks kalimat tertentu atau di dalam konteks situasi tertentu. Chomsky adalah seorang guru besar linguistikdi MIT (Massachusetts Intsitut of Technologi). Tokoh yang meneruskan aliran fungsional ialah Andre Martinet. sintaksis. dan (5) bentuk vs substansi. Oposisi dwimatra itu secara hipotetik menampilkan kesemestaan bahasa. fonologi diakronik. 6) polisemi. yang merupakan murid Z. Kesan umum Ferdinand de Saussure didapat bahwa buku Course de Linguistique Generale mempunyai sejumlah pandangan yang bahkan sampai sekarang masih tetap penting untuk diketahui. namun dengan alat apa dan bagaimana itu sebenarnya tidak terlalu hakiki). dan (5) bentuk vs substansi. Martinet mempunyai minat yang beragam dalam dunia ilmu bahasa. 3) metode analisis komponen. yang saling menunjang: fonologi deskriptif. (4) paradigmatik vs sintagmatik. (3) signifikan vs signifié. serta dibicarakan manfaat tidaknya. Buku pertama ‘Sintactic Strcture’ berisi: 1) Phrase strukture 2) Transformasi 3) Morfofonemik. Tokoh aliran transformasi adalah Noam Comsky. dan (b) transformasi 2) Fonologi 3) Semantik. (2) la langue vs la parole.homonim.Makna adalah arti kata yang sudah berfifat tertentu. 8) perubahan makna. yang berupa dikotomi-dikotomi. (2) la langue vs la parole. Hal yang baru. Jakobson tidak hanya memasukkan unsurunsur yang istimewa. Harris. kita tidak dapat memisahkan diri dari dua orang tokohnya. Kata itu mempunyai arti yang bersifat tetap (bergerak dari suatu posisi ke posisi lain. (4) paradigmatik vs sintagmatik. 7) hiponim. yang berupa dikotomi-dikotomi. Kesan umum didapat bahwa buku itu mempunyai sejumlah pandangan yang bahkan sampai sekarang masih tetap penting untuk diketahui. seperti (1) sinkronik vs diakronik. 2) tipe arti. Dalam pembicaraan tentang ilmu bahasa fungsional. di samping identifikasi dari akustik ciri distingtif. 4) sinonim. 6) Memberikan pemerian bahasa dengan berdasarkan pada satu bentuk bahasa yang sangat disukainya yaitu bahasa tulisan baku (standardised written form). 123 . ialah oposisi dwimatra yang dapat dipakai untuk menganalisis semua sistem fonologi yang dikenal. (3) signifikan vs signifié. 5) Cenderung menggandrungi atau bahkan mempertahankan penemuan-penemuan terdahulu. Gagasan fungsi bahasa. Roman Jakobson adalah seorang ahli waris yang sangat penting dari Aliran Praha. homofon. 5) antonim.

Jakarta: Dian Rakyat. Sutan Takdir. and George L. Bloch. 1987. Karyono. Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.Edi. Tata Bahasa Indonesia. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.Ramlan. Daftar Pustaka Alisyahbana. Terjemahan. 1988. Semantik Leksikal I dan II. 1985. Jakarta:: Pusat Pembinaan dan Pengambangan Bahasa. Pengantar Linguistik Umum. Bandung: PT Eresco. Yogyakarta: UP Karyono. Keraf. Jos Daniel. Fonetik. Gorys. 1993. Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia I Sintaksis. 1986. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Amerika: Baltimore. 1984. Djajasudarma. Yogyakarta : CV. de Ferdinand. __________. 1942. Sulaiman. Syaf E. ------------. Trager.Fatimah. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Djoko. Dasar-dasar Linguistik Umum. 1988. Saussure. Semantik. Kridalaksana. Ssubroto. Jakarta: Fakultas Sastra Indonesia. 1975. Bernard. 124 . Marsono. Outline of Linguistics. 1978. 1993. Alwi.F.1981. Morfologi Suatu Rinjauan Deskriptif. 1973.2000. D. Jakarta : Balai Pustaka. ------------. Ilmu Bahasa Indonesia : Sintaksis. Kamus Linguistik. Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia II Morfologi. Pengantar Linguistik bidan Fonetik dan Fonemik. M. 1984. 1978. Ende: Nusan Indah. Samsuri. 1990. 1978. Jakarta: Erlangga. Ende: Nusa Indah. Yogyakarta: Swadaya. 1983. Hasan. Jakarta: Gramedia. T. -----------. Harimurti. Jakarta: Erlangga. ------------. Pengantar Linguistik dalam Fonologi dan Proses Penguasaan Fonemis. Kentjono. Semantik 1 dan 2. Yogyakarta: IKIP Yogyakarta. Analisis Bahasa. Yogyakarta: Gadjah Mada Univerty Press. Parera. Pengantar Linguistik I.

3 Mendeskripsikan konsep pragmatik 3. Untuk memahami sosiolinguistik lebih lanjut. sangat luas. filologi. filsafat bahasa. Paparan Materi Dewasa ini penyelidikan tentang bahasa dengan berbagai aspeknya dilakukan orang dengan sangat intensif. dan sebagainya. Sosiologi berusaha mengetahui terjadinya masyarakat berlangsung dan tetap ada. psikolinguistik. dialektologi. pragmatik. stilistika. Pencabangan itu diadakan karena objek yang menjadi kajian disiplin ilmu itu sangat luas karena perkembangan dunia ilmu.1. Berbeda dengan kajian secara internal yang terutama hanya menyusun atau teori linguistik “murni”. Sedangkan linguistik adalah ilmu yang mempelajari tentang bahasa atau ilmu yang menjadikan bahasa sebagai objek kajiannya.1.2. dan sangat mendalam. linguistik juga sudah mempunyai subdisiplin atau cabang-cabang berkenaan dengan adanya hubungan disiplin itu dengan masalah-masalah lain. sehingga linguistik berkembang dengan sangat pesat. Sosiolinguistik Sosiolinguistik merupakan gabungan antara disiplin sosiologi dan disiplin linguistik. psikolinguistik. Tujuan Pembelajaran Tujuan mempelajari materi ini adalah: 3. perlu dipahami terlebih dahulu batasan sosiologi dan batasan linguistik. Dengan mempelajari lembaga-lembaga sosial dan segala masalah sosial dalam suatu masyarakat akan diketahui cara-cara manusia menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Artinya. Pada kesempatan ini hanya akan dibahas seputar linguistik makro. dan sebagainya. dan pragmatik. subdisiplin linguistik dapat dibedakan atas dua. Karena banyaknya masalah yang terdapat di luar bahasa. cara bersosialisasi. Dalam hal ini.2. seseorang tentu akan mendapat kesulitan. Pembicaraan linguistik makro pada kesempatan ini akan difokuskan pada sosiolinguistik. seni.1. Kajian linguistik yang bersifat antardisiplin ini selain untuk merumuskan kaidahkaidah teoretis antardisiplin. antropolinguistik. Faktor eksternal tersebut seperti: faktor sosial. 3. Berdasarkan objek kajiannya. hasilnya dapat digunakan untuk memecahkan dan mengatasi masalah-masalah yang ada di dalam kehidupan praktis kemasyarakatan. tentu saja sebelum seseorang terjun dalam kegiatan kajian eksternal yang antardisiplin itu. bahkan mungkin tidak akan dapat melakukan kajian secara eksternal tersebut. di antaranya kita dapati subdisiplin sosiolinguistik. Sedangkan linguistik makro menyelidiki bahasa dalam hubungannya dengan faktor-faktor di luar bahasa atau faktor eksternal. Tuntutan kebutuhan dalam kehidupan dewasa ini telah menyebabkan perlunya dilakukan kajian bersama antara dua disiplin ilmu atau lebih.1. dia terlebih dahulu harus menggeluti kajian internal linguistik itu. dua bidang ilmu empiris yang mempunyai kaitan yang erat. Tanpa pemahaman yang cukup mengenai kajian internal. etnolinguistik.BAB III LINGUISTIK MAKRO 3. etnis.2 Mendeskripsikan konsep psikolinguistik 3. Linguistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya.1. Dengan demikian dapat 125 . neurolinguistik.1 Mendeskripsikan konsep sosiolinguistik 3. yaitu: (a) linguistik mikro (mikrolinguistik) dan (b) linguistik makro (makrolinguistik). psikologi. dan cara menempatkan diri di dalam masyarakat. Sebagai ilmu. maka subdisiplin linguistik makro itu pun menjadi sangat banyak. juga bersifat terapan.

sikap mentalnya. misalnya karena perbedaan bentuk atau kualitas alat-alat tutur (bibir. antara lain: segi penutur. tetapi selalu dihubungkan dengan kegiatannya di dalam masyarakat. lidah. tingkat kebangsawanan. dan sebagainya dan (b) faktor situasional. maupun yang lain. pekerjaan. di mana. rongga mulut. Variasi ini menyangkut semua masalah pribadi para penuturnya. Sifatsifat khas yang disebabkan oleh faktor fisik. segi keformalan. seperti: umur. dan lainnya. Yang paling dominan adalah “warna” suara. yaitu: a) variasi bahasa dan b) peristiwa kontak bahasa. Berikut penjelasan masing-masing segi. pilihan kata. dan kelas sosial penuturnya disebut dialek sosial atau sosiolek. keadaan sosial ekonomi. dan sebagainya. Sebagai gejala sosial. atau dialek areal. Setiap penutur mempunyai sifat-sifat khas yang tidak dimiliki oleh penutur yang lain. temperamen. susunan kalimat. kita sudah dapat mengenalinya. Sifat-sifat khas seperti itu disebabkan karena faktor fisik maupun faktor psikis. dan sebagainya. tingkat pendidikan. dan mengenai masalah apa. misal: status sosial. Idiolek dapat berkenaan pula dengan “warna” suara. golongan. gaya bahasa. atau dialek regional. tetapi juga oleh faktor-faktor nonlinguistik. Pembahasan di bidang sosiolinguistik ini akan dibatasi pada dua hal. umur. bahasa Jawa dialek Yogyakarta-Surakarta. Adapun wujud variasi bahasa itu dapat ditinjau dari bermacam-macam segi. hanya dengan mendengar suara tanpa melihat orangnya. Adanya faktor-faktor sosial dan faktor-faktor situasional yang mempengaruhi pemakaian bahasa. bahasa tidak saja dipandang sebagai gejala individual. gigi. selaput suara. dan sebagainya). tingkat ekonomi. seseorang tidak lagi dipandang sebagai individu yang terpisah dari yang lain. segi pemakaian. tetapi juga merupakan gejala sosial. rongga hidung. Variasi Bahasa Di dalam masyarakat. maka timbullah variasi bahasa. 1) Variasi Bahasa dari Segi Penutur (a) Idiolek Idiolek adalah sifat-sifat khusus (karakteristik) pemakaian bahasa perseorangan. Baik faktor fisik maupun faktor psikis mengakibatkan sifat khas pula dalam tuturannya. pendidikan. Variasi yang disebabkan oleh perbedaan status. Oleh sebab itu. bahasa dan pemakaian bahasanya tidak diamati secara individual. Atau dengan kata lain. 126 . bahasa Jawa dialek Surabaya. yaitu: (a) faktor sosial. Perbedaan latar belakang asal daerah atau kelas sosial penutur seperti itu menimbulkan variasi dalam pemakaian bahasanya. jenis kelamin. kapan. jika kita cukup akrab dengan seseorang. (b) Dialek Sekelompok penutur merupakan anggota masyarakat dari daerah tertentu atau khas sosial tertentu. Berdasarkan hal tersebut kita bisa melihat perbedaan variasi bahasa yang digunakan seorang penutur atau mitra tutur. 1976:2). dan segi sarana. jenis kelamin. misal: siapa berbicara dengan bahasa apa. Variasi bahasa yaitu bentuk-bentuk bagian atau varian dalam bahasa yang masing-masing memiliki pola-pola yang menyerupai pola umum bahasa induknya (Poedjosoedarmo. Ia merupakan anggota dari kelompok sosialnya. intelegensi. bahasa dan pemakaian bahasa tidak hanya ditentukan oleh faktor-faktor linguistik. kepada siapa. Variasi yang timbul karena perbedaan asal daerah penuturnya disebut dialek geografis. Sedangkan sifat-sifat psikis biasanya disebabkan antara lain: perbedaan watak. A. Misal: bahasa Jawa dialek Banyumas.disimpulkan bahwa sosiolinguistik adalah bidang ilmu antardisiplin yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan pemakaian bahasa di dalam masyarakat.

dipoles. Pada zaman Romawi sampai zaman pertengahan bahasa-bahasa di Eropa dianggap sebagai bahasa vulgar sebab pada waktu itu para golongan intelek menggunakan bahasa Latin dalam segala kegiatan mereka. Di dalam masyarakat tutur yang masih mengenal tingkat-tingkat kebangsawanan dapat kita lihat variasi bahasa yang berkenaan dengan tingkat-tingkat kebangsawanan itu. dalam kelompok perbengkelan. dibalans. jargon. Bentuk-bentuk kolokial seperti: dok (untuk dokter). dices. variasi ini digunakan oleh kalangan tertentu yang sangat terbatas. tetapi seringkali tidak mudah. dewasa ini tampaknya dialek Jakarta cenderung semakin bergengsi sebagai salah satu ciri kota metropolitan. Slang bersifat temporal dan lebih umum digunakan oleh kaum muda. dan variasi yang digunakan pada masa kini. Bisa dicontohkan: bahasa Inggris yang digunakan oleh para cowboy dan kuli tambang. Kolokial adalah variasi sosial yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. atau bahkan dianggap rendah. Vulgar adalah variasi sosial yang ciri-cirinya tampak pemakaian bahasa oleh mereka yang kurang terpelajar. dan kelas sosial para penuturnya. Ungkapan yang digunakan seringkali tidak dapat dipahami oleh masyarakat umum atau masyarakat di luar kelompoknya. Bahasa prokem dapat dikategorikan sebagai slang. Akrolek adalah variasi sosial yang dianggap lebih tinggi atau lebih bergengsi daripada variasi sosial lainnya. dan yang lain. Artinya. Letak kekhususan argot adalah pada kosakata.Variasi bahasa yang digunakan oleh kelompok sosial pada masa tertentu disebut dialek temporal atau kronolek. tetapi lebih muda usianya. variasi bahasa Indonesia pada masa tahun 30-an. didongkrak. Umpamanya. prof (untuk profesor). tetapi lebih muda menurut hierarkhi perkerabatannya. basilek. Kosakata yang digunakan dalam slang itu selalu berubah-ubah. maka masalah ketepatan pemilihan variasi sesuai dengan status sosialnya ini menjadi cukup rumit dalam pemakaian bahasa tersebut. dan lain sebagainya. Umapamanya. Sebab seseorang mungkin lebih tinggi status sosialnya terhadap mitra tuturnya. variasi yang digunakan tahun 50-an. Umpamanya. Basilek adalah variasi sosial yang dianggap kurang bergengsi. seperti: roda gila. Atau mungkin lebih tua usianya. Adakalanya mudah. yang disebut dengan undak-usuk (bahasa Jawa) atau sor singgih (bahasa Bali). biasanya orang mengemukakan variasi bahasa yang disebut akrolek. Jargon adalah variasi sosial yang digunakan secara terbatas oleh kelompokkelompok sosial tertentu. slang. dan tidak boleh diketahui oleh kalangan di luar kelompok itu. argon. Namun. dan sebagainya. dalam dunia kejahatan pernah digunakan ungkapan seperti barang dalam arti ‘mangsa’. daun dalam arti ‘uang’. 127 . tape dalam arti ‘mangsa yang empuk’. Argot adalah variasi sosial yang digunakan secara terbatas pada profesi-profesi tertentu dan bersifat rahasia. atau dari kalangan mereka yang tidak berpendidikan. ndak ada (untuk tidak ada). Sehubungan dengan variasi bahasa yang berkenaan dengan status. Sebagai contoh: bahasa bagongan yaitu variasi bahasa Jawa yang khusus digunakan oleh para bangsawan kraton Jawa. Kolokial berarti bahasa percakapan. Undak-usuk ini menyebabkan penutur dari masyarakat tutur tersebut perlu mengetahui lebih dahulu kedudukan tingkat sosialnya terhadap mitra tuturnya. vulgar. kacamata dalam arti ‘polisi’. Ditambah dengan adanya semacam “kode etik” untuk tidak menyebut dirinya dengan tingkat bahasa tinggi. bukan bahasa tulis. dan ken. bahasa Perancis dialek kota Paris dianggap lebih tinggi derajatnya daripada dialek-dialek Perancis lainnya. sebab yang penting adalah konteks dalam pemkaiannya. Slang adalah variasi sosial yang bersifat khusus dan rahasia. kolokial. sebab para remaja di daerah yang pernah ke Jakarta merasa bangga bisa berbicara dalam dialek Jakarta. bahsa Jawa “krama ndesa”. golongan. gemuk dalam arti ‘mangsa besar’. ungkapanungkapan tersebut tidak bersifat rahasia. tidak tepat pula jika disebut bahasa “kampungan” atau bahasa kelas golongan bawah.

Ragam akrab adalah variasi bahasa yang biasa digunakan oleh penutur dengan mitra tutur yang hubungannya sudah akrab. akta notaris. khotbah. Masing-masing jenis tulisan itu menggunakan pengungkapan bahasa yang berbeda sesuai dengan sifat-sifat khas kebutuhan pemakaiannya. Ragam usaha adalah variasi bahasa yang lazim digunakan dalam pembicaraan biasa di sekolah dan rapat-rapat atau pembicaraan yang berorientasi kepada hasil atau produksi. Variasi bahasa berdasarkan fungsi lazim disebut register. yakni bentuk kata atau ujaran yang dipendekkan. Ragam ini ditandai dengan penggunaan bahasa yang tidak lengkap. variasi bahasa dapat dibagi atas lima. atau register. buku-buku pelajaran. Adanya ragam lisan dan ragam tulis ini didasarkan pada kenyataan bahwa bahasa lisan dan bahasa tulis memiliki struktur yang tidak sama. ragam usaha (konsultatif). 4) Variasi dari Segi Sarana Variasi bahasa dari segi sarana dapat dibedakan adanya ragam lisan dan ragam tulis. ragam santai (casual). Variasi bahasa berdasarkan bidang pemakaian menyangkut bahasa itu digunakan untuk keperluan atau bidang tertentu (sastra. ragam. dan sebagainya. Pola dan kaidah ragam resmi sudah ditetapkan secara mantap sebagai suatu standar.Yang dimaksud dengan ken adalah variasi sosial tertentu yang bernada memelas. atau penggunaannya. Atau. dan lain-lain). 3) Variasi dari Segi Keformalan Berdasarkan tingkat keformalan. Kosakatanya banyak dipenuhi unsur leksikal dialek atau bahasa daerah. atau tingkat keformalan. gerak128 . Dalam penyampaian informasi secara lisan dibantu oleh unsur-unsur nonsegmental (nada suara. yang digunakan dalam situasi-situasi khidmat dan upacara-upacara resmi (upacara kenegaraan. register adalah variasi bahasa yang disebabkan oleh sifat-sifat khas kebutuhan pemakaiannya. Wujud ragam usaha berada di antara ragam formal dan ragam informal atau santai. Disebut ragam beku karena pola dan kaidahnya sudah ditetapkan secara mantap dan tidak boleh diubah. dan sarana penggunaan. surat-menyurat dinas. tata cara pengambilan sumpah. pertanian. Ragam beku adalah variasi bahasa yang paling formal. Ragam resmi adalah variasi bahasa yang digunakan dalam pidato kenegaraan. dan surat-surat keputusan). gaya. Ragam resmi ini pada dasarnya sama dengan ragam bahasa baku yang digunakan dalam situasi resmi dan bukan dalam situasi tidak resmi. dan ragam akrab (intimate). Variasi ini biasanya dibicarakan berdasarkan bidang penggunaan. dibuat merengek-rengek. Dapat dikatakan. ragam resmi (formal). berekreasi. dan dengan artikulasi yang sering tidak jelas. Bisa kita perhatikan berbagai jenis tulisan dalam surat kabar. jurnalistik. Ragam santai ini banyak menggunakan bentuk alergo. dan sebagainya. penuh dengan kepura-puraan. Ciri yang tampak dalam variasi ini adalah dalam bidang kosakata. bahasa pojok lain pula dengan bahasa artikel. Pemakaian bahasa berita lain dengan bahasa iklan. 2) Variasi Bahasa dari Segi Pemakaian Variasi bahasa berkenaan dengan pemakaian. Biasanya digunakan oleh para pengemis. kitab undang-undang. rapat dinas. bahasa iklan berbeda dengan bahasa tajuk. dan sebagainya. Ragam santai adalah variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tidak resmi untuk berbincang-bincang dengan keluarga atau teman karib pada waktu istirahat. pendek-pendek. yaitu: ragam beku (frozen). ragam usaha ini adalah ragam bahasa yang paling operasional. ceramah keagamaan. berolah raga. atau fungsinya disebut fungsiolek. bahasa tajuk lain dengan bahasa pojok. militer.

dan pergeseran bahasa. digunakan oleh para pekerja kasar) dan bahasa 129 . di mana pun pembicaraan itu berlangsung. Seperti halnya kedwibahasaan. 2) Diglosia Diglosia adalah keadaan dua bahasa dipergunakan dalam masyarakat yang sama. diglosia. dalam menggunakan ragam tulis. Peristiwa Kontak Bahasa Peristiwa-peristiwa kebahasaan yang mungkin terjadi sebagai akibat adanya kontak bahasa antara lain: kedwibahasaan. tentang masalah apa pun yang dibicarakan. Sebagai contoh keadaan demikian adalah yang terjadi di Montreal (Kanada). sedangkan kemampuan untuk menggunakan dua bahasa disebut kedwibahasawanan (bilingualisme).gerik anggota tubuh. tetapi di dalam masyarakat tersebut kedua bahasa itu dipergunakan dengan fungsinya masing-masing. alih kode. integrasi. Karena baik kedwibahasaan maupun diglosia pada hakikatnya adalah peristiwa yang menyangkut pemakaian dua bahasa yang dipergunakan oleh seseorang atau sekelompok orang di dalam suatu masyarakat. Di sana bahasa Inggris dan bahasa Perancis dipergunakan secara berdampingan dan sejajar karena hampir seluruh anggota masyarakat di daerah itu mengenal keduanya secara baik. Orang yang dapat menggunakan dua bahasa itu disebut dwibahasawan (bilingual). Kedwibahasaan harus diperlakukan juga sebagai milik kelompok sebab bahasa tidak terbatas sebagai alat penghubung antarindividu. Oksaar (1972:478) berpendapat bahwa tidak cukup membatasi kedwibahasaan hanya sebagai milik individu. 1) Kedwibahasaan Kedwibahasaan (bilingualisme) diartikan sebagai penggunaan dua bahasa oleh seorang penutur dalam pergaulannya dengan orang lain secara bergantian. Oleh karena itu. usahakan kalimat-kalimat yang disusun dapat dipahami oleh pembaca secara mudah. tetapi masing-masing bahasa mempunyai fungsi atau peranannya sendirisendiri dalam konteks sosialnya. interferensi. Ciri utama kedwibahasaan menurut Wolff (1974:5) adalah dipergunakannya dua bahasa atau lebih oleh seorang atau sekelompok orang. dan sejumlah gejala-gejala fisik lainnya). yaitu bahasa Guarani (bahasa penduduk asli. Bahkan bahasa sebagai alat untuk menegakkan kelompok dan alat untuk menunjukkan identitas kelompok. maka antara keduanya tampak adanya hubungan timbal-balik yang mewarnai sifat masyarakat tuturnya. Hal ini tampak dari pernyataan Fishman (1975:73) yang mengemukakan bahwa diglosia dipergunakan untuk menyebut suatu masyarakat yang mengenal dua bahasa (lebih) untuk berkomunikasi di antara anggotanya. Kepada siapapun mereka berbicara. Fishman (1975:7-88) menyebut empat jenis masyarakat tutur yang menunjukkan adanya hubungan seperti itu. B. pengertian diglosia ini pun mengalami perkembangan. kedua bahasa itu dapat dipergunakan. campur kode. Pemilihan bahasa yang akan dipergunakan bergantung kepada kemampuan pembicara dan pendengarnya. tetapi juga alat komunikasi antarkelompok. Contoh: di Paraguay dipergunakan dua bahasa. tetapi kedua bahasa itu tidak mempunyai peranan sendiri-sendiri di dalam masyarakat pemakai bahasa. Hal itu dimungkinkan karena peristiwa sejarah yang menjadikan daerah itu diduduki secara bersama oleh para imigran yang berasal dari Inggris dan Perancis. yakni: (a) masyarakat tutur yang diglosik dan dwibahasawan ialah masyarakat tutur yang secara keseluruhan menggunakan dua bahasa sebagai alat komunikasinya. dan dalam situasi bagaimana pun terjadi pembicaraan itu. sedangkan dalam ragam tulis hal-hal yang disebutkan tadi tidak ada. Untuk dapat menggunakan dua bahasa tentunya seseorang harus menguasai kedua bahasa itu. Dalam hubungan ini.

dan tidak begitu jelas. agak langka. Dua kalimat terakhir dari dialog di atas. atau alih register. perekonomian. “Itu empat puluh ribu”. meskipun perbedaan sosio-kultural tetap memisahkannya. (d) masyarakat tutur yang takdwibahasawan dan takdiglosik. Ini berarti. antardialek-dialek dalam satu bahasa daerah. Soewito (1983:69) membedakan adanya dua macam alih kode. yaitu Kalau yang ini berapa Bu? dan Itu lima puluh ribu merupakan contoh alih kode. sedangkan kedua bahasa itu tidak menunjukkan fungsi-fungsi tertentu dalam penggunaannya. dan atau religius dipersatukan ke dalam suatu kesatuan yang fungsional. alih ragam. di mana pun. Dalam praktiknya mungkin saja dalam suatu peristiwa tutur terjadi alih kode intern dan alih kode ekstern secara beruntun. gaya ataupun register). kemudian si pembeli beralih kode ke bahasa Indonesia dan penjual pun mengimbanginya. to iki? “Ini daster ya?” Penjual : Ya daster. Alih Kode Alih kode adalah peristiwa peralihan dari kode yang satu ke kode yang lain. 3. Sebagai contoh peristiwa alih kode dapat diperhatikan dialog antara pembeli dan penjual yang berlatar belakang budaya Jawa berikut ini. antara pembeli dan penjual menggunakan bahasa Jawa. varian kelas sosial. pemerintahan. Sebelumnya. atau antarbeberapa ragam dan gaya yang terdapat dalam satu dialek dan (b) alih kode ekstern yaitu alih kode yang terjadi antara bahasa asli dengan bahasa asing. ragam. kepada siapa pun. ya rok. yaitu masyarakat orang elite Eropa yang biasa menggunakan bahasa “tinggi” dan masyarakat kebanyakan menggunakan bahasa yang lain. apabila fungsi kontekstual dan situasi relevansialnya dinilai oleh penutur cocok untuk melakukan. Dua masyarakat tersebut tidak pernah berinteraksi dan mereka tidak pernah membentuk satu masyarakat tutur. Di dalam suatu kode terdapat berbagai kemungkinan varian (varian resional. masyarakat yang seperti ini hanya sedikit. teknologi. keagamaan. dan dalam situasi bagaimana pun. alih gaya. “Ya daster. digunakan dalam lingkungan pendidikan. Sebagai contoh adalah masyarakat tutur di Montreal (Kanada). yaitu: (a) alih kode intern yaitu alih kode yang terjadi antarbahasa-bahasa daerah dalam satu bahasa nasional. (c) masyarakat tutur yang dwibahasawan tetapi takdiglosik terdapat di dalam masyarakat yang menggunakan dua bahasa sebagai alat komunikasinya. keduanya dapat dipakai untuk keperluan apa pun.Spanyol (bahasa peninggalan penjajahan. dan hal-hal lain yang bersifat resmi). Pembeli : Kalau yang ini berapa Bu? Penjual : Itu lima puluh ribu. 130 . Pembeli : Daster. Contoh: di Eropa sebelum Perang Dunia I terdapat dua masyarakat tutur. maka peristiwa alih kode mungkin berwujud alih varian. Pembeli : Pinten niki? “Berapa ini?” Penjual : Niku sekawan dasa ewu. Kedua bahasa itu dikenal baik oleh separoh penduduk negara itu dan dipergunakan sebagai alat komunikasi. (b) masyarakat tutur yang diglosik tetapi takdwibahasawan ditandai dengan adanya dua (lebih) masyarakat yang secara politis. ekonomis. ya rok”.

Alih kode merupakan peristiwa kebahasaan yang disebabkan oleh faktor-faktor luar bahasa, terutama faktor-faktor yang sifatnya sosio-situasional. Beberapa faktor yang merupakan penyebab terjadinya alih kode antara lain: (a) Pembicara atau penutur (O1) Seorang penutur kadang-kadang dengan sadar berusaha beralih kode terhadap mitra tutur karena suatu maksud. (b) Pendengar atau mitra tutur (O2) Setiap penutur pada umumnya ingin mengimbangi bahasa yang dipergunakan oleh mitra tuturnya. (c) Hadirnya orang ketiga (O3) Dua orang yang berasal dari kelompok etnik yang sama pada umumnya saling berinteraksi dengan bahasa kelompok etniknya. Tetapi jika kemudian hadir orang ketiga dalam pembicaraan itu dan orang itu berbeda latar kebahasaannya, biasanya dua orang tadi beralih kode ke bahasa yang dikuasai oleh ketiganya. (d) Pokok pembicaraan Pokok pembicaraan merupakan faktor yang termasuk dominan dalam menentukan terjadinya alih kode. (e) Untuk membangkitkan rasa humor Alih kode untuk membangkitkan rasa humor ini bisa dicontohkan: pada kegiatan belajar yang mulai lesu, guru menyegarkan suasana dengan memunculkan humor; pada saat rapat, untuk mengurangi ketegangan yang mulai timbul pimpinan rapat menghadirkan humor; dan lain sebagainya. (f) Untuk sekadar gengsi. Seorang penutur kadang beralih kode hanya untuk sekadar gengsi. Padahal baik faktor sosio-situasional sebenarnya tidak mengharuskan dia untuk beralih kode. 4) Campur Kode Thelander (1976:103) menyatakan apabila dalam suatu tuturan terjadi percampuran atau kombinasi antara variasi-variasi yang berbeda di dalam satu klausa yang sama, maka peristiwa itu disebut campur kode. Seperti halnya alih kode, campur kode juga dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: a) campur kode intern dan b) campur kode ekstern. Latar belakang terjadinya campur kode pada dasarnya dapat dikategorikan menjadi dua tipe, yaitu: a) tipe yang berlatar belakang pada sikap dan b) tipe yang berlatar belakang kebahasaan. Atas dasar latar belakang sikap dan kebahasaan yang saling bergantung dan bertumpang tindih seperti itu dapat diidentifikasi beberapa alasan atau penyebab terjadinya campur kode, yaitu: (a) identifikasi peranan, (b) identifikasi ragam, dan (c) keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan. Berdasarkan unsur-unsur kebahasaan yang terlibat di dalamnya, campur kode dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain: (a) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud kata Contoh: Mangka seringkali sok ada kata-kata seolah-olah bahasa daerah itu kurang penting. (b) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud frasa Contoh: Karena saya sudah kadhung apik dengan dia, ya tak teken saja. (c) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud bentuk baster Contoh: Hendaknya segera diadakan hutanisasi kembali. (d) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud pengulangan kata Contoh: Sejak tadi hanya tonya-tanya saja kerjamu! (e) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud ungkapan atau idiom Contoh: Hindari cara kerja alon-alon waton kelakon. 131

(f) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud klausa Contoh: Pemimpin yang bijaksana selalu bertindak ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. 5) Interferensi Interferensi dianggap sebagai gejala tutur, hanya terjadi pada dwibahasawan dan peristiwanya dianggap sebagai penyimpangan. Interferensi dianggap sebagai sesuatu yang tidak perlu terjadi karena unsur-unsur serapan itu sebenarnya sudah ada padanannya (persamaannya) dalam bahasa penyerap, sehingga cepat atau lambat sesuai dengan perkembangan bahasa penyerap, diharapkan makin berkurang atau sampai batas paling minim. Dalam proses interferensi terdapat tiga unsur mengambil peranan, yaitu: (a) bahasa sumber (bahasa donor), (b) bahasa penyerap (resipien), dan (c) unsur serapan (importasi). Dalam peristiwa kontak bahasa mungkin sekali pada suatu peristiwa suatu bahasa merupakan bahasa donor, sedangkan pada peristiwa lain bahasa tersebut merupakan bahasa penyerap. Saling serap merupakan peristiwa umum dalam kontak bahasa. Interferensi dapat terjadi dalam semua tataran kebahasaan, yaitu: (a) fonologi, contoh: mBandung, nJepara, nDeli, dan sebagainya (b) morfologi, contoh: kemahalan, sungguhan, ketabrak, dan sebagainya. (c) sintaksis, contoh: Rumahnya ayahnya Vian bagus sendiri di kampung ini merupakan terjemahan kalimat bahasa Jawa Omahe bapake Vian apik dhewe neng kampung iki. (d) semantik, contoh: sarat yang berarti ‘penuh’ sering dipertukarkan dengan syarat yang berarti ‘ketentuan’. 6) Integrasi Integrasi terjadi apabila unsur serapan dari suatu bahasa telah dapat menyesuaikan diri dengan sistem bahasa penyerapnya, sehingga pemakaiannya telah menjadi umum karena tidak lagi terasa keasingannya. Contoh: istilah yang berasal dari bahasa Belanda seperti: voorloper, zuursak, dan chauffeur berturut-turut dalam bahasa Indonesia menjadi pelopor, sirsak, dan sopir. Haugen (1972:477) menafsirkan integrasi sebagai kebiasaan memakai materi dari suatu bahasa ke dalam bahasa yang lain. Kebiasaan yang telah menjadi umum seperti itu terjadi karena unsur tersebut telah terserap dalam waktu yang cukup lama atau belum lama waktu terserapnya tetapi sangat diperlukan karena belum ada padanannya dalam bahasa yang bersangkutan. Proses penyesuaiannya biasanya tidak terjadi sekaligus. Sebelum unsur serapan itu benar-benar berintegrasi dalam bahasa penyerapnya, biasanya terjadi beberapa bentuk ganda sebagai akibat perbedaan tuturan perseorangan baik secara fonemik maupun secara morfemik. Penyerapan unsur asing dalam rangka pengembangan bahasa Indonesia bukan hanya melalui penyerapan kata asing itu yang disertai dengan penyesuaian lafal dan ejaan, tetapi banyak pula dilakukan dengan cara: (a) Penerjemahan langsung yaitu kosakata itu dicarikan padanannya dalam bahasa Indonesia. Contoh: airport menjadi bandar udara, paardekracht menjadi tenaga kuda, dan lain sebagainya. (b) Penerjemahan konsep yaitu kosakata asing itu diteliti baik-baik konsepnya lalu dicarikan kosakata bahasa Indonesia yang konsepnya dekat dengan kosakata asing tersebut. Contoh: begroting post menjadi mata anggaran, network menjadi jaringan, dan lain sebagainya. 7) Pergeseran Bahasa Pergeseran bahasa (language shift) menyangkut masalah penggunaan bahasa oleh seorang penutur atau sekelompok penutur yang bisa terjadi sebagai akibat perpindahan dari satu masyarakat tutur ke masyarakat tutur lain. Pendatang atau 132

kelompok pendatang ini untuk keperluan komunikasi mau tidak mau harus menyesuaikan diri dengan menanggalkan bahasanya sendiri, kemudian menggunakan bahasa masyarakat tutur setempat. Pergeseran bahasa biasanya terjadi di negara, atau daerah, atau wilayah yang memberi harapan untuk kehidupan sosial ekonomi yang lebih baik, sehingga mengundang imigran atau transmigran untuk mendatanginya. 3.2.2 Psikolinguistik Psikolinguistik merupakan gabungan disiplin psikologi dan linguistk, yakni dua bidang ilmu yang berbeda, yang masing-masing berdiri sendiri, dengan prosedur dan metode yang berlainan. Namun, keduanya sama-sama meneliti bahasa sebagai objek formalnya. Hanya objek materialnya yang berbeda. Objek psikologi adalah gejala jiwa dan objek linguistik adalah bahasa. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa objek psikolinguistik adalah bahasa juga, tetapi bahasa yang berproses dalam jiwa manusia yang tercermin dalam gejala jiwa. Dengan kata lain, bahasa yang dilihat dari aspekaspek psikologis. Psikolinguistik mencoba menguraikan proses-proses psikologi yang berlangsung jika seseorang mengucapkan kalimat-kalimat yang didengarnya pada waktu berkomunikasi dan kemampuan berbahasa itu diperoleh oleh manusia. Lebih lanjut Hartley (1982:16) menyatakan bahwa psikolinguistik membahas hubungan bahasa dengan otak dalam memproses dan menghasilkan ujaran-ujaran dalam pemerolehan bahasa. Orang yang sedang marah akan lain perwujudan bahasa yang digunakan dengan orang yang sedang bergembira. Titik berat psikolinguistik adalah bahasa, bukan gejala jiwa. Dengan mencoba menganalisis objek linguistik dan objek psikologi serta titik berat kajian psikolinguistik dapat ditarik simpulan bahwa ruang lingkup psikolinguistik mencoba memerikan bahasa dilihat dari aspek-aspek psikologi dan hal-hal yang dapat dipikirkan oleh manusia. Topik-topik penting yang akan dipaparkan pada kesempatan ini adalah: a) proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran, b) pemerolehan bahasa, dan c) gangguan berbahasa. B. Proses Bahasa dalam Komunikasi dan Pikiran Bahasa yang digunakan dalam proses komunikasi sebenarnya melalui suatu proses yang disebut proses bahasa. Proses bahasa itu dapat dibagi atas tiga bagian, yakni: 1) proses ketika masih berada di dalam jati diri seseorang, 2) berada di lingkungan, dan 3) berada di dalam jati diri pendengar.
proses pada pembicara proses pada lingkungan proses pada pendengar

Dalam kaitan dengan proses bahasa, Moulton (dalam Pateda, 1990:28) mengemukakan sebelas tahap yang dilalui oleh bunyi bahasa dari pembicara kepada pendengar. Tahapan tersebut adalah: (1) membuat kode semantis, (2) membuat kode gramatikal, (3) membuat kode fonologis, (4) perintah otak, (5) gerakan alat ucap, (6) bunyi berupa getaran, 133

(7) perubahan gerakan melalui telinga pendengar, (8) getaran diteruskan ke otak, (9) pemecahan kode fonologis, (10) pemecahan kode gramatikal, dan (11) pemecahan kode semantis. Dari sebelas tahap tersebut, hanya dua tahap yang dapat dihayati wujudnya, yakni tahap (5) dan tahap (6). Tahap-tahap lain berada di dalam jati diri pembicara atau pendengar. Dikaitkan dengan kajian psikolinguistik, maka proses (1)-(4) dan (7)(11) termasuk lingkupan kajian psikolinguistik. Proses yang terjadi berlangsung dengan cepat, otomatis, dan sempurna. Kata-kata yang memuat konsep pesan pembicara keluar dengan cepat seolah-olah tanpa dipikir lagi. Perhatikan orang yang sedang berpidato atau memberikan ceramah tanpa teks. Dalam hubungan seperti ini sangat diperlukan pengetahuan pembicara tentang: (a) sejumlah kosa-kata dengan makna dan penggunaannya, (b) kaidah bahasa yang digunakan, (c) situasi yang mempengaruhi, (d) keadaan pembicara, dan (e) saling mengerti antara pembicara dengan pendengar. B. Pemerolehan Bahasa Pemerolehan bahasa (language acquisition) adalah proses yang berlangsung di dalam otak seorang kanak-kanak ketika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya. Pemerolehan bahasa biasanya dibedakan dari pembelajaran bahasa (language learning). Pembelajaran bahasa berkaitan dengan proses-proses yang terjadi pada waktu seorang kanak-kanak mempelajari bahasa kedua, setelah dia memperoleh bahasa pertamanya. Berkaitan dengan pemerolehan bahasa dan pembelajaran bahasa akan diuraikan hal-hal sebagai berikut: 1) teori pemerolehan bahasa, 2) tahap-tahap pemerolehan bahasa (B1), dan 3) pembelajaran bahasa (B2). 1) Teori Pemerolehan Bahasa Terdapat tiga teori pemerolehan bahasa, yaitu: (a) teori behavioristik, (b) teori nativistik, dan (c) teori kognitif. Menurut pandangan kaum behavioristik (kaum empiris), tidak ada struktur linguistik yang dibawa anak sejak lahir. Anak yang lahir dianggap kosong dari bahasa, anak yang lahir tidak membawa kapasitas atau potensi bahasa. Pengetahuan dan keterampilan berbahasa diperoleh melalui pengalaman dan proses belajar. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Skinner bahwa anak-anak memperoleh bahasa melalui hubungan dengan lingkungan, dalam hal ini dengan cara meniru. Bagi kaum nativistis, proses pemerolehan bahasa bukan karena hasil proses belajar, tetapi karena sejak anak lahir ia telah memiliki sejumlah kapasitas atau potensi yang akan berkembang sesuai dengan proses kematangan intelektualnya. Chomsky, pelopor kaum nativistis beranggapan bahwa setiap anak yang lahir telah dibekali dengan perangkat pemerolehan bahasa atau language acquisition device (LAD). Teori kognitif yang dipelopori oleh Jean Piaget menekankan hasil kerja mental, hasil pekerjaan yang nonbehavioris. Proses-proses mental dibayangkan sebagai yang secara kualitatif berbeda dari tingkah laku yang dapat diobservasi. Titik awal teori kognitif adalah anggapan terhadap kapasitas kognitif anak dalam menemukan struktur di dalam bahasa yang ia dengar di sekelilingnya.Baik pemahaman dan produksi serta komprehensi bahasa pada anak dipandang sebagai hasil proses kognitif yang secara terus-menerus berkembang dan berubah. Jadi, stimulus merupakan masukan bagi anak yang kemudian berproses dalam otak. Pada otak ini terjadi mekanisme internal yang diatur oleh pengatur kognitif yang kemudian keluar sebagai hasil pengolahan kognitif tadi.

134

2) Tahap-tahap Pemerolehan Bahasa (B1) Ada sebagian ahli membagi tahap pemerolehan bahasa ke dalam tahap pralinguistik dan tahap linguistik. Tahap pralinguistik yakni berupa keluarnya bunyibunyi seperti tangisan dan rengekan yang dikendalikan oleh rangsangan yakni respon otomatis anak pada rangsangan lapar, sakit, keinginan untuk digendong, dan perasaan senang. Pada tahap linguistik terdiri dari: (a) Tahap pengocehan (babbling stage), kira-kira anak berumur enam bulan. Ia mulai meraban (mengoceh), ia mulai mengucapkan sejumlah besar bunyi ujar yang sebagian besar tidak bermakna dan sebagian kecil menyerupai kata atau penggalan kata yang bermakna hanya karena kebetulan saja. (b) Tahap satu kata, satu frasa (holophrastic stage), kira-kira anak berumur satu tahun. Anak mulai menggunakan serangkaian bunyi berulang-ulang untuk makna yang sama. Pada tahap ini satu kata yang diucapkan anak itu merupakan satu konsep yang lengkap. (c) Tahap dua kata, satu frasa, kira-kira umur dua tahun. Seorang anak mulai mengucapkan ujaran-ujaran yang terdiri dari dua kata. Dalam tahap ini anak menggunakan rangkaian dari ucapan satu kata dengan intonasi seakan-akan ada dua ucapan. (d) Tahap “menyerupai telegram”. Jika seorang anak sudah mampu menggunakan lebih dari dua kata maka jumlah kata yang dipakai dapat tiga, empat, bahkan lebih. 3) Pembelajaran Bahasa (B2) Terdapat dua cara dalam pembelajaran bahasa, yaitu: (a) Pembelajaran B2 yang terpimpin. Ini berarti pembelajaran B2 yang diajarkan kepada pelajar dengan meyajikan materi yang sudah direncanakan, yakni tanpa latihan yang terlalu ketat dan dengan penuh kesalahan dari pihak si pelajar. Ciriciri pembelajaran B2 ini adalah bahwa materi bergantung pada kriteria yang ditentukan oleh guru dan strategi-strategi yang dipakai oleh seorang guru juga sesuai dengan yang dianggap cocok bagi siswanya. (b) Pembelajaran B2 secara alamiah (spontan). Cara ini dapat kita perhatikan dalam komunikasi sehari-hari dan bebas dari pengajaran atau pimpinan guru. Pembelajaran seperti ini tidak ada keseragaman dalam caranya sebab individu belajar B2 dengan cara sendiri. C. Gangguan Berbahasa Gangguan berbahasa itu dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu: 1) gangguan berbicara, 2) gangguan berbahasa, dan 3) gangguan berpikir. 1) Gangguan Berbicara Gangguan berbicara ini dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu: (a) gangguan mekanisme berbicara, (b) gangguan akibat multifaktorial, dan (c) gangguan psikogenik. Gangguan mekanisme berbicara adalah suatu proses produksi ucapan oleh kegiatan terpadu dari pita suara, lidah, otot-otot yang membentuk rongga mulut serta kerongkongan, dan paru-paru. Maka gangguan berbicara berdasarkan mekanismenya dapat dirinci menjadi gangguan berbicara akibat kelainan: (1) pada paru-paru (pulmonal), (2) pada pita suara (laringal), (3) pada lidah (lingual), dan (4) pada rongga mulut dan kerongkongan (resonantal). Gangguan akibat multifaktorial bisa menyebabkan terjadinya gangguan berbicara. Gangguan bicara yang bisa terjadi antara lain: (1) berbicara serampangan adalah berbicara dengan cepat sekali, dengan artikulasi yang rusak, ditambah dengan “menelan” sejumlah suku kata, sehingga yang diucapkan sukar dipahami; (2) berbicara propulsif, biasanya terdapat pada para penderita penyakit parkinson (kerusakan pada 135

2. tetapi merupakan ungkapan gangguan di bidang mental. Keterasingannya bisa disebabkan karena diperlakukan dengan sengaja (sebagai eksperimen) bisa juga karena hidup bukan dalam alam lingkungan manusia. 3. namun ekspresi verbal tidak bisa sama sekali. 2) Gangguan Berbahasa Untuk dapat berbahasa diperlukan kemampuan mengeluarkan kata-kata. dan lemah). terasingnya seorang anak manusia yang aspek biologis bahasanya normal dari lingkungan manusia. Gangguan berbicara psikogenik ini sebenarnya tidak bisa disebut sebagai suatu gangguan berbicara.3 Pragmatik Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal. tetapi banyak berdialog dengan diri sendiri. Namun mereka masih memiliki curah verbal meskipun hal itu tidak dipahami oleh dirinya sendiri maupun orang lain. dan ekspresi visual pun berjalan normal. (c) depresif. dapat kita temukan pula gangguan berbahasa akibat lingkungan sosial. tu. Kerusakan pada daerah tersebut dan sekitarnya menyebabkan terjadinya gangguan bahasa yang disebut afasia. perubahan perilaku. (a) pikun. 136 . tetapi masih mungkin menggunakan perkataan substitusinya. (3) berbicara gagap. hubungan langsung antara pengertian dan ekspresi bahasa terganggu. (c) Afasia motorik transkortikal terjadi karena terganggunya hubungan antara daerah Broca dan Wernicke. Mungkin lebih tepat disebut sebagai variasi cara berbicara yang normal. Contoh: kata pensil disebut dengan tu. tidak mampu menikmati kehidupan. Ini berarti. curah verbal dicoraki oleh topik yang menyedihkan. yaitu afasia motorik dan afasia sensorik. tu. daerah Broca dan Wernicke harus berfungsi baik. menyalahi dan mengutuk diri sendiri. Terdapat tiga macam afasia motorik. sedang ekspresivisual (bahasa tulis dan bahasa isyarat) masih bisa dilakukan. yaitu: (a) Afasia motorik kortikal. masih dapat mengutarakan perkataan yang singkat dan tepat. Penderita afasia motorik kortikal masih bisa mengerti bahasa lisan dan bahasa tulis. Selain tiga macam gangguan berbahasa yang telah disebut di atas. (b) Afasia motorik subkortikal. (2) berbicara kemayu. (1) berbicara manja. kehilangan gairah hidup. yakni tentang satuan kebahasaan itu digunakan di dalam komunikasi. Penderita afasia sensorik ini kehilangan pengertian bahasa lisan maupun bahasa tulis. dan cenderung mengakhirinya. 3) Gangguan Berpikir Gangguan pikiran dapat berupa hal-hal berikut. penderita gangguan mutisme bukan hanya tidak dapat berkomunikasi secara verbal. dan kemunduran dalam segala macam fungsi intelektual. Artinya. untuk menulis. Gangguan bicara psikogenik ini antara lain. dan (4) berbicara latah. Penyebab terjadinya afasia sensorik adalah akibat adanya kerusakan pada lesikortikal di daerah Wernicke pada hemisferium yang dominan. melainkan dipelihara oleh binatang serigala atau binatang lain. tetapi juga tidak dapat berkomunikasi secara visual maupun isyarat. dan (3) berbicara mutis. kaku. Terdapat dua jenis afasia. seperti: perubahan kepribadian. Pengetian bahasa verbal dan visual tidak terganggu. yaitu tidak dapat mengeluarkan isi pikiran dengan menggunakan perkataan. tetapi masih bisa mengeluarkan perkataan dengan cara membeo.otak yang menyebabkan otot menjadi gemetar. Ini berarti. berbicara terus-menerus. (b) sisofrenik. yaitu hilangnya kemampuan untuk mengutarakan isi pikiran dengan menggunakan perkataan.

adegan. mitra tutur. peristiwa. yaitu: (a) bagian ekspresi yang dapat mendukung kejelasan maksud yang disebut koteks dan (b) situasi yang berhubungan dengan suatu kejadian yang lazim disebut konteks saja. ekspresi yang mendukung kejelasan suatu maksud tuturan itu dapat mendahuluinya dapat pula menyertainya.1999:20). waktu. Pembicaraan dalam bagian pragmatik ini akan dibatasi seputar: a) konteks dan situasi tutur. tindak tutur sebagai bentuk tindakan atau aktivitas. topik. Tuturan merupakan akibat. latar belakang sosial ekonomi. 137 . tingkat keakraban. 1999:26). (b) Konteks tuturan Di dalam pragmatik. 2) Situasi Tutur Situasi tutur adalah situasi yang melahirkan tuturan (Rustono. kode. dan tuturan sebagai produk tindak verbal. 1999:22) mengemukakan bahwa ciri-ciri konteks mencakup delapan hal. konteks tuturan. Di dalam pragmatik berbicara merupakan aktivitas yang berorientasi pada tujuan. tujuan tuturan. saluran atau media. pembicara. Misal: maksud ekspresi. Atau sebaliknya. tuturan yang dihasilkan merupakan bentuk dari tindak verbal. selamat jalan” yang terpasang di ujung gang jelas karena didukung oleh ekspresi sebelumnya “Jalan pelan-pelan. b) tindak tutur dan jenis-jenisnya. “Terima kasih. banyak anak kecil” yang dipasang di mulut gang. Makna yang dikaji dalam pragmatik bersifat triadis. yaitu: penutur dan mitra tutur. seperti yang dikemukakan dalam kriteria keempat merupakan bentuk dari tindak tutur. dan sarana. (d) Tindak tutur Pragmatik berhubungan dengan tindak verbal yang terjadi dalam situasi tertentu. (a) Penutur dan mitra tutur Konsep penutur dan mitra tutur ini juga mencakup penulis dan pembaca jika tuturan yang bersangkutan dikomunikasikan dengan media tulisan. serta waktu dan tempat pengutaraannya. Konteks dan Situasi Tutur 1) Konteks Konteks adalah sesuatu yang menjadi sarana untuk memperjelas suatu maksud (Rustono. (c) Tujuan tuturan Bentuk-bentuk tuturan yang diutarakan oleh penutur dilatarbelakangi oleh maksud dan tujuan tertentu. (1998:421) koteks terdiri atas unsur-unsur seperti: situasi. dan peristiwa (kejadian). kode. Aspek-aspek yang berkaitan dengan penutur dan mitra tutur adalah umur. dan lain-lain. Tuturan sebagai entitas yang konkret jelas penutur dan mitra tuturnya. Terdapat dua sarana. berbagai maksud dapat diutarakan dengan tuturan yang sama. Hymes (dalam Rustono. amanat atau pesan. (e) Tuturan Tuturan yang digunakan di dalam rangka pragmatik. Dalam hubungan ini bentuk-bentuk tuturan yang bermacam-macam dapat digunakan untuk menyatakan maksud yang sama. pendengar. konteks pada hakikatnya adalah semua latar belakang pengetahuan yang dipahami bersama oleh penutur dan mitra tutur. sedangkan situasi tutur merupakan sebab. yaitu: penutur. topik tuturan. bentuk amanat. Menurut Alwi et al. Dalam hubungan ini pragmatik menangani bahasa dalam tingkatannya yang lebih konkret dibanding dengan tatabahasa.Pragmatik bisa dikatakan mempelajari makna secara eksternal atau makna yang terikat konteks. Di dalam koteks. Di dalam komunikasi tidak ada tuturan tanpa situasi tutur. A. waktu dan tempat bertutur. jenis kelamin. Menurut Leech (1983:13-15) situasi tutur mencakup lima komponen. dan c) prinsip percakapan. Oleh karenanya. tempat.

dan deklarasi. dan tidak harfiah. Tuturan performatif adalah tuturan yang pengutaraannya digunakan untuk melakukan sesuatu. dan vernakuler dan seremonial. dan (c) tindak perlokusi. Tindak ilokusi disebut the act of doing something. ilokusi. Searle (1969:23-24) mengemukan tiga jenis tindakan yang bisa diwujudkan seorang penutur. yaitu: (a) tindak lokusi. Tindak tutur ini sering disebut the act of affecting someone. 2) Lokusi. Ilokusi. tanpa dimaksudkan untuk meminta kipas angin dijalankan atau jendela dibuka merupakan tuturan lokusi. Tuturan performatif tidak dapat dikatakan bahwa tuturan itu salah atau benar. Bila diamati konsep lokusi adalah konsep yang berkaitan dengan proposisi kalimat. Tuturan yang mengandung maksud dan fungsi atau daya tuturan adalah tindak tutur ilokusi. Sebuah tuturan yang diutarakan oleh seseorang seringkali mempunyai daya pengaruh atau efek bagi yang mendengarnya. yaitu konstatif dan performatif. dan Deklarasi Tindak tutur yang terhitung jumlahnya dapat diklasifikasikan menjadi lima jenis. 4) langsung. Tindak lokusi adalah tindak tutur untuk menyatakan sesuatu. tidak langsung. Tindak tutur lokusi paling mudah untuk diidentifikasi karena pengidentifikasiannya cenderung dapat dilakukan tanpa menyertakan konteks tuturan atau tanpa mengaitkan maksud tertentu. 2) lokusi. lawan dingin. Tuturan konstatif adalah tuturan yang menyatakan sesuatu yang kebenarannya dapat diuji benar atau salah dengan menggunakan pengetahuan tentang dunia. Tindak tutur yang pengutaraannya dimaksudkan untuk mempengaruhi mitra tutur disebut dengan tindak perlokusi. Efek atau daya pengaruh ini dapat secara sengaja atau tidak disengaja dikreasikan oleh penuturnya. Sebagai contoh. (b) direktif atau impositif. Jenis-jenis tindak tutur antara lain: 1) konstatif dan performatif. 3) Representatif. Tuturan “Sayur ini enak meskipun kurang asin” yang dimaksudkan untuk meminta diambilkan garam merupakan tuturan ilokusi. Ekspresif. komisif. Kesahihan tuturan performatif bergantung kepada pemenuhan persyaratan kesahihan. tuturan “Ada hantu” mempunyai daya pengaruh untuk menakut-nakuti. 138 . direktif. Tindak tutur ini disebut sebagai the act of saying something. c) Prosedur itu harus dilaksanakan oleh para peserta secara benar. Tuturan “Udara panas” yang mengacu kepada makna udara atau hawa panas.B. dan (e) deklarasi atau isbati. (b) tindak perlokusi. Direktif. (d) komisif. Terhadap tuturan performatif dapat dinyatakan sahih atau tidak. Tuturan “Semarang ibukota Jawa Tengah” merupakan tuturan konstatif karena kebenaran tuturan itu. yaitu: (a) representatif atau asertif. Tuturan “Saya mohon maaf atas keterlambatan saya ini” merupakan contoh tuturan performatif. dan perlokusi. b) Orang-orang dan peristiwa tertentu di dalam kasus tertentu harus berkelayakan atau yang patut melaksanakan prosedur itu. (c) ekspresif atau evaluatif. d) Prosedur itu harus dilaksanakan oleh para peserta secara lengkap. ekspresif. 1999:32). Komisif. harfiah. 1) Konstatif dan Performatif Tuturan yang bermodus deklaratif dibedakan menjadi dua. 3) representatif. Tindak Tutur dan Jenis-jenisnya Tindak tutur adalah kegiatan melakukan tindakan mengujarkan tuturan (Rustono. dan Perlokusi Berkenaan dengan tuturan. Empat syarat kesahihan itu adalah: a) Harus ada prosedur konvensional yang mempunyai efek konvensional dan prosedur itu harus mencakupi pengujaran kata-kata tertentu oleh orang-orang tertentu pada peristiwa tertentu.

menggolongkan. memerintah. mengucapkan selamat. mengabulkan. Tindak tutur ekspresif adalah tindak tutur yang diujarkan penutur dimaksudkan sebagai evaluasi tentang hal yang disebutkan di dalam tuturan itu. Tuturan “Sudah bekerja keras. menagih. tetapi gaji tetap tidak mencukupi kebutuhan hidup” termasuk tuturan mengeluh. kesaksian. mengajak. tindak tutur yang terbentuk adalah tindak tutur langsung. yaitu tindak tutur langsung dan tindak tuturtidak langsung.Tindak tutur representatif adalah tindak tutur yang mengikat penuturnya akan kebenaran atas sesuatu yang diujarkan. Yang termasuk jenis tindak tutur ini adalah tuturan-tuturan memuji. jika dituturkan oleh seorang ibu kepada anaknya. dan “Lebih baik Anda pulang sekarang” adalah tuturan direktif. mengancam. bersumpah. menyalahkan. Contohnya: “Saya berjanji akan mengasuh anak ini dengan ikhlas dan baik”. yang diujarkan seorang kakak kepada adiknya yang sedang makan dan di atas meja tersedia hati ayam digoreng merupakan tindak harfiah. Tindak tutur deklarasi adalah tindak tutur yang dimaksudkan penuturnya untuk menciptakan hal (status. Tuturan “Pemuda itu tinggi hati” yang diujarkan penutur untuk 139 . Tuturan “Ambilkan sendok di meja itu!”. dan berkaul. dan menantang. Dik!”. mengeluh. melaporkan. aku tidak akan berteman lagi denganmu”. Tuturan-tuturan dengan maksud mengesahkan. dan memaafkan termasuk jenis tindak tutur deklarasi. Bila hal itu terjadi. meminta. melarang. dan menyanjung. menyatakan kesanggupan. untuk berbicara secara sopan. mengkritik. Tindak tutur harfiah adalah tindak tutur yang maksudnya sama dengan makna kata-kata yang menyusunnya. kita dapat membedakan dua jenis tindak tutur. Tuturan imperatif “Makan hati!”. Dengan demikian. “Mana barang yang kau janjikan kemarin?”. dan sebagainya. memberikan. dan sebagainya. Tindak tutur komisif adalah tindak tutur yang mengikat penuturnya untuk melaksanakan sesuatu yang disebutkan di dalam tuturannya. memutuskan. menunjukkan. membatalkan. menyuruh. Yang termasuk ke dalam jenis tindak tutur ini adalah tuturan-tuturan menyatakan. “Di kota inilah dia dilahirkan”. mengucapkan terima kasih. Selain itu. menuntut. mengampuni. tindak tutur dapat dibedakan menjadi tindak tutur harfiah dan tindak tutur tidak harfiah. Hal itu terjadi karena maksud yang diekspresikan dengan tuturan deklaratif itu bermaksud memerintah. perintah dapat diutarakan dengan kalimat berita atau kalimat tanya agar orang yang diperintah tidak merasa diperintah. Contoh tuturan jenis ini antara lain: ”Jangan naik ke meja itu. Tuturan seperti “Obat ayahmu sudah habis”. mengakui. memberi aba-aba. dan sebagainya) yang baru. Tuturan yang termasuk jenis tindak tutur komisif adalah berjanji. kami akan menunaikan ibadah haji. menyebutkan. dan berspekulasi. tuturan interogatif untuk bertanya. dan Tidak Harfiah Sebuah tuturan yang bermodus deklaratif difungsikan secara konvensional untuk mengatakan sesuatu. Tindak tutur direktif adalah tindak tutur yang dilakukan oleh penutur dengan maksud agar mitra tutur melakukan tindakan yang disebutkan di dalam tuturan itu. dan tuturan imperatif untuk menyuruh atau mengajak atau memohon. “Jika kau tidak datang ke pesta pernikahanku. Nak” termasuk tuturan memuji. dan “Jika ada rezeki. sedangkan tindak tutur tidak harfiah adalah tindak tutur yang maksudnya tidak sama dengan makna kata-kata yang menyusunnya. keadaan. “Silakan jika ingin mengambil bunga itu”. Tidak Langsung. mendesak. memohon. mengangkat. dan “Sebentar lagi kita berangkat ke Parangtritis” termasuk tuturan reprentatif. Tuturan-tuturan yang termasuk jenis tindak tutur direktif adalah: memaksa. Tuturan “Kegiatanmu hari ini sangat bermanfaat. menyarankan. terbentuklah tindak tutur tidak langsung. tuturan itu dapat merupakan pengungkapan secara tidak langsung. 4) Langsung. Bapak maafkan kesalahanmu”. Di samping itu. mengizinkan. Harfiah. Tuturan “Mahasiswa yang membayar angsuran kedua sudah 90%”.

Sebagai contoh dapat diperhatikan wacana berikut ini. Maksim relevansi mengharuskan setiap peserta tutur memberi kontribusi yang relevan dengan masalah pembicaraan. Dengan maksim ini seorang penutur juga diharuskan menafsirkan kata-kata yang digunakan mitra tuturnya secara taksa berdasarkan konteks-konteks pemakaiannya. Prinsip Percakapan Yang akan diuraikan dalam prinsip percakapan dala prinsip percakapan antara lain: 1) prinsip kerjasama dan 2) prinsip kesopanan 1) Prinsip Kerjasama Terdapat prinsip kerjasama yang harus dilakukan penutur dan mitra tutur agar proses komunikasi iu berjalan lancar. tidak taksa. Tuturan “Peringatan Pertempuran Lima Hari diselenggarakan di pelataran Tugu Muda”. C. Grice (1957:45-47) mengemukakan bahwa dalam rangka melaksanakan prinsip kerja sama. 5) Vernakuler dan Seremonial Berdasar sudut pandang kelayakan pelakunya. 140 . dan tidak berlebih-lebihan. Dik? Hazza : Tukang koran baru saja lewat Kak. tetapi jika dicermati. ya!” cara tersebut sering dilakukan oleh orang tua kalau anaknya meminta barang-barang mainan yang mahal jika berbelanja di toko. sedangkan tindak tutur seremonial adalah tindak tutur yang dilakukan oleh orang yang berkelayakan untuk hal yang dituturkannya. Tuturan cukup memadai tentang pelaksanaan peringatan itu. Contoh tuturan vernakuler misalnya: “Terima kasih kepercayaan yang sudah diberikan kepada anak saya”. tetapi memungkinkan pula pada apa yang diimplikasikan ujaran itu. yakni: a) maksim kuantitas. terdapat dua jenis tindak tutur. Tindak menikahkan orang “Dengan ini.mengungkapkan pemuda yang tidak mudah bergaul merupakan tindak tutur tidak harfiah. Maksim kuantitas menghendaki setiap peserta tutur memberikan kontribusi yang secukupnya atau sebanyak yang dibutuhkan oleh mitra tuturnya. A : Siapa namamu? B : Tania. hubungan implikasionalnya dapat diterangkan. A : Rumahmu di mana? B : Semarang. yaitu vernakuler dan seremonial. tidak kabur. b) maksim kualitas. Contoh di atas mengisyaratkan bahwa kontribusi peserta tindak tutur relevansinya tidak selalu terletak pada makna ujarannya. Untuk jelasnya perhatikan wacana berikut ini. Dengan memperhatikan tukang koran mengantar surat kabar kepada mereka. Hafidz : Pukul berapa sekarang. serta runtut. Jawaban Hazza pada contoh di atas sepintas tidak berhubungan. putri bapak Sudiro” sebagai contoh tindak tutur seremonial. Hafidz dapat membuat inferensi pukul berapa ketika itu. tepatnya di Tembalang. Sebagai contoh adalah tuturan “Nanti kalau masuk Java Super Mall jangan lewat di tempat b-o-n-e-k-a. dan d) maksim pelaksanaan. Kontribusi peserta percakapan hendaknya didasarkan pada bukti-bukti yang memadai. B memberikan kontribusi yang secara kuantitas memadai atau mencukupi pada setiap tahapan komunikasi. Maksim pelaksanaan mengharuskan setiap peserta tutur bicara secara langsung. Maksim kualitas mewajibkan setiap peserta percakapan mengatakan hal yang sebenarnya. Tindak tutur vernakuler adalah tindak tutur yang dapat dilakukan oleh setiap anggota masyarakat tutur. setiap penutur harus mematuhi empat maksim. Saudara saya nikahkan dengan Saudari Jenaka Amalia. c) maksim relevansi.

Untuk jelasnya dapat diperhatikan wacana berikut. Maksim penerimaan diutarakan dengan kalimat komisif dan impositif. (b) maksim kemurahhatian. Aqil : Tidak. dan (f) maksim kesimpatian. Maksim kemurahhatian menuntut setiap peserta tutur untuk memaksimalkan rasa hormat kepada orang lain dan meminimalkan rasa tidak hormat kepada orang lain. Alif : Permainanmu sangat bagus. Maksim kebijaksanaan diungkapkan dengan tuturan impositif dan komisif. Sebagai contoh dapat diperhatikan tuturan berikut. (8) Saya akan datang ke rumahmu untuk makan siang. sudilah kiranya datang ke rumah saya! (sopan) Dapat dikatakan. tetapi dalam mengungkapkan perasaan dan menyatakan pendapat ia tetap diwajibkan demikian. Tuturan yang diutarakan secara tidak langsung lazimnya lebih sopan dibandingkan dengan tuturan yang diutarakan secara langsung. Maksim kerendahhatian menuntut setiap peserta tutur untuk memaksimalkan ketidakhormatan pada diri sendiri dan meminimalkan rasa hormat pada diri sendiri. Tuturan (6) dan (8) di bawah ini dipandang kurang sopan jika dibandingkan dengan (7) dan (9) berikut. 141 . biasa-biasa saja. Prinsip kesopanan memiliki sejumlah maksim. Memet : Drama itu bagus. Maksim kerendahhatian juga diungkapkan dengan kalimat ekspresif dan asertif. Perhatikan contoh berikut. Maksim kecocokan menggariskan setiap penutur dan mitra tutur untuk memaksimalkan kecocokan di antara mereka dan meminimalkan ketidakcocokan di antara mereka. Rahma : Betapa pandainya dirimu. Maksim ini menggariskan setiap peserta tutur untuk meminimalkan kerugian orang lain. atau memaksimalkan keuntungan bagi orang lain. (7) Saya akan meminjami uang kepada Anda. tetapi blocking pemainnya masih banyak kekurangan. Maksim kecocokan juga diungkapkan dengan kalimat ekspresif dan asertif. (e) maksim kecocokan. (c) maksim penerimaan. (6) Anda harus meminjami saya uang. Maksim ini mewajibkan setiap peserta tutur untuk memaksimalkan kerugian bagi diri sendiri dan meminimalkan keuntungan diri sendiri. Maksim kerendahan hati berpusat pada diri sendiri. Dengan penggunaan kalimat ekspresif dan asertif ini jelaslah bahwa tidak hanya dalam meyuruh dan menawarkan sesuatu seseorang harus berlaku sopan. semakin panjang tuturan seorang. (1) Datang ke rumah saya! (tidak sopan) (2) Datanglah ke rumah saya! (3) Silakan datang ke rumah saya! (4) Sudilah kiranya datang ke rumah saya! (5) Kalau tidak keberatan. (9) Saya akan mengundangmu ke rumah untuk makan malam. Perhatikan contoh berikut ini. Maksim kesimpatian ini mengharuskan setiap peserta tutur untuk memaksimalkan rasa simpati dan meminimalkan rasa antipati kepada mitra tutur. Itu hanya kebetulan. Dapat dicermati contoh berikut ini. Maksim kemurahhatian diutarakan dengan kalimat ekspresif dan kalimat asertif. yaitu: (a) maksim kebijaksanaan. saya kira biasa-biasa saja. Rahmi : Ah tidak. (d) maksim kerendahhatian. Maksim kesimpatian juga diungkapkan dengan kalimat ekspresif dan asertif. ya? Mamat : Ya. Alif bersikap sopan karena berusaha memaksimalkan keuntungan mitra tuturnya dan Aqil juga berusaha meminimalkan penghargaan kepada diri sendiri.2) Prinsip Kesopanan Sebagai retorika interpersonal pragmatik membutuhkan prinsip kesopanan. semakin besar pula keinginan orang itu untuk bersikap sopan kepada mitra tuturnya.

antara lain: segi penutur. Psikolinguistik merupakan gabungan disiplin psikologi dan linguistk. tujuan tuturan.6 Perhatikan berbagai tindak tutur yang terjadi di sekelilingmu! 3.5.4 Amatilah pemerolehan bahasa pertama dan pembelajaran bahasa yang terjadi di sekitarmu! 3. Situasi tutur meliputi: penutur dan mitra tutur. antara lain: kedwibahasaan.1 Apakah yang bisa dipelajari dalam studi sosiolinguistik? 3. direktif. tidak langsung. 3. dan tuturan sebagai produk tindak verbal. Oh. Jenis-jenis tindak tutur antara lain: (i) konstatif dan performatif.2 Jelaskan permasalahan yang dapat diuraikan dalam studi psikolinguistik! 3. Dengan kata lain. komisif.Kartika : Bibiku sudah satu minggu ini dipanggil Allah. Yang diuraikan dalam prinsip percakapan dalam prinsip percakapan adalah prinsip kerjasama dan prinsip kesopanan 3. dan tidak harfiah. diglosia. yang dapat ditinjau dari bermacam-macam segi.5 Amatilah gangguan berbahasa yang terjadi di sekitarmu! 3. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa objek psikolinguistik adalah bahasa juga.7 Perhatikan prinsip percakapan yang terjadi di sekelilingmu! 3. Makna yang dikaji dalam pragmatik bersifat triadis. dan deklarasi. Aku baru dengar sekarang. Pembahasan di bidang sosiolinguistik ini difokuskan pada dua hal. ilokusi. konteks tuturan. aku turut berduka cita. (ii) lokusi. ekspresif.3.1 Cermatilah pemakaian variasi bahasa yang terdapat di sekitarmu! 3. pemerolehan bahasa. Objek psikologi adalah gejala jiwa dan objek linguistik adalah bahasa.3 Studi pragmatik mengurai permasalahan apa saja! 142 . b) Peristiwa kontak bahasa. yaitu: bagian ekspresi yang dapat mendukung kejelasan maksud yang disebut koteks dan situasi yang berhubungan dengan suatu kejadian yang lazim disebut konteks saja. dan gangguan berbahasa. Kartini . ya.5. Pragmatik bisa dikatakan mempelajari makna secara eksternal atau makna yang terikat konteks. bahasa yang dilihat dari aspek-aspek psikologis.3 Latihan-latihan 3. integrasi.3. dan pergeseran bahasa. (iv) langsung. Topik-topik penting yang dipaparkan di bagian psikolinguistik adalah proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran.3. Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal. segi pemakaian.3.4 Rangkuman Sosiolinguistik sebagai bidang ilmu antardisiplin (disiplin sosiologi dan disiplin linguistik) yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan pemakaian bahasa di dalam masyarakat.5 Evaluasi 3.5.3. tetapi bahasa yang berproses dalam jiwa manusia yang tercermin dalam gejala jiwa. harfiah. (iii) representatif. Konteks meliputi dua sarana.3 Amatilah proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran yang terjadi di sekitarmu! 3. yaitu: a) Variasi bahasa. alih kode. dan perlokusi. tindak tutur sebagai bentuk tindakan atau aktivitas. dan segi sarana.2 Cermatilah peristiwa kontak bahasa yang terdapat di sekitarmu! 3. segi keformalan. dan vernakuler dan c) Prinsip percakapan. b) Tindak tutur dan jenis-jenisnya.3. yakni tentang satuan kebahasaan itu digunakan di dalam komunikasi. campur kode. interferensi.3. Pembicaraan dalam bagian pragmatik ini dibatasi seputar: a) Konteks dan situasi tutur.

N. Psikolinguistik: Suatu Pengantar. antara lain: segi penutur. konteks tuturan. segi keformalan. dan pergeseran bahasa. Yang diuraikan dalam prinsip percakapan dalam prinsip percakapan adalah prinsip kerjasama dan prinsip kesopanan DAFTAR PUSTAKA Chaer. G. 3. Situasi tutur meliputi: penutur dan mitra tutur. Nababan. Linguistik Umum. b) Tindak tutur dan jenis-jenisnya.P. California: Stanford University Press. 1984. (iii) representatif. 1982. Jakarta: Rineka Cipta.A. Objek psikologi adalah gejala jiwa dan objek linguistik adalah bahasa. harfiah. 2003. alih kode. (ii) lokusi. Haugen. tidak langsung. yakni tentang satuan kebahasaan itu digunakan di dalam komunikasi. dan tuturan sebagai produk tindak verbal. Anthony F.6. Jenis-jenis tindak tutur antara lain: (i) konstatif dan performatif. 1975. tindak tutur sebagai bentuk tindakan atau aktivitas. 1995. Jakarta: PT. Leech. Sosiolinguistics. dan vernakuler dan c) Prinsip percakapan. 143 . Chaer. tetapi bahasa yang berproses dalam jiwa manusia yang tercermin dalam gejala jiwa. 1983. dan deklarasi. dan gangguan berbahasa. interferensi. Gramedia Pustaka Utama. Kentjono. Chaer. J. Abdul. Abdul. Dengan kata lain. dan segi sarana. Essays by Einar Haugen. Hartley. Jakarta: Fakultas Sastra UI Press.3 Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal. yaitu: bagian ekspresi yang dapat mendukung kejelasan maksud yang disebut koteks dan situasi yang berhubungan dengan suatu kejadian yang lazim disebut konteks saja. Nation” dalam The Ecology of Language. (iv) langsung. antara lain: kedwibahasaan. tujuan tuturan.3. London: The Macmillan Press. pemerolehan bahasa. Konteks meliputi dua sarana. segi pemakaian. Jakarta: PT. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa objek psikolinguistik adalah bahasa juga. diglosia. ilokusi. b) Peristiwa kontak bahasa. Linguistics for Language Learners. Rineka Cipta. E. integrasi. Djoko. A Brief Introduction. Pembahasan di bidang sosiolinguistik ini difokuskan pada dua hal. campur kode. dan tidak harfiah. Sri Utari Subyakto. “Dialect. 1994. New York: Longman. yang dapat ditinjau dari bermacam-macam segi. 1975. Language. ekspresif.6 Kunci jawaban 3.6.2 Psikolinguistik merupakan gabungan disiplin psikologi dan linguistk. yaitu: a) Variasi bahasa. Principles of Pragmatics. bahasa yang dilihat dari aspek-aspek psikologis. Jakarta: PT. Psikolinguistik: Kajian Teoretik. komisif. New York: Academic Press. Logic and Conversation. Dasar-dasar Linguistik Umum.6. 1992. Abdul & Leonie Agustina.1 Sosiolinguistik sebagai bidang ilmu antardisiplin (disiplin sosiologi dan disiplin linguistik) mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan pemakaian bahasa di dalam masyarakat. Speech Act. dan perlokusi. Fishman. Rineka Cipta. Pembicaraan dalam bagian pragmatik ini dibatasi seputar: a) Konteks dan situasi tutur. Rowley Massachusetts: Newbury House Publisher. direktif. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Topik-topik penting yang dipaparkan di bagian psikolinguistik adalah proses bahasa dalam komunikasi dan pikiran. 3. H. Syntax and Semantics. Grice.

IKIP Semarang Press. Wolff. I. 1996. “Analisa Variasi Bahasa” dalam Penataran Dialektologi. 1974. Wijana. Rustono. Mouton: The Hague Paris. 1983. Pateda. Mansur. Suwito. 144 . Pokok-pokok Pragmatik. Sosiolinguistik. Surakarta: Fakultas Sastra UNS Press. “Bilingualism” dalam Current Trends in Linguistics. “Bilingualisme dan Diglosia”. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2004. 1990. Flores: Nusa Indah. Dewa Putu. J. Semarang: CV. 1972. Yogyakarta: Sabda.Oksaar. E. Dasar-dasar Pragmatik. Yogyakarta: Andi Offset. 1976. Sumarsono & Paina Partana. Sosiolinguistik: Teori dan Problema. Poedjosoedarmo. 1999. S. Surakarta: FKSS-IKIP Surakarta. Aspek-aspek Psikolinguistik. Bahan Ceramah dan Diskusi.

Dalam bahasa Jerman terdapat istilah schrifftum dan dichtung. PROSA. memberi petunjuk. berdasarkan kutipan puisi yang disajikan 3. Pendapat lain menyatakan bahwa sastra adalah karya dengan medium bahasa dan mengandung unsur keindahan. Menjelaskan penyusunan puisi dengan meilih dan makna kata yang tepat. karya sastra justru sebaliknya. Kesemuanya berasal dari bahasa Latin. Jika karya ilmiah bersifat monointerpretasi. Sastra berarti alat untuk mengajar.berdasarkan kutipan puisi yang disajikan 4. berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan 6. Menjelaskan tema puisi dengan tepat. Menjelaskan penentuan makna puisi dengan tepat. Menjelaskan pesan puisi dengan tepat. literatur (Jerman). dan ekspresi 2. 1984: 22-23). Menurut Teeuw dalam kebudayaan Barat terdapat literatur (Inggris). mengajar. Jika pilihan kata di dalam karya ilmiah bermakna denotasi. Leterkunde berarti sastra (Teeuw. litteratura. karya sastra dimungkinkan untuk dimaknai secara jamak dan beragam. Schrifftum berarti segala suatu yang tertulis. DAN DRAMA Setelah proses pelatihan materi “Prosa. Puisi. Menjelaskan penyusunan kembali puisi dengan isi yang tepat berdasarkan kutipan puisi yang larik-lariknya diacak 10. Menjelaskan penyusunan puisi dengan mempertimbangkan rima berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan 5. Karya sastra dapat dilawankan dengan karya ilmiah. Artinya. Litteratura dan grammatika berdasarkan kata littera dan gramma yang berarti huruf atau tulisan.BAB IV PUISI. di dalam karya sastra justru dipilih kata-kata yang bermakna konotasi Genre atau kategori sastra dapat dibedakan menjadi: 1) Puisi 2) Prosa 145 . Menjelaskan pantun dengan rima yang tepat dengan pantun yang dirumpangkan A. berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan 8. Dalam bahasa Belanda terdapat istilah letterkunde (dari litteratura) dan literatuur. Menjelaskan penyusunan puisi dengan mempertimbangkan majas yang tepat. Menjelaskan penyusunan rima dan isi puisi yang tepat berdasarkan kutipan puisi yang dirumpangkan 11. Menjelaskan pantun dengan tepat berdasarkan isi atau sampiran pantun yang disajikan 12. berdasarkan kutipan puisi yang disajikan 7. bersifat poliinterpretasi. Dichtung berarti tulisan yang bersifat rekaan dan memiliki nilai estetik. Literatuur mencakup kepustakaan atau acuan buku ilmiah. intonasi. Hakikat karya sastra Sastra berasal dari bahasa Sansekerta: sas yang berarti mengarah-kan. serta akhiran tra yang bermakna menunjukkan alat atau sarana. Litteratura merupakan terjemahan dari grammatika (Yunani). Menjelaskan cara membaca puisi dengan memperhatikan lafaL. berdasarkan kutip[an puisi yang disajikan 9. dan drama” ini diharapkan para peserta dapat: 1. Menjelaskan pencitraan dengan tepat. litterature (Perancis).

Geoffrey (dalam Waluyo.. terutama persamaan bunyi di akhir baris. bukan berarti puisi tidak kaya makna.... dipersingkat. Berikut disampaikan hal-hal yang berkaitan dengan puisi. yaitu pemilihan kata-kata. Meskipun singkat dan padat.... huruf kecil. Puisi 1. mentang-mentang pakai celana serdadu. Hakikat puisi Puisi merupakan karya sastra dengan menggunakan bahasa yang dipadatkan.... yaitu kata-kata yang mengungkapkan pengalaman indrawi.. Pecintraan dapat dibagi menjadi tiga. Huruf kapital.. 2. Diksi.. Dengan pilihan kata atau yang biasa disebut diksi puisi justru menyampaikan sesuatu dengan lebih bertenaga.... tampilan. penggunaan dialek.. penggunaan register (ragam bahasa tertentu oleh kelompok/profesi tertentu). perwajahan yang terdapat dalam puisi tulis.. dan urutan kata. Karena puisi adalah karya sastra dengan sedikit. yaitu penyimpangan leksikal. penyimpangan historis (penggunaan kata-kata kuno)... akume nangispa gipa gidi pinggir ka l i b.... Struktur fisik puisi Adapun struktur fisik puisi sebagai berikut. 19987:68-69) menjelaskan bahwa bahasa puisi mengalami 9 (sembilan) aspek penyimpangan.. dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). yaitu bentuk puisi. B... pendengaran..... Penjual Celana .. Puisi tidak harus dimulai ari tepi kiri dan habis di tepi kanan.. biasanya memperhatikan adanya persajakan atau persamaan bunyi.penjual celana itu tiba-tiba sombong dan pura-pura lupa sama aku. dipenggal erpakan suatu penampilan yang menundukng makna sebuah puisi.. imaji penglihatan (visual). penyimpangan semantis. Perhatikan puisi “Penjual Celana” karya Joko Pinurbo. Perwajahan puisi (tipografi).. Pemilihan katakata dalam puisi erat kaitannya dengan makna.3) Drama Ketiga hal tersebut akan diuraikan secara lebih rinci di bawah ini.. a. 146 . seperti penglihatan.... maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. dan penyimpangan grafologis (penggunaan kapital hingga titik).. Pencitraan. yaitu imaji suara (auditif). penyimpangan fonologis.. dan perabaan. “Anda dari kampung ya? Ejeknya ketika aku sibuk Mencoba-coba berbagai celana dan tidak juga membelinya . misalnya. penyimpangan sintaksis.. bersambung........ Diksi dari puisi “penjual celana” karya Joko Pinurbo diantaranya mentang-mentang dan Anda (sombong) c. keselarasan bunyi.

anafora.. pars pro toto. persamaan akhir. Kata kongkret. satire. repetisi. tengah.. sinekdoke. hingga paradoks. yaitu menyangkut rima. litotes. dan metrum... Perhatikan puisi “Negeri Kadal” karya Sosiawa Leak berikut: Negeri kadal Negri kami negri kadal negri yang tidak pernah sepi dari juluran lidah menjelma dasi.Pencitraan dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat.. Rawa-rawa melambangkan tempat berair tetapi kotor.. persamaan awal. asonansi... (2) bentuk intern pola bunyi (aliterasi. medengar. Pohon-pohon sembahyang seiring semilir angin Bersujud bersama padi-padi yang merunduk Merenungi bumi. dan merasakan seperti apa yang dialami penyair. alusio.. d.. ritme. klimaks.. eufemisme.. antitesis. Bahasa figuratif menyebabkan puisi memancarkan kaya makna (Waluyo.. Langit terbelah oleh salak anjing Yang bertakbir pada dingin. Rima mencakup (1) onomatope (tiruan terhadap bunyi). totem pro parte. dan (3) pengulangan kata/ungkapan. Perhatikan puisi “Kasidah Hujan” karya Acep Zamzam Noor sebagai berikut: Dan gerimis pun khusyuk Bertasbih pada sunyi. e. Bahasa figuratif disebut juga majas. Kedua pencitraan pendengaran (mendengar cericit anak-anaknya). Kata kongkret “salju” melambangkan beku atau dingin. yaitu bahasa berkias yang dapat menimbulkan konotasi tertentu (Soedjito. 1987:83). personifikasi. repetisi bunyi (kata (Waluyo. 147 . baik di awal. Kata kongkret “rawa-rawa” berarti sebuah tempat yang berisi air. ironi.. Perhatikan contoh puisi Sapardi Djoko Damono ADA POHON BERNAFAS ada pohon bernafas jauh dalam diri kita di setiap helaanya seratus burung pulang mendengar cericit anak-anaknya ada pohon bernafas jauh dalam diri kita di setiap hembusannya seratus warna bunga berhamburan menyambut godaan cahaya Pencitraan puisi “ada pohon bernafas” yang pertama adalah pencitraan penglihatan (melihat pohon bernafas). Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi. pleonasme. Bahasa figuratif/majas... Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora. 187:92). Mengguyur rumput-rumput Yang menari. yaitu kata denotatif yang memungkinkan munculnya imaji. 1986:128). simile. Lalu hujan tumpah Mengalir dalam gemuruh Dzikir: Siapakah yang berkhalwat sepanjang malam Mendaki bukit-bukit kekekalan? Kilat menyambar-nyambar Suara cengkerik mengusik tahajud batu karang f. dan akhir baris puisi. Versifikasi. panji-panji hingga janji-jani . antiklimaks..

tanda baca. baik makna kata. Struktur batin puisi Struktur batin puisi dapat dijelaskan sebagai berikut. Sebagaimana telah disebut di atas. keras lemahnya bunyi. bait. atau seolah bertanya kepada pembaca untuk memecahkan masalah. Tema dari puisi yang berjudul “Aku Ingin” karya Sapardi Djoko adalah kasih sayang. politik. sahabat. termasuk juga tipografinya. yaitu sikap atau situas yang muncul dalam sebuah teks.kekasih bahkan yang laing utama adalah cinta dengan Tuhan. Aku ngin mencintaimu dengan sederhana : Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada. Karenanya puisi harus bermakna. menganggap bodoh. Tema/makna (sense). Nada (tone). saudara. mendikte. takut ’98 karya Taufik Ismail berikut: Takut ’66. dan hal-hal lain yang berkembang dan muncul pada saat teks muncul dan berkembang. b. panjang pendek. maupun keseluruhan. Perhatikan puisi “Gurindam enam” karya Taufik Ismail berikut ini: Gurindam enam Ketika serakah mencapai daun tomat Datang banjir ke kawasan kuasa camat Ketika serakah menggapai daun kelapa Datang gempa mengguncang kabupaten kita 3.Ritma merupakan tinggi rendah. Perhatikan puisi berikut: Aku Ingin Aku ngin mencintaimu dengan sederhana : Dengan kata yang tak sempat diucapkan Kayu kepada api yang menjadikannya abu. ekonomi. yaitu sikap teks terhadap pembacanya. Nada juga dapat terlihat sombong. Perhatikan puisi berjudul “takut ’66. Pengungkapan tema dan rasa berkaitan dengan latar belakang sosial. baris. Perhatikan puisi dengan judul “Doa” karya Taufik Ismail berikut: 148 . Rasa (feeling). Ritma sangat menonjol dalam pembacaan puisi. titik. a. Teks misalnya dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui. takut ‘98 Mahasiswa takut pada dosen Dosen takut pada dekan Dekan takut pada rektor Rektor takut pada menteri Menteri takut pada presiden Presiden takut pada mahasiswa c. koma. atau malah menyerahkan penyelesaian masalah kepada pembaca. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Bahkan. termasuk puisi. bahkan menganggap tinggi pembaca. Kasih sayang itu bisa diwujudkan terhadap orang tua. medium sastra adalah bahasa.

Aku Cinta Padamu Aku lemas Tapi berdaya Aku tidak sambat rasa sakit atau gatal Aku pengin makan tajin Aku tidak pernah sesak nafas Tapi tubuhku tidak memuaskan untuk punya posisi yang ideal dan wajar Aku pengin membersihkan tubuhku dari racun kimiawi Aku ingin kembali pada jalan alam Aku ingin meningkatkan pengabdian kepada Allah Tuhan. seloka. serta soneta. sesuatu yang hendak disampaikan oleh penyair. Termasuk dalam kategori di sini adalah distichon. talibun. Tuhan. Inilah yang dinamakan amanat. Aku Cinta Padamu”. 149 . puisi lama Puisi lama adalah puisi yang masih sangat terikat bentuknya. septima. quint. dan syair.Doa Tuhan kami Telah nista kami dalam dosa bersama Bertahun membangun kultus ini Dalam pikiran yang ganda Dan menutupi hati nurani Ampunilah kami Ampunilah Kami d. Jenis – jenis puisi Berdasarkan kemunculannya dapat dibagi 2 kategori. Pesan yang disampaikan penyair terhadap pembaca adalah taat terhadap perintah Tuhan. misalnya mantra. Amanat/tujuan/maksud (itention) Ada tujuan yang mendorong penyair menciptakan puisi. Aku cinta padamu” adalah hakikat manusia adalah untuk mengabdi dan beribadah kepada Tuhan. yaitu : a. gurindam. stanza atau oktaf. bait. dan persajakannya. 4. Perhatikan puisi Rendra yang berjudul “Tuhan. bidal. pantun dan karmina. terzina. Tujuan tersebut dapat ditelusur dalam teks puisi. puisi yang masih memperhatikan jumlah baris. quatrain. sextet. Yang termasuk puisi lama. aku cinta padamu Amanat dari puisi yang berjudul “Tuhan.

baris. kata. dan gesture atau gerak tubuh. Membaca Puisi Hal-hal yang perlu diperhatkan dalam membaca puisi adalah lafal. disikat zaman kolonial yang bengis. kata. Ekspresi adalah bagaimana secara keseluruhan puisi disampaikan kepada publik. bait. 6. 150 . Perhatikan puisi “Solitude” karya Sutardji Calzoum Bachri berikut: Solitude Yang paling mawar Yang paling duri Yang paling sayap Yang paling bumi Yang paling pisau Yang paling risau Yang paling nacap Yang paling dekap Samping yang paling Kau! 5. maupun persajakan masih diperhatikan. dan tempo. namun tidak seketat puisi lama. Intonasi dapat dicapai melalui volume. Ekspresi dicapai melalui lafal. atau kalimat. mimik. intonasi. Namun. Lafal dapat disebut juga dengan artikulasi. Lafal adalah kejelasan atas pengucapan suku kata.Perhatikan pantun berikut: Burung merpati bertengger di pagar Bercericau menyanyi lagu merdu Menjadi anak mesti belajar Agar kelak beroleh ilmu b. nada. aturan keterikatan itu tidaklah terlalu dominan. Kadang jumlah suku kata. Soal Latihan TUSUK GIGI Soni Farid Maulana ada suara hutan menjerit dari sebuah tusuk gigi di hadapanku tanah berumput keong lumpur yang mati melayangkan ingatanku akan berbagai suku yang tumpur disapu banjir. Atau. Intonasi adalah tekanan atas kata atau kalimat dari teks puisi yang hendak dibacakan. intonasi. dan ekspresi. sekali lagi tidak seketat puisi lama. puisi baru Puisi baru adalah puisi yang masih memperhatikan adanya persajakan.

Analisislah puisi “Tusuk Gigi” karya Sony Farid Maulana tersebut. Menjelaskan watak tokoh dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 4. misalnya adanya persamaan bunyi di akhir baris. Dilihat dari jumlah halaman. Sastra lama meliputi mitos. Sastra baru mencakup cerita pendek. Menjelaskan cara melengkapi dongeng dengan latar dengan latar yangh tepat berdasarkann kutipan dongeng yang dirumpangkan 13. 151 . dan drama” ini diharapkan para peserta dapat: 1. Menjelaskan cerpen dengan latar yang tepat berdasarkan kutipan cerpen yang dirumpangkan 10. cerita jenaka. Termasuk di dalamnya. yaitu apa yang disebut cerita rakyat. roman. Menjelaskan penyusunan kembali alur cerpen dengan urutan yang tepat berdasrkan kutipan cerpen yang kalimat-kalimatnya diacak 9. Prosa Setelah proses pelatihan materi “Prosa. Berdasarkan sejarah Sastra Indonesia. persajakan akhir lebih cenderung tidak diperhatikan. Menjelaskan kembali dongeng dengan urutan yang tepat berdasarkan kutipan dongeng yang kalimat-kalimatnya diacak 12. b. Menjelaskan tokoh dongeng dengan tepat berdasarkan dongeng yang dirumpangkan 1. dan novel. Menjelaskan tokoh cerpen dengan tepat berdasarkan cerpen yang dirumpangkan 11. dikenal 2 macam sastra. Menjelaskan tema cerpen atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 3. Menjelaskan sudut pandang cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 6. Pengertian Prosa Prosa adalah karangan yang bentuknya tidak terlalu terikat. Bagaimana cara membacakan puisi tersebut. Pengertian tidak terlalu terikat dapat dibandingkan dengan puisi yang lebih dominan dengan keterikatan bentuknya. legenda. Puisi. yaitu sastra lama dan sastra baru.cacing-cacing menyuburkan pepohonan tapi hutan demi hutan lenyap sudah dengan gergaji kiranya bikin beragam hewan mengungsi ke dalam buku catatan biologi atau ke dalam buku cerita kanak-kanak yang dibaca sambil tiduran a. dan dongeng. Menjelaskan latar cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 5. Di dalam prosa. Menjelaskan pesan cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 8. C. maupun cerita pelipur lara. Menjelaskan alur cerita pendek atau novel dengan tepat berdasarkan kutipan yang disediakan 7. Menjelaskan cara bercerita dalam novel dan cerpen dengan menjelaskan kutipan yang disediakan 2. puisi relatif lebih pendek dibandingkan prosa.

karya yang berciri: tidak dianggap benar-benar terjadi dan tidak terikat oleh waktu dan tempat. 1984: 92) mengajukan tiga cara untuk menentukan tema cerita. dongeng biasa. Prosa Lama Prosa cerita rakyat menurut William R. Unsur ekstrinsik ialah unsur luar yang turut mempengaruhi kehadiran cerita rekaan. 1991: 7-13). Sedangkan rubah termasuk binatang buas. Dongeng juga berisi cerita peri. Fabel adalah dongeng binatang yang mengandung ajaran moral (Rahayu. Di Eropa. Legenda. Dongeng bertujuan untuk hiburan. dan selalu mengancam binatang kecil (Fang. Empat. Prosa Baru Kehadiran sebuah cerita rekaan tidak dapat dilepaskan dari unsur intrinsik dan ekstrinsik. Termasuk bagian unsur intrinsik adalah tema. dan persoalan yang paling banyak membutuhkan waktu penceritaan. politik. Saad (via Esten. Menurut H. Faktor intrinsik meliputi tokoh. Dua. dan lain-lain. yaitu dongeng yang diulang-dulang. persoalan yang paling banyak menimbulkan konflik. 1991) dibagi menjadi: a. Tema Tema merupakan gagasan atau pikiran utama di dalam karya. bahkan sindiran. Tujuan Kancil baik karena menyelesaikan perselesihan dan menyelamatkan binatang kecil dari ancaman binatang besar. dongeng binatang. Fabel berciri: membuat binatang kecil/lemah/lambat jadi menang serta memberi suatu binatang suatu peranan penting dan menjadi cerdik. alur. Mite. yaitu tokohnya binatang. Amanat merupakan ajaran moral atau pesan yang disampaikan pengarang di dalam karya sastra. 1971: 27). c. latar di dunia. 1967: 116-120). Bascom (melalui Dananjaya. kejam. sosial. latar bukan di dunia. Tokoh dan Penokohan Tokoh ialah pelaku rekaan yang mengalami peristiwa atau berkelakuan di pelbagai peristiwa. tidak dianggap suci oleh yang empunya cerita. b. baik yang terungkap maupan yang tidak (Sudjiman. Unsur luar itu misalnya: ekonomi. Satu. Sudjiman (1988: 57) membedakan antara tema dengan amanat. lelucon dan anekdot. sedang Shahnon Ahmad 152 . Grimes menggunakan istilah partisipan. 1990: 78). a. cerita pelanduk dibandingan dengan cerita rubah. Faktor intrinsik ialah faktor yang membangun cerita rekaan dari dalam. dan waktu belum terlalu lama. dan pusat pengisahan (Saad dalam Lukman Ali. Tiga. tokoh para dewa atau 1/2 dewa. karya yang berciri: dianggap benar-benar terjadi. karya yang berciri: dianggap benar-benar terjadi. Dongeng. 3. yaitu persoalan yang paling menonjol. latar.C. Pelanduk merupakan binatang yang kecil. dDongeng be-rumus. dianggap suci oleh yang empunya cerita.2. tetapi kadang berisi ajaran moral. b. dan waktu sangat lampau. dari dirinya sendiri. Menurut Anti Aarne dan Stith Thompson dongeng dibagi 4 jenis. Klinkert ada perbedaan di keduanya itu. dan hanya dengan kecerdasan otaknya ia dapat hidup di hutan belantara. tokoh manusia kadang dengan sifat luar biasa. lemah.

puncak. Disebut cara dramatik manakala pembaca mesti menyimpulkan sendiri bagaimana sifat sang tokoh. 1987: 79) dibedakan antara alur lurus dan alur tak lurus. rumitan. mencakup tokoh andalan dan tokoh tambahan. Latar sosial ialah gambaran keadaan masyarakat. alur dibedakan menjadi rapat dan renggang/ degresi. Alur dan Pengaluran Alur ialah peralihan dari satu keadaan ke keaadan yang lain (Luxemburg. mencakup tokoh protagonis serta antagonis. acuan yang berkait dengan waktu. Akhir cerita ada dua yaitu tertutup dan terbuka. Alur rapat berkaitan dengan alur tunggal. c. dan selesaian. Disebut tertutup jika keputusan terhadap sesuatu sudah ditunjukkan oleh sang pengarang. 1986 : 150). terserah bagaimana imajinasi pembaca menangkap kemungkinan yang ada (Sudjiman. dan tokoh utama dapat juga dilihat dari judul cerita. adat-istiadat. termasuk bahasa. Perlu dibedakan antara waktu cerita dan waktu penceritaan. yaitu tokoh yang paling banyak berhubungan dengan tema. tokoh bawahan. Hudson (via Sudjiman. 1990: 80). Untuk menentukan tokoh utama ada empat cara (Saad dalam Esten. Dari segi kuantitas/jumlah. Tokoh utama merupakan tokoh yang memegang peran pimpinan dalam sebuah cerita (Sudjiman. rumitan. 1984: 93). Latar dan Pelataran Latar adalah segala petunjuk. leraian.Alur adalah sambung-sinambungnya peristiwa berdasarkan hukum sebab akibat (Saad dalam Lukman Ali. 1967: 120). dan akhir cerita. 1990: 44. Alur lurus merupakan alur yang kronologis. cara hidup. dan dua. Alur renggang berkaitan dengan alur ganda. 1990: 64-79). Alur ganda jika jumlah alur lebih dari satu. Waktu cerita berhubungannya dengan latar. 48). tokoh yang paling banyak berhubungan dengan tokoh lain. Cara menampilkan tokoh biasanya disebut penokohan. keterangan. Menurut kualitasnya. Menurut Grimes (via Sudjiman 1988: 19). 1988: 34). yaitu: satu. tokoh yang paling banyak memerlukan waktu penceritaan. Disebut rapat jika keterkaitan jalan cerita sangat erat. Protagonis merupakan tokoh yang baik dan biasanya menarik simpati pembaca. Disebut terbuka jika akhir cerita diserahkan kepada pembaca. d. tikaian. Alur tak lurus yaitu alur yang urutan waktunya tak kronologis. Tokoh andalan adalah tokoh yang dekat dengan tokoh utama. suasana terjadinya peristiwa. klimaks. misalnya bangunan atau nama daerah. Latar material adalah wujud suatu tempat secara fisik. Penokohan secara umum ada dua cara yaitu analitik dan dramatik. Disebut alur longgar jika terjadi percabangan cerita. tokoh bawahan adalah tokoh yang kurang begitu penting kedudukannya dalam cerita. leraian. ruang. Alur tunggal jika jumlah alur hanya satu.dengan istilah watak (Sudjiman. Disebut analitik kalau pengarang menyebut watak dan perangai sang tokoh secara langsung apa adanya atau secara tersurat. kapan terjadinya suatu 153 . 1990: 79). Menurut urutan waktu (Prihatmi. Tokoh biasanya berwujud manusia. membedakannya menjadi latar sosial dan latar material. Terdapat dua jenis tokoh. Alur tersebut di atas oleh Prihatmi (1987) disederhana-kan menjadi awalan. Lebih lanjut Saad mengemukakan bahwa alur cerita memiliki bagian-bagian: awal. dibedakan alur tunggal dan alur ganda. Pengaluran adalah cara menampilkan alur. Antagonis merupakan penentang utama/tokoh lawan. tapi kehadirannya diperlukan untuk menunjang dan mendukung tokoh utama. Tokoh tambahan ialah tokoh yang tidak memegang peranan sama sekali di dalam sebuah cerita (Sudjiman. tokoh sentral/utama.

atau kalimat. Waktu penceritaan berkaitan dengan waktu/halaman yang dibutuhkan pengarang dalam menceritakan sesuatu (Sudjiman. Menjelaskan tema drama. Oleh karena itu. mimik. Sebagai naskah yang utuh. Intonasi adalah tekanan atas kata atau kalimat dari teks puisi yang hendak dibacakan. Sudut Pandang bermula dari sudut pencerita dengan kisahannya. tokoh bawahan (author observant). Ekspresi adalah bagaimana secara keseluruhan puisi disampaikan kepada publik. dan tempo. Intonasi dapat dicapai melalui volume.peristiwa dalam cerita. pengarang sebagai pencerita serba tahu. dan impersonal (author omniscient). Menjelaskan cara memerankan drama dengan memperhatikan lafal. dan lakuan 2. Hakikat drama Drama adalah karya sastra yang dominan dengan dialog dan diniatkan untuk dipentaskan. 3. Menjelaskan lakuan drama. Menjelaskan alur drama. Stamina karena jumlah halaman cerpen yang lebih banyak tersebut. kata. berdasarkan ilsutrasi yang disajikan 7. yaitu bagaimana pengarang memposisikan diri. intonasi. dan gesture atau gerak tubuh. dan ekspresi. Puisi. Pusat Pengisahan Menurut Wellek (1990: 292-294) pusat pengisahan adalah bagaimana pengarang menyampaikan ceritanya kepada pembaca. Variasi diperlukan agar publik tidak bosan dan jenuh dengan pembacaan kita. atau III. dalam membaca cerita pendek juga diperlukan stamina dan variasi. Pusat pengisahan bermula dari tokoh mana yang disoroti. Harry Shaw menyarankan bahwa point of view mencakup (via Sudjiman. drama dibangun oleh beberapa unsur yang saling berkaitan. Lafal adalah kejelasan atas pengucapan suku kata. bagaimana pilihan pengarang atas cara orang I. bagaimana pengarang memposisikan dalam sisi perasan dan sikap. sudut pandang mental. Menjelaskan latar drama. 1988: 46). Biasanya. bedasarkan kutipan yang disajikan 5. cerita pendek lebih panjang dibandingkan puisi. berdasarkan kutipan dialog drama yang disajikan 3. dinamakan latar serasi. ekspresi. nada. berdasarkan dialog yang disajikan 1. II. Lafal dapat disebut juga dengan artikulasi. dan drama” ini diharapkan para peserta dapat: 1. yaitu: 154 . intonasi. intonasi. e. 1988: 103-104). Menurut Sudjiman (1988: 78) antara sudut pandang (point of view) dan pusat pengisahan berbeda. D. berdasarkan kutipan yang disajikan 6. 1988: 76): sudut pandang fisik. Masih oleh Shaw. dalam pendekatan materi cerita dari sisi waktu dan ruang. dalam sudut pandang pribadi dijelaskan lebih lanjut. Drama Setelah proses pelatihan materi “Prosa. dan sudut pandang pribadi. yaitu tokoh utama (author participant). hal-hal yang perlu diperhatkan dalam membaca cerpen adalah lafal. Menjelaskan pesan drama. Pelataran adalah cara menampilkan latar. Membaca Cerpen Sebagaimana membaca puisi. Menjelaskan cara menyusun dialog drama dengan tepat. beradasarkan kutipan dialog drama yang disajikan 4. Jika pelukisan latar tidak sesuai dengan kondisi psikologis tokoh dinamakan latar kontras (Sudjiman. Ekspresi dicapai melalui lafal. Jika pelukisan latar sesuai dengan kondisi psikologis tokoh.

UU lulus. konflikasi (masalah baru). yaitu ide pokok yang dalam sebuah cerita. yaitu jalan cerita. sayang. d tema. *Beberapa shot ketika mereka ketika membaca pengumuman hasil ujian. Perhatikan kutipan Aa Ii Uu karya Arifin C Noer (1994: 8) berikut: Shot-shot pendek ini sekaligus sebagai latarbelakang KREDIT TAITEL *Beberapa shot yang melukiskan murid-murid esmea sedang ujian penghabisan. UU : Papa? 155 . Tema berifat umum. KAMAR UU. amanat lebih bersifat moral. sayang! UU : (jaga) Ogah! Uu tetap mau jurusan sejarah. Shot-shot tersebut akan dibalut dengan sebuah nyanyian yang segera liriknya akan disusulkan. RUMAH RUSTAM. IBU : Iya. Semua sekarang setuju Uu masuk jurusan sejarah. informasi juga diberikan melalui petunjuk pemanggungan. Perhatikan kutipan naskah drama Aa Ii Uu karya Arifin C Noer (1994: 55) : 10.INT. Selain itu. b Petunjuk pemanggungan Petunjuk pemanggungan adalah teks sampingan yang memberikan petunjuk berbagai aspek pemanggungan. pikiran tokoh. Contoh: Aa Ii Uu karya Arifin C Noer (1994: 8) Lalu Ibu melangkah ke pintu IBU UU IBU UU IBU : Kamu bilang apa tadi? Ahli sejarah? : Mama tidak suda? : Kalau kerja nanti di kantor apa? : Yang pasti bukan di kantor dagang seperti papa : Nanti sulit cari kerja.d. jurusan apa pun asal Uu memang punya cita-cita. Di antaranya adalah UU. dan ditutup dengan ending (keputusan).a dialog Dialog merupakan ucapan tokoh tertentu yang kemudian disusul oleh ucapan tokoh yang lain. resolusi (pemecahan masalah). Dimulai dengan pemaparan (perkenalan awal tokoh dan penokohan). e amanat yaitu pesan yang hendak disampaikan penulis dari sebuah cerita. IBU : Uu! Uu! Bangun. SIANG Pintu itu terbuka dan buru-buru IBU mendekati UU yang masih mengigau ditempat tidurnya. krisis (pertentangan mencapai titik puncak–klimak s.. adanya masalah (konflik). f alur/ plot. antiklimaks). Senang sekali dia. IBU membangunkan UU. Yang penting adegan tersebut harus merupakan adegan sekolahan yang mulus hening namun menyimpan banyak harapan. Teks ini mungkin terdapat di dalam dialog (intradialog) dan mungkin pula terdapat di luar dialog (ekstradialog). c karakter kepribadian tokoh yang dapat terlihat dari tindakan.

Apresiasi Puisi dan Prosa. Surakarta: Muhamadiyah University Press. blocking. seoerang penulis teks drama harus memperhitungkan bagaimana kira-kira teks tersebut apabila dipentaskan. RUMAH RUSMAN. kostum. Mama akan sekuat tenaga juga meyakinkan mereka bahwa kamu berhak mewujudkan impian kamu. Di dalam sebuah pentas drama pemeran atau pemain perlu memahami kostum. dan gesture atau gerak tubuh. 156 . Putu. MALAM IBU : Kamu tidak sendirian. dan tempo. INT. Ende Flores: Nusa Indah. Jakarta: Tangga Mustika Alam. dan novel. Hal-hal yang perlu diperhitungkan oleh seorang penulis drama adalah panggung. U. properti. pemeran. Jika di dalam puisi dan prosa dipergunakan istilah membaca. Calzoum Bachri. Foklor Indonesia: Ilmu Gosip. Selain lafal. Oleh karena itu. yaitu tempat. James. nada. Fananie. termasuk juga penonton. Jakarta: Erlangga. Dan SELESAI. 2. dan lain-lain. tatacahaya. teks drama memiliki kemungkinan untuk dipentaskan.Donegeng. Telaah Sastra. g latar/ setting. serta musik. Kesemua yang berkaitan dengan bagaimana cara memanggungkan teks tersebut atau petunjuk tentang hal itu tertulis dalam teks samping. make up. Sutardji. tetap diperlukan mimik. Liaw Yock. 1991. 1982. tata lampu. Bimbingan Apresiasi Puisi. 1991. Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik. 1982. intonasi. Zainuddin. Jilid 1. dan ekspresi yang mencakup volume. Melakonkan Drama Pada saat dipentaskan. properti. IBU : Mama juga tidak boleh masuk? UU : (Sebentar) Kalau Mama boleh. Effendi. musik. Fang. 3. suasana. KAMAR. Daftar pustaka Arya. properti. Perhatikan kutipan naskah drama Aa Ii Uu karya Arifin C Noer (1994: 116) 05. Jakarta: Grafiti. 1983.IBU : Semua! UU : Ma! IBU : Sayang! Lalu mereka berpelukan. tata lampu. IBU : Kalau mama juga antar makanan? UU menggelengkan kepalanya. Jakarta : Horison Dananjaya. O Amuk Kapak. 2003. dan waktu cerita. Kesemuanya akan mempengaruhi keberhasilan sebuah pentas. di dalam drama dipergunakan istilah melakonkan drama atau memerankan lakuan. Teknik menulis naskah drama Berbeda dengan puisi dan cerita pendek. UU : Pokoknya Uu akan mencunci diri dalam kamar dan mogok makan. S. terdapat unsur-unsur yang juga perlu dipertimbangkan yaitu panggung.

1982. Jakarta: Gramedia. Flores: Nusa Indah 1994. Tjahjono Libertus. Yogyakarta: Hanindita. Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik. Sosiawan. Dunia Bogam-Bola. Bandung: Angkasa. Waluyo. Memahami Cerita Rekaan.al. Taufik. Frans. 1986. 1986. Ende. Jakarta: Balai Pustaka. Tarigan. 1982. 2007.Jogjakarta:Indonesia Tera Luxemburg. 1992. Jakarta: Yayasan Indonesia Leak. 1986. Panuti. Jakarta: Erlangga. Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Tata Nilai dan Eksegesis. 2003. Cerita Rekaan dan Seluk Beluknya. et. Surakarta: UNS. Herman. 1994._______. Diindonesiakan Melami Budianta). Sastra Indonesia: Pengantar Teori dan Apresiasi. Wellek & Warren A. 1993. Suyitno. Noer. 157 . Arifin C. Sudjiman. Bandung: Rosda Karya. Ende. AA II UU. Anatomi Sastra. Ismail. Semi Atar M. Terjemahan Dick Hartoko. Jilid 2. 1986. Pengantar Ilmu Sastra. Teori Kesusastraan. Bandung: Remaja Rosda Karya. Pengkajian Prosa Fiksi. Malu (aku) Jadi orang Indonesia. Flores: Nusa Indah. 1986. 1992. Guntur H. Mido. Jakarta: Gramedia. T.

158 .

1990: 21) bahwa untuk sementara tidak ada keberatan terhadap istilah kritik sastra yang dipakai berdampingan dengan istilah kritik kesusastraan dalam arti yang sama. Paparan Materi 1. penerangan. (2) karya tulis yang jika dibandingkan dengan tulisan lain.Kata Kritikos yang berarti hakim karya sastra. Kegiatan untuk memberi pertimbangan baik buruk karya sastra dengan memberikan alasan-alasan mengenai isi dan bentuknya. 1997: 2). Adapun Yudiono (1990: 21) Mengemukakan bahwa kesusastraan diartikan sebagai karya kesenian yang diwujudkan dengan bahasa sebagai gubahan prosa dan puisi yang indah-indah.klasifikasi.Tujuan Pembelajaran (Kompetensi yang ingin dicapai) 1. Dari beberapa rumusan di atas dapat disimpulkan bahwa kritik sastra merupakan kegiatan menghakimi. B.Saleh Saad (melalui Yudiono. kritikus akan menetapkan penggolongan. (5) tulisan. Abrams menerangkan bahwa kritik sastra merupakan cabang ilmu yang berurusan dengan perumusan. penerangan. kitab ilmupengetahuan. Menjelaskan cara menulis kritik dan esai. 4.BAB V KRITIK SASTRA A. Kalau dicermati dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa kata `sastra` berarti (1) bahasa (kata-kata. 2. kata kritikos bergeser menjadi `kritikus`. huruf (Dep Pend dan Keb. prosa. gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari). perumusan. Konsep Dasar Kritik Sastra Dalam bahasa Indonesia. Membaca penggalan cerpen.memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keaslian. Menjelaskan cara memilih tulisan kritik yang bahasanya santun. c. Rachmat Djoko Pradopo menyebutkan bahwa kritik sastra ialah pertimbangan baik buruk karya sastra. hitungan). 3. sedang kata kriterion bergeser menjadi `kriteria`.kitab primbon (berisi ramalan. 1994: 884). Kritik sastra artinya bidang studi sastra yang membicarakan karya sastra secara langsung (Prihatmi. Pada saat inikata `kritikus` bergeser menjadi `kritisi`. Di bawah ini terdapat beberapapengertian kritik sastra. jenis kritik sastra. a. dalam melakukan kritik terhadap sebuah karya sastra.karena berasal dari kata krinein yang berarti menghakimi. (4) pustaka. karena kedua kata tersebut memiliki arti hampir sama. HB. yang artinya orang yang melakukan kritik sastra. menguraikan atau memecah-mecah sebuah karya 159 . Jadi. Namun untuk keseragaman istilah dalam tulisan ini dipergunakan kritik sastra. Dari beberapa pendapat di atas terdapat dua istilah yang dipakai oleh para ahli dalam menggunakan kata sastra dan kesusastraan. Ini dikuatkan oleh M. b. Dapat menjelaskan konsep dasar. kritik dan apresiasi sastra dalam puisi.puisi untuk apresiasi. dan drama. klasifikasi. dan penilaian karyakarya sastra. keindahan dalam isi dan ungkapannya. Dari hal tersebut sebetulnya tidak perlu dicari arti setepat-tepatnya dari kata sastra maupun kesusastraan. Rene Wellek memaparkan bahwa kritik sastra berasal dari krites yang dalam bahasa Yunanikuno berarti hakim. keartistikan. dan penilaian karya-karya sastra. d. Jassin bahwa kritik kesusastraan ialah pertimbangan baikatau buruk sesuatu hasilkesusastraan dengan memberikan alasan-alasan mengenai isi dan bentuknya.(3) kitab suci Hindu.

Hal tersebut membutuhkan teori sastra. dan drama.1987: 12). latar belakang sastra. Adapun pertimbanganpertimbangan tersebut meliputi persamaan tema. Hasil kritik sastra dapat dilakukan secara terbuka dan dimuat di media massa. Adapun ilmu sastra atau studi sastra meliputi (1) kritik sastra. Adapun sejarah sastra adalah bidang ilmu sastra yang membicarakan perkembangan sastra sejak awal timbulnya sampai pada masa sekarang. gaya. Dengan bekerja seperti ituorang akhirnya dapat memberi penilaian bagaimana kelebihan-kelebihannya dan cacat-cacatnya atau kekurangankekurangannya dengan memberikan alasan atau komentar-komentar yang dapat dipertanggungjawabkan. sehingga dapat bermanfaat bagi peminat sastra karena pembaca pemula mendapatkan panduan dalam memberikan penilaian terhadap karya sastra. puisi. kritikus dapat meyakinkan dengan menerapkan ukuran-ukuran yang objektif. Ketiga bidang studi sastra tersebut sangat erat berkaitan dan saling melengkapi. 160 . Selain itu juga tentang isi dalam karya sastra. Fungsi Kritik Sastra Telah dijelaskan di atas bahwa kritik sastra merupakan sebuah proses untuk memberikan penilaian terhadap karya sastra yang disertai dengan memberikan penafsiran terlebih dahulu. Kritik sastra merupakan salah satu bidang ilmu sastra. tentang aliran orang tidak dapat lepas dari pandangan orang terhadap perkembangan sastra secara menyeluruh.bagaimana suatu gaya pada waktu tertentu dapat merupakan suatu mode (Baribin. dan prinsip-prinsip dalampenilaian dalam karya sastra. sebab ketika orang akan menggolong-golongkan ke dalam periode tertentu terdapat pertimbangan-pertimbangan. Sejarah sastra dapat menjalankan tugasnya apabila didukung oleh adanya teori sastra. pengalaman berdialog secara langsung dengan karya sastra. (3) sejarah sastra. Ini diperlukan ketika akan memberi penilaian tentang bentuk-bentuk karya sastra. latar belakang. hakekat sastra. Perlu diketahui bahwa teori sastra adalah bidang ilmu sastra yang membicarakan tentang konsep-konsep sastra. Dalam mengadakan kritik sastra. misalnya tentang prosa. Pada kritik sastra pun sejarah sastra memberi bantuan ketika seseorang akan menentukan keaslian sebuah karya sastra. karena masyarakat itu menganggap atau mengakui bahwa kritik sastra bermanfaat. persamaan ujud. Seseorang dapat memberi penilaian terhadap karya sastra perlu bantuan teori sastra. jenis-jenis sastra. yang memerlukan keterlibatan langsung seseorang terhadap karya sastra. secara objektif seorang kritikus dapat mengungkapkan nilai karya sastra yang telah dihayati dan dipahami. Dengan demikian dalam memberikan kritikan terhadap karya sastra. Seorang kritikus memerlukan kecakapan untuk dapat mengungkapkan kembali pengalaman leterer dari karya sastra yang dikritiknya. 2. prinsip-prinsip sastra. susunan dalam karya sastra. (2) teori sastra. Sebaliknya sejarah sastra dapat membantu teori sastra. Hal tersebut dapat membiasakan masyarakat sastra menaruh perhatian terhadap tulisan-tulisan kritik sastra. kritikus akan memaparkan kembali pengalaman-pengalaman literer (pengalaman penghayatan. pengalaman mendapatkan keindahan dalam karya sastra). Dengan sejarah sastra inilah orang dapat melihat timbultenggelamnya suatu jenis karya sastra (genre) tertentu. bagaimana aliran yang satu mati digantikan dengan aliran yang lain. dan aliran-aliran tertentu. sebab untuk menyusun teori tentang angkatan.sastra ke dalam unsur-unsur pembentuknya atau norma-normanya disertai tafsiran. Kritik sastra tidak dapat juga lepas dari teori sastra.

serta gayanya.1990: 26) menyatakan bahwa fungsi kritik sastra adalah: a. 1997: 4) 1) Kritik Objektif 161 . Memberi penilaian atas baik atau buruknya suatu karya sastra. Menurut Bentuknya ada 2 jenis kritik sastra 1) Kritik teoritik (theoritical criticism). g. dan kriteria-kriteria untuk menilai karya sastra agar dapat diterapkan pada pembahasan karya sastra. b. Sementara Andre Harjana (melalui Yudiono. f. d. kritik sastra dapat digolongkan menjadi 3 jenis. Mendidik pembaca untuk menghargai karya sastra yang bernilai. 1987: 31). Memberikan sumbangan pendapat atau pertimbangan kepada pengarang tentang karyanya. b. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan bagi penyusunan atau pengembangan teori sastra. Yudiono (1990: 24-27) mengungkapkan bahwa fungsi kritik sastra: a.dan mendasarkan pertimbangan-pertimbangan individual kritikus atas dasar srandar-standar umum tentang kehebatan dan keluarbiasaan karya sastra. 3) Kritik Impressionistik kritik sastra yang berusaha menggambarkan dengan kata-kata sifat-sifat yang terasa dalam bagian-bagian khusus atau dalam sebuah karya sastra dan menyatakan tanggapan-tanggapan (impressi)kritikus yang ditimbulkan secara langsung oleh karya sastra. Menurut Pelaksanaannya.yaitu penerapan teori-teori kritik pada karya sastra. c. b. 3. tanpa menggunakan standar-standar yang tetap yang berasaldari luar dirinya. Ini dapat berfungsi sebagai jembatan antara pengarang dengan pembaca. Memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul dalam diri pembaca setelah menikmati suatu karya satra. 1997: 4). Untuk mengukuhkan nilai-nilai manusiawi dan dasar-dasar masyarakat berbudaya. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan bagipenyusunan sejarah sastra. e. 2) Kritik Induktif (Inductive Criticism) kritik sastra yang menguraikan bagianbagian karya sastra berdasarkan fenomena-fenomena yang ada secara objektif. dan pembaca (Abrams melalui Prihatmi. Kritikinduktif meneliti karya sastra secara objektif. Memelihara dan menyelamatkan pengalaman manusiawi serta menjalinkannya menjadi suatu proses perkembangan susunan-susunan atau struktur yang bermakna.teknik. Membiasakan masyarakat sastra untuk menaruh perhatian terhadap tulisantulisan kritik sastra. alam. sastrawan. (Abrams melalui Prihatmi. Menurut pendekatan. sehingga pengarang yang memanfaatnkan kritik sastra akan dapat mengembangkan atau meningkatkan mutu hasil karyanya. digunakan rumusan dari Abrams ada 4 pendekatan yaitu karya sastra. berisi prinsip-prinsip kritik sastra sebagai dasar pertimbangan dan penafsiran. yaitu kritik sastra dalam bidang teori. atau teori tentang kritik sastra. (Baribin.organisasinya. Jenis Kritik Satra a. 2) Kritik Terapan atau kritikpraktek.Bagaimana dengan fungsi kritik sastra. 1) Kritik Yudisial (Judicial Criticism) Kritik sastra yang berusaha menganalisis dan menerangkan efek-efek karya sastra berdasarkan pokoknya atau temanya. c.

maka karya sastra harus berguna atau bermanfaat pada pembaca. Dengan demikian kriteria keberhasilan karya sastra adalah ketetapan atau kebenaran dalam meniru alam atau kehidupan. Kritik dan Apresiasi Sastra dalam Puisi. 2) Kritik Ekspresif Kritik ini bertolak dari keyakinan bahwa karya sastra adalah ekspresi jiwa sastrawan. ide pengarang tertuang dalam karyanya. dan Drama a. Karya sastra dapat dipakai sebagai alat untukmencapai tujuan tertentu. mandiri. Horatius pernah mengatakan bahwa karya sastra itu berfungsi dulce et utile yang artinya menyenangkan dan berguna. Dapat diungkapkan pula bahwa karya sastra merupakan tiruan atau pembayangan dunia kehidupan nyata. Yang dilakukan kritikus adalah memberi penilaian atas kriteria intrinsik. Karena orientasinya pada alam atau kehidupan.Karya sastra dapat dianggap sebagaialat untuk memahami keadaan jiwa pengarangnya. kompleksitas. 3) Kritik Mimetik ”Mimetik” berasal dari bahasa Yunani mimesis yang artinya: peniruan.Kritik ini menganggap karya sastra sebagai sesuatu yang otonom. Karya sastra dianggap sebagai sebuah keseluruhan yang mencukupi dirinya. Seorang kritikus seolah dapat berdialog langsung dengan pengarangnya melalui karya sastra. Karya sastra hanya dinilai atas unsur-unsur yang membentuknya. 162 . Kriteria yang digunakan untuk menilai keberhasilan karya sastra yaitu terletak apakah jiwa pengarang. Dengan demikian karya sastra yang baik ditentukan oleh fungsi karya sastra tersebut dalam kehidupan. Prosa. maka yang ditiru adalah alam atau kehidupan.keseimbangan atas unsur-unsur pembentuknya. 5. Unsur kegunaan itulah yang dipakaioleh kritikus untukmengadakan penilaian terhadapkarya sastra. misalnya dari lingkungan sosial-budaya jamannya.Dalam hubungannya dengan karya sastra. Sastrawan secara sadar atau tidak sadar tertuang dalam karyanya. 4) Kritik Pragmatik ”Pragmatik” artinya berguna atau bermanfaat. Kritik ini terlepas dari pengarang maupun dunia sekitarnya. bebas dari sekitarnya. Karya sastra dipandang sebagai pernyataan batin pengarangnya. tersusun atas bagian-bagian yang saling terjalin sangat erat. Pertemuan Goenawan Mohamad Meniti tasbih malam pelan-pelan Dan burung kedasih menggaris gelap de kejauhan kemudian adalah pesona: wajah-Nya tersandar ke kaca jendela memandang kita. memandang kita lama-lama.

Nah tidak mengeong lagi sekarang. jadi sudah hampir pulang. Mbah Danu menegaskan. ”Ambilkan sapu lidi!” perintah Mbah Danu dengan sikap Srikandi wayang orang. Kini ia disinyalir sudah ada di Blora. ketika Nah tengah mengeong-ngeong seperti kucing kasmaran. Ukurannya istimewa besar.kulitnya liat seperti belulang. kadang-kadang meringkik seperti kuda. Mbah Danu memegang sapu lidi itu pada ujungnya yang lunak. gadis pelayan pada keluarga Pak Jaksa (pensiunan) telah sebulan sakit demam.Wajahnya pucat seperti kain mori. Cepu. karena pak Jaksa mempunyai 60 pohon kelapa di pekarangannya.kemudian bongkotnya yang garis tengahnya kira-kira 10 cm itu dia ayunkan ke atas dan dia pukulkan sekuat tenaga ke pantat Nah yang terbaring miring. kadang-kadang menyalak. dari sorga yang telah ditutupkan. melainkan mengaum seperti singa sirkus yang marah. Segenap hadirin melotot matanya dan megar kupingnya melihat dan mendengar pukulan dahsyat itu. pipinya selalu menonjol oleh susur tembakau yang ada dalam mulutnya. buih di mulutnya meleleh ke bawah membasahi bantalnya yang kumal seperti tempat duduk Jeep militer yang sudah tua. Keadaannya makin lama makin payah. Sapu lidi datang.Demikianlah bunyi telah diturunkan dan demikianlah Nabi telah dititahkan dan demikian pula manusia dikirimke bumi yang terbentang. Mbah Danu sedang turne. Routenya adalah Lasem. Mbah Danu Nugroho Notosusanto Wajahnya kasar-kasar seperti tengkorak. bahwa orang sakit itu `didiami` oleh roh-roh jahat. Di Rembang di sekitar tahun tiga puluhan ia lebih terkenal daripada pendeta Osborn pada pertengahan tahun 1954 di Jakarta karena prestasinya menyembuhkan orangorang sakit secara gaib. bahwa satu saat kemudian Nah akan menjelma jadi macan gadungan. Bojonegoro. Kemudian ia mencengkeram lengan Nah dan menyeretnya dari tikarnya ke lantai. Padangan. Sebagian hadirin mau lari. Dan benar. Dia tembusi badan Nah dengan pandang membara sambil mengelilingkan susur besar di dalam mulutnya. Blora. ”Ngeoooong” keluar dari mulut Nah mendirikan bulu-bulu di kulit penonton. Ditinjau dari sudut tertentu cara pengobatan Mbah Danu adalah rasional. berkaok-kaok. Menurut kabar yang cepatnya tersiar hampir seperti berita radio. mulutnya berbuih dan ia mengeluarkan bunyi-bunyi binatang. dan kembali ke Rembang. Dan kini tinggallah cinta memancar-mancar dari sunyi kaca jendela b. dan kalau sudah mengaum. Titik pangkalnya adalah suatu anggapan yang logis. Mbah Danu datang membawa koper besi yang sama antiknya dengan yang punya. mengeong. Tuban. karena itu cara satu-satunya untuk menyembuhkan adalah dengan menghalaukan makhluk yang merugikan kesehatan itu. Pamotan. Jatirogo. Nah mengingau dengan mata tertutup. Matanya kelihatan putihnya saja. Si Nah. jalannya tegak seperti seorang maharani yang angkuh. anak-anak dan perempuan-perempuan serumah dan tetangga-tetangga yang bertandang semua lari terbirit-birit seolah-olah percaya. ”Mampus engkau sekarang!” seru Mbah Danu bengis dan sapulidi terus menerus menghantam pantat Nah dengan irama rhumba. 163 .

Nyonya Salyo sakit kepala dan pegel-pegel tubuhnya. ”Aduuuuuh! Aduh. Beberapa hari sesuadah kedatangannya. Setelah itu berdiri dan keluar untuk meminum kopinya. Seperempat jam Mbah Danu meraba-raba pasiennya. ”Setan-setan sudah alri dari badanmu. bersama istrinya mengunjungi mertuannya.” kata Mbah Danu lebih jauh sambil membaringkan dan menyelimuti Nah dengan penuh kasih sayang. kemudia memercikkan ludah sedikit dari mulutnya pada dahi si sakit. Sebentar ia memijit-mijit kepala Nah.”Minggat! Ayo minggat!” teriak Mbah Danu dengan amat murka dan dengan tendangan jitu Nah ditengkurapkannya. ”Engkau telah sembuh. Pintu ditutup dan ia kembali kepada pasiennya. ”Minggat! Minggat! Minggat!” suara Mbah Danu menggelora sampai tetangga-tetangga dan pelintas-pelintas mengalir masuk ke rumah itu untuk menyelidiki sebab-sebab suara ngeri yang mereka dengar. Kedua lengannya diacung-acungkan untuk mempertahankan keseimbangan. Setelah sudah. ”Aduh biyuuuuung! Aduh biyuuuuung!!” tangisnya mengaung. sesuai dengan tradisi. Nah. Nah. sehingga ia sakit dan rebah ke lantai dan mengerang. mengalami tantangan ketika Mr Salyo Kunto. ”Ha! Hampir modar engkau sekarang!” seru Mbah Danu dengan ganas sambil melangkah maju dan menginjak tubuh Nah dengan kedua kakinya.” katanya dengan suara mineur yang lembut. salah seorang menantu pak Jaksa.” katanya tenang. Air ludahnya memercik merah ke lantai dan badan Nah dalam setengah lingkaran yang radiusnya 1 1/2 meter. ”Tidur saja dulu sampai besok. 164 . Dengan gerakan-gerakan tangkas pakaian si sakit dibukannya dan kemudia seperti orang kegila-gilaan ia meremas-remas seluruh badan Nah. Dan mula-mula Nah menggelepar-gelepar. Selama 5 menit ia mondar-mandir di atas badan Nah sampai napas si sakit seperti ububan pandai besi bunyinya. segera menyuruh panggil Mbah Danu. Kemudian deraannya menghujam pula pada pantat Nah yang kini sadar.” Sebagai pengeras perkataan yang terakhir. Mbah Danu berdiri dan memberi isyarat supaya para penonton yang tak berkepentingan mengundurkan diri. Peluhnya bercucuran dan menguyubkan pakaiannya. dari Bonang sampai Randublatung. bukan kucing. aduh. Nah yang tadi sudah seperti setengah mati duduk bersandar pada dinding dan tersenyum sepertiorang bangun tidur. Sikap Mbah Danu sekaligus berubah. kuda atau singa. bahwa ia manusia Nah. ”Aku mengusir setan-setan di dalam badanmu. kemudia ia melepaskannya dan tegapada lututnya. akhirnya kegelian seperti perawan yang sehat. anjing. ”Aku bukannya berbicara denganmu. sambil menggelitik si sakit pada tempat-tempat yang penuh rasa geli. ia tegak sekalilagi serta memukulkan sapu lidi itu sedemikian kerasnya ke badan Nah. Gerak-geriknya persis seperti Batari Durga yang menari di atas mayat manusia. ia melentangkan badan Nah yang keringatnya membuat lantai mengkilat basah dan mukannya kini merah padam.” Dan di hadapan mata hadirin. Bu Jaksa. Prabawa Mbah Danu di rumah pak Jaksa yang jadi sebagian prabawanya di daerah yang terentang dari Kudus sampai Tuban. ”Salah hamba apa kok disuruh minggat dan dihajar?” tanya Nah sambil menangis dan ia mencoba merangkak. aduuuuh!” pekik Nah seperti manusia biasa. ”Minggat! Minggat! Ayo minggat!!” jerit Mbah Danu senyaring-nyaringnya sambil memukul dengan tangan kanan dan menggenggam susur di tangan kiri.

Setelah memberi petujuk-petunjuk lain tentang makan dan rawatan si sakit. dan perhubungan antara mertua dan menantu jadi tegang. Raden Ayu.agar supaya Mbah Danu dipanggil. Dokter Umar Chattab heran.dan denga lega Nyonya Salyo bersendawa. sedangkan Mr.Tetapi sebagai jawaban. Mbah Danu datang sendiri. Kemudia Mbah Danu melakukan kombinasi kedua pijetan itu. punggung dan tengkuk mendapat giliran. meskipun tak langsung berhadap-hadapan. sehingga angin berlomba-lomba keluar dari atas dan dari bawah dengan berletusan. Sebagai akibat insiden itu. Asbaknya penuh dengan putung sigaret. pelayan Pak Jaksa yang setengah umur. Suatu kesalahan bagi Mbah Danu. Nyonya Salyo dengan susah payah bisa tetap tinggl netral. Clash ke-2 antara Mbah Danu dan Mr. ”Malaria. Salyo. Keadaan Mbok Rah makin lama makin buruk dan malamnya lagi ia mati.Sehingga yang beraksi tangan di stetoskop.” Dan Mbah Danu mulai berpraktek. ”Engkau tahu bukan. Soal ini jadi perkara kehormatan baginya. Hanya saja ia berpesan. Pak Jaksa dan Bu Jaksa dan tetangga-tetangga yang dekat. bahwa pijatan itu bisa merusakkan rahimmu!”. Perang dingin kini mencair jadi gugatan-gugatan lisan yang pedas meskipun tak ditujukan secara langsung.” diagnose Dokter Umar Chattab di kamar Mbok Rah yang gelap. yang pada masa itu satu-satunya obat yang mujarab untuk malaria. ”Saya sendiri yang memberikan pil-pil itu kepada Mbok Rah. ”Coba buka baju saja. Mr. terjadi.Dengan tak dipanggil. Kualat Mbah Danu! Dan mereka mendesak. Pada waktu-waktu lainnya kedaulatan Mbah Danu tetaputuh. Salyo masuk ke kamar dari jalan-jalan ke tepi pantai. ”Kininenya sudah Tuan berikan sebagai yang saya tetapkan?” tanyanya. akan saya usir. Pak Dokter pulang. ”Ya. Namun ia tetap mempertahankan politik bebas yang pasif itu. sangat kebetulan Dokter Umar Chattab lebih awal datangnya daripada Mbah Danuyang tidak punya mobil. tahu benar apa sebabnya.Ia memberi resep kinine.Justru ketika itu Mr. ada sedikit angin jahat bersarang di dalam. Mbah Danu tak diijinkan menginjak lantai rumah itu kalau menantu akademikus Pak Jaksa itu datang. sehingga terbenam sama sakali dan si pasien mencetuskan bunyi yang sukar dilukiskan. Kemudian perut Nyonya Salyo ditekannya dengan kedua telapak tangannya sehingga angin keluar dari bawah dengan bunyi meletup. ketika Mbok Rah.Setelah itu. Pertama kali ibu jarinya kedua-duanya ditekannya ke dalam daging perut Nyonya Salyo. Salyo dengan penuh pertimbangan meminta datang Dokter Umar Chattab. Mr.”O. justru menantu Pak Jaksa yang berpendidikan tinggi itu berkunjung ke Rambang.Untung hal itu terjadi paling kerap hanya dua kali dalam setahun.” Dokter Umar Chattab pulang dengan tidak mengubah ketetapannya. Denga keras Mbah Danu diperintahkannya keluar dari kamar seperti Mbah Danu mengusir setan-setan dari tubuh-tubuh orang sakit. 165 . sebagaimana juga di dalam politik ia dipandang dengan marah oleh kedua pihak yang bertentangan.bukan tangan dan air ludah Mbah Danu. sakit keras.Dokter Umar. Sayo mengundurkan diri ke dalam kamar tamu. Penyakit Mbok Rah makin lama makin keras.” jawab Nyonya Salyo mendahului suaminya. agar supaya waktu menelan pil si sakit diawasi sungguh-sungguh. Pak Jaksa dan Bu Jaksa tanpa pikir panjang segera menyuruh panggil Mbah Danu ketika Mbok Rah sudah mulai mengingau. tetapi.” kata Mbah Danu setelah mendengarkan gejala-gejala penyakit dari mulut Nyonya Salyo sendiri. Salyo memanggil Dokter Umar Chattab. Kemudian istrinya dimarahinya.

” kata Nyonya Salyo menghibur suaminya. persiapan-persiapan untuk penguburan dimulai. : Idiih cemburu. bisa jadi begini. dibilangi. c. (SAMBIL MEMULAS BIBIRNYA DENGAN LIPSTIK) . Drama Opera Kecoa karya N. Onley abang. 166 . yang diinget Cuma Tibal. Salyo membuka jendela lebar-lebar. Tibal sudah lewat. KENCING DI SITU) : Kok di situ? : Di mana lagi? : Sudah? Kita pergi? : Tunggu. ”Inna li`llahi wa inna illahi raji`un. Luar biasa. forever. mengapa ia meninggal?!!” seru Mr. tetapi merasa harus solider terhadap kekecewaan suaminya. Nyonya Salyo dan Mbah Danu menengok. tambah menyesak dada oleh asap kemenyan. Salyo dengan gairah sambil memeluk bahu istrinya yang tidak menjawab.Hawa di dalam kamar itu pengab. Ke mana? : Kencing dulu.”Kita telah berbuat sebaik mungkin. Yang ada sekarang Cuma abang. ”Kita tak bisa menjawab kepada nonsen itu bukan!” katanya lagi. Mbah Danu. Ditinggal pergi lima tahun. Salyo merasa tengkuknya dingin. Riantiarno (1 adegan) TIGA DI BANGKU-BANGKU PLAZA MONUMEN JULINI BANGUN TIDUR.Mr. Suatu sosok tubuh muncul di ambang pintu. Apa sih? : Sudah siang. : Ya. Ke mana mereka semua sekarang? : Sudah pada mati. Saya sudah nggak inget lagi. Pada jam 7 orang-orang masuk ke kamar jenazah dan mengangkatnya keluar. bangun.” kata Nyonya Salyo. ”Mengapa Jeng.Nyonya Salyo yang mendampingi suami di kamar itu di dalam hatinya cenderung kepada ayah-bundanya. Dan juga mereka melihat pil kinine membukit di lantai di bawah bale-bale Mbok Rah. Kang. Mr. Kang. (MENCUBIT ROIMA) : Aduh. Kita pergi sekarang sebelum diusir satpam. Gubuk Djumini dan Turkan di mana ya? : Di sini. ROIMA MASIH NGOROK JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI ROIMA JULINI : Sudah siang. Matanya membara Mr. Di situ ada kali. bangun. gubuk kita dulu ada di sini. Dengan sangat tiba-tiba ia terpekik dan telunjuknya diacungkannya ke sudut kamar. Matanya terbelalak lebar-lebar. Salyo dan nyonya ikut menyaksikan pengambilamn jenazah dari dalam kamar tempat ia dan Dokter Umar Chattab menderita kekalahan terhadap mertuanya dan Mbah Danu. ’kali. (KE MONUMEN. jembatan dan di sana gubuk Tarsih. Kalau tidak salah. Mau ngorok sampai jam berapa? Memangnya ini hotel? (BERKEMAS-KEMAS) : Sudah siang? Masa? ”Idiih. . sehingga sinar matahari pagi masuk dengan gelombang besar. : Terang. Ketika fajar menyingsing. : Sembarangan.Ia menghela nafas panjang dan melemparkan pandang terakhirkepada bale-bale tempat semalam jenazah terbaring.kali. orang tidak tahu ditanya.

Bojonegoro. Kritik Objektif terhadap cerpen Mbah Danu karya Nugroho Notosusanto. pipinya selalu menonjol oleh susur tembakau yang ada dalam mulutnya. malah mogok.dengan gaya bahasa seperti ini.` Hal ini mengakibatkan pembaca kurang dapat membayangkan gambaran yang jelas tentang latar dalamceritanya. kulitnya yang seperti belulang kasar liat. Pada peristiwa di rumah PakJaksa. Seperti kutipan ` menantu Pak Jaksa yang berpendidikan tinggi itu berkunjung ke Rambang. pengarang terlalu cepat menyelesaikan ceritanya.(DUA SATPAM MUNCUL DI KEJAUHAN. Tuban.Wajahnya pucat seperti kain mori`. LANGSUNG MEMBUNYIKAN PELUITNYA) JULINI : Tuh. Blora. 2) Kritik Ekspresif puisi Pertemuan karya Goenawan Mohamad Pada puisi ini penyair rupanya ingin mengungkapkan bahwa dirinya merasa telah bertemu dengan Tuhan ini dinyatakan dalam bait pertama Meniti tasbih malam pelan-pelan Dan burung kedasih menggaris gelap de kejauhan kemudian adalah pesona: wajah-Nya tersandar ke kaca jendela memandang kita. tuh. sehingga ketika cerita selesai membuat pembaca terkejut. Rembang`. Dengan menggunakan gaya perbandingan. Wajah Nah yang pucat digambarkan oleh pengarang seperti kain mori. Hanya dapat diketahui bahwa ceritanya terjadi di Jawa Tengah. Demikian pula ketika pengarang menggambarkan keadaan bantal Nah dan wajah nah yang pucat ` buih di mulutnya meleleh ke bawah membasahi bantalnya yang kumal seperti tempat duduk Jeep militer yang sudah tua. Dilihat dari alur cerita. MAKIN BANYAK DAN MAKIN BANYAK). ANEHNYA PELUIT MALAH SEMAKIN BANYAK. pembaca dapat membayangkan bagaimana bantal nah yang digambarkan oleh pengarang seperti tempat duduk Jeep militer yang sudah tua. Mbah Danu yang memiliki wajah yang kasar. apa kata Julini.pengarang juga hanya menyebut nama kota yaitu Rembang. Antiklimaks tidak terlihat. Ayo. Seperti pada ` Wajahnya kasar-kasar seperti tengkorak. Dalam mengungkapkan ceritanya pengarang kurang memberi gambaran yang jelas tentang latar cerita. BERLARI. jalannya tegak seperti seorang maharani yang angkuh` Untuk menggambarkan tokoh Mbah Danu pengarang menggunakan gaya perbandingan. Pengarang hanya menyebut nama kota untuk tempat-tempat peristiwanya seperti `Lasem.karena kota Rembang berada di Jawa Tengah. Pamotan. yang pembaca dapat membayangkan kasar seperti tengkorak. Padangan. Satpam. rupanya pengarang senang menggunakan gaya perbandingan. Ini rupanya yang membuat cerita menjadi menarik. 1). pembaca dapat membayangkan bagaimana sosok Mbah Danu. Sudah dibilangi supaya pergi dari tadi. Jatirogo. Dilihat dari gaya bahasanya. terkesan terburu-buru. Cerita terkonsentrasi pada bagian rumitan. kulitnya liat seperti belulang. sampai pada cara Mbah Danu berjalan digambarkan oleh pengarang seperti seorang maharani yang angkuh. memandang kita lama-lama 167 . Cepu. (MEREKA PERGI.

Seperti pada baris dan demikianlah Nabi telah dititahkan dan demikian pula manusia dikirimke bumi yang terbentang. rasa kekhawatiran. Mereka memiliki cinta. Terdapat keindahan yang luar biasa ketika dapat merasakan adanya pertemuan dengan Tuhan. Kritik Sastra dan Esai Sastra Sering orang sulit membedakan antara kritik dan esai. pengarang rupanya mengangkat masalah gelandangan yang sering dikejar-kejar oleh satpam. Sebenarnya. Kedua istilah itu sebenarnya hanya dipakai untuk memberikan komentar atau reaksi mental terhadap sebuah karya sastra yang dibaca. memandang kita lama-lama. pengapresiasian.Pada kutipan di atas dapat dimaknai bahwa penyair dalam malam ketika ia sedang berzikir pada waktu malam hari ia merasa bahwa Tuhan ada bersana dengan dirinya. Mereka sering menjadi sasaran satpam ketika satpam melakukan rasia.strukturnya. dari sorga 3). Seperti ketika Julini mengajak Roima segera meninggalkan tempatnya.aktivitas penyusunannya. Cinta Tuhan terhadap dirimya dirasakan penyair bahwa Tuhan telah mengirimkan nabi untuknya yang datang dari surga. Kenikmatan bersama dengan Tuhan diungkapkan sebagai sebuah pesona. Ini menunjukkan bahwa pengarang telah mampu memotret keadaan sepasang gelandangan yang hidup di kolong jembatan. penganalisisan. 168 . 1987: 10). Diungkapkan oleh Semi (1993: 15-16) bahwa esai sastra adalah suatu tulisan yang merupakan laporan hasil eksplorasi atau pengungkapan penulis tentang karya sastra yang sifatnya lebih banyak menekankan aspek sensasi dan kekaguman penelaah tentang hasil bacaannya atau hasil penjelajahannya. Sementara Arief Budiman berpendapat esai adalah karangan yang sedang panjangnya yang membahas persoalan secara mudah dan sepintas lalu dalam bentukprosa. Tetapikedua aktivitas tersebut dilihat dari segi graduasi dan intensitas prilaku yang dibebankan terhadapkarya sastra. Dalam esai terlihat keinginan. Pemirsa diajak untuk berempati terhadap kehidupan gelandangan yang sebetulnya sama seperti kehidupan yang normal. Kritik Mimetik Drama Opera Kecoa Karya N. serta aspek kepengarangannya. Mereka menginginkan rasa aman juga. Lebih lanjut diungkapkan bahwa esai memiliki persamaan dengan kritik sastra yaitu pada aktivitas dalam aspek penghayatan. Ada beberapa pendapat tentang esai sastra. Ini terungkap pada wajah-Nya tersandar ke kaca jendela memandang kita. rasa cemburu. Ini memang merupakan gambaran kehidupan gelandangan yang dicoba oleh pengarang untuk diangkat ke dalam karyanya. Dalam esai yang utama bukanlah pokok persoalan melainkan bayangan kepribadian dari pengarang yang simpatik dan menarik. dan penilaian juga dilakukan.tidak tersusun secara teratur tetapi seperti dipetik dari bermacam-macam jalan kehidupan. jadi bersifat pribadi. H. di gubuk-gubuk. Esai tidak memecahkan persoalan tetapi melukiskan persoalan dalamkarya sastra (Baribin. a. kadang-kadang terhadap keseluruhan dalam sebuah karya sastra.apa saja yang dibicarakan tentang karya sastra boleh dinamakan esai sastra.B Jassin berpendapat bahwa esai membicarakan bermacam ragam. Riantiarno Apabila diperhatikan drama di atas.sikap terhadap soal yang dibicarakan.

yang akhirnya dapat memberikan faedah yang besar.upaya pengembangan metode kritik kritik dan pendekatan kritik secara terus menerus perlu pula dilakukan.b.Lebih dari itu. b. Kritik sastra yang disusun atas dasar pendekatan dan metode kerja yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan c. Adapun Semi (1993: 17) mengungkapkan kritik sastra dapat menjalankan fungsinya dengan baik adalah: a. Kritik sastra yang disusun atas dasar keinginan untuk memperbaiki mutu karya sastra dan mutukhalayakpembaca.penikmat sastra. Kritikus juga harus mampu membuktikan bahwa kritik yang dilakukannya mampu memberikan sumbangan yang baik terhadap pembinaan dan pengembangan sastra. Buatlah kritik mimetik terhadap cerpen Mbah Danu karya Nugroho Notosusanto 2. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan bagi penyusunan atau pengembangan teori sastra. Rangkuman Kritik sastra merupakan kegiatan menghakimi. Ini dapat berfungsi sebagai jembatan antara pengarang dengan pembaca. Buatlah kritik ekspresif terhadap drama Opera Keoa karya N.maupun bagi kritikus itu sendiri. Riantiarno D. dan penilaian karya-karya sastra. Cara Meyusun Kriti Sastra Agar dapat menyusun kritik sastra dengan baik. dan agar kritik sastra mampu menjalankan fungsinya dengan baik tentu kritikus diminta pertanggungjawaban atas tugasnya sebagai pengkritik. menguraikan atau memecahmecah sebuah karya sastra ke dalam unsur-unsur pembentuknya atau normanormanya disertai tafsiran. C. penerangan. dalam melakukan kritik terhadap sebuah karya sastra. perumusan. Tanggung jawab profesional pengkritik agar peranan kritik sastra dapat berkembang dan tumbuh subur di tengah-tengah lingkungannya. Fungsi kritik sastra adalah : Memberi penilaian atas baik atau buruknya suatu karya sastra. Kegiatan untuk memberi pertimbangan baik buruk karya sastra dengan memberikan alasan-alasan mengenai isi dan bentuknya. Tugas dan tanggung jawab kritikus sebenarnya diarahkan kepada upaya memfungsikan kritik sastra itu sendiri. kritikus akan menetapkan penggolongan. Mendidik pembaca untuk menghargai karya sastra yang bernilai. Jadi. Buatlah kritik Objektif terhadap puisi Pertemuan karya Gunawan Muhamad 3. Kritik sastra yang dilahirkan oleh pengritik yang mempunyai rasa tanggung jawab moral dan intelektual disebabkan ia mempunyai minat membaca dan menekuni sastra dan ilmu sastra Berguna tidaknya sebuah kritik sastra akhirnya berpulang dari tanggung jawab kritikus. terutama dalam menemukan konsep-konsep kritik sastra yang sesuai dengan hakikat sastranusantara. Latihan-Latihan 1. Membiasakan masyarakat sastra untuk menaruh perhatian terhadap tulisan-tulisan kritik sastra. Memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul dalam diri pembaca setelah menikmati suatu karya satra. Dengan bekerja seperti itu orang akhirnya dapat memberi penilaian bagaimana kelebihan-kelebihannya dan cacat-cacatnya atau kekurangan-kekurangannya dengan memberikan alasan atau komentar-komentar yang dapat dipertanggungjawabkan. klasifikasi. Buatlah kritik pragmatik terhadap cerpen Mbah Danu karya Nugroho Notosusanto 4. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan bagipenyusunan 169 .baik bagi sastrawan.

sehingga pengarang yang memanfaatnkan kritik sastra akan dapat mengembangkan atau meningkatkan mutu hasil karyanya. atau teori tentang kritik sastra. Adapun menurut pelaksanaannya.aktivitas penyusunannya. disusun atas dasar pendekatan dan metode kerja yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. bebas dari sekitarnya. Menurut Bentuknya ada 2 jenis kritik sastra yaitu (1) Kritik teoritik (theoritical criticism).yaitu penerapan teori-teori kritik pada karya sastra. (3) Kritik Impressionistik kritik sastra yang berusaha menggambarkan dengan kata-kata sifat-sifat yang terasa dalam bagian-bagian khusus atau dalam sebuah karya sastra dan menyatakan tanggapan-tanggapan (impressi) kritikus.Memberikan sumbangan pendapat atau pertimbangan kepada pengarang tentang karyanya. Kritikus juga harus mampu membuktikan bahwa kritik yang dilakukannya mampu memberikan sumbangan yang baik terhadap pembinaan dan pengembangan sastra. (2) Kritik Terapan atau kritikpraktek. (3) Kritik Mimetik yang orientasinya pada alam atau kehidupan. Dengan demikian kriteria keberhasilan karya sastra adalah ketetapan atau kebenaran dalam meniru alam atau kehidupan. Tugas dan tanggung jawab kritikus sebenarnya diarahkan kepada upaya memfungsikan kritik sastra itu sendiri. jelaskan. Berdasarkan pendekatannya kritik sastra dibedakan atas apa saja.sejarah sastra. dan agar kritik sastra mampu menjalankan fungsinya dengan baik tentu kritikus diminta pertanggungjawaban atas tugasnya sebagai pengkritik. (4)Kritik Pragmatik kritik ini menganggap bahwa karya sastra harus berguna atau bermanfaat pada pembaca. F. jelaskan. mandiri. E. Kunci Jawaban 170 . Jelaskan fungsi kritik sastra. 5. maka yang ditiru adalah alam atau kehidupan. Evaluasi 1. (2) Kritik Induktif (Inductive Criticism) kritik sastra yang menguraikan bagian-bagian karya sastra berdasarkan fenomena-fenomena yang ada secara objektif. 2. Perbedaan antara kritik dan esai sebenarnya hanya dipakai untuk memberikan komentar atau reaksi mental terhadap sebuah karya sastra yang dibaca. 4. Agar dapat menyusun kritik sastra dengan baik. Berdasarkan bentuknya kritik sastra dibedakan atas apa saja. Jelaskan perbedaan antara kritik sastra dan esai. 3. kritik sastra dapat digolongkan menjadi 3 jenis. Kritik sastra dapat menjalankan fungsinya dengan baik jika kritik sastra yang disusun atas dasar keinginan untuk memperbaiki mutu karya sastra dan mutuk halayak pembaca. (2) Kritik Ekspresif yang bertolak dari keyakinan bahwa karya sastra adalah ekspresi jiwa sastrawan. strukturnya.(1) Kritik Yudisial (Judicial Criticism) Kritik sastra yang berusaha menganalisis dan menerangkan efek-efek karya sastra berdasarkan pokoknya atau temanya. Tetapi kedua aktivitas tersebut dilihat dari segi graduasi dan intensitas prilaku yang dibebankan terhadapkarya sastra. Menurut pendekatan. yaitu kritik sastra dalam bidang teori. Jelaskan yang dimaksud dengan kritik sastra. serta aspek kepengarangannya. pengritik mempunyai rasa tanggung jawab moral dan intelektual disebabkan ia mempunyai minat membaca dan menekuni sastra dan ilmu sastra Berguna tidaknya sebuah kritik sastra akhirnya berpulang dari tanggung jawab kritikus. digunakan rumusan dari Abrams ada 4 pendekatan yaitu (1) Kritik Objektif yang menganggap karya sastra sebagai sesuatu yang otonom.

(2) Kritik Ekspresif yang bertolak dari keyakinan bahwa karya sastra adalah ekspresi jiwa sastrawan. Yudiono Ks. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan penyusunan sejarah sastra. Kritik sastra merupakan kegiatan menghakimi. 4.1995. Andre. Semi. Semarang: IKIP Semarang. Atar. Kritik Sastra Sebuah Pengantar. Asmarandana. aktivitas penyusunannya. Memberikan sumbangan pendapat atau bahan-bahan untuk penyusunan atau pengembangan teori sastra. penerangan. Menurut Bentuknya ada 2 jenis kritik sastra yaitu (1) Kritik teoritik (theoritical criticism). Fungsi kritik sastra adalah : Memberi penilaian atas baik atau buruknya suatu karya sastra. 1987. 1993. Bandung: Angkasa. Kritik sastra dapat juga berfungsi sebagai jembatan antara pengarang dengan pembaca. 3. Tiga kota. 5. Telaah Kritik Ssatra Indonesia.yaitu penerapan teori-teori kritik pada karya sastra. Mohamad. dan penilaian terhadap karya-karya sastra. G. rene & Austin Warren. Bandung: Angkasa. Ahmad Tohari: Karya dan Dunianya. (2) Kritik Terapan atau kritikpraktek. (3) Kritik Mimetik yang orientasinya pada alam atau kehidupan kriteria keberhasilan karya sastra adalah ketetapan atau kebenaran dalam meniru alam atau kehidupan. strukturnya. Jakarta: PT Gramedia. Pendekatan dalamkritik sastra adalah (1) Kritik Objektif yang menganggap karya sastra sebagai sesuatu yang otonom. 1990. 1990. Memberikan sumbangan pendapat atau pertimbangan kepada pengarang tentang karyanya. Goenawan. serta aspek kepengarangannya. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. (4)Kritik Pragmatik kritik ini menganggap bahwa karya sastra harus berguna atau bermanfaat pada pembaca. Jakarta: Balai Pustaka. Metode Penelitian Sastra. 1992. perumusan.1. Raminah. 1991. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Nugroho. Notosusanto. Perbedaan antara kritik dan esai sebenarnya hanya terletak pada cara memberikan komentar atau reaksi mental terhadap sebuah karya sastra yang dibaca.Jakarta: Gramedia 171 .Daftar Pustaka Baribin. M. Hardjana. __________2003. sehingga pengarang yang memanfaatnkan kritik sastra akan dapat mengembangkan atau meningkatkan mutu hasil karyanya. atau teori tentang kritik sastra. klasifikasi. Kritik dan Penilaian Sastra. 2. Wellek. agar pembaca dapat menghargai karya sastra yang bernilai sehingga masyarakat sastra menaruh perhatian terhadap tulisan-tulisan kritik sastra. yaitu kritik sastra dalam bidang teori. Teori Kesusastraan (diindonesiakan oleh Melani Budianta).

172 .

173 .

tetapi terkadang seseorang kurang terampil dalam kegiatan berbicara. 2006:2) presentase waktu yang digunakan dalam proses komunikasi sangat besar. menerapkan komponen-komponen yang harus dipatuhi dalam berpidato. Hakikat keterampilan menyimak Banyak orang memaknai kata listen atau mendengar seadanya. mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali di malam hari. 1990:8). berkisar 75% sampai 90% dari kegiatan kita. mengajukan pertanyaan yang cocok untuk wawancara. tempat ibadah. 3. 174 . Di manapun mereka berada selalu melakukan kegiatan tersebut. menyimak” (Maggio. 5. dan stuktur bahasa. dan sintaksis suatu bahasa (Ahmadi. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti materi berbicara-menyimak. Aktivitas komunikasi terjadi pada setiap aspek kehidupan. maka perserta PLPG diharapkan dapat: 1. 1.BAB VI KETERAMPILAN BERBICARA-MENYIMAK A. pasar. 6. 10% untuk membaca. maupun di sekolah. Keterampilan menyimak bukan merupakan suatu proses yang pasif. masyarakat. dan 50% untuk menyimak/mendengarkan. The American Heritage Dictionary mengatakan bahwa listen berarti “melakukan upaya mendengarkan sesuatu” dan ”memperhatikan. 35% untuk berbicara. baik anak kecil maupun orang dewasa melakukan kegiatan mendengarkan maupun menyimak. semantik. menentukan kalimat pembuka dan penutup pada pidato yang benar. namun definisi kamus bisa saja berbeda dengan apa yang dimaknai orang. PAPARAN MATERI Kehidupan manusia tidak lepas dari kegiatan komunikasi. Sepanjang waktu manusia melakukan aktivitas komunikasi yang meliputi kegiatan berbicara dan menyimak. Waktu yang digunakan dalam proses komunikasi 5% digunakan untuk menulis. Unsur yang sangat penting dan fundamental dalam semua interaksi adalah keterampilan untuk memahami apa yang dikatakan atau diucapkan oleh orang lain atau pembicara (Ahmadi. 1990:7). memberikan jawaban dengan benar pada saat wawancara sebagai seorang narasumber 4. menjelaskan konsep dasar dalam kegiatan menyimak dan berbicara. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya komunikasi dalam kehidupan seharihari. 2007:39). Menerapkan komponen-komponen yang harus dipatuhi dalam berdiskusi. dalam memahami variasi bahasa. kantor. baik di lingkungan keluarga. variasi dialek. Terkadang seseorang menjadi terampil baik dalam bahasa pertama maupun bahasa kedua. Setiap hari manusia. karena komunikasi merupakan bagian integral dari sistem dan tatanan kehidupan sosial manusia atau masyarakat. melainkan suatu proses aktif dalam mengkonstruksi pesan dari suatu bunyi yang diketahui orang sebagai sebagai potensi fonologi. Menurut Jiwanta (dalam Suprapto. B. 2. KETERAMPILAN MENYIMAK a.

3) Identifikasi dan seleksi terarah dengan retensi pendek c. memahami. 2) Identifikasi dan seleksi tanpa retensi Siswa mendengarkan untuk kesenangan memahami dan menyarikan sekuen arti. ingat bahwa menyimak lebih dari sekadar membiarkan orang lain berbicara. 1990:8) menyimak dalam pembelajaran dibagi menjadi beberapa tahap. Menurut Wilga M. tanpa dituntut mendemonstrasikan pemahaman melalui penggunaan bahasa secara aktif. Orang harus benar-benar memberi perhatian kepada lawan bicara. Memperhatikan orang yang sedang berbicara merupakan upaya untuk menyimak. pola kegiatan pembelajaran dapat diberlakukan aktivitas menyimak. -Lilian EichlerKeterampilan menyimak dalam kegiatan belajar mengajar Kegiatan menyimak dapat dilakukan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Matanya menunjukkan sorot tertarik dan senang. itu bukan mendengar dalam arti yang sebenarnya. Ia tanggap. mengomentari apa yang dikatakan. mendengarkan memahami mengingat Pendengar yang baik tentunya akan mengambil bagian dari percakapan. dan mengajukan pertanyaan agar pembicaraan mengalir dengan hangat. Tak sedikit pun ia lepas dari perhatiannya”. Rivers (dalam Ahmadi. Dalam kegiatan belajar mengajar menyimak. b. 175 . 1) Identifikasi Siswa mempersepsi bunyi dan frase dengan mengidentifikasi secara langsung terhadap arti. menawarkan gagasan. sesekali mengajukan pertanyaan. Ada beberapa hal yang dapat diperhatikan untuk menjadi pendengar yang baik. “Tidak cukup hanya berdiam diri ketika lawan bicara Anda sedang berbicara.Menyimak yang baik Apabila seseorang ingin menjadi pembicara yang baik. Pendengar yang baik dapat memancing yang terbaik dari orang lain. dan mengingat. Kegiatan tersebut terdiri dari serangkaian kegiatan mendengarkan. memahami apa yang didengar. Oleh karena itu mendengarkan merupakan perilaku aktif. bukan pasif.

Keterampilan berbicara juga didasari oleh kepercayaan diri untuk berbicara secara wajar. jujur. Siswa mendemonstrasikan pemahamannya atau menggunakan bahan ajar yang telah dipahami setelah mengalami kegiatan mendengarkan secara tuntas. dan keinginan kepada orang lain. dan lagu kalimat. benar. mengajak. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berbicara dengan siapa saja. menghibur (to entertain). Orang yang diajak 176 . tekanan.Siswa diberi beberapa indikator lebih dahulu tentang hal-hal yang didengar atau disimak. Dengan demikian. dan berat lidah (Ahmadi.1981:15). KETERAMPILAN BERBICARA a. Berbicara dengan orang yang tidak dikenal bisa saja menimbulkan suasana yang tidak nyaman. rendah diri. Pembicara merasa yakin tidak dapat mengatasi hal tersebut (Rogers. tujuan keterampilan berbicara mencakup beberapa hal. Sementara itu. Hakikat keterampilan berbicara Keterampilan berbicara pada hakikatnya merupakan keterampilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak. perasaan. meyakinkan (to persuade). 2003:198). Agar dapat menyampaikan pikiran secara efektif. Kunci sukses dalam keterampilan berbicara Menurut King (2008:15). 1990:18). Bisa juga siswa dilibatkan dalam aktivitas yang meminta pengingatan kembali tentang materi pelajaran yang telah dipelajari sebelumnya. berbicara mempunyai tiga maksud umum. Berbicara merupakan cara untuk mengkomunikasikan gagasan sesuai dengan kebutuhan pendengar atau penyimak (Mulgrave melalui Tarigan. 2) menjamu. dan bertanggung jawab dengan melenyapkan problem kejiwaan. b. berbicara itu lebih daripada sekadar pengucapan bunyi atau kata-kata. Dalam kegiatan berbicara kelengkapan vokal seseorang merupakan prasyarat alamiah yang dapat memproduksi suatu ragam yang luas dari artikulasi. c. kesenyapan. yaitu: 1) memberitahukan. 2. Menurut Fowler (dalam Ahmadi. Siswa mendemontrasikan pemahaman secara langsung dan dengan cara yang aktif. 4) Identifikasi dan seleksi dengan retensi yang meminta waktu panjang. nada. Menurut Tarigan (1981:16). maka seorang pembicara harus memahami makna segala sesuatu yang ingin dikomunikasikan. bahkan suasanya menjadi beku dan kurang besahabat. melaporkan (to inform). Melalui sejumlah penelitian ditunjukkan bahwa rasa takut untuk berbicara di depan publik kemungkinan terkait dengan rasa takut untuk dipermalukan akibat konfrontasi di depan publik. 1990:19). 1) Mengatasi rasa malu Yang harus dilakukan dalam berbicara dengan sejumlah orang adalah membuat mereka mudah melakukannya. 1) Mudah dan lancar atau fasih berbicara 2) Kejelasan berbicara 3) Bertanggung jawab 4) Membentuk pendengar yang kritis. mendesak. Tujuan keterampilan berbicara Tujuan utama berbicara adalah berkomunikasi. kebutuhan. seperti rasa malu. ketegangan. dan 3) membujuk.

mengatakan: “Agar diperhatikan. mereka mungkin akan bereaksi seperti: 1) Tidak yakin terhadap pendapat mereka dalam satu masalah penting 2) Memikirkan hal-hal yang bertentangan 3) Merasa yakin bahwa pendapat mereka salah 4) Merasa sedang dikritik atau dicemooh 5) Merasa dirinya seorang penipu yang akan dibeberkan di muka umum 177 . Jika terjadi secara alami. 6) Adakah tabu-tabu lain Sekarang tidak perlu terlalu memikirkan hal-hal yang ditabukan. bahasa tubuh akan menjadi bentuk komunikasi yang sangat efektif.” 5) Bahasa tubuh Louze Nizer pernah mengatakan: “kalau kau silangkan tanganmu di dada. mempertahankan kontak mata yang baik tidak sekadar di awal dan akhir kata. Ajarkanlah mereka membicarakan diri mereka. sebagaimana pada generasi sebelumnya. Oleh karena itu menjadi pembicara yang baik juga harus kaya informasi dan relevansi. Jika dibuat-buat akan tampak seperti bukan aslinya (palsu). 4) Hukum pertama percakapan Hukum pertama percakapan adalah dengarkanlah. Dari sifatnya. 2) Memulai Di manapun kita berada. Pertanyaan tersebut merupakan musuh percakapan yang hangat. Hal ini dapat digunakan untuk mengatasi kekhawatiran. Menjadi pembicara yang baik karena si pembicara dapat mengatasi kekhawatiran. yang telah terjual lima belas juta eksemplar. “Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang membuat orang lain senang menjawabnya. dan menutup diri. topik-topik di sekitar kita dapat digunakan untuk membuka atau memulai pembicaraan. Orang-orang yang merasa tidak berhak untuk menyatakan perasaan. berarti kau merasa kikuk. Ada hukum bahasa tubuh yang dapat diikuti agar percakapan berhasil “buatlah kontak mata”. 3) Pertanyaan yang harus dihindari Hindari pertanyaan ya/tidak. kemungkinan besar takut bicara di depan publik. jangan mengandaikan bahwa orang yang diajak berbicara merasa enak dengan salah satu hal yang tabu. tidak nyaman. karena tinggal sedikit hal-hal tabu yang tersisa. Jika ingin belajar banyak maka seseorang harus melakukan sesuatu dan mendengarkan apa yang disampaikan atau dibicarakan orang lain. atau merasa tidak berhak untuk membuat kesalahan. Saat melakukan presentasi.berbicara akan semakin menikmati percakapan jika mereka tahu bahwa si pembicara menikmati pembicaraan. tetapi selama berbicara dan mendengarkan akan membuat seseorang menjadi pembicara yang hebat di mana pun ia berada. Kata tabu jarang sekali terdengar lagi. Dale Carnegie dalam bukunya How to win Friends dan Influence People. Secara umum gunakan kebijaksanaan.” Bahasa tubuh merupakan bagian alami dari percakapan dan komunikasi. Dale menambahkan. perhatikanlah”. pertanyaan seperti itu menghasilkan jawaban yang hanya berupa satu kata atau dua kata sehingga suasana percakapan menjadi monoton dan membosankan. dan prestasi-prestasi mereka.

Jika guru tersebut dapat berkomunikasi dan dapat tampil dengan baik.pertanyaan penting dan valid. Pengertian Interview atau wawancara adalah suatu percakapan yang diarahkan pada suatu masalah tertentu. 2005:13-14). harus dijaga agar adu argumentasi tidak mengarah ke “debat kusir”. meminta keterangan atau penjelasan. Jika seorang guru sedang mengajar di kelas maka guru tersebut yang menentukan apa yang harus atau tidak harus disampaikan. atau gerakan yang bersifat merendah atau menghina diri sendiri (Rogers. Jika mengajukan argumen dan kemudian argumen itu disalahkan narasumber. Hak ini juga dimiliki oleh pendengar atau penonton yang posisinya diwakili oleh pewawancara (Stokkink melalui Fadli. Seorang pewawancara harus bersikap santun/hormat serta tidak memojokkan narasumber. pewawancara tidak perlu mendebatnya secara berkepanjangan. ini merupakan proses tanya jawab lisan. maka pesan atau materi yang disampaikan akan diterima oleh peserta didik. dorongan).. WAWANCARA a. melainkan tetap menunjukkan ketenangan (Fadli. Persoalannya kemudian apakah bla…bla….1980: 171). 2005:14). Namun demikian. Menurut Suprapto (2006). Proses interview melibatkan 2 (dua) pihak dengan peran yang berbeda.”. 2007:56). pada umumnya komunikasi dikontrol oleh komunikator. mengingat-ingat dan mencatat jawaban-jawaban. Pada saat yang sama interviewer mengadakan evaluasi dan penegasan (menyatakan kembali isi jawaban interviewer dengan kata-kata lain). Jenis pertanyaan dalam wawancara Pertanyaan dibedakan menjadi dua (Maggio. 178 . 2003:209). Interviewer mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Lalu lanjutkan ke pertanyaan yang lain.6) Membuat pernyataan negatif. Dengan berada pada posisi yang sejajar. pewawancara. Seorang pewawancara sebaiknya mengambil sikap sejajar dengan narasumbernya. sedangkan pihak kedua berfungsi sebagai pemberi informasi (Information supplyer). Pihak pertama berfungsi sebagai penanya. b. sepanjang pewawancara siap dengan pengetahuan yang mendalam tentang topik yang dibahas. sambil menilai jawaban dari narasumber. “Oke. tetapi komunikator tidak dapat mengontrol apa yang didengarkan atau sedang dipikirkan oleh audiens. 1) Pertanyaan terbuka Pertanyaan terbuka digunakan untuk memancing jawaban yang lebih kompleks. atau bahkan menggeser arah pembicaraan. yang menempatkan dua orang atau lebih berhadap-hadapan secara fisik (Kartono. Akhiri dengan cukup mengatakan. serta meminta jawaban yang jujur. disebut pula sebagai interviewer. kita berbeda pandangan mengenai soal yang satu ini. Selain itu. narasumber atau informan. Di samping itu dia juga menggali keterangan-keterangan lebih lanjut dan berusaha melakukan “probing” (rangsangan. Adu argumentasi juga dianjurkan dalam sebuah wawancara. pewawancara sebaiknya tidak menanggapi dengan emosi juga. komunikator sebagai narasumber dengan mudah dapat mengontrol apa yang diucapkan atau disampaikan. Dalam kegiatan berbicara. pewawancara dapat menanyakan pertanyaan. jika narasumber tampak mulai emosi. 3.

Pada dasarnya dalam membuat pertanyaan terbuka dapat dimulai dengan beberapa kata tanya yaitu 5 W + 1 H (who: siapa. why: mengapa. “Lalu apa?” Pertanyaan tertutup bisa juga digunakan untuk cepat-cepat mengakhiri pembicaraan dan segera pergi meninggalkan lawan bicara atau informan. atau salah).” b) “Sudahkan Anda…. Sebagai narasumber atau informan bisa saja tidak diharuskan untuk menjawab suatu pertanyaan. itu bersifat pribadi bagi saya. 1) jangan menjawab pertanyaan sendiri. memohon diri untuk pergi.” Pertanyaan tertutup menghasilkan sepotong informasi kecil yang cenderung menghentikan pembicaraan. Contoh: 1) “Kalau tidak keberatan. dapat dijawab dengan berbagai hal yaitu berdiam diri. dan bisa mengembangkan dengan cukup lama. menyinggung. tidak.Maka membuat narasumber banyak bicara adalah kewajiban pewawancara. “Selesai”.” 4) “Maaf. agar melakukan pendalaman dan 179 . Bisa juga orang yang berpikir literal akan memberikan jawaban satu kata (ya. seimbangkan pertanyaan dengan jawaban. Di dalam menyusun pertanyaan tertutup dapat dimulai dengan: a) “Apakah Anda…. Ada juga orang yang awalnya mengajukan pertanyaan tertutup. what: apa. itu bukan informasi yang bisa saya berikan. when: kapan. Menjawab pertanyaan Kegiatan wawancara dilakukan untuk menggali informasi dan menemukan jawaban atas pertanyaan yang ada. penyajian informasi untuk membangkitkan kepedulian pendengar. menatap kosong. 2) Pertanyaan tertutup Pertanyaan tertutup digunakan untuk memancing jawaban satu kata. Perlu diingat bahwa narasumber memiliki hak untuk sedikit bicara atau pelit ngomong. where: di mana. mengapa Anda menanyakan hal itu?” 2) “Apakah Anda perlu tahu?” 3) “Maaf. Secara umum dalam setiap pembicaraan apapun. benar. Pengertian Pidato adalah pengekspresian ide / gagasan. saya tidak memiliki hak untuk menjawab pertanyaan itu.” 5) “Maaf. “Titik”. PIDATO a. Selain itu jika pertanyaan yang bersifat agresif. atau kasar. bisa juga dengan jawaban ya atau tidak.” 6) “Apa maksud Anda?” 4. atau how: bagaimana). Kunci dalam kegiatan wawancara atau hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat wawancara berlangsung. 2) Jangan mengajukan pertanyaan jika tidak benar-benar ingin mendapatkan jawaban yang jujur Contoh: “Apa yang harus saya lakukan?” “Bagaimana menurut Anda pendapat saya selama rapat tadi?” “Bersediakah Anda menjadi guru pengganti selama saya tugas ke luar kota?” c. apabila pertanyaan tersebut retorik. Pertanyaan saja tidak akan menghasilkan pergantian giliran dalam pembicaraan.

180 . 4) Metode ekstemporan (tanpa persiapan naskah) Uraian yang akan dibawakan dengan metode ini direncanakan dengan cermat dan dibuat catatan-catatan penting.tindak lanjut. dan moderator. rentang jembatan dan jalan keluar . Biasanya dalam keadaan darurat tak terduga banyak menggunakan teknik serta merta. sehingga ia tidak bebas menatap pendengarnya. 3) Metode naskah Metode ini sering dipakai dalam pidato resmi atau pidato televise dan radio. Mata dan perhatian pembicara selalu terfokus ke naskah. 1) Mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti kemauan kita dengan suka rela. pendengar. c.S. Tujuan pidato Di dalam berpidato umumnya orang melakukan satu atau beberapa hal berikut ini. Teknik pidato Menurut Effendi (2006:64-65). Ada pembicara yang berhasil dengan metode ini. Pembicara harus dapat member tekanan dan variasi suara untuk menghidupkan pembicaraannya. 2) Memberi suatu pemahaman atau informasi pada orang lain. sebab bila tidak atau kurang melakukan latihan yang cukup. 1) Metode menghafal Pidato yang disampaikan dengan metode ini dipersiapkan dan ditulis secara lengkap terlebih dulu. Teknik atau metode dalam membawakan suatu pidato di depan umum. terjadi seolah-olah tidak ada hubungan antara pembicara dengan pendengar. Dalam penyampaiannya. 3) Membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur sehingga orang lain senang dan puas dengan ucapan yang kita sampaikan. yang masing-masing memiliki peran dan fungsinya sendiri. 1988: 65). feedback/umpan balik. Metode ini juga sering menyulitkan pembicara untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan reaksi pendengar ketika menyampaikan uraiannya (Arsyad dan Mukti U. namun ada juga yang tidak. dan mengeluarkan kata-kata tanpa menghayati maknanya. Komponen pidato meliputi penyaji. b. Berpidato dengan metode ini sering menjemukan dan tidak menarik. materi yang disajikan. Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut dan dapat mempengaruhi audiens. Pembicara membawakan pidato tanpa persiapan sama sekali dan hanya mengandalkan pengalaman dan pengetahuannya. pembicara dengan bebas berbicara dan bebas pula memilih kata-katanya sendiri. Ada jalan masuk. ketika seseorang akan naik mimbar untuk berpidato. kemudian dihafal kata demi kata. Ada kecenderungan untuk berbicara cepat-cepat karena khawatir lupa.. 2) Metode serta merta (impromptu) Metode ini dilakukan berdasarkan kebutuhan sesaat. yang sekaligus menjadi urutan bagi uraian itu. Mengorganisasikan suatu pidato bagaikan membangun sebuah jembatan. ia dapat melakukannya dengan dua cara yaitu pidato tanpa naskah dan pidato dengan naskah. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik/umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik. Metode ini sifatnya agak kaku.

Hal ini begitu jelas. tiba-tiba terserang penyakit yang sangat serius. asal saya bisa panjang umur. Hal tersebut karena topik pidato yang dikuasai pembicara sangat menentukan sukses tidaknya suatu pidato. Selain itu juga perlu melakukan latihan duduk.” “Kalau saya melakukan itu. pria itu sadar.d. saya bersedia melakukan apa saja. dan latihan memantapkan diri. cerita pendek tetapi lengkap yang memiliki bagian awal. Audiens tertarik dan antusias untuk mendengarkan uraian atau topik 181 . Akibatnya adalah hal-hal sebagai berikut. Bisa saja pembicara terlalu cepat berbicara. tidak minum minuman keras. karena untuk pertama kalinya. Agar memiliki kemampuan berpidato yang baik diperlukan persiapan yang sebaik-baiknya dan latihan secara teratur. Hal tersebut dapat teratasi dengan salah satu cara yaitu pelatihan dilakukan tahap demi tahap untuk mengurangi masalah yang ada dalam diri pembicara. hidupmu akan terasa jauh lebih lama”. kunci pertama untuk menjadi pembicara yang sukses adalah “bicarakanlah hal yang Anda pahami”. “Bangun pagi. “apakah saya benar-benar akan hidup lebih lama?” “Tidak. meskipun sudah berkali-kali melakukannya. (Rogers. Kunci sukses dalam pidato Beberapa orang masih takut berpidato. Katakan dokter. tengah. Dia berkata pada dokter. 2003:56-58) . apa yang harus saya lakukan?” Dokter itu berkata. Atau bahkan bisa menceritakan sebuah lelucon atau anekdot yang lucu. Cara berlatih yang baik agar pembicara bisa mengawali pidato dengan penuh percaya diri adalah dengan latihan menceritakan sebuah cerita sederhana. berjalan. dan jauhi wanita. Pengalaman tersebut membuatnya terguncang. hal itu sangat diperlukan. gugup. namun bagi pemula. bahwa dirinya tidak abadi. Menurut King (2008:156).” tanya pria muda itu. Cara Mengawali Pidato Pembicara yang belum berpengalaman dan tidak terlatih mungkin merasa kesulitan untuk mengawali pidato. jangan tidur terlambat.” jawab sang dokter. “Dokter. e. penuh keraguan. Penguasaan materi atau topik yang baik akan memperlancar penyampaian materi pidato. tidak merokok. mengatur keseimbangan. Mencari pokok bahasan yang dipahami sangat penting sebelum berpidato. atau bisa saja terbata-bata menyampaikan isi pidato. “tetapi. 1) Audiens merasa bosan karena lebih banyak tahu daripada orator 2) Orator tidak merasa yakin dengan pokok bahasannya. banyak makan sayur. dan akhir. lambat berbicara. Contoh anekdot Seorang pria muda yang tidak pernah sakit sepanjang hidupnya. Hal penting dalam pendahuluan pidato adalah membangkitkan perhatian. berdiri. suara kurang keras hampir tidak terdengar sampai audiens belakang. sehingga ia tidak yakin pula dalam bersikap. mempersiapkan pidato dan melakukan latihan mungkin tidak diperlukan lagi. Bagi orang yang sudah biasa berpidato di hadapan massa. tetapi banyak pembicara pemula membuat kesalahan dengan mengambil pokok bahasan yang tidak sepenuhnya dipahami.

tampilkan diri dan gagasan dengan tenang. berbagai cara dapat dilakukan untuk memikat perhatian audiens. Pidato sebagai bagian dari komunikasi harus hati-hati. menjawab pertanyaan pendengar bertujuan untuk menambah keragaman penyampaian materi. 1) Ada pembicara yang tidak menyukai sesi tanya jawab Pembicara kurang menyukai sesi tanya jawab karena: a) Pendengar mengajukan pertanyaan sulit b) Pembicara tidak dapat menjawab pertanyaan pendengar c) Sedikit pengetahuan d) Kurang memahami materi yang disampaikan 2) Ada pembicara yang menyukai sesi tanya jawab. h. ingat motto: “Naik mimbar tanpa persiapan. mengerti pesan dan akhirnya mengubah sikap dan perilaku sesuai dengan tujuan komunikasi. tutup mulut sebentar. kata-kata tokoh) 2) Mengajukan pertanyaan 3) Menyajikan ilustrasi 4) Memberikan fakta yang mengejutkan 5) Menyajikan hal yang mengandung rasa manusiawi 6) Mengetengahkan pengalaman yang ganjil Cara tersebut harus disesuaikan dengan tema pidato dan diselaraskan dengan latar belakang audiens. yang penting “how”. Setelah pidato berlangsung. Semua memperhatikan. . lancar. cerita atau pokok-pokok yang 182 f. g. Pertanyaan yang diajukan pendengar dalam sebuah sesi tanya jawab bisa ditanggapi seorang pembicara melalui dua sudut pandang. Sebelum mengakhiri pidato. Dalam berpidato dan berkomunikasi. ilustrasi. lakukan pengakhiran dengan menyimpulkan pidato. karena efek yang timbul (negatif) sulit untuk dihilangkan. Pidato berakhir dengan sangat memikat. sasaran memahami.yang akan disampaikan. Selain itu. Cara mengakhiri pidato Akhiri pidato dengan cara yang memikat. 1) Mengemukakan kutipan (ayat suci al-Quran. berhenti sejenak. Pidato dikatakan berhasil jika terpenuhinya tujuan/komponen pidato. turun mimbar tanpa kehormatan”. Menunggu dengan expresi wajah yang kebingungan. Menjawab Pertanyaan Menurut Rogers (2003). Langkah–langkah tersebut di antaranya: 1) Meneliti masalah a) Menentukan maksud pidato b) Menganalisis pendengar dan suasana c) Memilih dan menyempitkan pokok permasalahan yang telah diangkat 2) Menyusun naskah pidato a) Mengumpulkan bahan Penyusunan dan pengumpulan data diusahakan seakurat mungkin yaitu sesuai fakta. Langkah-langkah pidato Dalam berpidato terdapat langkah–langkah penting yang harus dilakukan agar hasilnya maksimal. Begitu semua perhatian terfokus kepada pembicara. pendapat ahli. Dalam berpidato. Dalam menjawab pertanyaan pendengar. Biarkan suasana hening. Tanya jawab juga memberikan pendengar kesempatan yang terbatas untuk ikut berpartisipasi. lanjutkan pidato. dan meyakinkan. Berikutnya. Menurut Effendi (2006:66). Berdiam diri.

Jenis diskusi Berdasarkan situasi. 5. Tiga langkah di atas harus dilakukan dengan urut. 183 . Hakikat diskusi Diskusi merupakan kegiatan sekelompok orang yang setidak-tidaknya terdiri dari beberapa orang. Dalam hal menguraikan isi pidato. Prinsip diskusi yang baik dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya dalam pertemuan. agar pada waktnya nanti dapat melakukan pidato dengan lancar. Pengetahuan pembicara beserta semua bahan– bahan tersebut akan memungkinkan pembicara berbicara dengan baik. sasaran. seorang membicara dapat membiasakan diri dan menemukan cara yang tepat. DISKUSI a. Dengan melakukan latihan. Karena pertemuan tersebut pada hakikatnya ditujukan untuk mengambil keputusan. sehingga dapat memberikan hasil yang makimal. 1) Diskusi tertutup Diskusi tertutup atau pertemuan tertutup merupakan suatu pertemuan yang semua pesertanya ikut aktif mengambil bagian. rencana. pesan.kongkrit untuk mengembangkan pidato agar lebih maksimal. yaitu 1) pidato bebas dengan sekali-kali melihat kerangka yang sudah disusun untuk menjamin keteraturan dan tidak terdapat ide-ide yang terlangkahi. terdapat terdapat dua cara yang sering digunakan. tujuan. dll) c) Menguraikan isi pidato Langkah terbaik dalam berpidato tergantung pada pembawaan dan kesanggupan setiap orang yang bersangkutan serta suasana yang ada pada waktu itu. harapan. Penyusun pidato sebaiknya banyak bertanya kepada pihak–pihak yang menyetahui persoalan tersebut. Kerangka susunan pidato/skema susunan suatu pidato yang baik : (1) Pembukaan dengan salam pembuka (2) Pendahuluan yang sedikit menggambarkan isi (3) Isi atau materi pidato secara sistematis : maksud. dll. diskusi dibedakan menjadi dua. Pada hakikatnya proses diskusi mengarah kepada pembicaraan suatu masalah secara tuntas oleh dua orang atau lebih. (4) Penutup (simpulan. sehingga dapat merencanakan kerangka pidatonya secara terperinci. d) Menguasai isi pidato secara terperinci e) Latihan Moral 3) Latihan Sebelum menyampaikan suatu uraian di hadapan umum hendaknya pembicara terlebih dahulu melakukan latihan membaca naskah. salam penutup. 2) menggarap pidato tersebut dengan disusun kata-kata secara lengkap dan terperinci selanjutnya tinggal dibacakan saja. b. langkah. terutama dalam situasi saling berhadapan atau tatap muka. b) Membuat kerangka (out line) Seorang pembicara harus menentukan pokok–pokok pemasalahan. Kerangka pidato memang harus disusun secara terperinci supaya menimbulkan keyakinan tentang kesatuan koherensinya.

Jumlah peserta yang berpartisipasi dalam pertemuan seperti ini biasanya berbeda-beda. Diskusi terbuka juga disebut diskusi umum.termasuk ketua pertemuan tanpa kehadiran pendengar dalam bentuk apapun. Kegiatan tersebut antara pembicara dengan pendengar duduk terpisah. g) Diskusi kelompok Diskusi kelompok adalah tukar menukar informasi. Jenis diskusi tertutup meliputi: a) Konferensi b) Komisi c) Wawancara Konferensi. tiga orang atau lebih yang dianggap ahli menyampaikan pandanganpandangan yang berbeda mengenai suatu pokok pembicaraan. d) Debat Debat adalah adu argumentasi untuk menentukan baik tidaknya suatu usul tertentu yang didukung oleh satu pihak yang disebut pendukung (pihak/kelompok pro) dan ditolak. jenis diskusi terbuka meliputi: a) Panel Panel merupakan suatu kelompok yang terdiri dari tiga sampai enam orang ahli yang ditunjuk untuk mengemukakan pandangannya dari berbagai segi mengenai suatu masalah. para pendengar atau partisipan mengambil bagian dalam diskusi. karena merupakan jenis dasar diskusi tertutup. Menurut Zelko (1984). Dalam suatu symposium. 184 . b) Simposium Simposium merupakan variasi dari panel. politik. f) Forum Forum merupakan pertemuan umum atau ceramah yang melibatkan para peserta untuk mendiskusikan masalah. 2) Diskusi terbuka Diskusi terbuka atau pertemuan terbuka merupakan pertemuan yang terdiri dari orang-orang tertentu yang berbicara atau ikut dalam diskusi yang diadakan di hadapan peserta dalam jumlah bayak. tanya jawab atau diskusi. pertemuan komisi dan wawancara hampir selalu mempunyai sifat pribadi. dan gagasam di antara semua anggota kelpmpok. Diskusi kelompok merupakan proses diskusi dalam semua situasi kelompok. Dalam ceramah terdapat komunikasi dua arah antara pembicara dan pendengar. Sementara itu. e) Ceramah Ceramah adalah suatu cara penyampaian keterangan atau informasi atau uraian suatu pokok persoalan secara lisan. disangkal oleh pihak lain yang disebut penyangkal (pihak/kelompok kontra). sosial atau lainnya di depan sidang penonton atau pendengar. Masalah yang dibahas dalam seminar mempunyai ruang lingkup yang terbatas dan tertentu. c) Seminar Seminar merupakan suatu pertemuan yang bersifat ilmiah untuk membahas masalah tertentu dengan prasaran serta tanggapan melalui suatu diskusi untuk mendapatkan keputusan bersama mengenai masalah tersebut. mulai dari hanya dua orang sampai sepuluh orang. yaitu berupa dialog. pendapat.

1) Masalah atau materi yang akan dibahas 2) Ketua Ketua berfungsi sebagai pemimpin diskusi yang tidak berhak dan tidak boleh berpihak atau memperlihatkan apa sebenarnya pendiriannya.c. Setiap peserta harus berlapang dada dalam menerima hasil diskusi. objektivitas serta bersedia musyawarah. Komponen-komponen diskusi Komponen-komponen yang harus ada dalam kegitan diskusi. Peserta diksusi mempunyai komunikasi dengan sesama anggota. sopan. Sikap dan mentalitas peserta harus menandai diri dengan keterbukaan jiwa. 3) Moderator Di dalam kegiatan diskusi. Moderator memiliki beberapa tugas. 1984). 185 . disertai argumentasi yang logis dan meyakinkan. Peranan ketua yang terutama adalah memimpin dan merangsang diskusi menurut rencana yang sudah dipersiapkan dan sesuai dengan pola. langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam perencanaan diskusi: 1) Tentukan sifat pertemuan dan sifat kelompok 2) Tentukan jenis diskusi yang terbaik 3) Pilih dan rumuskan masalah yang akan dibahas 4) Pilih peserta dan informasikan segera 5) Adakan pertemuan dengan peserta 6) Siapkan fasilitas yang diperlukan 7) Pelajari masalah yang diacarakan 8) Persiapkan suatu kegiatan diskusi bagi seluruh program 9) Siapkan materi yang akan disampaikan 10) Pertimbangkan pengumuman apa yang diperlukan d. Perencanaa kegiatan diskusi Menurut Zelko (1984). Pendapat bisa disampaikan dengan cara berdiri atau sambil duduk dan sebelumnya memperkenalkan diri terlebih dahulu (Zelko. maka tidak boleh menolak secara kasar sehingga keberatan pada peserta lain disampaikan dengan kata-kata yang halus. diperlukan seorang moderator. Peserta diskusi berbicara atau menyampaikan pendapat dengan menyesuaikan situasi diskusi. dan tidak menyakiti hati. Jika peserta diskusi kurang sependapat dengan pendapat peserta lain. a) Membuka diskusi b) Menjelaskan tatatertib diskusi c) Mengemukakan masalah yang akan didiskusikan d) Mengarahkan dan mengendalikan jalannya diskusi e) Menampung gagasan yang di kekemukakan peserta diskusi f) Menyimpulkan /merumuskan hasil diskusi g) Membaca hasil perumusan simpulan hasil dari diskusi yang di lakukan h) Menutup diskusi 4) Peserta Peserta diskusi adalah individu maupun juga bagian dari kelompok.

sikap dan pola pikir dari yang diwawancarai yang relevan dengan masalah yang diteliti. Bagaimanakah konsep dasar menyimak dan berbicara! b. 186 . Setelah pidato berlangsung. perasaan. dan keinginan kepada orang lain Berbicara dengan orang yang tidak dikenal bisa saja menimbulkan suasana yang tidak nyaman. Dalam berpidato dan berkomunikasi.C. Buatlah naskah pidato yang terdiri dari pembuka. Pidato dikatakan berhasil jika terpenuhi semua komponen pidato. Mengapa narasumber harus menyampaikan jawaban denga benar ketika wawancara! c. Tes tertulis Jawablah secara singkat dan jelas dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar! a. Pidato sebagai bagian dari komunikasi harus hati-hati. Keterampilan berbicara merupakan ketermapilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak. Sejumlah penelitian ditunjukkan bahwa rasa takut untuk berbicara di depan public kemungkinan terkait dengan rasa takut untuk dipermalukan akibat konfrontasi di depan publik. bahkan suasanya menjadi beku dan kurang besahabat. ingat bahwa mengingat lebih sekadar dari membiarkan orang lain berbicara. karena efek yang timbul (negatif) sulit untuk dihilangkan. Jelaskan komponen-komponen dalam diskusi! d. Karena wawancara itu dirancang oleh pewawancara. dan penutup dengan memilih salah satu tema berikut ini: 1) Pendidikan 2) Pembelajaran Bahasa Indonesia 3) Ujian Nasional 4) PLPG 2. Sampaikan naskah pidato yang sudah Anda buat di depan peserta PLPG! b. LATIHAN 1. audiens memahami. turun mimbar tanpa kehormatan”. kebutuhan. Apabila seseorang ingin menjadi pembicara yang baik. Memperhatikan orang yang sedang berbicara merupakan upaya untuk menyimak. dan sintaksis. melainkan suatu proses yang aktif dalam mengkonstruksi pesan dari suatu bunyi yang diketahui sebagai potensi fonologi. yang penting “how”. Oleh karena itu mendengarkan merupakan perilaku aktif. dan mengingat Wawancara (interview) merupakan suatu kegiatan tanya jawab dengan tatap muka (face to face) antara pewawancara (interviewer) dengan yang diwawancarai (interviewer) tentang masalah yang diteliti. Dalam berpidato. dimana pewawancara bermaksud memperoleh persepsi. Kegiatan tersebut terdiri dari serangkaian kegiatan mendengarkan. semantik. inti. memahami. maka hasilnya pun dipengaruhi oleh karakteristik pribadi pewawancara. Simulasikan kegiatan wawancara mengenai pembelajaran bahasa Indonesia antara siswa dengan guru bahasa Indonesia! D. RANGKUMAN Keterampilan menyimak bukan merupakan suatu proses yang pasif. Praktik a. ingat motto: “Naik mimbar tanpa persiapan. bukan pasif. mengerti pesan dan akhirnya mengubah sikap dan perilaku sesuai dengan tujuan komunikasi juga salah satu faktor penunjang keberhasilan dalam kegiatan pidato.

perasaan. 2 Narasumber harus menyampaikan jawaban dengan benar kepada interviewer karena jawaban tersebut merupakan data atau informasi yang sangat dibutuhkan oleh interviewer sebagai kebenaran atas apa yang ditanyakan. Jawaban mendekaati benar skor 4 3. dan penutup Keterangan: 1. dan sintaksis. dan keinginan kepada orang lain. Peserta 4 Naskah pidato sesuai dengan tema yang memuat. Praktik 187 . melainkan suatu proses yang aktif dalam mengkonstruksi pesan dari suatu bunyi yang diketahui sebagai potensi fonologi. Tes tertulis Soal Jawaban nomor 1 Konsep dasar menyimak adalah Keterampilan menyimak bukan merupakan suatu proses yang pasif. Jika narasumber menyampaikan jawaban dengan tidak benar maka dapat dimintai pertanggungjawabannya 3 Komponen-komponen dalam diskusi a. Konsep keterampilan berbicara merupakan ketermapilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak. Jawaban benar skor 5 2. Jawaban salah skor 2 Skor maksimal secara keseluruhan 25 Skor minimal secara keseluruhan adalah 10 N= Skor maksimal x4 N = 100 skor 2. Ketua c. isi. semantik.E. kebutuhan. Masalah/materi b. KUNCI JAWABAN 1.5 2. Moderator d. Jawaban kurang benar skor 3 4.5 5 5 5 2. pendahuluan.

Mukhsin.1988. 2006. Jakarta: Gunung Jati. Larry. 2006. Jakarta: Gramedia. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia PT Pustaka Utama. Natalie. Bandung:Nuansa Cendekia. R. Terampil Wawancara. Jakarta: Erlangga. DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. Zelko. 2005. Teknik Diskusi dan Rapat Modern. dan Mukti U. 2007. Suprapto. Maidar G. King. Jakarta: PT Gramedia Roger. Maggio. Harold P. Panduan untuk Talk Show. 188 .S. Onong Uchjana. Fadli. Di Mana Saja. Pengantar Teori Komunikasi. 1990. Sukses Berbicara dengan Siapa Saja. 2008. Henry Guntur. Tommy. Kapan Saja. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktik. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Arsyad. Strategi Belajar Mengajar: Keterampilan Berbahasa dan Apresiasi Sastra. Tarigan.Lebar penilaian praktik Kriteria penilaian: sangat baik =5 baik =4 cukup =3 kurang =2 No 1 2 Nama vokal Kriteria penilaian sikap ekspresi Isi (pidato/ wawancara) Total skor F. 1981. Rosalie. 1984. Berani Bicara di Depan Publik. Seni Berbicara: Kepada Siapa Saja. Malang: YA3. Yogyakarta: Media Pressindo. Bandung: Angkasa. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2003. Effendy.

189 .

KETERAMPILAN MENULIS A. Menjelaskan variasi bahasa untuk menunjang pembelajaran keterampilan berbahasa. Menjelaskan konsep paragraf. dan grafik secara benar. jenis paragraf. 3. Oleh sebab itu. tetapi yakinlah. baik dengan media buku maupun media lain. yakni sesuatu yang kita anggap penting dan menarik. ia akan terasa hambar tanpa garam yang sama sekali tidak menerbitkan selera untuk dibaca.BAB VII KETERAMPILAN MEMBACA . 9. syarat-syarat paragraf. Menjelaskan cara mengubah teks wawancara/dialog. 8. Karena membaca sebuah keterampilan. Memahami konsep dasar membaca. 7. 2) memahami konsep dasar menulis Membaca merupakan keterampilan dasar. apapun medianya. Di negara-negara maju kegiatan membaca telah membudaya dan merupakan bagian serta kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Ini berarti bahwa keterampilan tersebut perlu dimiliki setiap orang. komponen surat resmi. sebagai suatu keterampilan berbahasa. Paling gampang. tidak saja untuk meraih keberhasilan selama bersekolah melainkan juga sepanjang hayatnya. Menerapkan penggunaan EYD. membaca memerlukan pelatihan dan strategi khusus guna memperoleh hasil yang optimal dari apa yang kita inginkan. maka perserta PLPG diharapkan dapat: 1. 5. Apa artinya kalimat itu. atau mengayuh sepeda. Menjelaskan konsep surat resmi (dinas). Menerapkan penulisan karya ilmiah. 190 . dan menyusun bahasa surat yang baik dan benar. Bagaimana dengan di Indonesia ? Keterampilan membaca memang amat diperlukan oleh siapa pun yang mulai memasuki dunia informasi melalui media tulis. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti materi berbicara-menyimak. B. “menulis adalah membaca”? Artinya. lahirlah timbangan atau resensi buku. Menulis adalah membaca. Membaca apa saja. kita punya bekal referensi yang memadai. Membaca jangan terbatas dan tersandera pada buku semata. karya tulis apapun yang dihasilkan tanpa bekal membaca sebelumnya. Ibarat beras. denah. Ibarat makanan. Tidak ada cara lain untuk mahir membaca selain latihan dan latihan. Semua informasi bisa kita baca. maka ia harus dilatih sebagaimana kita bermain piano. membaca dan membaca. ia tidak akan pernah bernas. gitar. termasuk jaringan yang semakin maju. Sering ide dilahirkan selepas kita membaca buku. Kita bisa membuat satu artikel bahkan dari sebuah buku yang kita baca. konsep surat tidak resmi (pribadi) dan komponen surat tidak resmi. tulisan yang kita hasilkan bakal terasa hampa. Menulis adalah membaca. Menyusun kalimat efektif. 6. 10. diagram. Sebab dengan membaca. Menjelaskan penulisan slogan. dan penulisan Daftar Pustaka. 4. 2. Konsep-konsep dasar dalam keterampilan membaca dan menulis Indikator : 1. penulisan kutipan. Membaca adalah keterampilan. kita tidak bisa menulis tanpa membaca! Barangkali kita bisa menulis tanpa membaca. Menerapkan cara membaca tabel. dan penanda hubungan antarparagraf. Menjelaskan konsep-konsep dasar dalam keterampilan membaca dan menulis. dan/atau puisi menjadi narasi.

Dengan demikian. 1. Sangat sulit bagi seseorang untuk menulis sesuatu yang di luar dirinya. yakni lewat aktivitas membaca. Masyarakat yang kuat dalam tradisi membaca akan memiliki kekuatan pula dalam tradisi menulis. Anda hanya bisa membuka jendela dunia dengan membukanya. menghubungkan informasi yang terserak. Hubungan Membaca dan Menulis Jika membaca adalah proses membuka jendela dunia. a. 2. Kita lebih senang mengobrol ke sana ke mari daripada membaca dan menulis. dan cara penyajian yang bisa Anda pakai dalam menulis i. Membaca memperkaya kosa kata. Berikut manfaat membaca bagi keterampilan menulis. banyak sumber pustaka yang masih dapat kit abaca dan gali. Anda tidak perlu menghabiskan 10 tahun lamanya seperti yang telah dijalani sang penulis. Membaca merangsang terbentuknya informasi baru di sistem daya ingat yang siap dipanggil kapan saja g. Membaca membuat jalan pikiran Anda menjadi lebih lentur h.Buku adalah jendela dunia. Itu mengapa jumlah karya ilmiah. Membaca akan menambah pengetahuan. wawasan. tapi tidak banyak pengetahuan baru yang bisa diserap. Seseorang harus memiliki wawasan terlebih dahulu sebelum terampil dalam membaginya kepada orang lain. Masyarakat Indonesia harus diakui masih sangat kuat dalam tradisi berbicara. Di luar apa yang pernah dia miliki sebelumnya. Membaca membuat ide Anda melimpah e. maka menulis adalah proses menyajikan kembali khazanah tersebut kepada masyarakat luas. penelitian atau buku yang dihasilkan suatu bangsa berbanding lurus dengan kemajuan budaya baca pada bangsa tersebut. dan pengalaman melebihi usia Anda. Seseorang harus memiliki sesuatu terlebih dahulu sebelum bisa memberikan kepada orang lain. membaca adalah kuncinya. Manfaat Membaca bagi Keterampilan Menulis Begitu besar manfaat membaca untuk mengasah keterampilan menulis seseorang. pilihan kalimat. Membaca membuat Anda punya bahan yang banyak untuk menuliskannya kembali 191 . Membaca memperluas wawasan b. Membaca dan menulis merupakan satu kesatuan yang sulit dipisahkan. Membaca membantu Anda belajar teknik menulis yang dipakai oleh orang yang lebih berpengalaman d. dan melihat benang merah dari sebuah persoalan j. Membaca sebuah buku selama beberapa jam yang berisi pengalaman seseorang selama 10 tahun akan membuat Anda mendapatkan pengalaman yang sama dalam waktu yang jauh lebih singkat. Membaca membuat Anda mampu menganalisa. bisa jadi penyebabnya karena terlalu sedikit stok informasi yang Anda miliki sebelumnya. melihat wawasan yang ada dan menjadikannya sebagai khazanah pribadi. Membaca membantu melihat sudut pandang yang berbeda c. Dengan demikian membaca mau tidak mau adalah proses yang harus dijalani oleh orang yang berkeinginan untuk bisa menulis. Anda harus menambah stok tersebut agar proses menulis menjadi lancar. Anda bisa menggabungkan sebuah khazanah dengan khazanah yang sudah dimiliki sebelumnya. Jika selama ini Anda kesulitan menulis dan selalu berhenti pada kalimat atau paragraf pertama. waktu terus berjalan. Membaca menjadikan otak dan pikiran Anda aktif f. Memang di era globa ini buku bukan satu-satunya sumber ilmu. Anda seolah-olah bisa berkelana ke sejarah masa lalu dan melihat apa yang terjadi dalam waktu singkat.

Anda bisa melatih keterampilan menulis. Membangun Tradisi Membaca dan Menulis Sudah saatnya membangun kembali tradisi membaca dan menulis. 192 .3. Itulah yang dilakoni Shakespeare dan Khalil Gibran hingga mengantarkannya menjadi penulis terkenal. Idiolek ini berkenaan dengan “warna” suara. Tidak mudah menyerah. Inilah kontribusi yang bisa Anda berikan untuk menjadikan bangsa ini lebih maju. idiolek. Kedua. Setiap orang mempunyai idiolek masing-masing. pilihan kata. Tak kalah penting. Berikut ini akan dibicarakan variasi-variasi bahasa tersebut. Variasi Bahasa Variasi Bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen. Jika banyak pembaca yang bertanya. Jadi variasi bahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa. Rajin Membaca. kita dapat mengenali suara seseorang yang kita kenal hanya dengan mendengar suara tersebut Idiolek melalui karya tulis pun juga bisa. Anda punya kacamata yang mampu melihat berbagai sudut pandang. Lewat kebiasaan membaca. Motivasi ini dilandasi sejauh mana kita menginginkan perbaikan dalam hidup. variasi bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam. keterampilan menulis Anda akan meningkat dengan sendirinya. 4. Anda punya amunisi kata dan kalimat yang siap dituliskan. C. Dengan kebiasaan tersebut. Aktif Menulis Begitu banyak contoh di sekitar kita yang menunjukkan bagaimana orang yang gemar membaca cenderung memiliki keterampilan menulis yang baik. variasi itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa itu. dimulai dari segi penutur ataupun dari segi penggunanya. Dalam hal variasi bahasa ini ada dua pandangan. Yang jelas. gaya bahasa. selalu memiliki solusi alternatif dan menghasil ide-ide terobosan dalam mengembangkan tulisannya. tetapi disini membedakannya agak sulit. Hanya sedikit nama yang layak disebut sebagai penulis besar. Pertama. Kedua pandangan ini dapat saja diterima ataupun ditolak. Tapi bagaimana kita memandang dan memanfaatkan setiap momen yang telah kita lewati untuk menjadi sebuah karya. Yang paling dominan adalah warna suara. Anda pun akan punya pikiran yang lebih jernih dan sehat. dsb. variasi bahasa itu dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya keragaman sosial dan fungsi kegiatan didalam masyarakat sosial. Variasi dari Segi Penutur Pertama. Namun Halliday membedakan variasi bahasa berdasarkan pemakai (dialek) dan pemakaian (register). Seorang penulis kreatif akan sukses jika memiliki semangat atau motivasi sejauh mana menginginkan hal-hal baru dan melakukan perubahan. William Shakespeare. Bukan soal bagaimana jalan kehidupan yang harus kita tempuh. susunan kalimat. bagaimana caranya agar saya bisa menulis dengan baik? Maka jawaban sederhana saya adalah rajin-rajinlah membaca. merupakan variasi bahasa yang bersifat perseorangan. 1. Keduanya harus menjalani kehidupan yang kurang mengenakan terlebih dahulu. Kita justru bersyukur jika tidak melewati fase hidup yang begitu berat seperti dialami mereka. Sebut saja Khalil Gibran. kita harus berani keluar dari kebiasaan dan tidak terkungkung dengan apa yang ada saat ini adalah salah satu hal yang harus dipenuhi untuk menghasilkan suatu produk tulisan yang layak disebut sebagai tulisan kreatif. jawabannya adalah tidak.

193 . ragam resmi (formal). Narasi merupakan bentuk karangan pengisahan suatu cerita atau kejadian. sumpah. Catatlah pokok-pokok isi wawancara. yang berada di suatu tempat atau area tertentu. variasi bahasa dibagi menjadi lima macam gaya (ragam). dsb. berekreasi. seks. Dalam hal ini dapat disebut adanya ragam lisan dan tulis atau juga ragam dalam berbahasa dengan menggunakan sarana atau alat tertentu. rapat-rapat. Mengubah Teks Wawancara menjadi Narasi Teks wawancara merupakan bentuk penyajian informasi berupa tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. golongan. Keempat. gaya. Ragam ini banyak menggunakan bentuk alegro. ceramah. Variasi dari Segi Pemakaian Variasi bahasa berkenaan dengan penggunanya. misalnya bertelepon atau bertelegraf. Wujud ragam ini berada diantara ragam formal dan ragam informal atau santai. militer. ragam usaha (konsultatif). ataupun pembicaraan yang berorientasi kepada hasil atau produksi. seperti antar anggota keluarga. 3. Ragam ini menggunakan bahasa yang tidak lengkap dengan artikulasi yang tidak jelas. yaitu variasi bahasa yang berkenaan dengan status. yaitu ragam beku (frozen). Ragam akrab adalah variasi bahasa yang biasa digunakan oleh para penutur yang hubngannya sudah akrab. 2. dsb. jurnalistik. Bacalah teks wawancara dengan cermat. lakukan langkah-langkah berikut. atau tingkat keformalan dan sarana penggunaan. 1. pendidikan. Variasi dari Segi Sarana Variasi bahasa dapat pula dilihat dari segi sarana atau jalur yang digunakan. pelayaran. Misalnya. Sebagai contoh. Ragam santai adalah variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tidak resmi untuk berbincang-bincang dangan keluarga atau teman pada waktu beristirahat. Ragam usaha adalah variasi bahasa yang lazim digunakan pembicaraan biasa di sekolah. pemakainya atau fungsinya disebut fungsiolek. D. pendidikan. status. ragam atau register. keadaan sosial ekonomi. yang digunakan dalam situasi khidmat dan upacara resmi. dan kelas sosial para penuturnya disenut dengan prokem. Variasi ini biasanya dibicarakan berdasarkan bidang penggunaan. Variasi bahasa berdasarkan bidang pemakaian ini adalah menyangkut bahasa itu digunakan untuk keperluan atau bidang apa. ragam akrab (intimate). Dalam sosiolinguistik variasi inilah yang menyangkut semua masalah pribadi penuturnya. Variasi dari Segi Keformalan Menurut Martin Joos. yaitu variasi bahasa yang digunakan oleh kelompok sosial pada masa tertentu. rapat dinas. Ragam beku adalah variasi bahasa yang paling formal. Ketiga. Misalnya. ragam santai (casual). dsb. dalam khotbah. undang-undang. atau teman karib. 4. lima puluhan. Untuk menceritakan atau menyampaikan kembali hasil wawancara kepada orang lain. golongan dan kelas sosial para penuturnya. seperti usia. variasi bahasa Indonesia pada masa tahun tiga puluhan. teks wawancara perlu diubah dalam bentuk narasi.Kedua. yaitu variasi bahasa dari sekelompok penutur yang jumlahnya relatif. 2. kronolek atau dialek temporal. buku pelajaran. Bidang studi yang mempelajari tentang variasi bahasa ini adalah dialektologi. pekerjaan. ataupun saat ini. Agar Anda dapat menarasikan teks wawancara dengan baik. bidang sastra. Ragam resmi adalah variasi bahasa yang digunakan dalam pidato kenegaraan. pertanian. akte notaris. sosiolek atau dialek sosial. yakni bentuk ujaran yang dipendekkan. dialek. dsb. berolahraga. Sehubungan dengan variasi bahasa yang berkenaan dengan tingkat. dsb.

” Pelajar : “Terima kasih.”) 2. segar dengan aroma harum. Probolinggo. 1. Lengkapilah narasi dengan bagian penutup. Kalimat yang diberi tanda petik bisa berbentuk kalimat berita. Ini lebih tinggi dibanding produksi anggur Probolinggo dan Bali. 2. Persiapan yang dibutuhkan untuk mengikuti lomba tersebut selama 1 tahun.5 cm. 1. Pak? Narasumber : Menggembirakan! Sembilan belas tahun yang lalu anggur Australia telah diuji coba di kebun Banjarsari. yang pada umur sama rata. Intonasi bagian yang dikutip lebih tinggi daripada bagian lain 3. 5. Kata ganti orang pada bagian kalimat yang dikutip tetap. Rasanya manis. 194 . Ukuran buah sekitar 1. Kata ganti orang pada bagian kalimat yang dikutip. tanya. Contoh lain Penanya : Bagaimana perkembangan anggur Australia saat ini. Dapatkah Anda mengubah teks wawancara menjadi bentuk narasi? Bagaimana cara mengubah teks wawancara menjadi bentuk naratif? Perlu dicermati lagi bahwa wawancara biasanya berupa kalimat langsung. 5.” Wartawan : “Berapa lama Adik mempersiapkannya? Pelajar : “Yah. Bibit anggur itu sekarang sudah bisa didapat di mana pun. Panjang tandannya sekitar 17. Tidak berkata lugas.3.. 4. Jika dinarasikan maka Anda harus mengubah kalimat tersebut menjadi kalimat tak langsung.” Teks wawancara tersebut jika diubah menjadi narasi akan menjadi seperti berikut ini ! Seorang pelajar telah berhasil menjadi juara pertama Lomba Mengarang. Ciri kalimat tak langsung sebagai berikut. atau perintah.. Intonasi mendatar dan menurun pada bagian akhir kalimat.53 cm dengan kulit cukup tebal. Masih ingatkah Anda tentang materi wawancara? Anda akan berlatih mengubah teks wawancara menjadi teks narasi. 3. supaya. Hanya berbentuk kalimat berita. Jawa Timur. 5.. Masih ingatkah kalian ciri-ciri kalimat langsung dan tak langsung? Perhatikan keterangan berikut ini! Ciri kalimat langsung sebagai berikut. untuk. Berkata lugas misalnya bahwa.. Bertanda petik (“. 4. Tidak bertanda petik. sebab. Narasikan isi wawancara dengan mengembangkan pokok-pokok isi. Pada umur 2 tahun mampu memproduksi buah kira-kira 9. Hal itu berarti teks yang berupa tanya jawab antara penanya dan narasumber diubah menjadi bentuk tulisan atau teks cerita. Teks wawancara di atas dapat kita ubah menjadi narasi sebagai berikut. kira-kira 1 tahun. 8 – 12 bulan setelah penelitian bibit anggur tersebut sudah diupayakan perbanyakannya. Contoh: Perhatikan contoh menarasikan wawancara berikut ini! Wartawan : “Wah hebat! Adik telah berhasil menjadi juara pertama Lomba Mengarang.rata hasilnya hanya mencapai tujuh kg.99 kg per pohon per musim. 4.83 – 2. Buatlah pengantar ke arah isi wawancara.

yang pada umur sama rata-rata hanya menghasilkan 7 kg saja. Bagan adalah gambaran secara analisis yang digunakan untuk membantu memperjelas proses kerja.5 cm. Delapan sampai dua belas bulan setelah penelitian di kebun Banjarsari. Adapun informasi nonverbal adalah informasi yang disajikan dengan bentuk visual. Tukarlah hasil pekerjaan Anda dengan teman untuk disunting! E. misalnya dalam rentang waktu lima tahun. atau lebih. sketsa) untuk memperlihatkan atau menerangkan sesuatu. Tabel adalah daftar berisi ikhtisar sejumlah data atau informasi. sepuluh tahun. Anggur tersebut rasanya manis dan segar dengan aroma yang harum. grafik garis. Ubahlah teks wawancara tersebut menjadi bentuk narasi dengan memerhatikan langkah-langkah penyajiannya! 2. Media ini dapat memberikan gambaran suatu informasi secara jelas. Informasi verbal adalah informasi yang disampaikan dengan kata-kata. dan efektif. Menjelaskan Cara Membaca Tabel. panjang tandannya sekitar 17. Pertemuan antara setiap titik X dan Y membentuk baris-baris dan kolomkolom. 1. Grafik. 195 . Carilah contoh teks wawancara bentuk lain kemudian jawablah pertanyaan berikut. Tabel merupakan alat bantu visual yang berfungsi menjelaskan suatu fakta atau informasi secara singkat.Perkembangan anggur Australia saat ini sungguh menggembirakan. Matriks adalah tabel yang disusun dalam lajur dan jajaran sehingga butirbutir uraian yang diisikan dapat dibaca dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan. Grafik memungkinkan penyampaian informasi yang kompleks secara lebih mudah. Jumlah ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan produksi anggur Probolinggo dan anggur Bali. Seperti halnya tabel. Biasanya fakta atau informasi itu hanya berupa nama dan bilangan yang tersusun dalam urutan kolom dan baris. menarik. jelas. Jika anggur ini berubah.83 – 2. grafik. yakni garis koordinat X yang berposisi horisontal dan garis koordinat Y yang vertikal. Grafik adalah lukisan pasang surut atau naik turunnya suatu keadaan. matriks. anggur Australia mampu memproduksi buah kira-kira 9. Dengan grafik. mudah. Bentuknya berupa kolom-kolom dan baris-baris. Macamnya ada grafik batang. dan Denah secara Benar. Probolinggo.99 kg per pohon per musim. Dalam grafik terdapat dua jenis garis koordinat. grafik merupakan media visual yang sering digunakan untuk memperjelas suatu bacaan. Diagram. diagram.53 cm dengan kulit cukup tebal. digunakan pula untuk menunjukkan fluktuasi suatu perkembangan jumlah. Ukuran buahnya sekitar 1. Probolinggo. bibit anggur Australia ini sudah diupayakan perbanyakannya. enam tahun. Diagram merupakan gambaran (buram. dan tabel. bagan. Bagan merupakan gambar rancangan/skema/alat peraga grafis untuk menyajikan data agar memudahkan penafsiran. Sajian informasi yang menggunakan tabel lebih mudah dibaca dan disimpulkan. dan lebih menarik daripada kata-kata. Umumnya grafik digunakan untuk membandingkan jumlah data. grafik lingkaran. Bibit anggur Australia ini sekarang sudah bisa didapat di kebun buah di mana pun. Sekitar sembilan belas tahun yang lalu anggur Australia telah diuji coba di kebun Banjarsari. Jawa Timur. perbandingan serta naik turunnya suatu jumlah data akan lebih jelas. Grafik merupakan gambar yang terdiri atas garis dan titik-titik koordinat. Tabel adalah daftar berisi ikhtisar dari sejumlah fakta dan informasi. Pada umur dua tahun. Selain itu. Peta adalah gambar yang menunjukkan letak suatu tempat Langkah membaca tabel dan grafik. seperti gambar.

1. Dalam paragraf terdapat tiga persyaratan agar paragraf menjadi padu. 3. kronologi: mempunyai catatan waktu yang jelas. 2. yaitu)yang tepat agar gampang dimengerti. 5. dan kelengkapan. dan Denah masing-masing satu buah. induktif: ide pokok di akhir paragraf 3. karena judul memberikan ringkasan yang padat tentang informasi yang akan disampaikan. Jenis paragraf . Kata penghubung antar klausa biasanya terletak di tengah-tengah kalimat. 4. Grafik. 2. ineratif: ide pokok di tengah paragraf. seberapa banyak. contoh: memberikan contoh agar mudah dipahami. 7. misalnya di mana. Definisi: menjelaskan sesuatu dengan jelas dengan konjungsi (adalah. Resapilah isi judul tabel dan grafik yang Anda hadapi. 1. Membaca judul merupakan kegiatan penting untuk memahami isi pesannya. secara lahiriah unsur paragraf itu berupa: kalimat topik atau kalimat utama. Pelatihan: Carilah Tabel. Penanda Hubungan antarparagraf Kata penghubung adalah kata tugas yang menghubungkan antar klausa. dan kalimat penegas Bentuk paragraf . fungsional: mempunyai kegunaan tertentu untuk sang penulis. Anda cukup mengubah judulnya menjadi pertanyaan. Paragraf adalah bagian karagan yang terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran. Argumentasi: berisi fakta yang tidak untuk persuasif melainkan hanyamenegaskan pendapat penulis. Persuasi: berisi ajakan untuk merubah pendapat pembaca agar sama denganpenulis. Keterangan itu merupakan kunci penjelasan tentang data yang disampaikan. kesatuan. Syarat-syarat Paragraf. campuran: ide pokok di awal dan akhir paragraph 4. Jenis Paragraf.1. Pola pengembangan paragraf. dapatkan keterangannya dalam informasi yang disajikan di sana dengan selalu mengingat tujuan Anda. misalnya dalam bentuk urutan tahun. persentase. 4. Diagram. kalimat pengembang atau kalimat penjelas. deduktif: ide pokok di awal paragraf 2. dan seterusnya. sedangkan kata penghubung antar kalimat di awal kalimat 196 . kemudian bacalah dengan benar sesuai langkah di atas! F. Eksposisi: menguraikan sesuatu sejelas-jelasnya agar pembaca mudah mengertidan jelas. Keterangan itu. antar kalimat. Ajukan pertanyaan tentang tujuan tabel dan grafik itu. Paragraf. 3. informasi apa yang Anda perlukan. dan Penanda Hubungan antarparagraf Paragraf adalah kesatuan pikiran yang mengungkapkan ide pokok yang berbentuk dalam rangkaian kalimat yang berkaitan dengan bentuk (kohesi) dan makna (koherensi). atau angka-angka. Deskripsi: menggambarkan suatu kejadian dengan kata-kata yang merangsangindra agar realistis. Jawaban pertanyaan tersebut diharapkan ada dalam tabel dan grafik yang Anda hadapi. ialah. kausal: menunjukkan hubungan sebab-akibat dalam suatu kejadian. Bacalah judulnya karena judul ini memberikan ringkasan yang padat tentang informasi yang akan disampaikan. di bawah atau di sisinya. dan antar paragraf. Narasi: menceritakan suatu kejadian berdasarkan kronologi. perbandingan: membandingkan sesuatu untuk menemukan perbedaan a t a u persamaan. berapa perkembangannya. spasial: menulis yang berhubungan dengan tempat tertentu danmenggambarkannya. 6. yaitu kepaduan. Caranya mudah. Apabila sebuah paragraf deskriptif atau naratif. Bacalah keterangan yang ada di atas. Bacalah tabel dan grafik secara menyeluruh.

10. bilamana. dan bilamana. Kata Penghubung Tak Bersyarat Kata penghubung tak bersyarat menjelaskan bahwa suatu hal dapat terjadi tanpa perlu ada syarat-syarat yang dipenuhi. 197 . sambil.. lagi pula. sedari. sementara. sebagaimana. 4. dan daripada. meskipun. ketika. Kata-kata yang dipakai untuk menandai konjungsi akibat adalah sehingga. 3. Kata Penghubung Temporal (waktu) Kata penghubung temporal menjelaskan hubungan waktu antara dua hal atau peristiwa. atau. dan namun. klausa. untuk. setelah.entah.. dan agar.baik. umpama. sejak.. Kata-kata yang dipakai untuk menyatakan hubungan sebab adalah sebab. Dalam hal ini anak kalimat ditandai konjungsi yang menyatakan akibat. Bila anak kalimat ditandai oleh konjungsi sebab. maupun. sebelum. 2.. hingga. Kata Penghubung Sebab (kausal) Konjungsi sebab menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi karena suatu sebab tertentu. tanda seru. atau tanda tanya). seraya. akan tetapi. ibarat. Kata Penghubung Perbandingan Kata penghubung perbandingan berfungsi menghubungkan dua hal dengan cara membandingkan kedua hal itu. misalnya : apabila.. dan tatkala. Macam-macam kata penghubung dan fungsinya : 1. apabila. frasa. dan karena itu. sedangkan.. dan entah. misalnya sebelumnya dan sesudahnya. Kata Penghubung Aditif (gabungan) Kata Penghubung aditif (gabungan) adalah konjungsi koordinatif yang berfungsi menggabungkan dua kata. baik. atau tindakan. Kata-kata yang biasa dipakai untuk menyatakan hubungan ini adalah : supaya. 8. lagi. 9. misalnya : dan.. dan serta.. seperti. 5. Kata kata yang menyatakan hubungan ini adalah jika. sampai.. atau kalimat dalam kedudukan yang sederajat. misalnya : tetapi. melainkan. sebab itu. Kata-kata konjungsi temporal berikut ini menjelaskan hubungan yang tidak sederajat. 6. kalau. jikalau. sebaliknya. selama. sedangkan peristiwanya dinyatakan dalam induk kalimat.(setelah tanda titik.atau. padahal. Biasanya bagian yang kedua menduduki posisi yang lebih penting daripada yang pertama. dan kata penghubung antarparagraf letaknya di awal paragraf. waktu.. guna. Sementana konjungsi berikut ini menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat. Kata Penghubung Final (tujuan) Konjungsi tujuan adalah semacam konjungsi modalitas yang menjelaskan maksud dan tujuan suatu penistiwa. Kata Penghubung Syarat (kondisional) Konjungsi syarat menjelaskan bahwa suatu hal dapat terjadi bila syarat-syarat yang disebutkan itu dipenuhi. demi. sesudah. bagaikan.. sampai. bila. bagai. dan akibatnya. dan biarpun. misalnya: atau. asalkan. 7. karena. seakan-akan. Kata Penghubung Disjungtif (pilihan) Kata penghubung pilihan merupakan konjungsi koordinatif yang menghubungkan dua unsur yang sederajat dengan memilih salah satu dari dua hal atau lebih. semwnjak. Kata Penghubung Akibat (konsekutif) Konjungsi akibat menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi akibat suatu hal yang lain. Kata kata yang sering dipakai dalam konjungsi ini adalah sebagai. Kata-kata yang termasuk dalam konjungsi ini adalah walaupun. induk kalimat merupakan akibatnya. Kata Penghubung Pertentangan Kata penghubung pertentangan merupakan konjungsi koordinatif yang menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat dengan mempententangkan kedua bagian tersebut..

kendatipun. ... Kata Penghubung Penjelas (penetap) Konjungsi penjelas berfungsi menghubungkan bagian kalimat terdahulu dengan perinciannya. Kata Penghubung Pembenaran (konsesif) Konjungsi pembenaran adalah konjungsi subondinatif yang menghubungkan dua hal dengan cara membenarkan atau mengakui suatu hal. KESATUAN GAGASAN. dan terutama. umpama. sungguhpun. padahal. Konjungsi lain yang masih merupakan konjungsi penanda yaitu konjungsi penanda pengutamaan. biarpun.. kesatuan gagasan. Kata Penghubung Situasi Kata penghubung situasi menjelaskan suatu perbuatan terjadi atau berlangsung dalam keadaan tertentu. apalagi. bertambah .tetapi juga.. dan akhirnya. Ciri-ciri kalimat efektif: (memiliki). yaitu.. sehingga. sementara menolak hal yang lain yang ditandai oleh konjungsi tadi.. tidak hanya… …. dan contoh. . 1. ringkasnya. Kata Penghubung Korelatif Konjungsi korelatif menghubungkan dua bagian kalimat yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga yang satu langsung mempenganuhi yang lain atau yang satu melengkapi yang lain. paling utama..11.. Contoh kata-kata konjungsi ini adalah yang penting. Kata-kata yang termasuk dalam konjungsi ini adalah mula-mula. misalnya kecuali. 12. 14. kehematan. Kata-kata yang dipakai dalam konjungsi ini adalah sedang. melainkan keterangan. 17. baik.. Kata-kata yang tenmasuk dalam konjungsi ini adalah bahkan. Termasuk di dalam konjungsi hal-hal yang menyatakan rincian. 13. semakin. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek.. Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis serta dapat diterima maksud dan tujuannya seperti yang di maksud penulis /pembicara.. misalnya. sedemikian rupa. walaupun. Kalimat efektif memiliki subyek. Kata Penghubung Penanda Kata penghubung ini menyatakan penandaan terhadap sesuatu hal. sedangkan. yang pokok. Kata-kata yang ada dalam konjungsi ini adalah misalnya. ... 16.. Kata Penghubung Penegas (menguatkan atau intensifikasi) Konjungsi ini berfungsi untuk menegaskan atau meningkas suatu bagian kalimat yang telah disebut sebelumnya. 18. dan sekalipun. Pembenanan dinyatakan dalam klausa utama (induk kalimat). G. yakni.. serta unsurunsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal. Contoh: Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum. selain. .. dan kemudian. dan penekanan. meskipun.. lalu. sementara penolakan dinyatakan dalam anak kalimat yang didahului oleh konjungsi seperti.bertambah . Kata Penghubung Pembatasan Kata penghubung ini menyatakan pembatasan terhadap sesuatu hal atau dalam batas-batas mana perbuatan dapat dikerjakan. predikat. Contoh kata dalam konjungsi ini adalah bahwa. kesejajaran. Kata Penghubung Urutan Konjungsi ini menyatakan urutan sesuatu hal. Dapat juga dikatakan bahwa kedua kalimat mempunyai hubungan timbal-balik.. dan asal.. 15. kian.. dan sambil. kian . umpama. Kata-kata yang yang menyatakan konjungsi ini adalah semakin …. Ciri bahwa unsur itu 198 . serta kelogisan. biar. dan maupun. Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek.

3. Yang satu menggunakan predikat aktif. Kata-kata yang berlebih. dan melati sangat disukainya. Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain 2. sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif.merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan). Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan 2. PENEKANAN. antara guru dan murid. bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di. Contoh: Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan. Kami pun turut dalam kegiatan itu. Kalimat itu harus diubah : 1. yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting. 5. antara orang tua dan anak. Contoh : 1. • Menggunakan partikel. Contoh : Dalam membina hubungan antara suami istri. yakni menggunakan imbuhan di-. 2. tetapi total dan menyeluruh. Contoh : Waktu dan tempat saya persilakan. dan –kah. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat. Caranya: • Mengubah posisi dalam kalimat. 2. Pada kalimat efektif kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan. Kalimat efektif memiliki kesamaan bentukan/imbuhan.anyelir.anyelir. Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya. Kalimat yang benar adalah: Mawar. KESEJAJARAN. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-. KEHEMATAN. diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya. dan melati sangat disukainya. Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal. tetapi rajin. Kalimat tersebut harus diubah misalnya . KELOGISAN. Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. Contoh : 1. Contoh: Bunga-bunga mawar. 2. 199 .dan melati terkandung makna bunga. yakni imbuhan me-. Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial. • Menggunakan pertentangan. yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan. yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat. 3. 4. Contoh : 1. -pun. kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini.pula. Dalam kata mawar. penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel – lah. Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Anak itu tidak malas. Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu. antara pemerintah dan rakyat. Kalimat efektif harus mudah dipahami. Bisakah dia menyelesaikannya? • Menggunakan repetisi. Pada kesempatan lain. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan. anyelir.

Itu kata Muhammad Yamin puluhan tahun yang silam. dan pengantar merupakan perjuangan tersendiri dalam perjalanan sejarah kita. SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. b. pendidikan. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Para siswa-siswa diharuskan hadir di sekolah. 2. Dalam musyawarah itu menghasilkan lima ketetapan. swasta. dinyatakan tidak berlaku. PELATIHAN Ubahlah kalimat-kalimat di bawah ini menjadi kalimat efektif! 1. Seluruh siswa-siswa diharapkan harus mengikuti kerja bakti. Oleh karena itu.Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. Yaitu tenun ikat yang khas Timor Timur. saya persilakan untuk naik ke podium. perlu disempurnakan kembali. Maka lahirlah Permendiknas no. Penggunaan EYD Bahasa menunjukkan bangsa. Menimbang : a. perlu disempurnakan kembali. dalam permendiknas tersebut dipergunakan bagi instansi pemerintah. penting untuk selalu menyegarkan dan meningkatkan kemampuan berbahasa kita. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. H.Bapak penceramah. tiada bahasa hilanglah bangsa. bahwa sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a. 4. Berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud. 46 Thun 2009 Tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987. Wajah kebudayaan suatu bangsa memang terlihat dari praktik kebahasaan seluruh warganya. 3. Tidak aneh apabila upaya untuk memiliki bahasa sendiri yang mampu mempersatukan seluruh bangsa dan menjadi media komunikasi. Kegagalan proyek itu karena perancangan yang tidak mantap 5. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987. Sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat. 200 .

Penulisan Karya Ilmiah.Mengingat : 1. Artikel Ilmiah Artikel ilmiah merupakan salah satu bentuk karya ilmiah. Pasal 1 (1) Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 2008. Andi Pangerang Moenta. dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penulisan Kutipan. NIP196108281987031003 Naskah Lengkap EYD sesuai Permendiknas no.. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). I.H. sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini. Ada dua bentuk artikel ilmiah. Dr. TTD BAMBANG SUDIBYO Salinan sesuai dengan aslinya. 3. Pasal 2 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. dan Penulisan Daftar Pustaka 1.. Tugas. DFM. (2) Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. dipergunakan bagi instansi pemerintah. Perbedaan kedua jenis artikel tersebut terletak pada bagian isi. Susunan Organisasi. sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 77/M Tahun 2007. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Juli 2009 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. Fungsi. yaitu artikel konseptual--artikel yang diangkat dari gagasan atau ide penulis—dan artikel penelitian–artikel yang diangkat dari hasil penelitan. S. dinyatakan tidak berlaku. 2. Artikel ilmiah adalah karya ilmiah yang dikhususkan untuk diterbitkan di jurnal ilmiah. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. Jika dalam artikel konseptual 201 . swasta. 46 tahun 2009 bisa di download pada Permendiknas no. 46 tahun 2009.H. M. Kepala Biro Hukum dan Organisasi. Pasal 3 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

bagian tengah. permasalahan. Jelas berarti hanya memiliki satu maksud atau tidak dapat ditafsirkan lain. sehingga secara proporsional bagian tengahlah yang paling panjang uraiannya. Kata kunci adalah kata-kata atau istilah yang dianggap penting dan mutlak harus diketahui pembaca dalam sebuah artikel ilmiah. Penulisan nama penulis hendaknya dilakukan dengan menanggalkan pangkat. dan penutup--untuk artikel ilmiah yang bersifat konseptual). Dengan penganalogian tersebut kita sudah mendapat gambaran seberapa besar uraian masing-masing bagian dalam karya ilmiah. Jika ketiga bagian tersebut dianalogikan dengan tubuh manusia. yaitu bagian pengenalan. dan kata kunci. Ada nama penulis yang disertai instansi. misalnya. dan kepustakaan. (dan kawan-kawan). bagian tengah sebagai tubuh. metode. M. Istilah lain yang biasanya disamakan dengan abstrak atau ringkasan adalah sari. H. dan hasil dan pembahasan. Jika nama penulis lebih dari satu. Kata kunci biasanya diambil dari kata 202 .. Akan menjadi tidak logis jika tubuh manusia lebih kecil daripada kepala atau kakinya. ada pula yang tidak. Berupa pernyataan berarti judul tidak boleh berupa kalimat—harus berupa frasa atau klausa—dan tidak boleh berupa pertanyaan. Dalam hitungan angka. kajian pustaka. nama penulis. (3) jelas. serta simpulan –untuk artikel ilmiah dari hasil penelitian—dan harus ada latar belakang. Oleh karena itu. ada orang yang menyamakan kedua istilah tersebut. Demikian juga dengan karya ilmiah. pembahasan. dan bagian akhir. Pangkat. permasalahan. Pola dasar artikel ilmiah secara umum paling sedikit berisikan bagian-bagian yang sudah baku. akan menjadi tidak logis jika uraian pada bagian pengenalan atau awal lebih panjang daripada bagian batang tubuh atau tengah. abstrak. Bagian pengenalan berisi hal-hal yang bersifat informatif. dan (4) mencerminkan jenis artikel ilmiah. dalam artikel ilmiah cukup kita tulis Imam Bulpiri. Mencerminkan isi karangan berarti apa yang akan diuraiakan dalam artikel tersebut sudah dapat diraba dari judulnya. Syarat judul karya ilmiah adalah (1) mencerminkan isi karangan. dari pendahuluan sampai penutup (ada alasan. Nama penulis sering disebut baris kepemilikan. Mencerminkan jenis artikel ilmiah artinya melalui judul tersebut pembaca akan dengan mudah mengetahui artikel tersebut sebagai artikel penelitian atau artikel konseptual. bergantung kepada gaya selingkung jurnalnya. Penekanan isi abstrak ada pada hasil pembahasan. Bagian pengenalan artikel ilmiah terdiri atas judul. kedudukan. dalam abstrak harus tercakupi seluruh bagian isi karangan. dalam arti tidak boleh diganti dengan dkk.Sc. kedudukan. Dalam bahasa yang sederhana ketiga bagian tersebut dapat juga disebut dengan istilah bagian awal. maka untuk ringkasan bisa sampai pada 500 kata. Ada beberapa model penulisan baris kepemilikan. metodologi penelitian. jika abstrak biasanya tidak lebih dari 200 kata. Ada dua jenis bagian pengenalan. yaitu yang bersifat umum–ada pada semua jenis karya ilmiah—dan yang bersifat khusus--hanya dimiliki jenis karya ilmiah tertentu. hasil dan pembahasan. dalam artikel penelitian antara bagian pendahuluan dan bagian penutup terdapat bagian landasan teoretis. Judul adalah identitas tulisan yang utama. Inti karya ilmiah ada pada bagian batang tubuh atau bagian tengah.. Abstrak diartikan lebih pendek daripada ringkasan. Abstrak adalah ringkasan tulisan. dan gelar akademik.antara bagian pendahuluan dan bagian penutup hanya berisi isi artikel–yang bisa terdiri atas beberapa subbab. Imam Bulpiri. Pada umumnya abstrak disajikan dalam satu paragraf dengan menggunakan tidak lebih dari 200 kata. dan gelar dapat dicantumkan dalam catatan kaki atau lampiran–jika ada biografi pengarang. keseluruh nama harus dicantumkan. (2) berupa pernyataan. Dengan membaca abstrak orang akan tahu isi secara singkat karya ilmiah tersebut. batang tubuh. Sementara itu. Untuk istilah abstrak. bagian awal dapat dianalogikan sebagai kepala. dan bagian akhir sebagai kaki. Jika penulis bernama Drs. ada yang membedakannya dengan ringkasan.

baik isi maupun teknik penulisannya harus mengikuti ketentuan yang berlaku secara ketat. Ragam jurnalistik adalah ragam bahasa yang dipakai dalam dunia jurnalistik. Ragam ini biasa dipakai dalam undang-undang. Karena fungsi media massa sebagai media informasi. tidak menutup kemungkinan kata kunci kita ambil dari isi karangan. Untuk artikel penelitian. Bahasa Karya Ilmiah Populer Selain laporan penelitian. Karena karya ilmiah populer berada di tengah-tengah keduanya. ragam bahasa jurnalistik. misalnya. Keempat ragam tersebut diuraikan berikut ini. baik isi maupun teknik penulisannya (bahasa) bebas. dibunuh dengan senjata tajam. maka kita bisa mendefinisikannya sebagai karangan yang isinya ilmiah tetapi teknik penulisannya tidak mengikuti kaidah yang berlaku. bagian metodologi berisi pendekatan yang digunakan. serta langkah-langkah analisis data. Bagian isi berisi persoalan-persoalan inti atau materi inti yang ingin disajikan. atau pada hal-hal yang berkaitan dengan hukum. Dalam kehidupan sehari-hari ragam ini jarang sekali digunakan. misalnya dirumahkan. dan demokratis. dinamis. dari menimbang. ragam bahasa ilmiah. dan artikel ilmiah. berikut disajikan contoh sistematika kedua jenis artikel tersebut. metodologi. memutuskan. metode. terutama karya sastra. dan hasil dan pembahasan. makalah. Dalam karya ilmiah. maka ragam bahasa jurnalistik setidaknya harus mempunyai ciri komunikatif. kontrol sosial. 203 . Meskipun demikian. bagian isi. tidak boleh diubah dan tidak boleh dikurangi atau ditambah. Bagian pendahuluan setidaknya berisi latar belakang masalah dan rumusan masalah. Dalam lapangan kepolisian kita juga mengenal sebutan-sebutan khusus yang tidak lazim digunakan dalam bahasa sehari-hari. Konsideran dalam surat keputusan. Jika disempitkan kaitannya dengan penggunaan bahasa.atau istilah yang terdapad dalam judul. sederhana. bagian isi berupa landasan teori. Ragam undang-undang disebut juga ragam hukum. sasaran. dalam artikel ilmiah tidak ada. maka dapat dijelaskan bahwa karya ilmiah itu menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dalam karya nonilmiah. Untuk artikel konseptual. Karya ilmiah populer merupakan karangan yang berada di antara karya ilmiah dan karya nonilmiah. alat pendidikan. dan sebagainya. diktat. Jumlah kata kunci biasanya berkisar antara 3 dan 5. dan alat penghibur. Bagian paling akhir dalam artikel ilmiah adalah bagian kepustakaan. karya pengembangan profesi guru juga dapat berbentuk karya ilmiah populer. Jika dalam jenis karya ilmiah lain masih memungkinkan ada lampiran. sampai menetapkan susunannya selalu tetap. kemasukan benda tumpul. pada surat keputusan. sedangkan karya ilmiah populer tidak. yaitu bagian pendahuluan. Bahasa Indonesia mengenal empat ragam bahasa. bagian isi berisi konsep-konsep dan bahasan masalah Bagian penutup biasanya berupa simpulan dan saran (untuk artikel penelitian) dan simpulan atau penekanan (untuk artikel konseptual). yaitu bahasa Indonesia yang digunakan pada kalangan hukum atau pada undang-undang. populasi dan sampel. buku terjemahan. Secara umum bagian batang tubuh terbagi menjadi tiga. dan bagian hasil dan pembahasan berisi hasil kajian masalah yang diangkat. Batang tubuh adalah isi artikel ilmiah yang sebenarnya. terutama perbedaan antara artikel konseptual dan artikel penelitian. dan bagian penutup. Bagian ini berisi daftar pustaka yang digunakan. Ragam hukum mempunyai ciri khusus pada pemakaian istilah dan komposisinya. dan ragam bahasa sastra. peraturan-peraturan. Kekhususan-kekhususan tersebut dapat dilihat. yaitu ragam bahasa hukum (undang-undang). 2. buku. Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang artikel ilmiah. Landasan teori berisi teori-teori atau konsep-konsep yang dipergunakan dalam membahas masalah. mengingat.

Ragam sastra mempunyai ciri khusus dengan adanya licencia poetica. dan demokratis. misalnya. dan sebagainya merupakan wujud kata-kata zaman feodal. Penyebutan Yang Mulia. Sebagai contoh sederhana jika kata efektif dan efisien sudah diterima masyarakat. kami haturkan. maka dalam prinsip jurnalistik penggunaan bahasa yang demikian harus dihindarkan. Dalam tradisi jurnalistik kita sekarang kata Anda yang merupakan cerminan kata yang demokratis. Dalam kasus-kasus tertentu kata-kata daerah akan lebih komunikatif untuk daerah tertentu tersebut dibandingkan dengan kata-kata bahasa Indonesia. Bahkan kadang-kadang untuk mewujudkan ciri komunikatif ini bahasa jurnalistik tidak menaati kaidah bahasa Indonesia yang benar. Ragam sastra adalah bahasa yang digunakan dalam penulisan karya sastra. dalam bahasa Indonesia mempunyai makna seorang laki-laki yang belum menikah. Dalam bahasa sehari-hari sederhana sama artinya dengan prinsip singkat dan padat. atau penggunaannya. namun bahasa tersebut tidak komunikatif. dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Hal ini berarti makna kata bujang yang berarti laki-laki yang belum menikah tidak berlaku secara umum untuk seluruh masyarakat Indonesia. Ciri ini merupakan ciri utama bahasa jurnalistik karena fungsi utama media massa memang memberikan informasi. dan kedemokratisan ini harus mendukung fungsi komunikatif. Kata Anda berlaku untuk siapa saja tanpa membedakan pangkat dan derajat. Pendek kata. Penggunaan kata-kata yang masih terasa feodal dalam bahasa jurnalistik juga dikatakan tidak demokratis. Tata Bentukan Istilah. Selain kata bujang. kedinamisan. kita tidak perlu memaksakan menggunakan kata sangkil dan mangkus untuk menggantikannya. Oleh karena itu secara umum bahasa sastra selalu disebut bahasa yang indah. penyimpangan dari kaidah bahasa Indonesia diperbolehkan. Kita bisa memakai kata Anda untuk seorang presiden. Prinsip licencia poetica adalah memperbolehkan pemakai bahasa menyimpang atau menyalahi kaidah bahasa demi 204 . maka penyimpangan tersebut diperbolehkan. misalnya. Kata lajang dalam hal ini lebih demokratis daripada kata bujang. Kata bujang. Misalnya pengguaan kata-kata atau istilah-istilah daerah. Apabila memang diperlukan. kita juga bisa menggunakannya untuk seorang pengemis. prinsip efektif dan efisien adalah prinsip utama yang ada dalam bahasa jurnalistik. Dalam kondisi demikian. Ragam inilah yang disebut dengan ragam baku. kalimat. Ragam ilmiah adalah ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Ragam ini ditandai dengan adanya ketentuan-ketentuan baku. Kalimat yang dinamis dalam bahasa jurnalistik adalah kalimat-kalimat yang mampu memberikan semangat dan sesuai dengan situasi masyarakat pembacanya. dinamis. Bahasa jurnalistik harus bersifat sederhana. kata-kata teknis harus diikuti penjelasan maknanya. Ciri dinamis berarti bahasa jurnalistik harus menggunakan kata-kata yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Dalam bahasa Indonesia kebakuan bahasa dibarometeri oleh Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).Ciri Komunikatif berarti mudah dipahami dan tidak menimbulkan salah tafsir kalau dibaca. Sepanjang penyimpangan itu ditujukan untuk lebih komunikatif. karena di daerah Sumatra Utara kata bujang berarti pembantu. Seandainya kita memakai bahasa yang sederhana dan demokratis. untuk hal yang sama kita juga memiliki kata lajang. Ciri sederhana berarti tidak menggunakan kata-kata yang bersifat teknis dan tidak menggunakan kalimat yang berbelit-belit atau berbunga-bunga. Namun kesederhanaan. yakni kebebasan menggunakan bahasa untuk mencapai keindahan. Ciri demokratis berarti mengikuti konsensus umum dan tidak menghidupkan kembali feodalisme. Kata-kata yang tidak lazim atau kata-kata yang sangat asing seyogyanya tidak dipergunakan. Dikatakan ciri utama karena ciri-ciri yang lain harus mengacu pada ciri komunikatif. seperti aturan ejaan. Hal ini harus dlakukan agar pembaca dapat memahami kata-kata tersebut.

dan evaluasi (evaluation). dan sebagainya. Penelitian-penelitian itu kebanyakan dilakukan oleh perguruan tinggi dan hasilnya berupa laporan penelitian yang berhenti di Lembaga Penelitain masing-masing perguruan tinggi. Hasil penelitian yang barangkali bagus-bagus itu. Dengan adanya perbedaan penggunaan bahasa tersebut. PTK merupakan salah satu jenis penelitian tindakan. Atas dasar konsep semacam itu. Dalam kondisi seperti itu. esai. Dalam lingkup yang lebih kecil. Topik PTK terdiri atas dua komponen. Karya ilmiah populer justru lebih banyak menggunakan ragam jurnalistik atau ragam sastra.Topik semacam ini pastilah berangkat dari kondisi riil yang ada di kelas atau sekolah. penulis boleh menggunakan kalimat yang tidak lengkap. Namun.keindahan karyanya. misalnya. dan lebih enak dibaca jika dibandingkan dengan bahasa yang biasa digunakan dalam laporan penelitian atau artikel ilmiah. dampak hasil penelitian pendidikan selama ini kurang maksimal dimanfaatkan. pada akhirnya hanya menumpuk di almari dan tidak dapat dimanfaatkan oleh sekolah secara langsung. lebih cair. dan feature. yaitu perencanaan (planning). biasanya artikel menggunakan bahasa jurnalistik. Istilah ini merupakan terjemahan dari action research yang dipakai kali pertama oleh Kurt Lewin (1946). Penyebabnya adalah (1) penelitian pendidikan itu dilakukan oleh pakar atau peneliti dari luar dan (2) penyebarluasan hasil penelitian ke kalangan praktisi pendidikan memakan waktu yang sangat panjang. yaitu komponen kompetensi siswa dan komponen tindakan yang akan dilakukan. kata-kata yang tidak baku. pemilihan topik PTK menjadi amat penting karena kesalahan pemilihan topik akan berakibat pada tidak dapatnya hasil penelitian tersebut dimanfaatkan secara maksimal. namun feature human interest lebih banyak menggunakan ragam sastra. Feature pengetahuan banyak menggunakan ragam jurnalistik. Penelitian pendidikan ini diharapkan dapat memberikan masukan tentang persoalan-persoalan yang berkaitan dengan masalah pendidikan dan alternatif pemecahannya. penyebarluasannya kurang maksimal. 3. Penentuan topik PTK pada prinsipnya 205 . esai menggunakan bahasa sastra. Penelitian tindakan adalah penelitian partisipatori kolaboratif yang berawal dari klarifikasi beberapa masalah yang menarik perhatian dan dirasakan bersama oleh suatu kelompok. tindakan (action). kiranya sangat diperlukan jenis penelitian yang dilakukan oleh pihak dalam—pelaksana pembelajaran--dan langsung dapat diterapkan hasilnya. Model penelitian demikian inilah yang kemudian melahirkan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). dan feature menggunakan keduanya. hal yang sama juga terjadi. Bentuk karya ilmiah populer antara lain artikel. Pemilihan topik haruslah didasarkan pada kebutuhan yang dirasakan langsung oleh pelaku proses belajar-mengajar. yaitu sebuah penelitian yang dilakukan oleh para guru untuk memperbaiki proses belajar mengajar yang dilaksanakan di dalam kelas atau untuk meningkatkan kualitas hasil penmbelajaran. yaitu dalam proses belajar-mengajar di kelas. Memilih Topik PTK Salah satu pendekatan pemecahan berbagai masalah dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan adalah pemanfaatan penelitian pendidikan. Dari keempat ragam tersebut yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah adalah ragam ilmiah. Namun. Penelitian tentang pembelajaran yang ada memang cukup banyak. bahasa daerah. sekali lagi. Dalam penggunaan licentia poetica ini. Dilihat dari bahasanya. membalik susunan kata atau struktur kalimat. terlihat bahwa bahasa karya ilmiah populer lebih mudah dipahami. bergantung kepada jenis featurenya. Inilah bedanya dengan karya ilmiah populer. Lewin menggunakan istilah tersebut untuk menyebut suatu kegiatan yang terdiri atas tiga langkah.

kita dapat memfokuskan pada kemampuan berpidato. Namun. juga harus bersifat fisibel. dan sikap siswa yang diangkat sebagai topik haruslah spesifik. dan menulis. Sebagai contoh. syarat keterjangkauan 206 . Kita tidak boleh mengada-ada. dan perilaku siswa. Pengetahuan yang dapat diangkat ke dalam topik ada bermacam-macam. penggunaan CD atau penggunaan metode karya wisata. Apabila anak itu terkena penyakit ringan. Demikian juga dengan masalah kompetensi siswa. misalnya. Jika di sekolah kita tidak memiliki VCD. atau cara mengevaluasi. seperti pilek dan batuk. Jika kita memilih kompetensi berbicara. kompetensi yang kita pilih juga harus bersifat problematik. perlu juga dipertimbangkan kemungkinan penggunaan tindakan tersebut. Inti tindakan adalah sesuatu yang dilakukan atau yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran sehingga kompetensi yang diteliti dapat menjadi lebih baik. merupakan tindakan yang istimewa. dalam arti tidak cukup kalau hanya diperbaiki melalui proses belajar-mengajar sehari-hari. metode. Demikian juga dengan keterampilan dan sikap. karena lebih spesifik. kompetensi itu memang benar-benar memunculkan masalah dan membutuhkan perbaikan atau peningkatan. keterampilan siswa. Untuk memilih kompetensi yang spesifik. yang di dalamnya ternyata terdiri atas beberapa jenis kemampuan. Ketidakspesifikan topik yang kita pilih akan berakibat pada kesulitan dalam meningkatkan kompetensi yang kita pilih tersebut. Dengan demikian. Termasuk dalam sikap siswa adalah minat. Selain spesifik. maka topik yang kita pilih tersebut tergolong ke dalam topik yang tidak spesifik. Cara paling mudah untuk memilih kompetensi yang spesifik adalah dengan mengambil satu kompetensi dasar saja. misalnya. yaitu mendengarkan. Metode diskusi kelompok atau pemberian pekerjaan rumah. motivasi. cukup kita belikan obat di apotek.merupakan penentuan kompetensi yang akan diperbaiki atau ditingkatkan dan tindakan yang digunakan untuk memperbaiki atau meningkatkan kompetensi tersebut. kita harus benar-benar memahami perlu tidaknya di bawa ke dokter. Ibarat anak yang sakit. Syarat tindakan yang dapat kita pilih untuk memperbaiki atau meningkatkan kompetensi siswa selain harus istimewa. Untuk memilih topik seperti ini syarat yang perlu diperhatikan adalah spesifik. dan berdebat. media. kita dapat menggunakan metode karya wisata dan teknik evaluasi secara langsung. tentu kita tidak perlu membawa anak tersebut ke dokter. keterampilan. atau paling tidak agak istimewa karena tidak biasa digunakan dalam proses belajar mengajar sehari-hari. dalam arti menganggap sebuah kompetensi bermasalah padahal sesungguhnya tidak ada masalah. dan sikap siswa. dalam arti tidak biasa dilakukan oleh guru. untuk karya wisata. Kita juga harus mampu memilih kompetensi yang permasalahannya memang benar-benar membutuhkan penelitian tindakan. berdiskusi. dalam pelajaran Bahasa Indonesia ada empat keterampilan berbahasa yang menjadi tujuan pembelajaran. dalam arti mampu kita laksanakan. dapat kita tingkatkan melalui satu penelitian tindakan kelas. Namun. Artinya. misalnya. tentu akan menjadi mustahil kita menggunakan CD. Topik keterampilan berbicara. Setelah syarat istimewa kita peroleh. misalnya. membaca. Dalam praktiknya kita dapat menggabungkan dua tindakan atau lebih untuk memperbaiki atau meningkatkan sebuah kompetensi. Komponen tindakan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki atau meningkatkan kompetensi dapat berupa model pembelajaran. merupakan tindakan yang biasa atau tidak istimewa karena guru sudah biasa menggunakan. harus kita bedakan benar mana yang cukup kita selesaikan di kelas dan mana yang harus kita selesaikan dengan penelitian tindakan kelas. tentu akan sulit kita tingkatkan melalui satu penelitian tindakan kelas. Keterampilan berbicara pun dapat dibagi menjadi beberapa jenis kemampuan. Komponen kompetensi dapat mencakupi pengetahuan siswa. Berbeda dengan kemampuan berpidato. saya kira semua guru mampu melaksanakannya. seperti berpidato. teknik. berbicara. pendekatan. Misalnya saja untuk memperbaiki atau meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa. Masalah pengetahuan.

dasar yang kita gunakan selama ini adalah Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. dan (3) melaksanakan kegiatan yang menunjang tugas guru. (2) pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. Kegiatan kolektif guru dapat berupa lokakarya. dan sejenisnya. (2) publikasi ilmiah. dan dalam contoh (3) kompetensinya tidak spesifik dan tindakannya tidak istimewa. (2) Guru Muda. yaitu (1) pengembangan diri. Adapun topik (1) meningkatkan kemampuan mengarang dengan metode diskusi kelompok. mengajar. Dalam Kepmen ini jenjang jabatan dan pangkat guru terbagi menjadi empat. dan menjadi tutor/pelatih/instruktur. Mengapa tidak baik? Karena dalam contoh (1) selain antara kompetensi dan tindakannya tidak selaras juga karena cakupan kompetensinya tidak spesifik. Selain itu. dan 3) menghasilkan karya inovatif. Pengembangan keprofesian berkelanjutan meliputi tiga kegiatan. dan sejenisnya. tugas. (2) memperoleh penghargaan atau tanda jasa. syarat tindakan yang dapat kita pilih haruslah tindakan yang sesuai dengan kompetensi yang akan kita perbaiki atau akan kita tingkatkan. Jabatan fungsional guru adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup. Karya Ilmiah dalam Permenpan Nomor 16 Tahun 2009 Berkaitan dengan jabatan fungsional dan angka kreditnya bagi guru. dan (3) pengembangan keprofesian berkelanjutan. menjadi anggota organisasi profesi/kepramukaan. juga dilihat dari sisi sekolah. (3) Guru Madya. dan pedoman guru. yaitu (1) Guru Pertama. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. seminar. buku pengayaan. dan (3) meningkatkan hasil belajar IPS dengan pemberian pekerjaan rumah merupakan contoh topik yang tidak baik. 4. membuat/memodifikasi alat pelajaran/peraga/praktikum. seperti membimbing sisiwa dalam praktik kerja. melatih. Yang tergolong dalam unsur utama adalah (1) pendidikan. menjadi tim penilai angka kredit. dalam contoh (2) tindakan yang dilakukan tidak berhubungan dengan kompetensi. (2) mengubah perilaku siswa dalam pembelajaran olah raga dengan metode pemberian tugas. Guru 207 . Kepmenpan itu dirasa sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan profesi dan tuntutan kompetensi guru. Namun. selain dilihat dari sisi guru. Publikasi ilmiah meliputi publikasi ilmiah atas hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal dan publikasi buku teks pelajaran. (2) meningkatkan kemampuan berpidato sengan evaluasi langsung. soal. dan (3) meningkatkan minat siswa dalam pelajaran bahasa Inggris dengan mendatangkan native speaker merupakan contoh topik yang memenuhi syarat. Oleh karena itu. membimbing. yang berlaku sejak 10 November 2009. Pengembangan diri guru meliputi kegiatan keikutsertaan dalam pendidikan dan pelatihan serta kegiatan kolektif guru untuk meningkatkan kompetensinya. mengarahkan. Pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. menemukan/menciptakan karya seni. dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik. menilai. dan (4) Guru Utama. yang terdiri atas (1) memperoleh gelar/ijazah yang tidak sesuai dengan bidang yang diampunya. dan mengikuti pengembangan penyusunan standar. Apa yang baru dalam Kepmenpan ini dibandingkan dengan keputusan terdahulu? Unsur kegiatan yang dinilai dalam memberikan angka kredit terdiri atas unsur utama dan unsur penunjang. pedoman. Unsur penunjang adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas guru. Karya inovatif meliputi menemukan teknologi tepat guna. tanggung jawab.tersebut. Dengan syarat-syarat tersebut kita akan dapat menilai bahwa topik (1) meningkatkan kemampuan menulis puisi dengan metode karya wisata.

dan paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. Kutipan adalah gagasan. ide. dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut. Kutipan. Catatan Tubuh 1. koran. Dari IV/c ke IV/d dibutuhkan paling sedikit 14 (empat belas) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. bentuk karya ilmiah apa saja yang dapat digunakan oleh guru sebagai publikasi ilmiah yang sesuai dengan Permenpan tersebut? Ada beberapa jenis karya ilmiah. dan paling sedikit 5 (lima) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Catatan Kaki. Dari III/c ke III/d dibutuhkan paling sedikit 6 (enam) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. (5) buku pedoman. internet. (6) artikel ilmiah. Guru Madya memiliki jabatan fungsional Pembina dengan golongan ruang IV/a. majalah. (4) buku pelajaran. ensiklopedi. tahun terbit. majalah. yaitu (1) laporan penelitian. dan paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. Lalu. Gagasan itu bisa diambil dari kamus. Ada dua cara dalam mengutip. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya. Sekarang Anda akan mempelajari pencantuman kutipan dengan pola Harvard. baik yang terdapat dalam buku. yakni langsung dan tidak langsung. Pembina Tingkat I dengan golongan ruang IV/b. dan (9) karya terjemahan. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya. Dari III/d ke IV/a dibutuhkan paling sedikit 8 (delapan) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. dan lain sebagainya. buku. Kutipan Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang penulis. Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang. dan paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. Dari IV/a ke IV/b atau dari IV/b ke IV/c dibutuhkan paling sedikit 12 (dua belas) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. Dari III/b ke III/c dibutuhkan paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif. Dari IV/d ke IV/e dibutuhkan paling sedikit 20 (dua puluh) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif dan paling sedikit 5 (lima) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. artinya kalimatkalimat tidak ada yang diubah.Pertama memiliki jabatan fungsional Penata Muda dengan golongan ruang III/a dan Penata Muda Tingkat I dengan golongan ruang III/b. Untuk kenaikan pangkat dari golongan ruang III/a ke golongan ruang III/b dibutuhkan paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. (2) makalah. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. (3) buku teks. (8) modul/diktat. dan sumber lainnya. dan paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari subunsur pengembangan diri. laporan. Penulisan Kutipan Berikut disajikan Tata Cara & Aturan Penulisan Kutipan pada karya tulis ilmiah. 5. Guru Muda memiliki jabatan fungsional Penata dengan golongan ruang III/c dan Penata Tingkat I dengan golongan ruang III/d. dan Pembina Utama Muda dengan golongan ruang IV/c. ataupun 208 . Guru Utama memiliki jabatan fungsional Pembina Utama Madya dengan golongan ruang IV/d dan Pembina Utama dengan golongan ruang IV/e. ada pula yang menggunakan pola konvensional atau catatan kaki (footnote). artikel. (7) artikel populer. Penulisan sumber kutipan ada yang menggunakan pola Harvard.

Kerangka karangan. apabila penulis mengambil pendapat orang lain dengan menguraikan inti sari pendapat tersebut. hingga pembaca lupa bahwa apa yang dibacanya adalah kutipan. Kutipan digunakan untuk mendukung argumentasi penulis. Terdapat dua jenis kutipan: a. Kutipan dilakukan seperlunya saja sehingga tidak merusak alur tulisan. Menyatakan penghargaan kepada penulis yang dikutip (etika hak cipta intelektual). maka seluruh referensi dari awal hingga akhir tulisan harus menggunakan bodynote. Namun. ceramah. penulis jangan sampai menyusun tulisan yang hanya berisi kumpulan kutipan. Atau. kutipan berfungsi untuk menunjang/mendukung pendapat tersebut. penulis harus menggunakan catatan kaki untuk menuliskan referensinya. baik dari buku. apabila penulis mengambil pendapat orang lain secara lengkap kata demi kata. Selain itu. majalah. sekaligus menunjukkan kejujuran intelektual dengan mencantumkan sumber kutipan (referensi) yang digunakan. b. 2. 3. susunan kalimat sesuai dengan gaya bahasa penulis sendiri. Secara mendasar. dilakukan apabila penulis mencantumkan nomor indeks di akhir sebuah kutipan. sejak awal hingga akhir tulisan. Catatan tubuh (bodynote). kalimat demi kalimat. Artinya. 2. kesimpulan. Terdapat dua model pencantuman referensi: a. Namun. majalah. Sebuah tulisan ilmiah harus menggunakan salah satu jenis penulisan referensi tersebut. Dalam praktik penulisan. yaitu: Teknik Menggunakan Catatan Kaki Catatan kaki mempunyai kelebihan dibandingkan dengan catatan tubuh.berasal dari ucapan seorang tokoh. lalu di bagian bawah halaman tersebut (bagian kaki halaman) terdapat keterangan nomor indeks yang menjelaskan sumber kutipan tersebut. kutipan dari pernyataan lisan ini harus dikonfirmasikan dulu kepada narasumbernya sebelum dicantumkan dalam tulisan. misalkan sampai satu halaman atau lebih. Menyusun pembuktian (etika kejujuran dan keterbukaan ilmiah). seorang penulis sebaiknya tidak melakukan pengutipan yang terlalu panjang. setelah kutipan itu harus dicantumkan sumber kutipan (buku. setiap kali penulis mengutip pendapat orang lain. ataupun pidato. dan ide dasar harus tetap pendapat penulis pribadi. sesuai teks asli. menunjukkan bahwa argumen-argumen yang diajukan dilandasi oleh teori atau konsep tertentu. jika seorang penulis menggunakan catatan kaki. dilakukan ketika penulis mencantumkan sumber kutipan langsung setelah selesainya sebuah kutipan dengan menggunakan tanda kurung. pencantuman sumber kutipan ini mempunyai fungsi sebagai: 1. Sumber Kutipan (Referensi) Salah satu karakter utama tulisan ilmiah adalah referensial. tidak mengadakan perubahan sama sekali. ketika sebuah tulisan menggunakan bodynote. b. Kutipan juga bisa diambil dari pernyataan lisan dalam sebuah wawancara. atau koran) yang digunakan. Kutipan langsung. Kutipan tidak langsung. Catatan kaki (footnote). ataupun wawancara. serta harus konsisten dengan jenis tersebut. 209 .

Beyond Structuralism and Hermeneutics (Chicago: University of Chicago Press. dan halaman dapat dicantumkan semua. judul buku (kota penerbit: nama penerbit. halaman. catatan kaki bisa berisi: 1).76. serta halaman buku yang dikutip. Penunjukan sumber kutipan sekaligus catatan penjelas. 2) Nomor cacatan kaki ditulis secara urut pada tiap bab. kemudian footnote. Berdasarkan kelebihannya tersebut. Artinya. hal. dipisahkan dengan naskah skripsi oleh sebuah garis. 3) Catatan kaki ditulis dengan satu spasi. 3). Tidak ada batasan seberapa panjang keterangan tambahan. yaitu:  Times New Roman (size 10)  Arial (size 9)  Tahoma (size 9) 5) Baris pertama catatan kaki menjorok ke dalam sebanyak tujuh karakter. 2). Selain sebagai penunjukan referensi. judul buku. tahun terbit. Pemisahan ini akan otomatis dilakukan oleh program Microsoft Word dengan cara mengklik insert. Pertimbangan utama memberikan keterangan tambahan adalah: jika keterangan tersebut ditempatkan dalam naskah (menyatu dengan naskah) akan merusak alur tulisan atau naskah tersebut. catatan kaki dapat berfungsi untuk memberikan catatan penjelas yang diperlukan. nama pengarang 2. 3). tahun terbit). hal. Hal ini tentu tidak dapat dilakukan dengan catatan tubuh. 4) Pilihan huruf dalam catatan kaki harus sama dengan pilihan huruf dalam naskah skripsi. 273. begitu seterusnya. Paul Rabinow. Prinsip-prinsip dalam menuliskan catatan kaki: 1) Catatan kaki dicantumkan di bagian bawah halaman. Penunjukan sumber kutipan (referensi). Media Sociology (London and New York: Routledge. Dreyfus. tahun terbit). 8) Catatan kaki bisa berisi keterangan tambahan. Hubert L. 72 . 1994). hanya ukurannya lebih kecil.1). asalkan proporsional. Dalam cacatan tubuh. Buku dengan satu pengarang Nama pengarang. mulai dari nomor satu. nama penerbit.2 Buku dengan banyak pengarang 1 2 David Barrat. nama pengarang. 2). 1982). Dalam catatan kaki.1 Buku dengan dua atau tiga pengarang Nama pengarang 1. 210 . 7) Nama pengarang dalam catatan kaki ditulis lengkap dan tidak dibalik. halaman. tahun terbit buku. Catatan kaki dapat digunakan untuk merujuk bagian lain dari sebuah tulisan. cacatan kaki pertama di tiap awal bab menggunakan nomor satu. Catatan kaki mampu menunjukkan sumber referensi dengan lebih lengkap. nama pengarang 3. Catatan penjelas. kemudian reference. yang ditampilkan hanya nama pengarang. 6) Judul buku dalam catatan kaki ditulis miring (italic). judul buku (kota penerbit: nama penerbit. Hal ini tentu mempermudah penelusuran bagi pembaca.

judul buku (nomor volume/jilid. nama editor (kota penerbit: nama penerbit.5 Buku terjemahan Nama pengarang asli.” Kajian Keagamaan dalam Tradisi Baru Penelitian Agama Islam Tinjauan Antardisiplin Ilmu. terj. 2000).8 Perhatikan: jika editor satu orang maka menggunakan singkatan ed. ”judul artikel. judul buku (rev. 6 Arthur Asa Berger..Ed. 55. Cambridge: Cambridge University Press.” Koran Tempo. 5 Ira M.6 Perhatikan: singkatan terj. Hegemoni Budaya (Yogyakarta: Bentang. 8 Rudi Harisyah Alam. namun jika editor dua orang atau lebih menggunakan singkatan eds. ed. Kamus Nama pengarang.. Buku yang telah direvisi Nama pengarang.ed. 7 Lorens Bagus. et al. Buku yang terdiri dua jilid atau lebih Nama pengarang.9 Artikel dari koran/majalah Nama pengarang artikel. No. 2001. “Perspektif Pasca-Modernisme dalam Kajian Keagamaan. 22 November. tahun terbit). tahun terbit). 1994). M. 4. Media Analysis Techniques.ed.1. ”judul artikel. hal. tahun terbit). nama-nama pengarang lainnya diganti dengan singkatan et al. Deden Ridwan (Bandung: Penerbit Nuansa dan PUSJARLIT. hal.54.Nama pengarang pertama. “Benturan Islam dan Modernitas.. 52 . M. 1997). tahun terbit). menunjukkan bahwa buku tersebut telah mengalami revisi. Lapidus. halaman.” nama media. Bandung: Remaja Rosdakarya. Hidayat.7 Artikel dari sebuah buku antologi Nama pengarang artikel. et al. 2003).. 44 – 45. ”judul artikel. kota penerbit: nama penerbit. halaman. Psikologi Komunikasi (rev. nama penerjemah (kota penerbit: nama penerbit.ed. edisi jurnal (bulan terbit. eds. judul kamus (kota penerbit: nama penerbit. halaman. judul buku. 9 Dedy N. tahun terbit). tahun. Kamus Filsafat (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. judul buku (kota penerbit: nama penerbit. 25-26. Prof. 2 (Oktober. halaman. 211 . menunjukkan bahwa buku tersebut telah diterjemahkan dan penulis mengutip dari terjemahan tersebut.4 Perhatikan: singkatan rev. Dr. Mastuhu. terj. 595. (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. tanggal terbit. kota penerbit: nama penerbit. hal. tahun terbit). Setio Budi HH.” judul buku. 67-77..3 Perhatikan: hanya nama pengarang pertama yang dicantumkan." Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia. hal. halaman. hal. 131. halaman. A History of Islamic Societes (Vol. Artikel dari sebuah jurnal/majalah ilmiah Nama pengarang artikel. hal. 1988). halaman. hal. 10 Francis Fukuyama. Jalaluddin Rakhmat. tahun terbit).10 3 4 Idi Subandi Ibrahim. 1998). 1998). halaman. "Paradigma dan Perkembangan Penelitian Komunikasi.” nama jurnal/majalah ilmiah.. hal.

6. 2002. 10 September. hal. hal.” (Skripsi Sarjana.16 Pernyataan lisan Nama narasumber. 1998). Selected Writings in Sociology and Social Philosophy.12 Makalah seminar yang tidak diterbitkan Nama penulis. 212 . nama dokumen. tanggal dikeluarkan dokumen. tahun. 44 – 45. Beberapa Singkatan Khusus dalam Catatan Kaki 1) Ibid. tahun terbit). Setio Budi HH. 78. seperti dikutip oleh Arthur Asa Berger.or. 205. tahun).11 Skripsi/Tesis/Disertasi yang belum diterbitkan Nama penulis.18 Perhatikan: frase ”seperti dikutip oleh” menunjukkan bahwa penulis tidak membaca sumber asal (pertama) kutipan. 18 Karl Marx.” www.” Republika. Bottomore and Maximilien Rubel (New York: McGraw-Hill. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret.. Media Analysis Techniques. tanggal pernyataan dilakukan. 1964).Berita koran/majalah ”Judul berita. J.” (forum penyampaian makalah. Surakarta. eds.B. “War Against Terrorism: Critical Discourse Analysis. 14 U. Jika artikel di internet tidak mencantumkan nama penulis.S. 15 Robert McChesney. tanggal seminar. Vice President International Relations Unocal Corporation to House Committee on International Relations Subcommittee on Asia and The Pacific (Washington D. terj. 12 February. ”judul artikel. Muzayin Nazaruddin. 2000). 2007). 26 – 28 Juni. Testimony by John. “Rich Media Poor Democracy.com/Robert_McChesney_page. 17 Samijan.C. ”judul makalah. Maresca. Singkatan ini berasal dari bahasa latin ibidem yang berarti pada tempat yang sama.” nama media.walhi. nama kota. Department of Foreign Affairs.” alamat lengkap internet (tanggal 15 akses).” (level karya. Jakarta. tanggal terbit.17 Referensi dari sumber kedua Keterangan lengkap sumber pertama (sesuai dengan aturan catatan kaki).html (akses 16 Agustus 2006). jenis pernyataan (wawancara atau pidato). penyelenggara seminar. Singkatan ini digunakan apabila referensi dalam catatan 11 12 “Islam di AS Jadi Agama Kedua. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. halaman. seperti dikutip oleh keterangan lengkap sumber kedua (sesuai aturan catatan kaki). wawancara dengan penulis.13 Dokumen yang tidak diterbitkan Lembaga yang mengeluarkan dokumen. “Dua Tipe Perempuan dalam Film dan Sinetron Mistik Indonesia. tahun). hanya membaca dari orang lain (sumber kedua) yang mengutip sumber pertama. (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. T. hal. 4.” www. hal. fakultas dan universitas.thirdworldtraveler.14 Artikel dari internet Nama penulis.id/kampanye/bencana (akses 17 Agustus 2006). maka langsung mengacu pada judul artikel. 11 November 2006. nama kota.” (Makalah disampaikan dalam Temu Ilmiah Nasional. 13 Muzayin Nazaruddin. 2004). ”judul skripsi/tesis/disertasi. (nama kota. halaman. 16 “Pengelolaan Bencana: Pengelolaan Kerentanan Masyarakat.

. karena sumber kutipannya 3) sama persis dengan nomor (1) baik buku maupun halamannya..Cit. namun diselingi catatan kaki lain. hanya saja beda halamannya. 22 November. 2) Op. hal. 28. hal. Singkatan ini digunakan sama dengan Op. “Benturan Islam dan Modernitas. Loc.Cit. 8 Francis Fukuyama.Cit. hal. 10 Arthur Asa Berger.Cit. internet. "Paradigma dan Perkembangan Penelitian Komunikasi. 2 (Oktober. hal. Hidayat. hal.” www. 58. hal. melainkan artikel. 16 Dedy N. hal. khusus digunakan bagi referensi yang berupa buku. hanya saja beda halamannya.Cit.thirdworldtraveler.Cit.Cit.. 96. bukan berupa buku.. Dreyfus.. majalah. Media Analysis Techniques. Loc. atau lainnya. 25-26. Paul Rabinow. hal. terj. 12 Ibid.. 9 Robert McChesney.” Koran Tempo. hal. 22. Hidayat. Op. yaitu apabila referensi dalam catatan kaki pada nomor tersebut sama dengan referensi yang telah dikutip sebelumnya. namun diselingi catatan kaki lain. “Rich Media Poor Democracy.  Catatan kaki nomor (5) referensinya sama dengan nomor (4). 213 . 13 Dedy N. 15 Hubert L. Loc. 2 Ibid.Cit. Beyond Structuralism and Hermeneutics (Chicago: University of Chicago Press. ensiklopedi. 1982). dituliskan nomor halamannya. 2000). Op. cukup ditulis Ibid. Loc. Op..Cit. No. 14 Francis Fukuyama. referensi yang diacu Loc.76. Paul Rabinow. 3 Ibid. Cara membaca:  Catatan kaki nomor (2) menggunakan Ibid. Apabila halamannya sama. Hidayat. Dreyfus.. 6 Arthur Asa Berger. 7 Hubert L. Singkatan ini berasal dari bahasa latin opere citato yang berarti pada karya yang telah dikutip. 1998).kaki nomor tersebut sama dengan referensi pada nomor sebelumnya (tanpa diselingi catatan kaki lain). 70. Singkatan ini berasal dari bahasa latin loco citato yang berarti pada tempat yang telah dikutip. 11 Ibid. hal. 5 Ibid. Singkatan ini digunakan apabila referensi dalam catatan kaki pada nomor tersebut sama dengan referensi yang telah dikutip sebelumnya. Contoh penggunaan: 1 Arthur Asa Berger. bila halamannya berbeda. 4 Dedy N. 55.html (akses 16 Agustus 2006)..com/Robert_McChesney_page. Setio Budi (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya.." Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia. 21. hal. 45. 45.Cit.  Catatan kaki nomor (3) buku referensinya sama dengan nomor (2). 99. Op.Cit. setelah Ibid.. baik itu dari koran. Namun. 72 . 2001.

Nama penulis menyatu dalam naskah tulisan. serta menuliskan nama pengarang dan halaman. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain dan nomor (4) berbentuk artikel (bukan buku) maka menggunakan Loc. referensinya sama dengan nomor (1)..Cit. serta menuliskan halamannya. Catatan tubuh memuat nama belakang penulis. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain. hanya saja beda halamannya.Cit. yang berinteraksi. Terdapat dua cara menuliskan catatan tubuh: a). maka cukup ditulis Berger. yaitu nomor (10). 5. maka menggunakan Op.Cit.  Catatan kaki nomor (13) referensinya sama dengan nomor (4).. tidak berada dalam tanda kurung. Jika kutipan ini merupakan akhir kalimat.Cit. hanya beda halamannya.Cit.  Catatan kaki nomor (10) referensinya sama dengan nomor (1). Nama penulis adalah Arthur Asa Berger. tahun terbit dan halaman berada dalam tanda kurung. ditempatkan setelah selesainya sebuah kutipan. tanpa diselingi catatan kaki lain. 2). Model ini biasanya ditempatkan sebelum sebuah kutipan. maka tanda titik ditempatkan setelah kurung tutup catatan tubuh. sementara tahun penerbitan dan halaman berada dalam tanda kurung. 3). Catatan tubuh menyatu dengan naskah. Contoh: 214 . Contoh: a).Cit. Nama penulis Jalaluddin Rakhmat. Teknik Menggunakan Catatan Tubuh Kelebihan catatan tubuh adalah kemudahan bagi pembaca dalam mengecek sumber sebuah kutipan yang langsung terdapat sebelum atau setelah kutipan tersebut. hanya beda halaman. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain dan nomor (4) berbentuk artikel (bukan buku) maka menggunakan Loc. b). tanpa perlu berpindah ke bagian bawah halaman. referensinya sama dengan catatan kaki sebelumnya.  Catatan kaki nomor (14) referensinya sama persis. dengan nomor (8). kumulatif. serta menuliskan halamannya. Nama penulis. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain. b).  Catatan kaki nomor (16) referensinya sama dengan nomor (4). maka menggunakan Op. serta menuliskan halamannya.  Catatan kaki nomor (11).. maka cukup ditulis Rakhmat. Prinsip-prinsip dalam menuliskan catatan tubuh: 1).. hanya ditandai dengan kurung buka dan kurung tutup. hanya beda halamannya. 1995: 3138). karena telah diselingi oleh catatan kaki lain dan nomor (8) berbentuk artikel (bukan buku) maka menggunakan Loc. Catatan kaki nomor (6). termasuk halamannya.  Catatan kaki nomor (15) referensinya sama dengan nomor (7).  Catatan kaki nomor (12) referensinya sama persis dengan nomor (11). dan diterima oleh masyarakat (Lull. Contoh: Di titik inilah esensi hegemoni: hubungan di antara agen-agen utama yang menjadi alat sosialisasi dan orientasi ideologis. tahun terbit buku dan halaman yang dikutip. karena telah diselingi oleh catatan kaki lain dan nomor (7) berbentuk buku (bukan artikel) maka menggunakan Op.

. (Fukuyama. Oktober 1998: 25-26) menyebut …...... dkk.1... terj. (Alam..  Mengacu pada Lapidus (Vol. .. Perhatikan: jika editor satu orang maka menggunakan singkatan ed.. Setio Budi. 2004: 205)... 1998: 77). Artikel dari sebuah buku antologi  ..1.. 1982: 72 – 76). 2. Buku terjemahan  …. kumulatif.. Buku dengan satu pengarang  ...)... Oktober 1998: 25-26). 1988: 131). Jurnal ISKI.. (Lapidus. Skripsi/Tesis/Disertasi yang belum diterbitkan  . Berita koran/majalah  . dalam Mastuhu dan Ridwan (eds..... 2000: 44 – 45) menandaskan .  Hidayat (Jurnal ISKI. Buku dengan dua atau tiga pengarang  …..... Koran Tempo. 2.... Buku yang terdiri dua jilid atau lebih  ... Makalah seminar yang tidak diterbitkan  . .. .  Dreyfus dan Rabinow (1982: 72 – 76) mengatakan ….. 1998: 77).... Skripsi. No.. 22 November 2001).  Menurut Alam (dalam Mastuhu dan Ridwan (eds.. 1997: 52 – 54).  Harian Republika (10 September 2002) memberitakan . Setio Budi. …. (Hidayat... 2007).  Berger (terj..  Menurut Nazaruddin (Skripsi.. Vol...  Menurut Lull (1995: 31 – 38).... 1997: 52 – 54). . Buku dengan banyak pengarang  .. 1995: 31 – 38).  Melandaskan argumen pada Fukuyama (Koran Tempo. No.. 22 November 2001).  .. (Ibrahim.. 1988: 131). et al. (Republika... 215 . namun jika editor dua orang atau lebih menggunakan singkatan eds. (Ibrahim.. (Lull.... 2000: 44 – 45).. (Dreyfus dan Rabinow..... Artikel dari koran/majalah  . (Nazaruddin..... (Nazaruddin... Artikel dari sebuah jurnal/majalah ilmiah  ... di titik inilah esensi hegemoni: hubungan di antara agen-agen utama yang menjadi alat sosialisasi dan orientasi ideologis.. Makalah. dan diterima oleh masyarakat.Menurut Lull (1995: 31-38). (Berger... 2004: 205).. 10 September 2002).).. yang berinteraksi.

. Perhatikan: alamat web yang dicantumkan adalah alamat lengkap.thirdworldtraveler. Kalimat 216 . Dokumen yang tidak diterbitkan  ... Department of Foreign Affairs. Penggunaan Kutipan dan Referensi 1) Kutipan langsung empat baris atau lebih Prinsip-prinsip: a) Kutipan dipisahkan dari teks. Dalam makalahnya yang disampaikan dalam Temu Ilmiah Nasional Komunikasi... …... d) Kutipan diawali dan diakhiri dengan tanda kutip (boleh tidak).. Ketika mereka memegang peranan sebagai sebuah kelas dan menentukan keseluruhannya dalam sebuah kurun waktu.. (Samijan.html. Pernyataan lisan  …. b) Kutipan menjorok ke dalam lebih kurang tujuh karakter.. Bila awal kutipan adalah alinea baru.. e) Jika menggunakan catatan tubuh (bodynote). akses 15 Juni 2007). kalimat ”Pertanyaannya kemudian.” (Berger.com/Robert_ McChesney_page. maka cacatan tubuh dicantumkan setelah kutipan.. 11 November 2006)... . 2000: 44). 6.  Mengutip Chesney (www. 2000: 44 – 45) Dalam contoh di atas. dengan cara copy-paste dari address web secara langsung. wawancara.bekerjanya kelas berkuasa” adalah naskah skripsi. hal tersebut adalah bukti diri bahwa mereka melakukan tersebut dalam jangkauannya kepada yang lainnya..  Dalam dokumen yang dikeluarkan U. akses 15 Juni 2007).thirdworldtraveler. sebagai pemproduksi ide serta mengatur produksi dan distribusi idenya pada masa tersebut.. baris pertama kutipan menjorok lagi ke dalam lebih kurang tujuh karakter.S. (Chesney.. c) Kutipan diketik dengan spasi satu. Contoh: Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana kelas berkuasa bekerja melalui ideologi untuk melanggengkan dominasi mereka? Barangkali penting dikutip di sini bagaimana Marx menjelaskan bekerjanya kelas berkuasa: “Individu-individu yang menyusun kelas yang berkuasa berkeinginan memiliki sesuatu/kesadaran dari yang lainnya..  Dalam wawancara dengan penulis. Nazaruddin (2007) mengatakan. Department of Foreign Affairs (1998) disebutkan bahwa …. 1998)..html. memegang peranan sekaligus pula sebagai pemikir-pemikir. Samijan (11 November 2006) mengatakan …… Referensi dari sumber kedua  Menurut Marx (seperti dikutip Takwin. Artikel dari internet  ….com/ Robert_McChesney_ page..S. www. .. (U.

. seperti ditegaskan Marx. hal tersebut adalah bukti diri bahwa mereka melakukan tersebut dalam jangkauannya kepada yang lainnya. Catatan kaki dalam contoh ini bisa dilengkapi dengan keterangan tambahan. for wielding power” adalah kutipan dari buku yang ditulis R. diterbitkan pada tahun 1967. Marx menawarkan gagasan bahwa ide-ide atau gagasan pada suatu masa adalah yang disebarluaskan dan dipopulerkan oleh kelas berkuasa sesuai kepentingannya. b). hal. secara khusus adalah seorang presiden ataupun raja yang berkuasa.” 19 Dalam contoh di atas. maka nomor indeks ditempatkan setelah kutipan. f) Jika menggunakan catatan kaki (footnote).pada masa tersebut” adalah kutipan.. contoh: 19 Arthur Asa Berger.. for presidents. Kalimat “The symbolic …. Kalimat ”Individu-individu. merupakan pemikir. kalimat “Bagi sebuah kekuasaan …. Kutipan tidak dipisahkan dari teks (menyatu dengan teks). Hart.. Kelas penguasa itu... 2000).pada masa tersebut” adalah kutipan langsung dari sebuah buku yang ditulis Arthur Asa Berger. Hart (1967: 61) mengatakan: "The symbolic dimensions of politics speech-making. Kutipan harus diawali dan diakhiri dengan tanda kutip. Setio Budi (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. Jika menggunakan catatan kaki. the mechanism for wielding power. raja yang berkuasa” adalah naskah skripsi. 44 – 45. wacana dan media.bekerjanya kelas berkuasa” adalah naskah skripsi." Dalam contoh di atas. sebagai pemproduksi ide serta mengatur produksi dan distribusi idenya pada masa tersebut. Media Analysis Techniques. c). 20 2) Kutipan langsung kurang dari empat baris Prinsip-prinsip: a). is a political act. Dalam hal produksi dan penyebarluasan ide inilah kita bisa mengurai saling keterkaitan antara kelas penguasa. salah satu representasi ideologi yang penting terwujud dalam pidato dan pernyataan-pernyataan para penyelenggara kekuasaan negara tersebut. Cukup jelas. dan kutipan berasal dari halaman 61 buku tersebut. memegang peranan sekaligus pula sebagai pemikirpemikir. d).. 44 – 45. pemproduksi ide sekaligus mengatur distribusi idenya. kalimat ”Pertanyaannya kemudian. Setio Budi (Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya. 217 . dan kutipan berasal dari halaman 44-45 buku tersebut. Ketika mereka memegang peranan sebagai sebuah kelas dan menentukan keseluruhannya dalam sebuah kurun waktu.. Media Analysis Techniques.”Individu-individu. terj... Jika menggunakan catatan tubuh. diterbitkan pada tahun 2000. 2000). Contoh: Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana kelas berkuasa bekerja melalui ideologi untuk melanggengkan dominasi mereka? Barangkali penting dikutip di sini bagaimana Marx menjelaskan bekerjanya kelas berkuasa: “Individu-individu yang menyusun kelas yang berkuasa berkeinginan memiliki sesuatu/kesadaran dari yang lainnya.P... hal. ideologi. contoh: Bagi sebuah kekuasaan resmi negara... 20 Arthur Asa Berger. terj. lalu di bagian bawah halaman tersebut (bagian kaki halaman) terdapat keterangan nomor indeks yang menjelaskan sumber kutipan tersebut.

Hardt. Dalam contoh di atas. hal. Dalam sebuah studinya mengenai pidato kemenangan presiden di Amerika. kepentingan. 51-52. hal. eds. 24 21 R. 22 Pada dasarnya tiap pemimpin politik selalu menciptakan bahasa politik yang menjadi kekuatan utama konsolidasi simbolik dalam rangka mendukung politik dijalankan serta meneguhkan ideologi kekuasaan. 1982: 109. The Sound of Leadership: Presidential Communication in the Modern-Age (Chicago: Chicago University Press. serta keberpihakan ideologisnya. contoh: Media bukanlah sarana netral yang menampilkan berbagai ideologi dan kelompok apa adanya. menyebarkan ideologi mereka sekaligus mengontrol dan memarginalkan wacana dan ideologi kelompok-kelompok lain.. Media berpihak pada kelompok dominan. kalimat “Bagi sebuah kekuasaan …. “Message and Meanings”. 23 David Barrat. raja yang berkuasa” adalah naskah skripsi. for wielding power” adalah kutipan. 1994). dalam Culture. hal. serta keberpihakan ideologisnya. James Curran and James Wollacott (London: Methuen. 218 .Bagi sebuah kekuasaan resmi negara. 1987). Michael Gurevitch. Media Sociology (London and New York: Routledge.. menyebarkan ideologi mereka sekaligus mengontrol dan memarginalkan wacana dan ideologi kelompok-kelompok lain. Hardt.23 Media berpihak pada kelompok dominan. 1994: 51-52). 1987). 22 3) Kutipan tidak langsung Prinsip-prinsip: a) Kutipan tidak dipisahkan dari teks (menyatu dengan teks). Janet Woollacott dan David Barrat menegaskan pandangan para teoritis Marxis bahwa ideologi yang dominanlah yang akan tampil dalam pemberitaan. media adalah subjek yang lengkap dengan pandangan. 61. secara khusus adalah seorang presiden ataupun raja yang berkuasa. pernyataan bahwa ”ideologi yang dominan yang akan tampil dalam pemberitaan” adalah inti pendapat dari James Wollacott dan David Barrat yang penulis sajikan dalam bahasa sendiri. Catatan kaki dalam contoh ini bisa dilengkapi dengan keterangan tambahan. The Sound of Leadership: Presidential Communication in the Modern-Age (Chicago: Chicago University Press. for presidents. Kalimat “The symbolic …." 21 Dalam contoh di atas. Hart mengatakan: "The symbolic dimensions of politics speech-making. 109. c) Jika menggunakan catatan tubuh. Society and the Media. media adalah subjek yang lengkap dengan pandangan.P. b) Kutipan tidak boleh menggunakan tanda kutip. kepentingan. is a political act. Dalam contoh di atas. contoh: Media bukanlah sarana netral yang menampilkan berbagai ideologi dan kelompok apa adanya. salah satu representasi ideologi yang penting terwujud dalam pidato dan pernyataan-pernyataan para penyelenggara kekuasaan negara tersebut. 1982). Corcohan menunjukkan bahwa tiap presiden ternyata mempunyai gaya bahasa serta strategi wacana yang berbeda. Lihat lebih jauh di R. hal. Janet Woollacott dan David Barrat menegaskan pandangan para teoritis Marxis bahwa ideologi yang dominanlah yang akan tampil dalam pemberitaan (Wollacott. Lihat juga Janet Wollacott. catatan kaki bisa dilengkapi dengan keterangan tambahan. Barrat.P. 61. the mechanism for wielding power. d) Jika menggunakan catatan kaki.

ed. Lihat juga Janet Wollacott. Rev.al. dan segenap kepustakaan lainnya yang digunakan dalam menyusun sebuah tulisan ilmiah. nama pengarang 3 (tidak dibalik). Buku yang terdiri dua jilid atau lebih Nama pengarang (dibalik). Jalaluddin.ed. Lapidus. eds. 1994. Judul buku. Barrat. Daftar pustaka atau bibliografi mutlak ada dalam sebuah karya ilmiah. hal. Daftar Pustaka Daftar pustaka/bibliografi adalah daftar yang berisi buku.  Data publikasi (tempat terbit. Hubert L. Chicago: University of Chicago Press. Lihat David Barrat. Judul buku. media bukan hanya alat bagi ideologi dominan. tanggal terbit). London and New York: Routledge. Media Sociology. 1997. artikel. 1994). tahun terbit. et. tahun terbit. tetapi juga memproduksi ideologi dominan itu sendiri. A History of Islamic Societes. 1982). Psikologi Komunikasi. Buku dengan banyak pengarang Nama pengarang 1 (dibalik). Vol. Kota penerbit: nama penerbit. David. Kota penerbit: nama penerbit. Bandung: Remaja Rosdakarya. et. Hegemoni Budaya. Michael Gurevitch. Lebih jauh. tahun terbit). “Message and Meanings”.. Society and the Media.6. Kota penerbit: nama penerbit. 109. tahun terbit. Buku yang telah direvisi Nama pengarang (dibalik). hal.  Data publikasi media.  Judul buku (termasuk judul tambahannya). Idi Subandi. tahun terbit. Bibliografi disusun secara alfabetis (Lampiran VI. Yogyakarta: Bentang. 51-52. untuk artikel di media (nama media. 1982. dokumen.3). tahun terbit. Ira M. Cara penyusunan daftar pustaka: Buku dengan satu pengarang Nama pengarang (dibalik). Buku dengan dua atau tiga pengarang Nama pengarang 1 (dibalik). 24 Keberpihakan media akan menampilkan kelompok dominan dalam pemberitaan. Kota penerbit: nama penerbit.al. 2003. menunjukkan sifat referensial atas karya tersebut. nama penerjemah. Paul Rabinow. Judul buku. Beyond Structuralism and Hermeneutics. Unsur-unsur dalam sebuah daftar pustaka:  Nama pengarang (ditulis secara terbalik). Rakhmat. Media Sociology (London and New York: Routledge. Judul buku. Kota penerbit: nama penerbit.  Alamat lengkap internet dan waktu akses (untuk bahan dari internet). 1988. Judul buku. Kota penerbit: nama penerbit.  Nama pengarang artikel dan judul artikel (untuk artikel). Rev. Ibrahim. James Curran and James Wollacott (London: Methuen. ditempatkan di bagian terakhir (halaman terpisah/tersendiri) dari tulisan ilmiah tersebut. Buku terjemahan Nama pengarang asli (dibalik). Judul buku. Cambridge: Cambridge University Press. Dreyfus. tahun terbit. terj.1. nama pengarang 2 (tidak dibalik). 219 . dalam Culture. Volume/Jilid. nama penerbit.

”Judul makalah.” Nama media. nama kota. 1998). Rudi Harisyah. 22 November 2001. fakultas dan universitas. nama kota. Bagus.” Nama media. terj. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret. Kamus Nama pengarang kamus (dibalik).” Koran Tempo. II (Oktober. Prof. Francis. Setio Budi HH. Mastuhu. Dedy N. 2007. M. tahun terbit. Kota penerbit: nama penerbit.” Level karya. eds.” Nama jurnal/majalah ilmiah. Perhatian: halaman yang dimaksud di daftar pustaka ini adalah halaman dari awal sampai akhir tempat artikel berada dalam jurnal/majalah ilmiah. tahun terbit). ”Judul artikel. Artikel dari sebuah buku antologi Nama pengarang artikel (dibalik). edisi jurnal (bulan terbit. tanggal dan tahun terbit. Nazaruddin. Nazaruddin.” Republika. 2000. ”Judul skripsi/tesis/disertasi. hal. Fukuyama.” Kajian Keagamaan dalam Tradisi Baru Penelitian Agama Islam Tinjauan Antardisiplin Ilmu. Bandung: Penerbit Nuansa dan PUSJARLIT. Kamus Filsafat. penyelenggara seminar. “War Against Terrorism: Critical Discourse Analysis. 1994. bukan halaman yang dikutip. 1998. Media Analysis Techniques. Hidayat. Berita koran/majalah ”Judul berita. Perhatian: jika editor satu orang maka menggunakan singkatan ed. Jakarta.Berger. ed. Muzayin. 2004. Arthur Asa. namun jika editor dua orang atau lebih menggunakan singkatan eds.. ”Judul artikel. tahun. ”Judul artikel. tahun terbit.” Forum penyampaian makalah.Ed.” Skripsi Sarjana. Artikel dari sebuah jurnal/majalah ilmiah Nama pengarang artikel (dibalik). Artikel dari koran/majalah Nama pengarang artikel (dibalik). tahun terbit. Makalah seminar yang tidak diterbitkan Nama penulis (dibalik). Dr. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Yogyakarta: Penerbitan Universitas Atma Jaya.. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia." Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia. Muzayin. M. halaman.” Judul buku. "Paradigma dan Perkembangan Penelitian Komunikasi. Skripsi/Tesis/Disertasi yang belum diterbitkan Nama penulis (dibalik). Surakarta. “Benturan Islam dan Modernitas. 220 . Kota penerbit: nama penerbit. Alam.” Makalah disampaikan dalam Temu Ilmiah Nasional. nama editor. “Islam di AS Jadi Agama Kedua. tanggal dan tahun terbit. 10 September 2002. “Dua Tipe Perempuan dalam Film dan Sinetron Mistik Indonesia. 32-43. Lorens. Deden Ridwan. Judul kamus. “Perspektif Pasca-Modernisme dalam Kajian Keagamaan.

konsep surat tidak resmi (pribadi) dan komponen surat tidak resmi. 3) Pengumuman dari DEPNAKER. surat perijinan. Department of Foreign Affairs.C.” Alamat lengkap internet (waktu akses). Maresca. surat lamaran pekerjaan. Washington D. saat ini sangat banyak informasi lowongan pekerjaan yang dapat diperoleh dengan mudah dari berbagai sumber informasi tinggal bagaimana seorang pencari kerja dapat memanfaatkan berbagai sumber yang ada. 12 February 1998.or. “Pengelolaan Bencana: Pengelolaan Kerentanan Masyarakat.. Radio. “Rich Media Poor Democracy. Surat keluarga biasanya dibuat oleh anak kepada orangtuanya karena dalam perantauan (misalnya kuliah atau bekerja di tempat yang jauh). Surat Resmi (dinas) dan Surat Tidak Resmi (pribadi) Konsep surat resmi (dinas).S. proses pengajuan surat lamaran. Nama kota. bisa juga surat dari saudara yang satu dengan yang lain dan berlainan tempat. ”Judul artikel.html (akses 16 Agustus 2006). Testimony by John. Surat pribadi adalah surat yang dibuat oleh seseorang yang isinya menyangkut kepentingan pribadi. Surat Keluarga adalah surat yang dibuat seseorang yang isinya menyangkut kepentingan pribadi atau keluarga. dan menyusun bahasa surat yang baik dan benar.walhi. pedoman penulisan. J. Untuk membuat surat lamaran pekerjaan perlu memperhatikan tahap-tahapnya yaitu : sumber informasi. Vice President International Relations Unocal Corporation to House Committee on International Relations Subcommittee on Asia and The Pacific. U. Sumber informasi lowongan pekerjaan tersebut di antaranya dari : 1) Iklan Surat Kabar. Nama dokumen. Artikel di internet Nama penulis (dibalik).” www. Sedangkan yang termasuk surat pribadi adalah : surat keluarga. Surat lamaran termasuk surat pribadi.id/kampanye/bencana (akses 17 Agustus 2006). J. dan sebagainya.Dokumen yang tidak diterbitkan Lembaga yang mengeluarkan dokumen. Menurut kepentingan dan pengirimnya. McChesney. 4) Pegawai kantor atau perusahaan. Pedoman Penulisan Surat Lamaran. JENIS-JENIS SURAT 1.” www.thirdworldtraveler.” Alamat lengkap internet (waktu akses). komponen surat resmi.com/Robert_McChesney_page. 2) Pengumuman yang berasal dari kantor/perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Surat Lamaran Pekerjaan adalah surat yang dibuat seseorang ( pelamar ) yang ditujukan kepada kantor atau perusahaan tertentu guna mendapatkan pekerjaan sesuai dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan. surat dapat dikelompokkan sebagai berikut: a. Sumber Informasi. ”Judul artikel. lampiran yang diminta. tanggal dan tahun dikeluarkan dokumen. SURAT PRIBADI Yaitu surat yang dikirimkan seseoarang kepada orang lain atau suatu organisasi/instansi. 1) Surat lamaran dapat ditulis tangan oleh pelamar dengan kertas folio bergaris tetapi tidak boleh pada halaman bolak221 . Robert. Televisi atau Internet.

tempat. b.balik atau diketik dengan kualitas kertas yang baik (HVS minimal 60 gram) dengan jarak baris 1. 2) Surat niaga. Penutup surat 10. Contoh : 1. Pembuka/salam pembuka (diakhiri tanda koma) 8. terkecuali penulisan berdasarkan ejaan yang disempurnakan (EYD) haruslah menyesuaikan). 9. yaitu surat resmi yang dipergunakan oleh perusahaan atau badan usaha. kalimat penutup. yakni urutan surat yang dikirimkan 3. yaitu surat resmi yang digunakan instansi pemerintah untuk kepentingan administrasi pemerintahan. 2. Kepala/kop surat. yaitu surat resmi yanng dipergunakan oleh organisasi kemasyarakatan yang bersifat nirlaba ( nonprofit). waktu.5 spasi. Isi surat (Uraian isi berupa uraian hari. berupa penyertaan/pemberitahuan kepada atasan tentang adanya suatu kegiatan. berisi salam penutup. Lampiran Surat Lamaran disesuaikan dengan permintaan dari sumber informasi dan penyusunannya diurutkan kecuali untuk pas foto dan foto copy bisa diletakkan di atas susunan lamaran. Isi surat lamaran terdiri dari : tempat dan tanggal surat. 222 . ditulis dengan huruf kapital/huruf besar. alamat surat. Surat ijin untuk mengadakan keramaian / hajatan kepada RT atau Lurah dan sebagainya. Lampiran. Tanggal surat (penulisan di sebelah kanan sejajar dengan nomor surat) 6. Penutup surat. data pribadi. data lampiran. salam pembuka. Alamat yang dituju (jangan gunakan kata kepada) 7. 2. 2. SURAT RESMI adalah surat yang disampaikan oleh suatu instansi/lembaga kepada seseorang atau lembaga/instansi lainnya. Apabila sumber informasi lowongan kerja tidak mencantumkan/meminta syarat secara lengkap biasanya pelamar melengkapi surat lamarannya dengan melampirkan : Daftar Riwayat Hidup. berisi lembaran lain yang disertakan selain surat 4. 3) Surat sosial. dan sebagainya ditulis dengan huruf kecil. tembusan surat. Hal. kata penutup. tanda tangan. ditulis dengan variasi huruf besar dan kecil. materai jika diminta. surat ijin juga diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pihak pihak tertentu apabila seseorang atau sebuah keluarga ingin mengadakan suatu kegiatan atau keramaian di masyarakat hal ini dimaksudkan agar jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pihak tersebut bisa ikut bertanggung jawab. Foto kopi Ijasah. tanda tangan dan nama jelas. Pada bagian tanda tangan surat lamaran seringkali suatu kantor khususnya kantor pemerintah menghendaki perlunya dibubuhi materai. Surat ijin untuk tidak masuk kerja / sekolah. bisa juga pelamar menambahkan persyaratan lain yang sifatnya melengkapi syarat yang sudah ada agar lebih bisa menjadi bahan pertimbangan. Nomor surat. Logo instansi/lembaga. kalimat pembuka. nama (biasanya disertai nomor induk pegawai atau NIP) 11. Foto kopi KTP dan Pas foto Surat Perijinan adalah surat yang ditulis seseorang yang isinya menyangkut permohonan ijin kepada pihak tertentu untuk mendapatkan ijin yang dimaksudkan. Selain surat bersifat pribadi kepada instansi atau kantor tempat kerja seseorang. berupa garis besar isi surat 5. Surat resmi (surat dinas) terbagi atas beberapa bagian. perihal. jabatan. Bagian-bagian surat resmi: 1. Alamat instansi/lembaga. terdiri dari Nama instansi/lembaga. yaitu: 1) Surat dinas pemerintah. tanggal.

surat perjanjian. Jenis surat menurut sifatnya surat dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. padat. yaitu surat yang isinya hanya boleh diketahui orang yang dituju saja. K. 6. surat undangan dan surat lamaran pekerjaan. maksudnya. surat rahasia. Slogan dan Poster Slogan adalah perkataan atau kalimat pendek yang menarik dan mudah diingat untuk memberitahukan atau menyampaikan sesuatu. surat dapat dikelompokkan sebagai berikut : surat pemberitahuan. Bahasa yang digunakan dalam mengirim pesan singkat pribadi sangat bergantung kepada siapa pesan tersebut kita kirim. SMS pada era global ini merupakan bentuk pengiriman pesan yang lebih efektif. surat laporan. atau (5) permintaan maaf. 5) isi memo. 4. MEMO Pesan singkat merupakan salah satu bentuk komunikasi tidak langsung yang disampaikan secara tertulis dengan bahasa yang singkat. jelas. dan surat kilat khusus. Pesan singkat bisa dalam bentuk memo atau SMS/e-mail. serta memo dan nota. 7. Pesan singkat yang bersifat resmi/dinas sering disebut dengan memo (memorandum). surat edaran. 2) identitas judul memo/tulisan ‘memo’. artinya. surat penawaran. 7) tanda tangan dan nama pengirim memo. Pesan singkat yang dikirim melalui tulisan di kertas ada yang bersifat formal/resmi dan nonformal/pribadi. Memo biasanya terdiri atas: 1) kepala memo. Memo biasanya ditulis dan dikirim oleh atasan kepada bawahan. Jenis Surat menurut isinya. 2. surat peringatan. surat pengantar. (2) rencana pertemuan atau undangan untuk seseorang. dan santun. Jenis surat berdasarkan ruang lingkup sasarannya surat terbagi atas surat intern dan surat ekstern. telegram. padat. 6) tanggal penulisan memo. surat perintah.c. Jenis surat berdasarkan tingkat kepentingan penyelesainnya. (3) instruksi untuk melakukan sesuatu. Jenis surat berdasarkan wujudnya surat terbagi atas surat bersampul. 5. warkat pos. surat biasa. surat terbagi atas surat biasa. teleks atau faksimile. surat permintaan. Pesan singkat pribadi ditulis dan dikirim oleh individu kepada individu lain untuk kepentingan pribadi. isi surat hanya boleh diketahui oleh kalangan tertentu yang terkait saja. 223 . surat konfidensial ( terbatas). dan jelas tetapi tetap memperhatikan sopan santun. 4) pemberi/pengirim memo.. isi surat dapat diketahui oleh oranng lain selain yang dituju. dan surat pengumuman. c. Jenis surat berdasarkan banyaknya sasaran surat dapat dikelompokkan menjadi surat biasa. surat panggilan. (4) permintaan penjelasan tentang sesuatu. surat pemesanan. Isi pesan singkat dapat berupa: (1) penjelasan tentang sesuatu yang terjadi atau akan terjadi. Khusus dalam penulisan pesan singkat melalui SMS sering kita gunakan singkatan kata untuk meminimalisir jumlah huruf yang digunakan. Yang jelas pesan tersebut ditulis secara singkat. 3. surat kilat. kartu pos. b. 3) penerima memo/alamat yang dituju. surat keputusan.

menjelaskan visi.tujuan POSTER Poster adalah. Poster yang berisi penawaran sebuah produk atau jasa. poster sepatu.sedangkan Poster lebih menekankan informasinya dalam suatu gambar/ilustrasi.misi. Poster niaga : Bersifat menarik pembaca untuk membeli atau menggunakan suatu barang atau jasa.menarik perhatian pembaca selain itu jika diperlukan dapat ditambahkan gambar atau ilustrasi. Perbedaan antara Slogan dan Poster Slogan lebih mengarah/menekankan pada kata-kata/kalimat. RANGKUMAN Keterampilan Membaca-Menulis-Membaca merupakan keterampilan dasar. dll.Misalnya: poster rokok.jelas.mudah dimengerti.kalimatnya pendek.poster dibagi menjadi 1.singkat. dan sebagainya. 4.mudah dipahami.mudah dipahami. golongan.Slogan Bertujuan untuk menyampaikan suatu infirmasi dan memengaruhi pandangan serta pendapat orang terhadap informasi tersebut. Ini berarti bahwa keterampilan tersebut perlu dimiliki setiap orang. poster sabun. dipasang ditempat umum . Poster kegiatan : Bertujuan memberitahukan adanya suatu kegiatan mengajak pembaca mengikuti atau berpartisipasi dalam megaton tersebut. Poster penerangan atau pendidikan : Bersifat mempengaruhi pembaca untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perilaku tertentu. dan penyaluran aspirasi tertentu. upaya pendidikan. ajakan. Jika membaca adalah proses membuka jendela dunia. Poster hiburan : Berisi pemberitahuan adanya sesuatu hal yang bersifat hiburan. Slogan memiliki ciri bahasa yang menarik. tidak saja untuk meraih keberhasilan selama bersekolah melainkan juga sepanjang hayatnya.dan mudah diingat.pengumuman. Slogan berisi mengenai tujuan ideologi suatu organisasi. melihat wawasan yang ada dan menjadikannya sebagai khazanah pribadi.menarik. L. serta bersifat persuasif. isinya singkat dan jelas. dan 2. Poster memiliki ciri bahasa yang menarik.biasa'a berupa Poster Bertujuan untuk menyampaikan suatu infirmasi dan memengaruhi pandangan serta pendapat orang terhadap informasi tersebut. maka menulis adalah proses menyajikan 224 .atau iklan. 3.efektif. sedangkan Poster berisi mengenai himbauan.plakat yg biasa ajakan. Berdasarkan isinya.

kembali khazanah tersebut kepada masyarakat luas. Anda bisa menggabungkan sebuah khazanah dengan khazanah yang sudah dimiliki sebelumnya. Sangat sulit bagi seseorang untuk menulis sesuatu yang di luar dirinya. Dengan demikian membaca mau tidak mau adalah proses yang harus dijalani oleh orang yang berkeinginan untuk bisa menulis. Jika selama ini Anda kesulitan menulis dan selalu berhenti pada kalimat atau paragraf pertama, bisa jadi penyebabnya karena terlalu sedikit stok informasi yang Anda miliki sebelumnya. Anda harus menambah stok tersebut agar proses menulis menjadi lancar. Variasi Bahasa-Variasi Bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen. Dalam hal variasi bahasa ini ada dua pandangan. Pertama, variasi itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa itu. Jadi variasi bahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa. Kedua, variasi bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam. Kedua pandangan ini dapat saja diterima ataupun ditolak. Yang jelas, variasi bahasa itu dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya keragaman sosial dan fungsi kegiatan didalam masyarakat sosial. Namun Halliday membedakan variasi bahasa berdasarkan pemakai (dialek) dan pemakaian (register). Berikut ini akan dibicarakan variasi-variasi bahasa tersebut, dimulai dari segi penutur ataupun dari segi penggunanya. 1. Variasi dari Segi Penutur, 2. Variasi dari Segi Pemakaian, 3. Variasi dari Segi Keformalan, dan 4. Variasi dari Segi Sarana. Mengubah Teks Wawancara menjadi Narasi- Teks wawancara merupakan bentuk penyajian informasi berupa tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Narasi merupakan bentuk karangan pengisahan suatu cerita atau kejadian. Anda akan berlatih mengubah teks wawancara menjadi teks narasi. Hal itu berarti teks yang berupa tanya jawab antara penanya dan narasumber diubah menjadi bentuk tulisan atau teks cerita Bagaimana cara mengubah teks wawancara menjadi bentuk naratif? Perlu dicermati lagi bahwa wawancara biasanya berupa kalimat langsung. Jika dinarasikan maka Anda harus mengubah kalimat tersebut menjadi kalimat tak langsung. Masih ingatkah kalian ciri-ciri kalimat langsung dan tak langsung? Menjelaskan Cara Membaca Tabel, Diagram, Grafik, dan Denah secara Benar. Informasi verbal adalah informasi yang disampaikan dengan kata-kata. Adapun informasi nonverbal adalah informasi yang disajikan dengan bentuk visual, seperti gambar, bagan, grafik, diagram, matriks, dan tabel. Paragraf, Syarat-syarat Paragraf, Jenis Paragraf, dan Penanda Hubungan antarparagraf-Paragraf adalah kesatuan pikiran yang mengungkapkan ide pokok yang berbentuk dalam rangkaian kalimat yang berkaitan dengan bentuk (kohesi) dan makna (koherensi). Paragraf adalah bagian karangan yang terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran. Dalam paragraf terdapat tiga persyaratan agar paragraf menjadi padu, yaitu kepaduan, kesatuan, dan kelengkapan. Penggunaan EYD-Bahasa menunjukkan bangsa, tiada bahasa hilanglah bangsa. Sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987, perlu disempurnakan kembali. Berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Maka lahirlah Permendiknas no. 46 Thun 2009 Tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, dalam permendiknas tersebut dipergunakan bagi 225

instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, dinyatakan tidak berlaku. Penulisan Karya Ilmiah, Penulisan Kutipan, dan Penulisan Daftar Pustaka, disajikan artikel ilmiah, artikel popular, cara memilih topik PTK, cara menyusun kutipan dan daftar pustaka. Surat Resmi dan Surat Tidak Resmi- Peserta dapat menjelaskan konsep surat resmi (dinas), komponen surat resmi, konsep surat tidak resmi (pribadi) dan komponen surat tidak resmi, dan menyusun bahasa surat yang baik dan benar. Slogan dan Poster-disajikan materi tentang slogan dan poster, perbedaan kedua media tersebut, menyusun slogan dan poster. M. Evaluasi 1. Jelaskan konsep-konsep dasar dalam keterampilan membaca dan menulis! 2. Jelaskan variasi bahasa untuk menunjang pembelajaran keterampilan berbahasa! 3. Jelaskan cara mengubah teks wawancara menjadi narasi! 4. Bacalah secara benar tabel, diagram, denah, dan grafik yang telah Anda siapkan! 5. Jelaskan konsep paragraf, syarat-syarat paragraf, jenis paragraf, dan penanda hubungan antarparagraf! 1. Buatlah sebuah paragraf naratif tentang PLPG! 2. Tentukan bentuk paragraf yang telah Anda susun! 3. Tentukan jenis paragraf yang telah Anda susun! 4. Tuliskan kembali ide pokok paragraf Anda tersebut! 5. Tuliskan kembali Kalimat utama paragraf Anda tersebut! 6. Tuliskan kembali kalimat-kalimat penjelas paragraf Anda tersebut! 6. Susunlah lima buah kalimat efektif! 7. Susunlah sebuah paragraph dengan menerapkan penggunaan EYD secara baik dan benar! 8. Susunlah sebuah artikel ilmiah dengan menerapkan cara penulisan kutipan dan penulisan Daftar Pustaka secara benar! 9. Menjelaskan konsep surat resmi (dinas), komponen surat resmi, konsep surat tidak resmi (pribadi) dan komponen surat tidak resmi, dan menyusun bahasa surat yang baik dan benar. a. Buatlah sebuah surat penawaran barang! b. Atas dasar surat yang telah Anda susun jawablah hal-hal berikut. 1) Tuliskan bagian-bagian suratnya! 2) Tuliskan kalimat pembuka suratnya! 3) Tuliskan salam penutupnya! 10.Buatlah sebuah slogan sekolah Anda. N. Kunci Jawab 1. Konsep-konsep dasar dalam keterampilan membaca dan menulis. Keterampilan Membaca-Menulis-Membaca merupakan keterampilan dasar. Ini berarti bahwa keterampilan tersebut perlu dimiliki setiap orang, tidak saja untuk meraih keberhasilan selama bersekolah melainkan juga sepanjang hayatnya. Jika membaca adalah proses membuka jendela dunia, melihat wawasan yang ada dan menjadikannya sebagai khazanah pribadi, maka

226

menulis adalah proses menyajikan kembali khazanah tersebut kepada masyarakat luas. Membaca mau tidak mau adalah proses yang harus dijalani oleh orang yang berkeinginan untuk bisa menulis. Jika selama ini Anda kesulitan menulis dan selalu berhenti pada kalimat atau paragraf pertama, bisa jadi penyebabnya karena terlalu sedikit stok informasi yang Anda miliki sebelumnya. Anda harus menambah stok tersebut agar proses menulis menjadi lancar. 2. Variasi bahasa untuk menunjang pembelajaran keterampilan berbahasa! Variasi Bahasa-Variasi Bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen. Dalam hal variasi bahasa ini ada dua pandangan. Pertama, variasi itu dilihat sebagai akibat adanya keragaman sosial penutur bahasa itu dan keragaman fungsi bahasa itu. Jadi variasi bahasa itu terjadi sebagai akibat dari adanya keragaman sosial dan keragaman fungsi bahasa. Kedua, variasi bahasa itu sudah ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat interaksi dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam. Kedua pandangan ini dapat saja diterima ataupun ditolak. Yang jelas, variasi bahasa itu dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya keragaman sosial dan fungsi kegiatan didalam masyarakat sosial. Namun Halliday membedakan variasi bahasa berdasarkan pemakai (dialek) dan pemakaian (register). Berikut ini akan dibicarakan variasi-variasi bahasa tersebut, dimulai dari segi penutur ataupun dari segi penggunanya. 1. Variasi dari Segi Penutur, 2. Variasi dari Segi Pemakaian, 3. Variasi dari Segi Keformalan, dan 4. Variasi dari Segi Sarana. 3. Jelaskan cara mengubah teks wawancara menjadi narasi! Teks wawancara merupakan bentuk penyajian informasi berupa tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Untuk menceritakan atau menyampaikan kembali hasil wawancara kepada orang lain, teks wawancara perlu diubah dalam bentuk narasi. Narasi merupakan bentuk karangan pengisahan suatu cerita atau kejadian. Agar Anda dapat menarasikan teks wawancara dengan baik, lakukan langkah-langkah berikut. Bacalah teks wawancara dengan cermat, Catatlah pokok-pokok isi wawancara. Buatlah pengantar ke arah isi wawancara. Narasikan isi wawancara dengan mengembangkan pokok-pokok isi. Lengkapilah narasi dengan bagian penutup. 4. Jawaban kalimat bebas sesuai fakta tabel, diagram, denah, dan grafik yang telah siapkan peserta. 5. Jawaban kalimat bebas sesuai konteks paragraf yang disusun peserta! 6. Jawaban kalimat bebas asal sesuai syarat kalimat efektif. 7. Susunlah sebuah paragraph dengan menerapkan penggunaan EYD secara baik dan benar! 8. Jawaban kalimat bebas asal telah menerapkan cara penulisan kutipan dan penulisan Daftar Pustaka secara benar. 9. Jawaban kalimat bebas sesuai surat yang telah disusun peserta. 10. Jawaban kalimat bebas sesuai kondisi masing-masing peserta

DAFTAR PUSTAKA Alwasilah, A. Chaedar. 2000. Politik Bahasa dan Pendidikan. Cet. II. Bandung: Remaja Rosdakarya.

227

Alwi, Hasan dan Dery Sugono. 2002. Telaah Bahasa dan Sastra. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Alwi, Hasan. 1996. ”BIPA: Hari Ini dan Esok”. Dalam Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing. (Husen dkk. Penyunting). Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Arifin, Zaenal dan S. Amran Tasai. 2002. Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Akademika Pressindo. Azies, Furqanul dan Alwasilah, A. Chaedar. 1996. Pengajaran Bahasa Komunikatif Teori dan Praktek. Cet. I. Bandung: Remaja Rosdakarya. Semi, M. Atar. 1995. Dasar-Dasar Keterampilan Menulis. Bandung: Mugantara. Chaer, Abdul dkk. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta, 2004. Doyin, Moh. 2010. Artikel Ilmiah. Unnes Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Ibrahim, Syukur, dkk. Bahan Ajar Sintaksis Bahasa Indonesia. Departemen Pendidikan Nasional Universitas Negeri Malang. Ramlan, M. 2001. Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis. Yogyakarta: C.V. Karyono. Rusnaji, Oscar. Aspek-aspek Linguistik. IKIP Malang. Rusnaji, Oscar. 1983. Aspek-aspek Sintaksis Bahasa Indonesia. IKIP Malang. Samsuri. 1985. Tata Bahasa Indonesia Sintaksis. Jakarta: Sastra Budaya. Sugono, Dendy. 1986. Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: C.V. Kilat Grafika. Tarigan, Henry Guntur. 1994. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Verhaar. 2004. Asas-asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada university Press. Wirjosoedjarmo. 1984. Tata Bahasa Indonesia. Surabaya: Sinar Wijaya

228

229

karena memang kurang tersedia buku yang mendukungnya. TUJUAN Peserta memahami berbagai media dan model pembelajaran inovatif berbasis IT. belakangan ini mulai muncul kegairahan mengkaji dan meneliti tentang sejauhmana efektivitas penggunaan model-model pembelajaran inovatif. Sebuah paradigma yang mapan yang berlaku dalam sebuah sistem boleh jadi mengalami malfungsi apabila paradigma tersebut masih diterapkan pada sistem yang telah mengalami perubahan. 2002). tetapi isinya cenderung hanya sebagian kecil saja dari model-model pembelajaran inovatif yang sedang dikembangkan saat ini.BAB VII MEDIA DAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF A. Mereka pada umumnya memperoleh informasi tentang model-model pembelajaran ini dengan mengandalkan dari internet. Krisis tersebut akan menuntut terjadinya revoluasi ilmiah yang melahirkan paradigma baru dalam rangka mengatasi krisis yang terjadi (Kuhn. Paradigma yang mengalami anomali tersebut cenderung menimbulkan krisis. khususnya ketika mereka sedang menyelesaikan karya tulis dalam rangka penyelesaian studinya. ilmu pengetahuan bersifat sementara terkait dengan perkembangan yang dimediasi baik secara sosial maupun kultural. khususnya yang menggeluti bidang pendidikan. di toko-toko buku tertentu kita bisa mendapatkan beberapa buku yang membahas tentang model-model pembelajaran inovatif. yang didalamnya disyaratkan adanya kerangka teori yang melandasinya. tidak dalam bentuk kajian yang mendalam. Kesulitan mengelaborasi teori yang melandasi model-model pembelajaran ini juga tampaknya banyak dialami oleh para mahasiswa yang hendak meneliti tingkat efektivitas penggunaan model pembelajaran inovatif tertentu. Tentunya dengan harapan dapat memberikan efektivitas yang tinggi terhadap proses dan pencapaian hasil belajar siswa. Paradigma konstruktivistik tentang pembelajaran merupakan paradigma alternatif yang muncul sebagai akibat terjadinya revolusi ilmiah dari sistem pembelajaran yang cenderung berlaku pada abad industri ke sistem pembelajaran yang semestinya berlaku pada abad pengetahuan sekarang ini. yang juga cenderung bersifat elementer dan parsial. Manakala mereka harus melakukan Penelitian Tindakan Kelas. Sebagaimana dimaklumi. saat ini kita ditawari dengan aneka model pembelajaran inovatif yang jumlahnya sangat banyak untuk dapat dipraktikkan oleh para guru di lapangan. informasi tentang model-model pembelajaran inovatif ini pada umumnya diperoleh melalui berbagai pelatihan yang diikutinya. Memang. Bagi para guru. mereka mengalami kesulitan untuk mengelaborasi teori tersebut. Belajar menurut 230 . Hanya sangat disayangkan. di kalangan mahasiswa. Demikian juga. Hal ini bisa dilihat dengan adanya kecenderungan dari sebagian guru berupaya menerapkan berbagai model pembelajaran yang mutakhir atau kita sebut saja model pembelajaran inovatif di sekolahnya masing-masing. MATERI Upaya pemerintah untuk mereformasi sistem pembelajaran di sekolah tampaknya telah mendapat respons positif pada sebagian akademisi maupun praktisi. sehingga cenderung bersifat subyektif. Menurut paradigma konstruktivistik. dengan meninggalkan modelmodel pembelajaran konvensional. B. yang tentunya hanya bersifat garis besarnya saja. kegairahan untuk menerapkan dan meneliti modelmodel pembelajaran mutakhir ini tampaknya belum diikuti oleh ketersediaan buku-buku yang mengupas secara lengkap dan tuntas dari masing-masing model pembelajaran inovatif tersebut.

(5) menilai pembelajaran secara kontekstual. Inovatif adalah kata sifat dari inovasi. Menyertakan respon siswa dalam pembelajaran dan mengubah model atau strategi pembelajaran sesuai dengan karakteristik materi pelajaran. dan teka-teki sebagai pengarah pembelajaran. pembelajaran lebih mengutamakan penyelesaian masalah. mengembangkan konsep. Dunia pendidikan adalah dunia belajar dan pembelajaran. yang semuanya ditujukan untuk memperbaharui tingkat pemikiran individu sehingga menjadi semakin sempurna. Inovatif artinya pembaharuan. konstruksi solusi dan algoritma ketimbang menghafal prosedur dan menggunakannya untuk memperoleh satu jawaban benar. dan mengkreasi dalam mengerjakan tugas. Untuk menginternalisasi serta dapat menerapkan pembelajaran menurut paradigma konstruktivistik. pembelajaran telah dianggap sebagai bagian “menirukan”suatu proses yang melibatkan pengulangan siswa. investigasi bertolak dari data mentah dan sumbersumber primer (bukan hanya buku teks). dan model-model yang dibangkitkan oleh siswa sendiri. wacana kolaboratif. Secara umum. Menurut paradigma konstruktivistik. 3. atau meniru-niru informasi yang baru disajikan dalam laporan atau quis dan tes. Siswa sendiri yang bertanggung jawab atas peistiwa belajar dan hasil belajarnya. menghargai pikiran siswa. 5. Belajar adalah kegiatan aktif siswa untuk membangun pengetahuannya. Belajar merupakan proses negosiasi makna berdasarkan pengertian yang dibangun secara personal. Menghargai otonomi dan inisiatif siswa. pengujian hipotesis. hipotesis. Sedangkan pembelajaran bisa memiliki arti belajar atau pembelajaran. (4) materi pembelajaran menyesuaikan terhadap kebutuhan siswa. Menggunakan data primer dan bahan manipulatif dengan penekanan pada keterampilan berpikir kritis. dan interpretasi. Lalu bagaimana dengan pembelajaran inovatif sendiri? Apa arti pembelajaran inovatif? Kita sangat sering mendengar kata inovatif dan di manamana kata yang berembel embel inovatif sangat menarik untuk dipelajari dan dipraktikkan di kelas. yaitu (1) meletakkan permasalahan yang relevan dengan kebutuhan siswa. Mengutamakan kinerja siswa berupa mengklasifikasi. terlebih dulu guru diharapkan dapat merubah pikiran sesuai dengan pandangan konstruktivistik. Guru konstruktivistik memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Paradigma konstruktivistik merupakan basis reformasi pendidikan saat ini. Dengan demikian Pembelajarann inovatif adalah Model Pembelajaran yang dikemas oleh pe-belajar karena adanya dorongan dari sebuah gagasan yang baru. bagaimana guru mendorong dan menerima otonomi siswa. pertanyaan-pertanyaan. pengambilan keputusan. Hal yang lebih penting. terdapat lima prinsip dasar yang melandasi kelas konstruktivistik.pandangan ini lebih sebagai proses regulasi diri dalam menyelesikan konflik kognitif yang sering muncul melalui pengalaman konkrit. penelitian. termasuk dalam dunia pendidikan. mengananalisis. pencarian. dialog. resolusi konflik kognitif. investigasi. atau mentransformasi informasi baru. 1. (2) menyusun pembelajaran di sekitar konsep-konsep utama. memprediksi. membentuk kembali. Menurut paradigma konstruktivistik. Secara tradisional. 1. (3) menghargai pandangan siswa. Siswa sendiri yang melakukan penalaran melalui seleksi dan organisasi pengalaman serta mengintegrasikannya dengan apa yang telah diketahui. Pembelajaran lebih dicirikan oleh aktivitas eksperimentasi. MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF Apapun yang berhubungan dengan kata inovatif tampaknya sangat menarik untuk di ketahui. Belajar bermakna terjadi melalui refleksi. pembelajaran lebih diutamakan untuk membantu siswa dalam menginternalisasi. dialog. 2. yang nantinya akan memperoleh kemajuan dari hasil belajar. Pembelajaran inovatif merupakan langkah-langkah dalam belajar. Menggali pemahaman siswa tentang konsep-konsep yang akan dibelajarkan sebelum sharing pemahamannya tentang konsep-konsep tersebut. 4. 231 .

Sedangkan jika di tinjau berdasarkan definisi harfiahnya mengenai model pembelajaran inovatif tersebut. 2002: 6) media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Pemanfaatan beberapa software untuk pembuatan media pembelajaran bisa menjadi alternatif yang inovatif. termasuk dalam hal Teknologi Informatika (IT). (http://ksupointer. cenderung text book. yaitu berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk berpikir. Di era informatika seperti saat ini. Sehubungan dengan perkembangan IT. menurut Gagne (dalam Sadiman. Seperti friendster. media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim dan penerima sehingga dapat merangsang pikiran. Guru dalam menyajikan materi biasa-biasa saja. begitu pula sebaliknya. Dunia semakin berkembang dengan pesatnya. Dalam proses pembelajaran yang paling relevan digunakan adalah media blog. video. 2005: menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan. Dalam sebuah proses Kegiatan Belajar Mengajar. dan lain sebagainya. perasaan. perasaan. Hal ini lebih dikarenakan guru maupun siswa tida ada kecocokan dari awal pelajaran. tanpa adanya variasi. media pembelajaranpun diharapkan berkembang secara signifikan sehingga penanaman konsep dan pemahaman konsep sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai. Kata media berasal dari bahasa latin yaitu jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Lewat eksplorasi fitur-fitur yang ditawarkan Power Point. minat dan perhatian siswa sehingga proses interaksi komunikasi edukasi antara guru (atau pembuat media) dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. apa yang diinginkan siswa dari guru. gambar. mengaktifkan dan menyenangkan. Swish maupun macromedia ide-ide kreatif bisa tersalurkan. Selama ini terjadi gap yang lebar. facebook. Menurut Latuheru (dalam Hamdani. Termasuk diantaranya dalam hal pembelajaran. Media belajar sangat membantu mengurangi keabstrakan dari sebuah konsep materi yang sedang diajarkan. Karena hal ini sesuatu yang tidak bisa dihindari. Sementara kondisi perubahan di luar sudah sangat maju.com) Jadi. dan lain sebagainya sesuai keinginan guru. di dalamnya mengandung makna dan arti pembaharuan. Media merupakan sesuatu yang menghubungkan. mengantarkan anak didik pada pengalaman belajar yang bermakna. Secara umum media pembelajaran dalam pendidikan disebut media.Pembelajaran inovatif dari pendidik atau guru juga mempunyai arti pembelajaran yang sudah dikemas oleh seorang guru atau instruktur dan merupakan bagian dari wujud gagasan atau teknik yang dipandang masih baru sehingga mampu memfasilitasi murid agar memperoleh kemajuan dalam proses serta hasil belajar. namun kita masih saja berpegang pada “pakem” lama. e-mail. 2002: 6). media pembelajaran memegang peran yang sangat penting. guru harus selalu mengikuti perkembangan yang ada. Sedangkan menurut Brigs (dalam Sadiman. Berdasarkan pengertian-pengertian yang telah diberikan. 2002: 6). 2002: 6). Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Sadiman. di dalamnya mampu memuat materi dalam bentuk Ms Word. Ms PPT. maka media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran agar dapat merangsang pikiran. berbagai media dalam dunia maya memberikan berbagai alternatif yang mampu mengakomodasi semua fungsi dai proses pembelajaran. dimana siswa 232 . blog. dalam hal ini adalah menghubungkan apa yang dikehendaki guru terhadap siswa. Pembelajaran yang cenderung monoton dan membosankan akan menjadikan proses belajar mengajar juga stagnan. alat atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. minat dan perhatian sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman.

weblog dapat dirangkum sebagai kumpulan website pribadi yang memungkinkan para pembuatnya menampilkan berbagai jenis isi pada web dengan mudah. rasakan. dokumen-dokumen ( file-file word. MP3. 2. Blog adalah kependekan dari weblog. apa tanggapan terhadap link-link yang dipilih dan isu-isu di dalamnya. dll. istilah yang pertama kali digunakan oleh John Barger pada bulam Desember 1997. maupun media audiovisual. Guru menganggap proses belajar mengajarnya sudah baik karena tidak pernah ada komplain. Secara garis besar. John Barger menggunakan istilah weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu update secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentarkomentar mereka sendiri. Melalui blognya. kepribadian blogger menjadi mudah dikenali berdasarkan topik apa yang disukai. karena kita dapat menampilkan seluruh isi dalam web dengan mudah melalui menu editor yang telah disediakan. Dalam blog fungsi media pembelajaran dapat tercover secara keseluruhan. Jadi. hingga apa yang dia lakukan sehari-hari. audio. PDF. sebenarnya model pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan. Mamou juga memuat audio-visual dalam bentuk video dalam bentuk MPEGAV. Di dalamnya memuat fungsi media visual. Dalam blog kita bisa mengupload segala bentuk tulisan. Memuat bentuk gambar dalam format JPEG. kumpulan link internet. seperti e-mail. dll). Corel. PNG. strategi atau metode pembelajaran. Photoshop. PDF Converter. Era maju menuntut seseorang untuk selalu mengembangkan potensi dan kemampuan softskills maupun hardskills-nya. Keuntungan dari penggunaan weblog antara lain : 1. karena satu posting blog yang kita bahas. Weblog melebihi surat elektronik (e-mail). 233 . friendster. facebook. Perkembangan lain dari blog yaitu ketika blog memuat tulisan tentang apa yang seorang blogger pikirkan. seperti karya tulis. MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF Model Pembelajaran diartikan sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. pengunjung blog juga dengan cepat dapat memberikan respon terhadap posting blog melalui komentar yang dapat langsung dituliskan di blog tersebut. JPE. Selain itu. Dapat juga diartikan suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Melalui weblog. Blog kemudian juga menjadi Diary Online yang berada di internet. Beda dengan e-mail yang hanya bisa dibaca oleh orang yang kita kirimi. daat dibaca oleh pengunjung blog yang tak terbatas. dll. mailing. kita dapat memperluas hubungan teman/kenalan hingga dapat membentuk suatu komunitas yang besar. Para pembuat blog dinamakan blogger. MPG. Blog merupakan salah satu bentuk atau model dalam internet disamping fungsi yang sudah umum. Oleh karena itu blog bersifat sangat personal. Ms Office PPT. 2. Kita tidak perlu menjadi programmer untuk menjadi seorang blogger. Maka media blog di sini menjadi sebuah jembatan penghubung antara guru dan siswa dengan memanfaatkan kemajuan teknologi (IT). Satu-satunya hal yang membedakan blog dari diary atau jurnal yang biasa kita miliki adalah bahwa blog dibuat untuk dibaca orang lain. gambar ataupun multimedia.malu atau takut untuk menyampaikan keluhan dalam proses belajar mengajar kepada guru sehingga tidak ada feedback kepada guru. Saat ini telah banyak dikembangkan berbagai macam model pembelajaran. dari yang sederhana sampai model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam penerapannya. baik dalam format Ms Word.

Setiap guru harus memiliki kompetensi adaptif terhadap setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan di bidang pendidikan. bahan pelajaran serta sumber-sumber belajar yang ada agar penggunaan model pembelajara dapat diterapkan secara efektif dan menunjang keberhasilan belajar siswa. memotivasi peserta didik. guru yang kompeten adalah guru yang mampu mengelola program belajar-mengajar. dan learning strategi. M. Semua kompetensi tersebut mendukung keberhasilan guru dalam mengajar. 3. merencanakan pembelajaran. dan sebagainya. Pendapat serupa dikemukakan oleh Colin Marsh (1996 : 10) yang menyatakan bahwa guru harus memiliki kompetensi mengajar. seperti membuka dan menutup pelajaran. memberi penguatan. diskusi. bertanya. pembelajaran kooperatif. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya 234 . Rasional teoritik yang logis yangdisusun oleh para pencipta atau pengembangnya. Read more: MODEL PEMBELAJARAN >> Pengertian Model Pembelajaran | belajarpsikologi. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran 2. Model Examples Non Examples Contoh dapat dari Kasus/Gambar yang Relevan dengan Kompetensi Dasar Langkah-langkah : 1. dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.Ciri-ciri Model Pembelajaran Ada beberapa ciri-ciri model pembelajaran secara khusus diantaranya adalah : 1. mengelola kelas. guru harus memperhatikan keadaan atau kondisi siswa. Menurut Sardiman A. baik yang menyangkut perbaikan kualitas pembelajaran maupun segala hal yang berkaitan dengan peningkatan prestasi belajar peserta didiknya. Karena itu dalam memilih model pembelajaran. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. juga bagaimana guru menerapkan strategi. Seorang guru diharapkan memiliki motivasi dan semangat pembaharuan dalam proses pembelajaran yang dijalaninya. berkomunikasi. Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar. yaitu: pembelajaran langsung. Tingkah laku mengajar yang diperlukanagar model tersebut dapat dilaksanakandengan berhasil. Memilih Model Pembelajaran Yang Baik Sebagai seorang guru harus mampu memilih model pembelajaran yang tepat bagi peserta didik. Mengelola di sini memiliki arti yang luas yang menyangkut bagaimana seorang guru mampu menguasai keterampilan dasar mengajar. A. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP/In Focus 3. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas 5. menjelaskan. Lingkungan belajar yang duperlukanagar tujuan pembelajaran dapat tercapai. 4. 2. teori belajar dan pembelajaran. menvariasi media. dan mengevaluasi. pembelajaran berdasarkan masalah.com Berikut disajikan beberapa model pembelajaran inovatif. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar 4. membuat model instruksional. (2004 : 165). Sedangkan model pembelajaran menurut Kardi dan Nur ada lima model pemblajaran yang dapat digunakan dalam mengelola pembelajaran.

Picture And Picture Langkah-langkah : 1. Kesimpulan B. Siswa dibagi dalam kelompok. bagian-bagian dari materi yang dipelajari Langkah-langkah : 1. Tanggapan dari teman yang lain. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya 3. Kesimpulan D. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar 4. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 4. 6. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya 4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin.Numbered Heads Together Langkah-langkah : 1. Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan guru 7. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis 5. Serta lakukan seperti diatas. Penutup E.6. Cooperative Script Metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan 3. Kepala Bernomor Struktur Langkah-langkah : 1. Bertukar peran. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 235 . guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai 7. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 7. kemudian guru menunjuk nomor yang lain 6. Kesimpulan/rangkuman C. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka 5. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut 6. (b) Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya 5. Menyajikan materi sebagai pengantar 3. Sementara pendengar : (a) Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap. Siswa dibagi dalam kelompok. Guru membagi siswa untuk berpasangan 2.

Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh 6. 4. 1978) Langkah-langkah : 1. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda 3. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka 5. jadwal. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Jika perlu. Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. Kesimpulan G. Guru memberi evaluasi 8.2. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya 3. Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya 236 . Siswa dikelompokkan ke dalam 4 anggota tim 2. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Stephen. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. pemecahan masalah. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai. dll. dll) 2. Jigsaw (Model Tim Ahli)/(Aronson. And Snapp. Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. Guru menyajikan pelajaran 3. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik.Problem Based Introductuon (PBI)/(Pembelajaran Berdasarkan Masalah) Langkah-langkah : 1. Memberi evaluasi 6. hipotesis. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka 4. 2.) 3. Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain 5. Blaney. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu 5. tugas. Kesimpulan F. Sikes. Penutup H. suku. jenis kelamin. Student Teams-Achievement Divisions (Stad)/Tim Siswa Kelompok Prestasi (Slavin. Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi 7. eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan 4. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. 1995) Langkah-langkah : 1. 4. pengumpulan data.

Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi 5. 1994) Langkah-langkah : 1. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya 7. Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban 3. Demikian seterusnya 8. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru 6. Setiap siswa mendapat satu buah kartu 3. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban) 5. Kesimpulan/penutup J. kemudian berganti peran. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin 6. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang 4. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan I. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa 7.Mind Mapping Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban Langkah-langkah : 1. Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang 4. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa 3. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru K. 1985) Langkah-langkah : 1. sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban 2.Artikulasi Langkah-langkah : 1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review. Kesimpulan/penutup L. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai 2. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai 237 . Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2.5. Begitu juga kelompok lainnya 5. Untuk mengetahui daya serap siswa.Think Pair And Share (Frank Lyman. Make – A Match (Mencari Pasangan) (Lorna Curran. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya 6. bentuklah kelompok berpasangan dua orang 4.

Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi 5. Penyajian yang prima. Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Lingkungan yang mendukung. Guru menunjuk salah satu anggotanya kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap 6. Setelah selesai membaca materi.Debat Langkah-langkah : 1. 2. Konteks : 1. Isi : 1. Suasana yang memberdayakan. dan rancangan belajar yang dinamis. Segalanya bertujuan.2. Landasan yang kukuh. Quantum Learning mengutamakan Konteks dan Isi. 5. Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru 3. Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yg lainnya kontra 2. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing 4. Dari data-data di papan tersebut. 2. dan keterampilan hidup. 3. guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai. Penutup M. Berawal dari kegiatan tersebutmengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diuangkapkan para siswa 6. 4. Jika layak dipelajari. Fasilitas yang luwes. 238 . ANEKA METODE PEMBELAJARAN INOVATIF LAINNYA METODE QUANTUM Tokohnya : Bobby DePorter Metode ini mengutamakan percepatan belajar dengan cara partisipatori peserta didik dalam melihat potensi diri dalam kondisi penguasaan diri. 3. Pengalaman sebelum pemberian nama. 2. Guru memberi kesimpulan 7. layak pula dirayakan. Keterampilan belajar untuk belajar. Akui setiap usaha. 4. 3. Prinsip Quantum Learning : 1. Segalanya berbicara. 3. Guru memberikan tugas untuk membaca materiyang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas 3. tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya 5. Guru memimpin pleno kecil diskusi.

2) tidak menggurui. Belajar itu bersifat sosial. dan 3) dialogis. 4. Belajar itu bergantung konteks.Urutan Pembelajaran Quantum Learning : 1. usia anak adalah usia yang paling kreatif dalam hidup manusia. D : Demonstrasikan 5. R : Rayakan Contoh : 1) Teknik Peta Pikiran 2) Teknik Pohon Konsep METODE PARTISIPATORI Metode ini menekankan keterlibatan siswa secara penuh. 3. 239 . anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. 4. Siswa itu beraneka latar belakang. U : Ulangi 6. Berkaitan dengan penyikapan guru terhadap siswa. Belajar itu aktif dan konstruktif 2. Metode kolaburatif didasarkan pada asumsi-asumsi berikut (Smith & MacGregor. sedangkan guru hanya sebagai pemandu atau fasilitator. N : Namai 4. metode ini beranggapan bahwa : 1. dunia anak adalah dunia bermain. 3. T : Tumbuhkan 2. semua siswa adalah unik. Rincian proses dan tahapannya : Metode Pertama : 1) Rangkai-Ulang 2) Ungkapan 3) Kaji-Urai 4) Kesimpulan 5) Tindakan Metode Kedua : 1) Persepsi 2) Identifikasi diri 3) Aplikasi diri 4) Penguatan diri 5) Pengukuhan diri 6) Refleksi diri METODE KOLABURATIF Metode ini menekankan pada pembangunan makna oleh siswa dari proses sosial yang bertumpu pada konteks belajar. Ciri-cirinya : 1) belajar dari realitas atau pengalaman. A : Alami 3. 1992): 1. 2.

ruang. dan diantara siswa dengan guru.Nilai-nilai pendidikan (Pedagogical Values) yang menjadi penekanan dalam pembelajaran kolaburatif (Nelson. 4) Setelah kelompok kolaburattif menyepakati hasil pemecahan masalah. 3) Kelompok kolaburatif bekerja secara bersinergi mengidentifikasi. 2) Semua siswa dalam kelompok membaca. dan memformulasikan jawaban-jawaban tugas atau masalah dalam LKS atau masalah yang ditemukan sendiri. 6) Setiap siswa dalam kelompok kolaburatif melakukan elaborasi. 240 . 5) Guru menunjuk salah satu kelompok secara acak untuk melakukan presentasi hasil diskusi kelompok kolaburaitfnya di depan kelas. kontekstual. Ciri-ciri pembelajaran Kolaburatif (Nelson. 4) Memberi kesempatan kepada siswa menjadi partisipan aktif dalam proses belajar. dan menulis. mendukung kerja kelompok. mencermati. dinilai. 4) Menyediakan cukup waktu. 5) Mengembangkan berfikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah. dan menanggapi. terintegrasi. dikembalikan pada pertemuan berikutnya. 5) Menyediakan sebanyak mungkin proses belajar yang bertolak dari kegiatan pemecahan masalah atau penyelesaian proyek. 3) Menata ulang kurikulum. Langkah-langkah pembelajarannya : 1) Para siswa menetapkan tujuan belajar dan membagi tugas sendiri-sendiri. dan didiskusikan. METODE KOOPERATIF Metode ini menekankan belajar dalam kelompok yang heterogen saling membantu satu sama lain. 1999) : 1) Memaksimalkan proses kerjasama yang berlangsung secara alamiah diantara para siswa. 2) Menciptakan lingkungan pembelajaran yang berpusat pada siswa. siswa apda kelompok lain mengamati. berdiskusi. dan revisi terhadap laporan yang akan dikumpulkan. 9) Membangun semangat belajar sepanjang hayat. dan pengalaman siswa dalam kaitannya dengan bahan pelajaran dan proses belajar. dan sumber untuk melaksanakan kegiatankegiatan belajar bersama. masingmasing siswa menulis laporan sendiri-sendiri secara lengkap. disusun per kelompok kolaburasi. 8) Laporan siswa dikoreksi. bekerjasama menyelesaikan masalah. 7) Laporan masing-masing siswa terhadap tugas-tugas yang telah dikumpulkan. 7) Menghargai pentingnya konteks sosial bagi proses belajar. 6) Mendorong eksplorasi bahan pelajaran yang melibatkan bermacam-macam sudut pandang. dan menyatukan pendapat untuk memperoleh keberhasilan yang optimal baik kelompok maupun individual. menyesuaikan keadaan sekitar dan suasana kelas. mendemonstrasi. 2) Memungkinkan siswa mengeksplorasi gagasan dan mencobakan berbagai pendekatan dalam pengerjaan tugas. 8) Menumbuhkan hubungan yang saling mendukung dan saling menghargai di antara para siswa. kontribusi. 1999) : 1) Melibatkan siswa dalam ajang pertukaran gagasan dan informasi. membandingkan ahsil presentasi tersebut. dan bersuasana kerjasama. dikomentari. inferensi. menganalisis. 3) Mengahargai pentingnya keaslian. meneliti.

Talking Stick 38. Course Review Horay 40. AIR (Auditory Intellectualy Repetition) 19. IOC (Inside Outside Circle) 31. TAI (Team Assisted Individualy) 9. CORE (Connecting Organizing Reflecting Extending) 24. Make-a Match 241 . NHT (Numbered Head Together) 3. KUASAI 33. d) Membimbing kelompok belajar dan bekerja. Jigsaw 4. RME/PMR (Realistic Mathematics Education/Pembelajaran Matematika Realistik) 11. MEA (Means-Ends Analysis) 20. Scramble 43. Pair Checks 44. f) Memberikan penghargaan. MID (Meaningful Instructionnal Design) 27. SQ3R (Survey Question Read Recite Review) 25. Problem Posing 12. Demonstration 41. Open Ended (problem terbuka) 13. Role Playing 37. Debat 36. TGT (Teams Games Tournament) 6. SAVI (Somatic Auditory Visualization Intellectualy) 17. Reciprocal Teaching 16. e) Evaluasi. CTL (Contextual Teaching and Learning) 8. CRI (Certainly of Response Index) 28. Cycle Learning 15. PBI (Problem Based Instruction) 10. DLPS (Double Loop Problem Solving) 29. TS-TS (Two Stay-Two Stray) 23. VAK (Visualization Auditor Kinestetic) 18. GI (Group Investigation) 7. SFE (Student Facilitator and Explaining) 39.Langkah-langkahnya : a) Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa. Explicit Instruction 42. Tari Bambu 34. CPS (Creative Problem Solving) 21. SQ4R (Survey Question Read Reflect Recite Review) 26. STAD (Student Teams Achievement Division) 2. CIRC (Cooperative Integrated Reading and Compotition) 30. TPS (Think Pairs Share) 5. c) Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar. Probing-Prompting 14. TTW (Think Talk Write) 22. b) Menyajikan informasi. Tipe-tipe pembelajaran Kooperatif : 1. DMR (Diskusus Multy Reprecentacy) 32. Artikulasi 35.

Shared (bagi Bersama) 73. Webbed (Jaring) 74. Doll Speak (boneka Berbicara) 88. PBL (Project Based Learning) 91. Superitem 59. Networked (jaringan Kerja) 78. Tematik 68. Audiolingual 81. SETS (Science Environment Technology & Society) 67. Sequenced (Urutan) 72. Cooperative Script 50. Nested (Bersarang) 71. Picture and Picture 49. Improve 52. Reseptif 82. Aktif Reflektif 94. Time Token 57. Concept Sentence 55. Integrated (Mengintegrasikan) 76. Produktif 83. Read (Membaca) 80. BCCT (Beyond Center and Circle Time) 242 . Take and Give 58. Deduktif 63. Deep dialogue 90. Komunikatif 84. Interaktif 64. Trefinger 61. Laps-heuristik 51. Induktif 62. Hibrid 60. DI (Direct Instruction) 48. Threaded (Urutan) 75. Kumon 56. Examples Non Examples 47.45. Generatif 66. Complete Sentence 54. Inul Dance (Goyang Inul) 95. Mind Mapping (Peta Pikiran) 85. Circuit Learning 53. Mind Mapping 46. Fragmented (Terpisah-pisah) 69. Learning Together( Belajar Bersama) 89. Game (Permainan) 86. Grammar (Tatabahasa) 79. Active Learning (Pembelajaran Aktif) 92. Concept song (Lagu Konsep) 96. Immersed (Membenamkan) 77. Integratif 65. Nature Learning (Pembelajaran alam) 87. Reflective learning (Pembelajaran Reflektif) 93. Conectec (Menghubungkan) 70.

Cooperative Script 5. Numbered Heads Together 4. media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim dan penerima sehingga dapat merangsang pikiran. 2005: menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan. Facilitator And Explaining 20. 2006: 6) media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Tebak Kata 26. Debat 14. RANGKUMAN MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Bertukar Pasangan 18. Group Investigation 16. Snowball Throwing 19. Course Review Horay 21. Sedangkan menurut Brigs (dalam Sadiman. 2006: 6). Picture And Picture 3. Demonstration 22. Model Examples Non Examples 2. maka media 243 . D. Artikulasi 10. LATIHAN-LATIHAN Buatlah satu buah media pembelajaran yang disesuaikan dengan RPP yang telah Anda susun. Jigsaw 8. Role Playing 15. Talking Stick 17. Mind Mapping 11. menurut Gagne (dalam Sadiman. CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition/Kooperatif Terpadi Membaca dan Menulis) 24. Make A Match (Mencari Pasangan) 12. PBI (Problem Based Introduction/Pembelajaran Berdasarkan Masalah) 9. Word Square C. (http://ksupointer. 2006: 6).com) Jadi. Berdasarkan pengertian-pengertian yang telah diberikan. Buatlah satu model pembelajaran inovatif yang paling Anda kuasai. minat dan perhatian sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman. perasaan. Inside-Outside-Circle (LingKARAN Kecil-Lingkaran Besar) 25. Secara umum media pembelajaran dalam pendidikan disebut media. Menurut Latuheru (dalam Hamdani. Think Pair And Share 13.MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF 1. yaitu berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk berpikir. STAD (Student Teams-Achievement Divisions/Tim Siswa Kelompok Prestasi) 7. Explicit Intruction (Pengajaran Langsung) 23. alat atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. Kepala Bernomer Struktur 6.

MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF Model pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan. mengantarkan anak didik pada pengalaman belajar yang bermakna. Saat ini telah banyak dikembangkan berbagai macam model pembelajaran. B uatlah satu contoh media media pembelajaran Inovatif sesuai RPP yang telah Anda susun! d. Media pembelajaran Inovatif dalam pendidikan yaitu berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk berpikir. (3) menyajikan data yang kuat dan terpercaya. 2) Meningkatkan minat siswa untuk materi pelajaran. dari yang sederhana sampai model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu dalam penerapannya. EVALUASI a. Swish maupun macromedia ide-ide kreatif bisa tersalurkan. Pemanfaatan beberapa software untuk pembuatan media pembelajaran bisa menjadi alternatif yang inovatif. mengaktifkan dan menyenangkan. 3) Memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas diri sendiri untuk belajar. Berbagai model dapat disimak pada tulisan di atas. Jawaban bebas asal media pembelajaran Inovatif sesuai RPP yang telah disusun. tipe pembelajaran inovatif yang dapat dijadikan bahan rujukan bagi guru dalam mengelola pembelajaran. Sehubungan dengan perkembangan IT. Keuntungan penggunaan media dalam pembelajaran adalah: 1) Membangkitakan ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat konseptual. Jelaskan apa yang dimaksud dengan model pembelajaran Inovatif? c. Banyak seklai model. 4) Dapat mengembangkan jalan pikiran yang berkelanjutan. minat dan perhatian siswa sehingga proses interaksi komunikasi edukasi antara guru (atau pembuat media) dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. menurut Gagne (dalam Sadiman. media pembelajaran memegang peran yang sangat penting. strategi atau metode pembelajaran. perasaan. KUNCI JAWABAN a. Banyak pula bisa digali informasi tentang model pembelajaran inovatif. media pembelajaranpun diharapkan berkembang secara signifikan sehingga penanaman konsep dan pemahaman konsep sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai. (2) meningkatkan pengertian anak didik terhadap materi yang disajikan. Lewat eksplorasi fitur-fitur yang ditawarkan Power Point. Media belajar sangat membantu mengurangi keabstrakan dari sebuah konsep materi yang sedang diajarkan. 2002: 6 b. Buatlah satu model pembelajaran sesuai RPP yang telah Anda susun! F.pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran agar dapat merangsang pikiran. Media pembelajaran berguna (1) menarik minat siswa terhadap materi pembelajaran yang disajikan. c. E. 244 . Sehingga pembuatan media pembelajaran diperlukan untuk proses pelaksanaan pembelajaran dan proses berpikir siswa. Jelaskan apa yang dimaksud dengan media pembelajaran Inovatif? b. 5) Menyediakan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah didapat melalui materi-materi yang lain dan menjadikan proses belajar mendalam dan beragam. Model pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan. strategi atau metode pembelajaran. sehingga mengurang kesalahpahaman siswa dalam mempelajarinya. Dalam sebuah proses Kegiatan Belajar Mengajar.

Jakarta: Rajawali Suherman. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Exploring teaching: An introduction to education. 1984. 2001. Arends. A. M. G. Bandung. dkk. D. Sydney : Addison Wesley Longman Australia Pry Limited. Interaksi dan motivasi belajar-mengajar. DAFTAR PUSTAKA Arief S Sadiman. dkk.. 2005. second edition. Dahlan. N. E. A. & Tannenboum. Model-Model Mengajar. Method for effective teaching. Jawaban bebas asal model pembelajaran sesuai RPP yang telah disusun. Tarsito Rusman. N. 1983. Sudjana.. Arsya. Media Pendidikan. 2010. Raja Grafindo Persada Burden. I.. JICA . Media Pengajaran. Bandung.d. A. J. Jakarta: PT. 1996. Handbook for beginning teachers. P. Bandung. Media Pembelajaran. Mulia Mandiri Press Sardiman. Boston:Allyn and Bacon. Strategi Mengajar Kontemporer. R. Wenitzky. D. O. M. Bandung: Sinar Baru Algesindo 245 . 2005. 2002. (1996). Colin Marsh. 2006. (2004). New York: McGraw-Hill Companies. Bandung. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. dan Rivai. Diponegoro Hamalik. R. & Byrd. Model-Model Pembelajaran. M.A.

khususnya Bab 1 Ketentuan Umum pasal 1. mengapa. di sekolah . dan konfirmasi. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. dilaksanakan dan dikembangkan oleh sekolah-sekolah di Indonesia. Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif. Mampu menyusun RPP yang menggunakan model pembelajaran PAIKEM Mampu mengimplementasikan PAKEM/CTL dalam pembelajaran. 3. dan keterampilannya.BAB IX PEMBELAJARAN PAIKEM Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain: manajemen yang kuat. Efektif. menyenangkan. Pertanyaan CTL dan PAIKEM.\ 246 . krativitas. Kritis /Kreatif. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. dan kemadirian sesuai denganbakat. dan Bagaimana. dan Menyenangkan. A. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Pada sesi ini akan secara khusus dibicarakan tentang konsep PAIKEM dan Contextual Teaching and Learning dalam lingkup: Apa. Contextual Teaching and Learning merupakan Konsep pembelajaran yang membantu guru Mengaitkan antara materi yang diajarkannya dg situasi dunia nyata siswa (konteks pribadi. 4 dan Bab 5 tentang Peserta Didik Pasal 12. kultural). sosial. dan peranserta masyarakat. minat. elaborasi. Inspiratif/Interaktif /Inovatif. B. menantang. Pembelajaran berbasis kompetensi merupakan pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Tujuan Umum: Peserta mampu Memahami karakteristik PAIKEM/CTL dan mengimplementasikannya dalam pembelajaran. lingkungan fisik. PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. BAHAN DAN ALAT Tayangan presentasi power point (electronic file) Bahan untuk Peserta: Handout bahan presentasi PIKEM . dan Menempatkan siswa didalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajarinya dan sekaligus memperhatikan faktor kebutuhan individual siswa. dan bagaimana PAIKEM/CTL. Mengapa. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap.CTL Lembar Kerja: (1). pembelajaran yang efektif. pengetahuan. PAIKEM dan CTL adalah salah satu pendekatan atau model pembelajaran yang saat ini disarankan oleh pemerintah untuk diterapkan. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi.(3) Penyusunan Rencana Pembelajaran Berbasis CTL. Mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan-nya dalam konteks kehidupan mereka sehari-hari. Tujuan Khusus: Mampu memahami apa. Sebab PAIKEM dan CTL telah termaktub dalam UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003. inspiratif. (2) mengidentifikasi Lingkungan dan Strategi Penciptaan Lingkungan PAIKEM-CTL yang berkualitas.

Guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa.C. Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne (1985) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. yaitu: (1) belajar isyarat. tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. dengan memberikan ide-ide. Diskusi Pada tahap ini. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. LANGKAH KEGIATAN Fasilitator menjelaskan tentang kompetensi dasar dan indakator yang harus dikuasai peserta. pesera berdiskusi dalam kelompok dengan mengerjakan tugas yang ada dalam Lembar Kerja. No 1. Latar Belakang Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. 3. dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek. hal utamanya adalah penyampaian penjelasan pentingnya sesi ini dan kaitannya dengan pelaksanaan proses pembelajaran. Kemudian menjelaskan skenario atau tahapan kegiatan yang akan dilakukan dalam sesi ini. D. 2. (2) stimulus-respon. Pada tahap ini. PERTANYAAN Apa itu PAIKEM dan CTL Apa yang melandasi penerapan PAIKEM-CTL? Apa yang harus dipersiapkan guru/sekolah untuk menerapkan Pembelajaran PAIKEMCTL? Solusi apa yang bisa ditempuh untuk mengembangankan Pembelajaran PAIKEM-CTL yang bermutu? JAWABAN 4. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi. (3) 247 . yaitu menyangkut pengembangan pembelajaran PAIKEM. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya. dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. termasuk memberikan kegiatan ice breaker. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa.

kemampuan berpikir. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok. (6) pembentukan konsep. (4) rangkaian verbal. Proses perubahan tingkah laku merupakan upaya yang dilakukan secara sadar berdasarkan pengalaman ketika berinteraksi dengan lingkungan. peran. pemahaman. Pendekatan pembelajaran berfokus pada guru yang meliputi fungsi. pengalaman siswa. media. Perubahan yang terjadi memiliki karakteristik: (1) perubahan terjadi secara sadar. Oleh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tergantung pada pendekatannya. atau pendekatan pembelajaran yang berfokus pada teknologi. pemecahan masalah. sumber belajar. sikap. inspiratif. sistem informasi. (5) membedakan. menantang. sistem instruksional. tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. (3) tidak 248 . Dalam tipe belajar pemecahan masalah. Ada pendekatan pembelajaran yang berfokus pada siswa yang meliputi perkembangan. Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif. elaborasi. Karakteristik ini berhubungan dengan apa yang menjadi fokus dan mendapat tekanan dalam pembelajaran. siswa berusaha menyeleksi dan menggunakan aturan-aturan yang telah dipelajari terdahulu untuk membuat formulasi pemecahan masalah. dan sebagainya. minat. Tingkah laku yang berubah sebagai hasil proses pembelajaran mengandung pengertian luas. krativitas. Di lihat dari urutan belajar. Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Pendekatan pembelajaran berfokus pada masalah meliputi masalah personal. penelitian sederhana. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. Setiap pendekatan memiliki ciri-ciri dasar atau karakteristik sendiri. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa.rangkaian gerak. Belajar dan Pembelajaran Belajar dan pembelajaran merupakan konsep yang saling berkaitan. (2) perubahan dalam belajar bersifat sinambung dan fungsional. Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara optimal. dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah. menyenangkan. mencakup pengetahuan. (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). pengamatan. dll. Pembelajaran Pembelajaran Terpadu. belajar pemecahan masalah adalah tipe belajar paling tinggi karena lebih kompleks. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL). Lebih jauh Gagne (1985) mengemukakan bahwa kata-kata seperti penemuan (discovery) dan kreativitas (creativity) kadang-kadang diasosiasikan sebagaii pemecahan masalah. sosial. E. dan aktivitas guru. Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. dan kemadirian sesuai denganbakat. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. dan konfirmasi. Pola tingkah laku yang terjadi dapat dilihat atau diamati dalam bentuk perbuatan reaksi dan sikap secara mental dan fisik. aktivitas. Konsep Dasar Pembelajaran 1. eksperimen. lingkungan.

lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). baik anak-anak maupun manusia dewasa. Adapun yang termasuk faktor eksternal adalah: lingkungan sekolah. peserta didik. Faktor yang memengaruhi proses pembelajaran terdiri dari faktor internal dan eksternal. kesesuaian antara tugas dan tanggung jawab. Dengan demikian diperlukan kegiatan pembelajaran yang disiapkan oleh guru. metode. Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. oleh sebab itu guru harus memiliki persiapan mental. penguasaan bahan.bersifat sementara. dan kondisi agar terjadi proses belajar pada anak-anak. dan (6) mencakup seluruh aspek perubahan tingkah laku. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan pribadi guru sebagai pengelola kelas. Keberhasilan belajar peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. dan sumber daya. ditetapkan tujuannya sebelum dilaksanakan. bakat (aptitude). Pengaturan peristiwa pembelajaran dilakukan secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuat berhasil guna (Gagne. sikap. Pembelajaran merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik. minat. (4) bersifat positif dan aktif. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. Faktor eksternal. 1991). 1992). yaitu pengetahuan. 1985). Raka Joni. Faktor internal. antara lain keluarga dan lingkungan pergaulan di masyarakat. sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Sehingga diperlukan strategi yang tepat dan efektif. Pada kenyataannya ada kewajiban bagi manusia dewasa atau orang-orang yang memiliki kompetensi lebih dahulu agar menyediakan ruang. keluarga dan masyarakat (keadaan sosio-ekonomis. Oleh karena itu pembelajaran perlu dirancang. melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). dengan memperhitungkan kejadiankejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadian-kejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik (Winkel. Faktor eksternal adalah kondisi yang timbul atau datang dari luar pribadi guru. Guru harus dapat melaksanakan proses pembelajaran. (5) memiliki arah dan tujuan. materi. keterampilan (kecakapan). kondisi fisik. motivasi. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. dan perbuatan. sosio kultural. dan dikendalikan pelaksanaannya (Miarso. kondisi fisik. Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. yaitu: kecerdasan. adalah kondisi di luar individu peserta didik yang mempengaruhi belajarnya. Faktor 249 . Pada hakikatnya belajar dilakukan oleh siapa saja. Dalam hal ini proses belajar diharapkan terjadi secara optimal pada peserta didik melalui cara-cara yang dirancang dan difasilitasi oleh guru di sekolah. 1993) Proses pembelajaran yang berhasil guna memerlukan teknik. yaitu kondisi dalam proses belajar yang berasal dari dalam diri sendiri. dan mental. waktu. dan motivasi kerja. Ada beberapa hal yang termasuk faktor internal. dan keadaan masyarakat).

Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. b. dan bahan cukup. dan e. Resitasi. a. pengetahuan dan keterampilan. d. Pemilihan strategi ekspositori atau diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan karakteristik kompetensi yang menjadi tujuan yang terdiri dari sikap. Berdasarkan pendekatan yang digunakan. materi pembelajaran tidak terlalu luas. lingkungan sosial. Guru diharapkan mampu memilah dan memilih dengan tepat strategi yang digunakan agar hasil pembelajaran efektif dan maksimal. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. media. alat. e. b. a. serta karakteristik peserta didik dan sumber daya yang dimiliki. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori. secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. Oleh karena itu tidak ada strategi yang tepat untuk semua kondisi dan karakteristik yang dihadapi. sumber referensi terbatas.lingkungan. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. dan lingkungan sekolah. c. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. Metode yang digunakan adalah ceramah 250 . sedangkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry). guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. d. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. dan alokasi waktu cukup tersedia. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. yang dimaksud adalah faktor lingkungan alam. alokasi waktu terbatas. Preparasi. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. sumber referensi. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. a. c.

Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. eksperimen. teman belajar. diskusi kelompok. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Inspiratif/Interaktif/Inovatif. tanya jawab. kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. peran guru sebagai fasilitator. demonstrasi. observasi di sekolah. dan sebagainya. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP). dan Menyenangkan. SMP terdiri dari 40 menit. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). tanya jawab. atau simulasi. tutor. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. Kritis /Kreatif. diskusi kelas. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. 1. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. kegiatan tugas terstruktur. observasi lingkungan. Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. dan tanya jawab. observasi di sekolah. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. 3. simulasi. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. presentasi. Sekolah standar. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. 2. Metode yang digunakan adalah observasi. dan keterampilannya. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. atau proyek. presentasi. eksperimen. Metode yang digunakan seperti penugasan. ekplorasi.atau presentasi. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap. 2. dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. atau simulasi. diskusi kelompok. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. diskusi kelas. beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit. atau demonstrasi. Dalam PAIKEM digunakan prinsipprinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Desain Pembelajaran PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. Efektif. PAIKEM Sebagai Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan 251 . Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. pengetahuan. demonstrasi. diskusi kelas. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. eksperimen. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh.

dan kedua. Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. applying. Dengan 252 . yaitu relating. c. berdiskusi dengan teman sebelahnya. Dalam menggunakan pendekatan pembelajaran aktif itu guru bisa menghadapi beberapa kesulitan baik bagi guru maupun siswa yang memang tidak terbiasa dengan bentuk pengajaran seperti itu. Brainstorming merupakan teknik sederhana lainnya yang dapat melibatkan semua siswa di dalam kelas untuk berdiskusi. dan berbagai hasilnya dengan teman lain di kelasnya. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). bahwa setiap siswa itu belajar dengan caranya sendiri berbeda dari siswa lainnya. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. dan sebagainya. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. eksperimen. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Misalnya sebagai tambahan ke kegiatan Minutes Papers di atas.pembelajaran yang dirancang oleh guru. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. cooperating. Think-pair-share merupakan kegiatan sederhana di kelas. Tentu saja guru juga bisa memberikan topik untuk menjadi bahan yang akan ditulis oleh siswanya. simulasi. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. atau proyek. observasi lingkungan. bahwa belajar itu secara alami merupakan upaya aktif. memproses dan menerapkan informasi. dan tanya jawab. ekplorasi. experiencing. b. Pembelajaran aktif itu didasarkan atas dua asumsi: pertama. alokasi waktu terbatas. diskusi kelas. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. Pembelajaran aktif merujuk pada teknik yang di dalamnya siswa berbuat lebih dari sekedar mendengarkan. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. dan e. sumber referensi terbatas. Berikan waktu kepada siswa untuk memikirkan tentang sebuah topik. Metode yang digunakan adalah observasi. d. Minute Papers memberikan peluang kepasa siswa untuk mensintesiskan pengetahuannya dan menjawab pertanyaan seperti apa hal yang paling penting yang telah dipelajari hari ini? Apa pertanyaan yang masih belum terjawab? Dan pertanyaan lainnya yang menyangkut kegiatan belajar mengajar yang telah dilaluinya. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguhsungguh. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. Writing activities merupakan peluang bagi siswa untuk berpikir dan memproses informasi yang dimilikinya. guru dapat memberikan sebuah pertanyaan yang dari situ siswa diberi waktu untuk secara bebas menuliskan jawabannya. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. Berikut ini adalah beberapa teknik yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar yang aktif. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. diskusi kelompok. Siswa berbuat sesuatu seperti menemukan. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi.

Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. Debates yang ditampilkan di kelas bisa menjadi alat yang efektif dalam mendorong siswa untuk berpikir tentang sesuatu dari arah yang berbeda-beda. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. pengetahuan. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. gagasan. kesulitan maupun ancaman. e. langkah yang sebaiknya diambil. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan. dengan frase yang dapat menghubungkan pada garis-garis tersebut. dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. atau atau yang terjadi pada seseorang di antara siswa itu. menarik keputusan. guru dapat meminta masukan dari siswanya dan mencatat masukan-masukan itu pada papan tulis. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. group competitions. c. Mereka menggambarkannya dengan menggunakan lingkaran dan garis penghubung. memecahkan masalah. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya 253 . Bisa termasuk didalamnya matching. Prinsip pembelajaran berbasis kompetensi adalah sebagai berikut: a. guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya.mengetengahkan sebuah topik. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. dan akibat-akibat yang mungkin terjadi. d. Games merupakan teknik yang biasanya menarik banyak siswa. dan hubungan antara konsep. dalam keluarga. Kegiatan ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Peserta didik memiliki karakteristik. b. Concept mapping membantu siswa untuk bisa menciptakan representasi visual dari model. Case studies biasanya menggunakan ceritera nyata dari kehidupan sehari-hari yang terjadi pada masyarakat di lingkungan siswa itu sendiri. Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah. kecakapan sistematis dalam menilai. dalam sekolah. sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya. Hal ini akan memberikan wawasan tentang situasi nyata. mysteries. potensi. dan lain sebagainya. kreatif. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. Group work dapat menjadi peluang bagi setiap siswa untuk berbicara. solving puzzles. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis. berbagi pandangan. dan kecepatan belajar yang beragam. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. dan mengembangkan keterampilan untuk berkolaborasi dengan orang lain. memberi keyakinan. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan.

Karakteristik PAIKEM Sesuai dengan singkatan PAIKEM. umpamanya masalah kemiskinan. 254 . aktivitas. dsb. bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi o Makna yang terbangun semakin mantap o Kualitas hasil belajar meningkat 4. bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3. 1. dan diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami.sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. makna. pemalsuan produk. ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. kejahatan. maka pembelajaran yang berfokus pada siswa. Komunikasi. siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. Interaksi. G. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. memecahkan masalah menarik keputusan. pembusukan makanan. kemacetan lalu lintas. Dalam pembelajaran pemecahan masalah. memberi keyakinan. Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. pengalaman dan kemandirian siswa. F. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • Siswa belajar banyak melalui berbuat • Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. f. interaksi dan refleksi. 2. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik. wabah penyakit. komunikasi. kecakapan sistematis dalam menilai. sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. kegagalan panen. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri.

• • • • • mengapa demikian? apakah hal itu berlaku untuk …? Untuk perbaikan gagasan/makna Untuk tidak mengulangi kesalahan Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. atau simulasi. observasi di sekolah. peran guru sebagai fasilitator. diskusi kelas. dan transfer dalam belajar. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. Sekolah standar. IPS Terpadu). Penerapan PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. atau proyek. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri 255 . 2. Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP). Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. SMP terdiri dari 40 menit. atau demonstrasi. perhatian. kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. retensi. Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. presentasi. Pembelajaran Terpadu (Tematik. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. persepsi. demonstrasi. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. tanya jawab. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. Tanggung jawab belajar. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Metode yang digunakan seperti penugasan. H. dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. presentasi. diskusi kelas. tanya jawab. IPA Terpadu. Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL). Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. Pembelajaran berbasis TIK (ICT). memang berada pada diri siswa. observasi lingkungan. diskusi kelompok. 1. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. tutor. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). kegiatan tugas terstruktur. teman belajar. kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka. eksperimen. I. Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara lain dengan Lesson Study. motivasi. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa.

eksperimen. materi pembelajaran tidak terlalu luas. experiencing. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. alokasi waktu cukup tersedia. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. observasi di sekolah.dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. c. 3. dan bahan cukup. dan tanya jawab. a. Preparasi. alokasi waktu terbatas. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. Namun demikian ceramah atau b. d. Resitasi. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. 256 . d. c. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. b. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. applying. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). a. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. yaitu relating. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. demonstrasi. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. media. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. sumber referensi terbatas. alat. dan e. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. cooperating. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. dan e. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. atau proyek. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. observasi lingkungan. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. sumber referensi. atau simulasi. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. diskusi kelas.

PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL A. Filosofi pembelajaran kontekstual berakar dari paham progressivisme John Dewey. 6. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. 2. kemudian ceramah sebagai pilihan utama strategi belajar. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. siswa menunjukkan belajar dalam bentuk apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Penumbuhan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat dalam proses belajar di sekolah. Melalui strategi. diskusi kelompok. Melalui landasan filosofi konstruksivisme. ekplorasi. 4. Untuk itu. Harus ada kerja sama antara sekolah dan masyarakat. 5. Siswa harus bebas agar dapat berkembang wajar. CTL dipromosikan menjadi alternatif strategi belajar yang baru. Pokok-pokok pandangan progressivisme antara lain: 1. dan sebagainya.presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Belajar dipendang sebagai usaha atau kegiatan intelektual untuk membangkit ide-ide yang masih laten melalui kegiatan introspeksi. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. Berpijak pada dua pandangan itu. tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkontruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. Selain teori progressivisme John Dewey. diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. filosofi konstruksivisme berkembang. 3. Siswa akan belajar dengan baik apabila mereka terlibat secara aktif dalam segala kegiatan di kelas dan berkesempatan untuk menemukan sendiri. teori kognitif melatarbelakangi pula filosofi pembelajaran kontekstual. Dasarnya pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari konteks yang terbatas dan sedikit demi sedikit. Siswa belajar dengan baik apabila mereka secara aktif dapat mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka tentang apa yang diajarkan oleh guru. Metode yang digunakan adalah observasi. siswa diharapkan belajar melalui mengalami bukan menghafal. Intinya. simulasi. Siswa yang harus mengkontruksikan sendiri pengetahuannya. Guru sebagai pembimbing dan peneliti. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis Penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Amerika Serikat bermula dari pandangam ahli pendidikan klasik John Dewey yang pada tahun 1916 mengajukan teori kurikulum dan metodologi pengajaran yang berhubungan dengan pengalaman dan minat siswa. Sekolah progresif harus merupakan laboratorium untuk melakukan eksperimen. eksperimen. siswa akan belajar dengan baik apabila apa yang mereka pelajari berhubungan dengan apa yang telah mereka ketahui. Sejauh ini pendidikan kita masih di dominasi oleh pandangan bahawa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. 257 .

maka strategi kontruksivis sering disebut pengajaran yang berpusat pada siswa (student-centered instruction). dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya. Strategi belajar yang digunakan menentukan proses dan hasil belajar. Kerja kelompok dianggap sangat berharga. Dengan paham kontruksivisme. B. temporer. siswa dapat memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari. Kebebasan merupakan unsur esensial dalam lingkungan belajar. Siswa diharapkan juga melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut. teori kontruksivisme memandang siswa secara terus menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturanaturan lama dan memperbaiki aturan-aturan yang tidak sesuai lagi. Dengan demikian. dan selalu berubah. paham konstruktivistik menolak pandangan behavioristik. Siswa diharapkan memapu mempraktikkan pengetahuan /pengalaman yang telah diperoleh dalam konteks kehidupan. Dengan demikian. bukan memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar. konsep.Menurut filosofi konstruktivisme. 4. Pengertian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. 258 . kebebasan dipandangan sebagai penentu keberhasilan karena kontrol belajar dipegang oleh siswa sendiri. Belajar pada hakikatnya memiliki aspeksosial dan budaya. Dalam pandangan kontruksivistik. sosial. Teori konstruksivis menuntut siswa berperan aktif dalam pembelajaran mereka sendiri. Segala sesuatu bersifat temporer. Otak atau akal manusia berfungsi sebagai alat untuk melakukan interpretasi sehingga muncul makna yang unik. Pemahaman ini diperoleh siswa karena ia dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas yang merupakan unsur yang sangat esensial. peranan guru adalah membantu siswa menemukan fakta. Belajar adalah pemaknaan pengetahuan. 5. bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan di kelas. Beberapa proposisi yang dapat dikemukakan sebagai implikasi dari teori kontruktivistik dalam praktek pembeljaran di sekolah-sekolah kita sekarang adalah sebagai berikut: 1. siswa diharapkan dapat membangun pemahaman sendiri dari pengalaman/pengetahuan terdahulu. Belajar adalah proses pemaknaan informasi baru 2. Karena penekanannya pada siswa aktif. berubah dan tidak menentu. atau prinsip bagi diri mereka sendiri. bukan perolehan pengetahuan dan mengajar diartikan sebagain kegiatan atau menggali makna. pengetahuan bersifat non-objektif. 3. Tujuan pembelajaran konstruktivistik menekankan pada penciptaan pemahaman yang menuntut aktivitas yang kreatif dan produktif dalam konteks nyata. Hakikat teori kontruksivisme adalah bahwa siswa harus menjadikan informasi itu menjadi miliknya sendiri. Di dalam kelas yang pengajarannya terpusat kepada siswa. Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalam belajar bermakna.

5. Belajar dengan bergairah. menemukan (inquiri). Lakukan penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) dengan berbagai cara. Kerjasama. bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Dalam kelas kontekstual. bertanya (questioning). Karakteristik Pembelajaran CTL 1. applying. Proses pembelajaran berlangsung lebih alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. Dengan konsep ini. bidang studi apa saja. Lakukan refleksi di akhir pertemuan. yakni: konstruktivisme (constructivism). langkah-langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut: 1. Sesu-atu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. experiencing. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. masyarakat belajar (learning community). Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja ber-sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidu-pan mereka sehari-hari. 259 . dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). Ciptakan masyarakat belajar. tidak membosankan. Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Pembelajaran terintegrasi. C. 3. pemodelan (modeling). 3. Langkah-langkah CTL CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja. 6. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. 4. Saling menunjang. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual.CTL merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. 4. 2. dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif. Secara garis besar. 7. 6. Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. yaitu relating. 5. dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. 2. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. cooperating. Menyenangkan. Menggunakan berbagai sumber. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. D. tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya.

langkah-langkah pembelajaran. Bekerjasama (collaborating) Siswa dapat bekerja sama. ilmu pengetahuan alam. 5. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (jelas dan operasional). Siswa kritis guru kreatif. laporan hasil pratikum. membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. 2. 11. Atau sejarah dengan pengalamannya mereka sendiri. memberi keyakinan.7. 10. materi pembelajaran. humor dan lain-lain. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental 260 . 4. Beberapa komponen utama dalam pembelajaran Kontekstual menurut Johnson (2000: 65). dan authentic assessment-nya. Pembelajaran yang diatur siswa sendiri. membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi. Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. 8. Berpikir kritis dan kreatif (critical dan creative thinking) Pembelajaran kontekstual membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. Sharing dengan teman. memberi kebebasan kepada siswa menggunakan gaya belajarnya sendiri. yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru. yang dapat di uraikan sebagai berikut: 1. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran. Mengkaitkan pembelajaran dengan kehidupan seseorang membuat proses belajar menjadi hidup dan keterkaitan inilah inti dari CTL. Dalam konteks itu. melibatkan kegiatan menghubungkan masalah ilmu dengan kehidupan seharihari dengan cara-cara yang berarti bagi siswa. Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections) Keterkaitan yang mengarah pada makna adalah jantung dari pembelajaran dan pengajaran kontekstual. mereka menemukan makna. media untuk mencapai tujuan tersebut. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. Siswa aktif. memecahkan masalah menarik keputusan. dan makna memberi mereka alasan untuk belajar. Ketika siswa dapat mengkaitkan isi dari mata pelajaran akademik. Belajar yang diatur sendiri (self-regulated Learning) Pembelajaran yang diatur sendiri. merupakan pembelajaran yang aktif. kecakapan sistematis dalam menilai. peta-peta. mandiri. berpikir kritis dan berpikir kreatif. program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya. Melakukan kegiatan-kegiatan yang berarti (doing significant works) Model pembelajaran ini menekankan bahwa semua proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas harus punya arti bagi siswa sehingga mereka dapat mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan siswa. artikel. karangan siswa dan lain-lain Dalam pembelajaran kontekstual. Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa. gambar. 9. Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa. sedangkan program untuk pembelajaran kontekstual lebih menekankan pada skenario pembelajarannya. 3.

untuk meningkatkan kemurnian. Ia mengembangkan keterampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. Dalam pengetahuan dan konsep yang esensi dari mata pelajaran. 5. E. Dalam hal ini siswa terlibat dalam penyelidikan untuk pemecahan masalah yang mengintegrasikan keterampilan dan konsep dari berbagai isi materi pelajaran. minat. dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. 2004: 56). Pendekatan ini mencakup pengumpulan informasi yang berkaitan dengan pertanyaan. Belajar berbasis Masalah (Problem-Based Learning) Suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. Jadi dalam 261 . Tugas dan kegiatan yang akan dilakukan siswa harus sesuai dengan minat. Belajar Berbasis Inquiry (Inquiry-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan menyediakan kesempatan untuk pembelajaran bermakna. disiplin. tetapi juga aspek-aspek kepribadian: integritas pribadi. motif berprestasi. 6. 1. kebutuhan dan kemampuannya. serta untuk memperoleh pegetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. sikap. asalkan dia dibantu oleh gurunya dalam menemukan potensi dan kekuatannya. mencapai keunggulan (excellent). ketajaman pemahaman dalam mengembangkan sesuatu. Menggunakan Penilaian yang otentik (using authentic assessment) Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan akademik baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya. penilaian autentik memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sambil mempertunjukkan apa yang sudah mereka pelajari. Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nuturing the individual) Dalam pembelajaran kontekstual siswa bukan hanya mengembangkan kemampuan-kemampuan intelektual dan keterampilan. Guru dalam pembelajaran kontekstual juga berperan sebagai konselor. 4. Penilaian autentik merupakan antitesis dari ujian standar. dan mempresentasikan penemuannya kepada orang lain. 8. dan mentor. 3. Belajar Berbasis Kerja (Work-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran berbasis sekolah dan bagaimana materi tersebut dipergunakan kembali di tempat kerja. dsb. dan mengkulminasikan dengan produk nyata. 2. Belajar berbasis Proyek/Tugas (Project-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran komprehensif di mana lingkungan belajar siswa (kelas) didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran. 7. tanggung jawab. mensintesis. Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction) Suatu pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna. Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards) Pembelajaran kontekstual diarahkan agar siswa berkembang secara optimal. Strategi Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menempatkan siswa di dalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari (Nurhadi. Yasin dan Senduk. Strategi yang berasosiasi dengan pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut. Tiap siswa bisa mencapai keunggulan.

siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok. Menurut Sanjaya (2006 : 256) ada beberapa perbedaan yang dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Dalam pembelajaran kontekstual. 7. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran Tradisional Terlihat jelas perbedaan proses pembelajaran kontekstual yang berpijak pada pandangan kontrukstivisme dengan pembelajaran tradisional yang berpijak padangan behaviorisme-objektivis.. 6. 3. Dengan kata lain. sedangkan dalam pembelajaran tradisional ketrampilan dikembangkan atas dasar latihan. siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. 9. keterampilan dibangun atas kesadaran diri. dan dilatihkan. pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau masalah yang disimulasikan.hal ini. Belajar Berbasis Jasa-Layanan (Service Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengkombinasikan jasa layanan masyarakat dengan suatu struktur berbasis sekolah untuk merefleksikan jasalayanan tersebut. 4. tempat kerja atau sejenisnya dan berbagai aktifitas dipadukan dengan materi pelajaran untuk kepentingan siswa. sedangkan dalam pembelajaran tradisional. 2. Dalam pembelajaran kontekstual. ikut bertanggungjawab atas terjadinya proses pembelajaran yang efektif. F. yang harus dikembangkan. sedangkan dalam pembelajaran tradisional hadiah untuk perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor. kemudian dilatihkan (drill). Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pemebelajaran tradisional pembelajaran sangat abstrak. terlibat penuh dalam pengupayakan terjadinya proses pembelajaran yang efektif. 6. Dalam pembelajaran kontekstual. diterima dan dilafalkan. Dalam pembelajaran kontekstual. yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata. saling mengoreksi. 7. dan membawa skemata masing-masing ke dalam proses 262 . bahasa diajarkan dengan pendekatan struktural: rumus diterapkan sampai paham. pemahaman rumus dikembangkan atas dasar skemata yang sudah ada dalam diri siswa.. Dalam pembelajaran kontekstual. Belajar Kooperatif (Cooperatif Learning) Pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan. seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia sadar hal itu keliru dan merugikan. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa belajar secara individual. sedangkan dalam pembelajaran tradisional rumus itu ada di luar diri siswa. perilaku dibangun atas kesadaran sendiri sedangkan dalam pembelajaran tradisional perilaku dibangun atas kebiasaan. jadi menekankan hubungan antara pengalaman jasa-layanan dan pembelajaran akademis. Dalam pembelajaran kontekstual. 10. pendekatan ini menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru yang diperlukan dan berbagi keterampilan untuk memenuhi kebutuhan dalam masyarkat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. sedangkan dalam pembelajaran tradisional seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia takut hukuman. 8. Dalam pembelajaran kontekstual. diskusi. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa adalah penerima informasi yang pasif. Dalam pembelajaran kontekstual. siswa menggunakan kemampuan berpikir kritis. hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri. bahasa diajarkan dengan pendekatan komunikatif. Dalam pembelajaran kontekstual. 5.

berbentuk tes obyektif atau essay. konsep. Manusia menciptakan atau membangun pengetahuan dengan cara memberi arti dan memahami pengalamannya sedangkan dalam pembelajaran tradisional pengetahuan adalah penangkapan terhadap serangkaian fakta. Dalam pembelajaran kontekstual. pengetahuan yang dimiliki oleh manusia dikembangkan oleh manusia itu sendiri. melaksanakan maupun melaporkan hasil kegiatannya. G. baik berupa rancangan. gambar. karena evaluasi dengan menggunakan tes. menemukan (inquiry). model. bahwa evaluasi dengan menggunakan tes tidak bisa digunakan. laporan. mengerjakan tugas. Bagaimana siswa melakukan berbagai kegiatan tersebut serta hasil-hasil yang mereka tunjukkan.pembelajaran sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa secara pasif menrima rumus atau kaidah (membaca. mencatat. rangkuman. Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas Ada tujuh komponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual dikelas. tengah semester atau akhir unit. hasil karya dan portfolio. Setiap saat terjadi perubahan dan perkembangan pada para siswa. sedikit sekali atau bahkan hampir tidak ada. Ketujuh komponen itu adalah konstruktivisme (constructivism). konsep. Konstruktivisme (Constructivism) Konstruktivisme merupakan landasan berpikir pendekatan kontekstual. biasanya hanya digunakan tes. atau kaidah yang siap 263 . H. evaluasi kenyataan. percobaan. karena dilakukan oleh guru kontekstual sepanjang proses pembelajaran. makalah. yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tiba-tiba. Hal ini tidak berarti. Evaluasi Otentik Sebagai Ciri Penilaian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menuntut evaluasi yang bersifat komprehensif. Portfolio merupakan kumpulan dokumen yang disusun secara sistematik dan terarah yang menggambarkan perkembangan atau kemajuan siswa dalam bidang tertentu. Evaluasi juga dilakukan pada waktu siswa berdiskusi. maka dalam evaluasi proses juga digunakan evaluasi perbuatan (pengamatan). maka makin mendekati evaluasi otentik. tampa memberikan kontribusi ide dalam proses pembelajaran. menyeluruh dan terus menerus. merupakan wujud dari perkembangan dan kemampuan hasil belajar mereka. melakukan latihan. dan penyelesaian soal. yaitu pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit demi sedikit. penelitian. Evaluasi terhadap proses pembelajaran dan hasil karya merupakan evaluasi otentik. pengamatan. mengukur hasil pembelajaran pada akhir periode. tetapi pada bidang atau aspek lainnya sedikit. 11. atau hukum yang brada di luar diri manusia. lisan. pemecahan masalah. Dalam evaluasi hasil pembelajaran. menghapal). Perubahan atau perkembangan tersebut mungkin berkenaan dengan aspek yang menjadi tujuan atau terumuskan dalam tujuan pembelajaran. bertanya (questioning). Makin pendek periode waktu pembelajaran yang dievaluasi. dan penilaian sebenarnya (authentic assessment) 1. akhir semester. mendengarkan. Perubahan dan perkembangan bidang atau aspek tertentu mungkin sangat banyak/tinggi. ataupun hasil pemecahan dan jawaban soal. masyarakat belajar (learning community). pemodelan (modeling) refleksi (reflection). Evaluasi dilakukan pada waktu para siswa merencanakan sesuatu kegiatan. karena mengevaluasi apa yang secara nyata dilakukan dan dihasilkan oleh para siswa. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta.

dan karya lainnya. Tetapi siswa harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas dan sebagainya. (3) menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan. questioning dapat diterapkan antara siswa dengan siswa. adapun langkah-langkah kegiatan menemukan sendiri adalah: (1) merumuskan masalah dalam mata pelajaran apapun. Siklus inquiry adalah (1) observasi. (4) mengetahui sejauh mana keingin tahuan siswa. (7) untuk membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa. dan bergelut dengan ide-ide.laporan. Hasil belajar didapat dari berbagi antara kawan.untuk diambil dan diingat. (4) pengumpulan data. Kata kunci dari strategi inquiry adalah siswa menemukan sendiri. 2. teman kelas. Di ruang kelas ini. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hanya hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi juga hasil dari menemukan sendiri. 3. selalu bermula dari bertanya karena bertanya merupakan strategi utama pembelajaran yang produkstif. Dalam pandangan konstruktivisme. Landasan berpikir konstruktivisme agak berbeda dengan kaum objektif. juga dengan orang-orang yang diluar sana semua adalah anggota masyarakat belajar. guru. di sekitar sini. (5) penyimpulan. (3) membangkitkan respon pada siswa. dan apabila dikehendaki informasi itu menjadi milik mereka sendiri. dan antara yang tahu ke yang belum tahu. dan (4) mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca. kelompok. (6) memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru. (2) mengecek pemahaman siswa. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. Esensi dari teori kontruksivisme adalah ide bahwa siswa harus menemukan dan mentransfomasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain. Masyarakat Belajar (learning community) Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerja sama dengan orang lain. Dengan dasar ini pembelajaran harus dikemas menjadi proses mengkontruksi bukan menerima pengetahuan. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang 264 . Dalam kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual. (2) bertanya. (2) mengamati atau melakukan observasi. (8) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa. kegiatan bertanya berguna untuk: (1) menggali informasi baik administrasi maupun akademik. (3) mengajukan dugaan. 4. yang lebih menekankan pada hasil pembelajaran. bagan tabel. gambar. antara guru dan siswa. Menemukan (inquiry) Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual. (2) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri. Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah. atau audience lainnya. Bertanya (questioning) Pengetahuan yang dimiliki seseorang. strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan. dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. antara siswa dengan guru. Untuk itu tugas guru adalah memfasilitasi proses tersebut dengan : (1) menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa. guru disarankan dalam melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar. Pada semua aktivitas belajar. yaitu siswa harus mengkontruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. (5) mengetahui halhal yang sudah diketahui siswa.

Yang pandai mengajari yang lemah. Refleksi merupakan respons terhadap kejadian. (2) bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif. bukan melalui hasil. (3) yang diukur keterampilan dan performasi. tetapi bisa juga teman lain atau orang lain. 5.anggotanya heterogen. itulah hakekat penilaian yang sebenarnya. yang mempunyai gagasan segera memberikan usul dan seterusnya. atau guru mengadakan kolaborasi dengan mendatangkan seorang ahli ke kelas. yang tahu memberitahu yang belum tahu. aktivitas. baik keanggotaan. Karena gambaran tentang kemajuan belajar itu diperlukan disepanjang proses pembelajaran. Kemajuan belajar dinilai dari proses. Dengan demikian pembelajaran yang benar memang seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa agar mampu mempelajari (learning how to learn) sesuatu. seorang siswa dapat ditunjuk untuk memberikan contoh temannya. Penilai tidak hanya guru. dengan begitu guru memberi model tentang bagaimana belajar. yang cepat menangkap mendorong temannya yang lambat. dan dengan berbagai cara. Refleksi (reflection) Refleksi adalah cara berfikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakang tentang apa-apa yang sudah kita lakukan dalam hal belajar di masa lalu. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui oleh guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran yang benar. jumlah. yang merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelummnya. Dalam pendekatan kontekstual guru bukan satusatunya model. (6) dapat dipergunakan sebagai feed back. Berikan contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis CTL pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA 265 . Penilaian Sebenarnya (authentic assessment) Assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran belajar siswa. Permodelan (modelling) Dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu. maka penilaian tidak dilakukan diakhir periode seperti akhir semester. siswa contoh tersebut dikatakan sebagai model. atau pengetahuan yang baru diterima. bahkan bisa melibatkan siswa di dalam kelas atasnya. Model itu. memberi peluang yang besar bagi guru untuk memberi contoh cara mngerjakan sesuatu. Apabila data yang dikumpulkan guru mengidentifikasikan bahwa siswa mengalami kemacetan dalam belajar. siswa lain dapat menggunakan model tersebut sebagai standar kompetensi yang harus dicapai. 7. Kelompok siswa bisa sangat bervariasi bentuknya. 6. (4) berkesinambungan. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa. bukan hanya mengingat fakta. Tes hanyalah salah satunya. (5) terintegrasi. maka guru segera bisa mengambil tindakan yang tepat agar siswa terbebas dari kemacetan belajar. ada model yang bisa ditiru. misalnya cara melafalkan suatu kata. bukan ditekankan pada diperolehnya sebanyak mungkin informasi diakhir periode pembelajaran. Siswa mengendapkan apa yang dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru. Karakteristik penilaian sebenarnya adalah (1) dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung.

anak orang kaya. berpasangan. Kedua jenis berpikir tersebut. Dengan mengenal kemampuan anak. Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu). anak orang miskin. Oleh karena itu. kritis dan kreatif. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud b. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya. dan sebagainya. atau kelompok. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama. Kritis untuk menganalisis masalah. anak kota. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAIKEM. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. benda asli. anak Indonesia. c. model. Dalam PAIKEM (Pembelajaran Aktif. Anak desa. anugerah Tuhan. guru mengajukan pertanyaan yang menantang. kapan”. Mengenal anak secara perorangan Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal. berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. peta. puisi. tugas guru adalah mengembangkannya. melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). dan ditata dengan baik. antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan. 266 . Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat. Namun demikian. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. berapa. diagram. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan PAIKEM a. e. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. karangan. kreatif. Selain itu. Berdasarkan pengalaman. tersebut. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Pajangan dapat berupa gambar. Efektif dan Menyenangkan) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu. anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu.I. anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang d. Inovatif. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. dapat membantu guru dalam pembelajaran karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. misalnya.

dan tidak zamannya guru mengajar jaim dan jumawa. Pemanfaatan lingkungan dapat mengembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera). cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Selain itu. J. berhipotesis. Tidak malah sebaliknya siswa akan sakit perut jika mengingat akan bertemu dengan pelajaran dan guru tersebut Pada dasarnya belajar mengajar merupakan suatu proses yang rumit karena tidak sekedar menyerap informasi dari guru. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan ‘PAIKEM’ (Agustina. ramah. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. 2008). guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAIKEM. mencatat. dan tentu saja akan lebih sangat dihargai lagi jika guru tersebut cerdas dalam bidangnya dan cerdas dalam mengelola kelas. bila menginginkan hasil belajar 267 . Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Oleh karena itu. tetapi melibatkan berbagai kegiatan maupun tindakan yang harus dilakukan. atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka h. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. sok menjaga wibawa. Terserah gurunya mengajar dengan model. Di era globalisasi sekarang mestinya guru dapat mengajar dengan lebih menyenangkan. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. merumuskan pertanyaan. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Sering bertanya. atau takut dimarahi jika salah. Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. saya pikir sekarang siswa justru lebih menghargai kepada guru yang bersahabat. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan. tapi dalam melaksanakan di kelas guru melakukannya dengan paikem. memperlihatkan performance sedemikian rupa sehingga siswa akan sangat segan (baca:takut) kepadanya. membuat tulisan. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. (jangankan menegur dengan sopan melirik saja mungkin siswa tidak berani). takut disepelekan. dan membuat gambar/diagram g. Mengapa PAIKEM perlu diterapkan? Salah satu yang dapat dilakukan guru adalah mengajar dengan pembelajaran yang aktif inovatif kreatif dan menyenangkan (PAIKEM). Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. mempertanyakan gagasan orang lain.f. strategi apa. sosial. mengklasifikasi. metode. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan (fisik. Banyak metode mengajar yang dapat di “paikemkan” sebenarnya. Bagaimana caranya guru bisa membuat siswa tertarik untuk belajar dengannya dan akan ‘rindu’/menanti –nanti datangnya jam belajar pelajaran itu lagi. baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya.

Cukup lama siswa dibuat menjadi korban untuk menjadi “yes people”. Pada saat yang sama. Sebaliknya menurut filsafat kontruktivisme. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. Belajar pada intinya tertumpu pada kegiatan memberi kemungkinan kepada siswa agar terjadi proses belajar yang efektif agar dapat mencapai hasil yang sesuai tujuan. c. to wrestle with ideas”. b. menganalisis. siswa dianggap orang yang belum tahu apa-apa dan mereka harus diberitahu oleh guru. yang penting bagaimana siswa menggeluti bahan. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. secara garis besar. Dalam hal ini Slavin (1994) menyebutkan bahwa “ Learning is much more than memory for student to really understand and be able to apply knowledge. termasuk cara belajar kelompok. Dalam pendekatan ini. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Menurut Ramadhan (2008). 1997). 2008). PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. e. Menurut teori ini dalam belajar siswa tidak hanya menghafal tapi harus memahami (Agustina. pengetahuan itu merupakan bentukan siswa yang sedang belajar. J. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. manusia penurut. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian. Dalam filsafat klasik itu. Kemampuan Guru Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Kegiatan Belajar Mengajar Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam. They must work to solve problems. Pendekatan seperti ini disebut pendekatan ketrampilan proses dengan prinsip student active learning. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. dalam kurun waktu yang lama pendidikan digunakan “penguasa” untuk melestarikan sistem dan nilai yang menguntungkan mereka. to discover things for themselves. dan merumuskannya. Pembelajaran lebih menekankan pada bagaimana membantu siswa aktif mengkonstruksi pengetahuan mereka dan bukan bagaimana memaksa siswa menerima segala sesuatu yanag diinformasikan oleh guru. dan cocok bagi siswa. Dalam hal ini guru tidak dapat memaksakan “pengetahuannya” kepada siswa.yang lebih baik. penerapan PAIKEM dalam pembelajaran dapat digambarkan sebagai berikut: a. Dampaknya sistem pembelajaran lebih menekankan guru yang aktif dan siswa pasif menerima (Suparno. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. menyenangkan. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ d. mengolah. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. misalnya:  Percobaan  Diskusi kelompok  Memecahkan masalah  Mencari informasi 268 . untuk mengungkapkan gagasannya. Dalam sejarah pendidikan di negara kita.

penggunaan 269 . atau wawancara  Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri  Menarik kesimpulan  Memecahkan masalah. • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari • Guru memantau kerja siswa. Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terusmenerus  Menulis laporan/cerita/puisi  Berkunjung keluar kelas Sesuai mata pelajaran. b. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. mencari rumus sendiri.Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam. Guru dan murid sama-sama aktif dan terjadi interaksi timbal balik antara keduanya. guru menggunakan. yaitu: a. Guru dapat mengembangkan kreativitasnya dalam hal: teknik pengajaran. Pendekatan pembelajaran PAIKEM dapat membawa angin perubahan dalam pembelajaran. pengamatan. Guru dan murid dapat mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran.  Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri. • Guru memberikan umpan balik. misalnya:  Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri  Gambar  Studi kasus  Nara sumber  Lingkungan Siswa:  Melakukan percobaan. • Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. Guru dalam pembelajaran tidak hanya berperan sebagai pengajar dan pendidik juga berperan sebagai fasilitator. Melalui:  Diskusi  Lebih banyak pertanyaan terbuka  Hasil karya yang merupakan anak sendiri • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut.

Uno. 2008.blogspot. http://www. 2010. Beirut: Dar alBasyair al-Islamyah Hadi. (http:www. Asy-syalhub. Mengembangkan Pembelajaran Aktif. diakses 8 Maret 2011) Arikunto. 2002. Bandung: Tarsito Herman. Kreatif Efektif. Indikator Pembelajaran Paikem.com/2008/11/11/pembelajaran-aktifinovatif-kreatif-efektif-dan-menyenangkan/. 2006. Jakarta: Bumi Aksara 270 . Tarmizi. 2005. Jakarta: PT Bumi Aksarahlm. Fu’ad bin abdul aziz. (Zizakamal. Kurikulum Satuan Pendidikan Modul Madrasah Aliyah.com. Abd Al-Fattah.blogspot. Rahmi. Metodologi PAKEM. PUSTAKA RUJUKAN Ahmadi. Suharsimi. Proses Belajar Mengajar. Metodologi Research. Inovatif.com/2008/04/mensiasati-injury-time-dengan. Sofan. S. dan Menyenangkan Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher. 1997. Yogyakarta: Andi ______. Munculnya pembahasan dalam pembelajaran di kelas. Hamalik. Pembelajaran Kreatif dengan Peraga. Khoiri. Kreatif. http://cittiami. Oemar. Hamalik.html. Jakarta: Rineka Cipta. pemakaian media. 2006. Aliran-aliran dalam pendidikan Islam.smk3_banjarbaru@blogspot. Jakarta: Darul Haq Dede Ajiz Kamaluddin. 1990. ______. Paikem Gembrot. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. Yogyakarta: Andi Offset. Begini seharusnya menjadi guru. Diakses tanggal 8 Februari 2009. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Sutrisno.id/ index.wordpress. Metodologi Research II. Jakarta: Bumi Aksara. Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif dalam Kelas. Efektif. Perencanaan Pembelajaran. 2008. tidak merasa tertekan sehingga proses berpikir anak akan berjalan normal. Iif khori dan Amri.multimetode. Murid merasa senang dan nyaman dalam pembelajaran.Prestasi Raya Pustakaraya. Arifin. Hamzah. Nasution. 2008.wordpress. Jakarta: PT. http://hlasrinkosgorobogor . Djohar. Ghuddah. 40 Strategi Pembelajaran Rasulullah.co. Yogyakarta: Lesfi. Menjadi guru favorit Pilihan Siswa.wordpress. 2011.com/2008/11/07/menjadi-guru-favorit-pilihan-siswa/. Mensiasati Injury time Dengan Pembelajaran PAIKEM. dan Menyenangkan. Inovatif. Pararaja. 1986. c. B. 2008.com. http://smk3ae. Pembelajaran Aktif. A.http://tarmizi. Ramadhan. d. dan guru dapat berperan sebagai mediator bagi murid-muridnya. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek: Edisi Revisi V. 2008. Ahmad Ma'sum.com/ 2008/06/26/metodologi-pakem/. 2008. Agustina. 2003. Oemar.indopos. 2000.php?act=detail_c&id=325101. diakses 5juni 2011) Departemen Agama. Pendidikan Strategik Alternatif Untuk Pendidikan Masa Depan. 2010.

271 .

Dalam proses pembelajaran guru juga melakukan pengukuran terhadap proses dan hasil pembelajaran yang hasilnya berupa angka-angka yang mencerminkan capaian. Penilaian. dan 75 yang diperoleh dari hasil pengukuran proses dan hasil pembelajaran tersebut bersifat kuantitatif dan belum dapat memberikan makna apa-apa. Menjelaskan perbedaan antara asesmen. Kriteria yang berupa batas kriteria minimal yang telah ditetapkan sebelum pengukuran dan bersifat mutlak disebut Penilaian Acuan Patokan atau Penilaian Acauan Kriteria (PAP/PAK). atau batas keberhasilan. 55. pengukuran dapat diartikan sebagai kegiatan atau upaya yang dilakukan untuk memberikan angka-angka pada suatu gejala. Pengertian Asesmen.BAB X EVALUASI PEMBELAJARAN KONSEP DASAR ASESMEN PEMBELAJARAN A. 2. penilaian. dan Tes a. Contoh penentuan patokan dengan penghitungan persentase untuk skala lima sebagai berikut. guru akan dihadapkan tiga sistilah yang sering digunakan secara bersama-sama yaitu istilah pengukuran. Kriteria ini dapat berupa proses atau kemampuan minimal yang dipersyaratkan. Interval Persentase Tingkat Penguasaan Nilai Ubah Skala Lima 0-4 E–A Keterangan 272 . Menjelaskan hakikat asesmen. Angka hasil pengukuran ini disebut skor mentah. Kriteria sebagai pembanding dari proses dan hasil pembelajaran tersebut dapat ditentukan sebelum proses pengukuran atau dapat pula ditetapkan sesudah pelaksanaan pengukuran. penilaian. c. pengukuran. angka 40. program pembelajarannya. dapat pula berupa kemampuan rata-rata unjuk kerja kelompok dan berbagai patokan yang lain. asesmen dapat berarti sebagai proses pengukuran dan nonpengukuran untuk memperoleh data karakteristik siswa dengan aturan tertentu. peristiwa. Dalam pelaksanaan asesmen pemebelajaran. dan tes. iklim sekolah maupun kebijakan-kebijakan sekolah. atau benda sehingga hasil pengukuran akan selalu berupa angka. penilaian. Pengukuran Secara sederhana. 1. dan tes. Uraian Materi 1. karena belum menyatakan tinngkat kualitas dari apa yang diukur. C. Misal. pengukuran. proses dan hasil belajar. Hasil penilaian dalam pembelajaran disebut nilai. Pengukuran. b. Tujuan Pembelajaran Peserta PLPG diharapkan dapat mendeskripsikan hal-hal berikut. dan tes. Asesmen Secara umum asesmen berarti sebagai proses untuk mendapatkan informasi dalam bentuk apapun yang dapat digunakan untuk dasar pengambilan keputusan tentang siswa baik yang menyangkut kurikulumnya. Secara sederhana. Penilaian Penilaian adalah proses pemberian makna atau penetapan kualitas hasil pengukuran dengan cara membandingkan angka hasil pengukuran tersebut dengan criteria tertentu. Angka hasil pengukuran baru mempunyai makna apabila dibandingkan dengan criteria atau patokan tertentu.

25 + 1.100 % 86 % .1. Skala Sigma Skala Angka Skala Lima E-A 0–4 A 4 + 1.25 + 0.15 % Nilai Ubah Skala Sepuluh 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Keterangan Sempurna Baik sekali Baik Cukup Sedang Hampir sedang Kurang Kurang sekali Buruk Buruk sekali Kriteria yang ditentukan setelah kegiatan pengukuran dilakukan dan didasarkan pada keadaan kelompok dan bersifat relatif disebut Penilaian Acuan Norma atau Penilaian Acuan relative (PAN/PAR).25 S M + 1.59 % 0 % .25 S M + 1.25 S M + 0.5 SD B 3 + 0.55 % 36 % . Contoh penentuan patokan dengan penghitungan konversi skala lima dalam PAN.0.45 % 26 % . Interval Persentase Tingkat Penguasaan 96 % .35 % 16 % .85 % .74 % 40 % .75 + 0.75 S Skala 1-10 10 9 8 7 6 5 4 3 2 273 .75 S M + 0.75 S M + 1.65 % 46 % .25 + 0.5 M + 0.75 S M + 0.5 SD C 2 .5 SD D 1 .100 % 75 % .75 % 56 % .5 M + 1.5 M .95 % 76 % .25 + 1.84 % 60 % .75 + 1.5 SD E 0 Contoh penentuan patokan dengan penghitungan konversi skala sepuluh dalam PAN. Skala sigma + 2.39 % 4 3 2 1 0 A B C D E Baik Sekali Baik Cukup Kurang Gagal Contoh penentuan patokan dengan penghitungan persentase untuk skala sepuluh sebagai berikut.75 + 1.25 % 0 % .5 M .0.75 S M + 1.85 % 66 % .25 S M + 0.0.25 + 0.75 Skala angka M + 2.

Jelaskan letak perbedaan antara asesmen. pengukuran. Jelaskan apa yang dimaksud dengan asesmen! 2. padahal kesemuanya memiliki pengertian dan fungsi yang berbeda. karena melakukan asesmen berarti telah pula melakukan ketiganya. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang siswa. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tes! 5. Waktu melakukan asesmen guru pasti telah menciptakan alat ukur berupa tes maupun nontes seperti soal-soal ujian. sehingga munculah nilai yang mencerminkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya tes merupakan alat ukur yang sering digunakan dalam asesmen pembelajaran disamping alat ukur yang lain. Evaluasi adalah kegiatan mengidentifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum. Akhirnya diambilah keputusan oleh guru tentang kualitas proses dan hasil belajar. dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya. Jelaskan apa yang dimaksud dengan penilaian! 4. Rangkuman Asesmen merupakan kegiatan untuk mengungkapkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.25 d. Pengukuran adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskrikpsi numerik dari suatu tingkatan dimana seorang anak telah mencapai karakteristik tertentu. dan tes! 6. penilaian. pengukuran. penilaian. Berikan contoh asesmen. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pengukuran! 3. Evaluasi berhubungan dengan keputusan nilai. Dalam melaksanakan proses asesmen pembelajaran. Banyak yang mencampuradukkan pengertian antara evaluasi. kemudian membandingkan angka tersebut dengan kriteria tertentu yang berupa batas penguasaan minimum ataupun berupa kemampuan umum kelompok. berharga atau tidak. Sebab itu. E. Hasil pengukuran bisa berupa nilai kualitatif dan nilai kuantitatif. Melakukan pengukuran. Latihan Soal Jawablah pertanyaan berikut secara singkat dan jelas! 1. dan tes! 7.25 S 1 Tes adalah seperangkat tugas yang dikerjakan atau sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur tingkat pemahaman dan penguasaannya terhadap cakupan materi yang dipersyaratkan dan sesuai dengan tujuan pengajaran tertentu. observasi proses pembelajaran dan sebagainya. Penilaian adalah penerapan berbagai cara penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar siswa atau ketercapaian kompetensi siswa. pengukuran. Jelaskan letak perbedaan antara skor dan nilai! 274 . Tes adalah seperangkat tugas yang dikerjakan atau sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur tingkat pemahaman dan penguasaannya terhadap cakupan materi yang dipersyaratkan dan sesuai dengan tujuan pengajaran tertentu. guru selalu berhadapan dengan konsep-konsep evaluasi.+ 2. pengukuran. yaitu mengukur atau memberi angka terhadap proses pembelajaran atau pekerjaan siswa sebagai hasil yang merupakan cerminan tingkat penguasaan terhadap materi yang dipersyaratkan. Tes M + 2. penilaian. dan tes. dalam praktik ketiganya sering tidak dirasakan pemisahannya. D. dan tes yang dalam penerapannya sering dilakukan secara simultan.

Adapun prinsip-prinsip tersebut terdiri dari prinsip umum dan prinsip-prinsip evaluasi lainnya yaitu : Prinsip umum dalam kegiatan evaluasi pembelajaran yaitu adanya triangulasi atau hubungan yang erat antara 3 komponen yaitu hubungan erat antara : a. 275 . B. c. untuk mengetahui dalam hal apa siswa memerlukan bimbingan. JENIS DAN TEKNIK PENILAIAN PEMBELAJARAN Standar Kompetensi Standar Kompetensi yang harus dikuasai peserta PLPG adalah dapat memahami konsep dasar penilaian pembelajaran. sebagai dasar menagani kasu-kasus tertentu siswa. Fungsi Penilaian dalam pendidikan Fungsi Penilaian dalam bidang pendidikan dan pembelajaran mempunyai fungsi sebagai berikut : a. C. 2. Untuk keperluan pengembangan kurikulum dan perbaikan kurikulum sekolah yang bersangkutan. Menerapkan dalam melaksanakan penilaian pembelajaran dari mata pelajaran yang diampu terhadap siswa yang mengikuti proses pembelajaran. Prinsip-prinsip Penilaian Pembelajaran Untuk dapat melakukan penilaian pembelajaran secara efektif. Evaluasi/penilaian A. Uraian Materi 1. d. 2.FUNGSI. ataukah harus mengulang kembali pada kegiatan belajar tersebut. Untuk mengetahui kegiatan belajar mengajar dapat dilanjutkan dengan bahan atau materi selanjutnya. e. Kegiatan Pembelajaran c. b. yang selanjutnya dapat menerapkan dalam melaksanakan penilaian pembelajaran dari mata pelajaran yang diampu terhadap siswa yang mengikuti proses pembelajaran. Untuk menentukan kelulusan peserta didik pada jenjang pendidikannya. Untuk keperluan bimbingan dan konseling. PRINSIP. f. Tujuan pembelajaran b. serta sebagai acuan dalam melayani kebutuhan siswa dalam bimbingan karir. Untuk mengetahui taraf kesiapan dari peserta didik untuk menempuh suatu pendidikan tertentu. 1. Hasil penilaian/ evaluasi dapat dijadikan informasi atau data bagi guru pembimbing dalam membuat diagnosa siswa. Untuk mengetahui seberapa jauh hasil yang telah dicapai dalam proses pendidikan/pembelajaran atau pencapaian kompetensi yang diharapkan. Dalam hal ini materi kurikulumyang dianggap sudah tidak relevan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat perlu diganti dengan materi yang lebih sesuai. Kompetensi Dasar Kompetensi dasar yang diharapkan dapat dicapai melalui pembahasan kegiatan belajar ini dideskripsikan sebagai berikut. maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip penilaian/ evaluasi pembelajaran yang dapat dijadikan dasar dalam pengembilan keputusan. Menjelaskan konsep dasar penilaian pembelajaran.

penilaian dilakukan secara terus menerus sepanjang berlangsungnyakegiatan pembelajaran. agama. Sistematis. Jenis dan Teknik Penilaian Pembelajaran a.Tujuan a b Kegiatan Pembelajaran c Evaluasi/penilaian 1) Hubungan antara tujuan dengan Kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran mengacu pada tujuan dan langkah dari tujuan dilanjutkan pemikirannya ke kegiatan pembelajaran 2) Hubungan antara tujuan dengan evaluasi. Terbuka. afektif dan dan psikomotor yang direfleksikan dalam kegiatan berpikir dan bertindak. penilaian meliputi berbagai aspek kompetensi yang akan dinilai. Terpadu. i. yang meliputi aspek kognitif. bahasa. prosedur dan kriteria penilaian serta dasar pengambilan keputusan diketahui oleh pihak yang terkait. tidak terpengaruh oleh pertimbangan subyektif penilai. budaya. b. ekonomi. penilaian dilakukan secara berencana. maka penilaian formatif dimaksudkan untuk 276 . teratur dan terarah. mampu memberikan sumbangan positif terhadap peningkatan pencapaian belajar peserta didik sehingga hasil penilaian harus dapat memberikan umpan balik dan motivasi peserta didik untuk lebih giat belajar. c. berasal dari arti kata form yang merupakan dasar dari istilah formatif. bertahap. h. 3) Hubungan antara kegiatan pembelajaran dengan evaluasi. Adil. evaluasi adalah kegiatan pengumpulan data untuk mengukur sejauhmana tujuan sudah tercapai. Jenis Penilaian. kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran disusun oleh guru dengan mengacu pada tujuan yang hendak dicapai. menilai apapun yang dilakukan peserta didik dalam kegiatan belajar. d. Obyektif. tidak ada peserta didik yang diuntungkan atau dirugikan berdasarkan latar belakang sosial. Jenis penilaian pembelajaran yang dilakukan dapat dibedakan dalam: 1) Penilaian formatif. menunjukan bahwa evaluasi harus mengacu pada kegiatan pembelajaran. Menggunakan acuan atau kriteria tertentu dalam menentukan prestasi peserta didik. g. Menyeluruh. artinya penilaian tidak hanya pada akhir kegiatan atau pada salah satu pokok bahasan tetapi bersifat menyeluruh atau komprehensif e. Mendidik . f. 3. di sisi lain dan evaluasi merupakan pengukur kegiatan pembelajaran. Adapun prinsi-prinsip lain yang perlu diperhatikan dari penilaian/evaluasi pembelajaran di antaranya : a. warna kulit dan jender. selain itu langkah dalam menyusun alat evaluasi mengacu pada tujuan yang sudah dirumuskan. Berkesinambungan.

Tes tertulis ini biasanya dikelompokan menjadi 2 bentuk tes tertulis yaitu : 277 . adalah tes yang soal-soal dan jawaban harus dijawab oleh peserta didik secara tertulis. Teknik tes yang biasanya digunakan dalam penilaian pembelajaran meliputi : Tes tertulis. tes dikatakan obyektif apabila dalam melaksanakan tes tidak ada faktor subyektif yang mempengaruhi. b) Realibilitas. artinya tes dapat tepat mengukur apa yang harus diukur. wawancara (interview).b. pengertian tes adalah alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana. yang termasuk teknik non-tes adalah skala bertingkat (rating scale). misalnya untuk kepentingan penjurusan. biaya. pengertian tes adalah seperangkat pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan. tes yang reliabel adalah tes yang hasilnya relatif tetap walaupun dilakukan berkali-kali. c) Obyektivitas. tingkat perhatian dan ketepatan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru dan bukan dengan nilai yang diperoleh waktu ulangan. tes dikatakan praktis jika mudah pelaksanaan dan pemeriksaannya serta mudah pengadministrasiannya e) Ekonomis. mengikuti suatu program tertentu. kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Teknik Penilaian Pembelajaran Dalam melaksanakan penialian pembelajaran dikenal dua cara atau teknik yaitu teknik non-tes dan tes. adalah penilaian yang digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang dihadapi peserta didik. tenaga besaar dan waktu yang lama. riwayat hidup 2) Tenik tes. misalnya telah mengikuti pembelajaran satu kompetensi dasar) Hasil penilaian formatif dapat bermakna sebagai reinforcemet. tes yang ekonomis adalah tes yang pelaksanaanya tidak membutuhkan. daftar cocok (check list). 4) Penilaian penempatan. Pengertian lain yang dikemukakan oleh Webster Collegiate. 3) Penilaian diagnostik. penilaian yang dilakukan untuk terhadap pribadi peserta didik untuk kepentingan penempatan dalam progrsm prembelajaran ysng sesuai. misalnya untuk mengukur partisipasi siswa diukur dengan tingkat kehadiran. sebab nilai ulangan hanya menggambarkan prestasi dan bukan menggambarkan partisipasi. sehingga berdasarkan kelemahan-kelemahan tersebut dapat dilakukan pemberian perlakuan yang tepat. questionair. berbeda dengan penilaian formatif. Penilaian sumatif dapat bermakna sebagai penialian prediksi dan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kenaikan kelas/kelulusan pesert didik. pengamatan (observation). dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. pengetahuan. Sebuah tes dapat dikatakan sebagai alat atau teknik penialaian pembelajaran yang baik apabila memilki syarat-syarat sebagi tes yang baik yaitu memiliki : a) Validitas. penilaian sumatif merupakan adalah penilaian terhadap peserta didik setelah mengikuti atau berakhirnya pemberian beberapa program atau sebuah program yang lebih besar. 2) Penilaian Sumatif. feedback dan sebagai alat diagnosis pembelajaran. d) Praktikabilitas. a) mengetahui sejauhmana siswa telah terbentuk setelah. misalnya penilaian yang dilakukan untuk satu standar kompetensi. intelegensi. 1) Teknik non-tes .

Rangkuman Kegiatan penilaian tidak dapat dilepaskan dari tujuan-tujuan pembelajaran yang akan dicapai karena tujuan-tujuan pembelajaran tersebut merupakan acuan dan kriteria pokok dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran. Selain itu peserta didik yang belum memahami pertanyaan tes. dan pada akhir kegiatan. Rumuskan indikator-indikator yang ada dalam kompetensi dasar tersebut ke dalam tujuan pembelajaran 2. yaitu tes yang penugasannya disampaikan dalam bentuk lisan atau tertulis dan pelaksanaannya dinyatakan dengan perbuatan atau penampilan. Pelaksanaan tes perbuatan pada umumnya memerlukan sebuah format pengamatan atau penilaian yang dibuat sedemikian rupa sehingga penilai dapat menuliskan angka penilaian pada tempat yang sudah disediakan.(1) Tes obyektif. Dalam kegiatan penilaian pembelajaran diperlukan berbagai informasi baik menyangkut hasil pengukuran (ulangan). Tentukan teknik penilaian yang tepat untuk tujuan pembelajaran tersebut. dapat langsung meminta penjelasan dari penilai. Kegiatan penilaian pembelajaran merupakan suatu proses yang sistematis artinya bahwa evaluasi/penilaian pembelajaran merupakan suatu kegitan yang terencana dan dilakukan secara berkesinambungan. dengan langkah-langkah menentukan : 1. yaitu tes yang pelaksanaannya berbeda dengan tes tertulis. b) Tes lisan. D. bentuk tes ini memiliki beberapa kelemahan diantaranya : tingkat subyektivitas penilai dan waktu pelaksanaannya relatif lama. Kelebihan lainnya adalah peserta didik dapat lengsung mengetahui hasil tes. (b) materi harus sesuai dengan kegiatan pembelajaran. bentuknya benar-salah. tugas-tugas dan 278 . pilihan ganda. pada umumnya berbentuk uraian (esai) yaitu sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kata. Dalam menyususn instrumen penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal berikut yaitu : (a) Karakteristik mata pelajaran dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diujikan. Kemukakan alasan atau dasar pertimbangan dalam menentukan jenis dan teknik penilaian yang ditetapkan. (d) Bahasa dalam soal harus menggunakan kalimat yang tidak ambigus. dan isian pendek. C. karena dilakukan dengan mengadakan secara langsung tanya jawab antara guru dan peserta didik. Dibandingkan dengan tes tertulis. perilaku siswa./SMA/MA. maupun sikap dan kepribadiannya. 4. selama kegiatan berlangsung. Dikatakan sebagai suatu proses karena penilaian/evaluasi pembelajaran atau kegiatan evaluasi dilakukan mulai dari awal. menjodohkan. Latihan Buatlah kelompok kecil sebanyak 3 orang dan susun rancangan instrumen penilaian untuk menilai penguasaan siswa terhadap satu Kompetensi Dasar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP/MTS. Tentukan jenis penilaian pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran 3. (2) Tes subyektif. sedangkan kelebihannya adalah secara langsung dapat menilai beberapa unsur baik kemampuan dan tingkat pengetahuan yang dimiliki siswa. c) Tes perbuatan. (c) Konstruksi tes harus sesuai dengan ranah tujuan. sikap.

tes tertulis dan tes perbuatan. praktis dan ekonomis. Teknis tes meliputi tes lisan. jenis dan teknik penilaian yang tepat dan memenuhi persyaratan sebuah tes yang baik yaitu memilki validitas. reliabilitas. obJektif. 279 . hendaknya penilaian dilakukan atas dasar prinsip-prinsip penilaian.informasi lainnya yang dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan dalam evaluasi pembelajaran. Masing-masing teknis tes ini memiliki karakteristik yang menggambarkan kelebihan dan kelemahan masing-masing teknis tes. Untuk melaksanakan penilaian pembelajaran yang baik.

melalui pengamatan dapat dibedakan kompetensi seorang dukun pijet dengan seorang dokter. 2. B. penilaian dan kegiatan belajar mengajar serta pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. 1. Seorang dokter yang sedang tidak praktek dan tidak menggunakan atribut profesinya. Akan tetapi tanpa harus belajar ilmu kedokteran seseorang mengetahui bahwa dokter lebih kompeten dari pada tukang pijet dalam hal penyembuhan seorang pasien. kompetensi dalam aspek yang tampak ini disebut performance yaitu penampilan dalam bentuk tingka laku yang dapat didemonstrasikan sehingga dapat diamati. Keberagaman yang dimanifestasikan sesuai kebutuhan C. Istilah kemampuan dalam pengertian kompetensi di atas dapat dipahami dalam dua aspek yaitu : (a) Aspek yang tampak. prinsip dasar dan komponen-komponennya. maka orang tersebut mencerminkan orang yang berkompeten. Sebagai contoh. Kognitif berhubungan dengan kemampuan melakukan. Mengenal jenis-jenis teknik penilaian dalam Sistem penilaian pembelajaran berbasis kompetensi Uraian Materi Pengertian kompetensi dan kurikulum Berbasis Kompetensi Kompetensi merupakan pengetahuan. Menyimpulkan Kurikulum berbasis kompetensi 3. Orientasi kurikulum berbasis kompetensi tergantung pada dua hal yaitu: 1. Kemampuan rasional ini dalam taksonomi Bloom dikenal sebagai kognitif. Menjelaskan dan menyebutkan prinsip dasar penilaian pembelajaran berbasis kompetensi 6. Menyimpulkan konsep pembelajaran kontekstual 4. Menyimpulkan pengertian kompetensi 2.PENILAIAN PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI A. Menjelaskan konsep sistem penilaian pembelajaran Berbasis Kompetensi 5. keterampilan maupun nilai-nilai yang dikuasai seseorang atau peserta didik yang direfleksikan dalam bentuk kemampuan bertidak secara tepat. Menggambarkan alur pengembangan perangkat Sistem penilaian pembelajaran berbasis kompetensi 7. Kompetensi dalam aspek ini tidak bisa diamati karena tidak tampil dalam perilaku empiris. afektif dan psikomotorik. 280 . walaupun keduanya dalam satu bidang yaitu kesehatan. Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kegiatan belajar ini peserta mampu : 1. afektif berhubungan dengan sosial-emosional dan psikomotorik berhubungan dengan keterampilan. Hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui seperangkat pengalaman belajar yang bermakna. Jika seseorang memiliki kemampuan berpikir dan bertindak secara tepat dan benar. (b) Kompetensi yang tidak tampak disebut juga dengan istilah kompetensi dalam aspek rasional. Kurikulum berbasis kompetensi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai peserta didik. Standar Kompetensi Memahami konsep penilaian pembelajaran berbasis kompetensi. tidak diketahui bahwa dia mempunyai kemampuan untuk melakukan terapi kesehatan. dilihat dan dirasakan.

mengambil kesimpulan. mengkategorikan. gerakan yang merupakan kombinasi dengan kognitif. olahraga). lisan atau tes perbuatan. e) Sintesis. yaitu pokok bahasan atau materi yang memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari. mengorganisasikan. c) Penerapan. Penentuan materi yang akan diujikan Dalam menentukan materi yang akan diujikan haruslah memperhatikan beberapa kriteria yaitu : 1) Urgensi yaitu pokok bahasan atau materi tersebut secara teoritis mutlak harus dikuasai oleh siswa. Berorientasi pada hasil belajar 3. memberi contoh. 2) Kontinuitas yaitu pokok bahasan atau materi merupakan pendalaman dari satu atau lebih pokok bahasan yang sudah dipelajari sebelumnya. 4) Keterpakaian. isyarat. d) Analisis diantaranya seperti membandingkan. 2) Ranah Afektif. mengembangkan gerakan-gerakan tingkat tinggi. diantaranya menggunakan. Menekankan pada ketercapaian kompetensi (standar kompetensi. 3) Relevansi. 281 . mendefinisikan. Penentuan Kompetensi yang akan diujikan. b) Pemahaman. menentukan. Menggunakan penilaian yang berorientasi pada kompetensi (penilaian autentik) 2. mengembangkan. gerakan untuk berkomunikasi (mimik wajah. menganalisis. 5) Kesesuaian dengan teknik pengukuran yang akan digunakan yaitu tes tertulis. diantaranya menghubungkan. perilaku dibedakan dalam 3 ranah dengan masing-masing tingkatannya : 1) Ranah Kognitif dengan tingkatan mulai dari : a) Ingatan. mengubah. Berdasarkan teori Bloom Cs. b. f) Evaluasi diantaranya menafsirkan. perasaan atau pendapat pribadi terhadap hal-hal yang relatif sederhana tetapi bukan fakta. Menerapkan pembelajaran kontekstual 4.Ciri-ciri kurikulum berbasis kompetensi adalah sebagai berikut : 1. mengklaifikasikan. mengingat kembali. postur tubuh). yaitu pokok bahasan atau materi yang diperlukan untuk mempelajari atau memahami materi atau pelajaran lain. 2. Metoda untuk menentukan ketepatan perilaku yang diukur. 3) Ranah psikomotorik yang meliputi: gerak reflek. seperti respon yang melibatkan ekspresi. kompetensi dasar yang tercermin pada indikator kompetensi) peserta didik. menilai atau memutuskan. seperti diantaranya membedakan. gerakan-gerakan yang memerlukan belajar (menari. menunjukkan. pembuat soal dapat mendaftar semua perilaku mulai dari aspek yang rendah/mudah sampai dengan aspek yang tertinggi/sukar. diantaranya seperti menyebutkan. menerapkan. b) Sikap atau nilai reperti respon yang melibatkan sikap atau nilai yang telah mendalam di sanubarinya untuk dipertahankan. Penentuan perilaku yang akan diukur tergantung pada kompetensi serta indikator-indikator yang digunakan sebagi acuan terhadap keberhasilan pembelajaran. dengan tingkatan mulai dari : a) Pendapat atau pandangan. Sistem Penilaian Pembelajaran berbasis Kompetensi a. memperkirakan. menyusun. dasar-dasar gerakan.

(2) dua pilihan. (3) menjodohkan. sehingga tidak terdapat nilai tengah namun daftar ini lebih praktis digunakanuntuk mengamati subyek dalam jumlah besar. b) Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut. d) Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak. c) Konstruksi. Teknik Penilaian pembelajaran Dalam Sistem Penilaian Pembelajaran berbasis Kompetensi dikenal tujuh teknik penilaian yaitu: 1) Penilaian tertulis. baik-tidak baik. (4) sebab-akibat dan b) mensuplai jawaban yang dibedakan dalam : (1) isian atau melengkapi. Kelemahan dengan instrumen ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak. Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. (2) jawaban singkat atau pendek. Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal : a) Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan peserta didik untuk menunjukan kinerja dari suatu kompetensi. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik dari pada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan siswa yang sebenarnya. sehingga gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut siswa melakukan tugas tertentu. dll. sehingga semua dapat diamati e) Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati. misalnya dilakukan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam. Untuk menilai kemampuan berbicara peserta didik. d) Bahasa. 282 . bermain peran. b) Materi. presentasi. jika criteria penguasaan kompetensi tertentu dapat diamati oleh penilai dan tidak mendapat nilai jika tidak bias diamati. ada dua bentuk tes tertulis yaitu a) memilih jawaban yang dibedakan menjadi : (1) pilihan ganda. 2) Penilaian Unjuk Kerja Penilaian dilakukan dengan mengamati kegiatan siswa dalam melakukan sesuatu. memainkan suatu alat. misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas. berpidato. Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam penilaian tertulis adalah: a) Karakteristik mata pelajaran dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diuji. Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan atau instrumen berikut: (a) Daftar Cek (Check-list). misalnya benar-salah. kesesuaian soal dengan standar kompetensi. kompetensi dasar dan indikator pencapaian pada kurikulum. c) Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. (3) soal uraian. misalnya rumusan soal tidak menggunakan kalimat yang mengandung penafsiran ganda. bercerita dan melakukan wawancara. misalnya praktek.c. dapat diamatitidak dapat diamati. seperti : diskusi dalam kelompok kecil. dengan menggunakan daftar cek peserta didik akan mendapat nilai.

..Contoh Format Penilaian (Menggunakan Daftar Cek) Nama Peserta didik : ........ pilihan kategori nilai lebih dari dua. Kelas :. Dalam hal ini pemberian nilai secara kontinum... NoAspek yang dinilaiBaikTidak Baik123456Skor yang dinilaiSkor maksimum6 Keterangan : Baik = mendapat skor 1 Tidak Baik = tidak mendapat skor (O) (b) Skala Penialian (Rating Scale) Penilaian unjuk kerja dengan menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu.. perlu dilakukan penilaian oleh lebih dari satu orang...... agar hasil penilaian lebih akurat..... 283 .. Skala penilaianterentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna..... Untuk memperkecil faktor subyektivitas........

.................... N NoAspek yang dinilaiSkor123412345Jumlah SkorSkor maksimum20 Keterangan : 1 = tdak kompeten 2 = cukup kompeten 3 = kompeten 4 = sangat kompeten Jumlah skor merupakan penjumlahan skor masing-masing aspek yang dinilai/diukur.x Skala nilai yang digunakan Skor Maksimum 284 .... sedangkan kriteria penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Jumlah Skor Nilai = --------------------. Kelas :............... N NoAspek yang dinilaiSkor123412345Jumlah SkorSkor maksimum20 Nama Peserta didik : ... Kelas :............................Contoh Format Penilaian (Menggunakan Skala Penilaian) Contoh Format Penilaian (Menggunakan Skala Penilaian) Nama Peserta didik : .

... Secara umum obyek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah : a) Sikap terhadap materi pelajaran b) Sikap terhadap guru/pengajar c) Sikap terhadap proses pembelajaran d) Sikap berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran... peserta didik sangat bermanfaat pula untuk menilai sikap peserta didik serta dapat Semarang 2009 menjadi bahan dalam penilaian perkembangan peserta didik secara keseluruhan........... maka nilai siswa tersebut = 50 3) Penilaian Sikap Sikap terdiri dari tiga komponen....... selain bermanfaat untuk merekam dan menilai perilaku Nama Guru :..... Teknik penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : a) Observasi perilaku. e) Sikap berhubungan dengan kompetensi afektif lintas kurikulum yang relevan dengan mata pelajaran................. Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu obyek... hasil penilaian observasi perilaku dicatat dalam buku catatan harian : Contoh : Halaman Sampul Buku Catatan Harian BUKU CATATAN HARIAN TENTANG PESERTA DIDK (Nama Sekolah) Mata Pelajaran : ................ lembaran buku tersebut.. Catatan dalam Tahun Pelajaran:.............. yaitu komponen afektif.... Ket 285 ......Peserta Didik Perhatia a Skor siatif n Sistem a tis 1 2 3 4 Ridwan Rifki .. komponen kognitif dan komponen konatif............... Kolom kejadian diisi dengan kejadian positif maupun negatif.............. Kelas :..Sebagai Contoh : Jika skala penilaian yang digunakan adalah skala 1-100 dan salah seorang siswa memperoleh skor 10..... .... Adapun komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran obyek sikap...... Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai obyek.......... Selanjutnya berikut ini contoh format penilaian sikap dalam pembelajaran : Contoh : Format Penilaian Sikap dalam Pembelajaran Contoh : Halaman isi : Buku Catatan Harian No Nama Skor perilaku No Bekerja Berinis Nama Hari/ Penuh Bekerj Kejadian Jml Nilai Tanggal sama .......

..... Kelas :........... Berdasarkan jawaban atau reaksiu lain yang tampil dalam memberikan jawaban dapat dipahami sikap peserta didik itu terhadap sesuatu obyek.......... misalnya bagaimana tanggapan peserta didik tentang kebijan pemerintah mengimpor beras.... No Deskripsi Perilaku Deskripsi perubahan Pertemuan.hari/Tgl........ keadaan............... Nilai merupakan jumlah dsari skor-skor tiap indikator perilaku c............. ST awal . ......... peserta didik diminta membuat ulasan yang berisi pandangan atau tanggapannya tentang suatu masalah...... Capaian T R SR 286 . Catatan : Kolom perilaku diisi dengan skor yang sesuai dengan kriteria berikut : 1 = sangat kurang 2 = kurang 3 = sedang 4 = baik 5 = sangat baik b.... 1 2 3 4 . estetika........ .................. atau hal yang menjadi objek sikap.... jasmani semua catatan dapat dirangkum dalam lembar pengamatan berikut : Contoh : Lembar Pengamatan Nama Siswa : : .. ... kewarganegaraan......Skor maksimal = 20 a....................... Untuk menilai perubahan perilaku atau sikap siswa secara keseluruhan termasuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia......... kepribadian............................ maka nilai siswa tersebut = 75 b) Pertanyaan langsung Guru sebagai penilai dapat menanyakan secara langsung tentang sikap seseorang/peseta berkaitan dengan sesuatu hal yang berhubungan dengan pembelajaran.. c) Laporan Pribadi Mengguanakan laporan pribadi sebagai salah satu teknik penilaian di sekolah...... jika seorang siswa memperoleh skor 15..... Smester : .. Kriteria penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Jumlah Skor Nilai = ----------------------......x Skala nilai yang digunakan Skor maksimum Contoh : Skala penilaian yang digunakan 1-100.

kemampuan mengaplikasikan.menggali danmengembangkan gagasan serta mendesain produk. meliputi penilsisn kemampuan peserta didik dalam merencanakan. sampai hasil akhir proyek. kemampuan penyelidikan. Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster. pengolahan dan penyajian data. ST = peruabahan sangat tinggi T = perubahan tinggi R = perubahan rendah SR = perubahan sangat rendah Informasi tentang deskripsi perilaku diperoleh dari : . pengumpulan data. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan. proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya. Penilaian ini meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produkproduk teknologi.  Keterangan : Kolom capaian diisi dengan tanda centang sesuai perkembangan perilaku. analisa data dan penyiapan laporan tertulis. dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan. 5) Penialaian Produk Penialian produk adalah penilaian terhadap poses pembentukan dan kualitas produk. Instrumen penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan.pertanyaan langsung .buku catatan harian 4) Penilaian Proyek Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode waktu tertentu. kemampuan peserta didik dalam memilih topik. 287 . pemahamn dan keterampilan dalam pembelajaran. seperti penyususnan desain. dan kemampuan menginformasikan dari peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas. Pengembangan produk meliputi 3 tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu : a) Tahap persiapan. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian. pengorganisasian. dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik. proses pengerjaan. c) Keaslian. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman. mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta pengumpulan laporan b) Relevansi : keseuaian dengan mata pelajaran. Dalam penilaian proyek ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan yaitu : a) Kemampuan pengelolaan. pengumpulan data. Sehubungan dengan itu guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai.laporan pribadi . seni.

... Membuat gambar kerja 2 Pelaksanaan : a. Sikap kerja b.... memenuhi kriteria keindahan/presisi dan sebagainya................. Finishing 3 Laporan produk : a.. Contoh Penilaian Produk Mata Pelajaran : .... Kelas :.. Pemakaian bahan d..... meliputi menilai kemampuan siswa membuat produk sesuai kegunaannya. biasanya dilakukan hanya pada tahap penilaian produk.. Nama Produk :.... Kesesuaian spesifikasi Total skor * Aspek yang dinilai disesuaikan dengan produk dan kondisi siswa/sekolah ** Skor diberikan kepada siswa tergantung dari ketepatan dan kelengkapan jawaban yang diberikan... Performa b......b) Tahap penilaian.......x pertemuan Nama Siswa : : ........... Tenik penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik : a) Cara analitik yaitu berdasarkan aspek-aspek produk. b) Cara holistik yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk.............. Mengerjakan e Perakitan f..... Penggunaan alat c............. 288 ..... No Aspek * Skor (1-5)** 1........ semakin lengkap dan tepat semakin tinggi skor....... biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan (tahap persiapan. Alokasi waktu :... Perencanaan : a........... pembuatan produk dan penilaian produk)... Persiapan alat dan bahan b.

hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi yang tercantum dalam kurikulum. sinopsis dsb. gambar. hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang memberikan dukungan siswa untuk lebih meningkatkan diri. Proses belajar yang misalnya diperoleh dari catatan guru tentang kinerja dan karya siswa h) Penilaian dan pembelajaran. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan portofolio di sekolah antara lain : a) Karya siswa adalah benar-benar karya siswa itu sendiri. puisi. kerahasisaan hasil pengumpulan informasi perkembangan siswa perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan. tetapi digunakan oleh siswa itu sendiri untuk dapat melihat kemampuan. c) Kerahasiaan bersama antara guru dan siswa. e) Kepuasan. penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Langkah-langkah dalam penilaian portofolio yaitu : a) Jelaskan kepada siswa bahwa penggunaan portofolio tidak hanya merupakan kumpulan kerja siswa yang digunakan oleh guru untuk penilaian. dalam proses penilaian guru dan siswa harus saling percaya. Manfaat utama penilaian ini sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi guru untuk melihat kelebihan dan kekurangan siswa. saling memerlukan dan saling membantu. laporan penelitian. guru dan siswa perlu mempunyai rasa memiliki berkas portofolio. d) Milik bersama (joint ownership) antara guru dan siswa. surat. 289 . Antara satu dan peserta didik yang lain ada yang sama ada yang berbeda.6) Penilaian Portofolio Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. antara lain. Berdasarkan hasil perkembangan tersebut guru dan siswa sendiri dapat menilai kemampuan perkembangan siswa dan terus melakukan perbaikan. sehingga siswa akan merasa memiliki karya yang dikumpulkan dan akhirnya akan berupaya terus meningkatkan kemampuannya. Dengan demikian portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar siswa melalui karyanya. b) Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat. resensi buku/litelatur. Akhir suatu periode karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan siswa. Proses ini tidak akan terjadi secara spontan tetapi membutuhkan waktu bagi peserta didik untuk belajar meyakini hasil penilaian mereka sendiri. atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran. b) Saling percaya antara guru dan siswa. sehingga terjadi proses pendidikan berlangsung dengan baik. g) Penilaian proses dan hasil. komposisi musik. karangan. guru melakukan penelitian atas hasil karya siswa yang dijadikan bahan penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil karya yang dibuat oleh siswa itu sendiri. f) Kesesuaian. lembar jawaban tes yang menunjukan soal yang mampu dan tidak mampu dijawab/bukan nilai. foto. Informasi tersebut dapat berupa karya siswa/hasil pekerjaan dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik. keterampilan dan minat dirinya. penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. lukisan. sehingga memberi dampak negatif pada proses pendidikan.

.... Guru dapat membimbing peserta didik..... e) Tentukan kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya dengan para peserta didik.. a) Penialian langsung dan spesifik... Jika perlu undang orang tua peserta didik dan diberi penjelasan tentang maksud serta tujuan portofolio........ Nama Siswa : : . Alokasi waktu : ...c) Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap peserta didik dalam satu map atau folder di rumah masing-masing atau loker masing-masing di sekolah.......... N o SK KD Peri o de 30/7 15/8 Kelengkap an Gagasan 4 3 2 1 Kritria dan Skor Sistematik Ketepatan Gagasan Analisis Up To date Ke t 1 1 1.. Tujuan utama dari penilaian dari penilaian diri adalah untuk mendukung atau memperbaiki proses dan hasil belajar...... yaitu penilaian pada saat atau setelah selesai melakukan tugas... afektif dan psikomotorik........... Hal ini dapat dilakukan pada saat membahas portofolio.... g) Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan.. d) berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik sehingga dapat dilihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu.... f) Minta peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan. Peran penilaian diri menjadi penting bersamaan dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru ke peserta didik didasarkan pada konsep belajar mandiri. sehingga orang tua dapat membantu dan memotivasi anaknya.. serta bagaimana cara memperbaikinya.... Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif...... Kelas :.... Contoh : Format Instrumen portofolio Mata Pelajaran : ......... proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya.1 7) Penialian Diri (self assessment) Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian dimana peserta didik diminta menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status. Meskipun demikian hasil penilaian diri dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk memberikan nilai. maka peserta didik diberi kesempatan untuk memperbaiki. namun antara peserta didik dan guru perlu dibuat kontrak atau perjanjian mengenai waktu perbaikan misalnya 1 minggu karya yang telah diperbaikiharus diserahkan kepada guru... bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut.. Diskusikan cara penilaian kualitas karya para peserta didik.......... sehingga peserta didik mengetahui harapan /standar guru dan berusaha mencapai standar tersebut..... 290 .... untuk menilai aspek-aspek kompetensi tertentu dari suatu mata pelajaran.. Ada beberapa jenis penilaian diri. diantaranya ........ h) Bila perlu jadwalkan pertemuan untuk membahas portofolio....

b) Siswa menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya. e) Meminta siswa untuk melakukan penilaian diri f) Guru mengkaji hasil penilaian. karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri. karena ketika melakukan penilaian. membiasakan dan melatih siswa untuk berbuat jujur. yaitu penilaian yang dilakukan dalam kurun waktu yang panjang untuk memberikan penilaian secara keseluruhan. Keuntungan penggunaan penilaian diri di kelas antara lain: a) Dapat menumbuhkan rasa percaya diri siswa. dapat berupa pedoman penskoran. g) Lakukan tindakan lanjutan. harus melakukan instropeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. karena mereka dituntut untuk jujur dan obyektif dalam melakukan penilaian. Teknik penilaian agar tidak cenderung subyektif. daftar cek atau skala penilaian. c) Penilaian sosio-afektif yaitu penilaian terhadap unsur-unsur afektif atau emosional.b) Penilaian tidak langsung dan holistik. antara lain guru memberikan balikan tertulis. Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang. guru dan siswa membahas bersama proses dan hasil penilaian. 291 . maka harus dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan obyektif melalui langkah-langkah sebagai berikut : a) Menjelaskan pada siswa tujuan penilaian diri b) Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai c) Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan d) Merumuskan format penilaian. c) dapat mendorong. untuk mendorong siswa supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan obyektif.

.... Mengusulkan ide kepada kelompok selama diskusi 2............ Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan tekanan tes yang setepat-tepatnya... Mengajukan pertanyaan 6.................. Kisi-kisi instrumen penilaian pembelajaran Table of specification atau lay-out atau test blue-print atau kisi-kisi merupakan deskripsi mengenai ruang lingkup dari isi materi yang akan diujikan. 3) Menentukan materi untuk penyusunan instrumen................... e.Keterlibatan semua anggota kelompok dalam diskusi 4................... Mengorganisasikan kelompok 8................. 6) Menyusun distribusi instrumen ke dalam format kisi-kisi instrumen penilaian........ 292 ...................... C atau D didepan tiap pernyataan A : Selalu B : Sering C : Kadang-kadang D : Tidak Pernah 1................ : ......Mendengarkan pendapat orang lain 5.......... B............ sehingga dapat menjadi petunjuk dalam menulis soal.....................Memberi kesempatan kepada semua peserta mengajukan usul 3...................... tuliskan huruf A....................... 5) Menentukan penyebaran butir instrumen yang akan diujikan ke dalam tiaptiap indikator.....Contoh Penilaian Diri PARTISIPASI SISWA DALAM KELOMPOK Nama Siswa Kegiatan Kelompok : .. 7) Menuliskan instrumen penilaian dengan mengacu pada kisi-kisi yang telah tersusun..... untuk nomor 1 s/d 9.. 2) Menentukan standar kompetensi/kompetensi dasar beserta indikatorindikatornya...... : .......Mengacaukan kegiatan diskusi 9........... Penyusunan Instrumen penilaian pembelajaran Langkah-langkah dalam penyusunan intrumen penilaian pembelajaran adalah : 1) Menyusun pedoman penskorannya............ Penentuan didasarkan pada penyediaan waktu untuk ujian...........Melamun d.............. Nama Anggota kelompok Isilah pernyataan berikut dengan jujur....... Mengorganisasikan ide-ide secara sistematis 7............. 4) Menentukan jumlah/proporsi butir instrumen yang akan diujikan.

......2..1 9 20...1 2.2... Kurikulum : ..1 Indikator 2...32...1..1 2..... Penyususan 1...16......1.........12.. Penulisan Instrumen Penilaian Contoh Penyebaran butir soal Teknis Tes No 1 KD 2..44.2 2....2.. 3 5.......1 2....22.38.............13...23....43....24.......9..2 2..1 2...14....7 11. Mata Pelajaran : ...........2 2....33.18..2 2..........Kisi-kisi yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu : 1) Mewakili isi silabus/kurikulum atau materi yang telah diajarkan secara tepat dan proposional... Alokasi waktu : .....45 47 49...3 2.15..6... Bentuk Soal : ..........30 46 48 10 20 % Smester 2 2.......... 2) Komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami 3) Materi yang hendak ditanyakan dapat dibuatkan instrumennya.26.. 2 ..3 9 41........2..... Contoh : Format Kisi-kisi Instrumen pembelajaran Jenis Sekolah :......1....42..... 1 2 v v v v v v v v g.21.27 31......1.3 KKM (%) : Unjuk kerja v Pro duk 70 70 70 70 70 70 Teknik Penilaian Proyek Tes Porto folio v v Sikap Penilai an diri 2.......3 Jumlah Perbandi ngan Keterangan : Smester 1 1 4 8..34.10 28..3 2....50 40 80 % Juml Soal 3 4 20 18 2 3 50 2 2...2.1.....36....1. SK KD Indi Kator 2.......17............2 293 ....2..25..35.. 2 2. Jumlah soal : .29.37....

sedangkan nomor soal lainnya berbebtuk pilihan ganda f. Dalam penulisan soal berbentuk uraian wujud soal terdiri dari : 1) Dasar pertanyaan/stimulus bila ada atau diperlukan 2) Pertanyaan 3) Pedoman penskorannya Dalam penulisan soal berbentuk uraian terdapat beberapa kaidah penulisan yang perlu diperhatikan yaitu : a) Materi (1) Soal harus sesuai dengan indikator (2) Setiap pertanyaan diberi batasan jawaban yang diharapkan (3) Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan tujuan yang akan di ukur 294 . Hal yang paling sulit dalam penulisan soal bentuk uraian adalah menyusun pedoman penskorannya. Berdasarkan metode penskorannya. Adapun kelengkapan yang dimaksud adalah kelengkapan perilaku yang diukur yang dipergunakan untuk menetapkan aspek yang dinilai dalam pedoman penskorannya.Nomor soal yang ditandai underline adalah soal berbentuk uraian. Kelemahannya untuk soal bentuk pilihan ganda diantaranya adalah sulit menyusun pengecoh atau distructure. Bentuk uraian obyektif adalah suatu soal atau pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep tertentu. Ada pula perilaku yang lebih tepat diukur dengan bentuk soal objektif. Untuk mengurangi tingkat subjektifitas dalam pemberian skor ini. sehingga penskorannya dapat dilakukan secara objektif. Setiap butir instrumen harus didasarkan rumusan indikator dalam kisi-kisi dan kaidah penulisan yang benar Penggunaan instrumen sangat tergantung pada perilaku yang akan diukur. 1) Penulisan Soal Bentuk Uraian Dalam proses menulis soal bentuk uraian diperlukan ketepatan dan kelengkapan dalam merumuskannya. sehingga penskorannya sukar dilakukan secara objektif. Ada perilaku yang lebih tepat diukur atau ditanyakan dengan menggunakn bentuk soal uraian. sedangkan untuk soal uraian diantaranya adalah dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan gagasan dan menyatakan jawabannya menurut kata-kata atau kalimat sendiri. Penulisan Instrumen Penelitian Penulisan instrumen merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam penyiapan bahan ujian. Untuk soal bentuk pilihan ganda atau multiple choise keunggulannya diantaranya dapat mengukur kemampuan secara objektif. yaitu menuntut siswa untuk mengorganisasikan gagasan dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan secara tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. dan dapat digunakan untuk mencakup materi yang luas yang dapat diujikan. Ketepatan yang dimaksud adalah bahwa materi yang ditanyakan tepat diujikan dengan bentuk uraian. Bentuk uraian non objektif adalah soal yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian atau konsep menurut pendapat masing-masing siswa. karena soal bentuk uraian kelemahannya pada tingkat subyektifitas dalam penskorannya. Artinya perilaku yang diukur dapat diskor secara dikotomus. masing-masing memiliki keunggulan dan masing-masing memiliki kelemahan. bentuk uraian diklasifikasikan menjadi 2 yaitu uraian objektif dan urian non objektif. sedangkan untuk soal uraian diantaranya adalah sulit menyusun pedoman penskorannnya. Penulis soal harus dapat setepat-tepatnya merumuskan pedoman penskorannya. Jadi tidak semua perilaku harus ditanyakan dengan bentuk soal uraian atau objektif mengingat setiapbentuk soal. maka dalam menentukan perilaku yang diukur dibuatkan skala.

a. Artinya satu soal hanya mempunyai satu kunci jawaban. Artinya apabila terdapat rumusan atau pernyataan 295 . Setiap butir soal hanya mengandung satu persoalan/gagasan. maka penulisanya perlu mengikuti langkah-langkah berikut. peta atau sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca c) Bahasa (1) Rumusan kalimat soal harus komunikatif (2) Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (baku) (3) Tidak menimbulkan penafsiran ganda (4) Tidak mempergunakan bahasa yang berlaku setempat (5) Tidak mengandung kata/ungkapan yang menyinggung perasaan siswa 2) Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda Menulis soal bentuk pilihan ganda sangat diperlukan ketrampilan dan ketelitian. Konstruksi 1) Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. (4) Tabel. 2) Pengecoh harus berfungsi. Untuk memudahkan pengelolaan. (3) pilihan jawaban yang terdiri dari: kunci jawaban pengecoh. gambar. Siswa yang mengerjakan soal hanya memilih satu jawaban yang benar dari pilihan jawaban yang disediakan. Adapun formatnya seperti contoh di atas dan perlu disesuaikan dengan bentuk soal pilihan ganda. kemampuan/ materi yang hendak diukur/ditanyakan harus jelas. Materi 1) Soal harus sesuai dengan indikator. grafik. Langkah pertama adalah menuliskan pokok soalnya. (2) pokok soal (item). perhatikan dan perkembangan soal. Kaidah penulisannya soal pilihan ganda. 3) Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. tidak menimbulkan pengertian atau penafsiran yang berbeda dari yang dimaksudkan penulis. Hal yang paling sulit dilakukan dalam menulis soal bentuk pilihan ganda adalah menuliskan pengecohnya.(4) Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat sekolah b) Konstruksi (1) Menggunakan kata tanya/perintah yang menuntut jawaban terurai (2) Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal (3) Setiap soal harus ada pedoman penskorannya. Oleh karena itu untuk memudahkan dalam penulisan soal bentuk pilihan ganda. 2) Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja. kemudian langkah ketiga adalah menuliskan pengecohnya. Misalnya. Wujud soalnya terdiri dari: (1) dasar pertanyaan/stimulus (bila ada). maka soal ditulis di dalam format soal. Artinya soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi. b. Pengecoh yang baik adalah pengecoh yang tingkat kerumitan atau tingkat kesederhanaan serta panjang pendeknya relatif sama dengan kunci jawaban. Soal bentuk pilihan ganda merupakan soal yang telah disediakan pilihan jawabannya. Maksudnya kunci jawaban benar tidak lebih dari satu atau kurang dari satu. Setiap satu soal ditulis di dalam satu format. langkah kedua adalah menuliskan kunci jawabannya.

8) Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus didasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktu. atau ungkapan yang dapat memberikan petunjuk ke arah jawaban yang benar. Artinya. maka secara materi yang ditanyakan menjadi tidak homogen. wacana. 12) Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. Artinya dengan adanya pilihan seperti ini. 296 . grafik. kadang-kadang. . Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar. 6) Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama. Artinya. tabel. apa saja menyertai suatu soal yang ditanyakan harus jelas. diagram. penggunaan negatif ganda diperbolehkan bila aspek yang akan diukur justru pengertian tentang negatif ganda itu sendiri. bahwa dalam merumuskan pokok soal jangan menggunakan kata atau ungkapan seperti sebaiknya. 1) Penggunaan kalimat harus ada unsur subjek. dimengerti oleh siswa. tabel atau sejenisnya berarti gambar. 11) Umumnya. Artinya. Kaidah ini diperlukan karena adanya kecenderungan siswa memilih jawaban yang paling panjang karena seringkali jawaban yang lebih panjang itu lebih lengkap dan merupakan kunci jawaban. dan sejenisnya terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. Bahasa/budaya Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Apabila soal tetap bisa dijawab tanpa gambar. penulisannya harus setara. Artinya. grafik. Hal ini untuk mencegah terjadinya kesalahan penafsiran siswa terhadap arti pernyataan yang dimaksud. 7) Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “semua pilihan jawaban di atas salah” atau “semua pilihan jawaban di atas benar”. 5) Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. terbaca. Untuk keterampilan bahasa. semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama seperti yang ditanyakan oleh pokok soal.yang sebetulnya tidak diperlukan. Artinya pilihan jawaban yang berbentuk angka harus didasarkan besar kecilnya nilai angka dari nilai angka paling berurutan sampai nilai angka yang paling besar. pada pokok soal jangan sampai terdapat dua kata atau lebih yang mengandung arti negatif. grafik. kelompok kata. maka rumusan atau pernyataan itu dihilangkan saja. Artinya. Penyusunan secara urut dimaksudkan memudahkan siswa melihat pilihan jawaban. umumnya. atau kata yang tidak pasti karena maksud kata-kata itu tergantung pada keadaan dan situasi siswa yang bersangkutan. 3) Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. 4) Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. pada pokok soal jangan sampai terdapat kata. kadang-kadang. dan sebaliknya. dan semua pilihan jawaban harus berfungsi. atau tabel itu tidak berfungsi. 10) Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata bermakna tidak pasti seperti sebaiknya. c. Demikian juga pilihan jawaban yang menunjukkan waktu harus secara kronologis. 9) Gambar.

2) Penggunaan kalimat harus ada unsur predikat (bagian yang berfungsi menerangkan subjek). 3) Hindarkan pernyataan yang hanya berupa anak kalimat. 4) Dalam memilih kata harus diperhatikan ketepatannya dengan pokok masalah yang ditanyakan. 5) Penulisan kata perlu disesuaikan dengan kebenaran penulisan baku. 6) Penulisan huruf (capital dan kecil) dalam soal perlu diperhatikan. 7) Penggunaan tanda baca dalam penulisan soal perlu diperhatikan. 8) Bahasa yang digunakan harus komunikatif, sehingga pernyataannya udah dimengerti warga belajar/siswa. 9) Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan di daerah lain atau nasional. 10)Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Letakkan kata/frase pada pokok soal. 3) Penulisan Soal Bentuk Jawaban Singkat Dalam menulis soal bentuk jawaban singkat, penulis soal harus mengetahui konsep dasar bentuk jawaban singkat. Bentuk ini merupakan salah satu bentuk soal obyektif yang jawabannya menuntut siswa untuk menjawab soal dengan singkat, yaitu jawabannya dapat berupa suku kata, kelompok kata/frase, symbol matematika, atau angka. Adapun wujud soal bentuk jawaban singkat adalah terdiri dari 5 unsur, yaitu : (1) dasar pernyataan (stimulus) bila diperlukan, (2) pertanyaan, (3) tempat jawaban, (4) kunci jawban, (5) pedoman penskoran. Dasar pertanyaan seperti pada contoh di atas tidak selalu diperlukan. Hal ini tergantung pada perilaku yang hendak diukur dalam soal itu. Apabila soalnya tidak berhubungan dengan bacaan dan hanya menuntut kemampuan ingatan, maka dasar pertanyaan (stimulus) pada soal bentuk ini tidak diperlukan. Adapun kaidah penulisan soal bentuk jawaban singkat adalah sebagai berikut : a. Materi 1) Soal harus sesuai dengan indikator 2) Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan jawaban singkat b. Konstruksi 1) Pernyataan disusun dengan bentuk pertanyaan langsung agar siswa lebih mudah merumuskan jawaban singkat. 2) Pernyataan disusun dengan bentuk pertanyaan yang menuntut jawaban singkat/pendek yang berupa sebuah kata, angka, symbol atau kelompok kata. 3) Tempat jawaban hendaknya berupa garis lurus (bukan titik-titik). Tanda titik-titik dapat mengaburkan pengertian pemeriksanya. Misal karena ada tanda titik dapat mengaburkan pandangan pemeriksa, sehingga dikira huruf atau lainnya. 4) Hindarilah pertanyaan yang menggunakan kata-kata yang langsung mengutip dari uraian materi buku pelajaran. 5) Pertanyaan hanya ada satu jawaban yang benar. Hal ini perlu diperhatikan karena seringkali siswa memberikan interpretasi pertanyaan yang sama sekali tidak diduga dan dimaksudkan oleh penulis soal. Cara mengatasinya semua kemungkinan jawaban harus didaftar/dicantumkan dalam kunci pemeriksaan. 6) Tempat jawaban yang dikosongkan harus sama panjangnya dan ditempatkan setelah pertanyaan.

297

7) Jika jawaban yang dikehendaki adalah menuntut satuan urutan, maka ungkapkanlah secara rinci di dalam pertanyaan. c. Bahasa/budaya 1) Gunakanlah pertanyaan yang menuntut jawaban singkat, misalnya menggunakan kata tanya siapa, kapan, berapa, di mana. 2) Bahasa soal harus komunikatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa. 3) Gunakan bahasa Indonesia baku 4) Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/baku. 4) Penulisan soal bentuk isian Dalam menulis soal bentuk isian, penulis soal harus mengetahui konsep dasar bentuk isian. Bentuk ini merupakan salah satu bentuk soal yang jawabannya menuntut siswa untuk melengkapi atau mengisi kata-kata atau kelompok kata yang dihilangkan. Soalnya disusun seperti kalimat lengkap, kemudian dihilangkan pada bagian tertentu yang harus diisi oleh siswa. Kaidah penulisannya adalah sebagai berikut : a. Materi 1) Soal harus sesuai dengan indikator 2) Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan bentuk lisan b. Konstruksi 1) Pernyataan disusun sedemikian rupa, sehingga jelas jawaban yang diharapkan. 2) Hindarkan petunjuk ke arah jawaban yang benar 3) Susunlah pertanyaan yang dapat mempermudah penskorannya 4) Hindarkan pernyataan-pernyataan yang kurang tegas 5) Susunlah soal dengan pernyataan berita 6) Usahakan hanya ada satu jawaban yang benar 7) Hindarkan pernyataan yang terlalu banyak dihilangkan, sebuah soal yang terlalu banyak yang dihilangkan sukar diketahui apakah sebenarnya hal yang diukur. 8) Pernyataan yang dihilangkan adalah benar-benar bentuk kata atau frasa yang merupakan kunci jawaban dan bukan hal-hal yang memang tidak penting. 9) Hindarkan pernyataan yang diambil langsung persis sama dengan di dalam buku pelajaran. 10) Tempat jawaban yang disediakan untuk setiap soal harus sama panjangnya. Jika tempat jawaban tidak sama panjangnya, siswa cenderung untuk mengira-ira jawabannya sesuai dengan panjang tempat kosong itu. 11)Dalam menyusun soal yang memerlukan jawaban rincian perlu disusun secara berurutan (alfabetis jawabannya). Hal ini untuk memudahkan pemeriksaannya. 12) Daftarlah semua kemungkinan jawaban yang benar. Hal ini dimaksudkan untuk mempersiapkan jawaban benar yang tidak terduga dari siswa. 13) Berilah nomor pada tiap-tiap tempat jawaban. Hal ini untuk memudahkan penilaiannya. c. Bahasa/budaya 1) Bahasa soal harus komunikatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa. 2) Gunakan bahasa Indonesia baku 298

3) Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/baku. 5) Penulisan Soal Bentuk Menjodohkan Dalam menulis soal bentuk menjodohkan, penulisan soal harus mengetahui konsep dasar bentuk menjodohkan. Bentuk ini wujudnya terdiri dari dua kelompok atau kolom. Tugas siswa adalah mencari pasangan yang tepat dalam kedua kelompok itu. Misalnya siswa harus dapat mencocokkan antara kejadian dengan tanggal kejadian yang tepat. Kejadian dengan orang, kejadian dengan tempat. Istilah dengan definsi, perkataan asing/istilah asing dengan istilah bahasa Indonesia yang baku, peraturan-peraturan dengan contoh. Alatalat dengan penggunaannya dan lain-lain. Biasanya bentuk soal menjodohkan hanya terbatas untuk mengukur kemampuan ingatan. Bentuk soal ini juga dapat dipergunakan untuk menentukan nama dan tempat-tempat atau bagian-bagian yang telah diberi nomor pada peta, diagram dan sebagainya. a. Materi 1) Soal harus sesuai dengan indikator 2) Materi yang diukur sesuai dengan tuntutan bentuk menjodohkan 3) Gunakan materi-materi yang homogen untuk setiap kelompok, baik kelompok soal (pokok soal) maupun pilihan jawabannya). b. Konstruksi 1) Pertanyaan dan pilihan jawaban harus disusun dengan homogen, paralel/ sejajar. 2) Soal disusun sebelah kiri dengan bernomor, pilihan jawaban disusun di sebelah kanan dengan diberi nomor urut dengan huruf. 3) Pertanyaan dan pilihan jawaban hendaknya disusun secara sistematis. Jika daftar terdiri dari tanggal disusun secara kronologis, sedangkan pernyataan dalam pilihan jawaban dapat disusun menurut abjad. 4) Pertanyaan dan pilihan jawaban ditulis dalam halaman yang sama. Bila tidak demikian dapat membingungkan siswa dan dapat menyita waktu lama yang dipergunakan untuk membolak-bolik halaman saja. 5) Panjang soal ini dibatasi jumlahnya tidak lebih dari 10-15 butir soal. Daftar-daftar yang panjang cenderung akan menjadi terlalu heterogen dan dengan demikian memungkinkan adanya petunjuk-petunjuk bagi siswa yang pandai, lagi pula soal bentuk ini bila soalnya terlalu panjang/banyak akan membuang waktu yang terlalu banyak. 6) Jumlah pilihan jawaban disusun lebih banyak daripada soalnya. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat memikirkan jawabannya dengan tepat. 6) Penulisan Instrumen Penilaian Sikap Teknik penilaian sikap/budi pekerti merupakan prosedur penilaian yang dipergunakan untuk menilai perilaku siswa. Alat penilaian yang dapat dipergunakan seperti lembar pengamatan, portofolio, dan angket/kuesioner. a. Lembar Pengamatan Lembar pengamatan merupakan suatu alat penilaian yang pengisiannya dilakukan oleh guru atas dasar pengamatan terhadap perilaku peserta didik. Pelaksanaan pengamatannya dapat dilakukan guru pada sebelum mengajar, saat mengajar, dan sesudah mengajar. Perilaku minimal yang dapat dinilai dengan pengamatan untuk perilaku peserta didik, misalnya : ketaatan pada ajaran agama, toleransi, disiplin tanggung jawab, kasih sayang, gotong royong, kesetiakawanan, hormat menghormati, sopan santun dan kejujuran. Setelah teori diperoleh dari berbagai buku, maka langkah selanjutnya adalah menyimpulkan teori itu dan merumuskan/mendefinisikan (yaitu definisi 299

konsep dan definisi operasional) dengan kata-kata sendiri berdasarkan pendapat para ahli yang diperoleh dari beberapa buku yang telah dibaca. Definisi tentang teori yang dirumuskan inilah yang dinamakan konstruk. Berdasarkan konstruk yang telah dirumuskan itu maka langkah selanjutnya adalah menentukan dimensi (tema/obyek/hal-hal pokok yang menjadi pusat tinjauan teori), indikator (uraian/rincian dimensi yang diukur), dan penulisan butir soalnya berdasarkan indikatornya. Untuk lebih memudahkan dalam menyusun kisi-kisi tes, perhatikan alur urutannya seperti pada gambar berikut.
TEO RI D a r i h a s il p e n e litia n / p en d a p a t d ari 1. Buku A 2. Buku B 3. Buku C 4. Buku D 5. Buku E dst

KO NSTR UK - D e fin is i k o n s e p - D e fin is i o p e r a s io n a l

D IM E N S I

IN D I K A T O R

SO AL

Berdasarkan gambar di atas, penulis soal dapat dengan mudah mengecek apakah instrumen tesnya atau butir-butir soalnya sudah sesuai dengan indikatornya atau belum. Misalnya soal nomor 1 sampai dengan soal terakhir berasal dari mana ? Dari indikator-indikator dari mana ? Dari dimensi. Rumusan dimensi dari mana ? Dari konstruk. Rumusan konstruk dari mana ? Dari teori. Jadi kesimpulannya instsrumen tes yang telah disusun merupakan alat ukur yang (sudah tepat atau belum tepat) mewakili teori). Dalam penulisan instrumen non-tes, harus memperhatikan ketentuan/ kaidah penulisan sebagai berikut : 1) Materi a) Pernyataan harus sesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi. b) Aspek yang diukur pada setiap pernyataan sudah sesuai dengan tuntutan dalam kisi-kisi (misalnya untuk tes sikap : aspek kognisi, afeksi, atau konasinya dan pernyataan positif atau negatifnya). 2) Konstruksi a) Pernyataan dirumuskan dengan singkat (tidak melebihi 20 kata) dan jelas. b) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang tidak relevan dengan obyek yang dipersoalkan atau kalimatnya merupakan pernyataan yang diperlukan saja. c) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang bersifat negatif ganda. d) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang mengacu pada masa lalu. e) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang faktual atau dapat diinterpretasikan sebagai fakta. f) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang dapat diinterpretasikan lebih dari satu cara. g) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang mungkin disetujui atau dikosongkan oleh hampir semua responden. h) Setiap pernyataan hanya berisi satu gagasan secara lengkap. i) Kalimatnya bebas dari pernyataan yang tidak pasti seperti semua, selalu, kadang-kadang, tidak satupun, tidak pernah. j) Jangan banyak mempergunakan kata hanya, sekedar, sematamata. Gunakan seperlunya. 3) Bahasa/budaya

300

a) Bahasa soal harus komunikatif dan sesuai dengan jenjang pendidikan siswa/responden b) Soal harus menggunakan bahasa Indonesia baku c) Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/baku Instrumen skala sikap Berbagai definisi tentang sikap yang telah dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah Mueller (1986:3) yang menyampaikan 5 definisi dari 5 ahli, adalah sebagai berikut : a. Sikap adalah afeksi untuk atau melawan, penilaian tentang suka atau tidak suka akan tanggapan positif/negatif terhadap suatu obyek psikologis (thurstone). b. Sikap adalah kecenderungan untuk bertindak ke arah atau melawan suatu faktor lingkungan (Emory Bogardus) c. Sikap adalah kesiapsiagaan mental atau saraf (Golden Allport) d. Sikap adalah konsistensi dalam tanggapan terhadap obyek-obyek sosial (Donald Cambell) e. Sikap merupakan tanggapan tersebunyi yang ditimbulkan oleh suatu niai (Ralp Linton, ahli antropologi kebudayaan). Berdasarkan definisi di atas, para ahli menyimpulkan bahwa sikap mempunyai 3 komponen penting, yaitu komponen : (1) kognisi yang berhubungan dengan kepercayaan, ide dan konsep; (2) afeksi yang mencakup perasaan seseorang; dan (3) konasi yang merupakan kecenderungan bertingkah laku atau yang akan dilakukan. Oleh karena itu ketiga komponen ini dimasukkan di dalam format kisi-kisi “sikap belajar siswa” seperti contoh berikut. Definisi operasional sikap belajar adalah kecenderungan bertindak dalam perubahan tingkah laku melalui latihan dan pengalaman dari keadaan tidak tahu menjadi tahu yang dapat diukur melalui : toleransi, kebersamaan dan gotong royong, rasa kesetiakawanan dan kejujuran. No 1 Dimensi Toleransi Indikator a. Mau menerima pendapat orang lain atau tidak memaksakan kehendak b. Tidak mudah tersinggung a. Dapat bekerja kelompok b. Rela berkorban untuk kepentingan umum a. Mau memberi dan meminta maaf Nomor soal yang mengukur Kognisi Afeksi Konasi + + + 1 2 3 4 5 6

7

8

9

10

11

12

2

Kebersamaan dan gotong royong Rasa kesetiakawanan dst

3

Contoh soal seperti berikut: NO PERNYATAAN 1 Mau menerima pendapat orang lain merupakan ciri bertoleransi 2 Untuk mewujudkan cita-cita harus

SS

S

TP

TS

STS

301

10 4 Keterlibatan Kemauan 4. saya utamakan mereka yang pandai 5 Kalau saya boleh memilih. saya akan selalu mendengarkan usul-usul ke dua orang tuaku 6 Bekerjasama dengan orang lain berbeda suku lebih baik dihindarkan. NO PERNYATAAN SS S KK J TP 1 … 2 Saya segera mengerjakan PR sebelum datang pekerjaan yang lain 7 Saya asyik dengan pikiran sendiri ketika guru menerangkan di kelas 16 Saya suka membaca buku ekonomi 20 … Keterangan : SS = sangat sering. 18 Kerja keras 12. 1969:29). J = jarang. Berdasarkan kedua pernyataan ini. 14 Keterangan : nomor yang bergaris bawah adalah untuk pernyataan positif Contoh instrumen seperti berikut ini. TP = tidak pernah NO 1 DIMENSI Kesukaan 302 . Kisi-ksi dan soalnya adalah sebagai berikut: INDIKATOR NOMOR SOAL Gairah 8. 17 2 Ketertarikan Responsif 10. energy dalam memenuhi kesukaannya (Raths. 20 Keseleraan 2. Siswa yang menaruh minat pada suatu mata pelajaran perhatiannya akan tinggi dan minatnya berfungsi sebagai pendorong kuat untuk terlibat secara aktif dalam pelajaran tersebut. 15. ruang.1996:69). TS = tidak setuju. 1984:248). perhatian. 9 3 Perhatian Konsentrasi 7.. Minat juga merupakan kemampuan untuk memberikan stimulus yang mendorong seseorang untuk memperhatikan aktivitas yang dilakukan berdasarkan pengalaman yang sebenarnya (Crow and Crow. 6. TP = tidak berpendapat (raguragu). 1974:337) dan dapat membangkitkan gairah sesseorang serta melahirkan kesediaannya untuk menggunakan waktu. Oleh karena itu definisi operasional minat belajar adalah pilihan kesenangan dalam melakukan kegiatan dan dapat membangkitkan gairah seseorang untuk memenuhi kesediaannya yang dapat diukur melalui kesukacitaan. 5 Keuletan 1. maka minat merupakan pilihan kesenangan dalam melakukan kegiatan (Skiner. Keterangan : SS = sangat setuju. 13 Inisiatif 16.memaksakan kehendak Saya suka menerima pendapat orang lain Memilih teman di sekolah. KK = kadang-kadang. dan keterlibatan. S = sering. ketertarikan. et al. 19 Ketelitian 3. STS = sangat tidak setuju 3 4 Instrumen penilaian minat belajar Minat adalah kesadaran yang timbul bahwa obyek tertentu sangat disenangi dan melahirkan perhatian yang tinggi bagi individu terhadap obyek tersebut (crites. S = setuju.

65 T 20 3) Menentukan kriteria bagi soal yang baik dan tidak baik. Sampai dimana tingkat kesukaran soal itu (difficulty level of antara item) b. Maka tingkat kerusakan soal tersebut adalah sebagai berikut : TK = U+L 9+4 = = 0. Pengelompokkan tersebut didasarkan pada rangking skor yang diperoleh dalam kelompok tersebut/ketiga kelompok yang dimaksud tersebut. Yang diperlukan dalam analisis soal selanjutnya ialah kelompok pandai (upper group) dan kelompok kurang (lower group). 1) Menghitung jumlah siswa dalam kelompok pandai dan kelompok kurang yang menjawab soal tersebut dengan betul. yaitu : a. sehingga dapat membedakan antara kelompok siswa yang pandai dengan kelompok siswa yang bodoh. Dengan membuat item analysis. Item Analisis (Analisis Soal) Tujuan khusus item analysis adalah untuk mencari soalan tes mana yang baik dan mana yang tidak baik. 2) Kelompok pandai atau upper group (25% dari ranking bagian atas).21 dikategorikan soal yang sukar 303 . c. Selanjutnya dengan mengetahui soal-soal yang tidak baik dapat diambil langkah-langkah perbaikan terhadap soal-soal tersebut.84 dikategorikan soal yang mudah b) Untuk soal yang berbentuk multiple choice (3 option) TK ≤ 0. yaitu sebagai berikut : a) Untuk soal yang berbentuk true-false TK ≤ 0.16 dikategorikan soal yang sukar TK ≥ 0. 1) Taraf/Tingkat Kesukaran Soal Untuk mengetahui taraf kesukaran soal diperlukan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Mengelompokkan siswa dalam tiga kelompok. sedangkan kelompok sedang (middle group) kita biarkan. 4) Kelompok sedang atau middle group (50% ranking bagian tengah). 2) Menentukan taraf kesukaran dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TK = U+L T Keterangan : TK = tingkat/taraf kesukaran soal U = jumlah siswa yang termasuk kelompok pandai (upper group) yang menjawab benar untuk setiap soal L = jumlah siswa yang termasuk kelompok kurang (lower group ) yang menjawab benar untuk setiap soal T = jumlah siswa dari upper group dan lower group Contoh : Dalam tabulasi dari suatu item (item no 1) diketahui dari 10 orang kelompok pandai yang dapat menjawab benar 9 orang dan 10 orang kelompok kurang yang dapat menjawab benar 4 orang. sedikitnya kita dapat mengetahui tiga hal penting yang dapat diperoleh dari tiap soal.g. Apakah semua alternatif jawaban (optimis) menarik jawaban-jawaban ataukah tidak. Apakah soal itu mempunyai daya pembeda (discriminating power). 3) Kelompok kurang atau lower group (25% dari ranking bagian tengah).

b. Untuk hal ini dibedakan antara kelompok kecil (kurang dari 100) dan kelompok besar (100 orang ke atas) a.79 dikategorikan soal yang mudah c) Untuk soal multiple choice (4 option) TK ≤ 0. terdapat dalam tabel sebagai berikut : Tabel Analisis 10 Butir soal dari 20 Siswa Siswa A B C D E kelom pok B A A B A 1 1 0 1 0 1 2 0 1 0 0 1 3 1 1 1 1 1 4 0 1 0 0 1 Nilai Soal 5 6 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 7 1 0 1 1 1 8 1 0 1 1 1 9 1 1 1 1 1 10 0 1 1 0 1 Jmlh Skor 5 7 8 5 10 304 .BB /JB = PA . lalu dibagi 2. Mengingat biaya dan waktu untuk menganalisis. Untuk kelompok kecil . maka untuk kelompok besar biasanya hanya diambil kedua kutubnya saja yaitu 27% skor teratas sebagai kelompok atas/upper group (JA) dan 27% skor terbawah sebagai kelompok bawah/lower group (JB) Untuk menghitung indek daya pembeda soal dapat digunakan dengan dua cara. 50% kelompok atas dan 50% kelompok bawah. seluruh kelompok testee dibagi dua sama besar. yaitu : 1) Dengan menggunakan rumus sebagai berikut : D = BA/JA . untuk kelompok besar. Langkah-langkah yang ditempuh dalam menghitung indeks daya pembeda suatu soal.24 dikategorikan soal yang sukar TK ≥ 0.TK ≥ 0. maupun dalam menghitung jumlah siswa pada tiap-tiap kelompok yang menjawab benar dari suatu soal tersebut. sama dengan yang dilakukan pada saat menghitung tingkat kesukaran soal.PB Keterangan : D = indek daya pembeda soal JA = jumlah siswa kelompok upper group yang mengikuti tes JB = jumlah siswa kelompok lower group yang mengikuti tes BA = jumlah siswa kelompok upper group yang menjawab benar dari soal itu BB = jumlah siswa kelompok lower group yang menjawab benar dari soal itu PA = proporsi kelompok upper group yang menjawab benar dari soal itu PB = proporsi kelompok lower group yang menjawab benar dari soal itu Contoh : Dari hasil analisis tes yang terdiri dari 10 butir soal yang dikerjakan oleh 20 orang saiswa. baik dalam hal menentukan kelompok pandai (upper group) dan lower group.76 dikategorikan soal yang mudah 2) Daya Pembeda Soal Yang dimaksud daya pembeda suatu soal ialah bagaimana kemampuan soal itu untuk membedakan siswa-siswa yang termasuk kelompok upper group dengan siswa-siswa yang termasuk kelompok lower group. Caranya seluruh pengikut tes diurutkan mulai dari skor teratas sampai terbawah.

F G H I J K L M N O P Q R S T Jumlah B B B A A A B B A A B A A B B 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 11 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 15 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 12 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 8 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 6 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 16 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 15 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 10 6 6 6 8 7 7 5 3 7 9 3 8 8 6 6 Dari table di atas berdasarkan nama-nama siswa dapat kita peroleh skor-skor sebagai berikut : A = 5 F=6 K=7 P=3 B = 7 G=6 L=5 Q=8 C = 8 H=6 M=3 R=8 D = 5 I=8 N=7 S=6 E = 10 J=7 O=9 T=6 Dari angka-angka tersebut. selanjutnya diurutkan atau dibuat array (urutan penyebaran) dari skor yang paling tinggi ke skor yang paling rendah. Kelompok Atas Kelompok Bawah 10 6 9 6 8 6 8 6 8 6 8 5 7 5 7 5 7 3 7 3 ----------------------------------10 orang 10 orang Dari hasil array ini sekaligus menunjukkan adanya kelompok atas (JA) dan kelompok bawah(JB) dengan nama dan skor sebagai berikut : Kelompok Atas Kelompok Bawah B = 10 A = 6 C= 9 D = 6 E= 8 F = 6 I = 8 G =6 J = 8 H =6 K= 8 L = 5 N= 7 M =5 O= 7 P = 5 Q= 7 S = 3 305 .

Dari kelompok atas yang menjawab betul sebanyak 8 orang . maka diperoleh data bahwa : .3 Maka D = PA . karena tidak dapat menarik jawaban seorangpun. sedangkan JB = 10 BB = 3 PB = BB/JB = 0. sebab hanya dapat mengundang jawaban oleh siswa upper group yang lebih sedikit. Pilihan b sebagai distraktor tidak efektif. 3) Efektivitas Distraktor (Pengecoh) Seberapa jauh option dapat memenuhi fungsinya dapat diketahui dengan cara memperhatikan jumlah pemilih untuk tiap pilihan jawaban. Pada umumnya distraktor yang baik dapat mengudang jawaban yang lebih besar jumlahnya pada siswa lower group. C.3 = 0.0.8 . Pilihan jawaban a. Pilihan jawaban Jawaban upper group Jawaban lower group Jumlah a 5 3 8 b 4 3 7 c 0 0 0 d 1 4 5 Jumlah 10 10 20 Jawaban betul untuk soal di atas adalah a pilihan jawaban (option). Latihan Buatlah kelompok kecil yang terdiri dari 3 orang.20. sebab menarik jawaban lebih banyak dari siswa upper gorup.Dari kelompok bawah yang menjawab betul sebanyak 3 orang. maka indek dikriminasi atau daya pembeda dapat ditentukan sebagai berikut : JA = 10 BA = 8 PA = BA/ JA = 0. b.20) dikategorikan sebagai soal yang baik. c dan d sebagai distraktor.8 . Kejadian semacam ini disebabkan karena distraktor b membingungkan.5 Kriteria untuk soal dilihat dari indeks daya beda Soal yang indeks daya beda lebih besar dari 0. Setelah selesai presentasikan hasil pekerjaan saudara sesama kelompok yang lain.R= 7 T = 3 ----------------------10 orang 10 orang Dari tabel Analisis di halaman 53. (DB = > 0. baik oleh siswa upper group maupun lower group. kemudian susunlah sebuah kisi-kisi instrumen untuk menilai penguasaan peserta didik terhadap salah satu kompetensi dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP/SMA/MA yang dilengkapi dengan instrumennya. Option c sama sekali tidak efektif. Berikut ini disajikan satu contoh soal yang mempunyai 4 option. 306 .PA = 0. karena daya pembedanya rendah. tidak efektif. dan sedikit pada upper group. khusunya untuk nomor 1.

skala sikap) E. serta tentukan jenis dan bentuk instrumen yang akan digunakan untuk kegiatan pengukuran melalui tabel kisi-kisi instrumen. Rumuskan kompetensi dasar berdasarkan standar kompetensi dari kurikulum b. Standar isi kurikulum Mata pelajaran Bahasa Indonesia 2. kuesioner. Seperangkat instrumen penilaian dalam bentuk tes tertulis serta nontes (lembar pengamatan. Setiap kompetensi yang tercantum dalam kurikulum menggambarkan kemampuan yang diharapkan dikuasai oleh peserta didik. Tentukan teknik penilaian untuk pengukuran indikator-indikator. Salah satu ciri kurikulum berbasis kompetensi yaitu menerapkan pembelajaran kontekstual yaitu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan membantu peserta didik untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. 3. Tabel kisi-kisi instrumen penilaian. Lembar Kegiatan 1. Prasyarat Peserta pelatihan telah memiliki pengalaman menjadi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia selama 5 tahun. penilaian dan kegiatan belajar mengajar serta pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. b. Tuliskan susunan instrumen menurut penilaian sesuai dengan susunan yang ada pada tabel kisi-kisi. Satu set buku teks pelajaran Bahasa Indonesia b. c. Kompetensi tersebut meliputi kemampuan kognitif.D. sehubungan dengan hal itu maka untuk mengukur kompetensi tersebut tidak cukup hanya dengan teknik tes. sehingga peserta didik memiliki pengetahuan dan keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan atau ditranfer dari satu permasalahan/konteks ke permaslahan/konteks lainnya. Langkah Kegiatan a. 4. sosial dan kultural). Rumuskan indikator-indikator setiap kompetensi dasar. akan 307 . afektif dan psikomotorik. Hasil a. d. Rangkuman Kurikulum berbasis kompetensi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai peserta didik. Alat dan Bacaan a.

Tidak ada satu pun alat penilaian yang dapat mengumpulkan informasi hasil dan kemajuan belajar peserta didik secara lengkap. sedangkan teknik non-tes digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik berkaitan dengan aspek sikap dan keterampilan yaitu kemampuan mengaplikasikan konsep ke dalam kehidupan nyata sehari-hari dari peserta didik) Penyusunan kisi-kisi instrumen sebagai upaya guru dalam melaksanakan dan mewujudkan penilaian pembelajaran yang valid dan komprehensif. khususnya tes pilihan ganda ditambahkan analisis tentang tingkat kesukaran.tetapi penggunaan teknik non-tes akan menjadikan penilaian lebih valid dan komprehensif. dan efektivitas distraktor. Penilaian yang sahih dan komprehensif dapat dicapai dalam pembelajaran bilamana guru selaku aktor pengelola pembelajaran di kelas mampu menyusun instrumen penilaian secara sistematis. Setiap instrumen memiliki kelebihan dan kelemahan. 308 . daya pembeda. Selain itu intrepretasi hasil tes bersifat tidak mutlak karena peserta didik terus berkembang sesuai pengalaman belajar yang dialaminya. keterampilan. pengetahuan dan sikap seorang peserta didik. Teknik tes digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik yang berkaitan dengan aspek kognitif (menggunakan logika untuk memahami konsepkonsep secara utuh). Upaya tersebut bisa diwujudkan dengan mempersiapkan instrumen penilaian melalui tabel kisi-kisi instrumen. reliabilitas instrumen. Penilaian tunggal tidak cukup untuk memberikan gambaran yang lengkap tentang kemampuan. Untuk mendapatkan instrumen yang berkualitas perlu dilakukan analisis instrumen tentang validitas instrumen. sehingga dalam menyusun instrumen hendaknya memperhatikan pada kaidah-kaidah penulisannya. sedangkan instrumen tes. Setiap instrumen mempunyai kelebihan dan kelemahan.

b. Rumus skoring yang digunakan adalah sebagai berikut. Maka skor Riyan = 30 – 7 = 23 309 . 3. Ini diperlukan untuk mencek reliabilitas skoring terhadap jawaban-jawaban essay itu. mintalah dua atau tiga orang guru lain yang mengetahui masalah itu untuk menilai tiap jawaban. skorlah dengan rating method. Terampil menilai hasil belajar peserta didik melalui pendekatan yang sesuai B. dan bukan siswa demi siswa. Untuk itu bisa dilakukan dengan mengklarifikasikan jawaban-jawaban ke dalam 5 tingkat. 2) Untuk soal-soal essay dengan jawaban terbatas (restricted response questions). Uraian Materi : Skoring dan Penilaian Pembelajaran 1. tugas guru selanjutnya adalah mengadakan koreksi terhadap hasil isian instrumen yang telah dikenakan pada sasaran yang diukur (dalam hal ini aktivitas belajar peserta didik). Indikator a. berilah skor dengan point method. 5 isian salah dan 2 isian tidak dijawab. 6) Bilamana mungkin. 4 atau A. gunakan kriteria tertentu sebagai guide. dan tentukan skor yang dikenakan kepada tiap soal atau bagian soal (dengan weighting atau pembobotan). 3) Untuk soal-soal essay dengan jawaban terbuka (extended response questions). Dengan demikian dapat dihindarkan terjadinya halo effect. B. 2. S = skor S =R R = jumlah isian yang dijawab betul (right) Contoh : Misalkan sebuah tes berbentuk fill-in terdiri dari 30 isian. Skoring pada tes obyektif 1) Fill in completion (tes isian dan melengkapi) Setiap isian yang dijawab benar diberi skor satu. a. 4) Berikan skor atas jawaban-jawaban soal demi soal.MATA LATIH: SKORING DAN PENILAIAN PEMBELAJARAN A. Kompetensi dasar Peserta pelatihan memiliki ketrampilan dalam menentukan capaian kompetensi peserta didik melalui skoring dan pendekatan penilaian yang sesuai. Setiap jenis tes (apakah essay atau objektif) memiliki teknik skoring masing-masing. Skoring pada tes essay 1) Lakukan skoring terhadap jawaban-jawaban soal essay dalam hubungannya dengan hasil belajar yang sedang diukur. C. b. 2. berikut ini diungkapkan teknis atau cara dalam skoring pada masing-masing jenis instrumen. Skoring Setelah pengukuran kemampuan peserta didik melalui berbagai instrumen. yang selanjutnya diberi skor 0. Riyan mengerjakan tes tersebut 23 isian dijawab betul. D dan F. 5) Berikan skor jawaban-jawaban soal essay tanpa mengetahui identitas siswa yang mengerjakan itu. Terampil menerapkan teknik skoring terhadap hasil pengukuran pembelajaran. gunakan pedoman jawaban sebagai guide atau petunjuk. Kompetensi dan Indikator 1. 1. Tulislah lebih dulu pedoman jawabannya untuk tiap soal.

Rifki dapat menjawab 14 item betul. Rumus yang digunakan adalah : S=R− W n −1 Keterangan : S = skor yang diharapkan R = jumlah jawaban betul W = jumlah jawaban salah n = jumlah option 1 = bilangan konstan Contoh : 20 item soal pilihan ganda dengan option a – b – c – d tiap item.2) True-false tes (tes benar-salah) Setiap item yang dijawab betul diberi skor satu. Maka skor Melisa = 10 – 3 = 7 5) Skor akhir Skor akhir siswa dapat ditentukan dengan cara menjumlah skor yang diperoleh pada tiap-tiap jenis tes yang digunakan yang telah dihitung menurut rumus dan bobot masing-masing jenis tes. maka skor Devi = 13 – 5 = 8 3) Multiple choice test (bisa pilihan ganda) Setiap jawaban betul diberi skor satu dan setiap jawaban salah diberi skor 0. maka skor Rifki adalah : 20 − 4) Matching test (test menjodohkan) Setiap jawaban betul diberi skor 1 dan setiap jawaban salah 0. dijawab salah 5 item dan tidak dijawab 2 item. Contoh : Misalkan suatu tes terdiri atas empat macam bentuk yaitu : True-false = 30 item dengan bobot 1 Multiple choice = 20 item dengan bobot 2 (dengan 4 option) Matching = 10 item dengan bobot 3 Essay = 4 item dengan bobot 5 310 6 6 → 14 − → 14 − 2 = 12 4 −1 3 . Rumus yang digunakan adalah : S=R Contoh : Misalkan sebuah test berbentuk matching banyak 10 item. Rumus yang dipergunakan : S=R–W Keterangan : S = skor yang diharapkan R = jumlah item yang dijawab betul (right) W = jumlah item yang dijawab salah (wrong) Contoh : Umpamakan jumlah item true – false = 20 Devi dapat menjawab betul 13 item. 6 item salah. Melisa mengerjakan tes tersebut 7 item betul dan 3 item salah.

maksimal 3 x 1 = 3 (3 berasal dari 3 butir soal yang positif. 5 dengan pemberian skor : SS – 5. NO 1 2 3 4 5 PERNYATAAN SS Mau menerima pendapat orang lain X merupakan ciri bertoleransi Untuk mewujudkan cita-cita harus memaksakan kehendak Saya suka menerima pendapat orang lain Memilih teman di sekolah saya utamakan mereka yang pandai saja Kalau saya boleh memilih. saya akan selalu mendengarkan kedua orangtuaku bekerjasama dengan orang yang berbeda suku lebih baik dihindarkan Selalu mendengarkan usul kedua orang tuaku. X Penjelasan: dalam kisi-kisi tes. 4 adalah skor S : 5 adalah skor SS). S = 4. TS = 2. TS = 4. Skoring pada teknik non-test Berikut ini contoh hasil pengisian instrumen non tes (skala sikap) oleh salah satu peseta didik. maksimal 3 x 5 = 15 (3 berasal dari 3 butir soal yang positif. Skor siswa 10 sedangkan ukuran perilaku positif minimal 12 dan maksimal 15. dan skor akhir mereka adalah (10 + 9) : 2 = 9. Jadi sikap siswa tentang “toleransi” khususnya “mau 311 .5 atau 10. bekerjasama dengan orang yang berbeda suku lebih baik dihindari S TP TS X X X X STS 6.Fidia mengerjakan tes tersebut dengan hasil sebagai berikut : Tak Betul Salah Skor dijawab True-false 22 6 2 S = 22 – 6 =6 Multiple 14 6 ( 2 x 6 ) = 24 S = (2 x 14) choice Matching Essay 7 2 3 1 Skor akhir Fidia 1 S=7x3 S=3x5 4 −1 = 21 = 15 = 76 c. S = 2. soal nomor 1-6 adalah hanya mewakili indikator “mau menerima pendapat orang lain” dari dimensi “toleransi” untuk topik “sikap belajar siswa di sekolah” 1) Perilaku positif terdapat pada soal nomor 1. 4. 5) Skor rata-rata : perilaku minimal adalah (12 + 6) : 2 = 9. TP = 3. dan perilaku maksimal adalah (15 + 3) : 2 = 9. 5 adalah skor STS). STS = 1 2) Perilaku negatif terdapat pada nomor 2. perilaku negatif 4 + 2 + 3 = 9. 2 adalah skor S . STS = 5 3) Skor yang harus diperoleh dalam perilaku positif minimal 3 x 4 = 12. TP = 3. 3. 4) Skor yang harus diperoleh dalam perilaku negatif minimal 3 x 2 = 6. 6 dengan pemberian skor : SS = 1. 6) Jadi skor siswa di atas adalah : perilaku positif 5 + 4 + 1 = 10.

sebagai berikut : k = 1 + 3. Namun demikian hasil pengukuran ini belum memiliki makna bila belum dibandingkan dengan suatu acuan atau bahan pembanding. 7 dan 9 dengan menggunakan rumus sturgess. melainkan didasarkan pada nilai rata-rata dan simpangan baku yang dihasilkan kelompoknya. bila syarat-syarat yang mendasari kurva normal dipenuhi. b) Menentukan Jumlah kelas interval. skala A-E atau skala 1 – 10) Sebagai contoh di bawah ini ditampilkan cara mengolah skor mentah menjadi nilai 1 – 10 dengan pendekatan PAN. Artinya siswa tersebut mempunyai sikap positif yang tidak begitu tinggi tentang “mau menerima pendapat orang lain”. Jumlah siswa yang dinilai lebih dari 50 orang. Penggunaan sistem PAN pemberian makna skor yang diperoleh peserta didik tidak memakai kompetensi sebagai pedoman. maka skor mentah yang sudah diperoleh dari skoring diubah menjadi nilai dengan skala nilai tertentu (skala 1 – 4. hasil-hasil perhitungan dipakai sebagai acuan penilaian. dengan jalan : a) Mencari range (R) dengan mengurangi skor maksimum dengan skor minimum. Pembanding yang dipakai adalah nilai rata-rata dan simpangan baku. 4) Mengisi angka taily ke dalam kolom 4 (lajur frekuensi = f) 312 .3 log n c) Menentukan panjang setiap kelas interval (p) yaitu : p = R/k 2) Mengisi kolom 2 (interval) yang dimulai dari skor minimum berturut-turut dengan interval yang telah ditemukan dan sejumlah kelas yang telah ditentukan pada langkah pertama.menerima pendapat orang lain” dalam topik “sikap belajar siswa di sekolah” masih kurang. Penilaian Untuk dapat melakukan penilaian harus dilakukan lebih dahulu pengukuran dengan alat tes. mis 5. PAN menggunakan prinsip-prinsip yang berlaku pada jurca normal. Hasil pengukuran dapat menggambarkan derajat kualitas dan eksistensi keadaan yang diukur. memiliki sifat relatif sesuai dengan naik turunnya nilai rata-rata dan simpangan baku yang dihasilkan pada saat itu. Sistem PAN akan lebih baik digunakan. 2. Pemberian nilai berdasarkan PAN Agar diperoleh nilai bagi setiap siswa pada sistem PAN dengan tepat. sebaiknya jumlahnya ganji. Skor terpencar atau dapat dianggap terpencar sesuai dengan pancaran kurva normal. Proses membandingkan inilah yang disebut sebagai proses penilaian dan merupakan hasil pengukuran. yaitu : 1. Untuk keperluan ini perlu ditempuh langkah-langkah penyusunan skor ke dalam tabel kerja. 3) Membuat taily pada kolom 3 dan mentabulasikan tiap-tiap skor ke dalam kelasnya. dia perlu pembinaan dan peningkatan khususnya mengenai perilaku ini. dalam arti dapat menentukan status siswa dalam kelompoknya. 2. sehingga batas lulusnya tidak ditentukan oleh penguasaan minimal siswa terhadap kompetensi yang diharapkan. Penilaian Acuan Norma (PAN) Pada acuan ini hasil belajar tiap peserta didik dibandingkan dengan hasil belajar peserta didik lain dalam kelompoknya. yaitu sebagai berikut : 1) Menentukan dulu banyaknya kelas interval. a.

5 89.167 .92} /80.79 DS = 10 (1.5 99.3 log 80 = 7.053} = 69.5 -1 69. 6) Mengisi lajur fd dengan mengalikan lajur frekuensi dan deviasi (d) 7) Mengisi lajur fd2.5 -3 49.5) Menentukan deviasi pada lajur dan dengan menetapkan mean dugaan (M) pada kelas tertentu (kelas yang paling besar frekuensinya) selanjutnya meletakkan angka deviasi secara berurutan dari nol ke atas dan ke bawah (ke atas diberi tanda plus +.5 + 0.5 0 79. kemudian dijumlahkan. ke bawah minus -). Contoh : Umpama seorang guru memperoleh skor mentah dari hasil Ujian Mapel di kelas II A2 SMA yang berjumlah 80 siswa.5 1 2 3 fd -9 -14 -14 0 12 16 18 9 (∑fd) fd2 27 28 14 0 12 32 54 167 (∑fd2) Mean (M) = X0 + p{ 9/167} = 69. setelah di-array (diurutkan dari nilai terkecil yaitu sebagai berikut : 35 40 42 46 46 50 51 52 52 54 56 55 55 57 57 58 58 60 61 62 62 64 64 64 66 66 67 68 68 68 69 69 70 70 70 71 71 71 71 71 72 73 73 73 73 73 73 73 74 74 74 74 74 74 76 76 76 76 76 76 77 78 78 80 82 83 85 85 88 90 90 91 92 92 95 95 97 98 98 99 Untuk mengolah skor mentah tersebut menjadi nilai 1-10 berdasarkan PAN adalah sebagai berikut : Skor maksimum = 99 Skor minimum = 35 Range ( R ) = 99 – 35 = 64 8) Banyaknya kelas interval : (k) = 1 + 3.5 + 10{ 0.53 = 70.2 dibulatkan ke bawah Jadi jumlah kelas interval (k) = 7 Interval 35 – 44 45 – 54 55 – 64 65 – 74 75 – 84 85 – 94 95 – 104 TABEL DISTRIBUSI Tally f ||| 3 |||| | | 7 |||| |||| |||| 14 |||| |||| |||| |||| 30 |||| |||| |||| |||||| 12 |||| |||| 8 |||| || 6 N = 80 FREKUENSI xi d 39.03 Deviasi standar (DS) dapat dihitung sebagai berikut : DS = p √{ 80.5 -2 59.449) = 13.49 dibulatkan menjadi 13 313 .

selama ke arah penguasaan minimal sejak dimulai. dan dari tahun ke tahun.28 dibulatkan = 79.75 x 13) 70.25 x 13) 70.28 dibulatkan = 53. Dengan menetapkan batas toleransi terhadap fluktuasi prestasi peserta didik dari kelas ke kelas.25 x 13) 70.75 DS = batas bawah nilai 4 M – 1. melainkan merupakan suatu patokan yang ditetapkan sebelumnya sebagai batas lulus atau dengan kata lain tingkat penguasaan minimum (Matery level).03– (0. penetapan batas lulus (KKM) adalah merupakan hal yang pokok dan sudah ditetapkan sejak program pembelajaran dimulai.25 DS = batas bawah nilai 6 M – 0.25 DS = batas bawah nilai 3 M – 1.25 DS = batas bawah nilai 10 M + 1.75 x 13) 70.03+ (0. petunjuk dan pusat kegiatan dalam pengajaran.25 x 13) = 99. Siswa yang telah melampaui atau sama dengan kriteria keberhasilan (batas lulus) dinyatakan lulus atau memenuhi persyaratan.78 dibulatkan = 60.78 dibulatkan = 73.03– (1.78 dibulatkan = 86.28 dibulatkan = 41. selama berlangsungnya.Setelah semua ditemukan mean dan DS (Mean = 70 dan DS = 13).03+ (1. dugaan pertimbangan profesionalisme seorang guru menetapkan batas bawah tingkatan prestasi yang dianggap memadai dalam memenuhi syarat (lulus) sedang yang di bawahnya dinyatakan tidak memenuhi syarat.03+ (2. Patokan di sini tidak lagi merupakan hasil kelompok seperti pada PAN. membantu dan membimbing subyek.03– (0. Kompetensi dirumuskan dalam TIK dan ini merupakan anak. batas bawah masing-masing nilai dalam skala 1 – 10 yaitu sebagai berikut : M + 2. sampai pada proses belajar mengajar itu selesai.78 dibulatkan = 99 nilai 10 = 93 nilai 9 = 86 nilai 8 = 80 nilai 7 = 73 nilai 6 = 67 nilai 5 = 60 nilai 4 = 54 nilai 3 = 47 nilai 2 = 42 nilai 1 b.25 DS = batas bawah nilai 1 Hasil perhitungan : 70.75 DS = batas bawah nilai 9 M + 1.25 x 13) 70. Pengajar yang menggunakan.28 dibulatkan = 66. Patokan di sini bersifat tetap dan dapat juga dipakai untuk kelompok lain yang manapun. Pendekatan Acuan Patokan (PAP) Pada acuan ini sebelum itu dilaksanakan harus ditetapkan lebihdhulu patokan yang akan dipakai sebagai pembanding terhadap semua hasil pengukuran.25 x 13) 70. langkah selanjutnya ialah mengubah skor mentah ke dalam nilai 1 – 10 dengan menggunakan rumus. Pemberian nilai berdasarkan PAP Dalam hal ini.75 DS = batas bawah nilai 7 M + 0. Apabila hal ini telah dilakukan 314 .03+ (0.75 x 13) 70.28 dibulatkan = 92.03– (2.25 DS = batas bawah nilai 8 M + 0.25 x 13) 70.03– (1.75 DS = batas bawah nilai 2 M – 2.03+ (1.25 DS = batas bawah nilai 5 M – 0.78 dibulatkan = 47.75 x 13) 70.

c. Berdasarkan perhitungan persentase. Terlebih dahulu perlu dipersiapkan acuan patokan keberhasilan yang hendak digunakan pada skala nilai 1 – 10.90 % 71 % .3 % 150 Tingkat penguasaan Ratmadiyanto tersebut setelah dibandingkan dengan acuan yang sudah ada.100 % 81 % .30 % 11 % . Sebagai contoh di sini ditampilkan cara mengolah skor mentah menjadi nilai skala 1 – 10 melalui prosedur persentase. hasil jawaban peserta didik atas soal tersebut adalah sebagai berikut : Peserta didik A B C D E F G H I J Jumlah item yang dijawab peserta didik Betul Salah Kosong 12 5 3 14 6 0 8 8 4 11 7 2 16 0 4 10 10 0 12 8 0 6 14 0 15 5 0 14 3 3 Peserta didik K L M N O P Q R S T Jumlah item yang dijawab peserta didik Betul Salah Kosong 9 3 3 8 12 0 20 0 0 15 2 3 17 3 0 14 4 2 12 4 4 7 11 2 10 8 2 8 12 0 315 . maka nilai Ratmadiyanto = 6 C. Sedangkan skor maksimal ideal 150 (dalam hal ini seluruh soal dikerjakan dengan benar).60 % 41 % . Ratmadiyanto memperoleh skor 83.10 % Nilai 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Contoh : Dalam suatu ujian diberlakukan 150 item/soal ujian obyektif. adalah : Tingkat Penguasaan 91 % .70 % 51 % .50 % 31 % .20 % 0 % .40 % 21 % . maka tingkat penguasaan Ratmadiyanto adalah sebagai beirkut : 83 x 100% = 55. b. Untuk mengolah skor mentah menjadi nilai melalui pendekatan PAP dapat dilakukan melalui prosedur persentase.80 % 61 % . d) dikenakan kepada 20 peserta didik. Latihan Seperangkat instrumen tes formatif untuk pengukuran kompetensi dasar yang terdiri atas 20 item soal tes obyektif dengan jumlah opsi jawaban 4 (a.maka skor dibandingkan dengan batas tingkatan prestasi tersebut akan menghasilkan nilai (grade).

Prasyarat Peserta telah memiliki pengalaman menjadi guru mata pelajaran selama 5 tahun. misalnya mengetahui posisi peserta didik dalam kelompok belajarnya parameter penilaian dapat digunakan kriteria norma (PAN). dimana tingkat keberhasilan peserta didik adalah pencapaian kompetensi.25 dalam skala nilai 1-10. Koreksilah jawaban siswa satu persatu melalui sesuai rubric yang telah dibakukan. Hasil Isikan hasil pekerjaan ke kolom yang disediakan pada tabel berikut. Data tersebut masih berupa data mentah dan belum memiliki arti sebelum data tersebut diolah. dan tentukan kualitas soal berdasarkan tingkat kesukaran. Untuk keperluan tertentu.Tentukan jumlah siswa yang tidak berhasil mencapai kompetensi jika penilaian dilakukan dengan pendekatan PAP dan KKM ditetapkan nilai 5. D. TK DB Efektivitas distraktor No a b c d e Soal Baik Tdk Baik Tdk E T E T E T E T E T 1 2 3 E. Lakukan analisis butir soal. Untuk pelaksanaan system belajar tuntas patokan yang digunakan adalah penilaian acuan patokan (PAP) atau acuan absolut. sehingga hasil penilaian guru belum menunjukkan hasil belajar peserta didik yang sebenarnya. dan efektivitas distraktor. Satu lembar soal UAS beserta b. Test Formatif Tes Obyektif Petunjuk : 316 . Alat dan Bahan a. Pengolahannya adalah menghitung skor total peserta didik dengan cara menjumlahkan semua skor yang diperoleh peserta didik yang dinilai pada masing-masing item instrumen pengukuran melalui teknik skoring dan pembobotan. Lembar Kegiatan 1. Kangkah Kegiatan a. Lembar jawaban siswa atas soal UAS sebanyak satu kelas. Jadi siswa yang skornya belum mencapai criteria kompetensi minimal (KKM) mereka dinyatakan belum mencapai kompetensi atau belajarnya belum berhasil. Nilai hasil belajar peserta didik ditentukan dari skor total yang diperoleh peserta didik tersebut dan membandingkannya dengan suatu criteria (patokan) tertentu sesuai dengan tujuan penilaian. F. 4. Rangkuman Skoring dan penilaian merupakan dua kegiatan pokok yang sering diartikan secara rancu oleh para guru dalam melakukan penilaian hasil peserta didik. Skor merupakan data angka (kuantitatif) yang diperoleh dari hasil pengukuran melalui instrumen. 3. 2. b. atau guru tersebut kurang memahami prosedur mengolah skor menjadi nilai. Sering guru menganggap skor sebagai nilai. daya pembeda.

Menerapkan pembelajaran tradisional d. sehingga siswa yang belum mencapai kompetensi belum diperkenankan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran berikutnya. 317 . Analisis butir soal b. Prinsip berkelanjutan b. kompetensi dasar yang tercermin pada indikator kompetensi) peserta didik. Penilaian proyek b. salah satu hal yang harus dilakukan guru adalah … a... Penilaian pembelajaran yang menekankan pada kualitas hasil pekerjaan peserta didik atas tugas yang diberikan guru a. atau d yang dianggap jawaban yang paling tepat pada setiap butir soal.Kerjakan soal nomor 1 s/d 10 dengan cara memberi tanda silang pada alternatif jawaban a. Melaksanakan pengajaran remedial/pengayaan c. keterampilan 7.. Tes yang dikemas dalam sejumlah butir-butir soal sangat tepat dipakai untuk melakukan penilaian terhadap aspek …………….. Bentuk kegiatan dalam sistem penilaian pembelajaran yang berkaitan dengan penerapan prinsip komprehensif a. Menekankan pada ketercapaian kompetensi (standar kompetensi. b... Merumuskan kriteria kelulusan 4. Prinsip belajar tuntas c. a. Penilaian produk d. Salah satu hal yang harus dilakukan guru agar penilaian guru bersifat obyektif adalah . Menyesuaikan penilaian dengan kemampuan anak c. Melihat latar belakang psikologis anak 6. Penilaian unjuk kerja c. sikap b. c.. a. Memanfaatkan hasil penilaian dari guru lain d.. b. Penilaian pembelajaran yang mengacu pada ………… merupakan penilaian pembelajaran yang menekankan pada penguasaan komptensi. Menyusun kisi-kisi instrument penilaian d.. penguasaan konsep c penerapan konsep d.. Menggunakan penilaian yang berorientasi pada kompetensi (penilaian autentik) 2... Penilaian pembelajaran yang menekankan pada kegiatan suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/wakttu tertentu oleh peserta didik a. Penilaian proyek b. Penilaian portofolio 8. b... Berorientasi pada hasil belajar c. Soal-soal : 1. Penilaian portofolio 5. Penilaian unjuk kerja c. Di bawah ini adalah ciri-ciri dari kurikulum berbasis ko mpetensi. Penilaian produk d. kecuali a. Agar peniliaian guru bersifat objektif. Prinsip otentik 3.. Memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja anak dari berbagai penilaian.

mendeteksi kesulitan belajar c. 15. Menumbuhkan kesadaran akan kelemahan dan kekuatan diri d. Acuan norma b.. Mencari bukti b. b.. 13.. Penilaian diri dapat memberikan dampak positif terhadap perkembagan kepribadian seseorang.. ujian – skoring – nilai b. ujian – parameter – skor – nilai 11... Acuan mutlak c. Keterlibatan sejumlah kemampuan yagn digunakan untuk mengerjakan soal c. d 9..... Menyesuaikan penilaian dengan kemampuan siswa Memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja siswa dari berbagai penilaian Melihat latar belakang psikologis siswa Memanfaatkan hasil penilaian dari guru lain 10. c. Bentuk soal Acuan penilaian yang tepat untuk ketuntasan belajar . Materi yang hendak ditanyakan dapat dibuat instrumennya d.. Beberapa keuntungan dari penilaian diri. Tingkat kesukaran soal b. Menentukan kelulusan Dasar pembobotan pada kegaitan skoring . a.. Mewakili isi silabus/kurikulum b. 12. Komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami Penilaian yang baik apabila didahului dengan kegiatan pengukuran. a.. Acuan performance Fungsi nilai pada penilaian acuan norma (PAN) adalah . Dapat mendorong dan melatih untuk berbuat jujur Berikut ini adalah beberapa persyaratan sebuah kisi-kisi intrumen penilaian pembelajaran yang baik. Acuan nasional d. kecuali. Mewakili kepentingan peserta didik c. Menumbuhkan kepercayaan diri c. kecuali . a. a. ujian – skor – parameter – nilai d. menentukan ranking siswa dalam kelas Prosedur penilaian yang sesuai dalam pembelajaran a. Keluasan aspek yang dinilai d. menentukan kelulusan siswa b.a. a.. Mengumpulkan informasi c. Menumbuhkan kepekaan diri b.. menentukan pencapaian kompetensi d. Maksud pengukuran dalam sistem penilaian pembelajaran adalah . 318 ... Mengkuantifikasi aspek kepribadian siswa d. ujian – koreksi – nilai c... 14.... a.

319 .

320 .

Riwayat PTK Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diperkenalkan oleh Kurt Lewin. Memaparkan perkembangan PTK hingga di Indonesia b. Menjelaskan hubungan antara PTK dan profesionalisasi guru. B. dan d. penelitian tindakan kelas. c. Memaparkan persamaan dan perbedaan antara PTK dan non PTK. Materi 1. dan d. PTK mulai dikenal di Indonesia pada akhir tahun 1980-an. Bila dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling dalam proses layanan. PTK terintegrasi dalam pelaksanaan proses pembelajaran. melakukan penelitian proses pembelajaran demi 321 . Menyebut berbagai metode penelitian non PTK. Guru profesional harus meneliti apa yang diajarkan dan mengajarkan apa yang diteliti (hasil penelitiannya). John Elliot. PTK dan Profesionalisasi Guru Guru professional dituntut menguasai 4 kompetensi yaitu kompetensi paedagogik. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. PTK merupakan salah satu bentuk dari penelitian tinakan yang semula dilakukan di kalangan industri demi peningkatan mutu proses dan produk yang kemudian diadopsi dalam bidang pendidikan. Kompetensi dan Indikator 1. c. 2. Bila dilakukan oleh pengawas sekolah atau kepala sekolah dalam proses pembinaan atau manajerial dapat disebut sebagai penelitian tindakan manajemen atau kepengawasan. khususnya penelitian tindakan kelas dan penelitian tindakan konseling. dan Dave Ebbutt. peserta diharapkan dapat : a. peserta diharapkan memahami : a. Indikator Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. Melalui PTK guru dapat memenuhi kompetensi paedagogik dan kompetensi professional (akademik). kompetensi professional (akademik) dan kompetensi sosial. posisi PTK dalam metode penelitian pada umumnya (non PTK). Robin Mac Tanggart. khususnya dalam bidang pembelajaran di kelas. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. serta penelitian tindakan kepengawasan (PTK). dilakukan oleh guru. seorang ahli psikologi sosial Amerika tahun 1946. 2.BAB XI PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENDAHULUAN A. yaitu Stephen Kemmis. kompetensi kepribadian. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. disebut penelitian tindakan kelas. keterkaitan PTK dengan profesionalitas guru. Selanjutnya dikembangkan oleh para ahli lain. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. Ketiga bidang tersebut dapat bekerja sama dalam penelitian tindakan yang berupa penelitian kolaboratif. maka disebut penelitian tindakan konseling. b. kesamaan dan perbedaan antara PTK dan non PTK. Kompetensi Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan.

Menyerupai penelitian eksprerimen g. 4. Diterapkan secara kontekstual (variabel yang dikaji terkait dengan keadaan) c. Bersifat fleksibel (disesuaikan dengan keadaan) e. Terarah pada perbaikan/peningkatan mutu kinerja guru d. Penelitian didasarkan pada permasalahan nyata yang dihadapi oleh guru dalam PBM. Tindakan pengatasan dilakukan guru sendiri j. kemudian direfleksikan alternatif pemecahan masalahnya dan ditindaklanjuti dengan tindakan-tindakan nyata yang terencana dan terukur. Permasalah dirasakan. Melalui PTK diharapkan guru menjadi ntrospektif. atau dihadapi guru i. Karakteristik PTK a.1993) Penelitian tindakan adalah suatu kajian tentang situasi sosial dengan tujuan memperbaiki mutu tindakan dalam situasi sosial tersebut (John Eliot dalam Hopkins. Pengumpulan data tidak boleh terlalu menyita waktu c. Tujuan PTK a. kreatif dan progresif. Prinsip-prinsip Dasar PTK a. tetapi dilaksanakan secara sistematis. Konsep Dasar PTK Penelitian tindakan adalah kajian sistematik tentang upaya meningkatkan mutu praktik pendidikan melalui tindakan praktis (Dave Ebbutt dalam Hopkins. Manfaat PTK a. 3. Penelitian tindakan adalah studi yang dilakukan untuk memperbaiki diri sendiri. 1993). terencana dan dengan sikap mawas diri (Kemmis dan McTanggart). 7. 5. Memperbaiki sistem (melibatkan administrasi pendidikan. Memasukkan unsur-unsur pembaharuan sistem b. Membangun/meningkatkan mutu komunikasi antara praktisi & peneliti akademis c. pengalaman kerja sendiri. orang tua. guru. dialami. Didesain untuk menanggulangi masalah nyata b. PTK tidak boleh mengganggu tugas mengajar b.perbaikan / peningkatan secara berkelanjutan. Hal penting dalam PTK adalah tindakan nyata (action) yang dilakukan oleh guru (dan bersama pihak lain) untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam PBM. dan pihak lain). Guru dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya. Guru dapat melakukan inovasi pembelajaran b. siswa. Model yang dipakai harus tepat d. 6. Bersifat situasional dan spesifik (studi kasus) h. Guru dapat meningkatkan kemampuan reflektif dalam memecahkan masalah c. Mengandalkan data pengamatan dan refleksi peneliti f. PTK merupakan penelitian yang bersifat reflektif. inovatif. Masalah yang diteliti merupakan masalah faktual dan layak diteliti 322 . Pelaksanaannya bersifat kolaboratif. Guru akan terlatih untuk mengembangkan secara kreatif kurikulum d.

Unsur Peralatan atau Sarana Pendidikan e. (b) penelitian deskriptif). (2) Tindakan. Unsur Guru c. PTK sebagai metode Metode penelitian minimal mencakup 9 jenis metode yaitu (a) penelitian historis. namun nyata g. dan hasil refleksi) f. (h) penelitian 323 . Setiap langkah memiliki 4 tahap : (1) Perencanaan. (3) Pengamatan. Unsur Siswa b. persoalan yg dihadapi. Dalam PTK guru perlu melihat dan menilai sendiri secara kritis terhadap apa yang dikerjakan di kelasnya (keterbukaan merupakan kunci keberhasilan PTK). PTK sebaiknya dimulai dari hal-hal yang sederhana. (f) penelitian kausal komparatif. Objek PTK Menurut Suharsimi Arikunto (2006) obyek penelitian tindakan kelas meliputi : a.e. 10. Unsur Pengelolaan. Unsur Hasil Pembelajaran f. 8. (c) penelitian perkembangan. 9. (g) penelitian eksperimen sungguhan. Unsur Materi Pelajaran d. (4) Refleksi. Unsur Lingkungan g. (e) penelitian korelasional. PTK menuntut guru membuat jurnal pribadi (mencatat kemajuan. proses pelaksanaan. Model PTK Penelitian tindakan sebagai serangkaian langkah yang membentuk spiral. (d) penelitian studi kasus dan lapangan.

12. sering menggunakan analisis statistic rumit Umum. tidak untuk digeneralisasi Lentur. Dalam Hal Hasil Akhir C. cari dan catatlah judul-judul PTK ! 3. 4. prosedur dan material. 1. Desain Penelitian Hipotesis Sampel Instrumen Analisis Data 10. membangun teori oleh ilmuwan. berapa persen yang telah melakukan PTK ! 2. dari siapa atau melalui apa? 2. Amati dan tanyakan pada teman-teman anda yang menjadi guru. Dalam Hal Sumber Masalah Peneliti Utama Motivasi Tujuan PTK Dari peneliti (guru) Harus peneliti (guru) Tindakan Pembelajaran / pelayanan/ pembinaan.Kaku Perlu hipotesis penelitian Harus representatif Perlu uji validitas dan reliabilitas instrumen Dapat ditundak. 11. dapat digeneralisasi Memerikan. Melalui PTK 324 . 3. Sehingga PTK merupakan salah satu metode penelitian. 2. 9. Formal. Lembar Kegiatan 1. untuk generalisasi Baku. Non PTK Menguji pengetahuan. 7. Pernahkah anda melalukan PTK. berapa kali. 8. Rangkuman PTK merupakan hal yang perlu dipahami dan dilaksanakan serta dijadikan kebiasaan bagi para guru kelas maupun guru bimbingan dan konseling untuk memperbaiki / meningkatkan mutu proses pembelajaran / pembinaan. tidak menggunakan analisis statistic yang rumit Sesuai kebutuhan Memahami praksis melalui refleksi dan penteorian oleh praktisi PTK Pembelajaran yang lebih baik bagi siswa (proses dan produk) Non PTK Bukan dari peneliti Dapat orang lain Kebenaran Mengembangkan teori. Pergilah ke perpustakaan. Tuliskan sejak kapan anda mengenal tentang PTK. Fleksibel Perlu hipotesis tindakan Representativitas tidak diperhatikan Tidak ada uji validitas dan reliabilitas instrumen Seketika. Format Laporan Tafsiran Temuan No. 6. bila belum pernah sebutkan alasannya ? D. 5. segera. Latihan 1. Berikut ini perbandingan penelitian PTK dan non PTK: No. mengabstraksikan.eksperimen semu dan (i) penelitian tindakan. Pinjam atau belilah sebuah buku PTK dan bacalah untuk memahaminya! E.

Tes Formatif 1. Jelaskan hubungan antara PTK dan profesionalitas guru ! 3. Sebutkan obyek PTK ! 9. Jelaskan tujuan PTK ! 6. Jelaskan prinsip-prinsip dasar PTK ! 8. Jelaskan manfaat PTK ! 7. Jelaskan konsep dasar PTK ! 4. Sebutkan berbagai metode penelitian non PTK ! 11. Jelaskan perkembangan PTK hingga sampai di Indonesia ! 2. Jelaskan persamaan dan perbedaan PTK dan non PTK ! 325 .profesionalitas guru dapat ditingkatkan sehingga akan meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya. Jelaskan model-model PTK 10. Jelaskan karakteristik PTK ! 5. F.

Mendeskripsikan tindakan penelitian untuk memecahkan masalah 326 . Pembatasan Masalah D. Kerangka Berpikir C. Mendeskripsikan masalah yang akan diteliti c. KAJIAN TEORI A. spesifik dan jelas b. peserta diharapkan mampu menyusun komponen pokok pada suatu proposal PTK berdasarkan hasil identifikasi masalah pembelajaran di kelas. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. 2. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. Teknik Analisis Data G. Identifikasi Masalah C. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. Ditulis secara singkat. Judul PTK Judul PTK dinyatakan dengan kalimat sederhana yang menunjuk (a) tindakan yang akan dilakukan atau yang akan diteliti. (b) tempat pelaksanaan. Kata Pengantar. Latar Belakang Masalah B. peserta diharapkan mampu menyusun proposal PTK. Setting Penelitian B. Kajian teori B. Materi Kegiatan penelitian dimulai dengan membuat rencana yang lazim disebut proposal penelitian. Prosedur Penelitian DAFTAR PUSTAKA 1. Daftar Isi) BAB I. PENDAHULUAN A. Teknik Pengumpulan Data E. Komponen-komponen proposal PTK terdiri dari : (HALAMAN FRANCIS : Judul. Indikator Kinerja / Keberhasilan H. Manfaat Penelitian BAB II. Proposal penelitian merupakan cetak biru (blue print) dari sebuah penelitian. Sub Kompetensi Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. Sub Kompetensi dan Indikator 1.PENYUSUNAN PROPOSAL PTK A. Tujuan Penelitian F. Perumusan Hipotesis Tindakan BAB III. Indikator Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. METODE PENELITIAN A. B. Untuk dapat menyusun proposal penelitian dengan baik perlu memahami terlebih dahulu komponen-komponen proposal. Validitas Data F. Subyek Penelitian C. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menulis judul PTK : a. Perumusan Masalah E. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. Halaman Pengesahan. (c) waktu pelaksanaan. Data dan Sumber Data D.

d. Ada Setting (tempat dan waktu) e. Jumlah kata jangan terlalu panjang sekitar 20-25 kata. Penulisan judul PTK dapat digambarkan sebagai berikut: (X: masalah; Y: cara memecahkan masalah). a. Upaya peningkatan Y melalui X bagi siswa kelas … SD…pada semester … tahun … b. Peningkatan Y melalui X bagi …. c. Optimalisasi Y melalui X bagi… d. Penggunaan X untuk meningkatkan Y bagi.. e. Meningkatkan Y melalui X bagi …. f. Melalui X untuk meningkatkan Y bagi …. g. Upaya mengatasi rendahnya Y melalui X Contoh-contoh judul PTK sebagai berikut. a. Upaya Peningkatan Kemampuan Membaca Cepat melalui Teknik Skimming pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Jepara Tahun Pelajaran 2009/2010. b. Peningkatan Kemampuan Berbicara melalui Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010. c. Optimalisasi Kreatifitas Mengarang melalui Pembelajaran di Luar Kelas pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Pati Tahun Pelajaran 2009/2010. d. Penggunaan Alat Peraga Gambar Berseri untuk meningkatkan Kemampau Bercerita Kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010. e. Meningkatkan Kemampuan Membaca Interpretatif melalui Teknik Jigsaw Kelas VII SMP Negeri 2 Rembang Tahun Pelajaran 2009/2010. f. Melalui Teknik Bermain Drama untuk meningkatkan Kemampuan Berbicara pada Kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010. g. Upaya Mengatasi Rendahnya Mengapresisi Puisi melalui Pengoptimalisasi Kemah Sastra pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010. 2. Pendahuluan a. Latar Belakang Masalah 1) Menulis kenyataan yang ada (kondisi awal) a) Kenyataan yang ada, perlu didukung oleh data/ fakta b) Kondisi awal yaitu kondisi sebelum dilakukan penelitian tindakan. c) Kondisi awal sesuai dengan permasalahan yang diteliti. d) Masalah pokok: mengandung kondisi awal dari subyek yang diteliti. e) Masalah lain: mengandung kondisi awal dari peneliti. f) Permasalahan pokok, misalnya hasil belajar matematika bagi siswa kelas…. Rendah g) Permasalahan yang menyelimuti Guru/ peneliti belum memanfaatkan alat peraga dalam pembelajaran matematika. h) Kondisi awal yang diteliti (siswa): Hasil belajar matematika rendah, diuraikan berdasarkan fakta rendahnya itu dibuktikan dari mana, berapa rata-rata nilai ulangan harian kondisi awal dsb. i) Kondisi awal peneliti (guru): Sebelum penelitian dilakukan belum memanfaatkan alat peraga, berdasarkan fakta bila belum menggunakan alat peraga, menggunakan cara apa.

327

2) Menulis harapan yang dituju (kondisi akhir), yaitu kondisi setelah dilakukan penelitian. Dapat berupa kondisi akhir yang diteliti maupun kondisi akhir peneliti. a) Apa yang diharapkan setelah penelitian b) Kondisi akhir, dapat berupa kondisi akhir setelah penelitian bagi subyek penelitian(siswa/guru/kepsek) , maupun kondisi akhir bagi peneliti 3) Menulis masalah : kesenjangan antara kenyataan dan harapan a) Kesenjangan 1: kesenjangan antara kondisi awal dan kondisi akhir masalah pokok dari subyek penelitian b) Kesenjangan 2: kesenjangan antara kondisi awal dan kondisi akhir masalah lain dari peneliti c) Adanya kesenjangan antara harapan (kondisi akhir) dengan kenyataan (kondisi awal) d) Masalah yang diteliti, nilai ulangan harapan kenyataan(kondisi awal)nya rendah harapan (kondisi akhir)nya meningkat e) Masalah peneliti, kondisi awal pembelajarannya belum memanfaatkan alat peraga ,harapan (kondisi akhirnya)nya menggunakan alat peraga. 4) Menulis cara pemecahan masalah, Perlu adanya tindakan memanfaatkan x untuk meningkatkan Y, agar lebih terfokus diawali: a) Identifikasi masalah b) Pembatasan masalah Agar permasalahan dapat dipecahkan, maka peneliti atau guru perlu melakukan tindakan yaitu melakukan X agar dapat meningkatkan Y ( ciri dalam penelitian tindakan kelas harus ada tindakan). b. Identifikasi Masalah 1) Umumnya berupa pertanyaan/kalimat tanya. 2) Banyaknya pertanyaan lebih dari satu 3) Banyaknya pertanyaan lebih banyak dari banyaknya rumusan masalah. 4) Mengapa Y rendah? 5) Mengapa Y perlu ditingkatkan? 6) Faktor-faktor apa yang menyebabkan Y rendah? 7) Bagaimana caranya agar Y meningkat? 8) Apa yang harus dilakukan Guru agar Y dapat Meningkat? 9) Dan seterusnya. c. Pembatasan Masalah Diperlukan adanya pembatasan masalah agar penelitian lebih terfokus Langkah awal, membatasi banyaknya variabel yang diteliti, variabel apa saja. ( dalam contoh di atas terdapat dua variabel yaitu variabel X dan variabel Y) Membatasi atau menjelaskan variabel terikat, misalnya untuk siswa mana, kelas berapa, semester kapan, tahun kapan, materi apa dsb. (dalam penelitian kuantitatif semacam definisi operasional) Membatasi atau menjelaskan variabel bebas, alat peraganya apa, apa yang dilakukan, siapa yang melakukan, kapan tindakan itu dilakukan.

328

d. Perumusan Masalah 1) Dikembangkan dari identifikasi dan pembatasan masalah. 2) Umumnya berbentuk kalimat tanya. 3) Kalimat tanya pada rumusan masalah lebih terinci karena telah melalui identifikasi dan pembatasan masalah. 4) Kalimat tanya yang diajukan mengacu ke variabel pada masalah pokok (Y) dan variabel pada masalah lain yang diteliti (X). 5) Kalimat tanya pada rumusan masalah harus dijawab. 6) Kualitas penelitian sangat dipengaruhi oleh kualitas jawaban bukan hanya banyaknya rumusan masalah 7) Perumusan masalah digunakan sebagai dasar untuk penentuan teori yang akan digunakan, sebagai arah dalam menentukan judul penelitian, sebagai arah dalam menentukan metode penelitian, sebagai arah dalam menentukan jenis penelitian. 8) Contoh perumusan masalah: Berdasarkan latar belakang, identifikasi dan pembatasan masalah tersebut di atas, diajukan rumusan masalah sbb: Apakah melalui X dapat meningkatkan Y bagi …. ? e. Tujuan Penelitian 1) Tujuan Umum Untuk meningkatkan Y (secara umum). Misalnya untuk meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa …. (belum menyebutkan kelas berapa dan waktunya kapan) 2) Tujuan Khusus Untuk meningkatkan Y melalui X ( secara khusus). Misalnya untuk meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa kelas … SD … pada semester …. tahun ….. f. Manfaat Penelitian 1) Manfaat Teoritis a) Mendapatkan pengetahuan atau teori baru tentang Y melalui X bagi siswa … b) Sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya. 2) Manfaat Praktis a) Manfaat bagi siswa b) Manfat bagi guru c) Manfaat bagi sekolah d) Manfaat bagi perpustakaan sekolah. 3. Kajian Teori a. Kajian Teori Memberikan ulasan-ulasan teoritis dengan konsep-konsep pembelajaran/pelayanan yang terkait dengan masalah yang diteliti dengan tindakan/layanan. Dalam menuliskan kajian teori hendaknya dikemukakan sesuai dengan variable yang diteliti, mengusahakan pustaka mutakhir, asli, relevan dan lengkap. b. Kerangka Berpikir Kerangka berpikir disusun dengan berbasis kajian teori dan dapat diakhiri dengan skema sebagai berikut :

329

KONDI SI AWAL

Guru : Belum menerapkan …… pada pembelajaran ……

Siswa : Prestasi belajar …. rendah

TINDAK AN

Menerapkan … pada pembelajaran …..

Siklus I : Menerapkan … dengan materi …

Siklus II : Menerapkan … dengan materi … Siklus III : Menerapkan … dengan materi …

KONDISI AKHIR

Diduga melalui penerapan … dapat meningkatkan prestasi belajar

c.

Perumusan Hipotesis Tindakan Hipotesis tindakan merupakan rangkuman dari kerangka berpikir. Contoh perumusan hipotesis tindakan sebagai berikut. Penggunaan metode bermain peran dapat mengatasi kejenuhan siswa dalam belajar drama pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2009/2010.

4. Metode Penelitian a. Setting Penelitian Deskripsikan tempat, kondisi dan waktu penelitian dilakukan. b. Subjek penelitian Deskripsikan Subjek penelitian secara lugas yang mencakup jumlah, jenis kelamin, cakupan, kondisi siswa. Data dan Sumber Data Pada bagian ini hendaknya dikemukakan jenis data apa saja yang dibutuhkan serta sumber data tersebut. Contohnya sebagai berikut. Data penelitian yang dikumpulkan berupa informasi tentang kemampuan siswa dalam menulis, motivasi siswa dalam menulis, serta kemampuan guru dalam menyusun rencana pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran di kelas. Data penelitian itu dikumpulkan dari berbagai

c.

330

sumber yang meliputi informan, tempat dan peristiwa berlangsungnya aktivitas pembelajaran, dan dokumen atau arsip. d. Teknik Pengumpulan Data Sejalan dengan data yang akan dikumpulkan serta sumber data yang ada selanjutnya dikemukakan teknik pengumpulan data. Contoh: Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data di atas meliputi pengamatan, wawancara atau diskusi, kajian dokumen, angket, dan tes yang masing-masing secara singkat diuraikan berikut ini. Validitas Data Teknik yang digunakan untuk memeriksana validitas data antara lain adalah triangulasi dan review informan kunci. Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan untuk menganalisis data-data adalah teknik analisis kritis. Selain itu juga sering digunakan teknik komparatif, yaitu membandingkan hasil antarsiklus. Indikator Kinerja Pada bagian ini perlu dikemukakan atau dirumuskan indikator sebagai tolok ukur keberhasilan penelitian Contoh: Peningkatan motivasi menulis siswa: menyusun kerangka sebelum menulis, pengumpulkan bahan, merevisi tulisan, dan sebagainya. Peningkatan kemampuan menulis siswa (Misalnya: Anak yang memperoleh nilai 7,5 lebih dari 80 %, rerata nilai menulis siswa meningkat (dari 65 menjadi 70). Prosedur penelitian Prosedur Penelitian mencakup: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi serta analisis dan refleksi. 1) Perencanaan Tindakan Deskripsikan tentang persiapan tindakan, kegiatannya mencakup : a) penyusunan rencana tindakan (skenario pembelajaran) b) penyusunan media c) penyusunan materi d) penyusunan instrumen e) Simulasi rencana tindakan 2) Pelaksanaan tindakan Deskripsikan skenario tindakan dalam rencana pelaksanaan tindakan dalam bentuk RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) serta jumlah pertemuaannya. 3) Observasi tindakan Jelaskan data yang dikumpulkan dan teknik pengumpulan data (soal test, lembar observasi, kuesioner) serta ujivaliditas yang digunakan. 4) Analisis dan Refleksi Deskripsikan teknik analisis yang digunakan serta bahan dan prosedur refleksi yang digunakan.

e.

f.

g.

h.

C.

Latihan 331

Tuliskan alternative tindakan perbaikan yang dapat dilaksanakan! D. validitas data. Tentukan focus permasalahan PTK berdasarkan masalah-masalah yang anda anggap mengganggu pembelajaran ! 3. cobalah anda menyusun proposal penelitian tindakan kelas dengan mengacu pada sistematika di atas! 2. Tuliskan diagnosis penyebab permasalahan tersebut ! 4. perumusan masalah. kerangka berpikir dan hipotesis tindakan ? 6. tujuan penelitian dan manfaat penelitian. Berdasarkan pada permasalahan pembelajaran yang telah berhasil anda identifikasi. Tuliskan bagaimana sebuah judul PTK itu sebaiknya ditulis ! 2. indikator kinerja dan prosedur penelitian. observasi tindakan dan refleksi ! 332 . Bagaimana keterkaitan antara kajian teori. pembatasan masalah dan perumusan masalah ? 4. Rangkuman Proposal Penelitian Tindakan Kelas memuat Pendahuluan. Lembar Kegiatan 1. Hal-hal apa saja yang sebaiknya ditulis dalam Latar Belakang Masalah pada proposal PTK! 3. Identifikasilah 3 masalah yang anda anggap mengganggu pembelajaran ! 2. Jelaskan prosedur penelitian tindakan meliputi perencanaan tindakan. Tes Formatif 1. teknik analisis data. subyek. Kajian Teori dan Metode Penelitian. teknik pengumpulan data. pelaksanaan tindakan. identifikasi masalah. F. pembatasan masalah.1. Kajian teori disamping memuat tentang kajian teori itu sendiri juga berisi kerangka pemikiran dan hipotesis tindakan. Apa yang dimaksud dengan setting penelitian ! 7. identifikasi masalah. Pendahuluan berisi tentang latar belakang masalah. Bagaimana sebaiknya kajian teori ditulis dalam proposal PTK ? 5. Metode penelitian memuat setting. data dan sumber data. Lakukan review sejawat terhadap proposal yang telah anda susun! E. Apa hubungan antara latar belakang masalah.

seorang guru seyogianya membuat persiapan. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. Rencana Perbaikan Pembelajaran Harus ditambahkan tujuan perbaikan Rencana Perbaikan Pembelajaran Ditulis secara lebih rinci 3. tahap pasca pelaksanaan pembelajaran. Materi 1. Namun ada beberapa perbedaan yang cukup mencolok dari keduanya. a. B. Indikator Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan.PERSIAPAN PELAKSANAAN TINDAKAN KELAS A. maupun guru yang mengajar untuk memperbaiki pembelajaran (melakukan PTK). No. Komponen Tujuan Komponen Materi Rencana Pembelajaran Tidak ditambahkan tujuan perbaikan Rencana Pembelajaran Biasanya hanya ditulis dalam bentuk pokok bahasan saja atau berupa outline sering diisi seadanya dibuat secara singkat. 2. baik guru yang mengajar secara rutin. guru perlu memperkaya diri dengan sumber lain dibuat secara rinci. Kompetensi dan Indikator 1. Media dan Sumber Kegiatan dirancang secara cermat. Tahap Persiapan Sebelum mengajar. Secara garis besar. 2. 1. dan melaksanakan tugas-tugas terstruktur. Kompetensi Setelah terlibat dan berperan aktif dalam pelatihan dengan pokok bahasan Pendahuluan. Perbedaan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: No. yaitu guru sebagai pegajar dan guru sebagai pengajar dan peneliti. komponen-komponen yang terdapat dalam kedua persiapan tersebut memiliki kesamaan dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku. membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. peserta diharapkan mampu menyusun persiapan pelaksanaan tindakan kelas. Tugas Guru Sebagai Guru dan Peneliti melalui PTK Dalam bahasan ini peran guru dibedakan menjadi dua. serta berfokus pada kompetensi yang akan dicapai. peserta diharapkan mampu mengidentifikasi tugas-tugas guru dan sebagai peneliti melalui PTK. Kedua peran ini memiliki beberapa perbedaan yang dapat ditinjau dari segi tahap persiapan pembelajaran. tahap pelaksanaan pembelajaran. Rencana yang dibuat oleh guru yang mengajar secara rutin dikenal dengan sebutan rencana pembelajaran (RP). membaca dan menelaah materi serta sumber-sumber terkait. 333 . 4. sedangkan rencana yang dibuat oleh guru yang melaksanakan PTK disebut rencana perbaikan pembelajaran (RPP).

Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Pada tahap pelaksanaan pembelajaran. Jika diperlukan teman sejawat. Pengajar hanya memfokuskan diri pada pembelajaran Dapat melakukan penyesuain transaksional Biasanya tidak mencatat peristiwa penting yang terjadi selama pembelajaran Pada kegiatan awal. waktu pengamatan. Kriteria keberhasilan ini tentu tidak semuanya berkaitan dengan hasil belajar. 2. Pada kegiatan inti. Di samping menyiapkan rencana pembelajaran yang rinci. seperti tes objektif atau soal uraian. dapat dilihat pada tabel berikut. tetapi juga ada yang berkaitan dengan proses belajar. termasuk berapa lama pengamatan dilakukan di mana pengamat akan duduk. 1. tugas guru lebih sederhana Saat di kelas. 334 . jenis data yang dikumpulkan. guru yang melaksanakan PTK perlu menetapkan kriteria keberhasilan sesuai dengan tujuan perbaikan. Evaluasi tidak menggambarkan keseluruhan proses pembelajaran hanya dicantumkan deskripsi singkat. 6. juga pada pengumpulan data Kelalaian dalam melakukan penyesuain transaksional dapat berdampak pada hasil penelitian. Guru harus menyempatkan diri untuk mencatat atau merekam peristiwa penting yang terjadi dalam pembelajaran Apersepsi yang dilakukan harus benar-benar menarik bagi siswa (dirancang dengan baik) Tugas guru lebih kompleks sehingga membutuhkan kecermatan yang baik. Penentuan besarnya kriteria keberhasilan belum ada yang baku. dan cara pengumpulannya. dan sebagainya perlu disepakati. alat ukur yang digunakan lebih banyak dan bervariasi Di samping mengembangkan setiap komponen dalam RP. 3.Pembelajara n 5. Para guru membuat sendiri kriteria ini yang didasarkan pada tingkat kecerdasan peserta didik dalam kelas yang diasuhnya . Diamati oleh kolaborator 4. b. dalam tahap perencanaan ini. tidak diamati oleh kolaborator Pelaksana PTK Memfokuskan diri pada pembelajaran dan kemudian sebagai peneliti. apersepsi yang dilakukan biasanya secara spontan. perbedaan peran guru sebagai pengajar dan guru sebagai pengajar dan peneliti (pelaksana PTK). menggunakan satu alat ukur saja lengkap dengan pertanyaan yang akan diajukan dicantumkan secara rinci butir–butir tes yang akan diberikan. pelaksana PTK juga perlu menentukan apakah akan meminta teman sejawat untuk membantu mengamati proses pembelajaran atau pelaksanaan tindakan. maka guru harus menyepakati jenis bantuan yang diperlukan. Kriteria keberhasilan tertentu bervariasi. No. Selain itu. 5. sesuai dengan tujuan perbaikan yang dirancang . ataukah data akan dikumpulkan sendiri dengan bantuan alat perekam.

5) Merangkum hasil perbaikan pembelajran. yang mencakup apa yang sudah tercapai dan apa yang belum tercapai. memberi tes. 3) Berdiskusi dengan teman sejawat untuk membahas data yang dikumpulkan. jug dapat keuntungan yaitu mempunyai pengalaman mengamati secara cermatperistiwa pembelajaran yang mungkin selama ini tidakfpernah dipikirkan. 8. dan apa dampaknya bagi siswa. seperti kerja saman sekolah dengan LPTK. yaitu lebih mengenal 335 . 2. Kolaborasi dapat dibangun melalui berbagai cara. membentuk kelompok derja seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau kalau di tingkat sekolah dasar dikenal dengan istilah Kelompok Kerja Guru (KKG). serta dalam merencanakan tindakan perbaikan. namun guru yang melaksanakan PTK masih punya tugas yang harus segera dilakukan. segera setelah pelajaran selesai. Dosen LPTK yang membantu guru dalam proses perencanaan PTK. Kadang-kadang pengimplementasian RP dengan pembelajaran di kelas agak berbeda Biasanya hanya melakukan tes pada akhir pembelajaran (atau salah satu dari komponen dalam kegiatan penutup) Rencana yang telah dibuat harus benar-benar diikuti agar proses pembelajaran lebih efektif Merangkum. dan memberi tindak lanjut. Guru dituntut untuk mengingat kembali apa yang sudah ia lakukan dan bagaimana respon siswa. Ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan oleh guru pelaksanan PTK. rapat-rapat rutin sekolah yang membahas upaya perbaikan pembelajaran. c. guru yang membantu mengamati teman sejawatnya mengajar. guru memrlukan bantuan dari berbagai pihak. 6) Merangkum penyebab belum tercapainya perbaikan yang dirangkum pada butir e. yaitu : 1) Menghimpun/merangkum catatan yang dibuat selama pembelajaran. juga mempunyai keuntungan yang sangat berharga.7.dan pusat kerja guru (PKG). Tahap Pasca Pembelajaran Setelah pembelajran usai. di samping mungkin dari para pendidik lain. Orang yang ikut membantu dalam pelaksanaan PTK atau yang biasanya disebut sebagi kolaborator dapat membantu guru dalam mengidentifikasi dan menganalisis masalah. Mengapa? Sebab dalam upaya perbaikan pembelajaran. guru yang bertuga hanya mengajar mungkin segera dapat beristirahat. Kolaborasi seyogianya bersifat saling menguntungkan. serta mengadakan hubungan langsung secara pribadi. Artinya. misalnya antara guru matematika dengan dosen matematika di LPTK atau kerja sama dua orang guru di satu sekolah yang saling membantu. 2) Berdialog dengan siswa jika diperlukan. Selanjutnya guru harus mengakomodasi hasil perbaikan dalam perencanaan perbaikan berikutnya. 4) Melakukan refleksi untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Membangun Kolaborasi Kolaborasi atau kerja sama sangat penting dalam PTK. terutama dari teman sejawatnya.

Kegiatan Awal 1) Kegiatan pembelajaran dimulai dengan apersepsi yang maksudnya menarik perhatian dan minat peserta didik menghadapi materi pelajaran yang akan disampaikan. Penyesuaian Transaksional adalah penyesuaian yang dilakukan guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Tidak hanya sekedar kata-kata “ Guru menyampaikan apersepsi” tetapi menulis dengan rinci. selama pembelajaran guru perlu mengikuti rencana tersebut dengan cermat. Tuliskan kembali Rencana Pembelajaran yang pernah anda buat ! 2. Dengan pengalaman ini. Kedua tugas tersebut harus dapat dilaksanakan dengan baik. kejadian ini harislah dicatat dan menjadi bahan refleksi yang akan dimanfaatkan untuk rencana perbaikan berikutnya. Untuk itu dalam melaksanakan PTK perlu dilakukan persiapan yang matang agar kedua peran guru tersebut dapat berjalan baik. Perbedaan antara guru mengajar biasa dengan guru pelaksana PTK : Guru mengajar biasa hanya memfokuskan diri pada pembelajaran. Rangkuman Dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas guru memiliki 2 tugas sekaligus. ia juga harus memfokuskan diri pada pengumpulan data. a.sekolah tempat mahasiswaanya akan bertugas mengajar. Manfaat apersepsi : a) Menarik perhatian peserta didik b) Proses pembelajaran akan berjalan lancer c) Peserta didik bersemangat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan d) Mendapat keterampilan baru e) Nilai dan sikap yang akan disampaikan akan tumbuh dengan baik. 336 . 4) Namun jika ada yang tidak sesuai. guru benar-benar mempersiapkan beberapa apersepsi dengan cermat dan rinci dalam RP. Latihan 1. Cobalah anda menghitung berapa Rencana Pembelajaran yang pernah anda buat dalam satu semester yang memerlukan perbaikan! 2. guru harus melakukan penyesuaian (transaksional). 3) Agar keefektifan rencana tersebut dapat diketahui. kelalaian melakukan penyesuaian ini akan berdampak pada hasil penelitian. Selama mengajar. Apa pendapat anda tentang hal tersebut! E. f) Peserta didik akan tenang dan senang sampai akhir pembelaran. C. Lembar Kegiatan 1. Guru pelaksana PTK memfokuskan diri pada pembelajaran dan kemudian sebagai peneliti. agar pembelajaran sesuai dengan rencana dan data terkumpul dengan cermat. g) Kemungkinan kompetensi yang diharapkan dapat dikuasai 2) Dalam pelaksanaan PTK. Tuliskan Rencana Perbaikan Pembelajaran terhadap Rencana Pembelajaran yang pernah anda buat tersebut! D. lebih-lebih jika penyesuaian ini menjadi salah satu tujuan perbaikan. guru harus melakukan Transaksional dan mencatat dalam buku catatan agar dapat dianalisis dengan cermat. dapat dipastikan dosen akan lebih mantap dalam mendidik mahasiswanya. Namun bagi guru yang melaksanakan PTK. Tugas pertama adalah sebagai pengajar dan tugas kedua adalah sebagai peneliti. ketika antara guru dan siswa sedang berlangsung.

Mengapa kolaborasi diperlukan ! 337 . Tuliskan perbedaan tugas guru sebagai pengajar dan sebagai peneliti pada tahap pasca pembelajaran ! 4. Tuliskan perbedaan tugas guru sebagai pengajar dan sebagai peneliti pada tahap pelaksanaan pembelajaran ! 3.F. Tes Formatif 1. Tuliskan perbedaan tugas guru sebagai pengajar dan sebagai peneliti pada tahap persiapan pembelajaran ! 2.

Latar Belakang Masalah B. Kerangka Pikir C. B. Simpulan B. Hasil Penelitian B. Abstrak diketik satu spasi dengan font 11. tujuan. Abstrak Abstrak berisi uraian ringkas permasalahan dan cara pemecahannya. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 1. dan penutup (Depdiknas. Kompetensi dan Indikator Peserta dapat memahami cara pembuatan laporan penelitian tindakan dalam mata pelajaran matematika. prosedur dan hasil PTK. Prosedur Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Tujuan Penelitian D. Subjek Penelitian C. Indikator Menyusun Laporan Penelitian Tindakan Kelas.PENYUSUNAN LAPORAN PTK A. Uraian Materi Penyusunan Laporan Penelitian Ada beberapa jenis penyusunan laporan penelitian yang tergantung pada penyandang dana. 2006). Berikut adalah contoh komponen laporan hasil PTK dengan kelengkapan dan sistematikanya. dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris(jika 338 . Rumusan Masalah dan Pemecahannya C. METODE PENELITIAN A. yaitu pembuka. maupun pembaca utama yang ditargetkan. Lokasi dan Waktu Penelitian B. Manfaat Hasil Penelitian BAB II KAJIAN PUSTAKA A. JUDUL HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL (KALAU ADA) DAFTAR GAMBAR (KALAU ADA) DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN A. Apabila peserta mendapatkan sistematika yang tidak sama dengan tulisan ini harap disesuaikan. Kajian Teori B. Teknik Pengumpulan Data D. Hipotesis Tindakan BAB III. Secara umum sistematika suatu laporan terdiri dari 3 bagian pokok. inti. Teknik Analisis Data E. Pembahasan BAB V SIMPULAN DAN SARAN A.

Di bagian ini dapat pula disampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang berjasa dalam pelaksanaan PTK. BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian berisi deskripsi lokasi. sedangkan data lengkap disajikan dalam lampiran. disertai pencantuman nomor halamannya. Bab dan sub bab. Daftar Isi Daftar isi memuat bagian awal laporan. dan prosedur pengembangan inovasi. untuk menggambarkan situasi kelas laboratorium atau mimik seorang peserta didik yang dapat memperkuat uraian dalam komponen penemuan. bagian akhir. 7. Uraian ini digunakan sebagai dasar penyusunan kerangka berpikir dan usaha pengembangan membangun argumen teoritik dalam menjelaskan hasil yang diperoleh baik yang positif maupun negatif. 2. Dalam bagian ini diuraikan tindakan yang khas yang dilakukan sehingga terlihat bedanya dengan pembelajaran yang selama ini biasa dilakukan. Prosedur berupa uraian secara rinci tahap-tahap kegiatan dalam setiap siklus. 9. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam hasil penelitian disajikan dalam bentuk siklus dengan data lengkap. 3. perumusan masalah dan pemecahannya(termasuk definisi operasional dan ruang lingkup pengembangan inovasi). Daftar Gambar Daftar gambar memuat nomor dan judul semua gambar yang ada dalam laporan disertai pencantuman nomor halamannya. 5. Jumlah kata dalam abstrak tidak melebihi 200 kata dan dilengkapi dengan kata-kata kunci sebanyak 3-5 kata. berkaitan dengan tindakan yang digunakan dalam upaya meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan dan pembelajaran.diperlukan). manfaat hasil pengembangan inovasi. 6. 8. Daftar Tabel Daftar tabel memuat nomor dan judul semua tabel yang ada dalam laporan disertai pencantuman nomor halamannya. mata pelajaran. 4. Disampaikan pula aspek keberhasilan dan kelemahan dan rencana tindak lanjut. 339 . Gambar yang dimaksud adalah gambar yang diambil selama proses PTK berlangsung dan berguna antara lain. Kata Pengantar Kata pengantar berisi hal-hal yang ingin disampaikan oleh tim pengembang sehubungan dengan pelaksanaan PTK dan hasil yang dicapai. dan juga disajikan hasil pengumpulan data yang diperoleh melalui berbagai instrument. BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan memuat unsur latar belakang masalah. karakteristik peserta didik. Selain itu diuraikan pula pelaksanaan tindakan . tujuan pengembangan inovasi. waktu. BAB II KAJIAN PUSTAKA Kajian pustaka berisi uraian teori dan temuan penelitian yang relevan yang digunakan sebagai dasar dalam pemilihan pendapat dan pelaksanaan PTK.

apa yang perlu dilakukan pada siklus berikutnya. metode penelitian. sehingga ada ulasan tentang perubahan yang dihasilkan dari tiap siklus dan keseluruhan siklus. riwayat hidup. daftar pustaka. Daftar pustaka dituliskan secara konsisten dan alphabetis. metode penelitian. jurnal. Lembar Kegiatan 1. abstrak. penutup. kajian pustaka. 340 . Dalam pembahasan adalah membahas hasil penelitian. simpulan dan saran. abstrak. inti. kata pengantar. simpulan dan saran. B. daftar isi. DAFTAR PUSTAKA Daftra pustaka yang dicantumkan dalam laporan hanya yang benar-benar dirujuk di dalam naskah. Tes Formatif 3 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat 1. halaman judul. kajian pustaka. abstrak. 10. daftar gambar. kajian pustaka. Latihan Untuk meningkatkan pemahaman dalam menyusun laporan carilah contoh laporan penelitian tindakan kelas. judul. judul. D. pendahuluan. penutup. Langkah Kegiatan Bacalah dengan cermat masing-masing komponen dalam teori cara menyusun laporan penelitian tindakan kelas. metode penelitian. D. hasil penelitian dan pembahasan. dan internet. daftar pustaka. instrumen pengembangan C. Bagian penutup berisi daftar pustaka dan lampiran. simpulan dan saran. 11. daftar pustaka. daftar lampiran. Rangkuman Secara umum sistematika suatu laporan terdiri dari 3 bagian pokok. majalah. E. Bagian inti terdiri dari pendahuluan. daftar tabel. kemudian mulailah mengidentifikasi isi dari masing-masing bagian tersebut. cermati dan diskusikan apakah isi dan makna dari tiap-tiap bagian dalam laporan tersebut. kajian pustaka. Disajikan analisis data dan hasil perubahan dalam bentuk grafik/statistik deskriptif dioptimalkan. abstrak. semuanya disajikan secara lengkap. judul. Laporan penelitian tindakan kelas memuat antara lain A. inovasi. Baguan pembuka terdiri dari judul. C. kajian pustaka. Saran disusun untuk tindak lanjut penelitian berdasarkan pembahasan hasil penelitian dan juga untuk penerapan hasil. F. judul. Daftar pustaka dapat bersumber pada buku. yaitu pembuka. 2. hasil dan pembahasan.Mengapa berhasil (tidak)?. Hasil Hasil bahasan dari laporan penelitian tindakan kelas yang sudah ada. hasil dan pembahasan. penutup. dan bukti lain pelaksanaan PTK. BAB V SIMPULAN DAN SARAN Di dalam simpulan yang disusun harus sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian. pendahuluan. LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran memuat RPP yang dilaksanakan. abstrak. 12. pendahuluan. pendahuluan. dan penutup. saran sebaiknya disusun secara operasional ditujukan kepada siapa.

abstrak. Pada bagian saran yang ditulis adalah tindak lanjut A. C. tabel. 5. sebab berisi A. subjek penelitian. diagram. naratif. 341 . informasi yang berkaitan dengan penelitian tindakan kelas.Salah satu yang bukan bagian dari metode penelitian adalah A. 9. 6. internet dan yang lainnya. B. D. simpulan. B. C. sintesis. analisis. daftar buku-buku.2. lokasi penelitian. B. C. kata pengantar. Dalam pembahasan yang dibahas adalah A. jurnal yang pernah dibaca. subjek penelitian. rencana penelitian. uraian teori dan temuan penelitian yang relevan yang digunakan sebagai dasar dalam pemilihan pendapat dan pelaksanaan penelitian. Salah satu bagian dari metode penelitian adalah A. naratif. sampel penelitian. sampel. C. dari penelitian sebelumnya. teori-teori serta hasil penelitian pada topik yang sama yang sudah pernah dilakukan oleh orang lain maupun yang belum dilakukan. kajian teori. temuan penelitian. grafik. Daftar pustaka yang dicantumkan dalam laporan penelitian adalah A. berdasarkan hasil penelitian B. Pada bagian metode penelitian pada umumnya penulis menyajikan A. jurnal. Penyajian hasil penelitian dapat dilakukan dengan cara A. D. hasil penelitian. dari penelitian yang serupa. dan tabel. C. D. 7. metode penelitian. D. D. B. 4. D. objek penelitian C. pendahuluan. berdasarkan kajian teori. D. 10. kualitatif. Gambaran umum mengenai substansi sebuah laporan dapat ditemukan pada A. gambar. rencana penelitian. buku yang pernah dibaca. gambar. C. Kajian pustaka merupakan bagian penting dari laporan penelitian. buku yang dirujuk pada naskah proposal. hasil penelitian C. teori penelitian. B. buku yang dirujuk dalam naskah laporan. D. B. populasi. B. C. D. 8. B. diagram. hasil penelitian 3.

2007. Depdiknas. 1995. Rahman. Surakarta : Muhammadiyah University Press. Jakarta : Bagian Proyek PGSD. Untuk Guru. Jakarta : Bumi Aksara. Malang : Universitas Negeri Malang. “Penelitian Tindakan Kelas untuk Peningkatan Profesionalisme Guru SLTP”. Jelaskan apa yang perlu ditulis dalam pembahasan! 3. Jelaskan apa yang perlu ditulis pada simpulan dan saran! DAFTAR PUSTAKA Aqib.blogspot. 2001. Ditjen Dikti Depdikbud. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Soly Abimanyu. Surya. Maman. IKIP PGRI Semarang. 2007. 2002. dan Supardi. Jelaskan apa yang perlu ditulis dalam hasil penelitian! 2. Zainal.html Kasiihani Kasbolah E. Harun Joko Prayitno. H. 2000. 2008.Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. Penelitian Praktis untuk Perbaikan Pengajaran. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. M. “Hakikat dan Peranan PTK dalam Pengembangan Profesionalisme Konselor”. http://suksesbersamasukarto. Penelitian Tindakan Kelas (Dalam Bagan). Disampaikan dalam Seminar Nasional Penelitian Tindakan Kelas dalam Rnagka Pengembangan Profesionalisme Konselor. dkk.S. Suhardjono. Mohamad. Thoybi.com/2010/02/dasar-dasar-penulisan-karyatulis_01. Pembudayan Penulisan Karya Ilmiah. Bandung : Yrama Widya. Kamis 19 Juni 2008. 342 . Suharsimi Arikunto. Makalah. dan Adyana Sunanda (Ed. Semarang : Universitas Negeri Semarang. Jakarta : Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen Dikdasmen Depdiknas. Penelitian Tindakan Kelas.).

343 .

344 .

345 .

346 .

347 .

348 .

349 .

350 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->