P. 1
pengertian pengukuran

pengertian pengukuran

|Views: 50|Likes:
Published by Rizan afringga

More info:

Published by: Rizan afringga on Jul 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/25/2012

pdf

text

original

Sumber : http://www.edukasi.net/index.php?

mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Materi%20Pokok/view&id=490 &uniq=4059 Pengertian Pengukuran
Pengertian Mengukur Mengukur adalah membandingkan suatu besaran yang diukur dengan alat ukur. Misalnya: 1.Mengukur panjang meja dengan jengkal. Artinya membandingkan panjang meja dengan panjang jengkal. 2.Mengukur panjang papan tulis dengan mistar. Artinya membandingkan panjang papan tulis dengan panjang mistar. 3.Mengukur massa beras dengan kilogram. Artinya membandingkan massa beras dengan massa satu kilogram Seorang peserta didik mengukur panjang meja dengan jengkal Panjang jengkal, panjang meteran (cm), dan massa satu kg (kilogram) yang di gunakan adalah sebagai satuan. Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan angka. Misalnya panjang, waktu, massa, volume, dan berat. Satuan adalah pembanding dalam suatu pengukuran. Misalnya panjang tangan, cm, meter, kg, dan liter.

Seorang peserta didik mengukur panjang papan tulis dengan meteran

Contoh hasil pengukuran yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1.Panjang meja 5 kali panjang jengkal 2.Panjang papan tulis 320 cm 3.Massa beras 2 kg Satuan cm (centimeter) dan kg (kilogram) disebut satuan baku, karena cm (centimeter) yang digunakan untuk pengukuran hasilnya sama atau tetap di seluruh dunia . Sedangkan panjang tangan berbeda -beda , satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang tidak sama untuk orang yang berlainan disebut satuan tidak

baku.

SISTEM INTERNASIONAL

Dahulu orang biasa menggunakan jengkal, hasta, depa, langkah sebagai alat ukur panjang. Ternyata hasil pengukuran yang dilakukan berbeda-beda yang berakibat menyulitkan dalam pengukuran. Usaha para ilmuwan melalui berbagai pertemuan menghasilkan sistem satuan yang berlaku di negara manapun dengan pertimbangan satuan yang baik harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut: 1.satuan selalu tetap, artinya tidak mengalami perubahan karena pengaruh apapun, misalnya suhu, tekanan dan kelembaban. 2.bersifat internasional, artinya dapat dipakai di seluruh negara. 3.mudah ditiru bagi setiap orang yang akan menggunakannya. Pada tahun 1960 diresmikan satu sistem satuan yang dapat dipakai di seluruh negara (Internasional). Sistem ini disebut Sistem Internasional (SI). Satuan-satuan SI yang mempunyai syarat-syarat tersebut ditentukan dari sistem MKS (Meter sebagai satuan besaran panjang, Kilogram sebagai satuan besaran massa, Sekon sebagai satuan besaran waktu). Untuk memudahkan dalam melakukan konversi satu satuan ke satuan lainnya, dapat

digunakan awalan untuk satuan pada tabel 1.1 di bawah ini. Tabel 1.1 Awalan sistem pengukuran untuk satuan

Contoh penggunaan awalan pada satuan: 1. 1 kg = 1 kilogram = 1.000 gram = 103 gram 2. 1 μm = 1 mikrometer = 0,000.001 meter = 10-6 meter 3. 1 GB = 1 giga byte = 1.000.000.000 byte = 109 byte

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->