Makalah Agama

FENOMENA BARU di BIDANG KESEHATAN Meliputi: TRANSFUSI DARAH TRANSPLANTASI ORGAN TUBUH EUTHANASIA dan BUNUH DIRI

DISUSUN OLEH : Amalia Ferani Febrina Kartika F. Rima Alfiani Silvia Mujiana 250011051 250011064 250011085 250011089

2011 - 2012

Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Ibu dan Bapak Dosen yang telah memberikan arahan kepada kami baik langsung maupun tidak langsung. Makalah ini berisi tentang Transfusi darah. transplantasi organ tubuh. Karena atas limpahan rahmat dan barokah –Nya makalah tentang “Fenomena Baru di Bidang Kesehatan ini dapat kami susun dengan baik. puji syukur kehadirat Allah SWT. Setelah menyusun makalah ini di harapkan mahasiswa dan Ibu Dosen dapat memahami isi makalah. Penyusun i .KATA PENGANTAR Alhamdulillahhirobbil‟alamin. etanasia dan bunuh diri. Makalah ini kami susun untuk mempermudah belajar mengajar. Kami mengetahui makalah yang kami susun jauh dalam kesempurnaan maka kami harapkan kritik serta saran yang membangun dari teman – teman agar menjadi cerminan bagi kami di kemudian hari.

PENDAHULUAN Makalah ini bertemakan tentang fenomena dalam dunia kesehatan. Akhiru kalam kami ucapakan terimakasih dan wassalamu‟alaikum wr. di dalam makalah ini kami hanya membahas tentang transfusi darah. Ucapan terima kasih kepada Dosen mata pelajaran Agama Islam. euthanasia dan bunuh diri. ii . Karena beliau bukan hanya memberikan tugas untuk kami namun dengan cara inilah kami dapat mengerti hukum – hukum dalam syariat Islam. Yang menjabarkan tentang pengertian dan dasar hukum – hukum dari ketiga fenomena dalam dunia kesehatan tersebut. Kami menyusun makalah untuk mempermudah para mahasiswa untuk belajar tentang agama yang didalamnya membahas tentang kesehatan. wb. Kami sadar makalah yang kami susun jauh dari kata sempurna maka kritik serta saran yang membangun kami harapkan untuk mengkoreksi kami dalam menyusun makalah di kemudian hari. transplantasi organ tubuh.

i ………………………………………………………………………………. 7 ……………………………………………………………. 3 ……………………………………………………………. 1 ……………………………………………………………. 8 ……………………………………………………………... ii ……………………………………………………………………………… iii ………………………………………………………………………………. 6 …………………………………………………………….DAFTAR ISI Kata Pengantar Pendahuluan Daftar Isi Transfusi Darah Hukum Donor Darah Fatwa MUI Transplantasi Organ Kesimpulan dari Transplantasi Organ Euthanasia Pandangan Syariah Islam Euthanasia Aktif Euthanasia Pasif Bunuh Diri Daftar Pustaka ……………………………………………………………………………... 4 ……………………………………………………………. 10 iii .. 5 ……………………………………………………………. 9 ……………………………………………………………. 2 ……………………………………………………………. 7 …………………………………………………………….

Memberikan komponen tertentu lebih aman dan tidak boros. trombosit. sehingga transfusi lebih aman dibandingkan sebelumnya. Namun tergantung pada alasan dilakukannya transfusi darah tersebut.I. bertepatan dengan tanggal 24 Juli 2004M. termasuk dalam melakukan donor (transfusi/pemindahan) darah kepada penderita suatu penyakit atau kepada orang yang tertimpa musibah kecelakaan yang memerlukan tambahan darah untuk keperluan pengobatan. Memutuskan Dengan bertawakkal kepada Allah SWT dan memohon ridhaNya menfatwakan sebagai berikut: “Umat Islam wajib membantu sesama manusia yang memerlukan bantuan dalam halhal positif. 1 .  memperbaiki masalah pembekuan. Kini teknik penyaringan jauh lebih baik. TRANSFUSI DARAH Transfusi darah adalah : pemindahan darah atau suatu komponen darah dari seseorang (donor) kepada orang lain (resipien). Meskipun kemungkinan terkena AIDS atau Hepatitis melalui transfusi sudah kecil. dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran". plasma segar yang dibekukan/bagian cairan dari darah atau sel darah putih). Seorang pendonor bisa memberikan darah lengkap atau komponen darah (misalnya sel darah merah. akan lebieh baik jika transfusi yang diberikan hanya terdiri dari komponen darah yang diperlukan oleh resipien.  memperbaiki volume darah tubuh. tetapi harus tetap waspada akan resiko ini dan sebaiknya transfusi hanya dilakukan jika tidak ada pilihan lain. DASAR HUKUM ISLAM TRANSFUSI DARAH BAGI BERPUASA ORANG YANG MUI telah mengadakan rapat pada tanggal 22 Rabi'ul Akhir 1421 H. Jika memungkinkan. Namun masih saja di temukan adanya resiko untuk resipien sehingga transfusi lebih aman dibandingkan sebelumnya. faktor pembekuan. ” Sebagaimana telah difirmankan dalam surat Al-Maidah ayat 2 Yang artinya : "Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa.  memperbaiki kekebalan. yang membahas tentang Hukum Donor Darah Bagi yang sedang Berpuasa. Tranfusi darah memiliki tujuan untuk :  meningkatkan kemampuan darah dalam mengangkut oksigen. Ini disebabkan karena penggunaan jarum suntik yang kurangmenjaga kebersihan.

Instruksi siapakah yang dipegang dalam pendonoran darah itu ? Perkara pertama: Yang boleh menerima darah yang didonorkan adalah orang yang berada dalam keadaan kritis karena sakit ataupun terluka dan sangat memerlukan tambahan darah. atau mengakibatkan harus minum sebelum memberikan darah atau harus makan sesudah memberikan sumbangan darah. terutama umat Islam agar berlomba-lomba menjadi donor darah tetap kepada Palang merah setempat. dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Siapakah orang yang mendonorkan darahnya itu ? 3. Apabila pemberian sumbangan darah tersebut mengakibatkan bahaya (dharar) bagi penyumbang. Pengeluaran darah dari orang yang sedang menunaikan ibadah puasa. Siapakah orang yang menerima darah yang didonorkan itu ? 2. (QS. Disamping itu. sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. darah. Bahkan ditinjau dari sudut fadillah atau keutamaan. maka perbuatan itu tidak dibenarkan oleh ajaran Islam. tidak membatalkan atau mengurangi kesempurnaan ibadah puasa orang yang bersangkutan. nanti orang orang yang membutuhkan donor darah tersebut adalh diri atau keluarga dan teman sejawat kita sendiri.Menganjurkan kepada seluruh warga DKI Jakarta. Karena dengan menjadi donor darah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas. Hukum Donor Darah Menurut Islam Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Ibrahim Aali Syaikh rahimahullah secara khusus memaparkan hukum donor darah sebagai berikut : Ada tiga perkara yang harus dibicarakan untuk menjawab pertanyaan di atas : 1. Dalam ayat lain Allah berfirman :”Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa. 2:173). 5:3). berarti kita telah menyediakan darah untuk membantu orang-orang yang membutuhkannya. (QS. pengambilan darah dari penyumbang (donor) akan menambah kesehatan dan tidak akan membahayakan mereka karena hal itu dilakukan dengan syarat syarat dan pemeriksaan medis. memberikan sumbangan darah oleh orang yang sedang berpuasa kepada yang membutuhkannya adalah suatu amal shaleh yang pahalanya lebih besar dibandingkan dengan amal shaleh yang dilakukan diluar bulan puasa. 2 . Dasarnya adalah firman Allah Ta'ala : ”Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai. maka tidak ada dosa baginya”. Besar kemungkinan. daging babi.

Perkara ketiga: Instruksi yang dipegang dalam pendonoran darah itu adalah instruksi seorang dokter muslim." (QS. seperti memakan bangkai bagi orang yang terpaksa memakannya. karena hal itu berkaitan dengan kemaslahatan umum kaum muslimin. Nasrani ataupun selainnya. Jika tidak ada. 3 . maka kelihatannya tidak ada larangan mengikuti instruksi dokter non muslim.Dalam ayat lain Allah juga berfirman :"Dan sungguh telah dijelaskan kepadamu apa-apa yang diharamkan atasmu kecuali yang terpaksa kamu memakannya. baik dokter itu Yahudi. Dan tidak dibolehkan menjadikan hal itu sebagai lahan bisnis untuk mencari keuntungan. Perkara kedua: Boleh mendonorkan darah jika tidak menimbulkan bahaya dan akibat buruk terhadap si pendonor darah. Dengan catatan ia adalah seorang yang ahli dalam bidang kedokteran dan dipercaya banyak orang. 6:119) Bentuk pengambilan dalil dari ayat di atas bahwasanya jikalau keselamatan jiwa pasien karena sakit atau luka sangat tergantung kepada darah yang didonorkan oleh orang lain dan tidak ada zat makanan atau obat-obatan yang dapat menggantikannya untuk menyelamatkan jiwanya maka dibolehkan mendonorkan darah kepadanya. Dan hendaknya bank tersebut tidak menerima imbalan harta dari si sakit ataupun ahli waris dan walinya sebagai ganti darah yang di donorkan. Boleh hukumnya mendonorkan darah selama tidak membahayakan jiwanya dalam kondisi yang memang dibutuhkan untuk menolong kaum muslimin yang benar-benar membutuhkannya. Dan hal itu dianggap sebagai pemberian zat makanan bagi si pasien bukan sebagai pemberian obat. Dan memakan makanan yang haram dalam kondisi darurat boleh hukumnya. Boleh hukumnya mendirikan Bank donor darah Islami untuk menerima orang-orang yang bersedia mendonorkan darahnya guna menolong kaum muslimin yang membutuhkannya. 2. Lembaga tertinggi Majelis Ulama juga mengeluarkan fatwa berkenaan dengan masalah ini sebagai berikut: 1.

Pertama. Sebagaimana dijelaskan ada tiga keadaan transplantasi dilakukan. 3. ginjal dan jantung. sedang yang menerima disebut repisien. maka hukumnya menurut Prof Drs. Masyfuk Zuhdi. Orang yang anggota tubuhnya dipindahkan disebut donor (pen-donor). Ditinjau dari segi kondisi donor (pendonor)-nya maka ada tiga keadaan donor : 1. donor dalam kedaan sakit (koma) yang diduga kuat akan meninggal segera. Tapi bisa berkembang pada organ tubuh-tubuh lainnya. donor dalam keadaan meninggal. transplantasi pada masa yang akan datang tidak terbatas pada ketiga organ tubuh tersebut saja. yaitu pada saat donor masih hidup sehat. dari seseorang untuk menggantikan organ tubuh yang tidak sehat atau tidak berfungsi dengan baik milik orang lain. di mana donor dalam keadaan sehat wal afiat. 2. Organ tubuh yang banyak didonorkan adalah mata. perlu dilihat kapan pelakasanaannya. TRANSPLANTASI ORGAN TUBUH Transplantasi atau pencangkokan organ tubuh adalah pemindahan organ tubuh tertentu yang mempunyai daya hidup yang sehat. Namun sejalan dengan perkembangan iptek modern.II. apabila pencangkokan tersebut dilakukan. Berikut hukum transplantasi sesuai keadaannya masing-masing. Cara ini merupakan solusi bagi penyembuhan organ tubuh tersebut karena penyembuhan/pengobatan dengan prosedur medis biasa tidak ada harapan kesembuhannya. orang yang menyumbangkan sebuah mata atau ginjalnya kepada orang lain yang buta atau tidak mempunyai ginjal… ia (mungkin) akan menghadapi resiko sewaktu-waktu mengalami tidak normalnya atau tidak berfungsinya mata atau ginjalnya yang tinggal sebuah itu. donor dalam keadaan hidup sehat. Pandangan Hukum Islam Terhadap Transplantasi Organ Tubuh Untuk menentukan hukum boleh tidaknya transplantasi organ tubuh. 4 . dilarang (haram) Firman Allah dalam surat Al-Baqaroah: 195 yang artinya : ”Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu hke dalam kebinasaan” Dalam kasus ini. donor ketika sakit (koma) dan didiuga kuat akan meninggal keadaan dan donor dalam sudah meninggal.

Resipien dalam keadaan darurat. maka hukum Islam pun tidak membolehkan. 2. Orang tidak boleh menyebabkan matinya orang lain. apabila transplantasi dilakukan terhadap donor yang dalam keadaan sakit (koma) atau hampir meninggal.”Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia. baik secara medis maupun yuridis. yang dapat mengancam jiwanya dan ia sudah menempuh pengobatan secara medis dan non medis. lantaran menolong jiwa sesama manuysia atau membanatu berfungsinya kembali organ tubuh sesamanya yang tidak berfungsi. (Keputusan Fatwa MUI tentang wasiat menghibahkan kornea mata). tanpa ausahausaha penyembuhan termasuk pencangkokan di dalamnya. 3. tapi tidak berhasil. Adapun alasan membolehkannya adalah sebagai berikut: Al-Qur‟an Surat Al-Baqarah 195 di atas. Transplantasi organ tubuh yang dilakukan ketika pendonor sakit (koma).Kedua. yakni untuk menyembuhkan sakitnya orang lain (resipien). maka Islam membolehkan. apabila pencangkokan dilakukan ketika pendonor telah meninggal. Transplantasi organ tubuh yang dilakukan ketika pendonor telah meninggal.” Ayat ini sangat menghargai tindakan kemanusiaan yang dapat menyelematkan jiwa manusia.maka menurut hukum Islam ada yang membolehkan dan ada yang mengharamkan. Dalam kasus ini seseorang yang dengan ikhlas menyumbangkan organ tubuhnya setelah meninggal. 2. Yang membolehkan menggantungkan pada dua syarat sebagai berikut: 1. Ketiga. bahwa Islam tidak membenarkan pula orang membiarkan dirinya dalam keadaan bahaya atau tidak berfungsi organ tubuhnya yang sangat vital. maka seolah-olah ia memelihara kehidupan manusia seluruhnya. Transplantasi organ taubuh yang dilakukan ketika pendonor hidup sehat maka hukumnya haram. Bahkan memandangnya sebagai amal perbuatan kemanusiaan yang tinggi nilainya. 5 . Surat Al-Maidah: 32 Artinya. Kesimpulan Dari uaraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Sekalipun tujuan dari pencangkokan tersebut adalah mulia. Pencangkokan tidak menimbulkan komplikasi penyakit yang lebih berat bagi repisien dibandingkan dengan keadaan sebelum pencangkokan. Ayat tersebut secara analogis dapat difahami. hukumnya haram. Dalam kasus ini orang yang sedang sakit (koma) akan meninggal dengan diambil organ tubuhnya tersebut. ada yang berpendapat boleh dan ada yang berpendapat haram.

permintaan dari keluarga dengan persetujuan pasien (bila pasien masih sadar). tidak berfungsinya jantung. Yusuf Misbach (ahli saraf) terdapat 2 macam kematian otak yaitu : kematian korteks otak yang merupakan pusat kegiatan intelektual dan kematian batang otak. Menurut Dr. Tanda-tanda kehidupan masih terdapat pada penderita ketika tindakan itu dilakukan. berdasarkan ukuran dan pengalaman medis masih menunjukkan adanya harapan hidup. Mahar Mardjono (eks Rektor UI). maka denyut jantung terganggu. Aktif Euthanasia aktif adalah : suatu tindakan mempercepat proses kematian. Maksudnya adalah mengakhiri hidup dengan cara yang mudah tanpa rasa sakit. baik dengan memberikan suntikan maupun melepaskan alat-alat pembantu medika. melepas alat pemacu jantung dan lain-lain. Apabila terjadi perdarahan pada batang otak. menurut Prof. Euthanasia bisa muncul dari keinginan pasien sendiri. seperti : melepaskan saluran zat asam. atau tanpa persetujuan pasien (bila pasien sudah tidak sadar). maka jantung sudah tidak berfungsi. Kerusakan batang otak lebih fatal karena terdapat pusat saraf penggerak motor semua saraf tubuh. 6 . Pasif Euthanasia pasif adalah : suatu tindakan membiarkan pasien/penderita yang dalam keadaan tidak sadar (comma). Kriteria Mati Apabila nadi tidak bergerak. bahwa jantung ternyata digerakkan oleh pusat saraf penggerak yang terletak pada bagian batang otak kepala. Tindakan euthanasia dikategorikan menjadi 2 : 1. eu : baik dan thanatos : mati. Yang termasuk tindakan mempercepat proses kematian disini adalah : jika kondisi pasien. mungkin karena salah satu organ pentingnya sudah rusak atau lemah seperti : bocornya pembuluh darah yang menghubungkan ke otak (stroke) akibat tekanan darah terlalu tinggi. atau tanda-tanda kehidupan tidak terdapat lagi padanya. karena jantung merupakan alat pemompa darah ke seluruh tubuh. 2.Euthanasia bisa muncul dari keinginan pasien sendiri. Euthanasia sering disebut : mercy killing (mati dengan tenang). EUTHANASIA DAN BUNUH DIRI Euthanasia berasal dari kata Yunani. Dr.III. karena berdasarkan pengamalan maupun ukuran medis sudah tidak ada harapan hidup. Tetap perdarahan pada otak yang bersangkutan tidak mati.

mempunyai kemampuan merasakan lewat panca indra dan hati.” (QS An-Nisaa` : 29). karena termasuk dalam kategori pembunuhan sengaja (al-qatlu al-„amad).” (QS Al-An‟aam : 151) “Dan tidak layak bagi seorang mu`min membunuh seorang mu`min (yang lain). gerakan sedikit/banyak. walaupun atas permintaan pasien sendiri atau keluarganya. Sebab tindakan itu termasuk ke dalam kategori pembunuhan sengaja (al-qatlu al-„amad) yang merupakan tindak pidana (jarimah) dan dosa besar. 7 . jeritan tangis. sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Euthanasia Aktif Syariah Islam mengharamkan euthanasia aktif. Peunoh Daly menentukan ukuran hidup matinya seseorang dengan empat fenomena. firman Allah SWT yang artinya : “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (untuk membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. kecuali karena tersalah (tidak sengaja)…” (QS An-Nisaa` : 92) “Dan janganlah kamu membunuh dirimu. adanya suara maupun bunyi. Dari dalil-dalil di atas. mempunyai kemampuan berfikir terutama bagi orang dewasa. Pertama. Kedua. adanya gerak/nafas. walaupun niatnya baik yaitu untuk meringankan penderitaan pasien. Ketiga. jelaslah bahwa haram hukumnya bagi dokter melakukan euthanasia aktif. dan rasa haus.Menurut Dr. Kartono Muhammad (wakil ketua Ikatan Dokter Indonesia) mengatakan seseorang mati bila batang otak menggerakkan jantung dan paru-paru tidak berfungsi lagi. yang terdapat pada mulut. Pandangan Syariah Islam Syariah Islam merupakan syariah yang sempurna karena mampu mengatasi segala persoalan di segala waktu dan tempat A. Hukumnya tetap haram. Keempat. Menurut Dr.

dokter menghentikan pengobatan kepada pasien. qishash tidak dilaksanakan. dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diyat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). misalnya dengan memberikan suntikan mematikan. Firman Allah SWT : “Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya. menurut hukum pidana Islam akan dijatuhi qishash (hukuman mati karena membunuh).975 gram perak) (Al-Maliki. misalnya dengan cara menghentikan alat pernapasan buatan dari tubuh pasien. 1990: 113). sebenarnya faktanya termasuk dalam praktik menghentikan pengobatan. atau memaafkan/menyedekahkan.700 gram perak (1 dirham = 2. Tindakan tersebut dilakukan berdasarkan keyakinan dokter bahwa pengobatan yag dilakukan tidak ada gunanya lagi dan tidak memberikan harapan sembuh kepada pasien. atau 12. Jika dibayar dalam bentuk dinar (uang emas) atau dirham (uang perak). atau senilai 35. hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik. 8 . meminta diyat (tebusan). oleh pemerintahan Islam (Khilafah).000 dirham. atau senilai 4250 gram emas (1 dinar = 4.25 gram emas).” (QS Al-Baqarah : 178) Namun jika keluarga terbunuh (waliyyul maqtuul) menggugurkan qishash (dengan memaafkan). Euthanasia Pasif Adapun hukum euthanasia pasif. sesuai firman Allah yang artinya : “Telah diwajibkan atas kamu qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. Selanjutnya mereka mempunyai dua pilihan lagi. B. Karena itu.Dokter yang melakukan euthanasia aktif.” (QS Al-Baqarah : 178) Denda untuk pembunuhan sengaja adalah 100 ekor unta di mana 40 ekor di antaranya dalam keadaan bunting. maka diyatnya adalah 1000 dinar.

pernah ada seorang lelaki luka kemudian marah sambil mengambil sebilah pisau dan di potong tangannya. anggotanya ataupun sel – selnya. Yang artinya : “Dan janganlah kamu membunuh diri – diri kamu. bukan untuk tinggal diam. Rasulullah s.w bersabda yang artinya : “Barang siapa menjatuhkan diri dari atas gunung kemudian bunuh diri. karena sesungguhnya Allah maha belas asih kepadamu. dan untuk berpeang bukan untuk lari. Iman dan budinya tidak mengizinkan dia lari dari arena kehidupan. Sebagaimana allah telah berfirman dalam surat an – Nisa‟ : 29.” (HR. Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu tidak boleh titipan ini diabaikannya. atau lantaran ditolak seorang gadis? Rasulullah s. Dan barang siapa bunnuh diri denganalat tajam.” Islam menghendaki setiap muslim hendaknya selalu optimis dalam menghadapi setiap masalah. maka dia berada di neraka untuk selama – lamanya. meliputi masalah bunuh diri ini. Sebagaimana sabda rasulullah s. berarti dia telah melakukan suatu pembunuhan yang di haramkan Allah. sebab dia tidak dapat membuat dirinya. atau lantaran tidak lulus ujian. Dan barang siapa meminum racun kemudian bunuh diri. oleh karena itu Islam tidak membenarkan dalam situasi apapun untuk melepaskan dari hidup dan menanggalkan pakaian karena suatu bala‟ yang menimpanya atau karena gagal dalam cita – cita yang di impi – impikan. Semua keterangan yang menerangkan tentang tindak kriminal pembunuhan itu. Kehidupan manusia bukan menjadi hak milik pribadi. (HR. Maka berkatalah Allah : hambaKu inin mau mendahului dirinya dari (takdir) Ku. maka racunnya itu berada di tangannya kemudian diminumnya di neraka jahannam untuk selama – lamanya.w yang artinya : "sebelum kamu. Bukhari dan Muslim) Kalau orang tersebut terhalang masuk surge lantaran luka yang tidak seberapa sakitnya kemudian bunuh diri. darahnya terus mengalir sehingga dia mati. Jadi barang siapa bunuh diri dengan cara apapun. maka bagaimana lagi orang yang bunuh diri lantaran mendapat kerugian sedikit atau banyak. Sebab seorang mukmin dicipta justru untuk berjuang.a. Diri manusia pada hakikatnya hanyalah sebagai barang titipan yang diberikan Allah. Oleh karena itu Kuharamkan surga atasnya. Ini di sebabkan karena kurangnya keimanan kepada Allah SWT.a. sangat berbeda dengan Euthanasia sebab bunuh diri adalah menghilangkan nyawa diri sendiri karena situasi yang membuatnya tidak berani menjalani hidup lagi.w memberikan ancaman kepada orang yang berbuat tindak kriminal yang kejam ini dengan terhalangnya rahmat dari Allah dan mendapatkan murka Allah kelak di akhirat. 9 .BUNUH DIRI Bunuh diri. maka alat tajamnya itu di tangannya akan menusuk dia di neraka jahannam untuk selama – lamanya.a.

Darul Ummah. Beirut.1976. Halal dan haram dalam Islam. 1418/1997.H. M. SARMIN. Wallahu a’lam bishshawaab. H. PT Bina Ilmu – Surabaya 10 . Qardhawi Syekh Muhammad Yusuf. Libanon.Surabaya.DAFTAR PUSTAKA Drs.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful