P. 1
10 Perkembangan Karir Anak SD

10 Perkembangan Karir Anak SD

|Views: 831|Likes:
Published by fatinkhananguna

More info:

Published by: fatinkhananguna on Jul 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/09/2013

pdf

text

original

10 Perkembangan Karir Anak SD

10 PERKEMBANGAN KARIR ANAK SD A. Pengertian Karir Dalam arti luas, Handoko mengartikan karir adalah semua pekerjaan atau jabatan yang ditangani atau dipegang dalam kehidupan kerja seseorang. Sedangkan menurut Gibson, karir adalah rangkaian sikap dan perilaku yang berkaitan dengan pengalaman dan aktivitas kerja yang terus berkelanjutan. Berdasarkan pengertian-pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa karir adalah suatu rangkaian perubahan nilai, sikap, dan perilaku serta motivasi yang terjadi pada setiap individu selama rentang waktu kehidupannya untuk menemukan secara jelas keahlian, tujuan karir, dan kebutuhan untuk pengembangan, merencanakan tujuan karir, dan secara terus menerus mengevaluasi, merevisi, dan meningkatkan rancangannya. Pengertian Perkembangan Menurut Santrok dan Yussen (1992) perkembangan adalah pola gerakan atau perubahan yang dimulai pada saat terjadi pembuahan dan berlangsung terus selama siklus kehidupan. Perkembangan merupakan suatu proses yang pasti dialami oleh setiap individu yang bersifat kualitatif dan berhubungan dengan kematangan seorang individu yang ditinjau dari perubahan yang bersifat progresif serta sistematis. Seorang individu mengalami perkembangan sejak masa konsepsi yang akan berlangsung selama hidupnya. Proses perkembangan berlangsung sejak konsepsi, lahir, dimana badan, otak, kemampuan, dan tingkah laku pada masa usia dini, anak-anak, dan dewasa menjadi lebih kompleks dan berlanjut dengan kematangan sepanjang hidup. Teori Perkembangan Karir Anak Usia SD (Menurut Super) Teori perkembangan karir Donald Super (Sharf, 1992 : 124) disebut dengan istilah pelangi perkembangan karir sepanjang hayat. Ada dua konsep utama yang perlu dipahami dari pelangi perkembangan karir sepanjang hayat karya Super ini, yaitu peran kehidupan ( roles) dan tahapan perkembangan karir (developmental stages). Super mendeskripsikan enam peran kehidupan yaitu peran individu sebagai child, student, leisurite, citizen, worker, dan homemaker. Menurut Super, pada masa child, student dan leisurite merupakan peran yang sangat penting. Sedangkan pada masa remaja peran yang dianggap penting yaitu citizen dan worker. Peran worker ini masih terbatas dan menjadi peran utama masa dewasa. Super mengemukakan lima tahapan perkembangan, yaitu tahap (1) pertumbuhan/growth, (2) eksplorasi/exploration, (3) penentuan/establiahment, (4) pemeliharaan/maintenance, dan (5) penurunan/disengagement. Kelima tahapan tersebut terbagi atas sub-sub tahapan. Tahap pertumbuhan/growth (0-14). Tahap ini terdiri atas empat sub tahapan perkembangan, yaitu sub tahapan berkembangnya keingintahuan (curiosity), fantasi (fantasies), minat (interest), dan berkembangnya kemampuan (capacities) karir. Keingintahuan anak pada usia 0 sampai 4 tahunan terhadap jenis-jenis karir merupakan awal perkembangan karir individu. Keingintahuan yang dimaksud ialah ketertarikan anak pada pengetahuan sesuatu, dan pada hal yang baru atau tidak biasa. Misalnya, anak yang melihat dokter sedang memeriksa pasiennya, jika ia tertarik oleh dunia kedokteran yang dilihatnya maka ia akan terdorong untuk mencari tahu tentang kedokteran. Biasanya, keingintahuan anak dipuaskan melalui eksplorasi, yaitu aktivitas anak dalam mencari dan menguji sesuatu. Jadi keingintahuan merupakan dorongan dasar (drive) atau kebutuhan (need) sedangkan eksplorasi merupakan perilaku (action). Sub tahapan fantasi terjadi pada usia 4 – 7 tahun di mana anak mulai mengembangkan fantasi karirnya. Misalnya, anak bermain dokter-dokteran seolah-olah ia sebagai dokter beneran. Sub tahapan ketiga ditandai dengan munculnya minat anak terhadap karir tertentu, yang terjadi antara usia 7 – 11 tahun. Misalnya, anak yang berminat menjadi pesepakbola profesional ia mulai menekuni dan menikmati aktivitas-aktivitas persepakbolaan. Tetapi pada tahap ini mereka belum mempertimbangkan faktor-faktor penghambat karir yang diminatinya itu. Sub tahapan keempat ialah berkembangnya kemampuan (capacities) yang menjadi dasar terbentuknya kecakapan pada karir tertentu. Umumnya, sub tahapan ini terjadi antara usia 11 – 14 tahun. Sedangkan 14 -18 tahun merupakan masa transisi dari tahap pertumbuhan menuju tahap eksploraso karir. Tahap eksplorasi/eksploration (18-25). Tahap ini mencakup upaya-upaya individu dalam memperoleh suatu ide yang lebih baik tentang informasi pekerjaan, memilih alternatif-alternatif karir,

B.

C.

wawancara dan sampai ia mulai bekerja. Pada antara usia 2530 tahun individu umumnya mengalami transisi kedua sebelum masuk tahap penentuan (establishment) karir. spesifikasi (specifying) dan implementasi (implementing) karir. Secara tegas. Tahap penurunan/disengagement (65 ke atas). atau melakukan layanan sosial di masyarakat. konsolidasi (consolidating). minat pekerjaan. Perencanaan pengunduran diri mengacu kepada terjadinya kembali upaya penyesuaiaan kerja dengan minat. dan pengunduran diri (retirement living). menemui teman. and occupational abilities as well as produces a broad fund of occupational information and knowledge about work. Oleh sebab itu individu mulai mencari lebih tahu tentang pekerjaan dan lingkungan kerjanya. Mempeerbaharui karir merupakan upaya memperbaharui pekerjaan sesuai dengan tuntutan lapangan. Oleh sebab itu. 2001 : 52) menjelaskan bahwa tahap eksplorasi karir merupakan action and reflection that increase self-knowledge about work values. Pada sub tahapan ini individu dituntut agar mampu memenuhi persyaratan kerja minimal sehingga ia stabil dalam posisinya. dan sub tahapan inovasi (innovating). dan berkembangnya kemampuan (capacities) karir. melanjutkan studi yang sesuai dengan tuntutan kerja. Stabilisasi karir yaitu proses dimulainya penyesuaiaan individu dengan tuntutan pekerjaan sejak mulai bekerja. . dan mulai bekerja (Super dalam Sharf. yaitu sub tahapan memiliki (holding). yaitu perlambatan (decelerating). Pemantapan karir merupakan pergerakan karir individu ke jenjang yang lebih tinggi dan terhormat di lingkungan kerjanya. sebab dalam perjalanan karir seseorang ada kemungkinan terjadi proses recycle. Misalnya. Dengan demikian proses eksplorasi dapat terjadi pada setiap tahapan perkembangan karir. yaitu kristalisasi (crystalizing). Tahap pemeliharaan/maintenance (45-65). mengikuti seminar yang mengarah kepada profesi yang sedang digeluti atau mengunjungi pelanggan untuk melihat perkembangan baru di lapangan. Tahap penentuan/establishment (30-45). Misalnya. 1992 : 123). fantasi (fantasies). tahapan perkembangan karir tersebut tidak selamanya hierarkhis. Mulai mengajukan lamaran kerja. minat (intersets). Pengunduran diri mengacu kepada suasana di mana individu memandang pekerjaan sudah tidak signifikan lagi bagi dirinya. Perbedaan tahapan eksplorasi pada antara kurang lebih usia 18-25 tahun atau disebut tahapan eksplorasi dengan eksplorasi pad proses recycle ialah bahwa tahap eksplorasi merupakan aksi dan refleksi individu untuk menambah pengetahuan diri tentang nilai kerja. Kristalisasi karir yang umumnya terjadi pada usia 18 – 20 tahun merupakan proses klarifikasi individu terhadap karir yang ingin dijalaninya. Oleh sebab itu individu berupaya meningkatkan kualitas diri sebagai bahan promosi. Konsolidasi merupakan proses untuk lebih menguatkan dan mengamankan posisi tertentu serta berupaya untuk memperoleh posisi yang lebih tinggi dalam pekerjaannya. Perilaku karir yang nampak sebagai sub tahapan dari tahap penentuan karir ini terdiri dari tiga sub tahapan. perencanaan pengunduran diri (retirement planning). dengan keluarga. Perilaku yang tampak misalnya. Inovasi karir merupakan upaya menjadikan maju dalam suatu profesi. individu mulai mempelajari pekarjaan-pekerjaan yang mungkin sesuai dengan dirinya dan mempelajari keterampilan-keterampilan yang menjadi persyaratan kerja pada suatu pekerjaan. kemampuan. vocational interest. Ia lebih suka di rumah. Model eksplorasi seperti ini terutama terjadi jika individu berganti karir. pada proses kristalisasi ini individu senantiasa menguji minat. perkembangan karir anak usia SD berada pada tahap pertumbuhan (growth). Implementasi karier yang umumnya terjadi mendekati usia 25 tahunan merupakan aktivitas-aktivitas yang dilakukan individu untuk mulai berkarir pada bidang pekerjaan tertentu. Menurut Super (Sharf. Untuk itu. Pada masa ini terlihat adanya upaya spesifikasi karir yang individu lakukan. 1992 : 180). Spesifikasi karir terjadi pada usia 20 tahunan terutama mereka yang lulusan perguruan tinggi atau masih kuliah. Tahap ini terdiri dari tiga sub tahapan. jika individu usia tengah baya ingin berganti karir maka ia akan melakukan eksplorasi lagi terhadap karir barunya. yaitu stabilisasi (stabilizing). Tahap ini terdiri atas tiga sub tahapan. Misalnya. dan berbagai hal tentang pekerjaan dan ragam dunia kerja. yang ditandai oleh berkembangnya keingintahuan (curiosity). Penentuan yang dimaksud ialah diperolehnya ketentuan pada suatu bidang pekerjaan dengan dimulainya bekerja dalam bidang pekerjaan tertentu. Memiliki karir yang dimaksud ialah aktivitas individu dalam mempelajari sesuatu yang baru untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam suatu posisi. Pada tahap ini individu mulai mengembangkan jaringan kerja dengan cara menemui orang yang dapat membantunya memperoleh pekerjaan. Selanjutnya ia mulai menunjukkan kecakapan kerjanya dengan menunjukkan hasil kerja yang terbaik. Berdasarkan teori Super. mahasiswa yang mengambil program keguruan mengambil magang menjadi guru di sebuah sekolah. memperbaiki (updating). Tahap ini terdiri dari tiga sub tahapan. Pelambatan merupakan penurunan tanggung jawab kerja seseorang atau proses penemuan cara kerja yang lebih mudah dengan waktu kerja yang lebih sedikit. Super (Savickas. dan nilai-nilai yang dimilikinya. kemampuan kerja. serta nilai-nilai. dan pemantapan (advancing) karir. kemampuan mental dan fisik. Sedangkan eksplorasi pada prose recycle cenderung pada karir tertentu saja yang individu tuju.mengambil keputusan karir. Ini lebih mengarah kepada pengembangan kontribusi baru bagi lapangan.

b. langkah-langkah membuat keputusan karir. Menurut Sharf. Keputusan yang dimaksud ialah keputusan-keputusan tentang karir. siswa memilih ekstrakulikuler disesuaikan dengan kemampuan agar tidak ada hambatan dari sisi kemampuan. Para ahli sepakat bahwa sikap merupakan kecenderungan untuk bertindak atau arah kecenderungan untuk bertindak dan persetujuan terhadap sesuatu. kemampuan mengambil keputusan karir secara mandiri. Aktivitas tersebut mencakup. Berdasarkan konsep sikap ini. yang selanjutnya disebut sub dimensi sikap terhadap karir. 1992). Sikap terhadap Karir. Keterampilan Pembuatan Keputusan Karir. bakat. anak dituntut untuk mampu menentukan pilihan lanjutan setelah lulus SD. dan minat. dan daya antisipasinya. b. Misalnya. a. serta pengetahuan tentang pentingnya pengambilan keputusan karir secara mandiri. 1992: 155). Kedua. yang dimaksud sikap terhadap karir berarti arah kecenderungan individu terhadap bidang karir tertentu. Informasi dunia kerja artinya segala hal . konselor. Pertama. Misalnya. Misalnya siswa membuat rencana karir diawali dengan memahami keunggulan dan kelemahan diri. mampu memperkirakan konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil. sikap individu terhadap karirnya dapat dianalisis dari dua aktivitas. Arah kecenderungan ini terlihat dari aktivitas-aktivitasnya. mampu membuat keputusan karir secara rasional. Keterampilan membuat keputusan merupakan hal penting dalam kehidupan sesorang. Eksplorasi Karir Super mengkonsepsikan eksplorasi karir sebagai aktivitas individu dalam memanfaatkan sumber informasi karir. Misalnya. a. Perencanaan Karir Perencanaan karir mengacu pada aktivitas individu dalam merencanakan karir. Dengan mengakar pada kata kerja to inform ini. Misalnya. Kedua. Selain itu. Ketiga. Pertama. keterampilan membuat keputusan karir terdiri atas penggunaan pengetahuan dan penggunaan pemikiran dalam membuat keputusan karir. Oleh karena itu kemampuan menggunakan pemikiran dalam membuat keputusan karir yang dimaksud mengacu pada ketiga fungsi pemikiran terebut. karena dalam hidup selalu ada pilihan dan konflik. Pada masa usia SD sekalipun. yaitu: (1) sikap terhadap karir. berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakulikuler sesuai dengan karir yang diharapkan dan mengikuti pendidikan atau latihan yang mengarah pada karir masa depan. dan minat. Orientasi Karir Bagi Anak Usia SD Orientasi karir yang dimaksud ialah readiness oe individuals to meke good choices. mengantisipasi resiko yang akan dihadapi dari keputusan karir yang diambil. Munadir (1996: 165) mendefinisikan informasi sebagai segala sesuatu yang membuat orang menjadi tahu tentang sesuatu itu. Orientasi karir ini terdiri atas 3 dimensi. kanalan dan buku sebagai sumber informasi karir. dan (3) informasi dunia kerja. mengikuti kursus sesuai dengan karir yang diharapkan. Fungsi pemikiran itu mencakup rasionalitas pemikiran.D. Model ini didasari oleh asumsi bahwa keputusankeputusan tentang karir terjadi pada semua rentangan kehidupan. guru. (2) keterampilan pembuatan keputusan karir. Kemampuan Menggunakan Pengetahuan Dalam Membuat Keputusan Karir Menurut Sharf (1992) pengetahuan yang dapat mendasari pengambilan keputusan karir ialah pengetahuan tentang. Ketiga. Ia harus mengambil keputusan apakah melanjutkan ke SMP atau ke Tsanawiyah. eksplorasi karir siswa yang dimaksud terlihat dari aktivitsnya dalam hal memanfaatkan orang tua. siswa memilih mengikuti ekstrakulikuler olah raga karena dengan mempertimbangkan bakat yang dimiliki dan minat yang berkembang pada dirinya bahwa ia lebih berbakat dan berminat dalam bersepakbola. Istilah informasi diambil dari bahasa Inggris to inform yang berarti memberi tahu. Menurut Super. kesesuaian suatu karir dengan kemampuan. kemampuan mengambil keputusan karir sesuai dengan kemampuan. kemampuan membuat karir berdasarkan langkah-langkah membuat keputusan karir. siswa memilih ekstrakulikuler sebagai hasil keputusan sendiri. Berdasarkan konsep ini. bakat. membicarakan perencanaan karir dengan orang dewasa. Hal ini merupakan salah satu pengambilan keputusan karir (Sharf. yang berarti kesiapan individu untuk membuat keputusan-keputusan yang tepat (Super dalam Sharf. Kemampuan Menggunakan Pemikiran Dalam Membuat Keputusan Karir Kemampuan menggunakan pemikiran yang dimaksud ialah memfungsikan pemikiran dalam membuat keputusan karir. keterampilan pengambilan keputusan menjadi penting karena jika individu keliru mengambil keputusan maka ia cenderung dihadapkan kepada suatu masalah. Berdasarkan uraian ini maka kemampuan menggunakan pengetahuan dalam membuat keputusan karir dapat dilihat dari kemampuan-kemampuan berikut. daya prediksi. Informasi Dunia Kerja. Karena pada hakikatnya hidup dari waktu ke waktu merupakan rangkaian dari hasil pengambilan keputusan. anak dihadapkan pada pada berbagai keputusan tentang karir. Menurut Super. kesiapan individu untuk membuat keputusan karir yang tepat terakumulasi pada orientasi karir secara total. yaitu perencanaan karir dan eksplorasi karir. mempelajari informasi tentang karir.

Progam intervensi termasuk bimbingan karir harus memperhatikan keragaman individual tersebut. Strategi intervensi harus dirancang untuk membantu individu pada saat berada dalam kematangan yang normal dari pada intervensi yang bersifat remedial. tak terkecuali perkembangan karir. dan fisik berpengaruh terhadap perkembangan individu. dalam Muro & Kotman. Perkembangan individu merupakan proses yang kontinu. Tahap Realistis: 19-25 Tahun (Masa Perguruan Tinggi) . emosi. memiliki informasi tentang kewajiban dan aturan kerja pekerjaan yang sesuai dengan karir yang diharapkan. memiliki informasi tentang cara memasuki dunia kerja yang sesuai dengan karir yang diharapkan. Perkembangan individu mencangkup diferensiasi dan integrasi konsep diri dan presepsi tentang dunianya. sosiologis. Informasi tentang Pekerjaan Tertentu Informasi tentang pekerjaan tertentu menurut Sharf dapat dilihat dari 3 indikator. Sedangkan Super (1981. Ini berarti bahwa faktor psikologis. Perkembangan adalah proses kontinu. Misalnya. Perkembangan individu dipengaruhi oleh faktor pembawaan dan lingkungan. pendidikan. Misalnya. Keberhasilan menggambarkan elemen tertentu akan berpengaruh terhadap perkembangan elemen berikutnya. Misalnya. Ketiga. Pandangan lain dari ahli perkembangan karir memberikan nama yang berbeda terhadap masa perkembangan pada usia anak. b. sehingga adanya keragaman individual. dan bahwa intervensi dalam bentuk bimbingan karir akan efektif apabila memperhatikan tahap dan aspek yang dominan dalam perkembangan individu. Kedua. Bahkan mereka mengetahui cara kerja bidang pekerjaan yang sesuai dengan karir yang diharapkannya. Perkembangan karir merupakan bagian dari perkembangan manusia. Tahap Tentatif: 12-18 Tahun (Masa sekolah Menengah) 3. Progam perkembangan karir harus memperhatikan aspek-aspek dominan pada tahap perkembangan tertentu. Tahapan dan Karakteristik Perkembangan Karir Anak SD Tahun 1998 Sumaryo dalam bukunya yang berjudul Bimbingan di Sekolah Dasar menyatakan semua asfek perkembangan manusia (sosial. namun indikatornya relatif sama. Aspek dominan itu merupakan elemen yang perlu dikembangkan pada saat yang tepat dalam keseluruhan proses perkembangan individu.a. Namun demikian kedua pandangan ini merujuk kepada hal yang sama yaitu penggunaan fantasi dalam memainkan peranan karir orang dewasa. Perkembangan individu dapat dibantu melalui intervensi seawal mungkin dan berlangsung sepanjang hidup. ada aspek-aspek yang dominan dalam berbagai periode perkembangan. E. Pertama. Menurut Ginzberg. yaitu : 1. 1995) menyebutkan bahwa periode perkembangan karir dari sejak lahir hingga usia 14 tahun adalah periode fantasi (fatasi period). Ginzberg. Strategi intervensi bimbingan karir akan memadai apabila memperhatikan faktor-faktor tersebut. 5. Perkembangan karir seseorang berkaitan erat dengan tahap perkembangannya. Perkembangan individual. Tahap Fantasi: 0-11 Tahun (Masa Sekolah Dasar) 2. siswa mengetahui kewajiban kerja bidang pekerjaan yang akan dipilihnya. Menurut Sharf (1992: 158) informasi dunia kerja yang dimaksud mencakup dimilikinya informasi tentang pekerjaan tertentu dan informasi tentang orang lain dalam dunia kerjanya. Hal ini dapat digambarkan dalam batas-batas kematangan yang merujuk kepada tahap perkembangan yang dicapai. ekonomis. karena: Perkembangan terjadi sepanjang hidup manusia. Axelrad dan Herma (1951 dalam Muro & Kotman.d 14 tahun sebagai periode tentratif. 4. dan pendidikan) saling berkaitan. Informasi tentang Orang Lain Dalam Dunia Kerja Informasi tentang pekerjaan tertentu menurut Sharf (1992: 158) dapat dilihat dari 2 indikator. Ini berarti bahwa program yang hanya berpusat pada tahap perkembangan tertentu akan mengurangi efektivitas perkembangan. yang berkaitan dengan dunia kerja yang membuat orang menjadi tahu tentang dunia kerja itu. Sekalipun perkembangan itu kontinu. 6. siswa memiliki informasi tentang cara menyesuaikan minat dengan pekerjaan dari seseorang yang berhasil dalam karir atau pekerjaannya. fisik. 1. Bimbingan karir sebagai salah satu bentuk intervensi perkembangan individu dapat berfungsi preventif maupun kuratif. Bimbingan karir merupakan salah satu bentuk intervensi yang bisa dilakukan dalam proses perkembangan individu. 1995) memberikan label perkembangan karir pada usia 4 s. Axelrad dan Herma (1951) perkembangan karir dibagi menjadi tiga tahap pokok. 3. siswa mengetahui beberapa jenis pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan atau sesuai dengan karir yang mereka harapkan. memiliki informasi tentang jenis-jenis pekerjaan yang sesuai dengan karir yang diharapkan. 2. Pertama. siswa memiliki informasi yang cukup tentang cara melamar pekerjaan di bidang karir yang diharapkannya. Misalnya. siswa memiliki informasi tentang bagaimana orang lain memahami minat dan kemampuannya dalam berkarir.

yang sifatnya sama sekali tidak mengikat. 4. Sub Tahap Kapasitas (Capacity). Fase Pembinaan/Maintenance (45-65). maka remaja makin terarah pada karir tertentu meskipun belum mengambil keputusan final. masa sesudah pensiun atau melepaskan jabatan. dll) sesuai dengan peran-peran yang mereka lihat di lingkungan mereka. majalah maupun tokoh-tokoh yang pernah melintas dalam kehidupan mereka.1. ada yang lebih berminat dan mampu di bidang seni. yakni Sub Tahap Minat (Interest). misalnya ingin menjadi dokter. 1951) merumuskan pengertian bimbingan karir sebagai proses membantu seseorang untuk mengembangkan dan menerima gambaran dini secara terintegrasi dan kuat dalam dunia kerja. Tokoh lain yang banyak membahas masalah perkembangan karir adalah Donald Super. Bantuan tersebut mencakup perencanaan karir. Dengan pengalaman yang ia peroleh. Pada Tahap Tentatif anak mulai menyadari bahwa mereka memiliki minat dan kemampuan yang berbeda satu sama lain. Berkat pergaulan yang lebih luas dan kesadaran diri yang lebih mendalam. tentara. minat dan potensi mereka yang sebenarnya. Ia juga menyusun beberapa tes untuk menilai tingkat kematangan vokasional. Pada Tahap Fantasi anak sering kali menyebutkan cita-cita mereka kelak kalau sudah besar. mereka juga sudah lebih menyadari berbagai bidang pekerjaan dengan segala konsekuensi dan tuntutannya masing-masing. Mereka memang asal sebut saja pekerjaan yang menarik saat itu. kebutuhan. Mereka sekedar berfantasi secara bebas. Menurut Super perkembangan karir manusia dapat dibagi menjadi 5 fase yaitu: Fase Pengembangan/Growth (0-14). pengambilan keputusan dan penyesuaian pekerjaan. Sedangkan kecenderungan kedua (Super. sains ataupun olahraga. 5. karena mereka belum mengetahui bakat. Saat ini remaja mulai memikirkan beberapa alternatif pekerjaan tetapi belum mengambi keputusan mengikat. yang akhirnya dipadukan dalam struktur konsep diri (self-concept structure). dan yang menekankan kepada proses pengambilan keputusan dalam konteks perkembangan. Sub Tahap Nilai (Values) dan Sub Tahap Transisi (Transition). mengkonversikan ke dalam kenyataan dengan memberikan kepuasan diri sendiri dan manfaat bagi masyarakat. misalnya dari TV. Di dalam seting sekolah. Beberapa diantaranya adalah The Psychology of Career (1957) dan Career and Life Development (1984). mempersiapkan untuk memasuki dan mengembangkan suatu jabatan. Oleh sebab itu pada Tahap Realistis seorang remaja sudah mampu membuat perencanaan karir secara rasional dan objektif. mereka sudah mengenal secara baik minat-minat. Tahap Tentatif dibagi menjadi empat Sub Tahap. Ia menulis banyak buku yang berkaitan dengan perkembangan karir. a. Kecenderungan pertama mengartikan bimbingan karir sebagai satuan kepada individu untuk memilih. guru. informasi karir. 2. Pada saat remaja memasuki Tahap Realistis. Pengertian Bimbingan Karir Terdapat dua kecenderungan umum dalam mengartikan bimbingan karir. Akhirnya pada saat sub tahap penentuan remaja sudah mampu mengambil keputusan yang jelas tentang karir yang akan dipilihnya. Dalam hal ini orang tua dan pendidik tidak perlu cemas ataupun gelisah jika suatu ketika anak ternyata menyebut atau menginginkan pekerjaan yang jauh dari harapan orang tua ataupun pendidik. polisi. ia bisa menentukan apakah akan terus dengan karir yang dijalani atau berubah haluan. Maka tidak mengherankan jika pekerjaan ataupun jabatan yang mereka sebut masih jauh dari pertimbangan rasional maupun moral. Jabatan atau pekerjaan yang mereka inginkan atau perankan pada umumnya masih sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Pada fase ini remaja sudah memilih karir tertentu dan mendapat berbagai pengalaman positif maupun negatif dari pekerjaannya. Dalam tahap ini anak belum mampu memilh jenis pekerjaan/jabatan secara rasional dan obyektif. Fase Eksplorasi/Exploration (18-25). video. guru. menguji konsep tersebut terhadap kenyataan. Secara umum bimbingan karir diartikan sebagai upaya bantuan kepada individu untuk menstimulasi (mendorong) dan memberikan kemudahan perkembangan karir dalam kehidupannya. dll. yaitu yang menekankan keterlibatan variabel emosi dan kepribadian dalam pemilihan karir. matematika. Dalam fase ini anak mengembangkan bakat-bakat. Career Maturity Test dan Vocational Maturity Test.l. Individu sudah mantap dengan pekerjaannya dan memeliharanya agar dia bertekun sampai akhir. dalam fase ini orang membebaskan diri dari dunia kerja formal. F. Fase Pemantapan/Establishment (30-45). 3. . : Career Development Inventory. dan pemahaman diri. Fase Kemunduran/Decline (65 ke atas). minat. bimbingan karir dipandang sebagai proses perkembangan yang berkelanjutan dalam upaya membantu individu mempersiapkan karir melalui intervensi kurikuler dan yang berkaitan dengan perencanaan karir. potensi. serta pengetahuan akan dunia kerja yang lebih luas. Mereka juga senang bermain peran (misalnya bermain dokter-dokteran. kemampuan dan nilai-nilai yang ingin dikejar. Lebih lagi.

provinsi. kondisi kerja kurang menyenangkan. Dorongan ingin tahu anak-anak akan membawa mereka menanyakan segala sesuatu tentang pekerjaan. terutama pekerjaan yang bermanfaat bagipemberian bantuan kepada sesama manusia. 1.G. 16-17) Mengenalkan perbedaan antara kawan sebaya. Mengenalkan keterampilan yang dimiliki siswa. Mengenalkan macam-macam pekerjaan yang dilakukan orang dewasa. 2. Bimbingan karir di sekolah merupakan kegiatan yang paling awal dan mendasar bagi pengembangan karir secara menyeluruh. Pada tingkat perkembangan itu. latihan yang diperlukan. 2. para pekerja saling terkait antara yang satu dengan yang lainnya. Menjawab berbagai pertanyaan para siswa tentang pekerjaan. di daerahnya sendiri dan di daerah lain. c. kecamatan. Bimbingan Belajar. biaya untuk program pendidikan dan pelatihan mahal dan waktunya lama. yaitu: Bimbingan Karir untuk Kelas Rendah (1. Dalam hal ini jawaban atau informasi yang tepat dan benar harus segera diberikan setiap waktu bertanya. Menekankan jasa dari masing-masing jenis pekerjaannya. 3. . Baik kemampuan khusus maupun ciri-ciri kepribadian tertentu diperlukan untuk mencapai keberhasilan bagi sebagian jenis pekerjaan. Hal ini bertujuan agar mereka memahami bahwa : Pekerjaan ada di mana-mana. Dalam Buku Pedoman BP-SD tersebut dijelaskan mengenai isi bimbingan karir untuk Kelas Rendah maupun untuk Kelas Tinggi. Dalam hal ini guru kelas harus berhati-hati. yaitu: Bimbingan Pribadi-Sosial. bimbingan karir dimaksudkan untuk: Mengembangkan sikap positif terhadap segala jenis pekerjaan. Bimbingan Karir. Membawa para siswa menyadari betapa luasnya dunia kerja yang ada. Pemberian materi bimbingan karir untuk para siswa disesuaikan dengan jenjang pendidikan yang diikutinya. Untuk memilih pekerjaan atau karir di masa depan perlu kehati-hatian dan pertimbangan yang matang. Oleh karenanya para pekerja itu harus saling membantu dan bekerja sama. dsb). 6. 3. e. bahkan dunia. Tujuan Bimbingan Perkembangan Karir Anak Usia SD Dalam bidang karir. 5. informasi pekerjaan untuk siswa kelas tinggi SD perlu diperluas dan diperkuat. hendaklah disampaikan. Di samping itu. 1. 2 dan 3) sebagai berikut: (Dikutip dari Pedoman BP-SD. Bagi siswa SD pada umumnya. H. telah menerbitkan Buku Pedoman Bimbingan dan Penyuluhan Siswa di Sekolah Dasar dalam rangka pelaksanaan Kurikulum Tahun 1994. Mengenalkan kegiatan setelah tamat SD. Menjelaskan bahwa bekerja itu penting bagi kehidupan sesuai dengan tuntutan lingkungannya. di tingkat desa. yaitu tentang hakikat pekerjaan itu sendiri. melalui Direktorat Pendidikan Dasar. kabupaten. d. perlu dikembangkan bahwa untuk terlaksananya suatu pekerjaan dengan baik. yaitu untuk kesejahteraan hidup rumah tangga dan masyarakat (tidak hanya mengemukakan besarnya gaji atau penghasilan yang diperoleh melalui pekerjaan itu). Guru kelas menunjukan atau menampilkan prasangka ataupun kecenderungan tertentu terhadap jenis-jenis pekerjaan (misalnya pekerjaan tertentu disikapi positif. Dalam buku pedoman itu disebutkan bahwa isi layanan bimbingan di Sekolah Dasar ada tiga. 3. a. Ada berbagai masalah yang mungkin dihadapi oleh orang-orang yang menginginkan pekerjaan tertentu (seperti peralatan mahal. g. b. Menggambarkan perkembangan diri siswa. f. Materi Bimbingan Karir Anak Usia SD Pada tahun 1994 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. sedangkan lainnya negatif). 1. 1994. Menjelaskan macam-macam pekerjaan yang ada di lingkungan sekolah. negara. Pada diri siswa. 2. 4. dsb. siswa mulai membandingkan pekerjaan-pekerjaan yang ada di desa dan di kota. 4. kondisi kerja. Untuk memilih suatu pekerjaan diperlukan informasi yang tepat. Perlunya bakat atau kemampuan/keterampilan khusus untuk jenis-jenis pekerjaan tertentu. hal. dari mulai pekerjaan yang dijabat orang tua sampai ke segala macam pekerjaan. Terdapat saling ketergantungan antara pekerjaan yang satu dengan yang lainnya. pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa mengenali dan memulai mengarahkan diri untuk masa depan karir. Siswa dirangsang untuk mulai menyadari bahwa ada banyak macam cara yang dilakukan oleh manusia untuk mencari penghidupan dan memenuhi kebutuhan melalui sebagai jenis pekerjaan.

Bimbingan Karir untuk Kelas Tinggi (4. 5 dan 6) sebagai berikut: (Dikutip dari Pedoman BP-SD. memberi informasi yang seluas-luasnya serta mampu memberikan layanan dan berbagai kegiatan bimbingan konseling untuk menciptakan para peserta didik yang berkembang secara optimal. l. h. terlebih lagi demi terwujudnya saling pengertian. 19-20) Menjelaskan manfaat mencontohorang-orang yang berhasil. i. m. e. Oleh karena itu. dan bahwa pilihan itu masih dapat berubah. keterampilan. nilai dan sikap dalam bidang kajian pelayanan bimbingan dan konseling harus dimiliki oleh seorang guru kelas. k. Membimbing siswa tentang macam-macam gaya hidup dan pengaruhnya. seperti ruangan yang memadai. c. Melatih siswa merencanakan pekerjaan apa yang cocok pada amsa dewasa. l. Melatih siswa membayangkan hal-hal yang akan dilakukan pada usia kira-kira 25 tahun kelak. 1994. pengetahuan. Menjelaskan jenis-jenis ketrampilan yang dikaitkan dengan pekerjaan tertentu. Mengenalkan macam-macam pekerjaan yang ada di lingkungan sekitar. Untuk mengetahui perkembangan karir anak perlu diadakan suatu bimbingan karir anak yang difokuskan kepada kesadaran akan pilihan-pilihan yang telah tersedia. j. a. Melatih siswa menggambarkan kehidupan di masa yang akan datang. f. Melatih siswa melihat hubungan antara minat dan kemampuan. seorang tenaga pembimbing (Guru Pembimbing dan Guru Kelas) akan mampu secara nyata melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling menurut kaidah-kaidah keilmuannya. Mengenalkan kegiatan-kegitan menarik. Suasana profesional ini selain mempersyaratkan teraktualisasinya kegiatan tersebut. guru kelas diharapkan bisa membimbing. Dengan modal tersebut. IMPLIKASI Bimbingan karir di Sekolah Dasar tidak dimaksudkan untuk mengarahkan anak melakukan pilihanpilihan secara cepat. suasana profesional pengembangan peserta didik secara menyeluruh perlu dikembangkan oleh seluruh personil sekolah. kerja sama dan saling membesarkan diantara seluruh personil sekolah. instrumen BK. hal. Menjelaskan tentang pengaruh nilai yang dianut dalam pengambilan keputusan. dan sarana pendukung lainnya. Mengenalkan bermacam-macam cara untuk menilai kemajuan prestasi. i. Dengan kelengkapan instrumental seperti itu kegiatan bimbingan dan konseling akan diperlancar dan keberhasilannya akan dimungkinkan. dan kode etik profesionalnya. d. Mengenalkan bahwa seseorang dapat memiliki banyak peran. Membimbing siswa untuk memperkirakan bahwa meneladan tokoh panutan dapat mempengaruhi karir. KESIMPULAN Bidang karir yang terbaik untuk anak SD harus sesuai dengan karakteristik anak karena setiap anak berbeda dalam minat dan kemampuan karirnya. Tentunya Pihak Sekolah atau Satuan Pendidikan perlu menunjang perwujudan kegiatan Guru Pembimbing dan Guru Kelas itu dengan menyediakan berbagai sarana dan prasarana yang merupakan modal instrumental bagi suksesnya pelayanan bimbingan dan konseling. Membimbing diskusi mengenai pekerjaan wanita dan pria. Menjelaskan bahwa kehidupan masa depan dapat direncanakan sejak sekarang. Materi bimbingan karir yang disebutkan di atas merupakan sekedar panduan. Semua itu dapat diperoleh mealui pendidikan dan pelatihan khusus dalam program bimbingan dan konseling. Membimbing siswa berdiskusi tentang pengaruh pekerjaan orang terhadap kehidupan anak. serta hubungannya dengan ciri-ciri pribadi. Guru dapat menggunakannya sebagai acuan yang tetap terbuka untuk disesuaikan dengan kondisi. j. Apabila hal tersebut dikembangkan dan dipadukan dalam diri Guru Kelas serta diaplikasikan dalam wujudnya yang nyata terhadap peserta didik. cara-cara mengantisipasi dan merencanakannya. Bimbingan karir ini justru difokuskan untuk kesadaran akan pilihan-pilihan yang akan tersedia. Menjelaskan bahwa pekerjaan seseorang itu dipengaruhi oleh minat dan kecakapannya. Selain itu. . perlengkapan kerja sehari-hari. Mengenalkan alasan orang memilih suatu pekerjaan. Di samping itu. teknologinya. g. dapat diyakini pelayanan bimbingan dan konseling akan berjalan dengan lancar dan sukses.h. b. kematangan wawasan. k. yaitu dalam bentuk berbagai layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling.

Super (Sharf. (4) citizen. yaitu: (1) sikap terhadap karir. dan (6) homemaker. dan (3) informasi dunia kerja. (2) student.Dalam perkembangan karir ada dua konsep utama yang perlu dipahami dari pelangi perkembangan karir sepanjang hayat karya Super. 1992 : 122) mendeskripsikan enam peran kehidupan yaitu peran individu sebagai (1) child. (3) leisurite. . Adapun dalam perkembangan karir anak SD perlu orientasi karir yang terdiri dari 3 dimensi. yaitu peran kehidupan (roles) dan tahapan perkembangan karir (developmental stages). (5) worker. (2) keterampilan pembuatan keputusan karir.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->