10 Perkembangan Karir Anak SD

10 PERKEMBANGAN KARIR ANAK SD A. Pengertian Karir Dalam arti luas, Handoko mengartikan karir adalah semua pekerjaan atau jabatan yang ditangani atau dipegang dalam kehidupan kerja seseorang. Sedangkan menurut Gibson, karir adalah rangkaian sikap dan perilaku yang berkaitan dengan pengalaman dan aktivitas kerja yang terus berkelanjutan. Berdasarkan pengertian-pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa karir adalah suatu rangkaian perubahan nilai, sikap, dan perilaku serta motivasi yang terjadi pada setiap individu selama rentang waktu kehidupannya untuk menemukan secara jelas keahlian, tujuan karir, dan kebutuhan untuk pengembangan, merencanakan tujuan karir, dan secara terus menerus mengevaluasi, merevisi, dan meningkatkan rancangannya. Pengertian Perkembangan Menurut Santrok dan Yussen (1992) perkembangan adalah pola gerakan atau perubahan yang dimulai pada saat terjadi pembuahan dan berlangsung terus selama siklus kehidupan. Perkembangan merupakan suatu proses yang pasti dialami oleh setiap individu yang bersifat kualitatif dan berhubungan dengan kematangan seorang individu yang ditinjau dari perubahan yang bersifat progresif serta sistematis. Seorang individu mengalami perkembangan sejak masa konsepsi yang akan berlangsung selama hidupnya. Proses perkembangan berlangsung sejak konsepsi, lahir, dimana badan, otak, kemampuan, dan tingkah laku pada masa usia dini, anak-anak, dan dewasa menjadi lebih kompleks dan berlanjut dengan kematangan sepanjang hidup. Teori Perkembangan Karir Anak Usia SD (Menurut Super) Teori perkembangan karir Donald Super (Sharf, 1992 : 124) disebut dengan istilah pelangi perkembangan karir sepanjang hayat. Ada dua konsep utama yang perlu dipahami dari pelangi perkembangan karir sepanjang hayat karya Super ini, yaitu peran kehidupan ( roles) dan tahapan perkembangan karir (developmental stages). Super mendeskripsikan enam peran kehidupan yaitu peran individu sebagai child, student, leisurite, citizen, worker, dan homemaker. Menurut Super, pada masa child, student dan leisurite merupakan peran yang sangat penting. Sedangkan pada masa remaja peran yang dianggap penting yaitu citizen dan worker. Peran worker ini masih terbatas dan menjadi peran utama masa dewasa. Super mengemukakan lima tahapan perkembangan, yaitu tahap (1) pertumbuhan/growth, (2) eksplorasi/exploration, (3) penentuan/establiahment, (4) pemeliharaan/maintenance, dan (5) penurunan/disengagement. Kelima tahapan tersebut terbagi atas sub-sub tahapan. Tahap pertumbuhan/growth (0-14). Tahap ini terdiri atas empat sub tahapan perkembangan, yaitu sub tahapan berkembangnya keingintahuan (curiosity), fantasi (fantasies), minat (interest), dan berkembangnya kemampuan (capacities) karir. Keingintahuan anak pada usia 0 sampai 4 tahunan terhadap jenis-jenis karir merupakan awal perkembangan karir individu. Keingintahuan yang dimaksud ialah ketertarikan anak pada pengetahuan sesuatu, dan pada hal yang baru atau tidak biasa. Misalnya, anak yang melihat dokter sedang memeriksa pasiennya, jika ia tertarik oleh dunia kedokteran yang dilihatnya maka ia akan terdorong untuk mencari tahu tentang kedokteran. Biasanya, keingintahuan anak dipuaskan melalui eksplorasi, yaitu aktivitas anak dalam mencari dan menguji sesuatu. Jadi keingintahuan merupakan dorongan dasar (drive) atau kebutuhan (need) sedangkan eksplorasi merupakan perilaku (action). Sub tahapan fantasi terjadi pada usia 4 – 7 tahun di mana anak mulai mengembangkan fantasi karirnya. Misalnya, anak bermain dokter-dokteran seolah-olah ia sebagai dokter beneran. Sub tahapan ketiga ditandai dengan munculnya minat anak terhadap karir tertentu, yang terjadi antara usia 7 – 11 tahun. Misalnya, anak yang berminat menjadi pesepakbola profesional ia mulai menekuni dan menikmati aktivitas-aktivitas persepakbolaan. Tetapi pada tahap ini mereka belum mempertimbangkan faktor-faktor penghambat karir yang diminatinya itu. Sub tahapan keempat ialah berkembangnya kemampuan (capacities) yang menjadi dasar terbentuknya kecakapan pada karir tertentu. Umumnya, sub tahapan ini terjadi antara usia 11 – 14 tahun. Sedangkan 14 -18 tahun merupakan masa transisi dari tahap pertumbuhan menuju tahap eksploraso karir. Tahap eksplorasi/eksploration (18-25). Tahap ini mencakup upaya-upaya individu dalam memperoleh suatu ide yang lebih baik tentang informasi pekerjaan, memilih alternatif-alternatif karir,

B.

C.

dengan keluarga. yaitu sub tahapan memiliki (holding). tahapan perkembangan karir tersebut tidak selamanya hierarkhis. mengikuti seminar yang mengarah kepada profesi yang sedang digeluti atau mengunjungi pelanggan untuk melihat perkembangan baru di lapangan. Tahap penurunan/disengagement (65 ke atas). dan berbagai hal tentang pekerjaan dan ragam dunia kerja. Ia lebih suka di rumah. Perilaku yang tampak misalnya. Pada tahap ini individu mulai mengembangkan jaringan kerja dengan cara menemui orang yang dapat membantunya memperoleh pekerjaan. jika individu usia tengah baya ingin berganti karir maka ia akan melakukan eksplorasi lagi terhadap karir barunya. serta nilai-nilai. Mulai mengajukan lamaran kerja. menemui teman. fantasi (fantasies). Inovasi karir merupakan upaya menjadikan maju dalam suatu profesi. Pelambatan merupakan penurunan tanggung jawab kerja seseorang atau proses penemuan cara kerja yang lebih mudah dengan waktu kerja yang lebih sedikit. Oleh sebab itu. Secara tegas. 1992 : 180). pada proses kristalisasi ini individu senantiasa menguji minat. sebab dalam perjalanan karir seseorang ada kemungkinan terjadi proses recycle. spesifikasi (specifying) dan implementasi (implementing) karir. dan mulai bekerja (Super dalam Sharf. yaitu stabilisasi (stabilizing). perkembangan karir anak usia SD berada pada tahap pertumbuhan (growth). perencanaan pengunduran diri (retirement planning). Menurut Super (Sharf. Dengan demikian proses eksplorasi dapat terjadi pada setiap tahapan perkembangan karir. and occupational abilities as well as produces a broad fund of occupational information and knowledge about work. Ini lebih mengarah kepada pengembangan kontribusi baru bagi lapangan. kemampuan kerja. Oleh sebab itu individu mulai mencari lebih tahu tentang pekerjaan dan lingkungan kerjanya. Stabilisasi karir yaitu proses dimulainya penyesuaiaan individu dengan tuntutan pekerjaan sejak mulai bekerja. Misalnya. Konsolidasi merupakan proses untuk lebih menguatkan dan mengamankan posisi tertentu serta berupaya untuk memperoleh posisi yang lebih tinggi dalam pekerjaannya. Mempeerbaharui karir merupakan upaya memperbaharui pekerjaan sesuai dengan tuntutan lapangan. 2001 : 52) menjelaskan bahwa tahap eksplorasi karir merupakan action and reflection that increase self-knowledge about work values. kemampuan. Perbedaan tahapan eksplorasi pada antara kurang lebih usia 18-25 tahun atau disebut tahapan eksplorasi dengan eksplorasi pad proses recycle ialah bahwa tahap eksplorasi merupakan aksi dan refleksi individu untuk menambah pengetahuan diri tentang nilai kerja. Pada antara usia 2530 tahun individu umumnya mengalami transisi kedua sebelum masuk tahap penentuan (establishment) karir. Penentuan yang dimaksud ialah diperolehnya ketentuan pada suatu bidang pekerjaan dengan dimulainya bekerja dalam bidang pekerjaan tertentu. Model eksplorasi seperti ini terutama terjadi jika individu berganti karir. Pemantapan karir merupakan pergerakan karir individu ke jenjang yang lebih tinggi dan terhormat di lingkungan kerjanya. minat (intersets). dan nilai-nilai yang dimilikinya. Berdasarkan teori Super. dan berkembangnya kemampuan (capacities) karir. Tahap penentuan/establishment (30-45). individu mulai mempelajari pekarjaan-pekerjaan yang mungkin sesuai dengan dirinya dan mempelajari keterampilan-keterampilan yang menjadi persyaratan kerja pada suatu pekerjaan. dan pengunduran diri (retirement living). Pada sub tahapan ini individu dituntut agar mampu memenuhi persyaratan kerja minimal sehingga ia stabil dalam posisinya. yang ditandai oleh berkembangnya keingintahuan (curiosity). yaitu perlambatan (decelerating). Sedangkan eksplorasi pada prose recycle cenderung pada karir tertentu saja yang individu tuju. Oleh sebab itu individu berupaya meningkatkan kualitas diri sebagai bahan promosi.mengambil keputusan karir. Implementasi karier yang umumnya terjadi mendekati usia 25 tahunan merupakan aktivitas-aktivitas yang dilakukan individu untuk mulai berkarir pada bidang pekerjaan tertentu. . konsolidasi (consolidating). dan sub tahapan inovasi (innovating). yaitu kristalisasi (crystalizing). Tahap ini terdiri atas tiga sub tahapan. vocational interest. Selanjutnya ia mulai menunjukkan kecakapan kerjanya dengan menunjukkan hasil kerja yang terbaik. Super (Savickas. Tahap ini terdiri dari tiga sub tahapan. Kristalisasi karir yang umumnya terjadi pada usia 18 – 20 tahun merupakan proses klarifikasi individu terhadap karir yang ingin dijalaninya. Pada masa ini terlihat adanya upaya spesifikasi karir yang individu lakukan. Spesifikasi karir terjadi pada usia 20 tahunan terutama mereka yang lulusan perguruan tinggi atau masih kuliah. Untuk itu. kemampuan mental dan fisik. mahasiswa yang mengambil program keguruan mengambil magang menjadi guru di sebuah sekolah. minat pekerjaan. melanjutkan studi yang sesuai dengan tuntutan kerja. Tahap pemeliharaan/maintenance (45-65). Tahap ini terdiri dari tiga sub tahapan. Perencanaan pengunduran diri mengacu kepada terjadinya kembali upaya penyesuaiaan kerja dengan minat. Misalnya. dan pemantapan (advancing) karir. Pengunduran diri mengacu kepada suasana di mana individu memandang pekerjaan sudah tidak signifikan lagi bagi dirinya. memperbaiki (updating). Misalnya. Memiliki karir yang dimaksud ialah aktivitas individu dalam mempelajari sesuatu yang baru untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam suatu posisi. 1992 : 123). atau melakukan layanan sosial di masyarakat. wawancara dan sampai ia mulai bekerja. Perilaku karir yang nampak sebagai sub tahapan dari tahap penentuan karir ini terdiri dari tiga sub tahapan.

1992: 155). Misalnya. 1992). dan (3) informasi dunia kerja. Sikap terhadap Karir. daya prediksi. Keputusan yang dimaksud ialah keputusan-keputusan tentang karir. Eksplorasi Karir Super mengkonsepsikan eksplorasi karir sebagai aktivitas individu dalam memanfaatkan sumber informasi karir. Ketiga. Pertama. Hal ini merupakan salah satu pengambilan keputusan karir (Sharf. yang dimaksud sikap terhadap karir berarti arah kecenderungan individu terhadap bidang karir tertentu. yaitu: (1) sikap terhadap karir. Keterampilan membuat keputusan merupakan hal penting dalam kehidupan sesorang. Pertama. kemampuan mengambil keputusan karir secara mandiri. siswa memilih ekstrakulikuler sebagai hasil keputusan sendiri. serta pengetahuan tentang pentingnya pengambilan keputusan karir secara mandiri. karena dalam hidup selalu ada pilihan dan konflik. Kemampuan Menggunakan Pemikiran Dalam Membuat Keputusan Karir Kemampuan menggunakan pemikiran yang dimaksud ialah memfungsikan pemikiran dalam membuat keputusan karir.D. Informasi dunia kerja artinya segala hal . Berdasarkan konsep sikap ini. Kedua. dan daya antisipasinya. b. keterampilan membuat keputusan karir terdiri atas penggunaan pengetahuan dan penggunaan pemikiran dalam membuat keputusan karir. mempelajari informasi tentang karir. dan minat. bakat. mengikuti kursus sesuai dengan karir yang diharapkan. bakat. Berdasarkan uraian ini maka kemampuan menggunakan pengetahuan dalam membuat keputusan karir dapat dilihat dari kemampuan-kemampuan berikut. b. anak dihadapkan pada pada berbagai keputusan tentang karir. Ia harus mengambil keputusan apakah melanjutkan ke SMP atau ke Tsanawiyah. Informasi Dunia Kerja. mampu memperkirakan konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil. siswa memilih mengikuti ekstrakulikuler olah raga karena dengan mempertimbangkan bakat yang dimiliki dan minat yang berkembang pada dirinya bahwa ia lebih berbakat dan berminat dalam bersepakbola. eksplorasi karir siswa yang dimaksud terlihat dari aktivitsnya dalam hal memanfaatkan orang tua. Aktivitas tersebut mencakup. Misalnya. guru. Misalnya. Oleh karena itu kemampuan menggunakan pemikiran dalam membuat keputusan karir yang dimaksud mengacu pada ketiga fungsi pemikiran terebut. dan minat. Menurut Sharf. Pada masa usia SD sekalipun. membicarakan perencanaan karir dengan orang dewasa. anak dituntut untuk mampu menentukan pilihan lanjutan setelah lulus SD. a. berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakulikuler sesuai dengan karir yang diharapkan dan mengikuti pendidikan atau latihan yang mengarah pada karir masa depan. Misalnya siswa membuat rencana karir diawali dengan memahami keunggulan dan kelemahan diri. Orientasi Karir Bagi Anak Usia SD Orientasi karir yang dimaksud ialah readiness oe individuals to meke good choices. Berdasarkan konsep ini. yang selanjutnya disebut sub dimensi sikap terhadap karir. mampu membuat keputusan karir secara rasional. mengantisipasi resiko yang akan dihadapi dari keputusan karir yang diambil. kesesuaian suatu karir dengan kemampuan. keterampilan pengambilan keputusan menjadi penting karena jika individu keliru mengambil keputusan maka ia cenderung dihadapkan kepada suatu masalah. Karena pada hakikatnya hidup dari waktu ke waktu merupakan rangkaian dari hasil pengambilan keputusan. Istilah informasi diambil dari bahasa Inggris to inform yang berarti memberi tahu. kesiapan individu untuk membuat keputusan karir yang tepat terakumulasi pada orientasi karir secara total. Keterampilan Pembuatan Keputusan Karir. Ketiga. kemampuan membuat karir berdasarkan langkah-langkah membuat keputusan karir. Fungsi pemikiran itu mencakup rasionalitas pemikiran. konselor. siswa memilih ekstrakulikuler disesuaikan dengan kemampuan agar tidak ada hambatan dari sisi kemampuan. yang berarti kesiapan individu untuk membuat keputusan-keputusan yang tepat (Super dalam Sharf. kanalan dan buku sebagai sumber informasi karir. Menurut Super. Munadir (1996: 165) mendefinisikan informasi sebagai segala sesuatu yang membuat orang menjadi tahu tentang sesuatu itu. Orientasi karir ini terdiri atas 3 dimensi. Model ini didasari oleh asumsi bahwa keputusankeputusan tentang karir terjadi pada semua rentangan kehidupan. Para ahli sepakat bahwa sikap merupakan kecenderungan untuk bertindak atau arah kecenderungan untuk bertindak dan persetujuan terhadap sesuatu. kemampuan mengambil keputusan karir sesuai dengan kemampuan. Kemampuan Menggunakan Pengetahuan Dalam Membuat Keputusan Karir Menurut Sharf (1992) pengetahuan yang dapat mendasari pengambilan keputusan karir ialah pengetahuan tentang. Arah kecenderungan ini terlihat dari aktivitas-aktivitasnya. a. sikap individu terhadap karirnya dapat dianalisis dari dua aktivitas. (2) keterampilan pembuatan keputusan karir. Misalnya. Dengan mengakar pada kata kerja to inform ini. Selain itu. langkah-langkah membuat keputusan karir. Menurut Super. yaitu perencanaan karir dan eksplorasi karir. Perencanaan Karir Perencanaan karir mengacu pada aktivitas individu dalam merencanakan karir. Kedua.

Informasi tentang Orang Lain Dalam Dunia Kerja Informasi tentang pekerjaan tertentu menurut Sharf (1992: 158) dapat dilihat dari 2 indikator. siswa memiliki informasi tentang cara menyesuaikan minat dengan pekerjaan dari seseorang yang berhasil dalam karir atau pekerjaannya. memiliki informasi tentang kewajiban dan aturan kerja pekerjaan yang sesuai dengan karir yang diharapkan. Informasi tentang Pekerjaan Tertentu Informasi tentang pekerjaan tertentu menurut Sharf dapat dilihat dari 3 indikator. Bimbingan karir merupakan salah satu bentuk intervensi yang bisa dilakukan dalam proses perkembangan individu. siswa memiliki informasi yang cukup tentang cara melamar pekerjaan di bidang karir yang diharapkannya. Perkembangan adalah proses kontinu. Sedangkan Super (1981. emosi. 3. Progam intervensi termasuk bimbingan karir harus memperhatikan keragaman individual tersebut. Bahkan mereka mengetahui cara kerja bidang pekerjaan yang sesuai dengan karir yang diharapkannya. yang berkaitan dengan dunia kerja yang membuat orang menjadi tahu tentang dunia kerja itu. Tahap Fantasi: 0-11 Tahun (Masa Sekolah Dasar) 2. 6. Perkembangan individu dipengaruhi oleh faktor pembawaan dan lingkungan. Progam perkembangan karir harus memperhatikan aspek-aspek dominan pada tahap perkembangan tertentu. Axelrad dan Herma (1951) perkembangan karir dibagi menjadi tiga tahap pokok. Pandangan lain dari ahli perkembangan karir memberikan nama yang berbeda terhadap masa perkembangan pada usia anak. Misalnya. Axelrad dan Herma (1951 dalam Muro & Kotman. Pertama. 5. E. Perkembangan karir seseorang berkaitan erat dengan tahap perkembangannya. pendidikan. Tahap Tentatif: 12-18 Tahun (Masa sekolah Menengah) 3.a. Ini berarti bahwa faktor psikologis. Aspek dominan itu merupakan elemen yang perlu dikembangkan pada saat yang tepat dalam keseluruhan proses perkembangan individu. dalam Muro & Kotman. karena: Perkembangan terjadi sepanjang hidup manusia. b. Perkembangan individu dapat dibantu melalui intervensi seawal mungkin dan berlangsung sepanjang hidup. Sekalipun perkembangan itu kontinu. memiliki informasi tentang jenis-jenis pekerjaan yang sesuai dengan karir yang diharapkan. 2. Ginzberg. tak terkecuali perkembangan karir. Keberhasilan menggambarkan elemen tertentu akan berpengaruh terhadap perkembangan elemen berikutnya. Ketiga. Kedua. sehingga adanya keragaman individual. Menurut Ginzberg. sosiologis. siswa mengetahui beberapa jenis pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan atau sesuai dengan karir yang mereka harapkan. Misalnya. memiliki informasi tentang cara memasuki dunia kerja yang sesuai dengan karir yang diharapkan. dan pendidikan) saling berkaitan. Menurut Sharf (1992: 158) informasi dunia kerja yang dimaksud mencakup dimilikinya informasi tentang pekerjaan tertentu dan informasi tentang orang lain dalam dunia kerjanya. ada aspek-aspek yang dominan dalam berbagai periode perkembangan. Ini berarti bahwa program yang hanya berpusat pada tahap perkembangan tertentu akan mengurangi efektivitas perkembangan. siswa memiliki informasi tentang bagaimana orang lain memahami minat dan kemampuannya dalam berkarir. 4. 1995) menyebutkan bahwa periode perkembangan karir dari sejak lahir hingga usia 14 tahun adalah periode fantasi (fatasi period). 1995) memberikan label perkembangan karir pada usia 4 s. dan fisik berpengaruh terhadap perkembangan individu. fisik. Tahapan dan Karakteristik Perkembangan Karir Anak SD Tahun 1998 Sumaryo dalam bukunya yang berjudul Bimbingan di Sekolah Dasar menyatakan semua asfek perkembangan manusia (sosial. dan bahwa intervensi dalam bentuk bimbingan karir akan efektif apabila memperhatikan tahap dan aspek yang dominan dalam perkembangan individu. namun indikatornya relatif sama. yaitu : 1. Bimbingan karir sebagai salah satu bentuk intervensi perkembangan individu dapat berfungsi preventif maupun kuratif. Pertama. Misalnya. ekonomis. Namun demikian kedua pandangan ini merujuk kepada hal yang sama yaitu penggunaan fantasi dalam memainkan peranan karir orang dewasa. siswa mengetahui kewajiban kerja bidang pekerjaan yang akan dipilihnya. 1. Misalnya.d 14 tahun sebagai periode tentratif. Perkembangan individual. Strategi intervensi bimbingan karir akan memadai apabila memperhatikan faktor-faktor tersebut. Hal ini dapat digambarkan dalam batas-batas kematangan yang merujuk kepada tahap perkembangan yang dicapai. Tahap Realistis: 19-25 Tahun (Masa Perguruan Tinggi) . Perkembangan karir merupakan bagian dari perkembangan manusia. Perkembangan individu merupakan proses yang kontinu. Strategi intervensi harus dirancang untuk membantu individu pada saat berada dalam kematangan yang normal dari pada intervensi yang bersifat remedial. Perkembangan individu mencangkup diferensiasi dan integrasi konsep diri dan presepsi tentang dunianya.

misalnya ingin menjadi dokter. Dalam fase ini anak mengembangkan bakat-bakat. potensi. 5. Dalam tahap ini anak belum mampu memilh jenis pekerjaan/jabatan secara rasional dan obyektif. Pada saat remaja memasuki Tahap Realistis. kebutuhan. Fase Eksplorasi/Exploration (18-25). mengkonversikan ke dalam kenyataan dengan memberikan kepuasan diri sendiri dan manfaat bagi masyarakat. a. minat dan potensi mereka yang sebenarnya. 3. Ia menulis banyak buku yang berkaitan dengan perkembangan karir. dan pemahaman diri. Oleh sebab itu pada Tahap Realistis seorang remaja sudah mampu membuat perencanaan karir secara rasional dan objektif. Menurut Super perkembangan karir manusia dapat dibagi menjadi 5 fase yaitu: Fase Pengembangan/Growth (0-14). Sub Tahap Kapasitas (Capacity). Lebih lagi. yaitu yang menekankan keterlibatan variabel emosi dan kepribadian dalam pemilihan karir. F. mereka juga sudah lebih menyadari berbagai bidang pekerjaan dengan segala konsekuensi dan tuntutannya masing-masing. Secara umum bimbingan karir diartikan sebagai upaya bantuan kepada individu untuk menstimulasi (mendorong) dan memberikan kemudahan perkembangan karir dalam kehidupannya. Jabatan atau pekerjaan yang mereka inginkan atau perankan pada umumnya masih sangat dipengaruhi oleh lingkungan. dan yang menekankan kepada proses pengambilan keputusan dalam konteks perkembangan. majalah maupun tokoh-tokoh yang pernah melintas dalam kehidupan mereka. Career Maturity Test dan Vocational Maturity Test. . Mereka sekedar berfantasi secara bebas. Kecenderungan pertama mengartikan bimbingan karir sebagai satuan kepada individu untuk memilih. masa sesudah pensiun atau melepaskan jabatan. Sub Tahap Nilai (Values) dan Sub Tahap Transisi (Transition). Saat ini remaja mulai memikirkan beberapa alternatif pekerjaan tetapi belum mengambi keputusan mengikat. Fase Kemunduran/Decline (65 ke atas). bimbingan karir dipandang sebagai proses perkembangan yang berkelanjutan dalam upaya membantu individu mempersiapkan karir melalui intervensi kurikuler dan yang berkaitan dengan perencanaan karir. Dalam hal ini orang tua dan pendidik tidak perlu cemas ataupun gelisah jika suatu ketika anak ternyata menyebut atau menginginkan pekerjaan yang jauh dari harapan orang tua ataupun pendidik. kemampuan dan nilai-nilai yang ingin dikejar. misalnya dari TV. Individu sudah mantap dengan pekerjaannya dan memeliharanya agar dia bertekun sampai akhir.l. Tokoh lain yang banyak membahas masalah perkembangan karir adalah Donald Super. matematika. Fase Pembinaan/Maintenance (45-65). karena mereka belum mengetahui bakat. Di dalam seting sekolah. Pada Tahap Tentatif anak mulai menyadari bahwa mereka memiliki minat dan kemampuan yang berbeda satu sama lain. Maka tidak mengherankan jika pekerjaan ataupun jabatan yang mereka sebut masih jauh dari pertimbangan rasional maupun moral. dll) sesuai dengan peran-peran yang mereka lihat di lingkungan mereka. dll. yang sifatnya sama sekali tidak mengikat. Ia juga menyusun beberapa tes untuk menilai tingkat kematangan vokasional. dalam fase ini orang membebaskan diri dari dunia kerja formal.1. ada yang lebih berminat dan mampu di bidang seni. pengambilan keputusan dan penyesuaian pekerjaan. Berkat pergaulan yang lebih luas dan kesadaran diri yang lebih mendalam. maka remaja makin terarah pada karir tertentu meskipun belum mengambil keputusan final. mereka sudah mengenal secara baik minat-minat. sains ataupun olahraga. Pengertian Bimbingan Karir Terdapat dua kecenderungan umum dalam mengartikan bimbingan karir. Akhirnya pada saat sub tahap penentuan remaja sudah mampu mengambil keputusan yang jelas tentang karir yang akan dipilihnya. polisi. serta pengetahuan akan dunia kerja yang lebih luas. minat. informasi karir. Fase Pemantapan/Establishment (30-45). Pada fase ini remaja sudah memilih karir tertentu dan mendapat berbagai pengalaman positif maupun negatif dari pekerjaannya. 4. guru. Beberapa diantaranya adalah The Psychology of Career (1957) dan Career and Life Development (1984). Dengan pengalaman yang ia peroleh. 2. Tahap Tentatif dibagi menjadi empat Sub Tahap. : Career Development Inventory. Mereka juga senang bermain peran (misalnya bermain dokter-dokteran. mempersiapkan untuk memasuki dan mengembangkan suatu jabatan. menguji konsep tersebut terhadap kenyataan. Pada Tahap Fantasi anak sering kali menyebutkan cita-cita mereka kelak kalau sudah besar. yakni Sub Tahap Minat (Interest). Mereka memang asal sebut saja pekerjaan yang menarik saat itu. 1951) merumuskan pengertian bimbingan karir sebagai proses membantu seseorang untuk mengembangkan dan menerima gambaran dini secara terintegrasi dan kuat dalam dunia kerja. guru. video. ia bisa menentukan apakah akan terus dengan karir yang dijalani atau berubah haluan. yang akhirnya dipadukan dalam struktur konsep diri (self-concept structure). Bantuan tersebut mencakup perencanaan karir. Sedangkan kecenderungan kedua (Super. tentara.

G. Bimbingan karir di sekolah merupakan kegiatan yang paling awal dan mendasar bagi pengembangan karir secara menyeluruh. c. 1994. latihan yang diperlukan. yaitu untuk kesejahteraan hidup rumah tangga dan masyarakat (tidak hanya mengemukakan besarnya gaji atau penghasilan yang diperoleh melalui pekerjaan itu). informasi pekerjaan untuk siswa kelas tinggi SD perlu diperluas dan diperkuat. kondisi kerja. biaya untuk program pendidikan dan pelatihan mahal dan waktunya lama. sedangkan lainnya negatif). Pada diri siswa. 2 dan 3) sebagai berikut: (Dikutip dari Pedoman BP-SD. Untuk memilih suatu pekerjaan diperlukan informasi yang tepat. siswa mulai membandingkan pekerjaan-pekerjaan yang ada di desa dan di kota. Siswa dirangsang untuk mulai menyadari bahwa ada banyak macam cara yang dilakukan oleh manusia untuk mencari penghidupan dan memenuhi kebutuhan melalui sebagai jenis pekerjaan. f. e. 4. Dorongan ingin tahu anak-anak akan membawa mereka menanyakan segala sesuatu tentang pekerjaan. a. Bimbingan Belajar. yaitu: Bimbingan Pribadi-Sosial. dsb. Guru kelas menunjukan atau menampilkan prasangka ataupun kecenderungan tertentu terhadap jenis-jenis pekerjaan (misalnya pekerjaan tertentu disikapi positif. 1. Terdapat saling ketergantungan antara pekerjaan yang satu dengan yang lainnya. Tujuan Bimbingan Perkembangan Karir Anak Usia SD Dalam bidang karir. 3. Dalam buku pedoman itu disebutkan bahwa isi layanan bimbingan di Sekolah Dasar ada tiga. Ada berbagai masalah yang mungkin dihadapi oleh orang-orang yang menginginkan pekerjaan tertentu (seperti peralatan mahal. Hal ini bertujuan agar mereka memahami bahwa : Pekerjaan ada di mana-mana. Oleh karenanya para pekerja itu harus saling membantu dan bekerja sama. 4. 3. Perlunya bakat atau kemampuan/keterampilan khusus untuk jenis-jenis pekerjaan tertentu. Dalam Buku Pedoman BP-SD tersebut dijelaskan mengenai isi bimbingan karir untuk Kelas Rendah maupun untuk Kelas Tinggi. Menekankan jasa dari masing-masing jenis pekerjaannya. g. Dalam hal ini guru kelas harus berhati-hati. melalui Direktorat Pendidikan Dasar. Pada tingkat perkembangan itu. 3. 1. dsb). di daerahnya sendiri dan di daerah lain. Membawa para siswa menyadari betapa luasnya dunia kerja yang ada. telah menerbitkan Buku Pedoman Bimbingan dan Penyuluhan Siswa di Sekolah Dasar dalam rangka pelaksanaan Kurikulum Tahun 1994. Mengenalkan keterampilan yang dimiliki siswa. 2. di tingkat desa. 16-17) Mengenalkan perbedaan antara kawan sebaya. Menjelaskan bahwa bekerja itu penting bagi kehidupan sesuai dengan tuntutan lingkungannya. Dalam hal ini jawaban atau informasi yang tepat dan benar harus segera diberikan setiap waktu bertanya. para pekerja saling terkait antara yang satu dengan yang lainnya. Baik kemampuan khusus maupun ciri-ciri kepribadian tertentu diperlukan untuk mencapai keberhasilan bagi sebagian jenis pekerjaan. yaitu: Bimbingan Karir untuk Kelas Rendah (1. 2. Mengenalkan kegiatan setelah tamat SD. kecamatan. yaitu tentang hakikat pekerjaan itu sendiri. pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa mengenali dan memulai mengarahkan diri untuk masa depan karir. Menjawab berbagai pertanyaan para siswa tentang pekerjaan. d. kondisi kerja kurang menyenangkan. Di samping itu. . hal. Bimbingan Karir. bimbingan karir dimaksudkan untuk: Mengembangkan sikap positif terhadap segala jenis pekerjaan. 5. kabupaten. Menggambarkan perkembangan diri siswa. 6. 1. H. provinsi. Menjelaskan macam-macam pekerjaan yang ada di lingkungan sekolah. bahkan dunia. 2. terutama pekerjaan yang bermanfaat bagipemberian bantuan kepada sesama manusia. Bagi siswa SD pada umumnya. Untuk memilih pekerjaan atau karir di masa depan perlu kehati-hatian dan pertimbangan yang matang. Materi Bimbingan Karir Anak Usia SD Pada tahun 1994 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. dari mulai pekerjaan yang dijabat orang tua sampai ke segala macam pekerjaan. perlu dikembangkan bahwa untuk terlaksananya suatu pekerjaan dengan baik. hendaklah disampaikan. Mengenalkan macam-macam pekerjaan yang dilakukan orang dewasa. Pemberian materi bimbingan karir untuk para siswa disesuaikan dengan jenjang pendidikan yang diikutinya. b. negara.

dan bahwa pilihan itu masih dapat berubah. k. l. kerja sama dan saling membesarkan diantara seluruh personil sekolah. Semua itu dapat diperoleh mealui pendidikan dan pelatihan khusus dalam program bimbingan dan konseling. IMPLIKASI Bimbingan karir di Sekolah Dasar tidak dimaksudkan untuk mengarahkan anak melakukan pilihanpilihan secara cepat. dan sarana pendukung lainnya. Bimbingan karir ini justru difokuskan untuk kesadaran akan pilihan-pilihan yang akan tersedia. Melatih siswa merencanakan pekerjaan apa yang cocok pada amsa dewasa. Guru dapat menggunakannya sebagai acuan yang tetap terbuka untuk disesuaikan dengan kondisi. m. KESIMPULAN Bidang karir yang terbaik untuk anak SD harus sesuai dengan karakteristik anak karena setiap anak berbeda dalam minat dan kemampuan karirnya. a. Membimbing diskusi mengenai pekerjaan wanita dan pria. Materi bimbingan karir yang disebutkan di atas merupakan sekedar panduan. d. hal. Menjelaskan bahwa pekerjaan seseorang itu dipengaruhi oleh minat dan kecakapannya. Menjelaskan tentang pengaruh nilai yang dianut dalam pengambilan keputusan. Apabila hal tersebut dikembangkan dan dipadukan dalam diri Guru Kelas serta diaplikasikan dalam wujudnya yang nyata terhadap peserta didik. Membimbing siswa untuk memperkirakan bahwa meneladan tokoh panutan dapat mempengaruhi karir. 1994. Dengan modal tersebut. Mengenalkan bahwa seseorang dapat memiliki banyak peran. guru kelas diharapkan bisa membimbing. keterampilan. 5 dan 6) sebagai berikut: (Dikutip dari Pedoman BP-SD. dapat diyakini pelayanan bimbingan dan konseling akan berjalan dengan lancar dan sukses. nilai dan sikap dalam bidang kajian pelayanan bimbingan dan konseling harus dimiliki oleh seorang guru kelas. Untuk mengetahui perkembangan karir anak perlu diadakan suatu bimbingan karir anak yang difokuskan kepada kesadaran akan pilihan-pilihan yang telah tersedia. teknologinya. terlebih lagi demi terwujudnya saling pengertian. b. f. seperti ruangan yang memadai. c. . j. Bimbingan Karir untuk Kelas Tinggi (4. serta hubungannya dengan ciri-ciri pribadi. Mengenalkan alasan orang memilih suatu pekerjaan. e. yaitu dalam bentuk berbagai layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. suasana profesional pengembangan peserta didik secara menyeluruh perlu dikembangkan oleh seluruh personil sekolah. Mengenalkan kegiatan-kegitan menarik. Selain itu. Mengenalkan bermacam-macam cara untuk menilai kemajuan prestasi. j. i. dan kode etik profesionalnya. 19-20) Menjelaskan manfaat mencontohorang-orang yang berhasil. Melatih siswa membayangkan hal-hal yang akan dilakukan pada usia kira-kira 25 tahun kelak. Oleh karena itu. pengetahuan. Membimbing siswa berdiskusi tentang pengaruh pekerjaan orang terhadap kehidupan anak. l. instrumen BK. Melatih siswa menggambarkan kehidupan di masa yang akan datang. Dengan kelengkapan instrumental seperti itu kegiatan bimbingan dan konseling akan diperlancar dan keberhasilannya akan dimungkinkan. Menjelaskan bahwa kehidupan masa depan dapat direncanakan sejak sekarang. memberi informasi yang seluas-luasnya serta mampu memberikan layanan dan berbagai kegiatan bimbingan konseling untuk menciptakan para peserta didik yang berkembang secara optimal. k. Mengenalkan macam-macam pekerjaan yang ada di lingkungan sekitar. kematangan wawasan. g. h. Di samping itu. i.h. Suasana profesional ini selain mempersyaratkan teraktualisasinya kegiatan tersebut. Membimbing siswa tentang macam-macam gaya hidup dan pengaruhnya. Melatih siswa melihat hubungan antara minat dan kemampuan. perlengkapan kerja sehari-hari. Menjelaskan jenis-jenis ketrampilan yang dikaitkan dengan pekerjaan tertentu. seorang tenaga pembimbing (Guru Pembimbing dan Guru Kelas) akan mampu secara nyata melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling menurut kaidah-kaidah keilmuannya. cara-cara mengantisipasi dan merencanakannya. Tentunya Pihak Sekolah atau Satuan Pendidikan perlu menunjang perwujudan kegiatan Guru Pembimbing dan Guru Kelas itu dengan menyediakan berbagai sarana dan prasarana yang merupakan modal instrumental bagi suksesnya pelayanan bimbingan dan konseling.

Dalam perkembangan karir ada dua konsep utama yang perlu dipahami dari pelangi perkembangan karir sepanjang hayat karya Super. (4) citizen. (2) student. . yaitu: (1) sikap terhadap karir. (3) leisurite. Adapun dalam perkembangan karir anak SD perlu orientasi karir yang terdiri dari 3 dimensi. dan (3) informasi dunia kerja. Super (Sharf. dan (6) homemaker. yaitu peran kehidupan (roles) dan tahapan perkembangan karir (developmental stages). 1992 : 122) mendeskripsikan enam peran kehidupan yaitu peran individu sebagai (1) child. (5) worker. (2) keterampilan pembuatan keputusan karir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful