Algoritma dan Pemrograman Parallel by Dr.

Asep Juarna

VI. OPERASI MATRIKS (Part 1)
Oleh Dr. Asep Juarna

1. Transposisi Matriks (Matrix Transpose)
Diberikan matriks A berukuran m × n (yaitu m baris dan n kolom) berikut:
 a1,1 a  2,1 A=  M  a m −1,1  a m,1  a1, 2 a 2, 2 M am,2 L L O L a1,n −1 a 2,n −1 M a m ,n −1 a1,n  a 2,n   M   a m −1,n  a m ,n  

a m −1, 2 L a m −1,n −1

Transposisi matriks A, dinotasikan dengan AT, adalah pertukaran posisi elemen-elemen matriks sedemikian rupa sehingga setiap elemen yang menempati baris ke-i kolom ke-j di A (yaitu ai,j) menjadi menempati baris ke-j kolom ke-i di AT (yaitu a T,i = ai,j). j Dengan kata lain, setiap baris di A menjadi kolom di AT. Jelaslah elemen-elemen matriks ai,i tidak bertransposisi sehingga susunan elemen-elemen matriks AT adalah: a 2,1 L a m −1,1 a m ,1   a1,1 a a 2, 2 L a m −1, 2 a m,2    1, 2 M O M M  AT =  M   a1,n −1 a 2,n −1 L a m −1,n −1 a m ,n −1   a1,n a 2,n L a m −1,n a m,n    Contoh: Berikut ini adalah transposisinya. 1 1 2 3  A=  , B = 2  4 5 6   3  dua buah matriks A dan B dengan masing-masing
4 7 5 8 ,  6 9  1 4 A = 2 5 ,   3 6  
T

1 2 3  B =  4 5 6   7 8 9   
T

Algoritma transposisi matriks berikut dirancang untuk matriks bujur sangkar (square matrix) n × n, yaitu matriks dengan jumlah baris sama dengan jumlah kolom.

1.1.

Algoritma Sekuensial

Algoritma sekuensial transposisi matriks adalah sangat sederhana, yaitu: procedure seq_transpose (A) (1) for i = 1 to n do (2) for j = 1 to i - 1 do (3) ai,j ↔ aj,i (4) end for (5) end for Dalam algoritma di atas, ai,j ↔ aj,i adalah procedure swap berikut: vi-1

Dengan aturan ini P0000 = P0 terhubung ke dirinya sendiri.1) = 15 yaitu P15. banyaknya iterasi akibat kedua loop tersebut adalah: 0 + 1 + 2 + 3 + .1. P0010 = P2 terhubung ke P0100 = P4.1. 1.. Dengan demikian running time procedure seq_transpose adalah O(n2). a11 P0 a12 P1 a13 P2 a14 P3 a21 P4 a22 P5 a23 P6 a24 P7 a31 P8 a32 P9 a33 P10 a34 P11 a41 P12 a41 P13 a43 P14 a44 P15 Gambar 6. 3..1) + (j . Elemen matriks a23 dipegang oleh prosesor Pk dengan k = 22(2 .Algoritma dan Pemrograman Parallel by Dr. . yaitu sebanyak elemen matriks yang akan dicari transpose-nya. dan prosesor IN Perfect Shuffle adalah P0. dengan demikian matriks A berukuran 4 × 4. elemen matriks a32 dipegang oleh prosesor Pk dengan k = 22(3 . P1. 2. .1). Asep Juarna procedure swap (x. Lihat Gambar 6.1) = 9 yaitu P9.2. atau ke-n2. Untuk q = 2 kita mempunya prosesor-prosesor beserta indeknya sebagai berikut: P0000. indeks-indeks prosesor dinyatakan dalam biner. 1.. Untuk melihat koneksi antar prosesor. indeks prosesor pertama adalah 0. maka n = 22 = 4. IN (Interconnection Network) Perfect Shuffle Dalam algoritma ini. P1111.. . adalah n2 -1 atau 22q . P0100 = P4 terhubung ke P1000 = P8. . Algoritma Paralel prosesor. dan P1000 = P4 terhubung ke P0001 = P8. yaitu P22 q −1 ).. P2.. P0010. banyaknya iterasi pada loop (2) bergantung pada nilai i yang diberikan pada loop (1). yaitu: P0. IN Perfect Shuffle yang akan digunakan terdiri dari n2 prosesor.}..1. P2.2. n = 2q dengan q ∈ {1.. P0011. Perfect Shuffle 16 prosesor vi-2 .. Prosesor Pk terhubung ke prosesor Pm. + (n . yaitu P0.1) + (3 . dengan k = 2q(i .}. 3.j dari matriks A dipegang oleh prosesor Pk. 2. dengan k dan m adalah representasi biner. Elemen ai..n)/2 Sementara itu running time procedure swap adalah konstan..1) = 6 yaitu P6. P15.. P0001.. . n = 2q.. q ∈ {1. nilai running time ini optimal. P0001 = P1 terhubung ke P0010 = P2. maka indeks prosesor terakhir. P22 q −1 (ingat. y) (1) temp ← x (2) x ← y (3) y ← temp Pada procedure seq_transpose.1) × n/2 = (n2 .1) + (2 . elemen a44 dipegang oleh prosesor Pk dengan k = 22(4 . P1. jika m diperoleh dengan menggeser satu posisi ke kiri secara siklus (cyclic left shifting).1) = (n . dengan n = 2q. karena ada n2 Contoh: Untuk q = 2.1) + (4 .1..

gunadarma. Lengkapi tabel tersebut berdasarkan Gambar 6.1. seperti terlihat pada Gambar 6. Periksa Gambar 6.1) dan (3. Pada pergeseran kedua elemen a12 ini akhirnya berpindah ke P4 = P0100. dan q = 2.1).1). sedangkan iterasi (1) terdiri dari q langkah atau log n langkah mengingat n = 2q. Tabel di samping menyatakan elemen matriks A yang dipegang oleh masingmasing dari 16 prosesor IN perfect shuffle pada kondisi.1.2) memerlukan waktu konstan. dengan r = 2q(j . Dengan demikian. apakah kondisi akhir (q = 2). misalkan q = 2. memperlihatkan peristiwa transpose matriks? 2q P0 P1 P2 M P15 Elemen yang dipegang Awal q = 1 q = 2 a11 a11 a11 a12 a31 a21 a13 a44 vi-3 . Perhatikan bahwa setelah 2 pergeseran ini P0 dan P15 sama sekali tidak memindahkan elemen matriks yang dipegangnya sedangkan elemen yang dipegang P5 dan P10 kembali kepada keadaan semula setelah dua pergeseran ini. procedure transpose matriks A menggunakan IN Perfect Shuffle adalah sebagai berikut: procedure par_shuffle_transpose (A) (1) for i = 1 to q do (2) for k = 1 to 22q . Jumlah prosesor yang digunakan adalah p(n) = n2 sehingga cost procedure ini adalah c(n) = O(n2 log n) yang tidak optimal karena running time procedure sekuensial adalah lebih kecil. pada pergeseran pertama elemen a21 yang mula-mula dipegang oleh prosesor P4 = P0100 berpindah ke P8 = P1000.Algoritma dan Pemrograman Parallel by Dr. Contoh: Kembali. 2. yaitu prosesor yang semula memegang a21. Pada pergeseran pertama elemen a12 ini berpindah ke P2 = P0010. Latihan: (Kerjakan dan kirim hasilnya ke ajuarna@staff. Di lain pihak. elemen aij dari matriks A yang semula dipegang prosesor Pk. yaitu O(n2).2) Pk mengirimkan elemen yang dipegangnya ke Pr (4) end for (5) end for Langkah (3.1) + (i . Periksa. setelah q pergeseran siklus bit-bit indeks prosesor. yaitu prosesor yang semula memegang elemen aji dari matriks A. jika m diperoleh dengan menggeser satu posisi ke kiri secara siklus (cyclic left shifting). dengan k = 2q(i .id) 1.1) + (j .ac. Pada gambar tersebut mula-mula P1 = P0001 memegang elemen a12.1) r ← 2 k mod( 2 −1) (3. dan pada pergeseran kedua elemen a21 ini akhirnya berpindah ke P1 = P0001 yang mula-mula memegang a12. q = 1. IN Perfect Shuffle terkait seperti gambar di atas. Asep Juarna Dengan n = 2q.1 dan tunjukkan dalam tabel bahwa memang benar prosesor Pk terhubung ke prosesor Pm. sekarang dipegang oleh Pr.2 do in parallel {'-2' karena P0 dan P2 2 q tidak diikutsertakan} (3. jika dibandingkan dengan kondisi awal. dengan k dan m adalah representasi biner. Dengan demikian running time procedure par_shuffle_transpose di atas adalah t(n) = O(log n).

Transposisi matriks A berukuran 3 × 3 dengan 3 prosesor. Dalam gambar tersebut prosesor-prosesor P21.j ↔ aj. Dengan tugas dan fakta ini maka jumlah prosesor SIMD-EREW yang diperlukan adalah p(n) = (n2 .2. SIMD-EREW Pada awalnya seluruh elemen matriks A berukuran n × n tersimpan di dalam shared memory bersama dengan informasi posisi baris dan kolomnya (indeks) (i.j ↔ aj. P32.2. dan a31 dengan a13. i) tidak mengalami transposisi. Untuk n = 3. proses transposisi ini diperlihatkan pada Gambar 6. j). atau t(n) = O(1). j) dengan elemen matriks berindeks (j. vi-4 .Algoritma dan Pemrograman Parallel by Dr. Asep Juarna 1. Selanjutnya adalah fakta bahwa dalam transposisi matriks A semua elemen matriks A berindeks (i.2. Dengan demikian.i (3) (4) end for (5) end for Running time procedure swap (yaitu ai. sehingga cost procedure ini adalah c(n) = p(n) × t(n) = O(n2) yang berarti procedure par_SIMDEREW transpose adalah cost optimal. i). P21 a11 a12 a13 a21 a22 a23 a31 a32 a33 P32 P31 Gambar 6. a32 dengan a23.n)/2.1 do in parallel ai. dan P31 berturutturut bertugas menukarkan elemen-elemen matriks a21 dengan a12.i) adalah konstan sehingga running time procedure par_SIMD-EREW transpose adalah konstan. procedure transpose matriks A menggunakan SIMD-EREW adalah sebagai berikut: procedure par_SIMD-EREW_transpose (A) (1) for i = 2 to n do in parralel (2) for j = 1 to i . Tugas setiap prosesor SIMD-EREW adalah menukarkan elemen matriks berindeks (i.2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful