P. 1
Contoh PTK Bahasa Indonesia SD

Contoh PTK Bahasa Indonesia SD

|Views: 691|Likes:
Published by Candra Guelthom

More info:

Published by: Candra Guelthom on Jul 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1 Latar Belakang
  • 1.2 Identifikasi Masalah
  • 1.3 Pembatasan Masalah
  • 1.4 Rumusan Masalah
  • 1.5 Tujuan Penelitian
  • 1.6 Manfaat Penelitian
  • 2.1 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar (SD)
  • 2.2.1 Unsur-unsur puisi antara lain:
  • 2.2.2 Jenis-jenis Puisi
  • 2.3 Kemampuan Membaca Puisi Kelas V SD
  • 2.4.1. Komponen-komponen dalam CTL
  • 2.4.2. Strategi Pembelajaran Berjiwa Kontekstual
  • 2.4.3. Karakteristik Pembelajaran Kontekstual
  • 2.4.4. Delapan Indikator Penerapan Pembelajaran Kontekstual
  • 2.5 Pembelajaran Puisi dengan CTL
  • 2.6. Hipotesis Tindakan
  • 3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian
  • 3.2 Kehadiran Peneliti
  • 3.3 Lokasi, Waktu dan Subjek Penelitian
  • 3.4 Data dan Sumber Data
  • 3.5 Prosedur Pengumpulan data
  • 3.6 Teknik Analisis Data
  • 3.7 Keabsahan Data
  • 3.8 Indikator Keberhasilan
  • 3.9 Tahapan dan Desain Penelitian
  • 4.1.2. Pelaksanaan Tindakan
  • 4.1.3.1 Respon Siswa
  • 4.1.3.2 Partisipasi Belajar Siswa
  • 4.1.3.3 Hasil Observasi Pengamat III terhadap Aktifitas Guru
  • 4.1.3.4 Hasil Belajar Siswa
  • 4.1.3.5. Hasil wawancara
  • 4.1.4. Refleksi Siklus I
  • 4.2.2. Pelaksanaan Tindakan
  • 4.2.3.1 Respon Siswa
  • 4.2.3.2 Partisipasi Belajar Siswa
  • 4.2.3.3 Hasil Observasi Pengamat III terhadap Aktifitas Guru
  • 4.2.3.4 Hasil Belajar Siswa
  • 4.2.3.5. Hasil wawancara
  • 4.2.4. Refleksi Siklus II
  • 4.3.2. Pelaksanaan Tindakan
  • 4.3.3.1 Respon Siswa
  • 4.3.3.2 Partisipasi belajar Siswa
  • 4.3.3.3 Hasil Observasi Pengamat III terhadap Aktifitas Guru
  • 4.3.3.4 Hasil Belajar Siswa
  • 4.3.4. Refleksi Siklus III
  • 5.1 Kesimpulan
  • 5.2 Saran

1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia (Depdiknas,2006). Empat kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah membaca, menulis, menyimak dan berbicara. Dalam kemampuan membaca, siswa kelas V SD diharuskan memiliki kompetensi untuk mampu membaca puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat. Hal ini dikarenakan pusi merupakan salah satu karya sastra yang menggunakan kata-kata indah dan kaya makna yang lahir sebagai karya dari seorang putra bangsa. Puisi dapat pula dijadikan sebagai tolak ukur tingkat peradaban suatu bangsa. Pembelajaran membaca puisi adalah bagian dari pembelajaran apresiasi sastra. Pembelajaran apresiasi sastra merupakan proses antara guru dan siswa, yang menjadikan proses pengenalan, pemahaman dan penghayatan. Pada akhirnya dalam menikmati karya sastra akan mampu menerapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran sastra khususnya puisi dalam kegiatan belajar belum diupayakan secara maksimal, karena sebenarnya pembelajaran puisi merupakan kegiatan pementasan karya seni yang memerlukan kemampuan khusus. Namun pembelajaran puisi dengan pelafalan dan intonasi yang tepat sering mengalami kendala.Kendala tersebut antara lain : 1) pengaruh dialek bahasa lokal, 2) kurang adanya percaya diri dan 3) minimnya contoh pembacaan puisi yang benar. Guru bahasa Indonesia sendiri belum tentu memiliki kemampuan membaca puisi yang baik dan benar. Kuatnya pengaruh dialek bahasa lokal, menjadikan pembacaan puisi sebagai bahan tertawaan karena terdengar lucu. Kurangnya rasa percaya diri 1

2

menyebabkan siswa malu untuk maju ke depan kelas dan merasa terpaksa. Minimnya contoh membaca puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat membuat siswa tidak memiliki acuan atau gambaran tentang membaca puisi yang tepat. Kendala-kendala di atas menyebabkan siswa belum dapat membaca puisi dengan baik dan benar sesuai kompetensi dasar yang ditentukan. Salah satu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan membaca puisi siswa kelas V SDN IV Sungaiselam adalah menerapkan model pembelajaran kontekstual atau Contekstual Teaching Learning (CTL). Nurhadi (2003:13) menyatakan bahwa pembelajaran kontekstual (CTL) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dan usaha siswa mengkonstruksi sendini pengetahuan dan keterampilan baru ketika ia belajar. Pembelajaran berbasis CTL melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran produktif, yakni: konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Questioning), menemukan (Inquiry), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modeling), dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment). Penelitian ini dimaksudkan untuk menemukan jawaban bagaimana cara meningkatkan kemampuan siswa kelas V SDN IV Sungaiselam dalam membaca puisi dengan pelafalan dan intonasi yang tepat dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui penerapan strategi pembelajaran kontekstual (CTL). Dengan penerapan CTL diharapkan timbul semangat dan kepercayaan diri siswa sehingga dapat menghayati dan membaca puisi dengan lafal dan intonasi yang baik dan benar. 1.2 Identifikasi Masalah Peneliti mengidentifikasi masalah-masalah yang muncul berdasarkan kondisi objektif di lapangan, sebagai berikut : a. Kemampuan membaca puisi siswa kelas V SDN IV Sungaiselam masih belum sesuai dengan lafal dan intonasi yang tepat

3

b. Guru belum menerapkan strategi pembelajaran efektif dan tepat untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat 1.3 Pembatasan Masalah Peneliti membatasi masalah penelitian pada usaha untuk mencari jawaban atas identifikasi masalah yang diajukan. Batasan masalah yang dirumuskan adalah: a. Kemampuan membaca siswa kelas V SDN IV Sungaiselam masih belum sesuai dengan lafal dan intonasi yang tepat b. Memperbaiki strategi pembelajaran yang dilaksanakan guru untuk meningkatkan kemampuan membaca puisi kelas V SDN IV Sungaiselam semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 dengan penerapan strategi pembelajaran kontekstual (CTL). 1.4 Rumusan Masalah Peneliti mengajukan rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Mengapa kemampuan membaca puisi siswa kelas V SDN IV Sungaiselam tahun pelajaran 2009/2010 masih belum sesuai lafal dan intonasi tepat? 2. Bagaimanakah hasil penerapan strategi pembelajaran kontekstual (CTL) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan membaca puisi siswa kelas V SDN IV Sungaiselam semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 ? 1.5 Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : ingin mengetahui efektifitas penerapan pembelajaran kontekstual (CTL) terhadap kemampuan siswa kelas V SDN IV Sungaiselam semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 dalam membaca puisi sesuai dengan lafal dan intonasi yang tepat. 1.6 Manfaat Penelitian

4

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif kepada sejumlah pihak berikut : a. Bagi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SD, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan profesional dan menjadikan pembelajaran kontekstual (CTL) sebagai bahan referensi dalam pemilihan strategi pembelajaran yang tepat bagi siswanya sesuai karakter dan kemampuan mereka untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca puisi. b. Bagi sekolah, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan rujukan bagi guru bidang studi lain untuk turut melaksanakan model pembelajara yang sama. c. Bagi siswa, dengan penerapan strategi pembelajaran kontekstual (CTL), mereka diharapkan dapat lebih percaya diri dalam menghayati dan membaca puisi dengan lafal fan intonai yang tepat. d. Bagi Dinas Pendidikan dapat mensosialisasikan dan merekomendasikan hasil penelitian ini untuk dapat diterapkan di sekolah-sekolah di wilayah terkait dan memberikan penghargaan bagi guru-guru yang inovatif dalam pembelajaran

5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar (SD) Dalam peraturan menteri pendidikan nasional no 22 tahun 2006 lampiran 3 tentang Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar, A. Latar Belakang Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya. Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia. Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Standar kompetensi ini merupakan dasar bagi peserta didik untuk memahami dan merespon situasi lokal, regional, nasional, dan global. Dengan diharapkan: 1. peserta didik dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan minatnya, serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesastraan dan hasil intelektual bangsa sendiri; 2. guru dapat memusatkan perhatian kepada pengembangan kompetensi bahasa peserta didik dengan menyediakan berbagai kegiatan berbahasa dan sumber belajar; 5 standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia ini mata pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar tersistematisasi sebagai berikut :

baik secara lisan maupun tulis 2. B. orang tua dan masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program kebahasaan daan kesastraan di sekolah. Tujuan Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut. Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual. 1. guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan peserta didiknya. Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara 3. memperhalus budi pekerti. 4. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku. Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan 4. Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. Ruang Lingkup Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan . serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa 6. sekolah dapat menyusun program pendidikan tentang kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan keadaan peserta didik dan sumber belajar yang tersedia. C. serta kematangan emosional dan sosial 5.6 3. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan. 6. 5. daerah dapat menentukan bahan dan sumber belajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi dan kekhasan daerah dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional.

puisi berbeda dengan bahasa keseharian. sajak dan ungkapan yang menarik. Menulis. Padat. Jadi. Rasa. dan kaya makna Singkat karena diungkapkan tidak panjang lebar seperti prosa.3 Membaca puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat 2. Dalam penelitian ini. Tema di dalam keseluruhan isi puisi. maksudnya puisi digarap dengan pilihan kata yang mengandung kekuatan rasa dan makna. singkat. Kompetensi Dasar yang yang ingin dicapai adalah sebagai berikut : Standar Kompetensi 3. Mendengarkan 2. rima. Nur’aini (2008:39) menyimpulkan bahwa puisi adalah karya sastra yang menggunakan kata-kata indah. dan makna khusus. Memahami teks dengan membaca teks percakapan. 1.1 Unsur-unsur puisi antara lain: 1. serta penyusunan larik dan bait. rima. . irama. dan membaca puisi Kompetensi Dasar 3. Berbicara 3. Membaca 4.2. membaca cepat 75 kata/menit. Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama. Tema. peserta didik telah membaca sekurangkurangnya sembilan buku sastra dan nonsastra. 2. Pada akhir pendidikan di SD. lambang.2 Definsi Puisi Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI). Yakni dengan memilih kata yang mempunyai majas. matra. 2. atau gubahan dalam bahasa yg bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi. yaitu sikap penyair terhadap pokok persoalan yang terkandung didalam .7 berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut. padat. yaitu pokok persoalan yang akan diungkapkan oleh penyair.

S. baris. dan oktaf.2 Jenis-jenis Puisi a Jenis-jenis puisi berdasarkan bentuknya: 1. syair . Nada berkaitan erat dengan tema dan rasa. Hal ini ditunjukkan dengan adanya sikap merayu. 4. W. terzina. kuint. kuatren. yaitu sikap penyair terhadap pembacaannya.8 puisi. Puisi lama Puisi lama adalah puisi yang merupakan peninggalan sastra melayu lama. Taufik Ismail. Puisi yang terkait aturan-atur an bait dan baris. b. dan sebagainya. Puisi bebas yaitu puisi yang tidak terikat oleh aturan-aturan bait. pemadatan makna kata. maupun rima. 2. Yang termasuk puisi lama adalah: a) Pantun Pantun merupakan salah satu jenis karya sastra lama yang berbentuk puisi. dan soneta. serta bentuk penulisannya yang berbait-bait. pantun mementingkan keindahan bahasa. Dikenal juga puisi yang berbentuk distikon. Ciri-ciri pantun: 1) Satu bait terdiri atas empat baris. Puisi lama terdiri atas puisi asli dan puisi pengaruh asing. yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair dalam puisi itu. sektet septima. Nada. Amanat. Jenis puisi berdasarkan zamannya : 1. mengadu mengkritik. Contoh: puisi karangan Chairil Anwar. Contoh puisi asli masyarakat melayu adalah pantun dan contoh puisi asing pengaruh bahasa Arab adalah syair.2. 2. Sebagaimana bentuk puisi lainnya. 3. Antara lain: pantun. . Rendra.

Puisi baru Puisi baru adalah puisi yang lahir pada tahun dua puluhan. 3) Setiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata.9 2) Baris pertama dan kedua merupakan sampiran. yaitu pantun yang hanya terdiri atas 2 baris. sajak enam seuntai. yaitu pantun yang tediri atas 6. 2) Setiap baris terdiri atas delapan sampai dua belas suku kata. sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi. e) Karmina (pantun kiat). yaitu puisi yang mengandung kekuatan gaib. semua barisnya merupakan isi. e) Sektet. 3) Syair tidak memiliki sampiran. sajak dua seuntai. 8 atau 10 baris. syair terikat akan aturan-aturan baku.Hampir sama dengan pantun. d) Kuint. 4) Rima akhir berpola a-b-a-b. d) Talibun. . Ciri-cirinya adalah: 1) Setiap bait terdiri atas empat baris. 2. sajak empat seuntai. sajak tiga seuntai. c) Kuatren. Menurut bentuknya puisi baru terdiri atas: a) Distikon. b) Syair Syair termasuk dalam jenis puisi lama. 4) Rima akhir berpola a-a-a-a. c) Mantra. b) Terzina. sajak lima seuntai.

yaitu puisi yang berisikan sanjungan kepada tokoh (pahlawan). 2 Elegi. Kemampuan membaca puisi yang tepat bagi . sajak empat belas seuntai. sajak delapan seuntai. Yamin dan Rustam Effendi. yaitu puisi berisikan slogan. g) Stanza. 3) Oktaf sebagai sampiran dan sektet merupakan kesimpulannya. 3 Ode. Masuknya soneta ke Indo nesia dimulai sekitar zaman angkatan pujangga baru.10 f) Septima. Soneta adalah bentuk puisi yang berasal dari Italia. 4 Himne. c. Jenis puisi berdasarkan i sinya: 1 Romansa. 2) Terbagi atas dua kuatren (oktaf) dan dua terzina (sektet). yaitu puisi yang berisi curahan cinta. untuk membangkitkan perjuangan dan semangat hidup. 5 Epigram. h) Soneta. yaitu puisi yang berisikan doa dan pujian kepada Tuhan. yaitu puisi yang berisikan cerita sedih (dukacita).3 Kemampuan Membaca Puisi Kelas V SD Siswa kelas V SD diharuskan memiliki kemampuan membaca kelas V SD adalah pembacaan puisi yang memenuhi 3 unsur : a. 2. 6 Satire. puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat . semboyan. Lafal. sajak tujuh seuntai. yaitu puisi yang berisikan kisah atau cerita. Pelopor soneta adalah Moh. Ciri-ciri soneta adalah: 1) Terdiri dari 14 baris. yaitu cara pengucapan bunyi.

Penilaian sebenarnya (Authentic Assessment). Konstruktivisme (Constructivism). c. 2. d. pemodelan (Modeling). e. c. 2. Menemukan (Inquiry). dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment). Quantum Learning. yakni: konstruktivisme (Constructivism). Bertanya (Questioning). Meaningful-Learning. Pendekatan Proses. dan f. yaitu ketepatan penyajian tinggi rendah nada. Masyarakat belajar (Learning Community). Strategi Pembelajaran Berjiwa Kontekstual Apakah perbedaan CTL dengan CBSA. Komponen-komponen tersebut dapat dilaksanakan secara bersamaan atau dapat pula diterapkan hanya satu atau beberapa komponen dalam satu pembelajaran. Work-Based Learning.4 Pembelajaran Kontekstual/ Contextual Teaching Learning (CTL) Nurhadi (2003:13) menyatakan bahwa pembelajaran kontekstual (CTL) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Student Active Learning. yaitu hentian sebentar dalam ujaran. Pemodelan (Modeling). yakni : a.2. ‘Jiwa’ dan pendekatan-pendekatan itu sebenarnya sama dengan pendekatan CTL. Problem-Based Learning. yakni .1. Intonasi. masyarakat belajar (Learning Community). Komponen-komponen dalam CTL Ada tujuh komponen CTL yang saling terkait satu sama lain. 2. Pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dan usaha siswa mengkonstruksi sendini pengetahuan dan keterampilan baru ketika ia belajar. bertanya (Questioning). dan sejenisnya?. b.11 b.4. menemukan (Inquiry). Cooperative Learning.4. Jeda. Pembelajaran berbasis CTL melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran produktif.

Kelas yang hidup adalah kelas yang memberdayakan siswa atau berfokus pada siswa. CBSA menekankan pada menciptakan kelas di mana siswanya aktif. orang yang dapat bekerja sendiri atau bekerja dalam kelompok. Guru membantu siswa bekerjasama secara efektif dalam kelompok.3.4. Semua konsep belajar tersebut juga berjiwa ‘kontekstual’. Pendekatan Proses menekankan pada proses pembelajaran. Bekerjasama (collaborating) Siswa dapat bekerja sama. Melakukan kegiatan-kegiatan yang signifikan. Meaningful-Learning mengupayakan agar apa yang dipelajari siswa bernrakna. Berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thinking) . Bedanya hanya pada aspek penekanannya.12 ‘bagaimana menghidupkan kelas’. ada urusannya dengan orang lain. Cooperative Learning mengupayakan penciptaan masarakat belajar di kelas. Problem-Based Learning berfokus pada strategi pemecahan masalah seagj) teknik mengajar. Belajar yang diatur sendiri (self-regulated learning) Siswa melakukan pekerjaan yang signifikan : ada tujuannya. Quantum Learning mengupayakan penciptaan Iingkungan belajar yang menyenangkan. membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling memahami 5. (doing significan work) Siswa membuat hubungan-hubungan antara sekolah dan berbagai konteks yang ada dalam kehidupan nyata sebagai pelaku bisnis dan sebagai anggota masyarakat 3. yaitu kelas yang produktif dan menyenangkan. 2. Siswa dapat mengatur sendiri sebagai orang yang belajar secara aktif dalam mengembangkan minatnya secara individual. bukan hasil. dan orang yang dapat belajar sambil berbuat (learning by doing) 2. ada hubungannya dengan penentuan pilihan. dan ada produknya/hasilnya yang sifatnya nyata. Karakteristik Pembelajaran Kontekstual Johnson dalam Nurhadi (2003:14) menegaskan bahwa suatu pembelajaran dapat dikatakan sebagai pembelajaran kontekstual apabila memiliki ciri-ciri sebagi berikut : 1. Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections). 4.

atau membuat penyajian perihal emosi manusia. Delapan Indikator Penerapan Pembelajaran Kontekstual Nurhadi (2003:101) menambahkan. membuat sintesis. Menggunakan penilaian autentik (using authentic assessment) Siswa menggunakan pengetahuan akademis dalam konteks dunia nyata untuk suatu tujuan yang bermakna. siswa boleh menggambarkan informasi akademis yang telah mereka pelajari dalam pelajaran sains. Siswa tidak dapat berhasil tanpa dukungan orang dewasa.13 Siswa dapat menggunakan tingkat berpikir yang lebih tinggi secara kritis dan kreatif : dapat menganalisis. Misalnya. memberi perhatian. 2. menemukan. Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards) Siswa mengenal dan mencapai standar yang tinggi : mengidentifikasi tujuan dan memotivasi siswa untuk mencapainya. Ketika siswa mencari. Guru mengajarkan apa yang seharusnya diajarkan dan bukan sekedar pengetahuan tentang ”X” b.4. memecahkan masalah.4. Ketika pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan dekat dengan kehidupan siswa d. memiliki harapan-harapan yang tinggi. Guru memperlihatkan kepada siswa cara mencapai apa yang disebut ”excellence” 8. membuat keputusan dan menggunakan logika dan bukti-bukti 6. Ketika guru ingin mencapai kompetensi dasar yang ditargetkan dan bukan menyelesaikan materi c. guru dapat dikatakan telah menerapkan pembelajaran kontekstual apabila : a. pendidikan. Siswa menghormati temannya dan juga orang dewasa 7. matematika. dan mengkonstruksikan sendiri pengetahuan dan keterampilannya . kesehatan. memotivasi dan memperkuat diri sendiri. merencanakan menu sekolah. Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nurturing the individual) Siswa memelihara pribadinya : mengetahui. dan pelajaran bahasa Inggris dengan mendesain sebuah mobil.

b. Siswa diberikan contoh autentik tentang cara membaca puisi yang tepat melalui pemutaran kaset dan video rekaman f. Ketika kelas hidup (siswa belajar dan berlatih) dan bukan guru yang beraktig di depan kelas dan siswa hanya menonton.memilih dan menentukan puisi yang ingin dibacanya d. Konstruktivisme (Constructivism). siswa terlihat senang dan antusias seperti berteriak ”Hore” atau ”asyik” pelajaran akan dimulai. Ketika guru menilai apa yang seharusnya dinilai. Penilaian sebenarnya (Authentic Assessment). Siswa diminta untuk menciptakan sendiri gaya dalam membaca puisi selama masih memenuhi standar lafal dan intonasi yag tepat. Siswa diberikan kebebasan untuk mencari. g. yakni hipotesis yang menyatakan adanya hubungan antara variabel . yakni praktik langsung pembacaan puisi. 2.produk. Pemodelan (Modeling). Menemukan (Inquiry). 2. c. Ketika guru mengumpulkan nilai dari proses.14 e. Bertanya (Questioning). Guru melakukan penilain terhadap kemampuan siswa dalam membaca puisi berdasarkan kompetensi nyata siswa. Siswa diberikan keleluasaan untuk mempertanyakan berbagai hal terkait pembacaan puisi baik kepada guru maupun kepada sesame siswa. bukan hanya menilai pengetahuan siswa h. Hipotesis Tindakan Dalam penelitian ini peneliti menggunakan hipotesis kerja atau hipotesis alternatif (Ha). Siswa diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan sesama siswa untuk mendiskusikan pembacaan puisi siswa lain e. Masyarakat belajar (Learning Community).6. f. Ketika setiap pelajaran akan dimulai. Namun sebagai pelengkap.5 Pembelajaran Puisi dengan CTL Dalam kegiatan penelitian ini. yakni : a. kinerja dan tes. juga dilaksanakan tes tulis berupa uji kemampuan teori. penulis menerapkan ketujuh komponen pembelajaran kontekstual.

Peneliti merumuskan hipotesis sebagai berikut : Penerapan pembelajaran kontekstual (CTL) dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas V SDN IV Sungaiselam semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 dalam membaca puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat. BAB III METODOLOGI PENELITIAN .1998:69).15 X dan Y (Arikunto.

1 Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan penelitian mi adalah kualitatif. Hal ini karena peneliti yang akan merencanakan. yakni masalah kemampuan membaca puisi yang belum menggunakan lafal dan intonasi yang tepat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan strategi pembelajaran kontekstual (CTL) den tujuh komponen yakni : a. Proses yang diamati adalah interaksi guru dengan siswa dan interaksi siswa dengan siswa. d. . diperlukan sejumlah komponen metodologi sebagai berikut : 3. e. dan f. c. sejak perencanaan penelitian peneliti merasa terlibat. Dalam penelitian ini. Menemukan (Inquiry).. merancang. Konstruktivisme (Constructivism). Data yang akan dikumpulkan bersifat deskriptif.16 Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jawaban atas penyebab masih rendahnya kemampuan membaca siswa kelas V SDN IV Sungaiselam dalam membaca puisi dengan. yaitu penelitian yang dinyatakan dalam bentuk verbal dan dianalisis tanpa menggunakan statistik. mencatat dan mengumpulkan data. Pemodelan (Modeling). Prosedur penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas karena penelitian ini mencoba untuk memecahkan masalah yang terjadi di dalam kelas selama pembelajaran Bahasa Indonesia berlangsung.al (2003:15). lalu menganalisis data serta berakhir dengan melaporkan hasil penelitiannya. Dengan demikian. yaitu penjelasan tentang kondisi kemampuan siswa dalam membaca puisi setelah mendapat perlakuan dalam proses belajar kontekstual (CTL). Penilaian sebenarnya (Authentic Assessment). yakni jenis penelitian tindakan kelas yang menuntut penelitinya harus terlibat langsung di dalam proses penelitian Wibawa et. Jenis penelitian tindakan kelas yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas partisipan. melaksanakan. Masyarakat belajar (Learning Community). Bertanya (Questioning). mengumpulkan data. Penelitian ini lebih menekankan pada proses pembelajaran daripada hasil akhir pembelajaran itu sendiri. selanjutnya peneliti memantau. Data hasil penelitian berupa kata-kata dan akan dipaparkan sesuai dengan kejadian yang terjadi dan dianalisis secara induktif. Untuk mencapai tujuan tersebut. peneliti sebagai instrumen utama.

. pewawancara dan pengamat (observer)... 4) analisa data bersifat induktif karena penelitian tidak dimulai dan deduksi teori.....17 menganalisis data... menanik kesimpulan dan membuat laporan. Hal ini sesuai dengan ciri-ciri pendekatan kualitatif.... (nama kepala sekolah/dosen/guru) dan . 2007:8) Proses yang ditekankan dalam penelitian ini adalah respon siswa terhadap penyampaian materi oleh guru yang menerapkan strategi pembelajaran kontekstual (CTL).. Disamping itu peneliti juga memberikan angket kepada subyek penelitian. Hasil pengamatan observer III akan digunakan oleh peneliti untuk memperbaiki pembelajaran di siklus selanjutnya... 2) bersifat deskriptif analitik karena data yang diperoleh tidak dituangkan dalam bentuk bilangan statistik...... Data akhir hasil penelitian berupa narasi dan akan dipaparkan sesuai dengan kejadian yang terjadi dan dianalisis secara induktif.... namun dalam bentuk kata-kata atau gambar-gambar.. peneliti mengamati aktivitas siswa selama berlangsungnya tindakan.. apakah sesuai dengan tujuan atau tidak. Pengamat II bertugas sebagai pembanding hasil observasi peneliti dan pengamat III bertugas untuk membuat pengamatan dan penilaian terhadap guru dalam menerapkan pembelajaran kontekstual (CTL)... karena peneliti bertindak sebagai pengajar (guru). Sebagai pengamat....... Sebagai pewawancara. tetapi dimulai dan lapangan... 3) lebih menekankan proses daripada hasil... peneliti akan mewawancarai subyek penelitian dengan berpedoman pada hasil tugas dan tes masing-masing subyek.... maka kehadiran peneliti di lapangan sangat diutamakan. dan 5) mengutamakan makna (Sudjana dalam Hobri. (nama guru)....... ..... 3....2 Kehadiran Peneliti Sesuai dengan pendekatan penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan partisipan. Peneliti juga melibatkan kolaborator yakni teman sejawat dan kepala sekolah sebagai observer II dan observer III.. yakni ...... yaitu: 1) menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data langsung..

(4) angket tentang penilaian siswa terhadap pembelajaran....... 2009. 1) Pengamatan difokuskan pada kegiatan siswa pada saat proses pembelajaran... 3) perolehan hasil belajar keseluruhan siswa yang masih kurang memuaskan. 3. 3. Alasan peneliti memilih lokasi ini adalah: 1) peneliti adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas V 2) kemampuan membaca puisi yang masih belum tepat ........ penilaian hasil kerja dalam bentuk tes dan wawancara.. 3.. peneliti mengamati aktivitas siswa selama berlangsungnya tindakan... Tujuan angket ini untuk mengetahui tingkat respon siswa terhadap strategi pembelajaran yang dipilih guru yang berujung pada timbulnya motivasi belajar sehingga mendorong siswa untuk menguasai materi.. (2) hasil pekerjaan siswa terhadap tugas laporan.18 Sebagai interviewer... peneliti akan mewawancarai subyek penelitian dengan berpedoman pada hasil tugas dan tes masing-masing subyek... dan (5) hasil catatan lapangan sebagai pelengkap hasil pengamatan. Waktu dan Subjek Penelitian Penelitian ini direncanakan dilaksanakan di SDN IV Sungaiselam yang terletak di ...d .... Sebagai observer.5 Prosedur Pengumpulan data Dalam penelitian ini.... 4) belum pernah dilaksanakan penelitian yang sejenis di sekolah ini...... 2) Angket diberikan kepada siswa setelah proses belajar berlangsung.. prosedur yang digunakan dalam pengumpulan data sebagai berikut : Pengamatan.. s. .. Subjek yang dipilih adalah kelas V.... (3) hasil wawancara dengan siswa oleh guru tentang PBM dan sistem pembelajaran yang diterapkan. angket..4 Data dan Sumber Data Data yang akan diraih dalam penelitian ini adalah : (1) observasi tingkah laku siswa pada saat pembelajaran berangsung.... pada tanggal .. diskusi dan tes. 3) Penilaian hasil kerja digunakan untuk mengetahui daya serap siswa terhadap materi yang telah diberikan..3 Lokasi.

2006). Analisis dalam penelitian ini dilakukan pada saat tindakan dan setelah tindakan. Dari data yang diperoleh. Rangkaian data yang dianalisis adalah : 1) Pada saat tindakan Data dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif.19 4) Analisa hasil tes/ulangan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa baik secara individu maupun keseluruhan.7 Keabsahan Data . hasil wawancara. Data Penelitian yang akan diraih terdiri dari hasil observasi. Penerapan Pembelajaran kontekstual (CTL) dianggap berhasil untuk meningkatkan hasil belajar siswa apabila nilai individu siswa di atas sama dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Secara klasikal. Tes ini digunakan untuk menentukan tingkat pencapaian siswa terhadap pokok bahasan yang diberikan. 2) Sesudah tindakan Setelah proses belajar dengan menggunakan strategi pembelajaran kontekstual (CTL) selesai. hasil angket. 3. 5) Wawancara tentang hasil belajar siswa sebelum dan sesudah pembelajaran yang diterapkan 3.6 Teknik Analisis Data Data penelitian yang terkumpul dinalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Penentuan KKM ini berdasarkan pada nilai KKM ideal yang ditetapkan oleh rapat pleno guru berdasarkan panduan penyusunan KKM dari Depdiknas. Kedua Instrumen ini digunakan untuk mengukur tingkat respon siswa. (Depdiknas. yakni 70. dan catatan lapangan. akan disimpulkan tentang hasil belajar siswa baik per individu maupun secara klasikal. penerapan pembelajaran kontekstual (CTL) dianggap berhasil dalam meningkatkan hasil belajar siswa apabila 75 % siswa dinyatakan tuntas. yaitu suatu teknik pemaparan analisa data sesuai dengan hasil temuan lapangan berupa pengamatan dengan cek list dan angket. hasil tes. siswa diberikan tes. Isi soal dan skor soal disajikan dalam lampiran.

. Jumlah siswa yang aktif dalam pembelajaran minimal 75% c... data hasil observasi dan data hasil tes. Jumlah rata-rata hasil belajar siswa minimal 75 3. Observasi dan Refleksi . Sedangkan triangulasi metode yaitu membandingkan data hasil catatan lapangan. Triangulasi sumber yaitu membandingkan data yang diperoleh dengan sesuatu yang di luar data itu. 3. Tindakan... data hasil wawancara. dan . Secara skematis.. Disamping itu. Jumlah siswa yang tuntas hasil belajarnya setelah penerapan pembelajaran kontekstual (CTL) minimal 75 % d.. peneliti juga melakukan triangulasi sumber dan triangulasi metode....... Siswa yang merespon BAIK terhadap penerapan pembelajaran kontekstual (CTL) minimal 75 % b. Data temuan hasil penelitian kemudian dikonsultasikan kepada pembimbing untuk mendapatkan arahan dan masukan yang berguna untuk keabsahan data.8 Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah : a... dilakukan dengan meminta konfirmasi dari observer II dan III (teman sejawat/ kepala sekolah).20 Keabsahan atau Validasi data dilakukan dengan membahas hasil temuan di lapangan bersama kolaborator (teman sejawat) yakni .. Semua kontribusi informasi yang diberikan akan sangat berguna untuk memastikan derajat kepercayaan data yang diperoleh dan kredibilitas kesimpulan yang dilakukan..... tahapan dilihat dalam alur diagram sebagai berikut : .9 Tahapan dan Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan dalam dengan tahapan : Perencanaan.....

21 TINDAKAN PENDAHULUAN PERENCANAAN TINDAKAN dan OBSERVASI REFLEKSI PERENCANAAN PERBAIKAN TINDAKAN dan OBSERVASI REFLEKSI PERENCANAAN PERBAIKAN TINDAKAN dan OBSERVASI REFLEKSI .

Maka peneliti melakukan rangkaian tindakan pembelajaran sebagai berikut : 1. Meskipun dalam siklus I atau siklus II tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan siswa telah tercapai. Setelah pembelajaran selesai. Kegiatan Inti . Perencanaan Kegiatan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) membuat pedoman pengamatan (observasi).Menjelaskan tentang materi puisi dan tujuan pembelajaran .Menyajikan contoh puisi beserta contoh pembacaan puisi dengan kaset rekaman / video 2.Siswa mendiskusikan puisi yang diberikan guru dalam kelompok . Tindakan yang dilakukan pada tahap ini adalah melaksanakan pembelajaran dengan penerapan pembelajaran kontekstual (CTL). dan angket. kaset atau video contoh pembacaan puisi dari internet. penelitian tetap dilaksanakan dalam III Siklus. SIKLUS I Tahapan-tahapan di dalam siklus I dalam PTK ini adalah sebagai berikut : 1. A. interview (wawancara). di mana siklus III dilaksanakan untuk memperbaiki proses pembelajaran pada siklus I dan II berdasarkan evaluasi dan diskusi dengan observer II dan observer III. Disamping itu juga disusun tes akhir tindakan. Peneliti mengumpulkan materi pelajaran berupa contoh puisi. dilaksanakan pada tahap ini. Action/ Tindakan Pelaksanaan tindakan adalah menerapkan atau melaksanakan skenario pembelajaran yang direncanakan.22 LAPORAN AKHIR Gambar 1 : desain penelitian model Hopkins Tahapan penelitian direncanakan dilakukan dalam III tahapan Siklus. 2. Kegiatal Awal: . dilakukan tes hasil belajar.

SIKLUS II . Penilaian subjek penelitian terhadap pembelajaran baik 3. Meskipun hasil belajar telah tuntas dalam siklus I. Hasil belajar subjek penelitian minimal 70 4. Refleksi juga dimaksudkan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang masih ditemui. Kriteria yang digunakan untuk menentukan keberhasilan suatu siklus.Guru berdiskusi dengan siswa tentang hasil diskusi . Kegiatan Akhir: . Dengan demikian peneliti dapat melakukan perbandingan hasil belajar siswa antara hasil dari siklus I dengan siklus II. Aktifitas guru dan siswa baik 2. Data yang ingin diperoleh adalah kegiatan /aktifitas siswa oleh observer I dan observer II serta aktifitas guru oleh observer III selama proses belajar mengajar berlangsung 4. maka peneliti tetap akan melanjutkan penelitian pada siklus II. Ketuntasan klasikal adalah = 70 % atau lebih Baik apabila hasil refleksi belum baik ataupun telah terpenuhi.Siswa yang siap. yakni apabila : 1.Siswa menyimpulkan hasil belajar 3. Tujuan siklus II adalah untuk memperbaiki kekurangan dalam siklus I. membaca puisi di depan kelas . B.23 . Observasi Kegiatan observasi bertujuan untuk mendokumentasikan segala sesuatu berkaitan dengan pemberian tindakan. Refleksi Refleksi dalam penelitian tindakan kelas adalah upaya untuk mengkaji atau memikirkan apa dan mengapa dampak dari suatu tindakan kelas.masing-masing kelompok memberikan tanggapan terhadap pembacaan puisi.Siswa melengkapi LKS berisi tentang pertanyaan-pertanyaan . Peneliti akan tetap melanjutkan pada sikus II untuk melakukan perbaikan proses pembelajaran berdasarkan evaluasi dan diskusi dengan observer II dan III.Siswa mengumpulkan puisinya masing-masing . 3.

Maka peneliti melakukan rangkaian tindakan pembelajaran sebagai berikut : 1. kaset atau video contoh pembacaan puisi dari internet.Siswa mendiskusikan puisi yang diberikan guru dalam kelompok . Disamping itu juga disusun tes akhir tindakan. Data yang ingin diperoleh adalah . Peneliti mengumpulkan materi pelajaran berupa contoh puisi. 2. Setelah pembelajaran selesai.24 Tahapan-tahapan di dalam siklus I dalam PTK ini adalah sebagai berikut : 1. Planning /Perencanaan Kegiatan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).Siswa menyimpulkan hasil belajar 3.Mengulang sekilas tentang materi puisi sebelumnya dan menyampaikan tujuan pembelajaran .Siswa mengumpulkan puisinya masing-masing .Guru berdiskusi dengan siswa tentang hasil diskusi . membaca puisi di depan kelas . Kegiatan Inti . Action/ Tindakan Pelaksanaan tindakan adalah menerapkan atau melaksanakan skenario pembelajaran yang direncanakan. Observasi Kegiatan observasi bertujuan untuk mendokumentasikan segala sesuatu berkaitan dengan pemberian tindakan. dilakukan tes hasil belajar. dilaksanakan pada tahap ini. Tindakan yang dilakukan pada tahap ini adalah melaksanakan pembelajaran dengan penerapan pembelajaran berbasis pengamtan langsung.Menyajikan contoh puisi beserta contoh pembacaan puisi dengan kaset rekaman / video 2.Siswa yang siap.masing-masing kelompok memberikan tanggapan terhadap pembacaan puisi. Kegiatal Awal: . Kegiatan Akhir: . 3. membuat pedoman pengamatan (observasi). interview (wawancara). dan angket.Siswa melengkapi LKS berisi tentang pertanyaan-pertanyaan .

SIKLUS III Tahapan-tahapan di dalam siklus III dalam PTK ini adalah sebagai berikut : 1. Tindakan yang dilakukan pada tahap ini adalah melaksanakan pembelajaran dengan penerapan pembelajaran berbasis pengamtan .25 kegiatan /aktifitas siswa oleh observer I dan observer II serta aktifitas guru oleh observer III selama proses belajar mengajar berlangsung 4. Dengan demikian peneliti dapat melakukan perbandingan hasil belajar siswa antara hasil dari siklus I. Peneliti akan tetap melanjutkan pada sikus III untuk melakukan perbaikan proses pembelajaran berdasarkan evaluasi dan diskusi dengan observer II dan III. Action/ Tindakan Pelaksanaan tindakan adalah menerapkan atau melaksanakan skenario pembelajaran yang direncanakan. dan angket. membuat pedoman pengamatan (observasi). interview (wawancara). Disamping itu juga disusun tes akhir tindakan. 2. Aktifitas guru dan siswa baik 2. C. Kriteria yang digunakan untuk menentukan keberhasilan suatu siklus. Hasil belajar subjek penelitian minimal 70 4. Planning /Perencanaan Kegiatan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). kaset atau video contoh pembacaan puisi dari internet. dilaksanakan pada tahap ini. Peneliti mengumpulkan kembali materi pelajaran berupa contoh puisi. Refleksi Refleksi dalam penelitian tindakan kelas adalah upaya untuk mengkaji atau memikirkan apa dan mengapa dampak dari suatu tindakan kelas. Penilaian subjek penelitian terhadap pembelajaran baik 3. II dengan siklus III. Meskipun hasil belajar telah tuntas dalam siklus II. Tujuan siklus III adalah untuk memperbaiki kekurangan dalam siklus II. Ketuntasan klasikal adalah = 75 % atau lebih Baik apabila hasil refleksi belum baik ataupun telah terpenuhi. yakni apabila : 1. Refleksi juga dimaksudkan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang masih ditemui. maka peneliti tetap akan melanjutkan penelitian pada siklus III.

Mengulang sekilas tentang materi puisi sebelumnya dan menyampaikan tujuan pembelajaran .Siswa yang siap.Guru berdiskusi dengan siswa tentang hasil diskusi . membaca puisi di depan kelas . Maka peneliti melakukan rangkaian tindakan pembelajaran sebagai berikut : 1. Observasi Kegiatan observasi bertujuan untuk mendokumentasikan segala sesuatu berkaitan dengan pemberian tindakan.26 langsung. dilakukan tes hasil belajar.Siswa mengumpulkan puisinya masing-masing .Menyajikan contoh puisi beserta contoh pembacaan puisi dengan kaset rekaman / video 2. Penilaian subjek penelitian terhadap pembelajaran baik 3.Siswa mendiskusikan puisi yang diberikan guru dalam kelompok . Kegiatal Awal: . 3.Siswa menyimpulkan hasil belajar 3. Kegiatan Inti . Refleksi juga dimaksudkan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang masih ditemui.Siswa melengkapi LKS berisi tentang pertanyaan-pertanyaan . Setelah pembelajaran selesai. Aktifitas guru dan siswa baik 2. Ketuntasan klasikal adalah > 75% (lebih dari atau sama dengan 75%) . Refleksi Refleksi dalam penelitian tindakan kelas adalah upaya untuk mengkaji atau memikirkan apa dan mengapa dampak dari suatu tindakan kelas. Data yang ingin diperoleh adalah kegiatan /aktifitas siswa oleh observer I dan observer II serta aktifitas guru oleh observer III selama proses belajar mengajar berlangsung 4. yakni apabila : 1. Hasil belajar subjek penelitian minimal 70 4. Kriteria yang digunakan untuk menentukan keberhasilan suatu siklus.masing-masing kelompok memberikan tanggapan terhadap pembacaan puisi. Kegiatan Akhir: .

Kegiatan Inti .Menyajikan contoh puisi beserta contoh pembacaan puisi dengan kaset rekaman / video 2. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. dilaksanakan pada tahap ini.Siswa mengumpulkan puisinya masing-masing .1 Siklus I 4. Observasi dan Analisis . Kegiatal Awal: .Menjelaskan tentang materi puisi dan tujuan pembelajaran .1. Disamping itu juga disusun tes akhir tindakan.3. Perencanaan Tindakan Kegiatan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) membuat pedoman pengamatan (observasi).2.27 Dalam tahap ini diharapkan seluruh kriteria dapat tercapai sehingga tahapan siklus dapat diakhiri dan dilanjutkan dengan pembuatan laporan.Siswa yang siap.Siswa melengkapi LKS berisi tentang pertanyaan-pertanyaan . 3. membaca puisi di depan kelas . kaset atau video contoh pembacaan puisi dari internet. interview (wawancara). 4.Siswa mendiskusikan puisi yang diberikan guru dalam kelompok .1. Peneliti mengumpulkan materi pelajaran berupa contoh puisi. dan angket.1. Kegiatan Akhir: .Guru berdiskusi dengan siswa tentang hasil diskusi .Siswa menyimpulkan hasil belajar 4. Pelaksanaan Tindakan Peneliti melakukan rangkaian tindakan pembelajaran sebagai berikut : 1.masing-masing kelompok memberikan tanggapan terhadap pembacaan puisi.1.

didapatkan temuan-temuan sebagai berikut : 26 4.1. akan mendorong siswa lebih mudah dalam memahamai materi pelajaran (Usman.28 Data yang diperoleh adalah kegiatan /aktifitas siswa oleh observer I dan observer II serta aktifitas guru oleh observer III selama proses belajar mengajar berlangsung Berdasarkan hasil observasi dan rangkaian tahapan penelitian. Berdasar angket yang diberikan peneliti kepada seluruh siswa tentnag respon meraka terhadap strategi pembelajaran kontekstual (CTL) yang diterapkan guru.3. Tabel 1 : Respon Siswa Siklus I NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 NAMA Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa JUMLAH JAWABAN YA 4 5 4 5 5 5 4 5 4 5 5 TIDAK 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 80 100 80 100 100 100 80 100 80 100 100 BAIK SANGAT BAIK BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK BAIK SANGAT BAIK BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SKOR PREDIKAT . 1999:82).1 Respon Siswa Penerapan instrumen untuk mengetahui respon siswa dianggap perlu oleh peneliti karena dengan adanya respon yang baik terhadap pembelajaran. didapat hasil data sebagai berikut.

0%) = 6 Siswa (30. Rumus yang dapat digunakan menurut Ali (1987:184) adalah : SI N= SD Keterangan : N SM SP Nilai 100 Nilai 80 Nilai 60 Nilai 20-40 Nilai 0 = Nilai = Skor Yang diinginkan = Skor Yang didapat = Respon Sangat Baik = Respon Baik = Respon Cukup Baik = Respon Kurang Baik = Tidak Merespon = 14 Siswa (70.0%) = 0 Siswa (0%) X 100 Berdasar data di atas dapat ditarik kesimpulan : Siswa yang memiliki Respon Sangat Baik Siswa yang memiliki Respon Baik Siswa yang memiliki Respon Cukup Baik .29 Nama kelas V Nama 13 kelas V Nama 14 kelas V Nama 15 kelas V Nama 16 kelas V Nama 17 kelas V Nama 18 kelas V Nama 19 kelas V Nama 20 kelas V Keterangan : 12 siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa 5 5 5 4 5 5 5 5 4 0 0 0 1 0 0 0 0 1 100 100 100 80 100 100 100 100 80 SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK BAIK Jawaban Ya diberikan skor 1 dan tidak diberikan skor 0 Skor kemudian diinterpretasi dengan rentang nilai 0-100.

4.30 Siswa yang memiliki Respon Kurang Baik Siswa yang Tidak Merespon = 0 Siswa (0%) = 0 Siswa (0%) Berdasarkan dari hasil angket data diatas.1. didapat hasil data sebagai berikut : Tabel 2 : Partisipasi Belajar Siswa Siklus I JUMLAH SISWA NO KOMPONEN OBSERVASI PENELITI 1 Siswa membawa puisi sendiri Siswa memperhatikan pengarahan– pengarahan yang diberikan guru Siswa mengajukan membaca puisi diri untuk maju 20 OBSERVER II 20 2 20 20 3 20 20 4 Siswa terlibat aktif dalam proses diskusi kelompok Siswa mengerjakan LKS secara individu Siswa tampak antusias siswa lain membaca puisi memperhatikan 17 18 5 20 20 6 18 18 7 Siswa dapat menyimpulkan hasil belajar 20 20 . dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas siswa memiliki respon yang BAIK terhadap penerapan strategi pembelajaran kontekstual (CTL) yang dilaksanakan oleh guru.2 Partisipasi Belajar Siswa Berdasar lembar observasi peneliti dan observer II.3.

1% Dari hasil pengamatan di atas dapat disimpulkan bahwa aktifitas kegiatan belajar siswa dapat dikatakan Sangat Baik karena hasil observasi pengamat I/ peneliti dengan observer II (guru lain) menunjukkan angka 96.1.4% 19.4% dan 97. 4.3 96.3.3 Hasil Observasi Pengamat III terhadap Aktifitas Guru Berdasarkan hasil observasi pengamat III terhadap tindakan guru saat proses pembelajaran. didapat hasil sebagai berikut : Tabel 3 : Hasil Observasi Guru Siklus I NO 1 2 3 KOMPONEN OBSERVASI Guru menyampaikan tujuan HASIL OBSERVASI TIDAK DILAKUKAN DILAKUKAN √ √ √ pembelajaran dengan baik Guru menjelaskan materi dengan runtut dan sistematis Guru memberikan contoh rekaman puisi yang tepat Guru mampu menciptakan suasana kelas yang dengan menyenangkan 4 √ 5 6 7 8 9 pembelajaran CTL Mimik dan gaya guru saat pembelajaran baik Suara dan intonasi guru sesuai dengan kondisi kelas Guru membangun suasana √ √ √ √ √ komunikatif dan dialogis Perhatian guru menyeluruh ke semua siswa Pertanyaan guru merata pada .1%.31 RATA -RATA PROSENTASE 19.4 97.

guru dapat melaksanakan pembelajaran dengan BAIK mengingat 14 dari 15 poin pengajaran (93.3 71.3 73. Dari hasil tes yang dilakukan oleh peneliti.1.5 76. Tes ini untuk mengukur kemampuan siswa dalam membaca puisi dengan lafal dan intonasi yang.7 75.4 Hasil Belajar Siswa Tes yang diberikan terdiri atas dua jenis yakni tes performan berupa praktik membaca puisi dan tes tulis berisi 5 pertanyaan uraian.3 PREDIKAT TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS .32 10 seluruh siswa Guru memberikan tugas individu Guru memberikan bimbingan pada kelompok yang memerlukan Guru memberikan penguatan berupa pujian secara merata Guru berhasil mendorong partisipasi aktif siswa Guru mereview materi di akhir pembelajaran Pembelajaran sesuai dengan √ 11 √ 12 13 14 15 √ √ √ √ RPP Dari data di atas.3.7 PREDIKAT TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TULIS 75 70 75 80 70 PREDIKAT TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS RATARATA 71.3%) penilaian telah terpenuhi.0 75.8 72. Titik tekan penilaian pada nilai praktik. didapat hasil belajar sebagai berikut : Tabel 4 : Hasil Belajar Siswa Siklus I NILAI NO 1 2 3 4 5 NAMA SISWA Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V PRAKTIK 70.5 71. 4. Soal dan skor soal termuat dalam lampiran.0 71.

0 69.0 71.3 71.0 70.3 74. yakni 70) Hasil ini jika dibandingkan dengan pembelajaran sebelum penerapan pembelajaran kontekstual (CTL) sebagai berikut : Data Jumlah Siswa Tuntas Jumlah Siswa Tidak Tuntas Jumlah ratarata kelas Jumlah Siswa Tidak Tuntas = 1 (5.8 75.0 71.0 75.6 TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TIDAK TUNTAS 75 75 70 75 75 70 70 70 75 70 75 70 75 70 75 73 TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 74.0 75.5 73.8 72.3 72.0 71.0 75.8 69. untuk nilai praktik membaca puisi dengan lafal dan intonasiyang tepat.0 71.0 72.7 75.0 70.3 71.33 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V RATA-RATA 74.0 %) / Tuntas Kelasikal = 72.0 71.7 73. diambil kesimpulan : Jumlah Siswa Tuntas Jumlah rata-rata kelas = 19 (95.7 73.3 73.7 76.7 (Memenuhi target KKM kelasikal SIKLUS I.7 TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TIDAK TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS Dari data diatas.8 71.8 70.0 70.3 75.0 %) .3 72.

1.0%) (Tidak Memenuhi target KKM kelasikal) 72. Hasil wawancara Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa kelas V SDN IV Sungaiselam tentang mengapa kemampuan membaca puisi mereka masih belum sesuai dengan lafal dan intonasi yang tepat pada pembelajaran pra siklus.0%) target KKM kelasikal siklus I) Sesudah Penerapan Pembelajaran kontekstual Data di atas dapat divisualisasikan dalam grafik sebagai berikut : P R A D G NN A P AS L S E B N IN A IL I R IK U d nS L SI a IK U J MA U L H S W / IS A N A IL I 8 0 7 0 6 0 5 0 4 0 3 0 2 0 1 0 0 Jum S a lah isw T untas Jum S a lah isw T idak T untas Jum N ratalah ilai rata P S s ra iklu S sI iklu Gambar 2 : Grafik Perbandingan Hasil Para Siklus dan Siklus I 4.34 Sebelum Penerapan Pembelajaran kontekstual 66. diperoleh kesimpulan jawaban sebagai berikut : .0 %) / Tidak Tuntas Kelasikal 8 (40.0%) / Tuntas Kelasikal 1 (5.7 (Memenuhi 19 (95.8 12 (60.5.3.

35 1. dapat ambil sejumlah evaluasi pada beberapa hal sebagai berikut : a.4.1. Namun jumlah siswa yang dinyatakan dengan predikat Sangat Baik masih belum mencapai 75%. Berdasar hasil observasi pengamat III. 4. b.2. Perencanaan Tindakan . 14 dari 15 poin observasi (93.7 (Memenuhi target KKM kelasika Siklus I) Dengan memperhatikan hasil evaluasi pada siklus I.2 Siklus II 4. Hal ini bagi peneliti perlu ditindaklanjuti untuk ditingkatkan.1% b. Siswa merasa tidak percaya diri sehingga dalam membaca puisi selalu raguragu sehingga pembacaan puisi terkesan tergesa-gesa dan tidak jelas 2. didapat data sebagai berikut : Jumlah Siswa Tuntas Jumlah rata-rata kelas = 19 (95 %) / Tuntas Kelasikal = 72. maka peneliti melanjutkan penelitian tindakan pada siklus II mengingat masih adanya nilai yang Jumlah Siswa Tidak Tuntas = 1 (5%) 4. Refleksi Siklus I Berdasarkan paparan data diatas.1. Berdasar hasil analisa ulangan.4% siswa aktif dalam proses pembelajaran sementara observer II mencatat sebanyak 97.3%) telah dilaksanakan dengan baik oleh guru dan hanya satu poin yang belum terlaksana. Siswa memiliki kemampuan membaca puisi yang belum sesuai dengan lafal dan intonasi yang tepat karena belum melihat contoh nyata pembacaan puisi yang tepat. belum tuntas dan ada poin kinerja guru yang belum terpenuhi. Partisipasi belajar siswa Sangat Baik karena berdasarkan data peneliti sebanyak 96. c. Tingkat respon siswa secara klasikal adalah 100 %.

dan angket.Guru berdiskusi dengan siswa tentang hasil diskusi .2. 3.3.Mengulang sekilas tentang materi puisi sebelumnya dan menyampaikan tujuan pembelajaran .Siswa menyimpulkan hasil belajar 4. Peneliti mengumpulkan materi pelajaran berupa contoh puisi.Menyajikan contoh puisi beserta contoh pembacaan puisi dengan kaset rekaman / video 2. kaset atau video contoh pembacaan puisi dari internet. Kegiatal Awal: . interview (wawancara). membaca puisi di depan kelas .Siswa mengumpulkan puisinya masing-masing .Siswa mendiskusikan puisi yang diberikan guru dalam kelompok . Disamping itu juga disusun tes akhir tindakan. Pelaksanaan Tindakan Peneliti melakukan rangkaian tindakan pembelajaran sebagai berikut : 1. 4. Kegiatan Akhir: .Siswa melengkapi LKS berisi tentang pertanyaan-pertanyaan .2. Observasi dan Analisis Data yang diperoleh adalah kegiatan /aktifitas siswa oleh observer I dan observer II serta aktifitas guru oleh observer III selama proses belajar mengajar berlangsung Berdasarkan hasil observasi dan rangkaian tahapan penelitian.masing-masing kelompok memberikan tanggapan terhadap pembacaan puisi.3.Siswa yang siap.2.36 Kegiatan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) membuat pedoman pengamatan (observasi). Kegiatan Inti .1 Respon Siswa . dilaksanakan pada tahap ini.2. didapatkan temuan-temuan sebagai berikut : 4.

didapat hasil data sebagai berikut : Tabel 4 : Respon Siswa Siklus II NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 NAMA Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa JUMLAH JAWABAN YA TIDAK 4 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 NILAI 80 100 80 100 100 100 80 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 PREDIKAT SANGAT BAIK SANGAT BAIK BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK .37 Berdasar angket yang diberikan peneliti kepada seluruh siswa tentang respon meraka terhadap strategi pembelajaran kontekstual (CTL) siklus II yang diterapkan guru.

%) = 3 Siswa (15.0%) = 0 Siswa (0%) = 0 Siswa (0%) = 0 Siswa (0%) Berdasarkan dari hasil angket data diatas. dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas siswa memiliki respon yang BAIK terhadap penerapan strategi pembelajaran kontekstual (CTL) dalam siklus II yang dilaksanakan oleh guru.9 99. didapat hasil data sebagai berikut : Tabel 5 : Partisipasi Belajar Siswa Siklus II NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPONEN OBSERVASI Siswa membawa puisi sendiri Siswa memperhatikan pengarahan– pengarahan yang diberikan guru Siswa mengajukan diri untuk maju JUMLAH SISWA OBSERVER PENELITI II 20 20 20 20 19 20 20 20 19.2 Partisipasi Belajar Siswa Berdasar lembar observasi peneliti dan observer II.38 Nama siswa 4 1 kelas V Berdasar data di atas dapat ditarik kesimpulan : 20 Siswa yang memiliki Respon Sangat Baik Siswa yang memiliki Respon Baik Siswa yang memiliki Respon Cukup Baik Siswa yang memiliki Respon Kurang Baik Siswa yang Tidak Merespon 80 BAIK = 17 Siswa (85.3.0 100.2. 4.3 20 20 20 20 20 20 20.0 membaca puisi Siswa terlibat aktif dalam proses diskusi kelompok Siswa mengerjakan LKS secara individu Siswa tampak antusias memperhatikan siswa lain membaca puisi Siswa dapat menyimpulkan hasil belajar RATA -RATA PROSENTASE .

4.0%.39 Dari hasil pengamatan di atas dapat disimpulkan bahwa partisipasi belajar siswa dapat dikatakan Sangat Baik karena hasil observasi pengamat I/ peneliti dengan observer II (guru lain) menunjukkan angka 99.3% dan 100.3. didapat hasil sebagai berikut : Tabel 7 : Hasil Observasi Guru Siklus I NO 1 2 3 KOMPONEN OBSERVASI Guru menyampaikan tujuan HASIL OBSERVASI TIDAK DILAKUKAN DILAKUKAN √ √ √ pembelajaran dengan baik Guru menjelaskan materi dengan runtut dan sistematis Guru memberikan contoh rekaman puisi yang tepat Guru mampu menciptakan suasana kelas yang dengan menyenangkan 4 √ 5 6 7 8 9 10 pembelajaran CTL Mimik dan gaya guru saat pembelajaran baik Suara dan intonasi guru sesuai dengan kondisi kelas Guru membangun suasana √ √ √ √ √ √ komunikatif dan dialogis Perhatian guru menyeluruh ke semua siswa Pertanyaan guru merata pada seluruh siswa Guru memberikan tugas individu Guru memberikan bimbingan pada kelompok yang memerlukan 11 √ .2.3 Hasil Observasi Pengamat III terhadap Aktifitas Guru Berdasarkan hasil observasi pengamat III terhadap tindakan guru saat proses pembelajaran.

3 75.0 75.40 12 13 14 15 Guru memberikan penguatan berupa pujian secara merata Guru berhasil mendorong partisipasi aktif siswa Guru mereview materi di akhir pembelajaran Pembelajaran sesuai dengan √ √ √ √ RPP Dari data di atas. 4. Dari hasil tes yang dilakukan oleh peneliti.8 PREDIKAT TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 1 2 3 4 5 6 7 8 . Tes ini untuk mengukur kemampuan siswa dalam membaca puisi dengan lafal dan intonasi yang.7 76. Titik tekan penilaian pada nilai praktik.0 PREDIKAT TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TULIS 75 74 75 80 70 75 75 76 PREDIKAT TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS RATARATA 76.8 76.4 Hasil Belajar Siswa Tes yang diberikan terdiri atas dua jenis yakni tes performan berupa praktik membaca puisi dan tes tulis berisi 5 pertanyaan uraian.0 76.8 75.3 75.2. guru dapat melaksanakan pembelajaran dengan Sangat Baik mengingat 15 dari 15 poin pengajaran (100%) penilaian telah terpenuhi.3 73.7 75.0 73. Soal dan skor soal termuat dalam lampiran.3. didapat hasil belajar sebagai berikut : Tabel 8 : Hasil Belajar Siklus II NO NAMA SISWA Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V NILAI PRAKTIK 76.0 76.0 75.5 74.3 75.

0 72.5 73.0 77.7 73.0 75.0 75.0 74. untuk nilai praktik membaca puisi dengan lafal dan intonasiyang tepat.8 75. diambil kesimpulan : Jumlah Siswa Tuntas Jumlah rata-rata kelas = 20 (100 %) / Tuntas Kelasikal = 75.0 75.0 75.7 75.8 77.5 73.0 73.3 75.8 74.7 74.5 73.41 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V 76.1 TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 75 75 75 70 70 75 75 75 70 75 76 75 76 TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 75.1 (Memenuhi target KKM kelasikal Siklus II yakni 75) Hasil ini jika dibandingkan dengan pembelajaran pra siklus dan siklus I sebagai berikut : Jumlah Siswa Tidak Tuntas Jumlah rata-rata kelas Jumlah Siswa Tidak Tuntas = 0 (0 %) Data Jumlah Siswa Tuntas .2 TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS RATA-RATA Dari data diatas.0 73.0 75.3 72.3 74.3 75.7 71.

0%) / Tuntas Kelasikal (Memenuhi 1 (5.7 19 (95. Siklus I dan Siklus II 4. Hasil wawancara Berdasarkan hasil wawancara dengan 1 siswa kelas V SDN IV Sungaiselam yang masih belum tuntas pada siklus I.1 20 (100%) / Tuntas Kelasikal 0 (0%) (Memenuhi target KKM kelasikal siklus II) P R A D G NH S B L J R E B N IN A A IL E A A P AS L S S L SI d nS L SII R IK U .0%) Memenuhi target KKM kelasikal) 72.8 12 (60. didapatkan gambar sebagai berikut : JUMLAH SISWA /NILAI 66.0 %) / Tidak Tuntas Kelasikal (Tidak 8 (40. IK U a IK U 8 0 7 0 6 0 5 0 4 0 3 0 2 0 1 0 0 P ra S lu ik s S lu I ik s S lu II ik s J m hS a u la isw Tn s u ta J m hS a u la isw T a Tn s id k u ta J m hN i ra u la ila ta ra ta Gambar 3 : Grafik Perbandingan Hasil Pra Siklus.0%) target KKM kelasikal siklus I) 75.5.3.42 Sebelum Penerapan Pembelajaran kontekstual Setelah Pembelajaran kontekstual Siklus I Setelah Pembelajaran kontekstual Siklus II Bila disajikan dalam grafik.2. diperoleh kesimpulan jawaban sebagai berikut : .

3 Siklus III 4. Jumlah Siswa Tidak Tuntas = 0 (0%) 4.2.1.3.1 (Memenuhi target KKM kelasikal Siklus II) Dengan memperhatikan hasil siklus I dan siklus II. sehingga pembacaan puisi tidak dapat menggunakan lafal dan intonasi yang tepat.4. 15 dari 15 poin observasi telah dilaksanakan dengan Sangat Baik dan Tuntas oleh guru. Perencanaan Tindakan . Berdasar hasil analisa ulangan. 2. c.43 1. didapat data sebagai berikut : Jumlah Siswa Tuntas Jumlah rata-rata kelas = 20 (100%) / Tuntas Kelasikal = 75. Siswa berjanji untuk berusahan meningkatkan kemampuannya membaca puisi 4. Refleksi Siklus II Berdasarkan paparan data diatas. Namun demikian peneliti melanjutkan kembali penelitian ke siklus III guna memperkuat hasil siklus I dan II.3% dan 100% siswa aktif dalam proses pembelajaran c. peneliti ingin meningkatkan kembali hingga mencapai 100%. Meskipun jumlah siswa yang menyatakan respon Sangat Baik terhadap penerapan pembelajaran kontekstual (CTL) yang dilakukan oleh guru telah mencapai target 75% yakni 85%. Partisipasi belajar siswa Sangat Baik karena berdasarkan data peneliti dan observer II sebanyak 99. Tingkat respon siswa secara klasikal adalah 100 % dan mengalami peningkatan dibanding siklus I. b. Siswa masih belum dapat menumbuhkan kepercayaan diri dengan baik. Berdasar hasil observasi pengamat III. dapat ambil sejumlah evaluasi pada beberapa hal sebagai berikut : a. maka indikator keberhasilan penelitian dalam 2 siklus telah tercapai.

2. Observasi dan Analisis Data yang diperoleh adalah kegiatan /aktifitas siswa oleh observer I dan observer II serta aktifitas guru oleh observer III selama proses belajar mengajar berlangsung Berdasarkan hasil observasi dan rangkaian tahapan penelitian.1 Respon Siswa .3. Kegiatan Inti . 4. membaca puisi di depan kelas .Siswa yang siap.Siswa menyimpulkan hasil belajar 4.Guru berdiskusi dengan siswa tentang hasil diskusi .Siswa mendiskusikan puisi yang diberikan guru dalam kelompok .masing-masing kelompok memberikan tanggapan terhadap pembacaan puisi. interview (wawancara).Siswa mengumpulkan puisinya masing-masing .3. dilaksanakan pada tahap ini.Siswa melengkapi LKS berisi tentang pertanyaan-pertanyaan .3. Disamping itu juga disusun tes akhir tindakan.Menyajikan contoh puisi beserta contoh pembacaan puisi dengan kaset rekaman / video 2.3. Kegiatal Awal: . dan angket.44 Kegiatan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) membuat pedoman pengamatan (observasi).Mengulang sekilas tentang materi puisi sebelumnya dan menyampaikan tujuan pembelajaran . Kegiatan Akhir: . didapatkan temuan-temuan sebagai berikut : 4. Pelaksanaan Tindakan Peneliti melakukan rangkaian tindakan pembelajaran sebagai berikut : 1. 3. Peneliti mengumpulkan materi pelajaran berupa contoh puisi.3. kaset atau video contoh pembacaan puisi dari internet.

didapat hasil data sebagai berikut : Tabel 9 : Respon Siswa Siklus III NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 NAMA Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V Nama kelas V siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa siswa JUMLAH JAWABAN YA TIDAK 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 NILAI 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 PREDIKAT SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK SANGAT BAIK .45 Berdasar angket yang diberikan peneliti kepada seluruh siswa tentnag respon meraka terhadap strategi pembelajaran kontekstual (CTL) siklus III yang diterapkan guru.

3.0 lain membaca puisi 7 Siswa dapat menyimpulkan hasil belajar RATA -RATA PROSENTASE .46 Nama siswa 4 1 kelas V Berdasar data di atas dapat ditarik kesimpulan : 20 Siswa yang memiliki Respon Sangat Baik Siswa yang memiliki Respon Baik Siswa yang memiliki Respon Cukup Baik Siswa yang memiliki Respon Kurang Baik Siswa yang Tidak Merespon 80 BAIK = 20 Siswa (100%) = 0 Siswa (0%) = 0 Siswa (0%) = 0 Siswa (0%) = 0 Siswa (0%) Berdasarkan dari hasil angket data diatas. dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas siswa memiliki respon yang Sangat Baik terhadap penerapan strategi pembelajaran kontekstual (CTL) dalam siklus III yang dilaksanakan oleh guru. didapat hasil data sebagai berikut : Tabel 10 : Partisipasi belajar Siswa Siklus III NO 1 2 3 4 5 6 KOMPONEN OBSERVASI Siswa membawa puisi sendiri Siswa memperhatikan JUMLAH SISWA OBSERVER PENELITI II 20 20 20 20 20 20 20 20 20.0 pengarahan– pengarahan yang diberikan guru Siswa mengajukan diri untuk maju membaca puisi Siswa terlibat aktif dalam proses diskusi kelompok Siswa mengerjakan LKS secara individu Siswa tampak antusias memperhatikan siswa 20 20 20 20 20 20 20.2 Partisipasi belajar Siswa Berdasar lembar observasi peneliti dan observer II.0 100.0 100. 4.3.

3.3. didapat hasil sebagai berikut : Tabel 11 : Hasil Observasi Guru Siklus III NO 1 2 3 KOMPONEN OBSERVASI Guru menyampaikan tujuan HASIL OBSERVASI TIDAK DILAKUKAN DILAKUKAN √ √ √ pembelajaran dengan baik Guru menjelaskan materi dengan runtut dan sistematis Guru memberikan contoh rekaman puisi yang tepat Guru mampu menciptakan suasana kelas yang dengan menyenangkan 4 √ 5 6 7 8 9 10 pembelajaran CTL Mimik dan gaya guru saat pembelajaran baik Suara dan intonasi guru sesuai dengan kondisi kelas Guru membangun suasana √ √ √ √ √ √ komunikatif dan dialogis Perhatian guru menyeluruh ke semua siswa Pertanyaan guru merata pada seluruh siswa Guru memberikan tugas individu Guru memberikan bimbingan pada kelompok yang memerlukan 11 √ .3 Hasil Observasi Pengamat III terhadap Aktifitas Guru Berdasarkan hasil observasi pengamat III terhadap tindakan guru saat proses pembelajaran.47 Dari hasil pengamatan di atas dapat disimpulkan bahwa aktifitas kegiatan belajar siswa dapat dikatakan Sangat Baik karena hasil observasi pengamat I/ peneliti dan observer II (guru lain) menunjukkan angka 100%. 4.

Titik tekan penilaian pada nilai praktik.3 75. didapat hasil belajar sebagai berikut : Tabel 12 : Hasil Belajar Siklus III NILAI RATANO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 NAMA SISWA Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa PRAKTIK 77.3 75.0 76.3 75.0 76.4 Hasil Belajar Siswa Tes yang diberikan terdiri atas dua jenis yakni tes performan berupa praktik membaca puisi dan tes tulis berisi 5 pertanyaan uraian. 4.3 75. guru dapat melaksanakan pembelajaran dengan Sangat Baik mengingat 15 dari 15 poin pengajaran (100%) penilaian telah terpenuhi.0 76. Tes ini untuk mengukur kemampuan siswa dalam membaca puisi dengan lafal dan intonasi yang.3 75.0 75.3 75.7 PREDIKAT TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TULIS 75 76 75 80 76 75 75 76 79 PREDIKAT TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS RATA 76.5 75.3 PREDIKAT TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS .8 75.3.0 77.0 76.3. Soal dan skor soal termuat dalam lampiran. Dari hasil tes yang dilakukan oleh peneliti.8 77.3 76.48 12 13 14 15 Guru memberikan penguatan berupa pujian secara merata Guru berhasil mendorong partisipasi aktif siswa Guru mereview materi di akhir pembelajaran Pembelajaran sesuai dengan √ √ √ √ RPP Dari data di atas.

4 (Memenuhi target KKM kelasikal Siklus III yakni 75) Hasil ini jika dibandingkan dengan hasil pra tindakan.0 72. sebagai berikut : Jumlah Siswa Tuntas Jumlah Siswa Tidak Tuntas Jumlah rata-rata kelas Jumlah Siswa Tidak Tuntas = 0 (0 %) Data .7 75. Siklus II dan hasil siklus III. untuk nilai praktik membaca puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat.4 TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 75 76 77 76 78 74 75 76 75 76 75 76 TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS 75.5 TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS TUNTAS Dari data diatas diambil kesimpulan : Dari data diatas.0 75.5 75.49 kelas V Nama siswa 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V Nama siswa kelas V RATA-RATA 76.0 76.0 74.7 76.7 74.8 75.0 75.8 74.3 75.5 73. diambil kesimpulan : Jumlah Siswa Tuntas Jumlah rata-rata kelas = 20 (100 %) / Tuntas Kelasikal = 75.0 74.0 75.0 75.7 76.8 75.0 75.0 75.0 75. siklus I.3 75.

50 Sebelum Penerapan Pembelajaran Kontekstual 66.0%) (Tidak Memenuhi target KKM kelasikal) 72.0%) target KKM kelasikal siklus I) 75.7 19 (95.8 12 (60.0%) / Tuntas Kelasikal (Memenuhi 1 (5. SIKLUS II dan SIKLUS III 80 70 JUMLAH SISWA/NILAI 60 50 J umlah Sisw Tuntas a 40 30 20 10 0 Pra Siklus Siklus I Siklus II Siklus III J umlah Sisw Tidak Tuntas a J umlah Nilai rata-rata . SIKLUS I.0 %) / Tidak Tuntas Kelasikal 8 (40.4 (Memenuhi target KKM kelasikal siklus II) Setelah Pembelajaran Kontekstual Siklus I Setelah Pembelajaran PAKEM Siklus II Setelah Pembelajaran Kontekstual Siklus III 20 (100%) / Tuntas Kelasikal 0 (0%) Bila disajikan dalam grafik.1 20 (100%) / Tuntas Kelasikal 0 (0%) (Memenuhi target KKM kelasikal siklus II) 75. didapatkan gambar sebagai berikut : PERBANDINGAN HASIL BELAJAR PRA SIKLUS.

100% siswa merespon Sangat Baik terhadap penerapan pembelajaran kontekstual (CTL) yang dilakukan oleh guru. Siswa yang merespon Baik terhadap penerapan pembelajaran kontekstual (CTL) minimal 75 % b. siklus I dan Siklus II maka kemampuan siswa dalam membaca puisi lafal dan intonasi yang tepat terus meningkat. Refleksi Siklus III Berdasarkan paparan data diatas. c. yakni a. Partisipasi belajar siswa Sangat Baik karena berdasarkan data peneliti dan observer II sebanyak 100% siswa aktif dalam proses pembelajaran c. 15 dari 15 poin observasi (100%) telah dilaksanakan dengan Sangat Baik dan Tuntas oleh guru.7 pada siklus I menjadi 75.1 pada siklus II menjadi 75.3. maka target peneliti dalam melaksanakan penelitian dalam 3 siklus telah tercapai sesuai dengan indikator keberhasilan yang telah dirumuskan dalam BAB III. Siklus I. dapat direfleksikan bebarapa hal sebagai berikut : a. Jumlah siswa yang tuntas hasil belajarnya setelah penerapan pembelajaran kontekstual (CTL) minimal 75 % c.4 pada siklus III. b. yakni dari 72. Jumlah rata-rata hasil belajar siswa untuk kemampuan membaca puisi minimal 75 .51 Gambar 4 : Grafik Perbandingan Hasil Para Siklus. Siklus II dan Siklus III 4. jika dibandingkan dengan hasil pra tindakan. Berdasar hasil observasi pengamat III. Tingkat respon siswa secara klasikal adalah 100 % dan mengalami peningkatan dibanding siklus I dan siklus II.4. siklus II dan siklus III. Dengan memperhatikan hasil siklus I. Berdasar hasil tes praktik kemampuan membaca.

1 Kesimpulan Berdasarkan uraian pada bab III dan IV.52 BAB V PENUTUP 5. dapat diberikan beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. . Kemampuan membaca puisi siswa dengan lafal dan intonasi yang tepat masih rendah dikarenakan siswa merasa tidak percaya diri sehingga dalam membaca puisi selalu ragu-ragu sehingga pembacaan puisi terkesan tergesa-gesa dan tidak jelas serta tidak adanya contoh nyata pembacaan puisi yang tepat. Pengaruh dialek bahasa lokal juga mempengaruhi ketepatan pembacaan puisi.

3%) 15 item (100 %) 15 item (100 %) . guru dapat melaksanakan pembelajaran dengan BAIK pada siklus I dan menjadi SANGAT BAIK pada siklus II dan III.53 2. Guru mampu meningkatkan kemampuan membaca puisi siswa dengan lafal dan intonasi yang tepat melalui proses pembelajaran yang menggunaan pembelajaran kontekstual (CTL) Hal ini terbukti dengan hasil data yang diperoleh sebagai berikut : Jumlah Hasil Angket siswa yang merespon Sangat Baik Siklus I 14 (70 %) 17 (85%) 20 (100%) Jumlah siswa yang merespon Baik 6 (30%) 3 (15%) 0 (0%) Jumlah siswa yang merespon Cukup Baik 0 (0%) 0 (0%) 0 (0%) Jumlah siswa yang merespon Kurang Baik 0 (0%) 0 (0%) 0 (0%) Jumlah siswa yang Tidak Merespon 0 (0%) 0 (0%) 0 (0%) Siklus II Siklus III 4. Berdasarkan hasil observasi pengamat III terhadap tindakan guru saat proses pembelajaran. Hal ini membuktikan bahwa guru telah berhasil menerapkan teori pembelajaran dengan benar ke dalam kelas. Data observasi pengamat III sebagai berikut : 52 Hasil Observasi Siklus I Siklus II Siklus III Komponen pembelajaran yang terlaksana 14 item (93.

Siswa kelas V SDN IV Sungaiselam tahun pelajaran 2009/2010 memiliki kemampuan membaca puisi yang belum tepat dalam hal lafal dan intonasi .7 19 (95.0%) target KKM kelasikal siklus I) 75.0%) / Tuntas Kelasikal (Memenuhi 1 (5. Hal ini dapat disimpulkan dari data sebagai berikut : Jumlah Siswa Tuntas Jumlah Siswa Tidak Tuntas Jumlah rata-rata kelas 66.0 %) / Tidak Tuntas Kelasikal 8 (40.54 5.8 12 (60. dapat diambil kesimpulan sekaligus menjawab rumusan masalah yang diajukan sebelumnya bahwa : 1.0%) (Tidak Memenuhi target KKM kelasikal) 72. Kemampuan siswa kelas V SDN IV Sungaiselam tahun pelajaran 2009/2010 dalam membaca puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat meningkat melalui penerapan pembelajaran kontekstual (CTL). berdasar penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan peneliti dalam III siklus.1 20 (100%) / Tuntas Kelasikal 0 (0%) (Memenuhi target KKM kelasikal siklus II) 75.4 (Memenuhi target KKM kelasikal siklus II) Data Sebelum Penerapan Pembelajaran PAKEM Setelah Pembelajaran PAKEM Siklus I Setelah Pembelajaran PAKEM Siklus II Setelah Pembelajaran PAKEM Siklus III 20 (100%) / Tuntas Kelasikal 0 (0%) Sehingga secara keseluruhan.

DAFTAR PUSTAKA Ali. Manajemen Penelitian. Suharsimi. untuk lebih mendorong guru-guru untuk menerapkan pembelajaran kontekstual (CTL) baik untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia ataupun mata pelajaran lain serta menyediakan kebutuhan pembelajaran tersebut bagi guru-guru. 1995. Jakarta . 2005. Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta : Bumi Aksara Depdiknas. Prosedur Penelitian : Sebuah Pendekatan Praktik. Prof Dr 1998. untuk dapat mensosialisasikan dan merokemendasikan hasil penelitian ini ke seluruh sekolah di wilayah Bangka dan sekitarnya. Siswa.2 Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan. Pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan. Suharsimi Prof Dr. Jakarta : Rineka Cipta Arikunto. untuk turut menerapkan dan mengembangkan strategi pembelajaran menyenangkan dengan penerapan strategi pembelajaran kontekstual (CTL) khususnya bagi siswa SD. Suharsimi. Pembelajaran Efektif SD. 1987. untuk dapat lebih termotivasi dalam mempelajari Bahasa Indonesia khususnya bila dilakukan dengan rasa senang dan karena menggunakan strategi pembelajaran kontekstual (CTL). M. 2. 4. kurang adanya percaya diri dan minimnya contoh pembacaan puisi yang benar. Pihak sekolah. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Prof Dr.55 karena adanya pengaruh dialek bahasa lokal. Rineka Cipta Jakarta Arikunto. Penerapan pembelajaran kontekstual (CTL) dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan secara signifikan kemampuan siswa kelas V SDN IV Sungaiselam semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 dalam membaca puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat. Bandung : Angkasa Arikunto. peneliti memberikan saran kepada : 1. 2. 3. 2003. 5. Strategi Penelitian Pendidikan.

Jember Nur’aini. 1999. 2004. Ilmu Indahnya Bahasa dan Sastra Indoensia untuk SD dan MI Kelas V.H. Sholeh. 2009. Jakarta. Makalah Pelatihan KTSP. Penelitian Tindakan Kelas. 2008. 2008. Igak. Jeannette. 2003. 1999. Penelitian Tindakan Kelas. Revolusi Cara Belajar. Bandung : Rosda Karya Undang-undang no 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Departemen Pendidikan Nasional . Jakarta: Pusat Perbukuan. Bahasa Indonesia untuk SD/MI Kelas V Jakarta: Pusat Perbukuan. Wardhani. Universitas Terbuka. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPA SD. 2007.google. Edi. Malang : UNM Pusat Bahasa Depdiknas. 2006. 2003. Umri. Jakarta : Depdikbud Usman. Menjadi Guru Profesional. 2003. dkk. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Bahasa Indoensia Membuatku Cerdas untuk SD dan MI Kelas V. 2006. Wibawa. Jakarta Dryden. Drs. Suyatno.Ed. Dr. Penelitian Tindakan Kelas. 1996. Ibnu.M. Jakarta : Rajawali Pers Hidayat. Penelitian Tindakan Kelas. Departemen Pendidikan Nasional Tim Pelatih Proyek PGSM. Rustam dkk. Jakarta Depdiknas. Pendekatan dan Strategi Pembelajaran KTSP. Jakarta : Depdiknas Warsidi.56 Depdiknas. Diakses dari www. Penelitian Tindakan Kelas. Basuki. Hobri. Kamus Besar Bahasa Indonesia On Line.com. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kwantitatif dalam Pendidikan. Bandung : Kaifa Hadjar. M. 2008. Gordon dan Vos. H. Pedoman Penilaian Hasil Belajar. Departemen Pendidikan Nasional Nurhadi dkk. Jakarta : Depdiknas (Direktorat Pembinaan TKKPT.Pd. Uzer. Jakarta: Pusat Perbukuan. 2007.

57 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->