PROSPEK USAHA Sapi potong merupakan jenis ternak yang mempunyai nilai jual tinggi diantara ternak-ternak

lainnya. Pada umumnya masyarakat membutuhkan hewan ini dikonsumsi, karena kandungan proteinnya yang tinggi. Laju pertambahan penduduk yang terus meningkat menuntut ketersediaan akan daging yang terus meningkat pula, oleh karena itu usaha sapi potong merupakan salah satu usaha yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Usaha penggemukan sapi potong memiliki prospek cerah karena beberapa negara Asean kini lebih menyukai sapi potong dari Indonesia. Dalam pemeliharaanpun relatif tidak begitu sulit karena jenis pakan yang dimakan sapi potong biasanya adalah rumput, jerami, bungkil pisang ataupun berbagai jenis dedaunan yang banyak tumbuh disekitar. Dengan ketersediaan padang rumput yang masih sangat luas peluang membuka usaha penggemukan sapi potong masih terbuka lebar. Pada lahan yang tidak begitu luas pun usaha ini masih dapat dilakukan yaitu dengan sistem atau teknik ”kereman”, yaitu suatu cara pemeliharaan dikandang secara terus menerus dalam kurun waktu 4 sampai 12 bulan. Tujuan pemeliharaan sapi dengan cara ini adalah untuk meningkatkan atau menghasilkan daging yang relatif lebih cepat. Selain menghasilkan daging yang dibutuhkan masyarakat hasil ikutannya pun seperti pupuk kandang, kulit, tulang dan lain sebagainya dapat memberikan pendapatan sampingan. kotoran sapi mempunyai nilai ekonomis, karena termasuk pupuk organik yang dibutuhkan semua jenis tumbuhan. Kotoran sapi dapat menjadi sumber hara yang dapat memperbaiki struktur tanah sehingga menjadi lebih gembur dan subur. Kulit sapi, dapat dijadikan sebagai bahan industri tas, sepatu, ikat pinggang, topi, jaket. Tulangnya dapat diolah menjadi bahan bahan perekat/lem, tepung tulang dan barang kerajinan atau dibuat makanan seperti sop kaki. Tanduknya dapat digunakan sebagai bahan kerajinan seperti: sisir, hiasan dinding dan sebagainya. Sementara ekornya pun masih dapat dimanfaatkan sebagai makanan khas yaitu sop buntut.

IPS KEBERHASILAN USAHA keberhasilan usaha penggemukan sapi potong, di awali dengan pemilihan bakalan sapi yang akan digemukan. Terdapat beberapa jenis sapi yang biasa dipiliha sebagai bakalan, yaitu:

Sapi Madura Sapi jenis ini memiliki ciri kulit berwarna kuning hingga merah bata. Sapi jenis ini memiliki keunggulan dalam beradaptasi yang baik dengan lingkungan yang baru. dengan warna putih pada bagian kepala. dan sebagian terdapat warna putih pada moncong. Pemeliharaan sapi kereman yang baik selain menghasilkan daging yang bermutu tinggi juga menghasilakan pupuk yang dapat dipergunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah. dan daya adaptasinya baik. keturunannya disebut Peranakan Ongole (PO) cirinya sama dengan sapi Ongole tetapi kemampuan produksinya lebih rendah.Sapi Bali Sapi jenis ini memiliki ciri kulit berwarna merah dengan kaki dari lutut ke bawah dan pada pantat berwarna putih. terdapat warna putih pada moncong kepalanya. Sapi Ongole Sapi jenis ini memiliki ciri kulit berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh. Sapi Brahman Sapi jenis ini memiliki ciri kulit berwarna coklat hingga coklat tua. tubuh berukuran besar dan mempunyai tingkat produksi yang baik Pemeliharaan sapi sistem kereman. pertambahan berat badan rendah Sapi Limousin Sapi jenis ini memiliki ciri kulit berwarna hitam bervariasi dengan warna merah bata dan putih. Pencagahan terhadap penyakit dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan. bila dilakukan sesuai anjuran akan memberikan manfaat ekenomi yang besarnya. Daya pertumbuhannya cepat. berpunuk. bergelambir dan berpunuk. ekor dan kaki bawah. FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA . Jenis ini telah disilangkan dengan sapi Madura. sehingga menjadi primadona sapi potong di Indonesia. punggungnya bergaris warna hitam.

Penyakit mulut .Anthrax (radang limpa) . Cacing perut. maupun hijauan) pengelolaan yang tidak fokus (hanya sambilan) pengadministrasian proses penggemukan Penanggulangan penyakit.Penyakit surra . Beberapa jenis penyakit yang sering terjadi pada sapi potong diantaranya adalah : . pencarian bibit yang berkualitas penyediaan pakan (baik konsentrat. 4. 2.Kuku busuk (foot ror) . 5. TEKNIS MELAKUKAN USAHA 1.Faktor-faktor kritis yang harus diperhatikan dalam usaha pengemukan domba diantaranya adalah: 1. Memilih Bakalan . 3.Cacing hati.Penyakit radang paha .Penyakit Bruccellosis (keguguran menular) .

yaitu NPK. darah dan berperan dalam sintesis enzim. daun tebu. Isoleusin dan lain-lain sebagai penyusun protein. Histidin. sapi digolongkan hewan ruminansia. pundak minimal 135 cm. bakalan dalam satu periode penggemukan ditempatkan dalam satu kandang. karena pencernaannya melalui tiga proses. ampas tebu. kulit biji kedelai. Produk ini menggunakan teknologi asam amino yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh sapi. alang-alang dan rumput-rumputan liar sebagai pakan berkualitas rendah dan rumput gajah. yaitu secara mekanis dalam mulut dengan bantuan air ludah (saliva).5% berat badannya. POC NASA dan HORMONIK. Kandang Secara umum. 3. Hijauan yang digunakan adalah jerami padi. daun jagung. pembentuk sel dan organ tubuh. Ca.5 X 1. sehingga energi yang diperoleh dari pakan digunakan untuk hidup pokok dan produksi daging tidak hilang karena banyak bergerak. bulat dan lebar. Mata cerah dan bulu halus. Pakan hijauan yang berkualitas rendah mengandung serat kasar tinggi yang sifatnya sukar dicerna karena terdapat lignin yang sukar larut oleh enzim pencernaan. kulit nenas dan buatan pabrik pakan. panjang minimal 170 cm tinggi. ampas tahu. sehingga ketika pakan hijauan masuk rumen. yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak. secara fermentatif dalam rumen dengan bantuan mikrobia rumen dan secara enzimatis setelah melewati rumen. bekatul. Konsentrat yang digunakan adalah ampas bir. mikrobia rumen telah siap dan aktif mencerna hijauan. . kurang memberikan hasil yang optimal dan membutuhkan waktu yang lama. setaria kolonjono sebagai pakan berkualitas tinggi. Salah satu cara mempercepat penggemukan adalah dengan pakan kombinasi antara hijauan dan konsentrat. Ciri-ciri bakalan yang baik adalah : Berumur di atas 2. Satu ekor sapi memerlukan tempat yang lebih luas daripada kandang individu. Kelemahan tipe kandang ini yaitu terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan sehingga sapi yang lebih kuat cenderung cepat tumbuh daripada yang lemah. yaitu : 1 Mineral-mineral sebagai penyusun tulang. Kebutuhan pakan (dalam berat kering) tiap ekor adalah 2.5 tahun. Oleh karena itu PT. Leusin. 3 Vitamin lengkap yang berfungsi untuk berlangsungnya proses fisiologis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh sapi dari serangan penyakit. Pada kandang kelompok. Bentuk tubuh panjang. Pada kandang individu. yaitu individu dan kelompok. Kotoran normal 2. Tipe ini dapat memacu pertumbuhan lebih pesat. Tubuh kurus (bukan karena penyakit). setiap sapi menempati tempatnya sendiri berukuran 2. tulang menonjol dan sehat. NATURAL NUSANTARA membantu peternak dengan mengeluarkan produk VITERNA Plus. karena tidak terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan dan memiliki ruang gerak terbatas. Pakan Berdasarkan kondisi fisioloigis dan sistem pencernaannya. Cl dan lain-lain. 2 Asam-asam amino. lingkar dada 133 cm. Jenis kelamin jantan. yaitu Arginin. Konsentrat diberikan lebih dahulu untuk memberi pakan mikrobia rumen. karena lebih banyak mendapatkan pakan. Penentuan kualitas pakan tersebut berdasarkan tinggi rendahnya kandungan nutrisi (zat pakan) dan kadar serat kasar. Penelitian menunjukkan bahwa penggemukan dengan mengandalkan pakan berupa hijauan saja. Mg.Memilih bakalan memerlukan ketelitian. VITERNA Plus merupakan nutrisi organik yang diolah dari bahan-bahan alami yang mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak. kejelian dan pengalaman.5 m. kandang memiliki dua tipe.

dan HORMONIK tadi dengan dosis 10 cc (1 tutup botol)/10 liter air komboran/ekor dengan interval 2 kali sehari (pagi dan sore). Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). yang lebih utama dilakukan adalah pencegahan penyakit daripada pengobatan. Disamping itu juga untuk adaptasi sapi terhadap lingkungan yang baru. Sapi yang digemukkan secara intensif akan menghasilkan kotoran yang banyak karena mendapatkan pakan yang mencukupi. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi daging adalah a. Cara Praktis Pemakaian VITERNA Plus. POC NASA. Sapi bakalan yang baru hendaknya dikarantina pada suatu kandang terpisah. sebaiknya diberi obat cacing karena berdasarkan penelitian sebagian besar sapi di Indonesia (terutama sapi rakyat) mengalami cacingan. sehingga pembuangan kotoran harus dilakukan setiap saat jika kandang mulai kotor untuk mencegah berkembangnya bakteri dan virus penyebab penyakit. Pada waktu sapi dikarantina.4 Asam . Vaksinasi yang penting dilakukan adalah vaksinasi Anthrax. c. Ca. b. 5. VITERNA Plus. dengan tujuan untuk memonitor adanya gejala penyakit tertentu yang tidak diketahui pada saat proses pembelian. 4. P. Cara pemberian larutan POC NASA. kembung (Bloat) dan lain-lain. Larutan suplemen sudah siap diberikan kepada ternak sapi. tetapi akan mengurangi kecepatan pertambahan berat badan ketika digemukkan. Beberapa jenis penyakit yang dapat meyerang sapi potong adalah cacingan. Usaha pencegahan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan sapi adalah : a. Tambahkan 20 cc (2 tutup botol) HORMONIK ke dalam campuran VITERNA Plus dan POC NASA tadi.asam organik essensial. Waktu mengkarantina sapi adalah satu minggu untuk sapi yang sehat dan pada sapi yang sakit baru dikeluarkan setelah sapi sehat. Pengendalian Penyakit. karena penggunaan obat akan menambah biaya produksi dan tidak terjaminnya keberhasilan pengobatan yang dilakukan. Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati. Aduk/kocok merata. Menjaga kebersihan sapi bakalan dan kandangnya. Vaksinasi untuk bakalan baru. Produksi Daging. POC NASA merupakan formula khusus yang berguna bagi ternak/ikan maupun tanaman yang dibuat murni dari bahan-bahan organik mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak. seperti N. asam asetat dan asam butirat. Pemanfaatan kandang karantina. Dalam pengendalian penyakit. HORMONIK POC NASA dan VITERNA Plus dioplos dalam satu wadah kocok/aduk hingga larut. Pemberian vaksin cukup dilakukan pada saat sapi berada di kandang karantina. Pakan Pakan yang berkualitas dan dalam jumlah yang optimal akan berpengaruh baik terhadap kualitas . Mg. HORMONIK berfungsi sebagai Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) untuk memacu dan meningkatkan bobot ternak. mampu meningkatkan pertumbuhan ternak sapi. diantaranya asam propionat. mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran. Penyakit ini memang tidak mematikan. Kandang karantina selain untuk sapi baru juga digunakan untuk memisahkan sapi lama yang menderita sakit agar tidak menular kepada sapi lain yang sehat. K. ketahanan tubuh.

Ternak jantan tumbuh lebih cepat daripada ternak betina. c. Sebagai bentuk hubungan dalam masyarakat. Namun Apabila usaha sudah berkembang maka aspek legal (ijin-ijin usaha) harus sudah mulai dilengkapi. sehingga pada umur yang sama. Perlakuan pakan dengan NPB akan meningkatkan daya cerna pakan terutama terhadap pakan yang berkualitas rendah sedangkan pemberian VITERNA Plus memberikan berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak sehingga sapi akan tumbuh lebih cepat dan sehat. perijinan tersebut diantaranya adalah: 1. d. ternak jantan mempunyai tubuh dan daging yang lebih besar. sehingga masa penggemukan menjadi lebih singkat. Nomor PokoknWajib Pajak (NPWP). Manajemen Pemeliharaan dengan manajemen yang baik membuat sapi tumbuh dengan sehat dan cepat membentuk daging. daging. maka sebaiknya diperoleh ijin kepada tetangga terdekat dan Kepala Dusun. sebab untuk tahap awal tidak membutuhkan aspek legal yang lengkap. Jenis Kelamin. ASPEK LEGALITAS Legalitas untuk budidaya penggemukan sapi potong/pedaging relatif mudah. Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Akte Pendirian Perusahaan melalui Notaris dan lainnya sesuai dengan kebutuhan perusahaan . Surat Ijin Tempat Usaha (SITU). 3.b. Faktor Genetik Ternak dengan kualitas genetik yang baik akan tumbuh dengan baik/cepat sehingga produksi daging menjadi lebih tinggi. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP). 5. 2. 4.

000.000 7.000 37.000 369.000 Rp Rp Rp 123.131.500.000 1. BIAYA INVESTASI Kandang dan peralatannya Sewa lahan 4.000 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 30.000 1. BIAYA TIDAK TETAP Biaya bibit @ Rp.000 m2 per tahun Total B.000 45.000.3.000 1.00 x 96 Biaya tenaga kerja @ Rp 2.000 Biaya Pakan per hari Rp.000 246. BIAYA TETAP Biaya penyusutan kandang dan peralatannya Sewa Lahan Total C. 3.000.000. 5.500.500.000 Biaya Tenaga Kerja per hari Rp.125.869.000.000/hari x 90 x 10 ekor Biaya pakan sapi Rp. 20. 4.000 Biaya kandang per ekor Rp.000 Uraian A.000 o .000/hari x 90 hari x 10 ekor Biaya obat-obatan Biaya lain-lain Total D.800.000.ANALISA USAHA 1.000.000 4. 2.500.000 umur ekonomis 20 tahun Harga jual Rp.000. ASUMSI o o o o o o o o o Sapi perkandang 10 ekor masa penggemukan 90 hari harga bakalan Rp.000 11. Rp Rp 10.000 37. TOTAL BIAYA Penerimaan @Rp 4. 5.000 x 10 ekor Keuntungan Jumlah (Rp) Rp.000 200.1.000.000 Biaya obat per ekor Rp.

.

000.b.000.000..000.Jumlah biaya produksi Rp.095.50 x 365 hari .37.482.3) Keuntungan a. 8. 69. Tanpa memperhitungkan biaya tenaga internal keuntungan Penggemukan 25 ekor sapi selama setahun.307.000.- 2) Pendapatan a.550 kg Harga jual sapi hidup: Rp. 3.-/kg x 13. 410.- 2) Pendapatan a.61 Gambaran Peluang Agribisnis Sapi potong mempunyai potensi ekonomi yang tinggi baik sebagai ternak potong maupun ternak .Rp. B/C ratio = 1. Penjualan sapi kereman Tambahan berat badan: 25 x 365 x 0. Penjualan sapi kereman Tambahan >Rp. 1.c.500. Rp.205.000.Konsentrat: 25 x 2kg x Rp.000. 12.Rp. Pembelian 25 ekor bakalan : 25 x 250 kg x Rp.d.897. Kandang Rp. 7.Rp.200.b.Jumlah pendapatan Rp.8 kg = 7.750. 75. Retribusi kesehatan ternak: 25 x Rp.x 365 hari Rp. Pakan .110.300 kg = 13.4) Parameter kelayakan usaha a. 42..Rp.000.307. 69.500.500. Penjualan kotoran basah: 25 x 365 x 10 kg x Rp. 75. 48. 112. 12.Hijauan: 25 x 35 kg x Rp.Jumlah biaya produksi Rp. 1.550 kg Rp. 7.000..Analisa Usaha Ternak Sapi Analisa Usaha Ternak Sapi Perkiraan analisis budidaya sapi potong kereman setahun di Bangli skala 25 ekor pada tahun 1999 adalah sebagai berikut: 1) Biaya Produksi a.000.800.500.000.300 kg Berat sapi setelah setahun: (25 x 250 kg) + 7. 111.

Konsumen dalam negeri ( Golongan menengah keatas ) Segmen ini merupakan segmen terbesar yang kebutuhan dagingnya kebanyakan dipenuhi dari pasokan dalam negeri yang masih belum memperhatikan kualitas tertentu sebagai persyaratan kesehatan maupun selera. Penebar Swadaya. 11. Di samping itu juga kemungkinan terdapat konsumen manca negara yang selama ini belum terjangkau oleh pemasok dalam negeri. Golongan ini mencakup porsi yang paling besar dalam konsumsi daging. perdagangan antar pulau. Konsumen asing Konsumen asing yang mencakup keluarga-keluarga diplomat. Petunjuk Teknis Pemeliharaan Sapi Potong. artinya ekspor belum dilakukan/jika dilakukan porsinya tidak signifikan. . 2. Konsumen ini terutama meliputi: hotel dan restauran dan yang jumlahnya semakin meningkat Adapun mengenai tata niaga daging di negara kita diatur dalam inpres nomor 4 tahun 1985 mengenai kebijakansanakan kelancaran arus barang untuk menunjang kegiatan ekonomi. Mereka ini dapat dikelompokkan lagi ke dalam ova sub segmen yaitu : 1. Yusni Bandini. Usaha Ternak Sapi. 1997. 1991. yang mewakili peternak penggemukan c) ASPIDI (Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia). 24 Januari 1994. Sapi Bali.bibit.Program Magister Manajemen UGM. diperkirakan mencapai 98% dari konsumsi total. atau disebut konsumen rumah tangga adalah pembeli-pembeli yang membeli untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan individunya. yang mewakili pemasok produksi peternakan rakyat. b) APFINDO (Asosiasi Peternak Feedlot (penggemukan) Indonesia). Kanisius. industri pengolahan. Jakarta. Teuku Nusyirwan Jacoeb dan Sayid Munandar. Jakarta Undang Santosa. 2. Tata Laksana Pemeliharaan Ternak Sapi. Konsumen untuk daging di Indonesia dapat digolongkan ke dalam beberapa segmen yaitu : a) Konsumen Akhir Konsumen akhir. Penebar Swadaya. DAFTAR PUSTAKA 1. Yogyakarta. b) Konsumen Industri Konsumen industri merupakan pembeli-pembeli yang menggunakan daging untuk diolah kembali menjadi produk lain dan dijual lagi guna mendapatkan laba. Lokakarya Nasional Manajemen Industri Peternakan. 5. hotel. 1996. Direktorat Bina Produksi Peternaka 4. Abbas Siregar Djarijah. restoran. 1995. Jakarta. Selama ini sapi potong dapat mempunyai kebutuhan daging untuk lokal seperti rumah tangga. Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian. Yogyakarta. Pasaran utamanya adalah kota-kota besar seperti kota metropolitan Jakarta. 3. karyawan perusahaan dan sebagian pelancong ini porsinya relatif kecil dan tidak signifikan. Di Indonesia terdapat 3 organisasi yang bertindak seperti pemasok daging yaitu : a) KOPPHI (Koperasi Pemotongan Hewan Indonesia).

RL.6. Kohl. and J. Macmillan Publishing Co. . Marketing of Agricultural Products. 5 th ed. Uhl. 1986. New York.N.

000. 7.x 365 hari Rp.000.Rp. Pasaran utamanya adalah .000. 410. 3.-/kg x 13. Pembelian 25 ekor bakalan : 25 x 250 kg x Rp..000.. Pakan .d. perdagangan antar pulau.50 x 365 hari .Jumlah biaya produksi Rp. 7.Rp.8 kg = 7.000.Analisa Usaha Ternak Sapi Perkiraan analisis budidaya sapi potong kereman setahun di Bangli skala 25 ekor pada tahun 1999 adalah sebagai berikut: 1) Biaya Produksi a.500. Penjualan sapi kereman Tambahan >Rp.3) Keuntungan a.550 kg Harga jual sapi hidup: Rp. 75.000.307. 1.- 2) Pendapatan a.897. 42.4) Parameter kelayakan usaha a.b.500.300 kg Berat sapi setelah setahun: (25 x 250 kg) + 7.Hijauan: 25 x 35 kg x Rp.482. Penjualan sapi kereman Tambahan berat badan: 25 x 365 x 0. Selama ini sapi potong dapat mempunyai kebutuhan daging untuk lokal seperti rumah tangga.Jumlah pendapatan Rp.110.37. 111. 12. hotel. 8. 112.500.000. industri pengolahan.c.000. Retribusi kesehatan ternak: 25 x Rp.500.Konsentrat: 25 x 2kg x Rp. Kandang Rp.Jumlah biaya produksi Rp.307. Tanpa memperhitungkan biaya tenaga internal keuntungan Penggemukan 25 ekor sapi selama setahun. 12. 48.000.000.. 69.Rp. Penjualan kotoran basah: 25 x 365 x 10 kg x Rp. 1.Rp. B/C ratio = 1. restoran.205.000.800.200.- 2) Pendapatan a. Rp.750.b.300 kg = 13.550 kg Rp. 69.095. 75.61 Gambaran Peluang Agribisnis Sapi potong mempunyai potensi ekonomi yang tinggi baik sebagai ternak potong maupun ternak bibit.

Konsumen ini terutama meliputi: hotel dan restauran dan yang jumlahnya semakin meningkat Adapun mengenai tata niaga daging di negara kita diatur dalam inpres nomor 4 tahun 1985 mengenai kebijakansanakan kelancaran arus barang untuk menunjang kegiatan ekonomi. 1997. yang mewakili peternak penggemukan c) ASPIDI (Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia). Direktorat Bina Produksi Peternaka 4. artinya ekspor belum dilakukan/jika dilakukan porsinya tidak signifikan. 2. diperkirakan mencapai 98% dari konsumsi total. Jakarta Undang Santosa. 1991. Jakarta. 3. Marketing of Agricultural Products. Di samping itu juga kemungkinan terdapat konsumen manca negara yang selama ini belum terjangkau oleh pemasok dalam negeri. Tata Laksana Pemeliharaan Ternak Sapi. DAFTAR PUSTAKA 1. Teuku Nusyirwan Jacoeb dan Sayid Munandar. b) APFINDO (Asosiasi Peternak Feedlot (penggemukan) Indonesia). RL. Petunjuk Teknis Pemeliharaan Sapi Potong. 1995. . 1986. Kanisius. b) Konsumen Industri Konsumen industri merupakan pembeli-pembeli yang menggunakan daging untuk diolah kembali menjadi produk lain dan dijual lagi guna mendapatkan laba. Uhl. Yogyakarta. Macmillan Publishing Co. Mereka ini dapat dikelompokkan lagi ke dalam ova sub segmen yaitu : 1. Jakarta. Konsumen untuk daging di Indonesia dapat digolongkan ke dalam beberapa segmen yaitu : a) Konsumen Akhir Konsumen akhir. 24 Januari 1994. 2. 11. 5.Program Magister Manajemen UGM.N. yang mewakili pemasok produksi peternakan rakyat. 1996. Sapi Bali. Di Indonesia terdapat 3 organisasi yang bertindak seperti pemasok daging yaitu : a) KOPPHI (Koperasi Pemotongan Hewan Indonesia). Konsumen dalam negeri ( Golongan menengah keatas ) Segmen ini merupakan segmen terbesar yang kebutuhan dagingnya kebanyakan dipenuhi dari pasokan dalam negeri yang masih belum memperhatikan kualitas tertentu sebagai persyaratan kesehatan maupun selera. 6. karyawan perusahaan dan sebagian pelancong ini porsinya relatif kecil dan tidak signifikan. New York. Yusni Bandini. Abbas Siregar Djarijah.kota-kota besar seperti kota metropolitan Jakarta. Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian. Yogyakarta. and J. Lokakarya Nasional Manajemen Industri Peternakan. atau disebut konsumen rumah tangga adalah pembeli-pembeli yang membeli untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan individunya. 5 th ed. Penebar Swadaya. Penebar Swadaya. Kohl. Konsumen asing Konsumen asing yang mencakup keluarga-keluarga diplomat. Usaha Ternak Sapi. Golongan ini mencakup porsi yang paling besar dalam konsumsi daging.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful