P. 1
Bahasa Indonesia Kls VII Smt 1

Bahasa Indonesia Kls VII Smt 1

|Views: 2,021|Likes:
Published by 12ndhamster

More info:

Published by: 12ndhamster on Jul 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2012

pdf

text

original

IND.VII.1.1.01 s.d IND.VII.1.4.

09

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester

: : :

Bahasa Indonesia VII 1 (Satu)

KEGIATAN SISWA

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

KATA PENGANTAR Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di SMP Terbuka, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah penyempurnaan modul sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini. Oleh karena itu Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama berupaya melakukan penyempurnaan modul SMP Terbuka agar sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat memenuhi kebutuhan siswa. Seiring dengan dinamika penyempurnaan tersebut, telah ditetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Kedua peraturan tersebut merupakan pedoman dalam penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Modul sebagai sumber belajar utama dalam proses pembelajaran bagi siswa SMP Terbuka ini telah disusun sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam pembahasannya modul ini telah mencakup seluruh Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mencapai standar kompetensi lulusan minimal tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dengan disempurnakannya modul SMP Terbuka ini diharapkan siswa memiliki kompetensi yang memadai sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. Modul ini dapat juga digunakan sebagai sumber belajar bagi siswa SMP atau yang sederajat selain siswa SMP Terbuka. Mengingat Kurikulum yang digunakan dalam penulisan modul ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), diharapkan masukan dan saran dari lapangan untuk penyempurnaan baik isi maupun perwajahan modul ini di masa yang akan datang. Dalam Pelaksanaannya Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan sekolah dapat melakukan penambahan dan pengembangan sesuai dengan kondisi masing-masing daerah. Semoga modul ini dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mutu pendidikan SMP Terbuka mengalami peningkatan sesuai dengan tuntutan jaman. Jakarta, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Juli 2011

Didik Suhardi, Ph. D. NIP. 19631203 198303 1 004   

DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar …………………………………………………………………… Daftar Isi ……………………………………………...………………………….. Petunjuk Belajar …………………………………………………………………. IND. VII.1.1.01 Kesehatan ..........………............................................................. IND. VII.1.1.02 Bertani Sayuran Jepang .............................................................. IND. VII.1.2.03 Buku Harian .............................................................................. IND. VII.1.2.04 Pengumuman. ............................................................................. IND. VII.1.2.05 Menulis Surat Pribadi ................................................................. IND. VII.1.3.06 Pesan dan Menulis Dongeng ..................................................... IND. VII.1.3.07 Mendongeng Atau Bercerita …………....................................... IND. VII.1.4.08 Cerita Anak ............................................................................... IND. VII.1.4.09 Pantun ....................................................................................... Kepustakaan .......................................................................................................... iii v vii 1 13 27 41 63 77 91 107 123 143

v

vi

PETUNJUK BELAJAR Buku ini memuat 9 (sembilan) modul untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII Semester 1. Modul ini harus Kamu pelajari dan selesaikan dalam jangka waktu satu semester, baik melalui kegiatan belajar di TKB (Tempat Kegiatan Belajar) maupun belajar di luar TKB. Dalam mempelajari modul ini supaya diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Belajar dengan modul keberhasilannya tergantung dari kedisiplinan dan ketekunan Kamu dalam memahami dan mematuhi langkah-langkah belajarnya. 2. Belajar dengan modul dapat dilakukan secara mandiri atau kelompok, baik di TKB atau di luar TKB. 3. Langkah-langkah yang perlu Kamu ikuti secara berurutan dalam mempelajari modul ini adalah sebagai berikut : a. Usahakan Kamu (bila memungkinkan) memiliki buku paket Bahasa Indonesia Kelas VII sebagai bahan pengayaan atau pendalaman materi, karena dalam modul ini diutamakan pada materi esensial/materi pokok/materi utama. b. Baca dan pahami benar-benar tujuan yang terdapat pada modul ini. Perhatikan materi pokoknya dan uraian materinya. c. Bila dalam mempelajari materi tersebut mengalami kesulitan, diskusikan dengan teman teman yang lain. Dan bila inipun belum terpecahkan sebaiknya Kamu tanyakan pada Guru Pamong di TKB atau tulis dalam format kesulitan dan tunjukkan pada Guru bina pada waktu tatap muka. d. Setelah Kamu merasa memahami materi pelajaran tersebut, kerjakan tugas-tugas yang tercantum dalam modul ini, dalam lembar jawaban yang terpisah atau pada buku tulis Kamu. e. Periksalah hasil penyelesaian tugas tersebut melalui kunci yang tersedia. Bila ada jawaban yang belum betul, pelajari sekali lagi materi yang bersangkutan. Bila semua kegiatan dalam satu modul sudah dapat diselesaikan dengan baik Kamu berhak mengikuti tes akhir modul yang diselenggarakan oleh Guru Bina atau Guru Pamong. f. Bila dalam tes akhir modul Kamu dapat mencapai nilai 6,5 Kamu dapat mempelajari modul berikutnya. 4. Urutan kegiatan tersebut harus ditaati, agar Kamu lebih berhasil mempelajari modul ini. Selamat Belajar !

vii

IND.VII.1.1.01

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu

: : : :

Bahasa Indonesia VII 1 (Satu) 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

KESEHATAN IND.VII.1.M.01 Kesehatan

Penulis Pengkaji Materi

: Dra. Edy Warsih : Drs. H. Nasruddin, M.Pd.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN Selamat atas keberhasilanmu dalam menyelesaikan pelajaran di Sekolah Dasar. Sekarang Kamu melanjutkan pelajaran ke sekolah yang lebih tinggi, yaitu SMP Terbuka. Belajar di SMP Terbuka, sangat berbeda dengan belajar di Sekolah Dasar. Di SMP Terbuka Kamu belajar melalui modul. Di dalam modul cara belajar yang harus Kamu lakukan telah diarahkan secara rinci dan terpadu. Itulah sebabnya, Kamu harus rajin membaca. Kali ini, Kamu akan mempelajari modul IND.VII.1.01 dengan judul “Kesehatan”. Standar kompetensi yang dituntut adalah agar Kamu mampu memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan berita. Modul ini terbagi dalam dua kegiatan pembelajaran. Kegiatan pertama, menyimpulkan isi berita dalam satu alinea berdasarkan pokok-pokok berita. Kegiatan kedua, menuliskan isi berita yang didengar ke beberapa kalimat berdasarkan pokok-pokok berita yang ditemukan. Jika seluruh kegiatan beserta tugas-tugasnya telah Kamu selesaikan dengan baik, segeralah Kamu minta tes akhir modul kepada Guru Pamongmu. Waktu yang disediakan untuk menyelesaikan modul ini adalah 4 x 40 menit, termasuk waktu untuk mengerjakan tes akhir modul. Karena waktu terbatas, maka Kamu harus dapat memanfaatkan dengan baik. Bila ada kesulitan jangan segan-segan mendiskusikannya dengan teman-temanmu, atau langsung menanyakan kepada Guru Pamongmu. Selamat belajar, semoga sukses.

3

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1: Menyimpulkan Isi Berita 1. Standar Kompetensi Memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan berita. 2. Kompetensi Dasar Membaca dan menyimpulkan isi berita yang dibacakan dalam beberapa kalimat. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu menemukan masalah utama dari tiap paragraf. 4. Materi Pokok Penyimpulan Isi Berita. 5. Uraian Materi Adakah di antara Kamu yang tidak memiliki televisi dan radio? Hampir pasti tidak ada. Televisi dan radio sudah menjadi bagian dari hidup kita. Banyak program yang ditayangkan di televisi dan disiarkan di radio. Di antaranya adalah berita. Salah satu keuntunganmu jika rajin menyimak berita adalah wawasan Kamu dapat bertambah luas. Sebagai pemirsa atau pendengar Kamu harus kritis dalam menyimak berita yang ditayangkan atau disiarkan itu. Pada kegiatan 1, Kamu akan berlatih menemukan pokok berita dari berita yang Kamu lihat atau Kamu dengar. Bila daya simak Kamu baik, pokok berita atau informasi penting yang Kamu lihat atau Kamu dengar dapat dengan mudah Kamu temukan. Suruhlah temanmu membacakan berita berikut. Saat temanmu membaca, Kamu dengarkan dengan baik. Kemudian catatlah pokok berita yang telah Kamu dengar di buku latihanmu! Sesak Napas dan Kebiasaan Merokok Di setiap iklan rokok, tercantum peringatan tentang risiko gangguan kesehatan yang mungkin dialami oleh perokok. Gangguan kesehatan itu di antaranya adalah dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin. Selain itu, salah satu penyakit yang erat kaitannya dengan rokok adalah penyakit paru obstruktif menahun. Dampak rokok pada umumnya disebabkan asap rokok. Asap rokok dapat menimbulkan radang kronik pada pipa saluran pernapasan. Hal itu akan mengakibatkan selaput lendir pipa saluran pernapasan menyempit. Udara yang keluar masuk pipa pernapasan tidak lancar sehingga pasien merasa sesak napas. Keluhan sesak napas menandakan bahwa proses merokok telah berjalan bertahun-tahun. Diperkirakan 80 sampai 90 persen perokok mempunyai risiko terkena penyakit paru obstruktif menahun. Selain disebabkan rokok, penyakit paru obstruktif menahun juga dapat disebabkan oleh faktor genetik, infeksi, dan polusi udara.

4

Dampak rokok tidak hanya dialami oleh perokok saja, namun juga pada orang yang ada di sekitarnya. Mengapa demikian? Karena walaupun tidak ikut merokok namun orang di sekitar perokok tersebut tetap menghirup asap rokok yang terbawa udara. Orang-orang yang menghirup asap rokok tanpa merokok secara langsung disebut perokok pasif. Maka dari itu berhentilah merokok. Kapanpun seorang berhenti merokok, orang tersebut akan mendapat manfaat. Terutama adalah manfaat bagi kesehatan kita sendiri. Jadi, tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok. Perhatikan kutipan berita paragraf 1 berikut! Di setiap iklan rokok, tercantum peringatan tentang risiko gangguan kesehatan yang mungkin dialami oleh perokok. Gangguan kesehatan itu di antaranya adalah dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin. Selain itu, salah satu penyakit yang erat kaitannya dengan rokok adalah penyakit paru obstruktif menahun. Berdasarkan kutipan paragraf 1 pada berita tersebut, coba Kamu rinci jumlah kalimatnya. Ya, paragraf tersebut terdiri dari tiga kalimat, yaitu: Kalimat (1) = Di setiap iklan rokok, tercantum peringatan tentang risiko gangguan kesehatan yang mungkin dialami oleh perokok. Kalimat (2) = Gangguan kesehatan itu di antaranya adalah dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin. Kalimat (3) = Selain itu, salah satu penyakit yang erat kaitannya dengan rokok adalah penyakit paru obstruktif menahun. Dari ketiga kalimat tersebut, Kamu tentu dapat menentukan bahwa kalimat utama adalah kalimat (1). Mengapa? Ini disebabkan, kalimat (1) merupakan topik yang dijadikan pembicaraan dalam paragraf 1. Sedangkan kalimat (2) dan (3) merupakan kalimat-kalimat penjelas. Ini tampak hubungannya dengan kalimat (1). Nah, pokok berita pada paragraf 1 terdapat pada kalimat (1) “Di setiap iklan rokok, tercantum peringatan tentang risiko gangguan kesehatan yang mungkin dialami oleh perokok”. Apabila disederhanakan, pokok berita tersebut ialah gangguan kesehatan terhadap perokok. Bagaimana, mudah dipahami, bukan? Untuk melatih dan meningkatkan kemampuanmu dalam menemukan pokok berita, coba Kamu siapkan buku latihanmu. Tentukan pokok berita yang terdapat dalam berita

5

“Sesak Napas dan Kebiasaan Merokok”! No 1 2 Paragraf 2 3 Pokok berita

Bila Kamu sudah mengerjakan, Kamu dapat mencocokkan jawabanmu dengan kemungkinan jawaban berikut ini. No 1 2 Paragraf 2 3 Pokok berita Dampak rokok pada umumnya disebabkan asap rokok Penyebab penyakit paru obstruktif menahun

Penemuan pokok berita tiap paragraf yang Kamu lakukan dapat membantumu dalam menyusun pokok-pokok berita. urutan dan susunan tersebut pada akhirnya dapat dijadikan sebagai bahan untuk menyimpulkan isi berita. Dari latihan yang telah Kamu kerjakan, Kamu dapat menentukan susunan pokok berita sebagai berikut: No 1 2 3 Paragraf 1 2 3 Pokok berita Di setiap iklan rokok tercantum peringatan gangguan kesehatan terhadap perokok Dampak rokok pada umumnya disebabkan asap rokok Penyebab penyakit paru obstruktif menahun

Apabila ketiga pokok berita tersebut ingin Kamu simpulkan, tentu tinggal mengembangkannya, bukan? Cobalah Kamu kembangkan tiga pokok berita tersebut sehingga menjadi satu alinea. Perhatikan contoh hasil pengembangannya! Di setiap iklan rokok, tercantum peringatan gangguan kesehatan terhadap perokok, di antaranya penyakit paru-paru, serangan jantung, kanker, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin. Dampak rokok pada umumnya disebabkan oleh asap rokok. Karena asap rokok mengandung berbagai zat kimia yang berbahaya, seperti nikotin, tar, karbon monoksida, dan lain-lain. Selain itu, penyakit yang erat kaitannya dengan rokok adalah paru obstruktif menahun. Penyakit paru obstruktif menahun juga dapat disebabkan oleh polusi udara.

6

Kosakata impotensi obstruktif dampak genetik infeksi polusi risiko Rangkuman

= keadaan tidak bertenaga = sumbatan, rintangan = pengaruh kuat yang mendatangkan akibat baik positif maupun negatif = sifat turun-menurun = kemasukan bibit penyakit = pengotoran, pencemaran = akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan

1. kesimpulan = ikhtisar disertai pendapat uraian tersebut 2. ihktisar = ringkasan, garis besar isi dari karangan 3. Langkah-langkah menyusun simpulan: a. membaca atau mendengarkan berita dengan cermat; b. mencatat pokok-pokok penting dari berita; c. mengembangkan pokok-pokok berita secara ringkas. 6. Tugas 1 1. Temukan pokok berita paragraf berikut ini! 2. Simpulkan pokok berita yang telah Kamu temukan ke dalam satu paragraf! Dampak rokok tidak hanya dialami oleh perokok saja, namun juga pada orang yang ada di sekitarnya. Mengapa demikian? Karena walaupun tidak ikut merokok namun orang di sekitar perokok tersebut tetap menghirup asap rokok yang terbawa udara. Orang-orang yang menghirup asap rokok tanpa merokok secara langsung disebut perokok pasif. Maka dari itu berhentilah merokok. Kapanpun seorang berhenti merokok, orang tersebut akan mendapat manfaat. Terutama adalah manfaat bagi kesehatan kita sendiri. Jadi, tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok.

Kegiatan 2: Menuliskan isi berita 1. Standar Kompetensi Memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan berita. 2. Kompetensi Dasar Membaca dan menyimpulkan isi berita yang dibacakan dalam beberapa kalimat. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu menemukan pokok-pokok berita yang didengarkan melalui radio/televisi. 2. Mampu menuliskan isi berita yang didengar ke dalam beberapa kalimat. 4. Materi Pokok Penulisan Isi Berita (yang didengarkan).

7

5. Uraian Materi Bagaimana dengan kegiatan pertamamu? Tentu menyenangkan, karena Kamu diajak mendengarkan berita dari radio atau televisi. Dari mendengarkan berita tersebut Kamu dapat menemukan pokok-pokok berita. diharapkan pada kegiatan 2 Kamu tidak lagi mengalami kesulitan. Materi yang akan Kamu pelajari ada kesamaan dengan kegiatan 1, yaitu menentukan pokok-pokok berita. Pokok-pokok berita tersebut kemudian Kamu tulis ke dalam beberapa kalimat. Sekarang mulailah Kamu mendengarkan pembacaan berita berikut ini yang dibacakan oleh salah seorang temanmu. Sambil mendengarkan pembacaan berita tersebut, Kamu mencatat tentang pokok-pokok beritanya. Peran Masyarakat dalam Sosialisasi Flu Burung Tak dapat dimungkiri informasi yang didapat masyarakat soal virus flu burung memang belum maksimal. Ketidaktahuan itu membuat masyarakat bersikap apatis. Misalnya saja, masih ada peternak yang menolak jika petugas ingin memusnahkan unggas peliharaannya. Atau ada masyarakat tidak mengerti bagaimana langkah yang harus dilakukan untuk meredam penyebaran virus tersebut. Hal itu tak pelak telah menghambat upaya penanganan penyakit flu burung. Di sinilah diperlukan adanya penyuluhan untuk membentuk kerja sama dengan masyarakat. Lewat sosialisasi informasi, di harapkan masyarakat bisa bertindak kooperatif dengan pihak-pihak terkait, misalnya dengan membentuk sikap aktif melapor jika menemukan unggas yang mati mendadak ke Dinas Peternakan, tidak menolak jika unggas-unggas miliknya diberantas karena terinfeksi. Hal yang paling utama adalah menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kesehatan hewan peliharaannya. Langkah ini tentu saja harus dilakukan secara konsisten. Pemerintah tidak boleh kecolongan lagi dengan meledaknya kasus flu burung. Dalam hal ini, pemerintah pusat perlu mengintensifkan kerja sama pemberantasan flu burung dengan pemerintah daerah lewat kerja sama yang terpadu. Sebagai langkah konkret, selain menggalakkan peran serta masyarakat, pemerintah perlu mendirikan posko terpadu di kelurahan atau kecamatan agar masyarakat. dapat memeriksakan unggas peliharaan kesana.

Petugas menyemprotkan desinfektan unggas.

8

Perhatikan contoh berikut ini! No Paragraf Tak dapat dimungkiri informasi yang didapat masyarakat soal virus flu burung memang belum maksimal. Ketidaktahuan itu membuat masyarakat bersikap apatis. Misalnya saja, masih ada peternak yang menolak jika petugas ingin memusnahkan unggas peliharaannya. Atau ada masyarakat tidak mengerti bagaimana langkah yang harus dilakukan untuk meredam penyebaran virus tersebut. Hal itu tak pelak telah menghambat upaya penanganan penyakit flu burung. Di sinilah diperlukan adanya penyuluhan untuk membentuk kerja sama dengan masyarakat. Lewat sosialisasi informasi, di harapkan masyarakat bisa bertindak kooperatif dengan pihak-pihak terkait, misalnya dengan membentuk sikap aktif melapor jika menemukan unggas yang mati mendadak ke Dinas Peternakan, tidak menolak jika unggas-unggas miliknya diberantas karena terinfeksi. Yang paling utama adalah menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kesehatan hewan peliharaannya. Pokok-pokok berita 1. informasi yang didapat masyarakat soal flu burung belum maksimal. 2. masyarakat bersifat apatis. 3. menghambat upaya penanganan penyakit flu burung.

1

2

1. perlu adanya penyuluhan untuk membentuk kerja sama dengan masyarakat. 2. diharapkan masyarakat bisa bertindak kooperatif. 3. menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kesehatan.

Dalam paragraf satu terdapat tiga pokok berita. di antara ketiga pokok berita tersebut yang berupa pernyataan umum adalah “informasi yang didapat masyarakat soal flu burung belum maksimal”. Sedangkan pokok berita dua dan tiga disebut kalimat penjelas, karena sebagai rangkaian rincian penunjang kalimat topik. Demikian pula pada paragraf kedua. Pokok-pokok berita yang berupa pernyataan umum adalah “perlu adanya penyuluhan untuk membentuk kerja sama dengan masyarakat”. Pokok berita bernomor dua dan tiga merupakan kalimat penjelas. Hal yang harus Kamu ingat adalah bahwa setiap paragraf mempunyai satu ide pokok. Apabila ide pokok terletak di awal paragraf, maka disebut paragraf deduktif. Sebaliknya, jika ide pokok terletak di akhir paragraf, maka disebut sebagai paragraf induktif. Sedangkan apabila ide pokok berada di awal dan di akhir paragraf, maka disebut paragraf campuran.

9

Nah, dari hasil catatan tersebut, dapat Kamu gunakan untuk menuliskan kembali isi berita secara ringkas. Caranya adalah dengan menggabungkan pokok-pokok isi berita menjadi satu paragraf. Tentunya Kamu dapat melakukannya, bukan? Sekarang, silakan Kamu menuliskan kembali isi berita “Peran Masyarakat dalam Sosialisasi Flu Burung”. Jangan lupa gunakan pokok-pokok isi berita yang telah Kamu catat sebagai bantuan! Perhatikan contoh berikut ini! Informasi yang didapat masyarakat soal flu burung belum maksimal, membuat masyarakat bersifat apatis. Hal ini dapat menghambat upaya penanganan penyakit flu burung. Di sinilah perlu adanya penyuluhan untuk membentuk kerja sama dengan masyarakat. Dengan adanya penyuluhan, diharapkan masyarakat bertindak kooperatif serta menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Baiklah, sebelum Kamu mengerjakan tugas, bacalah kosakata dan rangkuman berikut. Dengan demikian akan memudahkan Kamu dalam mengerjakan tugas. Kosakata informasi virus maksimal apatis sosialisasi = = = = = keterangan, pemberitahuan yang menyebabkan dan menularkan penyakit sebanyak-banyaknya acuh tak acuh, tidak peduli, masa bodoh proses belajar seorang anggota masyarakat untuk mengenal dan menghayati kebudayaan masyarakat di lingkungannya bersifat kerjasama terkena bibit penyakit tetap, tidak berubah-ubah membuat atau menjadikan secara sungguh-sungguh dan terusmenerus hingga memperoleh hasil yang optimal tempat jaga nyata, benar-benar ada

kooperatif = terinfeksi = konsisten = mengintensifkan = posko konkret Rangkuman = =

1. Untuk dapat menceritakan isi wacana dengan lengkap, lebih dahulu Kamu catat ide pokok dari wacana yang Kamu baca. 2. Ide pokok yang terdapat di awal paragraf disebut paragraf deduksi. 3. Ide pokok yang terdapat di akhir paragraf disebut paragraf induksi. 4. Ide pokok yang terdapat di awal dan di akhir paragraf disebut paragraf campuran. 5. Ide pokok tiap paragraf merupakan dasar untuk menceritakan kembali isi wacana 6. Tugas 2 1. Temukan pokok-pokok berita pada paragraf 3 dan paragraf 4 dalam berita yang berjudul “Peran Masyarakat dalam Sosialisasi Flu Burung”! 2. Tuliskan kembali isi berita berdasarkan pokok-pokok berita yang telah Kamu temukan ke dalam beberapa kalimat!

10

C. PENUTUP Sekarang Kamu tentu merasa senang dan bangga, karena Kamu sudah mempelajari modul ini dengan baik. Berarti Kamu sudah memahami dua materi yang ada dalam modul ini. yaitu menyimpulkan dan menuliskan isi berita yang didengar tentang “Kesehatan”. Tentu semua materi telah Kamu pahami dengan baik. Berarti Kamu telah dapat menyelesaikan tugas dalam setiap kegiatan. Kegiatan selanjutnya mintalah tes akhir modul kepada Guru Pamong. Jangan lupa nilaimu minimal 6,5 agar Kamu bisa mempelajari modul selanjutnya. Selamat belajar!

11

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 1. Pokok berita paragraf 1. a. Dampak Rokok yang lain Simpulan berdasarkan pokok berita: Selain menyerang perokok aktif, dampak rokok juga menyerang perokok pasif. Perokok pasif yaitu orang-orang yang berada di sekitar perokok. Karena ia juga menghirup udara yang mengandung asap rokok. Untuk itu, alangkah baiknya bila kita berhenti merokok mulai dari sekarang, sebelum kita kecanduan dan terkena penyakit yang berbahaya lainnya Tugas 2 2. Pokok-pokok berita a. Paragraf 3: a. harus dilakukan secara konsisten b. mengintensifkan kerjasama pemberantasan flu burung b. Paragraf 4: 1) Perlunya pemerintah mendirikan posko terpadu di kelurahan atau kecamatan. 3. Penulisan kembali isi berita berdasarkan pokok-pokok berita: Pemberantasan flu burung harus dilakukan secara konsisten. Supaya tidak kecolongan meledaknya kasus flu burung, pemerintah lebih mengintensifkan kerjasama dengan masyarakat. Maka dari itu, perlunya pemerintah mendirikan posko terpadu di kelurahan atau kecamatan.

12

IND.VII.1.1.02

MODUL SMP TERBUKA
Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : : : : Bahasa Indonesia VII 1 (Satu) 6 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

BERTANI SAYURAN JEPANG IND.VII.1.M.02 Bertani Sayuran Jepang

Penulis Pengkaji Materi

: :

Dra. Edy Warsih Drs. H. Nasruddin, M.Pd.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN Bersyukurlah Kamu telah menyelesaikan modul yang terdahulu. Kali ini Kamu akan mempelajari modul dengan judul “Bertani Sayuran Jepang”. Tapi jangan lupa, baca kembali modul-modul sebelumnya yang berkaitan dengan modul berikut ini. Setelah mempelajari modul ini, Kamu diharapkan dapat menjawab pertanyaan isi bacaan, menemukan kata tertentu dalam kamus dan mengetahui maknanya, serta mampu mengidentifikasikan berbagai teks perangkat upacara dan mampu membaca dengan intonasi yang tepat. Jika seluruh kegiatan beserta tugas-tugasnya telah Kamu selesaikan dengan baik, segeralah Kamu minta tes akhir modul kepada guru pamongmu. Waktu yang disediakan untuk menyelesaikan modul ini adalah 6 x 40 menit termasuk tes akhir modul. Manfaatkan waktu sebaik mungkin, supaya memperoleh hasil yang maksimal. Bila ada kesulitan jangan segan-segan mendiskusikannya dengan teman-teman, atau langsung menanyakan kepada Guru Pamongmu. Selamat belajar, semoga sukses!

15

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Pertanyaan Isi Bacaan dan Simpulan Kembali Isi Bacaan 1. Standar Kompetensi Memahami ragam teks non sastra dengan berbagai cara membaca 2. Kompetensi Dasar Menyimpulkan isi bacaan setelah membaca cepat 200 kata per menit 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu menjawab dengan benar 75% dari jumlah pertanyaan yang disediakan 2. Mampu menyimpulkan isi bacaan dengan merangkai pokok-pokok bacaan 4. Materi Pokok Menjawab Pertanyaan Isi Bacaan dan Menyimpulkan Kembali Isi Bacaan 5. Uraian Materi Selama Kamu belajar di Sekolah Dasar (SD) pasti selalu belajar membaca, bukan? Karena membaca dapat memberikan ilmu pengetahuan dan menambah pengalaman. Membaca adalah suatu keterampilan. Pernahkah Kamu mengukur kecepatan membacamu? Kira-kira berapa kata per menit? Setiap orang, kemampuan membacanya berbeda-beda. Kecepatan membaca biasanya diukur dari seberapa banyak jumlah kata yang terbaca setiap menitnya. Sekarang cobalah Kamu baca wacana berikut! Untuk mengukur kecepatan dapat menggunakan stopwatch, jam tangan, atau jam dinding. KISAH PETANI SAYURAN JEPANG Meski awalnya sulit, Bobon Turbansyah (53) pria kelahiran Desa Cibeunying, Cibodas, Lembang, Bandung, berhasil mengajak para petani di sekitarnya menjadi mitra. Di pagi yang dingin ia sudah menyibukkan diri di kebun. Ia memeriksa pohonpohon tomat dan sayuran yang akan dipanen. Ketika panen tiba, Bobon berada di kebun sejak pagi sampai malam, karena ia harus selalu mengontrol terutama saat sayuran dikemas, supaya kualitas sayuran yang dikirim ke pelanggan tetap terjaga. Packaging harus benar dan bagus, tonase juga harus benar. Setelah mobil berangkat ke pelanggan, baru ia bisa bernapas lega. Usai mencuci tangan, Bobon menyalakan rokok dan mulai bercerita tentang usaha perkebunan sayur miliknya di bangku lebar di bawah pohon yang rindang. Sebenarnya selepas kuliah di Akademi Ilmu Keuangan pada tahun 1980-an, ia sempat bekerja di kantor, hingga bapaknya menyuruh meneruskan usaha perkebunan kentang di sini. Ia pun menyetujuinya, dengan syarat bapaknya tidak diperbolehkan ikut campur Sejak itu, Bobon menekuni perkebunan kentang. Usahanya maju pesat. Tahun 1993, ia ditawari BLPP untuk bekerja sama dengan konsultan Jepang untuk menanam sayuran asal Negeri Matahari Terbit itu. Rupanya, dataran tinggi tempatnya tinggal

16

cocok ditanami tomat Jepang, horenso (bayam Jepang), nasubi (terong Jepang), edamame (kedelai Jepang), kyuri (timun Jepang), dan sebagainya. Benih yang dibawa langsung dari Jepang dapat tumbuh subur di pedesaan berhawa sejuk tersebut. Saat ditawarkan ke swalayan-swalayan di Jakarta yang pelanggannya kebanyakan orang Jepang, ternyata sayur hasil panenan Bobon disambut positif. “mereka minta dipasok secara rutin hingga sekarang,” ujarnya. Bobon membutuhkan lahan lebih luas lagi untuk memenuhi permintaan mereka. Untuk menyiasatinya, ia mengajak petani-petani kecil di sekitarnya untuk menjadi mitranya. Bobon yang didampingi konsultan dari Jepang menyediakan bibit, para petani itu tinggal menanam dan merawat sampai panen. “Bukan hal mudah mengajak petani menjadi mitra. Awalnya hanya tiga orang yang mau.” Namun, keberhasilan Bobon membuat petani tak keberatan bekerja sama. Bayangkan saja, oleh pelanggannya, Bobon boleh menentukan harga sayur. Tomat, misalnya, sekarang dijual Bobon dengan harga Rp 15 ribu/kg, bayam Rp 6 ribu/kg, edamame 14 ribu/kg. “Ternyata hasilnya menggiurkan. Dari situ, banyak petani yang ingin menjadi mitra,” papar Bobon. Nova No. 951/XIX/21 Mei 2006 Setelah membaca wacana tersebut berapakah kecepatan membacamu? Tulislah: ……… kata per menit. Selanjutnya, perhatikan kembali bacaan paragraf 1, kemudian jawablah pertanyaannya di buku latihanmu! Meski awalnya sulit, Bobon Turbansyah (53) pria kelahiran Desa Cibeunying, Cibodas, Lembang, Bandung, berhasil mengajak para petani di sekitarnya menjadi mitra. Di pagi yang dingin ia sudah menyibukkan diri di kebun. Ia memeriksa pohonpohon tomat dan sayuran yang akan dipanen. Ketika panen tiba, Bobon berada di kebun sejak pagi sampai malam, karena ia harus selalu mengontrol terutama saat sayuran dikemas, supaya kualitas sayuran yang dikirim ke pelanggan tetap terjaga. Packaging harus benar dan bagus, tonase juga harus benar. Setelah mobil berangkat ke pelanggan, baru ia bisa bernapas lega. Pertanyaan: Apakah yang Bobon lakukan setiap pagi? Jawab: Kegiatan yang Bobon lakukan setiap pagi adalah memeriksa pohon-pohon tomat dan sayuran yang akan dipanen. Bagaimana dengan jawabanmu? Tentu sudah benar. Dengan demikian Kamu telah memahami bacaan tersebut. Ada beberapa hal yang harus Kamu perhatikan dalam membaca cepat, yaitu: 1. Jangan mengulang kata atau kalimat yang telah dibaca 2. Jangan membaca kata demi kata 3. Jangan selalu berhenti lama di awal baris 4. Kritis terhadap kata kunci 5. Jangan membaca bergumam

17

Baiklah, sebelum Kamu mengerjakan tugas, bacalah kosakata dan rangkuman berikut ini, dengan demikian akan memudahkan Kamu mengerjakan tugas. Kosakata dikemas kualitas packaging tonase BLPP swalayan konsultan positif dipasok rutin mitra menyiasati Rangkuman 1. Membaca adalah suatu keterampilan 2. Membaca wacana dapat dilakukan dengan pemahaman 3. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membaca cepat: a. Jangan mengulang kata atau kalimat yang telah dibaca b. Jangan membaca kata demi kata c. Jangan selalu berhenti lama di awal baris d. Kritis terhadap kata kunci e. Jangan membaca bergumam 6. Tugas 1 Untuk dapat mengetahui tingkat pemahaman terhadap bacaan yang telah Kamu baca, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini: 1. Siapakah petani yang telah berhasil mengajak para petani lain menjadi mitra? 2. Di manakah Bobon dilahirkan? 3. Sejak kapan Bobon menekuni perkebunan kentang? 4. Mengapa perkebunan Bobon maju pesat? 5. Negara manakah yang telah membantu dan bekerja sama dengan Bobon ? 6. Sayuran apa sajakah yang berasal dari negara tersebut? 7. Mengapa tanaman tersebut lebih cocok di tanam di dataran tinggi? 8. Ke manakah sayur hasil panen Bobon dijual? 9. Sebutkan ide pokok tiap-tiap paragraf! 10. Simpulkan isi bacaan tersebut! diatur rapi, dibungkus tingkat baik-buruknya sesuatu proses dari pengemasan barang sampai diangkut ke alat pengiriman jumlah total berat suatu barang, biasanya digunakan pada kendaraan pengangkut Balai Latihan Produksi Pangan pelayanan sendiri oleh pelanggan orang (ahli) yang bertugas memberi petunjuk, pertimbangan, atau nasihat dalam suatu kegiatan lawan negatif, bagus, baik diadakan persediaan prosedur yang teratur dan tidak berubah-ubah rekan, teman, kawan kerja, pasangan kerja mencari jalan keluar persoalan, taktik, strategi

18

Kegiatan 2 : Makna Kata dalam Kamus 1. Standar Kompetensi Memahami ragam teks non sastra dengan berbagai cara membaca. 2. Kompetensi Dasar Menemukan makna kata tertentu dalam kamus secara cepat dan tepat sesuai dengan konteks yang diinginkan melalui membaca memindai. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi a. Mampu menemukan tema secara cepat dan tepat. b. Mampu menemukan makna kata secara cepat dan tepat sesuai dengan konteks yang diinginkan. 4. Materi Pokok Cara Menemukan Makna Kata secara Cepat dan Implementasinya. 5. Uraian Materi Pada kegiatan (1) Kamu telah berlatih membaca cepat 200 kata per menit. Tentu Kamu sudah memahaminya, bukan? Pada kegiatan (2) ini, Kamu masih belajar membaca cepat. Tetapi, berlatih untuk menemukan makna kata secara cepat dengan teknik memindai (scanning), khususnya menemukan kata tertentu dalam kamus. Tahukah Kamu yang dimaksud dengan membaca memindai (scanning)? Membaca memindai merupakan teknik untuk mencari informasi yang diinginkan dan melewatkan begitu saja informasi yang lain. Nah, coba Kamu baca sekali lagi bacaan pada kegiatan (1). Tentu Kamu akan menemukan kata-kata sulit. Catatlah kata-kata tersebut, kemudian carilah makna katakata tersebut dalam kamus! Jika kata yang dicari dalam kamus itu mempunyai arti lebih dari satu, Kamu harus dapat memilih arti mana yang diinginkan.Contoh: Konsultan : orang (ahli) yang bertugas memberi petunjuk, pertimbangan, atau nasihat dalam suatu kegiatan. Agar lebih jelas, berikut ini contoh petikan Kamus Besar Bahasa Indonesia.

19

Rangkuman 1. Mencari arti sebuah kata di dalam kamus perlu sebuah keterampilan yaitu melalui membaca memindai. 2. Membaca memindai (scanning) adalah membaca sepintas. 3. Membaca memindai (scanning) dilakukan untuk menemukan suatu informasi secara cepat. 6. Tugas 2 Carilah arti kata-kata sukar yang terdapat pada paragraf berikut ini dalam kamus, kemudian gunakan kata-kata sukar itu dalam kalimat. Begitulah, akhirnya banyak petani yang menjadi “pegawai” Bobon. Bobon pun tetap menomorsatukan kualitas produknya. Itu sebabnya, ia selalu mengawasi langsung saat sayuran datang ke rumah dan dipilah-pilah untuk dikemas. Penempatan pegawai pun diperhatikan betul olehnya. Orang yang menyortir sayuran tidak bisa sembarangan, supaya sayuran yang dipilih harus benar-benar yang bagus.

20

Kegiatan 3 : Membaca Teks Perangkat Upacara 1. Standar Kompetensi Memahami ragam teks non sastra dengan berbagai cara membaca. 2. Kompetensi Dasar Membacakan berbagai teks perangkat upacara, dengan intonasi yang tepat. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu mengidentifikasi berbagai teks perangkat upacara. 2. Mampu membacakan berbagai teks untuk upacara bendera dengan intonasi yang tepat. 4. Materi Pokok Pembacaan Teks Perangkat Upacara. 5. Uraian Materi Pernahkah Kamu mengikuti upacara bendera? Tentu sudah pernah, bukan? Upacara bendera biasanya dilaksanakan di sekolah pada hari-hari tertentu saja. Misalnya upacara pada hari Senin, memperingati HUT RI, Hari Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan, dan lain-lain. Nah, sebagai wujud rasa kebangsaan Kamu terhadap tanah air Indonesia serta rasa syukur Kamu terhadap Tuhan Yang Maha Esa, setiap ada kegiatan upacara di sekolahmu tentu [1] [2] ada pembacaan perangkat teks upacara. Teks perangkat upacara tersebut yaitu: 1. Teks Pembukaan UUD 1945 2. Teks janji Siswa 3. Teks doa Agar lebih jelas, berikut ini contoh bentuk teks: Teks Pembukaan UUD 1945 UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 PEMBUKAAN Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan tersebut dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa menghantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

21

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Contoh teks Janji Siswa JANJI SISWA 1. Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, abdi terhadap tanah air dan bangsa, serta kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. 2. Adab terhadap orangtua, hormat terhadap guru, serta menjunjung tinggi derajat dan martabat sekolah. 3. Belajar dengan sungguh-sungguh sebagai bekal masa depan bangsa. 4. Berprestasi dalam rangka mengisi kemerdekaan
5. Menjadi warga masyarakat (Jakarta, Jawa Barat, dan sebagainya) yang baik, dan pemuda Indonesia yang bertanggung jawab.

Contoh teks doa TEKS DOA 1. Ya Allah Tuhan Yang Maha Bijaksana, pada kesempatan yang baik ini kami berkumpul seraya memanjatkan doa kepada-Mu sebagai wujud rasa syukur kami. 2. Ya Allah Tuhan Yang Maha Penerang, terangkanlah hati kami siswa-siswi untuk selalu berprestasi dalam menuntut ilmu untuk perkembangan bangsaku Indonesia tercinta. 3. Ya Allah Tuhan Yang Maha Pembimbing, bimbinglah kami, orangtua kami, Bapak Ibu Guru kami, dan Pemimpin-pemimpin kami ke jalan yang benar. 4. Ya Allah Tuhan Yang Maha Mengetahui, kami tahu apa yang kami perbuat saat ini dan kami akan perbaiki apa yang telah kami perbuat saat ini untuk yang akan datang atas ridlomu Ya Allah. 5. Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengampun, ampunilah dosa-dosa kami, dosa-dosa Bapak Ibu kami, dosa-dosa Bapak Ibu guru kami, dan dosa-dosa para pejuang pendahulu kami. 6. Ya Allah Tuhan Yang Maha Memberi, kabulkanlah doa kami. Amin. Bacalah teks tersebut dengan intonasi yang baik dan benar. Intonasi atau lagu kalimat dalam teks dibaca sesuai dengan kaidah-kaidah tanda baca dan bentuk teks. Untuk memudahkan Kamu dalam membaca teks, alangkah baiknya jika teks diberi penanda terlebih dahulu.

22

Penanda yang perlu diketahui di antaranya sebagai berikut: = meninggi = merendah = berhenti sejenak ( , ) = berhenti agak lama ( . ) Perhatikanlah contoh teks UUD '45 pada alinea pertama berikut! UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 (dibaca: SERIBU SEMBILAN RATUS EMPAT PULUH LIMA)

PEMBUKÂAN

Bahwa sesungguhnya

kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa

dan oleh sebab itu, maka dan

penjajahan tersebut dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan perikeadilan.

Rangkuman 1. Teks perangkat upacara terdiri dari a. Teks Pembukaan UUD 1945 b. Teks Janji Siswa c. Teks Doa 2. Teks perangkat upacara dibacakan pada saat kegiatan upacara bendera baik hari Senin ataupun hari besar lainnya. 3. Pembacaan teks harus dengan intonasi yang baik dan benar. 4. Untuk memudahkan pembacaan, sebaiknya teks diberi penanda. 6. Tugas 3 Lanjutkan penandaan pada teks UUD 1945 alinea kedua sampai dengan alinea keempat!

23

C. PENUTUP Upaya menyelesaikan modul ini tidak sia-sia. Semoga dalam mengikuti tes akhir modul tidak mengalami kesulitan, tentunya kembali kepadamu. Kalau Kamu rajin mengikuti petunjuk modul ini tentu akan berhasil. Selesai kegiatan ini, berarti Kamu telah mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian, Kamu telah dapat menjawab pertanyaan isi bacaan, menemukan kata tertentu dalam kamus dan mengetahui maknanya, serta mampu mengidentifikasikan berbagai teks perangkat upacara dan mampu membacakan dengan intonasi yang tepat. Jika seluruh kegiatan beserta tugas-tugasnya telah Kamu selesaikan dengan baik, segeralah Kamu minta tes akhir modul kepada Bapak/Ibu Guru Pamongmu. Selamat bekerja dan berdoalah kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga berhasil.

24

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Bobon Turbansyah Desa Cibeunying, Cibodas, Lembang, Bandung ± 1980 Bobon tekun menggarap perkebunan sayurnya Jepang Horenso (bayam), nasubi (terong), edamame (kedelai), kyuri (timun) Hawanya sejuk Swalayan-swalayan di Jakarta Ide pokok paragraf 1. Kesibukan Bobon setiap pagi 2. Kisah Bobon 3. Tawaran kerja sama dari BLPP dan konsultan Jepang 4. Penjualan sayur hasil panen 5. Menjadikan petani kecil sebagai mitra 6. Petani lain tertarik menjadi mitra Bobon 10. Bobon Turbansyah (53) pria kelahiran Desa Cibeunying, Cibodas, Lembang, Bandung, telah berhasil dalam mengelola perkebunan sayurnya. Ia menggarap perkebunannya dengan tekun semenjak tahun 1980. berkat keberhasilannya ia diajak bekerja sama oleh konsultan Jepang. Akhirnya banyak petani di sekelilingnya yang tertarik menjadi mitra. Tugas 2 No Kata sukar kualitas Makna kata Kalimat

1

tingkat baik buruknya Harga suatu barang yang mahal tidak sesuatu hasil, hasil kerja menjamin kualitas yang baik Produk luar negeri lebih banyak diminati daripada produk dalam negeri Barang-barang yang akan diperdagangkan, dikemas dengan baik, agar terlihat menarik

2

produk

3

dikemas

diatur rapi-rapi

25

Tugas 3

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia yang berbahagia dengan selamat sentosa

telah sampailah kepada saat ke

menghantarkan rakyat Indonesia

depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, berdaulat, adil dan makmur.

yang merdeka, bersatu,

Atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu

untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia

yang melindungi segenap bangsa Indonesia

dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam

suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia Ketuhanan Yang Maha Esa, Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan

dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam

Permusyawaratan /Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

26

IND.VII.1.2.03

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu

: : : :

Bahasa Indonesia VII 1 (satu) 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

BUKU HARIAN IND.VII.1.M.03 Buku Harian

Penulis Pengkaji Materi Pengkaji Media

: Dra. Sunaryati : Prof. Dr. Ahmad HP Drs. H. Nasruddin, M.Pd. : Dr. Nurdin Ibrahim

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN Dalam modul kali ini, Kamu akan mempelajari sebuah topik yang sangat menarik, yaitu buku harian. Melalui topik ini, diharapkan Kamu dapat mencatat kejadian menarik ke dalam buku harian, serta menceritakan pengalaman yang paling menarik mengesankan. Untuk mencapai kedua tujuan tersebut, Kamu akan mempelajari dua materi. Materi pertama, pencatatan kejadian yang menarik dalam buku harian. Sedang materi kedua menceritakan pengalaman yang paling mengesankan. Apabila Kamu membaca dengan teliti dan sungguh-sungguh, kedua materi itu akan Kamu kuasai dengan mudah. Jangan lupa, setiap kegiatan ada tugas yang harus Kamu selesaikan. Bila mengalami kesulitan Kamu boleh berdiskusi dengan teman-temanmu. Boleh juga Kamu bertanya pada Guru Pamongmu. Apabila kedua tugas itu sudah Kamu selesaikan, sudah Kamu kuasai, berarti kedua tujuan itu sudah kamu capai. Waktu untuk mempelajari dua materi dalam modul ini hanya 4 x 40 menit, termasuk tes akhir modul. Gunakan waktu itu untuk mempelajari modul ini dengan penuh kesungguhan. Bila ada kesungguhan, nilaimu pasti akan memuaskan. Selamat belajar.

29

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Pencatatan Kejadian Menarik ke dalam Buku Harian 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan pikiran dan pengalaman dalam buku harian dan surat pribadi. 2. Kompetensi Dasar Menulis buku harian atau pengalaman pribadi dengan memperhatikan cara pengungkapan dan bahasa yang baik dan benar 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu menulis pengalaman, dan perasaan pada buku harian dengan memperhatikan cara pengungkapan dan tidak lupa mencantumkan waktu penulisan 2. Mampu menuliskan dengan bahasa ekspresif 4. Materi Pokok Pencatatan Kejadian Menarik ke dalam Buku Harian. 5. Uraian Materi Dalam kehidupan sehari-hari, tentu Kamu pernah melihat berbagai macam buku. Misalnya buku pelajaran, buku ilmu pengetahuan, buku cerita, buku harian dan sebagainya. Salah satu kegiatan yang Kamu pelajari dalam modul ini adalah mencatat kejadian yang menarik ke dalam buku harian. Apakah yang dimaksud dengan buku harian? Mungkin Kamu sudah memahaminya. Buku harian adalah buku tulis yang berisi catatan tentang kegiatan seseorang yang biasa dilakukan. Isi buku harian biasanya tentang pengalaman yang mengesankan. Pengalaman itu bisa menggembirakan dan bisa juga yang menyedihkan. Catatan-catatan kecil itu dapat Kamu kembangkan menjadi sebuah kerangka karangan. Kerangka itu nantinya dapat Kamu kembangkan menjadi sebuah karangan yang menarik, dan akan menjadi catatan dalam buku harian. Nah, perhatikanlah langkahlangkah yang dilakukan oleh temannya Zainal untuk mencatat kejadian yang menarik. 1. Membuat kerangka catatan buku harian berdasarkan pengalaman yang menarik. a. membantu usaha ayahnya berdagang 1). sudah lima tahun lamanya 2). banyaknya makan asam garam 3). sering kena razia 4). menempati kios penampungan sementara b. Pengalaman berdagang 1). dibantu dua orang adiknya 2). tetap menjadi pedagang kaki lima 3). tidak mengeluh 4). selalu bersyukur

30

Berdasarkan kerangka itu, temannya Zainal Arifin dapat mengembangkan gagasannya menjadi catatan menarik di dalam buku harian. Nah, sekarang Kamu dapat membaca catatannya sebagai berikut. Zainal Arifin begitu nama temanku, telah membantu ayahnya berdagang pakaian jadi selama 5 tahun di Blok M. Tak heran jika dia banyak makan asam garam kehidupan pedagang kaki lima. Terkena razia bukan pengalaman baru baginya. Tetapi dia tetap tegar menjalankan usaha. Sekarang dia bisa lebih tenang, karena di tempat yang sekarang tidak akan dikejar-kejar petugas kamtib “Kiosku yang sekarang merupakan tempat penampungan sementara, menunggu kios baru yang sedang dibangun di pasar Blok M,” Kata Zainal. Di samping Zainal Arifin, yang membantu usaha ayahnya ialah kedua adiknya. Dia mempunyai empat orang adik. Semua sudah bersekolah. Hanya dua orang adiknya yang membantu berjualan, karena rumahnya cukup jauh dari lokasi berdagang. Walaupun sudah 5 tahun mereka berdagang, tetap saja menjadi pedagang kaki lima, mereka mengaku tidak pernah “mengeluh”. Bahkan selalu bersyukur kepada-Nya, berapa pun yang ia peroleh. Dikutip dan diubah seperlunya dari “Potret-potret Tak Berbingkai” Hal yang diungkapkan oleh temannya Zainal Arifin merupakan pengalaman yang menarik bagi dirinya. Ia melihat betapa bahagia sekali memperoleh kios baru. Semua itu dapat diperolehnya karena ia tidak pernah mengeluh. Zainal Arifin selalu bersyukur berapapun uang yang diperolehnya. Ia juga memperoleh kesan bahwa seseorang dalam berdagang tidak tergantung apakah ia seorang laki-laki atau perempuan. Semua itu tergantung dari keahlian orang tersebut dan ada usaha meningkatkan keahliannya itu. Untuk dapat menuliskan sesuatu yang menarik ke dalam buku harian. Kamu harus memiliki kemampuan. Kemampuan dapat dimiliki oleh siapa saja. Caranya, Kamu harus berlatih dengan sungguh-sungguh. Untuk dapat menulis kejadian tersebut ada beberapa hal yang perlu Kamu perhatikan, yaitu: ketepatan pemilihan kata, penggunaan kalimat efektif, penggunaan ejaan, dan pengembangan paragraf. 2. Ketepatan Memilih Kata Kata merupakan salah satu unsur dalam bahasa yang sangat penting. Dengan kata kata Kamu berpikir, menyatakan perasaan, serta gagasan. Dengan kata-kata orang menjalin persahabatan, melakukan perjanjian perdamaian, dan kerja sama. Tetapi sebaliknya, dengan kata-kata pula mungkin suatu pertengkaran, bahkan peperangan dimulai atau terjadi. Dalam memilih kata ada dua persyaratan pokok yang harus Kamu perhatikan yaitu ketepatan dan kesuaian. Persyaratan pertama ialah ketepatan menyangkut makna. Kata-kata yang Kamu pilih harus selalu tepat mengungkapkan pada yang ingin Kamu ungkapkan. Dengan demikian, maka pandangan atau pembaca juga menafsirkan kata-kata tersebut, seperti apa yang Kamu maksudkan. Persyaratan kedua adalah kesesuaian menyangkut kecocokan antara kata-kata yang dipakai dengan situasi.

31

Sebagai contoh, misalnya ada beberapa kata yang mempunyai makna yang sama atau mirip seperti kata pedagang, pengusaha, usahawan, saudagar. Kata-kata tersebut tentu digunakan dalam kalimat yang berbeda-beda. Misalnya sebagai berikut : c. Ayahku hanya seorang pedagang kaki lima d. Pak Arief pengusaha percetakan yang berhasil e. Sebagai usahawan yang terkenal, Pak Yanto selalu bersikap ramah pada karyawannya. f. Ibu Dewi seorang saudagar kain batik Tentu tidak tepat jika kata usahawan ditukar dengan kata pedagang kaki lima, dari contoh kalimat tersebut. 3. Penggunaan Kalimat Efektif Setiap gagasan pikiran yang Kamu miliki pada praktiknya harus dituangkan ke dalam bentuk kalimat. Kelengkapan unsur sebuah kalimat sangat menentukan kejelasan kalimat. Oleh sebab itu sebuah kalimat harus memiliki subyek dan predikat. Kalimat yang benar dan jelas akan dengan mudah dipahami orang lain secara tepat. Kalimat yang demikian disebut kalimat efektif. Syarat pertama sebuah kalimat efektif, mempunyai struktur yang baik. Artinya kalimat itu harus memiliki unsur-unsur subyek dan predikat. Bisa ditambah dengan objek dan keterangan. Sebagai contoh : a. Zainal Arifin subyek Aku subyek Rumahku subyek Aku subyek Begitu namaku. predikat menjalankan predikat usahaku objek

b

Tetap tegar keterangan

c

Cukup jauh dari predikat mencoba meningkatkan predikat

Lokasi berdagang. keterangan tempat Usahaku. objek

d

Dari contoh-contoh tersebut jelaslah bahwa setiap kalimat memiliki struktur yang benar dan jelas. Setiap kata atau kelompok kata harus jelas fungsinya dalam kalimat. Sebuah kalimat biasanya memberikan sebuah kejadian atau peristiwa. Kejadian atau peristiwa yang berurutan hendaknya dipersatukan agar urutannya tergambar masuk akal (dengan logis). Urutan yang logis dapat disusun secara kronologis atau disusun menurut urutan waktu. Penataan urutan makin lama makin penting atau dengan menggambarkan suatu proses. Di samping itu, unsur penting lain yang perlu diperhatikan dalam pembentukan kalimat efektif ialah kehematan. Kehematan dalam kalimat efektif merupakan kehematan dalam pemakaian kata atau kelompok kata sebagai contoh : a. Bila terkena razia bukanlah merupakan pengalaman yang baru bagiku. b. Tetapi aku selalu tetap dalam keadaan tegar dalam menjalankan usahaku.

32

Kedua kalimat itu dapat dijadikan kalimat efektif. Caranya dengan menghilangkan kata-kata yang tidak diperlukan. Kalimat tersebut dapat diperbaiki sebagai berikut: a. Razia bukanlah merupakan pengalaman yang baru bagiku. b. Aku tetap tegar dalam menjalankan usahaku. 4. Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca Gagasan yang dituangkan dalam bentuk tulisan, di samping harus dapat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, harus pula ditunjang oleh penerapan penulisan (ejaan) yang berlaku dalam bahasa Indonesia, yaitu Ejaan Yang Disempurnakan. Tanda baca sangat berperan dalam penulisan. Adanya tanda baca, akan membantu pembaca memahami sebuah tulisan dengan tepat. Sebaliknya, tidak adanya tanda baca akan menyulitkan pembaca memahami suatu tulisan, bahkan mungkin dapat mengubah pengertian suatu kalimat. Sebagai contoh, coba Kamu perhatikan penulisan sebuah paragraf berikut ini ! Contoh 1 MUTIARA TERSAPUT DEBU Sosok para penjual emas yang ada di kompleks pasar Senen bukanlah pemandangan asing bagiku, setidaknya ketika aku pergi atau pulang sekolah. Sekilas aku sering melihat mereka duduk di balik kota kayunya terkantuk-kantuk menunggu orang menjual atau membeli emasnya, tak lebih dari itu. Kini, setelah mewawancarai mereka aku memandang mereka dengan kekaguman dan simpati penuh tercurah pada sosok-sosok sederhana tersebut. Ternyata aku menyaksikan keagungan para ibu dan keperkasaan mereka sebagai perempuan di tengah persaingan keras hidup di Jakarta.
Dikutip dan diubah seperlunya dari “Potret-potret Tak Berbingkai”

Dapatkah Kamu memahami tulisan tersebut? Mungkin dapat, tetapi agak sulit. Sekarang coba Kamu baca kembali paragraf perbaikan di bawah ini: Contoh 2 MUTIARA TERSAPUT DEBU Sosok para penjual emas yang ada di kompleks Pasar Senen bukanlah pemandangan asing bagiku. Setidaknya, ketika aku pergi atau pulang sekolah. Sekilas aku sering melihat mereka duduk di balik kotak kayunya, terkantuk-kantuk menunggu orang menjual atau membeli emasnya. Tak lebih dari itu. Kini setelah mewawancarai mereka, aku memandang mereka dengan kekaguman dan simpati penuh tercurah pada sosok-sosok sederhana tersebut. Ternyata aku menyaksikan “Keagungan” para ibu dan “keperkasaan” mereka sebagai perempuan, di tengah persaingan keras hidup di Jakarta.
Dikutip dan diubah seperlunya dari

“Potret-potret Tak Berbingkai”

33

Perhatikan dengan cermat paragraf pada contoh 2. Paragraf tersebut sudah diperbaiki dari segi ejaan dan tanda bacanya. Menjadi lebih mudah dimengerti, bukan? 5. Pengembangan Paragraf Paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam suatu karangan. Dalam paragraf terkandung satu buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut. Setiap paragraf akan didukung oleh kalimat utama, kalimatkalimat penjelas sampai kepada kalimat penutup. Himpunan kalimat ini saling bertalian dalam satu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. Berdasarkan tujuan, paragraf dapat dibedakan menjadi : 1. Paragraf Pembuka Paragraf pembuka berperan sebagai pengantar untuk sampai kepada masalah yang akan diceritakan. 2. Paragraf Penghubung Paragraf penghubung berisi inti persoalan yang akan dikemukakan. Oleh sebab itu, antara paragraf dengan paragraf harus saling berhubungan secara logis. 3. Paragraf Penutup Paragraf penutup mengakhiri sebuah karangan. Biasanya paragraf ini berisi kesimpulan dari paragraf penghubung. Dalam mengembangkan paragraf tersebut, ada persyaratan yang harus Kamu perhatikan, yaitu : a. Kesatuan, maksudnya semua kalimat yang membangun paragraf itu harus terpadu harus terjadi bentuk/satu kesatuan. b. Koherensi, maksudnya semua ide rincian membangun sebuah paragraf harus saling berhubungan secara utuh c. Kelengkapan, maksudnya sebuah paragraf dibangun oleh satu kalimat utama dapat diperinci dengan beberapa kalimat penjelas serta lengkap. Setelah Kamu membaca catatan buku harian temannya Zainal Arifin tersebut, coba sekarang Kamu berlatih untuk mencatat pengalaman yang menarik ke dalam buku harian. Pengalaman itu dapat beraneka ragam. Misalnya pengalaman mencoba resep masakan, menikmati keindahan alam, dan sebagainya. Jangan lupa tentukan dulu topik karangan itu, kemudian bentuk kerangka karangannya, lalu kembangkan kerangka tersebut menjadi karangan utuh. Mungkin Kamu dapat mencobanya. Hasil karanganmu tentu tidak harus sama dengan uraian dalam modul ini. Kamu boleh menuangkan pengalaman yang lebih menarik dan lebih indah lagi. Dalam menuangkan segala gagasanmu. Kamu dapat menggunakan kata sapaan “aku” atau “saya” Kata sapaan itu menunjukkan dirimu sendiri yang mempunyai dan menuliskan gagasan. Berdasarkan uraian dan contoh-contoh tersebut, ternyata mencatat kejadian yang menarik dalam buku harian mudah sekali. Setiap orang tentu akan mempunyai pengalaman yang menarik. Pengalaman itu mungkin tidak akan sama dengan pengalaman orang lain. Apabila Kamu sudah memahami uraian dan penjelasan materi ini, lanjutkan kegiatanmu untuk mengerjakan tugas pada modul ini.

34

Kosakata kios pedagang kali lima razia tegar Blok M Kamtib kalimat efektif Rangkuman 1. Buku harian adalah buku tulis yang berisi catatan tentang kegiatan, kejadian yang mengesankan yang dialami oleh seseorang 2. Kejadian yang mengesankan maksudnya segala peristiwa atau kejadian yang menyenangkan, menyukakan hati karena indahnya, cantiknya, bagusnya sesuatu yang dialami, didengar, dilihat, dan sebagainya oleh seseorang. 3. Untuk dapat menuliskan sesuatu yang menarik ke dalam buku harian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu: a. ketepatan dalam memilih kata b. kalimat efektif c. ejaan dan tanda baca d. pengembangan paragraph 4. Berdasarkan tujuan pengembangan kerangka ada 3 macam paragraf yaitu : 2. paragraf pembuka 3. paragraf penghubung 4. Paragraf penutup 5. Dalam mengembangkan paragraf, ada persyaratan yang harus diperhatikan, yaitu: a. kesatuan b. koherensi c. kelengkapan 6. Tugas 1 Dalam kehidupan sehari-hari tentu Kamu mempunyai pengalaman yang menarik. Tugas yang harus Kamu kerjakan adalah menuliskan pengalamanmu yang menarik ketika pertama kali Kamu mengikuti cara belajar SMP Terbuka. Setelah Kamu kerjakan di kertas folio (kertas lain) suruhlah temanmu membaca dan mintalah tanggapannya. : : : : : : : rumah kecil tempat berjualan orang yang berjualan di muka toko atau di pinggir jalan penangkapan beramai-ramai tabah nama tempat di Jakarta petugas keamanan/ketertiban kalimat yang tepat dan tidak panjang

35

Kegiatan 2: Pengalaman yang Paling Berkesan 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan pengalaman dan informasi melalui kegiatan bercerita dan menyampaikan pengumuman 2. Kompetensi Dasar Menceritakan pengalaman yang paling mengesankan dengan menggunakan pilihan kata dan kalimat efektif 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu menceritakan pengalaman yang paling mengesankan dengan menggunakan pilihan kata dan kalimat yang menarik sehingga pendengar bisa membayangkan suasana yang diceritakan. 4. Materi Pokok Pengalaman yang mengesankan 5. Uraian Materi Dalam kehidupan sehari-hari Kamu pernah mengalami kejadian atau peristiwaperistiwa tertentu. Peristiwa atau kejadian tersebut sering kita kenang atau kita ingat kembali. Selain kita ingat, sering pula ingin kita ceritakan kepada orang lain. Cerita tentang pengalaman atau peristiwa yang mengesankan, peristiwa yang menyedihkan, ada juga peristiwa yang menjengkelkan. Bercerita tentang peristiwa berarti belajar untuk mengungkapkan nilai humor atau lucu, nilai kegembiraan, nilai kejengkelan, bahkan kesedihan sekalipun. Jadi cerita pengalaman ada yang berisi kegembiraan, kegalauan, kecemasan atau kejengkelan dan kesedihan. Mari kita ikuti cerita berikut. Pernahkah Kamu melihat kereta api? Hampir sebagian wilayah di Pulau Jawa dan Sumatera, masyarakatnya telah melihat, memanfaatkan alat transportasi yang paling banyak menampung penumpang di darat. Salah seorang penumpang kereta di Stasiun Senen Jakarta mengetak-ketuk pintu kereta minta mau turun. Ketika naik, karena di kereta dipasang karpet, sandal yang digunakan dilepas di tangga. Kontan saja penumpang lain terkekeh-kekeh, ada pula yang tersenyum dan bahkan ada yang tertawa terbahak-bahak. Tetapi di samping duduk saya, bapak-bapak terbengong-bengong dan bertanya dan bertanya pada penumpang tersebut, dijawabnyalah bahwa sandal tertinggal di peron Stasiun Senen, sementara kereta sudah merambat sampai Stasiun Jatinegara. Terlihat olehnya teriakan untuk saudaranya yang mengantar agar sandal diambilkan dan disusulkan kepadanya

36

Cerita tersebut mengisahkan beraneka ragam perasaan seperti: Kesedihan bagi si penumpang karena sandalnya tertinggal Kemarahan bagi penumpang lainnya yang berdekatan karena kaget dan terkejut karena ada teriakan Kegembiraan bagi penumpang lain yang benar-benar mengetahui kegelian dan kelucuan atas peristiwa tersebut Bagaimana perasaan penumpang yang menjadi tokoh utama? Pilihan Kata Dari cerita tersebut dapat kita simak kembali kata-kata: 1. Mengetak-ketuk pintu, berteriak minta turun 2. Karpet 3. Sandal 4. Terkekeh-kekeh 5. Terbahak-bahak 6. Terbengong-bengong Kata-kata tersebut dapat membayangkan suasana kejengkelan, kelucuan, keterkejutan, kesedihan, dan spontanitas balik. Rangkuman 1. Bercerita pengalaman agar mengesankan hendaknya dapat memilih kata-kata yang tepat agar pendengar dapat membayangkan suasana yang diceritakan atau suasana seperti yang kita maksud atau kita ceritakan. 5. Pengalaman yang paling mengesankan dapat berupa peristiwa menyenangkan /menggelikan/mencengangkan atau yang menjengkelkan. 6. Tugas 2 Ceritakan secara lisan di depan temanmu secara bergantian tentang kejadian atau peristiwa yang dianggap paling mengesankan.

37

C. PENUTUP Kamu telah mempelajari modul Bahasa Indonesia yang berjudul “Buku Harian”, melalui modul ini Kamu memperoleh keterampilan untuk menuliskan hal-hal yang menarik dalam buku harian. Kejadian yang menarik maksudnya segala peristiwa yang menyenangkan, memikat, menggairahkan hari seseorang. Hal-hal seperti itu dapat Kamu peroleh karena melihat, mendengar, atau mengalami sendiri. Ada satu lagi keterampilan yang Kamu peroleh melalui buku ini, yaitu menceritakan pengalaman yang paling mengesankan dengan menggunakan pilihan kata dan kalimat efektif. Dengan menguasai kedua materi dalam modul ini, berarti kedua tugas dapat Kamu kerjakan. Berarti pula kedua tujuan yang diharapkan dalam modul ini sudah Kamu raih. Untuk itu, selamat atas keberhasilanmu menyelesaikan semua tugas. Kamu boleh mencocokkan jawabanmu dengan jawaban modul ini. Bila berbeda jangan kecewa, ulangi mempelajari sekali lagi/membaca sekali lagi. Setelah itu masih ada satu tugas lagi yang harus Kamu selesaikan, yaitu tes akhir modul. Segeralah minta tes akhir modul ini kepada Guru Pamongmu. Semoga nilaimu memuaskan!

38

D. KUNCI TUGAS Alternatif jawaban Tugas 1 Setelah menamatkan pelajaran di tingkat SD, saya mendapat kesempatan untuk melanjutkan pelajaran ke SMP Terbuka. Saya merasa beruntung dan bahagia sekali dapat belajar walaupun hanya seminggu sekali saya datang ke sekolah induk. Semula saya agak ragu dan bertanya dalam hati saya sendiri, apakah bisa mengikuti pelajaran dengan cara seperti itu ? Rasanya tidak mungkin aku belajar sendiri apalagi setiap hari saya harus membantu ayah bekerja di sawah. Ada pengalaman yang sangat menarik bagiku. Pertama kali aku membaca modul, aku tertawa seorang diri. Bahasa modul sangat berbeda dengan bahasa buku-buku yang sudah aku pelajari. Dengan membaca modul, seolah-olah aku berhadapan dengan seorang guru yang sedang menerangkan pelajaran. Untuk memahami isi buku itu, aku harus membacanya berulang kali. Aku mencoba mengerjakan tugas seorang diri, walaupun terasa sulit. Pada saat berhadapan dengan guru pembimbing, semula aku malu untuk bertanya, padahal materi-materi banyak yang tidak kumengerti. Aku paksakan diriku untuk mengangkat tangan menanyakan kesulitan-kesulitan yang kuhadapi. Aku puas mendengar penjelasan guru pembimbingku. Kesulitan-kesulitan itu terjawab, semua tugas dapat aku selesaikan. Semua itu menambah semangatku untuk rajin membaca modul dan datang ke TKB. Melalui sekolah ini, aku ingin meraih cita-citaku menjadi insinyur pertanian untuk membangun desaku. Tugas 2 Ketika aku berdarmawisata ke pantai Pangandaran, aku mempunyai pengalaman yang indah dan menyenangkan. Perahu motor yang membawa para wisatawan bergerak maju dan semakin jauh ke tengah laut. Perahu sedikit oleng ke kiri, oleng ke kanan. Ngeri rasanya, hati pun berdebar-debar. Rupanya ombak menyapa kami dengan ramah dan santun seakan-akan berkata, “Akulah penguasa di laut selatan ini!” Tebaran hati bercampur kagum melihat pemandangan yang indah dan mempesona. Rasanya ingin berlama-lama di tengah laut, menikmati deburan ombak.

39

IND.VII.1.2.04

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu

: : : :

Bahasa Indonesia VII 1 (satu) 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

PENGUMUMAN IND.VII.1.M.04 Pengumuman

Penulis Pengkaji Materi Pengkaji Media

: Drs. Jajang Halim Drs. Sunaryati : Dr. Ahmad HP., M.Pd. Drs. H. Nasruddin, M.Pd. : Dr. Nurdin Ibrahim

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN Selamat atas keberhasilanmu menyelesaikan modul yang lalu secara baik. Kini Kamu akan mempelajari modul baru dengan topik kerja bakti. Modul yang bernomor IND.VII.I.2.04 ini diberi judul “Pengumuman”. Pada kegiatan pertama, Kamu akan mempelajari materi tentang penyusunan pengumuman, kedua dalam pembelajaran ini akan mempelajari pembetulan atau perbaikan kesalahan ejaan dan tanda baca yang terdapat pada pengumuman, kegiatan ketiga kamu akan menyampaikan pengumuman yang telah dibuat. Dengan mempelajari materi pelajaran tersebut, pada akhir kegiatan pertama di modul ini Kamu diharapkan dapat menyusun pengumuman dengan baik dan benar. Pada akhir kegiatan pembelajaran kedua, Kamu diharapkan dapat memperbaiki kesalahan ejaan dan penggunaan tanda baca yang terdapat pada pengumuman. Setelah menyelesaikan kegiatan pembelajaran ketiga, Kamu juga diharapkan dapat menentukan kalimat efektif (berdasarkan kelengkapan fungsi dan sintaksisnya). Kemudian dalam menyampaikan pengumuman yang harus diperhatikan adalah intonasi, artikulasi, lafal, dan jeda. Bahan yang akan Kamu perlukan untuk mencapai keberhasilan tercapainya tujuan pembelajaran tersebut adalah contoh-contoh pengumuman, terutama yang penulisan kata dan penggunaan tanda bacanya tidak tepat, sekaligus dengan contoh perbaikannya. Pengumuman yang kalimatnya tidak efektif (karena fungsi sintaksisnya tidak lengkap) juga merupakan bahan pelajaran yang Kamu pergunakan. Selain itu, bahan pelajaran tersebut perlu dilengkapi dengan contoh perbaikan kalimat yang tidak efektif Contoh katakata bersinonim yang digunakan dalam kalimat beserta perbaikannya akan pula dipergunakan sebagai bahan pelajaran di modul ini. Seperti telah disinggung-singgung tersebut secara sepintas, jumlah kegiatan pembelajaran yang harus Kamu selesaikan dalam modul ini ada empat kegiatan pokok. Dan semua kegiatan tersebut untuk penyelesaian Tes Akhir Modul yang harus selesai dalam jangka waktu selambat-lambatnya tiga jam, yakni sebanyak empat jam pelajaran (4 x 40 menit) Pelajarilah modul ini dalam suasana yang tenang dan dengan perasaan yang gembira. Hanya dengan situasi seperti itulah pelajaran lebih mudah dipahami. Bila Kamu mendapatkan hambatan-hambatan, temuilah guru pamongmu. Mudah-mudahan ada waktu untuk membantumu. Selamat belajar, semoga berhasil dan memuaskan!

43

B. KEGIATAN BELAJAR
Kegiatan 1 : Penyusunan Pengumuman 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan pikiran dan pengalaman dalam buku harian dan surat pribadi. 2. Kompetensi Dasar Menulis teks pengumuman dengan bahasa yang efektif, baik dan benar. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu menulis pengumuman dengan Bahasa yang efektif dan komunikatif. 4. Materi Pokok Penyusunan Pengumuman. 5. Uraian Materi Naskah pengumuman adalah surat yang berisi pemberitahuan mengenai suatu hal penting atau kegiatan yang perlu diketahui oleh seluruh warga (anggota suatu kelompok atau organisasi/lembaga) agar informasinya diketahui dan dilaksanakan oleh orang yang berkepentingan. Pengumuman berbeda dengan pemberitahuan biasa, karena sifatnya yang resmi. Hal ini ditandai dengan adanya kepala surat dan tanggal pembuatan serta penanggungjawab atau pembuat pengumuman. Pernahkah Kamu melihat dan membaca naskah pengumuman di sekolah atau di rumahmu? Hal atau kegiatan apa yang diutarakan dalam pengumuman tersebut? Mungkin, di sekolah Kamu membaca pengumuman tentang pelaksanaan upacara bendera memperingati HUT RI. Walaupun Kamu sekolah sore dan hari libur, Kamu diwajibkan datang pagi hari untuk mengikuti Upacara Kenaikan Bendera Memperingati HUT Ke-51 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di rumah, mungkin Kamu pernah membaca pengumuman yang ditujukan kepada ayahmu bahwa pada hari Minggu warga desamu harus bekerja bakti. Seperti penulisan surat-surat resmi lainnya, naskah pengumuman juga harus dibuat dengan menggunakan ejaan yang benar, tidak menggunakan bahasa yang berbelit-belit agar dapat dimengerti dengan mudah oleh orang yang membacanya. Bahasa pengumuman pun harus baik. Artinya harus sopan dan bersahaja. Bagaimana caranya menyusun pengumuman yang baik, tepat, dan benar? Penyusunan pengumuman biasanya mengikuti langkah-langkah tertentu. Pertama, penyusun harus mendaftarkan ide-ide pokok. Setelah itu, ia menyusun ide-ide pokok tersebut menjadi kerangka pengumuman. Dan langkah terakhir adalah mengembangkan kerangka pengumuman menjadi naskah pengumuman. Tahukah Kamu bagaimana caranya menyusun daftar ide pokok pengumuman? Daftar ide pokok pengumuman biasanya terdiri dari : 1. Macam atau jenis pengumuman (Jawaban dari, “Hal atau kegiatan penting apa yang akan diumumkan?”) 2. Sasaran atau penerima pengumuman (Jawaban dari, “Kepada siapa, hal atau kegiatan tersebut diutarakan/ditujukan?”)

44

3. Latar belakang (jawaban dari, “Dalam rangka apa, pengumuman itu dibuat atau dalam rangka apa, kegiatan itu diadakan?”) 4. Pelaksanaan kegiatan atau hal yang diutamakan (Jawaban dari, “Kapan (hari, jam, tanggal) dan dimana tempat pelaksanaan kegiatan?”) 5. Penutup (Jawaban dari,” Apa harapan atau keinginan yang membuat pengumuman?”) 6. Tempat dan tanggal pembuatan pengumuman 7. Nama jelas (jika perlu dengan jabatan) orang yang membuat pengumuman. Di bawah ini, akan disajikan cara menyusun naskah pengumuman tentang penghargaan kepada calon peserta lomba cerdas cermat. Pertama, Kamu harus menyusun daftar ide pokok dalam kerangka pengumuman. Kerangka pengumuman yang Kamu susun, misalnya daftar ide pokok berikut ini : 1. Jenis pengumuman 2. Sasaran 3. Latar belakang 4. Pelaksanaan kegiatan pengarahan : Pengarahan Calon Peserta Cerdas Cermat. : Siswa SMP Kejar Jaya yang mendaftarkan diri untuk ikut serta dalam lomba cerdas cermat : Dalam rangka Persiapan menghadapi Lomba Cerdas Cermat Antar Pelajar SMP se-Kecamatan : Senin 30 Oktober 2006 Pukul 11.30 WIB. Tempat Ruang Serba Guna SMP Kejar Jaya, Batulonjong, Jakarta Timur : Calon peserta lomba diharap hadir tepat waktu : Jakarta, 27 Oktober 2006 : Wakil Kepala Sekolah SMP Kejar Jaya atas nama Kepala Sekolah.

5. Penutup 6. Tempat dan tanggal pembuatan 7. Pembuat pengumuman

Setelah kerangka pengumuman tersusun, langkah selanjutnya Kamu mengembangkan kerangka tersebut menjadi naskah pengumuman dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

45

SMP KEJAR JAYA
Jalan Kasur, Kel. Batulonjong, Kec. Sukamutu Jakarta Timur Telepon 800901

PENGUMUMAN
Pengarahan Kepada Calon Peserta Lomba Cerdas Cermat Dalam rangka persiapan menghadapi lomba Cerdas Cermat antarpelajar se-kecamatan Sukamutu, Kepala Sekolah SMP Kejar Jaya akan mengadakan pengarahan kepada calon peserta lomba cerdas cermat yang akan dilaksanakan pada : hari tanggal pukul tempat : : : : Senin 30 Oktober 2006 11.30 WIB Ruang Serba Guna SMP Kejar Jaya Jalan Kasur No. 5 Kelurahan Batulonjong, Kec. Sukamutu Jakarta Timur

Calon peserta lomba yang telah mendaftarkan diri diharapkan hadir tepat pada waktunya. Semua calon peserta juga diharapkan mempersiapkan diri karena akan diadakan pula penyeleksian untuk mewakili sekolah kita dalam lomba cerdas cermat se-kecamatan Sukamutu. Jakarta, 27 Oktober 2006 Kepala SMP Kejar Jaya

a.n.

Drs. Syaifudin Gojali Wakil Kepala SMP Kejar Jaya Dengan penjelasan dan contoh tersebut, kiranya Kamu dapat memahami langkahlangkah menyusun naskah pengumuman. Untuk mengetahui apakah Kamu sudah dapat membuat naskah pengumuman, Kamu diminta untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran ini dengan menjawab tugas berikut. Selamat berlatih!

46

Kosakata daftar ide pokok kerja bakti kepala surat : catatan sejumlah hal yang dianggap penting dan disusun berderet dari atas ke bawah secara berurutan. : kerja bergotong royong tanpa pamrih untuk kepentingan bersama : bagian yang tertera atau terletak tersebut surat dan berisi tentang nama, alamat, simbol organisasi, dan keterangan lainnya mengenai instansi atau perusahaan yang mengirim surat. : maksud yang tersembunyi dalam memenuhi kegiatan untuk memperoleh keuntungan pribadi.

pamrih

Rangkuman 1. Naskah pengumuman adalah surat yang berisi pemberitahuan mengenai suatu hal penting yang perlu diketahui oleh seluruh warga (anggota kelompok organisasi atau lembaga) agar informasinya diketahui dan dilaksanakan oleh orang banyak (anggota) yang berkepentingan. 2. Pengumuman berbeda dengan pemberitahuan biasa, karena sifatnya yang resmi. Hal ini ditandai dengan adanya kepala surat, tanggal pembuatan, dan penanggungjawab atau pembuat pengumuman. 3. Langkah-langkah penyusunan pengumuman yakni: a. Mendaftar ide pokok b. Menyusun ide-ide pokok menjadi kerangka pengumuman dan 4. Mengembangkan kerangka pengumuman menjadi naskah pengumuman Daftar ide pokok dalam kerangka pengumuman, biasanya terdiri dari: a. jenis/macam pengumuman b. sasaran/penerima pengumuman c. latar belakang diadakannya suatu kegiatan atau pengumuman d. waktu dan tempat pelaksanaan e. penutup berupa harapan atau keinginan pembuat pengumuman f. tempat dan tanggal pembuatan pengumuman, dan g. nama jelas pembuat pengumuman (penanggungjawab) 6. Tugas 1 Buatlah sebuah naskah pengumuman pelaksanaan kerja bakti dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar berdasarkan ide-ide pokok di bawah ini! 1. Jenis/macam pengumuman 2. Sasaran 3. Latar belakang : pelaksanaan kerja bakti : warga desa Sukalongok : dalam rangka menciptakan lingkungan yang bersih dan indah, serta menyambut HUT ke-51 Ibu Kota Jakarta Raya. 4. Waktu dan tempat pelaksanaan : Minggu, 13 Juli 2006 jam 07.30-10.30 WIB di lingkungan tempat tinggal masing-masing. 5. Penutup : (a) harap semua warga melaksanakan kerja bakti

47

(b) membawa peralatan kerja (pacul, sekop, arit/sabit, sapu dan pengki) 6. Tempat dan tanggal pembuatan pengumuman : Jakarta, 9 Juni 2006 7. Pembuat pengumuman/ Penanggung jawab : H. Petet Titian (Lurah Desa Sukalongok) Setelah selesai mengerjakan tugas 1, Kamu dapat melanjutkan pelajaran di modul ini pada kegiatan 2. Adapun kegiatan yang akan Kamu lakukan adalah memperbaiki kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca yang terdapat pada sebuah pengumuman. Selamat meneruskan kegiatan belajarmu, semoga dapat berhasil dengan baik, tanpa rintangan yang berarti.

Kegiatan 2 : Perbaikan Kesalahan Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca pada pengumuman. 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan pikiran pengalaman dalam buku harian dan surat pribadi 2. Kompetensi Dasar Menulis teks pengumuman dengan bahasa yang efektif, baik dan benar 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Kompetensi Mampu menyunting karangan sendiri atau orang lain dengan memperhatikan ketepatan ejaan, tanda baca, pilihan kata keefektifan kalimat, dan kepaduan paragraph. 4. Materi Pokok Materi yang akan Kamu pelajari dalam kegiatan 2 ini. 5. Uraian Materi Naskah pengumuman biasanya disampaikan untuk diketahui oleh khalayak, atau warga yang menjadi sasaran pemberitahuan. Itulah sebabnya, penyusunan pengumuman cenderung mementingkan isinya (informasi) dibandingkan dengan bentuknya (tulisan atau ejaan) Karena pengumuman bersifat resmi (formal), sudah sepatutnya naskah pengumuman ditulis dengan berpedoman pada kaidah ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan. Jadi selain informasinya, ejaannya pun harus tepat. Ketepatan penulisan naskah pengumuman juga menunjukkan kecendikiaan penanggung jawab atau penyusun pengumuman. Berdasarkan pengamatan sepintas, penyusunan naskah pengumuman yang digunakan dalam masyarakat sering menyalahi ejaan naskah bahasa Indonesia. Kesalahankesalahan penulisan yang terdapat pada pengumuman biasanya tentang : 1. Penulisan kata 2. Penggunaan huruf kapital, dan 3. Pemakaian tanda titik dan tanda koma

48

Di bawah ini, akan disajikan cara memperbaiki kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca yang terdapat pada naskah pengumuman. Untuk itu, terlebih dahulu perhatikan pengumuman berikut ini.

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TERBUKA 209 Jalan Inpres, Kelurahan Tengah, Kramatjati Jakarta Timur Telepon 8009013 PENGUMUMAN Pertemuan Halal Bihalal Keluarga Besar S.M.P Terbuka Dalam rangka merayakan Hari Raya Idulfitri 1 syawal 1427 hijrah disekolah kita akan diadakan pertemuan Halal Bihalal keluarga besar S.M.P Terbuka 209 pada : Hari Tanggal Pukul Tempat : : : : sabtu 19 maret 2006 10.30 gedung serba guna S.M.P Terbuka 209 Jl. Inpres kelurahan tengah kramat jati Jakarta timur

Berkenaan dengan acara tersebut pada guru dan staf tata usaha di harapkan hadir untuk memanfaatkan kesempatan bersilahturahmi itu dengan sebaik-baiknya. Untuk yang sudah berkeluarga harap datang dengan keluarga. Atas perhatian saudara-saudara kami mengucapkan terima kasih. Jakarta, 9 Maret 2006. a/n Kepala S.M.P Terbuka 209

Husnadi, BA Wakil Kepala S.M.P 209 Selaku ketua penyelenggara Untuk memperbaiki kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca, Kamu harus mengklasifikasikan kesalahan. Artinya, kesalahan-kesalahan itu digolongkan berdasarkan jenisnya. Untuk naskah pengumuman tersebut, Kamu dapat menggolongkannya ke dalam empat jenis kesalahan. Pertama kesalahan penulisan kata, kedua kesalahan penggunaan huruf kapital, ketiga kesalahan penggunaan tanda baca titik, dan yang terakhir adalah kesalahan penggunaan tanda baca koma. Marilah kesalahan tersebut kita bahas satu demi satu.

49

a. Kesalahan Penulisan Kata Kata-kata pada naskah pengumuman itu yang ditulis tidak baku adalah : 1) Idul Fitri, 2) Hijrah, 3) Disekolah, 4) Halal Bihalal, dan 5) Di harapkan Kata Idul Fitri terdiri dari dua morfem bebas, yakni Idul dan fitri. Oleh sebab itu, penulisannya yang benar (baku) adalah Idul Fitri. Kata Hijrah mengandung arti berpindahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Medinah. Jadi bukan tahun 1427 Hijrah, tetapi tahun 1427 Hijriah, yakni tahun yang dimulai ketika Nabi Muhammad hijrah ke Medinah. Kesalahan penulisan kata yang berikutnya adalah kata disekolah. Kata disekolah terdiri dari dua kata, yakni kata depan (preposisi) di dan kata sekolah. Kata depan di harus ditulis terpisah dari kata benda yang mengikutinya. Contoh lain, adalah : di rumah, di kantor, di kota, dan di lereng gunung. Dengan demikian kata disekolah harus ditulis di sekolah. Jadi, di dan sekolah tidak ditulis serangkai. Kesalahan keempat adalah penulisan Halal Bihalal. Kata ini seharusnya ditulis halalbihalal yang artinya acara maaf memaafkan pada hari Lebaran. Kesalahan yang lain adalah penulisan kata di harapkan. Kata ini seharusnya ditulis serangkai, yakni diharapkan. Awalan di yang diikuti kata kerja pasif harus ditulis serangkai. Misalnya diumumkan, dimohon, diadakan, ditulis, dan dieja. Kesalahan penulisan kata kompleks dengan awalan di-memang banyak dilakukan orang. Kesalahan tersebut terjadi karena mencampuradukkan antara awalan di- dengan kata depan di. Padahal keduanya dapat dengan jelas dibedakan. Antara awalan di- dengan kata dasar tidak dapat disisipkan kata lain. Perhatikan contoh berikut ini! 1) dikandangkan tidak dapat dijadikan di dalam kandangkan 2) dikantongi tidak dapat dijadikan di luar kantongi Kelompok kata yang terbentuk dari kata depan di dan kata benda, ditulis terpisah karena di antara keduanya dapat disisipkan kata lain. Perhatikan contoh berikut ini! 1) di kandang dapat dijadikan di dalam kandang 2) di kantong dapat dijadikan di luar kantong Selain berbeda secara struktur, keduanya pun berbeda secara makna. Kata depan menunjukkan makna ‘tempat’, sedangkan awalan di- selalu menandai makna ‘pasif’ artinya predikatnya berawalan di- selalu dikenai tindakan. b. Kesalahan Penggunaan Huruf Kapital/Huruf Besar Ada dua kesalahan dalam penggunaan huruf kapital. Tipe yang pertama adalah penulisan kata yang huruf pertamanya seharusnya ditulis dengan huruf kapital, tetapi ditulis dengan huruf kecil. tipe yang kedua adalah penulisan kata yang huruf pertamanya seharusnya ditulis dengan huruf kecil, tetapi ditulis dengan huruf kapital.

50

Kesalahan tipe pertama yang terdapat pada naskah pengumuman tersebut adalah : 1) syawal, 2) sabtu; 3) maret, 4) hijrah 5) jalan inpres kelurahan tengah Kramatjati Jakarta timur, dan 6) saudara-saudara Menurut kaidah ejaan bahasa Indonesia, huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari raya. Misalnya. Tahun Masehi Tahun Saka bulan Januari bulan Agustus Bulan Rajab Bulan Maulud Bulan Jumadilawal hari Senin hari Rabu hari Galungan hari Lebaran hari Natal

Berdasarkan kaidah ejaan tersebut, kata syawal, sabtu, maret, hijrah harus diperbaiki menjadi Syawal, Sabtu, Maret, dan Hijriah. Nama khas dalam geografi berdasarkan pedoman penulisan bahasa Indonesia, huruf awalannya harus ditulis dengan huruf kapital. Jadi, kesalahan (5) dapat diperbaiki menjadi Jalan Inpres, Kelurahan Tengah, Kramatjati, Jakarta Timur. Istilah-istilah kekerabatan yang digunakan sebagai sapaan, huruf pertamanya juga harus kapital, misalnya: Terima kasih atas perhatian Anda. Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu. Permohonan Bapak akan kami pertimbangkan. Karena kata saudara-saudara pada naskah pengumuman tersebut digunakan nomina penyapa (kata sapaan), huruf pertama kata tersebut pun harus ditulis dengan huruf kapital. Jadi, penulisan yang benar adalah Saudara-saudara. Kesalahan tipe kedua yang terdapat pada naskah pengumuman tersebut adalah penggunaan huruf kapital yang tidak pada tempatnya. Kata yang ditulis dengan ejaan yang salah adalah : (a) Hari Raya (Idul Fitri) (b) Hari, Tanggal, Pukul, dan Tempat (c) Ruang Serba Guna Penulisan Hari Raya Idul Fitri seharusnya hari raya Idul Fitri, bandingkanlah dengan hari Lebaran dan hari Galungan. Hanya nama hari yang huruf awalnya menggunakan huruf kapital, sedangkan kata hari tidak perlu ditulis dengan huruf awal kapital atau H besar. Kata Hari, Tanggal, Pukul dan Tempat tidak perlu ditulis dengan huruf awal kapital, sebab kata-kata tersebut bersama-sama kata yang mendahuluinya ada dalam satu kalimat. Jadi, bukan merupakan huruf pertama awal kalimat. Bila kata

51

tersebut bukan huruf pertama awal kalimat, tentunya kata-kata tersebut harus diawali dengan huruf kecil. Dengan demikian, penulisan yang benar atau baku adalah :

. . . di sekolah, kita adakan pertemuan halal bihalal keluarga besar SMP 209 pada hari : Sabtu 19 Maret 2006 10.30 Ruang Serba Guna SMP Terbuka 209 Jl. Inpres, Kelurahan Tengah, Kramatjati Jakarta Timur c. Kesalahan Penggunaan Tanda Titik (.) Pada naskah pengumuman yang tersedia memang tidak banyak ditemukan kesalahan penggunaan tanda titik. Kesalahan tanda titik juga ada dua tipe. Kesalahan yang pertama adalah penggunaan tanda titik yang tidak pada tempatnya. Pada naskah pengumuman tersebut tertulis : (a) S.M.P Terbuka 209, dan (b) Jakarta, 9 Maret 2006. Penulisan bentuk (a) dan (b) tidak tepat seharusnya tidak menggunakan tanda titik (.) Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan yang terdiri dari huruf-huruf awal kata atau suku kata, atau gabungan keduanya, atau yang terdapat dalam akronim yang sudah diterima oleh masyarakat. Misalnya : MPR KUD Depdiknas Sek jen Tilang Majelis Permusyawaratan Rakyat Koperasi Unit Desa Departemen Pendidikan Nasional Sekretaris Jenderal bukti pelanggaran

tanggal : pukul : tempat :

Dengan kaidah tersebut, penulisan S.M.P Terbuka 209 harus ditulis SMP Terbuka 209. Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat pengirim dan tanggal surat atau nama dan alamat penerima surat. Misalnya : Jakarta, 17 Agustus 2006 Yth. Sdr. Moh. Fauzi Jalan Benteng Pikir No. 11 Palembang

52

Dengan kaidah penulisan tersebut, penulisan tanggal pembuatan pengumuman naskah pengumuman tersebut, harusnya ditulis seperti ini. Jakarta, 9 Maret 2006

Tanpa tanda titik (.) pada akhir tanggal pembuatan pengumuman Pada naskah pengumuman tersebut, terdapat singkatan dari kelompok kata atas nama yang ditulis a/n. Singkatan seperti itu penulisannya tidak baku. Dalam pedoman ejaan bahasa Indonesia, terdapat kaidah yang menyatakan bahwa dua kata yang disingkat dengan huruf kecil dan sudah merupakan sesuatu yang umum, jenisjenisnya hanya menggunakan tanda titik di belakang masing-masing huruf tersebut. Misalnya : d.a. dengan alamat u.b. untuk beliau u.p. untuk perhatian d.u. dengan ucapan Dengan berpedoman pada kaidah itu, penulisan singkatan A/N dapat diperbaiki dengan singkatan a.n. seperti yang dicontohkan pada buku pedoman ejaan yang disempurnakan d. Kesalahan Penggunaan Tanda Koma (,) Sebetulnya judul yang tepat bukan “Kesalahan Tanda Koma”, tetapi “Kesalahan karena Tidak digunakan Tanda Koma”. Coba perhatikan contoh kesalahan yang terdapat dalam naskah pengumuman tersebut! (a) Berkenaan dengan acara tersebut pada guru dan staf tata usaha diharapkan hadir (b) Atas perhatian Saudara-saudara kami mengucapkan terima kasih Kalimat (a) dan (b) tersebut adalah kalimat majemuk bertingkat yang anak kalimatnya mendahului induk kalimat. Di dalam pedoman ejaan bahasa Indonesia dikaidahkan bahwa tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya. Oleh karena itu, kalimat (12) dan (13) harus diperbaiki menjadi : Berkenaan dengan acara tersebut, para guru dan staf tata usaha diharapkan hadir (a) Atas perhatian Saudara-saudara, kami mengucapkan terima kasih Jika kita mendapatkan penulisan Husnadi B.A., kita akan mengira bahwa B.A. adalah singkatan nama orang tersebut (misalnya, Bahrul Asikin). Jadi, nama lengkapnya adalah Husnadi Bahrul Asikin. Di dalam naskah pengumuman tersebut, singkatan B.A. bukanlah kependekan dari nama orang, tetapi dari gelar akademis, yakni bachelor of arts. Bila hal itu yang dimaksud dengan oleh pembuat pengumuman, tentu penulisan Husnadi B.A. sebagaimana yang telah dikaidahkan

53

dalam buku pedoman penulisan ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan adalah Husnadi, B.A. Di dalam naskah pengumuman juga ditulis tempat penyelenggara kegiatan (halalbihalal) seperti berikut ini. Jalan inpres kelurahan tengah kramatjati Di antara nama jalan, kelurahan, dan kecamatan harus dipisahkan oleh tanda koma. Jadi, penulisan yang tepat adalah : Jalan Inpres, Kelurahan Tengah, Kramatjati Dengan penjelasan dan contoh perbaikan kesalahan penulisan ejaan dan tanda baca tersebut, kiranya Kamu sudah mahir, tugas Kamu sekarang adalah memperbaiki kesalahan penggunaan ejaan yang terdapat pada sebuah naskah pengumuman berikut ini. SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TERBUKA 2009 Jalan Inpres Kelurahan Tengah, Kramatjati Jakarta Timur Telepon 8009013 PENGUMUMAN Pertemuan Halal Bihalal Besar SMP Terbuka Dalam rangka merayakan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1420 Hijriah di sekolah kita akan diadakan pertemuan halalbihalal keluarga besar SMP Terbuka 209 pada : hari tanggal pukul tempat : : : : Sabtu 19 Maret 2006 10.30 Ruang Serba Guna SMP Terbuka Jalan Inpres, Kelurahan Tengah, Kramatjati Jakarta Timur

Berkenaan dengan acara tersebut, para guru dan staf tata usaha di harapkan hadir untuk memanfaatkan kesempatan bersilaturrahmi itu dengan sebaik-baiknya. Untuk yang sudah berkeluarga harap datang dengan keluarganya. Atas perhatian Saudara, kami mengucapkan terima kasih Jakarta, 9 Maret 2006 a.n. Kepala SMP Terbuka 2009

Husnadi, BA Wakil Kepala SMP 209 Selaku Ketua Penyelenggara

54

Kosakata anak kalimat : bagian kalimat (klausa) yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap bulan Syawal : bulan yang kesepuluh dalam perhitungan tahun Hijriah, tiap tanggal 1 bulan ini umat Islam akan merayakan hari Idul Fitri. induk kalimat : bagian kalimat (klausa) dari kalimat majemuk bertingkat yang sekurang-kurangnya terdiri dari Subyek dan Predikat yang mempunyai potensi untuk menjadi kalimat. mengklasifikasi : menggolong-golongkan menurut jenis, atau memasukkan sesuatu ke dalam satu kelompok secara bersistem berdasarkan kaidah atau standar yang ditentukan. staf tata usaha : sekelompok orang yang bekerja sama membantu seorang ketua dalam mengelola administrasi. tipe kesalahan : macam kesalahan Rangkuman 1. Karena pengumuman bersifat resmi, tidak seperti pemberitahuan biasa sudah sepatutnyalah naskah pengumuman ditulis dengan tepat dan benar. Penulisan naskah pengumuman yang tepat dan benar adalah penulisan yang mengikuti kaidah ejaan atau berdasarkan buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (edisi kedua ditetapkan sebagai keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, No. 0543a/U/1987, 9 September 1987). 2. Naskah pengumuman ditujukan kepada khalayak yang biasanya sudah mengenal pembuat pengumuman (penanggung jawab). Bila sebuah pengumuman ditulis secara baik, tepat dan benar tentunya akan menunjukkan kecendikiaan penanggung jawab atau pembuat pengumuman bahkan dapat menambah kewibawaan. 3. Cara memperbaiki kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca pada sebuah naskah pengumuman, dimulai dengan mengklasifikasikan tipe (macam) kesalahan, naskah pengumuman yang banyak mengalami kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca, disusun kembali secara tepat, baik dan benar. 6. Tugas 2 Perbaikilah penggunaan ejaan (penulisan kata dan huruf kapital) dan tanda baca (tanda titik dan koma) yang terdapat pada naskah pengumuman berikut ini.

55

DEPARTEMEN PARIWISATA, POS DAN TELEKOMUNIKASI REPUBLIK INDONESIA Jakarta Telepon 5301666 PENGUMUMAN No : 035/PR 120/W04-03/2006 Perubahan Nomor Telepon Diberitahukan kepada para pelanggan jasa telekomunikasi bahwa P.T. TELKOM WITEL V JAKARTA akan melaksanakan perubahan Nomor Telepon dengan Nomor akhir 96, 97, 98, 99 (XXXXX96, XXXXX97, XXXXX98, XXXXX99), diwilayah Jakarta Barat. Perubahan-perubahan tersebut adalah sebagai berikut : (a) 34 nomor telepon S.T.O. tegar alur yang bernomor awal 555XXXX (b) 20 nomor telepon S.T.O. bandara Soekarno-Hatta yang bernomor awal 550XXXX (c) 395 nomor telepon S.T.O. slipi yang semula bernomor 560 XXXX., 566 XXXX, 567 XXXX, 568, menjadi 568 XXXX. Perubahan Nomor telepon diatas akan dilaksanakan tanggal 19 Juli 2006 pukul 24.00 W.I.B. Apabila telepon anda mengalami gangguan, dipersilakan menghubungi Loket Pengaduan Terdekat atau putar Nomor telepon 117, sedangkan untuk informasi dapat menghubungi Nomor telepon 5301666 atau putar Nomor telepon Penerangan 108. Kami mohon ma’af apabila pada saat pelaksanaan perubahan Nomor ini, telepon anda mengalami gangguan. Jakarta, 14 Juni 2006 KEPALA WILAYAH USAHA TELEKOMUNIKASI V JAKARTA

Kegiatan 3 : Penyampaian Pengumuman 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan pengalaman dan informasi melalui kegiatan bercerita dan menyampaikan pengumuman. 2. Kompetensi Dasar Menyampaikan pengumuman dengan intonasi yang tepat serta menggunakan kalimatkalimat yang lugas dan sederhana. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu membacakan teks hasil pengumuman dengan artikulasi lafal, intonasi, jeda yang jelas dan tepat.

56

4. Materi Pokok Penyampaian Pengumuman. 5. Uraian Materi Bagaimanakah cara membacakan pengumuman yang baik? Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan, yaitu : 1. artikulasi yang jelas 2. lafal, intonasi, jeda yang tepat 3. komunikatif 4. volume suara Jika Kamu ingin membacakan sebuah pengumuman baik di tengah-tengah rekanrekanmu yang sebaya atau di lingkungan masyarakat, Kamu harus mampu menjadi dirimu dan mengenal kepribadianmu sendiri. Kamu harus berusaha untuk tampil sesuai dengan kepribadianmu. Membacakan pengumuman adalah upaya menyampaikan informasi kepada orang lain. Kamu harus berupaya agar orang yang mendengarnya dapat memahami isi pengumuman tersebut. Untuk dapat membacakan pengumuman dengan baik, seorang pembaca pengumuman harus dapat memahami isi pengumuman tersebut. Teknik Membaca Pengumuman 1. Vokal dan Pengucapan/Artikulasi Teknik vokalisasi atau pengucapan adalah hal yang amat menentukan berhasil atau tidaknya pengumuman tersebut dipahami oleh pendengarnya. Vokal atau pengucapan yang tepat dan jelas, membuat pendengar dapat menyimak isi pengumuman tersebut. Apabila vokal atau pengucapan kurang jelas pendengar mengalami kesulitan untuk memaparkan kerusakan agar huruf vokal dan kesamaan dapat diucapkan dengan tepat. Antara kesamaan memberikan penjelasan pada siapa. Sedangkan suara vokal memberikan kemantapan suara. Kedua-duanya tidak dapat dipisahkan. 2. Lafal, Intonasi, dan Jeda yang tepat Lafal adalah cara seseorang atau sekelompok orang dalam mengucapkan bunyi bahasa. Pada kenyataannya, suara orang berbeda-beda. Perbedaan suara tidak merupakan hambatan untuk membacakan pengumuman. Asal saja, setiap pembaca mampu mengeluarkan bunyi-bunyi suara dengan tepat. Intonasi adalah tekanan naik turunnya lagu kalimat atau tinggi rendahnya nada dan cepat lambatnya pembacaan. Jeda adalah hentian sebentar dalam pengujaran. Pengaturan jeda yang tepat dapat memudahkan pemahaman. Untuk dapat membaca pengumuman dengan lafal, intonasi, dan jeda yang tepat, pembaca pengumuman harus berusaha untuk tahu satuan-satuan atau kelompokkelompok kata yang ada dalam sebuah pengumuman. Salah satu cara yang dapat kamu lakukan adalah membuat pemenggalan. Yang dimaksud dengan pemenggalan di sini adalah pengucapan satuan-satuan atau kelompok-kelompok kata.

57

6. Komunikatif Membacakan pengumuman bertujuan agar pendengar dapat menangkap makna sebuah pengumuman. Maka seorang pembaca pengumuman harus mampu berkomunikasi dengan pendengar. Oleh sebab itu, ia harus mengadakan kontak dengan pendengar. Mengadakan kontak dengan pendengar dapat dilakukan dengan sekali-sekali melihat kepada pendengar. Walaupun namanya membacakan pengumuman, namun juga tidak membaca saja. 7. Volume Suara Dalam membaca pengumuman, volume suara yang dikeluarkan tidak boleh terlalu lemah atau terlalu kuat. Yang paling penting suara pembaca pengumuman dapat didengar dengan jelas dan dapat dipahami maknanya. Pengaturan volume suara dapat diatur melalui latihan. Sebelum membacakan pengumuman itu, sebaiknya pembaca pengumuman melatih pembacaan pengumuman tersebut berulang kali. Dengan demikian, pembaca tidak akan ragu lagi. Ia tidak akan lupa membaca bagian-bagian tertentu ketika ia melakukan kontak pandang dengan pendengar. Teks dipegang, berdiri dengan santun, bacakan dengan suara yang lantang dan jelas. 6. Tugas 3 Bacakan isi pengumuman di depan teman-temanmu pada saat ada pertemuan di tempat kegiatan belajar.
SMP TERBUKA DANDAN NALAR Jalan Amplop, Kel. Rajadamai, Kec. Sukasogok Jakarta Tengah Telepon 2345551 PENGUMUMAN Pelaksanaan Pembubuhan Cap Tiga Jari

Untuk siswa kelas III yang baru saja mengikuti UAN Tahun Ajaran 2005/2006 diliburkan sampai ada pengumuman lebih lanjut. Namun demikian, bagi mereka dimohon datang berseragam sekolah, pada : Hari Tanggal Pukul Tempat : : : : Rabu 17 Juni 2006 09.30 SMP Terbuka Dandan Nalar

Untuk membubuhi cap tiga jari STL (Surat Tanda Lulus) asli, dan ijazah. Atas perhatiannya, harap maklum. Jakarta, 11 Juni 2006

Drs. Fahmi Reza Kepala SMP Terbuka Dandan Nalar

58

C. PENUTUP Kini Kamu telah sampai pada bagian akhir modul ini, mudah-mudahan semua yang telah Kamu pelajari bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Karena semua kegiatan pembelajaran sudah Kamu kerjakan, secara keseluruhan diperkirakan Kamu telah menguasai bahan-bahan pelajaran sebagai berikut. (1) penyusunan pengumuman (2) perbaikan kesalahan pengumuman tanda baca dan ejaan yang ada pada naskah pengumuman (3) pembacaan pengumuman Bila disuruh membuat pengumuman, tentu Kamu dapat membuat pengumuman yang efektif, efisien, dan benar baik tata bahasanya maupun ejaannya. Hal ini menambah kecendekiawananmu seandainya Kamu menjadi pemimpin atau pengurus baik di masyarakat maupun di sekolah. Setelah tuntas bahan pelajaran ini, Kamu diharapkan bersiap-siap untuk mengerjakan tes akhir modul. Jika Kamu, sudah menyelesaikan tes tersebut, silakan mencocokkan hasilnya dengan kunci jawaban yang disediakan oleh guru pamongmu. Selamat bekerja. Apabila Kamu telah menyelesaikan tes akhir modul dengan baik, Kamu boleh melanjutkan kegiatan pada modul berikutnya. Silakan mencocokkan hasilnya dengan kunci jawaban yang disediakan oleh guru pamongmu. Selamat bekerja. Apabila Kamu telah menyelesaikan tes akhir modul dengan baik, Kamu boleh melanjutkan kegiatan pada modul berikutnya. Silakan Kamu mengambil modul baru tersebut Rebutlah keberhasilan!

59

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 Penyusunan Naskah Pengumuman Pelaksanaan Kerja Bakti DEPARTEMEN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA KANTOR LURAH DESA SUKALONGOK KECAMATAN MEJENGAJA JAKARTA TIMUR TELEPON 9012345 PENGUMUMAN Pelaksanaan Kerja Bakti

Dalam rangka menyambut HUT Ke-458 Ibu Kota Jakarta Raya dan dalam usaha menciptakan lingkungan yang bersih dan indah, desa Sukolangok akan mengadakan kerja bakti, pada : hari tanggal pukul tempat : : : : Minggu 13 Juni 2006 07.30 s.d. 10.30 di lingkungan tempat tinggal masing-masing

Warga desa Sukalongok yang akan melaksanakan kerja bakti diharapkan untuk membawa alat-alat (pacul, sekop, arit/sabit, sapu, atau pengki) yang diperlukan. Jakarta, 9 Juni 2006

H. Petet bin Titan Lurah Desa Sukalongok

60

Tugas 2 DEPARTEMEN PARIWISATA, POS DAN TELEKOMUNIKASI REPUBLIK INDONESIA PT. TELKOM WITEL V Jakarta Telepon 5301666 PENGUMUMAN No : 035/PR 120/W04-03/2006 Perubahan Nomor Telepon Diberitahukan kepada para pelanggan jasa telekomunikasi bahwa P.T. TELKOM WITEL V Jakarta akan melaksanakan perubahan Nomor dengan Nomor akhir 96, 97, 98, 99 (XXXXX96, XXXXX97, XXXXX98, XXXXX99), di wilayah Jakarta Barat. Perubahan-perubahan tersebut adalah sebagai berikut: (a) 34 nomor telepon STO. Tegal Alur yang bernomor awal 555XXXX (b) 20 nomor telepon STO. Bandara Soekarno -Hatta yang bernomor awal 55OXXXX (c) 395 nomor telepon STO. Slipi yang semula bernomor 560 XXXX, 566 XXXX, 567 XXXX, 568 XXXX, menjadi 568 XXXX. Perubahan Nomor telepon tersebut akan dilaksanakan tanggal 19 Juli 2006 pukul 24.00 W.I.B. Apabila telepon Anda mengalami gangguan, dipersilakan menghubungi Loket Pengaduan terdekat atau putar Nomor telepon 117, sedangkan untuk informasi dapat menghubungi nomor telepon 5301666 atau putar nomor telepon Penerangan 108. Kami mohon ma’af apabila pada saat pelaksanaan perubahan nomor ini, telepon Anda mengalami gangguan. Jakarta, 14 Juni 2006 KEPALA WILAYAH USAHA TELEKOMUNIKASI V JAKARTA Tugas 3 Berdasarkan pembacaan teks pengumuman dan penampilan Siswa.

61

IND.VII.1.2.05

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu

: : : :

Bahasa Indonesia VII 1 (Satu) 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

MENULIS SURAT PRIBADI IND.VII.1.M.05 Menulis Surat Pribadi

Penulis Pengkaji Media Pengkaji Materi

: Drs. Santiyo Martodikromo : Dr. Ahmad HP, M. Pd Drs. H. Nasruddin, M.Pd. : Drs. Aristo Rahadi

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN Selamat atas keberhasilanmu dalam menyelesaikan modul yang lalu. Kali ini, Kamu akan mempelajari modul dengan judul "Menulis Surat Pribadi”. Tujuan yang ingin dicapai dalam modul ini ada dua, yaitu : dapat menyebutkan bagianbagian dari surat pribadi dan surat dinas, dapat membedakan surat dinas dengan surat pribadi, serta dapat menulis surat pribadi. Untuk mencapai tujuan itu, Kamu akan mempelajari dua kegiatan. Kesatu menyebutkan bagian-bagian surat pribadi dan surat dinas, kedua membedakan surat dinas dengan surat pribadi, serta dapat menulis surat pribadi. Jika seluruh kegiatan beserta tugas-tugasnya telah Kamu selesaikan dengan baik, segeralah Kamu minta tes akhir modul kepada guru pamongmu. Waktu yang disediakan untuk menyelesaikan modul ini 4 x 40 menit termasuk tes akhir modul. Mengingat waktu yang disediakan terbatas, Kamu harus dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jika ada kesulitan, jangan segan-segan berdiskusi dengan temantemanmu atau langsung menanyakan kepada guru pamongmu. Selamat belajar, semoga sukses.

65

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Menulis Surat Pribadi 1. Standar Kompetensi Mengungkapkan pikiran dan pengalaman dalam buku harian dan surat pribadi 2. Kompetensi Dasar Menulis surat pribadi dengan memperhatikan komposisi, isi, dan bahasa 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu menentukan perbedaan komposisi surat pribadi dengan surat resmi 2. Mampu menulis surat pribadi dengan bahasa yang komunikatif 4. Materi Pokok Surat Dinas dan Surat Pribadi 5. Uraian Materi Dalam kehidupan sehari-hari, manusia akan bergaul dengan orang lain. Jika ia sebagai pelajar, tentunya ia harus berkomunikasi dengan lingkungan sekolah, baik kepada teman, guru, kepala sekolah atau kepada karyawan sekolah. Jika ia sebagai anggota masyarakat, tentunya ia harus berkomunikasi dengan lingkungan masyarakat. Pendek kata, manusia selalu berkomunikasi dengan orang lain. Cara kita berkomunikasi, ada dua jalur yang kita laksanakan yaitu jalur tertulis dan jalur lisan. Dalam kegiatan ini Kamu akan mempelajari jalur tertulis yaitu surat-menyurat. Jika kita melihat dan membuat surat, tentu surat itu akan berbentuk atau berisi macammacam tergantung tujuan surat dan bagian yang dikirimi surat. Jika surat itu pengiriman antarkantor, atau antarinstansi, surat itu dinamakan Surat Dinas. Akan tetapi, jika kita ingin mengirim surat antarindividu (perorangan), surat itu dinamakan “Surat Pribadi”. Pada kegiatan ini Kamu akan mempelajari perbedaan surat dinas dengan surat pribadi. Untuk mengetahui perbedaan kedua jenis surat ini, coba Kamu baca dengan teliti contoh bagian surat dinas dan bagian surat pribadi berikut ini :

66

A. Contoh Surat Dinas
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Pusat Pembinaan Pengembangan Bahasa Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun Jakarta 13220 KOTAK POS : 2625 TELEPON : 4896558

No Hal

: 4518/F8/H.5/2006 : Tenaga Penyuluh Bahasa Indonesia

17 September 2006

Yth. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Departemen Pendidikan Nasional Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 41-42 Jakarta Selatan

Dengan hormat, Surat Saudara tanggal 3 September 2006 No. 1272/9.4/1/2006 sudah kami terima. Sehubungan dengan itu, kami dengan senang hati menugaskan Drs. Farid Hadi, Staf Bidang Pengembangan untuk memberikan penyuluhan bahasa Indonesia pada Sekolah Pimpinan Tingkat Dasar Rayon Jakarta yang sedang Saudara selenggarakan. Sesuai dengan jadwal, kegiatan itu akan diselenggarakan pada tanggal 20 September 2006, pukul 07.30-13.00, di Balai Pengembangan Kegiatan Belajar, Jalan Raya Kebun Jeruk, Jakarta Barat. Atas perhatian dan kerja sama Saudara, kami ucapkan terima kasih. Wassalam, Kepala Pusat Pembinaan Dan Pengembangan. Bahasa u.b. Zulkarnain Pelaksana Harian Bidang Pengembangan Tembusan : Drs. Farid Hadi

67

Setelah kita baca dan kita amati dengan cermat surat dinas tersebut, ternyata surat dinas itu dapat dibagi menjadi beberapa bagian. Menurut Kamu, bagian apa saja kirakira? Coba Kamu tentukan sebelum Kamu meneruskan membaca uraian ini. Bagian-bagian surat itu di antaranya: 1. kepala surat, yang berisi nama departemen, alamat departemen, termasuk nomor kotak pos dan nomor telepon, dan lambang departemen atau instansi di sebelah kiri atas 2. pembukaan, yang meliputi nomor surat, lampiran, tanggal, alamat, dan salam pembuka 3. isi surat, ada tiga bagian yaitu paragraf pembuka, paragraf isi, dan paragraf penutup 4. penutup, yang berisi salam penutup, tanda tangan, nama terang, jabatan, dan tembusan Berarti surat itu dapat dibagi menjadi empat bagian dan tiap-tiap bagian dibagi lagi menjadi beberapa bagian. Berdasarkan uraian tersebut, apakah Kamu sudah memahami bagian-bagian surat dinas? Jika sudah, Kamu dapat berlatih membuat surat dinas. Untuk lebih jelas lagi, Kamu amati bagian-bagian surat dinas dalam surat berikut ini! BAGIAN – BAGIAN SURAT DINAS 1

1.Kepala surat 2 3
2. nomor, lampiran dan prihal surat 3. tanggal pembuatan surat 4. tujuan surat 5. salam dan pembuka surat

4 5 6

6. isi surat

7 9 8

7. penutup 8. inisial pengirim surat 9. tembusan surat

68

B. Contoh Surat Pribadi Semarang, 20 Desember 2006 Sobatku, Atika Jalan Maliboro No. 20 Yogyakarta Salam kompak selalu, Hai sobat, bagaimana kabarmu sekarang? Tentunya baik-baik saja, bukan? Kabarnya pada tahun ini Kamu menjadi bintang kelas. Kamu memang selalu berprestasi sejak aku menjadi teman sekolahmu. Selamat ya, semoga prestasimu itu dapat Kamu pertahankan. Tika sahabatku, aku ingin sekali berjumpa denganmu. Sudah berapa bulan kita tidak jumpa dan berkirim kabar? Aku ingin bermain denganmu seperti dahulu. Masih ingatkah Kamu saat kita bersepeda santai pada hari Minggu pagi? Ketika sampai di penjual bubur ayam, kita makan sambil istirahat. Besok liburan semester aku akan bermain ke rumahmu. Nanti kita membeli bubur ayam lagi. Bolehkah aku ke rumahmu? Tika yang baik, sebenarnya sudah lama aku ingin menulis surat untukmu. Namun, aku baru sempat menulis surat saat ini, karena banyak kegiatan di sekolah. Aku percaya Kamu akan memahami hal itu. Nah, Tika sekian saja surat dariku. Aku tunggu surat balasanmu. Salam manis untuk teman-teman di Yogyakarta Sahabatmu, Farisa Handini

Tampak jelas, bahwa surat tersebut berisi keperluan yang bersifat pribadi. Oleh karena itu, surat tersebut memang dapat dikelompokkan sebagai surat pribadi. Di samping berisi keperluan atau kepentingan pribadi, surat tersebut ditulis dengan menggunakan bahasa yang akrab dan luwes. Ungkapan seperti “Sobatku, Atika”, “Hai sobat bagaimana kabarmu sekarang?” dan sebagainya merupakan ungkapan yang hanya ada dalam surat pribadi. Jadi, selain berisi keperluan atau kepentingan pribadi, surat pribadi dibuat dengan menggunakan kalimat-kalimat yang akrab dan luwes. Bila Kamu menyusun surat pribadi. Kamu juga jangan sampai melupakan tata cara menyusun surat. Secara berurutan sebuah surat pribadi harus memiliki : (1) kota dan tanggal surat, (2) alamat surat, (3) pembuka surat atau salam pembuka, (4) isi surat (5) penutup atau salam penutup, dan (6) tanda tangan pengirim surat

69

Menurut Kamu, surat pribadi tersebut sudah memiliki urutan yang benar dan lengkap atau belum? Ya, tentu saja surat pribadi tersebut sudah memiliki urutan yang lengkap dan benar. Urutan itu adalah sebagai berikut : 1. Kota dan tanggal surat 2. Alamat surat : Semarang, 20 Desember 2006 : Sobatku, Atika Jalan Malioboro No. 20 Yogyakarta : salam kompak selalu : salam manis

3. Pembukaan / salam pembuka 4. Penutup / salam penutup 5. Tanda tangan dan nama pengirim surat : Farisa Handini

Sekarang Kamu telah membaca contoh surat dinas dan contoh surat pribadi. Sekarang, coba Kamu bandingkan kedua jenis surat itu! Bagaimana perbedaan bentuknya, bahasanya atau yang lainnya? Mari kita bedakan kedua surat itu. Surat Dinas _ 1. menggunakan kepala surat 2. menggunakan bahasa resmi 3. menggunakan nomor surat 4. terdapat tembusan 5. untuk kepentingan tugas 6. antarinstansi 7. ditandatangani oleh pejabat atau yang mewakili Surat Pribadi 1. tidak menggunakan kepala surat 2. menggunakan bahasa pergaulan/ pribadi 3. tidak menggunakan nomor surat 4. tidak terdapat tembusan 5. untuk kepentingan pribadi 6. antarpribadi/perorangan 7. ditandatangani oleh pribadi atau

8. dan lain-lain diri sendiri Dari beberapa perbedaan tersebut, coba Kamu buktikan dengan mempergunakan contoh surat dinas dan pribadi 1.a. Alamat surat dinas ditujukan kepada instansi Contoh : Yth. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Departemen Pendidikan Nasional Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 41-42 Jakarta Selatan b. Alamat surat pribadi ditujukan kepada pribadi Contoh : Sobatku, Atika Jalan Malioboro No. 20 Yogyakarta

70

2.a

b.

Bagian pembuka isi surat dinas, bahasanya resmi. Contoh : Surat pembuka isi surat dinas, bahasanya resmi. No. 1273/A.9.4/2006 sudah kami terima Bagian pembuka isi surat pribadi, bahasanya akrab. Contoh : Hai sobat, bagaimana kabarmu, sekarang? Tentunya baik-baik saja, bukan? Surat dinas dikirim ditandatangani oleh pejabat yang berwenang. Contoh : Wassalam Kepala Pusat Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa u.b. Zulkarnain Pelaksanaan harian Bidang Pengembangan Surat pribadi dikirim atau ditandatangani oleh pribadi. Contoh : Sahabatmu Farisa Handini

3.a.

b.

Berdasarkan uraian dan contoh kedua jenis surat tersebut, Kamu pasti sudah mengerti betul perbedaan surat dinas dan surat pribadi. Untuk itu bersiap-siaplah Kamu untuk mengerjakan tugas akhir kegiatan. Namun, sebelum itu bacalah terlebih dahulu rangkuman berikut ini! Rangkuman 1. Surat dinas dan surat pribadi memiliki perbedaan. Perbedaan yang paling mencolok terletak pada ada tidaknya kop (kepala surat). Surat dinas menggunakan kepala surat sedangkan surat pribadi tidak berkepala surat. 2. Surat dinas atau surat resmi ialah segala komunikasi tertulis yang menyangkut kepentingan tugas dan kegiatan dinas instansi. Sedangkan surat pribadi adalah surat yang dibuat oleh seseorang yang isinya menyangkut kepentingan pribadi. Surat menyurat pribadi itu timbul dalam pergaulan hidup sehari-hari dan terjadi dalam komunikasi antara anak dan orang tua, antarkerabat, antarteman dan lain-lain. 6. Tugas 1 1. Sebutkan nama-nama bagian surat berikut ini sesuai dengan nomor-nomor yang tersedia. 2. Sebutkan perbedaan surat pribadi dan surat dinas minimal tiga perbedaan! 3. Buatlah contoh alamat surat pribadi dan surat dinas 4. Buatlah sebuah surat pribadi yang berisi ucapan selamat kepada temanmu menjadi juara kelas!

71

C. PT. REKABUSANA ANGGUN Jalan Cut Mutiah 28, Jakarta 10210 1 =

Nomor : 107/A/IX/1990 Hal : Penyelenggaraan Pameran Busana

10 September 2007

2 = 3 =

Yth. Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kotak Pos 228 Jakarta 11010 Dengan hormat, Kami ingin menyampaikan selamat atas keberhasilan Anda menyelenggarakan pameran di Balai Sidang, Jakarta. Dalam kaitannya dengan kegiatan itu, peragaan kami cukup banyak menarik minat khalayak pengunjung. Keberhasilan itu menumbuhkan semangat kami. Namun, hemat kami alangkah baiknya jika laporan penyelenggaraan pameran itu juga kami terima dari Anda. Mudah-mudahan imbauan kami ini dapat membawa manfaat bagi kita. Wassalam, Laksmi Adriyani Manager

4

=

5 =

6 =

7 = 8 =

9 = 10 =

72

PENUTUP Berkat kemauanmu belajar, akhirnya selesai juga modul ini Kamu pelajari. Dengan membaca modul ini, Kamu diharapkan dapat membuat surat pribadi maupun surat dinas dengan kaidah yang benar. Modul ini memuat dua kegiatan, berarti modul ini mengandung materi yang berkaitan antara yang satu dengan lainnya. Ketiga materi ini ialah : 1. Bagian-bagian Surat Dinas Surat dinas memiliki bagian, yaitu bagian kepala surat, bagian pembukaan, bagian isi surat, dan bagian penutup. Keempat bagian itu masing-masing dibagi lagi menjadi beberapa bagian: a. Bagian kepala surat (kop surat) memuat nama instansi dan pengirim surat. b. Bagian isi surat terbagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian pertama merupakan paragraf pembuka bagian kedua merupakan paragraf isi, dan bagian ketiga merupakan paragraf penutup. c. Bagian penutup terdiri atas, bagian salam penutup tanda tangan, nama terang dan jabatan, tembusan, inisial, dan lain-lain. 2. Perbedaan Surat Dinas dan Surat Pribadi Surat dinas dan surat pribadi memiliki beberapa perbedaan (lihat tabel pada uraian materi)! Dari segi bahasanya, surat dinas menggunakan bahasa resmi, sedangkan surat pribadi menggunakan bahasa pergaulan atau akrab. Dari segi manfaatnya surat dinas merupakan hubungan antar instansi atau kedinasan sedangkan pribadi merupakan hubungan antar pribadi, hubungan sosial. 3. Kalimat yang baik dan Benar Surat dinas harus menggunakan kalimat yang baik dan benar karena surat dinas merupakan surat resmi antar instansi, baik negeri maupun swasta. Kalimat yang baik dan benar dapat dilihat dari kaidahnya, pilihan katanya, maupun ejaan dan tanda bacanya. Akhirnya, mintalah tes akhir modul kepada guru pamongmu. Kerjakanlah tes akhir modul ini dengan baik! Jika pekerjaanmu telah selesai, segeralah meminta modul yang baru untuk mempelajari materi-materi yang baru pula. Tetap bersemangatlah dalam belajar.

73

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 1. Menyebutkan nama-nama bagian surat. 1. Kepala surat 2. Tanggal surat 3. Nomor dan hal surat 4. Alamat surat 5. Salam pembuka 6. Isi surat (tubuh surat) 7. Paragraf penutup 8. Salam penutup 9. Nama terang 10. Jabatan 2. Perbedaan surat dinas dan surat pribadi sebagai berikut Surat Dinas 1. 2. 3. 4. 5. Menggunakan kepala (kop) surat menggunakan bahasa resmi bernomor surat untuk kepentingan tugas antar instansi Surat Pribadi 1. tidak menggunakan kop (kepala) surat 2. menggunakan bahasa pergaulan atau akrab 3. tidak bernomor surat 4. untuk kepentingan pribadi 5. antar teman atau pribadi

3. Contoh alamat surat 1. Surat pribadi, misalnya : Sahabatku, Atika di Yogyakarta Surat dinas, misalnya : Yth. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Departemen Pendidikan Nasional Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 41-42 Jakarta Selatan.

2.

4. Contoh surat pribadi, misalnya :

74

Buat sahabatku Tina Di Palembang

Jakarta, 20 Desember 2006

Sahabatku Tina, selamat berjumpa lagi melalui surat ini. Mudah-mudahan Kamu dalam keadaan sehat walafiat seperti keadaan saya dan keluarga di sini. Tina sahabatku, beberapa hari yang lalu saya mendengarkan berita dari teman kita, Reni, yang baru saja pulang dari Palembang. la menyampaikan bahwa Kamu menjadi juara kelas. Untuk itu saya ucapkan selamat dan mudah-mudahan Kamu dapat mempertahankan prestasimu di kelas yang lebih tinggi lagi. Tina yang baik, dalam liburan nanti saya mau berlibur di kotamu kebetulan saya mempunyai famili di sana. Maukah Kamu menerima kedatanganku? Saya yakin Kamu pasti menerima dan senang, karena saya tahu bahwa Kamu sahabatku yang paling baik sejak kecil di SD dulu. Kiranya itu saja yang saya sampaikan. Mudah-mudahan, kita bisa bertemu di Palembang. Salam kami,

Rini

75

IND.VII.1.3.06

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu

: : : :

Bahasa Indonesia VII 1 (Satu) 4 x 40 Menit

KEGIATAN SISWA

PESAN DAN MENULIS DONGENG IND.VII.1.M.06 Pesan dan Menulis Dongeng

Penulis Pengkaji Materi

: Dra. Edy Warsih : Drs. H. Nasruddin, M.Pd.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN Kami ucapkan selamat atas keberhasilanmu dalam menyelesaikan modul yang lalu. Kali ini Kamu akan mempelajari modul dengan judul Pesan dan Menulis Dongeng. Tujuan yang ingin dicapai dalam modul ini ada lima yaitu : 1. Mampu menentukan tema dongeng yang diperdengarkan, 2. Mampu menunjukkan relevansi tema dengan situasi sekarang, 3. Mampu mengemukakan hal menarik dalam dongeng yang diperdengarkan dengan alasan yang logis, 4. Mampu menyimpulkan pesan dongeng dalam bentuk ungkapan, 5. Menulis kembali dongeng yang didengar atau dibaca. Untuk mencapai tujuan itu Kamu akan mempelajari : Kegiatan 1 : menentukan tema Kegiatan 2 : relevansi tema Kegiatan 3 : mengemukakan hal menarik dalam dongeng Kegiatan 4 : menyimpulkan pesan dongeng dalam bentuk ungkapan. Kegiatan 5 : menulis kembali dongeng Jika seluruh kegiatan beserta tugas-tugas telah Kamu selesaikan dengan baik, segeralah minta tes akhir modul kepada guru pamongmu. Waktu yang disediakan modul ini 4 x 40 menit termasuk tes akhir modul. Mengingat waktu yang disediakan terbatas. Kamu harus dapat memanfaatkannya dengan sebaikbaiknya. Bila ada kesulitan jangan segan-segan berdiskusi dengan teman-temanmu, atau langsung menanyakan kepada guru pamongmu. Selamat belajar, semoga sukses !

79

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1: Dongeng 1. Standar Kompetensi Mengapresiasi dongeng yang diperdengarkan 2. Kompetensi Dasar 1. Menemukan hal-hal yang menarik dari dongeng yang diperdengarkan 2. Menunjukkan relevansi isi dongeng dengan situasi sekarang 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu menentukan tema dongeng yang diperdengarkan. 2. Mampu menunjukkan relevansi tema dengan situasi sekarang. 3. Mampu mengemukakan hal-hak menarik dalam dongeng yang diperdengarkan dengan alasan yang logis. 4. Mampu menyimpulkan pesan dongeng dalam bentuk ungkapan. 4. Materi Pokok Dongeng 5. Uraian Materi Dalam khasanah kesusasteraan Indonesia kita mengenal dongeng. Ada dongeng tentang binatang, dongeng tentang terjadinya suatu tempat, dongeng yang berkaitan dengan sejarah dan kepercayaan masyarakat di suatu daerah. Dongeng merupakan prosa lama yang berisi cerita rekaan yang lahir dari khayalan pengarang. Di dalam dongeng itupun mengandung nilai-nilai kehidupan dan amanat yang dapat dipetik oleh setiap pembacanya. Setiap dongeng mempunyai tema. Tema artinya pokok pikiran yang menjadi jiwa dan dasar cerita tersebut. Untuk dapat menentukan tema dan amanat sebuah dongeng Kamu harus membaca atau mendengarkan dengan cermat, teliti, dan menandai bagian-bagian yang menjadi inti dari dongeng tersebut. Coba dengarkan dan ikuti pembacaan dongeng berikut ini ! Dongeng: Si Tupai dan Si Raun Minta dibacakan temanmu atau Guru Pamongmu. SI TUPAI DAN SI RAUN Seekor tupai bersahabat dengan seekor ikan besar merayap. Keluarga kedua hewan itu hidup rukun tolong-menolong, berkasih-kasihan, bergotong-royong dengan kesetiaan besar pada satu sama lain. Pada suatu hari istri Si Tupai jatuh sakit dan dokternya mengatakan bahwa obat baginya adalah telur ayam. ”Telur ayam ? Dari mana aku dapat memperolehnya?” Dengan wajah yang amat sedih pergilah si Tupai kepada Si Raun, ikan sahabatnya itu, lalu diceritakannya hal kesedihannya itu. Seketika si Raun terdiam berpikir, kemudian ia berkata, ”Saudaraku tak usah sedih, aku akan membawa telur ayam itu kepada

80

istrimu. Maka pulanglah si Tupai dengan harapan besar sekali akan pertolongan sahabatnya itu. Apakah yang diperbuat oleh si Raun itu? Ketika seorang wanita, seperti biasa datang dengan periannya mengambil air dari sungai, tempat sarang si Raun itu, maka lekaslekas ikan itu masuk ke dalam perian itu. Maka pergilah wanita itu pulang ke rumahnya membawa perian berisi ikan Raun itu, dan seperti setiap hari dilakukannya, perian itu disandarkannya pada dinding rumah, dekat seekor ayam betina bertelur. Keluarlah si Raun itu dari perian lalu mengambil sebutir telur dari tempatnya. Sesudah itu si Raun merayap kembali ke dalam perian yang sudah hampir kosong itu, kemudian dibawa lagi oleh wanita tadi kembali ke sungai untuk mengambil air. Demikianlah si Raun, sekembalinya di sungai, lekas-lekaslah mendapatkan si Tupai dengan membawa telur untuk pengobatan istri sahabatnya yang sakit itu. Kini betapa beruntung budi si Tupai pada si Raun, yang dengan penuh bahaya dapat merebut telur itu. Pada suatu hari, tiba giliran pada si Raun, menderita kesedihan yang sama seperti sahabatnya itu. Adapun istri si Raun sakit keras, . . . . dan Bapak Dokter menyatakan bahwa hanya hati buaya yang dapat mengobatinya. Dengan hati yang berdebar-debar, sangat sedih, si Raun mendapatkan sahabatnya si Tupai itu. Maka jawab si Tupai, sesudah diam berpikir sejurus, ” Aku akan dapat merebut hati buaya itu untuk istri Saudara yang sakit itu. ” Pergilah si Raun dengan hari terhibur, penuh harapan pada si Tupai. Adapun di sungai dekat sarang si Raun itu hidup juga seekor buaya. Di pinggir sungai itu tumbuh sebuah pohon kelapa yang berbuah. Sebutir kelapa yang masih muda dilubangi oleh si Tupai, kemudian si Tupai merayap ke dalam buah kelapa itu, . . . . dibuatnya selaku tempat penginapannya. Ketika dilihatnya buaya terapung di sungai tepat di bawah buah itu, maka dikerat si Tupai itu batang tali pusat penghubung buah itu dari moyangnya, dan . . . . jatuhlah buah itu ke sungai di depan buaya terapung itu. Dengan cepatnya buaya itu menelan buah kelapa berisikan si Tupai, Setiba buah kelapa itu di hulu hati si Buaya, maka dengan segera keluarlah si tupai dari liang buah kelapanya itu, lalu dikeratnya hati Buaya itu sekaligus. Dengan kesakitan yang amat sangat, si Buaya menggelepar-gelepar, mengacau air sungai dengan hebatnya, tetapi tak lama kemudian matilah Buaya itu. Lalu keluarlah si Tupai dari liangnya, dari mulut Buaya itu, kemudian membawa hati buaya kepada sahabatnya si Ikan Raun itu untuk pengobat istrinya yang sakit. Demikianlah budi dibalas dengan budi juga, dengan pengorbanan dan usaha kepahlawanan, keberanian luar biasa, dengan taruhan nyawa. Dari Cerita Rakyat V Dalam dongeng tersebut menceritakan tentang kehidupan dan kebaikan antara si Tupai dan si Raun yang hidup saling memberikan bantuan terhadap kesusahan sesamanya. Berdasarkan gambaran dongeng tersebut Kamu dapat menentukan temanya yaitu tolong –menolong sesama makhluk.

81

Relevansi tema dengan kehidupan sehari-hari. Dongeng yang dibuat pengarang merupakan khayalan yang bersumber dari kehidupan masyarakat sekitarnya, sehingga di dalam ceritanya terkandung hal-hal yang erat sekali dengan kehidupan manusia. Hubungan antara isi dongeng dengan kehidupan nyata manusia disebut relevan. Relevansi tema dongeng dengan kehidupan sehari-hari berarti hubungan antara tema dengan kehidupan nyata manusia sehari-hari. Bacalah sekali lagi dongeng tersebut dan kaitkan dengan kehidupan/situasi sekarang ! Kamu akan menemukan relevansi dongeng tersebut dengan situasi sekarang di antaranya : 1. Dalam kehidupan bermasyarakat sekarang ini tetap memerlukan pertolongan orang lain sehingga kita harus saling menolong. 2. Pengorbanan, baik tenaga, materi, mampu pemikiran merupakan wujud dari tolong menolong. Hal ini tergambar jelas dalam dongeng tersebut yang sangat relevan dengan kehidupan atau situasi sekarang. Hal Menarik Dalam Dongeng Kiat pengarang dalam menarik minat para pembaca bermacam-macam. Ini penting karena dapat membuat pembaca menjadi tertarik terhadap hasil karyanya. Begitu juga dalam sebuah dongeng tentu memiliki hal-hal yang menarik. Hal yang menarik sebuah dongeng bisa berupa isi ceritanya alur ceritanya, para tokoh-tokohnya, atau keindahan bahasanya. Coba baca kembali dongeng yang berjudul si Tupai dan si Raun tersebut ! Setelah Kamu baca tentu Kamu menemukan hal yang menarik dalam dongeng tersebut. Misalnya menarik dari segi alur cerita, bahwa dongeng tersebut memaparkan rangkaian peristiwa secara runtut sehingga mudah dicerna. Atau menarik dari para tokohnya. Dalam dongeng tersebut tokoh si Raun (ikan) dengan keberaniannya masuk dalam perian (tempat mengambil air yang terbuat dari bambu) untuk mengambil telur ayam. Begitu juga tokoh si Tupai dengan berani masuk dalam Kelapa yang ia lubangi, kemudian menjatuhkannya di depan buaya, lalu ditelan dan cepat keluar untuk mengerat tenggorokan Buaya untuk mengambil hati buaya. Dan masih ada hal menarik lainnya coba Kamu cari. Pesan Dongeng Dalam sebuah dongeng memiliki nilai-nilai pelajaran yang dapat dipetik oleh para pembaca, yang disebut pesan. Pesan merupakan ajaran pembaca atau para pendengar, sehingga diharapkan setelah membaca atau mendengarkan dongeng memiliki wawasan dan pengetahuan yang menjadi penuntun dalam menjalankan kehidupan. Pesan dalam dongeng dapat berupa nasihat, larangan atau anjuran.

82

Coba baca atau dengarkan kembali dongeng yang berjudul si Tupai dan si Raun. Setelah Kamu baca/ dengar Kamu dapat menemukan pesan yang terdapat di dalam dongeng tersebut, di antaranya : 1. Kita harus saling menolong sesamanya 2. Berhati-hatilah dalam melakukan kegiatan yang berrisiko tinggi. Rangkuman 1. Dongeng adalah karangan yang berisi cerita rekaan yang lahir dari khayalan pengarang 2. Tema adalah pokok pikiran yang menjadi jiwa dan dasar cerita 3. Pesan adalah gagasan yang ingin disampaikan pengarang kepada para pembaca. 6. Tugas 1 Bacalah/dengarkan dongeng berikut ini. SALWAT DAN SERIGALA Salwat seekor kambing jantan yang kurus kering. Tiga kakak perempuannya cantikcantik. Tiap-tiap pagi dan siang ketiga kakaknya itu pergi ke padang rumput yang luas dan subur. Salwat sendiri selalu tinggal di rumah. Tidak ada yang dapat dimakannya kecuali sisa makanan dan sobekan kain atau kertas. Karena makannya kurang, ia tidak bertambah besar, tetapi kakak-kakaknya makin lama makin gemuk. Pada suatu hari Salwat menegur kakaknya, ”Kak, kalian gemuk, aku kurus. Kalian makan apa saja ?” Kakaknya, yang sebenarnya tidak ingin membagi padang rumputnya dengan Salwat, tahu pula bahwa di padang itu ada seekor serigala. Mereka kemudian berbisik, “Jika Salwat ingin turut makan ke padang rumput, biarlah ia kita tinggalkan nanti pada waktu petang dan biarlah ia diterkam serigala itu.” Oleh sebab itu, jawab mereka, sambil merahasiakan adanya serigala itu, ”O, kami hanya makan sobekan kertas dan kain, seperti engkau. Tidak ada yang istimewa di tempat yang kami datangi”. “Mereka tidak berterus terang kepadaku,” pikirnya sambil memandangi kakaknya. ”Aku tidak percaya. Masukkan kaki kalian ke mulut dan muntahkan apa yang telah kalian makan. Nanti aku bisa melihat apa yang sudah kalian makan. Kakak-kakaknya pun melakukan apa yang diminta Salwat dan tahulah ia bahwa selama itu mereka makan rumput hijau. Salwat lalu bertanya, ”Di mana letak padang rumput yang subur itu ?” Salwat sayang, di padang rumput itu ada serigala. Nanti engkau akan diterkam olehnya. Engkau masih kecil , ” demikian bujukan kakaknya. ”Kalian harus membawa aku ke sana, ” katanya, ” aku mau pergi ke tempat kalian makan.” Maka ketiga kakaknya pun membawa Salwat ke padang rumput itu. Ia melompat kegirangan dan terus makan sampai matahari terbenam tanpa menghiraukan kemungkinan serigala datang. ”Ayo, mari kita pulang. Hari sudah mulai gelap,” kata kakak-kakaknya. Karena baru pertama kali Salwat berkenalan dengan padang rumput, ia enggan meninggalkan tempat itu. Tak berapa lama kemudian serigala itu pun datanglah. Didekatinya ketiga kambing yang besar lalu katanya kepada yang pertama, ”Benda apakah yang ada di mulutmu yang dapat bersuara itu ?”

83

”Lidahku, ”jawab kambing ketiga itu. ”Dan benda apakah yang ada di sisi kepalamu ?” “Kupingku,” jawabnya lagi “Dan yang ada pada mukamu, yang seperti permata itu ? ”Mataku,” jawabnya lagi ”Apa pula benda kecil yang ada di belakangmu itu ?” tanya serigala kemudian ”Ekorku, ” jawabnya ketakutan karena pertanyaan yang bertubi-tubi itu. ”Kau akan kumakan nanti,” kata serigala sambil menatapnya dengan bengis. Setelah itu, kambing betina yang kedua dan ketiga berturut-turut harus menjawab pertanyaan yang sama. Tanya jawab itu pun diakhiri dengan ancaman ”Kau akan kumakan nanti.” Dalam pada itu Salwat tetap makan dengan asyiknya sampai ia pun didekati oleh serigala yang lalu bertanya lagi. ”Benda apakah yang ada dimulutmu yang dapat bersuara itu ?” ”Itu,” kata Salwat, ”terompetku. Setiap prajurit mempunyai terompet yang akan ditiupnya jika ia berperang.” ”Hm, lalu benda apakah yang ada di sisi kepalamu ?” ”Itu, perisai, jawab Salwat. ”Perisai perlu untuk melindungi aku”. ”Dan kedua bola yang seperti permata pada mukamu ?” tanya serigala lagi ”Itu, mataku yang bersinar”. ”Dan yang ada tersebut kepalamu itu ?”. ”Tandukku,” jawab Salwat. Tandukku akan kutusukkan ke tubuhmu sampai engkau mati.” Tak ayal lagi, serigala yang ketakutan mendengar ucapan Salwat itu lari tunggang langgang dan sejak itu tidak pernah muncul lagi di padang rumput itu. Salwat dan kakak-kakaknya, yang bertobat karena jasa adiknya, tambah hari tambah gemuk sebab tidak terganggu lagi jika makan rumput. 1. 2. 3. 4. Tentukan tema dongeng tersebut ! Bagaimana relevansi tema dengan situasi sekarang ? Tentukan hal-hal menarik dari dongeng tersebut ! Tentukan pesan dongeng tersebut !

Kegiatan 2: Menulis Kembali Dongeng 1. Standar Kompetensi Mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengalaman melalui pantun, dan dongeng 2. Kompetensi Dasar Menulis kembali dengan bahasa sendiri dongeng yang pernah dibaca atau didengar 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Kompetensi 1. Mampu menentukan pokok-pokok dongeng 2. Mampu menulis dongeng berdasarkan urutan pokok-pokok dongeng 4. Materi Pokok Penulisan Kembali Dongeng

84

5. Uraian Materi Tentu masih ingat dalam pikiranmu tentang dongeng, bukan? Dongeng adalah cerita rekaan yang lahir dari khayalan pengarang. Dongeng merupakan salah satu bentuk karya sastra yang berkembang secara lisan. Sekarang ini, banyak dongeng yang sudah dituliskan. Sebagai upaya untuk melestarikan dongeng maka dongeng diubah ke bentuk tulisan. Bacalah dongeng berikut ini dengan saksama. DENDAM SI BURUNG ELANG Siapa yang menjadi jagoan atau jawara di kelompoknya, maka dialah yang berhak menjadi pemimpin, begitu pula pada sekelompok bangsa ayam yang berada di tepi hutan. Pada jaman dahulu kala tersebutlah seekor ayam jago berperawakan tinggi besar jalannya tegap dan gagah, berbulu merah bercampur hitam, di kedua kakinya memiliki sepasang taji yang panjang dan runcing. Pada saat itu dia diangkat oleh kelompoknya sebagai pemimpin bangsa ayam yang berkuasa di dalam kelompoknya. Karena ia sebagai jawara dan tak seekor pun bangsa ayam yang sanggup mengalahkannya dalam perkelahian. Karena ia merasa menjadi pemimpin maka timbullah sifat sombong dan tinggi hati. Pada suatu hari sang pemimpin memanjat ke atas bukit bebatuan. Tersebut sebongkah batu besar ia berdiri tegak seraya memandang jauh ke sekelilingnya, sementara para pengikutnya berkumpul mengelilingi di bawah kaki bukit di mana sang pemimpin berdiri. Sang pemimpin berteriak dengan suara lantang, “Barang siapa yang berani dan sanggup mengalahkan aku dalam bertarung, maka dialah yang berhak menggantikan kekuasanku,” seru sang jawara. Mendengar tantangan sang jawara seluruh bangsa ayam yang berada di tempat itu tak seekor pun yang berani menjawab, semua berdiam diri. Rupanya teriakan menantang itu didengar oleh seekor burung elang yang tengah terbang melayang-layang di udara. Burung elang segera menukik turun menghampiri sang jawara yang tengah berdiri tersebut bukit itu. “Hei ayam jago, kau kah yang sesumbar mencari lawan?!” tanya burung elang dengan rasa penasaran. “Betul sekali, saat ini aku tengah mencari lawan, di kelompok kami tidak ada yang sanggup mengalahkanku,” jawab sang jawara. “Baiklah, aku akan melawanmu dalam berkelahi, ayo bersiaplah!” sahut burung elang seraya membentangkan kedua sayapnya yang panjang itu. Maka terjadilah perkelahian seru antara sang jawara melawan burung elang. Mereka saling mengadu kekuatan, saling patuk, saling cakar, saling pukul dengan kepakan sayapnya. Mereka mengandalkan kekuatan serta kemampuan dalam bertarung.

85

Dalam pertarungan itu burung elang harus mengakui kehebatan lawannya. Akibat terjangan sepasang kaki yang bersenjatakan taji yang panjang dan runcing, menjadikan muka burung elang berdarah-darah penuh luka dihajar sang jawara. Burung elang tak sanggup meladeninya, ia beranjak terbang dari hadapan sang jawara. “Aku merasa kalah, tapi pada suatu saat nanti bangsa kami akan menuntut balas pada seluruh keturunanmu atas kekalahanku,” ucap burung elang seraya terbang menjauh. Seluruh bangsa ayam bersorak-sorai menyambut gembira atas keberhasilan pemimpinnya yang memenangkan dalam pertarungan melawan burung elang. Pada suatu hari sang pemimpin bangsa ayam menemui ajal karena usianya sudah tua, dan tak ada yang menjadi penggantinya. Kematian sang jawara tersiar hingga diketahui oleh kelompok bangsa burung elang. Maka suatu kesempatan bagi bangsa burung elang untuk menuntut balas. Saat itu juga segerombolan burung elang mengadakan serangan terhadap bangsa ayam. Satu per satu bangsa ayam dibunuhnya, dikoyak-koyak, dagingnya dimakan. Begitulah kisah burung elang yang melampiaskan dendamnya terhadap keturunan sang jawara. Maka hingga saat sekarang burung elang jika terbang melayang di udara tatapan matanya yang tajam selalu mengintai anak ayam yang jauh dari induknya. Pos Kota, Minggu, 10 Desember 2006 Coba Kamu baca atau dengar kembali dongeng tersebut. Ceritanya menarik, bukan? Setelah membaca dongeng, tentu dalam pikiranmu terbersit tentang inti dongeng yang baru dibaca atau didengar. Nah, inti dongeng itu disebut juga pokok-pokok dongeng. Pokok-pokok dongeng ini dapat dijadikan patokan sebagai dasar penulisan kembali dongeng yang Kamu baca atau dengar. Untuk lebih jelasnya perhatikan berikut ini: Siapa yang menjadi jagoan atau jawara di kelompoknya, maka dialah yang berhak menjadi pemimpin, begitu pula pada sekelompok bangsa ayam yang berada di tepi hutan. Pada jaman dahulu kala tersebutlah seekor ayam jago berperawakan tinggi besar jalannya tegap dan gagah, berbulu merah bercampur hitam, di kedua kakinya memiliki sepasang taji yang panjang dan runcing, pada saat itu dia diangkat oleh kelompoknya sebagai pemimpin bangsa ayam yang berkuasa di dalam kelompoknya. Karena ia sebagai jawara dan tak seekor pun bangsa ayam yang sanggup mengalahkannya dalam perkelahian. Karena ia merasa menjadi pemimpin maka timbullah sifat sombong dan tinggi hati. Perlu diingat kembali olehmu, bahwa setiap paragraf memiliki satu inti atau pokok dongeng. Dari penggalan dongeng tersebut dapat diambil inti atau pokok ceritanya, yaitu “Siapa yang menjadi jagoan atau jawara di kelompoknya, dia berhak menjadi pemimpin.” Nah, setelah menemukan inti atau pokok dongeng setiap paragraf, Kamu dapat mengembangkan atau menulis kembali dongeng tersebut dengan bahasamu sendiri.

86

Perhatikan contoh berikut ini: Dendam Si Burung Elang Pada jaman dahulu kala di tepi hutan hiduplah sekelompok ayam. Di antara sekelompok ayam itu ada seekor ayam jago. Ayam jago tersebut berperawakan gagah, tinggi dan besar. Ialah jagoan atau jawara sekelompok ayam itu. Karena ia sebagai jagoan/jawara, maka dijadikan pimpinan pada sekelompok bangsa ayam tersebut. Setelah menjadi pemimpin ia menjadi sombong dan tinggi hati. Bagaimana dengan contoh tersebut? Sudah jelas, bukan? Apakah Kamu sudah dapat menentukan inti atau pokok dongeng tersebut? Kemudian apakah Kamu juga dapat menuliskan kembali dongeng tersebut? Untuk itu, dengan membaca kembali dongeng tentu akan mengingatkan kembali urutan ceritanya. Rangkuman 1. Dongeng adalah cerita rekaan yang lahir dari khayalan pengarang. 2. Di dalam menuliskan kembali dongeng yang dibaca atau didengar, yang harus dilakukan adalah menentukan inti atau pokok-pokok dongeng tersebut. 6. Tugas 2 1. Tentukan pokok-pokok dongeng pada paragraf selanjutnya dari dongeng yang berjudul “Dendam Si Burung Elang” 2. Tuliskan kembali dengan bahasamu sendiri dongeng yang berjudul “Dendam Si Burung Elang” berdasarkan pokok-pokok dongeng yang telah Kamu tentukan!

87

C. PENUTUP Tentunya Kamu merasa tertarik mempelajari modul ini. Pengetahuanmu semakin berkembang. Dongeng atau cerita khayal yang dikarang oleh penciptanya, ternyata mempunyai nilai-nilai moral dalam kehidupan manusia. Nah, setelah Kamu menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam modul ini, Kamu boleh mencocokkan jawabanmu pada kunci tugas. Jawabanmu tidak harus sama persis dengan kunci tersebut. Kemudian, mintalah tes akhir modul pada guru pamongmu.

88

D. KUNCI TUGAS Alternatif jawaban Tugas 1 1. Keberanian dalam menghadapi dusta dan ancaman. 2. Bahwa keberanian dalam menghadapi dusta dan ancaman merupakan sikap yang harus ditegakkan pada setiap manusia pada masa sekarang. 3. Hal menarik dari dongeng tersebut dari segi tokoh Salwat yang berani mengungkap kedustaan dan berani dan cerdik menghadapi serigala. 4. Kita tidak boleh berdusta terhadap siapapun. 5. Kita harus pandai dan berani serta jujur. Tugas 2 1. Pokok-pokok dongeng yang berjudul “Dendam Si Burung Elang” dari paragraf 2 sampai dengan paragraf 12 yaitu: a. Seekor ayam berdiri tegak tersebut bukit. b. Menantang untuk bertarung. c. Tak ada yang berani. d. Seekor burung elang turun tersebut bukit. e. Perkelahian antara burung elang melawan ayam jago. f. Kemenangan ayam jago. g. Burung elang menyatakan kalah. h. Menyambut gembira atas kemenangan bangsa ayam. i. Matinya pemimpin bangsa ayam karena sudah tua. j. Kematian ayam jago terdengar oleh burung elang. k. Serangan burung elang terhadap bangsa ayam. l. Matinya bangsa ayam satu per satu.

89

2. Menuliskan kembali dongeng yang telah dibaca atau didengar. Dendam si Burung Elang Dahulu kala, ada seekor pemimpin ayam yang sedang berdiri di tegak tersebut bukit. Dia sangat disegani di kalangan ayam dan namanyapun sangat dikenal bukan hanya di kalangan ayam. Kemudian dengan sombongnya ia berkata, “Barang siapa yang dapat mengalahkanku, maka dia akan menggantikanku menjadi sang pemimpin di sini!” serunya dengan lantang. Tapi tak ada seekor ayampun yang berani menyanggupinya, karena tak ada seekor ayam pun yang dapat mengalahkannya selama ia bertarung. Seketika itu pula, ada seekor burung elang yang turun dari atas bukit menghampirinya, karena ia mendengar teriakan lantang dari sang jawara. Kemudian elang itu menerima tantangannya, karena ia merasa cukup kuat untuk melawannya. Pertarungan antara burung elang dan ayam jago berlangsung dengan sangat sengit, karena keduanya cukup kuat dan tak mau kalah. Tetapi dengan gagahnya sang jawara segera mengeluarkan senjata andalannya, yaitu taji yang ada di kakinya. Kemudian taji itu mengenai muka elang sampai berdarah. Akhirnya pertarungan itu dimenangkan oleh ayam jago, dan burung elang mengakui kekalahannya. Tapi, ia juga mengingatkan ayam jago bahwa suatu saat ia akan kembali lagi untuk mengalahkannya dan keturunannya. Bersamaan dengan kepergian burung elang, seluruh bangsa ayam bersorak sorai menyambut kemenangan bangsanya. Seiring berjalannya waktu, usia sang jawara pun semakin menua, dan badannya sudah tak gagah lagi. Tapi, belum sempat ia menemukan penggantinya, ia telah mati. Berita kematian sang jawara terdengar ke seluruh penjuru, bahkan sampai terdengar ke telinga burung elang. Dan pemimpin burung elang itu pun berkata, “Kinilah saatnya kita membalas dendam.” Pasukan burung elang pun memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerbu seluruh bangsa ayam. Karena sang jawara telah mati, maka tidak ada yang melindungi bangsa ayam. Akhirnya pasukan burung elang pun mencabik-cabik mereka dengan cakarnya yang runcing hingga seluruh bangsa ayam mati satu per satu.

90

IND.VII.1.3.07

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu

: : : :

Bahasa Indonesia VII 1 (Satu) 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

IND.VII.1.M.07 MENDONGENG ATAU BERCERITA Mendongeng Atau Bercerita

Penulis Pengkaji Materi

: :

Dra. Edy Warsih Drs. H. Nasruddin, M.Pd.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN Selamat atas keberhasilanmu dalam menyelesaikan modul yang lalu. Kali ini Kamu akan mempelajari modul yang berjudul “Mendongeng atau Bercerita”. Standar Kompetensi yang harus Kamu miliki adalah mengekspresikan pikiran dan perasaan melalui kegiatan bercerita. Untuk mencapai kompetensi tersebut, Kamu mempelajari tiga kegiatan pembelajaran. Kegiatan satu, menemukan pokok-pokok dongeng atau cerita dan merangkaikan pokok-pokok tersebut. Kegiatan kedua menceritakan atau mendongeng dengan urutan yang baik, suara, lafal, intonasi, gestur, dan mimik yang tepat. Kegiatan ketiga bercerita atau mendongeng dengan alat peraga. Jika semua kegiatan beserta tugas-tugasnya telah Kamu selesaikan dengan baik, segeralah Kamu minta tes akhir modul kepada guru pamongmu. Waktu yang disediakan untuk menyelesaikan modul ini adalah 4 x 40 menit termasuk tes akhir modul. Mengingat waktu yang disediakan terbatas, Kamu harus dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Bila ada kesulitan jangan segan-segan mendiskusikan dengan teman-temanmu, atau menanyakan langsung kepada guru pamongmu. Selamat belajar, semoga sukses selalu!

93

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1: Pokok-pokok Dongeng atau Cerita 1. Standar Kompetensi Mengekspresikan pikiran dan perasaan melalui kegiatan bercerita. 2. Kompetensi Dasar Bercerita dengan urutan yang baik, suara, lafal, intonasi, gestur, dan mimik yang tepat. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu menemukan pokok-pokok cerita. 2. Mampu merangkai pokok-pokok cerita. 4. Materi Pokok Pokok-pokok Cerita. 5. Uraian Materi Pernahkah Kamu mendengarkan cerita atau dongeng? Tentu sudah, yaitu cerita atau dongeng yang disampaikan oleh Ibu, Ayah, Paman, Bibi, atau kakakmu. Apakah perbedaan antara mendongeng dan bercerita? Jika dilihat dari aktivitasnya, sebenarnya keduanya tidak berbeda. Hal yang membedakan keduanya ialah materinya. Bercerita materinya adalah cerita, cakupannya lebih luas, sifatnya dapat khayalan dapat pula kenyataan. Sedangkan mendongeng, materinya adalah dongeng. Dongeng adalah cerita yang bersifat khayalan. Sesungguhnya, dongeng itu sendiri termasuk cerita. TIMUN EMAS Timun Emas bersenandung kecil sambil menjemur pakaian yang baru dicucinya di sungai kecil yang mengalir di dekat gubuknya. Suaranya yang bening didengar oleh Embok yang sedang merebus ubi di dapur. Mendengar suara Timun Emas, tangan Embok berhenti sejenak membalik ubi di dalam kuali. Jantung Embok berdegup kencang. Ia sadar bahwa Timun Emas telah tumbuh menjadi seorang gadis yang jelita. Embok teringat janji yang telah disepakati bersama Buto Ijo. Kira-kira tiga belas tahun yang silam, Embok merasa dirinya sudah mulai tua. Embok yang selama ini hidup sendirian, merindukan hadirnya seorang anak yang dapat menemaninya di hari tua. Didorong keinginan yang kuat, Embok pergi ke tengah hutan. Di bawah sebuah pohon yang amat besar, Embok bertapa. Setelah empat puluh hari empat puluh malam Embok bertapa, ia mendengar suara tawa yang menggelegar. Embok tetap tenang hingga sebuah suara membentaknya. “Hai, Perempuan Tua, bangun! Bangun!” bentak Buto Ijo. Embok tetap tenang. Ia terus berdo’a agar dikabulkan keinginannya. Suara gemuruh langkah-langkah Buto Ijo tidak dihiraukannya. Buto Ijo menggeram hingga giginya gemeretak, tetapi juga tidak dihiraukannya. Buto Ijo sangat geram. Kemudian, perempuan tua itu diangkatnya dan tubuhnya dihentakkan ke tanah dengan kasar. Embok sangat kaget dan takut. Sebelum mampu berkata-kata, suara menggelegar Buto Ijo telah membelah malam.

94

“Aku tahu keinginanmu. Jika engkau ingin punya anak, aku akan memberikannya kepadamu,” kata Buto Ijo dengan kasar. “Apakah aku dapat mempercayai kata-katamu, Buto Ijo?” jawab Embok dengan suara gemetar. “Tentu,” jawab Buto Ijo sambil tertawa. “Terima kasih, Buto Ijo,” jawab Embok dengan suara gembira bercampur takut. “He, jangan gembira dulu! Aku punya sebuah syarat! Jika kau menyepakati syarat yang aku ajukan, permintaanmu bisa aku penuhi!” lanjut Buto Ijo. “Apakah persyaratan itu, Buto Ijo?” “Kelak, jika anakmu sudah tumbuh besar anakmu akan aku ambil. Bagaimana?” Embok sangat kebingungan. Ia berpikir keras. Ia bayangkan, alangkah sedihnya seandainya anak itu kelak telah tumbuh dan hidup dengannya bertahun-tahun, Lalu, tiba-tiba Buto Ijo mengambilnya. Ia tentu akan kesepian dan bersedih lagi. Embok tidak bisa mengambil keputusan hingga Buto Ijo membentaknya. “Jangan melamun! Cepat ambil keputusan! Penawaranku tidak akan kuulangi,” kata Buto Ijo dengan kasar. Keinginan untuk mendapatkan seorang anak telah membuat Embok lupa pada kebiasaan buruk Buto Ijo yang selama ini didengarnya. Buto Ijo, raksasa berbaju serba hijau, dengan badan tinggi dan besar, mulut lebar, gerak kasar, dan suara keras menggelegar itu, punya kebiasaan yang amat buruk, yaitu makan daging manusia. Embok memberikan jawaban tanpa berpikir panjang. “Baik. Baik, Buto Ijo. Aku menyetujui persyaratanmu,” jawab Embok terbata-bata. “Ha...ha...ha...,” tawa Buto Ijo membelah malam yang sunyi. Buto Ijo lalu mengajak Embok ke semak-semak. Dan gerumbul pohon perdu, Ia mengambil sebuah bungkusan. Di dalamnya, ternyata ada bayi yang masih merah. “Bayi ini masih terlalu kecil untuk kusantap. Karena itu, aku titipkan kepadamu selama tiga belas tahun. Tiga belas tahun! Ingat, sesudah itu aku akan mengambilnya,” kata Buto Ijo sambil melangkah pergi. Embok tidak menyadari bahwa Timun Emas telah lama berdiri di sampingnya. Timun Emas heran melihat Embok yang tampak amat sedih hingga tidak mengetahui kehadiran dirinya di sampingnya. “Mbok, kok, Embok tampak sangat sedih? Mengapa, Mbok?” kata Timun Emas pelanpelan. Takut Emboknya kaget. “Oh, sudah selesai kau mencuci? Dengan siapa engkau ke sungai, Nduk?” tanya Embok hendak mengalihkan pembicaraan. “Dengan Mawar dan Kenanga, Mbok. Embok belum menjawab pertanyaan saya, lho, Mbok, “ lanjut Timun Emas dengan suara perlahan. Embok tampak bingung untuk menjawab pertanyaan Timun Emas. Kemudian, Embok berjalan perlahan ke sebuah dipan tua yang biasanya digunakannya tidur bersama Timun Emas. Timun Emas membuntuti dari belakang. Wajah Embok menunduk, tetapi terlihat oleh Timun Emas Mbok sedang berpikir keras. Beberapa guratan tua mengeras di dahinya. Embok lalu mengangkat wajah. Ditatapnya Timun Emas lekat-lekat. Dua anak sungai mengalir membelah pipi tuanya yang telah penuh keriput. Kemudian,

95

dituturkannya kisah pertemuannya dengan Buto Ijo tiga belas tahun yang lalu. Timun Emas mendengarkannya dengan sabar dan tabah. Selesai bercerita, Embok lalu memberi Timun Emas bungkusan berisi terasi, biji mentimun, jarum, dan garam. Beberapa saat setelah Timun Emas pergi, terdengar suara langkah berat di belakang gubuk Embok. Suara itu makin dekat. Kemudian, terdengar suara pintu yang disepak dengan keras dan luar. Braaak! “Mbok! Jangan sembunyi! Engkau tentu sudah tahu maksud kedatanganku kemari!” bentak Buto Ijo dengan garang. “Tentu, aku ingat dengan janjiku, “jawab Embok. Jantungnya berdegup kencang. “Mana Timun Emas? Ah, tentu gadis itu sudah empuk dagingnya dan renyah tulangnya!” Jawab Buto Ijo gembira. “Tetapi, maaf, Bu… to….I… jo ….”jawab Embok gemetaran. “Ada apa! Mana Timun Emas?” bentak Buto Ijo sambil mencengkeram leher Embok. “Dia baru saja ke hutan mencari kayu bakar...,” jawab Embok sambil menangis. Buto Ijo membalik tubuhnya dan bergegas ke luar rumah. Ia menatap hamparan tanah halaman rumah Embok. Tampak telapak kaki kecil mengarah ke utara, menuju sungai. Buto Ijo mengikuti tapak kaki itu untuk mengejar Timun Emas. Langkah-langkah panjang Buto Ijo segera bisa menyusul Timun Emas. Tampak gadis itu berlari dengan gontai di pinggir sungai. “Timun Emas, tunggu!” panggil Buto Ijo. Timun Emas tidak menoleh. Ia mempercepat langkahnya. Suara gedebam kaki Buto Ijo semakin dekat. Ia ingat bekal dari Emboknya. Masih ada dalam kantongnya. Ia merogoh sebuah bekal. Terasi! Uh, baunya cukup menyengat Langkah Buto Ijo makin mendekat, tinggal beberapa puluh meter. Timun Emas panik dan memutar otak. Timbul pikiran untuk melempar terasi ke Buto Ijo. Tanpa berpikir panjang lagi, ia lemparkan terasi di genggaman tangannya. Ajaib! Terasi itu tumbuh menjadi hamparan lumpur dan sebuah gunung yang menjulang tinggi. Gunung itu membatasi Timun Emas dengan Buto Ijo. Akan tetapi, Buto Ijo, akhirnya, berhasil melewati hamparan lumpur dan gunung itu. Selanjutnya, setiap Buto Ijo kembali berhasil mengejarnya, Timun emas melempar kan berturut-turut biji mentimun, jarum, dan garam. Saat garam dilemparkan, garam itu pun berubah menjadi lautan luas dengan ombak bergulung-gulung yang sangat ganas. Akhirnya, berakhirlah pengejaran Buto Ijo. Ia tenggelam bersama niat jahatnya. Adapun Timun Emas, ia selamat kembali ke gubuk dan Emboknya. Dikutip dari Buku Bahasa dan Sastra Indonesia

96

Sebelum Kamu mendongeng, yang akan Kamu pelajari pada kegiatan 2, sebaiknya Kamu ketahui dahulu pokok-pokok dongeng. Pokok-pokok dongeng dapat kamu temukan dengan mangajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi dongeng. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dibantu dengan kata tanya. Perhatikan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1. Mengapa jantung Embok berdegup kencang saat ia mendengar Timun Emas bernyanyi? 2. Apa isi perjanjian antara Embok dan Buto Ijo? 3. Di mana Embok bertapa? 4. Siapakah Buto Ijo itu? 5. Kapan Buto Ijo mengambil bayi itu? 6. Bagaimana cara Timun Emas melarikan diri dari kejaran Buto Ijo? Nah, coba Kamu jawab pertanyaan tersebut di buku latihanmu! Bila latihan telah selesai, konsultasikanlah kepada guru pamongmu atau diskusikan dengan teman kelompok belajarmu. Bagaimana? Kamu sudah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut? Hasil latihanmu dapat Kamu cocokkan dengan jawaban berikut ini. 1. Mengapa jantung Embok berdegup kencang saat ia mendengar Timun Emas bernyanyi? Jawab : teringat pada perjanjiannya dengan Buto Ijo. 2. Apa isi perjanjian antara Embok dan Buto Ijo? Jawab : Buto Ijo akan memberikan seorang anak kepada Embok dengan syarat setelah anak itu tumbuh besar, dia diambil kembali. 3. Di mana Embok bertapa? Jawab : di tengah hutan, di bawah pohon yang besar. 4. Siapakah Buto Ijo itu? Jawab : raksasa berbaju hijau, berbadan tinggi dan besar, mulut lebar, gerak kasar, suaranya keras menggelegar, punya kebiasaan yang amat buruk yaitu makan daging manusia. 5. Kapan Buto Ijo mengambil bayi itu? Jawab : jika telah berusia 13 tahun, Timun Emas akan diambil. 6. Bagaimana cara Timun Emas melarikan diri dari kejaran Buto Ijo? Jawab : melempari Buto Ijo dengan barang-barang yang dibekali Embok, seperti terasi yang dapat berubah menjadi hamparan lumpur dan sebuah gunung yang menjulang tinggi, biji mentimun, jarum, dan garam yang dapat berubah menjadi lautan luas dengan ombak bergulung-gulung yang sangat ganas sehingga akhirnya Buto Ijo tenggelam di dalamnya. Kamu sudah menjawab pertanyaan dengan benar, berarti Kamu telah memahami cara menentukan pokok-pokok dongeng atau cerita yang telah dibaca. Nah, pokok-pokok cerita atau dongeng yang telah Kamu temukan tadi, kemudian dirangkaikan sesuai dengan urutan cerita atau dongengnya. Bagaimana? Mari kita urutkan dari jawaban tersebut berdasarkan urutan cerita.

97

Soal no. 1 2. 3 4. 5.

Jawaban dan Hasil Pengurutannya Jantung Embok berdegup kencang saat ia mendengar Timun Emas bernyanyi karena Embok teringat pada perjanjiannya dengan Buto Ijo. Buto Ijo mengambil bayi itu (Timun Emas) jika telah berusia 13 tahun. Embok bertapa di tengah hutan, di bawah pohon yang besar. Buto Ijo akan memberikan anak kepada Embok dengan syarat setelah anak itu tumbuh besar, akan diambil. Buto Ijo adalah raksasa berbaju hijau, berbadan tinggi dan besar, mulut lebar, gerak kasar, suaranya keras menggelegar, punya kebiasaan yang amat buruk yaitu makan daging manusia. Timun Emas melarikan diri dari kejaran Buto Ijo yaitu melempari Buto Ijo dengan barang-barang yang dibekali Embok, seperti terasi yang dapat berubah menjadi hamparan lumpur dan sebuah gunung yang menjulang tinggi, biji mentimun, jarum, dan garam yang dapat berubah menjadi lautan luas dengan ombak bergulung-gulung yang sangat ganas sehingga akhirnya Buto Ijo tenggelam di dalamnya.

6.

Kamu baru saja mengurutkan pokok-pokok dongeng atau cerita berdasarkan jawaban. Jika Kamu amati dengan cermat, ada nomor-nomor yang jawabannya bergeser. Misalnya pertanyaan nomor 2 jawabannya bergeser pada urutan ke-4, pertanyaan nomor 4 jawabannya bergeser pada urutan ke-5, dan pertanyaan nomor 5 jawabannya bergeser pada urutan ke-2. Mengapa demikian? Karena, untuk memudahkan Kamu dalam memahami cerita atau dongeng yang hendak didongengkan. Berdasarkan uraian dan contoh tersebut, Kamu pasti sudah mengerti, bukan? Sebelum Kamu mengerjakan tugas ini, bacalah Kosa Kata dan rangkuman kegiatan ini terlebih dahulu. Dengan membaca Kosa Kata dan rangkuman mudah-mudahan Kamu dapat menjawab tugas-tugas dengan hasil yang baik. Kosakata embok dipan guratan gontai = = = = sebutan untuk Ibu-ibu dari kalangan rendah di Jawa bangku panjang rendah (untuk duduk-duduk atau berbaring) goresan lambat, perlahan-lahan dan agak terhuyung-huyung

Rangkuman 1. Mendongeng dan bercerita pada dasarnya sama, yang membedakan keduanya yaitu materi. Bercerita materinya adalah cerita, sifatnya dapat khayalan dapat pula kenyataan. Dongeng adalah cerita yang bersifat khayalan. 2. Langkah-langkah menentukan pokok-pokok dongeng atau cerita adalah sebagai berikut: 3. Membaca dongeng atau cerita secara utuh (keseluruhan). 4. Menyusun pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan dongeng atau cerita. 5. Menjawab pertanyaan-pertanyaan berdasarkan dongeng atau cerita. 6. Menyusun kembali jawaban berdasarkan urutan cerita pada dongeng atau cerita.

98

6. Tugas 1 1. Bacalah dongeng atau cerita berikut ini dengan seksama. 2. Tentukanlah pokok-pokok dongeng atau cerita tersebut, kemudian rangkaikan pokok-pokok dongeng atau cerita menjadi cerita yang menarik. Terjadinya Desa Gunungpati Pada saat terjadinya pertempuran antara Tuban dan Pati, banyak penduduk Pati yang lari untuk meyelamatkan diri. Di antara penduduk yang melarikan diri itu, ada seorang prajurit kerajaan bernama Kiai Pati. Kiai Pati lari ke arah Barat, tepatnya ke daerah Semarang. Dalam pelariannya, Kiai Pati menaiki seekor kuda sakti bernama Pragolopati. Kuda itu dapat berlari dengan sangat cepat sehingga tak terkejar oleh musuh. Setelah beberapa waktu memacu kudanya, rombongan Kiai Pati berhenti di sebuah pegunungan. “Daerah ini sepertinya aman untuk tempat berlindung,” kata Kiai Pati kepada pengikutnya. “Benar, Kiai. Selain itu, tampaknya daerah ini juga sangat subur,” jawab pengikutnya. “Kalau begitu, mari kita berhenti dulu. Kita beristirahat saja di sini,” ujar Kiai Pati. Kiai Pati dan pengikutnya berhenti untuk istirahat. Mereka ternyata sangat senang tinggal di tempat itu. “Bagaimana kalau kita tinggal di daerah ini saja?” tanya Kiai Pati meminta persetujuan kepada pengikutnya. “Kami setuju, Kiai,” jawab semua pengikutnya. Kiai Pati dan pengikutnya kemudian membangun daerah pemukiman di tempat itu. Mereka tinggal di daerah itu. “Saudara-saudaraku, saksikanlah, daerah ini saya beri nama Gunungpati,” kata Kiai Pati di hadapan para pengikutnya. “Setuju!” seru pengikutnya bersama-sama. Sejak saat itu, daerah itu dikenal dengan nama Gunungpati. Semakin lama, daerah itu terus berkembang menjadi sebuah kabupaten. Sampai saat ini, nama Kiai Pati masih terkenal dan di anggap sebagai pendiri Gunungpati. Dikutip dari Cermat Berbahasa 1 Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia

99

Kegiatan 2: Mendongeng atau Bercerita 1. Standar Kompetensi Mengekspresikan pikiran dan perasaan melalui kegiatan bercerita. 2. Kompetensi Dasar Bercerita dengan urutan yang baik, suara, lafal, intonasi, gestur, dan mimik yang tepat. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Menceritakan atau mendongeng dengan urutan yang baik, suara, lafal, intonasi, gestur, dan mimik yang tepat. 4. Materi Pokok Mendongeng atau Bercerita. 5. Uraian Materi Pasti Kamu sudah pernah mendengarkan dongeng atau cerita. Dalam kegiatan ini, Kamu akan belajar mendongeng. Membaca dongeng atau cerita untuk diri sendiri berbeda dengan membacakan dongeng untuk orang lain. Jika Kamu mendongeng atau bercerita untuk orang lain ada hal-hal yang harus diperhatikan. Hal-hal yang harus diingat oleh seorang pendongeng antara lain (1) urutan peristiwa yang dialami oleh para tokoh; (2) kejelasan suara pada saat mendongeng; (3) ketepatan lafal suku kata sehingga mempermudah pendengar memahami isi dongeng; (4) intonasi (variasi nada, tempo, irama, dan jeda); dan (5) gerak-gerik penyerta (posisi tubuh, tangan, dan kaki). TIMUN EMAS Timun Emas bersenandung kecil sambil menjemur pakaian yang baru dicucinya di sungai kecil yang mengalir di dekat gubuknya. Suaranya yang bening didengar oleh Embok yang sedang merebus ubi di dapur. Mendengar suara Timun Emas, tangan Embok berhenti sejenak membalik ubi di dalam kuali. Jantung Embok berdegup kencang. Ia sadar bahwa Timun Emas telah tumbuh menjadi seorang gadis yang jelita. Embok teringat janji yang telah disepakati bersama Buto Ijo. Kira-kira tiga belas tahun yang silam, Embok merasa dirinya sudah mulai tua. Embok yang selama ini hidup sendirian, merindukan hadirnya seorang anak yang dapat menemaninya di hari tua. Didorong keinginan yang kuat, Embok pergi ke tengah hutan. Di bawah sebuah pohon yang amat besar, Embok bertapa. Setelah empat puluh hari empat puluh malam Embok bertapa, ia mendengar suara tawa yang menggelegar. Embok tetap tenang hingga sebuah suara membentaknya. “Hai, Perempuan Tua, bangun! Bangun!” bentak Buto Ijo. Embok tetap tenang. a terus berdo’a agar dikabulkan keinginannya. Suara gemuruh langkah-langkah Buto Ijo tidak dihiraukannya. Buto Ijo menggeram hingga giginya gemeretak, tetapi juga tidak dihiraukannya. Buto Ijo sangat geram. Kemudian, perempuan tua itu diangkatnya dan tubuhnya dihentakkan ke tanah dengan kasar. Embok sangat kaget dan takut. Sebelum mampu berkata-kata, suara menggelegar Buto Ijo telah membelah malam. “Aku tahu keinginanmu. Jika engkau ingin punya anak, aku akan memberikannya kepadamu,” kata Buto Ijo dengan kasar.

100

“Apakah aku dapat mempercayai kata-katamu, Buto Ijo?” jawab Embok dengan suara gemetar. “Tentu,” jawab Buto Ijo sambil tertawa. “Terima kasih, Buto Ijo,” jawab Embok dengan suara gembira bercampur takut. “He, jangan gembira dulu! Aku punya sebuah syarat! Jika kau menyepakati syarat yang aku ajukan, permintaanmu bisa aku penuhi!” lanjut Buto Ijo. “Apakah persyaratan itu, Buto Ijo?” “Kelak, jika anak mi sudah tumbuh besar anak mi akan aku ambil. Bagaimana?” Embok sangat kebingungan. Ia berpikir keras. Ia bayangkan, alangkah sedihnya seandainya anak itu kelak telah tumbuh dan hidup dengannya bertahun-tahun, Lalu, tiba-tiba Buto Ijo mengambilnya. Ia tentu akan kesepian dan bersedih lagi. Embok tidak bisa mengambil keputusan hingga Buto Ijo membentaknya. “Jangan melamun! Cepat ambil keputusan! Penawaranku tidak akan kuulangi,” kata Buto Ijo dengan kasar. Keinginan untuk mendapatkan seorang anak telah membuat Embok lupa pada kebiasaan buruk Buto Ijo yang selama ini didengarnya. Buto Ijo, raksasa berbaju serba hijau, dengan badan tinggi dan besar, mulut lebar, gerak kasar, dan suara keras menggelegar itu, punya kebiasaan yang amat buruk, yaitu makan daging manusia. Embok memberikan jawaban tanpa berpikir panjang. “Baik. Baik, Buto Ijo. Aku menyetujui persyaratanmu,” jawab Embok terbata-bata. “Ha...ha...ha...,” tawa Buto Ijo membelah malam yang sunyi. Buto Ijo lalu mengajak Embok ke semak-semak. Dan gerumbul pohon perdu, Ia mengambil sebuah bungkusan. Di dalamnya, ternyata ada bayi yang masih merah. “Bayi ini masih terlalu kecil untuk kusantap. Karena itu, aku titipkan kepadamu selama tiga belas tahun. Tiga belas tahun! Ingat, sesudah itu aku akan mengambilnya,” kata Buto Ijo sambil melangkah pergi. Embok tidak menyadari bahwa Timun Emas telah lama berdiri di sampingnya. Timun Emas heran melihat Embok yang tampak amat sedih hingga tidak mengetahui kehadiran dirinya di sampingnya. “Mbok, kok, Embok tampak sangat sedih? Mengapa, Mbok?” kata Timun Emas pelanpelan. Takut Emboknya kaget. “Oh, sudah selesai kau mencuci? Dengan siapa engkau ke sungai, Nduk?” tanya Embok hendak mengalihkan pembicaraan. “Dengan Mawar dan Kenanga, Mbok. Embok belum menjawab pertanyaan saya, lho, Mbok, “ lanjut Timun Emas dengan suara perlahan. Embok tampak bingung untuk menjawab pertanyaan Timun Emas. Kemudian, Embok berjalan perlahan ke sebuah dipan tua yang biasanya digunakannya tidur bersama Timun Emas. Timun Emas membuntuti dan belakang. Wajah Embok menunduk, tetapi terlihat oleh Timun Emas Mbok sedang berpikir keras. Beberapa guratan tua mengeras di dahinya. Embok lalu mengangkat wajah. Ditatapnya Timun Emas lekat-lekat. Dua anak sungai mengalir membelah pipi tuanya yang telah penuh keriput. Kemudian, dituturkannya kisah pertemuannya dengan Buto Ijo tiga belas tahun yang lalu. Timun Emas mendengarkannya dengan sabar dan tabah. Selesai bercerita, Embok lalu memberi Timun Emas bungkusan berisi terasi, biji mentimun, jarum, dan garam. Dikutip dari Buku Bahasa dan Sastra Indonesia

101

Sebelum mendongeng, Kamu mencoba menganalisis karakter setiap tokoh. Tujuannya, agar Kamu mampu memerankan karakter setiap tokoh sesuai dengan isi ceritanya, sehingga cerita yang didongengkan mudah dipahami dan digemari oleh temantemanmu. Setelah memahami isi ceritanya, Kamu menceritakan dengan penuh penghayatan. Misalnya, ketika mengucapkan kalimat “Timun Emas bersenandung kecil sambil menjemur pakaian yang baru dicucinya di sungai yang mengalir di dekat gubuknya”. Pada saat itu, Kamu menggerakkan kedua tangan ke atas seperti orang yang sedang menjemur pakaian sambil bersenandung. Kemudian, pada kalimat “Hai, Perempuan Tua, bangun! Bangun!” Kamu menunjuk ke satu arah (yang dimaksud arah Perempuan Tua/Embok) dengan lafal yang jelas dan tegas serta intonasi yang tinggi. Baru saja Kamu coba mendongeng. Tentunya Kamu telah memahami bagaimana ekspresi ketika mendongeng. Nah, sudah jelas, bukan? Coba bersama temanmu mendongengkan “Timun Emas” bergantian. Kemudian sesama temanmu tugasi untuk menanggapi, kekurangan atau kelebihan dari segi gerak tubuh, perubahan raut wajah, dan pengucapan dialog (lafal dan intonasi) sebagai bahan koreksi tampilanmu. Rangkuman Hal-hal yang perlu diingat oleh pendongeng adalah: i. Urutan peristiwa yang dialami oleh para tokoh ii. Kejelasan suara pada saat mendongeng iii. ketepatan lafal suku kata sehingga mempermudah pendengar memahami isi dongeng iv. Intonasi (variasi nada, tempo, irama, dan jeda) v. gerak-gerik penyerta (posisi tubuh, tangan, dan kaki). 6. Tugas 2 1. Dongengkan dongeng yang berjudul “Timun Emas” atau “Terjadinya Desa Gunungpati” di depan guru pamongmu! 2. Tirukan setiap gerak dan tingkah laku tokoh-tokohnya! 3. Ucapkan setiap dialog secara wajar dan menarik! Kegiatan 3: Mendongeng dengan Alat Peraga 1. Standar Kompetensi Mengekspresikan pikiran dan perasaan melalui kegiatan bercerita. 2. Kompetensi Dasar Bercerita dengan alat peraga. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu bercerita dengan menggunakan alat peraga berdasarkan pokok-pokok cerita. 4. Materi Pokok Penyampaian Cerita dengan Alat Peraga.

102

5. Uraian Materi Saya yakin untuk materi ini Kamu tidak akan mengalami kesulitan, karena pada kegiatan satu dan dua telah membahas tentang dongeng atau cerita. Yang telah dibahas yaitu menentukan pokok-pokok cerita atau dongeng dan merangkaikan pokok-pokok cerita tersebut, mendongeng atau bercerita d2engan urutan yang baik, gerak tubuh, perubahan raut wajah, dan pengucapan dialog (lafal dan intonasi). Agar lebih hidup sekarang dilengkapi dengan alat peraga. Alat peraga disesuaikan dengan ceritanya. Misalnya cangkul, sabit, kapak, ember, baju, jika memungkinkan sepeda, dan lain-lain. Baca dan simak baik-baik dongeng berjudul “Terjadinya Desa Gunungpati” Terjadinya Desa Gunungpati Pada saat terjadinya pertempuran antara Tuban dan Pati, banyak penduduk Pati yang lari untuk meyelamatkan diri. Di antara penduduk yang melarikan diri itu, ada seorang prajurit kerajaan bernama Kiai Pati. Kiai Pati lari ke arah Barat, tepatnya ke daerah Semarang. Dalam pelariannya, Kiai Pati menaiki seekor kuda sakti bernama Pragolopati. Kuda itu dapat berlari dengan sangat cepat sehingga tak terkejar oleh musuh. Setelah beberapa waktu memacu kudanya, rombongan Kiai Pati berhenti di sebuah pegunungan. “Daerah ini sepertinya aman untuk tempat berlindung,” kata Kiai Pati kepada pengikutnya. “Benar, Kiai. Selain itu, tampaknya daerah ini juga sangat subur,” jawab pengikutnya. “Kalau begitu, mari kita berhenti dulu. Kita beristirahat saja di sini,” ujar Kiai Pati. Kiai Pati dan pengikutnya berhenti untuk istirahat. Mereka ternyata sangat senang tinggal di tempat itu. “Bagaimana kalau kita tinggal di daerah ini saja?” tanya Kiai Pati meminta persetujuan kepada pengikutnya. “Kami setuju, Kiai,” jawab semua pengikutnya. Kiai Pati dan pengikutnya kemudian membangun daerah pemukiman di tempat itu. Mereka tinggal di daerah itu. “Saudara-saudaraku, saksikanlah, daerah ini saya beri nama Gunungpati,” kata Kiai Pati di hadapan para pengikutnya. “Setuju!” seru pengikutnya bersama-sama. Sejak saat itu, daerah itu dikenal dengan nama Gunungpati. Semakin lama, daerah itu terus berkembang menjadi sebuah kabupaten. Sampai saat ini, nama Kiai Pati masih terkenal dan di anggap sebagai pendiri Gunungpati.

103

Setelah Kamu memahami betul isi dongeng tersebut, coba Kamu lakukan dongeng berjudul “Terjadinya Desa Gunungpati” yang dilengkapi alat peraga. Ceritakan dengan penuh penghayatan. Ketika Kamu mengucapkan kalimat “Dalam pelariannya, Kiai Pati menaiki seekor kuda sakti bernama Pragolopati. Kuda itu dapat berlari dengan sangat cepat sehingga tak terkejar musuh”, pada saat itu Kamu menaiki kuda-kudaan yang telah disiapkan, sambil memeragakan berlari dengan cepat. Dalam penggalan dongeng tersebut menunjukkan bahwa adanya seekor kuda. Seekor kuda tersebut tidak perlu kuda sungguh-sungguh, cukup dengan benda-benda yang menyerupai kuda. Nah, sudah dapat mendongeng dengan alat peraga? Tentu sudah. Menarik, bukan? Lakukanlah bersama temanmu, dengan judul dongeng yang berbeda agar lebih bervariasi. Rangkuman 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mendongeng dengan alat peraga suasana lebih mantap dan hidup. Langkah-langkah mendongeng dengan alat peraga: Membaca keseluruhan teks dongeng. Memahami isi dongeng. Data alat peraga yang ingin digunakan. Sesuaikan gerak-gerik penyerta dengan alat peraga yang tersedia.

6. Tugas 3 Dongengkan dongeng yang berjudul “Terjadinya Desa Gunungpati” dengan menggunakan alat peraga!

104

7. PENUTUP Modul nomor IND.VII.1.M.07 yang telah Kamu selesaikan berjudul “Mendongeng atau Bercerita”. Kamu telah mempelajari dan menyelesaikan tiga kegiatan. Semoga dalam mengikuti tes akhir modul, Kamu tidak mengalami kesulitan. Semua ini kembali kepadamu. Kalau Kamu rajin mengikuti petunjuk setiap kegiatan pembelajaran, tentu akan berhasil. Jika masih menemukan kesulitan dalam mempelajari materi dalam modul ini jangan segan-segan mintalah bantuan guru pamongmu. Sekarang mintalah kepada guru pamongmu tes akhir modul dan kerjakan dengan baik. Untuk tes akhir modul disediakan waktu 1 x 40 menit. Selamat mengerjakan tes akhir modul, semoga berhasil!

105

8. KUNCI TUGAS Tugas 1 1. Terjadinya pertempuran antara Tuban dan Pati. 2. Kiai Pati lari ke arah barat daerah Semarang. 3. Kiai Pati adalah pendiri Desa Gunungpati. 4. Kiai Pati dan rombongan istirahat di sebuah pegunungan. 5. Kisah terjadinya Desa Gunungpati. Kiai Pati lari ke arah barat Semarang, berhenti di sebuah pegunungan untuk beristirahat. Ternyata tempat itu sangat subur. Mereka sangat senang di tempat tersebut. Dibangunlah daerah pemukiman di tempat itu. Sejak saat itu, daerah tersebut dikenal dengan nama Gunungpati. Tugas 2 Berdasarkan tampilan siswa Tugas 3 Berdasarkan tampilan siswa

106

IND.VII.1.4.08

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu

: : : :

Bahasa Indonesia VII 1 (Satu) 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

CERITA ANAK IND.VII.1.M.08 Cerita Anak

Penulis Pengkaji Materi

: :

Dra. Edy Warsih Drs. H. Nasruddin, M.Pd.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN Selamat atas keberhasilanmu dalam menyelesaikan modul yang terdahulu. Kali ini Kamu akan mempelajari modul IND.VII.1.4.08 dengan judul “CERITA ANAK”. Kompetensi yang harus dicapai dalam modul ini adalah menceritakan kembali cerita anak yang dibaca dengan bahasa sendiri dengan lisan dan tulisan, mengomentari cerita dengan alasan yang logis dan bahasa yang santun. Untuk mencapai kompetensi itu, Kamu akan mempelajari tiga kegiatan. Pertama menentukan pokok-pokok cerita anak yang dibaca, dan kedua merangkai pokok-pokok cerita anak menjadi urutan cerita kemudian menceritakan kembali cerita dengan bahasa sendiri secara lisan dan tulisan, dan mampu mengomentari cerita dengan alasan yang logis dan bahasa yang santun. Waktu untuk menyelesaikan modul ini adalah 4 x 40 menit. Manfaatkan waktu sebaik mungkin. Apabila Kamu mendapat kesulitan dalam memahami modul ii, Kamu dapat berdiskusi dengan teman-temanmu. Bisa juga Kamu menanyakan kepada guru pamong di Tempat Kegiatan Belajar (TKB). Selamat belajar, semoga sukses!

109

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1: Pokok-pokok Cerita Anak 1. Standar Kompetensi Memahami isi berbagai teks bacaan sastra dengan membaca. 2. Kompetensi Dasar Menceritakan kembali cerita anak yang dibaca. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu menentukan pokok-pokok cerita anak yang dibaca. 4. Materi Pokok Pokok-pokok Cerita Anak 5. Uraian Materi Membaca cerita itu pasti sangat menyenangkan. Dengan membaca buku cerita akan memberikan banyak manfaat. Dari buku cerita, Kamu akan senantiasa memperoleh pengalaman atau pengetahuan yang disampaikan melalui cerita tersebut. Pada kegiatan ini, Kamu akan mempelajari cara menentukan pokok-pokok cerita anak yang dibaca. Bacalah cerita anak berikut ini: JAM KARET Setiap Minggu pagi Tito punya jadwal kegiatan baru, berenang. Ya, sejak seminggu yang lalu, Tito ikut dalam sebuah klub renang. Tito ingin sekali pandai berenang seperti Bagas, teman sebangkunya di kelas lima. Bagas jago berenang bahkan pernah menjuarai lomba renang anak-anak tingkat kecamatan. Wah, pasti bangga, menjadi juara lomba renang, pikir Tito membayangkan. “Belum berangkat, Tito?” tanya Mas Andi, kakak Tito mengingatkan. “Sebentar lagi,” kata Tito yang masih asyik nonton film kesayangannya. “Nanti terlambat lho,” kata Mas Andi mengingatkan karena lima menit lagi les renangnya dimulai. “Ah, paling juga belum ada yang datang,” sahut Tito. Tepat jam setengah delapan, Tito mengambil sepeda dan mengayuhnya menuju kolam renang yang jaraknya tidak jauh dan rumah. “Kalau mau jago berenang, jangan suka pakai jam karet!” kata Mas Andi ketika Tito berangkat. Tito tidak menghiraukan ucapan Mas Andi. Siapa juga yang pakai jam karet?, pikir Tito sambil mengayuh sepeda. Sampai di kolam renang, Pak Marno, guru les renang, sedang memberi aba-aba kepada muridnya. Tito langsung ke kamar ganti dan mengenakan celana renang. Dia bergabung dengan anak-anak yang lain. “Priiiiiit....” Pak Marno membunyikan peluit panjang, anak-anak segera melompat ke dalam kolam dan menggerakkan tangannya, memainkan gaya kupu-kupu. “Kenapa terlambat, Tito? Latihan sudah dua puluh menit yang lalu” tanya Pak Marno begitu melihat Tito datang.

110

Tito selalu datang terlambat di tempat les renang itu. “Iya Pak, kesiangan,” sahut Tito beralasan. “Ya sudah, langsung gabung dan lain kali kamu jangan pakai jam karet lagi.” “Ya, Pak,” sahut Tito, kemudian bergabung dengan anak-anak yang lain. Sambil berenang. Tito berpikir, maksudnya apa sih tidak boleh menggunakan jam karet? Siapa yang menggunakan jam karet? Jam yang saya pakai kan bukan jam karet? Jam itu hadiah dari Papa waktu aku ulang tahun ke-10 bulan Maret lalu. Sepulang dan les berenang, Tito langsung mencari Mas Andi, tetapi Mas Andi sudah tidak ada di rumah. Kata Mbok Yem, dia pergi sama temannya. “Mbok Yem, memangnya jam yang Tito pakai ini jam karet?” tanya Tito pada Mbok Yem sambil menunjukkan jam tangan yang dipakainya. “Ah, kayaknya bukan deh,” jawab Mbok Yem menebak. Tetapi Tito masih belum puas dengan jawaban Mbok Yem. Ia akan menunggu Papa untuk menanyakan tentang jam yang dipakainya itu. Malam harinya ketika Mama dan Papa pulang dan undangan, Tito langsung menanyai mereka. “Pa, memangnya jam tangan yang Tito pakai jam karet?” tanya Tito. “Bukan,” sahut Papa. “Memangnya kenapa?” tanya Mama ingin tahu. “Kok Mas Andi bilang Tito pakai jam karet?” Tito merengut. “Pak Marno tadi juga bilang begitu?” Papa dan Mama Tito langsung tersenyum. “Pasti kamu tadi terlambat datang ke tempat les berenang lagi ya?” tanya Papa Tito heran sambil mengangguk. “Kok Papa tahu?” “Jam karet itu adalah istilah bagi orang yang suka terlambat,” kata Mama menjelaskan. Tito manggut-manggut mengerti. “Makanya Tito jangan suka terlambat supaya tidak dibilang pakai jam karet,” kata Papa menasihati. “Ya, mulai besok saya tidak mau terlambat lagi supaya tidak dibilang pakai jam karet,” janji Tito dalam hati. Chris Oetoyo, Penulis Cerita Anak Kompas, Minggu, 27 Agustus 2006 Bagaimana perasaanmu setelah membaca cerita anak tersebut? Kamu tentu memperoleh gambaran peristiwa yang diungkapkan oleh penulis. Setelah gambaran peristiwa cerita anak diperoleh maka akan lebih mudah untuk menentukan pokokpokok ceritanya . Dalam menentukan pokok-pokok cerita anak dapat Kamu gunakan rumus 5W + 1H. Singkatan dari apakah itu?

111

5W What When Who Where Why How : Apa : Kapan : Siapa : Di mana : Mengapa 1H : Bagaimana

Dengan rumus tersebut, Kamu dapat menentukan pokok-pokok cerita anak dengan mengajukan pertanyaan sebagai berikut: 1. Apa yang diceritakan? 2. Kapan Tito mengikuti kegiatan renang? 3. Siapa nama guru renang Tito? 4. Di mana Tito mengikuti kegiatan itu? 5. Mengapa ia selalu terlambat? 6. Bagaimana usaha Tito supaya tidak dibilang pakai jam karet? Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan tersebut, cobalah Kamu jawab. Jawaban yang akan Kamu tulis disebut pokok-pokok cerita anak. 1. Apa yang diceritakan? Jawab : tentang seorang anak yang mengikuti les renang. 2. Kapan Tito mengikuti kegiatan renang? Jawab : setiap hari Minggu. 3. Siapa nama guru renang Tito? Jawab : Pak Marno. 4. Di mana Tito mengikuti kegiatan itu? Jawab : kolam renang. 5. Mengapa ia selalu terlambat? Jawab : karena Tito asyik dengan nonton film kesayangannya. 6. Bagaimana usaha Tito supaya tidak dibilang pakai jam karet? Jawab : berusaha untuk tidak terlambat. Nah, mudah bukan? Yang paling penting Kamu ingat dengan 5W + 1H. Karena dengan 5W + 1H membantu Kamu dalam menentukan pokok-pokok cerita anak. Rangkuman 1. Pokok-pokok cerita anak dapat ditentukan dengan cara membaca cerita, kemudian mengajukan pertanyaan dengan rumus 5W + 2H What : Apa When : Kapan Who : Siapa Where : Di mana Why : Mengapa How : Bagaimana

112

2. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah pokok-pokok cerita. 6. Tugas 1 1. Bacalah kutipan cerita anak di bawah ini! 2. Tentukan pokok-pokok cerita anak berdasarkan cerita berikut ini! Tangan kanan dengan tangan kiri harus selalu kompak, saling membantu dan saling mendukung. Tangan kiri yang memegang jarum, ibarat orang tua murid yang mengasuh anaknya, sedang tangan kanan yang memegang benang, ibarat guru yang hendak memasukkan bahan pendidikan dan pengajaran kepada murid. Kalau tangan kanan dan tangan kiri tidak bekerja sama, bagaimana benang akan dapat masuk ke lubang jarum?” Semua guru tertawa. “Perumpamaan yang tepat,” komentar Bapak Kepala Sekolah mengakhiri percakapan mereka pagi itu. Bel berbunyi, dan guru-guru masuk ke kelas masing-masing. Sejak hari itu Martono membiasakan dirinya datang lebih pagi untuk menyambut kedatangan gurunya. Ia duduk dan bercakap-cakap bersama temannya di teras sekolah dekat pagar. Dan barulah mereka pergi setelah kebiasaan menyambut gurunya itu terlaksana. Kebiasaan semacam itu ternyata ditiru oleh teman-temannya dan bahkan oleh kelas-kelas lainnya. Mereka berebutan untuk melaksanakannya. Dan karena itu pula mereka berlomba untuk datang lebih pagi agar memperoleh kesempatan itu. Juga dalam masalah-masalah lain mereka berusaha menunjukkan sikap penghormatannya kepada guru. “Guru adalah orang yang harus dimuliakan,” begitu nasihat Bu Gandhi kepada anaknya. Dan Martono tak pernah melupakannya. Kegiatan 2: Menceritakan Kembali Cerita Anak yang Dibaca 1. Standar Kompetensi Memahami isi berbagai teks bacaan sastra dengan membaca. 2. Kompetensi Dasar Menceritakan kembali cerita anak yang dibaca 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu merangkai pokok-pokok cerita anak menjadi urutan cerita. 2. Mampu menceritakan kembali cerita dengan bahasa sendiri secara lisan dan tulisan. 4. Materi Pokok Penceritaan Kembali. 5. Uraian Materi Pada kegiatan pembelajaran 1, Kamu telah mempelajari cara menentukan pokok-pokok cerita anak. Tentu sangat mudah, bukan? Pada kegiatan ini, Kamu akan mempelajari tentang merangkai pokok-pokok cerita anak yang telah ditentukan menjadi urutan cerita dan menceritakan kembali dengan bahasa sendiri baik secara lisan dan tulisan.

113

Kamu masih ingat? Untuk menentukan pokok-pokok cerita dapat dibantu dengan 5W + 1H. Mari kita kutip kembali temuan pokok-pokok cerita pada kegiatan 1. 1. Tentang tujuan seorang anak yang mengikuti les renang. 2. Setiap hari Minggu. 3. Pak Marno. 4. Kolam renang. 5. Karena ia asyik dengan nonton film kesayangannya. 6. Berusaha untuk tidak terlambat. Bagaimana cara merangkai pokok-pokok cerita anak menjadi urutan cerita? Caranya adalah dengan menambah penjelasan tentang pokok-pokok cerita yang telah ditemukan dengan menggunakan rumus 5W + 1H, kemudian menuliskan kembali dengan memperhatikan urutan ceritanya. Perhatikan berikut! 1. Pokok-pokok cerita ditambah penjelasan a. Tentang tujuan seorang anak yang mengikuti les renang. b. Tito mengikuti kegiatan renang setiap hari Minggu. c. Nama guru renang Tito adalah Pak Marno. d. Ia berenang di kolam renang. e. Tito selalu terlambat datang les renang karena ia asyik dengan nonton film kesayangannya. f. Tito berusaha untuk tidak terlambat supaya tidak dibilang pakai jam karet. Pokok-pokok cerita anak tersebut sudah ditambah dengan penjelasan-penjelasan. Apakah pokok-pokok cerita anak sudah berurutan? Jika belum, coba Kamu urutkan pokok-pokok cerita anak tersebut! 2. Pokok-pokok cerita yang telah diurutkan a. Tito mengikuti kegiatan renang setiap hari Minggu. b. Tentang tujuan seorang anak yang mengikuti les renang. c. Tito selalu terlambat datang les renang karena ia asyik dengan nonton film kesayangannya. d. Ia berenang di kolam renang. e. Nama guru renang Tito adalah Pak Marno. f. Tito berusaha untuk tidak terlambat supaya tidak dibilang pakai jam karet. Dari hasil mengurutkan pokok-pokok cerita anak tersebut, ternyata ada tiga pokok cerita yang letaknya tidak tepat, yaitu pokok cerita nomor 1, 2, dan 3. Untuk lebih jelasnya perhatikan pada pokok cerita nomor 1 yaitu: “Menceritakan tentang tujuan seorang anak yang mengikuti les renang” lebih tepat pada urutan kedua, sedangkan pokok cerita nomor dua “Tito mengikuti kegiatan les renang setiap hari Minggu” lebih tepat pada urutan ke satu. Mengapa demikian? Coba Kamu simak kembali cerita anak yang berjudul “Jam Karet” pada Kegiatan 1, pada awal cerita disebutkan bahwa “Setiap hari Minggu pagi Tito punya jadwal kegiatan

114

baru, berenang”. Sudah jelas, bukan? Demikian pula pada pokok cerita nomor tiga, lebih tepat pada urutan ke lima. Berdasarkan uraian tersebut, Kamu pasti sudah mengerti betul cara merangkai pokok-pokok cerita anak menjadi urutan cerita. Setelah Kamu mengerjakan dengan baik cara mengurutkan pokok-pokok cerita, tugas Kamu selanjutnya adalah menceritakan kembali cerita dengan bahasa sendiri secara lisan dan tulisan. Cobalah ceritakan kembali cerita anak tersebut berdasarkan pokokpokok cerita yang telah Kamu urutkan! Perhatikan berikut! JAM KARET Setiap Minggu pagi Tito mengikuti kegiatan les renang. Hal ini sudah ia ikuti sejak seminggu, karena berkeinginan menjadi seorang perenang yang hebat. Tetapi keinginan dia yang kuat tidak disertai kedisiplinan yang tinggi. Tito selalu terlambat datang. Ia lebih mementingkan nonton film kesayangannya. Ia tidak mau ketinggalan dengan cerita film tersebut. Selesai menonton film kesayangannya, baru ia berangkat ke kolam renang dengan mengayuh sepedanya. Sesampainya di sana, semua temantemannya sudah mulai renang, bahkan sudah 20 menit berjalan. Ia langsung menemui guru renang. Guru les renang Tito bernama Pak Marno. Pak Marno pun menanyakan kepada Tito, kenapa terlambat. Tito menjawab “kesiangan Pak!” Karena keterlambatannya, ia dikatakan pakai jam karet. Ia belum memahami apa yang disampaikan guru les tersebut. Berkat penjelasan kedua orangtuanya, ia berusaha untuk tidak terlambat lagi. Rangkuman 1. Menentukan pokok-pokok cerita dapat dibantu dengan rumus 5W + 1H What : Apa When : Kapan Who : Siapa Where : Di mana Why : Mengapa How : Bagaimana 2. Untuk menceritakan kembali sebuah cerita, harus memerhatikan pokok-pokok cerita yang telah diurutkan. 6. Tugas 2 Pokok-pokok cerita anak: 1. Pak Broto sedang bercerita kepada istrinya yaitu tentang kisah-kisah yang mengesankan ketika menjadi guru. 2. Pak Broto menjadi guru ketika masih muda. 3. Yang diceritakan Pak Broto yaitu murid-murid. 4. Pak Broto bercerita dengan istrinya di teras belakang. 5. Pak Broto merasa bahagia karena mempunyai murid yang baik. 6. Yang dirasakan Pak Broto selama menjadi guru adalah bahagia sekali.

115

Ceritakan kembali cerita anak dengan bahasamu sendiri berdasarkan pokok-pokok cerita dengan terlebih dahulu mengurutkan pokok-pokok cerita tersebut! Kegiatan 3: Cara Berkomentar terhadap Buku Cerita 1. Standar Kompetensi Memahami isi berbagai teks bacaan sastra dengan membaca. 2. Kompetensi Dasar Mengomentari buku cerita yang dibaca. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu mengomentari cerita dengan alasan yang logis dan bahasa yang santun. 4. Materi Pokok Cara Berkomentar terhadap Buku Cerita. 5. Uraian Materi Ternyata membaca buku cerita itu asyik, bukan? Selain menambah wawasan, pengalaman, dan pengetahuan, membaca buku cerita juga dapat menghibur kita. Ketika kita membaca buku cerita, terkadang menemukan bagian-bagian yang menarik. Bagian yang menarik tersebut dapat berupa (1) nama dan watak tokoh; (2) tempat kejadian/latar; (3) jalan cerita; (4) nilai yang dapat diambil sebagai hikmah; dan (5) tema. Bacalah kutipan cerita berikut ini! DONGENG JOKO BODO Di sebuah desa tinggallah seorang janda bersama dengan anak laki-laki tunggalnya. Anak itu amat bodoh. Oleh sebab itu, ia terkenal dengan nama Joko Bodo. Walaupun begitu, si Ibu sangat sayang kepadanya. Pada suatu hari Joko Bodo pergi ke hutan mencari kayu. Di dalam hutan di bawah sebatang kayu yang besar ia menemukan seorang wanita cantik yang sedang tidur nyenyak. Joko Bodo kagum melihat kecantikan wanita tersebut. Tanpa berpikir panjang lagi Joko Bodo menggendong wanita itu dan membawanya pulang ke rumahnya. Setibanya di rumah, wanita cantik itu dibaringkan tersebut tempat tidur di kamar ibunya. Kemudian, Joko Bodo menemui ibunya dan berkata, “Ibu, saya tadi menemukan seorang gadis yang sangat manis rupanya. Saya ingin mengawininya, Ibu.” “Di mana gadis yang engkau katakan cantik itu sekarang, anakku?” tanya ibunya girang. “Sekarang ia sedang tidur nyenyak di kamar ibu. Mungkin karena ia terlalu lelah rnenempuh perjalanan yang jauh di hutan.”

116

“Ibu senang mendengar ceritamu, Joko Bodo,” sambut ibunya. Siang telah berganti malam. Di luar alam telah menjadi gelap. Namun si gadis belum juga bangun dan tidurnya. Karena cemas akan, kesehatan calon menantunya, si ibu berkata kepada Joko Bodo, “Joko Bodo, bangunkan gadis itu agar dia makan dulu. Kasihan nanti lapar dia.” “Bu, malam ini biarkan saja dia tidak usah makan. Tidak apa-apa. Besok pagi saja kita bangunkan dia.” Esok paginya ketika orang-orang sudah siap untuk makan pagi, si gadis tidak muncul juga dan kamarnya. Kamarnya kelihatan sepi-sepi saja. Ia belum juga bangun dan tidurnya. Melihat peristiwa ini ibu Joko Bodo menjadi curiga. Mana ada orang yang mampu tidur hingga satu setengah hari? Tanpa diketahui oleh Joko Bodo, si ibu menengok ke dalam kamar si gadis. Kemudian, ia masuk ke dalam bilik untuk memeriksa keadaan gadis yang tidak bangun dan tidurnya dengan teliti. “Astaga ...,“ teriak si ibu sambil mengelus dadanya setelah yakin bahwa gadis yang dianggap sedang tidur itu sebenarnya sudah meninggal. Si ibu cepat-cepat menemui anaknya dan berkata, “Anakku, gadis yang engkau maksudkan itu sudah meninggal.” “Saya tidak percaya, Ibu. Ia tidak meninggal. Gadis itu sedang tidur nyenyak dan sebentar lagi akan bangun.” Beberapa hari kemudian tercium bau busuk. Ketika Joko Bodo mencium bau busuk itu, ia menanyakan sebabnya kepada ibunya. Ibunya menjawab, “Anakku, bau itu berasal dan tubuh si gadis yang sudah mulai membusuk. Itulah tandanya bahwa gadis itu sesungguhnya sudah mati. Orang yang mati akan mengeluarkan bau busuk.” Sekarang mengertilah Joko Bodo bahwa setiap mayat akan berbau busuk. Segera diangkatnya tubuh gadis itu dan dibuangnya ke dalam sungai. Pada suatu hari, ketika ibunya sedang memasak, tiba-tiba ibunya kentut. Bau sekali kentut orang tua itu. Waktu Joko Bodo mencium bau yang sangat menusuk hidung itu, maka tanpa berpikir panjang lagi ibunya segera digendongnya sambil menangis dengan sedih sekali, sebab disangka ibunya telah meninggal. Si ibu terus meronta-ronta ingin melepaskan diri. “Joko Bodo aku belum mati. Aku masih hidup. Lepaskan aku, ayo . . . aku belum mati, anakku.” “Ya, tetapi tubuh Ibu sudah bau, itu artinya Ibu sudah mati,” jawab Joko Bodo. “Bau itu karena aku kentut,” jawab si ibu sambil terus meronta.

117

“Tidak, Ibu sudah mati,” kata Joko Bodo sambil terus membawa ibunya ke tepi sungai. Ibu yang malang itu terus dilemparkannya ke dalam sungai. Dia terbawa arus dan meninggal. Sore harinya, tatkala Joko Bodo sedang duduk sendiri sambil merenungkan nasibnya yang buruk, tiba-tiba ia pun kentut. Mencium bau kentutnya sendiri yang busuk, Joko Bodo menjadi sangat terkejut. “Kalau begitu aku juga sudah mati. Tubuhku berbau busuk,” pikir Joko Bodo. Tanpa berpikir panjang lagi ia segera berlari dan menceburkan dirinya ke dalam sungai. Ia terbawa arus dan meninggal oleh kebodohannya sendiri.
(Dikutip dan Cerita Rakyat dan Jawa Tengah, karya James Danandjaja, 1992:1-5)

Setelah membaca cerita yang berjudul “Dongeng Joko Bodo” dengan saksama, tentu Kamu menemukan bagian-bagian yang menarik. Nah, tuliskan hal-hal yang menarik menurut Kamu itu, dan berikan alasan mengapa hal itu menarik. Perhatikan contoh berikut! No 1 Hal-hal yang menarik Joko Bodo merasa menemukan gadis cantik, tetapi sebenarnya itu jasad orang meninggal. Alasan Orang seusia Joko Bodo (sedangkan ia kuat mengangkat gadis itu dari hutan sampai rumah) belum bisa membedakan antara manusia yang masih hidup dan yang sudah meninggal dunia Memang namanya Joko Bodo (orang yang kurang akal alias bodoh), ia tidak berpikir bahwa mana ada manusia tidur lebih dari satu setengah hari. Karena saat ia menemukan di hutan pun gadis itu sudah tidur nyenyak Joko Bodo itu memang sangat bodoh, sampai-sampai mencium bau busuk pun ia belum mengetahui kematian gadis cantik itu

2

Joko Bodo tidak percaya kalau gadis itu sudah meninggal. Bahkan Joko Bodo berkeyakinan bahwa gadis itu sedang tidur nyenyak

3

Beberapa hari kemudian Joko Bodo mencium bau busuk. Ia menanyakan sebabnya kepada Ibunya

Nah, bagaimana, mudah dipelajari, bukan? Cobalah temukan lagi hal yang menarik lainnya dalam dongeng Joko Bodo, dan berikan alasan yang baik. Untuk memudahkan Kamu mempelajari kegiatan ini, bacalah rangkuman. Rangkuman 1. Membaca cerita dapat menambah wawasan, pengalaman, dan pengetahuan. 2. Dengan membaca buku cerita juga dapat menghibur kita. 3. Bagian yang menarik dari sebuah cerita dapat berupa (1) nama dan watak tokoh; (2) tempat kejadian/latar; (3) jalan cerita; (4) nilai yang dapat diambil; dan (5) tema.

118

6. Tugas 3 Bacalah cuplikan cerita berikut ini, kemudian temukan hal-hal yang menarik dan berikan alasan mengapa Kamu anggap hal itu menarik! PAK KASIM DENGAN ULAR Pak Kasim adalah seorang yang miskin sekali, dia tidak punya rumah yang agak patut. Makannya kurang cukup. Ia hidup bersama istrinya, yang tidak punya anak, di suatu rumah gubuk yang sudah reyot. Namun Pak Kasim orang rajin yang tidak merasa akan kemiskinannya. Untuk menyambung hidupnya ia mencari kayu bakar di hutan. Pada suatu hari sewaktu sedang mencari kayu di hutan, Pak Kasim melihat lubang yang tersebutnya tertimbun sebatang balok besar. Dan lubang itu terdengar olehnya suara seorang yang sedang meratap “Hai! Pak Kasim, tolonglah menyingkirkan balok yang merintangi jalan masuk tempat kediamanku.” Mula-mula Pak Kasim tidak berani meladeni, karena yang dilihat berbicara itu adalah seekor ular mematikan. Namun kemudian ia memberanikan diri, setelah mendengar pernyataan sang ular, ”Pak Kasim jangan takut untuk menolong saya, karena saya akan meluluskan permintaan apa saja yang engkau ajukan nanti”. Setelah balok itu disingkirkan, sang ular segera menanyakan keinginan Pak Kasim sebagai upah jerih payahnya. Permintaan yang diajukan Pak Kasim adalah agar ia menjadi orang yang berkecukupan. Permintaan itu segera diluluskan sang ular. Dan ia segera disuruh pulang untuk melihat hasilnya. Setibanya di rumah, didapatinya bahwa rumahnya telah berubah menjadi rumah orang kaya dan istrinya waktu keluar menyambutnya telah memakai pakaian mewah. Mulamula mereka puas dengan cara hidup yang baru mi, tetapi kemudian timbullah rasa iri hati terhadap raja, yang hidupnya melebihi mereka, yang selain kaya juga sangat disegani orang. Maka Pak Kasim pun akhirnya pergi menemui sang ular lagi untuk meminta agar ia dapat menjadi raja. Permintaan ini juga diluluskan sang ular dan Pak Kasim pun menjadi raja. Seperti kejadian dahulu, pada mulanya Pak Kasim sangat bahagia dapat menjadi raja, namun kemudian mulai bosan dan pergi lagi menghadap sang ular untuk memohon dijadikan matahari. Mendengar permintaan ini, sang ular marah sekali. Permintaannya bukan saja ditolak mentah-mentah tetapi Pak Kasim juga diubah kembali menjadi orang miskin seperti biasa.

119

C. PENUTUP Berkat ketekunan belajar, akhirnya selesai juga modul ini Kamu pelajari. Dengan membaca modul ini, tiga kompetensi penting telah Kamu peroleh, yaitu menentukan pokok-pokok cerita anak, merangkai pokok-pokok cerita anak menjadi urutan cerita kemudian menceritakan kembali cerita dengan bahasa sendiri secara lisan dan tulisan, dan mengomentari cerita dengan alasan yang logis dan bahasa yang santun. Kompetensi ini perlu Kamu kembangkan lebih luas lagi. Caranya adalah dengan membiasakan membaca buku-buku cerita anak. Sebab dari membaca buku-buku cerita anak akan menambah pengalaman atau pengetahuan Kamu. Akhirnya, mintalah tes akhir modul kepada guru pamongmu. Ingat, KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) Kamu dalam memperoleh nilai setiap modul adalah 6,50 (enam koma lima kosong). Jika Kamu telah mencapai nilai KKM, segeralah meminta modul yang baru untuk mempelajari materi-materi yang baru pula. Tetap bersemangatlah dalam belajar!

120

D. KUNCI TUGAS Alternatif Jawaban Tugas 1 1. Perumpamaan yang tepat. 2. Saat pagi hari menjelang masuk kelas. 3. Martono 4. Di teras sekolah dekat pagar. 5. Untuk menyambut kedatangan guru. 6. Guru adalah orang yang harus dimuliakan. Tugas 2 SENJA TELAH TEMARAM “Begitu banyak kisah-kisah yang mengesankan ketika itu,” kata Pak Broto kepada istrinya. Sore itu mereka sedang duduk-duduk di teras belakang menceritakan pengalaman mereka di masa muda. “Rasanya bahagia sekali aku menjadi guru,” kata Pak Broto lagi dengan lega, lalu menarik nafas panjang. “Tentu saja karena kau punya murid yang baik.” “Mana ada murid yang tidak baik.” “Ada. Saya baca di koran dan majalah. Ada yang menulis tentang keluhan seorang guru atas sikap muridnya. Ada murid SMP yang lupa dan bersikap sombong terhadap guru SD nya. Ada murid yang tidak taat dan tidak sopan. Ada murid yang suka demonstrasi kalau mereka tidak naik kelas atau tidak lulus ujian.” “Sudah ... sudah ... aku tahu hal itu. Aku juga baca koran. Tapi anak-anak semacam itu kan cuma satu dua saja di antara sekian juta anak Indonesia. Itu pun karena kurang pengarahan dan orang tua mereka. Sering orang tua sibuk sendiri sehingga lupa bahwa anak-anak memerlukan perhatian mereka. Akibatnya, anak-anak mencari perhatian dengan cara melakukan kenakalan-kenakalan semacam itu. Padahal tidak sedikit anakanak yang mampu mencapai prestasi besar. Kita dengar, juara melukis anak-anak se dunia, juara cerdas cermat ASEAN, dan banyak lagi. Pokoknya guru dan orang tua murid mesti seperti tangan kanan dan tangan kiri yang sedang memasukkan benang ke lubang jarum.” Tugas 3 No 1 Hal-hal yang menarik Pak Kasim adalah seorang yang miskin sekali, ia hidup bersama istrinya, tidak punya anak, tinggal di suatu rumah gubuk yang sudah reyot. Alasan Walaupun miskin ia tidak putus asa atau rendah diri. Ia terus bekerja mencari kayu bakar di hutan hingga ia menemukan keajaiban dalam perjalanan usahanya itu

121

IND.VII.1.4.09

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu

: : : :

Bahasa Indonesia VII 1 (Satu) 4 x 40 menit

KEGIATAN SISWA

IND.VII.1.M.09 Pantun

PANTUN

Penulis Pengkaji Materi Pengkaji Media

: Dra. Sunaryati Prabangkara : Prof. Dr. Achmad, HP Drs. H. Nasruddin, M.Pd. : Drs. Jaka Warsihna

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

122

A. PENDAHULUAN Setelah mempelajari modul yang lalu, tentu saja pengetahuanmu sudah semakin bertambah, keterampilanmu semakin berkembang pula. Dalam modul nomor Kamu akan mempelajari sebuah tema yaitu tentang kesenian. Pada tema tersebut, Kamu akan mempelajari materi seni sastra, khususnya tentang "Pantun". Setelah mempelajari modul ini, Kamu akan dapat memahami ciri-ciri pantun dan mengungkapkan isinya. Kemudian Kamu dapat menentukan jenis pantun berdasarkan isinya, yaitu pantun anak, pantun orang muda, dan pantun orang tua. Untuk mencapai ketiga tujuan tersebut, Kamu akan mempelajari materi yang dapat Kamu lakukan dalam tiga kegiatan. Pada kegiatan pertama, Kamu akan mempelajari ciri-ciri pantun. Kegiatan kedua adalah mengungkapkan isi pantun, sedangkan pada kegiatan ketiga Kamu akan mempelajari jenis pantun berdasarkan isinya. Materi-materi tersebut dapat Kamu pelajari dalam 3 x 40 menit. Selamat belajar, teriring doa semoga Kamu selalu sukses.

125

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Ciri-ciri Pantun 1. Standar Kompetensi Mengekspresikan pikiran, perasaan dan pengalaman melalui pantun dan dongeng. 2. Kompetensi Dasar Menulis pantun yang sesuai dengan syarat pantun 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Dapat menentukan ciri-ciri pantun. 4. Materi Pokok Ciri-ciri pantun. 5. Uraian Materi Pantun merupakan bentuk puisi lama yang terdapat dalam kalangan masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, sering dikatakan bahwa pantun itu milik asli bangsa Indonesia. Lahirnya pantun erat hubungannya dengan kebiasaan masyarakat lama yaitu mengemukakan suatu maksud dengan tidak secara berterus terang atau dengan kata berkias atau secara berteka-teki. Pantun dapat juga digunakan oleh anak-anak bermainmain. Bagi orang muda, pantun sering dilantunkan untuk bersuka ria dan bercinta, sedangkan bagi orang tua untuk memberi nasihat dan petuah, menyindir atau memuji. Untuk lebih jelasnya, coba Kamu perhatikan contoh pantun berikut ini!

a. Pulau Pandan jauh di tengah di balik Pulau Angsa Dua Hancur badan dikandung tanah Budi baik terkenang jua

b. Bila ada jarum yang patah jangan disimpan di dalam peti Bila ada kata yang salah jangan disimpan di dalam hati

Dari kedua contoh pantun tersebut, dapatkah Kamu menyebutkan ciri-ciri pantun? Bila Kamu memperhatikan jumlah baris pada setiap bait pantun, pasti Kamu dapat menjawab dengan tepat. Setiap bait pantun terdiri dari 4 larik atau 4 baris kalimat. Untuk menentukan ciri yang kedua, coba kamu hitung jumlah suku kata pada setiap bait pantun tersebut. Bagaimana hasil pekerjaanmu? Pasti jawabanmu sama persis dengan jawaban dalam modul ini, sebagai berikut:

126

1. 2. 3. 4.

larik 1 terdiri dari 9 suku kata larik 2 terdiri dari 9 suku kata larik 3 terdiri dari 9 suku kata larik 4 terdiri dari 9 suku kata

Kemudian, coba Kamu tentukan jumlah suku kata pada pantun yang kedua! Bagaimana jawabanmu? Jika Kamu melihat jumlah keempat baris pada setiap pantun, baris itu sebenarnya terdiri dari dua bagian, yaitu dua baris yang pertama dan dua baris berikutnya. Disebut apa dua baris tersebut? Tentu saja Kamu akan menjawab bahwa dua baris pertama disebut sampiran dan dua baris berikutnya disebut isi sampiran yang merupakan kiasan yang berguna. Untuk menetapkan irama atau sajak-sajaknya pada baris-baris berikutnya, Kamu dapat juga melihat ciri-ciri pantun dari sastra atau sajak yang terdapat dalam pantun tersebut, yang dimaksud dengan irama adalah persamaan bunyi. Pada umumnya terdapat sajak akhir. Coba simak contoh berikut ini! c. Asam pauh dari seberang tumbuhnya dekat tepi tebat Badan jauh di rantau orang sakit siapa akan mengobat Jika kamu perhatikan pantun tersebut, sajak (persamaan bunyi) terdapat pada baris pertama dan ketiga, yaitu seberang dan orang, sedangkan baris kedua dan keempat berbunyi tebat dan mengobat. Sajak seperti itu disebut sajak silang. Dapatkah Kamu menuliskan sajak tersebut? Tentu Kamu bisa. Rumus sajak pada pantun adalah abab. Dari contoh dan penjelasan tentang ciri-ciri pantun tersebut, cobalah sekarang Kamu berlatih untuk menentukan ciri-ciri pantun berikut ini! d. Biduk kecil biduk bercadik telah bertolak dari pangkalan Kalau berkenan di hati adik bolehkah kakak datang berkenalan Jika Kamu mengalami kesulitan menentukan ciri-ciri pantun tersebut, diskusikan dengan teman-temanmu. Boleh juga Kamu minta penjelasan pada gurumu. Bagaimana jawabanmu? Tentu Kamu akan menjawab serupa dengan jawaban modul ini. Pertama, jumlah baris dalam satu bait terdiri dari 4 baris kalimat. Kedua, baris pertama dan kedua merupakan sampiran. Pada kedua baris tersebut, seakan- akan dibawa ke pelabuhan. Di tempat itu terdapat sebuah biduk (perahu) kecil yang bertolak dari pelabuhan. Ketiga, pada baris yang ketiga dan keempat persoalan berpindah kepada hati adik yang bila berkenan kakak datang berkenalan. Keempat, sajak akhir pada baris pertama dan ketiga berbunyi sama, yaitu bercadik dan adik. Pada baris

127

kedua dan keempat berbunyi pangkalan dan berkenalan yang kelima jumlah suku kata pada baris pertama berjumlah 9, baris kedua berjumlah 10 suku, baris ketiga berjumlah 10 suku kata, dan yang keempat 11 suku kata. Dari uraian, contoh, dan hasil latihanmu tersebut Kamu dapat membuat kesimpulan ciri-ciri pantun sebagai berikut. a. b. c. d. e. Tiap bait terdiri dari 4 baris kalimat Dua baris bagian atas disebut sampiran Dua baris bagian berikutnya disebut isi Tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata Isinya merupakan curahan segala perasaan

Kalau uraian materi sudah Kamu kuasai, lanjutkan kegiatanmu untuk mengerjakan tugas 1. Akan tetapi, sebelum itu bacalah kosakata rangkuman berikut ini. Kosakata biduk bercadik bertolak pangkalan sampiran silang Rangkuman 1. Pantun merupakan bentuk puisi lama dan menjadi milik asli bangsa Indonesia 2. Pantun terdapat dalam kalangan masyarakat Indonesia seperti Aceh, Minangkabau, Sunda, Jawa dan sebagainya. 3. Ciri-ciri pantun a. Tiap bait terdiri dari empat baris kalimat b. Dua baris bagian pertama disebut sampiran c. Dua baris bagian berikutnya disebut isi d. Tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata e. Memiliki rima silang atau abab f. Isinya merupakan segala curahan perasaan 6. Tugas 1 Sebagai bentuk puisi lama, pantun mempunyai ciri-ciri tertentu. Untuk dapat menyebutkan ciri-ciri sebuah pantun, bacalah pantun berikut ini! Kemudian, tentukan ciri-ciri pantun tersebut dengan tepat! = perahu kecil yang dipakai untuk menangkap ikan = perahu yang dipasang bambu atau kayu di kiri kanan berupa sayap sebagai alat pengatur keseimbangan = berangkat berlayar = tempat kapal atau perahu berlabuh = baris pertama dan kedua yang terdapat dalam pantun = bersisihan

128

Buah semangka manis rasanya Dapat dimakan setiap hari Kami pelajar SLTP Terbuka Dapat belajar secara mandiri Kerjakanlah tugas ini dalam buku latihanmu!

Kegiatan 2 : Pengungkapan Isi Pantun 1. Standar Kompetensi Mengekspresikan pikiran, perasaan dan pengalaman melalui pantun dan dongeng 2. Kompetensi Dasar Menulis pantun yang sesuai dengan syarat pantun 3. Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Mampu mengungkapkan isi pantun. 4. Materi Pokok Isi Pantun. 5. Uraian Materi Pada kegiatan yang pertama, Kamu sudah mempelajari ciri-ciri pantun. Sekarang, Kamu akan belajar cara mengungkapkan isi pantun. Sebagai langkah awal, cobalah Kamu baca pantun berikut ini. Langkah berikutnya, Kamu mencoba untuk menganalisis pantun itu mulai baris atau larik yang pertama sampai yang keempat. Baris yang pertama dan kedua merupakan sampiran. Sampiran ini berisi gambaran keadaan objek yang ada di sekitar seorang penggubah. Suaranya menggambarkan sebuah ajakan bagi yang ingin berolah raga, supaya pergi ke tanah lapang. Sampiran ini dibuat untuk menyiapkan bunyi sajak dan irama untuk mewujudkan maksud pantun, sedangkan isi pantun yang sesungguhnya terdapat pada baris ketiga dan keempat. Kedua baris tersebut merupakan pengungkapan hati seseorang yang selalu merana karena ingat keluarga yang berada di tanah seberang. Kedua baris inilah yang merupakan bagian inti yang terpenting dari sebuah pantun. Itulah sebabnya kedua baris tersebut disebut isi pantun.

K P M In

129

Untuk meningkatkan daya apresiasi atau penilaian terhadap pantun, coba Kamu baca pantun berikut ini! Elok rupanya kumbang jati Dibawa itik pulang petang Tidak terkata besar hati Melihat ibu sudah datang

Apakah maksud isi pantun tersebut? Tentu Kamu segera dapat menjawabnya bahwa pada sampiran menggambarkan keindahan seekor kumbang yang dibawa pulang oleh seekor itik pada petang hari, sedangkan isi pantun menggambarkan kegembiraan hati seorang anak ketika melihat ibunya sudah datang dari bepergian. Tingkatkan keterampilanmu untuk mengungkapkan isi pantun berikut ini: Karena apa binasa pandan Kalau tidak karena paku Karena apa binasa badan Kalau tidak karena laku Nah, dapatkah Kamu mengungkapkan isi pantun tersebut? Jawabnya mudah sekali. Sampiran pada pantun tersebut menggambarkan tentang pohon atau tumbuhan pandan yang binasa atau mati karena paku. Isi pantun yang sesungguhnya merupakan sebuah nasihat bahwa badan seseorang dapat binasa karena tingkah laku atau perbuatannya sendiri. Apabila Kamu sudah menguasai contoh dan penjelasan tentang pengungkapan isi pantun, Kamu dapat melanjutkan kegiatanmu untuk mengerjakan latihan berikut ini. Tentukan isi setiap pantun berikut ini! a. Bila malam telah tiba Dapat bermimpi di saat tidur Dalam meraih cita-cita Maju terus pantang mundur b. Pekerjaan selesai sudah Wajah berseri penuh ceria Bila bicara peliharalah lidah Tidak terjadi saling sengketa c. Jalan-jalan ke Surabaya Bawalah gelas dengan piring Bila adinda bersedia Ingin kanda duduk bersanding Untuk menentukan isi pantun tersebut, Kamu boleh berdiskusi dengan temantemanmu. Mungkin cara pengungkapan temanmu berbeda dengan pengungkapan dirimu. Hal itu tidak menjadi masalah. Yang penting, pengungkapan isi pantun itu

130

sesuai dengan maksudnya. Kamu dapat saja mengungkapkan isi pantun tersebut seperti uraian di bawah ini. 1. Pantun yang pertama, sampiran menggambarkan suasana di malam hari. Seseorang dapat bermimpi pada saat ia tidur. Isi pantun tersebut merupakan suatu nasihat agar dalam meraih cita-cita harus maju terus, tidak boleh mundur. 2. Pantun yang kedua, sampiran menggambarkan seseorang yang sudah selesai melakukan pekerjaan sehingga wajahnya berseri-seri karena gembira. Isi pantun memberi gambaran adanya suatu nasihat dalam pergaulan. Hendaknya kita selalu berhati-hati dalam berbicara supaya tidak terjadi perselisihan dengan sesama teman. 3. Pantun yang ketiga, sampiran menggambarkan tentang seseorang yang jalan ke Surabaya dengan membawa gelas dan piring. Isi pantun tersebut menggambarkan seorang muda yang menyatakan keinginannya untuk duduk bersanding dengan seorang wanita. Dengan adanya contoh, uraian, dan latihan yang telah Kamu kerjakan, tentu semakin mempermudah Kamu untuk menguasai materi mengungkapkan isi pantun. Lanjutkan kegiatanmu untuk mengerjakan tugas berikut ini. Untuk memudahkan pekerjaanmu, jangan lupa bacalah daftar kosakata dan rangkuman. Kosakata besar hati binasa laku kemumu menganalisis paya punai selaranya senantiasa Rangkuman 1. Langkah-langkah untuk mengungkapkan isi pantun 2. Membaca pantun secara keseluruhan 3. Menganalisis pantun tersebut mulai dari baris atau larik yang pertama sampai baris atau larik yang keempat 4. Mengungkapkan suasana yang tertulis dalam sampiran 5. Mengungkapkan isi pantun yang sesungguhnya = = = = = = = = = gembira rusak sama sekali perbuatan talas yang daun dan batangnya dapat digulai, tidak gatal menguraikan karya sastra atas unsur-unsurnya rawa sejenis burung daun yang telah tua selalu

131

6. Tugas 2 Setiap pantun dapat diungkapkan isinya. Tugasmu adalah mengungkapkan isi pantun berikut ini. 1. Kemumu di dalam semak Jatuh melayang selaranya Meski ilmu setinggi tegak Tidak sembahyang apa gunanya 2. Dari mana punai melayang Dari paya turun ke kali Dari mana kasih sayang Dari mata turun ke hati 3. Gelas indah berukir sebelah Diisi tinta berwarna merah Jelas sudah pokok masalah Mengapa kita harus berbantah Kerjakan ketiga tugas tersebut dalam buku latihanmu!

Kegiatan 3 : Jenis Pantun Berdasarkan Isinya 1. Standar Kompetensi Mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengetahuan melalui pantun dan dongeng yang sesuai dengan syarat pantun 2. Kompetensi Dasar Menulis pantun yang sesuai dengan syarat pantun 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu menentukan jenis pantun berdasarkan isinya. 4. Materi Pokok Jenis Pantun Berdasarkan Isinya. 5. Uraian Materi Dalam kehidupan sehari-hari pantun dapat digunakan oleh anak-anak dan para remaja untuk mencurahkan segala perasaan, baik rasa suka, duka, cinta, dan sebagainya. Supaya lebih jelas, cobalah Kamu baca contoh pantun berikut ini. 1. Di langit penuh bintang Warnanya kuning berkilauan Anak-anak bermain riang Menyambut Hari Raya Lebaran

132

2. Kayu pangkal bertimbal jalan Turun angin patahkan dahan Ibu meninggal bapa berjalan Ke mana untung diserahkan Untuk dapat menentukan jenis pantun berdasarkan isinya, cobalah Kamu berusaha mengungkapkan isi pantun tersebut. Setelah Kamu dapat mengungkapkannya, Kamu akan dapat menentukan jenisnya. Dapatkah Kamu mengungkapkan isi pantun yang pertama? Tentu saja Kamu dapat segera menjawabnya. Isi pantun tersebut mengungkapkan perasaan anak-anak yang merasa gembira. Kamu pun pada saat itu tentu akan merasa gembira. Pada hari Lebaran, biasanya orang akan memakai baju dan sepatu baru. Di rumah banyak tersedia beraneka ragam kue dan lauk pauk yang lezat. Suasana seperti itulah yang membuat anak-anak merasa riang gembira. Bagaimana dengan pantun yang kedua? Isinya mengungkapkan perasaan seorang anak yang sedang bersedih karena ibu yang sangat dicintainya meninggal. Bapaknya pergi meninggalkan anak itu seorang diri. Ke mana ia akan menggantungkan nasibnya. Nah, itulah gambaran tentang kehidupan anak-anak yang diwujudkan dalam pantun yang bersifat gembira dan sedih. Dari contoh dan uraian tentang isi pantun, dapatkah Kamu menyimpulkan jenis tiaptiap pantun tersebut? Tentu Kamu dapat menjawabnya. Kedua pantun tersebut merupakan pantun anak-anak. Contoh yang pertama merupakan pantun suka cita, sedang yang kedua pantun berduka cita. Lanjutkan kegiatanmu untuk membaca bermacam-macam pantun berikut ini! 1. Bukan kacang sembarang kacang Kacang melilit di kayu mati Bukan datang sembarang datang Datang melilit si jantung hati 2. Segala pandan yang kita kerat Kerat diikat dan diregang Segala apa yang aku buat Untuk adik kasihku seorang 3. Kalau ada sumur di ladang Boleh kita menumpang mandi Kalau ada umur panjang Tentu kita berjumpa lagi 4. Panjanglah rumput di pematang Di sabit orang Inderagiri Di sana panas sampai petang Kiranya hujan tengah hari

133

Cobalah Kamu berusaha untuk mengungkapkan isi pantun yang pertama. Apakah isinya? Cobalah bandingkan jawabanmu dengan penjelasan berikut ini! Pada contoh pantun yang pertama, isinya mengungkapkan seorang anak muda yang ingin berkenalan dengan seseorang. Mungkin anak muda tersebut mengagumi, tertarik, dan bahkan mungkin terpesona dengan seseorang. Karena itulah anak muda tersebut mengungkapkan maksudnya ingin berkenalan dengan seseorang yang dikaguminya. Nah, tentunya Kamu dapat menyimpulkan bahwa pantun tersebut merupakan pantun perkenalan. Lanjutkan kegiatanmu untuk mengungkapkan isi pantun yang kedua. Bagaimana jawabanmu? Setelah pemuda berkenalan, timbullah perasaan jatuh cinta. Perasaan ini dapat diungkapkan dengan pantun seperti contoh pada pantun berkasih-kasihan. Isi pantun itu menggambarkan seorang pemuda yang sedang jatuh cinta pada seorang kekasih. Pemuda tersebut melakukan segala sesuatu untuk orang yang dikasihinya. Begitulah perasaan seseorang yang sedang jatuh cinta. Dari isi pantun tersebut, Kamu dapat menyimpulkan bahwa pantun tersebut merupakan pantun berkasih-kasihan. Bagaimana dengan pantun yang ketiga dan keempat? Pada contoh pantun yang ketiga, isinya menggambarkan adanya perpisahan. Namun ada pula suatu harapan untuk dapat berjumpa lagi bila ada umur panjang. Pantun yang keempat menggambarkan adanya suatu kekecewaan. Mengharapkan hari akan tetap panas sampai petang, tiba-tiba turun hujan di tengah hari. Kamu sudah dapat menyimpulkan jenis pantun tersebut. Pantun yang keempat disebut pantun perceraian, sedangkan pantun yang ketiga disebut pantun beriba hati. Di samping keempat pantun tersebut, masih ada contoh yang lain, misalnya: 5. Singkarak kotanya tinggi Asam pauh dari seberang Awak menangis seorang diri Mengenang nasib di rantau orang 6. Buah pinang buah belimbing Ketiga dengan buah mangga Punya kawan berbibir sumbing Biar marah tertawa juga Cobalah, Kamu ungkapkan isi kedua pantun tersebut. Bagaimana jawabanmu? Pantun yang kelima, menggambarkan kisah seorang anak muda yang menangis seorang diri. Ia memikirkan nasibnya yang jauh dari keluarganya karena ia pergi merantau. Pantun yang keenam, isinya menggambarkan suatu hal yang bersifat jenaka atau lucu. Dari uraian dan contoh-contoh tersebut, Kamu sudah dapat menentukan jenis pantun berdasarkan isinya. Simak uraian berikut ini!

134

1. Pantun anak-anak : a. pantun bersuka cita b. pantun berduka cita c. Pantun Muda/remaja d. pantun perkenalan e. pantun berkasih-kasihan f. pantun perceraian g. pantun beriba hati h. pantun nasihat i. pantun jenaka Setelah Kamu memahami contoh dan penjelasan tentang pantun anak-anak dan pantun anak muda, cobalah Kamu berlatih untuk menentukan jenis pantun berikut ini berdasarkan isinya! 1. Dibawa itik pulang petang Dapat di rumput bilang-bilang Melihat ibu sudah datang Hari cemas menjadi hilang 2. Anak nelayan menangkap pari Sampannya karam terbentur karang Sungguh malang nasibku ini Ayah pergi ibu berpulang 3. Burung merpati burung kayangan Terbang tinggi di angkasa Bunga melati dalam jambangan Bolehkah kumbang hinggap di sana 4. Dari jauh kapalpun datang Berlabuh dekat pulau pandan Dari jauh kakanda datang Rasa semangat pulang ke badan 5. Hari ini ladang dicangkul Esok benih baru disemai Malam ini kita berkumpul Esok lusa kita bercerai 6. Makan semangka berulam manggis Enak dimakan dalam perahu Di luar gelak di dalam tangis Hanya Tuhan yang Maha Tahu

135

7. Ke ladang pergi ke gurun Aur duri melingkar kota Hari petang matahari turun Dagang berurai air mata 8. Anak rusa di rumpun salak Patah tanduknya ditimpa genta Riuh kerbau bergelak-gelak Melihat beruk berkaca mata Bila Kamu mengalami kesulitan, diskusikan dengan teman-temanmu. Nah sekarang cocokkanlah jawabanmu dengan jawaban modul ini. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. pantun anak yang bersifat gembira pantun anak yang bersifat sedih pantun berkenalan pantun berkasih-kasihan pantun perceraian pantun beriba hati pantun nasib pantun jenaka

Lanjutkan kegiatanmu untuk mempelajari pantun orang tua. Pantun ini dipakai di kalangan orang yang sudah berumur. Kehidupan para orang tua pada umumnya selalu erat dengan kehidupan keagamaan, adat istiadat, dan nasihat. Sebagai contoh, coba Kamu baca dan resapi isi pantun berikut ini. 1. Pantun keagamaan

Asam kandis asam gelugur Kedua asam riang-riang Menangis badan di pintu kubur Teringat badan tidak sembahyang Mengapa isi pantun tersebut termasuk pantun keagamaan? Kamu dapat menjawab dengan membaca dan memahami baris atau larik yang keempat. Kalimatnya berbunyi "teringat badan tidak sembahyang". Sembahyang merupakan suatu kewajiban bagi umat beragama. Isi pantun itu mengingatkan kepada kita untuk selalu menjalankan sesuatu dengan agama yang kita anut. Apakah yang terjadi bila seseorang lupa melakukan kewajibannya? Ia akan menyesal di kemudian hari.

136

2. Pantun nasihat

Pergi berperang memakai sangkur Membawa pisau dalam kantung Jadilah anak yang bersikap jujur Nasibmu akan selalu beruntung Pantun tersebut merupakan pantun nasihat. Apa alasannya? Kamu tentu dapat menjawabnya. Isi pantun tersebut memberikan nasihat kepada anak-anak agar mempunyai sikap jujur. Dengan kejujuran nasib seseorang akan selalu beruntung. 3. Pantun adat istiadat

Jika diantang tiga gantang Akan disukai tiga sukat Jika direntang akan panjang Baik dipintal supaya singkat

Pantun tersebut merupakan pantun adat. Apa maksudnya? Pantun tersebut menggambarkan suasana yang sering muncul dalam kehidupan masyarakat. Jika ada masalah kemudian diperbesar, masalah itu akan menjadi panjang. Namun jika masalah itu dipecahkan bersama segalanya akan menjadi singkat, tidak akan menimbulkan selisih paham atau sengketa. Dari contoh-contoh tersebut, cobalah Kamu berlatih untuk menentukan jenis pantun berikut ini! 1 Buah pepaya manis rasanya Pohon tinggi buahnya lebat Kalau anda berbuat dosa Hendaknya segera bertobat

2. Kulit lembut celupkan semak Mari dibuat tapak kasut Hari dibuat janganlah tamak Kalau mati tidak mengikut 3. Anak buaya tarik ke jala Semangka tua di celah batu Adat budaya biar berbeda Tetapi kita bersatu padu

137

Nah, bagaimana jawabanmu? Cocokkan dengan jawaban pada modul ini, yaitu: 1. pantun agama 2. pantun adat istiadat 3. pantun nasihat Apabila kamu sudah menguasai materi tersebut secara keseluruhan, lanjutkan kegiatanmu untuk mengerjakan tugas selanjutnya. Namun, sebelumnya bacalah kosakata dari rangkuman berikut ini. Kosakata berurai beriba hati gantang genta jambangan semai jenaka jantung hati kerat tamak = = = = = = = = = = bercerai berai menimbulkan rasa belas kasihan takaran lonceng besar tempat menaruh bunga menanam atau menabur benih berupa biji-bijian membangkitkan tawa, lucu, kocak kekasih yang tercinta potong, iris serakah

Rangkuman 1. Berdasarkan isinya, pantun dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu : a. Pantun anak-anak b. yang bersifat gembira c. yang bersifat sedih 4. Pantun anak muda a. pantun berkenalan b. pantun berkasih-kasihan c. pantun perceraian d. pantun beriba hati e. pantun nasib f. pantun jenaka 5. Pantun orang tua a. pantun keagamaan b. pantun nasihat c. pantun adat istiadat

138

6. Tugas 3 1. Jenis pantun dapat dibedakan berdasarkan isi dan lingkungan masyarakat pemakainya. Tugas yang harus Kamu kerjakan adalah menentukan jenis pantun berikut ini berdasarkan isinya! a. Burung pipit bernyanyi merdu Hinggap di dahan pohon rindang Lincah nian gadis cilik itu Bersama kami berdendang riang b. Dari kota Bandung ke Baturaja Jangan lupa membawa melon Adik duduk bermuram durja Karena tidak mendapat balon c. Pesawat terbang bertolak dari pangkalan Hendak menuju kota Surabaya Kalau boleh kita kenalan Baju merah siapa namanya d. Ambil puan dari merninda Pandan di Jawa saya rebahkan Jika tuan berkenan bawa adinda Badan dan agama saya serahkan e. Dari Jakarta menuju Pati Naik kereta pergi bersama Hendaklah dinda sabar menanti Kanda berlayar tidak kan lama f. Gunung tinggi diliputi awan Berteduh langit malam dan siang Terdengar kampung memanggil bulan rasakan hancur tulang belakang g. Tidak salah bunga lembayung Salahnya pandan menderita Tidak salah Bunda mengandung Salahnya badan buruk pinta h. Daun bayam penyulan nasi Buah pisang rimbang jadi pelengkap Semenjak ayam jadi polisi Banyak musang masuk perangkap

139

i. jalan-jalan ke kota Semarang Jangan lupa bawa bunga melati Kalau anda rajin sembahyang Hidup senang di akhirat nanti

j. Gajah Mada perwira perkasa Rela berjuang tanpa upeti Segala kerja haruslah diperiksa Supaya tidak kesal hati 2. Tulislah sebuah pantun jenaka!

140

C. PENUTUP

Kamu sudah mempelajari bentuk puisi yaitu "Pantun". Pantun adalah sebuah puisi lama yang mencerminkan kehidupan masyarakat lama. Melalui pantun inilah masyarakat lama, baik anak-anak, kaum muda, maupun para orang tua dapat mengungkapkan segala perasaannya. Melalui modul ini, Kamu dapat mengetahui ciri-ciri dan mengungkapkan isi pantun. Bahkan, Kamu dapat menentukan jenis pantun yang telah Kamu pelajari. Nah jika tugastugas sudah Kamu kerjakan, cocokkanlah dengan kunci tugas. Ada kesalahan, jangan bersedih, perbaikilah. Kemudian siapkan dirimu untuk mengikuti tes akhir modul ini. Semoga hasil tes tersebut memuaskan sehingga Kamu dapat melanjutkan mempelajari modul berikutnya tentang tarian daerah. Selamat belajar!

141

D. KUNCI TUGAS Tugas 1 Ciri-ciri pantun adalah sebagai berikut: a. Setiap bait terdiri dari 4 baris b. Dua baris pertama merupakan sampiran c. Baris berikutnya merupakan isi d. Rumus sajaknya abab atau sajak silang Tugas 2 a. Isinya merupakan nasihat bagi orang-orang yang memiliki banyak ilmu, tetapi jika tidak sembahyang tidak ada gunanya. b. Isinya menggambarkan seseorang yang sedang jatuh cinta. Kasih sayang yang ia miliki diawali dari mata yang saling pandang. Kemudian dari pandangan itu berlanjut ke dalam hati. c. Isinya merupakan suatu teguran pada masyarakat luas bahwa jika terjadi suatu permasalahan tidak perlu bertengkar. Tugas 3 1. a. b. c. d. e. f. g. h. i. pantun anak bersuka ria pantun anak yang bersifat sedih pantun berkenalan pantun berkasih-kasihan pantun beriba hati pantun adat pantun jenaka pantun agama pantun nasihat

2. Contoh Jalan-jalan ke kota Banjarsari Terasa nyaman naik bus Hiba Melihat adik lincah menari Hati senang ikut tertawa

142

KEPUSTAKAAN Akhdiah, Sabarti et al. 1994. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.. Akhdiah, Sabarti, dkk. 1996. materi Pokok Menulis II. Jakarta: Karunia U.T. Anipudin, dkk. 2005. Cermat Bahasa Indonesia 1. Solo: Tiga Serangkai. Badudu, J.S. 1990. Pintar Berbahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, Depdikbud. 1983, Inilah Bahasa Indonesia yang Benar. Jakarta: Gramedia. Chaer, Abdul. 1990. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Flores: Nusa Indah. Chamid, Amansyah. 1992. Pelajaran Menulis Bahasa Indonesia. Surabaya: Kendang Sari. Gelombang Datang Dinihari. Jakarta: Djupriyanto et al. Pelajaran Apresiasi Bahasa dan Sastra Indonesia. Surabaya: Kendang Sari. G. Arsyad, Maidar. 1986, Materi Pokok Kesusastraan I. Jakarta: Karunia U.T. HS. L. Murbandono. 2003. Puisi Rakyat Merdeka. Jakarta: Grasindo. Ismi, Afiah. 2004. Guruku Matahari Bangsaku. Jakarta: Balai Pustaka. Kompas Harian Umum Jakarta 21 Januari 2007. Nurhadi, dkk. 2005. Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Erlangga. Pradopo, Rachmat Djoko. 1997. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Seputar Indonesia Harian Umum Jakarta 28 Januari 2007 Sudarso. 1991. Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: Gramedia. Sumantri. Maman et al. Pedoman Surat Menyurat. Jakarta: Gramedia. Sumardjo, Yacob, dan Saini K.M. 1986, Memahami Kesusastraan. Bandung : Alumni. Sumarti, Dkk. 1985. Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: Pusbinbangsa. Supriyati, dkk. 2005. Cakap dan Aktif Berbahasa Indonesia 1. Jakarta: Empat Sekawan Sejahtera. Tampubolon, O. P. 1990. Kemampuan Membaca. Bandung : Angkasa Tarigan, H.G. 1990. Pengajaran Kosa Kata. Bandung : Angkasa Tarigan. Djago. 1982. Membina Keterampilan Menulis Paragraf. Bandung : Angkasa. Tarigan. H. G. 1986. Pengantar Semantik. Bandung: Angkasa Team Penggagas Kreasi: MGMP Bahasa dan Sastra Indonesia Kodya Jakarta Utara. 2004. Antologi Puisi. Jakarta: Tunas Melati.

143

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->