P. 1
Strongyloidiasis

Strongyloidiasis

|Views: 46|Likes:
Published by Dhimas Herdhianta

More info:

Published by: Dhimas Herdhianta on Jul 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2013

pdf

text

original

STRONGYLOIDIASIS

Identifikasi
• Adalah infeksi cacing, umumnya tanpa gejala yang menyerang duodenum dan bagian atas jejunum.

Tanda dan Gejala
• Gejala klinis yang muncul antara lain timbulnya dermatitis ringan pada saat larva cacing masuk ke dalam kulit pada awal infeksi. • Gejala lain yaitu batuk, ronki, kadang-kadang pneumonitis jika larva masuk ke paru-paru; atau muncul gejala-gejala abdomen yang disebabkan oleh cacing betina dewasa yang menempel pada mukosa usus.

• Gejala infeksi kronis tergantung kepada intensitas dari infeksi, bisa ringan dan bisa juga berat. • Gejala yang paling khas adalah sakit perut, umumnya sakit pada ulu hati seperti gejala ulcus ventriculi, diare dan urticaria; kadangkadang timbul nausea, berat badan turun, lemah dan konstipasi.

Diagnosis
• Diagnosa dibuat dengan menemukan larva cacing pada spesimen tinja segar atau dengan metode pelat agar pada aspirat duodenum atau kadangkadang larva ditemukan pada sputum. • Diagnosa dapat juga ditegakkan dengan pemeriksaan serologis seperti EIA, dengan menggunakan antigen berbagai stadium, biasanya memberikan hasil positif sekitar 80%85%.

Penyebab Penyakit
• - Strongyloides stercoralis dan S. fulleborni, nematoda.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->