TUGAS MANDIRI

Contoh Kasus Pada CV. Alif Spaghetti Kode Kelas Mata Kuliah : : 112-MN007-M1 Riset Operasi

Disusun Oleh: 093410136 : Juwannar Herri Heri Nuriyanto, S.Kom., M. S.I

Dosen Pengampu :

STMIK PUTERA BATAM

2012
Kata Pengantar
Rasa syukur yang dalam saya sampaikan ke hadirat Allah Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahan-Nya makalah ini dapat saya selesaikan sesuai yang diharapkan. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu saya, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam menyelesaikan makalah ini. Dalam makalah ini saya membahas Rangkuman materi tentang “Riset Operasi”. Makalah ini membahas definisi riset operasi, metode simplek, metode dua fasa, metode primal dual dan metode integer saya akan membahas bagaimana kita mengambil keputusan dalam perhitungan untuk mendapatkan maxsimasi. Makalah ini saya buat dengan tujuan memperdalam pemahaman pembaca mengenai bagaimana untuk mendapatkan tujuan yang ingin kita capai dengan melakukan riset operasi. Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saya membuka diri untuk kritik dan saran yang membangun dari pembaca sekalian. Semoga makalah ini bermanfaat.

Batam, 12 Juni 2011

2

Penyusun Daftar Isi Cover 1 Kata Pengantar Daftar Isi 3 4 2 Bab I Pendahuluan Bab II Landasan Teori 6 Bab III Pembahasan Kasus Bab IV Kesimpulan Daftar Pustaka 22 Lampiran 23 21 8 3 .

BAB 1 Pendahuluan Riset operasional merupakan serangkaian kegiatan analisis dan pemodelan matematik untuk keperluan pengambilan keputusan. Banyak persoalan manajerial di suatu organisasi atau perusahaan yang senantiasa dikaitkan dengan proses pengambilan keputusaan. Kelompok ahli Inggris ini dan kelompok-kelompok lain berikutnya melakukan penelitian (research) pada operasi-operasi (operations) militer. pemimpin militer Inggris memanggil sekelompok ahli-ahli sipil dari berbagai disiplin dan mengkoordinasi mereka ke dalam suatu kelompok yang diserahi tugas mencari cara-cara yang efisien untuk menggunakan alat yang baru ditemukan yang dinamakan radar dalam suatu sistem peringatan dini menghadapi serangan udara. atau sifat-sifat lainnya). berani atau takut terhadap risiko. Istilah Riset Operasi (Operation Reseach) pertama kali digunakan pada tahun 1940 oleh Mc Closky dan Trefthen di suatu kota kecil Bowdsey Inggris. Pada masa awal perang 1939. 4 . Tujuan utama riset operasional adalah mendapatkan solusi optimal. Riset Operasional adalah suatu metode pengambilan keputusan yang dikembangkan dari studi operasi-operasi militer selama Perang Dunia II. Keputusan dalam bisnis masih lebih banyak ditentukan oleh perilaku sang pengambil keputusan (apakah dia seorang yang optimis atau pesimis. namun dalam praktik manajerial lebih dipentingkan solusi yang memuaskan (satisficing).

Sebagai hasilnya. Keterbatasan sumber daya menyebabkan kepentingan masing-masing aktivitas atau bagian saling bentrok. organisasi industri semakin besar. ekonomi. 5 . Beberapa teknik yang mereka kembangkan memasukkan ilmu politik. Sejak itu riset operasional memberikan dampak besar pada organisasi manajemen. Perkembangan dunia usaha ini sangat terlihat dengan jelas setelah revolusi industri.Setelah kesuksesan tim riset operasional ini. Baik jumlah maupun variasi aplikasinya bertumbuh sangat cepat. Sejak tahun 1951. Industri semakin kompleks. teori probabilitas dan statistik. tim riset operasional semakin banyak yang disebut dengan peneliti operasi militer yang mengaplikasikan pendekatan riset operasional pada permasalahan pertahanan nasional. Setelah perang. Melihat kesuksesan tim riset operasional pada militer. riset operasional diaplikasikan di dunia industry dan bisnis di Inggris dan juga di Amerika Serikat. dan semua itu sering menggunakan sumber daya yang terbatas. sumber daya yang dimiliki digunakan untuk berbagai kegiatan atau aktivitas. militer Inggris dan Amerika Serikat melanjutkan mengaktifkan tim riset operasional. industri secara bertahap mengaplikasi penggunaan riset operasional. keberhasilan kelompok-kelompok penelitian operasi-operasi dibidang militer menarik perhatian para industriawan dalam dunia usaha yang berkembang semakin kompleks. matematik.

 Untuk fungsi pembatas dengan tanda ≥ kurangi dulu dengan variabel surplus.BAB 11 Landasan Teori 2. dan variabel artificial (dengan koefisien – M). 6 . Metode Dua Fasa Metode simpleks dua fasa merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menyelesaikan suatu persoalan PL (programa linier) yang memiliki minimal satu fungsi pembatas dengan tanda (≥) atau tanda (=). tambahkan variabel artificial. baik fungsi tujuan maupun fungsi pembatasnya.  Fasa I: untuk menghilangkan variabel artificial dari basis dan tabulasi simpleks baru yang akan diikutkan pada fasa 2. Akan ada tahap I untuk memperoleh nilai Zj = 0 yang baru serta tahap II untuk mendapatkan jawaban optimalnya. Metode Simpleks Langkah – langkah metode simpleks adalah:  Ubah formulasi PL ke bentuk standar.  Untuk fungsi tujuan.  Untuk fungsi pembatas dengan tanda (=). tambahkan tujuan variabel slack (dengan koefisien 0). variabel surplus (dengan koefisien 0).1. 2. kemudian tambahkan variabel artificial.  Untuk fungsi pembatas dengan tanda ≤ tambahkan variabel slack.2.

3.Cj pada kolom variabel slack adalah shadow price yang dimaksud.  Siapkan tabe1 simpleks. Metode Primal Dual Primal adalah program asalnya (aslinya adalah program minimasi dengan pembatas ≥.  Lakukan serangkaian iterasi simpleks hingga diperoleh solusi optimal.45. Fasa II: operasi simpleks untuk memperolehjawab optimal. Metode Programa Integer Programa integer merupakan persoalan programa linier yang mensyaratkan bahwa jawaban atau solusi dari tiap variabel keputusannya adalah integer (bilangan bulat). biasanya W.  Nilai Zj . Langkah – langkah metode primal dual adalah:  Siapkan formulasi standar. berarti jawaban untuk program primal (aslinya). Branching (pencabangan) Untuk mencoba kedua kemungkinan jawaban integer. Maka. Teknik yang dapat digunakan untuk menyelesaikan program integer di antaranya adalah: a. 7 . kita buat 2 (dua) pencabangan (program yang baru dengan tambahan fungsi pembatas baru pada persamaan Z. 2.Cj ≥ 0 maka solusi optimal).4. (Zj . 2. sedangkan dual merupakan program pasangan dengan kondisi yang berlawanan (tujuan maksimasi dengan pembatas ≤). misalnya diperoleh X1 = 3. yaitu X1 ≤ 3 dan X2 ≥ 4). Program dual dirancang dengan menggunakan nama atau variabel yang lain.

00. SCS membutuhkan chicken (daging ayam) sebanyak 6 gr. onion (bawang bombay) sebanyak 4 gr. Alif Spaghetti. 1. Mushroom Creamy Spaghetti (MCS). Bounding (pembatasan) Memilih salah satu cabang yang memberikan jawaban ke arah yang diinginkan (maksimal atau minimal). Terdapat 3 (tiga) jenis spaghetti utama. dan mushroom (jamur) sebanyak 5 gr.00. dan mushroom (jamur) sebanyak 3 gr. yaitu Smoksoy Chicken Spaghetti (SCS).220.000. 2. MCS dijual dengan harga Rp.330. BAB III Pembahasan Kasus Sesuai dengan judulnya. saya akan membahas mengenai pembuatan spaghetti pada CV. SCS dijual dengan harga Rp. onion (bawang bombay) sebanyak 2 gr.b. 3.170. Berikut keterangan komposisi yang dibutuhkan masing – masing jenis spaghetti untuk ukuran personal (satu piring). OCS dijual dengan harga Rp. OCS membutuhkan chicken (daging ayam) sebanyak 7 gr. Oriental Chicken Spaghetti (OCS). sauce oriental sebanyak 9 gr.000. MCS membutuhkan chicken (daging ayam) sebanyak 8 gr. 8 . onion (bawang bombay) sebanyak 5 gr.00. sauce oriental sebanyak 4 gr. dan mushroom (jamur) sebanyak 8 gr. sauce oriental sebanyak 6 gr.000.

Penyelesaian : 1. Metode Programa Simpleks Fungsi tujuan: Max Z = 170 X1 + 220 X2 + 330 X3 Fungsi pembatas: 6 X1 + 7 X2 + 8X3 ≤ 4000 9 X1 + 6 X2 + 4X3 ≤ 3900 2 X1 + 4 X2 + 5X3 ≤ 3400 3 X1 + 5 X2 + 8X3 ≤ 3000 Formula standar: Max Z = 170 X1 + 220 X2 + 330 X3 S/t: 6X1 + 7 X2 + 9X1 + 6 X2 + 8X3 + X4 4X3 + X5 = 4000 = 3900 9 .

375 -57.5 X3 0 0 0 1 0 X4 1 0 0 0 0 X5 0 1 0 0 0 X6 0 0 1 0 0 X7 -1 -0.5 0.Cj ≥ 0 Basis X4 X5 X1 3 7.625 0.5 X2 2 3.5 0.5 X2 2 3.2X1 + 4 X2 + 3X1 + 5 X2 + 5X3 8X3 + X6 + X7 = 3400 = 3000 **** X4.5 -0.125 37.875 0.5 X3 0 0 X4 1 0 X5 0 1 X6 0 0 X7 -1 -0. X6 dan X7 adalah varabel Slack untuk masing – masing kendala.5 RK 1000 2400 Rasio 333. X5 .333 320 10 . Menentukan Pivot: Pilih Zj – Cj terkecil dengan Rasio paling kecil Basis X4 X5 X6 X7 Zj-Cj X1 6 9 2 3 -170 X2 7 6 4 5 -220 X3 8 4 5 8 -300 X4 1 0 0 0 0 X5 0 1 0 0 0 X6 0 0 1 0 0 X7 0 0 0 1 0 RK 4000 3900 3400 3000 0 Rasio 500 975 680 375 0 Hasil Iterasi 1: Elemen Baris 4 = Baris iterasi Pivot / Pivot RS -8 -4 -5 300 Basis X4 X5 X6 X3 Zj-Cj X1 3 7.625 -32.5 RK 1000 2400 1525 375 112500 Lanjutkan sampai nilai Zj .125 0.

617 0.6 0.778 -1.5 1525 375 112500 12200 1000 -1957 Hasil iterasi 2: RS -3 Basis X4 X1 -0.5 X6 X3 Zj-Cj X1 0 1 0 0 0 X2 0.467 -0.733 67500 -0.05 7.528 0.293 566.667 288.817 0.133 -0.667 X6 0 0 1 0 0 X7 -0.125 -37.125 -0.667 49110.617 0.125 0.361 -0.667 X3 0 0 0 1 0 X4 1 0 0 0 0 X5 -0.667 X6 0 0 1 0 0 X7 -0.017 -0.05 7.667 X3 0 0 0 1 0 X4 1 0 0 0 0 X5 -0.667 685.15 33.45 -5.8 -0.817 -0.667 0.Cj ≥ 0: Basis X4 X1 X6 X3 Zj-Cj X1 0 1 0 0 0 X2 0.472 0.133 -0.15 -41.875 0.45 X1 X6 X3 11 .887 1430.4 0.6 0.5 0.625 -32.75 X5 0.817 0.067 -0.665 1818.067 -0.X6 X3 Zj-Cj 0.4 0.25 X6 0 0 1 0 X7 -1.467 0.333 RK 40 320 1485 255 130900 Lanjutan sampai nilai Zj .556 0.444 0.553 225 Max Z 14666.467 0.667 RK 40 320 1485 255 130900 Rasio 66.5 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 -0.333 0.625 0.667 -0.75 RK 66.667 Hasil iterasi 3: RS Basis X2 X1 0 1 0 0 X2 1 0 0 0 X3 0 0 0 1 X4 1.375 57.8 -0.45 -5.375 -57.017 -0.

5.667 Zj-Cj 0 0 0 9. Metode Programa Dua Fasa Fungsi tujuan: Max Z = 170 X1 + 220 X2 + 330 X3 Fungsi pembatas: 6 X1 + 7 X2 + 8X3 ≤ 4000 9 X1 + 6 X2 + 4X3 ≤ 3900 2 X1 + 4 X2 + 5X3 ≤ 3400 3 X1 + 5 X2 + 8X3 ≤ 3000 X1 ≥ 14 Formula standar: Max Z = 170 X1 + 220 X2 + 330 X3 S/t: 6X1 + 7 X2 + 9X1 + 6 X2 + 8X3 + X4 4X3 + X5 = 4000 = 3900 .445 3.111 131277.4 2.889 0 26.8 131277.MX9 12 .

X5 .M -170 -1 X2 7 6 4 5 0 -220 -220 -220 0 X3 8 4 5 8 0 -300 -300 -300 0 X4 1 0 0 0 0 0 0 0 0 X5 0 1 0 0 0 0 0 0 0 X6 0 0 1 0 0 0 0 0 0 X7 0 0 0 1 0 0 0 0 0 X8 0 0 0 0 -1 0 M 0 1 X9 0 0 0 0 1 M 0 0 0 RK 4. dan X9 merupakan variabel surplus untuk kendala lima.Cj X1 6 9 2 3 1 -170 -170 .000 14 0 -14M 0 -14 Zj .Cj Baru (-M)(1) + (-170) = -170 .X8 + X9 = 3400 = 3000 = 14 **** X4.M (-M)(0) + (-220) = -220 (-M)(0) + (-330) = -330 (-M)(0) + (0) =0 (-M)(0) + (0) =0 (-M)(0) + (0) =0 (-M)(0) + (0) =0 (-M)(-1) + (0) =M (-M)(1) + (M) =0 (-M)(14) + (0) = -14M Basis X4 X5 X6 X7 X9 Zj . sedangkan X8 .400 3.000 3. 1.Cj 13 . X6 dan X7 adalah varabel Slack untuk masing – masing kendala. Nilai Zj .900 3.2X1 + 4 X2 + 3X1 + 5 X2 + X1 5X3 8X3 + X6 + X7 .

Cj X1 0 0 0 0 1 -170 X2 7 6 4 5 0 -220 X3 8 4 5 8 0 -300 X4 1 0 0 0 0 0 X5 0 1 0 0 0 0 X6 0 0 1 0 0 0 X7 0 0 0 1 0 0 X8 6 9 2 3 -1 0 RK 3916 3774 3372 2958 14 0 14 .667 433.000 14 -14 Rasio 666.333 1700 1000 14 14 6 9 2 3 1 -1 7 6 4 5 0 0 8 4 5 8 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 -1 1 Hasil iterasi: RS -6 -9 -2 -3 1 Basis X4 X5 X6 X7 X1 Zj .000 3.Tabel awal fasa 1: Basis X4 X5 X6 X7 X9 Zj . maka dilanjutkan ke fase II.400 3. RS Basis X4 X5 X6 X7 X1 Zj .Cj X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 0 0 0 0 1 0 RK 4. Variabel artificial (kolom X9) dihapus. kemudian lakukan OBE pada baris Zj .Cj yang merujuk pada baris X1.900 3.Cj X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 RK 0 0 0 0 1 0 7 6 4 5 0 0 8 4 5 8 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 6 9 2 3 -1 0 -6 -9 -2 -3 1 1 3916 3774 3372 2958 14 0  Setelah RK bernilai 0 (nol).

444 X4 1 0 0 0 0 0 X5 -0.111 6.111 6.667 2.Cj X1 0 0 0 0 1 0 X2 3 0.667 0.333 0.333 73666.444 -224.444 4.333 2533.5 943.889 X6 0 0 1 0 0 0 X7 0 0 0 1 0 0 X8 0 1 0 0 0 0 RK 1400 419.333 0.667 2.111 -0.889 X6 0 0 1 0 0 0 X7 0 0 0 1 0 0 X8 0 1 0 0 0 0 RK 1400 419.667 419.667 0.7 X3 5.111 -0.333 1700 433.111 18.667 -106.111 18.7 Rasio 262.Cj X1 0 0 0 0 1 0 X2 3 0.222 -0. 15 .667 3 0. tidak dipilih sebagai variabel keluar.667 0.Cj X1 0 0 0 0 1 0 X2 7 6 4 5 0 -220 X3 8 4 5 8 0 -300 X4 1 0 0 0 0 0 X5 0 1 0 0 0 0 X6 0 0 1 0 0 0 X7 0 0 0 1 0 0 X8 6 9 2 3 -1 -170 RK Rasio 652.222 -0.667 -106.333 0.667 0.22 Rasio yang bernilai negatif.444 -224.216 255 975 -328.333 1686 986 -14 -14 3916 3774 3372 2958 14 2380 Rasio yang bernilai negatif.7 Lanjutkan sampai nilai Zj .Cj ≥ 0 Basis X4 X8 X6 X7 X1 Zj .7 X3 5.444 X4 1 0 0 0 0 0 X5 -0.333 0. tidak dipilih sebagai variabel keluar Hasil iterasi: RS -6 -2 -3 1 170 Basis X4 X8 X6 X7 X1 Zj .333 1700 433.Cj 0 -220 -300 0 0 0 0 -170 2380 Tabel awal fase II: Basis X4 X8 X6 X7 X1 Zj .170 Zj .5 616.444 4.667 3 0.333 73666.333 2533.

333 -0.467 -5.444 3.556 225 288.467 5.444 X5 -0.617 0.133 7.444 Basis X4 X8 X6 X3 X1 Zj .667 X3 0 0 0 1 0 0 X4 1 0 0 0 0 0 X5 -0.889 131278 Max z 14667 67500 49111 131278 16 .367 566.467 0.361 -0. Hasil iterasi RS Basis X2 -0.05 0.017 -0.667 X6 0 0 1 0 0 0 X7 -0.067 -0.667 685.778 -1.067 33.8 -0.15 -0.15 -0.667 X8 0 1 0 0 0 0 RK 40 306 1485 255 320 130900 Ratio 66.667 274.667 X8 0 1 0 0 0 0 RK 40 306 1485 255 320 130900 Lanjutkan sampai nilai Zj .45 -0.8 -0.667 655.444 224.667 X8 X6 X3 X1 Zj .133 -0.017 -0.889 1430.Cj X1 0 0 0 0 1 0 X2 0.45 0.467 -0.75 0.133 7.6 0.Cj ≥ 0 Basis X4 X8 X6 X3 X1 Zj .556 26.250 0.444 -4.45 0.778 9.111 -0.528 0.05 0.333 0.714 1818.067 -0.Cj X1 0 0 0 0 1 0 X2 1 0 0 0 0 0 X3 0 0 0 1 0 0 X4 1.4 0.617 0.714 -23100 Rasio yang bernilai negatif.667 0.817 0.6 0.133 -0.111 X8 0 1 0 0 0 0 RK 66.472 0.467 -5.817 0.667 X3 0 0 0 1 0 0 X4 1 0 0 0 0 0 X5 -0. tidak dipilih sebagai variabel keluar.889 X6 0 0 1 0 0 0 X7 -1.067 33.444 0.556 0.4 0.Hasil iterasi RS -5.750 -0.817 -0.667 X6 0 0 1 0 0 0 X7 -0.667 -0.Cj X1 0 0 0 0 1 0 X2 0.467 0.

dan A3 merupakan variable artificial untuk masing-masing pebatas. S2. sedangkan S1. dan S3 merupakan surplus untuk masing-masing kendala.3. 17 . A2. Metode Programa Primal Dual Fungsi tujuan: Max Z = 170 X1 + 220 X2 + 330 X3 Fungsi pembatas: 6 X1 + 7 X2 +8X3 ≤ 4000 9 X1 + 6 X2 +4X3 ≤ 3900 2 X1 + 4 X2 +5X3 ≤ 3400 3 X1 + 5 X2 +8X3 ≤ 3000 Formula standar soal diatas adalah: Min Z = 4000 W1 + 3900 W2 + 3400 W3 + 3000 W4 S/t : 6 W1 + 9 W2 + 2W3 + 3W4 + A1 – S1 7 W1 + 6 W2 + 4 W3 + 5 W4 8 W1 + 4 W2 + 5 W3 + 8 W4 + A2 – S2 + A3 – S3 ≥ 170 ≥ 220 ≥ 330 **** A1.

5 S1 -0.5 W3 0.Menentukan Pivot: Pilih Zj – Cj terkecil dengan Rasio paling kecil.667 103.333 21.5 -4.5 W3 0.667 2.333 125 Rasio 56.667 2.429 41.5 S1 0.333 -2.5 -8 12.333 31.17 -1.5 A2 0 1 0 0 S2 0 -1 0 -1 A2 0 0 1 0 S3 0 0 -1 -1 RK 28.333 -2.167 1.333 -4 W4 0.17 1.5 A1 0.5 1.333 1.167 1.33 3.33 125 Lanjutan sampai nilai Zj-Cj ≥ 0 Basis W1 A2 A3 Zj Cj W1 1 0 0 0 W2 1.167 1.5 4 -5.5 -4. Tabulasi simpleks Basis A1 A2 A3 Zj Cj W1 6 7 8 -21 W2 9 6 4 -19 W3 2 4 5 -11 W4 3 5 8 -16 A1 1 0 0 0 S1 -1 0 0 1 A2 0 1 0 0 S2 0 -1 0 1 A2 0 0 1 0 S3 0 0 -1 1 RK 170 220 330 720 Rasio 28.250 0 Hasil iterasi 1: RS -7 -8 21 Basis W1 A2 A3 Zj Cj W1 1 0 0 0 W2 1.167 1.444 25.5 -8 12.167 1.5 1.333 1.333 -4 W4 0.5 A1 0.5 A2 0 1 0 0 S2 0 -1 0 1 A2 0 0 1 0 S3 0 0 -1 1 RK 28.833 Hasil iterasi 2: 18 .667 103.333 21.167 -1.667 14.5 4 -5.333 3.

222 A2 0 0 1 0 S3 0 0 -1 1 RK 7.556 -0.111 0.074 0.111 0.111 -0.389 Rasio yang bernilai negatif.222 1.111 W4 0 1 0 0 A1 0.333 2.Cj W1 1 0 0 0 W2 3 -3 4 -4 W3 -0.78 S1 -0.667 -2.407 17.111 14.333 -2.667 3.407 Lanjutan sampai nilai Zj-Cj ≥ 0 Basis W2 W4 A3 Zj .778 -0.222 -2.111 -2.333 1 -1.037 -4.778 -0.333 1 -1.037 35.778 1.04 S1 0.556 45.333 -0.889 -1.556 -0.111 -2.04 S1 -0.222 3.815 W4 0 1 0 0 A1 0.222 S2 0.333 0.074 0. Hasil iterasi 3: RS Basis W2 3 -4 4 W4 A3 Zj .222 A2 0 0 1 0 S3 0 0 -1 1 RK 7.667 -2.67 A2 0 0 1 0 S3 0 0 -1 1 RK 21.04 1.333 -0.67 A2 0 0 1 0 S3 0 0 -1 1 RK 21.778 -1.339 -106.556 45.815 11.78 S1 -0.815 1.407 17.Cj Lanjutan sampai nilai Zj-Cj ≥ 0 Basis W1 W4 A3 Zj .222 1.185 0. 19 .037 A2 -0.667 -2.5 Basis W1 W4 W1 1 0 0 0 W2 3 -3 4 -4 W3 -0.677 7.333 0.778 A2 -0.185 -0.778 1.333 W2 1 0 0 0 W3 -0.222 S2 0.222 2. tidak dipilih sebagai variabel keluar.815 1.222 1.778 A2 -0.556 Rasio 7. tidak dipilih sebagai variabel keluar.333 1.222 1.778 1.04 1.667 -2.111 14.556 17.389 -11.556 0.Cj W1 0.5 A3 Zj .037 35.889 -1.185 0.037 A2 -0.111 0.333 W2 1 0 0 0 W3 -0.667 2.833 Rasio yang bernilai negatif.Cj W1 0.111 2.333 -2.667 3.111 W4 0 1 0 0 A1 0.444 45.815 W4 0 1 0 0 A1 0.037 -0.333 2.222 -1.407 Rasio 63.556 -4 5.778 1.833 -7.667 S2 0.556 0.667 S2 0.111 2.RS -0.333 1.667 2.444 45.778 -1.556 17.222 3.037 -0.185 0.222 -1.

05 -0.1 0.467 0 A2 0 0 -1 1 S2 0 0 1 0 A2 -0.1 138550.133 0.667 220 X3 225 300 Integer 288 289 48960 49130 Integer 66 67 14520 14740 Integer 225 67500 Total 131370 20 .23 2.467 1 S1 0.13 114500.887 170 X2 66.167 38.6 0 W2 1 0 0 0 W3 0.8 -0.167 7.4 0.222 4.2 -0.111 0.067 0.017 0.45 1 S3 0.5 0 RK 6. Metode Programa Integer Programa integer merupakan pembulatan sebuah bilangan pecahan.833 138550 Max Z RS 0.Cj W1 0.333 24050.817 0 W4 0 1 0 0 A1 0. dengan demikian dapat memilih salah satu cabang untuk mendapatkan hasil yang optimal.067 0. Integer Basis Nilai Basis Nilai Basis Nilai X1 288. Nilai yang dipakai hasil dari metode simpleks.15 0.617 0.133 0.Hasil iterasi 4: Basis W2 W4 S2 Zj .

778 138550. 21 . terdapat beberapa metode dalam melakukan riset operasional di antaranya. seperti pembahasan diatas. Programa Linear Metode Primal Dual. pada kenyataan yang memberikan untung yang paling maksimal yaitu metode primal dual. Programa Linear Dua Fasa.BAB IV Kesimpulan Riset operasional merupakan serangkaian kegiatan analisis dan pemodelan matematik untuk keperluan pengambilan keputusan.4 131277. yaitu Programa Linear Metode Simplek. Perhatikan table berikut: Max Z Simpleks dua Fasa Primal Dual Integer 131277. dan Programa Integer.23 131370 Dari metode tersebut yang digunakan. Banyak persoalan manajerial di suatu organisasi atau perusahaan yang senantiasa dikaitkan dengan proses pengambilan keputusan.

Daftar Pustaka Bustanul Arifin Noer.org/wiki/Riset_operasi pada tanggal 15 Juni 2012. Pustaka Elektronik http://id. Modul Pembelajaran Belajar Mudah Riset Operasional (Programa linear dan Integer). 22 .wikipedia.

Lampiran Gambar Linear Programming Result pada Metode Simpleks 23 .

Gambar Hasil Iterasi pada Metode Simpleks Gambar Linear Programming Result pada Metode Dua Fasa 24 .

Gambar Hasil Iterasi pada Metode Simpleks Gambar Linear Programming Result pada Metode Primal Dual Gambar Hasil Iterasi pada Metode Primal Dual 25 .

26 .