P. 1
KESALAHAN EJAAN DALAM SURAT-SURAT DINAS DI UPTD DIKPORA KECAMATAN SURADADI DAN IMPLIKASINYA DALAM PENGAJARAN BAHASA INDONESIA DI MTS

KESALAHAN EJAAN DALAM SURAT-SURAT DINAS DI UPTD DIKPORA KECAMATAN SURADADI DAN IMPLIKASINYA DALAM PENGAJARAN BAHASA INDONESIA DI MTS

|Views: 452|Likes:
Published by KARYAGATA MANDIRI

More info:

Published by: KARYAGATA MANDIRI on Jul 21, 2012
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

04/23/2013

KESALAHAN EJAAN DALAM SURAT-SURAT DINAS DI UPTD DIKPORA KECAMATAN SURADADI DAN IMPLIKASINYA DALAM PENGAJARAN BAHASA

INDONESIA DI MTs

SKRIPSI
Diajukan sebagai Salah Satu Syarat dalam Rangka Penyelesaian Studi Strata Satu untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh:

NAMA : EKO FEBRUHARVIEANTO NPM : 1506500565

PRODI : PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL

2010

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari komunikasi. Dalam berkomuikasi, alat yang digunakan adalah bahasa. Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Pentingnya bahasa itu hampir mencakup segala bidang kehidupan manusia. Segala sesuatu yang yang dirasakan, dialami, dihayati, dan dipikirkan oleh seseorang hanya akan diketahui orang lain jika telah diungkapkan dengan bahasa. Melalui bahasa, manusia berkomunikasi dengan manusia lain untuk berbagai keperluan dalam kehidupannya, baik secara lisan maupun tulis dan secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu media visual dalam bentuk tulisan yang dipergunakan dalam berkomunikasi adalah surat. Surat pada dasarnya dipandang sebagai salah satu jenis sarana berkomunikasi yang sangat penting peranannya, baik secara resmi maupun tidak resmi. Sebagai sarana berkomunikasi tertulis, surat dinas paling tidak melibatkan dua pihak, yaitu pengirim dan penerima surat. Dalam surat dinas terkandung informasi-informasi tertentu yang dapat berupa perintah, pemberitahuan, tugas, permintaan, teguran dan lain-lain. Oleh karena itu, surat hendaknya ditulis menggunakan bahasa yang efektif, bahasa yang baik dan benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Pemakaian bahasa yang mengikuti kaidah bahasa yang dibakukan atau yang dianggap baku itulah yang merupakan

bahasa yang benar (Alwi dkk., 2003 : 21). Pemanfaatan ragam yang tepat dan serasi menurut golongan penutur dan jenis pemakaian bahasa itulah yang disebut bahasa yang baik atau tepat (Alwi dkk., 2003 : 20). Tidak ada media lain yang mengantarkan pesan atau maksud surat selain bahasa. Berbeda dengan komunikasi lewat telepon, selain melalui bahasa, dapat dinyatakan melalui warna suara dan intonasi. Dalam percakapan langsung, pesan dapat disampaikan melalui ekspresi muka dan gerakan tubuh. Namun dalam surat, semua itu tidak memungkinkan. Pesan-pesan hanya disampaikan melalui bahasa tulis. Bahasa surat dinas haruslah bahasa ragam resmi atau bahasa ragam baku. Dengan bahasa yang baku, pesan surat akan mudah dipahami dan terhindar dari kesalahan penafsiran. Dengan demikian, surat yang baik adalah surat yang taat kaidah bahasa. Hal itu diharapkan agar surat menjadi surat yang komunikatif sehingga komunikasi bisa berjalan dengan lancar tanpa gangguan. Bahasa surat dinas atau resmi adalah ragam tulisan. Ini berarti bahasanya sudah memiliki tata tulis atau tata aksara yang secara teratur dipakai dalam ragam tulisan. Dalam kenyataannya, menulis surat dinas tidak mudah dilakukan. Masih dapat ditemukan bahasa surat yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa yang baku sehingga menyebabkan kesalahan bahasa. Berdasarkan pengamatan awal, kesalahan penggunaan bahasa Indonesia dalam surat dinas ini juga terdapat dalam penulisan surat dinas di UPTD Dikpora, Kecamatan Suradadi.

Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam penulisan surat dinas adalah penggunaan bahasa yang tidak baku. Oleh karena itu dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis diperlukan kecermatan dan ketepatan didalam pemilihan kata, penerapan kaidah ejaan, struktur bentuk kata dan struktur kalimat, serta unsur-unsur bahasa di dalam struktur kalimat. Penulis memilih judul ‖Kesalahan Ejaan dalam Surat-Surat Dinas di UPTD Dikpora Kecamatan Suradadi dan Implikasinya dalam

Pembelajaran bahasa Indonesia di MTs,‖ karena surat dinas merupakan surat yang selalu digunakan oleh organisasi dan instansi pemerintahan maupun swasta, tetapi masih banyak terdapat kesalahan dalam penggunaan ejaan. Ini sangat berpengaruh terhadap pesan atau informasi yang ingin disampaikan kepada penerima surat agar tidak terjadi kesalahpahaman informasi.

B. Batasan Masalah

Kesalahan berbahasa dalam penulisan surat dinas bervariasi, antara lain kesalahan dalam penulisan ejaan, struktur bentuk kata dan struktur kalimat, serta unsur bahasa dalam kalimat, dan kesalahan yang lain. Dalam hal ini, peneliti membatasi pada kesalahan dalam penulisan ejaan yang terdapat dalam surat dinas yang keluar dan masuk di kantor UPTD Dikpora, Kecamatan Suradadi.

C. Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah, dapatlah dirumuskan permasalahan penelitian yaitu: 1. Bagaimanakah penggunaan ejaan dalam penulisan surat dinas di UPTD Dikpora Kecamatan Suradadi ? 2. Jenis kesalahan ejaan apa sajakah yang terdapat dalam surat dinas di UPTD Dikpora Kecamatan Suradadi ? 3. Bagaimanakah implikasi penelitian ini terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di MTs ? D. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah untuk: 1. Mendeskripsikan penggunaan ejaan dalam penulisan surat dinas di UPTD Dikpora Kecamatan Suradadi. 2. Mengidentifikasi jenis kesalahan ejaan yang terdapat dalam penulisan surat dinas di UPTD Dikpora Kecamatan Suradadi. 3. Mengimplikasikan hasil penelitian ini dalam pembelajaran bahasa Indonesia di MTs. E. Tujuan Penelitian Setiap penelitian yang dilakukan harus bermanfaat baik secara teoretis maupun praktis. Manfaat penelitian ini adalah :

1.

Manfaat Teoretis

Secara teori, hasil pembahasan kesalahan berbahasa dalam tataran ejaan pada surat dinas dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif acuan dalam penulisan surat dinas di kantor-kantor, terutama di kantor UPTD Dikpora Kecamatan Suradadi, agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar dan disempurnakan. ejaan yang

2.

Manfaat Praktis

Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pembaca, penulis, seluruh siswa SMP/MTs dan masyarakat sehingga dapat memiliki wawasan dalam menulis surat dinas yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar dan ejaan yang disempurnakan.

F. Sistematika Skripsi Sistematika dalam penulisan penelitian sangat penting, artinya dengan adanya sistematika penulisan penelitian dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai langkah-langkah dalam menyusun atau penulisan laporan penelitian, sekaligus permasalahan yang dibahas dalam penelitian. Dalam usaha mempermudah melakukan analisis dan agar skripsi ini mudah dipahami, maka dalam penelitian skripsi ini penulis telah menyusun urutan-urutan masalah yang harus penulis bahas.

Bab I yaitu pendahuluan. Dalam bab ini dibahas latar belakang masalah, pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. Bab II yaitu landasan Teori. Dalam bab ini dibahas tentang kesalahan berbahasa, surat dinas, dan ejaan. Bab III yaitu metode penelitian. Dalam bab ini dibahas tentang pendekatan penelitian, desain penelitian, sumber data dan data penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan teknik penyajian hasil analisis data. Bab IV yaitu hasil penelitian dan Pembahasan. Bab ini terdiri dari deskripsi data, klasifikasi data dan tabulasi data, hasil analisis dan pembahasannya, dan implikasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia MTs. Bab V yaitu penutup. Bab ini terdiri dari simpulan hasil penelitian dan saran-saran penulis.

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Kesalahan Berbahasa Menurut Dulay (dalam Tarigan, 1995: 142), kesalahan adalah bagian konversi atau komposisi yang menyimpang dari beberapa norma baku atau norma terpilih dari performansi bahasa orang dewasa.

Menurut Tarigan (1995: 35), kesalahan adalah upaya sang pembelajar mengikuti kaidah-kaidah yang diyakininya, atau yang diharapkannya, benar atau tepat tetapi sebenarnya salah atau tidak tepat dalam beberapa hal. Menurut KBBI (2003: 983), kesalahan adalah suatu perihal yang tidak betul atau tidak benar; kekeliruan; kealpaan. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa kesalahan berbahasa adalah suatu hal yang menyimpang dari kaidah-kaidah berbahasa yang benar. Menurut Tarigan (1995: 196) unsur-unsur yang termasuk ke dalam kategori kesalahan berbahasa Indonesia sebagai berikut. 1. Kesalahan Fonologi a. Kesalahan Ucapan Kesalahan ucapan adalah kesalahan mengucapkan kata sehingga menyimpang dari ucapan baku atau bahkan menimbulkan perbedaan makna.

b. Kesalahan Ejaan Kesalahan ejaan adalah kesalahan menuliskan kata atau kesalahan menggunakan tanda baca. 2. Kesalahan Morfologi Kesalahan morfologi adalah kesalahan memakai bahasa disebabkan oleh salah memilih afiks, salah menggunakan kata ulang, salah menyusun kata majemuk, dan salah memilih bentuk kata. 3. Kesalahan Sintaksis Kesalahan sintaksis adalah kesalahan atau penyimpangan struktur frasa, klausa, atau kalimat, serta ketidaktepatan pemakaian partikel. 4. Kesalahan Leksikon Kesalahan leksikon adalah kesalahan memakai kata yang tidak atau kurang tepat. B. Ejaan 1. Pengertian Ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi –bunyi (kata, kalimat, dan sebagainya) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca (KBBI, 2000 : 285). Menurut Finoza (2009:19), ejaan adalah seperangkat aturan tentang cara menuliskan bahasa dengan

menggunakan huruf, kata, dan tanda baca sebagai sasarannya. Ejaan adalah perlambangan fonem dengan huruf (Badudu,1985:31). Menurut Keraf (1984:47), ejaan adalah peraturan bagaimana menggambarkan lambang-lambang bunyi-ujaran dan bagaimana interelasi antara lambang-lambang itu (pemisahannya, penggabungannya) dalam suatu bahasa. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi bahasa dengan kaidah dalam bentuk tulisan yang terdiri dari penulisan tanda baca, penulisan huruf, penulisan kata, dan penulisan unsur serapan.

2. Hal –Hal yang Terdapat dalam Ejaan Ruang lingkup ejaan mencakupi lima aspek yaitu pemakaian huruf, penulisan huruf, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan pemakaian tanda baca. a. Pemakaian huruf, membicarakan masalah yang mendasar dari suatu bahasa, yaitu 1) Abjad Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf yang berikut. Nama tiap huruf disertakan di sebelahnya.

Tabel 1 Huruf abjad Huruf 1 Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Nama Huruf 2 a be ce de e ef ge ha i 3 Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Rr Nama 1 je ka el em en o pe ki er Huruf 2 Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz Nama 3 es te u fe we eks ye zet

2) Vokal Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a, e, i, o, dan u. 3) Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, z. 4) Pemenggalan kata Ketentuan pemenggalan kata dasar adalah sebagai berikut.

a) Yang beruntun, pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf vokal itu. Contoh: di-a do-a ta-at

b) Jika di tengah kata ada huruf konsonan, pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan itu. Contoh: ta-bu ka-wan ca-tur

c) Jika di tengah kata ada dua huruf onsonan yang berurutan, pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu. Contoh: ap-ril swas-ta an-dal

Gabungan huruf konsonan ny, ng, kh, sy tidak boleh dipisahkan. Contoh: su-nyi ha-ngat ma-sya-ra-kat makh-luk

d) Jika di tengah kata ada tiga atau lebih huruf konsonan yang berurutan, pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. Contoh: in-struk-si kon-klu-si

e) Imbuhan yang berupa awalan dan akhiran, termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata yang diimbuhinya, dapat dipenggal imbuhannya. Contoh: ba-ca-lah me-la-ri-kan pra-sa-ra-na

5) Nama diri Cara penulisan nama diri (nama orang, lembaga, tempat, jalan, sungai, gunung, dan lainnya) harus mengikuti ejaan yang disempurnakan, kecuali jika ada pertimbangan khusus yang menyangkut segi adat, hukum, atau sejarah. Contoh pemakaian biasa: Rumahnya di jalan Pajajaran No. 5. Ia berkantor di jalan Budi Utomo. Contoh pemakaian dengan pertimbangan khusus: Pamanku dosen Universitas Padjadjaran, Bandung. Perkumpulan Boedi Oetomo didirikan pada tahun 1908. b. Penulisan huruf, membicarakan jenis huruf yang dipakai,meliputi 1. Huruf kapital a) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Contoh: Buku adalah sumber ilmu. b) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Contoh: Adik bertanya, ―Kapan kita ke Taman Safari?‖ c) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan. Contoh: Allah, Yang Mahakuasa, Islam, Kristen, Alkitab, Alquran. Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar kepada hamba-Nya.

d) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar, kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang. Contoh: Haji Agus Salim, Imam Syaafii, Nabi Ibrahim. e) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat. Misalnya: Wakil Presiden Adam Malik Perdana Menteri Nehru Profesor Supomo f) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. Misalnya: Amir Hamzah Dewi Sartika Wage Rudolf Supratman Halim Perdanakusumah Ampere Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagainama jenis atau satuan ukuran. Misalnya: Mesin diesel 10 volt

g) Huruf kapital dipakasi sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa. Misalnya: bangsa Indonesia suku Sunda bahasa Inggris h) Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yangdipakai sebagai bentuk dasar kata turunan. Misalnya: mengindonesiakan kata asing keinggris-inggrisan i) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah. Misalnya: bulan Agustus Perang Diponegoro j) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Misalnya: Danau Toba Teluk Jakarta

k) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, nama resmi badan/lembaga pemerintahan dan

ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi. Misalnya: Majelis Permusyawaratan Rakyat Departemen Pendidikan Nasional RI l) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat dalam nama badan atau lembaga. Misalnya: Perserikatan Banga-Bangsa

m) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) dalam penulisan nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata di, ke, dari, dan , dalam, untuk, yang yang tidak terletak pada posisi awal. Misalnya: Idrus menulis buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. n) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, paman, yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan. Misalnya: Para ibu mengunjungi Ibu Frida. Surat Saudara sudah saya terima. o) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan. Mialnya: Sdr. 1. Huruf miring a) Huruf miring digunakan dalam penulisan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam karangan. Misalnya: surat kabar Kompas b) Huruf miring digunakan dalam menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing, kecuali yang telah di sesuaikan ejaannya. Misalnya: Nama ilmiah padi adalah Oriza Sativa M.Sc. Jend.

c. Penulisan

kata,

membicarakan

berbagai

penulisan

kata

yang

bermorfem tunggal dan yang bermorfem banyak beserta unsur kecil dalam bahasa. 1. Kata dasar Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. 2. Kata Turunan a) Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Misalnya: bergerigi, diberi, satuan. b) Jika bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau

mendahuluinya. Misalnya:diberi tahu, bertanda tangan c) Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. Misalnya: diberitahukan, pertanggungjawaban. 3. Kata Ulang Kata ulang ditulis secara lengkap menggunakan tanda hubung. Misalnya: bangsa-bangsa, adik-adik. 4. Kata Ganti Kata ganti kau, ku, mu, dan nya ditulis serangkai dengan bentuk yang diikuti atau mengikutinya.

5. Kata Depan Kata depan di, ke, dari, ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali dalam gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada. 6. Kata Sandang Kata sandang si dan sang ditulis terpisah dari kata yang diikutinya. 7. Partikel a) Partikel –lah dan –kah ditulis serangkai dengan bentuk yang mendahuluinya. b) Partikel pun dan per ditulis terpisah dari bentuk yang mendahului atau mengikutinya. 8. Singkatan dan akronim a) Singkatan adalah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Aturan penulisannya adalah sebagai berikut. 1) Setiap menyingkat satu kata, dipakai satu tanda titik. Misalnya: halaman Nomor disingkat disingkat hlm. No.

2) Bila menyingkat dua kata, dipakai dua titik. Misalnya: untuk beliau Atas nama disingkat disingkat u.b. a.n.

3) Singkatan nama diri yang terbentuk dari gabungan huruf awal kata yang disingkat ditulis tanpa titik. Misalnya: Perseroan Terbatas disingkat PT

4) Bila menyingkat tiga kata atau lebih, pada akhir singkatannya dipakai satu tanda titik. Misalnya: dan kawan-kawan disingkat dkk.

5) Penulisan lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti tanda titik. Misalnya: cm, TNT, kg, Rp, $. b) Akronim adalah singkatan yang berupa gabungan huruf awal kata atau gabungan suku kata dar deret kata yang disingkat.Ada tiga ketentuan dalam penulisan akronim. 1) Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal kata atau gabungan suku kata dari deret kata yang disingkat seluruhnya ditulis dengan huruf kapital. Misalnya: FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) 2) Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata, huruf awalnya ditulis dengan huruf kapital dan tidak diakhiri tanda titik. Misalnya: Bappenas Nasional) (Badan Perencanaan Pembangunan

3) Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang disingkat seluruhnya ditulis dengan huruf kecil dan tidak diakhiri tanda titik. Misalnya: radar (radio detecting and ranging). 9. Angka dan Lambang Bilangan Penulisan angka dan lambang bilangan tidak boleh ditulis dengan angka dan huruf sekaligus,kecuali di dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. d. Penulisan unsur serapan,membicarakan kaidah cara penulisan unsur serapan, terutama kata-kata yang berasal dari bahasa asing. e. Pemakaian tanda baca, membicarakan tanda baca dalam bahasa Indonesia, antara lain sebagai berikut. 1) Tanda titik a) Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yag bukan pertanyaan atau seruan. Contoh: Andi pergi ke pasar. b) Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang. Contoh : Muh. Bisri c) Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar jabatan pangkat dan sapaan. Contoh : S.E Sdr. Sarjana Ekonomi Saudara

d) Tanda titik dipakai pada singkatan atau ungkapan yang sudah sangat umum. Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik. Contoh : dkk. a.n. dan kawan-kawan atas nama

e) Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik untuk menunjukkan waktu. Contoh : pukul 07.34.15 (pukul detik). 7 lewat 34 menit 15

f) Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu. Contoh : 6.20.55 jam (6 jam,20 menit,55 detik). g) Tanda titik dipakai untuk untuk memisahkan jangka ribuan, jutaan, dan seterusnya yang tiudak menunjukkan jumlah. Contoh : Sunaryo pindah ke Jakarta tahun 1987. Pesawat teleponya nomor 445342

h) Tanda titik dipakai dalam singkatan yang terdiri dari huruf-huruf awal kata atau suku kata, atau gabungan keduanya, atau yang terdapat di dalam akronimyang sudah diterima oleh masyarakat. Contoh : Sekjen DPR Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat

i) Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia, satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang. Contoh : Na 20 kg Rp 500,00 2) Tanda koma a) Tanda koma dipakai di antara nama orang dan nama singkatan gelar akademik yang mengikutinya. Contoh: Haryanto, S.Pd. b) Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat mendahului induknya. Contoh: Berkat bantuan dari berbagai pihak, masalah yang berat itu dapat teratasi. c) Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Contoh: Reni membeli permen, roti, dan air mineral. 3) Tanda titik koma a) Tanda titik koma digunakan untuk menggantikan kata penghubung yang memisahkan bagian-bagian kalimat majemuk setara. Contoh: Di rumah Ibu mengeluh tentang harga beras; di kantor Ayah marah-marah karena pekerjaannya bertambah; di kelas aku bingung karena belum mengerjakan pekerjaan rumah. Natrium Ibu membeli 20 kg tepung terigu Harga buku itu Rp 500,00 per buah

b) Tanda titik koma digunakan untuk mengakhiri pernyataan perincian dalam kalimat, yang berupa kata atau kelompok kata. Contoh: Syarat-syarat membuat KTP adalah 1. warga negara Indonesia; 2. usia minimal 17 tahun; 3. membawa foto terbaru ukuran 2x3. 4) Tanda hubung a) Tanda hubung digunakan untuk menyambung suku-suku kata atau bagian dari kata dasar atau kata turunan, yang terpisah oleh pergantian baris, serta dalam penulisan kata ulang. Contoh: Merakit soal adalah menyusun soal-soal hingga siap diujikan. b) Tanda hubung digunakan untuk menghubungkan dua lambang yang berbeda dalam tulisan. Contoh: Chairil Anwar adalah penyair tahun 1950-an. Dewasa ini rakyat se- Indonesia dapat merasakan suasana demokrasi. c) Tanda hubung digunakan untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing. Contoh: Kalau ingin meng-copy sebuah file ndalam komputer, kita harus me-review-nya dulu.

5) Tanda pisah a) Tanda pisah digunakan untuk mengapit bagian kalimat yang disisipkan, yang merupakan penjelasan, keterangan, atau komentar yang ingin ditonjolkan, tetapi tidak terkait dengan kalimat induknya. Contoh: Pembentangan Sistem Informasi Kebudayaan kemarin— yang diprakarsain Dirjen Kebudayaan—dinilai sangat menarik dan patut didukung. b) Tanda pisah digunakan untuk menyatakan ungkapan sampai dengan. Contoh: Kami terjebak kemacetan di Cianjur ketika menempuh perjalanan Jakarta—Bandung. 6) Tanda elipsis Tanda elipsis digunakan untuk memberitahukan bahwa dalam kalimat atau wacana ada bagian yang dihilangkan. Contoh: Pengawasan yang ketat...akan mendukung kelancaran atau ketepatan pelaksanaan pembangunan.

7) Tanda kurung a) Tanda kurung digunakan untuk mengapit keterangan atau penjelasan dalam kalimat yang tidak bersifat menyeluruh dengan kalimat induknya. Contoh: Permintaan alat tulis (yang sangat diperlukan) dapat diajukan hari ini.

b) Mengapit bagian wacana, kata atau huruf yang dapat dihilangkan. Contoh: Kalau kamu mau berusaha apa saja (asal halal), tuhan akan menolongmu. c) Mengapit angka atua huruf dalam penomoran atau perincian yang menjadi bagian kalimat. Contoh: Dalam menyusun daftar pustaka orang harus menghindari dua hal dalam penulisan, yakni (1) ketaktaatanasas dan (2) ketaktelitian dalam mengutip informasi buku. 8) Tanda kurung siku Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan atas kesalahan yang terdapat dalam naskah asli penulis lain.Selain itu, tanda kurung juga dipakai untuk mengapit keterangan yang sudah bertanda kurung. Contoh: Harga kebutuhan pokok (seperti beras dan gula [lokal dan impor]) diramalkan akan naik.

Ia sempat terkejut melihat mobil ambulan[s] yang berhenti di samping rumahnya. 9) Tanda petik ganda a) Tanda petik ganda digunakan untuk mengapit petikan langsung. Contoh: ―Kapan kamu pulang?‖ tanya Ibu kepadaku. b) Tanda petik digunakan untuk mengapit judul karangan artikel, makalah dalam buku, majalah, surat kabar yang dipakai dalam kalimat. Contoh: ―Serangan Umum 1 Maret ‖ yang dimuat dalam Suara pembaharuan hari ini membuat dia teringat akan perjuangannya pada masa itu. c) Tanda petik digunakan untuk mengapit kata yang mempunyai arti khusus. Contoh: Istilah pondok baru dikenal kalangan ―pengembang‖ pada akhir tahun 1995. 10) Tanda petik tunggal Tanda petik tunggal dipakai untuk menandai atau mengapit makna terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan asing. Contoh: Meskipun istilah francise ‗waralaba‘telah lama dipakai dalam bahasa Indonesia, tetapi masih banyak orang yang belum memahami maknanya.

11) Tanda garis miring Tanda garis miring dipakai untuk mengganti kata atau dan tiap. Contoh: Laporan tertulis/lisan selalu diteliti secara cermat. Kami membeli gula Rp 1.700/kg di warung. 12) Tanda penyingkat Tanda penyingkat dipakai untuk menandai singkatan kata atau tahun.tanda penyingkat yang digunakan untuk menyingkat kata sangat terbatas. Bentuk singkatan yang paling lazim adalah ‗lah (telah), ‗tuk (untuk), dan ‗kan (akan/bukan). Contoh: Dia pergi ke Bandung ‗kan? Ir. Mahendra lahir pada tahun ‘70-an.

C. Surat Dinas 1. Hakikat Surat Dinas Darma dan kosasih (2009:9) berpendapat bahwa surat dinas adalah surat yang berisi masalah-masalah kedinasan. Rahardi (2008:13) menyatakan bahwa bilamana isi atau esensi surat menunjuk pada segala sesuatu yang sifatnya kedinasan, maka dapat di tegaskan bahwa sosok surat itu adalah surat dinas. Surat dinas adalah surat yang dikirimkan oleh kantor pemerintah (bebas dari biaya) (KBBI, 2003:1108).

Surat dinas tidak hanya dikeluarkan oleh instansi atau lembaga pemerintahan, lembaga swasta pun dapat menerbitkan surat-surat dinas jika isi suratnya bersangkutan dengan urusan kedinasan. Bahkan, orang secara perseorangan atau kelompok pun dapat menulis surat dinas, asalkan isinya berkaitan dengan urusan kedinasan. Surat dinas bersifat resmi. Oleh karena itu, surat dinas sering diidentikkan dengan surat resmi. Sebenarnya penjenisan surat resmi dan tidak resmi merupakan penjenisan surat berdasarkan sifatnya, sedangkan surat dinas merupakan penjenisan surat berdasarkan pihak yang mengeluarkan dan berdasarkan isi atau kepentingannya. 2. Fungsi Surat Dinas Secara umum surat dinas berfungsi sebagai media komunikasi suatu lembaga atau seseorang. Dengan surat, suatu lembaga atau seseorang bisa mengemukakan ide, gagasan, pesan ,harapan, dan halhal lainnya kepada pihak lain. Surat mempunyai banyak fungsi penting dalam sebuah institusi, tidak mungkin dapat ditinggalkan atau diabaikan. Fungsi surat dinas adalah sebagai berikut: a. Surat berfungsi sebagaipedoman dalam bertugas atau dalam melaksanakan suatu kegiatan b. Surat berfungsi sebagai alat bukti tertulis c. Surat berfungsi sebagai sarana pengingat dan bukti historis berbagai kegiatan yang telah dijalankan oleh sebuah lembaga

d. Surat berfungsi sebagai cermin profesionalitas dan kualitas sebuah lembaga e. Surat berfungsi sebagai duta institusi dan duta penulisnya. 3. Jenis Surat Dinas Rahardi (2008:21) mengklasifikasikan surat dinas dalam 26 jenis surat antara lain surat undangan, surat pengantar, surat pemberitahuan, surat keterangan, surat tugas, surat edaran, surat memorandum, surat nota dinas, surat permohonan bantuan, surat pemberian bantuan, surat pengumuman, surat peringatan, surat ucapan terima kasih, surat permohonan izin, surat pemberian izin, surat perintah kerja, surat kuasa, surat panggilan, surat berita acara, surat laporan, surat rekomendasi, surat penunjukan, surat janji temu, surat tempahan, surat ucapan, dan surat referensi. 4. Bentuk Surat Dinas Menurut Bratawijaya dalam (Rahardi,2008:22) bentuk surat dapat diklasifikasikan menjadi lima bentuk yaitu a. Bentuk lurus penuh (full block style) b. Bentuk lurus (block style) c. Bentuk setengah lurus (semi block style) d. Bentuk lekuk (indented style) e. Bentuk alenia menggantung (hanging paragraph style).

5. Bagian-Bagian Surat Dinas a. Kepala Surat Kepala surat terletak di bagian atas isi surat. Fungsinya sebagai identitas diri bagi instansi bersangkutan. Kepala surat terdiri atas: a) nama instansi b) alamat lengkap c) nomor telepon (apabila ada) d) nomor kotak pos (apabila ada) e) alamat kawat (apabila ada) f) lambang atau logo Nama instansi ditulis dengan menggunakan huruf kapital. Penulisan kepala surat ditulis dengan huruf kapital. b. Tanggal Surat Tanggal surat ditulis sejajar dengan nomor surat. Tanggal surat ditulis secara lengkap yaitu tanggal ditulis dengan angka, bulan ditulis dengan huruf, dan tahun ditulis dengan angka. Sebelum tanggal surat tidak perlu ditulis nama kota, karena sudah tercantum pada kepala surat. Setelah tahun tidak diikuti tanda baca apa pun, nama bulan tidak boleh disingkat.

c. Nomor, Lampiran, dan Halaman Kata nomor, lampiran, dan perihal ditulis dengan diawali huruf kapital dan diikuti tanda titik dua dan ditulis secara simetris ke bwah sesuai panjang ketiga kata tersebut. Penulisan ketiga kata tersebut juga harus konsisten, artinya apabila nomor tidak disingkat, maka kata lampiran dan perihal tidak disingkat pula. Contoh: Nomor Lampiran Perihal atau No. Lamp. Hal d. Alamat Surat Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan alamat surat adalah sebagai berikut. 1) Penulisan nama penerima surat harus lengkap dan cermat, maksudnya sesuai dengan kebiasaan yang dilakukan bersangkutan dan yang mempunyai nama. 2) Nama diri penerima surat diawali huruf kapital pada setiap unsurnya, bukan seluruhnya ditulis dengan huruf kapital. 3) Penulisan alamat penerima surat harus lengkap, cermat, dan informatif. : 120/V/PPHBI/2009 : Satu Berkas : Undangan Rapat : 120/V/PPHBI/2009 : Satu Berkas : Undangan Rapat

e. Isi Surat Pada dasarnya isi surat terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian pembuka, bagian isi, dan bagian penutup. Paragrap pembuka surat adalah pengantar isi surat untuk mengajak pembaca surat menyesuaikan perhatiannya pada pokok surat yang sebenarnya. Paragraf isi berisi informasi atau maksud yang ingin disampaikan dalam surat tersebut, sedagkan paragraf penutup berisi ucapan terima kasih kepada penerima surat. Jika sebelum paragraf pembuka diawali dengan salam pembuka, maka setelah paragraf penutup juga diakhiri dengan salam penutup. Contoh salam pembuka: Dengan hormat, Assalamu’alaikum Wr. Wb. Contoh salam penutup: Hormat kami, Salam takzim, Wassalamu’alaikum Wr. Wb. f. Nama Pengirim Surat Nama pengirim surat ditulis di sebelah bawah, disertai tanda tangan sebagai keabsahan surat dinas. Nama tidak perlu ditulis dalam kurung, tidak diberi garis bawah, dan tidak diakhiri tanda titik. Nama jabatan dicantumkan dibawah nama pengirim. Contoh: Dra. Sulistyowati NIP 1124534689

g. Tembusan Kata tembusan ditulis dengan dengan huruf awal huruf kapital, diletakkandi sebelah kiri pada bagian kaki surat, lurus dengan nomor, lampiran, dan hal, serta sejajar dengan nama pengirim surat. Kata tembusan diikuti tanda titik dua, tanpa garis bawah. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan tembusan adalah sebagai berikut. 1) Apabila pihak yang diberi tembusan lebih dari satu, diberi nomor surat sesuai jenjang jabatan, jika pihak yang diberi tembusan hanya satu, tidak diberi nomor. 2) Pihak yang diberi tembusan adalah nama jabatan atau nama orang bukan nama instansi atau kantor. 3) Dalam tembusan tidak perlu digunakan ungkapan kepada atau Yth.. 4) Di belakang nama yang diberi tembusan tidak perlu diberi ungkapan untuk perhatian, sebagai laporan, atau ungkapan lain yang mengikat. 5) Pada tembusan tidak perlu dicantumkan kata arsip atau pertinggal, karena setiap surat harus mempunyai arsip. Contoh tembusan yang ditujukan ke satu pihak: Tembusan: Kepala Bagian Perlengkapan Contoh tembusan yang ditujukan ke beberapa pihak: Tembusan: 1. Direktur CV Angkasa 2. Kepala Bagian Keuangan

BAB III METODE PENELITIAN Metode adalah cara teratur yang digunakan untuk melakasanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki (KBBI, 2003 : 740). A. Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Di dalam penelitian ini tidak menggunakan hitungan secara statistik. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang pemecahan masalahnya dengan menggunakan data empirik (Masyhuri dan Zainuddin, 2008:13). Dengan memperhatikan pada pembentukan teori substantif berdasarkan konsep yang ditimbulkan dari data empirik khususnya analisis keslahan berbahasa. Penelitian yang dikembangkan selalu merupakan kemungkinan yang terbuka akan berbagai perubahan yang diperlukan dan lentur terhadap kondisi yang ada di lapangan pengamatan. Penelitian deskriptif menggambarkan wujud data secara apa adanya tanpa ada rekayasa. Data-data yang dikumpulkan bukanlah angka-angka, tetapi dapat berupa satuan-satuan bahasa, baik fonem, morfem, kata, kalimat,atau satuan bahasa yang lain. Data yang dikumpulkan mungkin berasal dari naskah, wawancara, catatan lapangan, foto, dan lain-lain.data digambarkan sesiai dengan hakikatnya (sesuai dengan ciri-ciri nya yang asli). Tanpa adanya manipulasi.

B. Desain Penelitian Bagan 1 Bagan Rancangan Penelitian

DATA

PENGIDENTIFIKASIAN KESALAHAN K PENGKLASIFIKASIAN KESALAHAN

PEMAKAIAN HURUF

PENULISAN HURUF

PENULISAN KATA

PENULISAN TANDA BACA

PENULISAN UNSUR SERAPAN

PENJELASAN KESALAHAN

PENGEVALUASIAN KESALAHAN

EJAAN YANG DISEMPURNAKAN

C. Data, Sumber Data, dan Kartu Data Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah surat dinas yang keluar atau masuk di UPTD Dikpora, Kecamatan Suradadi selama bulan Januari s.d. Maret dan data penelitianya adalah bentuk

bahasa mulai kata, frasa, klausa, dan kalimat yang terdapat dalam suratsurat dinas UPTD Dikpora, Kecamatan Suradadi. Dalam pengumpulan data digunakan kartu data, hal ini dilakukan agar memberikan kemudahan kepada peneliti dalam mengumpulkan, mengidentifikasi, dan

mengklasifikasikan data penelitian. Kartu data yang digunakan dibuat menggunakan kertas A4 21x30 cm 80 gram. Berikut ini format kartu data penelitian. Tabel 2 Tabel klasifikasi data Jenis Kesalahan No. Data KPH 1 2 3 KPH1 4 KPK 5 KPTB 6 KPUS 7

Keterangan: 1. KPH 2. KPH1 3. KPK 4. KPTB 5. KPUS

: Kesalahan Pemakaian Huruf : Kesalahan Penulisan Huruf : Kesalahan Penulisan Kata : Kesalahan Penulisan Tanda Baca : Kesalahan Penulisan Unsur Serapan.

D. Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang diperlukan maka dalam penelitian ini harus ada cara mengumpulkan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pustaka. Data yang berupa kalimat atau kata dikumpulkan, dipilih, diolah, dan disimpan dalam format analisis kesalahan ejaan. Data yang telah disimpan dalam format kemudian dianalisis.

E. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kesalahan yang berpedoman pada ejaan yang

disempurnakan. Teknik ini mengacu pada kaidah-kaidah penggunaan ejaan yang terdapat dalam ejaan yang disempurnakan. Dalam teknik ini terdapat beberapa langkah antara lain pengidentifikasian kesalahan, pengklasifikasikan kesalahan, terakhir adalah penjelasan kesalahan, kemudian yang kesalahan. Dalam pengevaluasian

pengevaluasian

kesalahan, kesalahan yang terdapat dalam surat dinas dibenarkan sesuai dengan kaidah penggunaan ejaan, agar ada perbandingan antara bentuk yang salah dan bentuk yang benar.

F. Teknik Penyajian Hasil Analisis Sebagai upaya penyanjian hasil analisis secara sistematis dan runtut digunakan teknik informal. Menurut Sudaryanto dalam (Kesuma,

2007:71) teknik informal adalah penyajian hasil analisis data dengan menggunakan kata-kata biasa. Teknik informal adalah teknik analisis data tanpa menampilkan atau mencantumkan lambang-lambang bahasa.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Data yang diambil dalam penelitian ini adalah bentuk bahasa mulai kata, frasa, klausa, dan kalimat yang terdapat dalam surat-surat dinas UPTD Dikpora, Kecamatan Suradadi. Sumber data yang diambil dalam penelitian ini adalah surat-surat yang keluar atau masuk di UPTD Dikpora Kecamatan Suradadi, yang berjumlah 20 surat. Dari 20 buah surat ditemukan bentuk kesalahan. Tiap-tiap bentuk kesalahan mempunyai jumlah kemunculan yang berbeda satu sama lain. Dari 67 data yang diidentifikasi, ditemukan 152 kesalahan. B. Klasifikasi Data dan Tabulasi Data Dari data yang telah diidentifikasi setelah dianalisis terdapat 152 kesalahan. Jika di klasifikasikan menurut kesalahannya, diperoleh hasil sebagai berikut. 1. Kesalahan penulisan huruf ada 26 kesalahan 2. Kesalahan penulisan kata ada 106 kesalahan 3. Kesalahan penulisan tanda baca ada 20 kesalahan. Dalam penelitian ini tidak ditemukan kesalahan pemakaian huruf dan penulisan unsur serapan. Berikut adalah daftar pemakaian ejaan yang tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan, yang masing - masing diklasifikasikan menurut jenis kesalahannya.

Tabel 3 Kesalahan Penulisan Huruf Jumlah kemunculan 3 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 26

No. 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23.

Data 2 ...akan melaksanakan monitoring BOS di SD... Tim monitoring Konsumsi ( snack + makan siang) Materi ( print out + kaset) Dimohon pengelola PKBM Bina Insani agar mengirimkan Data Tutor KPB dan KPC... Menindak Lanjuti Surat KKG PAI SD Check in : pukul 10.00 WIB check out : pukul 12.00 WIB Assalamualaikum Wr. Wb. Jazakumullah khoirul jaza. Wassalamualaikum Wr. Wb. ...maka kami mengharap saudara segera membuat... ...dibawah binaan saudara. ...agar tidak terjadi double pengajar. Materi : lesson study ...telah melaksanakan Observasi di UPT Dinas Dikpora... ...dalam bentuk cetakan dan file dalam CD... Semua official membawa/mengajak atletnya. TEMBUSAN dikirim kepada ...perihal Undangan rapat dinas Kepala SD..... ...perihal Permintaan Data Tenaga Pengajar PAUD tertanggal 14 Januari 2010,... ...untuk mengirimkan Data Tenaga PAUD... ...perihal Pendidikan dan Latihan bagi Guru pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar. Jumlah

Tabel 4 Kesalahan penulisan Kata Jumlah kemunculan 2 3 ...sehubungan dengan hal tersebut diatas,... 1 Dinas DIKPORA 16 Pembina Tk 1 1 NIP. 130 454 386 20 Selasa s.d Kamis 2 16 s.d 18 februari 2010 2 Pukul 08.00 WIB s.d selesai. 2 Rp. 130.000,00 ( seratus tiga puluh ribu rupiah) 1 ...yang ada dilingkungan Kecamatan Suradadi... 1 ...dibawah binaan PKBM Bina Insani. 1 a.n kepala UPT 2 Penata Tk 1 2 Menindak Lanjuti Surat KKG PAI SD 1 ...kami beritahukan dengan hormat,... 1 Rp. 200,- (dua ratus rupiah) 1 Rp. 500,- ( lima ratus rupiah) 1 Atas perhatian dan kerjasama yang baik.... 1 Yth. Bpk / Ibu / Sdr. 4 MOH. SOLEH, S.Sos, M.Si 1 ...kegiatan KBU dibawah binaan saudara. 1 Laporan tersebut harus dikumpulkan dibidang PNFI,... 1 Yth. Bpk. Tumijan, S.Pd 1 Pukul 09.00 wib 1 Ahmad Johan, S.Pd 1 Ka UPTD Dikpora Kecamatan Suradadi. 1 ...dihaturkan terimakasih. 1 Demikian surat keterangan ini di buat.... 1 ...dengan ini kami beritahukan... 1 Yth Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Tegal. 1 Kepala SD. 4 Adapun pengiriman... 1 (Pekan Olahraga Pelajar Daerah dan Pekan Seni) 5 POPDAKES Kerjasamanya 5 Lamp : 1 Suratmo, S.Pd 2 Absor, S.Ag 1 Tamilah, S.Pd 1 Olahraga 13 Data

No. 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38.

39.

Kerjasama Jumlah

1 106

Tabel 5 Kesalahan penulisan Tanda Baca Jumlah kemunculan 3 15 2 1 1 1 20

No. 1 1. 2. 3. 4. 5.

Data 2 Dinas Pendidikan, pemuda dan Olahraga ...guru SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. Peserta membawa kaos, sampur dan training. Jumat, Sabtu dan Minggu. 5, 6 dan 7 Februari 2010 Jumlah

C. Hasil Analisis dan Pembahasannya Berdasarkan klasifikasi data yang dilakukan, ditemukan kesalahan penulisan huruf ada 26 kesalahan, kesalahan penulisan kata ada 106 kesalahan, kesalahan penulisan tanda baca ada 20 kesalahan, dan tidak ditemukan kesalahan penulisan unsur serapan dan pemakaian huruf. Tabel 7 Persentase Hasil Analisis No. 1 1. 2. 3. 4. 5. Jenis kesalahan 2 Kesalahan pemakaian huruf Kesalahan penulisan huruf Kesalahan penulisan kata Kesalahan penulisan unsur serapan Kesalahan penulisan tanda baca Jumlah Jumlah kesalahan 3 0 26 106 0 20 154 Persentase kesalahan 4 0 % 17,1 % 69,7 % 0% 13,2 % 100%

Dari tabel 7 dapat dijelaskan sebagai berikut: Untuk menghitung persentasenya menggunakan rumus di bawah ini. 𝐹𝑥
𝑁

r=

x 100%

keterangan: r = persentase kesalahan Fx = jumlah kesalahan N = jumlah kesalahan secara keseluruhan

1.

Kesalahan Penulisan Huruf Kesalahan penulisan huruf adalah kesalahan penulisan huruf yang terdapat dalam sebuah bentuk bahasa yang tidak sesuai dengan kaidah Ejaan yang Disempurnakan. Jika ditulis dalam persentase, kesalahan penulisan huruf adalah sebagai berikut.
kesalahan penulisan huruf kesalahan secara keseluruhan
26

r=

x 100 %

r = 154 x 100 % = 17,1 % Jika dilihat dari persentase kesalahannya, penggunaan ejaan dalam penulisan huruf masih banyak yang belum sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan.

Kesalahan penulisan huruf ditemukan pada data sebagai berikut. 1) ...akan melaksanakan monitoring BOS di SD... Penulisan huruf pada kata monitoring seharusnya menggunakan huruf miring karena kata monitoring merupakan kata asing. Dalam ejaan yang disempurnakan, penulisan huruf pada kata asing ditulis menggunakan huruf miring. Perbaikan: ...akan melaksanakan monitoring BOS di SD... 2) Tim monitoring Penulisan huruf pada kata monitoring seharusnya menggunakan huruf miring karena kata monitoring merupakan kata asing. Dalam ejaan yang disempurnakan, penulisan huruf pada kata asing ditulis menggunakan huruf miring. Perbaikan: Tim monitoring 3) Konsumsi (snack + makan siang) Penulisan huruf pada kata snack seharusnya menggunakan huruf miring, karena kata snack merupakan kata dari bahasa asing. Perbaikan: Konsumsi (snack + makan siang)

4) Materi (print out + kaset) Penulisan huruf pada kata print out seharusnya menggunakan jhuruf miring, karena kata print out merupakan kata dari bahasa asing Perbaikan: Materi (print out + kaset) 5) Dimohon pengelola PKBM Bina Insani agar mengirimkan Data Tutor KPB dan KPC.... Penulisan huruf pertama pada kata Data dan Tutor seharusnya menggunakan huruf kecil bukan menggunakan huruf kapital, karena kata data dan tutor bukan merupakan huruf pertama pada awal kalimat. Jadi, penulisan huruf pertama pada kata data dan tutor menggunakan huruf kecil. Berbeda dengan kata Bina Insani, huruf pertama pada kata tersebut ditulis menggunakan huruf kapital karena kata tersebut adalah nama sebuah lembaga jadi huruf pertama tiap unsurnya menggunakan huruf kapital. Perbaikan: Dimohon pengelola PKBM Bina Insani agar mengirimkan data tutor KPB dan KPC...

6) Menindak Lanjuti Surat KKG PAI SD... Kesalahan penulisan huruf ditunjukkan pada kata Lanjuti Surat. Penulisan huruf pertama kata tersebut seharusnya menggunakan huruf kecil bukan huruf kapital karena kedua kata tersebut bukan sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Perbaikan: Menindak lanjuti surat KKG PAI SD.... 7) Check in : pukul 10.00 WIB Penulisan huruf pada kata check in seharusnya menggunakan huruf miring karena kata check in merupakan kata bahasa asing. Perbaikan: Check in : pukul 10.00 WIB 8) Check out : pukul 12.00 WIB Penulisan huruf pada kata Check out seharusnya menggunakan huruf miring karena kata check out merupakan kata dari bahasa asing. Perbaikan: Check out : pukul 12.00 WIB 9) Assalamualaikum wr. wb. Penulisan huruf pada kata Assalamualaikum wr. wb. Seharusnya menggunakan huruf miring karena kata tersebut merupakan kata dari bahasa asing. Perbaikan: Assalamualaikum wr. wb.

10) Jazakumullah khoirul jaza Penulisan huruf pada kata jazakumullah khoirul jaza seharusnya menggunakan huruf miring karena merupakan kata dari bahasa asing. Perbaikan: Jazakumullah khoirul jaza 11) Wassalamualaikum wr. wb. Penulisan huruf pada kata wassalamualaikum wr.wb. seharusnya menggunakan huruf miring karena merupakan kata dari bahasa asing. Perbaikan: Wassalamualaikum wr.wb. 12) ...maka kami mengharap saudara membuat.... Penulisan huruf pertama pada kata saudara seharusnya menggunakan huruf kapital karena kata saudara merupakan kata yang menunjukkan hubungan kekerabatan yang bersifat penyapaan jadi huruf pertamanya ditulis menggunakan huruf kapital. Perbaikan: ...maka kami mengharap Saudara membuat... 13) ...di bawah binaan saudara. Penulisan huruf pertama pada kata saudara seharusnya menggunakan huruf kapital karena kata saudara dalam kalimat tersebut menyatakan penyapaan. Perbaikan: ...di bawah binaan Saudara.

14) ...agar tidak terjadi double pengajar... Penulisan huruf pada kata double seharusnya menggunakan huruf miring karena kata tersebut merupakan kata dari bahasa asing. Perbaikan: ...agar tidak terjadi double pengajar.. 15) Materi : Lesson Study Penulisan huruf pada kata lesson study seharusnya menggunakan huruf miring karena kata tersebut merupakan kata dari bahasa asing. Perbaikan: Materi : Lesson Study 16) ...telah melaksanakan Observasi di UPT Dinas Dikpora. Penulisan huruf pertama pada kata observasi seharusnya

menggunakan huruf kecil bukan menggunakan huruf kapital karena kata observasi bukan merupakan kata pada awal kalimat. Jadi, huruf pertamanya menggunakan huruf kecil. Perbaikan: Telah melaksanakan observasi di UPT Dinas Dikpora. 17) ...dalam bentuk cetakan dan file dalam CD. Kesalahan penulisan huruf ditunjukkan pada kata file, kata tersebut merupakan kata dari bahasa asing. Jadi, penulisannya harus menggunakan huruf miring. Perbaikan: ...dalam bentuk cetakan dan file dalam CD.

18) ...semua official membawa/mengajak atletnya. Kesalahan penulisan huruf ditunjukkan pada kata official, kata tersebut merupakan kata dari bahasa asing. Jadi penulisan hurufnya menggunakan huruf miring. Perbaikan: ...semua official membawa/mengajak atletnya. 19) TEMBUSAN dikirim kepada Penulisan huruf pada kata tembusan seharusnyan tidak menggunakan huruf kapital semua. Penulisan huruf kapital pada kata tersebut cukup pada huruf pertama saja. Karena kata tembusan merupakan kata di awal kalimat jadi huruf pertamanya menggunakan huruf kapital. Perbaikan: Tembusan dikirim kepada 20) ...perihal Undangan rapat dinas Kepala SD. Penulisan huruf pertama pada kata Undangan dan Kepala, seharusnya menggunakan huruf kecil karena kata tersebut terletak di tengah

kalimat bukan di awal kalimat. Perbaikan: ....perihal undangan rapat dinas kepala sekolah. 21) ...perihal Permintaan Data Tenaga Pengajar PAUD tertanggal 14 Januari 2010,... Penulisan huruf pertama pada kata permintaan, data, tenaga, dan pengajar seharusnya menggunakan huruf kecil karena kata-kata tersebut merupakan kata yang terletak di tengah-tengah kalimat

sehinnga huruf pertama kata-kata tersebut harus menggunakan huruf kecil. Perbaikan: ...perihal permintaan data tenaga pengajar PAUD tertanggal 14 Januari 2010,... 22) ...untuk mengirim Data Tenaga PAUD. Penulisan huruf pertama pada kata data dan tenaga seharusnya menggunakan huruf kecil. Hal ini karena kata-kata tersebut terletak di tengah kalimat. Perbaikan: ...untuk mengirim data tenaga PAUD. 23) ...perihal Pendidikan dan Latihan bagi Guru pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar. Penulisan huruf pertama pada kata pendidikan, latihan, guru, agama, sekolah, dan dasar seharusnya menggunakan huruf kecil karena katakata tersebut terletak di tengah kalimat. Sedangkan huruf pertama pada kata Islam ditulis menggunakan huruf kapital karena kata tersebut merupakan kata yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci. Perbaikan: ...perihal pendidikan dan latihan bagi guru pendidikan agama Islam sekolah dasar.

2.

Kesalahan Penulisan Kata Kesalahan penulisan kata merupakan bagian dari kesalahan ejaan. Persentase kesalahan penulisan kata adalah sebagai berikut. r=
kesalahan penulisan kata kesalahan secara keseluruhan
106

x 100 %

r = 154 x 100 % = 69,7 % Jika dilihat dari persentase kesalahannya, penggunaan ejaan dalam penulisan huruf banyak sekali yang belum sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan. Kesalahan penulisan kata ditemukan pada data sebagai berikut. 1) ...sehubungan dengan hal tersebut diatas... Penulisan kata depan di pada kata di atas seharusnya ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Perbaikan: ...sehubungan dengan hal tersebut di atas... 2) Dinas DIKPORA Penulisan akronim Dikpora seharusnya menggunakan huruf kapital pada awal kata saja, karena akronim tersebut merupakan akronim nama diri sehingga penulisannya diawali huruf kapital. Perbaikan; Dinas Dikpora

3) Pembina Tk 1 Penulisan singkatan Tk seharusnya di beri tanda titik di belakangnya, karena jika menyingkat satu kata kata harus memakai satu tanda titik. Perbaikan: Pembina Tk. 4) NIP. 130 454 386 Penulisan akronim NIP. seharusnya tanpa tanda titik, karena penulisan akronim yang berupa gabungan huruf awal kata tidak menggunakan titik seperti penulisan singkatan. Perbaikan: NIP 130 454 386 5) Selasa s.d Kamis Penulisan singkatan s.d seharusnya menggunakan dua tanda titik, karena kaidah penulisan singkatan dua kata harus menggunakan dua tanda titik. Perbaikan: Selasa s.d. Kamis 6) Pukul 08.00 WIB s.d selesai Kesalahan penulisan kata ditunjukkan pada penulisan singkatan s.d. Perbaikan: Pukul 08.00 WIB s.d. selesai

7) Rp. 130.000,00 ( seratus tiga puluh ribu rupiah) Penulisan angka dan lambang bilangan tidak boleh ditulis dengan angka dan huruf sekaligus, kecuali di dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Perbaikan: Rp. 130.000,00 atau seratus tiga puluh ribu rupiah 8) ...yang ada dilingkungan Kecamatan Suradadi... Penulisan kata depan di seharusnya dipisah dari kata yang mengikutinya. Perbaikan: ....yang ada di lingkungan Kecamatan Suradadi... 9) ...dibawah binaan PKBM Bina Insani. Penulisan kata depan di seharusnya ditulis terpisah dari bentuk yang mengikutinya. Perbaikan: ...di bawah binaan PKBM Bina Insani 10) a.n kepala UPT Penulisan singkatan a.n seharusnya menggunakan dua tanda titik, karena kaidah penulisan singkatan dua kata harus menggunakan dua tanda titik. Perbaikan: a.n. kepala UPT

11) Menindak lanjuti surat KKG PAI SD Penulisan bentuk dasar gabungan kata yang sekaligus mendapat awalan dan akhiran pada kata, maka unsur gabungannya serangkai. Ini ditemukan pada kata menindak lanjuti. Perbaikan: Menindaklanjuti surat KKG PAI SD 12) ...kami beritahukan dengan hormat,... Penulisan bentuk dasar gabungan kata yang hanya mendapat awalan atau akhiran, awalan atau akhirannya ditulis serangkai dengan bentuk yang diikuti atau mengikuti. Sedangkan unsur gabungan katanya ditulis terpisah. Ini ditemukan pada kata beritahukan. Perbaikan: ...kami beri tahukan dengan hormat,... 13) Rp. 200,- (dua ratus rupiah) Penulisan angka dan lambang bilangan tidak boleh ditulis dengan angka dan huruf sekaligus,kecuali di dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Perbaikan: Rp.200, atau dua ratus rupiah ditulis

14) Rp. 500,- ( lima ratus rupiah) Penulisan angka dan lambang bilangan tidak boleh ditulis dengan angka dan huruf sekaligus,kecuali di dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Perbaikan: Rp. 500,atau lima ratus rupiah 15) Atas perhatian dan kerjasama yang baik.... Penulisan bentuk dasar gabungan kata yang tidak mendapatkan imbuhan, ditulis terpisah antar unsurnya. Kesalahan ini ditemukan pada kata kerjasama. Perbaikan: Atas perhatian dan kerja sama yang baik... 16) Yth. Bpk / Ibu / Sdr. Penulisan singkatan satu kata pada singkatan bpk harus menggunakan satu tanda titik di akhir singkatan. Perbaikan: Yth. Bpk. / Ibu /Sdr. 17) MOH. SOLEH, S.Sos, M.Si Kesalahan penulisan kata ditunjukkan pada penulisan singkatan gelar S.Sos, M.si. Penulisan singkatan satu kata harus diakhiri dengan satu

tanda titik. Penulisan singkatan dua kata harus diakhiri tanda titik di setiap unsur katanya. Perbaikan: MOH.SOLEH, S.Sos.,M.Si. 18) ...kegiatan KBU dibawah binaan saudara. Penulisan kata depan di seharusnya ditulis terpisah dari bentuk yang mengikutinya. Perbaikan: ...kegiatan KBU di bawah binaan saudara. 19) Laporan tersebut harus dikumpulkan dibidang PNFI,... Penulisan kata depan di seharusnya ditulis terpisah dari bentuk yang mengikutinya. Perbaikan: Laporan tersebut harus dikumpulkan di bidang PNFI,... 20) Yth. Bpk. Tumijan, S.Pd Penulisan singkatan dua kata pada singkatan S.Pd seharusnya menggunakan dua tanda titik yang berada di akhir setiap unsur singkatan. Perbaikan: Yth. Bpk. Tumijan, S.Pd.

21) Pukul 09.00 wib Penulisan singkatan wib seharusnya menggunakan huruf kapital semua karena penulisan akronim yang berupa gabungan huruf awal kata tidak menggunakan tanda titik dan menggunakan huruf kapital. Perbaikan: Pukul 09.00 WIB 22) Ahmad Johan, S.Pd Penulisan singkatan dua kata pada singkatan S.Pd seharusnya menggunakan dua tanda titik yang berada di akhir setiap unsur singkatan. Perbaikan: Ahmad Johan, S.Pd. 23) Ka UPTD Dikpora Kecamatan Suradadi. Penulisan singkatan satu kata menggunakan satu titik di akhir singkatan. Kesalahan ini ditemukan pada singkatan Ka . Perbaikan: Ka. UPTD Dikpora Kecamatan Suradadi. 24) ...dihaturkan terimakasih. Penulisan bentuk dasar gabungan kata yang tidak mendapatkan imbuhan, ditulis terpisah antar unsurnya. Kesalahan ini ditemukan pada kata terimakasih. Perbaikan: ...dihaturkan terima kasih.

25) Demikian surat keterangan ini di buat.... Kata berimbuhan ditulis serangkai tidak terpisah antara imbuhan dan kata yang diberi imbuhan. Kesalahan ini ditemukan pada kata dibuat. Demikian surat keterangan ini dibuat... 26) ...dengan ini kami beritahukan... Penulisan bentuk dasar gabungan kata yang hanya mendapat awalan atau akhiran, awalan atau akhirannya ditulis serangkai dengan bentuk yang diikuti atau mengikuti. Sedangkan unsur gabungan katanya ditulis terpisah. Kesalahan ini ditemukan pada kata beritahukan. ...dengan ini kami beri tahukan... 27) Yth Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Tegal. Penulisan singkatan pada satu kata yang terdapat dalam singkatan Yth seharusnya menggunakan satu titik. Perbaikan: Yth. Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Tegal. 28) Kepala SD. Penulisan singkatan nama diri yang seharusnya ditulis tanpa tanda titik. Kesalahan ini ditemukan pada singkatan SD. Perbaikan: Kepala SD

29) Adapun pengiriman... Penulisan partikel pun seharusnya dipisah dengan bentuk yang diikutinya. Perbaikan: Ada pun pengiriman... 30) (Pekan Olahraga Pelajar Daerah dan Pekan Seni) POPDAKES Penulisan akronim yang bukan nama diri seharusnya menggunakan huruf kecil semua. Perbaikan: (Pekan Olahraga Pelajar Daerah dan Pekan Seni) popdakes 31) Kerjasamanya Penulisan bentuk dasar gabungan kata yang hanya mendapat awalan atau akhiran, awalan atau akhirannya ditulis serangkai dengan bentuk yang diikuti atau mengikuti. Sedangkan unsur gabungan katanya ditulis terpisah. Kesalahan ini ditemukan pada kata kerjasamanya. Perbaikan: Kerja samanya 32) Lamp : Penulisan singkatan satu kata menggunakan satu tanda titik di akhir singkatan. Perbaikan: Lamp. : -

33) Suratmo, S.Pd Penulisan singkatan dua kata pada singkatan gelar S.Pd seharusnya menggunakan dua tanda titik yang berada di akhir setiap unsur singkatan. Perbaikan: Suratmo, S.Pd. 34) Absor, S.Ag Penulisan singkatan dua kata pada singkatan S.Ag seharusnya menggunakan dua tanda titik yang berada di akhir setiap unsur singkatan. Perbaikan : Absor, S.Ag. 35) Tamilah, S.Pd Penulisan singkatan dua kata pada singkatan S.Pd seharusnya menggunakan dua tanda titik yang berada di akhir setiap unsur singkatan. Perbaikan: Tamilah, S.Pd.

36) olahraga Penulisan bentuk dasar gabungan kata yang tidak mendapatkan imbuhan, ditulis terpisah antar unsurnya. Kesalahan ini ditemukan pada kata olahraga. Perbaikan: olah raga 37) Kerjasama Penulisan bentuk dasar gabungan kata yang tidak mendapatkan imbuhan, ditulis terpisah antar unsurnya. Kesalahan ini ditemukan pada kata kerjasama. Perbaikan: Kerja sama 38) Penata Tk 1 Penulisan singkatan Tk seharusnya di beri tanda titik di belakangnya, karena jika menyingkat satu kata kata harus memakai satu tanda titik. Perbaikan: Penata Tk. 1 39) 16 s.d 18 Februari 2010 Penulisan singkatan s.d seharusnya menggunakan dua tanda titik, karena kaidah penulisan singkatan dua kata harus menggunakan dua tanda titik. Perbaikan: 16 s.d. 18 Februari 2010

3.

Kesalahan Penulisan Tanda Baca Kesalahan tanda baca adalah yang berkaitan dengan kesalahan penulisan tanda baca yang terdapat dalam penulisan kata, frase, klausa, dan kalimat. Jika dipersentasekan, jumlah kesalahan tanda baca adalah sebagai berikut. r=
kesalahan penulisan tanda baca kesalahan secara keseluruhan
20

x 100%

r = 154 x 100% = 13,2 % Jika dilihat dari persentase kesalahannya, penggunaan ejaan dalam penulisan tanda baca masih banyak yang belum sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan. Kesalahan penulisan tanda baca ditemukan pada data sebagai berikut. 1) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Sebenarnya ini bukan merupakan kesalahan tanda baca melainkan kekurangan tanda baca. Seharusnya setelah kata pemuda diikuti tanda koma karena pada kalimat tersebut menunjukkan perincian. Disini kata pendidikan; pemuda; dan olah raga merupakan bagian yang berdiri sendiri-sendiri. Jadi, jika setelah kata pemuda tidak ada tanda koma maka pemuda dan olah raga merupakan satu kesatuan bukan bagian yang berdiri sendirisendiri. Perbaikan: Dinas pendidikan, Pemuda, dan Olah raga.

2) ...guru SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. Perbaikan: ...guru SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA. 3) Peserta membawa kaos, sampur dan training. Perbaikan: Peserta membawa kaos, sampur, dan training. 4) Jumat, Sabtu dan Minggu. Perbaikan: Jumat, Sabtu, dan Minggu. 5) 5, 6 dan 7 Februari 2010 Perbaikan: 5, 6, dan 7 Februari 2010

D. Implikasinya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di MTs Tahun pelajaran 2009/2010 Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar sampai perguruan tinggi secara umum dapat dirumuskan agar lulusan memiliki pengalaman yang memadai tentang sistem bahasa Indonesia, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa Indonesia. Namun, penekanan dalam pembelajaran bahasa Indonesia harus pada keterampilan berbahasa. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut, guru harus pandai

memanfaatkan berbagai metode dan strategi pembelajaran.

Pembelajaran bahasa Indonesia di MTs pada hakikatnya bertujuan membekali para siswa agar memiliki keterampilan berbahasa. Keterampilan tersebut meliputi empat keterampilan, yaitu keterampilan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Menulis sangat penting bagi pendidikan karena memudahkan kita dalam menuangkan ide-ide yang ada dalam pikiran agar orang lain tahu apa yang kita pikirkan. Dalam menulis, kita menggunakan satuan-satuan bahasa yaitu kata, frasa, klausa, kalimat, paragraf, serta wacana. Menulis bukan hanya melukiskan lambang-lambang grafik, melainkan proses menyusun pikiran sehingga orang lain dapat memahaminya. Hasil penelitian ini memiliki implikasi pada pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya pembelajaran menulis. Pembelajaran menulis yang dimaksud adalah pembelajaran menulis surat dinas. Siswa dapat mengetahui penggunaan ejaan yang disempurnakan dalam penulisan surat dinas, agar nanti jika siswa membuat surat dinas seuai dengan kaidah penggunaan Ejaan yang Disempurnakan.

BAB V PENUTUP A. Simpulan Berdasarkan penelitian kesalahan ejaan yang telah penulis lakukan pada 20 surat dinas yang keluar atau pun masuk di UPTD Dikpora Kecamatan Suradadi, diperoleh data sebanyak 67 data. Setiap data mempunyai frekuensi kemunculan yang berbeda - beda. Setelah data diidentifikasi, diklasifikasikan, dan dianalisis menurut kesalahannya, dapat diketahui jumlah kesalahan

berdasarkan jenis kesalahannya. Secara keseluruhan jumlah kesalahan yang terjadi adalah 152 kesalahan. Kesalahan yang paling banyak terjadi adalah kesalahan penulisan kata yang berjumlah 106 kesalahan atau 69,7 % dari jumlah seluruh kesalahan, sedangkan jumlah kesalahan penulisan huruf ada 26 kesalahan atau 17,1 % dari jumlah seluruh kesalahan. Kesalahan penulisan tanda baca terjadi sebanyak 20 kesalahan atau 13,2 % dari jumlah keseluruhan kesalahan dan tidak ditemukan kesalahan pemakaian huruf serta kesalahan penulisan unsur serapan. Bila dilihat dari jumlah kesalahan yang terjadi,

secara umum dapat disimpulkan bahwa penggunaan ejaan dalam penulisan surat dinas di UPTD Dikpora masih banyak yang belum sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan. Hasil penelitian ini memiliki implikasi pada pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya pembelajaran menulis. Pembelajaran menulis yang dimaksud adalah pembelajaran menulis surat dinas. Siswa dapat mengetahui penggunaan ejaan yang disempurnakan dalam penulisan surat dinas, agar nanti

jika siswa membuat surat dinas seuai dengan kaidah penggunaan ejaan yang disempurnakan. B. Saran Penelitian terhadap penggunaan ejaan dalam surat-surat dinas adalah menggambarkan kesalahan-kesalahan dalam penggunaan ejaan dalam surat dinas di UPTD Dikpora Kecamatan Suradadi. Penggunaan ejaan dalam penulisan surat dinas di UPTD Dikpora Kecamatan Suradadi, masih banyak yang belum sesuai dengan kaidah Ejaan Yang Disempurnakan. Maka, dalam menulis surat dinas perlu diperhatikan kaidah penggunaan ejaan yang berlaku, sehingga hasil tulisannya dapat dimanfaatkan dalam rangka memasyarakatkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar yang sesuai dengan kaidah Ejaan yang Disempurnakan serta dapat bermanfaat bagi pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan dkk. 2003. Tata Bahasa baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Badudu, J.S. 1985. Pelik-Pelik Bahasa Indonesia. Bandung: CV. Pustaka Prima. Doyin, Mukh. 2010. Membaca EYD 2009. Semarang: Bandungan Institute Finoza, Lamuddin. 2009. Komposisi Bahasa Indonesia untuk Mahasiswa Nonjurusan Bahasa.Jakarta:Diksi Insan Mulia. Keraf, Gorys. 1984 .Tata Bahasa Indonesia . Ende: Nusa Indah Kesuma, Tri Matsoyo Jati. 2007. Pengantar (Metode) Penelitian Bahasa. Yogyakarta: Carasvatibooks Kosasih, E dan Yoce Aliah Darma. 2009. Menulis Surat Dinas Lengkap. Bandung: Yrama Widya. Masyhuri dan M. Zainudin. 2008. Metodologi Penelitian. Bandung: Refika Aditama Muslich, Mansyur. 2008. Fonologi Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2002. Ejaan. Jakarta: Balai Pustaka.

____________________________________. Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

2003.

Kamus

Besar

Bahasa

Rahardi, Kunjana. 2008. Surat Menyurat Dinas. Yogyakarta: Pusiaka Book Publisher. Sabariyanto, Dirgo. 1998. Bahasa Surat Dinas. Yogyakarta: Mitra Gama Widya. Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistik. Yogyakarta: Duta Wacana University Press. Tarigan, Henry Guntur dan Djago Tarigan. 1995. Pengajaran Analisis kesalahan Berbahasa. Bandung: Angkasa

No. 1

Data 2

Jenis Kesalahan KPH 3 KPH1 4 KPK KPTB KPUS 5 6 7

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16.

17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35.

Dinas Pendidikan, Pemuda dan olahraga ...akan melaksanakan monitoring BOS di SD... Sehubungan dengan hal tersebut diatas, ... Dinas DIKPORA Tim monitoring Pembina Tk 1 NIP. 130 454 386 ...guru SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. Selasa s.d Kamis 16 s.d 18 Februari 2010 Peserta membawa kaos, sampur dan training. Pukul 08.00 WIB s.d selesai. Rp.130.000,00 ( Seratus tiga puluh ribu rupiah) Konsumsi ( snack + makan siang) Materi ( print out + kaset) Dimohon pengelola PKBM Bina Insani agar mengirimkan Data Tutor KPB dan KPC.... ...yang ada dilingkungan Kecamatan Suradadi... ....dibawah binaan PKBM Bina Insani. a.n Kepala UPT Penata Tk 1 Menindak Lanjuti Surat KKG PAI SD... Jumat , Sabtu dan Minggu. 5, 6 dan 7 Februari 2010 Check in : pukul 12.00 WIB Check out : pukul 10.00 WIB olahraga ...kami beritahukan dengan hormat,... Rp. 200,- (dua ratus rupiah) Rp. 500,- (lima ratus rupiah) Atas perhatian dan kerjasama yang baik... Yth. Bpk / Ibu / sdr. Assalamualaikum Wr. Wb. Jazakumullah Khoirul Jaza. Wassalamualaikum Wr. Wb. MOH. SHOLEH, S.Sos, M.Si

√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59. 60. 61. 62. 63. 64.

65. 66.

... maka kami mengharap saudara segera membuat.. ... kegiatan KBU dibawah binaan saudara. ...dibawah binaan saudara. Laporan tersebut harus dikumpulkan dibidang PNFI,... Yth. Bpk. Tumijan, S.Pd Pukul 09.00 wib. .... agar tidak terjadi double pengajar. kerjasama Materi : lesson study Ahmad Johan, S.Pd Ka UPTD Dikpora Kecamatan Suradadi. ...dihaturkan terimakasih Absor, S.Ag ....telah melaksanakan Observasi di UPT Dinas Dikpora... Demikian surat keterangan ini di buat untuk dapat .... ...dengan ini kami beritahukan... Yth Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Tegal. Kepala SD. Adapun pengiriman... .... dalam bentuk cetakan dan file dalam CD... ( Pekan Olahraga Pelajar Daerah dan Pekan Seni )POPDAKES Semua official membawa/mengajak atletnya. Kerjasamanya Suratmo, S.Pd Tamilah, S.Pd Menindak Lanjuti Surat KKG PAI SD... TEMBUSAN dikirim kepada ...perihal Undangan rapat dinas Kepala SD..... ...perihal Permintaan Data Tenaga Pengajar PAUD tertanggal 14 Januari 2010,... ...untuk mengirimkan Data Tenaga PAUD... ...perihal Pendidikan dan Latihan bagi Guru pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar.

√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

67.

Lamp : Jumlah 0 23

√ 39 5 0

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi

: MTs. .......... : Bahasa Indonesia : VIII / 1 : 2 x 45 menit (1 x pertemuan) : 4. Mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan, surat dinas, dan petunjuk.

Kompetensi Dasar

: 4.2 Menulis surat dinas berkenaan dengan kegiatan sekolah dengan sistematika yang tepat dan sesuai EYD.

Indikator

: 1. Mengetahui sistematika surat dinas. 2. Menulis surat dinas dengan sistematika yang tepat dan sesuai EYD. 3. Memperbaiki surat dinas hasil tulisan tangan teman berdasarkan sistematika dan EYD.

I. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat menulis dan menyunting surat dinas yang sesuai EYD. II. Materi Ajar   Sistematika surat dinas Unsur-unsur surat dinas

III. Metode Pembelajaran Tanya jawab, ceramah, penugasan, diskusi.

IV. Kegiatan Pembelajaran

No. 1.

Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal 1) Presensi 2) Guru memberikan motivasi 3) Guru bertanya tentang surat dinas

Metode

Alokasi waktu 15

Tanya jawab

2. Kegiatan Inti 1) Siswa membaca dan mencermati surat dinas yang ada pada buku atau contoh yang dibawa guru baik bentuk maupun isinya 2) Siswa menulis surat dinas sesuai dengan keperluan Diskusi penugasan penugasan

60

3) Siswa mendiskusikan hasil hasil tulisan mereka 4) Siswa mempresentasikan hasil tugas mereka kemudian teman lain menanggapi 5) Kelompok lain memperbaiki hasil tugas kelompok/teman lain berdasrkan sistematika dan EYD 3. Kegiatan Penutup 1) Siswa dan guru melakukan refleksi cara menulis surat dagang Refleksi atau niaga 2) Uji kompetensi 15 penugasan presentasi

V. Alat / Bahan / Sumber 1. Contoh - Contoh Surat 2. Buku LKS VI. Penilaian  Jenis Tagihan:   Tugas Kelompok Tugas Individu

 Bentuk Instrument :   Pilihan ganda Format Penilaian

 Instrument Penilaian A. Soal Pilihan Ganda 1. Penulisan alamat surat yang sesuai dengan EYD adalah.... a. Yth. Ibu Daniar Surya

Ditempat b. Yth Ibu Daniar Surya Di Tempat c. Yth Ibu Daniar Surya di tempat d. Yth. Ibu Daniar Surya di tempat 2. Penulisan tanggal surat yang sesuai dengan EYD adalah..... a. Suradadi, 2 januari 2008 b. Suradadi 4 januari 2008 c. Suradadi, 5 Januari 2008 d. suradadi, 5 Januari 2008 B. Soal Uraian Bebas 1. Buatlah contoh surat dinas kemudian presentasikanlah hasil tugas anda didepan teman-teman! 2. Memperbaiki surat dinas hasil tulisan teman kamu sesuai dengan EYD! C. Kunci jawaban 1. D 2. C

D. Pedoman Penskoran 1. Soal Pilihan Ganda = 2 2. Soal Uraian 3. Soal Praktik =3 = 10

Jumlah skor maksimum = 20 Nilai = Skor maksimum : 2

E. Format Pengamatan Diskusi

No.

Nama

Keaktifan

Kerja Sama

Hasil Kerja

Skor

1-10

1-10

1-10

30

Mengetahui Kepala Sekolah

Kramat, November 2009 Guru Mata Pelajaran

Siti Ati S.Pd NIP 19720116 199702 2 001

Eko Februharvieanto NPM 1506500565

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->