P. 1
ATOPI

ATOPI

|Views: 26|Likes:
Published by Rabiul Priyantono

More info:

Published by: Rabiul Priyantono on Jul 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2014

pdf

text

original

ATOPI

Kata atopi oleh Coca pertama kali diperkenalkan pada tahun 1923. Atopi berasal dari kata atopos (Yunani) yang berarti Out of Place atau Strange diseases. Atopi adalah istilah yang dipakai untuk sekelompok penyakit pada individu yang mempunyai riwayat kepekaan dalam keluarganya misalnya asma bronchial, rhinitis alergika, dermatitis atopik dan konjungtivitis alergik atau juga bisa berarti hipersensitifitas familial di kulit dan membran mukosa terhadap alergen lingkungan, terkait dengan peningkatan produksi IgE, diikuti dengan perubahan reaktifitas di kulit pada pasien dermatitis atopik (DA) dan di paru pada pasien asma. Pada sebagian besar pasien dengan berbagai faktor misalnya adanya kerusakan fungsi sawar kulit, infeksi dan stress merupakan faktor yang lebih penting bila dibandingkan dengan reaksi alergi. 1,4 Hasil penelitian yang dilakukan Koning et al menyebutkan bahwa bila salah satu anak mempunyai resiko 20-40% menderita penyakit alergi. Apabila kedua orang tuanya memiliki penyakit alergi maka resiko menjadi 60-68%, apabila saudara kandung memilliki penyakit alergi maka anak mempunyai resiko 20-30%. Sedangkan bila orang tua tidak memiliki penyakit alergi maka resiko anak menderita penyakit alergi sebesar 10%. Diduga diturunkan secara autosomal resesif dan dominan Lebih dari seperempat anak dari seorang ibu yang menderita atopi akan mengalami dermatitis atopik pada masa kehidupan 3 bulan pertama. Bila salah satu orang tua menderita atopi, lebih dari separuh jumlah anak akan mengalami gejala alergi sampai usia 2 tahun dan meningkat sampai 79% bila kedua orang tua menderiata atopi. Resiko mewarisi dermatitis atopik lebih tinggi bila ibu yang menderita DA dibandingkan dengan ayah. Tetapi bila DA yang dialami berlanjut hingga masa dewasa, maka resiko untuk mewariskan kepada anaknya sama saja yaitu kira-kira 50%.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->