ALAT-ALAT UKUR

I. Alat ukur integrasi untuk arus searah Alat-alat ukur integrasi arus searah pada umumnya dipergunakan untuk mengintegrasikan arus-arus searah, atau mengukur eneresi arus searah, di dalam penggunaan-penggunaan khusus seperti dipabik-pabrik elektrik kimia, dan sebagainya yang memakai daya listrik arus searah. II. Transformator Untuk Alat-alat pengukuran Dalam keadaan arus searah, maka untuk memperbesar daerah pengukuran suatu tahanan shunt atau seri dipergunakan. Untuk kepentingan yang sama maka dalam pemakaian keadaan pada arus bolak-balik, suatu transformer khusus yang dikenal sebagai transformator alat-alat pengukuran dipergunakan. Dalam perinsipnya suatu transformator alat pengukur adalah identik dengan transformator daya, akan tetapi dalam transformator alat-alat pengukuran yang dipentingkan bukanlah kerugian-kerugian daya, akan tetapi kesalahan-kesalahannya. Suatu keadaan yang mengunguntungkan dalam penggunaan transformator alat-alat pengukur adalah, bahwa alat pengikur akan mungkin diisolasikan daripada jaringan-jaringan utama. Transformator untuk alat-alat pengukuran dapat berupa transformator untuk tegangan. Transformator untuk arus dikenal dengan transformator arus (TA), dan transformator untuk tegangan dikenal dengan transformator potensial (TA). Penggunaan transformator-transformator tersebut pada umumnya dilakukan pada frekwensi-frekwensi komersil akan tetapi kadangkadang pula dipergunakan pada frekwensi audio. III. Transformator-transformator Arus Transformator arus dipergunakan dengan dihubungkannya dalam seri kumparan primernya dengan beban, kumparan sekundernya dihubungkan dengan sirkuit arus dari alat pengukur amper atau alat pengukur watt. 1

Type lilitan dipergunakan pada umumnya bila harga nominal dari arus primer adalah dibawah 1. sedangkan type-type lainya dipergunakan pada arus-arus primer yang mempunyai harga nominal lebih tinggi. yaitu isolasi kering. Dalam type lilitan maka kedua kumparan primer dan sekunder dililitkan melalui satu inti besi sedangkan dalam type tusukan maka sebagai kumparan primer dipergunakan satu konduktor tunggal yang ditusukan melalui jendela yang dibentuk dari inti-inti besinya. Cara-cara menempatkan isolasi adalah sebagai berikut. Disamping type lilitan dan tusukan tersebut. Terdapat pada dasarnya dua cara pokok yaitu yang menghasilkan transformator arus dari type lilitan dan dari type tusukan. Cara-cara untuk membuat lilitan dari transformator arus adalah sebagai berikut. masih terdapat apa yang dikenal sebagai type jendela dimana lilitan primernya tidak diberikan alan tetapi pemakai dapat mewmbentuk sendiri pada saat penggunaannya dengan memberikan sejumlah lilitan yang diperlukan pada sisi primernya. Untuk membuat kesalahan ini kecil maka inti besi dibuat dari material yang mempunya permeabilitas yang tinggi dan jumlah lilitan diperbanyak. maka jumlah lilitan dari kumparan sekunder dalam banyak hal dikurangi dengan 1 % bila dibandingkan dengan harga yang ditentukan oleh transformtor nominalnya. yang biasanya mempergunakan penghatar-penghantar khusus diperuntukan lilitan-lilitan transformator. kesalahan terjadi terutama disebabkan oleh adanya magnitisasi. Terdapat pada umumnya tiga isolasi. yang didapat dari sebagian arus prime. yang hanya mempergunakan isolasi udara. Arus magnitisasi tersebut yang akan membangkitkan fluksi di dalam inti magnitnya. akan tetapi dalam keadaan akhirnya membeku dan dengan demikian maka seluruh lilitanlilitan tersebut terdapat didalam suatu rumah yang dibentuk oleh material isolasi yang telah membeku tersebut.000 A.Dalam transformator arus. Disamping ini. isolasi kering padat dimana lilitan-lilitan dimasukan kedalam zat yang pada mulanya adalah cair. isolasi minyak dimana kumparankumparan dimasukan didalam suatu bejana yang berisi minyak khusus 2 . disamping isolasi-isolasi yang terdapat pada penghantar masing-masing.

arus atau tegangan. Cara-cara isolasi adalah sama untuk transformator arus. Untuk mengkompensasikan kesalahan ini. Dalam kebanyakan penggunaan maka tegangan primer adalah dibawah 300 kV. maka kumparan primer dan sekunder diisolasikan secara cukup dari satu dan lainnya. dengan cara ini. Seleksi dari pada cara-cara isolasi tersebut tergantung pada penggunaan dari pada transformator. maka jumlah lilitan pada tegangan primer sedikit dikurangi dari pada rasio nominal dari lilitanlilitannya. pembagi tegangan kapasitip seperti diperlihatkan pada gambar 1(a). dan karena adanya resonansi maka ratio dari V1 ke V2 hanya tergantung kepada C1 dan C 2 dan tidak dipengaruhi oleh beban. V. arus tersebut dipergunakan.dan kumparan sekundernya dihubungkan dengan sirkit tegangan dari pengukur volt atau pengukuir watt. Untuk pengukuran pada tegangan yang lebih tinggi. Akan tetapi karena penggambilan langsung dari arus melalui terminal-terminal pengukurannya akan mungkin menyebabkan kesalahan yang besar. untuk keperluan pengukuran dengan aman.untuk isolasi. lebih menguntungkan terutama karena masalah-masalah isolasinya lebih mudah dipecahkan. Transformator potensial Transformator potensial dipergunakan dengan menghubungkan kumparan-kumparan primernya secara parallel dengan beban. IV. Alat pembagi 3 . yang disebabkan oleh adanya kerugian tegangan pada kumparan-kumparan sekundernya dan arus magnitisasinya. suatu kesalahan negative sering terjadi. Pada transformator potensial. Dengan cara demikian. suatu induktansi ditempatkan seperti diperlihatkan pada gambar1(b). sehingga tegangan tinggi bisa ditransformasikan ketegangan rendah. pula dari pada jalajala dimana transformator. Pembagi Potensial Kapasitip Penggunaan dari transformator potensial yang dijelaskan pada paragraph yang lalu terbatas dalam penggunaannya kira-kira pada 300 kV.

Dengan melihat pada gambar 1(b).tegangan tersebut disebut sebagai pembagi tegangan kapasitif. 1 Zb V1 Y = x 1 jωL + Z b V2 1 ωC + Y Y = jωC + dengan demikian V1 C1 + C 2 1 − ω 2 L(C1 + C 2 ) = + V2 C1 jωC1 Z b bila konstanta-konstanta diatas dipilih sehingga memenuhi hubungan 1 jωL + Z b ω 2 L(C1 + C 2 ) = 1 maka persamaan berikut ini didapatkan V1 C1 + C 2 = V2 C1 jadi V1 tidak tergantung dari beban. Akan tetapi V2 (2) tergantung dari frekwensi maka (1) (2) karena persamaan V1 akan mempunyai V2 karakteristik frekwensi. 4 . yaitu Z b .

W = atau VI cos θ = K c K pW konstanta-konstanta K c dari TA adalah rasio transformasi arus dan K p adalah r transformasi dari TP. dalam keadaan pengukuran untuk jaringan-jaringan satu fasa pada 2(a). maka pembacaan pengukur matt W dapat dinyatakan dengan hubungan sebagai berikut. Sedangkan pada gambar 2(b) diperlihatkan cara yang lazim untuk menghubungkan transformator arus untuk pengukuran arus pada jaringan-jaringan tiga fasa. VII. Cara yang sama juga dapat dipakai pada jaring-jaringan tida fasa seperti pada gambar.1 Hubungan dari transformator pengukuran sirkit pengukur daya Untuk penggunaan dari transformator-transformator pengukuran dalam sirkit pengukuran daya. Jadi daya yang diukur didapatkan sebagai penunjukan dari alat pengukur watt dikalikan dengan rasio transformasi dari arus rasio transformasi dari tegangan. V adalah tegangan beban cosΦ adalah factor kerja dari beban.VI. dua TP yang indentik dapat dihubungkan seperti diperlihatkan pada gambar 2(a). sedangkan I adalah arus beban.2. Hubungan-hubungan tiga phasa Untuk pengukuran tegangan antara penghantar-penghantar tiga fasa dalam system tiga penghantar. VI. Pengukuran Arus pada jaringan 5 . VI cos θ Kc K p VI. seperti diperlihatkan dalam dambar 2. maka tempatkanlah TA dan TP didepan sirkit arus dan sirkit tegangan dari pengukur Watt.

Akan tetapi dengan cara pengukuran ini dimana jalan magnitis tidak menutup. Bila penghantar ditempatkan diantara inti besi. atau melalui suatu transformator arus. Alat ukur amper jaringan dibuat dengan kumparan besi dalam bentuk seperti garpu yang mempunyai banyak lilitan. maka penggunaan dari alat ukur amper jaringan akan merupakan pemecahan yang sangat baik. arus sekunder yang berbanding lurus dengan arus yang akan diukur didapat dari penunjukan dari alat penunjukan amper. maka kesalahan-kesalahan yang tergantung dari posisi pemasukan dari penghantar kedalam inti.Bila arus yang melalui suatu jaringan akan diukur sedangkan tidak memungkinkan memotong jaringan tersebut untuk menghubungkan alat pengukur amper. dan membentuk suatu kumparan sekunder dan suatu penghantar sebagai kumparan primer dari satu lilitan. ditambah pula kesalahan bentuk gelombang dan frekwensi adalah besar. 6 . dimana arus yang akan diukur mengalir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful