P. 1
Wawancara Dengan Pedagang Bakso

Wawancara Dengan Pedagang Bakso

5.0

|Views: 12,208|Likes:

More info:

Published by: christiana_setyaningrum on Jul 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/06/2013

pdf

text

original

Nama : Felix Vicky Lugas D Kelas : 7c No : 17 Dibuat bersama Bagus pada 26 April 2012

Nama: Adetya Bagus Sisbandi Kelas : 7C No : 2 Dibuat bersama Felix pada 26 April 2012

Wawancara Terhadap Pedagang Bakso
Pada tanggal 26 April 2012 , saya melakukan wawancara terhadap pedagang bakso yang ada di depan rumah saya. Pedagang bakso tersebut berjuang dengan keras demi mendapatkan uang yang digunakan untuk keperluan hidupnya. I.Pewawancaraan Q=pewawancara (saya) T=Narasumber (pedagang bakso)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15.

Q. Apakah pakde sudah lama berjualan? T. Ya, sudah lama Q. Kira-kira sudah berapa lama pakde berjualan? T. Sekitar 7 tahun Q. Apakah dari awal pakde berjualan, sudah membuka warung dirumah? T. Tidak, awalnya berjualan dengan gerobak Q. Mengapa pakde beralih dari gerobak menjadi membuka warung dirumah? T. Karena jika jualan keliling keuntungannya tidak besar dan jualnya cuma 1 macam Q. Apa saja yang pakde jual? T. bakso, mie ayam, soto, dan lain-lain Q. Berapa modal yang harus dikeluarkan dalam sehari? T. Rp 500.000,00 Q. Bagaimanakah yang pakde suka selama berjualan? T. Yang saya suka saat pelanggan banyak Q. Siapa yang membantu pakde dalam berjualan? T. satu keluarga dirumah Q. Saat pakde masih berjualan menggunakan gerobak, dimana saja rute berjualannya? T. di sekitar sidorejo dan pasar karang jati Q. Bagaimana pakde menghadapi jika pelanggan sedang rame-ramenya? T. ya mesti sabar, juga repot Q. Bagaimana bila pelanggannya ingin cepat-cepat dilayani? T. harus menunggu dan sabar Q. Apakah kami boleh mengetahui resep membuat bakso ? T. bawang, kemiri, bawang putih, merica, dan lain-lain Q. Berapa harga yang pakde tetapkan dalam 1 porsi? T. Rp 7.000,00 Q. Dari Jam berapa pakde membuka warung ? T. Dari jam 3 sore sampai 9 malam Q. Bagaimana perasaan pakde ketika dalam 1 hari tidak ada yang beli? T. Perasaan saya gelisah dan khawatir

II.Penarasian

Pada tanggal 26 April 2012 , Kami (Felix dan Bagus) melakukan wawancara terhadap pedagang bakso. Kami sudah kenal betul dengan orang tersebut. Pedagang bakso sudah berjualan cukup lama. Ia telah bekerja selama 7 tahun. Menjalani dari berdagang dengan Gerobak lalu membangun sebuah warung makan. Ia memilih membangun warung karena jika menggunakan gerobak ia hanya bisa menjual 1 macam masakan saja. Sesudah mempunyai warung, Pedagang Bakso sudah bisa menjual bakso,mi Ayam, Soto ,dan lain-lain.dalam sehari, pedagang bakso mengeluarkan modal Rp 500.000,00. Pedagang bakso tersebutsangat suka jika setiap hari pelanggan banyak. Bekerja dengan bantuan dari keluarganya. Ketika ia menggunakan gerobak, ia seling berkeliling di Sidorejo dan Pasar Karang jati. Jika pelanggan rame, ia tetap bersabar tetapi juga merasa repot. Saat pelanggan ingin cepat-cepat dilayani, ia menyuruh pelanggan untuk menunggu dan bersabar. Saya menanyakan kepada pedagang bakso bahwa apa resep untuk membuat bakso, pedagang bakso tersebut menjawab “bakso daun bawang, kemiri, bawang putih, merica, dan lain-lain”. Harga satu porsi masakan ditetapkan Rp 7.000,00. Ia bekerja di warung dari jam 3 sore hingga 9 malam. Pedagang bakso berperasaan gelisah dan khawatir ketika dalam sehari tidak ada pelanggan yang mau beli dagangannya.

Wawancara Terhadap Pedagang Bakso
Pada tanggal 26 April 2012 , saya melakukan wawancara terhadap pedagang bakso yang ada di depan rumah saya. Pedagang bakso tersebut berjuang dengan keras demi mendapatkan uang yang digunakan untuk keperluan hidupnya. I.Pewawancaraan Q=pewawancara (saya) T=Narasumber (pedagang bakso)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15.

Q. Apakah pakde sudah lama berjualan? T. Ya, sudah lama Q. Kira-kira sudah berapa lama pakde berjualan? T. Sekitar 7 tahun Q. Apakah dari awal pakde berjualan, sudah membuka warung dirumah? T. Tidak, awalnya berjualan dengan gerobak Q. Mengapa pakde beralih dari gerobak menjadi membuka warung dirumah? T. Karena jika jualan keliling keuntungannya tidak besar dan jualnya cuma 1 macam Q. Apa saja yang pakde jual? T. bakso, mie ayam, soto, dan lain-lain Q. Berapa modal yang harus dikeluarkan dalam sehari? T. Rp 500.000,00 Q. Bagaimanakah yang pakde suka selama berjualan? T. Yang saya suka saat pelanggan banyak Q. Siapa yang membantu pakde dalam berjualan? T. satu keluarga dirumah Q. Saat pakde masih berjualan menggunakan gerobak, dimana saja rute berjualannya? T. di sekitar sidorejo dan pasar karang jati Q. Bagaimana pakde menghadapi jika pelanggan sedang rame-ramenya? T. ya mesti sabar, juga repot Q. Bagaimana bila pelanggannya ingin cepat-cepat dilayani? T. harus menunggu dan sabar Q. Apakah kami boleh mengetahui resep membuat bakso ? T. bawang, kemiri, bawang putih, merica, dan lain-lain Q. Berapa harga yang pakde tetapkan dalam 1 porsi? T. Rp 7.000,00 Q. Dari Jam berapa pakde membuka warung ? T. Dari jam 3 sore sampai 9 malam Q. Bagaimana perasaan pakde ketika dalam 1 hari tidak ada yang beli? T. Perasaan saya gelisah dan khawatir

II.Penarasian

Pada tanggal 26 April 2012 , Kami (Felix dan Bagus) melakukan wawancara terhadap pedagang bakso. Kami sudah kenal betul dengan orang tersebut. Pedagang bakso sudah berjualan cukup lama. Ia telah bekerja selama 7 tahun. Menjalani dari berdagang dengan Gerobak lalu membangun sebuah warung makan. Ia memilih membangun warung karena jika menggunakan gerobak ia hanya bisa menjual 1 macam masakan saja. Sesudah mempunyai warung, Pedagang Bakso sudah bisa menjual bakso,mi Ayam, Soto ,dan lain-lain.dalam sehari, pedagang bakso mengeluarkan modal Rp 500.000,00. Pedagang bakso tersebutsangat suka jika setiap hari pelanggan banyak. Bekerja dengan bantuan dari keluarganya. Ketika ia menggunakan gerobak, ia seling berkeliling di Sidorejo dan Pasar Karang jati. Jika pelanggan rame, ia tetap bersabar tetapi juga merasa repot. Saat pelanggan ingin cepat-cepat dilayani, ia menyuruh pelanggan untuk menunggu dan bersabar. Saya menanyakan kepada pedagang bakso bahwa apa resep untuk membuat bakso, pedagang bakso tersebut menjawab “bakso daun bawang, kemiri, bawang putih, merica, dan lain-lain”. Harga satu porsi masakan ditetapkan Rp 7.000,00. Ia bekerja di warung dari jam 3 sore hingga 9 malam. Pedagang bakso berperasaan gelisah dan khawatir ketika dalam sehari tidak ada pelanggan yang mau beli dagangannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->