SOSIO-ANTROPOLOGI PENDIDIKAN

INTERAKSI SOSIAL DAN PENDIDIKAN SEBAGAI PROSES SOSIAL BUDAYA

Anggota Kelompok: Putri Ayu A. L. Tika Annisa Fitriani Rahmah Pratiwi 09416241002 09416241004 09416241006

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2010

1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terselesaikannya makalah yang berjudul Interaksi Sosial dan Pendidikan sebagai Proses Sosial Budaya. Makalah yang masih perlu dikembangkan lebih jauh ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang membacanya. Secara garis besar makalah ini membahas pengertian interaksi sosial, syarat-syarat terjadinyainteraksi sosial, bentuk-bentuk interaksi sosial, dan pendidikan sebagi proses sosial budaya. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Widyaningsih. selaku dosen pengampu mata kuliah Sosio-Antropologi Pendidikan. Kami menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif, terutama dari Ibu pembimbing dan teman-teman.

Yogyakarta, 7 Maret 2010

Penulis,

2

Ruang Lingkup Masalah ……………………………………………….. 1 1 3 ...…. Bab II Pembahasan A. Pendidikan sebagi Proses Sosial Budaya…..………………………………………………………….DAFTAR ISI Halaman Judul .………………………………………………………. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial …………………………………… B...………. Latar Belakang ……………………………………………………….. Bab I Pendahuluan A. 3. Proses Sosial dan Interaksi Sosial ………………... 1.. 2..……………………. Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial …………………………..…………………… Bab III Penutup A. Kesimpulan Daftar Pustaka ………………………………………………………….. ……………………………………………………….. B. Interaksi Sosial sebagai Faktor Utama dalam Kehidupan Sosial …. i ii iii Daftar Isi ………. Kata Pengantar ..……………………………………………………….

B. Interaksi sosial merupakan proses komunikasi diantara orang-orang untuk saling mempengaruhi perasaan. 3. Untuk menggapai tercapainya visi ini. 4. bekerja sama. 4 . VISI pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. berjabat tangan atau bahkan terjadi persaingan dan pertikaian. Mengetahui pengertian interaksi sosial. Interaksi sosial akan berlangsung apabila seorang individu melakukan tindakan dan dari tindakan tersebut menimbulkan reaksi individu yang lain. Mengetahui esensi pendidikan sebagi proses sosial budaya. Pendidikan adalah suatau proses pengembangan kepribadian. Ruang Lingkup Masalah Ruang lingkup masalah pada makalah ini adalah: 1. Interaksi sosial terjadi jika dua orang atau lebih saling berhadapan. pikiran dan tindakan. berbicara. 2. suatu lingkungan dan segala sesuatu yang berada di dalamnya akan dapat dimengerti. Mengetahui syarat-syarat terjadinya interaksi sosial. Sosial dan budaya adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.BAB I PENDAHULUAN A. Mengetahui bentuk-bentuk interaksi sosial. individu dengan kelompok dan antara kelompok dengan kelompok. ditetapkan serangkaian prinsip penyelenggaraan pendidikan untuk dijadikan landasan dalam pelaksanaan reformasi pendidikan. Latar Belakang Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu. Salah satu prinsip yang ditetapkan adalah pendidikan diselenggarakan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Struktur sosial masyarakat dan kebudayaan adalah suatu konteks.

Identifikasi. misalnya pengaruh-mempengaruhi antara sosial dengan politik. politik dengan ekonomi. Identifikasi sifatnya 5 . ekonomi dengan hukum. Proses Sosial dan Interaksi Sosial Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentubentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahanperubahan yang menyebabkan goyahnya pola-pola kehidupan yang terlah ada. Sugesti. 1. Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial.BAB II PEMBAHASAN A. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orangorang perorangan. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi anatra kelompok tersebut sebagai suatu kesatuan dan biasanya tidak menyangkut pribadi anggota-anggotanya. Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku b. Imitasi. antara kelompok-kelompok manusia. dst. Identifikasi sebenarnya merupakan kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Proses sosial dapat diartikan sebagai pengaruh timbal-balik antara pelbagai segi kehidupan bersama. maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. karena tanpa interkasi sosial tak akan mungkin ada kehidupan bersama. c. Interaksi Sosial sebagai Faktor Utama dalam Kehidupan Sosial Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial karena interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau suatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain. Berlangsungnya suatu proses interaksi didasarkan pada berbagai faktor : a.

perasaan-perassaan apa yang ingin disampaikan orang tersebut. sengangkan yang bersifat negatif mengarah pada suatu pertentangan atau bahkan sama seali tidak menghasilkan suatu interaksi sosial. Kontak sekunder memerlukan suatu perantara. d. Kontak sosial yang bersifat positif mengarah pada suatu kerja sama. Selain itu. menyangkut hubungan antara individu. Suatu kontak dapat bersifat primer atau sekunder. karena kepribadian seseorang dapat terbentuk atas dasar proses ini.lebih mendalam daripada imitasi. antarindividu dengan kelompok. Kontak perimer terjadi apabila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapan muka. yaitu seseorang memberi arti pada perilaku orang lain. Hal itu kemudian merupakan bahan untuk menentukan reaksi apa yang dilakukannya. b. suatu kontak dapat pula bersifat langsung maupun tidak langsung. Sekunder dapat dilakukan secara langsung. Proses simpati. Adanya Komunikasi. Dengan adanya komunikasi tersebut. sikapsikap dan perasaan suatu kelompok manusia atau perseorangan dapat diketahui oleh kelompok lain atau orang lainnya. Orang yang bersangkutan kemudian memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial Gillin dan Gillin mengadakan penggolongan bentuk interaksi sosial. 2. Adanya kontak sosial (social contact). Sebenarnya merupakan suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Menurut mereka. Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis. Dua Syarat terjadinya interaksi sosial : a. Di dalam proses ini perasaan memegang peranan yang sangat penting. antara kelompok maupun antara individu dengan kelompok. ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial : 6 . walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya. antarkelompok. 3. yang dapat berlangsung dalam tiga bentuk. Yaitu antarindividu.

Kerjasama tersebut lebih lanjut dibedakan lagi dengan : a) Kerjasama Spontan (Spontaneous Cooperation): Kerjasama yang sertamerta. b) Kerjasama Langsung (Directed Cooperation): Kerjasama yang merupakan hasil perintah atasan atau penguasa. c) Kerjasama Kontrak (Contractual Cooperation): Kerjasama atas dasar tertentu. Fungsi Kerjasama digambarkan oleh Charles H. d) Kerjasama Tradisional (Traditional Cooperation): Kerjasama sebagai bagian atau unsur dari sistem sosial. Proses-proses yang Asosiatif (1) Kerja Sama (Cooperation) Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan bersama. Bentuk kerja sama tersebut berkembang apabila orang dapat digerakan untuk mencapai suatu tujuan bersama dan harus ada kesadaran bahwa tujuan tersebut di kemudian hari mempunyai manfaat bagi semua. 7 . kesadaran akan adanya kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta penting dalam kerjasama yang berguna” Dalam teori-teori sosiologi dapat dijumpai beberapa bentuk kerjasama yang biasa diberi nama kerja sama (cooperation). Kerja sama timbul karena orientasi orang-perorangan terhadap kelompoknya (yaitu in-group-nya) dan kelompok lainya (yang merupakan out-group-nya). keahlian-keahlian tertentu diperlukan bagi mereka yang bekerja sama supaya rencana kerja samanya dapat terlaksana dengan baik.a. Juga harus ada iklim yang menyenangkan dalam pembagian kerja serta balas jasa yang akan diterima. Dalam perkembangan selanjutnya.Cooley ”kerjasama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut. Kerja sama akan bertambah kuat jika ada hal-hal yang menyinggung anggota/perorangan lainnya.

yakni suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan. yaitu pelaksana perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara 2 organisasi atau lebih. perfilman. Akan tetapi.Ada 5 bentuk kerjasama : a) Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong menolong. Menurut Gillin dan Gillin. perhotelan. misalnya pengeboran minyak. adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara orang-perorangan atau kelompokkelompok manusia dalam kaitannya dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Akomodasi menunjuk pada keadaan. maka sifatnnya adalah kooperatif. karenamaksud utama adalah untuk mencapat satu atau beberapa tujuan bersama. Maksudnya. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu karena dua organisasi atau lebih tersebut kemungkinan mempunyai struktut yang tidak sama antara satu dengan lainnya. b) Bargaining. dst. akomodasi adalah suatu perngertian yang digunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan-hubungan sosial yang sama artinya dengan adaptasi dalam biologi. d) Koalisi (coalition). sebagai suatu proses dimana orang atau kelompok manusia yang mulanya saling bertentangan. (2) Akomodasi (Accomodation) Istilah Akomodasi dipergunakan dalam dua arti : menujuk pada suatu keadaan dan untuk menujuk pada suatu proses. yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama. Sebagai suatu proses akomodasi menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha-usaha manusia untuk mencapai kestabilan. pertambangan batubara. e) Joint venture. c) Kooptasi (cooptation). 8 . yaitu erjasama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu.

mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan. d) Mengusahakan peleburan antara kelompok sosial yang terpisah. Bentuk-bentuk Akomodasi a) Corecion. penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan. Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. yaitu: a) Untuk mengurangi pertentangan antara orang atau kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham. suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama. d) Conciliation. g) Adjudication. Tujuan Akomodasi dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang dihadapi. Hasil-hasil Akomodasi 9 . e) Toleration. merupakan bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya. f) Stalemate. seperti yang dijumpai pada masyarakat yang mengenal sistem berkasta. Suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri. c) Memungkinkan terjadinya kerjasama antara kelompok sosial yang hidupnya terpisah akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan. b) Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara temporer. c) Arbitration. b) Compromise. bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan. suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang berhenti pada satu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya.

para pihak lebih saling mengenal dan dengan timbulnya benih-benih toleransi mereka lebih mudah untuk saling mendekati. Proses Asimilasi timbul bila ada : a) Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya. b) Orang-perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu yang lama sehingga. Sering kali suatu persaingan dilaksanakan demi keuntungan suatu kelompok tertentu dan kerugian bagi pihak lain. sikap. (3) Asimilasi (Assimilation) Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut. Beberapa bentuk interaksi sosial yang memberi arah ke suatu proses asimilasi (interaksi yang asimilatif) bila memiliki syarat-syarat berikut ini: a) Interaksi sosial tersebut bersifat suatu pendekatan terhadap pihak lain. f) Akomodasi membuka jalan ke arah asimilasi. Akomodasi dan intergrasi masyarakat telah berbuat banyak untuk menghindarkan masyarakat dari benih-benih pertentangan laten yang akan melahirkan pertentangan baru. dan proses-proses mental dengan memerhatikan kepentingan dan tujuan bersama. c) Koordinasi berbagai kepribadian yang berbeda. b) Menekankan Oposisi. e) Perubahan-perubahan dalam kedudukan. dimana pihak yang lain tadi juga berlaku sama. c) Kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masingmasing berubah dan saling menyesuaikan diri. d) Perubahan lembaga kemasyarakatan agar sesuai dengan keadaan baru atau keadaan yang berubah.a) Akomodasi dan Intergrasi Masyarakat. 10 . Ia ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orangperorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak. Dengan adanya proses asimilasi.

e) Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan. serta ada keseimbangan antara polapola tersebut. d) Frekuaensi interaksi sosial tinggi dan tetap.b) Interaksi sosial tersebut tidak mengalami halangan-halangan atau pembatasanpembatasan. Artinya. Faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi adalah : a) Toleransi. perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri badaniah dapat pula menjadi salah satu penghalang terjadinya asimilasi. In Group Feeling berarti adanya suatu perasaan yang kuat sekali bahwa individu terikat pada kelompok dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan. f) In-Group-Feeling yang kuat menjadi penghalang berlangsungnya asimilasi. 11 . d) Sikap tebuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat. c) Interaksi sosial tersebut bersifat langsung dan primer. Faktor umum penghalangan terjadinya asimilasi: a) Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat. b) Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi dan sehubungan dengan itu seringkali menimbulkan faktor ketiga. b) Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi. f) Perkawinan campuran (amaigamation). g) Adanya musuh bersama dari luar. d) Perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau kelompok lainnya. e) Dalam batas-batas tertentu. c) Perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi. c) Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya. stimulan dan tanggapan-tanggapan dari pihak-pihak yang mengadakan asimilasi harus sering dilakukan dan suatu keseimbangan tertentu harus dicapai dan dikembangankan.

walaupun bentuk dan arahnya ditentukan oleh kebudayaan dan sistem sosial masyarakat bersangkutan. Untuk kepentingan analisis ilmu pengetahan. Tipe ini dinamakan rivalry.g) Gangguan dari golongan yang berkuasa terhadap minoritas lain apabila golongan minoritas lain mengalami gangguan-gangguan dari golongan yang berkuasa. Pola-pola oposisi tersebut dinamakan juga sebagai perjuangan untuk tetap hidup (struggle for existence). Perubahan-perubahan dalam pola adat istiadat dan interaksi sosial kadangkala tidak terlalu penting dan menonjol. Oposisi dapat diartikan sebagai cara berjuang melawan seseorang atau sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Persaingan mempunya dua tipe umum : a) Bersifat Pribadi: Individu. Asimilasi menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan sosial dan dalam pola adat istiadat serta interaksi sosial. b) Bersifat Tidak Pribadi: Misalnya terjadi antara dua perusahaan besar yang bersaing untuk mendapatkan monopoli di suatu wilayah tertentu. b. dapat ditemukan pada setiap masyarakat. h) Faktor perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah dengan pertentanganpertentangan pribadi. oposisi proses-proses yang disosiatif dibedakan dalam tiga bentuk. 12 . Proses Disosiatif Proses disosiatif sering disebut sebagai oppositional proccesses. perorangan. yang persis halnya dengan kerjasama. Proses yang disebut terakhir biasa dinamakan akulturasi. bersaing dalam memperoleh kedudukan. yaitu : (1) Persaingan (Competition) Persaingan atau competition dapat diartikan sebagai suatu proses sosial dimana individu atau kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan.

Persaingan akan mendorong seseorang untuk bekerja keras dan memberikan sahamnya untuk pembangunan masyarakat. d) Disorganisasi. Hasil suatu persaingan terkait erat dengan pelbagai faktor berikut ini: a) Kerpibadian seseorang. b) Sebagai jalan dimana keinginan.Bentuk-bentuk persaingan : a) Persaingan ekonomi: timbul karena terbatasnya persediaan dibandingkan dengan jumlah konsumen. b) Kemajuan. tersalurkan dengan baik oleh mereka yang bersaing. kepentingan serta nilai-nilai yang pada suatu masa medapat pusat perhatian. Persaingan yang jujur akan menyebabkan para individu akan saling menyesuaikan diri dalam hubungan-hubungan sosialnya hingga tercapai keserasian. d) Sebagai alat menyaring para warga golongan karya (fungsional). Persaingan dalam batas-batas tertentu dapat mempunyai beberapa fungsi : a) Menyalurkan keinginan individu atau kelompok yang bersifat kompetitif. c) Sebagai alat untuk mengadakan seleksi atas dasar seks dan sosial. c) Solidaritas kelompok. b) Persaingan kebudayaan: dapat menyangkut persaingan bidang keagamaan. pendidikan. Hal ini disebabkan krn ciri-ciri badaniyah terlihat dibanding unsur-unsur kebudayaan lainnya. dst. 13 . Persaingan berfungsi untuk mendudukan individu pada kedudukan serta peranan yang sesuai dengan kemampuannya. c) Persaingan kedudukan dan peranan: di dalam diri seseorang maupun di dalam kelompok terdapat keinginan untuk diakui sebagai orang atau kelompok yang mempunyai kedudukan serta peranan terpandang. Perubahan yang terjadi terlalu cepat dalam masyarakat akan mengakibatkan disorganisasi pada struktur sosial. d) Persaingan ras: merupakan persaingan di bidang kebudayaan.

perbuatan menghalang-halangi. Contoh lain adalah memaksa pihak lain menyesuaikan diri dengan kekerasan. Kontavensi antarmasyarakat setempat yang berlainan (intracommunity struggle). keenganan.baik yang menyangkut hubungan mereka di dalam lembaga legislatif. Tipe Kontravensi : a) Kontravensi antarmasyarakat setempat. penghasutan. perlawanan. 14 . intimidasi. e) Yang taktis. pendidikan. keagamaan.(2) Kontraversi (Contravetion) Kontravensi pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. dst. melemparkan beban pembuktian pada pihak lain. berkhianat. pengacauan rencana. mencerca. c) Yang intensif. c) Kontraversi parlementer: hubungan antara golongan mayoritas dengan golongan minoritas dalam masyarakat. mengganggu dan membingungkan pihak lain. Kontravensi antar golongan-golongan dalam satu masyarakat setempat (intercommunity struggle). dst. dst. memaki-maki melalui surat selebaran. mengumumkan rahasian orang. provokasi. memfitnah. Menurut Leo von Wiese dan Howard Becker ada 3 tipe umum kontravensi : a) Kontraversi generasi masyarakat: lazim terjadi terutama pada zaman yang sudah mengalami perubahan yang sangat cepat. kekerasan. mempunyai dua bentuk: i. mengejutkan lawan. b) Kontraversi seks: menyangkut hubungan suami dengan istri dalam keluarga. b) Yang sederhana seperti menyangkal pernyataan orang lain di muka umum. gangguang-gangguan. protes. Bentuk kontraversi menurut Leo von Wiese dan Howard Becker ada 5: a) Yang umum meliputi perbuatan seperti penolakan. ii. d) Yang rahasia. menyebarkan desas desus yang mengecewakan pihak lain.

15 . unsur-unsur kebudayaan. Timbulnya pertentangan merupakan pertanda bahwa akomodasi yang sebelumnya telah tercapai. d) Pertentangan politik: menyangkut baik antara golongan-golongan dalam satu masyarakat. pola-pola perilaku. maupun antara negara-negara yang berdaulat. Ciri tersebut dapat mempertajam perbedaan yang ada hingga menjadi suatu pertentangan atau pertikaian. e) Pertentangan yang bersifat internasional: disebabkan perbedaan-perbedaan kepentingan yang kemudian merembes ke kedaulatan negara.b) Antagonisme keagamaan. c) Kontravensi Intelektual: sikap meninggikan diri dari mereka yang mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi atau sebaliknya. Sebab musabab pertentangan adalah : a) Perbedaan antara individu b) Perbedaan kebudayaan c) Perbedaan kepentingan d) Perubahan sosial. dan seterusnya dengan pihak lain. Pertentangan dapat pula menjadi sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan dalam masyarakat. Akibat-akibat bentuk pertentangan: a) Tambahnya solidaritas in-group. (3) Pertentangan (Pertikaian atau conflict) Pribadi maupun kelompok menydari adanya perbedaan-perbedaan misalnya dalam ciri-ciri badaniyah. d) Oposisi moral: erat hubungannya dengan kebudayaan. b) Pertentangan Rasial: dalam hal ini para pihak akan menyadari betapa adanya perbedaan antara mereka yang menimbulkan pertentangan. emosi. Pertentangan mempunyai beberapa bentuk khusus: a) Pertentangan pribadi. c) Pertentangan antara kelas-kelas sosial : disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan.

proses pembudayaan di sekolah adalah untuk pencapaian akademik siswa. Sekolah merupakan tempat kebudayaan. e) Akomodasi. antropologi. Dalam masyarakat berbudaya tulis sumber belajar selain tatap muka dalam pergaulan juga lewat tulisan dan lembaga pendidikan yang diusahakan seacara formal. c) Perubahan kepribadian para individu. Masyarakat Indonesia sangat heterogen secara sosial budaya. Untuk memperoleh informasi konteks sosio-kultural adalah mempelajari hasil-hasil kajian sosiologi dan antropologi umumnya dan sosioantropologi pendidikan khususnya. Hal tersebut dapat dikatakan sebagai kekhasan mereka. bersikap. sejarah. B. akibatnya adalah sebaliknya. keterampilan dan tradisi yang ada dalam suatu komunitas budaya. ekonomi. untuk membudayakan sikap. Pendidikan adalah suatu proses pewarisan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat. Salah satu prinsip yang ditetapkan adalah pendidikan diselenggarakan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. dominasi. Sosial budaya antara masyarakat daerah satu berbeda dengan daerah lainnya. Perbedaan tersebut terlatak pada cara berfikir. Dalam hal ini. yaitu goyah dan retaknya persatuan kelompok tersebut. d) Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia. berperilaku. 16 . imu politik. dan respon mereka terhadap berbagai fenomena kehidupan internal dan eksternal. Pendidikan sebagai Proses Sosial Budaya Pendidikan adalah suatau proses pengembangan kepribadian. demografi. dan psikologi sosial. pengetahuan. serta untuk mengembangkan budaya dalam suatu komunitas melalui pencapaian akademik siswa. Seperti fenomena masyarakat dipelajari oleh berbagai disiplin ilmu : sosiologi.b) Apabila pertentangan antara golongan-golongan terjadi dalam satu kelompok tertentu. karena pada dasarnya proses belajar merupakan proses pembudayaan. dan takluknya salah satu pihak. tingkat perkembangan mereka.

atau komunitas budaya suatu wilayah. keterampilan suatu suku/keluarga biasanya diturunkan kepada generasi berikutnya melalui proses enkulturasi. sedangkan adopsi tradisi budaya dikenal sebagai proses akulturasi. Proses akulturasi bukan semata-mata transmisi budaya dan adopsi budaya. Sementara itu. kebiasaan dari masyarakat di tempat baru tersebut. Pemisahan salah satu dari kesepuluh tersebut tidak mungkin dan tidak dibenarkan tetapi hanya dibenarkan perbedaan dalam penekanan. adat istiadat. lalu orang itu akan berbahasa dan berbudaya. Proses pembudayaan enkulturasi biasanya terjadi secara informal dalam keluarga. proses akulturasi biasanya terjadi secara formal melalui pendidikan.Proses pembudayaan terjadi dalam bentuk pewarisan tradisi budaya dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Proses pembelajaran di sekolah merupakan proses pembudayaan yang formal atau proses akulturasi. atau terhadap orang yang dianggap lebih muda. dan adopsi tradisi budaya oleh orang yang belum mengetahui budaya tersebut sebelumnya. Misalnya. atau orang yang dianggap senior terhadap anak-anak. Tata krama. kemudian mempelajari bahasa. Pewarisan tradisi budaya dikenal sebagai proses enkulturasi. serta melakukan kebiasaan sebagaimana masyarakat di tempat itu. diberi tahu dan disadarkan akan keberadaan suatu budaya. Segi-Segi Pendidikan Sebagai Gejala Sosial Kebudayaan Yang dimaksud dengan segi-segi atau aspek-aspek pendidikan adalah arah tujuan atau sasaran yang diperhatikan dan dibina serta dijadikan pedoman dalam pelaksanaan segala aktivitas yang bersifat pendidikan yang sesuai dengan pandangan di atas. Seseorang yang tidak tahu. komunitas budaya suatu suku. Ada 10 segi pendidikan yang urutannya dapat diubah namun tidak dapat dikurangi untuk sesuai dengan kondisi dan situasi dimana pelaksanaan pendidikan akan dilaksanakan. Proses pembudayaan enkulturasi dilakukan oleh orang tua. Kedua proses tersebut berujung pada pembentukan budaya dalam suatu komunitas. seseorang yang pindah ke suatu tempat baru. kemudian orang tersebut mengadopsi budaya tersebut. budaya. 17 . tetapi juga perubahan budaya.

Sehingga akan tumbuh kesadaran pribadi dan bertanggung jawab akibat tingkat perbuatannya. Hal ini sesuai pernyataan Tagore bahwa pendidikan sebenarnya pendidikan diri sendiri atau diri pribadi (self education). mental kerohanian dan moral. Pendidikan diarahkan kepada keseluruhan aspek kebudayaan dan kepribadian. 4. Sigit aspek keluarga menjadikan manusia cinta kasih. Pendidikan merupakan proses pembinaan tingkah laku perbuatan agar anak belajar berpikir. Aspek-aspek kehidupan telah dirumuskan oleh Edward Springer sebagai: Aspek intelek menghasilkan manusia teoretis. Pendidikan berlangsung sepanjang hidup (Life Proses). agama manusia kuasa dan ekonomi manusia manusia untung serta sebagai tambahan oleh Prof. berperasaan dan bertindak lebih sempurna dan baik dari pada sebelumnya. sosisal manusia pengabdi. estetis manusia seni. Pendidikan diperankan di berbagai pusat lembaga. di sini manusia membutuhkan latihan dalam menggunakan kecerdasanya dan saling pengertian. 5.1. 2. Pendidikan adalah pendidikan diri pribadi. 3. Untuk tujuan tersebut maka pendidikan diarahkan pada seluruh aspek pribadi meliputi jasmani. Sehingga anak berkesempatan untuk belajar memikul tanggung jawab bagi kelangusngan pendidikan dan perkembangan pribadinya. Pendidik dan lembaga pendidikan harus mengakui kepribadian dan menggalang adanya kesatuan segala aspek kebudayaan. Pendidikan adalah pembinaan tingkah laku perbuatan. Tugas pendidikan adalah tugas yang harus dilaksanakan oleh lembaga atau badan pendidikan yang diakui dan diberi hak hidup serta dilindungi undang-undang. politik manusia kuasa. Dengan demikian disamping lembaga pendidikan sekolah (sebagai perantara. A. 18 . pemersatu serta mempertinggi usaha pendidikan) maka keluarga masyarakat juga menerima tugas kewajiban untuk mendidik manusia yang menjadi anggotanya. Lembaga pendidikan bertujuan mengembangkan diri dan selalu menggunakan daya kemampuan inisiatif dan aktivitasnya sesuai kata hatinya.

Menurut sejarah perkembangannya. Bila pendidikan dimasukkan ke dalam tingkah laku perbuatan manusia maka pendidikan harus menyesuaikan diri dengan tujuan hidup manusia. Adanya masalah dan perbedaan paham-paham tersebut disebabkan 3 hal. maka tujuan pendidikan manusia harus bersumber pada filsafat hidup individu yang melaksanakan pendidikan. 6. Pendidikan Jiwa Nasionalisme seimbang dengan jiwa internasionalisme. 7. adanya efek relatif kebahagian bangsa tertentu namun kesengsaraan bagi bangsa lainnya dan rasa kebersamaan pada bangsa-bangsa yang tertindas. diperuntukkan untuk demokrasi masyarakat tanpa beda kelas. Pendidikan harus diarahkan kepembinaan cita-cita hidup yang luhur. selanjutnya tujuan hidup tersebut ditentukan oleh filsafat hidup yang dianut seseorang. Pendidikan adalah pembinaan jiwa Nasionalisme yang sehat dan wajar. Tujuan pendidikan manusia tidak dapat terlepas dari tujuan hidup manusia yang didasarkan pada filsafat hidup tertentu. Sifat pendidikan reflektif dan progresif harus meneruskan nilai kebudayaan dan mengantarkan anak didik pada alam kedewasaan serta membimbing ke arah kerja membangun masa depan. yaitu : tetap adanya perang. Untuk itu pendidik harus mengembangkan kesadaran bertanggung jawab dan turut serta dalam masyarakat. 19 . tidak menjurus Chauvinisme atau Internasionalisme yang melenyapkan jiwa Nasionalisme. 9. yaitu (1) pendidikan sebagai pengabdi kelas/golongan masyarakat. Pendidikan harus mengabdi seluruh masyarakat.Menurut Langeveld kewibawaan penting dalam pendidikan sehingga proses pendidikan dibatasi pada proses pendidikan dari mulai anak mulai mengerti dan mengakui kewibawaan samapai anak tunduk pada kewibawaannya sendiri yang bersumber dari kata hatinya. Pendidikan adalah persiapan penyesuaian yang intelligent terhadap perubahan sosial. diperuntukkan untuk kepentingan sebgaian kecil masyarakat misalnya kolonial Belanda dan (2) pengabdi massa/segala lapisan masyarakat. 8. pendidikan mengalami 2 macam perkembangan.

namun pendidikan pekerti tidak dapat dilepaskan dari agama sehingga dapat dikatakan kesusilaan yang diagamakan. untuk itu pendidikan agama agar tidak diarahkan pada intelektualistis-verbalistis. yaitu : a. peningkatan taraf mental pendidikan manusia serta pembinaan penghormatan tata hidup yang berasaskan demokrasi individu. berpikiran bebas. dengan peniadaan negara super dimana tata hubungan belandaskan prinsip demokrasi c. sehat. Kerjasama Regional. dengan bentuk terpimpin oleh negara super disikuti negara satelit b. sehingga menjadikan pendidikan agama sebagai dasar tata kehidupan manusia. Komunisme Internasional. pembinaan politik luar negeri dalam prinsip konsultasi dan kooperatif. untuk itu usaha-usaha yang mengarah ke sana adalah : pembinaan jiwa yang saling kerjasama antar bangsa. Organisasi Internasional. Hasil dari pembinaan di atas akan mewujudkan 3 kemungkinan. di sekolah maupun masyarakat.Pendidikan bertujuan mengusahakan perdamaian dan kesejahteraan dunia dan manusianya. Hal ini didasarkan atas pandangan bahwa agama merupakan unsur mutlak dan sumber dari kebudayaan. pengembangan sikap positif atas kerja sama. 20 . perpengetahuan luas dan berjiwa ikhlas. Pendidikan agama tidak sama dengan etika. penghilangan nasionalisme yang sempit. Pendidikan agama unsur mutlak dalam pembinaan karakteristik dan bangsa. bentuk kerjasama dalam wilayah dan tujuan tertentu. Sehingga dihasilkan manusia berbudi luhur. peniadaan doktrin superioritas dan inferioritas ras. masyarakat dan anatar bangsa. pribadi. 10.

21 . 3. 4. dan asimilasi) dan disosiatif (persaingan. 2. Syarat-syarat terjadinya interaksi soisial adalah dengan adanya kontak sosial dan komunikasi. Bentuk-bentuk interaksi sosial meliputi proses asosiatif (kerja sama. h. Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan. Kesimpulan 1. Pendidikan diperankan di berbagai pusat lembaga. f. i. j. Pendidikan sebagai proses sosial budaya adalah usaha pembudayaan sekolah sebagai pranata sosial untuk untuk membudayakan sikap. d. Pendidikan agama unsur mutlak dalam pembinaan karakteristik dan bangsa. serta untuk mengembangkan budaya dalam suatu komunitas melalui pencapaian akademik siswa dengan pemaksimalan 10 segi pendidikan yang harus dilaksanakan secara lengkap. e. yaitu: a. pengetahuan. Pendidikan harus diarahkan kepembinaan cita-cita hidup yang luhur. kontravensi.BAB III PENUTUP A. Pendidikan adalah persiapan penyesuaian yang intelligent terhadap perubahan sosial. Pendidikan harus mengabdi seluruh masyarakyat. akomodasi. keterampilan dan tradisi yang ada dalam suatu komunitas budaya. Pendidikan diarahkan kepada keseluruhan aspek kebudayaan dan kepribadian. c. Pendidikan jiwa nasionalisme seimbang dengan jiwa internasionalisme. Pendidikan berlangsung sepanjang hidup (life proses). Pendidikan adalah pendidikan diri pribadi. b. g. Pendidikan adalah pembinaan tingkah laku perbuatan. dan pertentangan). maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. antara kelompok-kelompok manusia.

com/2008/06/proses-sosial-dan-interaksi-sosial/. (Online). 2008. 2010. Nanath. Proses Sosial dan Interaksi Sosial. (http://kuliahkomunikasi. Interaksi sebagai Proses Sosial. Jakarta: PT. Sosiologi Suatu Pengantar. Pendidikan-Pengajaran dan Kebudayaan: Pendidikan Sebagai Gejala Kebudayaan. Ali. Anonim. Pendidikan sebagai Proses Sosial Budaya. (http://id.DAFTAR PUSTAKA Anonim. diakses pada 6 Maret 2010).blogspot.html.com/2010/01/pendidikan-sebagaiproses-sosial-budaya. 22 . diakses pada 6 Maret 2010). Surabaya: Usaha Nasional. Soekanto. (Online). (http://tentangkomputerkita.shvoong.com/social-sciences/sociology/1809953-interaksi-sebagaiproses-sosial/. Raja Grafindo Persada. Saifullah. Soerjono. diakses pada 6 Maret 2010). (1982). (Online). 2006. 2008.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful