P. 1
Masalah Pendidikan

Masalah Pendidikan

|Views: 40|Likes:
Published by akhmadjihad

More info:

Published by: akhmadjihad on Jul 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2012

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam judul “PERMASALAHAN DAN FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI TIMBULNYA MASALAH PENDIDIKAN”.

Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini kami masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki masih sangat kurang. Oleh karena itu kami masukan-masukan yang bersifat harapkan kepada para pembaca untuk memberikan membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Tangerang, 28 Desember 2011

Penyusun

1

tetapi memerlukan masukan masukan dan gerakan bersama antarsemua institusi. Secara internal. Pengembangan tersebut tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah pusat atau daerah. Dalam hal pembangunan manusia yang indikatornya meliputi Pendidikan. menengah dan tinggi). politik. sarana. profesionalisme guru yang masih rendah dan sebagainya. fasilitas juga dangan mereka perhatikan. Kependudukan dan Kesehatan dalam laporan Human Development Report 2004. biaya pendidikan yang mahal. 2 . budaya. baik intitusi pendidikan (dasar. sarana dan fasilitas yang belum memadai. maka perubahan dan inovasi merupakan “kata kunci” yang perlu dijadikan titik tolak dalam mengembangkan pendidikan nasional pada umumnya. agama serta masyarakat pada umumnya. pendidikan nasional dihadapkan pada hasil-hasil studi internasional yang selalu menempatkan kita pada posisi juru kunci untuk pendidikan dan rangking atas untuk korupsi. Kondisi semacam ini rupanyaselalu diucapkan dan diwiridkan dimana-mana secara berulang-ulang. Kita tidak bisa mengelak dari tekanan eksternal tersebut dimana persaingan dan kompetisi antra negara semakin ketat. Variabel lain seperti kurikulum. hanya menempatkan indonesia di peringkat 111 dari 117 negara.PEMBAHASAN A. Mengahadapi kedua tantangan tersebut. institusi ekonomi. sosial. tidak bermutu dan terbelakang. Letak kunci kemajuan pendidikan negara-negara tersebut antara lain karena tingginya anggaran pendidikan dan tingginya perhatian pada profesinalisme guru yang dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan mereka yang memadai. Disisi lain. Hal ini tentu sangan berlawanan dengan situasi pendidikan di Indonesia dimana anggaran pendidikan yang masih rendah. Permasalahan Pendidikan Nasional Secara umum pendidikan nasional sedang menghadapi dua tantangan yang berat yaitu internal dan eksternal. Bahkan kita tertinggan jauh dari Malaysia. Thailand bahkan Filipina. sehingga membentuk konsep diri kita bahwa pendidikan kita jelek. untuk mendudkung terwujudnya cita-cita tersebut. kita juga dihadapkan dengan tantangan eksternal yaitu: perubahan yang cepat dari lingkungan strategis diluar negara kita.

Masalah Efisiensi Pendidikan Beberapa masalah dalam kaitannya dengan efisiensi pendidikan antara lain: a. Masalah Pemerataan Pendidikan Masalah pemerataan pendidikan adalah persoalan bagaimana sistem pendidikan dapt menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh warganegara untuk memperoleh pendidikan. maslah relevansi pendidikan. b. 2. masalah efisiensi pendidikan. Cara inovatif misalnya sistem guru kunjung dan Sekolah Terbuka. masalah mutu pendidikan. dan manajemen pendidikan. Masalah mutu pendidikan juga mencakup masalah pemerataan mutu pendidikan. Masalah efisiensi dalam memfungsikan tenaga 3 . Masalah Mutu Pendidikan Mutu pendidikan dipermasalahkan jika hasil pendidikan tidak sesuai dengan yang diharapkan. personalia.B . Bagaimana pendidikan diselenggarakan d. Masalah ini dapat dipecahkan dengan dua cara yaitu dengan cara konvensional dan cara inovatif. 1.Jenis Permasalah Pokok Pendidikan Masalah pokok pendidikan yang menjadi kesepakatan nasional yang perlu diprioritaskan penanggulangannya ada empat macam yaitu: masalah pemerataan pendidikan. Pemecahan masalah mutu pendidikan dalam garis besarnya meliputi hal-hal yang bersifat fisik dan perangkat lunak. Bagaimana sarana dan prasarana pendidikan digunakan c. Cara konvensional misalnya pembangunan gedung sekolah dan pergantian jam belajar. 3. bagaimana memfungsikan tenaga pendidikan.

Indonesia memiliki daya saing yang rendah dan hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi. 4 . Tidak tersedianya pete kebutuhan tenaga kerja dengan persyaratannya yang digunakan sebagai pedoman oleh lembaga-lembaga pendidikan untuk menyusun programnya B. Dan hal itulah yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan yang menghambat penyediaan sumber daya menusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi pembangunan bangsa di berbagai bidang. Yang kita rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan. SMP. dan standardisasi pendidikan yang masih kurang dioptimalkan. Yang ada ialah siap kembang. Ini dibuktikan bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. nampak jelas bahwa masalah yang serius dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang pendidikan. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. dan SMA) di Indonesia memang masih rendah bila di bandingkan dengan kualitas pendidikan di negara-negara maju. Baik pendidikan formal maupun informal. Hal-hal yang menjadi penyebab utamanya yaitu efektifitas. Masalah Relevansi Pendidikan Sebenarnya kriteria relevansi cukup ideal jika dikaitkan dengan kondisi sistem pendidikan pada umumnya dan gambatan tentang kerjaan yang ada antara lain sebagai berikut. Faktor Permasalahan Pendidikan Sokolah Di Indonesia Pada saat ini kualitas pendidikan (SD. Setelah kita amati. a. kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain. Kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. efisiensi. c. status lembaga pendidikan yang bermacam-macam b. Oleh karena itu.4. sistem pendidikan tidak pernah menghasilkan luaran yang siap pakai. baik pendidikan formal maupun informal.

kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah. pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan sebagainya. Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu:  Rendahnya sarana fisik Untuk sarana fisik misalnya. pedagang pulsa ponsel. tidak memiliki laboratorium dan sebagainya. idealnya seorang guru menerima gaji bulanan serbesar Rp 3 juta rupiah. menjadi tukang ojek. memberi les pada sore hari. Sementara laboratorium tidak standar. kualitas guru. guru bantu Rp. Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya.  Rendahnya kualitas guru Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri. Kelayakan mengajar itu jelas berhubungan dengan tingkat pendidikan guru itu sendiri  Rendahnya Kesejahteraan Guru Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai peran dalam membuat rendahnya kualitas pendidikan Indonesia. dan kesejahteraan guru) pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan. Bukan itu saja. terang saja. efisiensi dan standardisasi pengajaran.Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas. pendapatan rata-rata guru PNS per bulan sebesar Rp 1. buku perpustakaan tidak lengkap. sebagian guru di Indonesia bahkan dinyatakan tidak layak mengajar. pedagang mie rebus. pedagang buku/LKS. dan guru honorer di sekolah swasta rata-rata Rp 10 ribu per jam. 460 ribu. Dengan pendapatan seperti itu. tidak memiliki perpustakaan. Ada yang mengajar lagi di sekolah lain.  Rendahnya Prestasi Siswa Dengan keadaan yang demikian itu (rendahnya sarana fisik. Sekarang. Sebagai misal pencapaian prestasi fisika dan matematika siswa Indonesia di dunia internasional sangat 5 . Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasny.5 juta. banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi kita yang gedungnya rusak. banyak guru terpaksa melakukan pekerjaan sampingan.

6 . Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Tetapi persoalannya siapa yang seharusnya membayarnya? Pemerintahlah sebenarnya yang berkewajiban untuk menjamin setiap warganya memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat bawah untuk mendapatkan pendidikan bermutu. Kegagalan pembinaan dalam usia dini nantinya tentu akan menghambat pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan.  Kurangnya Pemerataan Kesempatan Pendidikan Sementara itu layanan pendidikan usia dini masih sangat terbatas. kenyataannya Pemerintah justru ingin berkilah dari tanggung jawab.  Mahalnya Biaya Pendidikan Pendidikan bermutu itu mahal. tidak harus murah atau gratis.rendah. Hal ini mungkin karena mereka sangat terbiasa menghafal dan mengerjakan soal pilihan ganda. Orang miskin tidak boleh sekolah. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan. Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah. Padahal keterbatasan dana tidak dapat dijadikan alasan bagi Pemerintah untuk „cuci tangan‟. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi pemerataan pendidikan yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tersebut.Anak-anak Indonesia ternyata hanya mampu menguasai 30% dari materi bacaan dan ternyata mereka sulit sekali menjawab soal-soal berbentuk uraian yang memerlukan penalaran. atau tepatnya. Akan tetapi.

Dengan meningkatnya kualitas pendidikan berarti sumber daya manusia yang terlahir akan semakin baik mutunya dan akan mampu membawa bangsa ini bersaing secara sehat dalam segala bidang di dunia internasional. 7 .PENUTUP A. Adapun solusi yang dapat diberikan dari permasalahan di atas antara lain dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Hal-hal yang menjadi penyebab utamanya yaitu efektifitas. KESIMPULAN Kualitas pendidikan di Indonesia memang masih sangat rendah bila di bandingkan dengan kualitas pendidikan di negara-negara lain. SARAN Perkembangan dunia di era globalisasi ini memang banyak menuntut perubahan kesistem pendidikan nasional yang lebih baik serta mampu bersaing secara sehat dalam segala bidang. efisiensi. dan standardisasi pendidikan yang masih kurang dioptimalkan. dan meningkatkan kualitas guru serta prestasi siswa. B. Salah satu cara yang harus di lakukan bangsa Indonesia agar tidak semakin ketinggalan dengan negara-negara lain adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikannya terlebih dahulu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->