P. 1
PEMAHAMAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA DI SD MUHAMMADIYAH SAMBISARI KECAMATAN KALASAN KABUPATEN SLEMAN

PEMAHAMAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA DI SD MUHAMMADIYAH SAMBISARI KECAMATAN KALASAN KABUPATEN SLEMAN

|Views: 335|Likes:
Published by KARYAGATA MANDIRI

More info:

Published by: KARYAGATA MANDIRI on Jul 21, 2012
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

04/23/2013

Sections

PEMAHAMAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA DI SD MUHAMMADIYAH SAMBISARI KECAMATAN KALASAN KABUPATEN SLEMAN

Skripsi
Diajukan untuk memenuhi persyaratan guna Memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) Program Studi Pendidikan Agama Islam

Disusun Oleh : SUMARYANTO NIM : 07422092

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM YOGYAKARTA 2009

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan manusia. Hal tersebut karena dengan pendidikan diharapkan seorang manusia mampu untuk memikul amanah sebagai seorang khalifah di muka bumi dan dapat menyadarkan manusia sebagai salah satu makhluk beragama yang senantiasa taat beribadah kepada Tuhannya. Pendidikan menurut istilah secara umum berarti “memasukkan sesuatu”, masuknya ilmu ke kepala seseorang (Hasan Langgulung 1992:4). Pengertian pendidikan dalam pandangan Islam merupakan upaya aktualisasi potensi diri manusia secara optimal yang selaras dan seimbang dengan nilai-nilai Ilmiah. Seseorang manusia dari mulai ia lahir ke dunia hingga akhir hayatnya akan terus mengalami proses belajar untuk selalu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sehingga dapat bertahan hidup. Hal tersebut sesuai dengan pengertian pendidikan nasional yang merupakan usaha dasar yang memungkinkan bangsa Indonesia mempertahankan kelangsungan hidupnya dan mengembangkan dirinya secara terus menerus dari satu generasi kegenerasi berikutnya. (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1994 : 10).

Sistem pendidikan merupakan satu keseluruhan yang terpadu dari semua satuan dan kegiatan pendidikan yang berkaitan satu dengan lainnya untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan nasional. Salah satu kesatuan pendidikan adalah sekolah yang merupakan sebuah sistem yang saling berjenjang dan kesinambungan. Pada sistem yang berkesinambungan tersebut sekolah memiliki jalur pendidikan yang beraneka ragam yang salah satunya adalah pendidikan keagamaan. Pendidikan keagamaan akan mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan khusus tentang ajaran agama yang bersangkutan. Pendidikan keagamaan yang dibahas dalam penelitian ini adalah Pendidikan Agama Islam. Pendidikan Agama Islam adalah usaha dasar untuk menyiapkan siswa untuk meyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan Agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1994:49). Pendidikan Agama Islam memiliki beberapa tujuan seperti yang dikemukakan oleh Abdurrahman Shaleh (1991:112) yang menyatakan bahwa tujuan Pendidikan Agama Islam adalah memberikan bantuan kepada manusia yang belum dewasa agar cakap menyelesaikan tugas hidupnya yang diridhoi Allah SWT sehingga terjalinlah suatu kebahagiaan dunia dan akhirat atas kuasanya sendiri.

Secara khusus Pendidikan Agama Islam di tingkat Sekolah Dasar memiliki tujuan yaitu memberikan kemampuan dasar kepada siswa tentang Agama Islam untuk mengembangkan kehidupan beragama sehingga menjadi muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara serta untuk mengikuti pendidikan pada sekolah lanjutan tingkat pertama (Depdikbud, 1993:2). Pendidikan agama di sekolah sangat berperan dalam pembinaan dan penyempurnaan pertumbuhan kepribadian anak didik karena pendidikan agama disekolah dapat melatih anak didik untuk melakukan ibadah dan praktek-praktek. Pendidikan Agama Islam di sekolah khususnya sekolah dasar diharapkan dapat memberikan bekal agama kepada para siswa agar mampu memahami, meyakini, menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai kehidupan dunia akhirat (Burhanuddin, 1999:97). Mengingat pentingnya tujuan Pendidikan Agama Islam di tingkat sekolah dasar maka penting untuk memperhatikan bagaimana caranya agar tujuan dapat dicapai. Pencapaian tujuan bukan hal yang mudah karena dalam proses pencapaian tujuan tersebut diperlukan banyak faktor yang saling berkaitan untuk menunjang pencapaian tujuan tersebut. Faktor-faktor tersebut secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari anak didik sendiri sedangkan faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar anak didik.

Pada penelitian ini lebih memfokuskan pada faktor yang berasal dari anak didik itu sendiri atau faktor internal, faktor internal yang akan diteliti pada penelitian ini adalah bagaimana pemahaman siswa terhadap Pendidikan Agama Islam di sekolah. Penelitian ini berfokus kepada pemahaman siswa dapat mengambil kesimpulan atau keputusan atas permasalahan yang ada. Hal tersebut sesuai dengan pengertian pemahaman sesuai istilah yaitu pengertian

menggambarkan pengambilan suatu kesimpulan. Secara lebih mendalam pemahaman meliputi penerimaan arti, penyerapan ide, mengetahui secara betul, pemahaman karakter atau sifat dasar dan penyerapan dengan jelas sebuah fakta (Nana Sujana, 1986 : 46). Berdasarkan pengertian pemahaman tersebut maka sangat penting seorang siswa untuk paham apa yang diberikan dalam Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar. Setelah siswa paham dengan benar tentang ilmu agama yang diajarkan maka siswa akan menjadi muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta beraklaq mulia sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara sesuai dengan tujuan yang diharapkan dalam Pendidikan Agama Islam yang tercantum dalam GBHN. Pemahaman dalam agama juga merupakan dasar siswa untuk meyakini, menghayati sehingga kemudian mengamalkan Agama Islam dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Burhanudin (1999 : 97) yang menyatakan bahwa Pendidikan Agama Islam diharapkan dapat memberikan bekal agama kepada para

siswa agar mampu memahami kemudian meyakini dan menghayati sehingga setelah siswa dapat mengamalkan ajaran agama Islam dalam kehidupan dunia akhirat. Ruang lingkup dari Pendidikan Agama Islam meliputi keserasian, keselarasan dan kesinambungan hubungan antara manusia dengan Allah, dengan sesama manusia, dengan dirinya sendiri dari hubungan manusia dengan makhluk lain dan lingkungannya. Untuk merealisasikan ruang lingkup tersebut bahan pelajaran Pendidikan Agama Islam yang diajarkan para peserta didik dalam sistem Pembelajaran Agama Islam yang diajarkan para peserta didik dalam sistem pembelajaran meliputi tujuh unsur pokok yaitu keimanan, ibadah, Al-Qur’an, Aklaq, Syariah dan tarikh. Oleh karena itu dalam penelitian ini ingin mengetahui sejauh mana pemahaman anak didik terhadap bahan pelajaran pendidikan Agama Islam yang telah diberikan selama mereka menempuh pendidikan di Sekolah Dasar sehingga dapat diketahui apakah tujuan Pendidikan Agama Islam untuk tingkat Sekolah Dasar telah tercapai. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diberikan maka dalam penelitian ini diajukan permasalahan yang akan diteliti yaitu : “Bagaimana pemahaman

Pendidikan Agama Islam siswa SD Muhammadiyah Sambisari Kalasan Sleman Yogyakarta ?”

C. Tujuan Penelitian Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman Pendidikan Agama Islam siswa SD Muhammadiyah Sambisari Kalasan Sleman Yogyakarta . D. Manfaat Penelitian Penelitian ini memiliki manfaat dari berbagai pihak seperti pihak sekolah atau guru, pihak anak didik serta untuk orang tua siswa. Berikut masing-masing manfaat bagi tiap pihak : 1. Pihak sekolah atau orang tua untuk dapat mengetahui sampai sejauh mana tujuan Pendidikan Agama Islam yang telah disampaikan berhasil tercapai. Manfaat lainnya yaitu untuk merumuskan kembali strategi-strategi yang kurang tepat sehingga pemahaman siswa dapat meningkat sehingga tujuan Pendidikan Agama Islam dapat berhasil. 2. Manfaat bagi pihak orang tua adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana anak-anak paham tentang Agama Islam sehingga sebagai orang tua dapat mengambil langkah untuk membantu dalam meningkatkan pemahaman dasar Pendidikan Agama Islam yang sangat penting untuk pembentukan kepribadian anak-anak dimasa yang akan datang. 3. Manfaat bagi para siswa sebagai evaluasi kemampuan pemahaman mereka sehingga diharapkan siswamemiliki motivasi yang kuat dari dalam dirinya

masing-masing untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang Agama Islam yang penting untuk diri mereka. E. Telaah Pustaka Penelitian tentang pemahaman telah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya. Penelitian tentang tema pemahaman yang dilakukan oleh Budi Haryati tahun 2005 dengan judul penelitian “Pemahaman Keagaman Siswa SD Negri Piyama I Wonosari Gunung Kidul Yogyakarta” Kesimpulan pada penelitian tersebut bahwa pemahaman keagamaan siswa SD Negri Piyama I Wonosari Gunung Kidul Yogyakarta cukup baik. Hal tersebut terbukti pada bidang-bidang keagaaman seperti aqidah, aklaq, dan ibadah. Penelitian lain juga berkaitan dengan pemahaman keagamaan yaitu penelitian yang dilakukan oleh Siti Aghidah tahun 2006 yang berjudul “Penerapan Metode Iqro” Klasikal di SD Negri Widocondran Sewon Bantul”. Pada penelitian tersebut disimpulkan yang diambil adalah bahwa penerapan pembelajaran iqro klasikal telah berjalan dengan baik dilihat dari segi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hal lain yang dapat diketahui bahwa penerapan metode iqro’ klasikal mencapai nilai baik. Penelitian berikutnya juga berkaitan dengan pemahaman keagamaan adalah penelitian yang dilakukan oleh Siti Mariyah tahun 2008 dengan penelitian yang berjudul “Pembinaan Keagamaan terhadap Siswa di SDIT Al-Hakim

Yogyakarta”. Kesimpulan pada penelitian tersebut adalah pelaksanaan pembinaan

keagaman mempunyai bentuk pembinaan antara lain pengajian, pembinaan salat berjamaah, pembinaan Al Qur’an, Halaqoh, bimbingan manasik haji dan keputrian. F. Sistematika Pembahasan Dalam pembahasan ini penulis membagi menjadi empat bab, yaitu : BAB I : PENDAHULUAN Pada pendahuluan ini penulis akan menguraikan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, telaah pustaka dan sistematika skripsi. BAB II : LANDASAN TEORI Dalam bab ini penulis akan memaparkan teori-teori mengenai pengertian Pendidikan Agama Islam, tujuan Pendidikan Agama Islam, dan ruang lingkup Pendidikan Agama Islam. BAB III : METODE PENELITIAN Bab ini akan membahas mengenai metode yang digunakan untuk penentuan subyek, pengumpulan data, dan analisis data. BAB IV : HASIL PENELITIAN Bab ini akan membahas mengenai gambaran umum SD

Muhammadiyah Sambisari Kalasan Sleman Yogyakarta yang meliputi letak geografis, sejarah berdiri dan perkembangannya, keadaan pendidikan, keadaan anak didik, keadaan guru dan

karyawan, sarana dan prasarana dan sturuktur organisasi. Bab ini juga akan membahas bagaimana penerimaan dan dorongan siswa terhadap pendidikan Agama Islam yang meliputi persepsi, metode alat penelitian dan post test. BAB IV : PENUTUP Dalam bab ini berisikan kesimpulan penelitian dan saran-saran yang diajukan peneliti untuk kemajuan pendidikan agama Islam di SD Muhammadiyah Sambisari Kalasan Sleman Yogyakarta. Bagian terakhir memuat daftar pustaka dan lampiran.

BAB II LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Tentang Pendidikan Agama Islam 1. Difinisi Pendidikan Di dalam meningkatkan kesajahteraan umat manusia tidak terlepas dari unsur pendidikan yang berakar dari kebudayaan suatu bangsa, salah satunya

bangsa Indonesia, pendidikan nasionalnya berdasarkan Pancasila dan Undangundang Dasar 1945. Dimana semua warga berhak atas pendidikan yang di

arahkan untuk meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa dan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan manusia dan masyarakat Indonesia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beriman, berakhlak mulia ,berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan, keahlian dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani serta kepribadian yang mantap dan mandiri. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan suatu metode pengajaran yang dilakukan secara sistematik yang dilakukan oleh suatu negara atau perorangan untuk mempengaruhi agar mempunyai sifat dan mental sesuai dengan idiologi dari Negara tersebut. mengenai pengertian pendidikan. Menurut Drs. Amir Daien Indrakusuma (1973 : 27 ) Ada beberapa pendapat

“I. Pendidikan ialah bantuan yang diberikan dengan sengaja kepada anak dalam pertumbuhan jasmani maupun rohaninya untuk mencapai tingkat kedewasaan. II. Pendidikan ialah suatu usaha yang sadar yang teratur dan sistematis,yang dilakukan oleh orang-orang yang diserahi tanggung jawab untuk mempengaruhi anak agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan citacita.”

Dari difinisi diatas mengandung maksud bahwa pendidikan : a. Pendidikan merupakan bantuan yang dilakukan secara sengaja atau secara sadar dan dilaksanakan secara systematis dan teratur. b. Objek pendidikan adalah orang yang masih dalam masa pertumbuhan (anakanak dan orang dewasa). c. Pendidikan mempunyai batas akhir yaitu kedewasaan seseorang dalam bertindak dan bertanggung jawab disegala kehidupan. Banyak para ahli memberikan pengertian mengenai pendidikan dengan prestasi, dimana prestasi diasumsikan sebagai suatu hasil yang dicapai dengan melakukan sesuatu kegiatan, untuk lebih jelasnya akan dikemukakan beberapa pendapat para ahli antara lain : Menurut W. S Winkel dalam buku Psikolog pengajaran mengemukakan : “prestasi merupakan bukti usaha yang dapat dicapai “(1994 : 161) Sejalan dengan pendapat tersebut di atas WJS. Poerwodaminto dalam bukunya kamus umum Indonesia juga mengemukakan sebagai berikut : “Prestasi

merupakan hasil yang telah dicapai atau dilakukan,dikerjakan “ (1982 : 768).

Dari pendapat di atas pada dasarnya sama di dalam memberikan asumsinya, bahwa prestasi merupakan suatu yang membawa arti bagi dirinya. Para ahli pendidikan dalam memberikan pengertian belajar tidak sama antara satu dengan yang lain. Pada umumnya belajar diartikan sebagai suatu usaha atau kegiatan yang disengaja untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri individu yang melakukan kegiatan belajar. Pengembangan potensi-potensi tersebut dilaksanakan melalui latihan-latihan sehingga diperoleh kecakapan baru. Guna memperoleh gambaran yang jelas, akan dikemukakan beberapa pandangan para ahli antara lain : Menurut Oemar Hamalik dalam bukunya Metode Belajar dan Kesulitankesulitan Belajar mengemukakan : “Belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalan diri seorang yang dinyatakan dalam acara-acara bertingkah laku yang baru

berkat pengalaman dan latihan.” (1990 : 21) Sejalan dengan pendapat tersebut di atas Winano Surahmat dalam bukunya cara- cara Belajar berikut : “ Belajar adalah proses perubahan dalam diri seseorang.” (1981 : 23) Sedang menurut Cronbach adalah : “ Learning is show by change in behavior leqrning is show by behavior as result of experience.” (siti Sundari, 1980 : 51) change in di Universitas juga mengemukakan sebagai

Dari ketiga pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan yaitu bahwa belajar adalah Proses perubahan, baik perubahan penguasaan pengetahuan maupun perubahan tingkah laku yang dilakukan secara sadar. 2. Teori-teori Belajar a. Teori belajar menurut Facult Pychology (ilmu jiwa jaya) Menurut teori ini manusia terdiri dari daya-daya, seperti daya pikiran,mengenal, mengingat,menghayal dan sebagainya. Daya-daya tersebut dapat berkemban apabila dilatih. Semakin banyak latihan maka orang makin

berhasil dalam belajarnya. b. Teori belajar menurut ilmu jiwa asosiasi Pencetus teori ini ERL. Thomdike dan Pavlow. Teori ini menjelaskan bahwa jiwa manusia terdiri dari ososiasi, tanggapan-tanggapan yang masuk kedalam Belajar jiwa kita. Asosiasi terbentuk dari hubungan stimulus dan respon. menurut teori ini adalah dengan menghubungkan antara stimulus dan

respon sehingga menjadi kebiasaan-kebiasaan. c. Teori Belajar menurut Ilmu jiwa Gestalt Menurut teori ini bahwa jiwa manusia menurut kesatuan yang bulat. Jiwa manusia bersifat hidup dari atif berinteraksi denganlingkungan. ini belajar adalah pengalami deraksi,berbuat dan berpikir bukan saja dengan menghubungkan stimulus tetapi

Menurut teori

kritis. Jadi belajar

mengalami, reaksi dan berbuat serta berfikir kritis. Jadi belajar bukan saja

dengan menghubungkan stimulus tetapi mengalami reaksi dan berbuat serta berfikir. 3. Hukum-hukum Belajar Dalam belajar terdapat tiga hukum primer dan lima hukum hukum primer itu adalah : a. Hukum kesiapan, mengatakan bahwa belajar akan berhasil jika terdapat kesiapan bagi individu yang belajar. b. Hukum latihan, Mengatakan bahwa belajar akan berhasil jika individu yang belajar berhasil dalam membuat hubungan antara stimulus dan respon. Jika menyenangkan maka respon cenderung untuk diulang kembali. c. Hukum efek Mengtatakan bahwa hubungan antara stimulus dengan respon akan bertambah erat disertai perasaan senang sehingga cenderung untuk selalu diulangi. Tetapi akan menjadi kurang kuat atau hilang kalau disertai stimulus Tiga

dengan rasa tidak senang atau tidak puas. Sedangkan lima hukum sekunder adalah ; a. Hukum respon berganda menyatakan bahwa respon dilakukan berkali-kali sampai respon yang tepan ditemukan. b. Hukum sikap disposisi menyatakan bahwa sukses dalam membuat hubungan antara stimulus dan respon cenderung untuk dikembangkan.

c. Hukum aktivitas parsial menyatakan bahwa individu cenderung untuk memilih unsur-unsur belajar yang paling memenuhi kebutuhan.

d. Hukum asimilasi menyatakan bahwa pengulangan hasil belajar dalam satus stimulus akan diterapkan pada situasi tersebut memiliki unsur yang sama. e. Hukum perbuatan asosiatif menyatakan bahwa individu mampu

secara memuaskan terhadap situasi belajar agar respon tersebut dapat diaplikasikan 4. Prestasi Belajar Prestasi belajar merupakan hasil seseorang. Dengan kata lain prestasi belajar diartikan sebagai suatu hasil dari belajar menurut Sutratinah (1983 :16) menyatakan bahwa : “prestasi belajar merupakan hasil dari pengukuran dan penilaian usaha belajar,selanjutnya dikemukakan bahwa prestasi belajar ini dinyatakan dalam bentuk angka,huruf maupun simbol dan pada setiap-tiap periode tertentu misalnya catur wulan atau semesteran (Gani R.A. 1964 : 44) pada situasi lain.

hasil belajar anak dapat dilihat dalam buku raport. “ Selain itu pengertian prestasi belajar menurut DEPDIKBUD, (1988 :700) adalah :

“Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh bidang studi,lazimnya ditunjukan dengan nilai yang diberikan oleh guru.”

Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa prestasi belajar merupakan hasil usaha untuk penguasai pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan nilai usaha kegiatan belajar dalam kurun waktu tertentu (catur wulan/semester). 5. Faktor–Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Dalam kegiatan belajar, siswa tidaklah selalu berhasil,tetapi kadangkadang juga mengalami kegagalan. Berhasil tidaknya siswa dalam belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor. Adapun faktor-faktor tersebut menurut Sumadi Suryobroto [1986] adalah factor internal [faktor fisiologis dan spikologis] dan factor eksternal (faktor sosial dan faktor non sosial, keadaan cuaca, udara, waktu, tempat, alat-alat,buku, dan lain-lain ) Sedang menurut Sutratinah (1983 :16) mengatakan bahwa : “Anak yang memiliki kemampuan berfikir tinggi juga akan mendapat menyesuaikan tugas-tugas pelajarannya di sekolah sehingga dapat mencapai prestasi yang

dengan tepat dan tinggi.”

6. Peranan Pendidikan Agama Pendidikan merupakan aktifitas yang tidak dapt terpisahkan dari proses kehidupan manusia, bahkan Prof. Ledge mengemukakan pendapatnya dikutip oleh M. Noor Syam bahwa arti yang luas semua pengalaman dapat dikatakan pendidikan, dengan demikian hidup adalah pendidikan, dan pendidikan adalah hidup. Salah satu aktifitas pendidikan yang tak mungkin dapat dihindari adalah yang terjadi dilingkungan keluarga . Keluarga merupakan kesatuan masyarakat terkecil. Sebagai suatu kesatuan maka ikatannya didasarkan atas perkawinan dimana tiap-tiap anggota keluarga mengabdikan dirinya kepada kepentingan dan tujuan keluarga dengan rasa kasih sayang dan penuh rasa tanggung jawab. Mengingat pentingnya hidup yang demikian, bahkan Islam memandang keluarga bukan hanya sebagai persekutuan terkecil saja, tetapi lebih dari itu

keluarga sebagai lembaga hidup manusia yang dapat memberi kemungkinan celaka dan bahagia anggota keluarga tersebut. Disadari atau tidak, bahwa hubungan yang terjadi diantara anggota keluarga dalam rumah tangga sering diwarnai adanya kegiatan pendidikan. Ayah membimbing anak,kakak membimbing adiknya, dan sebagainya. Hasil bimbingan yang mereka lakukan sangat membantu anak dalam mengembangan dirinya. Pendidikan moral yang terjadi dilingkungan keluarga merupakan pendidikan pertama dan yang paling utama diterima si anak, karena disinilah

pada awalnya anak menerima pendidikan. Ketika mereka dilahirkan

tiang

lingkungan yang dihadapi anak adalah lingkungan keluarga. Oleh karena itu sebelum anak memasuki lingkungan pendidikan/masyarakat luas mereka telah mendapat berbagai pengalaman yang tepat didalam keluarga. Pendidikan yang didapat di lingkungan keluarga ini sangatlah besar artinya bagi perkembangan anak selanjutnya. Bahkan pendidikan keluarga merupakan fondasi bagi pendidikan anak selanjutnya. Hasil-hasil pendidikan yang diperoleh dalam keluarga menentukan pendidikan selanjutnya, baik di sekolah maupun masyarakat. Tugas keluarga dalam hal pendidikan memang berat, untuk itu setiap keluarga memerlukan bantuan terhadap pihak-pihak lain untuk memberikan pendidikan bagi anak mereka, namun perlu disadari bahwa pendidikan anak tidak menjadi tanggung jawab sekolah dan masyarakat

sepenuhnya. Sekolah dan masyarakat hanya melanjutkan pendidikan anak yang terjadi didalam keluarga, sehingga baik tidaknya pendidikan anak baik

disekolah maupun masyarakat tergantung kepada pendidikan didalam keluarga. Uraian diatas memberikan gambaran betapa besar kontribusi dan peranan keluarga dalam prestasi belajar anak. Hal ini akan makin jelas ketika melihat langkah-langkah pendidikan keluarga terhadap peningkatan prestasi belajarnya. a. Pengalaman pertama pada masa-masa anak Lembaga pendidikan keluarga memberi pengalaman pertama

yang merupakan faktor penting dalam perkembangan pribadi anak. Para

ahli sangat pengalaman

menekankan betapa pentingnya kehidupan keluarga sebab pada masa anak-anak dapat mempengaruhi perkembangan jika anak mendapat pengalaman yang

individu dalam hidupnya menyakitkan pada masa

anak-anak walaupun sudah lama terpendam, di dalam perkembangan

tetapi dapat mengganggu keseimbangan jiwa individu selanjutnya. b. Menjamin kehidupan emosional anak

Dalam pendidikan keluarga kehidupan emosional atau kebutuhan akan rasa kasih sayang akan dapat dipenuhi dengan baik, hal ini disebabkan karena adanya hubungan darah antara pendidikan dan anak didiknya. Orang tua selaku pendidik hanya menghadapi sedikit anak, dan karena didasarkan atas kasih sayang yang murni. Terjamin kecil berati menjamin

hubungan tadii kehidupan pembentukan munculnya

emosional anak pada waktu pribadi anak

selanjutnya, bahkan

ada kecendrungan pribadi individu

kelainan-kelainan

dalam perkembangan

disebabkan kuran berkembangnya kehidupan emosional ini secara wajar. c. Menanamkan dasar pendidikan moral Walaupun kurang memberikan seluruh aspek perkembanga pribadi

anak, tetapi dalam keluargalah tertanam dasar-dasar pendidikan moral. Yaitu melalui contoh-contoh yang konkrit dalam perbuatan hidup sehari-

hari. Keluarga yang senantiasa hidup dengan nilai-nilai moral yang

berlaku sangatlah mewarnai dipakai sebagai pijakkan

pengalaman dalam

anak, yang

selanjutnya

mengaplikasikan diri di dalam

kehidupannya. d. Menanamkan dasar pendidikan sosial Kehidupan keluarga yang penuh rasa tolong menolong, gotong royong

secara kekeluarga, seperti menolong saudara yang sakit, menjaga kebersihan bersama dan sebagainya, kesemua itu memupuk perkembangan

benih-benih perkembangan social pada anak dalam keluarga terbiasa dengan gotong royong akan sangat mungkin dalam kehidupan nantinya akan dapat mengembangkan kehidupan sosialnya. e. Peletak dasar Pendidikan agama Keluarga juga merupakan lembaga pendidikan yang penting untuk

meletakkan dasar pendidikan agama pada anak. Hal ini mudah dipahami karena mula-mula anak mengenal agama dalam keluarganya. Pemahaman

dan pengalaman agama oleh anggota keluarga sangat besar artinya bagi pendidikan anak selanjutnya luar yang keluarga terjadi sebenarnya didalam kunci keberhasilan pendidikan pendidikan agama agama di agama dalam

pada keberhasilan

keluarga, karena

pendidikan

keluarga sebagai pondasi, sedang yang terjadi diluar pengembangannya.

keluarga sebagai

7. Pengertian Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama Islam memiliki beberapa pengertian antara lain Pendidikan Agama Islam ialah usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar kelak setelah selesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama serta menjadikan ajaran agama Islam sebagai padangan hidup. Pendidikan Agama Islam sesuai dengan GBPP pendidikan Agama Islam merupakan usaha sadar yang dilakukan untuk mempersiapkan anak didik dalam menyakini,memahami,menghayati, dan melaksanakan ajaran agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan dengan memperhatikan tuntutan agama dalam menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan Nasional. (Drajat Zakiyah, 1992, Hal.13 ) Pendidikan Agama Islam merupakan Pendidikan yang berdasarkan filsafah dan pandang hidup Islam yaitu mengenai aqidah tuntunan yang tertuang dalam kitab Suci Al Qur’an serta hadis-hadis sebagai pedoman hidup. (Amir Daien Indrakusuma,1973 : 42). Pengertian pendidikan Agama Islam berdasarkan

Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah menyatakan bahwa pengertian pendidikan Agama Islam adalah bagian integral dari program pengajaran pada setiap jenjang lembaga pendidikan serta usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik dalam menyakini, memahami, menghayati dan

mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan sehingga menjadi muslim yang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta sekaligus menjadi warga Negara yang bertanggung jawab. Menurut Zakiah Darodjah dan kawan-kawan Pendidikan Agama Islam memiliki beberapa pengertian antara lain Pendidikan Agama Islam ialah usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar kelak setelah selesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam serta menjadikan ajaran Agama Islam sebagai pandangan hidup. Pendidikan Agama Islam sesuai GBPP Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar yang dilakukan untuk menyiapkan anak didik dalam meyakini, memahami, menghayati, dan melaksanakan ajaran agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan dengan memperhatikan tuntutan agama dalam menghormati agama lain faham hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional. Pengertian Pendidikan Agama Islam berdasarkan Majelis Pendidikan Dasar dan Menegah Muhammadiyah menyatakan bahwa pengertian pendidikan Al Islam adalah bagian integral dari program pengajaran pada setiap jenjang lembaga pendidikan serta usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik dalam meyakini, memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan, bimbingan, pengajaran atau latihan sehingga menjadi muslim yang

beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta sekligus menjadi warga negara yang bertanggung jawab.

B. TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM Pendidikan Agama Islam memiliki tujuan yang merupakan arah yang akan dicapai didalam pengembangan kualitas dari program yang telah dijalankan, salah satunya tujuan pendidikan Agama Islam menurut Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah yaitu untuk meningkatkan keimanan,

pemahaman,penghayatan dan pengalaman peserta didik dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi,

bermasyarakat,berbangsa, dan bernegara.

Pendidikan agama Islam diarahkan

untuk membawa, mengantar,dan membina peserta didik menjadi umat yang taat beragama dan sekaligus menjadi warga Negara Indonesia yang bertanggung jawab (intergritas diniyah dan integritas sosial). Pendidikan agama Islam memiliki tujuan seperti yang dikemukakan oleh HM. AL Toumy As Syaibany menyatakan bahwa tujuan dari Pendidikan agama Islam adalah membina pribadi muslim yang terpadu pada perkembangan spiritual, emosional, intelektual dan sosial. Tujuan pendidikan agama Islam menurut At Tiyah Al Abrasy yaitu memberikan tafsiran bahwa tujuan pendidikan agama Islam adalah membantu membentuk akhlak muslim yang mulia, persiapkan untuk

kehidupan dunia akhirat, pencarian rezki, dan manfaatnya membersihkan roh ilmiah serta menyiapakan perserta didik dari roh spiritual. Selain itu tujuan umum pendidikan agama Islam telah membimbing anak agar mereka menjadi seoarang muslim sejadi,beriman,beramal sholeh, dan berakhalak mulia serta berguna bagi agama, masyarakat, dan Negara. Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar memiliki beberapa fungsi antara lain : 1. Pengembangan Yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Allah SWT yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga. 2. Penyaluran Yaitu menyalurkan peserta didik yang memiliki bakat khusus yang ingin mendalami bidang agama, agar minat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat bermanfaat untuk didirinya sendiri dan orang lain. 3. Perbaikan Yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya asing yang dapat membahayakan peserta didik dan mengganggu

perkembangan dirinya menjadi manusia seutuhnya. 4. Penyesuaian Yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan yang sesuai dengan ajaran agama Islam.

5. Sumber nilai Yaitu memberikan pedoman hidup untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. 6. Pengajaran. Yaitu pengetahuan keagamaan yang fungsional. (An- Nahlawi Abeurrahman, 1996 : : 32)

C. RUANG LINGKUP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi hubungan manusia dengan sang pencipta (ALLah SWT), hubungan manusia dengan sesamanya serta hubungan manusia dengan ciptaannya. Pada hakekatnya rung lingkup pendidikan agama Islam terdiri atas 7 (tujuh) unsur pokok yaitu meliputi Keimana,ibadah, Al qur’an, aklak, muamalah, syariah dan tarikh.(Depdilnas, 2001). 1. Keimanan/Aqidah Keimanan berhubungan dengan kebesaran Allah SWT, dimana aspek aqidah berkaitan dengan kenyakinan atau keimanan seseorang terhadap hal-hal yang goib (tidak bias dijangkau oleh panca indra manusia). Aspek aqidah meliputi a. Iman kepada Allah SWT b. Iman kepada Malaikat c. Iman kepada Nabi dan Rasul

d. Iman kepada kitab-kitab Allah e. Iman kepada hari Akhir f. Iman kepada takdir Allah Berdasarkan aspek aqidah tersebut dapat diketahui bahwa untuk membahas kenyakinan dan mempelajari tentang ke Esaan Allah SWT perlu

atau

kepercayaan yang

tumbuh dalam sanubarinya

sehingga akan tumbuh rasa kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari kiamat, dan takdir yang baik dan yang buruk. 2. Ibadah Ibadah merupakan pengabdian yang menyeluruh dalam kehidupam manusia kepada Allah SWT karena pada hakekatnya penciptaan manusia tidak lain untuk beribadah kepada Allah SWT . Ibadah meliputi bersuci ,sholat ,puasa ,dan haji. Keberhasilan dalam pembelajaran ibadah adalah siswa dapat

beribadah dengan baik dan tertib .Indikasi keberhasilan pengajaran ibadah khususnya sholat adalah : a. Siswa menunaikan sholat lima waktu dengan baik dan tertib. b. Siswa menentukan sholat Jum’at dengan baik dan tertib. c. Siswa suka melakukan sholat berjamaah . d. Siswa suka melakukan sholat sunnah . e. Siswa menunaikan ibadah puasa bulan Ramadan . ( Garis –garis besar Pedoman Pengajaran, 1994)

Berdasarkan Majelis Pendidikan Dasar dan menengah maka kompetensi dasar Khususnya untuk unsur pokok bidang studi ibadah adalah : a. Mengenal rukun iman. b. Mampu melakukan cara bersuci dan wudlu c. Mampu menghafal doa-doa dalam sholat d. Mampu mengerjakan gerakan sholat e. Mengenak dan mampu melakukan azan. f. Mampu mengikuti sholat berjamaah.

g. Mengenal ketentuan sunnah dalam sholat dan yang membatalkan. h. Mampu mengikuti shalat jum’at dan sunnah-sunnahnya. i. Mengenal macam-macam sholat tathowu’ dan dapat mengamalkannya. j. Mengenal zakat, shodaqoh, dan ketentuan serta hikmahnya. k. Mengenal haji dan umroh serta ketentuannya l. Mampu melaksanakan shalat Idul Fitri dan Idul Adha. m. Mengenal Kurban dan aqiqah. n. Mengenal bersuci dan menghilangkan hadist besar.

3. Al Qur’an Dalam pembelajaran Al Qur’an dapat dilakukan dengan beberapa metode yang tepat seperti metode iqro, Al baqri, qiraati, bagdadiyah, metode praktis pengajaran Al qur’an dan lain sebagainya yang merupakan

tehnik pembelajaran Al Qur’an TPA. Adapun tujuan dari pembelajaran qur’an tingkat Sekolah dasar adalah :

Al

a. Siswa mampu membaca huruf Al qur’an serta menerapkannya dalam membaca ayat-ayat dan surat pendek. b. Siswa mampu membaca huruf Al qur’an dengan tajwid dasar

bacaan abjad dan menerapkannya dalam bacaan surat-surat pendek. c. Siswa mampu menyalin huruf Al Qur’an berikut tanda bacaannya, Ayat Al Qur’an serta surat-surat pendek. (Garis-garis Besar Pedoman Pengajaran, 1994)

4.

Akhlak Menurut pendapat Ahmad Amin (1983) menyatakan bahwa ahklak

adalah suatu ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruknya menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh setengah manusia kepada lainnya menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa diperbuat. Perbuatan ahklak ini di tujukan kepada manusia yang harus

kepada Allah

SWT, manusia kepada diri sendiri dan sesamannya serta manusia kepada mahluk ciptaan Allah SWT.Adapun pembelajaran ahklak ini adalah : tujuan yang ingin dicapai dari

a. Siswa suka berbakti terhadap orang tua dalam kehidupan sehari-hari ketika sakit dan sesudah meninggal. b. Siswa suka bertutur kata sopan dan berbuat baik terhadap guru. c. Siswas suka bertutur kata sopan dan berbuat baik terhadap orang lain d. Siswa suka bersih dan bersih baik badan,pakaian, tempat tinggal dan sekolah. e. Siswa suka mengucapkan kalimat thayyibah sesuai dengan penggunaannya. f. Siswa suka melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik dalam kehidupan sehari-hari dengan lingkungan. g. Siswa senantiasa melakukan sifat-sifat terpuji

(sabar,jujur,pemaaf,rajin, dan dermawan). h. Siswa senantiasa menghindari perbuatan tercela ( marah, dendam, dusta, dengki). (Garis-garis besar Pedoman

Pengajaran, 1994) 5. Tarikh. Tarihk merupakan suatu sejarah yang perjuangan Islam manusia berkaitan dengan perjuangan umat

dalam penyebaran pengaruhnya dikalangan

di muka bumi, serta sejarah mengenai kisah- kisah perjuangan

nabi dalam menyebarkan dan menyampaikan amanah atau tutunan yang

diberikan oleh Allah kepada

semua

umat manusia untuk melakukan

perbuatan yang sesuai dengan yang di kehendakNya. Dalam hal ini tarikh sangat berpengaruh bagi siswa untuk mempelajari dan mengetahui bagaimana umat-umat yang menentang dan

mendukung kegiatan Nabi besar pokok bidang studi tarikh adalah :

Muhammmad.

Adapun unsur

a. mengenal kota Mekah dan Ka’bah. b. Mengenal kelahiran Nabi Muhammad SAW. c. Mengenal kehidupan Nabi Waktu remaja. d. Mengenal sifat dan pribadi Nabi Muhammad SAW. e. Mengenal penyiar Islam secara tersembunyi dan terangterangan. f. Mengenal tokoh-tokoh awal yang masuk Islam. g. Mengenal Islam masuk ke Yatrib. h. Mengenal pembinaan Islam di Madinah. i. Mengenal peperangan yang terjadi jaman Nabi. j. Mengenal dan paham peristiwa fathul makkah. k. Mengenal riwayat akhir hayat Nabi. Dari uraian ruang lingkup pendidikan agama Islam di atas dapat diambil salah satu poin yang digunakan sebagai dasar dari penelitian guna menentukan variabe, meliputi masalah ibadah yaitu mengenai Rukun Islam, antara lain :

1. Mengucapakan Syahadat Syahadat adalah persaksian bahwa tidak ada Tuhan selaian Allah dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Seseorang telah mengucapkan kalimat syahadat menjadi tanda bahwa ia telah menjadi muslim. Karena ucapan itu pula ia dituntut mentaati seluruh aturan dan hukum agam Islam. 2. Mendirikan Sholat Sholat merupakan perintah langsung dari Allah,dan merupakan kewajiban semua umat muslim untuk menjalankan dengan tujuan untuk menegakkan tiang agama, sebagai kunci surge dan mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, kegiatan sholat dilaksanakan 5 waktu antara lain Ishak, subuh, ashar,luhur dan magrib. 3. Mengerjakan Puasa Puasa adalah kegiatan menahan hawa nafsu dan lapar dengan tujuan mendekatkan diri kita kepada Allah atau membersih tubuh dari segala penayakit dunia (iri, dengki, sombong dll.) Kegiatan puasa ini hanya dilakukan pada bulan Ramadhan selama satu bulan. 4. Membayar Zakat Setelah menjalankan kegiatan puasa biasanya melakukan kewajiban membayar zakat dengan tujuan untuk membantu atau menolong orang-orang yang kurang mampu atau denagan tujuan membersihkan harta atau kekayaan kita.

5. Menunaikan Haji Haji Kegiatan yang dilakukan oleh umat muslim bagi yang mampu dan merupakan kewajiban yang dilakukan hanya seklali dalam hidupnya.

BAB III METODE PENELITIAN

Metodelogi penelitian menurut Sutrisno Hadi adalah ilmu pengetahuan yang memperbincangkan tentang cara-cara yang digunakan dalam penelitian untuk

menemukan, mengembangkan serta menguji kebenaran dari suatu penengetahuan tertentu (1990 : 4). Metodelogi meliputi berbagai hal dalam penelitian antara lain bagaimana cara menetukan subyek, mengumpulkan data, cara menyusun hasil, analis data dan sebagainya. Ketepatan metodelogi dalam suatu penelitian sangat besar pengaruhnya, ketepatan metode yang digunakan akan menghasilkan kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan. 1. Lokasi Penelitian Obyek penelitian ini adalah Sekolah Dasar Muhammadiyah Sambisari, secara geografis dan administrastif terletak di Dusun Sambisari Kelurahan

Purwomartani, kecamatan Kalasan , Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Adapun alasan dari pemilian obyek penelitian ini adalah : a. Dari tahun ketahun SD Muhammadiyah Sambisari mengalami

penambahan

murid, dengan demikian

SD Muhammadiyah Sambisari

memiliki arti penting bagi dunia pendidikan khususnya bagi warga sekitar. b. Banyaknya sekolah Sekolah dasar yang tersebar di propinsi Yogyakarta tidak Memungkinkan peneliti melakukan penelitian tersebut, untuk itu peneliti

memilih

SD

Muhammadiyah Sambisari sebagai obyek penelitian

dan

sekaligus tepat kami bertugas mengajar. c. Minimnya tenaga, waktu dan biaya yang tersedia menyebabkan peneliti harus mencari obyek penelitian yang sifatnya terjangkau dari tenaga, waktu

dan biaya yang tersedia. 2. Penentuan Sampel Penelitian. Populasi dari penelitian ini adalah murid-murid SD Muhammadiyah Sambisari Kalasan Sleman Yogyakarta. Dari populasi yang ada tersebut, tidak seluruhnya digunakan sebagai sample penelitian. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh murid kelas IV (empat dan kelas V (lima). Dengan alasan pengambilan sample tersebut karena peneliti beranggapan bahwa murid-murid lelas IV dan kelas V dianggap sudah mampu atau cukup lama dan banyak menerima materi pendidikan Agama Islam sehingga diharapkan dapat menggambarkan secara keseluruhan tentang tingkat pemahaman ilmu agama yang telah diajarkan yang dapat mewakili mewakili populasi. Jumlah sample yang diambil pada penelitian ini sebanyak 30 siswa dari keseluruhan populasi yang jumlahnya 120 siswa. 3. Tehnik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang komprehensif di dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa tehnik pengumpulan data yaitu :

a. Metode Observasi Observasi bersal dari bahasa latin observe yang artinya melihat,

observasi adalah kegiatan pengamatan atau meliahat secara cermat kemudian mencatat langsung kejadian-kejadian yang diamati. Dalam kegiatan

observasi ini hal-hal yang penulis amati meliputi kegiatan pembelajaran pendidikan Agama Islam di SD Muhammadiya Sambisari Kalasan

Yogyakarta, kemudia relasi yang terjalin antara anak didik dengan guru, respon anak didik terhadap pembelajaran pendidikan Agama Islam dan

mungkin juga respon seluruh akademik terhadap satu peristiwa. b. Metode Angket Metode angket merupakan metode pengumpulan data dengan memberikan daftar pertanyaan yang harus dijawab responden, dimana setiap pertanyaanpertanyaan telah disediakan jawabannya untuk dipilih sesuai dengan pendapat responden. c. Kajian Pustaka Peneliti mencari sumber bacaan dan informasi tertulis lainnya yang berhubungan dengan masalah pendidikan Ilmu Agama . 4. Tehnik Analisa Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan dua cara yaitu metode Kualitatif dan metode kuantitatif.

a. Metode kuantitatif Analisa data kuantitatif adalah suatu analisis untuk mencari data-data dengan mengunakan metode statistik sehinggga akan menghasilkan angka-angka yang merupakan hasil perhitungan atau hasil pengukuran. Untuk mencari kuantitaf akan digunakan rumus presentasi sebagai berikut:

P = F x 100% N

Keterangan : P = Angka presentase F = Jumlah yang sedang dicari Presentasi N = Jumlah sample.

b. Metode kualitatif Dalam metode ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu induktif dan

deduktif. Metode induktif merupakan metode dengan menarik kesimpulan dari hal-hal yang sifatnya umum. Metode ini digunakan untuk mengetahui pendapat dari masing-masing responden untuk mengambil kesimpulan secara umum. Sedangkan metode induktif merupakan metode dengan menarik kesimpulan dari hal-hal yang bersifat khusus. Metode ini digunakan untuk mencari pembuktian dari ketentuan umum pada hal-hal khusus.

BAB IV

PEMBAHASAN

A. Deskripsi Umum SD Muhammadiyah Sambisari Yogyakarta 1. Sejarah Berdirinya SD Muhammadiyah Sambisari. Sekolah Dasar Muhammadiyah Sambisari berdiri pada tanggal 1 januari 1972 berdasarkan piagam pendirian SD Muhammadiyah Sambisari No. : 3012/L. 1920/DIY./72/77 serta terdaftar pada Lembaga Muhammadiyah Majelis

Pendidikan Pengajaraan dan Kebudayaan pada lembaga : a. Lembaga Pusat terdaftar dengan No. 3112/2.1920/DIY.72/77 b. Lembaga Wilayah terdaftar dengan No. 136/0.093/3.72/77 c. Lembaga Daerah terdaftar dengan No. 025/0.23/06-72/77 Letak lokasi SD Muhammadiya Sambisari terletak di wilayah kecamatan Kalasan, desa Purwomartani, dusun Sambisari , kabupaten Sleman daerah Istimewa Yogyakarta, dengan luas tanah kurang lebih 836 m. dimana SD Muhammadiyah Sambisari satu lingkungan dengan TK ABA Sambisari dan Masjid yang merupakan sarana kegiatan keagamaan. Keberadaan Sekolah Dasar Muhammadiyah Sambisari sangat dibutuhkan oleh warga masyarakat sekitar karema kiprahnya didalam dunia pendidikan yang terjangkau oleh keuangan/ ekonomi warga yang rata-rata pendapatannya dibawah

UMR/ tenaga buruh atau bangunan. Adupun dalam mengembangkan tugasnya mencerdaskan kehidupan bangsa lembaga Muhammadiyah khususnya Sekolah Dasar Muhammadiyah Sambisari memilik misi dan visi antara lain : a. Misi Sekolah dasar Muhammadiyah Sambisari 1) Meningkatkan pembelajaran yang efektif 2) Meningkatkan disiplin kerja 3) Pengadaan pembelajaran komputer

5) Meningkatkan pembiasaan dalam keagamaan. b. Visi Sekolah Dasar Muhammadiyah Sambisari Membentuk manusia muslim berahklak mulia, taqwa,cerdas,trampil dan bertanggung jawab dengan indikator sebagai berikut : 1) Unggul dalam prestasi keagamaan 2) Unggul dalam IPTEK 3). Unggul presrtasi dalam karya 2. Perkembangan SD Muhammadiyah Sambisari Dalam proses perkembangannya SD Muhammadiyah Sambisari Kalasan banyak mengalami kemajuan, hal ini dapat dilihat dari perkembangan

infrastruktur jumlah tenaga pengajar, anak didik dan media pembelajaran yang saat ini tersedia. Saat ini SD Muhammadiyah Sambisari Kalasan memiliki kurang lebih 14 (empat belas) ruangan yaitu 6 (enam) ruang kelas, 1 (satu) ruang guru, 1 (satu)

ruang kepala sekolah, 1 (satu) ruang perpustakaan, 1 (satu) ruang UKS, 1 (satu) ruang praktek kompoter, 1 (satu) ruang ketrampilan, 2 (dua) Kamar mandi serta dilingkungan SD Muhammadiyah Sambisari terdapat Taman Kanak-kanak ABA Sambisari yang terdiri dari 6 (enam) ruang, dan sebuah masjid untuk sarana pembelajaran keagamaan serta peribadatan siswa dan masyarakat sekitar sekolah. Di dalam pengelolaan dana dan perkembangan sekolah , tidak terlepas dari peran guru dan masyarakat didalam pengelolan sekolah atau manajemennya, yaitu dengan adanya komite sekolah yang terdiri dari tokoh masyarakat dan dewan guru. Adapun susunan kepengurusannya antara lain : a. Kepala Sekolah b. Ketua Dewan Sekolah Wakil Dewan Sekolah c. Sekretaris I. II. d. Bendahara I. II. c. Seksi-seksi 1) Seksi Bidang Pendidikan : - Drs Sutaryo - Kartini 2) Seksi Bidang Pembangunan : - H. Abdul Kadir - Wahyudi : Supartini A.Ma.pd : Drs. Muh Bakri : Suparno : Sri Widiastuti : Sutopo : Hj. Suprihatin : Samiyem

3) Seksi Bidang Hubungan masyarakata : - Slamet - Panggih 4) Seksi Bidang Agama : - Slamet (Polri) - Slamet Ryadi 5) Seksi Bidang Kesiswaan : - Sagiman - Sumaryanto 6) Seksi Biadang Ketenagaan : - Hadi’at - Sri Daryanti Dengan adanya dewan komite , sekolah dapat dikelolah oleh pihak masyarakat sehingga mutu dari sekolah atau sistem pendidikan dapat diolah bersama-sama oleh dewan sekolah bersama dewan komite kearah pendidikana mandiri.

B. Hasil Penelitian 1. Diskripsi Data Pemahaman Pendidikan Agama Islam dalam penelitian ini adalah siswa SD Muhammadiyah Sambisari Kalasan tahun ajaran 2009/2010 mengetahui secara mendalam ajaran agama Islam yang dijadikan sebagai landasan hidup. Ajaran Islam tersebut tercemin dalam rukun Islam (shalat, puasa, zakat dan haji). Demensi-demensi pemahaman pendidikan agama Islam dalam penelitian ini :

a. b.

Memahami ucapan Kalimat syahadat Mengetahui tentang sholat

c. Mengetahui tentang puasa d. Mengetahui tentang zakat e. Mengetahui tentang haji

2. Intrumen Penelitian a. Kisi-kisi instrumen Intrumen penelitian merupakan alat dalam penelitian yang berfungsi sebagai alat bantu pengumpulan data atau informasi yang diperoleh. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kuisioner/angket. b. Variabel Pemahaman Pendidikan Agama Islam Untuk mengungkapkan variabel pemahaman pendidikan Agama Islam,

penulis menyusun berdasarkan pemahaman siswa tentang rukun Islam yang meliputi Kalimat syahadat, sholat, puasa, zakat dan haji. Berikut ini dikemukakan kisis-kisi instrument penelitian .

Tabel I Kisi-kisi Instrumen Variabel Pemahamam Pendidikan Agama Islam Variabel Sub Variabel Indikator No. Soal

Syahadat

-

Siswa mampu mengucapakan kalimat syahadat dengan benar

1

Pemahaman Pendidikan - Mengetahui syarat dan rukun Agama Islam Shalat (Ibadah) sujud. - Mengetahui manfaat melakukan Shalat. - Mengetahui waktu-waktu shalat. - Mengetahui hal-hal yang membantalkan shalat dan yang makruhkan dalam shalat. - Mengetahui tujuan shalat. 7,8 6 5 4 shalat. - Mengetahui macam-macam 3 2

- Mengetahui hal-hal yang dapat Menggugurkan puasa. - Mengetahui manfaat puasa . - Mengetahui syarat dan rukun puasa. - Mengetahui hal-hal yang membatalkan puasa. Puasa - Mengetahui tujuan puasa - Mengetahui hal-hal yang membolehkan seseorang untuk Pendidikan Agama - Mengetahui hari-hari yang Islam dilarang untuk berpuasa. tidak puasa.

9

10 11,12

13

14 15

Pemahaman

16

- Mengetahui syarat harta yang wajib dikenakan zakat. - Mengetahui macam-macam Zakat zakat. - Mengetahui tujuan zakat - Mengetahui manfaat zakat - Mengetahui golongan yang berhak menerima zakat

17

18

19 20 21

- Mengetahui Syarat-syarat melaksanakan haji. - Mengetahui manfaat ibadah Haji haji.

22

23

3. Analisa Data Berdasarkan angket yang telah diberikan kepada siswa-siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah Kalasan, dapat dipaparkan sebagai berikut :

Tabel II Pemahaman Siswa Terhadap Kalimat Syahadat No 1 Alternatif Jawaban Mengetahui Cara mengucapkan 30 30 100 100 F % (Persentasi)

kalimat Syahadat. Memahami Kurang memahami Biasa saja Tidak memahami Jumlah

Dari hasil pembahasan tersebut sebagaimana dipaparkan maka : Hampir semua siswa memahami Kalimat Syahadat dan mengucapkan dengan benar terbukti ada 30 anak yang menjawab dari 30 atau 100%

Tabel III

Pemahaman Siswa terhadap Kegiatan Shalat No 2 Alternatif Jawaban Mengetahui syarat dan rukun shalat. Memahami Kurang memahami Biasa saja Tidak memahami F 8 15 0 7 % (Persentasi) 26 50 0 24

Jumlah Mengetahui macam-macam sujud. 3 4 Memahami Kurang memahami Biasa saja Tidak memahami

30

100

15 10 0 5 30

50 33 0 17 100

Jumlah Mengetahui manfaat melakukan Shalat. Memahami Kurang memahami Biasa saja Tidak memahami Jumlah

15 13 0 2 30

50 43 0 7 100

5

Mengetahui waktu-waktu shalat. Memahami Kurang memahami Biasa saja 25 5 0 0 30 83 17 0 0 100

- Tidak memahami Jumlah 6 Mengetahui Tujuan Sholat Memahami Kurang memahami Biasa saja Tidak memahami Jumlah 7 Mengetahui hal-hal yang membantalkan shalat dan yang makruhkan dalam shalat. Memahami Kurang memahami Biasa saja Tidak memahami Jumlah

29 1 0 0 30

96 4 0 0 100

15 9 0 6 30

50 30 0 20 100

Dari hasil pembahasan tersebut sebagaimana dipaparkan maka : a. Mengetahui syarat dan rukun sholat Hampir semua siswa kurang memahami syarat dan rukun shalat yang benar terbukti ada 15 anak yang menjawab dari 30 atau 50 %

-

Siswa yang memahami syarat dan rukun shalat yang benar ada 8 anak atau 26 %

-

Siswa yang tidak memahami syarat dan rukun shalat ada 7 anak atau 24%

b. Mengetahui macam-macam sujud Hampir semua siswa memahami macam-macam sujud yang benar terbukti ada 15 anak yang menjawab dari 30 atau 50% Siswa yang Kurang memahami macam-macam sujud yang benar ada 10 anak atau 33 % Siswa yang tidak memahami macam-macam sujud ada 5 anak atau 17% c. Manfaat melakukan shalat - Hampir semua siswa memahami manfaat melalakukan shalat yang benar terbukti ada 15 anak yang menjawab dari 30 atau 50 %

Siswa yang Kurang memahami macam-macam sujud yang benar ada 13 anak atau 43 %

-

Siswa yang tidak memahami macam-macam sujud ada 2 anak atau 7%

d. Waktu-waktu shalat

- Hampir semua siswa memahami waktu-waktu shalat yang benar terbukti ada 25 anak yang menjawab dari 30 atau 83 % Siswa yang Kurang memahami waktu-waktu shalat yang benar ada 5 anak atau 17% e. Tujuan sholat - Hampir semua siswa memahami tujuan shalat yang benar terbukti ada 29 anak yang menjawab dari 30 atau 96 % Siswa yang Kurang memahami tujuan shalat yang benar ada 1 anak atau 4 % f. Hal-hal yang membatalkan sholat dan yang makruhkan dalam shalat - Hampir semua siswa memahami membatalkan shalat dan

yangmakruhkan dalam shalat yang benar terbukti ada 15 anak yang menjawab dari 30 atau 50 %

Siswa yang Kurang memahami hal-hal yang membatalkan sholat dan yang makruhkan dalam sholat yang benar ada 9 anak atau 30 %

-

Siswa yang tidak memahami hal-hal yang membatalkan sholat dan yang mkruhkan dalam sholat ada 6 anak atau 20%

Jadi dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pemahaman anak SD Muhammadiyah kegiatan sholat. Sambisari Kalasan rata-rata sudah memahami pelaksanaan

Tabel IV Pemahaman Siswa terhadap Kegiatan Puasa No 1 Alternatif Jawaban Hal-hal yang menggugurkan puasa. Memahami Kurang memahami Biasa saja Tidak memahami F 15 8 0 7 % (Persentasi) 50 26 0 24

Jumlah Mengetahui manfaat puasa 2 Memahami Kurang memahami Biasa saja Tidak memahami Jumlah 3 Mengetahui syarat dan rukun puasa

30

100

15 10 0 5 30

50 33 0 17 100

-

Memahami Kurang memahami Biasa saja Tidak memahami

15 13 0 2

50 43 0 7

Jumlah

30

100

4

Mengetahui hal-hal yang membatalkan puasa. Memahami Kurang memahami Biasa saja 26 4 0 0 30 83 17 0 0 100

- Tidak memahami Jumlah 5 Mengetahui tujuan puasa Memahami Kurang memahami Biasa saja Tidak memahami Jumlah 6 Memgetahui hal-hal yang membolehkan seseorang untuk tidak berpuasa. Memahami Kurang memahami Biasa saja Tidak memahami Jumlah

29 1 0 0 30

96 4 0 0 100

6 15 0 9 30

20 50 0 30 100

7

Memgetahui hari-hari yang dilarang berpuasa. Memahami Kurang memahami Biasa saja Tidak memahami Jumlah 9 15 0 6 30 30 50 0 20 100

Dari hasil pembahasan tersebut sebagaimana dipaparkan maka : a. Mengetahui hal-hal yang menggugurkan puasa Hampir semua siswa kurang memahami hal-hal yang menggugurkan puasa atau yang benar terbukti ada 8 anak yang menjawab dari 30 26 %

Siswa yang memahami syarat dan rukun shalat yang benar ada 15 anak atau 50 %

-

Siswa yang tidak memahami syarat dan rukun shalat ada 7 anak atau 24%

b. Mengetahui manfaat puasa Hampir semua siswa memahami manfaat puasa yang benar terbukti ada 15 anak yang menjawab dari 30 atau 50% Siswa yang Kurang memahami manfaat puasa anak atau 33 % yang benar ada 10

-

Siswa yang tidak memahami manfaat puasa yang ada 5 anak atau 17%

c. Mengetahui syarat dan rukun puasa Hampir semua siswa memahami syarat dan rukun puasa yang 50 %

benarterbukti ada 15 anak yang menjawab dari 30 atau -

Siswa yang Kurang memahami syarat dan rukun puasa yang benar ada 13 anak atau 43 %

-

Siswa yang tidak memahami atau 7%

syarat dan rukun puasa ada 2 anak

d. Mengetahui hal-hal yang membatalkan puasa. Hampir semua siswa memahami hal-hal yang membatalkan puasa yang benar terbukti ada 26 anak yang menjawab dari 30 atau 83 % Siswa yang Kurang memahami hal-hal yang membatalkan puasa

yang benar ada 4 anak atau 17% e. Mengetahui tujuan puasa Hampir semua siswa memahami tujuan puasa yang benar terbukti ada 29 anak yang menjawab dari 30 atau 96 %

Siswa yang Kurang memahami tujuan puasa yang benar ada 1 anak atau 4 %.

f. Memgetahui hal-hal yang membolehkan seseorang untuk tidak berpuasa

- Hampir semua siswa memahami hal-hal yang membolehkan seseorang untuk tidak berpuasa yang benar terbukti ada 6 anak yang menjawab dari 30 atau 20 %

Siswa yang Kurang memaham hal-hal yang membolehkan seseorang untuk tidak berpuasa yang benar ada 15 anak atau 50 %

-

Siswa yang tidak memahami hal-hal yang membolehkan seseorang untuk tidak berpuasa ada 9 anak atau 30%

g. Memgetahui hari-hari yang dilarang berpuasa. - Hampir semua siswa memahami Memgetahui hari-hari yang dilarang berpuasa yang benar terbukti ada 9 anak yang menjawab dari 30 atau 30%

Siswa yang Kurang memahami Memgetahui hari-hari yang dilarang berpuasa. yang benar ada 15 anak atau 50 %

-

Siswa yang tidak memahami Memgetahui hari-hari yang dilarang berpuasa. macam-macam sujud ada 6 anak atau 20%

Tabel V Pemahaman Siswa terhadap zakat No Alternatif Jawaban F % (Persentasi)

1

Mengetahui syarat harta yang wajib dikenakan zakat . Memahami Kurang memahami Biasa saja Tidak memahami 8 15 0 7 26 50 0 24

Jumlah - Mengetahui macam-macam zakat. 2 Memahami Kurang memahami Biasa saja

30

100

15 10 0 5 30 15 13 0 2

50 33 0 17 100 50 43 0 7

3

Tidak memahami Jumlah - Mengetahui tujuan zakat Memahami Kurang memahami Biasa saja Tidak memahami

Jumlah

30

100

4

Mengetahui manfaat zakat Memahami Kurang memahami Biasa saja Tidak memahami 26 4 0 0 30 83 17 0 0 100

Jumlah 5 Mengetahui golongan yang berhak menerima zakat Memahami Kurang memahami Biasa saja Tidak memahami Jumlah

29 1 0 0 30

96 4 0 0 100

Dari hasil pembahasan tersebut sebagaimana dipaparkan maka : a. Mengetahui syarat harta yang wajib dikenakan zakat . Hampir semua siswa kurang memahami syarat harta yang wajib

dikenakan zakat yang benar terbukti ada 15 anak yang menjawab dari 30 atau 50%

-Siswa yang memahami Mengetahui syarat harta yang wajib dikenakan zakat yang benar ada 8 anak atau 26 %

-

-Siswa yang tidak memahami syarat harta yang wajib dikenakan zakat . ada 7 anak atau 24%.

b. Mengetahui macam-macam zakat.

-

Hampir semua siswa memahami Mengetahui macam-macam zakat yang benar terbukti ada 15 anak yang menjawab dari 30 atau 50%

Siswa yang Kurang memahami Mengetahui macam-macam zakat yang benar ada 10 anak atau 33 % Siswa yang tidak memahami Mengetahui macam-macam zakat yang ada 5 anak atau 17% c. Mengetahui tujuan zakat - Hampir semua siswa memahami tujuan zakat yang benar terbukti 50 %

ada 15 anak yang menjawab dari 30 atau -

Siswa yang Kurang memahami tujuan zakat yang benar ada 13 anak atau 43 %

-

Siswa yang tidak memahami tujuan zakat syarat ada 2 anak atau 7%

d. Mengetahui manfaat zakat Hampir semua siswa memahami manfaat zakat yang benar terbukti ada 26 anak yang menjawab dari 30 atau 83 % Siswa yang tidak memahami manfaat zakat benar ada 4 anak atau 17% e. Mengetahui golongan yang berhak menerima zakat Hampir semua siswa memahami golongan yang berhak menerima zakat yang benar terbukti ada 29 anak yang menjawab dari 30 atau 96 %

-

Siswa yang Kurang memahami golongan yang berhak menerima zakat yang benar ada 1 anak atau 4 %

Tabel VI Pemahaman Siswa terhadap kegiatan haji No Alternatif Jawaban 1 Mengetahui Syarat-syarat melaksanakan haji. Memahami Kurang memahami Biasa saja Tidak memahami 8 15 0 7 26 50 0 24 F % (Persentasi)

Jumlah Mengetahui manfaat ibadah haji. 2 - Memahami Kurang memahami Biasa saja Tidak memahami Jumlah

30

100

15 10 0 5 30

50 33 0 17 100

3

Mengetahui rukun-rukun haji Memahami Kurang memahami Biasa saja Tidak memahami 15 13 0 2 50 43 0 7

4

Jumlah - Mengetahui larangan-larangan yang tidak boleh dilanggar dalam melaksanakan ibadah haji. Memahami Kurang memahami Biasa saja

30

100

25 5 0 0 30

83 17 0 0 100

- Tidak memahami Jumlah

Dari hasil pembahasan tersebut sebagaimana dipaparkan maka : a. Mengetahui Syarat-syarat melaksanakan haji. - Hampir semua siswa kurang memahami Syarat-syarat

melaksanakan haji yang benar terbukti ada 15 anak yang menjawab dari 30 atau 50%

Siswa yang memahami Mengetahui Syarat-syarat melaksanakan haji yang benar ada 8 anak atau 26 %

-

Siswa yang tidak memahami Syarat-syarat melaksanakan haji . ada 7 anak atau 24%

b. Mengetahui manfaat ibadah haji Hampir semua siswa memahami manfaat ibadah haji yang benar terbukti ada 15 anak yang menjawab dari 30 atau 50 %

Siswa yang Kurang memahami manfaat ibadah haji Mengetahui ma yang benar ada 10 anak atau 33 % - Siswa yang tidak memahami manfaat ibadah hajii ang ada 5 anak atau 17%

c. Mengetahui rukun-rukun haji Hampir semua siswa memahami rukun-rukun haji yang benar terbukti ada 15 anak yang menjawab dari 30 atau 50 %

Siswa yang Kurang memahami rukun-rukun haji yang benar ada 13 anak atau 43 % - Siswa yang tidak memahami rukun-rukun haji ada 2 anak atau 7% d. Mengetahui larangan-larangan yang tidak boleh dilanggar dalam Melaksanakan haji - Hampir semua siswa memaham larangan-laranagan yang tidak boleh dilanggar dalam melaksanakan haji yang benar terbukti ada 25 anak yang menjawab dari 30 atau 83%

-

Siswa yang tidak memahami larangan-larangan yang tiadak boleh dilanggar dalam melaksanak haji benar ada 5 anak atau 17%

Dari analisa data di atas dapat diambil kesimpulan bahwa siswa SD Muhammadiyah Sambisari Kalasan dalam memahami pelajaran agama Islam agama sebagai bagian dari hidup hal ini

pada dasarnya sudah memahami

dipengaruhi oleh dasar pendidikan yang ada di SD Muhammadiyah Sambisari Kalasan yang memfokuskan agama sebagai bagian dari program pendidikan. Hasil penelitian diatas membuktikan bahwa pemahaman anak didik mengenai tuntunan agama Islam mengenai : 1. Pemahaman mengenai shalat Sebagian besar anak sudah memahami manfaat dan kegunaan shalat dalam kehidupan pribadi dan bermasyarakat serta mengenai hal-hal yang

membatalkan shalat dan yang makruh dalam sholat serta macama-macam sujud, selain itu hal yang kurang dipahami anak didik adalah syarat dan rukun shalat.

2. Pemahaman mengenai puasa Sebagian besar anak didik sudah memahami puasa yang dilihat dari segi manfaat dan tujuannya, yang menggugurkan puasa dan boleh berpuasa serta hari-hari yang dilarang berpuasa. 3. Pemahaman tentang zakat

Dari hasil penelitian diatas untuk pemahaman mengenai zakat dilihat dari segi pemahaman mengenai tujuan dan manfaat zakat, macam-macam zakat serta golongan orang berhak menerima zakat siswa SD Muhammadiyah Sambisari Kalasan sudah memahaminya hanya syarat-syarat zakat harta yang diwajibkan oleh agama Islam hal ini perlu dijelas secara mengerti. 4. Pemahaman mengenai haji Dari pembahasan hasil penelitian diatas bahwa anak didik mengenai haji pada dasarnya siswa sudah memahami mengenai manfaat, rukun serta larangan yang tidak boleh dilanggar dalam melaksanakan ibadah haji, sedangkan mengenai syarat-syarat haji siswa kurang memahami dalam masalah birokrasi proses pengajuan pemberangkatan haji diwilayah tempat tinggal masingmasing jamaah haji. Dari hasil penelitian tentang pemahaman pendidikan agama Islam menjelaskan bahwa pemahaman siswa tentang kegitan sholat yang memahami sebesar 59,4 % dari 107 jawaban siswa/30, kegiatan puasa yang memahami sebesar 55.8 % dari 115 jawaban siswa /30,kegiatan zakat yang memahami sebesar 62% dari 93 jawaban siswa/30 dan kegiatan haji yang memahami sebesar 52.5 % dari 63 jawaban siswa/30. Atau berdasarkan temuan responden menunjukkan 57,75 % memahami pendidikan agama Islam dan selebihnya kurang memahami. terperinci sehingga anak

Dari uraian tersebut di atas dapat diambil kesimpulan bahwa sebagian besar anak sudah dapat memehami bahwa pendidikan agama sangat berpengaruh dalam pribadi anak akan kebesaran Allah dan merupakan hubungan langsung antara manusia dengan Sang Pencipta. Serta dapat meningkatkan ketaqwaan serta motifasi belajar anak didalam berpola kehidupan sesuai dengan tutunan Nabi besar Muhammad sebagai utusan Allah sumber informasi.

BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN Dari Hasil analisis data yang telah dikemukakan didepan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

Bahwa pemahaman pendidikan agama Islam siswa SD Muhamadiyah Sambisari Kalasan pada dasarnya sudah cukup memahami akan pendidikan agama Islam, berdasarkan temuan dari responden yang menunjukkan 57,75 %, memahami Pendidikkan Agama Islam ,selebihnya kurang memahami.

B. SARAN 1. Guru-guru, terutama guru bidang studi Pendidikan Agama agar meningkatkan perhatiannya didalam pemberian pembelajaran pemahaman ajaran agama Islam terutama dalam hal ibadah. 2. Perlu juga dipikirkan bagaimana sistem pengajaran dan pendidikan yang dapat membuat siswa cepat matang dalam beragama. 3. Untuk memperoleh pemahaman Pendidikan Agama Islam yang benar tidak harus melalui pendidikan di masyarakat misalnya saja seperti aktif mengikuti kajian-kajian keagamaan. 4. Bagi peneliti selanjutnya, penulis menyarankan untuk mengkaji faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kematangan beragama.

DAFTAR PUSTAKA

A.L.S. SOESILO, 1985. Pengaruh Sikap Orang Tua Terhadap Perana Keluarga Memandu Anak, Jakarta : Rajawali.

Anak, Dalam

Abdullah Fajar, 1994. Keluarga, Pendidikan Dan Perkembangan Iptek Dalam Al Jamiah Yogyakarta : IAIN Sunan Kalijaga. Abu Ahmadi, 1991. Psikologi Sosial. Jakarta : PT. Reneka Cipta.

Masri Singarimbun dan Sri Mulyani. 1993. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta : Yasbit Fakultas Psikologi UGM.

Muhaimin dan Abu Dawud, 1993. Pemikiran Pendidikan Islam. Bandung : Trigend Karya.

Nana Sudjana E,S, Bandung .

1997. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Sinar Baru,

Ny. Singgih D. Gunarso, 1995. Psikologi Untuk Keluarga. Jakarta : Gunung Mulia.

Sayekti Pujisuwarni, 1981. Bimbingan Keluarga. Yogyakarta : Proyek Peningkatan.

Suwarno, 1982. Pengantar Umum Pendidikan. Jakarta : Aksara Baru.

Tim Dosen FIP, 1988. Pengantar Dasar-dasar Keluarga. Surabaya : Usaha Nasional.

Winarno Suratman. 1997. Pengantar Interaksi Belajar Mengajar. Bandung : Tarsito.

Zuhairin, dkk. 1992. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta : Bumi Aksara.

LAMPIRAN
Daftar Penilaian Siswa Kelas IV dan V SD Muhaammadiyah Sambisari Kalasan No. Nama Siswa Kelas Hasil Penilaian PAI

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29

Ardi Hermawan F. Eko Budi Santoso Panji Mauladin Andi setiawan Aditya Yoga Prasetya Rinsan Bagus A Rohman Muchsit Nanda Yogi H Agus Tri santosos\ Bayu Yuwono Faza Fauzan Adhima Chory Putra P Maulana Ahmad S M. Dimas Ilham Firahmat Jefri Hariyanto Nur Rahmad R Puji Yati Lisa Anggaraini Amalia Dita Hidayah Yunita Ningsih N. Murul Faqdilah Afifah Hani Assegaf Qisqi Lugas Santoso Rismi Putriningsih Herman Sulistio Dwi lstianto Agus Lesmomno

IV IV IV IV IV IV IV IV IV IV IV IV IV IV IV V V V V V V V V V V V V V V

7 8 7 7 8 7 7 7 7 7 7 6 7 6 7 7 7 7 7 7 7 6 8 8 8 7 7 6 7

30

Agung baskoro

V

7

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->