PENSIUN DINI BAGIAN II 0leh : Titus Joko Alif, SH.

Apa yang menjadi factor penyebab timbulnya pensiun dini dikalangan PNS ? Berdasa rkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1969 terutama pada pasal 9, bahwa untuk menga jukan pensiun dini harus ada kejelasan dalam menyampaikan suatu alasan yang tepa t dan mendasar pada kenyataan yang dihadapinya bukan karena suatu tujuan tertent u diluar dugaan yang tidak diharapkan oleh aturan yang sebenarnya. Bahwa pengaju an pensiun dini ini merupakan wewenang dalam kebijaksanaan instansi tersebut. Ka lau dalam instansi terdapat kasus seorang PNS mengajukan pensiun dini, maka kepu tusan dalam pengajuan pensiun dini instansilah yang berhak menentukan keputusann ya, kalau memang benar-benar suatu keadaan yang terjadi pada PNS tsb. Bahwa sebe narnya proses pengajuan pensiun dini ini perlu ada prosedur yang tepat guna dan dapat dipertimbangkan lebih dulu sebelum ada suatu keputusan, maka perlu menentu kan alternative yang tepat , yaitu yang pertama kalau memang perlu dipensiun din i karena suatu keadaan yang memaksa dengan menunjukkan bukti yang ada dan sah me nurut hokum. Yang kedua tidak perlu dipensiun karena PNS tsb dapat diselesaikan permasalahan secara baik berdasarkan pertimbangan ataupun hasil pengujian, baik secara medis maupun secara professional dari pejabat yang berwenang untuk menen tukan hasil yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Alternative ketiga ada suatu tindakan yang dipandang lebih adil dan bijaksana karena PNS telah melakuk an tindakan yang tak terpuji dan merupakan suatu pelanggaran Peraturan Disiplin sebagai PNS, maka alternative ke 3 tsb bukan merupakan pemberhentian dengan horm at dengan memperoleh hak pensiun melainkan pemberhentian dengan tidak hormat kar ena jelas terbukti melakukan pelanggaran Hukum atau pelanggaran Disiplin sebagai PNS. Kalau memang dari hasil keputusan dalam pengajuan pensiun dini dipandang sudah m endasar, atau ada bukti yang autentik baik dari hasil pertimbangan secara medis ataupun secara professional dari pejabat instansi yang berwenang, maka tindakan selanjutnya instansi wajib menyampaikan laporan ke Kantor Pusat atau Kementerian /Lembaga secara tertulis dengan disertai bukti-bukti hasil pengujian kesehatan b ilamana kalau PNS sakit/punya penyakit, atau dari hasil pertimbangan pejabat ins tansi yang berwenang yang dapat dipertanggungjawabkan dan disertai lampiran seba gai kelengkapan persyaratan pensiun, sebagaimana pengajuan pensiun pada umumnya untuk diproses secara lanjut. Bahwa pengajuan pensiun dini ini prosesnya tidak langsung ke Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara Yogyakarta, bilamana ins tansi tsb berdomisili di wilayah DIY dan Jawa Tengah, melainkan ke Kantor Pusat. Lain halnya kalau ada PNS yang mencapai batas usia pensiun harus melalui Kantor Regional I BKN Yogyakarta, baik kepada PNS yang bergolongan ruang I/a sampai d engan IV/b dapat diproses di Kantor Regional I BKN Yogyakarta, kecuali bagi pang kat golongan IV/c ke atas diproses di Kantor Pusat. Ini merupakan pemahaman bagi PNS yang hendak mengajukan pensiun. Informasi ini diperoleh dari Kantor Regiona l I BKN Yogyakarta pada bulan September 2010. Kembali pada persoalan pensiun dini, bahwa pengajuan pensiun dini harus dapat m enunjukkan bukti-bukti yang mendasar, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan ter utama bagi PNS yang bersangkutan demikian juga instansi. Kalau tidak dapat membu ktikan secara alasan yang rasional, maka akan menimbulkan pula permasalahan yang baru dan menimbulkan dampak social dikalangan pegawai pada umumnya. Dasar dalam menentukan pensiun dini pada hakekatnya ada berbagai factor penyeba b yang mendorong timbulnya pensiun dini atau pensiun belum pada saatnya PNS dipe nsiun menurut Undang-Undang ataupun peraturan lain yang mengaturnya. Dalam sorat an yang ada dikalangan instansi terdapatnya pensiun dini disebabkan karena : 1. Faktor kesehatan yang tidak mendukung bagi PNS.

Faktor kesehatan yang tidak mendukung ini dikarenakan PNS mengalami halangan ker ja berupa penyakit sebagai penyebab, hal ini akan menimbulkan terhambatnya akti vitas kerja sehingga aktivitas menjadi berhenti maka timbullah permasalahan yan

paranoid. liver. g. Disinilah instnasi terutam a kepegawaian/personalia/badan administrasi perlu mencari bukti yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Pegawai merasa tidak dipergunakan karena factor psikologis dari pimpinan k etidak senangan terhadap pegawai tsb. o. Pimpinan selalu berkomentar dan menilai kekurangan/kejelekan bawahnya namu n tidak memberikan arahan yang benar. sehingga men urut kemampuan mentalnya tidak memungkinkan untuk beraktivitas. j. Pimpinan terlalu memberikan beban pekerjaan yang tidak sesuai dengan porsi nya. Dsb. Pekerjaan banyak. walaupun sebenarnya pegawai tsb mempunyai kemampuan dan potensi. Datangnya penyakit yang tidak diduga oleh PNS tsb hal ini tidak mengen al usia. Pegawai tidak dapat mengatur waktunya dengan baik dalam melaksanakan perke rjaan. sehingga pegawai tersebut timbullah gangguan mental dapat berupa stress berat. Beb an mental ini disebabkan karena beban pekerjaan atau beban lainnya. hypertensi. h. Bagi yang stress berat juga menimbulka n penyakit lain seperti : maagh. l. kemampuan kurang dan fasilitas tidak ada. Penyakit lain karena gangguan mental yaitu PNS mengalami gangguan psiko logis/psikis mungkin karena beban mental ( tidak mengenal usia ) yang berat. Pegawai tsb tidak menguasai pekerjaannya karena tidak sesuai dengan bidan gnya. Ini perlu adanya tindakan yang active dan perlu penyelesaian yang selaras dari semua pihak serta komitmen yang baik. Gang guan penyakit bisa terjadi pada PNS kapan saja. usia juga berpengaruh karena kekuatan dan kemampuan minim terbatas. n. baik dipandang secara pengetahuan ataupun secara pengalaman. e. Ketidak adilan dalam lingkungan kerja. hypersex dsb. menumpuk-n umpuk pekerjaan dan tidak ada yang mengerjakan pekerjaan tsb dari PNS lain ). b. gangguan fisik dapat berupa day a kemampuan fisik pegawai tsb sudah tidak memungkinkan lagi (tidak memandang usi a tua ataupun muda ). q. justru yang lain dipandang tidak mampu dan bermasalah dim anfaatkan dalam kegiatan tertentu. Lingkungan kerja tidak mendukung. f. p. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi respon yang salah yang menimbulkan dapak social yang tidak di kalangan masyarakat atau kalangan pegawai. psikopat.g dihadapi pada instansi tsb ( misalnya pekerjaan dinas terbengkelai. Pekerjaan begitu berat tingkat kesejahteran pegawai kurang. Apabila suatu instansi dalam menghadapi kejadian seperti itu misalnya ada PNS ya ng menderita sakit cukup lama tanpa ada pemberitahuan ataupun laporan. Beban keluarga dibarengi dengan beban pekerjaan. Pekerjaan dikerjakan tanpa ada bantuan pihak lain ( tidak adanya kerjasama antar pegawai ). apalagi kalau pekerjaan tsb sangat diperlukan atau mendesak. dan lebih parah lagi kalau pimpinan instansi tidak pro active . r. m. c. sehingga berbulan-bulan dan tidak ada kejelasan yang pasti. Intelgensi suatu kepemimpinan terhadap bawahan kurang dalam penilaian. ini sangat merugi kan bagi pegawai maupun instnasi sendiri. seh ingga timbul kecemburuan social di kalangan pegawai. Pimpinan terlalu otoriter. Bahwa kehadiran instansi sangat berart . ginjal. Pimpinan tidak menyenangkan karena selalu marah-marah tanpa sebab. dengan tidak menduga dan tidak ber asumsi yang keliru dulu dalam mengabil kebijaksanaan. d. Ha l tsb justru akan menjadi beban dan pertanggungjawaban yang tidak jelas. i. anemia. Pekerjaan yang ditangani oleh pegawai tsb terlalu berat. gila. penyaki t psikis. jantung. k. maka tugas dan kewajiban inst ansi adalah perlu mengadakan pendekatan keluarga tanpa didasari dugaan yang sala h sebelum menunjukkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Fasilitas kerja/sarana kerja tidak mendukung dan sering terjadi gangguan k erja. Kenapa PNS bisa menerima beban berat pekerjaan ? Ada beberapa kemungkinan yang dihadapi oleh PNS : a. Dan jangan sekali-kali instansi memberikan keputusa n yang tidak mendasar karena hanya mendengar dari pihak lain. Pimpinan merasa kewalahan menghadapi bawahannya. gul a dsb.

di nyatakan tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun juga karena keadaan jasma ni dan rohani. Dengan demikian untu k melangkah selanjutnya pihak instnasi menyampaikan laporan tertulis secara raha sia ke Kantor Pusat atau Kementerian/Lembaga dan sekaligus melengkapi persyarata n untuk memohon pensiun dini karena sakit yang tidak dimungkinkan untuk sembuh m enderita sakit kronis menurut hasil Keputusan Tim Penguji Kesehatan ( Tim Medis ). Dari hasil pendekatan keluarga tsb perlu dikaji dan di pertimbangkan oleh para pejabat di instansi bukan berdasarkan keputusan sepihak dari pejabat instansi. Setelah permohonan tersebut dikabulkan maka pihak Dinas Kesehatan menunjuk Rumah Sakit yang terdekat dan menunjuk Tim Penguj i Kesehatan yaitu para dokter-dokter ahli di bidang medis yang dipercaya guna m elakukan tes kesehatan bagi penderita/pegawai yang sakit. maka tidak ada ke mungkinan keluarga menerima segala keputusan dari instansi. Setelah mendapat komitmen dari para pejabat instansi maka perl u ada tindak lanjut yaitu instansi mengirimkan surat ke Kementerian Kesehatan le wat Dinas Kesehatan setempat untuk mengajukan permohonan Pengujian Kesehatan ter hadap pegawai yang menderita sakit. yang tidak disebabkan oleh dan karena ia menjalankan kewajiban ja batannya. maka tindakan pejabat instansi menyarankan kepada keluarga untuk diada kan pemeriksaan lebih lanjut bilamana pegawai tsb menurut keluarganya memandang saran dari pejabat instansi dianggap sudah relevan maka hal ini perlu ada pertim bangan secara pro active. Barulah instansi mengambil tindakan yaitu menyampaikan pemberitahuan lebih dulu apabila surat tsb ada temponya. harus memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 4 tahun dan oleh badan/pejabat yang ditunjuk oleh Departemen Kesehatan berdasarkan peraturan tentang pengujian kesehatan Pegawai Negeri. Kehadir an pejabat instansi merupakan kunci dalam memberikan penyelesaian permasalahan y ang dihadapi pegawai. namun lebih bagusnya selain staf juga pimpinan dengan tujuan supaya si pegawai yang sakit merasa diperhatikannya . Kalau memang pegawai tsb benar-benar sakit atau mempunyai penyakit. pejabat instansi terutama pimpinan kepegawaian dan pimpi nan lainnya menyampaikan kepada keluarganya dengan memberikan hasil Pengujian Ke sehatan secara tertutup tanpa dibuka oleh siapapun dan diterima langsung keluarg anya. Syarat untuk pensiun dini ini ada ketentuannya menurut Peraturan Pemerintah Repu blik Indonesia Tahun 1979 pada pasal 9 ayat 1 sub c. . b. Yang dimaksud pejabat instansi adalah bisa pimpinan atau pimpinan yang menunjuk stafnya untuk mendapingi pegawai yang dibawa ke Rumah Sakit.i bagi pegawai yang bermasalah baik yang sakit maupun yang tidak sakit. namun lain waktu tergantung menu nggu hasil yang pasti untuk mengetahui keadaan pegawai setelah diperiksa. Setelah di RS di diadakan pengujian hingga tuntas maka hasil pemeriksaan bagi penderita sakit tidak diberikan pada saat itu. Kelengkapan persyaratan pension dini ini meliputi : a. Hasil Keputusan dari Tim Penguji Kesehatan (Tim Medis) yang asli. d. Kelengkapan pensiun pada umumnya. minggu bahkan bisa sebulan hasil tersebut disampaikan ke instansi secara rahasia tidak lewat pegawai yang sakit. Dan Dinas Kesehatan ju ga menentukan waktunya kapan ? Itu disampaikan lewat surat balasan ke instansi yang mengajukan/pemohon. Apabila dari Hasil Keputusan Tim Penguji Kesehatan (Tim Medis) menyatakan bahwa PNS tsb tidak memenuhi syarat untuk menjalankan t ugas sebagai PNS atau ditolak. Jadi dalam hal ini perlu adanya prosedur dan system koord inasi yang tepat. saat c. Pada waktu me ndatangi rumahnya maka otomatis pihak instansi juga menyediakan sarana pengangku t yaitu berupa mobil/ambulance untuk membawa ke RS yang ditunjuk. Surat Pengantar disertai dengan hasil pertimbangan. Setela h sekian hari. Hasil tersebut merupakan Keputusan dari Tim Penguji Kesehatan Rumah Sakit berdasarkan pemeriksaan secara medis dan alat yang canggih. Apabila pihak keluarga dapat memahami atas kejadian tsb. kemudian hari berikutny a pejabat instansi mendatangi rumahnya untuk membawa/menjemput pegawai yang saki t untuk diadakan pengujian kesehatan di rumah sakit yang ditunjuk. Dengan pernyataan tsb apa yang perlu dilakukan ol eh instansi ? Pertama. Surat-surat dan photo rontgen dan lain-lainnya dari hasil pemeriksaan pada diadakan pengujian kesehatan di rumah sakit.

sebab merupakan sumpah seorang dokter dalam menjalankan tugasnya. tidak hadir dalam kerja dan perbuatan-perbuatan yang tak ter puji lainnya. Namun kalau sudah terlanjur dalam Peng ujian Kesehatan. Kalau memang terbukti pegawai tsb bertentangan dengan tujuan Pemerintah dan Peraturan yang berlaku maka perlu per timbangan yang masak. Banyak terjadi kasus pegawai dalam pengajuan pensiun dini dengan alasan-alasan t ertentu. pegawai nyambi kerja ditempat lain. misalnya pegawai dibebani hutang dimana-man a. judi. Alasan PNS tidak sanggup bekerja lagi. Keputusan harus berdasarkan pertimbangan yang rasional. beban hidup keluarga merasa berat dan nyambi pekerjaan tempat lain d isamping kerja di kantor. inipun para dokter akan menyampaikan hasilnya sesuai dengan pem eriksaan yang telah dilakukan berdasarkan bukti yang akurat dan dapat dipertangg ungjawabkan. Setelah ada kepast ian bahwa pegawai tsb tetap mengharapkan pensiun maka perlu ada Rapat Koordinasi antara Kepala Kepegawaian dengan Pejabat lainnya guna mempertimbangkan sebagai upaya atau penyelesaian yang lebih tepat. pim pinan merasa jera melihat tingkah lakunya. pegawai buka us aha bisnis. Kemudian dari pihak pegawai juga bisa menjadi kemungkinan : pegaw ai merasa tidak betah melihat lingkungan kerjanya. hal ini akan mencemari dirinya selain itu juga instansi yang terk ena. pegawai tidak disenangi oleh kawan kerjanya dan pimpinan. disitu menyebutkan tentang pensiun yaitu bilamana PNS tela h mencapai usia 50 tahun dan mempunyai masa kerja sekurang-kurangnya 20 tahun. Kalau penyakitnya t idak parah ada kemungkinan untuk sembuh ada solusi lain yaitu permohonan cuti ka rena sakit berdasarkan keterangan dokter. pimpinan tidak mau pusing. . Dan jangan sampai instansi salah dalam mengambil keputusan untuk menentukan arah dalam mengajukan pensiun dini kepada pegawai yang bermasalah. j adi hasilnya benar-benar membuktikan dari segi positifnya. Sebab dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 1969. Misalnya pihak instansi mengharapkan untuk dipen siun tetapi kesepakatan dokter-dokter ahli dengan disertai alat/sarana yang cang gih. Sebab dengan Keputusan sepintas akan menyalahi system dan prosedur. 2. Alasan tsb menunjukkan bahwa setiap PNS apabila merasa bosan bekerja di instansi maka perlu menyampaikan alasan yang rasional. Maka sangat perlu bilamana dalam instansi ada system koordinasi yang terpa du untuk menyelesaikan masalah kepegawaian termasuk kasus pegawai akan mengajuka n pensiun dini. Yang artinya bahwa kenapa PNS men yampaikan alasan tsb untuk mengajukan pensiun ? Apakah pegawai tsb sudah memaham i peraturan tentang pensiun ? Bukan suatu alas an bilamana PNS ingin pensiun unt uk menghindari masalah. Jangan sampai hasil keputusan itu hany a ditangani oleh sepihak tapi harus melalui prosedur dan system koordinasi yang baik. Maka sebagai pejabat yang berwenang disuatu instansi dalam menerima pengajuan dari pegawai perlu dikaji u lang dan kalau perlu diadakan tatap muka lebih dulu antara pegawai yang mengajuk an pensiun dini dengan Kepala Kepegawaian (pimpinan personalia) untuk dimintai alas an-alasan yang sebenarnya sebagai pertanggungjawabannya. tetapi ada juga alasan pensiun dini tsb hanya untuk menutupi segala kem ungkinan yang dihadapi oleh pegawai. relevan dan dapat dipertanggungjawabkan secara hokum bukan merupakan keputusan yang sepi ntas. selingkuh. Sebaga i contoh saja bila ada pegawai yang jelas-jelas bermasalah kenapa harus diajukan pensiun dini ? Mungkin karena factor psikologis : pimpinan tidak suka lagi. hal demikian itu mustahil untuk dilakukan penyimpangan pernyataan. Karena hal yang demik ian itu tidak dapat direkayasa.Jadi sudah jelas bahwa apa yang ada dalam ketentuan ini sebagai dasar untuk meng ajukan pensiun dini bagi PNS yang benar-benar sakit kronis. Boleh saja PNS untuk memohon mengajukan pe nsiun pada saat belum mecapai usia batas usia pensiun. namun pegawai tsb lebih rela pensiun tetapi dapat kerj aan lain. Sebab pensiu n merupakan penghargaan dari Pemerintah terhadap PNS yang telah mengabdi sekian tahun dan berjasa terhadap bangsa dan Negara. keluarga ataupun permasalahan lain yang dihadapinya ? Yang jelas pengajuan pensiun atas permintaan sendiri bukan suatu r ekayasa atau alasan yang dibuat-buat. Pensiun dini ini harus ada permohonan dan pernyataan yang menunjukkan alas an ya ng tepat dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. ini dari p ihak pimpinan. maka hal ini dapat dijalankan. sebab kalau nyambi rasanya repot dsb. baik di kantor.

Kecuali pejabat instansi melakukan pembinaan terhadap peg awai yang bermasalah misalnya jarang hadir dalam kerja. yang diatur dalam UU No.Pensiun dini perlu disesuaikan dengan situasi dan kondisi pegawai serta ditentuk an oleh Undang-Undang atau peraturan lain yang mengaturnya . tidak langsung ke Pimpinan Kepegawaian/personalia. Seba b dalam pembinaan terhadap pegawai harus melalui prosedur dan tahapan yang tepa t. maka PNS yang kelebihan itu diberhentikan dengan hormat sebagai PNS atau dari Jabatan Negeri dengan mendapat hak-hak kepegawaian berdasarkan peraturan perunda ng-undangan yang berlaku. Untuk pensiun dini atas permintaan sendiri sebagaimana di atas tadi menyebutka n ketentuan usia maupun masa kerja. demikian juga pegawai siapa saja wajib mentaati peraturan masalah kedi siplinan. Hal yang demikian perlu ada antisipasi mence gah terjadi gejolak dalam lingkungan kerja. namun ada ketentuan lain yang m engaturnya yaitu pada Peraturan Pemerintah No. ini yang menjadi pemahaman bagi kita semua. Demikian adanya apabila kalau PNS memang sulit disalurkan di instansi lain dan tidak ada yang menerima atau menampungnya solusi Pemerintah adalah diberhentika n sebagai jabatan PNS dengan menerima hak-hak kepegawaian berupa pensiun. 32 Tahun 1972 menjadikan pedoman bagi semua pegawai. 32 Tahun 1972 pada pasal 11 dan pasal 17 ayat 2. Sebab dalam Peraturan Pemerintah No. maka PNS yang berkelebihan itu disalurkan kepada satuan organ isasi lain. 11 Tahun 1969 maupun PP No. Bagaimana dengan PNS yang merasa tida k menerima ke satuan organisasi ( instansi ) lain ? Adakah kebijaksanaan Pemerin tah mengatasi permasalahan tsb ? Ya tentu ada solusinya hal ini dapat kita perha tikan dalam PP No. Hal in i diatur dalam Pasal 16 PP No. 2. diberika hak-hak kepegaw aian berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. terutama pimpinan unit k erja yang wajib membina. sebab kalau tidak ancaman/ sanksi yang mengungkapkannya. agar dalam menentukan suatu keputusan berdasarkan pada aturan tsb . 11 Tahun 1969 pasal 9. Dan apalagi pegawai ybs berada dalam pengawasan pimpinan unit kerja masing-ma sing. 32 tahun 1972 pada pasal 7 yang berbunyi sebagai berikut : Apabila penyaluran sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 tidak mungkin dilaksanakan. Lain halnya pensiun dini karena sakit berdasarkan keput usan dari Tim Penguji Kesehatan ( Tim dokter ahli ) bisa saja diadakan pensiun dini biarpun belum mencapai masa kerja 20 tahun. maka bagi PNS yang kelebihan dalam satuan organisasi tsb ( instansi ) dapat diupayakan untuk disalurkan ke satuan organisasi lain sepanjang satuan organisasi tsb menerimanya untuk dapat bekerja. de ngan alasan alasan yang kurang rasional sebab hal ini akan menjadi boomerang dan menjadikan permasalahan di kalangan para pegawai. Dalam Ketentuan yang mengatur terutama pada Peraturan Pemerintah RI No. Alasan lain akibat dari suatu kejadian yang tak terduga. maka hal ini dapat diputuskan sesuai peraturan yang berlaku. Namun apabila satuan organisasi lain ada yang tidak meneri manya dengan alas an tidak dapat menampung karena akan melebihi target personiln ya sebab telah ditentukan oleh Pemerintah. Bagaimana ketentuan yang mengatur bagi PNS apabila diberhentikan dengan hormat u ntuk menerima hak pensiun ? Untuk lebih jelasnya pengaturan soal PNS yang dipen siun karena kelebihan pegawai susah disalurkan ke satuan organisasi lain. Bila dalam membuat kebijaksanaan per lu ada gagasan dan pertimbangan yang lebih baik dan tidak menimbulkan gejolak d alam lingkungan kerja. 53 tahun 2010 perlu ada pemahaman be rsama yaitu kewajiban seorang pimpinan adalah wajib melakukan pembinaan terhadap pegawai. 32 tahun 1972 terutama dalam pasal 6 yang berbunyi sbb : Apabila ada penyederhanaan suatu satuan organisasi Negara yang mengakibatkan ada nya kelebihan PNS. Ini menunjukkan bilamana terjadi kasus yang demikian itu Pemerintah berupaya dalam mengatasi kejadian tsb seandainya hal itu terjadi. Jangan sampai keput usan yang tidak mendasar menjadi factor penyebab permasalahan dalam instansi. maka solusi pemerintah dalam hal ini adalah mengupayakan dengan pensiun dini bagi PN . maka timbul asumsi yang ada d alam masyarakat / lingkungan kerja. 32 Tahun 1972 yang berbunyi : Kepada PNS yang diberhenikan dengan hormat sebagai PNS. Sesuai dengan Perundang-undangan yang berlaku tentang pensiun sebagaimana diatur dalam UU No. sebab hal ini tidak dapat ditawar lagi misalnya dalam masa kerja mencapai 19 tahun 11 bulan dan usia mencapai 49 tahun.

Kedua Pegawai tersebut bernama Sdr. Selalu bikin onar dalam lingkungan kerja h. maka solusi pemerintah ada 2 alternatif : 1. dengan ketentuan sebagaimana dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jadi penyederhanaan suatu organisai ini karena suatu sebab kelebihan PNS. c. Hubungan dengan rekan kerja tidak harmonis. namun ada ketentuannya sebagaimana yang di atur dalam PP No. e. pasal 11 huruf b dan huruf c. sebab contoh tersebut tidak dapat ditoleransi. Sebab perlu diketahui dengan pasti dalam Peraturan Pemerintah RI No. Menyalahgunakan wewenang. dan pasal 15 ayat (2) : a. Bagaimana prosedur terjadinya pensiun dini di Kantor BBRSBD Prof. Dapat disalurkan ke instansi lain bilamana instansi tersebut dapat dimungk inkan menerimanya. Sahari merupakan awal pertama dalam pengaju . f.S tsb. b. bila hadir hanya menerima gaji saja. 2. apabila belum memenuhi syarat-syarat usia dan masa kerja sebagimana dimaksud dalam huruf a. Jadi kalau kita mengetahui hal diantara contoh tsb jelas saja tidak dapat dijad ikan pertimbangan untuk diusulkan pensiun dini. Maka instansi perlu hati-hati dalam menjatuhkan keput usan atau kebijaksanaan. b. Melantarkan pekerjaan dinas. Diberhentikan dengan tidak hormat (dipecat/dikeluarkan) sebagai PNS karena terdapat pelanggaran aturan hukum yang berlaku atau peraturan Disiplin sebagai PNS. Tidak pernah hadir dalam kerja dan tidak pernah absent hingga berbulan-bu lan tanpa ada keterangan dan kejelasan. Melakukan tindakan yang tak terpuji. Soeharso Surakarta pernah mengusulkan PNS dalam permohonan pensiun di ni dan bahkan sudah menerima pensiun sebanyak 3 orang dan 1 orang baru akan pen siun di tahun 2010 ini. diberhentikan dengan hormat dari Jabatan Negeri dengan mendapat uang tungg u. g. apabila telah mencapai usia sekurang-kurangnya 50 ( lima puluh ) tahun dan memiliki masa kerja pension sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun. Mengingkari kewajiban dan tanggung jawab baik sebagai PNS ataupun sebagai anggota masyarakat. Dapatkah PNS yang bermasalah untuk dapat diajukan diberhentikan dengan hak mener ima pensiun ? Bahwa istilah pemberhentian menurut peraturan perundang-undangan y ang berlaku ada 2 (dua) hal yang perlu diketahui bersama yaitu : 1. Soeharso S urakarta ? Berdasarkan data yang saya peroleh di Sub Bagian Kepegawaian. Pertanyaan tsb menunjukkan bahwa bagi PNS yang bermasalah atau mempunyai masalah apa dapat di pension dini ? Semua tergantung pada permasalahan yang dihadapinya . Bukan ka rena factor psikologi tetapi akan menimbulkan dampak yang tak berarti. diberhentikan dengan hormat sebagai PNS dengan hak pension. d. Atas permohonan sendiri untuk pensiun dini. Dalam proses pension dini ini ada 2 hal permasalahan : 1. yaitu sebanyak 2 orang sejak t ahun 2002 hingga tahun 2010 semua pegawai pria. Dr. Diberhentikan dengan hormat untuk menerima hak pension. 53 Tahun 20 10 mengatakan bahwa. bahwa benar BBRSBD Prof. Dapat dimungkinkan pula PNS tsb diberhentikan dengan hormat dan menerima h ak pension. 2. maka dijawab dalam pasal 10 angka 9 sub bd dapat diberhen tikan dengan tidak hormat. 32 tahun 197 9 pada pasal 17 ayat 1 yang berbunyi sebagai berikut : PNS sebagaimana dimaksud dalam pasal 7. Dr. apakah permasalahan tsb sengaja atau tidak ? Kalau permaslahan tsb timbul kare na factor kesengajaan misalnya PNS tersebut mempunyai perilaku dan perbuatan ya ng menyimpang ketentuan baik menurut aturan disiplin pegawai atau aturan hukum l ainnya sebagai salah satu contoh : a. apabila PNS tidak pernah hadir dan tidak pernah absent sela ma 46 hari atau lebih. Pelanggaran terhadap Peraturan Kedisiplinan dsb. yang jelas diberhentikan dengan tidak hormat tidak menerima hak pensiun .

6. YANREHSOS Departemen Sosial RI tanggal 1 September 2008 Bab VI bagian B sub 4a tentang Pensiun Din i. photo thorax dan syaraf. Untuk prosespensiun dini ini dilakukan di Kementerian Sosial RI lewat Direktorat Jenderal Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial. Muwardi Surakarta Nomor Surat 812/2678/2009 tanggal 23 Juli 2010 yang menyatak an : Tidak memenuhi syarat untuk melaksanakan tugas sebagai PNS atau ditolak . 6. oleh pejabat yang berwenang dianggap tidak dapat melanjutkan pekerjaan karena kesehatan terganggu. agar segera sembuh dan kembali bekerja sebagaimana mestinya. Bahwa pengajuan . kolesterol . Bagi PNS yang mengajukan permintaan send iri ini juga dibuktikan adanya surat pernyataan yang bermetrai Rp. c. Hasil Test Kesehatan juga dilakukan oleh Tim Penguji Kesehatan di RSUD Dr. Berdasarkan Ketentuan : a. Ka rena telah mengetahui hasil keputusan tim penguji kesehatan tersebut. Untuk sdr. Susilowati menderita sakit tanggal 1 Agustus 2008.an pension dini dan disusul Sdr. 32 Tahun 1979 Bab II pasal 11 sub b tentang pemberhentian karena ti dak cakap jasmani dan rohani disebabkan menderita penyakit. Mendapat tanggapan dari Dinas Kesehatan Pemkot Surakarta dengan nomor sura t : 812/832/2009 tanggal 6 Maret 2009 menyatakan untuk diadakan pemeriksaan terh adap ybs yaitu ditentukan pada tanggal 23 Juni 2009 dan 21 Juli 2009 untuk diada kan Test Kesehatan terhadap ybs di RSUD Dr.. Pengajuan pension dini atas nama ybs dengan Nomor surat 1269/BBRSBD. Bandi Suprapto yang telah menerima SK Pensiun t erhitung mulai tanggal 1 Desember 2010. yaitu 2 orang pegawai sejak tahun 2005 hingga tahun 2010 semua pegawai wanita. Susilowati d engan menerima SK Pensiun terhitung mulai tanggal 1 Januari 2010. Bandi Suprapto telah diproses sejak bulan Januari 2010 kemudian SK terima pada bulan September 2010 sedang untuk menerima pension pertama bulan Desember 2010 . Atas Keputusan Tim Penguji Kesehatan karena factor kesehatan yang tidak me mungkinkan PNS bekerja sebagai jabatan negeri. instansi m engambil tindakan yaitu memproses pengajuan pension dini dengan disertakan hasil Keputusan Tim Penguji Kesehatan RSUD Dr. Untuk Sdr. Kedua pegawai tersebut bernama Sdr . 2. TU-2/III/2009 tanggal 3 Maret 2009 untuk melakukan test kesehatan terhadap yb s. Pada tanggal 3 Maret 2009 pihak instansi BBRSBD mengirim surat ke Tim Peng uji Kesehatan ke Dinas Kesehatan Pemkot Surakarta dengan Nomor Surat 175/BBRSBD . Berkali-kali pihak instansi BBRSBD ( Kepala Bagian Tata Usaha dan Kepala S ub Bag Kepegawaian ) melakukan pendekatan dengan keluarga serta memberikan seman gat kepada ybs. Siti Mahmudah pensiun sejak tanggal 1 Juli 2005 dan disusul Sdr. PP No. b. 5. 2. Surat-surat hasil p emeriksaan yang telah dilakukan oleh para dokter ahli dengan sarana yang canggih dan melengkapi syarat-syarat pension sebagaimana pengajuan pensiun pada umumnya . Buku Saku (Panduan ) Administrasi Kepegawaian Dirjen. Muwardi Surakarta yang tidak jauh da ri kantor BBRSBD Surakarta. Untuk mengetahui lebih lanjut dalam pemahaman pengajuan pension dini harus mela lui prosedur yang benar sebagai contoh terhadap pegawai bernama Sdr. na mun keadaan ybs tidak membaik. trigliserid.dan ditandatangi di depan pimpinan /kepala Sub Bagian Kepegawaian. 4. menunjukkan bahwa ybs tidak dapat menjal ankan tugas sebagai PNS dan disarankan untuk mengajukan pension dini. Muwardi Surakarta yang berupa test darah untuk mengetahui asam urat. selain itu juga dilengkapi persyaratan pension pada umumnya. Sus ilowati ini dip roses sejak bulan Juli 2009 . Muwardi Surakarta. 3.TU-2/X /2009 tanggal 29 Oktober 2009 dengan disertai /dilampiri Surat Keputusan Tim Pen guji Kesehatan beserta surat-surat hasil pemeriksaan dari Tim Penguji Kesehatan . namun dijemput di rumah ybs dengan kendaran ambulanc e milik kantor. PNS atas nama dr. 7. Hasil Keputusan Tim Penguji Kesehatan Nomor : 812/2678/2009 tanggal 23 Ju li 2009 bahwa ybs tidak memenuhi syarat untuk menjalankan sebagai PNS atau ditol ak. Susilowati ini untuk kronologisnya sbb : 1.000. Pemrosesan pension dini karena sak it ini didasarkan pada hasil Keputusan dari Tim Penguji Kesehatan Rumah Sakit Dr .

sebab gaji sebagai PNS masih diterimakan pada bulan Januari 2010 dan terlan jur dalam daftar gaji bulan Pebruari 2010.. S etelah SKPP terbit barulah mengajukan proses pensiun di PT Taspen dilakukan akhi r bulan menjelang pensiun. Tembusan disampaikan ke Biro Orpeg Depsos RI. TASPEN perlu adanya perjalanan yang cukup waktu sejak SK diterima oleh Instansi BBRSBD paling tidak 1 atau 2 bulan. Kemudian pada tanggal 15 Pebruari 2010 telah diterbitkan SKPP yang disahka n oleh KPPN dengan Nomor surat : KET. . 14-01-02 tanggal 21 Desember 2009 dengan menerima pokok pensiun sebesar Rp. karena yang dibutuhkan adalah pegaw ai ybs yang hadir dan tidak boleh diwakilkan oleh siapapun termasuk suami atau k eluarga. Keterlambatan dalam penerbitan SK Pen siun tsb menimbulkan masalah yaitu harus mengembalikan gaji selama 2 bulan ke Ne gara lewat KPPN. Penerbitan SK Pensiun Dini terhitung mulai tanggal 1 Januari 2010 dengan m enunjuk Nomor SK Orpeg. Penerimaan pension pertama dapat dilakukan di PT TASPEN dan dapat di t ransper ke Bank atau Kantor Pos menurut kehendak pemohon.pension dini ini tidak lewat Kantor Regional I BKN Yogyakarta tetapi langsung ke Kantor Pusat yaitu Departemen Sosial RI melalui Direktorat Jenderal YANREHSOS. Bahwa pengajuan pensiun ke Ka ntor PT. SKPP ini untuk kel engkapan pling utama dalam proses penerimaan pension pertama. karena ybs tidak bisa hadir ini yang men jadi permasalahan dalam pengambilan pension. keb etulan waktu itu tanggal 29 Maret 2010./ bulan dengan pangkat Penata Muda III/a. Slamet Riyad i Surakarta. Namun sayangnya SK Pensiun tersebut dapat dikatakan sangat terlambat datangnya dari Pu sat. Persiapan tersebut memang kurang karena mengingat jangkauan da n komunikasi menimbulkan keterhambatan SK Pensiun.000. 1.040. PT TASPEN lah yang men entukan.0322/2010. 9. Demikian salah satu penyelesaian kasus pension dini terhadap PNS yang sakit yang pernah terjadi di BBRSBD Surakarta.217/WPb. 10. BKN Pusat Jakarta dan Kantor Regi onal I BKN Yogyakarta. Soal waktu penerimaan pensiun. Pengajuan Proses ke PT TASPEN Cabang Surakarta dilakukan akhir bulan.14/KP. Sebab apabila SK sudah diterima jau h hari antara 1 atau 2 bulan maka tindakan selanjutnya mengajukan SKPP terlebih dahulu yang kemudian disahkan atau dimintakan persetujuan dari KPPN Surakarta. 8. Maka sebagai salah satu solusinya adalah ditransper ke Bank yang ditunj uk yaitu Bank Jateng Koordinator Cabang Surakarta di Jalan Bridjen. maka dapat merealisasi pada bulan April 2010 di bank tsb.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful