KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam judul “PERMASALAHAN DAN FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI TIMBULNYA MASALAH PENDIDIKAN”.

Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini kami masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki masih sangat kurang. Oleh karena itu kami masukan-masukan yang bersifat harapkan kepada para pembaca untuk memberikan membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Tangerang, 28 Desember 2011

Penyusun

1

Thailand bahkan Filipina. sosial. politik. untuk mendudkung terwujudnya cita-cita tersebut. sarana dan fasilitas yang belum memadai. Variabel lain seperti kurikulum. budaya. Kependudukan dan Kesehatan dalam laporan Human Development Report 2004. sarana. kita juga dihadapkan dengan tantangan eksternal yaitu: perubahan yang cepat dari lingkungan strategis diluar negara kita. Kondisi semacam ini rupanyaselalu diucapkan dan diwiridkan dimana-mana secara berulang-ulang. Hal ini tentu sangan berlawanan dengan situasi pendidikan di Indonesia dimana anggaran pendidikan yang masih rendah. Dalam hal pembangunan manusia yang indikatornya meliputi Pendidikan. Bahkan kita tertinggan jauh dari Malaysia. profesionalisme guru yang masih rendah dan sebagainya. tidak bermutu dan terbelakang. agama serta masyarakat pada umumnya. Permasalahan Pendidikan Nasional Secara umum pendidikan nasional sedang menghadapi dua tantangan yang berat yaitu internal dan eksternal. pendidikan nasional dihadapkan pada hasil-hasil studi internasional yang selalu menempatkan kita pada posisi juru kunci untuk pendidikan dan rangking atas untuk korupsi. Letak kunci kemajuan pendidikan negara-negara tersebut antara lain karena tingginya anggaran pendidikan dan tingginya perhatian pada profesinalisme guru yang dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan mereka yang memadai. Pengembangan tersebut tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah pusat atau daerah. institusi ekonomi. sehingga membentuk konsep diri kita bahwa pendidikan kita jelek. Mengahadapi kedua tantangan tersebut. Disisi lain. Secara internal. menengah dan tinggi). Kita tidak bisa mengelak dari tekanan eksternal tersebut dimana persaingan dan kompetisi antra negara semakin ketat. maka perubahan dan inovasi merupakan “kata kunci” yang perlu dijadikan titik tolak dalam mengembangkan pendidikan nasional pada umumnya. baik intitusi pendidikan (dasar. 2 . fasilitas juga dangan mereka perhatikan. hanya menempatkan indonesia di peringkat 111 dari 117 negara. biaya pendidikan yang mahal.PEMBAHASAN A. tetapi memerlukan masukan masukan dan gerakan bersama antarsemua institusi.

masalah mutu pendidikan. Masalah ini dapat dipecahkan dengan dua cara yaitu dengan cara konvensional dan cara inovatif. dan manajemen pendidikan. Pemecahan masalah mutu pendidikan dalam garis besarnya meliputi hal-hal yang bersifat fisik dan perangkat lunak. Cara konvensional misalnya pembangunan gedung sekolah dan pergantian jam belajar. Masalah Pemerataan Pendidikan Masalah pemerataan pendidikan adalah persoalan bagaimana sistem pendidikan dapt menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh warganegara untuk memperoleh pendidikan. 1. bagaimana memfungsikan tenaga pendidikan. Bagaimana pendidikan diselenggarakan d. masalah efisiensi pendidikan. Masalah efisiensi dalam memfungsikan tenaga 3 . Masalah Efisiensi Pendidikan Beberapa masalah dalam kaitannya dengan efisiensi pendidikan antara lain: a. Cara inovatif misalnya sistem guru kunjung dan Sekolah Terbuka. personalia. 2.Jenis Permasalah Pokok Pendidikan Masalah pokok pendidikan yang menjadi kesepakatan nasional yang perlu diprioritaskan penanggulangannya ada empat macam yaitu: masalah pemerataan pendidikan. 3. Bagaimana sarana dan prasarana pendidikan digunakan c. Masalah Mutu Pendidikan Mutu pendidikan dipermasalahkan jika hasil pendidikan tidak sesuai dengan yang diharapkan. maslah relevansi pendidikan. Masalah mutu pendidikan juga mencakup masalah pemerataan mutu pendidikan. b.B .

SMP. Yang kita rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan. Masalah Relevansi Pendidikan Sebenarnya kriteria relevansi cukup ideal jika dikaitkan dengan kondisi sistem pendidikan pada umumnya dan gambatan tentang kerjaan yang ada antara lain sebagai berikut. c. Hal-hal yang menjadi penyebab utamanya yaitu efektifitas.4. Indonesia memiliki daya saing yang rendah dan hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. nampak jelas bahwa masalah yang serius dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang pendidikan. a. efisiensi. Setelah kita amati. Tidak tersedianya pete kebutuhan tenaga kerja dengan persyaratannya yang digunakan sebagai pedoman oleh lembaga-lembaga pendidikan untuk menyusun programnya B. dan standardisasi pendidikan yang masih kurang dioptimalkan. status lembaga pendidikan yang bermacam-macam b. Kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. 4 . sistem pendidikan tidak pernah menghasilkan luaran yang siap pakai. Oleh karena itu. baik pendidikan formal maupun informal. dan SMA) di Indonesia memang masih rendah bila di bandingkan dengan kualitas pendidikan di negara-negara maju. Dan hal itulah yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan yang menghambat penyediaan sumber daya menusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi pembangunan bangsa di berbagai bidang. Ini dibuktikan bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain. Faktor Permasalahan Pendidikan Sokolah Di Indonesia Pada saat ini kualitas pendidikan (SD. Yang ada ialah siap kembang. Baik pendidikan formal maupun informal.

Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu:  Rendahnya sarana fisik Untuk sarana fisik misalnya. sebagian guru di Indonesia bahkan dinyatakan tidak layak mengajar. dan guru honorer di sekolah swasta rata-rata Rp 10 ribu per jam. buku perpustakaan tidak lengkap. banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi kita yang gedungnya rusak. Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya. Kelayakan mengajar itu jelas berhubungan dengan tingkat pendidikan guru itu sendiri  Rendahnya Kesejahteraan Guru Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai peran dalam membuat rendahnya kualitas pendidikan Indonesia. Sekarang. kualitas guru. 460 ribu. banyak guru terpaksa melakukan pekerjaan sampingan. guru bantu Rp. tidak memiliki laboratorium dan sebagainya. idealnya seorang guru menerima gaji bulanan serbesar Rp 3 juta rupiah. kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah. tidak memiliki perpustakaan. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri.  Rendahnya Prestasi Siswa Dengan keadaan yang demikian itu (rendahnya sarana fisik. terang saja. dan kesejahteraan guru) pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan. menjadi tukang ojek. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasny. Sebagai misal pencapaian prestasi fisika dan matematika siswa Indonesia di dunia internasional sangat 5 . Ada yang mengajar lagi di sekolah lain. pedagang mie rebus.  Rendahnya kualitas guru Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan. Bukan itu saja. efisiensi dan standardisasi pengajaran. pedagang buku/LKS. Dengan pendapatan seperti itu.5 juta. pedagang pulsa ponsel.Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas. pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan sebagainya. memberi les pada sore hari. Sementara laboratorium tidak standar. pendapatan rata-rata guru PNS per bulan sebesar Rp 1.

Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan. 6 .  Mahalnya Biaya Pendidikan Pendidikan bermutu itu mahal. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi pemerataan pendidikan yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tersebut. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. atau tepatnya. Akan tetapi. kenyataannya Pemerintah justru ingin berkilah dari tanggung jawab.rendah. Kegagalan pembinaan dalam usia dini nantinya tentu akan menghambat pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Tetapi persoalannya siapa yang seharusnya membayarnya? Pemerintahlah sebenarnya yang berkewajiban untuk menjamin setiap warganya memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat bawah untuk mendapatkan pendidikan bermutu. Padahal keterbatasan dana tidak dapat dijadikan alasan bagi Pemerintah untuk „cuci tangan‟. Hal ini mungkin karena mereka sangat terbiasa menghafal dan mengerjakan soal pilihan ganda. tidak harus murah atau gratis. Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah.Anak-anak Indonesia ternyata hanya mampu menguasai 30% dari materi bacaan dan ternyata mereka sulit sekali menjawab soal-soal berbentuk uraian yang memerlukan penalaran. Orang miskin tidak boleh sekolah.  Kurangnya Pemerataan Kesempatan Pendidikan Sementara itu layanan pendidikan usia dini masih sangat terbatas.

7 . Adapun solusi yang dapat diberikan dari permasalahan di atas antara lain dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Salah satu cara yang harus di lakukan bangsa Indonesia agar tidak semakin ketinggalan dengan negara-negara lain adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikannya terlebih dahulu. Hal-hal yang menjadi penyebab utamanya yaitu efektifitas. Dengan meningkatnya kualitas pendidikan berarti sumber daya manusia yang terlahir akan semakin baik mutunya dan akan mampu membawa bangsa ini bersaing secara sehat dalam segala bidang di dunia internasional. B.PENUTUP A. dan meningkatkan kualitas guru serta prestasi siswa. dan standardisasi pendidikan yang masih kurang dioptimalkan. KESIMPULAN Kualitas pendidikan di Indonesia memang masih sangat rendah bila di bandingkan dengan kualitas pendidikan di negara-negara lain. efisiensi. SARAN Perkembangan dunia di era globalisasi ini memang banyak menuntut perubahan kesistem pendidikan nasional yang lebih baik serta mampu bersaing secara sehat dalam segala bidang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful