FENOMENA BARU di BIDANG KESEHATAN Meliputi: TRANSFUSI DARAH TRANSPLANTASI ORGAN TUBUH EUTHANASIA dan BUNUH DIRI

DISUSUN OLEH : Amalia Ferani Febrina Kartika F. Rima Alfiani Silvia Mujiana 250011051 250011064 250011085 250011089

2011 - 2012

puji syukur kehadirat Allah SWT. Karena atas limpahan rahmat dan barokah –Nya makalah tentang “Fenomena Baru di Bidang Kesehatan ini dapat kami susun dengan baik. Makalah ini berisi tentang Transfusi darah.KATA PENGANTAR Alhamdulillahhirobbil‟alamin. Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Ibu dan Bapak Dosen yang telah memberikan arahan kepada kami baik langsung maupun tidak langsung. Setelah menyusun makalah ini di harapkan mahasiswa dan Ibu Dosen dapat memahami isi makalah. etanasia dan bunuh diri. Kami mengetahui makalah yang kami susun jauh dalam kesempurnaan maka kami harapkan kritik serta saran yang membangun dari teman – teman agar menjadi cerminan bagi kami di kemudian hari. Makalah ini kami susun untuk mempermudah belajar mengajar. Penyusun i . transplantasi organ tubuh.

Kami sadar makalah yang kami susun jauh dari kata sempurna maka kritik serta saran yang membangun kami harapkan untuk mengkoreksi kami dalam menyusun makalah di kemudian hari. Akhiru kalam kami ucapakan terimakasih dan wassalamu‟alaikum wr. Karena beliau bukan hanya memberikan tugas untuk kami namun dengan cara inilah kami dapat mengerti hukum – hukum dalam syariat Islam. di dalam makalah ini kami hanya membahas tentang transfusi darah. Ucapan terima kasih kepada Dosen mata pelajaran Agama Islam. Yang menjabarkan tentang pengertian dan dasar hukum – hukum dari ketiga fenomena dalam dunia kesehatan tersebut. Kami menyusun makalah untuk mempermudah para mahasiswa untuk belajar tentang agama yang didalamnya membahas tentang kesehatan. euthanasia dan bunuh diri. transplantasi organ tubuh. wb.PENDAHULUAN Makalah ini bertemakan tentang fenomena dalam dunia kesehatan. ii .

1 …………………………………………………………….. ii ……………………………………………………………………………… iii ………………………………………………………………………………. 7 …………………………………………………………….DAFTAR ISI Kata Pengantar Pendahuluan Daftar Isi Transfusi Darah Hukum Donor Darah Fatwa MUI Transplantasi Organ Kesimpulan dari Transplantasi Organ Euthanasia Pandangan Syariah Islam Euthanasia Aktif Euthanasia Pasif Bunuh Diri Daftar Pustaka ……………………………………………………………………………. 10 iii . i ………………………………………………………………………………. 4 …………………………………………………………….. 7 ……………………………………………………………... 9 ……………………………………………………………. 8 ……………………………………………………………. 5 ……………………………………………………………. 3 ……………………………………………………………. 2 ……………………………………………………………. 6 ……………………………………………………………..

Tranfusi darah memiliki tujuan untuk :  meningkatkan kemampuan darah dalam mengangkut oksigen. termasuk dalam melakukan donor (transfusi/pemindahan) darah kepada penderita suatu penyakit atau kepada orang yang tertimpa musibah kecelakaan yang memerlukan tambahan darah untuk keperluan pengobatan. trombosit. Memutuskan Dengan bertawakkal kepada Allah SWT dan memohon ridhaNya menfatwakan sebagai berikut: “Umat Islam wajib membantu sesama manusia yang memerlukan bantuan dalam halhal positif. bertepatan dengan tanggal 24 Juli 2004M. DASAR HUKUM ISLAM TRANSFUSI DARAH BAGI BERPUASA ORANG YANG MUI telah mengadakan rapat pada tanggal 22 Rabi'ul Akhir 1421 H. sehingga transfusi lebih aman dibandingkan sebelumnya. Ini disebabkan karena penggunaan jarum suntik yang kurangmenjaga kebersihan.  memperbaiki kekebalan. Jika memungkinkan. akan lebieh baik jika transfusi yang diberikan hanya terdiri dari komponen darah yang diperlukan oleh resipien. dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran". 1 . ” Sebagaimana telah difirmankan dalam surat Al-Maidah ayat 2 Yang artinya : "Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa. Seorang pendonor bisa memberikan darah lengkap atau komponen darah (misalnya sel darah merah.  memperbaiki volume darah tubuh. Kini teknik penyaringan jauh lebih baik.  memperbaiki masalah pembekuan. Meskipun kemungkinan terkena AIDS atau Hepatitis melalui transfusi sudah kecil.I. tetapi harus tetap waspada akan resiko ini dan sebaiknya transfusi hanya dilakukan jika tidak ada pilihan lain. Namun tergantung pada alasan dilakukannya transfusi darah tersebut. Namun masih saja di temukan adanya resiko untuk resipien sehingga transfusi lebih aman dibandingkan sebelumnya. TRANSFUSI DARAH Transfusi darah adalah : pemindahan darah atau suatu komponen darah dari seseorang (donor) kepada orang lain (resipien). yang membahas tentang Hukum Donor Darah Bagi yang sedang Berpuasa. plasma segar yang dibekukan/bagian cairan dari darah atau sel darah putih). Memberikan komponen tertentu lebih aman dan tidak boros. faktor pembekuan.

2:173). Pengeluaran darah dari orang yang sedang menunaikan ibadah puasa. Apabila pemberian sumbangan darah tersebut mengakibatkan bahaya (dharar) bagi penyumbang. (QS. Karena dengan menjadi donor darah. Dalam ayat lain Allah berfirman :”Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa. Dasarnya adalah firman Allah Ta'ala : ”Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai. daging babi. 2 . nanti orang orang yang membutuhkan donor darah tersebut adalh diri atau keluarga dan teman sejawat kita sendiri. Siapakah orang yang mendonorkan darahnya itu ? 3. dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Bahkan ditinjau dari sudut fadillah atau keutamaan. sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. terutama umat Islam agar berlomba-lomba menjadi donor darah tetap kepada Palang merah setempat. Besar kemungkinan. atau mengakibatkan harus minum sebelum memberikan darah atau harus makan sesudah memberikan sumbangan darah. memberikan sumbangan darah oleh orang yang sedang berpuasa kepada yang membutuhkannya adalah suatu amal shaleh yang pahalanya lebih besar dibandingkan dengan amal shaleh yang dilakukan diluar bulan puasa. Siapakah orang yang menerima darah yang didonorkan itu ? 2. Instruksi siapakah yang dipegang dalam pendonoran darah itu ? Perkara pertama: Yang boleh menerima darah yang didonorkan adalah orang yang berada dalam keadaan kritis karena sakit ataupun terluka dan sangat memerlukan tambahan darah. tidak membatalkan atau mengurangi kesempurnaan ibadah puasa orang yang bersangkutan. pengambilan darah dari penyumbang (donor) akan menambah kesehatan dan tidak akan membahayakan mereka karena hal itu dilakukan dengan syarat syarat dan pemeriksaan medis. maka perbuatan itu tidak dibenarkan oleh ajaran Islam. 5:3). Disamping itu. Hukum Donor Darah Menurut Islam Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Ibrahim Aali Syaikh rahimahullah secara khusus memaparkan hukum donor darah sebagai berikut : Ada tiga perkara yang harus dibicarakan untuk menjawab pertanyaan di atas : 1.Menganjurkan kepada seluruh warga DKI Jakarta. maka tidak ada dosa baginya”. (QS. berarti kita telah menyediakan darah untuk membantu orang-orang yang membutuhkannya. darah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas.

Boleh hukumnya mendirikan Bank donor darah Islami untuk menerima orang-orang yang bersedia mendonorkan darahnya guna menolong kaum muslimin yang membutuhkannya. baik dokter itu Yahudi. Dan memakan makanan yang haram dalam kondisi darurat boleh hukumnya. Dan hal itu dianggap sebagai pemberian zat makanan bagi si pasien bukan sebagai pemberian obat. 2. Lembaga tertinggi Majelis Ulama juga mengeluarkan fatwa berkenaan dengan masalah ini sebagai berikut: 1. seperti memakan bangkai bagi orang yang terpaksa memakannya. Dengan catatan ia adalah seorang yang ahli dalam bidang kedokteran dan dipercaya banyak orang. 3 .Dalam ayat lain Allah juga berfirman :"Dan sungguh telah dijelaskan kepadamu apa-apa yang diharamkan atasmu kecuali yang terpaksa kamu memakannya. karena hal itu berkaitan dengan kemaslahatan umum kaum muslimin. Boleh hukumnya mendonorkan darah selama tidak membahayakan jiwanya dalam kondisi yang memang dibutuhkan untuk menolong kaum muslimin yang benar-benar membutuhkannya. Dan hendaknya bank tersebut tidak menerima imbalan harta dari si sakit ataupun ahli waris dan walinya sebagai ganti darah yang di donorkan. maka kelihatannya tidak ada larangan mengikuti instruksi dokter non muslim. Nasrani ataupun selainnya. 6:119) Bentuk pengambilan dalil dari ayat di atas bahwasanya jikalau keselamatan jiwa pasien karena sakit atau luka sangat tergantung kepada darah yang didonorkan oleh orang lain dan tidak ada zat makanan atau obat-obatan yang dapat menggantikannya untuk menyelamatkan jiwanya maka dibolehkan mendonorkan darah kepadanya. Perkara kedua: Boleh mendonorkan darah jika tidak menimbulkan bahaya dan akibat buruk terhadap si pendonor darah. Dan tidak dibolehkan menjadikan hal itu sebagai lahan bisnis untuk mencari keuntungan. Jika tidak ada. Perkara ketiga: Instruksi yang dipegang dalam pendonoran darah itu adalah instruksi seorang dokter muslim." (QS.

3. orang yang menyumbangkan sebuah mata atau ginjalnya kepada orang lain yang buta atau tidak mempunyai ginjal… ia (mungkin) akan menghadapi resiko sewaktu-waktu mengalami tidak normalnya atau tidak berfungsinya mata atau ginjalnya yang tinggal sebuah itu. Namun sejalan dengan perkembangan iptek modern. Pandangan Hukum Islam Terhadap Transplantasi Organ Tubuh Untuk menentukan hukum boleh tidaknya transplantasi organ tubuh. Pertama. yaitu pada saat donor masih hidup sehat. dari seseorang untuk menggantikan organ tubuh yang tidak sehat atau tidak berfungsi dengan baik milik orang lain. Tapi bisa berkembang pada organ tubuh-tubuh lainnya. donor ketika sakit (koma) dan didiuga kuat akan meninggal keadaan dan donor dalam sudah meninggal. perlu dilihat kapan pelakasanaannya. 2. Masyfuk Zuhdi. 4 . TRANSPLANTASI ORGAN TUBUH Transplantasi atau pencangkokan organ tubuh adalah pemindahan organ tubuh tertentu yang mempunyai daya hidup yang sehat. di mana donor dalam keadaan sehat wal afiat.II. donor dalam keadaan meninggal. dilarang (haram) Firman Allah dalam surat Al-Baqaroah: 195 yang artinya : ”Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu hke dalam kebinasaan” Dalam kasus ini. Cara ini merupakan solusi bagi penyembuhan organ tubuh tersebut karena penyembuhan/pengobatan dengan prosedur medis biasa tidak ada harapan kesembuhannya. sedang yang menerima disebut repisien. Berikut hukum transplantasi sesuai keadaannya masing-masing. donor dalam kedaan sakit (koma) yang diduga kuat akan meninggal segera. apabila pencangkokan tersebut dilakukan. transplantasi pada masa yang akan datang tidak terbatas pada ketiga organ tubuh tersebut saja. Orang yang anggota tubuhnya dipindahkan disebut donor (pen-donor). Organ tubuh yang banyak didonorkan adalah mata. ginjal dan jantung. Ditinjau dari segi kondisi donor (pendonor)-nya maka ada tiga keadaan donor : 1. donor dalam keadaan hidup sehat. Sebagaimana dijelaskan ada tiga keadaan transplantasi dilakukan. maka hukumnya menurut Prof Drs.

2. Bahkan memandangnya sebagai amal perbuatan kemanusiaan yang tinggi nilainya. Resipien dalam keadaan darurat. 2. maka hukum Islam pun tidak membolehkan.” Ayat ini sangat menghargai tindakan kemanusiaan yang dapat menyelematkan jiwa manusia. maka Islam membolehkan. Adapun alasan membolehkannya adalah sebagai berikut: Al-Qur‟an Surat Al-Baqarah 195 di atas. apabila transplantasi dilakukan terhadap donor yang dalam keadaan sakit (koma) atau hampir meninggal. Dalam kasus ini orang yang sedang sakit (koma) akan meninggal dengan diambil organ tubuhnya tersebut. maka seolah-olah ia memelihara kehidupan manusia seluruhnya. bahwa Islam tidak membenarkan pula orang membiarkan dirinya dalam keadaan bahaya atau tidak berfungsi organ tubuhnya yang sangat vital. hukumnya haram. 5 . Transplantasi organ taubuh yang dilakukan ketika pendonor hidup sehat maka hukumnya haram. Sekalipun tujuan dari pencangkokan tersebut adalah mulia.Kedua. ada yang berpendapat boleh dan ada yang berpendapat haram. tanpa ausahausaha penyembuhan termasuk pencangkokan di dalamnya. Kesimpulan Dari uaraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: 1.maka menurut hukum Islam ada yang membolehkan dan ada yang mengharamkan. Yang membolehkan menggantungkan pada dua syarat sebagai berikut: 1.”Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia. lantaran menolong jiwa sesama manuysia atau membanatu berfungsinya kembali organ tubuh sesamanya yang tidak berfungsi. baik secara medis maupun yuridis. 3. Orang tidak boleh menyebabkan matinya orang lain. Pencangkokan tidak menimbulkan komplikasi penyakit yang lebih berat bagi repisien dibandingkan dengan keadaan sebelum pencangkokan. tapi tidak berhasil. Transplantasi organ tubuh yang dilakukan ketika pendonor telah meninggal. Ketiga. yakni untuk menyembuhkan sakitnya orang lain (resipien). Ayat tersebut secara analogis dapat difahami. apabila pencangkokan dilakukan ketika pendonor telah meninggal. Surat Al-Maidah: 32 Artinya. (Keputusan Fatwa MUI tentang wasiat menghibahkan kornea mata). yang dapat mengancam jiwanya dan ia sudah menempuh pengobatan secara medis dan non medis. Transplantasi organ tubuh yang dilakukan ketika pendonor sakit (koma). Dalam kasus ini seseorang yang dengan ikhlas menyumbangkan organ tubuhnya setelah meninggal.

6 . Yusuf Misbach (ahli saraf) terdapat 2 macam kematian otak yaitu : kematian korteks otak yang merupakan pusat kegiatan intelektual dan kematian batang otak. EUTHANASIA DAN BUNUH DIRI Euthanasia berasal dari kata Yunani. karena jantung merupakan alat pemompa darah ke seluruh tubuh. karena berdasarkan pengamalan maupun ukuran medis sudah tidak ada harapan hidup. Euthanasia sering disebut : mercy killing (mati dengan tenang). Dr. Maksudnya adalah mengakhiri hidup dengan cara yang mudah tanpa rasa sakit. Aktif Euthanasia aktif adalah : suatu tindakan mempercepat proses kematian. atau tanda-tanda kehidupan tidak terdapat lagi padanya. Mahar Mardjono (eks Rektor UI). Tanda-tanda kehidupan masih terdapat pada penderita ketika tindakan itu dilakukan. maka denyut jantung terganggu. berdasarkan ukuran dan pengalaman medis masih menunjukkan adanya harapan hidup. bahwa jantung ternyata digerakkan oleh pusat saraf penggerak yang terletak pada bagian batang otak kepala. Pasif Euthanasia pasif adalah : suatu tindakan membiarkan pasien/penderita yang dalam keadaan tidak sadar (comma). Apabila terjadi perdarahan pada batang otak.Euthanasia bisa muncul dari keinginan pasien sendiri. melepas alat pemacu jantung dan lain-lain. Kerusakan batang otak lebih fatal karena terdapat pusat saraf penggerak motor semua saraf tubuh. 2. Yang termasuk tindakan mempercepat proses kematian disini adalah : jika kondisi pasien. mungkin karena salah satu organ pentingnya sudah rusak atau lemah seperti : bocornya pembuluh darah yang menghubungkan ke otak (stroke) akibat tekanan darah terlalu tinggi. baik dengan memberikan suntikan maupun melepaskan alat-alat pembantu medika. permintaan dari keluarga dengan persetujuan pasien (bila pasien masih sadar). menurut Prof. atau tanpa persetujuan pasien (bila pasien sudah tidak sadar). Menurut Dr. maka jantung sudah tidak berfungsi. Tetap perdarahan pada otak yang bersangkutan tidak mati. Kriteria Mati Apabila nadi tidak bergerak. seperti : melepaskan saluran zat asam. eu : baik dan thanatos : mati. tidak berfungsinya jantung.III. Euthanasia bisa muncul dari keinginan pasien sendiri. Tindakan euthanasia dikategorikan menjadi 2 : 1.

Menurut Dr. Euthanasia Aktif Syariah Islam mengharamkan euthanasia aktif. walaupun atas permintaan pasien sendiri atau keluarganya. Pandangan Syariah Islam Syariah Islam merupakan syariah yang sempurna karena mampu mengatasi segala persoalan di segala waktu dan tempat A. yang terdapat pada mulut. Kartono Muhammad (wakil ketua Ikatan Dokter Indonesia) mengatakan seseorang mati bila batang otak menggerakkan jantung dan paru-paru tidak berfungsi lagi. karena termasuk dalam kategori pembunuhan sengaja (al-qatlu al-„amad). 7 . Hukumnya tetap haram. Ketiga. adanya gerak/nafas. kecuali karena tersalah (tidak sengaja)…” (QS An-Nisaa` : 92) “Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Kedua. Menurut Dr. firman Allah SWT yang artinya : “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (untuk membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. Dari dalil-dalil di atas. adanya suara maupun bunyi. jeritan tangis. mempunyai kemampuan merasakan lewat panca indra dan hati. Peunoh Daly menentukan ukuran hidup matinya seseorang dengan empat fenomena.” (QS Al-An‟aam : 151) “Dan tidak layak bagi seorang mu`min membunuh seorang mu`min (yang lain). jelaslah bahwa haram hukumnya bagi dokter melakukan euthanasia aktif. walaupun niatnya baik yaitu untuk meringankan penderitaan pasien. dan rasa haus. gerakan sedikit/banyak. Pertama. sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS An-Nisaa` : 29). mempunyai kemampuan berfikir terutama bagi orang dewasa. Keempat. Sebab tindakan itu termasuk ke dalam kategori pembunuhan sengaja (al-qatlu al-„amad) yang merupakan tindak pidana (jarimah) dan dosa besar.

8 .000 dirham. menurut hukum pidana Islam akan dijatuhi qishash (hukuman mati karena membunuh). Euthanasia Pasif Adapun hukum euthanasia pasif.700 gram perak (1 dirham = 2.” (QS Al-Baqarah : 178) Namun jika keluarga terbunuh (waliyyul maqtuul) menggugurkan qishash (dengan memaafkan). sebenarnya faktanya termasuk dalam praktik menghentikan pengobatan. oleh pemerintahan Islam (Khilafah). hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik. Firman Allah SWT : “Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya. meminta diyat (tebusan). atau 12.975 gram perak) (Al-Maliki.25 gram emas). 1990: 113).Dokter yang melakukan euthanasia aktif. dokter menghentikan pengobatan kepada pasien. dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diyat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Selanjutnya mereka mempunyai dua pilihan lagi. maka diyatnya adalah 1000 dinar. misalnya dengan memberikan suntikan mematikan.” (QS Al-Baqarah : 178) Denda untuk pembunuhan sengaja adalah 100 ekor unta di mana 40 ekor di antaranya dalam keadaan bunting. atau senilai 4250 gram emas (1 dinar = 4. atau memaafkan/menyedekahkan. atau senilai 35. qishash tidak dilaksanakan. B. Tindakan tersebut dilakukan berdasarkan keyakinan dokter bahwa pengobatan yag dilakukan tidak ada gunanya lagi dan tidak memberikan harapan sembuh kepada pasien. sesuai firman Allah yang artinya : “Telah diwajibkan atas kamu qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. Jika dibayar dalam bentuk dinar (uang emas) atau dirham (uang perak). misalnya dengan cara menghentikan alat pernapasan buatan dari tubuh pasien. Karena itu.

Bukhari dan Muslim). Semua keterangan yang menerangkan tentang tindak kriminal pembunuhan itu. karena sesungguhnya Allah maha belas asih kepadamu. Oleh karena itu Kuharamkan surga atasnya. oleh karena itu Islam tidak membenarkan dalam situasi apapun untuk melepaskan dari hidup dan menanggalkan pakaian karena suatu bala‟ yang menimpanya atau karena gagal dalam cita – cita yang di impi – impikan. sangat berbeda dengan Euthanasia sebab bunuh diri adalah menghilangkan nyawa diri sendiri karena situasi yang membuatnya tidak berani menjalani hidup lagi. Sebagaimana sabda rasulullah s. pernah ada seorang lelaki luka kemudian marah sambil mengambil sebilah pisau dan di potong tangannya.BUNUH DIRI Bunuh diri. Ini di sebabkan karena kurangnya keimanan kepada Allah SWT.a.a.a. 9 . Maka berkatalah Allah : hambaKu inin mau mendahului dirinya dari (takdir) Ku. anggotanya ataupun sel – selnya. Dan barang siapa bunnuh diri denganalat tajam. Diri manusia pada hakikatnya hanyalah sebagai barang titipan yang diberikan Allah.w yang artinya : "sebelum kamu. Bukhari dan Muslim) Kalau orang tersebut terhalang masuk surge lantaran luka yang tidak seberapa sakitnya kemudian bunuh diri. darahnya terus mengalir sehingga dia mati. sebab dia tidak dapat membuat dirinya. (HR.” Islam menghendaki setiap muslim hendaknya selalu optimis dalam menghadapi setiap masalah. Yang artinya : “Dan janganlah kamu membunuh diri – diri kamu. maka bagaimana lagi orang yang bunuh diri lantaran mendapat kerugian sedikit atau banyak. Sebagaimana allah telah berfirman dalam surat an – Nisa‟ : 29. Kehidupan manusia bukan menjadi hak milik pribadi.” (HR. bukan untuk tinggal diam. Dan barang siapa meminum racun kemudian bunuh diri.w memberikan ancaman kepada orang yang berbuat tindak kriminal yang kejam ini dengan terhalangnya rahmat dari Allah dan mendapatkan murka Allah kelak di akhirat. dan untuk berpeang bukan untuk lari. Rasulullah s. Jadi barang siapa bunuh diri dengan cara apapun. maka racunnya itu berada di tangannya kemudian diminumnya di neraka jahannam untuk selama – lamanya.w bersabda yang artinya : “Barang siapa menjatuhkan diri dari atas gunung kemudian bunuh diri. berarti dia telah melakukan suatu pembunuhan yang di haramkan Allah. meliputi masalah bunuh diri ini. atau lantaran tidak lulus ujian. maka dia berada di neraka untuk selama – lamanya. maka alat tajamnya itu di tangannya akan menusuk dia di neraka jahannam untuk selama – lamanya. Iman dan budinya tidak mengizinkan dia lari dari arena kehidupan. Oleh karena itu tidak boleh titipan ini diabaikannya. Sebab seorang mukmin dicipta justru untuk berjuang. atau lantaran ditolak seorang gadis? Rasulullah s.

Halal dan haram dalam Islam. PT Bina Ilmu – Surabaya 10 . Wallahu a’lam bishshawaab. M.1976. Darul Ummah. SARMIN. Beirut. 1418/1997.H. Libanon.DAFTAR PUSTAKA Drs. Qardhawi Syekh Muhammad Yusuf.Surabaya. H.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful