P. 1
struktur-hadis

struktur-hadis

|Views: 279|Likes:
Published by Rheza Rayha Fahrepi

More info:

Published by: Rheza Rayha Fahrepi on Jul 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2015

pdf

text

original

Struktur Hadits Nabi Hadits Nabi yang lengkap terdiri atas sanad, matan dan Mukharrij sebagaimana contoh

yang dikutib dari kitab al-Mustadrak di bawah ini:1

‫أخبرني أبو علي الحسين بن علي الحافظ ثنا إبراهيم بببن أبببي‬ ‫طالب ومحمد بن إسحاق قال ثنا محمد بن يحيى ثنا محمد بببن‬ ‫يوسف ثنا الوزاعي حدثني الزهري عن عطاء بن يزيد الليثي‬ ‫عن أبي أيوب النصاري قال قال رسول ال صببلى ال ب عليببه‬ ‫وسلم الوتر حق فمن شاء فليوتر بخمببس ومببن شبباء فليببوتر‬ ‫بثلث ومن شاء فليوتر بواحدة – رواه الحاكم‬
Dari contoh di atas, terdapat tiga unsur pokok yang terkandung di dalamnya, yaitu sanad, matan dan Mukharrij (rawi terahir yang menghimpun hadits yang diriwayatkannya). 1. Pengertian sanad dan Matan hadits Sanad dari segi bahasa artinya (sandaran, tempat bersandar, yang

menjadi sandaran). Sedangkan menurut istilah ahli hadis, sanad yaitu:

(Jalan yang menyampaikan kepada matan hadis). Contoh :

1

Al-Hakim, Al-Mustadrak ala al-Shahihaini, Juz I, hal. 444

yang menerimanya dari Abdullah ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda. Muhammad bin Yahya sebagai sanad ke tiga 4. Ibrahin bin Abi Thalib dan Muhammad bin Ishaq sebagai sanad ke dua 3. Antara lain: ‫ألخبار عن طريق المتن‬ ( berita tentang jalan yang dilalui Matan).. atau (rangkaian orang-orang yang meriwayatkan. maka urutan sanad hadits di atas adalah sebagai berikut: 1. Muhammad bin Yusuf sebagai sanad ke empat 2 Ajjaj al-Khatib. 283 . Atas dasar pengertian ini maka serentetan nama dalam hadits di depan (riwayat imam al-Hakim). Ia juga bisa berarti jalan2. kaki bukit atau kaki gunung.(Bairut: Dar al-Fikr. sanad bisa berarti sandaran.) Dari sisi kebahasaan. "Janganlah sebagian dari antara kamu membeli barang yang sedang dibeli oleh sebagian yang lainnya.Artinya: "Dikhabarkan kepada kami oleh Malik yang menerimanya dari Nafi.. mulai dari Abu Ali al-Husain sampai dengan Abu Ayub al-Anshari adalah di sebut sanad. ‫سلسلة الرجال الموصلة للمتببن‬ yang menyampaikan kepada matan hadits ) Dari dua pengertian istilah tersebut dapat disimpulkan bahwa sanad adalah “rangkaian perawi yang disebut sebelum matan hadits”. Dengan demikian.Sedangkan Menurut istilah dapat dirumuskan. Ushul al-Hadits Ulumuhu wa Mushtalahuhu. 1981). Abu Ali al-Husain bin Ali sebagai sanad pertama (awal sanad) 2. hal. " (Al-Hadis) Dalam hadis tersebut yang dinamakan sanad adalah: (Dikhabarkan kepada kami oleh Malik yang menerimanya dari nafi yang menerimanya dari Abdullah ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda:.

Jumlah rangkaian rawi dalam sanad suatu hadits . Al-Awza’I adalah sebagai sanad ke lima 6. Salah satu contohnya adalah kitab Musnad Ahmad bin Hambal. ada juga yang disebut dengan istilah “ausat al-sanad”. yang langsung mendengar atau melihat langsung dari Nabi saw. Pengertian lain tentang Musnad adalah kitab hadits yang disusun berdasarkan sistematika nama perawi pertamanya. bukan sanad pertama (Abu Ali alHusain). Bahkan Abdullah bin Mubarak menyatakan bahwa sanad itu bagian dari agama. Dalam konteks sanad hadis al-Hakim di depan. Ulama hadits menilai sanad suatu hadits sebagai sesuatu yang amat penting. Adapun Isnad artinya menerangkan atau menjelaskan sanad suatu hadits. Abu Aiyub al-Anshari sebagai sanad ke delapan (ahir sanad) Oleh karena terdapat istilah “awal sanad” dan “ahir sanad”. Demikian pula hadits yang diriwayatkan A’isyah diletakkan dalam satu bab. Tetapi ada yang hanya empat. Muhammad bin Sirin menyatakan bahwa sesungguhnya pengetahuan tentang hadits merupakan bagian dari agama. Musnad adalah hadits yang disebut lengkap dengan sanadnya sampai kepada Nabi saw. Kemudian dalam hubungannya dengan istilah sanad ini dikenal juga istilah Musnad. maka yang disebut dengan awsat al-sanad adalah seluruh sanad yang berada di atara Abu Ali al-Husain dan Abu Aiyub al-Anshari. Musnid dan Isnad.5. Misalnya hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas diletakkan dalam satu bab. yaitu al-Hakim. lima. maka perhatikanlah dari siapa kamu mengambil agamamu itu. Dalam kaitannya dengan istilah perawi (orang yang meriwayatkan hadits). Sedangkan perawi terahirnya adalah Mukharrij. maka yang disebut perawi pertama adalah orang yang menjadi sanad terahir. Sedangkan yang dimaksud dengan Musnid adalah orang yang meriwayatkan hadits lengkap dengan sanadnya. tidak mesti berjumlah delapan sebagaimana contoh di atas. Sekiranya sanad hadits itu tidak ada . maka niscaya siapa saja akan bebas . enam. tujuh atau lebih. Atho’ bin Yazid al-Laitsi sebagai sanad ke tujuh 8. Al-Zuhri sebagai sanad ke enam 7.

mengeluarkan. atau tanah tinggi yang keras. Nah di sinilah arti penting suatu sanad. tetapi berita itu tidak memiliki sanad sama sekali. matan yaitu: (perkataan yang disebut pada akhir sanad.menyatakan apa saja yang dikehendakinya. 1992). Oleh karena demikian pentingnya kedudukan sanad. yakni sabda Nabi SAW yang disebut sesudah habis peneyebutan sanad ) . Bahkan menurut sebagian pakar bahasa arab. mengikat”. 23-24 3 .Contonya antara lain adalah Artinya: " Dari Muhammad yang diterima dari Abu Salamah yang diterimanya dari Abu Suhudi Ismail. Sedangkan Matan dari segi bahasa artinya punggung jalan (permukaan jalan). arti matan adalah “membelah. maka suatu berita yang dinyatakan sebagai hadits Nabi oleh seseorang. Sedangkan menurut istilah ahli hadis. hadits Nabi itu sesungguhnya merupakan fakta sejarah. Oleh karena itu maka sanad suatu hadits dapat juga disebut sebagai sumber sejarah. Dr. Hal. Metodologi Penelitian Hadits Nabi. Ia merupakan salah satu factor yang menentukan keabsahan dan akurasi suatu fakta sejarah tersebut.3 Dari sudut pandang ilmu sejarah. maka berita tersebut oleh ulama hadits tidak dapat disebut sebagai hadits Nabi. (Jakarta: Bulan Bintang.

Ali bin Abu Thalib tidak menerima hadis sebelum yang meriwayatkannya disumpah. " (Al-Hadis) Adapun yang disebut matan dalam hadis tersebut yaitu: ‫لول ان اشق على امتي لمرتهم بالسواك عند كل صلة. Jika dirasa tak perlu meminta saksi atau sumpah para perawi. mereka pun menerima periwayatannya. 2. matan menjadi amat penting bagi kaum muslimin. Pada masa Abu bakar r. Meminta seorang saksi kepada perawi. periwayatan hadis diawasi secara ketat dan hati-hati. artinya matan hadits itu merupakan bagian dari ajaran Islam yang dapat dijadikan sebagai petunuk bagi orang yang bertaqwa. . bahwa Rasulullah SAW bersabda. sebab ia merupakan materi kajian yang memuat ajaran-ajaran Nabi saw. "Seandainya tidak memberatkan terhadap umatku.a.رواه‬ ‫البخاري‬ Dari penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa matan itu pada prinsipnya adalah “isi atau materi hadits yang di beritakan”. bukanlah merupakan keharusan dan hanya merupakan jalan untuk menguatkan hati dalam menerima yang isi yang diberitakan itu. Kedudukan sanad Hadits Para ahli hadis sangat hati-hati dalam menerima suatu hadis kecuali apabila mengenal dari siapa mereka menerima setelah benar-benar dapat dipercaya. Pada umumnya riwayat dari golongan sahabat tidak disyaratkan apa-apa untuk diterima periwayatannya. dan Umar r. dan tidak akan diterima jika tidak disaksikan kebenarannya oleh seorang lain.a. Oleh karena itu . Akan tetapi mereka pun sangat hati-hati dalam menerima hadis . niscaya aku suruh mereka untuk bersiwak (menggosok gigi) setiap akan melakukan salat.Hurairah.

Kedudukan sanad dalam hadis sangat penting.Adapun meminta seseorang saksi atau menyeluruh perawi untuk bersumpah untuk membenarkan riwayatnya. Sanad merupakan jalan yang mulia untuk menetapkan hukum-hukum Islam. karena hadis yang diperoleh/ diriwayatkan akan mengikuti siapa yang meriwayatkannya. termasuk tugas agama Andaikata tidak diperlukan sanad. Antara kami ." Abdullah lbnu Mubarak berkata: Artinya: "Menerangkan sanad hadis. bahwa beliau berkata: Artinya: "Ilmu ini (hadis ini). tidak dipandang sebagai suatu undang-undang umum diterima atau tidaknya periwayatan hadis. untuk diamalkan. di antaranya diriwayatkan oleh Muuslim dari Ibnu Sirin. maka perlu didatangkan saksi/keterangan. Jika sewaktu-waktu ragu tentang riwayatnya. tentu siapa saja dapat mengatakan apa yang dikehendakinya. Yang diperlukan dalam menerima hadis adalah adanya kepercayaan penuh kepada perawi. Dengan sanad suatu periwayatan hadis dapat diketahui mana yang dapat diterima atau ditolak dan mana hadis yang sahih atau tidak. karena itu telitilah orang-orang yang kamu mengambil agamamu dari mereka. idlah agama. Ada beberapa riwayat dan atsar yang menerangkan keutamaan sanad.

Artinya: "Perumpamaan orang yang mencari (menerima) hadis tanpa sanad. " Perhatian terhadap sanad di masa sahabat yaitu dengan menghapal sanadsanad itu dan mereka mempuyai daya ingat yang luar biasa. Dengan adanya perhatian mereka maka sunnah Rasul dapat terpelihara dari tangan-tangan ahli bid'ah dan para pendusta. dengan bersambung-sambung perawiperawinya adalah suatu keistimewaan dari Allah khususnya kepada orang-orang Islam. sama dengan orang yang mengumpulkan kayu bakar di malam hari. Ibnu Majah dan sebagainya. Perumpamaan orang yang mencari hukum-hukum agamanya. Turmudzi . 3. Imam Muslim. adalah seperti orang yang menaiki loteng tanpa tangga. tanpa memerlukan sanad.imam hadis berusaha pergi dan melawat ke berbagai kota untuk memperoleh sanad yang terdekat dengan Rasul yang dilakukan sanad 'aali Ibn Hazm mengatakan bahwa nukilan orang kepercayaan dari Orang yang dipercaya hingga sampai kepada Nabi SAW." Asy-Syafii berkata. ialah sanad. Dalam konteks contoh di atas adalah Al-Hakim. Abu Dawud. Contoh lain misalnya Imam al-Bukhari.dengan mereka. Pengertian Mukharrij Kata mukharrij secara bahasa adalah orang yang mengeluarkan hadits. dan telah membukukan/ menghimpun hadits-haditsnya tersebut dalam satu kitab. Karenanya pula imam. Nasa’i. . Sedangkan menurut makna istilah yang dimaksud di sini antara lain adalah orang yang meriwayatkan hadits lengjkap dengan sanadnya.

Hajji 3. Sedang orang yang melakukan kegiatan tersebut juga dinamakan Mukharrij atau Mustakhrij. bab Thaharah Termaktub dalam kitab Sunan Abu Dawud. yaitu kitab mustakhraj hadist untuk hadits-hadits yang dimuat dalam kitab Shahih al-Bukhari. misalnya kitab shahih al-Bukhari.Selanjutnya jika usaha Mukharrij tersebut dihimpun dalam satu buku/kitab. sebanyah 3 tempat 5. istilah takhrij juga dapat berarti menerangkan kaadaan perawi.Apabila kita mengutip matan hadits dari kitab tertentu. atau takhrij. bab Taharah dan al-Wudlu’. bab thaharh dan Termaktub dalam kitab Sunan al-Turmudzi. Selain itu.dan orang yang melakukan disebut dengan istilah Mukharrij. bab a-shoum dan bab al-tamanni . karya Abu Nu’aim. kemudian kita mencari matan hadits yang sama di kitab yang lain (misalnya Shahih Muslim) dengan sanad yang berbeda. Contohnya adalah kitab Mustakhraj Abu Nu’aim. qiyam al-lail 6. 2.Bukhari Bab Termaktub dalam kitab Shahih Nuslim. maka pekerjaan yang demikian ini disebut istikhraj. bab thaharah Termaktub dalam kitab Sunan al-Nasa’i. Umpamanya sebagai berikut: ‫أن رسول ال صلى ال عليه وسلم قال لول أن أشق على أمتي أو‬ ‫على الناس لمرتهم بالسواك مع كل صلة‬ 1. sanad dan derajat hadits yang terdapat dalam suatu kitab yang belum diterangkan Termaktub dalam kitab sunan Ibnu Majah. Istilah Takhrij juga dapat berarti : menjelaskan bahwa sutu hadist (misalnya hadits tentang perintah bersiwak/gosok gigi) terdapat dalam sutu kitab hadits tertentu. maka kitab yang demikian itu dinamakan Kitab Mustakhraj . dan iqamat al-shalat Pekerjaan demikian ini juga dapat dinamakan takhrij al-Hadits. bab al-jum’at. tetapi dapat bertemu dengan sanad al-Bukhari. sebanyah 4 tempat 4. bab tharah Hadits ini termaktub dalam kitab Shahih al.

Ulumul Hadits (Jakarta: AMZAH.derajatnya. 109 4 . thabaqat tabi’in. Hal. atau dalam sanad saja)5. thabaqat para perawi sejak generasi sahabat Nabi sampai akhir periwayatan terdapat 12 thabaqat sebagai berikut: 1. thabaqat tabi’ tabi’in dan seterusnya. Drs. dalam buku Pengantar Ilmu Hadits. Misalnya thabaqat sahabat. 1991). 5. karya Ibnu Sa’ad. Secara tehnis (istilah) thabaqat adalah ‫قوم تقارب في السببن والسببناد أوفببي‬ ‫السناد‬ (yaitu kaum yang berdekatan atau sebaya dalam usia dan dalam sanad. Dr. Thabaqat dekat pertengahan seperti Ibnu Syihab al-Zuhri Thabaqat yunior (al-shughra) tapi tidak pernah mendengar Thabaqat tabi’in pertengahan (al-wustha) seperti Ibnu Thabaqat sahabat dengan berbagai tingkatannya Thabaqat tabi’in senior (al-kubra) seperti Sa’id bin dari sahabat seperti al-A’masy (pernah bertemu sahabat.(Bandung: Ankasa. Abd. Wahab al-Subki dan lain-lain. Tingkatan Generasi Perawi Hadits Menurut istilah ahli hadits. kitab Thabaqat al-Kubra. 2008) hal. Kitab thabaqat yang popular antara lain. yaitu kitab yang menerangkan derajat hadits-hadits yang terdapat dalam kitab tafsir al-Kassyaf. karya Abd. 22-23 5 H. Jadi thabaqat adalah sekelompok perawi yang hidup dalam satu generasi atau satu masa dalam periwayatan hadits. kitab Thabaqat alSyafi’iyah. tapi tidak meriwayatkan hadits darinya) Lihat penjelasan Syuhudi Isma’il. tingkatan generasi perawi ini disebut thabaqat. Sedangkan yang dimaksud dengan “berdekatan dalan isnad” adalah satu (tunggal) guru/ perguruan.4 4. Musayyab 3. Sirin 4. 2. Di antara kegunaan mengetahui thabaqat adalah menghindari terjadinya kerancuan dua nama perawi yang sama atau hampir sama. Majin Khon. oleh Jamaluddin alHanafi. MenurutIbnu Hajar al-Atsqalani. karya Al-Zamakhsyari. misalnya seperti : Takhriju Ahadits al-Kassyaf.

seperti al-Turmudzi Thabaqat Perawi menurut Ibnu Hajar al-Atsqalani Shahabat Nabi pernah bertemu dengan sahabat . 10. seperti Imam al-Syafi’i Thabaqat murid Tabi’ Tabi’in senior. 9.tapi tak pernah bertemu shahabat Tabi’ Tabi’in senior Tabi’ Tabi’in Pertengahan Tabi’ Tabi’in Yunior Murid Tabi’ Tabi’in Senior MuridTabi’ Tabi’in Pertengahan Murid Tabi’ Tabi’in Yunior . 7. 8. seperti Ahmad bin Thabaqat murid Tabi’ Tabi’in pertengahan. Thabaqat satu generasi dengan tabi’in yunior.6. seperti Malik bin Anas Thabaqat Tabi’ Tabi’in pertengahan. seperti Imam Thabaqat murid Tabi’ Tabi’in yunior. tapi tidak Thabaqat Tabi’ Tabi’in senior. Hambal 11. seperti Ibnu Uyainah Thabaqat Tabi’ Tabi’in yunior. al-Bukhari 12. seperti Ibnu Juraij Tabi’in Senior Tabi’in Pertengahan Tabi’in Dekat Pertengahan Tabi’in Yunior Satu generasi dg Tabi’in yunior.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->