Pendengaran dan Alat Bantu Dengar Pendengaran yang baik merupakan salah satu kebutuhan hidup yang sangat

penting bagi kita. Jika kita mengalami gangguan pendengaran maka hal itu akan sangat berdampak buruk dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan data statistik, diperkirakan 1 dari 10 orang mengalami gangguan pendengaran dan 1 dari 3 orang berusia tua (diatas 60 tahun) juga mengalami gangguan pendengaran. Dan para ahli mengatakan angka kejadian gangguan pendengaran semakin meningkat saat ini Kualitas hidup adalah hal penting yang sangat dikompromikan bagi orang yang mengalami gangguan pendengaran dan keluarganya. Gangguan pendengaran dapat dikatakan memiliki kategori berat, dimana suara yang cukup keras tidak dapat terdengar atau yang biasanya terjadi orang tersebut sangat sulit mengerti kata-kata yang diucapkan. Dalam kasuskasus tersebut beberapa jenis suara atau percakapan sulit untuk didengar, terutama di lingkungan suara yang bising Saat ini sudah tersedia teknik penanganan gangguan pendengaran yang baru dan lebih baik. Penanganan gangguan pendengaran yang efektif telah terbukti menghasilkan efek positif terhadap kualitas hidup. Belajar untuk mengetahui gangguan pendengaran, penyebabpenyebabnya, gejala dan yang paling penting apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasi gangguan pendengaran tersebut, dimulai dari pemahaman dasar mengenai bagaimana proses terjadinya suara, organ pendengaran kita (telinga) dan bagaimana proses kita dapat mendengar suara tersebut

Bagaimana kita Mendengar ?

Telinga Bagian Luar
Pertama-tama suara masuk ke telinga melalui daun telinga. Kemudian oleh daun telinga gelombang suara tersebut dikumpulkan dan diarahkan ke lubang telinga untuk selanjutnya menyentuh gendang telinga. Daun telinga dan lubang telinga merupakan telinga bagian luar.

Telinga Bagian Tengah
Telinga bagian tengah dimulai dari gendang telinga. Ketika gelombang suara dari telinga bagian luar bergerak menyentuh gendang telinga, maka gengdang telinga pun bergetar seperti gendang. Dibelakang gendang telinga ada ruang yg berisi udara dan terdapat 3 tulang telinga bagian tengah (tulang terkecil dalam tubuh manusia). Getaran yang terjadi pada gendang telinga kemudian juga menyebabkan tulang-tulang tersebut ikut bergetar.

Dimana biasanya dapat mengakibatkan penurunan pendengaran derajat ringan sampai dengan sedang 6. Infeksi telinga tengah yang menimbulkan ada cairan 4. dimana akhirnya suara terseb didengar dan diterima. Gangguan pendengaran tipe konduktif seringkali dapat ditangani secara medis. Gendang telinga yang mengalami perforasi (bolong) akibat penggunaan cotton bud atau benda lainnya 3. bahkan banyak ditemukan pendengaran dapat kembali normal Telinga Bagian Dalam Rumah siput /koklea(merupakan organ pendengaran dan keseimbangan) dan saraf pendengaran termasuk telinga bagian dalam. Adanya serumen/kotoran telinga 2. Kemudian sel rambut (yang berfungsi sbg sensor elektron mikroskopik) yang terdapat di dalam rumah siput merubah energi getar menjadi energi listrik-kimia (energi listrik yg terjadi karena adanya reaksi kimia) yang kemudian diteruskan oleh syaraf pendengaran ke otak. . Suara/bunyi dapat sampai ke telinga bagian dalam melalui getaran yang terjadi pada tulang-tulang telinga tengah yang terhubung dengan rumah siput .Gangguan pendengaran tipe konduktif Gangguan pendengaran konduktif terjadi ketika hantaran suara melalui telinga luar dan/telinga tengah mengalami gangguan yang diantaranya disebabkan oleh : 1. Diperkirakan 10 % dari kasus gangguan pendengaran yang terjadi merupakan gangguan pendengaran tipe Konduktif 5.

Presbikusis (gangguan pendengaran yang terjadi karena menurunnya fungsi telinga bagian dalam seiring bertambahnya usia) Penyebab lainnya dapat berupa : 1. Dimana jika sel-sel rambut bagian dalam sudah rusak. 4. Tumor yang terjadi pada syaraf pendengaran 3. . Penyakit saluran pernafasan Dan Pada sebagian besar kasus.Gangguan Pendengaran Tipe Sensori Neural Gangguan pendengaran yang timbul akibat adanya masalah pada telinga bagian dalam disebut sebagai gangguan pendengaran tipe sensori neural / tuli syaraf. Faktor genetik 2. Penyakit ginjal 5. dan sebagainya. mumps. Infeksi yang terjadi secara kongenital maupun dapatan seperti meningitis. Sering terpapar bising 3. Konsumsi obat-obat yang berbahaya bagi telinga 2. penyebabnya masih belum diketahui atau idiopatik. sejauh ini ia tidak dapat memperbaiki sendiri ataupun dengan penangan medis Penyebab yang sering ditemukan pada gangguan pendengaran tipe sensori neural : 1. Kasus ini paling sering terjadi akibat rusaknya sel-sel rambut bagian dalam. Diperkirakan 90 % dari total kasus gangguan pendengaran yang terjadi merupakan kasus sensori neural.

Gangguan pendengaran tipe sensorineural dapat menyebabkan kehilangan pendengaran dengan derajat ringan sampai dengan profound Lebih dari 95 % kasus gangguan pendengaran sensori neural dapat dibantu dengan menggunakan Alat Bantu Dengar dan Cochlear Implant Gangguan Pendengaran Tipe Campur Gelombang suara dapat menemui hambatan disepanjang jalur pendengaran. Misalnya gangguan pendengaran tipe campur dapat terjadi pada seseorang yang sel-sel rambut bagian dalamnya mengalami kerusakan karena bertambahnya usia dan pada saat bersamaan orang tersebut juga mengalami infeksi pada telinga tengah akibat dari infeksi saluran pernafasan bagian atas. volume suara yang didengar berkurang. Ketika gangguan pendengaran yang terjadi disebabkan adanya masalah pada telinga bagian luar/tengah dan telinga bagian dalam sekaligus maka disebut gangguan pendengaran tipe campur. Suka menaikan volume (diatas volume rata-rata orag dengan pendengaran normal) pada saat menonton TV ataupun . Gejala – gejala gangguan pendengaran Gejala-gejala gangguan pendengaran tipe konduktif Pada kasus gangguan pendengaran tipe konduktif. Gejala-gejala gangguan pendengaran tipe konduktif adalah sebagai berikut : 1.

biasanya suara (percakapan) akan langsung terdengar lebih jelas dan sekaligus dapat dipahami. Keluar cairan dari telinga 3. Kurang nyaman mendengar suara musik Gejala-gejalanya : 1. Jadi jika seseorang yang mengalami gangguan pendengaran tipe konduktif sedang menonton TV kemudian ia menaikan volume TV tersebut maka pada umumnya orang tersebut dapat mendengar secara jelas. ketika volume suara dinaikkan pada tingkat yang dibutuhkan. Merasakan sakit pada telinga 2. gejala gangguan pendengaran konduktif juga dapat terjadi seperti : 1.mendengarkan radio 2. Orang yang mengalami ganggian pendengaran tipe sensori neural kadang-kadang suka mengatakan bahwasanya mereka dapat mendengar orang berbicara tapi tidak dapat memahami seluruh kata-kata yang didengar . Merasa mendengar lebih baik di salah satu telinga 4. Suka menaikan volume (diatas volume rata-rata orag dengan pendengaran normal) pada saat menonton TV ataupun . Sulit mendengar percakapan melalui telepon Pada kasus gangguan pendengaran tipe konduktif. Tergantung dari penyebabnya. Meminta lawan bicara untuk mengulang percakapan 3. Telinga merasa tersumbat Gejala-gejala gangguan pendengaran tipe konduktif Pada kasus gangguan pendengaran tipe sensori neural. volume suara yang didengar juga berkurang dan hal tersebut menyebabkan bunyi maupun suara percakapan tidak dapat ditangkap dengan jelas.

saat ini banyak teknik penanganan gangguan pendengaran yang baru dan lebih efektif disbanding sebelumnya.mendengarkan radio 2. dikenal sebagai bunyi mendenging yang berasal dari dalam telinga. Menganggap orang lain berbicara tidak jelas atau bergumam 4. jarang atau kronis. Saat ini Penanganan tinnitus yang baru dan efektif juga telah tersedia. Penanganan suatu gangguan pendengaran. seringkali terkait dengan adanya gangguan pendengaran. Tinitus dianggap bukan merupakan penyakit.apakah itu dengan tindakan medis ataupun dengan pemakaian alat bantu dengar dapat mengurangi tinnitus. dan biasanya . Meminta lawan bicara untuk mengulang percakapan 3. untuk membantu orang yang mengalami gangguan pendengaran untuk mendengar lebih baik sehingga lebih produktif dalam mengisi kehidupan Tinitus. namun sebuah gejala yang melatarbelakangi kondisi-kondisi yang terjadi pada telinga. Tinnitus juga didefinisikan sebagai bunyi denging ataupun bunyi bising lainnya yang terdengar dari dalam telinga ataupun kepala pada saat tidak ada suara dari luar. Tinitus dapat dikategorikan ringan atau berat. syaraf pendengaran ataupun pada lokasi lainnya. Oleh karena itu sebuah pemeriksaan pendengaran yang menyeluruh adalah suatu langkah pertama yang penting dilakukan untuk menilai tingkat permasalahan dan penanganan tinitus Bagaimana Mengatasinya ? Beberapa cara penanganan gangguan pendengaran Pada banyak kasus. Sulit mendengar ditempat bising Syukurnya. gangguan pendengaran tipe konduktif ditangani secara medis (penggunaan obat-obatan ataupun operasi). Tidak jelas mendengar suara percakapan 5.

dapat diidentifikasi sebagai penyebab atau berkontribusi terhadap timbulnya gangguan pendengaran sensorineural. Gangguan pendengaran sensorineural biasanya bersifat permanen. . tapi biasanya tidak akan mengembalikan pendengaran menjadi normal kembali. Pada kasus ini. ketika sel-sel rambut telinga bagian dalam rusak.pendengaran akan kembali normal jika penyebabnya sudah dapat tertangani dengan baik. faktor kondisi medis seperti : tumor atau vascular condition. merupakan langkah penting dan akan membuahkan hasil yang terbaik untuk mendapat kualitas mendengar yang lebih baik yang juga meningkatkan kualitas hidup. maka ia tidak dapat memperbaiki kerusakan dengan sendirinya dan juga tidak dapat ditangani secara medis Pada beberapa kasus. Namun ketika pendekatan medis tidak diperlukan (bukan hal yang tepat) atau tidak efektif. Faktanya. Ketika penanganan secara medis kontraindikasi (tidak dianjurkan untuk dilakukan) atau tidak dapat mengembalikan pendengaran kembali normal. maka alat bantu dengar dan cochlear implant dapat digunakan untuk membantu orang dengan gangguan pendengaran senbsorineural agar dapat mendengar lebih baik. penanganan (secara medis) terhadap penyebab masalah dapat dilakukan. pada lebih dari 95 % dari seluruh kasus gangguan pendengaran sensorineural. maka penggunaan alat bantu dengar atau berbagai jenis instrumen pengamplifikasian suara (seperti : Bone conduction Implant) secara tepat juga dapat membantu orang yang mengalami gangguan pendengaran tipe konduktif untuk dapat mendengar lebih baik. Gangguan pendengaran sensori neural paling sering disebabkan oleh karena terjadinya kerusakan sel-sel rambut pada telinga bagian dalam. sangat dianjurkan untuk menggunakan alat bantu dengar dan cochlear implant sebagai metode penanganan yang efektif Diagnosis awal-melalui suatu pemeriksaan (evaluasi) pendengaran yang menyeluruh-penanganan yang tepat sesegera mungkin terhadap gangguan pendengaran.

Assistive litening devices. Dokter THT juga sering menggunakan hasil pemeriksaan audiologi (pendengaran) untuk membantu mereka dalam melakukan diagnosa dan penanganan terhadap berbagai masalah telinga. Hearing Instrument Specialist/Hearing aid Specialist/Hearing aid consultant . 2. keseimbangan dan pusing (dizziness)?. Audiologist Audiologist adalah orang yang memiliki gelar master atau doktor dalam hal mendiagnosa dan merehabilitasi gangguan pendengaran. audiologist juga mengidentifikasi dan merujuk beberapa kondisi yang membutuhkan penanganan dari otolaryngologist atau dokter spesialis THT (ear nose and throat physician). Biasanya langkah pertama yang harus dilakukan untuk melakukan pemeriksaan pendengaran dan menangani gangguan pendengaran tersebut adalah berkunjung kepada professional yang ahli dalam masalah pemeriksaan pendengaran dan pemasangan alat bantu dengar ataupun cochlear implant Para professional tersebut antara lain : 1.konservasi pendengaran.ataupun area lain yang terkait dengan audiologi. Dan beberapa audiologist juga memiliki spesialisasi pada beberapa area keahlian sekaligus.pendidikan audiologi.dsb) dan sebagian lainnya memiliki spesialisasi pada cochlear implant.Mencari bantuan kepada para professional kesehatan pendengaran Diagnosa dan penananganan suatu gangguan pendengaran dimulai dengan pemeriksaan (evaluasi) pendengaran secara menyeluruh untuk mengetahui kondisi pendengaran dimasing-masing telinga. Terkait dengan tugasnya menangani gangguan pendengaran melalui metode amplifikasi suara. Sebagian audiologist memilki spesialisasi pada instrumen pendengaran (alat bantu dengar.audiologi anak (pediatric audiology).tinnitus.

Informasi ini akan digunakan bersama-sama dengan hasil pemeriksaan pendengaran untuk mendiagnosa dan menentukan strategi penanganan terhadap masalah gangguan pendengaran yang peling efekti dan tepat 2. Mereka juga dilatih untuk merujuk klien ke dokter THT untuk masalah telinga yang dapat ditangani secara medis. Di Negara maju para spesialis alat bantu dengar harus memiliki izin dan juga sertifikasi untuk menjual alat bantu dengar. Menggali informasi mengenai riwayat gangguan pendengaran Sebelum memulai eavaluasi pendengaran. Tahapan evaluasi pendengaran secara menyeluruh adalah sebagai berikut : 1. bersifat non invasive.Oleh karena itu biasanya direkomendasikan untuk membawa orang terdekat pada saat klien melakukan pemeriksaan. agar pemeriksa dapat memperoleh informasi yang cukup mengenai gejala dan akibat gangguan pendengaran pada klien serta berguna sebagai bentuk dukungan yang berarti untuk klien pada awal proses penanganan gangguan pendengaran Pemeriksaan (evaluasi) Pendengaran Menyeluruh Pemeriksaan pendengaran secara menyeluruh tidak menyebabkan rasa sakit. Gangguan pendengaran biasanya terjadi secara bertahap. pemeriksa harus menanyakan beberapa pertanyaan terkait dengan kesehatan secara umum serta informasi yang spesifik terkait dengan gejala-gejala gangguan pendengaran dan/atau hal-hal yang berhubungan masalah telinga lainnya. Pemeriksaan (inspeksi) Otoskopi . biasanya membutuhkan waktu 30-45 menit untuk kebanyakan klien dewasa.Spesialis alat bantu dengar adalah orang yang dilatih untuk melakukan pemeriksaan pendengaran dan memasang (menjual) alat bantu dengar. dan kadangkadang teman dan keluargalah yang pertama kali menyadari adanya masalah gangguan pendengaran. cepat dengan biaya relatif tidak mahal.

Kemudian setiap ambang dengar pada setiap frekuensi yang diperiksa harus dicatat pada lembar khusus yang disebut sebagai audiogram. Stimulus bunyi nada yang diberikan pada pemeriksaan audiometri adalah nada-nada (frekuensi) yang paling penting untuk dapat memahami percakapan. Masalah-masalah yang ditemukan seperti . . gendang telinga yang tidak utuh (mengalami perforasi/bolong) harus dicatat dan jika diperlukan lakukan rujukan medis ke dokter THT. Kemudian klien diminta untuk memberikan respon (apakah klien mendengar stimulus bunyi nada murni) dengan cara mengangkat tangan ataupun menekan tombol yang disediakan. Pemeriksaan Audiometri Langkah berikutnya adalah : Kondisi pendengaran klien diperiksa dengan menggunakan alat yang disebut audiometer pada ruangan atau pun chamber yang memenuhi standar kekedapan suara untuk melakukan pemeriksaan audiometri. adanya kotoran telinga yang menutupi sebagian/seluruh saluran telinga.Langkah berikutnya adalah : melakukan pemeriksaan secara visual pada saluran telinga dan gendang telinga dengan menggunakan alat otoskop untuk mengetahui apakah ada sumbatan ataupun masalah (kondisi tidak normal) yang terjadi pada telinga bagian luar yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pendengaran. ataupun jika stimulus yang diberikan adalah sinyal suara percakapan maka klien diminta untuk mengulangi sinyal suara percakapan apa yang telah dia dengarkan. 3. klien merespon sebanyak 2 kali) disebut sebagai ambang dengar klien tersebut. Pada pemeriksaan ini telinga klien akan diberikan stimulus bunyi (nada murni) / suara percakapan dengan tingkat intensitas (kekerasan) suara dan frekuensi (nada) yang berbeda melalui earphone. Tingkat intensitas (kekerasan) suara yang terendah ( setidaknya dari 4 stimulus bunyi/suara yang diberikan.

dapat terlihat pada sumbu horizontal lembat audiogram mulai dari frekuensi 125 Hz (Frekuensi nada/bunyi yang sangat rendah) sampai dengan 8000 Hz (Frekuensi nada/bunyi yang sangat tinggi) . Audiogram adalah grafik ambang dengar klien pada berbagai frekuensi pada masing-masing telinga Tingkat kekerasan bunyi/suara yang diberikan kepada klien diukur dalam satuan decibel (desibel) Hearing Level disingkat dB HL. Tes ASSR (untuk menilai kondisi jalur pendengaran sampai ke otak sekaligus memberikan informasi perkiraan ambang dengar pada frekuensi spesifik) Diagnosa dan Evaluasi Hasil Pemeriksaan Pendengaran Hasi Pemeriksaan Audiometri (Audiogram ) Klien Hasil pemeriksaan audiometri klien disebut audiogram. Tes Bing D. Tes weber B. Tympanometri (untuk menilai kondisi telinga tengah) F. Tes WDS (word discrimination score) untuk mengetahui kemampuan klien memahami kata-kata ataupun kalimat pada intensitas suara yang berbeda E. Tes Refleks Akustik (untuk menilai kondisi telinga tengah) G. Tes ABR (untuk menilai kondisi jalur pendengaran sampai ke otak) J. pemeriksaan lebih lanjut/lainnya bisa jadi diperlukan seperti . Tes Fungsi Tuba (untuk menilai kondisi telinga tengah) H. Pemeriksaan Pendengaran Lainnya Tergantung pada kebutuhan. dapat terlihat pada sumbu vertikal lembar audiogram mulai dari -10 dB HL (bunyi/suara yang sangat pelan) sampai dengan 120 dB HL (bunyi/suara yang sangat keras) Frekuensi suara atau nada bunyi yang diberikan pada klien diukur dalam satuan Hertz dan disingkat Hz. A.4. Tes OAE (untuk menilai kondisi telinga bagian dalam/rumah siput) I. Tes Rinne C.

mengeluarkan standar untuk menilai derajat gangguan pendengaran misalnya International Standardization Organization (ISO) dan American Speech. ambang dengar hantaran udara telinga kanan di tulis dengan lambang (untuk tes audiometri hantaran udara tanpa “masking”) atau (untuk tes hantaran udara dengan “masking”) Ambang dengar hantaran udara telinga kiri di tulis dengan lambang X (untuk tes audiometri hantaran udara tanpa “masking”) atau (untuk tes audiometri hantaran udara dengan “masking”) Hasil tes ambang dengar hantaran udara (air conduction test) berfungsi untuk menentukan kategori derajat penurunan pendengaran. ambang dengar telinga kanan dan kiri masih termasuk dalam kategori range pendengaran normal (-10 dB HL s/d 25 dB HL) Sedangkan tes audiometri hantaran tulang (bone conduction test) berfungsi untuk menentukan apakah jenis gangguan pendengaran yang terjadi konduktif. sensorineural atau campur ? Tes audiometri hantaran tulang dilakukan dengan menggunakan headband yang diletakkan pada kepala dan bagian yang bergetar /dapat mengeluarkan getaran suara /bunyi (oscillator) diletakan di tulang mastoid di belakang telinga. Saat . Orang dengan gangguan pendengaran derajat ringan biasanya mengalami kesulitan mendengar dan memahami bunyi dan suara percakapan yang pelan.org Gangguan Pendengaran Derajat Ringan Range ambang dengar hantaran udara berkisar 26 dB HL s/d 40 dB HL. Penggunaan alat bantu dengar sangat dianjurkan ketika gangguan pendengaran derajat ringan juga tidak bisa ditangani secara medis.asha. sedangkan ambang dengar hantaran tulang telinga kiri > (tanpa “masking”) dan ] (dengan “masking”) Derajat Gangguan Pendengaran Pendengaran dan gangguan pendengaran dapat dinilai berdasarkan ambang dengar tes audiometri.Pada saat melakukan tes audiometri menggunakan earphone (untuk tes audiometri hantaran udara). Hasil tes ambang dengar hantaran tulang telinga kanan ditulis dengan lambang < (tanpa “masking”) dan [ (dengan “masking”). Language and Hearing association (ASHA) dapat dilihat di www. Beberapa lembaga yang diakui. Pada contoh audiogram diatas.

Bahkan pada lingkungan suara yang cukup tenang sekalipun. Orang dengan gangguan pendengaran sedang seringkali menganggap lawan bicaranya berbicara tidak jelas atau seperti bergumam. merasa kesulitan untuk mendengarkan : · suara percakapan pada saat mendengarkan pembicaraan dalam kelompok (lebih dari 1 orang lawan bicara) · suara dari belakang · suara yang pelan Dan biasanya mereka sering membaca gerak bibir ataupun ekspresi wajah lawan bicaranya untuk dapat menebak maksud suara percakapan yang tidak dapat mereka dengar. Mereka meminta lawan bicara untuk berbicara dengan suara yang sangat keras agar mereka dapat . hal itu disebabkan karena kondisi gangguan pendengaran mereka membuat mereka tidak dapat mendengar suara percakapan normal dengan jelas. Bahkan saat ini hadir model alat bantu dengar baru dengan system “open ear” yang cocok untuk digunakan pada kasus gangguan pendengaran ringan dan sedang pada frekuensi –frekuensi tinggi ( > frekuensi 1000 Hz) Gangguan Pendengaran Derajat Sedang Range ambang dengar hantaran udara berkisar 41 dB HL s/d 70 dB HL. walaupun begitu mereka tetap merasa tidak memiliki masalah pendengaran. Penggunaan alat bantu dengar juga sangat direkomendasikan jika gangguan pendengaran derajat sedang juga tidak dapat ditangani secara medis. Orang yang mengalami kasus gangguan pendengaran derajat sedang biasanya sulit mengikuti percakapan khususnya pada lingkungan suara yang bising. Orang dengan gangguan pendengaran derajat berat tidak dapat mendengarkan suara yang pelan maupun sedang. orang yang mengalami gangguan pendengaran derajat sedang.ini telah tersedia berbagai pilihan model alat bantu dengar mulai dari model dibelakang telinga sampai model didalam telinga (hampir tidak terlihat ketika dipakai). Tersedia berbagai pilihan model alat bantu dengar yang cocok untuk kasus ini Gangguan Pendengaran Derajat Berat Range ambang dengar hantaran udara berkisar 71 dB HL s/d 90 dB HL. suara kicau burung ataupun suara percakapan normal.

pada saat volume suara dikeraskan suara/kata-kata menjadi terdengar tidak jelas (distorsi) Gangguan Pendengarn Derajat Sangat Berat Ambang dengar hantaran udara > 90 dB HL. Biasanya mereka hanya dapat mendengar bunyi yang sangat keras seperti (suara petir.mendengar percakapan dan hal yang cukup dilematis. bantingan pintu. sensorineural ataupun campur dapat diketahui dengan cara membandingkan ambang dengar hantaran udara dengan ambang dengar hantaran tulang Gangguan pendengaran disebut berjenis sensorineural jika pada audiogram ditemukan nilai ambang dengar hantaran udara dan hantaran . pengguanaan alat bantu dengar ataupun cochlear implant sangat dianjurkan untuk membantu mereka agar dapat mendengar lebih baik Jenis Gangguan Pendengaran Jenis gangguan pendengaran-apakah itu konduktif.dsb) Pada hampir disemua kasus gangguan pendengaran derajat berat dan sangat berat. Orang dengan gangguan pendengaran derajat sangat berat juga sering disebut dengan “tuli”. mesin pesawat.

Gangguan pendengaran disebut berjenis konduktif jika pada audiogram ditemukan nilai ambang dengar hantaran tulang berada didalam range pendengaran normal sedangkan nilai ambang dengar hantaran udara berada diluar range pendengaran normal .tulang sama atau hampir sama dan keduanya berada diluar range pendengaran normal ( > 25 dB HL) Gambar. tapi tidak paham apa maksudnya” Ucapan diatas biasanya merupakan salah satu gejala paling umum yang menandakan seseorang kemungkinan besar mengalami gangguan pendengaran. mereka mendengar suara percakapan namun tidak mengerti dengan jelas maksud dari percakapan tersebut . Hal berikut bias dijadikan contoh : bayangkan anda membaca cerita dari sebuah buku/majalah dan tiba-tiba seseorang menghilangkan hamper semua huruf-huruf konsonan dalam rangkaian kalimat pada isi cerita tersebut. Padahal huruf-huruf konsonan merupakan informasi penting yang diperlukan untuk memahami suatu percakapan. dimana nilai ambang dengar hantaran udara jauh lebih rendah (jelek) dibandingkan nilai ambang dengar hantaran tulang. Gambar. Gambar. sedangkan huruf-huruf konsonan yang sebagian besar berada diarea frekuensi tinggi tidak dapat terdengar dengan jelas. Gambar. Gangguan pendengaran disebut berjenis campur jika pada audiogram ditemukan nilai ambang dengar hantaran tulang dan nilai ambang dengar hantaran udara berada diluar range pendengaran normal. Anda tentu dapat melihat kertas dari buku/majalah tersebut tidak dapat membaca dan memahami isi cerita dengan jelas. “ Saya bisa mendengar. Gambar. Hal yang mirip terjadi pada orang dengan gangguan pendengaran. Hal itu menyebabkan orang yang mengalami gangguan pendengaran (seperti contoh diatas) hanya mampu mendengar huruf-huruf vokal. Tapi kenapa itu bisa terjadi ? hal itu disebabkan karena pada banyak kasus gangguan pendengaran ditemukan derajat penurunan pendengaran pada frekuensi tinggi lebih lebih besar (jelek) dibandingkan derajat gangguan pendengaran frekuensi rendah.

bisa berupa . kemudian berikan rekomendasi-rekomendasi. akibat negatif dari gangguan pendengaran tidak hanya berdampak buruk bagi orang yang mengalaminya namun juga berdampak bagi keluarga mereka. tergantung hasil pemeriksaan pendengaran .depresi.Berikan Rekomendasi Kepada Keluarga/kerabat Anda Sarankan keluarga/kerabat anda untuk melakukan pemeriksaan pendengaran menyeluruh.merasa tidak aman adalah hal-hal yang dapat berakibat negatif dalam kehidupan seseorang.melakukan pemeriksaan lebih lanjut. penggunaan alat bantu dengar atau cochlear implant dapat dijadikan pilihan bentuk penanganan gangguan pendengaran. Gangguan Pendengaran dan Kualitas Hidup Sebuah studi yang dikeluarkan oleh National Council on Agin (NCOA) pada tahi 1999 menemukan bahwasannya gangguan pendengaran yang tidak ditangani secara tepat berhubungan erat dengan tingkat kualitas hidup dalam beberapa hal. Hasi temuan studi tersebut juga sejalan dengan hasi studi kecil lainnya yang mengaitkan gangguan pendengaran yang tidak ditangani secara . Hal-hal tersebut seperti .kecemasan. kesedihan. memberikan rujukan medis (ke dokter THT). Tidak mengejutkan. dan / atau penanganan (pemasangan alat bantu dengar) Pada banyak kasus gangguan pendengaran (termasuk 95% dari seluruh kasus gangguan pendengaran sensorineural).

Berikut hasil studi tersebut : Improvement % All Users % All Family Relationships at home 56 55 Feelings about myself 50 60 Life Overall 48 62 Mental Health 36 39 Self-confidence 39 46 Relationships w/ children. dan efek negatif lainnya Pendengaran Yang Lebih Baik Adalah Hidup Yang Lebih Baik Studi dari NCOA juga menemukan manfaat dari kondisi gangguan pendengaran yang ditangani dengan tepat. Dan untungnya. menurunnya kepercayaan diri. grandchildren 40 52 Willing to participate in grop activities 34 44 Sense of safety 34 37 Ability to play card/board games 31 47 Social life 34 41 Physical health 21 24 Dependence on others 22 31 Relationships at work 26 43 .tepat dengan berkurangnya aktivitas sosial. rasa kurang berarti. pada penanganan gangguan pendengaran yang tepat di temukan fakta orang yang mengalami gangguan pendengaran tersebut mendapatkan peningkatan yang sangat positif dalam kualitas hidup mereka.

dan lebih efektif dari sebelumnya. Bahkan alat bantu dengar dengan teknologi basic pun saat ini sudah satu langkah . 2000). Artinya jika kualitas hidup si orang yang mengalami gangguan pendengaran tadi meningkat maka begitu juga dengan keluarga dan teman-teman dekatnya.Ability to play sports 7 10 Sex life 8 n/a Table 1. Hampir seluruh alat bantu dengar saat ini merupakan komputer mikro yang dapat menyesuaikan secara otomatis untuk menjadikan suara dapat terdengar dengan nyaman. lebih nyaman. Percentage of users and family members reporting improvements from using hearing aids. penanganan gangguan dengar secara tepat lebih dari sekedar pendengaran yang lebih baik. Hasil studi perbandingan dan kesimpulannya masih relevan sampai saat ini. dan lebih dari 90% merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh sentra alat bantu dengar tempat mereka membeli. Alat Bantu Dengar Saat ini. (Table adapted from Kochkin & Rogin. alat bantu dengar tampil dengan ukuran yang lebih kecil. Kabar Baik : Sebuah survey (marketrak 2005) terhadap lebih dari 1500 orang yang menggunakan Alat Bantu Dengar ditemukan fakta 90% dari mereka merasa puas dengan manfaat dari alat bantu dengar yang baru. Sederhananya. Alat bantu dengar saat ini juga dapat memiliki fitur-fitur canggih yang dapat digunakan dengan mudah bahkan menyenangkan. Studi dari NCOA juga menemukan konfirmasi mengenai apa yang telah diketahui oleh para professional yang menangani masalah pendengaran semenjak beberapa dekade dan pengalaman dari orang yang gangguan pendengarannya ditangani dengan baik.

· · · · · · lebih maju dibandingkan dengan alat bantu dengar yang tergolong ber teknologi advance beberapa tahun lalu. klien tersebut bias menjadi kandidat pemakai cochlear implant. menjadikan kriteria kandidat pemakai cochlear implant menjadi lebih luas. karena sampai saat ini sudah ribuan orang yang mengalami gangguan pendengaran sensorineural derajat berat dan sangat berat (baik dewasa maupun anakanak) diseluruh dunia dapat terbantu untuk mendengar dan memahami suara lebih baik. Jika berdasarkan hasil pemeriksaan pendengaran yang komprehensif diketahui bahwa klien mengalami gangguan pendengaran sensorineural derajat berat atau sangat berat. dengan melewati bagian-bagian yang rusak pada telinga bagian dalam. Cochlear implant memberikan stimulus langsung ke syaraf pendengaran. Biasanya ada beberapa pilihan jenis model dan teknologi bagi setiap klien. Alat bantu dengar mana yang terbaik bagi klien ? jawabannya adalah tergantung pada: Hasil audiogram/pemeriksaan pendengaran Kualitas pendengaran yang diharapkan oleh klien Model yang diinginkan klien Pengalaman menggunakan alat bantu dengar dengar sebelumnya (jika pernah menggunakan ABD) Jenis teknologi pemrrosesan suara (termasuk fitur lainnya) Harga alat bantu dengar Cochlear Implant Pada beberapa orang yang mengalami gangguan pendengaran sensori neural derajat berat dan sangat berat. lebih banyak lagi orang yang bias memperoleh manfaat dari cochlear implant disbanding tahun-tahun sebelumnya. Bersyukur dengan adanya cochlear implant. sel-sel rambut (sensoris) telinga bagian dalam mengalami kerusakan yang parah sehingga menyebabkan penggunaan alat bantu dengar menjadi kurang bermanfaat untuk memahami percakapan ataupun mendengarkan bunyi. . pengalaman menggunakan cochlear implant dengan efektif dan aman. Saat ini. Teknologi yang lebih canggih.

” High Tech “.Panduan Mengenai Alat Bantu Dengar Introduksi Apa yang ada dalam benak anda ketika anda mendengar kalimat-kalimat ini : “ Cool”. Tentu saja hal itu merupakan kabar baik. karena lebih dari 90% kasus gangguan pendengaran. Dan dengan fitur-fitur canggih. pemakaian alat bantu dengar merupakan penanganan . Alat bantu dengar saat ini merupakan computer mikro yang dapat secara otomatis menyesuaikan suara/bunyi untuk dapat didengar dengan nyaman. alat bantu dengar sangat direkomendasikan. untuk kebanyakan kasus gangguan pendengaran. Dan riset membuktikan bahwa alat bantu dengar tidak hanya membantu mendengar lebih baik tapi juga dapat meningkatkan kualitas hidup. Bahkan alat bantu dengar kategori basic saat ini satu langkah lebih maju dibanding alat bantu dengar berteknologi canggih saat beberapa tahun lalu. alat bantu dengar saat ini semakin lebih mudah digunakan dan lebih menarik. “ Modern” Tentang Alat Bantu Dengar Saat ini. Dasar-dasar Alat Bantu Dengar Apa itu alat bantu dengar . lebih nyaman dan yang paling penting dalah lebih efektif dibanding sebelumnya. Faktanya. alat bantu dengar hadir dalam ukuran yang lebih kecil. Hal itu dapat menjelaskan kenapa tingkat kepuasan orang yang memakai alat bantu dengar baru mencapai 90%.

Sebuah amplifier yang berfungsi untuk memperkuat sinyal elektrik dari mikrofon untuk kemudian receiver (speaker) Sebuah receiver yang berfungsi merubah sinyal elektrik (yang sudah diperkuat) menjadi sinyal suara kembali (yang sudah diperkeras) untuk kemudian disalurkan ke telinga Baterai sebagai sumber daya Pemrosesan Suara Pada Alat Bantu Dengar Saat ini sebagian besar alat bantu dengar sudah memakai teknologi digital. artinya sinyal suara yang ditangkap oleh mikrofon dirubah (konversi) menjadi kode-kode digital. Biasanya dapat diletakkan di dalam dan/atau di belakang telinga. . Alat bantu dengar adalah miniatur alat elektronik yang berfungsi untuk memperkeras dan memproses suara secara selektif. Dengan cara tersebut diharapkan suara yang pelan dapat terdengar.sedang dan keras. tidak seperti alat bantu dengar yang ada di beberapa tahun lalu yang tidak lebih dari sekedar amplifier. 2. Algoritma yang kompleks dapat memisahkan suara/bunyi ke beberapa frekuensi dan mengamplifikasi tergantung dari settingan/program yang diberlakukan pada alat bantu dengar yang sesuai dengan kondisi gangguan pendengaran klien. Dengan metode algoritma juga memungkinkan untuk membedakan jumlah amplifikasi antara suara yang pelan. Semua alat bantu dengar memiliki : Satu atau lebih mikrofon yang berfungsi untuk menangkap sinyal suara dan merubahnya menjadi sinyal elektrik yang kemudian dikirimkan ke amplifier. 3. namun suara yang keras tidak terasa menyakitkan telinga (over amplifikasi). Pemrosesan suara secara digital memungkinkan untuk melakukan “teknik memanipulasi sinyal” contohnya : memisahkan sinyal suara percakapan dengan sinyal bising.1. Sebagian besar alat bantu dengar saat ini memiliki kemampuan (dalam memproses) lebih baik dibanding komputer desktop. Dan pemrosesan digital memastikan replika sinyal asal secara presisi dengan distorsi yang minimal agar menghasilkam kualitas suara yang bagus. yang kemudian diproses menggunakan perhitungan matematis. 4.