CONTOH BEST PRACTICE

PENANGANAN DAN PENGELOLAAN SMP NEGERI 2 MALEBER MENJADI SEKOLAH EFEKTIF Oleh : DIDI MULYADI, S.Pd. NIP 19620724 198603 1 007 BAB I PERMASALAHAN Pendirian sebuah Sekolah sebagai Lembaga Pendidikan adalah niat luhur untuk mencerdaskan bangsa. Dalam pendirian tersebut lebih mengutamakan pada kepentingan masarakat dan prospek kedepan bagi keberlangsungan lembaga tersebut. Penyediaan akan sarana gedung, tenaga, anggaran, siswa peserta didik, dan fasilitas pembelajaran lainnya menjadi mutlak diperlukan. Demikian halnya dengan pendirian SMP Negeri 2 Maleber yang terletak di Jl. Desa Maleber Desa Mekarsari Kecamatan Maleber Kabupaten Kuningan. Semenjak dirintis tahun 2005 menumpang pada SD Negeri 1 Maleber dan pada tahun 2007 dapat menempati lokasi gedung baru. Sampai saat ini telah meluluskan 1 kali. Uniknya jika melihat keterlaksanaan layanan SMP Negeri 2 Maleber ini belum memiliki satu tenaga Pendidik dan Kependidikan berstatus PNS. Semuanya masih honorer dan dibantu dengan Guru dari SMP Negeri 1 Maleber. Upaya telah dilakukan namun sampai tim Bawasda datang pada bulan Juni 2009 permasalahan ketenagaan belum selesai. Adanya “ Pegawai Rangkap “ sangat menyulitkan pengelola khususnya Kepala Sekolah sebagai top manajer. Selain itu pula kondisi sekolah masih dua shift. Berdasarkan kondisi itu pula penulis yang ditugaskan sebagai Kepala Sekolah mencoba mulai kurun waktu pertengahan Juli 2009 sampai sekarang membenahi keadaan tersebut. Permasalahan yang diungkap di atas sampailah pada bagaimana mengelola sekolah agar lebih efektif dan efisien sesuai ketentuan berlaku dan kemampuan yang dimiliki pada fase pembangunan selanjutnya. Untuk itu penulis mencoba merefleksikan tindakan berkenaan dengan pemecahan masalah tersebut dimulai dengan Pembenahan Tenaga Pendidik dan Kependidikan di SMP Negeri 2 Maleber. BAB II STRATEGI YANG DITEMPUH Komunikasi adalah hal yang sangat diperlukan dalam pemecahan masalah ini. Hasil temuan Bawasda mengenai tenaga rangkap menjadi sorotan yang sempat menegang. Bagi tenaga Guru yang dipermasalahkan memiliki dasar historis yang kuat untuk merasa diperlakukan tidak adil. Mengingat mereka sejak rintisan pendirian dimohonkan langsung untuk menangani SK rintisan sekolah dari Instansi kedinasan. Ada kurang lebih 2 tenaga PNS yang dilibatkan dan 3 orang Guru DPK yang terkena oleh peraturan-peraturan. Untuk meluruskan keadaan tersebut maka penulis mencoba mengadakan pendekatann dengan Kepala Sekolah pertama ( PLH ) dan Kepala Sekolah SMP tempat merintis. Kesepakatanpun awal adalah tetap berlangsung seperti biasa dengan menyesuaikan jadual kegiatan pada dua Instansi Sekolah yang letaknya tidak begitu jauh ( SMP N 1 dan SMP N 2 MALEBER ). Selain itu pula penulis mencoba menelusuri pada Instansi terkait ( Dinas Pendidikan / Tendik , BKD )

Dari upaya tersebut terhitung sampai saat ini telah terdapat 5 orang tenaga Guru PNS dan 1 orang tenaga DPK yang berpindah tugas ke SMP Negeri 2 Maleber berdasarkan surat Kepala Dinas. 4. masalah lain muncul yakni fasilitas ruang belajar dan perlengkapannya. Sebagian besar digunakan untuk parkir. dengan mengambil inisiatif mengusulkan kembali melalui hak individu pegawai. Penulis mencoba mendekati para pemegang keuangan dan sarana. 2. Alhamdulillah untuk kursi dan perangkat kelas telah tersedia walaupun ruang aula belum kami skat menunggu bangunan Musholla selesai. Selain itu pula tenaga PLH bendahara PKC yang selama ini Kepala TU di SMP Negeri 2 Maleber telah dilantik untuk menjadi Kepala TU di SMP Negeri 2 Maleber. BAB III HASIL YANG INGIN DICAPAI Dari uraian permasalahan dan strategi pemecahan penulis ingin mendapatkan beberapa perubahan. Jalur birokrasipun ditempuh . Desakan akan kebutuhan lab yang ideal muncul saat pembenahan sarana yang ada. Pada masalah lain labolatorium restoran ( kitchen ) masih menyatu dengan dapur / pantri karyawan dan Guru. Sampai saat ini untuk lantai bawah telah selesai dan telah digunakan untuk sholat jumat sebanyak 2 kali. Tahun ini kami telah melakukan beberapa persiapan sesuai temuan dari tim pemantau wilayah. Kami telah menyiapkan satu pasang ring basket dan seluruh halaman depan telah kami hotmik. Disamping pembenahan tenaga untuk memperkuat kemudahan pembenahan proses kegiatan KBM yang masih dua shif . Tidak hanya itu sarana lapanganpun menjadi pembicaraan. Tersedianya sejumlah kursi-meja lipat untuk pemenuhan rasio kebutuhan belajar sebanyak 3 ruang. Kemudian penulis mengadakan rapat kecil dengan ketua program studi. Terbangunnya Mushola sebagai sarana beribadat bagi warga sekolah. Sedangkan lantai atas belum selesai ( 80 % ) menunggu atap dipasang. Akibatnya berimbas pada sarana beribadat yang selama ini memakai Aula tersebut setiap hari Jumat. Mendapatkan kejelasan status tempat kerja bagi beberapa tenaga Guru yang selama ini berstatus PNS tetapi masih rangkap tempat mengajar. Secara birokrasi telah ditempuh dengan mngusulkan kebutuhan akan kursi dan meja untuk 3 ruangan belajar. Sehingga saat ini SMP Negeri 2 Maleber telah memiliki satu orang Kepala Sekolah dan satu orang kepala TU definitif. SMP Negeri 2 Maleber termasuk salah satu titik pantau pelaksanaan dalam Lomba Desa di wilayah Mekarsari untuk fasilitas umum. Komunikasi terus dilakukan untuk membenahi taman dan penghijauan.mengenai status masalah ketenagaan pada sejumlah tenaga tersebut. Adapun perubahan yang dinginkan adalah : 1. Penulis memanfaatkan Aula yang dimiliki dengan membagi 2 ruangan dan ruangan lainnya yang sama ukurannya. Tersedianya sarana lapangan Olah Raga yang aman dan representatif untuk kegiatan KBM. Tahun lalu telah memberikan kontribusi cukup baik. Hal ini ditujukan agar bola dapat memantul dengan sempurna dan tidak rusak. Tentunya hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan perubahan yang terlalu menyulitkan bagi pihak Sekolah pertama tempat bertugas yang akan ditinggalkan. Hal ini didasari pula oleh tuntutan orang tua murid tingkat X yang merasa keberatan anaknya pulang sore ( rombel tingkat X masuk siang ) pada rapat komite awal tahun. wakil sarana dan bendahara komite dan PKC. Penulispun memberikan arahan dan berdiskusi dengan tenaga tersebut untuk mengambil inisiatif sambil menunggu pembenahan SMP Negeri 2 Maleber. 3. Kesiapan akan anggaran mutlak diperlukan. Selain itu pada awal bulan Agustus telah dilakukan penilaian sekolah sehat tingkat kecamatan Maleber. Banyak masukan dari tim penilai karena secara fisik masih perlu dilakukan pembenahan disana-sini. Selama ini masih .

Penutup parit. Dari target keseluruhan telah terpasang penutup parit sepanjang 15 m . DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN KUNINGAN 2010 LEMBAR PENGESAHAN PENINGKATAN PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMPN 2 CIBEUREUM KABUPATEN KUNINGAN Penulis SUBAGIO. 5. NIP 19650607 198903 1 008 Mengetahui/ Mengesahkan . Tersedianya ruang pos jaga untuk keamanan sekolah. Pembuatan kompossing.menggunakan konblok. 11.M. Tersedianya ruang londri untuk kegiatan praktik perhotelan yang telah diidam-idamkan selama ini. Penghijauan dan lingkungan ASRI 14. Selama ini ruang UKS menjadi satu dengan ruang TU. 12. Kami memiliki petugas keamanan 2 orang yang bertugas pada siang dan malam. 8. Tersedianya lahan parkir. Adapun luas halaman adalah 650 m2. Saat ini kami telah membangun dapur umum secara permanent dengan luas 8 m2 . Ruang UKS . Tertatanya taman dan penghijauan di halaman depan dengan membuat batas lapangan dan di cat hitam putih untuk menambah citra dan penampilan.Pd. Tersedianya kantin sehat. 9. Saat ini kami telah memiliki bak untuk tempat pembuatan kompos. Terbangunnya dapur umum untuk Guru dan karyawan yang memenuhi syarat. 6. dan terpisah dari bangunan utama. Untuk roda empat kami gunakan sebelah pojok selatan dan tidak mengganggu kegiatan di lapangan. Kami telah merubah lahan tidur sebelah barat seluas 100 m2 menjadi tempat parkir khususnya kendaraan roda dua. Separuh lahan tidur yang belum digunakan sekitar 100 m2 kami jadikan areal kantin. Lahan tersebut kami bentuk dengan menggunakan batu konblok dan pembatas kebun / lahan. 7. 13. 10. Sekarang telah kami berikan ruang khusus sekitar 36 m2.

H. 1 BAB II PEMBAHASAN……………………………………………. Amin Cibeureum. Penulis menyadari bahwa best practice ini masih jauh dari kesempurnaan.M. penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunanannya.…………………. Oleh sebab itu.Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kuningan Drs. Akhir kata. Desember 2010 Penulis. Subagio. DADANG SUPARDAN. 8 BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI OPERASIONAL…..Pd NIP 19650607 198903 1 008 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI Profil singkat kepala sekolah (penulis) Profil singkat sekolah BAB I PENDAHULUAN………………………………………….M.Si Pembina Tk.. 17 LAMPIRAN . akhirnya penulis dapat menyusun Best Pragtice judul Peningkatan Program Pengembangan Diri Sebagai Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMPN 2 Cibeureum Kabupaten Kuningan ini dengan lancar.I NIP 19591218 198603 1 009 KATA PENGANTAR Alhamdulillah berkat rahmat Allah SWT. penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan. Penulisan best practice ini diajukan sebagai salah satu syarat dalam penilaian lomba Kepala Sekolah Berprestasi Tahun 2010 dilingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kuningan. Dengan diselesaikannya best practice ini. penulis berharap best practice ini semoga bermanfaat bagi pembaca..

Tempat dan Tanggal Lahir : Cirebon.id / PENELITIAN : 1. Pengaruh Pendekatan Mengajar dengan Peta Konsep terhadap Hasil Belajar Matematika. 4. tahun 2001. tahun 2002 5. Peserta Seminar Pendidikan. 7 Juni 1965 c. Peserta Seminar Sehari Pendidikan Matematika. . 3. Peran Kepala Sekolah dalam Pemberdayaan Guru. Peserta Seminar Starategi Implementasi Kurikulum 2004 . Agama : Islam d. tahun 2004. 8. Cirebon. 3. 4. Alamat Rumah : j. Pokok bahasan Lingkaran di kelas VIII. 9. Mengubah Sekolah Membangun Pendidikan. Unit Kerja : SMPN 2 CIBEUREUM g. Peningkatan Kinerja Guru melalui Supervisi Edukatif Kolaboratif Secara Periodik di SMP N 2 Cibeureum Kabupaten Kuningan. Email / Hand Phone : subagio_2009@yahoo. Jabatan : Kepala Sekolah f. 6. KARYA TULIS : 1.M. Peran Pemimpin Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Lima Peran Kepala Sekolah di abad 21 PESERTA PELATIHAN/SEMINAR/LOKAKARYA 1. Alamat Kantor : Jl. Pangkat / Gol. Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa. Profesionalitas Guru dan Profil Guru Yang Memikat Hati ( 1 ) 5. I/IVB/19650607 198903 1 008 e. / NIP : Pembina Tk. Nama : Subagio. Profesionalitas Guru dan Profil Guru Yang Memikat Hati ( 2 ) 7. Raya Cibeureum No 02 Cibeureum E_mail smpnduacibeureum@rocketmail. Cirebon. 2. Peserta Seminar Prospek Pendidikan Di Era Otonomi Daerah.com i. Implementasi Pendekatan Konstruktivisme Dalam Pembelajaran 6. 10. 2. Kepala Sekolah sebagai Pemimpin. tahun 1996. 4. 2. Pengajaran Matematika dengan Pendekatan Konstektual pada Pokok Bahasan Bangun Ruang Siswa Kelas IX di SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan. Kuningan.Profil singkat kepala sekolah (penulis) NAMA DAN BIODATA KEPALA SMP N 2 CIBEUREUM a.Kuningan. 3. Studi mengenai Sikap SMP Negeri 2 Cigugur terhadap Pembelajaran Berbasis Masalah.Pd. Peningkatan Mutu Pembelajaran di Sekolah. Peserta Seminar Sehari Pendidikan Matematika.co. b. tahun 1996. Peserta Seminar Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Akreditasi sekolah tahun .

Peserta Seminar Pendidikan Nasional Membangun Pendidikan Berkualitas Melalui Peningakatan Kualifikasi. Peserta Seminar Pendidikan Sehari Sosialisasi Pelayanan Prima Pembelajaran Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Dalam rangka Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Di Era Globalisasi. tahun 2008. Peserta Seminar Nasional Pendidikan Optimalisasi Profesionalisme Guru melalui Pendekatan Organisasi dan Teknologi Informasi. Kuningan. Peserta Seminar Nasional Pengusulan KH. Peserta Seminar Strategi Menembus Profesionalisme Guru. Peserta Seminar Pendidikan Strategi Terpadu Dan Harmonisasi Anatar Sekolah Dan Orang Tua Untuk Keberhasilan UAN Bersama. 9. tahun 2008. Peserta Seminar Nasional Pendidikan Pengembangan Profesionalisme Guru Dalam Menjawab Tantangan Global. Peserta Seminar Nasional Pendidikan Peluang Profesionalitas dan Kesejahteraan Guru. 13. Kuningan. Peserta Seminar Nasional Pengembangan Profesi Guru. tahun 2010. tahun 2009. Profil singkat sekolah Nama Sekolah : SMP Negeri 2 Cibeuruem Alamat : Jalan / Desa : Raya Cibeureum – Cibingbin Kecamatan / Kab. 10. tahun 2007. Tahun didirikan : 1996 . 12. Kuningan. Kuningan No.Cibeureum Kab. 18.Kuningan. Tahun 2007. 22. tahun 2008. Cirebon. tahun 2007. 19. tahun 2007. tahun 2007.3015 3. tahun 2006. : Kec.21. Telp : 2. 25. Peserta Seminar Pendidikan Nasional Psikologi Pendidikan . 24. Hasan Maolani Sebagai Pahlawan Nasional. Kualifikasi Dan Sertifikasi Pendidikan. Peserta Seminar of Teaching Cretivity in teacher Profesionalism. tahun 2008. Nama Yayasan ( bagi swasta ) : alamat Yayasan 7 No. Jenang Akreditasi : Negeri 4. 21. Peserta Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Pengembangan Bahan Ajar Dan Rancangan Penilaian Hasil Belajar. 20. 15. 8. tahun 2007. Kompetensi Dan Sertifikasi PTK. Tahun 2007. Peserta Seminar Reposisi Guru Dalam Pembangunan Nasional. / Kota. Peserta Seminar Nasional Pendidikan Mengubah Paradigma Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Dalam Upaya Mengimplementasikan 8 Standar Nasional pendidikan. 11. Peserta Seminar Nasional Peningkatan Kualifikasi. 17. Peserta Seminar Nasional Pengembangan Potensi Diri Kiat Menjadi Pendidik Profesional. 23. Telp / HP : 1. 16. Peserta Seminar Nasional Strategi Penyusunan Portofolio Dalam rangka Pelaksanaan Sertifikasi Guru. tahun 2006.7. 14. NSS / NSM/NDS : 20. Peserta Seminar Nasional Peningkatan PTK Melalui Pemaham Standar Pengelolaan Pendidikan. Cirebon. tahun 2009. tahun 2008. Peserta Seminar Nasional Reaksentuasi Kekuatan Diplomasi. tahun 2008. tahun 2009.

.12 ....Rbl 11....x - ... Luas tanah : 3650 m2 7.. Rekening Rutin Sekolah : .... a) Data Ruang Kelas Jumlah ruang kelas asli (d) Jumlah ruang lain yangdigunakan untuk r... 10.........Rbl . Komputer ..Rbl .. Luas seluruh Bangunan : 1836 m2 9..Cabang . Kepemilikan Tanah : Pemerintah a.... Lab..5. Tahun Beroprasi : 1997 6..x 3..... No.....ruang Yaitu : .x 2..x .org .........IPA 1 9 x 9 5...... Kelas (e) Jumlah ruang yang digunakan u R. Status Bangunan milik : Pemerintah 8.. Kelas (f) = (d+e) Ukuran 7x9 m2 (a) Ukuran >63 m2 (b) Ukuran <63 m2 (c) Jumlah (d) =(a+c+d) Ruang Kelas 12 ..org ......... Data siswa dalam 2 ( dua ) tahun terakhir Tahun 2008/ 2009 121 org 121 org 4 Rbl 132 org 3 Rbl 130 org 3 Rbl 383 org 10 Rbl Tahun 2009/ 2010 168 org 168 org 4 Rbl 122 org 4 Rbl 124 org 4 Rbl 416 org 12 Rbl Tahun 2010/ 2011 Org .. 12 b) Data Ruang Lain Jenis Ruang Jumlah (buah) Ukuran (m2) Jenis Ruang Jumlah (buah) Ukuran (m2) 1........org . Lab...Rbl . Bahasa . Ketrampilan ..org ...... Asrama Guru .. Status tanah : Akte-Jual Beli ( Hak Milik ) b..... Lab.Nama bank. Perpustakaan 1 9 x 9 4.6..........

Akibat negatif dari kesalahan pertama. baik norma estetis maupun norma synnoetis (norma kehidupan sosial).Pd. kini sekolah cenderung tidak terarah karena kurikulum yang tidak serasi. secara umum sudah membutuhkan revolusi alias perlu diubah total. didaktik dan metodik juga sangat kurang. Ketiga. Di sisi lain. tenaga kerja menjadi kurang retrainable. sehingga acapkali guru sama sekali tidak mempedulikan pengembangan kepribadian dan watak anak didiknya. Persepsi yang sebaiknya. Kesalahan ketiga berakibat lulusan sekolah tidak cukup menguasai konsep-konsep dasar. Ada tiga persepsi yang kurang benar tentang pendidikan. Mereka terpaku kepada keterampilan yang bersifat terapan. kemampuan siswa yang rendah untuk mempergunakan pengetahuan sebagai alat berpikir dan alat untuk memahami serta memecahkan masalah. pengetahuan tentang pendidikan keluarga tidak berkembang. Data Tenaga Pendidik dan Tata UsahaGuru : Jumlah Guru / Staf SMP Negeri Jumlah Guru / Staf SMP Negeri Keterangan Guru Tetap (PNS) 19 Tata Usaha PNS 4 Guru CPNS . Kepekaan siswa terhadap nilai-nilai terhadap norma juga sangat rendah. Latar Belakang Masalah Sistem dan program pendidikan di seluruh tingkatan. tugas sekolah ialah mengajarkan pengetahuan.Tata Usaha CPNS 1 Guru GBS . Kemampuan guru-guru di bidang pedagogik. atau pun norma etis. pengelolaan dalam materi pembelajaran kerap tumpang tindih sehingga mematikan prakarsa pelajar. Kedua. M. Selain itu.Tata Usaha Kontrak Guru Kontrak . Sedangkan dampak kesalahan kedua. NIP. adalah bahwa pendidikan terjadi sebelum anak masuk sekolah dan sesudah . Di berbagai jenis dan jenjang pendidikan.11. Desember 2010 Kepala Sekolah SUBAGIO. Proses pembelajaran pun tidak kreatif dan tidak mendorong kreativitas anak didik. pendidikan hanya terjadi di sekolah. sekolah harus membuat siswa menjadi “manusia siap pakai”.. 19650607 198903 1 008 BAB I PENDAHULUAN 1. Pertama.Tata Usaha Sukwan 2 Guru Honor 2 Penjaga Sukwan 2 Cibeureum. Sistem pendidikan nonformal tidak berkembang dan kemampuan bangsa untuk belajar dari situasi pendidikan nonformal menjadi rendah.

setiap pengembangan kurikulum diikat oleh ketentuan atau hukum sehingga dalam pengembangannya mempunyai arah yang jelas sesuai dengan prinsip yang telah disepakati. Kesulitan mereka terutama karena padatnya kurikulum pendidikan sehingga kreativitas anak terabaikan. para guru memiliki kesulitan bagaimana menanamkan dan menumbuhkan jiwa kreativitas kepada anak. Dengan adanya prinsip tersebut. juga harus menerapkan atau menggunakan prinsip-prinsip tertentu. Prinsip kontinuitas berkenaan dengan adanya kesinambungan materi pelajaran antarberbagai jenis dan jenjang sekolah serta antartingkatan kelas. Prinsip relevansi berkenaan dengan kesesuaian antara komponen tujuan. tugas pokok sekolah bukan sekadar mengajarkan pengetahuan. Untuk itu. sehingga cukup waktu untuk mengasah kreativitas. Konsekuensinya. padahal di sisi lain menurut upaya memunculkan pribadi kreatif sangat dibutuhkan bagi anak dalam kehidupannya. fleksibilitas. strategi. sangat dibutuhkan anak. Tugas sekolah adalah melahirkan generasi yang menjadi bagian dari bangsa yang pandaibelajar. Sekolah juga harus membimbing anak untuk menguasai kemampuan belajar. Akan tetapi mereka umumnya tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana mengatasi keadaan itu. selain harus berpijak pada sejumlah landasan.01 persen dari jumlah peserta UN 135 siswa yang lulus hanya 63 siswa orang dan yang tidak lulus 72 siswa yaitu pada tahun pelajaran 2007/2008. sekolah harus tahu jenis pendidikan yang telah dilalui anak di keluarga dan menilainya sejauh mana pendidikan keluarga itu dapat dipergunakan sebagai landasan untuk menyusun program pendidikan sekolah. Sekolah hanya suatu mata rantai dari suatu kegiatan nyata pendidikan yang luas. Secara umum prinsip-prinsip pengembangan kurikulum meliputi prinsip relevansi. Prinsip fleksibilitas berkenaan dengan kebebasan/keluwesan yang dimiliki guru dalam mengimplementasikan kurikulum dan adanya alternatif pilihan program pendidikan bagi siswa sesuai dengan minat dan bakatnya. Fakta menunjukkan minimnya waktu dan pelajaran yang bersifat untuk mengembangkan kreativitas pada sekolah formal. Strategi Pemecahan Masalah Setiap pengembangan kurikulum. mestinya kurikulum memfokuskan pada hal dasar dan esensial. Sekolah yang berdiri tahun 1997 ini pernah hasil pelulusan siswa kelas 9 hanya mencapai 47. melainkan memupuk kepekaan terhadap nilai-nilai. bukan hanya membuat siswa menjadi siap pakai. 2. kontinuitas. Prinsip efisiensi dan . Untuk itu penulis mencoba merefleksikan tindakan berkenaan dengan pemecahan masalah tersebut dimulai dengan Peningkatan Program Pengembangan Diri Sebagai Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMP Negeri 2 Cibeureum Kabupaten Kuningan. Permasalahan Para guru sebenarnya menyadari bahwa pelajaran yang memberi kesempatan mengembangkan kreativitas. Dengan demikian. harus ada kurikulum yang berbeda karena anak memiliki perbedaan bakat dan minat. 3. Permasalahan yang diungkap di atas sampailah pada bagaimana mengelola sekolah agar lebih efektif dan efisien sesuai ketentuan berlaku dan kemampuan yang dimiliki pada fase pengembangan selanjutnya supaya bias mendapat kepercayaan lagi dari masyarakat. isi. Di luar itu harus pula diperhatikan.anak tamat sekolah. . serta efisiensi dan efektivitas. Untuk bisa menanamkan kreativitas pada siswa. maupun situasi pendidikan nonformal dan informal. Tugas sekolah ialah mempersiapkan anak untuk mengarungi kehidupan. dinamis dan saling bersambungan. dan evaluasi. baik untuk situasi pendidikan formal. Berdasarkan kondisi itu pula penulis yang ditugaskan sebagai Kepala Sekolah mencoba mulai kurun waktu pertengahan April 2009 sampai sekarang membenahi keadaan tersebut.

Sementara itu. yaitu pendekatan administratif dan akar rumput. Di SMPN 2 Cibeureum langkah pertama yang ditempuh yakni melakukan dialog persuasif dengan para siswa. pemilihan dan pengorganisasian pengalaman belajar. yaitu: kebutuhan siswa. tuntutan masyarakat. serta pendekatan menyeluruh dan kemitraan. pemilihan dan pengorganisasian pengalaman belajar. Komunikasi adalah hal yang sangat diperlukan dalam pemecahan masalah ini. Langkah pengembangan kurikulum selanjutnya setelah seperangkat kebutuhan tersusun adalah perumusan tujuan. Terbukti dalam waktu tiga bulan. dan analisis tugas. antara lain: prinsip keimanan. abad pengetahuan dan teknologi informasi. Yang cukup membanggakan ternyata siswa sangat respon dengan Marching Band.efektivitas berkenaan dengan pendayagunaan semua sumber secara optimal untuk mencapai hasil yang optimal. studi kompetensi. Adapun caranya dapat dilakukan melalui survei kebutuhan. dan kinetika. April-Juni 2009. Namun mereka yang semula dinilai kurang. Bukankah pendidikan itu salah satunya untuk merubah sikap siswa dari kurang baik menjadi lebih baik. Pelaksanaan kegiatan dalam program ini dibagi dalam beberapa bulan pelaksanaan. perumusan tujuan. Apabila dianalisis secara mendalam beberapa prinsip khusus yang diterapkan dalam pengembangan kurikulum berbasis kompetensi. Secara . Namun. berpusat pada anak. Munculah pemikiran untuk mengoptimalkan kegiatan pengembangan diri dan dilaksanakan hampir setiap hari. pemilihan dan pengorganisasian materi. penguasaan integrasi nasional. pengembangan keterampilan hidup. Pada awalnya Marching Band ini mendapat reaksi negative dari rekan-rekan guru. nilai dan budi pekerti luhur. Pendekatan administratif adalah suatu pendekatan dalam pengembangan kurikulum di mana ide atau inisiatif pengembangan muncul dari para pejabat atau pengembang kebijakan seperti Menteri Pendidikan. kesamaan memperoleh kesempatan. Sedangkan pendekatan akar rumput. Ada beberapa langkah dalam pengembangan kurikulum. Ternyata bila diberikan kesempatan mereka pun mampu. Mereka mampu mempersiapkan diri untuk tampil pada peringatan HUT Kemerdekaan RI. mengalami perubahan karena mereka diakui dan mampu menunjukkan kemampuannya. prinsip khusus yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi. mereka sudah bisa membawakan musik dan lagu. 17 Agustus lalu. dimana tiap bulan dibagi dalam beberapa minggu dan di setiap minggu ada beberapa kali pelaksanaan sesuai dengan jadwal. Kamis Futsal. Analisis dan diagnosis kebutuhan dilakukan dengan mempelajari tiga hal. serta pengembangan alat evaluasi. karena peminatnya kebanyakan anak-anak yang dianggap bermasalah di kelasnya. Selasa Paskibra. keseimbangan etika. logika. pada dasarnya merupakan penjabaran dari empat prinsip umum pengembangan kurikulum. Kepala Dinas dan lain-lain. dan pengembangan alat evaluasi. dan harapan-harapan dari pemerintah. estetika. Jum’at Pramuka dan Sabtu Marching Band. ide pengembangan muncul dari keresahan para guru-guru yang mengimplementasikan kurikulum di sekolah di mana mereka menginginkan perubahan atau penyempurnaan sesuai dengan kebutuhan di sekolah. yaitu analisis dan diagnosis kebutuhan. Ada dua pendekatan dalam pengembangan kurikulum. dan dari kurang cerdas mernjadi cerdas. dengan maksud untuk mengembangkan potensi diri para siswa dibidang olah raga dan kesenian dengan jadwal ekskul mulai Senin dan Rabu kegiatan Basket Ball. pemilihan dan pengorganisasian materi. pelaksanaan ini disesuaikan dengan situasi atau kondisi yang ada di lapangan.

Jangka panjang : meningkatkan kecerdasan emosional. setiap pelaksanaan program dilakukan monitoring untuk mengoreksi dan membenahi serta menindak lanjuti program yang dilaksanakan. dan pertukaran informasi dengan pihak anak jalanan agar menciptakan hubungan yang nyaman. Pendekatan Personal dilakukan dengan melakukan serangkai pertemuan. dan secara lebih baik . dan evaluasi pelaksanaan program. Perencanaan Program dimulai dari kegiatan analisis tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi yang diperlukan untuk peningkatan keerdasan emosi pada siswa.umum pelaksanaan kegiatan dalam program ini meliputi: Pendekatan personal.menetapkan tenaga-tenaga yang akan menangani pelaksanaan program(d).perumusan kegiatan yang akan dilakukan . (c). perencanaan program. pelaksanaan program. (b). diskusi. adapun tahapannya meliputi : . dilakukan melalui assessment terhadap siswa dengan memberi test minat dan bakat. Identifikasi masalah. sehingga anak dapat memecahkan masalah secara mandiri.(e) TujuanProgram Jangka Pendek : untuk mengembangkan potensi diri para siswa dibidang olah raga dan kesenian. Pelaksanaan Program Dan Evaluasi Program.(a). Identifikasi Masalah dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi yang akurat mengenai kecerdasan emosi pada anak jalanan.menyusun time-schedule pelaksanaan program .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful