LAPORAN PENDAHULUAN PADA KLIEN DENGAN POST LAPARATOMY DENGAN STOMA 1.

LAPARATOMY PENGERTIAN Laparatomy merupakan prosedur pembedahan yang melibatkan suatu insisi pada dinding abdomen hingga ke cavitas abdomen (Sjamsurihidayat dan Jong, 1997).Laparotomi adalah pembedahan yang dilakukan pada usus akibat terjadinya perlekatan usus dan biasanya terjadi pada usus halus, yang mana tujuan prosedur tindakan pembedahan dengan membuka cavum abdomen adalah untuk eksplorasi (Arif Mansjoer, 2000).Laparatomi adalah pembedahan perut, membuka selaput perut dengan operasi (Lakaman:2000;194). Pembedahan perut sampai membuka selaput perut.

Ada 4 cara pembedahan laparatomy yaitu; a. Midline incision b. Paramedian, yaitu 2,5 cm), panjang (12,5 cm).± ; sedikit ke tepi dari garis tengah c. Transverse upper abdomen incision, yaitu ; insisi di bagian atas, misalnya pembedahan colesistotomy dan splenektomy. d. Transverse lower 4 cm di± abdomen incision, yaitu; insisi melintang di bagian bawah appendictomy. ETIOLOGI Etiologi sehingga di lakukan laparatomy adalah karena di sebabkan oleh beberapa hal (Smeltzer, 2001) yaitu;
1. • Trauma abdomen (tumpul atau tajam) Trauma abdomen didefinisikan sebagai kerusakan terhadap struktur yang terletak diantara diafragma dan pelvis yang diakibatkan oleh luka tumpul atau yang menusuk (Ignativicus & Workman, 2006). Dibedakan atas 2 jenis yaitu : • Trauma tembus (trauma perut dengan penetrasi kedalam rongga peritonium) yang disebabkan oleh : luka tusuk, luka tembak.

atas anterior spinal iliaka, misalnya; pada operasi

1

Trauma tumpul (trauma perut tanpa penetrasi kedalam rongga peritoneum) yang dapat disebabkan oleh pukulan, benturan, ledakan, deselerasi, kompresi atau sabuk pengaman (sit-belt).

2.

Peritonitis • Peritonitis adalah inflamasi peritoneum lapisan membrane serosa rongga abdomen, yang diklasifikasikan atas primer, sekunder dan tersier. Peritonitis primer dapat disebabkan oleh spontaneous bacterial peritonitis (SBP) akibat penyakit hepar kronis. Peritonitis sekunder disebabkan oleh perforasi appendicitis, perforasi gaster dan penyakit ulkus duodenale, perforasi kolon (paling sering kolon sigmoid), sementara proses pembedahan merupakan penyebab peritonitis tersier.

3.

Sumbatan pada usus halus dan besar (Obstruksi) • Obstruksi usus dapat didefinisikan sebagai gangguan (apapun penyebabnya) aliran normal isi usus sepanjang saluran usus. Obstruksi usus biasanya mengenai kolon sebagai akibat karsinoma dan perkembangannya lambat. Sebagian dasar dari obstruksi justru mengenai usus halus. Obstruksi total usus halus merupakan keadaan gawat yang memerlukan diagnosis dini dan tindakan pembedahan darurat bila penderita ingin tetap hidup. Penyebabnya dapat berupa perlengketan (lengkung usus menjadi melekat pada area yang sembuh secara lambat atau pada jaringan parut setelah pembedahan abdomen), Intusepsi (salah satu bagian dari usus menyusup kedalam bagian lain yang ada dibawahnya akibat penyempitan lumen usus), Volvulus (usus besar yang mempunyai mesocolon dapat terpuntir sendiri dengan demikian menimbulkan penyumbatan dengan menutupnya gelungan usus yang terjadi amat distensi), hernia (protrusi usus melalui area yang lemah dalam usus atau dinding dan otot abdomen), dan tumor (tumor yang ada dalam dinding usus meluas kelumen usus atau tumor diluar usus menyebabkan tekanan pada dinding usus).

4.

Apendisitis mengacu pada radang apendiks • Suatu tambahan seperti kantong yang tak berfungsi terletak pada bagian inferior dari sekum. Penyebab yang paling umum dari apendisitis adalah 2

Ectopic pregnancy (pregnancy occurring outside of the uterus) 12. STOMA 2. 6. a bullet in a gunshot victim) 13. Internal bleeding 2. Stoma adalah : usus yang dikeluarkan dari dinding abdomen melalui proses operasi dan biasanya dilakukan karena ada kelainan baik bawaan maupun ditemukan saat terjadi kecelakaan atau bahkan karena ada penyakit dibagian saluran pencernaan ataupun disaluran perkemihan. Definisi Stoma dalam bahasa Yunani adalah mulut.obstruksi lumen oleh fases yang akhirnya merusak suplai aliran darah dan mengikis mukosa menyebabkan inflamasi. 9.1. 8. Temporary (de-functioning) stomas : meliputi ileostomy atau colostomy yang dibuat untuk melindungi suatu anastomosis atau dekompresi atau penyembuhan segmen usus bagian distalnya. (Gibyanto. 5.g. Foreign bodies (e..2011) Stoma bagus yang Pada umumnya dibuat untuk ileum (ileostomy) atau colon (colostomy). Stoma mempunyai 2 lubang yaitu lubang proksimal adalah tempat keluarnya faeces dan lubang distal tempat keluarnya mukus dari usus bagian distalnya. 3 . Tumor abdomen Pancreatitis (inflammation of the pancreas) Abscesses (a localized area of infection) Adhesions (bands of scar tissue that form after trauma or surgery) Diverticulitis (inflammation of sac-like structures in the walls of the intestines) 10. Tedapat 2 jenis gastrointestinal Stoma : 1. 7. Intestinal perforation 11.

• Untuk kanker rektum. d. disalurkan ke dinding abdomen sebagai mucus fistula. pelvis. dimulai sulit menelan dan bila tidak cepat diangkat akan tersumbat total sehingga tidak bisa menelan sama sekali. jenis operasinya tergantung pada seberapa jauh jarak kanker ini dari anus dan seberapa dalam dia tumbuh ke dalam dinding rektum. Terdapat beberapa bentuk permanent stoma antara lain: a. dibuat colostoly dan urostomy.2. b. kanker pada lokasi tertentu tidak akan menyebabkan tersumbatnya saluran cerna sampai pada stadium lanjut. tetapi tergantung lokasi. c. sinistra. eksisi dari sigmoid atau atas rectum Pelvis exenteration: operasi radikal untuk pengangkatan organ colostomy dibuat dan ujung rectum ditutup dan dibiarkan didalam pelvis. Panproctocolectomy : ileostomy permanent yang dibuat dari ileum Total colectomy: ileostomy dibuat tetapi ujung rectum tetap dan Abdomenoperineal (A-P) excision : colostoly pada fossa iliaca rectum dan anus diangkat. e. seluruh colon rectum dan anus diangkat. Pengangkatan seluruh rektum dan anus mengharuskan penderita menjalani kolostomi menetap (pembuatan hubungan antara 4 . pengangkatan 1/3 bagian atas dinding posterior vagina Hartmarn’s procedure. Kelainan pada organ Pencernaan yang menimbulkan indikasi tindakan gastrointestinal Stoma : • Esafagus : Kanker pada bagian ini akan menyebabkan gangguan menelan. • Usus Besar : Kanker usus besar awalnya menimbulkan gejala gangguan pola defikasi artinya secara berangsur angsur penderita merasa tidak nyaman diperut kemudian mulas yang sukar diterangkan sebabnya dilanjutkan dengan diare / mencret berak darah lender ini terutama untuk kanker rectum dan obstruksi saluran cerna karena tersumbatnya usus besar akhirnya perut kembung karena kotoran menumpuk dalam usus karena tidak bisa keluar. sering disertai dengan terminalis. Permanent stomas : lubang dinding abdomen yang dibuat secara permanen tempat menempelkan bagian akhir dari usus pada permukaan kulit. • Lambung : Seperti di Esophagus kanker di lambung juga akan menyebabkan tersumbatnya saluran cerna.

Jenis-Jenis Stoma 1) Kolostomi Dari kata kolon yang artinya usus besar dan stoma yang artinya mulut diartikan disini sebagai mulut yang dibuat dari usus besar dan lebih dikenal sebagai anus buatan.hal ini dikarenakan ileostomi lebih efektif dibandingkan dengan kolostomi ascending . dan desendens. 2007) 2. 2003). • Hati : Kanker primer yang terletak ditepi pada keadaan dini bila cepat diketahui dan segera diambil tindakan operasi akan menyembuhkan penyakitnya. payudara. Sebaiknya hindari lokasi yang memiliki jaringan lemak yang tebal dan terdapat skar (Kathleen Osborn. atau penjeratan usus bila satu bagian usus masuk ke usus yang berada di depannya (intususepsi). Kebanyakan tumor jinak tidak menyebabkan gejala.dinding perut dengan kolon). Letak kolostomi pada abdomen bisa dimana saja sepanjang letak kolon.2. namun biasanya dilakukan pada bagian kiri bawah. biasanya diketahui setelah ada komplikasi ikterus atau penyumbatan pada usus 12 jari. transversum. Pada jenis ini sudah jarang dilakukan sejak ditemukan bahwa ileostomi .Ascending kolostomi Kolostomi ascending terletak di bagian kanan atas dari perut. isi usus besar dikosongkan melalui lubang di dinding perut ke dalam suatu kantung. Namun dapat pula dibuat dilokasi kolon asendens.Transverse Colostomy 5 . • Usus Halus : Kebanyakan tumor usus halus adalah jinak. penyumbatan usus (sebagian atau total). Letak kolostomi sebaiknya dipilih dengan hati-hati sebelum tindakan operasi. Dengan kolostomi. interna (Benbow Maureen. Pada hati sering dijumpai kanker sekunder yang berasal dari penyebaran kanker alat tubuh lain seperti usus. paru. Jenis jenis kolostomi . • Pangkreas : Kanker pangkreas karena letaknya sangat sulit terdiagnosis. Tetapi tumor yang berukuran besar bisa menyebabkan terdapatnya darah dalam tinja. genitalia. di daerah kolon sigmoid. yang disebut kantung kolostomi.

Kelumpuhan 2) Ileostomy Selama operasi. 2. Diverticulitis 2. Isi usus dari ileostomy akan lebih liqiud dan semi-padat. 6 . bagian dari ileum dibawah ke permukaan perut untuk membentuk stoma. Kelumpuhan Gambar 7 : Kolostomi Transverse . Cacat lahir 4. Pada pemasangan kolostomi jenis transverse ini dilakukan dengan indikasi seperti dibawah ini Indikasi : 1. Kanker rektum atau sigmoid kolon. Trauma (cedera) 3. indikasi pemasangan pada kolostomi sigmoid ini adalah seperti dibawah ini Indikasi : 1. Kanker / descending atau usus sigmoid 5.Kolostomi transverse terletak dibagian atas dari perut baik di tengah maupun di sebelah kanan. Diverticulitis 3. Obstruksi usus 6. Ileostomy bisa sementara atau permanen. Obstruksi usus 6.Descending or Sigmoid Colostomy Lolostomi descending / sigmoid ini terletak dibawah perut dan paling sering dilakukan dibandingkn dengan jenis kolostomi lainnya. Cacat bawaan 5. Trauma (cedera) 4. Ini adalah tempat kotoran sekarang akan berlalu dari tubuh. biasanya di sisi kanan. Anda dapat memiliki baik sebagai akhir ileostomi atau ileostomi loop dan keduanya diperlakukan dan dirawat dengan cara yang sama.

nekrotik stoma dan mucocutaneous separation.3. gangguan absorbs. Hal ini biasanya setelah kandung kemih orang dan / atau uretra telah dihapus dan permanen. gangguan pencernaan. Hal ini melibatkan menggunakan sebuah segmen pendek dari usus kecil (ileum) yang digunakan sebagai tabung atau saluran untuk membentuk urin stoma melalui mana dari ureter dialihkan. Komplikasi Pasca Operasi Perawat harus menyadari bahwa pasien – pasien dengan operasi ostomy akan menghadapi resiko komplikasi dan komplikasi yang mungkin timbul pada umumnya adalah shock. sepsis. iskemik. seperti ileus. Dermatitis irritasi. anastomosis. Folikulitis. gangguan pernafasan. kebocoran. Beberapa komplikasi yang muncul dengan manajemen penanganannya adalah sebagai berikut : a. Komplikasi kulit disekitar stoma 7 . Dan yang paling sering muncul adalah komplikasi yang berkaitan dengan reseksi usus. luka. Gambar: Urostom Gambar 13 : kantong Urostomi 2. perdarahan. anastomosis dan konstruksi stoma.3) Urostomy Jenis yang paling umum dari urostomy merupakan saluran ileum yang biasanya berlokasi di sisi kiri perut. masalah psikologi serta komplikasi stoma misalnya caput medusa. Pseudoverrucous lesion dan monilia. obstruksi. Dermatitis Alergi. gangguan perkemihan.

Berdasarkan usia misalnya dermatitis infantil. dermatitis alimentosa. dermatitis popok. usia pasien dan sebagainya. bentuk kelainan. Peran perawat dalam penatalaksanaan perawatan komplikasi stoma dengan caput medusa: Penatalaksanaan yang bisa dilakukan perawat dalam hal ini adalah pemberian silver nitrat untuk memotong pembuluh darah bila diperlukan. dsb. dsb. Dermatitis Iritasi Definisi :Dermatitis ialah kelainan kulit yang subyektif ditandai oleh rasa gatal dan secara klinis terdiri atas ruam polimorfi yang umumnya berbatas tidak tegas.Umumnya terjadi pada pasien–pasien dengan penyakit hati.. dsb. dermatitis perianal. perawatan kulit yang adekuat dan hindari penggunaan plester yang tidak perlu. dermatitis generalisata. dermatitis perioral. dermatitis stasis. Gambaran klinisnya sesuai dengan stadium penyakitnya. Tindakan perawatannya adalah dengan cara membuka kantong dan wafer yang dilakukan dengan lembut. Untuk penamaan dermatitis. dengan tehnik tidak menyebabkan trauma pada kulit peristomal. dermatitis kontak alergik. dan kerusakan kulit yang disebabkan oleh kontak dengan limbah usus. dermatitis venenata. akrodermatitis. Adanya luka kemerahan atau lapisan kulit yang terangkat bisa mengakibatkan terjadinya perdarahan sehingga pasien 8 . dermatitis seboroik. dan sebagainya. Etiologi :Dermatitis ringan biasanya terjadi sebagai akibat dari iritasi reaktif. dermatitis medikamentosa. berbagai klasifikasi sudah diajukan antara lain berdasarkan kondisi kelainan. subakut dan kronis atau dermatitis madidans (membasah) dan dermatitis sika (kering) Berdasarkan penyebab misalnya dermatitis kontak iritan. b. lebih sering dikaitkan dengan ileostomi karena kandungan asam dari usus kecil Ini terjadi karena system pengantongan stoma yang tidak bagus sehingga terjadi kebocoran dari isi kantong yang mengiritasi daerah kulit sekitar.Definisi : Caput medusa. Berdasarkan bentuk kelainan misalnya dermatitis numularis. lokasi kelainan. contohnya: Berdasarkan lokasi kelainan misalnya dermatitis manus. peradangan.lebih dikenal dengan varises pada kulit sekitar stoma. Berdasarkan kondisi kelainan misalnya dermatitis akut.

plester. Calamine lotion ini akan melapisi daerah kulit yang kemerahan kemudian bereaksi sebagai penghambat.selain duoderm bisa juga diberi stomahesive powder yang berfungsi untuk menjaga kulit tetap kering c. memeriksa keadaan kulit. perih dan kemerahan pada sekitar kulit dan untuk pasien ini disarankan untuk menjalani test alergi dengan menggunakan produk-produk ostomy. Umumnya menimbulkan reaksi inflamasi dan iritasi pada kulit disekitar stoma pada pasien-pasien dengan riwayat alergi pada makanan. salah satunya dengan menghindari penggunaan adhesive remover atau skin prep. Peran perawat dalam penatalaksanaan perawatan komplikasi stoma dengan komplikasi Dermatitis alergi : Perawat dapat melakukan perawatan. skin prep dan pasta. adhesive remover. Memberikan douderm pada daerah kulit teriritasi yang terbuka. obat-obatan atau bahan lainnya.ini bisa terjadi karena terlalu sering mengganti kantong dan cara membersihkan skin barier yang tidak hati – hati.barier dan mencegah terjadinya iritasi 9 . Gambar : Dermatitis iritasi Peran perawat dalam penatalaksanaan perawatan komplikasi stoma dengan Dermatitis iritasi: Penatalaksanaan yang bisa dilakukan perawat dalam hal ini adalah melakukan pengangkatan skin barier secara pelan – pelan lalu mengeringkan daerah kulit setelah dibersihkan. panas. lalu menggunakan air bersih untuk mencuci daerah kulit yang teriritasi. Setelah itu menggunakan pasta yang tidak mengandung alcohol seperti Coloplast strip pasta. Alergi ini ditandai dengan gatal.merasa tidak nyaman. Dermatitis Alergi Etiologi : Ini muncul karena kulit alergi terhadap skin barier.

d.lesi ini dapat mencapai ketebalan 2-3 mm dari permukaan kulit. Pseudoverrucous Lession Definisi : Tampak seperti nodul atau papul berwarna merah kecoklatan. kemudian berikan Nystatin ( antifungal powder ) cara penggunaanya ditaburi secara tipis pada daerah kulit terinfeksi.Swin cream dpt digunakan untuk memberi kelembapan pada daerah kulit yang teriritasi.berkelanjutan. gunakan kantong yang drainable dalam bentuk convek. obat ini dapat diperoleh tanpa menggunakan resep. Sebaiknya lakukan langsung pencukuran rambut karena cara ini sangat efektif. Jika keadaan ini masih tetap terjadi seteah pemakaian topical lebih 2 x segera hubungi ETN atau dokter ). Folikulitis Definisi : ini adalah inflamasi folikel rambut dipori-pori kulit sekitar stoma. Peran perawat dalam tindakan perawatan komplikasi stoma dengan Pseudoverrucous Lession : Gunakan kantong dengan ukuran dan tipe yang tepat. Etiologi : Bisa terjadi pengangkatan rambut dengan tidak hati – hati. Peran perawat dalam tindakan perawatan komplikasi stoma dengan folikulitis : Perawat dapat melakukan tindakan. e. Cortate ( Steroid lotion ) dapat mengurangi kemerahan pada kulit ( jika iritasi kulit tidak sembuh lebih dari 2 minggu segera hubungi ETN atau dokter. Etiologi : Umumnya lesi ini terjadi pada stoma saluran kemih ini dikarenakan terjadinya kontak urin dengan kulit sekitar stoma. gunakan pasta hidrocoloid sebelum menempelkan kantong 10 .

kemudian menimbulkan kemerahan dan gatal. Gunakan kantong drainable two piece yang mengandung hidrocoloid dan penggantian kantong bisa 1 atau 2 x dalam seminggu.Gambar 15 : Pseudoverrucous Lession f. Etiologi : umumnya ditemukan di GI tract. g. Infeksi Jamur Monilia . menimbulkan nyeri. Orang yang mempunyai stoma potensial akan mengalami infeksi jamur karena daerah sekitar stoma hangat . 11 . Peran perawat dalam tindakan perawatan komplikasi stoma dengan monilia candida: Bersihkan daerah kulit terinfeksi kemudian keringkan dengan kapas atau bisa menggunakan hair dryer secara pelan – pelan kemudian berikan Nystatin powder kedaerah kulit terinfeksi.lembab dan tertutup.Candida Definisi : infeksi yang terjadi pada stoma yang dikarenakan oleh pertumbuhan dan perkembangan jamur monilia candida. Stomal Retraksi Definisi : Pemasangan stoma yang menyebabkan kulit area sekitar stoma tertarik ke dalam. ini terjadi karena infeksi oleh jamur yang menyebabkan infeksi disekitar stoma. infeksi bisa menyebar disekitar area yang lembab. dan memungkinkan untuk terjadi kebocoran.

Dukes. 2010). maka dapat diganti dengan menggunakan various standard size protective sheets (kantong stomanya menggunakan plastic gula yang dilapisi dengan double tipe). Ada 3 jenis prolaps:  Penonjolan seluruh dinding colon (loop ileum)  Adanya strangulasi  Nekrosis pada usus yang mengalami penonjolan. apabila dirasa oleh keluarga atau pasien.Etiologi : Hal ini dapat disebabkan oleh pemilihan kantong stoma yang kurang tepat baik jenis ataupun ukurannya yang tidak mengikuti lekukan perut. h. mesocolon . fixasi usus tidak sempurna. 12 . kantong jenis tersebut terlalu mahal. dinding abdomen tipis dan tonusnya yang lemah serta kemungkinan adanya omentum yang yang pendek dan tipis. Stomal Prolaps Definisi: merupakan penonjolan mukosa colon 6cm atau lebih dari permukaan kulit. tekanan intra abdomen tinggi. Etiologi : prolaps dapat terjadi oleh adanya faktor-faktor peristaltik usus meningkat. Peran perawat dalam tindakan perawatan komplikasi stoma dengan stomal retraksi: Dalam penggunaan kantong stoma sebaiknya memilih untuk menggunakan kantong stoma base plate yang convex.

i. setelah operasi. dokter) menjadi hal yang wajib. klien dianjurkan menggunakan ikat pinggang atau corset. sekitar 12 bulan post operasi. hal ini bertujuan untuk menahan tekanan dari dalam abdomen melalui luka insisi. atau bahkan lebih lama 13 . Etiologi : hal ini dapat disebabkan karena kurangnya gerak usus dan klien mengangkat beban yang terlalu berat atau aktivitas yang berlebihan. Ketika stoma terlanjur menonjol sebaiknya klien memilih kantong stoma yang ukurannya lebih besar. Parastomal Hernia Definisi : suatu pembengkakan pada area sekitar perut stoma yang menyebabkan ketidaknyamanan pada klien meskipun tidak selalu membutuhkan intervensi bedah atau tindakan bedah namun bila terdapat tanda-tanda perubahan warna stoma maka perlu dilakukan tindakan pembedahan darurat. Klien berharap mempunyai stoma yang baik dan letaknya sesuai dengan bentuk perutnya. Kebanyakan parastomal hernia akan berkembang dari waktu kewaktu.Peran perawat dalam tindakan perawatan komplikasi stoma dengan stomal prolaps: Dalam merawat klien dengan stoma. Selain itu. keterampilan seorang tenaga kesehatan (perawat. hal ini supaya stoma yang menonjol tetap dalam kondisi lembab karena tertutup oleh kantong stoma.

Perdarahan yang disebabkan oleh granulasi dapat terjadi dan dapat mengganggu dengan mengikuti kantong. Angkat benda asing penyebab granuloma Evakuasi granuloma dengan silver nitrat atau benang Tutup granuloma Perhatikan apakah sel kanker atau bukan 14 .. Template harus diperiksa dan jika perlu penerapan perak nitrat oleh Perawat Perawatan stoma atau eksisi bedah mungkin diperlukan Penyebab granuloma ada dua yaitu : adanya benda asing seperti benang. j. b. Tandanya seperti daging muncul dan mudah berdarah.Peran perawat dalam penatalaksanaan perawatan komplikasi stoma dengan parastomal hernia: Perawat harus menasehati pasien (yaitu klien dengan pemasangan stoma dalam 3 bulan pertama). d. Untuk menghindari mengangkat beban yang terlalu berat atau melakukan aktivitas yang berlebihan meskipun klien mampu melakukannya. atau yang lainnya dan ada yang menucul secara spontan tanpa penyerta. Granuloma Granuloma adalah daerah merah tender yang memiliki penampilan kembang kol yang terjadi di sekitar tepi stoma. Mereka sering mengembangkan dimana jahitan dimasukkan sekitar stoma tetapi dapat terjadi bertahun-tahun setelah operasi. Klien dianjurkan untuk memakai ikat pinggang untuk melatih memperkuat dinding perut yang dapat menimbulkan terjadinya hernia parastomal. c. Kadang-kadang menggosok dari flange atau pelat dasar dapat meningkatkan risiko masalah ini. Peran perawat dalam penatalaksanaan perawatan komplikasi stoma dengan Granuloma: a.

Diduga lesi ganas memerlukan rujukan pemeriksaan dokter. Tutup observasi diperlukan dan jika tidak ada perbaikan operasi lebih lanjut mungkin diperlukan. Hal ini ditandai dengan: • Penurunan jumlah tinja berlalu • Kotoran mungkin muncul pita-seperti • Bagian dari kotoran dapat menghentikan Untuk memfasilitasi perjalanan tinja melalui stoma pulmonalis. Nekrosis Stoma harus memiliki suplai darah yang baik yang ditunjukkan dengan stoma menjadi warna merah muda yang sehat. hidrasi meningkat. Awalnya stoma akan menjadi merah gelap dan bahkan mungkin berubah menjadi hitam. walaupun kontroversial. Peran perawat dalam penatalaksanaan perawatan komplikasi stoma dengan Stenosis: Manajemen hiperplasia yang mengakibatkan stenosis dari saluran ileum dimulai dengan evaluasi lesi hyperplasic melanggar pada area peristomal. sedikit lebih gelap dari bagian dalam mulut. Seringkali penyempitan usus pada permukaan kulit. adalah pilihan lain. 15 . ini merupakan indikasi bahwa suplai darah terganggu. tetapi lesi jinak dapat diobati dengan cauterizing daerah yang terkena dengan silver nitrat dan mengubah sistem pouching sehingga limbah tidak mempengaruhi integritas kulit peristomal. rendah residu diet.k. tetapi stenosis berat harus dikelola dengan tindakan pembedahan. dan pelunak tinja biasanya direkomendasikan sebagai intervensi dini pertama. maka dilakukan irigasi stoma. Selain itu akibat adanya feses yang tersisa pada pouching. dilatasi stomal Sesekali lembut. Nekrosis terjadi jika suplai darah ke stoma dibatasi (biasanya 24-48 jam setelah operasi). l. Stenosis Stenosis stoma juga dapat terjadi. tetapi bisa terjadi di dalam perut.

PENGKAJIAN FOKUS Pengkajian keperawatan yang berkelanjutan dilaksanakan untuk mendeteksi infeksi. eritamatosus serta basah amat rentan terhadap infeksi dan dapat menjadi tempat kolonisasi mikroorganisme pathogen yang akan memperberat inflamasi antibiotik . Seboroik dan dermatosiss atopik . atau retraksi dapat terjadi. nekrosis yang meluas di bawah level fasia membutuhkan pemberitahuan segera dokter bedah karena revisi mendesak diindikasikan. ASUHAN KEPERAWATAN Asuhan Keperawatan merupakan suatu proses yang meliputi lima tahap yaitu pengkajian. pitiasis rubra pilaris . stenosis. psoriasis .Peran perawat dalam penatalaksanaan perawatan komplikasi stoma dengan Nekrosis Manajemen konservatif nekrosis stomal melibatkan observasi langsung dengan penilaian yang sering melalui kantong transparan untuk memantau setiap perkembangan cedera. toksisitas berat dan pembentukan skuama kulit. Riwayat Kesehatan – Riwayat penyakit dahulu ( RPM ) Meluasnya dermatosis keseluruh tubuh dapat terjadi pada klien planus . intervensi yang wajar termasuk mengubah ukuran alat ostomy dan melembagakan diet rendah residu untuk memfasilitasi perjalanan efluen melalui stoma yang juga mungkin menunjukkan stenosis. ostomy yang dapat menyembuhkan dari waktu ke waktu. Sebaliknya. Identitas secara Umum b. lemah . perencanaan. dipilih berdasarkan hasil kultur dan sensitivitas. Kulit yang mengalami disrupsi . BIODATA a. limfoblastoma. I. 16 . tetapi pemisahan mukokutan. pelaksanaan dan evaluasi. pemfigus foliaseus . Jika nekrosis terbatas pada daerah di atas fasia dan pasien tidak septik. yang diresepkan dokter jika terdapat infeksi . Ketika mukosa nekrotik jelas di atas tingkat fasia. analisa data. dermatitis. – Riwayat Penyakit Sekarang Mengigil panas .

– Riwayat penyakit keluarga c. warna feces Apakah ada konstipasi / diare Apakah feces tertampung dengan baik Apakah pasien dapat mengurus feces sendiri Apakah kebutuhan istirahat dan tidur terpenuhi Tidur nyenyak/tidak Apakah stoma mengganggu tidur/tidak Adakah faktor lingkungan mempersulit tidur Adakah faktor psikologis mempersulit tidur Pola Eliminasi      g. Pola peran & Hubungan  Apakah peran klien dalam keluarga  Apakah ada system pendukung yang mampu mensupport klien  Bagaimana klien memenuhi tugas/perannya 17 . Pola Aktivitas-Latihan  Apakah pemasangan stoma mengganggu aktivitas klien  Apakah klien membutuhkan bantuan dalam melaksanakan aktivitasnya e. Pola Kebersihan Diri  Berapa kali mandi dalam sehari  Penggunaan sabun untuk mandi  Apakah ganti baju apa tidak  Bagaimana klien cara klien menjaga kebersihan area disekitar stoma i. Pola Nutrisi      f. Bagaimana nafsu makan klien BB normal atau tidak Bagaimana kebiasaan makan pasien Makanan yang menyebabkan diarhe Makanan yang menyebabkan konstipasi Apakah ada perubahan eliminasi tinja : Konsistensi. Riwayat Lingkungan d. Pola Tidur-Istirahat      h. bau.

tak ada kekuatan. Mereka mengembangkan rasa baru senilai. individu menyangkal atau menghindar. takut. tak ada harapan. kecemasan. Tanda : menolak. tak ada harapan. perjalanan penyakit yang kronik. Pasien mulai cara yang konstruktif dua tahun. Fase ini bisa berlangsung dari hari ke minggu. Gejala : faktor stress. perubahan kepribadian. Apakah ada kesulitan menentukan dalam menjalankan peran atau dalam keluarga  Apakah ada masalah peran yang dihadapi klien ketika klien menjalani perawatan stoma j. marah. dapat menyebabkan klien tidak mampu menggunakan mekanisme koping yang konstruktif / adaptif. perasaan tak berdaya. tak ada kekuatan. Selama fase ini. cemas dan pelupa. Fase Adaptasi Psikologis klien post operasi stoma  Shock/panic Biasanya terjadi segera setelah operasi. Sehingga klien mungkin berfikir tentang angan angan : seandainya saya tidak…  Pengakuan Pada fase ini klien mulai menghadapi kenyataan dari situasi.  Denial (penolakan) atau defense (pertahanan) Fase ini bisa berlangsung selama beberapa minggu atau bulan dan penundaan proses adaptasi. faktor stress.  Adaptation/Resolution Adaptasi / Resolusi Selama fase ini. mudah terangsang. mudah tersinggung dan lain – lain. Pola Komunikasi  Apakah ada kesulitan bagi klien dalam mengungkapkan apa yang dirasakan dan mulai untuk membangun struktur baru. ansietas. Dan sudah berfikir mengenai realita/keadaan yang telah terjadi. Pola mekanisme/penanggulangan stress dan koping Lamanya waktu perawatan. k. kesedihan akut mulai mereda. Fase ini dapat berlangsung satu hingga 18 . perasaan tidak berdaya. Pasien tidak dapat memproses informasi dan mungkin menangis. karena ketergantungan menyebabkan reaksi psikologis yang negatif berupa marah.

perubahan dalam tubuh mereka atau citra diri mereka.  Identitas diri Pemasangan stoma yang dilakukan apakah mempengaruhi identitas klien sebagai seorang wanita atau pria. tentang operasi mereka. TTV : suhu naik atau turun. m. c. menangis. Apakah l. perasaan ditolak(tidak diterima). KU : lemah b. Kepala yang klien inginkan dan bagaimana klien dapat memenuhinya/merubahnya 19 . Pemeriksaan fisik a. Konsep diri ada pantangan atau larangan yang mempersulit penyembuhan/perawatan stoma  Gambaran diri Perubahan permanen dan signifikan dalam penampilan tubuh dan kemampuan fungsional dapat mengubah cara orang menginternalisasi citra tubuh dan konsep diri.  Ideal diri Rasa takut kehilangan adalah normal akan tetapi apakah klien menganggap hal tersebut merupakan hal yang sangat berarti dan tak bisa dirubah?apa  Harga diri Apakah pikiran tersebut membuat klien malu. atau bahkan depresi  Peran Apakah klien merasa peran sosialnya akan berubah dan bahwa orang lain tidak dapat menerima mereka seperti di masa lalu Dalam proses rehabilitasi ada saat bahwa pasien harus memiliki kesempatan untuk mengekspresikan atau menyangkal perasaan mereka. Pola Nilai & Kepercayaan  Apakah pemasangan stoma mengganggu proses ibadah klien  Kegiatan keagamaan seperti apa yang tidak dapat dilakukan ketika klien terpasang stoma n.

Stomal viability Diukur lewat warna.Bila kulit kepala sudah terkena dapat terjadi alopesia. semua tipe stoma. pemasangan stent atau kateter ureter pada urinary stoma 5. doble barrel stoma dan divided stoma tipe stoma penting diketahui untuk menilai permanent atau tidaknya stoma dibuat. Tidak bisa dibedakan hanya dengan inspeksi saja. umbilikus) Pengkajian Stoma setelah 48 jam Post Operasi 1. d. misalnya ileustomy. 2. Ketinggian Stoma Ketinggian stoma terbagi tiga yaitu flush stoma dimana kedudukan stoma lebih rendah dari permukaan kulit. Mulut Dapat juga mengenai membrane mukosa terutama yang disebabkan oleh obat. scar. integritas kulit (pigmentasi. striae.perlu dikaji pula kondisi luka operasi.stoma yang menonjol keluar panjang jenis stoma ini akan beresiko trauma pada pemasangan kantong dan stoma normal dengan ukuran 2.5 cm 4. Abdomen Inspeksi : bentuk abdomen. Tipe stoma. e. stoma akan tampak tegang. Konstruksi Stoma Tipe konstruksi stoma ada loop stoma. Lokasi Stoma Lokasi stoma pada abdomen akan sesuai dengan tipe stoma yang dibuat.Stoma dibentuk dari mucosa usus yang bersifat lembab. lesi. berwarna merah daging dan odem adalah hal yang umum terjadi pada pasca operasi ostomi.garis ikat pinggang. 3. baik warna maupun penampilannya sama.Hal – hal yang berkaitan dengan konstruksi stoma seppperti pemasangan rod atau jembatan pada loop stoma. lokasinya dikuadrant kiri bawah untuk kita harus selalu membaca laporan operasi. end stoma. agak sedikit berkilau dan tampak bening. turgor stoma.Kadang – kadang lokasi stoma didingding abdomen dapat membantu menentukan tipe stoma.lipatan – lipatan dan kerutan – kerutan pada perut 20 .

ulserasi dan melepuh. Pengkajian stoma (terlampir) Kaji secara perlahan permukaan perut di mulai ketika pasien masih berbusana dengan posisi duduk dengan kaki di lantai Kaji pada area sabuk penjepit. Jahitan Pada Mucocutaneous. Garis jahitan pada pertemuan mukosa dan kulit harus selalu dikaji apakah terlihat reaksi alergi terhadap benang jahit. kemerahan. maserasi. f.akhir ini.  Apakah klien memperhatikan adanya perubahan warna kulit  Tanyakan apakah terjadi trauma kulit akhir.  Tanyakan apakah klien punya riwayat alergi yang menyebabkan kemerahan atau bintik-bintik Merah dan gatal. adanya distensi abdomen Perkusi : untuk mengetahui adanya cairan/massa drongga abdomen Auskiltasi : dengarkan suara bising usus dan catat jumlahnya dalam 1 menit. Ekstremitas Perubahan kuku dan kuku dapat lepas. Kulit Disekitar Stoma Gangguan pada kulit disekitar stoma ditandai dengan adanya erithema.  Tanyakan apakah klien menggunakan obat.kemerahan.6.obatan topical atau ramuan sendiri. ukuran pinggang. Kulit  Untuk inspeksi yang akurat  Tanyakan pada klien tentang adanya lesi. 7. dan lainnya misalnya ostomy drain dan lain-lain Palpasi : adanya massa. 8.atau terlihat tanda-tanda infeksi dan terjadi pemisahan mukosa dengan kulit. memar.Stoma diukur dari dasarnya dimana mukosa bertemu dengan kulit. Ukuran Stoma Ukuran stoma dikaji dengan akurat dengan menggunakan satuan ukuran inchi atau centimeter. 21 . g.

Inspeksi :  Inspeksi warna dan pigmentasi kulit  Hasil normal : pigentasi normal pada kulit warna putih berkisar antara Merah muda sampai kemerahan. berkelompok. ( hasil normal pada anak – anak dan dewasa adalah halus. bandingkan bagian tubuh yang simetris. kelembutan.  Tekan ringan kulit untuk menentukan teksturnya ( halus atau kasar ).  Perhatikan dimana terjadi variasi warna  Inspeksi warna bibir.  Jenis : lesi primer / sekunder. Coklat dll.  Warna : Merah. sedang pada kulit gelap adalah Coklat samar sampai Coklat gelap. lembut dan lentur ).( hasil normal warna teran)  Inspeksi sclera untuk adanya jaundis.  Tanyakan apakah klien punya riwayat keluarga dengan gangguanm kulit yang serius 1. dan balutan Pengkajian lesi  Letak anatomi : setempat. Tanyakan apakh klien pergi ke salon perawatan kulit.  Kaji turgor dengan mencubit kulit pada punggung tangan dan lengan bawah dan lepaskan. ketegangan kedalaman lesi permukaan. pil perawatan kulit. berminyak ). 22 .( hangat atau dingin ).  Kaji mobilitas kulit ( menurun pada edema ). amputasi. dermatomal. Palpasi  Menggunakan ujung jari palpasi permukaan Kulit untuk Merasakan kelembabanya. 2.Bandingkan antara atas dan bawah.  Susunan : garis. kering.  Palpasi suhu kulit dengan bagian dorsal/ punggung tangan. menggunakan lampu pemanas.  Perhatikan bila kulit pucat atau gelap lebih dari biasanya. telapak tangan dan konjungtiva. Putih. kuku.( lebab.  Perhatikan lebih pada daerah traksi.

lengan tangan bawah.( penyakit hepar. edema. Sclera.  Merah Peningkatan visibilitas oksihemoglobin krn dilatasi p. kulit  Kehitaman/ kebiruan. NO WARNA PENYEBAB LOKASI  Sianosis Peningkatan deoksihemoglobin abnormal. membran mukosa . putting susu. penurunan oksihemoglobin. peningkata  masukan karoten. Peningkatan penyimpanan bilirubin dalam jaringan. edema syndrome nefrotik. kepala. peny. penyakit Addison.  . ( lingkungan yang dingin. Punggung kuku. bibir. mulut. albinisme.d adanya destruksi jaringan 23 . ikterik. ginjal. Komplikasi kulit disekitar stoma a./ penurunana aliran darah ke kulit. anemia. Nyeri akut b. areola mamae. Kulit. masukan alkohol. kulit untuk sisnosis sentral yang kuat. ruam kulit.d tindakan perioperatif b. Wajah. Kerusakan integritas kulit b. area yang mudah terluka atau trauma. PJK. bibir. kehamilan. syok ). punggung kuku. Ekstremitas. Pucat Penurunan warna / melanin. trauma langsung. Demam. konjungtiva. hipoksi Perifer. Perubahan – perubahan warna pada kulit NO WARNA PENYEBAB LOKASI  Coklat Peningkatan melanin . hemolisis sel – sel darah Merah.darah superfisial. Pengkajian pitting edema  Cara : tekan kulit area edema selama 5 detik danb lepaskan ukur kedalaman dengan millimeter. terpajan sinar UV . inflamasi setempat. Ekstravasasi darah ke jaringan subcutan ( ekimosis). pancreas. Paru.  Jaundise/ Kuning. virtilligo. atau peningkatan aliran darah ke kulit. Dari beberapa komplikasi pemasangan stoma dapat dirumuskan beberapa kemungkinan diagnose keperawatan antara lain: Diagnosa untuk komplikasi stoma 1.

Pseudoverrocous lesion a. prosedur invasive. Cemas b. Infeksi jamur monilia a.d tindakan perioperatif 7. peningkatan pemajanan lingkungan terhadap pathogen. 1.d tindakan perioperatif 6.d tindakan perioperatif b. Kerusakan integritas kulit b. 4. Kurang pengetahuan b.d tindakan perioperatif b.d adanya destruksi jaringan c. Nyeri akut b. Parastomal hernia a. Resiko infeksi yang beresiko karena kerusakan jaringan. Dermatitis a.d adanya destruksi jaringan b.d kurang pajanan terhadap informasi penyakit c. Diagnosa kep. Nyeri akut b. Resiko tinggi Tujuan-Kriteria Mempertahankan Intervensi *Observasi area Rasional kulit Memantau proses 24 . Intoleransi aktivitas b.c. Stomal prolaps a. prosedur invasive. prosedur invasive. Nyeri akut b.d perubahan dalam status kesehatan 8. Stomal retraksi a. peningkatan pemajanan lingkungan terhadap pathogen.d pembedahan b. b. peningkatan pemajanan lingkungan terhadap pathogen.d adanya destruksi jaringan b.d tirah baring c. Kerusakan integritas kulit b. Nyeri akut b. peningkatan pemajanan lingkungan terhadap pathogen. Kerusakan integritas kulit b. Konstipasi Perencanaan Keperawatan NO. Kerusakan integritas kulit b. Kerusakan integritas kulit b. Resiko infeksi yang beresiko karena kerusakan jaringan.d tindakan perioperatif 3. Resiko infeksi yang beresiko karena kerusakan jaringan. 5. Gangguan citra tubuh b. prosedur invasive. Folikulititis a. 2. Nyeri kronis b.d adanya destruksi jaringan b.d adanya destruksi jaringan c. Resiko infeksi yang beresiko karena kerusakan jaringan.

perasaan sebelum penerimaan dapat menerima dengan melihat. stoma . Kriteria : *Kulit sekitar stoma tidak eritema peristomal setiap penggantian kantong. Melindungi kulit dari perekat kantong. Berikan kesempatan dengan efektif. terdekat untuk Membantu pasien Kriteria. psikososial dalam konsep diri klien dengan hangat dan gangguan tanpa disertai sikap yang positif struktur tubuh harga diri yang Dorong [pasien/orang ( stoma ) negatif. meningktkan Rencanakan/jadwalkan kepercayaan diri aktivitas perawatan * Meyakinkan klien dengan pasien bahwa dia dapat menangani hal tsb.d Menyatakan nyeri Kaji nyeri. ( warna gelap atau kebiru-biruan ) Ukur stoma secara periodik . *Observasi keluhan nyeri. kemudian cuci dgn. Sesuai dengan penyembuhan edema pasca 0perasi.lakukan dgn.terhadap kerusakan integritas kulit b/d aliran feses/flatusdari stoma . Nyeri akut b/. terdekat untuk melihat dan dalam proses Berpartisipasi menyentuh stoma penerimaan. penyembuhan mengidentifikasi masalah dan mencegah kerusakan kulit. Catat iritasi. intervensi. Gangguan citra Dapat menerima Kontak dengan klien Membina saling tubuh b/d perubahan ke secara sering. Berikan kesempatan Menyatakan kepada pasien untuk * MDgn.dan meningkatkan harga diri. karakteristik.feses terkumpul dan kontak dgn. perlakukan percaya. shg. dalam perawatan diri. terhadap rasa terbakar. ukuran kantong harus tepat. integritas kulit dgn. Mencegah iritasi jaringan/kerusakan 2 3 * Berikan pelindung kulit yang efektif *Sokong kulit sekitar bila mengangkat kantong . Membantu kerusakan kulit hilang atau catat lokasi. Antisipasi gatal. besihkan dengan air dan keringkan. Baik. kemarahan. Kulit dpt.dicegah. perlahan. Mencoba perasaan tentang menerima illeostomi merawat didi sendiri..melepuh disekitar infeksi kandida yang memerlukan stoma.selama 6 minggu pertama dan sebulan selama 6 bulan. melalui partisipasi pada dapat membantu perawatan diri.. menyentuh kepada pasien/orang Membantui pasien stoma. dannnnnnnn mengevaluasi derajat 25 . menyatakan perasaan untuk mengenali Menunjukan tentang stoma.

sehingga dapat meningkatkan Relaksasi.(insisi/drain). Pengisian kapiler baik. mulu. Intake dan out put seimbang.pwt. Kriteria : Luka sembuh tanpa komplikasi: 5 Resiko kekurangan cairan dan elektrolit b/d keluaran ileostomi dengan volume tinggi Mempertahankan hidrasi adekuat. Kriteria: Membran mukosa lembab. Ganti balutan sesyuai Menurunkan iritasi dengan kebutuhan dan kulit dan mencegah gunakan tehnik aseptik terjadinya infeksi dan aniseptika. catat hipotensi postural. Menunjukan status takhikardia dan evaluasi hidrasi. edema dan nutrisi. pijatan punggung.. mukosa Kolaborasi : Catat dan observasi hasil Deteksi homeostasis. Kolaborasi: Irigasi luka Diperlukan untuk sesuai dengan indikasi mengobati inflamasi . Sirkulasi. Tanda vital stabil. operasi sering terjadi pada 48 jam pertama an infeksi dapat terjadi kapan saja. Dpt turgor kulit. Observasi tanda vital. Perubahan gejala tsb. lab. therapi. Observasi lkua dan catat Perdarahan post karakteristik drainase. ( Ht. tetapi setiap hari secara umum tidak lebih dari 500-800 ml/hari. Berikan tindakan kenyamanan mis. dengarkan dengan aktifdan berikan dudkungan dengan penerimaan Kolaborasi :berikan obat analgesia s/d program Menurunkan nyeri. Turgor kulit baik. intensitas. gunakan cairan garam faal atau cairan lain. Awasi masukan dan Kehilangan cairan haluaran dengan cermat. . atau setengan meningkatkan duduk drainage. menurunkan ketegangan otot dan meningkatkan relakasasi. yang paling besar ukur feses cair.anjurkan untuk tidur Pengumpulan dan miring. Rubah posisi Menurunkan resiko. Menyatakan ( kanker. dan terjadi pada timbang berat badan illeostomi. atau ubah posisi. shg. . Dorong pasien untuk menyatakan masalah. tertahannya sekresi/drainase . tidur/istirahat dengan tepat Pasien dapat rileks.takut atau *Mampu ansietas. meningkatkan kenyamanan.akti terkontrol vitas proses Kriteria : penyakit. 4 Kerusakan jaringan integritas kulit b/d reseksi perineal. Menurunkan ansietas. pengisian memperkirakan kapiler dan membran kebutuhan cairan. tidur. gg. Penyembuhan luka tepat waktu dan bebas tandatanda infeksi. Dan elektrolit ). membantu 26 ketidaknyamanan dan kefektifan analgesik Mencegah pengeringan mukosa oral dan ketidaknyamanan.trauma) nyeri hilang.

Menurunkan insiden kram abdomen dan mual. 2006. tanggal 7 November 2011. Bare. 6:.dipertahankan sampai 6-8 minggu pertama.google. Diet rendah sisa dpt.Berikan cairan IV dan elektrolit sesuai dengan indikasi.P:1115) Lakukan pengkajian nutrisi dengan seksama Auskultasi bising usus. Volume 2.dengan-stoma. Smeltzer. 21 Mei 2011.bila masukan oral dimulai. Membantu mengkaji kebutuhan nutrisi klien. 2. Mulai dengan cairan perlahan nutrisi Identifikasi bau yang ditimbulkan oleh makanan dan sementara batasi diet secara bertahap. Makanan tertentu tidak umum setelah bedah usus.13-17. Normal ( L. Asuhan Keperawatan Pasien dengan Stoma : http://www. 12-16. DAFTAR PUSTAKA menentukan kebutuhan cairan. 6 Resiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan b/d adanya gangguan absorpsi. Dapat mempertahankan ferfusi jaringan adekuat. Sensitivitas thd. Suzanne C. Fundamental Keperawatan. Untuk mengantisipasi kebutuhan tubuh dalam metBO Cronin E (2008c) Sebuah panduan untuk penggunaan yang tepat dari produk perawatan stoma cembung Keperawatan gastrointestinal. 2002. Volume 2. Jakarta : Buku Kedokteran EGC Potter & Perry. Konsul dengan shli Tingkatkan diet dari cairan sampai makanan rendah sisa . untuk memberikan waktu yang adekuat untuk penyembuhan usus.com/asuhan-keperawatan-pasien. jam 15:54 WIB Butler DL (2009) komplikasi pasca operasi dini setelah operasi ostomy Jurnal 27 diakses . Mengidentifikasi kebutuhan Kembalinya fungsi usus menunjukan kesiapan untuk mencerna kembali. & Brenda G. Jakarta : Buku Kedokteran EGC Evanjh. Berikan makanan enteral/parenteral jika diindikasikan. Keperawatan Medical Bedah.. Memrpertahanka n berat badan Kriteria : Menunjukan peningkatan berat badan bertahap Hb.

53 (9). process and practice fourth edisien mosby-Year Book inc. 513-519. 3. Thompson MJ. 5:. 19:. Patricia.2007. Practical stoma wound and continence management. 5.com Perry and Potter Fundamental of nursing:concept. 17. 22-28. second edition. 28 . USA: 2004 Giovanna Bosio. ostomy dan kontinensia. Trainor B (2007) Pencegahan hernia parastomal: perbandingan hasil 3 tahun tentang Keperawatan gastrointestinal. Dukes S (2010) Pertimbangan saat merawat orang dengan stoma prolaps British Journal of Nursing.2008). 36:. at. all.Keperawatan luka. S21-S26. Sep 01. (cited Nov 03. Available from: http//www. B.Ostomy medical supplies. A Proposal for Classifying Peristomal Skin Disorders: Results of a Multicenter Observational Study.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful