1

PANDANGAN BUDAYA BALI TERHADAP KEBERADAAN KOPERASI 1. Latar Belakang Koperasi sudah diperkenalkan sebagai strategi pemberdayaan ekonomi lemah yang dilakukan oleh Pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, dalam rangka menumbuhkan iklim usaha secara kekeluargaan berdasarkan azas gotong royong. Berkembangnya Koperasi sebagai usaha masyarakat agar mampu memperkuat dirinya sebagai badan usaha yang tangguh dan mandiri. Koperasi sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum. Koperasi yang kegiatannya berlandaskan pada prinsip-prinsip Koperasi, sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan azas kekeluargaan. Koperasi dapat tumbuh dan berkembang secara baik jika dijiwai oleh akar budaya nasional yang telah disarikan dalam falsafah negara yakni, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945 yang terjalin erat dalam bentuk azas kekeluargaan. Oleh sebab itulah maka, Koperasi merupakan soko guru perekonomian Nasional. (Undang Undang Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Per-Koperasian). Kehidupan bersama saling bahu-membahu dengan prinsip ”berat sama dipikul, dan ringan sama dijinjing”. Sebagai modal prilaku masyarakat merasa senasib dan sepenanggungan. Azas kekeluargaan untuk saling merasakan penderitaan, sebagai pola hidup bersama masyarakat, telah teruji sejak lama, ketika merasakan penderitaan yang dikuasai oleh kaum penjajah. Ketertindasan masyarakat lemah, merupakan landasan untuk memacu penyadaran pola prilaku hidup bersama, agar mampu meningkatkan daya saing dalam bidang perekonomian masyarakat dengan azas kekeluargaan dan demokrasi. Berdasarkan data, di Indonesia telah berkembang Koperasi yang saat ini berjumlah sekitar 140.000 unit, pada Tahun 2008. Sedangkan di Bali pertanggal 30 November 2008, Koperasi berjumlah 3.495 unit, dengan jumlah anggota

2

792.272 orang (Laporan Koperasi Propinsi Bali Tahun 2008).

Pertumbuhan

Koperasi, berkembang dengan mengacu pada dasar hukum, Undang Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Per-Koperasian. Keberadaan dan peran Koperasi dalam menunjang kegiatan ekonomi masyarakat begitu penting, dan strategis untuk mengurangi kemiskinan serta pengangguran. Pertumbuhan Koperasi di Bali demikian pesat dan NPLnya (tunggakan pinjaman) rendah, pengembalian angsuran dari anggota lancar. Kelancaran pengembalian angsuran anggota Koperasi, ditunjang oleh kesadaran para anggota, bahwa Koperasi adalah miliknya. Maju mundurnya Koperasi, ditentukan oleh anggota, jika anggota menginginkan Koperasi tumbuh dan berkembang demi meningkatkan kesejahteraan anggota, maka setiap anggota wajib bekerja keras, untuk memajukan Koperasi. Perkembangan Koperasi di Bali, demikian pesat dari segi permodalan maupun dari segi kelembagaan. Contoh Koperasi yang tergolong bagus adalah: Koperasi Serba Usaha Bale Dana Mesari, Desa Pengotan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Koperasi Sari Merta Asih, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, dan Koperasi Industri Kerajinan Kriya Bambu Sedana, Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Ketiga Koperasi tersebut, merupakan sebagian kecil contoh dari Koperasi yang ada di Bali, dengan perkembangan yang demikian pesat. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan berkembangnya jumlah anggota, permodalan, maupun SHU yang diraih setiap tahunnya. Adapun peningkatan ketiga Koperasi tersebut, meliputi perkembangan modal, kelembagaan serta SHU tiap tahun lebih jelasnya terlihat pada tabel berikut ini:

00 101. Tahun 2006 2007 Jumlah Koperasi 2.626 orang Sumber : Dinas Koperasi Propinsi Bali 2008 Berdasarkan teori manajemen bisnis (dalam Pariaman Sinaga. Oleh karena itu.00 35. 2008). Perkembangan Koperasi di Bali Dari Tahun 2006 sampai tahun 2007 No. perkembangan ekonomi masyarakat. pemasaran.00 79.00 28.929 unit Jumlah Anggota 755.00 Tahun Jumlah Anggota (orang) 2006 2007 178 204 109 38 123 45 1 2 3 Koperasi Bali Dana Mesari Koperasi Kerajinan Kriya Bambu Sedana Koperasi Serba Usaha Sari Merta Asih 2008 325 150 60 Sumber : Tiga Koperasi di Bali 3 Tahun terakhir.208. dipengaruhi oleh lingkungan internal (sumber daya manusia.141. didukung oleh tumbuhnya nilai-nilai budaya yang menjiwai kesadaran masyarakat Bali. dilihat dari jumlah unit dan jumlah anggota.814 unit 2.3 Tabel 01.800. Untuk lebih jelasnya dapat lihat pada tabel berikut : Tabel 02.525.00 TAHUN/ SHU (Rp) 2007 8. Mengenai perkembangan Koperasi di Bali. Beberapa contoh Koperasi di Bali Tiga Tahun Terakhir No Nama Koperasi 2006 41.000.00 90.208.650.846.911. modal. serta lingkungan eksternal (budaya masyarakat.146. 1.000.760. dua tahun terakhir di Bali cukup baik.890. dari tahun 2006 sampai tahun 2007. 2. diduga perkembangan Koperasi di Bali. dan pelaksanaan hukum).269.710. dan teknologi).00 22.531.00 2008 102.236. bahwa Koperasi sebagai badan usaha masyarakat.000. Pandangan budaya .004 orang 771. untuk ber-keporasi. kebijakan pemerintah.

Tujuannya agar dapat menguraikan potensi kearifan lokal. maka dapat dirumuskan tujuan penelitian ini sebagai berikut : a. c. dapat mempengaruhi prilaku masyarakat untuk menumbuhkembangkan kesejahteraan bersama.4 Bali terhadap Koperasi. yaitu: mengapa masyarakat perKoperasian di Bali tunggakan kreditnya pada Kopreasi relatif rendah. dengan perilaku masyarakat Bali terhadap keberadaan Koperasi. yang dijiwai oleh agama Hindu. Bagaimana pandangan Budaya Bali terhadap keberadaan Koperasi?. 2. . bahkan sangat lancar dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia?. dalam meningkatan kesejahteraan masyarakat melalui Koperasi. b. Untuk mengetahui pandangan budaya Bali. Dengan permasalahan di atas. Maksud dan Tujuan Penelitian ini dimaksudkan untuk menggali. maka dapat ditarik suatu permasalahan yang muncul sebagai sebuah persoalan. yang terpendam dengan semangat dan jiwa agama Hindu. 3. dengan keberadaan Koperasi. Untuk mengetahui elemen-elemen budaya Bali yang dijiwai oleh agama Hindu dalam menumbuh kembangkan Koperasi. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi oleh masyarakat Bali. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. melalui Koperasi. sehingga ada kelakuan masyarakat yang tidak relevan. dan agama Hindu tentang keberadaan Koperasi. dan menemukan hubungan nilai-nilai budaya Bali.

demi memperkokoh perekonomian rakyat. (c) Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat. Tinjauan Pustaka Perkoperasian Koperasi sebagai usaha bersama dengan azas kekeluargaan. konsep-konsep pemberdayaan ekonomi mayarakat. serta anggota berperan aktif dalam upaya mempertinggi kulaitas kehidupan manusia. di daerah Bali. sebagai dasar kekuatan perekonomian nasional. konsep-konsep agama Hindu. (d) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan . Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka sebagai pijakan teori dalam membahas variabel-variabel yang ada dalam sebuah penelitian. dan Undang Undang Nomor. 5. ayat 1.5 4. Desk Reasearch : studi literatur tentang konsep-konsep perKoperasian. memiliki kekuatan dan sumber hukum yang mengikat. serta hasilhasil penelitian yang berkaitan dengan Koperasi dan budaya masyarakat. Tujuannya supaya para anggota tidak berbuat di luar ketentuan yang berlaku. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi. pasal 33. b. Metode Metode yang dipergunakan adalah: a. adalah: (a) Membangun dan mengembangkan potensi kemampuan ekonomi anggota. Fungsi dan Peran Koperasi. Observasi Lapangan : melihat aktivitas masyarakat dan praktek Koperasi. seperti Undang-Undang Dasar tahun 1945. 25 tahun 1992 tentang perKoperasian. (b) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan. konsep-konsep budaya Bali. yang telah beroperasi di lapangan. yaitu : A.

masing-masing anggota. yang berbeda dengan badan usaha lainya. atau masyarakat yang membentuk Koperasi tersebut. Koperasi dibentuk oleh orang perorang. g. demi kepentingan dan ketransparanan bagi semua anggota. dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagi gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan. d. f. dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan per-Koperasian. dan merata sesuai dengan bidang tugas dan jasanya dalam mengembangkan Koperasi. adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi. Prinsip Koperasi merupakan satu kesatuan.6 perekonomian nasional dengan Koperasi sebagai sokogurunya. keberadaan Koperasi berkaitan dengan sifatsifat dan budaya orang. Kemandirian. dan demokrasi ekonomi. Dengan demikian nilai-nilai yang terkandung di dalam prinsip-prinsip tersebut adalah nilai-nilai kemanusiaan. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka. adalah : a. terutama adalah prinsip keadilan. Prinsip Koperasi tersebut. e. Koperasi. Dengan demikian. yang merupakan usaha bersama. c. Koperasi juga memiliki prinsipprinsip yang jelas. berdasar atas azas kekeluargaan. yang diaktualisasikan di dalam nilai-nilai badan usaha Koperasi. Dan (e) berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional. sebanding dengan besarnya jasa usaha. Selain memiliki peran dan fungsinya. Pengelolaan dilakukan secara demokratis. dan Kerjasama antar Koperasi. yang disebut sebagai anggota Koperasi. Pendidikan Koperasi. Kedudukan . b. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.

041 orang 2. bimbingan teknologi.250 Miliyar 4.4 Miliyar 3. adalah Koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang-seorang.6 Miliyar 4 Miliyar 7 Miliyar 2. adalah Koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan Koperasi. selain meningkatkan iklim kondusip bagi Koperasi.7 anggota di dalam Koperasi menjadi demikian penting.4 Miliyar 2. kesetiaan dan tanggung jawab.963 orang 634 orang 530 orang 172 orang 751 orang Sumber : Dinas Koperasi Propinsi Bali 2008 . Koperasi terdiri dari Koperasi primer dan sekunder. karena anggota adalah pemilik sekaligus pelanggan Koperasi (be owner and the coustemer). Koperasi primer. Sebagai contoh bantuan permodalan selama delapan tahun terakhir dari pemerintah pada Koperasi di Propinsi Bali sebagai berikut : Tabel 03. Oleh karena itu. adalah menjadi salah satu kunci dalam membangun badan usaha Koperasi.429 orang 2. Koperasi Sekunder. Pemerintah Indonesia.575 orang 2. maupun memberikan bantuan permodalan. bimbingan pemasaran.175 Miliyar Jmlh Unit Usaha yang dibantu USP 111 LKM 28 Koperasi 24 Koperasi 38 Koperasi 10 Koperasi 26 Koperasi 35 Koperasi Jmlh Kab/Kota Penerima Bantuan 9 Kab/Kota 5 Kab/Kota 5 Kab/Kota 9 Kab/Kota 4 Kab/Kot 7 Kab/Kota 3 Kab/Kota 9 Kab/Kota Jmlh Anggota Penerima Bantuan 14. Bantuan Pemerintah selama delapan Tahun terhadap Koperasi di Bali No 1 2 3 4 5 6 7 8 Tahun Jumlah Bantuan Rupiah 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 96 Miliyar 1. juga memberikan bantuan perkuatan baik melalui pelatihan.

8 B. akibat serapan dari ajaran agama Hindu yang disebut satya. Malu berbuat salah. merupakan masyarakat yang menganut nilai-nilai etika. untuk meningkatkan semangat kerja pada umatnya. namun jika melanggar aturan tidak tertulis akan menerima akibat sanksi moral. 1. Tinjauan Inti Ajaran Kitab Suci Hindu Wejangan suci Sri Krsna. Hukuman perasaan. malu punya hutang. baik tertulis maupun tidak tertulis. yang bebas dari keterikatan. Tata krama pergaulan masyarakat. Masyarakat Bali. yang disebut organisasi Desa Pakraman. sedetikpun Tuhan tidak bekerja dunia ini akan hancur. sebab dengan melakukan kegiatan kerja. sebab berbuat lebih baik daripada tidak berbuat. maka kena sanksi sesuai tingkat kesalahan. dan benar. Oleh karena itu. dapat mewujudkan kejujuran yang sangat tinggi. bahkan tubuhpun tidak terpelihara jika tidak bekerja. kepada Arjuna. serta untuk keberhasilan. Dengan tidak henti-hentinya. malu menyakiti perasaan orang lain dan malu jika mengingkari janji. dan Sekaa. kepolosan dan kejujuran. yang terangkum dalam Kitab Suci Bhagawadgita. laksanakanlah segala kerja sebagai kewajiban. merupakan akibat dari sanksi moral. kesederhanaan. orang lain juga akan mengikutinya. Dengan pola hidup moral dengan keluguan. yang disebut awig-awig atau perarem. memberikan spirit dan jiwa. yang mengalami kebingungan di medan perang. Apapun kebiasaan yang baik itu dilakukan. diikat oleh adat istiadat. untuk menumbuhkan budaya malu. teladan yang baik. Pelanggaran terhadap aturan tertulis. orang itu sesungguhnya mencapai yang utama. Pola hidup berorganisasi melalui wadah ini. kesejahteraan dunia. bahwa . Bekerjalah seperti yang telah ditentukan. Lakukanlah kerja dengan perasaan. pasti akan mengikutinya. Banjar. dengan menyibukan diri dalam kerja. Dengan berserah diri pada Tuhan sebagai penguasa alam semesta. Tinjauan Pustaka Tentang Masyarakat Bali. karena Tuhan-pun selalu bekerja. membiasakan mereka taat pada aturan yang telah disepakati. tanpa terikat pada akibatnya.

tentang berbagai sanksi dari perbuatan manusia yang melanggar hukum. Yang menentukan karakter menjadi manusia adalah perbuatanya. ketika seseorang meminjam uang. orang-orang akan menuruti jalan-Nya. pemberian derma atau sedekah kepada orang yang demikian. adalah lebih baik berkorban. Sumber hukum Hindu menjelaskan. yaitu barang gadai sebagai jaminan atas pinjaman yang termuat dalam Kitab .9 bekerja adalah sebagai pelayan Tuhan. jika karmaphala yang mengadakannya itu tidak putus. Lahir jadi manusia merupakan kesempatan emas. jika untuk kesejahteraan umum. untuk menolong dirinya dari belenggu keduniawian. yang dapat mengetahui perbuatan baik dan buruk. besar pahalanya. dan kesengsaraan. dari segala pihak sebagai wujud pengabdian pada Tuhan. ialah orang yang berkelakuan baik. janganlah kikir bersedekahlah. Konsep kehidupan yang dicerminkan melalui perbuatan. termuat dalam Bhagawadgita. Sebab Tuhan selalu bekerja dengan tidak mengenal payah. dari mana. Karena maut pasti datang dan tidak akan adanya sesuatu yang kekal. adalah : tidak sayang dan merelakan kekayaannya. Maka tindakan yang tinggi pengetahuannya. Manusia dikatakan sebagai mahluk yang paling utama dibandingkan dengan binatang dan tumbuh-tmbuhan. Karena hanya manusia. apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan hidup. kerjakanlah amal saleh. atau barang tidak mengembalikan disebut pencuri. Siapa manusia ini. nyawanya sekalipun. Sebab itu yang patut diperbuat. Termasuk perbuatan melanggar hukum. karena kekayaan itu tidak akan habis-habisnya. Penjiwaan pada karakter manusia agar mengetahui konsep hidup dan kehidupan. Barang-barang jaminan. Orang disebut baik jika perbuatanya baik. dapat melahirkan karakter manusia yang berbudi pakerti luhur. orang miskin. orang yang benar-benar mengharap bantuan. Sarasamuscaya. yang tidak berolehan makanan. oleh karena itu. rela mati demi untuk kesejartraan umum. nikmatilah seperlunya. Orang yang patut diberikan derma atau sedekah. dan sebaliknya orang disebut buruk jika prilakunya buruk.

pabrayaan. Kearifan Lokal Kulawarga (Menyama-Braya) Konsep braya. termuat pada Manawa Dharmasastra. 2. karena kalau disetujui oleh pemilik barang jaminan itu ia boleh memakainya. karena memegang jaminan itu. tertuduh akan membayar lima dalam seratus. dan Kersten. Jaminan yang menguntungkan. dapat memperbaharui persetujuan. dalam khasanah kebudayaan Bali. atau musnah.10 diperuntukannya tidak boleh dipakai oleh kreditur dengan kekerasan. Apalagi bertentangan dengan Undang-Undang. maka nilainya harus digandakan. yang menjadi hutangnya. Jaminan menguntungkan. tetapi kalau ia menolaknya (dan terbukti) harus dua kali itu membayar. berikan. dikenal ada beberapa kearifan lokal yang menjiwai setiap aktifitasnya. Ia yang tak mampu membayar hutangnya. misalnya tanpa persetujuan pemilik. sedangkan jaminan yang disimpan. manyama-braya artinya hal kekerabatan.1984: 197). dermakan untuk kepentingan hubungan kekerabatan (Tim. dapat diartikan lebih luas dari nyama (saudara). itulah ketetapan ajaran Maha Rsi Manu. artinya : gunakan.2005: 114. ialah jaminan yang dapat memberi keuntungan. sebagai dendanya. . hubungan kekerabatan. sehingga dapat dimaknai sebagai kerabat. dari nilai dasar. kemudian dapat hilang dengan mudah. antara lain : a. karena bunga-bunganya yang tak dapat dibayar. Setiap hutang wajib dibayar tepat pada waktunya karena dapat mengantarkan manusia mencapai kebebasan hidup. Ini memungkinkan penduduk tetap menciptakan gaya baru. Tinjauan Praktek Kehidupan Masyarakat Bali Dalam praktek kehidupan masyarakat Bali. setelah terlebih dahulu membayar bunga. bermaksud hendak mengadakan perjanjian baru. adalah jaminan yang harus memenuhi syarat tidak hilang. Suatu hutang diterima sebagai hutang. pada waktu yang telah diperjanjikan. Orang Bali membaurkan gagasan baru dan asing ke dalam bentuk tradisional.

sebagaimana hukum positif. atau hukum perdata menurut kitab Manawa Dharmasastra. payung hukum ini dalam penerapannya belum memiliki kekuatan hukum tetap. Bali = bulat). c. Meskipun demikian. kesatuan dan persatuan secara internal dan eksternal tertuang dalam pepatah orang Bali yang dikenal dengan istilah ”sagiliksaguluk.11 untuk terus memasukkan kehidupan baru ke dalam budaya mereka. ayu kinardi ayu pinanggih”. dan tidak hanya mementingkan kepentingan pribadi. d. buruk perbuatan buruk juga hasilnya yang dinikmati. spirit yang ditimbulkan dengan adanya aturan hukum itu. dan pada saat yang sama mereka tidak pernah kehilangan ciri Bali-nya (Covarrubias. Konsep Karma Phala Konsep Karma Phala mengamanatkan. Dengan demikian makna sosial yang terkandung dalam papatah sagilik-saguluk adalah persatuan yang kokoh dan kompak. tetapi untuk kesejahteraan umum dan ketertiban sosial. artinya : baik berbuat baik hasilnya. tiada jalan lain. Kearifan Lokal Persatuan (Sagilik-saguluk) Nilai aktivitas kebersamaan. Oleh karena itu. Kata gilik menegaskan makna kebulatan (gilik bhs. b. dan jika ingin membebaskan diri dari berbagai keterikatan hidup.2005: 264). kecuali kerja. Dua kata ini membentuk satu frase yang mengandung makna kebulatan tekad untuk menghadapi suatu pekerjaan bersama. berlandaskan kepercayaan hukum Karma Phala. Adat Istiadat di Bali Adat istiadat merupakan payung hukum persoalan hutang-piutang.1937: 225). semua tata aturan hukum ini . Namun demikian. sepakat (Tim. Konsep kerja berlandaskan prinsip tidak mengharapkan balasan. Pinsip kerja ”ala ulah ala tinemu. bahwa kerja adalah sebuah ibadah (yajña atau pengorbanan). lebih banyak bersifat hukum moral.

pinjam-meminjam (Kersten. dan (4) cinta kepada keadilan (Mantra. mematuhi norma timbal-balik. selalu tolong-menolong. e. yang membentuk modal sosial. maka kelompok akan terbentuk lebih cepat dan kelompok yang terbentuk akan dapat mencapai tujuan-tujuan bersama secara efisien. maka otomatis juga saling parid dan saling rojong.1984: 535). saling rojong. g. dan menghindari perilaku mementingkan diri sendiri. . Kearifan Lokal Keikhlasan Hubungan Sosial (Lascarya) Lascarya dapat berarti rela. hasil sampingan yang penting dari norma-norma kerja sama sosial. Tradisi Bali Lombok. adalah sing dadi ajak masidikara. Kearifan Lokal Hubungan Sosial (Sidikara) Sidikara.. (2) cinta kepada kejujuran. Kearifan Lokal Tentang Kepercayaan (Trust) Kepercayaan adalah. saling silihin) memiliki arti. dan saling parid. Lawan dari Konsep sidikara1. Surabaya: Paramita. Sidikara ada tiga tingkatan yaitu: saling sumbah. sidikara berasal dari kata sidi dan kara. Sidi berarti sukses dan kara berasal dari karya yang artinya pekerjaan atau tangan. (3) cinta kepada keikhlasan.1996: 27).12 lebih banyak dilakukan implementasinya pada tradisi hukum adat di Bali (baca: awig-awig).2006. bergaul akrab. Jika kepercayaan digunakan sebagai ukuran modal sosial yang penting. Jika mereka saling sumbah. (tidak bisa hidup saling tolong-menolong yang sepadan dengan istilah orang Betawi enak di lu.Saling sumbah adalah tingkatan sidikara yang paling tinggi. sedia mengorbankan diri (Kersten.1984: 378). Baca: Suyadnya. Jika orang dapat diandalkan untuk memenuhi janjinya. hal 89. kagak enak digue). Untuk dapat memiliki jiwa lascarya ini. maka pekiran harus dilatih untuk mencapai kebajikan seperti diajarkan di dalam kitab suci. f. Sebuah Catatan Budaya. Kebajikan itu pada umumnya ialah: (1) cinta kepada kebenaran. masidikara (saling idihin. 1 Disimak dari asal katanya.

Orang malas yang tidak memiliki motivasi kerja. mengeluarkan uang sebagai iuran. yakni untuk mencari ilmu pengetahuan. sehingga yang memiliki hutang seolah-olah dijadikan pembenar untuk tidak membayar tagihan. untuk mengembangkan perekonomian. sesuai kesepakatan paruman. Rasa Jengah Rasa Jengah (moralitas agresif). pribadi dan sebagainya (Fukuyama. Karena tidak ada manusia yang lahir tanpa hutang maka membandel bayar hutang. untuk digulirkan dengan pinjaman berbunga rendah. h.13 ada tanda-tanda yang dengan jelas menunjukkan bahwa. Setiap bulan.2005: 60). Macingkrem (Jimpitan/Iuran) Pola hidup bersama untuk dapat meringankan beban masyarakat. telah tumbuh dan berkembang. Kehidupan masyarakat Bali dalam pola hidup bersama. 2. Jangan menunda waktu untuk belajar. sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan. kelompok. Jangan menunda waktu untuk bekerja. Lahirnya manusia karena hutang yang disebut Rna. Dalam Tri Guna disebutkan tentang sifat malas manusia. i. agar mampu mengikuti perkembangan IPTEK yang semakin maju. dalam tradisi masyarakat Bali. Banyak orang mulai tidak percaya pada lembaga. ditemukan juga sikap negatif dalam pratek masyarakat Bali antara lain : 1. Selain sikap positif di atas. dengan semangat setia serta jujur. dan mengentaskan kemiskinan serta kesengsaraan yang melanda krisi global. yakni jangan menunda waktu untuk membayar hutang dan mengumpulkan uang. modal sosial sedang menipis. anggota masyarakat yang disebut krama. tidak ada usaha . sudah tumbuh dan berkembang melalui Desa Adat dengan sistem keuangan bergulir yang disebut “mecingkrem”. yang disebut Tamas.

meskipun yang dianggap benar. Budaya Bali Yang menunjang Per-Koperasian. atau Moha pada kehidupan sosial seperti spiritual. adalah kesalahan. sehingga terbelenggu dengan hutang.14 untuk membayar hutang. yaitu : berdasarkan suara terbanyak. Biasanya sering dilakukan untuk menutupi kelemahan kelompok masyarakat yang berbuat kesalahan. Koperasi bertujuan. 3. untuk menghilangkan kemiskinan masyarakat. Briuk Siu. yang mengakibatkan manusia hidup dalam keadaan susah. 4. untuk mensejahtrakan masyarakat banyak. menunjukan bahwa dana atau kekayaan dalam pengertian lahir dan batin. Beberapa budaya Bali atau kearifat lokal yang menunjang per-Koperasian di Indonesia adalah : 1. sebagai berikut : A. Salah satu cara mengelola kekayaan dengan prinsip keadilan. dan kebersamaan adalah melalui Koperasi. miras dan judi. 6. Kutipan tersebut. Jadi. Kekayaan itu hendaknya disedekahkan. bahkan sengaja membiarkan hutang. atau tidak ada kemauan untuk bayar hutang. orang yang disebut bersedekah sesungguhnya . demokratis. maka dapat dijabarkan beberapa hal. bahwa spirit untuk kepentingan umum. bukan individu. Kekawin Ramayana gubahan Mpu Kanwa ada disebutkan “ksayan nikang papa nahan prayojana” (menghilangkan kemiskinan adalah tujuan dari para pemimpin). dalam mengelola kekayaan. Timbulnya prilaku negatif akibat kebingungan. membangun Kearifan Lokal Kulawarga (Menyama-Braya) mentalitas dan prilaku masyarakat. Analisis Keterkaitan Budaya Bali Dengan Praktek Per-Koperasian Dari tinjauan pustaka tersebut di atas dikaitkan dengan praktek-praktek per-Koperasian di Bali. untuk mengutamakan Menyama Braya (kekeluargaan) menyiratkan makna.

Konsep Karma Phala Konsep karma phala mengamanatkan bahwa. kecuali kerja. data rasa saling memiliki antara anggota Koperasi. memunculkan sikap mental yang sulit. orang Bali dengan non-Bali dalam kehidupan masyarakat di Bali. demokratis. keajegan konsep hubungan sosial ini. yang tersimpan dalam kearifan lokal. dan tidak hanya mementingkan kepentingan pribadi. Mental dan perilaku iri hati. ayu kinardi ayu pinanggih artinya baik perbuatan baik hasilnya. memungkinkan berkembangnya keselarasan hidup masyarakat Bali. 2. Kaitannya Koperasi adalah. kerja adalah sebuah ibadah (yajña atau pengorbanan). dan prinsip Koperasi yang tidak mementingkan prinsip individu. Kedengkian. karena prinsip Koperasi ditekankan pada konsep keadilan. Prinsip kerja ala ulah ala tinemu. untuk melakukan prinsip kebersamaan. konsep menyama-braya sebagai bentuk toleransi dan solidaritas sosial. berkaitan terhadap nilai. sebagai indikator terpupuknya hubungan sosial di antara orang Bali dengan sesamanya. kekeluargaan dan lain-lain. gotong-royong yang menjadi prinsip dasar Koperasi. sehingga timbul keakraban dan saling tolong-menolong. maka terjalinnya hubungan sosial itu. Prinsip-prinsip itu sesungguhnya dapat mendukung terbentuknya mentalitas. tetapi untuk kesejahateraan umum dan ketertiban sosial. Dengan demikian. dan jika ingin membebaskan diri dari berbagai keterikatan hidup tiada jalan lain. untuk maju bersama. Ciri yang dimaksud adalah.15 tidak merusak tatanan hidup baik secara nyata maupun tidak nyata. adalah sebagai modal sosial (sosial invest) untuk mengantisipasi disfungsi sosial intern dan ekstern orang Bali. Konsep kerja berlandaskan prinsip tidak mengharapkan balasan. Jika semua orang adalah saudara. Dengan demikian berdasarkan azas Koperasi. dan perilaku . buruk perbuatan buruk juga hasil yang dinikmati. dengki seharusnya tidak dikembangkan dalam menjalankan prinsip Koperasi khususnya persoalan hutang-piutang. Konsep menyama-braya.

Dengan demikian. artinya saling menghargai dan menghormati. dengan kekompakan dan kebulatan suara anggota. dan tanggung jawab anggota. Hal tersebut menyebabkan ada kesetiaan. dilakukan melalui musyawarah dan mupakat. dengan perjanjian sehidup semati. dan tangguh dalam membangun kesejahteraan masyarakat. karma phala relevan dengan nilainilai dan prinsip-prinsip Koperasi. untuk mencapai tujuan bersama. Baik dalam pembayaran hutang. dalam mengelola usaha sesama anggota. salunglung sabayantaka. Kesadaran kerja adalah. 3.16 masyarakat Koperasi. . Dalam memutuskan masalah. sagilik saguluk. dan penderitaan. dengan mengadakan RAT (Rapat Anggota Tahunan). anggota serta juga bukan anggota. Terbukti. Karena kedaulatan dalam per-Koperasian ada di tangan anggota. atas manajemen pimpinan. Siap menempuh segala rintangan. adalah syarat untuk dapat berlangsungnya hubungan sosial yang harmonis. Kearifan Lokal tentang Persatuan (Sagilik-saguluk) Kearifan lokal tentang sagilik saguluk sebagai penjabaran dari Parasparos sapranaya. Berimplementasi nantinya. untuk senantiasa membangun nilai dalam diri sendiri (membangun sang diri). menjadi tujuan bersama dalam ber-Koperasi. Prinsip hutang menyebabkan manusia mengalami penderitaan di alam akhirat. Dengan demikian. pada tatanan sosial kehidupan ber-Koperasi. Maka jelas Koperasi itu akan menjadi kokoh. mengikuti aturan kelembagan. Sehingga perjuangan menuju ekonomi kerakyatan. dengan tunggakan pinjaman kreditnya yang rendah. sebuah kewajiban untuk mensejahterakan masyarakat umum dan ketertiban sosial. maupun kewajiban dalam organisasi Koperasi. maupun manajemen Koperasi. Nilai ini memberi spirit etos kerja baik para anggota. dalam melakukan kewajibannya.

pembayaran simpan-pinjam dalam Koperasi di Bali.17 d. berlandasakan kepercayaan hukum karma phala. Hal ini yang memunculkan konsep bahwa. Kearifan Lokal tentang Hubungan Sosial (Sidikara) Hubungan sosial sidikara umumnya berlangsung dalam konteks interaksi antar individu. maupun antar kelompok. Berdasarkan hal itu. dalam agama Hindu disebut. maupun saudara dari luar wilayah tanpa harus meminta. untuk menentukan payung hukum persoalan hutang-piutang. spirit yang ditimbulkan dengan adanya aturan hukum itu lebih banyak bersifat hukum moral. merasa berdosa jika belum mampu membayar hutang. payung hukum ini dalam penerapanya belum memiliki kekuatan hukum tetap. e. maka makna yang tersirat dalam kutipan tersebut. sedikit tidaknya membentuk kesadaran kolektif. semua tata aturan hukum ini. apalagi mati membawa hutang. sebagaimana dijelaskan di atas. adalah jika seseorang memiliki hutangpiutang (baca: simpan pinjam). lebih banyak dilakukan implementasinya pada tradisi hukum adat di Bali (baca: awig-awig). untuk memproteksi terjadinya kecurangan dalam hutang-piutang. Jika dikaitkan dengan Koperasi. “mayasakerti ring sentana (membangun keturunan yang sejahtera). seperti terkait dengan proses per-Koperasian. di suruh atau tidak disuruh. Adat Istiadat di Bali Adat istiadat sebagai suatu kebiasaan masyarakat Koperasi. Ungkapan lain untuk menyatakan sidikara ini di beberapa daerah di Bali sering disebut dini-ditu yang memiliki arti jika suatu saat ada kegiatan sosial-budaya atau agama. Namun demikian. sebagaimana hukum positif. Meskipun demikian. maka proses hutang-piutang wajib dilunasi semasih hidup. Demikian juga sebaliknya warga yang mempunyai . Orang tua seharusnya mampu melakukan kewajiban. atau hukum perdata terdapat dalam kitab Manawa Dharmasastra. Oleh karena itu. Itu artinya pihak ahli waris disebut dengan namiang utang (mewarisi hutang orang tua). maka yang mempunyai hajatan mendapat sumbangan dari warga sekitar.

untuk mengembangkan usaha per-Koperasian. Sidikara maupun dini-ditu secara hakikat merupakan bentuk modal sosial yang memiliki azas timbal-balik (simbiosis mutualisme). Hubungan itu dapat berupa pinjam-meminjam. berdasarkan azas transparansi dan akuntabilitas. tanpa mau membantu orang lain. dengan tidak berharap akan hasil dari hubungan yang dimaksud. Pembayaran hutang secara tulus iklas. Kesetiakawanan anggota dengan saling memberi dan meminta menunjang aktivitas simpan pinjam dengan semangat gotong-royong Dengan kemandirian keputusan selalu kolektif mealui proses musyawarah mufakat. berdasarkan kesadaran dengan rasa tulus iklas. Lascarya mengakibatkan mereka rajin dan lancar membayar hutang. kedudukan dan sebagainya. spirit yang muncul dari lubuk hati manusia yang paling dalam untuk melakukan suatu aktivitas yang berhubungan dengan orang lain. yang mengutamakan kepentingan anggota. Sikap Lascarya sejalan dengan rela berkorban untuk kemajuan bersama. kepada anggota walaupun gaji yang diproleh tidak cukup. pastilah orang itu berhubungan antara orang yang punya dengan yang tidak punya.18 hajatan itu suatu saat akan melakukan hal yang sama pada warga sekitar. bertindak jujur dan adil. Kearifan Lokal tentang Keikhlasan (Lascarya) Lascarya adalah. Para pengurus berlaku jujur dan adil. Ungkapan perlawanan dari dini-ditu adalah sing dadi ajak dini-ditu yang menyiratkan arti bahwa seseorang mau enaknya sendiri. yang hanya mengharapkan bantuan orang lain. Sidhikara relevan dengan prinsip manajemen usaha Koperasi. dan keadilan. f. Artinya seseorang yang terlibat pinjam-meminjam. merupakan suatu modal kesadaran anggota Koperasi. . organisasi. kejujuran. kekuasaan. Orang yang lascarya berarti ia telah mencintai kebenaran. maka orang yang terlibat itu telah berada di jalan yang benar (memberi pada yang tak punya). Jika proses hubungan itu terjadi.

Satya hredaya setia atau jujur pada kata hati. Lawannya mementingkan diri sendiri (nresangsia) dan juga harus satya. Semangat ini saling membangun citra Koperasi. dalam per-Koperasian secara demokrasi. sesungguhnya merupakan modal adanya kepercayaan pada orang lain. yakni : 1. 2. Yakni untuk mencari ilmu pengetahuan.1985: 51). dapat diwujudkan dengan peningkatan kesadaran masyarakat. atau lembaga. Kelima kesetiaan atau kejujuran ini. Jangan menunda waktu untuk bekerja. Satya wacana setia atau jujur pada percatan. Jangan menunda waktu untuk belajar. atau lembaga dapat dipercaya apabila mereka telah membangun dan memupuk jiwa tidak mementingkan diri sendiri. sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan. merupakan kejujuran dan kesetiakawanan sosial dalam mengembangkan usaha Koperasi. Tumbuh dan berkembangnya sikap jujur maka tidak terintervensi dari pihak luar. dan mengentaskan kemiskinan. oleh karena itu kejujuran dan kebenaran merupakan dasar kepercayaan (Sura. sebagai lembaga yang hidup dalam masyarakat Bali. Dalam bahasa agama Hindu di sebut anresangsia. Satya semaya setia dan jujur pada sumpah atau janji. yakni jangan menunda waktu untuk membayar hutang. Kearifan Lokal Tentang Kepercayaan (Trust) Seseorang. Rasa jengah (moralitas agresif) Rasa Jengah (moralitas agresif). Kesetiaan dengan sesama anggota Koperasi. Satya mitra setia atau jujur pada teman. serta kesengsaraan yang melanda krisis global. agar mampu mengikuti perkembangan IPTEK yang semakin maju. Satya laksana setia atau jujur pada perbuatan. Satya itu ada lima macam. Semangat persatuan dan kesatuan bangsa. kelompok. 4. dan mengumpulkan uang.19 g. kelompok. dan 5. Jangan menunda . 3. Satya dapat berarti kebenaran dan juga kejujuran atau kesetiaan. h.

ngukir kayu. Jangan menunda waktu untuk mengumpulkan uang. disertai dengan potensi wilayah. dipakai memupuk modal usaha. Mereka yang berkecimpung dalam keterampilan industri kecil rumah tangga ini. berusaha belajar ketrampilan industri kecil rumah tangga. supaya tidak terjadi tunggakan di dalam simpan pinjam. berupa menganyam bambu. untuk menolong anggota masyarakat ekonomi lemah. tulang. menjahit. Pola hidup ekonomi industri kecil rumah tangga. agar dapat meningkatkan kesejahteraan. kayu. tangguh dan pantang menyerah. semakin mengikatkan manusia pada kemelaratan dan kesengsaran hidup. dengan pinjaman berbungan rendah. menghimpun diri menyamakan persepsi dalam usaha bersama. untuk mengembangkan perekonomian.20 waktu untuk membayar hutang. . Macingkrem (Jimpitan/Iuran) Pola hidup bersama. Selain itu juga potensi wilayah pertanian tidak mendukung. sudah tumbuh dan berkembang melalui Desa Adat. Kehidupa masyarakat Bali dalam pola hidup bersama. bijibijian. Tujuannya adalah. untuk dapat meringankan beban masyarakat telah tumbuh dan berkembang dengan semangat setia dan jujur. Karena sudah biasa mecingkrem. membuat cendra mata dari kulit. Karena hutang. sebagi prinsip Koperasi dalam upaya meningkatkan pengetahuan. keterampilan atau industri kecil rumah tangga. untuk digulirkan. Setiap bulan anggota masyarakat yang disebut krama. maka setiap anggota keluarga. dengan sistem keuangan bergulir disebut “mecingkrem”. mengeluarkan uang sesuai kesepakatan paruman. i. untuk membentuk Koperasi. bambu. sama artinya dengan memberi spirit mentalitas. adalah spirit mambangun etos kerja menjadi pekerja yang ulet. dan keterampilan anggota untuk belajar. mencapai tujuan bersama. tempurung dan yang lian. di Bali dapat menunjang lancarnya usaha simpan pinjam. Penjiwaan spirit moralitas agresip. dalam tradisi masyarakat Bali. tanduk.

antara lain : 1. berdasarkan suara terbanyak meskipun yang dianggap benar. Biasanya sering dilakukan untuk menutupi kelemahan kelompok masyarakat yang berbuat kesalahan. Karena tidak ada manusia yang lahir tanpa hutang.21 B. atau tidak ada kemauan untuk bayar hutang. 2. Tri Guna disebutkan tentang sifat malas manusia yang disebut Tamas. dan 4. Briuk Siu. Sehingga terjadi penyimpangan manajemen dari dan oleh . miras dan judi yang berdampak manusia hidup dalam keadaan susah sehingga terbelenggu dengan hutang. Budaya Bali Yang Kurang Menunjang Koperasi Selain beberapa budaya Bali. Orang yang memiliki sifat malas bekerja tentu akan malas bayar hutang dan menyebabkan Koperasi terhambat. adalah kesalahan. Oleh karenanya tidak ada usaha untuk membayar hutang bahkan sengaja membiarkan hutang. juga ada beberapa hal yang kurang menunjang per-Koperasian. Dengan pandangan miring ini seolah-olah orang punya hutang itu dibenarkan untuk tidak dibayar. Dalam usaha Koperasi yang tidak menyadari akan kewajiban pinjaman maka tagihan terhadap orang yang kebingunan. yang dijiwai ajaran agama Hindu. Karena akibat kebingungan orang yang meminjam uang di Koperasi disalah gunakan hanya untuk berpoya-poya memenuhi keinginan. Moha Timbulnya perilaku negatif akibat kebingungan pada kehidupan sosial seperti prustitusi. Hal ini bisa terjadi di dalam Koperasi sehingga ada kaitannya dengan kesulitan meminta angsuran pinjaman mekipun dalam jumlah yang tidak terlalu banyak dan besar. 3. Tri Rna : lahirnya manusia karena hutang yang disebut Rna sehingga yang memiliki hutang seolah-olah dijadikan pembenar untuk tidak mebayar tagihan. memberikan penguatan terhadap per-Koperasian. Pihak Koperasi sulit memungut anggota.

dengan kekompakan serta kebulatan suara anggota. ada keterkaitan budaya Bali dengan praktek-praktek per-Koperasi di masyarakat : a. Dalam memutuskan masalah dilakukan malalui musyawarah dan mupakat. relevan dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Koperasi. dan kesatuan organisasi Koperasi. Pengurus bersalah setelah dicarikan pendukung pada beberapa anggota yang vokal. 7. baik dalam pembayaran hutang maupun kewajiban dalam organisasi Koperasi. Menyama Braya. Beberapa budaya Bali yang berkaitan dengan praktek per-Koperasian antara lain : 1. Karena sebagai suatu syarat untuk dapat berlangsungnya hubungan sosial yang harmonis. termasuk pengembalian pinjaman. mangakibatkan pengurus bersangkutan terbatas. Simpulan Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa. orang Bali dengan non-Bali dalam kehidupan masyarakat di Bali. sebagai indikator terpupuknya hubungan sosial di antara orang Bali dengan sesamanya. sehingga bahagia sampai di akhirat. Hal tersebut menyebabkan ada kesetiaan dan tanggungjawab anggota dalam melakukan kewajibannya. Kejadian semacam ini bisa menghambat berkembangnya aktifitas perKoperasian. dalam memberikan usul.22 dicarikan kelompok pendukung. Konsep menyama-braya. dari kesalahan. 3. untuk membenarkan secara bersama agar tidak melakukan hak dan kewajiban sebagai anggota. Sagilik Saguluk. sebagai semangat persatuan. . adalah sikap persaudaraan dan kekeluargaan dan kegotong-royongan sesuai dengan prinsip dasar Koperasi. Karma phala. 2.

23 4. adalah kebiasaan untuk taat. ketekunan dan keuletan membangun Koperasi. Adat Istiadat. sebagai milik bersama gelahang bareng. b. 8. Selain hal tersebut ditemukan juga beberapa budaya Bali yang tidak menunjang per-Koperasian. Lascarya. yaitu : lahirnya manusia karena hutang sehingga yang memiliki hutang seolah-olah dijadikan pembenaran untuk tidak membayar hutang. Kesetiaan dengan sesama anggota Koperasi. . patuh dan tunduk pada peraturan. 6. yakni jangan menunda waktu untuk bekerja. dengan sistem keuangan bergulir yang disebut “macingkrem”. Rasa Jengah (moralitas agresif). sudah tumbuh dan berkembang melalui Desa Adat. mati hidupnya Koperasi ada di tangan anggota. Sidikara. baik tertulis atau tidak tertulis (awig-awig). dan kekeluargaan. Konsep Rna. untuk mengembangkan perekonomian. Sehingga proses hutang-piutang wajib dilunasi semasih hidup. Kepercayaan dan Satya sebagai landasan kejujuran atau kesetiaan saling percaya dan yakin diantara sesama anggota serta masyarakat. antara lain : 1. belajar dan membayar hutang semasih manusia hidup. 5. 9. 7. merupakan kejujuran dan keistimewaan sosial dalam mengembangkan usaha Koperasi. Rasa Jengah akan memberikan semangat yang membara untuk memajukan Koperasi. Kehidupan masyarakat Bali dalam pola hidup bersama. yaitu adanya sikap ketulus iklasan dan ketidak terikatan dengan segala perbuatan sebagai wujud kegigihan. Masyarakat sangat takut dengan sanksi moral yang diberikan oleh adat. yaitu sesuai dengan managemen Koperasi yang belandaskan gotong-royong.

24 2. yaitu : pihak Koperasi sulit memungut tagihan terhadap orang yang kebingungan. yang berbuat kesalahan dengan mencari . yaitu : sering dilakukan untuk menutupi kelemahan kelompok masyarakat pendukung. Tamas. yaitu : rasa malas juga dapat diartikan tidak memiliki etos kerja. 4. 3. dan Briuk siu. dalam menjalankan roda organisasi termasuk untuk membayar utang piutang. Moha.

Island of Bali. 2001. I Nengah. Dalam Bali Bangkit Bali Kembali. “Pelestarian Cultural Space dan Religious Space Masyarakat Bali Dari Hegomoni Kapitalisme Pariwisata: Menyimak Kembali Kasus Reklamasi Pantai Padanggalak dan Pembongkaran Kafe di Kuta”. 2005. 1974. 2004. I Nengah. Rome : FAO. Editor I Wayan Ardika dan I Nyoman Darma Putra. Keputusan. 2002.No. 1990. Jakarta: Raja Grafindo Persada. London : Oxford University Press. Sayuti. “Revitalisasi Kearifan Lokal dalam Upaya Mempekokoh Jati Diri Bangsa”. Burhan. Manusia. Covarrubias. Kodrat Manusia dan Tatanan Sosial.1. Jakarta : Pradnya Paramita.C. Astra. In Developing Countries”. “Revitalisasi Modal Sosial Masyarakat Bali Berbasis Kearifan Lokal”. 1987. Bungin. Surabaya : Insan Candika. Burns. Francis. Penerjemah Masri Maris. Surabaya : Airlangga University Press. Jakarta : Gramedia. “Operational Efficiency of Agricultural Cooperatives”. Volume VI. 1972. Teori Dinamika antara Aktor dan Sistem untuk Ilmuwan Sosial. Economics of The Co-operative Business Enterprise. Dalam Politik Kebudayaan dan Identitas Etnik. Penerjemah Soewono Hadisoemarto.25 Daftar Pustaka Ali. S. Denpasar : Bali Mangsi Press kerjasama dengan FS Unud. Goncangan Besar. Metode Penelitian Sosial Format-Format Kuantitatif dan Kualitatif.30 Denpasar : IHD Negeri Denpasar. Metode Penelitian Kualitatif Perspektif Mikro. Fukuyama. Duija. Jurnal Agama Hindu Pangkaja.2006a. I Gde Semadi. Miquel. Dulfer. Masyarakat. Marburg. Jakarta : Departemen Kebudayaan dan Pariwisata bekerjasama dengan Universitas Udayana. Hal. E. 2002. Duija.2006b. Tome R dkk. Metode Penelitian Agama Pendekatan Teori & Praktek. . Chukwu. Basrowi & Sukidin.

Jakarta : Proyek Pengadaan Kitab Suci Hindu. Sarasamuscaya. G. Bibliotek Javanica. M. Departemen Agama RI. 2005. Localization In Indonesia. KITLV. Kajeng. I Nyoman. Hanel.26 Giddens. I Gusti Ketut.2. Nitiçastra. Jakarta : Pelita Dharma Nusatama Lestari. Tjok Rai Sudartha. Sarasamuccaya. Dengan Teks Bahasa Sanskerta dan Jawa Kuna. Toward Adjusted Patterns of Cooperatives in Developing Countries. Peter J. and Lokal Perpektives Itroduction”.1483 Pudja. Hans. I Gede dan. “Global . I Gede.1981. Kaelan. dkk. No. 2004. Landasan Kebudayaan Bali. Denpasar : CV. No.2002. Organisasi Koperasi. Mantra. No. 1983 “Cultural Pitfalls for Dutch Expatriates in Indonesia”. R. Ng. Pokok-pokok Pikiran Mengenai Organisasi Koperasi dan Kebijakan Pengembangannya di Negaranegara Berkembang. Nasional. Pudja. Poerbatjaraka. . Netherland: Deventer. Anthony. Surabaya : Paramita. Kaler. Metode Penelitian Kualitatif Bidang Filsafat. 2003. 1985. 2004. Bandung : Universitas Padjajaran. Yogyakarta : Paradigma. Manawa Dharma Sastra. dkk. Butir-butir Tercecer Tentang Adat Bali. Nas. Modul Pendidikan dan Pelatihan PerKoperasian Tingkat Dasar. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. Twijnstra Gudde International Management Consultans. Sosiologi : Sejarah dan Berbagai Pemikirannya.54. Alfred. Yogyakarta : Kreasi Wacana. B. Munkner. 1997. 1978. 1994. Kayumas. Penerjemah Ninik Rochani Sjams. 1998. Bonn. 1988. Ida Bagus. Bijdragen Tot de Taal Land en Volkenkunda. Denpasar : Yayasan Dharma Sastra. Dalam Globalization.154. Hofstede.

Toffler. Slokantara. Bandung : PT. Denpasar : PHDI Sinaga. Tahun XXV No.27 Parsua. Imam dan Tobroni. Jakarta: Gramedia. 1982. Koperasi Dalam Sorotan Peneliti.2005. Supadjar. Nyoman S. Pariaman dkk (Ed). Penyunting I Gusti Ngurah Bagus. Remaja Rosdakarya. Gelombang Ketiga. 2001. I Gede. Alvin. Tjok Rai. Departemen Agama R. . “Subak di Bali Suatu Kajian Budaya”. Tantangan Integrasi Nasional dalam Konteks Global” dalam Analisis CSIS. Dalam Moralitas Pembangunan Perspektif Agama-agama di Indonesia. Lambang. Jakarta: CSIS. Grafindo Persada. W. 1982. “Keserasian Agama dan Budaya Yang Tercermin pada Beberapa Kepustakaan Jawa”. The Third Wave. 1996. Terjemahan. Bhagavadgita. Denpasar: CV. J.1976. R. Sudartha. Jiwa Atmaja Editor.G. Kata Pengantar. Trijono. Dengan Teks Bahasa Sanskerta Terjemahan. Modernisasi Pengantar Sosiologi Pembangunan NegaraNegara Sedang Berkembang. Yogyakarta : Tiara wacana. 1989. Suyatna. Ida Bagus Mantra. 2008. Purwita. Pendit. Suprayoga. Persembahan Untuk Prof. Dalam Masalah Budaya dan Pariwisata Dalam Pembangunan. Dr.2 Maret-April. Jakarta: Lembaga Penyelenggara Terjemahan dan Penerbit Kitab Suci Weda dan Dammapada. Denpasar: S2 Kajian Budaya Unud. 1988. Ida Bagus Putu. 1990. “Pola Ilmu Pokok Kebudayaan Sebagai Salah Satu Alternatif Unggulan”. Denpasar : Kayumas. Damardjati. dan Keterangan. Manejemen Koperasi. Soekardjo. Ngurah. “Globalisasi Modernitas dan Krisis Negara Bangsa. Schrool. Jakarta : Pantja Simpati. Metodologi Penelitian Sosial–Agama.I. 1997. Jakarta : PT. Dalam Puspanjali. Kayumas.

Berbisnis Menurut Agama Hindu. Jakarta: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Wiana. . Surabaya : Paramita. 2006.28 Undang-undang Republik Indonesia No.25 Tahun 1992 tentang PerKoperasian. I Ketut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful