10 Perkembangan Karir Anak SD

10 PERKEMBANGAN KARIR ANAK SD A. Pengertian Karir Dalam arti luas, Handoko mengartikan karir adalah semua pekerjaan atau jabatan yang ditangani atau dipegang dalam kehidupan kerja seseorang. Sedangkan menurut Gibson, karir adalah rangkaian sikap dan perilaku yang berkaitan dengan pengalaman dan aktivitas kerja yang terus berkelanjutan. Berdasarkan pengertian-pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa karir adalah suatu rangkaian perubahan nilai, sikap, dan perilaku serta motivasi yang terjadi pada setiap individu selama rentang waktu kehidupannya untuk menemukan secara jelas keahlian, tujuan karir, dan kebutuhan untuk pengembangan, merencanakan tujuan karir, dan secara terus menerus mengevaluasi, merevisi, dan meningkatkan rancangannya. Pengertian Perkembangan Menurut Santrok dan Yussen (1992) perkembangan adalah pola gerakan atau perubahan yang dimulai pada saat terjadi pembuahan dan berlangsung terus selama siklus kehidupan. Perkembangan merupakan suatu proses yang pasti dialami oleh setiap individu yang bersifat kualitatif dan berhubungan dengan kematangan seorang individu yang ditinjau dari perubahan yang bersifat progresif serta sistematis. Seorang individu mengalami perkembangan sejak masa konsepsi yang akan berlangsung selama hidupnya. Proses perkembangan berlangsung sejak konsepsi, lahir, dimana badan, otak, kemampuan, dan tingkah laku pada masa usia dini, anak-anak, dan dewasa menjadi lebih kompleks dan berlanjut dengan kematangan sepanjang hidup. Teori Perkembangan Karir Anak Usia SD (Menurut Super) Teori perkembangan karir Donald Super (Sharf, 1992 : 124) disebut dengan istilah pelangi perkembangan karir sepanjang hayat. Ada dua konsep utama yang perlu dipahami dari pelangi perkembangan karir sepanjang hayat karya Super ini, yaitu peran kehidupan ( roles) dan tahapan perkembangan karir (developmental stages). Super mendeskripsikan enam peran kehidupan yaitu peran individu sebagai child, student, leisurite, citizen, worker, dan homemaker. Menurut Super, pada masa child, student dan leisurite merupakan peran yang sangat penting. Sedangkan pada masa remaja peran yang dianggap penting yaitu citizen dan worker. Peran worker ini masih terbatas dan menjadi peran utama masa dewasa. Super mengemukakan lima tahapan perkembangan, yaitu tahap (1) pertumbuhan/growth, (2) eksplorasi/exploration, (3) penentuan/establiahment, (4) pemeliharaan/maintenance, dan (5) penurunan/disengagement. Kelima tahapan tersebut terbagi atas sub-sub tahapan. Tahap pertumbuhan/growth (0-14). Tahap ini terdiri atas empat sub tahapan perkembangan, yaitu sub tahapan berkembangnya keingintahuan (curiosity), fantasi (fantasies), minat (interest), dan berkembangnya kemampuan (capacities) karir. Keingintahuan anak pada usia 0 sampai 4 tahunan terhadap jenis-jenis karir merupakan awal perkembangan karir individu. Keingintahuan yang dimaksud ialah ketertarikan anak pada pengetahuan sesuatu, dan pada hal yang baru atau tidak biasa. Misalnya, anak yang melihat dokter sedang memeriksa pasiennya, jika ia tertarik oleh dunia kedokteran yang dilihatnya maka ia akan terdorong untuk mencari tahu tentang kedokteran. Biasanya, keingintahuan anak dipuaskan melalui eksplorasi, yaitu aktivitas anak dalam mencari dan menguji sesuatu. Jadi keingintahuan merupakan dorongan dasar (drive) atau kebutuhan (need) sedangkan eksplorasi merupakan perilaku (action). Sub tahapan fantasi terjadi pada usia 4 – 7 tahun di mana anak mulai mengembangkan fantasi karirnya. Misalnya, anak bermain dokter-dokteran seolah-olah ia sebagai dokter beneran. Sub tahapan ketiga ditandai dengan munculnya minat anak terhadap karir tertentu, yang terjadi antara usia 7 – 11 tahun. Misalnya, anak yang berminat menjadi pesepakbola profesional ia mulai menekuni dan menikmati aktivitas-aktivitas persepakbolaan. Tetapi pada tahap ini mereka belum mempertimbangkan faktor-faktor penghambat karir yang diminatinya itu. Sub tahapan keempat ialah berkembangnya kemampuan (capacities) yang menjadi dasar terbentuknya kecakapan pada karir tertentu. Umumnya, sub tahapan ini terjadi antara usia 11 – 14 tahun. Sedangkan 14 -18 tahun merupakan masa transisi dari tahap pertumbuhan menuju tahap eksploraso karir. Tahap eksplorasi/eksploration (18-25). Tahap ini mencakup upaya-upaya individu dalam memperoleh suatu ide yang lebih baik tentang informasi pekerjaan, memilih alternatif-alternatif karir,

B.

C.

atau melakukan layanan sosial di masyarakat. Misalnya. 2001 : 52) menjelaskan bahwa tahap eksplorasi karir merupakan action and reflection that increase self-knowledge about work values. kemampuan. jika individu usia tengah baya ingin berganti karir maka ia akan melakukan eksplorasi lagi terhadap karir barunya. Berdasarkan teori Super. mahasiswa yang mengambil program keguruan mengambil magang menjadi guru di sebuah sekolah. dengan keluarga. Pelambatan merupakan penurunan tanggung jawab kerja seseorang atau proses penemuan cara kerja yang lebih mudah dengan waktu kerja yang lebih sedikit. pada proses kristalisasi ini individu senantiasa menguji minat. Pada sub tahapan ini individu dituntut agar mampu memenuhi persyaratan kerja minimal sehingga ia stabil dalam posisinya. Mulai mengajukan lamaran kerja. Perbedaan tahapan eksplorasi pada antara kurang lebih usia 18-25 tahun atau disebut tahapan eksplorasi dengan eksplorasi pad proses recycle ialah bahwa tahap eksplorasi merupakan aksi dan refleksi individu untuk menambah pengetahuan diri tentang nilai kerja. vocational interest. Ini lebih mengarah kepada pengembangan kontribusi baru bagi lapangan. minat (intersets). dan pengunduran diri (retirement living). Perilaku karir yang nampak sebagai sub tahapan dari tahap penentuan karir ini terdiri dari tiga sub tahapan. Dengan demikian proses eksplorasi dapat terjadi pada setiap tahapan perkembangan karir. Pada masa ini terlihat adanya upaya spesifikasi karir yang individu lakukan. Super (Savickas. Tahap ini terdiri atas tiga sub tahapan. Ia lebih suka di rumah. Selanjutnya ia mulai menunjukkan kecakapan kerjanya dengan menunjukkan hasil kerja yang terbaik. Mempeerbaharui karir merupakan upaya memperbaharui pekerjaan sesuai dengan tuntutan lapangan. dan sub tahapan inovasi (innovating). . yaitu stabilisasi (stabilizing). tahapan perkembangan karir tersebut tidak selamanya hierarkhis. menemui teman. serta nilai-nilai. Stabilisasi karir yaitu proses dimulainya penyesuaiaan individu dengan tuntutan pekerjaan sejak mulai bekerja. memperbaiki (updating). Pemantapan karir merupakan pergerakan karir individu ke jenjang yang lebih tinggi dan terhormat di lingkungan kerjanya. yaitu kristalisasi (crystalizing). minat pekerjaan. Pada tahap ini individu mulai mengembangkan jaringan kerja dengan cara menemui orang yang dapat membantunya memperoleh pekerjaan. dan mulai bekerja (Super dalam Sharf. individu mulai mempelajari pekarjaan-pekerjaan yang mungkin sesuai dengan dirinya dan mempelajari keterampilan-keterampilan yang menjadi persyaratan kerja pada suatu pekerjaan. dan berbagai hal tentang pekerjaan dan ragam dunia kerja. Secara tegas. Tahap ini terdiri dari tiga sub tahapan. Misalnya. Kristalisasi karir yang umumnya terjadi pada usia 18 – 20 tahun merupakan proses klarifikasi individu terhadap karir yang ingin dijalaninya. spesifikasi (specifying) dan implementasi (implementing) karir. Memiliki karir yang dimaksud ialah aktivitas individu dalam mempelajari sesuatu yang baru untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam suatu posisi. Untuk itu. fantasi (fantasies). Perilaku yang tampak misalnya. Oleh sebab itu individu berupaya meningkatkan kualitas diri sebagai bahan promosi. Tahap penentuan/establishment (30-45). Implementasi karier yang umumnya terjadi mendekati usia 25 tahunan merupakan aktivitas-aktivitas yang dilakukan individu untuk mulai berkarir pada bidang pekerjaan tertentu. Oleh sebab itu. Model eksplorasi seperti ini terutama terjadi jika individu berganti karir. Oleh sebab itu individu mulai mencari lebih tahu tentang pekerjaan dan lingkungan kerjanya. and occupational abilities as well as produces a broad fund of occupational information and knowledge about work. Inovasi karir merupakan upaya menjadikan maju dalam suatu profesi.mengambil keputusan karir. 1992 : 180). dan pemantapan (advancing) karir. Spesifikasi karir terjadi pada usia 20 tahunan terutama mereka yang lulusan perguruan tinggi atau masih kuliah. Misalnya. yaitu sub tahapan memiliki (holding). 1992 : 123). Konsolidasi merupakan proses untuk lebih menguatkan dan mengamankan posisi tertentu serta berupaya untuk memperoleh posisi yang lebih tinggi dalam pekerjaannya. perencanaan pengunduran diri (retirement planning). Perencanaan pengunduran diri mengacu kepada terjadinya kembali upaya penyesuaiaan kerja dengan minat. dan berkembangnya kemampuan (capacities) karir. yang ditandai oleh berkembangnya keingintahuan (curiosity). Tahap pemeliharaan/maintenance (45-65). mengikuti seminar yang mengarah kepada profesi yang sedang digeluti atau mengunjungi pelanggan untuk melihat perkembangan baru di lapangan. Tahap ini terdiri dari tiga sub tahapan. kemampuan kerja. Penentuan yang dimaksud ialah diperolehnya ketentuan pada suatu bidang pekerjaan dengan dimulainya bekerja dalam bidang pekerjaan tertentu. konsolidasi (consolidating). Sedangkan eksplorasi pada prose recycle cenderung pada karir tertentu saja yang individu tuju. sebab dalam perjalanan karir seseorang ada kemungkinan terjadi proses recycle. yaitu perlambatan (decelerating). perkembangan karir anak usia SD berada pada tahap pertumbuhan (growth). kemampuan mental dan fisik. Tahap penurunan/disengagement (65 ke atas). Pengunduran diri mengacu kepada suasana di mana individu memandang pekerjaan sudah tidak signifikan lagi bagi dirinya. Menurut Super (Sharf. dan nilai-nilai yang dimilikinya. wawancara dan sampai ia mulai bekerja. melanjutkan studi yang sesuai dengan tuntutan kerja. Pada antara usia 2530 tahun individu umumnya mengalami transisi kedua sebelum masuk tahap penentuan (establishment) karir.

b. Menurut Sharf. Ia harus mengambil keputusan apakah melanjutkan ke SMP atau ke Tsanawiyah. Kemampuan Menggunakan Pengetahuan Dalam Membuat Keputusan Karir Menurut Sharf (1992) pengetahuan yang dapat mendasari pengambilan keputusan karir ialah pengetahuan tentang. kemampuan mengambil keputusan karir secara mandiri. Informasi dunia kerja artinya segala hal . Kemampuan Menggunakan Pemikiran Dalam Membuat Keputusan Karir Kemampuan menggunakan pemikiran yang dimaksud ialah memfungsikan pemikiran dalam membuat keputusan karir. anak dituntut untuk mampu menentukan pilihan lanjutan setelah lulus SD. Berdasarkan konsep ini. Ketiga. dan minat. Para ahli sepakat bahwa sikap merupakan kecenderungan untuk bertindak atau arah kecenderungan untuk bertindak dan persetujuan terhadap sesuatu. Pertama. kesesuaian suatu karir dengan kemampuan. karena dalam hidup selalu ada pilihan dan konflik. guru. kemampuan membuat karir berdasarkan langkah-langkah membuat keputusan karir. Oleh karena itu kemampuan menggunakan pemikiran dalam membuat keputusan karir yang dimaksud mengacu pada ketiga fungsi pemikiran terebut. kesiapan individu untuk membuat keputusan karir yang tepat terakumulasi pada orientasi karir secara total. Misalnya siswa membuat rencana karir diawali dengan memahami keunggulan dan kelemahan diri. keterampilan membuat keputusan karir terdiri atas penggunaan pengetahuan dan penggunaan pemikiran dalam membuat keputusan karir. Karena pada hakikatnya hidup dari waktu ke waktu merupakan rangkaian dari hasil pengambilan keputusan. a. Fungsi pemikiran itu mencakup rasionalitas pemikiran. Keterampilan Pembuatan Keputusan Karir. Pertama. (2) keterampilan pembuatan keputusan karir. Berdasarkan uraian ini maka kemampuan menggunakan pengetahuan dalam membuat keputusan karir dapat dilihat dari kemampuan-kemampuan berikut. Keterampilan membuat keputusan merupakan hal penting dalam kehidupan sesorang. Informasi Dunia Kerja. Misalnya. mampu memperkirakan konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil.D. Keputusan yang dimaksud ialah keputusan-keputusan tentang karir. Pada masa usia SD sekalipun. Sikap terhadap Karir. 1992). b. yang berarti kesiapan individu untuk membuat keputusan-keputusan yang tepat (Super dalam Sharf. Dengan mengakar pada kata kerja to inform ini. anak dihadapkan pada pada berbagai keputusan tentang karir. membicarakan perencanaan karir dengan orang dewasa. Berdasarkan konsep sikap ini. 1992: 155). Arah kecenderungan ini terlihat dari aktivitas-aktivitasnya. Misalnya. Perencanaan Karir Perencanaan karir mengacu pada aktivitas individu dalam merencanakan karir. yaitu perencanaan karir dan eksplorasi karir. dan (3) informasi dunia kerja. langkah-langkah membuat keputusan karir. konselor. Menurut Super. siswa memilih ekstrakulikuler sebagai hasil keputusan sendiri. siswa memilih mengikuti ekstrakulikuler olah raga karena dengan mempertimbangkan bakat yang dimiliki dan minat yang berkembang pada dirinya bahwa ia lebih berbakat dan berminat dalam bersepakbola. Orientasi Karir Bagi Anak Usia SD Orientasi karir yang dimaksud ialah readiness oe individuals to meke good choices. sikap individu terhadap karirnya dapat dianalisis dari dua aktivitas. bakat. mempelajari informasi tentang karir. Selain itu. a. yang selanjutnya disebut sub dimensi sikap terhadap karir. siswa memilih ekstrakulikuler disesuaikan dengan kemampuan agar tidak ada hambatan dari sisi kemampuan. Misalnya. berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakulikuler sesuai dengan karir yang diharapkan dan mengikuti pendidikan atau latihan yang mengarah pada karir masa depan. eksplorasi karir siswa yang dimaksud terlihat dari aktivitsnya dalam hal memanfaatkan orang tua. serta pengetahuan tentang pentingnya pengambilan keputusan karir secara mandiri. Menurut Super. Kedua. mengikuti kursus sesuai dengan karir yang diharapkan. Ketiga. mampu membuat keputusan karir secara rasional. yang dimaksud sikap terhadap karir berarti arah kecenderungan individu terhadap bidang karir tertentu. Misalnya. Orientasi karir ini terdiri atas 3 dimensi. Model ini didasari oleh asumsi bahwa keputusankeputusan tentang karir terjadi pada semua rentangan kehidupan. Hal ini merupakan salah satu pengambilan keputusan karir (Sharf. Munadir (1996: 165) mendefinisikan informasi sebagai segala sesuatu yang membuat orang menjadi tahu tentang sesuatu itu. Aktivitas tersebut mencakup. daya prediksi. mengantisipasi resiko yang akan dihadapi dari keputusan karir yang diambil. Eksplorasi Karir Super mengkonsepsikan eksplorasi karir sebagai aktivitas individu dalam memanfaatkan sumber informasi karir. Istilah informasi diambil dari bahasa Inggris to inform yang berarti memberi tahu. dan daya antisipasinya. bakat. dan minat. keterampilan pengambilan keputusan menjadi penting karena jika individu keliru mengambil keputusan maka ia cenderung dihadapkan kepada suatu masalah. Kedua. kanalan dan buku sebagai sumber informasi karir. yaitu: (1) sikap terhadap karir. kemampuan mengambil keputusan karir sesuai dengan kemampuan.

d 14 tahun sebagai periode tentratif. Ini berarti bahwa program yang hanya berpusat pada tahap perkembangan tertentu akan mengurangi efektivitas perkembangan. Informasi tentang Orang Lain Dalam Dunia Kerja Informasi tentang pekerjaan tertentu menurut Sharf (1992: 158) dapat dilihat dari 2 indikator. tak terkecuali perkembangan karir. Tahap Tentatif: 12-18 Tahun (Masa sekolah Menengah) 3. Perkembangan adalah proses kontinu. Keberhasilan menggambarkan elemen tertentu akan berpengaruh terhadap perkembangan elemen berikutnya. Perkembangan individu dapat dibantu melalui intervensi seawal mungkin dan berlangsung sepanjang hidup. Bahkan mereka mengetahui cara kerja bidang pekerjaan yang sesuai dengan karir yang diharapkannya. Tahap Fantasi: 0-11 Tahun (Masa Sekolah Dasar) 2. Perkembangan individual. Strategi intervensi bimbingan karir akan memadai apabila memperhatikan faktor-faktor tersebut. Pertama. Misalnya. E. Misalnya. sosiologis. memiliki informasi tentang jenis-jenis pekerjaan yang sesuai dengan karir yang diharapkan. Menurut Ginzberg. Perkembangan individu dipengaruhi oleh faktor pembawaan dan lingkungan. siswa mengetahui kewajiban kerja bidang pekerjaan yang akan dipilihnya. dan fisik berpengaruh terhadap perkembangan individu. Perkembangan individu mencangkup diferensiasi dan integrasi konsep diri dan presepsi tentang dunianya. sehingga adanya keragaman individual. Tahapan dan Karakteristik Perkembangan Karir Anak SD Tahun 1998 Sumaryo dalam bukunya yang berjudul Bimbingan di Sekolah Dasar menyatakan semua asfek perkembangan manusia (sosial. 1995) menyebutkan bahwa periode perkembangan karir dari sejak lahir hingga usia 14 tahun adalah periode fantasi (fatasi period).a. Axelrad dan Herma (1951) perkembangan karir dibagi menjadi tiga tahap pokok. yaitu : 1. siswa memiliki informasi yang cukup tentang cara melamar pekerjaan di bidang karir yang diharapkannya. Progam perkembangan karir harus memperhatikan aspek-aspek dominan pada tahap perkembangan tertentu. Kedua. Informasi tentang Pekerjaan Tertentu Informasi tentang pekerjaan tertentu menurut Sharf dapat dilihat dari 3 indikator. memiliki informasi tentang kewajiban dan aturan kerja pekerjaan yang sesuai dengan karir yang diharapkan. Hal ini dapat digambarkan dalam batas-batas kematangan yang merujuk kepada tahap perkembangan yang dicapai. Misalnya. Aspek dominan itu merupakan elemen yang perlu dikembangkan pada saat yang tepat dalam keseluruhan proses perkembangan individu. 5. Tahap Realistis: 19-25 Tahun (Masa Perguruan Tinggi) . Sedangkan Super (1981. Axelrad dan Herma (1951 dalam Muro & Kotman. emosi. Ketiga. Ini berarti bahwa faktor psikologis. dalam Muro & Kotman. Menurut Sharf (1992: 158) informasi dunia kerja yang dimaksud mencakup dimilikinya informasi tentang pekerjaan tertentu dan informasi tentang orang lain dalam dunia kerjanya. Bimbingan karir sebagai salah satu bentuk intervensi perkembangan individu dapat berfungsi preventif maupun kuratif. 4. ada aspek-aspek yang dominan dalam berbagai periode perkembangan. Perkembangan individu merupakan proses yang kontinu. fisik. Pandangan lain dari ahli perkembangan karir memberikan nama yang berbeda terhadap masa perkembangan pada usia anak. Misalnya. yang berkaitan dengan dunia kerja yang membuat orang menjadi tahu tentang dunia kerja itu. Bimbingan karir merupakan salah satu bentuk intervensi yang bisa dilakukan dalam proses perkembangan individu. siswa memiliki informasi tentang cara menyesuaikan minat dengan pekerjaan dari seseorang yang berhasil dalam karir atau pekerjaannya. Sekalipun perkembangan itu kontinu. Progam intervensi termasuk bimbingan karir harus memperhatikan keragaman individual tersebut. 2. dan bahwa intervensi dalam bentuk bimbingan karir akan efektif apabila memperhatikan tahap dan aspek yang dominan dalam perkembangan individu. Ginzberg. karena: Perkembangan terjadi sepanjang hidup manusia. 1. Perkembangan karir merupakan bagian dari perkembangan manusia. Namun demikian kedua pandangan ini merujuk kepada hal yang sama yaitu penggunaan fantasi dalam memainkan peranan karir orang dewasa. b. 1995) memberikan label perkembangan karir pada usia 4 s. memiliki informasi tentang cara memasuki dunia kerja yang sesuai dengan karir yang diharapkan. dan pendidikan) saling berkaitan. namun indikatornya relatif sama. siswa memiliki informasi tentang bagaimana orang lain memahami minat dan kemampuannya dalam berkarir. Pertama. 3. Strategi intervensi harus dirancang untuk membantu individu pada saat berada dalam kematangan yang normal dari pada intervensi yang bersifat remedial. pendidikan. siswa mengetahui beberapa jenis pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan atau sesuai dengan karir yang mereka harapkan. 6. Perkembangan karir seseorang berkaitan erat dengan tahap perkembangannya. ekonomis.

informasi karir. ia bisa menentukan apakah akan terus dengan karir yang dijalani atau berubah haluan. Fase Pemantapan/Establishment (30-45). : Career Development Inventory. mereka sudah mengenal secara baik minat-minat. Pada fase ini remaja sudah memilih karir tertentu dan mendapat berbagai pengalaman positif maupun negatif dari pekerjaannya. Di dalam seting sekolah. 1951) merumuskan pengertian bimbingan karir sebagai proses membantu seseorang untuk mengembangkan dan menerima gambaran dini secara terintegrasi dan kuat dalam dunia kerja. 2. yang akhirnya dipadukan dalam struktur konsep diri (self-concept structure). karena mereka belum mengetahui bakat. Individu sudah mantap dengan pekerjaannya dan memeliharanya agar dia bertekun sampai akhir. Mereka juga senang bermain peran (misalnya bermain dokter-dokteran. Saat ini remaja mulai memikirkan beberapa alternatif pekerjaan tetapi belum mengambi keputusan mengikat. misalnya dari TV. bimbingan karir dipandang sebagai proses perkembangan yang berkelanjutan dalam upaya membantu individu mempersiapkan karir melalui intervensi kurikuler dan yang berkaitan dengan perencanaan karir. 3. Sub Tahap Kapasitas (Capacity). Dalam hal ini orang tua dan pendidik tidak perlu cemas ataupun gelisah jika suatu ketika anak ternyata menyebut atau menginginkan pekerjaan yang jauh dari harapan orang tua ataupun pendidik. mereka juga sudah lebih menyadari berbagai bidang pekerjaan dengan segala konsekuensi dan tuntutannya masing-masing. ada yang lebih berminat dan mampu di bidang seni. mempersiapkan untuk memasuki dan mengembangkan suatu jabatan. mengkonversikan ke dalam kenyataan dengan memberikan kepuasan diri sendiri dan manfaat bagi masyarakat. Tokoh lain yang banyak membahas masalah perkembangan karir adalah Donald Super. misalnya ingin menjadi dokter. 4. Jabatan atau pekerjaan yang mereka inginkan atau perankan pada umumnya masih sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Akhirnya pada saat sub tahap penentuan remaja sudah mampu mengambil keputusan yang jelas tentang karir yang akan dipilihnya. 5.1. Berkat pergaulan yang lebih luas dan kesadaran diri yang lebih mendalam. kebutuhan. yang sifatnya sama sekali tidak mengikat. Pada saat remaja memasuki Tahap Realistis. guru. Bantuan tersebut mencakup perencanaan karir. guru. serta pengetahuan akan dunia kerja yang lebih luas. tentara. Menurut Super perkembangan karir manusia dapat dibagi menjadi 5 fase yaitu: Fase Pengembangan/Growth (0-14). maka remaja makin terarah pada karir tertentu meskipun belum mengambil keputusan final. dan pemahaman diri. Pada Tahap Tentatif anak mulai menyadari bahwa mereka memiliki minat dan kemampuan yang berbeda satu sama lain. Career Maturity Test dan Vocational Maturity Test. dll. masa sesudah pensiun atau melepaskan jabatan. . Pada Tahap Fantasi anak sering kali menyebutkan cita-cita mereka kelak kalau sudah besar. Dengan pengalaman yang ia peroleh. Fase Kemunduran/Decline (65 ke atas). yakni Sub Tahap Minat (Interest). dalam fase ini orang membebaskan diri dari dunia kerja formal. pengambilan keputusan dan penyesuaian pekerjaan. video. minat. polisi. Dalam tahap ini anak belum mampu memilh jenis pekerjaan/jabatan secara rasional dan obyektif. Secara umum bimbingan karir diartikan sebagai upaya bantuan kepada individu untuk menstimulasi (mendorong) dan memberikan kemudahan perkembangan karir dalam kehidupannya. Tahap Tentatif dibagi menjadi empat Sub Tahap. Ia juga menyusun beberapa tes untuk menilai tingkat kematangan vokasional. Mereka memang asal sebut saja pekerjaan yang menarik saat itu. majalah maupun tokoh-tokoh yang pernah melintas dalam kehidupan mereka. Kecenderungan pertama mengartikan bimbingan karir sebagai satuan kepada individu untuk memilih. kemampuan dan nilai-nilai yang ingin dikejar. sains ataupun olahraga. matematika. Sedangkan kecenderungan kedua (Super. yaitu yang menekankan keterlibatan variabel emosi dan kepribadian dalam pemilihan karir. Dalam fase ini anak mengembangkan bakat-bakat. Sub Tahap Nilai (Values) dan Sub Tahap Transisi (Transition).l. dan yang menekankan kepada proses pengambilan keputusan dalam konteks perkembangan. minat dan potensi mereka yang sebenarnya. F. dll) sesuai dengan peran-peran yang mereka lihat di lingkungan mereka. Beberapa diantaranya adalah The Psychology of Career (1957) dan Career and Life Development (1984). Ia menulis banyak buku yang berkaitan dengan perkembangan karir. Pengertian Bimbingan Karir Terdapat dua kecenderungan umum dalam mengartikan bimbingan karir. Oleh sebab itu pada Tahap Realistis seorang remaja sudah mampu membuat perencanaan karir secara rasional dan objektif. Maka tidak mengherankan jika pekerjaan ataupun jabatan yang mereka sebut masih jauh dari pertimbangan rasional maupun moral. Fase Pembinaan/Maintenance (45-65). menguji konsep tersebut terhadap kenyataan. Fase Eksplorasi/Exploration (18-25). a. Lebih lagi. potensi. Mereka sekedar berfantasi secara bebas.

bimbingan karir dimaksudkan untuk: Mengembangkan sikap positif terhadap segala jenis pekerjaan. 3. 1994. hal. para pekerja saling terkait antara yang satu dengan yang lainnya. yaitu tentang hakikat pekerjaan itu sendiri. Di samping itu. Menjelaskan bahwa bekerja itu penting bagi kehidupan sesuai dengan tuntutan lingkungannya. Hal ini bertujuan agar mereka memahami bahwa : Pekerjaan ada di mana-mana. Menjawab berbagai pertanyaan para siswa tentang pekerjaan. c. g. 3. Menekankan jasa dari masing-masing jenis pekerjaannya. 2 dan 3) sebagai berikut: (Dikutip dari Pedoman BP-SD. Dalam Buku Pedoman BP-SD tersebut dijelaskan mengenai isi bimbingan karir untuk Kelas Rendah maupun untuk Kelas Tinggi. d.G. . melalui Direktorat Pendidikan Dasar. siswa mulai membandingkan pekerjaan-pekerjaan yang ada di desa dan di kota. kabupaten. telah menerbitkan Buku Pedoman Bimbingan dan Penyuluhan Siswa di Sekolah Dasar dalam rangka pelaksanaan Kurikulum Tahun 1994. Dorongan ingin tahu anak-anak akan membawa mereka menanyakan segala sesuatu tentang pekerjaan. Oleh karenanya para pekerja itu harus saling membantu dan bekerja sama. negara. Mengenalkan macam-macam pekerjaan yang dilakukan orang dewasa. yaitu: Bimbingan Pribadi-Sosial. 2. Perlunya bakat atau kemampuan/keterampilan khusus untuk jenis-jenis pekerjaan tertentu. e. yaitu untuk kesejahteraan hidup rumah tangga dan masyarakat (tidak hanya mengemukakan besarnya gaji atau penghasilan yang diperoleh melalui pekerjaan itu). latihan yang diperlukan. kondisi kerja kurang menyenangkan. biaya untuk program pendidikan dan pelatihan mahal dan waktunya lama. bahkan dunia. 16-17) Mengenalkan perbedaan antara kawan sebaya. b. Ada berbagai masalah yang mungkin dihadapi oleh orang-orang yang menginginkan pekerjaan tertentu (seperti peralatan mahal. Untuk memilih suatu pekerjaan diperlukan informasi yang tepat. di daerahnya sendiri dan di daerah lain. dsb. H. Pada tingkat perkembangan itu. 1. Dalam buku pedoman itu disebutkan bahwa isi layanan bimbingan di Sekolah Dasar ada tiga. Materi Bimbingan Karir Anak Usia SD Pada tahun 1994 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 6. 1. Membawa para siswa menyadari betapa luasnya dunia kerja yang ada. 4. provinsi. 4. hendaklah disampaikan. Bagi siswa SD pada umumnya. dsb). perlu dikembangkan bahwa untuk terlaksananya suatu pekerjaan dengan baik. 3. Untuk memilih pekerjaan atau karir di masa depan perlu kehati-hatian dan pertimbangan yang matang. informasi pekerjaan untuk siswa kelas tinggi SD perlu diperluas dan diperkuat. 5. Pada diri siswa. Terdapat saling ketergantungan antara pekerjaan yang satu dengan yang lainnya. Siswa dirangsang untuk mulai menyadari bahwa ada banyak macam cara yang dilakukan oleh manusia untuk mencari penghidupan dan memenuhi kebutuhan melalui sebagai jenis pekerjaan. Bimbingan Karir. dari mulai pekerjaan yang dijabat orang tua sampai ke segala macam pekerjaan. Baik kemampuan khusus maupun ciri-ciri kepribadian tertentu diperlukan untuk mencapai keberhasilan bagi sebagian jenis pekerjaan. kondisi kerja. Pemberian materi bimbingan karir untuk para siswa disesuaikan dengan jenjang pendidikan yang diikutinya. terutama pekerjaan yang bermanfaat bagipemberian bantuan kepada sesama manusia. sedangkan lainnya negatif). 1. Guru kelas menunjukan atau menampilkan prasangka ataupun kecenderungan tertentu terhadap jenis-jenis pekerjaan (misalnya pekerjaan tertentu disikapi positif. a. Bimbingan karir di sekolah merupakan kegiatan yang paling awal dan mendasar bagi pengembangan karir secara menyeluruh. Mengenalkan keterampilan yang dimiliki siswa. pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa mengenali dan memulai mengarahkan diri untuk masa depan karir. Dalam hal ini jawaban atau informasi yang tepat dan benar harus segera diberikan setiap waktu bertanya. Menjelaskan macam-macam pekerjaan yang ada di lingkungan sekolah. yaitu: Bimbingan Karir untuk Kelas Rendah (1. Menggambarkan perkembangan diri siswa. 2. 2. Mengenalkan kegiatan setelah tamat SD. Dalam hal ini guru kelas harus berhati-hati. f. kecamatan. di tingkat desa. Tujuan Bimbingan Perkembangan Karir Anak Usia SD Dalam bidang karir. Bimbingan Belajar.

Di samping itu. kematangan wawasan. Membimbing siswa tentang macam-macam gaya hidup dan pengaruhnya. nilai dan sikap dalam bidang kajian pelayanan bimbingan dan konseling harus dimiliki oleh seorang guru kelas. dan kode etik profesionalnya. guru kelas diharapkan bisa membimbing. 1994. Melatih siswa merencanakan pekerjaan apa yang cocok pada amsa dewasa. IMPLIKASI Bimbingan karir di Sekolah Dasar tidak dimaksudkan untuk mengarahkan anak melakukan pilihanpilihan secara cepat. k. instrumen BK. k. Bimbingan Karir untuk Kelas Tinggi (4. Mengenalkan macam-macam pekerjaan yang ada di lingkungan sekitar. hal. 5 dan 6) sebagai berikut: (Dikutip dari Pedoman BP-SD. Selain itu. keterampilan. l. Mengenalkan bahwa seseorang dapat memiliki banyak peran. Mengenalkan kegiatan-kegitan menarik. l. cara-cara mengantisipasi dan merencanakannya. seorang tenaga pembimbing (Guru Pembimbing dan Guru Kelas) akan mampu secara nyata melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling menurut kaidah-kaidah keilmuannya. i. dan bahwa pilihan itu masih dapat berubah. Dengan kelengkapan instrumental seperti itu kegiatan bimbingan dan konseling akan diperlancar dan keberhasilannya akan dimungkinkan. j. Oleh karena itu. teknologinya. dapat diyakini pelayanan bimbingan dan konseling akan berjalan dengan lancar dan sukses. Menjelaskan bahwa pekerjaan seseorang itu dipengaruhi oleh minat dan kecakapannya. a. terlebih lagi demi terwujudnya saling pengertian. d. serta hubungannya dengan ciri-ciri pribadi. suasana profesional pengembangan peserta didik secara menyeluruh perlu dikembangkan oleh seluruh personil sekolah. Dengan modal tersebut. Tentunya Pihak Sekolah atau Satuan Pendidikan perlu menunjang perwujudan kegiatan Guru Pembimbing dan Guru Kelas itu dengan menyediakan berbagai sarana dan prasarana yang merupakan modal instrumental bagi suksesnya pelayanan bimbingan dan konseling. h. Semua itu dapat diperoleh mealui pendidikan dan pelatihan khusus dalam program bimbingan dan konseling. . Menjelaskan tentang pengaruh nilai yang dianut dalam pengambilan keputusan. kerja sama dan saling membesarkan diantara seluruh personil sekolah. Membimbing diskusi mengenai pekerjaan wanita dan pria. e. i. Mengenalkan bermacam-macam cara untuk menilai kemajuan prestasi. m. Menjelaskan jenis-jenis ketrampilan yang dikaitkan dengan pekerjaan tertentu. b. 19-20) Menjelaskan manfaat mencontohorang-orang yang berhasil. j. c. Melatih siswa membayangkan hal-hal yang akan dilakukan pada usia kira-kira 25 tahun kelak. Mengenalkan alasan orang memilih suatu pekerjaan. KESIMPULAN Bidang karir yang terbaik untuk anak SD harus sesuai dengan karakteristik anak karena setiap anak berbeda dalam minat dan kemampuan karirnya. Materi bimbingan karir yang disebutkan di atas merupakan sekedar panduan. Menjelaskan bahwa kehidupan masa depan dapat direncanakan sejak sekarang. Guru dapat menggunakannya sebagai acuan yang tetap terbuka untuk disesuaikan dengan kondisi. Suasana profesional ini selain mempersyaratkan teraktualisasinya kegiatan tersebut. Membimbing siswa untuk memperkirakan bahwa meneladan tokoh panutan dapat mempengaruhi karir. memberi informasi yang seluas-luasnya serta mampu memberikan layanan dan berbagai kegiatan bimbingan konseling untuk menciptakan para peserta didik yang berkembang secara optimal. yaitu dalam bentuk berbagai layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. seperti ruangan yang memadai. Membimbing siswa berdiskusi tentang pengaruh pekerjaan orang terhadap kehidupan anak. perlengkapan kerja sehari-hari. Melatih siswa melihat hubungan antara minat dan kemampuan. Melatih siswa menggambarkan kehidupan di masa yang akan datang. Bimbingan karir ini justru difokuskan untuk kesadaran akan pilihan-pilihan yang akan tersedia. Apabila hal tersebut dikembangkan dan dipadukan dalam diri Guru Kelas serta diaplikasikan dalam wujudnya yang nyata terhadap peserta didik. f. pengetahuan. Untuk mengetahui perkembangan karir anak perlu diadakan suatu bimbingan karir anak yang difokuskan kepada kesadaran akan pilihan-pilihan yang telah tersedia. g.h. dan sarana pendukung lainnya.

yaitu: (1) sikap terhadap karir. (2) student. Adapun dalam perkembangan karir anak SD perlu orientasi karir yang terdiri dari 3 dimensi. (2) keterampilan pembuatan keputusan karir. yaitu peran kehidupan (roles) dan tahapan perkembangan karir (developmental stages). (4) citizen. 1992 : 122) mendeskripsikan enam peran kehidupan yaitu peran individu sebagai (1) child.Dalam perkembangan karir ada dua konsep utama yang perlu dipahami dari pelangi perkembangan karir sepanjang hayat karya Super. (5) worker. . (3) leisurite. dan (3) informasi dunia kerja. dan (6) homemaker. Super (Sharf.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful