P. 1
Abraham Maslow Mengembangkan Teori Kepribadian Yang Telah Mempengaruhi Sejumlah Bidang Yang Berbeda

Abraham Maslow Mengembangkan Teori Kepribadian Yang Telah Mempengaruhi Sejumlah Bidang Yang Berbeda

|Views: 235|Likes:
Published by Fikri Surya

More info:

Published by: Fikri Surya on Jul 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2014

pdf

text

original

Abraham Maslow mengembangkan teori kepribadian yang telah mempengaruhi sejumlah bidang yang berbeda, termasuk pendidikan.

Ini pengaruh luas karena sebagian tingginya tingkat kepraktisan‟s teori Maslow. Teori ini akurat menggambarkan realitas banyak dari pengalaman pribadi. Banyak orang menemukan bahwa mereka bisa memahami apa kata Maslow. Mereka dapat mengenali beberapa fitur dari pengalaman mereka atau perilaku yang benar dan dapat diidentifikasi tetapi mereka tidak pernah dimasukkan ke dalam kata-kata. Maslow adalah seorang psikolog humanistik. Humanis tidak percaya bahwa manusia yang mendorong dan ditarik oleh kekuatan mekanik, salah satu dari rangsangan dan bala bantuan (behaviorisme) atau impuls naluriah sadar (psikoanalisis). Humanis berfokus pada potensi. Mereka percaya bahwa manusia berusaha untuk tingkat atas kemampuan. Manusia mencari batas-batas kreativitas, tertinggi mencapai kesadaran dan kebijaksanaan. Ini telah diberi label “berfungsi penuh orang”, “kepribadian sehat”, atau sebagai Maslow menyebut tingkat ini, “orang-aktualisasi diri.” Maslow telah membuat teori hierarkhi kebutuhan. Semua kebutuhan dasar itu adalah instinctoid, setara dengan naluri pada hewan. Manusia mulai dengan disposisi yang sangat lemah yang kemudian kuno sepenuhnya sebagai orang tumbuh. Bila lingkungan yang benar, orang akan tumbuh lurus dan indah, aktualisasi potensi yang mereka telah mewarisi. Jika lingkungan tidak “benar” (dan kebanyakan tidak ada) mereka tidak akan tumbuh tinggi dan lurus dan indah. Maslow telah membentuk sebuah hirarki dari lima tingkat kebutuhan dasar. Di luar kebutuhan tersebut, kebutuhan tingkat yang lebih tinggi ada. Ini termasuk kebutuhan untuk memahami, apresiasi estetik dan spiritual kebutuhan murni. Dalam tingkat dari lima kebutuhan dasar, orang tidak merasa perlu kedua hingga tuntutan pertama telah puas, maupun ketiga sampai kedua telah puas, dan sebagainya. Kebutuhan dasar Maslow adalah sebagai berikut:

Teori Kebutuhan Maslow
1. Kebutuhan Fisiologis Ini adalah kebutuhan biologis. Mereka terdiri dari kebutuhan oksigen, makanan, air, dan suhu tubuh relatif konstan. Mereka adalah kebutuhan kuat karena jika seseorang tidak diberi semua kebutuhan, fisiologis yang akan datang pertama dalam pencarian seseorang untuk kepuasan. 2. Kebutuhan Keamanan Ketika semua kebutuhan fisiologis puas dan tidak mengendalikan pikiran lagi dan perilaku, kebutuhan keamanan dapat menjadi aktif. Orang dewasa memiliki sedikit kesadaran keamanan mereka kebutuhan kecuali pada saat darurat atau periode disorganisasi dalam struktur sosial (seperti kerusuhan luas). Anak-anak sering menampilkan tanda-tanda rasa tidak aman dan perlu aman. 3. Kebutuhan Cinta, sayang dan kepemilikan

Ketika kebutuhan untuk keselamatan dan kesejahteraan fisiologis puas, kelas berikutnya kebutuhan untuk cinta, sayang dan kepemilikan dapat muncul. Maslow menyatakan bahwa orang mencari untuk mengatasi perasaan kesepian dan keterasingan. Ini melibatkan kedua dan menerima cinta, kasih sayang dan memberikan rasa memiliki. 4. Kebutuhan Esteem Ketika tiga kelas pertama kebutuhan dipenuhi, kebutuhan untuk harga bisa menjadi dominan. Ini melibatkan kebutuhan baik harga diri dan untuk seseorang mendapat penghargaan dari orang lain. Manusia memiliki kebutuhan untuk tegas, berdasarkan, tingkat tinggi stabil diri, dan rasa hormat dari orang lain. Ketika kebutuhan ini terpenuhi, orang merasa percaya diri dan berharga sebagai orang di dunia. Ketika kebutuhan frustrasi, orang merasa rendah, lemah, tak berdaya dan tidak berharga. 5. Kebutuhan Aktualisasi Diri Ketika semua kebutuhan di atas terpenuhi, maka dan hanya maka adalah kebutuhan untuk aktualisasi diri diaktifkan. Maslow menggambarkan aktualisasi diri sebagai orang perlu untuk menjadi dan melakukan apa yang orang itu “lahir untuk dilakukan.” “Seorang musisi harus bermusik, seniman harus melukis, dan penyair harus menulis.” Kebutuhan ini membuat diri mereka merasa dalam tanda-tanda kegelisahan. Orang itu merasa di tepi, tegang, kurang sesuatu, singkatnya, gelisah. Jika seseorang lapar, tidak aman, tidak dicintai atau diterima, atau kurang harga diri, sangat mudah untuk mengetahui apa orang itu gelisah tentang. Hal ini tidak selalu jelas apa yang seseorang ingin ketika ada kebutuhan untuk aktualisasi diri. Teori hierarkhi kebutuhan sering digambarkan sebagai piramida, lebih besar tingkat bawah mewakili kebutuhan yang lebih rendah, dan titik atas mewakili kebutuhan aktualisasi diri. Maslow percaya bahwa satu-satunya alasan bahwa orang tidak akan bergerak dengan baik di arah aktualisasi diri adalah karena kendala ditempatkan di jalan mereka oleh masyarakat negara. Dia bahwa pendidikan merupakan salah satu kendala. Dia merekomendasikan cara pendidikan dapat beralih dari orang biasa-pengerdilan taktik untuk tumbuh pendekatan orang. Maslow menyatakan bahwa pendidik harus menanggapi potensi individu telah untuk tumbuh menjadi orang-aktualisasi diri / jenis-nya sendiri. Sepuluh poin yang pendidik harus alamat yang terdaftar: 1. Kita harus mengajar orang untuk menjadi otentik, untuk menyadari diri batin mereka dan mendengar perasaan mereka-suara batin. 2. Kita harus mengajar orang untuk mengatasi pengkondisian budaya mereka dan menjadi warga negara dunia. 3. Kita harus membantu orang menemukan panggilan mereka dalam hidup, panggilan mereka, nasib atau takdir. Hal ini terutama difokuskan pada menemukan karier yang tepat dan pasangan yang tepat. 4. Kita harus mengajar orang bahwa hidup ini berharga, bahwa ada sukacita yang harus dialami dalam kehidupan, dan jika orang yang terbuka untuk melihat yang baik dan gembira dalam semua jenis situasi, itu membuat hidup layak.

5. Kita harus menerima orang seperti dia atau dia dan membantu orang belajar sifat batin mereka. Dari pengetahuan yang sebenarnya bakat dan keterbatasan kita bisa tahu apa yang harus membangun di atas, apa potensi yang benar-benar ada. 6. Kita harus melihat itu kebutuhan dasar orang dipenuhi. Ini mencakup keselamatan, belongingness, dan kebutuhan harga diri. 7. Kita harus refreshen kesadaran, mengajar orang untuk menghargai keindahan dan hal-hal baik lainnya di alam dan dalam hidup. 8. Kita harus mengajar orang bahwa kontrol yang baik, dan lengkap meninggalkan yang buruk. Dibutuhkan kontrol untuk meningkatkan kualitas hidup di semua daerah. 9. Kita harus mengajarkan orang untuk mengatasi masalah sepele dan bergulat dengan masalah serius dalam kehidupan. Ini termasuk masalah ketidakadilan, rasa sakit, penderitaan, dan kematian. 10. Kita harus mengajar orang untuk menjadi pemilih yang baik. Mereka harus diberi latihan dalam membuat pilihan yang baik.

Carl Rogers : Psikolog Aliran Humanisme
Posted on Psychology.

Carl Ransom Rogers lahir pada tanggal 8 Januari 1902 di Oak Park, Illinios, Chicago. Rogers meninggal dunia pada tanggal 4 Pebruari 1987 karena serangan jantung. Latar belakang: Rogers adalah putra keempat dari enam bersaudara. Rogers dibesarkan dalam keluarga yang berkecukupan dan menganut aliran protestan fundamentalis yang terkenal keras, dan kaku dalam hal agama, moral dan etika. Rogers terkenal sebagai seorang tokoh psikologi humanis, aliran fenomenologis-eksistensial, psikolog klinis dan terapis, ide – ide dan konsep teorinya banyak didapatkan dalam pengalaman -pengalaman terapeutiknya. Ide pokok dari teori – teori Rogers yaitu individu memiliki kemampuan dalam diri sendiri untuk mengerti diri, menentukan hidup, dan menangani masalah – masalah psikisnya asalkan konselor menciptakan kondisi yang dapat mempermudah perkembangan individu untuk aktualisasi diri.

Menurut Rogers motivasi orang yang sehat adalah aktualisasi diri. Jadi manusia yang sadar dan rasional tidak lagi dikontrol oleh peristiwa kanak – kanak seperti yang diajukan oleh aliran freudian, misalnya toilet trainning, penyapihan ataupun pengalaman seksual sebelumnya. Rogers lebih melihat pada masa sekarang, dia berpendapat bahwa masa lampau memang akan mempengaruhi cara bagaimana seseorang memandang masa sekarang yang akan mempengaruhi juga kepribadiannya. Namun ia tetap berfokus pada apa yang terjadi sekarang bukan apa yang terjadi pada waktu itu.

Kebutuhan ini disebut need for positive regard. dan sejati. dan selalu berubah dan cenderung menyesuaikan diri sebagai respons atas pengalaman selanjutnya. pengagungan. Rogers menggambarkan pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami penghargaan positip tanpa syarat. Aktualisasi diri akan dibantu atau dihalangi oleh pengalaman dan oleh belajar khususnya dalam masa kanak – kanak. Incongruence adalah ketidakcocokan antara self yang dirasakan dalam pengalaman aktual disertai pertentangan dan kekacauan batin. Dengan demikian ia akan mengalami banyak emosi (emosional) baik yang positip maupun negatip. Lapangan pengalaman ini disebut dengan fenomenal field. Rogers dikenal juga sebagai seorang fenomenologis. Konsep diri menurut Rogers adalah kesadaran batin yang tetap. Keterbukaan pada pengalaman Orang yang berfungsi sepenuhnya adalah orang yang menerima semua pengalaman dengan fleksibel sehingga selalu timbul persepsi baru. mengenai pengalaman yang berhubungan dengan aku dan membedakan aku dari yang bukan aku. Ketika mencapai usia tertentu (adolensi) seseorang akan mengalami pergeseran aktualisasi diri dari fisiologis ke psikologis. integral. Rogers mengenalkan 2 konsep lagi. Dengan begitu ia akan bertingkah laku menurut apa yang dirasanya benar (timbul . Ini berarti dia dihargai. Rogers menerima istilah self sebagai fakta dari lapangan fenomenal tersebut. dicintai karena nilai adanya diri sendiri sebagai person sehingga ia tidak bersifat defensif namun cenderung untuk menerima diri dengan penuh kepercayaan. Kehidupan Eksistensial Kualitas dari kehidupan eksistensial dimana orang terbuka terhadap pengalamannya sehingga ia selalu menemukan sesuatu yang baru. yaitu Incongruence dan Congruence. yang terbagi lagi menjadi 2 yaitu conditional positive regard (bersyarat) dan unconditional positive regard (tak bersyarat). Kepercayaan terhadap organisme orang sendiri Pengalaman akan menjadi hidup ketika seseorang membuka diri terhadap pengalaman itu sendiri.Aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri dan mengembangkan sifat-sifat dan potensi potensi psikologis yang unik. Lima sifat khas orang yang berfungsi sepenuhnya (fully human being): 1. penerimaan. 2. 3. penghargaan. Realitas tiap orang akan berbeda – beda tergantung pada pengalaman – pengalaman perseptualnya. Untuk menunjukkan apakah kedua konsep diri tersebut sesuai atau tidak. Setiap manusia memiliki kebutuhan dasar akan kehangatan. Sedangkan Congruence berarti situasi di mana pengalaman diri diungkapkan dengan seksama dalam sebuah konsep diri yang utuh. karena ia sangat menekankan pada realitas yang berarti bagi individu. dan cinta dari orang lain. Aktualisasi diri akan berubah sejalan dengan perkembangan hidup seseorang. Konsep diri ini terbagi menjadi 2 yaitu konsep diri real dan konsep diri ideal.

berubah. Kelemahan atau kekurangan pandangan Rogers terletak pada perhatiannya yang semata – mata melihat kehidupan diri sendiri dan bukan pada bantuan untuk pertumbuhan serta perkembangan orang lain. Duane. Kreativitas Keterbukaan diri terhadap pengalaman dan kepercayaan kepada organisme mereka sendiri akan mendorong seseorang untuk memiliki kreativitas dengan ciri – ciri bertingkah laku spontan. 4. 1991. . Selain itu gagasan bahwa seseorang harus dapat memberikan respons secara realistis terhadap dunia sekitarnya masih sangat sulit diterima. Rogers berpandangan bahwa orang yang berfungsi sepenuhnya tampaknya merupakan pusat dari dunia. Semua orang tidak bisa melepaskan subyektivitas dalam memandang dunia karena kita sendiri tidak tahu dunia itu secara obyektif.seketika dan intuitif) sehingga ia dapat mempertimbangkan setiap segi dari suatu situasi dengan sangat baik. 5. Teori Rogers ini memang sangat populer dengan masyarakat Amerika yang memiliki karakteristik optimistik dan independen karena Rogers memandang bahwa pada dasarnya manusia itu baik. konstruktif dan akan selalu memiliki orientasi ke depan yang positip. Pertanyaannya yaitu : Apakah teori ini juga akan sama efektifnya jika diaplikasikan pada masyarakat dengan budaya. Rogers juga mengabaikan aspek – aspek tidak sadar dalam tingkah laku manusia karena ia lebih melihat pada pengalaman masa sekarang dan masa depan. bukannya pada masa lampau yang biasanya penuh dengan pengalaman traumatik yang menyebabkan seseorang mengalami suatu penyakit psikologis. dan berkembang sebagai respons atas stimulus-stimulus kehidupan yang beraneka ragam di sekitarnya. bukan seorang partisipan yang berinteraksi dan bertanggung jawab di dalamnya. Psikologi Pertumbuhan: Model – Model Kepribadian Sehat. Perasaan Bebas Orang yang sehat secara psikologis dapat membuat suatu pilihan tanpa adanya paksaan – paksaan atau rintangan – rintangan antara alternatif pikiran dan tindakan. Orang yang bebas memiliki suatu perasaan berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya sendiri. bertumbuh. tidak defensif. dan struktur sosial serta sistem kemasyarakatan yang berbeda dengan Amerika? Sumber Referensi: Schultz. Jogjakarta: Kanisius. tidak pada peristiwa di masa lampau sehingga ia dapat meilhat sangat banyak pilihan dalam kehidupannya dan merasa mampu melakukan apa saja yang ingin dilakukannya.

kita tidak akan mampu mengatur dunia kita. Kansas pada 28 April 1905 George Kelly adalah seorang ahli fisika. matematika. menafsirkan dan mengkonstruksi. mendeskrisikan dan mengklasifikasikan peristiwa. Manusia memiliki kemampuan untuk mempresentasikan atau mengkonsep lingkungan daripada meresponnya c. Manusia itu bebas (free) tetapi sebenarnya juga terkukung (determined) Sistem konstruk individu dilengkapi dengan mengambil kebebasan untuk mengmbil keputusan (freedom of decision) dan keterbatasan bertindak (imitation of action). Uncategorized 2 Lahir di Peth. pendidikan.kan lingkungannya d. mengontrol. 2009 in Psikologi. Manusia itu pada dasarnya berpandangan kemasa depan. objek. sebab dia tidak dapat membuat pilihan diluar alternatif-alternatif yang telah ditentukan. sosiologi. dan psikologi klinis. dan kualitas hidup manusia ditunjukkan manusia untuk menciptakan dan menciptakan kembali dirinya sendiri B. dan orang-orang disekitar kita Sekurang-kurangnya ada tiga elemen untuk membentuk suatu konstruk: Dua elemen merupakan konsep kesamaan (the similiarity pole of construct) Elemen terakhir merupakan konsep yang berbeda (the contrast pole of construct) dengan konsep kedua elemen pertama Konstruk tersusun atas perbandingan kesamaan (similiarity) dan kontras (contrast) . Konsekuensi logis dari pandangan tersebut adalah: a. dan meramalkan peristiwa disekitar dunianya • Proses kognitif sebagai pusat kepribadian individu. Manusia dapat mengembangkan rumusan-rumusan alternatif teoritis tentang fenomena.GEORGE KELLY Posted: September 28. Manusia adalah sebagai scientist (ilmuwan) yang mencoba untuk memprediksi atau mengontrol fenomena atau tingkah laku. Gambaran Teori: • Teori kepribadian Kelly memiliki dasar terkait dengan pikiran individu (kognitif) • Menekankan pada cara seseorang dalam mangkonstruksi. yaitu mencapai masa depan yang lebih baik dari masa sekarang b. sedangakan emosi dan perilaku dipengaruhi oleh kognisi Pandangan Kelly tentang Manusia dan Pengetahuan A. Struktur Kepribadian menurut Kelly Konstruk adalah cara yang digunakan individu untuk menginterpretasikan atau menerangkan fenomena Konstruk terbentuk dari perilaku individu dalam mengartikan persamaan dan kontras (perbedaan) Tanpa konstruk hidup akan kacau balau. Kehidupan merupakan representasi atau konstrusi dari kenyataan.

Didalam konstruk ini terdapat konstrukkonstruk yang spesifik dan lebih sempit artinya. Contoh: Seorang anggota direksi keuangan yang memiliki “konstruk” anti korupsi. dimana mereka menggunakan cara yang sama dalam mengartikan suatu fenomena dan memiliki espektasi yang sama terhadap suatu perilaku Psikopatologi Psikolpatologi menurut Kelly : Kekacauan respon pada kecemasan Kekecauan pada fungsi sistem konstruk Perilaku abnormal melibatkan upaya untuk menahan suatu struktur sistem konstruk.Dua tipe konstruk: Verbal Construct Dapat diekspresikan melalui kata-kata Preverbal Construct Digunakan bahkan ketika individu tidak memiliki kata-kata untuk mengungkapkannya. Subordinate construct Yaitu konstruk-konstruk yang lebih spesifik dan memiliki artian lebih sempit lagi. meskipun ia telah mengulangi prediksi yang tidak tepat. tetapi dikemudian hari ia mendapati dirinya korupsi. Contoh dari sistem konstruk ini misalnya: • Superordinate construct : bunga • Subordinate construct : mawar. Individu akan mengalami ketakutan (fear) ketika ia mendapatkan konstruk baru pada sistem konstruknya. dan dipelajari individu sebelum individu mengembangkan fungsi bahasa Hierarki Sistem Konstruk 1. Dinamika. Kecemasan terjadi ketika individu menyadari bahwa sistem konstruk mereka tidak sesuai dengan fenomena yang mereka alami. melati. anggrek Struktur. . 2. Superordinate construct Yaitu konstruk yang berada diurutan paling atas. dan Perkembangan Kepribadian Kelly tidak pernah begitu eksplisit mengenai asal-usul konstruk Konstruk berasal dari pengamatan individu terhadap pola berulang suatu peristiwa Ulasan Kelly tentang pertumbuhan dan perkembangan hanya sebatas pada perhatian terhadap perkembangan preverbal construct pada masa kecil dan peninterpretasian budaya Individu berada dalam kelompok budaya yang sama. Kekacauan psikologis merupakan kekacauan yang melibatkan kecemasan dan upaya yang salah dalam membangkitkan lagi perasaan mampu dalam mengantisipasi peristiwa.

J Eysenck. H.Individu akan mengalami ancaman (threat) apabila ia merasakan perubahan komperhensif yang signifikan pada sistem konstruknya. mengganti gagasan-gagasan yang kurang efektif dengan gagasan yang cocok. Cattell. dan pendirian teoritis yang perkembangannya sangat tergantung pada penggunaan metode tersebut. Stephenson termasuk dalam jajaran para pelopor yang penting. Cyril Burt. TEORI ANALITIK FAKTORIAL CATTELL Suatu teori empiris. akan tetapi penting bahwa pembaca menyadari logika umum yang melatarbelakangi tehnik tersebut. J. L. Analisis faktor dewasa ini memberikan tekanan khusus pada faktor-faktor kelompok ini.L Thurstone dan W.P Guilford. Misalnya : • Ancaman (threat) berasal dari gangguan inti gagasan seseorang. • Rasa bersalah (guilt) akibat pemisahan dari tugas seseorang. Suatu pemahaman terinci tentang analisis faktor tidak terlalu diperlukan untuk tujuan pemaparan dalam bab ini. yakni tehnik analisis faktor. Psikoterapi Kelly Didasarkan pada premis constructive alternativism (kepercayaan terhadap suatu variasi dari kemungkinan pilihan-pilihan yang tersedia. pengukuran-pengukuran ini harus mencakup bermacam-macam aspek tingkahlaku. mengganti gagasan. Akan tetapi teori Cattell merupakan teori kepribadian yang paling komprehensif dan yang paling tuntas dikembangkan berdasarkan analisi faktor.gagasan ancaman dengan gagasan yang seimbang. Ia berpendapat bahwa jika kita menyelidiki dua tes kempuan yang paling berhubungan. Psikoterapi merupakan semacam rekonstruksi. terdapat faktor umum dan yang kedua terdapat faktor khusus. Teoritikus faktor biasanya memulai penelitian tentang tingkahlaku dengan sejumlah besar skor untuk masing-masing dari sejumlah besar subyek. .1927). • Agresi dari suatu gagasan yang dapat menyatakan ancaman terhadap orang lain. Para teoritis lain yang berkecimpung dibidang kepribadian telah pula menggunakan tehnik ini.yakni teori kepribadian dari Raymond B. dengan cara membangun dunia sendiri). Metode analisis faktor dikembangkan sebagai sarana untuk menentukan adanya faktor-faktor umum dan membantu untuk mengenalinya. maka kita bisa berharap menemukan dua macam faktor yang ikut menentukan performans pada dua tes tersebut pertama. Seorang psikolog inggris terkemika dan yang menjadi sangat terkenal karena karyanya tentang kemampuan-kemampuan mental ( Spearman. Idealnya.

Ia menaruh perhatian pada penemuan peneliti yang menggunakan metode-metode penelitian lainya. “ visualisasi ruang” ( spatial visualization ) kemudian orang dapat melanjutkan memfaktor korelasi-korelasi antara faktorfaktor urutan pertama. seperti “ kelancaran verbal” ( verbal fluency) “ kempuan numerik” ( numerical ability). Hasil analisis faktor tidak hanya mengisolasikan faktor-faktor fundamental.Berdasarkan indeks-indeks kasar ini. maka dapat diterapkan lagi pada korelasi-korelasi diantara faktor-faktor tersebut. Teori Cattell tentang Kepribadian Dalam diri Raymond Cattell kita menemukan sosok seorang peneliti yang minat besarnya pada metode-metode kualitatif tidak mempersempit spektrum perhatiannya terhadap data dan masalah-masalah psikologis. meskipun intisari pandangan didasarkan pada hasil-hasil analisis faktor karena dari sinilah ia mendapatkan variabel-variabel yang di anggap sangat penting untuk menerangkan tingkah laku manusia. akan tetapi dari sekalian teoritikus yang dibicarakan dalam buku ini. Penggunaan faktor-faktor olique mengandung suatu implikasi tambahan. . Faktorfaktor hanya merupakan usaha untuk merumuskan variabel-variabel yang dianggap akan menjelakan komleksitas aneka ragam tingkahlaku yang dapat diamati. Salah satu persoalan lain yang ternyata sedikit kontroversial di kalangan para analis faktor yang perlu dikemukakan di sini ialah pembedaan antara sistem-sistem faktor othogonal dan sistem-sistem faktor oblique ( besarta pengertian tentang faktor-faktor tingkat kedua atau “second order factor”). Kemampuan menerjemahkan ide-ide psikoligis kedalam rumusan-rumusan matematis yang jelas. mungkin Cattell paling menyerupai Henry Murray. Taksir ini biasanya disebut muatan faktor ( factor loading ) atau serapan ( saturation) dari suatu pengukuran dan menunjukan seberapa banyak variasi pada suatu pengukuran tertentu disebabkan oleh masing-masing dari antara faktor-faktor tersebut. sehingga mungkin menemukan suatu faktor urutan kedua” inteligensi umum” general intelligence” faktor-faktor “verbal” dan “non verbal” yang luas. tetapi juga memberikan pengukuran dan kumpulan skor sutu taksiran tentang sejauh manakah pengukuran dari masing-masing faktor. Jika diperoleh faktor-faktor yang berkorelasi satu sama lain. penelitian kemudian memakai tehnik analisis faktor untuk menentukan faktor-faktor pokok atau mengontrol variasi pada variabel-variabel permikaan tersebut. misalnya pemfaktoran tes-tes kemampuan ( abilitytests ) kerapkali menghasilkan faktor-faktor urutan pertama.

Kedua teoritikus itu sangat menekankan konstruk-konstruk motivasi : Murray menyebut “needs” atau kebutuhan-kebutuhan. keduanya banyak menggunakan perumusan psikoanalitis. sedangkan dalam proses penempatan pada sebuah basis yang lebih kokoh dengan memakai metode-metode statistikyang lebih canggih” Cattell melihat kepribadian sebagai suatu struktur sifat-sifat (traits) yang komleks dan terdiferensiasi. sebagaimana terungkap dari kutipan berikut: “pengetahuan kami tenyang psikologi dinamik sebagian besar berasal dari metode klinis dan metode naturalistik dan baru yang kedua berasal dari eksperimen terkontrol. Ia mendapatkan gelar B. Stice. yang motivasinya sebagai besar tergantung pada salah satu gugus dari sifat-sifat ini. sedangkan Cattell menyebut “dynamic traits” atau sifat-sifat dinamik.Sc dari Universitas London pada tahun 1924 dalam bidang kimia.F. Cattell sangat berhutang budi pada karya rintisan Spearman dan pengembangan-pengembangan luas yang dilakukan oleh Thurstone. Cattell telah menerbitkan buku-buku dan artikel-artikel dala jumlah yang menakjubkan. termasuk The culture free test of intelegence ( 1944 ). Pandangan sekilas tentang perkembangan berbagai minat Cattell dalam bidang psikologi dapat diperoleh dari 62 makalah yang dikumpulkan dalam personality and social psychology( 1964 ). Cattell adalah juga pencipta banyak tes psikologi.R Saunders dan G. dan The 16 pesonality factor questionnaire ( bersama D. Dalam jangka 40 tahun. psikologi sosial dan ilmu genetika manusia.1950 ) Hakikat Kepribadian: Struktur Sifat-sifat Sistem konstruk-konstruk yang dikemukakan Cattell merupakan salah satu dari yang paling komleks dari teori yang kita bahas dalam buku ini. meliputi tidak hanya dalam bidang penelitian kepribadian dan pengukuran jiwa ( mental measurement) tetapi juga dalam topik-topik dalam bidang-bidang dari psikologi eksperimental. The O-A pesonality test batter (1954).Hd dalam bidang psikologi dibawah bimbingan Spearmandi institut yang sama pada tahun 1929. Raymond Bernard Cattell lahir di Staffordshire. inggris pada tahun 1905 dan menyelesaikan pendidikan di inggris. dan P. yang disebut dinamic traits atau sifat-sifat dinamik. Sama semua teoritikus lain yang menekankan metode analisis faktor.regarding sentimen ( dorongan untuk mempertahankan harga diri ). . Akan tetapi keadaan ini oleh Cattell hanya dianggap sebagai keadaan sementara. dalam menelusuri dimensi-dimensi yang mendasari tingkah laku dan penekanannya pada self.

Faktor-faktor kepribadian utama oleh Cattell dipandang terdapat secara mantap baik pada data-L maupun data-Q perlu dicatat bahwa banyak dari nama-nama faktor mengambarkan kegemaran khas Cattell untuk menciptakan istilah-istilah baru. Sifat keras serba mencari kesalahan yang tertinggi.Premsia. Contoh Faktor data-T. maka sekurang-kurangnya ada kemungkinan bahwa sifat-sifat sumber dapat dibagi atas sifat-sifat yang merupakan hasil pengaruh hereditas.Sifat-sifat Sifat merupakan yang terpenting dari sekalian konsep Cattell. dan objective test atau tes objektif atau data-T. ada tiga sumber data utama tentang keptibadian. Banyak simtom ketegangan kecemasan yang tertahan. Kecendrungan untuk setuju. Sifat rendah hati dalam melakukan perbuatan yang belumpernah dicoba. Parmia. Sifat-sifat Abilitas dan Temperamen Dalam pandangan Cattell. dan Cattell sangat menekankan pentingnya mentepkan sampel yang memadai dari seluruh bidang kepribadian pada awal penelitian penjajakan. Cattell berpendapat bahwa sebagian dari langkah kecocokan antar sumber-sumber data mungkin hanya berati bahwa pendekatan-pendekatan pengukuran yang berbeda mengambil sampel data pada tingkat generalitas yang berlainan. yakni: life record atau catatan riwayat hidup atau data –L. suatu penyimpulan yang didasarkan pada tingkah-laku yang dapat di observasi untuk menjelaskan keteraturan atau regularitas dan ketetapan atau konsisten dalam tingkah laku ini. yakni variabelveriabel permukaan dengan mana seorang peneliti mulai. Emosionalitas yang tinggi dalam menyatakan pendapat. self-rating queslionncire atau kuesioner penelitian-diri atau data-Q. Sedikit kegemaran terhadap bacaan yang patut dipertanyakan.Autin. Cattell menyatakan bahwa jika sifat-sifat campuran memang harus merupakan hasil campuran dari kedua faktor ini. Sifat adalah suatu “ struktur mental” . Hal penting yang menetukan hasil analisis faktor adalah titik tolaknya. dan sifat-sifat yang berasal dari faktor-faktor lingkungan. Kecemasan” Muatan pengukuran Kesediaan untuk mengakui kelemahan-kelemahan biasa. akibatnya kesesuaian satu-lawan –satu antar . (T) 24.

Hal ini berati bahwa unsur-unsur tertentu bersifat subsider terhadap unsur-unsur lainnya. dan bermacam-macam sifat lainnya. Dari divinisi maupun pemakaian konsep sangat sesuai dengan konsep serupa dalam teori McDougall. yang juga disebut sentimen. Erg. erg adalah suatu sifat sumber yang ditentukan oleh pengaruh konstitusi dan dinamik. Kisi-kisi Dinamika.sikap.faktor tidak berhasil ditemukan. Persamaan Spesifikasi Andaikan orang bisa menggambarkan kepribadian berdasarkan abilitas. sebaliknya hanya terdapat kecocokan antar tingkat pada taraf sedang. siakap adalah variabel dinamik yang menjelma. Ke arah mana berbagai konstelasi sikap yang rumit tumbuh dan terfokus selama pengalaman hidup individu. Dalam pandangan Cattell. Jadi. sentimen cendrung terorganisasi sekitar objek-objek budaya yang penting. Atau dalam dunia akademik. (dinamic traits) saling berhubungan dalam satu pola subsidiation (Cattall meminjam istilah tersebut dari Murray).Erg dan sentimen.Cattell dan Butcher. Tekanan yang luar biasa pada motivasi ergik mencerminkan keyakinannya bahwa faktor-faktor hereditas tingkah laku telah diremehkan oleh para psikolog amerika masa kini. seperti pranata-pranata sosial atau tokoh-tokoh. Sikap. untuk memprediksi respon seorang individu dalam suatu situasi khusus tertentu. Intensitas tertentu untuk melakukan serangkaian tindakan terhadap suatu objek. sentimen sama dengan Erg. atau berfungsi sebagai sarana bagi tercapainya . Erg kira-kira serupa dengan dorongan-dorongan biologis. ungkapan struktur dinamik dasar yang dapat diamati. sebuah persamaan sepesifikasi dapat dikembangkan untuk memprediksi prestasi akademik berdasarkan variabel-veriabel abilitas dan keperibadian ( bdk. Secara sangat sederhana. Sentimen. Bagi Cattell. “saya ingin sekali mengawini seorang wanita” menunjukan suatu intensitas minat(“ingin sekali”) untuk melakukan suatu tindakan (“ kawin”) terhadap suatu objek (“seorang wanita”). sedangkan sentimen serupa dengan struktur-struktur sikap yang dipelajari. bukan faktor-faktor konstitusi. kecuali bahwa sentimen adalah akibat pengaruh faktor-faktor pengalaman dan sosio-kultural. dari mana erg dan sintimen serta hubungannya satu sama lain dapat disimpulkan. Sentimen adalah sifat sumber dinamik yang dibentuk oleh lingkungan.1968 ) Sifat-sifat Dinamis Dalam sistem Cattellada 3 macam sifat-sifat dinamik yang penting yakni. Jadi. temperamen.

Diri ( self) merupakan salah satu sentiman. tetapi yang istimewa yang penting. Cattell dan Horn. Pemecahan teoritis yang dikemukakan Cattell ialah membagi situasi ( dan indeks-indeks situasi dari unsur-unsur yang teletak pada belakan persamaan ) menjadi dua komponen.yang untuk sementara waktu mengubah makna psikologis sesuai secara sistematis. Jalur-jalur yang beraneka ragam dan tumpang tindih antara erg dan sentiman serat sikap-sikap yang di ungkapnnya ini merupan dasar untuk menyimpulkan erg dari sentimen. Kondisi-kondisi latar belakang ini memainkan peranan formal modulator-modulator. sedangkan komponen lainnya menunjukan kondisi-kondisi latar belakang(background conditions) . Dalam beberapa penelitian ( lihat misalnya. dan rasa ingin tahuannya. dengan saling menghubungkan pengungkapan dari berbagai erg dan sentimen. dengan memetakan perubahan struktur-struktur kepribadian selama kehidupan seseorang.yang menetukan keadaan organisme pada saat sedang berlangsung. Apabila kita amati bahwa sekumpulan sikap tertentu cenderung berlainan dalam hal kekuatan antara orang yang satu dengan yang lain.tujuan dari unsur-unsur lainnya itu. karena hampir semua sikap kurang lebih cenderung mencerminkan sentimen-diri. Dalam penelitianpenelitian tentang temperamen dan sifat dinamik. Diri. Cattell dipandang memainkan peranan menentukan dalam rangka integrasi kepribadian. Cattell telah mengemukakan bahwa suatu cara praktis untuk menyatakan tingkat konflik yang dimunculkan oleh suatu tindakan tertentu terhadap seseorang ialah dengan menggunakan persamaan spesifikasi ( specification equation ) yang menunjukkan keterlibatan sifat-sifat sumber dinamik orang itu ( erg dan sentimen ) dalam tindakan tersebut.1963) sentimen-sentimen superegodan sentimen diri ideal yang berhubungan tetapi berbeda itu bahkan juga muncul. maka kita dapat menyimpulkan adanya suatu struktur erg atau sentimen yang mendasarinya. atau dalam diri seseorang dari waktu ke waktu. komponen pertama menunjukan stimulasi pokok. Konflik dan Penyesuaian diri. (focal stimulus). Cattelldean kawan-kawannya telah . ia berfikir bahwa orang tuanya akan merestui dan hal itu akan berpengaruh baik bagi harga dirinya. sifat suka berteman. Misalnya minat pemuda untuk kawin memiliki persamaan spesifikasi erg seks. Perkembangan Kepribadian Perkembangan kepribadian pada taraf deskriptif semata-mata.yakni aspek situasi yang direspon secara langsung oleh orang yang bersangkutan. sehingga respon individu bisa berubah.

Jenis belajar yang ketiga dinamakan integration learning jenis belajar ini pada dasarnya merupakan sejenis belajar instrumental yang lebih canggih. Dua yang pertama adalah pengkondisian klasik (clasical conditional )dan pengkondisian instrumenal/ operan ( instrumental conditioning/operant) dari psikolog eksperimen yang sudah terkenal luas. seperti misalnya meningkatkan H ( petualang) C ( kekuatan ego) serta menurunkan O ( kecenderungan merasa salah) dan L ( kecurigaan) antara usia 11 sampai 23 tahun ( Sealy dan Cattell.mengadakan penelitian analisis faktor pada tingkat orang dewasa dan kanak-kanak. Integrasi antara pematangan dan belajar . Menurut Cattell. Untuk mengembangkan suatu metode yang dinamakannya Analisis Verians Abstrak Ganda ( Multiple Abstact Variance Analysis). Cattell menginterpretasikan ini sebagai bukti apa yang disebut Hukum pemaksaan kearah terata biososial yakni suatu kecenderuangan dari pengaruh-pengaruh lingkungan untuk secara sistematis melawan munculnya variasi genetik. dalam rangka mengembangkan alat-alat yang mampu mengukur faktor-faktor kepribadian yang sama pada usia yang berberda-beda. maka. personality learning paling tepat dilukiskan sebagai suatu perubahan berdimensi ganda sebagai respon terhadap pengalaman dalam situasi yang berdimensi ganda. personality learning secara empiris ialah melalui prosedur yang disebut analisis jalan penyesuaian diri ( adjustment path analysis). 1953). Cattell telah mengemukakan bahwa salah satu cara untuk mengatasi kesulitan ini ialah melakukan penelitian-penelitian perantara terhadap kelompok-kelompok usia menengah. dibandingkannyalah versi orang dewasa dan versi anak berusia 11 tahun dari koesioner kepribadian yang dianalisis faktor secara terpisah dengan memberikan kedua-duanya kepada kelompok menengah yang berusia 16 tahun(Cattell dan Beloff. Cattell sangat tertarik menyelidiki bobot relatif pengaruh genetik dan pengaruh lingkungan terhadap sifat-sifat sumber. Belajar Cattell membedakansekurang-kurangnya tiga jenis belajar yang memainkan peranan penting dalam perkembangan kepribadian. Cattell telah membahas bukti akan adanya kecendrungan-kecendrungan akibat pengaruh usia pada berbagai faktor temperamen.1966). Analisa Hereditas dan Lingkungan Selama beberapa tahun .

Disamping sumber pengaruh utama ini. Tujuannya adalah membagi atau membedakan kurva-kurva perubahan perkembangan berbagai sifat kedalam komponen-komponen genetik dan treptik. seperti pekerjaan. ada pun pranata-pranata lain yang peranannya patut dipertimbangkan. disini yang kita pertanyakan adalah seberapa konsistenkah tingkah laku individu itu dan statistik yang diperoleh merupakan indeks tentang seberapa jeuh aspek-aspek yang berbeda dari tingkahlaku individu sejalan. Ternyata analisis faktor memainkan peranan yang sama menentukannyadalam mendeskripsikan kepribadian individu. agama. Pada bagian ini kita akan meninggalkan pembatasan itu dan meninjau usaha-usaha yang telah dilakukan Cattell untuk memberikan tekanan yang memadai pada faktor-faktor pembentuk tingkah laku yang bersifat sosiokultural. Dimuka sudah kita singgung keyakinan Cattell bahwa penelitian bersekala besar akan membuahkan kemajuan-kemajuan yang apaling berartibagi masa depan bidang ini. Penelitian Khas dan metode-metode Penelitian Dalam bagian ini.Cattell mencoba memadukan perubahan-perubahan kepribadian yang disebabkan oleh pengaruh-pengaruh lingkungan dan pematangan yang memiliki dasar genetik kedalam bagian teoretis( Cattell.1973b) istilah treptik yang disebabkan oleh agen-agen yang bersifat eksternal seperti stimulasi. kita harus memiliki alat ukur yang dapat dikenalkan berulang kali pada individu yang sama tanpa menimbulkan efek-efek . Penelitian Analisis Faktor terhadap seorang individu Jenis penelitian ini mengandung masalah-masalah khusus dalam segi metode. Ada banyak peranan sosial yang dapat berperan sebagai sumber yang membentuk atau mempengaruhi kepribadian namun yang peling penting ialah keluarga. Penelitian yang menggunakan analisis faktor dan kegemarannya yakni tentang sifat-sifat dinamika seorang individu. ada penelitian-penelitian teknik-R yang merupakan pendekatan yang lazim dikalangan psikolog.dietobat-obatan dan sebagainya. Pertama.kelompok sebaya. Konteks Sosial Memusatkan perhatian pada individu dalam interaksi dengan lignkungan dekat mereka. sekolah. partai politk. Di samping kesulitan memperoleh subyek yang kooperatif dan dapat diandalkan.dan bangsa. Disini. sejumlah besar individu membandingkan berdasarkan kinerja mereka pada dua tes atau lebih. akan kita bahas dengan sangat singkat sejumlah aspek khas pandanganpandangan Cattell tentang penelitian kepribadian.

sifat subyek berkuasa. Jadi. bisa juga ditambahkan namun karena penelitian tentang teknik-Q telah dibahas dalam bab 8 . maka cukup kita catat disini bahwa analisi faktor terhadap berbagai ekspresi seseorang juga merupakan cara lain mempelajari kepribadian dengan analisis faktor. stabilitas emosi. pada tingkat berikutnya adalah sifat-sifat ( traits). sifat suka bergaul. Guilford Kepribadian sudah dimulai sekurang-kurangnya pada awal tahun 1930-an. dan psikotikisme. yang mengukur 10 sifat yang dirumuskan sebagai faktor-aktivitas umum.F. ketika ia menerbitkan sebuah makalah yang menunjukan bahwa item-item yang dimaksudkan untuk mengukur sifat tunggal introversi-ekstroversi sesungguhnya mencakup beberapa faktor kepribadian yang berbeda ( Guilford. Eysenck dan J. Seorang teoritikus ketiga .J. Rupanya sampai taraf tertentu. Tentang ini Eysenck berpandangan sama. Neurotikisme. hubunganhubungan pribadi. hal ini disebabkan karena Guilford lebih suka .Eysenck Eysenck melihat suatu kepribadian sebagai sesuatu yang hierarkis. tidak ada faktor-faktor khusus penting muncul dari analisis. yakni. namun berpendapat bahwa tingkat analisisnya secara teoritis lebih berbobot dan secara empiris lebih dapat diandalkan ( Eysenck. Atau type-type( types). dan kejantanan tampak. maka nisa di estimasikan skor-skornya untuk setiap sisi pengukuran.P. H. Eysenck menganalisa kepribadian menurut tiga dimensi yang luas. rasa terkekang versus ratimia ( kecenderungan untuk takenal susuah). pada tingkat type. William Stephenson. 1949 ). sifat hati-hati. Beberapa Formulasi Lain Dua penyumbang utama dibidang ini selain Cattell adalah H. struktur faktor umum dari populasi mampu melukiskan secara cukup baik oknum khusus ini.J. Setelah faktor-faktor berhasil di identifikasikan. keramah-tamahan. ekstraversi-introversi.karia penelitian empirisnya yang paling luas dan berkenan dengan dua yang pertama dari tiga faktor ini. objektivitas. 1956).1934) salah satu hasil dari penelitian ini adalah inventori keperibadian yang di namakan Guilford zimmerman Temperament Survey ( Guilford dan Zimmerman. Guilford. ada sedikit persamaan antara daftar ini dan daftar Cattell. dengan grafik selama preode eksperimen. J.yang berarti yang disebabkan oleh pengetesan yang berulang ulang itu sendiri dan kita berharap dengan sifat yang memperlihatkan fluktuasi yang cukup besar dari hari ke hari.

) . kendati teori ini telah menarik sejumlah kecil pengikut yang aktif. teperamen dan dinamik. diposisi-diposisi agak khusus sepeti kebiasaan-kebiasaan. Konsep Kepribadian Menurut . Guilford melihat keperibadian sebagai suatu struktur sifat yang tersusun secara hirarkis. Roger atau Sullivan. Sebagian terbesar atas usaha Cattell sendiri lah bahwa banyak segi dalam teorinya memiliki landasan empiris sebanyak sebagaimana kita lihat. karena justru pembaca terahir ini lah yang seharusnya bisa menghargai kekayaan gagasan-gagasan teoritis Cattell dan harta karun fakta mentah yang berhasil dikumpulkan oleh laboratoriumnya selama bertahun-tahun. dimensi “positf-negatif “ melahirkan faktor “ percaya dari versus interior” dalam bidang tingkah laku umum dan faktor” sifat periang versus sifat pemalu” dalam bidang emosi. dalam ranah temperamen. atau bahkan Allport atau Murray . telah membuat seorang pembaca awam mundur atau menyingkir. Penelitian kepribadian yang baik memang lambat dan mahal. Jelas juga bahwa Cattell dan para koleganya telah menghasilkan data empiris berkaitan dengan teori mereka dengan jumlah yang melampaui jumlah data yang diilhami oleh sebagian terbesar dari teori-teori kepribadian yang telah dibicarakan. Teori Cattell tidak bisa disebut pelopor dalam arti sebagai mana sebutan tersebut dikenakan pada teori freud. Kemudian sifat-sifat primer . Sesungguhnya sayang. Bagaimana pun. teorinya itu hendaknya dipandang setara dengan teori-teori lain yang dibahas dalam buku ini. Minat teoritis Cattell yang begitu luas rupanya selalu cenderung membawanya ke suatu proyek baru sebelum yang lama benarbenar terpancang dengan kokoh.menggunakan faktor-faktor ortogonal. Status Sekarang dan Evaluasi Selama beberapa tahun Cattell berhasil mengembangkan suatu teori kepribadian yang luas. mulai dari tipe-tipe yang luas pada puncaknya. kemudian hexes ( yakni.Guilford juga mengakui adanya sejumlah sub-area utama dalam keperibadian serta sifat-sifat abilitas. harus harus di ingat bahwa teori Cattell sampai kini masih aktif berkembang –penilaian akhir belum diperlukan atau belum cocok untuk dilontarkan pada saat ini. sebagai suatu prestasi intelektual. sedangkan Cattell membiarkan faktor-faktornya bersifat oblik satu sama lain. Jadi. Hal ini sebagian disebabkan oleh seluk-beluk teknik faktor analisis. beraneka ragam dan komleks.

03 June 2010 01:47 Kurt Lewin lahir pada tanggal 9 September 1890 di desa Mogilno. pada tanggal 9 Februari 1947 pada usia 56 tahun. yang aktif melakukan penelitian tentang masalah masalah kemasyarakatan. Massachussetts. Konsep-konsep ini harus cukup luas untuk dapat diterapkan dalam semua bentuk tingkah laku. Ia meninggal secara mendadak karena serangan jantung di Newton Ville. Jerman. kita akan memusatkan perhatian pada teori Lewin tentang struktur. teori medan merupakan sekumpulan konsep dimana seseorang dapat menggambarkan kenyataan psikologis. Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara. perbedaan-perbedaan karakter nasional dan dinamika kelompok. sekarang wilayah Polandia. yaitu : 1) tingkah laku adalah suatu fungsi dari medan yang ada pada waktu tingkah laku itu terjadi 2) Analisis dimulai dengan situasi keseluruhan dimana bagian-bagian komponennya dipisahkan 3) Orang yang kongkret dalam situasi yang kongkret dapat digambarkan secara matematis. Life space digunakan Lewin sebagai istilah untuk keseluruhan medan psikologis.Kurt Lewin Written by Administrator Thursday. Lewin menerima pengangkatan sebagai profesor dan direktur Pusat Penelitian untuk dinamika kelompok di Institut Teknologi Massachussetts. Konsep-Konsep Kepribadian dari Lewin Bagi Lewin. masalah-masalah kelompok minoritas. tetapi ia segera melepaskan idenya ini setelah satu semester belajar psikologi pada universitas yang sama. Pada akhir perang ia kembali ke Berlin sebagai instruktur dan asisten penelitian pada fakultas Psikologi „Berlin Psychoanalytic Institute‟. masa adolesent . karena orang-orang dan lingkungannya merupakan bagian-bagian ruang kehidupan (life space) yang saling tergantung satu sama lain. Lewin bekerja dalam bidang psikologi anak-anak pada Universitas Cornell (1933) selama dua tahun sebelum dipanggil ke Universitas negeri Iowa sebagai profesor psikologi pada Badan Kesejahteraan Anak (1935-1945). Lewin juga menggolongkan teori medan sebagai “suatu metode untuk menganalisis hubungan-hubungan kausal dan untuk membangun konstruk-konstruk yang ilmiah. Terakhir kita akan membahas evaluasi konsep kepribadian dari . ia menjadi direktur dari Commission of Community Interrelation of The Amerika Jewish Congress. Pada tahun 1945. keterbelakangan mental . Ciri-ciri utama dari teori Lewin. Dalam makalah ini. Pada waktu yang sama. Jerman tahun 1905 kemudian ia masuk Universitas di Freiburg dengan maksud belajar ilmu kedokteran. Setelah meraih gelar doktornya pada tahun 1914. Konsep-konsep teori medan telah diterapkan Lewin dalam berbagai gejala psikologis dan sosiologis. Lewin bertugas di ketentaraan Jerman selama empat tahun. Lewin menyelesaikan sekolah menengahnya di Berlin. dan sekaligus juga cukup spesifik untuk menggambarkan orang tertentu dalam suatu situasi konkret. dinamika dan perkembangan kepribadian yang dikaitkan dengan lingkungan psikologis. Tahun 1933 ia pindah ke Amerika dan menghabiskan sisa hidupnya di Amerika Serikat. termasuk tingkah laku bayi dan anak anak .

Pemisahan pribadi dari yang lain-lainnya di dunia dilakukan dengan menggambarkan suatu figur yang tertutup. Daerah dalam personal dibagi menjadi selsel. 1) Struktur Kepribadian Lewin menggambarkan manusia sebagai pribadi berada dalam lingkungan psikologis. Dengan cara ini . Pada dasarnya matematika Lewin merupakan jenis matematika untuk menggambarkan interkoneksi dan interkomunikasi antara bidang-bidang spasial dengan tidak memperhatikan ukuran dan bentuknya. sel- . lingkungan psikologis dan ruang hidup. Pribadi Menurut Lewin. antar region disebut bondaris. b. Batas dari figur menggambarkan batas-batas dari entitas yang dikenal sebagai pribadi. Secara matematis : P = f (LP) Dan fakta fakta pribadi dapat mempengaruhi lingkungan. Lingkaran dalam elips ini bukan sekedar suatu ilustrasi atau alat peraga. Lewin berusaha mematematisasikan konsepkonsepnya sejak dari permulaan. Tingkah laku adalah fungsi dari ruang hidup. Segala sesuatu yang terdapat dalam batas itu adalah P (pribadi). Fakta-fakta dalam lingkungan psikologis dapat juga menghasilkan perubahan-perubahan dalam dunia fisik. Ada komunikasi dua arah antara ruang hidup dan dunia luar yang bersifat dapat ditembus (permeability). Secara matematis: TL=f(RH). Figur yang baru ini tidak boleh memotong bagian dari batas lingkaran yang menggambarkan pribadi. Unsur-unsur pembentuk kepribadian menurut Kurt Lewin terdiri atas : a. tetapi dunia fisik (luar) tidak dapat berhubungan langsung dengan pribadi karena suatu fakta harus ada dalam lingkungan psikologis sebelum mempengaruhi/dipengaruhi oleh pribadi. Fakta-fakta non psikologis dapat dan sungguh-sungguh mengubah fakta-fakta psikologis. Selanjutnya untuk melukiskan kenyataan psikologis ialah dengan menggambar suatu figur tertutup lain yang lebih besar dari pribadi dan yang melingkupnya. Lingkungan Psikologis berhenti pada batas pinggir elips. terbagi menjadi bagian-bagian yang terpisah meskipun saling berhubungan dan saling bergantung. Bentuk dan ukuran figur yang melingkupi ini tidak penting asalkan ia memenuhi dia syarat yakni lebih besar dari pribadi dan melingkupimya. Sel-sel yang berdekatan dengan daerah konseptual motor disebut sel-sel peripheral (p). melainkan sungguh-sungguh merupakan suatu penggambaran yang tepat tentang konsepkonsep struktural yang paling umum dalam teori Lewin. Hal ini berarti fakta fakta lingkungan dapat mempengaruhi pribadi. Matematika Lewin menggambarkan hubungan-hubungan spasial dengan istilah-istilah yang berbeda. Secara matematis : LP = f (LP) c.Lingkungan Psikologis yaitu daerah di dalam elips tetapi diluar lingkaran. dengan pola hubungan dasar tertentu. pribadi adalah heterogen. Daerah ini dibagi-bagi dalam pecahanpecahan yang disebut region. sedangkan segala sesuatu yang terdapat di luar batas itu adalah non-P. tetapi batas antara pribadi dan lingkungan juga bersifat dapat ditembus. yakni pribadi. Sedangkan semua garis yang tertera pada diagram diatas yang merupakan batas antar sel. Ruang Hidup Ruang hidup mengandung semua kemungkinan fakta yang dapat menentukan tingkah laku individu.KURT LEWIN . Ruang hidup meliputi segala sesuatu yang harus diketahui untuk memahami tingkah laku kongkret manusia individual dalam suatu lingkungan psikologis tertentu pada saat tertentu.

sel dalam pusat lingkaran disebut sel-sel sentral (s). kebutuhan (need). Begitu pula dengan kecakapan kecakapan/ keterampilan keterampilannya. Proses ini menuntut bahwa dua kebutuhan erat bergantungan satu sama lain sehingga pemuasan salah satu kebutuhan adalah melepaskan tegangan dari sistem kebutuhan lainnya. 3) Perkembangan Kepribadian Menurut Lewin. EVALUASI KONSEP KEPRIBADIAN MENURUT KURT LEWIN Kritik terhadap teori Lewin dapat dikelompokkan dalam 4 topik yaitu : 1) Penggambaran tipologis dan vaktorial dari Lewin tidak mengungkapkan sesuatu yang baru tentang tingkah laku. 2) Dinamika Kepribadian Konsep-konsep dinamika pokok dari Lewin terdiri atas energi psikis (psychic energy). tindakan (action) meliputi vector (kekuatan yang mendorong terjadinya tingkah laku) dan valensi ( nilai region dari lingkungan psikologis bagi pribadi) serta lokomosi ( perpindahan lingkaran pribadi). Dapat membedakan mana yang khayal dan yang nyata. maka region-region dalam pribadi seseorang dalam LP-nya akan semakin bertambah. Bagian bagian tersebut mengadakan komunikasi dan interdependen. Konstruk-konstruk dinamik ini menentukan lokomosi khusus dari individu dan cara ia mengatur struktur lingkungannya. b) Perubahan dalam variasi tingkah lakunya c) Perubahan dalam organisasi dan struktur tingkah lakunya lebih kompleks. d. fakta-fakta atau situasi sosial. Begitu pula dengan sistem perseptual artinya orang hanya dapat memperhatikan dan mempersepsikan satu hal pada satu saat. hakekat Perkembangan Kepribadian itu adalah : a) Diferensiasi yaitu semakin bertambah usia. Akhirnya. banyak teori lain yang lebih komprehensif dan bila teori itu digambarkan dengan tipologi Lewin maka hasilnya akan lebih menggambarkan jiwa manusia bila . masa lampau dan masa depan. Lingkungan Non-Psikologis Lingkungan ini luasnya tidak terhingga sehingga tidak mempunyai bondaris (pada gambar dibatasi persegi empat). Suatu tegangan dapat direduksikan dan keseimbangan dipulihkan oleh suatu lokomosi substitusi. tegangan . Sistem motor bertidak sebagai suatu kesatuan karena biasanya lahannya dapat melakukan suatu tindakan pada satu saat. e) Perubahan dalam realitas. Lokomosi dan perubahan-perubahan struktur berfungsi mereduksikan tegangan dengan cara memuaskan kebutuhan. Contoh : orang dewasa lebih pandai menyembunyikan isi hatinya daripada anak-anak (region anak lebih mudah ditembus). pola berpikir meningkat . Seseorang yang berkhayal bahwa ia telah melakukan suatu perbuatan yang sulit atau menempati suatu jabatan yang tinggi mendapat semacam kepuasan semu dari sekedar berkhayal tentang keberhasilan.obyek.contohnya dari pola berpikir assosiasi menjadi pola berpikir abstrak. Apa saja yang ada tetapi tidak menjadi stimulus bagi diri seseorang bisa termasuk kedalam lingkungan non psikologis seperti benda. tidak bisa berdiri sendiri. Benda atau obyek secara fisik dekat individu tetapi bila tidak menyentuh fungsi psikologisnya maka benda itu secara psikologis tidak berada di daerah psikologis sehingga benda berada di daerah non psikologis (daerah kulit asing). tegangan dapat direduksikan dengan lokomosi-lokomosi murni khayalan. d) Bertambah luasnya arena aktivitas individu contoh: Anak kecil terikat oleh masa kini sedangkan orang dewasa terikat oleh masa kini.

Ini merupakan resiko teori yang mementingkan masa kini dan masa yang akan datang.dibandingkan dengan rincian struktur jiwa dari Lewin. Dan juga mementingkan ego / self . struktur dan dinamika dibahas secara terpisah. 4) Lewin menyalahgunakan konsep ilmu alam dan konsep matematika. Kepirbadian individu dipengaruhi oleh kepribadian masing masing dari istilah menentukan. ● Struktur dan dinamika kepribadian Di teori lain. Kemudian Allport juga berpendapat bahwa kepribadian yang neurotis dan kepribadian yang sehat merupakan hal yang mutlak terpisah. dalam membentuk identitas diri kita. Namun dalam hal ini tang menjadi kelebihan Allport adalah tentang antisipasi. 2) Lewin tidak mengelaborasi pengaruh lingkungan luar atau lingkungan obyektif. Semua itu memiliki dasar / kesatuan / unitas. menyenangkan. Konsep self menggambarkan konsepsi mengenai dirinya sendiri. Watak sebagai kepribadian yang di evaluasi dalam arti normatif. jujur. namun jiwa dan raga menjadi suatu kesatuan pribadi. Watak yang baik adalah watak yang sesuai dengan norma yang berlaku. Pengalaman yang tidak sesuai dengan struktur self dianggap ancaman dan self dapat berubah sebagai akibat kematangan biologic dan belajar. Namun oleh allport semua itu dinyatakan dalam bentuk sifat. 3) Lewin kurang memperhatikan sejarah individu pada masa lalu sebagai penentu tingkah laku. Kepribadian itu memiliki arti sebagai adaptasi / penyesuaian diri dengan lingkungan. namun hal ini tidak diikuti oleh penjelasan dinamika bagaimana lingkungan luar itu mempengaruhi region-region atau menjadi region baru. Allport selalu mementingkan adanya sifat. Bahkan Lewin berani mengambil resiko dengan memakai istilah-istilah dalam matematika dan fisika untuk dipakai dalam psikologi dengan makna yang sangat berbeda dengan makna aslinya. Self bersifat integral dan konsisten. Menurutnya.self merupakan satu-satunya sepribadian yang sebenarnya. Dengan kata lain self dibentuk melalui deferiensiasi medan fenomena dan melalui introjeksi nilai-nilai orang tertentu serta dari distorsi pengalaman. bahwa tidak ada 2 orang yang benar benar sama dalam hal kepribadian. Psikofisis menunjukan bahwa kepribadian bukan hanya mental dan neural. . Antara struktur dan dinamika itu sama. kompleks dan khas dari tingkah laku manusia. Memang tidak mudah memahami jiwa dengan memakai rumus-rumus matematika. Sifat adalah penekanan teori allport sehingga sering disebut dengan traits psychology. ● Watak mengisyaratkan norma tingkah laku tertentu dimana individu akan dinilai perilakunya. baik hati dan menarik. Dalam teori Allport antisipasi adalah penting untuk menentukan siapa dan apakah kita ini. ciri-ciri cerdas. Yang dimaksudkan dengan khas / unik adalah allport memberi penekanan pada individualitas. Konsep Kepribadian menurut Gordon Allport Kepribadian manusia menurut Allport adalah organisasi yang dinamis dari system psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Organisasi dinamik menekankan bahwa kepribadian selalu berkembang dan berubah. Tingkah laku yang disadari adalah yang terpenting. memang dikemukakan sifat bondaris antara lingkungan psikologis dengan lingkungan obyektif yang permeable.

Misalnya saja dalam hal pekerjaan yang akan ia geluti nanti. sehingga dengan mengenal berbagai macam orang mahasiswa itu belajar ubtuk lebih mengerti minat orang lain dan mengerti minatnya sendiri. ● Sikap. sehingga pengaruhnya dapat langsung dilihat. sedangkan tipe menenggelamkannya. Sifat sentral Merupakan kecenderungan kecenderungan yang sangat khas pada individu.● Temperamen biasanya menunjuk pada disposisi disposisi yang erat kaitannya dengan faktor faktor biologis / fisiologis dan sedikit sekali mengalami perubahan dalam perkembangan dan memiliki peran yang besar dibanding aspek aspek lain. termasuk mudah tidaknya kena rangsangan emosi . apa yang ingin ia lakukan demi masa depannya. Sifat kardinal nampak pada setiap orang tapi tidak semua orang punya sifat ini 2. Sifat merupakan sifat gabungan dari beberapa kebiasaan. Ekstensi sense of self Seorang mahasiswa semester akhir yang telah masuk dalam masa dewasa awal.Temperamen adalah gejala karakteristik dari sifat individu . sifat kardinal ( pokok ) Sangat menonjol. Hubungan hangat/akrab dengan orang lain Seseorang yang telah masuk ke masa dewasa awal dan madya pasti berusaha mencari kedekatan dengan lawan jenis. Sifat dapat memunculkan keunikan pribadi. ● Sifat adalah sistem neuropsikis yang digeneralisasikan. itu semua dilakukan untuk membina hubungan dengan orang lain. Sikap biasanya mengandung penilaian terhadap suatu objek. terutama keturunan. Dengan begitu ia mulai mempunyai rencana masa depan. Pembagian sifat : 1. Kebiasaan merupakan kecenderungan kecenderungan bersifat menentuka. 1. sering muncul dan sangat mudah disimpulkan . contoh : ekstravert dan introvert 3. berhubungan dengan suatu objek sehungga lebih luas. Sifat dibedakan dengan habits. Sifat memiliki eksistensi dalam diri individu. . merupakan hasil belajar dan faktor genetis. serta meminta persetujuan keluarga atas pilihannya. Menurut allport. Jenisnya relatif kurang biasa sehingga tidak tampak. Makin besar objek dikenai sifat. Sifat sekunder Contoh Perilaku : Seseorang memiliki kepribadian yang matang menurut allport memiliki hal-hal dibawah ini. maka sifat dan sikap akan menjadi semakin mirip. sifat dan sikap adalah predisposisi untuk merespon dan khas . kualitas hidup. Bergantung pada faktor konstitusional. dapat membimbing tingkah laku. Orang dapat memiliki suatu sifat tapi tidak dapat memiliki suatu tipe. Berikut contoh perilakunya : 1. Seperti mencari pasangan hidup. cepat / tidak berekasi. berusaha untuk memperluas “link” agar mereka bisa memperluas pergaulan mereka.

misalnya saja pemuda islam. Dollard telah menulis banyak artikel teknis dalam ilmu-ilmu pengetahuan sosial mulai dari etnologi sampai psikoterapi.1. ia pun sudah bisa memilih mana tugas yang cocok untuknya dan mana yang tidak. Pandangan-pandangan realistis. ia pasti telah menaati perintah islam. (1930) dan Ph. ia menjadi peneliti pada institut tersebut dan pada tahun 1948 menjadi peneliti dan profesor di bidang psikologi. misalnya saja ia diputus oleh kekasihnya.tugas akademik di bidang antropologi. kita tidak menjadi seseorang yang teralu subyektif. 1. tidak mudah frustasi dalam menghadapinya. seperti tv yang berisi acara komedi misalnya. Pada tahun 1935. misalnya saja masalah yang cukup besar dikantor. 1. tetapi lebih agar kita bisa melihat keanekargaman manusia. Dan juga dalam hidup ini kita butuh hiburan. 1.B. Keyakinan Dollard dan dedikasi pribadinya terhadap penyatuan ilmu-ilmu pengetahuan sosial tercermin tidak hanya dalam tulisantulisannya tetapi juga dalam fakta bahwa ia pernah mengemban tugas.D. John Dollard John Dollard dilahirkan di Menasha. dan menjadikan itu semua sebagai falsafah hidup maupun pegangan hidupnya. Ia menerima gelar A. keahlian dan penugasan Bila seseorang mengalami masalah.A. itu tidak hanya dianggap sebagai sesuatu yang bisa ditertawakan.-nya (1931) dalam bidang sosiologi di Universitas Chicago. dan psikologi pada satu universitas. Objektifikasi diri: insight dan humor Contoh perilakunya adalah empati. kita harus bisa menempatkan diri di posisi orang lain. ia pasti telah memiliki patokan dalam hidupnya. Ia memperoleh pendidikan dalam psikoanalisis dari Institut Berlin dan menjadi anggota dari Western New England Psychoanalytic Society. maka ia harus dapat mengatasinya tanpa panik atau malah merusaknya. Wisconsin. Filsafat Hidup Seseorang yang mulai dewasa. agar bisa diterima oleh masyarakat. Ia telah mengarang sejumlah buku yang juga mencerminkan . Ia dipensiunkan sebagai profesor pada tahun 1969. Pada tahun 1932 ia menerima jabatan rektor di bidang antropologi di Universitas Yale dan pada tahun berikutnya menjadi rektor di bidang sosiologi pada Institut of Human Relations yang baru saja didirikan. dari Universitas Wisconsin pada tahun 1922 dan berturut-turut meraih M. sosiologi. pada tanggal 29 Agustus 1900. ia akan lebih bisa mengontrol diri. Penerimaan diri Dalam masa ini emosi seseorang tidak lagi meluap-luap. Dari tahun 1926 sampai dengan 1929 la menjadi salah seorang pembantu rektor Universitas Chicago.

suatu tanda kehormatan yang hanya dimilikinya bersama dua ilmuwan behavioral lain. Karya ini disusul oleh sebuah buku serupa.2.orang kulit hitam dalam suatu masyarakat di bagian selatan di AS dan merupakan salah satu contoh karya awal analisis kebudayaan dan kepribadian.. 1951a. hakikat perkuatan. Ini meliputi keanggotaannya dalam National Academy of Science yang bergengsi itu. 2. Miller dan Dollard bersama. tetapi sejak tahun 1950-an Miller mulai menaruh perhatian pada mekanisme. meskipun banyak di antaranya telah pula diringkaskan dalam tiga bab buku pegangan yang sangat elok (Miller. Ia menetap di Yale sampai tahun 1966n dan selanjutnya menjadi profesor psikologi dan kepala Laboratorium Psikologi Fisiologis pada Universitas Rockefeller. yang ditulis bersama Allison Davis.masalah yang menjadi perhatian psikolog klinis atau psikolog kepribadian (Personality and psychotherapy. Karya ini disajikan secara rinci dalam terbitan-terbitan jurnal. dan bersama Frank Auld menerbitkan Scoring human motives (1959).-nya dari Universitas Stanford pada tahun 1932 dan Ph.-nya dari Universitas Washington pada tahun 1931. Ia menjadi peneliti dan lektor pada tahun 1941.-nya di bidang psikologi dari Universitas Yale pada tahun 1935. 1950).mekanisme fisiologis yang mendasari dorongan dan perkuatan serta gejalagejala sejenis lainnya. menerima medali Warren dari Society of Experimental Psychologist (1957). Penghargaan atas sumbangan-sumbangannya tercermin pada berbagai tanda jasa yang diterimanya. terpilih menjadi ketua American Psychological Association (1959).S. Criteria for the life history (1936). dan suatu monograf penting mengenai penggunaan bahan sejarah kehidupan. menjadi profesor dalam program kuliah James Rowland Angell di bidang psikologi pada tahun 1952. Dari tahun 1936 sampai tahun 1940.A. Caste and class in a Southern town (1937) adalah suatu penelitian lapangan yang sangat dihargai mengenai peranan orang. menjadi asisten dosen dan selanjutnya lektor pada Institute of Human Relations. dan menerima Medal of Science dari Presiden (1965). Children of bondage (1940).2 Neal Miller Neal Miller dilahirkan di Milwaukee. Wisconsin.D. Bersama Frank Auld dan Alice White ia menerbitkan Steps in psychotherapy (1953). 1944. Ia menerbitkan dua buku berisi analisis psikologis tentang rasa takut: Victory over fear (1942) dan Fear in battle (1943). sebuah buku yang menyajikan suatu metode psikoterapi yang mencakup pendeskripsian yang rinci tentang individu yang sedang dalam perawatan. Penelitian awalnya semata.minatnya yang luas itu. ia kembali ke Universitas Yale. Dari tahun 1942 sampai tahun 1946. Dari tahun 1932 sampai dengan tahun 1935 ia menjadi asisten di bidang Psikologi pada Institute of Human Relations dan antara tahun 1935-1936 ia mendapat beasiswa dari Social Science Researc Council dan memanfaatkannya untuk mengikuti pendidikan analisis pada Institut Psikoanalisis Wina.masalah yang menjadi garapan psikolog sosial (Social leraning and imitation. Miller juga sangat terkenal di kalangan psikologi berkat karya eksperimental dan teoritisnya yang cermat tentang proses pemerolehan dorongan. pada tanggal 3 Agustus 1909 dan meraih gelar B. Pada tahun 1946. dan penelitian tentang konflik. .mata bersifat behavioral. Ia meraih gelar M. 1941) dan pada masalah.sama telah menulis dua buku yang berisi penerapan versi yang disederhanakan dari teori Hull pada masalah.dorongan. Selain karena kerjasamanya dengan John Dollard. ia memimpin suatu proyek penelitian psikologi untuk Angkatan Udara AS. 1959).

Universitas Yale. walaupun kurang penting dibanding habit dan dorongan sekunder. ganjaran atau reinforsemen menjadi sangat penting. Dinamika Kepribadian Motivasi – Dorongan (Motivation – Drives) Dollard dan Miller sangat memerhatikan motivasi atau drive. karena mereka lebih memusatkan bahasannya mengenai proses belajar. yang terutama menangani peran motivasi dalam tingkah laku dan bagaimana motivasi belajar dapat diperoleh. Dalam menganalisa perkembangan dan elaborasi kecemasan inilah mereka berusaha menggambarkan proses umum yang mungkin berlaku untuk semua motif. yang relative stabil dan bertahan lama dalam kepribadian. Namun mereka menganggap penting kelompok habit dalam bentuk stimulus verbal dari orang itu sendiri atau dari orang lain. Habit adalah ikAtan atau asosiasi antara stimulus dengan respon. Sebaliknya. Namun susunan kebiasaan itu bersifat sementara. seperti kecemasankonflik-represi menggunakan prinsip-prinsip psikologi belajar dan kondisi sosial dari belajar. psikoanalitik. malu dan kebutuhan kepuasan.2. bukan kepemilikan atau hasilnya. dari pengamatan sepintas terhadap masyarakat dewasa.2 TEORI Dollard dan Miller bekerja sama di Institute of Human Relations. Dollard dan Miller juga mempertimbangkan dorongan sekunder (secondary drives). mengembangkan pendekatan interdisiplin tiga bidang ilmu. yang kita lihat adalah dampak dari dorongan yang dipelajari seperti kecemasan. haus dan seks. Karena itu gambaran kebiasaan seseorang tergantung pada event khas yang menjadi pengalamannya. Dalam kehidupan manusia banyak sekali muncul dorongan yang dipelajari (secondary drives) dari atau berdasarkan dorongan primer seperti lapar. bentuk sederhana dari teori belajar adalah “mempelajari keadaan dimana terjadi hubungan antara respon dengan cue-stimulusnya”. Kenyataannya. dan antropologi sosial. Teori mereka banyak dipengaruhi oleh Teori Hull-Spence. pentinganya dorongan primer sering tidak jelas. Dollard dan Miller menyerahkan kepada ahli lain rincian perangkat habit tertentu yang mungkin menjadi ciri seseorang. Mereka berusaha menjelaskan konsep-konsep pentingdari psikoanalitik. Menurut Dollard dan Miller. Bahasan mengenai prinsipprinsip asosiasi. Dollard dan Miller mengemukakan bahwa bukan hanya dorongan primer yang . seperti rasa takut sebagai bagian kepribadian yang relative stabil. seperti kecemasan. tetapi memusatkan perhatiannya pada motif-motif yang penting. di masyarakat Barat yang modern. Maksudnya. teori belajar. Hanya dalam proses perkembangan masa anak-anak atau dalam periode krisis dapat dilihat jelas beroperasinya dorongan primer. Dorongan primer (primary drives) dan hubungan stimulus-respon yang bersifat bawaan (innate) juga menyumbang struktur kepribadian. Struktur kepribadian Kebiasaan (habit) adalah satu-satunya elemen dalam teori Dollard dan Miller yang memiliki sifat struktural. kebiasaan hari ini mungkin berubah berkat pengalaman baru keesokan harinya. karena dorongan primer dan hubungan stimulus-respon bawaan ini menentukan taraf umum seseorang. Mereka tidak menggambar atau mengklasifikasi motif tertentu. bukan membuat seseorang menjadi unik. Dorongan yang dipelajari itu berperan sebagai wajah semu yang fungsinya menyembunyikan dorongan bawaan. dan responnya yang umum juga berbentuk verbal.

Proses Belajar Dollard dan Miller melakukan eksperimen rasa takut terhadap tikus. Peralatannya adalah kotak yang dasarnya diberi aliran listrik yang menimbulkan rasa sakit. warna kotak yang putih dan atau bunyi bel saja (tanpa kejutan listrik) telah membuat tikus meloncati sekat. Eksperimen ini mendemonstrasikan beberapa prinsip belajar yakni. tetapi hadiah atau penguat yang primer ternyata juga diganti dengan hadiah atau penguat sekunder. Kotak itu diberi sekat yang dapat diloncati tikus. dan penyebarannya ke dalam pribadi dijelaskan melalui perolehan reinforsemen dan generalisasi stimulus. dipelajari melalui belajar rasa takut dan anxiety. semacam antisipasi menghindari rasa sakit (yang pernah dialami pada masa lalu). dan menemukan cara baru yakni menekan pengumpil untuk membuaka pintu sekat. Classical conditioning (tikus terkondisi merespon bel sebagai tanda aka nada kejutan listrik) 2. Behaviorisme menjelaskan perolehan kecemasan sebagai tanda bahaya itu melalui proses kondisioning klasik. kecuali kalau hadiah/penguat sekunder itu kadang masih berlangsung bersamaan dengan penguat primer. sisi satu diberi warna putih dan sisi lain diberi warna hitam. mengenali sesuatu. Ini adalah reaksi takut terhadap rasa sakit. Instrumental learning (tikus belajar respon meloncati sekat sebagai instrumental menghindari rasa sakit) 3. Tampak pula primary drive (rasa sakit dan tertekan) memunculkan learned atau secondary drive (rasa takut) yang kemudian memotivasi tingkah laku organisme bahkan ketika sumber rasa sakit sudah tidak muncul. Percobaan ditingkatkan dengan menutp sekat dan memasang pengumpil yang harus ditekan tikus agar pintu penghubung ke sekat hitam terbuka (tikus bisa lari ke kotak hitam yang bisa bebas dari kejutan listrik dan bel berhenti). Ternyata kemudian tikus berhenti berusaha menabrak sekat (yang tidak dapat diloncati lagi). Hadiah/penguat sekunder lama kelamaan menjadi tidak efektif . 1. diganti dengan menekan pengumpil) 4. Misalnya senyum orang tua secara bijak terus menerus dihubungkan dengan aktivitas pemberian makanan. Dibunyikan bel bersamaan dengan pemberian kejutan listrik pada kotak putih yang membuat tikus kesakitan.diganti oleh dorongan sekunder. Dollard dan Miller menyimpulkan bahwa sebagian besar dorongan sekunder yang dipelajari manusia. penggantian popok dan aktivitas yang memberi kenyamanan lainnya: ”senyum” akan menjadi hadiah sekunder yang sangat kuat bagi bayi sampai dewasa. notice . Dari eksperimen-eksperimennya. mengerjakan sesuatu dan mendapat sesuatu (want something. Penting diperhatikan bahwa kemampuan hadiah/penguat sekunder untuk memperkuat tingkah laku itu tidak tanpa batas. Mereka juga menyimpulkan bahwa untuk bisa belajar orang harus menginginkan sesuatu. Dollard dan Miller setuju dengan Freud yang memandang kecemasan adalah tanda bahaya. Extinction (tingkah laku meloncat tidak dilakukan lagi. Ternyata sesudah terjadi proses belajar. yang segera dihentikan kalau tikus itu meloncat dari kotak putih ke kotak hitam.

cue. menjadi resultant hierarchy yang lebih efektif mencapai tujuan yang diharapkan. Hipotesis mengenai reduksi drive ini menimbulkan kontroversi. Dalam situasi tertentu. interaksi yang umumnya memiliki respon berdampak segera (immediate effect) terhadap lingkungan dan dituntun oleh cue atau situasi tunggal. Generalisasi Stimulus Menurut Dollard dan Miller. tetapi juga pikirandan ingatan tentang pesawat dan ledakannya. ada dua tipe interaksi individu dengan lingkungannya. Bisa dikatakan. Response adalah aktivitas yang dilakukan seseorang. yakni cue adalah petunjuk yang ada pada stimulus sepanjang pemahaman subjektif individu. Belajar akan menghilangkan beberapa respon yang tidak perlu. respon itu harus terjadi terlebih dahulu. Sehingga teori belajar bukan hanya menjelaskan tingkah laku yang sederhana. Inilah yang kemudian menjadi empat komponen utama belajar. Untuk contoh kasus.. Proses Mental yang Lebih Tinggi Perluasan Stimulus – Respon Dollard dan Miller memperluas apa yang dimaksud dengan stimulus – respon. reduksi drive menjadi syarat mutlak dari reinforcement. Pakar teori belajar tradisional umumnya beranggapan bahwa mengaburkan objektivitas dari definisi stimulus dan respon akan membuat teori belajar menjadi berbahaya yang sama dengan yang dihadapi psikoanalisis yakni. Menurut Dollard dan Miller. do something. Pertama. 2. get something). response dan reinforcement. Semakin kuat drivenya. seorang pilot yang pesawatnya meledak karena diserang musuh. 4. sebelim suatu respon dikaitkan dengan suatu stimulus. Drive adalah stimulus (dari dalam diri organisme) yang mendorong terjadinya kegiatan tetapi tidak menentukan bentuk kegiatannya. cue. 3. 1. Kekuatan drives tergantung kekuatan stimulus yang memunculkannya. Konsep drive. Pengertian cue mirip dengan pengertian realitas subjektif dari Rogers. dan Miller sendiri terus berusaha mencari pembenarannya. semakin kuat tingkah laku yang dihasilkannya. Namun perluasan pengertian itu membuat teori belajar tradisional terhindar dari objektivitas yang steril. respon menghasilkan isyarat (cue . kemudian sang pilot menjadi fobia. yakni drive. tetapi juga hal-hal yang makna dan terapannya berkaitan dengan persoalan kepribadian yang kompleks. menjkadi sangat tidak cermat dan menipu. Event yang hanya meredakan sebentar stimuli pendorongnya akan memperkuat respon apapun yang terlibat.something. response dan reinforcement menjadi kurang tepat karena stimuli penyebab takut bukan lagi suara ledakan. Cue adalah stimulus yang member petunjuk perlunya dilakuakn respon yang sesungguhnya. disebut initial hierarchy of response. Kedua. takut terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pesawat dan pertempuran. Reinforcement maksudnya agar belajar terjadi. Dollard dan Miller mendefinisikan reinforcement sebagai drive pereda dorongan (drive reduction). harus ada reinforcement atau hadiah. suatu stimulus menimbulkan respon-respon yang berurutan.

Lebih lanjut. maksudnya kata dapat menguatkan tingkah laku sekarang secara verbal dengan menggambarkan konsekuensi masa yang akan datang. Sebaliknya. Kata mampu membangkitkan drive dan memperkuat atau member jaminan. Kata dapat berfungsi sebagai pengatur waktu. dapat menjadi reinforcement sekunder. status. Reasoning pada dasarnya merupakan pengganti perbuatan nyata menjadi Cue Producing Response internal yang lebih efisien untuk memecahkan masalah daripada mencoba-coba. Semakin mirip stimulus lain itu dengan stimulus aslinya. Kehidupan manusia modern dibentuk oleh perjuangan memeroleh prestise. terjadi generalisasi untuk meresponnya secara sama.producing response) yang fungsi utamanya membuka jalan terjadinya generalisasi atau diskriminasi. Perbedaan antara stimuli dipengaruhi oleh factor sosiokultural. Respon yang dipelajari dalam dalam kaitannya dengan suatu stimulus. kebahagiaan. Bahasa (Ucapan. dan sebagainya. stimulus atau cue apapun yang sering berasosiasi dengan kepuasan dorongan primer. atau diberi label (nama) yang sama. kekayaan. Pikiran. emosi. sehingga menyingkat proses memilih tindakan pada masa yang akan datang. Pada manusia. Reasoning memungkinkan orang menguji alternatif respon tanpa benarbenar mencobanya. label yang berbeda terhadap event yang hampir sama memaksa orang untuk merespon event itu secara berbeda pula. Secondary Drives Dalam masyarakat yang modern yang kompleks. Tulisan Maupun Sikap Tubuh) Merupakan respon isyarat yang penting sesudah reasoning. peluang terjadinya generalisasi tingkah laku. urutan berpikir itu dapat dipandang sebagai hubungan stimulus-respon dalam kondisioning klasik. Dollard dan Milller sangat mementingkan peran bahasa dalam motivasi. bisa terjadi generalisasi mediasi (mediated stimulus generalization). tingkah laku tidak semata-mata diatur oleh penguat primer (misalnya. Tanpa kata atau pikiran untuk mendukung motivasi lintas waktu. Jelasnya. dapat dipakai untuk menjawab stimulus lain yang bentuk atau wujud fisiknya mirip. Dua fungsinya yang penting sebagai respon isyarat adalah generalisasi dan diskriminasi. mengantisipasi respon agar menjadi lebih efektif. ketergantungan. yakni generalisasi karena stimulus lain dengan stimulus asli dimasukkan ke dalam klasifikasi yang sama berdasarkan alasan (reasoning) tertentu. Menurut Dollard dan Miller. Dengan member label yang sama terhadap dua atau lebih event yang berbeda. . Ini disebut generalisasi stimulus (stimulus generalization). Reasoning Cue Producing Response itu umumnya terjadi melalui sejumlah event internal yang disebut alur berpikir (train of thought). tingkah laku mungkin menjadi kurang konsisten dan kurang fleksibel. intervensi verbal terhadap drive-cue-response-reinforcement telah membuat tingkah laku manusia menjadi semakin kompleks. makanan dan air). hadiah dan pandangan ke depan. pikiran atau sikap semakin besar.

dan detil dari berbagai keterampilan motorik. . 3. Misalnya nilai kebenaran dan integritas tetap dipertahankan (sebagai sumber reinforcement) sampai mati. kenikmatan sebagai dampak dari pencapaian tujuan itu akan semakin segera diperoleh. Ketidaksadaran Dollard dan Miller memandang penting faktor ketidaksadaran. yakni konflik approach-avoidance (orang dihadapkan dengan pilihan nilai positif dan negatif yang ada di satu situasi). Tidak ada seorang pun yang kalis dari konflik berbagai motif dan kecenderungan. Pada drive primer itu tidak terjadi. sperti stimuli. Peningkatan gradient of avoidance lebih besar dibanding gradient of approach. Sedang generalisasi stimulus adalah fenomena. Meningkatnya dorongan yang berkaitan dengan mendekat atau menghindar akan meningkatkan tingkat gradient. drive itu menjadi lemah. dan konflik yang parah sering mendasari tingkah laku menyedihkan dan simptom neurotik.Umumnya drive sekunder bersifat rentan. semakin jelas tujuannya. manakala drive itu berulang-ulang gagal menjadi reinforcement. kecenderungan menghundar dari stimulus negatif semakin kuat ketika orang semakin dekat dengan stimulus negative itu. Kecenderungan mendekat (Gradient of Approach). Semakin dekat ke tujuan. drive dan respon yang dipelajari bayi sebelum bisa berbicara sehingga tidak memiliki label verbal. Model Konflik Formulasi tingkah laku konflik dari Dollard Miller sangat terkenal. dan konflik approach. 2.approach (orang dihadapkan dengan pilihan yang samasama positif). Kecenderungan menghundar (Gradient of Avoidance). Dollard dan Miller membagi isi-isi ketidaksadaran menjadi dua. Jikalau ada dua respon yang bersaing. kecendrungan mendekati tujuan positif semakin kuat kalau orang semakin semakin dekat dengan tujuannya itu. Jadi meningkatnya motivasi akan memperkuat gradient mendekat atau gradient menjauh pada semua titik jarak dari tujuan. konflik avoidance-avoidance (orang dihadapkan dengan dua pilihan yang samasama negatif). Juga apa yang dipelajari secara nonverbal. Hal sebaliknya akan terjadi kalau dorongannya menurun. Pertama ketidaksadaran berisi hal yang tidak pernah disadarai. sering berakibat anak menjadi bosan dan menolak berusaha mendapat pujian. terjadi proses generalisasi tujuan sebagai stimulus. bahkan lebih kuat dibandingkan dengan drive lapar dan rasa sakit fisik. Namun ada juga drive sekunder yang sangat mantap. 5. yakni kecenderungan mendapat perkuatan (Gradient of Reinforcement) dan generalisasi stimulus (Stimulus Generalization). Dua asumsi diatas sebagian dapat dijelaskan dari prinsip yang lebih mendasar. dan semakin kuat stimulus itu mendorong terjadinya respon yang sesuai. Ketiga konflik itu yang mengikuti lima asumsi dasar mengenai tingkah laku konflik berikut: 1. 4. tetapi formula analisis asal muasal factor ini berbeda denga Freud. Anak yang gagal mendapat pujian orang tua karena usahanya tidak mencapai prestasi yang diharapkan. Kedua. Pengertian kecenderungan mendapat perkuatan: hadiah dan hukuman yang segera diberikan memberi dampak lebih besar dibanding menundanya. yang lebih kuat akan terjadi. Ada tiga bentuk konflik. karena konflik itu membuat orang tidak dapat merespon secara normal dapat meredakan drives yang tinggi.

memberi reinforsemen respon baru. Makhluk bayi itu terus-menerus berusaha mengurangi tegangan. sehingga banyak karyanya yang menjelaskan masalah ini. rasa takut akan berkurang. yakni: 1. dorongan.berisi apa yang pernah disadari tetapi tidak bertahan dan menjadi tidak disadari karena adanya represi. Kesadaran verbal sangat penting. Jika tanpa label maka kita dipaksa untuk bekerja dengan tingkat intelektual yang primitif. rooting reflex: sentuhan pada pipi direspon dengan memutar kepala kea rah pipi yang disentuh 2. Perkembangan Kepribadian Perangkat Innate. Misalnya. lingkungan sosial pasti juga penting dalam perkembangan kepribadian. 3. dan kalau proses bahasa itu penting. bayi berusaha menghindari stimulus yang tidak menyenangkan sebelum menangis. Orang kemudian memiliki repertoire tingkah laku tidak mudah takut. Respon bawaan yang hirarkis (innate hierarchies of response). Bayi memiliki beberapa refleks spesifik yang kebanyakan berupa respon tertentu terhadap stimulus atau kelompok stimulus tertentu. menjawab stimuli baru. memunculkan motif sekunder dari drive primer. atau menolak memikirkan sesuatu yang menakutkan. memunculkan respon-respon. Kurangnya rasa takut itu dapat dipandang sebagai suatu reinforcement dari tingkah laku tidak memikirkan (represi) hal yang menakutkan. dan tingkah laku kita mirip dengan tingkah laku bayi atau binatang yang tidak berbahasa. Konteks Sosial Kemampuan memakai bahasa dan respon isyarat sangat dipengaruhi oleh konteks sosial dimana orang itu berkembang. bayi berkembang dari tiga repertoire tingkah laku primitif diatas menjadi dewasa kompleks. Misalnya. . Sebagian besar interaksi anak dengan lingkungannya berkenaan dengan bagaimana menghasilkan symbol komunikasi verbal (verbal cues). Bahasa adalah produk sosial. Respon Sederhana dan Primary Process Dollard dan Miller menganggap perubahan dari bayi yang sederhana menjadi dewasa yang kompleks sebagai proses yang menarik. Refleks spesifik (specifics reflexes). karena label verbal sangat esensial dalam proses belajar. Drives ini memotivasi bayi untuk melakukan sesuatu tetapi tidak menentukan aktivitas spesifik apa yang harus dilakukan. Orang belajar melakuakan represi. serta bagaimana memahami simbol verbal produk orang lain. Kecenderungan melakukan respon tertentu sebelum melakukan respon lainnya. yang biasanya berkaitan dengan proses fisiologik seperti lapar. Dorongan primar (primary drives). Bayi memiliki tiga repertoire penting. Stimulus internal yang kuat dan bertahan lama. haus dan rasa sakit. dan mengembangkan proses mental yang lebih tinggi melalui mediasi generalisasi stimulus. Melalui proses belajar. Kita harus terikat dengan ikatan stimulus yang nyata. Generalisasi dan diskriminasi lebih efisien dengan memakai symbol verbal.

Ditunjukkannya bagaimana psikolog memberikan prinsip belajar yang membantu ilmuwan sosial memeperhitungkan secara sistematik event kultural yang penting. Bagi Dollard dan Miller prinsip-prinsip belajarnya dapat diterapkan lintas budaya. Dollard dan Miller mengemukakan empat hal yang mudah menimbulkan konflik dan gangguan emosi. Tanpa rasa marah ini akan membuat kepribadian anak tidak dapat berkembang. 3.3. pendidikan seks awal. melaksanakan tugas yang sesuai dengan kemampuannya Depresi. Ada banyak peristiwa dimana konflik mental parah yang tidak disadari dapat terjadi. dan latihan mengatur marah dan agresi. Pengendalian marah dan agresi (Anger-anxiety). situasi pemberian makan. melihat orang lain sukses pada tugas yang dianggapnya sulit Berusaha keras mengubah lingkungan menjadi responsive. Apabila anaknya marah. Berbeda dengan orang dewasa (dan anak) yang memiliki cara untuk keluar dari situasi yang menimbulkan frustrasi.3 DISKUSI MENGENAI ADLER 2. bahkan memaksakan perubahan Orang menjadi apatis.1 Kelebihan Teori . 2. merasa tidak mampu 1. Dollard dan Miller menganggap 12 tahun kehidupan awal sangat penting dalam menentukan tingkah laku dewasa. bersumber dari orang tua yang menanamkan dalam diri anak kecemasan yang sangat dalam seks. 2. Pendidikan seks awal (Early sex training). orang tua sering mengamuk. Tabel Asal Muasal Konflik Emosional: Situasi Belajar yang Kritis Efikasi Tinggi Rendah Tinggi Rendah Lingkungan Responsif Tidak responsif Tidak Responsif Responsif Prediksi Hasil Tingkah Laku Sukses. Situasi makan (feeding situation). adalah situasi pertama yang banyak mengajarkan sesuatu. Situasi Pembelajaran (Training Situation) Seperti teoritisi psikoanalitik. pasrah. sehingga anak belajar menekan rasa marahnya. menghukum. toilet training (latihan kebersihan). Analisis Dollard dan Miller terhadap empat situasi latihan diatasbanyak memakai formulasi Freud. Mereka yakin bahwa tingkah laku orang dipengaruhi oleh masyarakatnya. melakukan protes. dan sebaliknya bagaimana ilmuwan sosial membantu teoritisi belajar menyesuaikan prinsip-prinsip belajar dengan pengalaman nyata manusia yang menjadi kondisi belajar. aktivitas sosial. yakni. Tabu mengenai masturbasi yang membuat anak merasa sangat berdosa sesudah melakukan masturbasi. Pendidikan kebersihan (cleaning training). 4. Belajar mengontrol proses urinasi dan defakasi merupakan tugas yang kompleks dan sulit bagi bayi.Dollard dan Miller menekankan saling ketergantungan antara tingkah laku dengan lingkungan sosiokultural.

Teori Dollard dan Miller secara khas adalah teori proses belajar. sesuatu yang sangat penting dari semua teori kepribadian. Teori S-R dikritik dalam hal mementingkan tingkah laku sederhana. teori S-R terbuka untuk merangkul fenomena empiric yang luas. Kecuali hal pendekatan positivis yang keras. utamanya dalam tingkah laku binatang. 4. 3. Karena itu teorinya menjadi model dari teoritisi lainnya. Teori Dollard dan Miller secara khas adalah teori proses belajar. Jarang ada formulasi yang kabur semacam intuisi. Konsep-konsep utamanya jelas dan memiliki rincian yang di dukung oleh data empirik. Karena itu teorinya banyak dipakai oleh pakar antropologi cultural setara dengan pemakaian psikoanalisis. Dollard dan Miller secara eksplisit memakai variable sosiokultural lebih dari pakar lainnya. Konsep-konsep utamanya jelas dan memiliki rincian yang di dukung oleh data empirik. ganjaran atau reinforsemen menjadi sangat penting.2 Kekurangan 1. Menurut Dollard dan Miller. 5. karena memakai pendekatan positif secara keras. teori S-R terbuka untuk merangkul fenomena empiric yang luas. teori ini tidak keberatan memakai konsep-konsepnya untuk membantu mengembangkan fenomena kompleksitas tingkah laku. Karena itu teorinya menjadi model dari teoritisi lainnya. dan antropologi sosial. .1. karena memakai pendekatan positif secara keras. BAB III PENUTUP Dollard dan Miller bekerja sama di Institute of Human Relations. Teori Dollard dan Miller berusaha menjelaskan konsep-konsep psikoalisis menjadi semakin “ilmiah”. 3. Jarang ada formulasi yang kabur semacam intuisi. teori ini tidak keberatan memakai konsep-konsepnya untuk membantu mengembangkan fenomena kompleksitas tingkah laku. dan mengabaikan fungsi kognitif yang kompleks. pendekatan atomistik tidak dapat memahami tingkah laku manusia seutuhnya. mengembangkan pendekatan interdisiplin tiga bidang ilmu. Teori Dollard dan Miller berusaha menjelaskan konsep-konsep psikoalisis menjadi semakin “ilmiah”. Universitas Yale. Bahasan mengenai prinsipprinsip asosiasi. tetapi tidak banyak mendapar perhatian. Kecuali hal pendekatan positivis yang keras. yang terutama menangani peran motivasi dalam tingkah laku dan bagaimana motivasi belajar dapat diperoleh. Teoritisi Holistik berpendapat bahwa teori S-R yang terpisah-pisah. 2. sesuatu yang sangat penting dari semua teori kepribadian. tetapi tidak banyak mendapar perhatian. seperti kecemasankonflik-represi menggunakan prinsip-prinsip psikologi belajar dan kondisi sosial dari belajar. 2. 1. teori belajar. 2. 4. bentuk sederhana dari teori belajar adalah “mempelajari keadaan dimana terjadi hubungan antara respon dengan cue-stimulusnya”. Mereka berusaha menjelaskan konsep-konsep pentingdari psikoanalitik. 2. psikoanalitik.3. Teori mereka banyak dipengaruhi oleh Teori Hull-Spence.

5. pendekatan atomistik tidak dapat memahami tingkah laku manusia seutuhnya. dan mengabaikan fungsi kognitif yang kompleks. http://a11no4. Psikologi Kepribadian.com/2010/03/21/teori-stimulus-respon-hull-dollard-miller/ . Teoritisi Holistik berpendapat bahwa teori S-R yang terpisah-pisah. REFERENSI Alwisol. utamanya dalam tingkah laku binatang.wordpress. Karena itu teorinya banyak dipakai oleh pakar antropologi cultural setara dengan pemakaian psikoanalisis. Dollard dan Miller secara eksplisit memakai variable sosiokultural lebih dari pakar lainnya. (2004). Teori S-R dikritik dalam hal mementingkan tingkah laku sederhana. 2. 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->