P. 1
Peranan Guru Dalam Bimbingan Konseling Sekolah

Peranan Guru Dalam Bimbingan Konseling Sekolah

|Views: 153|Likes:
Published by Ant Muntah

More info:

Published by: Ant Muntah on Jul 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2013

pdf

text

original

Makalah Profesi Pendidikan tentang “PERANAN GURU DALAM BIMBINGAN KONSELING SEKOLAH” Dosen Pembina : Zulkifli, M.

Pd

Oleh: Kelompok VI

Februl Defila (10050051) Lili Susanti (10050079) Resi Wulandari (10050059)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT 2012

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakng Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 pasal 3 menyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Bimbingan dan konseling merupakan suatu program yang terintegrasi dalam keseluruhan proses pembelajaran. Kegiatan bimbingan dan konseling pada dasarnya adalah usaha sadar yang dilakukan oleh guru pembimbing bersama siswanya untuk mencapai kemandirian dalam keseluruhan proses kehidupan, baik sebagai individu, anggota kelompok,keluarga atau masyarakat pada umumnya. Banyaknya terjadi kasus-kasus menyimpang dari aturan sekolah yang berlaku, yang disebabkan oleh factor-faktor dari dalam maupun dari luar. Artinya baik masalah yang datang atau timbul dari sokolah itu sendiri maupun dari luar sekolah, seperti keluarga masyarakat, maupun lingkungannya itu sendiri. Jadi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru pembimbing serta staf staf yang ada disekolah tidak mampu mengatasi itu semua. Jadi disini di butuhkan atau dihadirkan seorang guru yang bisa mengatasi itu semua. Dimana guru tersebut telah memnuhi criteria, dan keahlian dalam bidang tersebut yaitu mengatasi masalah siswa nya, dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling.

B. Tujuan Tujuan utama dibuatnya makalah ini adalah untuk mengetahui tentang peranan masing-masing dari personil sekolah dalam bimbingan dan konseling,
2

Manfaat Manfaat dari pembuatan makalah tentang peranan guru dalam bimbingan konseling ini adalah: Bagi masyarakat dapat mengetahui apa fungsi dan peranan dari masing-masing personil sekolah. Koordinator bimbingan dan konseling. guru pembimbing. Guru mata pelajaran dan guru praktik. Tujuan pemberian layanan dan konseling ini oleh guru adalah agar terlaksananya kegiatan yang ada di skolah.yang terdiri atas kepala sekolah. ataupun yang lainnya. 3 . Koordinator bimbingan dan konseling. C. Guru mata pelajaran dan guru praktik. wakil kepala sekolah. dan wali kelas dalam bimbingan konseling di sekolah. guru pembimbing. wakil kepala sekolah. dan wali kelas. baik itu kegiatan belajar. yang terdiri atas kepala sekolah.

Dinmeyer dan Caldwell (dalam terutama dari kepala sekolah sebagai Kusmintardjo. kepala sekolah adalah orang yang paling berpengaruh dalam pengembangan atau peningkatan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolahnya. administrator dan supervisor. Peranan Personil Sekolah Dalam Manejemen Bimbingan Dan Konseling Keberhasilan penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah. juga perlu melibatkan kepala sekolah. guru mata pelajaran dan wali kelas. Selain Guru Pembimbing atau Konselor sebagai pelaksana utama.BAB II PERANAN GURU DALAM BIMBINGAN KONSELING SEKOLAH A. namun juga sangat ditentukan oleh komitmen dan keterampilan seluruh staf sekolah. Kepala sekolah Keberhasilan program layanan bimbingan dan konseling di sekolah tidak hanya ditentukan oleh keahlian dan ketrampilan para petugas bimbingan dan konseling itu sendiri. sebagai berikut: 4 . tidak lepas dari peranan berbagai pihak di sekolah. Tugas masing masing personil tersebut khususnya dalam kaitannya dengan pelayanan bimbingan konseling adalah sebagai berikut : 1. penyelenggaraan Bimbingan dan konseling di sekolah. kepala sekolah bertanggung jawab dalam melaksanakan program-program penilaian. penelitian dan perbaikan atau peningkatan layanan bimbingan dan konseling. Ia membantu mengembangkan kebijakan dan prosedur-prosedur bagi pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolahnya. Sebagai supervisor. 1992) menguraikan peranan dan tanggung jawab kepala sekolah dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. Karena posisinya yang sentral. kepala sekolah bertanggungjawab terhadap kelancaran pelaksanaan seluruh program sekolah. Sebagai administrator. khususnya program layanan bimbingan dan konseling di sekolah yang dipimpinnya. Secara lebih terperinci.

Memberikan dorongan dan semangat dalam hal pengembangan dan penggunaan waktu belajar untuk pengalaman-pengalaman bimbingan dan konseling. guru dan pihak lain yang berkepentingan dengan layanan bimbingan dan konseling. 4. 5. orang tua murid. Menentukan staf yang memadai. 6. 9. rapat orang tua murid atau dalam bulletin-buletin bimbingan dan konseling. termasuk hubungan antara staf dan suasana dalam kelas). Ikut serta dalam menetapkan dan menjelaskan peranan anggota-anggota stafnya. rapat sekolah. Memberikan dorongan untuk pengembangan lingkungan yang dapat meningkatkan hubungan antar manusia untuk menggalang proses bimbingan dan konseling yang efektif (dalam hal ini berarti kepala sekolah hendaknya menyadari bahwa bimbingan dan konseling terjadi dalam lingkungan secara global. Berusaha membentuk dan menjalin hubungan kerja yang kooperatif dan saling membantu antara para konselor. kelompok maupun individual. 8. Mendelegasikan tanggung jawab kepada “guidance specialist” atau konselor dalam hal pengembangan program bimbingan dan konseling. namun bukan sebagai penegak disiplin. Memberikan penjelasan kepada semua staf tentang program bimbingan dan konseling dan penyelenggaraan “in-service education” bagi seluruh staf sekolah. 5 . Memberikan support administratif. 3.1. baik segi profesinya maupun jumlahnya menurut keperluannya. dan masyarakat melalui rapat guru. Penanggung jawab dan pemegang disiplin di sekolah dengan memberdayakan para konselor dalam mengembangkan tingkah laku siswa. 2. Menyediakan fasilitas dan material yang cukup untuk pelaksanaan bimbingan dan konseling. 7. 10. memberikan dorongan dan pimpinan untuk seluruh program bimbingan dan konseling. baik klasikal. Memperkenalkan peranan para konselor kepada guru-guru. 11. murid-murid.

7. Memilih dan menentukan para konselor. misalnya para petugas untuk membina perpustakaan bimbingan. Untuk menentukan tugas-tugas ini kepala sekolah dapat meminta bantuan kepada anggota staf yang lain. Staff selection. waktu dan fasilitas untuk kepentingan program bimbingan dan konseling di sekolahnya. Allen dan Christensen (dalam Kusmintardjo. Time and facilities. dan sebagainya. mengemukakan peranan dan tanggung jawab kepala sekolah dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah sebagai berikut: 1. Mengusahakan dan mengalokasikan dana. 4. para petugas penyelenggara testing. dan orang tua murid/masyarakat terhadap program bimbingan dan konseling. murid. 6.Sementara itu. 5. 2. Merencanakan waktu (jadwal) untuk kegiatan-kegiatan bimbingan dan konseling. 2. dan membagi tanggung jawab. Mengembangkan sikap-sikap yang favorable di antara para guru. 1992). Description of staff roles. Menyusun rencana untuk mengumpulkan dan menyebarluaskan infomasi tentang pekerjaan/jabatan. Mengadakan pembagian tugas untuk keperluan bimbingan dan konseling. Menentukan tugas dan peranan dari anggota staf. 6 . Menyediakan fasilitas untuk keperluan penyelenggaraan bimbingan dan konseling. 3. Memilih staf yang mempunyai kepribadian dan pendidikan yang cocok untuk melaksanakan tugasnya. Dari uraian di atas. 3. maka dapatlah disimpulkan bahwa tugas kepala sekolah dalam pengembangan program bimbingan dan konseling di sekolah ádalah sebagai berikut: 1. Termasuk disini mengadakan analisa untuk mengetahui apakah diantara staf yang ada terdapat orang yang sanggup melakukan tugas yang lebih spesialis. Merencanakan program untuk mewawancarai murid dengan tidak mengganggu jalannya jadwal pelajaran sehari-sehari.

7 . Menginterpretasikan program bimbingan dan konseling kepada murid-murid yang diberi pelayanan. prasarana dan sarana alat dan perlengkapan pelayanan bimbingan dan konseling. 7) Memberikan tindak lanjut terhadap analisis penilaian bimbingan dan konseling. b) Mengusulkan kepada kepala sekolah dan mengusahakan bagi terpenuhinya tenaga. 1992) 2. (R. 2) 3) 4) Menyusun program kegiatan bimbingan dan konseling. Mengadministrasikan program kegiatan bimbingan dn konseling. Koordinator bimbingan dan konseling a) Mengkoordinir bimbingan dan konseling dalam : 1) Memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling kepada segenap warga sekolah orang tua dan masyarakat. Interpretation of program. Wakil kepala sekolah Wakil kepala sekolah sebagi pembantu kepala sekolah. Hatch dan B. Melaksanakan program bimbingan dan konseling. tetapi tanggung jawab terletak pada kepala sekolah sebagai administrator. 5) Menilai hasil pelaksanaan program kegiatan bimbingan konseling. Stefflre. membantu kepala sekolah dalam melaksanakan tugas-tugas kepala sekolah.N. 6) Menganalisis hasil penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling. dalam Kusmintardjo. Dalam menginterpretasikan program bimbingan dan konseling mungkin perlu bantuan dari staf bimbingan dan konseling. kepada masyarakat yang membantu program bimbingan dan konseling. 3.4.

tenaga inti dan ahli. Peran dan konstribusi guru mata pelajaran tetap sangat diharapkan guna kepentingan efektivitas dan efisien pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. 4) Melaksanakan segenap program satuan kegiatan pendukung bimbingan konseling. bukan berarti dia sama sekali lepas dengan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling. 2) Merancanakan program bimbingan dan konseling. 5. Kendati demikian. Guru mata pelajaran dan guru praktik Di sekolah. Bahkan dalam batas-batas tertentu guru pun dapat bertindak sebagai konselor bagi siswanya. 8) Mempertanggungjawabkan tugas dan kegiatannya dalam pelayanan bimbingan konseling secara menyeluruh kepala coordinator BK serta Kepala Sekolah. 5) Menilai program dan hasil pelaksanaan satuan layanan dan kegiatan pendukung bimbingan konseling. Guru pembimbing Guru pembimbing sebagai pelaksana utama. 3) Melaksanakan segenap program satuan layanan bimbingan dan konseling. tugas dan tanggung jawab utama guru adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran siswa. 6) Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling.4. Wina Senjaya (2006) menyebutkan salah satu peran yang dijalankan oleh guru yaitu sebagai pembimbing dan untuk menjadi 8 . 7) Mengadministrasikan kegiatan satuan layanan dan kegiatan pendukung bimbingan yang dilaksanakan nya. guru pembimbing bertugas : 1) Memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling.

Mengalihtangankan siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor. melakukan diagnosa. Sofyan S. Dalam konteks organisasi layanan Bimbingan dan Konseling. tugas dan tanggung jawab guru-guru mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling adalah: a. memahami dan menghargai tanpa syarat. Abin Syamsuddin (2003) menyebutkan bahwa guru sebagai pembimbing dituntut untuk mampu mengidentifikasi siswa yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar. serta pengumpulan data tentang siswa-siswa tersebut. Sofyan S. c. Willis (2005) mengemukakan bahwa guru-guru mata pelajaran dalam melakukan pendekatan kepada siswa harus manusiawi-religius. bersahabat. bertengkar. seperti: membolos. konkret. Membantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa. jujur dan asli. kesulitan belajar pada bidang tertentu. harus membantu pemecahannya (remedial teaching).pembimbing baik guru harus memiliki pemahaman tentang anak yang sedang dibimbingnya. peran guru tentu berbeda dengan peran yang dijalankan oleh konselor profesional. Prayitno (2003) memerinci peran. minum minuman keras tahap awal. mendorong. b. prognosa. Lebih jauh. dan kalau masih dalam batas kewenangannya. peran dan konstribusi guru sangat diharapkan guna kepentingan efektivitas dan efisien pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. di sekolah. Berkenaan dengan upaya membantu mengatasi kesulitan atau masalah siswa. berpacaran. 9 . ramah. berkelahi dengan teman sekolah. Membantu konselor mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling. Willis (2004) mengemukakan tingkatan masalah siswa yang mungkin bisa dibimbing oleh guru yaitu masalah yang termasuk kategori ringan. mencuri kelas ringan. malas. Sementara itu. berkenaan peran guru mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling.

yaitu siswa yang konselor memerlukan pelayanan khusus. 4) Berpartisipasi aktif dalam kegiatan khusus bimbingan dan konseling seperti konferensi kasus. untuk mengikuti/menjalani kegiatan bimbingan dan konseling. Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan dan konseling serta upaya tindak lanjutnya. khususnya di kelas yang menjadi tangung jawabnya. g. h.d. seperti menuntut pengajaran/latihan perbaikan. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa. 6. 3) Membantu memberikan dan kemudahan bagi siswa. Wali kelas Wali kelas sebagai pengelola kelas tertentu dalam pelayanan bimbingan dan konseling mempuyai peranan : 1) Membantu guru pembimbing melaksanakan tugas-tugasnya. Membantu mengembangkan suasana kelas. Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa yang memerlukan layanan/kegiatan bimbingan dan konseling untuk mengikuti/menjalani layanan/kegiatan yang dimaksudkan itu. e. khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawab nya. 10 . hubungan guru- siswa dan hubungan siswa-siswa yang menunjang pelaksanaan pelayanan pembimbingan dan konseling. 2) Membantu guru mata pelajaran melaksanakan peranannya dalam pelayanan bimbingan dan konseling. f. dan program pengayaan. seperti konferensi kasus. Menerima siswa alih tangan dari konselor. khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya.

5) Mengali tangankan siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing. program pelayanan. Unsure didik adalah personil yang bertugas melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap penyelanggaraan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. ditunjang dengan adanya organisasi. Dalam pelayanan bimbingan konseling di sekolah. dan operasional pelaksanaan bimbingan dan konseling. 11 . para pelaksana. Organisasi pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah dapat digambarkan : Organisasi pelayanan BK di sekolah KADISDIK KEPALA SEKOLAH Wakil Kepala Sekolah KOMITE TATA USAHA Guru  Pelajaran/Praktik Wali Kelas Koordinator Guru  Pembimbing SISWA Keterangan : 1.

Guru mata pelajaran/guru praktik adalah pelaksanaan pengajaran atau latihan di sekolah. melatih. 12 . Sisiwa adalah peserta didik yang menerima pelayanan pengajaran latihan. Peranan Guru Dalam Bimbingan Guru mempunyai peranan dan kedudukan kunci di dalam keseluruhan proses pendidikan. 5. Bukan dalam kesatuan pembangunan masyarakat pada umum nya. Kooordinator bimbingan dan konseling adalah pelaksanaan utama pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah.2. termasuk pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Komite sekola adalah organisasi indenpenden yang berperanan membantu penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan. Kepala sekolah adalah penanngung jawab pendidikan di satuan pendidikan secara keseluruhan. 3. Tugas ini mencakup tugas mendidik. Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan yang di arahkan kepada peningkatan mutu lulusan atau hasil pendidikan. 4. dan bimbingan dan konseling di sekolah. 8. dan mengelola ketertiban sekolah sebagai penunjang ketahanan sekolah. 6. 7. yaitu tugas yang berkenaan dengan profesinya. Wali kelas adalah guru yang ditugasi secara khusus mengelola satu kelas tertentu. Tata usaha adalah orang yang bertugas membantu kepal sekolah dalam penyelenggaraan administrasi ketatausahaan sekolah. mengajar. Dengan kualifikasi dan tugas guru itu. guru mengembangkan sekurang kurang nya tiga tugas pokok yaitu : 1. B. Maka guru memiliki kualifikasi sesuai dengan bidang tugas nya. terutama pendidikan formal. Tugas professional.

sesuai dengan kaidah –kaidah yang terdapat dalam pancasilla.melakukan auto pengertian untuk dapat menempatkan dirinya di dalam keseluruhan kemanusiaan. Tugas kemasyarakatan. Dalam keadaan semacam itu.undang dasar 1945 dalam hal ini guru berfungsi sebagai perancang masa depan dan penggerak kemajuan. C. guru sudah seharusnya memiliki kualifikasi sesuai dengan bidang tugasnya. serta tingkah lakunya diantaranya yaitu : a. Winarno Surakhmad (1969 : 1) menyatakan bahwa semakin sungguhsungguh suatu pemerintahan dalam membangun negaranya. yaitu tugas nya sebagai manusia. b. makin menjadi urgent kedudukan guru. Tugas manusiawi. Dalam hal ini. guru bertugas mewujudkan dirinya. secara tidak sadar. Guru Dan Peranannya Guru mempunyai peranan dan kedudukan kunci di d a l a m k e s e l u r u h a n p r o s e s pendidikan. 13 . terutama menyingkirkan pengaruh negative dari masamasa kanak kanak yang mungkin di tularkan kepada siswa. terutama dalam pendidikan formal bahkan dalam keseluruhan pembangunan masyarakat pada umumnya. yaitu tugas guru sebagi anggota masyarakat dan warga Negara yang baik. 3. Peranan yang sedemikian itu akan semakin tampak jika dikaitkan dnegan kebijaksanaan dan program pembangunan dalam pendidikan dewasa ini. undang. yaitu yang berkenaan dengan peningkatan mutu dan relevansi pendidikan. yang diarahkan kepada peningkatan mutu lulusan atau hasil pendidikan itu sendiri. sesuai dengan martabat manusia. Menguasai cara cara untuk menghindari pengaruh negative terhadap siswa. Memiliki mental yang sehat. Ada beberapa syarat bagi seorang guru dalam mengembangkan prilaku siswa yang sehat.2.

guru merupakan faktor utama. H.Guru bukan hanya sekedar penyampai pelajaran. guru terhadap tingkah laku siswa. Guru tersebut harus menguasai berbagai aspek kebudayaan dengan Beliau juga mengemukakan bahwa banyak penelitian ayng menyatakan adanya akibat langsung pribadi 14 . Maka di simpulkan peranan guru. kebudayaan maka seorang guru harus sanggup memberikan. melainkan guru adalah pribadinya. W. a.ketrampilan dan sikap kepada muridmuridnya. Peranan guru adalah setiap pola tingkah laku yang merupakan ciri-ciri jabatan guru yang harus dilakukan guru dalam tugasnya. yaitu keseluruhan penampilan serta perwujudan dirinya dalam berinteraksi dengan siswa. mengajarkan. diataranya : Guru yang dianggap baik ialah mereka yang berhasil dalam memerankan peranan-peranan itu dengan sebaik-baiknya. g u r u b a n y a k s e k a l i m e m e g a n g b e r b a g i j e n i s p e r a n a n y a n g h a r u s dilaksanakan. Dalam peranannya sebagai mediator. Dalam keseluruhan pendidikan.dan membibing berbagai ilmu pengetahuan. baik dalam kegiatannya di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Guru yang dianggap baik ialah mereka yang berhasil dalam memerankan peranan-peranan itu dengan sebaikbaiknya. Setiap jabatan atau tugas t e r t e n t u a k a n m e n u n t u t p o l a t i n g k a h l a k u t e r t e n t u p u l a d a n t i n g k a h l a k u m a n a a k a n merupakan ciri khas dari tugas atau jabatan tadi. artinya dapat menunjukkan suatu pola tingkah laku yang sesuai dengan jabatannya dan dapat diterimaoleh lingkungan dan masyarakat. bukan pula sebagai penerap metode mengajar. Bernard (1961:127-128) menyatakan bahwa pribadi guru lebih dari apa yang diucapkan dan metode yang digunakannya yang menentukan kadar dan arah pertumbuhan siswa. Peranan adalah suatu pola tingkah laku tertentu yang merupakan ciri-ciri khas semua petugas dari suatu pekerjaan atau jabatan tertentu. Dalam tugasnya s e b a g a i p e n d i d i k . Peranan ini meliputi berbagai jenis pola tingkah laku. Guru sebagai mediator kebudayaan Dalam peranan ini guru merupakan seorang perantara di dalam suatu proses pewarisan kebudayaan.

baik secara individual maupun secara kelompok untuk memperoleh saling prngertian dalam pendidikan anak. 4. 7. Sehubungan denagan peranan nya sebagai pembimbing maka seorang guru harus : 1.Meniliti kemajuan murid baik di sekolah maupun di luar sekolah. 3.sebaik baiknya. Mengenal murid murid yang memerlukan bantuan khusus. b. c. Mengumpulkan data tentang murid 2. 5. 10. Bersama sama dengan petugas bimbingan lainnya. Menyelenggarakan bimbingan kelompok ataupun individual. karna guru merupakan cermin dari kemajuan dan perkembangan kebudayaan. Mengamati tingkah laku murid dalam situasi sehari hari. Membuat catatan pribadi murid serta menyiapkan dengan baik. untuk membantu memecahkan masalah murid-muridnya. 6. guru harus membantu agar anak mencapai kedewasaan secara optimal. Bekerjasama dengan petuga petugas bimbingan lainnya. artinya kedewasaan yang sempurna sesuai dengan norma dan sesuai pula dengan kodrat yang dimilikinya. Bekerjasama dengan masyarakat dan lembaga lembaga lainnya untuk membantu memecahkan masalah murid. 9. Guru sebagai pembimbing Dalam tugas pokoknya yaitu mendidik. Mengadakan pertemuan atau hubungan dengan orang tua murid. 8. menyusun program bimbingan sekolah. Guru sebagai mediator antara sekolah masyarakat 15 .

Guru merupakan suara sekolah di masyarakat dan suara mayarakat di sekolah. mengatur dan menyusun berbagai aspek dalam pendiddikan. maka guru seharus nya menyelenggarakan program pendidikan dengan sebaik baiknya. Memberikan penjelasan-penjelasan kepada masyarakat tentang kebijaksanaan pendidikan yang sedang berlangsusng atau yang akan ditempuh. Menerima usul-usul atau pertanyaan dari pihak masyarakat tentang pendidikan. Guru harus mengambil bagian dalam perencanaan kegiatan pendidikan. Guru sebagi penegak disiplin Dalam peranan ini guru harus menegakkan suatu disiplin baik di dalam kelas maupun di luar kelas. khususnya dengan orang tua murid. Menyelenggarakan pertemuan-pertemuan antara sekolah dan masyrakat. d. Guru sebagi administrator dan manajer kelas Sebagai administrator tugas seorang guru harus dapat kepada tingkat kemampuan guru dalam memainkan peranan ini. melaksanakan 16 segala rencana dan kebijaksanaan . Menyelenggarakan hubungan yang sebaik-baiknya antara sekolah dengan lembaga-lembaga yang berhubungan dengan pendidikan. e. Guru harus menjadi teladan bagi terlaksananya suatu disiplin. mengarahkan kegiatan kegiatan dalam pendidikan. 5. 6. 2. Juga guru harus membimbing murid agar menjadi warga sekolah dan masayarakat yang disiplin. 3. Lancar tidaknya hubungan tersebut akan tergantung mampu : 1. Bekerjasama dengan berbagai pihak di masyarakat dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan. 4.Peran ini mengandung arti bahwa kelancaran hubungan antara sekolah dan masyarakat adalah merupakan tugas dan tanggung jawab pula bagi guru.

c) Motivator. silabus. e) Inisiator. Guru sebagai pengelola kegiatan akademik. dan sumber informasi kegiatan akademik maupun umum. kecakapan. merencanakan dan menyusun biaya. f. Kemampuan untuk membimbing murid. g) Fasilitator. jadwal pelajaran dan lain-lain. guru akan memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar mengajar. menumbuhkan swadaya (aktivitas) dan daya cipta (kreativitas) sehingga akan terjadi dinamika di dalam proses belajar mengajar. mempertahankan serta mengembangkan keahliannya itu. d) Director. b) Organisator.Guru sebagai anggota suatu profesi Pekerjaan guru sebagai suatu profesi berarti bahwa guru merupakan seorang yang ahli. dan keterampilan tertentu yaitu keterampilan keguruan. f) Tranmitter. Guru harus mampu merangsang dan memberikan dorongan serta reinforcement untuk mendinamisasikan potensi siswa. studi lapangan. Guru diharapkan sebagai pelaksana cara mengajar informatif. Sedangkan Sardiman (2001: 142) menyatakan bahwa ada sembilan peranan guru dalam kegiatan bimbingan konseling. Disamping itu seorang guru harus menunjukkan. Guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan. merupakan salah satu aspek keterampilan profesi guru. Guru sebagai penyebar kebijakan dalam pendidikan dan pengetahuan. yaitu: a) Informator.pendidikan. dan mengawasi serta menilai kegiatan kegiatan pendidiakan. Sebagai anggota suatu profesi maka guru harus memiliki pengetahuan. Guru sebagai pencetus ide dalam proses belajar mengajar. 17 . laboratorium.

18 . Guru sebagai penengah dalam kegiatan belajar siswa. sehingga dapat menentukan bagaimana anak didiknya berhasil atau tidak.h) Mediator. i) Evaluator. Guru mempunyai otoritas untuk menilai prestasi anak didik dalam bidang akademik maupu tingkah laku sosialnya.

Koordinator bimbingan dan konseling. kita harus memiliki sikap simpati kepada peserta didik dalam mengidentifikasi permasalahan yang terjadi pada peserta didik dengan berbagai faktor yang melatar belakanginya. mempunyai peran dan fungsi masing-masing dalam Bimbingan dan konseling di sekolah. B. Peran guru sebagai pengajar sekaligus pendidik harus mampu mendukung dan mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didiknya. 2) Perlunya Bimbingan dan Konseling di Sekolah karena berhubungan erat dengan pencapaian tujuan pendidikan nasional. layanan perencanaan individual. wakil kepala sekolah. dan dukungan sistem. KESIMPULAN 1) Setiap personil sekolah yang terdiri atas kepala sekolah. 19 . serta wali kelas. Guru mata pelajaran dan guru praktik. SARAN Sebagai seorang guru mata pelajaran. Guru mata pelajaran sebaiknya mampu menjadi jembatan penghubung antara siswa dengan guru pembimbing (guru BK) sehingga mampu mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi peserta didik.BAB III PENUTUP A. 4) Peran guru mata pelajaran dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling adalah terletak pada kekuatan intensitas hubungan interpersonal antara guru dengan siswa yang dibimbingnya. 3) Kegiatan BK dalam kurikulum berbasis kompetensi. layanan responsive. kerangka kerja layanan BK dikembangkan dalam suatu program BK yang dijabarkan dalam 4 (empat) kegiatan utama yakni: layanan dasar bimbingan. guru pembimbing.

DAFTAR PUSTAKA UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Strategi Pembelajaran. Berorientasi Standar Proses Pendidikan. 2004. Jakarta : Depdiknas. Prayitno. 2009. Profesi Kependidikan. Manajemen Layanan Khusus Sekolah. 2006.scribd. 2007. dkk. dkk. Syahril dan Asnidir Ilyas.wordpress. Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling.com/2008/08/13/peranan-kepala-sekolah-gurudan-wali-kelas-dalam-bimbingan-dan-konseling/ http://www. Jakarta: Kencana Prenada Media Group http://akhmadsudrajat.com/doc/59678589/5-Peranan-Guru-Dalam-Pelaksanaaan-ProgramBimbingan-Dan-Konseling-Di-Sekolah 20 . Direktorat Tenaga Kependidikan Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Padang: UNP Press Wina Senjaya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->