SKBDN Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) adalah L/C yang dipergunakan untuk keperluan pembelian barang-barang

di dalam negeri (di dalam wilayah Indonesia). SKBDN sering disebut sebagai L/C Dalam Negeri (Local L/C). Manfaat SKBDN :
 

sebagai sarana untuk memperlancar transaksi perdagangan dalam negeri. Penerima jaminan tidak akan menderita kerugian bila pihak yang dijamin melalaikan kewajiban karena penerima jaminan akan mendapat ganti rugi (pembayaran) dari bank. Bank melayani Anda/ pengusaha yang berorientasi ekspor dalam memberikan fasilitas SKBDN (Valas/Rupiah ) baik untuk penerbitan maupun penerimaan SKBDN.

Syarat-Syarat Pembukaan SKBDN :
 

Memiliki plafond /line pembukaan SKBDN . Mengisi formulir pembukaan SKBDN & memenuhi syarat-syarat umum pembukaan SKBDN .

Mekanisme Perdagangan Menggunakan L/C dan SKBDN .
Dalam perdagangan, metode menggunakan sarana letter of credit (L/C) dan Surat Kredit berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) sering menjadi pilihan penjual dan pembeli. Mengapa? Tak lain karena adanya unsur jaminan pembayaran dari bank penerbit L/C atau SKBDN itu. Umumnya L/C atau SKBDN digunakan untuk membiayai sales contract antara penjual dan pembeli yang belum saling mengenal dengan baik. Dengan L/C atau SKBDN, penjual merasa aman dengan adanya janji pembayaran dari bank penerbit L/C atau SKBDN (issuing bank) itu sepanjang penjual dapat menyerahkan dokumen yang sesuai dengan syarat L/C atau SKBDN (complying presentation). Di lain pihak, pembeli juga begitu. Ia sebagai pihak pemohon L/C atau SKBDN juga merasa aman dengan adanya syarat penyerahan dokumen yang telah ditentukan dalam L/C atau SKBDN, karena banknya tidak akan melakukan pembayaran sebelum dokumen diterima olehnya.

namun barangnya didatangkan dari Jepang. 600 yang berlaku efektif tanggal 1 Juli 2007. UCPDC telah mengalami beberapa kali revisi sesuai perkembangan dan dinamika perdagangan internasional. syarat penyerahan barang (terms of delivery). dan pada 2006 dilakukan revisi keenam dengan terbitnya publikasi ICC No. dan dokumentasi. Sesuai sifatnya. 1962. Kedua. . SKBDN digunakan jika barangnya asli dari Indonesia. acuan formal. 4. 3. Ketiga. Pelaksanaan L/C pada umumnya mengacu pada kebiasaan praktik perdagangan yang telah dibakukan oleh International Chamber of Commerce (ICC). syarat barang (terms of goods). bukan SKBDN. Mengapa L/C dan SKBDN ? Pada prinsipnya. yaitu Uniform Customs and Practice for Documentary Credit (UCPDC).L/C dan SKBDN sendiri diterbitkan oleh bank sebagai pelaksanaan klausul-klausul dalam sales contract yang telah disepakati penjual dan pembeli. Uraian di atas adalah jawaban dari apa persamaan L/C dan SKBDN itu. yang dikenal dengan UCP 600 dan banyak digunakan sebagai acuan sekarang. L/C digunakan untuk transaksi perdagangan yang melibatkan penjual dan pembeli yang berada di negara yang berbeda. atau dari luar negeri namun sudah masuk ke kepabeanan Indonesia. 2. yang pada dasarnya terdiri dari 4 faktor utama. yaitu: 1. L/C atau SKBDN merupakan komitmen dari issuing bank yang TERPISAH dari sales contract. L/C atau SKBDN merupakan salah satu alternatif cara pembayaran dalam transaksi perdagangan yang paling ideal karena risiko penjual dan pembeli dapat dialihkan pada bank. 1993 (UCP 500). mereka berada di wilayah domestik Indonesia. L/C dan SKBDN itu sama. Tetapi Bank juga akan memintaMarginal Deposit untuk mengantisipasi resiko yang mungkin muncul bila ada Wanprestasi. Jika barang yang diperdagangkan melewati batas kepabeanan negara lain. lokasi penjual dan pembeli. 1983 (dikenal dengan UCP 400). 1974. yaitu tahun 1951. maka digunakanlah L/C. Jadi misalnya penjual dan pembeli sama-sama berlokasi di Indonesia. maka yang digunakan adalah L/C.. Sedangkan untuk SKBDN.   Pertama kali dipublikasikan pada 1933. lalu lintas komoditas yang diperdagangkan. Sedangkan perbedaan antara keduanya:  pertama. syarat pembayaran (terms of payment).

Atas dasar syarat pembayaran yang telah disepakati di dalam kontrak. klausul dan teknis yang diatur dalam PBI di atas banyak mengadopsi klausul-klausul dalam UCPDC.Sedangkan pelaksanaan SKBDN mengacu pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. maka pihak pembeli mengajukan permohonan penerbitan L/C atau SKBDN kepada Bank. 5/6/PBI/2003 tanggal 2 Mei 2003 tentang Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN). Salah satu syarat yang disepakati adalah pembayaran dilaksanakan dengan L/C atau SKBDN. Bagaimanapun. . Lalu bagaimana dengan mekanisme L/C dan SKBDN itu sendiri? Berikut ini gambar alur dan prosedur pelaksanaan L/C dan SKBDN. Penjelasan mekanisme: 1. 2. mulai dari penerbitan hingga pembayaran. Penjual dan pembeli membuat sales contract.

Jika dokumen telah memenuhi syarat complying presentation. maka nominated bank dapat memutuskan bertindak sebagai negotiating bank dengan melakukan pembayaran terlebih dahulu sepanjang L/C atau SKBDN mensyaratkan “by negotiation”. maka issuing bank tidak wajib melakukan akseptasi. 5. Issuing bank selanjutnya menerbitkan L/C atau SKBDN atas dasar permintaan pembeli sebagai Applicant untuk keuntungan penjual sebagai Beneficiary yang disampaikan melalui bank penerus (advising bank) di tempat penjual. Yang dilakukan issuing bank adalah menghubungi Applicant sehubungan dengan kondisi dokumen yang discrepant tersebut. 10. Penerusan dokumen ke bank penerbit ini dalam rangka melakukan penagihan akseptasi. terlepas apakah nominated bank telah membayar terlebih dahulu atau belum. serta menyiapkan dokumen yang diminta oleh L/C atau SKBDN. Berdasarkan penyerahan dokumen dari beneficiary. Setelah menerima L/C atau SKBDN dari advising bank. Advising bank menyampaikan asli L/C atau SKBDN kepada penjual (beneficiary) setelah dilakukan verifikasi atau autentikasi terhadap L/C atau SKBDN itu. Selanjutnya. Applicant melakukan pengeluaran barang dari maskapai pelayaran dengan memenuhi kewajiban kepabeanan (import clearance). atau pembayaran kembali (reimbursement) dalam hal dokumen telah dinegosiasi. Demikian gambaran tentang L/C dan SKBDN serta mekanismenya secara umum. issuing bank melakukan pemeriksaan dokumen tersebut apakah memenuhi syarat complying presentation atau tidak.3. Nominated bank meneruskan dokumen kepada issuing bank. Dalam praktiknya memang bisa lebih rumit dan spesifik. atau reimbursement. Namun jika terjadi penyimpangan pada dokumen terhadap syarat dan kondisi L/C atau SKBDN (discrepancy). nominated bank selanjutnya melakukan pemeriksaan kesesuaian dokumen dengan syarat dan kondisi L/C atau SKBDN dan ketentuan yang berlaku. atau reimbursement kepada nominated/ negotiating bank. beneficiary melakukan pengiriman barang sesuai dengan syarat penyerahan barang (terms of delivery) yang disepakati di dalam sales contract. Setelah menerima penerusan dokumen dari nominated bank. 9. Namun. maka issuing bank wajib melakukan akseptasi. dan meminta penegasan Applicant apakah menerima adanya discrepancy tersebut atau menolak kondisi penyimpangan dokumen. 4. pembayaran. Jika dokumen dinyatakan clean. pembayaran. Beneficiary menyerahkan satu set dokumen yang disyaratkan L/C atau SKBDN kepada bank yang ditunjuk atau diberi kuasa (nominated bank) oleh issuing bank yang disebutkan dalam L/C atau SKBDN. 8. . Issuing bank menyerahkan dokumen original kepada Applicant setelah ia menyelesaikan kewajiban dana pembayarannya. 6. alur intinya tidak berubah dari gambaran di atas. 7. pembayaran.

apabila dokumen lengkap Bank terima sebelum pk. baik berupa dana tunai. SKBDN yang diterbitkan akan diterima oleh counter party maupun bank counter party Anda. Manfaat    Memeriksa bahwa persyaratan dokumen yang tercantum dalam SKBDN terpenuhi. dapat melayani kebutuhan baik dari sisi Pembeli (Buyer) maupun Penjual (Seller). . adalah: instrument yang diterbitkan oleh bank (Issuing Bank). Bill Purchasing memungkinkan Anda memperoleh pembayaran segera setelah presentasi dokumen sehingga akan meningkatkan efisiensi Cash Flow Anda. Bank akan memberikan Anda limit yang disebut Trade Line. 12. Bill Purchasing ini dapat dilakukan baik untuk SKBDN yang bersifat Sight (Atas Unjuk) maupun Usance (Berjangka) dengan hak regres (with recourse). Bank dapat mengkredit rekening Anda pada hari yang sama dengan presentasi dokumen. SKBDN dipergunakan untuk mendukung transaksi perdagangan di dalam negeri.Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) atau sering disebut LC local./blokir rekening/blokir deposito. SKBDN Terbit Penerbitan SKBDN melalui Bank BNI misalnya dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas yang tersediakan. Bill Purchasing adalah pengambilalihan dokumen atau draft atas dasar SKBDN yang harus dibayar oleh Issuing Bank. Melindungi proses settlement transaksi Anda. Meningkatkan bonafiditas Anda karena SKBDN yang Anda pergunakan diterbitkan oleh Bank bertaraf internasional. SKBDN Terima Pada transaksi perdagangan dengan SKBDN. Bank di Indonesia.00 WIB. Sekarang ada cara yang lebih cepat dalam menerbitkan SKBDN yaitu dengan menggunakan dana Anda. terdapat tenggang waktu antara presentasi dokumen dengan penerimaan pembayaran dari Issuing Bank. sebagai Setoran Jaminan. Sebagai bank terbesar di Indonesia. Sebelum melakukan Bill Purchasing. atas permintaan Applicant yang berisi janji bank untuk membayar sejumlah uang kepada Beneficiary apabila Issuing Bank menerima dokumen yang sesuai dengan syarat SKBDN.

. Meningkatkan daya saing Anda dimata counter party dengan menawarkan penundaan pembayaran tanpa mengganggu Cash Flow Anda. dengan layanan Document Preparation kami.Manfaat    Membantu pengembangan usaha Anda karena proceeds yang Anda peroleh dapat segera Anda gunakan untuk kebutuhan bisnis Anda. Memitigasi kemungkinan un-paid dari Issuing Bank karena adanya discrepancy.

Bank Garansi & SBLC  Manfaat & Fungsi SKBDN. Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN)  Guarantee (Penjaminan) a. Bank Garansi & SBLC  Dasar Hukumnya SKBDN. Performance Bond c.Peranan SKBDN & Guarantee (Bank Garansi. SKBDN b. Red Clause SKBDN  Jenis – Jenis Bank Garansi a. Confirm >< Unconfirm d. Transferable >< Back to Back SKBDN f. SKBDN. Telegraphic Transfer (TT) b. Cash c. Maintenance Bond . Bank Garansi & SBLC  Pihak-pihak yang terkait  Jenis – Jenis SKBDN : a. Letter of Credit (L/C)  Metode Pembayaran Lokal a. Revocable >< Irrevocable b. Metode Pembayaran  Metode Pembayaran Internasional a. Restricted >< Unrestricted e. Sight >< Usance c. Perdagangan Internasional  Pengertian Perdagangan Internasional  Hal-hal yg perlu diperhatikan dlm Perdagangan Internasional  Persyaratan yang harus dipenuhi  Resiko – Resiko yang timbul  Biaya – biaya yang diperlukan dalam penerbitan dan penerimaan a. Bank Garansi c. Bank Garansi & SBLC  Media atau Sarana yang dipakai dalam penerbitan SKBDN. Non L/C b. Revolving SKBDN >< Standby SKBDN g. Bank Garansi & SBLC  Pengertian SKBDN. Bank Garansi b. SBLC 2. Bis Bond b. SBLC) dalam Transaksi Ekspor Impor Program Outline 1. Standby L/C 3. Bank Garansi & SBLC  Prinsip-prinsip Dasar SKBDN. Counter Garansi d. Advance Payment Bond d.

. Konosemen / B/L)  Fungsi DO. Pembahasan kasus – kasus yang sering terjadi dalam transaksi dengan menggunakan SKBDN Bank Garansi & SBLC. Prosedur Pembelian dengan menggunakan SKBDN  Sales Contract  Permohonan Pembukaan SKBDN  Permohonan Perubahan SKBDN  Latihan pengisian pembukaan & perubahan SKBDN  Penerimaan dan Penanganan Dokumen  Penyelesaian Dokumen (Akseptasi & Pembayaran) 5. Packing / Weight List c. Transport Documents (D/O. Prosedur Peerbitan Bank Garansi  Surat Undangan Tender  Permohonan Pembukaan Bank Garansi  Permohonan Perubahan Bank Garansi  Latihan pengisian pembukaan & perubahan Bank Garansi  Penyelesaian Claim 9. Commercial Invoice b. Prosedur Pembelian dgn menggunakan SBLC  Sales Contract  Permohonan Pembukaan SBLC  Permohonan Perubahan SBLC  Latihan pengisian pembukaan & perubahan SBLC  Penyelesaian Claim 8. Konosemen  Hal – hal yang perlu diperhatikan di dalam DO. Konosemen 6. Prosedur Penjualan dengan Menggunakan SKBDN  Memahami Syarat & Kondisi SKBDN  Tata Cara Memeriksa Dokumen  Discrepancy dan Penanganannya  Jenis – Jenis Discrepancy  Alternatif Penyelesaian  Pengambilalihan dokumen oleh bank (Negotiation)  Collection Basis  Diskonto 7. Dokumen – Dokumen  Dokumen Finansial (Financial Documents)  Shipping Documents a.4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful