FENOMENA BARU di BIDANG KESEHATAN Meliputi: TRANSFUSI DARAH TRANSPLANTASI ORGAN TUBUH EUTHANASIA dan BUNUH DIRI

DISUSUN OLEH : Amalia Ferani Febrina Kartika F. Rima Alfiani Silvia Mujiana 250011051 250011064 250011085 250011089

2011 - 2012

Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Ibu dan Bapak Dosen yang telah memberikan arahan kepada kami baik langsung maupun tidak langsung.KATA PENGANTAR Alhamdulillahhirobbil‟alamin. etanasia dan bunuh diri. Penyusun i . Karena atas limpahan rahmat dan barokah –Nya makalah tentang “Fenomena Baru di Bidang Kesehatan ini dapat kami susun dengan baik. puji syukur kehadirat Allah SWT. Setelah menyusun makalah ini di harapkan mahasiswa dan Ibu Dosen dapat memahami isi makalah. Makalah ini kami susun untuk mempermudah belajar mengajar. Kami mengetahui makalah yang kami susun jauh dalam kesempurnaan maka kami harapkan kritik serta saran yang membangun dari teman – teman agar menjadi cerminan bagi kami di kemudian hari. transplantasi organ tubuh. Makalah ini berisi tentang Transfusi darah.

Akhiru kalam kami ucapakan terimakasih dan wassalamu‟alaikum wr. Ucapan terima kasih kepada Dosen mata pelajaran Agama Islam. Karena beliau bukan hanya memberikan tugas untuk kami namun dengan cara inilah kami dapat mengerti hukum – hukum dalam syariat Islam. Kami sadar makalah yang kami susun jauh dari kata sempurna maka kritik serta saran yang membangun kami harapkan untuk mengkoreksi kami dalam menyusun makalah di kemudian hari.PENDAHULUAN Makalah ini bertemakan tentang fenomena dalam dunia kesehatan. euthanasia dan bunuh diri. transplantasi organ tubuh. wb. Yang menjabarkan tentang pengertian dan dasar hukum – hukum dari ketiga fenomena dalam dunia kesehatan tersebut. Kami menyusun makalah untuk mempermudah para mahasiswa untuk belajar tentang agama yang didalamnya membahas tentang kesehatan. ii . di dalam makalah ini kami hanya membahas tentang transfusi darah.

.DAFTAR ISI Kata Pengantar Pendahuluan Daftar Isi Transfusi Darah Hukum Donor Darah Fatwa MUI Transplantasi Organ Kesimpulan dari Transplantasi Organ Euthanasia Pandangan Syariah Islam Euthanasia Aktif Euthanasia Pasif Bunuh Diri Daftar Pustaka ……………………………………………………………………………. 7 ……………………………………………………………. 3 …………………………………………………………….. 7 ……………………………………………………………. 8 ……………………………………………………………. 10 iii .. 2 ……………………………………………………………. ii ……………………………………………………………………………… iii ………………………………………………………………………………. 4 ……………………………………………………………. 6 ……………………………………………………………. 9 …………………………………………………………….. 5 ……………………………………………………………. 1 ……………………………………………………………. i ………………………………………………………………………………..

trombosit. yang membahas tentang Hukum Donor Darah Bagi yang sedang Berpuasa. Ini disebabkan karena penggunaan jarum suntik yang kurangmenjaga kebersihan. faktor pembekuan. Memutuskan Dengan bertawakkal kepada Allah SWT dan memohon ridhaNya menfatwakan sebagai berikut: “Umat Islam wajib membantu sesama manusia yang memerlukan bantuan dalam halhal positif. bertepatan dengan tanggal 24 Juli 2004M. TRANSFUSI DARAH Transfusi darah adalah : pemindahan darah atau suatu komponen darah dari seseorang (donor) kepada orang lain (resipien). sehingga transfusi lebih aman dibandingkan sebelumnya.  memperbaiki masalah pembekuan. ” Sebagaimana telah difirmankan dalam surat Al-Maidah ayat 2 Yang artinya : "Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa. Jika memungkinkan. akan lebieh baik jika transfusi yang diberikan hanya terdiri dari komponen darah yang diperlukan oleh resipien. termasuk dalam melakukan donor (transfusi/pemindahan) darah kepada penderita suatu penyakit atau kepada orang yang tertimpa musibah kecelakaan yang memerlukan tambahan darah untuk keperluan pengobatan.  memperbaiki kekebalan. 1 . Namun masih saja di temukan adanya resiko untuk resipien sehingga transfusi lebih aman dibandingkan sebelumnya. Namun tergantung pada alasan dilakukannya transfusi darah tersebut. Meskipun kemungkinan terkena AIDS atau Hepatitis melalui transfusi sudah kecil. Tranfusi darah memiliki tujuan untuk :  meningkatkan kemampuan darah dalam mengangkut oksigen. Memberikan komponen tertentu lebih aman dan tidak boros. Kini teknik penyaringan jauh lebih baik. plasma segar yang dibekukan/bagian cairan dari darah atau sel darah putih). Seorang pendonor bisa memberikan darah lengkap atau komponen darah (misalnya sel darah merah.  memperbaiki volume darah tubuh. DASAR HUKUM ISLAM TRANSFUSI DARAH BAGI BERPUASA ORANG YANG MUI telah mengadakan rapat pada tanggal 22 Rabi'ul Akhir 1421 H. tetapi harus tetap waspada akan resiko ini dan sebaiknya transfusi hanya dilakukan jika tidak ada pilihan lain. dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran".I.

Apabila pemberian sumbangan darah tersebut mengakibatkan bahaya (dharar) bagi penyumbang. memberikan sumbangan darah oleh orang yang sedang berpuasa kepada yang membutuhkannya adalah suatu amal shaleh yang pahalanya lebih besar dibandingkan dengan amal shaleh yang dilakukan diluar bulan puasa. Bahkan ditinjau dari sudut fadillah atau keutamaan. (QS. Dalam ayat lain Allah berfirman :”Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa. darah. Karena dengan menjadi donor darah. nanti orang orang yang membutuhkan donor darah tersebut adalh diri atau keluarga dan teman sejawat kita sendiri. maka perbuatan itu tidak dibenarkan oleh ajaran Islam. Pengeluaran darah dari orang yang sedang menunaikan ibadah puasa.Menganjurkan kepada seluruh warga DKI Jakarta. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas. Besar kemungkinan. Dasarnya adalah firman Allah Ta'ala : ”Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai. tidak membatalkan atau mengurangi kesempurnaan ibadah puasa orang yang bersangkutan. 2:173). Hukum Donor Darah Menurut Islam Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Ibrahim Aali Syaikh rahimahullah secara khusus memaparkan hukum donor darah sebagai berikut : Ada tiga perkara yang harus dibicarakan untuk menjawab pertanyaan di atas : 1. terutama umat Islam agar berlomba-lomba menjadi donor darah tetap kepada Palang merah setempat. Instruksi siapakah yang dipegang dalam pendonoran darah itu ? Perkara pertama: Yang boleh menerima darah yang didonorkan adalah orang yang berada dalam keadaan kritis karena sakit ataupun terluka dan sangat memerlukan tambahan darah. sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. berarti kita telah menyediakan darah untuk membantu orang-orang yang membutuhkannya. Siapakah orang yang menerima darah yang didonorkan itu ? 2. dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Siapakah orang yang mendonorkan darahnya itu ? 3. daging babi. 5:3). 2 . Disamping itu. (QS. maka tidak ada dosa baginya”. pengambilan darah dari penyumbang (donor) akan menambah kesehatan dan tidak akan membahayakan mereka karena hal itu dilakukan dengan syarat syarat dan pemeriksaan medis. atau mengakibatkan harus minum sebelum memberikan darah atau harus makan sesudah memberikan sumbangan darah.

Boleh hukumnya mendonorkan darah selama tidak membahayakan jiwanya dalam kondisi yang memang dibutuhkan untuk menolong kaum muslimin yang benar-benar membutuhkannya. baik dokter itu Yahudi. Dan hendaknya bank tersebut tidak menerima imbalan harta dari si sakit ataupun ahli waris dan walinya sebagai ganti darah yang di donorkan. Boleh hukumnya mendirikan Bank donor darah Islami untuk menerima orang-orang yang bersedia mendonorkan darahnya guna menolong kaum muslimin yang membutuhkannya. Dan tidak dibolehkan menjadikan hal itu sebagai lahan bisnis untuk mencari keuntungan. Dan hal itu dianggap sebagai pemberian zat makanan bagi si pasien bukan sebagai pemberian obat. 3 . maka kelihatannya tidak ada larangan mengikuti instruksi dokter non muslim. 2. Dan memakan makanan yang haram dalam kondisi darurat boleh hukumnya. Jika tidak ada. seperti memakan bangkai bagi orang yang terpaksa memakannya. Nasrani ataupun selainnya. 6:119) Bentuk pengambilan dalil dari ayat di atas bahwasanya jikalau keselamatan jiwa pasien karena sakit atau luka sangat tergantung kepada darah yang didonorkan oleh orang lain dan tidak ada zat makanan atau obat-obatan yang dapat menggantikannya untuk menyelamatkan jiwanya maka dibolehkan mendonorkan darah kepadanya.Dalam ayat lain Allah juga berfirman :"Dan sungguh telah dijelaskan kepadamu apa-apa yang diharamkan atasmu kecuali yang terpaksa kamu memakannya." (QS. Lembaga tertinggi Majelis Ulama juga mengeluarkan fatwa berkenaan dengan masalah ini sebagai berikut: 1. Dengan catatan ia adalah seorang yang ahli dalam bidang kedokteran dan dipercaya banyak orang. karena hal itu berkaitan dengan kemaslahatan umum kaum muslimin. Perkara ketiga: Instruksi yang dipegang dalam pendonoran darah itu adalah instruksi seorang dokter muslim. Perkara kedua: Boleh mendonorkan darah jika tidak menimbulkan bahaya dan akibat buruk terhadap si pendonor darah.

Tapi bisa berkembang pada organ tubuh-tubuh lainnya.II. TRANSPLANTASI ORGAN TUBUH Transplantasi atau pencangkokan organ tubuh adalah pemindahan organ tubuh tertentu yang mempunyai daya hidup yang sehat. Organ tubuh yang banyak didonorkan adalah mata. donor dalam kedaan sakit (koma) yang diduga kuat akan meninggal segera. perlu dilihat kapan pelakasanaannya. Pandangan Hukum Islam Terhadap Transplantasi Organ Tubuh Untuk menentukan hukum boleh tidaknya transplantasi organ tubuh. orang yang menyumbangkan sebuah mata atau ginjalnya kepada orang lain yang buta atau tidak mempunyai ginjal… ia (mungkin) akan menghadapi resiko sewaktu-waktu mengalami tidak normalnya atau tidak berfungsinya mata atau ginjalnya yang tinggal sebuah itu. 2. ginjal dan jantung. Namun sejalan dengan perkembangan iptek modern. Ditinjau dari segi kondisi donor (pendonor)-nya maka ada tiga keadaan donor : 1. maka hukumnya menurut Prof Drs. Pertama. Sebagaimana dijelaskan ada tiga keadaan transplantasi dilakukan. dari seseorang untuk menggantikan organ tubuh yang tidak sehat atau tidak berfungsi dengan baik milik orang lain. donor dalam keadaan hidup sehat. Cara ini merupakan solusi bagi penyembuhan organ tubuh tersebut karena penyembuhan/pengobatan dengan prosedur medis biasa tidak ada harapan kesembuhannya. transplantasi pada masa yang akan datang tidak terbatas pada ketiga organ tubuh tersebut saja. 3. yaitu pada saat donor masih hidup sehat. di mana donor dalam keadaan sehat wal afiat. donor ketika sakit (koma) dan didiuga kuat akan meninggal keadaan dan donor dalam sudah meninggal. Orang yang anggota tubuhnya dipindahkan disebut donor (pen-donor). 4 . sedang yang menerima disebut repisien. apabila pencangkokan tersebut dilakukan. dilarang (haram) Firman Allah dalam surat Al-Baqaroah: 195 yang artinya : ”Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu hke dalam kebinasaan” Dalam kasus ini. Masyfuk Zuhdi. Berikut hukum transplantasi sesuai keadaannya masing-masing. donor dalam keadaan meninggal.

Transplantasi organ taubuh yang dilakukan ketika pendonor hidup sehat maka hukumnya haram. 2. Transplantasi organ tubuh yang dilakukan ketika pendonor telah meninggal. Adapun alasan membolehkannya adalah sebagai berikut: Al-Qur‟an Surat Al-Baqarah 195 di atas. Bahkan memandangnya sebagai amal perbuatan kemanusiaan yang tinggi nilainya. Dalam kasus ini orang yang sedang sakit (koma) akan meninggal dengan diambil organ tubuhnya tersebut. Orang tidak boleh menyebabkan matinya orang lain.Kedua. ada yang berpendapat boleh dan ada yang berpendapat haram. tapi tidak berhasil. apabila pencangkokan dilakukan ketika pendonor telah meninggal. Kesimpulan Dari uaraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. maka hukum Islam pun tidak membolehkan.maka menurut hukum Islam ada yang membolehkan dan ada yang mengharamkan.” Ayat ini sangat menghargai tindakan kemanusiaan yang dapat menyelematkan jiwa manusia. lantaran menolong jiwa sesama manuysia atau membanatu berfungsinya kembali organ tubuh sesamanya yang tidak berfungsi. bahwa Islam tidak membenarkan pula orang membiarkan dirinya dalam keadaan bahaya atau tidak berfungsi organ tubuhnya yang sangat vital. 3. 2. Ayat tersebut secara analogis dapat difahami. (Keputusan Fatwa MUI tentang wasiat menghibahkan kornea mata). Ketiga. Sekalipun tujuan dari pencangkokan tersebut adalah mulia. Yang membolehkan menggantungkan pada dua syarat sebagai berikut: 1. Surat Al-Maidah: 32 Artinya. yakni untuk menyembuhkan sakitnya orang lain (resipien). tanpa ausahausaha penyembuhan termasuk pencangkokan di dalamnya. baik secara medis maupun yuridis. maka Islam membolehkan. hukumnya haram. apabila transplantasi dilakukan terhadap donor yang dalam keadaan sakit (koma) atau hampir meninggal. Dalam kasus ini seseorang yang dengan ikhlas menyumbangkan organ tubuhnya setelah meninggal.”Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia. Pencangkokan tidak menimbulkan komplikasi penyakit yang lebih berat bagi repisien dibandingkan dengan keadaan sebelum pencangkokan. yang dapat mengancam jiwanya dan ia sudah menempuh pengobatan secara medis dan non medis. 5 . Resipien dalam keadaan darurat. maka seolah-olah ia memelihara kehidupan manusia seluruhnya. Transplantasi organ tubuh yang dilakukan ketika pendonor sakit (koma).

Aktif Euthanasia aktif adalah : suatu tindakan mempercepat proses kematian. Kerusakan batang otak lebih fatal karena terdapat pusat saraf penggerak motor semua saraf tubuh. Tetap perdarahan pada otak yang bersangkutan tidak mati. permintaan dari keluarga dengan persetujuan pasien (bila pasien masih sadar). Tindakan euthanasia dikategorikan menjadi 2 : 1. bahwa jantung ternyata digerakkan oleh pusat saraf penggerak yang terletak pada bagian batang otak kepala. baik dengan memberikan suntikan maupun melepaskan alat-alat pembantu medika. karena jantung merupakan alat pemompa darah ke seluruh tubuh. 6 . Euthanasia bisa muncul dari keinginan pasien sendiri. melepas alat pemacu jantung dan lain-lain. EUTHANASIA DAN BUNUH DIRI Euthanasia berasal dari kata Yunani. eu : baik dan thanatos : mati. Yang termasuk tindakan mempercepat proses kematian disini adalah : jika kondisi pasien. Mahar Mardjono (eks Rektor UI). Tanda-tanda kehidupan masih terdapat pada penderita ketika tindakan itu dilakukan. mungkin karena salah satu organ pentingnya sudah rusak atau lemah seperti : bocornya pembuluh darah yang menghubungkan ke otak (stroke) akibat tekanan darah terlalu tinggi. Menurut Dr. Dr.III. karena berdasarkan pengamalan maupun ukuran medis sudah tidak ada harapan hidup. tidak berfungsinya jantung. Pasif Euthanasia pasif adalah : suatu tindakan membiarkan pasien/penderita yang dalam keadaan tidak sadar (comma). Euthanasia sering disebut : mercy killing (mati dengan tenang). berdasarkan ukuran dan pengalaman medis masih menunjukkan adanya harapan hidup.Euthanasia bisa muncul dari keinginan pasien sendiri. Yusuf Misbach (ahli saraf) terdapat 2 macam kematian otak yaitu : kematian korteks otak yang merupakan pusat kegiatan intelektual dan kematian batang otak. Kriteria Mati Apabila nadi tidak bergerak. atau tanda-tanda kehidupan tidak terdapat lagi padanya. Maksudnya adalah mengakhiri hidup dengan cara yang mudah tanpa rasa sakit. menurut Prof. Apabila terjadi perdarahan pada batang otak. atau tanpa persetujuan pasien (bila pasien sudah tidak sadar). seperti : melepaskan saluran zat asam. maka denyut jantung terganggu. 2. maka jantung sudah tidak berfungsi.

yang terdapat pada mulut. Ketiga. mempunyai kemampuan merasakan lewat panca indra dan hati. adanya suara maupun bunyi. Pertama. walaupun niatnya baik yaitu untuk meringankan penderitaan pasien. Dari dalil-dalil di atas. Keempat. dan rasa haus. adanya gerak/nafas. jelaslah bahwa haram hukumnya bagi dokter melakukan euthanasia aktif.” (QS Al-An‟aam : 151) “Dan tidak layak bagi seorang mu`min membunuh seorang mu`min (yang lain). Menurut Dr. sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Kartono Muhammad (wakil ketua Ikatan Dokter Indonesia) mengatakan seseorang mati bila batang otak menggerakkan jantung dan paru-paru tidak berfungsi lagi. gerakan sedikit/banyak. walaupun atas permintaan pasien sendiri atau keluarganya. Pandangan Syariah Islam Syariah Islam merupakan syariah yang sempurna karena mampu mengatasi segala persoalan di segala waktu dan tempat A. Peunoh Daly menentukan ukuran hidup matinya seseorang dengan empat fenomena. kecuali karena tersalah (tidak sengaja)…” (QS An-Nisaa` : 92) “Dan janganlah kamu membunuh dirimu. 7 . mempunyai kemampuan berfikir terutama bagi orang dewasa. Sebab tindakan itu termasuk ke dalam kategori pembunuhan sengaja (al-qatlu al-„amad) yang merupakan tindak pidana (jarimah) dan dosa besar.Menurut Dr. Euthanasia Aktif Syariah Islam mengharamkan euthanasia aktif. Kedua. jeritan tangis. firman Allah SWT yang artinya : “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (untuk membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. Hukumnya tetap haram.” (QS An-Nisaa` : 29). karena termasuk dalam kategori pembunuhan sengaja (al-qatlu al-„amad).

hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik. Selanjutnya mereka mempunyai dua pilihan lagi. Karena itu.Dokter yang melakukan euthanasia aktif. oleh pemerintahan Islam (Khilafah). Jika dibayar dalam bentuk dinar (uang emas) atau dirham (uang perak).25 gram emas). dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diyat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). 8 . B. misalnya dengan memberikan suntikan mematikan. atau senilai 4250 gram emas (1 dinar = 4. qishash tidak dilaksanakan. sebenarnya faktanya termasuk dalam praktik menghentikan pengobatan. Tindakan tersebut dilakukan berdasarkan keyakinan dokter bahwa pengobatan yag dilakukan tidak ada gunanya lagi dan tidak memberikan harapan sembuh kepada pasien. 1990: 113). atau senilai 35. dokter menghentikan pengobatan kepada pasien.000 dirham. sesuai firman Allah yang artinya : “Telah diwajibkan atas kamu qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh.” (QS Al-Baqarah : 178) Denda untuk pembunuhan sengaja adalah 100 ekor unta di mana 40 ekor di antaranya dalam keadaan bunting. meminta diyat (tebusan). maka diyatnya adalah 1000 dinar.975 gram perak) (Al-Maliki. Firman Allah SWT : “Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya. Euthanasia Pasif Adapun hukum euthanasia pasif. atau 12.” (QS Al-Baqarah : 178) Namun jika keluarga terbunuh (waliyyul maqtuul) menggugurkan qishash (dengan memaafkan). atau memaafkan/menyedekahkan. misalnya dengan cara menghentikan alat pernapasan buatan dari tubuh pasien.700 gram perak (1 dirham = 2. menurut hukum pidana Islam akan dijatuhi qishash (hukuman mati karena membunuh).

Bukhari dan Muslim). sangat berbeda dengan Euthanasia sebab bunuh diri adalah menghilangkan nyawa diri sendiri karena situasi yang membuatnya tidak berani menjalani hidup lagi. bukan untuk tinggal diam. meliputi masalah bunuh diri ini. Yang artinya : “Dan janganlah kamu membunuh diri – diri kamu. Semua keterangan yang menerangkan tentang tindak kriminal pembunuhan itu. 9 . darahnya terus mengalir sehingga dia mati. Maka berkatalah Allah : hambaKu inin mau mendahului dirinya dari (takdir) Ku. dan untuk berpeang bukan untuk lari. berarti dia telah melakukan suatu pembunuhan yang di haramkan Allah. anggotanya ataupun sel – selnya. Diri manusia pada hakikatnya hanyalah sebagai barang titipan yang diberikan Allah. Iman dan budinya tidak mengizinkan dia lari dari arena kehidupan.a. sebab dia tidak dapat membuat dirinya.” (HR. maka dia berada di neraka untuk selama – lamanya. Jadi barang siapa bunuh diri dengan cara apapun. Bukhari dan Muslim) Kalau orang tersebut terhalang masuk surge lantaran luka yang tidak seberapa sakitnya kemudian bunuh diri. pernah ada seorang lelaki luka kemudian marah sambil mengambil sebilah pisau dan di potong tangannya. Dan barang siapa meminum racun kemudian bunuh diri. maka bagaimana lagi orang yang bunuh diri lantaran mendapat kerugian sedikit atau banyak. Sebagaimana allah telah berfirman dalam surat an – Nisa‟ : 29. karena sesungguhnya Allah maha belas asih kepadamu. Kehidupan manusia bukan menjadi hak milik pribadi. maka alat tajamnya itu di tangannya akan menusuk dia di neraka jahannam untuk selama – lamanya.a.w yang artinya : "sebelum kamu.BUNUH DIRI Bunuh diri. maka racunnya itu berada di tangannya kemudian diminumnya di neraka jahannam untuk selama – lamanya.w memberikan ancaman kepada orang yang berbuat tindak kriminal yang kejam ini dengan terhalangnya rahmat dari Allah dan mendapatkan murka Allah kelak di akhirat.w bersabda yang artinya : “Barang siapa menjatuhkan diri dari atas gunung kemudian bunuh diri.” Islam menghendaki setiap muslim hendaknya selalu optimis dalam menghadapi setiap masalah. Oleh karena itu Kuharamkan surga atasnya. atau lantaran tidak lulus ujian. atau lantaran ditolak seorang gadis? Rasulullah s. Rasulullah s. Oleh karena itu tidak boleh titipan ini diabaikannya. Dan barang siapa bunnuh diri denganalat tajam. Sebagaimana sabda rasulullah s. (HR. Sebab seorang mukmin dicipta justru untuk berjuang.a. Ini di sebabkan karena kurangnya keimanan kepada Allah SWT. oleh karena itu Islam tidak membenarkan dalam situasi apapun untuk melepaskan dari hidup dan menanggalkan pakaian karena suatu bala‟ yang menimpanya atau karena gagal dalam cita – cita yang di impi – impikan.

1418/1997.DAFTAR PUSTAKA Drs. Qardhawi Syekh Muhammad Yusuf. PT Bina Ilmu – Surabaya 10 . H. Halal dan haram dalam Islam. Darul Ummah.H. Beirut. SARMIN. Libanon. Wallahu a’lam bishshawaab. M.1976.Surabaya.