P. 1
RPP pemuaian PKKB

RPP pemuaian PKKB

|Views: 209|Likes:
Published by anon_351019042

More info:

Published by: anon_351019042 on Jul 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2013

pdf

text

original

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP

)

Sekolah Kelas /Semester Mata Pelajaran

: SMP NEGERI 1 RANDUAGUNG : VII /Genap : Ilmu Pengetahuan Alam(IPA)

Standar Kompetensi : 3. Memahami wujud zat dan perubahannya Kompetensi Dasar : 3.3. Melakukan percobaan yang berkaiatan dengan pemuaian dalam kehidupan sehari-hari yang dilakukan secara jujur,disiplin,bertanggung jawab, teliti untuk menjawab rasa ingin tahu dengan berpikir secara logis, kritis, kreatif dan inovatif.. Indikator : 1. Menyelidiki proses pemuain pada zat padat, cair dan gas dengan teliti 2. Menggunakan persamaan sederhana untuk menghitung pemuaian panjang untuk menjawab rasa ingin tahunya 3. Merencanakan percobaan sederhana untuk menunjukkan pemuaian zat cair dan zat padat benda yang dilakukan secara jujur, disiplin, bertanggung jawab dan teliti 3. Merancang alat sederhan yang berdasarkan pemuaian dengan hati-hati, mandiri, dan disiplin

Alokasi waktu

: 4 jam pelajaran (2 x Pertemuan )

A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 1. Menjelaskan pengertian pemuaian dengan berpikir secara logis, kritis, kreatif dan inovatif. 2. Menggunakan persamaan untuk menghitung besarnya pemuaian secara mandiri 3. Melakukan percobaan untuk mengetahui adanya pemuaian yang dilakukan secara jujur, disiplin, bertanggung jawab dan teliti 4. Merancang alat sederhana yang bermanfaat yang berdasarkan peristiwa pemuaian dengan hatihati dan teliti

B. Materi Pembelajaran : Pemuaian (terlampir)

C. Metode Pembelajaran : 1. Model : Direct Instruction dan Kooperatif Learning 2. Metode : Diskusi Kelompok dan eksperimen

D. Langkah-langkah Kegiatan 1. Pertemuan Pertama No Kegiatan Guru 1. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan apersepsi  Mengapa panas dapat menyebabkan pemuaian?  Samakah muai panjang berbagai zat padat?  Manakah yang lebih besar: pemuaian zat padat atau cair? Prasyarat pengetahuan  Faktor apakah yang mempengaruhi pemuaian?  Alat apakah yang dapat digunakan untuk menyelidiki muai panjang zat padat?  Mengapa pemuaian zat cair lebih besar daripada pemuaian zat padat? Pra eksperimen  Guru menasehati peserta didik untuk berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium. 2.

Kegiatan Peserta Didik

Waktu

Peserta didik memperhatikan dan menjawab pertanyaan guru

Kegiatan Inti Kegiatan Inti Eksplorasi Eksplorasi  Guru membimbing peserta didik  Peserta didik menyelidiki muai menyelidiki muai panjang dan volume panjang dan volume pada zat pada zat padat seran menyelidiki besar padat seran menyelidiki besar pemuaian berbagai macam zat pemuaian berbagai macam zat cair cair dengan teliti dan penuh tanggung jawab  Peserta didik membandingkan  Guru membimbing peserta didik pemuaian zat padat dan cair membandingkan pemuaian zat padat dengan teliti dan cair  Guru membimbing peserta didik  Peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang mencari informasi yang luas dan materi yang akan dipelajari dari dalam tentang materi yang akan aneka sumbe agar peserta didik dipelajari dari aneka sumbe agar senang membaca peserta didik senang membaca Elaborasi Elaborasi didik membentuk  Guru membimbing peserta didik  Peserta kelompok dengan semangat dalam pembentukan kelompok. toleransi  Guru meminta perwakilan dari tiap  Perwakilan dari tiap kelompok mengambil beberapa batang kelompok untuk mengambil beberapa logam, sebuah bola logam dan batang logam, sebuah bola logam dan bingkainya, serta pembakar bingkainya, serta pembakar bunsen. bunsen.  Guru membimbing peserta didik  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan faktor berdiskusi tetang faktor yang yang mempengaruhi pemuaian mempengaruhi pemuaian. dengan sikap menghargai pendapat teman dan penuh percaya diri

 Guru mempresentasikan langkah kerja  Peserta didik memperhatikan untuk melakukan eksperimen presentasi langkah kerja untuk pemuaian panjang dan volume pada melakukan eksperimen zat padat pemuaian panjang dan volume pada zat padat dengan teliti  Guru membimbing peserta didik  Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan eksperimen sesuai dengan langkah langkah kerja yang telah kerja yang telah dijelaskan oleh guru dijelaskan oleh guru secara secara disiplin dan bertanggung disiplin dan bertanggung jawab jawab serta memiliki ketelitian serta memiliki ketelitian didik melakukan  Guru membimbing peserta didik  Peserta eksperimen dengan melakukan eksperimen dengan menggunakan empat buah labu menggunakan empat buah labu yang yang dilengkapi pipa kapiler; dilengkapi pipa kapiler; yang masingyang masing-masing diisi masing diisi dengan air, eter, bensin dengan air, eter, bensin dan dan alkohol kemudian dipanaskan dan alkohol kemudian dipanaskan amati apa yang terjadi. dan mengamati apa yang terjadi dengan teliti  Guru memeriksa kegiatan eksperimen  Peserta didik menyerahkan hasil eksperimennya kepada guru yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. didik  Guru membimbing peserta didik  Peserta mendiskusikan/bekerja sama mendiskusikan/bekerja sama dan dan bekerja keras dengan bekerja keras dengan kelompoknya kelompoknya untuk membuat untuk membuat kesimpulan dari data kesimpulan dari data percobaan percobaan  Guru membimbing peserta didik  Peserta didik mempresentasikan mempresentasikan hasil diskusi hasil diskusi kelompok agar kelompok agar berani dan percaya berani dan percaya diri. diri. Konfirmasi Konfirmasi  Guru bertanya jawab tentang hal-hal  Guru bertanya jawab tentang yang belum diketahui siswa hal-hal yang belum diketahui  Guru bersama siswa bertanya jawab siswa untuk menjawab rasa meluruskan kesalahan pemahaman, ingin tahu memberikan penguatan dan  Guru bersama siswa bertanya penyimpulan jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup didik membuat  Guru membimbing peserta didik  Peserta rangkuman/simpulan pelajaran membuat rangkuman/kesimpulan dengan mandiri pelajaran  Guru melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan;

 Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran  Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik

2. Pertemuan kedua No Kegiatan Guru 1. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan apersepsi  Apakah gas juga memuai jika dipanaskan?  Mengapa sambungan rel kereta api selalu dibuat bercelah pada saat dipasang? Prasyarat pengetahuan  Faktor apakah yang menyebabkan gas dapat memuai dan menyusut?  Bagaimana aplikasi konsep pemuaian dalam kehidupan sehari-hari? 2.

Kegiatan Peserta Didik 

Waktu

Peserta didik menjawab pertanyaan guru

Kegiatan Inti Kegiatan Inti  Eksplorasi  Eksplorasi  Guru membimbing peserta didik  Peserta didik menyelidiki jenis menyelidiki jenis pemuaian oleh zat pemuaian oleh zat gas dan gas dan mengaplikasikan konsep mengaplikasikan konsep pemuaian dalam kehidupan seharipemuaian dalam kehidupan hari. sehari-hari.  Guru membimbing peserta didik  melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas tentang mencari informasi yang luas topik/tema materi yang akan dipelajari tentang topik/tema materi yang dari aneka sumber agar peserta didik akan dipelajari dari aneka sumber agar peserta didik cinta cinta ilmu dan gemar membaca ilmu dan gemar membaca  Guru menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain berpikir secara logis, kritis, kreatif dan inovatif.  Guru memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya agar peserta didik berani mengemukakan pendapat, dan bisa menghargai prestasi  Guru melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di

laboratorium secara Disiplin dan bertanggung jawab serta memiliki ketelitian  Elaborasi  Elaborasi  Guru membimbing peserta didik  Peserta didik membuat dalam pembentukan kelompok. kelompok  Perwakilan dari tiap kelompok  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil sebuah labu diminta untuk mengambil berpipa kapiler, air hangat, air es, dua sebuah labu berpipa kapiler, air lembar kain lap, zat pewarna dan hangat, air es, dua lembar kain sebuah bejana berisi air dingin. lap, zat pewarna dan sebuah bejana berisi air dingin.  Guru mempresentasikan langkah kerja  Guru mempresentasikan untuk melakukan eksperimen langkah kerja untuk melakukan pemuaian gas. eksperimen pemuaian gas.  Peserta didik dalam setiap kelompok  Peserta didik dalam setiap melakukan eksperimen sesuai dengan kelompok melakukan langkah kerja yang telah dijelaskan eksperimen sesuai dengan oleh guru secara disiplin dan langkah kerja yang telah bertanggung jawab serta memiliki dijelaskan oleh guru secara ketelitian disiplin dan bertanggung jawab serta memiliki ketelitian  Guru memeriksa eksperimen pemuaian gas yang dilakukan peserta  Guru memeriksa eksperimen didik apakah sudah dilakukan dengan pemuaian gas yang dilakukan benar atau belum. peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau  Peserta didik mendiskusikan dengan belum. kelompoknya untuk membuat kesimpulan dari data percobaan.  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya untuk  Peserta didik mendiskusikan/bekerja membuat kesimpulan dari data sama dan bekerja keras dengan percobaan. kelompoknya untuk membuat kesimpulan dari data percobaan.  Peserta didik mendiskusikan/bekerja sama  Peserta didik mempresentasikan hasil dan bekerja keras dengan diskusi kelompok agar berani dan kelompoknya untuk membuat percaya diri. kesimpulan dari data percobaan.  Peserta didik mempresentasikan  Konfirmasi hasil diskusi kelompok agar  Guru bertanya jawab tentang hal-hal berani dan percaya diri. yang belum diktahui siswa untuk menjawab rasa ingin tahu.  Guru bersama siswa bertanya jawab  Konfirmasi meluruskan kesalahan pemahaman,  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui memberikan penguatan dan siswa untuk menjawab rasa penyimpulan ingin tahu.  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan 3. Kegiatan Penutup  Guru memberi penghargaan kepada peserta didik yang dapat menjawab soal dengan benar.  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat

rangkuman.  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

E. Sumber Belajar : a. Buku BSE IPA b. LKS c. Buku Refernsi Sains yang relevan d. Alat-alat praktikum

F. Penilaian a. Teknik Penilaian b. Bentuk Instrumen : Test tertulis dan Tes unjuk kerja : - Isian dan Pilihan Ganda - Uji petik kerja prosedur dan produk c. Contoh instrument  Instrumen tes isian : - Berikan contohnya pemanfaatan pemuaian ?  Instrumen uji petik kerja prosedur - Panaskan segenggam es sehingga mencair dan menguap ! Fakta apakah yang kamu dapatkan ?  Tes Pilhan ganda - Besarnya pemuaian ditentukan oleh factor a. Suhu dan kekerasan c. Suhu dan luas permukaan b. Suhu dan berat d. Suhu dan warna benda

Rubrik : No 1 2 3 4 Merangkai alat dengan benar Melakukan kegiatan dengan prosedur yang benar Memperoleh data Membuat kesimpulan dengan benar Jumlah skor Aspek Skor 2 4 2 2 10

Randuagung, 9 Januari 2012 Mengetahui, Kepala SMP NEGERI 1 RANDUAGUNG Guru Fisika

Drs. SUGENG PRIBADI NIRWONO, M.Pd NIP. 19640817 198902 1 003

YEKTI RATNA SARI, S.Pd

INSTRUMEN PENILAIAN

No 4

Matri Pokok 3.3. Pemuaian

Soal 1. Jelaskan secara singkat penyebab naiknya air pada saat direbus dalam panic ! 2. Jika sebatang balok besi dipanaskan pada suhu tertentu akan mengalami pemuaian. Pemuaian apa saja yang dialami besi tersebut ? 3. Alat untuk membuktikan terjadinya pemuaian pada sebatang logam adalah……. a. Neraca Pegas b. Termometer c. Muschenbroek d. Dinamometer 4.B

Kunci 1. Karena pemuaian 2. Panjang, luas dan volume

Skor 2

2

3. C

1

4. Setiap zat akan memuai jika dipanaskan, kecuali……………… a. besi antara suhu 00C sampai 40C b. air antara suhu 00C sampai 40C c. timah putih d. tembaga 5. Jelaskan secara singkat cara kerja pesawat Muschenbroek !

1

5. Beberapa logam dipanaskan diatas pesawat Muschenbro ek 6. Bimetal , pemasangan rel, dan kaca

2

6. Sebutkan beberapa peralatan yang menggunakan prinsip kerja pemuaian

7. Dengan menggunakan pesawat Muschenbroek, lakukan percobaan pemuaian logam besi, kuningan, aluminium dan tembaga !

2

Randuagung, 9 Januari 2012 Mengetahui, Kepala SMP NEGERI 1 RANDUAGUNG Guru Fisika

Drs. SUGENG PRIBADI NIRWONO, M.Pd NIP. 19640817 198902 1 003

YEKTI RATNA SARI, S.Pd

PEMUAIAN Pemuaian Zat Padat Zat padat yang dipanaskan akan memuai. Pemuaian yang dialami zat padat dapat berupa muai panjang, muai luas, dan muai ruang (volume). a. Muai Panjang Apabila batang logam dipanaskan, akan memuai ke arah memanjang atau mengalami muai panjang. Muai panjang logam dapat diamati dengan alat yang disebut Musschenbroek, Suatu percobaan terhadap beberapa logam dengan alat Musschenbroek didapatkan kesimpulan bahwa pertambahan panjang logam bergantung pada: 1) panjang logam/zat mula-mula, 2) kenaikan suhu, dan 3) jenis bahan. Pertambahan panjang logam tiap satuan suhu atau tiap 1oC disebut koefisien muai . panjang. Apabila, lo menyatakan panjang logam sebelum dipanaskan, lt menyatakan panjang logam setelah dipanaskan, dan ∆t menyatakan kenaikan suhu, koefisien muai panjang logam  dapat ditulis dengan persamaan berikut.
 = lt- lo lo. ∆t = ∆l lo. ∆t

atau

panjang logam setelah dipanaskan (lt) dapat dihitung dengan persamaan berikut. keterangan: lo = panjang mula-mula lt = lo {1+.∆t} lt = panjang akhir. ∆t = kenaikan suhu  = koefisien muai panjang b. Muai Luas Apabila benda tipis berbentuk persegi panjang dipanaskan, benda tersebut akan mengalami muai luas. Benda yang mengalami muai luas artinya mengalami pemuaian dalam arah memanjang dan melebar. Koefisien muai luas adalah perbandingan antara pertambahan luas terhadap luas awal persatuan kenaikan suhu

β = At-Ao Ao. ∆t

atau

β = ∆A A o . ∆ t

Luas logam setelah dipanaskan (At) dapat dihitung dengan persamaan berikut. keterangan: Ao = L u a s mula-mula At =Ao {1+ β.∆t} At = Luas akhir. ∆t = kenaikan suhu β = koefisien muai Luas Koefisien muai luas (β) dapat dinyatakan sebagai dua kali muai panjang atau β = 2 a. Muai Ruang Benda yang mengalami muai ruang, terjadi perubahan panjang, lebar dan tebal. Koefisien muai ruang adalah perbandingan pertambahan volume terhadap volume awal tiap satuan kenaikan suhu
γ = Vt-Vo Vo. ∆t γ = ∆V Vo. ∆t

Atau

Volume logam setelah dipanaskan (At) dapat dihitung dengan persamaan berikut. Keterangan : V o = V o l u m e mula-mula Vt =Vo {1+ γ .∆t} V t = Volume akhir. ∆t = kenaikan suhu γ = koefisien muai Volume Koefisien muai Volume (γ) dapat dinyatakan sebagai tiga kali muai panjang atau β= 3  B.Pemuaian Zat Cair Zat cair yang dipanaskan akan mengalami perubahan volume, yang dinamakan muai ruang (volume). Muai r u a n g z a t c a i r d a p a t d i a m a t i d e n g a n d i l a t o m e t e r . Koefisien muai ruang adalah perbandingan pertambahan volume terhadap volume awal tiap satuan kenaikan suhu
γ = Vt-Vo Vo. ∆t

Atau

γ = ∆V Vo. ∆t

Dari hasil pengamatan, diketahui bahwa muai ruang zat cair berbeda antara yang satu dengan lainnya. Volume zat cair setelah dipanaskan dirumuskan keterangan:
Vt =Vo {1+ γ .∆t}

V o = V o l u m e mula-mula V t = Volume akhir. ∆t = kenaikan suhu γ = koefisien muai Volume

C. Pemuaian Zat Gas Zat gas yang dipanaskan akan mengalami perubahan volume, yang dinamakan muai ruang (volume). Muai ruang zat cair dapat diamati dengan dilatometer. Apabila suhu gas dinaikkan, ada dua faktor yang berubah yaitu volume dan tekanan. Untuk mencari hubungan antara suhu, volume dan tekanan, salah satu variabel (besaran ) harus dibuat tetap  Pemanasan Gas pada tekanan tetap Pada tekanan tetap, pemanasan gas menyebabkan terjadinya muai ruang gas. Pada tekanan tetap berlaku hubungan sebagai berikut Keterangan:
Vt =Vo {1+ γ p .∆t}

V o = V o l u m e mula-mula V t = Volume akhir. ∆t = kenaikan suhu γ = koefisien muai Volume
o

1 Menurut Gay Lussac, Koefisien muai ruang berbagai gas adalah sama besar yaitu C 1 273

Dengan demikian dapat ditulis persamaan sebagai berikut :

Vt  Vo 

t 273

Apabila menggunakan satuan Kelvin (K) dapat ditulis

V1 V2  T1 T2

b. Pemanasan gas pada volume tetap

Pada Volume tetap berlaku hubungan sebagai berikut keterangan:
Pt =Po {1+ γ T .∆t}

V o = V o l u m e mula-mula V t = Volume akhir. ∆t = kenaikan suhu γ = koefisien muai Volume
o

Menurut Gay Lussac, Koefisien muai ruang berbagai gas adalah sama besar yaitu 1 Dengan demikian dapat ditulis persamaan sebagai berikut :
P1 P2  T1 T2

273

C 1

Pt  Po{1 

t } 273

Apabila menggunakan satuan Kelvin (K) dapat ditulis

b. Hukum Boyle – Gay Lussac Pada tekanan konstan, Volume V berbanding lurus dengan T. Pada Volume konstan, tekanan P berbanding lurus dengan T. Akibat nya jika P, V dan T berubah, maka PV berbanding lurus dengan T. Sehingga dapat ditulis :
P.V  konstan T
P1 .V1 P2 .V2  T1 T2

Atau ◙ Pemanfaatan Bimetal Prinsip pemuaian zat banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari – hari, antara lain sebagai berikut : 1. Bimetal Bimetal merupakan dua keping logam yang angka muainya berbeda kemudian dijadikan satu. Bimetal jika dipanaskan akan melengkung kearah logam yang angka muainya besar. Dan jiak didinginkan akan melengkung ke arah logam yang angka muainya besar. Penggunaan bimetal antara lain untuk termostat , sakelar otomatis pada lampu sein dan termometer bimetal. a. Termostat. Termostat adalah alat untuk mengatur suhu agar besarnya tetap atau stabil. Penggunaan termostatmisalnya pada setrika listrik, Oven dan lemari es Cara kerja termostat adalah pada saat arus listrik dialirkan pada elemen pemanas menyebabkan elemen menjadi panas dan plat besi menjadi panas akibatnya pada suhu tertentu bimetalnya melengkung, sehingga arus listrik terputus, setelah suhu turun, bimetal akan kembali akan ke keadaan semula. Sehingga kontak tersambung lagi dan seterusnya b. Sakelar Otomatis pada lampu sein Jika lampu sein 9lampu isyarat belok pada kendaraan bermotor)dihidupkan, maka kontak menyambung dan lampu menyala. Saat itu, keping bimetal menjadi panas dan membengkok sehingga kontak terputus dan lampu mati. Dengan terputusnya arus listrik, bimetal kembali

dingin dan lurus sehingga kontak tersambung lagi. Selama sakelar disambungkan lampu akan hidup dan mati secara periodik. c. Termometer Bimetal Termometer Bimetal dibuat lingkaran dengan logam yang koefisien muai panjang di bagian luar. Ketika suhu naik, termomater bimetal akan melengkung sehingga jarum bergerak ke kanan. Sebaliknya, jika suhu turun, termometerbimetal kembali lurus dan jarum bergerak ke kiri 2. Pengelingan Mengeling yaitu menyambung dua pelat dengan menggunakan paku keling. Cara pengelingannya dengan memanaskan paku, kemudian dimasukkan kedalam lubang pelat, selanjutnya paku keling dipukul hingg melebar dan menjepit pelat dengan sangat kuat. Pengelingan biasanya digunakan pada pembuatan badan kapal, penyambungan besi jembatan, pembuatan tangki badan pesawat. 3. Pemasangan Bingkai Besi pada Roda Pedati atau Delman Zaman dahulu, roda pedati dibuat dari kayu yang dibingkai denagn besi dan karet. Untuk memasang bingkai besi diusahakan dalam keadaan panas karena dalam keadaan dingin bingkai tidak dapat masuk roda. Setelah dipanaskan, bingkai mengalami pemuaian sehingga besar lingkaran dalam bingkai membesar dan dapat masuk pada roda pedati. Saat dingin, bingkai besi akan mengerut dan menempel pada roda dengan kuat. 4. Pemasangan kaca jendela Pemasangan kaca jendela dilakukan dengan tepat tetapi agak longgar, pemasangan kaca dengan tepat pada bingkainya maka saat udara panas, kaca muai akan menyebabkan kaca dapat pecah.Karena pemuaian kaca lebih besar dari pada pemuaian bingkai jendela. Dari prinsip pemuaian ini, pemasangan kaca jendela atau kaca pintu dibuat agak longgar untuk mengantisipasi pemuaian yang terjadi pada kaca. 5. Pemasangan Rel Kereta Api dan Jembatan Jika kamu perhatikan rel kereta api, maka terlihat sambungannya tidak berimpit, tetapi Ada rongga atau jarak antara rel yang satu dengan yang lain. Hal ini untuk mngatasi kemungkinan terjadinya pemuaian pada siang hari sehingga rel tersebut tidak melengkung. Pada jembatan juga akan mengalami pemuaian, jika terkena panas matahari. Sambungan antara jembatan satu dengan jembatan lain diberi celah atau rongga. Hal itu untuk mengatasi kemungkinan pemuaian pada besi jembatan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->