CONTOH BEST PRACTICE

PENANGANAN DAN PENGELOLAAN SMP NEGERI 2 MALEBER MENJADI SEKOLAH EFEKTIF Oleh : DIDI MULYADI, S.Pd. NIP 19620724 198603 1 007 BAB I PERMASALAHAN Pendirian sebuah Sekolah sebagai Lembaga Pendidikan adalah niat luhur untuk mencerdaskan bangsa. Dalam pendirian tersebut lebih mengutamakan pada kepentingan masarakat dan prospek kedepan bagi keberlangsungan lembaga tersebut. Penyediaan akan sarana gedung, tenaga, anggaran, siswa peserta didik, dan fasilitas pembelajaran lainnya menjadi mutlak diperlukan. Demikian halnya dengan pendirian SMP Negeri 2 Maleber yang terletak di Jl. Desa Maleber Desa Mekarsari Kecamatan Maleber Kabupaten Kuningan. Semenjak dirintis tahun 2005 menumpang pada SD Negeri 1 Maleber dan pada tahun 2007 dapat menempati lokasi gedung baru. Sampai saat ini telah meluluskan 1 kali. Uniknya jika melihat keterlaksanaan layanan SMP Negeri 2 Maleber ini belum memiliki satu tenaga Pendidik dan Kependidikan berstatus PNS. Semuanya masih honorer dan dibantu dengan Guru dari SMP Negeri 1 Maleber. Upaya telah dilakukan namun sampai tim Bawasda datang pada bulan Juni 2009 permasalahan ketenagaan belum selesai. Adanya “ Pegawai Rangkap “ sangat menyulitkan pengelola khususnya Kepala Sekolah sebagai top manajer. Selain itu pula kondisi sekolah masih dua shift. Berdasarkan kondisi itu pula penulis yang ditugaskan sebagai Kepala Sekolah mencoba mulai kurun waktu pertengahan Juli 2009 sampai sekarang membenahi keadaan tersebut. Permasalahan yang diungkap di atas sampailah pada bagaimana mengelola sekolah agar lebih efektif dan efisien sesuai ketentuan berlaku dan kemampuan yang dimiliki pada fase pembangunan selanjutnya. Untuk itu penulis mencoba merefleksikan tindakan berkenaan dengan pemecahan masalah tersebut dimulai dengan Pembenahan Tenaga Pendidik dan Kependidikan di SMP Negeri 2 Maleber. BAB II STRATEGI YANG DITEMPUH Komunikasi adalah hal yang sangat diperlukan dalam pemecahan masalah ini. Hasil temuan Bawasda mengenai tenaga rangkap menjadi sorotan yang sempat menegang. Bagi tenaga Guru yang dipermasalahkan memiliki dasar historis yang kuat untuk merasa diperlakukan tidak adil. Mengingat mereka sejak rintisan pendirian dimohonkan langsung untuk menangani SK rintisan sekolah dari Instansi kedinasan. Ada kurang lebih 2 tenaga PNS yang dilibatkan dan 3 orang Guru DPK yang terkena oleh peraturan-peraturan. Untuk meluruskan keadaan tersebut maka penulis mencoba mengadakan pendekatann dengan Kepala Sekolah pertama ( PLH ) dan Kepala Sekolah SMP tempat merintis. Kesepakatanpun awal adalah tetap berlangsung seperti biasa dengan menyesuaikan jadual kegiatan pada dua Instansi Sekolah yang letaknya tidak begitu jauh ( SMP N 1 dan SMP N 2 MALEBER ). Selain itu pula penulis mencoba menelusuri pada Instansi terkait ( Dinas Pendidikan / Tendik , BKD )

Sedangkan lantai atas belum selesai ( 80 % ) menunggu atap dipasang. dengan mengambil inisiatif mengusulkan kembali melalui hak individu pegawai. Tersedianya sejumlah kursi-meja lipat untuk pemenuhan rasio kebutuhan belajar sebanyak 3 ruang. Penulis memanfaatkan Aula yang dimiliki dengan membagi 2 ruangan dan ruangan lainnya yang sama ukurannya. 3. Komunikasi terus dilakukan untuk membenahi taman dan penghijauan. Tersedianya sarana lapangan Olah Raga yang aman dan representatif untuk kegiatan KBM. Pada masalah lain labolatorium restoran ( kitchen ) masih menyatu dengan dapur / pantri karyawan dan Guru. Dari upaya tersebut terhitung sampai saat ini telah terdapat 5 orang tenaga Guru PNS dan 1 orang tenaga DPK yang berpindah tugas ke SMP Negeri 2 Maleber berdasarkan surat Kepala Dinas. Akibatnya berimbas pada sarana beribadat yang selama ini memakai Aula tersebut setiap hari Jumat. Sampai saat ini untuk lantai bawah telah selesai dan telah digunakan untuk sholat jumat sebanyak 2 kali. Selain itu pula tenaga PLH bendahara PKC yang selama ini Kepala TU di SMP Negeri 2 Maleber telah dilantik untuk menjadi Kepala TU di SMP Negeri 2 Maleber. 2. Terbangunnya Mushola sebagai sarana beribadat bagi warga sekolah. Penulis mencoba mendekati para pemegang keuangan dan sarana. Tentunya hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan perubahan yang terlalu menyulitkan bagi pihak Sekolah pertama tempat bertugas yang akan ditinggalkan. masalah lain muncul yakni fasilitas ruang belajar dan perlengkapannya. Hal ini didasari pula oleh tuntutan orang tua murid tingkat X yang merasa keberatan anaknya pulang sore ( rombel tingkat X masuk siang ) pada rapat komite awal tahun. Sebagian besar digunakan untuk parkir. Disamping pembenahan tenaga untuk memperkuat kemudahan pembenahan proses kegiatan KBM yang masih dua shif . Tahun lalu telah memberikan kontribusi cukup baik. Banyak masukan dari tim penilai karena secara fisik masih perlu dilakukan pembenahan disana-sini. Secara birokrasi telah ditempuh dengan mngusulkan kebutuhan akan kursi dan meja untuk 3 ruangan belajar.mengenai status masalah ketenagaan pada sejumlah tenaga tersebut. Jalur birokrasipun ditempuh . Selain itu pada awal bulan Agustus telah dilakukan penilaian sekolah sehat tingkat kecamatan Maleber. Penulispun memberikan arahan dan berdiskusi dengan tenaga tersebut untuk mengambil inisiatif sambil menunggu pembenahan SMP Negeri 2 Maleber. Kesiapan akan anggaran mutlak diperlukan. Tidak hanya itu sarana lapanganpun menjadi pembicaraan. Desakan akan kebutuhan lab yang ideal muncul saat pembenahan sarana yang ada. Kami telah menyiapkan satu pasang ring basket dan seluruh halaman depan telah kami hotmik. wakil sarana dan bendahara komite dan PKC. Adapun perubahan yang dinginkan adalah : 1. SMP Negeri 2 Maleber termasuk salah satu titik pantau pelaksanaan dalam Lomba Desa di wilayah Mekarsari untuk fasilitas umum. Mendapatkan kejelasan status tempat kerja bagi beberapa tenaga Guru yang selama ini berstatus PNS tetapi masih rangkap tempat mengajar. Sehingga saat ini SMP Negeri 2 Maleber telah memiliki satu orang Kepala Sekolah dan satu orang kepala TU definitif. Kemudian penulis mengadakan rapat kecil dengan ketua program studi. Selama ini masih . BAB III HASIL YANG INGIN DICAPAI Dari uraian permasalahan dan strategi pemecahan penulis ingin mendapatkan beberapa perubahan. Alhamdulillah untuk kursi dan perangkat kelas telah tersedia walaupun ruang aula belum kami skat menunggu bangunan Musholla selesai. Hal ini ditujukan agar bola dapat memantul dengan sempurna dan tidak rusak. 4. Tahun ini kami telah melakukan beberapa persiapan sesuai temuan dari tim pemantau wilayah.

NIP 19650607 198903 1 008 Mengetahui/ Mengesahkan . Terbangunnya dapur umum untuk Guru dan karyawan yang memenuhi syarat. Tertatanya taman dan penghijauan di halaman depan dengan membuat batas lapangan dan di cat hitam putih untuk menambah citra dan penampilan. Separuh lahan tidur yang belum digunakan sekitar 100 m2 kami jadikan areal kantin. Adapun luas halaman adalah 650 m2. 8. Dari target keseluruhan telah terpasang penutup parit sepanjang 15 m . 11. 9.M. 6. dan terpisah dari bangunan utama. Tersedianya lahan parkir. Selama ini ruang UKS menjadi satu dengan ruang TU. 12. 5.menggunakan konblok. Kami memiliki petugas keamanan 2 orang yang bertugas pada siang dan malam. Tersedianya ruang londri untuk kegiatan praktik perhotelan yang telah diidam-idamkan selama ini. 13.Pd. 7. Lahan tersebut kami bentuk dengan menggunakan batu konblok dan pembatas kebun / lahan. Kami telah merubah lahan tidur sebelah barat seluas 100 m2 menjadi tempat parkir khususnya kendaraan roda dua. Tersedianya ruang pos jaga untuk keamanan sekolah. Tersedianya kantin sehat. Penutup parit. Pembuatan kompossing. Saat ini kami telah membangun dapur umum secara permanent dengan luas 8 m2 . Saat ini kami telah memiliki bak untuk tempat pembuatan kompos. Sekarang telah kami berikan ruang khusus sekitar 36 m2. Ruang UKS . Untuk roda empat kami gunakan sebelah pojok selatan dan tidak mengganggu kegiatan di lapangan. DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN KUNINGAN 2010 LEMBAR PENGESAHAN PENINGKATAN PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMPN 2 CIBEUREUM KABUPATEN KUNINGAN Penulis SUBAGIO. 10. Penghijauan dan lingkungan ASRI 14.

1 BAB II PEMBAHASAN……………………………………………. Penulis menyadari bahwa best practice ini masih jauh dari kesempurnaan. 8 BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI OPERASIONAL…. Oleh sebab itu.. DADANG SUPARDAN.Si Pembina Tk.Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kuningan Drs.Pd NIP 19650607 198903 1 008 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI Profil singkat kepala sekolah (penulis) Profil singkat sekolah BAB I PENDAHULUAN…………………………………………. Dengan diselesaikannya best practice ini. penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunanannya. Amin Cibeureum. akhirnya penulis dapat menyusun Best Pragtice judul Peningkatan Program Pengembangan Diri Sebagai Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMPN 2 Cibeureum Kabupaten Kuningan ini dengan lancar.M. Penulisan best practice ini diajukan sebagai salah satu syarat dalam penilaian lomba Kepala Sekolah Berprestasi Tahun 2010 dilingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kuningan. H..M. Akhir kata. penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan..…………………. penulis berharap best practice ini semoga bermanfaat bagi pembaca. 17 LAMPIRAN . Subagio.I NIP 19591218 198603 1 009 KATA PENGANTAR Alhamdulillah berkat rahmat Allah SWT. Desember 2010 Penulis.

M. 3. tahun 1996. Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa. Peserta Seminar Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Akreditasi sekolah tahun . 7 Juni 1965 c. Peningkatan Kinerja Guru melalui Supervisi Edukatif Kolaboratif Secara Periodik di SMP N 2 Cibeureum Kabupaten Kuningan. 3. Tempat dan Tanggal Lahir : Cirebon. Email / Hand Phone : subagio_2009@yahoo. 4. Peserta Seminar Sehari Pendidikan Matematika. 2. 8. 2. tahun 2002 5. 6. Peserta Seminar Pendidikan. Pengajaran Matematika dengan Pendekatan Konstektual pada Pokok Bahasan Bangun Ruang Siswa Kelas IX di SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan. KARYA TULIS : 1. Studi mengenai Sikap SMP Negeri 2 Cigugur terhadap Pembelajaran Berbasis Masalah. Agama : Islam d. Peserta Seminar Sehari Pendidikan Matematika. 3. Raya Cibeureum No 02 Cibeureum E_mail smpnduacibeureum@rocketmail. . 10. 4. Profesionalitas Guru dan Profil Guru Yang Memikat Hati ( 2 ) 7. Kepala Sekolah sebagai Pemimpin.Profil singkat kepala sekolah (penulis) NAMA DAN BIODATA KEPALA SMP N 2 CIBEUREUM a. Lima Peran Kepala Sekolah di abad 21 PESERTA PELATIHAN/SEMINAR/LOKAKARYA 1. b. Implementasi Pendekatan Konstruktivisme Dalam Pembelajaran 6. Alamat Rumah : j. Jabatan : Kepala Sekolah f. Profesionalitas Guru dan Profil Guru Yang Memikat Hati ( 1 ) 5.Kuningan. Kuningan. Unit Kerja : SMPN 2 CIBEUREUM g. tahun 2004. I/IVB/19650607 198903 1 008 e. Mengubah Sekolah Membangun Pendidikan. Peserta Seminar Prospek Pendidikan Di Era Otonomi Daerah. tahun 1996. Pengaruh Pendekatan Mengajar dengan Peta Konsep terhadap Hasil Belajar Matematika. 2. Pokok bahasan Lingkaran di kelas VIII.Pd. Peran Pemimpin Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. tahun 2001. 4.com i. Cirebon. 9. Peran Kepala Sekolah dalam Pemberdayaan Guru. Peserta Seminar Starategi Implementasi Kurikulum 2004 .co. Nama : Subagio. Pangkat / Gol. / NIP : Pembina Tk. Alamat Kantor : Jl. Cirebon. Peningkatan Mutu Pembelajaran di Sekolah.id / PENELITIAN : 1.

Telp / HP : 1. Peserta Seminar Nasional Pendidikan Peluang Profesionalitas dan Kesejahteraan Guru. 25. Jenang Akreditasi : Negeri 4. Hasan Maolani Sebagai Pahlawan Nasional. Peserta Seminar Reposisi Guru Dalam Pembangunan Nasional. Profil singkat sekolah Nama Sekolah : SMP Negeri 2 Cibeuruem Alamat : Jalan / Desa : Raya Cibeureum – Cibingbin Kecamatan / Kab. Tahun didirikan : 1996 . tahun 2006. tahun 2007. 12. tahun 2008. Peserta Seminar of Teaching Cretivity in teacher Profesionalism.Kuningan. tahun 2007. Kuningan. / Kota. Peserta Seminar Nasional Pendidikan Optimalisasi Profesionalisme Guru melalui Pendekatan Organisasi dan Teknologi Informasi. 23. tahun 2007. Kuningan. tahun 2008. tahun 2006. tahun 2010. 14. 19. Peserta Seminar Nasional Peningkatan Kualifikasi. Tahun 2007. Peserta Seminar Pendidikan Sehari Sosialisasi Pelayanan Prima Pembelajaran Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Dalam rangka Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Di Era Globalisasi. Peserta Seminar Nasional Pendidikan Mengubah Paradigma Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Dalam Upaya Mengimplementasikan 8 Standar Nasional pendidikan. tahun 2007. tahun 2008. 20. : Kec. Kompetensi Dan Sertifikasi PTK. Peserta Seminar Strategi Menembus Profesionalisme Guru. 10. 13. 18. 21. tahun 2008. 15.3015 3. Peserta Seminar Nasional Pendidikan Pengembangan Profesionalisme Guru Dalam Menjawab Tantangan Global. Peserta Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Pengembangan Bahan Ajar Dan Rancangan Penilaian Hasil Belajar. 22. tahun 2009. Nama Yayasan ( bagi swasta ) : alamat Yayasan 7 No. tahun 2009. Peserta Seminar Nasional Pengembangan Potensi Diri Kiat Menjadi Pendidik Profesional. tahun 2007. 16. Peserta Seminar Nasional Pengembangan Profesi Guru. Peserta Seminar Pendidikan Nasional Membangun Pendidikan Berkualitas Melalui Peningakatan Kualifikasi. Peserta Seminar Pendidikan Strategi Terpadu Dan Harmonisasi Anatar Sekolah Dan Orang Tua Untuk Keberhasilan UAN Bersama. 11. 17. Tahun 2007. Peserta Seminar Nasional Peningkatan PTK Melalui Pemaham Standar Pengelolaan Pendidikan. Peserta Seminar Nasional Strategi Penyusunan Portofolio Dalam rangka Pelaksanaan Sertifikasi Guru. NSS / NSM/NDS : 20. Kuningan No. Peserta Seminar Pendidikan Nasional Psikologi Pendidikan . tahun 2009.Cibeureum Kab. Kuningan. 24. Cirebon. Peserta Seminar Nasional Pengusulan KH. Telp : 2.21.7. 9. Kualifikasi Dan Sertifikasi Pendidikan. tahun 2008. Cirebon. Peserta Seminar Nasional Reaksentuasi Kekuatan Diplomasi. 8. tahun 2008.

No...6...... Kelas (f) = (d+e) Ukuran 7x9 m2 (a) Ukuran >63 m2 (b) Ukuran <63 m2 (c) Jumlah (d) =(a+c+d) Ruang Kelas 12 . Status tanah : Akte-Jual Beli ( Hak Milik ) b..ruang Yaitu : . Komputer .Rbl . Luas tanah : 3650 m2 7. 10. Asrama Guru ......... Ketrampilan .. Tahun Beroprasi : 1997 6..... Rekening Rutin Sekolah : .....x 2.org ..x .. 12 b) Data Ruang Lain Jenis Ruang Jumlah (buah) Ukuran (m2) Jenis Ruang Jumlah (buah) Ukuran (m2) 1.org .IPA 1 9 x 9 5....Cabang . Lab.....Rbl .12 ... Bahasa ... a) Data Ruang Kelas Jumlah ruang kelas asli (d) Jumlah ruang lain yangdigunakan untuk r... Data siswa dalam 2 ( dua ) tahun terakhir Tahun 2008/ 2009 121 org 121 org 4 Rbl 132 org 3 Rbl 130 org 3 Rbl 383 org 10 Rbl Tahun 2009/ 2010 168 org 168 org 4 Rbl 122 org 4 Rbl 124 org 4 Rbl 416 org 12 Rbl Tahun 2010/ 2011 Org ..x - .5.....org .... Lab.. Kepemilikan Tanah : Pemerintah a.....Nama bank..... Luas seluruh Bangunan : 1836 m2 9..... Kelas (e) Jumlah ruang yang digunakan u R..org ............. Lab...x 3...... Perpustakaan 1 9 x 9 4...Rbl 11..Rbl ..... Status Bangunan milik : Pemerintah 8......

pengelolaan dalam materi pembelajaran kerap tumpang tindih sehingga mematikan prakarsa pelajar. Kedua. sekolah harus membuat siswa menjadi “manusia siap pakai”. Sedangkan dampak kesalahan kedua. Kemampuan guru-guru di bidang pedagogik. Desember 2010 Kepala Sekolah SUBAGIO. Ketiga.Pd. M. Pertama.11. Kesalahan ketiga berakibat lulusan sekolah tidak cukup menguasai konsep-konsep dasar. Di berbagai jenis dan jenjang pendidikan. Selain itu. Latar Belakang Masalah Sistem dan program pendidikan di seluruh tingkatan. pengetahuan tentang pendidikan keluarga tidak berkembang. adalah bahwa pendidikan terjadi sebelum anak masuk sekolah dan sesudah . atau pun norma etis. NIP. Proses pembelajaran pun tidak kreatif dan tidak mendorong kreativitas anak didik. secara umum sudah membutuhkan revolusi alias perlu diubah total. Mereka terpaku kepada keterampilan yang bersifat terapan. tenaga kerja menjadi kurang retrainable. kemampuan siswa yang rendah untuk mempergunakan pengetahuan sebagai alat berpikir dan alat untuk memahami serta memecahkan masalah.Tata Usaha Kontrak Guru Kontrak .Akibat negatif dari kesalahan pertama. Di sisi lain. tugas sekolah ialah mengajarkan pengetahuan. 19650607 198903 1 008 BAB I PENDAHULUAN 1. kini sekolah cenderung tidak terarah karena kurikulum yang tidak serasi. Sistem pendidikan nonformal tidak berkembang dan kemampuan bangsa untuk belajar dari situasi pendidikan nonformal menjadi rendah. sehingga acapkali guru sama sekali tidak mempedulikan pengembangan kepribadian dan watak anak didiknya.Tata Usaha Sukwan 2 Guru Honor 2 Penjaga Sukwan 2 Cibeureum. Data Tenaga Pendidik dan Tata UsahaGuru : Jumlah Guru / Staf SMP Negeri Jumlah Guru / Staf SMP Negeri Keterangan Guru Tetap (PNS) 19 Tata Usaha PNS 4 Guru CPNS . didaktik dan metodik juga sangat kurang.. baik norma estetis maupun norma synnoetis (norma kehidupan sosial). pendidikan hanya terjadi di sekolah.Tata Usaha CPNS 1 Guru GBS . Ada tiga persepsi yang kurang benar tentang pendidikan. Kepekaan siswa terhadap nilai-nilai terhadap norma juga sangat rendah. Persepsi yang sebaiknya.

3. bukan hanya membuat siswa menjadi siap pakai. Dengan adanya prinsip tersebut. juga harus menerapkan atau menggunakan prinsip-prinsip tertentu. Akan tetapi mereka umumnya tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana mengatasi keadaan itu. maupun situasi pendidikan nonformal dan informal. baik untuk situasi pendidikan formal. Sekolah yang berdiri tahun 1997 ini pernah hasil pelulusan siswa kelas 9 hanya mencapai 47. Di luar itu harus pula diperhatikan. serta efisiensi dan efektivitas. Untuk itu penulis mencoba merefleksikan tindakan berkenaan dengan pemecahan masalah tersebut dimulai dengan Peningkatan Program Pengembangan Diri Sebagai Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMP Negeri 2 Cibeureum Kabupaten Kuningan. Konsekuensinya. sangat dibutuhkan anak.anak tamat sekolah. Untuk bisa menanamkan kreativitas pada siswa. Prinsip relevansi berkenaan dengan kesesuaian antara komponen tujuan. selain harus berpijak pada sejumlah landasan. sekolah harus tahu jenis pendidikan yang telah dilalui anak di keluarga dan menilainya sejauh mana pendidikan keluarga itu dapat dipergunakan sebagai landasan untuk menyusun program pendidikan sekolah. Permasalahan Para guru sebenarnya menyadari bahwa pelajaran yang memberi kesempatan mengembangkan kreativitas. kontinuitas.01 persen dari jumlah peserta UN 135 siswa yang lulus hanya 63 siswa orang dan yang tidak lulus 72 siswa yaitu pada tahun pelajaran 2007/2008. 2. Tugas sekolah adalah melahirkan generasi yang menjadi bagian dari bangsa yang pandaibelajar. tugas pokok sekolah bukan sekadar mengajarkan pengetahuan. Untuk itu. Berdasarkan kondisi itu pula penulis yang ditugaskan sebagai Kepala Sekolah mencoba mulai kurun waktu pertengahan April 2009 sampai sekarang membenahi keadaan tersebut. Fakta menunjukkan minimnya waktu dan pelajaran yang bersifat untuk mengembangkan kreativitas pada sekolah formal. Kesulitan mereka terutama karena padatnya kurikulum pendidikan sehingga kreativitas anak terabaikan. Dengan demikian. harus ada kurikulum yang berbeda karena anak memiliki perbedaan bakat dan minat. setiap pengembangan kurikulum diikat oleh ketentuan atau hukum sehingga dalam pengembangannya mempunyai arah yang jelas sesuai dengan prinsip yang telah disepakati. Prinsip efisiensi dan . isi. . padahal di sisi lain menurut upaya memunculkan pribadi kreatif sangat dibutuhkan bagi anak dalam kehidupannya. melainkan memupuk kepekaan terhadap nilai-nilai. Prinsip kontinuitas berkenaan dengan adanya kesinambungan materi pelajaran antarberbagai jenis dan jenjang sekolah serta antartingkatan kelas. Secara umum prinsip-prinsip pengembangan kurikulum meliputi prinsip relevansi. Sekolah hanya suatu mata rantai dari suatu kegiatan nyata pendidikan yang luas. para guru memiliki kesulitan bagaimana menanamkan dan menumbuhkan jiwa kreativitas kepada anak. Strategi Pemecahan Masalah Setiap pengembangan kurikulum. dan evaluasi. Sekolah juga harus membimbing anak untuk menguasai kemampuan belajar. dinamis dan saling bersambungan. Tugas sekolah ialah mempersiapkan anak untuk mengarungi kehidupan. strategi. mestinya kurikulum memfokuskan pada hal dasar dan esensial. fleksibilitas. Prinsip fleksibilitas berkenaan dengan kebebasan/keluwesan yang dimiliki guru dalam mengimplementasikan kurikulum dan adanya alternatif pilihan program pendidikan bagi siswa sesuai dengan minat dan bakatnya. Permasalahan yang diungkap di atas sampailah pada bagaimana mengelola sekolah agar lebih efektif dan efisien sesuai ketentuan berlaku dan kemampuan yang dimiliki pada fase pengembangan selanjutnya supaya bias mendapat kepercayaan lagi dari masyarakat. sehingga cukup waktu untuk mengasah kreativitas.

Yang cukup membanggakan ternyata siswa sangat respon dengan Marching Band. perumusan tujuan. penguasaan integrasi nasional. Ternyata bila diberikan kesempatan mereka pun mampu. Apabila dianalisis secara mendalam beberapa prinsip khusus yang diterapkan dalam pengembangan kurikulum berbasis kompetensi. yaitu: kebutuhan siswa. pada dasarnya merupakan penjabaran dari empat prinsip umum pengembangan kurikulum. dengan maksud untuk mengembangkan potensi diri para siswa dibidang olah raga dan kesenian dengan jadwal ekskul mulai Senin dan Rabu kegiatan Basket Ball. tuntutan masyarakat.efektivitas berkenaan dengan pendayagunaan semua sumber secara optimal untuk mencapai hasil yang optimal. Analisis dan diagnosis kebutuhan dilakukan dengan mempelajari tiga hal. Namun mereka yang semula dinilai kurang. yaitu pendekatan administratif dan akar rumput. serta pendekatan menyeluruh dan kemitraan. pelaksanaan ini disesuaikan dengan situasi atau kondisi yang ada di lapangan. Jum’at Pramuka dan Sabtu Marching Band. 17 Agustus lalu. yaitu analisis dan diagnosis kebutuhan. April-Juni 2009. keseimbangan etika. pemilihan dan pengorganisasian pengalaman belajar. pemilihan dan pengorganisasian materi. Langkah pengembangan kurikulum selanjutnya setelah seperangkat kebutuhan tersusun adalah perumusan tujuan. Kepala Dinas dan lain-lain. Adapun caranya dapat dilakukan melalui survei kebutuhan. karena peminatnya kebanyakan anak-anak yang dianggap bermasalah di kelasnya. dimana tiap bulan dibagi dalam beberapa minggu dan di setiap minggu ada beberapa kali pelaksanaan sesuai dengan jadwal. dan kinetika. antara lain: prinsip keimanan. Ada dua pendekatan dalam pengembangan kurikulum. abad pengetahuan dan teknologi informasi. Pada awalnya Marching Band ini mendapat reaksi negative dari rekan-rekan guru. Kamis Futsal. Sedangkan pendekatan akar rumput. logika. Selasa Paskibra. mengalami perubahan karena mereka diakui dan mampu menunjukkan kemampuannya. Terbukti dalam waktu tiga bulan. Pelaksanaan kegiatan dalam program ini dibagi dalam beberapa bulan pelaksanaan. pengembangan keterampilan hidup. Sementara itu. dan analisis tugas. dan pengembangan alat evaluasi. Mereka mampu mempersiapkan diri untuk tampil pada peringatan HUT Kemerdekaan RI. prinsip khusus yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi. Pendekatan administratif adalah suatu pendekatan dalam pengembangan kurikulum di mana ide atau inisiatif pengembangan muncul dari para pejabat atau pengembang kebijakan seperti Menteri Pendidikan. ide pengembangan muncul dari keresahan para guru-guru yang mengimplementasikan kurikulum di sekolah di mana mereka menginginkan perubahan atau penyempurnaan sesuai dengan kebutuhan di sekolah. Ada beberapa langkah dalam pengembangan kurikulum. mereka sudah bisa membawakan musik dan lagu. studi kompetensi. Bukankah pendidikan itu salah satunya untuk merubah sikap siswa dari kurang baik menjadi lebih baik. pemilihan dan pengorganisasian pengalaman belajar. Namun. kesamaan memperoleh kesempatan. Munculah pemikiran untuk mengoptimalkan kegiatan pengembangan diri dan dilaksanakan hampir setiap hari. berpusat pada anak. serta pengembangan alat evaluasi. dan harapan-harapan dari pemerintah. estetika. pemilihan dan pengorganisasian materi. dan dari kurang cerdas mernjadi cerdas. Secara . Di SMPN 2 Cibeureum langkah pertama yang ditempuh yakni melakukan dialog persuasif dengan para siswa. Komunikasi adalah hal yang sangat diperlukan dalam pemecahan masalah ini. nilai dan budi pekerti luhur.

diskusi. pelaksanaan program.umum pelaksanaan kegiatan dalam program ini meliputi: Pendekatan personal.perumusan kegiatan yang akan dilakukan .menetapkan tenaga-tenaga yang akan menangani pelaksanaan program(d). (c). Perencanaan Program dimulai dari kegiatan analisis tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi yang diperlukan untuk peningkatan keerdasan emosi pada siswa. Pelaksanaan Program Dan Evaluasi Program. dilakukan melalui assessment terhadap siswa dengan memberi test minat dan bakat.menyusun time-schedule pelaksanaan program . dan pertukaran informasi dengan pihak anak jalanan agar menciptakan hubungan yang nyaman. sehingga anak dapat memecahkan masalah secara mandiri.(a).(e) TujuanProgram Jangka Pendek : untuk mengembangkan potensi diri para siswa dibidang olah raga dan kesenian. (b). Pendekatan Personal dilakukan dengan melakukan serangkai pertemuan. dan evaluasi pelaksanaan program. dan secara lebih baik . adapun tahapannya meliputi : . Jangka panjang : meningkatkan kecerdasan emosional. Identifikasi masalah. setiap pelaksanaan program dilakukan monitoring untuk mengoreksi dan membenahi serta menindak lanjuti program yang dilaksanakan. perencanaan program. Identifikasi Masalah dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi yang akurat mengenai kecerdasan emosi pada anak jalanan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful